Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.23 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/109 104 112714 321140 313076 2026-10-12T13:25:03Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321140 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>kuat terhadap semangat berlawan rakjat dan pemuda Indonesia. Pemuda-pemuda Indonesia makin jakin bahwa dirinja bersama dengan rakjat Indonesia jang luas pasti djuga dapat menggulingkan kekuasaan teroris militeris fasis Djepang jang sangat dibentji rakjat itu . {{center|ORGANISASI PEMUDA BUATAN DJEPANG.<br/> KEGIATAN PEMUDA-PEMUDA REVOLUSIONER DALAM <br/>MENGGUNAKAN ORGANISASI INI.}} Pemerintah pendudukan militeris fasis Djepang bertugas membantu sekuat tenaga untuk memenangkan perang agresinja dan karena itu segala daja upaja diarahkan kesitu. Dalam melakukan daja upaja menggerakkan moril dan materiil untuk mendjamin kemenangan perangnja kepada pemuda, pemuda harus digerakkan untuk kepentingannja. Untuk menggerakkan ini kaum fasis Djepang sudah tentu tidak akan dapat bersandar kepada organisasi pemuda nasional jang telah ada, terutama jang bersifat progresif dan revolusioner, seperti organisasi pemuda jang tergabung dalam Perpindo, Perda, atau Kongres Pemuda Islam. Organisasi-organisasi pemuda ini umumnja mempunjai sifat anti fasis, karena itu pelarangan kegiatan politik jang diumumkan pada bulan pertama sedjak berkuasanja pemerintah pendudukan militeris fasis itu djuga berarti ditudjukan untuk melarang kegiatan dan berlangsungnja organisasi-organisasi pemuda. Organisasi pemuda djuga mendjadi organisasi terlarang dan dibubarkan. Dalam usaha untuk menggerakkan pemuda guna kepentingannja, Djepang mendirikan berbagai organisasi pemuda baik untuk pemuda umumnja maupun untuk pemuda peladjar chususnja dan jang bersifat militer atau semi militer. Pada tanggal 7 April 1943 Djepang mengumpulkan beberapa tokoh-tokoh pemuda untuk diminta membentuk organisasi pemuda. Didalam pertemuan itu Djepang menjodorkan konsepsi organisasi pemuda dan meminta agar tokoh-tokoh pemuda itu menerimanja. Konsep Djepang ini tidak mendapat sambutan baik oleh tokoh-tokoh itu. Djepang terusberusaha untuk mendirikan organisasi pemuda sendiri. Organisasi pemuda jang pertama-tama didirikan oleh Djepang jalah „Pemuda Asia Raja”. Organisasi pemuda ini sebenarnja adalah bagian dari gerakan „Tiga A". Pada tanggal 11 September 1943 bekas organi-<noinclude>{{rh|||103}}</noinclude> e9fih8310k9f9zmtya4djshb6qbyr76 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/20 104 112723 321104 312165 2026-10-12T12:44:02Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321104 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|dajaan|Kebudajaan}} tertanggal 16 Pebruari 1961 No. 9/1961 ; 10 April 1961 No. 35/1961 ; 19 Djuni 1961 No. 5/1961 dan SK. Kepala Biro Pemuda Departemen P.D. dan K. tanggal 2 Mei 1961 No 1/1961 beserta perubahan-perubahannja telah terbentuk sebuah Panitia Penjusun jang anggauta-anggautanja terdiri dari Saudara-saudara : Geno Soesanto merangkap Ketua, Margono Ongko, Waloejo, Joebaar Ajoeb, Letnan Kolonel Soejono Hadisoesanto, Ridwan Bazar, Karna Radjasa, Hikmatullah, Sarwoko, Usman Ali Haroen, Anwar Nasution, L.D. Paat, Bambang Koesnohadi, Hadji M. Effendi, Nj. Fransisca Soeprijo Fangiday dan Soemardjo ; sedangkan sebagai seketarisnja telah kami tugaskan kepada Saudara-saudara : Budiman Soedarsono dan Amir Hamzah. Dengan selesainja tugas jang telah dilakukan oleh Panitia Penjusun tersebut, hingga tersusunnja buku ini kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginja dan utjapan terima kasih. Djuga kepada segenap pimpinan organisasi pemuda, pemimpin dan pemuka masjarakat serta semua fihak jang dalam penjusunan ini telah memberikan bantuan dengan memberikan bahan-bahan, naschat dan pendapatnja jang sangat berharga, disampaikan utjapan terima kasih. Maksud penjusunan Buku Sedjarah Perdjuangan Pemuda Indonesia ini adalah untuk menulis peranan pemuda Indonesia dalam perdjuangannja jang heroik, jang patriotik dan jang selalu diilhami oleh sifat-sifat pemuda jang segar, terbuka dan dinamis. Dan kenjataan telah memberikan pembuktiannja bahwa perdjuangan bangsa dan rakjat Indonesia adalah untuk menegakkan kemerdekaan bagi tanah air, bangsa dan rakjat Indonesia, perdjuangan gigih tidak pantang mundur terhadap imperialisme, kolonialisme dan feodalisme. Karenanja sepandjang sedjarah, gerakan pemuda Indonesia selalu mendjundjung tinggi-tinggi pandji-pandji perlawanan terhadap kekangan dan hisapan imperialisme, kolonialisme dan feodalisme. Kenjataan ini akan datang. Bukan sekedar sebagai pembanding, bukan pula sekedar untuk mendjadi pentjerminan daripada kekuatan gerakan pemuda selama ini, tetapi untuk didjadikan landasan bagi perdjuangan pemuda Indonesia mewudjudkan hari depannja jang gemilang, jalah Sosialisme Indonesia. Bangsa dan rakjat Indonesia sangat bangga akan peranan dan sumbangan jang telah diberikan oleh pemuda Indonesia, sebagaimana tertjantum dalam sedjarah ini tidaklah berhenti dengan ini. Penulisan sedjarah jang berarti djuga pembuatan sedjarah itu sendiri menuntut dari kita semua, pemuda Indonesia tugas-tugas lebih berat pada masa-masa jang mendatang ini. Berhubung dengan itu mendjadi kewadjiban dari kita pemuda Indonesia, chususnja generasi jang akan datang untuk<noinclude>{{rh|||14}}</noinclude> ffo4uup67cswlkkpi7lneoesc2mnsrg Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/110 104 112727 321138 312171 2026-10-12T13:24:49Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321138 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>sasi-organisasi Surja Wirawan dan Laskar P.A.I. (Persatuan Arab Indonesia) dilebur kedalam Pemuda Asia Raja tersebut. Tetapi nasib gerakan „Pemuda Asia Raja" ini sama dengan nasib gerakan „Tiga A". Ia tidak mendapatkan sambutan dari massa pemuda setjara hangat, karena mereka masih sangsi akan kegunaan atau kemanfaatan organisasi itu. Karena itu organisasi pemuda ini hanja dibeberapa kota di Djawa Barat dan hanja menghimpun beberapa ratus pemuda sadja. Achirnja organisasi pemuda ini karena tidak dapat mentjapai maksudnja, setelah Gerakan Tiga A formil dibubarkan, maka iapun bubar dengan sendirinja. Tahun 1943 adalah tahun kedua pendudukan militeris fasis Djepang di Nusantara kita. Tetapi tahun ini adalah djuga tahun jang menentukan bagi nasib perang agresi fasis, karena disemua front pertempuran kemadjuan serangan militeris fasis Djepang sudah mulai dapat dihentikan dan bahkan sudah mulai terasa tekanan dari kekuatan Sekutu. Keadaan jang demikian ini memaksa pemimpin militeris fasis Djepang untuk berfikir bagaimana mempertahankan apa jang telah direbutnja dengan djalan memperkuat garis denan agar dapat mempertahankan dan memukul serangan balas Sekutu serta membuat garis belakang sedemikian rupa hingga dapat memperkuat kedudukan garis depannja. Indonesia adalah salah satu daerah garis belakang. Tugas untuk mengerahkan segala kekuatan fisik dan mental digaris belakang di Indonesia diserahkan kepada pemerintah pendudukan militeris fasis jang berada disini. Dalam lapangan menggerakkan pemuda, kaum militeris fasis setelah gagal dengan menggunakan gerakan „Pemuda Asia Raja” ,pada tahun 1943 mendirikan organisasi pemuda jang baru „Gemblengan Pemuda Asia Raja" atau disingkat Gempar. Gempar ini adalah suatu organisasi pemuda jang mendjadi bagian dari Putera . Namun demikian Gempar ini djuga tidak dapat memenuhi maksud Djepang, karena banjak pemuda-pemuda revolusioner menggunakannja sebagai saluran kegiatannja. Dalam keadaan jang demikian itu pemimpin-pemimpin Putera mendesak kepada pemerintah pendudukan Djepang agar melatih pemudapemuda Indonesia dalam rangka mempertahankan daerahnja masing-masing. Tetapi usul itu tidak diterimanja dan sebagai gantinja pada bulan April 1943 didirikannja organisasi pemuda jang bernama Seinendan atau Barisan Pemuda. Seinendan ini bertudjuan : „mejakinkan pemuda di Djawa sehingga mereka dengan giat bekerdja sama dengan pemerintahan pendudukan militer Djepang dan memberi bantuan untuk membangun Lingkungan Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raja. Seinendan ini dipimpin oleh pelatih-pelatih bangsa Indonesia dan<noinclude>{{rh|104}}</noinclude> 9e2mjjkwmtctvixvkbumw2kx744pz45 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/111 104 112736 321137 312185 2026-10-12T13:24:34Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321137 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>untuk memilih mereka diadakan seleksi jang sangat keras. Pemimpin Seirendan ini mula-mula dilatih di Djakarta (Seinen Kurencho) dibawah pimpinan Djepang dan setelah selesai mereka kembali ketempatnja masing-masing untuk melatih kepala barisan di masing-masing Karesidenan. Setelah latihan dasar setiap Karesidenan selesai maka mereka dikembalikan di Kabupaten dan Kotapradja. Detasemen dibentuknja kalau perlu disetiap desa, apabila djumlah pemuda ditempat itu ada 500 orang. Djuga dipabrik-pabrik atau ditempat kerdja lainnja dibentuk tjabangtjabang Seinendan. Latihan militer jang diberikan kepada pemuda-pemuda ini jalah: Berbaris dan menggunakan senapan dari sebatang kaju, memadamkan kebakaran, mendjaga bahaja udara, mendjaga serangan udara dan perlindungan bahaja udara, olahraga dan pendidikan umum, disamping mempeladjari bahasa dan lagu-lagu Djepang. Sebagai badan tertinggi jang mentjakup dan memimpin semua barisan Seinendan di Keresidenan didirikan Gabungan Seinendan seluruh Djawa jang dalam bahasa Djepangnja diberi nama Djawa Rengo Seinendan. Jang mendjadi kepala Seinendan di Djawa jalah Gunseikan (Gubernur Militer) dan wakil kepalanja jalah Somubutjo (Kepala Departemen Umum) dan Naimubutjo (Kepala Departemen Dalam Negeri). Pemuda jang boleh mendjadi anggota Seinendan ini jalah pemuda jang telah mentjapai umur 14-25 tahun. Setiap anggota membajar iuran 1 sen, resminja dia tidak memakai pakaian seragam, tetapi dalam perkembangannja setiap keresidenan membuat pakaian seragamnja sendiri. Disamping organisasi pemuda jang sudah ada ini Djepang djuga masih berusaha untuk mengerahkan orang dewasa dan orang tua dalam barisan djaga keamanan didesa dan kampung-kampung. Barisan ini diberi nama Keibodan. Keibodan dipimpin oleh kepala desa atau kampung. Barisan Keibodan ini diperintah dari Kaisatsuku (Kepolisian) jang pelaksananja diserahkan kepada kepala Keibodan. Disamping barisan pemuda semi militer jang bersifat umum itu, peladjar-peladjar jang disamping beladjar mendapat latihan-latihan militer djuga tersusun dalam suatu organisasi jang disebut Gakuto Tai. Perkembangan front pertempuran makin hari makin memperlihatkan kesuraman bagi kekuatan agresor fasis . Baik difront lautan di Pasifik maupun difront daratan Asia, kekuatan militeris fasis Djepang selalu mendapatkan pukulan mundur. Kemadjuan tentara sekutu di Pasifik makin hari makin mendekati kepulauan Nusantara kita. Dengan demikian Djepang makin merasakan terantjam kekuasaannja. Dalam menghadapi antjaman serangan balas dari Sekutu jang demikian itu maka pemerintah pendudukan militer fasis melakukan politik<noinclude>{{rh|||105}}</noinclude> ifw4lscfmlkmm960t8pltp2xf36usmj Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/112 104 112744 321136 312199 2026-10-12T13:24:13Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321136 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>untuk menggerakkan kekuatan rakjat Indonesia semaksimal mungkin untuk ikut melawan, mempertahankan dan kalau perlu, melakukan perang gerilja jang bertahan lama terhadap Sekutu. Untuk mentjapai maksud ini Perdana Menteri Djepang — Tojo berdjandji, jang diutjapkan pada tanggal 16 Duni 1943 di Tokio, akan mengikut-sertakan penduduk pulau Djawa dalam pemerintahan di Djawa. Djandji ini kemudian diulangi sewaktu kundjungannja ke Djawa. Djandji Tojo ini kemudian diulangi lagi dalam bentuk jang tampaknja lebih tegas dan mengandung harapan oleh Koiso (pengganti Tojo) pada tanggal 7 September 1944. Djandji ini menjatakan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia pada kelak kemudian hari. Jang dimaksudkan dengan „kelak kemudian hari" jalah bila perang agresi Djepang sudah mendapat kemenangannja. Dikalangan pemuda, Djepang makin mengintensifkan latihan kemiliteran dan organisasi kemiliterannja . Disamping organisasi pemuda jang sudah ada, Djepang djuga menjetudjui usul pimpinan Putera untuk mendirikan barisan pemudanja sendiri jaitu Barisan Pelopor Istimewa. Ketjuali itu, djuga didirikanlah barisan-barisan jang lain seperti : Barisan Banteng, Barisan Berani Mati dan lain sebagainja. Barisan Pelopor ini dipimpin oleh Dr. Muwardi, Sudiro, Suratno dan lain-lain. Sedangkan Barisan Pelopor Istimewa dipimpin oleh Sudiro, Islan, Supeno, Ir. Sukirman dan lain-lainnja. Pemuda-pemuda Indonesia jang telah dididik dalam berbagai organisasi pemuda jang progresif dan revolusioner pada masa sebelumnja, memasuki organisasi buatan Djepang ini dengan tudjuannja sendiri. Mereka memasuki organisasi pemuda buatan Djepang untuk menghimpun kekuatan massa pemuda, mendidik mereka dengan semangat anti fasis, dan dengan ide-ide mentjapai Indonesia Merdeka. Karena itu maka pemuda-pemuda ini dalam memasuki organisasi-organisasi pemuda buatan Djepang, selalu memilih dan memperkuat organisasi dapat digerakkannja. Barisan Barisan-barisan Banteng dan Pelopor, Barisan beberapa lagi adalah jang mungkin Pelopor Istimewa, organisasi-organisasi jang banjak dimasuki oleh pemuda-pemuda progresif. Banjak kader pemuda jang dihasilkan sebagai buah hasil pekeṛdjaan pemuda-pemuda progresif telah mempunjai pendidikan perdjuangan sebelumnja. Sikap pemuda Indonesia ini tertjermin dengan djelas dalam pembentukan „Barisan Banteng", jaitu organisasi pemuda jang berdirinja dipelopori oleh pemuda-pemuda didikan Menteng 31. Barisan Banteng ini menghimpun pemuda-pemuda dari umur 13-15 tahun. Dalam waktu jang singkat sekali Barisan Banteng sudah meluas. Di Djakarta sadja anggota-<noinclude>{{rh|106}}</noinclude> py0s7tlblbjxir8k85xrqgo3cvdbrwf Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/21 104 112745 321111 312200 2026-10-12T12:49:13Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321111 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>berpidjak pada tradisi revolusioner jang telah diletakkan dalam perdjuangan pemuda Indonesia selama ini, dapat membuat sedjarahnja sesuai dengan tuntutan dan tugas-tugas revolusi Agustus 1945. Buku penerbitan pertama ini kami jakin belum dapat dikatakan sempurna. Masih banjak kekurangan, walaupun Panitia Penjusun sudah berusaha sekuat-kuatnja dengan mempergunakan segala kesempatan dan kemungkinan jang ada, untuk selengkap mungkin mengumpulkan bahan dan fakta. Karena memang mendjadi maksud dan tudjuan Biro Pemuda Departemen P.D. dan K. untuk mendjadikan sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia berdasarkan atas pendapat penulisan peranan pemuda Indonesia sendiri, maka kami mengundang semua fihak chususnja pimpinan organisasi pemuda untuk memberikan pendapat dan penambahan bahan-bahan, sehingga memungkinkan penjempurnaan pada penerbitan kedua nanti. Dengan utjapan terima kasih atas pengertian, kerdja-sama dan bantuan jang selama ini telah diberikan dalam penjusunan buku ini, kami serahkan Buku Sedjarah Perdjuangan Pemuda Indonesia. {{border|position=right|compact=true|color=#FFFFFF|max-width=25em| {{c|Djakarta, achir Desember 1963<br>BIRO PEMUDA<br>DEPARTEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN<br>KEBUDAJAAN<br><br>Kepala,<br><br><br>SOETOJO ARCUNDATHA}}}}<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude> fe7nn47cslvlccu5gcvc62x6zvk6wew Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/114 104 112754 321134 312215 2026-10-12T13:23:31Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321134 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>nja sudah mentjapai 10.000 pemuda. Barisan Banteng, disamping memberikan latihan-latihan kemiliteran, djuga mengadjarkan, menjanjikan lagu-lagu revolusioner seperti: „Ditimur Matahari Mulai Bertjahaja”, „Lihatlah Bendera Kami”, „Indonesia Raja" dan lain-lain. Sekali peristiwa, anggota Barisan Banteng sedang berbaris melalui Kramat dan menjanjikan lagu-lagu revolusioner sebagai salah satu aksi untuk menentang fasis Djepang, dihentikan oleh polisi dan pimpinannja ditahan. Pemuda-pemuda semuanja mendatangi kantor polisi dan minta agar pimpinannja dikeluarkan. Dengan berdirinja Putera dengan Barisan Pemudanja jang banjak dipimpin oleh kaum nasionalis jang gigih memperdjuangkan Kemerdekaan Indonesia maka Djepang merasa kurang dapat mempertjajainja. Djepang kuatir kalau Putera ini dapat menghimpun segenap rakjat dan pemudanja dan menjatukan serta mendidik semangat revolusioner kepadanja. Karena itu Djepang perlu mengimbangi, jaitu mendirikan organisasi jang lebih dapat dipertjajainja. Dalam usahanja ini Djepang menggunakan sentimen dan perasaan keagamaan dari rakjat Indonesia. Pemerintah pendudukan Djepang mendatangkan seorang hadji dari Djepang jang bernama Hadji Munia Inada, dan mengubah Madjelis Islam Ala Indonesia (M.I.A.I.) mendjadi Masjumi, Madjelis Sjura Muslimin Indonesia. Dengan demikian Djepang mendjalankan djuga politiknja pemetjahbelah sebagaimana djuga didjalankan oleh kaum kolonialis pada umumnja. Tetapi tudjuan ini tidak sepenuhnja tertjapai, karena banjak pemimpin-pemimpin Islam jang teguh bersemangat anti fasis, seperti Zainul Arifin, Anwar Harsono Tjokroaminoto, Wahid Hasjim, Arudji Kartawinata dan lain-lain. Djuga banjak tokoh-tokoh pemuda Islam jang bersemangat anti fasis masuk berbagai organisasi pemuda dan ikut menggalang kekuatan guna melawan fasis Djepang, mereka mengadakan latihan-latihan kjai-kjai, dan memobilisasi pemuda progresif untuk memasuki organisasi Hisbullah , Peta dll. Bentuk perlawanannja antara lain — mereka menolak membungkuk ke Tokio dengan alasan-alasan, bahwa itu bertentangan dengan adjaran agama Islam. Sebagai alat perlengkapan jang penting dari Masjumi, maka didirikanlah organisasi pemuda semi militer jang bernama Hisbullah, jang berarti Tentara Allah pada tanggal 8 Desember 1944, jaitu tak lama setelah Barisan Pelopor berdiri.<noinclude></noinclude> ih1nz36ua46h3u01zvarex1s711qvg2 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/233 104 112762 321276 312232 2026-10-13T11:31:28Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321276 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{Gambar hilang}} ''Slamet Sumari Tjokrowardojo Ketua Umum P.B. A.P.P.I.'' disjahkan oleh lembaga kenegaraan kita jang tertinggi, M.P.R.S.; djuga berbagai usaha dan gerakan, dan prinsip-prinsip pendidikan jang dilantjarkan oleh pemerintah (Departemen P.D. & K.) jang dilandaskan pada orientasi baru jang sesuai dengan semangat Manipol jaitu „Pantjawardana“ mempunjai arti jang penting bagi gerakan pemuda, peladjar dan mahasiswa untuk kepentingan penjelesaian revolusi. Kesemuanja ini, dan kenjataan selandjutnja djuga, membuktikan bahwa perdjuangan rakjat dan penuuda Indonesia selalu madju, berkembang dan selalu mendapatkan hasilnja setapak demi setapak dan memberikan kejakinan akan hari depan bagi kemenangannja. {{c|KEADAAN ORGANISASI PEMUDA PADA PERMULAAN PERIODE INI}} Dalam permulaan periode ini sangat dirasakan pengaruh kegagalan revolusi Agustus 1945 dalam kalangan organisasi pemuda. Perpetjahan nasional akibat dari politik adu domba jang didjalankan oleh kaum imperialis dan jang dibantu oleh kaum reaksioner dalam negeri djuga tertjermin dalam organisasi pemuda. Organisasi pemuda terpetjah mendjadi berpuluh-puluh baik jang mempunjai pimpinan pusat maupun jang hanja bersifat lokal. Perpetjahan dan timbulnja berbagai organisas pemuda ini djuga disebabkan karena akibat perang agresi kolonial Belanda, sehingga "putusnja" hubungan dalam waktu sementara antara satu daerah dengan daerah lain sehingga terasa perlunja bagi pemuda diberbagai daerah untuk membentuk organisasinja sendiri jang bersifat lokal sebagai alat untuk meneruskan perdjuangannja. Organisasi pemuda baik jang mempunjai pimpinan pusat maupun jang bersifat lokal hingga pada achir tahun 1950 dan awal 1951 adalah sebagai berikut : Jang mempunjai putjuk pimpinan : {{ol |A.P.P.I. (Angkatan Pemuda Pembangunan Indonesia) dengan pengurus pusatnja berkedudukan di Jogjakarta. |ACOMA (Angkatan Comunist Muda) jang berkedudukan di Solo.}}<noinclude>{{rh|||227}}</noinclude> lva2m2cz1idy6tljp06euwyo23lr65y Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/23 104 112763 321112 312227 2026-10-12T12:50:03Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321112 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{c|{{sp|'''KATA PENDAHULUAN'''}}}} Sedjarah Gerakan Pemuda Indonesia adalah sedjarah gerakan orang muda Indonesia jang bertudjuan untuk memperdjuangkan, merebut, mempertahankan serta mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia dalam susunan kenegaraan jang berbentuk republik kesatuan jang demokratis, untuk menjiptakan masjarakat jang adil dan makmur, bebas dari penghisapan dan penindasan manusia atas manusia, jaitu masjarakat sosialis di Indonesia. Sudah tentu, karena pemuda itu adalah sebagian dari rakjat Indonesia, jaitu jang lazimnja terdiri dari orang muda jang telah mentjapai batas umur dari 14 sampai dengan 21 tahun, maka gerakannja tak dapat dipisahkan dari gerakan rakjat Indonesia, gerakan nasional Indonesia. Hal ini dapat dilihat ''pertama'', dari saat kelahiran gerakan pemuda itu sendiri ; ''kedua'', dari azas dan tudjuan gerakan pemuda ; ''ketiga'', dari djalan mentjapai tudjuannja ; ''keempat'', dari bentuk organisasi serta perkembangannja. Karena itu, gerakan pemuda tak dapat dilepaskan atau berdiri sendiri dalam gerakan nasional, dalam gerakan rakjat Indonesia. Madju mundur, timbul tenggelamnja dipengaruhi atau mendapat pengaruh jang besar dari gerakan nasional, gerakan rakjat Indonesia. Tetapi, namun demikian itu tidak berarti bahwa gerakan pemuda tidak mempunjai sifat berdiri sendiri dalam gerakan nasional. Gerakan pemuda ketjuali dipengaruhi atau mendapat pengaruh, sebaliknja djuga dapat mempengaruhi bahkan dapat djuga mendorong madju gerakan nasional, gerakan rakjat Indonesia. Hal ini adalah sesuai dengan sifat-sifat pemuda jang dinamis dan militan, jang selalu gembira, djudjur dan jang penuh tjita-tjita, jang suka akan perubahan dan kemadjuan, jang suka menerima pandangan dan ide-ide jang baru. Karena pemuda memiliki sifat-sifat seperti itu maka didalam gerakannja sering memainkan peranan merangsang madju gerakan nasional rakjat Indonesia. Karena itu dalam menelaah atau menulis sedjarah gerakan pemuda tak dapat dipisahkan dari gerakan rakjat, gerakan nasional itu sendiri.<noinclude>{{rh|{{smaller|Sedjarah Perdjuangan{{tab}}2}}||17}}</noinclude> nh4d54yexvluxz9lnoibofaugtejc02 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/24 104 112766 321113 312257 2026-10-12T12:50:47Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321113 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Tetapi djuga harus dihindarkan pendjalinan begitu sadja hingga bisa menghilangkan sifat berdiri sendiri serta pengaruh jang dimainkannja. Tjara penelaahan dan penulisan jang seperti ini, jang sesuai dengan kenjataan objektif jang diusahakan didalam buku ini. Ketjuali itu, bahkan jang terpenting dalam penulisan buku Sedjarah Perdjuangan Pemuda ini ialah dimaksudkan agar para pemuda dari generasi sekarang dapat memperoleh peladjaran jang bermanfaat dari pengalaman dan peladjaran dari gerakan pemuda jang mendahuluinja agar dapat terus menunaikan tugas generasinja mentjapai tjita² sebagaimana jang telah dirintis, diperdjuangkan oleh pemuda dari generasi jang lampau dan jang ternjata kini masih mendjadi tugasnja sendiri. Beladjar dari pengalaman jang lama, baik jang berhasil maupun kesalahan dan kekurangannja adalah sesuatu jang sangat penting, karena masa kini adalah hasil dari masa lampau dan masa depan adalah hasil dari masa kini. Mempeladjari sesuatu dari masa lampau dengan kritis dapat memudahkan menunaikan tugas dan memetjahkan masalah masa kini, dan sukses-sukses masa kini dapat mempertjepat datangnja masa berikutnja jang lebih baik, jang dapat mendekati atau mentjapai tudjuan jang mendjadi tjita-tjita pemuda. Sudah tentu penulisan Sedjarah Pemuda jang demikian ini adalah suatu tugas, suatu pekerdjaan jang tidak mudah dilaksanakan, pekerdjaan jang amat sukar. Banjak kesukaran jang harus dihadapi dan jang belum mungkin sekaligus dapat diatasi semuanja. Kesukaran mendapatkan bahan² jang diperlukan, terutama jang mengenai masa lampau adalah kesukaran jang ''terutama''. Hal ini karena ''pertama-tama'', pada umumnja organisasi pemuda jang ada belum mempunjai kebiasaan setjara teratur untuk mengumpulkan, mentjatat semua kegiatannja sendiri serta peristiwa-peristiwa jang penting jang terdjadi pada suatu ketika serta sikapnja terhadap masalah-masalah itu. ''Kedua'', bahwa tidak semua kegiatan pemuda itu terorganisasi setjara memusat, terutama diluar Djawa jang disebabkan ketiadaan atau pengekangan demokrasi dimasa jang lampau. ''Ketiga'', karena tidak semua kegiatan pemuda itu diberitakan dalam surat-kabar jang ada, terutama pada masa lampau karena sebagian besar surat-kabar adalah milik dan mendjadi trompet pendjadjahan. Dan ''keempat'', jang tidak kurang pentingnja, bahwa sampai kini belum ada tenaga ahli jang chusus melakukan research (penelitian) setjara tjermat terhadap sedjarah pemuda serta menuliskannja. Sampai penulisan jang sekarang ini djuga belum dilakukan oleh tenaga seperti itu.<noinclude>{{rh|18}}</noinclude> m2s9ntq0kbivd1za5mpdvyiiy8kmw86 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/115 104 112770 321133 312240 2026-10-12T13:23:13Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321133 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{C|BARISAN BERSENDJATA HEIHO DAN PETA}} Didepan sudah diterangkan bahwa politik Djepang terhadap Indonesia jalah mengerahkan maksimal mungkin baik bahan-bahan keperluan perang maupun tenaga manusia dan moril . Dalam mengerahkan tenaga manusia semaksimal mungkin untuk „membantu" tentara fasis Djepang dalam melakukan perang agresinja, sedjak bulan-bulan pertama setelah pendaratan di Indonesia, Djepang sudah mengerahkan pemuda Indonesia untuk memasuki Heiho, jaitu suatu barisan bersendjata jang bertugas membantu tentara fasis Djepang. Permulaannja ditjari terlebih dulu bekas-bekas KNIL dan marine-marine karena dianggap mereka telah mendapat pendidikan militer dari Belanda. Kemudian dalam rangka perluasannja, ditarik pemuda -pemuda pada umumnja. Pada saat permulaan memang tidak banjak pemuda -pemuda jang dapat dikerahkannja untuk masuk Heiho, tetapi selandjutnya djuga tidak ketjil djumlahnja. Heiho, adalah barisan jang langsung dibawah pimpinan tentara fasis Djepang dan jang berfungsi membantu. Karena itu pimpinan seluruhnja berada ditangan orang Djepang, sedangkan orang Indonesia hanja mendjadi pembantu pelaksana. Pangkat tertinggi jang dapat ditjapai untuk Heiho jalah opsir rendah (Sjotaitjo), sedangkan mereka ini semuanja harus tunduk dan memberi hormat kepada serdadu-serdadu biasa Djepang. Heiho djuga dibagi mendjadi Heiho laut, Udara dan Polisi Militer (Kempeiho). Perlakuan serdadu-serdadu Djepang terhadap Heiho ini sangat djelek, kasar. Mereka bisa ditempeleng semau-maunja, diberi hukuman berat bila melakukan sedikit „kesalahan ", dihina, dsb.-nja. Sedangkan djaminan jang diterimanja seperti makan, pakaian, tidur dan lain-lain djauh lebih djelek dari pada serdadu Djepang. Dalam pekerdjaan heiho-heiho harus bekerdja lebih keras dengan uang saku lebih sedikit dari pada serdadu-serdadu Djepang. Latihan-latihan kemiliteran umumnja hanja diberikan setjara elementer sesuai dengan fungsinja sebagai pembantu. Mereka dikirimkan kemedan pertempuran seperti ke Birma, Siam, Morotai, Timur dsb.-nja dan tidak sedikit jang mendjadi korban. Karena perlakuan jang kasar dan djelek ini maka tidak sedikit perlawanan jang dilakukan oleh heiho, baik setjara diam-diam maupun setjara terbuka. Karena sifatnja jang hanja sebagai pembantu, maka Heiho tak banjak dapat menarik perhatian pemuda, walaupun Djepang dengan<noinclude>{{rh|||109}}</noinclude> 1gmnrms2q2v0l6w1kechc18lxafta0e Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/234 104 112774 321277 312246 2026-10-13T11:31:49Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321277 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{Gambar hilang}} ''Ahmada Chamid bekas ketua Umum P.P. Gerakan Pemuda Antsor'' {{ol|start=3 |GERPRI (Gerakan Pemuda Republik Indonesia) berpusat di Surabaja. |G.P.I.I. (Gerakan Pemuda Islam Indonesia) berpusat di Jogjakarta. |Gerakan Pembela Proklamasi. |I.P.P.I. (Ikatan Pemuda Peladjar Indonesia) berpusat di Jogjakarta. |1.P.B.T. (Ikatan Pemuda Bekas Tawanan) berpusat di Surabaja. |K.P.N.I. (Kesatuan Pemuda Nasional Indonesia) berpusat di Den Pasar (Bali). |M.K.I. (Muda Katholik Indonesia) berpusat di Jogjakarta. |Pesindo (Pemuda Sosialis Indonesia) berpusat di Solo. |Pemuda Demokrat Indonesia berpusat di Jogjakarta. |P.P.I. (Pemuda Putri Indonesia) berpusat di Jogjakarta. |P.P.K.I. (Persatuan Pemuda Kristen Indonesia) berpusat di Jogjakarta. |Pemuda Tani Indonesia berpusat di Jogjakarta. |P.I.I. (Peladjar Islam Indonesia) berpusat di Jogjakarta. |P.P.T.S. (Persatuan Pemuda Taman Siswa) berpusat di Kediri. |PERSIM (Pemuda Islam Indonesia Maluku) berpusat di Jogjakarta. |Pemuda Muslimin Indonesia, berpusat di Surakarta. |P.R.R.I. (Pemuda Republik Rakjat Indonesia) berpusat di Surabaja. |Persatuan Bekas Tawanan Pemuda (Pelebur dari P.P.R.I., G.R.I.M, P.R.I.) berpusat di Djakarta. |PERBETA pelebur dari GERPINDO berpusat di Djakarta. |Pemuda Indonesia Progresif berpusat di Medan.}} Organisasi Pemuda didaerah-daerah: {{ol|start=23 |G.P.I. (Gerakan Pemuda Indonesia), Palembang. |Pemuda Tanah Air Sumatra Selatan, Palembang. |G.P.R.I. (Gerakan Pemuda Republik Indonesia), Lombok. |PERPRI (Persatuan Pemuda Indonesia), Semarang. |C.M.B. (Consentrasi Mahasiswa Bandung), Bandung. |C.M.B. (Consentrasi Mahasiswa Bogor), Bogor. |P.P.R. (Persatuan Pemuda Rakjat), Djakarta. |H.M.D. (Himpunan Mahasiswa Djakarta), Djakarta.}}<noinclude>{{rh|228}}</noinclude> ttralgqmrxl0j9j1xyqw9f3q4se5e1o Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/117 104 112781 321131 312256 2026-10-12T13:22:40Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321131 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>sangat dari 50 djuta penduduk di Djawa, jang hendak membela tanah airnja dengan sendiri, maka bala tentara Dai Nippon membentuk tentara Pembela Tanah Air, jakni pasukan sukarela untuk membela Tanah Djawa dengan penduduk aslinja, jalah berdiri atas dasar tjita-tjita membela Asia Timur Raja bersama-sama. 2. Pasukan Sukarela Pembela Tanah Air ini, dibentuk dengan penduduk asli jang memadjukan diri untuk kewadjiban membela tanah airnja, dan ditempatkan didalamnja sedjumlah opsir Nippon sebagai pendidik. 3. Pasukan Sukarela Tentara Pembela Tanah Air termasuk dibawah pimpinan Saiko Sikikan dan wadjib menerima perintahnja. 4. Pasukan Sukarela Tentara Pembela Tanah Air harus insjaf akan tjita-tjita dan kepentingan pekerdjaan pembela tanah air, serta wadjib turut membela tanah airnja dalam Sju (Karisidenan) masing-masing terhadap negeri Sekutu, dibawah pimpinan Balatentara Dai Nippon. Dari sini dapat diketahui bahwa Peta bukan lain dari pada barisan daerah jang didirikan Djepang untuk digunakan melawan serangan Sekutu dalam perang mempertahankan daerahnja masing-masing dibawah pimpinan fasis Djepang. Tetapi Peta berbeda dengan Heiho jang mendjadi bagian tentara Djepang, sedangkan Peta hanja dilatih oleh opsir Djepang dibawah pimpinan panglima tentara pendudukan Djepang Saiko Sikikan. Djadi barisan Peta berada langsung dibawah opsir putera Indonesia jang telah dilatih dan mendapat didikan militer dari Djepang. Opsir Peta mendapat latihan dasar selama tiga bulan di Sekolah Pendidikan Perwira Tentara Pembela Tanah Air dikota Bogor. Lama pendidikan hanja 3 bulan dan sekolah ini telah dipakai 3 angkatan hingga tahun 1944. Pendidikan ini hanja merupakan pendidikan dasar tentang ilmu kemiliteran, susunan, siasat perang dan bertempur, pengetahuan ilmu sendjata, dan lain-lainnja. Opsir jang telah dilatih ini kembali ketempatnja masing-masing dan ditugaskan untuk menjiapkan pasukan bersendjata dikaresidenannja masing-masing. Umumnja kepala barisannja, jaitu Daidantjonja, dipilihkan oleh Djepang orang jang lunak jang dapat mendjamin bahwa sendjata jang telah ditangan Peta tidak digunakan untuk melawan Djepang sendiri. Dengan didirikannja Peta ini banjak pemuda-pemuda progresif jang masuk. Mereka menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan latihan militer dan menguasai sendjata untuk menjusun kekuatan jang mungkin selandjutnja dapat digunakan untuk melawan penumbangan Djepang sendiri. Gerakan anti fasis Djepang masuk tubuh anggota Peta dan rentjana-rentjana pemberontakan djuga pernah diadakan disementara<noinclude>{{rh|||111}}</noinclude> p830vs8kxc0htbsitwwhyo9m36dhwc0 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/25 104 112789 321114 312273 2026-10-12T12:51:10Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321114 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Untuk mengatasi kesulitan ini panitia penjusun buku Sedjarah Perdjuangan Pemuda Indonesia, mendapatkan bantuan dan bahan-bahan jang telah dikumpulkan oleh Musjawarah dan Seminar-seminar Sedjarah Perdjuangan Pemuda di Jogjakarta, di Medan, di Kalimantan Barat, di Bali dan lain-lain. Diantaranja hasil seminar ini ada djuga jang telah tersusun sebagai naskah buku Sedjarah Perdjuangan Pemuda Indonesia, seperti di Bali. Ketjuali bahan tersebut, panitia penjusun djuga dipermudah dengan bahan jang telah dikumpulkan oleh petugas dan anggota panitia dari tokoh-tokoh dan bekas tokoh² pemuda seperti antara lain Chaerul Saleh, Supardo, Sujono Atmo, Sutomo, Isnaeni, Sudjono, Pak Kasur, Nj. Sutarman, Supeno dsb. {{--}} Djuga oleh panitia pernah sekali diadakan pertemuan dengan sementara ahli sedjarah seperti Dr Sutjipto Wirjo Suparto, Drs. J.B. Ave, Major Sapia dlsb. Ketjuali tokoh-tokoh pemuda dari berbagai kalangan dan golongan, panitia djuga pernah menghubungi tokoh nasional seperti Bapak Ali Sastroamidjojo S.H. Bapak Idham Chalid, Bapak Aidit dan lain-lain untuk mendapat saran-sarannja. Sebagaimana sudah kami terangkan diatas bahwa dalam menulis ini panitia berpedoman pada keobjektipan dalam mengemukakan dan menilai fakta-fakta serta mempertimbangkan nilai pendidikan bagi generasi muda sekarang. Untuk dapat membantu mentjapai maksud ini maka panitia membagi penulisan ini dalam 5 periode, jaitu: {{Col-begin}} 1. Periode tahun 1908{{--}}1928 ; 2. Periode tahun 1928{{--}}1942 ; {{Col-break}} 3. Periode tahun 1942{{--}}1945 ; 4. Periode tahun 1945{{--}}1950 ; dan<br>5. Periode tahun 1950{{--}}1960. {{Col-end}} Dasar pembagian ini ialah terdjadinja peristiwa² penting jang mempengaruhi setjara kwalitatif gerakan pemuda itu sendiri. Dengan tjara periodisasi seperti ini makin tampak dengan djelas hubungan antara gerakan pemuda dengan gerakan rakjat pada umumnja. Walaupun demikian djuga masih tampak kesulitan-kesulitan jang besar jang dihadapkan pada panitia penjusunan buku ini. Karena itu hasil jang telah ditjapai oleh panitia dalam menjusun buku ini tidak<noinclude>{{rh|||19}}</noinclude> pqr4t09cfvyg3712grd87yx0qaaf3bi Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/26 104 112793 321115 312280 2026-10-12T12:51:29Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321115 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>dapat dikatakan sudah sempurna, lengkap dan terhindar dari kesalahan serta kekurangan. Karena itu adalah mendjadi tugas kita bersama untuk memberi sumbangan guna menjempurnakan baik isi maupun bahan fakta agar selandjutnja dapat kita tjetak lagi suatu buku Sedjarah Perdjuangan Pemuda jang benar-benar memadai dengan sumbangan pemuda dalam gerakan nasional, dalam gerakan rakjat itu sendiri. Kami jakin bahwa kesadaran serta tanggung djawab seperti ini ada pada kita semuanja, dan buku jang memadai itu dapat terbit dalam masa akan datang jang tidak terlalu-lama. Pendapat, kritik, sumbangan pikiran dan lain-lain dari pihak manapun jang berminat sangat kami nantikan dan hargakan. Semoga buku ini dapat mentjapai maksudnja.<noinclude>{{rh|20}}</noinclude> 1yt4vzjimyri0idss671ctl2fgc5iqe Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/27 104 112798 321116 312289 2026-10-12T12:51:47Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321116 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{c|{{Xxx-larger|{{sp|PERIODE}} — I<br>KEBANGKITAN NASIONAL<br>DALAM KALANGAN PEMUDA<br>(1908 — 1928)}}}}<noinclude></noinclude> 3hntcnx84f309na98dcci8n398saumk Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/29 104 112801 321117 312298 2026-10-12T12:53:51Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321117 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Dalam menelaah sedjarah gerakan pemuda sebagai bagian dari gerakan nasional, gerakan rakjat Indonesia, pertama-tama orang harus mempeladjari, memperhitungkan keadaan peri-kehidupan, sosial ekonomi pada masa gerakan itu berlangsung. Keadaan sosial ekonomi ini merupakan salah satu faktor jang menentukan jang mendjadi landasan bagi lahirnja, berlangsungnja, sifat dan watak dari gerakan itu. Karena itu dalam menelaah masa kebangkitan nasional dalam kalangan pemuda pada periode I ini, pertama-tama perlu memeriksa keadaan sosial ekonomi jang bagaimanakah jang melahirkan kesadaran dan kebangkitan serta perkembangan dari gerakan itu. Untuk memberi gambaran tentang keadaan sosial-ekonomi itu kita mulai dengan membitjarakan keadaan Indonesia pada zaman pendjadjahan Belanda dalam periode ini. {{c|INDONESIA MENDJADI NEGERI<br>DJADJAHAN IMPERIALIS}} Setelah beberapa abad kaum kolonialis Belanda melakukan perampasan, penindasan terhadap rakjat Indonesia, maka pada pertengahan abad ke-19 dinegeri Belanda tertumpuk sedjumlah kapital partikulir Negeri Belanda jang ketjil bisa mendjadi negara kaja-raja pada zamannja. Seiring dengan perpaduan kapital industri dan bank, negeri Belanda berubah dari negeri kapitalis lama mendjadi negeri kapitalis modern — kapitalis monopoli. Perubahan ini terdjadi disekitar achir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Tanah djadjahan negeri Belanda jang utama ialah Indonesia, dan karena itu maka Indonesialah jang pertama-tama mendjadi sasaran bagi penanaman kapital lebih itu. Tanah djadjahan Indonesia berubah fungsinja, jaitu bukan lagi hanja sebagai tempat perampokan dan pengambilan bahan mentah, tetapi djuga mendjadi ''tempat untuk penanaman kapital, sumber tenaga murah dan pasar pendjualan barang hasil industri negeri Belanda.'' Kapital jang ditanam di Indonesia pada pokoknja ditanam dalam produksi pertanian, dan perdagangan hasil pertanian, sedangkan jang ditanam diindustri, transport dan lain bidang perusahaan hanja merupakan bagian jang ketjil.<noinclude>{{rh|||23}}</noinclude> c4y3fzotjykw1syohh9zw3cnvy0fw1l Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/30 104 112808 321118 312308 2026-10-12T12:54:09Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321118 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Hal ini disebabkan karena kapitalis monopoli Belanda hanja berusaha untuk memperoleh bahan mentah, sedangkan perusahaan jang lain hanja merupakan perusahaan jang membantu. Untuk dapat melajani perusahaan dan badan administrasi kolonialnja dengan tenaga murah, pada permulaan abad ke-20 Belanda mendjalankan politik etik. Dengan politik ini dibukalah sekolah-sekolah untuk anak Indonesia jang hanja dididik untuk mendiadi pegawai-pegawai dan buruh murah jang mempunjai ketjakapan tehnis, administrasi jang sederhana. Sebagai akibatnja maka timbullah suatu lapisan baru dalam masjarakat Indonesia jaitu kaum buruh dan kaum intelek Indonesia. Lahirnja lapisan ini kemudian memainkan peranan jang sangat penting dalam timbul dan berlangsungnja gerakan nasional Indonesia umumnja dan gerakan pemuda Indonesia chususnja. {{c|KEBANGKITAN NASIONAL RAKJAT INDONESIA}} Sepadjang sedjarah kemadjuan masjarakat, rakjat jang tertindas selalu berdjuang untuk kebebasannja. Demikian djuga rakjat Indonesia dalam menghadapi berbagai penindasan dan penghisapan selalu melaku kan perdjuangan untuk kebebasannja. Dalam perdjuangan ini ide-ide baru selalu timbul jang menjatakan tuntutan djamannja, untuk menerangi djalan perdjuangan itu. Rakjat Indonesia jang selalu berdjuang terhadap semua penindasan, pengekangan, dan ketidak adilan sosial, djuga mengemukakan ide-idenja jang madju sesuai dengan sjarat djamannja. Dalam masa tanam paksa perdjuangan rakjat Indonesia mendapatkan bentuk pernjataan dalam surat² dan tulisan² Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli. Surat² dan tulisan-tulisan itu mentjerminkan tjita-tjita demokratis dari rakjat Indonesia. Demikian djuga dalam masa peralihan Indonesia dari tanah djadjahan kapitalisme lama ke-kapitalisme modern, jang dalam penghisapannja berdjalin dengan sisa² feodalisme. Ide demokratis Indonesia dalam masa ini ditjerminkan setjara terus terang dalam surat-surat Kartini kepada teman-temannja dinegeri Belanda jang kemudian dibukukan dengan djudul "Sehabis Gelap Datanglah Terang". Djuga ide progresip dari rakjat negeri lainnja dalam diaman modern ini mempunjai pengaruhnja terhadap perdjuangan rakjat Indonesia. Ide-ide ini semua memberikan inspirasi jang tidak ketil dalam proses kebangkitan nasional rakjat Indonesia, terhadap gerakan pemudanja. Terhadap penghisapan kapitalisme modern — imperialisme. rakjat<noinclude>{{rh|24}}</noinclude> aef5b1t05tgkvu7neiqnd8cusnewngk Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/118 104 112809 321130 313083 2026-10-12T13:19:39Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321130 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>barisan. Suatu pemberontakan jang bersifat anti fasis Djepang dari kalangan Peta meletus pada tahun 1945 di Blitar. Djuga dalam mendjelang hari proklamasi '45, elemen-elemen progresif dalam Peta mengambil bagian aktif untuk menjongsong proklamasi seperti Peta di Rengas Dengklok dibawah pimpinan Umar Bahsan jang pada waktu itu mendjabat sebagai kepala barisan (Sjodantjo). Didaerah Purwokerto dengan dibawah pimpinan Daidantjó Sudirman, dapat mempertahankan diri dari perlutjutan Djepang dan mendjadi angkatan bersendjata Republik Indonesia jang pertama lengkap persendjataannja dan teratur. Barisan-barisan pemuda baik jang bersifat militer dan semi militer ini sampai saat terachir Djepang menjerah ada: {| | Peta || : || 37.000 || orang |- | Heiho || : || 35.000 || “ |- | Hisbullah || : || 50.000 || “ |- | Seinendan || : || 500.000 || — 600.000 orang |- | Kaibodan || : || 1.280.000 || orang |- | Gakutotai || : || 50.000 || “ |- | Barisan Berani Mati || : || 50.000 || “ |- | Pelopor || : || 80.000 || “ |- |} Ini baru merupakan angka-angka jang mentjakup barisan jang didirikan di Djawa karena dipulau-pulau luar Djawa berada dibawah pemerintah pendudukan militer jang tersendiri. Pemerintah pendudukan militer diluar Djawa itu djuga mengadakan berbagai organisasi pemuda jang sama sifatnja dengan di Djawa. Karena itu djumlah sesungguhnja masih djauh lebih besar dari angka-angka ini. <center>{{larger|GOLONGAN GRUP DAN TOKOH.}}</center> Sudah diterangkan bahwa pada hari-hari pertama sedjak tentara fasis Djepang mengambil oper kekuasaan Belanda di Indonesia telah dikeluarkan maklumat jang melarang kegiatan berpolitik dari gerakan rakjat serta pemuda jang progresif dan revolusioner. Pemerintah pendudukan militer fasis Djepang bukan hanja melarang kegiatan politik, tetapi djuga melakukan penangkapan dan pembunuhan terhadap tokoh nasional dan pemimpin Partai jang telah terkenal atau disangka mempunjai peranan penting dalam gerakan anti fasis. Pada bulan Nopember 1942, jaitu delapan bulan setelah pemerintah pendudukan militer dapat mengkonsolidasi dirinja, maka dilakukan penangkapan terhadap pemimpin-pemimpin gerakan anti fasis, tokoh-tokoh pemuda di<noinclude>{{rh|112}}</noinclude> tqrb1rrcxw7ha8vnm0hwz56hydahiyw Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/119 104 112814 321129 312316 2026-10-12T13:19:17Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321129 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Surabaja jang terkenal sebagai pusat gerakan anti fasis. Tidak kurang dari 230 orang ditangkapi. Diantara mereka jang ditangkap pada waktu itu terdapat Sukajat, Abdul Rochim, dan kemudian Azis dari pimpinan P.K.I. dibawah tanah, pemuda-pemuda Fatah Jasin, Sjaifullah, Sudisman, Tjugito, Sukarno dan lain-lainnja. Beberapa bulan kemudian jaitu pada bulan-bulan pertama dari tahun 1943 djuga ditangkap Pamudji, Ketua P.K.I., Mr. Amir Sjarifudin pemimpin Gerindo, dan kemudian djuga ditangkap Dr. Kajadu, Prof. Dr. Muchtar, Mr. Sumanang, Mangunsarkoro, Dr. Susilo, Sudojo, Dr. A.K. Gani, Inspektur Polisi R.M. Mutoro dan beberapa pimpinan P.S.I.I. di Palembang, antara lain A.S. Matjik, Hamsjah, Nuntjik dan lain-lain. Bahkan achirnja Djepang djuga menangkap Ir. Moh. Sofwan dan K.H. Hasjim Asj'ari dari pimpinan N.U. Diantara mereka jang ditangkap ini, ada jang meninggal dunia dalam tahanan sebagai akibat siksaan jang luar biasa, seperti Şukajat, Abdul Rochim, Azis, Pamudji, Sjaifullah dan lain-lain, sedangkan Prof. Dr. Muchtar dibunuh di Djakarta dan Dr. Susilo dibunuh di Pontianak, bersama dengan pembunuhan masal didaerah ini. Mr. Amir Sjarifudin didjatuhi hukuman mati, tetapi sebagai hatsil dari perdjuangan kawan-kawannja, terutama Bung Karno, diubah mendjadi hukuman seumur hidup. Dengan penangkapan, pembunuhan seperti ini kaum militeris fasis Djepang memberi tekanan jang berat terhadap gerakan nasional rakjat Indonesia. Walaupun demikian, tokoh-tokoh bekas pemimpin partai politik, pemuda dan massa organisasi lainnja memainkan peranan penting dalam kehidupan politik, dan umumnja mendjadi pusat lingkaran-lingkaran gerakan anti fasis, gerakan kemerdekaan. Perkembangan perdjuangan politik makin berseluk-beluk dan lingkaran jang berpusat pada beberapa tokoh jang ada tidak lagi dapat memuaskan massa progresif dan revolusioner. Apalagi sementara tokoh-tokoh itu ternjata sikapnja kurang tegas, ragu-ragu atau memang sudah tenggelam dalam kepertjajaan pada Djepang. Dalam keadaan ini maka timbullah golongan-golongan, grup² dan tokoh-tokoh sebagai tempat perdjuangan-perdjuangan berlingkar, untuk membitjarakan segala sesuatu jang bersangkutan dengan perdjuangannja. Lingkaran seperti ini memang mempunjai peranan jang tidak ketjil dalam usaha perdjuangan kemerdekaan, perdjuangan melawan fasis Djepang. Lingkaran ini bukan hanja terbentuk di Djakarta, tetapi hampir disemua kota besar dan seolah-olah terpisah satu sama lain. Tetapi tokoh-tokoh dan grup-grup serta kegiatannja ini tidak dapat dipisahkan dari sjarat sedjarah terbentuknja, tidak dapat dipisahkan dari keadaan perdjuangan rakjat Indonesia umumnja, dalam melawan fasisme<noinclude>{{rh| Sedjarah Perdjuangan|||113}}</noinclude> cg9i6atfli8efguwhcacyzc1jyrewcx Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/120 104 112816 321229 312318 2026-10-13T11:16:33Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321229 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>dan ketiadaan partai atau organisasi jang dapat menghimpun massa luas dalam perdjuangan melawan fasisme. Golongan-golongan, grup-grup dan tokoh-tokoh jang terbentuk sedjak tahun 1943 jalah: 1. Golongan Sukarni, jalah golongan dari pemuda² jang bekerdja di Sendenbu (Bagian Penerangan Djepang). Sukarni adalah salah seorang bekas anggota pimpinan Indonesia Muda, dan pada tahun 1934 termasuk salah seorang jang ditjari oleh Belanda dan sempat menghilang. Sesaat sebelum perang Pasifik petjah, dia ditangkap di Balikpapan dan dibawa kemudian kembali ke Djakarta. Pada masa pendudukan Djepang Sukarni bekerdja di Sendenbu. Jang termasuk dalam grup Sukarni ini jalah pemuda-pemuda Adam Malik, Pandu Kartowiguno, Maruto Nitimihardjo, jang memang sedjak masa Belanda mempunjai hubungan satu sama lain. Politik Djepang di Sendenbu jalah menarik pemuda revolusioner sebanjak mungkin untuk didjadikan alat propagandanja. Politik Djepang ini digunakan oleh grup Sukarni untuk mendirikan sematjam institut pendidikan pada triwulan terachir tahun 1942. Institut ini diberi nama "Angkatan Baru Indonesia" dengan bertempat di Menteng 31 Djakarta. Pengurus Asrama pendidikan ini jalah Sukarni, Chaerul Saleh, A.M. Hanafi, dan Ismail Widjaja. Sedangkan jang mengadjar antara lain jalah Bung Karno, Mr. Amir Sjarifudin, Mr. Sunarjo, Drs. Moh. Hatta, Mr. Subardjo dan lain-lainnja. Mata peladjarannja jalah soal-soal "politik" dan pengetahuan umum. Institut "Angkatan Baru Indonesia" lebih terkenal dengan nama "Asrama Menteng 31", tempat, dimana Djepang mau mentjoba mentjetak kader-kader bagi pengisi aparat propagandanja. Mereka jang masuk asrama Menteng 31 ini umumnja terdiri dari pemuda-pemuda jang telah dapat pendidikan politik dari berbagai-bagai organisasi politik dan organisasi-organisasi pemuda dan mahasiswa seperti Suluh Pemuda Indonesia (S.P.I.), Gerindo (Gerakan Rakjat Indonesia). Pemuda Gerindo, Surja Wirawan, Indonesia Muda, Perhimpunan Peladjar-peladjar Indonesia (P.P.P.I.) dan lain-lainnja. Oleh karena itu, sukar bagi Djepang untuk menjuntikkan faham "kemakmuran bersama di Asia Timur Raja". Apalagi diantara pengadjar-pengadjarnja mereka setjara terus-menerus mengadjarkan faham politik jang bersifat anti fasis, disamping ilmu pengetahuan umum. Ditambah lagi oleh Bung Karno diberikan adjaran-adjaran jang berisi ide revolusioner untuk mentjapai Indonesia Merdeka. Peladjar-peladjar dari Asrama Menteng 31 terus-menerus berhubungan dengan massa rakjat dan saling hubungan inilah jang menimbulkan<noinclude>{{rh|114}}</noinclude> 8tfiusek12mdl80rtmku9siix5g9c5r Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/166 104 112820 321237 313245 2026-10-13T11:18:38Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321237 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Indonesia, Persatuan Pemuda Putri Indonesia, Barisan Pelopor, Angkatan Pemuda Kereta Api, Angkatan Pemuda Listrik dan Gas, Angkatan Muda Pos Telegrap dan Tilpon, Angkatan Muda Kebaktian Rakjat, Gabungan Gerakan Pegawai Angkatan Muda, Pemuda Indonesia Maluku, Angkatan Muda Buruh, Gerakan Pemuda Islam Indonesia, Persiapan Pemuda Kristen Indonesia, Angkatan Muda Kehutanan, Pemuda Barisan Tani, dan lain-lain. Djuga pemuda diluar Djawa tak ketinggalan dengan teman-temannja di Djawa. Setelah menangkap siaran dari Djakarta atau ulangan dari siaran radio di kota lain, mereka berusaha dengan setjepat mungkin menggalang kekuatan membentuk organisasi untuk merealisasi dan mempertahankan Proklamasi itu. Mereka mengorganisasi diri kedalam organisasi jang sesuai dengan sjarat-sjarat, keadaan dan kemungkinan jang ada didaerah itu. Di Kalimantan pemuda-pemuda membangun organisasinja jaitu : Persatuan Rakjat Indonesia (P.R.I.), Barisan Pemuda Rakjat Indonesia, jang dipimpin antara lain oleh : F. Mahani, Abdulrachman Nur, Abdul Mutalib Sjukur dll. Barisan Pemuda Republik Indonesia Kalimantan (B.P.R.I.K.) jang dipimpin antara lain oleh : M. Ruslan, Nadariah M., Abdulkadir dll. Gerakan Rakjat Mempertahankan Republik Indonesia (G.R.M.R.I.) jang dipimpin antara lain oleh : Hasan Basuki, Baderun H.A., Djangga dll. Barisan Pelopor Pemberontak Kalimantan Indonesia (B.P.P.K.I.) jang dipimpin antara lain oleh : M. Jusi, Djantera, Hamsi dll. Pemuda Penjongsong Republik Indonesia (P.P.R.I.) jang dipimpin antara lain oleh : Mozanie Ranu, Djajadi, Saman dll. Gerakan Rakjat Pengadjar Pembela Indonesia Merdeka jang antara lain dipimpin oleh : Abdul Hamidan, Js. Antenas, M. Idris, dll. Di Palembang pemuda mengorganisasi diri kedalam ”Barisan Pelopor Republik Indonesia”(B.P.R.I.), Angkatan Muda M₰injak (API Minjak) Angkatan Pemuda Indonesia (A.P.I.) Kereta Api; di Lampung, kedalam Angkatan Pemuda Indonesia (A.P.I.). Di Sumatra Barat, pemuda mengorganisasi diri kedalam Balai Penerangan Pemuda Indonesia dan kemudian kedalam Pemuda Republik Indonesia (P.R.I.). Di Riau mula-mula pemuda mengorganisasi diri kedalam Pemuda Indonesia (P.I.) dan jang kemudian berubah mendjadi Pemuda Republik Indonesia (P.R.I.) jang dipimpin Basrul Djamal, Zalik Azis, Razak Kali, Jahja, Zakaria J.U. Siregar, dll.-nja. Di Tandjung Pinang pemuda-pemuda tidak sempat mendirikan organisasinja sendiri karena kekuasaan Belanda segera menggantikan kekuasaan Djepang. Namun demikian banjak pemuda-pemuda jang tergabung kedalam {{illegible}} Kebangsaan Riau (B.K.I.R.) jang {{hws|di|dipimpin}}<noinclude>{{rh|160}}</noinclude> poz96gdrfudin4613ceg93hhotvdti5 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/121 104 112821 321228 312326 2026-10-13T11:16:18Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321228 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>inspirasi untuk mengorganisasi mereka dan mengadakan massa-aksi. Pada permulaan tahun 1943 mereka mulai mengorganisasikan pemuda-pemuda antara umur 12 dan 15 tahun jang bertempat tinggal disekitar Asrama Menteng 31. Organisasi ini diberi nama Barisan Banteng dan simbulnja adalah Kepala Banteng, lambang non-koperasi pada waktu pendjadjahan Belanda. Untuk tidak menimbulkan sakwasangka pada pihak penguasa, maka pada pemuda-pemuda itu diadjarkan baris setjara militer disamping menjanjikan lagu-lagu perdjuangan seperti: "Ditimur matahari mulai bertjahaja", "Lihatlah bendera kami", Indonesia Raja" dan lain-lainnja. Sebagai pembangkit semangat perdjuangan dipergunakan senapan tiruan sebagai ganti bedil. Senapan tiruan dibuatnja dari bambu, jang udjung atasnja diruntjingkan dan ditjat merah putih sebagai lambang kenasionalan Indonesia. Dalam waktu jang singkat sekali Barisan Banteng ini mendapat perhatian jang mengesankan. Dari djumlah permulaan jang hanja tidak lebih dari 12 orang mendjadi lebih dari 10.000 orang dikota Djakarta. Dari barisan jang tadinja hanja terdiri dari pemuda-pemuda disekitar Asrama Menteng 31, kemudian meluas hampir diseluruh pulau Djawa terdapat simpatisan-simpatisannja dan tjabang-tjabangnja. Lambat laun Barisan Banteng ini merupakan bibit jang subur bagi benih-benih perlawanan terhadap fasisme Djepang. Pemimpin-pemimpinnja adalah diantaranja Chalid Rosjidi, Salam Siswapii, Djamhari Djaja, DN. Aidit, Ridwan Bazar dan lain-lainnja. Disamping aktivitas-aktivitas lainnja, perlu kiranja dikemukakan disini tentang usaha pemuda-pemuda Menteng 31 mengorganisasikan buruh pengendara betjak dengan nama "Persatuan Buruh Kendaraan" (P.B.K). Nama ini sengadja bermakna luas, karena ada dikandung maksud, djuga buruh kendaraan diluar betjak akan ditjoba dipersatukan disini. Djuga kaum madjikan betjak telah "tertarik" kepada P.B.K. ini dan memberikan kelonggaran-kelonggaran sewa serta menjediakan sekedar djaminan-djaminan sosial seperti pengobatan gratis dsb. Organisasi ini dipimpin oleh Soepardjan, Koesno, Koesnandar, DN. Aidit dan lain-lainnja lagi. Karena usaha-usaha pemuda "Angkatan Baru Indonesia" ini dianggap membahajakan kekuasaan Djepang, maka baik Barisan Banteng maupun Persatuan Buruh Kendaraan dibubarkan Djepang. Walaupun demikian, usaha-usaha pemuda ini telah membuktikan militansi pemuda, jang selandjutnja akan mendjadi salah satu kekuatan nasional jang dapat membalik djungkirkan Djepang sendiri.<noinclude>{{rh|||115}}</noinclude> 8ply8i62zoq1tcysmwfr6k4vcyoqeuj Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/167 104 112822 321238 314516 2026-10-13T11:19:09Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321238 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{Gambar hilang}} {{c|''Atas : Pada suatu peristiwa Pembentukan Tentara Republik Indonesia Bawah : Laskar Kebaktian Rakjat Indonesia Sulawesi (Kris)''}} pimpin oleh : Dr. Iljas. Di Djambi pemuda tergabung kedalam Angkatan Pemuda Indonesia ( A.P.I. ) jang dipimpin oleh : Dr. Supardi, Abundjadi. Abdullah Kartowirono, dll. Di Medan pemuda tergabung kedalam Barisan Pemuda Indonesia ( B.P.I. ) jang dipimpin oleh A. Tohir, Abdul Malik Munir, dll. Di Atjeh pemuda-pemudanja mula-mula tergabung kedalam Ikatan Pemuda Indonesia jang selandjutnja diubah mendjadi Barisan Pemuda Indonesia ( B.P.I. ) jang dipimpin antara lain oleh Ali Hasjmi, Sjech Marchaban, Tuanku Hasim, Tengku Abdul Djalil dll. Di Tapanuli pemuda-pemuda tergabung kedalam Pemuda Republik Indonesia. Di Bali pemuda-pemudanja mula-mula mendirikan organisasi Angkatan Muda<noinclude>{{rh|Sedjarah Perdjuangan 11||161}}</noinclude> cptxv2a0w6vc52fvik0oq3n258w4qcf Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/122 104 112825 321227 312332 2026-10-13T11:16:05Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321227 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Pemuda-pemuda dari Asrama Menteng 31 djuga pada pertengahan tahun 1943 pernah mengambil inisiatif untuk menjelenggarakan suatu Konferensi Pemuda Indonesia. Konferensi ini diadakan di Gedung Menteng 31 kamar muka dan dihadiri oleh eksponen-eksponen bekas organisasi P.M.I. (Pemuda Muslimin Indonesia atau lebih dikenal Pemuda P.S.I.I.), Pemuda-pemuda Anshor, Surja Wirawan, Pemuda Gerindo, P.P.P.I. dan tokoh-tokoh lainnja seperti Harsono Tjokroaminoto, Dr. Sutarman dan Nj. Sutarman. Selain Pimpinan Angkatan Baru Indonesia seperti Sukarni, Chaerul Saleh, A.M. Hanafi dan Ismail Widjaja tampak hadir hampir semua penghuni Asrama Menteng 31 diantaranja Pardjono, Djamhari Djaja, Ridwan Bazar, M.H. Lukman, Koesnan dan D.N. Aidit sebagai orang-orang pengambil inisiatif. Walaupun dalam pertukaran pikiran terdapat suasana tegang tetapi pendiskusian tentang masalah gerakan pemuda dan fasisme Djepang mendapat pengolahan jang serius. Tidak djarang terdengar tjetusan jang revolusioner tentang penting adanja suatu gerakan pemuda sebagai pendobrak kemerdekaan Indonesia. Djuga pemuda-pemuda Menteng 31 ini aktif dalam gerakan² dibawah tanah untuk melawan fasisme Djepang. Bahkan dalam persiapan Proklamasi 17 Agustus 1945 pemuda-pemuda Menteng 31 ini merupakan tulangpunggung dan pelaksana jang setia. Malahan pada permulaan bulan Agustus 1945 pemuda-pemuda Menteng 31 ini bersama-sama dengan golongan-golongan dan grup-grup lainnja pernah mengadakan siaran-siaran radio dengan pemantjar gelapnja berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lainnja dalam kota Djakarta. Pemantjar gelap ini dinamakan siaran dari "Radio Indonesia Merdeka". Program siaranja selain siaran musik dengan lagu-lagu gembira dan bersemangat, djuga diadakan siaran-siaran jang maksudnja untuk mengadakan perlawanan terhadap Djepang. Siaran Radio Indonesia Merdeka ini djauh sesudah diproklamasikan Indonesia Merdeka, jakni hingga dekat achir tahun 1946 masih berkumandang diudara. Tempat siarannja jang terachir adalah kota Krawang dibawah pengawasan Pesindo Tjabang Krawang. Orang-orang jang menjelenggarakan siaran gelap ini adalah: Chaerul Saleh, Pandu Kartawiguno, Wiwoho, Kusnandar, A.B. Lubis, Subagjo, A.M. Hanafi, Adam Malik, Ridwan Bazar dan masih banjak lagi nama-nama pemuda-pemuda revolusioner lainnja. Radio Indonesia Merdeka inilah sebetulnja dapat dikatakan jang mendjadi pelopor dari pada Radio Republik Indonesia sekarang ini.