Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.23 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Halaman:Madjalah Kebudajaan Indonesia Okt Nov Des 1955.pdf/4 104 116117 321023 320105 2026-10-12T06:54:05Z Andika Wira P 1A 27768 321023 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Andika Wira P 1A" /></noinclude>L.L.Schiicking : KESUSASTERAAN DAN PUBLIK KERETAKAN jang makin mendalam antara publik dan seni melalui masa naturalisme. Gerakan estetis di Djerman tidaklah begitu penting artinja. Jang lebih penting lagi ialah gerakan Naturalisme Djerman. Di Djerman naturalisme (atau realisme) terlambat tiba. Di Perantjis wakilnja jang terkemuka, Emile Zola, telah menulis novel²nja jang paling terkenal didalam tahun² ’70; ia mendapatkan pengaruhnja pada Académie pada tahun 1888, Kira² pada waktu itu djuga (1888) dengan marahnja Tennyson, jang pada waktu itu telah tua, melemparkan kutukannja jang timpang itu (jang sekarang amat penting artinja dalam sedjarah) kepada gerakan baru itu didalam karangannja „Locksley Hall, sixty years after”, sedang gerakan itu sendiri pada tahun-tahun ’70 telah mempunjai wakilnja jang typis jakni Henry James. „Anna Karenina” Tolstoi dimulai pada tahun 1874; sedang „League of Youth” Ibsen tahun 1869. Di Djerman pada masa itu parapendukung seni adalah kelas pertengahan jang berbudaja, jang sebagian besar terdiri atas pedjabat-pedjabat tinggi, jang karena disebabkan oleh halangan politik jang menjusul peperangan-peperangan jang memberikan kemenangan, rata-rata membatasi diri ditiap lapangan dengan mendjaga tradisi dengan hati-hatinja. Pimpinan kebudajaan terletak ditangan kelas ini, dan karenanja dapat dibuktikan pada karja-karja Heyse, Storm, Baroness von Ebner-Eschenbach, dan lain², jakni pengarang-pengarang jang baik karena asalnja, maupun karena pandangannja termasuk pada kelas ini; tetapi ini hanja sedikit sadja artinja dalam dunia seni bagi golongan mereka jang kian lama kian berkembang setjara universal jang karena tuntut-an-tuntutan djamannja menjebabkan mereka terbawa-bawa kearah penentangan terhadap perkembangan jang telah lalu. Keinsafan akan kekosongan konsepsi-konsepsi religi jang terus djua menentukan aliran dan kehidupan negara; perdjuangan terhadap inti-inti kemuliaan daripada kelas-kelas jang berkuasa; kesulitan-kesulitan hidup jang makin bertambah, disebabkan karena kian meningkatnja persaingan-persaingan kemasarakatan seperti timbul dan berkembangnjapermasalahan wanita; bertambah suburnja sebab-sebab pertentangan didalam kehidupan kemasarakatan dan kepolitikan, penerimaan baik metode-metode keilmuan ditiap lingkungan, pengaruh sehari-hari daripada kota-kota besar — semua ini bergumul mendjadi satu dan menjebabkan golongan-golongan masyarakat tertentu terbawa kedalam perdjuangan jang bersemangat diberbagai lapangan ditiap harinja terhadap segala jang mereka rasakan sebagai kata-kata jang kosong belaka itu. Naturalisme adalah pendjedjakan kebenaran demi segala-galanja,<noinclude></noinclude> nov6tgbqvjdl8cfckqip6971fk9wlfe Halaman:Keris (2014).pdf/73 104 116455 320954 320809 2026-10-12T03:17:22Z VidiDhemas21 24365 /* Telah diuji baca */ 320954 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="VidiDhemas21" /></noinclude>2.3.2 Budaya <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;">Bilah keris Jawa memuat beberapa gagasan yang disematkan oleh kebudayaan Jawa, sejak dari zaman Mataram kuno dan dilanjutkan oleh dinasti-dinasti keraton Jawa hingga Mataram Surakarta dan Yogyakarta. Telah disinggung di atas bahwa ide awal fungsi keris adalah untuk senjata tusuk yang pada mulanya dipergunakan dalam pertarungan jarak dekat. Selain untuk senjata bertarung, seiring perkembangan zaman bilah keris juga mendapat tambahan makna berturut turut yang memperkaya gagasan pembuatan keris dalam kebudayaan Jawa.<br> <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;">Bilah keris kuno yang ditemukan masih berupa senjata tusuk yang gemuk pendek, tajam pada kedua sisinya, dan agak melengkung ke depan, untuk memudahkan titik berat bilah memberi tekanan ketika digunakan untuk menusuk. Bentuk itu lalu berkembang dengan tambahan bagian ganja, yang ditengarai untuk melindungi genggaman tangan agar tidak terluka oleh kedua sisi tajam bilahnya. Kemudian muncul ricikan awal pada bilah berupa pèjètan dan gandhik, yang disusul oleh hadirnya ricikan tikel alis, dan sogokan.<br> Perbedaan bentuk bilah dengan tambahan ricikan-ricikan itu menyebabkan timbulnya khazanah dhapur dalam perkerisan. Bentuk awal keris tersebut di atas dikenal dengan dhapur Brojol Buda, kemudian setelah kemunculan ganja disebut dhapur Sepang Buda, lalu bilah kuno yang gemuk dengan gandhik pèjètan dan tikel alis dinamai dhapur Bethok Buda, sedangkan yang menggunakan tambahan sogokan disebut dhapur Jalak Buda. Kata buda, yang menyertai nama-nama bentuk awal dhapur keris tersebut, mengacu kepada dinasti Mataram Budha Syailendra yang berkuasa di Jawa sekitar abad 8-9 M. Ditengarai pada masa Mataram Budha, awal pemuliaan keris mulai berkembang, hingga penyebutan untuk nama-nama dhapur keris zaman kuno diimbuhi kata buda (Budha). (Harsrinuksmo, 1988; 19).<br> Tidak diketahui dengan jelas, kapan munculnya ricikan-ricikan tersebut di atas dan apa makna simbol semiotiknya masing-masing, namun diperkirakan sezaman dengan munculnya ide penambahan pamor pada bilah keris. Pamor adalah aspek ide gagasan terpenting yang dijumpai dalam bilah keris, ialah berarti sebuah unsur yang disatukan dengan unsur yang berbeda untuk kemudian bercampur dalam satu bilah. Ide penambahan pamor pada bilah dipercaya mengacu pada kepercayaan kuno yang menekankan pada keselarasan dua unsur kutub yang berlawanan namun tetap harus ada dan sejalan (Rwa Bhineda, lingga-yoni).</p><noinclude>{{rule}} {{rh|66|Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris|}}</noinclude> ckqso0o4320r46qx5ok8bsdytus1myi 320955 320954 2026-10-12T03:20:33Z VidiDhemas21 24365 /* Telah diuji baca */ 320955 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="VidiDhemas21" /></noinclude>2.3.2 Budaya <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;">Bilah keris Jawa memuat beberapa gagasan yang disematkan oleh kebudayaan Jawa, sejak dari zaman Mataram kuno dan dilanjutkan oleh dinasti-dinasti keraton Jawa hingga Mataram Surakarta dan Yogyakarta. Telah disinggung di atas bahwa ide awal fungsi keris adalah untuk senjata tusuk yang pada mulanya dipergunakan dalam pertarungan jarak dekat. Selain untuk senjata bertarung, seiring perkembangan zaman bilah keris juga mendapat tambahan makna berturut turut yang memperkaya gagasan pembuatan keris dalam kebudayaan Jawa.</p><br> <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;">Bilah keris kuno yang ditemukan masih berupa senjata tusuk yang gemuk pendek, tajam pada kedua sisinya, dan agak melengkung ke depan, untuk memudahkan titik berat bilah memberi tekanan ketika digunakan untuk menusuk. Bentuk itu lalu berkembang dengan tambahan bagian ganja, yang ditengarai untuk melindungi genggaman tangan agar tidak terluka oleh kedua sisi tajam bilahnya. Kemudian muncul ricikan awal pada bilah berupa pèjètan dan gandhik, yang disusul oleh hadirnya ricikan tikel alis, dan sogokan.</p><br> <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;">Perbedaan bentuk bilah dengan tambahan ricikan-ricikan itu menyebabkan timbulnya khazanah dhapur dalam perkerisan. Bentuk awal keris tersebut di atas dikenal dengan dhapur Brojol Buda, kemudian setelah kemunculan ganja disebut dhapur Sepang Buda, lalu bilah kuno yang gemuk dengan gandhik pèjètan dan tikel alis dinamai dhapur Bethok Buda, sedangkan yang menggunakan tambahan sogokan disebut dhapur Jalak Buda. Kata buda, yang menyertai nama-nama bentuk awal dhapur keris tersebut, mengacu kepada dinasti Mataram Budha Syailendra yang berkuasa di Jawa sekitar abad 8-9 M. Ditengarai pada masa Mataram Budha, awal pemuliaan keris mulai berkembang, hingga penyebutan untuk nama-nama dhapur keris zaman kuno diimbuhi kata buda (Budha). (Harsrinuksmo, 1988; 19).</p><br> <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;">Tidak diketahui dengan jelas, kapan munculnya ricikan-ricikan tersebut di atas dan apa makna simbol semiotiknya masing-masing, namun diperkirakan sezaman dengan munculnya ide penambahan pamor pada bilah keris. Pamor adalah aspek ide gagasan terpenting yang dijumpai dalam bilah keris, ialah berarti sebuah unsur yang disatukan dengan unsur yang berbeda untuk kemudian bercampur dalam satu bilah. Ide penambahan pamor pada bilah dipercaya mengacu pada kepercayaan kuno yang menekankan pada keselarasan dua unsur kutub yang berlawanan namun tetap harus ada dan sejalan (Rwa Bhineda, lingga-yoni).</p><noinclude>{{rule}} {{rh|66|Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris|}}</noinclude> esbdid3cc2s17950r2s18ticpp40ngy 320956 320955 2026-10-12T03:22:37Z Thersetya2021 15831 320956 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="VidiDhemas21" /></noinclude>2.3.2 Budaya Bilah keris Jawa memuat beberapa gagasan yang disematkan oleh kebudayaan Jawa, sejak dari zaman Mataram kuno dan dilanjutkan oleh dinasti-dinasti keraton Jawa hingga Mataram Surakarta dan Yogyakarta. Telah disinggung di atas bahwa ide awal fungsi keris adalah untuk senjata tusuk yang pada mulanya dipergunakan dalam pertarungan jarak dekat. Selain untuk senjata bertarung, seiring perkembangan zaman bilah keris juga mendapat tambahan makna berturut turut yang memperkaya gagasan pembuatan keris dalam kebudayaan Jawa. Bilah keris kuno yang ditemukan masih berupa senjata tusuk yang gemuk pendek, tajam pada kedua sisinya, dan agak melengkung ke depan, untuk memudahkan titik berat bilah memberi tekanan ketika digunakan untuk menusuk. Bentuk itu lalu berkembang dengan tambahan bagian ganja, yang ditengarai untuk melindungi genggaman tangan agar tidak terluka oleh kedua sisi tajam bilahnya. Kemudian muncul ricikan awal pada bilah berupa pèjètan dan gandhik, yang disusul oleh hadirnya ricikan tikel alis, dan sogokan. Perbedaan bentuk bilah dengan tambahan ricikan-ricikan itu menyebabkan timbulnya khazanah dhapur dalam perkerisan. Bentuk awal keris tersebut di atas dikenal dengan dhapur Brojol Buda, kemudian setelah kemunculan ganja disebut dhapur Sepang Buda, lalu bilah kuno yang gemuk dengan gandhik pèjètan dan tikel alis dinamai dhapur Bethok Buda, sedangkan yang menggunakan tambahan sogokan disebut dhapur Jalak Buda. Kata buda, yang menyertai nama-nama bentuk awal dhapur keris tersebut, mengacu kepada dinasti Mataram Budha Syailendra yang berkuasa di Jawa sekitar abad 8-9 M. Ditengarai pada masa Mataram Budha, awal pemuliaan keris mulai berkembang, hingga penyebutan untuk nama-nama dhapur keris zaman kuno diimbuhi kata buda (Budha). (Harsrinuksmo, 1988; 19). Tidak diketahui dengan jelas, kapan munculnya ricikan-ricikan tersebut di atas dan apa makna simbol semiotiknya masing-masing, namun diperkirakan sezaman dengan munculnya ide penambahan pamor pada bilah keris. Pamor adalah aspek ide gagasan terpenting yang dijumpai dalam bilah keris, ialah berarti sebuah unsur yang disatukan dengan unsur yang berbeda untuk kemudian bercampur dalam satu bilah. Ide penambahan pamor pada bilah dipercaya mengacu pada kepercayaan kuno yang menekankan pada keselarasan dua unsur kutub yang berlawanan namun tetap harus ada dan sejalan (Rwa Bhineda, lingga-yoni).<noinclude>{{rule}} {{rh|66|Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris|}}</noinclude> pqxwlx5xwvukie8h74qdo4z55czimee Halaman:Keris (2014).pdf/64 104 116459 320943 320755 2026-10-12T02:51:48Z Thersetya2021 15831 /* Belum diuji baca */ 320943 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>Jejeran nunggak semi Surakarta memiliki beberapa ragam wanda. Wanda dalam seni rupa tradisional Jawa adalah pencirian karakter fisik antara satu jenis bentuk dengan bentuk yang lainnya. Kerap perbedaan antar wanda sedemikian detil hingga baru nampak bila disandingkan. Selain pada jejeran keris, wanda juga dapat ditemui dalam wayang kulit purwa. Di bawah ini adalah beberapa jenis wanda jejeran Surakarta. 1. Marasèba, disebut juga Gathutkaca Sèba, adalah jejeran yang paling menunduk bagian kepalanya, yang mencerminkan sikap hormat bawahan pada atasannya, atau anak muda kepada yang lebih tua. Jejeran ini biasa dipakai oleh para pinisepuh yang sudah menjauhi duniawi dan abdi dalem yang menghadap rajanya. 2. Pakubuwanan, bentuknya sedikit lebih tegak dari wanda Marasèba, dan melihat dari namanya kemungkinan diciptakan pada awal dinasti Pakubuwanan (awal abad ke-18). Wanda ini cocok dipadukan dengan warangka gayaman untuk acara tidak formal. 3. Yudawinatan, adalah wanda yang paling populer dengan penampilan yang elegan hingga pantas dikenakan oleh siapa saja, baik kurus maupun gemuk, dari semua usia dan tingkatan sosial. Bentuk ini dibuat atas prakarsa Pangeran Yudawinata pada pemerintahan Paku Buwana IX, dan cocok dirangkai dengan warangka ladrang Kadipatèn atau gayaman. 4. Salembaran, yang juga agak menunduk tetapi tidak seekstrim wanda Marasèba, dan berasal dari gaya jejer daerah Salembaran, Kotamadya Surakarta. 5. Cantheng, berbentuk khas dengan bagian kepalanya yang besar seperti ibu jari yang membengkak (canthengen), dan sebaiknya dipadu dengan warangka ladrang. 6. Longok, bentuknya agak mendongak hingga menampilkan kesan kekar dan percaya diri. Wanda ini sebaiknya dipakai oleh para muda yang enerjik dan bertubuh kekar. 7. Rajamala, adalah stilasi dari kepala wayang Rajamala yang dipakai di ujung haluan perahu pesiar milik Keraton Surakarta. 8. Samba Keplayu, adalah jejeran yang paling mendongak hingga menampilkan kesan ramping dan angkuh serta cocok dirangkai dengan warangka ladrang Kacir. Bentuk ini sebaiknya dipakai oleh anak muda yang ramping dan aktif, dan jangan dipakai oleh para sepuh yang sudah purnabakti.<noinclude>Sekilas Tentang Keris | 57</noinclude> 71tvcicl5bie8fzg4apbhcs95mpuf4m Halaman:Keris (2014).pdf/75 104 116462 320957 320811 2026-10-12T03:28:17Z VidiDhemas21 24365 /* Telah diuji baca */ 320957 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="VidiDhemas21" /></noinclude>Salah satu ritual nayuh, dengan meletakkan keris di bawah bantal diyakini seorang pe-nayuh benar-benar mendapat gambaran karakter yoni melalui media mimpi, walaupun mungkin memang harus dilakukan berulang kali. Tayuh melalui mimpi tetap mengandung risiko, dengan kemungkinan bahwa yang didapatnya itu sebenarnya bukan informasi asli dari yoni keris, melainkan bisa juga dari makhluk halus maupun roh yang kebetulan mampir di situ, atau mungkin hanya sugesti pribadinya saja (Koesni, Pakem Pengetahuan tentang Keris, 2003; 16-17). Cara lain untuk mengetahui cocok tidaknya yoni keris dengan calon pemiliknya, biasanya dilakukan dengan mengukur bilah keris dengan jempol ibu jari. Panjang bilah keris diukur mulai dari pangkal hingga ujungnya, dengan satuan lebar ibu jari tangan calon pemilik, secara bergantian kiri dan kanan, sambil dihitung berapa kali ibu jari itu menjejak hingga ujung runcingnya. Jumlah hitungan menggunakan ibu jari itu, kemudian dikurangi kelipatan lima, lalu sisanya dilihat menurut pètungan (perhitungan) di bawah ini: {{Ordered list | list_style_type=decimal | Siti: berarti pusaka itu baik dan teduh untuk dimilikinya, serta mendapatkan izin dari Tuhan untuk mendapat manfaatnya. | Sengkali: berarti pusaka itu diizinkan oleh Tuhan untuk dapat menolongnya, namun bila pemiliknya marah akan membahayakan. | Arjuna Mangan Ati: berarti pusaka itu diizinkan Tuhan sangat hebat kesaktiannya, namun membawa sifat pemarah. | Randha Tunggu Donya: berarti pusaka itu diizinkan Tuhan dapat memudahkannya dalam mencapai kemakmuran. | Dhandhang Tunggu Nyawa: berarti pemiliknya akan mandapat efek buruk dari pusaka itu. (Romo RDS Ranoewidjojo, Primbon Masa Kini, 2009; 120).}} Perlakuan khusus secara berkala diperlukan juga untuk membersihkan dan merawat bilah keris dari kotoran dan karat yang membahayakan keutuhan bilah. Biasanya pemberian minyak keris pada saat-saat tertentu tiap selapan (35 hari) sekali, diniatkan untuk mencegah korosi karat dan kotoran. Pemilihan hari, dapat mengambil hari pasaran Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon yang dipercaya memiliki makna khusus bagi orang Jawa. (Ranoewidjojo, 2009; 22-23). Namun waktu pemberian minyak dan sesaji, dapat juga memilih hari pasaran dari weton kelahiran si pemilik sendiri.<noinclude>{{rule}} {{rh|68|Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris|}}</noinclude> fjie2803kxvg2m0curr50g31ykgpz8b Halaman:Keris (2014).pdf/76 104 116465 320958 320814 2026-10-12T03:30:08Z VidiDhemas21 24365 /* Telah diuji baca */ 320958 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="VidiDhemas21" /></noinclude>Perawatan jangka panjang dengan jamasan disertai proses marangi, dibutuhkan untuk pemulihan kondisi bilah yang sudah kotor dan berkarat, supaya kembali baru seperti dulu saat dilahirkan dari besalen oleh sang empu keris. Jamasan pusaka, yang biasa dilakukan setahun sekali pada tiap tanggal 1 Sura tahun Jawa, digunakan untuk menjaga kondisi bilah sebagai lingga yang menjadi tempat kediaman yoni keris, selain untuk menampilkan kembali kekontrasan warna hitam dan putih antara besi dan pamor sebagai simbol penyatuan lingga dan yoni dalam keris. Tiap awal tahun baru Jawa, keris disucikan selain untuk keperluan pembersihan bilah dan pelestarian yoni, juga untuk refleksi diri bagi pemiliknya. Kesalahan dan kekurangan yang dilakukan pemilik keris selama setahun ke belakang, dapat teringat secara detail saat meneliti noda karat dan kotoran yang melekat pada bilah. Introspeksi dan pencarian kembali kemumian yang suci terinspirasikan ketika proses jamasan dan marangi dilakukan. Saat bilah kembali bersih dengan warna pamor yang putih bersih, kontras dengan warna hitam besi, pemilik telah mendapatkan dukungan sugesti untuk menghadapi masa setahun ke depan, dan memberi kepercayaan atas kemampuan dirinya mengenali hitam dan putih kehidupan. Bilah keris dengan karakter yoni tertentu biasa dinamai dengan julukan khusus yang disesuaikan dengan karakteryoni keris, jenis dhapur, atau pamor-nya. Pemberian nama dapat dilakukan langsung oleh empu pembuatnya atau pemilik pertamanya. Namun dapat juga diberi nama baru, yang disusulkan oleh pemilik berikutnya, atau atas kehendak raja dan bangsawan tinggi yang memegang titah. Umumnya penamaan keris pusaka memakai gelar 'kyai' di depan namanya, dan dapat juga memakai gelar 'nyai' apabila yoni yang ada di dalam keris dipercaya berkarakter perempuan. Pusaka-pusaka tertentu di dalam lingkungan keraton berhak menyandang gelar istimewa, dengan penyantuman 'kanjeng kyai' di depan namanya. Untuk pusaka yang paling tinggi kedudukannya dalam tradisi keraton, maka disematkan gelar 'kanjeng kyai ageng' di depan namanya. Dua bilah keris dengan yoni yang saling melengkapi biasanya dapat dikatakan sejodoh atau seperti suami isteri. Pasangan pusaka dengan yoni yang berhubungan, dapat sengaja dipasangkan oleh empu yang membuat dua bilah sekaligus, atau belakangan dijodohkan oleh para linuwih yang mengetahui tentang rahasia yoni. Pusaka yang dianggap sejodoh ini biasanya memiliki nama yang sama dan hanya dibedakan dengan gelar 'kyai' clan 'nyai' saja. Namun ada juga yang nama 'kyai'-nya berbeda dengan nama keris yang menjadi 'nyai'. Penjodohan pusaka dapat berupa dua keris yang benar-benar kembar wujud dhapur dan pamor-nya, atau dapat juga antara dua keris yang berbeda sama sekali dhapur dan pamor-nya, yang memang sengaja dipasangkan untuk saling<noinclude>{{rule}} {{rh||Sekilas Tentang Keris|69}}</noinclude> ho3awc300ulwbf7m9i9usm0cjkhiy7o Halaman:Keris (2014).pdf/28 104 116467 320965 320844 2026-10-12T03:43:23Z VidiDhemas21 24365 320965 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ony3345" /></noinclude>di masyarakat, lebih berupa sekumpulan cerita yang bersifat dongeng. Kendati berbau mitos, nama-nama dhapur yang diceritakan memang sungguh-sungguh ada dan menjadi baku dalam pengetahuan perkerisan.<br> <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;"> Buku "Gambar Dhoewoeng" gubahan F.L. Winter mencatat 158 macam dhapur yang terdiri dari 54 keris lurus dan 104 keris luk. Masih menurut buku tersebut, keris di wilayah Surakarta hanya memakai 54 macam dhapur keris yang kemudian dibakukan di daerah itu. Menurut Raffles yang lebih meneliti wilayah Yogyakarta, dan hasil penelitiannya yang dituangkan dalam bukunya The History of Java, ia hanya mendapati 52 jenis dhapur keris. Sebenarnya banyak sekali ditemukan macam dhapur pada jenis bentuk keris lurus, yang jika dikumpulkan dapat mencapai 380 macam dhapur. Namun ada beberapa nama dhapur keris lurus yang tertulis di dalam kitab-kitab sastra Jawa yang menjadi patokan dalam pakem budaya keris, terutama yang ada di kalangan masyarakat Jawa. Sebagaimana yang tercantum di dalam 'Serat Centhini', Ngabei Ranggasutrasna, Centhini, Tambangraras-Amongraga, Jilid III, (Pupuh 236; bait 1-36).</p> <br> Macam-macam bentuk keris bilah lurus setelah disarikan adalah sebagai berikut: {{Ordered list | list_style_type=lower-alpha | Bethok memiliki bentuk awak-awakan keris yang pendek dan lebar, dengan kelengkapan dua macam ciri ricikan: gandhik panjang (bentuknya kurang menyenangkan), tikel alis pendek. | Brojol bentuk bilahnya lugu dan polos, sehingga hanya dengan kelengkapan satu macam ciri ricikan : pèjètan; | Condhong campur dengan kelengkapan lima macam ciri ricikan : lambé gajah, kembang kacang, greneng, gusèn, dua sogokan sampai ujung bilah; | Jaka lola memperlihatkan ujung bilah ke depan, dengan kelengkapan dua macam ciri ricikan: sogokan depan, greneng; | Jaka tuwa dengan awak-awakan bentuk tilam upih, dengan kelengkapan dua macam ciri ricikan: tikel alis dan sogokan; | Jalak dhindhing dengan kelengkapan tiga macam ciri ricikan: gusen, pèjètan, thingil; | Jalak ngoré dengan kelengkapan dua macam ciri ricikan yaitu: srawéyan, greneng; | Jalak nguwuh dengan kelengkapan empat macam ciri ricikan: gusèn, ada-ada, pejetan (belakang), thingil; | Jalak sangu tumpeng dengan kelengkapan tiga macam ciri ricikan: sogokan, srawéyan, thingil;}}<noinclude>{{rule}} {{rh||Sekilas Tentang Keris|21}}</noinclude> hpwb2z1n62piw7la8yukupazs7qgarv Halaman:Keris (2014).pdf/77 104 116471 320959 320819 2026-10-12T03:32:05Z VidiDhemas21 24365 /* Telah diuji baca */ 320959 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="VidiDhemas21" /></noinclude>melengkapi dan saling menyelaraskan. Misalnya, keris dengan yoni yang memiliki angsar (pengaruh) 'panas', akan dijodohkan dengan keris berisi yoni berkarakter 'dingin'. Begitu juga dengan keris yang ber-yoni 'lembut' dan 'kalem', maka harus dipasangkan dengan keris yang memiliki yoni berkarakter dapat mengajak untuk 'kreatif' dan 'cekatan'. Penjodohan dalam perkerisan dapat terjadi dalam bentuk selain penyatuan dua bilah keris sebagai satu pasangan. Pemindahan kepemilikan keris pun biasa disebut dengan peristiwa penjodohan keris. Atas dasar, bahwa keris bukan sekedar bilah senjata profan yang dapat diperlakukan seenaknya, maka pengalihan kepemilikan keris menghindari istilah jual-beli, karena keris bukan seperti benda dagangan biasa yang dapat diperjual belikan. Selain mengandung makna harmonisasi antara lingga clan yoni (Rwa bhineda), keris juga melambangkan konstalasi makrokosmos dan mikrokosmos yang digambarkan dengan empat penjuru mata angin dan pusat sebagai posisi yang kelima (sadulur papat, kalima pancer). Hal tersebut diwujudkan dalam sisi ke-'tajam'-an keris yang berjumlah lima. Pertama ujung runcing bilah sebagai titik tengah, kemudian kedua sisi tepi bilah adalah ke-'tajam'-an yang ke-dua dan ke-tiga, lalu kedua sisi permukaan bilah keris yang berkontur tajam karena kontrasnya garis pamor dengan besi ialah ke-'tajaman'-an yang ke-empat dan ke-lima. Oleh kerenanya keris sering dikatakan mempunyai tiga dimensi tajam, yaitu pucuk untuk menikam, kedua tepi untuk menyayat dan kedua permukaan untuk melukai seperti kinerja batang kikir yang bergurat. Strategi kebudayaan yang menyeluruh perlu dijalankan untuk menjaga sekaligus memperkuat kebudayaan, khususnya berkaitan dengan detil budaya keris, dalam memperkokoh kebangsaan. Kita dapat berefleksi kepada Cina, Jepang dan Korea, sesama bangsa Asia yang sukses mengembangkan dan menyebarkan kebudayaannya hingga mendunia. Dibandingkan senjata pedang di Jepang, Cina, Eropa dan Arab, tosan aji perkerisan mempunyai kesulitan metalurgi yang lebih rumit dan kedalaman serta keluasan makna yang adi luhung. Namun demikian popularitas pusaka tradisi kita jauh dibawah senjata-senjata dari luar negeri. Hal tersebut terjadi karena bangsa kita hanya menjadi penerima dari strategi populer budaya asing, untuk dijadikan alat pengeruk devisa mereka dan dasar superior mereka terhadap bangsa kita. Budaya asli kita belum dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Anak-anak muda dewasa ini, contohnya, lebih mengenal pedang katana Jepang dan memahami budaya serta sejarah Jepang dari komik, kartun dan drama Jepang. Begitu pula dengan budaya dari Arab, padahal yang berbau Arab belum tentu terkait dengan agama Islam. Hal yang sering dikaitkan dengan keris adalah kemusyrikan, bahwa tindakan meyimpan keris adalah syirik. Padahal<noinclude>{{rule}} {{rh|70|Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris|}}</noinclude> fyf41yadlz19qfpgljejnd1g5fhmd9r Halaman:Keris (2014).pdf/78 104 116474 320961 320820 2026-10-12T03:33:52Z VidiDhemas21 24365 /* Telah diuji baca */ 320961 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="VidiDhemas21" /></noinclude>yoni yang terdapat dalam keris adalah berkah Tuhan yang dimintakan empu pembuatnya dengan doa yang dipanjatkan. Berkenaan dengan berkah dari doa yang dipintakan bersemayam pada suatu materi benda sudah diteliti oleh seorang ilmuan Jepang, bernama Dr. Masaru Emoto, yang menyandingkan dua wadah air dari sumber sama, yang satu didoakan di segala tempat suci ibadah berbagai agama, sedangkan yang satu lagi dimaki dan dikutuk-kutuk, kemudian kristal es kedua air tersebut setelah dibekukan menghasilkan fakta yang mencengangkan. Air yang dimintakan berkah melalui doa memiliki kristal sempurna yang bermanfaat menyembuhkan, sedangkan air yang dikutuk dengan makian keji menghasilkan kristal es yang tak sempurna clan berdaya merusak kesehatan. Bila air yang bersifat liquid (cair) saja mampu menjadi wahana penerima berkah melalui doa-doa, bahan logam yang bersifat solid dan lebih permanen bentuknya dari pada air menurut logika tentu lebih lebih hebat daripada air dalam menjadi wahana penerima berkah dari sugesti doa. Bahan logam keris sejak dari tambang dan pabriknya sudah disematkan doa-doa oleh orang yang mengolahnya agar kelak menjadi manfaat clan basil dari pekerjaannya itu dapat membahagiakan keluarga serta orang yang nanti menggunakannya. Kemudian di dalam besalen bahan logam besi, baja dan pamor tersebut mendapat doa-doa khusus yang memang dimintakan untuk kebaikan pemiliknya nanti, belum lagi ditambah dengan doa selamat dari api dan pukulan palu serta Iuka dari pahat, yang tak henti dilafalkan oleh empu dan para panjak selama pembuatan keris. Pastinya bilah keris yang dihasilkan penuh dengan berkah yang dimintakan oleh empu pandhè sekerabat panjak-nya. Bila pedang Jepang dan pedang Arab yang sama-sama dibuat dengan ritual clan doa khusus, serta sama-sama mengalami penghormatan yang luhur dengan diberi perawatan dan penamaan khusus, dapat menjadi populer dan tidak disematkan predikat syirik, mengapa keris harus dipaksakan syirik supaya dibenci oleh para pewarisnya sendiri. Sementara Nabi Muhammad junjungan umat Islam juga menyimpan pedang-pedang pusaka warisan leluhur berbilah memiliki patern damascene mirip dengan pola pamor kita juga, dengan nama- nama penghormatan khusus dan dihiasi dengan perabot yang mewah berbahan logam mulia dan bertahtakan permata. Selain itu, kebanggaan terhadap budaya tosan aji dalam budaya keris, patutnya dikembangkan, karena proses pembuatan rumit jauh lebih rumit dari pembuatan Katana Jepang dan pedang Damaskus Arab. Sementara pedang Arab dibuat dari baja tunggal berpatern dibuat memakai besi dicampur karbon dan kuarsa dalam tekanan tanur yang tinggi, sedangkan pembuatan katana adalah dengan masuh besi dengan dilipat berulang kali sampai menjadi baja, adapun<noinclude>{{rule}} {{rh||Sekilas Tentang Keris|71}}</noinclude> nzhrmpc2dbnhnj7vcdm6pwdljc4ghda Halaman:Keris (2014).pdf/80 104 116477 320963 320822 2026-10-12T03:35:41Z VidiDhemas21 24365 /* Telah diuji baca */ 320963 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="VidiDhemas21" /></noinclude>Seyogyanya, pemahaman atas budaya perkerisan tidak boleh menjauh dari pakem yang ditetapkan keraton sebagai pusat kebudayaan. Bahwa ada lebih dari satu keraton sebagai pusat kebudayaan dan dinamika kebudayaan keris pasti terus berkembang, hal itu pun harus selalu disadari sebagai bagian dari pendalaman dan pengembangan budaya perkerisan. Kesadaran bahwa budaya perkerisan adalah amanah titipan dunia yang harus dijaga dan dikembangkan oleh para pewaris akar budayanya adalah keharusan yang mutlak. Di sisi lain, budaya keris agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri terhadap kebudayaan senjata dari luar negeri pun harus ditegakkan, sehingga turut menjadi unsur pemerkokoh ketahanan identitas kebudayaan Nusantara terhadap infiltrasi budaya asing yang melemahkan dan merugikan keberlangsungan kejayaan bangsa. 2.3.3 Ekonomi Kemampuan membuat keris pacla masa lalu dirahasiakan, tertutup dan kebanyakan dilakukan dilingkungan keraton. Pada awalnya keris yang dibuat berpamor sederhana dan terbuat dengan tidak sengaja karena lipatan-lipatan penempaan keris. Kemudian karena keindahannya, unsur simbolik dan magis yang ditanamkan oleh empu pembuatnya maka pamor itu berkembang dan direncanakan sehingga sesuai dengan simbol-simbol yang ingin dicapai. Sejarah, legenda, mitos tentang keris dan pembuatannya menjadikan keris bukan hanya sebagai senjata tetapi fungsinya bertambah antara lain sebagai status sosial, tanda jasa, kelengkapan busana, simbolis, pusaka, falsafah dan lain-lain. Secara simbolis salah satu unsur fungsi simbolis adalah sebagai benda cenderamata. Kebutuhan dan permintaan akan terus bertambah, sedangkan proses pembuatan keris tradisional oleh empu yang sulit, mahal, memakan waktu dan tenaga mengakibatkan bermunculannya perajin-perajin keris yang membuat keris dengan cara mudah dan murah. Keris yang dibuat di masa kini mirip dengan produk yang dibuat secara tradisional namun bila diperhatikan dari segi mutu bahan dan pamor akan terlihat perbedaannya. Kebanyakan orang, dikarenakan ketidaktahuannya tentang keris banyak mendapatkan keris cenderamata yang dibuat bukan secara tradisional, dikarenakan murah harganya. Keris yang dibuat secara tradisional pada zaman dahulu, pembuatan keris dan kelengkapan perabotnya pun masih menggunakan alat yang sederhana, berbeda dengan pembuatan masa kini.<noinclude>{{rule}} {{rh||Sekilas Tentang Keris|73}}</noinclude> 3u6b5zbpq1s6hgq0cqq2hl6yj0so5fy Halaman:Keris (2014).pdf/59 104 116506 320942 320885 2026-10-12T02:50:15Z Thersetya2021 15831 /* Belum diuji baca */ 320942 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude> kjm26avepy5jrqj9xu0imkehb5nkxzj Halaman:Keris (2014).pdf/10 104 116509 320895 2026-10-11T12:33:20Z Akhsan05 25226 /* Belum diuji baca */ 320895 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Akhsan05" /></noinclude>BAB II SEKILAS TENTANG KERIS 2.1 Keris Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri berbagai etnis suku bangsa, dengan sejarah peradaban yang panjang. Bermula dari zaman prasejarah dengan penemuan fosil-fosil dan artefak peradaban yang usianya sangat tua dibandingkan daerah lain di sekitarnya, hingga peradaban budaya di masa kemerdekaan Indonesia pasca kolonial asing. Kebudayaan Indonesia telah menorehkan pencapaiannya yang tinggi,beberapa di antaranya sudah diakui oleh dunia. Sejak zaman penjajahan, kaum kolonialis sudah berdecak takjub mengagumi keindahan kebudayaan wilayah jajahannya, sehingga tidak heran bila banyak peninggalan budaya kita yang bernilai sejarah dan seni yang tinggi telah diboyong diboyong ke luar negeri, sejak dulu dan masih berlangsung hingga kini. Adalah tugas seluruh anak bansa untuk sadar melindungi, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan bangsanya. Sejak Indonesia menjadi Negara Pihak Konvensi 2003 tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda, Indonesia dengan kesadaran berkewajiban menjaga hal-hal budaya seperti yang tertera dalam konvensi tersebut. Setelah pengakuan "Wayang Indonesia", kemudian "Keris Indonesia" diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia, yang disusul oleh "Angklung", "Tari Saman" dan "Noken" dari Papua. Pengakuan dunia atas budaya kita, khususnya "Keris", sebagai warisan budaya takbenda dunia pada pertengahan bulan November 2005, membuat kita bangga sekaligus bersiap diri untuk melaksanakan amanat dunia. Selain bertanggung jawab atas kepercayaan dunia, Indonesia juga berkewajiban menjaga kebudayaannya, khususnya Warisan Budaya Takbenda,berdasarkan payung hukum: 1. Pasal 32 Undang-undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa "Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah-tengah peradaban dunia dengan memberi kebebasan kepada masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya"; 2. Undang-Undang No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025;<noinclude></noinclude> me0q1njr90dkupwsw1jpx22n7ykm6rp 320912 320895 2026-10-11T13:16:38Z Akhsan05 25226 /* Telah diuji baca */ 320912 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude>BAB II SEKILAS TENTANG KERIS 2.1 Keris Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri berbagai etnis suku bangsa, dengan sejarah peradaban yang panjang. Bermula dari zaman prasejarah dengan penemuan fosil-fosil dan artefak peradaban yang usianya sangat tua dibandingkan daerah lain di sekitarnya, hingga peradaban budaya di masa kemerdekaan Indonesia pasca kolonial asing. Kebudayaan Indonesia telah menorehkan pencapaiannya yang tinggi,beberapa di antaranya sudah diakui oleh dunia. Sejak zaman penjajahan, kaum kolonialis sudah berdecak takjub mengagumi keindahan kebudayaan wilayah jajahannya, sehingga tidak heran bila banyak peninggalan budaya kita yang bernilai sejarah dan seni yang tinggi telah diboyong diboyong ke luar negeri, sejak dulu dan masih berlangsung hingga kini. Adalah tugas seluruh anak bansa untuk sadar melindungi, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan bangsanya. Sejak Indonesia menjadi Negara Pihak Konvensi 2003 tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda, Indonesia dengan kesadaran berkewajiban menjaga hal-hal budaya seperti yang tertera dalam konvensi tersebut. Setelah pengakuan "Wayang Indonesia", kemudian "Keris Indonesia" diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia, yang disusul oleh "Angklung", "Tari Saman" dan "Noken" dari Papua. Pengakuan dunia atas budaya kita, khususnya "Keris", sebagai warisan budaya takbenda dunia pada pertengahan bulan November 2005, membuat kita bangga sekaligus bersiap diri untuk melaksanakan amanat dunia. Selain bertanggung jawab atas kepercayaan dunia, Indonesia juga berkewajiban menjaga kebudayaannya, khususnya Warisan Budaya Takbenda,berdasarkan payung hukum: 1. Pasal 32 Undang-undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa "Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah-tengah peradaban dunia dengan memberi kebebasan kepada masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya"; 2. Undang-Undang No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025;<noinclude></noinclude> 5kqc129h1uaw0j4mx1wkt9ih7mgvfk0 321011 320912 2026-10-12T06:23:49Z Akhsan05 25226 321011 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude>BAB II SEKILAS TENTANG KERIS 2.1 Keris Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri berbagai etnis suku bangsa, dengan sejarah peradaban yang panjang. Bermula dari zaman prasejarah dengan penemuan fosil-fosil dan artefak peradaban yang usianya sangat tua dibandingkan daerah lain di sekitarnya, hingga peradaban budaya di masa kemerdekaan Indonesia pasca kolonial asing.<br> <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;"> Kebudayaan Indonesia telah menorehkan pencapaiannya yang tinggi,beberapa di antaranya sudah diakui oleh dunia. Sejak zaman penjajahan, kaum kolonialis sudah berdecak takjub mengagumi keindahan kebudayaan wilayah jajahannya, sehingga tidak heran bila banyak peninggalan budaya kita yang bernilai sejarah dan seni yang tinggi telah diboyong diboyong ke luar negeri, sejak dulu dan masih berlangsung hingga kini. Adalah tugas seluruh anak bansa untuk sadar melindungi, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan bangsanya. <br> <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;"> Sejak Indonesia menjadi Negara Pihak Konvensi 2003 tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda, Indonesia dengan kesadaran berkewajiban menjaga hal-hal budaya seperti yang tertera dalam konvensi tersebut. Setelah pengakuan "Wayang Indonesia", kemudian "Keris Indonesia" diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia, yang disusul oleh "Angklung", "Tari Saman" dan "Noken" dari Papua. Pengakuan dunia atas budaya kita, khususnya "Keris", sebagai warisan budaya takbenda dunia pada pertengahan bulan November 2005, membuat kita bangga sekaligus bersiap diri untuk melaksanakan amanat dunia.</p> <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;"> Selain bertanggung jawab atas kepercayaan dunia, Indonesia juga berkewajiban menjaga kebudayaannya, khususnya Warisan Budaya Takbenda,berdasarkan payung hukum: {{Ordered list | list_style_type=lower-alpha | Pasal 32 Undang-undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa "Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah-tengah peradaban dunia dengan memberi kebebasan kepada masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya"; | Undang-Undang No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025;}}<noinclude></noinclude> 3t3wla5va3src0un9hm44mskyeild21 321014 321011 2026-10-12T06:31:54Z Akhsan05 25226 321014 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude><p style="text-align: center; margin: 0 auto; width: 80%;"> '''BAB II'''<br> '''SEKILAS TENTANG KERIS''' </p> 2.1 Keris Sebagai Warisan Budaya Takbenda </p> <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;">Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri berbagai etnis suku bangsa, dengan sejarah peradaban yang panjang. Bermula dari zaman prasejarah dengan penemuan fosil-fosil dan artefak peradaban yang usianya sangat tua dibandingkan daerah lain di sekitarnya, hingga peradaban budaya di masa kemerdekaan Indonesia pasca kolonial asing.<br> <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;"> Kebudayaan Indonesia telah menorehkan pencapaiannya yang tinggi,beberapa di antaranya sudah diakui oleh dunia. Sejak zaman penjajahan, kaum kolonialis sudah berdecak takjub mengagumi keindahan kebudayaan wilayah jajahannya, sehingga tidak heran bila banyak peninggalan budaya kita yang bernilai sejarah dan seni yang tinggi telah diboyong diboyong ke luar negeri, sejak dulu dan masih berlangsung hingga kini. Adalah tugas seluruh anak bansa untuk sadar melindungi, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan bangsanya. <br> <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;"> Sejak Indonesia menjadi Negara Pihak Konvensi 2003 tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda, Indonesia dengan kesadaran berkewajiban menjaga hal-hal budaya seperti yang tertera dalam konvensi tersebut. Setelah pengakuan "Wayang Indonesia", kemudian "Keris Indonesia" diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia, yang disusul oleh "Angklung", "Tari Saman" dan "Noken" dari Papua. Pengakuan dunia atas budaya kita, khususnya "Keris", sebagai warisan budaya takbenda dunia pada pertengahan bulan November 2005, membuat kita bangga sekaligus bersiap diri untuk melaksanakan amanat dunia.</p> <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;"> Selain bertanggung jawab atas kepercayaan dunia, Indonesia juga berkewajiban menjaga kebudayaannya, khususnya Warisan Budaya Takbenda,berdasarkan payung hukum: {{Ordered list | list_style_type=lower-alpha | Pasal 32 Undang-undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa "Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah-tengah peradaban dunia dengan memberi kebebasan kepada masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya"; | Undang-Undang No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025;}}<noinclude></noinclude> js2rf1hpwucnflkgxq7ye4qr0aoquth 321034 321014 2026-10-12T08:04:58Z Thersetya2021 15831 321034 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude><p style="text-align: center; margin: 0 auto; width: 80%;"> '''BAB II'''<br> '''SEKILAS TENTANG KERIS''' </p> 2.1 Keris Sebagai Warisan Budaya Takbenda </p> Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri berbagai etnis suku bangsa, dengan sejarah peradaban yang panjang. Bermula dari zaman prasejarah dengan penemuan fosil-fosil dan artefak peradaban yang usianya sangat tua dibandingkan daerah lain di sekitarnya, hingga peradaban budaya di masa kemerdekaan Indonesia pasca kolonial asing. Kebudayaan Indonesia telah menorehkan pencapaiannya yang tinggi,beberapa di antaranya sudah diakui oleh dunia. Sejak zaman penjajahan, kaum kolonialis sudah berdecak takjub mengagumi keindahan kebudayaan wilayah jajahannya, sehingga tidak heran bila banyak peninggalan budaya kita yang bernilai sejarah dan seni yang tinggi telah diboyong diboyong ke luar negeri, sejak dulu dan masih berlangsung hingga kini. Adalah tugas seluruh anak bansa untuk sadar melindungi, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan bangsanya. Sejak Indonesia menjadi Negara Pihak Konvensi 2003 tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda, Indonesia dengan kesadaran berkewajiban menjaga hal-hal budaya seperti yang tertera dalam konvensi tersebut. Setelah pengakuan "Wayang Indonesia", kemudian "Keris Indonesia" diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia, yang disusul oleh "Angklung", "Tari Saman" dan "Noken" dari Papua. Pengakuan dunia atas budaya kita, khususnya "Keris", sebagai warisan budaya takbenda dunia pada pertengahan bulan November 2005, membuat kita bangga sekaligus bersiap diri untuk melaksanakan amanat dunia. Selain bertanggung jawab atas kepercayaan dunia, Indonesia juga berkewajiban menjaga kebudayaannya, khususnya Warisan Budaya Takbenda,berdasarkan payung hukum: {{Ordered list | list_style_type=lower-alpha | Pasal 32 Undang-undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa "Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah-tengah peradaban dunia dengan memberi kebebasan kepada masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya"; | Undang-Undang No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025;}}<noinclude>{{rh||Sekilas Tentang Keris|3}}</noinclude> 25ljvluwejt0vay1s32leetpr2n5mgf 321036 321034 2026-10-12T08:05:52Z Thersetya2021 15831 321036 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude><p style="text-align: center; margin: 0 auto; width: 80%;"> '''BAB II'''<br> '''SEKILAS TENTANG KERIS''' </p> 2.1 Keris Sebagai Warisan Budaya Takbenda </p> Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri berbagai etnis suku bangsa, dengan sejarah peradaban yang panjang. Bermula dari zaman prasejarah dengan penemuan fosil-fosil dan artefak peradaban yang usianya sangat tua dibandingkan daerah lain di sekitarnya, hingga peradaban budaya di masa kemerdekaan Indonesia pasca kolonial asing. Kebudayaan Indonesia telah menorehkan pencapaiannya yang tinggi,beberapa di antaranya sudah diakui oleh dunia. Sejak zaman penjajahan, kaum kolonialis sudah berdecak takjub mengagumi keindahan kebudayaan wilayah jajahannya, sehingga tidak heran bila banyak peninggalan budaya kita yang bernilai sejarah dan seni yang tinggi telah diboyong diboyong ke luar negeri, sejak dulu dan masih berlangsung hingga kini. Adalah tugas seluruh anak bansa untuk sadar melindungi, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan bangsanya. Sejak Indonesia menjadi Negara Pihak Konvensi 2003 tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda, Indonesia dengan kesadaran berkewajiban menjaga hal-hal budaya seperti yang tertera dalam konvensi tersebut. Setelah pengakuan "Wayang Indonesia", kemudian "Keris Indonesia" diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia, yang disusul oleh "Angklung", "Tari Saman" dan "Noken" dari Papua. Pengakuan dunia atas budaya kita, khususnya "Keris", sebagai warisan budaya takbenda dunia pada pertengahan bulan November 2005, membuat kita bangga sekaligus bersiap diri untuk melaksanakan amanat dunia. Selain bertanggung jawab atas kepercayaan dunia, Indonesia juga berkewajiban menjaga kebudayaannya, khususnya Warisan Budaya Takbenda,berdasarkan payung hukum: #Pasal 32 Undang-undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa "Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah-tengah peradaban dunia dengan memberi kebebasan kepada masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya";<br> #Undang-Undang No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025;<noinclude>{{rh||Sekilas Tentang Keris|3}}</noinclude> 259m8icm3biprg3gp25nkpdtb10h6en Halaman:Buku Pedoman Agama Khong Hu Tju.pdf/1 104 116510 320896 2026-10-11T12:33:40Z Allya Shahriza 27711 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{Center|text=BUKU PEDOMAN|style=|nomargin=yes, no|nocat=|class=|width=}} Agama Khong Hu Tju </math>' 320896 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Allya Shahriza" /></noinclude>{{Center|text=BUKU PEDOMAN|style=|nomargin=yes, no|nocat=|class=|width=}} Agama Khong Hu Tju </math><noinclude></noinclude> ox9abqejt2nc1sqa074f3gcsyl5kkpm 320897 320896 2026-10-11T12:38:28Z Allya Shahriza 27711 /* Telah diuji baca */ cover 320897 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Allya Shahriza" /></noinclude>{{Center|text=BUKU PEDOMAN|style=|nomargin=yes, no|nocat=|class=|width=}} {{Center|text=Agama Khong Hu Tju Oleh:Viriyaguna Go}}{{Center|text=| | |}} {{Center|text=Tjetakan permata}}<noinclude></noinclude> g2sjzjcvwvg8or9v7i7k88i2jcdn4bk 320898 320897 2026-10-11T12:39:32Z Allya Shahriza 27711 320898 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Allya Shahriza" /></noinclude>{{Center|text=BUKU PEDOMAN|style=|nomargin=yes, no|nocat=|class=|width=}} {{Center|text=Agama Khong Hu Tju Oleh:Viriyaguna Go}}{{Center|text=| | |}} {{Center|text=Tjetakan permata}}<noinclude></noinclude> d5ozojuimao9j0tmzityn0whq65f65s Halaman:Keris (2014).pdf/11 104 116511 320899 2026-10-11T12:39:54Z Akhsan05 25226 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '3. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 78 Tahun 2007 tentang Pengesahan Konvensi untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda(Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage); 4. Perjanjian Kerjasama antara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dengan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia No.PKS.46/KS.001/MKP/07 dan No.M-12.UM.06.07 Perjanjian ini membahas tentang Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Kekayaan Intele... 320899 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Akhsan05" /></noinclude>3. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 78 Tahun 2007 tentang Pengesahan Konvensi untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda(Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage); 4. Perjanjian Kerjasama antara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dengan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia No.PKS.46/KS.001/MKP/07 dan No.M-12.UM.06.07 Perjanjian ini membahas tentang Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Ekspresi Budaya Warisan Tradisional Milik Bangsa Indonesia; 5. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor 42 Tahun 2009 dan Nomor 40 Tahun 2009 mengenai Pedoman Pelestarian Kebudayaan Klasifikasi Warisan Budaya Takbenda (Gaura Mancacaritadipura, 2010). Hal-hal yang dimaksudkan sebagai Warisan Budaya Takbenda menurut definisi yang diberikan dalam Pasal 2 Ayat 1 dan 2 Konvensi 2003 UNESCO sebagai berikut: 1.1."Warisan budaya takbenda" meliputi segala praktek, representasi, ekspresi,pengetahuan, keterampilan -- serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya -- yang diakui oleh berbagai komunitas, kelompok, dan dalam hal tertentu perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka. Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, senantiasa diciptakan kembali oleh berbagai komuniti dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, serta sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani. Untuk kepentingan Konvensi ini, pertimbangan akan diberikan hanya kepada warisan budaya takbenda yang cocok dengan perjanjian-perjanjian internasional yang ada mengenai hak-hak asasi manusia, serta segala persyaratan saling menghormati antara berbagai komunitas, kelompok, dan dalam hal tertentu perseorangan, serta pembangunan yang berkelanjutan. 2.2 "Warisan budaya takbenda", sebagaimana didefinisikan dalam ayat 1 di atas, diwujudkan antara lain di bidang-bidang berikut: 3.a tradisi dan ekspresi lisan, yang termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda; 4.b seni pertunjukan;<noinclude></noinclude> lkjky1gbddj50pfibsv2q0ooanfzghb 320911 320899 2026-10-11T13:16:14Z Akhsan05 25226 /* Telah diuji baca */ 320911 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude>3. Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 78 Tahun 2007 tentang Pengesahan Konvensi untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda(Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage); 4. Perjanjian Kerjasama antara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dengan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia No.PKS.46/KS.001/MKP/07 dan No.M-12.UM.06.07 Perjanjian ini membahas tentang Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Ekspresi Budaya Warisan Tradisional Milik Bangsa Indonesia; 5. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor 42 Tahun 2009 dan Nomor 40 Tahun 2009 mengenai Pedoman Pelestarian Kebudayaan Klasifikasi Warisan Budaya Takbenda (Gaura Mancacaritadipura, 2010). Hal-hal yang dimaksudkan sebagai Warisan Budaya Takbenda menurut definisi yang diberikan dalam Pasal 2 Ayat 1 dan 2 Konvensi 2003 UNESCO sebagai berikut: 1.1."Warisan budaya takbenda" meliputi segala praktek, representasi, ekspresi,pengetahuan, keterampilan -- serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya -- yang diakui oleh berbagai komunitas, kelompok, dan dalam hal tertentu perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka. Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, senantiasa diciptakan kembali oleh berbagai komuniti dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, serta sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani. Untuk kepentingan Konvensi ini, pertimbangan akan diberikan hanya kepada warisan budaya takbenda yang cocok dengan perjanjian-perjanjian internasional yang ada mengenai hak-hak asasi manusia, serta segala persyaratan saling menghormati antara berbagai komunitas, kelompok, dan dalam hal tertentu perseorangan, serta pembangunan yang berkelanjutan. 