Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.24 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Indeks:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf 102 51326 321527 301970 2026-10-15T10:10:34Z OwlyKnight 24017 321527 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q123286642 |Title=[[Warisan_Seorang_Pangeran/Djilid_2|Warisan Seorang Pangeran 02]] |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Oey Kim Tiang |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Saka Widya Jakarta |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=L |Pages=<pagelist 1="Cover" 2="Adv" 3="Title" 4=63 66to67="Adv" /> |Volumes={{Warisan Seorang Pangeran}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:Buku]] [[Kategori:Indeks]] [[Kategori:Indeks - Buku]] [[Kategori:Buku dengan butir Wikidata]] 8ye1tmquvbj0bvk3pvzi1f7xg85xv0r Indeks:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf 102 51388 321528 301976 2026-10-15T10:11:24Z OwlyKnight 24017 321528 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q123300537 |Title=[[Warisan Seorang Pangeran/Djilid 4|Warisang Seorang Pangeran, Djilid 4]] |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Oey Kim Tiang |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=OCR |Pages=<pagelist /> |Volumes={{Warisan Seorang Pangeran}} |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:Buku]] [[Kategori:Buku dengan butir Wikidata]] [[Kategori:Indeks]] [[Kategori:Indeks - Buku]] 6vehd0uaaf72rwe1ccv5swzexfcj7ck Halaman:Boekoe Tjerita Graaf de Monte Christo - 23.pdf/38 104 66218 321523 190871 2026-10-15T07:25:54Z Sikurakurasi 27138 /* Tervalidasi */ 321523 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 1348 —|}}</noinclude>{{hii|2|-2}}„O, Caderousse kaoe semangkin lama semangkin soesah di senangken hatimoe, liwat doewa boelan kemarinnja kaoe setengah mati kelaparan.“ „Itoe dia sembari makan orang djadi lapar,“ berkata Caderousse sembari mendjengit seperti monjet ijang mengoendjoek giginja atawa seperti matjan ijang menggeroeng. „Oleh kerna itoe poen,“ berkata ija poela seperti matjan ijang maoe menerkam „akoe ada soewatoe niat.“ Niatnja Caderousse membikin Andrea djadi terlebi takoet. „Katakenlah, Caderousse apa niatmoe; tentoe bagoes.“ „Kenapa tida bagoes? Niatkoe doeloean aken pegi dari roemah makannja, toewan siapa doeloe? Siapa namanja itoe toewan, dari mana datengnja, tjobalah kaoe bilang, akoe rasa akoe ijang lebi doeloe dapet itoe niat, abis apa djahat itoe niat, sampe kita orang bisa dateng di sini.“ „O, akoe tida bilang ijang niatmoe djahat,“ berkata Andrea, „kadang-kadang ada djoega niatmoe ijang baek; soedalah, ajo kataken apa niatmoe ini.“ „Baiklah, berkata Caderousse, „apa kaoe sanggoep kasi akoe lima belas riboe frank dengen tida oesah kaoe sendiri kaloewarin barang satoe cent? ..... boekan lima belas riboe frank, itoe tida sampe; akoe tida bisa djadi orang baik ijang bertoeloes hati, kaloe akoe tida ada poenja tiga poeloe riboe frank.“ „Tida,“ berkata Andrea seperti orang jang kesel, „tida, akoe tida sanggoep.“ „Roepanja kaoe tida mengarti katakoe,“ djawablah Caderousse, seperti orang ijang mendongkol, „akoe bilang tadi dengen tida oesah kaoe sendiri kaloewarin barang satoe cent.“ „Apa barangkali kaoe maoe akoe mentjoeri, aken {{hws|meroe|meroesakin}} {{div end}}<noinclude></noinclude> h8nfwu10hdmfdz73kx10sv1i7qkpniq Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/28 104 108696 321520 304218 2026-10-15T07:12:31Z Sikurakurasi 27138 /* Tervalidasi */ 321520 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" /></noinclude>Selama Tek tay houw mengadili menteri Durna itu baginda tak berani turut campur, raja Tay song tiauw itu hanya berdiri dengan membisu dan menundukkan kepalanya. Sedangkan selir Bang kui hui dengan wajah kecut menyaksikan nasib malang yang menimpa sang bapak. Wah koojooorr – – kojoorr – ping pitu likur. {{gap}}— Kau ingin bukti-bukti perbuatan jahatmu hah ? {{gap}}― Nio nio mana saya berani ? Masih juga menteri Durna itu mau manyangkal. {{gap}}― Dengarlah ! Semenjak Yo goanswe gugur dalam medan peperangan. Hongtee mengangkat Tek ceng untuk menjaga kota Sam koan. Mestinya sudah tak ada sengketa apa apa dan negeri dalam keadaan aman tenteram dan damai Akan tetapi dengan jiwamu yang busuk kau sengaja menghasut baginda. Mengusulkan supaya Tek ceng dengan kesatuan Ngo houw ciangnya memukul negeri See liauw. Semua menteri² yang berpikiran terang dengan jelas dapat menangkap apa maksudmu. Semua tay ciang yang memukul ke See hauw pastilah tak akan dapat kembali lagi. sebab negeri itu biarpun negeri kecil akan tetapi panglima-panglima perangnya kosen kosen dan maha sakti Dibalik itu engkau ingin menggunakan taktik MEMINJAM GOLOK UNTUK MEMBUNUH {{hws|O|ORANG}}<noinclude>{{r|28||}}</noinclude> dqybbwuywdvqrn527oossdrawrsyncy 321521 321520 2026-10-15T07:13:02Z Sikurakurasi 27138 321521 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" /></noinclude>Selama Tek tay houw mengadili menteri Durna itu baginda tak berani turut campur, raja Tay song tiauw itu hanya berdiri dengan membisu dan menundukkan kepalanya. Sedangkan selir Bang kui hui dengan wajah kecut menyaksikan nasib malang yang menimpa sang bapak. Wah koojooorr – – kojoorr – ping pitu likur. {{gap}}— Kau ingin bukti-bukti perbuatan jahatmu hah ? {{gap}}― Nio nio mana saya berani ? Masih juga menteri Durna itu mau manyangkal. {{gap}}― Dengarlah ! Semenjak Yo goanswe gugur dalam medan peperangan. Hongtee mengangkat Tek ceng untuk menjaga kota Sam koan. Mestinya sudah tak ada sengketa apa apa dan negeri dalam keadaan aman tenteram dan damai Akan tetapi dengan jiwamu yang busuk kau sengaja menghasut baginda. Mengusulkan supaya Tek ceng dengan kesatuan Ngo houw ciangnya memukul negeri See liauw. Semua menteri² yang berpikiran terang dengan jelas dapat menangkap apa maksudmu. Semua tay ciang yang memukul ke See hauw pastilah tak akan dapat kembali lagi. sebab negeri itu biarpun negeri kecil akan tetapi panglima-panglima perangnya kosen kosen dan maha sakti Dibalik itu engkau ingin menggunakan taktik MEMINJAM GOLOK UNTUK MEMBUNUH {{hws|O|ORANG}}<noinclude>{{rh|28||}}</noinclude> 5wltn4q8vu7m9mqsc1x7yfcc5pcqsc6 Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/29 104 108721 321522 304418 2026-10-15T07:18:18Z Sikurakurasi 27138 /* Telah diuji baca */ 321522 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>{{hwe|RANG LAIN !|ORANG LAIN !}} Kau bermaksud menjerumuskan Tek ceng dan saudara-saudara Kíat gie hengteenya semuanya mati dinegeri See liauw, sehingga yang pulang tinggal namanya saja. Betul tidak ? ― Nio nio, ma - - mana - - berani - - mana saya berani berbuat demikian? Dengan sesungguhnya saya hendak membela negeri dengan sepenuh hati. {{gap}}― Tuhan Maha Adil dan Maha Tahu hei kok tiang I Maksud kejimu itu menemui kegagalan total. Tek ceng dengan saudara² Kiat gie hengteenya tidak mati, bahkan dapat membunuh banyak panglima negeri See liauw. la pulang dengan membawa kemenangan yang gemilang sehingga baginda mengangkatnya sebagai Thian hee tee it tay ciang (panglima perang nomor satu) dan menganugerahi gelar Raja muda Peng see ong. Namun mengapa kau masih juga jelus dan iri ? Sengaja kau menyembunyikan HUI LIONG KIONG CU. Hayo masih juga kau mau menyangkal? Menteri menteri yang hadir disini semuanya mengetahui Mereka adalah saksi-saksi yang masih hidup, terutama Pauw bun c n Kau susupkan H i Hong kiongcu kedalam gedungnya Yoto. Bersengkongkol dengan Yoto untuk diaku sebagai putrinya sendiri dan mengusulkan kepala baginda untuk dinikahkan dengan Tek ceng.<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude> bydu8dajecfre26txo1b4v8rgqhhs9k Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/38 104 111262 321458 309704 2026-10-14T12:11:07Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 321458 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>Bërulang kali ia selalu mencari gara-gara dan ingin membunuhmu. <br>Dahulu ibu sudah ingin pulang kedusun dan menganjurkan supaya kau juga meletakkan jabatan dan hidup sebagai rakyat biasa. Akan tetapi kau berat dengan kewajibanmu, kini apa yg kau dapat ? Tek ceng dengan tenang mencoba memberikan penghiburan kepada ibunya. — Hukuman buang ini hanya selama tiga tahun dan jaraknya juga tidak terlalu jauh, harap ibu tidak terlalu bersusah hati. <br>Sebentar lagi Pat po kiongcu dan anak anaknya akan datang, dapatlah ibu mengalami penghidupan yang gembira dan menyenangkan. Tek lo thay thay mengusap air matanya dan menanya kepada Tek ceng. — Dari manakah tempat pembuanganmu anakku ? — YU LION YA ibu, jaraknya kurang lebih hanya 100 pal dari kota raja sehingga saudara saudaraku atau ibu dapat menjenguk disetiap waktu Lo thay thay sangat geram dan muak {{hws|terha|terhadap}}<noinclude>{{rh|38}}</noinclude> m4tsvhiptwlr49bjt3hibic1bar2n8o Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/37 104 111263 321457 309707 2026-10-14T12:09:47Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 321457 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>'''Bab XXVI.''' <big>{{c|'''BANG HONG HENDAK''' <br>'''MERACUNI TEK CENG.'''}} </big> {{rule}} {{dropinitial|D}}ENGAN jenderal Ciauw teng kwie, Tek Ceng kembali kegedung Peng see ong. Setibanya digedung Teng ceng langsung menemui ibunya menceritakan apa yg telah terjadi. Tiada terkatakan betapa sedih hati orang tua itu. Dengan mengucurkan air mata Tek lo thay thay (ibu Tek ceng) mengutuk dan menyumpah nyumpahi Bang hong bapak dan anak. ― Sungguh terkutuk perbuatan anjing tua Bang hong bapak dan anak, kelak Tuhan akan menghukum mereka. <br>Oh anakku Tek ceng, nyaris kau menjadi setan tanpa kepala, hmm - - sungguh kejam anjing tua itu - - -<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude> 40bqzh7i5e4e12dd5wjaa81dqomhck4 Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/36 104 111264 321456 309709 2026-10-14T12:08:13Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 321456 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>dan para menteri yg menghantarnya, kemudian masuk kedalam tandu. <br>Pemikul2. tandu itu sesudahnya menjalankan penghormatan kepada baginda dan para menteri segera mengangkat pikulan tandu itu dan kembali ke Lam ceng Kiong. Sepeninggal Tek tay houw baginda lalu duduk di singgasana dan menyelesaikan surat2 keputusannya. <br>Surat penjatuhan hukuman buang selama tiga tahun atas diri Tek ceng diserahkan kepada menteri kehakiman Pauw bun cin. ― Harap Pauw sianseng mengatur siapa2 yg ditugaskan untuk mengawal Tek goanswe ketempat pembuangannya. <br>Aturlah perkara ini, mandat penuh tim berikan kepada sianseng ! Pauw kong menyambuti surat2 itu dengan berlutut. Dan Tek cengpun maju bersembah untuk mengucapkan terima kasih karena dibebaskan dari hukuman mati. Kemudian pertemuan itu lalu ditutup. {{c|★★★}}<noinclude>{{rh|36}}</noinclude> mc9yr2h1kueztwu4kwed7bt5thysn3c Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/35 104 111266 321455 309711 2026-10-14T12:07:10Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 321455 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>HUKUMAN BUANG SELAMA TIGA TAHUN. Tek ceng sendiri menerima vonis itu dengan hati lapang dan dadâ terbuka. Sama sekali tidak protes atuapun menunjukkan air muka yang tak senang.. Bersikap adem ayem dan tenang-tenang saja. <br>Tek tay hauw masih bertanya. — Tempat manakah yang sesuai untuk daerah pembuangan cucuku Pauw siansing ? Pauw kong mengasah otaknya, akhirnya ia menemukan sebuah tempat yang jaraknya hanya kurang lebih 100 pal. <br>Apabila Tek ceng dibuang di daerah itu, saudara-saudara atau ibunya akan mudah menjenguk. <br>Begitulah setelah tetap pikirannya Pauw kong segèra menjawab. — Daerah pembuangan untuk Tek ongcin yaitu YU LIONG YA. <br>Dari kota raja jaraknya hanya kurang lebih 100 pal sehingga mudah bagi sanak famili yang hendak menjenguk atau mengirimkan barang barang makanan. — Bagus, keputusan ini cukup adil ! Tek tay houw lalu memanggutkan kepalanya kepada baginda<noinclude></noinclude> bzo3amdy4q0ict5fjhuoxxq0c0bd2dd Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/34 104 111268 321454 309713 2026-10-14T12:05:55Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 321454 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>Tek tay houw lalu berpaling kepada menteri kehakiman Pauw kong, katanya. — Pauw sianseng, cucuku telah berlaku kurang sopan dihadapan bansweya, hukuman apakah yang pantas untuknya ? Pauw kong yang cerdik segera dapat mengerti apa maksud kata² dari Tek tay houw yakni ingin memberi muka kepada baginda, ia lalu menjawab. — Seorang menteri yg berlaku kurang sopan wajib menjalani hukuman buang. — Berapa lamakah hukuman buang itu ? — Menurut wet adalah tiga tahun. — Bagus, sebagai menteri kehakiman kau cukup adil dan bijaksana. Jatuhkan vonis itu kepada keponakanku yg telah berbuat kesalahan. Pauw kong lalu maju bersembahb dan memohon kepada baginda untuk mengeluarkan surat keputusan. Baginda sadar juga akan maksud ibu angkatnya, segera mengeluarkan keputusan: Tek ceng DIJATUHI<noinclude>{{rh|34}}</noinclude> f45o5hvgg2tuibmwrrt43m4p0n8e2w6 Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/33 104 111270 321453 309715 2026-10-14T12:05:03Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 321453 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>— Hmm . . ingat, apabila kau tetap tak dapat merubah perbuatanmu yang busuk, kelak malapetaka itu atau hukum Tuhan bakal menimpa seluruh keluargamu. <br>Setelah berkata demikian Tek tay houw lalu mengucapkan terima kasih kepada anak angkatnya (yaitu baginda Song jin cong ). — Atas pencabutan hukuman mati itu aku mengucapkan terima kasih, nah anakku aku akan pulang! Baginda membalas penghormatan ibu angkatnya, ia bergegas bangkit dari kursi emasnya dan mengiringkan Tek tay houw sampai dipelataran istana. Dan sebelum Tek tay houw menaiki tandunya sempat ia berpaling kepada baginda dan berkata lagi. — Anakku, ada suatu hal yang kulupakan. — Soal apakah itu ibu ? Katakanlah ! — Tek ceng telah berani mengeluarkan kata² kasar dan tak sopan, ia wajib menerima hukuman. Memang sangat bijaksanalah Lam ceng kiong Tek tay houw ini. Ia tidak semata mata membela keponakannya akan tetapi memberi muka pula kepada sang baginda.<noinclude>{{rh|||33}}</noinclude> f7z3lbx1jsxujf3yrf8ujyykkn0h0b5 Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/32 104 111272 321452 309719 2026-10-14T12:02:46Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 321452 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>{{hwe|cana|bencana}} segera datang menimpa. Cepat² menteri Durna itu menyanggah. — Ban . . ban . . bansweya, sin mana mengetahui tentang benda pusaka . , , ? Harap jangan mengutus sin kenegeri See liauw. Selir Bang kui hui sendiri menjadi kaget dan tratapan setengah mati. Negeri See liauw jaraknya sangat jauh, perjalanannya sukar dan banyak aral rintangan, sekali bapaknya diberangkatkan niscaya akan mati ditengah jalan sebab usianya sudah sangat tua. Baginda hanya berdiam diri saja dan se ölah olah tidak mendengar kata² ibu angkatnya. Tek tay houw berpaling pula kepada Bang hong. — Hei kok tiang, usiamu sudah sangat tua, kalau tidak sejak saat ini merubah kesesatuanmu akan menunggu kapan lagi ? Dihadapanku ceritakanlah secara terus terang. Ada permusuhan apakah engkau dengan Tek ceng ? — Ti . ti tidak . tidak . ada permusuhan apa² nio nio. tidak ada !