<noinclude>{{rh|116}}</noinclude> qyxhwduxnk2keigl6a6lo8sllva66uf Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/123 104 112830 321226 312338 2026-10-13T11:15:49Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321226 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>2. Grup Subardjo, atau jang terkenal grup Angkatan Laut (Kaigun). Subardjo, jang pada masa Djepang mendapatkan kedudukan jang tinggi dikalangan angkatan laut fasis Djepang jaitu sebagai kepala bagian Urusan Politik pada Markas Besar Angkatan Laut mendjadi salah satu pusat lingkaran. Jang termasuk dalam lingkaran ini jalah Mr. Maramis, Dr. Samsi, Dr. Buntaran, Mr. Budiarto, Mr. Gatot dan lain-lainnja. Mr. Subardjo mempunjai kantor sendiri dan banjak orang dari pergerakan lama jang bekerdja sama dengannja, seperti: Sudiro (mbah Diro), Chaerudin, Djojopranoto, Wikana dll. Dalam mendjalankan politik memetjah-belah, Angkatan Laut djuga berusaha menarik pemuda-pemuda pada pihaknja sendiri. Untuk ini Angkatan Laut Djepang memerintahkan Mr. Subardjo untuk membuat suatu balai pendidikan untuk pemuda-pemuda. Oleh Mr. Subardjo pimpinan penjelenggaraan asrama "Indonesia Merdeka" diserahkan kepada Wikana. Nama asrama pendidikan ini "Asrama Indonesia Merdeka". Wikana dan kawan-kawannja berusaha mengontrol sebanjak mungkin unit-unit dari pada organisasi ini melalui orang-orang jang memegang posisi (kedudukan) penting dan untuk mempengaruhi anggota-anggota asrama Indonesia Merdeka dengan sikap-sikap anti fasis Djepang, terutama untuk mempersiapkan pemberontakan melawan Djepang pada saat serangan Sekutu sudah datang. Jang dididik dalam asrama ini jalah pemuda-pemuda dari berbagai daerah, sedangkan mata peladjaran pada pokoknja adalah pendidikan "politik". Jang mengadjar, disamping pembesar Angkatan Laut Djepang. djuga terdapat Bung Karno, Drs. Moh. Hatta, Sutan Sjahrir dan lain²nja. Asmara ini dalam deradjat tertentu mempunjai arti penting bagi gerakan pemuda, karena pendidikan dalam asrama ini djuga terdapat ide revolusioner, ide perdjuangan kemerdekaan dari Bung Karno. Walaupun Djepang djuga ikut mengadjar, namun tidak djarang pemuda-pemuda itu berani membantah, dan sekali peristiwa pemuda-pemuda itu sampai berani mengerojok guru Djepang jang mengadjar ilmu militer. 3. Golongan peladjar dan mahasiswa. Undang-undang jang melarang kegiatan politik dari pemerintah pendudukan militer Djepang djuga menjangkut organisasi peladjar-peladjar dan mahasiswa-mahasiswa Indonesia. P.P.P.I. dan organisasi peladjar lainnja terpaksa bubar, namun djiwa persatuan dan perdjuangan jang telah ditanam oleh pendahulu-pendahulunja jang mendjadi tradisi baik tak lenjap dari peladjar dan mahasiswa-mahasiswa Indonesia. Peladjar-peladjar dan mahasiswa-mahasiswa tetap setia kepada tradisi revolusionernja. Sudah sedjak<noinclude>{{rh|||117}}</noinclude> 1gu8raa41wz3nz36iycrot1ty3uhxqc Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/171 104 112833 321269 314507 2026-10-13T11:29:19Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321269 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>bungan Gerakan Pegawai Angkatan Muda, Pemuda Andalas, Angkatan Muda Indonesia Kalimantan , Gerakan Pemuda Islam Indonesia, Barisan Pelopor Republik Indonesia, Angkatan Muda Guru , Pemuda Putri Indonesia, Pemuda Republik Indonesia Atjeh, Pemuda Republik Indonesia Andalas, Angkatan- Muda Indonesia Surabaja , Serikat Peladjar Indonesia, Gerakan Pemuda Minjak, Gabungan Angkatan Muda Indonesia, Gabungan Pemuda Islam Indonesia, Angkatan Pemuda Republik Indonesia Andalas Barat, Angkatan Kantor Pusat Pemerintahan Republik Indonesia. Seluruh utusan berdjumlah 400 orang jang antara lain datang dari Sumatra 166 orang, Maluku 25 orang, Nusatenggara 18 orang, Kalimantan 11 orang dan Sulawesi 9 orang. Hari pembukaan kongres dihadiri oleh Bung Karno sebagai Presiden Republik Indonesia, Drs. Moh . Hatta sebagai Wakil Presiden. Menteri Penerangan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Sosial dan Menteri P.P.U. Dalam kongres pertama ini Bung Karno memberikan amanatnja. Pada tanggal 10 Nopember, tepat pada hari pertama kongres, meletuslah di Surabaja pertempuran jang terdahsjat jang pernah dialami sedjarah perlawanan rakjat dan pemuda Indonesia dalam perdjuangan membela kemerdekaan tanah airnja. Tepat pukul 6.00 pagi 10 Nopember berachirlah waktu ultimatum jang dikeluarkan oleh panglima tentara Inggris di Djawa Timur, djendral major E.C. Mansergh kepada rakjat Indonesia di Surabaja dan Djawa Timur jang berisi perintah meletakkan dan menjerahkan sendjata dan mengangkat kedua belah tangan diatas kepala untuk achirnja menandatangani suatu penjerahan tanpa sjarat pada tanggal 9 Nopember. Jang sangat mengiris hati para pemuda adalah terutama fasal-fasal dari ultimatum jang hina itu jang berbunji sbb. : "Semua pemimpin Indonesia, termasuk pemimpin² Organisasi² pemuda, Kepala Polisi dan Kepala Radio Surabaja harus melaporkan diri di Bataviaweg pada tanggal 9 Nopember djam 18.00 . Mereka harus datang berbaris orang demi orang dengan membawa sendjata apapun sadja jang mereka miliki. Sendjata-sendjata itu harus mereka letakkan disatu tempat 100 yard dari tempat pertemuan. Kemudian orang-orang Indonesia harus datang mendekat dengan tangan diatas kepala menjerah diri dan bersedia menandatangani pernjataan penjerahan tanpa sjarat".<ref>Dokumentasi Perdjuangan Pemuda Indonesia AM. Hardjono, hl. 24.</ref> Ultimatum jang amat menghina itu ditolak mentah-mentah oleh rakjat dan pemuda-pemuda Surabaja, tidak seorangpun jang datang pada djam dan tempat jang telah ditentukan oleh Inggris itu. Beberapa menit {{rule|width=8em|align=left}} <references/><noinclude>{{rh|||165}}</noinclude> okuaz1sd2j4rv4ucc1mjwu99vcnazh4 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/124 104 112834 321225 312344 2026-10-13T11:15:35Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321225 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>masa permulaan kekuasaan fasisme Djepang di Indonesia mereka melakukan perlawanan. Suatu peristiwa jang menundjukkan semangat perlawanan anti fasis dikalangan peladjar dan mahasiswa jalah sewaktu dibukanja sekolah tinggi kedokteran atau Ika Dai Gaku di Djakarta pada tahun 1942. Dalam suatu masa perpelontjoan Djepang dengan paksa menggunduli tjalon-tjalon mahasiswa tetapi mahasiswa Indonesia itu membangkang dan melawan, karena tindakan ini dirasakan sangat menghina. Tetapi Djepang dengan paksa masih melanjutkan tindakannja. Dengan demikian maka makin meningkatkan kemarahan mahasiswa itu hingga menimbulkan protes dan "demonstrasi", dan kadang-kadang sampai terdjadi gumul antara mahasiswa jang hanja bersendjatakan baiku itu dengan pihak Djepang jang bersendjatakan bedil dan pedang. Dalam suatu peristiwa pergundulan, di Boxlaan mahasiswa Subandrio dan beberapa orang temannja mendapat pukulan keras dari Djepang. Seiring dengan makin meningkatnja kemarahan serta perlawanan rakjat terhadap Djepang, kesadaran untuk berlawan diantara mahasiswa itu djuga makin meningkat. Dalam protes ini timbullah lingkaran-lingkaran diantara mahasiswa-mahasiswa itu. Diantara mereka jang merupakan elemen-elemen aktif dalam lingkaran itu antara lain jalah Chaerul Saleh, Djohan Nur, Darwis, Kusnandar, Subadio, Eri Sudewo, Suroto Kunto, Muljo, Sugiono, Tadjuludin, Tjut Rahman, Husnan, Zus E.A. Ratulangi, dan masih banjak lagi lainnja. Diantara mereka ini banjak jang mengambil bagian jang aktif dalam mendorong persiapan proklamasi dan dalam detik-detik proklamasi kemerdekaan 1945. 4. Gerakan Indonesia Merdeka, jang disingkat dengan Gerindom. Gerindom ini didirikan oleh sedjumlah pemuda-pemuda revolusioner ketika Putera dibubarkan dan didirikannja Djawa Hooko Kai. Disalah satu ruang belakang Gedung Menteng 31 berkumpul sedjumlah pemuda-pemuda untuk mendiskusikan sebab-sebab mengapa Djepang membubarkan Putera dan mendirikan Djawa Hooko Kai. Dalam pertukaran pikiran itu, pemuda-pemuda tsb. mengambil kesimpulan bahwa "Djepang akan bertindak lebih ganas lagi, dan oleh karena itu titik berat perdjuangan pemuda melawan fasisme haruslah berpindah keperdjuangan dibawah tanah, memperkuat perdjuangan ilegal anti fasis jang sudah ada". Gerakan Indonesia Merdeka berusaha untuk menghimpun gundukan pemuda revolusioner dan menghubungkannja dengan gerakan kaum tani, buruh dan perdjuangan pemuda dalam organisasi-organisasi bersendjata buatan Djepang Pedoman-pedoman kerdja Gerindom "Menggalang sel organisasi<noinclude>{{rh|118}}</noinclude> gyfjepgc74id3sdjuud0ptyc3cejt8f Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/125 104 112838 321224 312349 2026-10-13T11:15:22Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321224 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>dan membangun kekuatan". Susunan organisasi Gerindom terdiri dari Dewan Politik dan eksekutif (pelaksanaan). Dewan Politik terdiri dari D.N. Aidit, Lukman dan Suko, sedangkan dewan eksekutifnja terdiri dari Suko, Sjamsudin dan Sidik Kertapati. Gerindom mempunjai hubungan luas dengan angkatan revolusioner jang lebih tua, seperti Mr. Moh. Jusuf, Samudra, Bahri, Kamal, Djalil dan lain-lainnja. Dalam melakukan aktivitetnja, anggota dan pimpinan Gerindom tak djuga lepas dari pengawasan dan penangkapan Djepang. Pada awal tahun 1945 salah seorang kader Gerindom, Sjahbudin tertangkap dan seorang lagi Adnan Aras dapat menghindari penangkapan kaki-tangan Kempetai dengan melompat dari tram. Aiditpun terpaksa menjingkir dari Djakarta dengan menggunakan surat keterangan palsu dari Sendenbu jang diperoleh dari Chaerul Saleh. Dalam menjongsong proklamasi, Gerindom djuga mengambil bagian aktif dan mentjetak poster "Indonesia Merdeka" lukisan Affandi jang menggambarkan pemuda Indonesia mematahkan rantai pendjadjahan. Djuga pamflet-pamflet jang bersifat memobilisasi massa ditjetak dan di- edarkan dalam djumlah puluhan ribu. 5. Lingkaran seperti ini djuga terbentuk dalam kalangan kaum buruh, antara lain dikalangan kaum buruh kereta api jang terkenal mempunjai tradisi revolusioner. Diantara grup dalam kereta api, grup jang di Djakarta mempunjai arti penting, karena ia berada diibukota jang sewaktu-waktu dapat memberi dan membawa berita keberbagai tempat di Djawa, terdapat pemuda-pemuda dan orang-orang tua dari pergerakan lama seperti Asmodihardjo, Tjokropuspito, Legiman Harjono, Sukirman, Mansur Lubis, Suharjono, Alinur, Ambas, Zulkipli, B.S. Amir, Gurdali, Sutarman, Suwarno, Rahmat dan lain-lainnja. Ketjuali grup kereta api, djuga ada grup tram kota Djakarta jang berlingkar disekitar pemuda Njono, dan lain-lainnja. Djuga dikalangan buruh pelabuhan, listrik dan lain-lainnja terbentuk grup dan lingkaran seperti ini. Grup dan lingkaran dalam kalangan pemuda-pemuda buruh ini memainkan peranan jang penting dalam perlawanan terhadap Djepang, karena mereka dapat melakukan berbagai sabotase untuk merusak atau menghambat berbagai usaha militeris Djepang. Ketjuali grup atau lingkaran jang tersebut diatas, masih banjak lingkaran lainnja seperti grup dari bekas pemimpin Pendidikan Nasional, jaitu Sjahrir. Drs. Moh. Hatta dan lain-lainnja. Djuga diberbagai daerah dan kota terdapatlah grup seperti ini. Grup-grup seperti ini telah memainkan peranan jang penting dalam keadaan perdjuangan melawan Djepang, dan dalam menjongsong mempertjepat proklamasi kemerdekaan Indonesia.<noinclude>{{rh|||119}}</noinclude> in08gcn51p8pc2yy5eclxvf6dgz693i Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/126 104 112841 321223 312353 2026-10-13T11:15:06Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321223 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Grup-grup jang banjak djumlah dan ragamnja dan jang berbagai matjam motifnja itu, pimpinannja kerap bertemu dalam pertemuan jang diadakan oleh Angkatan Muda. Perlu ditjatat disini, bahwa golongan-golongan, grup-grup itu beserta anggota-anggotanja dan tokoh-tokoh lainnja kira-kira 12 bulan sebelum Froklamasi 17 Agustus 1945, untuk mengkonsolidasi dan mengontrol persatuan dan kesatuannja, pernah mengadakan rapat di Djalan Gambir Selatan disebelah Kantor Balai Kota dan membentuk suatu gerakan aksi jang diberi nama "Angkatan Baru". Diantara pemimpin-pemimpin Angkatan Baru ini tertjatat nama B.M. Diah, A.M. Hanafi, dan Sjarif Thajeb. Sebagai gerakan aksi, Angkatan Baru telah mendjalankan fungsinja dengan baik. Disamping aktivitas golongan-golongan, grup-grup dan tokoh-tokoh tersebut diatas, ada djuga aktivitas segolongan warganegara Indonesia keturunan asing (Tionghoa) didaerah Djawa Tengah dan Djawa Timur jang madju kemuka turut mendjadikan gerakan perlawanan terhadap fasisme Djepang. Gerakan perlawanan ini dilakukan setjara dibawah tanah. Sungguhpun demikian tampak tindakan-tindakannja jang positif dalam rangka untuk melindungi kepentingan golongan mereka sendiri dan perdjuangannja, turut berusaha menumbangkan kekuasaan penguasa militer fasis Djepang disini dan bersama-sama dengan golongan-golongan dan grup-grup lainnja melaksanakan tjita-tjita untuk mentjapai suatu Negara Indonesia jang merdeka dan bersatu. Gerakan ini bernaung dibawah kibarannja pandji-pandji Angkatan Muda Tionghoa. Djauh sebelum masa pendudukan Djepang, pemimpin-pemimpin mereka sudah djuga aktif dalam pergerakan-pergerakan nasional (P.T.I.) dan mentjita-tjitakan suatu Negara Indonesia Merdeka jang berlandaskan pada Tri-dasar Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa. dan Dwi-lambang Nasional: Lagu Kebangsaan „Indonesia Raja" dan Bendera nasional Sang Merah Putih. Djadi golongan inipun sudah merasakan dirinja sebagai anak negeri ini, anak kandung ibu pertiwi Indonesia. Pemimpin-pemimpin mereka jang terkemuka diantaranja adalah Liem Koen Hian, Oci Gwee Hwat, Siauw Giok Tjan, Dr. Tjoa Sik Ien dll. Djuga dari golongan dari keturunan asing lainnja seperti Arab dan golongan keturunan Belanda mempunjai aktivitas-aktivitasnja. Dari golongan keturunan Arab nama-nama seperti: Baswedan, Baraba dan Saleh Mahfud tjukup dikenal. Demikian djuga dari golongan keturunan Belanda nama seperti P.F. Dahler, Mr. Blaw, Wens dll. tjukup dikenal.<noinclude>{{rh|120}}</noinclude> on3eomz6vxsp0rg2tha1sqbioa6i56l Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/136 104 112847 321172 312365 2026-10-12T13:35:08Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321172 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>memerintahkan kepada kempeitai (polisi militer) untuk melaksanakan perintah itu. Keputusan pimpinan militer Djepang ini sangat mengedjutkan anggauta pasukan Peta jang telah kembali itu, terutama Muradi dan Suparjono. Mereka bermaksud memulai lagi perlawanan mereka, tetapi keadaan sudah terlambat. Mereka telah digiring dalam lingkaran kepungan tentara Djepang jang djauh lebih kuat, hingga setiap perlawanan bukan hanja berarti kekalahan mereka, tetapi djuga akan meminta pengorbanan penduduk sipil jang ada disekitarnja jang tidak ikut tjampur dalam peristiwa pemberontakan ini. Pemuda-pemuda Peta Blitar dengan tenang menghadapi proses pengadilan militer Djepang dan satu persatu diperiksa dan didjatuhi hukuman. Perwira-perwira jang memimpin pemberontakan pada tanggal 8 Maret dibawa ke Djakarta dan pada tanggal 16 April „Pengadilan" militer Djepang di Djakarta dibawah pimpinan Kolonel Jamamoto memutuskan hukuman mati terhadap pahlawanan-pahlawanan pemberontakan di Blitar, jaitu: 1. Tjudantjo Dr. Ismail 2. Shodantjo Muradi. 3. Shodantjo Suparjono. 4. Budantjo Sunanto. 5. Budantjo Sudarmo. 6. Budantjo Hilir. 7. Budantjo Poedji. 8. Budantjo Amin. 9. Budantjo Sukardi. *) Terhadap putusan ini ada sementara perwira Djepang jang merasa keberatan dan mengadjukan protesnja. Dan berhubung dengan adanja keberatan-keberatan dari beberapa opsir Djepang jang masih memiliki akal „sehat" maka Budantjo-budantjo Poedji, Amin dan Sukardi telab dirobah hukuman mati atas dirinja, mendjadi hukuman seumur hidup. Sedangkan selebihnja mendjalani hukuman mati pada bulan Djuni 1945. Diantara mereka jang mendapatkan hukuman pendjara kemudian ada jang meninggal dipendjara Tjipinang dan Sukamiskin karena penganiajaan Djepang adalah: Shodantjo Sumadi, Shodantjo Sunardjo, Budantje Atmadja, Budantjo Sukaeni. Pemberontakan Peta Blitar dapat ditindas dan pahlawan-pahlawannja dihukum mati. Namun demikian pemberontakan telah dapat menggontjangkan dasar kekuasaan fasis Djepang di Indonesia, dan menghembuskan angin perlawanan dan keberanian terhadap rakjat serta pemuda-pemuda Indonesia. Perasaan bentji, dendam sangat menjesaki dada pemuda. Saat-saat ledakan untuk memberi balasan jang setimpal sangat dinantikan! {{rule||width=8em|height=1px}} *) Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 — Sidik Kertapati, hl. 91<noinclude>{{rh|130}}</noinclude> a84j1m1er8f2ql08vqisoq334kt1s25 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/129 104 112854 321177 316158 2026-10-12T13:36:16Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321177 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|katan|Angkatan}} Muda Semarang S. Karno jang menjatakan „Sudah, sudah saudara ...... buat apa banjak bitjara. Soalnja terang benderang. Kita tjuma mau merdeka sekarang djuga titik”. Achirnja konferensi mengambil kesimpulan jang seirama dengan semangat „Merdeka sekarang djuga tanpa menunggu hadiah dari Nippon”, dan mengirimkan serombongan utusan menemui Bung Karno jang pada waktu itu sedang beristirahat di Sukabumi untuk menjampaikan laporannja. Untuk menutupi mukanja jang djahat, dua orang wakil pemerintah militeris fasis jang resmi itu terpaksa menjatakan bahwa diapun akan bisa menerima azas anti fasis asalkan itu djuga berarti anti Amerika. Tetapi pernjataan itu hanja mendjadi olokan belaka oleh pemuda-pemuda itu. Dalam suatu pertundjukan jang diadakan pada malam perpisahan pemuda M. Taher menjindir utjapan mereka itu dengan kata-kata jang tadjam: „Sekalipun Kaneko dan Simizu disini memakai sarung dan petji, tetapi dalam hatinja tetap Djepang djua........”. *) Walaupun konferensi ini diizinkan oleh Djepang dengan maksudnja sendiri namun putusan-putusannja mentjerminkan semangat djamannja dan mempunjai pengaruh jang tidak ketjil. Ia memberi semangat kepada pemuda untuk makin jakin bahwa kemerdekaan hanja dapat ditjapai dengan perdjuangan dan bukan sebagai hadiah. Untuk itu pemuda harus melandjutkan perdjuangannja. Sedjak konferensi „Isola” ini keadaan dalam negeri makin bergolak. Indonesia Raja makin mendesing lagi dimana-mana, dan Merah Putih selalu dikibarkan dalam banjak kesempatan tanpa menghiraukan segala larangan dari militeris fasis Djepang. Dalam dada pemuda makin mendidih darah perdjuangan jang hangat dan makin menggetarkan tubuhnja, saat beraksi tinggal menanti. {{c|'''PEMBERONTAKAN PETA BLITAR'''}} Didepan sudah diterangkan bahwa politik fasis Djepang terhadap Indonesia jalah mendjadikannja sebagai daerah belakang perang jang harus dikeduk semaksimal mungkin semua kekajaan dan tenaga manusianja untuk mendjamin kemenangan perangnja. Berdasarkan politik inilah pemerintah pendudukan militer fasis Djepang bekerdja. Kekajaan rakjat dan bumi Indonesia dirampoknja hingga betul „remuk rusak” sebagai *) Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 -Sidik Kertapati, hl. 61. {{rh|||123}}<noinclude></noinclude> i2q9gwr24aexhpo610beqz9u01mz7l8 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/137 104 112856 321171 312373 2026-10-12T13:34:53Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321171 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{C|DJEPANG BERTEKUK LUTUT}} Sedjak hari pertama ditjetuskannja perang agresi fasis, sudah dapat diperhitungkan bahwa peperangan itu akan berachir dengan kehantjuran dan bertekuk lututnja fasisme Djerman, Italia dan Djepang. Karena perang ini adalah perang jang tidak adil, perang perampokan jang dilakukan oleh dan untuk kepentingan grup ketjil kaum kapitalis monopoli jang paling reaksioner, jang paling haus akan darah dan njawa untuk menjambung dan memperpandjang hidupnja sendiri. Negeri fasis itu harus berhadapan dengan semua negeri demokratis, berhadapan dengan semua kekuatan demokrasi. kekuatan tjinta damai diseluruh dunia, termasuk dalam negerinja sendiri. Walaupun pada saat pertama negeri-negeri itu melakukan tindakan serangan dengan „perang" kilatnia atau jang terkenal dengan nama „blitzkrieg", dan seolah-olah tak ada kekuatan jang dapat menahannja namun djustru „perang kilatnia" ini mematikan keterbatasan kekuatan sebenarnja dari negeri fasis itu sendi, suatu keterbatasan ini disebabkan karena. 1. Ia harus menghadapi kekuatan demokrasi jang besar dan luas; 2. Keterbatasan sumber dan potensi ekonomi perang bagi negeri itu sendiri; 3. Ekonomi perang militeris fasis jang membawa beban berat bagi rakjat pekerdja pasti menimbulkan perlawanan. Keterbatasan kekuatan dan kepastian kekalahannja itu sudah dapat dilihat beberapa tahun setelah ditjetuskannja perang agresi itu sendiri. Setengah tahun sedjak Djepang menjerah Pearl Harbour jaitu pada bulan Djuni 1942 dalam pertempuran dilaut Midway, 4 kapal induk Djepang dapat dihantjurkan Sekutu, sedangkan serangannja keselatan dapat dihentikan oleh Armada Amerika di Laut Koral. Keadaan ini mengakibatkan Djepang tak lagi dapat melakukan serangan jang berarti dalam tahun 1942, dan bahkan dalam memasuki tahun 1943 dan dalam tahun ini situasi peperangan sudah berubah. Gerak madju dari serangan fasis baik di Eropa maupun di Asia sudah berbalik mendjadi posisi bertahan dan bahkan serangan balas dari Sekutu mulai dirasakan. Kedudukan bertahan pada batas jang telah ditjapai berubah mendjadi mundur dan bertahan. Serangan balas di Pasifik dilakukan dari beberapa djurusan; jaitu dari selatan dibawah pimpinan Djenderal Mc. Arthur dan dari utara dibawah pimpinan Ch. Nimits. Pada tahun 1943 telah direbut dan diduduki kepulauan Solomon, Cilbert dan Marshall, sedangkan pasukan jang dipimpin Mc. Arthur madju sampai laut Irian, kemudian melompat ke Rabaul dan pada permulaan tahun 1944 terus menjerbu ke Irian Utara.<noinclude>{{rh|||131}}</noinclude> 24i2dnei6mdhj5jy9uh2pyzxb704kle Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/130 104 112858 321176 312376 2026-10-12T13:36:03Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321176 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>dinjatakan oleh pemuda-pemuda dalam konferensi Angkatan Muda di Bandung pada bulan Mei 1945. Dalam menghadapi perampokan, perampasan dan penindasan ini, rakjat dan pemuda Indonesia jang mempunjai tradisi patriotik dan heroik tak djuga tinggal diam dan menjerah. Walaupun pada masa permulaan Djepang masuk tampaknja sebagian rakjat Indonesia seolah-olah menjambut, namun begitu perampokan dan penindasan Djepang terasa, begitu perlawanan dimulai. Pada tanggal 26 Djuli 1942, jaitu empat bulan setelah Djepang berkuasa di Indonesia, kaum tani di Pantjur Batu, kabupaten Deli Serdang, Sumatra Timur memberontak, pemberontakan itu terkenal dengan „pemberontakan Aron”. Setahun kemudian, jaitu pada tanggal 3 Oktober 1943 kaum tani didesa Kandang Haur, Kabupaten Indramaju, Djawa Barat, memberontak. Empat bulan kemudian, jaitu pada tanggal 14 Pebruari, kaum tani didesa Sukamanah, Singaparna dibawah pimpinan Kjai Zainul Mustafa, Kjai Emas dan lain-lain memberontak. Tidak sedikit korban jang djatuh pada kedua pihak. Pemberontakan dapat ditindas oleh tentara Djepang dan polisi, dan Kjai Mustafa gugur dalam perlawanan itu. Dua bulan kemudian rakjat Indramaju, didistrik Karangampel, dibawah pimpinan seorang hadji jang berpengaruh memberontak, tetapi pemberontakan ditindas. Tiga bulan kemudian meletus pemberontakan jang lebih keras, jaitu dilakukan oleh rakjat dari ketjamatan Lohbener dan Sindang jang dipimpin oleh hadji Madrijas, hadji Kartiwa, Kjai Srengsang, Kjai Kusen, Kjai Mukasan dan lain-lain. Berbulan-bulan tentara Djepang dan polisi menindas pemberontakan itu dan pemimpin-pemimpinnja jang sudah ditangkap ditembak dalam pendjara tanpa proses. Suatu pemberontakan jang seru dan jang menggetarkan kekuasaan pendudukan militer fasis Djepang jalah pemberontakan Peta Blitar jang meletus pada tanggal 24 Pebruari 1944. Di Kabupaten Blitar, keresidenan Kediri, Djawa Timur, ada satu Daidan (Bataljon) Peta dibawah pimpinan Daidantjo Surachman. Daidan ini terdiri dari 4 Tjudan (kompi) jang masing-masing dipimpin oleh Tjudantjo (kompi komandan) Suhud, Hasan Nawawi, Tjipto Harsono dan Sujatmo dan masing-masing kompi terdiri dari 3 Sjodan (pasukan). Pasukan dipimpin oleh seorang Sjodantjo (kepala Pasukan) jaitu: Kompi I. Pasukannja dipimpin oleh Sjodantjo (Kepala pasukan) Kusdi, Muljohardjono, Sudjono. Kompi II. Pasukannja dipimpin oleh Sjodantjo Mudjiat, Sunjoto, Supardjo. Kompi III. Pasukannja dipimpin oleh Suprijadi, Muradi, Sukarni. {{rh|124}}<noinclude></noinclude> cvqsp2ws5fwg0frwt6wfvhjhf2d4igo Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/138 104 112862 321170 312382 2026-10-12T13:34:27Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321170 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Dimedan Pasifik Timur pulau Saipan dan Guam, Karolina dapat direbut, dari mana Pilipina dapat digempur dari udara. Tahun 1945 dibuka dengan pendaratan dipulau Luzon dan setelah pertempuran jang seru achirnja pada tanggal 14 Pebruari 1945 Manila dapat direbut oleh tentara Amerika. Sementara itu tentara Inggris menjerbu Birma. Mandalai djatuh pada tgl. 30 September 1944 dan Rangoon pada tanggal 5 Mei 1945. Dalam masa ini, Tentara Merah Sovjet Uni jang sedjak tahun 1943 dapat memukul mundur serangan fasis Djerman, telah mengusir tentara fasis Djerman dari wilajah Uni Sovjet. Berturut-turut negeri-negeri Eropa Timur dan Selatan dibebaskan dan achirnja semua kekuatan fasis Djerman dapat dihantjurkan hingga djatuhnja Berlin. Tentara fasis Djerman menjerah pada tgl. 8 Mei 1945. Setelah itu Uni Sovjet memusatkan semua kekuatan tentaranja untuk menghantjurkan kekuatan Djepang. Sementara itu, jaitu setelah ternjata tentera merah Uni Sovjet sudah siap menghantjurkan tentara fasis Djepang, pada tanggal 6 Agustus 1945 mereka mendjatuhkan bom atom di Hiroshima. Dan pada tanggal 8 Agustus 1945, setelah kekuatan tentara Merah sudah dipusatkan diperbatasan Mongolia, Sovjet menjatakan perang kepada Djepang. Dalam waktu jang singkat tentara Merah bersama dengan tentara Pembebasan Rakjat Tiongkok dan Korea dapat menghantjurkan kekuatan tentara pilihan Djepang — Pasukan Kwantung (Kwantung Army) dan membebaskan Monggolia, Tiongkok Timur Laut dan Korea. Nasib kekalahan Djepang hanja tinggal menanti saatnja. Pada tanggal 9 Agustus 1945 Amerika mendjatuhkan bom atomnja jang ke II di Nagasaki. Puluhan ribu penduduk sipil jang tidak berdosa mendjadi korban dan masih ribuan jang menderita tjatjat sebagai akibat debu radio aktif. Dengan demikian Amerika memaksa Djepang menjerah langsung padanja, dengan memperhubungkan kelak dapat didjadikan pangkalan srateginja sendiri. Achirmja kekuatan fasis Djepang jang tampaknja garang dan merasa dirinja tak dapat dikalahkan oleh siapapun djuga, pada tanggal 15 Agustus 1945 bertekuk lutut menjerah tanpa sjarat. Dengan ini maka gugurlah segala impian fasis Djepang untuk membentuk „lingkungan kemakmuran Asia Timur Raja". Dengan menjerahnja itu tentara pendudukan Djepang tak lagi berkuasa di Indonesia, dan hanja tinggal sebagai „polisi" sekutu, jang berarti tak ada lagi kekuasaan di Indonesia. Rakjat Indonesia, termasuk pemudanja jang telah mendapatkan pendidikan dalam perdjuangan untuk mentjapai kemerdekaan nasional selama hampir setengah abad dan jang telah<noinclude>{{rh|132}}</noinclude> 820u9dmhpxjzqil6gft7kaaat6g0m76 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/139 104 112864 321169 312384 2026-10-12T13:34:09Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321169 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>mendjadi militan, tak djuga menjia-njiakan kesempatan jang baik ini. Pemuda-pemuda Indonesia mengambil bagian jang aktif untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia dan membentuk suatu pemerintahan sendiri jang berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.<noinclude>{{rh|||133}}</noinclude> mtt8qmm0jvx4y94dq7ggbniaidraxf3 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/133 104 112867 321174 316940 2026-10-12T13:35:35Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321174 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>ngan tetap berpakaian seragam untuk siap melaksanakan serangan pada esok harinja. Hari Rabu pada tanggal 14 Pebruari 1945, djam 3.00 pagi, suatu hari dan saat jang bersedjarah dimana meletus pemberontakan pemuda-pemuda jang bersendjata dalam Pasukan Sukarela Tentara Pembela Tanah Air di Blitar. Pagi itu Suprijadi menilpon Bupati dan Walikota untuk memberitahu bahwa akan diadakan latihan. Setelah gudang dibuka dan sendjata serta pelurunja dibagi kan, kemudian disiapkan, maka dimulailah tembakan mortir berat ke hotel Sakura, jang sedang penuh orang Djepang. Sementara itu pasukan Peta mulai bergerak dan semua orang Djepang di Blitar dibinasakan. Setelah itu satuan-satuan Peta menudju tempat jang telah ditetapkan. Markas Besar Djepang di Djawa Timur setelah menerima berita tentang meletusnja pemberontakan Blitar tenggelam dalam berbagai tafsiran, sedangkan Markas Besar Djepang di Djakarta setelah mendengar masalah ini bertindak sesuai dengan keadaan umum peperangan dimana kekalahan Djepang sudah dapat dipastikan. Markas Besar militer Djepang mengambil siasat untuk mementjilkan persoalan ini, hingga daidan-daidan lain tidak perlu mengetahui, disamping memberi tekanan hingga Peta jang memberontak menjerah. Baru setelah itu akan diadakan perhitungan lain. Untuk menindas pemberontakan ini Djepang mengerahkan pasukan-pasukannja dari Malang dengan dibantu oleh pasukan-pasukan tank dari Kohara Butai jang berkedudukan di Surabaja untuk mengadakan operasi-operasi. Oprasi ini dipimpin oleh kolonel Katagiri jang berumur 60 tahun, dan telah banjak pengalaman bertempur selama perang dunia ke I dan II. Tetapi berhubung dengan adanja kekalutan perwira-perwira Djepang jang takut akan datangnja pasukan-pasukan Sekutu kepulau-pulau Indonesia, maka pihak pimpinan militer Djepang berusaha sedapat mungkin mentjegah pertempuran dengan pasukan-pasukan Peta jang memberontak itu agar dengan demikian Djepang tidak akan membuang banjak korban dan dapat menggunakan pasukan-pasukannja untuk melawan tentara Sekutu djika mereka telah mulai mendaratkan pasukan-pasukannja ke pulau Djawa. Ketiga kesatuan tentara Peta tsb. diatas masing-masing dipimpin oleh sjodantjo-sjodantjo Suprijadi, Muradi, dan Suparjono. Pasukan jang dipimpin oleh Suprijadi di Kali Putih, jang sambil mengundurkan diri terus mengadakan perlawanan-perlawanan terhadap pasukan-pasukan Djepang jang terdiri dari tank-tank dan barisan-barisan jang bersendjata<noinclude>{{rh|||127}}</noinclude> al9c09crytq99xukhq6ywyns2285zur Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/141 104 112870 321168 312392 2026-10-12T13:33:42Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321168 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude><center> PERIODE - IV <br> PEMUDA INDONESIA BERDJUANG <br> UNTUK MEREALISASI <br> DAN <br> MEMPERTAHANKAN <br> PROKLAMASI <br> KEMERDEKAAN INDONESIA <br> (1945 — 1950) </center><noinclude></noinclude> nor4162pcms63y1gvxo9q4pfj7q440h Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/135 104 112871 321173 316943 2026-10-12T13:35:22Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321173 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>H. Shimizu dan Letnan Muda Juda dengan dibantu oleh beberapa orang anggota Jugeki Tai (pasukan-pasukan gerilja), ditugaskan untuk kontak dengan Shodantjo Muradi dan Shodantjo Suparjono. Dan setelah mereka dapat bertemu, Shimizu meminta agar pasukan-pasukan Peta mau kembali keinduk kesatuannja masing-masing dan menghentikan perlawanan mereka dengan djandji bahwa Djepang akan bersedia menimbang dan memenuhi apa sadja jang mendjadi tuntutan pasukan-pasukan Peta itu. Muradi dan Suparjono bersedia memenuhi djandji Djepang itu dengan mengadjukan sjarat-sjarat sebagai berikut: 1. Sendjata-sendjata mereka tidak akan dilutjuti. 2. Pasukan-pasukan Peta jang mengadakan perlawanan itu tidak akan dituntut. 3. Mereka tidak akan diminta untuk membajar segala ganti kerugian berhubung dengan kerusakan-kerusakan akibat perlawanan mereka itu. 4. Opsir-opsir Djepang harus mau menghormati opsir Peta dan segenap pradjurit Peta, dan sanggup tidak akan mengulangi perbuatan serdadu-serdadu Djepang jang sewenang-wenang terhadap anggota-anggota Peta. 5. Bendera mobil opsir-opsir Peta seperti jang telah diputuskan harus dilaksanakan dan diakui oleh tentara Djepang. Djikalau sjarat-sjarat jang diadjukan oleh pasukan-pasukan Peta itu tidak dipenuhi maka mereka akan memilih djalan meneruskan perlawanan. Dalam perundingan itu Shimizu menjatakan akan meneruskan sjarat-sjarat jang diminta oleh pasukan-pasukan Peta itu kepada atasannja, dan dia sendiri menjatakan bahwa sjarat-sjarat itu pasti diterima. Kolonel Katagiri sendiri menjatakan menerima sjarat-sjarat itu. Malahan Katagiri tidak tanggung-tanggung dalam memainkan sandiwaranja itu, dengan menjerahkan pedang samurainja kepada Muradi, suatu perbuatan jang menurut adat istiadat Djepang berarti dia telah menjerahkan djiwa dan raganja, seolah-olah untuk mejakinkan bahwa Katagiri akan memegang teguh kesanggupannja dan berdjandji bahwa apa jang telah disetudjui bersama dalam perundingan itu akan dipenuhi. Demikianlah, maka pada achirnja pasukan-pasukan Peta jang telah memulai perlawanannja terhadap pasukan-pasukan Djepang itu memberikan kepertjajaan jang penuh kepada djandji-djandji Djepang, dan mereka menghentikan perlawanannja dan kembali keinduk pasukannja masing-masing. Tetapi imperialis Djepang adalah tetap sebagai imperialis jang berpembawaan penipu dan tjurang. Pemimpin militer Djepang di Djakarta memerintahkan agar kepada anggota-anggota Peta jang memberontak itu dilakukan tuntutan pidana militer sebagaimana mestinja dan Sedjarah Perdjuangan 9<noinclude>{{rh|||129}}</noinclude> ovw2jvu2mzzdqfqxpjluzhtcst2hzx8 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/146 104 112884 321167 316947 2026-10-12T13:33:23Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321167 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>kedua tokoh nasional ini segera melaksanakan keputusan tersebut dengan menjatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada esok harinja, tgl. 16 Agustus 1945. Pertemuan menundjuk pemuda-pemuda Wikana, D.N. Aidit, Subadio dan Suroto Kunto sebagai delegasi. Pukul 9.00 malam hari itu djuga delegasi menemui Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta, di Pegangsaan Timur 56, dimana sudah berkumpul djuga tokoh lain seperti Mr. Subardjo, Mr. Iwa Kusumasumantri, Djojopranoto, Dr. Samsi, Dr. Buntaran dll. Didalam perundingan jang kemudian terdjadi, Bung Karno meminta pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu dari pemimpin-pemimpin nasional terkemuka lainnja. Drs. Moh. Hatta jang bertindak atas nama tokoh-tokoh jang ditemui pemuda itu, menjampaikan djawaban kepada delegasi pemuda meminta penangguhan saat pernjataan Proklamasi sampai pemberitahuan resmi penaklukkan Djepang dan setelah mendengar pertimbangan pembesar-pembesar Djepang. Untuk membitjarakan djawaban Drs. Moh. Hatta itu pada malam itu para pemuda dan peladjar untuk mengadakan rapat jang diperluas, tepat pada pukul 24.00 bertempat di Tjikini 71. Dalam rapat itu delegasi menjampaikan laporan hasil pertemuan dengan Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta. Sebagai djawaban, para pemuda dan peladjar dengan tegas menolak prinsip „Kemerdekaan sebagai pemberian hadiah Djepang” dan bertekad bulat mentjapai Kemerdekaan „dengan perdjuangan dan pengorbanan sendiri.” Peristiwa-peristiwa jang kemudian timbul susul-menjusul merupakan detik-detik kepahlawanan pemuda jang penuh ketegangan revolusioner. ::::::::''Rengasdengklok : kemerdekaan''' ::::::::''kemerdekaan „hasil perdjuangan rakjat Indonesia”.'' Segera selesainja pertemuan tengah malam di Tjikini 71, berangkatlah utusan-utusan jang terdiri dari pemuda Chaerul Saleh dan Dr. Muwardi, Sukarni dan Jusup Kunto, masing-masing kerumah kediaman Bung Karno di Pegangsaan Timur 56 dan Drs. Moh. Hatta di Miyakodori (sekarang Djalan Diponegoro), untuk melaksanakan keputusan rapat. Dipagi-pagi buta tanggal 16 Agustus dalam suasana kesibukan-kesibukan dan persiapan pemuda-pemuda jang menjebar kepelosok-pelosok kota dan desa-desa dipinggir kota Djakarta, maka berangkatlah rombongan Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta meninggalkan kota Djakarta dengan dikawal sepasukan Peta dibawah pimpinan shodantjo (Kepala pasukan) Singgih, menudju Rengasdengklok untuk diadjak mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.<noinclude>{{rh|140}}</noinclude> mo5fjeggqcs448alitx11hlxvnpmk33 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/196 104 112885 321242 312413 2026-10-13T11:21:04Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321242 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>untuk melepaskan daerah R.I. dari tjengkeraman kolonialisme. Kontra usul Belanda itu sama sekali tidak menjebut penarikan kembali pasukan² Belanda dan pemulihan kembali pemerintah R.I. di daerah-daerah jang didudukinja. Tak disinggung masalah perwakilan R.I. didalam pemerintahan sementara mendjelang penjerahan kekuasaan, bahkan kata "Republik Indonesia" sadja tak disebut-sebut sama sekali. Dilain pihak kontrausul Belanda mengagungagungkan prinsip "hak menentukan nasib sendiri dan pemilihan bebas bagi rakjat-rakjat untuk menetapkan sendiri hubungan politik matjam apakah mereka menghendaki dengan Republik Indonesia Serikat kelak". Maksud-maksud kolonial jang diselimuti prinsip-prinsip agung tadi segera membuka kedok jang sebenarnja ketika pada tanggal 29 Desember Van Mook membentuk "negara" Sumatra Timur, salah satu daerah terkaja R.I. Pada tanggal 4 Djanuari 1948 pihak Belanda telah menjelenggarakan sebuah konferensí jang a.l. memutuskan pembentukan negara suatu pemerintahan federal peralihan mendjelang berdirinja Republik Indonesia Serikat. Dalam pemerintahan tsb. R.I. akan memperoleh kedudukan jang djauh tak seimbang dan sangat lemah disamping sepuluh "negara" boneka lainnja. Dalam keadaan demikian Belanda pada tanggal 9 Djanuari memberikan suatu ultimatum kepada R.I., bahwa apabila pihak R.I. tidak menerima 12 fasal kontra-usulnja dalam 3 hari, maka Belanda akan bebas untuk bertindak. Mengetahui, bahwa 12 fasal kontrusul Belanda tidak akan dapat diterima oleh rakjat Indonesia, sehingga Pemerintah R.I. akan dipaksa untuk menolaknja, jang berarti akan bangkitnja kembali perlawanan bersendjata rakjat Indonesia, maka Komisi Djasa-djasa Baik didalam usaha untuk mentjegahnja dan memenuhi sedjauh mungkin tuntutan Belanda, memadjukan 6 fasal usul tambahan. Enam fasal usul tambahan Komisi Djasa-djasa Baik pada hakekatnja tidak berbeda dengan 12 fasal kontra-usul Belanda, karena dalam hal inipun Republik Indonesia jang sudah amat dipersempit itu akan dipaksa untuk tunduk kepada perintah penghentian tembak-menembak dan menerima kenjataan duduk bersama dengan 10 "negara" boneka Indonesia dalam suatu pemerintahan peralihan federal. Disamping itu pelaksanaan prinsip plebisitpun masih dipertahankan, dengan perbedaan bahwa disini penduduk berbagai daerah di Djawa, Sumatra dan Madura dapat memilih hendak bergabung kedalam R.I. atau salah satu bagian "negara" lainnja. Dalam keadaan dimana kekuatan nasional R.I. terpetjah-belah dan pasukan-pasukan R.I. dalam posisi militer jang sangat tidak menguntung kan disamping keadaan ekonomi jang amat gawat disebabkan blokade didarat dan dilaut oleh Belanda, dan dibawah tekanan wakil Amerika<noinclude>{{rh|190}}</noinclude> jlpru2sonqrkql96wgcep7bsyg80o72 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/197 104 112889 321243 312417 2026-10-13T11:21:19Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321243 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Serikat Graham didalam Komisi Djasa-djasa Baik, jang tidak menjembunjikan kemungkinan dalam hal Indonesia menolak ultimatum Belanda itu, Amerika Serikat tidak akan menghalang-halangi Belanda untuk menjerang R.I., maka achirnja pada tanggal 17 dan 19 Djanuari 1948 pimpinan Pemerintah R.I. menerima dan menandatangani Persetudjuan Renville. Persetudjuan ini adalah persetudjuan kompromis jang sangat merugikan perdjuangan kemerdekaan Rakjat, pemuda Indonesia. {{C|PERKEMBANGAN KEGIATAN GERAKAN PEMUDA}} Dalam masa antara Kongres Pemuda Indonesia ke-II dan Kongres Pemuda Indonesia ke-III jang meliputi periode 8-9 Djuni 1946 sampai 3-5 Maret 1948, masalah-masalah politik terpenting dan menentukan bagi djalannja sedjarah perdjuangan kemerdekaan rakjat dan pemuda Indonesia, adalah penandatanganan naskah persetudjuan politik, jaitu. Persetudjuan Linggardjati dan Persetudjuan Renville serta petjahnja Perang Agresi Kolonial ke-1. Suasana politik jang ditimbulkan oleh kegiatan-kegiatan sekitar peristiwa-peristiwa tsb. diatas amat mempengaruhi dan tertjermin didalam gerakan pemuda, jang terutama mendapat pernjataan jang djelas didalam perkembangan kegiatan-kegiatan Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia. Apabila didalam periode 1945 1946 gerakan pemuda ditudjukan terutama untuk menegakkan Republik Indonesia dan membelanja dari serangan-serangan kontra-revolusi dari dalam maupun dari luar, maka periode pertengahan kedua tahun 1946 sampai dengan Maret 1948 ditandai oleh kegiatan-kegiatan untuk mengkonsolidasi baik tubuh gerakan pemuda itu sendiri, maupun negara dengan alat-alatnja. Dua tjorak kegiatan menondjol didalam periode itu, pertama aktivitas dalam bidang sosial dan pendidikan dan kedua, didalam bidang organisasi. Dalam dokumen perdjalanan organisasi Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia mengenai masa periode tersebut ini jang dibuat oleh pimpinan Badan Pekerdja B.K.P.R.I. Sumarsono, tertanggal 26 Maret 1948 tertjantum hal-hal penting tersebut." "Tingkatan kedua adalah tingkatan konsolidasi. Konsolidasi baik dalam lapangan organisasi kita sendiri, maupun konsolidasi negara dengan alatnja". Disamping menjadari adanja antjaman "agresi musuh jang terus menerus", dokumen itu menjebut bahwa "keadaan dalam negeri waktu itu masih banjak sekali mengandung kelemahan-kelemahan seperti me-<noinclude>{{rh|||191}}</noinclude> 2lqfqioix7nd4078r6w77xgwtrig2fe Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/147 104 112890 321166 316948 2026-10-12T13:33:02Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321166 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Mengapa djustru desa Rengasdengklok dipilih sebagai tempat persiapan proklamasi Kemerdekaan Indonesia? Desa Rengasdengklok terkenal karena semangat anti fasis perwira-perwira bintara-bintara dan pradjurit-pradjurit Peta jang selama pendudukan Djepang mengadakan perlawanan bawah tanah jang dipimpin oleh shodantjo Umar Bahsan. Didesa Rengasdengklok djuga gagasan-gagasan mengenai perdjuangan bersendjata melawan Djepang dilahirkan oleh perwira-perwira Peta. Desa Rengasdengklok jang pertama-tama pagi-pagi, ketika proklamasi Kemerdekaan Indonesia masih merupakan rentjana persiapan, atas perintah Umar Bahsan, menurunkan dan membakar bendera Djepang dan menaikkan bendera nasional Sang Merah Putih. Sementara suasana ibu kota makin hangat diliputi kesibukan-kesibukan dan kegiatan-kegiatan pemuda jang hilir-mudik menerdjunkan diri ditengah-tengah massa rakjat untuk memberikan pendjelasan tentang situasi, dan memobilisasinja untuk menjambut keadaan jang akan datang. Kaum buruh dan pegawai kantor, mahasiswa dan peladjar dihubunginja dan dipersiapkan terhadap Kemerdekaan jang bakal diproklamasikan itu. Pertemuan-pertemuan rahasia berdjalan terus. Dikamar bola Kebon binatang diadakan pembitjaraan-pembitjaraan antara wakil-wakil pemuda disatu pihak dan wakil-wakil Peta dilain pihak untuk mengadakan aksi bersama. Keputusan ini kemudian tidak mempunjai effek sedikitpun, karena dengan tidak menghiraukan keputusan bersama itu Mr. Kasman Singodimedjo daidantjo membatalkan ikut sertanja Peta dan Heiho didalam aksi bersama itu, karena "tidak ada perintah dari atasan" (perintah "balatentara Dai Nippon") *. Para pemuda mengalami bahwa prinsip mentjapai kemerdekaan "dengan perdjuangan sendiri" dan tidak sebagai "hadiah" merupakan suatu perdjuangan tersendiri. Disalah satu "markas" pemuda lainnja disatu ruangan belakang gedung Gambir, Prapatan 60, tokoh-tokoh pemuda didatangi oleh pimpinan Kaigun Djepang, jang ketika mendengar berita bahwa Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta telah "dilarikan" oleh para pemuda, segera menghubungi pimpinan pemuda dan memintanja agar "pergolakan" jang sudah dimulai itu djangan sampai berdarah. Djuga ditempat jang sama datang Mr. Subardjo dan kawan-kawannja untuk menawarkan kerdjasama, jang tentu sadja diterima oleh para pemuda. Kemudian diketahuilah bahwa tawaran kerdjasama itu adalah <br><br> _______ <br> Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 <br> Sidik Kertapati, hl. 83.<noinclude>{{rh|||141}}</noinclude> lp9icizsj27x9ifvtoevs5e2o7v6zjn Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/198 104 112894 321244 312423 2026-10-13T11:21:32Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321244 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>radjalelanja anarki, main republik ketjil-ketjilan, korupsi, birokrasi, anarki-sindikalisme, serta belum adanja kesatuan komando dan pimpinan satu jang diakui seluruhnja". Dalam hubungan ini B.K.P.R.I. mengusulkan a.l. "pembaharuan alat pemerintah jang sesuai dengan kepentingan dan perdjalanannja revolusi". Dalam rangka menjusun pertahanan rakjat B.K.P.R.I. mengambil peranan jang aktif dalam "menjelenggarakan agitasi serta propaganda untuk Palang Merah/dapur umum, ikut mengatur pengungsian, invaliden, menghibur para pahlawan, dan ikut serta pula mengatur soal-soal pertahanan dengan duduknja wakil-wakilnja dan Dewan Pertahanan Daerah". Dalam hubungan dengan pemerintahan, sedjak kabinet Sjahrir ke-II sampai dengan kabinet Amir, B.K.P.R.I. mempunjai wakilnja dalam kabinet jalah Menteri Negara Urusan Pemuda jang bertanggung djawab terhadap Badan Kongres Pemuda B.K.P.R.I. Pekerjaan penerangan kepada massa dengan giat diselenggarakan oleh B.K.P.R.I., demikian djuga pemberantasan buta-huruf, dan penjelenggaraan kursus-kursus. Sebagai anggota Gabungan Pemuda Demokratis Sedunia (G.P.D.S.), B.K.P.R.I. mengambil bagian jang aktif didalam usaha membentuk front persatuan pemuda internasional jang anti-imperialisme dan anti kolonialisme. Salah satu bukti solidaritas pemuda internasional adalah resolusi G.P.D.S. jang ditudjukan kepada Dewan Keamanan U.N.O. dan pemerintah Belanda di Den Haag untuk segera menghentikan perang agresi kolonial di Indonesia, sedangkan organisasi pemuda jang tergabung dalam G.P.D.S., diwadjibkan mendesak kepada pemerintahnja masing untuk bertindak kearah itu. Dalam bidang organisasi B.K.P.R.I. selamanja berpegangan kepada dua pedoman 1. Memegang teguh tudjuan persatuan pemuda dalam B.K.P.R.I. Dalam hubungan ini dikemukakan bahwa "karena ingin memegang teguh pedoman persatuannja itu, maka sering terpaksa ada soal-soal jang sengadja dihindari oleh organisasi kita, seperti umpamanja dalam menentukan sikapnja terhadap soal-soal Naskah Linggardjati, Naskah Renville, terhadap diplomasi pemerintah dan terhadap pembentukan kabinet dll. B.K.P.R.I. tidak menentukan sikapnja. Disinilah sering nampak seolah-olah "Non aktivitet" dari B.K.P.R.I. terhadap soal-soal jang djustru sangat penting dalam pandangan umum". Tetapi, ditegaskan selandjutnja bahwa "menentang imperialisme, mentjapai tjita² demokrasi, adalah soal-soal politik jang harus pula ditjapai dengan perdjuangan politik jang tertentu".<noinclude>{{rh|192}}</noinclude> if7epexo7rtr06oygnhad8uqsoyxyvs Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/199 104 112899 321245 312429 2026-10-13T11:21:49Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321245 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Seterusnja dalam rangka mendjaga keutuhan dan persatuan B.K.P.R.I., diterangkan bahwa "Keluarnja G.P.I.I. dari B.K.P.R.I, amat disesalkan serta disajangkan. Akan tetapi B.K.P.R.I. tidak berhenti djalan, senantiasa ia berusaha agar organisasi-organisasi pemuda jang masih ada diluarnja, dapat masuk dalam persatuannja. Sebagai usaha, B.K.P.R.I.dengan tidak mempersoalkan prestige atau lainnja lagi, telah mengulurkan tangannja untuk meminta dengan hormat atas dasar kesadaran serta kepentingan persatuan, agar G.P.I.I. jang telah meninggalkan rumah persatuan itu, masuk lagi kedalam Badan Kongres Pemuda. Demikianpun Pemuda Demokrat Indonesia jang baru berdiri setelah ketentuan dari Presidium B.K.P.R.I. djustru untuk menjederhanakan organisasi² pemuda serta berusaha mentiegah timbulnja organisasi-organisasi pemuda baru, namun sekalipun demikian, untuk dan atas nama persatuan, mereka diminta masuk pula dalam Badan Kongres Pemuda. Peraturan Umum dan Peraturan Chusus B.K.P.R.I. pun akan diperbaharui dan disesuaikan dalam kongres nanti, agar lebih membuka pintu bagi organisasi-organisasi pemuda jang masih diluar Badan Kongres Pemuda untuk masuk didalamnja dan bersatu dengan tenaga-tenaganja organisasi-organisasi pemuda lainnja". Tetapi, bahwa B.K.P.R.I. tidak menghendaki persatuan tanpa dasar, tanpa tudjuan, dengan tegas dinjatakan sbb.: "Akan tetapi keinginan akan persatuan jang demikian besarnja itu, dengan tegas dibatasi pula oleh putusan rapat Presidium sendiri jang merupakan satu pagar kuat, bahwa persatuan jang diinginkan itu bukan satu persatuan untuk bersatu belaka, melainkan persatuan untuk bersama-sama kerdja, bersama-sama berdjuang, bersama-sama mengerdjakan pekerjaan/program jang sama, bukan persatuan menentang ataupun persatuan jang bersifat "rontok" sadja, tetapi terang satu persatuan jang hidup, persatuan bekerdja". 2. "Memegang teguh "Soverenitet" dari B.K.P.R.I. selaku organisasi warga-negara dari Republik jang demokratis dan selaku gabungan organisasi pemuda jang merdeka, tidak terikat oleh sesuatu partai atau instansi lain. Berdiri sendiri, tidak terikat oleh pemerintah, tidak pula mendjadi bagian dari pergerakan-pergerakan lain, malah dalam peraturannja B.K.P.R.I. menutup pintu bagi sesuatu organisasi jang mendjadi bagian sesuatu partai atau badan lain. Alasan-alasan inilah jang menjebabkan B.K.P.R.I. membatasi setjara organisatoris hubungan dengan pemerintah". Aneka ragamnja kegiatan-kegiatan jang dapat digerakkan oleh B.K.P.R.I. menggambarkan: bagaimana dengan gairah dan semangat pemuda revolusioner tidak hanja menjerempet-njerempet bahaja didalam baik perdjuangan bersendjata maupun pembangunan negara, tetapi<noinclude>{{rh|Sedjarah Perdjuangan 13|||193}}</noinclude> pp74icm8rokj485vmmryt0yavnvlbtb Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/151 104 112901 321231 316950 2026-10-13T11:17:00Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321231 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>ada antjaman atau kekuatan jang dapat menggojangkan tekad pemuda dan rakjat Indonesia untuk tetap membela dan mengisi Proklamasi Kemerdekaan itu dengan tenaga, perdjuangan dan darahnja sendiri. Sesudah 15 menit Kemerdekaan Indonesia dinjatakan oleh Bangsa Indonesia sendiri, agresi dan intervensi sudah menampakkan diri hendak mengantjam Proklamasi, dalam bentuk penjerbuan serdadu Kempeitai ketempat Proklamasi untuk mentjegah dan membatalkannja. Tetapi tidak {{c|'''PERDJUANGAN MEMBELA DAN'''}} {{c|'''MENGISI PROKLAMASI'''}} Penjiaran dan pemberitahuan berita Proklamasi Kemerdekaan kepada segenap bangsa Indonesia maupun kepada dunia internasional, merupakan tugas penting, jang terutama didjalankan oleh pemuda dan mahasiswa sudah sedjak pagi-pagi hari Proklamasi. Sekalipun usaha pertama untuk merebut gedung radio di Gambir Barat 4 dan 5 oleh pemuda² Radja Tjut Rachman, Rahadi Usman dan Ridwan jang hanja bersendjatakan pistol, gagal karena kebotjoran rentjana, namun pada malam harinja, berhasillah berita Proklamasi disiarkan melalui penjiaran warta-berita dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini berkat usaha para pekerdja jang bersemangat anti Djepang dibagian penjiaran, operator maupun dibagian telegraf dan stenotipis didinas monitoring didjalan Biliton, seperti misalnja Bahtiar Lubis, Sumadjit, Herawati Diah, Surjonipuro, M.S. Simandjuntak dan lain-lain. Tidak hanja melalui radio, juga melalui kantor berita Domei, pekerdja Indonesia memberikan sumbangannja kepada berhasilnja penjiaran berita Proklamasi. Bahkan tembok gedung-gedung, tram kota, gerbong-gerbong kereta api Djakarta-Surabaja dan Djakarta-Bandung didjadikan alat-alat penjiaran jang amat berguna jang membawakan slogan-slogan revolusi, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, jang ditjat atau ditulisi: "Merdeka atau mati", "Sekali Merdeka tetap Merdeka", "''Indonesia, never again. the lifeblood of any nation''", dll. Tidak hanja di-ibukota Djakarta, tetapi disemua pelosok tanah air. dimana berita proklamasi dapat ditangkap atau dimana rakjat bangkit hendak menumbangkan sisa-sisa kekuasaan Djepang jang sudah menjerah kalah itu, maka pemuda-pemudalah jang mendjadi salah satu kekuatan pendorong dibelakang semua usaha-usaha untuk mengisi dan membela kemerdekaan jang sudah diproklamasikan itu. Segala sesuatu jang penting untuk mengisi Proklamasi itu mereka lakukan dengan tak ragu-ragu, dan Sedjarah Perdjuangan 10<noinclude>{{rh|||145}}</noinclude> 9ks5pvpfw5fjcrk6t1afct2e4ggvj8m Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/201 104 112904 321247 312436 2026-10-13T11:22:21Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321247 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>dipentingkan jalah soal "riccle machtsvorming" guna menghadapi serangan musuh". Demikianlah keputusan Rapat Presidium Badan Pekerdja Kongres Pemuda pada tanggal 8 Agustus 1946. Dalam hubungan ini lebih djauh ditetapkan a.l. agar "soal kendaraan guna pertempuran diperhatikan betul dan agar pemuda mempunjai wakilnja didalam Dewan Pertahanan Negara, djuga agar "mulai sekarang difikirkan rentjana untuk keluar tanah Djawa". "Tidak ikut berunding, karena perundingan adalah soalnja Pemerintah. Dalam pada itu Badan Kongres akan membantu Pemerintah dimana perlu. Menjetudjui Soepardo, Soepeno, dan Marocto Daroesman duduk dalam sub-komite bagian Politik". Begitulah bunjinja keputusan rapat Presidium pada tanggal 10-11 November 1946 di Jogja. Dan demikian djuga, dalam nad jang sama, rapat Presidium B.K.P.R.I. pada tanggal 8 Desember 1946 mengeluarkan keputusan bahwa Badan Kongres Pemuda sebagai badan gabungan (federatif) tidak menentukan sikap terhadap naskah Indonesia — Belanda. Tiap organisasi jang tergabung didalamnja menentukan sikap sendiri-sendiri. Untuk lebih memperdjelas sikapnja, pada tanggal 11 Desember, Badan Pekerdja B.K.P.R.I. mengeluarkan Instruksi dan pengumuman jang pada pokoknja menjerukan agar pemuda djangan mudah terkena provokasi dan adu-domba antara mereka jang pro dan mereka jang kontra Persetudjuan Linggardjati. Didalam keadaan jang serba ruwet dan genting ini, djanganlah sekali-kali persatuan kita sebagai satu bangsa, sebagai satu nasion jang bersama-sama masih memperdjuangkan dan bertjita-tjita: "Indonesia Merdeka jang bulat, kekal abadi", terpetjah belah ataupun diretakkan. Biarpun didalam keadaan jang bagaimana djuga, persatuan kita itu adalah satu kekuatan dan siasat jang tak dapat ditinggalkan. Terlebih-lebih kita harus ingat bahwa nusuh masih meradjalela didalam rumah dan kanan-kiri kita. Belanda dan fihak pendjadjah akan ketawa dan mudah memetjah kita, djikalau sampai terdjadi perpetjahan diantara bangsa Indonesia sendiri. Pemuda wadjib mendjaga kesadaran kita bersama jang harus insjaf akan bahaja perpetjahan jang berarti ratjun bagi kita sendiri: "LEBIH BAIK KITA TENGGELAM TETAPI TETAP BERSATU DARI PADA HIDUP TETAPI TERPETJAH-BELAH". Selanjutnja, dengan berpangkal tolak dari kenjataan bahwa Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia adalah suatu Badan Gabungan jang federatief, maka B.K.P.R.I. mempersilahkan anggotanja masing-masing menentukan sikapnja sendiri-sendiri dan memperdjuangkannja itu dengan djalan jang sjah. "Tetapi", demikian ditegaskan seterusnja. "Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia<noinclude>{{rh|||195}}</noinclude> t1em33bs8nwaql6zfdz78m8blr31ybx Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/153 104 112908 321233 316952 2026-10-13T11:17:30Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321233 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>sering pula dengan menumpahkan darah jang tak sedikit. Pemuda buruh dengan bekordjasama jang erat dengan elemen-elemen buruh revolusioner dan pekerdja-pekerdja patriotik lainnja berhasil merebut djawatan-djawatan kereta-api dan alat-alat pengangkutan lainnja seperti motor-motor dan trem-trem listrik beserta lapangan terbang, dan mendjadikan "Milik Republik Indonesia". Dihampir semua kota-kota besar di Djawa, Sumatra, Bali dan di Sulawesi bentrokan-bentrokan bersendjata terdjadi antara rakjat serta pemuda-pemuda berbambu-runtjing dengan pasukan-pasukan tentara Djepang ataupun serdadu kempeitai. ::::::::::''Pembentukan aparat Pemerintah Negara'' ::::::::::''Republik Indonesia.'' Sehari sesudah pengumuman proklamasi berdirinja Negara Republik Indonesia, berbagai tindakan diambil untuk menjusun aparat Pemerintahan. Demikianlah pada tanggal 18–19 Agustus dalam sidang pertama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia disjahkannja Undang-undang Dasar dan dipilihnja Ir. Sukarno sebagai Presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil-Presiden jang menurut Undang-undang Dasar memegang kekuasaan pemerintahan. Peranan aktif jang diambil tokoh-tokoh pemuda di Djakarta, terutama didalam mengusahakan bentuk-bentuk pertahanan dan organisasi ketentaraan jang efektif, menundjukkan betapa besar kewaspadaan politik dan rasa tanggung-djawab pemuda terhadap penjelamatan dan penjempurnaan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Adalah terutama karena tokoh-tokoh pemuda di Panitia Persiapan Kemerdekaan, jang dalam suatu pertemuan dengan Bung Karno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Subardjo dan Sjahrir pada tanggal 19 Agustus, mendesak keras agar Peta dan Heiho segera dirubah dan direorganisasi mendjadi modal pertama tentara kebangsaan. Ditegaskan djuga oleh tokoh-tokoh pemuda itu, bahwa ketjenderungan „berunding” dapat membahajakan proklamasi, karena dengan membiarkan status Peta dan Heiho tergantung tak tertentu, maka dapatlah kedua bekas aparat penindasan pemerintahan fasis Djepang digunakan untuk menindas Proklamasi. Didorong oleh desakan tokoh-tokoh pemuda, maka Presiden Sukarno menandatangani dekrit pertama, dimana ditetapkan bahwa Peta dan Heiho didjadikan angkatan bersendjata R.I. Namun dapat disajangkan, bahwa pasukan-pasukan Peta dan Heiho jang seharusnja didjadikan modal pertama angkatan bersendjata R.I. sudah terlebih dahulu dilutjuti sendjatanja. Sikap bimbang dari para daidanjo jang dipengaruhi oleh kekuatiran bahwa Peta dan<noinclude>{{rh|||147}}</noinclude> ecc2c8fgnooj5zo9hvjlrorygqqeh4x Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/154 104 112911 321234 316953 2026-10-13T11:17:46Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321234 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Heiho jang bersendjata jang kemudian didjadikan bibit pertama Angkatan Perang Republik Indonesia dapat dianggap Sekutu sebagai "pasukan liar" mendjadi sebab pokok dari keputusan panitia ketjil Panitia Persiapan Kemerdekaan untuk membubarkan Peta dan Heiho. Panitia ketjil itu beranggotakan Otto Iskandardinata, Mr. Kasman Singodimedjo dan Abdulkadir jang diketuai oleh Abdulkadir. Keputusan tersebut, segera diikuti oleh perlutjutan umum terhadap pasukan-pasukan Peta diseluruh Djawa. Hanja dibeberapa tempat, seperti didaerah Purworedjo jang dipimpin oleh Sudirman (kemudian dipilih mendjadi Panglima Besar), karena sikapnja jang tegas dan kesiap-siagaannja dapat mempertahankan sendjata-sendjata dalam formasi jang lengkap, bebas dari perlutjutan Djepang. Tak mengherankan bahwa Badan Keamanan Rakjat (B.K.R.) jang dibentuk pada tanggal 22 Agustus, belum bersifat tentara akan tetapi baru merupakan organisasi massa jang bersendjatakan bambu runtjing dan golok ketjuali dibeberapa tempat jang dapat mempertahankan sendjata atau segera dapat melutjuti sendjata Djepang. Dengan pengorbanan-pengorbanan jang sangat besar dipihak rakjat dan pemuda, maka barisan-barisan bambu runtjing dan golok inilah jang kemudian tumbuh dan berkembang didalam pertemuan dan berdarah melawan Djepang, Belanda dan Inggris, dan berangsur-angsur menjerupai tentara jang bersendjatakan brengun, stengun, tomygun dan lain-lain sendjata modern. Atas usul tokoh-tokoh pemuda antara lain Sukarni, Wikana pada tanggal 29 Agustus dibentuk suatu Komite Nasional, jang disamping Presiden turut bertanggung-djawab didalam soal-soal pemerintahan. Seminggu sesudah pelantikan Komite Nasional Pusat, jaitu pada tanggal 5 September Kabinet Republik Indonesia pertama pada dibawa!! pimpinan Presiden Sukarno sendiri dibentuk, dan kemudian menjusul pembentukan pemerintahan didaerah-daerah. ::::::::::::::::''Perlawanan Sendjata.'' Ditengah-tengah suatu keadaan, dimana pemerintahan, dan dimana rakjat dan pemuda harus membela negara dan bangsanja tanpa sendjata, maka pada tanggal 8 September 1945 mendaratlah rombongan "Alied Mission" (Perutusan Sekutu) dibawah pimpinan Major A.G. Greenhalgh. Di Tandjung Priok telah tiba kapal perang Inggris "Cumberland" dengan rombongan pertama jang besar dari Sekutu dibawah pimpinan Laksamana Muda W.R. Patterson. Ikut serta berlindung pasukan-pasukan dibawah Inggris adalah Ch. O vander Plas, bekas Gubernur Hindia.