2.2 "Warisan budaya takbenda", sebagaimana didefinisikan dalam ayat 1 di atas, diwujudkan antara lain di bidang-bidang berikut: 3.a tradisi dan ekspresi lisan, yang termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda; 4.b seni pertunjukan;<noinclude></noinclude> cpe7j6qh8v99bkzdj3t4rjihiy64ngo 321015 320911 2026-10-12T06:40:13Z Akhsan05 25226 321015 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude>{{Ordered list | start=3 | Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 78 Tahun 2007 tentang Pengesahan Konvensi untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda (Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage); | Perjanjian Kerjasama antara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dengan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia No.PKS.46/KS.001/MKP/07 dan No.M-12.UM.06.07 Perjanjian ini membahas tentang Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Ekspresi Budaya Warisan Tradisional Milik Bangsa Indonesia; | Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor 42 Tahun 2009 dan Nomor 40 Tahun 2009 mengenai Pedoman Pelestarian Kebudayaan Klasifikasi Warisan Budaya Takbenda (Gaura Mancacaritadipura, 2010).}} <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;"> Hal-hal yang dimaksudkan sebagai Warisan Budaya Takbenda menurut definisi yang diberikan dalam Pasal 2 Ayat 1 dan 2 Konvensi 2003 UNESCO sebagai berikut: {{Ordered list | list_style_type=none | 1.1. "Warisan budaya takbenda" meliputi segala praktek, representasi, ekspresi, pengetahuan, keterampilan -- serta alat-alat, benda (alamiah), artefak dan ruang-ruang budaya terkait dengannya -- yang diakui oleh berbagai komunitas, kelompok, dan dalam hal tertentu perseorangan sebagai bagian warisan budaya mereka. Warisan budaya takbenda ini, yang diwariskan dari generasi ke generasi, senantiasa diciptakan kembali oleh berbagai komuniti dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, serta sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan, untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani. Untuk kepentingan Konvensi ini, pertimbangan akan diberikan hanya kepada warisan budaya takbenda yang cocok dengan perjanjian-perjanjian internasional yang ada mengenai hak-hak asasi manusia, serta segala persyaratan saling menghormati antara berbagai komunitas, kelompok, dan dalam hal tertentu perseorangan, serta pembangunan yang berkelanjutan. | 2.2. "Warisan budaya takbenda", sebagaimana didefinisikan dalam ayat 1 di atas, diwujudkan antara lain di bidang-bidang berikut: | 3.a. tradisi dan ekspresi lisan, yang termasuk bahasa sebagai wahana warisan budaya takbenda; | 4.b. seni pertunjukan;}}<noinclude></noinclude> 9t3n5g73q61ejx99pxkojz5755u8mrb Halaman:Keris (2014).pdf/12 104 116512 320900 2026-10-11T12:43:18Z Akhsan05 25226 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '5.c adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan; 6.d pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta; 7.e kemahiran kerajinan tradisional. Budaya takbenda juga dikenal dengan istilah "budaya hidup". 2.1.1 Pengusulan Keris Sebagai Warisan Budaya Takbenda Keris Indonesia diusulkan sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia (Masterpiece of the oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity) sejak dipr... 320900 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Akhsan05" /></noinclude>5.c adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan; 6.d pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta; 7.e kemahiran kerajinan tradisional. Budaya takbenda juga dikenal dengan istilah "budaya hidup". 2.1.1 Pengusulan Keris Sebagai Warisan Budaya Takbenda Keris Indonesia diusulkan sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia (Masterpiece of the oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity) sejak diprakarsai oleh Prof. Dr. Sri Hastanto sebagai Deputy Nilai Budaya, Seni dan Film, pada bulan Mei 2004 hingga berhasil pada bulan Nopember 2005. Hal tersebut dicetuskan sebagai ide susulan atas diakuinya Wayang Indonesia oleh UNESCO yang diproses pada 2002-2003. Paguyuban DAMARTAJI yang dipimpin oleh Ir. Haryono Haryoguritno, ditunjuk oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, melalui Surat Deputi Bidang Pelestarian dan PengembanganKebudayaan Dr. Meutia F. Swasono No.172/ND.Dept.l/ KKP/04 pada tanggal 2 Agustus 2004, kemudian disusul Surat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Gede Ardika No.KM.50/ot/006/MKP/2004 pada tanggal 10 Agustus 2004, untuk menyusun berkas nominasi Keris Indonesia kepada UNESCO. Berkas awal masih berupa draft nominasi dipresentasikan di depan wakil dari paguyuban, narasumber, para akademisi dan tamu-tamu undangan dalam Seminar Perkerisan Nasional di Museum Nasional pada Oktober 2004. Lalu nominasi yang yang sudah lengkap disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, untuk dikirim kepada UNESCO, seperti yang disarikan dari penjelasan oleh KRT Gaura Mancacaritadipura dalam tulisan yang berjudul "Nominasi Keris Indonesia kepada UNESCO: Sejarah Perjuangan dan Konsekuensinya" (Keris dalam Perspektif Keilmuan, 2010;221-239). 2.1.2 Aspek Penilaian Keris Oleh UNESCO Program Masterpieces dicanangkan oleh UNESCO sejak tahun 1997, dan mulai diproklamasikan beberapa Masterpieces pada tahun 2001, 2003 dan 2005. Kemudian tidak dilanjutkan lagi setelah Konvensi UNESCO tahun 2006 tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda mulai berlaku pada 20 April 2006. Warisan budaya Masterpieces yang sudah diakui tsebelumnya, termasuk Wayang Indonesia dan Keris Indonesia, lalu terinskripsi otomatis dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia di bawah konvennsi 2003 saat Sidang Biasa ke-3 Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda di Istanbul Turki pada tanggal 4 Nopember 2008.<noinclude></noinclude> 358xc5qsus7zk43bsrncu4vhbboj1c5 320910 320900 2026-10-11T13:15:49Z Akhsan05 25226 /* Telah diuji baca */ 320910 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude>5.c adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan; 6.d pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta; 7.e kemahiran kerajinan tradisional. Budaya takbenda juga dikenal dengan istilah "budaya hidup". 2.1.1 Pengusulan Keris Sebagai Warisan Budaya Takbenda Keris Indonesia diusulkan sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia (Masterpiece of the oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity) sejak diprakarsai oleh Prof. Dr. Sri Hastanto sebagai Deputy Nilai Budaya, Seni dan Film, pada bulan Mei 2004 hingga berhasil pada bulan Nopember 2005. Hal tersebut dicetuskan sebagai ide susulan atas diakuinya Wayang Indonesia oleh UNESCO yang diproses pada 2002-2003. Paguyuban DAMARTAJI yang dipimpin oleh Ir. Haryono Haryoguritno, ditunjuk oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, melalui Surat Deputi Bidang Pelestarian dan PengembanganKebudayaan Dr. Meutia F. Swasono No.172/ND.Dept.l/ KKP/04 pada tanggal 2 Agustus 2004, kemudian disusul Surat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Gede Ardika No.KM.50/ot/006/MKP/2004 pada tanggal 10 Agustus 2004, untuk menyusun berkas nominasi Keris Indonesia kepada UNESCO. Berkas awal masih berupa draft nominasi dipresentasikan di depan wakil dari paguyuban, narasumber, para akademisi dan tamu-tamu undangan dalam Seminar Perkerisan Nasional di Museum Nasional pada Oktober 2004. Lalu nominasi yang yang sudah lengkap disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, untuk dikirim kepada UNESCO, seperti yang disarikan dari penjelasan oleh KRT Gaura Mancacaritadipura dalam tulisan yang berjudul "Nominasi Keris Indonesia kepada UNESCO: Sejarah Perjuangan dan Konsekuensinya" (Keris dalam Perspektif Keilmuan, 2010;221-239). 2.1.2 Aspek Penilaian Keris Oleh UNESCO Program Masterpieces dicanangkan oleh UNESCO sejak tahun 1997, dan mulai diproklamasikan beberapa Masterpieces pada tahun 2001, 2003 dan 2005. Kemudian tidak dilanjutkan lagi setelah Konvensi UNESCO tahun 2006 tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda mulai berlaku pada 20 April 2006. Warisan budaya Masterpieces yang sudah diakui tsebelumnya, termasuk Wayang Indonesia dan Keris Indonesia, lalu terinskripsi otomatis dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia di bawah konvennsi 2003 saat Sidang Biasa ke-3 Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda di Istanbul Turki pada tanggal 4 Nopember 2008.<noinclude></noinclude> d4zpp9e003gqf74q5eetcs1h8oawta4 321031 320910 2026-10-12T07:28:14Z Akhsan05 25226 321031 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude>{{Ordered list | start=5 | list_style_type=none | 5.c adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan; | 6.d pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta; | 7.e kemahiran kerajinan tradisional. Budaya takbenda juga dikenal dengan istilah "budaya hidup".}} 2.1.1 Pengusulan Keris Sebagai Warisan Budaya Takbenda <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;"> Keris Indonesia diusulkan sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia (Masterpiece of the oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity) sejak diprakarsai oleh Prof. Dr. Sri Hastanto sebagai Deputy Nilai Budaya, Seni dan Film, pada bulan Mei 2004 hingga berhasil pada bulan Nopember 2005. Hal tersebut dicetuskan sebagai ide susulan atas diakuinya Wayang Indonesia oleh UNESCO yang diproses pada 2002-2003. <br> <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;"> Paguyuban DAMARTAJI yang dipimpin oleh Ir. Haryono Haryoguritno, ditunjuk oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, melalui Surat Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Dr. Meutia F. Swasono No.172/ND.Dept.l/ KKP/04 pada tanggal 2 Agustus 2004, kemudian disusul Surat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Gede Ardika No.KM.50/ot/006/MKP/2004 pada tanggal 10 Agustus 2004, untuk menyusun berkas nominasi Keris Indonesia kepada UNESCO. <br> <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;"> Berkas awal masih berupa draft nominasi dipresentasikan di depan wakil dari paguyuban, narasumber, para akademisi dan tamu-tamu undangan dalam Seminar Perkerisan Nasional di Museum Nasional pada Oktober 2004. Lalu nominasi yang yang sudah lengkap disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, untuk dikirim kepada UNESCO, seperti yang disarikan dari penjelasan oleh KRT Gaura Mancacaritadipura dalam tulisan yang berjudul "Nominasi Keris Indonesia kepada UNESCO: Sejarah Perjuangan dan Konsekuensinya" (Keris dalam Perspektif Keilmuan, 2010;221-239). <br> 2.1.2 Aspek Penilaian Keris Oleh UNESCO <p style="text-indent: 2em; margin-top: 0; margin-bottom: 0; text-align: left;"> Program Masterpieces dicanangkan oleh UNESCO sejak tahun 1997, dan mulai diproklamasikan beberapa Masterpieces pada tahun 2001, 2003 dan 2005. Kemudian tidak dilanjutkan lagi setelah Konvensi UNESCO tahun 2006 tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda mulai berlaku pada 20 April 2006. Warisan budaya Masterpieces yang sudah diakui tsebelumnya, termasuk Wayang Indonesia dan Keris Indonesia, lalu terinskripsi otomatis dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia di bawah konvennsi 2003 saat Sidang Biasa ke-3 Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda di Istanbul Turki pada tanggal 4 Nopember 2008.<noinclude></noinclude> mlscoz203i719v7yo019nswh0vx4dg5 321040 321031 2026-10-12T08:07:24Z Thersetya2021 15831 321040 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude>{{Ordered list | start=5 | list_style_type=none | 5.c adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan; | 6.d pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta; | 7.e kemahiran kerajinan tradisional. Budaya takbenda juga dikenal dengan istilah "budaya hidup".}} 2.1.1 Pengusulan Keris Sebagai Warisan Budaya Takbenda Keris Indonesia diusulkan sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia (Masterpiece of the oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity) sejak diprakarsai oleh Prof. Dr. Sri Hastanto sebagai Deputy Nilai Budaya, Seni dan Film, pada bulan Mei 2004 hingga berhasil pada bulan Nopember 2005. Hal tersebut dicetuskan sebagai ide susulan atas diakuinya Wayang Indonesia oleh UNESCO yang diproses pada 2002-2003. Paguyuban DAMARTAJI yang dipimpin oleh Ir. Haryono Haryoguritno, ditunjuk oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, melalui Surat Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Dr. Meutia F. Swasono No.172/ND.Dept.l/ KKP/04 pada tanggal 2 Agustus 2004, kemudian disusul Surat Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Gede Ardika No.KM.50/ot/006/MKP/2004 pada tanggal 10 Agustus 2004, untuk menyusun berkas nominasi Keris Indonesia kepada UNESCO. Berkas awal masih berupa draft nominasi dipresentasikan di depan wakil dari paguyuban, narasumber, para akademisi dan tamu-tamu undangan dalam Seminar Perkerisan Nasional di Museum Nasional pada Oktober 2004. Lalu nominasi yang yang sudah lengkap disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, untuk dikirim kepada UNESCO, seperti yang disarikan dari penjelasan oleh KRT Gaura Mancacaritadipura dalam tulisan yang berjudul "Nominasi Keris Indonesia kepada UNESCO: Sejarah Perjuangan dan Konsekuensinya" (Keris dalam Perspektif Keilmuan, 2010;221-239). 2.1.2 Aspek Penilaian Keris Oleh UNESCO Program Masterpieces dicanangkan oleh UNESCO sejak tahun 1997, dan mulai diproklamasikan beberapa Masterpieces pada tahun 2001, 2003 dan 2005. Kemudian tidak dilanjutkan lagi setelah Konvensi UNESCO tahun 2006 tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda mulai berlaku pada 20 April 2006. Warisan budaya Masterpieces yang sudah diakui tsebelumnya, termasuk Wayang Indonesia dan Keris Indonesia, lalu terinskripsi otomatis dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia di bawah konvennsi 2003 saat Sidang Biasa ke-3 Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda di Istanbul Turki pada tanggal 4 Nopember 2008.<noinclude>{{rh||Sekilas tentang Keris|5}}</noinclude> 0uzf0oeakc1sl9tbi856rilr22f9i0l Halaman:Buku Pedoman Agama Khong Hu Tju.pdf/2 104 116513 320901 2026-10-11T12:45:14Z Allya Shahriza 27711 /* Telah diuji baca */ 320901 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Allya Shahriza" /></noinclude>{{Center|text=BUKU PEDOMAN AGAMA}} {{Center|text=Khong Hu Tju}} {{Center|text=Oleh: Viriyaguna Go}} {{Center|Tjerakan ke-1}}<noinclude></noinclude> fe4s7hj9suiut01eo9z3281viwqg7gs Halaman:Keris (2014).pdf/13 104 116514 320902 2026-10-11T12:51:57Z SilviaMamas 25803 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Kriteria suatu Mata Budaya dimasukkan Inskripsi oleh UNESCO adalah: 1. Menunjukkan nilai-nilai yang menonjol sebagai karya agung kejeniusan kreatif manusia. 2. Memperlihatkan bukti luas mengenai akar-akar dalam tradisi budaya atau sejarah budaya dari komunitas yang terkait. 3. Merupakan sebuah cara untuk memastikan identitas kultural dari komunitas budaya terkait. 4. Memberikan bukti keunggulan dalam aplikasi ketrampilan clan kualitas teknis yan... 320902 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="SilviaMamas" /></noinclude>Kriteria suatu Mata Budaya dimasukkan Inskripsi oleh UNESCO adalah: 1. Menunjukkan nilai-nilai yang menonjol sebagai karya agung kejeniusan kreatif manusia. 2. Memperlihatkan bukti luas mengenai akar-akar dalam tradisi budaya atau sejarah budaya dari komunitas yang terkait. 3. Merupakan sebuah cara untuk memastikan identitas kultural dari komunitas budaya terkait. 4. Memberikan bukti keunggulan dalam aplikasi ketrampilan clan kualitas teknis yang ditampilkan. 5. Menegaskan nilai mereka sebagai kesaksian unik tradisi budaya yang hidup. 6. Merupakan keberadaan yang berada dalam resiko degradasi atau lenyap. Bila Inskripsi Keris Indonesia masuk ke dalam Daftar Representatif, otomatis Indonesia terikat untuk terus memenuhi kriteria yang ditentukan berkaitan dengan hal perkerisan. Ada lima kriteria dalam Daftar Representatif, yaitu: 1. Representatif pertama. Mata Budaya Keris Indonesia merupakan Warisan Budaya Takbenda seperti yang dimaktubkan dalam Konvensi pasal 2. 2. Representatif kedua. Inskripsi Mata Budaya Keris Indonesia memberikan sumbangan pada penjaminan visibilitas clan makna Warisan Budaya Takbenda,serta menggairahkan dialog yang menghidupkan karakter keanekaragaman budaya bangsa-bangsa di dunia serta memberikan kesaksian atas kreativitas manusia. 3. Representatif ketiga. Tindakan pelestarian yang dapat melindungi Mata Budaya yang berkaitan, dalam hal ini adalah Keris Indonesia, dengan keikutsertaan komunias, kelompok, atau perorangan dalam perumusan maupun pelaksanaannya. 4. Representatif keempat. Mata Budaya Keris Indonesia telah dinominasikan dengan keterlibatan dan keturutsertaan seluas-luasnya dari komunitas,kelompok dan perseorangan atas persetujuan mereka secara sukarela dan sepengetahuan mereka yang terlibat. 5. Representatif kelima. Mata Buda ya Keris Indonesia tercatat dalam inventaris Warisan Budaya Takbenda yang ada pada teritori negara pihak yang bersangkutan, seperti yang didefinisikan di Konvensi pasal 11 clan pasal 12. (Gaura Mancacaritadipura, 2010) 6 Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris<noinclude></noinclude> hybmi8ffjntra13ka5ct663961zlku5 320904 320902 2026-10-11T12:58:24Z SilviaMamas 25803 320904 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="SilviaMamas" /></noinclude>Kriteria suatu Mata Budaya dimasukkan Inskripsi oleh UNESCO adalah: 1. Menunjukkan nilai-nilai yang menonjol sebagai karya agung kejeniusan kreatif manusia. 2. Memperlihatkan bukti luas mengenai akar-akar dalam tradisi budaya atau sejarah budaya dari komunitas yang terkait. 3. Merupakan sebuah cara untuk memastikan identitas kultural dari komunitas budaya terkait. 4. Memberikan bukti keunggulan dalam aplikasi ketrampilan clan kualitas teknis yang ditampilkan. 5. Menegaskan nilai mereka sebagai kesaksian unik tradisi budaya yang hidup. 6. Merupakan keberadaan yang berada dalam resiko degradasi atau lenyap. Bila Inskripsi Keris Indonesia masuk ke dalam Daftar Representatif, otomatis Indonesia terikat untuk terus memenuhi kriteria yang ditentukan berkaitan dengan hal perkerisan. Ada lima kriteria dalam Daftar Representatif, yaitu: 1. Representatif pertama. Mata Budaya Keris Indonesia merupakan Warisan Budaya Takbenda seperti yang dimaktubkan dalam Konvensi pasal 2. 2. Representatif kedua. Inskripsi Mata Budaya Keris Indonesia memberikan sumbangan pada penjaminan visibilitas clan makna Warisan Budaya Takbenda,serta menggairahkan dialog yang menghidupkan karakter keanekaragaman budaya bangsa-bangsa di dunia serta memberikan kesaksian atas kreativitas manusia. 3. Representatif ketiga. Tindakan pelestarian yang dapat melindungi Mata Budaya yang berkaitan, dalam hal ini adalah Keris Indonesia, dengan keikutsertaan komunias, kelompok, atau perorangan dalam perumusan maupun pelaksanaannya. 4. Representatif keempat. Mata Budaya Keris Indonesia telah dinominasikan dengan keterlibatan dan keturutsertaan seluas-luasnya dari komunitas,kelompok dan perseorangan atas persetujuan mereka secara sukarela dan sepengetahuan mereka yang terlibat. 5. Representatif kelima. Mata Buda ya Keris Indonesia tercatat dalam inventaris Warisan Budaya Takbenda yang ada pada teritori negara pihak yang bersangkutan, seperti yang didefinisikan di Konvensi pasal 11 clan pasal 12. (Gaura Mancacaritadipura, 2010) Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris 6<noinclude></noinclude> cx3weojjsvh0wl1cat0hekqjfu6wr9h 320927 320904 2026-10-11T14:46:44Z Akhsan05 25226 /* Telah diuji baca */ 320927 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude>Kriteria suatu Mata Budaya dimasukkan Inskripsi oleh UNESCO adalah: 1. Menunjukkan nilai-nilai yang menonjol sebagai karya agung kejeniusan kreatif manusia. 2. Memperlihatkan bukti luas mengenai akar-akar dalam tradisi budaya atau sejarah budaya dari komunitas yang terkait. 3. Merupakan sebuah cara untuk memastikan identitas kultural dari komunitas budaya terkait. 4. Memberikan bukti keunggulan dalam aplikasi ketrampilan clan kualitas teknis yang ditampilkan. 5. Menegaskan nilai mereka sebagai kesaksian unik tradisi budaya yang hidup. 6. Merupakan keberadaan yang berada dalam resiko degradasi atau lenyap. Bila Inskripsi Keris Indonesia masuk ke dalam Daftar Representatif, otomatis Indonesia terikat untuk terus memenuhi kriteria yang ditentukan berkaitan dengan hal perkerisan. Ada lima kriteria dalam Daftar Representatif, yaitu: 1. Representatif pertama. Mata Budaya Keris Indonesia merupakan Warisan Budaya Takbenda seperti yang dimaktubkan dalam Konvensi pasal 2. 2. Representatif kedua. Inskripsi Mata Budaya Keris Indonesia memberikan sumbangan pada penjaminan visibilitas clan makna Warisan Budaya Takbenda,serta menggairahkan dialog yang menghidupkan karakter keanekaragaman budaya bangsa-bangsa di dunia serta memberikan kesaksian atas kreativitas manusia. 3. Representatif ketiga. Tindakan pelestarian yang dapat melindungi Mata Budaya yang berkaitan, dalam hal ini adalah Keris Indonesia, dengan keikutsertaan komunias, kelompok, atau perorangan dalam perumusan maupun pelaksanaannya. 4. Representatif keempat. Mata Budaya Keris Indonesia telah dinominasikan dengan keterlibatan dan keturutsertaan seluas-luasnya dari komunitas,kelompok dan perseorangan atas persetujuan mereka secara sukarela dan sepengetahuan mereka yang terlibat. 5. Representatif kelima. Mata Buda ya Keris Indonesia tercatat dalam inventaris Warisan Budaya Takbenda yang ada pada teritori negara pihak yang bersangkutan, seperti yang didefinisikan di Konvensi pasal 11 clan pasal 12. (Gaura Mancacaritadipura, 2010) Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris 6<noinclude></noinclude> paklngxdqgtcxo6c1w7xwbx42zs5hih 320962 320927 2026-10-12T03:35:29Z SilviaMamas 25803 320962 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude>Kriteria suatu Mata Budaya dimasukkan Inskripsi oleh UNESCO adalah: 1. Menunjukkan nilai-nilai yang menonjol sebagai karya agung kejeniusan kreatif manusia. 2. Memperlihatkan bukti luas mengenai akar-akar dalam tradisi budaya atau sejarah budaya dari komunitas yang terkait. 3. Merupakan sebuah cara untuk memastikan identitas kultural dari komunitas budaya terkait. 4. Memberikan bukti keunggulan dalam aplikasi ketrampilan clan kualitas teknis yang ditampilkan. 5. Menegaskan nilai mereka sebagai kesaksian unik tradisi budaya yang hidup. 6. Merupakan keberadaan yang berada dalam resiko degradasi atau lenyap. Bila Inskripsi Keris Indonesia masuk ke dalam Daftar Representatif, otomatis Indonesia terikat untuk terus memenuhi kriteria yang ditentukan berkaitan dengan hal perkerisan. Ada lima kriteria dalam Daftar Representatif, yaitu: 1. Representatif pertama. Mata Budaya Keris Indonesia merupakan Warisan Budaya Takbenda seperti yang dimaktubkan dalam Konvensi pasal 2. 2. Representatif kedua. Inskripsi Mata Budaya Keris Indonesia memberikan sumbangan pada penjaminan visibilitas clan makna Warisan Budaya Takbenda,serta menggairahkan dialog yang menghidupkan karakter keanekaragaman budaya bangsa-bangsa di dunia serta memberikan kesaksian atas kreativitas manusia. 3. Representatif ketiga. Tindakan pelestarian yang dapat melindungi Mata Budaya yang berkaitan, dalam hal ini adalah Keris Indonesia, dengan keikutsertaan komunias, kelompok, atau perorangan dalam perumusan maupun pelaksanaannya. 4. Representatif keempat. Mata Budaya Keris Indonesia telah dinominasikan dengan keterlibatan dan keturutsertaan seluas-luasnya dari komunitas,kelompok dan perseorangan atas persetujuan mereka secara sukarela dan sepengetahuan mereka yang terlibat. 5. Representatif kelima. Mata Buda ya Keris Indonesia tercatat dalam inventaris Warisan Budaya Takbenda yang ada pada teritori negara pihak yang bersangkutan, seperti yang didefinisikan di Konvensi pasal 11 dan pasal 12. (Gaura Mancacaritadipura, 2010) Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris 6<noinclude></noinclude> hj0zwrbjwxl1ruuxjcu6yp32yqq9psg Halaman:Keris (2014).pdf/14 104 116515 320903 2026-10-11T12:57:58Z SilviaMamas 25803 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Sebuah Mata Budaya dapat saja dicoret dari Daftar Representatif bila Komite memutuskan bahwa Mata Budaya tersebut tidak memenuhi lagi satu atau lebih kriteria untuk masuk Inskripsi dalam daftar tersebut. Hal yang sangat mendasar adalah kriteria pelestarian. Tindakan pelestarian Keris Indonesia menurut UNESCO adalah: a. Ada upaya pelestarian yang melibatkan komunitas . b. Ada tindakan pelestarian yang diusulkan untuk pelestarian skala prioritas,... 320903 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="SilviaMamas" /></noinclude>Sebuah Mata Budaya dapat saja dicoret dari Daftar Representatif bila Komite memutuskan bahwa Mata Budaya tersebut tidak memenuhi lagi satu atau lebih kriteria untuk masuk Inskripsi dalam daftar tersebut. Hal yang sangat mendasar adalah kriteria pelestarian. Tindakan pelestarian Keris Indonesia menurut UNESCO adalah: a. Ada upaya pelestarian yang melibatkan komunitas . b. Ada tindakan pelestarian yang diusulkan untuk pelestarian skala prioritas, penanggung jawab dan lain-lain . c. Komitnen dari komunitas, kelompok, ataupun perseorangan. d. Komitmen Pihak Negara untuk mendukung upaya pelestarian. 2.1.3 Penetapan Sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO UNESCO menerima berkas Nominasi yang disampaikan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dengan permintaan perbaikan kecil pada berkas. Perbaikan yang diminta hanya berupa data kecil yang semula dalam bentuk narasi diubah menjadi presentasi berbentuk tabel dan ditambahkan dengan satu rujukan kecil. Berkas nominasi diperiksa oleh Sekretariat UNESCO, beserta pakar-pakar budaya dunia yang ditunjuk oleh UNESCO. Selanjutnya, pada bulan Nopember 2005, DAMARTAJI menerima kabar bahwa nominasi keris berhasil sukses, dan Keris Indonesia sudah diproklamasikan sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia dalam piagam yang ditandatangai Dirjen UNESCO tertanggal 25 Nopember 2005 (Gaura Mancacaritadip ura, 2010). Piagam Proklamasi yang asli diserahkan Dirjen UNESCO Koichiro Matsuura kepada Bapak Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden UI kala itu, di Istana Wakil Presiden. Lampiran berkas nominasi berupa laporan keuangan dana riset yang dibiayai Pemerintah Jepang melalui UNESCO dan oleh para donatur pribadi yang telah diperiksa oleh akuntan publik, segera dikirim kepada UNESCO. Sekilas Tentang Keris 7<noinclude></noinclude> ik7p8409k4rt6e0ew2s75kyq4i5htsz 320907 320903 2026-10-11T13:14:56Z SilviaMamas 25803 320907 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="SilviaMamas" /></noinclude>Sebuah Mata Budaya dapat saja dicoret dari Daftar Representatif bila Komite memutuskan bahwa Mata Budaya tersebut tidak memenuhi lagi satu atau lebih kriteria untuk masuk Inskripsi dalam daftar tersebut. Hal yang sangat mendasar adalah kriteria pelestarian. Tindakan pelestarian Keris Indonesia menurut UNESCO adalah: a. Ada upaya pelestarian yang melibatkan komunitas . b. Ada tindakan pelestarian yang diusulkan untuk pelestarian skala prioritas, penanggung jawab dan lain-lain . c. Komitmen dari komunitas, kelompok, ataupun perseorangan. d. Komitmen Pihak Negara untuk mendukung upaya pelestarian. 2.1.3 Penetapan Sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO UNESCO menerima berkas Nominasi yang disampaikan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dengan permintaan perbaikan kecil pada berkas. Perbaikan yang diminta hanya berupa data kecil yang semula dalam bentuk narasi diubah menjadi presentasi berbentuk tabel dan ditambahkan dengan satu rujukan kecil. Berkas nominasi diperiksa oleh Sekretariat UNESCO, beserta pakar-pakar budaya dunia yang ditunjuk oleh UNESCO. Selanjutnya, pada bulan Nopember 2005, DAMARTAJI menerima kabar bahwa nominasi keris berhasil sukses, dan Keris Indonesia sudah diproklamasikan sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia dalam piagam yang ditandatangai Dirjen UNESCO tertanggal 25 Nopember 2005 (Gaura Mancacaritadip ura, 2010). Piagam Proklamasi yang asli diserahkan Dirjen UNESCO Koichiro Matsuura kepada Bapak Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden UI kala itu, di Istana Wakil Presiden. Lampiran berkas nominasi berupa laporan keuangan dana riset yang dibiayai Pemerintah Jepang melalui UNESCO dan oleh para donatur pribadi yang telah diperiksa oleh akuntan publik, segera dikirim kepada UNESCO. Sekilas Tentang Keris 7<noinclude></noinclude> 510ptirk7pfgqe87a6w9w2ozleuivwl 320915 320907 2026-10-11T13:28:03Z SilviaMamas 25803 320915 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="SilviaMamas" /></noinclude>Sebuah Mata Budaya dapat saja dicoret dari Daftar Representatif bila Komite memutuskan bahwa Mata Budaya tersebut tidak memenuhi lagi satu atau lebih kriteria untuk masuk Inskripsi dalam daftar tersebut. Hal yang sangat mendasar adalah kriteria pelestarian. Tindakan pelestarian Keris Indonesia menurut UNESCO adalah: a. Ada upaya pelestarian yang melibatkan komunitas . b. Ada tindakan pelestarian yang diusulkan untuk pelestarian skala prioritas, penanggung jawab dan lain-lain . c. Komitmen dari komunitas, kelompok, ataupun perseorangan. d. Komitmen Pihak Negara untuk mendukung upaya pelestarian. 2.1.3 Penetapan Sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO UNESCO menerima berkas Nominasi yang disampaikan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dengan permintaan perbaikan kecil pada berkas. Perbaikan yang diminta hanya berupa data kecil yang semula dalam bentuk narasi diubah menjadi presentasi berbentuk tabel dan ditambahkan dengan satu rujukan kecil. Berkas nominasi diperiksa oleh Sekretariat UNESCO, beserta pakar-pakar budaya dunia yang ditunjuk oleh UNESCO. Selanjutnya, pada bulan Nopember 2005, DAMARTAJI menerima kabar bahwa nominasi keris berhasil sukses, dan Keris Indonesia sudah diproklamasikan sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia dalam piagam yang ditandatangai Dirjen UNESCO tertanggal 25 Nopember 2005 (Gaura Mancacaritadip ura, 2010). Piagam Proklamasi yang asli diserahkan Dirjen UNESCO Koichiro Matsuura kepada Bapak Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden UI kala itu, di Istana Wakil Presiden. Lampiran berkas nominasi berupa laporan keuangan dana riset yang dibiayai Pemerintah Jepang melalui UNESCO dan oleh para donatur pribadi yang telah diperiksa oleh akuntan publik, segera dikirim kepada UNESCO. Sekilas Tentang Keris 7<noinclude></noinclude> p8zr2vc66i82x0c6a9igdxf3k1hxhzv 320916 320915 2026-10-11T13:29:30Z SilviaMamas 25803 320916 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="SilviaMamas" /></noinclude>Sebuah Mata Budaya dapat saja dicoret dari Daftar Representatif bila Komite memutuskan bahwa Mata Budaya tersebut tidak memenuhi lagi satu atau lebih kriteria untuk masuk Inskripsi dalam daftar tersebut. Hal yang sangat mendasar adalah kriteria pelestarian. Tindakan pelestarian Keris Indonesia menurut UNESCO adalah: a. Ada upaya pelestarian yang melibatkan komunitas. b. Ada tindakan pelestarian yang diusulkan untuk pelestarian skala prioritas, penanggung jawab dan lain-lain. c. Komitmen dari komunitas, kelompok, ataupun perseorangan. d. Komitmen Pihak Negara untuk mendukung upaya pelestarian. 2.1.3 Penetapan Sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO UNESCO menerima berkas Nominasi yang disampaikan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dengan permintaan perbaikan kecil pada berkas. Perbaikan yang diminta hanya berupa data kecil yang semula dalam bentuk narasi diubah menjadi presentasi berbentuk tabel dan ditambahkan dengan satu rujukan kecil. Berkas nominasi diperiksa oleh Sekretariat UNESCO, beserta pakar-pakar budaya dunia yang ditunjuk oleh UNESCO. Selanjutnya, pada bulan Nopember 2005, DAMARTAJI menerima kabar bahwa nominasi keris berhasil sukses, dan Keris Indonesia sudah diproklamasikan sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia dalam piagam yang ditandatangai Dirjen UNESCO tertanggal 25 Nopember 2005 (Gaura Mancacaritadip ura, 2010). Piagam Proklamasi yang asli diserahkan Dirjen UNESCO Koichiro Matsuura kepada Bapak Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden UI kala itu, di Istana Wakil Presiden. Lampiran berkas nominasi berupa laporan keuangan dana riset yang dibiayai Pemerintah Jepang melalui UNESCO dan oleh para donatur pribadi yang telah diperiksa oleh akuntan publik, segera dikirim kepada UNESCO. Sekilas Tentang Keris 7<noinclude></noinclude> otfrtves9n4vb4d70iqxseubgne1nij 320917 320916 2026-10-11T13:32:02Z SilviaMamas 25803 320917 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="SilviaMamas" /></noinclude>Sebuah Mata Budaya dapat saja dicoret dari Daftar Representatif bila Komite memutuskan bahwa Mata Budaya tersebut tidak memenuhi lagi satu atau lebih kriteria untuk masuk Inskripsi dalam daftar tersebut. Hal yang sangat mendasar adalah kriteria pelestarian. Tindakan pelestarian Keris Indonesia menurut UNESCO adalah: a. Ada upaya pelestarian yang melibatkan komunitas. b. Ada tindakan pelestarian yang diusulkan untuk pelestarian skala prioritas, penanggung jawab dan lain-lain. c. Komitmen dari komunitas, kelompok, ataupun perseorangan. d. Komitmen Pihak Negara untuk mendukung upaya pelestarian. 2.1.3 Penetapan Sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO UNESCO menerima berkas Nominasi yang disampaikan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dengan permintaan perbaikan kecil pada berkas. Perbaikan yang diminta hanya berupa data kecil yang semula dalam bentuk narasi diubah menjadi presentasi berbentuk tabel dan ditambahkan dengan satu rujukan kecil. Berkas nominasi diperiksa oleh Sekretariat UNESCO, beserta pakar-pakar budaya dunia yang ditunjuk oleh UNESCO. Selanjutnya, pada bulan Nopember 2005, DAMARTAJI menerima kabar bahwa nominasi keris berhasil sukses, dan Keris Indonesia sudah diproklamasikan sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia dalam piagam yang ditandatangai Dirjen UNESCO tertanggal 25 Nopember 2005 (Gaura Mancacaritadipura, 2010). Piagam Proklamasi yang asli diserahkan Dirjen UNESCO Koichiro Matsuura kepada Bapak Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden UI kala itu, di Istana Wakil Presiden. Lampiran berkas nominasi berupa laporan keuangan dana riset yang dibiayai Pemerintah Jepang melalui UNESCO dan oleh para donatur pribadi yang telah diperiksa oleh akuntan publik, segera dikirim kepada UNESCO. Sekilas Tentang Keris 7<noinclude></noinclude> eo1zy8sndi0egg9s4sxxu3snutacsa0 320919 320917 2026-10-11T13:42:00Z SilviaMamas 25803 320919 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="SilviaMamas" /></noinclude>Sebuah Mata Budaya dapat saja dicoret dari Daftar Representatif bila Komite memutuskan bahwa Mata Budaya tersebut tidak memenuhi lagi satu atau lebih kriteria untuk masuk Inskripsi dalam daftar tersebut. Hal yang sangat mendasar adalah kriteria pelestarian. Tindakan pelestarian Keris Indonesia menurut UNESCO adalah: a. Ada upaya pelestarian yang melibatkan komunitas. b. Ada tindakan pelestarian yang diusulkan untuk pelestarian skala prioritas, penanggung jawab dan lain-lain. c. Komitmen dari komunitas, kelompok, ataupun perseorangan. d. Komitmen Pihak Negara untuk mendukung upaya pelestarian. 2.1.3 Penetapan Sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO UNESCO menerima berkas Nominasi yang disampaikan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dengan permintaan perbaikan kecil pada berkas. Perbaikan yang diminta hanya berupa data kecil yang semula dalam bentuk narasi diubah menjadi presentasi berbentuk tabel dan ditambahkan dengan satu rujukan kecil. Berkas nominasi diperiksa oleh Sekretariat UNESCO, beserta pakar-pakar budaya dunia yang ditunjuk oleh UNESCO. Selanjutnya, pada bulan Nopember 2005, DAMARTAJI menerima kabar bahwa nominasi keris berhasil sukses, dan Keris Indonesia sudah diproklamasikan sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia dalam piagam yang ditandatangai Dirjen UNESCO tertanggal 25 Nopember 2005 (Gaura Mancacaritadipura, 2010). Piagam Proklamasi yang asli diserahkan Dirjen UNESCO Koichiro Matsuura kepada Bapak Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden UI kala itu, di Istana Wakil Presiden. Lampiran berkas nominasi berupa laporan keuangan dana riset yang dibiayai Pemerintah Jepang melalui UNESCO dan oleh para donatur pribadi yang telah diperiksa oleh akuntan publik, segera dikirim kepada UNESCO. Sekilas Tentang Keris 7<noinclude></noinclude> kplx4c6n66483fulztnhlhtrof1ingg 320928 320919 2026-10-11T14:47:10Z Akhsan05 25226 /* Telah diuji baca */ 320928 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude>Sebuah Mata Budaya dapat saja dicoret dari Daftar Representatif bila Komite memutuskan bahwa Mata Budaya tersebut tidak memenuhi lagi satu atau lebih kriteria untuk masuk Inskripsi dalam daftar tersebut. Hal yang sangat mendasar adalah kriteria pelestarian. Tindakan pelestarian Keris Indonesia menurut UNESCO adalah: a. Ada upaya pelestarian yang melibatkan komunitas. b. Ada tindakan pelestarian yang diusulkan untuk pelestarian skala prioritas, penanggung jawab dan lain-lain. c. Komitmen dari komunitas, kelompok, ataupun perseorangan. d. Komitmen Pihak Negara untuk mendukung upaya pelestarian. 2.1.3 Penetapan Sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO UNESCO menerima berkas Nominasi yang disampaikan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dengan permintaan perbaikan kecil pada berkas. Perbaikan yang diminta hanya berupa data kecil yang semula dalam bentuk narasi diubah menjadi presentasi berbentuk tabel dan ditambahkan dengan satu rujukan kecil. Berkas nominasi diperiksa oleh Sekretariat UNESCO, beserta pakar-pakar budaya dunia yang ditunjuk oleh UNESCO. Selanjutnya, pada bulan Nopember 2005, DAMARTAJI menerima kabar bahwa nominasi keris berhasil sukses, dan Keris Indonesia sudah diproklamasikan sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia dalam piagam yang ditandatangai Dirjen UNESCO tertanggal 25 Nopember 2005 (Gaura Mancacaritadipura, 2010). Piagam Proklamasi yang asli diserahkan Dirjen UNESCO Koichiro Matsuura kepada Bapak Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden UI kala itu, di Istana Wakil Presiden. Lampiran berkas nominasi berupa laporan keuangan dana riset yang dibiayai Pemerintah Jepang melalui UNESCO dan oleh para donatur pribadi yang telah diperiksa oleh akuntan publik, segera dikirim kepada UNESCO. Sekilas Tentang Keris 7<noinclude></noinclude> ibnqjw9bzmmffrrqulfkp3has9qvhxh Halaman:Buku Pedoman Agama Khong Hu Tju.pdf/3 104 116516 320905 2026-10-11T13:05:03Z Allya Shahriza 27711 /* Telah diuji baca */ 320905 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Allya Shahriza" /></noinclude>{{center|K A T A P E N G A N T A R}} Sesuai dengan Penpres No.1 tahun 1965, maka agama Khong Hu Tju dengan resmi sudah diakui oleh pemerintah sebagai salah satu agama internasional yang memenuhi unsur2 agama. Sehubungan dengan hal tersebut, atas inisiatif berapa tokoh menghendaki diusahakan kader2 pengchotbah, disamping mana diadakan penerbitan buku tuntunan jang praktis, agar dapat meletakkan pengertian dasar bagi para tjalon2 pemeluk, anak2 sekolah dan para simpatisan, jang mana kelak dapat diperdalam pengertian mereka dengan adanja chotbah2, buku2 batjaan lain, demi perkembangan agama Khong Hu Tju jang sudah mendjiwai lebih dari 500 djuta penduduk di benoa Asia. Mengingat masih sangat terbatasnja djumlah buku2 batjaan tentang adjaran Nabi Khong Hu Tju dalam bahasa Indonesia, terutama jang tersusun praktis serta kronologis, mudah dipeladjari dan dimengerti oleh para pemeluk serta simpatisan. Maka, penjundman [penjunan/penjunjunan] sebuah buku Catechismus agama Khong Hu Tju tidak boloh tidak harus ada. Demi terlaksananya tjita2 tersebut diatas, atas andjuran ex kawan sedjawat kami diminta agar ikut serta mengabdikan tenaga pada usaha mengembangan Tempat Ibadat Tri Dharma Djatin; karena itu mau tidak mau kami harus berusaha sekuat tenaga agar dapat terwujudnya Catechismus Agama Khong Hu Tju, jang hingga dewasa ini belum ada dalam masjarakat. Dengan disadjikan buku ketjil ini jang masih belum sempurna pada sidang pembatja, semoga kelak para tokoh Khong Kaur akan suka memberikan maslihat2nja dan pandangan2nja membangun jang sangat berharga, supaja apabila buku ketjil ini kelak kemdian dapat ditjetak untuk jang kedua kalinja, semoga isinja dapat diubah serta disempurnakan. Kami pun tak lupa mengoetjapkan banjak terima kasih pada Sdr. Lion Kio Sing yang sudah suka membuang waktunja jang berharga guna menoriksa isi dari buku ketjil ini sebelum diterbitkan. Semoga berbahagialah semuja pembatja. Blitar, 7 September 1967. Viriyaguna Go Sion Gio. P.S. Sah djika ada stempel. {{center|- 1 -}} 1. Apakah artinja perkataan Confucianisme? - Confucianisme berarti Adjaran Confucius atau Khong Hu-Tju. 2. Apa artinja perkataan Confucianist? - Confucianist berarti penganut Agama Khong Hu-Tju. 3. Dimanakah Khong Hu-Tju dilahirkan? - Khong Hu-Tju dilahirkan di negeri Tiongkok diwilajah propinsi Shantung jang sekarang, namun pada masa Beliau dilahirkan, diwilajah tersebut merupakan wilajah negeri Lu-kuo. 4. Bilakah Beliau dilahirkan? - Beliau dilahirkan pada tanggal 27 bulan Dolapan Imlik pada masa 551 tahun sebelum Masehi. 5. Siapakah ajah bunda dari Khong Hu-Tju? - Ajah Beliau Shueh Liang He dan ibunja Yen Tsen Tsai. 6. Dimanakah ajah bunda Khong Hu-Tju tinggal? - Ajah bunda Beliau bertempat tinggal didesa Chang Ping, wilajah kabupaten Tsow dinegeri Lu-kuo. 7. Peristiwa apakah sebelum Khong Hu-Tju dilahirkan? - Ditjeriterakan, bahwa suami isteri Shueh Liang He sudah mentjapai usia agak landjut, namun mereka belum djuga mempunjai keturunan, maka mereka bersombahjang di gunung Ni-San jang sutji dan kramat. Mereka bersudjut kepada Thian Kong (Tuhan Jang Maha Esa) agar kepada mereka diberkahi keturunan seorang putra. 8. Apakah keinginan mereka terkabul? - Benar. Ternjata setelah suami isteri tersebut dengan kesutjian hati bersambahjang digunung Ni-San, tidak antara lama ibu Yen Tsen Tsai telah ngandung. 9. Setelah itu, apa ada peristiwa lain jang terdjadi? - Ada. Pada suatu hari ketika ibu Yen Tsen Tsai sedang berada dirumah dengan seorang budjang beliauan, dengan sokonjong-konjong se-ekor binatang sutji Chi-Lin masuk kedalam rumah. Dari mulut binatang<noinclude></noinclude> ack0cgqg41zl581rr02rmuuvpb3zauh Halaman:Keris (2014).pdf/15 104 116517 320906 2026-10-11T13:06:57Z SilviaMamas 25803 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Indonesia Tite Indonesian Kais ,, '4~~h''l ~' 1>1 th•' t )r~I Hmt t...l l .ioJ h!Jngibt,• •>t l lurMmti t n •1 l:lt111 t.'J~1o.ol Gambar 2. Piagam Pengakuan Keris Oleh UNESCO 2.1 Sekilas Keris Sejarah keris bermula dari tradisi penggunaan senjata tikam, yang dimulai sejak zaman megalitik. Sebenarnya belati-belati logam yang menjadi prototipe awal mula keris, berkembang dari teknologi alat dan senjata batu pada zaman purba. Selanjutnya, se... 320906 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="SilviaMamas" /></noinclude>Indonesia Tite Indonesian Kais ,, '4~~h''l ~' 1>1 th•' t )r~I Hmt t...l l .ioJ h!Jngibt,• •>t l lurMmti t n •1 l:lt111 t.'J~1o.ol Gambar 2. Piagam Pengakuan Keris Oleh UNESCO 2.1 Sekilas Keris Sejarah keris bermula dari tradisi penggunaan senjata tikam, yang dimulai sejak zaman megalitik. Sebenarnya belati-belati logam yang menjadi prototipe awal mula keris, berkembang dari teknologi alat dan senjata batu pada zaman purba. Selanjutnya, setelah peradaban mengenal pengecoran dan penempaan logam, senjata tikam yang berwujud belati purba mulai dikembangkan. Pada mulanya, alat senjata ini lebih bersifat fungsional, untuk kebutuhan dan tuntutan dinamika zaman yang berkembang. Lambat laun, terjadi perumitan pada tradisi senjata tikam tersebut, baik dari sisi kompleksitas fungsi ergonomis dan estetika, hingga penyematan simbol-simbol dengan makna khusus yang hendak disampaikan. Kriteria tertentu diperlukan bagi sebuah senjata untuk dapat disebut sebagai keris. Bagian ganja (guard) di bagian bawah bilah, serta bentuk bilah tikam yang melengkung condong ke dalam (condhong leleh), adalah hal penting untuk menggolongkan suatu senjata dalam ranah perkerisan. Selain itu, ciri metalurgi yang tercipta pada bilahnya juga menjadi indikasi keabsahan suatu senjata dapat digolongkan dalam keris. Semisal, bahan baja pada pinggir sisi tajam (slorok), lalu bahan besi dan pamor yang ditempakan di bagian tengah (coating/laminating). Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris 8<noinclude></noinclude> rffqdh6pfx1ay9n7y6f17m0c6pns0jv 320913 320906 2026-10-11T13:27:10Z SilviaMamas 25803 320913 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="SilviaMamas" /></noinclude>Indonesia Tite Indonesian Kais ,, '4~~h''l ~' 1>1 th•' t )r~I Hmt t...l l .ioJ h!Jngibt,• •>t l lurMmti t n •1 l:lt111 t.'J~1o.ol Gambar 2. Piagam Pengakuan Keris Oleh UNESCO 2.1 Sekilas Keris Sejarah keris bermula dari tradisi penggunaan senjata tikam, yang dimulai sejak zaman megalitik. Sebenarnya belati-belati logam yang menjadi prototipe awal mula keris, berkembang dari teknologi alat dan senjata batu pada zaman purba. Selanjutnya, setelah peradaban mengenal pengecoran dan penempaan logam, senjata tikam yang berwujud belati purba mulai dikembangkan. Pada mulanya, alat senjata ini lebih bersifat fungsional, untuk kebutuhan dan tuntutan dinamika zaman yang berkembang. Lambat laun, terjadi perumitan pada tradisi senjata tikam tersebut, baik dari sisi kompleksitas fungsi ergonomis dan estetika, hingga penyematan simbol-simbol dengan makna khusus yang hendak disampaikan. Kriteria tertentu diperlukan bagi sebuah senjata untuk dapat disebut sebagai keris. Bagian ganja (guard) di bagian bawah bilah, serta bentuk bilah tikam yang melengkung condong ke dalam (condhong leleh), adalah hal penting untuk menggolongkan suatu senjata dalam ranah perkerisan. Selain itu, ciri metalurgi yang tercipta pada bilahnya juga menjadi indikasi keabsahan suatu senjata dapat digolongkan dalam keris. Semisal, bahan baja pada pinggir sisi tajam (slorok), lalu bahan besi dan pamor yang ditempakan di bagian tengah (coating/laminating). Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris 8<noinclude></noinclude> cuwwo8zrap6cbzlb5juc2pxr6yrjl5v Halaman:Keris (2014).pdf/147 104 116518 320908 2026-10-11T13:15:02Z Akhsan05 25226 /* Telah diuji baca */ 320908 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude>pandhe : perajin alat-alat tajam dari besi pasikutan : bentuk khas dalam suatu garapan keris yang mencirikan empu pembuatnya pendhok : selongsong pelindung dari logam yang membungkus gandar, biasanya berhiaskan ukiran atau pahatan R ricikan : bagian pada bilah keris atau warangka yang mempunyai nama, bentuk, fungsi, atau lambang khusus S sajen : sesajian, persembahan kepada para dewa sandhang walikat : warangka yang dibuat hanya dari pertimbangan fungsional dan kepraktisan pemakaiannya. selut : perabot keris berbentuk "cincin” berhias, membungkus bungkul jejeran sunggingan : pengecatan/pewarnaan pada wayang kulit atau warangka keris T tangguh : perkiraan asal/ zaman pembuatan seblah keris, dan/ perkiraan gaya dari zaman pembuatan keris tayuman : pilihan utama untuk bahan jejeran. Pertama kali diduga sebagai Cassia laevigata oleh Groneman. Bila benar, namanya sekarang adalah Senna Septemtrionalis timaha : Kleinhovia hospita, kayu pilihan utama untuk warangka keris bila mengandung pelet tosan : besi tosan-aji : "besi yang bernilai" seperti keris, tombak, dll. U ububan : pompa udara tradisional yang berupa sepasang tabung dari kayu untuk menghembuskan udara ke tungku perapian W wadana : bidang; permukaan ; penampilan wadidang : bagian sebelah belakang/"punggung" wangkingan : sebutan untuk keris ketika disandang belakang punggung warangan : senyawa kimia As2S3 warangka : warangka, sarung atau "rumah" keris yang umumnya terbuat<noinclude></noinclude> 7vg16ekstnhi5grnbv7jscxf1vu361l Halaman:Buku Pedoman Agama Khong Hu Tju.pdf/4 104 116519 320909 2026-10-11T13:15:42Z Allya Shahriza 27711 /* Telah diuji baca */ 320909 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Allya Shahriza" /></noinclude>{{center|- 2 -}} tersebut dimuntahkan sebuah lembaran kitab dengan tulisan: "Seorang putra sutji akan melanjutkan karya keradjaan Chow jang mendjadi lemah. Beliau akan djadi seorang radja tanpa mahkota". 10. Bagaimana selandjutnja sesudah itu? - Ibu Yen Tsen Tsai setelah kedatangan binatang sutji tersebut, beliau merasa sangat berterima kasih dalam batin, segera diambilnya seutas tali sutera merah di-ikat pada tanduk binatang tersebut, kemudian binatang sutji itu segera menghilang dari pandangan. 11. Pada waktu apa putra ibu Yen dilahirkan? - Putra ibu Yen Tsen Tsai dilahirkan pada waktu malam hari jang sutji dan tenang. Namun, pada waktu mendjelang putra beliau dilahirkan terlihatlah dari atas angkasa turun kebawah dua ekor ular naga besar berterbangan, mengitari atas rumahnja berputar putar sodjenak, kemudian diikuti datangnja lima orang malaikat masuk kedalam rumah jang membawa berita, bahwa kelak akan ada perobahan besar dalam peradaban manusia jang akan dibimbing kedjalan hidup jang lebih sempurna. 12. Apa artinja perkataan Khong Hu-Tju? - Artinja ialah Guru Besar dari keluarga Khong. Namun nama tersebut adalah sebutan yang diberikan oleh para siswanya demi menghargai atas petuah-petuah Beliau yang sangat dihormati. 13. Nama apakah yang diberikan oleh ajah bundanya diwaktu Beliau dilahirkan? - Pada waktu lahir Beliau diberi nama "Kung Cahu" alias "Kung Chung Ni". (Kung edjahatan Mandarin dari perkataan "Khong" suara dialek Hok Kian). 14. Siapakah jang meninggal dahulu diantara ajah atau bundanya? - Pada waktu Kung Chung Ni masih berusia tiga tahun ajahnja meninggal dunia; karena mereka tergolong keluarga miskin, maka djenasah Shueh Liang He didalam peti mati tidak segera dikebu_ {{center|- 3 -}} mikan dengan upacara, terpaksa djenasah tersebut dititipkan disebuah pondok dekat djalan raja Hu Fu. 15. Bakap apa jang terlihat dalam diri Chung Ni dimasa ketjilnja? - Pada waktu usia 5 tahun Chung Ni suka sekali mengadjak kawan2nja meniru upatjara sembajangun pada leluhur. Ia menggunakan sebuah medja ketjil jang diatas mana dihias dengan 2 batang lilin, tempat abu, dan dilangkapi pula tiruan alat2 sembajang lain jang lasim dipakai pada waktu ada upatjara sembajang jang sesungguhnja. Kemudian ia dengan kawannja merangkapkan dua tangan bersudjut, berlutut dan tundukkan kepala kemudian bersudjut pula. Ia gemar sekali meniru upatjara sembajang. 16. Diwaktu ketjil apakah Chung Ni pernah sekolah? - Pada waktu ia berusia 7 tahun oleh ibu Yen Tsen Tsai ia diserahkan dibawah asuhan seorang guru jang kenamaan, guru tersebut bernama Yon Ping Chung, 17. Didalam sekolah, Yon Ping Chung memberi adjaran apa pada Chung Ni? - Ia diberi peladjaran membatja, menulis dan menghitung. Ketjuali itu diberi pula adjaran budi-pekorti, main musik, tjara membersihkan lantai rumah, naik kuda, dan memanah (Mata peladjaran sekolah pada 25 abad jang lampau memang djauh berbeda dengan sekolah djenan sekarang - Pen.). 