<noinclude>{{rh|32}}</noinclude> dvgdnj44qifduu1zy64o8lf06k6aljs Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/31 104 111274 321451 309721 2026-10-14T12:01:18Z Alfiyah Rizzy Afdiquni 20781 /* Tervalidasi */ 321451 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>— Semula pada waktu Tek ceng membawa Cincu kie itu keistana ini, baginda dan segenap menteri turut melihat dan meneliti. Tak seorangpun pada saat itu yg mengatakan bahwa Cincu kie itu palsu. Darimanakah kok tiang mengetahui kalau Cincu kie ini palsu, Bukankah dahulu kok tiang juga turut melihat, kenapa baru sekarang mengatakan bahwa Cincu kie ini bukan yg tulen ? Katakan yg tulen seperti apakah ? Semakin ciut nyali si mentéri Durna itu, ia mengkeret dan tidak berani udis² mirip Kepompong yg mendengar suara angin ribut. Tek tay houw lalu berpaling kepada baginda, katanyá. — Kalau kok tiang ahli melihat benda pusaka kirimkanlah ia kenegeri See liauw untuk meminta Cincu kie yg tulen ! Wah kojor . . . kojor . . ping pitu likur. Bukan main terkejutnya durna Bang hong mendengar usul Tek tay bouw. Ia mempunyai kepandain apakah sehingga akan dikirimkan kenegeri Se liauw? Apabila baginda mengiakan mampuslah ia ! Eiith, sungguh benar kata² istri, putra dan putriku. Begitu perkara Cincu kie itu diungkapkan {{hws|ben|bencana}}<noinclude>{{rh|||31}}</noinclude> 23dhojy0u0jrhz7tt8258y4lp33f3f7 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/41 104 116720 321459 2026-10-14T16:39:52Z Therefa22 27445 /* Telah diuji baca */ 321459 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Therefa22" /></noinclude>untuk berlompat kedarat, tiba² orang itu perdengarkan pula kata-katanja : „Pek Ma Sie-seng jang baik, kau benar liehay ! Kau njata telah dapat mendahului aku ! Tapi djanganlah kau kegirangan dahulu ! Kali ini kita dapat bertemu, inilah jang dibilang musuh² bersomplokan ditempat sempit ! Hingga masing² tidak berniat saling melepaskan pergi ! Djusteru kita masing² seorang diri, sama² tidak ada pembantunja, djikalau kau benar berani, mari naik kedarat, supaja kita bisa main² ! Djanganlah kita berpisah sebelum terlihat siapa roboh siapa bangun! Umpamakata kau tidak tjelah perahu terlalu sempit, aku pun bersedia turun keperahumu itu !“ Habis berkata, orang itu membawa kedua tangannja kepelana, maka sebentar kemudian ia telah menjekal sepasang sendjatanja ialah tameng Kian-koen Koen-goan-pay. Hong Hoa memasang telinganja, ia mendengar njata suara orang, akan tetapi tetap ia tidak dapat mengenali siapa orang itu, hanja setelah melihat sepasang tameng, lantas ia ingat keterangan Yan Tjoe Hoel, jang menemukan perlawanan dari seorang jang menggunakan sendjata sematjam itu di Hay-an. Sekarang ini tanpa ajal lagi, ia berlompat mentjelat dari perahunja naik kedarat, maka pada lain saat ia sudah berdiri didepan kudanja orang jang temberang itu. Orang itu pun sangat gesit, Segera ia berlompat turun dari kudanja, binatang mana ia tarik mundur beberapa kaki, hingga dihadapan mereka mendjadi terluang satu tempat lebar untuk bertanding. Sekarang, sesudah berada berhadapan, Hong Hoa bisa melihat tegas sinar mata jang tadjam sekali dari orang itu, jang mukanja dialingi topeng hidjau. Orang itu sangat memperhatikan sendjatanja, ialah tjambuk kuda ditangannja. Ia pun balas mengawasi sepasang tameng orang itu. „Sahabat“, kata Hong Hoa kemudian sambil tertawa „sendjatamu ini sungguh bukan sendjata jang umum, maka itu kenapa dalam seluruh hari kau tutupi sadja mukamu dengan tjita hidjau ? Mungkinkah kau tak dapat melihat orang ?“ Orang itu mengedjek dengan suara dihidungnja. Ia tidak merasa terhina, sebaliknja ia berlaku djumawa sekali. „Apakah kau belum pernah dengar peribahasa jang mengatakan bahwa seorang laki² tak memperlihatkan mukanja ?“ katanja di-<noinclude>{{rh|286||}}</noinclude> i1yyibhevkbtmdg8wjvgixx303ls8o2 Indeks:168 Maba.djvu 102 116721 321460 2026-10-15T02:14:57Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 321460 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=168 Maba |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1980 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} pmmaobh3bcjj7q4a7mx70ygebm0uhx2 Indeks:169a Pagu.djvu 102 116722 321461 2026-10-15T02:15:36Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 321461 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=169a Pagu |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1980 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 3bulh5bpq3al5dzdf6um3u3n70ndaco Indeks:169b Madole.djvu 102 116723 321462 2026-10-15T02:16:11Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 321462 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=169b Madole |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1980 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 9n0ipepralefqr361r3pl4bxzxjytpq Halaman:168 Maba.djvu/16 104 116724 321463 2026-10-15T02:17:09Z Thersetya2021 15831 /* Tanpa teks */ 321463 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude> 30jx1lygruprj5alacv96idkwiji99b Halaman:168 Maba.djvu/2 104 116725 321464 2026-10-15T02:22:10Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321464 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. MABA LIST''' {{multicol}} 1. lapo, badan<br> 2. boko<br> 3. oesnoe<br> 4. lewo<br> 5. boko ni giono<br> 6. oeto<br> 8. bokore giono<br> 9. tango<br> 11. mto<br> 15. liflifeng<br> 17. mto gejo'o<br> 18. goeo<br> 20. fegi<br> 21. fofo<br> 22. ngolo<br> 25. ngolo bobo<br> 27. goempalele<br> 28. sagooe<br> 29. ningailo<br> 30. sagooe<br> 31. pleo<br> 32. koko ni langi²<br> 33. ngango<br> 34. ete kikito<br> 35. bing binglo<br> 37. koko<br> 38. wo'o<br> 41/<br> 42. soes<br> 45. soes imto<br> 46. soes gejo<br> 48. soes, tjoes<br> 50. iso<br> 52. momoi<br> 53. sjoi pakol<br> 54. sjao<br> 56. Jatoi<br> 57. fisel<br> 61. dong<br> 62. dodomi <1> {{multicol-break}} 63. to'o<br> 66. longo ni ipi<br> 69. soi<br> 72. bottji<br> 73. tjof<br> 75. ntji<br> 76. poene <poe ne?><br> 82. emi<br> 83. mimi<br> 84. fitjoe<br> 86. fitjoe <2><br> 88. fitjori pioe<br> 90. fio<br> 91. biolo<br> 93. titelo<br> 94. leles<br> 95. komo<br> 97. komo<br> 99. gigloe<br> 100. toentoempo<br> 102. komo filfolno<br> 105. lobo<br> 107. golotjifi<br> 108. lobor pakal<br> 109. lobor sahadat<br> 110. lobor kolano<br> 111. lobor istiadja<br> 112. lobor miaki<br> 115. long<br> 116. lo<br> 117. wongol<br> 118. leles<br> 121. kinin<br> 122. ploe<br> 123. ploe<br> 124. bjekit<br> 125. peo, litif <3><br> 126. kak<br> 127. fibisoi<br> 128. imnom {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 25o2b8f0zcjg7rjl7kggfn2ytwnml5y 321465 321464 2026-10-15T02:22:55Z Thersetya2021 15831 321465 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. MABA LIST''' {{multicol}} 1. lapo, badan<br> 2. boko<br> 3. oesnoe<br> 4. lewo<br> 5. boko ni giono<br> 6. oeto<br> 8. bokore giono<br> 9. tango<br> 11. mto<br> 15. liflifeng<br> 17. mto gejo'o<br> 18. goeo<br> 20. fegi<br> 21. fofo<br> 22. ngolo<br> 25. ngolo bobo<br> 27. goempalele<br> 28. sagooe<br> 29. ningailo<br> 30. sagooe<br> 31. pleo<br> 32. koko ni langi²<br> 33. ngango<br> 34. ete kikito<br> 35. bing binglo<br> 37. koko<br> 38. wo'o<br> 41/<br> 42. soes<br> 45. soes imto<br> 46. soes gejo<br> 48. soes, tjoes<br> 50. iso<br> 52. momoi<br> 53. sjoi pakol<br> 54. sjao<br> 56. jatoi<br> 57. fisel<br> 61. dong<br> 62. dodomi <1> {{multicol-break}} 63. to'o<br> 66. longo ni ipi<br> 69. soi<br> 72. bottji<br> 73. tjof<br> 75. ntji<br> 76. poene <poe ne?><br> 82. emi<br> 83. mimi<br> 84. fitjoe<br> 86. fitjoe <2><br> 88. fitjori pioe<br> 90. fio<br> 91. biolo<br> 93. titelo<br> 94. leles<br> 95. komo<br> 97. komo<br> 99. gigloe<br> 100. toentoempo<br> 102. komo filfolno<br> 105. lobo<br> 107. golotjifi<br> 108. lobor pakal<br> 109. lobor sahadat<br> 110. lobor kolano<br> 111. lobor istiadja<br> 112. lobor miaki<br> 115. long<br> 116. lo<br> 117. wongol<br> 118. leles<br> 121. kinin<br> 122. ploe<br> 123. ploe<br> 124. bjekit<br> 125. peo, litif <3><br> 126. kak<br> 127. fibisoi<br> 128. imnom {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> aww1aqvqzf6iirv46k2lqfg9srybsm3 Halaman:168 Maba.djvu/3 104 116726 321466 2026-10-15T02:25:40Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321466 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 129. boetol<br> 130. dem<br> 131. mon<br> 132. glio mang<br> 133. mjesi<br> 134. misi<br> 137. tigli<br> 138. imtili<br> 139/<br> 199. pisi<br> 140. mafngil<br> 144. isil<br> 145. fan<br> 146. aklen<br> 147. pak pak<br> 148. biboi<br> 149. tolong<br> 150. taratib<br> 151. fagoflo<br> 152. tolongoik<br> 153. Jos<br> 154. sep<br> 156. pleor nafit<br> 157. pleor nampol<br> 158. lio<br> 159. glio nmof<br> 160. pei liaoe<br> 161. emlif<br> 163. tangis<br> 165. pitjemlif<br> 166. sib-oelo<br> 167. itif<br> 169. isweli<br> 170. pipip<br> 172. namsioe sewil<br> 173. tigili<br> 174. moe'ol<br> 176. mimaip<br> 177. boho tamiawang<br> 182. toeb<br> 183. mol<br> 184. mol {{multicol-break}} 188. smat nmot, mait<br> 191. linging<br> 192. poen<br> 193. warits<br> 194. poesaka<br> 196. jobol<br> 197. fos<br> 198. pil pili<br> 200. pisi<br> 202. pisi pa<br> 203. fos<br> 205. jil<br> 207. sjao tenpisi<br> 209. pekoit<br> 210. loeti<br> 211. tjatjakiri<br> 214. moto, kanoe<br> 219. boko pisi<br> 220. donga pisi<br> 222. mimos<br> 223. bitbatim<br> 224. egel<br> 225. balang<br> 227. mimeoe<br> 228. mi mengel<br> 229. biaf<br> 231. klis, mto klis<br> 232. mofi to<br> 234. lolooe<br> 235. filolooe<br> 236. smat<br> 237. smat<br> 238. smat<br> 239. ngasmoe<br> 241. mon<br> 242. mpin<br> 243/<br> 244. mon<br> 245/<br> 246. mpin {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> m1aa7d3x7zguu175acwlynahajk68i3 Halaman:168 Maba.djvu/4 104 116727 321467 2026-10-15T02:29:10Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321467 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 248/<br> 249. joi mpin, misles<br> 250. joi mon<br> 252. joi mpin<br> 255. mama<br> 256. sja<br> 257/<br> 258. <4><br> 261. ntoe mon<br> 262. ntoe mpin<br> 263. moemoe tamoni<br> 264. moemoe tampini<br> 266. galawi<br> 267. wis<br> 268. rimori tamoni<br> 269. rimori mpinte<br> 270/<br> 271. tenoe, remo<br> 274. boe, abig mon iso <5><br> 275/<br> 276. toea, woto tamoni<br> 281-<br> 286. fofoi, woto tampini<br> 287-<br> 290. fonoe tamoni<br> 291-<br> 294. fonoe mpin<br> 295. fonoe tamoni<br> 296. fonoe mpin<br> 297/<br> 298. moemoe, akmig <6><br> 302/<br> 303. wjoi njinjeo<br> 304. kmo njinjeo<br> 305. wjoi njinjeo<br> 306-<br> 309. tamoi, ritngo<br> 310/<br> 314. tamai<br> 315. hali bangsa<br> 316. hali bangsa pa<br> 317. ilol<br> 318. mpin<br> 320. del, bati {{multicol-break}} 324. smat daga <dagan?><br> 326. botong<br> 327. pnoe pakal<br> 329. pnoe miaki<br> 330. bangsa<br> 331. filolooe<br> 332. fati<br> 333. adjimat<br> 335. boek adjimat<br> 337. tofol, soewang <soewong?><br> 338. fafialo<br> 339. setan, goeroemin<br> 340. djin<br> 341. <7><br> 342. gwo<br> 343/<br> 344. njawa<br> 345. Djooe ala tala<br> 347. sabea<br> 351. lefo<br> 352. oeroef<br> 353. koitas <kartas?><br> 354. soerat<br> 355. boek<br> 356. kajat<br> 358. sibe, deng²<br> 359. lole<br> 362. soroga<br> 364. doenia<br> 365. smat, pnoe wongto<br> 366. smengit <8><br> 367. fi<br> 368. ne<br> 369. haram<br> 370. mono<br> 371. <9><br> 374. sigi, fola djawa<br> 377. jebei pos<br> 378. kolano, soeltan<br> 379. sangadji<br> 380. djoeroetoelis {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 6djh7kf3rckfi6ut14rs803gzwff4oc Halaman:168 Maba.djvu/5 104 116728 321468 2026-10-15T02:33:08Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321468 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 381. kapten laoet<br> 382. nima<br> 386. oelon<br> 388. dano<br> 389. simo-simo<br> 390. soldadoe<br> 391. oentoeng<br> 392. bodito, bolito<br> 393. mardika<br> 394. koro<br> 396. adat, galep<br> 397. smat tentjol<br> 399. oekoem<br> 400. denda<br> 401. saksi<br> 402. hakim<br> 403. ni tjooe lingin<br> 404. djawada<br> 407/<br> 408. fakawin, fisaoe <fokawin?><br> 410. fatalak<br> 411. kai moelo <moeli?><br> 412. fadjadji, faoeo fisooe<br> 413. fantoen<br> 414. filolooe<br> 415. fitana<br> 416. paralete<br> 417. smat manari<br> 418. tjoka eba<br> 419. arababoe<br> 420. bangseli<br> 421. ating<br> 422. arabana<br> 424. tasa<br> 426. raramean<br> 428. manari<br> 430. tjagoeloe<br> 432. sibe<br> 433. gosman <gasman?><br> 437. jibei<br> 438. jibei miaki {{multicol-break}} 440. poengong<br> 441. jotof<br> 446. os<br> 449. ngora<br> 451. djalena<br> 452. soen<br> 453. lon<br> 454. lon<br> 457. oso fofon<br> 456/<br> 457. oso<br> 458/<br> 459. tjitjel fofon<br> 461. li<br> 462. balk impino, balk imono<br> 464. goeba<br> 465. sosaro<br> 468. moesala<br> 469. popodje<br> 470. bale<br> 471. gileboe<br> 472. solor<br> 473. lolong<br> 474. japemdi<br> 475. jap<br> 476. litim<br> 477. pie jap, fabtabo<br> 478. poenjap<br> 482. mias<br> 483. moeg-moeg<br> 484. ai mongo<br> 485. titing lampoer<br> 486. poen lampoer<br> 487. jebei popo<br> 488. goeba<br> 489. bangko<br> 493. oelan besi<br> 494. oelan bitbet<br> 496. oelon bitbet<br> 495/<br> 496. oelon<br> 497. gooe <gaoe?> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ivchb7c4nupi5p80fwm2rde50d1h721 Halaman:168 Maba.djvu/6 104 116729 321469 2026-10-15T02:35:54Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321469 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 498. kopis<br> 499. gion<br> 501. gisi<br> 502. piring<br> 503. talang<br> 505. jete<br> 506. jete pakal<br> 507. kris<br> 509. batjoe<br> 510. tjibobo<br> 511. tjik tjek<br> 513. takwajo<br> 514. <10><br> 515. lampoer<br> 516. soeboe<br> 517. logo<br> 519. kibija<br> 520. peti, tieller<br> 524. loebe<br> 525-<br> 527. ndok<br> 528. sinanga<br> 529. tjongora<br> 530. pipi<br> 534. mnom<br> 535. elen<br> 537. ailoe<br> 540. wongot tamang<br> 539/<br> 540. wongot<br> 541. in<br> 544. pinje wongto<br> 545. pinje mosoto<br> 543-<br> 545. pinje<br> 546. pinje<br> 547. pinje baio<br> 548. djoke<br> 550. lising<br> 551. ngul<br> 553. logoi<br> 554. wofo {{multicol-break}} 555. gilinga<br> 561. soei<br> 562. ditja<br> 563. gasi<br> 565. olot<br> 567. tjalana<br> 569/<br> 570. kabaja<br> 571/<br> 572. toeala<br> 573. sei<br> 576. joli joli<br> 577/<br> 578. sintoe<br> 579. bili, salaka<br> 580. kaëli<br> 582. taoege<br> 583. nganti²<br> 586. nganti²<br> 588. pelpelet, gala²<br> 589. gines<br> 590. soetere<br> 593. tino<br> 594-<br> 597. tino monara<br> 600. jonom<br> 601. kaiwoi, afoelo<br> 602. wolo<br> 603. lawe<br> 604. <11><br> 605/<br> 606. nokon <nokan?><br> 608. samarang<br> 609. sarang<br> 611. toeba, tibtob <12><br> 612. oepa<br> 614. pisi no wolo<br> 615. saloi<br> 616. saloi gaoeo<br> 613-<br> 616. pisi<br> 617. salawakoe<br> 619. lela {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> je3e3tkdmty0j315p2nw75xrgbaygik Halaman:168 Maba.djvu/7 104 116730 321470 2026-10-15T02:41:43Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321470 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 620. snaphan<br> 621. oeba<br> 622. pangeloe<br> 623. meta<br> 626. fanpan<br> 627. djem<br> 628. mariang<br> 629. tjol bok<br> 630. faftoema<br> 631. kota<br> 634. soeba to<br> 635. soeba to<br> 636. masel<br> 637. disi<br> 639. tjooe<br> 640. bos<br> 645. soeon<br> 648. koela<br> 649. jete<br> 651. jete miaki<br> 652. sangkol<br> 653. bet<br> 654/<br> 655. bet pinje<br> 659. ijo<br> 660. fitonom<br> 662/<br> 663. sake<br> 664. ger<br> 665. tonom<br> 668. moro<br> 669. mgoelo<br> 670. tingit pinje, aloi kastela<br> 672. tjoelok<br> 674. kastela<br> 677. solo<br> 679. tinim<br> 681. tabako<br> 682. teb<br> 683. siben tjina<br> 684. bawa {{multicol-break}} 685. boi<br> 686. oebi<br> 688. kastela bet bet, asbi<br> 690. ditja<br> 691. niwi smato<br> 692. niwi fiono<br> 695. naoe<br> 697/<br> 698. wo<br> 700. goela teb<br> 701. goela teb<br> 702. bebe<br> 703. pipi smato<br> 704. pipi <13><br> 705. kapa<br> 706. kailoepa<br> 707. nanasi<br> 708. pip<br> 709. naka<br> 711. doerian<br> 712. gag<br> 713. loekom<br> 716. tela<br> 717. gono tela<br> 720. fo sangkari<br> 721. fo pakal<br> 722. fo<br> 723. kofi<br> 726. gambir<br> 727. bongoel <bangoel?