<noinclude>{{rh|148}}</noinclude> kia43zp8ar8ibkqxj883qs9gif37cs2 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/202 104 112917 321249 312452 2026-10-13T11:22:36Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321249 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>sebagai Persatuan Organisasi Pemuda telah membulatkan pendiriannja jang tegas didalam rapat Presidium jang terachir, jaitu: "Diterima atau ditolak" "naskah rentjana ersetudjuan" oleh "Madjelis Permusjawaratan Rakjat" nanti, pemuda terus berdjuang Adalah memang kewadjiban tiap-tiap pemuda terus mempelopori dan membimbing rakjat kearah kesempurnaan dan kebahagiaan masjarakatnja, walaupun didalam keadaan jang bagaimana djuga. Pemuda tidak mesti meninggalkan gelanggang perdjuangannja dan membiarkan rakjat berdjuang sendiri. Pemuda tetap akan berdjuang bersama-sama dan untuk rakjat. Djadi, tegaslah, pemuda bersama-sama rakjat akan tunduk pada tiap putusan jang diambil oleh "Madjelis Permusjawaratan Rakjatnja", tetapi pendiriannja telah pasti: "Dengan atau zonder "NASKAH", revolusi berdjalan terus dan PEMUDA tetap berdjuang". Sikap B.K.P.R.I. untuk menghindarkan menentukan pendirian jang tegas terhadap masalah-masalah politik jang begitu menentukan bagi negara dan rakjat, demi mendjaga persatuan pemuda, tak lain adalah tjermin dari keraguan, kebimbangan dan dualisme politik pimpinan Revolusi dan Negara. Menghindarkan dipersoalkannja oleh pemuda masalah² politik jang penting dan menentukan bagi negara dan bangsa, ternjata tidak dapat mentjegah dan menghentikan proses keretakan jang sedang berlangsung diseluruh kehidupan negara termasuk gerakan pemuda. Karena, dengan menghindarkan dipersoalkannja masalah-masalah seperti perundingan Indonesia-Belanda dan Naskah Persetudjuan Linggardjati, maka tetap dibiarkan berkembang biak benih-benih keraguan, kebimbangan dan dualisme jang meratjuni dan amat melemahkan tubuh negara R.I. ::::::::: ''"Pindjaman Nasional" — "Pembagian <br> Pakaian Suluh Pendidikan" — "Tugu <br> Peringatan Pahlawan.'' Karena Pindjaman Nasional sudah mendekati penutupannja, maka pada bulan Djuni 1946 pemuda-pemuda membentuk "pasukannja" guna mengerahkan tenaga pembelian Pindjaman Nasional. Pasukan-pasukan pemuda tersebut bekerdja bersama dengan pamong-pradja serta Bank Rakjat dan berkeliling mengedarkan obligasi-obligasi. Bertepatan dengan 1 tahun berdirinja negara Republik Indonesia, pemuda giat mengumpulkan pakaian selama satu bulan (mulai tanggal 25 Djuli 1946) untuk dibagikan kepada pradjurit-pradjurit jang telah<noinclude>{{rh|196}}</noinclude> 0vxd3mg533du29cwle7f89jip47077f Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/203 104 112919 321250 312456 2026-10-13T11:22:49Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321250 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>gugur dan begitu djuga kepada fakir miskin dan anak-anak jang terlantar. Dalam usaha untuk mengatasi kekurangan sekolah-sekolah landjutan Badan Kongres Pemuda mengerahkan pembentukan bagian "Suluh Pendidikan dalam D.P.P. daerah dengan bantuan Ikatan Peladjar Indonesia dan Angkatan Muda Guru. Sebagai penghargaan atas djasa-djasa ribuan pahlawan pemuda jang semendjak Proklamasi Kemerdekaan dan petjahnja revolusi dinegeri kita gugur sebagai bunga bangsa, maka pada tanggal 27 Agustus 1946, Badan Pekerdja B.K.P.R.I. meminta kepada segenap D:P:P: daerah untuk inengusahakan berdirinja "Tugu Peringatan Bunga Bangsa" ditempatnja masing-masing, dengan bekerdja sama dengan pemerintah-pemerintah daerah (djawatan sosial). :::::::::''"Padi untuk India" — "Pakaian dari India"'' Semangat solidaritas internasional jang hidup dikalangan pemuda berkenaan dengan bahaja kelaparan jang menimpa rakjat India, telah menggerakkan pemuda Indonesia untuk dengan aktif membantu Pemerintah dalam usaha pengerahan padi untuk India. Mereka bekerdja sama erat dengan pamong-pradja didaerah dan aktif membantu panitia pengerahan padi dikaresidenan, kabupaten dst.-nja. Dimana belum ada panitia, disitu pemuda dengan petundjuk serta persetudjuan pamongpradja, membentuknja. Bukan itu sadja, mereka mengawasi serta mendjaga djangan sampai terdjadi sabotase dalam usaha tersebut. Kegiatan solidaritas internasional ini telah memberikan pula ilham kepada seniman-seniman muda Indonesia sehingga lahirlah sebuah lagu "Padi untuk India" jang ditjiptakan oleh A. Alie, anggota staf Badan Pekerdja B.K.P.R.I. bagian Penerangan. {{C|"PADI UNTUK INDIA"}} ::Padi untuk India, djandji dari Pemerintah Indonesia ::Padi untuk India, kita Rakjat wadjib turut berusaha ::Padi untuk India, ajo ! kerahkan tenaga kita ::Memenuhi djandiji Negara, Padi untuk Saudara India ::Padi untuk India, tolong-menolong kewadjiban manusia ::Padi untuk India, dengan dasar peri-kemanusiaan kita ::Padi untuk India, berkat usaha rakjat semua ::Sekarang telah tersedia, padi untuk Saudara India. Kalau dalam pekerdjaan pengerahan padi untuk India, pemuda ikut serta membantu setjara aktif dan tulus ichlas, maka sudah selajaknja<noinclude>{{rh|||197}}</noinclude> gnjf8xz4jksbixvgery5q2amv4m3wsr Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/204 104 112921 321251 312462 2026-10-13T11:23:12Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321251 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>kalau dalam pembagian bahan pakaian kepada rakjat (bahan pakaian sebagai penukarannja pada padi Indonesia) pemuda ingin membantu pula, supaja segala sesuatunja berdjalan dengan baik dan adil. Berhubungan dengan itu maka diserukan oleh Badan Pekerdja kepada segenap D.P.D. untuk mengawasi tjara pembagian bahan pakaian India itu jang akan dilakukan oleh "Panitia pengerahan padi" dari pemerintah melalui pemerintah daerah. :: ''Konperensi pemuda berbagai bangsa dan golongan.'' Untuk menggalang satu Front Pemuda dari berbagai bangsa. dan golongan ditanah air kita ini, maka Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia telah melangsungkan "Konferensi Pemuda berbagai bangsa dan golongan" di Jogjakarta dengan mendapat perhatian besar sekali dari segenap wakil-wakil pemuda berbagai bangsa dan golongan Indonesia sini, serta pula dihadiri oleh Presiden, Panglima Besar dan lain-lain pembesar sipil serta militer. Pemuda Indonesia berpendirian bahwa berdasarkan tanggung djawab jang besar jang terletak pada pemuda terhadap masjarakat Indonesia dikemudian hari, maka adalah kewadjiban besar untuk menjelidiki setjara mendalam dan memetjahkan persoalan-persoalan sekitar hubungan antara bangsa-bangsa dan golongan-golongan itu. "Soal perhubungan dalam negara Republik Indonesia dapat dipetjahkan dengan adanja keinginan dari semua golongan untuk hidup bersama atas dasar persamaan hak dan kewadjiban", demikian bunji pendirian B.K.P.R.I. Untuk menjelidiki dan memadjukan perhubungan antara bangsa-bangsa dan golongan-golongan itu, Konperensi Pemuda pelbagai Bangsa dan Golongan memutuskar untuk mendirikan suatu badan kontak di mana duduk wakil-wakil Tionghoa, India, Filipina, Malaja, warga-negara golongan Arab warga-negara peranakan Belanda, dan Indonesia. Badan kontak itu diberi nama „Ikatan Pemuda Pelbagai Bangsa dan Golongan". ::''Membantu pengiriman O. R. I.'' Untuk memudahkan dan mendjamin pengirimannja uang Republik Indonesia (O.R.I.) jang dengan resmi diedarkan pada tanggal 31 Oktober 1 November 1946 diseluruh Djawa dan Madura. Menteri Ke-<noinclude>{{rh|198}}</noinclude> nevexq7d3ahzzw398rw33edig2fo2b1 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/160 104 112927 321230 316960 2026-10-13T11:16:48Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321230 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>ibu pertiwi ini makin membadjakan tekad pemuda ” Merdeka atau Mati”. Baru pada tanggal 20 Oktober setelah pendaratan pasukan<sup><small>2</small></sup> Inggris. pertempuran<sup><small>2</small></sup> dengan pihak Djepang mendjadi reda, Pada tanggal 28 Oktober 1945 oleh rakjat Semarang diletakkan batu pertama untuk Tagu Pemuda ditengah-tengah simpang tiga alun-alun Semarang, sebagai Peringatan tethadap kepablawanan pemuda jang telah gugur. Tetapi tak Tama Kemudian, pertempuran-pertempuran berkobar kembali, kali ini dengan pasukan-pasukan Inggris dan Belanda, Tidak sadja di Semarang, tetapi djuga di Ambarawa dan Magelang dan scpandjang djalan jang menghubungi Kota-kota ini, Disinipun kedatangan Bong Karno sadja, pada tanggal 1 dan 2 Nopember, jane dapat meredakan pertempuran-pertempuran dan menghasilkan gentjatan sendjata, Di Jogjakarta, sciclah mendengarkan Proklamasi, pemuda-pemuda bersama masssa rakjat jang luas bangkit untuk merebut kekuasaan dari tangan Djepang dengan bersendjatakan golok dan bambu-runtjing. Perundingan-perundingan dengan tentara Djepang dilakukan agar mereka menjerahkan sendjatanja, Kepihak pemuda. Gelagat Djepang tidak menjerahkan sendjatanja, dan karena itu pemuda-pemuda dengan seia sekata bertekad melutjuti sendjata Djepang dan djika perlu, dengan kekerasan. Pada tanggal 16 Oktober 1945 malam pemuda disemua kampung “bersiap” dan berkumpul mengepung pusat tentara Djepang di kota Baru. Djam 4 pagi, karena Djepang menolak ultimatum pemuda, maka pusat tentara Djepang itu terpaksa diserbu dengan kekerasan. Mitralijur Djepang diarahkan kepihak rakjat dan puluhan pemuda jang djatuh mendjadi korban, Namun demikian, mereka sedikitpun tak gentar menghadapinja. Barisan pemuda dan rakjat makin memperkuat kepungannja dan achirnja pada esok harinja, tanggal 17 Oktober 1945 djam 10.30 tentera Djepang jang garang dan biadab itu terpaksa bertekuk lutut didepan rakjat pemuda Indonesia dan bendera putih dikibarkan diatas pusat itu Djepang dilucjuti dan ditawan. Di Solo, setelah mendengar bahwa pemuda di Jogjakarta telab berhasit melutjuti sendjata Djepang, maka pada malam tanggal 10 Oktober 1945 pemuda mengirimkan delegasinja untuk meminta agar tentara Djepang menjerahkan sendjatanja kepihak pemuda. Pemuda tak sabar menunggu hasil perundingan jang gelagatnja akan ditolak Djepang. Pemuda-pemuda mengepung Markas Kempeitai, dan pada pagi harinja Kempeitai menjerah kala, Di Palembang, setelah Proklamasi terdengar maka pemuda-pernude segera mengorganisasi diri dalam berbagai organisasi, Dan dengan demikian maka terwudjudlah sesuatu Kekuatan jang dapat mendukung dan<noinclude>{{rh|154}}</noinclude> hlge54957zo2mto2zo7hk8sxoxae7xa Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/274 104 112928 321103 312468 2026-10-12T12:43:36Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321103 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>pemilihan umum, menjiapkan segala matjam tindakan jang nekad, jaitu mendirikan dewan-dewan partikelir diberbagai daerah diluar Djawa, dimana mereka merasa mendapatkan dukungan suara jang banjak, seperti Dewan Banteng di Sumatra Barat, Dewan Gadjah di Sumatra Utara, Dewan Garuda di Sumatra Selatan, Permesta di Sulawesi dan sebangsanja. Tindakan mereka ini sudah direntjanakan sedjak djauh hari, jaitu dari sedjak apa jang mereka namakan reuni ex-divisi Banteng pada bulan November 1956 di Padang, Sumatra Barat. Tindakan ini adalah suatu langkah jang djelas bahwa mereka akan mendirikan apa jang dinamakan pemerintah tandingan setelah usaha untuk menggulingkan pemerintah pusat itu mereka lakukan dengan berbagai matjam djalan. Mereka melakukan kegiatan aksi-aksi „anti korupsi”, untuk menutup korupsi jang mereka lakukan sendiri „anti birokrasi” untuk menutupi segala matjam birokrasi jang mereka tjiptakan sendiri. Dalam usahanja untuk menumbangkan pemerintah pusat, mereka menggunakan elemen-elemen reaksioner dalam militer untuk mentjapai tudjuannja. Mereka mengorganisasi ''kup'' dan pembunuhan-pembunuhan seperti 16 Oktober 1956, dimana mereka menggunakan resimen pertempuran angkatan darat (RPKAD) untuk menangkap pemimpin-pemimpin pemerintah Republik Indonesia. Pada tanggal 13 Agustus elemen-elemen reaksioner dalam militer menahan Ruslan Abdulgani jang pada waktu itu sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia hendak berangkat ke PBB, untuk mengadjukan masalah Irian Barat kedalam sidang umum PBB dimana sikap-sikap kaum imperialis akan ditelandjangi karenanja. Perbuatan nekad ini kemudian disusul dengan tindakan jang lebih nekad, jaitu pada tanggal 16 Nopember 1956 Simbolon meng-''kup'' kekuasaan di Sumatra Utara. Tindakan ini disusul lebih nekad lagi jaitu pada tanggal 20 Desember 1956 Achmad Husein setjara tidak sah mengoper kekuasaan Gupernur Ruslan Muljohardjo di Bukittinggi dan kemudian pada tanggal 22 Desember 1956 disusul dengan pernjataan Simbolon dengan melalui radio Medan bahwa dirinja melepaskan dari pusat untuk sementara (maksudnja sampai Hatta diserahi membentuk kabinet), tidak mengakui kabinet Ali-Idham dan mengambil oper kekuasaan diwilajah TT I. Tindakan Simbolon ini digagalkan oleh putusan pemerintah pusat jang memerintahkan pada overste Djamin Ginting atau Wahab Makmur mengoper kekuasaan dari tangan kaum separatis, pada tanggal 22 Desember 1956 itu djuga. Tugas ini dilaksanakan dengan baik dan „keradjaan” Simbolon dapat ditumbangkan hari itu. Peristiwa ini terkenal dengan nama edjekan „keradjaan sehari” Simbolon, di Sumatera Utara. Dalam melakukan kegiatan separatis ini kaum reaksioner djuga<noinclude>{{rh|268}}</noinclude> gramxmy4isbnt00u7uce53788zrkn3k Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/273 104 112932 321102 312476 2026-10-12T12:43:19Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321102 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Rubady Kepala Inspeksi Pendidikan Djasmani Djakarta Raja, mengantarkan pemuda dan kesehatan kedjasmanian ; Geno Soesanto Kepala Bagian Pemuda Pendidikan Masjarakat di Djakarta Raja mengantarkan masalah pengalaman hidup dan kehidupan pemuda ibukota. Sesuai dengan sifatnja maka dalam seminar ini djuga diadakan kegiatan olah raga dalam bentuk pertandingan-pertandingan olah raga jang ringan jang djuga memudahkan pemuda dari berbagai organisasi bertemu dan berhubungan satu sama lain. Dengan demikian maka seminar ini mempunjai arti penting dalam mendorong dan mempertjepat usaha untuk mempererat dan memperkuat kerdjasama pemuda, organisasi pemuda umumnja, chususnja diibukota jang mempunjai peranan penting dalam proses perdjuangan. {{C|{{larger|MENUMPAS PEMBERONTAKAN <br>PRRI/PERMESTA}}}} Kaum reaksioner di Indonesia sudah sedjak hari permulaan revolusi Agustus 1945 melakukan peranan jang negatif baik dalam persiapan, maupun setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia diumumkan. Dalam melakukan kegiatan membela kepentingan kaum monopoli pada permulaannja mereka masih menggunakan kata-kata jang seolah-olah menggambarkan bahwa mereka membela kepentingan rakjat, membela Revolusi, tanah air, kemerdekaan dll. Tetapi dalam perkembangan sedjarah rupa sebenarnja dari mereka makin nampak, makin tidak disukai dan makin terisolasi dari massa rakjat. Djuga makin hari makin sulit bagi mereka untuk tetap menjembunjikan dalam kata-kata jang nampaknja bagus itu. Praktek revolusi jang njata mengudji kebenaran dari semua djandji, kata-kata dan teori-teori mereka. Pemilihan umum untuk D.P.R. dan Konstituante jang berlangsung pada achir tahun 1955 memberikan keputusan permulaan dan bukti bahwa rakjat jang luas tidak mengikuti atau mempertjajai mereka. Dalam menghadapi pemilihan umum ini, pada permulaannja mereka mempunjai harapan akan keluar dari pemilihan dengan dukungan suara jang memungkinkan mereka untuk memasuki kabinet dan pemimpinnja. Tetapi harapan ini kemudian mendjadi pudar dan bahkan lenjap, karena suara jang mereka harapkan tidak tertjapai, walaupun seluruh suara dari golongan mereka disatukan. Karena menghadapi djalan buntu jang demikian itu mereka dengan kenekadan orang jang putus harapan kaum reaksioner melakukan kegiatan untuk mengrongrong dan merusak hasil<noinclude>{{rh|||267}}</noinclude> hatq9t0mmyxwmpbzilu30nmu3a45e3l Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/272 104 112937 321101 312481 2026-10-12T12:43:02Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321101 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>ialah : 1). Pemuda Republik Indonesia, pemegang hari depan rakjat kita, bersifat ksatria-tolerensi-musjawarah, setia kawan dan bertanggung djawab. 2). Kami Pemuda Republik Indonesia, setia dan taat pada sumpah pemuda 28 Oktober 1928. 3). Kami Pemuda Republik Indonesia tetap meneruskan tjita-tjitanja proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. 4). Kami Pemuda Republik adalah pelopor persatuan Bangsa Indonesia. 5). Kami Pemuda Republik Indonesia mendjundjung tinggi agama, dan kejakinan masing-masing serta sedia berkorban untuk keluhuran Negara dan Bangsa Indonesia. Sumpah ”Pantja Prasetia Pemuda Indonesia” ini menundjukkan kebulatan tekad pemuda dalam mempertahankan Republik Indonesia 1945, suatu Republik jang didirikan dimana pemuda telah membajar dengan banjak korban, jang hendak dihantjurkan oleh kaum separatis. Sumpah setia terhadap Republik Proklamasi 1945 djuga sekali lagi diikrarkan oleh Presiden Sukarno, berkenaan dengan peringatan berdirinja Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1957 djam 24.00 tepat. Dibawah naungan peristiwa-peristiwa sumpah setia ini, atas inisiatif berbagai organisasi pemuda dari berbagai golongan, seperti peladjar, mahasiswa, Veteran, dan lain-lain, jang djuga mendapatkan bantuan dari badan pemerintahan seperti Badan Kerdja Sama Pemuda Militer Daerah Djakarta Raja, Djawatan Penerangan Kotapradja Djakarta Raja, Kementerian Petera, Kementerian PPK, Kementerian Penerangan, Inspeksi Pendidikan Masjarakat daerah Djakarta Raja, dan dari berbagai organisasi lainnja, pada tanggal 1 sampai 10 Desember 1957 diadakan seminar pemuda Djakarta. Seminar pemuda Djakarta Raja ini didukung oleh 26 organisasi pemuda, jang antara lain seperti, Pemuda Muhamadiah, T.H.H.S.H., Ikatan Pemuda Maluku daerah Djakarta Raja, Persatuan Pemuda Sekolah Guru, Persatuan Peladjar Demobilisan dan lain-lain. Seminar diikuti oleh wakil organisasi bertingkat daerah Djakarta Raja, wakil organisasi lokal Djakarta, wakil Badan Pemerintah, perseorangan jang dianggap oleh para pengambil inisiatif mempunjai keahlian dan pengalaman dalam soal kepemudaan. Dalam seminar ini dibahas soal-soal pengadjaran, pendidikan, kebudajaan, kerochanian, kedjasmanian, kesehatan, kemasjarakatan jang masing² diantar oleh Prof. Dr. Bahder Djohan, Presiden Universitas Indonesia, Mr Supardo, Sekretaris Djendral Kementerian Pengerahan Tenaga Rakjat (Petera), Moh. Said tokoh pendidikan Taman Siswa, Sujono Atmo Anggota Dewan Nasional wakil dari golongan pemuda, Prof. Ir. Roseno Anggota Persatuan Insinjur Seluruh Indonesia, kedua orang belakangan ini masing-masing mengantarkan masalah pemuda dan kemasjarakatan, pemuda dan technik,<noinclude>{{rh|266}}</noinclude> qt9zsqzekj67rantsat9brs89wccwcy Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/156 104 112948 321236 312494 2026-10-13T11:18:24Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321236 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>''Perlawanan Rakjat di Surabaja terhadap intervensi „Sekutu”.'' {{Missing image}} jang terkenal dengan insiden bendera di Hotel Yamamoto. Pada hari itu seorang bekas tawanan perang, kapten Belanda Ploegman, menurunkan bendera Merah Putih diatas Hotel Yamamoto di Djalan Tundjungan dan menggantinja dengan bendera Belanda Merah-Putih-Biru. Peristiwa ini menimbulkan kemarahan jang sangat besar dipihak rakjat dan pemuda Indonesia, bendera Belanda diturunkan, kain birunja disobek dan dibuang : sisa Merah Putih dikibarkan kembali diudara. Pengatjau Belanda Ploegman mati di udjung bambu runtjing. Pada tanggal 23 September perutusan ”Sekutu” datang pula di Surabaja dengan membawa tugas dari Laksamana Muda Patterson. Tetapi ternjata jang datang itu adalah orang-orang Belanda jang menjaru sebagai<noinclude>{{rh|150}}</noinclude> 4bsa5qqaufnwu74sv78ii031bsa1ce4 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/271 104 112952 321100 315851 2026-10-12T12:42:44Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321100 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>peredaran djaman. Udjian ini menundjukkan bahwa watak revolusioner pemuda watak mentjari pembaruan selalu, watak berani dan bertanggung djawab, masih tetap dan terus menjala dalam dada pemuda. Pemuda² dengan penuh antusias menjambut dan mendukung Konsepsi karena mereka merasakan bahwa ini adalah suatu ide jang madju, jang sesuai dengan tuntutan keadaan. Sementara aksi untuk mendukung Konsepsi Presiden terus berdjalan, dan gema Pekan Pemuda di Surabaja masih terasa hangat, pemuda di Djakarta djuga meneruskan usahanja mentjari djalan memperkuat dengan adanja berbagai reaksi kaum separatis jang makin hari makin terasa mengamuknja untuk menimbulkan perpetjahan Nasional dengan mulai membentuk Dewan-dewan partikelir. Dalam usaha untuk memetjah belah dan menumbangkan kekuasaan Negara Republik Indonesia, mereka melakukan pertjobaan pembunuhan Presiden Republik Indonesia Ir. Dr. Sukarno dan melakukan penggranatan terhadap gedung Dewan Nasional SOBSI di Gang Tengah Djakarta, digedung Comite Central PKI di Kramat Raya 81, dirumahnja Sukendro. Djuga aksi untuk menuntut agar Irian Barat dikembalikan kepangkuan Republik Indonesia berdjalan santer dan hangat. Keadaan ini semua makin mendorong pemuda Indonesia mentjari djalan lebih mempersatukan diri dalam bentuk kerdjasama satu sama lain. Sementara keadaan ini berdjalan, terbentuklah badan kerdjasama pemuda, peladjar dan mahasiswa anti subversif asing dan kemudian dalam proses perdjalanan perdjuangan dibentuklah Badan Kerdjasama Pemuda Militer atas instruksi Kepala Staf Angkatan Darat tanggal 5 Djuli 1957. Terbentuknja BKSPM ini dalam arti tertentu mendorong memperbaiki kerdjasama antara Pemerintah dengan pemuda. Djuga dalam proses perdjuangan ini oleh pemerintah telah dibentuk Dewan Pertimbangan Pemuda jang terdiri dari 70 organisasi pemuda, peladjar dan mahasiswa. Peresmian Dewan Pertimbangan Pemuda ini dilakukan dengan pelantikan di Istana Negara pada tanggal 26 Djuli 1962. Dalam menghadapi kegiatan-kegiatan kaum separatis jang hendak memetjah belah Republik Indonesia, Pemuda Indonesia sekali lagi menjatakan tekadnja dengan mengikrarkan sumpah ”Pantja Prasetia Pemuda Indonesia”. Sumpah ini ditandatangani oleh 60 orang dari anggota² Dewan Pertimbangan Pemuda dan staf pelaksana dari BKSPM setjara chidmat pada tanggal 16 Agustus 1962, digedung jang bersedjarah Pegangsaan Timur 56 (kini telah dibongkar dan didirikan gedung Pola Pembangunan) dalam ruangan dimana dulu djuga ditandatangani naskah proklamasi kemerdekaan 1945. Isi sumpah Pantja Presetia itu<noinclude>{{rh|||265}}</noinclude> q8llr7d70vcwt3ojtxp172jok5i9x7l Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/270 104 112955 321099 312508 2026-10-12T12:42:28Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321099 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|siden|Presiden}} segera memberikan reaksinja, jang pada pokoknja sebagian besar menjokong sedangkan sebagian ketjil jang menentangnja dan ada sebagian lain jang ragu² pada permulaannja, tetapi dalam proses perkembangan selandjutnja ikut djuga menjokongnja. Sokongan pemuda ini dapat kita lihat dari berbagai pernjataan jang diberikan oleh berbagai organisasi pemuda jang ada di Indonesia seperti : Dewan Pimpinan Pemuda Demokrat dalam siarannja pada bulan Februari 1957, menjerukan kepada seluruh anggotanja untuk mendukung serta ikut aktif dalam usaha-usaha bersama untuk mendukung Konsepsi Presiden ; Dewan Pimpinan Pusat Tentara Geni Peladjar Brigade XVII dalam suatu pernjataannja mendukung Konsepsi Presiden, dan mengandjurkan agar pemuda ikut mendjaga keamanan kearah terlaksananja Konsepsi ; Rapat Umum Merah Putih jang diselenggarakan oleh Panitia Anti Gerakan Subversif Semarang jang dilangsungkan dialun-alun Semarang pada tanggal 26 Februari 1957 djuga menjatakan dukungannja terhadap Konsepsi Presiden Ikatan Peladjar dan Mahasiswa Indonesia Merdeka dalam perjataannja djuga mendukung Konsepsi Bung Karno, karena konsepsi itu sesuai dengan watak bangsa Indonesia ; Gerakan Mahasiswa Progresif dalam rapat plenonja tanggal 27 Februari 1957 jang chusus diadakan untuk membitjarakan Konsepsi Presiden, mengambil keputusan untuk mendukung Konsepsi itu, serta bersedia melaksanakannja dengan segala akibat-akibatnja ; djuga Pimpinan Pusat Pemuda Rakjat menjatakan mendukung konsepsi. Disamping dukungan dari organisasi pemuda, Konsepsi itu djuga mendapat dukungan luas dari berbagai organisasi massa maupun perseorangan. Untuk memperkuat dukungan terhadap Konsepsi Presiden ini, oleh berbagai organisasi pemuda jang telah menjatakan dukungannja dibentuk suatu organisasi, jang terdiri dari IPPI, TRIP, Korp Ex. TGP, Pemuda Rakjat, Pemuda Demokrat dll. jang diberi nama Panitia Pendukung Konsepsi Presiden. Panitia ini melakukan kegiatan jang besar dalam mendukung Konsepsi itu, serta mengadakan rapat umum di berhagai tempat dan daerah, seperti di Surabaja, Semarang, Jogjakarta, Djakarta dan ditempat-tempat lain. Aksi mentjoreti tembok djuga dilakukan jang isinja mendukung dan mendorong dilaksanakan Konsepsi Presiden. Di Djakarta pemuda dengan kegairahan muda bekerdja siang malam, hilir mudik kesana kemari, sibuk menghubungi berbagai tokoh politik, gerakan massa dan tokoh gerakan nasional lainnja untuk meminta pendapatnja, mendorong mereka untuk menjetudjui Konsepsi Presiden, membuat siaran dan lain-lain. Dalam peristiwa ini pemuda-pemuda Indonesia sekali lagi diudji apakah watak aslinja tidak luntur karena<noinclude>{{rh|264}}</noinclude> q3c8p9frxj68ef1funppg4unggp97ti Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/269 104 112963 321098 312515 2026-10-12T12:42:14Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321098 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>terkena hasutan mereka dan mulai gojah pendiriannja. Ini semua adalah tantangan djaman, tantangan terhadap demokrasi, terhadap rakjat jang telah memberikan suaranja, jang membeajai pemilihan umum itu sendiri dan jang sekaligus mendjadi penjelenggaranja. Dimana-mana rakjat, pemuda Indonesia aktif menjatakan pendapatnja bahwa mereka mempertahankan hasil pemilihan umum dan menuntut tindakan jang lebih madju dari kabinet Ali-Idham. Dalam proses perdjuangan untuk membela hasil pemilihan umum serta dilaksanakan politik jang progresif dari serangan dan usaha merongrong oleh kaum reaksioner inilah, Presiden Sukarno memberikan djawaban jang menjatakan pendirian demokratis, djawaban jang terkenal dengan nama Konsepsi Presiden. Konsepsi Presiden ini dinjatakan dalam bentuk pidato beliau sendiri pada tanggal 21 Februari 1957, Kamis malam djam 20.05, diistana negara, dihadapan kurang lebih 1000 orang, jaitu pemimpin-pemimpin partai, pemuka-pemuka rakjat anggota Dewan Menteri, pembesar sipil dan militer. Dalam pidato ini Presiden Sukarno menjatakan ”bahwa demokrasi Barat tidak sesuai dengan djiwa bangsa Indonesia, jang mendjadi sebab dari pada kesulitan-kesulitan karena djatuh-bangunnja kabinet selama ini, selama sebelas tahun merdeka. Sistim ketata-negaraan Indonesia jang didasarkan prinsip demokrasi Barat itu senantiasa menimbulkan dua kesulitan pada tiap-tiap pemerintahan jang dibentuk, jaitu kurangnja kewibawaan dan santernja oposisi, sehingga tak ada kabinet jang tahan lama”. Berdasarkan pikiran ini, Presiden Sukamo berpendapat ”sistim ketata-negaraan ini harus dirombak dan diganti dengan jang tjotjok dengan djiwa bangsa Indonesia, dengan menjusun suatu bentuk ketatanegaraan dimana alle leden van de familie aan de tafel zitten ― aan de eettafel en aan de werktafel”. Untuk merealisasi gagasan ini Presiden Sukarno mengadjukan konsep perlunja suatu ''KABINET GOTONG ROJONG'' dan kabinet ini menurut beliau harus didampingi oleh suatu dewan jang memberikan nasehat kepada kabinet ini baik diminta atau tidak. Dewan ini dinamakan DEWAN NASIONAL. Konsepsi Presiden jang dinjatakan dalam suatu pidato jang kurang lebih satu djam lamanja ini disiarkan melalui Radio Republik Indonesia, keseluruh pelosok tanah air, dan dengan demikian dapat didengar dan diikuti oleh seluruh rakjat Indonesia jang dapat menangkapnja siaran itu. Karenanja konsepsi ini segera mendapatkan reaksi dari kalangan rakjat jang luas, termasuk pemudanja. Pemuda Indonesia jang djuga ikut merasa kepahitan dari sistim jang lama jang tidak tjotjok dengan keadaan Indonesia. jang ikut djuga giat untuk mentjari djalan pemetjahan sesuai dengan keadaan Indonesia, setelah mendengarkan Konsepsi {{hws|Pre|Presiden}}<noinclude>{{rh|||263}}</noinclude> pfigigkm3uub7b0uusp16s86j01j3ry Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/132 104 112966 321175 312518 2026-10-12T13:35:49Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321175 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{Smaller|''Suprijadi salah seorang jg memimpin Pemberontakan.''}} {{Missing image}} {{c|{{Smaller|''Mereka jang berontak „diadili”''}}}} Trenggalek, Jogjakarta dan Malang. Mereka merentjanakan pada bulan Djanuari 1945 akan diadakan latihan bersama antara daidan Blitar dengan 10 daidan lainnja. Dalam pada itu agaknja pihak Djepang telah mulai membau rentjana-rentjana ini. Daidan Blitar pada tanggal 19 Djanuari 1945 dikirim ke Tuban dengan tugas membantu daidan disana membuat benteng dipantai utara. Dalam pemberangkatan ini peluru-peluru tidak dibawakan dan baru dikereta api peluru-peluru itu dibagikan. Tidak lama kemudian mereka disuruh kembali ke Blitar lagi dengan alasan pekerdjaan telah selesai. Sekembali mereka di Blitar, mereka mengadakan rapat jang ke 4 kalinja, dimana Suprijadi mendjelaskan bahwa pihak Kempetai telah mentjium rahasia ini. Pada tanggal 9 Pebruari 1945 Suprijadi meninggalkan asrama dan dalam waktu 5 hari kemudian, jaitu pada tanggal 13 Pebruari 1945 kembali ke asrama dan mengadakan perundingan diruangan perwira djaga minggu dengan sjodantjo-sjodantjo Muradi, Suparjono, dan Budantjo Sunanto. Perundingan ini mengambil keputusan untuk mulai mengadjar Djepang. Dalam gerakan ini untuk pertama kalinja ikut 3 barisan dan selandjutnja akan dihubungi daidan-daidan jang lain. Setelah itu mereka kembali ketempat tidurnja masing-masing {{hws|de|dengan}}<noinclude>{{rh|126}}</noinclude> m6ozjr8gyh545oydy50nypq0wzbj51a Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/116 104 112969 321132 312523 2026-10-12T13:22:57Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321132 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{Missing image}} {{c|{{Smaller|''Peta sedang dilatih''}}}} segala tjara mempropagandakannja. Dengan demikian maka dilihat dari sudut strategi, Djepang masih merasa belum tjukup tersedianja tenaga jang langsung dapat dipergunakan untuk melakukan peperangan jang bertahan lama dalam perang pertahanannja. Hal ini makin dapat dirasakan, setelah memasuki tahun 1943. Dalam tahun ini strategi ofensip tentara fasis Djepang sudah mulai matjet, ”kemadjuan” serangannja sudah terhenti dan sudah merubah mendjadi kedudukan bertahan bahkan serangan-balas dari Sekutu sudah makin terasa. Dengan demikian, maka pemerintah pendudukan Djepang berusaha untuk mengintensifkan pengerahan tenaga pertahanan semaksimal mungkin dan dengan berbagai matjam djalan. Organisasi militer dan semi militer jang telah ditjiptakan masih dirasakan kurang tjukup untuk melakukan pertahanan ”total” jang direntjanakannja. Dalam keadaan jang demikian ini Djepang menerima usul Gatot Mangkuprodjo dan bupati-bupati jang minta ”agar pemuda Indonesia diberi kesempatan membela tanah airnja”. Pada tanggal 3 September 1943 , pemerintah pendudukan militer Djepang mengeluarkan undang-undang untuk membentuk ”Pasukan Sukarela Tentara Pembela Tanah Air”, jang dalam bahasa Djepangnja dinamakan ”Kyodo Boui Guyu Gun”, atau bahasa Indonesianja disingkat PETA. Dasar politik Djepang terhadap PETA ini dapat dilihat djuga dalam bunji pasal-pasal pendahuluan undang-undang itu sbb. : 1. Mengingat semangat jang berkobar-kobar serta djuga memenuhi keinginan jang<noinclude>{{rh|110}}</noinclude> rjvhq7yadfrq2updhxrtzbknn149tzg Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/268 104 112970 321097 315853 2026-10-12T12:41:57Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321097 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Berbagai organisasi pemuda memberikan pernjataan terhadap usaha kaum reaksioner, pernjataan jang isinja mendukung kabinet Ali-Idham dan mengutuk usaha kaum reaksi itu. Hal ini dapat dilihat antara lain alam pernjataan Pimpinan Pusat Pemuda Rakjat jang diumumkan pada tanggal 17 Djanuari 1957 jang dinjatakan "mendukung setiap djalan jang ditempuh untuk meneruskan dan diperkuatnja kabinet Ali-Idham tanpa Masjumi dan PSI. Dalam pernjataan itu djuga dikemukakan adjakan kepada rakjat umumnja berdjuang untuk mendorong pemerintah guna : 1). Melaksanakan programnja jang telah disetudjui oleh Parlemen Setjara bulat dengan mengadakan tindakan-tindakan tegas terhadap anasir² sabot dan korup disemua alat pemerintahan jang menghalangi terlaksananja program tersebut, dan bertindak tegas terhadap aktivitas subversif asing anti Republik. 2). Melaksanakan pembatalan KMB setjara sungguh² terutama dilapangan ekonomi dan keuangan dan melaksanakan pendemokrasian pemerintah disemua tingkatan untuk mengembangkan kekuatan rakjat. 3). Memperkokoh solidaritas anti kolonialisme dan kerdjasama dengan negara Asia Afrika untuk memenangkan klaim nasional kita atas Irian Barat di PBB, serta kerdjasama negara atas dasar saling menguntungkan guna memelihara perdamaian dunia. Djuga diberbagai tempat diadakan rapat jang mengambil resolusi untuk menjokong kabinet Ali- Idham, seraja mengadjukan saran dan tuntutannja. Dalam rapat jang diselenggarakan oleh Panitia Koordinator Persatuan Pemuda Salatiga — Djawa Tengah, jang terdiri dari 10 organisasi pemuda setempat jaitu Persatuan Peladjar Demobilisan, Permusjawaratan Pemuda Indonesia. Ikatan Warga CTN, Pemuda Rakjat, Perbepsi, Gerwani, ITVI, PPTS, IPPI, Persatuan Demobilisan Peladjar, jang dihadiri lebih kurang 7.000 orang menuntut agar pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap kaum separatis, tidak menjetudjui pelanggaran demokrasi. menuntut segera disitanja perusahaan² Belanda, dan segera diambil tindakan terhadap anasir subversif asing. Djuga terhadap usaha separatis, jang hendak memisahkan diri dari RI seperti halnja dengan dinjatakan dalam kedjadian dikalangan tentara di Sumatra Utara tetapi jang telah digagalkan oleh overste Djamin Ginting, pemuda² memberi sokongannja. Dalam menghadapi kaum reaksioner untuk mendjatuhkan kabinet hasil pemilihan umum, suatu kabinet jang baik politik, personalia dan tindakannja lebih madju dari kabinet sebelumnja, rakjat termasuk pemuda Indonesia memberikan perlawanan jang gigih dan santer djuga. Kaum reaksi bukan hanja melakukan tekanan-tekanan dari luar kabinet tetapi djuga beberapa elemen jang kurang teguh dalam kabinet sendiri<noinclude>{{rh|262}}</noinclude> 0h0da6x3fzrp5o59p4z0cjzw7gaqy52 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/127 104 112973 321222 312527 2026-10-13T11:14:42Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321222 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{c|ANGKATAN MUDA}} Organisasi Pemuda ini didirikan pada pertengahan tahun 1944. Angkatan Muda bersifat semi resmi, artinja ia adalah organisasi jang didirikan dengan dukungan Djepang, tetapi tidak resmi mendjadi organisasi jang langsung dipimpin oleh Djepang. Jang ikut aktif tjampur tangan dalam mendirikan organisasi pemuda ini jalah H. Simizu. Latar belakang didirikannja organisasi ini jalah bahwa pada tahun 1944 makin terasa benar pengaruh kegiatan dibawah tanah jang bersifat anti Djepang. Pemuda-pemuda makin meningkat kesadaran nasionalnja, dan makin meningkat kebentjiannja terhadap fasis Djepang. Kegiatan untuk mengorbankan semangat anti fasis ini makin terasa. Kegiatan ini memang melibatkan banjak sekali tokoh-tokoh pemuda. Djepang jang selalu memberi perhatian besar terhadap gerakan dibawah tanah dengan melalui orang-orang bekas P.I.D. Belanda, dan melalui Kempeitainja serta jang dibantu oleh orang-orang jang bekerdja dalam barisan propagandanja, dapat mentjium dan mengetahui hal ini. Djepang beranggapan bahwa organisasi pemuda jang ada sadja belum dapat menampung atau menjalurkan segala kegiatan pemuda itu. Karena itu mereka mendorong dan ikut mendirikan suatu organisasi pemuda jang baru, jang menurut perhitungannja dapat digunakan untuk lebih mengetahui kegiatan anti Djepang dibawah tanah, untuk mengukur kekuatan pemuda, untuk menjalurkan guna kepentingan Djepang kalau dapat, dan jang terpenting untuk memperoleh nama-nama pemimpin-pemimpin pemuda jang anti fasis itu agar memudahkan mengadakan apa jang mereka namakan pembersihan. „Pembersihan” memang sudah mereka rentjanakan, bukannja hanja menjangkut tokoh gerakan nasional jang umum tetapi djuga terhadap gerakan pemuda. Organisasi pemuda Angkatan Muda ini memang meluas dan berdiri hampir disetiap kota besar di Djawa. Tetapi organisasi ini tidak djelas sifatnja, dan hanja menghimpun gundukan-gundukan pemuda, atau hanja didjadikan tempat bertemu tokoh-tokoh pemuda. Banjak djuga pemuda revolusioner jang masuk dalam organisasi ini misalnja di Djakarta organisasi pemuda ini dipimpin oleh Sukarni, Chaerul Saleh dan lain-lainnja, di Surabaja dipimpin oleh Ruslan Abdulgani, Krisbanu, Sutomo dll., di Solo oleh Harsono, Suwarti dan lain-lain, di Semarang oleh S. Karno dan lain-lainja, di Tjirebon oleh Dradjat, di Jogjakarta oleh Mr. Kadarisman Purwokusumo, Adisumarto dan lain-lain. Walaupun organisasi ini sengadja digunakan oleh Djepang untuk mentjapai maksudnja seperti diterangkan diatas, namun pemuda-pemuda<noinclude>{{rh|||121}}</noinclude> jczbz6os8in24me4otgok29sgnaz7q9 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/267 104 112974 321096 315854 2026-10-12T12:41:42Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321096 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Pekan Pemuda memakai pakaian daerahnja masing-masing. Malam penutupan djuga dihikmati dengan ikrar pemuda jang menjatakan kesetiaan terhadap tradisi persatuan pemuda, dan akan tetap memelihara tradisi persatuan itu. Dengan dilangsungkannja Pekan Pemuda jang berhasil baik ini merupakan usaha besar dalam membantu untuk mempertjepat penggalangan persatuan jang lebih baik, lebih erat dan lebih kuat, sebagai sjarat jang diperlukan untuk melandjutkan perdjuangan pemuda, perdjuangan seluruh rakjat Indonesia untuk mempertahankan kesatuan Republik Indonesia, jang demokratis. Hawa Pekan Pemuda adalah hawa segar jang ikut serta dibawa pulang pesertanja keberbagai daerah, dan meniup melalui pantai-pantai dan menjeberangi lautan keberbagai pendjuru kepulauan Nusantara kita. {{C|{{larger|MENDUKUNG KONSEPSI<br> PRESIDEN}}}} Pemilihan umum untuk Dewan Perwakilan Rakjat dan Konstituante jang berlangsung pada tahun 1955/1956 adalah suatu kemenangan besar bagi ide dan kekuatan demokrasi dalam masjarakat Indonesia, termasuk dalam kalangan pemudanja. Hasil pemilihan umum jang mentjerminkan perimbangan dalam masjarakat dan jang setjara menjolok memperlihatkan bahwa kekuatan demokrasi adalah kekuatan besar jang terus berkembang dapat mengalahkan kekuatan non-demokrasi, lawan demokrasi. Ini berarti bahwa kekuatan reaksioner dalam masjarakat Indonesia, jang tertjerminkan dalam pemilihan umum sangat labil, tidak kuat dan terus merosot. Dengan perimbangan ini maka sudah djadi kepastian mutlak bahwa kaum imperialis sudan tidak mungkin lagi menggunakan partai politik atau organisasi politik biasa untuk mentjapai tudjuan, memegang pemerintahan dengan djalan ”demokrasi”. Mereka melakukan berbagai intrik dengan menghambur-hamburkan tuduhan dan memfitnah PKI, sebagai salah satu partai besar jang keluar dari pemilihan umum, dengan maksud agar tidak terbentuk kabinet dalam mana PKI ikut serta. Mereka berusaha untuk menumbangkan kabinet Ali-Idham (Ali Sastroamidjojo — Idham Chalid) sebagai kabinet hasil pemilihan umum dimana partai Masjumi dan PSI tidak ikut serta. Kaum reaksi berusaha untuk mendirikan junta-junta militer sebagai lazimnja jang dipakai oleh kaum imperialis Amerika di negeri Amerika Latin, atau mendirikan diktator perseorangan, diktator alat kaum kapitalis monopoli. Terhadap usaha kaum reaksi ini pemuda, jang ikut serta bertanggung djawab dalam terlaksananja pemilihan umum, tak djuga atjuh tak atjuh.<noinclude>{{rh|||261}}</noinclude> 2q6arvqo3pa0k6kx961ajfarwkl5ros Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/65 104 112975 321080 312529 2026-10-12T12:35:26Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321080 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{c|{{Xxx-larger|{{sp|PERIODE}} — II<br>MENINGKATNJA KESADARAN<br>NASIONAL<br>DARI<br>PEMUDA<br>(1928 — 1942)}}}}<noinclude></noinclude> 4uri7bdrjm2lxlsyln782yzae8wl7qj Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/64 104 112976 321079 312530 2026-10-12T12:35:10Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321079 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Dengan Sumpah Pemuda, dan lagu Kebangsaan Indonesia Raja ini gerakan pemuda, gerakan nasional mendapatkan sumber inspirasi djuang jang tak kundjung kering dan memberikan suatu gairah kehidupan djuang jang baru. Kebulatan tekad rakjat dan pemuda Indonesia sebagai bangsa Indonesia jang berdjuang untuk mentjapai kemerdekaan nasional dinjatakan dan diakui resmi dengan kekuatan kongres. Kebulatan tekad pemuda Indonesia sebagai generasi muda dari bangsa Indonesia jang berdjuang melawan kekuasaan kolonial Belanda, pemuda-pemuda Indonesia telah memberikan djawaban jang tepat, ''djawaban jang patriotik'', ialah kebulatan dalam organisasi dan kebulatan tekad serta tindakan. Kedjadian ini merupakan suatu peristiwa sedjarah jang menandakan dan menundjukkan suatu taraf baru dalam gerakan pemuda, karena dengan itu Pemuda Indonesia mempunjai suatu pegangan jang sama didalam perdjuangan, serta memiliki suatu sendjata baru jaitu ''pandji persatuan dan persekutuan itu sendiri.''<noinclude>{{rh|58}}</noinclude> 7bz4bk7wc39via4ahezzdg93hjisoz7 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/103 104 112978 321143 312534 2026-10-12T13:25:58Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321143 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{c|{{Xxx-larger|{{sp|PERIODE}} — III<br>PERLAWANAN PEMUDA INDONESIA<br>TERHADAP<br>PENDUDUKAN FASIS DJEPANG<br>( 1942 — 1945 )}}}}<noinclude></noinclude> 4eilmbfscme75ow3eewq4nwrsu2r90v Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/266 104 112979 321095 312535 2026-10-12T12:41:26Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321095 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>bersatu padu. Karenanja Pengurus Jajasan Sentrum Pemuda memilih Surabaja jang setjara abadi melambangkan heroisme dan persatuan ini sebagai teinpat Pekan Pertemuan Pemuda. Usaha untuk menjelenggarakan Pekan Pemuda ini mendapat sambutan hangat dari pemuda seluruh Indonesia. Pemuda diberbagai-bagai daerah Nusantara kita giat membentuk panitia-panitia daerah, dan menjelenggarakan berbagai pertemuan, mengadakan berbagai kegiatan baik dalam bidang olahraga dan kebudajaan maupun pertukaran serta mengumpulkan fikiran-fikiran untuk didjadikan bekal dibawa ke Pekan Pemuda. Kegairahan penjambutan terhadap Pekan Pemuda tertjermin bahwa hingga dibukanja Pekan Pemuda itu telah terbentuk 19 panitia daerah termasuk Irian Barat. Setelah selesai dengan berbagai usaha persiapan jang intensif, Pekan Pemuda Seluruh Indonesia jang sedianja dimulai pada tanggal 10 November 1956, tetapi karena pertimbangan tehnis diundur, dibuka pada tanggal 3 sampai 9 Maret 1957. Surabaja, pada hari minggu pagi tanggal 3 Maret 1957, sedjak pagi-pagi pemuda-pemuda sudah mulai sibuk hilir mudik bersiap mengundjungi pembukaan Pekan Pemuda. Tepat djam 07.30 Pekan Pemuda dibawah naungan Tugu Pahlawan dibuka. Presiden Sukarno berkenan memberi amanatnja, jang antara lain mengatakan bahwa ”asal masing² suku dari setiap peserta itu sesungguhnja laksana batu permata dari pada persatuan Indonesia”. Beliau mengatakan bahwa ”mereka ini ke Surabaja untuk berkumpul itu hakekatnja mewakili suku masing-masing tetapi intinja adalah mewakili Pemuda Indonesia”. Upatjara pembukaan Pekan Pemuda ini digenangi oleh lantan manusia bukan hanja pemuda, tetapi seluruh lapisan penduduk, tua muda, laki dan wanita. Ketua Panitia Supardo SH memberikan pidato pembukaannja jang singkat dan disusul oleh sambutan singkat Walikota Surabaja. Pekan Pemuda berlangsung selama 1 minggu dengan baik. Semua atjara jang telah ditetapkan oleh panitia berdjalan lantjar. Selama satu minggu pemuda dari berbagai suku bangsa, seluruh Indonesia dengan tidak membedakan aliran politiknja, kepertjajaan agamanja telah berkumpul bertanding dalam olahraga saling berlomba mengadu keunggulan prestasinja masing-masing setjara persaudaraan dan saling mempertundjukkan keseniannja masing-masing jang beraneka ragamnja menghias kota Taman Pahlawan jang membuat makin indahnja. Bhineka Tunggal Ika, terwudjud djelas dalam Pekan Pemuda ini. Dalam malam penutupan Pekan Pemuda ini diadakan pawai obor jang berangkat dari Balai Kota terus melewati Sindunegaraan, djalan Pemuda, Tundjungan, Tugu Pahlawan. Dalam pawai obor ini peserta²<noinclude>{{rh|260}}</noinclude> q85rl53titnsuuh5eubrh1kr4ecqcaq Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/265 104 112980 321094 312538 2026-10-12T12:41:03Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321094 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Sudarjo Tjokrosiswojo sebagai Dewan Pertimbangan; Mr. Supardo, dari Jajasan Sentrum Pemuda sebagai ketua ; Sulaeman Dahlan dan Wartono dari Porpisi sebagai ketua I ; Panggabean dari M.P.P. Front Pemuda Indonesia sebagai ketua II ; Achmad Patria dari Sekretariat Bersama Kongres Peladjar Pedjuang Seluruh Indonesia sebagai ketua III ; Soetojo Arcundatha dari Jajasan Sentrum Pemuda sebagai Sekretaris I ; Agoes Soedomo dari Porpisi sebagai Sekretaris II ; Ischak dari M.P.P. Front Pemuda Indonesia sebagai Sekretaris III ; Alinudin Nasution dari Jajasan Sentrum Pemuda sebagai Bendahari I ; Chajat dari Porpisi sebagai bendahari II ; Gunadisastra dari Gerakan Pemuda Peladjar Indonesia (GPPI) sebagai Bendahari III, sedangkan ketua seksi-seksinja terdiri dari Hartini dari PPI sebagai ketua seksi atjara; Slamet Sumari dari APPI sebagai Seksi Usaha ; Sujono Atmo dari Jajasan Sentrum Pemuda sebagai ketua seksi Penerangan, Publisistik, Dokumentasi ; Margono Ongko dari PP. TRIP sebagai Penghubung. Pekan Pemuda ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai organisasi perseorangan. Dari oraganisasi: Jajasan Sentrum Pemuda, Porpisi, MPP Front Pemuda Indonesia, PPMI, Sekretariat Bersama Peladjar Pedjuang Seluruh Indonesia, APPI, BPII, Pemuda Nasional, Pemuda Rakjat, Pemuda Demokrat Indonesia, Pemuda Putri Indonesia, PPD, Muda Katholik Indonesia, Persatuan Pemuda Kristen Indonesia, IPPI, GPII, Gerakan Pemuda Ansor, PII, HMI, Gerakan Mahasiswa Progresif Indonesia, Gerakan Pemuda Revolusioner Indonesia, Gerakan Mahasiswa Sosialis, Gerakan Mahasiswa Djakarta, DPP, PP TRIP, Masjarakat Seniman Djakarta Raja, Liga Mahasiswa, Iwasesi, Ikatan Pentjak Silat Indonesia, Persatuan Artis Film, Ansemble Tari dan Njanji Gembira, BMKN. Komite Olimpiade Indonesia Pusat, GAPPI, Indonesia Muda. Sedangkan dari perseorangan Nj. Utami Suryadarma, Prof. Dr. Bahder Djohan, Prof. Prijono, Prof. Dr. Slamet Muljono, Harjoto, Dargo, Sudarono, Sutarman, Hamka, Harsono Tjokroaminoto, Harjati Adnan, Sudarjo Tjokrosiswojo, Maladi, Sudarmadi, Henk Ngantung dan Kotot Sukardi. Mengenai tempat, dipilihnja Surabaja dan waktunja menurut rentjana semula ialah tanggal 19 November 1956. Mengapa Surabaja didjadikan tempat diselenggarakan Pekan Pemuda untuk memperkuat persatuan itu?. Hal ini disebabkan karena kota Surabaja adalah kota Pahlawan jang melahirkan semangat pahlawan 10 November 1945. Sebagaimana sudah diterangkan dalam bab ke-IV bahwa dikota Surabajalah meletus perlawanan pemuda, rakjat jang heroik melawan kaum agresor imperialis Inggris/Belanda, dalam mana pemuda dari semua lapisan<noinclude>{{rh|||259}}</noinclude> ruf2xkf96q9cevmh5d7ozcrz2ugbk4n Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/263 104 112981 321092 312539 2026-10-12T12:39:42Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321092 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|da|Pemuda}} sebagaimana jang dikemukakan oleh ketuanja Mr Soepardo, mempunjai maksud jang sesuai dengan kebutuhan djamannja, jaitu : 1. menimbulkan pengertian jang baik antara pemuda-pemuda dari segenap suku-suku bangsa Indonesia ; 2. didjadikan alat guna menggalang persatuan dan persaudaraan dikalangan pemuda kita ; 3. saluran guna memperdalam pengertian dikalangan pemuda dalam lapangan kebudajaan, olahraga dan soal-soal kemasjarakatan lainnja ; 4. mendjadi tempat titik pertemuan baik dalam pikiran maupun dalam usaha jang ditudjukan kepada persatuan pemuda. Untuk mentjapai maksud tersebut Pekan Pemuda ini mengadakan berbagai kegiatan dalam lapangan kebudajaan, olahraga serta soal-soal kemasjarakatan lainnja. Sedangkan bentuk-bentuknja ialah; ''pertundjukan-pertundjukan'' kesenian daerah dan permainan rakjat seperti : seni suara, seni tari, seni sastra, seni drama, seni lukis, seni pahat kerajinan tangan dan hasil-hasil seni lainnja ; ''demonstrasi ketjakapan'', dalam lapangan kebudajaan, olahraga, dan permainan rakjat karnaval pakaian daerah dan kebiasaan adat istiadat serta hasil usaha pemuda ; ''pameran'' mengenai berbagai hasil seni dalam semua tjabang-tjabangnja ; ''perlombaan/saiembara'', dalam lapangan kebudajaan, dan olahraga ; ''upatjara'', jang biasa diadakan oleh keadaan adat istiadat ; pertemuan-pertemuan antara pemuda-pemuda untuk : a. bertukar pikiran mengenai perkembangan pemuda dan organisasi pemuda pada umumnja ; b. bertukar pikiran mengenai kegiatan-kegiatan pemuda dalam lapangan kebudajaan dan olahraga ; c. bertukar pikiran mengenai masalah kemasjarakatan pada umumnja. Ketjuali itu, djuga diadakan berbagai kegiatan jang dapat memberi kesempatan kepada pemuda untuk saling mengenal dengan berbagai matjam alat perhubungan. Peserta-peserta dari Pekan Pemuda ini ialah : a. pemuda-pemuda baik jang berorganisasi dalam gerakan pemuda, organisasi kebedajaan, olahraga atau sebagai perseorangan ; b. mereka jang perhatiannja ditudjukan untuk mendorong pemuda dalam kegiatannja dalam lapangan kebudajaan dan olahraga. Untuk menjelenggarakan Pekan Pemuda dibentuklah Panitia baik dipusat maupun didaerah-daerah. Panitia Pusat dinamakan Panitia Nasional Pusat Pekan Pemuda Seluruh Indonesia atau Panitia Pusat Pekan Pemuda, dan untuk tempat penjelenggaranja didirikan perwakilan Panitia Pusat. Panitia Pusat ini terdiri dari : P.J.M. Presiden Soekarno sebagai pelindung, Walikota sebagai anggota kehormatan, Nj. Utami Suryadarma, Prof. Dr. Bahder Djohan, Prof. Dr. Prijono, Harjono, Sudargo, Sudarsono, Hamka, Harsono Tjokroaminoto, Harjati Adnan, Intojo, Wim Latumeten<noinclude>{{rh|{{smaller|Sedjarah Perdjuangan{{gap}}17}}||257}}</noinclude> qkqlm20fvo4895kd5nx7z90ktc4ixf0 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/93 104 112995 321153 312561 2026-10-12T13:28:44Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321153 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>terdapat keadaan kosong. Organisasi pemuda jang ada, karena larangan rapat dan antjaman-antjaman pemerintah kolonial Belanda, maka tak dapat bergerak dan bertindak. Tetapi hukum gerak dan gerakan itu sendiri selalu dapat menerobos semua kekangan jang ada. Satu atau beberapa organisasi pemuda dapat dilumpuhkan dilarang atau dibatasi namun daja djuang itu selalu mendorong semua orang untuk mentjari dan mendapat bentuk organisasi sesuai dengan djaman dan keadaannja. Patah tumbuh hilang berganti dan demikianlah kenjataan sedjarah membuktikan. Partindo dan P.N.I. Merdeka dilarang hingga tak lagi dapat bergerak, namun pemimpin-pemimpinnja jang masih mempunjai djiwa djuang selalu mentjari dan membangun organisasi jang baru jang sesuai dengan sjarat keadaannja. Atas usaha-usaha Mr. Sartono, Mr. Amir Sjarifudin, A.K. Gani dan lain-lainnja pada tahun 1937 dapat didirikan organisasi baru, Gerakan Rakjat Indonesia dengan disingkat GERINDO. Pemimpin GERINDO djuga sadar akan pentingnja peranan pemuda dalam gerakan nasional, dan karena itu dalam kongres jang pertama pada tanggal 20 s/d 24 Djuli 1938 diputuskan untuk mendirikan orgasasi pemuda GERINDO dengan nama Barisan Pemuda Gerindo. Azas dari pemuda Gerindo ini sama dengan azas Gerindo itu sendiri. Ia adalah pendukung dan pelaksana putusan-putusan GERINDO. Pemimpin-pemimpin pemuda GERINDO ini antara lain ialah pemudapemuda : Wikana sebagai ketua (kemudian diganti oleh Ismail Widjaja), A.M. Hanafi sebagai sekretaris umum, Huta Barat, Ridwan Bazar, Sukisman, Abdul Rachim, dan lain-lainnja sebagai komisaris. Djuga pemuda Sutrisno, Fatah Jasin, Sjarifullah dan lain-lain pernah mendjadi pemimpin Pemuda GERINDO. Pemimpin Pusat Pemuda Gerindo berkedudukan sama dengan kedudukan tempat kedudukan Gerindo itu sendiri, jaitu di Djakarta, tjabangnja umumnja didirikan dimana ada tjabang Gerindo, jaitu dikota besar di Djawa dan dikota penting di Sumatra ― Palembang, Medan dan Bukit Tinggi Sumatra Barat. Berbeda dengan organisasi pemuda jang pernah ada, Barisan Pemuda Gerindo ini memakai pakaian seragam dril tjoklat dengan sepatu lars pendek dan berpetji tjoklat. Kegiatannja ketjuali dilapangan kebudajaan, sport, kesenian dan sosial djuga dalam lapangan politik. Dalam lapangan politik barisan pemuda Gerindo ikut menerangkan dan mendjelaskan tuntutan demokratis jang bersifat anti fasis : a. Indonesia berparlemen penuh ; b. supaja dibentuk pemerintah jang bertanggung djawab kepada Parlemen ; c. milisi Indonesia.