18. Apakah Chung Ni didalam sekolah seorang siswa jang pandai? - Ja. Ia sangat tjordas sekali sehingga oleh gurunya sering diberikan peladjaran yang lebih tinggi daripada kawan2 lain, dan karena kelebihan pengertian dan pengetahuannya ia sering ditugaskan untuk membantu mengadjar kawan2 sekolahnya yang terbelakang peladjaran mereka. 19. Adakah Chung Ni berkepribadian jang teguh? - Benar. Ia pernah mengutarakan isi hatinya, bahwa sedjak ia berusia 15 tahun telah bulat tekadnya untuk melandjutkan terus tuntutan-menambah ilmunja.<noinclude></noinclude> 92plnmhinbotgosr5xn4jh5hpedm1wt Halaman:Berbagi-bagi katerangan tentang sembahjangan Tionghoa dan toedjoeannja Bagian 1.pdf/10 104 116520 320914 2026-10-11T13:27:48Z Berkah Kurnia 1A 27785 /* Telah diuji baca */ 320914 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>PEMANDANGAN SAM KAUW. satjara berbisik, maksoed boeat apa itoe sembahjang dilakoeken. Inilah ada berdasar atas kapertjaja’an jang itoe asep doepa nanti sampeken itoe kabaran pada siapa jang ditoedjoeken. Dalem oepatjara sembahjangan jang besar dan penting, biasanja maksoed dan toedjoeannja, teroetama jang mengandoeng permoehoenan ini dan itoe, ada ditoelis di atas sapotong kertas dengen rapih, laloe dibatjaken dengen soeara njaring oleh jang pimpin itoe oepatjara, jang dengen begitoe ada berlakoe sabagi pendita. Sasoedahnja abis dibatja, itoe soerat laloe dibakar, atas kapertjaja’an bagiannja jang aloes,jaitoe itoe soerat atawa permoehoenan poenja ,,soe- manget”, nanti sampe pada itoe roh atawa machloek 10 SEMBAHJANGAN TIONGHOA, soetji jang dimaksoedken, Atoeran dan oepatjara sembahjangan Tionghoa, mas- kipoen kaliatannja sanget roewet dan diserlaken ba- njak atoeran, sabetoelnja tiada seesah boeat didjalan- ken, djikaloe orang hendak berlakoe saderhana dan fahamken sadja toedjoeannja jang paling perloe. Khong Tjoe poen ada memberi katerangan dalem Loen Gie bagian Ill fatsal 12, bahoea jang paling perloe dalem sembahjangan pada leloehoer atawa machloek soetii adalah kasoedjoetan jang sapenoehnja, seperti djoega jang disembahjangin ada Aadlir di depan al pemoedja. Orang jang sembahjang angsal djadi sadja, apalagi djikaloe tjoemah mengirim wakil, ada sama djoega tida bersembahjang. YW<noinclude></noinclude> h38uxdwhmxjey24qh9375mgjycreqr1 320921 320914 2026-10-11T13:57:34Z Berkah Kurnia 1A 27785 320921 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>PEMANDANGAN SAM KAUW. satjara berbisik, maksoed boeat apa itoe sembahjang dilakoeken. Inilah ada berdasar atas kapertjaja’an jang itoe asep doepa nanti sampeken itoe kabaran pada siapa jang ditoedjoeken. Dalem oepatjara sembahjangan jang besar dan penting, biasanja maksoed dan toedjoeannja, teroetama jang mengandoeng permoehoenan ini dan itoe, ada ditoelis di atas sapotong kertas dengen rapih, laloe dibatjaken dengen soeara njaring oleh jang pimpin itoe oepatjara, jang dengen begitoe ada berlakoe sabagi pendita. Sasoedahnja abis dibatja, itoe soerat laloe dibakar, atas kapertjaja’an bagiannja jang aloes,jaitoe itoe soerat atawa permoehoenan poenja ,,soemanget”, nanti sampe pada itoe roh atawa machloek 10 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. soetji jang dimaksoedken, Atoeran dan oepatjara sembahjangan Tionghoa, maskipoen kaliatannja sanget roewet dan disertaken banjak atoeran, sabetoelnja tiada soesah boeat didjalanken, djikaloe orang hendak berlakoe saderhana dan fahamken sadja toedjoeannja jang paling perloe. Khong Tjoe poen ada memberi katerangan dalem Loen Gie bagian lll fatsal 12, bahoea jang paling perloe dalem sembahjangan pada leloehoer atawa machloek soetji adalah kasoedjoetan jang sapenoehnja, seperti djoega jang disembahjangin ada hadlir di depan si pemoedja. Orang jang sembahjang angsal djadi sadja,apalagi djikaloe tjoemah mengirim wakil, ada sama djoega tida bersembahjang. 11<noinclude></noinclude> 5mh0zr0w71g17bk49p8sgpxkv5kbk5c 321009 320921 2026-10-12T06:15:31Z Berkah Kurnia 1A 27785 321009 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>PEMANDANGAN SAM KAUW. satjara berbisik, maksoed boeat apa itoe sembahjang dilakoeken. Inilah ada berdasar atas kapertjaja’an jang itoe asep doepa nanti sampeken itoe kabaran pada siapa jang ditoedjoeken. Dalem oepatjara sembahjangan jang besar dan penting, biasanja maksoed dan toedjoeannja, teroetama jang mengandoeng permoehoenan ini dan itoe, ada ditoelis di atas sapotong kertas dengen rapih, laloe dibatjaken dengen soeara njaring oleh jang pimpin itoe oepatjara, jang dengen begitoe ada berlakoe sabagi pendita. Sasoedahnja abis dibatja, itoe soerat laloe dibakar, atas kapertjaja’an bagiannja jang aloes,jaitoe itoe soerat atawa permoehoenan poenja ,,soemanget”, nanti sampe pada itoe roh atawa machloek 10 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. soetji jang dimaksoedken. Atoeran dan oepatjara sembahjangan Tionghoa, maskipoen kaliatannja sanget roewet dan disertaken banjak atoeran, sabetoelnja tiada soesah boeat didjalanken, djikaloe orang hendak berlakoe saderhana dan fahamken sadja toedjoeannja jang paling perloe. Khong Tjoe poen ada memberi katerangan dalem Loen Gie bagian lll fatsal 12, bahoea jang paling perloe dalem sembahjangan pada leloehoer atawa machloek soetji adalah kasoedjoetan jang sapenoehnja, seperti djoega jang disembahjangin ada hadlir di depan si pemoedja. Orang jang sembahjang angsal djadi sadja,apalagi djikaloe tjoemah mengirim wakil, ada sama djoega tida bersembahjang. 11<noinclude></noinclude> gvuu5ywi5n33fzhe84091j63oykknk0 321010 321009 2026-10-12T06:16:02Z Berkah Kurnia 1A 27785 321010 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>PEMANDANGAN SAM KAUW. satjara berbisik, maksoed boeat apa itoe sembahjang dilakoeken. Inilah ada berdasar atas kapertjaja’an jang itoe asep doepa nanti sampeken itoe kabaran pada siapa jang ditoedjoeken. Dalem oepatjara sembahjangan jang besar dan penting, biasanja maksoed dan toedjoeannja, teroetama jang mengandoeng permoehoenan ini dan itoe, ada ditoelis di atas sapotong kertas dengen rapih, laloe dibatjaken dengen soeara njaring oleh jang pimpin itoe oepatjara, jang dengen begitoe ada berlakoe sabagi pendita. Sasoedahnja abis dibatja, itoe soerat laloe dibakar, atas kapertjaja’an bagiannja jang aloes,jaitoe itoe soerat atawa permoehoenan poenja ,,soemanget”, nanti sampe pada itoe roh atawa machloek 10 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. soetji jang dimaksoedken. Atoeran dan oepatjara sembahjangan Tionghoa, maskipoen kaliatannja sanget roewet dan disertaken banjak atoeran, sabetoelnja tiada soesah boeat didjalanken, djikaloe orang hendak berlakoe saderhana dan fahamken sadja toedjoeannja jang paling perloe. Khong Tjoe poen ada memberi katerangan dalem Loen Gie bagian lll fatsal 12, bahoea jang paling perloe dalem sembahjangan pada leloehoer atawa machloek soetji adalah kasoedjoetan jang sapenoehnja, seperti djoega jang disembahjangin ada hadlir di depan si pemoedja. Orang jang sembahjang angsal djadi sadja,apalagi djikaloe tjoemah mengirim wakil, ada sama djoega tida bersembahjang. 11<noinclude></noinclude> 12h03bjqo2fui319i0plbjop748dz4t Halaman:Buku Pedoman Agama Khong Hu Tju.pdf/5 104 116521 320918 2026-10-11T13:34:10Z Allya Shahriza 27711 /* Telah diuji baca */ 320918 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Allya Shahriza" /></noinclude>{{center|- 4 -}} 20. Sampai usia berapakah Chung Ni tetap bersekolah? - Ia tetap bersekolah sampai mentjapai usia 17 tahun, kemudian ia berhenti. Karena tekanan ekonomi ibunja tidak dapat melandjutkan sekolah terus. Ia terpaksa pergi mentjari pekerdjaan guna meringankan beban hidup sekeluarga. 21. Apakah Chung Ni tetap hidup budjangan kemudiannja? - Tidak. Pada usia 19 tahun ia dinikahkan dengan seorang putrinja keluarga Chion Kuan dari negeri tetangganja, negeri Sung. 22. Adakah mempelai tersebut beruntung hidupnja? - Mereka hidupnja sangat beruntung, ternjata satu tahun kemudian mereka diberkahi keturunan seorang putra jang diberi nama "Kung Li" alias "Kung Pha I". Dan, pada waktu mereka merayakan tepat usia satu bulan putra mereka tersebut, dari Pangeran negeri Lu-Kuo mereka dihadiahi seekor ikan gurami. 23. Bagaimanakah kehidupan keluarga Chung Ni selandjutnja? - Dengan makin beratnja beban hidup, maka Chung Ni djuga berusaha menambah penghasilan. Ia kemudian bekerdja pada Chi Suen, seorang menteri pemilik dan pengumpul hasil pertanian dari negeri Lu-Kuo. 24. Bagaimana sikapnja Chung Ni terhadap pokerdjaan baru tersebut? - Walaupun pekerdjaan jang ditugaskan kepadanya tidak sesuai dengan bakat dirinja, namun ia berusaha untuk melaksanakan dengan sebaik mungkin, dan menghindarkan sesuatu yang dapat merugikan kaum petani. Karena sikapnja yang adil dan ramah tanah [ramah tamah], maka Chung Ni sangat disuka oleh para petani. 25. Apakah dalam tugasnja Chung Ni tidak merugikan madjikannja? - Tidak. Karena bukan kepentingan sefihak yang didjaga ketjurangan djengan sampai terdjadi, pun kepentingan kedua fihak didjamin sama2. {{center|- 5 -}} Didalam tata buku pun Chung Ni memperlihatkan ketjakapannya. 26. Bagaimana selandjutnja sikap fihak madjikan terhadap Chung Ni? - Ia sangat menghargai ketjakapan kerdjanja, maka sesudah dapat membereskan tugasnya dibidang pertanian, ia dipokerdjakan pada bidang peternakan jang sedang alankan keruwotan. 27. Pada pekerdjaan jang baru ini apakah Chung Ni djuga merasa senang? - Karena Chung Ni menitik beratkan pada suka beladjar dan suka kerdja, maka sekalipun ia menghadapi tugas baru yang berlainan, ia tetap memperlihatkan ketjakapan diri yang terpudji. 28. Tjoba beri sekedar pendjelasan tentang tjara Chung Ni bekerdja dilapangan peternakan tersebut? - Mula2 ia menjelidiki hal2 yang menjebabkan kurang beresnya pekerdjaan, kemudian ia berusaha mentjari djjalan untuk penjelesaiannja. Ia membagi wilajah penggembalaan dengan baik dan adil, kemudian mengatur persediaan makanan ternak dimusim dingin setjukupnja. Ia suka sekali berwawantjara dengan para penggembala yang sering djadi korban penipuan mereka yang lebih tinggi dududukannja. Chung Ni sangat mendjunjung tinggi kepentingan rakjat diatas segala galanja. 29. Sampai berapa lamakah ibu Yen Tsen Tsai dapat menjaksikan perkembangan hidup putra beliau? - Ibu Yen Tsen Tsai meninggal dunia ketika Chung Ni mentjapai usia 26 tahun. Djenasahnja dimakamkan bersama2 dengan djenasah ajahnja, yang ketika meninggal masih dititipkan dipondok dekat djalan raja Wu Fu, kini dikebumikan bersama diatas bukit Fung. 30. Setelah ibundanya meninggal apakah Chung Ni (Khong Hu-Tju) masih tetap melandjutkan pekerdjaan Beliau? - Tidak. Ia berhenti kerdja untuk melakukan masa berkabung atas kematian ibu Beliau yang ditjin_<noinclude></noinclude> 8ffnj841374vjcciq702zabaryytdzl Halaman:Buku Pedoman Agama Khong Hu Tju.pdf/6 104 116522 320920 2026-10-11T13:56:30Z Allya Shahriza 27711 /* Telah diuji baca */ 320920 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Allya Shahriza" /></noinclude>{{center|- 6 -}} tai, namun dalam masa berkabung ini Nabi Khong Hu-Tju tidak membuang waktunja, Beliau gunakan waktu luang tersebut untuk memperdalam pengetahuan; dan setelah masanja berkabung selesai barulah Nabi Khong Hu-Tju mengambil alat2 musik untuk dimainkan sebagaimana biasa. 31. Pada usia berapakah Nabi Khong Hu-Tju mulai dikenal nama Beliau? - Ketika Beliau sudah berusia 26 tahun, maka mulai banjak orang2 ternama datang mengundjungi Beliau guna memohon nasehatnja. Mereka sangat menghargai Beliau jang masih dalam usia muda sudah demikian luas pengertian dan pengetahuannja, soolah-olah bagikan orang jang landjut usia serta penuh pengalaman hidupnja. 32. Apakah Nabi Khong Hu-Tju senantiasa tinggal di negeri Lu-Kuo? - Tidak selalu. Beliau gemar sekali merantau mendjeladjahi kota2 dan negeri lain guna menambah pengetahuan serta pengalaman Beliau. Pertama-tama Beliau berkundjung kekota Lo, ibukota dari negeri Chow, kepentingan terutama guna memahami perpustakaan negeri tersebut serta seni musiknja. 33. Adakah kepergian Beliau itu seorang diri sadja? - Beliau pergi ke negeri Chow dengan di-ikuti dua orang siswa Beliau, masing2 Meng I Tse dan Nan Kung Ching Shieh. 34. Adakah hasil2 jang didapat sewaktu Nabi memahami perpustakaan negara Chow? - Beliau menemukan kerangan2 dan tjatatan2 djaman purba yang sangat tinggi sekali nilainja; semue itu dari buah karya orang2 terpelajar yang mendalam pengetahuan mereka; dan selain tersebut Beliau mendjumpai banjak barang2 kebudayaan yang sangat indah. 35. Kesan apakah yang timbul dalam hati Beliau setelah menjaksikan benda2 dan karangan2 purba? - Beliau sangat kagum atas kepribadian radja2 besar pembangunan keradjaan Chow, sungguh mereka ma {{center|- 7 -}} rupakan teladan2 yang bidjaksana dan luhur budi, jang dapat dipergunakan sebagai petundjuk2 untuk membimbing para siswa Beliau. 36. Selain perpustakaan, adakah lain objek jang djadi perhatian Nabi Khong Hu-Tju dalam perantauan Beliau? - Beliau berkundjung djuga kosebuah Klentong tua, yang dibangun sebagai penghormatan kepada Hou Cho, seorang menteri pertanian dimasa dinasty Shang. Dinasty Shang ialah satu tingkat diatas dinasty Chow. 37. Kesan apa yang didapat Beliau atas kundjungannya ke Klentong purba tsb.? - Setelah Nabi Khong Hu-Tju menjaksikan banjak gambar2 dari para radja didjaman purba, dari situ terdapat gambar2 para radja jang bidjaksana maupun wadjah radja2 yang lalin. Beliau berkesan betapa menondjol kepribadian wadjah2 jang lalin maupun yang penuh kebidjaksanaan. Dari situ pula dapat dibajangkan wadjah2 yang monggonggun kedjaksanaan serta mereka yang akan menjurus kepada keruntuhan, kehantjuran negaranja. 38. Adakah lain hal lagi yang menarik perhatian Nabi Khong Hu-Tju? - Jang menarik perhatian Beliau ialah sebuah lukisan, jang melukiskan pangeran Chow sedang mendukung putra mahkota pada lengan kanannja, dan pada lengan kirinja mendukung kemenakan belian; lukisan tersebut melambangkan beliau mengatur negara atas nama mereka, jang dengan relai menjisihkan kepentingan diri sendiri. 39. Adakah pernyataan2 jang diutjapkan sehubungan dengan apa jang sudah diperhatikan Beliau? - Nabi Khong Hu-Tju bersabda: "Djikalau orang bertjermin, maka ia akan melihat dirinja sendiri, demikian pula apabila kita akan menilai apa2 yang terjadi pada dewasa ini, maka padukanlah kepada sesuatu yang telah terjad pada masa yang sudah lampau. Pengorbanan yang disertai rasa tjinta kasih akan memperlihatkan suatu pe-<noinclude></noinclude> 18eyikzs14bgwoyuu2yl191fw8f6unl Halaman:Keris (2014).pdf/16 104 116523 320922 2026-10-11T14:12:45Z SilviaMamas 25803 /* Telah diuji baca */ 320922 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="SilviaMamas" /></noinclude>Dewasa ini keris banyak digubah dalam selera keindahan seni murni, namun seyogyanya pembuatan keris kreasi baru tetap tidak meninggalkan fungsi dasarnya sebagai senjata tikam. Kendati dewasa ini keris sudah tidak digunakan sebagai senjata, disain ergonomis keris sebagai senjata tetap tidak boleh diabaikan. Pada masa lalu pun banyak keris pusaka yang dibuat dengan seni yang indah dan dengan bentuk yang kecil serta tipis (seperti pada patrem dan keris pesanan khusus), tetapi tetap tidak melupakan logika bentuk fungsi sebagai senjata tikam. Dhapur Brojol Pamor kulit semangka Tangguh Tuban Usia +- 500 tahun Gambar 3. Dasar bentuk keris, dengan ricikan bagian ganja di pangkal bilah , pejetan dan gandhik di sor-soran depan, serta bentuk bilah ya ng cenderung melengkung ke dalam (condhong leleh ) (Dok. Krishna, 2009) Sekilas Tentang Keris 9<noinclude></noinclude> aim41c9pqhits9fro0owy3kv11porhn Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 23).pdf/1 104 116524 320923 2026-10-11T14:16:52Z Allya Shahriza 27711 /* Telah diuji baca */ 320923 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Allya Shahriza" /></noinclude>SIGNATUUR MICROVORM : SHELF NUMBER MICROFORM: M SINO 0092 dl 23 BIBLIOGRAFISCH VERSLAG: BIBLIOGRAPHIC RECORD: MOEDERNEGATIEF OPSLAGNUMMER: MASTER NEGAT IVE STORA GE NUMBER: MM69C-1OO167 KITLV/Royal Netherlands Institute or Southeast Asian and Caribbean Studies Boekee tjerita Sam Kok/ tersalin oleh Lie In Eng .-Batlvla : Sin Po, 1911-1912.-65dl. ; 17cm DjlL. 1-65. AUTEUR(S) Lie In Eng Exemplaargegevens: Djil.1-65 in 8 bd.(tamat) Sign. van origineel: Shelfnr. of original copy: M 1998 A 5637-1998 A 5639 Filmformaat / Size of film : Beeld plaatsing / Image placement: Reductie moederfilm / Reduction Master film: Jaar van verfilming / Filmed in : Verfilmd door bedrijf / Filmed by: Sign . van microvorm; Shelfar. of mlcroform: M SINO 0092 di 23 HDP / 1 6 / mm COMIC / lIB 15 : 1 2004 Karmac Microfilm Systems<noinclude></noinclude> a0ilmelqn37zlnq8ujfv3hwcidin57o Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 23).pdf/2 104 116525 320924 2026-10-11T14:28:04Z Allya Shahriza 27711 /* Telah diuji baca */ 320924 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Allya Shahriza" /></noinclude>{{Center|°°°}} {{Center|BOEKOE TJERITA}} {{Center|'''S A M K O K'''}} {{Center|TERSALIN OLEH:}} {{Center|'''LIE IN ENG'''}} {{Center|BATAVIA}} {{Center|Djilid 23}} {{Center|DITJITAK DAN DIKALOERKEN OLEH}} {{Center|'''DRUKKERIJ SIN PO'''}} {{Center|BATAVIA}} {{Center|1911}} {{Center|°°°}}<noinclude></noinclude> rkrfxkqcz3np38bjm32inrpayiml3gg Halaman:Keris (2014).pdf/18 104 116526 320925 2026-10-11T14:39:42Z SilviaMamas 25803 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Pasca kemunduran Majapahit, bermunculan kerajaan-kerajaan bercorak Islam sebagai pengisi kekuasaan selepas Majapahit. Tak berbeda dengan Pendahulunya yang berkuasa dengan simbol-simbol politik, kerajaan Islam di Nusantara pun memerintah dengan simbol regalia kebesaran kerajaan. Salah satunya dengan pusaka keris, sebagai legitimasi politik dan mitos sentralisasi kekuasaan Nusantara. Alkulturasi budaya keris dalam dimensi ide, sosial, dan teknolo... 320925 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="SilviaMamas" /></noinclude>Pasca kemunduran Majapahit, bermunculan kerajaan-kerajaan bercorak Islam sebagai pengisi kekuasaan selepas Majapahit. Tak berbeda dengan Pendahulunya yang berkuasa dengan simbol-simbol politik, kerajaan Islam di Nusantara pun memerintah dengan simbol regalia kebesaran kerajaan. Salah satunya dengan pusaka keris, sebagai legitimasi politik dan mitos sentralisasi kekuasaan Nusantara. Alkulturasi budaya keris dalam dimensi ide, sosial, dan teknologi, dengan budaya yang bernafaskan Islam lalu kebudayaan Eropa yang menyusul datang ke Nusantara, menjadikan wajah keris menjadi semakin kompleks dan sarat dengan keberagaman. Simbol-simbol keagamaan dari Islam dan pengaruh kolonial, bercampur dengan ide-ide awal yang sudah terkristal sejak zaman megalitik hingga kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha. Dhapur Buto Ijo Luk 13 Pamor Beras Wutah Tangguh Surakarta PB V Usia +- 170 tahun Gambar 5. Keris Jawa dengan rajah lafadz Allah (Dok. Majalah Pusaka Keris, 2008) Sekilas Tentang Keris 11<noinclude></noinclude> 5bv9ejnp7m2uwc1qcwfi0budaklxm07 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 23).pdf/3 104 116527 320926 2026-10-11T14:41:59Z Allya Shahriza 27711 /* Telah diuji baca */ 320926 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Allya Shahriza" /></noinclude>{{Center|'''Ini Boekoe Tjerita'''}} {{Center|'''SAM KOK'''}} {{Center|djikaloe tiada ada halangan saban boelan nanti dikaloearkan paling sedikit 2 djilid}} {{center|Harganja 1 djilid boeat :}} Langganan ,,Sin Po'' dalem kota Betawi . . . ƒ 0.25 Boekan Langganan ,,Sin Po'' dalem kota Betawi . . 0.50 Langganan ,,Sin Po'' di loear kota Betawi . . . 0.35 Boekan Langganan ,,Sin Po'' di loear kota Betawi . . 0.65 Ini harga di-itoeng: Boeat dalem kota Betawi pemesen dapet trima di roemanja dan di loear kota Betawi franco aange-teekend di Post, asal sadja dikirim oe-wangnja lebi doeloe. Siapa jang hendak pesen ini boekoe boeat saban terbitnja, diminta dengen hormat soeka mengirim soerat pada: {{center|YOE SIN GIE,}} {{center|Administrateur ,,SIN PO''}} {{center|BATAVIA.}} {{center|Kon. Inst. v. Taal-, Land-}} {{center|2532 1978}} {{center|en Volkenkunde}} {{center|'''Tjerita SAM KOK'''}} {{center|TERSALIN OLEH}} {{center|'''LIE IN ENG'''.}} {{center|Djilid ka XXIII.}} „Kau poenja omongan ini dengen sasoenggoenja ada soeatoe peroendingan jang berharga besar sekali!” memoedji Soen Kwan, koetika Kam Leng, soeda menjataken pikirannja. Kamoedian Soen Kwan sigra titaken Tjioe Dji mengapalaken balatentara darat dan laoet sebagi panglima prang besar, Lu Bong dititaken madjoe lebi doeloe sebagi Sian Hong, sedeng Kam Leng dan Tang Sit diangkat djadi panglima pembantoe bersama ia, Soen Kwan sendiri madjoe ka medan prang dengen 10 laksa soldadoe aken memaloemken prang pada Oeij Tjouw. Brangkatnja ini angkatan prang, mata-mata dari Kang He sigra djoega telah dapet taoe, maka hal ini lantas dibri taoe pada pembesarnja. Satelah menerima itoe kabar, Oeij Tjouw lantas koempoelken sekalian penggawanja, jang laloe diadjak doedoek berempoek aken mentjari daja oepaja boeat menangkis penjerangannja moesoe. Sam Kok 111<noinclude></noinclude> jqasxg2uve79e8z8lodz45mivi76td6 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 23).pdf/4 104 116528 320929 2026-10-11T14:50:58Z Allya Shahriza 27711 /* Telah diuji baca */ 320929 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Allya Shahriza" /></noinclude>{{center|- 1862 -}} Sasoedanja ambil poetoesan dalem itoe persidangan,Oeij Tjouw lantas titaken Souw Hoei djadi panglima prang besar,sedeng Tan Tjioe dan Teng Liong diangkat djadi Sian Hong,dengen membawa sabrapa adanja balatentara Kang He madjoe ka medan prang. Tan Tjioe dan Teng Liong masing-masing lantas madjoeken satoe pasoekan praoe prang jang dilengkapken dengen sariboe lebi sendjata pana boat mendjaga datengnja moesoe di pelaboean Bian Kho.Di pelaboean tersebut praoe-praoenja marika itoe digondeng dengen tambang besar,soepaja bisa mengambang tetep di atas aer. Tatkala balatentara moesoe sampe di itoe pelaboean,sambil memboenjiken tamboer laskar-laskar prang jang ada di dalem praoe lantas melepasken anak pana,jang toeroen sebagi oedjan menoedjoe pada balatentara Tong Gouw,jang lantaran begitoe,boekan sadja djadi tiada brani madjoe,hanja djadi kapaksa moesti moendoer bebrapa paal djaoenja. Koetika soeda moendoer,Kam Leng berkata pada Tang Sit:„Sekarang,sebab kita-orang soeda sampe disini,toch kapaksa kita moesti madjoe kombali.” Saăbisnja berkata begitoe,lantas ia pili saratoes lebi praoe-praoe jang lebi ketjil dan moatken 50 laskar prang jang terpeladjar di dalem sasoepatoe praoe itoe,jaitoe 20 dari antaranja diprenta mengajoe,sedeng yang 30 disoeroe pake badjoe prang {{center|- 1863 -}} jang tersaloet wadja dan masing-masing membawa sendjata golok. Sebab ini semoea soldadoe berlakoe gaga dan tiada perdoeliken anak pana yang dilepas oleh moesoe,maka iaorang soeda bisa madjoe sampe berdamping dengen praoe-praoe moesoe.Di itoe waktoe balatentara Tong Gouw lantas batjok semoea tambang jang hoeboengken praoe-praoe moesoe satoe sama laen,hingga dalem bebrapa saăt sadja itoe praoe-praoe djadi terpentjar satoe dari laen dan djadi malang melintang di atas aer. Sedeng moesoe lagi sanget ripoe lantaran praoe-praoenja djadi terpentjar,dengen tjepet sekali Kam Leng lompat ka dalem praoenja Teng Liong and lantas menabas pada itoe laksamana,jang tiada keboeroe menangkis,hingga sakoetika itoe djoega djiwanja djadi binasa. Melihat itoe gelagat jang koerang baek,Tan Tjioe lantas kasi djalan praoenja dengen tjepet aken menjingkirken diri dari itoe bahaja. Satelah meliat moesoe hendak melariken diri, Lu Bong lantas lompat ka laen praoe ketjil, jang ia gajoe sendiri,laloe menjerang dan membakar praoe-praoe moesoe. Itoe koetika dengen goegoep Tan Tjioe hendak naek ka darat,tapi sablonnja ia sampe di tepi soengei,Lu Bong jang mengedjer dengen mati-matian dadet soesoel ia poenja praoe dan satelah berdam-<noinclude></noinclude> n1xywql1slhtmus7dwduhzvyimoksm1 Halaman:Boekoe tjerita Sam Kok (Jilid ke 23).pdf/5 104 116529 320930 2026-10-11T14:55:35Z Allya Shahriza 27711 /* Telah diuji baca */ 320930 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Allya Shahriza" /></noinclude>{{center|- 1864 -}} ping,Lu Bong lantas menabas dengen goloknja di betoelan pinggangnja Tan Tjioe,jang sasaăt itoe djoega roboeh dan linjap njawanja. Tempo Souw Hoei dengen angkatan-prangnja dateng hendak memberi pertoeloengan pada kawankawannja,semoea balatentara Tong Gouw soeda naek ka darat dan menjerang pada marika itoe dengen heibat sekali. Kerna tiada sanggoep menangkis penjerangannja moesoe jang begitoe heibat,maka tiada antara lama balatentaranja Oeij Tjouw dapet karoesakan besar sekali,hingga Souw Hoei kapaksa melariken diri menoedjoe ka djalanan-djalanan jang dirasa tiada berbahaja. Tapi apa tjilaka di tenga djalan ia berpapasan pada Phoa Tjiang,penggawa prang dari Tong Gouw,jang lantas menjerang padanja dan baroe sadja bertempoer bebrapa djoeroes, Souw Hoei kena ditawan idoep-idoep oleh Phoa Tjiang,jang sigra bawa itoe orang tawanan mengadep pada Soen Kwan di dalem praoe prang besar. Soen Kwan prenta kasi masoek Souw Hoei ka dalam kahar tawanan,aken menoenggoe sampe Oeij Tjouw soeda dapet ditawan idoep,itoe koetika baroelah hendak didjalanken hoekoeman mati pada marika itoe. Kamoedian Soen Kwan lantas madjoeken semoea {{center|- 1865 -}} balatentaranja ka moeara He Kho,sasampenja dimana dengen tiada perdoeli siang atawa malem iaorang troes mengepoeng pada moesoe di itoe pelaboean.<noinclude></noinclude> 531imwrpseklbb0ub4v9qyv2jv6guek Halaman:Keadilan Sosial dalam Islam.pdf/16 104 116530 320931 2026-10-11T15:44:56Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 /* Telah diuji baca */ 320931 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita Puspita s. A1" /></noinclude> Dihadis jang lain ditegaskannja lagi: ,,Abu Zarr bertanja:Tidakkah akan engkau angkat aku dalam satu djabatan. ja · Rasulullah?", Beliau mendjawab: ,,Hai Abu Zarr, engkau lemah. pa· dahal ini adalah amanat dan dihari kiamat hahja kehinaan dan kesesalan, ketjuali bagi jang sanggup mengambilnja menurut haknja dan membajarkan dengan semestinja." .(Muslim). ,,Demi Allah, kami tidaklah akan mengangkat seseorang memikul suatu djabatan, karena dimintanja, atau karena sangat inginnja kepadanja". (Buchari Muslim). • * * Sampai begitu sudah mendalamnja tuntunan2 jaang digariskan Rasulullah s.a.w, dengan pertolongan wahju Tuhan, bagaimana hendaknja supaja tertjapai masjarakat jang adil. Keadilan Sosial dan pemerintahan jang teratur dan Negara jang adil dan ma'mur. Sesudah itu djika terdjadi kesulitan2 atau peristiwa jang mengganggu keamanan masjarakat adil itu.setiap orang dalam masjarakat diberi tanggung djawab menjelesaikannja, dibawah penilikan pemerintahan jang kuat. Maka terserahlah kepada kita menjempurnaknnja, djangan dia sampai basi dan bobrok ,karena perobahan zaman. Masjarakat senantiasa berkembang . Dasar tetap dipegan. tetapi perkembangan2 masjarakat tidaklah boleh di mungkiri. -14-<noinclude></noinclude> 473k37sf8re2762i7aneocuru73z68l Halaman:Berbagi-bagi katerangan tentang sembahjangan Tionghoa dan toedjoeannja Bagian 1.pdf/11 104 116531 320932 2026-10-11T16:27:41Z Berkah Kurnia 1A 27785 /* Telah diuji baca */ 320932 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>- PEMANDANGAN SAM KAUW. Laen dari itoe ada perloe djoega dioendjoek, atoeran dan oepatjara sembahjangan Tionghoa boekan beratsal dari peladjaran atawa boeah pendapetannja Khong Tjoe, loo Tjoe atawa kaoem Buddhist, hanja soedah ada dan berlakoe riboean taon di moeka Khong Tjoe, Loo Tjoe atawa Buddha terlahir, brangkalih soedah mandjadi kabiasa'an oemoem dari zaman sabelennja ada hikajat. (prehistoric). Khong Tjoe tjoemah koempoel dan saring itoe atoeran dan adat-istiadat jang didjalanken oleh berbagi-bagi dijnastie koeno, jang amat boleh djadi telah tjangkok itoe dari adat kabiasa'an jang soedah berlakoe lebih doeloe lagi.Agama Buddha jang dateng beberapa abad sasoedahnja Khong Tjoe, tida merobah itoe atoeran oemoem, 12 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. malah kaoem Buddhist Tionghoa telah gaboengin itoe samoea mendjadi satoe dengen oepatjara Buddhist, lantaran mana sembahjangan pada leloehoer berdjalan teroes, dan kaoem Buddhist Tionghoa djikaloe meninggal djarang jang majitnja dibakar. Sampe disini ini pembitjara'an saja achirken, dan laen boelan nanti disamboeng lagi. II. Pembatja jang terhormat, Sekarang, aken samboengin apa jang soedah dibitjaraken pada boelan jang laloe, saja maoe toeloerken sembahjangan Tionghoa jang disertaken sesadjèn. lni matiem sembahjangan, jang mendjadi sabagian de 13<noinclude></noinclude> 1cpyydwgdk9uf62azcpxs6azl7w31sz 320934 320932 2026-10-11T16:33:09Z Berkah Kurnia 1A 27785 320934 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>- PEMANDANGAN SAM KAUW. Laen dari itoe ada perloe djoega dioendjoek, atoeran dan oepatjara sembahjangan Tionghoa boekan beratsal dari peladjaran atawa boeah pendapetannja Khong Tjoe, loo Tjoe atawa kaoem Buddhist, hanja soedah ada dan berlakoe riboean taon di moeka Khong Tjoe, Loo Tjoe atawa Buddha terlahir, brangkalih soedah mandjadi kabiasa'an oemoem dari zaman sabelennja ada hikajat. (prehistoric). Khong Tjoe tjoemah koempoel dan saring itoe atoeran dan adat-istiadat jang didjalanken oleh berbagi-bagi dijnastie koeno, jang amat boleh djadi telah tjangkok itoe dari adat kabiasa'an jang soedah berlakoe lebih doeloe lagi.Agama Buddha jang dateng beberapa abad sasoedahnja Khong Tjoe, tida merobah itoe atoeran oemoem, 12 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. malah kaoem Buddhist Tionghoa telah gaboengin itoe samoea mendjadi satoe dengen oepatjara Buddhist, lantaran mana sembahjangan pada leloehoer berdjalan teroes, dan kaoem Buddhist Tionghoa djikaloe meninggal djarang jang majitnja dibakar. Sampe disini ini pembitjara'an saja achirken, dan laen boelan nanti disamboeng lagi. II. Pembatja jang terhormat, Sekarang, aken samboengin apa jang soedah dibitjaraken pada boelan jang laloe, saja maoe toeloerken sembahjangan Tionghoa jang disertaken sesadjèn. lni matiem sembahjangan, jang mendjadi sabagian dari 13<noinclude></noinclude> ml63tr72ed6tqggt59o4mp8qmba2yjw 320936 320934 2026-10-11T16:34:00Z Berkah Kurnia 1A 27785 320936 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>- PEMANDANGAN SAM KAUW. Laen dari itoe ada perloe djoega dioendjoek, atoeran dan oepatjara sembahjangan Tionghoa boekan beratsal dari peladjaran atawa boeah pendapetannja Khong Tjoe, loo Tjoe atawa kaoem Buddhist, hanja soedah ada dan berlakoe riboean taon di moeka Khong Tjoe, Loo Tjoe atawa Buddha terlahir, brangkalih soedah mandjadi kabiasa'an oemoem dari zaman sabelennja ada hikajat. (prehistoric). Khong Tjoe tjoemah koempoel dan saring itoe atoeran dan adat-istiadat jang didjalanken oleh berbagi-bagi dijnastie koeno, jang amat boleh djadi telah tjangkok itoe dari adat kabiasa'an jang soedah berlakoe lebih doeloe lagi.Agama Buddha jang dateng beberapa abad sasoedahnja Khong Tjoe, tida merobah itoe atoeran oemoem, 12 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. malah kaoem Buddhist Tionghoa telah gaboengin itoe samoea mendjadi satoe dengen oepatjara Buddhist, lantaran mana sembahjangan pada leloehoer berdjalan teroes, dan kaoem Buddhist Tionghoa djikaloe meninggal djarang jang majitnja dibakar. Sampe disini ini pembitjara'an saja achirken, dan laen boelan nanti disamboeng lagi. II. Pembatja jang terhormat, Sekarang, aken samboengin apa jang soedah dibitjaraken pada boelan jang laloe, saja maoe toeloerken sembahjangan Tionghoa jang disertaken sesadjèn. lni matiem sembahjangan, jang mendjadi sabagian da 13<noinclude></noinclude> f1klssq17533dlc9347ldijar09akta 320939 320936 2026-10-11T19:47:36Z Berkah Kurnia 1A 27785 320939 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>- PEMANDANGAN SAM KAUW. Laen dari itoe ada perloe djoega dioendjoek, atoeran dan oepatjara sembahjangan Tionghoa boekan beratsal dari peladjaran atawa boeah pendapetannja Khong Tjoe, loo Tjoe atawa kaoem Buddhist, hanja soedah ada dan berlakoe riboean taon di moeka Khong Tjoe, Loo Tjoe atawa Buddha terlahir, brangkalih soedah mandjadi kabiasa'an oemoem dari zaman sabelennja ada hikajat. (prehistoric). Khong Tjoe tjoemah koempoel dan saring itoe atoeran dan adat-istiadat jang didjalanken oleh berbagi-bagi dijnastie koeno, jang amat boleh djadi telah tjangkok itoe dari adat kabiasa'an jang soedah berlakoe lebih doeloe lagi.Agama Buddha jang dateng beberapa abad sasoedahnja Khong Tjoe, tida merobah itoe atoeran oemoem, 12 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. malah kaoem Buddhist Tionghoa telah gaboengin itoe samoea mendjadi satoe dengen oepatjara Buddhist, lantaran mana sembahjangan pada leloehoer berdjalan teroes, dan kaoem Buddhist Tionghoa djikaloe meninggal djarang jang majitnja dibakar. Sampe disini ini pembitjara'an saja achirken, dan laen boelan nanti disamboeng lagi. II. Pembatja jang terhormat, Sekarang, aken samboengin apa jang soedah dibitjaraken pada boelan jang laloe, saja maoe toeloerken sembahjangan Tionghoa jang disertaken sesadjèn. lni matiem sembahjangan, jang mendjadi sabagian da 13<noinclude></noinclude> r101jabpo4ri3qfmj9yhx60y5cy6o5y 321012 320939 2026-10-12T06:28:54Z Berkah Kurnia 1A 27785 321012 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude> PEMANDANGAN SAM KAUW. Laen dari itoe ada perloe djoega dioendjoek, atoeran dan oepatjara sembahjangan Tionghoa boekan beratsal dari peladjaran atawa boeah pendapetannja Khong Tjoe, loo Tjoe atawa kaoem Buddhist, hanja soedah ada dan berlakoe riboean taon di moeka Khong Tjoe, Loo Tjoe atawa Buddha terlahir, brangkalih soedah mendjadi kabiasa'an oemoem dari zaman sabelennja ada hikajat (prehistoric). Khong Tjoe tjoemah koempoel dan saring itoe atoeran dan adat-istiadat jang didjalanken oleh berbagi-bagi dijnastie koeno, jang amat boleh djadi telah tjangkok itoe dari adat kabiasa'an jang soedah berlakoe lebih doeloe lagi.Agama Buddha jang dateng beberapa abad sasoedahnja Khong Tjoe, tida merobah itoe atoeran oemoem, 12 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. malah kaoem Buddhist Tionghoa telah gaboengin itoe samoea mendjadi satoe dengen oepatjara Buddhist, lantaran mana sembahjangan pada leloehoer berdjalan teroes, dan kaoem Buddhist Tionghoa djikaloe meninggal djarang jang majitnja dibakar. Sampe disini ini pembitjara'an saja achirken, dan laen boelan nanti disamboeng lagi. II. Pembatja jang terhormat, Sekarang, aken samboengin apa jang soedah dibitjaraken pada boelan jang laloe, saja maoe toeloerken sembahjangan Tionghoa jang disertaken sesadjèn. lni matjem sembahjangan, jang mendjadi sabagian da~ 13<noinclude></noinclude> e2t5j640kg8asc7r0xb08frh6wa9db4 Halaman:Keadilan Sosial dalam Islam.pdf/17 104 116532 320933 2026-10-11T16:32:38Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 /* Telah diuji baca */ 320933 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita Puspita s. A1" /></noinclude>' BENTUK PEMERINTAHAN ISLAM Sebelum kita masuk membitjarakan bentuk pemerintahan jang dikehendaki Islam, lebih dahulu haruslah kita peladjari ,,tanggung djawab" kita terhadapnja, jaitu Manusia, dalam pandangan Islam. Dalam Kur'an surat Baqarah ajat 30, didjelaskan bahwa Tuhan Allah menjatakan maksudnja kepada malaikat2nja, bahwasanja Dia hendak melantik chalifahnja diatas bumi. Maka ditjiptakannjalah Adam, sebagai manusia pertama jang akan didjadikan Chalifah itu. Chalifah jaitu orang jang diserahi melandjutkan kehendak2 orang jang meng-chalifahinja. Malaikat mengemukakan pertimbangannja, menurut tilikan perhitungannja, bahwasanja Chalifah jang akan dilantik Tuhan itu, mungkin akan membawa kerusakan2 dalam bumi dan menumpahkan darah, sebab dia terdjadi daripada daging dan darah, jang mendjadi sarang dari- pada njawa. Sedang malaikat bukanlah begitu kedjadiannja. Mereka adalah daripada Nur (tjahaja) jang tidak bertumbuh, dan mereka sanggup mengutjapkan tasbih memudji Tuhan dan mensutjikannja. Tetapi Tuhan mendjawab bahwasanja Dia lebih mengetahui akan apa jang tidak mereka ketahui. Artinja, jang nampak oleh malaikat hanjalah kerusakan dan penumpahan darah.Itu memang, tetapi dibalik kerusakan dan penumpahan darah itulah kelak manusia itu akan mentjari sendiri djalan hidupnja. Dari sanalah kelak akan terbuka rahasia2 bumi dan alam jang diserahkan Allah memikirkan kepada mereka. Maka memanglah telah ribuan tahun manusia hidup didunia, dan memang darah tertumpah ,dan memang berkali-kali terdjadi kerusakan. Tetapi malaikat tidaklah dapat memungkiri bagaimana kemadjuan hidup dan prikemanusiaan dan membuktikan adanja Kekuasaan Tinggi dialam. Manusia kian lama kian madju, dan ,,beberapa nama2 telah ditundjukkan kepada Adam". Rahasia jang terpendam telah dibongkar oleh fikiran manusia . ,,Kuntu kanzan machfijah!". Adalah Aku perbendaharaan jang tersembuni, Maka manusia itulah sekian sehari, setahun, seratus ribuan tahun, jang membongkar perbendaharaan itu. -15-<noinclude></noinclude> rn9xcjwrkzcpzt7zjjck9pu9qentva5 320935 320933 2026-10-11T16:33:38Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 320935 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita Puspita s. A1" /></noinclude>' BENTUK PEMERINTAHAN ISLAM Sebelum kita masuk membitjarakan bentuk pemerintahan jang dikehendaki Islam, lebih dahulu haruslah kita peladjari ,,tanggung djawab" kita terhadapnja, jaitu Manusia, dalam pandangan Islam. Dalam Kur'an surat Baqarah ajat 30, didjelaskan bahwa Tuhan Allah menjatakan maksudnja kepada malaikat2nja, bahwasanja Dia hendak melantik chalifahnja diatas bumi. Maka ditjiptakannjalah Adam, sebagai manusia pertama jang akan didjadikan Chalifah itu. Chalifah jaitu orang jang diserahi melandjutkan kehendak2 orang jang meng-chalifahinja. Malaikat mengemukakan pertimbangannja, menurut tilikan perhitungannja, bahwasanja Chalifah jang akan dilantik Tuhan itu, mungkin akan membawa kerusakan2 dalam bumi dan menumpahkan darah, sebab dia terdjadi daripada daging dan darah, jang mendjadi sarang dari- pada njawa. Sedang malaikat bukanlah begitu kedjadiannja. Mereka adalah daripada Nur (tjahaja) jang tidak bertumbuh, dan mereka sanggup mengutjapkan tasbih memudji Tuhan dan mensutjikannja. Tetapi Tuhan mendjawab bahwasanja Dia lebih mengetahui akan apa jang tidak mereka ketahui. Artinja, jang nampak oleh malaikat hanjalah kerusakan dan penumpahan darah.Itu memang, tetapi dibalik kerusakan dan penumpahan darah itulah kelak manusia itu akan mentjari sendiri djalan hidupnja. Dari sanalah kelak akan terbuka rahasia2 bumi dan alam jang diserahkan Allah memikirkan kepada mereka. Maka memanglah telah ribuan tahun manusia hidup didunia, dan memang darah tertumpah ,dan memang berkali-kali terdjadi kerusakan. Tetapi malaikat tidaklah dapat memungkiri bagaimana kemadjuan hidup dan prikemanusiaan dan membuktikan adanja Kekuasaan Tinggi dialam. Manusia kian lama kian madju, dan ,,beberapa nama2 telah ditundjukkan kepada Adam". Rahasia jang terpendam telah dibongkar oleh fikiran manusia . ,,Kuntu kanzan machfijah!". Adalah Aku perbendaharaan jang tersembuni, Maka manusia itulah sekian sehari, setahun, seratus ribuan tahun, jang membongkar perbendaharaan itu. -15-<noinclude></noinclude> dcymivyxb56dsqtk3zoevpwrjlnnyrp 320937 320935 2026-10-11T16:35:13Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 320937 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita Puspita s. A1" /></noinclude>' BENTUK PEMERINTAHAN ISLAM Sebelum kita masuk membitjarakan bentuk pemerintahan jang dikehendaki Islam, lebih dahulu haruslah kita peladjari ,,tanggung djawab" kita terhadapnja, jaitu Manusia, dalam pandangan Islam. Dalam Kur'an surat Baqarah ajat 30, didjelaskan bahwa Tuhan Allah menjatakan maksudnja kepada malaikat2nja, bahwasanja Dia hendak melantik chalifahnja diatas bumi. Maka ditjiptakannjalah Adam, sebagai manusia pertama jang akan didjadikan Chalifah itu. Chalifah jaitu orang jang diserahi melandjutkan kehendak2 orang jang meng-chalifahinja. Malaikat mengemukakan pertimbangannja, menurut tilikan perhitungannja, bahwasanja Chalifah jang akan dilantik Tuhan itu, mungkin akan membawa kerusakan2 dalam bumi dan menumpahkan darah, sebab dia terdjadi daripada daging dan darah, jang mendjadi sarang dari- pada njawa. Sedang malaikat bukanlah begitu kedjadiannja. Mereka adalah daripada Nur (tjahaja) jang tidak bertumbuh, dan mereka sanggup mengutjapkan tasbih memudji Tuhan dan mensutjikannja. Tetapi Tuhan mendjawab bahwasanja Dia lebih mengetahui akan apa jang tidak mereka ketahui. Artinja, jang nampak oleh malaikat hanjalah kerusakan dan penumpahan darah.Itu memang, tetapi dibalik kerusakan dan penumpahan darah itulah kelak manusia itu akan mentjari sendiri djalan hidupnja. Dari sanalah kelak akan terbuka rahasia2 bumi dan alam jang diserahkan Allah memikirkan kepada mereka. Maka memanglah telah ribuan tahun manusia hidup didunia, dan memang darah tertumpah ,dan memang berkali-kali terdjadi kerusakan. Tetapi malaikat tidaklah dapat memungkiri bagaimana kemadjuan hidup dan prikemanusiaan dan membuktikan adanja Kekuasaan Tinggi dialam. Manusia kian lama kian madju, dan ,,beberapa nama2 telah ditundjukkan kepada Adam". Rahasia jang terpendam telah dibongkar oleh fikiran manusia . ,,Kuntu kanzan machfijah!". Adalah Aku perbendaharaan jang tersembuni, Maka manusia itulah sekian sehari, setahun, seratus ribuan tahun, jang membongkar perbendaharaan itu. -15-<noinclude></noinclude> 4r6vfpdml37ru77yahgpubscvmh1no4 Halaman:Berbagi-bagi katerangan tentang sembahjangan Tionghoa dan toedjoeannja Bagian 1.pdf/12 104 116533 320938 2026-10-11T19:47:03Z Berkah Kurnia 1A 27785 /* Telah diuji baca */ 320938 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>PEMANDANGAN SAM KAUW. ri oepatjara berbagi-bagi agama, baek jang menjembah satoe Toehan, Dewa-dewa atawa poen roh leloehoer, toedjoeannja jang teroelama ada boeat menghormat dan meantjari koernia dengen djalan melakoeken pengorbanan. Malah di zaman koeno ada banjak orang jang, aken oendjoek hormat dan baktinja pada Toehan atawa Dewa jang hendak dibikin senang hatinja, telah lakoeken pengorbanan manoesia jang disembeléh di atas altaar, dan itoe korban ada djoega anaknja sendiri seperti ditoetoerken dalem Bybel Genesis Fatsal XXII, Ielakonnja Abraham (Ibrahim) jang hendak korbanken poetranja, Isaac, kapada Toehan, Djoega dari boenjinja ajat 7 dan 8 dari ini fatsal, jang menoetoerken pertjakepan antara Abraham dengen goetranja itoe, orang 14 SEMBAHJANGAN TIONGHOA, bisa dapet taoe bagimana di zaman doeloe soedah mendjadi adat kabiasa’an aken menjembeléh domba jang dagingnja dibakar sabagi sadjian kapada Jehovah, itoe Toehan dari kaoem Kristen. Dan ini matjem pengorbanan dengen menjembeleh kambing atawa domba ada ditetepken djoega dalem agama Islam. Penjoegoehan Tionghoa kapada Jang Soetji, Dewa,Malaikat, Toapekong, Leloehoer dan laen-laen jang termasoek dalem kalangan aloes, ada roepa-roepa matjem, Kapan jang disembahjangin ada satoe Buddha atawa orang soetji dari golongan Buddhist, itoe sadjian hanja ada beroepa boeah boeahan, kembang dan koewe-koewe jang sama sekalih tida ketjampoeran barang berdjiwa, oepamanja itoe koewe tida boleh di- 15<noinclude></noinclude> prnodpovl3xkd2o0ypgsqy5660q2u4v 321018 320938 2026-10-12T06:43:09Z Berkah Kurnia 1A 27785 321018 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>PEMANDANGAN SAM KAUW. ri oepatjara berbagi-bagi agama, baek jang menjembah satoe Toehan, Dewa-dewa atawa poen roh leloehoer, toedjoeannja jang teroetama ada boeat menghormat dan meantjari koernia dengen djalan melakoeken pengorbanan. Malah di zaman koeno ada banjak orang jang, aken oendjoek hormat dan baktinja pada Toehan atawa Dewa jang hendak dibikin senang hatinja, telah lakoeken pengorbanan manoesia jang disembeléh di atas altaar, dan itoe korban ada djoega anaknja sendiri seperti ditoetoerken dalem Bybel Genesis Fatsal XXII, Ielakonnja Abraham (Ibrahim) jang hendak korbanken poetranja, Isaac, kapada Toehan, Djoega dari boenjinja ajat 7 dan 8 dari ini fatsal, jang menoetoerken pertjakepan antara Abraham dengen goetranja itoe, orang 14 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. bisa dapet taoe bagimana di zaman doeloe soedah mendjadi adat kabiasa’an aken menjembeléh domba jang dagingnja dibakar sabagi sadjian kapada Jehovah, itoe Toehan dari kaoem Kristen. Dan ini matjem pengorbanan dengen menjembeleh kambing atawa domba ada ditetepken djoega dalem agama Islam. Penjoegoehan Tionghoa kapada Jang Soetji, Dewa, Malaikat, Toapekong, Leloehoer dan laen-laen jang termasoek dalem kalangan aloes, ada roepa-roepa matjem, Kapan jang disembahjangin ada satoe Buddha atawa orang soetji dari golongan Buddhist, itoe sadjian hanja ada beroepa boeah boeahan, kembang dan koewe-koewe jang sama sekalih tida ketjampoeran barang berdjiwa, oepamanja itoe koewe tida boleh di- 15<noinclude></noinclude> 3kzn2l6ppo0koasiatterl2qxf82m1k 321019 321018 2026-10-12T06:43:38Z Berkah Kurnia 1A 27785 321019 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>PEMANDANGAN SAM KAUW. ri oepatjara berbagi-bagi agama, baek jang menjembah satoe Toehan, Dewa-dewa atawa poen roh leloehoer, toedjoeannja jang teroetama ada boeat menghormat dan meantjari koernia dengen djalan melakoeken pengorbanan. Malah di zaman koeno ada banjak orang jang, aken oendjoek hormat dan baktinja pada Toehan atawa Dewa jang hendak dibikin senang hatinja, telah lakoeken pengorbanan manoesia jang disembeléh di atas altaar, dan itoe korban ada djoega anaknja sendiri seperti ditoetoerken dalem Bybel Genesis Fatsal XXII, Ielakonnja Abraham (Ibrahim) jang hendak korbanken poetranja, Isaac, kapada Toehan, Djoega dari boenjinja ajat 7 dan 8 dari ini fatsal, jang menoetoerken pertjakepan antara Abraham dengen goetranja itoe, orang 14 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. bisa dapet taoe bagimana di zaman doeloe soedah mendjadi adat kabiasa’an aken menjembeléh domba jang dagingnja dibakar sabagi sadjian kapada Jehovah, itoe Toehan dari kaoem Kristen. Dan ini matjem pengorbanan dengen menjembeleh kambing atawa domba ada ditetepken djoega dalem agama Islam. Penjoegoehan Tionghoa kapada Jang Soetji, Dewa, Malaikat, Toapekong, Leloehoer dan laen-laen jang termasoek dalem kalangan aloes, ada roepa-roepa matjem, Kapan jang disembahjangin ada satoe Buddha atawa orang soetji dari golongan Buddhist, itoe sadjian hanja ada beroepa boeah boeahan, kembang dan koewe-koewe jang sama sekalih tida ketjampoeran barang berdjiwa, oepamanja itoe koewe tida boleh di- 15<noinclude></noinclude> pw8wgillzdav4nvtqcngdz41cwdv72i Halaman:Berbagi-bagi katerangan tentang sembahjangan Tionghoa dan toedjoeannja Bagian 1.pdf/13 104 116534 320940 2026-10-11T19:57:34Z Berkah Kurnia 1A 27785 /* Telah diuji baca */ 320940 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>PEMANDANGAN SAM KAUW. sertaken boemboe jang memake gemoek binatang. Boeat sembahjang leloehoer atawa saorang soetji dan terhormat, ada diliat lebih doeloe kabiasa’an itoe orang pada wakloe hidoepnja. Djikaloe ia ada satoee bhikkhu (hweshio) atawa vegetarier jang tida pernah dahar barang berdjiwa, itoe makanan jang disadjiken poen ada bersetoedjoean dengen kabiasa’an pada waktoe hidoepnja — sama sekalih tida disertaken barang berdjiwa. Sembahjang Thi-kong atawa Toehan, jang biasa dibikin oleh orang Tionghoa dari provincie Fukkien pada satiap boelan kasatoe maleman tanggal sembilan (Tjiagwee Tjee-kauw), poen tida disertaken barang berdjiwa, tjoemah beroepa boeah-boeah, koewe-koewe 16 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. dan manisan. Tapi sembahjang besar jang dipimpin oleh Keizer- keizer atawa Radja di Tiongkok, jang ditoedjoeken pada Langit (Tkian), ada disertaken pengorbanan binatang, beroepa kambing, babi, dan sampi, jang toeboehnja masih boelet tapi soedah dibersihken, Laen-laen sembahjangan pada Toapekong atawa malaikat-malaikat jang mengoeasain boemi, oemoemnja disertaken daging binatang, dan begitoe poen boeat rohnja orang jang koetika hidoepnja biasa dahar daging, atawa poen jang tida kataoean betoel ada vegetarier (tjia-tjay), Sembahjang menjoegoeh jang ditoedjoeken pada Langit dan Boemi, jaitoe pada kakoeasa’an jang menga~ 17<noinclude></noinclude> rtx51evd0w2tnp84jmpzfc8e1xxkhyt 321021 320940 2026-10-12T06:51:51Z Berkah Kurnia 1A 27785 321021 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>PEMANDANGAN SAM KAUW. sertaken boemboe jang memake gemoek binatang. Boeat sembahjang leloehoer atawa saorang soetji dan terhormat, ada diliat lebih doeloe kabiasa’an itoe orang pada wakloe hidoepnja. Djikaloe ia ada satoee bhikkhu (hweshio) atawa vegetarier jang tida pernah dahar barang berdjiwa, itoe makanan jang disadjiken poen ada bersetoedjoean dengen kabiasa’an pada waktoe hidoepnja — sama sekalih tida disertaken barang berdjiwa. Sembahjang Thi-kong atawa Toehan, jang biasa dibikin oleh orang Tionghoa dari provincie Fukkien pada satiap boelan kasatoe maleman tanggal sembilan (Tjiagwee Tjee-kauw), poen tida disertaken barang berdjiwa, tjoemah beroepa boeah-boeah, koewe-koewe 16 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. dan manisan. Tapi sembahjang besar jang dipimpin oleh Keizer- keizer atawa Radja di Tiongkok, jang ditoedjoeken pada Langit (Tkian), ada disertaken pengorbanan binatang, beroepa kambing, babi, dan sampi, jang toeboehnja masih boelet tapi soedah dibersihken. Laen-laen sembahjangan pada Toapekong atawa malaikat-malaikat jang mengoeasain boemi, oemoemnja disertaken daging binatang, dan begitoe poen boeat rohnja orang jang koetika hidoepnja biasa dahar daging, atawa poen jang tida kataoean betoel ada vegetarier (tjia-tjay). Sembahjang menjoegoeh jang ditoedjoeken pada Langit dan Boemi, jaitoe pada kakoeasa’an jang menga~ 17<noinclude></noinclude> 120tojbs4r7rdfy7qzu3kwmik5l21vw Halaman:Keris (2014).pdf/19 104 116535 320941 2026-10-12T02:40:31Z SilviaMamas 25803 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '2.1.1 Pengertian Keris Kemunculan istilah keris bermula dari kata 'kres' yang tertera dalam prasasti-prasasti kuna di pulau Jawa. Salah satu prasasti tertua yang menyebutkan istilah 'kres' adalah prasasti Karangtengah. Prasasti perunggu Karangtengah berangka tahun 746 Saka menyebut nama Patuk dan kres. Di dalam prasasti ini juga disebutkan nama peralatan: ... lukai 1, punukan 1, wadung 1, patuk kres 1... (sisi B baris 47). Djoko Soekiman, di dal... 320941 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="SilviaMamas" /></noinclude>2.1.1 Pengertian Keris Kemunculan istilah keris bermula dari kata 'kres' yang tertera dalam prasasti-prasasti kuna di pulau Jawa. Salah satu prasasti tertua yang menyebutkan istilah 'kres' adalah prasasti Karangtengah. Prasasti perunggu Karangtengah berangka tahun 746 Saka menyebut nama Patuk dan kres. Di dalam prasasti ini juga disebutkan nama peralatan: ... lukai 1, punukan 1, wadung 1, patuk kres 1... (sisi B baris 47). Djoko Soekiman, di dalam buku Keris Sejarah dan Fungsinya (1983;3). -- - lf'r 'llJ1 ( . . ) ~­ •Fifow141C••~ • l 1) ~ ... ~ ~ll1ltll -~ -~ II 11'1!'1 (M] Garmbar 6. Contoh prasasti yang berinskripsikan senjata tikam semacam keris, Prasasti Tuk Mas Dusun Dakawu Magelang. (wilwatiktamuseum.wordpress.com) Istilah 'kres' ditengarai mengacu pada onomatope (konsep peniruan suara) bunyi senjata tikam ketika digunakan untuk menusuk atau mengiris. Pada perkembangan selanjutnya, kata 'kres' berubah menjadi 'keris', juga masih mengacu pada onomatope bunyi senjata tikam ini ketika digunakan. Pada uraian-uraian prasasti di atas, gambar dan tulisan tentang keris, menyinggung soal senjata-senjata dan alat-alat yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia sebagai karunia untuk kehidupan. Pendapat lain diutarakan oleh Pangeran Hadiwidjojo dari keraton Surakarta, mengatakan bahwa kata keris berasal dari bahasa Jawa kuno, akar kata kris dalam bahasa Sanskrit berarti menghunus. Sementara seorang guru besar agama Islam di Yogyakarta Ki Moesa Al-Mahfoed, berpendapat bahwa kata keris berasal dari kata harist, yang berarti 'penjaga keselamatan diri'. Sebutan lain untuk keris adalah wangkingan, ialah keris beserta dengan warangka yang selalu atau sedang disandang di pinggang bagian belakang. Ada kemungkinan nama tersebut berkaitan dengan kata cangking (jinjing) dan kata wingking (belakang). Kata wangking dalam bahasa Jawa kuno artinya 'pinggang'. Diwangking artinya 'diselipkan di pinggang belakang'. Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan : Keris 12<noinclude></noinclude> n2584agrnqe49srjdqi34vypzktvw6a Halaman:Keadilan Sosial dalam Islam.pdf/18 104 116536 320944 2026-10-12T02:56:02Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 /* Telah diuji baca */ 320944 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita Puspita s. A1" /></noinclude> Berdasar kepada kedjadian Adam dan tanggung djawab jang • dipikulkan kepadanja itu, nampaklah Kesatuan Agama. Kesatuan Kemanusiaan dibawah Kesatuan Tuhan. Dan didjelaskan lagi dalam Surat Baqarah ajat 213, bahwasanja manusia itu adalah ummat jang satu: ,,Adalah manusia itu ummat jang satu. Maka diutus Tuhanlah kepada mereka Nabi2, membawa kabar suka dan antjaman, dan Tuhan turunkan bersama mereka Kitab2 dengan Kebenaran, supaja dia menghukum diantara manusia dalam per~kara2 jang mereka perselisihkan". Diajat itu didjelaskan pula terdjadinja pertikaian dan perselisihan, adalah setelah kitab itu datang. karena keingkaran belaka. Maka Tuhan memberikan per~tundjuk~hidajatnja kepada orang jang pertjaja, sehingga terbebas dari pertikaian itu, karena ingin akan kebenaran. Djadi, amat berat dan amat mulialah beban manusia ketikad ia dianugrahi hidup dalam dunia ini. Mereka semuanja dipandang satu, dan sama2 memikul tanggung djawab, hendak menjem-purnakan kehendak Allah diatas bumi. Mereka semuanja adalah chalifah _Tuhan dibumi. Beban manusia mendjad1 Challiatullah itu dikuatkan pula dalam ajat jang lain. Jaitu dalam surat An'aam ajat 165 (penghabisan):,, Dan Dialah jang mendjadikan kamu mendjadi chalifah2 dibumi, dan diangkatnja deradjat setengah dari jang setengah, supaja diberi udjian kamu pada barang jang diberikan atas kamu itu". Dalam Surat Fathir, ajat 39, dan Surat A'raaf ajat 68 dan 73. dalam surat An-Naml. ajat 62, dalam surat Junus ajat 14, dapatlah dibuktikan sangkut pautnja dan kuat menguatkan diantara ajat2 itu,hahwasanja manusia seluruhnja adalah Chalifah Tuhan. Oleh sebab hendak memikulkan tanggung djawab itulah maka Tuhan mengutus Rasul2 dan Nabi2, dengan membawa beberapa kitab. Islam mengad- jarkan bahwasanja isi maksud kedatagan Nabi itu semuanja adalah satu, jaitu menuntun pri-kemanusiaan tadi, supaja dia dapat membajarkan wadjibnja jang berat dan mulia itu. Rahasia kedatangan para Anbiaa dan Rasul2 adalah satu, dan Muhammad adalah penghabisan dari Rasul2 itu, untuk menggenapkan bangkalai2 jang telah ditinggalkan oleh Rasul2 dan Nabi jang dahulu daripadanja. Lantaran itu dinaikanlah deradjat kemanus-iaan, dengan hubungan jang langsung kepada al-Chalik Tidak ada lagi satu, manusiapun jang boleh mengambil tempat istimewa untuk merendahkan manusia jang lain. Hanjalah usaha bersama membuat diri sendiri-sendiri, supaja lebih dekat kepada Tuhan, Dan dengan adjaran ini terbantahlah dasar pemerintahan lama dari mariusia, -16-<noinclude></noinclude> 7jeg7d5324asjs0rj2olz6pib25frys 320945 320944 2026-10-12T03:00:44Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 320945 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita Puspita s. A1" /></noinclude> Berdasar kepada kedjadian Adam dan tanggung djawab jang • dipikulkan kepadanja itu, nampaklah Kesatuan Agama. Kesatuan Kemanusiaan dibawah Kesatuan Tuhan. Dan didjelaskan lagi dalam Surat Baqarah ajat 213, bahwasanja manusia itu adalah ummat jang satu: ,,Adalah manusia itu ummat jang satu. Maka diutus Tuhanlah kepada mereka Nabi2, membawa kabar suka dan antjaman, dan Tuhan turunkan bersama mereka Kitab2 dengan Kebenaran, supaja dia menghukum diantara manusia dalam perkara2 jang mereka perselisihkan". Diajat itu didjelaskan pula terdjadinja pertikaian dan perselisihan, adalah setelah kitab itu datang. karena keingkaran belaka. Maka Tuhan memberikan pertundjuk-hidajatnja kepada orang jang pertjaja, sehingga terbebas dari pertikaian itu, karena ingin akan kebenaran. Djadi, amat berat dan amat mulialah beban manusia ketikad ia dianugrahi hidup dalam dunia ini. Mereka semuanja dipandang satu, dan sama2 memikul tanggung djawab, hendak menjem-purnakan kehendak Allah diatas bumi. Mereka semuanja adalah chalifah _Tuhan dibumi. Beban manusia mendjad1 Challiatullah itu dikuatkan pula dalam ajat jang lain. Jaitu dalam surat An'aam ajat 165 (penghabisan):,, Dan Dialah jang mendjadikan kamu mendjadi chalifah2 dibumi, dan diangkatnja deradjat setengah dari jang setengah, supaja diberi udjian kamu pada barang jang diberikan atas kamu itu". Dalam Surat Fathir, ajat 39, dan Surat A'raaf ajat 68 dan 73. dalam surat An-Naml. ajat 62, dalam surat Junus ajat 14, dapatlah dibuktikan sangkut pautnja dan kuat menguatkan diantara ajat2 itu,hahwasanja manusia seluruhnja adalah Chalifah Tuhan. Oleh sebab hendak memikulkan tanggung djawab itulah maka Tuhan mengutus Rasul2 dan Nabi2, dengan membawa beberapa kitab. Islam mengad- jarkan bahwasanja isi maksud kedatagan Nabi itu semuanja adalah satu, jaitu menuntun pri-kemanusiaan tadi, supaja dia dapat membajarkan wadjibnja jang berat dan mulia itu. Rahasia kedatangan para Anbiaa dan Rasul2 adalah satu, dan Muhammad adalah penghabisan dari Rasul2 itu, untuk menggenapkan bangkalai2 jang telah ditinggalkan oleh Rasul2 dan Nabi jang dahulu daripadanja. Lantaran itu dinaikanlah deradjat kemanus-iaan, dengan hubungan jang langsung kepada al-Chalik Tidak ada lagi satu, manusiapun jang boleh mengambil tempat istimewa untuk merendahkan manusia jang lain. Hanjalah usaha bersama membuat diri sendiri-sendiri, supaja lebih dekat kepada Tuhan, Dan dengan adjaran ini terbantahlah dasar pemerintahan lama dari mariusia, -16-<noinclude></noinclude> sp484eq6rsscd5p2j3145zvz137zacb 320947 320945 2026-10-12T03:03:41Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 320947 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita Puspita s. A1" /></noinclude> Berdasar kepada kedjadian Adam dan tanggung djawab jang • dipikulkan kepadanja itu, nampaklah Kesatuan Agama. Kesatuan Kemanusiaan dibawah Kesatuan Tuhan. Dan didjelaskan lagi dalam Surat Baqarah ajat 213, bahwasanja manusia itu adalah ummat jang satu: ,,Adalah manusia itu ummat jang satu. Maka diutus Tuhanlah kepada mereka Nabi2, membawa kabar suka dan antjaman, dan Tuhan turunkan bersama mereka Kitab2 dengan Kebenaran, supaja dia menghukum diantara manusia dalam perkara2 jang mereka perselisihkan". Diajat itu didjelaskan pula terdjadinja pertikaian dan perselisihan, adalah setelah kitab itu datang. karena keingkaran belaka. Maka Tuhan memberikan pertundjuk-hidajatnja kepada orang jang pertjaja, sehingga terbebas dari pertikaian itu, karena ingin akan kebenaran. Djadi, amat berat dan amat mulialah beban manusia ketikad ia dianugrahi hidup dalam dunia ini. Mereka semuanja dipandang satu, dan sama2 memikul tanggung djawab, hendak menjem-purnakan kehendak Allah diatas bumi. Mereka semuanja adalah chalifah Tuhan dibumi. Beban manusia mendjad1 Challiatullah itu dikuatkan pula dalam ajat jang lain. Jaitu dalam surat An'aam ajat 165 (penghabisan):,, Dan Dialah jang mendjadikan kamu mendjadi chalifah2 dibumi, dan diangkatnja deradjat setengah dari jang setengah, supaja diberi udjian kamu pada barang jang diberikan atas kamu itu". Dalam Surat Fathir, ajat 39, dan Surat A'raaf ajat 68 dan 73. dalam surat An-Naml. ajat 62, dalam surat Junus ajat 14, dapatlah dibuktikan sangkut pautnja dan kuat menguatkan diantara ajat2 itu,hahwasanja manusia seluruhnja adalah Chalifah Tuhan. Oleh sebab hendak memikulkan tanggung djawab itulah maka Tuhan mengutus Rasul2 dan Nabi2, dengan membawa beberapa kitab. Islam mengad- jarkan bahwasanja isi maksud kedatagan Nabi itu semuanja adalah satu, jaitu menuntun pri-kemanusiaan tadi, supaja dia dapat membajarkan wadjibnja jang berat dan mulia itu. Rahasia kedatangan para Anbiaa dan Rasul2 adalah satu, dan Muhammad adalah penghabisan dari Rasul2 itu, untuk menggenapkan bangkalai2 jang telah ditinggalkan oleh Rasul2 dan Nabi jang dahulu daripadanja. Lantaran itu dinaikanlah deradjat kemanus-iaan, dengan hubungan jang langsung kepada al-Chalik Tidak ada lagi satu, manusiapun jang boleh mengambil tempat istimewa untuk merendahkan manusia jang lain. Hanjalah usaha bersama membuat diri sendiri-sendiri, supaja lebih dekat kepada Tuhan, Dan dengan adjaran ini terbantahlah dasar pemerintahan lama dari mariusia, -16-<noinclude></noinclude> 9i3kcrfu0dxd7ry732gvwkxgevp8pqp 320948 320947 2026-10-12T03:05:46Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 320948 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita Puspita s. A1" /></noinclude> Berdasar kepada kedjadian Adam dan tanggung djawab jang • dipikulkan kepadanja itu, nampaklah Kesatuan Agama. Kesatuan Kemanusiaan dibawah Kesatuan Tuhan. Dan didjelaskan lagi dalam Surat Baqarah ajat 213, bahwasanja manusia itu adalah ummat jang satu: ,,Adalah manusia itu ummat jang satu. Maka diutus Tuhanlah kepada mereka Nabi2, membawa kabar suka dan antjaman, dan Tuhan turunkan bersama mereka Kitab2 dengan Kebenaran, supaja dia menghukum diantara manusia dalam perkara2 jang mereka perselisihkan". Diajat itu didjelaskan pula terdjadinja pertikaian dan perselisihan, adalah setelah kitab itu datang. karena keingkaran belaka. Maka Tuhan memberikan pertundjuk-hidajatnja kepada orang jang pertjaja, sehingga terbebas dari pertikaian itu, karena ingin akan kebenaran. Djadi, amat berat dan amat mulialah beban manusia ketikad ia dianugrahi hidup dalam dunia ini. Mereka semuanja dipandang satu, dan sama2 memikul tanggung djawab, hendak menjem-purnakan kehendak Allah diatas bumi. Mereka semuanja adalah chalifah Tuhan dibumi. Beban manusia mendjad1 Challiatullah itu dikuatkan pula dalam ajat jang lain. Jaitu dalam surat An'aam ajat 165 (penghabisan):,, Dan Dialah jang mendjadikan kamu mendjadi chalifah2 dibumi, dan diangkatnja deradjat setengah dari jang setengah, supaja diberi udjian kamu pada barang jang diberikan atas kamu itu". Dalam Surat Fathir, ajat 39, dan Surat A'raaf ajat 68 dan 73. dalam surat An-Naml. ajat 62, dalam surat Junus ajat 14, dapatlah dibuktikan sangkut pautnja dan kuat menguatkan diantara ajat2 itu,hahwasanja manusia seluruhnja adalah Chalifah Tuhan. Oleh sebab hendak memikulkan tanggung djawab itulah maka Tuhan mengutus Rasul2 dan Nabi2, dengan membawa beberapa kitab. Islam mengad- jarkan bahwasanja isi maksud kedatagan Nabi itu semuanja adalah satu, jaitu menuntun pri-kemanusiaan tadi, supaja dia dapat membajarkan wadjibnja jang berat dan mulia itu. Rahasia kedatangan para Anbiaa dan Rasul2 adalah satu, dan Muhammad adalah penghabisan dari Rasul2 itu, untuk menggenapkan bangkalai2 jang telah ditinggalkan oleh Rasul2 dan Nabi jang dahulu daripadanja. Lantaran itu dinaikanlah deradjat kemanus-iaan, dengan hubungan jang langsung kepada al-Chalik Tidak ada lagi satu, manusiapun jang boleh mengambil tempat istimewa untuk merendahkan manusia jang lain. Hanjalah usaha bersama membuat diri sendiri-sendiri, supaja lebih dekat kepada Tuhan, Dan dengan adjaran ini terbantahlah dasar pemerintahan lama dari mariusia, -16-<noinclude></noinclude> iyyz0e8zz5kdw3o43w84xiebucpp5ob Halaman:PDIKM 700-06 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juni 1931.pdf/16 104 116537 320946 2026-10-12T03:02:21Z Herdhian Meilandhika 1A 27765 /* Telah diuji baca */ 320946 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Herdhian Meilandhika 1A" /></noinclude>A. G. G. 120 1. Banjak laki-laki, perempoean dan anak-anak 125 orarig; merka .oe akan membagi f 136 — seorang laki-laki mendapat f 1,50, seorang perempoean f 1.— dan. seorang anak f 0,60. Kalau perbandingan banjak laki-laki dan perempoean sebagai 5 : 4, berapa orangkah anak-anak? 2. A dan B berdjalan bersongsong. B berangkat 2 djam kemoedian dari pada A. A menempoeh 6 km. dan B 41 /2 km. sedjam. Berapa pandjang djalan itoe, djika ketika bertemoe telah . ditempoeh A 213 dari pada pandjang djalan itoe ? 3. Pada seboeah pembahagian, jang tidak bersisa, pendapatan baginja 275. Kalau pembaginja diperbanjakkan dengan 5 dan bilangan jang dibagi dikoerangi dengan 5625, pendapatan baginja 40. Manakah pembahagian itoe ? 4. Akan berserikat berniaga, A memasoekkan f 3000.—, B f 6000.— dan C f 9000. — Moela-moela masing-masing mendapat beberapa dari modalnja dan keoentoengan jang tinggal dibagi sama rata. Djika oentoeng jang diterima B f 480.—, sedang oentoeng C 21/5 X sebanjak oentoeng A, berapakah oentoeng semoea ? 5. 11 3/1 , Oti15714'1 das + 51.,1 rdal r 57 0 00175 , . 1 17 - S ' 0,014 42 /12 CM3. Djoem'at 22 Mei 1931: OPVOEDKUNDE p. 7 — p. 8'/2. 1. Pilihlah 3 diantara 5 perkara jang dibawag ini ! Kepada moerid-moerid kelas I sekolah rendah, haroes diadjarkan mentjeraikan kata-kata atas boenjinja dan merangkaikan boenji itoe mendjadi kata-kata. Bagaimanakah djalannja ? 2. Bilamana dan bagaimana diadjarkan angica-angka kepada moerid dikelas 1 ? 3. Bagaimana diadjarkan menggambarkan bilik sekolah menoeroet mata angin ? 4. Kalau orang hendak memboeat bangkoe sekolah jang baik, haroes perkara jang penting. Apa-apakah itoe dan apa sediperhatikan babnja ? 5. Tjeriterakanlah dari hal atoeran pengadjaran (Leerpian) dan daftar waktoe goeroe mengadjar (Lesrooster) ?<noinclude></noinclude> jxjibjzw8uwwlqyx6f251clq81urcjp Halaman:PDIKM 700-06 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juni 1931.pdf/5 104 116538 320949 2026-10-12T03:05:50Z Herdhian Meilandhika 1A 27765 /* Telah diuji baca */ 320949 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Herdhian Meilandhika 1A" /></noinclude>Bae 109 1, Manoesia melepaskan koeho. I, Manoesia insjaf akan harganja sendiri (berbalik kepada individualiteit, persooniijkheid kata orang Belanda). : Il, Manoesia berbalik kepada peradaban pojangnja, memoctiakan kem- bali peradaban Jocnani (Griek) dan Roemawi (Rome). -Ketiga-tiganja disinari oléh soemangat Renaissance dan disoeloehi ‘oléh kemadjoean ‘ilmoe pengetahoean. Seperti telah diterangkan diatas Ketiga-tiga pokok Renaissance: ken~ tara poela ditanah-air kita sekarang. Djika sebenamnja kita sekarang berada didalam oedara Renaissance, terang poelalah bagi kita, bahwa pergerakan Indonésia-Moeda jalan Pergerakan Renaissance Indonésia! Berkaboel atau tidaknja, benar atau tidaknja pengharapan serta pe~ mandangan ini hanjalah sedjarah tanah aie jang akan dapat memberi dja- wabnija. ‘Akan (elapi, telah adat ‘alam malam berganti dengan siang, boekan? Lagi pola: ,. = Moestahil tetap ditempat jang kelam, Karena gelap soedatlah silam Datangiah tjaja menggantikan malam”. Oentoex keselamatan tanah air dan ‘bangsa dan sekiranja ‘kita ber-_ nama poetera Renaissance, walati ‘bagaimana ajoeapoen achirnja, wadjib kita beroesaha menghidoepkan Kepertjajzan kepada Kebangoenan bangsa Indonésia.” Dengan kepertjajaan ini, nistjaja akan lahir poela dipangkoean Thoe Indonésia djago-djago Renaissance Indonésia, ditimang-timang oléh Indonésia-Moeda, dimoeliakan oléh bangsa Indonésia, seperti sediakala soemangat Renaissance Eropah melahirkan poedjangga-poedjangga: Petrarca, Dante, Michel Angelo, Raphaél, Leonardo da Vinci, Montaigne, Rabelais, Erasmus, Direr, Luther, Bacon, Berkelen, Hume, Locke, Descartes d.s.b.nja, mempertinggi sosmarak Eropah sampai kepada zaman sekarang. Sekiranja ada fadjar jang menjingsing pada masa ini, ialah fadjar Renaissance Indonésia, fadjar Indonésia-Moeda: ,Ajam berkokok alamat hari akan siang”. dari pada kongkongan adat dan agama STENOGRAFIE. (oléh A. St. MAHARADJA). Apakah ,Stenografie 2" Stenografie ialah toelisan tjepat serta péndék, sehingga si penoelis »Stenografie® sekoerang-koerangnja dapat mengikoet pembitjaraan dengan toclisannja. Dalam abad ke XX ini toclisan ,Stenografie" ini sangat dige-<noinclude></noinclude> 05cf3pw4jx7m8h338wlzm335qdr48zw Halaman:PDIKM 700-06 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juni 1931.pdf/6 104 116539 320950 2026-10-12T03:06:39Z Herdhian Meilandhika 1A 27765 /* Telah diuji baca */ 320950 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Herdhian Meilandhika 1A" /></noinclude>110 AGG. mari orang dalam bermatjam-matjam (jabang pekerdjaan. Boekankah seka- rang zaman tjepat kaki ringan sangan, zaman Time is money", zaman Radio? Dalan. segala hal diiehtiarkan orang, soepaje hasil jang banjak Gapat ditjapai didatam wakioe jang sedikit. Kemaocan zaman memaksa se- socatoenja berdjalan dengan tjepat. ingatlah perhocboengan Eropah dengan Indonésia tidak sadja dilakoekan dengan kapal api, pengganti kapal lajar zaman doeloe, tetapi . . . . djoega dengan kapal terbang; pembitjaraan de- ngan Eropah dan dengan benoea-benoea jang lain tidak tjoekoep dengan kawat berdawai sadja lagi, tetapi dengan radio“. Hollywood ¢i Amerika {tempat peroesahaan gambar hidoep) dapat berbitjara dengan Betawi se- perli Redacteur A.G.G. dengan Voorzitter A.G.G. di Fort de Kock. Djadi Semoea .tjepat®, yijepat", kalau dapat seljepat kilat. Begitoe djoega dalam hal menoelis, meskipoen tidak akan setjepat djalan radio, tetapi sekoerang- koerangnja dapat mengikoet pembitjaraan ‘orang. Memboeat verslag vergadering dengan toclisan biasa tentoe -tidak akan sesempoerna dengan ,stenografie". Didalam gerniagaan, dalam men- diktekan soerai-soerat, hoeroef biasa tak dapat dipakai lagi (perniagaan be- sar-besar), sabab menghabiskan waktoe. Kalau sekarang memintak pekerdjaan pada perniagaan ataupoen pa- a beberapa dienst jang lain, teroetama dinegeri jang besar ~ besar, maka ertanjaan jang akan toean dengar dari jang berkoeasa: ,Pandaikah tocan Stenografie >" MATJAMNJA STENOGRAFIE. Menoeroet nama-nama orang jang mengocishakannja, maka steno~ Bfafie itoe ada 4 matjamnja jang terkena, ja 1, Stenogratie-Groote ; oy Idem Pittman; 3. Idem Achenbach (Somerhousen — Steger) 5 - 4. Idem —Ritnts Balt, Dalam jang empat itoe, hanjalah jang pertama sadja jang ,Systeem Belanda* dan initah poela jang terbaik dipeladjari oléh orang jang pandal berbahasa Belanda. System Groote itoe boekan sadja moedah_ memaham- kKannja, tetapi djoega telah ternjata keljepatannja. Toean Groote, jang telah berpoelarg lebih koerang 30 tahoen jang laloe, ketika hidoepnja tidak me- njangka, bahwa systeemnjalah jang sangat ljepat madjoenja dalam waktoe Jang sedikit sadja. Systeemnja itoe dinamai djoega ,alphabetische steno- grafie", karena hoeroef-hoeroefnja tefdjadi dari bahagian-bahagian hoeroef Latiin (hoeroef tangan), sehingga talc lebih bilangannja dari 26 tanda-tanda, Karena kita telah mengenal hocroef Latijn itoe, tentoe sadja tangan Kita seperti menari dikertas, manakala kita telah paham akan Stenozrafie~ Groote :<noinclude></noinclude> j28yt2g37wwhmrkrl6j11g1kj11uvbr Halaman:PDIKM 700-06 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juni 1931.pdf/7 104 116540 320951 2026-10-12T03:07:12Z Herdhian Meilandhika 1A 27765 /* Telah diuji baca */ 320951 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Herdhian Meilandhika 1A" /></noinclude>6.6, TOEAN GROOTE DENGAN SYSTEEMNIA. . Toean ‘Groote membitjarakan systeemnja itoe seperti jang dibawah i Hal jang sangai wiemoudahkan bagi kita, ialah, karena hoeroel-hoe- soetnja terdjadi dari bahagian-bahanian hoeroef Latin, jang tiap-tiap orang telah biasa dengan tjepatnja menoeliskannja, Dengan’ djalan begini tentoe- lah tangan kita tidak akan dipaksa lagi, tetapi bergerak dengan. semaoenja sadja, (Feflexbeweging) dan daiam hal ini terloelislah perkataan - perkataan lebih’ijepat dari menoeliskan hoerocf Latijn biasa, jang djadi_permoelaan kata-kata ioe. Kesoesahan sedikit-sedikit ketika memahamkan hoeroef-hov roeinja akan memberi hasil jang amat menjenangkan bagi peladjar. Ketje- patan, gambaran jang terang dari jang ditjatat akan ¢iperoléh dengan moedahnja. Memboeat versiag vergadefing, perkataan_ advocaat - advocaat, hakim? d.J.1. akan dilakoekan dengan setjepat-tjepatnja dan sempoernanja Pr. Dr. Hk. De Vries menoelis dalam tahoen 1899 tentangan sy- steem Groote ini demikian ® Sesoedah bertahoen-tahoen beroesaha dengan hasil-hasil jang me~ njenangkan dalam perbaikan-perbaikan jang membawa ke-kesempoernaan, toean Groote tetah menghadiahkan kepada kita satoe ,Stenogratie Belanda* jang djaoelt lebih baik dan sempoerna dari lain-lain system, karena moe dah dasarnja. Sekarang Kewadjiban kita akan mendjaga, soepaja:pekerdjaan dan oesaha tocan Groote tidak'sia-sia belake.” Patoetlah kita beroesaha,” soepaja anak-anak kita jang bersekolah pertengahan mengenal .Stenogratie Belanda” ‘ini. Alangkah akan besar goenanja Stenografie ini dalam penga- djaran-pengadjaran ‘ilmoe boemi, sedjarah, soesoenan negeri_(staatsinrich~ ting), ‘ilmoe hisab,"d.1.1, Student jang pandai Stenografie tentoe akan moedah menoeliskan ,voordracht" prof-profnja (proffessor?), Dengan péndék’ dikatakan : Stenografie adalah amat besar paédahnja dinari keioedian, sebab itoe matilah kita berkenalan dengan ,Stenografie Groote". Tjoekoepkaniah peladjaran anak tjoetjoe toean dengan Stenografie, jang akan menolongnja nanti didalam perdjoeangan hidoep. Demikianlah kira-kira toelisan orang ‘alim jang terseboet diatas. STENOGRAAF JANG PERTAMA. Menoeroet “edjarah, Stenografie itoe pada zaman, doeloe telah dike- nal orang. djoega. Dalam zaman Karel de Groote, barangkali djoega lebih doeloe, pembitjaraan-pembitjaraan oemoem telah diboeat djoega verslagnja dengan Stenografie. Seseorang jang berpangkat tinggi, skalau pergi ke-ver- gadering-vergadering, biasanja ditemani olgh Secretarisnja, jang pandai stenografie, Djoega dalam zaman Cicero toelisan péndek itoe telah dikenal orang. Menoeroet pendapatan orang pandai - pandai, MARCUS TULLIUS TIRO-lah jang mengoesahakan toclisan péndék itoe. Systeemnja ini dina- mainja NOTAE. TIRONIANAE atau TIROONSCHE NOTEN,<noinclude></noinclude> fwgbepgehdn80iw05q2nm5ahrz6n1o1 Halaman:PDIKM 700-06 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juni 1931.pdf/8 104 116541 320952 2026-10-12T03:08:20Z Herdhian Meilandhika 1A 27765 /* Telah diuji baca */ 320952 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Herdhian Meilandhika 1A" /></noinclude>U2 A.G.G ‘Marcus Tullius Tiro ialah anak seorang boedak perempoean dari Marcus Tuilius Cicero, bapaknja Cicero boedjangga bitjara (redenaar) jang termasjhoer itoe. Dia dilahirkan dalam tahoen 103 sebeloem Nabi ‘Isa Da- Jam peladjaran ia bersama-sama dengan anak pertoeanannja. Kemoedian ia dimerdékakan dari perboedakan, dan ia bo'éh poela mendengar pidato-pi- dato Cicero, jang hanja boléh dihadiri olgh beberapa orang jang ternama sadja. Disinilah ia membocat verslag-versiag pembifjaraan Cicero dengan »Notae Tironianae*. ‘Menoeroet Keferangan Suetonius poela, bahwa hoeroef-hoeroel (no- ten)’ .Notae Tironianae“ ini lebih doeioe telah dipikirkan dan didapat oleh Ennius, kemoedian dibetoelkan dan disempoernakan oléh Tiso. Ahli filasa- fat Seneca ketika hidoepnja telah mengenal -+ 5000 matjam tanda? (leekens). Sekarang njatalah kepada kita, bahwa ,toelisan péndék" itoe telah dikenal orang sebeloemnja Tiro, bahkan 4000 tahoen sebeloem Nabi Isa. Dalam seboeah piramide didapati orang 5 boeah . piring radja, jang telah beriboe tahoen oemoernja. Pada piring-piring itoe ada toclisan péndék. Pada zaman doeloe, biasa dipakai hoeroef jang sama oentock ber= matjam-matjam perkataan. Oentoek pengoebah pengertian atau boenji hoe- roet-hoeroef jive diboeboehi sadja fitik atau garis. Atoeran jang seperti int tentoe sadja tidak terang. Tirolah jang mengoebahkan hoeroet-hoeroef itoe sehingga ia dapat dipersamboengkan sesamanja. Dengan peroebahan ini dapst djoega kalimat-kalimat dipéndékkan. Soenggoelipoen Tiro telah ba- rnjak membawa peroebahan dan perbaikan, tetapi amat soesah mempeladjari hoeroef-hoeroef itee; dalam 10 tahoen baroe dapat dipahamkan system ‘Tiro itoe, Soenggoehpoen demikian, digemari orang djoega systeemnja itoe, Setelah Tiro mati dalam tahoen 4 sebeloem Nabi Isa, maka methodenja ‘masih terpakai sampai diabad jang kesebelas. Karel de Groote memaksa, soepaja toclisan péndék 4 la Tiro itoe didjadikan vak dalam sekolah-sekolah. Ini boléh dikatakan socatoe tjontoh, Jang memalockan kita sekarang, sebab dalam waktoe kemodeman ini be~ Joemlah diwagjibican stenografie itoe disekolah-sekolah. Hanja pada keba- jakan ,sekolah-sekolah perniagaan* diwadjibkan mempeladjari ,Stenogra- fie itoe. Inilah soeatoe boekti, bahwa ,Stenografie" itoe amat_perloe da- Jam doenia perniagaan, Tetapi hendaknja bertambah dima‘loemi orang, bahwa ,Stenografie* itoe tidak hanja oentoek doenia perniagaan sadja jan Penting. Toeboetistoeboeh oemoem, seperti Eerste dan Tweede Kamer d hnegeri Belanda, Volksraad di Indonésia sampai-sampai kepada Locale raden berkepertoean djoega dengan Stenografie Hampir setiap hari saja membatja advertentie fjang meminta ,Sleno- graaf* oenloek bermaljam-matjam pekerdjaan, Dalam waktoe malaise in oen tak koerang harganja ,Stenograaf” atau ,Stenotypist* itoe. Selama saja di Betawi, njata benar kepada saja Kegiatan anak moe=<noinclude></noinclude> j17f1r49wn4n43z3hcmmvft2t5fwq8h Halaman:PDIKM 700-06 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juni 1931.pdf/9 104 116542 320953 2026-10-12T03:09:22Z Herdhian Meilandhika 1A 27765 /* Telah diuji baca */ 320953 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Herdhian Meilandhika 1A" /></noinclude>‘da-mocda menambah pengetahoeannja dalam berbagai-bagai_pengetahoean. Kalau kita docdoek dikota-kota besar, perloe sekali sendjata kita ‘oentoek perdjoeangan hidoep diperbanjak. Saja oeraikan ,Stenografie" ini ‘dengan pengharapan, moedah-moedahan ada goenanja bagi pembatja. Mo- ga-moga terboekalah nafsoe hendak mempeladjari barang sesoeatoenja oen- tock penambah perhiasan dada toean. Sajang dalam A. G. G. ini tak dapat saja perlihatkan tanda-tanda »Stenografie itoe, Karena tentoe sadja drukkerij Agam tidak mempoenjai hhoeroef-hoeroef stenografie itoe (). (W eloow hark armksor Janse mempwcnal beoreetstenoprate toe KESEHATAN BERHOEBOENG DENGAN BERSENAM. .Oemoer pandjang, rezeki moerah”, itoelah tjita® segala_machloek. Tetapi adakah meréka bersenang hati, kalau kiranja Allah mengaboelkan permintaan jang doea itoe, tetapi mereka berhari-hari menanggoengkan pe~ njakit ? Rasanja maoelah meréka itoe menghabiskan harta bendanja, asal sadja ja dalam kandoengan’ keséhatan. Djadi keséhatan itoe adalah lebih harganja dari pada kekajaan jang bertimboen-timboen. Orang jang séhat lebih kaja dari pada orang jang mempoenjat oeang beriboe-riboe roepiah dan. sawah ladang berbidang-bidang. Tetapi siapa jang doedoek dalam kekajaan dan séhat poela, itoelah orang jang sekaja-kajanja dalam doenia ini, Kalau engkau telah berharta benda, tambahlah harta bendamoe itoe dengan keséhatan, soepaja. boléh ‘engkau dinamakan Orang kaja” sedjati. Orang jang ta’ berpenjakit, manis moekanja, riang tabi‘atnja, haloes boedi bahasanja. Walaupoen moekanja itoe berloebang-loebang, soeka djoega orang memandangnja. Tetapi sese- ‘orang jang ta’ séhat, moekanja masam, ta’ soeka berkata-kata, seakan-akan gadock, Sekalian hal itoe terdjadinja semata-mata, karena godaan_ penja~ it jang mengoesiknja. Makan ta’ sedap, tidoer ta’ njenjak, anak bini be- oesoeh hati. Roepanja jang selama ini menarik hati orang telah bertoekar poela. Toelang-toelang jang dilipoeti daging, memperlihatkan dirinja, se- hingga moeka jang ,djempol” selama ini telah berpontén ,anak djari”, Kesthatan, kesthatan! Ja, itoelati roepanja koentji, kebagoesan, ke- senangan dan lain-lain, Tetapi apa pangkal kes¢halan itoe? Marilah saja terangkan, Lain dari pada makanan jang moedah diambil darah, adalah -hal jang terpenting lagi oentoek keséhatan kita, jattoe pergerakan badan. Kita<noinclude></noinclude> 46hhlbmms46x3mflqef1a6igi55idmo Halaman:Kopiah (Sunnah Nabi atau Warisan Budaya).pdf/1 104 116543 320960 2026-10-12T03:32:43Z Ahmaddwisabili 27763 Artikel ini membahas hukum memakai kopiah bagi laki-laki Muslim, baik ketika salat maupun di luar salat. Kopiah telah menjadi kebiasaan masyarakat Muslim di berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun, dalam Al-Qur’an dan hadis tidak ditemukan dalil yang secara khusus memerintahkan umat Islam untuk memakai kopiah. Artikel tersebut juga menjelaskan bahwa Rasulullah saw. sering diriwayatkan memakai ‘imamah atau serban sebagai penutup kepala. Oleh karena itu, perlu dibedakan antara sunnah memakai se 320960 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ahmaddwisabili" /></noinclude>Kopiah: Sunnah Nabi atau Warisan Budaya Suatu siang, di hari Jumat. Mentari sudah berada di atas kepala. Azan salat Jumat juga sudah berkumandang nyaring. Tetapi di tengah suasana terik mentari yang membakar kulit itu, ternyata tidak sedikit pun menyurutkan niat warga yang menghuni sebuah perumahan Asri untuk bergegas melangkahkan kaki ke masjid. Tampak sejumlah warga berpakaian rapi dengan memakai kopiah dan menenteng sajadah. Saat orang-orang bergegas pergi ke masjid itulah, Anton—seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi yang kebetulan mengontrak rumah di perumahan itu—ternyata baru pulang dari kuliah. Kontan, sebagai umat Islam yang taat, dia pun dihantui cemas. Lalu, ia segera mandi dan tidak lama kemudian berganti pakaian. Sofyan, teman Anton, yang dari tadi menunggunya seperti sudah tidak sabar lagi. “Ayo dong cepat!” “Sebentar lagi, ini baru cari kopiah!” jawab Anton seraya membuka almari. “Emangnya kenapa jika tidak pakai kopiah? Apa salat kita tidak sah?” “Ah, kau ini! Kayak tak pernah nyantri aja! Kan, udara sedang panas... tau!” Pertanyaan Sofyan kepada Anton itu mungkin tak pernah terlintas dalam benak kita selama ini berkaitan dengan ihwal pemakaian kopiah ketika melakukan salat. Apa sebenarnya status hukum kopiah? Sunnah? Ataukah makruh? Sebab di luar konteks salat, tak jarang pula kita menjumpai kopiah dipakai orang bertakziah, menghadiri acara kenduri, walimah-an, pengajian dan lain sebagainya. STATUS HUKUM KOPIAH Kopiah sebagai penutup kepala bagi laki-laki tidak bisa dipungkiri telah meluas dan bahkan telah menyebar di hampir semua negara-negara Islam. Tak cuma di negeri Indonesia dan Asia Tenggara, bahkan di negeri Cina, lelaki muslim di negeri itu juga memakai kopiah. Padahal, dalam nash-nash Al-Qur’an atau sunnah Nabi, tidak ada dalil syar’i-qaṭ’i yang terkait dengan perintah untuk mengenakan kopiah bagi kaum lelaki, baik saat salat maupun di luar konteks salat. Memang, tidak hanya di waktu salat, Rasulullah secara umum sering diriwayatkan menggunakan ‘imamah, yaitu serban yang dililitkan di atas kepala. Jadi, sebenarnya yang disunnahkan itu adalah memakai serban, bukan memakai kopiah. Hal ini berdasarkan hadis Nabi saw. yang berbunyi, “Berserbanlah kamu karena setan tidak memakai serban.” Lantas bagaimana hukum fikih untuk memakai kopiah sebagai penutup kepala baik dalam salat maupun di luar konteks salat?<noinclude></noinclude> gfdxhy4xpfm40kvmbqqzt08p68q46v3 320966 320960 2026-10-12T03:51:34Z Ahmaddwisabili 27763 320966 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ahmaddwisabili" /></noinclude>Kopiah: Sunnah Nabi atau Warisan Budaya Suatu siang, di hari Jumat. Mentari sudah berada di atas kepala. Azan salat Jumat juga sudah berkumandang nyaring. Tetapi di tengah suasana terik mentari yang membakar kulit itu, ternyata tidak sedikit pun menyurutkan niat warga yang menghuni sebuah perumahan Asri untuk bergegas melangkahkan kaki ke masjid. Tampak sejumlah warga berpakaian rapi dengan memakai kopiah dan menenteng sajadah. Saat orang-orang bergegas pergi ke masjid itulah, Anton—seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi yang kebetulan mengontrak rumah di perumahan itu—ternyata baru pulang dari kuliah. Kontan, sebagai umat Islam yang taat, dia pun dihantui cemas. Lalu, ia segera mandi dan tidak lama kemudian berganti pakaian. Sofyan, teman Anton, yang dari tadi menunggunya seperti sudah tidak sabar lagi. Ayo dong cepat!” “Sebentar lagi, ini baru cari kopiah!” jawab Anton seraya membuka almari. “Emangnya kenapa jika tidak pakai kopiah? Apa salat kita tidak sah?” “Ah, kau ini! Kayak tak pernah nyantri aja! Kan, udara sedang panas... tau!” Pertanyaan Sofyan kepada Anton itu mungkin tak pernah terlintas dalam benak kita selama ini berkaitan dengan ihwal pemakaian kopiah ketika melakukan salat. Apa sebenarnya status hukum kopiah? Sunnah? Ataukah makruh? Sebab di luar konteks salat, tak jarang pula kita menjumpai kopiah dipakai orang bertakziah, menghadiri acara kenduri, walimah-an, pengajian dan lain sebagainya. STATUS HUKUM KOPIAH Kopiah sebagai penutup kepala bagi laki-laki tidak bisa dipungkiri telah meluas dan bahkan telah menyebar di hampir semua negara-negara Islam. Tak cuma di negeri Indonesia dan Asia Tenggara, bahkan di negeri Cina, lelaki Muslim di negeri itu juga memakai kopiah. Padahal, dalam nash-nash Al-Qur’an atau sunnah Nabi, tidak ada dalil syar’i-qaṭ’i yang terkait dengan perintah untuk mengenakan kopiah bagi kaum lelaki, baik saat salat maupun di luar konteks salat. Memang, tidak hanya di waktu salat, Rasulullah secara umum sering diriwayatkan menggunakan ‘imamah, yaitu serban yang dililitkan di atas kepala. Jadi, sebenarnya yang disunnahkan itu adalah memakai serban, bukan memakai kopiah. Hal ini berdasarkan hadis Nabi saw. yang berbunyi, “Berserbanlah kamu karena setan tidak memakai serban.” Lantas bagaimana hukum fikih untuk memakai kopiah sebagai penutup kepala, baik dalam salat maupun di luar konteks salat? Para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan sunnah, namun ulama yang lain mengatakan tidak. Adanya perbedaan pendapat itu karena memang di dalam nash tidak ditemukan dalil yang secara langsung merujuk pada pemakaian kopiah. Rasulullah saw. hanya memerintahkan kaum Muslim memakai serban. Akan tetapi, jika mencari dalil di luar Al-Qur’an dan sunnah Nabi saw., salah satu hal yang dapat digunakan untuk masalah ini adalah ‘urf (kebiasaan, kelayakan, atau kelaziman yang berlaku di masyarakat). Memang ada yang berpendapat tentang pentingnya mengenakan kopiah. Menurut pendapat ini, memakai kopiah merupakan suatu adat kebiasaan yang terkait dengan masalah kesopanan atau attitude. Karena berada di wilayah kesopanan, seseorang yang tidak memakai kopiah sering dianggap kurang sopan menurut kebiasaan yang berlaku di negeri kita ini. Jika ada seseorang pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Jumat atau salat fardu secara berjamaah tanpa memakai kopiah, ia sering dipandang kurang sopan. Ibarat seseorang yang tampil di depan umum dengan bertelanjang dada. Padahal, dilihat dari sudut pandang syariat, tidak ada yang salah dengan orang yang bertelanjang dada selama auratnya tetap tertutup. Sebab, batas aurat laki-laki adalah dari pusar hingga lutut. Namun, bertelanjang dada di muka umum dapat dianggap tidak sopan karena bertentangan dengan norma kesopanan yang berlaku. Jadi, karena tidak ada nash dalam Al-Qur’an maupun hadis yang secara langsung memerintahkan pemakaian kopiah (sebab yang diperintahkan adalah memakai serban), tidak salah jika kopiah dianggap sebagai salah satu bentuk kreasi dan perkembangan budaya dalam memaknai hadis Nabi ketika laki-laki diperintahkan untuk memakai serban. Apalagi, konteks penggunaan serban pada zaman sekarang sudah dipandang berbeda. Oleh karena itu, kopiah dapat dimaknai sebagai bentuk lain dari penutup kepala. Perkembangan zaman dan kecanggihan teknologi telah memungkinkan kopiah diproduksi dengan beraneka ragam bentuk dan model. Begitu juga dengan warna dan coraknya. Tidak salah jika kopiah yang dahulu sering dikenal dengan bentuk yang itu-itu saja, kini tampil dengan berbagai aksesori dan model baru yang dirancang secara menarik. Kaum Muslim di luar kelompok Uighur dan orang-orang Kazakh dari daerah barat laut Cina, misalnya, umumnya mengenakan kopiah berwarna putih dan baju berwarna putih, terutama ketika melaksanakan salat fardu berjamaah. Kopiah yang mereka pakai biasanya dihiasi dengan kaligrafi dua kalimat syahadat dan tidak terbuat dari bahan dasar sutra. Selain dalam hal bentuk, model, dan warna, kopiah yang kini tidak lagi sekadar menjadi penutup kepala juga dapat dijumpai di Indonesia sebagai kelengkapan pakaian kenegaraan. Kita bisa melihat foto presiden dan wakil presiden yang memakai kopiah.<noinclude></noinclude> avztznblloxaxxdt9ykhyqmixg6d4xn 320968 320966 2026-10-12T04:07:52Z Ahmaddwisabili 27763 Kopiah merupakan penutup kepala yang berkembang sebagai bagian dari budaya masyarakat Muslim. Penggunaannya berkaitan dengan kebiasaan dan kesopanan, sedangkan hukum memakainya perlu dipahami berdasarkan dalil agama dan pendapat para ulama. 320968 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ahmaddwisabili" /></noinclude>Kopiah: Sunnah Nabi atau Warisan Budaya Suatu siang, di hari Jumat. Mentari sudah berada di atas kepala. Azan salat Jumat juga sudah berkumandang nyaring. Tetapi, di tengah suasana terik mentari yang membakar kulit itu, ternyata tidak sedikit pun menyurutkan niat warga yang menghuni sebuah perumahan Asri untuk bergegas melangkahkan kaki ke masjid. Tampak sejumlah warga berpakaian rapi dengan memakai kopiah dan menenteng sajadah. Saat orang-orang bergegas pergi ke masjid itulah, Anton—seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi yang kebetulan mengontrak rumah di perumahan itu—ternyata baru pulang dari kuliah. Kontan, sebagai umat Islam yang taat, dia pun dihantui cemas. Lalu, ia segera mandi dan tidak lama kemudian berganti pakaian. Sofyan, teman Anton, yang dari tadi menunggunya seperti sudah tidak sabar lagi. “Ayo dong cepat!” “Sebentar lagi, ini baru cari kopiah!” jawab Anton seraya membuka almari. Emangnya kenapa jika tidak pakai kopiah? Apa salat kita tidak sah?” “Ah, kau ini! Kayak tak pernah nyantri aja! Kan, udara sedang panas... tau!” Pertanyaan Sofyan kepada Anton itu mungkin tak pernah terlintas dalam benak kita selama ini, berkaitan dengan ihwal pemakaian kopiah ketika melakukan salat. Apa sebenarnya status hukum kopiah? Sunnah? Ataukah makruh? Sebab, di luar konteks salat, tak jarang pula kita menjumpai kopiah dipakai orang bertakziah, menghadiri acara kenduri, walimah-an, pengajian, dan lain sebagainya. STATUS HUKUM KOPIAH Kopiah sebagai penutup kepala bagi laki-laki tidak bisa dipungkiri telah meluas dan bahkan telah menyebar di hampir semua negara-negara Islam. Tak cuma di negeri Indonesia dan Asia Tenggara, bahkan di negeri Cina, lelaki Muslim di negeri itu juga memakai kopiah. Padahal, dalam nash-nash Al-Qur’an atau sunnah Nabi, tidak ada dalil syar’i-qaṭ’i yang terkait dengan perintah untuk mengenakan kopiah bagi kaum lelaki, baik saat salat maupun di luar konteks salat. Memang, tidak hanya di waktu salat, Rasulullah secara umum sering diriwayatkan menggunakan ‘imamah, yaitu serban yang dililitkan di atas kepala. Jadi, sebenarnya yang disunnahkan itu adalah memakai serban, bukan memakai kopiah. Hal ini berdasarkan hadis Nabi saw. yang berbunyi, “Berserbanlah kamu karena setan tidak memakai serban.” Lantas, bagaimana hukum fikih untuk memakai kopiah sebagai penutup kepala, baik dalam salat maupun di luar konteks salat?<noinclude></noinclude> 75kme3eco9jn65kyd6ch1ai2bl00n8k Halaman:Keris (2014).pdf/127 104 116544 320964 2026-10-12T03:42:52Z VidiDhemas21 24365 /* Belum diuji baca */ Masih menunggu sinyal lancar. 320964 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="VidiDhemas21" /></noinclude><noinclude>{{rule}} {{rh|120|Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris|}}</noinclude> hkwh3zd6kgt9wjuwmopdynooam15xf2 Halaman:Kopiah (Sunnah Nabi atau Warisan Budaya).pdf/2 104 116545 320967 2026-10-12T03:59:01Z Ahmaddwisabili 27763 /* Telah diuji baca */ Kopiah bukan hanya penutup kepala, tetapi juga bagian dari budaya dan identitas masyarakat Muslim. Penggunaannya berkaitan dengan kebiasaan dan norma kesopanan, sementara hukum agama mengenai pemakaiannya perlu dipahami berdasarkan dalil dan pendapat ulama 320967 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ahmaddwisabili" /></noinclude>Kopiah: Sunnah Nabi atau Warisan Budaya (Lanjutan) Para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan sunnah, namun pendapat ulama yang lain mengatakan tidak. Adanya perbedaan pendapat itu karena memang di dalam nash tak ditemukan dalil yang secara langsung merujuk pemakaian kopiah. Rasulullah hanya memerintahkan kaum Muslim memakai serban. Akan tetapi, jika kita mencari dalil di luar Al-Qur’an dan sunnah Nabi saw., salah satu yang dapat disebutkan untuk masalah ini adalah masalah ‘urf (kebiasaan/kelayakan/kelaziman). Bila dilihat dari sisi ini, memang ada yang berpendapat pentingnya mengenakan kopiah. Menurut pendapat ini, memakai kopiah merupakan suatu adat kebiasaan yang terkait dengan masalah kesopanan atau attitude. Karena berada di wilayah attitude, seorang yang tidak memakai kopiah seolah-olah dianggap menyalahi kebiasaan yang berlaku secara umum. Contoh paling nyata dalam hal ini adalah yang berlaku di negeri kita ini. Jika ada seseorang pergi ke masjid melaksanakan salat Jumat atau salat fardu secara berjamaah dengan tidak memakai kopiah, sering dipandang kurang sopan. Ibarat seseorang yang tampil di depan umum dengan bertelanjang dada. Padahal, dilihat secara hitam putih syariah, tak ada yang salah dengan orang yang bertelanjang dada. Sebab, laki-laki dibolehkan bertelanjang dada, karena batas aurat lelaki adalah dari pusar hingga lutut. Tapi bertelanjang dada di muka umum di tengah masyarakat kita termasuk “aib”, paling tidak menurut norma umum kesopanan yang berlaku. Jadi, karena tak ada nash dalam Al-Qur’an maupun hadis yang terkait dengan pemakaian kopiah (sebab yang diperintahkan adalah memakai serban), tidak salah jika kopiah itu adalah salah satu bentuk kreasi perkembangan budaya dalam memaknai satu tafsir hadis Nabi ketika diperintahkan bagi laki-laki untuk memakai serban. Apalagi, konteks serban di zaman kini sudah dipandang lain, maka kopiah dimaknai sebagai bentuk lain dari penutup kepala. TAK SEKADAR PENUTUP KEPALA Kendati demikian, kopiah tidak sekadar penutup kepala. Sebab perkembangan zaman dan kecanggihan teknologi telah mampu mengubah kopiah diproduksi dengan beraneka ragam bentuk dan model. Juga soal warna dan corak. Tidak salah jika kopiah yang dulu sering dikenal dengan bentuk yang itu-itu saja, kini kopiah tampil dengan segala aksesori dan model baru dengan rancangan menarik. Kaum Muslim di luar kabilah Uighur dan orang-orang Kazakh dari daerah barat laut Cina, misalnya, umumnya mengenakan kopiah berwarna putih dan baju berwarna putih, terutama ketika melakukan salat Jumat atau salat fardu berjamaah. Kopiah yang mereka pakai biasanya dihiasi dengan pintalan kaligrafi dua kalimat syahadat dan tak ada yang terbuat dari bahan dasar sutra. Selain dalam bentuk, model, dan warna, berkaitan dengan kopiah yang sudah tak lagi sekadar penutup kepala bisa dijumpai di negeri ini sebagai kelengkapan berpakaian dalam kenegaraan, sehingga kita bisa melihat foto presiden dan wakil presiden yang memakai kopiah. Padahal, soal itu adalah foto kenegaraan, bukan foto untuk urusan keagamaan. (n. mursid)<noinclude></noinclude> lj5bpeeu0cmdpz77fs8vfmox4b7xvrn Halaman:Keadilan Sosial dalam Islam.pdf/19 104 116546 320969 2026-10-12T04:27:31Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 /* Telah diuji baca */ 320969 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita Puspita s. A1" /></noinclude>didalam mendirikan Negara dan masjarakat, jaitu memandang radja, atau nenek. atau dukun sebagai Tuhan. Oleh sebab itu maka ISlam mengandjurkan supaya manusia berusaha senantiasa mengambil petjah-petjahan daripada sipat2 Tuhan; ,,Ittasifu bi sifat il-Lahi". Bersipatlah dengan sipat Tuhan! Bukanlah menuhankan seorang manusia, mensutjukan dan jang lain bersedia mendjadi budaknja, dan menurut apa jang di aturnja, dan beliau tidak boleh disalahkan, dan diparidang tidak pernah bersalah ! Apakah nama jang akan tuan berikan kepada dasar ini ? Akan tuan beri nama demokrasi Benar. dia demokrasi, tetapi lebih tinggi dari demokrasi. Sebab mata kita tidak boleh buta, bahwasanja demokrasi jang dipudji2 sekarang ini, bukan sedikit mengetjewakan prikema-nusiaan, Demokrasikah namanja kalau' jang berhak merasai ,,persamaan, kemerdekaan, persaudaraan" hanja bangsa Perantjis, misalnja, dan bangsa jang lain jang dipandang lemah didjadjah dan dihisap darahnja Demokrasikah namanja, kalau jang dapat menduduki kursi2 pemerintah atau perwakilan rakjat, hartja orang2 jang kaja, tuan tanah, baron dan graaf dan bankier? Filsafat adjaran ,,Chalifat ul Lah" inilah jang menumbuhkan kejakinan dalam hati kaum Muslimin, bahwasanja urusim Negara dengan Agama tidaklah pernah terpisah. Dan urusan kerdja usaha djiwa dan badan, rohani dan djasmani tidak tertjerai. Apatah lagi, kepada mereka didjelaskan didalam Surat Nur ajat 55 djandji Tuhan: ,,Telah berdjandji Tuhan Allah atas orang jang beriman (pertjaja) dan berbuat kebadjikan dibumi, bahwa mereka akan dilantik mendjadi Chalifah dibumi, sebagaimana telah pernah dilantik pula mendjadi chalifah orang jang sebelum mereka, dan akan diteguhkan bagi mereka agama jang telah diridlai Allah untuk mereka, dan akan diganti ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka semata-mata menjembah kepadaku dan tidak mempersjerikatkan daku dengan sesuatu djuapun. Tetapi barang siapa jang ingkar sesudah itu, maka itulah orang jang fasik, perusak". Didjelaskan pula imtuk meneguhkan Iman kepertjajaan mereka diajat sesudahnja, bahwa mereka tiddak boleh putus asa djika melihat orang kafir beroleh kekuasaan dibumi: ,,Dan djanganlah kamu sangka bahwasanja orang jang kafir (inngkar akan kehendali Tuhan) akan sanggup menguasai bumi, perdjalanan kekuasaan mereka adalah api semata-mata, dan kesudahan perdjalanannja ialah nista". (Nur 56). * * * -17-<noinclude></noinclude> jsgn2c70lztpi2uo0fntqk7v09soy8t 320970 320969 2026-10-12T04:30:23Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 320970 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita Puspita s. A1" /></noinclude>didalam mendirikan Negara dan masjarakat, jaitu memandang radja, atau nenek. atau dukun sebagai Tuhan. Oleh sebab itu maka ISlam mengandjurkan supaya manusia berusaha senantiasa mengambil petjah-petjahan daripada sipat2 Tuhan; ,,Ittasifu bi sifat il-Lahi". Bersipatlah dengan sipat Tuhan! Bukanlah menuhankan seorang manusia, mensutjukan dan jang lain bersedia mendjadi budaknja, dan menurut apa jang di aturnja, dan beliau tidak boleh disalahkan, dan diparidang tidak pernah bersalah ! Apakah nama jang akan tuan berikan kepada dasar ini ? Akan tuan beri nama demokrasi Benar. dia demokrasi, tetapi lebih tinggi dari demokrasi. Sebab mata kita tidak boleh buta, bahwasanja demokrasi jang dipudji2 sekarang ini, bukan sedikit mengetjewakan prikema-nusiaan, Demokrasikah namanja kalau' jang berhak merasai ,,persamaan, kemerdekaan, persaudaraan" hanja bangsa Perantjis, misalnja, dan bangsa jang lain jang dipandang lemah didjadjah dan dihisap darahnja Demokrasikah namanja, kalau jang dapat menduduki kursi2 pemerintah atau perwakilan rakjat, hartja orang2 jang kaja, tuan tanah, baron dan graaf dan bankier? Filsafat adjaran ,,Chalifat ul Lah" inilah jang menumbuhkan kejakinan dalam hati kaum Muslimin, bahwasanja urusim Negara dengan Agama tidaklah pernah terpisah. Dan urusan kerdja usaha djiwa dan badan, rohani dan djasmani tidak tertjerai. Apatah lagi, kepada mereka didjelaskan didalam Surat Nur ajat 55 djandji Tuhan: ,,Telah berdjandji Tuhan Allah atas orang jang beriman (pertjaja) dan berbuat kebadjikan dibumi, bahwa mereka akan dilantik mendjadi Chalifah dibumi, sebagaimana telah pernah dilantik pula mendjadi chalifah orang jang sebelum mereka, dan akan diteguhkan bagi mereka agama jang telah diridlai Allah untuk mereka, dan akan diganti ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka semata-mata menjembah kepadaku dan tidak mempersjerikatkan daku dengan sesuatu djuapun. Tetapi barang siapa jang ingkar sesudah itu, maka itulah orang jang fasik, perusak". Didjelaskan pula imtuk meneguhkan Iman kepertjajaan mereka diajat sesudahnja, bahwa mereka tiddak boleh putus asa djika melihat orang kafir beroleh kekuasaan dibumi: ,,Dan djanganlah kamu sangka bahwasanja orang jang kafir (inngkar akan kehendali Tuhan) akan sanggup menguasai bumi, perdjalanan kekuasaan mereka adalah api semata-mata, dan kesudahan perdjalanannja ialah nista". (Nur 56). * * * -17-<noinclude></noinclude> r4qylaceqwaepinki7s29zwk221l7iv 320972 320970 2026-10-12T04:31:33Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 320972 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita Puspita s. A1" /></noinclude>didalam mendirikan Negara dan masjarakat, jaitu memandang radja, atau nenek. atau dukun sebagai Tuhan. Oleh sebab itu maka ISlam mengandjurkan supaya manusia berusaha senantiasa mengambil petjah-petjahan daripada sipat2 Tuhan; ,,Ittasifu bi sifat il-Lahi". Bersipatlah dengan sipat Tuhan! Bukanlah menuhankan seorang manusia, mensutjukan dan jang lain bersedia mendjadi budaknja, dan menurut apa jang di aturnja, dan beliau tidak boleh disalahkan, dan diparidang tidak pernah bersalah ! Apakah nama jang akan tuan berikan kepada dasar ini ? Akan tuan beri nama demokrasi Benar. dia demokrasi, tetapi lebih tinggi dari demokrasi. Sebab mata kita tidak boleh buta, bahwasanja demokrasi jang dipudji2 sekarang ini, bukan sedikit mengetjewakan prikema-nusiaan, Demokrasikah namanja kalau' jang berhak merasai ,,persamaan, kemerdekaan, persaudaraan" hanja bangsa Perantjis, misalnja, dan bangsa jang lain jang dipandang lemah didjadjah dan dihisap darahnja Demokrasikah namanja, kalau jang dapat menduduki kursi2 pemerintah atau perwakilan rakjat, hartja orang2 jang kaja, tuan tanah, baron dan graaf dan bankier? Filsafat adjaran ,,Chalifat ul Lah" inilah jang menumbuhkan kejakinan dalam hati kaum Muslimin, bahwasanja urusim Negara dengan Agama tidaklah pernah terpisah. Dan urusan kerdja usaha djiwa dan badan, rohani dan djasmani tidak tertjerai. Apatah lagi, kepada mereka didjelaskan didalam Surat Nur ajat 55 djandji Tuhan: ,,Telah berdjandji Tuhan Allah atas orang jang beriman (pertjaja) dan berbuat kebadjikan dibumi, bahwa mereka akan dilantik mendjadi Chalifah dibumi, sebagaimana telah pernah dilantik pula mendjadi chalifah orang jang sebelum mereka, dan akan diteguhkan bagi mereka agama jang telah diridlai Allah untuk mereka, dan akan diganti ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka semata-mata menjembah kepadaku dan tidak mempersjerikatkan daku dengan sesuatu djuapun. Tetapi barang siapa jang ingkar sesudah