><br> 728. geë<br> 731. wolo<br> 732. <14><br> 733. isoe wo<br> 734. ai<br> 737. so<br> 739/<br> 740. sangsang<br> 741. ailoeso<br> 742-<br> 744. kawaoeso <kawaoesa?><br> 746. ai loe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ozbwcy8l9obdyoozt9oybjepdibs5s3 Halaman:168 Maba.djvu/8 104 116731 321471 2026-10-15T02:43:40Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321471 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 748. ai kimino<br> 750. ai geo<br> 752. mila<br> 753. gis<br> 754. bitbito<br> 755. salo<br> 757. tipi, ai mitipi<br> 758. boenga<br> 759. piono<br> 761. kinino<br> 763. kowo<br> 764. wongto<br> 765. weoe<br> 766. jeget<br> 770. solongi<br> 771. mom<br> 772. li<br> 774. aiwon<br> 775. aiwon ntoe <15><br> 778. koenoen<br> 779. pitjo<br> 780. golotjifi <golatjifi?><br> 781. golotjifi <golatjifi?><br> 786. bangbanglo<br> 787. mani ploe<br> 789. foeol<br> 790. toloe<br> 794. booe<br> 797. gimimi<br> 799. kabil<br> 800-<br> 802. kobo<br> 803. sapi mpin<br> 804. sapi mon<br> 803/<br> 804. sapi<br> 805. kabil tanaro<br> 806. sapi lio<br> 807. djara<br> 808. djara lio<br> 809. madjangan {{multicol-break}} 811. foen<br> 812. foen tanlaoe<br> 813. boki<br> 814. boki tannjaoe<br> 815. matjang<br> 823. kasuaris<br> 824. boeto <16><br> 825. go<br> 826. kakile<br> 827. kakile wioio<br> 828. kakile mpin<br> 830. kakile mon<br> 831. kakile ntoe<br> 834. kastoeri<br> 836. moni loton<br> 840. moni seoe<br> 843. wis<br> 844. mani<br> 845. giagap<br> 846. bis bis<br> 847. fni<br> 851. loef<br> 852. loef<br> 854. nok, mia<br> 861. <17><br> 864. fa<br> 865. bli<br> 866. it<br> 869. lowos<br> 870. foene ni it<br> 871. tapilaoe<br> 872. long<br> 877. nini<br> 878. tablolang<br> 879. ai ni gob<br> 881. sabi aoe<br> 884. <18><br> 886. goe<br> 888. lifin<br> 891. gob<br> 892. sono {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 5z44mk861977mtt88voayxiiga8kg2r Halaman:168 Maba.djvu/9 104 116732 321472 2026-10-15T02:47:13Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321472 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 893. dei<br> 894. doemot momo<br> 896. poeroeparak<br> 898. sadikolo<br> 899. soeo<br> 900. piai <pioi?><br> 901. fen bembeng<br> 902. fen<br> 903. alam<br> 905. langit<br> 906. wol<br> 907. wol nmot<br> 908. ngo<br> 910. ngo <19><br> 911. ngo naga tanon<br> 912. gab<br> 917. boemi<br> 919. loton<br> 920. memi<br> 921. miët<br> 968. ipis<br> 923. roi, roitoeb<br> 924. roeb<br> 925. roeb ngango<br> 927. soei<br> 928. loton, moro<br> 929. moro mdele<br> 930. wojo<br> 931. wolot<br> 932. mos<br> 934. mioe<br> 935. bib<br> 936. napo <nopo?><br> 937. loli<br> 938. wolot tobo<br> 939. sil siling<br> 940. wob<br> 941. sa<br> 942. bitbet<br> 943. boton<br> 944. wefli {{multicol-break}} 945. tepil<br> 946. toeli<br> 947. lolos<br> 948. kolos miaki<br> 950. tjeli<br> 951. mtolong <mtolang?><br> 952. lolos gil gelto <20><br> 955. botong, allo<br> 957. giëmen<br> 958. lolos jap, doeko<br> 959. efen<br> 960. rakrakan<br> 961. efen<br> 962. fabati<br> 963. wojo<br> 964. dooe²<br> 965. solot<br> 966. jeli<br> 967. wojo oeloeo<br> 969. kipat<br> 970. bitbet<br> 971. njen<br> 973. besi<br> 974. tambaga, omos <21><br> 975. fergol<br> 976. salaka<br> 977. goeratji<br> 978. titmoe mfoes<br> 979. titmoe<br> 980. walira<br> 981. kipoe<br> 982. roea²<br> 984. nongoe<br> 895. marteli<br> 896. marteli mdi<br> 897. jatif<br> 898. siolo <sislo?><br> 890. jai<br> 991. oge {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> fd9h8dkahbgceb02houtklynb6ve44k Halaman:168 Maba.djvu/10 104 116733 321473 2026-10-15T02:51:27Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321473 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 992. fakat<br> 993. faftoemo<br> 994. fadjadji<br> 995. dagan, dagan miaki<br> 996. mapei bet<br> 999. del<br> 1000. bantoeng<br> 1001. tenda, toko<br> 1002. boetoe<br> 1003. dagan<br> 1004. barang<br> 1005. platei<br> 1007. moelo<br> 1008. oentoeng<br> 1009. roegi<br> 1010. toekol<br> 1011. mahal, moelo pakal<br> 1012. moelo miaki<br> 1013. lingin<br> 1014. oetno lingin<br> 1015. polos<br> 1016. wage<br> 1017/<br> 1018. bawi<br> 1019. fawioene<br> 1020. fisoi moelo<br> 1021. fadodano<br> 1022. tolaboetoe<br> 1025. katti<br> 1026-<br> 1028. katti ni kipat<br> 1029/<br> 1030. kapal<br> 1031. kapal jap<br> 1032. skotji<br> 1033. <22><br> 1035. filan<br> 1037. lojo<br> 1038. fimili<br> 1040. daoe<br> 1041/<br> 1042. ipi, tap {{multicol-break}} 1043. daoe<br> 1049. tapoe<br> 1050. et<br> 1051. sooelo<br> 1052. matjawa<br> 1053. fabilis<br> 1058. dai smat<br> 1060. apas<br> 1061. pakal<br> 1062. miake<br> 1063. mlongo<br> 1064. nonoe, mloe<br> 1065. pitjoetji<br> 1066. mloe pa<br> 1067. lapo pakal.<br> 1068. pakal, lol toe<br> 1067/<br> 1068. <23><br> 1070. mlifis<br> 1071. naloes<br> 1072-<br> 1074. kakal<br> 1075. naloes<br> 1076. wol pop<br> 1079. mamoef<br> 1081/<br> 1081. mabiobo<br> 1082. moi<br> 1083/<br> 1084. mloman<br> 1085/<br> 1086. mosoi to, mloman pa<br> 1087. mlango<br> 1088. pitppeti<br> 1089. molong<br> 1090. <24><br> 1096. minjana<br> 1097. mali<br> 1098. mdalim<br> 1101. njere<br> 1102. kalim<br> 1104/<br> 1105. mfonos {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> l5mg1eyxfub162gyyw9be9y0r4x162b Halaman:168 Maba.djvu/11 104 116734 321474 2026-10-15T02:54:57Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321474 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1106/<br> 1107. bobol<br> 1109/<br> 1110. fofoloeloe<br> 1112. pasagi pifot<br> 1113. msoi<br> 1115. ngete<br> 1116. magaloea; loeas<br> 1117. koeat<br> 1118. koeat pa<br> 1119. smat temnon; makis<br> 1121. mboesoe; smat tenboesoe<br> 1125. niang<br> 1127. bilam<br> 1130. mfii<br> 1132-<br> 1135. nfi<br> 1136-<br> 1139. ne<br> 1142. moemoewong<br> 1143. bakbak<br> 1146/<br> 1147. mtoe<br> 1148/<br> 1149. mtoe-pa<br> 1150. leo<br> 1152. moegoelo; miake<br> 1153. peo<br> 1154. miskin<br> 1155. kajang<br> 1156. emgoi<br> 1159. agaga%; bodo<br> 1160. pande<br> 1161. mno<br> 1162. mlil<br> 1163. kibat<br> 1164. kiblit<br> 1166. mjasin%;B mtoe<br> 1167. mfoes<br> 1168. ko<br> 1169. sislo<br> 1170. ko re sialo gilgelto<br> 1171. bibongoel> {{multicol-break}} 1172. biroe<br> 1173. idjo<br> 1174. taiowo; aiowo<br> 1175. doek<br> 1176. piongwe <piangwe?><br> 1179. ioal<br> 1180. iaul <iaal?><br> 1193. fafialo<br> 1194. fikir<br> 1195. tjo<br> 1196. faoelaneto<br> 1197. loepa<br> 1198. tjopa <25><br> 1199. fatoeo<br> 1200. famengili<br> 1201. goroeboe<br> 1202. tiftoem<br> 1203. joei sibe<br> 1206. kakim<br> 1208. mdel; afena<br> 1210. kerdjan<br> 1211. sibik<br> 1212. atereng<br> 1213. fasaoelet<br> 1214. sagigle<br> 1215. sagigle<br> 1216. makioete<br> 1220. sibet<br> 1221. lawit<br> 1223. biblanga<br> 1224. madjadjai <madjagai?><br> 1225. tintoni<br> 1227. longo<br> 1228. em<br> 1229. foton-fotno<br> 1233. sorof<br> 1234. fegit<br> 1236/<br> 1237. foton<br> 1238. dodara; gogoroe<br> 1239. nikle {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> puokpaysedljhmritbbp6iwr5zykjj1 321475 321474 2026-10-15T02:55:51Z Thersetya2021 15831 321475 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1106/<br> 1107. bobol<br> 1109/<br> 1110. fofoloeloe<br> 1112. pasagi pifot<br> 1113. msoi<br> 1115. ngete<br> 1116. magaloea; loeas<br> 1117. koeat<br> 1118. koeat pa<br> 1119. smat temnon; makis<br> 1121. mboesoe; smat tenboesoe<br> 1125. niang<br> 1127. bilam<br> 1130. mfii<br> 1132-<br> 1135. nfi<br> 1136-<br> 1139. ne<br> 1142. moemoewong<br> 1143. bakbak<br> 1146/<br> 1147. mtoe<br> 1148/<br> 1149. mtoe-pa<br> 1150. leo<br> 1152. moegoelo; miake<br> 1153. peo<br> 1154. miskin<br> 1155. kajang<br> 1156. emgoi<br> 1159. agaga; bodo<br> 1160. pande<br> 1161. mno<br> 1162. mlil<br> 1163. kibat<br> 1164. kiblit<br> 1166. mjasin; mtoe<br> 1167. mfoes<br> 1168. ko<br> 1169. sislo<br> 1170. ko re sialo gilgelto<br> 1171. bibongoel> {{multicol-break}} 1172. biroe<br> 1173. idjo<br> 1174. taiowo; aiowo<br> 1175. doek<br> 1176. piongwe <piangwe?><br> 1179. ioal<br> 1180. iaul <iaal?><br> 1193. fafialo<br> 1194. fikir<br> 1195. tjo<br> 1196. faoelaneto<br> 1197. loepa<br> 1198. tjopa <25><br> 1199. fatoeo<br> 1200. famengili<br> 1201. goroeboe<br> 1202. tiftoem<br> 1203. joei sibe<br> 1206. kakim<br> 1208. mdel; afena<br> 1210. kerdjan<br> 1211. sibik<br> 1212. atereng<br> 1213. fasaoelet<br> 1214. sagigle<br> 1215. sagigle<br> 1216. makioete<br> 1220. sibet<br> 1221. lawit<br> 1223. biblanga<br> 1224. madjadjai <madjagai?><br> 1225. tintoni<br> 1227. longo<br> 1228. em<br> 1229. foton-fotno<br> 1233. sorof<br> 1234. fegit<br> 1236/<br> 1237. foton<br> 1238. dodara; gogoroe<br> 1239. nikle {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> acbg1jlyr5l2180l8y8yei8lyzayz9i Halaman:168 Maba.djvu/12 104 116735 321476 2026-10-15T03:01:49Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321476 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1240. fadel<br> 1242-<br> 1244. oelo<br> 1245. apeweng<br> 1246. mkoetji; mtjafi beni<br> 1251. ete<br> 1253-<br> 1255. pekit; dipet<br> 1259. fo<br> 1260/<br> 1261. bot pei doewe; moelain<br> 1262/<br> 1263. tebne foe<br> 1254. pitin<br> 1265. tapine<br> 1266. apine<br> 1267. oetno<br> 1268. sangal<br> 1269. oetno; dior<br> 1270. oelo pa<br> 1271. nalol<br> 1272. nalol<br> 1276. mletin<br> 1277. tapin<br> 1278. toloi<br> 1284. solot; lofo<br> 1286. fan<br> 1291. <26><br> 1292. balas<br> 1293. <27><br> 1294. <28><br> 1295. <29><br> 1296. fot <30><br> 1297. lim <31><br> 1298. wonom <32><br> 1299. fit <33><br> 1300. <34><br> 1301. siwe<br> 1302. jofoso<br> 1303. jofoso re piso<br> 1304. jofoso re piloe<br> 1305. jofoso re pitel<br> 1310. jofoso re piwal {{multicol-break}} 1311. jofoso re siwe<br> 1312. jofoloe<br> 1313. jofoloe re piso<br> 1315. jofoso re pilim<br> 1316. jofotel<br> 1317. jofofol<br> 1318. jofolim<br> 1319. jofowonom<br> 1323. sibiso<br> 1324. tjalant jo<br> 1325. tjalan jofoso<br> 1326. palo<br> 1327. kwart piso<br> 1328. firimi<br> 1330/<br> 1331. tentoebo<br> 1336/<br> 1337. misimil<br> 1338. pifis<br> 1339. lol<br> 1340. koeksole<br> 1341. poja-po<br> 1347/<br> 1348. foloi<br> 1349. koeksole; koerang<br> 1350. firimi; dimi<br> 1356. smal sifis<br> 1357. ja-k<br> 1358. jak tjingle<br> 1359. aoe-am-m<br> 1362. meoe-f<br> 1363. i<br> 1365. ite<br> 1366. amek<br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. si-sid-d<br> 1369. <35><br> 1370. <36><br> 1373. <37><br> 1374. <38><br> 1375/<br> 1376. <39> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> plvk69nrpb7eqhntsvy0j5qe7347z2v Halaman:168 Maba.djvu/13 104 116736 321477 2026-10-15T03:08:08Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321477 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1378. <40><br> 1379. tai<br> 1380. soi<br> 1382. soi<br> 1383. taini; tata<br> 1385/<br> 1386. tja; tje<br> 1388. ta<br> 1389. tjetje<br> 1394. wol <41><br> 1398. mowo<br> 1402. dorem <42><br> 1406. taoen<br> 1407. moesoem<br> 1408. otata<br> 1409. aksafoe<br> 1411. tantoebo<br> 1412. naafoenag<br> 1413. tantoebo<br> 1416. gatje<br> 1418. sengeli<br> 1419. ploe oli<br> 1420. gatje ta<br> 1422. domole<br> 1423. iploe<br> 1426. nonsiping <nansiping?>;<br>{{gap}}{{gap}}nontjiping <nantjiping?><br> 1427. faitoea; efio <efis?><br> 1428. to; oro to<br> 1429. infile<br> 1431. morngopo<br> 1432. simi<br> 1433. modlu<br> 1434. pol<br> 1435. balit {{multicol-break}} 1436. petoe<br> 1437. poja<br> 1439. poja jama<br> 1440. papo<br> 1441. papo pinja<br> 1442/<br> 1443. na-lofo na<br> 1445. popop<br> 1446. na<br> 1447. lofo<br> 1448. na<br> 1449. na<br> 1450. lo<br> 1451. sopan <sopon?><br> 1452. nalas<br> 1453. lao <las?><br> 1454. naiel<br> 1460. poea<br> 1461. faitoea<br> 1462. faita<br> 1465. pei so<br> 1466. fatoes<br> 1467. <43><br> 1469. re<br> 1470. re<br> 1471. tisna; pa<br> 1472. djoe io<br> 1474. pa<br> 1475. matin-na<br> 1476. to<br> 1477. fait jele<br> 1478. las<br> 1479. mai<br> 1482. itje<br> 1486. pa {{multicol-end}} '''3. NOTES'''<br> # dodomi = placenta<br> # sole of foot = fitjo filfolno<br> # peo = in the mouth<br>litif = on the ground<noinclude></noinclude> d0gqe6b0av4fvvlrf5367q1e9bfif2t Halaman:168 Maba.djvu/14 104 116737 321478 2026-10-15T03:11:19Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321478 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="4">ntoe, joi, joioboni<br>the oldest son = joioboni<br>the second son = joi folipoeno<br>the youngest son = joi sislimoe<br> # abig mon iso = I have a grandchild<br> # akmig = my parents-in-law<br> # gwo, poetiana, setan, meki, iblis, tjitjewil<br> # smengit = the dead<br> # kali, imam, loe <lol?>, soewang<br> # karadja, iri, belei<br> # toelo, tobil, fabtable<br> # tibtob = made of bamboo<br> # cake of sago = ete<br> # fnoi, siop, sianam, oeleng<br> # calf = sapi ntoe<br>foal = djara ntoe<br>chicken = kakile ntoe<br> # boeto bet = blue pigeon<br>boeto mfoes = white pigeon<br> # djala<br>lobong (rain)<br>bengen<br>wikwogif<br> # po; gif gofo (termite)<br>kakitjoli<br> # ngo (Mal. : Moh.) <?><br> # (gorge)<br> # omos (yellow copper)<br> # jel kaloeloe<br>jel loeoe<br>jel felei<br> # bof bof<br>lapo nafii<br>lapo pakal<noinclude></noinclude> 2q0eoddrsya44wpai93cozx9yxaoffh Halaman:168 Maba.djvu/15 104 116738 321479 2026-10-15T03:15:20Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321479 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="24"> kapileloe<br>molong pa<br>nabeli<br> # not knowing<br> # poen; sewa; miobiki<br> # so - iso- piso - aiso<br> # loe - siloe - piloe - ailoe<br> # tel - sitel - pitel - aitjel<br> # etc.<br> # etc.<br> # etc.<br> # etc.<br> # wal, siwal, piwal - aiwal<br> # anik; anak; a - ge<br> # iterir; iterar; ite - r<br>animam; anamam; a - mam<br> # anim; anam; a - m<br> # meoe ni meoe; meoe - meoe<br> # siriri; sirari; si - ri<br> # ini; ino; i -<br> # tomam domo = 5.30 a.m.<br>wol nalao toebo = 9 a.m.<br>wol na li poean = noon<br>wol tamakilet to = 3 p.m.<br>jaoen = 5 p.m.<br>doremto = 6-6.30 p.m.<br> # dorem faploean = 6.30 p.m.<br>polaoe mowoto = 4.30-5 p.m.<br> # to b.v. soi te = what perhaps?<br>akso; fario<noinclude></noinclude> fsoqj2fgmr665vr59v02png8gdkt72x Halaman:169a Pagu.djvu/14 104 116739 321480 2026-10-15T03:17:17Z Thersetya2021 15831 /* Tanpa teks */ 321480 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude> 30jx1lygruprj5alacv96idkwiji99b Halaman:169a Pagu.djvu/13 104 116740 321481 2026-10-15T03:24:13Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321481 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="23"> ongolan wa walik : door open<br> # with the hand : pookol<br>with something else: gòsa<br> # morning = odewèlano<br>afternoon = o wange i korona<br> # kàāno wo sapo : a moment ago he came<br> # to the south or the north<br> # suffix<noinclude></noinclude> 9fbvg6397nwa0h439msbog0mdlgds9q Halaman:169a Pagu.djvu/12 104 116741 321482 2026-10-15T03:26:57Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321482 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''3. NOTES''' # also: to have a fever<br> # diòton (father)<br>aila (mother)<br> # tjakelele (men)<br>salai (women)<br> # bilatoe, ja dingi<br>o katoe, ja topok<br> # Tob = toea<br> # Tob = gogoli<br> # sabeba : made of bark<br>o gajok<br>dòdòe = the pounder, beater ma jajaoe = the board on which the bark is beaten<br> # gojou (old garden) geremi<br> # olouk <olorik?