<noinclude>{{rh|||87}}</noinclude> ppna0g8q11infz220txb0ylh39kfq46 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/94 104 112996 321152 312621 2026-10-12T13:28:28Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321152 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Barisan pemuda Gerindo djuga mengadakan latihan-latihan kemiliteran terhadap anggota- anggotanja, untuk bersiap siaga menghadapi agresi militer fasis Djepang ke Indonesia. Untuk memobilisasi pendapat umum Barisan Pemuda Gerindo mengadakan berbagai rapat umum, baik jang besar maupun jang ketjil di kampung-kampung. Tidak djarang dalam rapat-rapat itu bentrok dengan alat-alat kekuasaan Belanda. Untuk menjusun kekuatan anti fasis, Barisan Pemuda Gerindo mengambil bagian jang aktif dalam menggalang persatuan dalam kalangan pemuda dan organisasi pemuda jang telah ada. Ia djuga ambil bagian dalam pertemuan tokoh² pemuda pada bulan Maret 1938 di Jogjakarta, dan ikut serta dalam Kongres Pemuda bulan Desember 1939 di Jogjakarta. Ia djuga pelaksana jang aktif dari putusan kongres ini jang antara lain ikut mendirikan ”Persatuan Pemuda” di daerah². Dengan demikian maka Barisan Pemuda Gerindo menempati kedudukan dan mempunjai peranan jang penting dalam sedjarah gerakan pemuda dalam menuntut kemerdekaan dan persiapan melawan agresi fasis Djepang ke Indonesia. {{c|BERBAGAI ORGANISASI PELADJAR DAN <br>PERKEMBANGANNJA}} Dalam uraian didepan sudah djelas bahwa peladjar di Nusantara kita ini mempunjai peranan jang besar dalam gerakan pemuda, baik sumbangannja dalam mematangkan kesadaran nasionalnja, kesadaran politik dikalangan pemuda maupun dalam organisasi. Sesuai dengan proses kristalisasi dalam perdjuangan dan pembentukan organisasi massa pemuda, dimana memang tidak mungkin menggabungkan berbagai matjam pemuda dari berbagai lapangan hanja dalam satu organisasi pemuda sadja, maka pemuda-pemuda peladjar djuga mendirikan organisasinja sendiri jang menghimpun chusus pemuda-pemuda peladjar, pada tahun 1925, dan jang kemudian disusul dengan berdirinja Perhimpunan Peladjar-peladjar Indonesia (P.P.P.I.): P.P.P.I. sebagaimana sudah djuga diterangkan didepan adalah perkumpulan para peladjar sekolah tinggi atau mahasiswa, djadi jang umurnja antara pemuda dan orang tua, jang sudah tidak lagi pantas berada dalam organisasi pemuda biasa. Kechususan P.P.P.I. dibandingkan dengan organisasi pemuda lainnja, ialah bahwa P.P.P.I. terang mempunjai haluan politik, organisasi jang dapat mendjadi tempat berlatih bagi pemimpin-pemimpin kemerdekaan tanah air. Hal ini djuga ditegaskan dalam<noinclude>{{rh|88}}</noinclude> idd2s8fnne9vmi5mqaxpacbrp6w3hao Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/176 104 113000 321272 316039 2026-10-13T11:30:05Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321272 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Api kota Bandung makin membakar dada pemuda dan makin membakar semangat perdjuangannja. Peristiwa pembakaran kota Bandung tak hanja membangkitkan semangat djuang pemuda, tetapi telah memberikan ilmu pula kepada beberapa pemuda. Pesindo dalam men- tjiptakan lagu perdjuangan jang terkenal : "Hallo-hallo Bandung". Hallo ! hallo Bandung, Ibu kota Periangan Hallo ! hallo Bandung Kota kenang-kenangan Sudah lama beta tidak berdjumpa dengan kau Sekarang telah mendjadi lautan api Mari bung ! rebut kembali !. Lagu ini untuk pertama kalinja didjanjikan dalam suatu pertemuan Dewan Pimpinan Pemuda pada suatu malam pada bulan April 1945 di Gedung Bioskop Madjalaja. Lagu ini kemudian mendjadi lagu perdjuang- an jang tidak hanja membangkitkan semangat pemuda Indonesia, tetapi djuga mendjadi terkenal dan digemari oleh pemuda-pemuda progresif diluar negeri. Pemuda Bandung melandjutkan perdjuangannja dari luar kota. Markas-markas perdjuangan pindah ke Tjiparaj, Madjalaja dan kemudian ke Garut. Di Djawa Tengah, setelah Kongres Pemuda jang pertama itu organi- sasi pemuda segera menjesuaikan diri dengan keputusan kongres itu. Beberapa organisasi pemuda jang telah sepakat mendjadi satu organisasi mendjadi Pesindo, segera meleburkan diri. Sementara itu djuga di Djawa Tengah berdiri berbagai organisasi pemuda seperti : Ikatan Pemuda Indonesia (I.P.I.). Pemuda Kristen Protestan Indonesia kemudian mendjadi Persatuan Pemuda Kristen Indonesia (P.P.K.I.), Angkatan Muda Katholik Republik Indonesia (A.M.K.R.I.), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (G.P.I.I.), Pemuda Putri Indonesia (P.P.I.), dan lain². Sesuai dengan keputusan kongres, berbagai organisasi pemuda itu semuanja tergabung didalam dan dikoordinasi kegiatannja oleh Dewan Pimpinan Pemuda (D.P.P.). Sementara proses ini berlangsung, pada tanggal 18 Nopember 1945 tentara Inggris mendarat didaerah Semarang dalam mana tentara Belanda ikut memboncengnja. Tentara Inggris-Belanda mengadakan berbagai provokasi dan tindakan jang sangat menjakitkan hati rakjat dan pemuda. Rakjat dan pemuda jang mempunyai harga diri dan bertekad membela<noinclude>{{rh|170}}</noinclude> 005eo8vh2ytxoqjnduzjfswktfpms0v Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/179 104 113003 321273 312573 2026-10-13T11:30:19Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321273 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{rh||gambar Hilang}} {{rh||'''Njaurah Rai bersama teman-temannja'''}} jang ditangkap dan dibunuh. Hal ini makin membangkitkan kemarahan rakjat dan pemudanja. Achirnja rakjat dan pemuda Atjeh bersatu bulat membentuk "Markas Besar Rakjat Umum" dan dengan memusatkan semua kekuatan, pada tanggal 13 Djanuari 1946, Markas Ule-balang dapat dihantjurkan dan direbut. Kepala penghianat dihukum mati oleh pengadilan negeri atas tuntutan rakjat. Tetapi sisa-sisa Ule-Balang jang masih tersebar luas masih merupakan kekuatan gelap jang melakukan teror dan mengantjam kekuasaan R.I. Dalam menghadapi penghianatan ini pemuda Indonesia di Atjeh memperlihatkan kesanggupannja untuk membela Republik Indonesia jang telah diproklamasikan. Tanpa per- djuangan rakjat dan pemuda jang heroik ini, tidak mungkin R.I. ditegak- kan di Atjeh. Inilah semangat pahlawan Teuku Umar jang tetap mendjiwai pemuda-pemuda di Atjeh. Di Bali, sedjak terjadinja insiden-insiden bendera, suasana makin mendjadi panas. Dalam keadaan demikian ini tentara Belanda mendarat di Tanur. Kota-kota diduduki, dan markas-markas badan perdjuangan<noinclude>{{rh|||173}}</noinclude> a4ghfp8s8gcawwny1nja38hdwvkaheg Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/182 104 113006 321239 316043 2026-10-13T11:20:05Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321239 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>dalam gerakan pemuda a.l. ditandai oleh keluarnja tiga organisasi pemuda dari Pesindo, jalah Angkatan Muda Kereta Api (A.M.K.A.), Angkatan Muda P.T.T. dan Angkatan Muda Gas dan Listrik, dan dengan keluarnja Chaerul Saleh dari Badan Kongres Pemuda. Badan Kongres Pemuda djuga mengetahui bahaja politik kompromis jang didjalankan Pemerintah, dan terhadap hal ini diambil suatu Resolusi dalam rapat Presidium B.K.P.R.I. tanggal 21 April 1946, jang a.l. menekankan bahwa pemuda Indonesia tetap menuntut kemerdekaan Negara Kesatuan R.I. 100% dan menjelesaikan persoalan perusahaan-perusahaan modal Belanda dengan berpegangan kepada fasal 33 U.U.D. Dalam suasana politik kompromis demikian dan dengan menghadapi bahaja keretakan-keretakan dibarisannja sendiri, Badan Kongres Pemuda tetap bekerdja keras untuk melaksanakan tugasnja. Dalam masa antara Kongres ke-I dan II banjak pekerdjaan dan usaha jang positif jang telah dilakukan, misalnja : mengadakan kursus kader, membuka pemantjar "Gelora Pemuda", menggerakkan dan mengorganisasi hiburan-hiburan ke front pertempuran. Pemuda-pemuda Djawa dan Marma Sulana dari Bagian Penerangan B.K.P.R.I. menitjiptakan wajang modern dari karton jang kemudian dikirim kedaerah-daerah. Hari tanggal 10 Nopember didjadikan/diresmikan sebagai Hari Pahlawan Indonesia. {{rh|||''Kongres Pemuda Indonesia ke II.''}} Untuk membulatkan persatuan, pemuda-pemuda Indonesia mengadakan kongresnja jang ke-II. di Jogjakarta pada tanggal 8 — 9 Djuni 1946, Kongres ini djuga merupakan Kongres ke-IV dari pemuda Indonesia. Kongres mendapat perhatian besar dari Presiden Sukarno, Menteri Pertahanan Mr Amir Sjarifuddin, dan Menteri Pemuda Wikana, Kongres mengambil berbagai putusan dan resolusi baik mengenai politik umumnja, sikap terhadap agresi Inggris-Belanda, maupun mengenai organisasi. Kongres Pemuda ke-II tidak setjara tegas menentukan sikap terhadap ketjenderungan kompromis Kabinet Sjahrir, namun berbagai keputusan kongres menggambarkan rasa tidak puas pemuda dengan politik jang ditempuh Kabinet Sjahrir dalam menghadapi imperialis Belanda. Kongres disamping mendesak "agar Pemerintah Republik Indonesia bertindak tegas terhadap Belanda sesuai dengan tindakan Belanda terhadap kita", memperkuat tuntutan B.K.P.R.I. tertanggal 25 April 1946 jang berisi "pengakuan Kemerdekaan Negara Kesatuan R.I. 100% sekarang djuga."<noinclude>{{rh|176}}</noinclude> 94fy1x2ckqpf7uh14elrj3n8xe67osi Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/183 104 113007 321240 316044 2026-10-13T11:20:24Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321240 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Didalam sidang politik kongres a.l. memperkuat Resolusi Angkatan Muda Djawatan di Purwokerto tanggal 29 — 30 jang a.l. menuntut stabilisasi Pemerintahan, mobilisasi umum dan keharusan keprajuritan (wadjib militer). Disamping itu semua diadakan djuga perubahan di- dalam susunan Badan Pimpinan jang terdiri dari Supardo, Buchari, Supeno dan Warsono. Ditengah-tengah ketjenderungan kompromis dan keragu-raguan jang menghinggapi suasana politik dinegara R.I. jang merdeka itu, maka keputusan kongres untuk menuntut dilaksanakan mobilisasi umum dan wadjib dinas militer merupakan suatu keputusan jang amat penting. Keputusan ini membuktikan kewaspadaan jang tinggi jang hidup dika- langan pemuda revolusioner jang kemudian tidak mendapat bimbingan dan saluran jang wadjar dari Pemerintah. Keputusan Kongres ke-II. jang dituangkan dalam bentuk "Resolusi" berbunji sbb : (dipersingkat) : I. Dimana negara kita dalam keadaan bahaja, dimana pula NICA njata-njata hendak memperkosa kemerdekaan kita dengan kekuatan militernja, laskaar kita dengan sendirinja harus kuat, baik T.N.I.-nja, baik laskar Rakjatnja maupun segenap Laskar pemudanja. Dimana belum ada : susunlah Laskarmu. Setiap tenaga muda jang sehat wadjib ber- latih militer. Para pemudi mengambil bagian aktif dalam lapangan P.P.P.K., barisan Palang Merah, dapur umum dan lain sebagainja. II. Supaja segenap kekuatan dikoordir dan dipersatukan dengan menjingkirkan nafsu golongan. Persatuan kita harus dipererat dan di- perkuat untuk dapat merupakan satu front jang kuat dalam menangkis serangan-serangan dari pihak pendjadjah. III. Penghambat dan perintang perdjuangan termasuk : pemetjah persatuan, perbuatan mata-mata, menimbun barang-barang jang amat dibutuhkan untuk perdjuangan, korupsi dan anarki. IV. Pemerintah harus dinamis dan revolusioner untuk dapat me- mimpin revolusi nasional dan sosial kita. Kongres djuga mengambil keputusan tentang pimpinan sbb: Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Republik Indonesia terdiri dari: Pimpinan Umum, Supardo ; Wakil Pimpinan Umum I, A. Buchori ; Wakil Pimpinan Umum II, Supeno ; Penulis, Warsono. Sedangkan pimpinan Badan Pekerdja — Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia ialah Pimpinan Umum — Sumarsono ; Penulis I, Bambang Kaslan ; Penulis II, Supardo. Sebagai penutup kongres, pada tanggal 9 Djuni 1946 diadakan rapat raksasa di Alun-alun di Jogjakarta, jang dikundjungi puluhan ribu orang. Sedjarah Perdjuangan 12<noinclude>{{rh|||177}}</noinclude> 9zex5tw9hdvtlz5jdqo7rrqoayjfrl4 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/188 104 113010 321258 312589 2026-10-13T11:25:40Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321258 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>usul kompromisnja sbb. : ”pengakuan de facto kekuasaan R.I. atas Djawa, Madura dan Sumatra, kekuasaan de jure Belanda diseluruh Indonesia, sedangkan Indonesia, Belanda dan Suriname akan merupakan satu kesatuan politik”. Usul ini amat melemahkan posisi Indonesia didalam perundingan resmi jang diadakan dinegeri Belanda di Hoge Veluwe, dekat Arnhem, pada bulan April 1946. Delegasi Indonesia di wakili oleh Mr Suwandi — Menteri Kehakiman, Dr. Sudarsono — Menteri Sosial, Mr A.K. Pringgodigdo — Sekretaris Kabinet. Pihak Belanda di wakili oleh P.M. Willem Schermerhorn — Menteri Luar Negeri J.H. Van Royen, bekas gubernur-djendral Dr. H. Van Mook, Menteri Seberang J.H. Lo- gemen dan Menteri Sosial W. Drees. Usul Sjahrir jang amat kompromis itu, dan jang diterima dengan gembira oleh Van Mook dan Clark-Kerr, ditolak dalam perundingan-perundingan resmi di Hoge Veluwe. Dapat diketahui bahwa alasan penolakan sebagaimana dinjatakan oleh Menteri Sosial kepada Van Mook, ialah bahwa tak mungkin diadakan persetudju- an dengan Indonesia, karena Indonesia bukan sesuatu negara jang mendapat pengakuan internasional sedangkan daerah kekuasaan R.I. meliputi hanja sebagian dari seluruh negeri. Perundingan Hoge Veluwe gagal. Sementara Tentara Serikat berangsur-angsur menjerahkan daerah² jang didudukinja kepada tentara Belanda. Pasukan-pasukan Belanda dengan melanggar segala keputusan-keputusan tentang gentjatan sendjata dan dengan tidak mengindahkan perundingan-perundingan jang sedang berdjalan, terus mendarat diberbagai daerah Indonesia. Dalam bulan Maret 1946 Belanda mendaratkan di Bali 2000 orang serdadu dan di Djakarta 9 bataljon. Dimana-mana perlawanan² rakjat berkobar dengan sengit. Pada tanggal 10 Djuli 1946 Inggris setjara resmi menjerahkan daerah de facto R.I. diluar Djawa, ialah Sumatra dan Madura, kepada Belanda.¹ Pada tanggal 25 Agustus, wakil Inggris Lord Killearn mengulangi kembali usaha membawa serta Indonesia dan Belanda ditemidja perunding- an. Pada tanggal 14 September tibalah suatu delegasi Belanda jang disebut Komisi Djendral terdiri dari Prof. W. Schermerhorn, Ketua Partai Buruh Nederland dan ketua delegasi, serta anggota-anggotanja F. de Boer dan M. Van Pool, untuk membuka kembali perundingan dengan Indonesia. Tetapi, disamping pengiriman missi-missi perundingan, Belanda terus-menerus mengirimkan pasukan-pasukannja ke Indonesia a.l. Divisi-7 December. Perundingan pendahuluan Komisi Djendral Belanda dengan pihak Indonesia dengan dihadiri oleh Lord Killearn dimulai tanggal 7 Oktober digedung Konsulat Inggris, dan pada tanggal 9 Oktober untuk sekian kalinja persetudjuan gentjatan sendjata terdjapai.<noinclude>{{rh|182}}</noinclude> j8y192ze5nlg4519ia3yip1mol8a8rg Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/211 104 113018 321257 312608 2026-10-13T11:25:00Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321257 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Atas hasrat berdasarkan persatuan mendadak : a. Gerakan Pemuda Islam Indonesia (G.P.I.I.). b. Pemuda Demokrat Indonesia untuk masuk Badan Kongres Pemuda. Goodwill dari B.K.P.R.I. ini mendapat sambutan baik, sehingga dalam Kongres Pemuda ke-III jang diadakan pada tanggal 3-4-5 April 1948 di Madiun tidak hanja dikundjungi oleh utusan-utusan organisasi pemuda jang mendjadi anggota B.K.P.R.I. tetapi djuga nampak hadir wakil-wakil Pemuda Demokrat Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam (H.M.I.), Gerakan Pemuda Islam (G.P.I.I.) dan lain-lain gerakan pe- muda diluar Badan Kongres Pemuda, sehingga Kongres meliputi hampir kannja kembali organisasi pemuda selama dasar politik untuk memper- seluruh organisasi pemuda jang ada pada waktu itu. Walaupun Kongres ini dapat dilangsungkan, namun dari permulaan telah mengalami banjak kesulitan dan berachir dengan tidak dapat me- njatukan organisasi dan kekuatan pemuda. Perbedaan dasar politik dari organisasi-organisasi pemuda jang ada sudah mendjadi demikian besar, ditambah lagi dengan adanja infiltrasi politik penjahat Belanda dari kaum imperialis dan kaum reaksioner, menjebabkan tidak mungkin dipersatu- satukan itu tidak ada serta tiada ketegasan jang konsekwen melawan imperialisme. Keadaan demikian itu membuktikan bahwa potensi kekuatan dan organisasi pemuda sudah lemah dan rusak. B.K.P.R.I. jang didirikan se- bagai hasil Kongres kebulatan tekad tiga tahun jang lalu sudah tidak berdaja lagi. Bagaimanapun djuga besar usahanja pimpinan B.K.P.R.I. untuk menjelamatkan ketubuhan persatuan pemuda dengan merubah sifat or- ganisasinja mendjadi „nonpolitical” serta „nonreligious” namun kehan- tjurannja tak dapat ditegah lagi. Beberapa organisasi pemuda bukan anggota B.K.P.R.I. mengadjukan konsepsi jang pada hakekatnja berarti melikwidasi B.K.P.R.I. sebagai badan federasi mendjadi satu „badan kontakt” semata-mata, tanpa wewenang mengambil keputusan jang mengikat para anggotanja. Hal mana tidak dapat diterima oleh B.K.P.R.I. Menurut konsepsi anggota-anggota B.K.P.R.I. peserta kongres, ersatuan jang diinginkan B.K.P.R.I. itu adalah persatuan jang hidup, persatuan bekerdja bersama-sama, bersama-sama berdjuang dan ber- sama-sama mengerdjakan pekerdjaan program jang sama, bukan per- satuan untuk sekedar bersatu belaka, persatuan jang mati, jang hanja bersifat „kontak” sadja.<noinclude>{{right|205}}</noinclude> h7rtcdhhlpnu3x44hz097nllqehj8ij Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/218 104 113025 321259 319846 2026-10-13T11:25:53Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321259 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Sedangkan dilain pihak, pemerintah Hindia Belanda masih menduduki bagian-bagian wilajah Indonesia, dimana kekangan hak-hak demokrasi telah menimbulkan suasana takut dan tegang. Didalam daerah merdeka Republik Indonesia, sisa-sisa ketegangan dan tjuriga-mentjurigai akibat pertentangan-pertentangan politik dengan puntjaknja „Peristiwa Madiun” — tidak membantu untuk mentjiptakan suasana jang tenang bagi penjelenggaraan suatu konperensi jang tudjuan utama adalah penindjauan dan penjusunan kembali, pengorganisasian gerakan pemuda jang meliputi seluruh wilajah Indonesia. Tetapi bagaimana djuga, tradisi persatuan dari perdjuangan anti imperialisme pemuda dan rakjat Indonesia, jang telah mendapat pernjataan didalam „Sumpah Pemuda” pada tanggal 28 Oktober 1928, telah banjak mengilhami djalannja konperensi Pemuda Seluruh Indonesia kearah menanggulangi pertentangan-pertentangan jang timbul selama konperensi itu. Gagasan-gagasan jang berdjiwa Revolusi Agustus 1945 jang ditjetuskan oleh wakil-wakil pemuda Republik Indonesia, merupakan bahan2 jang kelak akan terbukti besar manfaat dan pengaruhnja terhadap perdjuangan rakjat dan pemuda Indonesia dinegara-negara federal untuk kemerdekaan politik jang penuh kearah pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia. Kelak, karena didalam ruangan konperensi pada saat konperensi diadakan, masih berbentroklah dan berlawanan satu dengan lain berbagai gagasan dan pandangan-pandangan jang masing-masing dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman dan kondisi-kondisi politiknja masing-masing. Konperensi terpetjah terbagi dalam dua front, jang satu jang mewakili daerah merdeka dimana hak-hak demokrasi dapat berkembang setjara bebas dan jang lainnja, jang mewakili daerah kekuasaan kolonialis Belanda, dimana tekanan bajonet dan pendjara, serta rasa takut menguasai kehidupan politik. Disamping itu banjak tokoh-tokoh pemuda jang selama Revolusi Agustus 1945 memegang peranan aktif, baik didalam persiapan Proklamasi Kemerdekaan maupun didalam mempertahankan dan membela hasil-hasil Revolusi Agustus 1945 terhadap serangan-serangan imperialis dan kolonialisme, ataupun didalam usaha menjusun negara dan alat-alatnja, tidak hadir. Antara mereka jang sedikit itu, jang hadir termasuk tokoh pemuda B.K.P.R.I., Supardo, dengan ulet dan bidjaksana dapat mengatasi persoalan-persoalan jang timbul selama konperensi dan mentjegah terulangnja kembali pengalaman nasib Kongres ke-III atas konperensi ini. Pemrasaran-pemrasaran didalam konperensi adalah Tatang Machmud dan Sutomo. Konperensi mengambil keputusan antara lain sbb :<noinclude>{{rh|212}}</noinclude> eguwv2uywk0dwdzal86q8xvt5s20f7l Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/219 104 113026 321260 319848 2026-10-13T11:26:11Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321260 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{r|''Manifes Pemuda''}} Suatu sikap politik jang dikeluarkan oleh konperensi dan berbentuk ,,Manifes” jang ditandatangani oleh S. Harnopidjati, Supardo dan J.V. Warow, berbunji sbb. : :Konperensi Pemuda Seluruh Indonesia jang diadakan di Jogjakarta tanggal 14 sampai 18 Agustus 1949. :Sedjalan dengan tingkat perdjuangan jang dihadapi seluruh rakjat Indonesia pada waktu ini, maka kami jang bertanda tangan dibawah ini, perutusan dua puluh delapan organisasi pemuda dari seluruh Indonesia dengan ini menjusun pembaharuan organisasi pemuda diseluruh Indonesia dengan pedoman sebagai berikut : # Dasar : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. # Tudjuan : Kesempurnaan negara Republik Indonesia jang Satu Merdeka dan berdaulat keluar dan kedalam, jang meliputi seluruh kepulauan Indonesia (termasuk Irian) dan berdasarkan Pantjasila. # Sembojan Perdjuangan : ::Satu Bangsa — Bangsa Indonesia ::Satu Bahasa — Bahasa Indonesia ::Satu Tanah Air — Tanah Air Indonesia ::Satu Negara — Negara Indonesia :4. Lambang Kebangsaan : ::Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya ::Bendera Negara ialah Sang Merah Putih {{r|''Resolusi - Resolusi''}} Resolusi-resolusi jang diambil menuntut penarikan Belanda setjepat-tjepatnja dari seluruh Indonesia dengan ketentuan waktu jang pasti dan selandjutnja dengan tegas menentang setiap usaha untuk mengadakan perang kolonial. Selandjutnja resolusi-resolusi itu menjatakan penghargaan terhadap pedjuang-pedjuang Indonesia jang ditawan Belanda dan mendesak kepada seluruh wakil-wakil rakjat Indonesia supaja memperdjuangkan pembebasan mereka selekas mungkin. Sebagai hasil konkrit konperensi, maka suatu Sekretariat Pemuda Indonesia didirikan, jang sifatnja adalah sebagai penghubung. Salah satu program usaha adalah penjelenggaraan suatu Kongres Pemuda<noinclude>{{r|213}}</noinclude> gydqi3qnnzopl0td3f9yvtmqnao5idg Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/95 104 113027 321151 312684 2026-10-12T13:28:13Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321151 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>kongresnja pada tanggal 20 ― 23 September 1930 di Djakarta. Kongres ini menetapkan azas dan tudjuan P.P.P.I. sebagai berikut : „Usaha mentjapai Indonesia Merdeka adalah kewadjiban jang terluhur buat ana negeri Indonesia, dalam mentjapai tjita-tjita sutji tadi persatuan selalu harus diutamakan. Insjaf mendjadi tiang Masjarakat Indonesia, masingmasing anggota (menurut kejakinan dan ketjakapannja sendiri) mewadjibkan diri bekerdja dengan sesungguhnja, berbakti pada dan membela bangsa dan tanah air”. <ref>Dari buku „De Nationalistische Beweging<br>in Nederlandsch Indie” J. Th. Petrus Blumberger, hl. 414.1 </ref> Karena sifat-sifat ini maka P.P.P.I. tidak ikut dalam kongres fusi antara organisasi pemuda pada tahun 1930. Dalam langkah-langkah perdjuangannja P.P.P.I. memperlihatkan banjak mengambil bagian dalam aksi-aksi politik. Misalnja, aksi politik pada tanggal 12 Agustus 1932 untuk memprotes upatjara pendirian patung peringatan djendral kolonial van Heuts! P.P.P.I: mengadakan rapat umum untuk memprotes itu, dan rapat itu menjetudjui suatu mosi untuk minta kepada semua organisasi dan pers di Indonesia agar menjampaikan kepada segenap rakjat Indonesia bahwa pendirian patung peringatan Van Heutz itu mendjadi pendorong untuk memperkuat persatuan Indonesia guna mentjapai Indonesia Merdeka. Dalam bulan September 1932 P.P.P.I. mengadakan kongresnja ke III di Djakarta. Kongres menetapkan sebagai program kerdja P.P.P.I. ialah : 1. menjiarkan dan memasukkan azas dan tjita-tjita organisasi dalam dada rakjat seluruhnja ; 2. menjelidiki aksi- aksi kaum imperialis dan peraturan -peraturan pemerintah ; 3.mengumumkan hasil penjelidikan tadi ; 4. mentjari hubungan dengan luar negeri. Dalam rapat tahunan jang diadakan pada tanggal 15 s/d 16 Desember 1934 walaupun menghadapi keadaan pemerintah kolonial menangkapi dan mengasingkan pemimpin gerakan nasional, semua pidato jang diutjapkan oleh pemimpin P.P.P.I. memperlihatkan semangat perdjuangan jang tidak kendor. P.P.P.I. djuga mempunjai madjalahnja sendiri. Dalam madjalah ini kerapkali memuat artikel-artikel revolusioner jang sangat menakutkan pemerintah kolonial. Djuga tidak djarang penulis artikel ini harus memikul resikonja, jaitu memasuki rumah pendjara. Sebuah artikel jang dimuat dalam madjalah P.P.P.I. tahun 1932 menjebabkan penulisnja, seorang peladjar sekolah hakim tinggi dihukum pendjara 1½ tahun. Djuga suatu artikel jang lain jang dimuat dalam madjalahnja dalam tahun 1936 menjebabkan beberapa anggotanja ditangkap polisi. <references/><noinclude>{{rh|||89}}</noinclude> 00p753k8eiw2jt57v5u4zpavwpbmqzk Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/96 104 113028 321150 312686 2026-10-12T13:27:56Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321150 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Walaupun menghadapi banjak kesulitan, namun dalam perkembangan selandjutnja P.P.P.I. djuga terus setia terhadap azasnja dan memainkan peranan jang penting dalam gerakan pemuda dan gerakan nasional Dalam tahun 1939 P.P.P.I. djuga mendjadi anggota Kongres Rakjat Indonesia jaitu sebuah badan jang didirikan oleh kongres partai-partai politik di Indonesia tahun 1939. Dalam suatu rapat Kongres Rakjat Indonesia, P.P.P.I. mengadjukan usulnja bahwa sekiranja pemerintah kolonial mengabaikan sama sekali tuntutan Indonesia berparlemen, semua kumpulan jang bergabung dalam GAPI jang anggotanja duduk dalam badan-badan perwakilan supaja keluar dari dewan itu. Usul utusan P.P.P.I. ditolak oleh sidang dan karenanja utusan P.P.P.I. meninggalkan sidang tetapi tidak mengundurkan diri sebagai anggota. Disamping melakukan aksi-aksi politiknja, P.P.P.I. djuga mengadakan kerdja sama dengan berbagai organisasi mahasiswa jang tidak berhaluan politik, untuk kepentingan bersama lapangan ilmu pengetahuan aan kehidupan kemahasiswaan. Pemerintah kolonial Belanda dan kaum reaksi umumnja sangat takut dengan aksi-aksi serta pengaruh P.P.P.I. jang makin hari makin bertambah meluas bukan hanja dalam kalangan mahasiswa tetapi djuga dalam kalangan pemuda pada umumnja. Mereka berusaha untuk memetjah P.P.P.I. dan memetjah persatuan mahasiswa umumnja, dengan mendirikan berbagai organisasi mahasiswa jang umumnja bersifat moderat atau organisasi dansa-dansa. Di Bandung dengan bantuan profesor-profesor Belanda pada tahun 1933 didirikan organisasi mahasiswa dengan nama Unitas Studiosorum Indonesiensis atau U.S.I. Sebagai djalan untuk membelokkan mahasiswa dari perdjuangan politik, organisasi baru itu berpendapat bahwa peladjar-peladjar sekolah tinggi sebaiknja hanja beladjar, mentjari ilmu, mempertinggi kesenian sadja dan djangan berpolitik. Djadi U.S.I. dalam memenggal mahasiswa-mahasiswa dari perdjuangan politik mengadjukan prinsip, ilmu untuk ilmu, beladjar untuk beladjar, bukan ilmu dan beladjar untuk mengabdi pada usaha perdjuangan kemerdekaan tanah air. U.S.I. djuga aktif mengorganisi dansa-dansa dan apa jang mereka namakan kegiatan kebudajaan barat jang tidak lain dari kebudajaan jang dangkal dan tjabul. Tetapi usaha pemerintah kolonial memetjah gerakan mahasiswa dengan mendirikan U.S.I. masih dirasa kurang hasilnja.Karena itu dengan maksud politik jang sama beberapa orang mahasiswa pada tahun 1936 mendirikan Studenten Islam Studieclub atau S.I.S. Mereka mengatakan bahwa maksud didirikan organisasi ini untuk menambah pengetahuan tentang agama Islam dikalangan peladjar-{{hws|pela|peladjar}}<noinclude>{{rh|90}}</noinclude> fbk05z3ckeu7untx3114axcin67iecb Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/220 104 113029 321261 319850 2026-10-13T11:26:27Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321261 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{missing image}} {{c|''Kongres Pemuda ke-IV — di Surabaja''}} Seluruh Indonesia jang lebih luas dengan tudjuan pertama-tama menjusun kembali pergerakan dan organisasi pemuda Indonesia. Sebagai pimpinan „Sekretariat Pemuda Indonesia” ditundjuk Subagio Reksodipuro sebagai Sekretaris I, Hersubeno sebagai Sekretaris II, Nasrun sebagai Sekretaris III. {{r|''Kongres Pemuda Indonesia ke-IV''}} Kongres Pemuda Indonesia ke-IV diadakan di Surabaja pada tanggal 8 - 15 Djuni 1950. Kongres ini dihadiri oleh 225 orang utusan dan penindjau. 171 utusan mewakili 47 organisasi dan 54 penindjau dari 25 organisasi, diantaranja 14 Badan Federasi atau Badan Koordinator. Dari luar Djawa dan Madura hadir djuga wakil-wakil pemuda dari Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, Bali, Sumbawa dan djuga wakil2 dari Perdjuangan Pemuda Irian. Kongres Pemuda Indonesia ke-IV ini membuka suatu lembaran baru dalam sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia, chusus dilihat dari segi pengorganisasiannja. Untuk pertama kali dipersoalkan masalah ''penjederhanaan organisasi pemuda'' — jang gagasannja dituangkan dalam bentuk prasaran Moh. Isnaeni dari Pemuda Demokrat Indonesia. Suatu masalah jang amat mendesak, mengingat adanja ber-puluh2 organisasi pemuda lokal dan berpusat dan kurang lebih 15 badan-badan federasi organisasi pemuda. Aspek baru lain lagi, adalah pembahasan suatu ''program kegiatan pemuda'' berdasarkan faktor-faktor objektif dan konkrit didalam dan diluar negeri. Masalah tersebut erat sangkut-pautnja dengan ''dasar perdjuangan''<noinclude>{{rh|214}}</noinclude> e75pob7tgdhx6ctgqp9m6ui5ivsdnf1 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/221 104 113030 321262 312628 2026-10-13T11:26:42Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321262 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>pemuda, jang menjadi sorotan didalam kongres. Prasaran² mengenai kedua masalah terachir ini diberikan oleh masing-masing Ir. Setiadi dari Pesindo dan Moh. Dahlan dari P.P.M.I. <div align="right"><i>Penjederhanaan Organisasi</i></div> Pikiran-pikiran jang dikemukakan pemrasaran Moh. Isnaeni meliputi tiga pokok soal, ialah : 1. Arti gerakan pemuda. 2. Batas umur. 3. Kedudukan gerakan pemuda dalam masyarakat. Mengenai <i>arti gerakan pemuda</i> dikemukakan terlebih dahulu pembagian-pembagian organisasi-organisasi pemuda menurut sifatnja, ialah politik, religieus, dan sosial kulturil. Dalam hubungan ini disinggung djuga soal hubungan dengan partai-partai, apakah merupakan bagian atau terlepas samasekali. Mengenai <i>batas umur</i> pemrasaran berpendapat bahwa perlu diadakan pembatasan umur bagi anggota² organisasi pemuda, berdasarkan faktor-faktor psikologis dan sosiologis. Kemudian mengenai <i>kedudukan gerakan pemuda</i> dikemukakan bahwa disamping ”gerakan pemuda merupakan pelopor dan pendorong segala gerak aksi dalam masjarakat”, maka gerakan pemuda merupakan djuga ”taman pendidikan dan alam pendidikan ketiga didalam masjarakat disamping rumah, sekolah dan keluarga”. Berdasarkan unsur-unsur tersebut diatas, perlu diadakan penggolongan menurut aliran-aliran sehingga organisasi pemuda jang azas dan tudjuan sama atau hampir bersamaan, sebaiknja mengadakan peleburan, supaja merupakan satu organisasi jang masal dan kuat. Dengan demikian, menurut pemrasaran akan tertjapai penjedederhanaan susunan organisasi pemuda. Mengenai persoalan badan ikatan bagi organisasi-organisasi pemuda, Isnaeni menjarankan agar badan ikatan demikian didasarkan atas soal² jang merupakan kepentingan bersama tiap-tiap gerakan pemuda. Pemuda ialah pelaksanaan dan realisasi Proklamasi 17 Agustus 1945. <div align="right"><i>Tentang ”Program”</i></div> Setiadi dalam prasaranja tentang „Program” berpendapat bahwa ”....... kongres dan pemudanja menghadapi kedudukan jang djauh terbelakang pada keadaan ditahun 1945. Tidak laku lagi, tidak ada tempat lagi,, ada kalanja kehilangan objek. Habis manis sepah terapung ....... dan tidak atjuh, orang menjelamatkan diri”. ”Apa sebabnja”, bertanja pemrasaran, jang didjawabnja sendiri : ”Bukan karena perdjuangan rakjat Indonesia telah selesai atau tiada pekerdjaan jang dibutuh-<noinclude>{{rh|||215}}</noinclude> cj1sl0ys3nqesgpoibykjj8pcmg5hc6 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/222 104 113031 321263 319852 2026-10-13T11:27:31Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321263 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>kan. Melainkan djustru karena perdjuangan terlalu tiada arah. Bahaja besar harus kita tjegah disini terbawanja pemuda kepada suasana apathie (masa bodoh) tidak mau susah-susah. Semua itu anasir-anasir jang menerdjunkan kita kepada anarsisme jang merusak sekali”. {{missing image}} {{center|Dahlan Ranuwihardja <br/> Ketua umum PPMI}} Selandjutnja dibentangkan bagaimana dalam keadaan dan suasana demikian, kebudajaan imperialis memainkan peranannja ”......... suatu kebudajaan jang meratjuni djiwa pedjuang dari rakjat dan pemuda Indonesia, jang membawa fikiran-fikiran dan perhatian mereka itu ke hal-hal melamun, chajal dan moreel ideologi rusak. „Adalah suatu kenjataan”, demikian Setiadi, „bahwa kebudajaan Amerika bagian jang terdjelek, kebudajaan paha dan pantat paling telandjang, meradjalela dan merusak hati fikiran pemuda kita setjara besar2an dewasa ini.” Oleh pemrasaran diandjurkan agar pemuda Indonesia menentang dengan aksi-aksi dan demontrasi setiap usaha pemetjah-belah, termasuk Irian Barat dari wilajah Indonesia, intrik-intrik imperialisme melalui ”R.M.S.” (Republik Maluku Selatan), ”T.I.N.” (Negara Indonesia Timur) dlsb.-nja. Aksi-aksi solidaritet dengan perdjuangan kemerdekaan nasional pemuda dan rakjat dinegeri-negeri djadjahan dan setengah djadjahan, begitu djuga aktivitas-aktivitas jang perlu mendapat perhatian jang seksama dari kongres dan pemimpin-pemimpin pemuda. Mentjegah meradjalelanja kebudajaan imperialis di Indonesia, tuntutan segera dibebaskannja pemuda dan rakjat Indonesia dari pendjara/konsentrasi kamp Belanda, kelonggaran-kelonggaran hak-hak demokrasi dan pendemokrasian pengangkatan-pengangkatan pada djabatan2 Pemerintah adalah soal-soal jang wadjib diperbintjangkan pemuda Indonesia. Dibawah djudul ”Republik kita harus mempunjai arti bagi Rakjat”, Setiadi, selandjutnja mengemukakan pikiran-pikiran dalam rangka program usaha djangka pandjang. Dalam hubungan ini pemrasaran menganggap sebagai jang utama, jalah ”Perluasan Peladjaran bagi Rakjat”. Menurut Setiadi tidak benarlah baik politis, sosiologis maupun ekonomis, apabila kebutuhan ini harus dikalahkan oleh „kekurangan begroting”. Sebagai kedua, dikemukakan usaha-usaha untuk memadjukan kesehatan rakjat.<noinclude>{{rh|218}}</noinclude> 7c07onlqlnkl2ywizm22bwe7awbpplh Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/97 104 113032 321149 312631 2026-10-12T13:27:37Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321149 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|djar|peladjar-peladjar}} sekolah tinggi. Djuga dengan maksud jang sama berdirilah Indonesiche Vrowelijke Studenten Vereniging atau I.V.S.D. jang chusus untuk mahasiswa-mahasiswa putri. Dengan adanja berbagai organisasi ini maka kaum reaksi dapat memetjah mahasiswa-mahasiswa Indonesia kedalam 3 atau 4 organisasi. Walaupun sudah diketahui adanja usaha pemetjah belahan dari pemerintah kolonial dan kaum reaksi, namun P.P.P.I. selalu berusaha untuk menjatukan mahasiswa dalam berbagai aksi-aksi jang dapat disatukan. Karena ketjuali aksi jang bersifat politik masih ada masalah-masalah jang aapat menemukan mereka satu sama lain dalam hal kehidupan keilmuan sendiri, dalam kehidupan kemahasiswaan, dan berbagai kehidupan sosial lainnja. Untuk melakukan kerdja sama dalam lapangan ini atas usaha P.P.P.I. pada tanggal 22 Pebruari 1940 di Djakarta diadakan pertemuan antara pemimpin P.P.P.I., U.S.I. dan I.V.S.D. Pertemuan ini menghasilkan suatu pernjataan bersama jang isinja menuntut agar djumlah akademisi orang Indonesia dalam djabatan-djabatan pemerintah harus ditambah. Dalam perkembangan selandjutnja djuga kerap diadakan pertemuan-pertemuan untuk mentjari persamaan pendapat dalam menghadapi masalah-masalah praktis dan urgen. Dengan djalan ini usaha pemetjah belahan dapat dipatahkan, dan persatuan dapat diwudjudkan. {{c|PEMUDA INDONESIA MENGHADAPI AGRESI DJEPANG.<br>KONGRES KE III PEMUDA-PEMUDA INDONESIA.}} Bahaja agresi fasisme Djepang ke Indonesia makin hari makin sangat terasa, terutama setelah berkuasanja kaum militeris fasis di Djepang. Hal ini djuga telah diketahui dan disadari oleh pemimpin gerakan nasional pada waktu itu. Gerakan Kemerdekaan Nasional telah mengadjukan serentetan tuntutan jang bersifat demokratis terhadap pemerintah kolonial Belanda. Tudjuan terpokok dari gerakan nasional dalam menghadapi bahaja agresi Djepang ini, pada pokoknja ialah : 1. dibentuknja parlemen penuh, jang mengganti Volksraad, dan jang anggotanja dipilih menurut peraturan tertentu hingga rakjat setjara adil dapat diwakili ; 2. dirubahnja direktur-direktur Departemen mendjadi Kementerian jang bertanggung djawab kepada parlemen tersebut ; 3. mengadakan milisi dan agar selekasnja pemerintah mengadakan persetudjuan dengan kaum pergerakan memperkuat tenaga, moral Indonesia. Ketjuali tuntutan pokok ini, gerakan nasional Indonesia djuga mengadjukan tuntutan-tuntutan lainnja, tuntutan jang mendjadi dasar {{hws|ker|kerdja}}<noinclude>{{rh|||91}}</noinclude> 61ao8y43zope9ydmfa4il3bvnm1h3nj Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/223 104 113033 321265 319854 2026-10-13T11:27:47Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321265 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude><div align="right"><i>Dasar Perdjuangan Pemuda</i></div> Pokok-pokok fikiran jang dikemukakan pemrasaran Moch. Dachlan sekitar masalah ini, adalah sbb. : # Dengan menundjukkan kepada Manifes Pemuda jang dilahirkan oleh Konperensi Pemuda Seluruh Indonesia di Jogjakarta, pemrasaran terutama menekankan kepada Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai dasar perdjuangan pemuda. # Negara Kesatuan Republik Indonesia (termasuk Irian Barat) berdasarkan Pantjasila adalah dasar lain jang oleh pemrasaran dianggap perlu untuk didjadikan dasar perdjuangan pemuda. # Sebagai dasar kerdja-sama organisasi pemuda, pemrasaran mengandjurkan untuk memegang teguh prinsip „Sumpah Pemuda”. <div align="right"><i>Keputusan-keputusan Kongres</i></div> Persoalan-persoalan jang dibawa peserta-peserta didalam kongres, menggambarkan bahwa semangat anti-imperialis tetap mendjiwai tekad bulat pemuda Indonesia untuk melandjutkan mengisi Kemerdekaan Indonesia Proklamasi tahun 1945. Kongres sendiri adalah manifestasi dari pada kebutuhan objektif gerakan pemuda untuk bersatu. Pertentangan2 dan bentrokan-bentrokan antara gagasan satu dan lainnja, jang timbul selama kongres, pada umumnja menjangkut tjara-tjara perdjuangan, dan tak dapat dihindarkan. Kongres Pemuda Indonesia ke-IV jang diadakan setelah gerakan pemuda mengalami masa tenggelamnja, terbentur kepada batu-karang peristiwa-peristiwa nasional jang berat dan tragis, mempunjai arti jang penting karena ia langkah pertama kearah penemuan kembali kepribadiannja sendiri. Kepribadiannja sebagai pemuda jang berdjiwa revolusioner, patriotik, anti-imperialis dan anti-kolonialis, dan sebagai gerakan tak dapat dipisahkan dari gerakan rakjat Indonesia umumnja. Keputusan-keputusan kongres setjara wadjar mentjerminkan persoalan-persoalan jang dibawa para anggota didalam kongres. Sebagai mukadimah kepada keputusan-keputusan kongres mengenai Program, kongres melahirkan pernjataan sbb. : „Karena hasrat menggalang persatuan Indonesia guna menjusun kebulatan tekad tenaga dan fikiran untuk melandjutkan perdjuangan bangsa, Kongres Pemuda Seluruh Indonesia di Surabaja pada tanggal 8 — 14 Djuni 1950, menjatakan tetap berpegangan teguh pada Manifes Pemuda jang diputuskan dalam Konperensi Pemuda Seluruh Indonesia<noinclude>{{rh|||217}}</noinclude> 5xef1kyfnr7hdfslg7tle7x084hfptt Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/98 104 113034 321148 312636 2026-10-12T13:27:22Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321148 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|dja|kerdja}} sama dengan pemerintah Belanda untuk menghadapi musuh bersama itu. Tuntutan-tuntutan, petisi atau mosi jang diadjukan oleh semenara anggota Dewan Rakjat (Volksraad) pada waktu itu seperti: 1. Petisi Sutardjo, jang diadjukan pada tanggal 15 Djuli 1936, jang isinja minta, agar diadakan perundingan antara wakil-wakil Hindia Belanda dengan Nederland dalam kedudukan jang sama untuk menjusun sebuah rentjana, agar Hindia Belanda dalam waktu sepuluh tahun, se-kurang²nja dalam waktu jang dianggap tjukup lama diberikan kedudukan kemerdekaan dalam batas² undang2 dasar. Petisi ini baru diberi djawaban penolakan pada tanggal 16 Nopember 1938, 2. Mosi Wiwoho, jang diadjukan pada bulan Pebruari 1940. Mosi ini minta agar pemerintah mengadakan perundingan dengan pemerintah agung (batja pemerintah Nederland) tentang ketata-negaraan Hindia Belanda berdasarkan artikel I Undang-Undang Dasar. Pemuda Indonesia pada waktu itu djuga sudah mulai sadar akan bahaja agresi fasis ke Indonesia. Namun demikian, belum djuga ada suatu kesatuan sikap karena adanja berbagai pengaruh pandangan politik padanja. Adanja pandangan dan berbagai sikap ini, terutama adalah karena akibat penindasan, pengekangan dan penangkapan terhadap pemimpin-pemimpin organisasi pemuda jang telah ada, dan banjaknja organisasi-organisasi pemuda diberbagai daerah. Pada masa ini terdapat organisasi pemuda seperti Indonesia Muda, Pemuda Islam Indonesia, Pemuda Muhammadijah, Pemuda Perserikatan Ulama, Pemuda Persatuan Islam, Ansor Nadlatul Ulama, Persatuan Pergerakan Pemuda Kristen, Mudo Katolik, Jajasan Obor Pasundan, Pakempalan Kawulo Ngajogjakarto Mudo (Perkumpulan Rakjat Ngajojakarta Mudo), Persatuan Pemuda Taman Siswa, Persatuan Pemuda Tehnik, Putra-putri Tjirebon, Jeugd Organisatie Sriwidjaja (Organisasi Pemuda Sriwidjaja), Minangkabau Muda, Kebangsaan Sulawesi dan lain-lainnja. Adanja berbagai organisasi pemuda ini tidak berarti bahwa dasar perdjuangan pemuda jang telah diletakkan dalam kongres ke II Pemuda-pemuda Indonesia luntur, atau ketiadaan perasaan, kesadaran akan persatuan, tetapi terutama karena keadaan politiklah jang memaksa mereka mengadakan organisasi-organisasi jang demikian itu. Hal ini dapat dibuktikan bahwa disamping mereka itu mendjadi anggota organisasi lokal, setempat, umumnja mereka masih djuga mendjadi anggota organisasi seperti Indonesia Muda, Barisan Pemuda Gerindo dan lain². Dengan didjiwai oleh kesadaran akan adanja bahaja agresi fasis Djepang gerakan pemuda dengan dipelopori oleh pemuda-pemuda jang telah terdidik dalam perdjuangan kemerdekaan berusaha untuk {{hws|mengga|menggalang}}<noinclude>{{rh|92}}</noinclude> skqteoo5mr7sseailsabep04hq32r6e Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/99 104 113036 321147 312639 2026-10-12T13:27:09Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321147 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|lang|menggalang}} persatuan dikalangan pemuda baik dalam menunaikan tugas dewasa itu maupun dalam bentuk organisasi. Dengan dipelopori oleh organisasi pemuda Indonesia Muda, Barisan Pemuda Gerindo dan bersama dengan organisasi pemuda lainnja diadakan pertukaran pikiran, pertemuan baik bersifat perseorangan maupun setjara organisasi. Salah satu pertemuan jang penting ialah pertemuan diantara tokoh² organisasi pemuda, jang diadakan di Djakarta pada bulan Maret 1938. Pertemuan ini antara lain membitjarakan masalah tugas-tugas pemuda pada masa itu dan kemungkinan untuk melangsungkan kongres pemuda jang ke III. Mereka jang hadlir dalam pertemuan itu dapat menjetudjui ide ini. Untuk mempersiapkan dan membulatkan tekad terlaksananja kongres itu, pada tanggal 24 Desember 1938 diadakan konferensi jang dihadliri oleh utusan dari 11 organisasi pemuda. Konferensi setjara bulat menjetudjui diadakan kongres, dan untuk menjongsong kongres, organisasi-organisasi pemuda itu mengadakan kegiatan bersama dalam lapangan sosial dan kebudajaan. Usaha untuk mengadakan kongres ke III ini memang sudah diadakan pada tahun 1936 tetapi tidak mendapat izin dari pemerintah kolonial Belanda. Sebagaimana sudah diterangkan didepan, djauh sebelum ini djuga telah dibentuk „Persatuan Pemuda” (PERDA). Dalam tahun 1939 telah terbentuk 14 PERDA, jaitu di Djakarta, Tjilimus, Tjirebon, Bandung, Jogjakarta, Surakarta , Surabaja, Tegal, Djember, Klaten, Semarang dan 3 lagi diluar Djawa, jaitu Donggala, Palembang dan Menado. Dengan berdasarkan PERDA-PERDA ini, Pengurus Besar Indonesia. Muda jang diketuai Sujono Hadinoto dan jang diberi kekuatan oleh konferensi Pemuda, mengadakan Kongres Pemuda jang ke III di Jogjakarta pada tanggal 23 ― 26 Desember 1939. Kongres ini bersamaan dengan dilangsungkannja Kongres Rakjat Indonesia di Djakarta. Kongres ke III Pemuda Indonesia ini dihadliri oleh utusan dari 9 PERDA dan 22 organisasi Pemuda. Kongres berlangsung dalam suasana jang hangat dan penuh semangat pemuda. Pidato jang bersemangat mengetjam pengekangan jang diadakan oleh pemerintah kolonial Belanda. Achirnja kongres mengambil keputusan antara lain : 1. mengadakan aksi penambahan pengadjaran; 2. memberantas buta huruf ; 3. agar bahasa Indonesia lebih digunakan oleh umum sebagai bahasa pertjakapan; 4 menuntut agar ditjabutnja larangan bagi siswa menengah untuk mendjadi I.M., S.P.I. dan lain²; 5. mendirikan fonds untuk pemuda. Kongres djuga berhasil membentuk suatu badan jang dapat mengkordinasi dan memimpin kegiatan organisasi pemuda jang ada. Badan<noinclude>{{rh|||93}}</noinclude> b0sqe0o821275kpvd8tsa3fg7dkf5kw Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/100 104 113039 321146 312642 2026-10-12T13:26:54Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321146 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>gabungan jang ber-tjita² mengangkat martabat nusa dan bangsa ini bersifat federasi. Badan ini bernama „Persatuan Gerakan Pemuda Indonesia” dengan disingkat PERPINDO, dan berpusat di Djakarta. Jang mendjadi anggota pimpinan dari badan ini ialah semua pengurus besar organisasi pemuda jang ada, sedangkan mendjadi pimpinan hariannja diserahkan pada suatu badan sekretariat di Djakarta jang terdiri dari Pengurus Besar Indonesia Muda. Sedangkan untuk daerah masih menggunakan badan gabungan jang telah ada jaitu PERDA. Sebagai langkah pertamanja PERPINDO dan PERDA berusaha untuk mengadakan mobilisasi massa pemuda. Untuk maksud ini diadakannja rapat umum terbuka pada tanggal 8 Pebruari 1940 dalam mana diandjurkan dan diterangkan perlu adanja persatuan dikalangan pemuda. Selandjutnja PERPINDO dan PERDA djuga mengambil peranan aktif dalam menjokong, mempropagandakan tuntutan demokratis dari gerakan nasional rakjat Indonesia. Kongres ini walaupun telah mengambil beberapa putusan jang madju, namun putusan-putusan itu belum sepenuhnja memenuhi tuntutan djamannja. Masalah bahaja agresi fasis Djepang ke-Indonesia, serta bagaimana tjara untuk menanggulangi bahaja itu dengan mempersatukan serta memobilisasi pemuda-pemuda Indonesia belum djuga setjara terang-terangan didjadikan atjara dalam kongres itu. Dengan demikian, maka hingga mendekatnja agresi Djepang ke-Indonesiapun pemuda-pemuda pada umumnja belum tjukup terbangkitkan setjara politik dan ideologis untuk melawan agresi fasisme Djepang itu. Inilah sebabnja maka pada masa itu pemuda sebagai keseluruhan, dan setjara nasional djuga masih belum dapat memberi andil jang diperlukan dalam mempersiapkan perlawanan terhadap fasisme Djepang. {{c|BELANDA MENJERAH}} Bahaja agresi Djepang ke Indonesia bukan hanja mengantjam rakjat Indonesia tetapi djuga mengantjam warga negara Belanda di Indonesia. Pada waktu itu, gerakan kemerdekaan nasional rakjat Indonesia dengan melalui Gabungan-gabungan Politik Indonesia (GAPI) telah mengadjukan tuntutan demokratis jang masuk akal, sebagai landasan untuk menggalang kerdjasama jang luas guna mempersiapkan perlawanan terhadap agresi fasis Djepang. Namun demikian politik dan sikap pemerintah kolonial Belanda dari sedjak semulanja tidak memperlihatkan niatnja untuk menjiapkan dan melakukan perlawanan dengan sungguh-sungguh. Pemerintah kolonial<noinclude>{{rh|94'}}</noinclude> 3hyoe049ct3u3j0tzas5a5tfru1dwq3 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/101 104 113044 321145 312654 2026-10-12T13:26:38Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321145 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>merasa lebih takut terhadap gerakan nasional rakjat Indonesia dari pada terhadap sesama imperialisme, walaupun jang belakangan ini dapat merugikan kepentingannja sendiri. Dalam menghadapi tuntutan demokratis jang masuk akal dari rakjat Indonesia, pemerintah kolonial Belanda berusaha dengan segala djalan untuk mengelakkan. Bahkan terhadap tuntutan jang sangat ringan menurut ukuran gerakan nasionalpun ditolaknja. Suatu djawaban terhadap tuntutan rakjat Indonesia itu ialah dibentuknja komisi Visman jang diputuskan pada tanggal 14 September 1940. Tugas komisi ini tidak lebih dari pada menjelidiki dan mengumpulkan bahan² untuk menetapkan sikap kemudian hari. Hasil komisi ini diumumkan beberapa hari mendjelang bertekuk lututnja pemerintah kolonial Belanda. Djuga pidato radio Ratu Juliana jang sedang lari ke Inggris jang diutjapkan pada tanggal 10 Mei 1941 tidak lain dari pada bernada penipuan sebagai pidato pemerintah pelarian sadja. Sikap jang chianat dari pemerintah kolonial Belanda djuga diperibatkan dalam sikapnja terhadap Atlantic Charter (Piagam Atlantik) jaitu suatu piagam sebagai hasil perundingan antara pemerintah Amerika dan Inggris jang masing-masing diwakili oleh Roosevelt dan Churchil pada tanggal 10 s/d 13 Agustus 1941. Dalam fasal 3 Atlantic Charter menjatakan bahwa ”Mereka (jang menanda tanganinja) akan menghormati hak tiap-tiap bangsa untuk memilih bentuk pemerintahan, dibawah mana mereka itu akan hidup jang mereka kehendaki, supaja hak-hak kedaulatan dan pemerintahan sendiri akan dikembalikan kepada mereka jang dengan kekerasan dirampas hak-hak kedaulatan serta pemerintahannja sendiri”. Pemerintah kolonial Belanda menganggap bahwa dirinja tidak terikat oleh piagam itu. Djustru pada saat dekat serbuan Djepang ke Indonesia, jaitu pada bulan² pertama tahun 1942, pemerintah kolonial Belanda melakukan penangkapan terhadap pemimpin Indonesia. Mereka jang ditangkap ini antara lain terdapat A.M. Sipahutar, S.K. Trimurti, Wikana, Asmarahadi, Inu Kertapati, Pandu Kartawiguna, Imam Puspowinoto, Sjamsuri, Isa St. Manteri, Sidik Kertapati dan lain². Mereka ini dimasukkan kamp tawanan di Garut dan disiapkan untuk dilarikan ke Australia dengan melalui pelabuhan Tjilatjap. Niat ini gagal karena pelabuhan Tjilatjap dibom Djepang.<ref>Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945,<br>― Sidik Kertapati, hl. 6</ref> <references/><noinclude>{{rh|||95}}</noinclude> 64wseqtidbj2mi1zp4fjz3g1zmtw8e4 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/102 104 113048 321144 312656 2026-10-12T13:26:15Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321144 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Karena politik dan sikap pemerintah kolonial Belanda seperti itu maka dalam menghadapi agresi fasis Djepang rakjat dan pemuda. Indonesia masih dalam keadaan tidak tjukup termobilisasi baik dalam pikiran, politik maupun organisasi. Maka tidak mengherankan kalau Djepang dapat dikatakan menduduki Indonesia tanpa ada perlawanan jang berarti dari serdadu kolonial Belanda. Serdadu kolonial Belanda menghadapi serangan Djepang patah moralnja dan tjepat melemparkan pakaian seragam serta sendjatanja atau mengangkat tangan. Bahkan tidak sedikit komandan militernja jang lari meninggalkan posnja tanpa memberikan pimpinan perlawanan seperti hainja Komandan Militer kota Palembang. Dengan politik pertahanannja jang pasif serta sepihak ini, maka tidak mengherankan bahwa serdadu dan pemerintah kolonial Belanda hanja dapat bertahan selama 3 bulan sadja dari sedjak pernjataan perangnja jang tampaknja gagah-gagahan. Achirnja pada tanggal 1 Maret 1942 tentara Djepang mendarat di Banten, Indramaju dan Tuban. Bangunan kolonial jang didirikan diatas penjembelihan, pembunuhan, penjiksaan, penghisapan jang kedjam terhadap rakjat Indonesia selama beberapa ratus tahun ambruk untuk selama-lamanja, suatu keambrukan jang sama sekali tak pernah dimimpikan oleh kaum kolonialisme Belanda. Sebagai lambang keambrukan itu, pada tanggal 7 dan 8 Maret 1942 distasiun udara Kalidjati, Panglima tentara Belanda jang merangkap Panglima tentara Sekutu di Hindia Belanda Ter Poorten dan Gubernur Djendral Baron Tjarda Starkenborgh Stachower, menanda tangani penjerahan tanpa sjarat atas nama pemerintah kolonial Belanda kepada Panglima tentara agresor fasis Djepang Djendral Imamura. Ini berarti bahwa nasib rakjat Indonesia dan warga Belanda di Indonesia diserahkan mentah-mentah kepada kaum fasis Djepang untuk dirampok, disiksa, dibunuh, diperkosa dan lain-lain. Dengan penjerahan ini rakjat Indonesia, Pemuda Indonesia menjaksikan bahwa kekuasaan kolonial jang tampaknja kokoh, megah dan garang dapat djuga ambruk. Dan ini memberi inspirasi kepada para pemudanja bahwa kalau dirinja bersendjata, berorganisasi, bersatu dan berkesadaran nasional djuga dapat menggunakan sendjata itu untuk mengambrukkan bangunan kolonial jang mana sadja. Peristiwa ini djuga sekaligus membuka suatu lembaran sedjarah jang baru bagi rakjat dan pemuda Indonesia dalam perdjuangannja, suatu lembaran sedjarah jang akan menentukan hari esok dalam mewudjudkan tjita-tjitanja, walaupun pemuda-pemuda djuga sadar bahwa udjian berat masih harus dihadapi dan dilaluinja.<noinclude>{{rh|96}}</noinclude> c23vd5387bxgsccyjqfs93fo2ob318s Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/105 104 113050 321141 312658 2026-10-12T13:25:18Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321141 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{c|PENINDASAN FASIS DJEPANG DAN<br>PERLAWANAN RAKJAT}} Periode ini adalah periode jang sangat sulit bagi gerakan nasional Indonesia, termasuk bagi gerakan pemudanja. Tetapi masa ini djuga merupakan suatu masa udjian jang menuntut keberanian, keuletan, dan ketjerdikan dari pemimpin-pemimpin gerakan nasional dan pemimpin-pemimpin pemuda. Bahwasanja ia merupakan suatu periode jang sangat sulit dan merupakan udjian dapat ditilik dari keadaan ekonomi, politik, sosial dan lain² dalam hubungan kepentingan Djepang terhadap Indonesia dalam rangka melantjarkan perang agresinja. Djepang adalah satu-satunja negeri di Asia jang perkembangan kapitalismenja sudah tinggi, sudah mentjapai kapitalisme-modern, imperialisme. Sedjak pada awal abad 19 Djepang mendjadi negeri imperialis, usaha merebut pasar diluar negeri, merebut tanah djadjahan sudah dimulai dengan melakukan perang agresinja. Pada tahun 1904 ia merebut daerah Rusia di Timur Djauh, sehingga mengakibatkan petjahnja perang Rusia-Djepang (1904-1905). Pada tahun 1910 djazirah Korea diduduki dan pada tahun itu djuga memaksa Tiongkok untuk memberi hak² istimewa padanja. Pada tahun 1931 Djepang mentjaplok Mantjuria, daerah timur-laut Tiongkok. Dengan direbutnja Mantjuria ini Djepang memperoleh dasar materiil jang kuat, karena daerah itu kaja dengan bidji besi dan batu bara, setagai bahan2 jang penting untuk meneruskan agresinja. Dalam tahun berikutnja kaum militer fasis berkuasa di Djepang, dan rentjana agresi ke Asia Tenggara dipersiapkan dan mulai dilakukan. Sjanghai diserbu dan didudukinja pada tahun 1935. Nafsu agresif ini kemudian terkenal dengan „memorandum Baron Tanaka”. Indonesia sebagai salah satu negeri djadjahan Belanda jang kaja akan bahan-bahan mentah mendjadi intjeran utama dari Djepang. Bahan-bahan strategis seperti minjak, karet, timah sangat menggiurkan Djepang. Delegasi jang resminja untuk mengadakan perundingan perdagangan dengan pemerintah kolonial Belanda dikirimkannja pada bulan September 1940 dan bulan Djanuari 1941. Kedua delegasi itu menemui kegagalan dalam usahanja, sebagaimana sudah dapat diterka sebelumnja, karena tuntutan-tuntutan untuk mendapatkan hak-hak istimewa Djepang.