itu, maka itulah orang jang fasik, perusak". Didjelaskan pula imtuk meneguhkan Iman kepertjajaan mereka diajat sesudahnja, bahwa mereka tiddak boleh putus asa djika melihat orang kafir beroleh kekuasaan dibumi: ,,Dan djanganlah kamu sangka bahwasanja orang jang kafir (inngkar akan kehendali Tuhan) akan sanggup menguasai bumi, perdjalanan kekuasaan mereka adalah api semata-mata, dan kesudahan perdjalanannja ialah nista". (Nur 56). * * * -17-<noinclude></noinclude> jjkuhrnf03hvhgb5dflf08anotyu687 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/25 104 116547 320971 2026-10-12T04:30:34Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'gelap-petang lantaran tidak dipesang spi. Tapa mengasi Dangun ada Yan ‘Tjoe Hoel, ia turun dari pembaringannja. Ia berindap-in- dap ke depan djendela. Malam itu malaman tanggal muda dalam bulan kedelapan, Pee-gwee, Soen Eng dapat mengintai keluiar. Ta sendin teraling gor- den, Sunji-senjap diluar kemar, Tjuma bintang? jang bertjahaja le- mah, Ta mendjadi heran, hingga la menduga mungkin telingania sa. Jah dengar, Tengah ia ragu itu, mendadak ia... 320971 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>gelap-petang lantaran tidak dipesang spi. Tapa mengasi Dangun ada Yan ‘Tjoe Hoel, ia turun dari pembaringannja. Ia berindap-in- dap ke depan djendela. Malam itu malaman tanggal muda dalam bulan kedelapan, Pee-gwee, Soen Eng dapat mengintai keluiar. Ta sendin teraling gor- den, Sunji-senjap diluar kemar, Tjuma bintang? jang bertjahaja le- mah, Ta mendjadi heran, hingga la menduga mungkin telingania sa. Jah dengar, Tengah ia ragu itu, mendadak ia mendengar sambaran angin disebelah belakangnja, Lantas sadja ia berpaling, hingga ia tampak Yan Tjoe Hoel berlompat: Kearahnja. Ketika ia hendale membuka mulutnja, nona itu menggojengi tangan, melarang ia bi- tiara. Djustera itu, ailuar djendela terdengar satu suare pelahan. Te- Fanglah ada orang Jang telah tiba disitu. Tidak ajal lagi, Soen Eng ‘menjiapkan panah tahasianja jang ia genggam didalam kepalannja. Tapi ia ditolak pelahan* olch Kawannjo, Jang melarang ja berlakc sembrono, Kembali terdengar sara, sekarang pada djendelanja. Ttulah rupanja, suara orang jang mentjoba membongicar datin djendela iti, Dua? nona. itu sudah mundur dari depan djendela, Soen Eng hendak madju pula, guna memapaki thenjerang. Sekali lagi ja di- tegah Yan Tjoe Hoel, jang dengan sikutnja jang Kiri membentur iga kanannja. Terpaksa ia merahan sabar, fa {Juma memandang ta- jam Kearah djendela, ceasitamplr sama pada woktu itu dant belakang hotel terdengar suara kuda berlari, Soen Eng terkedjut, hendak ia membuka mulutnje, Ia menduga bahwa kudanja dilarikan orang. Tapi Yan ‘Tjoe Hoel mendahului padanja, Si Walet Terbang berlompat madju kedepan djendela, tangannja, menjambar gorden, jang ja tarik hinge robek dan putus, hingga sinar rembulan lantas menembus masuk kedalam kemar, Habis itu dengan lompat mentjelat, ia keludr dari djendela itu, Menjusul loi. patannja terdengar suara njaring mengenai tihang djendela, Ttulan ‘sendjata rahasia jang dilepaskan orang diluar kamar tadi, jang me- njetang membarengi keluarnja sinona tetapi bokongan itu gagal me- genal sasarannja, 270<noinclude></noinclude> til7q7cg63ufiyiu74z8rv6kv2ynhfs 320973 320971 2026-10-12T04:47:20Z Naila Fathinah 27683 320973 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>gelap-petang lantaran tidak dipesang api. Tanpa mengasi bangun pada Yan Tjoe Hoel, ia turun dari pembaringannja. Ia berindap-indap ke depan djendela. Malam itu malaman tanggal muda dalam bulan kedelapan, Pee-gwee, Soen Eng dapat mengintai keluar. Ia sendiri teraling gorden, Sunji-senjap diluar kamar, Tjuma bintang² jang bertjahaja lemah, Ia mendjadi heran, hingga la menduga mungkin telinganja salah dengar, Tengah ia ragu² itu, mendadak ia mendengar sambaran angin disebelah belakangnja, Lantas sadja ia berpaling, hingga ia tampak Yan Tjoe Hoel berlompat kearahnja. Ketika ia hendale membuka mulutnja, nona itu menggojangi tangan, melarang ia bitjara. Djustera itu, diluar djendela terdengar satu suara pelahan. Teranglah ada orang jang telah tiba disitu. Tidak ajal lagi, Soen Eng menjiapkan panah rahasianja jang ia genggam didalam kepalannja. Tapi ia ditolak pelahan² olch Kawannjo, jang melarang ja berlaku sembrono, Kembali terdengar suara, sekarang pada djendelanja. Ttulah rupanja, suara orang jang mentjoba membongkcar daun djendela itu, Dua? nona. itu sudah mundur dari depan djendela, Soen Eng hendak madju pula, guna memapaki menjerang. Sekali lagi ia di tjegah Yan Tjoe Hoel, jang dengan sikutnja jang Kiri membentur iga kanannja. Terpaksa ia merahan sabar, ia tjuma memandang tajam Kearah djendela. Hampir sama pada waktu itu danri belakang hotel terdengar suara kuda berlari, Soen Eng terkedjut, hendak ia membuka mulutnja, Ia menduga bahwa kudanja dilarikan orang. Tapi Yan Tjoe Hoel mendahului padanja. Si Walet Terbang berlompat madju kedepan djendela, tangannja, menjambar gorden, jang ia tarik hingga robek dan putus, hingga sinar rembulan lantas menembus masuk kedalam kemar, Habis itu dengan lompat mentjelat, ia keluar dari djendela itu. Menjusul lompatannja terdengar suara njaring mengenai tihang djendela, itulah sendjata rahasia jang dilepaskan orang diluar kamar tadi, jang menjerang membarengi keluarnja sinona tetapi bokongan itu gagal mengenai sasarannja, 270<noinclude></noinclude> lnfni1pb2lmqfz2rlsmmc6oiqpp4ylp 320974 320973 2026-10-12T04:47:59Z Naila Fathinah 27683 320974 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>gelap-petang lantaran tidak dipesang api. Tanpa mengasi bangun pada Yan Tjoe Hoel, ia turun dari pembaringannja. Ia berindap-indap ke depan djendela. Malam itu malaman tanggal muda dalam bulan kedelapan, Pee-gwee, Soen Eng dapat mengintai keluar. Ia sendiri teraling gorden, Sunji-senjap diluar kamar, Tjuma bintang² jang bertjahaja lemah, Ia mendjadi heran, hingga la menduga mungkin telinganja salah dengar, Tengah ia ragu² itu, mendadak ia mendengar sambaran angin disebelah belakangnja, Lantas sadja ia berpaling, hingga ia tampak Yan Tjoe Hoel berlompat kearahnja. Ketika ia hendale membuka mulutnja, nona itu menggojangi tangan, melarang ia bitjara. Djustera itu, diluar djendela terdengar satu suara pelahan. Teranglah ada orang jang telah tiba disitu. Tidak ajal lagi, Soen Eng menjiapkan panah rahasianja jang ia genggam didalam kepalannja. Tapi ia ditolak pelahan² olch Kawannjo, jang melarang ja berlaku sembrono, Kembali terdengar suara, sekarang pada djendelanja. Ttulah rupanja, suara orang jang mentjoba membongkcar daun djendela itu, Dua² nona. itu sudah mundur dari depan djendela, Soen Eng hendak madju pula, guna memapaki menjerang. Sekali lagi ia di tjegah Yan Tjoe Hoel, jang dengan sikutnja jang Kiri membentur iga kanannja. Terpaksa ia merahan sabar, ia tjuma memandang tajam Kearah djendela. Hampir sama pada waktu itu danri belakang hotel terdengar suara kuda berlari, Soen Eng terkedjut, hendak ia membuka mulutnja, Ia menduga bahwa kudanja dilarikan orang. Tapi Yan Tjoe Hoel mendahului padanja. Si Walet Terbang berlompat madju kedepan djendela, tangannja, menjambar gorden, jang ia tarik hingga robek dan putus, hingga sinar rembulan lantas menembus masuk kedalam kemar, Habis itu dengan lompat mentjelat, ia keluar dari djendela itu. Menjusul lompatannja terdengar suara njaring mengenai tihang djendela, itulah sendjata rahasia jang dilepaskan orang diluar kamar tadi, jang menjerang membarengi keluarnja sinona tetapi bokongan itu gagal mengenai sasarannja, 270<noinclude></noinclude> hueusdh9ahtbfa20b3wwqi8vu1kkkn2 320975 320974 2026-10-12T04:50:37Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 320975 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>gelap-petang lantaran tidak dipesang api. Tanpa mengasi bangun pada Yan Tjoe Hoel, ia turun dari pembaringannja. Ia berindap-indap ke depan djendela. Malam itu malaman tanggal muda dalam bulan kedelapan, Pee-gwee, Soen Eng dapat mengintai keluar. Ia sendiri teraling gorden, Sunji-senjap diluar kamar, Tjuma bintang² jang bertjahaja lemah, Ia mendjadi heran, hingga la menduga mungkin telinganja salah dengar, Tengah ia ragu² itu, mendadak ia mendengar sambaran angin disebelah belakangnja, Lantas sadja ia berpaling, hingga ia tampak Yan Tjoe Hoel berlompat kearahnja. Ketika ia hendale membuka mulutnja, nona itu menggojangi tangan, melarang ia bitjara. Djusteru itu, diluar djendela terdengar satu suara pelahan. Teranglah ada orang jang telah tiba disitu. Tidak ajal lagi, Soen Eng menjiapkan panah rahasianja jang ia genggam didalam kepalannja. Tapi ia ditolak pelahan² oleh Kawannjo, jang melarang ja berlaku sembrono. Kembali terdengar suara, sekarang pada djendelanja. itulah rupanja, suara orang jang mentjoba membongkcar daun djendela itu. Dua² nona itu sudah mundur dari depan djendela, Soen Eng hendak madju pula, guna memapaki menjerang. Sekali lagi ia ditjegah Yan Tjoe Hoel, jang dengan sikutnja jang Kiri membentur iga kanannja. Terpaksa ia merahan sabar, ia tjuma memandang tajam Kearah djendela. Hampir sama pada waktu itu danri belakang hotel terdengar suara kuda berlari, Soen Eng terkedjut, hendak ia membuka mulutnja, Ia menduga bahwa kudanja dilarikan orang. Tapi Yan Tjoe Hoel mendahului padanja. Si Walet Terbang berlompat madju kedepan djendela, tangannja, menjambar gorden, jang ia tarik hingga robek dan putus, hingga sinar rembulan lantas menembus masuk kedalam kemar, Habis itu dengan lompat mentjelat, ia keluar dari djendela itu. Menjusul lompatannja terdengar suara njaring mengenai tihang djendela, itulah sendjata rahasia jang dilepaskan orang diluar kamar tadi, jang menjerang membarengi keluarnja sinona tetapi bokongan itu gagal mengenai sasarannja, 270<noinclude></noinclude> q7cal9uti65gefu88wvmldhy2wh984c Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/26 104 116548 320976 2026-10-12T04:50:57Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Dari dalam kamas, jang gelap, dengan tegas Soen Eng bisa inemandang keluar. Ia dapatkan Yan ‘Tjoe Hoel, setelah kakinja mengindjsk tanah, sudah terus mendjatuhkan diri, berguling dita- ‘aah hingga empat atau lima kali, untuk mondjauhkan dirinja, se- sudah mana dia berlompat bangun seperti. Ikan gabus meletil, akan terus mentjelat ‘tinggi dengan gerakannja Bruning hoo menjerbi Jangit’. Maka teranglah, dia telah terus berlompat naik keatas gen. ti... 320976 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Dari dalam kamas, jang gelap, dengan tegas Soen Eng bisa inemandang keluar. Ia dapatkan Yan ‘Tjoe Hoel, setelah kakinja mengindjsk tanah, sudah terus mendjatuhkan diri, berguling dita- ‘aah hingga empat atau lima kali, untuk mondjauhkan dirinja, se- sudah mana dia berlompat bangun seperti. Ikan gabus meletil, akan terus mentjelat ‘tinggi dengan gerakannja Bruning hoo menjerbi Jangit’. Maka teranglah, dia telah terus berlompat naik keatas gen. ting. Segera Soon ng memildir untuk turut lompat Keluar, Bahara ‘ia mau mendjedjak Jantal untuk mentjelat, atan ia ingat suatu apa, ‘maka tangannja terus menjainbar kepembaringannja dimana la me. narik pedangnja. Ia baharu sadja menghunus pedang atau ,Ser !" Sebatang Kongpiauw menjamber kearahnja, Ia lantag mendak, me- ngasi lewat sendjata rahasia itu dlatas Kepalanja, Menjusul itu, ia tain pedangnja didepan lehernja, untuk membela diri, sedang ma- tania dipasang tel. , ‘Hai, dua machlulc wanita djuga galake sekali 1” begitu ia de- ‘gar suara mengedjek dari luar kamar. ,Dapatkah kamu mengedjar dan merisek usaha tan besar komn 7 Hm! Kamu masih terlalu hidjau | Dfikalau kamu tidak kapok, baiklah disebelah depan nanti ita berdjumpa pula !” fe Nona Tilo gusar sekali jang orang telah menentang padanja. Ja lantas lompat Kewjendela, akan menaruh kaki dipinggirannja, setelah mana dengan kaki kanannja, ia mendupak daun djendele hingga terpentang, talu terus ta lompat keluar, Setelah menaruh Keak ditanah, untuk membela dirinja, la tidak bergulingan seperti ‘Yan Tjoe Hos} tadi, ia hanja memutar dirt gesit sekali denngan pe- dang ditaruh didepannja, Dengan begitu, sembari membela diri dan memutar iti dan mutar, ia pun bisa melihat kesekitamnja. Tidak ada serangan pula untuknja, sebaliionja. ia tampak sebuah tubuh manusia bagatkan bajangan lenjap ditempat gelap. Ta tidak menge- jar, Hanja ia berlompat naik keatas genting; dari tempat tingsi, ia dapat memandang: kesemua pendjuru. Tidak ada orong diatas genting, tidak juga dibawah disckitar situ. Hanja dari arah djeuh ia dengar bentakan Yan ‘joe Hoel, tetap! tjuma sekedjab aadia, Jantas suara itu lenjap. Hanja sebentar sadja Soen Eng berdiri diatas genting, lantas 4a Jani Kebelakang, untuk turun dilstal untuk memerfksa Kudanja,<noinclude></noinclude> 190b7vlv72muv45b82m2psoc48hmm6h 320977 320976 2026-10-12T04:54:11Z Naila Fathinah 27683 320977 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Dari dalam kamar, yang gelap, dengan tegas Soen Eng bisa memandang keluar. Ia dapatkan Yan Tjoe Hoei, setelah kakinya menginjak tanah, sudah terus menjatuhkan diri, berguling di tanah hingga empat atau lima kali, untuk menjauhkan dirinya, sesudah mana dia berlompat bangun seperti ikan gabus meletik, akan terus menjelat tinggi dengan gerakannya. „Burung hoo menjerbu langit”. Maka teranglah, dia telah terus berlompat naik ke atas genting Segera Soon ng memildir untuk turut lompat Keluar, Bahara ‘ia mau mendjedjak Jantal untuk mentjelat, atan ia ingat suatu apa, ‘maka tangannja terus menjainbar kepembaringannja dimana la me. narik pedangnja. Ia baharu sadja menghunus pedang atau ,Ser !" Sebatang Kongpiauw menjamber kearahnja, Ia lantag mendak, me- ngasi lewat sendjata rahasia itu dlatas Kepalanja, Menjusul itu, ia tain pedangnja didepan lehernja, untuk membela diri, sedang ma- tania dipasang tel. , ‘Hai, dua machlulc wanita djuga galake sekali 1” begitu ia de- ‘gar suara mengedjek dari luar kamar. ,Dapatkah kamu mengedjar dan merisek usaha tan besar komn 7 Hm! Kamu masih terlalu hidjau | Dfikalau kamu tidak kapok, baiklah disebelah depan nanti ita berdjumpa pula !” fe Nona Tilo gusar sekali jang orang telah menentang padanja. Ja lantas lompat Kewjendela, akan menaruh kaki dipinggirannja, setelah mana dengan kaki kanannja, ia mendupak daun djendele hingga terpentang, talu terus ta lompat keluar, Setelah menaruh Keak ditanah, untuk membela dirinja, la tidak bergulingan seperti ‘Yan Tjoe Hos} tadi, ia hanja memutar dirt gesit sekali denngan pe- dang ditaruh didepannja, Dengan begitu, sembari membela diri dan memutar iti dan mutar, ia pun bisa melihat kesekitamnja. Tidak ada serangan pula untuknja, sebaliionja. ia tampak sebuah tubuh manusia bagatkan bajangan lenjap ditempat gelap. Ta tidak menge- jar, Hanja ia berlompat naik keatas genting; dari tempat tingsi, ia dapat memandang: kesemua pendjuru. Tidak ada orong diatas genting, tidak juga dibawah disckitar situ. Hanja dari arah djeuh ia dengar bentakan Yan ‘joe Hoel, tetap! tjuma sekedjab aadia, Jantas suara itu lenjap. Hanja sebentar sadja Soen Eng berdiri diatas genting, lantas 4a Jani Kebelakang, untuk turun dilstal untuk memerfksa Kudanja,<noinclude></noinclude> 44nfeob1aloupcuytjqq80m1hn5uq6c 320978 320977 2026-10-12T04:54:50Z Naila Fathinah 27683 320978 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Dari dalam kamar, yang gelap, dengan tegas Soen Eng bisa memandang keluar. Ia dapatkan Yan Tjoe Hoei, setelah kakinya menginjak tanah, sudah terus menjatuhkan diri, berguling di tanah hingga empat atau lima kali, untuk menjauhkan dirinya, sesudah mana dia berlompat bangun seperti ikan gabus meletik, akan terus menjelat tinggi dengan gerakannya. „Burung hoo menjerbu langit”. Maka teranglah, dia telah terus berlompat naik ke atas genting Segera Soen Eng memikir untuk turut lompat keluar. Baharu ia mau menjejak lantai untuk menjelat, atau ia ingat suatu apa, maka tangannya terus menjambar ke pembaringannya di mana ia menarik pedangnya. Ia baharu saja menghunus pedang atau „Ser!” sebatang kongpiauw menjambar ke arahnya. Ia lantas mendak, mengasi lewat senjata rahasia itu diatas kepalanya. Menjusul itu, ia taruh pedangnya didepan lehernya, untuk membela diri, sedang matanya dipasang tjeli. ‘Hai, dua machlulc wanita djuga galake sekali 1” begitu ia de- ‘gar suara mengedjek dari luar kamar. ,Dapatkah kamu mengedjar dan merisek usaha tan besar komn 7 Hm! Kamu masih terlalu hidjau | Dfikalau kamu tidak kapok, baiklah disebelah depan nanti ita berdjumpa pula !” fe Nona Tilo gusar sekali jang orang telah menentang padanja. Ja lantas lompat Kewjendela, akan menaruh kaki dipinggirannja, setelah mana dengan kaki kanannja, ia mendupak daun djendele hingga terpentang, talu terus ta lompat keluar, Setelah menaruh Keak ditanah, untuk membela dirinja, la tidak bergulingan seperti ‘Yan Tjoe Hos} tadi, ia hanja memutar dirt gesit sekali denngan pe- dang ditaruh didepannja, Dengan begitu, sembari membela diri dan memutar iti dan mutar, ia pun bisa melihat kesekitamnja. Tidak ada serangan pula untuknja, sebaliionja. ia tampak sebuah tubuh manusia bagatkan bajangan lenjap ditempat gelap. Ta tidak menge- jar, Hanja ia berlompat naik keatas genting; dari tempat tingsi, ia dapat memandang: kesemua pendjuru. Tidak ada orong diatas genting, tidak juga dibawah disckitar situ. Hanja dari arah djeuh ia dengar bentakan Yan ‘joe Hoel, tetap! tjuma sekedjab aadia, Jantas suara itu lenjap. Hanja sebentar sadja Soen Eng berdiri diatas genting, lantas 4a Jani Kebelakang, untuk turun dilstal untuk memerfksa Kudanja,<noinclude></noinclude> ko0qaitllq2mbj9kyuv8ozrq9ihcmeb 320979 320978 2026-10-12T04:55:52Z Naila Fathinah 27683 320979 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Dari dalam kamar, yang gelap, dengan tegas Soen Eng bisa memandang keluar. Ia dapatkan Yan Tjoe Hoei, setelah kakinya menginjak tanah, sudah terus menjatuhkan diri, berguling di tanah hingga empat atau lima kali, untuk menjauhkan dirinya, sesudah mana dia berlompat bangun seperti ikan gabus meletik, akan terus menjelat tinggi dengan gerakannya. „Burung hoo menjerbu langit”. Maka teranglah, dia telah terus berlompat naik ke atas genting Segera Soen Eng memikir untuk turut lompat keluar. Baharu ia mau menjejak lantai untuk menjelat, atau ia ingat suatu apa, maka tangannya terus menjambar ke pembaringannya di mana ia menarik pedangnya. Ia baharu saja menghunus pedang atau „Ser!” sebatang kongpiauw menjambar ke arahnya. Ia lantas mendak, mengasi lewat senjata rahasia itu diatas kepalanya. Menjusul itu, ia taruh pedangnya didepan lehernya, untuk membela diri, sedang matanya dipasang tjeli. ,,Hai, dua makhluk wanita juga galak sekali!” begitu ia dengar suara mengedjek dari luar kamar. „Dapatkah kamu mengedjar dan merusak usaha tuan besar kamu? Hm! Kamu masih terlalu hidjau! Djikalau kamu tidak kapok, baiklah disebelah depan nanti kita berdjumpa pula!”. Nona Tilo gusar sekali jang orang telah menentang padanja. Ja lantas lompat Kewjendela, akan menaruh kaki dipinggirannja, setelah mana dengan kaki kanannja, ia mendupak daun djendele hingga terpentang, talu terus ta lompat keluar, Setelah menaruh Keak ditanah, untuk membela dirinja, la tidak bergulingan seperti ‘Yan Tjoe Hos} tadi, ia hanja memutar dirt gesit sekali denngan pe- dang ditaruh didepannja, Dengan begitu, sembari membela diri dan memutar iti dan mutar, ia pun bisa melihat kesekitamnja. Tidak ada serangan pula untuknja, sebaliionja. ia tampak sebuah tubuh manusia bagatkan bajangan lenjap ditempat gelap. Ta tidak menge- jar, Hanja ia berlompat naik keatas genting; dari tempat tingsi, ia dapat memandang: kesemua pendjuru. Tidak ada orong diatas genting, tidak juga dibawah disckitar situ. Hanja dari arah djeuh ia dengar bentakan Yan ‘joe Hoel, tetap! tjuma sekedjab aadia, Jantas suara itu lenjap. Hanja sebentar sadja Soen Eng berdiri diatas genting, lantas 4a Jani Kebelakang, untuk turun dilstal untuk memerfksa Kudanja,<noinclude></noinclude> 1gvm57luu1sk1qed7ssw533i02bgezg 320980 320979 2026-10-12T04:58:51Z Naila Fathinah 27683 320980 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Dari dalam kamar, yang gelap, dengan tegas Soen Eng bisa memandang keluar. Ia dapatkan Yan Tjoe Hoei, setelah kakinya menginjak tanah, sudah terus menjatuhkan diri, berguling di tanah hingga empat atau lima kali, untuk menjauhkan dirinya, sesudah mana dia berlompat bangun seperti ikan gabus meletik, akan terus menjelat tinggi dengan gerakannya. „Burung hoo menjerbu langit”. Maka teranglah, dia telah terus berlompat naik ke atas genting Segera Soen Eng memikir untuk turut lompat keluar. Baharu ia mau menjejak lantai untuk menjelat, atau ia ingat suatu apa, maka tangannya terus menjambar ke pembaringannya di mana ia menarik pedangnya. Ia baharu saja menghunus pedang atau „Ser!” sebatang kongpiauw menjambar ke arahnya. Ia lantas mendak, mengasi lewat senjata rahasia itu diatas kepalanya. Menjusul itu, ia taruh pedangnya didepan lehernya, untuk membela diri, sedang matanya dipasang tjeli. ,,Hai, dua makhluk wanita juga galak sekali!” begitu ia dengar suara mengedjek dari luar kamar. „Dapatkah kamu mengedjar dan merusak usaha tuan besar kamu? Hm! Kamu masih terlalu hidjau! Djikalau kamu tidak kapok, baiklah disebelah depan nanti kita berdjumpa pula!”. Nona Tjoio gusar sekali yang orang telah menantang padanya. Ia lantas lompat ke djendela, akan menaruh kaki dipinggirannya, setelah mana dengan kaki kanannya, ia mendupak daun djendela hingga terpentang, lalu terus ia lompat keluar. Setelah menaruh kaki di tanah, untuk membela dirinya, ia tidak bergulingan seperti Yan Tjoe Hoei tadi, ia hanya memutar diri gesit sekali dengan pedang ditaruh di depannya. Dengan begitu, sembari membela diri dan memutar diri dan mutar, ia pun bisa melihat kesekitarnya. Tidak ada serangan pula untuknya, sebaliknya ia tampak sebuah tubuh manusia bagaikan bayangan lenyap di tempat gelap. Ia tidak mengejar, hanya ia berlompat naik ke atas genting; dari tempat tinggi, ia dapat memandang ke semua penjuru. Tidak ada orang di atas genting, tidak juga di bawah disekitar situ. Hanya dari arah jauh ia dengar bentakan Yan Tjoe Hoei, tetapi tjuma sekedjab sadja, lantas suara itu lenyap Hanya sebentar sadja Soen Eng berdiri di atas genting, lantas ia lari ke belakang, untuk turun diistal untuk memeriksa kudanya. {{rh|||271}}<noinclude></noinclude> tiaj3jk1b06d047c8k333ny5whlv87y 320981 320980 2026-10-12T05:06:43Z Naila Fathinah 27683 320981 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Dari dalam kamar, jang gelap, dengan tegas Soen Eng bisa memandang keluar. Ia dapatkan Yan Tjoe Hoei, setelah kakinja mengindjak tanah, sudah terus menjatuhkan diri, berguling di tanah hingga empat atau lima kali, untuk mendjauhkan dirinja, sesudah mana dia berlompat bangun seperti ikan gabus meletik, akan terus menjelat tinggi dengan gerakannya. „Burung hoo menjerbu langit”. Maka teranglah, dia telah terus berlompat naik ke atas genting Segera Soen Eng memikir untuk turut lompat keluar. Baharu ia mau mendjedjak lantai untuk mentjelat, atau ia ingat suatu apa, maka tangannya terus menjambar kepembaringannja di mana ia menarik pedangnya. Ia baharu saja menghunus pedang atau „Ser!” sebatang kongpiauw menjambar ke arahnya. Ia lantas mendak, mengasi lewat sendjata rahasia itu diatas kepalanya. Menjusul itu, ia taruh pedangnya didepan lehernya, untuk membela diri, sedang matanya dipasang tjeli. ,,Hai, dua makhluk wanita juga galak sekali!” begitu ia dengar suara mengedjek dari luar kamar. „Dapatkah kamu mengedjar dan merusak usaha tuan besar kamu? Hm! Kamu masih terlalu hidjau! Djikalau kamu tidak kapok, baiklah disebelah depan nanti kita berdjumpa pula!”. Nona Tjio gusar sekali yang orang telah menantang padanya. Ia lantas lompat ke djendela, akan menaruh kaki dipinggirannya, setelah mana dengan kaki kanannya, ia mendupak daun djendela hingga terpentang, lalu terus ia lompat keluar. Setelah menaruh kaki di tanah, untuk membela dirinja, ia tidak bergulingan seperti Yan Tjoe Hoei tadi, ia hanja memutar diri gesit sekali dengan pedang ditaruh di depannja. Dengan begitu, sembari membela diri dan memutar diri dan mutar, ia pun bisa melihat kesekitarnja. Tidak ada serangan pula untuknja, sebaliknja ia tampak sebuah tubuh manusia bagaikan bajangan lenjap di tempat gelap. Ia tidak mengejar, hanja ia berlompat naik ke atas genting; dari tempat tinggi, ia dapat memandang ke semua penjuru. Tidak ada orang di atas genting, tidak juga di bawah disekitar situ. Hanya dari arah djauh ia dengar bentakan Yan Tjoe Hoei, tetapi tjuma sekedjab sadja, lantas suara itu lenyap Hanja sebentar sadja Soen Eng berdiri di atas genting, lantas ia lari ke belakang, untuk turun diistal untuk memeriksa kudanja. {{rh|||271}}<noinclude></noinclude> rmjvwintm5uxsrgwdx8xs0e1wj0edvy 320982 320981 2026-10-12T05:06:59Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 320982 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Dari dalam kamar, jang gelap, dengan tegas Soen Eng bisa memandang keluar. Ia dapatkan Yan Tjoe Hoei, setelah kakinja mengindjak tanah, sudah terus menjatuhkan diri, berguling di tanah hingga empat atau lima kali, untuk mendjauhkan dirinja, sesudah mana dia berlompat bangun seperti ikan gabus meletik, akan terus menjelat tinggi dengan gerakannya. „Burung hoo menjerbu langit”. Maka teranglah, dia telah terus berlompat naik ke atas genting Segera Soen Eng memikir untuk turut lompat keluar. Baharu ia mau mendjedjak lantai untuk mentjelat, atau ia ingat suatu apa, maka tangannya terus menjambar kepembaringannja di mana ia menarik pedangnya. Ia baharu saja menghunus pedang atau „Ser!” sebatang kongpiauw menjambar ke arahnya. Ia lantas mendak, mengasi lewat sendjata rahasia itu diatas kepalanya. Menjusul itu, ia taruh pedangnya didepan lehernya, untuk membela diri, sedang matanya dipasang tjeli. ,,Hai, dua makhluk wanita juga galak sekali!” begitu ia dengar suara mengedjek dari luar kamar. „Dapatkah kamu mengedjar dan merusak usaha tuan besar kamu? Hm! Kamu masih terlalu hidjau! Djikalau kamu tidak kapok, baiklah disebelah depan nanti kita berdjumpa pula!”. Nona Tjio gusar sekali yang orang telah menantang padanya. Ia lantas lompat ke djendela, akan menaruh kaki dipinggirannya, setelah mana dengan kaki kanannya, ia mendupak daun djendela hingga terpentang, lalu terus ia lompat keluar. Setelah menaruh kaki di tanah, untuk membela dirinja, ia tidak bergulingan seperti Yan Tjoe Hoei tadi, ia hanja memutar diri gesit sekali dengan pedang ditaruh di depannja. Dengan begitu, sembari membela diri dan memutar diri dan mutar, ia pun bisa melihat kesekitarnja. Tidak ada serangan pula untuknja, sebaliknja ia tampak sebuah tubuh manusia bagaikan bajangan lenjap di tempat gelap. Ia tidak mengejar, hanja ia berlompat naik ke atas genting; dari tempat tinggi, ia dapat memandang ke semua penjuru. Tidak ada orang di atas genting, tidak juga di bawah disekitar situ. Hanya dari arah djauh ia dengar bentakan Yan Tjoe Hoei, tetapi tjuma sekedjab sadja, lantas suara itu lenyap Hanja sebentar sadja Soen Eng berdiri di atas genting, lantas ia lari ke belakang, untuk turun diistal untuk memeriksa kudanja. {{rh|||271}}<noinclude></noinclude> 64pyaxcx0ccate3zoaqw0myeufceujw Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/27 104 116549 320983 2026-10-12T05:10:19Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '‘adi ia dengar suara Kuda berlari, Untuk lega hetinja, ja dapatian Kedua Juudanja ada dikandangnja. Make itu, ia hendak berlalu dari situ, Mendadak ia melihat satu bajangan berkelebat kearahnja, Se- gera ia mundi, pelangnje disiapkan, Bajangan itu tidak menjerang hanja bertepuk tangan, Maka tahulah Nona ‘jio, itulah Yan Tjoe Hoel, jang telah kemball. wBagaimana, entjie ?” ia. tanja, ,Sjukur kuda kita selamat 1” Yan ‘Tjoe Hoei menganggu, lanta... 320983 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>‘adi ia dengar suara Kuda berlari, Untuk lega hetinja, ja dapatian Kedua Juudanja ada dikandangnja. Make itu, ia hendak berlalu dari situ, Mendadak ia melihat satu bajangan berkelebat kearahnja, Se- gera ia mundi, pelangnje disiapkan, Bajangan itu tidak menjerang hanja bertepuk tangan, Maka tahulah Nona ‘jio, itulah Yan Tjoe Hoel, jang telah kemball. wBagaimana, entjie ?” ia. tanja, ,Sjukur kuda kita selamat 1” Yan ‘Tjoe Hoei menganggu, lantas ig masuk Keistal, untule mengusap-usap Kedua Kuda, setelah itu bersama kawannjo, ia kem- Dall ke Kamarnja, Bagaimana hasiinja. entiie mengeaiar pendjanat 2” Soen Eng tania. Segale, manusia hina-dina !" mendjawab si Walet ‘Terbang de- ngan mendongkol, ,,Tentu mereka melihat kita datang terlalu tje- pat, mereka djadi herkaatir, Jantas mereka menjateroni kita, untuk menghalang-halangi, Mungkin sekell mereka berniat mentjuri kuda ‘kita, tetap! kita kaburu bertindaik, terpaksa mereka mengangkat kali sadja, Orang jang kan kedjar itu, munja vingan tubuh tidak dapat itjela, sampal empat-lima lie aku susul dia, tidak dapat aku me- njandak, Sjukur Kuda kita tidak Kena tertjuri, maka besok barang. Kali Kila dapat menjusul perahu mereka itu, Sekarang sudah tidak slang lagi, mari kita tidur pula!” ‘Hesok paginja, Soen Eng mendusin dan lantas dandan, Ta, mem= buka pintu akan pergi Keluar, akan melihat djendelanja, Disana ia dapatkan tiga bidji piauw nantjap dibalok djendela, Piauw itu pan- ‘jang tiga kaki, nantjapnjé dua kaki, davi situ bisa diketabu' tie- haynja sipenjerang gelap itu, Kebetulan itu waktu belum ada orang ainnja, ia lantas tfabut Ketiga batang plauw untuk dibaya: masuk dan dipertihatkan kepada kawannja, Yan Tjoe Hoel tengah mentjut{i maka, ia lihat piauw sebentar den dengan membllang spe, ia lantas miengembalikan pada. Ka- wannje. ‘Untuk dapat berangkat pagi? seperti Kemarin malam telah di. tentukan, kedua nona int segera membajar uang hotel, mereka tan- tas pergi kekuda mereka, Pada waktu begitu, Kabut masih tebal,_ pada djarak tima-enam tombak, orang tidak bisa melihat satu pada Jang lain, Dalam keadaan seperti itu, Keduanja menuntun kuda mex Teka, sampai didjalan besar baru mereka menaikinja, untuk dilari- 22<noinclude></noinclude> bfhy72vk0rhk6tlkv6zalh2cqt02sgy 320984 320983 2026-10-12T05:18:47Z Naila Fathinah 27683 320984 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Tadi ia dengar suara kuda berlari. Untuk lega hatinja, ia dapatkan kedua kudanja ada dikandangnja. Maka itu, ia hendak berlalu dari situ. Mendadak ia melihat satu bajangan berkelebat kearahnja. Segera ia mundur, pedangnja disiapkan. Bajangan itu tidak menjerang hanja bertepuk tangan. Maka tahulah Nona Tjio, itulah Yan Tjoe Hoei, jang telah kembali. ,,Bagaimana, entjie ?” ia tanja. ,,Sjukur kuda kita selamat !” Yan Tjoe Hoei mengangguk, lantas ia masuk keistal, untuk mengusap-usap kedua kuda, setelah itu bersama kawannja, ia kem- bali ke kamarnja. ,,Bagaimana hasilnja entjie mengedjar pendjahat ?” Soen Eng tanja. ,,Segala manusia hina-dina !” mendjawab si Walet Terbang dengan mendongkol. ,,Tentu mereka melihat kita datang terlalu tjepat, mereka djadi berkuatir, lantas mereka menjateroni kita untuk menghalang-halangi. Mungkin sekali mereka berniat mentjuri kuda kita, tetapi kita kaburu bertindak, terpaksa mereka mengangkat kaki sadja. Orang jang kau kedjar itu, ilmunja ringan tubuh tidak dapat ditjela, sampai empat-lima lie aku susul dia, tidak dapat aku menjandak. Sjukur kuda kita tidak kena tertjuri, maka besok barangkali kita dapat menjusul perahu mereka itu. Sekarang sudah tidaksiang lagi, mari kita tidur pula !” Besok paginja, Soen Eng mendusin dan lantas dandan. Ia mem- buka pintu akan pergi keluar, akan melihat djendelanja. Disana ia dapatkan tiga bidji piauw nantjap dibalok djendela. Piauw itu pandjang tiga kaki, nantjapnja dua kaki, dari situ bisa diketahui liehaynja sipenjerang gelap itu. Kebetulan itu waktu belum ada orang lainnja, ia lantas tjabut ketiga batang piauw untuk dibawa masuk dan diperlihatkan kepada kawannja. Yan Tjoe Hoei tengah mentjutji muka, ia lihat piauw sebentar dan dengan membilang apa², ia lantas mengembalikan pada ka- wannja. Untuk dapat berangkat pagi² seperti kemarin malam telah di- tentukan, kedua nona ini segera membajar uang hotel, mereka lantas pergi kekuda mereka. Pada waktu begitu, kabut masih tebal, pada djarak lima-enam tombak, orang tidak bisa melihat satu pada jang lain. Dalam keadaan seperti itu, keduanja menuntun kuda mereka, sampai didjalan besar baru mereka menaikinja, untuk dilari- 22<noinclude></noinclude> 16rugwha0qii2r3mx2wjios2ga2ebe6 320985 320984 2026-10-12T05:19:18Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 320985 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Tadi ia dengar suara kuda berlari. Untuk lega hatinja, ia dapatkan kedua kudanja ada dikandangnja. Maka itu, ia hendak berlalu dari situ. Mendadak ia melihat satu bajangan berkelebat kearahnja. Segera ia mundur, pedangnja disiapkan. Bajangan itu tidak menjerang hanja bertepuk tangan. Maka tahulah Nona Tjio, itulah Yan Tjoe Hoei, jang telah kembali. ,,Bagaimana, entjie ?” ia tanja. ,,Sjukur kuda kita selamat !” Yan Tjoe Hoei mengangguk, lantas ia masuk keistal, untuk mengusap-usap kedua kuda, setelah itu bersama kawannja, ia kem- bali ke kamarnja. ,,Bagaimana hasilnja entjie mengedjar pendjahat ?” Soen Eng tanja. ,,Segala manusia hina-dina !” mendjawab si Walet Terbang dengan mendongkol. ,,Tentu mereka melihat kita datang terlalu tjepat, mereka djadi berkuatir, lantas mereka menjateroni kita untuk menghalang-halangi. Mungkin sekali mereka berniat mentjuri kuda kita, tetapi kita kaburu bertindak, terpaksa mereka mengangkat kaki sadja. Orang jang kau kedjar itu, ilmunja ringan tubuh tidak dapat ditjela, sampai empat-lima lie aku susul dia, tidak dapat aku menjandak. Sjukur kuda kita tidak kena tertjuri, maka besok barangkali kita dapat menjusul perahu mereka itu. Sekarang sudah tidaksiang lagi, mari kita tidur pula !” Besok paginja, Soen Eng mendusin dan lantas dandan. Ia mem- buka pintu akan pergi keluar, akan melihat djendelanja. Disana ia dapatkan tiga bidji piauw nantjap dibalok djendela. Piauw itu pandjang tiga kaki, nantjapnja dua kaki, dari situ bisa diketahui liehaynja sipenjerang gelap itu. Kebetulan itu waktu belum ada orang lainnja, ia lantas tjabut ketiga batang piauw untuk dibawa masuk dan diperlihatkan kepada kawannja. Yan Tjoe Hoei tengah mentjutji muka, ia lihat piauw sebentar dan dengan membilang apa², ia lantas mengembalikan pada ka- wannja. Untuk dapat berangkat pagi² seperti kemarin malam telah di- tentukan, kedua nona ini segera membajar uang hotel, mereka lantas pergi kekuda mereka. Pada waktu begitu, kabut masih tebal, pada djarak lima-enam tombak, orang tidak bisa melihat satu pada jang lain. Dalam keadaan seperti itu, keduanja menuntun kuda mereka, sampai didjalan besar baru mereka menaikinja, untuk dilari- 272<noinclude></noinclude> h7n9isli7c5egwunko2b8lezld9qeyp Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/28 104 116550 320986 2026-10-12T05:19:37Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'kan, Baharu lari empat tombak, mendadak kudanja si Walet Ter tekuk kaki depannja, hingga sinona Sendiri terkusruk kedepan. Baiknja ia lehay, Keburu ig melepaskan Kekinja dari sanggurdi, tenis lompat, untuk berdiri diatas tanah, Untuk berlompat, ja se- kaljan menekan kepala kudanja, Waktu ia menoleh, ta What kuda- nja tetap berlutut sambil meringkik dan hidungnja menghembus- hhomboskan napasnja, Webihaian binatang itz mentjoba untuk ba- ngun berd... 320986 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>kan, Baharu lari empat tombak, mendadak kudanja si Walet Ter tekuk kaki depannja, hingga sinona Sendiri terkusruk kedepan. Baiknja ia lehay, Keburu ig melepaskan Kekinja dari sanggurdi, tenis lompat, untuk berdiri diatas tanah, Untuk berlompat, ja se- kaljan menekan kepala kudanja, Waktu ia menoleh, ta What kuda- nja tetap berlutut sambil meringkik dan hidungnja menghembus- hhomboskan napasnja, Webihaian binatang itz mentjoba untuk ba- ngun berdiri, tetapl selalu gagal. < ‘Nona ini heran hukah hain, Ta tahu Iodanja itu kuat, Djusteru itu Soen Eng tibe, dia memanggil: ,Fintjie!” Dia’ ‘tupanje mau menanja entjie itu terluka atau tidak, atau mendadak kudanja sendin djuga menekuk kedua kaki depannja, hingga ti. buhnja terlempar. Sjukur untuknja, Yan Tjoe Hoet keburu lompat menanggapinja, maka hanja pedangnja sadja jang lompat keluar dart sarungnja. Yan Tjoe Hoei menghampirkan kudanja dan kuda Soen Eng. Ya periksa Kedua binatang itu, Ia sudah lantas bertjuriga. Untuk Keheranannja, ia tidak melihat luka apa? pada badan binatang itu. Soen Eng’ pegang les kudanja, ia menari, makeudnja akan membangunkan kuda itu, aken tetapi kuda itu baharu mengangkat kaki depannja, atau la Kembali ngusruk, kali depannja tertekuk pula, ‘Yan Tjoe Hoel terus mengawast kuda itu, ketjurigaannja sama besamja dengan Keheranannja, Soen Eng sendiri pun memerikea koa anja itu. »Entjie ! seruhja, ,disini ukanja !” Dia pun memindjuk, ‘Yan Tjoe Hoel lantas mendekati, ia membungkuk. Sasaran jang aitundjukc Soen Eng adalah sebuah tapak kaki kuda, pada, bagian belakang tapak itu ada tanda morah dari darah. Ta lantas periksa kaki kuda itu, begitupan kaki kudanja sendiri, semuanja kaki de- pannja, Keempat kaki itu mendapat luka tusukan barang tadjam. ‘anja tertfengang: sebentar, lantas Yan Toe Hoel membanting ta, Adik Soen, tidak usah disangs! lagi, kita telah diketahut mu. suh !" katanja sengits ,Kita tengah dikuntit ! Tadi malam kita kena terpantfing tipu mereka Jang membikin harimau meninggalkan gu- mungnja, dengan begitu Kawan mereka jadi dapat Kesempatan un- tuk melukai Kuda kita inj, supaja perdjalanan kita terhambat se- 218<noinclude></noinclude> 5fcpj2i5c5l6ywp6oovh4lj83g9mrw0 320990 320986 2026-10-12T05:27:35Z Naila Fathinah 27683 320990 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>kan. Baharu lari empat tombak, mendadak kudanja si Walet Tertekuk kaki depannja, hingga sinona sendiri terkusruk kedepan. Baiknja ia liehay, keburu ia melepaskan kakinja dari sanggurdi, terus lompat, untuk berdiri diatas tanah. Untuk berlompat, ia sekalian menekan kepala kudanja. Waktu ia menoleh, ia lihat kudanja tetap berlutut sambil meringkik dan hidungnja menghembus-hembuskan napasnja. Kelihatan binatang itu mentjoba untuk bangun berdiri, tetapi selalu gagal. Nona ini heran bukan main. Ia tahu kudanja itu kuat. Djusteru itu Soen Eng tiba, dia memanggil : ,,Entjie !” Dia rupanja mau menanja entjie itu terluka atau tidak, atau mendadak kudanja sendiri djuga menekuk kedua kaki depannja, hingg tubuhnja terlempar. Sjukur untuknja, Yan Tjoe Hoei keburu lompat menanggapinja, maka hanja pedangnja sadja jang lompat keluar dari sarungnja. Yan Tjoe Hoei menghampirkan kudanja dan kuda Soen Eng. Ia periksa kedua binatang itu. Ia sudah lantas bertjuriga. Untuk keheranannja, ia tidak melihat luka apa² pada badan binatang itu. Soen Eng pegang les kudanja, ia menarik, maksudnja akan membangunkan kuda itu, akan tetapi kuda itu baharu mengangkat kaki depannja, atau ia kembali ngusruk, kaki depannja tertekuk pula. Yan Tjoe Hoei terus mengawasi kuda itu, ketjurigaannja sama besarnja dengan keheranannja. Soen Eng sendiri pun memeriksa ku danja itu. ,,Entjie !” serunja, ,,disini lukanja !” Dia pun menundjuk. Yan Tjoe Hoei lantas mendekati, ia membungkuk. Sasaran jang ditundjuk Soen Eng adalah sebuah tapak kaki kuda, pada bagian belakang tapak itu ada tanda merah dari darah. Ia lantas periksa kaki kuda itu, begitupun kaki kudanja sendiri, semuanja kaki depannja. Keempat kaki itu mendapat luka tusukan barang tadjam. Hanja tertjengang sebentar, lantas Yan Tjoe Hoei membanting kaki. ,,Adik Soen, tidak usah disangsi lagi, kita telah diketahui mu suh !” katanja sengit. ,,Kita tengah dikuntit ! Tadi malam kita kenaterpantjing tipu mereka jang membikin harimau meninggalkan gunungnja, dengan begitu kawan mereka djadi dapat kesempatan untuk melukai kuda kita ini, supaja perdjalanan kita terhambat se- 218<noinclude></noinclude> jo9bfz84oz2kn9m95t91n8em1dcykbh 320992 320990 2026-10-12T05:28:11Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 320992 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>kan. Baharu lari empat tombak, mendadak kudanja si Walet Tertekuk kaki depannja, hingga sinona sendiri terkusruk kedepan. Baiknja ia liehay, keburu ia melepaskan kakinja dari sanggurdi, terus lompat, untuk berdiri diatas tanah. Untuk berlompat, ia sekalian menekan kepala kudanja. Waktu ia menoleh, ia lihat kudanja tetap berlutut sambil meringkik dan hidungnja menghembus-hembuskan napasnja. Kelihatan binatang itu mentjoba untuk bangun berdiri, tetapi selalu gagal. Nona ini heran bukan main. Ia tahu kudanja itu kuat. Djusteru itu Soen Eng tiba, dia memanggil : ,,Entjie !” Dia rupanja mau menanja entjie itu terluka atau tidak, atau mendadak kudanja sendiri djuga menekuk kedua kaki depannja, hingg tubuhnja terlempar. Sjukur untuknja, Yan Tjoe Hoei keburu lompat menanggapinja, maka hanja pedangnja sadja jang lompat keluar dari sarungnja. Yan Tjoe Hoei menghampirkan kudanja dan kuda Soen Eng. Ia periksa kedua binatang itu. Ia sudah lantas bertjuriga. Untuk keheranannja, ia tidak melihat luka apa² pada badan binatang itu. Soen Eng pegang les kudanja, ia menarik, maksudnja akan membangunkan kuda itu, akan tetapi kuda itu baharu mengangkat kaki depannja, atau ia kembali ngusruk, kaki depannja tertekuk pula. Yan Tjoe Hoei terus mengawasi kuda itu, ketjurigaannja sama besarnja dengan keheranannja. Soen Eng sendiri pun memeriksa ku danja itu. ,,Entjie !” serunja, ,,disini lukanja !” Dia pun menundjuk. Yan Tjoe Hoei lantas mendekati, ia membungkuk. Sasaran jang ditundjuk Soen Eng adalah sebuah tapak kaki kuda, pada bagian belakang tapak itu ada tanda merah dari darah. Ia lantas periksa kaki kuda itu, begitupun kaki kudanja sendiri, semuanja kaki depannja. Keempat kaki itu mendapat luka tusukan barang tadjam. Hanja tertjengang sebentar, lantas Yan Tjoe Hoei membanting kaki. ,,Adik Soen, tidak usah disangsi lagi, kita telah diketahui mu suh !” katanja sengit. ,,Kita tengah dikuntit ! Tadi malam kita kenaterpantjing tipu mereka jang membikin harimau meninggalkan gunungnja, dengan begitu kawan mereka djadi dapat kesempatan untuk melukai kuda kita ini, supaja perdjalanan kita terhambat se- {{rh|||273}}<noinclude></noinclude> 5nfkspeomi2gmv39nh4vhd41kkaa3qe Halaman:Keadilan Sosial dalam Islam.pdf/20 104 116551 320987 2026-10-12T05:23:22Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 /* Telah diuji baca */ 320987 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita Puspita s. A1" /></noinclude> Setelah diketahui dan difahamkan kedudukan pri-kemanusiaan dalam dunia, pada pindangan Islam, tidaklah sukar lagi mentjari bentuk pemerintahan. Bentuk pemerintahan disuatu Ne-gara atau wilajat, ialah menurut bentuk pertumbuhan ketjerdasan masjarakat itu. Manusia _adalah chalifah, Sebab itu maka Tuhan membiarkan fikiran Chalifahnja tumbuh sendiri. Setelah Rasulullah wafat, beliaupun tidak suka menentukan siapa akan penggantinja. Melainkan diserahkannja kepada jang tinggal, memilih sendiri bentuk pemerintahan jang disukainja. Hanja satu jang penting, jang djadi adjaran prinsipieel, jaitu SJURA ! MUSJAWARAT! Musjawaratlah bersama-sama, bagaimana jang akan baik. Suara jang terbanjak, itulah djalankan, Dan ,,Tangan Tuhan adalah bersama suara jang terbanjak (djamaah)" (Hadist). Urusan2 pemerintahan, ekonomi, sosial, kebudajaan, ketjerdasan pendidikan dan lain-lain sebagainja, dinamai ,,Al~Amr". Pengangkatan Kepala Negara, pemerintahan, bernama Chalifah, atau Amiril Mu'minin, atau Sultan atau apa djua sekalipun, termasuklah kepada ,,Al-Amr". Dan,Al-Amr" jang melingkungi akan beribu-ribu soal sepandjang hidup, djanganlah diputuskan sendiri,tetapi musjawaratkanlah ! Bikinlah sesukamu, asal prinsip asli djangan disinggung, jaitu Tuhan tetap Tuhan, dan manusia bukanlah Tuhan! Dan tidak ada seorang manusiapun jang berhak menuhankan dirinja atau dituhankan. Sebab itu maka tidaklah kita heran, djika sesudah Nabi wafat, timbul dua tiga aliran pikiran politik, atau partai.Ada jang menga-takan bahwasanja kalau Nabi wafat, jang berhak mendjadi gantinja mengepalai urusan kaum Muslimin, ialah kaum kerabatnja jang terdekat! Jaitu keturunan Bani Hasjim atau Rani Abdul Muttalib. ltulah asal mula timbulnja Sji'ah. Dan setelah agama Islam tersebar djauh, bangsa Persi lebih suka menganut faham ini, sebab pengaruh dari susunan keradjaan2 Timur jang berdasar monarchie. Dan ada jang berpendapatan bahwasanja kalau Nabi orang Muhadjirin, keturunan Kuraisj dan dari darah Adnan, henndaklah Chalifahnja dari orang Anshar Madinah, sebab dia jang penduduk asli disana, dan supaja terbagilah berganti-ganti kekuasaan itu dari keturunan Adnan kepada keturunan Kahtan. Dan ada pula jang berpendapat bahwa jang berhak memegang kekuasaan ialah jang kuuat 'ashabijahnja, dasar_teguh kebangsaannja, jang disegani oleh seluruh bangsa Arab menurut tradisi jang telah beratus tahun, jaitu :kaum Kuraisj. Abu Bakar dan Umar mempunjai faham begini. -18-<noinclude></noinclude> 5tul6mlxl69yqy8gz6qmu0cxsop3h6k 320988 320987 2026-10-12T05:25:29Z Tata juwita Puspita s. A1 27827 320988 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tata juwita Puspita s. A1" /></noinclude> Setelah diketahui dan difahamkan kedudukan pri-kemanusiaan dalam dunia, pada pindangan Islam, tidaklah sukar lagi mentjari bentuk pemerintahan. Bentuk pemerintahan disuatu Ne-gara atau wilajat, ialah menurut bentuk pertumbuhan ketjerdasan masjarakat itu. Manusia _adalah chalifah, Sebab itu maka Tuhan membiarkan fikiran Chalifahnja tumbuh sendiri. Setelah Rasulullah wafat, beliaupun tidak suka menentukan siapa akan penggantinja. Melainkan diserahkannja kepada jang tinggal, memilih sendiri bentuk pemerintahan jang disukainja. Hanja satu jang penting, jang djadi adjaran prinsipieel, jaitu SJURA ! MUSJAWARAT! Musjawaratlah bersama-sama, bagaimana jang akan baik. Suara jang terbanjak, itulah djalankan, Dan ,,Tangan Tuhan adalah bersama suara jang terbanjak (djamaah)" (Hadist). Urusan2 pemerintahan, ekonomi, sosial, kebudajaan, ketjerdasan pendidikan dan lain-lain sebagainja, dinamai ,,Al~Amr". Pengangkatan Kepala Negara, pemerintahan, bernama Chalifah, atau Amiril Mu'minin, atau Sultan atau apa djua sekalipun, termasuklah kepada ,,Al-Amr". Dan,Al-Amr" jang melingkungi akan beribu-ribu soal sepandjang hidup, djanganlah diputuskan sendiri,tetapi musjawaratkanlah ! Bikinlah sesukamu, asal prinsip asli djangan disinggung, jaitu Tuhan tetap Tuhan, dan manusia bukanlah Tuhan! Dan tidak ada seorang manusiapun jang berhak menuhankan dirinja atau dituhankan. Sebab itu maka tidaklah kita heran, djika sesudah Nabi wafat, timbul dua tiga aliran pikiran politik, atau partai.Ada jang menga-takan bahwasanja kalau Nabi wafat, jang berhak mendjadi gantinja mengepalai urusan kaum Muslimin, ialah kaum kerabatnja jang terdekat! Jaitu keturunan Bani Hasjim atau Rani Abdul Muttalib. ltulah asal mula timbulnja Sji'ah. Dan setelah agama Islam tersebar djauh, bangsa Persi lebih suka menganut faham ini, sebab pengaruh dari susunan keradjaan2 Timur jang berdasar monarchie. Dan ada jang berpendapatan bahwasanja kalau Nabi orang Muhadjirin, keturunan Kuraisj dan dari darah Adnan, henndaklah Chalifahnja dari orang Anshar Madinah, sebab dia jang penduduk asli disana, dan supaja terbagilah berganti-ganti kekuasaan itu dari keturunan Adnan kepada keturunan Kahtan. Dan ada pula jang berpendapat bahwa jang berhak memegang kekuasaan ialah jang kuuat 'ashabijahnja, dasar_teguh kebangsaannja, jang disegani oleh seluruh bangsa Arab menurut tradisi jang telah beratus tahun, jaitu :kaum Kuraisj. Abu Bakar dan Umar mempunjai faham begini. -18-<noinclude></noinclude> 4b9qynkg90500d0azz1gaiihyz7v7ap Halaman:Berbagi-bagi katerangan tentang sembahjangan Tionghoa dan toedjoeannja Bagian 1.pdf/14 104 116552 320989 2026-10-12T05:26:31Z Berkah Kurnia 1A 27785 /* Telah diuji baca */ 320989 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>- PEMANDANGAN SAM KAUW. toer ini doenia, menjipta dan memelihara segala apa dalem pakerdja'an mana ada sadjoemblah besar malaikat-malaikat jang toeroet ambil bagian - orang biasa sadjiken segala apa jang ini boemi kaloearken dan djadi makanannja manoesia sahari-hari, teritoeng djoega binatang teranak. jaitoe jang dipiara oleh. manoesia dan biasa didahar. itoe sembahjangan oemoem biasa dibikin satiap taon tiga kalih: di pertengahan Moesim Semi (Tjeng Beng), di permoela'an Moesim Rontok (tanggal 15 Tjhitgwee atawa Boelan katoedjoeh, maka dinamain,, Sembahjang Tjhitgwee phoa" atawa Pertengahan Boelan Katoedjoeh). dan sembahjangan achir taon (Ti Sik). Maski maksoed atawa toedjoean dari ini tiga sem~ 18 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. bahjangan oemoem ada roepa-voepa matjem, tapi orang poen bisa djoega bajangken dan oesoet atsal-moelahnja atawa poko·dasarnja jang teroetama. Pendoedoek di Tiongkok pada zaman koeno, dan malah sekarang poen, ada terdiri kabanjakan dari kaoem tani, jang hidoep dari bertjoetjoek-tanem. Kapan Moesim Semi dateng, saldjoe soedah loemèr, tetoemboean moelai bersemi, roempoet di tegalan soedah toemboe kombali. dan natuur kaliatan seperti sedar dan berbangkit poelah dari poelesnja selama Moesim Dingin-adalah temponja aken sekalian orang tani bersiap boeat oesahaken sawah dan tanah ladangnja. Di masing-masing desa - jang di Tiongkok kabanjakan terdiri dari satoe famillie - orang berkoempoel boeat bekerdja sama-sama, 19<noinclude></noinclude> 9llqk7w0fel14r57kdb8wdkdnk2tcy2 320991 320989 2026-10-12T05:27:35Z Berkah Kurnia 1A 27785 320991 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>- PEMANDANGAN SAM KAUW. toer ini doenia, menjipta dan memelihara segala apa dalem pakerdja'an mana ada sadjoemblah besar malaikat-malaikat jang toeroet ambil bagian - orang biasa sadjiken segala apa jang ini boemi kaloearken dan djadi makanannja manoesia sahari-hari, teritoeng djoega binatang teranak. jaitoe jang dipiara oleh. manoesia dan biasa didahar. itoe sembahjangan oemoem biasa dibikin satiap taon tiga kalih: di pertengahan Moesim Semi (Tjeng Beng), di permoela'an Moesim Rontok (tanggal 15 Tjhitgwee atawa Boelan katoedjoeh, maka dinamain,, Sembahjang Tjhitgwee phoa" atawa Pertengahan Boelan Katoedjoeh). dan sembahjangan achir taon (Ti Sik). Maski maksoed atawa toedjoean dari ini tiga sem~ 18 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. bahjangan oemoem ada roepa-voepa matjem, tapi orang poen bisa djoega bajangken dan oesoet atsal-moelahnja atawa poko·dasarnja jang teroetama. Pendoedoek di Tiongkok pada zaman koeno, dan malah sekarang poen, ada terdiri kabanjakan dari kaoem tani, jang hidoep dari bertjoetjoek-tanem. Kapan Moesim Semi dateng, saldjoe soedah loemèr, tetoemboean moelai bersemi, roempoet di tegalan soedah toemboe kombali. dan natuur kaliatan seperti sedar dan berbangkit poelah dari poelesnja selama Moesim Dingin-adalah temponja aken sekalian orang tani bersiap boeat oesahaken sawah dan tanah ladangnja. Di masing-masing desa - jang di Tiongkok kabanjakan terdiri dari satoe famillie - orang berkoempoel boeat bekerdja sama-sama, 19<noinclude></noinclude> mjic2wi5hzwnu2mi5bpv2t3cckz8um9 321029 320991 2026-10-12T07:04:06Z Berkah Kurnia 1A 27785 321029 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>- PEMANDANGAN SAM KAUW. toer ini doenia, menjipta dan memelihara segala apa - dalem pakerdja'an mana ada sadjoemblah besar malaikat-malaikat jang toeroet ambil bagian - orang biasa sadjiken segala