>, tonga, kekali, todoku<br> # roots above the ground ma lalus<br> # a blue one = goemoeroek<br> # kakatoea = a green one<br>oebor = a red one<br> # gotolak (white)<br> # kojobak, kawihi, kawis<br> # djala, djaring, doduo<br> # Tob = golok<br> # Tob = goehoeroe<br> # Tob = loeloele<br> # cloudy sky = liwanga<br> # morning star = kàluk <kòluk?><br>evening star = baladogok<br> # menuk bereki, barang magilang<br> # olabil <lobil?> wo djaga : nightwatch<noinclude></noinclude> db58i7rt4hthgwz3daafdmv6o784hli Halaman:169a Pagu.djvu/11 104 116742 321483 2026-10-15T03:36:19Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321483 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1350. ma moi moi<br> 1356. ja moi moi<br> 1357. to ngoi<br> 1358. ngoi to ma tetengoka<br> 1359. ngona no<br> 1362. ngini<br> 1363. oena wo<br> 1365. ngomi mi<br> 1366. ngone wo<br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. ōna jo<br> 1369. to ngoi af<br> 1370. tongomi mia<br> 1373/<br> 1374. to ngona ani wola<br> 1375/<br> 1376. to ona manga<br> 1378. to oena awi<br> 1379. nagaona<br> 1380. okia<br> 1382. okia<br> 1383. nena<br> 1385/<br> 1386. dòkaja<br> 1388. naneoka<br> 1389. dināja<br> 1394. kinital <25><br> 1398. kinital<br> 1402. o labili<br> 1406. tahoen<br> 1407. moeson<br> 1408. nena<br> 1409. ma ilika<br> 1411. ma sèla<br> 1412/<br> 1413. biono<br> 1416. kàāno wo sapo <26><br> 1418. kaoegono<br> 1419. o lobi modidio<br> 1420. o wange nena<br> 1422. kailōa {{multicol-break}} 1423. modidiko<br> 1425. o lobi ma lòa<br> 1427. moeloko<br> 1428. i boto<br> 1429. i boto oeasi<br> 1431. koremie<br> 1432. koresara<br> 1433. o wange ma biono<br> 1434. o wange i tumunu<br> 1435. goebadi<br> 1436. goelinak<br> 1437. daku<br> 1439. daku uku<br> 1440. dau<br> 1441. dau ije<br> 1445. sebang<br> 1446. <27><br> 1447. siadonokau<br> 1449. ka <28><br> 1450. ma deaka<br> 1451. supu<br> 1452. sebang<br> 1453. ma goeloetika<br> 1454. i pakit<br> 1460. kiaka<br> 1461. tjarakia<br> 1465. mengali okia<br> 1466. i gooung<br> 1467. barangkali<br> 1469. de<br> 1470. de<br> 1471. kooea<br> 1472. ika<br> 1474. boekan<br> 1475. kooewa<br> 1477. ka gena<br> 1478. i sebangokaoe<br> 1479. ma<br> 1486. koiwa {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 44kwy60zfkzue3ma7le4b6b77zgde41 Halaman:169a Pagu.djvu/10 104 116743 321484 2026-10-15T03:38:59Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321484 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1212. telewe naga<br> 1213. saikoka<br> 1214. gagaono<br> 1220. totil<br> 1221. tai<br> 1222-<br> 1224. djaga <22><br> 1225. dadamoe<br> 1227. sigisene<br> 1228. ngolik <ngalik?><br> 1229. ame<br> 1233. soeroedak<br> 1234. wo ma silangoet<br> 1236/<br> 1237. ame<br> 1238. sininga<br> 1239. dolat<br> 1240. wi siómoe<br> 1242-<br> 1244. sininga<br> 1245. walik <23><br> 1246. beno<br> 1251. amoenoe<br> 1253-<br> 1255. tobik<br> 1259. wa teol<br> 1260/<br> 1261. moelai<br> 1262/<br> 1263. togoemoe<br> 1264. pilikoe<br> 1265. gogono<br> 1266. toma gogono<br> 1267. sano<br> 1268. waloes<br> 1269. golok<br> 1270. òloekoe<br> 1271. wona dakal<br> 1272. sasalimoi<br> 1276/<br> 1277. i tòbok<br> 1278. pait<br> 1284. wo sapongkau {{multicol-break}} 1286. wo tagi<br> 1291. gosa <24><br> 1292. balas awi tingkai<br> 1293. moedoe moi<br> 1294. modidi<br> 1295. moange<br> 1296. lōat<br> 1297. motoa<br> 1298. boetanga<br> 1299. toemoeding<br> 1300. toeange<br> 1301. siwo<br> 1302. mogiok<br> 1303. mogiok de moi<br> 1304. mogiok de modidi<br> 1305. mogiok de maange<br> 1310. mogiok de toange<br> 1311. mogiok de siwo<br> 1312. monalok<br> 1313. monalok de moi<br> 1316. moeloeangil<br> 1317. moloeat<br> 1318. molitoa<br> 1319. moliboelanga<br> 1323. latoes moi<br> 1324. sariboes moi<br> 1326. ma dobik<br> 1328. ka ma moi<br> 1329. modidi<br> 1330/<br> 1331. i disilaka<br> 1332/<br> 1333. modidi<br> 1336/<br> 1337. ma basala<br> 1338. moelaka<br> 1339. i lepe<br> 1340. i lepewa<br> 1341. ma jikoeka<br> 1347/<br> 1348. i paili<br> 1349. i koerang {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> n3mwt8nzti8xmbo275jfeu4nyv9a861 Halaman:169a Pagu.djvu/9 104 116744 321485 2026-10-15T03:42:48Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321485 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1072-<br> 1074. koetoeoel<br> 1079. tangara<br> 1080/<br> 1081. tiolak<br> 1082. samaik<br> 1083/<br> 1084. loekoe<br> 1085/<br> 1086. loekoe wa<br> 1087. goeloetie<br> 1088. tipoko<br> 1089. i bolōt<br> 1090. tikò<br> 1096. toboesowa<br> 1097. lenge<br> 1098. mangon<br> 1101. togomini<br> 1102. meneos<br> 1104/<br> 1105. sasauk<br> 1106/<br> 1107. mamalat<br> 1109/<br> 1110. polulu<br> 1112. pesegi loat<br> 1113. ngòat<br> 1115. pilatoe<br> 1116. lamok<br> 1117. koeat<br> 1118. brani uwa<br> 1119. brani<br> 1121. boesenge<br> 1125. doedoeng<br> 1127. pesak<br> 1130. loa<br> 1132-<br> 1135. i rasai<br> 1136–<br> 1139. i rasaiwa<br> 1142. ma dea koiwaka<br> 1143. de ma deaka<br> 1146/<br> 1147. ma pilikoe i sosonengoka {{multicol-break}} 1148/<br> 1149. ma pilikoe i wola<br> 1150. <21><br> 1152. ma gō<br> 1153. ma sungi<br> 1154. miskin<br> 1155. kaja-dagàkunu<br> 1156. kangela<br> 1159. bodok<br> 1160. padai<br> 1161. i moetit<br> 1162. i kiòpik<br> 1163. mamali<br> 1166. mamali<br> 1167. i boeboelan<br> 1168. i tatalom<br> 1169. i koeloen <hoeloen?><br> 1170. i koeloen <hoeloen?><br> 1171. goelati<br> 1172. tatalom <tatolom?><br> 1173. i bis<br> 1174. salik<br> 1175. ngôli<br> 1176. koela<br> 1179. àje<br> 1180. àje<br> 1193. nako<br> 1194. fikir<br> 1195. nako<br> 1196. nako<br> 1197. mongol<br> 1198. mengakoea<br> 1199. mangakoe<br> 1200. temowa<br> 1201. soedoe-soedoe<br> 1202. njemo<br> 1203. njanji<br> 1206. alok<br> 1208. àkoen<br> 1210. manaran<br> 1211. moku {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> it91f8xyn5exdzthy1qwqxgrkd2lqdt Halaman:169a Pagu.djvu/8 104 116745 321486 2026-10-15T03:49:06Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321486 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 938. dowongi<br> 939. doro<br> 940. o belooel<br> 941. pasil<br> 942/<br> 943. tonak<br> 944. nuus<br> 947. jekoe<br> 948. jeku<br> 950. oeti<br> 951. o tanaka i tiai<br> 952. o gàal<br> 955. bangan<br> 957. bangan ma gilan<br> 958. dukuum<br> 959. tapak<br> 960. pepeke<br> 961. atem <atun?><br> 962. bating<br> 963. o akil ma làes<br> 964. dodoku<br> 965. o bòus<br> 966. o bous ma motek<br> 967. akil ma lako<br> 968. woeiis<br> 969. mamalin<br> 970. tonak<br> 971. dowongi<br> 973. besi<br> 974. tambaka, koeningan<br> 976. salaka<br> 977. goeratji<br> 978. sari<br> 981. kipoe<br> 984. koekoeloe<br> 985. marteloe<br> 986. ma babangin<br> 987. kakatam<br> 988. ma ngabos<br> 989. djomak<br> 991. kakoela {{multicol-break}} 995. o dagang ma njawa<br> 999. momotek<br> 1000. manaki<br> 1001. tako<br> 1002. pasar<br> 1003. tibo, gako <goko?><br> 1005. papoelaki<br> 1007. baloes<br> 1008. oentoeng<br> 1009. ilang<br> 1010. tibo, goko<br> 1011. hali<br> 1012. moerah<br> 1013. nagiem<br> 1014. galok<br> 1015. fangoe<br> 1016. oekoen<br> 1017/<br> 1018. bau<br> 1019. alit<br> 1020. tawar<br> 1029/<br> 1030. kapal<br> 1033. oti<br> 1035. ngasoek<br> 1037. wo sidet<br> 1038. lilim<br> 1043. sioloe<br> 1049. tapoe<br> 1050. goesewat<br> 1051. sosan<br> 1052. i telfi<br> 1053. jo ola-ola<br> 1061. lamok<br> 1062. iti<br> 1063. i goeloet<br> 1064. ma gilang<br> 1065/<br> 1066. tipoko<br> 1070. aloes<br> 1071. pelelak {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> of4eawgbdika9vo1imiwrk0c0y9cqml Halaman:169a Pagu.djvu/7 104 116746 321487 2026-10-15T03:53:34Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321487 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 771. roroeboet<br> 772. koesoem<br> 774. o aiwani<br> 778. pòte<br> 779. jau<br> 780. gitiwili<br> 781. gitiwili<br> 786. galatou<br> 787. gago<br> 789. igoet<br> 790. gòsi<br> 794. o ode<br> 797. ma ngomaha i temo<br> 799. kabil<br> 803/<br> 804. sapi<br> 805. mèhè<br> 809. moidjanga<br> 811. o kaso<br> 812. i bou<br> 813. boki<br> 814. i njauok<br> 824. namo dara <11><br> 825. o gogon<br> 834. kakatoea, oebor <12><br> 835. gotolak <13><br> 836. o gagal ma goegoele<br> 840. o toemor <toemar?><br> 843. <14><br> 844. namo<br> 847. manok<br> 851. kalawe<br> 852. porogi<br> 854. mia<br> 861. <15><br> 864. ndala<br> 865. kosidi <16><br> 866. gani<br> 871. alala<br> 872. o goeoel <17><br> 877. gomoma {{multicol-break}} 878. pole² <18><br> 879. pipit<br> 881. sàba sàba<br> 884. nago<br> 886. o ngia<br> 888. o aili<br> 891. kakaini<br> 892. dòde<br> 893. o kokaila<br> 894. o bianga<br> 896. o padek<br> 898. o sisipokoem<br> 899. o kariang<br> 900. o gosomang<br> 901/<br> 902. o fèèn<br> 903. alam<br> 905. sorga <19><br> 906. wange<br> 907. o naga ja asil<br> 908. naede <noede?><br> 910. mede<br> 911. o noede ja asil <naede?><br> 912. ngangama <20><br> 917. doenia<br> 919. o besak<br> 920. o gagil<br> 921. kamkamero lobi<br> 923. ngawatol<br> 924. boetòka<br> 925. o boetòka ma ingil<br> 927. osu<br> 928. gogal<br> 929. rafo<br> 930. o akel<br> 931. gosi<br> 932. goas<br> 934. o ail<br> 935. moku²<br> 936. moku²<br> 937. djiko {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> d31ve9lukpm40hbba475pi69hltun69 Halaman:169a Pagu.djvu/6 104 116747 321488 2026-10-15T03:57:54Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321488 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 623. toeoek<br> 624. paka<br> 626. kudoli<br> 627. ongimi<br> 628. soepera<br> 630. lolòas<br> 635. oentoeng<br> 637. oetoesan<br> 640. bòas<br> 645. diki²<br> 648. koeda²<br> 649. bèbèoto<br> 652. patjoel<br> 653. gojou geremi <8><br> 659. isa<br> 660. djoro<br> 662/<br> 663. sibalis<br> 664. moi<br> 665. datomo<br> 668. i òmuk<br> 669. i omukuasi<br> 671. utuk<br> 672. dòla<br> 674. kahitela<br> 677. katjan<br> 679. komo komo<br> 681. tabako<br> 682. ugak<br> 683. ùok<br> 684. bawang<br> 686. oebi<br> 688. tasbi<br> 691-<br> 693. o igon<br> 695. o daluk ma ldes<br> 697/<br> 698. ma gimoel<br> 700. gula<br> 701. gula pasir<br> 702. gulubeng<br> 703. o etok ma lòes, o peda ma<br>{{gap}}{{gap}}lòes {{multicol-break}} 704. etok, peda<br> 705. kapa<br> 706. kailoepa<br> 708. goewawe<br> 709. toeada<br> 711. Doerian<br> 712. gogòla<br> 713. lasa<br> 716. bole<br> 717. kawasi<br> 720. bitiè<br> 721. sangkari<br> 722. limotjina<br> 723. kofu<br> 726. tagabir<br> 728. dofoi<br> 729. o gaelati<br> 731. iwi<br> 732. <9><br> 733. ma diboel<br> 734. gota<br> 737. sola<br> 739/<br> 740. djaga<br> 741. o gota ma ngomas<br> 742-<br> 744. ma ngutuk <10><br> 746. sòka<br> 748. kai<br> 750. ma tiono<br> 752. mokul<br> 753. bido<br> 754. ma titigan<br> 755. silo<br> 758. boenga<br> 759. ma sòuok<br> 761. kai<br> 763. mui<br> 764. lakim<br> 765. sasaku<br> 766. golol<br> 770. djela², takioe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 76zs2un9i0t08yvbpkalg33nexqp5dw Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/17 104 116748 321489 2026-10-15T04:17:34Z Khofifah Ansyaria 1B 27746 /* Telah diuji baca */ 321489 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Khofifah Ansyaria 1B" /></noinclude>MOEANG THAI Bangsa Thai pada oemoemnja beragama Boeddha. Di seloeroeh negeri ke pendapatan koeil-koeil tempat beribadat. Disebelah ini nampak tempat jang demikian. Disebelah kiri kelihatan Wat Bentjanadan di sebelah kanan Wat Aroena,kedoea doenja di Bangkok War Praha Keo. Diatas ini ialah salah satoe tjandi jang terindah dj Moeang kopeanjaan Seri Baginda Radja sendiri. Letaknya di dalam taman jang berlantaikan batoe poealam<noinclude></noinclude> cjj40g7h9gadzc7c6kyi09z7e9elm7l Halaman:169a Pagu.djvu/5 104 116749 321490 2026-10-15T04:22:44Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321490 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 485. toeoek o silo<br> 486. soneng o silo<br> 488. kalamboe<br> 489. bankoe<br> 493. bosok<br> 494. o bosok o tonak<br> 495/<br> 496. bokor<br> 497. piring<br> 498. sanok<br> 501/<br> 502. soede, soede blik<br> 505. o dia ma iti<br> 506. dia<br> 507. dopo²<br> 509. damakon<br> 510. soesoengit<br> 511. o iroes<br> 513. le o akere<br> 514. peloedi kiarong<br> 515. lampoe<br> 516. o u no soemboe<br> 517. o silo<br> 519. kabilan<br> 520. o boroea<br> 522. o bosok o tonak<br> 524. momolò<br> 525-<br> 527. sakai<br> 528. sinanga<br> 529. komoewoe<br> 534. o inom<br> 535. bilanan<br> 536. siode<br> 537. o oege<br> 539/<br> 540. o lakim<br> 541. o nauko<br> 543-<br> 545. o bila<br> 546. bila<br> 547. o bila ma lòes {{multicol-break}} 548. sasàku<br> 550/<br> 551. o loesing o doedoeboek<br> 553. o tatapa<br> 554. ma kokonam<br> 561. boeboer<br> 562. ritja djawa<br> 563. o gasi<br> 565. o balon<br> 567. o tjalana<br> 569/<br> 570. o baadjoe<br> 571/<br> 572. o toeala <5><br> 573. o oesi<br> 576. o ali ali<br> 579/<br> 580. o bobili <6><br> 582. tange<br> 586. balon<br> 588. sabèba<br> 589. sabèba<br> 590. soetara<br> 593. tino<br> 594-<br> 597. <7><br> 600. gùmo<br> 601. wako, fòriki<br> 602. gumin<br> 603. lawe<br> 604. diai<br> 605/<br> 606. kadoe<br> 608. oworo<br> 609. ma sarong<br> 611. koebak²<br> 612. o oepa-oepas<br> 613-<br> 616. o toimi<br> 617. salawakoe<br> 620. snaphaan<br> 621. obat<br> 622. palingoe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> myjm859bzy2486f052ep1ht7tmmqzgp Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/29 104 116750 321491 2026-10-15T04:27:46Z Khofifah Ansyaria 1B 27746 /* Telah diuji baca */ 321491 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Khofifah Ansyaria 1B" /></noinclude>„Pedoman Kita" Menempoeh Djalan Baroel ІВОЕКОЕ . Iboekoe, tjahaja mata ananda, Obat djerih pelipoer hati, Setawar sedingin tampal dikepala. Loeboek 'akal tapian boedi. Tanggal 21 April 1942, hari lahir Radén Adjeng Kartini. Didapoer seboeah roemah perkoempoelan Pedoman Kita" di Kramat 187, 30 orang gadis bangsa kita sedang asjik bekerdja menanak nasi, mem- boeat sajoer, menggoréng rendang, menggiling sambal, memboeat kolak oebi dan beberapa makanan jang lain. Ketiga poeloeh gadis itoe melakoekan kewadjibannja masing- masing dengan sescenggoeh-soeng- goehnja. Djari jang ramping jang biasanja berkilat-kilat karena Cutex, pada waktoe itoe kotor karena me- megang arang, mengoepas oebi dan mentjoetji daging. Keringat mengalir membasahi moeka jang dahoeloe senantiasa disapoe de- ngan bedak Virgine dan lippenstift serta rouge à la Paris. Tapi walau- poen pekerdjaan jang soesah dan berat itoe, semangat gadis-gadis itoe tidak koerang hébatnja. Soeara gemoeroeh, témpoh-témpoh terde- ngar meréka itoe tertawa gelak gelak, djika seorang diantara me- réka itoe ada jang melawak. Zus, pas op het vuur, anders brandt de rijst!" kata seorang ga- dis kepada kawannja jang sedang doedoek menghadapi dandang. ..Dik Tati, boemboe sajoer bagai- mana sadja si, loepa saja," tanja seorang lagi...Wah Koes, moeka- moe tjémang-tjémong kena arang seperti nini Towong," seroe seorang gadis lain. Sebagai saudara seiboe-sebapak ketiga poeloeh gadis itoe menje- . lenggarakan nasi, sajoer dan ma- kanan oentoek merajakan hari Kar- tini itoe. Meréka