<noinclude>{{rh|||99}}</noinclude> f04xf50ll43uelssypphhujlodpu7kz Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/231 104 113057 321274 316972 2026-10-13T11:30:54Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321274 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{c|'''INDONESIA MENDJADI NEGERI JANG BELUM'''}} {{c|'''MERDEKA PENUH'''}} Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Agustus 1945 jang terus diikuti dengan pembentukan pemerintahan Republik Indonesia, perlutjutan sendjata terhadap Djepang dan perlawanan terhadap agresi, serta diubahnja perusahaan asing mendjadi milik Republik Indonesia, menandakan Indonesia mendjadi suatu negeri jang merdeka penuh. Tetapi dengan surutnja gelombang revolusi untuk sementara jang disebabkan berbagai faktor sebagaimana sudah diterangkan didepan, terutama karena adanja perdjandjian jang kompromis K.M.B., maka Indonesia berubah mendjadi negeri jang belum merdeka penuh. Dengan diikat oleh perdjandjian K.M.B., kabinet-kabinet jang menjusul silih-berganti tidak bisa tidak terdiri dari orang-orang jang sama sekali reaksioner. Perusahaan jang telah dimiliki pemerintah Indonesia harus dikembalikan kepada kaum kapitalis monopoli. Sebagian wilajah Indonesia jaitu Irian Barat tetap diduduki Belanda, dan Indonesia terikat dengan berbagai perdjandjian jang dibuat Kolonialis Belanda, sehingga pengaruh politik, ekonomi dan kebudajaan Belanda masih besar terhadap Indonesia. Sebagian besar tanah garapan kaum tani masih dikuasai oleh tuan tanah. Akibat-akibat fatal dari K.M.B. djuga tertjermin dalam gerakan pemuda Indonesia. Ini terbukti: ''pertama'', dengan kemunduran dalam persatuan didalam gerakan pemuda; ''kedua'', timbulnja gedjala umum jang mementingkan kedudukan golongan-golongan, klik-klik, atau perseorangan dari pada kepentingan-kepentingan revolusi; ''ketiga'', timbulnja gerakan jang menjalah-gunakan sentimen-sentimen kesukuan dan kedaerahan jang kemudian mendjadi gerakan separatis. Keadaan ini menundjukkan bahwa "Kewadjiban-kewadjiban Revolusi Indonesia ialah untuk membentuk suatu Republik kesatuan jang demokratis dimana Irian Barat djuga termasuk didalamnja, dimana Kedaulatan ada ditangan rakjat dan dilakukan sepenuhnja oleh Madjelis Permusjawaratan Rakjat (U.U.D. '45 fasal 1 ajat 2) dimana hak-hak azasi warga negara didjundjung tinggi dan membentuk masjarakat adil dan makmur, tjinta damai dan bersahabat dengan semua negara didunia baru", masih belum sepenuhnja tertjapai. Keadaan ini meletakkan tugas kepada rakjat Indonesia dan pemuda Indonesia untuk melandjutkan. sedjarah Perdjuangan 15<noinclude>{{rh|||225}}</noinclude> 715sqxj9lvr3cr60biurmk7vlw16lwr Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/232 104 113059 321275 316973 2026-10-13T11:31:09Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321275 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Perdjuangan guna mentjapai tudjuan sebagaimana jang ditjita-tjitakan semula. Perdjuangan untuk membatalkan KMB mendjadi tugas jang paling pokok bagi rakjat dan pemuda Indonesia dan menentukan sifat dan arah dari gerakan rakjat dan gerakan pemuda Indonesia. Ketjuali peristiwa nasional ini, perdjuangan rakjat dan pemuda Indonesia djuga ditentukan oleh sjarat dan peristiwa-peristiwa internasional jang terdjadi pada waktu ini. Suatu gedjala internasional jang penting pada masa ini ialah bahwa setelah selesainja Perang Dunia ke-II negeri imperialis tidak menghentikan industri perangnja, jang tetap dapat mendjamin keuntungan jang tinggi bagi kaum monopoli industri sendjata. Negeri imperialis terus membuat ketegangan dalam hubungan internasional, berdaja upaja dan mentjiptakan berbagai keadaan untuk menimbulkan perang baru baik jang bersifat lokal maupun seluruh dunia. Umat manusia jang telah djemu menghadapi perang imperialis bangkit berdjuang untuk menentang peperangan, menuntut perdamaian dunia, dan hidup bersahabat dengan rakjat berbagai negeri. Karena itu djuga mendjadi kewadjiban rakjat dan pemuda Indonesia untuk ikut serta dalam perdjuangan menentang bahaja perang jang dilantjarkan kaum imperialis. Perdjuangan untuk kemerdekaan nasional jang penuh tak dapat dipisahkan dengan perdjuangan untuk membela perdamaian dunia. Perdjuangan untuk mentjapai Indonesia jang merdeka penuh dan demokratis dalam tahun-tahun berikutnja djuga telah mentjapai hasil-hasil tertentu. Pada tahun 1955 dan 1956 pemerintah mengadakan pemilihan umum, masing-masing untuk D.P.R. dan Konstituante, jang adalah djuga merupakan hasil perdjuangan ini. KMB jang terkutuk itu, pada tahun 1956 setjara formil dibatalkan oleh pemerintah Indonesia. Pada tahun 1957 djuga diadakan pemilihan umum untuk DPRD<sup><small>2</small></sup> dan dalam tahun itu djuga Presiden Sukarno mentjetuskan suatu gagasan untuk membentuk pemerintahan Gotong-Rojong, jang terkenal dengan Konsepsi Presiden. Hasil tertentu dari perdjuangan rakjat dan pemuda ini sangat tidak menguntungkan kaum imperialis dan agen-agennja. Mereka membentuk apa jang dinamakan dewan-dewan didaerah-daerah dengan menggunakan berbagai sembojan palsu tentang pembangunan daerah-daerah dll. dan achirnja memperlihatkan wadjah djahat sebenarnja dengan memberontak terhadap kekuasaan jang sah Republik Indonesia. Peristiwa penting jang djuga merupakan hasil perdjuangan rakjat dan pemuda Indonesia jang ikut mempengaruhi sifat perdjuangan pemuda ialah diumumkannja Dekrit Presiden untuk kembali ke U.U.D. '45 pada tanggal 5 Djuli 1959; pidato Presiden jang berdjudul: Penemuan Kembali Revolusi Kita (Manipol); Djarek dan pidato-pidato lainnja jang<noinclude>{{rh|226}}</noinclude> nr9tc1jodu0szim2sh587flx526epye Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/67 104 113066 321081 316980 2026-10-12T12:35:47Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321081 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{c|'''DJAMAN "MELESET", PASANG DAN KONSOLIDASI'''}} {{c|'''PERDJUANGAN RAKJAT INDONESIA'''}} Sifat, watak dan bentuk gerakan Pemuda dalam periode ini tak dapat dilepaskan dari sjarat djamannja, jaitu sjarat ekonomi, politik dan keadaan internasional. Krisis ekonomi jang terdjadi pada tahun 1929 — 1932 adalah suatu krisis ekonomi jang berat jang pernah terdjadi pada djaman imperialis sebelum perang dunia ke-II. Indonesia sebagai suatu negeri djadjahan imperialis jang fungsi pokoknja untuk memperoleh bahan-bahan mentah, gedjala krisis sudah terasa pada tahun-tahun mendjelang terdjadinja krisis itu sendiri. Pasar bahan-bahan mentah jang dihasilkan di Indonesia makin kendor. Kelebihan produksi dipabrik-pabrik negeri-negeri kapitalis tak terdjual karena rendahnja daja beli rakjat-rakjatnja. Perusahaan kapitalis monopoli Belanda mulai mengurangi produksinja dan menekan kehidupan kaum buruhnja. Kehidupan rakjat makin tertekan dan makin buruk. Tekanan terhadap kehidupan rakjat jang makin bertambah buruk, pemetjatan jang sewenang-wenang, pengangguran jang meluas terdjadi terus dalam masa krisis itu sendiri. Ekonomi mendjadi matjet, dan malapetaka jang hebat menimpa rakjat Indonesia. Kelaparan dan penjakit busung lapar mengamuk dan menuntut banjak korban dari penduduk. Kaum tani banjak jang makan bonggol pisang. Tahun-tahun sesudah djaman "Meleset" ini lewat, tak djuga merupakan tahun jang dapat memberi harapan bagi rakjat Indonesia. Perusahaan kapitalis Belanda tak djuga mampu berdjalan menurut kapasitetnja semula, karenanja pengangguran tak djuga berkurang. Ekonomi kapitalis tak mampu bangun kembali seperti sebelum terdjadi krisis itu, bahkan baru sadja akan bangun sudah mulai ditimpa krisis lagi pada tahun 1937. Negeri-negeri kapitalis dalam menghadapi kesulitan ekonomi dan sosial ini memilih djalan untuk mendirikan kekuasaan fasis dan petualangan perang untuk mengatasinja. Negeri-negeri kapitalis mempersiapkan perang, dan pada tahun 1939 mulailah meletus perang sebagai permulaan perang dunia ke-II. Rakjat Indonesia, termasuk pemudanja dalam menghadapi keadaan ekonomi jang makin memburuk, makin sadar bahwa semuanja ini adalah akibat dari sistim kolonial, akibat Indonesia sebagai tanah djadjahan.<noinclude>{{rh|||61}}</noinclude> 6rzttwcef1h9ypug5qjuy34nlmzqrq5 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/68 104 113067 321082 316981 2026-10-12T12:36:19Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321082 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Walaupun pemerintah kolonial baru sadja mengamuk menindas pemberontakan rakjat 1926/1927, namun hal ini tak membuat rakjat takut. P.N.I. berdiri untuk melandjutkan perdjuangan revolusioner, kata Ir. Sukarno. P.N.I. dengan giat melakukan kegiatan mempropagandakan tudjuan perdjuangan rakjat Indonesia untuk mentjapai Indonesia Merdeka sekarang djuga, lepas dari negeri Belanda. Propaganda P.N.I. jang mentjerminkan tuntutan dan hasrat rakjat Indonesia memainkan peranan untuk memobilisasi, mengorganisasi dan mempersatukan rakjat Indonesia jang hendak berlawan. Rapat umum jang diselenggarakan P.N.I. selalu mendapatkan kundjungan rakjat jang berdjedjal-djedjal. Rakjat Indonesia menjambut pidato Ir. Sukarno dengan tepuk tangan dan teriakan jang riuh sekali, pertanda persetudjuan dan kesanggupan mereka mendukung ide perdjuangan untuk mentjapai Indonesia Merdeka, dengan segala akibat²nja. Pemerintah kolonial Belanda sangat ketakutan terhadap kegiatan P.N.I. jang mendapat sambutan dan diikuti rakjat ini. Apalagi dengan terdjadi krisis ekonomi maka propaganda revolusioner P.N.I. itu makin mendapat sambutan lebih hangat dari rakjat. Pada tanggal 29 Desember 1929 pemerintah kolonial Belanda melakukan penangkapan-penangkapan terhadap pimpinan P.N.I. dan pada tanggal 18 Agustus 1930 mereka dihadapkan didepan pengadilan di Bandung. Didepan pengadilan ini Ir. Sukarno melakukan pembelaan jang gigih terhadap P.N.I., terhadap dirinja dan kawan-kawannja jang dituduh "mengatjaukan ketertiban umum" oleh pemerintah kolonial Belanda. Pidato pembelaan didepan pengadilan ini terkenal dengan nama "Indonesia Menggugat". Dengan pidato pembelaan ini Ir. Sukarno dari seorang tertuduh mendjadi seorang penuduh terhadap semua kedjahatan, penindasan jang dilakukan oleh kaum kapitalis monopoli. Namun demikian, karena pengadilan adalah alat kekuasaan pemerintah kolonial Belanda, maka beliau didjatuhi hukuman pendjara 4 tahun. Pidato pembelaan ini makin merangsang daja djuang rakjat Indonesia, pemuda Indonesia. P.N.I. oleh pemimpin-pemimpin jang tidak ditangkap dibubarkan pada permulaan bulan April 1931. Tetapi sebulan kemudian, jaitu pada tanggal 30 April 1931, oleh bekas pemimpin P.N.I. jang madju, didirikan organisasi baru "Partai Indonesia" dengan disingkat Partindo. Kaum konservatif bekas anggota P.N.I. kemudian mendirikan Sajap Pendidikan Nasional Indonesia dengan disingkat P.N.I. Tahun 1933 adalah tahun ledakan jang menggetarkan sjaraf kaum kolonial Belanda, karena tahun ini penuh dengan pemberontakan-pemberontakan. Sebagai akibat beban padjak jang berat dan tindakan {{hws|se|sewenang-wenang}}<noinclude>{{rh|62}}</noinclude> jnqaji55l9lcnz4o2qamidrzxhl2pxi Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/69 104 113068 321083 316982 2026-10-12T12:36:40Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321083 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|wenang-wenang|sewenang-wenang}} dari alat kekuasaan pemerintah kolonial Belanda maka kaum tani diberbagai tempat mengadakan pemberontakan. Djuga akibat dari politik menekan kehidupan kaum buruh dengan menurunkan upahnja maka terdjadilah demonstrasi-demonstrasi dan pemogokan-pemogokan. Salah satu tindakan aksi jang bersih jalah pemberontakan anak-buah kapal perang Belanda "Zeven Provinsien", atau "Kapal Tudjuh". Dalam pemberontakan ini kelasi Indonesia dan Belanda bersama merebut kekuasaan dan menawan semua opsir Belanda. Pemberontakan ditindas dengan kekerasan dan kelasi itu didjatuhi hukuman berat. Namun demikian pemberontakan ini memberikan semangat perlawanan rakjat Indonesia. Sementara itu, Ir. Sukarno, jang telah selesai mendjalani hukumannja keluar dari pendjara, memilih Partindo sebagai tempatnja, dan melakukan kegiatan mempropagandakan Indonesia Merdeka. Karena ketakutan Belanda terhadap pemimpin rakjat ini maka pada tahun 1934 diadakan lagi penangkapan terhadap pemimpin Partindo dan Pendidikan Nasional Indonesia. Ir. Sukarno ditangkap lagi dan dibuang ke Endeh-Flores. Tak lama setelah terdjadinja peristiwa ini Musso, salah seorang pemimpin P.K.I. jang pernah meninggalkan Indonesia, dengan menjamar kembali ketanah airnja. Musso bersama dengan teman-temannja menjusun organisasi P.K.I. kembali untuk memimpin perdjuangan rakjat Indonesia. Tetapi pemerintah kolonial Belanda jang sangat ketakutan terhadap perlawanan rakjat Indonesia itu, selalu memasang tjetjunguk-tjetjunguk dan P.I.D.-nja untuk mengetahui gerakan rakjat dibawah tanah. Djedjak Musso telah tertjium oleh Belanda, dan karena itu Musso meninggalkan Indonesia lagi. Pemimpin P.K.I. pada tahun 1937 ditangkap dan dibuang ke Digul. Tetapi mereka jang tidak tertangkap meneruskan perdjuangannja. Sebenarnja djauh sebelum ini pemimpin gerakan rakjat Indonesia telah melihat adanja bahaja fasisme sedang mengantjam membakar dunia. Di Asia bahaja fasisme Djepang mengantjam rakjat Asia. Hal ini terbukti dalam suatu polemik antara Ir. Sukarno dengan Drs. Mohamad Hatta, tentang "Barang murah". Ir. Sukarno dalam surat kabar "Fikiran Rakjat" 1933 menulis: '"....., Awaslah, awas bahwa barang-barang itu adalah barangnja stelsel jang sebenarnja musuh kamu, barangnja stelsel sjaitan jang didalam hakekatnja tiada maksud lain melainkan mengeksploitasi tiap-tiap tenaga jang kini masih ada dalam bahumu dan tubuhmu. Awaslah, awas didalam bathin kamu, didalam politik kamu, didalam aksi kamu, imperialisme Twente dan imperialisme Japan harus tetap kamu persjaitankan, tetap kamu kutuk!".<noinclude>{{rh|||63}}</noinclude> e7osaegma7tjwo2y1crs01ugqcwp7pz Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/72 104 113070 321086 316983 2026-10-12T12:37:44Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321086 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Melahirkan Sumpah Pemuda dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raja, maka pemuda Indonesia mempunjai pegangan dan landasan jang sama dan kuat dalam perdjuangannja. Usaha merealisasi ide persatuan lebih dipermudah dengan adanja landasan idiil jang sama itu. Usaha untuk menjatukan organisasi pemuda dengan sungguh-sungguh dilaksanakan setelah Kongres ke II ini. Dalam Kongres ke II Pemuda Indonesia jang dilangsungkan pada tanggal 24-28 Desember 1928 di Djakarta, masalah djalan "fusi" atau "federasi" diadjukan sebagai salah satu masalah jang utama. Setelah mengalami perdebatan jang hangat, djalan fusi diterima dengan perbandingan suara 5 lawan 2 dari 7 tjabang-tjabangnja jang menghadiri kongres. Dalam Kongres Pemuda Indonesia ini djuga Tjokroaminoto dan Ir. Sukarno memberikan wedjangannja. Dalam wedjangan itu Tjokroaminoto menekankan perlunja ada organisasi pemuda jang satu, sedangkan Ir. Sukarno dalam pidato wedjangannja antara lain mengutarakan tugas wanita terhadap tanah airnja. Salah seorang pembitjara lainnja menekankan pentingnja persatuan wanita Indonesia. Kongres ditutup dengan pertundjukan tonil dan menjanjikan bersama-sama lagu Indonesia Raja. Sementara itu Jong Java dalam Kongresnja ke XI jang diadakan pada tanggal 15—31 Desember 1928 di Jogjakarta telah menerima djalan untuk menjatukan organisasi pemuda dengan fusi. Putusan ini djuga dikawatkan kepada Kongres Pemuda Indonesia. Dengan diterimanja prinsip ini oleh Jong Java sebagai salah satu organisasi pemuda jang terbesar dan berpengaruh pada waktu itu, mempertjepat dan melantjarkan djalannja usaha untuk mempersatukan organisasi pemuda. Djedjak untuk menempuh djalan fusi segera djuga diikuti oleh Pemuda Sumatra dalam putusannja pada pertengahan bulan Pebruari 1929 dan kemudian oleh Jong Celebes. Dengan demikian maka djalan kepersatuan organisasi pemuda sudah dilempangkan, dan saat kelahiran organisasi jang satu tinggal menanti harinja. Karena prinsip fusi sudah diterima oleh 4 organisasi pemuda, maka soalnja tinggal pelaksanaan fusi itu. Untuk ini pada tanggal 23 April 1929, wakil organisasi pemuda Jong Java, Pemuda Sumatra, Pemuda Indonesia mengadakan pertemuan di Djakarta. Pertemuan itu djuga mereka namakan ''Sidang Fusi jang pertama''. Sidang Fusi dengan suara bulat menjetudjui untuk membentuk Komisi Besar. Tugas Komisi Besar ini ialah melaksanakan fusi diantara organisasi pemuda. Disamping Komisi Besar djuga dibentuk Komisi Ketjil jang bertugas untuk menjusun Anggaran Dasar dan Rumah Tangga organisasi baru jang akan lahir itu. Organisasi baru itu dinamakan "Indonesia Muda". Kedua Komisi telah menjelesaikan tugasnja pada bulan Oktober.<noinclude>{{rh|66}}</noinclude> sgtrays8ljrt8ep3dvwytcuhwf9cdr6 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/73 104 113071 321087 316984 2026-10-12T12:37:59Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321087 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>1929. Soalnja tinggal menjelenggarakan kongres persatuan, jang djuga akan mengesahkan organisasi pemuda jang baru beserta Anggaran Dasarnja. Sementara ini, jaitu pada bulan Desember 1929, Jong Java melangsungkan kongresnja jang terachir di Semarang. Dalam Kongresnja ini telah disetudjui pembubaran organisasi Jong Java dan penjerahan tjabang-tjabangnja pada Komisi Besar "Indonesia Muda". Saat terachir usia organisasi-organisasi pemuda jang hendak meleburkan diri, jang berarti djuga saat-saat mendjelang kelahiran organisasi pemuda jang baru adalah penuh kesibukan bagi pemuda-pemuda. Pemuda-pemuda didalam hatinja berdebar-debar, tetapi jang penuh dengan kejakinan dan harapan, bekerdja keras untuk menjongsong kelahiran organisasi baru, suatu organisasi jang diharapkan sanggup mendjadi penjatu semua pemuda Indonesia jang berdjuang untuk mentjapai tjita-tjitanja jang luhur, Indonesia Merdeka jang demokratis, adil dan makmur. {{c|INDONESIA MUDA (I. M.) SIMBUL}} {{c|KEMENANGAN PERSATUAN}} Setelah melalui perdjuangan jang agak lama, djalan menjatukan organisasi-organisasi pemuda dengan fusi achirnja mendapatkan kemenangan. Pembubaran organisasi-organisasi pemuda: Pemuda Indonesia, Jong Java, Pemuda Sumatra berlangsung pada tahun 1929 — 1930, dengan mengadakan kongres-kongres pembubaran. Dalam pembubaran ini Jong Java menjerahkan tjabang-tjabangnja kepada Komisi Besar dengan tjara jang simbolis, jaitu dengan tanda penjerahan sebuah keris dilampiri kain hidjau jang dirontje dengan bunga melati. Pada tahun 1930 lahirlah organisasi persatuan dari pemuda-pemuda Indonesia — Indonesia Muda. Djuga pada tahun itu Jong Celebes (Pemuda Sulawesi) dan Sekar Rukun meleburkan diri kedalam Indonesia Muda. Setelah usaha peleburan ini selesai, Indonesia Muda mengadakan Kongresnja jang pertama pada tanggal 20 Desember 1930 sampai tanggal 2 Djanuari 1931 bertempat digedung Habiprojo, Solo. Kongres ini dipimpin oleh "Komisi Besar" sebagai pengurus sementara "Indonesia Muda". Komisi ini dipimpin oleh Kuntjoro Purbopranoto jang membuka kongres dengan pidato "Arti Gerakan Pemuda di Indonesia". Dalam pidatonja ini Kuntjoro Purbopranoto menerangkan bahwa gerakan.<noinclude>{{rh|||67}}</noinclude> i7zvg900z77rvqn6pfjpoxg9kc9efan Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/33 104 113076 321121 312687 2026-10-12T12:55:11Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321121 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Suatu langkah jang penting dalam sedjarah pergerakan rakjat Indonesia ialah lahirnja Indische Party jang dipimpin oleh Douwes Dekker (Setiabudi), Dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Surjaningrat pada tahun 1912. Organisasi ini penting karena ''pertama'', ia adalah partai politik jang pertama di Indonesia, ''kedua'', ia menghimpun semua golongan bangsa Indonesia, dan ''ketiga'' ia jang pertama kali mengadjukan tuntutan ”Indonesia lepas dari negeri Belanda”, dengan sembojan ”Hindia untuk Hindia”. Sebagaimana diterangkan didepan, di Indonesia sudah lahir lapisan baru lainnja jaitu kaum buruh. Lapisan ini, ketjuali mempunjai organisasi berdasarkan sosial ekonomi, Serikat Sekerdja. pada tahun 1914 melahirkan organisasi politiknja ― Indische Sosial Demokratische Ve reniging (ISDV) atau Perhimpunan Sosial Demokrat Hindia (PSDH). Perhimpunan ini mempuniai tudjuan menjebarkan Marxisme dan menuntut Indonesia Merdeka. Akibat Perang Dunia I kehidupan ekonomi rakjat makin memburuk. dan hal ini menjebabkan makin meningkatnja perdjuangan nasional melawan pendjadjahan. Djuga djandji palsu pemerintah Belanda untuk membentuk parlemen di Indonesia jang terkenal dengan ”djandji November” (November belofte) membuat marah rakjat Indonesia. Kemenangan revolusi Oktober 1917 di Rusia sebagaimana ditandaskan oleh Dr. Ir. Sukarno <ref>Batja brosur ”Revolusi Oktober dan Perdjuangan<br> Kemerdekaan Rakjat Negen-negeri Timur” Ir. Sukarno.</ref> mendjiwai perdjuangan kemerdekaan nasional rakjat. Dalam proses meningkatnja perdjuangan rakjat Indonesia ini, pada tahun 1920 ISDV dilebur mendjadi Perserikatan Komunis Hindia (pada tahun 1924 diubah mendjadi Partai Komunis Indonesia). Kelahiran Partai ini mempunjai arti jang sangat penting dalam perdjuangan kemerdekaan rakjat Indonesia, karena ia merupakan Partai jang teguh melawan pendjadjahan; bertudjuan untuk mentjapai Indonesia merdeka dan sosialisme di Indonesia, dan ia mempunjai kader-kader jang berani dalam memimpin perdjuangan rakjat Indonesia. Pemerintah kolonial Belanda sangat takut terhadap PKI dan karenania dilakukan penangkapan, pengekangan, provokasi dan lain-lain. Akibat dari ini pada tahun 1926 ― 1927 meletuslah pemberontakan rakjat Indonesia jang pertama di Djawa dan Sumatera selama sebulan. Pemberontakan ini gagal, tetapi ia menggojahkan dasar kekuasaan pemerintah kolonial Belanda dan karena itu meninggalkan bekas jang dalam pada gerakan rakjat Indonesia. <references/><noinclude>{{rh|||27}}</noinclude> rphp0eptyb73jtb9yeqw6f2f7q3ymb8 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/34 104 113078 321122 312690 2026-10-12T12:55:30Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321122 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Pada masa itu djuga berdiri organisasi-organisasi jang lain. Kaum terpeladjar Indonesia dalam usahanja untuk menghubungkan ilmu dengan masjarakat mendirikan organisasinja sendiri, dengan berbentuk klub studi, dan jang di Bandung dinamakan ”Algemeene Studie Club” jang dipimpin oleh seorang insinjur muda Sukarno dan lain-lainnja. Pada tahun 1926 suatu organisasi Islam didirikan ― Nahdlatul Ulama, jang mempunjai kegiatan dalam lapangan sosial. Pada bulan Djuli 1927, setelah pemberontakan nasional pertama ditindas, kaum intelektuil jang patriotik dan demokratis jang tergabung dalam Algemeene Studie Club mendirikan partai politik ― Perserikatan Nasional Indonesia, jang kemudian diubah namanja ― Partai Nasional Indonesia. Tudjuan partai ini sebagaimana diterangkan oleh pendirinja Ir. Sukarno dalam bukunja ”Sarinah”: ”Imperialisme Belanda pada waktu itu baru sadja mengamuk tabularasa dikalangan kaum Komunis. Partai Komunis Indonesia dan Serikat Rakjat dipukulnja, dengan hebatnja, ribuan pemimpinnja dilemparkan dalam pendjara dan dalam pembuangan di Boven Digul. Untuk meneruskan perdjuangan revolusioner saja mendirikan Partai Nasional Indonesia”<ref>Dari buku ”Sarinah” Ir. Soekarno, hal. 265-266.</ref>. Tudjuan P.N.I. sebagaimana dinjatakan dalam ”Beginsel Program”nja ialah ”mengubah struktur kehidupan masjarakat Indonesia: menghapuskan ketergantungan politik; mengachiri pemerintahan Belanda: Indonesia lepas dari negeri Belanda....”<ref>Dari buku ”De Nationalistische Beweging<br>in Nederlandsch-Indie” J. Th. Petrus Blumberger, hl. 206</ref>. Dalam mentjapai tudjuannja P.N.I. berusaha menggalang persatuan jang luas dan mengadakan massa aksi. Karena itu pemerintah kolonial Belanda djuga sangat takut terhadap P.N.I. Diluar negeri oleh Tan Malaka salah seorang buangan politik Pemerintah Hindia Belanda bersama dengan Djamaludin Tamin dan Subakat pada bulan Djul. 1927 didirikan P.A.R.I., singkatan dari ”Proletariat Aslia Republik Internasional” atau biasa disebut Partai Republik Indonesia. Partai ini didirikan di Bangkok setjara ilegal. Peristiwa ekonomi. sosial dan politik sepandjang masa du puluh tahun inilah jang sangat mempengaruhi perkembangan perdjuangan dan organisasi perdjuangan pemuda. Hal ini dapat kita lihat dari peristiwa-peristiwa jang terdjadi, serta hubungan peristiwa itu satu sama lain dalam proses pertumbuhan dan perkembangan perdjuangan pemuda pada masa ini. <references/><noinclude>{{rh|28}}</noinclude> l7881wmdu6hg1joodxwljlid7owozqu Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/35 104 113079 321123 312691 2026-10-12T12:55:47Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321123 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{c|LAHIR DAN PERKEMBANGANNJA BERBAGAI<br>ORGANISASI PEMUDA}} Sebagaimana sudah didjelaskan diatas, perdjuangan dan organisasi perdjuangan pemuda itu mendapatkan pengaruh jang besar dari perdjuangan dan organisasi perdjuangan nasional Indonesia, dan tidak terlepas dari keadaan jang ditimbulkan oleh politik devide et impera kolonialisme-imperialisme Belanda. Budi Utomo, walaupun sifatnja sendiri bukan organisasi pemuda, pendiri pendirinja adalah pemuda-pemuda, seperti Sutomo, R. Gunawan Mangunkusumo dan lain-lainnja. Djuga. mereka jang dihimpun dalam Budi Utomo adalah pemuda dari sekolah menengah, sekolah guru, sekolah jang sederadjat dengan itu, disamping jang lain-lain. Namun demikian. organisasi pemuda jang sesungguhnja baru berdiri tudjuh tahun setelah berdirinja Budi Utomo, jaitu pada tanggal 7 Maret 1915. Ini berarti bahwa organisasi pemuda baru berdiri setelah adanja organisasi massa seperti Serikat Sekerdja, S.1. dan organisasi politik seperti Indische Party dan I.S.D.V. Organisasi pemuda jang pertama ialah ”Tri Koro Dharmo” jang kemudian berganti nama mendjadi Jong Java. Jong Java ini kemudian berkembang mendjadi organisasi pemuda jang utama dan mempunjai pengaruh besar dalam proses sedjarah perkembangan organisasi pemuda Tjontoh jang diberikan oleh pemuda dari suku bangsa Djawa ini kemudian memberi inspirasi pada pemuda dari suku bangsa jang lain, terutama pada peladjar-peladjar sekolah menengah dan sekolah vak. Dalam waktu jang singkat setelah Tri Koro Dharmo didirikan. berdirilah organisasi pemuda Sumatera dengan nama ”Jong Sumatranen Bond” (Himpunan Pemuda Sumatera) pada tahun 1917, dan jang pada tahun berikutnja disusul dengan berdirinja ”Jong Minahasa” (Pemuda Minahasa) ”Jong Ambon” (Pemuda Ambon) dan ”Jong Celebes” (Pemuda Sulawesi). Sesuai dengan tingkat perkembangan kesadaran nasional pada masa itu, dimana ekonomi alamiah jang didesak oleh ekonomi barang dagangan imperialis masih meninggalkan sisa-sisanja, maka sifat kesukuan masih<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude> jwehh186rufmepqe3ogz9pyd9n9jpm3 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/77 104 113081 321105 316985 2026-10-12T12:44:21Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321105 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>rapat seperti itu dilarang atau diberhentikan ditengah-tengah oleh polisi Kolonial Belanda. Seperti dalam aksi rapat serentak jang diadakan pada bulan Nopember 1941 di Bogor, mendjelang ambruknja pemerintah kolonial Belanda. Sewaktu pembitjara Nn. Netty Awibowo mendjelaskan masalah demokrasi, rapat dibubarkan oleh polisi. Karena kegiatannja, Indonesia Muda dianggap oleh pemerintah Kolonial Belanda sebagai "perkumpulan politik". Pemerintah kolonial mengadakan larangan bagi siswa sekolah menengah, seperti Mosvia, sekolah-sekolah guru untuk mendjadi anggota-anggota Indonesia Muda. "Madjalah Indonesia Muda" jang terbit pada bulan Mei 1936 karena memuat karangan jang dikutip dari madjalah P.P.P.L., disita oleh pemerintah kolonial. Djuga kongresnja jang akan diadakan pada bulan Djuli 1936 di Djakarta dilarang oleh pemerintah kolonial. Berhubung dengan keadaan jang seperti ini, maka dalam kongresnja jang ke-IV di Surabaja menegaskan bahwa Indonesia Muda adalah organisasi pemuda dan akan bertindak sesuai dengan ini. I.M. waktu itu hanja mempunjai anggota 1.646 orang dan 38 tjabang, diantaranja ada 20 tjabang mempunjai bagian keputrian, dan 7 persiapan tjabang. Bagian keputrian diputuskan untuk tidak mempunjai pengurus besarnja, tapi langsung dipimpin oleh pengurus besar I.M., sedangkan tjabang diadakan bagian wanita. Kongres djuga memutuskan untuk memadjukan olah raga dengan mengadakan pertandingan-pertandingan pada setiap diadakan konferensi-konferensi daerah, mempergiat pemberantasan buta huruf dan lain-lain. Dalam Kongresnja ke-VII, jang diadakan di Bandung pada bulan Desember 1937 diputuskan antara lain untuk mengadjukan permintaan kepada pemerintah Kolonial agar mentjabut larangan-larangan bagi siswa sekolah menengah untuk mendjadi anggota I.M. Djuga diputuskan untuk mengadakan komite persiapan Kongres Nasional Pemuda. Indonesia Muda, sesuai dengan perkembangan djamannja memainkan peranan jang positif serta besar dalam gerakan pemuda. Ia mengambil bagian aktif dalam Kongres Pemuda ke-III tahun 1939, dan telah mendidik pemuda dalam perdjuangan melawan bahaja agresi fasis dan menjambut Indonesia Merdeka. Tokoh-tokoh jang pernah mendjadi pemimpin Indonesia Muda antara lain: Budi Susetejo, Sukarni, Sukereljo, Ruslan Abdulgani, Sugmo Hadinoto. Tahun 1930 djuga merupakan tahun Kongres bagi organisasi pemuda. Ketjuali Kongres Indonesia Muda djuga P.P.P.I. dan Jong Islamic Ten Bond mengadakan kongresnja. Perhimpunan Peladjar-peladjar Indonesia, jang mempunjai pengaruh besar dikalangan gerakan pemuda {{hws|Indo|Indonesia}}<noinclude>{{rh|||71}}</noinclude> equvsrs8jz6dvnf4h95znivg6hozqi6 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/79 104 113082 321107 316986 2026-10-12T12:44:52Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321107 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Pendidikan Nasional Indonesia. S.P.I. djuga mempunjai madjalah sendiri jang diberi nama "Suluh". Berbeda dengan Indonesia Muda, S.P.I. menghimpun pemuda dari segala lapisan jang luas. Karena itu kelahiran S.P.I. ini mendapatkan sambutan jang hangat dari kalangan pemuda. Dalam waktu jang singkat S.P.I. meluas organisasinja dan tambah anggota-anggotanja. Tjabang-tjabangnja ialah di Malang dengan dipimpin oleh pemuda Legimo dan Krisubanu; di Surabaja dipimpin oleh pemuda-pemuda Sudiono, Slamet, Sadmoko dan Riaupasi; di Tuban oleh pemuda Sirodj, A. Wahab, Widarsono; di Bodjonegoro oleh pemuda Kasrin dan lain-lainnja; di Kertosono dan Kediri dipimpin oleh pemuda Tasmidjan dan Widarto; di Blitar dipimpin oleh pemuda Sukarlan dan lain-lainnja; di Madiun dipimpin oleh pemuda Sutarto (Almarhum Kolonel Sutarto, Komandan Divisi Panembahan Senopati); di Purworedjo oleh pemuda Pramono; di Tjirebon dipimpin oleh pemuda Suraiman; di Djakarta dipimpin oleh pemuda Sundoro dan Rahim; di Bandung dipimpin oleh pemuda Onda. Ketjuali ini djuga masih terdapat tjabang di Magelang, Bogor, Sukabumi dan di Kalimantan (Barabai). S.P.I. melakukan kegiatan bukannja hanja mendidik anggota-anggotanja tetapi djuga kegiatan dalam lapangan kebudajaan, kesenian, olah raga dan lain-lainnja. Ketjuali itu S.P.I. djuga melakukan kegiatan politik, seperti ikut ambil bagian aktif dalam menentang ordonansi Sekolah Liar bersama dengan massa organisasi pemuda jang lain. Ordonansi ini dirasakan oleh S.P.I. bukan hanja merupakan penindasan kolonial terhadap bidang kebudajaan nasional, tetapi langsung menjangkut perguruan partikelir dimana pada umumnja kader-kader dan anggota-anggota S.P.I. beladjar. Dalam melakukan aksi menentang ordonansi ini S.P.I. membangkitkan kesadaran dan semangat berlawan dan berkorban kepada anggotanja dan djika perlu untuk masuk pendjara kolonial. Rapat-rapat umum diadakan dimana-mana, surat protes djuga dikirimkan oleh tjabang-tjabang S.P.I. Dalam aksi ini pemuda Sutarjo, anggota pengurus tjabang S.P.I. Semarang dikenakan hukuman 7 hari pendjara, dan pemuda Sirodj pimpinan tjabang Tuban terpaksa "menghilang" untuk menghindari penangkapan polisi terhadap dirinja dan memimpin perlawanan ditempat lain. Karena kegiatannja jang bersifat menentang kekuasaan kolonial Belanda ini maka S.P.I. djuga ditakuti oleh pemerintah Kolonial, dan bersamaan itu mendapatkan pengawasan jang keras. S.P.I. djuga dikenakan larangan berapat (Vergader Verbod). Dalam keadaan menghadapi tekanan jang berat ini, S.P.I. {{hws|mengada|mengadakan}}<noinclude>{{rh|||73}}</noinclude> 84wtomsc8245l3cp5zubz3jb4vwfsnf Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/37 104 113083 321125 312698 2026-10-12T12:56:23Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321125 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>djuga menondjol kedepan. Disamping organisasi pemuda jang sudah ada masih djuga timbul penggolongan dikalangan organisasi pemuda sendiri diatas dasar kesukuan dan keagamaan. Karena itu tak lama setelah ”Jong Sumatranen Bond” berdiri. pemuda dari suku Batak djuga mendirikan organisasinja sendiri dengan nama ”Jong Bataks Bond” (Himpunan Pemuda Batak). Sebagian pemuda jang tergabung dalam ”Jong Java” jang beragama Islam memisahkan diri dengan mendirikan organisasi ”Jong Islamieten Bond” (Himpunan Pemuda Islam). Walaupun dalam tingkat perkembangan ini terdapat banjak organisasi pemuda dari berbagai suku bangsa, namun ide menudju persatuan makin tumbuh dengan suburnja. Hal ini sesuai dengan proses perkembangan kesadaran nasional dimana orang sudah merasa bahwa hanja persatuan daerah, persatuan dari pemuda sesukunja sadja tidak dapat mentjapai tjita-tjita jang luhur, untuk mengedjar kemadjuan tanah air. Karenanja pemuda-pemuda itu djuga mentjari djalan untuk mempersatukan diri dalam suatu organisasi nasional jang demokratis, baik dengan djalan fusi dari berbagai organisasi maupun dengan federasi dari berbagai organisasi pemuda. Untuk memahami bagaimana perkembangan ini berlangsung sangatlah baik kalau diutarakan atau dipaparkan perkembangan setiap organisasi pemuda dalam hubungan satu sama lain serta dalam memperdjuangkan tjita-tjitanja. {{c|{{sp|JONG JAVA}}}} {{c|(Pemuda Djawa)}} Setelah mendapat dorongan dan inspirasi dari organisasi nasional jang telah ada, pemuda Indonesia dari suku Djawa mulai merasa bahwa dirinja sebagai bagian dari anggota masjarakat tak djuga mau ketinggalan dengan bagian masjarakat jang lain. Setelah mengalami pemikiran, perenungan dan usaha jang agak lama, pada tgl. 7 Maret 1915, sedjumlah pemuda peladjar jang dipelopori oleh pemuda intelektuil lulusan STOVIA, antara lain Raden Satiman Wirjosandjojo, mengadakan suatu rapat bertempat digedung pertemuannja Budi Utomo, Gang Kweni di Djakarta untuk mendirikan suatu organisasi pemuda. Setelah mengalami suatu pertukaran-pikiran pemuda-pemuda menjetudjui ide perlu adanja suatu organisasi pemuda tersendiri. Maka lahirlah suatu organisasi pemuda jang bersifat nasional jang pertama ― Tri Koro Dharmo (Tiga Tudjuan Sutji), jang dipimpin oleh Satiman<noinclude>{{rh|||31}}</noinclude> astvj9e2rjctaifb75qo21knyq9w78w Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/38 104 113084 321126 312699 2026-10-12T12:56:38Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321126 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Wirjosandjojo sebagai ketua, Sunardi (Wongsonegoro) wakil ketua, Sutomo sebagai sekretaris dan anggota-anggota pengurus lainnja ialah: Muslich, Musodo, Abdul Rachman. {{gambar hilang}} Berdirinja organisasi ini berarti suatu pertanda jang pasti dari kebangkitan nasional dalam kalangan pemuda, berarti kesadaran nasional mulai merangsang dan mendapatkan bentuk jang tersendiri didalam kalangan pemuda. Azas dan tudjuan dari organisasi pemuda jang baru lahir itu, sebagaimana dinjatakan dalam anggaran dasarnja fasal 2 mengemukakan: 1) menimbulkan pertalian antara murid-murid Bumi putra pada sekolah menengah. dan kursus vak keguruan: 2) menambah pengetahuan umum bagi anggota-anggota 3) membangkitkan dan mempertadjam perasaan buat segala bahasa dan kebudajaan Indonesia <ref>Gedenkboek Jong Java, hl. 26.</ref>. Sesuai dengan tiga azas inilah maka organisasi itu dinamakan Tri Koro Dharmo. Organisasi ini memang sebagaimana dinjatakan dalam azasnja, masih sangat terasa adanja dasar kebudajaan Djawa Raja, suatu dasar jang mendjadi persoalan pada waktu itu. Organisasi pemuda ini menghimpun pemuda-pemuda, ketjuali dari suku Djawa djuga pemuda-pemuda dari suku Sunda, Madura dan Bali, sesuai dengan pengertian Djawa Raja pada waktu itu. Namun demikian pendiri organisasi pemuda ini Dr. Satiman djuga sudah menjadari akan sifat terbatasnja organisasinja. Dalam madjalah Tri Koro Dharmo No. 3 beliau menjatakan bahwa ''”perkumpulan Tri Koro Dharmo harus memakai sifat buat sementara, supaja dikemudian boleh mendjadi suatu perkumpulan buat pemuda-pemuda Indonesia seumumnja”''. <references/><noinclude>{{rh|32}}</noinclude> gltvirbitlmaizxh2kj26lwpaen2x7t Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/39 104 113086 321127 312701 2026-10-12T12:57:00Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321127 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Masih dalam madjalah itu djuga beliau menulis ''”bahwa dengan lahirnja perkumpulan Tri Koro Dharmo haruslah dipikirkan suatu perkara jang penting jaitu: mentjari pertalian dan persaudaraan dengan bangsa dari pulau lain buat memperkokoh rakjat Indonesia”'' <ref>Gedenkboek Jong Java, hl 43.</ref> (garis bawah ― penjusun). Tri Koro Dharmo dalam waktu jang sangat singkat telah berkembang mempunjai tjabang-tjabang diberbagai kota besar di Djawa. Seiring dengan makin meluasnja organisasi ini, maka nama serta ketentuan dalam anggaran rumah tangganja sendiri terasa mendjadi penghalang. Karena itu dalam kongresnja jang pertama di Solo pada tahun 1918, nama Tri Koro Dharmo diganti dengan ”Jong Java” untuk memudahkan kerdja-sama dengan saudara-saudara dari Pasundan, Bali dan Lombok. Walaupun nama Tri Koro Dharmo telah diganti mendjadi Jong Java, namun azas dan tudjuannja sama seperti jang tertjantum dalam anggaran dasar Tri Koro Dharmo. Karena itu dalam perkembangannja djuga masih sangat terasa azas kebudajaan Djawa Raja dengan berintikan kebudajaan Djawa Tengah. {{gambar hilang}} Jong Java ini pada pokoknja bergerak dalam lapangan kebudajaan, pendidikan dan olah raga. Dalam lapangan kebudajaan mengadakan kegiatan-kegiatan dalam lapangan seni musik dan seni tari Djawa. Dalam lapangan pendidikan ia mengadakan dana beladjar (studie fonds) jang dinamakan ”nationale fonds” dan kemudian diubah mendjadi ”Jong Java Studie Fonds”, dan dalam lapangan olah raga ia terutama mengorganisasi kepanduan dengan nama Jong Java Padvinderij (Pandu Pemuda Djawa). Organisasi Jong Java serta kepanduannja tersebar luas di Djawa. Pada tahun 1922, jaitu pada kongresnja di Solo, anggotanja sudah mentjapai 2.000 orang. Pemimpinnja antara lain ialah Dr. Satiman Wirjosandjojo, jang pernah mendjadi ketua pada tahun-tahun 1915 ―1916 ― 1917 dan kemudian mendjadi anggota kehormatan, Suhardi {{rule|width=8em|align=left}} <references/><noinclude>{{rh|{{smaller|Sedjarah Perjuangan 3}}||33}}</noinclude> suybw0xumum29gp91wxqp9zcgs76zg3 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/40 104 113087 321128 312702 2026-10-12T12:57:20Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321128 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Arjotedjo (ketua pada tahun 1917 ― 1918), Dr. Sukiman Wirjosandjojo (ketua tahun 1918 1915;, Dr. Sutopo (ketua tahun 1919 ― 1920), Dr. Muchtar Atmosupardjo (ketua tahun 1921 ― 1922), Sugandi Pringgoatmodjo (ketua tahun 1922), Dr. Ma'amun (ketua tahun 1923), Raden Sam (ketua tahun 1923 ― 1924), Sumarto (ketua tahun 1925), Mr. Sunardi Djaksodipuro (Wongsonegoro) (ketua tahun 1926), Dr Gularso Astrokusumo (ketua tahun 1927), Dr Sarwono Prawirohardjo (ketua tahun 1928), Kuntjoro Purbopranoto (ketua jang terachir tahun 1929). Sedangkan barisan kepanduan antara lain dipimpin oleh almarhum Muwardi. Organisasi Jong Java adalah non-politik dan djuga tidak memperkenankan anggotanja mengambil bagian aktif dalam politik. Hal ini ditegaskan lagi dalam kongres ke II dalam bulan Mei 1922 di Solo, dan kongres luar biasa Desember 1922 jang menetapkan bahwa Jong Java tidak mentjampuri aksi atau propaganda politik. Namun demikian, meningkatnja perdjuangan kemerdekaan nasional pada tahun-tahun 1920 dan selandjutnja maka pidato jang bersifat politik selalu terdengar diberbagai kongresnja, bahkan pada tahun 1926, dengan tanpa dinjatakan, Jong Java djuga ikut dalam politik. {{gambar hilang}} Sifat non-politik jang berlebih-lebihan bisa menimbulkan aspek kurang baik bagi Jong Java. Misalnja, dalam kongresnja di Jogja pada bulan Desember 1924, ketika orang pemuda Darsono mengadakan pidato politik, dimana ia memberikan pendjelasan tentang perdjuangan kemerdekaan, maka pelindung organisasi ― Mangkunegoro ke VII, memberi tekanan dengan isjarat bahwa kalau organisasi itu ikut dalam politik dia akan meletakkan djabatannja sebagai pelindung. Tjontoh lain adalah ditolaknja usul ketuanja, Sam, jang menjarankan, dengan tidak mengubah dasar-dasar Jong Java, agar diadakan pembagian anggota dalam golongan, jaitu: 1 anggota muda-muda jang berumur dibawah 18 tahun, jang tidak boleh mentjampuri politik; 2. anggota jang berumur 18 tahun keatas, jang setjara {{hws|per|perseorangan}}<noinclude>{{rh|34}}</noinclude> pkjejfkyt7dodyy76auxyqq8429gn6x Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/78 104 113199 321106 316987 2026-10-12T12:44:37Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321106 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|nesia|Indonesia}}, pada tanggal 20-30 September 1930 mengadakan kongresnja di Djakarta. Kongres P.P.P.I. ini antara lain mengambil keputusan jang menjatakan bahwa: a. tugas untuk mentjapai Indonesia Merdeka adalah tugas jang terhormat bagi putra-putra Indonesia; b. dalam mentjapai tudjuan ini harus dipegang teguh persatuan; c. dengan kesadaran untuk mendjadi tiang masjarakat, diwadjibkan kepada anggota-anggota, masing-masing menurut kejakinannja, untuk mengabdi dan mempertahankan negerinja sebagai kesatria. Dalam tahun ini, jaitu pada tanggal 24 — 28 Desember 1930 Jong Islamieten Bond beserta organisasi kepanduannja, Natipy, melangsungkan kongresnja jang ke-VII di Djakarta. Kongres ini bertudjuan untuk mempeladjari Islam, untuk mendidik dan memperkuat simpati dari golongan Islam dan pengikut-pengikutnja. Kerdja sama antara organisasi pemuda jang ada antara lain dilangsungkan dalam suatu badan-penghubung "Badan Permufakatan" jang bersifat setempat atau sedaerah. {{c|SULUH PEMUDA INDONESIA}} {{c|(S. P. I.)}} Lahirnja Indonesia Muda (I.M.) adalah suatu langkah jang madju, suatu realisasi ide persatuan dalam organisasi pemuda. Tetapi sebagai organisasi baru jang dilahirkan dalam sjarat jang lebih madju, pada permulaannja mempunjai kelemahan-kelemahan seperti telah diterangkan didepan jang menjebabkan kurang memuaskan massa pemuda jang sedang berdjuang untuk mentjapai tjita-tjitanja Indonesia Merdeka. Sebagai tjetusan ketidakpuasan terhadap organisasi pemuda jang telah ada, oleh sedjumlah pemuda di Malang didirikan organisasi Suluh Pemuda Indonesia. Suluh Pemuda Indonesia atau jang disingkat S.P.I. ini didirikan pada tanggal 27 September 1930 di Malang oleh sedjumlah pemuda jang dalam perkembangan selandjutnja berada dibawah pengaruh dan pendidikan politik dari Pendidikan Nasional Indonesia, P.N.I. Promotornja ialah pemuda-pemuda Legimo dan Krisubanu jang kemudian dalam kongres S.P.I. di Malang djuga dipilih sebagai pimpinan Pengurus Besar. S.P.I. berazas "Kerakjatan", dan bertudjuan untuk mentjapai masjarakat jang adil dan makmur. Untuk mentjapai tudjuan ini S.P.I. mengadakan pendidikan dikalangan anggota-anggotanja dengan kesadaran nasional, kebenaran serta kesanggupan berdjuang. Dalam melakukan pendidikan ini S.P.I. berorientasi kepada teori-teori jang diadjarkan oleh<noinclude>{{rh|72}}</noinclude> fhr2sxto8a5tod0wnxs7vi7vk54x7gj Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/80 104 113201 321108 316988 2026-10-12T12:45:09Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321108 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|kan|mengadakan}} kongresnja jang ke-II dalam tahun 1933 di Jogjakarta mengambil keputusan: 1. walaupun menghadapi tekanan jang keras, S.P.I. akan melandjutkan perdjuangannja; 2. menjusun organisasi jang demikian rupa rapinja, jang mendjamin militansi gerak dalam menghadapi berbagai matjam tekanan, pengedjaran dan penangkapan P.I.D.; 3. mengintensifkan pendidikan kader, dengan tjara dalam djumlah jang ketjil.; 4. madjalah S.P.I. "Suluh" perlu diperkuat dan diusahakan terbitnja lebih teratur. Untuk pemimpin kegiatan S.P.I. dalam sjarat situasi jang baru ini maka dipilihnja pengurus besar jang baru, jang terdiri dari pemuda-pemuda: ketua, Sukarno; wakil ketua, Sjamsu Harja Udaja; anggota pimpinan, Sukarlan, Suratin Tarsijah, Sukardi (Perot) dan lain-lain. Tempat kedudukan Pengurus Besar jang menurut Kongres ke-I berada di Malang, oleh Kongres ke-II diputuskan dipindah di Jogjakarta. Walaupun ada larangan rapat, namun Pengurus S.P.I. setjara aktif mendjelaskan kepada anggota-anggotanja semua putusan kongresnja, dan mendidik anggota-anggotanja agar melandjutkan perdjuangannja. Dalam melakukan kegiatan ini banjak pemimpin S.P.I. jang dikenakan "larangan rapat" dan dihukum, seperti pemuda Sujadi dari tjabang Solo, dikenakan hukuman 7 hari pendjara dan denda Rp. 25,— (rupiah Belanda); pemuda Sundoro dari tjabang Djakarta dikenakan hukuman 3 bulan pendjara; dan pemuda Winajadi, ketua S.P.I. tjabang Jogjakarta, dikenakan hukuman 3 bulan pendjara. Madjalah "Suluh" dapat terbit beberapa kali. Dalam penerbitannja jang ketiga, "Suluh" dikenakan pelanggaran pers (pers delict), dan dilakukan penangkapan-penangkapan terhadap diri pemuda Sudojo sebagai penulis salah satu artikel jang dikenakan "pelanggaran" itu, dan pemuda Sukardi (Perot) sebagai penanggung djawab madjalah "Suluh". Mereka jang ditangkap ini setelah meringkuk dalam pendjara Wirogunan — Jogjakarta selama 6 bulan, dibebaskan tanpa diadjukan dimuka pengadilan. Djuga Slamet Sugoro ditangkap dengan alasan jang tidak terang dan setelah ditahan beberapa lama, achirnja tanpa diadjukan dimuka pengadilan ditawan ke Digul. Dalam menghadapi penangkapan ini kader S.P.I. tak djuga menghentikan kegiatannja. Pendidikan kepada anggota-anggota terus dilandjutkan, dan memperoleh hasil jang baik. Dengan pendidikan ini S.P.I. telah menghasilkan banjak kader jang selandjutnja ternjata setia mengabdi kepada usaha revolusi, seperti Abdulrachman (meninggal di Surabaja karena siksaan Kempetei Djepang), Pramono, Alipringgo, dan lain-lainnja.<noinclude>{{rh|74}}</noinclude> 0bcu5c3he3q8a3qb9aq9tpm38yqpkt0 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/205 104 113202 321252 316989 2026-10-13T11:23:28Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321252 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>uang Soerachman dengan putusannja No. M 593 tanggal 12 September 1946 mendudukan B.K.P.R.I., jang diwakili oleh Moh. Zain, dalam sebuah panitia jang berkewadjiban mengatur segala sesuatu jang berhubungan dengan pengangkutan dan pengawalan uang Republik Indonesia dari Jogjakarta, Solo dan Malang ke tempat-tempat lain. Lima anggota lainnja dari panitia tsb. adalah wakil Tentara Republik Indonesia, kantor pemberesan uang, polisi negara, djawatan kereta api dan pedjabat pos. „Berkat bantuan pemuda jang tergabung dalam B.K.P.R.I. maka panitia tsb. dapat menjelesaikan tugasnja dengan memuaskan sekali", demikianlah sebuah laporan B.K.P.R.I. masa itu berbunji. {{c|MENGHADAPI PERANG AGRESI KOLONIAL - I}} {{c|PERINTAH PENGHENTIAN TEMBAK-MENEMBAK}} {{c|PERSETUDJUAN RENVILLE}} Menghadapi agresi militer Belanda pada tanggal 20 malam 21 Djuli 1947 jang dengan demikian telah melanggar perdjandjian jang dibuatnja sendiri, maka pemuda Indonesia sebagai pendorong Proklamasi Kemerdekaan, dimana-mana sadja segera mendjalankan kewadjibannja terhadap nusa dan bangsanja, melawan serangan militer Belanda dengan segala apa jang ada padanja. Tidak mengherankan, bahwa keganasan musuh terutama ditudjukan kepada Pemuda Indonesia. Tak terhitung djumlahnja mereka jang dalam menunaikan kewadjibannja terhadap Ibu Pertiwi telah gugur bagaikan kusuma bangsa, tak terhitung pula djumlahnja mereka jang mendjadi tjatjat seumur hidup karenanja, tak terhitung lagi jang mengalami lain-lain penderitaan karena perkosaan, penganiajaan dan kekedjaman kolonialisme Belanda, namun segala sesuatu itu dipikulnja sebagai baktinja untuk menjelamatkan revolusi nasional kita ini, guna kemerdekaan negara dan rakjat Indonesia seluruhnja. Dalam menghadapi perang agresi kolonial Belanda itu, Badan Pekerdja B.K.P.R.I. pada tanggal 21 Djuli 1947 mendjelaskan dan menjerukan kepada seluruh pemuda Indonesia, dan terutama dalam B.K.P.R.I. sbb.: „Berkenaan dengan keganasan pihak Belanda makin memuntjak, mendorong-dorong gendarmeri supaja dapat diterima oleh pihak Indonesia, pula menurut berita jang terachir pada tanggal 20 Djuli 1947 djam 11 malam, seluruh kantor dan djawatan-djawatan didaerah pendudukan telah direbut oleh pihak Belanda, dan pada esok harinja pada tanggal sekarang ini djuga dibeberapa daerah telah didjatuhi bom, pihak<noinclude>{{rh|||199}}</noinclude> geogd0vk0tdjphlzgcav1uqehz5vyzs Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/206 104 113204 321253 316991 2026-10-13T11:23:48Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321253 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Belanda sudah tidak mengenal peri-kemanusiaan lagi, maka berkenaan dengan hal-hal tersebut diatas kepada seluruh pemuda-pemuda patriot-patriot negara dan bangsa, terutama pemuda-pemuda jang tergabung dalam Dewan Pimpinan Pemuda, diseluruh daerah dan kabupaten, kami instruksikan hendaknja supaja: * Siap sedia untuk menghadapi segala kemungkinan, dengan segala kekuatan jang ada didaerahnja masing-masing. * Mulai sekarang dan pada saat ini djuga supaja seluruh tenaga pemuda jang ada dalam daerah masing-masing dikerahkan guna membimbing seluruh rakjat untuk menghadapi pertempuran jang total terhadap agresi Belanda. * Semendjak nanti akan diumumkan oleh Dewan Pertahanan Negara, maka seluruh pemuda didaerah masing-masing supaja membantu dengan segala aktivitet atas tugas jang diberikan oleh Dewan Pertahanan Daerah jang memegang pimpinan dalam keadaan negara menghadapi bahaja. Demikianlah hendaknja pemuda patriotik negara dan bangsa memperhatikan sungguh-sungguh akan instruksi kami ini karena Belanda sendiri sekarang telah mengumumkan perang dengan berpulas bermatjam-matjam ragam. * Sekianlah supaja SIAP-SIAP dan SEDIA menantikan panggilan tanah air. Disamping itu, Badan Pekerdja B.K.P.R.I. mengirimkan radiogram kepada pemuda seluruh dunia dan kepada pemuda Islam sedunia sbb.: <ol type="I"> <li>Pada tanggal 20 Djuli jl. sesudahnja dengan tjepat dan terus menerus mengirimkan tentara kolonialnja kedaerah Republik dan sesudahnja memperkosa persetudjuan Linggardjati, Belanda mulai serangan umum setjara pengetjut terhadap kota-kota, lapangan-lapangan terbang dan pelabuhan-pelabuhan Republik. </li> <li>Pada tanggal 20 Djuli jl. Belanda memulai perang kolonialnja jang klasik terhadap Republik Indonesia jang tjinta akan damai, dan menjerang rakjat Indonesia. </li> <li>Kita Bangsa Indonesia, tjinta akan damai tetapi kitapun tjinta akan kemerdekaan dan siap sedia untuk membela kemerdekaan kita sampai saat paling achir. </li> <li>Kita pertjaja, bahwa perang kolonial Belanda akan mendjadi permulaannja serentak perang kolonial di lain-lain tanah djadjahan dan setengah djadjahan diseluruh dunia jang sudah rusak karena peperangan. </li> <li>Oleh karena itu, kami Pemuda Indonesia dengan sangat menjerukan kepada pemuda-pemuda seluruh dunia jang progresif {{hws|de|demokratis}} </li> </ol><noinclude>{{rh|200}}</noinclude> rrml3yq565wjfpbieou2qwo63hfo5jr Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/209 104 113249 321256 312957 2026-10-13T11:24:42Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321256 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>oleh Mr. Ali Budiardjo tidak berdaja, dan malahan dihalang-halangi melakukan tugasnja oleh pedjabat-pedjabat kolonial Belanda. Protes-protes jang dilantjarkan oleh pihak Pemerintah R.I. kepada Belanda dan Komisi Djase-djasa Baik, bahwa „plebisit-plebisit” jang dilakukan Belanda tanpa pengawasan P.B.B., dengan tidak mengindahkan ketentuan masa waktu minimum 6 bulan „perdebatan bebas dan merdeka” dan „bebas berk impul, berbitjara dan menjiar”, tak mendapat perhatian sama-sekali. Pada tanggal 9 Maret setjara sepihak dan dengan menolak pengikut sertaan Republik Indonesia didalamnja, Belanda mendirikan „pemerintahan” faderal peralihan jang mendjalankan kekuasaan mendjelang terbentuknja Negara Republik Indonesia Serikat. Setjara sepihak dan berlawanan dengan Persetudjuan Renville, Belanda menentukan sebagai sjarat tertjapainja persetudjuan politik setjara final antara R.I. dan Belanda. Tetapi, dengan alasan bahwa perundingan² politik tidak dapat dimulai sebelum perintah penghentian permusuhan berdasarkan Renville dipatuhi, Belanda menunda-nunda perundingan-perundingan politik tersebut tadi. Suasana politik tidak mereda, bentrokan bersendjata terdjadi berkali-kali. Usaha-usaha oleh Komisi Tiga Negara (Komisi Djasa-djasa Baik) untuk membawa kedua pihak kemedja perundingan, terus mengalami kegagalan. Djuga desakan-desakan kepada Dewan Keamanan P.B.B. untuk mengadakan intervensi, tidak membawa hasil apa-apa. Berbagai usul K.T.N. ditolak mentah-mentah oleh Belanda, djuga di Dewan Keamanan perdebatan masalah pertikaian Indonesia―Belanda tidak membawa penjelesaian apa-apa. Sebaliknja tidak berdajanja K.T.N. dan Dewan Keamanan terhadap sikap kepala-batu Belanda, mendorong Belanda untuk melantjarkan blokade ekonomi dan tekanan politik terhadap Republik Indonesia. Pada bulan September 1948 K.T.N. sekali lagi mentjoba untuk kembali perundingan atas dasar usul-usul Merle Cochren, wakil Amerika Serikat jang baru. Usaha inipun gagal karena sjarat-sjarat pendahuluan jang dikemukakan kedua belah pihak tidak dapat diterima masing-masing pihak. Perundingan-perundingan langsung pada tanggal 1 Nopember antara pihak Indonesia dan Belanda jang diwakili oleh Menteri luar Negeri Dr. D.U. Stikker dan Menteri Daerah-daerah Seberang Dr. Sassen djuga terbentur kepada persoan wewenang wakil Mahkota Nederland selama masa pemerintahan federal peralihan mendjelang terbentuknja Republik Indonesia Serikat. Wewenang tsb. meliputi a.l. hak kekuasaan wakil Mahkota Nederland untuk mengirimkan pasukan-pasukan Belanda ke<noinclude>{{rh|||203}}</noinclude> lbfexr70xy8athl61j4bzr0qpb5xx73 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/208 104 113255 321255 312967 2026-10-13T11:24:24Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321255 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>meter dapat meluaskan siarannja dengan memantjarkan siaran keluar negeri dengan menggunakan bahasa Inggris dan Belanda”. Pada bullan Oktober 1947, gelombang pendek 40 meter mengalami banjak gangguan diudara lalu diubah mendjadi 26,66 meter hingga (dengan diubahnja gelombang 97 meter djadi 51,7 meter) siaran dapat ditangkap dengan gelombang 26,66 dan 51.7 meter atau dengan frequentie II, 29 dan 5,8 magacycle. Siaran satu kali dan tiap-tiap hari Selasa dan Sabtu 19.30 ― 20.00) direlay oleh R.R.I. Pusat di Jogjakarta dengan gelombang 52 meter diisi oleh putjuk pimpinan organisasi anggota B.K.P.R.I. Pada tiap-tiap hari Sabtu (20.40 ― 20.45) diadakan siaran kedaerah Seberang. Lain dari pada itu „Gelora Pemuda” menjediakan ruangan untuk djawatan penerangan D.P.P. Kowani, T.N.I. ― Masjarakat bagian Wanita. Sembojan jang didengungkan diangkasa raya oleh ketua siaran „Gelora Pemuda” waktu memperingati 2 tahun berdirinja pemantjar tersebut, ialah : „Sekali diudara, tetap diudara”. {{block right|align=left|''Masa Persetudjuan Renville sampai petjahnja''<br> ''Perang Agresi Kolonial ke-II.''