apa jang ini boemi kaloearken dan djadi makanannja manoesia sahari-hari, teritoeng djoega binatang teranak. jaitoe jang dipiara oleh manoesia dan biasa didahar. itoe sembahjangan oemoem biasa dibikin satiap taon tiga kalih: di pertengahan Moesim Semi (Tjeng Beng), di permoela'an Moesim Rontok (tanggal 15 Tjhitgwee atawa Boelan katoedjoeh, maka dinamain,, Sembahjang Tjhitgwee phoa" atawa Pertengahan Boelan Katoedjoeh). dan sembahjangan achir taon (Ti Sik). Maski maksoed atawa toedjoean dari ini tiga sem~ 18 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. bahjangan oemoem ada roepa-voepa matjem, tapi orang poen bisa djoega bajangken dan oesoet atsal-moelahnja atawa poko·dasarnja jang teroetama. Pendoedoek di Tiongkok pada zaman koeno, dan malah sekarang poen, ada terdiri kabanjakan dari kaoem tani, jang hidoep dari bertjoetjoek-tanem. Kapan Moesim Semi dateng, saldjoe soedah loemèr, tetoemboean moelai bersemi, roempoet di tegalan soedah toemboe kombali. dan natuur kaliatan seperti sedar dan berbangkit poelah dari poelesnja selama Moesim Dingin-adalah temponja aken sekalian orang tani bersiap boeat oesahaken sawah dan tanah ladangnja. Di masing-masing desa - jang di Tiongkok kabanjakan terdiri dari satoe famillie - orang berkoempoel boeat bekerdja sama-sama, 19<noinclude></noinclude> hem8t5ezg7f7vbkkz8j889to2dvyui0 321030 321029 2026-10-12T07:09:59Z Berkah Kurnia 1A 27785 321030 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Berkah Kurnia 1A" /></noinclude>- PEMANDANGAN SAM KAUW. toer ini doenia, menjipta dan memelihara segala apa - dalem pakerdja'an mana ada sadjoemblah besar malaikat-malaikat jang toeroet ambil bagian - orang biasa sadjiken segala apa jang ini boemi kaloearken dan djadi makanannja manoesia sahari-hari, teritoeng djoega binatang teranak. jaitoe jang dipiara oleh manoesia dan biasa didahar. itoe sembahjangan oemoem biasa dibikin satiap taon tiga kalih: di pertengahan Moesim Semi (Tjeng Beng), di permoela'an Moesim Rontok (tanggal 15 Tjhitgwee atawa Boelan katoedjoeh, maka dinamain,, Sembahjang Tjhitgwee phoa" atawa Pertengahan Boelan Katoedjoeh). dan sembahjangan achir taon (Ti Sik). Maski maksoed atawa toedjoean dari ini tiga sem~ 18 SEMBAHJANGAN TIONGHOA. bahjangan oemoem ada roepa-roepa matjem, tapi orang poen bisa djoega bajangken dan oesoet atsal-moelahnja atawa poko·dasarnja jang teroetama. Pendoedoek di Tiongkok pada zaman koeno, dan malah sekarang poen, ada terdiri kabanjakan dari kaoem tani, jang hidoep dari bertjoetjoek-tanem. Kapan Moesim Semi dateng, saldjoe soedah loemèr, tetoemboean moelai bersemi, roempoet di tegalan soedah toemboe kombali. dan natuur kaliatan seperti sedar dan berbangkit poelah dari poelesnja selama Moesim Dingin-adalah temponja aken sekalian orang tani bersiap boeat oesahaken sawah dan tanah ladangnja. Di masing-masing desa - jang di Tiongkok kabanjakan terdiri dari satoe famillie - orang berkoempoel boeat bekerdja sama-sama, 19<noinclude></noinclude> pwirofrqijzv6wau6lowg9boc7boydd Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/29 104 116553 320993 2026-10-12T05:28:55Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ': y “ a tidak dapat kita menjusul mereke itu ¥ Gisini kita bisa mentjari-iara penggantinjs Kedua kuda kita ini 2" ‘Soen Eng pun bingung, Tetpaksa la menuntun Ishan-pelahan Kembali kehotel, untuk dititipkan’ pada tel, Ta meninggatkan satu tail vang perak untuk tang itu, Ta berdjandji Iain hari akan datang mengambiloja, Peristiwa ini menguatkan sangkaan kedua nona bahwa perabu- nja In Sopya benar berada disebelah depan mereka, moka, mereka ‘dja... 320993 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>: y “ a tidak dapat kita menjusul mereke itu ¥ Gisini kita bisa mentjari-iara penggantinjs Kedua kuda kita ini 2" ‘Soen Eng pun bingung, Tetpaksa la menuntun Ishan-pelahan Kembali kehotel, untuk dititipkan’ pada tel, Ta meninggatkan satu tail vang perak untuk tang itu, Ta berdjandji Iain hari akan datang mengambiloja, Peristiwa ini menguatkan sangkaan kedua nona bahwa perabu- nja In Sopya benar berada disebelah depan mereka, moka, mereka ‘djadi ingih lekas? menjusul. Tapi bagaimana ? Mereka tidak punja aida ! Pada waktu siang seperti itu, tidak dapat mereka herlari.tari ‘Hepat, apepula mereka adalah nona?, Oleh Karena tidak ada lain jalan, mereka djalan sadja tlepat®, dan ditempat dimana tidak ada orang baharuleh mereka lari, Kapan sang sore tiba, bahar mereka, lari Keras sekali, menudju ke Yang-hoo-tin, Kira djam tiga, selagi Yan Tjoe Mooi dan Tjio Soon Eng ber- Jari-lari, mereka What disebelah depan mereka ada satu orang lari mendatangi, melihat Uara tevin ta, cane sae ee sllatan jang liehay. »Mari kita menjingkir”, mengadjak Yan Tjoe Hos, wDjangan takut, entjie”, Soen Eng bilang. .Blarlah kita djalan masing’. Mustahil dia nanti menghalangi kita 7 Baharu sadja sinona menutup mulutnja, ataw orang didepan itu sudah datang dekat benar mukanja terlihat njata tetapi. potongan tubuhnja sudan berpeta tegas. Dia bertubuh tinggi dan besar, dan Kedua pundaknja menggendol dua potong barang mengkilap seperti forebae, Bs ( »Dileko ! Djieko !” Nona Tio lantas berseru memanggil-manggit orang itu, ,Kenapa kau ada disini ? Mana Toako ? Mana adik Hoa Apakah kamu telah bentrok ? Apakah perahu itu telah dapat dita- han ? Bagaimana dengan uang emas itu 7” Nierotjos pertanjaannja nona ini, sehingga ia tidak lantas mem- peroleh djawaban, Yan Tjoe Hoel pun sudah lantas mengenali orang itu, jalah ‘Houyan Pioe, orang kedua dari Tong San Siang-Koay. Djuga Houyan“Pive sudah lantas ketahui jang dia berhadapan dengan siapa, maka la menghentikan larinja dan berdiam ditepi dja~ Jon untuk memasang omong, 24<noinclude></noinclude> e8wc479ckht2smtne4di0ib8f0ap8rf 320994 320993 2026-10-12T05:36:09Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 320994 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>hingga tidak dapat kita menjusul mereka itu ? Dimana disini kita bisa mentjari kuda penggantinja kedua kuda kita ini ?” Soen Eng pun bingung. Terpaksa ia menuntun kedua kuda pelahan-pelahan kembali kehotel, untuk dititipkan pada pengurus hotel. Ia meninggalkan satu tail uang perak untuk ongkosnja binatang itu. Ia berdjandji lain hari akan datang mengambilnja. Peristiwa ini menguatkan sangkaan kedua nona bahwa perahunja In Soeya benar berada disebelah depan mereka, maka mereka djadi ingin lekas² menjusul. Tapi bagaimana ? Mereka tidak punja kuda! Pada waktu siang seperti itu, tidak dapat mereka berlari-lari tjepat, apapula mereka adalah nona². Oleh karena tidak ada lain djalan, mereka djalan sadja tjepat², dan ditempat dimana tidak adaorang baharulah mereka lari. Kapan sang sore tiba, baharu merekalari keras sekali, menudju ke Yang-hoo-tin. Kira djam tiga, selagi Yan Tjoe Hoei dan Tjio Soen Eng berlari-lari, mereka lihat disebelah depan mereka ada satu orang lari mendatangi, melihat tjara larinja itu, dia mesti orang Rimba Persilatan jang liehay. ,,Mari kita menjingkir”, mengadjak Yan Tjoe Hoei. ,,Djangan takut, entjie”, Soen Eng bilang. ,,Biarlah kita djalan masing2. Mustahil dia nanti menghalangi kita ?” Baharu sadja sinona menutup mulutnja, atau orang didepan itu sudah datang dekat benar mukanja terlihat njata tetapi potongan tubuhnja sudah berpeta tegas. Dia bertubuh tinggi dan besar, dan kedua pundaknja menggendol dua potong barang mengkilap seperti tombak. ,,Djieko ! Djieko !” Nona Tjio lantas berseru memanggil-manggil orang itu. ,,Kenapa kau ada disini ? Mana Toako ? Mana adik Hoa ? Apakah kamu telah bentrok ? Apakah perahu itu telah dapat ditahan ? Bagaimana dengan uang emas itu ?” Njerotjos pertanjaannja nona ini, sehingga ia tidak lantas memperoleh djawaban. Yan Tjoe Hoei pun sudah lantas mengenali orang itu, jalah Houyan Pioe, orang kedua dari Tong San Siang-Koay. Djuga Houyan Pioe sudah lantas ketahui jang dia berhadapan dengan siapa, maka ia menghentikan larinja dan berdiam ditepi djalan untuk memasang omong. 274<noinclude></noinclude> 1kr8vvdvct8fgsz0sqkwj2hst400f3i Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/158 104 116554 320995 2026-10-12T05:37:11Z Arumi Dwi Adrian 1A 27780 /* Telah diuji baca */ 320995 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arumi Dwi Adrian 1A" /></noinclude>(w.g. ) A.C. Mom, (w.g. ) C.M. Neun , (w.g. ) W.V.H. van Riemsdijk , (w.g. ) G.C. Fetmenger, (w.g. ) A.H. Wiese. (Onder het zegel van de Compagnie staat ) Ter ordonnantie van Hunne HoogEdelhedens , den Gouverneur Generaal en de raden van Indie, (w.g. ) I.H. Rose, secret. Bahwasanja inilah permulaan kontrak jang lain perdjandjian pasal2 aturannja jang akan tersebut kemudian dalamnja daripada memba- jankan serta melahirkan perbedaan dengan kontrak2 jang telah dibuatnja oleh Komisaris Hopman daripada mengetahuikan dengan kenjataannja kepada segala radja² dan menteri² apa lagi sekalian rakjat² didalam negeri Bandjar sesungguhnja Paduka Tuan Mister Sebastian . Kornelis Nederberuch , Simon Hendrik Frikenius , Mister Piter Herardis par Overstraten, Djuhanis Siberch, Komisaris Djendral dari sekalian. negeri kedudukan Kompeni ditanah India dengan Kabo Dehudi Hub jang mempunjai kedudukan atas kemuliaan dan kebesaran dalam tachta . Istana keradjaan negeri Batawi . Inilah Tuan Sin Huchabdahit Mister Herardis Operstraten Gubernur Djendral beserta Tuan Idelir Raden pan India dari segala kedudukan Kompeni pan Nederlan India jang sudah ia bermufakat dengan Tuan Sultan Saleman Sa'idallah jang mempunjai tachta kerajaan didalam negeri Bandjar beserta dengan anakdanja Tuan Sultan Adam dengan Tuan Raden Dipati Ratu Anum Isma'il dan sekalian radja2 dan menteri didalam daerah negeri Bandjar adanja perihal menetapkan dan melazimkan serta menerima atas mana jang telah sudah djadi aturannja Tuan Fransuis van Boekulus Gubernur en Komisaris perdatang kenegeri Bandjar dengan izin titah perintah lagi ia wakil mutlak jang sudah abis kuasa kepadanja serta kepertjajaan daripada sekalian Tuan2 orang besar2 Welanda jang tersebut itu jang lagi ia punja kuasaan dan ia kepertjajaan dari bawah orang negeri Welanda semuanja . Pasal jang pertama. Bahwa dari mula2 Tuan Sultan jang telah ia menjerahkan kepada 144<noinclude></noinclude> 0m2iym7cdecmo5bdmk881ocx5k1a6to Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/30 104 116555 320996 2026-10-12T05:37:32Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'TIO Ra aa TR Ur Att ‘Menurut Houyan Pice, memang ia serta tiga kawannja sudah ‘entrok dengan pengiring? perahu harta besor itu, Bentrokan terdja. i tadi lobor ditepi kali Oen Hoo kira? duapultih We diutara Yang- hoo-tin, pada saat mereka berempat membuat penjelidikan. Pihale Jawan berdjumlah kira? tigapuluh orang, jang memiegat dan menje- rang tanpa banjak omong lagi. | ‘Tjio Hoa, demikian penuturan lebih djauh dari Houyan Pive, Siserang oleh... 320996 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>TIO Ra aa TR Ur Att ‘Menurut Houyan Pice, memang ia serta tiga kawannja sudah ‘entrok dengan pengiring? perahu harta besor itu, Bentrokan terdja. i tadi lobor ditepi kali Oen Hoo kira? duapultih We diutara Yang- hoo-tin, pada saat mereka berempat membuat penjelidikan. Pihale Jawan berdjumlah kira? tigapuluh orang, jang memiegat dan menje- rang tanpa banjak omong lagi. | ‘Tjio Hoa, demikian penuturan lebih djauh dari Houyan Pive, Siserang oleh seorang wanita tua umur enampuluh lebih, rambutnja sudah putih semua, Njonja itu bersendjatakan sepotong tongkat Lie, jkong-Koay dan agakhja dialah jang terpandai. Dalam beberapa dju- rus sadja, njonfa itu sudah berhasil menjampok terlepas pedangnja ‘Tyio Hoa, akan kemudian orangnja sendiri dibekuk dengan tali ban- ringan, ‘Pheng Koen bertempur dengan seorang lain, satu kall in dapat Tobohkan lawannja, tetapi lawan itu bangun pula, untuk membikin Perlawanan lebih djaut Dia ternjata adalah Seng iat Hoet siorang Polls Kenamean, Selandjutnja suit untuk Pheng, Koon merobohkan pola Jawan ttn jang tferdik, + Houyan Pa menghadap) seorang pemuda, jang Héllhstannja th. 1 ieee eel airs i ey a ig cag aren rs ja djadi kena dikepung bertiga, Sinjonja tua tidak membantu kewantaja, ia mengangkat Kaki dengan memondong ‘Tjio Hoa. Melihat itu,, Houyan Pa mendjadi gusar, maka ia tusvk roboh musuhnja jang satu dengan pedangnja, ‘untuk Kemudian mengamuk dengan tjetjer-terbangnja, karena Keti- a ia henddk mengedjar njonja itu, sa dirintangi oleh beberapa orang Jain, Lima dari mereka itu telah dibikin roboh, Sinjoniawaktu melihat seorang kosen, telah Jemparkan ‘jlo Hoa Ketanahj i madju memegat Houyan Pa, Lima kali djago Tong San J menggunakan,Uetjems, limerline Kalinin sinjonja dapat mhenangkis. Houyan Pa temas Kalan ia melihat tjetjemja peas dua sadja, terpaksd ia menjerang pula, kali ini dengan tipu.timpuk- annja jang istimewa, jang ia belum pernah pakal terhadap lain mu- suh, Itu Jang ainamakan timpukan ,Matahari dan rembulan bersa~ ling mementjarkan tjehajanja’, Bagaikan kilat Jang berkelebatan, slea Kedua {Jeter ttn menjambar Keatas dan Kebavwah Nepada al njonja toa, 25 iA<noinclude></noinclude> 6zh1a1oaqha71bai5w05c1h92qgldhs 320997 320996 2026-10-12T05:42:03Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 320997 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Menurut Houyan Pioe, memang ia serta tiga kawannja sudah bentrok dengan pengiring2 perahu harta besar itu. Bentrokan terdjadi tadi lohor ditepi kali Oen Hoo kira2 duapuluh lie diutara Yang hoo-tin, pada saat mereka berempat membuat penjelidikan. Pihak lawan berdjumlah kira2 tigapuluh orang, jang memegat dan menjerang tanpa banjak omong lagi. Tjio Hoa, demikian penuturan lebih djauh dari Houyan Pioe, diserang oleh seorang wanita tua umur enampuluh lebih, rambutnja sudah putih semua. Njonja itu bersendjatakan sepotong tongkat Lie kong-koay dan agaknja dialah jang terpandai. Dalam beberapa djurus sadja, njonja itu sudah berhasil menjampok terlepas pedangnja Tjio Hoa, akan kemudian orangnja sendiri dibekuk dengan tali bandringan. Pheng Koen bertempur dengan seorang lain, satu kali ia dapat robohkan lawannja, tetapi lawan itu bangun pula, untuk membikin perlawanan lebih djauh. Dia ternjata adalah Seng Tiat Hoet siorang polisi kenamaan. Selandjutnja sulit untuk Pheng Koen merobohkan pula lawan itu jang tjerdik. Houyan Pa menghadapi seorang pemuda, jang kelihatannja tidak berarti, tetapi segera dia itu dibantu dua orang lain; karena itu ia djadi kena dikepung bertiga. Sinjonja tua tidak membantu kawan²nja, ia mengangkat kaki dengan memondong Tjio Hoa. Melihat itu, Houyan Pa mendjadi gusar, maka ia tusuk roboh musuhnja jang satu dengan pedangnja, untuk kemudian mengamuk dengan tjetjer-terbangnja, karena ketika ia hendak mengedjar njonja itu, ia dirintangi oleh beberapa orang lain. Lima dari mereka itu telah dibikin roboh. Sinjonja, waktu melihat seorang kosen, telah lemparkan Tjio Hoa ketanah; ia madju memegat Houyan Pa. Lima kali djago Tong San ini menggunakan tjetjernja, lima-lima kalinja sinjonja dapat menangkis. Houyan Pa tjemas kalau ia melihat tjetjernja tinggal hanja dua sadja, terpaksa ia menjerang pula, kali ini dengan tipu-timpukannja jang istimewa, jang ia belum pernah pakai terhadap lain musuh. Itu jang dinamakan timpukan „Matahari dan rembulan bersaling mementjarkan tjahajanja”. Bagaikan kilat jang berkelebatan sisa kedua tjetjer itu menjambar keatas dan kebawah kepada sinjonja tua. {{rh|||275}}<noinclude></noinclude> cft0789eyr7u6w18vgdy8slio1x7qxq Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/31 104 116556 320998 2026-10-12T05:42:22Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '‘Biar bagaimanapun Kellehayannja, njonje itu toh kalah batt, Inilah disebabkan karena dua djari tangannja terbabat kutung tje~ tjemja Houyan Pa, Ta berkaok-kaok, lantas ia mengadjak kawan- Kawannja pergi lati, Meskt begitu, je berhasit membawa Tjio Hos pergi bersama, _ Houyan Pa mengedjar musul’nja sampai Pheng Koon menasi- ‘hatinja untuk bersabar ,, kerena pertjuma sadja orang dikeajar. ‘Mereka itu sudah lari djauh dan-mungkin ada lagi kawan-k... 320998 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>‘Biar bagaimanapun Kellehayannja, njonje itu toh kalah batt, Inilah disebabkan karena dua djari tangannja terbabat kutung tje~ tjemja Houyan Pa, Ta berkaok-kaok, lantas ia mengadjak kawan- Kawannja pergi lati, Meskt begitu, je berhasit membawa Tjio Hos pergi bersama, _ Houyan Pa mengedjar musul’nja sampai Pheng Koon menasi- ‘hatinja untuk bersabar ,, kerena pertjuma sadja orang dikeajar. ‘Mereka itu sudah lari djauh dan-mungkin ada lagi kawan-kawannja. Pheng Koen menjarankan untuk lekas mengirim kabar ke Sia Yang ‘Ouw. ouyan Pioe memungut seniua tfetjer kakaknja, lalu tanpa ber ajal lagi ta berangkat Keselatan. Disebuah dusun ia singgah untuk ‘bersantap. Tengah berdahar, ia dihampiri beberapa orang oppas <le- 80 jang datang bersama sedjumlah anggauta badan keamanan desa, Uleseipas naar ip ene ‘Soorang pendjshat; fa lantas digiring Kebalat desa, ‘Tei waktu masih siang, Houyan Pioe tidak mau bersikap keras. Karena itu, mereka mendjadi mengadu muiut sadja. Seorang: fang mendjadi kepalanja kelihatannja tidak dapat me- ngambil keputusan; meskipun mendengar suara mereka, rupania dla ‘mendapat perintah langsung dari pemerintannja, Karena itu terpak- Sa Houyan Pioe terus ditahan dibalai desa itu, 1a bersabar sampal malam, ia berontak menisak borgolan, terus lari melompat tembole. Saking kesusunja fa Sampai ketinggalan duabelas buah tjetjer ka- Kaknja, ia hahja ingat inenjembat tombaknja sendini, sepasang tom- bak pendek, Adalah tengah ie berlari demikian, waktu ia bertemu ‘Yan Toe Hoei dan Soen Eng. ‘Soen Eng Kaget dan bergelisah mengetahui adiknja djatuh ai. tangan musuh hingge ia ingin begera pergi ke Soe-yang-koan, tem- pat terdekat dengan Yang-hoo.tin, urituk membikin penjelidikan, guna menolong adiknja itu, Dilain pihak iapun bersangsi, sehingga | ja memikir untuk pulang dulu ke ‘Tjietjice gina memberi kabar kepada ajelnja, supaja ia dapat bantuan saudars@nja seperguruan, | ‘untuk meinbongkar pendjara epabila peru, Rau sabar’, Yan joe Hoel membadjuk. Kemudian fa utarakan pikivannja, jang dapat disctudjui Noxia ‘ilo, Sesudah itu mereka lantas, bertindalk. 276 x<noinclude></noinclude> tsk7ecsg2bwxs037mr9dhipvwf44l9l 320999 320998 2026-10-12T05:47:11Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 320999 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Biar bagaimanapun keliehayannja, njonja itu toh kalah hati. Inilah disebabkan karena dua djari tangannja terbabat kutung tjetjernja Houyan Pa. Ia berkaok-kaok, lantas ia mengadjak kawan kawannja pergi lari. Meski begitu, ia berhasil membawa Tjio Hoa pergi bersama. Houyan Pa mengedjar musuh²nja sampai Pheng Koen menasihatinja untuk bersabar , karena pertjuma sadja orang dikedjar. Mereka itu sudah lari djauh dan mungkin ada lagi kawan-kawannja. Pheng Koen menjarankan untuk lekas mengirim kabar ke Sia Yang Ouw. Houyan Pioe memungut semua tjetjer kakaknja, lalu tanpa berajal lagi ia berangkat keselatan. Disebuah dusun ia singgah untuk bersantap. Tengah berdahar, ia dihampiri beberapa orang oppas desa jang datang bersama sedjumlah anggauta badan keamanan desa, jang memeriksanja; karena ia membawa sendjata, ia disangka adalah seorang pendjahat; ia lantas digiring kebalai desa. Itu waktu masih siang, Houyan Pioe tidak mau bersikap keras. Karena itu, mereka mendjadi mengadu mulut sadja. Seorang jang mendjadi kepalanja kelihatannja tidak dapat mengambil keputusan; meskipun mendengar suara mereka, rupanja dia mendapat perintah langsung dari pemerintahnja. Karena itu terpak sa Houyan Pioe terus ditahan dibalai desa itu. Ia bersabar sampai malam, ia berontak merusak borgolan, terus lari melompat tembok. Saking kesusunja ia sampai ketinggalan duabelas buah tjetjer kakaknja, ia hanja ingat menjembat tombaknja sendiri, sepasang tombak pendek. Adalah tengah ia berlari demikian, waktu ia bertemu Yan Tjoe Hoei dan Soen Eng. Soen Eng kaget dan bergelisah mengetahui adiknja djatuh di. tangan musuh hingga ia ingin segera pergi ke Soe-yang-koan, tempat terdekat dengan Yang-hoo-tin, untuk membikin penjelidikan, guna menolong adiknja itu. Dilain pihak iapun bersangsi, sehingga ia memikir untuk pulang dulu ke Tjietjioe guna memberi kabar kepada ajahnja, supaja ia dapat bantuan saudara²nja seperguruan, untuk membongkar pendjara apabila perlu. ,,Kau sabar”, Yan Tjoe Hoei membudjuk. Kemudian ia utarakan pikirannja, jang dapat disetudjui Nona Tjio. Sesudah itu mereka lantas bertindak. 276<noinclude></noinclude> i9qcgbk0s96y7nlj847hpvlwb80okn8 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/32 104 116557 321000 2026-10-12T05:47:35Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Houyan Pioe berangkat ketepl utara telaga Ang Tek Ouvy; disana ‘ia mest{ minta bantuan sahabat® dari beberapa rombongan ditelaga itu, guna mentjari tahu disekitar Yang-hoo-tin Tfio Hoa itu dibawa Kemana dan disembunjikan dimana agar dapat menolong dia. Yan ‘TJoe Hoel sendiri bersama Soon Eng madju terus disepandiang Oen ‘Hoo untuk menguntit, sekalian miembuat penjelidikan. Yan Tjoe Hoel pertjaja orang tidak terpisah djauh dari méreka, ‘Munglcin... 321000 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Houyan Pioe berangkat ketepl utara telaga Ang Tek Ouvy; disana ‘ia mest{ minta bantuan sahabat® dari beberapa rombongan ditelaga itu, guna mentjari tahu disekitar Yang-hoo-tin Tfio Hoa itu dibawa Kemana dan disembunjikan dimana agar dapat menolong dia. Yan ‘TJoe Hoel sendiri bersama Soon Eng madju terus disepandiang Oen ‘Hoo untuk menguntit, sekalian miembuat penjelidikan. Yan Tjoe Hoel pertjaja orang tidak terpisah djauh dari méreka, ‘Munglcin, karena telah berhasil menawan TJio Hoa, pihak sana ajadi ‘alpa dan kurang keras pendjagaannja, sehingga mereka dapat turun tangan dengan terlebih gampang. ‘Untuk tugasnja ini, Yan Tyoe Hoei berdua Soen Eng a oe lakukan perdjalanan tjepat. Tetap mereka berdjalan kaki, tetapl pa- da waktu malam mereka bisa berlari-lati keras, Maka belum lagi terang tanah mereka sudah tiba disebuah dusun Ketjil disebelah bax rat kali di Yang-hoo.tin, Supaja tidgic terlihat atau‘ditjurigal mu- suh, mereka tidak pergi mentjari pondokan hanja memernahkan dir ditempat jang sunji, Disini mereka dahar rangsum Kering, sambil berdamai mengenaj tindakan mereka lebih djauh. ‘Soen Eng lebih suka mengambil jalan air. Ia pertjaja, In Soe- ya berada didepan, paling djauh ialah satu-dua rintasan lagi, Kalau ambi djalan darat, katanje, kemungkinan. mereka nanti kena me- Jewati musuh. ‘Yan ‘Tjoe Hoei setudju pikiran ini, Ditempat sekitar situ fa akan dapat mohon bantuan mereka itu, Ta anggap tidak sullt akan mengenali perahunja Tn Soeya, Perahu itu tidak besar, muatannja erat, pinggiran perahu mesti kelam dalam dari permukean air. Habis bersantap, Kedua nona ini lantas bekerdja, Mereka pergi Kepelabuhan. SMfereka. memakai alasan hendak menjewa perahu, Di. pelabuhan jang pertama, Jang Ketfil sekali, mereka tidak peroleh ‘endusan, Disitupun tidak ada orang jang dikenal, Mereka. pergi Ke- pelabuhan Jang Kedua, Inilah pelabuhan dari Sice-tfian, Disini ter dapat tidak sediiit Kendaraan air, Keadaan pun ramai, Lebih dul ‘mereka menjelidild dikedus tepi timur dan barat; disitu mereka ti- ‘dak lihat perahu Jang mentjurigal. Mereka lalu menudju langsung Kepelabuhan’ utama, Disint Kadang? mereka menggunakan bahasa Tahiasia kaum Kang-ouw pada waktu berbitjara dengan tukang> pe~ yahu, Kembali mereka gagal. Sampai datang sang sore, terpaksa ‘mereka madju didjalan besar ditepi kali itu. x aT<noinclude></noinclude> gziz14a2ipyvqbktjjrr6p4wq22ajq7 321001 321000 2026-10-12T05:51:50Z Naila Fathinah 27683 321001 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Houyan Pioe berangkat ketepi utara telaga Ang Tek Ouw; disana dia mesti minta bantuan sahabat² dari beberapa rombongan ditelaga itu, guna mentjari tahu disekitar Yang-hoo-tin Tjio Hoa itu dibawa kemana dan disembunjikan dimana agar dapat menolong dia. Yan Tjoe Hoei sendiri bersama Soen Eng madju terus disepandjang Oen Hoo untuk menguntit, sekalian membuat penjelidikan. Yan Tjoe Hoei pertjaja orang tidak terpisah djauh dari mereka. Mungkin, karena telah berhasil menawan Tjio Hoa, pihak sana djadi alpa dan kurang keras pendjagaannja, sehingga mereka dapat turun tangan dengan terlebih gampang. Untuk tugasnja ini, Yan Tjoe Hoei berdua Soen Eng mesti melakukan perdjalanan tjepat. Tetap mereka berdjalan kaki, tetapi pada waktu malam mereka bisa berlari-lari keras. Maka belum lagi terang tanah mereka sudah tiba disebuah dusun ketjil disebelah barat kali di Yang-hoo-tin. Supaja tidak terlihat atau ditjurigai musuh, mereka tidak pergi mentjari pondokan hanja memernahkan diri ditempat jang sunji. Disini mereka dahar rangsum kering, sambil berdamai mengenai tindakan mereka lebih djauh. Soen Eng lebih suka mengambil djalan air. Ia pertjaja, In Soeya berada didepan, paling djauh ialah satu-dua rintasan lagi. Kalauambil djalan darat, katanja, kemungkinan mereka nanti kena melewati musuh. Yan Tjoe Hoei setudju pikiran ini. Ditempat sekitar situ ia akan dapat mohon bantuan mereka itu. Ia anggap tidak sulit akan mengenali perahunja In Soeya. Perahu itu tidak besar, muatannja berat, pinggiran perahu mesti kelam dalam dari permukaan air. Habis bersantap, kedua nona ini lantas bekerdja. Mereka pergi kepelabuhan. Mereka memakai alasan hendak menjewa perahu. Di pelabuhan jang pertama, jang ketjil sekali, mereka tidak peroleh endusan. Disitupun tidak ada orang jang dikenal. Mereka pergi kepelabuhan jang kedua. Inilah pelabuhan dari Sioe-tjian. Disini terdapat tidak sedikit kendaraan air, keadaan pun ramai. Lebih dulu mereka menjelidiki dikedua tepi timur dan barat; disitu mereka tidak lihat perahu jang mentjurigai. Mereka lalu menudju langsung kepelabuhan utama. Disini kadang² mereka menggunakan bahasa rahasia kaum Kang-ouw pada waktu berbitjara dengan tukang² perahu. Kembali mereka gagal. Sampai datang sang sore, terpaksa mereka madju didjalan besar ditepi kali itu. {{rh|||277}}<noinclude></noinclude> mikok34310koumj0bk7pkafxkzxyi95 321002 321001 2026-10-12T05:52:21Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 321002 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Houyan Pioe berangkat ketepi utara telaga Ang Tek Ouw; disana dia mesti minta bantuan sahabat² dari beberapa rombongan ditelaga itu, guna mentjari tahu disekitar Yang-hoo-tin Tjio Hoa itu dibawa kemana dan disembunjikan dimana agar dapat menolong dia. Yan Tjoe Hoei sendiri bersama Soen Eng madju terus disepandjang Oen Hoo untuk menguntit, sekalian membuat penjelidikan. Yan Tjoe Hoei pertjaja orang tidak terpisah djauh dari mereka. Mungkin, karena telah berhasil menawan Tjio Hoa, pihak sana djadi alpa dan kurang keras pendjagaannja, sehingga mereka dapat turun tangan dengan terlebih gampang. Untuk tugasnja ini, Yan Tjoe Hoei berdua Soen Eng mesti melakukan perdjalanan tjepat. Tetap mereka berdjalan kaki, tetapi pada waktu malam mereka bisa berlari-lari keras. Maka belum lagi terang tanah mereka sudah tiba disebuah dusun ketjil disebelah barat kali di Yang-hoo-tin. Supaja tidak terlihat atau ditjurigai musuh, mereka tidak pergi mentjari pondokan hanja memernahkan diri ditempat jang sunji. Disini mereka dahar rangsum kering, sambil berdamai mengenai tindakan mereka lebih djauh. Soen Eng lebih suka mengambil djalan air. Ia pertjaja, In Soeya berada didepan, paling djauh ialah satu-dua rintasan lagi. Kalauambil djalan darat, katanja, kemungkinan mereka nanti kena melewati musuh. Yan Tjoe Hoei setudju pikiran ini. Ditempat sekitar situ ia akan dapat mohon bantuan mereka itu. Ia anggap tidak sulit akan mengenali perahunja In Soeya. Perahu itu tidak besar, muatannja berat, pinggiran perahu mesti kelam dalam dari permukaan air. Habis bersantap, kedua nona ini lantas bekerdja. Mereka pergi kepelabuhan. Mereka memakai alasan hendak menjewa perahu. Di pelabuhan jang pertama, jang ketjil sekali, mereka tidak peroleh endusan. Disitupun tidak ada orang jang dikenal. Mereka pergi kepelabuhan jang kedua. Inilah pelabuhan dari Sioe-tjian. Disini terdapat tidak sedikit kendaraan air, keadaan pun ramai. Lebih dulu mereka menjelidiki dikedua tepi timur dan barat; disitu mereka tidak lihat perahu jang mentjurigai. Mereka lalu menudju langsung kepelabuhan utama. Disini kadang² mereka menggunakan bahasa rahasia kaum Kang-ouw pada waktu berbitjara dengan tukang² perahu. Kembali mereka gagal. Sampai datang sang sore, terpaksa mereka madju didjalan besar ditepi kali itu. {{rh|||277}}<noinclude></noinclude> n7jj0uep093h05pe0pm5w58qeh24tk7 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/33 104 116558 321003 2026-10-12T05:52:42Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Berdjalan kira? setengah djam, sedang mendekati tempat jang ramai, Yan Tjoe Hoel dapat dengar derap.kuda berlar’ kearainja. Ja, segera herpaling, Ta'melihat seorang penunggang kuda, Ia awasi ‘orang itu, Jang setelah datang dekat, dan seudahnja lantas lompat turun dari kuudanje seraja memanggil pelahan ; ,,Pjongtotjoe.....”, ‘Dia berdist dengan sikap menghormat. ‘Yan Tioe Hoel Jantas mengenali penungyang Kuda itu sebagal salah satu tauwbaknjs, J... 321003 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Berdjalan kira? setengah djam, sedang mendekati tempat jang ramai, Yan Tjoe Hoel dapat dengar derap.kuda berlar’ kearainja. Ja, segera herpaling, Ta'melihat seorang penunggang kuda, Ia awasi ‘orang itu, Jang setelah datang dekat, dan seudahnja lantas lompat turun dari kuudanje seraja memanggil pelahan ; ,,Pjongtotjoe.....”, ‘Dia berdist dengan sikap menghormat. ‘Yan Tioe Hoel Jantas mengenali penungyang Kuda itu sebagal salah satu tauwbaknjs, Jang pernah turut dalam penjerahan piauw- nja ‘Tieng Loen dj Hay-an pada bulan jang bara lala. Ja djedi girang ‘sekali, apapula waitu setelan menanja.sitauwbak, in diberikan ke- terangan bahwa kemarin, sedang masih di Sioe-tjlan, tauwbak itu melihat sebuah peratn hesar Jang dia anggap mentjurigai; sesudah- nja'dia djuga telah melihat In Soeya jang dia kenall. Karena dia betvendirian sadja, dia tidak berani bertindak sembarangan., ‘Watanja tadi lonor ditengah djalan disebelah timur sungat, dia telah bertemu dengan Lice Hong Hoa, maka kepada Hong-Hoa di felan menuturkan tentang peralu jang mentjurigai itu, Atas pem betitahuan itu, Hong Hoa sudah lantas bekerdja; 1a melariican kus Ganja kearah utara sedangkan did sendiri dipesan menanti disinl, menantikan ‘Tiong Hong dan jouw Po, jang katanja bakal datang. belakangan, supaja dua orang itu, Jang djalen darat, mengambs jalan air, gina menjusul dengan perahu. Setjara begitu, perahut ti Gjadi, dikedjar dari darat dan air, | Kalau disusul dari darat sa ja, dikuatirkan pihak sana mengubah haluan, ©" Pada achimia tauwhak ita memberitahukan bata, tad) pagi dia telah bertemn dengan seorang matamatanja Kim-gan-tiauw Lie Peng si Radjawali Bermata Emas dari telaga Lok Ma Ouw, aka, Kedatangannja ong Hong dan ‘Pjouw Po, mereka dapat sa. | ‘ma-sama menampang perahunja mata-mata itu Kalu begiti, mari keu adjak kami keperahu itu !” kata Soem Eng. ,,Sckarang ini kita mesti bertindak tjepat, lebih tjepat, lebih baiic ! Perlu apa kita mest] menunggu Siauw-song-boen jang menje- balan 7” } |. Yan Tjoe Hoel anggap pikirannja Nona, Tiio benar, maka iapum minta tauwbak itu mengantar mereka keperau jang disebutkat itu, Kedalam perahu mana mereka terus naik, Tauwbak ini ditings) gal, disurah tetap menantikan ‘Tjons Hong dan ‘jouw Po; dia tjum dipesan untuk nanti mengambil djalan dibarat kali, 28 %¢<noinclude></noinclude> 7y3eqdqjcmf1or06mzvs3putq75nlmn 321004 321003 2026-10-12T05:56:13Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 321004 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Berdjalan kira2 setengah djam, sedang mendekati tempat jang ramai, Yan Tjoe Hoei dapat dengar derap kuda berlari kearahnja. Ia segera berpaling. Ia melihat seorang penunggang kuda. Ia awasi orang itu, jang setelah datang dekat, dan sesudahnja lantas lompat turun dari kudanja seraja memanggil pelahan : ,,Tjongtotjoe......” Dia berdiri dengan sikap menghormat. Yan Tjoe Hoei lantas mengenali penunggang kuda itu sebagai salah satu tauwbaknja, jang pernah turut dalam penjerahan piauwnja Tjeng Loen di Hay-an pada bulan jang baru lalu. Ia djadi girang sekali, apapula waktu setelah menanja sitauwbak, ia diberikan keterangan bahwa kemarin, sedang masih di Sioe-tjian, tauwbak itu melihat sebuah perahu besar jang dia anggap mentjurigai; sesudahnja dia djuga telah melihat In Soeya jang dia kenali. Karena dia bersendirian sadja, dia tidak berani bertindak sembarangan. Katanja tadi lohor ditengah djalan disebelah timur sungai, dia telah bertemu dengan Lioe Hong Hoa, maka kepada Hong Hoa dia telah menuturkan tentang perahu jang mentjurigai itu. Atas pemberitahuan itu, Hong Hoa sudah lantas bekerdja; ia melarikan kudanja kearah utara sedangkan dia sendiri dipesan menanti disini, menantikan Tjong Hong dan Tjouw Po, jang katanja bakal datang belakangan, supaja dua orang itu, jang djalan darat, mengambil djalan air, guna menjusul dengan perahu. Setjara begitu, perahu itu djadi dikedjar dari darat dan air. Kalau disusul dari darat sadja, dikuatirkan pihak sana mengubah haluan. Pada achirnja tauwbak itu memberitahukan bahwa tadi pagi dia telah bertemu dengan seorang mata-matanja Kim-gan-tiauw Lie Peng si Radjawali Bermata Emas dari telaga Lok Ma Ouw, maka kedatangannja Tjong Hong dan Tjouw Po, mereka dapat sama-sama menumpang perahunja mata-mata itu. ,,Kalau begitu, mari kau adjak kami keperahu itu !” kata Soen Eng. ,,Sekarang ini kita mesti bertindak tjepat, lebih tjepat, lebih baik ! Perlu apa kita mesti menunggu Siauw-song-boen jang menjebalkan ?” Yan Tjoe Hoei anggap pikirannja Nona Tjio benar, maka iapun minta tauwbak itu mengantar mereka keperahu jang disebutkan itu, kedalam perahu mana mereka terus naik. Tauwbak ini ditinggal, disuruh tetap menantikan Tjong Hong dan Tjouw Po; dia tjuma dipesan untuk nanti mengambil djalan dibarat kali. 278<noinclude></noinclude> n96af6wpk6v1diztln6ce43i675vz3e Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/159 104 116559 321005 2026-10-12T05:57:35Z Arumi Dwi Adrian 1A 27780 /* Telah diuji baca */ 321005 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arumi Dwi Adrian 1A" /></noinclude>Kompeni keradjaan diatas tanah Bandjar dari waktu tempo Kommisaris Hopman sampai turun dengan beberapa pitor2 ganti berganti jang datang kenegeri Bandjar hingga datang kepada waktu masa ini jang tiada sunji pada tiap2 ketika mendatangkan kepada Kompeni banjak perbitjaraan jang kedji² jang tiada ada gunanja suatu faedah dalamnja dan banjak perchabaran rupa² jang semata2 teledor membisingkan telinga dan mendjemukan napsu dan memanaskan hati orang besar2: mengertinja ibarat dalam itu adalah radja² hendaklah membatalkan atas barang jang telah kelaziman dari pihak perdjandjian dengan Kompeni seolah-olahnja mungkir dalam itu dan mensia²kan kebadjikan dan pertolongan Kompeni jang njata sampai sekarang ini kelihatan lahir manfa'atnja peliharaan Kompeni dengan bersungguh hati Kompeni jang sudah melindungkan atas tanah Bandjar. Maka apabila tetap pikiran dalam hati jang seperti ini nistjaja pada achirnja dapat pertjeraian dari Kompeni jang akan akibat kemudian mendatangkan bahaja besar pada radja² dari sebab bersetori selama -lamanja dengan Kompeni istimewah lagi jang tiada Kompeni mendapat hasilnja dari uang² kepala jang teradat dengan patut perdjandjian kepada segala negeri atas tempo jang tentu pada tiap2 tahun . Apalagi dari hal lada jang tiada djadi . Maka dari itulah jang diharap serta dikehendaki selama -lamanja oleh Kompeni bertunggu dalam tanah Bandjar beserta dengan beberapa Kompeni punja kerugian dari belandja kepada orang2 jang djaga dalam negeri Bandjar djua apalagi ia dengan kerugian Kompeni jang terbeiandjakan ketika perang dengan Pangeran Amir dari sebab pandjang ingatan Kompeni pasti tiada dengan pertjuma boleh hilang dan boleh terbuang pertolongan jang sebenar2nja dari Kompeni kepada Tuan Sultan. Maka dari itu tiada suatu pikiran Kompeni jang mendjadi kepala maksud kehendaknja semata2 dalam tanah Bandjar ini hanja dua perkara . Pertama buah lada itulah jang mahal menghendak atas mentjari faedah peruntungan dari pihak berdagang karena itulah jang mendjadi besar penerimaan dengan suka hati Kompeni . Dari sebab ada peruntungan kepada Kompeni dari pihak berdagang maka dari itu. kalau ada faedah jang supaja memulangkan kerugian Kompeni . Kedua perkara maunja Kompeni biar selama-lamanja Tuan Sultan berdiri atas kebetulan dengan tulus ichlas hati segala djandji perdjandjian dengan Kompeni dan Tuan Sultan boleh memikirkan dengan sehabis²nja tilikan jang sempurna tadjam akal apa djuga jang akan boleh peruntungan mendjadi balasan dari Tuan Sultan punja penerimaan kepada Kompeni jang selama- lamanja jang mendjadi terikat selama - lamanja jang 145<noinclude></noinclude> at2y1zs2trfjeyhelxvhx8mw5eo1wg4 Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/160 104 116560 321006 2026-10-12T05:58:33Z Arumi Dwi Adrian 1A 27780 /* Telah diuji baca */ 321006 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arumi Dwi Adrian 1A" /></noinclude>djangan boleh terubah2 . Lagi persjahabatan jang senantiasa boleh kekal turun menurun Tuan Sultan serta dzuriat2 jang mutachirin sekaliannja dalam sentausa mana peliharaan Kompeni jang melindungkan dan menaungkan dari bahaja musuh2 . Apabila ada dengan pandjang ingatan sesungguhnja Tuan Sultan serta menghendaki atas menghasilkan keuntungan kepada Kompeni seperti jang tersebut dalam ini pasa! jang Pransuis van Bukuls Keburnur en Komisaris meneruskan kenjataannja dengan keterangan atas kehendak hakekat rahasia Kompeni jang melimpahkan ' adilnja istimewa pula ia jang memegang beserta tetap atas djandji waadnja supaja memberi jakin jang tiada tersembunji suatu lafadz jang madjhul bahasa Arab maknanja atas siapa jang melihat dan menbatjanja dari karena gunanja kontrak ini perdjandjian dan tamsjil dan ibarat dan dikehendaki manfa'atnja dari pihak maslahat 28 ) jang kebadjikan kepada Kompeni dan Sultan djuga adanja sebaginja mentjeterakan dalam ini fasal jang pertama djuga adalah lagi pada ketika jang sudah datang ke Bandjar Tuan Pransuis van Bukuls Keburnur en Komisaris jang kewakilan ganti badannja Tuan Djandra ! sendiri dengan Raden pan India . Maka telah sampailah ia punja pengetahuan atas memeriksa dan pendengaran jang njata terang dari sekalian hal perkara² rahasia jang mendatangkan setori² kepada Kompeni dengan Tuan Sultan . Maka Tuan Komisaris pun bersoal kalian hal dari se- itu kepada Tuan Sultan . Maka dari sebab itulah datang permintaan Tuan Sultan beserta sekalian adja² dan menteri jang da- lam daerah negeri Bandjar kepada Tuan Geburnur en Komisaris perihal itu hendaklah Tuan Sultan sendiri jang memegang perintah2 pada kuliling negeri besar ketjil jang takluk dibawah perintah tachta keradjaan Tuan Sultan dari karena Bandjar ini tanah besar lagi sukar perdjalanannja sebab djauh siruk sirukan sungai2 dan simpangannja lagi banjak susah kepada orang putih jang tiada kenal adatnja sebab karena orang desa bertjampur dengan Dajak . Tambahan lagi pitor² jang satu tahun sudah tinggal dengan kita tiada boleh sampai pikiran aturannja kepada orang ketjil dalam desa² itu karena lain ampunja . Apalagi ia tiada boleh pikul begitu jang djadi susah kepada menghasilkan kauntungan Kompeni lagi berkebetulan kehendaknja dengan mufakat atas perintah2 jang orang ketjil terima dengan sukanja . Maka dari itulah 28( ‫مصلحت‬ ) 146<noinclude></noinclude> ts2n8i1ac5oy82vdxw0zsbjyzygkezt Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/161 104 116561 321007 2026-10-12T05:59:02Z Arumi Dwi Adrian 1A 27780 /* Telah diuji baca */ 321007 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arumi Dwi Adrian 1A" /></noinclude>hal perkara jang tersebut disangkanja Kompeni datang dari kita salahnja jang menghendaki isetori2 jang mendatangkan ketjelaan dan kerugian kepada Kompeni melainkan terlebih baik kita sendiri tanggungan atas keuntungan jang sudah teradat Kompeni mendapat bahagian pada tiap tahun dari uang kepala seperti jang telah biasa djadi adat perbajaran orang negeri dahulu kala . Lagi kita tjakap serta menanggung atas memerintahkan sekalian rakjat2 pada tiap negeri ketjil besar mana2 pohon lada dari pada keliling tempat dan lagi kita tanggung dari pada menetapkan dan meletakan aturan tertib perintah jang seboleh mendjadi kebadjikan negeri . Apalagi daripada kita punja suka dengan bersungguh hati kita jang menghendaki atas kauntungan senantiasa datang kepada Kompeni. Tambahan lagi kita hendaklah menundjukkan tandanja tulus dan ichlas dengan bersih hati jang putih apabila ada rupanja datang daripada kita maslahat dengan peri kebadjikan selama- lamanja kepada Kompeni dari segala aturan perintah. Apalagi banjaknja lada jang keluar daripada tanah Bandjar djikalau kita sendiri jang memegang perintah itu maka dapatlah kepada Kompeni mengahatamalakan 29 ) kias dalam itu daripada awal dan achir jang pasti kelihatan dengan jakin mendhahirkan salah betulnja dan djahat baiknja kita pada kemudiannja . Maka dari itulah hal jang Tuan Geburnur en Komisaris sudah memikirkan djuga dalam itupun rasa betul djuga sesungguhnja dalam pekerdjaan itu terlalu berat atas kedua pihak antara pitor dan Tuan Sultan apabila tertjampur perintahan dan perbitjaraan dalam negeri . Karena dari itulah jang mendatangkan istori. Tambahan lagi jang sudah Tuan Geburnur en Komisaris melihat Tuan Sultan jang menundjuk hati jang betul serta Tuan Sultan menanggung akan mendatangkan kauntungan kepada Kompeni dan lagi Tuan Sultan menanggung memeliharakan pada sekalian negeri dan pohon lada dan tambahan lagi Tuan Sultan menanggung dan mengichtiarkan sekalian maslahat jang kebadjikan pada tiap negeri . Dari itulah maka Tuan Pransuis Geburnur en Komisaris telah menjerahkan kepada Tuan Sultan Saleman Sa'idallah atas kuasanja perintah sekaliannja dalam negeri besar ketji jang takluk dalam tachta kerajaan . Tuan Sultan itulah jang memegang atas waad perdjandjian jang berhingga hadnja pada satu masa dengan temponja jang nanti tersebut dalam kontrak ini djuga adarja . 147<noinclude></noinclude> cnmioohorod6ixyhpr6w5x6l1uccsk6 Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/162 104 116562 321008 2026-10-12T06:02:31Z Arumi Dwi Adrian 1A 27780 /* Telah diuji baca */ 321008 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Arumi Dwi Adrian 1A" /></noinclude>Pasal jang kedua . Bahwa ini menjatakan dengan jakin mendhahirkan keterangan dari mengatahuijakan jang Kompeni serta dengan Tuan Sultan Bandjar jang telah mengaku dan menanggung serta melazimkan perihal menetapkan kontrak jang telah mendjadi kelaziman dan kewadjiban atas Kompeni dan Tuan Sultan pada tempo Komisaris Hopman apalagi jang terdahulu dan jang terkemudian melainkan mesti tinggal tetap itu bagaimna ada jang pasti terpakai tiada dapat sekali tiada boleh terubah membatalkan dan tapi tinggal ahad dan waad jang mengaraskan dari djangan ada bersalahan dalam itu adanja . Pasal jang ketiga . Bahwa sesungguhnja Kompeni kasih istiana 30 ) serta menjerahkan apa jang dia punja hak dari pihak bumi tanah Bandjar jang telah mendjadi genggaman jang mustachik kepada Kompeni seperti jang tersebut kenjataannja atas keterangan jang wadh dalam kontrak dari tempo Komisaris Hopman . Maka dari itu sekarang Kompeni tetapkan Tuan Sulan Saleman Sa'idallah jang kuasa memerintah diatas sekaliania anah Kompeni itu serta Tuan Sultan djuga jang kewakilan da i K¸mpeni mendjaganja dan memeliharakannja seperti Tuan Sultan punja sendiri . Tambahan lagi Tuan Sultan djuga jang menerima hasil dari uang kepala dari sekalian negeri2 dengan desa2. Lagipula Tuan Sultan boleh taruhkan pabean djikalau suka dimana2 negeri jang sekira2 medatangkan faedah kepada Tuan Sultan . Tetapi pabean itu djangan medatangkan sunji atas pabean Kompeni istimewah lagi barang mana ada ia larangan Kompeni . Lagi pula Kompeni kasihkan kepada Tuan Sultan keuntungan dari barang jang dapat keluar dari djenis sarang burung dalam negeri baik ada itu mendjadi adat kehasilan orang atau dari pihak berdagang dalam itu atau ada jang lain2 djenis rupanja barang kalau keluar dari itu tanah meletakkan kepada Tuan Sultan faedah nja . Lagi pula Kompen : telah pertjaja dengan ini menghendaki Tuan Sultan sendiri mendjaga serta memeriksa perihal memeliharakan sekalian kebun² lada pada tiap2 tempat jang boleh djadi tanam lada dalam tempat itu seboleh-bolehnja Kompeni menjerahkan serta mewakilkan Tuan Sultan djua atas sekalian pekerdjaan jang wadjib djaganja kepada pitor" jang tertjampur dari pihak bitjara2 dalam negeri dan memeriksa atas pekerdjaan barang suatunja jang tertjampur dahu'unja 300 ‫استعان‬ 148<noinclude></noinclude> m0q3dqxcjh6lvbmm6nm94mzwzwi81gb Halaman:Madjalah Kebudajaan Indonesia Okt Nov Des 1955.pdf/7 104 116563 321013 2026-10-12T06:30:22Z Andika Wira P 1A 27768 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'bokerdja dengan gaja baru ini, maka datanglah di Djerman Krritisisme bergaja lama, suatu kritisisme jg. dengan tiada sangsi lagi adalah lebih gampang bagi publik untuk ii anasir- ° anasir bernilai didalam seni bara itu. Banjak daripada ketjintaan Djerman akan jang serbadoktriner maula-mula dibawa Kearah. Krritisisme alas segala jang nampak bertentangan dengan atjara s baru didalam seni. Banjak bentuk jang masih tinggal hidup sete- Tah beberapa p... 321013 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Andika Wira P 1A" /></noinclude>bokerdja dengan gaja baru ini, maka datanglah di Djerman Krritisisme bergaja lama, suatu kritisisme jg. dengan tiada sangsi lagi adalah lebih gampang bagi publik untuk ii anasir- ° anasir bernilai didalam seni bara itu. Banjak daripada ketjintaan Djerman akan jang serbadoktriner maula-mula dibawa Kearah. Krritisisme alas segala jang nampak bertentangan dengan atjara s baru didalam seni. Banjak bentuk jang masih tinggal hidup sete- Tah beberapa puluh tabun kemudian, novel sedjarah, ballade, jakni ola” seni Jong, memperlihatkan adanja tendens djadi kurban dalam Malam Bartolomeo Naturalis. Heyse dilumpubkan, Schiller torpental-pental, Sebaliknja Hebbel dan Klest didjundjung- @jundjung (pada angkatan-angkatan terkemudian ternjata mere- ka hanja mentjapai tidak lebih daripada succts d'estime), sedang, Geibel, jana pada mulanja scorang Iynikus mashur, terpelanting dari singgasana dengan bunji_jang amat riuh, Droste ditemukan ditempat penjingkirannja diudik, sedang Mérike muntjulditjake- rawala kesusasteraan dengan kemenangan gilanggemilang. Revolusi seléra itu melas kedaerah harian dan madjalah jang ie. Kelebih-lebihan jang telah mendjadi blisé jang wadjar itt, jang dimosalalu dianggap sehagai komik, kini digantikan oleh true stories, terutama dalam bentuk surat jang dikirimkan kepada a madjalah-madjalah ita (Jugend, Simplizissimus). Me- nakinan tntuk berkeberatan Karena untuk men- ‘an, maka tjerita ita Kehilangan komiknja, tetapi a pembatja pada jang njata, maka Ke- mbahi dajapenarik. tjerita peer Aikenal, “Ternjata. ba seiGchanjal telah mengbolangi pandangan. Penemuan-penemuan Sieh ‘Alias Worpsweder- adalah sepert_padang.jang memper: Heth aan take dita don emadjuan, bag Eis Tuas, Penghalong-penghalang jang membelintang ditengab- Tauh dialan Kechsjeken, seni bara dilapangan Kesusasteraan, Ici tjepat rota dalam seas, arena isn ta ada “hivingan-perhitungan ets jang memainkan peranan, Matas pekerti ‘manusia’, sebagaimana dinjatakan oleh Brandés ittas seni Zola, boleh djuga dipandang kurang atau lemah terhadap iSberutan bogi banjak orang jang mengherapkin dari seni itt AStr pengharapan ates jang berbarga dan Yuarbiasa, tetapi Kesak- Sian atas sifat alam disambut dengan senang dan sjukur dan ey Vow gairah diterima sebagai memperkaja dunia Beas<noinclude></noinclude> s0gqvmrjx9gfkls3nt63qi27ue50sz8 321016 321013 2026-10-12T06:42:03Z Andika Wira P 1A 27768 /* Telah diuji baca */ 321016 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Andika Wira P 1A" /></noinclude>bekerdja dengan gaja baru ini, maka datanglah di Djerman kritisisme bergaja lama, suatu kritisisme jg. dengan tiada sangsi lagi adalah lebih gampang bagi publik untuk mengadili anasir-anasir bernilai didalam seni baru itu. Banjak daripada ketjintaan Djerman akan jang serbadoktriner mula-mula dibawa kearah kritisisme atas segala jang nampak bertentangan dengan atjara baru didalam seni. Banjak bentuk jang masih tinggal hidup setelah beberapa puluh tahun kemudian, novel sedjarah, ballade, jakni segala seni jang memperlihatkan adanja tendens djadi kurban dalam Malam Bartholomeo Naturalis. Heyse dilumpuhkan, Schiller terpental-pental. Sebaliknja Hebbel dan Klest didjundjung-djundjung (pada angkatan-angkatan terkemudian ternjata mereka hanja mentjapai tidak lebih daripada succès d'estime), sedang Geibel, jang pada mulanja seorang lirikus mashur, terpelanting dari singgasana dengan bunji jang amat riuh, Droste ditemukan ditempat penjingkirannja diudik, sedang Mörike muntjul ditjakerawala kesusasteraan dengan kemenangan gilanggemilang. Revolusi selera itu meluas kedaerah harian dan madjalah jang satiris. Kelebih-lebihan jang telah mendjadi klisé jang wadjar itu, jang dimasalalu dianggap sebagai komik, kini digantikan oleh 'true stories', terutama dalam bentuk surat jang dikirimkan kepada harian dan madjalah-madjalah itu (Jugend, Simplizissimus). Memang ada kemungkinan untuk berkebe­ratan karena untuk mendapatkan kebenaran, maka tjerita itu kehilangan komiknja, tetapi dengan meningkatnja selera pembatja pada jang njata, maka keadaan ini achirnja menambahi dajapenarik tjerita. Permulaan-permulaan keunggulan senihalus. Atjara jang memberi pemandangan atas tugas seni sebagai wakil jang bersambung dengan kenjataan, dalam kesusasteraan terpaksa menemui tentangan jang lebih kuat daripada didalam senihalus. Disini senihalus segera memperoleh kemenangan-kemenangan jang amat tjemerlang dalam Impresionisme. Pelopor²nja telah menjebarkan ribuan djembatan kearah dunia jang selama itu tidaklah dikenal. Ternjata bahwa ideal-ideal keindahan jang tradisional sedikit-banjak telah menghalangi pandangan. Penemuan-penemuan oleh Aliran Worpsweder adalah seperti padang jang memperlihatkan adanja djedjak-djedjak diatas djalan kemadjuan bagi rakjat luas. Penghalang-penghalang jang membelintang ditengah-tengah djalan kechusjukan seni baru dilapangan kesusasteraan lebih tjepat runtuhnja didalam senihalus, karena disini tak ada perhitungan-perhitungan etis jang memainkan peranan. 'Kesaksian atas pekerti 'manusia', sebagaimana dinjatakan oleh Brandes atas seni Zola, boleh djuga dipandang kurang atau lemah terhadap keberatan bagi banjak orang jang mengharapkan dari seni itu satu pengharapan atas jang berharga dan luarbiasa, tetapi kesaksian atas sifat alam disambut dengan senang dan sjukur dan dengan gairah diterima sebagai memperkaja dunia perasaan. Prinsip²<noinclude></noinclude> rbxq9jz33mmhnbosyu93bfch670pu4v Halaman:Madjalah Kebudajaan Indonesia Okt Nov Des 1955.pdf/8 104 116564 321017 2026-10-12T06:42:35Z Andika Wira P 1A 27768 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 321017 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Andika Wira P 1A" /></noinclude><noinclude></noinclude> 54n9qx32bk4iuat27h9ph5ts1x7ifxl 321022 321017 2026-10-12T06:52:38Z Andika Wira P 1A 27768 /* Telah diuji baca */ 321022 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Andika Wira P 1A" /></noinclude>baru jang diproklamasikan oleh Flaubert, ialah bahwa benda tidaklah penting, melainkan penggarapan atasnjalah jg. sebenarnja penting, adalah dilapangan ini paling mudah untuk dipahami. Dengan djalan demikian, maka dorongan jang diberikan kepada seni halus, pada hakikatnja, luarbiasa mentjoloknja, dan kepemimpinan jang diperolehnja diantara kesenian tidaklah keliru. Dalam waktu jang lama berselang ini dikuasai oleh idé-idé kesusasteraan; sekarang keadaan itu tidak demikian lagi. Bahkan bahasa manusia memberikan kesan jang lebih penting lagi jang dengan lambatlaun ditjapai oleh senihalus. Pada pertengahan pertama abad itu, apabila persoalan adalah tentang seni pada umumnja, maka pertjakapan itu seringkali terarahkan kepada sang penjair. 