itoe semoeanja dari kalangan jang boleh dikatakan tinggi, ada jang anak Boepati, ada anak referendaris, anggota Déwan Rajat, dokter, hakim, kepala kantor, secretaris dan golongan tiabang atas lain-lain. Soedah beberapa pekan lamanja gadis-gadis itoe tergaboeng mendjadi satoe dalam perkoempoel- an Pedoman Kita", dibawah pim- pinan dan pengawasan toean So e- (Alim). tan Maharadja Besar Alim, bekas Inspektoer Sekolah Partikelir pada Departemen Onder- wijs. Hari itoe, pagi-pagi benar toean Alim dengan gadis-gadis itoe telah pergi kepasar, boekan naik mobil seperti biasa, boekan poela naik delman, bétja atau sepéda, melain- kan berdjalan kaki. Anak-anak itoe haroes memilih, mentjari dan mem- beli sendiri segala keperloeannja oentoek masak-masak dan mem- boeat koewé-koewé. Disitoelah pe- ladjaran jang pertama-tama tentang 'ilmoe barang-barang bahan dalam praktéknja. Tawar-menawar dan be- li-membeli barang-barang itoe roe- panja agak soekar, karena oemoem- nja gadis-gadis itoe tidak biasa. Tapi lambat-laoen beroebahlah ke- adaan itoe. Setelah tjoekoep se- moeanja, barang-barang itoe diba- wanja keroemah perkoempoelan sen- diri. Dahoeloe meréka itoe tentoe akan merasa maloe, tapi pada wak- toe itoe meréka bangga membawa barang-barang jang dibelinja, jang dipilihnja sendiri dengan soesah- pajah itoe. Sebagai ahli pendidik jang telah banjak pengalamannja, toean Alim senantiasa bersedia akan memban- toe anak-anaknja" itoe dengan kata-kata lemah-lemboet oentoek membesarkan hati dan semangat gadis-gadis itoe. Dalam pada itoe toean Alim sedang mentjoba tjara baroe. Pendidikan anak hingga pa- da déwasa ini, menoeroet pendapat toean terseboet tidak sesoeai de- ngan kepentingan kita oemoemnja. Kebanjakan orang maboek ba- rang Barat, loepa akan bahasa dan bangsanja sendiri. Perhoeboengan antara orang toea dan anak djaoeh dari pada memoeaskan, hingga ti- dak djarang terdapat orang toea jang tidak dapat mengoeasaï anak- nja. Berdjam-djam lamanja anak- anak ada diloear roemah, lepas dari pengawasan orang toea. Dibangkoe sekolah moerid-moerid djarang me- nerima pendidikan seperti jang di- maksoed oléh pendidikan jang sebe- narnja. Jang diterima meréka itoe hanja ilmoe-'ilmoe jang telah ter- seboet dalam atoeran sekolah sadja. Perangai, adat-istiadat, tingkah- lakoe dan sebagainja tidak dipen- tingkan. Asal anak-anak tahoe benar 2 x 2 = 4 atau dimana letaknja kota Den Haag, tjoekoeplah. Inilah jang menjebabkan toean Alim me- rasa tidak poeas dengan tjara pen- didikan jang sekarang ini. Kita se- moea haroes meninggalkan keba- ratan kita dan kembali menggoena- kan tjara kita sendiri. Jang baik dan sesoeai dengan keboedajaan kita, boléh kita pakai teroes, tapi jang bertentangan dan meroesakkan perasaan kita, baiklah dilempar djaoeh, digantoeng tinggi. Tjara menghormati orang toea: .,Hallo Mami, hallo Papi" dengan melambai-lambaikan tangan seperti memberi salam kepada sobat" baik, tidak selaras dengan perasaan Ketimoeran. Kalau mendapat perin- tah dari orang toea dan mendja- wab O.K." atau Och, ik heb geen tijd!" dan sebagainja, itoelah tidak tjotjok dengan pendidikan Ti- moer jang sedjati. Hal-hal itoelah menoeroet pertimbangan toean Alim haroes dikoeboer sedalam-dalamnja. Toean Alim akan menempoeh djalan baroe dalam kalangan pen- didikan. Inilah telah terboekti de- ngan njata dalam merajakan hari Kartini itoe. Dahoeloe dalam pera- jaan jang demikian itoe, komité se- nantiasa menerima soembangan ma- kanan jang lazat-lazat dari beberapa orang besar-besar. Disana-sini di- adakan pésta, pelbagai pidato jang berkobar-kobar dicetjapkan. Orang bersoeka-ria, bersenang-senang. Tapi dikalangan Pedoman Kita" hari itoe dirajakan dengan memeras te- naga, berlelah-lelah, berpedih hati. Tjara merajakan hari agoeng sede- mikian itoe tidak boléh tidak akan lebih meresap, lebih mendalam dari pada tjara berméwah-méwah, be- ramai-ramai. Kami berbesar hati, melihat ga- dis-gadis jang biasanja dilajani oléh djongos dan baboe, pada hari itoe tidak segan mentjoetji piring, me- megang terasi, memain-mainkan so- dét sendiri. Pada wadjah mereka itce tampaklah dengan njata ke-<noinclude></noinclude> 6f2qjvs6jt6vvlaiv2nk0qdx5qo0dd3 Halaman:169a Pagu.djvu/4 104 116751 321492 2026-10-15T04:28:05Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321492 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 302/<br> 303. bobau<br> 304. bobau<br> 305. ngoak ma dotouono<br> 306-<br> 309. geri<br> 315. ria dodot<br> 320. ma naki<br> 327. soana<br> 331. gomatil<br> 333. Ja oenak<br> 335. boekoe<br> 339. meki<br> 340. gomang<br> 341. tokat, iblis<br> 343/<br> 344. njawa<br> 345. Djou ma dutu<br> 347. ma niat<br> 353. karatasi<br> 354. soerat<br> 356. tjarita<br> 359. ma ngale<br> 365. ma njawa<br> 366. sorga<br> 367. ma loa<br> 368. dosa boradosa<br> 369. boson<br> 374. o sigi<br> 377. saboea, sasaloe<br> 378. kolano<br> 382. tokata ma ngi<br> 391. oentoeng<br> 392. tjilaka, bodito<br> 400. deda<br> 401. saksi<br> 402. hakim<br> 404. o sonong ma ojon<br> 407/<br> 408. ijak<br> 410. kiòloek<br> 411. ma dòdana {{multicol-break}} 413. boesóesoe<br> 415. soendal<br> 419. rebaboe<br> 420. bangseli<br> 421. o damoen<br> 424. salagi<br> 428. tjakalele, salai <3><br> 430. tjoemoe-tjoemoe<br> 432. ule<br> 437. o wola<br> 438. o wola<br> 440. ponat<br> 441/<br> 442. <4><br> 446. o litòlak<br> 449. ngolan<br> 451. djangela<br> 452. ma liboekoe<br> 453. ngoete<br> 454. o kekali<br> 456/<br> 457. dangil<br> 458/<br> 459. bebeno<br> 461. ngasoe<br> 462. doemoen<br> 464. o goeba<br> 465. o ngi<br> 468. tikar<br> 469. o nora<br> 470. dangeri<br> 471. gandaria<br> 472/<br> 473. lonteng<br> 474. sasakai<br> 475. uku<br> 476. i igu<br> 475/<br> 477/<br> 478. uku<br> 482. ma jowo<br> 483. kakauo<br> 484. o gota {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 27y81gg18ts31oc8w3z3eozhzrdmkk5 Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/18 104 116752 321493 2026-10-15T04:30:00Z Khofifah Ansyaria 1B 27746 /* Telah diuji baca */ 321493 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Khofifah Ansyaria 1B" /></noinclude>PERAJAAN MAULOED Sajid Ali Alhabsji sedang berpidato didepan orang banjak. Gambar boelat disebelah kiri Hadji Moehammad Abdoelmuniam Inada didepan mimbar, mengoeraikan tjita-tjita Pemerintah Nippon jang bertali dengan agama Islam. Pada hari Kamis soré pekan jang laloe di Mesdjid Djamé di Kwitang (Djakarta) dirajakan Mauloed Nabi Moehammad s.a.w. dengan dihadiri oléh lebih dari 7.500 orang banjak- nja, diantara lain-lain oléh wakil- wakil dari Balatentera Dai Nippon bagian Keagamaan, jaltoe toean- toean A. Minami, Y. Minami, Noer Moehammad Tohih dan Hirojoeki Sasaki. Dari pihak pembesar bangsa Indonésia tampak K. Boepati, Burgemees ter H. Dachlan Abdullah dan lain-lainnja. Oleh Sajid Ali Alhabsji jang memegang pimpinan perajaan Mauloed itoe dioeraikan dengan pandjang lébar tentang asas-asas dan dasar-dasar agama Islam serta diambilnja tjontoh-tjontah dari pe- kerdjaan Nabi Moehammad s.a.w. soepaja didjalankan oleh oemmat Islam dalam hidoepnja sehari-hari. la berseroe, soepaja kaoem Moes- limin bekerdja bersama-sama dan merapatkan persaudaraannja. 88 Pidato itoe kemoedian disamboeng oléh Sajid Salim Djendan tentang riwajat Nabi Moehammad s.a.w. sebagai pendekar Islam. Kemoedian dari pada itoe naik keatas mimbar toean H. Moe- hammad Abdoelmuniam Inada dari Balatentera Nippon, menerangkan berbagai-bagai ke- sengsaraan oemmat Islam jang ada dibawah pemerintahan Inggeris. Se- landjoetnja diterangkannja, bahwa Pemerintah Nippon bermaksoed membentoek Asia - Raja dengan memberikan kepada 'oemoem hak- hak berpikir dengan merdeka. Bang- sa-bangsa dan golongan-golongan diseloeroeh Asia akan mendapat perlindoengan dari Pemerintah Nippon. Oetjapan toean H. Inada itoe disalin kedalam bahasa kita oléh seorang djoeroebahasa bangsa Nip- pon djoega. Pembitjaraan itoe di- teroeskan oléh toean Moe ham- mad Sajido Wasbas K. Foejii, jang mentjeritereken ten-1 tang sépek-terdjang Belatentera Dai Nippon dan djasa-djasanja hingga mendapat kemenangan ditempat- tempat jang ditardjangnja. Achirnja, perajaan Mauloed itoe ditoetoep dengan batjean Alfatihah. Beriboe-riboe orang oemmat Islam berdesak-desakan bereboet tempat akan me- nangkap nasihat dan keterangan jang dioetjapkan oleh pengandjoer2 Islam itoe.<noinclude></noinclude> bxuiz6lh4lpbvogdd8mf7fz9ra5u8jy Halaman:169a Pagu.djvu/3 104 116753 321494 2026-10-15T04:33:22Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321494 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 144. ma tèkos<br> 145. tagi<br> 147. ma pogal<br> 148. idu<br> 149. gogel<br> 150. gogel<br> 151. gogel<br> 152. gogel<br> 153. tobongo<br> 154. olik<br> 156. njemo i tiaiwa<br> 158. lingi<br> 160. poak<br> 161. iet<br> 163. ali<br> 165. iet<br> 166. womas<br> 167. obil<br> 169. solen<br> 170. tikil<br> 172. tògò<br> 174. wo is tògò<br> 176. giwang<br> 177. kadoenoe<br> 182. wango<br> 183. soneng<br> 184. soneng<br> 188. bankai<br> 191. djere<br> 192. toma<br> 193. ho make o poesaka<br> 194. poesaka<br> 196. o nabo<br> 197. bobolos<br> 198. o nabo ma balanga<br> 199. jo fòro <1><br> 200. i sisili<br> 202. fòrooea<br> 203. bobolos<br> 205. fàro<br> 207. o pokol i sisili {{multicol-break}} 209. ma sauk <oquk?><br> 210. luti<br> 211. sarampa<br> 214. gerèsi<br> 219. o soike i sisili<br> 220. sisili<br> 222. tikit<br> 224. soesoemoe<br> 225. o jouw i sonenge<br> 227. mou<br> 228. pongo<br> 229. pilok<br> 231. o lako i toekoel<br> 232. i aikoka<br> 234. o soul<br> 236. o njawa<br> 239. lomanga<br> 241. o naulu<br> 242. ngeweka<br> 248/<br> 249. mosòles<br> 250. o ngoak o naulu<br> 252. o ngoak ngeweka<br> 255. aja<br> 256. aila<br> 257/<br> 258. o ngoak ma riak (dodot)<br> 263. ete<br> 266. beje<br> 268. ilanga<br> 269. bilanga<br> 274. tjoetjoe o dano<br> 275/<br> 276. o pepa<br> 281/<br> 282. oa<br> 287-<br> 290/<br> 295. o ngoak ma riak (dodot) ?<br> 297/<br> 298. diòton, aila <2><br> 299. toròa<br> 300. moioka doenoeng {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 0njqggofr9rt1i1523jma08nzdj0k43 Halaman:169a Pagu.djvu/2 104 116754 321495 2026-10-15T04:36:43Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321495 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. PAGU LIST''' {{multicol}} 1. badan/lòes<br> 2. o saik<br> 3. bion<br> 4. peal<br> 6. bèlèti<br> 8. pea<br> 9. ngauk-ngaukoe<br> 11. lako<br> 15. goloutoe<br> 17. kongol<br> 18. oenoeng<br> 20. ngomas<br> 21. gotòak<br> 22. ulu<br> 25. ulu ma kai<br> 27. gumu<br> 29. oko<br> 30. gumu<br> 31. akil<br> 32. gakòk<br> 33. ingil<br> 34. ingil<br> 37. tòmal<br> 41/<br> 42. soesoe<br> 46. soesoe ma teong<br> 48. wiwis<br> 50. goemoeloe<br> 53. aowang<br> 54. pòkol<br> 61. potiti<br> 63. poret<br> 66. sasalim<br> 69. gului<br> 72. auko<br> 73. ijok<br> 75. wo sèkē<br> 76. mela<br> 77. akòs<br> 78. telem {{multicol-break}} 82. osis<br> 83. wo ma osis<br> 84. jōu<br> 86. jōu<br> 88. poepoeng<br> 90. gaum<br> 91. boeboekoe<br> 93. laio<br> 94. unis<br> 95. giam<br> 97. giama<br> 99. goegoet<br> 100. papanga<br> 102. giama ma soat<br> 105. raragar<br> 107. gitiwil<br> 108. raragar ma èla<br> 109. raragar ma dudumut<br> 111. raragar ma iti<br> 115. kobong<br> 116. aunum <?><br> 117. lakim<br> 118. ngoelòt<br> 121. kai<br> 122/<br> 123. gogo<br> 124. goloingot<br> 125. obil<br> 126. moeloekakal<br> 127. wòmas<br> 128. òjom<br> 129. sawin<br> 130. okel<br> 131. wi ètol<br> 132. ai ngomas i doedoeng<br> 133. poenoes<br> 134. poenoes<br> 137. asil<br> 138. nisoe<br> 139/<br> 140. bulusan {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> m4ar6lv8n9qx0qw90vgshppqvch1zz2 Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/19 104 116755 321496 2026-10-15T04:37:43Z Khofifah Ansyaria 1B 27746 /* Telah diuji baca */ 321496 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Khofifah Ansyaria 1B" /></noinclude>BEBERAPA DJAM DENGAN ORANG TERNAMA Madjid Oesman Soeami isteri Hanja sekedjap kami berdjoempa. Dia akan ke Soekaboemi, dari sana akan ke Bandoeng lagi oentoek menjelesaikan beberapa oeroesan. Lama kami menoenggoe diroemah dia menoempang, berbitjara-bitjara dengan njonja dan toean roemah. Meskipoen telah kami dengar dari njonja roemah, bahwa toean Oesman soeami isteri barangkali lama lagi baroe poelang dan setengah doea mesti poela berangkat ke Soeka- boemi, kami toenggoe djoega me- réka itoe. Djam soedah menoendjoekkan djam 12 12.15 12.30. Seboeah delman berhenti dimoe- ka roemah, foeroen dari dalamnja beberapa orang. Seorang njonja Nippon berdjalan dahoeloe, naik kercemah langsoeng keserambi moeka njonja Oesman, Siti Ami- nah Oesman, kelahiran Tsoejoeki Osada. Ditangga tegak terdiri toean Oesman. Tegap, koeat dan kokoh. Ramboetnja lebat. Gelap kelihatan sebab berdiri membelakangi tjahaja loear. Sekedjap matanja jang tadjam melajang sekeliling. terpakce pede kami berdoea. Toean roemah mem- perkenalkan kami: Orang-orang dari Pandji Poestaka". Dan toean Oesman menganggoek kepada kami mendapatkan kami sambil mengoe- loerkan tangannja akan berdjabatan tangan. Soenggoeh lain perasaan berte- moe dengan dia. Kita segera tahoe, jang berdiri dimoeka kita itoe boe- kanlah orang kampoeng, melainkan orang doenia. Kita berhadapan de- ngan orang jang berani, karena ada berkemaoean jang pasti. Setelah doedoek, kami terangkan kepada toean Oesman maksoed ka- Beberapa djam bertjakap-tjakap dengan orang ternama, jang diakoei orang sebagai pemimpin dalam soeatoe lapangan masjarakat, lebih banjak memberi pemandangan dari kehidoepan sendiri beberapa tahoen lamanja. mi datang itoe, ja'ni hendak berta- njakan peri hal pengalaman beliau selama di-internir, oentoek ditjerita- kan poela kepada para pembatja Pandji Poestaka. Hari soedah lima menit léwat setengah satoe, delman masih me- noenggoe dimoeka roemah Tetapi hal itoe boekan mendjadi alasan bagi toean Oesman oentoek mengoesir kami poelang. Barangkali sebab diapoen orang soerat kabar djoega, sehingga tahoe dia akan keperloean dan kepentingan soerat kabar. Soerat kabar harian,,Radio" jang terbit di Padang ialah kepoe- njaan beliau sendiri. Demikianlah dengan setjare kilat sadja beliau meloekiskan pengalamannja sedjak beliau ditangkap di Padang, sehing- ga ia dilepaskan oléh Balatentera Nippon di Garoet. Tanggal 8 December 1941 dila- koekan penangkapan diseloeroeh Indonésia atas orang-orang Nip- pon dan orang- orang jang di- tjoerigaï ada ber- hoeboengan de- ngan Nippon. Se- bagai orang jang telah pernah pergi kenegeri Nippon, sebagai orang pergerakan dan orang soerat ka- bar jang giat, dan sebagai poe- la orang jang ber- isterikan seorang poeteri dari Ma- tahari Terbit, tia- dalah menghéran- kan toean Oesman poen toeroet poe- la ditangkap. Beliau, isterinja, doea orang anaknja jang beroemoer doea dan empat tahoen, semoea mereka sekeloearga itoe dirampas kemerdekaannja, pada sa'at ber- boenji meriam dilacet Pasifik jang akan meroentoehkan bénténg-bén- téng kekoeasaan Barat atas Timoer. Delapan belas hari lamanja me- réka di-internir di Batoe Sangkar, bersama-sama dengan 800 orang Nippon interniran dari lain-lain ba- gian Poelau Pertja. Perlakoean di- dalam tahanan soenggoeh kedjam. Orang-orang interniran dipaksa be- kerdja seberat-beratnja dan sebagai oepah, meréka itoe diberi tjoetji maki jang kedji-kedji. Tanggal 27 December, 21 boeah mobil gerobak mengangkoet meréka itoe ke Teloekbajoer, tidak poela menoeroet djalan jang biasa, me- lainkan dibawa melaloei djalan me- moesing. Roepanja orang Belanda takoet orang-orang tangkapan itoe akan dapat melepaskan diri dan bisa mentjari djalan poelang kem- bali. Selama dalam perdjalanan meréka itoe mesti loeroes meman- Berdiri didepan nomor 2 dan 3 dari kiri: Toean Oesman dan isteri.