}} Penandatanganan Persetudjuan Renville menjebabkan djatuhnja Kabinet Mr. Amir Sjarifuddin pada tanggal 23 Djanuari 1948 dan dibentuknja Kabinet-presidentil Hatta dengan inti-inti partai P.N.I. ― Masjumi pada tanggal 29 Djanuari 1943. Suasana politik jang sudah agak meruntjing akibat penandatanganan Persetudjuan Renville mendjadi makin tegang dengan pelaksanaan pengakuan garis demarkasi „van Mook” : pemindahan paksa 35.000 pemuda-pemuda bersendjata Tentara Nasional Indonesia dari daerah-daerah „kantong” dibelakang garis demarkasi „van Mook” kedaerah-daerah R.I., telah menimbulkan rasa ketjewa dan sakit hati jang mendalam pada rakjat Indonesia umumnja, dan chususnja pada pemuda dan angkatan bersendjata. Kurang lebih 4.000 anggota pasukan-pasukan laskar rakjat tetap menolak dipindahkan. Djurang perpetjahan makin mendalam. Sementara itu Belanda dengan menjingkirkan sama sekali fasal-fasal Persetudjuan Renville meneruskan politik pemetjah belahnja dan mendirikan „negara-negara” bonekanja didaerah-daerah jang didudukinja melalui apa jang mereka namakan „plebisit”. Dibawah tekanan bajonet Belanda dan kekangan hak-hak demokrasi, melalui apa jang dinamakan „plebisit”, berdirilah „Negara Madura” pada tanggal 21 Djanuari 1948. dan „Negara Pasundan” di Djawa Barat pada tanggal 23 Djanuari 1948. Gerakan plebisit jang diketuai<noinclude>{{rh|202}}</noinclude> npsodswng06yrrseiw19mullhx4odzb Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/207 104 113257 321254 312969 2026-10-13T11:24:07Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321254 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|mokratis|demokratis}} dan tjinta akan perdamaian termasuk djuga mereka jang dinegeri Belanda, agar mendesak pemerintahan masing-masing untuk memaksa Belanda menghentikan perangnja dan menarik kembali tentara kolonialnja dari daerah Republik”. Seruan B.K.P.R.I. disambut oleh pemuda progresif sedunia dengan berbagai matjam pernjataan simpati kepada perdjuangan rakjat dan pemuda Indonesia menentang kolonialisme Belanda dan pengutukan terhadap perang agresi kolonial jang dilantjarkan Belanda terhadap Indonesia. Tidak itu sadja, Gabungan Pemuda Demokratis Sedunia telah berhasil memobilisasi pemuda seluruh dunia untuk memboikot kapal-kapal Belanda jang mengangkut serdadu dan sendjata ke Indonesia, dan untuk mengumpulkan obat-obatan. Dalam menghadapi perintah penghentian tembak-menembak jang dikeluarkan pada tanggal 4 — 5 Agustus 1947, B.K.P.R.I. tetap waspada. Didalam radiogram jang ditudjukan kepada segenap golongan kaum progresif serta demokratis umumnja, dan pemuda progresif dan demokratis chususnja, terutama jang tergabung dalam Gabungan Pemuda Demokratis Sedunia, diterangkan bahwa memang benar adanja perintah penghentian tembak-menembak. Tetapi ini tidak berarti pertikaian antara Indonesia dan Belanda sudah selesai. Oleh karenanja bantuan materil dan moril rakjat dan pemuda progresif sedunia terhadap perdjuangan kemerdekaan rakjat dan pemuda Indonesia, jang masih tetap dalam antjaman kaum pendjadjah Belanda, tetap diharapkan. Dalam hubungan dengan prinsip-prinsip „Renville” Badan Pekerdja B.K.P.R.I. membatasi diri dengan memberikan petundjuk-petundjuk dan pedoman bekerdja menghadapi rentjana plebisit kepada D.P.P.2 didaerah-daerah. {{R|''Radio ”Gelora Pemuda”''}} Bunga rampai aktivitas-aktivitas pemuda-pemuda dimasa revolusi bersendjata kiranja tak lengkap penggambarannja, apabila disini tak disebut pemantjar radio „Gelora Pemuda”. Sebuah siaran „Gelora Pemuda” masa itu menjebut fakta-fakta sbb. : „Pemantjar Gelora Pemuda telah dibuka pada tanggal 1 Maret 1946 dengan gelombang 97 meter. Siaran diadakan 2 kali setiap hari pagi dari djam 6.30 hingga djam 8.00, dan malam hari djam 18.00 hingga djam 22.00. Disampingnja siaran pidato-pidato untuk mengobarkan semangat perdjuangan, „Gelora Pemuda” pun tak lupa memberi selingan berupa hiburan musik atau njanjian. Kemudian dengan gelombang<noinclude>{{rh|||201}}</noinclude> f8l0huizwnhdot8tghytfwhsoe1lih7 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/92 104 113260 321154 312974 2026-10-12T13:29:10Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321154 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>memperkuat dan memadjukan gerakan pemuda. Badan federasi ini diberi nama „Gabungan Pergerakan Pemuda Indonesia”, dengan disinngkat Gapindo. Untuk menjatukan pemuda didaerah-daerah atas usaha Indonesia Muda pada tahun 1936 berdirilah suatu badan jang dapat menggabungkan dan mempersatukan aksi pemuda dengan nama, „Persatuan Pemuda” dengan disingkat „PERDA”. PERDA mempunjai azas kekeluargaan dan bertudjuan melatih pemuda-pemuda berorganisasi dan bertanggung djawab atas pendapatnja. Adapun usaha jang dilakukan ialah : a. menerbitkan madjalah „Suara Merdeka” ; b. mengadakan „Club Debat” untuk membulatkan pengertian para anggota-anggotanja. PERDA tidak memnunjai pengurus pusatnja, karena ia merupakan badan federasi jang bersifat kedaerahan. Namun demikian adanja PERDA ini merupakan suatu langkah madju dalam organisasi pemuda pada waktu itu, karena ia dapat mempertemukan pemuda-pemuda diberbagai daerah jang disebabkan karena tekanan dan pemerintah kolonial Belanda terpaksa mendirikan berbagai organisasi jang bersifat setempat. Dengan badan itu maka aksi pemuda dapat terkoordinasi. Ini membuktikan bahwa walaupun bagaimana usaha kaum kolonialis untuk memetjah persatuan pemuda, namun semangat persatuan tetap mendjiwai pemuda-pemuda Indonesia baik dalam lapangan organisasi maupun dalam aksi-aksi. {{larger|{{C|BARISAN PEMUDA GERINDO}}}} Dalam perkembangan perdjuangan pemuda, sebagaimana djuga perkembangan perdjuangan nasional rakjat Indonesia tidak berdjalan lurus, tetapi belak-belok dan tidak djarang melalui tebing jang sangat tjuram dan penuh rintangan jang sangat berbahaja jang dipasang oleh pemerintah Belanda. Dalam menghadapi kemadjuan gerakan pemuda jang progresif dan revolusioner pemerintah kolonial Belanda menggunakan tipu muslihatnja jang litjin, seperti memukul, menangkap, memendjarakan dan menawan pemimpin-pemimpin serta kader-kadernja jang aktif. Demikianlah jang terdjadi disekitar tahun 1934 — 1935. Bersamaan dengan penangkapan dan penahanan pimpinan nasional Indonesia pada waktu itu seperti Ir. Sukarno, Mohamad Hatta, dan lain-lainnja, pemimpin organisasi pemuda jang progresif djuga ditangkap. Dengan penangkapan ini pemerintah kolonial berusaha untuk melumpuhkan gerakan nasional, gerakan pemuda. Dengan ditangkap, ditahan dan ditawannja beberapa pemimpin pemuda jang revolusioner maka seolah-olah<noinclude>{{rh|86}}</noinclude> p8arvhmx3jttkv2uh6wfd99lyffwn2p Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/90 104 113264 321156 315861 2026-10-12T13:30:12Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321156 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{C|{{larger|PERSATUAN PEMUDA<br> (PERDA)}}}} Kalau kita tilik perkembangan organisasi pemuda sedjak tahun 1930, maka tampak bahwa setelah berlangsung proses konsentrasi sebagai realisasi ide persatuan dalam organisasi pemuda, timbul proses diferensiasi jang disebabkan oleh : a. masih kurang puasnja pemuda-pemuda pada umumnja terhadap organisasi pemuda jang telah ada, jang disebabkan sifat keterbatasan organisasi itu pada mulanja ; b. pengaruh dibubarkan Partai Nasional Indonesia, dan timbulnja dua partai baru, jaitu Partindo dan P.N.I. Merdeka ; c. akibat tekanan dari pemerintah kolonial Belanda sehingga organisasi pemuda jang ada tak dapat melakukan aktivitasnja setjara wadjar; d. adanja usaha dari berbagai golongan untuk mendirikan organisasi pemuda. Diferensiasi dalam organisasi pemuda ini dapat dilihat dari timbulnja berbagai organisasi pemuda baik jang bersifat nasional maupun jang bersifat kedaerahan seperti : 1. Persatuan Bekas Murid Taman Siswa (PBMTS) didirikan pada tahun 1930. Azasnja : menentukan nasib berdasarkan kekeluargaan dan pendidikan, rasa kekeluargaan dan kesedjahteraan. PBMTS mendjaga kemurnian azas dan sendi Taman Siswa, mengusahakan berdirinja tjabang-tjabang Taman Siswa diseluruh Indonesia. PBMTS djuga menaburkan rasa kebangsaan, menjediakan gedung Taman Siswa untuk berapat bila pemuda-pemuda hendak mengadakan rapat dan lain-lain ; 2. PERPRI dan S.P.I. seperti jang sudah diterangkan didepan ; 3. Putri Marhaen di Jogjakarta, jang azasnja Marhaenisme dan usahanja memberantas buta huruf dan mengadakan kursus-kursus untuk meningkatkan kesadaran wanita. Organisasi ini dipimpin oleh Almarhum Sri Panggihan dan S.K. Trimurti. Achirnja organisasi ini dilarang oleh pemerintah kolonial Belanda ; 4. Sangkoro Mudo, di Jogjakarta, suatu organisasi untuk memperkuat keturunan Sultan Hamengku Buwono I. Usahanja : mempeladjari dan memadjukan kesenian Djawa, menjokong aksi menentang „Wilde Schoolen Ordonansi”. Pengurusnja antara lain Senirimawen, Hertog, Sudarisman (Mr. Purwokusumo) ; 5. Mudo Kristen Djawi, jang bertudjuan untuk memperkuat rasa persaudaraan antara pemuda-pemuda Kristen. Organisasi ini antara lain dipimpin oleh Sunardi ; 6. Pemuda Walfadri, jang pusatnja di Karang Kadjeng Jogjakarta dibawah pimpinan H. Hani ; 7. Djuga pemuda-pemuda diberbagai daerah jang merasa kepentingannja belum tertampung dalam organisasi pemuda jang telah ada atau jang belum sempat menggabungkan diri pada organisasi pemuda jang telah ada, djuga masih {{hws|mendiri|mendirikan}}<noinclude>{{rh|84}}</noinclude> 84kszn4qs5ckh7aynlxn5x5evxhphg4 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/89 104 113266 321157 312980 2026-10-12T13:30:27Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321157 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>kedalam PERPRI, S.P.I., I.M.K.R.I. (Ikatan Muda Kristen Indonesia), P.P.T.S., S.B.M.T.S., dan lain-lainnja bangkit serentak mengadakan perlawanan dengan mengadakan berbagai aksi. Rapat-rapat umum diadakan untuk mendjelaskan dan memprotes sifat djahat dari ordonansi itu. Dalam aksi ini tidak sedikit pemuda jang ditahan, disiksa atau dikenakan hukuman djabatan oleh pemerintah kolonial Belanda. Namun demikian semangat patriotik dan heroik tak dapat dipatahkannja, dan perlawanan berlangsung terus. Sebagai hasil dari kegigihan perdjuangan pemuda-pemuda ini bersama dengan gerakan nasional lainnja, achirnja pada tanggal 13 Pebruari 1933 ordonansi itu ditjabut. Tetapi pemerintah kolonial tetap berusaha untuk membatasi dengan segala djalan kegiatan perguruan nasional. Pada tahun 1934 diadakan peraturan larangan mengadjar jang terkenal dengan „Onderwijs Verbod”. Dengan peraturan ini pemerintah kolonial Belanda membuat djaring² pembatasan jang keras terhadap perguruan nasional. Guru jang mengadjar pada perguruan nasional progresif dikenakan berbagai peraturan jang keras. Polisi ikut tjampur-tangan dalam pengadjaran. Matjam-matjam pertanjaan diadjukan kepada murid-murid, dan djuga diadakan Penggeladahan terhadap rumah-rumah sekolah, rumah-rumah guru, dan djuga dirumah muridnja. Segala matjam alasan ditjari untuk melarang guru-guru mengadjar. Tidak sedikit guru jang dikenakan „Onderwijs Verbod” itu, demikian djuga tidak sedikit sekolah-sekolah jang ditutup karenanja. Pemuda-pemuda Indonesia menganggap peraturan ini adalah tindakan jang tidak adil, tindakan jang kedjam dan harus dilawan. Berbagai organisasi pemuda mengadakan rapat-rapat untuk mendjelaskan peraturan itu dan memobilisasi pendapat umum untuk menentangnja. Organisasi pemuda itu djuga memobilisasi anggota-anggotanja untuk siap menggantikan guru-guru jang dikenakan peraturan itu. Tidak sedikit pemuda djuga melakukan berbagai-bagai perlawanan terhadap wudjud pengekangan jang lain seperti penghapusan tundjangan anak, surat angkutan tjuma-tjuma bagi anak-anak jang sekolah dari anak-anak pegawai negeri, dan lain sebagainja. Pendeknja dalam menghadapi kekangan ini pemuda djuga mengambil bagian jang aktif melawan. Perdjuangan untuk menentang berbagai pembatasan ini dianggap oleh pemuda sebagai bagian dari perdjuangan untuk mentjapai tjita-tjitanja Indonesia Merdeka. Dan karena itu pemuda-pemuda gigih melakukan perlawanan hingga dikurangi atau dihapuskannja kekangan itu. Perlawanan ini sebaliknja djuga mendidik pemuda-pemuda mempertebal kesadaran nasional dan meningkatkan keberanian serta daja djuangnja.<noinclude>{{rh|||83}}</noinclude> ghe6pnx6ze5j6pp72qm1medbo1nqz6p Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/88 104 113267 321158 315862 2026-10-12T13:30:41Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321158 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>mendidik putra-putri Indonesia dengan semangat patriotisme, semangat tjinta tanah air dan ide progresif untuk mentjapai Indonesia Merdeka. Tindakan pengekangan pemerintah kolonial Belanda terhadap sekolah-sekolah swasta dinjatakan pada tanggal 17 September 1932 dalam bentuk suatu undang-undang jang ”mengatur” sekolah-sekolah ”liar” jang terkenal dengan nama ”Wilde Schoolen Ordonantie”. Walaupun dalam kata-kata undang-undang ini menjatakan mengatur tetapi kalau dilihat keseluruhan undang-undang ini membatasi dan membekukan sekolah-sekolah swasta, terutama Taman Siswa. Tepat pada hari mulai berlakunja undang-undang ini, jaitu pada tanggal 11 Nopember 1932, Ki Hadjar Dewantoro salah seorang pemimpin terkemuka dalam gerakan pendidikan nasional dan ketua umum Taman Siswa mengirimkan surat kawat protes dan jang menjatakan perlawanan kepada Gubernur Djendral pemerintah kolonial Belanda jang bunjinja sebagai berikut : Gubernur Djendral Buitenzorg <ref>{{rule|align=left|6em}} Dari buku "Taman Siswo 30 tahun" hl. 231.</ref> Paduka Jang Mulia. Ordonansi, jang dikeluarkan setjara tergesa-gesa dan didjalankan dengan paksaan menjentuh tulang sendinja masjarakat dan adab sesudah dibatalkannja rentjana pengadjaran, membuktikan kebingungan dan kegetaran pemerintah, salah mengerti dan salah raba jang sangat berbahaja terhadap kepentingan vital dari rakjat. Perkenankanlah saja memperingatkan bahwa mahluk jang tidak berdajapun mempunjai perasaan dasar untuk menangkis bahaja untuk mendjaga diri dan demikianlah djuga mungkin kami karena terpaksa akan mengadakan perlawanan jang gigih dengan diam. {{R|''Ki Hadjar Dewantoro.''}} Pada tanggal 3 Oktober 1932, Ki Hadjar Dewantoro djuga mengirimkan surat kepada semua pimpinan gerakan rakjat jang mendjelaskan bahajanja ordonansi itu serta sikap Taman Siswa. Dapat dikatakan semua organisasi dan pimpinan organisasi gerakan nasional menjokong sikap Taman Siswa dan ikut serta mengadakan perlawanannja. Demikian djuga pemuda-pemuda Indonesia. Ordonansi itu dirasakan sebagai suatu tindakan jang djuga sangat merugikan kepentingan pemuda Indonesia, disamping melukai perasaan nasionalnja, karenanja pemuda-pemuda tak dapat bersikap atjuh tak atjuh. Pemuda-pemuda jang tergabung dalam berbagai organisasi, seperti<noinclude>{{rh|82}}</noinclude> i0f9nar8szd6uw1e8za8vpz5z95tsyx Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/87 104 113270 321159 312985 2026-10-12T13:31:00Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321159 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>”Ordonansi Sekolah Liar, ikut serta aktif dalam aksi-aksi menentang pengekangan, ikut serta aktif dalam menentang gerakan dari kaum fasis Belanda jang bernama ”Anti Inlander”, dan gerakan menentang bahaja agresi fasis Djepang. Ketjuali ini P.P.T.S. djuga mempunjai kegiatan dalam kesenian dan olah raga sebagaimana gerakan pemuda peladjar pada umumnja. Dalam melakukan kegiatan kebudajaan ini P.P.T.S. djuga ikut serta mengorganisasi latihan-latihan tari daerah, pentjak silat, musik dan lain-lain. Dengan melalui pendidikan seperti ini maka P.P.T.S. ikut ambil bagian dalam meningkatkan kesadaran politik nasional pada pemuda² terutama para anggotanja sendiri. Karena dasar-dasar pendidikan Taman Siswa sendiri dan ditambah kegiatan P.P.T.S. ini maka pemuda-pemuda peladjar lulusan Taman Siswa umumnja tidak mempunjai tjita-tjita untuk mendjadi pegawai negeri pemerintah kolonial Belanda, dan melakukan pekerdjaan partikelir. Hal ini makin memperkuat barisan menentang kekuasaan Belanda dalam masa itu, dan melahirkan pemimpin jang mempunjai kesadaran politik nasional, jang patriotik. Pemimpin Pemuda Peladjar Taman Siswa antara lain ialah : Sjamsu Harja Udaja, Suwardi, Supardo, Suwarti, Srikaton, Isnaeni, Djaenap, Surip, Tahir Husein, Sukardi, Abu dan lain-lainnja. {{C|{{larger|PEMUDA MELAWAN <br>KEKANGAN-KEKANGAN PENDIDIKAN}}}} Tahun-tahun krisis, pada satu pihak merupakan tahun-tahun makin meningkatnja kesadaran nasional dalam kalangan pemuda, pada pihak lain djuga merupakan tahun-tahun dalam mana pemerintah kolonial mengadakan kekangan-kekangan jang berat dan makin memperlihatkan sifat-sifatnja jang kedjam. Serentetan pengekangan dilakukan terhadap gerakan nasional baik gerakan politik maupun gerakan pendidikan. Pengekangan ini didjalankan dalam bentuk larangan beladjar atau jang terkenal dalam ”School Verbod” pada tahun 1930. Larangan ini permulaannja ditudjukan terhadap pemuda-pemuda jang mendjadi anggota Indonesia Muda, dan kemudian djuga pada anggota-anggota organisasi pemuda lainnja. Ketakutan pemerintah Belanda terhadap peranan gerakan pendidikan nasional, terhadap sekolahan jang didirikan oleh kaum nasionalis jang progresip makin terasa sekali terutama dalam tindakan pembatasannja terhadap sekolahan-sekolahan itu. Pada umumnja sekolah-sekolah swasta, terutama Taman Siswa, jang diusahakan oleh orang progresif memainkan peranan jang penting dalam<noinclude>{{rh|{{smaller|Sedjarah Perdjuangan{{gap}}6}}||81}}</noinclude> 4nixnbcv79ckl05zgynm8smpisz6rvx Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/85 104 113274 321161 312992 2026-10-12T13:31:30Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321161 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|kan|mengadakan}} konferensinja lagi di Jogjakarta pada achir 1933. Konferensi ini memutuskan untuk mengadakan kongres ke-II di Solo pada tahun 1934. Kongres antara lain : 1. tidak mengubah susunan pengurus besar ;2. menjempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ; 3. mengesahkan tjabang-tjabang baru. Sebulan sesudah kongres, PERPRI dikenakan „larangan berapat” (Vergader Verbod) dengan alasan PERPRI mengadakan kongres setjara ilegal. Tuduhan ini telah dibantah oleh ketua Pengurus Besar, Ngahadmo. Dua bulan sesudah ini pemerintah kolonial Belanda menangkap pemuda-pemuda Ngahadmo, Mantoro Tirtonegoro, Muhamad Sunarman, Sahudoro, Djoko Hasan, Dastirin Siti Suwarni dan beberapa pemuda anggota Indonesia Muda, seperti Pandu Kartowiguno, Sukarni, Salam Siswapi, Saleh Rais dan lain-lain. Setelah mereka ditahan selama satu tahun dengan tanpa proses, mereka dilepaskan, tetapi PERPRI dinjatakan oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai organisasi terlarang dan harus dibubarkan. Djuga anggota PERPRI jang mengadjar disekolah dikenakan larangan mengadjar. Karena makin sulitnja keadaan dimana hampir semua pengurus dan kader PERPRI diawasi maka organisasi ini praktis tidak dapat melakukan aktivitasnja. Anggota PERPRI selandjutnja melakukan kegiatan² perseorangan dan tersebar diberbagai daerah. Karena kegiatannja ini banjak pemimpin dan kader PERPRI pada pertengahan dan achir tahun 1936 ditangkap seperti : Sumarno, Sunarno, dan Mufandi ditangkap di Jogjakarta ; Sudi Muljono dan lain-lain di Semarang ; Saleh Rais di Bandung, dan masih banjak lagi diberbagai tempat. Ngahadmo tidak ditangkap dan masih dapat melandjutkan kegiatannja. Mereka jang ditangkap itu setelah ditahan kurang lebih 11 bulan, dilepaskan, ketjuali Sudi Muljono dan Saleh Rais jang terus ditawan ke Digul. {{larger|{{C|PEMUDA PELADJAR TAMAN SISWA<br> ' (P. P. T. S.)}}}} Sementara berbagai organisasi pemuda berdiri, pemuda-pemuda dari Perguruan Taman Siswa djuga berusaha mendirikan organisasinja sendiri sesuai dengan sifat-sifat Taman Siswa. Organisasi peladjar Taman Siswa ini diberi nama Pemuda Peladjar Taman Siswa dengan disingkat P.P.T.S., jang berdiri pada tanggal 29 Djuni 1933 dengan berpusat di Jogjakarta. P.P.T.S. berazaskan : 1. kebangsaan jang seluas-luasnja dengan mengingat hak kemanusiaan ; 2. kemerdekaan diri jang dibatasi oleh tertib dan damai ; 3. persaudaraan jang berarti : sebangsa, setanah<noinclude>{{rh|||79}}</noinclude> s1ynrd5uf9sovouav8ozapc75us1e0f Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/83 104 113280 321163 312998 2026-10-12T13:32:13Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321163 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>mendapatkan simpati jang tjukup luas dari kalangan pemuda dan organisasinjapun makin mendjadi luas. Fitnahan, tekanan dan usaha pemetjah belahan dari pemerintah kolonial Belanda tidak membuat pemuda itu mendjadi mundur bahkan sebaliknja memupuk pemuda dan kader-kadernja makin mendjadi berani dan gigih melawannja. Banjak pemuda revolusioner jang masuk PERPRI. Dalam pengawasan jang keras itu, PERPRI melangsungkan Kongresnja jang pertama dikota Semarang pada tahun 1932 jang dikundjungi semua wakil dari daerah-daerah. Kongres mengesahkan semua putusan-putusan konferensi besar dan menambah pimpinan pengurus Besar dengan pemuda-pemuda antara lain : Ngahadmo (Armunanto) Mohamad Sudradjat, S.W. Lagiono, Sumedi, Kongres djuga memutustuskan agar pengurus besar menerbitkan madjalah jang diberi nama „Revolusioner”. Sesuai dengan azas dan tudjuannja, maka PERPRI sudah sedjak Konferensi Besar di Jogjakarta banjak melakukan kegiatan politik. Aktivitet ini antara lain jang menondjol ialah ikut sertanja PERPRI dalam perdjuangan menentang Ordonansi Sekolah-Sekolah Liar bersama dengan organisasi pemuda lainnja. Sebagai hasil dari perlawanan rakjat termasuk pemudanja jang gigih itu maka Pemerintah Belanda terpaksa mundur dan tidak melaksanakan ordonansi itu. PERPRI djuga mengadakan rapat-rapat jang bersifat umum untuk mengobar-ngobarkan semangat perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda. Pada tahun 1933 madjalah „REVOLUSIONER” dikenakan pelanggaran pers (pers delict). Pemimpin redaksinja dikenakan hukuman masing-masing : Sutomo Djohar Arifin 1 tahun, Sudimuljono dan Tjipto Lasso masing-masing 6 bulan. Dalam keadaan mengalami tekanan-tekanan dan pemimpin-pemimpin Pengurus Besar masih dalam pendjara ini PERPRI mengadakan konferensinja di Magelang. Dalam Konferensi ini pemuda Mantoro Tirtonegoro dan Mohamad Sunarman minta non aktif untuk sementara waktu dengan alasan menghadapi udjian sekolah. Konferensi memilih pengurus besar baru jang terdiri dari pemuda : ketua, Ngahadmo (Armunanto) ; Sekretaris, Sahudoro ; Penerangan, Mohamad Sudradjat dan Tjipto Lasso; Bendahara, Djoko Hasan ; Komisaris : S.W. Lagiono, Sumedi, Dastirin Siti Suwarni.' Putusan jang lain dari konferensi ini ialah : meluaskan pekerdjaan sosial dikota maupun didesa, meluaskan anggota dengan mengutamakan memasukkan pemuda tani, mempererat hubungan dengan organisasi pemuda lainnja. Dengan maksud untuk mentjapai Kongres ke-II PERPRI {{hws|mengada|mengadakan}}<noinclude>{{rh|||77}}</noinclude> 5ohe5hickf2tlcmynf4f6yxu9hgjn6w Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/82 104 113283 321110 315859 2026-10-12T12:45:43Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321110 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>”Persatuan Pemuda Rakjat Mataram” berusaha keras untuk meluaskan sajapnja. Pada waktu liburan sekolah bulan Djuli 1931 pemuda² ini disebarkan keberbagai daerah di Djawa Tengah untuk mendjelaskan dan menerangkan tudjuan organisasi. Mereka jang disebarkan ini antara lain : ialah Sutomo Djohar Arifin, Sudimuljono, Ismail Widjojo, Dastirin Siti Suwarni dan Darmijati ke Semarang ; Sarli Angkoro, Sumarno Imbram dan lain-lain ke Magelang ; Bambang Setiawan dan lain-lainnja ke Purwodadi ; Trubus dan lain-lain ke Magelang ; Husein, Sarwono dan lain-lain ke Purworedjo. Mereka ini berhasil membentuk persiapan tjabang diberbagai daerah itu. Setelah berdiri persiapan tjabang ini maka pada permulaan tahun 1930 diadakan konferensi besar di Jogjakarta jang dihadiri utusan semua persiapan tjabang. Dalam konferensi ini diputuskan : 1. nama organisasi diubah mendjadi ”Persatuan Pemuda Rakjat Indonesia” dengan disingkat PERPRI ; 2. tudjuan organisasi ”Mentjapai Indonesia jang Sempurna” dengan mempersatukan semua lapisan pemuda ; 3. sebagai lambang organisasi jang menjatukan semua organisasi pemuda ini ditetapkan : Gambar Kesatuan {{sp|PENA}} dengan {{sp|ARIT}} ; 4. azas organisasi ialah : Persatuan, Kebangsaan, Kerakjatan. Azas perdjuangannja: Radikal Revolusioner jang bersendi pada keteguhan iman dan kesutjian hati. Untuk mentjapai tudjuan tersebut dilakukan usaha-usaha : a. mendidik anggota-anggotanja supaja pemuda jang berdjuang untuk tanah air dan bangsanja, dengan djalan mengadakan kursus-kursus pengetahuan umum, bahasa asing dan pemberantasan buta huruf ; b. mengadakan bagian jang dinamakan K.B. (Kesehatan Badan) jang bertugas untuk mendidik anak-anak dikampung dan desa-desa dalam olah raga dan berbaris ; c. mengadakan kerdja sama dengan berbagai organisasi pemuda dalam kegiatan sosial, pendidikan dan lain-lain. Konferensi Besar ini djuga memilih pengurus besar sementara jang terdiri : Ketua I, Sutomo Djohar Arifin ; Ketua II, Muhamad Sunarman ; Sekretaris I, Mantoro Tirtonegoro ; Sekretaris II, Tjipto Laso (Abdul Gafar Miftah) ; Bendahara, Sudi Muljono, Pembantu-pembantu : Dastirin Siti Suwarni, Darmijati (Nj. Hadiprabowo), Sahudoro. Sedangkan untuk memperhatikan dan memelihara daerah Jogjakarta chususnja ditugaskan kepada S.W. Lagiono, Sudarjo, Subarsono, Utomo, dan Kotot Sukardi. Pengurus Besar PERPRI berkedudukan di Jogjakarta. PERPRI kerap kali mengadakan rapat umum dimana kedjahatan² pemerintah kolonial dibeberkan dan ide perlawanan dipropagandakan. Karena azas dan tudjuannja serta sepak terdjangnja jang memperlihatkan sifat anti kolonial itu, maka PERPRI dalam waktu jang singkat<noinclude>{{rh|76}}</noinclude> qfs0wt33stiipb63er5meqc0b63wbb0 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/63 104 113286 321078 313013 2026-10-12T12:34:48Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321078 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude><poem> ''Indonesia Raja'' Indonesia, tanah airkoe Tanah toempah darahkoe Disanalah akoe berdiri, Mendjadi Pandoe Iboekoe, Indonesia kebangsaankoe Kebangsaan tanah airkoe, Marilah kita berseroe, Indonesia bersatoe, Hidoeplah tanahkoe, Hidoeplah negerikoe, Bangsakoe djiwakoe, semoea, Bangoenlah Rakjatnja, Bangoenlah badannja, Oentoek Indonesia Raja ''Penoetoep.'' Indonesia, Indonesia, Moelja, moelja, Tanahkoe, negrikoe jang koetjinta, Indonesia, Indonesiam Moelja, moelja, Hidoeplah Indonesia Raja. </poem> Lagu kebangsaan ”Indonesia Raja” ini ditjiptakan oleh seorang komponis muda Wage Rudolf Supratman, jang ketika itu baru mentjapai umur 25 tahun. Lagu ini ditjiptakannja berdasarkan inspirasi lagu-lagu revolusioner jaitu lagu Marseillaise — Lagu Kebangsaan Perantjis, dan lagu Internasionale, lagu klas buruh internasional, suatu lagu jang djuga mendjiwai pemberontakan rakjat Indonesia tahun 1926. Dengan menggunakan daja tjipta revolusioner jang tinggi pemuda Supratman telah mentjiptakan lagu jang mendjiwai gerakan kemerdekaan nasional rakjat Indonesia.<noinclude>{{rh|||57}}</noinclude> lsgmvs4qoiaml3hzyy0dn7ybi9sn65g Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/60 104 113288 321076 315863 2026-10-12T12:33:20Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321076 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>dan tulisan-tulisan; menjelenggarakan rapat-rapat dan lain-lain” * <ref>{{rule|align=left|6em}}Dari buku ”De Nationalistische Beweging in Nederlandsch Indie” J. Th. Petrus Blumberger, hl. 393.</ref> Organisasi ”Pemuda Indonesia” djuga meluas dan mempunjai tjabang-tjabangnja di Jogja, Solo, Surabaja dan Djakarta. Berdirinja ”Pemuda Indonesia” lebih mempertjepat penjatuan organisasi pemuda. Makin lebih matangnja kesadaran nasional dikalangan pemuda tertjermin dalam pertemuan pengurus-pengurus organisasi-organisasi pemuda pada tanggal 23 April 1927. Pertemuan ini dihadiri oleh pengurus Jong Sumatranen Bond, Jong Batak, Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong Indonesia, Jong Java dan Perhimpunan Peladjar-Peladjar Indonesia. Pertemuan ini membahas persoalan-persoalan jang diadjukan Jong Java dalam pertemuan tanggal 20 Pebruari 1927 jang belum mendapatkan kebulatan. Walaupun dalam pertemuan ini masih djuga belum tertjapai kebulatan jang penuh tentang djalan penjatuan, namun hasil pertemuan ini sudah lebih madju, dan dapat meletakkan dasar-dasar untuk melantjarkan usaha selandjutnja. Keputusan-keputusan ini jang terpenting, antara lain ialah : a. Indonesia Merdeka harus mendjadi ideal segala anak Indonesia ; b. Segala perserikatan pemuda harus berdaja upaja menudju mempersatukan diri dalam satu perkumpulan **. <ref> Dari buku ”Gedenboek” Jong Java, hl. 325.</ref> Tahun-tahun sedjak berdirinja P.N.I. adalah merupakan tahun kebangunan kembali kegiatan gerakan nasional sedjak pemberontakan tahun 1926 ― 1927 ditindas oleh pemerintah kolonial Belanda. Tekad pemuda-pemuda untuk lebih menjatukan diri dalam perlawanan guna menghadapi kekuasaan pemerintah kolonial Belanda, dan untuk mentjapai Indonesia Merdeka makin mendjadi kuat. Untuk menjatukan kebulatan tekad atas inisiatif Perhimpunan Peladjar-Peladjar Indonesia, pemuda-pemuda Indonesia mengadakan Kongresnja ke II jang dilangsungkan pada tanggal 26 ― 28 Oktober 1928 di Djakarta. Kongres ini dihadiri oleh wakil-wakil dari organisasi pemuda : Perhimpunan Peladjar-Peladjar Indonesia, Pemuda Sumatra, Pemuda Indonesia, Jong Batakse Bond, Sekar Rukun, Pemuda Kaum Batawi, Jong Islamieten Bond, Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, dan lain-lainnja. Utusan kongres ini datang dari berbagai pelosok tanah air. Pemimpin pemuda jang ikut mempelopori Kongres Pemuda ini adalah antara lain : Rusmali, Jusupadi, Mokoginta, Moh. Jamin, A.K. Gani, Sudiman, Moh.<noinclude>{{rh|54}}</noinclude> gkukod5c2nayozv6u65uzin59ws24vc Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/59 104 113293 321075 313023 2026-10-12T12:32:55Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321075 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>pengurus besar organisasi pemuda Jong Java, Jong Sumatra, Sekar Rukum. Jong Batakse Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, Jong Minahasa, Perhimpunan Peladjar-Peladjar Indonesia, berkumpul lagi untuk membitjarakan lagi ide penjatuan organisasi pemuda dengan fusi sebagaimana diadjukan dalam rentjana program kerdja Jong Java. Pertemuan kali inipun belum mentjapai kebulatan. {{C|{{larger|SUMPAH PEMUDA DJAWABAN PATRIOTIK TERHADAP <br>KOLONIALISME BELANDA}}}} Peristiwa-peristiwa jang terdjadi ditanah air sekitar tahun-tahun 1927, 1928 dan mulai terasanja kematjatan ekonomi kapitalis jang makin menekan kehidupan rakjat Indonesia, mempunjai pengaruh jang besar dalam mempertjepat kematangan kesadaran nasional dalam kalangan pemuda Indonesia. Pemberontakan nasional pada tahun 1926 — 1927 jang ditindas oleh pemerintah kolonial Belanda, memberikan kesan jang dalam pada hati para pemuda. Mereka makin menjadari siasat pemerintah kolonial Belanda untuk mengadu domba para pemuda, dan dengan demikian makin menjadari betapa penting arti persatuan dalam menghadapi lawan. Kelahiran Perserikatan Nasional Indonesia pada bulan Djuli 1927 sebagai pendjelmaan dari Algemeene Studie Club, jang kemudian mendjadi Partai Nasional Indonesia, mempunjai pengaruh jang penting pada gerakan pemuda. Demikian djuga berdirinja kembali organisasi-organisasi kaum buruh dan bangkitnja kembali aksi-aksi pemogokan-pemogokan mempunjai pengaruh penting dan memberikan inspirasi serta keberanian kepada pemuda-pemuda. Sedjumlah pemuda di Bandung, antara lain pemuda Sugiono (K.R.T. Josodiningrat), dengan dibantu oleh Algemeene Studie Club, jang kemudian mendjadi P.N.I., pada permulaan tahun 1927 mendirikan suatu organisasi pemuda — Jong Indonesia dan jang pada bulan Desember tahun itu djuga, namanja dirubah mendjadi Pemuda Indonesia. Tudjuan ”Pemuda Indonesia” sebagaimana jang tertjantum dalam anggaran dasarnja, ialah: ”memperluas dan memperkuat ide kesatuan Nasional Indonesia”.*<ref>{{rule|align=left|6em}}Dari buku ”De Nationalistische Beweging in Nederlandsch Indie” J. Th. Petrus Blumberger, hl. 393. </ref> P.I. berusaha mentjapai tudjuan ini dengan djalan : ”Kerdja sama dengan organisasi pemuda ; mendirikan organisasi kepanduan melakukan usaha bersama sport ; menerbitkan madjalah<noinclude>{{rh|||53}}</noinclude> hoytpcfkfw5v0x9l77bnngpbk2y2nei Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/58 104 113298 321074 315864 2026-10-12T12:32:35Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321074 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>menjatukan organisasi pemuda dengan fusi ataukah federasi mendjadi persoalan jang tjukup menarik dan hangat. Suatu usul dari Perhimpunan Peladjar-Peladjar Indonesia (P.P.P.I.) jang menghendaki fusi antara semua organisasi pemuda mendjadi satu organisasi jang bersifat penghimpunan massa muda Indonesia, mendapat sambutan dan diperdebatkan dengan hangat sekali. Namun demikian persoalan djalan penjatuan ini belum djuga mendapatkan kebulatan. Kongres ini djuga mentjerminkan makin matangnja kesadaran politik pemuda-pemuda. Pidato-pidato dan atau tjeramah politik terdengar melantang. Seorang mahasiswa dari Sekolah Tinggi Hukum anggota P.P.P.I. dalam tjeramahnja memberikan lukisan tentang perkembangan gerakan rakjat Indonesia. Pentjeramah ini menekankan bahwa ”orang tidak boleh banja mempunjai perasaan Jong Java atau Jong Sumatra, tetapi harus mempunjai perasaan Indonesia Muda”. Pentjeramah-pentjeramah lain djuga ada jang mengemukakan masalah emansipasi wanita, dan mengetjam poligami. Dalam memperdebatkan masalah ini banjak pembitjara jang mengetjam pengekangan adat-istiadat kolot. Raden Adjeng Kartini oleh para pembitjara mendapat penghargaan jang tinggi sebagai wanita pertama jang memelopori gerakan wanita modern. Tjeramah jang diadakan pada malam ketiganja membitjarakan pentingnja bahasa Indonesia sebagai alat pembentuk persatuan Indonesia. Dalam tjeramah jang mempersoalkan agama dalam gerakan nasional, pembitjara menekankan penungnja persatuan antara pemuda dari berbagai agama didalam perdjuangan. Walaupun dalam Kongres ini belum menghasilkan kebulatan tentang djalan menjatukan organisasi pemuda, namun Kongres telah memperkuat ide persatuan dikalangan pemuda dan lebih membuat matang pemuda Indonesia dalam perdjuangan kemerdekaan nasional. Usaha untuk menjatukan organisasi pemuda tidak berhenti dengan Kongres ini. Pertemuan-pertemuan pertukaran pikiran selalu diadakan untuk mendapatkan djalan jang sebaik-baiknja. Dalam usaha untuk mendapatkan djalan ini maka pada tanggal 15 Agustus 1926 diadakan pertemuan lagi. Jang hadir dalam pertemuan ini ialah wakil Jong Java, Jong Sumatra, Sekar Rukun, Jong Batak, Jong Minahasa, Vereeniging voor Ambonsche Studeerenden, Jong Islamieten Bond tjabang Djakarta, dan Komite Kongres I Pemuda. Pertemuan ini bertempat di Gedung bioskop ”Java”. Jang dibitjarakan dalam pertemuan ini ialah usul Jong Java untuk mengadakan badan federasi antara organisasi-organisasi pemuda. Dengan gigih pemuda-pemuda berusaha terus untuk mendapatkan djalan mempersatukan diri. Pada tanggal 20 Pebruari 1927 di Djakarta<noinclude>{{rh|52}}</noinclude> lkzz2jpodfpodcfjhsms3qvl6iwvevh Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/31 104 113319 321119 313079 2026-10-12T12:54:24Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321119 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Indonesia menjadari nasibnja sebagai bangsa tertindas, dan bangkit melakukan perlawanan. Perlawanan ini pada permulaannja berdjalan setjara spontan, tak kentara, dan tidak terorganisasi, tetapi lambat laun ia berkembang mendjadi perlawanan jang sadar, terang-terangan dan terorganisasi setjara modern. Sesuai dengan lahirn berbagai lapisan masjarakat, terutama kaum buruh dan kemudian kaum intelektuil bangsa Indonesia, suatu lapisan jang langsung dan sadar akan penindasan jang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda, maka terbentuklah organisasi perlawanan dari kalangan mereka. Pada permulaan perlawanan modern ini kaum buruh dan pegawai-pegawailah jang pertama-tama mengorganisasi diri dalam Serikat-serikat Sekerdja, seperti Staats Spoor (SS) Bond pada tahun 1905. Post Bond pada tahun 1905. Cultuur Bond pada tahun 1907, Suiker Bond tahun 1908, Vereeninging van Spoor en Tram Personeel (VSTP) pada tahun 1908 dan kemudian menjusul lain-lainnja. Peristiwa jang terdjadi baik di Indonesia maupun diluar Indonesia pada tahun 1905 ― 1907 mempunjai pengaruh jang besar terhadap perdjuangan rakjat Indonesia. Pada tahun 1903 terdjadi krisis ekonomi dunia kapitalis dan pada tahun 1904 ― 1905 terdjadi perang Djepang ― Rusia dimana Rusia mengalami kekalahan. Krisis ekonomi disusul dengan perang ini makin membawa kesengsaraan bagi rakjat pekerdja di Rusia, dan makin memperdalam pertentangan sosial dalam negeri Rusia Tsar pada waktu itu. Sebagai akibatnja meletuslah revolusi 1905 di Rusia. Revolusi ini, karena berbagai kelemahan dan kekurangan, mengalami kekalahan. Namun demikian revolusi ini dapat menggontjangkan sendi kekuasaan Rusia jang imperialis, dan sistim kapitalisme dunia. Revolusi ini djuga menggugah rakjat tertindas negeri-negeri lain untuk melakukan perdjuangan jang lebih tegas. Ini terbukti dengan mulai timbulnja gerakan-gerakan pembebasan nasional seperti di Turki, di India, di Mesir dan lain-lainnja. Di Indonesia, peristiwa ini djuga mempunjai pengar hnja jang besar. Apa lagi Indonesia sebagai negeri djadjahan jang mendjadi sumber bahan mentah, djuga terkena krisis ekonomi kapitalis jang membawa akibat makin tertekannja kehidupan rakjat. Dengan dipengaruhi oleh gerakan revolusioner jang timbul dimana- mana, dan di Indonesia sendiri oleh ide-ide demokratis jang ditjetuskan Kartini, didorong oleh organisasi Serikat Sekerdja jang telah ada, kemelaratan dan diskriminasi terhadap rakjat Indonesia, seorang Dokter pensiun Mas Wahidin Sudiro Husodo mengadakan perdjalanan keliling di Djawa untuk mempropagandakan ide demokratisnja, jaitu hendak meningkatkan<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude> 0s5mwt9h83ogn8dk8liu5mcr6fxapg0 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/32 104 113320 321120 313080 2026-10-12T12:54:42Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321120 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>deradjat rakjat Indonesia dengan melalui pendidikan. Dengan pendidikan jang madju putera Indonesia supaja dapat menduduki djabatan jang sama dengan orang Belanda di Indonesia. Gema propaganda ini mendapatkan sambutan jang agak luas dikalangan peladjar dan pegawai jang madju sesuai dengan sjarat djamannja. Untuk merealisasi ide ini pemuda peladjar STOVIA (School Tot Opleiding van Inlands Artsen ― Sekolah Dokter Djawa) di Djakarta, jaitu R. Sutomo, R. Gunawan Mangunkusumo, Suradji, dibantu oleh Suwardi Surjaningrat (Ki Hadjar Dewantoro), Saleh, Gumbreg dan Sarwono serta kawan-kawannja mengambil inisiatif mendirikan organisasi ”Boedi Octomo” (Usaha Sutji). Budi Utomo mempunjai dasar kebudajaan, jaitu Djawa Raja dan bersembojan ”Djawa Madju”.<ref>Lihat buku ”De Nationalistische Beweging in<br>Nederlandsch-Indie” J. Th. Petrus Blumberger, hl. 19.</ref> Walaupun organisasi ini mempunja dasar kebangsaan jang terbatas, namun ia merupakan suatu organisasi jang modern dari bangsa Indonesia, ia mengemukakan ide-ide dan tuntutan jang madju, jang demokratis dari rakjat Indonesia. Karenanja. lahirnja Budi Utomo ini merupakan pertanda dari kebangunan nasional rakjat Indonesia. Namun demikian, organisasi jang lahir ini belum djuga dapat mendjadi alat penghimpun dari rakjat Indonesia jang hendak bangkit melawan, karena ia hanja mempunjai dasar kebudajaan. Keadaan sosial rakjat Indonesia tak dapat didjawab hanja dengan meningkatkan kebudajaan. Pedagang-pedagang bangsa Indonesia jang sedang tumbuh mengalami penindasan dan diskriminasi jang besar dari sistim pemerintah kolonial. Dari kalangan mereka ini djuga mulai timbul perlawanan jang memerlukan organisasi. Mereka mulai mendirikan organisasi kaum dagang. Seorang pedagang jang djuga mendjadi redaktur surat kabar bahasa Indonesia di Bandung, Raden Mas Tirtoadisurjo, pada tahun 1909 mendirikan perhimpunan dagang Indonesia dengan nama ”Serikat Dagang Islamyah” di Djakarta, pada tahun 1911 mendirikan ”Serikat Dagang Islam” di Bogor, dan kemudian dalam tahun itu diuga bersama dengan seorang pedagang batik di Solo, jaitu Mas Hadji Samanhudi mendirikan ”Serikat Dagang Islam” di Solo. Organisasi ini dalam waktu singkat mendapat sambutan rakjat jang luas, dan mendjadi organisasi besar jang tjabang-tjabangnja tersebar luas dinusantara kita. Karena makin luasnja organisasi ini maka pada tahun 1912 namanja diubah mendjadi Serikat Islam. Djuga dalam tahun ini. jaitu pada tanggal 18 Nopember 1912 berdirilah organisasi Muhamadijah. {{rule|width=4em|align=left}} <references/><noinclude>{{rh|26}}</noinclude> a2xt7a2vq0a5fme43av28h750ccl8rd Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/61 104 113324 321077 313089 2026-10-12T12:34:29Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321077 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} Tamsil, Mr. Wongsonegoro, sedangkan jang mendjadi sekretaris kongres ialah Katja Sungkono. Kongres jang dipimpin oleh Soegandi, ketua P.P.P.I. mempersoalkan atjara pokok jaitu: Masalah persatuan dalam organisasi Pemuda. Para peserta kongres dengan hangat memperdebatkan masalah itu sesuai dengan semangat pemuda, tetapi djuga dengan penuh toleransi, jang menundjukkan bahwa semangat persatuan mendjiwai seluruh djalannja kongres. Ide² untuk mentjapai Indonesia Merdeka, mengusir kolonialisme Belanda dengan menggunakan massa aksi revolusioner mempunjai pengaruh besar jang menentukan dalam kongres ini. Sebagai pernjataan diterima ide-ide itu, pada sidangnja jang terachir jaitu pada tanggal 28 Oktober 1928. dengan penuh kesungguhan dan kechidmatan pemuda-pemuda itu menjatakan sumpahnja bahwa mereka berbangsa satu, bertanah air satu dan berbahasa satu, jang lengkapnja berbunji sebagai berikut: :''― Kita putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia'' :''― Kita putera dan puteri Indonesia mengaku bertanah air satu, tumpah darah Indonesia.'' :''― Kita putera dan puteri Indonesia berbahasa satu, bahasa Indonesia.'' Sebagai pernjataan akan kebangggaan pemuda-pemuda sebagai patriot muda jang bertanggung djawab untuk memuljakan nusa dan bangsa, dalam kongres itu dinjanjikan untuk pertama kali dimuka umum ”Lagu Indonesia Raja” jang selandjutnja mendjadi lagu kebangsaan dan dikibarkan bendera Sang Merah Putih. Adapun naskah asli lagu Indonesia Raja itu adalah sbb. :<noinclude>{{rh|||55}}</noinclude> 6uxj22d5utqmh7wx52ogkry8za88iv5 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/70 104 113326 321084 313091 2026-10-12T12:36:56Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321084 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Awaslah, awas, sekarang barang Japan itu murah, sekarang barang. barang Japan itu seakan-akan meringankan nasibmu, tetapi nanti, kalau imperialisme Japan itu sudah menang, persaingannja dengan imperialisme Belanda, nanti kalau ia sudah menggagahi sendiri seluruh pasar dibenua Timur ini, nanti kalau tidak ada konkurensi lagi dari barat, nanti ia menaikkan harga barang-barangnja itu, mereka naikkan harga barang-barangnja itu memberatkan nasibmu sampai kepada dasar-dasarnja kamu punja kantong dan dasar-dasarnja kamu punja bakul nasi. ”... Ingatlah selamanja, bahwa ”rachmat” itu adalah ”rachmatnja” stelsel belorong jang bathinnja berisi ratjun bagi kelas proletar dan Marhaen semuanja”. <ref>Dari buku ”Di Bawah Bendera Revolusi” Ir. Sukarno, hl. 242 ― 243.―</ref> Djuga dalam surat kabar Partai Indonesia (Partindo) ”Indonesia Berdjuang” pada tahun 1935 kita djumpai suatu artikel jang ditulis dengan nama samaran Ganda jang mentjanangkan bahaja agresi Djepang. Artikel itu berdjudul ”Politik Harakiri Djepang”. Dalam menghadapi suatu keadaan baru ini dan untuk melandjutkan perdjuangan mentjapai Indonesia Merdeka, rakjat Indonesia mendirikan suatu organisasi jang baru ― Gerakan Rakjat Indonesia, dengan disingkat Gerindo pada tanggal 24 Februari 1937. Organisasi ini antara lain dipimpin oleh Mr. Sartono, A.K. Gani, Mr. Amir Sjarifuddin dan lain-lainnja. Dalam perkembangan perdjuangannja Gerindo mengadjukan serentetan politik anti fasis. Dalam menggalang persatuan nasional untuk menghadapi bahaja agresi fasis gerakan nasional mempersatukan kekuatannja. Untuk menggalang kekuatan ini pada tahun 1939 didirikan Gabungan Politik Indonesia dengan disingkat G.A.P.I. dan dilangsungkan Kongres Rakjat Indonesia. Baik tuntutan G.A.P.I. maupun Kongres Rakjat pada pokoknja berarti: ''Indonesia Parlemen Penuh, dibentuknja pemerintah jang bertanggung djawab kepada Parlemen, Milisi.'' Rakjat Indonesia menjadari bahwa tuntutan ini adalah tuntutan jang lebih lunak dari pada Indonesia Merdeka sekarang djuga, karena ia adalah suatu tuntutan jang bersifat demokratis untuk menghadapi bahaja agresi fasis jang mengantjam rakjat Indonesia dan harus dilawan bersama-sama. {{c|PEMUDA INDONESIA BERUSAHA MEREALISASI<br>IDE PERSATUAN PEMUDA.}} Dengan berhasilnja Kongres ke II Pemuda-pemuda Indonesia jang {{rule|width=8em|align=left}} <references/><noinclude>{{rh|64}}</noinclude> 4r9tr44fahjy8mz2dji7jzncjkdhkkg Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/74 104 113327 321088 313092 2026-10-12T12:38:17Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321088 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} Pemuda adalah gedjala jang merupakan produk baru dalam djaman modern ini. Dalam gerakan pemuda terdapatlah masalah-masalah kesatuan, nasionalisme, dan kebudajaan. Indonesia adalah satu negeri, satu bangsa, satu sedjarah sedjak dahulu kala. Tiga dasar inilah, menurut Kuntjoro sebagai dasar dari lahirnja Indonesia Muda, <ref>Lihat buku ”De Nationalistische Beweging<br>in Nederlandsch Indie” J. Th. Petrus Blumberger, hl. 410.</ref>.' Pemuda Moh. Yamin memberikan laporannja tentang Anggaran Dasar sebagai hasil dari Komisi Ketjil. Pembitjara ini djuga menerangkan bahwa kekuatan dari idee nasional terletak kesatuan tanah air, rakjat dan bahasa. Moh. Yamin memberikan tekanan pada suatu azas bahwa organisasi itu tidak boleh ikut serta dalam politik, sedangkan anggota-anggotanja tidak diperkenankan ikut serta dalam politik. Setelah mengalami diskusi jang lama, maka Anggaran Dasar dan Azas ”Indonesia Muda” ditetapkan sebagai berikut: a). Tudjuan organisasi ini ialah memperkuat perasaan persatuan diantara pemuda-pemuda peladjar Indonesia, membangkitkan dan membangunkan kesadaran mereka bahwa mereka dari satu rakjat dan tanah air dan achirnja sampai ke Indonesia Raja; b). Ketjuali mereka mengakui dan meningkatkan kebudajaan dari grup-grup chusus penduduk Indonesia, baik djiwa dan raga, organisasi akan berusaha untuk meningkatkan kebudajaan kesatuan, serta membiasakan diri menggunakan bahasa kesatuan, bahasa Indonesia; c). Organisasi ini akan berusaha untuk mentjapai tudjuan dengan djalan: 1. membangkitkan kesadaran dan memperkuat perasaan menghargai satu sama lain, persatuan diantara semua anak-anak Indonesia, memperkuat kerdja sama dengan organisasi pemuda Indonesia jang lain dan organisasi-organisasi pemuda jang dasarnja tidak bertentangan dengan ”Indonesia Muda”; 2. menerbitkan organ dan tulisan-tulisan lainnja; 3. mengadakan rapat-rapat dan kursus-kursus, terutama untuk memperluas bahasa Indonesia, untuk memberantas buta huruf; 4. mengorganisasi sport dan lain-lain; 5. membangkitkan perhatian terhadap negeri dan rakjat Indonesia oleh orang asing; 6. semua djalan jang tidak dilarang oleh undang-undang; {{rule|width=5em|align=left}} <references/><noinclude>{{rh|68}}</noinclude> lw27to9wl3nstexnxpw3ac48f2o2ckg Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/86 104 113328 321160 313093 2026-10-12T13:31:14Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321160 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{Missing image}} {{c|{{Smaller|'''''Rapat Besar (Kongres) PBMTS — 18 — 19 Djuli 39 di Jogjakarta'''''}}}} air, senasib, sependidikan dan setjita-tjita; 4. persamaan jang tidak bertentangan dengan keadaan dan kodrat alam. Dari azas dasar jang tersebut diatas maka djelaslah bahwa P.P.T.S. bertudjuan mempertinggi, memperdalam semangat dan djiwa kebangsaan guna mewudjudkan persatuan didalam kalangan Pemuda Peladjar Taman Siswa chususnja dan Pemuda Indonesia umumnja. Dengan berdasarkan azasnja ini P.P.T.S. djuga ambil bagian aktif dalam gerakan pemuda Indonesia umumnja dan peladjar chususnja. P.P.T.S. ikut serta ambil bagian dalam gerakan menentang berbagai {{Missing image}} {{c|{{Smaller|'''''Badan Pusat PPTS — 37 — 38 dibawah pimpinan Sdr. 1 Sudajat'''''}}}}<noinclude>{{rh|80}}</noinclude> f1l7lazj23681yru43je4u323solbsi Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/76 104 113329 321090 313094 2026-10-12T12:38:51Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321090 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Segera setelah kongres, Pimpinan Pusat Indonesia Muda mengadakan rapat dan pertemuan dimana-dimana. Dalam pertemuan itu selalu digunakan bahasa Indonesia sebagai ganti dari bahasa Belanda atau bahasa daerah. Dengan ini djuga makin mematangkan semangat nasional Indonesia. Indonesia Muda dalam waktu jang singkat berkembang luas. Ia menghimpun pemuda-pemuda peladjar sekolah menengah. Tetapi dalam perkembangannja dibatasi oleh ketentuan-ketentuan Anggaran Dasarnja jang menjatakan : a. hanja menghimpun pemuda peladjar sekolah menengah ; b. sebagai organisasi ia melarang anggota-anggotanja ambil bagian aktif dalam politik. {{Missing image}} {{c|''Gumuljo salah seorang bekas ketua Indonesia Muda (I.M.)''}} Ketentuan jang kedua ini diambil sebagai usaha untuk menjelamatkan diri berhubung dengan situasi politik pada waktu itu, jaitu saat pemerintah kolonial Belanda melakukan penangkapan terhadap pemimpin-pemimpin P.N.I. Seiring dengan kebangkitan kembali gerakan rakjat Indonesia, djiwa revolusioner mulai masuk kedalam tubuh Indonesia Muda. Pada kongresnja dalam bulan Desember 1932 di Surabaja, Indonesia Muda menerima anggota-anggota dari pemuda-pemuda biasa. Putusan ini disambut gembira oleh pemuda-pemuda umumnja. Aksi-aksi politik djuga dilakukan oleh I.M. maupun oleh anggotanja setjara perorangan. Indonesia Muda setjara aktif membantu dan ikut serta melantjarkan perdjuangan menentang ”Ordonansi Sekolah Liar” (Wilde Schoolen Ordonantie), dan mengandjurkan anggotanja untuk mendaftarkan diri sebagai guru tjadangan, kalau sampai terdjadi penangkapan terhadap guru-guru jang membangkang mematuhi ”Ordonansi” tersebut. I.M. djuga mempunjai kegiatan jang luas dalam kebudajaan, kesenian, olah raga dan lain-lain. Sangat terkenal djuga kedjajaan kesebelasan I.M. Jogjakarta. Djuga usaha lain, seperti menolong korban Merapi, dan lain-lain usaha sosial selalu mendapatkan perhatian dari I.M. I.M. djuga kerap kali mengadakan aksi serentak untuk mengadakan rapat-rapat disemua tjabang-tjabangnja, misalnja pada bulan Agustus 1932 I.M. mengadakan aksi serentak di 30 tempat. Aksi jang sama djuga diadakan dalam tahun-tahun berikutnja. Pada tahun 1941 Pengurus Besar I.M. menginstruksikan tjabang-tjabang untuk mengadakan aksi serentak mengadakan rapat memperkuat persatuan. Kerap kali {{hws|rapat|rapat-}}<noinclude>{{rh|70}}</noinclude> c71k0lyh8l5bmq6bim7vms6rh3rbt1g Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/155 104 113330 321235 313095 2026-10-13T11:18:01Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321235 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{Missing image}} {{c|{{smaller|'''''Bendera Belanda Merah Putih Biru diturunkan dan disobek birunja, tinggal Merah Putihnja dikibarkan lagi di Tundjungan Surabaja'''''}}}} Belanda di Djawa Timur dan arsitek pertama politik pemetjah-belah pemerintah kolonial Hindia Belanda, sebagai Kepala NICA (Nederlands Indies Civil Administration). Pada tanggal 29 September djam 10.00, tiga divisi AFNEI (Allied Force Nederlands East Indies) mulai mendarat di Djakarta dibawah pimpinan panglima besar Letnan Djendral Sir Philip Christison. Dari tiga divisi itu dipentjar untuk daerah Djakarta sendiri 1 divisi, untuk Surabaja 1 divisi dan untuk Sumatra 1 divisi. Dalam rombongan ini membontjeng markas besar Tentara Belanda dengan 1 Kompi tentara Knil, dikenal dengan sebutan tentara Nica. Dengan mendaratnja pasukan-pasukan Inggris dan Belanda, meradjalelalah provokasi-provokasi militer, pembunuhan-pembunuhan dan teror. Serdadu-serdadu Belanda jang berpakaian dan bersendjata Inggris dengan kurangadjar menurunkan bendera Merah-Putih, dan menggantikannja dengan bendera Belanda. Rakjat dipaksa menelan lentjana-kaleng Merah Putih, ditembaki, kampung-kampung dibakar. Tiga hari sesudah pendaratan pasukan-pasukan imperialis pertama di Djakarta, berkorbarlah pertempuran-pertempuran pertama antara pasukan-pasukan Belanda dan Djepang disatu pihak dengan rakjat dan pemuda Indonesia. Tidak hanja di ibukota Djakarta, tetapi diseluruh tanah air berketjamuklah perlawanan rakjat jang tak mengenal menjerah. Rakjat dan pemuda jang hanja bersendjatakan golok, bambu runtjing dan beberapa senapan repertir tua. Masa itu mulai dikenal dengan masa „{{sp|bersiap}}” rakjat Indonesia. Pada tanggal 19 September terdjadi insiden berdarah di Surabaja<noinclude>{{rh|||149}}</noinclude> pt0sc692mpy7lal0jk6chjop8utapru Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/169 104 113331 321267 313096 2026-10-13T11:28:28Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321267 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>berhasil memproklamasikan kemerdekaan, dan harus membelanja di tengah-tengah serangan pendjadjah, pemuda-pemuda menjadari betapa perlu dipersatukannja berbagai organisasi pemuda. Tanpa persatuan ini tak mungkin perdjuangannja dikordinasi dan sebaliknja bahkan mempermudah musuh-musuh untuk memetjah belah kekuatan pemuda. Untuk merealisasi maksud ini, pemuda-pemuda dibawah dentuman meriam, mortir dan bom angkatan perang Inggris, melangsungkan kongresnja jang pertama setelah Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 9—11 Nopember 1945 di „Balai Mataraman”, Jogjakarta. Kongres ini djuga merupakan kongres jang keempat pemuda Indonesia. {{Missing image}} {{c|{{Smaller|''Sutijatna Ketua Umum<br>Badan Pusat PPTS''}}}} Kota Jogjakarta pada waktu itu mendidih oleh darah dan semangat muda jang me-njala². Kota jang kuno dan terkenal tradisi-tradisi. feodal mendjadi muda kembali karena gelora pemuda jang merangsang oleh tekad perdjuangan untuk membela kemerdekaan. ”Merdeka atau Mati”, ”Hantjurkanlah imperialisme” adalah sembojan-sembojan jang sepandjang hari mendjelang dan selama kongres menggelegar diudara disahut oleh pemuda-pemuda jang membandjiri djalan-djalan di kota Jogjakarta. Mereka berpakaian „perdjuangan”, berambut pandjang, mengenakan sepatu lars, pistol atau golok dipinggang, tjelana hidjau luntur merosot kesebelah {{sp|....}} Maka hitam dengan tjahaja sorotan tadjam menentang dunia. Jah, begitulah si pemuda tahun ’45 bagaikan atjuh tak atjuh, sombong, menantang, tetapi didalam dada bergedjolak rasa gandrung akan kemerdekaan tanah air dan bangsanja jang sedang menderita oleh karena agresi buas imperialis. Dalam hatinja masih tergores dalam derita dan djeritan wanita-wanita dan kanak-kanak didjalan-djalan dikota Semarang, Djakarta, Surabaja jang ditjintjang dan dibunuh oleh serdadu-serdadu Djepang, Belanda dan Inggris. Mereka menuntut keadilan, kemerdekaan, persatuan..... Kongres pemuda ini dihadiri oleh organisasi pemuda, jaitu Angkatan Pemuda Indonesia, Angkatan Muda Republik Indonesia, Pemuda Republik Indonesia, Gerakan Pemuda Djawatan Kereta-api, Angkatan Muda Djawatan Gas dan Listrik, Angkatan Muda Djawatan P.T.T., Ikatan Peladjar Indonesia, Masjarakat Peladjar Perguruan Tinggi, Kebaktian Rakjat Indonesia Sulawesi, Angkatan Pemuda Indonesia Maluku, Pemuda Kristen Protestan Indonesia, Pemuda Katholik Indonesia, {{hws|Ga|Gabungan}}<noinclude>{{rh|||163}}</noinclude> 43y9tll3e701h84myfxbrsb0q6ggaeu Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/91 104 113332 321155 313097 2026-10-12T13:29:56Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321155 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|kan|mendirikan}} organisasi sendiri, seperti Jong Kebumen, Jeugd van Sriwidjaja dll. Ketjuali itu masih banjak organisasi pemuda diberbagai tempat, daerah dan sekolahan-sekolahan. Dapat dikatakan bahwa hampir disemua sekolah menengah peladjarnja mendirikan organisasi tersendiri. Walaupun pemuda-pemuda ini terpetjah mendjadi berbagai organisasi pemuda, namun semangat persatuan tetap menjala dalam dada pemuda-pemuda Indonesia. Pemuda-pemuda itu jakin bahwa tanpa persatuan tidak mungkin ada kekuatan jang dapat digunakan mentjapai tjita-tjitanja. {{missing image}} {{c|{{Smaller|''Bekas ketua „Barisan Pemuda Gerindo” Wikana''}}}} Dengan didorong oleh semangat persatuan ini, pada tahun 1933 di Jogjakarta dibentuk badan untuk mempersatukan aksi-aksi organisasi pemuda dengan nama „Badan Permu fakatan Pemuda Indonesia”. Pembentukan badan ini dipelopori oleh organisasi-organisasi Pemuda Indonesia Muda I.M.) Jong Islamieten Bond (J.I.B.), Sangkoro Mudo, Mudo Kristen Djawi. Pengurusnja terdiri dari Sudarisman (Mr. Purwokusumo) sebagai ketua, Djodi Mr. Gondokusumo) sebagai wakil ketua, Ashan (Pontjowinoto) sebagai sekretaris dan Sumardi (almarhum Dr. Sumardi) sebagai bendahara. Dalam perkembangan selandjutnja, walaupun sudah ada badan seperti ini, namun belum djuga dapat memenuhi kebutuhan perdjuangan pemuda. Perdjuangan pemuda selalu madju dan berkembang, demikian djuga keperluan adanja organisasi jang dapat memenuhi kebutuhan perdjuangan pemuda sesuai dengan tingkatannja sangat terasa sekali, terutama setelah timbulnja berbagai organisasi pemuda jang bersifat kedaerahan. Karena itu pemuda-pemuda berusaha untuk membentuk organisasi seperti itu. Pada bulan September 1933, atas usaha pimpinan Indonesia Muda diadakan pertemuan bersama diantara organisasi-organisasi pemuda. Pertemuan ini dilangsungkan di Bandung. Atas usui Indonesia Muda, pertemuan ini menjetudjui membentuk suatu badan federasi untuk<noinclude></noinclude> 7mya58vxze5l6ffsuepo2s6sk2o9cz8 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/75 104 113333 321089 314498 2026-10-12T12:38:36Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321089 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{ol|type=a|start=4|Organisasi ini tidak ikut tjampur dalam politik, anggota-anggotanja dilarang ikut tjampur dalam politik<ref>Lihat buku "De Nationalistische Beweging in Nederlandsch Indie" J. Th. Petrus Blumberger, hl. 411.</ref>. Sembojan Indonesia Muda ialah: satu Tanah air, satu Bangsa, dan satu Bahasa.}} Dalam kongres ini djuga berbitjara Mr. R.T. Wongsonegoro jang mendjelaskan tentang ”Arti dari Kesatuan Indonesia Dilihat Dari Segi Peradaban”. Dalam achir katanja, dia mengharapkan agar dengan melalui ”Indonesia Muda” Indonesia Raja jang ideal dapat ditjapai. Pada malam berikutnja diadakan sidang chusus mengenai ”Keputrian Indonesia Muda” sebagai bagian dari Indonesia Muda. Keputrian Indonesia Muda ini terdiri dari 17 tjabang, antara lain 2 tjabang diluar Djawa jaitu di Padang dan Palembang. Pemimpin dari Keputrian Indonesia Muda ini ialah Nj. Abdulrachman. Dalam membuka rapat ”Keputrian Indonesia Muda” Nj. Abdulrachman mendjelaskan tentang gerakan emansipasi wanita dilihat dari berbagai pandangan. Djuga pernah memimpin „Keputrian Indonesia Muda.“ Suharja, Sudaseni dll. Pada malam terachir tahun 1930 diselenggarakan rapat umum jang kedua dari Indonesia Muda. Dalam rapat ini didjelaskan bahwa Indonesia Muda mempunjai 24 tjabang dan grup, jang antara lain terdapat 4 di Sumatra, dan 2 di Sulawesi. Djuga didirikan satu dana beladjar jang diambil dari dana-dana organisasi jang meleburkan diri kedalam Indonesia Muda. Pada tanggal 31 Desember 1930 ditengah malam diadakan upatjara jang chidmat berdirinja Indonesia Muda dalam mana lagu kebangsaan "Indonesia Raja" dinjanjikan dan penetapan berdirinja Indonesia Muda dibatjakan. Pemimpin Kongres menjatakan lahirnja Indonesia Muda. Anggaran Dasar dan Rumah Tangga dinjatakan berlaku dari mulai tanggal 1 Djanuari 1931, dan bendera organisasi ialah Merah-Putih, dan sebagai ketua Indonesia Muda jang pertama dipilih Suwadji Prawirohardjo, seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Hukum di Djakarta. Dalam malam terachir dari kongres dipertundjukkan sandiwara Dewi Tara suatu simbul Ibu Indonesia. Dengan lahirnja organisasi Pemuda Indonesia Muda ini merupakan suatu langkah baru dalam sedjarah gerakan pemuda. Hanja sajang Indonesia Muda pada permulaannja hanja menghimpun pemuda peladjar dari sekolah menengah, dengan demikian Indonesia Muda mempunjai sifat terbatas. Namun demikian Indonesia Muda mendorong lebih landjut kematangan kesadaran politik pemuda-pemuda Indonesia. {{rule|width=8em|align=left}} <references/><noinclude>{{rh|||69}}</noinclude> sh1tcmj58fkydflepesdta8p72113q1 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/150 104 113334 321164 316990 2026-10-12T13:32:30Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321164 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Penandatanganan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dapat dilaksanakan tanpa didahului perundingan dengan ataupun disaksikan oleh pihak Djepang, tepat pada pukul 5.00 pagi 17 Agustus 1945. Penandatanganan dilakukan oleh Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta dalam suasana jang chidmat, hening dan sepi. Diperingati arwah-arwah pahlawan jang telah djatuh dan berkorban selama pendjadjahan Belanda dan penindasan Djepang. ::::::::::::::''Proklamasi Kemerdekaan ::::::::::::::''Indonesia dinjatakan.'' 17 Agustus 1945 djam 10.00 pagi tepat. "....... Perdjuangan kemerdekaan ada naiknja dan ada turunnja, tetapi djiwa kita tetap menudju arah tjita-tjita. Nampaknja sadja kita menjandarkan diri kita kepada Djepang, tetapi hakekatnja kita menjusun tenaga dan kekuatan sendiri.... Kalau sekarang tiba saatnja mengambil nasib dalam tangan sendiri — maka kita akan berdiri dengan kuat dan santosa.... Sekarang tiba saat itu untuk menjatakan kebulatan tekad kita...."* Demikian pidato singkat Bung Karno mengantarkan pernjataan Proklamasi di Pegangsaan Timur 56. {{r|KAMI BANGSA INDONESIA DENGAN INI}} {{r|MENJATAHKAN KEMERDEKAAN INDONESIA.}} {{r|HAL-HAL MENGENAI PEMINDAHAN KEKUASAAN }} {{r|DAN LAIN-LAIN, DISELENGGARAKAN}} {{r|DENGAN TJARA SAKSAMA DAN DALAM }} {{r|TEMPO JANG SESINGKAT-SINGKATNJA.}} {{r|''Djakarta, 17 Agustus 1945''}} {{r|''Atas nama Bangsa Indonesia.''}} {{r|''Sukarno — Hatta''}} Bendera kebangsaan Sang Merah Putih dinaikkan, berkibar diudara disaksikan oleh beribu pasang mata...