'Orang jang paling tinggi kedudukannja, penjair,' kata Levin Schucking. Dan benar-benar dengan tjara jang sama Shelley bitjara tentang 'penjair' dalam pernjataan² prinsip, jang pada achir abad pembitjaraan sebenarnja mengarah pada sang 'artis' (Kebanjakan kamus masih tetap menggunakan kata ini tanpa ada perubahan) — sepatah kata jang dalam bahasa biasa pada angkatan² termuda adalah dimaksudkan dengan mereka jang mengudi seni halus. Terbelahnja publik dan kemunduran anasir kesusasteraan didalam kehidupan kemasarakatan. Sukses-sukses jang beratsebelah sematjam itu memperkuat gerakan baru itu sebagai keseluruhan, tetapi publik besar jang terpeladjar tetap tinggal ragu dan tidak bersimpati terhadap naturalisme sebagai pembaru kesusasteraan. Kini, waktu bagaimanapun, di Djerman datanglah suatu perubahan sehebat itu jang tak pernah terdjadi sebelumnja, sekalipun pelopor-pelopornja didalam gerakan estetik itu pernah ada: teluk antara publik dan artis lambatlaun melebar. Reputasi penjair atau pengarang dimadjal­ah serta harian kadang-kadang melampaui segala proporsi semestinja untuk keuntungan kepopularannja diantara publik, karena adanja perbedaan jang amat besar didalam ideal-ideal seni. Misalnja, apakah ukuran jang dipergunakan oleh penerbit Schlaf atau Holz dikurun itu! Kritik² dengan suara bulat bersoraksorai bulat Detlev von Lilienncron sebagai penjair baru jang besar, tetapi publik itu sendiri mengikuti kritik-kritik itu hanja dengan keragu-raguan. Adalah amat bermakna, bahwa Djerman tahun 1867 jang nisbi miskin itu dapat mengumpulkan sedjumlah 180.000 mark untuk memungkinkan Ferdinand Freiligrath, jakni seorang djurubitjara impian-impian politik masamudanja, kembali pulang dari Inggris, sedang suatu pemungutan derma jang dilakukan hanja seangkatan kemudian ditahun 1897 buat kepentingan Detlev von Liliencron, hanja menghasilkan 1.000 mark. Begitu besar dajapenariknja jang dahulu pada hati golongan berbudaja, dan begitu ketjil dikemudiannja. Ini sungguh-sungguh seakan, pabila atjara seni jang didasarkan atas aspirasi etik jang dalam, adalah mungkin untuk mentjekam perasaan manusia dengan<noinclude></noinclude> 8t6r0q03pz4e3jyhgbvua6umlynklte Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/26 104 116565 321020 2026-10-12T06:50:09Z ~2026-54705-06 27851 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '12 v CONTRACT 26 OCT. 1733 SALINAN' 321020 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="112.215.174.93" /></noinclude>12 v CONTRACT 26 OCT. 1733 SALINAN<noinclude></noinclude> 5w6enludlzu7m5dxj2faqhhvhluach0 Halaman:Agama Tionghoa.pdf/41 104 116566 321024 2026-10-12T06:54:36Z Ari sandi 123 27772 /* Telah diuji baca */ 321024 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ari sandi 123" /></noinclude>- 00- " "lDbahj'DgaD beur, {oeoa ma~!oed mena blaf.• .dJ.. po.eDgoet oewang oeroen8n Bntara orang'Ot8ng j q .o.edjoet, Koewe jang dlladjiken dalem itoe le.mbAh-o t-ngan kabanja!can ada sama septrti wak toe se,lllb.a)s,. jaag Toehan Allab atawa poe~ Sam Kh~y Kong, .dan .. baglan besar ada terdirl dari koewe koekee,.Ierblkia hrl tepoenll pake sepoean merah dan dl dalemofJ ditaroin goela, serta bangoennja .eperli koera.koe.cA, Di aabelab atasnja ltoe koewe ada tertjila« goe~ getratan jang meniroe batoknja koera, atawa disertakea" hoeroet "Sioe," jang berärti "Pandjang Oemoer. M Ada djoega koewe jang merocpaken koerz.koerabe. ~oel dengen kepala da~ kakinja. Ini koewe-koew~ pad a sa'.Ibisnja sembabjang, blala did;èdjèr Ita5 medll. tusedia boeat dillagi . bagiken pnda pendoedc ek go. 10ngan pantes dan terkens!. aken dibawa poella, "oeat d idabar dal~m rOemabDja masing-masing. T.api iJl i pemberian koewe boekan boeat pertjcemab, kerna orapg jang trlma ilo,e Dl'oesti berdjaDdji aken, di laea taoll, bajar poelang itoe koewe pada lIoe klentell8 deDgen djoemblahnja menoeroet apa jang ToapekoDJ nantl tetepken. Boeat dapet kapastlan berapa koewa j,ng la moest i bajar boeat saban potong jang ia ambj) dl !toe hari, Hoe orang diwadjibken aken pwtz.pwe, Brapa blih jang shio pwe ~tawa dapet pernjata'aD .etoedjoe dnrl Toaptkong iloelah dlanggep aabaiP djbemblah darl koewe jang dl laen taon Itoe OflUlQ haroes soegoehleen pada Toapekong sabagi penggan. tiala. Sasoedab namanja itoe orang di'jatet oleb pengeeroe. klentcng lantes la boleb bawa poelang 4toe koewe ale en didabar dengen fölJlillenja sabagi berbt dari Toapekong jang bisa mendateogleen kase1ametau aaroemab tangga. Sampe sekaraog d,i Buitenzorg d3n djoega di banjak temp~t laen, masiÀ berlakoe kabiasa'an aken bagl-bagi daging jang bekas dlpalce sembahjangin Toapeko•• pada orang,ofang jang mEmberi oeroenan oentoek Ilo. i.eJlibalilaàgin. Pad. waklde meltlbeii oeroenanj Itdt - 61 oraD. t.rima ullSmbar kttj!1 kert81 merBh dlJDall, lÛ krloelis lapuenja nama, Di harian Tjia~wee Tjaptquw... kira-kila limgabllri, pada wakloe .ltot sembahjalll!'A loedab sele!e, orang boleh bawa'itoe kartjis 3j('en trlil' nloe Ikol dJlllod babi aken didahar dalem ro.err.abIlJ" boeat dapet tam bah redjtle!. ollem hal lol, kapertlaja'an orang Tlon,ghoa .dJ Iltóe roepa aabagi orang Prlboeml di~IDi dan bebera,P.I bangsa laen, jang anggep slapa dahar baran" bekai dlpake sembahjaog pad a machloek soetji atawa.kuo.. hoen. aken kabagian berkah dan kaselameta.n. DUJ dlemaa kotIlO sekalib di TIODgkok soedab djadi sato'e kabiasa'an aken radja. radja membagl:l-àgi pada malitri-mantrl beur dl Iboekota, daging da·n laen-laeD makanaa jaog beka! d!pake sembahjangln rob leloehoèr daa laen-Iaen sembabjangan besar. IIoe kabla. u'an masih baDjak dlgoenaken ol eh orang Tionghoa I8m'pe sekarang, aken klrlm koewe dan laen·laen makanan p1da familie dan sobat.sobalnja saban lralib _bis sembahjang, boekao tjoemah sebab itoe baren'l! ada banjak hlngga kaloe tlda dibagi.bagi dikoeatir nant) I~rboeang, hanja aken loeroet atoeran dan kabiasa'u .adari di djeman doeloe. K hong Tjoe !oedab ambil ale5an aken letakken iapoenja djabatan sabal!i ferdan, . mantri dari negrl Lu lantaran radjanja soedab alpa aken bagi·bagl pada sekalian min!ster.mlnisternja daging beka3 sembahjaAg besar, perboeatan maDa, menoeroet anggepan di Itoe djeman, ada langet melaDggar pada atoeran oemoem, hingga oraol! tlda bi.. ijelah kaloe Kbong Tjoe letakken djabatannja darJ lantaran itoe. Pada beberapli roemah Toapekong di Djawa Koeloll (di .aen tempat klta tida taoe) pada harian puts SiSD. 'Goan dan teroes sampe malemnja, ada djadi kab/au'ID aken orang mlnta pindjtm oewang pada ToapekoDg, Ojoemblah jang dipindjem tida besar, tjoemah f 0,10 atliwa, paling banjak, f 0,50, boeat mana leblb doeloe .rang lIIoelti pas8nll bio. Itoe oewang dipindjem male" - ! i I<noinclude></noinclude> b0hg21zsl43enq93zrirkrq0jwsrp5q Halaman:Agama Tionghoa.pdf/42 104 116567 321025 2026-10-12T06:55:31Z Ari sandi 123 27772 /* Telah diuji baca */ 321025 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ari sandi 123" /></noinclude>... 63- - 62- ~oeloeb laon lal oe kila perna saksiken dalem klefttel! • •o•• nll akea dldiadlken modal dDgllIl~. kern a dlla..ep oewangD)a Toapekong aantl membawa berkah dao kaoentoengan. NamaDIa orang·orang lang pindfem ada dltoells dalem satoe boekoe. dan haroes dibalaf poelang pada laen taonnja. Maski tida ditentoeken berapa reDtenn/a. tap i selaloe orang bajar kom bali dIa oe leblh be,ar darl djoem blah jaDg diplndlem. apalagi kaloe da .. lem taon jaag laloe itoe orang betoel-beloel dapet banjak kabentoeDgaD. DI tempo doeloe klta kenal saoranll Priboemi jaag alllpir satiap taon memind/em oewang p.da Toapekong dl Buitenzorg kerna inl orang. lang tiaDjalt b'tgaoel pada baogsa Tiongboa. ada toeroet ~ertla/a bahoea oewang lang berätsal dari TO,apekong ~iaa memoeri kaoentoengan dalem perdagangan. , Djoega batian SiaD} Gaan ada d/adl hari aken o~ang-orang jang soedjoet pada Toapekong dateng membajar kaoelnja dalem kIenteng. Siapa jang merasa maksoednja kasámpean. atawà ing/n minta apa-apa :boeat taon jang bakal dateng. biasa koend/oengin kien. t.eog.klenteng aken pasang hlo dan lilin.lang kabanjak· aB disoeloet pada maleman Tjapgouwme. hlngga di ~epannla altar Toapekong kaliatan seperti goenoenggoenoengan dari api. boeat mana ada tersedla lempat lantlepan Iilin jang speciaal. ! Lilin.lilln besar jang orang bawa aken disoeloet di 'Itoe malem. pad a sabelah bawabnja ada disertaken 'nama dari si pengirim. Sasoedah dipasang kira abis saparonja. lIoe HBn lantes dipademken. boehn sadja 'boeat aediaken tempat pada jang laen. tapi djoega. 'kaloe dimlnta oleh jang mengirim, aken diklrim poe. lang itoe sisa liIln soepaja bisa d ipasang dalem roe. :mahnja sendiri. atas kapertjaja'dD bahoea liliD jang 'bebs dipasang dalem kienteng bisa memberi berkah. Kapan itoe ilin ada begiloe besar hingga tinggal me'njalah teroes sampe beberapa hari, biasanja dibiarken sampe tanggal 20 Tjlagwee. sasl>edah mana sisanja dikirim poelang, boeat mana J1egawe kienteng, jang poelangken itoe ilin. haroes di be ri persenan, Beberapa Hok Tek Bio di Bultenzorg ada disoeloet sapasang Iilin begitoe beiar dan pandjang, pemberiannja satoe soedagar hartawan di Batavia lang mempeenjai filiaal di Buitensorg, hingga lIoe liIin tinggalll!lenjalah teroes sampe btberapa hari lamanja. lni ada berhoebolng dengen pembalarakl kaodan. Kenapa orang Ttonghoa sanget perloeken membakar Iilin dalem kienteng pada hari raja Siang Goan. inllah pasti ada berdasar pada toedjoeannja itoe karala'aD. lang bermaksoed aken menjamboet kombalinja malahari laftg memberi panas dan terang pada segala isl doenia. berhoeboeng dengen inlapnja moesim sedjoek dan moentjoelnla moeslm semi. Iloe lil in poen sda alat penerangan bagi ini doen ia, sijmbool dari itoe matahari atawa sifat Yang, Orang perioekeD memasang liIin dalem Hoe kara/a'an boekan tjoemah menjamboet balikftja malahari jang sela ma moesim winter telah menjlngkir djaoe dari ini boemi, lapi djorga Bken me· njataken kagirangon halinja bout kadatengaD dari moe· sim semi dan kabangkitannja natuur lang tdah poeles IIkean lama. Pada baberapa tempat di Tiongkok. dalem provincie Fubkien, ada kablasa'an aken orang oendjoek kag,rangaDnla di w4ktoe pesta Goan Siauw den gen .maen api" satlara jang lebih fanatiek dari.pada j:lDg tertam· pak dl Java. Beberapa hari dimoeka ada kaliatan b~­ berapa romboRgan orang miskin deDgen membaw,a Barong Saij dan dl. iringin tamboer djalaD mengidei aken koendjoengin sasoeatoe roemah boest minta barang.barang jang bisa didjadiken Ofmpsn api. OrlDg jang roemahnja didatengin biasanla tida menolak, haDla lantes serahken kajoe baksr, krandjang. pet! kosong. perabotan toea. atawa apa sadja jang bisa dibakar, PeDgoempoelan oempan api boekan tjocmah dilakoeken di roemahan, hanja oraag "ergi sampe ka pin#gir laoet dan datengiD djoega kapal-kspal atawa perahoe.pera' boe. hoc oempa u spi /allg oraDg kulb laotu djkocm. > . -~.<noinclude></noinclude> tfh66m7ye2qrmf1p9mqog63rgreg6xh Halaman:Agama Tionghoa.pdf/43 104 116568 321026 2026-10-12T06:56:14Z Ari sandi 123 27772 /* Telah diuji baca */ 321026 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ari sandi 123" /></noinclude>- 64 --' r1 pOehn dl sato~ lapangan, biasania dl depsn salah.utot Ilenteng, akrn dibokar di male man Tjapgouwme. Pada hoe malem dari taDggal 15 Tjiagwee, ,kapan boelan soedah nuk tiDggi dioega dan paDt/arken alnarnja jang bergoem ilang. itoe toempoekan oempan Ipi lalltes di~öeloet dengeAl dibarengiD oleh soeat:3nla tamboer dan gembr~ng ,jang membikin toeH loeping. Dl iloe waktoe ada sarombongan besar oflog-orang dlrl golongan koersng mampoeh. den gen badan dan takl terlandjaDjl, tloemah pake tjsn gtjoet dl ping!!ang. nla, berdjingkrak.djiol1R~, rak dl sapoeter iloe spi jaog berkobar besar sambil treak- treak dan oetjf pkèn roe. pa.roepa perkata'an. Kapan berkobarnja IIoe api SOl'· dah moelai djadi koerangan, satot pelldita dari Itoe lerenteng, deDgen memb ~ wa sat()e Baron,;say, terdjang Uoe api dengen kaki terlandjang, Di itoe waktoelah fnl perloendjoekan djadi s ~ mpe di poentjaknja, sebab orang lang men onlon ssmoea bertreak, treak boekan IÎIftn rlboetnja, sedeng segala tetaboean jaDg tersedia 'rsntes dlpaloe den gen sakeras·kerasnja. Itoe perlo~n' d/oek6ü ada be, itoe hei bal blngga antara penonron banjak jang merasa takoet dan toeroet bertreak,treak, . Ka'ada'an di iloe lapangsn mlrip seperti orang maoe lfèrperang. Segala barsng seetji dalem klenteDg .öedab tentoe Toapekong !ida katillgg31aD - ada dl. moeat dalem djoli ja njl dil!otorg àlth beberap~ bias oraag lang lantes berdjalaD boelak·bal ik di atas ifoe 'pi deDgen kaki terlandj ang . lni perboealan p<*n lan(ts dlliroe djoega oleb larD larn ora eg. jang kaliallIn meDdjadi seperti kal ap at awa Ioo sa ndillgan, dnn berIhmpat.lompat dl dalem spi sambil Ire e k-tr~ak deogen dlaDd/otrin oleh penonton . Tambah lema marlka sa.. Iiioea kaliatan bertambah sengit, tida plklr pada ba. Îlija atawa kaki melepoeh. Kaloe soedah banjak lang ;oeka terbakar dan itoe api moeial padem, baroelah marika kaliatan djadi sabar dan adem, maslng.masing ,Ida boebaran, tinggalken itoe barsh dan sboe c1ikroetO'én,iD oleh orang oraDg prampoean, jaag meraoep Akell dibawa poeleDg ka rOllllahnjl m8lIng.iD .. ln~ IIbagi baNna loetll, kernl talaDi. bisi lIIemhri ka. soehoerall pada c:heiwan c:aelwBn piara'sa. loi kabia9a'sD menialahkea Ipl besee aken komoe. dian di,lndiek deogen kaki tetlandjanl!, marklpoell sib kadapelaa dllakoekeD pada beberapa kl.ntlll' .1 Java, tlda tertampalt di malemlln Tfepllouwme. hoe k'abiua'Gln dl Fuhkiea bran.kalih ada berät.l.1 dali djemaD koeno koetilea pend'oedoaK dl Me tempat ma. slh dalem lea'ad a'an aate!l,ah bladab. Hal berdaala di sllpoeter apl beur deJlgeD badlWl daD kaki lerlalldjllng, tjoemah pake tjaogtjoe' IIdlà, ho.elah ada kablllSI'an antara baDl!sa-bangsa bladab kapaa hlodak meDiatakeD kagiraDgan beur. JIIDI! IDI bbKlIa' •• dldfllallken pada mall!Q)an 11tpgouwme ada .e· 6oelldlodckeb, sodari di dlemao koeno antar. bln.aa Tio.ghoa ada kablasa'an aken ral.hD deD.eR kaai. t.ngall Illar datoDgDja itoe hawll pBoas dan tla'h ljl telBng pada I chlrnfa moellm diRgia dan berhaClIkltola natuur di moesim .ml. It.e matjem kablasa'ln kstaDja hbaDjllkaa dllakoe. ket! depÀD Itlentetg darl Toapehtlv l8Ig djadl toe. kaDi mllDgaslh anak padu IIIsaCleala. Dleinl blsa diliat keil. pil oiatrg· oraDg prampoean brglttlt gem.r akeD bawl poelang ab&le darl Itoe apl hsar, ketna baekan sadja mel8blkln cbei wan·clt.iwan plara'aDDjll .jedl soeboer dan btialc, tapl dloega tOepab~ isfrl. lslrl jaag tlda peroah bIJmIl alaw. kapinSlÎtt dapet anak lagl, ada hllrep Dllnli maksoeàtlja lek&! kas6mpeao Irap8D marilta simpen dl roemabllia itoe sboe lang terpa:ndahl llÓetil. Sanlak jang anggep bad GoaD Siauw ada tjo. tlok betoei boeat meminta anak pada Toep.koDg, kern a itoe barl rala ada pl/fmoela'sn darl keb8llgIdtannja natuur, segala tetoem"oeen moeial berpJletloek dan bersoemi, broalBng· blDatang blo'eer dari temrAt aem ltoeDlnja t1an terslar kil maltla·tDa ••, blogga tjollolt: deugen gerakeRnja natuur ~.paa o,raug -memoehocf .1. d,lkqeraiakeo anak peda ito' wakl9'1 ! i<noinclude></noinclude> f89zn2z14x2rjzwzxaw7s5g6wsobcxm Halaman:Agama Tionghoa.pdf/44 104 116569 321027 2026-10-12T06:57:13Z Ari sandi 123 27772 /* Telah diuji baca */ 321027 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ari sandi 123" /></noinclude>~ I I t I I1 1 I1 .11 - 66- - 0.1 - Perarakall Lell/era. IloUItjoel dl straat dladl lemlngkln baoot. daD aileb r~; Sifat jaD.g pali ng men arik dari P~s !a Tjapgouwme jdng ase!i, sepeGIi biasa dirajaken di tempo dodoe, adalab dari baa/aknja lente ra atawa Te!!g jaDg binsa dibawa m ~ ngider d! 5apandjang straat oleb anak·anak · dan orang toea, jantl gantoeegin djo ~ ga roepa ·roepa lentera di depan . masing · masin! roemahnja soepala kaliatan tcra ng-'.Jenderang. Berhoeboen g d ~ nge n adanjo ini matjem kabiasa'aD. · maka Plda saban taon baroe Imlek . to eb ng·toekaDg kouwtjoa ?i asa bN<in sega lü roepa mztjem Teng atawa Leotera dari bam~oe tertoetoep kert :ls 3tawa IerbIleng. kb es kaea tipis ~k(! n didjoeal pad a pu blkk. Kira doèa minggoe dim?eka Tjaptl 0llw lne, jaitoe ko etika amplr I Tjiagw !,: , orang moela! koel ilingie di kampoeng · Tiongboa itoe roepa'roepa ma tjem Teng jang boeat di }avJ orang beli sakeiar boeat djad! sabagi baraDg permaenan anak·anak . Di T,o ngkok: kodka SElllal a kabiasa'an lama masih Aipeganll tegoeh. 5lba n amplr taon baroe perdagaDgan Tetiq a ~a djadi nto e pero csaha 'an jang penting sekalih. .Le?lh dJdoe tjoemah d idagangie Teng kertas ,ae" .· ~id. J sa )e rapa indan, serta harijanja poen moerab, dan .. urang beli S3teiar b ()e~ t [.le rmlenan aQa~-3 Dak jang . ,tld.a bisa djl:Ja Daran g ddri kertas hingga gampaDg '_ ~ekalib di'Jd·i ro~sak. M aski heg itoe Itoe lentera·lentera · ma tjemoja ada men arik djoega, kerna meroepaken keID11ng ~ k~mbang, bJero~eg, binal a n g ·blnat~ng, seDer. t! ko eda; kambing, ikan, kl.lin daD laen.l aen lagl. . hing SlIm >ea d i 3~rtaken kertas roepa·ro :pa warna dan kaliatann ja 'bertlmb3h in dah kapan d ipJsangiD lilio, . Te~ g jang besH, sepert i ;ang beroepa kceda dan sabt' ·g.inja. lidl l1isa dibawa dengen tA ngeD. maka di bawah· .'Dla d i p~k e in rJ ia ka.joe soepala ga mpang disèrèt ata'wa · disorong di straat ol eh an ak·anak. Pada per:noebän dar i karämcan taoD baroe itoe .. pe rloëncifoekan lentera tlda saberapa rame, tapl sc· mingkill deke!' !a ogg.tl l5 itoe leAcera·lelltcra laD; panj., Dan di malcll1lln Tjapgouwme ' oraog tampe dt"' poentjaleDla karame3n lentera , kerDa baoja pendo·edoele· ba wa ka straat maflika poen la lentera jang paliog ba~ ! goes, scperti saling b~salngaD, dan jan'g leDt,ranja banjale dikagoemin oraDg karown~ sadja djadi ·merasa · bangga, P~dagang.pedagang lenlera sendirï POèD saling · bersaingan di itoe malem akeR madjoekfn dagangaD' Dia. jaDg umoea ditoolonin pada publiek den gen df. · "asaDgin apl soepala orang djádi ketarik ~ke·o 'mém· beli. PeneraDga n jang indah pada roemah-roéina. b, deogen dibantoe lagi oleh sioarnja rembol:taD , mè"mbikln samoea orang meusa ketarik aken kaloear' dja" lan.djalan piesir, dan lIoe kaplesiran dianggep tida· cOl!pleet kapan orang ~ida membawa djoega- satlle' lentèTa boeat blkin tambnh indahnja pener.ang:io . . .Pada straat·stra at lang ráin ~ di itoe maleri seriDg . tertampak djoega ksec·kaen bHwarna jang dlpasa·ng· meliDtang di tengah dlal ao besar sabe1ah alas deogen dlseltaken toelisan jang memoedii pada Jang Maha· Kwasa . ·Karamean jarig begitoe besar lentoe sadja nioesti dfsertaken optocht atawa perärakaD, dalem mana se· gola orang jarig mem;,awa lenl'era boleh toeroet am· bil bagian . Tapi biasaoja diadaken apa·apa jang speciaal goena itoe maksoed. Orang sengad~ blkin Ieoeda.koeda'ae kertas jaDg disertaken tempat doedoek boeat anak-anak. dan di dalemnja bisa dipasa Ngin api • lni koeda ·koeda' an dipikoel dan d·la ralt ko~)iIiD·gaD mendladi reratao pandjang , dao itoe an ak anak dikasih pake pa14ean jang !Ierba indah. meroepaken sa bag! peodekar.pend ekar dari dieman koeno.lci koeda-koeda api dinamaken Tsao-bce·tcllg dan , bloe kita Iida lel/roe. boe'!t di In donesia tjoem3h masih dipertoen. djoekin di Pild ang pada s ~tla p Tjapgouwm e . Di Java tida diadaken Tsao·bee. teDg. tap i ada Tjbungeb, j~ltoe panggoeng lang dir.i'J~ sabagi samatlem tabl~a,u,<noinclude></noinclude> 1idbno80xl9vk6t3774ud29pgxbx1tm Halaman:Agama Tionghoa.pdf/45 104 116570 321028 2026-10-12T06:57:54Z Ari sandi 123 27772 /* Telah diuji baca */ 321028 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Ari sandi 123" /></noinclude>I : ! I : I I I1 II fleloekiakOll kadladiaD·kadladlaD dalem hikalàt alaWI doageagaD koeno darl Tloagkok. Dl itoe panggoeDg 1'000 ada dikaslh lial koeda, mandJangan, aaga , boe· {oeag HOng, dan laen·laen blaatang aneb jang dlte· boel daloem dongeaga" Tiongboa, lang didoedoekln oleb aaak.abak dengen pak't!an sat lmpal 8ama derIIa laag dlpertocndJoekkea. Tentoe sadJa Uoe panflgcJeagpaaggoeng dlbari penerangan tjoekoep dengen dl. Iringin muzielo daa tetabdeall, dan diarak koeli1ing kampOleng Tlongboa, hlngga memblkln tambah indab dan ramenja itoe pelta. Ouag adakeo ioi pertoendjoekan leotera dan kara. lIIean di maleman 1'Japgouwme maksoednJa samoes IIda lalJa, hanJa aken meolamboet kadattllgallnJa moe· .im semi dan hawa panss serla tJabajs lerallg. jang Icasih oeadJoek roepaaJa koellka moeslm dfllgio me. nilngkir. Sispa lallg peroah alamkell kabelbataaaja lIIoo.im dlagio dl Tioagkok, apalagl kaloe boemi ter. toetQep saldjoe dan hari begitoe pen delf, tlda oesah beran kaloe antero peadoedoek merasa begitoe giraag alten meajamboet kadatellflallnja moetlim semi jang lodah. lIoe perärakan lentera Jtoea tlBda laen mak. soednja, tloemah membalaogkeo kaberoeotoengao jttllg akeD daten". lIoe sellala matlem bloataog, kemballg. Ic.mbang, b"btroeag, kocpoe·koepoe dan laeo·laeo beroepa leote,ra, lang dipasang!n spi pada malemaa TjapgouwlU, samoea me~oekiskeo kabaogkitaollia inl alam di moeslm semi. Ad. perloe djoega diketlloei, hsl mengadaktn pe· aeraogln deogen api boeal menjamboet pad a moe· sim semI boekan tjoemah djadl kab!asa'aula orang Tionghoa sadja, haola ada berlakoe dloega dl antara baogsa.bangsa Batat di djemao koeno. MBlah seka. lang poen blsa dillat bagimana pad a gredja·gredla ROClmscb, pada sabao hari Saptoe dimoeka hari rala Paschen, blasa dipasang lilfó.l!lin PHchen jang beser oeotoek meoghormstin Kristus, Hoe MaMhari, ;ang .. Içlat. ;I... hla~~D kakawas<l'aooja kagelapao dpo klllltllD, • Pada dieman doeloe hlauaJa plndita,palldlll Roomsch jaag pllBpin boeat meDjoeloel lIoe spi jang óium'aken "Api Paach~n,JI tapl dl beberapa nelti dl E~ropa oraag tida pake pertoeloeogan pandita, bali;. pergi seodiri ka lapangsD aken kaaih menlal-.h It~ api. Dan lal matlem kablasa'ao, sampe pada beber•• pa poel oeh taon berselang, m,aslb certampak deageo oemoem pada ban lak negrl dl Europa. Dan inl aa. Ijotjok lama kabiasa'.an Tiongboa jaDg pasang lilio di kienteng dan ad eken bllnjak pen!rsllgall pad a tang. g.1 15 Tjtagw~e, keroa itoe doea· doea oepallara potnja maksoed jang tersemboeni sdalah boeat mcaj .... boet kadateoganoja matahatl sasoedahoja moellm di· ngio laag blklD loi boeml ctladi aeperti mati. M~ooeroet katerangaDoja DupUII, pada dlemao kee. DO Uoe karaja'ao hari Paschen ada óladi karaja'sn laIll1 paliag rame antara beberapa bangsa dJ Barat, hal maoa menoendloekkta ada tieljok deogen Tja·p. ,ouwme jan I! terltoUig paliag rame sendiri dari orlllllJ T iooghoa poeDja pestll·pesta agama. Peniamaran di maleman Tjopgouwme. Baglan ISllg oleh "abaolakan oraeg ada dlanfte'p _eperIt paliDg mengetllwakeo - malah meadjemNhl - lIari p~ta Tjapgouwme, adalBh itoe penjamarao daD oeadjoek kalakoean edao·edanao jaag biasQ dilakoeklo oleh sadloemblah beur lelakl dan prampt>eaD laag di lIoe male6J mfadadak seperw kerangsbksn Selan, hlDgga braai lakaeken di tempat oemoem dengen ditoa'oo c-'eh r'lboean orsng segala matjem perboeataa jang brangkalih, dalem wak toe biasa, marika maloe akta lakoekea dalem roemaholB sendiri. D<!n~en pake topellg dan laen.laen penjamarao, ada ban,.k Ielaki telah menjaroe sabagi prampoean atawa praDlp.ean berdaodan aatjara lelakLlnl putoendjo~kan gran, biaa sakslkeo aapenoehnja pada sabaa blik diE-joken pes", Tjapgouwmc dl Batavia d,o tempat· l I<noinclude></noinclude> i4jp35vtkddkwqto7s6f3meupf6xi8h Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/163 104 116571 321032 2026-10-12T07:43:10Z Wilda alza riska 27764 /* Telah diuji baca */ 321032 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Wilda alza riska" /></noinclude>kepada pihak Tuan Sultan. Maka adalah Kompeni menghendaki dalam itu perdjandjian atas tempo tiga tahun lamanja permulaannja bulan ini jang bernama bulan Djuli kepada tahun 1797 Kompeni pastikan dalam itu tempo jang tersebut itu dari sekalian pitor2 tiada ia punja 'atiradh sekali kepada pekerdjaan Tuan Sultan dan tiada ia boleh masuk2 memeganggui atau mengharu biru kepada bitjara2 atau perintah2 jang ditentukan oleh Kompeni atas menetapkan dan mendirikan Tuan Sultan djuga jang kewakilan pada mengabisi idjtihad dan ichtiar dari mentjarikan maslahat jang kebaikkan dalam itu tempo hanja jang wadjib atas segala pitor dalam itu tempo beringat-ingatan boleh satu patah boleh dua patah boleh ibaratnja seperti nasehat djikalau takdirnja ada barang apa2 dilihatnja atau didengarnja jang tiada patut pada pikirannja dari laku Tuan Sultan atau kelakuan dari jang lain2 itupun kalau Tuan Sultan suka terima. Kalau tiada Tuan Sultan terima dia tiada punja kuasa melebih2 atas barang kehendak djuga dalam itu adanja Pasal jang ke-empat. Bahwa adalah Kompeni menguasakan atas sesuka hati Tuan Sultan dalam tempo jang tersebut hal kadar hingganja itu dari menetapkan kepala2 atau mentjabut pada tiap2 negeri2 dan desa2 jang takluk tachca keradjaan Tuan Sultan Bandjar semuanja jang lain dari tanah Pasir dan Laut Pulau jang dikeluarkan dari djumlahnja itu melainkan mana baik jang dikehendaki Tuan Sultan djuga akan kepala² dalam itu sekalian tempat2 itu jang memeliharakan tiada boleh siapa jang lain memeliharakan tiada boleh siapa jang lain masuk perduli dan jang 'iktiradhkan dalam perintah Tuan Sultan djua adanja . Pasal jang kelima. Bahwasanja telah bermufakat Tuan Sultan Soleman Sa'idallah serta enakdanja Tuan Sultan Adam dan Tuan Ratu Anum Isma'il serta sekalian Radja² dan Menteri² jang ada kelaziman dan kewadjiban baginja atas mendjundjung titah perintah Tuan Sultan sekaliannja itu telah menerimalah serta menanggung sekaliannja djandji perdjandjian jang atur kebesarannja atas menetapkan segala waadnja dan tiada boleh dimunkirkan dan mengubahkan segala sjaratnja jang wadh adanja dalam pasal2 dari perkara2 jang tersebut dalam ini kontrak melainkan tsabitlah31) dan lazim baginja mengikat dan menetapkan hingga apa- 3‫ا‬ ‫تا بتلہ‬ 149<noinclude></noinclude> jvtefwcs8v12q6d90zt53ug0ggn2v6h Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/34 104 116572 321033 2026-10-12T07:58:28Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Ketua dari rombongan i Lok Ma Ouw, Kim-gan-tiauw Lie Peng, mendjadi seorang kosen bahagian, air, dan semua orangnja, pandai berenang dan mengemudikan perahu, Demikian tukang pe- rahu ini, dia dapat membuat perdMunja ladju pesat. Memang perahu- ja gendiei Ketjil dan enteng, Dalam satu djam dia. dapat melalut beberapa le, Setelah lewat satu majam maka pada hari esoknje’ pag, Yon ‘Tjoe Hoel telah tiba ditelaga Hong ‘Toon Ouw jang lebar dan luas,... 321033 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Ketua dari rombongan i Lok Ma Ouw, Kim-gan-tiauw Lie Peng, mendjadi seorang kosen bahagian, air, dan semua orangnja, pandai berenang dan mengemudikan perahu, Demikian tukang pe- rahu ini, dia dapat membuat perdMunja ladju pesat. Memang perahu- ja gendiei Ketjil dan enteng, Dalam satu djam dia. dapat melalut beberapa le, Setelah lewat satu majam maka pada hari esoknje’ pag, Yon ‘Tjoe Hoel telah tiba ditelaga Hong ‘Toon Ouw jang lebar dan luas, ‘tetapt disana tjuma tertampak perahu? majang atau beberapa fang muat barang, pera besar dari In Soeya tidak terlihat, Mereka mendjadi heran, hingga mereka menduga mungkin tadi malam me- reka berdjalan terlalu tjepat hingga perahu emas kena dilewati. Ketika dugaan ini diutarakan kepada situkang perahu, dia. men. Qjawab tidak mungkin; katanja, dia bisa melihat setiap perahu apa pila perahu jang besar itu, Kedua nona pertjaja Keterangan itu; hati mereka, mendjadi lega pola, Perahu digajuh terus, hingga lewat lagi empat atau lima lie, Sedang perahu berdjalan dengan tenang, tba? dari samping munt{ul tiga buah perahu enteng, jang ladjunja sangot pesat, Jang agaknja hhemdak memotong atan menabrak, n@jelake 1” berseru situkang perahu, jang segera menggunakan ata? rahasia untuk memberi peringatan kepada Kedua nona penum- pangnja. ‘Yan Tjoe Host mengawasi tiga buah perahu itu; perahur stu tjepat, milik markas pentjegah penjelundup, Ia memberi isjarat ke- pada Soen Eng; lantas keduanja slap.cedia, masing? menempat Ke- pala dan buntut perahu, Dari tiga buah perahu itu, jang satu sudah lantas datang dekat, Didalam perahu ada seorang jang tubuhnja besar, jang tangannja menjekal Kanwliam-tjhio, jaitu tumbak jang udjungnja bengkok merupakan gaetan, »Perahu didepan itu perahu apa 2” orang itu menegur sambil ‘menuiding, ,.Kenapa kau masih tidak mau berhenti ? Lekas, tuan be- sar kamu hendake memerilksa !” Yan Tjoe Hoel mengangkat tinggi pedangnja, »Seorang terang tidak mau melaicukan perbuatan gelap!” ia Tmenjahut dengan lebih dahulu tertawa dingin, ,,Akulah Yan Tjoe 279 Worlsan Seorang Pangeran — 3,<noinclude></noinclude> h3n9d8cp6vytj82me4u3zmo8dp3tb9p 321035 321033 2026-10-12T08:05:25Z Naila Fathinah 27683 321035 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Ketua dari rombongan di Lok Ma Ouw, Kim-gan-tiauw Lie Peng, mendjadi seorang kosen bahagian air, dan semua orangnja pandai berenang dan mengemudikan perahu. Demikian tukang perahu ini, dia dapat membuat perahunja ladju pesat. Memang perahunja sendiri ketjil dan enteng. Dalam satu djam dia dapat melalui beberapa lie. Setelah lewat satu malam maka pada hari esoknja pagi², Yan Tjoe Hoei telah tiba ditelaga Hong Toen Ouw jang lebar dan luas, tetapi disana tjuma tertampak perahu² majang atau beberapa jang muat barang, perahu besar dari In Soeya tidak terlihat. Mereka mendjadi heran, hingga mereka menduga mungkin tadi malam mereka berdjalan terlalu tjepat hingga perahu emas kena dilewati. Ketika dugaan ini diutarakan kepada situkang perahu, dia mendjawab tidak mungkin; katanja, dia bisa melihat setiap perahu apapula perahu jang besar itu. Kedua nona pertjaja keterangan itu; hati mereka mendjadi lega pula. Perahu digajuh terus, hingga lewat lagi empat atau lima lie Sedang perahu berdjalan dengan tenang, tiba² dari samping muntjul tiga buah perahu enteng, jang ladjunja sangat pesat, jang agaknja hendak memotong atau menabrak. ,,Tjelaka !” berseru situkang perahu, jang segera menggunakan kata² rahasia untuk memberi peringatan kepada kedua nona penumpangnja. Yan Tjoe Hoei mengawasi tiga buah perahu itu; perahu² itu tjepat, milik markas pentjegah penjelundup. Ia memberi isjarat kepada Soen Eng, lantas keduanja siap-sedia, masing² menempati kepala dan buntut perahu. Dari tiga buah perahu itu, jang satu sudah lantas datang dekat. Didalam perahu ada seorang jang tubuhnja besar, jang tangannja menjekal kauwliam-tjhio, jaitu tumbak jang udjungnja bengkok merupakan gaetan. ,,Perahu didepan itu perahu apa ?” orang itu menegur sambil menuding. ,,Kenapa kau masih tidak mau berhenti ? Lekas, tuan besar kamu hendak memeriksa !” Yan Tjoe Hoei mengangkat tinggi pedangnja. ,,Seorang terang tidak mau melakukan perbuatan gelap !” ia menjahut dengan lebih dahulu tertawa dingin, ,,Akulah Yan Tjoe Warisan Seorang Pengeran — 3. {{rh|||279}}<noinclude></noinclude> 92gqis3d7xv54eqbgz8y7i6m0vpx7ep 321037 321035 2026-10-12T08:06:09Z Naila Fathinah 27683 321037 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Ketua dari rombongan di Lok Ma Ouw, Kim-gan-tiauw Lie Peng, mendjadi seorang kosen bahagian air, dan semua orangnja pandai berenang dan mengemudikan perahu. Demikian tukang perahu ini, dia dapat membuat perahunja ladju pesat. Memang perahunja sendiri ketjil dan enteng. Dalam satu djam dia dapat melalui beberapa lie. Setelah lewat satu malam maka pada hari esoknja pagi², Yan Tjoe Hoei telah tiba ditelaga Hong Toen Ouw jang lebar dan luas, tetapi disana tjuma tertampak perahu² majang atau beberapa jang muat barang, perahu besar dari In Soeya tidak terlihat. Mereka mendjadi heran, hingga mereka menduga mungkin tadi malam mereka berdjalan terlalu tjepat hingga perahu emas kena dilewati. Ketika dugaan ini diutarakan kepada situkang perahu, dia mendjawab tidak mungkin; katanja, dia bisa melihat setiap perahu apapula perahu jang besar itu. Kedua nona pertjaja keterangan itu; hati mereka mendjadi lega pula. Perahu digajuh terus, hingga lewat lagi empat atau lima lie Sedang perahu berdjalan dengan tenang, tiba² dari samping muntjul tiga buah perahu enteng, jang ladjunja sangat pesat, jang agaknja hendak memotong atau menabrak. ,,Tjelaka !” berseru situkang perahu, jang segera menggunakan kata² rahasia untuk memberi peringatan kepada kedua nona penumpangnja. Yan Tjoe Hoei mengawasi tiga buah perahu itu; perahu² itu tjepat, milik markas pentjegah penjelundup. Ia memberi isjarat kepada Soen Eng, lantas keduanja siap-sedia, masing² menempati kepala dan buntut perahu. Dari tiga buah perahu itu, jang satu sudah lantas datang dekat. Didalam perahu ada seorang jang tubuhnja besar, jang tangannja menjekal kauwliam-tjhio, jaitu tumbak jang udjungnja bengkok merupakan gaetan. ,,Perahu didepan itu perahu apa ?” orang itu menegur sambil menuding. ,,Kenapa kau masih tidak mau berhenti ? Lekas, tuan besar kamu hendak memeriksa !” Yan Tjoe Hoei mengangkat tinggi pedangnja. ,,Seorang terang tidak mau melakukan perbuatan gelap !” ia menjahut dengan lebih dahulu tertawa dingin, ,,Akulah Yan Tjoe {{lh|||Warisan Seorang Pengeran — 3.}} {{rh|||279}}<noinclude></noinclude> e8dhrhenjcs2413gy4wa0uqae0kcr1b 321038 321037 2026-10-12T08:06:49Z Naila Fathinah 27683 321038 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Ketua dari rombongan di Lok Ma Ouw, Kim-gan-tiauw Lie Peng, mendjadi seorang kosen bahagian air, dan semua orangnja pandai berenang dan mengemudikan perahu. Demikian tukang perahu ini, dia dapat membuat perahunja ladju pesat. Memang perahunja sendiri ketjil dan enteng. Dalam satu djam dia dapat melalui beberapa lie. Setelah lewat satu malam maka pada hari esoknja pagi², Yan Tjoe Hoei telah tiba ditelaga Hong Toen Ouw jang lebar dan luas, tetapi disana tjuma tertampak perahu² majang atau beberapa jang muat barang, perahu besar dari In Soeya tidak terlihat. Mereka mendjadi heran, hingga mereka menduga mungkin tadi malam mereka berdjalan terlalu tjepat hingga perahu emas kena dilewati. Ketika dugaan ini diutarakan kepada situkang perahu, dia mendjawab tidak mungkin; katanja, dia bisa melihat setiap perahu apapula perahu jang besar itu. Kedua nona pertjaja keterangan itu; hati mereka mendjadi lega pula. Perahu digajuh terus, hingga lewat lagi empat atau lima lie Sedang perahu berdjalan dengan tenang, tiba² dari samping muntjul tiga buah perahu enteng, jang ladjunja sangat pesat, jang agaknja hendak memotong atau menabrak. ,,Tjelaka !” berseru situkang perahu, jang segera menggunakan kata² rahasia untuk memberi peringatan kepada kedua nona penumpangnja. Yan Tjoe Hoei mengawasi tiga buah perahu itu; perahu² itu tjepat, milik markas pentjegah penjelundup. Ia memberi isjarat kepada Soen Eng, lantas keduanja siap-sedia, masing² menempati kepala dan buntut perahu. Dari tiga buah perahu itu, jang satu sudah lantas datang dekat. Didalam perahu ada seorang jang tubuhnja besar, jang tangannja menjekal kauwliam-tjhio, jaitu tumbak jang udjungnja bengkok merupakan gaetan. ,,Perahu didepan itu perahu apa ?” orang itu menegur sambil menuding. ,,Kenapa kau masih tidak mau berhenti ? Lekas, tuan besar kamu hendak memeriksa !” Yan Tjoe Hoei mengangkat tinggi pedangnja. ,,Seorang terang tidak mau melakukan perbuatan gelap !” ia menjahut dengan lebih dahulu tertawa dingin, ,,Akulah Yan Tjoe {{rh|||279}} Warisan Seorang Pengeran — 3.<noinclude></noinclude> 9mhuwra4z1kmfyo917eq13ktpufdbto 321039 321038 2026-10-12T08:07:11Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 321039 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Ketua dari rombongan di Lok Ma Ouw, Kim-gan-tiauw Lie Peng, mendjadi seorang kosen bahagian air, dan semua orangnja pandai berenang dan mengemudikan perahu. Demikian tukang perahu ini, dia dapat membuat perahunja ladju pesat. Memang perahunja sendiri ketjil dan enteng. Dalam satu djam dia dapat melalui beberapa lie. Setelah lewat satu malam maka pada hari esoknja pagi², Yan Tjoe Hoei telah tiba ditelaga Hong Toen Ouw jang lebar dan luas, tetapi disana tjuma tertampak perahu² majang atau beberapa jang muat barang, perahu besar dari In Soeya tidak terlihat. Mereka mendjadi heran, hingga mereka menduga mungkin tadi malam mereka berdjalan terlalu tjepat hingga perahu emas kena dilewati. Ketika dugaan ini diutarakan kepada situkang perahu, dia mendjawab tidak mungkin; katanja, dia bisa melihat setiap perahu apapula perahu jang besar itu. Kedua nona pertjaja keterangan itu; hati mereka mendjadi lega pula. Perahu digajuh terus, hingga lewat lagi empat atau lima lie Sedang perahu berdjalan dengan tenang, tiba² dari samping muntjul tiga buah perahu enteng, jang ladjunja sangat pesat, jang agaknja hendak memotong atau menabrak. ,,Tjelaka !” berseru situkang perahu, jang segera menggunakan kata² rahasia untuk memberi peringatan kepada kedua nona penumpangnja. Yan Tjoe Hoei mengawasi tiga buah perahu itu; perahu² itu tjepat, milik markas pentjegah penjelundup. Ia memberi isjarat kepada Soen Eng, lantas keduanja siap-sedia, masing² menempati kepala dan buntut perahu. Dari tiga buah perahu itu, jang satu sudah lantas datang dekat. Didalam perahu ada seorang jang tubuhnja besar, jang tangannja menjekal kauwliam-tjhio, jaitu tumbak jang udjungnja bengkok merupakan gaetan. ,,Perahu didepan itu perahu apa ?” orang itu menegur sambil menuding. ,,Kenapa kau masih tidak mau berhenti ? Lekas, tuan besar kamu hendak memeriksa !” Yan Tjoe Hoei mengangkat tinggi pedangnja. ,,Seorang terang tidak mau melakukan perbuatan gelap !” ia menjahut dengan lebih dahulu tertawa dingin, ,,Akulah Yan Tjoe {{rh|||279}} Warisan Seorang Pengeran — 3.<noinclude></noinclude> iqs63mmtb5z9r9r5i8e9m50civnu0nf Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/35 104 116573 321041 2026-10-12T08:07:37Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Hoel dari Sia Yang Ouw! Kau heran, sahebat { Melinat sikapmu, kau seperti orang. dari satu Kalangan, tetapt kau menaiki perah pembesar negeri ! Maka baiklah kau turut nasihathu, jaitu ajmgan kau mentjampuri urusan ini !" ‘Mendengar itu, orang itu melenggak, lalu tertawa ber-gelak?. »Bnak sekali kau bitjara !” katanja. ,Apakah kau Rendak me- ngandallan duactiga patah kata’mm untuk menolak mundur pata tian besarmu ? Tidak, tidak demildan gampang... 321041 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Hoel dari Sia Yang Ouw! Kau heran, sahebat { Melinat sikapmu, kau seperti orang. dari satu Kalangan, tetapt kau menaiki perah pembesar negeri ! Maka baiklah kau turut nasihathu, jaitu ajmgan kau mentjampuri urusan ini !" ‘Mendengar itu, orang itu melenggak, lalu tertawa ber-gelak?. »Bnak sekali kau bitjara !” katanja. ,Apakah kau Rendak me- ngandallan duactiga patah kata’mm untuk menolak mundur pata tian besarmu ? Tidak, tidak demildan gampang ! Sudablan ! Na- main kesohor, aku djusteru ingin beladjar Kenal denganmu! Nah, kau sambut tombe!” Tin waktu dua perahu jang lainnja sudah sampai dan keduanja Jantas mengambil tempatnja masing®, Orang jang sikapnja galak itu sudah mewudjudkan tantangan. ‘ja, ia lantas menikam, ‘Yan Tjoe Hoei mengetahui bahwa orang tjuma menggertak pa- Ganja, dengan sebat ia menggeser Kekiri, berbareng dengan mana, pedangnja, pedang Geng-pelkiam, dari tangan kiri dipindahkan ke, tangan kanan, untuk segera dipakai membabet tombak itu, Ta telah menduga tepat, lawannja itu sudah lantas menarikc pulang tombaic- nja, atas mana ia membarengi membabat balik, terus membatjok kkelga. kanan, _ Orang. itu tidak menjangka sinona demilsian tangkas, sedang. maksudnja menggertak adalah untuk membarengi menjerang de. ngan sungguh?, Sekarang ia dJadi kena didahulukan, ia mendjadi aget sekali, Ketika ia menangkis, ia menangkis setjara sangat ke- Susu, Dua sendjata itu sudah peradu dengan kesudahannja, sipeme- gang tombak mendjadi sangat kaget. Kembali diluar dugaannja, udjung tombalnja janig. bergaetan itu kena ditabas putts pedang tadjam sinona, hingga dia mendjadi kelabakan, »Awas ! Lihat golok !" berseru kawannja.sipemegang tombale | itu, apabita dia saksikan sang Kawan tidak berdaje, sehingga dia ‘uatir sinona menjusul dengan batjokan lain, Diapun berlompat, ‘untuk menolong. ‘Yan Tjoe Hoel telah melihat kesempatan Jang bail itu, ia tidak ‘sudi memberi kesempatan lewat dengan begitu sadja, Ta tundjukkan Kesebatan fang luar blasa, Belum sempat kawan orang itu datang, 280<noinclude></noinclude> 787e4behevkqslboi73tpjvr58i2xuh 321042 321041 2026-10-12T08:11:30Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 321042 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Hoei dari Sia Yang Ouw ! Kau heran, sahabat ! Melihat sikapmu, kau seperti orang dari satu kalangan, tetapi kau menaiki perahu pembesar negeri ! Maka baiklah kau turut nasihatku, jaitu djangan kau mentjampuri urusan ini !” Mendengar itu, orang itu melenggak, lalu tertawa ber-gelak². ,,Enak sekali kau bitjara !” katanja. ,,Apakah kau hendak mengandalkan dua-tiga patah kata²mu untuk menolak mundur pada tuan besarmu ? Tidak, tidak demikian gampang ! Sudahlah ! Namamu kesohor, aku djusteru ingin beladjar kenal denganmu ! Nah, kau sambut tombakku !” Itu waktu dua perahu jang lainnja sudah sampai dan keduanja lantas mengambil tempatnja masing². Orang jang sikapnja galak itu sudah mewudjudkan tantangan- nja, ia lantas menikam. Yan Tjoe Hoei mengetahui bahwa orang tjuma menggertak padanja, dengan sebat ia menggeser kekiri, berbareng dengan mana, pedangnja, pedang Geng-pek-kiam, dari tangan kiri dipindahkan ke. tangan kanan, untuk segera dipakai membabat tombak itu. Ia telah menduga tepat, lawannja itu sudah lantas menarik pulang tombaknja, atas mana ia membarengi membabat balik, terus membatjok keiga kanan. Orang itu tidak menjangka sinona demikian tangkas, sedang maksudnja menggertak adalah untuk membarengi menjerang dengan sungguh². Sekarang ia djadi kena didahulukan, ia mendjadi kaget sekali. Ketika ia menangkis, ia menangkis setjara sangat kesusu. Dua sendjata itu sudah beradu dengan kesudahannja sipemegang tombak mendjadi sangat kaget. Kembali diluar dugaannja, udjung tombaknja jang bergaetan itu kena ditabas putus pedang tadjam sinona, hingga dia mendjadi kelabakan. ,,Awas ! Lihat golok !” berseru kawannja sipemegang tombak itu, apabila dia saksikan sang kawan tidak berdaja, sehingga dia kuatir sinona menjusul dengan batjokan lain. Diapun berlompat, untuk menolong. Yan Tjoe Hoei telah melihat kesempatan jang baik itu, ia tidak sudi memberi kesempatan lewat dengan begitu sadja. Ia tundjukkan kesebatan jang luar biasa. Belum sempat kawan orang itu datang, 280<noinclude></noinclude> oebfgbb40sgw3r4ytljr5dld8nhpic9 321043 321042 2026-10-12T08:11:53Z Naila Fathinah 27683 321043 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Hoei dari Sia Yang Ouw ! Kau heran, sahabat ! Melihat sikapmu, kau seperti orang dari satu kalangan, tetapi kau menaiki perahu pembesar negeri ! Maka baiklah kau turut nasihatku, jaitu djangan kau mentjampuri urusan ini !” Mendengar itu, orang itu melenggak, lalu tertawa ber-gelak². ,,Enak sekali kau bitjara !” katanja. ,,Apakah kau hendak mengandalkan dua-tiga patah kata²mu untuk menolak mundur pada tuan besarmu ? Tidak, tidak demikian gampang ! Sudahlah ! Namamu kesohor, aku djusteru ingin beladjar kenal denganmu ! Nah, kau sambut tombakku !” Itu waktu dua perahu jang lainnja sudah sampai dan keduanja lantas mengambil tempatnja masing². Orang jang sikapnja galak itu sudah mewudjudkan tantangan- nja, ia lantas menikam. Yan Tjoe Hoei mengetahui bahwa orang tjuma menggertak padanja, dengan sebat ia menggeser kekiri, berbareng dengan mana, pedangnja, pedang Geng-pek-kiam, dari tangan kiri dipindahkan ke. tangan kanan, untuk segera dipakai membabat tombak itu. Ia telah menduga tepat, lawannja itu sudah lantas menarik pulang tombaknja, atas mana ia membarengi membabat balik, terus membatjok keiga kanan. Orang itu tidak menjangka sinona demikian tangkas, sedang maksudnja menggertak adalah untuk membarengi menjerang dengan sungguh². Sekarang ia djadi kena didahulukan, ia mendjadi kaget sekali. Ketika ia menangkis, ia menangkis setjara sangat kesusu. Dua sendjata itu sudah beradu dengan kesudahannja sipemegang tombak mendjadi sangat kaget. Kembali diluar dugaannja, udjung tombaknja jang bergaetan itu kena ditabas putus pedang tadjam sinona, hingga dia mendjadi kelabakan. ,,Awas ! Lihat golok !” berseru kawannja sipemegang tombak itu, apabila dia saksikan sang kawan tidak berdaja, sehingga dia kuatir sinona menjusul dengan batjokan lain. Diapun berlompat, untuk menolong. Yan Tjoe Hoei telah melihat kesempatan jang baik itu, ia tidak sudi memberi kesempatan lewat dengan begitu sadja. Ia tundjukkan kesebatan jang luar biasa. Belum sempat kawan orang itu datang, 280<noinclude></noinclude> hidmju6nnc0jm1zvstdxa2p2cww7luu Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/36 104 116574 321044 2026-10-12T08:12:25Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'belum lagi musuhnja sempat perbaiki diri, pedangnja sudah menjam- bar pula. Kali ini iq kena membabat robek badju orang itu. Sidjumawa itu berkelit| se-bisa?nja, dia bermandikan keringat saking kaget dan taleutnja, Tapi dia penasaran, dengan gagang tom, bak buntung, dia menimpuk selaiu pembalasan. ‘Yan TJoe Hoel menangkis, Ia bukan menangkis sadja, sambil menangkis, tangan kirinja bekerdja, melajangkan sebuah kim-tjhie- plauw, Jang tepat menge... 