<noinclude></noinclude> g3m3q73po0q00n5nm5lkqujoox20z0w Halaman:169b Madole.djvu/12 104 116756 321497 2026-10-15T04:41:07Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321497 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="5"> bilanga (sister?)<br> # (father)<br> # o taata, o deliena, o gomanga ma dorau o hetang, o ibilihi<br> # for rice : tila²<br> # basket carried on the back by men o oedi or lilipa. The same for women : dadai<br> # made of silver : o halaà<br>made of copper : o hiara; o doedoete<br> # o tiba, o a'ale, o tonga, o todooe<br> # ngooe = white pigeon<br>ò òhe = blue pigeon<br> # o namo, o nauloe<br> # o djala, o hama, o afoe <ofoe?><br> # o iloeloe = black ant<br> # o ngia: large snakes are : ongohana o ngahu <ngohu?> moeoe, small ones are : o paàà o dodibao, o ngohabelo, o ngohobo, o tataroena<br> # tree climbing frog = goeroewoe<br> # i per ei, i taoe taoe<noinclude></noinclude> 3dy3f0v5uyziap49y8yrq7rk7crdgr5 Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/20 104 116757 321498 2026-10-15T04:41:23Z Khofifah Ansyaria 1B 27746 /* Telah diuji baca */ 321498 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Khofifah Ansyaria 1B" /></noinclude>PENDAFTARAN BANGSA ASING. Sedjak tanggal 20 sampai tanggal 30 April di- kantor Gemeente Betawi di Koningsplein Zuid diadakan kesempatan bagi orang asing akan mendaftarkan namanja, jaïtoe oentoek memenoehi oendang-oendang Pemerintah Balatentera Dai Nippon No. 7. Diatas ini kami tera beberapa. boeah gambar tentang pendaftaran itoe. Disitoe bersedia poela toekang potrét bangsa Nippon (lihat soedoet) akan memboeat gambar jang hendak mendaftarkan namanja. dang kemoeka, melihat teman ke- belakang sadjapoen diantjam oléh serdadoe djaga. Di Teloekbajcer meréka dinaikkan kekapal, kemana akan dibawa moela-moela meréka tidak tahoe. Kemoedian sekali baroe ternjata bahwa meréka dibawa ke Garoet. Tetapi djalan jang dilaloei memoetar pantai Djawa Sela- tan, Tjilatjap, Banjoewangi, dan toe- roen di Soerabaja Perlakoean dikapal lebih-lebih la- gi dari didarat. Keséhatan sama se- kali tidak diperhatikan. Delapan ra- toes orang disesakkan sadja kedalam palka jang loeasnja hanja 10 x 10 meter. Soenggoeh menghérankan, tjoema satoe orang sadja jang mati! Dan maki-makian?! Honden! varkens! landverraders! setiap ha- ri. Pendjagaan, walaupoen soedah ditengah lacet, diperseratoos gan- da! Anak-anak oemoer empat ta- hoen jang pergi kedjamban, didjaga oléh serdadoe jang lengkap bersen- djata senapang dan keléwang! Achirnja tanggal 2 Januari tiba di Soerabaja. Disitoe berdjoempa dengan 1500 orang interniran jang lain orang Nippon dan Indo- nésia dari Poelau Kalimantan dan Timoer Besar. Dari Soerabaja mereka diangkoet ke Ngawi, disitoe disamboet oléh orang N.S.B. dengan gembira. Di- negeri itoe orang-orang interniran dibagi-bagi orang Indonésia diki- rim teroes ke Garoet, orang Tiong- hoa ke Soekaboemi dan orang Nip- pon boeat sementara mesti tinggal di Ngawi. Isteri toean Oesman serta kedoea anaknja boléh toeroet dengan beliau ke Garoet. Meréka itoe tiba disana tanggal 6 Januari 1942. Ringkas dan singkat sadja tjerita toean Oesman. Diambilnja kedja- dian-kedjadian jang soenggoeh pen- ting-penting sadja. Tapi isinja kami tjoekoep mengerti. Tangisan anak- anak, rintihan orang sakit, jang menghilang dalam gelombang dan oedara Samoedera Hindia, kami toeroet mendengarkan. Penderitaan dan kesengsaraan didalam toetoep- an dan didalam pagar kawat ber- doeri, kami toeroet melihat dan merasakan. Sekaliannja itoe terba- jang pada air moeka toean Oesman, terlihat dalam sinaran matanja dan terdengar didalam tekanan soeara- nja. Masih sempat kita bertanjakan serba sedikit tentang penghidoepan toean Oesman dinegeri Nippon da- hoeloe. Beliau berdiam disana ta- hoen 1931 hingga 1936, mendjadi peladjar pada Meiji University. Do lam tahoen 1935 doea kali ia me- wakili Indonésia dalam pertemoean pergerakan Asia boeat Asia, ja'ni sekali di Tokio dan sekali lagi di Dairen Waktoe berdjalan djoea dengan 'tjepatnja. Sepoeloeh menit soedah kita toeroet berlajar dengan orang- orang interniran dari Pertja Barat ke Tanah Parahiangan dengan me- laloei Tjilatjap, Banjoewangi, Soera- baja, Djokja dan Bandoeng Dalam bahasa Nippon njonja Oes- man memperingati soeaminja, bah- wa hari soedah tinggi Dan kita sebagai djoernalis Asia jang tahoe akan kewadjiban, tetapi ta- hoe poela menghormati kepentingan orang lain, segera meminta diri. Interpioe kilat ini diachiri oléh toekang gambar kita dengan tang- kapan kilat diatas katja pilem poela. H. B. J.<noinclude></noinclude> 4vcz0fapc1py2nr8c1zsbeun3prtl5c Halaman:169b Madole.djvu/11 104 116758 321499 2026-10-15T04:48:46Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321499 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1411. ma hila<br> 1412/<br> 1413. ma emoga, ma taiti<br> 1416. ‘aâno<br> 1418. o augonia<br> 1419. madidio‘a<br> 1420. nena<br> 1422. o dewela<br> 1423. wange modidiohi<br> 1426. ma moi ma moi <mai?><br> 1427. o waoeloe ijaa<br> 1428. i doeanga biangide<br> 1429. i doeangaoeahi<br> 1431. dauide<br> 1432. dauide<br> 1433. dooijo<br> 1434. diwaiha<br> 1435. o goebadi<br> 1436. o aoea, goidaa<br> 1437. daoe<br> 1439. daoe oe‘oe<br> 1440. dau<br> 1441. dauije<br> 1442/ mi ma hiadomo o pu,<br> 1443. pupi de o {{multicol-break}} 1445. de<br> 1446. de<br> 1447. hiadono<br> 1449. ijo‘a<br> 1450. ma gorone‘a<br> 1451. hoepoe<br> 1452. i hori hori<br> 1453. i aoeloe<br> 1454. i paiti<br> 1460. i àà<br> 1461. oijau dodoa<br> 1462. Kogēna<br> 1465. hehaloe ijau<br> 1466. i goongoe <goougoe?<br>> 1467. pèèloea<br> 1469. de<br> 1470. de<br> 1471. ooea<br> 1472. ijo<br> 1473-<br> 1475. boe‘an oe‘a<br> 1478. ma oēbe<br> 1479. ma<br> 1486. moiiwa {{multicol-end}} '''No. 169''' # <li value="1522"> o waoetoe oija geena ni ja toedoeoe<br> # Aha ni ja toedoeoe geene o bira<br> # to eloeoe to fango hoena wa lamao <lomao?><br> # to fango <fanyo?> o taba‘o<br> # no na moeoenoe o gina geena<br> # ja go‘o o gina i roepa roepa<br> # to 1546. --- '''3. NOTES''' 1. (chicken-pox)<br> 2. 'one-eye'<br> 3. lawara (leaves)<br> 4. ilanga (brother?)<noinclude></noinclude> 4quexqy1udhbcpl023km57fr81n3950 Halaman:169b Madole.djvu/10 104 116759 321500 2026-10-15T04:56:38Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321500 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1253-<br> 1255. i tabii<br> 1259. jo i tiwīli, jo ipiti<br> 1260/<br> 1261. po moelaing<br> 1262/<br> 1263. po togoemoe<br> 1264. pa poehoeoe <poehoe oe?><br> 1265/<br> 1266. po batai, ta ioenoe<br> 1267. sano<br> 1268. haloehoe <holoehoe?><br> 1269. po goàhóò <goà hóò?><br> 1270. po oloe‘oe<br> 1271. jo i boedi<br> 1272. po eloe‘oe<br> 1276/<br> 1277. i oe‘oe<br> 1278. jo Libaiti<br> 1284. po hiadono aoe<br> 1286. po tagi<br> 1291. pa poha<br> 1292. po balaha<br> 1293. moi<br> 1294. moedidi<br> 1295. hange<br> 1296. hoata<br> 1297. motoa<br> 1298. boelanga<br> 1299. toemoeding<br> 1300. toewangele<br> 1301. siwo<br> 1302. mogio‘o<br> 1303. mogio‘o de moi<br> 1312. momau‘o <moman‘o?><br> 1316. moeroeange<br> 1317. moeroeala<br> 1318. maritoa<br> 1323. ratoehoe mooi<br> 1324. sariboes moi<br> 1326. ma lawangah<br> 1327. o dabiki i hòala<br> 1328. moi {{multicol-break}} 1329. ma modidi<br> 1330/<br> 1331. hila<br> 1336/<br> 1337. ma doendoenda<br> 1338. moloeà <moloèo?><br> 1339. i lepe<br> 1340. i lepewa<br> 1347/<br> 1348. ahi<br> 1349. i oeranga<br> 1350. moi moi<br> 1356. ma moi ma moi<br> 1357. ngoi<br> 1358. ngoi ma hirete<br> 1359. ngona<br> 1362. ngini<br> 1363. oena<br> 1365. ngone, ngomi<br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. ona<br> 1369/<br> 1370. ai<br> 1373/<br> 1374. aaii <ani?>, ma<br> 1375/<br> 1376. manga<br> 1378. awi<br> 1379. nagodna<br> 1380. o‘ijo<br> 1382. o‘ijo<br> 1383. nena<br> 1385/<br> 1386. gena<br> 1388. nena<br> 1389. gena<br> 1394. o wange<br> 1398. ini taaw<br> 1402. o woetoe<br> 1406. pariama<br> 1407. o waoeloe<br> 1408. nèna<br> 1409. ma oebè {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> exr8g3wb6hwsi7n2z6e35r0av7pjqmz Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/52 104 116760 321501 2026-10-15T05:20:53Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321501 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> '''MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN''' '''Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya''' O l e h '''DRS. MOHD. DAHLAN MANSOER''' '''UNIVERSITI MALAYA.''' </center> ''Pendahuluan :'' {{drop-letter|P}}ada tahun 1970 YB Datuk Abdul Samad Idris telah menerbitkan sebuah buku kecil bertajuk "Hubungan Minangkabau Dengan Negeri Sembilan Dari Segi Sejarah Dan Kebudayaan", dikeluarkan oleh Pustaka Asas Negeri, Seremban. Pada masa menulis risalah singkat itu YB Datuk Abdul Samad Idris masih menjabat Menteri Muda Pembangunan Negara dan Luar bandar. Risalah yang tersebut dimaksudkan untuk dibaca dimuka Seminar Adat Minangkabau, yang dilangsungkan di Batu Sangkar, Sumatera Barat, antara 1hb. hingga 8hb. Ogos, 1970 Pada muka 11 - 12, beliau menuliskan sebagai berikut : ::Negeri Sembilan mempunyai seorang raja, yang disebutkan secara lengkap Duli Yang Maha Mulia yang dipertuan Besar Negeri Sembilan..... dan empat orang Datuk-datuk Undang serta Tunku Besar Tampin...... Sejak dahulu dan sampai sekarang, Negeri Sembilan mempunyai satu badan yang disebut Dewan Keadilan dan Undang, yang anggotanya terdiri dari Duli Yang Maha Mulia Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, empat orang Datuk Undang sebagai anggota, Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong, Tunku Besar Sri Menanti dan beberapa orang anggota yang tidak resmi ditunjuk dan diangkat oleh raja dalam badan ini. Adapun tugas dari pada Dewan Keadilan undang ini khusus untuk membincangkan Adat dan soal-soal yang bersangkutan dengan Agama Islam sahaja. Diantara perkara yang sangat menarik hati dari pada tulisan YB Datuk Abdul Samad Idris yang dikutip di atas ialah : # Raja Negeri Sembilan disebut dengan nama "Duli Yang Maha Mulia Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan" dan "Duli Yang Maha Mulia Raja Negeri Sembilan". Digunakan dua istilah disini, yaitu "Yang Dipertuan Besar" dan "Raja" buat di DYMM Raja Negeri Sembilan. # Empat orang Datuk-Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin dan empat datuk Undang (yaitu) Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong, Tunku Besar Sri Menanti.......... :Yang amat menjadi pertanyaan buat kami ialah : # Apakah gelaran yang sebenarnya kepada DYMM Raja Negeri Sembilan : Yang Dipertuan Besar kah atau Raja ? # Bermula dituliskan bahwa ada empat orang Datuk-Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin sebagai ahli pada Dewan Keadilan dan Undang. Hal ini bermakna bahwa Dewan Keadilan mempunyai lima orang ahli. Kemudian dijelaskan bahwa Dewan<noinclude>{{rh|46||}}</noinclude> 81o8y359vgwym9h9tan2ony94wvzfx0 321502 321501 2026-10-15T05:21:11Z Link PB 26772 321502 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> '''MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN''' '''Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya''' O l e h '''DRS. MOHD. DAHLAN MANSOER''' '''UNIVERSITI MALAYA.''' </center> ''Pendahuluan :'' {{dropinitial|P}}ada tahun 1970 YB Datuk Abdul Samad Idris telah menerbitkan sebuah buku kecil bertajuk "Hubungan Minangkabau Dengan Negeri Sembilan Dari Segi Sejarah Dan Kebudayaan", dikeluarkan oleh Pustaka Asas Negeri, Seremban. Pada masa menulis risalah singkat itu YB Datuk Abdul Samad Idris masih menjabat Menteri Muda Pembangunan Negara dan Luar bandar. Risalah yang tersebut dimaksudkan untuk dibaca dimuka Seminar Adat Minangkabau, yang dilangsungkan di Batu Sangkar, Sumatera Barat, antara 1hb. hingga 8hb. Ogos, 1970 Pada muka 11 - 12, beliau menuliskan sebagai berikut : ::Negeri Sembilan mempunyai seorang raja, yang disebutkan secara lengkap Duli Yang Maha Mulia yang dipertuan Besar Negeri Sembilan..... dan empat orang Datuk-datuk Undang serta Tunku Besar Tampin...... Sejak dahulu dan sampai sekarang, Negeri Sembilan mempunyai satu badan yang disebut Dewan Keadilan dan Undang, yang anggotanya terdiri dari Duli Yang Maha Mulia Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, empat orang Datuk Undang sebagai anggota, Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong, Tunku Besar Sri Menanti dan beberapa orang anggota yang tidak resmi ditunjuk dan diangkat oleh raja dalam badan ini. Adapun tugas dari pada Dewan Keadilan undang ini khusus untuk membincangkan Adat dan soal-soal yang bersangkutan dengan Agama Islam sahaja. Diantara perkara yang sangat menarik hati dari pada tulisan YB Datuk Abdul Samad Idris yang dikutip di atas ialah : # Raja Negeri Sembilan disebut dengan nama "Duli Yang Maha Mulia Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan" dan "Duli Yang Maha Mulia Raja Negeri Sembilan". Digunakan dua istilah disini, yaitu "Yang Dipertuan Besar" dan "Raja" buat di DYMM Raja Negeri Sembilan. # Empat orang Datuk-Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin dan empat datuk Undang (yaitu) Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong, Tunku Besar Sri Menanti.......... :Yang amat menjadi pertanyaan buat kami ialah : # Apakah gelaran yang sebenarnya kepada DYMM Raja Negeri Sembilan : Yang Dipertuan Besar kah atau Raja ? # Bermula dituliskan bahwa ada empat orang Datuk-Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin sebagai ahli pada Dewan Keadilan dan Undang. Hal ini bermakna bahwa Dewan Keadilan mempunyai lima orang ahli. Kemudian dijelaskan bahwa Dewan<noinclude>{{rh|46||}}</noinclude> hj2tcupd18zn8fuy93p5yw30rhxfs5r Halaman:169b Madole.djvu/2 104 116761 321503 2026-10-15T05:22:49Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321503 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. MADOLE LIST''' {{multicol-end}} 1. o roèkè<br> 2. o hai è<br> 3. biuna<br> 6. utu<br> 8. menga me kahawi<br> 9. nau a <nau a?><br> 11. la’o<br> 15. gròwutu<br> 17. ‘ongo<br> 18. ngamwinga <ngamninga?><br> 20. hilangit<br> 21. gotòa<br> 25. ulu maai<br> 27. gumi<br> 28. gumi<br> 29. o’o’o<br> 30. gumi<br> 31. ahiahili <ahia hili?><br> 32. ga a<br> 34. ilingi<br> 33/<br> 35. ilingi<br> 37. ngòmaha<br> 38. tomo<br> 41. gogono<br> 42. soesoe<br> 46. o soesoe<br> 48. i soesoe<br> 52. gatē<br> 53. ohu<br> 54. pò ò<br> 56. pùo<br> 57. miringi<br> 63. dudungu<br> 66. laliwi<br> 69. goāgono<br> 72. ma lò d<br> 76. mela<br> 77. dili i<br> 78. tela {{multicol-break}} 82. lahihi <lohihi?><br> 84. dōu<br> 86. dōu ma hoata<br> 88. popoeng<br> 90. ugulu<br> 91. bubu‘u<br> 93. namo ma gahi<br> 94. unihi<br> 95. giama<br> 97. giama<br> 99. gugutu<br> 100. poganga<br> 102. in ma honta<br> 105. hogarara<br> 107. gitiwili <giti wili?><br> 108. giama ma ehe<br> 109. ma dudumutu<br> 110. tonaweoe <tonauloe?><br> 115. òbongo<br> 116. aunu ?<br> 117. aěmi<br> 121. ai<br> 124. gahānu<br> 125. ibiti<br> 127. pomaha<br> 128. odomo<br> 129. i hawini<br> 130. òè'lé<br> 131. po ietō<br> 132. ma ngomaha i doedoengoe<br> 133. i poenoehoe<br> 134. punuhu<br> 137. ahili<br> 138. nihuù<br> 139/<br> 140. nanile<br> 144. ma à 'ó<br> 146. po ma lēotiē<br> 147. po ma panganu<br> 149. gōgele, tame {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> kfbbbt0kwlzb5mdv6e7896b2ndabqes 321505 321503 2026-10-15T05:23:19Z Thersetya2021 15831 321505 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. MADOLE LIST''' {{multicol}} 1. o roèkè<br> 2. o hai è<br> 3. biuna<br> 6. utu<br> 8. menga me kahawi<br> 9. nau a <nau a?