<noinclude>________ * Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 :Sidik Kertapati hl. 93–94. {{rh|144}}</noinclude> 68kv83et6ax3sxuj93qysfmbj7hj7w6 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/262 104 113344 321091 313191 2026-10-12T12:39:27Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321091 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{Gambar hilang}} ''Suparda salah seorang tokoh Pemuda'' nasional seperti mengirim delegasi keluar negeri, menghadapi subversif asing, menghadapi pemilihan umum, menjelenggarakan KMAA dll-nja, tetapi ini semua masih dirasakan sangat kurang bila dilihat dari tuntutan tingkat perdjuangannja. Bahkan kerap kali terasa diperbesarkannja pertentangan-pertentangan perbedaan antara satu sama lain. Kaum imperialis bersama dengan kaum reaksioner dalam negeri selalu berusaha untuk memetjah belah persatuan nasional termasuk pemudanja. Hal ini lebih-lebih terasa setelah pemilihan umum DPR dan Konstituante. Kekalahan kaum reaksioner sebagai tiang kemasjarakatan dari kaum imperialis di Indonesia dalam pemilihan umum itu membuat mereka mentjari seribu satu akal untuk melakukan perpetjahan nasional, untuk membatalkan semua hasil-hasil pemilihan termasuk pemerintahannja. Mereka berusaha untuk menumbangkan pemerintahan Ali Sastroamidjojo ke-II, suatu pemerintahan jang dibentuk sebagai hasil pemilihan umum. Mereka mulai menghasut beberapa tokoh pusat dan daerah jang reaksioner, terutama dalam kalangan militer untuk menjatakan ketidak puasan terhadap pemerintah Pusat. Mereka menggunakan tokoh-tokoh reaksioner dalam militer karena mereka mengetahui bahwa tokoh politik dengan melalui partai politik tertentu sudah tidak dapat digunakan untuk maksudnja. Hasutan-hasutan seperti pemerintah Pusat birokrasi, korupsi, Diawa sentris, tidak memperhatikan daerah dan lain-lain terus menerus memenuhi udara politik, baik dalam bentuk tertulis di-surat-kabar-di-surat-kabar trompet mereka maupun dalam pidato atau utjapan dalam pertemuan-pertemuan. Mereka djuga menjeret pemuda dalam usahanja untuk menimbulkan perpetjahan ini. Banjak pemuda jang tidak sadar terhasut dari propaganda djahat itu dan menimbulkan kesulitan tertentu dikalangan pemuda. Keadaan inilah jang mendorong orang untuk mentjari djalan, mentjari bentuk bagaimanalah menjemen persatuan lebih kokoh lagi dikalangan pemuda. Salah satu bentuk efektif, atau djalan jang realistis jang dapat dilaksanakan ialah sebagaimana jang diadjukan oleh Ketua Jajasan Sentrum Pemuda, Mr Soepardo, mengadakan pekan pertemuan untuk pemuda Indonesia. Ide untuk mengadakan Pekan Pemuda dari Jajasan Sentrum {{hws|Pemu|Pemuda}}<noinclude>{{rh|256}}</noinclude> r8dxhaytv09rgvhsxc4tgimfps94ydj Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/200 104 113350 321246 314469 2026-10-13T11:22:05Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321246 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{Gambar hilang}} {{c|''Sutijatna Ketua Umum Badan Pusat P.P.T.S.''}} bahkan menerdjunkan diri didalamnja dengan kepertjajaan besar kepada kemampuan diri sendiri. Apa sadja jang tak termasuk lingkaran kegiatan pemuda dari penjelenggaraan "Studiefonds dibawah pimpinan Ikatan Peladjar Indonesia (I.P.I.), pembentukan Panitia Utusan Keluar Negeri jang bersifat permanen dan a.l. beranggotakan Boes Effendi, Supardo dan Soepeno, pendirian Panitia Kemerdekaan Setahun dimana a.l. salah satu atjara adalah pertundjukan sandiwara serentak jang sama lakonnja dan mengirimkan rombongan hiburan kemedan pertempuran sampai kepada pengiriman delegasi² pemuda ke Inter-Asian Relation Conference di New Delhi, dalam kesempatan mana "Aziatic Youth Meeting" diadakan, ke Festival Pemuda Sedunia I di Praha dan Konferensi Pemuda/Mahasiswa Asia Tenggara di Kalkuta. Djuga usaha-usaha gerakan penerangan terutama kepada rakjat jang dekat dengan front, usaha-usaha gerakan bersama untuk memupuk persatuan rakjat segenap lapisan, golongan, aliran dan untuk mematahkan serta memberantas infiltrasi, sabotase dan usaha kolone kelima dari pihak pendjadjah, membantu terlaksananja T.N.I. dan kesatuannja Komando seluruh angkatan perang R.I. serta menjelenggarakan pertahanan rakjat jang kuat dan ulet. Bagaimana pula besar rasa tanggung djawab pemuda terhadap kesulitan-kesulitan ekonomi negara ternjata dari Resolusi Presidium B.K.P.R.I. tertanggal 19 Djuli 1946 sekitar Pengumpulan Padi, jang mentjanangkan adanja "banjak kekatjauan-kekatjauan jang disebabkan oleh perbuatan kaum tengkulak, kurang koordinasi diantara djawatan² dan badan-badan jang bersangkutan". Karenanja, maka B.K.P.R.I. menjarankan agar pengumpulan padi dikerdjakan oleh kooperasi² rakjat dibawah pengawasan dan penerangan Pemerintah, Badan Perwakilan dan organisasi-organisasi." {{block right| {{c|''Sikap Terhadap Kabinet, Perundingan''<br> ''Indonesia Belanda Dan Naskah''<br> ''Persetudjuan Linggardjati.''}}}} "Badan Kongres Pemuda djangan turut terlibat (dalam soal Kabinet), karena soal kabinet adalah soalnja partai-partai politik, jang harus<noinclude>{{rh|194}}</noinclude> khdkjy9kfdk8v48htg91mmn5a2geggv Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/224 104 113351 321266 314462 2026-10-13T11:28:07Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321266 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>di Jogjakarta pada tanggal 14-18 Agustus 1949 dan memakai Manifes itu sebagai dasar kerdjasama dan untuk menjempurnakan Manifes itu menegaskan sbb. : {{ol |Dasar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 berarti sikap menentang segala sesuatu jang bersifat kolonial feodalistis, fasistis dan imperialistis, dalam segala bentuk. |Negara berdasarkan Pantjasila, jang mendjadi tudjuan kita, berarti Negara jang melaksanakan demokrasi politik, demokrasi ekonomi dan demokrasi sosial. |Dasar Proklamasi berarti tuntutan agar pokok-pokok dari Undang Dasar Republik Indonesia dilaksanakan, diantaranja pasal 27, 28 dan 33. }} Program disamping meliputi usaha-usaha untuk Pemuda Buruh. Pemuda Tani, Pemuda Peladjar dan Pemuda Tentara, menjangkut djuga bidang politik, hak-hak azasi rakjat, kebudajaan dan ekonomi. Pendidikan bagi pemuda buruh dan pemuda tani, dihubungkannja pengadjaran dengan proses produksi dan masjarakat, merupakan tuntutan-tuntutan jang sampai madju, mengingat tingkat dan keadaan pemuda Indonesia pada waktu itu. Keputusan-keputusan dalam bidang penarikan tentara asing dari wilajah Indonesia, sepenuhnja sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan politik jang objektif. Pendirian kongres bahwa penjelenggaraan pemilihan umum, penghapusan pemerintahan militer menurut keadaan setempat dan pendemokrasian pemerintahan adalah sjarat-sjarat mutlak bagi perkembangan demokrasi setjara wadjar di Indonesia, membuktikan pengertian jang dalam para peserta kongres terhadap hak-hak azasi rakjat. Tekad pemuda untuk "mempelopori" tersusunnja "kebudajaan nasional" dan untuk "mengambil bagian jang aktif dalam pembrantasan buta huruf" (setiap anggota organisasi pemuda membantu 5 orang jang buta huruf selama 4 bulan sampai ia dapat membatja dan menulis) ― adalah tanda kearah penjesuaian jang lebih wadjar dari gerakan pemuda dengan kepentingan-kepentingan pemuda chususnja dalam bidang pendidikan dan kebudajaan. Disamping keputusan-keputusan tersebut diatas, kongres djuga menghasilkan 3 buah resolusi dan 4 buah mosi. Pemuda menuntut peleburan daerah-daerah Sumatra Timur, Indonesia Timur dan Kalimantan Barat kedalam Republik Indonesia dan "tidak bertanggung-djawab atas keamanan dan ekses-ekses jang mungkin<noinclude>{{rh|218}}</noinclude> ml371occw4ojc23fvlvhf1kqk6o36u7 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/36 104 113369 321124 313438 2026-10-12T12:56:08Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321124 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center|''Pandji Inkoro Dharma''}}<noinclude></noinclude> qkehlrupnfj8u8qozeuo5p5cgtl3q2c Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/71 104 113372 321085 313441 2026-10-12T12:37:29Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321085 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| Komisi Besar Indonesia Moeda (I.M.) Dari kiri kekanan : (berdiri) Adam Goel, Asnar, Krung Raba Nasution, R. Sudirman, Ach. Tawil, (duduk) Mr. R.T. Wangsonegoro, Moh. Jamin, R.M. Parboprawiro (ketua), R.M. Joepandi Danudiningrat. }}<noinclude>sedjarah perdjuangan 5 {{rh|||65}}</noinclude> 7olcmq9qi253f5f80go05vjbxzifhii Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/81 104 113373 321109 313442 2026-10-12T12:45:24Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321109 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Achirnja karena makin beratnja tekanan, dari pemerintah kolonial S.P.I. tak dapat melakukan kegiatannja lagi. Kongres S.P.I. jang sedianja akan dilangsungkan pada tanggal 24—25 December 1934 tak dapat dilangsungkan. Dengan ini S.P.I. praktis djuga mendjadi suatu organisasi terlarang walaupun tidak dinjatakan demikian. Namun demikian kader S.P.I. masih meneruskan kegiatannja sedapat mungkin setjara perseorangan dalam mengabdikan diri kepada usaha mentjapai tjita-tjitanja, Indonesia jang Bahagia.¹ {{Center| '''PERSATUAN PEMUDA RAKJAT INDONESIA''' '''( P E R P R I )''' }} Ketidak puasan pemuda pada umumnja terhadap organisasi pemuda jang sudah ada bukan hanja tertjermin dengan berdirinja S.P.I. tetapi djuga dengan berdirinja organisasi pemuda jang lain-lain, jang bersifat lebih radikal. Untuk merealisasi ide mempersatukan pemuda tanpa membedakan lapisan, kedudukan sosial dan pendidikannja, oleh sedjumlah pemuda-pemuda revolusioner di Jogjakarta jang antara lain terdiri dari pemuda² Mantoro Tirtonegoro, Mochamad Sunarman, Sahadoro, S.W. Lagjono, Koto Sakardi, Utomo dan Surjo, pada tahun 1931 mendirikan organisasi pemuda jang baru. Organisasi pemuda jang baru ini pada permulaannja bernama "Persatuan Pemuda Mataram". Pengurus-pengurusnja terdiri dari semua pendiri²nja. {{gambar hilang}} {{Center| Armasmanto salah seorang bekas tokoh Perpri }} Untuk merealisasi ide perluasan ada organisasi pemuda jang dapat menghimpun massa pemuda jang luas, maka nama organisasi dalam tahun itu djuga diubah mendjadi "Persatuan Pemuda Rakjat Mataram" sedangkan susunan pengurusnja disempurnakan sbb. : ketua, Mantoro Tirtonegoro; Sekretaris, Sukahar; Bendahara, Utomo; Komisaris, S.W. Lagjono, Sudarja, Koco Sakardi, Sahadoro.<noinclude>{{rh|||75}}</noinclude> bgjtmvwshc5wmcshpdnx00nrhmw2jqu Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/84 104 113374 321162 313443 2026-10-12T13:31:53Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321162 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| Siswa tamu-tamu Kampus Djawa }}<noinclude></noinclude> keya0cqp6jr5nm3piz6tmlac8ek2jsw Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/104 104 113375 321142 313445 2026-10-12T13:25:31Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321142 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| ''Kaum tani dipaksa menjetorkan padinja'' }}<noinclude></noinclude> ic41xkrj5xx0011hwolnixg92lckxlj Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/113 104 113376 321135 313446 2026-10-12T13:23:48Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321135 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| Heiho sedang dilatih }}<noinclude></noinclude> 8j7dw30qc1qucm8wu27wym535q6wucj Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/149 104 113377 321165 313447 2026-10-12T13:32:43Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321165 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| '''Naskah Proklamasi''' }} {{gambar hilang}} {{Center| '''Bendera Pusaka Merah Putih dinaikkan di Pegangsaan Timur 56 Djakarta''' }}<noinclude></noinclude> p3nbg369ahedjvvtm8gqh1wy8xbjtr7 Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/152 104 113378 321232 313448 2026-10-13T11:17:14Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321232 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| Rapat Raksasa Tidak didjaga ketat oleh sendjata-sendjata fasis Djepang }}<noinclude></noinclude> eywfag43gpj6ucypkvnipafyp1j5xmd Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/170 104 113379 321268 313453 2026-10-13T11:29:00Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321268 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center|''Bung Karno berpidato didepan kongres Pemuda Seluruh Indonesia pada bulan November 1945''}} {{gambar hilang}} {{Center|''Rapat Raksasa penutupan kongres Pemuda Seluruh Indonesia tahun 1945 di Jogjakarta''}}<noinclude></noinclude> pqa861iryhokj7056531muvirk07xaz Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/173 104 113380 321270 313457 2026-10-13T11:29:35Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321270 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>menegakkan Proklamasi Republik Indonesia, melawan imperialisme dan kolonialisme, djuga tidak melupakan menggariskan peranan aktif jang sudah merdeka itu. Wudjud dari hasrat persatuan pemuda adalah ke- putusan untuk mendirikan satu federasi pemuda dimana semua organisasi pemuda bergabung, ialah Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia (singkatan R.K.P.R.I.) jang dipimpin oleh sebuah Dewan Pimpinan Pusat jang terdiri dari : Pimpinan Umum Chaerul Saleh ; Wakil Pimpinan Umum I Supardo ; Wakil Pimpinan Umum II A. Buchari ; Penulis Mulja. Anggota-anggota lainnja ialah : 1 Supardo — A.P.I. ; 2. Dr. E. J. Sregar — Pemuda Protestan ; 3. Nj. Sutarman — Pemuda Putri Indone- sia ; 4. P. Suroso — Pemuda Katholik ; 5. Dr. Muwardi — Barisan Banteng Indonesia ; 6. Udin — Pemuda Andalas ; 7. Akijuwen — Pemuda Maluku ; 8. Ochid Mursidi — Angkatan Muda Guru ; 9. Gasti Djohan — Pemuda Kalimantan ; 10. A. Ratulangi — K.R.I.S ; 11. Su- perno — Pesindo. Untuk menjelenggarakan pekerdjaan Dewan ini dibentuk dua Dewan Pekerdja, jaitu : 1. Dewan Pekerdja Perdjuangan jang dipimpin oleh : pemuda Sumarsono, Soebdjanto Kusumo, Bambang Kaslan, Widarta, dll. 2. Dewan Pekerdja Pembangunan jang dipimpin pemuda : Wikana, Hardjono, Kusmandar, dll. Keputusan-keputusan lain jang berupa program kegiatan-kegiatan meliputi perdjuangan untuk terdjaminnja hak-hak demokrasi, djaminan sosial bagi buruh dan wanita muda, hak beladjar bagi semua pemuda dan lain-lain. Dalam menghadapi Tentara Pendudukan dan pendaratan personil NICA dan tentaranya, Kongres Pemuda Indonesia I mengadjukan protesnja sbb. : Protes Pemuda Indonesia. Atas nama Kongres Pemuda Indonesia, Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Indonesia memprotes kepada seluruh dunia akan pengeboeman dan penembakan sewenang-wenang dari udara, lautan dan darat oleh tentara pendudukan Inggeris terhadap kota Soerabaja dengan tiada menge- nal perikemanusiaan sehingga telah mentjebakkan korban besar antara penduduk terutama anak-anak dan perempuan-perempuan jang dilaku- kan sedjak tanggal 10 November 1945, dengan tiada beralasan suatu apa. {{right| ''Jogjakarta, 11 November 1945'' ''Dewan Pimpinan Pusat'' ''Pemuda Indonesia.'' }} * Dokumentasi Perdjuangan Pemuda Indonesia — A.M. Hardjono, hl. 40.<noinclude>{{rh|||167}}</noinclude> ctafip7vlw0k0j20zza3wm6jii0rf0b Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/174 104 113381 321271 313458 2026-10-13T11:29:50Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321271 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Kongres djuga menjerukan agar tentara Pendudukan Serikat segera menjelesaikan tugasnja dan meninggalkan Indonesia ; mengenai pendaratan personalia dan tentara NICA pemuda Indonesia tidak bertanggung djawab atas akibat-akibatnja dan berseru agar mereka segera meninggalkan bumi Indonesia . Kepada P.B.B. dan rakjat serta pemuda sedunia . Kongres menjatakan protes sekeras-kerasnja atas tindakan-tindakan Tentara Pendudukan Serikat jang telah melanggar batas-batas wewenangnja, dan menegaskan sikapnja untuk terus melawan setiap pelanggaran terhadap kemerdekaan tanah air rakjat dan pemuda Indonesia. Kepada Pemerintah , Kongres mendesak agar dinas wadjib militer segera dilaksanakan dan djangan dilakukan perlutjutan sendjata terhadap rakjat. Bahwa pemuda menjedari bahaja ketjenderungan berunding kompromis dengan imperialis dari Pemerintah, dapat disimpulkan darı salah satu keputusan Kongres lainnja jang menjatakan protes sekeraskerasnja terhadap pertemuan pemimpin-pemimpin Pemerintah Pusat dengan letnan gubernur Djendral Hindia- Belanda Dr. H. Van Mook. Selama Kongres berlangsung, jaitu pada tanggal 10 November 1945 . tudjuh organisasi pemuda jang seazas, jaitu 1. Angkatan Pemuda Indonesia, 2. Gerakan Pemuda Republik Indonesia - Jogjakarta, 3. Angkatan Muda Republik Indonesia — Semarang, 4. Angkatan Muda Kereta Api. 5. Angkatan Muda Gas dan Listrik, 6. Angkatan Muda Pos dan Telegram. 7. Pemuda Republik Indonesia mengadakan rapat dengan tudjuan untuk menjatukan organisasinja . Rapat tudjuh organisasi pemuda tersebut memutuskan untuk melebur kan diri kedalam satu organisasi pemuda jang berazas tudjuan sosialisme dan bermaksud menegakkan Republik Indonesia jang berdasarkan kedaulatan rakjat . Nama jang dipilih organisasi jang berfusi itu jalah "Pemuda Sosialis Indonesia" dengan disingkat "Pesindo " . Pimpinannja terdiri dari Ruslan Widjajasastra, Krissubanu , Sudisman , Djalaluddin Jusuf, Subroto, Tjugito, Wikana , Sukarno, Sudjono dan Jetty Zain. Dalam suasana berapi- api sebuah pesawat terbang jang bertanda Merah-Putih jang dikemudikan oleh pemuda Indonesia terbang rendah diatas kumpulan massa dengan menjebarkan pamflet jang berbunji "Indonesia, Indonesia Tanah Airku . Aku sungguh membelamu , Sampa tewas djiwaku" * Hal ini lebih menghangatkan semangat pemuda. Darah muda makin mendidih memanaskan tubuh-tubuh pemuda dan membakar semangat ______________________________ * Buku Republik Indonesia Daerah Istimewa Jogjakarta, hl. 367.<noinclude>{{rh|168}}</noinclude> sokhjfqslqkp6fkgo327rsbrr8l4zsm Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/186 104 113383 321241 313462 2026-10-13T11:20:44Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321241 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{Center| ''Suripno, wakil Pemuda Indonesia di I.U.S. pa- da tahun 1945 — 1947'' }} {{gambar hilang}} {{Center| ''Sugiono wkl. Pemuda Indonesia di I.U.S. 1946 — 1947'' }} mahasiswa Indonesia jang untuk pertamakali pula diselenggarakan, memperkenalkan perdjuangan rakjat dan pemuda Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan nasionalnja dari tjengkeraman kolonialisme/ imperialisme Belanda kepada beribu-ribu wakil-wakil pemuda dan peladjar jang telah datang berkumpul dari Eropa dan Asia, dari Amerika dan Afrika. Delegasi Pemuda Indonesiapun tidak ketinggalan dalam memperkenalkan kesenian Indonesia kepada pemuda-pemuda luar negeri, berkat ikut sertanja pemuda/peladjar Indonesia jang beladjar dinegeri Belanda dan tergabung dalam Perhimpunan Indonesia dan Rukun Peladjar Indonesia. Rombongan pemuda/peladjar Indonesia di Eropa ini a.l. diwakili oleh Tahi Tobing, Wajang Gondokusumo, Gde Winaja dan Ruth Sanu. Demonstrasi-demonstrasi dan rapat-rapat umum mengutuk imperialisme Belanda, gerakan pengumpulan obat-obatan dan uang selama festival, permintaan² untuk didaftarkan sebagai sukarelawan menundjukkan betapa tinggi rasa solidaritet pemuda dan peladjar sedunia dengan perdjuangan kemerdekaan rakjat, pemuda dan peladjar Indonesia. Seruan jang dilantjarkan oleh delegasi pemuda Indonesia "Stop the war in Indonesia" merupakan genderang jang mengiringi dan memberikan tjorak kepada setiap pertemuan, baik ia merupakan rapat, diskusi, ataupun pertundjukan-pertundjukan berbagai matjam ragam kesenian. Perdjuangan kemerdekaan rakjat dan pemuda Indonesia dalam tahun-tahun pertama Revolusi Indonesia telah memberikan inspirasi besar kepada gerakan pemuda dan peladjar sedunia, tidak hanja di Asia, tetapi djuga di Eropa.¹<noinclude>{{rh|180}}</noinclude> se3qzm6ni1uic966qme76e4yk0l2itn Halaman:Sedjarah perdjuangan pemuda Indonesia.pdf/264 104 113388 321093 313471 2026-10-12T12:40:48Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321093 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{gambar hilang}} {{rh||''Pembukaan Pekan Pemuda Indonesia di Surabaja''}}<noinclude></noinclude> nqnlxnbwcrmo4t9jo7l78bu8jbt35mz Halaman:Kang Lam Yan V.02.pdf/63 104 115589 321188 319268 2026-10-12T16:12:16Z OwlyKnight 24017 /* Telah diuji baca */ 321188 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" />{{rh||''{{sp|PENGHIDOEPAN}}''|130}}</noinclude>semoenikennja, tatkala kitaorang koendjoengin itoe tempat permandian di Giok-loen-wan?“ „Betoel!“ sobatkoe Wat Song mendjawab sambil manggoetken kapala „tapi sabenarnja dengen bikin itoe koendjoengan, akoe ada bermaksoed laen, sekali-kali tida njana, bisa ketemoe sama Ang Hok. Bermoela akoe mendoega bahoewa si bangsat itoe tentoe ada mempoenjai kawan sariket dan satelah dapetken itoe barang permata tjoerian, laloe disemboeniken di roema kawannja. Akoe lantes tjari taoe di tempat mana jang Ang Hok seringkali koendjoengin, dimana akoe dapet katerangan jang diharep, jaitoe tempat jang si bangsat seringkali koendjoengin, jalah itoe tempat permandian Giok-loen-wan. Itoe sebab, akoe soeda adjakin kaoe bersama-sama pergi ka itoe tempat. Mendenger ia poenja pengoetarahan-pengoetarahan hatikoe djadi sedikit terkedjoet, tapi sasoeda akoe pikir sabentaran, akoe lantes bisa tebak ia poenja maksoed dengen itoe pengoetarahan jang membilang, berhoeboeng dengen didapetnja itoe sepatoe, ia mendoega pasti si Kim Seng jang lakoeken pembongkaran. Ini sabenarnja ada ia poenja akal meroba taktik boeat timpaken kadosahan atas poendak laen orang. Mengapa akoe bisa bilang begitoe, inilah gampang dimengarti, kerna sabelonnja ia dapetken (?{{...}}) itoe sepatoe di depan gredja, lebi doeloe akoe soeda perhatiken dengen teliti keadahan di sitoe; masatah matakoe boleh sala<noinclude></noinclude> l5culb88llj50ahemf50dwo994kofab Halaman:Lima Jagoan vol.23.pdf/48 104 115937 321193 319799 2026-10-13T06:01:02Z Ships in the Starlight 20480 /* Tervalidasi */ 321193 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ships in the Starlight" /></noinclude>— Kembali sin ingin bertanya ! Berkata pula menteri Pauw kong setelah suasana Kim loan tian itu hening beberapa saat lamanya. — Malam itu sesungguhnya bansweya yg berkeinginan untuk melihat Cincu kie ini ataukah atas inisiatip nio nio ?<br> Hendaknya Bansweya menjawab dengan sejujurnya sehingga perkara ini dapat diusut menjadi jelas ! Baginda Song jing cong sudah terjepit benar², desakan desakan menteri Pauw kong begitu gencar sehingga ia tidak berdaya dan beberapa kali melakukan kesalahan secara tak sadar.<br. Kini menteri kehakiman Itu mendesaknya pula sehingga akhirnya baginda tak dapat menguasai diri lagi dan meluap amarahnya. — Hei Pauw siapseng ! Tim peringatkan bahwa perkara ini bukanlah urusanmu. Kau takusah turut campur perkara ini !<br> Bagaimanapun juga Pauw kong menyadari bahwa ia adalah seorang menteri. Tingkatannya adalah di bawah raja (Kun su artinya raja barulah urutan dibawahnya menteri ). Pada hal dijaman baheula itu raja mempunyai kekuasaan mutlak sehingga ada istilah THE KING CAN DO NO WRONG atau raja tak boleh {{hws|di|diganggu}}<noinclude>{{rh|48}}</noinclude> fsxt4jcqqdksii8afaa98xzhi5pontl Pengguna:SilviaMamas 2 116174 321179 320195 2026-10-12T14:27:31Z SilviaMamas 25803 321179 wikitext text/x-wiki Halo! Saya Silvi. Saya percaya bahwa setiap karya tulis menyimpan pengetahuan dan cerita yang berharga. Melalui Wikisource, saya ingin ikut menjaga warisan literasi agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh siapa saja. qyf834m4led11gqddt0p5n3od4bp75o Halaman:Keris (2014).pdf/13 104 116514 321070 320962 2026-10-12T12:05:41Z SilviaMamas 25803 /* Telah diuji baca */ 321070 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude>Kriteria suatu Mata Budaya dimasukkan Inskripsi oleh UNESCO adalah: 1. Menunjukkan nilai-nilai yang menonjol sebagai karya agung kejeniusan kreatif manusia. 2. Memperlihatkan bukti luas mengenai akar-akar dalam tradisi budaya atau sejarah budaya dari komunitas yang terkait. 3. Merupakan sebuah cara untuk memastikan identitas kultural dari komunitas budaya terkait. 4. Memberikan bukti keunggulan dalam aplikasi ketrampilan clan kualitas teknis yang ditampilkan. 5. Menegaskan nilai mereka sebagai kesaksian unik tradisi budaya yang hidup. 6. Merupakan keberadaan yang berada dalam resiko degradasi atau lenyap. Bila Inskripsi Keris Indonesia masuk ke dalam Daftar Representatif, otomatis Indonesia terikat untuk terus memenuhi kriteria yang ditentukan berkaitan dengan hal perkerisan. Ada lima kriteria dalam Daftar Representatif, yaitu: 1. Representatif pertama. Mata Budaya Keris Indonesia merupakan Warisan Budaya Takbenda seperti yang dimaktubkan dalam Konvensi pasal 2. 2. Representatif kedua. Inskripsi Mata Budaya Keris Indonesia memberikan sumbangan pada penjaminan visibilitas clan makna Warisan Budaya Takbenda,serta menggairahkan dialog yang menghidupkan karakter keanekaragaman budaya bangsa-bangsa di dunia serta memberikan kesaksian atas kreativitas manusia. 3. Representatif ketiga. Tindakan pelestarian yang dapat melindungi Mata Budaya yang berkaitan, dalam hal ini adalah Keris Indonesia, dengan keikutsertaan komunias, kelompok, atau perorangan dalam perumusan maupun pelaksanaannya. 4. Representatif keempat. Mata Budaya Keris Indonesia telah dinominasikan dengan keterlibatan dan keturutsertaan seluas-luasnya dari komunitas,kelompok dan perseorangan atas persetujuan mereka secara sukarela dan sepengetahuan mereka yang terlibat. 5. Representatif kelima. Mata Buda ya Keris Indonesia tercatat dalam inventaris Warisan Budaya Takbenda yang ada pada teritori negara pihak yang bersangkutan, seperti yang didefinisikan di Konvensi pasal 11 dan pasal 12. (Gaura Mancacaritadipura, 2010) Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris 6<noinclude></noinclude> 93xyw3jbolw47vxcvpgew6mb6j2b5by Halaman:Keris (2014).pdf/14 104 116515 321071 320928 2026-10-12T12:06:40Z SilviaMamas 25803 /* Telah diuji baca */ 321071 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Akhsan05" /></noinclude>Sebuah Mata Budaya dapat saja dicoret dari Daftar Representatif bila Komite memutuskan bahwa Mata Budaya tersebut tidak memenuhi lagi satu atau lebih kriteria untuk masuk Inskripsi dalam daftar tersebut. Hal yang sangat mendasar adalah kriteria pelestarian. Tindakan pelestarian Keris Indonesia menurut UNESCO adalah: a. Ada upaya pelestarian yang melibatkan komunitas. b. Ada tindakan pelestarian yang diusulkan untuk pelestarian skala prioritas, penanggung jawab dan lain-lain. c. Komitmen dari komunitas, kelompok, ataupun perseorangan. d. Komitmen Pihak Negara untuk mendukung upaya pelestarian. 2.1.3 Penetapan Sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO UNESCO menerima berkas Nominasi yang disampaikan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dengan permintaan perbaikan kecil pada berkas. Perbaikan yang diminta hanya berupa data kecil yang semula dalam bentuk narasi diubah menjadi presentasi berbentuk tabel dan ditambahkan dengan satu rujukan kecil. Berkas nominasi diperiksa oleh Sekretariat UNESCO, beserta pakar-pakar budaya dunia yang ditunjuk oleh UNESCO. Selanjutnya, pada bulan Nopember 2005, DAMARTAJI menerima kabar bahwa nominasi keris berhasil sukses, dan Keris Indonesia sudah diproklamasikan sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia dalam piagam yang ditandatangai Dirjen UNESCO tertanggal 25 Nopember 2005 (Gaura Mancacaritadipura, 2010). Piagam Proklamasi yang asli diserahkan Dirjen UNESCO Koichiro Matsuura kepada Bapak Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden UI kala itu, di Istana Wakil Presiden. Lampiran berkas nominasi berupa laporan keuangan dana riset yang dibiayai Pemerintah Jepang melalui UNESCO dan oleh para donatur pribadi yang telah diperiksa oleh akuntan publik, segera dikirim kepada UNESCO. Sekilas Tentang Keris 7<noinclude></noinclude> ocbmapbkjz0hb6fe70rx28gktidapfx Halaman:Keris (2014).pdf/15 104 116517 321072 320913 2026-10-12T12:07:24Z SilviaMamas 25803 /* Telah diuji baca */ 321072 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="SilviaMamas" /></noinclude>Indonesia Tite Indonesian Kais ,, '4~~h''l ~' 1>1 th•' t )r~I Hmt t...l l .ioJ h!Jngibt,• •>t l lurMmti t n •1 l:lt111 t.'J~1o.ol Gambar 2. Piagam Pengakuan Keris Oleh UNESCO 2.1 Sekilas Keris Sejarah keris bermula dari tradisi penggunaan senjata tikam, yang dimulai sejak zaman megalitik. Sebenarnya belati-belati logam yang menjadi prototipe awal mula keris, berkembang dari teknologi alat dan senjata batu pada zaman purba. Selanjutnya, setelah peradaban mengenal pengecoran dan penempaan logam, senjata tikam yang berwujud belati purba mulai dikembangkan. Pada mulanya, alat senjata ini lebih bersifat fungsional, untuk kebutuhan dan tuntutan dinamika zaman yang berkembang. Lambat laun, terjadi perumitan pada tradisi senjata tikam tersebut, baik dari sisi kompleksitas fungsi ergonomis dan estetika, hingga penyematan simbol-simbol dengan makna khusus yang hendak disampaikan. Kriteria tertentu diperlukan bagi sebuah senjata untuk dapat disebut sebagai keris. Bagian ganja (guard) di bagian bawah bilah, serta bentuk bilah tikam yang melengkung condong ke dalam (condhong leleh), adalah hal penting untuk menggolongkan suatu senjata dalam ranah perkerisan. Selain itu, ciri metalurgi yang tercipta pada bilahnya juga menjadi indikasi keabsahan suatu senjata dapat digolongkan dalam keris. Semisal, bahan baja pada pinggir sisi tajam (slorok), lalu bahan besi dan pamor yang ditempakan di bagian tengah (coating/laminating). Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris 8<noinclude></noinclude> 49ni9cjp9963680qnhd843u5blbnnqn Halaman:Keris (2014).pdf/18 104 116526 321073 320925 2026-10-12T12:09:07Z SilviaMamas 25803 /* Telah diuji baca */ 321073 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="SilviaMamas" /></noinclude>Pasca kemunduran Majapahit, bermunculan kerajaan-kerajaan bercorak Islam sebagai pengisi kekuasaan selepas Majapahit. Tak berbeda dengan Pendahulunya yang berkuasa dengan simbol-simbol politik, kerajaan Islam di Nusantara pun memerintah dengan simbol regalia kebesaran kerajaan. Salah satunya dengan pusaka keris, sebagai legitimasi politik dan mitos sentralisasi kekuasaan Nusantara. Alkulturasi budaya keris dalam dimensi ide, sosial, dan teknologi, dengan budaya yang bernafaskan Islam lalu kebudayaan Eropa yang menyusul datang ke Nusantara, menjadikan wajah keris menjadi semakin kompleks dan sarat dengan keberagaman. Simbol-simbol keagamaan dari Islam dan pengaruh kolonial, bercampur dengan ide-ide awal yang sudah terkristal sejak zaman megalitik hingga kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha. Dhapur Buto Ijo Luk 13 Pamor Beras Wutah Tangguh Surakarta PB V Usia +- 170 tahun Gambar 5. Keris Jawa dengan rajah lafadz Allah (Dok. Majalah Pusaka Keris, 2008) Sekilas Tentang Keris 11<noinclude></noinclude> 62zookntpmvqjberj9nk4fjjzpr5i4h Halaman:Keris (2014).pdf/19 104 116535 321069 320941 2026-10-12T12:03:27Z SilviaMamas 25803 /* Telah diuji baca */ 321069 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="SilviaMamas" /></noinclude>2.1.1 Pengertian Keris Kemunculan istilah keris bermula dari kata 'kres' yang tertera dalam prasasti-prasasti kuna di pulau Jawa. Salah satu prasasti tertua yang menyebutkan istilah 'kres' adalah prasasti Karangtengah. Prasasti perunggu Karangtengah berangka tahun 746 Saka menyebut nama Patuk dan kres. Di dalam prasasti ini juga disebutkan nama peralatan: ... lukai 1, punukan 1, wadung 1, patuk kres 1... (sisi B baris 47). Djoko Soekiman, di dalam buku Keris Sejarah dan Fungsinya (1983;3). -- - lf'r 'llJ1 ( . . ) ~­ •Fifow141C••~ • l 1) ~ ... ~ ~ll1ltll -~ -~ II 11'1!'1 (M] Garmbar 6. Contoh prasasti yang berinskripsikan senjata tikam semacam keris, Prasasti Tuk Mas Dusun Dakawu Magelang. (wilwatiktamuseum.wordpress.com) Istilah 'kres' ditengarai mengacu pada onomatope (konsep peniruan suara) bunyi senjata tikam ketika digunakan untuk menusuk atau mengiris. Pada perkembangan selanjutnya, kata 'kres' berubah menjadi 'keris', juga masih mengacu pada onomatope bunyi senjata tikam ini ketika digunakan. Pada uraian-uraian prasasti di atas, gambar dan tulisan tentang keris, menyinggung soal senjata-senjata dan alat-alat yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia sebagai karunia untuk kehidupan. Pendapat lain diutarakan oleh Pangeran Hadiwidjojo dari keraton Surakarta, mengatakan bahwa kata keris berasal dari bahasa Jawa kuno, akar kata kris dalam bahasa Sanskrit berarti menghunus. Sementara seorang guru besar agama Islam di Yogyakarta Ki Moesa Al-Mahfoed, berpendapat bahwa kata keris berasal dari kata harist, yang berarti 'penjaga keselamatan diri'. Sebutan lain untuk keris adalah wangkingan, ialah keris beserta dengan warangka yang selalu atau sedang disandang di pinggang bagian belakang. Ada kemungkinan nama tersebut berkaitan dengan kata cangking (jinjing) dan kata wingking (belakang). Kata wangking dalam bahasa Jawa kuno artinya 'pinggang'. Diwangking artinya 'diselipkan di pinggang belakang'. Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan : Keris 12<noinclude></noinclude> eu1z78e0ho6775qrbfa5eo8c057uwql Halaman:Keris (2014).pdf/17 104 116586 321139 2026-10-12T13:25:01Z SilviaMamas 25803 /* Telah diuji baca */ 321139 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="SilviaMamas" /></noinclude>Dhapur Jalak Dinding Pamor Kul Buntet dan Tambal Wengkon Gambar 4. Slorok baja yang berada di tengah, terlihat di pinggir permukaan bilah dengan warna logam yang lebih muda dari warna besi yang hitam legam di antara pamor yang putih, setelah melalui proses pewarangan. (Haryoguritno, 2006) Sejarah singkat keris adalah belati tikam yang dikembangkan menjadi prototipe keris di pulau Jawa (zaman transisi awal Mataram Hindu-Buddha), yang mengalami perumitan pada dinasti-dinasti berikutnya, lalu disebarluaskan oleh Majapahit dengan politik Nusantara-nya ke hampir seluruh wilayah archipelago Asia Tenggara. Kemudian, keris mengalami stilasi (penggayaan) lokal pada tiap daerah, sehingga menampilkan gaya zaman pembuatan yang berbeda-beda. Kekhasan keris pada kedaerahan dan zaman masing-masing disebut dengan istilah tangguh. Berbeda dengan istilah 'tangguh' dalam bahasa Indonesia yang bermakna 'tegar' dan 'kokoh ', tangguh dalam bahasa Jawa untuk istilah keris berarti klasifikasi berdasarkan gaya kedaerahan dan zaman pembuatan. Selain untuk menggolongkan ciri keris, istilah tangguh dalam bahasa Jawa juga digunakan untuk mengklasifikasi kuda dan burung perkutut. Materi Muatan Lokal Bidang Kebudayaan: Keris 10<noinclude></noinclude> 37zt6h1eyw22ffp0b01aefisc39y8x3 Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/30 104 116587 321178 2026-10-12T14:04:38Z Aditya antariksawan 27743 /* Telah diuji baca */ 321178 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aditya antariksawan" /></noinclude>pemandangan didapoer,ketika gadis-gadis ,,pedoman kita''sedang siboek menjelenggarakan makanan oentok di-,,kendoerinja'' sendiri. Gambar itoe disoedahi dengan gambar; Médja jang telah tertoetoep dengan sangat rapihrja,lengkap dengan nasi dan laoek-paoek nja,siap oentok diserang olèh jang mengepoengnja. insafan dan semangat baroe dalam menghadapi zaman jang baroe poela.dari lagak-lagoenja njatalah bahwa gadis-gadis itoe bersedia dan berani akan mengoebah kebiasaan jang selamanja melekat padanja itoe oentoek digantinja dengan kebiasaan baroe,sesoeai dengan 'adat keperempoenan,kebangsaan dan ketimoeran. inilah soeatoe tanda jang 100 baik,soeatoe hal jang menggirangkan Selamat bekerdja tengah hari,setelah segala makanan selesai dan dihidangkan diatas mèdja dengan tjara jang sederhana tapi soenggoeh menarik itoe,kami tergesa-gesa minta diri kepada toean Alim, karena takoet kalau-kalau diminta memboeat resensie tentang rasa hidangan itoe. (Ma'loem, masakan jang diboeat pertama-tama selama hidoep! C o r-r e c t o r) Ketika hendak berangkat kami oetjapkan;,,Veel succes en smake-lijk eten!''. Tapi bagaimana sahoet gadis-gadis itoe? ,,Terima kasih,toean''. Kami tersenjoem dan merasa ........ schaakmat<noinclude></noinclude> edqa9ju10ebm1xqh1yn4bkbecl71ugw Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/241 104 116588 321180 2026-10-12T14:32:22Z ~2026-54757-66 27857 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'Maka tuan Sultan sekali kirim Excellentie de hulde van Zijne utusan jang patut akan mendapat tuan besar adanja . Hoogheid over te brengen. Terberi dan putus didalam Padu- in de woning van Z.H. Sultan te keraton di Karang Intan op den 13° September 1823, zijnde de 7e dag van de maand Moharam , van Aldus gedaan en gecontracteerd ka Sri Sultan punja Karang Intan pada hari tiga be las bulan September tahun 1823 het Mahomedaansche Jaar... 321180 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="114.125.63.140" /></noinclude>Maka tuan Sultan sekali kirim Excellentie de hulde van Zijne utusan jang patut akan mendapat tuan besar adanja . Hoogheid over te brengen. Terberi dan putus didalam Padu- in de woning van Z.H. Sultan te keraton di Karang Intan op den 13° September 1823, zijnde de 7e dag van de maand Moharam , van Aldus gedaan en gecontracteerd ka Sri Sultan punja Karang Intan pada hari tiga be las bulan September tahun 1823 het Mahomedaansche Jaar 1239. djadi hari tudjuh bulan Muharram tahun 1239 dihadapan lagi Paduka Sultan Muda Sultan In bijwezen van den kroonprins Panembahan Adam, den Rijksbe- Mangkubumi stierder Mankoe Boemie, en ver- Adam Pangeran dan segala Pangeran2 menteri dan dari ini surat bertambahan dere Rijksgroten . kontrak Zijnde hiervan gemaakt en dibuat dan taruh tjap ampat satu rupa . Tamat alkalam . dtt. zegel rusak tak terbatja Zegel rusak Het zegel van Z.H. Sultan Sleman . Het zegel van Sultan Adam. ge- Eensluidende zegeld vier schriften . Af- I.H. Tobias . Het zegel van den Rijksbestierder . Geratificeerd en bekrachtigd te Batavia op den 21e October 1823. takterbatja dtt. van der Capellen. Gouverneur Generaal van Nederlandsch- Indië Je maintiendrai . Ter ordonnantie van de Gouvernuer Generaal in Rade De Algemeene Secretaris Bousquet. 227<noinclude></noinclude> tpx3gvf9gtt6udgzdv1envzelsdzzbd Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/275 104 116589 321181 2026-10-12T14:52:56Z 1A.m3landini 27858 /* Telah diuji baca */ 321181 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="1A.m3landini" /></noinclude>tin ditengah dengan huruf Arab. Zegel ditulis dengan huruf Arab . Allah Hidajat Pangeran . Zegel warna merah . I. Ik, Tamdjid Iilah Alwassiq Billah , Sultan van het rijk Bandje masin , Gelet hebbende op den ongelukkigen toestand van het rijk, waarir opstand, zoowel tegen mij , Sultan, als tegen het Nederlandsch - Indisch Gouvernement is uitgebroken , en voor mijn persoon geen hinderpaa wilende zijn om de bevolking, zoo spoedig mogelijk, tot den staat van rust en gehoorzaamheid aan het wettig gezag terug te brengen, verklaar mits deze plechtig , op heden den 25den Juni 1859 , in handen . van den kolonel, adjudant des Konings in buitengewonen dienst , Gou-vernements-commissaris tevens commandant der troepen in de Zuideren Oosterafdeeling van Borneo, uit eigen vrijen wil en zonder eenigen dwang afstand te hebben gedaan van de waardigheid van Sultan van het Bandjermasinsche rijk, onder voorwaarde dat het Nederlandsch-Indisch Gouvernement die waardigheid, na herstel van de rust, zal opdragen aan dengene dic daarvoor naar de instellingen des rijks in aanmerking zal konen en door het Gouvernement tot die waardigheid geschikt zal worden geacht. Ik geef van dit mijn besluit bij deze aan al mijne onderdanen kennis en beveel hun, tot bevordering van hun eigen heil en welvaart, aan , gehoorzaam en onderworpen te zijn aan het wettig gezag , opdat de rust en welvaart spoedig onder hen allen wederkeeren . Gegeven te Bandjermasin, den 25sten Juni 1859 . II. De kolonel, adjudant des Konings in buitengewonen dienst, Gouvernements-commissaris , tevens commandant der troepen in de Zuideren Oosterafdeeling van Borneo, maakt units deze bekend ; Eerstelijk. Dat de Sultan Tamdjid Illah Alwassiq Billah op heden den 25sten Juni 1859 heeft afstand gedaan van de waardigheid van Sultan van Bandjermasin ; Ten tweede. Dat het bestur van dat rijk voorloopig door eene com- 263<noinclude></noinclude> p2t240dtjjqxl34rz72w9tyf4vn4b8n Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/276 104 116590 321182 2026-10-12T14:53:48Z 1A.m3landini 27858 /* Telah diuji baca */ 321182 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="1A.m3landini" /></noinclude>missie zal worden overgenomen , bestaande uit de pangerans Soeria Mataram en Mohammed Tambak Anjar ; zullende ieder onderdaan van het rijk van Bandjermasin verplicht zijn, alie en door den chef der expeditie voor gezien geteekend , op te volgen en ten uitvoor te leggen ; Ten derde. Dat , zoolang niet anders wordt bevolen , ieder der vorsten , mantri's , kiai's en pembekels in het bezit blijven van de waardigheid of het ambt, door hen tot dusver waargenomen , onder verplichting on de bevelen van de commissie van bestuur stiptelijk op te volgen; Ten vierde. Dat, zoodra de staat van oorlog , waarin dat rijk thans tengevolgen van den opstand verkeert, zal zijn opgeheven, door het Nederlandsch-Indisch Gouvernement zal worden beslist aanwien de waardigheid Sultan van het rijk , in overeenstemming met de instellingen en verband met de wenschen van de rijksgrooten en debevolking zal worden opgedragen . Zullende deze publicatie op de gebruikelijke plaatsen worden aangeplakt en in de kampongs worde rondgeklonken . Gegeven te Bandjermasin , den 25sten Juni 1859. In naam des Konings ! Publicatie. De resident van Soerakarta, Gouvernements - commissaris Zuider- en Ooster-afdeeling van Borneo , Allen die deze zullen zien of hooren lezen, saluut, voor de doet te weten : Nademaal de pangeran Hidajat Oellah , rijksbestierder van het Rijk van Bandjermasin , met verkrachting van den door hem, op den 9den October 1856 , bij de aanvaarding van evengenoemd ambt plechtig gezworen eed , hardnekkig blijft volharden om zich te ontrekken aan iedere samenwerking met den vertegenwoordiger van het Nederlandsch - Indisch Gouvernement , tot het herstellen van de rust en het vervolgen van hen, die deze door den moord van zoovele Europeanen en de verwoesting van hunne bezittingen , zoo afgrijselijk verstoorden, en zulks niettegenstaande de hem door den kolonel Andresen, adjudant des Konings in buitengewonen dienst, Gouvernements- commissaris voor de Zuider- en Ooster-afdeeling van Borneo , bij herhaling gedane dringende uitnoodiging om zich bij dezen aan te sluiten tot bevordering van een spoedig en algeheel herstel der rust; Nademaal bovendien de pangeran Hidajat Oellah, bewust dat men zijn naam gebruikt om tot en geweld tegen het wettig gezag aan te zetten, wel verre van zulks tegen te gaan en de daaraan schuldigen in 262<noinclude></noinclude> 0q39qlsqzi3bjlkajjadovo0ms3drnb Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/277 104 116591 321183 2026-10-12T14:54:33Z 1A.m3landini 27858 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi 'hechtenis te nemen en aan dat gezag over te leveren, blijkbaar deze misdadige bedrijven gedoogt; Nademaal de bedoelde, hoogst laakwaardige handelingen niet langer kunen worden aangezien , zonder de belangan van het NederlandschIndische Gouvernement en den algeheelen ondergang der bevolking van het Rijk van Bandjermasin op het spel te zetten ; Nademaal bij acte van 25 Juni 1859 door Zijne Hoogheid Tamdjid Illah Alwassiq -Billah van de waardighei... 321183 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="1A.m3landini" /></noinclude>hechtenis te nemen en aan dat gezag over te leveren, blijkbaar deze misdadige bedrijven gedoogt; Nademaal de bedoelde, hoogst laakwaardige handelingen niet langer kunen worden aangezien , zonder de belangan van het NederlandschIndische Gouvernement en den algeheelen ondergang der bevolking van het Rijk van Bandjermasin op het spel te zetten ; Nademaal bij acte van 25 Juni 1859 door Zijne Hoogheid Tamdjid Illah Alwassiq -Billah van de waardigheid van Sultan van het Rijk van Bandjermasin is afstand gedaan in handen van den Gouvernementscommissaris, en deze voor het oogenblik dientengevolge het onverdeeld oppergezag over dat rijk uitoefent; Heeft goedgevonden en verstaan : 1º. Den pangeran Hidajat Oellah vervallen te verklaren van zoo waardigheid als rijksbestierder van het Rijk van Bandjermasin ; 2º. Den pangeran Hidajat Oellah te gelasten, zich binnen den tijd van drie dagen te stellen ter beschikking van den resident en commandant der troepen in de Zuider- en Ooster -afdeeling van Borneo, sub poene van zoodanigen verders maatregelen te zijnen aanzien als het en de veiligheid van den Staat vorderen zullen ; 3º. Een iegelijk, wie hij ook zij , te verbieden aan eenigen last of bevel van den vervallen verklaarden Rijksbestierder voortaan te gehoorzamen, sub poene van als in verzet jegens het Nederlandsch - Indisch Gouvernement beschouwd en dienovereenkomstig volgens de krijgswetten gestraft te worden. En opdat niemand hiervan onwetendheid voorwende, zal deze binnen de residentie Zuider- en Ooster -afdeeling van Borneo alom in de Nederlandsche en inlandsche talen worden afgekondigd en aangeplakt. Gelast en beveelt voorts dat alle collegiën, ambtenaren, officieren en justicieren binnen het gebied der Zuider- en Ooster-afdeeling van Borneo, ieder voor zooveel hem aangaat, aan de stipte naleving deze de hand zullen houden zonder oogluiking of aanzien des persoons. Gegeven te Bandjermasin , den 5den Februari 1860. F. N. Nieuwenhuyzen . 263<noinclude></noinclude> k9fqo55gsn5fz5hy65k95rdsa2la9p7 321184 321183 2026-10-12T15:00:22Z 1A.m3landini 27858 321184 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="1A.m3landini" /></noinclude>hechtenis te nemen en aan dat gezag over te leveren, blijkbaar deze misdadige bedrijven gedoogt; Nademaal de bedoelde, hoogst laakwaardige handelingen niet langer kunen worden aangezien , zonder de belangan van het Nederlandsch-Indische Gouvernement en den algeheelen ondergang der bevolking van het Rijk van Bandjermasin op het spel te zetten ; Nademaal bij acte van 25 Juni 1859 door Zijne Hoogheid Tamdjid Illah Alwassiq -Billah van de waardigheid van Sultan van het Rijk van Bandjermasin is afstand gedaan in handen van den Gouvernements-commissaris, en deze voor het oogenblik dientengevolge het onverdeeld oppergezag over dat rijk uitoefent; Heeft goedgevonden en verstaan : 1º. Den pangeran Hidajat Oellah vervallen te verklaren van zoo waardigheid als rijksbestierder van het Rijk van Bandjermasin ; 2º. Den pangeran Hidajat Oellah te gelasten, zich binnen den tijd van drie dagen te stellen ter beschikking van den resident en commandant der troepen in de Zuider- en Ooster -afdeeling van Borneo, sub poene van zoodanigen verders maatregelen te zijnen aanzien als het en de veiligheid van den Staat vorderen zullen ; 3º. Een iegelijk, wie hij ook zij , te verbieden aan eenigen last of bevel van den vervallen verklaarden Rijksbestierder voortaan te gehoorzamen, sub poene van als in verzet jegens het Nederlandsch - Indisch Gouvernement beschouwd en dienovereenkomstig volgens de krijgswetten gestraft te worden. En opdat niemand hiervan onwetendheid voorwende, zal deze binnen de residentie Zuider- en Ooster -afdeeling van Borneo alom in de Nederlandsche en inlandsche talen worden afgekondigd en aangeplakt. Gelast en beveelt voorts dat alle collegiën, ambtenaren, officieren en justicieren binnen het gebied der Zuider- en Ooster-afdeeling van Borneo, ieder voor zooveel hem aangaat, aan de stipte naleving deze de hand zullen houden zonder oogluiking of aanzien des persoons. Gegeven te Bandjermasin , den 5den Februari 1860. F. N. Nieuwenhuyzen . 263<noinclude></noinclude> lyj4z5k16h29jbqqirczqse858xs92c 321190 321184 2026-10-13T03:52:34Z 1A.m3landini 27858 321190 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="1A.m3landini" /></noinclude>hechtenis te nemen en aan dat gezag over te leveren, blijkbaar deze misdadige bedrijven gedoogt; Nademaal de bedoelde, hoogst laakwaardige handelingen niet langer kunen worden aangezien , zonder de belangan van het Nederlandsch-Indische Gouvernement en den algeheelen ondergang der bevolking van het Rijk van Bandjermasin op het spel te zetten ; Nademaal bij acte van 25 Juni 1859 door Zijne Hoogheid Tamdjid Illah Alwassiq -Billah van de waardigheid van Sultan van het Rijk van Bandjermasin is afstand gedaan in handen van den Gouvernements-commissaris, en deze voor het oogenblik dientengevolge het onverdeeld oppergezag over dat rijk uitoefent; .Heeft goedgevonden en verstaan : 1º. Den pangeran Hidajat Oellah vervallen te verklaren van zoo waardigheid als rijksbestierder van het Rijk van Bandjermasin ; 2º. Den pangeran Hidajat Oellah te gelasten, zich binnen den tijd van drie dagen te stellen ter beschikking van den resident en comman-dant der troepen in de Zuider- en Ooster -afdeeling van Borneo, sub poene van zoodanigen verders maatregelen te zijnen aanzien als het en de veiligheid van den Staat vorderen zullen ; 3º. Een iegelijk, wie hij ook zij, te verbieden aan eenigen last. of bevel van den vervallen verklaarden Rijksbestierder voortaan te ge-hoorzamen, sub poene van als in verzet jegens het Nederlandsch - In-disch Gouvernement beschouwd en dienovereenkomstig volgens de krijgswetten gestraft te worden. En opdat niemand hiervan onwetendheid voorwende,zal deze binnen de residentie Zuider- en Ooster -afdeeling van Borneo alom in de Ne-derlandsche en inlandsche talen worden afgekondigd en aangeplakt. Gelast en beveelt voorts dat alle collegiën, ambtenaren, officieren en justicieren binnen het gebied der Zuider- en Ooster-afdeeling van Borneo, ieder voor zooveel hem aangaat, aan de stipte naleving deze de hand zullen houden zonder oogluiking of aanzien des persoons. Gegeven te Bandjermasin , den 5den Februari 1860. F. N. Nieuwenhuyzen . 263<noinclude></noinclude> qh41ns0qvmli5dkvrvurtqpf7st07qg 321191 321190 2026-10-13T03:54:31Z 1A.m3landini 27858 /* Telah diuji baca */ 321191 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="1A.m3landini" /></noinclude>hechtenis te nemen en aan dat gezag over te leveren, blijkbaar deze misdadige bedrijven gedoogt; Nademaal de bedoelde, hoogst laakwaardige handelingen niet langer kunen worden aangezien , zonder de belangan van het Nederlandsch-Indische Gouvernement en den algeheelen ondergang der bevolking van het Rijk van Bandjermasin op het spel te zetten ; Nademaal bij acte van 25 Juni 1859 door Zijne Hoogheid Tamdjid Illah Alwassiq -Billah van de waardigheid van Sultan van het Rijk van Bandjermasin is afstand gedaan in handen van den Gouvernements-commissaris, en deze voor het oogenblik dientengevolge het onverdeeld oppergezag over dat rijk uitoefent; .Heeft goedgevonden en verstaan : 1º. Den pangeran Hidajat Oellah vervallen te verklaren van zoo waardigheid als rijksbestierder van het Rijk van Bandjermasin ; 2º. Den pangeran Hidajat Oellah te gelasten, zich binnen den tijd van drie dagen te stellen ter beschikking van den resident en comman-dant der troepen in de Zuider- en Ooster -afdeeling van Borneo, sub poene van zoodanigen verders maatregelen te zijnen aanzien als het en de veiligheid van den Staat vorderen zullen ; 3º. Een iegelijk, wie hij ook zij, te verbieden aan eenigen last. of bevel van den vervallen verklaarden Rijksbestierder voortaan te ge-hoorzamen, sub poene van als in verzet jegens het Nederlandsch - In-disch Gouvernement beschouwd en dienovereenkomstig volgens de krijgswetten gestraft te worden. En opdat niemand hiervan onwetendheid voorwende,zal deze binnen de residentie Zuider- en Ooster -afdeeling van Borneo alom in de Ne-derlandsche en inlandsche talen worden afgekondigd en aangeplakt. Gelast en beveelt voorts dat alle collegiën, ambtenaren, officieren en justicieren binnen het gebied der Zuider- en Ooster-afdeeling van Borneo, ieder voor zooveel hem aangaat, aan de stipte naleving deze de hand zullen houden zonder oogluiking of aanzien des persoons. Gegeven te Bandjermasin , den 5den Februari 1860. F. N. Nieuwenhuyzen . 263<noinclude></noinclude> lo6po01fbv6ldocdu7z5bc9oc84es0l Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/26 104 116592 321185 2026-10-12T15:24:28Z Aditya antariksawan 27743 /* Telah diuji baca */ 321185 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aditya antariksawan" /></noinclude>Setiap kali si poeni tiada mendapati soerat diatas mèdjanja, hati nja bertambah moerorng djoea. Akan pergi keroemah Mastinah ia tiada berani. Bagaimana kalau ia dioesir mentah-mentah dari roemahnja? Betapa maloenja! Pada soeatoe malam kira-kira djam sepoeloeh,si Poeni berdiri poela dimoeka roemahnja menoenggoe-noenggoe opas pos datang. Dan sekali ini opas pos ada membawa soerat! Doea poetjoek iagi dari Mastimah ! Dengan tergesa-gesa ia masoek kekamarnja dan dengan hati berdebar debar diboekanjalah soerat dari si Mastimah. matanja melajang dengan tjepat membatja soerat itoe. Darahnja terdesir, letih lesoe anggotanja seloeroehnja. Dibatjanja soerat itoe sekali lagi.Kemoedian ia menghempaskan dirinja ketempat tidoernja. Matanja dipedjamkannja. Tjoema sebaris djawab Mastinah atas ,,lamaran''si Poeni itoe; Poeni, terima kasih atas kiriman gambar dan salinan soeratmoe kepada Djoeriah,bakal njonja Poeni itoe. Mastinah Ah salahnja djoega,salahnja djoega. Si Poeni menjesali dirinja.Sambil mengoempulkan segala tenaganja ia bangoen poela dari tempat tidoernja menghampiri mèdjanja.Soerat dari si Djoeriah diambilnja dan diperhatikannja dari loear. Agak berat isinja,banjak benar dia menoelis sekali ini?Soerat itoe diboeka olèh si Poeni. Roepanja soeratnja dahoeloe kepada si Mastimah !soerat Djoeriah sendiri tjoema sehelai kertas ketjil jang bertoelisan dingin ini ; Poeni, engkau salah memasoekan soeratmoe kepada kekasihmoe si Mastinah kedalam soeratkoe.Ma'af karena akoe soedah toeroet poela membatjanja.Bersama ini soerat itoe koekirimkan kembali oentoek disampaikan kepada orang jang mesti menerimanja Djoeriah. Dahoelo pembioes semangat,sekarang gendarang pembangoen ra'jat Pandji Poestaka boekan lagi semangat djadjahan,semangat tidoer anakkoe,tidoer sekarang isinja bernapaskan; Hidoep Asia Raja! Lebih tebal dari daholoe<noinclude></noinclude> 6pcyan2bk4ksfcifb8m9az4z50zlhow 321280 321185 2026-10-13T11:53:25Z Aditya antariksawan 27743 /* Telah diuji baca */ 321280 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aditya antariksawan" /></noinclude>Setiap kali si poeni tiada mendapati soerat diatas mèdjanja, hati nja bertambah moerorng djoea. Akan pergi keroemah Mastinah ia tiada berani. Bagaimana kalau ia dioesir mentah-mentah dari roemahnja? Betapa maloenja! Pada soeatoe malam kira-kira djam sepoeloeh,si Poeni berdiri poela dimoeka roemahnja menoenggoe-noenggoe opas pos datang. Dan sekali ini opas pos ada membawa soerat! Doea poetjoek iagi dari Mastimah ! Dengan tergesa-gesa ia masoek kekamarnja dan dengan hati berdebar debar diboekanjalah soerat dari si Mastimah. matanja melajang dengan tjepat membatja soerat itoe. Darahnja terdesir, letih lesoe anggotanja seloeroehnja. Dibatjanja soerat itoe sekali lagi.Kemoedian ia menghempaskan dirinja ketempat tidoernja. Matanja dipedjamkannja. Tjoema sebaris djawab Mastinah atas ,,lamaran''si Poeni itoe; Poeni, terima kasih atas kiriman gambar dan salinan soeratmoe kepada Djoeriah,bakal njonja Poeni itoe. Mastinah Ah salahnja djoega,salahnja djoega. Si Poeni menjesali dirinja.Sambil mengoempulkan segala tenaganja ia bangoen poela dari tempat tidoernja menghampiri mèdjanja.Soerat dari si Djoeriah diambilnja dan diperhatikannja dari loear. Agak berat isinja,banjak benar dia menoelis sekali ini?Soerat itoe diboeka olèh si Poeni. Roepanja soeratnja dahoeloe kepada si Mastimah !soerat Djoeriah sendiri tjoema sehelai kertas ketjil jang bertoelisan dingin ini ; Poeni, engkau salah memasoekan soeratmoe kepada kekasihmoe si Mastinah kedalam soeratkoe.Ma'af karena akoe soedah toeroet poela membatjanja.Bersama ini soerat itoe koekirimkan kembali oentoek disampaikan kepada orang jang mesti menerimanja Djoeriah. Dahoelo pembioes semangat,sekarang gendarang pembangoen ra'jat Pandji Poestaka boekan lagi semangat djadjahan,semangat tidoer anakkoe,tidoer sekarang isinja bernapaskan; Hidoep Asia Raja! Lebih tebal dari daholoe KABAR ADMININISTRASI pandji nomor ini,nomor ketiga dalam nomor doea soedah diterangkan inilah nomor jang penghabisan jang dikirim dengan pertjoema kepada abonne pandji poestaka,kedjawen dan parahiangan jang lama dan kepada bakal abonne jang lain kami persilahkan pembatja sekali lagi membatja kabar administrasi itoe. lain dari itoe kepada abonne kami sampaikan kabar jang sangat menjenangkan. tiap-tiap abonne boleh memasoekkan kabar beroepa advertensi tentang hal keloerga jaitoe jang mengenai perkawinan, kematian dan kelahiran dalam kalangan abonne (soeami isteri anak-beranak) misalnja,djikalau dalam kalangan keloerga adaperkawinan,maka bolehlah memasang advertensi jang kira-kira begini boenjinja dalam pandji poestaka ; kepada semoea keloarga kami kabarkan anak kami nama Asminah soedah kawin dengan Soemarno tanggal 12 april 42 dengan selamat R.Soertarso soeami isteri abonne no........ advertensi itoe djangan lebih dari 3 baris seperti diatas hendaklah sampai dalam tangan kami hari senin pagi.jang datangnja sesoedah hari itoe di moeat dalam,nomor minggoe dimoekanja advertensi itoe gratis,boekan oentoek sekali sadja kalau dalam keloarga kemodian ada anak lahir boleh poela memasoekkan advertensi dengan gratis poela<noinclude></noinclude> 7chsu7kun274s8slryzesjln97b6eew Halaman:Agama Tionghoa.pdf/36 104 116593 321186 2026-10-12T15:56:00Z 1A.m3landini 27858 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi ' -50- Soedah ada atoeran vrij di hari Minggoe. Tapi ada banjak restaurant Tionghoa jang waktoe taon-baroe Imlek telah ditoetoep teroes sampe beberapa hari, Hingga membikin soesah pada langganan-langganannja. Ini atoeran Khay-tong poen ada berdasar djoega pada agama. Ini alam, jang pada waktoe moesim winter sepertl djoega tidoef poeles, telah berbangkit dan memboeka Iapoenja goedang halla di Moesim Semi. Manoesia poen toeroet itQe ljonto... 