321044 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>belum lagi musuhnja sempat perbaiki diri, pedangnja sudah menjam- bar pula. Kali ini iq kena membabat robek badju orang itu. Sidjumawa itu berkelit| se-bisa?nja, dia bermandikan keringat saking kaget dan taleutnja, Tapi dia penasaran, dengan gagang tom, bak buntung, dia menimpuk selaiu pembalasan. ‘Yan TJoe Hoel menangkis, Ia bukan menangkis sadja, sambil menangkis, tangan kirinja bekerdja, melajangkan sebuah kim-tjhie- plauw, Jang tepat mengenaj jalan darah hoantiauw dari musuh, maka musuh itu tidak ampun lagi mendjerit Kesakitan dan tubuh- ja Ketjemplung kesungai ! Kawan jang menggunakan golok itu mendjadi sangat gusar, dengan sengit ia menjerang Yan Tjoe Hoek, Ta bersilat dengan ilmu golok Ngo-Houw Toan.boen-too, Agaknja kalau boleh ingin dia, me- nnelan sinona . : ‘Yan Toe Hoei melihat musuh berdjumlah besar, la lantas me- rubah siasat, I@ tidak mau keras lawan keras. Dengan menangkis serangan, ia membela diri dengan sabar dan tenang sekali Soen Eng beda dari kawannja itu, ja tidak tjukup sabar; ia gemas akan kegalakan musuh, ia tidak menanti sampai mereka itu datang dekat, ia menjambut mereka dengan panah-tangannja, De- hgan lantas 1a dapat merobohkan tiga musuh, Seorang musuh, jang mengenakan pakaian renang dari kulit, jang tangannja mentjekal tempuling, gusar menampak lawan meng. gunakan panah, Ia ‘berani sekali, dengan membawa tempulingnja fu, ia Jompat madju untuk mendekati nona Tjio, untule menjerang dengan hebat. Karena ia merangsaks, tidak dapat Soen ng meng- gunakan panahnja lagi, terpaksa ia menjambut dengan pedangnja, ‘Yan Tjoe Hoei sementara itu telah dikepung dua orang musuh, Mereka itu litjik, tidak mau mereka membuat sendjata mereka be- radu. Mereka tahu pedang sinona tadjam Iuar biasa, maka mereka mengepung: sadja. Si Walet Terbang memikir untuk menggunakan kim-tjhiepieuw, untuk melukai musul’nja, tetapi helum sampai ia, mewudjudkan itu, musuh Jang ltjk itu sudah menggunakan siasat mereka seperti pada waktu mereka mengepung Touw Kong. Mereka sudah meni- tahkan orangénja, ialah tukang? renang jang disebut ,illiman air”, selulup didalam air, menghampirkan perahu sinona, untuk membi- Kin botjor dasar perahu, Ketika tukang perahu dari Lok Ma Ouw 281<noinclude></noinclude> k3en7ejly4grhitdolbkyv8vblsuhem 321045 321044 2026-10-12T08:15:55Z Naila Fathinah 27683 321045 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>belum lagi musuhnja sempat perbaiki diri, pedangnja sudah menjambar pula. Kali ini ia kena membabat robek badju orang itu. Sidjumawa itu berkelit se-bisa²nja, dia bermandikan keringat saking kaget dan takutnja. Tapi dia penasaran, dengan gagang tombak buntung, dia menimpuk selaku pembalasan. Yan Tjoe Hoei menangkis. Ia bukan menangkis sadja, sambil menangkis, tangan kirinja bekerdja, melajangkan sebuah kim-tjhie-piauw, jang tepat mengenai djalan darah hoantiauw dari musuh, maka musuh itu tidak ampun lagi mendjerit kesakitan dan tubuhnja ketjemplung kesungai ! Kawan jang menggunakan golok itu mendjadi sangat gusar, dengan sengit ia menjerang Yan Tjoe Hoei. Ia bersilat dengan ilmu golok Ngo-Houw Toan-boen-too. Agaknja kalau boleh ingin dia menelan sinona ...... Yan Tjoe Hoei melihat musuh berdjumlah besar, ia lantas merubah siasat. Ia tidak mau keras lawan keras. Dengan menangkis serangan, ia membela diri dengan sabar dan tenang sekali. Soen Eng beda dari kawannja itu, ia tidak tjukup sabar; ia gemas akan kegalakan musuh, ia tidak menanti sampai mereka itu datang dekat, ia menjambut mereka dengan panah-tangannja. Dengan lantas ia dapat merobohkan tiga musuh. Seorang musuh, jang mengenakan pakaian renang dari kulit, jang tangannja mentjekal tempuling, gusar menampak lawan menggunakan panah. Ia berani sekali, dengan membawa tempulingnja itu, ia lompat madju untuk mendekati nona Tjio, untuk menjerang dengan hebat. Karena ia merangsak, tidak dapat Soen Eng menggunakan panahnja lagi, terpaksa ia menjambut dengan pedangnja. Yan Tjoe Hoei sementara itu telah dikepung dua orang musuh. Mereka itu litjik, tidak mau mereka membuat sendjata mereka beradu. Mereka tahu pedang sinona tadjam luar biasa, maka mereka mengepung sadja. Si Walet Terbang memikir untuk menggunakan kim-tjhie-piauw, untuk melukai musuh²nja, tetapi belum sampai ia mewudjudkan itu, musuh jang litjik itu sudah menggunakan siasat mereka seperti pada waktu mereka mengepung Touw Kong. Mereka sudah menitahkan orang²nja, ialah tukang² renang jang disebut ,,siluman air”, selulup didalam air, menghampirkan perahu sinona, untuk membikin botjor dasar perahu. Ketika tukang perahu dari Lok Ma Ouw {{rh|||281}}<noinclude></noinclude> hlpoalkv1gtm7qpyny1p81nnmw47eo6 321046 321045 2026-10-12T08:17:15Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 321046 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>belum lagi musuhnja sempat perbaiki diri, pedangnja sudah menjambar pula. Kali ini ia kena membabat robek badju orang itu. Sidjumawa itu berkelit se-bisa²nja, dia bermandikan keringat saking kaget dan takutnja. Tapi dia penasaran, dengan gagang tombak buntung, dia menimpuk selaku pembalasan. Yan Tjoe Hoei menangkis. Ia bukan menangkis sadja, sambil menangkis, tangan kirinja bekerdja, melajangkan sebuah kim-tjhie-piauw, jang tepat mengenai djalan darah hoantiauw dari musuh, maka musuh itu tidak ampun lagi mendjerit kesakitan dan tubuhnja ketjemplung kesungai ! Kawan jang menggunakan golok itu mendjadi sangat gusar, dengan sengit ia menjerang Yan Tjoe Hoei. Ia bersilat dengan ilmu golok Ngo-Houw Toan-boen-too. Agaknja kalau boleh ingin dia menelan sinona ...... Yan Tjoe Hoei melihat musuh berdjumlah besar, ia lantas merubah siasat. Ia tidak mau keras lawan keras. Dengan menangkis serangan, ia membela diri dengan sabar dan tenang sekali. Soen Eng beda dari kawannja itu, ia tidak tjukup sabar; ia gemas akan kegalakan musuh, ia tidak menanti sampai mereka itu datang dekat, ia menjambut mereka dengan panah-tangannja. Dengan lantas ia dapat merobohkan tiga musuh. Seorang musuh, jang mengenakan pakaian renang dari kulit, jang tangannja mentjekal tempuling, gusar menampak lawan menggunakan panah. Ia berani sekali, dengan membawa tempulingnja itu, ia lompat madju untuk mendekati nona Tjio, untuk menjerang dengan hebat. Karena ia merangsak, tidak dapat Soen Eng menggunakan panahnja lagi, terpaksa ia menjambut dengan pedangnja. Yan Tjoe Hoei sementara itu telah dikepung dua orang musuh. Mereka itu litjik, tidak mau mereka membuat sendjata mereka beradu. Mereka tahu pedang sinona tadjam luar biasa, maka mereka mengepung sadja. Si Walet Terbang memikir untuk menggunakan kim-tjhie-piauw, untuk melukai musuh²nja, tetapi belum sampai ia mewudjudkan itu, musuh jang litjik itu sudah menggunakan siasat mereka seperti pada waktu mereka mengepung Touw Kong. Mereka sudah menitahkan orang²nja, ialah tukang² renang jang disebut ,,siluman air”, selulup didalam air, menghampirkan perahu sinona, untuk membikin botjor dasar perahu. Ketika tukang perahu dari Lok Ma Ouw {{rh|||281}}<noinclude></noinclude> 3f2ttn7wbdghb3oqkuixisdw97cjlhw Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/37 104 116575 321047 2026-10-12T08:17:30Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Xetamui itu, perahunja’ sudah botjor dan air telah mulai masuk, hingga pada lain saat, perahu itn mulat kelam, Sebenarnja tidak terlalu merdeke Yan Tjoe Hoe; berkelahi di-~ tas perahu, fa tidak dapat lompat sana dan lompat sini, karenanja, ja tidak dapat mendesak musuh, Kelemahan ini membuat musuh dapat kesempatan mempergunakan siluman? airnja, ‘Hebat adalah Tjio Soen Eng, jang tidak bisa berenang, Ia men- jadi bingung, sehingga hampir sadja i... 321047 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>Xetamui itu, perahunja’ sudah botjor dan air telah mulai masuk, hingga pada lain saat, perahu itn mulat kelam, Sebenarnja tidak terlalu merdeke Yan Tjoe Hoe; berkelahi di-~ tas perahu, fa tidak dapat lompat sana dan lompat sini, karenanja, ja tidak dapat mendesak musuh, Kelemahan ini membuat musuh dapat kesempatan mempergunakan siluman? airnja, ‘Hebat adalah Tjio Soen Eng, jang tidak bisa berenang, Ia men- jadi bingung, sehingga hampir sadja ia Kena ditempuling musuh. Karena la berkelit, tubuhnja Kehilangan keseimbangannja; setelah mining, ia tertjebur keair, »Kawan Tio, lekas !'" Yan Tjoe Hoei teriaki tukang perahunja. ‘Ta Kaget melihat Soen Eng ketjemplung, ia tidak Repeat menolong- ‘nja. ,,Lekas tolong dulu seudaraku itu !” ‘Kali ini si Walet Terbang tidak bersangsi sesaat djuga, Mula- nja ja menangkis serangan, lalu membarengi itu, ia berlompat ke- — perahu musuh. Tidak dapat ia berdiam terus diperahunja, Jang tinggal tenggelam sadja, Sambil berlompat, ia merabah dengen be- berapa bidji kim.tjhie-piauw. Serangan ini ialah jang dinamakan »Hudjan bunga diselebar langit”. ‘Musuh semua torkedjut, mereka berkelit mundux, dengan begitu, Yen Tjoe Hoel depet menaruh kali, Iapun tidak sud; berdiam dic sebuah perahu sadja, Ia berkelahi dengan setiap waktu berlompatan ari sat perahu Kelain perahu diantara tiga buah perahu musuh, jang dirapatkan satu dengan lain, Dengan ini tjara mengatjau mur ‘buh agar tidak ada jang sempat menjerang kemuka air dengan pa- nah mereka, Disana situkang perahu she Tio telah membawa Soen ‘Eng berenang, untuk menjingkirkan diri, Melihat Yan Tjoe Hoei demikian garang, seorang muda jang bergegaman Djit-Goat Siang-loen, sepasang roda _,,Matahari dan Rembulan”, men@jadi panas hatinja. Ia lompat menghampirkan si- nona, terus ia menjerang. ‘Yan Tjoe Hoel menangkis, Ia tidak dapat membabat rods mu- suh, maka tahulah ia bahwa musuhnja itu mesti Hehay, Hal ini membuat ia, berketetapan untuk djangan berkelahi lama, melajani mereka ita, Ta menginsafi jang kedudukannja berbahaja, Begitulan, satu kali ia merabuh pula dengan sendjata rahasianja ,uang emas” — kimtjie-piauw, dan pada saat orang pada berkelit, ia membuang 482<noinclude></noinclude> pjbamtdic6hwu12k42nwbksaz2hei1g 321048 321047 2026-10-12T08:20:47Z Naila Fathinah 27683 321048 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>ketahui itu, perahunja sudah botjor dan air telah mulai masuk, hingga pada lain saat, perahu itu mulai kelam. Sebenarnja tidak terlalu merdeka Yan Tjoe Hoei berkelahi di- atas perahu, ia tidak dapat lompat sana dan lompat sini, karenanja, ia tidak dapat mendesak musuh. Kelemahan ini membuat musuh dapat kesempatan mempergunakan siluman² airnja. Hebat adalah Tjio Soen Eng, jang tidak bisa berenang. Ia mendjadi bingung, sehingga hampir sadja ia kena ditempuling musuh. Karena ia berkelit, tubuhnja kehilangan keseimbangannja; setelah miring, ia tertjebur keair. ,,Kawan Tio, lekas !” Yan Tjoe Hoei teriaki tukang perahunja. Ia kaget melihat Soen Eng ketjemplung, ia tidak sempat menolongnja. ,,Lekas tolong dulu saudaraku itu !” Kali ini si Walet Terbang tidak bersangsi sesaat djuga. Mulanja ia menangkis serangan, lalu membarengi itu, ia berlompat keperahu musuh. Tidak dapat ia berdiam terus diperahunja, jang tinggal tenggelam sadja. Sambil berlompat, ia merabah dengan beberapa bidji kim-tjhie-piauw. Serangan ini ialah jang dinamakan ,,Hudjan bunga diselebar langit”. Musuh semua terkedjut, mereka berkelit mundur, dengan begitu, Yan Tjoe Hoei dapat menaruh kaki. Iapun tidak sudi berdiam disebuah perahu sadja. Ia berkelahi dengan setiap waktu berlompatan dari satu perahu kelain perahu diantara tiga buah perahu musuh, jang dirapatkan satu dengan lain. Dengan ini tjara mengatjau musuh agar tidak ada jang sempat menjerang kemuka air dengan panah mereka. Disana situkang perahu she Tio telah membawa Soen Eng berenang, untuk menjingkirkan diri. Melihat Yan Tjoe Hoei demikian garang, seorang muda jang bergegaman Djit-Goat Siang-loen, sepasang roda ,,Matahari dan Rembulan”, mendjadi panas hatinja. Ia lompat menghampirkan sinona, terus ia menjerang. Yan Tjoe Hoei menangkis. Ia tidak dapat membabat roda musuh, maka tahulah ia bahwa musuhnja itu mesti liehay. Hal ini membuat ia berketetapan untuk djangan berkelahi lama melajani mereka itu. Ia menginsafi jang kedudukannja berbahaja. Begitulah, satu kali ia merabuh pula dengan sendjata rahasianja ,,uang emas” — kimtjie-piauw, dan pada saat orang pada berkelit, ia membuang 282<noinclude></noinclude> 9glj0mqjk8kpdycu8w5qrr40j3fmdv7 321049 321048 2026-10-12T08:21:24Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 321049 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>ketahui itu, perahunja sudah botjor dan air telah mulai masuk, hingga pada lain saat, perahu itu mulai kelam. Sebenarnja tidak terlalu merdeka Yan Tjoe Hoei berkelahi diatas perahu, ia tidak dapat lompat sana dan lompat sini, karenanja, ia tidak dapat mendesak musuh. Kelemahan ini membuat musuh dapat kesempatan mempergunakan siluman² airnja. Hebat adalah Tjio Soen Eng, jang tidak bisa berenang. Ia mendjadi bingung, sehingga hampir sadja ia kena ditempuling musuh. Karena ia berkelit, tubuhnja kehilangan keseimbangannja; setelah miring, ia tertjebur keair. ,,Kawan Tio, lekas !” Yan Tjoe Hoei teriaki tukang perahunja. Ia kaget melihat Soen Eng ketjemplung, ia tidak sempat menolongnja. ,,Lekas tolong dulu saudaraku itu !” Kali ini si Walet Terbang tidak bersangsi sesaat djuga. Mulanja ia menangkis serangan, lalu membarengi itu, ia berlompat keperahu musuh. Tidak dapat ia berdiam terus diperahunja, jang tinggal tenggelam sadja. Sambil berlompat, ia merabah dengan beberapa bidji kim-tjhie-piauw. Serangan ini ialah jang dinamakan ,,Hudjan bunga diselebar langit”. Musuh semua terkedjut, mereka berkelit mundur, dengan begitu, Yan Tjoe Hoei dapat menaruh kaki. Iapun tidak sudi berdiam disebuah perahu sadja. Ia berkelahi dengan setiap waktu berlompatan dari satu perahu kelain perahu diantara tiga buah perahu musuh, jang dirapatkan satu dengan lain. Dengan ini tjara mengatjau musuh agar tidak ada jang sempat menjerang kemuka air dengan panah mereka. Disana situkang perahu she Tio telah membawa Soen Eng berenang, untuk menjingkirkan diri. Melihat Yan Tjoe Hoei demikian garang, seorang muda jang bergegaman Djit-Goat Siang-loen, sepasang roda ,,Matahari dan Rembulan”, mendjadi panas hatinja. Ia lompat menghampirkan sinona, terus ia menjerang. Yan Tjoe Hoei menangkis. Ia tidak dapat membabat roda musuh, maka tahulah ia bahwa musuhnja itu mesti liehay. Hal ini membuat ia berketetapan untuk djangan berkelahi lama melajani mereka itu. Ia menginsafi jang kedudukannja berbahaja. Begitulah, satu kali ia merabuh pula dengan sendjata rahasianja ,,uang emas” — kimtjie-piauw, dan pada saat orang pada berkelit, ia membuang 282<noinclude></noinclude> fms8g3edd1cztjk2hqr65p6hwmu1ma1 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/38 104 116576 321050 2026-10-12T08:21:41Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '@irinja Keair, untuk terus selulup, Ta mengambll tudjuan kearah ‘Soen Eng, guna menjusu} kawan itu, ‘Sjukur buat nona ini, tidak ada. musuh jang mengubar. Mung- kin mereka dapat perintah untuk merintangi sadja, atau boleh djadi mereka tidak ungktulan, Mereka itu lantas berlalu bersama perahu mereka. ‘Yan Tjoe Hoel membanta si Tio menjeret Soen Eng sampai di- tepi, Nona itu telah pingsan, karena menenggak ja lantas di- tolong, ditengkurapkan da... 321050 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>@irinja Keair, untuk terus selulup, Ta mengambll tudjuan kearah ‘Soen Eng, guna menjusu} kawan itu, ‘Sjukur buat nona ini, tidak ada. musuh jang mengubar. Mung- kin mereka dapat perintah untuk merintangi sadja, atau boleh djadi mereka tidak ungktulan, Mereka itu lantas berlalu bersama perahu mereka. ‘Yan Tjoe Hoel membanta si Tio menjeret Soen Eng sampai di- tepi, Nona itu telah pingsan, karena menenggak ja lantas di- tolong, ditengkurapkan dan diurut-urat, untuk membikin air dalam Ferutnja mengalir keluar, Setelab perutnja kempes, baharu ia di. dajakan sadar kemball ‘Tempat mereka mendarat terpisah Kira’ empat lle dari tempat pertempuran, Dengan begitu mereka djadi berada ditempat jang aman, Lantas mereka memandang kesékitar mereka. Tidak lama mereka memandang, lantas mereka mengeluh ! Tempat itu terlalu aman untuk mereka — aman dari antjaman pihak musuh sebaliknja, mereka terantjam bahaja djuga. Mereka ‘mengenali it adalah sebuah daratan jang berpasir, disitu tidak ada Jain orang siapa djuga, Ttulah pulau Kosong dimana pun tidak ada @jalanan manusia, wAh !..." demikian kelubnja Yan ‘Tjoe Hoel, ,Kita kena ditip ole itu soeya andjing! Rupanja mereka sengadja membikin kita terdampar disini, hingga mereka djadi mempunjai tempo untuk Kabur!” ‘Meroka pun tidak dapat melihat perahu mereka Jang karam ... xv ACHIR-ACHIRNIA, Rentjananja Kedua pembesar dari Souwtjioe dan Hay-an, jang bekerdja sama dengan tjongtok dari Liang Kang di Lamkhia, sem- puma sekali, Mereka menginsafi pentingnja itu wang lima-ribu tail. ‘Hebat akibatnja kalau sampai harta itu djatuh ketangannja keum pergerakan penjinta negara, Maka sebisa-bisa mereka mesti dapat- ‘Kan harta itu untuk kemudian dilindunginja, supaje dengan selamat dapat dihaturkan kepada pemerintah agung — islah pemerintan Boan Tieng, Kalu tadinja mereka sibuk bendaja merampas pulang plauw dari tangan perampasinja, sekarang mereka memutar otal 283<noinclude></noinclude> 6rr1og2aneu7llidrfhsocj212sq968 321051 321050 2026-10-12T08:26:47Z Naila Fathinah 27683 321051 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>dirinja keair, untuk terus selulup. Ia mengambil tudjuan kearah Soen Eng, guna menjusul kawan itu. Sjukur buat nona ini, tidak ada musuh jang mengubar. Mungkin mereka dapat perintah untuk merintangi sadja, atau boleh djadi mereka tidak ungkulan. Mereka itu lantas berlalu bersama perahu mereka. Yan Tjoe Hoei membantu si Tio menjeret Soen Eng sampai ditepi. Nona itu telah pingsan, karena menenggak air; ia lantas ditolong, ditengkurapkan dan diurut-urut, untuk membikin air dalam perutnja mengalir keluar. Setelah perutnja kempes, baharu ia didajakan sadar kembali. Tempat mereka mendarat terpisah kira² empat lie dari tempat pertempuran. Dengan begitu mereka djadi berada ditempat jang aman. Lantas mereka memandang kesekitar mereka. Tidak lama mereka memandang, lantas mereka mengeluh ! Tempat itu terlalu aman untuk mereka — aman dari antjaman pihak musuh sebaliknja, mereka terantjam bahaja djuga. Mereka mengenali itu adalah sebuah daratan jang berpasir, disitu tidak ada lain orang siapa djuga. Itulah pulau kosong dimana pun tidak ada djalanan manusia. ,,Ah ! ...” demikian keluhnja Yan Tjoe Hoei. ,,Kita kena ditipu oleh itu soeya andjing ! Rupanja mereka sengadja membikin kita terdampar disini, hingga mereka djadi mempunjai tempo untuk kabur !” Mereka pun tidak dapat melihat perahu mereka jang karam ... <center> '''XV''' '''ACHIR-ACHIRNJA''' </center> Rentjananja kedua pembesar dari Souwtjioe dan Hay-an, jang bekerdja sama dengan tjongtok dari Liang Kang di Lamkhia, sempurna sekali. Mereka menginsafi pentingnja itu uang lima-ribu tail.Hebat akibatnja kalau sampai harta itu djatuh ketangannja kaum pergerakan penjinta negara. Maka sebisa-bisa mereka mesti dapatkan harta itu untuk kemudian dilindunginja, supaja dengan selamat dapat dihaturkan kepada pemerintah agung — ialah pemerintah Boan Tjeng. Kalau tadinja mereka sibuk berdaja merampas pulang piauw dari tangan perampas²nja, sekarang mereka memutar otak {{rh|||283}}<noinclude></noinclude> swud95ueuv496uoaly4vl5hlh7y5o0c 321052 321051 2026-10-12T08:27:07Z Naila Fathinah 27683 321052 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>dirinja keair, untuk terus selulup. Ia mengambil tudjuan kearah Soen Eng, guna menjusul kawan itu. Sjukur buat nona ini, tidak ada musuh jang mengubar. Mungkin mereka dapat perintah untuk merintangi sadja, atau boleh djadi mereka tidak ungkulan. Mereka itu lantas berlalu bersama perahu mereka. Yan Tjoe Hoei membantu si Tio menjeret Soen Eng sampai ditepi. Nona itu telah pingsan, karena menenggak air; ia lantas ditolong, ditengkurapkan dan diurut-urut, untuk membikin air dalam perutnja mengalir keluar. Setelah perutnja kempes, baharu ia didajakan sadar kembali. Tempat mereka mendarat terpisah kira² empat lie dari tempat pertempuran. Dengan begitu mereka djadi berada ditempat jang aman. Lantas mereka memandang kesekitar mereka. Tidak lama mereka memandang, lantas mereka mengeluh ! Tempat itu terlalu aman untuk mereka — aman dari antjaman pihak musuh sebaliknja, mereka terantjam bahaja djuga. Mereka mengenali itu adalah sebuah daratan jang berpasir, disitu tidak ada lain orang siapa djuga. Itulah pulau kosong dimana pun tidak ada djalanan manusia. ,,Ah ! ...” demikian keluhnja Yan Tjoe Hoei. ,,Kita kena ditipu oleh itu soeya andjing ! Rupanja mereka sengadja membikin kita terdampar disini, hingga mereka djadi mempunjai tempo untuk kabur !” Mereka pun tidak dapat melihat perahu mereka jang karam ... <center> '''XV''' '''ACHIR-ACHIRNJA''' </center> Rentjananja kedua pembesar dari Souwtjioe dan Hay-an, jang bekerdja sama dengan tjongtok dari Liang Kang di Lamkhia, sempurna sekali. Mereka menginsafi pentingnja itu uang lima-ribu tail.Hebat akibatnja kalau sampai harta itu djatuh ketangannja kaum pergerakan penjinta negara. Maka sebisa-bisa mereka mesti dapatkan harta itu untuk kemudian dilindunginja, supaja dengan selamat dapat dihaturkan kepada pemerintah agung — ialah pemerintah Boan Tjeng. Kalau tadinja mereka sibuk berdaja merampas pulang piauw dari tangan perampas²nja, sekarang mereka memutar otak {{rh|||283}}<noinclude></noinclude> nkyi2fabnc42jtp1hwtw8biem7iffkr 321060 321052 2026-10-12T08:41:34Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 321060 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>dirinja keair, untuk terus selulup. Ia mengambil tudjuan kearah Soen Eng, guna menjusul kawan itu. Sjukur buat nona ini, tidak ada musuh jang mengubar. Mungkin mereka dapat perintah untuk merintangi sadja, atau boleh djadi mereka tidak ungkulan. Mereka itu lantas berlalu bersama perahu mereka. Yan Tjoe Hoei membantu si Tio menjeret Soen Eng sampai ditepi. Nona itu telah pingsan, karena menenggak air; ia lantas ditolong, ditengkurapkan dan diurut-urut, untuk membikin air dalam perutnja mengalir keluar. Setelah perutnja kempes, baharu ia didajakan sadar kembali. Tempat mereka mendarat terpisah kira² empat lie dari tempat pertempuran. Dengan begitu mereka djadi berada ditempat jang aman. Lantas mereka memandang kesekitar mereka. Tidak lama mereka memandang, lantas mereka mengeluh ! Tempat itu terlalu aman untuk mereka — aman dari antjaman pihak musuh sebaliknja, mereka terantjam bahaja djuga. Mereka mengenali itu adalah sebuah daratan jang berpasir, disitu tidak ada lain orang siapa djuga. Itulah pulau kosong dimana pun tidak ada djalanan manusia. ,,Ah ! ...” demikian keluhnja Yan Tjoe Hoei. ,,Kita kena ditipu oleh itu soeya andjing ! Rupanja mereka sengadja membikin kita terdampar disini, hingga mereka djadi mempunjai tempo untuk kabur !” Mereka pun tidak dapat melihat perahu mereka jang karam ... <center> '''XV''' '''ACHIR-ACHIRNJA''' </center> Rentjananja kedua pembesar dari Souwtjioe dan Hay-an, jang bekerdja sama dengan tjongtok dari Liang Kang di Lamkhia, sempurna sekali. Mereka menginsafi pentingnja itu uang lima-ribu tail.Hebat akibatnja kalau sampai harta itu djatuh ketangannja kaum pergerakan penjinta negara. Maka sebisa-bisa mereka mesti dapatkan harta itu untuk kemudian dilindunginja, supaja dengan selamat dapat dihaturkan kepada pemerintah agung — ialah pemerintah Boan Tjeng. Kalau tadinja mereka sibuk berdaja merampas pulang piauw dari tangan perampas²nja, sekarang mereka memutar otak {{rh|||283}}<noinclude></noinclude> t0s6w4e1z1k8x37krfld4go4qh9x9rs Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/39 104 116577 321053 2026-10-12T08:31:25Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '‘dan repot melindungi pengangkutannja, karena mereka tahu benar ‘mush akan mentjoba untuk merampas pulang. Karena ttulah, telah Aipakai orang? kosen mendjadi pengantar atau pelindung ditengan ‘jalan, Mereka itu dipetjah dalam beberapa rombongan serta dise- pandjang djelan pula diatur tenaga? bersembunji dengan tugasnja melindungi dan merintangi. Memang benar laporan tentang: akal- muslihat Tn Soeya Jang meloloskan emas dari rumah penduduk dan Je... 321053 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>‘dan repot melindungi pengangkutannja, karena mereka tahu benar ‘mush akan mentjoba untuk merampas pulang. Karena ttulah, telah Aipakai orang? kosen mendjadi pengantar atau pelindung ditengan ‘jalan, Mereka itu dipetjah dalam beberapa rombongan serta dise- pandjang djelan pula diatur tenaga? bersembunji dengan tugasnja melindungi dan merintangi. Memang benar laporan tentang: akal- muslihat Tn Soeya Jang meloloskan emas dari rumah penduduk dan Jeuil dengan memakai perahu penganglut tanah dan batu bata. Karena mereka pun mempekerdjakan orang* Kosen dan tYerdilt, maka mereka ketahul baik sepak-terdjang musuh, dari itu, mereka mengatur persiapan perlawanan, Begitulah di-mana? telah terdjadi pertempuran untuk merintangi, Lice Hong Hoa djuga mempergunakan pelbagai siasar, untuk ‘membebasicen iri dari rintangan musth, Satu kali ia ber-pura? ter- luka, ja mampir di hotel dimana ia suruh djongos membeli obat. Sengadja ia menjiarkan tferitera bahwa ia terluka perah, Ini die ‘pakai supaja perhatian orang? pemerintah mendjadi kurang dan pen- ‘jagaannja mendjadi kendor. Sementara itu, dengan diam’, dengan menunggang Kuda patihnja fang djempol, ia kabur menjusul In Soeya, untuk memegat perahu emas, Dalam tempo setengah hari i dapat miclewati Sioe-tjian, terus ke TYlauw-toen, sampai ditepi sua ngai jang djauknja duaptluh le lebih dari Lan-leng. Disinilah pe- yahu bermuatan emas itu kena ditjandak. 8 ‘Didalam perahu pendjagaan terdiri dari tidak sedikit orang pos — isi; niereka adalah rombongan Seng Tiat Hoet dan Siauw Loo-ajie, jang tidak berada disitu, Mereka ini masih ada disebelah belakang, ‘pelum sempat mereka menjusul perahu jang djalan dimuka itu, ‘Semua orang tidak menjangka Lice Hong Hoa dapat menjusul de- mikian tJepat, seperti dia terdjatuh dari Jangit . ‘Tjepat dan hebat Hong Hoa turun tangan diatas perahu, Ia robohken setiap penghalang, ia totok setiap orang jang mengarti | slat dan Jali meringkusnja, semua ta masulckan didalam perahu. | Ja tahu, bahwa kalau fa Kembali, ia akan bersomplokan dengan pi- hak pengantar, make itu dibawah antjaman pisau belati, ia pakea. tukang? perahu melandjutkan perdjalanan keutare, Ia sudah pikin, setelah berdjalan belasan lie, ia akan memutar kemudj ketim Selatan, untuk dari sungai Kie Hoo menudju ke Lok Ma Ouw, Ta berniat menitipkan emas dirumah Kim-gan-tiauw Lie Peng, begitu- 284<noinclude></noinclude> e5t4vtcirbzpejhpbap8lqu6jtp1lps 321054 321053 2026-10-12T08:34:31Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 321054 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>dan repot melindungi pengangkutannja, karena mereka tahu benar musuh akan mentjoba untuk merampas pulang. Karena itulah, telah dipakai orang² kosen mendjadi pengantar atau pelindung ditengah djalan. Mereka itu dipetjah dalam beberapa rombongan serta disepandjang djalan pula diatur tenaga² bersembunji dengan tugasnja melindungi dan merintangi. Memang benar laporan tentang akalmuslihat In Soeya jang meloloskan emas dari rumah penduduk dan kuil dengan memakai perahu pengangkut tanah dan batu bata. Karena mereka pun mempekerdjakan orang² kosen dan tjerdik, maka mereka ketahui baik sepak-terdjang musuh, dari itu, mereka mengatur persiapan perlawanan. Begitulah di-mana² telah terdjadi pertempuran untuk merintangi. Lioe Hong Hoa djuga mempergunakan pelbagai siasat, untuk membebaskan diri dari rintangan musuh. Satu kali ia ber-pura² terluka, ia mampir di hotel dimana ia suruh djongos membeli obat.Sengadja ia menjiarkan tjeritera bahwa ia terluka parah. Ini dipakai supaja perhatian orang² pemerintah mendjadi kurang dan pendjagaannja mendjadi kendor. Sementara itu, dengan diam², dengan menunggang kuda putihnja jang djempol, ia kabur menjusul In Soeya, untuk memegat perahu emas. Dalam tempo setengah hari ia dapat melewati Sioe-tjian, terus ke Tjiauw-toen, sampai ditepi sungai jang djauhnja duapuluh lie lebih dari Lan-leng. Disinilah perahu bermuatan emas itu kena ditjandak. Didalam perahu pendjagaan terdiri dari tidak sedikit orang po- lisi; mereka adalah rombongan Seng Tiat Hoet dan Siauw Loo-djie, jang tidak berada disitu. Mereka ini masih ada disebelah belakang, belum sempat mereka menjusul perahu jang djalan dimuka itu. Semua orang tidak menjangka Lioe Hong Hoa dapat menjusul demikian tjepat, seperti dia terdjatuh dari langit ...... Tjepat dan hebat Hong Hoa turun tangan diatas perahu. Ia robohkan setiap penghalang, ia totok setiap orang jang mengarti silat dan lalu meringkusnja, semua ia masukkan didalam perahu. Ia tahu, bahwa kalau ia kembali, ia akan bersomplokan dengan pihak pengantar, maka itu dibawah antjaman pisau belati, ia paksa tukang² perahu melandjutkan perdjalanan keutara. Ia sudah pikir, setelah berdjalan belasan lie, ia akan memutar kemudi ketimur selatan, untuk dari sungai Kie Hoo menudju ke Lok Ma Ouw. Ia berniat menitipkan emas dirumah Kim-gan-tiauw Lie Peng, begitu- 284<noinclude></noinclude> jv0m1ab927zj7vq5xrcghjr167ou5n3 321055 321054 2026-10-12T08:35:09Z Naila Fathinah 27683 321055 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>dan repot melindungi pengangkutannja, karena mereka tahu benar musuh akan mentjoba untuk merampas pulang. Karena itulah, telah dipakai orang² kosen mendjadi pengantar atau pelindung ditengah djalan. Mereka itu dipetjah dalam beberapa rombongan serta disepandjang djalan pula diatur tenaga² bersembunji dengan tugasnja melindungi dan merintangi. Memang benar laporan tentang akalmuslihat In Soeya jang meloloskan emas dari rumah penduduk dan kuil dengan memakai perahu pengangkut tanah dan batu bata. Karena mereka pun mempekerdjakan orang² kosen dan tjerdik, maka mereka ketahui baik sepak-terdjang musuh, dari itu, mereka mengatur persiapan perlawanan. Begitulah di-mana² telah terdjadi pertempuran untuk merintangi. Lioe Hong Hoa djuga mempergunakan pelbagai siasat, untuk membebaskan diri dari rintangan musuh. Satu kali ia ber-pura² terluka, ia mampir di hotel dimana ia suruh djongos membeli obat.Sengadja ia menjiarkan tjeritera bahwa ia terluka parah. Ini dipakai supaja perhatian orang² pemerintah mendjadi kurang dan pendjagaannja mendjadi kendor. Sementara itu, dengan diam², dengan menunggang kuda putihnja jang djempol, ia kabur menjusul In Soeya, untuk memegat perahu emas. Dalam tempo setengah hari ia dapat melewati Sioe-tjian, terus ke Tjiauw-toen, sampai ditepi sungai jang djauhnja duapuluh lie lebih dari Lan-leng. Disinilah perahu bermuatan emas itu kena ditjandak. Didalam perahu pendjagaan terdiri dari tidak sedikit orang polisi; mereka adalah rombongan Seng Tiat Hoet dan Siauw Loo-djie, jang tidak berada disitu. Mereka ini masih ada disebelah belakang, belum sempat mereka menjusul perahu jang djalan dimuka itu. Semua orang tidak menjangka Lioe Hong Hoa dapat menjusul demikian tjepat, seperti dia terdjatuh dari langit ...... Tjepat dan hebat Hong Hoa turun tangan diatas perahu. Ia robohkan setiap penghalang, ia totok setiap orang jang mengarti silat dan lalu meringkusnja, semua ia masukkan didalam perahu. Ia tahu, bahwa kalau ia kembali, ia akan bersomplokan dengan pihak pengantar, maka itu dibawah antjaman pisau belati, ia paksa tukang² perahu melandjutkan perdjalanan keutara. Ia sudah pikir, setelah berdjalan belasan lie, ia akan memutar kemudi ketimur selatan, untuk dari sungai Kie Hoo menudju ke Lok Ma Ouw. Ia berniat menitipkan emas dirumah Kim-gan-tiauw Lie Peng, begitu- 284<noinclude></noinclude> safrcyq8ev4xov4466rnqgee02afmmi 321056 321055 2026-10-12T08:35:35Z Naila Fathinah 27683 321056 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>dan repot melindungi pengangkutannja, karena mereka tahu benar musuh akan mentjoba untuk merampas pulang. Karena itulah, telah dipakai orang² kosen mendjadi pengantar atau pelindung ditengah djalan. Mereka itu dipetjah dalam beberapa rombongan serta disepandjang djalan pula diatur tenaga² bersembunji dengan tugasnja melindungi dan merintangi. Memang benar laporan tentang akalmuslihat In Soeya jang meloloskan emas dari rumah penduduk dan kuil dengan memakai perahu pengangkut tanah dan batu bata. Karena mereka pun mempekerdjakan orang² kosen dan tjerdik, maka mereka ketahui baik sepak-terdjang musuh, dari itu, mereka mengatur persiapan perlawanan. Begitulah dimana² telah terdjadi pertempuran untuk merintangi. Lioe Hong Hoa djuga mempergunakan pelbagai siasat, untuk membebaskan diri dari rintangan musuh. Satu kali ia ber-pura² terluka, ia mampir di hotel dimana ia suruh djongos membeli obat.Sengadja ia menjiarkan tjeritera bahwa ia terluka parah. Ini dipakai supaja perhatian orang² pemerintah mendjadi kurang dan pendjagaannja mendjadi kendor. Sementara itu, dengan diam², dengan menunggang kuda putihnja jang djempol, ia kabur menjusul In Soeya, untuk memegat perahu emas. Dalam tempo setengah hari ia dapat melewati Sioe-tjian, terus ke Tjiauw-toen, sampai ditepi sungai jang djauhnja duapuluh lie lebih dari Lan-leng. Disinilah perahu bermuatan emas itu kena ditjandak. Didalam perahu pendjagaan terdiri dari tidak sedikit orang polisi; mereka adalah rombongan Seng Tiat Hoet dan Siauw Loo-djie, jang tidak berada disitu. Mereka ini masih ada disebelah belakang, belum sempat mereka menjusul perahu jang djalan dimuka itu. Semua orang tidak menjangka Lioe Hong Hoa dapat menjusul demikian tjepat, seperti dia terdjatuh dari langit ...... Tjepat dan hebat Hong Hoa turun tangan diatas perahu. Ia robohkan setiap penghalang, ia totok setiap orang jang mengarti silat dan lalu meringkusnja, semua ia masukkan didalam perahu. Ia tahu, bahwa kalau ia kembali, ia akan bersomplokan dengan pihak pengantar, maka itu dibawah antjaman pisau belati, ia paksa tukang² perahu melandjutkan perdjalanan keutara. Ia sudah pikir, setelah berdjalan belasan lie, ia akan memutar kemudi ketimur selatan, untuk dari sungai Kie Hoo menudju ke Lok Ma Ouw. Ia berniat menitipkan emas dirumah Kim-gan-tiauw Lie Peng, begitu- 284<noinclude></noinclude> 34hewjb1svpu5iag7e6w0cu59eioolv Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/40 104 116578 321057 2026-10-12T08:35:56Z Naila Fathinah 27683 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'pun belasan orang tawanannja, diantara siapa In Sooya Jang litjin itu, Jang sekarang teringus mati kutunja. ‘Mong Hoa sangat teliti. Ia tau bahwa te bersendirian sadja, maka itu semua sendjata fang berada didalam perahu, ia lemparkan Kedasar sungai, ‘Enam tukang perahu jang dipaksa itu, dengan segala kesabaran, dengan @jelas sekali, diberikan keterangan perihal emas lims-ribu tail itu, Dengan begitu Hong Hoa menundjukkan, bahwe ta bukan sembar... 321057 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>pun belasan orang tawanannja, diantara siapa In Sooya Jang litjin itu, Jang sekarang teringus mati kutunja. ‘Mong Hoa sangat teliti. Ia tau bahwa te bersendirian sadja, maka itu semua sendjata fang berada didalam perahu, ia lemparkan Kedasar sungai, ‘Enam tukang perahu jang dipaksa itu, dengan segala kesabaran, dengan @jelas sekali, diberikan keterangan perihal emas lims-ribu tail itu, Dengan begitu Hong Hoa menundjukkan, bahwe ta bukan sembarang orang. Karenanja, harta itu tidak dapat sampai terdja~ tuh dalam tangan pemerintah, : ‘Tukang? perahu itu dapat diberi mengarti, Memangnja, sedjak ‘i Hay-an, mereka sudah dibikin mendongkol oleh sepekterdjangnja In Soeya serta kawan’nja, Jang mempunjai banjak lagu dan galak. ‘Mereka tidak diperlakukan baik, Sekarang mereka lihat Hong Hoa, walaupun dia gagah, dia manis-budi, Merekepun kagum akan kega~ gaban orang, jang dapat gampang merobohkan belasan musuh. ‘Maka itu, pada achimja, mereka suka bekerdja dengan baik, suka mereka mengantar emas itu ketempat Jang disebutkan Hong Hoa, Sampai disitu, Hong Hoa masih tetap waspada, Berdiam dike- pale perahu, ia selalu menjekal tjambulnja dan matanja senantiasa memain Kesegala pendjuri. ‘Tidak lama, Kemudian perahu baharu jalan kira? tudjuh lie, sedang mendekati mulut sungai Kle Hoo, mendadak Hong Hoa men- dengar suara peluit didarat, disusul dengan derapnja seekor kada bulu dawuk dengan penunggangnja seorang: djangkungkurus, Dalam ‘tjuatja remang? itu dia berseru Kearah peralu : Hai, tuan? diatas peyahn, berhati-hatilah kamu ! Ada seorang pendjahat lagi mengun- tit Kamu, mungkin......" ‘Suara itu dikenal oleh Hong Hoa, tetapi ia tidak segera dapat mengingatnja, Muka orang itu ditutup dengan topeng hidjau, Seba- Winja Orang itu mengenal baiic sikuda putih mulus, Itulah menje- babkan suaranja tertahan sendirinja, Hong Hoa mengawasinja, ia mendapatkan orang agaknja ber- sehgel; turun keperahti atau ‘melandjutkan tenis menunggang Ka. da.? Ketika ia melirik Kearah djalan besar dari mana penunggang Kuda itu datang, disana Ja tidak tampa seorang lain djuga, Djadi orang itu bersendirian sadja, Segera ia ambil keputusan untuk me- vintanginja, Pada saat ia hendak memesan kepada tukang perahu 285<noinclude></noinclude> 83tdhuqfkb6eya7rpm8c7p4p580xaji 321058 321057 2026-10-12T08:39:00Z Naila Fathinah 27683 321058 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Naila Fathinah" /></noinclude>pun belasan orang tawanannja, diantara siapa In Soeya jang litjin itu, jang sekarang teringkus mati kutunja. Hong Hoa sangat teliti. Ia tahu bahwa ia bersendirian sadja, maka itu semua sendjata jang berada didalam perahu, ia lemparkan kedasar sungai. Enam tukang perahu jang dipaksa itu, dengan segala kesabaran, dengan djelas sekali, diberikan keterangan perihal emas lima-ribu tail itu. Dengan begitu Hong Hoa menundjukkan, bahwa ia bukan sembarang orang. Karenanja, harta itu tidak dapat sampai terdjatuh dalam tangan pemerintah. Tukang² perahu itu dapat diberi mengarti. Memangnja, sedjak di Hay-an, mereka sudah dibikin mendongkol oleh sepakterdjangnja In Soeya serta kawan²nja, jang mempunjai banjak lagu dan galak. Mereka tidak diperlakukan baik. Sekarang mereka lihat Hong Hoa, walaupun dia gagah, dia manis-budi. Merekapun kagum akan kegagahan orang, jang dapat gampang merobohkan belasan musuh. Maka itu, pada achirnja, mereka suka bekerdja dengan baik, suka mereka mengantar emas itu ketempat jang disebutkan Hong Hoa. Sampai disitu, Hong Hoa masih tetap waspada. Berdiam dikepala perahu, ia selalu menjekal tjambuknja dan matanja senantiasa memain kesegala pendjuru. Tidak lama, kemudian perahu baharu djalan kira² tudjuh lie, sedang mendekati mulut sungai Kie Hoo, mendadak Hong Hoa mendengar suara peluit didarat, disusul dengan derapnja seekor kuda bulu dawuk dengan penunggangnja seorang djangkungkurus. Dalam tjuatja remang² itu dia berseru kearah perahu : ,,Hai, tuan² diatas perahu, berhati-hatilah kamu ! Ada seorang pendjahat lagi menguntit kamu, mungkin ......” Suara itu dikenal oleh Hong Hoa, tetapi ia tidak segera dapat mengingatnja. Muka orang itu ditutup dengan topeng hidjau. Sebaliknja orang itu mengenal baik sikuda putih mulus. Itulah menjebabkan suaranja tertahan sendirinja. Hong Hoa mengawasinja, ia mendapatkan orang agaknja bersangsi : turun keperahu atau melandjutkan terus menunggang kuda ? Ketika ia melirik kearah djalan besar dari mana penunggang kuda itu datang, disana ia tidak tampak seorang lain djuga. Djadi orang itu bersendirian sadja. Segera ia ambil keputusan untuk merintanginja. Pada saat ia hendak memesan kepada tukang perahu {{rh|||285}}<noinclude></noinclude> qkle2cm5ybe46eu5uhu2dp2m6jy37yr 321059 321058 2026-10-12T08:39:15Z Naila Fathinah 27683 /* Telah diuji baca */ 321059 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Naila Fathinah" /></noinclude>pun belasan orang tawanannja, diantara siapa In Soeya jang litjin itu, jang sekarang teringkus mati kutunja. Hong Hoa sangat teliti. Ia tahu bahwa ia bersendirian sadja, maka itu semua sendjata jang berada didalam perahu, ia lemparkan kedasar sungai. Enam tukang perahu jang dipaksa itu, dengan segala kesabaran, dengan djelas sekali, diberikan keterangan perihal emas lima-ribu tail itu. Dengan begitu Hong Hoa menundjukkan, bahwa ia bukan sembarang orang. Karenanja, harta itu tidak dapat sampai terdjatuh dalam tangan pemerintah. Tukang² perahu itu dapat diberi mengarti. Memangnja, sedjak di Hay-an, mereka sudah dibikin mendongkol oleh sepakterdjangnja In Soeya serta kawan²nja, jang mempunjai banjak lagu dan galak. Mereka tidak diperlakukan baik. Sekarang mereka lihat Hong Hoa, walaupun dia gagah, dia manis-budi. Merekapun kagum akan kegagahan orang, jang dapat gampang merobohkan belasan musuh. Maka itu, pada achirnja, mereka suka bekerdja dengan baik, suka mereka mengantar emas itu ketempat jang disebutkan Hong Hoa. Sampai disitu, Hong Hoa masih tetap waspada. Berdiam dikepala perahu, ia selalu menjekal tjambuknja dan matanja senantiasa memain kesegala pendjuru. Tidak lama, kemudian perahu baharu djalan kira² tudjuh lie, sedang mendekati mulut sungai Kie Hoo, mendadak Hong Hoa mendengar suara peluit didarat, disusul dengan derapnja seekor kuda bulu dawuk dengan penunggangnja seorang djangkungkurus. Dalam tjuatja remang² itu dia berseru kearah perahu : ,,Hai, tuan² diatas perahu, berhati-hatilah kamu ! Ada seorang pendjahat lagi menguntit kamu, mungkin ......” Suara itu dikenal oleh Hong Hoa, tetapi ia tidak segera dapat mengingatnja. Muka orang itu ditutup dengan topeng hidjau. Sebaliknja orang itu mengenal baik sikuda putih mulus. Itulah menjebabkan suaranja tertahan sendirinja. Hong Hoa mengawasinja, ia mendapatkan orang agaknja bersangsi : turun keperahu atau melandjutkan terus menunggang kuda ? Ketika ia melirik kearah djalan besar dari mana penunggang kuda itu datang, disana ia tidak tampak seorang lain djuga. Djadi orang itu bersendirian sadja. Segera ia ambil keputusan untuk merintanginja. Pada saat ia hendak memesan kepada tukang perahu {{rh|||285}}<noinclude></noinclude> 3p99yz2sw2ykle9c59bh6i3e9eakhpe Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/164 104 116579 321061 2026-10-12T09:31:34Z Wilda alza riska 27764 /* Telah diuji baca */ 321061 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Wilda alza riska" /></noinclude>bila dibatalkan barang sesuatu daripadanja maka tiadalah lagi gunanja. Lagi pula Tuan Sultan serta sekalian radja2 dan menteri2 itu telah tjukuplah ia serta menanggung mengichtiarkan seboleh-bolehnja jang akan mendjadi maslahat kebadjikan dengan peliharaan jang medatangkan kesenangan dan keringanan kepada sekalian rakjat2 Tuan Sultan pada tiap2 negeri dan desa² itu seperti memeliharakan badannja sendiri supaja mendjadi ramai pentjarian orang2 ketjil dan makmur hatinja sekalian mereka itu menghasilkan kauntungan Kompeni dengan Tuan Sultan. Lagi pula Tuan Sultan serta sekalian radja² dan menteri itu telah menanggung pula ia memerintahkan sekalian orang ketjil pada tiap2 tempat jang boleh bertanam pohon lada disitu tambahan lagi pula menanggung mendjagakan dan memeliharakan sekaliannja kebun2 pohon lada jang bertambah2 pada tiap2 tahun banjaknja datang kepada Kompeni istimewah pula Kompeni memastikan dan menentukan akan djadinja banjak lada itu serta Kompeni tiada menerima dan tiada mengetahui dalam jang demikian itu uzur dan djawab daripada suatu sebab jang mendjadikan tiada bertambah2 lada itu. Dan lagi pula Tuan Sultan beserta sekalian radja2 dan menteri2 itu telah menanggung pula ia menghimpunkan hasil dari uang2 kepala jang sudah teradat pada tiap2 tahun dari pihak segala negeri2 dan desa2 jang Kompeni sendiri punja. Istimewah lagi hasil uang kepala dari negeri2 dan desa² jang beperbahagian dengan Tuan Sultan. Maka sekalian hasil2 jang tersebut itu djikalau ada labahnja dalam itu melainkan Tuan Sultan punja keuntungan tetapi baik ada dapat atau tiada oleh Tuan Sultan daripada itu sekalian negeri2 dan desa2 jang tersebut itu melainkan Tuan Sultan telah menanggung membajar kepada Kompeni pada tiap2 tahun jang djumlah banjaknja dalam setahun2 3522 . Dan lagi atas waad perdjandjian Kompeni boleh terima akan perhasilan jang tersebut itu daripada Tuan Sultan punja bahagian jang dari segala pak2 pabejan dan tungku32) dan petupan 33) dan tjiu dan lilin dalam itu pula djikalau ada lebih-lebihan lagi Tuan Sultan punja daripada bahagiannja dalam itu pak2 jang tersebut itu bahwa lazimlah serta wadjib atas membajarkan kepada Tuan Sultan istimewah lagi djikalau tiada sampai Tuan Sultan punja bahagian dalam itu pak2 jang akan mentjukupi atas pembajar hasil2 itu melainkan lazimlah dan wadjib atas Tuan Sultan menambahi membajar kepada Kompeni. Sjahdan akan perdjandjian antara Kompeni dengan Tuan Sultan 32(‫وة‬‫ر‬‫تعكو‬‫‫فتو من‬ 150<noinclude></noinclude> iziq1zdiqe1dsivo8s9hf3ascrs18ny Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/165 104 116580 321062 2026-10-12T10:23:02Z Wilda alza riska 27764 /* Telah diuji baca */ 321062 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Wilda alza riska" /></noinclude>jang telah dimufakatkan serta ditetapkan akan perihal masanja jang tertentu tiap-tiap setahun dibahagi tiga mendjadi empat bulan sekali berbajar demikianlah sah ahad dan waad antara kedua pihak adanja serta permulaannja bulan Welanda jang bernama Djuli adanja. Pasal jang ke-enam. Telah njata dengan mufakat Tuan Sultan Soleman Sa'idallah serta anakdanja Tuan Sultan Adam dengan Raden Dipatinja dan Tuan Ratu Anum Isma'il dan sekalian radja2 dan menteri bahwa Kompeni sendiri jang mempunjai kuasa dan perintah diatas bandar tiada boleh Tuan Sultan mengganggui dan mengharu biru atur2an perintah Kompeni disitu. Tambahan lagi Kompeni djuga jang menghimpunkan serta menerima akan segala hasil2 dari pak2 jang seperti pabean dan pak tungku dan petupan dan pak tjiu dan pak lilin. Sjahdan lagi bahwa adalah Kompeni mengaku serta menanggung akan membajar kepada Tuan Sultan setengahnja hasil2 dari segala pak2 jang tersebut itu baik ada dapat atau tiada seperti bagaimana jang telah tersebut dalam pasal jang ketudjuhbelas dari kontrak Hopman. Akan tetapi Kompeni boleh menerima dari bahagian Tuan Sultan dalam itu pak2 mana jang lazim atas Tuan Sultan membajar dia seperti bagaimana jang telah tersebut kenjataannja dalam pasal jang kelima dari kontrak djua adanja. Pasal jang ketudjuh. Telah njata dengan mufakat Tuan Sultan Saleman Sa'idallah serta anakdanja Tuan Sultan Adam dengan Raden Dipatinja Tuan Ratu Anum Isma'il serta sekalian radja2 dan menteri bahwa Kompeni sendiri jang mempunjai kuasa atas memerintah dan mendjagakan laut dan sungai2 lagi pula Kompeni boleh ia menaruh lodji atau benteng di- mana2 tempat jang disukai membuat jang tersebut itu. Lagi pula Kompeni menghendaki tanah sekadar perdjalanan setengah djam keliling lodji tiada Tabuniow. Lagi pula Kompeni boleh menutup sungai2 mana? jang dikehendakinja djikalau sekira2nja mendjadi maslahat dalam jang demikian itu kepada Kompeni seperti menahankan musuh atau jang lain seperti orang djahat adanja. Pasal jang kedelapan. Djikalau Kompeni menghendakinja memindahkan lodji atau benteng dengan orangnja jang dibawah perintah Kompeni itu baik kepadanja barang dimana2 tempat jang disukainja djikalau ada sekira2nja mendjadi maslahat kebaikan kepada Kompeni baik melainkan Tuan Sul- 151<noinclude></noinclude> 9cb21mfucnwi7sqmidjcycbe6u7zrkh Halaman:Dokumentasi Sumatera Utara.pdf/8 104 116581 321063 2026-10-12T10:47:16Z Thersetya2021 15831 /* Tanpa teks */ 321063 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude>}<noinclude></noinclude> mrcra3xf92t5oy71tuzs6y4m59rlk2f 321064 321063 2026-10-12T10:47:31Z Thersetya2021 15831 ←Mengosongkan halaman 321064 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude> 30jx1lygruprj5alacv96idkwiji99b Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/166 104 116582 321065 2026-10-12T10:52:15Z Wilda alza riska 27764 /* Telah diuji baca */ 321065 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Wilda alza riska" /></noinclude>tan menolong atas jang dimelainkan itu karena mana kala baik kepada Kompeni terlebih lagi kepada Tuan Sultan djua adanja. Pasal jang kesembilan. Bahwa adalah lazim atas Tuan Sultan menetapkan kepada Kompeni satu tempat di Bumikentjana berbuat rumah dalam itu tempat akan mendjadi tempat hormat Kompeni adanja dan supaja ada tempat berhenti Kompeni punja orang dalam itu. Maka tiada boleh dirusak2kan atau dipindahkan hanja djikalau pada masa mana ada bermaksud Tuan Sultan akan tempat itu hendaklah bermufakat dengan pitor nistjaja lazimlah atas Tuan Sultan menetapkan jang lain tempat jang patut adanja. Pasal jang kesepuluh . Bahwa adalah sah dengan njatanja Kompeni telah menanggung ia membajar pada tiap2 tahun dua ratus lima puluh rijal kepada Pangeran Perabu lima puluh real kepada Ratu Perabu mendjadi djumlahnja tiga ratus real tiada dapat tiada Kompeni membajar itu seperti bagaimana jang sudah tersebut dalam kontrak Komisaris Hopman demikianlah adanja. Pasal jang kesebelas. Bahwa adalah Kompeni sendiri jang mempunjai kuasa diatas memerintah kepada sekalian djenis2 orang2 dagang seperti orang Tjina dan orang Kodja dan orang Melaju dan orang Bugis dan jang lain dari segala djenis orang2 dagang baik ada ia tetap didalam negeri Bandjar atau tiada melainkan dari segala hukum-hukumannja dan perintahannja melainkan diatas kuasa Kompeni semuanja seperti bagaimana jang telah tersebut dalam kntrak Komisaris Hopman adanja. Pasal jang keduabelas. Bahwa adalah sah dengan kenjataan jang telah Kompeni mengaku serta menanggung apabila sampai kadar had hingganja tiga tahun la- manja maka habislah tempo kontrak ini melainkan pasti tiada dapat tiada Kompeni menjuruhkan barang siapa jang dikehendakinja mendjadi Komisaris perdatang kenegeri Bandjar memeriksai sekalian peraturan waad perdjandjian jang telah dinjatakan serta dilazimkan olehnja ahad2 perdjandjian daripada sekalian sjarat jang tentu bajannja antara kedua pihak dalam ini kontrak atas bagaimana rupa kedjadiannja. Maka baharulah Kompeni pasti boleh ia menetapkan lain kontrak 152<noinclude></noinclude> i8jqi2rjof1081k78893u9rr9m8lvmw Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/167 104 116583 321066 2026-10-12T11:20:34Z Wilda alza riska 27764 /* Telah diuji baca */ 321066 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Wilda alza riska" /></noinclude>atas mana jang mendjadi maslahat kebaikan pada akibat kemudiannia antara Kompeni dengan Tuan Sultan djua adanja. Pasal jang ketigabelas. Bahwa adalah dengan kenjataannja telah bermufakatlah Kompeni dengan Tuan Sultan Sa'idallah dengan anakdanja Tuan Sultan Adam dengan Raden Dipatinja Tuan Ratu Anum Isma'il dan sekalian radja2 dan menteri² mengakui serta menerima dan menanggung akan perihal barang suatu apa jang sudah djadi bersalahan dan perbantahan atau berkelahian atas barang sebagainja kelakuan setori2 jang telah mendatangkan kedjahatan atau perbinasaan pada ketika jang telah lalu masanja dahulu dari kontrak ini dari pihak orang Kompeni atau dari pihak orang Tuan Sultan pada barang dimana2 tempat adanja hanja telah wadjib dan lazim kepada Kompeni dengan Tuan Sultan daripada jang demikian jang tersebut itu menghilangkan dan melupakan serta menutupkan dan membuangkan sekalian jang kedjahatan daripada ke'an'aipan jang sudah dahulu2 itu melainkan telah njata dengan keridhaan serta mufakat Kompeni dengan Tuan Sultan sekarang ini jang sudah tentu putus bahwa segala pendakwaan dalam perkara² sekali2 tiada boleh dituntut menuntut lagi antara kedua pihak adanja. Istimewah pada ketika ini bahwasanja adalah Kompeni dengan Tuan Sultan mengaku serta menanggung sesungguhnja telah menetapkan ia dan men:perdirikan suluh perdamaian atas ahad dan waad perdjandjian jang tiada boleh membatalkan dan memunkirkan selama-lamanja lagi pula Kompeni dengan Tuan Sultan mengaku dan menanggung pada ;ang akan datang minta diberikan maslahat jang kehadjikan serta mempikirkan dan mengichtiarkan pekerdjaan jang selamat dengan tulus ichlas serta bersih hati senantiasa djuga adanja. (Dibawahnja delapan buah tjap atas lak merah ) Tjap lak merah: (dibawahnja tertulis ) De Edele O.I. Compagnie als Heer van de Landen. Tjap lak merah (dibawahnja tertulis hrf. Arab ) Sultan Saleman. Tjap lak merah (dibawahnja tertulis hrf. Arab) Sultan Adam. Tjap lak merah : (dibawahnja tertulis ) Van Boekholtz als Commissaris. Tjap lak merah (dibawahnja tertulis hrf. Arab ) Panembahan Baru. Tjap lak merah (dibawahnja tertulis hrf. Arab ) Ratu Anom Isma'il. 153<noinclude></noinclude> rn3ch30zhboldbb79jfo5ooceg68kf8 Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/215 104 116584 321067 2026-10-12T11:43:02Z Aditya antariksawan 27743 /* Telah diuji baca */ 321067 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aditya antariksawan" /></noinclude>ketjil apa dia punja suka boleh bikin djangan djuga sampai li- wat dan segala perkara jang sebut ini kontrak . nen van inkomten te openen of de oude in wezen te laten , en zoodanig in wendig bestier en administratie in te voeren als zij noodig en dienstig zullen oordelen, zonder dat de een aan den anderen daarin eenige hindernis zal mogen toebrengen , onder zoodanige restrictien echter als in den loop van dit contract voorkemen. Artikel 8 . Perkara delapan. Semuanja orang2 didalam tuan ingezenen het grondgebied van zijnde Hoogheid den Alle in Sultan punja tanah² tiada perduSultan, li dari negeri apa atau hoe zij ook worden en van welke apa kalo dia tiada sadja orang Bandjar betul ada tinggal dibawah perintah geburmin Wolanda dan kalo residen atau komisaris Wolanda panggil genaamd bangsa sama natie zij ook zijn, geene geboren Bandjereezen zijnde , zullen onder he onmiddelijke gezag staan van het Nederlands Gouvernement- dia en zulks gevraagd wordende , da- orang tuan Sultan nanti tolong delijk door den Sultan , aan den Nederlandschen Commisaris of kirim . Resident worden overgeonden . Perkara sembilan . Tuan Sultan kasih potong kaju d.dalam dia punja negeri lagi perbuka galian2 mas dan intan tapi tiada di -negeri Laut Dukuh Kiri dan Kanan . dan Artikel 9. Zijne Hoogheid de Sultan kent aan het Nederlands Gouverne ment het regt toe om in zijn Hoogheids grondgebied vrij en onbelemmerd aan te kappen alle soorten van houtwerken die zy - en benoodigd mogt hebben om de goud en diamant mijnen die aldaar mogten gevonden wordent te doen openen en bewerken. met uitzondering echter van de districten Lahut . Doe koen Kerri , en Doekoen Kanan . 201<noinclude></noinclude> 3rc77o361ay38vu39shliro53g8l7xn Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/216 104 116585 321068 2026-10-12T11:48:33Z Aditya antariksawan 27743 /* Telah diuji baca */ 321068 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aditya antariksawan" /></noinclude>Perkara sepuluh. Tuan sultan radja Bandjar sampai anak2 turunannja kalo barangkali sampai tempo radja Bandjar menggalkan keradjaan Mangkubumi Pangiran nesti jang sudah dapat geburmin punja kesukaan mesti naik itu tempat dan betul kaja adat dahulu radja baru mesti minta geburmin punja Artikel 10. Bij eene vacature van den troon van het Rijk van Banjermassing zal de Kroonprins, die met de goedkeuring van het Nederlands Oost Indische Gouvernement tot die koninklijke waardigheid is verheven, onverwijld den troɔn beklimmen en er zal dan wederom eenen anderen prins tot Rijks- kesukaan perkasih naik satu paopvolger worden voorgedragen , ngiran ganti djadi dia punja die na de ontvangen goedkeu- tempat abis dapat geburmin punja mengerti residen di Bandjar beri tahu sama nanti kasih ring van het hoog Nederlands Oost Indische Gouvernemen , te Batavia , orang semuanja siapa openlijk Pangiran djadi kembali. in die waardigheid sudah en plegtiglijk aan Ba- Mangkubumi njareesche volk zal worden voorgesteld . Artikel 11 . Perkara sebelas . Zijne Hoogheid Tuan Sultan radja Bandjar tiada nanti kasih naik satu orang dja- de Sultan zal geen persoon hoe ook genaamd tot Eersten minister of Rijksbe- di Raden Dipati dahulu dia mesti kasih beri tahu sama komisaris stierder benoemen voor en aleer atau residen hij eerst aan den Hollandschen Commissaris of Resident is voor- dan kalau sudah dapat geburmin Wolanda punja kesukaan dia nanti boleh kasih gedragen en door het Nederland's Oost Indische Gouve : ne- naik tapi itu Raden Dipati mesti ment is goedgekeurd . sumpah dimuka komisaris De Zco- atau residen djangan dia bikin satu onar meski sama tuan Sultan danig benoemde Rijksbestierder zal aan handen van den Commissaris of Resident eenen mesti sama geburmin eel Wolanda akal afleggen dat hij . gedurende zijne ministerie , zijnen invlcel in gee- peratur pekerjaan dengan patut dan betul. nerhande opzichte za ! gebruiken tapi nanti jari segala rupa om het Nederlands be tier in Zine Majesteits bez tingen op Borneo hinderlijk te wezen , maar daar entegen zyne beste vermo- 202<noinclude></noinclude> k5wz9m66d7374kn3j5enlthsjocvskv