><br> 11. la’o<br> 15. gròwutu<br> 17. ‘ongo<br> 18. ngamwinga <ngamninga?><br> 20. hilangit<br> 21. gotòa<br> 25. ulu maai<br> 27. gumi<br> 28. gumi<br> 29. o’o’o<br> 30. gumi<br> 31. ahiahili <ahia hili?><br> 32. ga a<br> 34. ilingi<br> 33/<br> 35. ilingi<br> 37. ngòmaha<br> 38. tomo<br> 41. gogono<br> 42. soesoe<br> 46. o soesoe<br> 48. i soesoe<br> 52. gatē<br> 53. ohu<br> 54. pò ò<br> 56. pùo<br> 57. miringi<br> 63. dudungu<br> 66. laliwi<br> 69. goāgono<br> 72. ma lò d<br> 76. mela<br> 77. dili i<br> 78. tela {{multicol-break}} 82. lahihi <lohihi?><br> 84. dōu<br> 86. dōu ma hoata<br> 88. popoeng<br> 90. ugulu<br> 91. bubu‘u<br> 93. namo ma gahi<br> 94. unihi<br> 95. giama<br> 97. giama<br> 99. gugutu<br> 100. poganga<br> 102. in ma honta<br> 105. hogarara<br> 107. gitiwili <giti wili?><br> 108. giama ma ehe<br> 109. ma dudumutu<br> 110. tonaweoe <tonauloe?><br> 115. òbongo<br> 116. aunu ?<br> 117. aěmi<br> 121. ai<br> 124. gahānu<br> 125. ibiti<br> 127. pomaha<br> 128. odomo<br> 129. i hawini<br> 130. òè'lé<br> 131. po ietō<br> 132. ma ngomaha i doedoengoe<br> 133. i poenoehoe<br> 134. punuhu<br> 137. ahili<br> 138. nihuù<br> 139/<br> 140. nanile<br> 144. ma à 'ó<br> 146. po ma lēotiē<br> 147. po ma panganu<br> 149. gōgele, tame {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> b9x5w8u1785jpzljmee9rssb23gcrgk Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/53 104 116762 321504 2026-10-15T05:23:15Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321504 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Keadilan dan Undang Negeri Sembilan itu anggotanya terdiri dari DYMM Raja Negeri Sembilan sendiri sebagai Ketua dan empat orang Datuk-Datuk Undang sebagai anggota. Yang beliau sebut hanya tiga orang Datuk Undang saja, yaitu Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong dan Tunku Besar Sri Menanti. Jadinya : i) Apakah Dewan Keadilan dan Undang ini terdiri atas: DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai anggota dan Ketua dengan empat orang Datuk Undang sebagai anggota, dan oleh karena itu punya lima orang ahli, termasuk DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, ataukah ii) Beranggotakan enam orang, dengan DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, empat orang Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin (dengan tidak mengikut sertakan beberapa orang anggota yang tidak resmi yang ditunjuk dan diangkat oleh DYMM Raja Negeri Sembilan)? 3)— Perkara terakhir yang sangat menarik hati kami ialah tugas dari pada Dewan Keadilan dan Undang, yang terhadap kepada "khusus membincangkan adat istiadat dan soal-soal yang bersangkutan dengan Agama Islam sahaja". ''{{sp|GelaranRaja :}}'' Adapun ada kaitan kekeluargaan antara keluarga diraja Negeri Sembilan masa kini dengan keluarga diraja Minangkabau di Pagaruyung dijelaskan di dalam risalah yang tersebut di dalam bab "Asal Usul Dan Kedatangan Raja-Raja Negeri Sembilan" (muka 22--30). Perkara ini cukup diketahui di Negeri Sembilan dan tidak payahkan kami membentangkannya semula di sini. YB Datuk Abdul Samad Idris telah menuliskan bahwa "Raja Pagarruyung telah berkenan mengirimkan seorang putranya ke Negeri Sembilan bernama Raja Mahmud, yang kemudian dipanggilkan dengan Raja Melewar, Raja Melewar ditabalkan atau dinobatkan menjadi Raja yang pertama (di Negeri Sembilan) dalam tahun 1773 dan 23 tahun kemudian yakni pada tahun 1795 Raja Melewar mangkat." Mengikut hemat kami, ada sesuatu kekeliruan dalam ayat tersebut di atas. Yang disebut raja Pagarruyung sejak akhir abad ke 17 tidak mempunyai kuasa politik apa-apa di Minangkabau. Raja Pagarruyung bukanlah tokoh politik sebagaimana halnya dengan raja-raja di Eropah ataupun raja-raja di Jawa umpamanya dalam kurun yang sama. Raja Minangkabau sejak akhir kurun ke 17 atau awal kurun ke 18 hanya merupakan lambang sahaja dan tidak memainkan peranan politik apapun lagi. Jawatan raja dipecah tiga, yaitu: :''Raja Alam di Pagaruyung'' :''Raja Adat di Buo, dan'' :''Raja Ibadat di Kumanih.'' Inilah yang dinamai "Raja Nan Tigo Selo". Pembagi jawatan diraja atas tiga orang itu adalah sebagai akibat dari perang Saudara yang rupanya telah melanda Minangkabau pada akhir kurun ke 17.<noinclude>{{rh|||46}}</noinclude> powjkobufebkpg5uy58ton50a0kcf7x 321506 321504 2026-10-15T05:23:28Z Link PB 26772 321506 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Keadilan dan Undang Negeri Sembilan itu anggotanya terdiri dari DYMM Raja Negeri Sembilan sendiri sebagai Ketua dan empat orang Datuk-Datuk Undang sebagai anggota. Yang beliau sebut hanya tiga orang Datuk Undang saja, yaitu Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong dan Tunku Besar Sri Menanti. Jadinya : i) Apakah Dewan Keadilan dan Undang ini terdiri atas: DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai anggota dan Ketua dengan empat orang Datuk Undang sebagai anggota, dan oleh karena itu punya lima orang ahli, termasuk DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, ataukah ii) Beranggotakan enam orang, dengan DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, empat orang Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin (dengan tidak mengikut sertakan beberapa orang anggota yang tidak resmi yang ditunjuk dan diangkat oleh DYMM Raja Negeri Sembilan)? 3)— Perkara terakhir yang sangat menarik hati kami ialah tugas dari pada Dewan Keadilan dan Undang, yang terhadap kepada "khusus membincangkan adat istiadat dan soal-soal yang bersangkutan dengan Agama Islam sahaja". ''{{sp|GelaranRaja :}}'' Adapun ada kaitan kekeluargaan antara keluarga diraja Negeri Sembilan masa kini dengan keluarga diraja Minangkabau di Pagaruyung dijelaskan di dalam risalah yang tersebut di dalam bab "Asal Usul Dan Kedatangan Raja-Raja Negeri Sembilan" (muka 22--30). Perkara ini cukup diketahui di Negeri Sembilan dan tidak payahkan kami membentangkannya semula di sini. YB Datuk Abdul Samad Idris telah menuliskan bahwa "Raja Pagarruyung telah berkenan mengirimkan seorang putranya ke Negeri Sembilan bernama Raja Mahmud, yang kemudian dipanggilkan dengan Raja Melewar, Raja Melewar ditabalkan atau dinobatkan menjadi Raja yang pertama (di Negeri Sembilan) dalam tahun 1773 dan 23 tahun kemudian yakni pada tahun 1795 Raja Melewar mangkat." Mengikut hemat kami, ada sesuatu kekeliruan dalam ayat tersebut di atas. Yang disebut raja Pagarruyung sejak akhir abad ke 17 tidak mempunyai kuasa politik apa-apa di Minangkabau. Raja Pagarruyung bukanlah tokoh politik sebagaimana halnya dengan raja-raja di Eropah ataupun raja-raja di Jawa umpamanya dalam kurun yang sama. Raja Minangkabau sejak akhir kurun ke 17 atau awal kurun ke 18 hanya merupakan lambang sahaja dan tidak memainkan peranan politik apapun lagi. Jawatan raja dipecah tiga, yaitu: :''Raja Alam di Pagaruyung'' :''Raja Adat di Buo, dan'' :''Raja Ibadat di Kumanih.'' Inilah yang dinamai "Raja Nan Tigo Selo". Pembagi jawatan diraja atas tiga orang itu adalah sebagai akibat dari perang Saudara yang rupanya telah melanda Minangkabau pada akhir kurun ke 17.<noinclude>{{rh|||47}}</noinclude> iag2hglbh36c59ioljputyudjzoc2g7 Halaman:169b Madole.djvu/3 104 116763 321507 2026-10-15T05:28:14Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321507 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 150. gōgele<br> 152. gōgele<br> 153. ma hō<br> 154. osi i<br> 157. i taa taa <i toa toa?>,<br>{{gap}}{{gap}} ai dewa i toega toegama<br> 158. wilingi<br> 159. ma ilingi i pooewa<br> 160. orehe<br> 161. èètè<br> 163. ali ali<br> 165. imono<br> 167. ibiti<br> 169. holene<br> 170. tüti <tiiti?><br> 173. i na taämi <toämi?><br> 174. i ma giwanga<br> 177. adoenoe<br> 182. wango, nganga<br> 183. hongene, haili<br> 188. honuenge <honnenge?><br> 191. lungunu para para bahu<br> 192. toma<br> 193. nahe poesǎà<br> 194. poesaà<br> 196. dabo<br> 197. kokoroho<br> 198. o dabo ma banga<br> 199. po penjoe<br> 200. wo penjakit<br> 205. wo fāro<br> 209. o pòòe farata i sau’u<br> 210. luti<br> 211. harapa, tjatjairi<br> 214. gerehi <l><br> 219. lai è i parata i hau’u<br> 222. ti‘iti<br> 224. i aili<br> 225. i tafangi<br> 227. mari<br> 228. pongo<br> 229. rafi, pilo'o <2><br> {{multicol-break}}<br> 231. tawi tawi<br> 232. i aio au<br> 234. houroe, lawara <3><br> 235. gomatelè<br> 236. o njawa<br> 239. rongo<br> 241. naulu<br> 242. ngowea<br> 243/<br> 244. ro‘ata<br> 248/<br> 249. moholehe<br> 250. ngoa naulu<br> 252. ngoa ngowea ?<br> 255. ngoa ngowea<br> 256. jai eha<br> 263. èdete<br> 264. àpu èdete<br> 266. dotuwu<br> 267. guluwewe<br> 270/<br> 271. lina-dòdòtó<br> 274. danango<br> 275/<br> 276. èmama<br> 281-<br> 286. òa<br> 287-<br> 290/<br> 295. ilanga <4><br> 291-<br> 294/<br> 296. bilanga <5><br> 297. diòtono <6><br> 299. diotono<br> 304. doegoengoe<br> 305. dōwo<br> 306-<br> 309. èri<br> 310/<br> 314. dauloe<br> 315. duhi<br> 316. o njawa ma hōmòa<br> 318. weaa {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 6ar61zb4wihc4r1bx2y4y4lfj0qs3gc 321508 321507 2026-10-15T05:30:01Z Thersetya2021 15831 321508 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 150. gōgele<br> 152. gōgele<br> 153. ma hō<br> 154. osi i<br> 157. i taa taa (i toa toa?),<br>{{gap}}{{gap}} ai dewa i toega toegama<br> 158. wilingi<br> 159. ma ilingi i pooewa<br> 160. orehe<br> 161. èètè<br> 163. ali ali<br> 165. imono<br> 167. ibiti<br> 169. holene<br> 170. tüti <tiiti?><br> 173. i na taämi <toämi?><br> 174. i ma giwanga<br> 177. adoenoe<br> 182. wango, nganga<br> 183. hongene, haili<br> 188. honuenge <honnenge?><br> 191. lungunu para para bahu<br> 192. toma<br> 193. nahe poesǎà<br> 194. poesaà<br> 196. dabo<br> 197. kokoroho<br> 198. o dabo ma banga<br> 199. po penjoe<br> 200. wo penjakit<br> 205. wo fāro<br> 209. o pòòe farata i sau’u<br> 210. luti<br> 211. harapa, tjatjairi<br> 214. gerehi <l><br> 219. lai è i parata i hau’u<br> 222. ti‘iti<br> 224. i aili<br> 225. i tafangi<br> 227. mari<br> 228. pongo<br> 229. rafi, pilo'o <2><br> {{multicol-break}}<br> 231. tawi tawi<br> 232. i aio au<br> 234. houroe, lawara <3><br> 235. gomatelè<br> 236. o njawa<br> 239. rongo<br> 241. naulu<br> 242. ngowea<br> 243/<br> 244. ro‘ata<br> 248/<br> 249. moholehe<br> 250. ngoa naulu<br> 252. ngoa ngowea ?<br> 255. ngoa ngowea<br> 256. jai eha<br> 263. èdete<br> 264. àpu èdete<br> 266. dotuwu<br> 267. guluwewe<br> 270/<br> 271. lina-dòdòtó<br> 274. danango<br> 275/<br> 276. èmama<br> 281-<br> 286. òa<br> 287-<br> 290/<br> 295. ilanga <4><br> 291-<br> 294/<br> 296. bilanga <5><br> 297. diòtono <6><br> 299. diotono<br> 304. doegoengoe<br> 305. dōwo<br> 306-<br> 309. èri<br> 310/<br> 314. dauloe<br> 315. duhi<br> 316. o njawa ma hōmòa<br> 318. weaa {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> lqzrvbru5kkzxwte7ivdoumy3v9tti3 Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/54 104 116764 321509 2026-10-15T05:32:12Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321509 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Bahwasanya ada perang saudara itu boleh kita baca dalam "Daghregister" tahun 1680. Daghregister adalah merupakan buku catatan harian VOC di Batavia yang menceriterakan segala kejadian yang dihantar oleh wakil-wakil Lembaga Perniagaan Belanda itu dari daerah-daerah Indonesia, Malaysia, Siam, Jepun, Cina dan lain-lain lagi. Demikian pula, biarpun adanya kenyataan yang tidak sangat jelas dapat kita baca dalam tambo-tambo Minangkabau mengenai adanya perang saudara yang mengakibatkan terbagi tiga jawatan raja Minangkabau itu. Dalam buku "Mustiko Adat Alam Minangkabau" yang disusun oleh Dt. Sangguno Dirajo (Perpustakaan Perguruan Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, Jakarta 1955), muka 77 dituliskan (dengan terjemahan secara bebas dalam bahasa Malaysia) sebagai berikut : Lamalah pula antaranya, bermufakat isi laras nan dua, yaitu Laras Koto--Piliang dan Laras Bodi Caniago, mengadap ke bunga setangkai, memohon kepada raja disitu supaya mau beliau berpindah, yaitu ke Bukit Batu Patah, sebab karena raja itu sangat keras perintahnya, dalam sungai Tarab. Sebab permintaan orang banyak, jadilah pindah raja itu dari negeri sungai Tarab yang bernama Bunga Setangkai beralih tempat ke Bukit Batu Patah . . . . . . . . . Tidak berapa lamanya hamillah tuan puteri Jamilan, isteri raja tadi, sampai pula lahir anaknya; maka berpesan raja itu ke dalam negeri Sungai Tarab meminta ruyung anak dan isteri baginda sebab pada ketika itu banyak buaya dihulu sungai itu, lalu dipagar hulu sungai itu, jadi bernama ia raja yang berpagar ruyung. Demikianlah keterangan asal mula nama Pagar ruyung. Pada masa kini pekan Pagarruyung dekat bandar Batusangkar lagi ada di bawah bukit Batu Patah, dan dinamai Gudam Tiga Balai. Letak pekan itu sangat terpencil. Sungai yang mengalir dekat pekan itu dangkal airnya dan tidaklah mungkin kiranya ada buaya disana. Apabila kutipan di atas kita bandingkan dengan berita Belanda di dalam Daghregister 1880, yang lebih kurang berbunyi : Berita-berita yang diterima dari mereka yang datang dari pada daerah pegunungan membenarkan bahwa disekitar istana Minangkabau sedang berlangsung perlawanan dan perang di bawah pimpinan Tuan Regen Sungai Tarab dan Butipuh, karena mereka tidak hendak' mengakui dan menerima raja baharu itu sebagai Dipertuan mereka. Akan jelaslah bahwa perpindahan raja yang sangat keras perintahnya itu dari Sungai Tarab ke Pagarruyung, bukanlah atas permintaan orang ramai dan dengan sukarela tetapi oleh karena dipaksa. Golongan adat di bawah pimpinan Regen Sungai Tarab, Penghulu Adat Perpatih nan Sebatang dan Regen Butipuh - Tanah Datar, Penghulu Adat Datuk Ketemenggungan memaksa raja berpindah ke Pagarruyung Gudam Tigo Balai masa kini. Lalu terjadilah satu sistem politik "balance of power" yang sangat unik dalam sejarah Minangkabau. Untuk menghindarkan rajaraja Minangkabau pada masa yang datang "sangat keras perintahnya",<noinclude>{{rh|48||}}</noinclude> hh2szf2mf7z6osee1tnt8frvx89x63d Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/55 104 116765 321510 2026-10-15T05:34:11Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321510 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>jawatan raja dipecah tiga, dinamai "Rajo nan Tigo Selo". Mereka masing-masing tidak mempunyai kuasa politik apa-apa hanya merupakan lambang sahaja. Disamping raja nan tigo selo itu dibentuk pula semacam Dewan Keadilan dan Undang, pemegang kuasa politik yang sebenar. Ahli-ahlinya terdiri dari Titah Sungai Tarab, Tuan Kadi di Padang Ganting, Indomo di Suroaso, Makhudum di Sumanik dan Tuan Gadang di Batipuh. Dewan ini dinamai "Basa nan Ampek Balai". Tuan Gadang di Batipuh menjawat semacam turus angkatan perang tetapi tidak punya tentara. Politik "Balance of power" ini berlaku pula di dalam Dewan nan Ampek Balai sendiri. Kepada raja-raja Minangkabau diberikan gelaran yang dipertuan disingkatkan kepada Yamtuan. Dalam bahasa Minangkabau perkataan "tuan" bermakna "abang". Kepada raja Minangkabau yang bertiga itu diberi gelar dapat penghormatan sebagai abang, lain tidak. Dalam istilah asingnya, "primusinterpares" yang bermakna "yang pertama di antara yang sama". Artinya orang yang didahulukan selangkah dan didudukkan setingkat lebih tinggi. Kepada Dewan Basa nan Ampek Balai itulah utusan dari sembilan puak orang asa! dari Minangkabau pada awal abad ke 10 datang mengadap meminta diberi seorang penghulu, yang akan bertindak sebagai pemimpin mereka ditanah Melayu ini. Kepada putra raja Alam di Pagarruyung yang ditunjuk oleh Dewan Basa nan Ampek Balai dan kemudian dikenal sebagai raja Melewar pada tahun 1773 diletakkan gelar yamtuan pula, bukan raja. Beliau bertindak dan dianggap sebagai abang oleh penghulu yang sembilan di Tanah Melayu. Gelaran Yamtuan itulah yang turun temurun hingga kepada masa kini. Kami yakin gelaran DYMM Raja Negeri Sembilan bukanlah Raja, tetapi Yang Dipertuan. Dewan Keadilan dan Undang : Penghulu-penghulu penduduk tanah Melayu asal Minangkabau di negeri Sembilan kemudian disusun jumlah ahlinya serupa dengan yang di Minangkabau, yaitu terdiri atas empat orang serta dengan Tunku Besar Tampin. Beliau memainkan peranan yang kira-kira sebanding dengan peranan Tuan Gadang Batipuh di Minangkabau. Serupa pula keadaannya dengan Dewan Basa nan Ampek Balai di Minangkabau. Di Negeri Sembilan Dewan Keadilan dan Undanglah yang memainkan peranan politik pada mulanya. Akibat perang Padri di Minangkabau (lebih kurang 1822 - 37) keluarga diraja dan Basa nan Ampek Balai mati terbunuh semuanya, tertinggal yang dinegeri Sembilan masa kini saja lagi. Penghulu terakhir dari keluarga diraja Minangkabau yang tiba dinegeri Sembilan pada awal abad ke 19 dengan gelaran Yamtuan terputus hubungannya dengan Pagarruyung. Jawatan beliau jadi turun temurun, tetapi dengan pengertian bahwa apabila beliau mangkat, Dewan Keadilan dan Undanglah yang berwenang untuk menunjuk dan mengangkat siapa diantara kerabat baginda yang boleh menggantikan sebagai Yamtuan.