321186 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="1A.m3landini" /></noinclude> -50- Soedah ada atoeran vrij di hari Minggoe. Tapi ada banjak restaurant Tionghoa jang waktoe taon-baroe Imlek telah ditoetoep teroes sampe beberapa hari, Hingga membikin soesah pada langganan-langganannja. Ini atoeran Khay-tong poen ada berdasar djoega pada agama. Ini alam, jang pada waktoe moesim winter sepertl djoega tidoef poeles, telah berbangkit dan memboeka Iapoenja goedang halla di Moesim Semi. Manoesia poen toeroet itQe ljonto dengan brenti be-kerdja,dan komoedian landjoetken peroesaha'annja berbareng pada waktoe Alam moelai berbangkit dan beriken kahidoepan baroe,jang berärti redjeki dan kaoeotoengan baroe. Hal berangkatnja toapekong-toapekong ka langit.aken mengasih rapport pada Allah satoe minggoe di-moeka taon-baroe, poen bisa diliat ada berhoeboeng pada pamoedja'an Natuur.ltoe Sembahjagan aken hatoerken selamet dijalan, dan komoedian sembahjangan kadoea aken kasih selamet dateng pada Itoe toapekong-toapekong atawa malaikat, boleh diaeggep sabagi oe-patjara aken kasih selamet berpisah pada taon lama dan taon jang baroe. Jang atoer ini matjem kapertjaja'an, lantaran meliat kabodoannja manoesia, jang kabanjakan tida mengarti kapan diberiken katerangan jang haroes ditimbang dengen pikiran, soedah ringkesken sadja itoe oepatjara dengen kalerangan bahoea itoe toapekong berangkat ka langit aken madjoeken rapporinja pada Toehan. Dengen begitoe Itoe orang-orang bodo dibikin boekan sadja djadi merasa takoet aken lakoeken ka-djahatan, kerna pertjaja sasoealoe perboeatannja ada ditjatet oleh toapekong, tapi djoega iaorang poenja otak. pada saban deket achir taon, disoeroe bekerdja boeat memikir segala perboeatannja jang baek dan djahat, debet dan crediet. hingga selaloe marika bisa berhati- hati. Sabetoetaja sasoeatoe manoesia haroes timbang dan bikin balans sendiri pada saban achir taon atas segala perboeatan dan pengalamannja dari taon jang jaloe, tapi dari sebab orang-bodo tida mengerti ka- -51-pentingannja,maka diringkesken sadja dengan alesan,Toapekon naek ka langit aken kasih rapport,hal mana pastilah membikin orang-orang djahat Jang per-tjaja pada toapekong djadi merasa goemeter. Begitoelah dengan menjèndèr pada Toapekong, orang Tionghoa Pada saban achir taon dibikin inget, bahoea segala perboeatannja jang djahal atawa baek aken diketaoei Oleh jang Maha Koeasa...<noinclude></noinclude> ihnr9ztoej7kehfy5v47bvvjh04r6di 321187 321186 2026-10-12T15:57:18Z 1A.m3landini 27858 /* Telah diuji baca */ 321187 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="1A.m3landini" /></noinclude> -50- Soedah ada atoeran vrij di hari Minggoe. Tapi ada banjak restaurant Tionghoa jang waktoe taon-baroe Imlek telah ditoetoep teroes sampe beberapa hari, Hingga membikin soesah pada langganan-langganannja. Ini atoeran Khay-tong poen ada berdasar djoega pada agama. Ini alam, jang pada waktoe moesim winter sepertl djoega tidoef poeles, telah berbangkit dan memboeka Iapoenja goedang halla di Moesim Semi. Manoesia poen toeroet itQe ljonto dengan brenti be-kerdja,dan komoedian landjoetken peroesaha'annja berbareng pada waktoe Alam moelai berbangkit dan beriken kahidoepan baroe,jang berärti redjeki dan kaoeotoengan baroe. Hal berangkatnja toapekong-toapekong ka langit.aken mengasih rapport pada Allah satoe minggoe di-moeka taon-baroe, poen bisa diliat ada berhoeboeng pada pamoedja'an Natuur.ltoe Sembahjagan aken hatoerken selamet dijalan, dan komoedian sembahjangan kadoea aken kasih selamet dateng pada Itoe toapekong-toapekong atawa malaikat, boleh diaeggep sabagi oe-patjara aken kasih selamet berpisah pada taon lama dan taon jang baroe. Jang atoer ini matjem kapertjaja'an, lantaran meliat kabodoannja manoesia, jang kabanjakan tida mengarti kapan diberiken katerangan jang haroes ditimbang dengen pikiran, soedah ringkesken sadja itoe oepatjara dengen kalerangan bahoea itoe toapekong berangkat ka langit aken madjoeken rapporinja pada Toehan. Dengen begitoe Itoe orang-orang bodo dibikin boekan sadja djadi merasa takoet aken lakoeken ka-djahatan, kerna pertjaja sasoealoe perboeatannja ada ditjatet oleh toapekong, tapi djoega iaorang poenja otak. pada saban deket achir taon, disoeroe bekerdja boeat memikir segala perboeatannja jang baek dan djahat, debet dan crediet. hingga selaloe marika bisa berhati- hati. Sabetoetaja sasoeatoe manoesia haroes timbang dan bikin balans sendiri pada saban achir taon atas segala perboeatan dan pengalamannja dari taon jang jaloe, tapi dari sebab orang-bodo tida mengerti ka- -51-pentingannja,maka diringkesken sadja dengan alesan,Toapekon naek ka langit aken kasih rapport,hal mana pastilah membikin orang-orang djahat Jang per-tjaja pada toapekong djadi merasa goemeter. Begitoelah dengan menjèndèr pada Toapekong, orang Tionghoa Pada saban achir taon dibikin inget, bahoea segala perboeatannja jang djahal atawa baek aken diketaoei Oleh jang Maha Koeasa...<noinclude></noinclude> cxk9jk0imvjwo0lzz91unq1jg85hxyl Halaman:Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (2010).pdf/59 104 116594 321189 2026-10-13T00:20:55Z ~2026-54954-95 27859 ringkas halaman 59-61 321189 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="114.10.152.140" /></noinclude>Perempuan Tua: {lemah lembut) Engkau seperti sediakala juga Suksoro. Jika kemauanmu tidak diperlakukan, engkau marah. Lagi pula ... ini belum tentu kemauanmu tidak akan diperlakukan. Suksoro : Akan tetapi, rasanya Bibi akan menolong mereka. Perempuan Tua: {marah, dengan suara keras). Itu yang akan kupikirkan, kataku! Suksoro : (marah) Tidak perlu Bibi berpikir lagi. Bibi harus menceraikan mereka! Perempuan Tua: (marah)Harus! Harus!Engkau yang mengharuskan? Aku bukan budakmu, Suksoro! Suksoro (hertamhah marah) Harus, kataku! Kalau tidak .... Perempuan Tua Kalau tidak...? Suksoro Bibi akan kuadukan kepada polisi! Perempuan Tua Aku tidak takut, aku tidak bersalah. (mengejek) Tidak bersalah? Aku tabu rahasia Bibi. Bibi menjual padi ke pasar gelap! Perempuan Tua: Engkau tabu, di mana letak kelemahanku.Silakan, Suksoro. Adukanlah kepada polisi. Jangan engkau menghendaki yang bukan-bukan dariku. Bahkan sekarang ini telah kuputuskan, hendak menolong mereka. Dan aku dapat menolong! Suksoro Suksoro (dengan suara keras)Pergi dari sini!Aku akan mencari dukun lain! Perempuan Tua: Engkau tiada berhati! (herdiri). Anakmu sendiri hendak engkau celakakan. Hatimu busuk! Engkau hanya memikirkan dirimu sendiri. Karena bencimu kepada Ishak engkau hendak mencelakakan anakmu. Suksoro Aku tidak perlu mendengarkan perkataan Bibi lagi. Pergilah hari ini juga. Aku akan mencari dukun lain! I<noinclude></noinclude> 6ppildr2p9kgiu7m4832cntrxfj5mv5 Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/63 104 116595 321192 2026-10-13T05:54:25Z Maria indah lestarii 27861 /* Telah diuji baca */ 321192 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Maria indah lestarii" /></noinclude>Fasal jang pertama . Memulai pada sekarang ini hingga selamanja akan ada suatu damai jang kekal dan suatu sahabat bersahabat handai taulan jang tetap antara Tuan Kompeni Wilanduwi dan Paduka Seri Sultan jang mempunjai tachta keradjaan Bandjar dan Kepala2 negeri serta asal usul turun temurun hingga zuriat muta'zirina . Fasal jang kedua . Akan membaharui segala perdjandjian lama istimewah jang telah dikerdjakan pada tahun seribu enam ratus enam puluh empat dan seribu tudjuh ratus tiga puluh ampat dan seribu tudjuh ratus ampat puluh tudjuh antara Sultan jang dahulu dan Paduka Seri Sultan jang se- karang ini memerintahkan keradjaan Bandjar dengan Kompeni Welandawi pada sekarang akan menetapkan dan berikrarkan perdjandjian baharu ini olehnja serta membawa pada suatu tarra jang terutama seperti dari kalam kekalam termadzkurkan 5 ) maka kedua pihak dengan kesutjian akan memelihara akan segala fasal dan perkara jang tersebut dalam perdjandjian baharu ini tiada sjak dan waham hanja berikut selama2nja tinggal tetap djua dengan berteguh2an djua adanja. Fasal jang ketiga . Dipohonkan keteratak 6 ) Paduka Seri Sultan Bandjar kepada Tuan jang Maha Mulia Tuan Gurnadur Djenderal dan Raden pan India oleh jang mana terambil pada tempat Tuan Istatan Djenderal dan Kompeni Wilanda oleh seperti suatu sahabat handai taulan jang bersetiawan dan indah 7 ) pada serta bahagian oleh perintah tachta kerajaan Bandjarmasin serta perihal negeri ini akan menghusahakan seperti dari pada sendirinja oleh karena inilah dipohonkan oleh Paduka Seri Sultan akan menampilikan antara segala jang mentjahari kedudukan dengan kebenaran akan bertudungkan oleh segala keharuan jang dari dalam dan dari luar negeri berdjandji Paduka Seri Sultan diatas itu dan tiada berlainan kepala atas keradjaan djikalau terlebih dahulu tiada beroleh akal jang baik daripada sahabat handai taulan jang bersetiawan jaitu Tuan Kompeni lagi pun mengaku Paduka Seri Sultan oleh sendirinja dan jang berikut bunji fasal jang ketiga daripada waad perdjandjian ‫و‬ ‫ترذکورکن‬ ‫و‬ ‫ه‬ ‫کتراتی‬ ) 7 ‫اند‬ 49<noinclude></noinclude> qfuh5ujfvdyze47kytrnm0rvnhyy3kf Halaman:PDIKM 700-06 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juni 1931.pdf/18 104 116596 321194 2026-10-13T06:15:09Z Herdhian Meilandhika 1A 27765 /* Telah diuji baca */ 321194 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Herdhian Meilandhika 1A" /></noinclude>L lega, fjeramab, sepocloch matoe, garib, socrai, menocroeskan, boe~ ang hoeloe, lakoer, degil, sedjenak, tegal, menghanibat, bahari, bestari, dipeka, gorab. : Gantilah kalimat dibawah ini dengan pepatah, peroempamaan atau perbahase. 1. Barang sesveatoenja djangan kepalang. 2. Betapa Kedjahatan atau Keljslakaan tidak akan terdjadi, sebab selaloe ditjari-jari atau dibocat-boeat sadja-alasannja oléh pis hak jang sebelah. 3. Perkataan kita soedah terdorong; orang berkaoem keloearga atau berlaki bini, jang berselisin itoc soedslt berbaik kembali 4. Karena lalai_mendengarkan tjakap Kosong orang lain, keoens toengen atau maksoed jang besar diabaikan, Meski berapapoen’ banjaknja peroebahan kehidoepan pada orang hesar-besar, orang ketjit iloe tinggel seperti sediakalanja djoege. 6. Orang besar-besar itoe, diika ia bertjampoer gaoel dengan orang keljil-ketjil atau bersopan santoen kepadanja, akan ber= koerangkah mertabatnja? 7. Orang jang tjerdik dan pandai itoe, tabi‘atnja penidiam; Kalan ja berkata-kata atau. mengerdjakan soeatoe pekerdjaan, tampak= lah kebidjaksanaannja toe ‘Mendjaoehkan diri dengan beriba hati, karena perboeatan se- orang, jang telah dipelihara sedjak dari ket itoe, tidak mex njenangkan hal. 9 Djaoeh dan dekat diperiksa dengan saksama. 1. Pegawai-pegawai rendah itoe biasanja lebih-febih lagi som~ bongnja dari pada indoek semangnja (pembesarnja). ‘Apa-apa arti awalan me. jang tidak berpenderita ? Boeatlah kalimat dengan perbahasa ini, sehingga terang artinja! membalas bidan — memboeang antjak — melampoeng poekat pandjang belit — memboeang- boeang langkah — njawa-njawa kan hai hoei — mati koetoe - toelah batoe — toelah batang — pan djang lidah, - ILMOE BANGOEN. p.9 =p. 10%. Boeatlah sebocah segi tiga, kalau ditentoekan kelitingnja dan kedoea ‘soedoet pada alasnja! + Kalau dalam seboeah lingkaran diboeat qoea boeah tali boesoet, jang bersilang mendjadikan soedoet sikoe-sikoe, maka djoemlah boe-<noinclude></noinclude> nthfs2wqndglytgsrns9f95da0w1wpk Halaman:Risalah Tauhid dan Sjirik.pdf/30 104 116597 321195 2026-10-13T06:33:35Z Bimar 777 (1A) 27783 /* Telah diuji baca */ 321195 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bimar 777 (1A)" /></noinclude> — 24 — ​sedang biasanya pohon njiur itu berbatang lurus serta tidak bertjabang. Dengan keadaan demikan itu, orang menganggap bahwa pohon itu luar biasa atau tidak sebagai biasanya pohon njiur. Bagai orang jang lemah imannja, pitjik fikirannja, tidak berfikir, bahwa keadaan jang sematjam itu menundjukkan betapa besar kekuasaan Allah; akan tetapi timbul dugaan - dugaan dan sangka - sangka menurut kehendak masing - masing. Apabila pohon njiur itu bertjabang empat, lalu ditjarinja dalam sangka-sangka mereka, apakah jang tjotjok dengan fikirannja tentang bilangan jang empat tadi. Umpama dalam ia mentjari - tjari itu, lalu teringat kepada ke-empat sahabat Rasullullah, disitu timbullah kepertjajaan, bahwa pohon itu boleh djadi mendjadi persemadjaman arwach ke-empat orang tersebut. Kalau umpama pohon njiur itu bertjabang tiga atau lima, ditjari pula kira-kira jang lain pula, sekira mentjotjoki dengan bilangan tjabang tersebut. Terlebih pula kalau ada jang menjiarkan, bahwa ia telah bermimpi waktu ia tidur dibawah pohon tadi telah bertemu dengan ke-empat sahabat Rasullullah itu dengan memberi hidajat dan pertundjuk: Apabila orang menghendaki pertolongan mintalah kedekat pohon itu, kemudian dengan segera akan disampaikan hadjarnja itu; akan tetapi harus membawa sjarat, ialah berupa sadjian, kemenjan, uang dan lain-lain sebagainja, menurut kemauan orang jang menjiarkan tadi. ​ Hampir boleh ditentukan, bahwa sumber penjiaran itu asal mulanja dari orang jang mempunjai tanah atau orang jang rumahnja berdekatan dengan pohon tadi. Apakah sebabnja demikian? Karena orang itu pulalah jang kemudian harinja menguasai atau mendjadi Djurukuntjinja. Apakah sebab memakai Djurukuntji? Sebabnja pohon itu perlu sekali didjaga baik-baik, djangan sampai ada orang meminta tidak memakai sjarat jang ditentukan olehnja; karena tiap-tiap sadjian, uang selawat, dan lain-lainnja itu semua sebenarnja bukan untuk pohon itu, akan tetapi semata-mata untuk orang jang menguasai atau Djurukuntji tadi. Makin tersiar, makin banjaklah orang jang datang<noinclude></noinclude> 64ne5j5weebgrzzjhhdrsiojs4ygrfm Halaman:Risalah Tauhid dan Sjirik.pdf/31 104 116598 321196 2026-10-13T06:45:36Z Bimar 777 (1A) 27783 /* Telah diuji baca */ 321196 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bimar 777 (1A)" /></noinclude> — 25 — ​dan bertambah pula sadjian serta uang selawat jang didapatinja. Betapa senang ia hidup tjara demikian itu! Musimnja orang terpaksa bekerdja berat untuk mendapatkan sesuap pagi dan petang ia duduk bersenang tidak perlu bekerdja dan mengeluarkan peluhnja, uang dan sadjian tiap hari mengalir datang kepadanja. Tidak sajang ia menjuruh orang guna menjiarkan perusahaannja; karena dengan tambah tersiar bertambah pula keuntungannja. ​ Dunia berputar, zaman beredar, pengaruh malaise bertambah hebat, kesempitan dan kesusahan manusia makin mendjadi. Adakah Djurukuntji atau pendjaga tempat persembahan itu terserang pula oleh bahaja malaise ini? ​ Sekali-kali tidak!! Sebab makin banjak orang berkesempitan dan kesusahan dalam hidupnja, bertambah banjaklah jang sama datang minta ini dan itu. Ada jang minta supaja ia disajangi oleh madjikannja, ada pula jang ingin perdagangannja madju, supaja mendapat djodoh jang kaja . . . . jang . . . . jang . . . . dan sebagainja. ​Benda jang dianggap angker itu, bukan hanja pohon njiur sadja; akan tetapi pohon lainpun bisa djuga dianggap angker, atau benda-benda lain; sebagai patung, batu, kaju dan sebagainja. Ditanah air kita ini banjak terdapat artja-artja atau patung-patung; karena dulu sebelum agama Islam berkembang, adalah lebih dulu orang beragama Hindu, jang mana dalam salah satu peraturannja ialah majit orang mati itu dibakar, kemudian abunja ditanamkan. Pada tempat menanam abu majit itulah biasa diperbuat orang artja atau patung orang mati tadi untuk peringatan bagi ahli waris atau sanak keluarganja. Demikian itu kebanjakan diperbuat orang bagi majit orang kaja - kaja atau radja - radja Sebagai artja jang dinamai „Djoko Dolog” jang ada di Surabaia itu, ialah patungnja radja di Singosari pada zaman dulu, bernama Sri Kertanegara, ​ Maka oleh karena patung radja - radja dan orang-orang ter-<noinclude></noinclude> pvf0j2pe8j29ak9xfp7najs4aunhi4a 321202 321196 2026-10-13T07:03:00Z Bimar 777 (1A) 27783 321202 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bimar 777 (1A)" /></noinclude> — 25 — ​dan bertambah pula sadjian serta uang selawat jang didapatinja. Betapa senang ia hidup tjara demikian itu! Musimnja orang terpaksa bekerdja berat untuk mendapatkan sesuap pagi dan petang ia duduk bersenang tidak perlu bekerdja dan mengeluarkan peluhnja, uang dan sadjian tiap hari mengalir datang kepadanja. Tidak sajang ia menjuruh orang guna menjiarkan perusahaannja; karena dengan tambah tersiar bertambah pula keuntungannja. ​ Dunia berputar, zaman beredar, pengaruh malaise bertambah hebat, kesempitan dan kesusahan manusia makin mendjadi. Adakah Djurukuntji atau pendjaga tempat persembahan itu terserang pula oleh bahaja malaise ini? ​ Sekali-kali tidak!! Sebab makin banjak orang berkesempitan dan kesusahan dalam hidupnja, bertambah banjaklah jang sama datang minta ini dan itu. Ada jang minta supaja ia disajangi oleh madjikannja, ada pula jang ingin perdagangannja madju, supaja mendapat djodoh jang kaja . . . . jang . . . . jang . . . . dan sebagainja. ​Benda jang dianggap angker itu, bukan hanja pohon njiur sadja; akan tetapi pohon lainpun bisa djuga dianggap angker, atau benda-benda lain; sebagai patung, batu, kaju dan sebagainja. Ditanah air kita ini banjak terdapat artja-artja atau patung-patung; karena dulu sebelum agama Islam berkembang, adalah lebih dulu orang beragama Hindu, jang mana dalam salah satu peraturannja ialah majit orang mati itu dibakar, kemudian abunja ditanamkan. Pada tempat menanam abu majit itulah biasa diperbuat orang artja atau patung orang mati tadi untuk peringatan bagi ahli waris atau sanak keluarganja. Demikian itu kebanjakan diperbuat orang bagi majit orang kaja - kaja atau radja - radja Sebagai artja jang dinamai „Djoko Dolog” jang ada di Surabaia itu, ialah patungnja radja di Singosari pada zaman dulu, bernama Sri Kertanegara, ​ Maka oleh karena patung radja - radja dan orang-orang ter-<noinclude></noinclude> 5t3un5rozxl3tqtvg056fcltfqgjpn4 Halaman:Risalah Tauhid dan Sjirik.pdf/32 104 116599 321197 2026-10-13T06:55:36Z Bimar 777 (1A) 27783 /* Telah diuji baca */ 321197 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bimar 777 (1A)" /></noinclude> — 26 — ​nama itu banjak mengandung riwajat tentang perdjalanan orang jang dirupakan, maka banjak orang menjangka, bahwa arwach radja-radja itu masih dapat mendjelma kedalam artjanja atau masih dapat berhubungan antara roch dengan artja itu. Oleh sebab itu orang lalu banjak jang berkepertjajaan, kalau ia minta kepada artja itu, tentu permintaannja lekas akan disampaikan pada Tuhan Jang Maha Kuasa. Setengahnja pula berkepertjajaan, bahwa arwach radja2 itu memang didjadikan berlainan dengan arwach kebiasaan orang; oleh sebab itu, ia lalu berkejakinan, bahwa artjanja tentu mempunjai kekuasaan gho'ib jang dapat mempengaruhi keadaan manusia. ​ Pembatja jang terhormat, keterangan diatas telah kami uraikan tentang kepertjajaan orang terhadap pohon pohon dan 'artja radja-radja atau artja orang-orang ternama. Akan tetapi pun banjak pula artja jg tidak mempunjai riwajat djuga, mendjadi persembahan orang. Baiklah sekarang keterangan tentang artja jang tidak beriwajat itu kami sampingkan dulu dan sekarang marilah kita membuat pemandangan tentang hal jang telah kami sebutkan diatas tadi. ​Pohon njiur jang bertjabang, pohon beringin jang sangat rindang atau berlobang besar, pohon pisang berbunga lebih dari satu, batu jang gandjil bentuknja atau berwarna jang mengherankan dan lain lain, masih banjak pula jang gandjil2 atau berlainan dengan biasanja. Semuanja itu memang kegandjilan 'alam, jang sukar diketahui oleh manusia. Sungguhpun demikian, kita tidak harus lalu tunduk dan takut pada sesuatu benda jang gandjil2. Kegandjilan 'alam itu sedjak dari dulu memang kerap kali kedjadian, akan tetapi bukan buat persembahan dan permintaan manusia; bahkan menundjukkan bagi manusia, betapa besar kechetan serta kekuasaan Tuhan mendjadikan segala sesuatu. Dulu kalau ada gerahana, orang lalu menjembah pada kedjadian gerahana itu, akan tetapi sekarang setelah diketahui oleh manusia, dan sudah tidak merasa heran pula hampir tak ada orang menjebab gerahana matahari atau bulan. Dalam agama Islam ada<noinclude></noinclude> a36i5bp8f6v19bzd87w7tzrdluflh6x 321201 321197 2026-10-13T07:02:35Z Bimar 777 (1A) 27783 321201 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bimar 777 (1A)" /></noinclude> — 26 — ​nama itu banjak mengandung riwajat tentang perdjalanan orang jang dirupakan, maka banjak orang menjangka, bahwa arwach radja-radja itu masih dapat mendjelma kedalam artjanja atau masih dapat berhubungan antara roch dengan artja itu. Oleh sebab itu orang lalu banjak jang berkepertjajaan, kalau ia minta kepada artja itu, tentu permintaannja lekas akan disampaikan pada Tuhan Jang Maha Kuasa. Setengahnja pula berkepertjajaan, bahwa arwach radja2 itu memang didjadikan berlainan dengan arwach kebiasaan orang; oleh sebab itu, ia lalu berkejakinan, bahwa artjanja tentu mempunjai kekuasaan gho'ib jang dapat mempengaruhi keadaan manusia. ​ Pembatja jang terhormat, keterangan diatas telah kami uraikan tentang kepertjajaan orang terhadap pohon pohon dan 'artja radja-radja atau artja orang-orang ternama. Akan tetapi pun banjak pula artja jg tidak mempunjai riwajat djuga, mendjadi persembahan orang. Baiklah sekarang keterangan tentang artja jang tidak beriwajat itu kami sampingkan dulu dan sekarang marilah kita membuat pemandangan tentang hal jang telah kami sebutkan diatas tadi. ​Pohon njiur jang bertjabang, pohon beringin jang sangat rindang atau berlobang besar, pohon pisang berbunga lebih dari satu, batu jang gandjil bentuknja atau berwarna jang mengherankan dan lain lain, masih banjak pula jang gandjil2 atau berlainan dengan biasanja. Semuanja itu memang kegandjilan 'alam, jang sukar diketahui oleh manusia. Sungguhpun demikian, kita tidak harus lalu tunduk dan takut pada sesuatu benda jang gandjil2. Kegandjilan 'alam itu sedjak dari dulu memang kerap kali kedjadian, akan tetapi bukan buat persembahan dan permintaan manusia; bahkan menundjukkan bagi manusia, betapa besar kechetan serta kekuasaan Tuhan mendjadikan segala sesuatu. Dulu kalau ada gerahana, orang lalu menjembah pada kedjadian gerahana itu, akan tetapi sekarang setelah diketahui oleh manusia, dan sudah tidak merasa heran pula hampir tak ada orang menjebab gerahana matahari atau bulan. Dalam agama Islam ada<noinclude></noinclude> lv0ea4j1smlup0b27t6yuyod6z4mdrf Siliwangi dari masa ke masa 0 116600 321198 2026-10-13T07:01:00Z Rahmatdenas 2848 ←Membuat halaman berisi ' <pages index="Siliwangi dari masa ke masa.djvu" from=1 to=760/> {{smallrefs}} {{page break|label=}} {{Lisensi terjemahan |asli={{DP-lama}} |terjemahan={{DP-ID}} }} <!--{{authority control}}-->' 321198 wikitext text/x-wiki <pages index="Siliwangi dari masa ke masa.djvu" from=1 to=760/> {{smallrefs}} {{page break|label=}} {{Lisensi terjemahan |asli={{DP-lama}} |terjemahan={{DP-ID}} }} <!--{{authority control}}--> l3n3vt0nryi5a895h7lie6z7my77qe6 321200 321198 2026-10-13T07:02:29Z Rahmatdenas 2848 321200 wikitext text/x-wiki <pages index="Siliwangi dari masa ke masa.djvu" from=1 to=760/> 8508gqshmp57lamysrdlven105i1781 Halaman:Risalah Tauhid dan Sjirik.pdf/33 104 116601 321199 2026-10-13T07:02:19Z Bimar 777 (1A) 27783 /* Telah diuji baca */ 321199 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bimar 777 (1A)" /></noinclude> — 27 — ​peraturan sembahjang dalam waktu gerahana itu, akan tetapi tidak menjembah kepada matahari atau bulannja, bahkan menjembah kepada Tuhan, dan mengingati atas kebesaran dan kekuasaanNja ​ Dulu kalau dikatakan, bahwa ada lampu tidak memakai api atau barang dapat berkata dan bernjanji, tentu semua akan merasa heran dan dikira tentu dalam lampu atau barang itu ada mempunjai kekuatan gho'ib Akan tetapi setelah tahu adanja listrik dan setelah melihat dan mendengar suara alat gramofone, lama-kelamaan tidak merasa heran pula dan mengerti bahwa benda-benda itu tidak mempunjai kekuasaan gho'ib. Tjobalah fikirkan, pohon njiur bertjabang empat lalu timbul dugaannja tempat persemadjaman ke-empat sahabat Rasulullah, bukankah boleh djuga kami katakan itu dugaan jang gandjil? ​ Apakah sebab tidak ia menduga dalam fikirannja, bahwa tjabang empat itu boleh dipergunakan mendjadi kaki medja, atau kaki kursi jang berkaki empat? ​ Apakah sebab tidak menduga bahwa tjabang empat itu boleh dibuat persemadjaman empat djodoh binatang kera, supaja tidak berkelahi satu dengan lainnja??? Kiranja, dugaan kami ini lebih benar dari pada dugaan orang-orang tersebut diatas tadi; sebab mereka hanja mengira, sedang kami dengan keadaan jang betul. Barang siapa kurang pertjaja, tjobalah tjari pohon njiur jang bertjabang empat, potonglah tjabangnia, buatlah kaki medja, tentulah nanti dapat. Pohon beringin jang berlobang dikatakan mempunjai kekuasaan gho'ib, gandjil bukan?? Mengapa ia tidak katakan bahwa lobang itu karena dimakan binatang? Belum pernahkah ia melihat binatang memakan pohon? Njatalah disini bahwa kepertjajaannja disebabkan karena bodohnja. Kalau orang itu pandai, tentu tidak suka ditipu, atau disuruh pertjaja kepada barang jang tidak benar itu. ​ Tentang patung atau artja, banjak kaum Musjrikin jang pertjaja, bahwa roch orang jang dirupakan patung itu masih dapat berhubungan dan dapat menjampaikan permintaannja kepada<noinclude></noinclude> c4vnydosmh2xhdyox4jq2lq52qnpiny Halaman:Risalah Tauhid dan Sjirik.pdf/34 104 116602 321203 2026-10-13T07:10:02Z Bimar 777 (1A) 27783 /* Telah diuji baca */ 321203 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Bimar 777 (1A)" /></noinclude> — 28 — ​Tuhan; kepertjajaan inipun aneh pula! ​Dimuka telah kami terangkan tentang arwach dan kuburan, sekarang pindah, ialah arwach dan patungnja. Djikalau memang benar roch orang mati itu dapat sambung berhubungan dengan patung, apakah sebab roch itu tidak bersambung dengan badannja (tubuhnja), jang tertanam dalam kubur itu? Bukankah kalau ia sambung berhubungan dengan tubuhnja, tentu dapat hidup lagi, bukan? apakah sebab ia tidak mau? Sebab tidak bisa! Manusia jang sudah mati itu, memang telah putus perhubungan dengan tubuhnja. Dan tidak pula ia dapat berhubungan dg patung, gambar dan lain2 sebagainja. Djika arwach dapat berhubungan, tentu nanti banjak orang mati hidup lagi, atau nanti terdapat patung hidup, gambar hidup (bukan Bioscoop), dan kalau masuk kepada medja, tentu nanti ada medja hidup, dan kalau masuk kepada pohon, tentu dipilihnja pohon jang ketjil, agar supaja dapat ringan berdjalan kian kemari. ​Sekarang tentang arwach orang mati menjampaikan permintaan orang hidup kepada Tuhan. Kepertjajaan ini, persis sebagai kepertjajaan kaum Musjrikin pada zaman Rasulullah! Pada waktu itu orang djuga pertjaja, bahwa Allah itulah jang menguasai dan mendjadikan sekalian 'alam ini. Akan tetapi mereka sama minta pada patung2 itu, supaja menjampaikan permintaannja pada Tuhan. Kalau keterangan diatas telah terang, bahwa arwach itu tidak dapat berhubungan dengan rupa2 benda tadi, tjobalah pembatja fikirkan, bagaimana ia akan berhubungan dengan Allah jang lebih tinggi. Djika ia dapat berhubungan dengan Tuhan, tentu lebih mudah ia berhubungan dengan benda-benda jang lebih rendah. Lagi pula apabila diakui kepertjajaan itu oleh agama Islam, tentu Rasulullah tidak membongkar segala berhala jang ada didalam Ka'bah pada zaman itu. Orang2 Musjrik tidak suka mengakui kebenarannja Rasulullah, ialah disebabkan beliau tidak suka membenarkan kepertjajaan kaum penjembah berhala itu. ​Keadaan tiap2 'alam itu ada bertingkat dan berbatas. Dan batas itulah jang memisahkan antara suatu 'alam dengan lainnja.<noinclude></noinclude> jn6k0d1fjrjcjodi5kyncse2c66qnqi Indeks:160a Kepulauan Banggai.djvu 102 116603 321204 2026-10-13T08:32:16Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 321204 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=160a Kepulauan Banggai |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1987 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} pgs9lxyl26jkxfra10vjqfq03yain6d Indeks:162 Weda.djvu 102 116604 321205 2026-10-13T08:34:46Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 321205 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=162 Weda |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1980 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} pozk3o24sxx351sudp55l9r6kc55r64 Indeks:163 Buli.djvu 102 116605 321206 2026-10-13T08:38:59Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 321206 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=163 Buli |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1980 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} bkn0z8botllmfkyxexv9bvhc0a9j1n4 Indeks:165 Patani.djvu 102 116606 321207 2026-10-13T08:39:54Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 321207 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=165 Patani |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1980 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 4vk2exa3y72brelabqtkb3md22pgq62 Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/16 104 116607 321208 2026-10-13T08:44:21Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321208 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="59"> soeka - mīlopī - moetoea - kahīna<br> # outrigger canoe<br> # a sail = la=ale<br> # aha - with a long paddle<br>saī - with a short paddle<br> # The most common way of carrying in the Moluccas <see drawing> is called ilě.{{gap}}{{gap}} 63. gambar<br> # hiti ele-ě (when going on foot)<br>sapa <sopa ?> (when leaving by canoe or by boat)<br> # (lamp = dammer)<br> # hoemeleě (early evening)<br>kīpoela (midnight)<br>sosoeta (almost dawn)<noinclude></noinclude> saxq60ju0lz5qnafr5qguol1elhuj42 Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/15 104 116608 321209 2026-10-13T08:55:05Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321209 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="45"> 1. hoerīate{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}1. gambar<br>plaited with strips of young gaba-gaba.<br>2. pakoele <br>made of split bamboo. {{gap}}{{gap}}2. gambar<br>3. oewènī <br>made of strips of rattan{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}3. gambar<br> # (also: slanting)<br> # soeka - mīlopī - moetoea - kahīna<br> # (fence of a garden = àle)<br> # bunch of bananas = fanoeī hoerīnī<br> # young chicken = manoe-e nīana-e<br>foal = aīkarane niana-e<br> # (make a noise)<br> # 1. hahoe - poepoetī = white pigeon<br>2. hahoe - lalae = green pigeon<br>3. lakateoene = turtle-dove<br>4. lakateoe - apale = a pigeon which is very similar to a turtle-dove<br> # (lawa-lawa also means: fence)<br> # casting net = oewote<br>drag net = djaring of retī<br> # nīfa katola, nīfa sawate, nīfa metene, nīfa mananate<br> # (also called boeaja hoetan)<br> # November-April - halate<br>May - Maelao{{gap}}{{gap}}{{gap}}August - Pīkīlata<br>June - komoe{{gap}}{{gap}}{{gap}}September - Sreheoe-e<br>July - hīkoe-ete{{gap}}{{gap}}{{gap}}October - Ri-etamamala<br> # friend of the same <age ?><noinclude></noinclude> szu2n1ktlm09j8y7dho13ksl36o1cf7 Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/14 104 116609 321210 2026-10-13T09:14:57Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321210 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="24"> ina-ama-toe-oeri (assistant)<br> # samakina = step child<br> # (Mal. = berasal)<br> # pieces of red ginger wrapped in a red cloth which is worn as a shoulder belt.<br> # 1. Makes himself known by humming, hissing, or blowing like a wind gust.<br>2. Can manifest himself as a person.<br>People who have been killed by (1) or (2), change in to the same kind of spirit as killed them.<br> # They know only one omnipotent, god. Their concept of God is similar to the Christian concept.<br>oepoe (see 226) something like: boss, owner, possessor.<br>lanītě = sky, firmament.<br>oepoelanītě rules over the sun, moon, stars, thunder, lightning and rain.<br>Health, life and death of all people are in his hands.<br> # (also: to go away to distant countries<br> # (fruit, small)<br> # oelata (mountain, muscle) amana (small settlement)<br> # = coward<br> # tamate (human being) īlaī (big)<br> # warriors = hongī<br> # (muscle, tendon, mountain)<br> # (bad)<br> # (shell)<br> # wall made of bamboo or gaba-gaba<br> # rīrī (post) mīnanī (oldest)<br> # ai (wood) peī-peī<br> # all food is cooked in bamboo tubes.<br> # made of bamboo = sōane<br>made of coconutshell = sahai<br> # small knife = se-ītě hoewai<noinclude></noinclude> e5hqx586z497sb43hee41g5fidsht4s Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/13 104 116610 321211 2026-10-13T09:17:53Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321211 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="1543">rī-sa Latoe īmata, toela rīsa e-èlè.<br> # Seīna ī lesī lamaī rīsa ?<br> # Takale afaě sīle neī sī masele.<br> # Ile sae me-ī ī tīsīwa īfesemoe. '''3. NOTES'''<br> # (coconutshell)<br> # (areca nut) walai (fibre)<br> # (above)<br> # Nai manoe-e (bird) teroeri (egg)<br> # wai toeha - àlě = keladi (a tuber)<br> # (a fruit)<br> # (in, inside)<br> # (branch)<br> # (mother)<br> # (king)<br> # also: mountain, or: mushroom (Malay: oerat)<br> # ětě-ětě (to bite) me'ī<br> # hītī (to lift up) soesah<br> # (te-enoe = corpse without a head, victim of headhunting.<br> # (warm)<br> # masaletě (illness)<br> # (to run)<br> # waělě (water) pe-ītī<br> # hoelo (to blow on something) fisi<br> # (a fruit)<br> # mīmīnaě (mena = to guide) moemoerini (moeri = to be the last)<br> # terms the same as for brothers and sisters.<br> # mother-in-law = ina-toeoeri<br>father-in-law = ama toeoeri<noinclude></noinclude> 5nkom8x2l9a92bl9nqo86dhe0ygsbk4 Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/12 104 116611 321212 2026-10-13T09:28:07Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321212 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1431. To-oepakale<br> 1432. Tarane<br> 1433. Tīmoele<br> 1434. Halate<br> 1435. aoenīna<br> 1436. aoepa-a<br> 1437. letelīha<br> 1439. heīlete<br> 1440. welelehoe<br> 1441. heīwehe<br> 1445. soee<br> 1446. herī-e<br> 1447. laī<br> 1450. pailale<br> 1451. rīaha<br> 1452. oemasoe<br> 1453. elaoetī {{multicol-break}} 1454. horī<br> 1460. la-à-i-poe<br> 1461. haoepa-e<br> 1465. naoepa<br> 1466. koewe-koewe<br> 1467. matīwa<br> 1469. toelà<br> 1470. toelà<br> 1471. tama<br> 1472. elō<br> 1474. tama<br> 1475. hīlae<br> 1477. hasae<br> 1478. teheě fofarī <foforī><br> 1479. ma<br> 1486. tama {{multicol-end}} '''No. 157'''<br> # <li value="1522"> Tīīfīlaī sī tahoe-e mīrīmoeaja ne-ī.<br> # Tata sī tahoe-e fàla-soe-e mīrīmoeaja ne-i.<br> # Lahaoe meī oe eoe-ē oeserī.<br> # oe roepe-e takapoe na herīnī.<br> # falaherī jeroe me-ī waoe-èmà.<br> # Si sahe tane-īja hoetoeī herī-èmà.<br> # Latoe īhītī seīna naīfono.<br> # ale moe Latoe i kawasa tamataja oeroeī fīla.<br> # Waelě neī ta e saī soe e eja wolo toma.<br> # Saī ōonō haoepae nala laī tawaenī.<br> # Ta tintale;Boe sahoe waele lahaoe poě.<br> # Kaī ina-eje<br>Kaī īna-eje ma hehī fahoe-ale lamaī wesī-e.<br> # Na oe hehī wesī-a-laleī waoewe oe aīkarane<br> # Petoea fīla ta èkīa<br> # Si lepae afoe herī-ema ta emanisa/ta emanīsa tama.<br> # Lakīīne esamaeje; na ka laài poé.<br> # Seīna ī hala boe-ètè neī ?<br> # Hala waelě na tofī oepakeana.<br> # Letaī na maoe-e īnaī wa roea, pata i roepe eroe/roewe eroe.<br> # Seīna ta ī fasasoe-ī oe ī wawaka la-aī-neī.<br> # oe patīa manawaja roea la-aī-neī.<noinclude></noinclude> q65646jwou47m7q2uu0f8ltohiwgl5u Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/11 104 116612 321213 2026-10-13T09:34:32Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321213 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1295. taroe, tèloe<br> 1296. fale<br> 1297. rīma<br> 1298. nojo<br> 1299. fī<u>to</u>e<br> 1300. waroe<br> 1301. siwa<br> 1302. hoetoe-saě<br> 1303. hoetoe-saě { laī saë<br>laītī<br> 1304. hoetoe-sač laī roea<br> 1305. hoetoe-saě laī tèloe (toroe)<br> 1310. hoetoe-saě laī waroe<br> 1311. hoetoe-sač laī siwa<br> 1312. hoetoe-roea<br> 1313. hoetoe-roea laī-saě<br> 1315. hoetoe-roea laī-rīma<br> 1316. hoetoe toroe (tèloe)<br> 1317. hoetoe fale<br> 1318. hoetoe rima<br> 1319. hoetoe nojo<br> 1323. oetoenī<br> 1324. rīhoenī<br> 1325. rīhoe-hoetoe-saě<br> 1326. haīnī<br> 1328. taoeī saě<br> 1329. taoeī roea<br> 1330/<br> 1331. ominaě<br> 1332/<br> 1333. roeroeaě<br> 1336/<br> 1337. poepoesīnī<br> 1338. fila<br> 1339. hoetoeī<br> 1340. lepoe-tama<br> 1341. hete<br> 1347/<br> 1348. nīsa-nīsa<br> 1349. lepoe-tama<br> 1350. tihi<br> 1356. saě-saě<br> 1357. a-ō-ě {{multicol-break}} 1358. aoe-sasala-ō-ě<br> 1359. ale<br> 1362. īmī<br> 1363. īle<br> 1365. īke<br> 1366. amī<br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. sīle<br> 1369. aoe-oewe<br> 1370. ami-maē<br> 1373. ale-moe-e<br> 1374. īmī-mīe<br> 1375/<br> 1376. sīle-sīe<br> 1378. īle-nīe<br> 1379. seīna<br> 1380. afae (apa ?)<br> 1382. afae<br> 1383. weīnèī<br> 1385. weīnèī<br> 1386. lamanèī<br> 1388. aīnèī<br> 1389. aīmèī<br> 1394. petoe<br> 1398. kamale <65><br> 1402. <66><br> 1406. nalě.<br> 1408. we-īne-ī<br> 1409. koetoepoetoe<br> 1411. omīnaě; omeina<br> 1412. letemena<br> 1413. omīnaě<br> 1416. heroeheroe<br> 1418. he-īnamasonī<br> 1419. heīnamasonī-lahanī<br> 1420. wehena-neī<br> 1422. kaī<br> 1423. potoeroea<br> 1426. petoe-petoe<br> 1427. fīfīlaī<br> 1428. pela-nīa<br> 1429. tanoesala {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> h5i1onuxooap4gmm2kzvx4zsdo9e0mk 321214 321213 2026-10-13T09:35:51Z Thersetya2021 15831 321214 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1295. taroe, tèloe<br> 1296. fale<br> 1297. rīma<br> 1298. nojo<br> 1299. fī<u>to</u>e<br> 1300. waroe<br> 1301. siwa<br> 1302. hoetoe-saě<br> 1303. hoetoe-saě { laī saë<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}laītī<br> 1304. hoetoe-sač laī roea<br> 1305. hoetoe-saě laī tèloe (toroe)<br> 1310. hoetoe-saě laī waroe<br> 1311. hoetoe-sač laī siwa<br> 1312. hoetoe-roea<br> 1313. hoetoe-roea laī-saě<br> 1315. hoetoe-roea laī-rīma<br> 1316. hoetoe toroe (tèloe)<br> 1317. hoetoe fale<br> 1318. hoetoe rima<br> 1319. hoetoe nojo<br> 1323. oetoenī<br> 1324. rīhoenī<br> 1325. rīhoe-hoetoe-saě<br> 1326. haīnī<br> 1328. taoeī saě<br> 1329. taoeī roea<br> 1330/<br> 1331. ominaě<br> 1332/<br> 1333. roeroeaě<br> 1336/<br> 1337. poepoesīnī<br> 1338. fila<br> 1339. hoetoeī<br> 1340. lepoe-tama<br> 1341. hete<br> 1347/<br> 1348. nīsa-nīsa<br> 1349. lepoe-tama<br> 1350. tihi<br> 1356. saě-saě<br> 1357. a-ō-ě {{multicol-break}} 1358. aoe-sasala-ō-ě<br> 1359. ale<br> 1362. īmī<br> 1363. īle<br> 1365. īke<br> 1366. amī<br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. sīle<br> 1369. aoe-oewe<br> 1370. ami-maē<br> 1373. ale-moe-e<br> 1374. īmī-mīe<br> 1375/<br> 1376. sīle-sīe<br> 1378. īle-nīe<br> 1379. seīna<br> 1380. afae (apa ?)<br> 1382. afae<br> 1383. weīnèī<br> 1385. weīnèī<br> 1386. lamanèī<br> 1388. aīnèī<br> 1389. aīmèī<br> 1394. petoe<br> 1398. kamale <65><br> 1402. <66><br> 1406. nalě.<br> 1408. we-īne-ī<br> 1409. koetoepoetoe<br> 1411. omīnaě; omeina<br> 1412. letemena<br> 1413. omīnaě<br> 1416. heroeheroe<br> 1418. he-īnamasonī<br> 1419. heīnamasonī-lahanī<br> 1420. wehena-neī<br> 1422. kaī<br> 1423. potoeroea<br> 1426. petoe-petoe<br> 1427. fīfīlaī<br> 1428. pela-nīa<br> 1429. tanoesala {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 7f5mh7egz8o2xum3au663x3ktovzn3q Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/10 104 116613 321215 2026-10-13T09:51:22Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321215 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1159. naoenaoe, haela<br> 1160. tītīwarī<br> 1161. moesoema<br> 1162. ma-arimoe<br> 1163. masīla<br> 1166. mō-oī<br> 1167. poetī<br> 1168. mete<br> 1169. kaoe<br> 1170. kaoe<br> 1171. pokoe<br> 1172. lala<br> 1173. lala<br> 1174. hehī<br> 1175. soepoe<br> 1176. roepe-ě<br> 1179. tana<br> 1180. tana<br> 1193. tīna<br> 1194. nò-ò-e<br> 1195. tītīwa<br> 1196. nò-ò-e<br> 1197. noehoelalě<br> 1198. atatala<br> 1199. sō-olě<br> 1200. fafaīta<br> 1201. koemoelě<br> 1202. falamana<br> 1203. hītīhītī<br> 1206. falahīa<br> 1208. tītīwa<br> 1210. fese<br> 1211. hàla<br> 1212. kèkoe<br> 1213. nīhī-ĕ<br> 1214. īlō<br> 1215. sapèta<br> 1216. nīhī-ĕ<br> 1220. hàhà<br> 1221. īlō<br> 1220/<br> 1221. <63> {{multicol-break}} 1223. wawana<br> 1224. matawana<br> 1225. fīnīnī-ĕ<br> 1227. feneně<br> 1228. akeroe<br> 1229. fata<br> 1234. ahesī<br> 1236/<br> 1237. fata<br> 1238. soeka (?)<br> 1239. toelihī<br> 1240. nàhà<br> 1242-<br> 1244. faoenī<br> 1245. hoesīae<br> 1246. ale-e<br> 1251. īnae<br> 1253-<br> 1255. hīsa<br> 1259. molae<br> 1260/<br> 1261. moelai<br> 1262/<br> 1263/ famaroe<br> 1264. hōo<br> 1265. haoenī-ě<br> 1266. haoeni-e-oe<br> 1267. fòlèta<br> 1268. halōě<br> 1269. fòlèta<br> 1270. eoewe<br> 1271. koerīĕ<br> 1272. koerīě<br> 1276. oeroeroe<br> 1277. pe-ī<br> 1278. asīĕ<br> 1284. oemaī<br> 1286. hiti ele-ě <br>{{gap}}sapa <sopa ?> } <64><br> 1291. hita<br> 1292. telè-e<br> 1293. saë<br> 1294. roea {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> j57tcdkenqmh0pw1pyerne8x30er9zb Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/9 104 116614 321216 2026-10-13T09:58:26Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321216 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1015. serī<br> 1016. falaherī<br> 1017/<br> 1018. hītī<br> 1019. fatoeka<br> 1021. kalè-e<br> 1022. tatī<br> 1025. oekoele<br> 1029/<br> 1030. kapale<br> 1031. kapale<br> 1032. īskoetjī<br> 1033. sipo-oe <60><br> 1035. la-ale aīnī<br> 1037. la-ale <61><br> 1038. lehīte<br> 1040. haha-ate/sarī<br> 1041/<br> 1042. masanaīte (saī)<br> 1043. aha<br>{{gap}}saī' } <62><br> 1049. hatoe aīnī<br> 1050. kōwane<br> 1051. nama<br> 1052. 1. kīlerī-e<br>{{gap}}2. mōkō<br> 1058. laroemeī<br> 1061. īlaī<br> 1062. fofarī <fofori ?><br> 1063. ata<br> 1064. laoetī<br> 1065. kokoroe<br> 1066. oemasoe<br> 1070. moelala<br> 1071. kalaha<br> 1072-<br> 1074. mīnatī<br> 1075. masalaoetī<br> 1079. mamaroe<br> 1089/<br> 1081. ma-arī<br> 1082. faīlae<br> 1083/<br> 1084. ōokō {{multicol-break}} 1085/<br> 1086. kōkōroe<br> 1087. kōpe<br> 1088. wehe<br> 1089. manīsa, moesoesoe<br> 1090. heheroe<br> 1096. mīkī<br> 1097. papara<br> 1098. maī<br> 1101. makana<br> 1102. maroe<br> 1104/<br> 1105. paī <pei ?><br> 1106/<br> 1107. poerīkī-ě<br> 1109/<br> 1110. apole<br> 1113. hakarī<br> 1115. mako-e<br> 1116. īla<br> 1117. makana-mese<br> 1118. tamaraha<br> 1119. kawasa (=koeasa ?)<br> 1121. masaà<br> 1125. mamala<br> 1127. popola<br> 1130. wōlō, mōītī<br> 1132-<br> 1134. mīlōpī<br> 1135. mīlōpī<br> 1136-<br> 1138. awahīa<br> 1139. aīwanī<br> 1142. hoehoeī<br> 1143. penoe<br> 1146/<br> 1147. mese<br> 1148/<br> 1149. makakīko<br> 1150. moetoea<br> 1152. heroeī<br> 1153. heroeī<br> 1154. kasīane, haīmane<br> 1156. pīrī {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> s0lme79salshn4bzxxefsfxe61t7ctl Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/8 104 116615 321217 2026-10-13T10:06:13Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321217 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 893. oesoe<br> 894. oepatoe<br> 896. īlaoelě<br> 898. malahatotolě<br> 899. poe-e <56><br> 900. hoea-ae<br> 901. pepenoe<br> 902. henoe<br> 903. toenīaī<br> 905. lanītě<br> 906. rīamataī<br> 907. rīamataī herī<br> 908. hoelane<br> 910. hoelane <57><br> 911. hoelaneherī<br> 912. oemarī<br> 919. kīa<br> 920. oemarīkīrītī<br> 921. oenīne<br> 923. lahakalě<br> 924. oe-oelě<br> 927. īsoe<br> 928. anīne<br> 929. anīne<br> 930. waelě<br> 931. tawaenī<br> 932. motī<br> 934. soote<br> 935. kōhoe<br> 936. kosa<br> 937. nama<br> 938. laīne <58><br> 939. īstratī (lakīīne)<br> 940. saàroe<br> 941. saàroe<br> 942/<br> 943. noesa<br> 944. noesa<br> 947. oelate<br> 948. oelate hoeaī<br> 950. lakata<br> 951. latale {{multicol-break}} 952. lakate<br> 955. wesīě<br> 957. aoene<br> 959. lakī-īne<br> 960. tapoele<br> 961. waīroeītī<br> 962. aoete<br> 963. waelě<br> 964. tīntale (titah ?)<br> 965. saà hanoe-waelě<br> 966. toeroe hanoe-waele<br> 967. waelě oeroeī<br> 968. waelě īla<br> 969. hatoe<br> 970. aīlahaī<br> 971. aīlahaī mamaoenī<br> 973. mamole<br> 974. rītī<br> 975. rītī<br> 976. salaka<br> 977. hoelawane<br> 979. toemoelae<br> 984. hala<br> 985. marteloe<br> 987. atane<br> 988. afoelasini<br> 989. asae<br> 991. malawaoete<br> 993. <59><br> 994. oenoe wake<br> 1002. akoene<br> 1003. malaherīne<br> 1004. tane-īa<br> 1005. poerīle<br> 1007. heherī<br> 1008. oentoe<br> 1009. kala<br> 1010. sahe<br> 1011. mahale<br> 1012. moerate<br> 1013. notī<br> 1014. fananaoe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> s3b2frtl7aty7i1syl2rx6luz1k86p3 Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/7 104 116616 321218 2026-10-13T10:17:00Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321218 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 733. terīne oesoetī<br> 734. aīfoe-e-ī<br> 737. saà<br> 739/<br> 740. aīsonaī<br> 741. aīoeterī<br> 742-<br> 744. lakīrī<br> 746. laoenī<br> 748. wehoerī<br> 750. waerī<br> 752. hoea<br> 753. amoe<br> 754. kamalě<br> 755. kamale<br> 757. aīoesoetī<br> 758. koepane-tatarī<br> 759. hoeaī<br> 761. wehoerī<br> 763. weserī<br> 764. īsīnī<br> 765. fanoeī hoerīnī <49><br> 766. waīlĕ<br> 770. wesīalale-ī<br> 771. wesīalale-ī<br> 772. werī<br> 774. binatang<br> 775. manoe-e nīana-e<br>{{gap}}aīkarane niana-e } <50><br> 778. aroeī<br> 779. wai<br> 780. taroepa<br> 781. tarī-ī<br> 786. īharī<br> 787. manoe-e hoeroe-ī<br> 789. manoe-e nīroema<br> 790. toeroerī<br> 794. hahoe<br> 884. soina<br> 797. sioko<br> 799. oene<br> 803. korbōe pīpīna<br> 804. korboe manawa {{multicol-break}} 803/<br> 804. korbōe<br> 805. kaōe <51><br> 806. kaōe<br> 807. aīkarane<br> 808. kaōe<br> 809. maīarane<br> 811. asoe<br> 812. po-oe<br> 813. sia<br> 814. kaōe<br> 823. asawarī<br> 824. hahoene <52><br> 826. manoe-e<br> 827. manoe-e nīana-e<br> 828. manoe-hata<br> 830. manoetoelale<br> 834. lakatoea<br> 836. lawa-lawa <53><br> 843. mīnoī<br> 844. manoe-e<br> 846. fīnīhī<br> 847. karoene<br> 851. malaha<br> 852. malaha<br> 854. kesī<br> 861. oewote<br>{{gap}}djaring/retr} <54><br> 865. moeroehoe<br> 866. oetoe<br> 869. oetoe<br> 870. oetoe<br> 871. wala-wala<br> 877. oemoete<br> 878. tete<br> 879. nīfahoeaī<br> 881. wooewe<br> 886. nīfa <55><br> 888. rīrīfane<br> 891. tīalīnaī<br> 892. mītole {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 6urcfsz02etjzn85xfyq3ye900o1yyk Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/6 104 116617 321219 2026-10-13T10:23:01Z Thersetya2021 15831 /* Belum diuji baca */ ←Membuat halaman berisi '{{multicol}} 583. karaboe<br> 588. lawanī<br> 590. toetara<br> 593. serī<br> 594. rīrīae<br> 595. asarī<br> 594-<br> 597. walaī<br> 600. ana<br> 601. waīmeoete<br> 602. meoete<br> 603. haha<br> 604. sīna<br> 605. tàsi<br> 606. asale<br> 609. ōmī<br> 611. kalei<br> 612. toeīlě<br> 614. nènètě<br> 615. so-o<br> 613/<br> 616. hoesoele<br> 617. aaoe<br> 619. peresoa<br> 620. mīnae<br> 621. sarawa<br> 622. pīloroe<br> 623. toenoe<br> 626. risa<br> 62... 321219 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 583. karaboe<br> 588. lawanī<br> 590. toetara<br> 593. serī<br> 594. rīrīae<br> 595. asarī<br> 594-<br> 597. walaī<br> 600. ana<br> 601. waīmeoete<br> 602. meoete<br> 603. haha<br> 604. sīna<br> 605. tàsi<br> 606. asale<br> 609. ōmī<br> 611. kalei<br> 612. toeīlě<br> 614. nènètě<br> 615. so-o<br> 613/<br> 616. hoesoele<br> 617. aaoe<br> 619. peresoa<br> 620. mīnae<br> 621. sarawa<br> 622. pīloroe<br> 623. toenoe<br> 626. risa<br> 627. omīna<br> 628. peresoa<br> 629. lataoeroe<br> 630. <47><br> 631. kota<br> 635. lesī-oetoe<br> 640. bea<br> 653. mīrīmoe<br> 654/<br> 655. mīrīmoe fàla<br> 659. lawa-lawa <48><br> 660. tananele<br> 662/<br> 663. werī {{multicol-break}} 664. weserī<br> 665. tananela<br> 668. moela<br> 669. ī-īkaī<br> 671/<br> 672. tī-īfala<br> 674. fàla kastera<br> 677. hatīla<br> 679. timoene<br> 681. tapakoe/takapoe<br> 682. tehoe<br> 685. kalabasa<br> 686. hoe-erī<br> 688. kasbi<br> 691. noewelĕ froe<br>{{gap}}{{gap}}<noewelěfroe ?> -eī<br> 692. noewelě<br> 695. nawa<br> 701. nasoe<br> 702. saripī<br> 703. rīpī-afoe-e-ī<br> 704. rīpī-a īsīnī<br> 705. kapas<br> 706. kapoe<br> 707. sesehaoe<br> 708. mapoelane<br> 709. aīna-a wokane<br> 710. ramboetan<br> 711. toereně<br> 712. tepetě<br> 713. lasatě<br> 716. foekī<br> 717. foekī-peī<br> 721. oemoesī-ane-ane<br> 722. oemoesi bīntjī<br> 723. koffī<br> 724/<br> 725. balaoe<br> 726. gambīr<br> 728. losa<br> 729. one<br> 731. waletě<br> 732. tomole-terīne {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 0daza8b6nvuoa3ehqxa372lztkuljdu 321220 321219 2026-10-13T10:23:14Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321220 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 583. karaboe<br> 588. lawanī<br> 590. toetara<br> 593. serī<br> 594. rīrīae<br> 595. asarī<br> 594-<br> 597. walaī<br> 600. ana<br> 601. waīmeoete<br> 602. meoete<br> 603. haha<br> 604. sīna<br> 605. tàsi<br> 606. asale<br> 609. ōmī<br> 611. kalei<br> 612. toeīlě<br> 614. nènètě<br> 615. so-o<br> 613/<br> 616. hoesoele<br> 617. aaoe<br> 619. peresoa<br> 620. mīnae<br> 621. sarawa<br> 622. pīloroe<br> 623. toenoe<br> 626. risa<br> 627. omīna<br> 628. peresoa<br> 629. lataoeroe<br> 630. <47><br> 631. kota<br> 635. lesī-oetoe<br> 640. bea<br> 653. mīrīmoe<br> 654/<br> 655. mīrīmoe fàla<br> 659. lawa-lawa <48><br> 660. tananele<br> 662/<br> 663. werī {{multicol-break}} 664. weserī<br> 665. tananela<br> 668. moela<br> 669. ī-īkaī<br> 671/<br> 672. tī-īfala<br> 674. fàla kastera<br> 677. hatīla<br> 679. timoene<br> 681. tapakoe/takapoe<br> 682. tehoe<br> 685. kalabasa<br> 686. hoe-erī<br> 688. kasbi<br> 691. noewelĕ froe<br>{{gap}}{{gap}}<noewelěfroe ?> -eī<br> 692. noewelě<br> 695. nawa<br> 701. nasoe<br> 702. saripī<br> 703. rīpī-afoe-e-ī<br> 704. rīpī-a īsīnī<br> 705. kapas<br> 706. kapoe<br> 707. sesehaoe<br> 708. mapoelane<br> 709. aīna-a wokane<br> 710. ramboetan<br> 711. toereně<br> 712. tepetě<br> 713. lasatě<br> 716. foekī<br> 717. foekī-peī<br> 721. oemoesī-ane-ane<br> 722. oemoesi bīntjī<br> 723. koffī<br> 724/<br> 725. balaoe<br> 726. gambīr<br> 728. losa<br> 729. one<br> 731. waletě<br> 732. tomole-terīne {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> bmduw57y097ajcct3v0ua09lar9rdlk Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/5 104 116618 321221 2026-10-13T10:54:28Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321221 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 428. màkoe<br> 430. tewa-tewa<br> 432. fahar<br> 433. kàsī<br> 437. roemà, loemà<br> 438. wahane, roemà hoewai<br> 440. hoenetetoe<br> 441/<br> 442. ate<br> 446. àsà<br> 449. mītaneroeī<br> 451. sasamata<br> 452. sīoetī<br> 454. īlane<br> 456. hoeroela<br> 458/<br> 459. lōlōpōtě <39><br> 461. rīrī mīnanī <40><br> 462. tonoàlě<br> 465. tapalane<br> 469. kanakoeroe<br> 470. tapalane<br> 472. sasalahatoe<br> 473. nalahai<br> 474. sīrīèna<br> 475. àfoe<br> 476. peī<br> 477. ni-i(tàroe) àfoe<br> 478. famàtà<br> 482. àfoe haotī <hooti?><br> 483. afoe màtài<br> 484. aipeī-peī <41><br> 485. peī kamale<br> 486. famàtà kamale<br> 487. roemà lihoeī<br> 489. tapalane<br> 493. awarī<br> 495/<br> 496. <42><br> 497. pinane<br> 498. sahapoetī<br> 499. sōane<br>{{gap}}sahai } <43> {{multicol-break}} 505. se-ītě <44><br> 506. lōpoe (parang)<br> 509. tama-ǎne<br> 513. hala waele<br> 514. <45><br> 517. soeroe<br> 520. boeètě<br> 524. poeīne<br> 525-<br> 527. famanasa<br> 528. tītī-ĕ<br> 529. fatatoenoe<br> 530. kasa<br> 534. ane-ane<br> 535. wekaja<br> 536. ane-ane<br> 537. oetane<br> 541. iane<br> 543. fala<br> 544. fala<br> 545. fala<br> 546. fàla<br> 547. foenoeī<br> 548. hoerīnī<br> 550. lesoene<br> 551. hoeloe<br> 553. te<br> 554. fala wěhoerī<br> 555. lele <46><br> 561. boeboer<br> 562. marīsane<br> 563. tasi-e<br> 565. aroeně<br> 567. kata<br> 569/<br> 570. lahītě<br> 571/<br> 572. maoko<br> 573. rīrīae<br> 576. sapaoe-oe<br> 579. hala kaī<br> 580. sèrī<br> 582. poea-poeana {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> n4f1mabt27olremlzsqc9kex03enyd6 Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/4 104 116619 321248 2026-10-13T11:22:29Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321248 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 267. apoepoe<br> 268. Wariwa<br> 269. aleoe<br> 270. mininaě wari<br> 271. miminaě leoe<br> 272. moemoerīnī warī<br> 273. moemoerīnī leoe<br> 274. aoepoe (?)<br> 275. papa/ama<br> 276. papa/ama<br> 277-<br> 280. papa (ama) miminaě<br>{{gap}}papa (ama) moemoerīnī<br> 283-<br> 286. ina { mīmīnaĕ<br>{{gap}}moemoerīnī<br> 287-<br> 290. <22><br> 291-<br> 294. <22><br> 295. <22><br> 297. ina-toeoeri } <23><br>{{gap}}ama-toe oeri<br> 297/<br> 298. ina-ama-toe-oerī <24><br> 299. ana toeoeri<br> 300. mananoewe<br> 302/<br> 303. samakina <25><br> 305. [ana-piara]<br> 306/<br> 309. asaoe<br> 310/<br> 314. asaoe<br>{{gap}}amahoe<br> 315. àsàlě <26><br> 316. tà-àsàlé<br> 317. mǎnawa<br> 318. pīpīna<br> 320. sohopate<br> 324. rakane<br> 332. saliatě <27><br> 338. sōnōmīlī<br> 341. 1. hoetoelale} <28><br>{{gap}}2. harīta {{multicol-break}} 345. Oepoelanītě <29><br> 347. sapa <30><br> 353. tarkàsi<br> 354. soerate<br> 355. soerate<br> 356. toenoehītī<br> 358. rī-ela hoewai <31><br> 359. kapatale<br> 364. toenīar<br> 365. oelata, amana <32><br> 367. wolo, maītī<br> 368. so-oene<br> 370. mōrīne<br> 375. morine<br> 377. osarī<br> 378. latoe<br> 379. latoe<br> 381. malèsī<br> 382. sīsīkai (?) <33><br> 386. latoe<br> 389. tamate īlaī <34><br> 390. hongī <35><br> 391. oelate <36><br> 392. sō-oene<br> 394. pokī<br> 396. atate<br> 397. tamate aīwanīI <37><br> 399. hoekoeman<br> 400. haoelerī<br> 401. saksi<br> 402. hakim<br> 403. kale-ī<br> 407/<br> 408. masawanane<br> 411. naoelerī<br> 412. tīhītīhīa<br> 413. lajana<br> 414. toekane<br> 417. hati-palane<br> 421. tīhale<br> 424. hoehoe-oe<br> 427. toehoerī <38> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ikkl8rkjcd92gj4tc2zpnyyofxpncr8 Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/3 104 116620 321264 2026-10-13T11:27:47Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321264 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 133. tia parī<br> 134. pari, koelě<br> 137. tolo-ě<br> 138. moetoeroe<br> 139/<br> 140. mīnīnīlīle<br>{{gap}}mīnīnīfī<br> 144. èlě<br> 145. totī<br> 146. a'àhà<br> 147. o'ohoe<br> 148. pepelě<br> 149. toewe<br> 153. nanoe<br> 154. soesoe-oe<br> 156. ětě-ětě me'ī <12><br> 158. rīje<br> 159. ala<br> 160. ka-ō-ě<br> 161. me-èlě<br> 163. tanītě<br> 166. hītī soesah <13><br> 167. toehoela<br> 169. ahèsī<br> 170. oehoesī<br> 172. seroeka-ě<br> 173. sīnakoe-ě<br> 174. ka-àla<br> 176. àmamōàĕ<br> 177. nīkoenīkoe-ě<br> 182. mahaī<br> 183. màtà<br> 184. màtà<br> 188. màtàlě <14><br> 191. majatě<br> 192. famàtà<br> 194. haoelerī<br> 196. apatě<br> 197. hoesoesoeī<br> 198. pèla-pèla<br> 199. masele<br> 200. masīlě {{multicol-break}} 202. wōlō<br> 203. hoesoesoeī<br> 205. pe-ī <15><br> 207. tīa masaletě <16><br> 209. lawa <17><br> 210. ainoe-oe<br> 211. waělě pe-ītī <18><br> 214. kakasaně<br> 219. oeroe maseletě<br> 220. sōsīrī<br> 223. tītī-tītī<br> 224. karàm<br> 225. màtà<br> 227. amōoe<br> 228. toetīa<br> 229. mata-poetih<br> 231. mata-felě<br> 232. hoelo<br> 234. hoelo fisi <19><br> 235. toekaně<br> 236. tamata (tamate)<br> 237. tamata<br> 238. tamata<br> 239. nala<br> 241. manawa<br> 242. pīpīna/mapina<br> 243/<br> 244. mǎnawa<br> 245/<br> 246. pīpīna<br> 248/<br> 249. moeroea<br> 250. malakaoe<br> 252. moeroea hoewaī <20><br> 255. ama<br> 256. ina<br> 257/<br> 258. anaě <21><br> 261. ana malakaoe<br> 262. ana moeroea<br> 263. tětě<br> 264. něně<br> 266. aroepoe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> b1fvngs4ojjfr3fqfkmtpux46ct7ihk Halaman:157 Elpaputih, Seram.djvu/2 104 116621 321278 2026-10-13T11:40:01Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321278 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. ELPAPUTIH: SERAM LIST''' {{multicol}} 1. pataně<br> 2. oeroe<br> 3. oefa<br> 4. oefa<br> 5. oeroe sahaī <1><br> 6. hoea <2><br> 8. poleně<br> 9. tīrīna<br> 11. mata<br> 15. mata hahaī <3><br> 17. mata - waělě<br> 18. īrī<br> 20. peoela<br> 21. fàsoe<br> 22. noekoe<br> 25. īhī<br> 27. kalapèsī<br> 28. kalapèsī<br> 29. ala<br> 30. kalapèsī<br> 31. me'ī<br> 32. mo-ane<br> 33. nife<br> 34. nīfe<br> 35. he'ī sanala<br> 37. nane<br> 38. totolo<br> 41/<br> 42. soesoe<br> 45. soesoe-wěserī<br> 46. soesoe<br> 48. soesoe<br> 50. roesoe<br> 52. àtà<br> 53. tīa<br> 54. tīa<br> 61. mefoe<br> 62. mefoe<br> 63. tètoe<br> 66. hàla<br> 68. hokī {{multicol-break}} 69. hokī<br> 70. hokī aroeī<br> 72. meme-ī<br> 73. taīa<br> 75. ī-ītoe<br> 76. haoe<br> 77. tahoe<br> 78. fī<br> 82. tītīrī<br> 83. tītīrī-a<br> 84. wai<br> 86. wai<br> 88. wai manoe-e teroeri <4><br> 90. fai<br> 91. wai toeha - àlě <5><br> 93. wai hoewaī <6><br> 94. lahàte<br> 95. rīma<br> 97. rīma lale-ī <7><br> 99. è-è<br> 100. sī-oe<br> 105. rīma sanaī <8><br> 107. tarī-ī<br> 108. rīma īnaī <9><br> 112. rīma nīlatoe <10><br> 115. rīrī<br> 116. lala<br> 117. īsī<br> 118. oelate <11><br> 121. oerītě<br> 122/<br> 123. anaoe hoeroe<br> 124. ěsane<br> 125. toehoela<br> 126. toehoela<br> 127. àsě<br> 128. ane<br> 129. tia senenete<br> 130. oenoe<br> 131. měserī<br> 132. amalae {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 9k5x0rpeiahcsv1rg85svooneyb0pls Halaman:158 Palu.djvu/3 104 116622 321279 2026-10-13T11:49:58Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321279 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. THE PALU LIST''' {{multicol}} 1. Karona<br> 2. Balingga<br> 3. Lindje<br> 4. Kire<br> 5. Oento<br> 6. Boeloewa<br> 8. Woewoe ngo<br> 9. Talinga<br> 11. Mata<br> 15. Boeloena mata<br> 17. Oewe noe mata<br> 18. Onge<br> 20. Wassa<br> 21. Kalimpi<br> 23. Soemba<br> 24. Nganga<br> 25. Wiwi<br> 27. Boeloe tjoemi<br> 28. Djanggo<br> 29. Ade<br> 30. Tjamba<br> 31. Lila<br> 32. Ngare<br> 34. Bago <1><br> 33/<br> 35. Ngisi<br> 37. Weroko <2><br> 38. Toendoe<br> 41/<br> 42. Bambara<br> 45. Soesoe<br> 46. Mintomi<br> 48. Mintomi<br> 50. Oesoe<br> 52. Karaka<br> 53. Tailiko<br> 54. Tai<br> 56. Ate<br> 61. Poese<br> 62. Bana<br> 63. Berigo {{multicol-break}} 65. Winga<br> 66. Siroe<br> 68. Pintala<br> 69. Palo<br> 70. Boeka noe moei <?><br> 71. Palo<br> 72. Tatae<br> 73. tai<br> 75. Nontoe<br> 76. Nanaoe<br> 77. Lasoe<br> 78. Batoe<br> 82. Tale'e<br> 83. Hoe<br> 84. Kada<br> 86. Tawanggada<br> 88. Boekoe dali<br> 90. Timpoe<br> 91. Tapoetoe<br> 93. Tawoenggada<br> 94. Boekoe 'mboeloe<br> 95. Pale<br> 97. Pale<br> 99. Keke<br> 100. Sikoe<br> 102. Rara 'n pale<br> 105. Kojana<br> 107. Kandoekoe<br> 108. Katoempoe<br> 109. Tapetoe doeaka<br> 110. Tapelioe<br> 111. Tamosanga<br> 112. Kendjeli<br> 115. Boekoe<br> 116. Ra<br> 117. Isi<br> 118. Oewa<br> 121. Koeli<br> 122. Boeloe ngaro<br> 123. Boeloe ngaro {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> jp3ysjmmbvip1bcuke4w3e85ong043k