<noinclude>{{rh|||49}}</noinclude> rwany4nhmal92ttmkt38gmhmgbw073f Halaman:169b Madole.djvu/4 104 116766 321511 2026-10-15T05:36:22Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321511 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 320. ma manai<br> 327. o hoanu <hoana?> i ama o<br> 329. o hoana<br> 330. ma doetoe<br> 333. o tawara<br> 338. o nanào ma daron <doron?><br> 339. me‘i<br> 340. o gomanga<br> 341. <7><br> 342. ma aua <ana?><br> 343/<br> 344. njowa<br> 345. Djou ma dutu, Gi‘i mōi<br> 347. máta, bebeto<br> 353. o arotahi<br> 354. hoerata<br> 356. totoade, wowadene<br> 367. ja aua <ana?><br> 368. baradoha<br> 369. bohono<br> 374. sigi<br> 375. djere kohono wangi<br> 378. o' o‘ano<br> 386. o hoana ma hai‘e<br> 389. dimano<br> 390. o hoelaedadae <hoeloedadoe?><br> 391. rahmat, o etoengoe<br> 392. tjela‘a<br> 396. o adata<br> 397. o howono ma njawa<br> 399. i wi hoeoem<br> 400. o bohango<br> 401. o haihi<br> 402. o hoeoem<br> 404. ma honenge njōduwu<br> 407/<br> 408. modoà<br> 410. jo ma atinga<br> 411. dodanga<br> 413. wo ngóaa, ami roeke i<br>{{gap}}{{gap}}peléngara <peléngua?><br> 419. arababoe {{multicol-break}} 420. bangheli<br> 421. damoenoe<br> 424. liwanga<br> 430. tjoemoe tjoemoe<br> 432. gogule<br> 437. wa‘a<br> 438. doeano o <8><br> 440. ponata<br> 441/<br> 442. atoe<br> 449. o ngoana<br> 451. djelena<br> 452. liboedoe<br> 453. ngoete<br> 454. o‘aàle<br> 456/<br> 457. o dalingi<br> 458/<br> 459. bebeno<br> 461. tadi<br> 462. dumunu<br> 464. goeba<br> 465. dalingi<br> 468. tiara<br> 469. o babangini<br> 470. dalingi<br> 471. ganderija<br> 472/<br> 473. hilima<br> 474. hoà‘ai<br> 476. i u‘u<br> 475/<br> 477/<br> 478. u‘u<br> 482. ma dowo<br> 483. o aawo<br> 484. o goto<br> 485. tu‘u‘u<br> 486. pa lenenge<br> 489. ba‘o<br> 493. o boho behi<br> 497. o hoede<br> 498. o àpi {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> iyp9zc4gsqbi5td8lwygkcj9mxdqc5r Halaman:169b Madole.djvu/5 104 116767 321512 2026-10-15T05:40:07Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321512 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 501-<br> 503. o piring<br> 505. bebeoto<br> 506. o dia<br> 507. o bebeoto<br> 509. o patoe <potoe?><br> 510. o hoehoega<br> 513. o diele po èhè<br> 514. <9><br> 515. o lampoeroe<br> 516. ma hoeboe <hoebu?><br> 517. o hilo<br> 519. na ngi<br> 520. o boroea<br> 522. boho‘o<br> 524. rube<br> 525-<br> 527. pa ha ai<br> 528. po hinanga<br> 529. po han u<br> 534. o inomo<br> 535. o bilauno<br> 536. o hiode <luode?><br> 537. o oege<br> 539/<br> 540. naa aèmi odendenge<br> 541. o nauo<br> 543-<br> 545. o bira<br> 546. o bira<br> 547. ma wèhè<br> 548. ma howo‘o<br> 550. o toeloedoe oe<br> 551. o tiba<br> 554. o lado<br> 561. o papeda<br> 563. o gahi<br> 565. o mōha<br> 567. o haana<br> 569/<br> 570. o baadjoe<br> 571/<br> 572. o toeala {{multicol-break}} 573. o moehi<br> 576. o ali²<br> 577/<br> 578. o boetoe<br> 579/<br> 580. <10><br> 582. o nanòwa pàéo<br> 583. o nan oo<br> 586. ma hahabebe<br> 588. o habeba<br> 600. po torii<br> 601. po lelo<br> 602. o goeoemi<br> 603. o laibolo, o didini<br> 604. jo dingi<br> 605/<br> 606. o àdoe<br> 608. o oworo<br> 609. wa haromo<br> 611. o oeama<br> 615. ma Ngoà<br> 613-<br> 616. o toimi<br> 617. o hawaoenoe<br> 619. o hoepera<br> 620. o hinapana<br> 621. o oba<br> 622. o palingoe<br> 623. po toeoe oe<br> 626. o paranga<br> 627. o engeni<br> 628. o hohoepera<br> 630. loloaha<br> 631. o òla<br> 637. o otoeganga<br> 639. parahengi<br> 640. o belaliiting<br> 645. o di'i²<br> 648. o dia<br> 649. o bebeoto<br> 653. o baili<br> 654/<br> 655. o baili {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> kiuixwf590aczuy5wi1rmp3nhu5560g Halaman:169b Madole.djvu/6 104 116768 321513 2026-10-15T05:45:36Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321513 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 659. o bèbèno <bèkèno?><br> 660. o talanamana<br> 662/<br> 663. po hibarihi<br> 664. o moei<br> 665. po toedoeoe<br> 668. i omoeoe<br> 669. o oemoeoe ahi<br> 671/<br> 672. po oetoe oe<br> 674. o tela<br> 677. o batji<br> 681. taba‘o<br> 682. o oega‘a<br> 684. bawanga<br> 686. o oebi<br> 688. o tela<br> 691-<br> 693. o igono<br> 695. o daloeoe<br> 700. o goela<br> 701. o goela pahire<br> 703. o pedu ma roëhe<br> 705. o ‘apa<br> 706. o ailoepa<br> 708. o geowawe<br> 709. o womoi<br> 711. o doerian<br> 713. o loe‘ama<br> 716. o bale<br> 717. o òhoeroe <òkoeroe?><br> 720. o lemo<br> 721. lemo gaapò <goapò?><br> 722. o lemo tjoei<br> 723. o ‘opi<br> 728. o gau<br> 731. o iwi<br> 732. <11><br> 733. ma hoehoe<br> 734. o gòta<br> 737. pa hàwoe {{multicol-break}} 739/<br> 740. o gota ma djoga<br> 741. ma dowora<br> 742-<br> 744. ma ngoetoèoe<br> 746. o hoă<br> 748. maˇai titigono<br> 750. ma<br> 752. o ena a<br> 753. o bidoho<br> 754. o hilo<br> 755. o hilo<br> 757. ma hoehoe<br> 758. o pàé<br> 759. ma hòwoo<br> 761. ma maai <ma ai?><br> 763. ma men <mau?><br> 764. ma a'emi<br> 765. o hahaoe moi<br> 766. ma goha‘a<br> 770. djela²2<br> 771. o oeboetoe<br> 772. o ngoehoemoe<br> 774. o aiwani<br> 775. ma ngòa<br> 778. ma būmi<br> 779. ma dōoe<br> 780. ma lataboele<br> 781. ma gitiwili<br> 786. o gaatoeoe <gaatoe oe?><br> 787. o gogo<br> 789. o igoetoe<br> 790. o gohi<br> 794. o hiode<br> 797. ma ilingi<br> 799. o ambingi<br> 803/<br> 804. o hapi ma ilingi<br> 805. ma ilingi<br> 807. o djara<br> 809. o tatadoeoe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> s8d7ot0i54g0lvq4o3qknyv68q4xdd9 Halaman:169b Madole.djvu/7 104 116769 321514 2026-10-15T06:19:06Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321514 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 811. o aho<br> 812. i odaa<br> 813. o bol<br> 814. ma ilingi<br> 824. ngooe,ò òhe <12><br> 825. i ò‘ò‘ò <br> 828. o bedea<br> 826-<br> 831. <13><br> 834. o āna'á<br> 844. o namo<br> 851. o parògi<br> 852. o parogi i amoo<br> 854. o mia<br> 861. <14><br> 865. gòòdo/tangani <tongoni?><br> 866. o gaane<br> 871. o ara ara<br> 877. o gomama<br> 879. o pipité<br> 881. o ladidi<br> 884. o iloeloe, telerei boo <15><br> 886. <16><br> 891. o pipiti<br> 892. o dode<br> 894. o bianga ma ai<br> 896. o poodak <17><br> 898. o hageele<br> 899. o arianga<br> 900. o gohamanga<br> 901. o airaha<br> 902. o fene<br> 903. o alama<br> 905. o diwanga<br> 906. o wange<br> 908. o wede<br> 910. o mede<br> 912. o mamanga<br> 917. o tona‘a<br> 919. o beha<br> 920. o doemoelia {{multicol-break}} 921. o hamoe<br> 923. o wàngale<br> 924. i oroehoe<br> 927. o ōhoe<br> 928. o itàdoò<br> 929. o rato<br> 930. o aele<br> 931. o gahi<br> 932. o gōaha<br> 934. o aiele<br> 935. o mò‘oe²<br> 936. o oemata<br> 937. o djihoe<br> 938. o dowangi<br> 939. o doro<br> 940. o bele oeloe<br> 941. o ahàrde<br> 942/<br> 943. dina<br> 944. o noehoe<br> 946. ma dohe<br> 947. o de‘oe<br> 948. o deoe<br> 950. po oeti<br> 951. o doda<br> 952. ma baha<br> 955. o bongana<br> 958. o doeono<br> 959. o tàpa‘a<br> 960. o pèpèe<br> 961. o rio<br> 962. ma baha<br> 963. o aide <aiele?><br> 964. o totoae <totooe?><br> 965. o baoehoe ma himanga<br> 966. o baoehoe pa mateë <moteë?><br> 967. o djobubu<br> 968. i òloe<br> 969. o héléo<br> 970. o tona'a<br> 971. o dowongi {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 4jmyoj0patlwobj4sz76lystqi0mnu2 Halaman:169b Madole.djvu/8 104 116770 321515 2026-10-15T06:23:43Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321515 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 973. o behi<br> 974. o tambaga<br> 976. o hola‘a<br> 977. o goeratji<br> 978. o hori<br> 981. o toeanga behu<br> 984. o nongae<br> 985. o waniterae<br> 986. o behi<br> 987. o ààtàwà<br> 988. ma ngaboho<br> 989. po ihoo<br> 991. o para hengi<br> 993. ima teke loloaha<br> 994. poma rimoi<br> 995. o daganga ma njawa<br> 999. o manai<br> 1000. ma manai<br> 1001. o to‘o<br> 1002. o ahara<br> 1003. po go‘o<br> 1004. o baranga<br> 1005. o hoehoemoe<br> 1007. ma edja<br> 1008. o oeloemoe<br> 1009. po roegi<br> 1010. po go‘o<br> 1011. i hali<br> 1012. i moerah<br> 1013. o nagimi<br> 1014. po ga òò<br> 1015. po fango<br> 1016. pa hoeoenoe <koeoenoe?><br> 1017/<br> 1018. pa kan <bau?><br> 1019. pa aliti<br> 1020. pa goʻo<br> 1025. doelama<br> 1029/<br> 1030. o apa<br> 1031. o apa oe‘oe {{multicol-break}} 1032. o oetji<br> 1033. o ngotiri<br> 1035. ma liaro<br> 1037. ma hidele<br> 1038. ma lililimi<br> 1040. o halini<br> 1041/<br> 1042. o higiti<br> 1043. po oroe <aroe?><br> 1049. o tapoe<br> 1050. o dama<br> 1051. o leleoto<br> 1052. i terii<br> 1053. jo ora ma njawa<br> 1061. i amo o<br> 1062. i ete e<br> 1063/<br> 1064. i àoeloe, i tareoe<br> 1065/<br> 1066. i tipoˇo, i taoeahi<br> 1067/<br> 1068. i otowoeloe, i awoo<br> 1070. i nemo<br> 1071. i palela‘a<br> 1072-<br> 1074. i otoewoeloe<br> 1076. jo etete<br> 1079. i tangaro<br> 1080/<br> 1081. i pèlèha<br> 1082. po maè <maè è?><br> 1083/<br> 1084. i loeˇoe<br> 1085/<br> 1086. i goog Ŏaha <goag?><br> 1087. i aoelie<br> 1088. i aoelie wa<br> 1089. i tiai<br> 1090. i tiai wa<br> 1096. i toboehoewa<br> 1097. i kepi<br> 1098. idolo <i dolo?><br> 1101. i opini {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 420kn3lgai1rhn8hv450is2c6g1lf92 Halaman:169b Madole.djvu/9 104 116771 321516 2026-10-15T06:27:17Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321516 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1102. i opinoewa<br> 1104/<br> 1105. i saoe‘oe<br> 1106/<br> 1107. i mata<br> 1109/<br> 1110. i pòloeloe<br> 1112. i babaiana<br> 1113. i ngoota<br> 1117. 1 oeata<br> 1118. i ma ai<br> 1119. i brani<br> 1121. i toedoeoe <i toedoe oe?><br> 1125. ma doedoengoe<br> 1127. i pehua <pehna?><br> 1130. ma aoea<br> 1132-<br> 1135. i tero<br> 1136-<br> 1139. i tīha<br> 1142. ma dōdooewa<br> 1143. i omonga<br> 1146/<br> 1147. i ganaiti, bitumu<br> 1148/<br> 1149. i hòhe<br> 1150. <18><br> 1152. ma giaoe<br> 1153. ma hoengi<br> 1155. jo ājā<br> 1156. pa paoe aoe<br> 1159. po bodo<br> 1160. po pade<br> 1161. i hemo<br> 1162. i tjoea<br> 1163. i mali<br> 1166. i mali<br> 1167. i arearete <are arete?><br> 1168. i bibihi<br> 1169. i teterebeo<br> 1170. 1 oeoerati<br> 1171. 1 oeoerati<br> 1172. idjo idjo {{multicol-break}} 1173. idjo<br> 1174. po halii<br> 1175. po maeoe<br> 1176. po ‘oela<br> 1179. po ehe<br> 1180. po ehe<br> 1193. po nao<br> 1194. furi tibong<br> 1195. não<br> 1196. húnga<br> 1197. mongo, mongoro<br> 1198. baboili, ganamoto<br> 1199. menga‘oe<br> 1200. ma lilili<br> 1201. hoedoe<br> 1202. temo, bitjara<br> 1203. ule sabiti<br> 1206. aho‘o<br> 1208. po aoenoe<br> 1210. manama<br> 1211. mon<br> 1212. nanga wè<br> 1213. po lameide<br> 1214. pa aha<br> 1220. pa aōno<br> 1221. toi<br> 1222-<br> 1224. djaga<br> 1225. po gagonoete<br> 1227. po ihene<br> 1228. pa mae, po toetoemoe<br> 1229. i ame<br> 1234. po hangeroe<br> 1236/<br> 1237. pa ame<br> 1238. himinga<br> 1239. tohata<br> 1242-<br> 1244. po maoe<br> 1245. i pelenga<br> 1246. pa beno<br> 1251. pa daine {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> skl7x9t1s3ay1xrkhjj413fqfdj7cvt 321517 321516 2026-10-15T06:28:27Z Thersetya2021 15831 321517 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1102. i opinoewa<br> 1104/<br> 1105. i saoe‘oe<br> 1106/<br> 1107. i mata<br> 1109/<br> 1110. i pòloeloe<br> 1112. i babaiana<br> 1113. i ngoota<br> 1117. i oeata<br> 1118. i ma ai<br> 1119. i brani<br> 1121. i toedoeoe < i toedoe oe? ><br> 1125. ma doedoengoe<br> 1127. i pehua < pehna? ><br> 1130. ma aoea<br> 1132-<br> 1135. i tero<br> 1136-<br> 1139. i tīha<br> 1142. ma dōdooewa<br> 1143. i omonga<br> 1146/<br> 1147. i ganaiti, bitumu<br> 1148/<br> 1149. i hòhe<br> 1150. <18><br> 1152. ma giaoe<br> 1153. ma hoengi<br> 1155. jo ājā<br> 1156. pa paoe aoe<br> 1159. po bodo<br> 1160. po pade<br> 1161. i hemo<br> 1162. i tjoea<br> 1163. i mali<br> 1166. i mali<br> 1167. i arearete <are arete?><br> 1168. i bibihi<br> 1169. i teterebeo<br> 1170. i oeoerati<br> 1171. i oeoerati<br> 1172. idjo idjo {{multicol-break}} 1173. idjo<br> 1174. po halii<br> 1175. po maeoe<br> 1176. po ‘oela<br> 1179. po ehe<br> 1180. po ehe<br> 1193. po nao<br> 1194. furi tibong<br> 1195. não<br> 1196. húnga<br> 1197. mongo, mongoro<br> 1198. baboili, ganamoto<br> 1199. menga‘oe<br> 1200. ma lilili<br> 1201. hoedoe<br> 1202. temo, bitjara<br> 1203. ule sabiti<br> 1206. aho‘o<br> 1208. po aoenoe<br> 1210. manama<br> 1211. mon<br> 1212. nanga wè<br> 1213. po lameide<br> 1214. pa aha<br> 1220. pa aōno<br> 1221. toi<br> 1222-<br> 1224. djaga<br> 1225. po gagonoete<br> 1227. po ihene<br> 1228. pa mae, po toetoemoe<br> 1229. i ame<br> 1234. po hangeroe<br> 1236/<br> 1237. pa ame<br> 1238. himinga<br> 1239. tohata<br> 1242-<br> 1244. po maoe<br> 1245. i pelenga<br> 1246. pa beno<br> 1251. pa daine {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 3isx2i8813wfjuo8eqrfg5b6292y5td Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/56 104 116772 321518 2026-10-15T06:38:31Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321518 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Negeri Sembilan. Tradisi dan kebiasaan ini dipegang teguh di Negeri Sembilan hingga sekarang. Perkembangan sejarah ditanah Melayu sejak menjelang akhir abad ke 19 merubah kedudukan dan membatasi kuasa Dewan Keadilan dan Undang. Dewan ini hanya khusus untuk membincangkan adat istiadat dan soal-soal yang bersangkutan dengan agama Islam sahaja. Kuasa politik yang dipunyai oleh Dewan Keadilan itu sejak awal berpindah kepada Lembaga Negara yang lain. Yang Dipertuan Agung : Institusi Raja didampingi oleh Dewan Keadilan dan Undang dinegeri Sembilan selepas tanah Melayu bebas dari kuasa Inggeris diambil alih oleh Kerajaan Federal. Majelis Raja-raja Melayu dibentuk yang berperan sedikit sebanyak sebagai Dewan Keadilan dan Undang yang berperanan sedikit sebanyak sebagai Dewan Keadilan dan Undang dinegeri Sembilan. Salah seorang dari pada raja-raja menganggotai Majelis raja-raja dipilih sebagai ketua negara untuk masa yang terhad. Kepada baginda diberi gelar Yang Dipertuan Agung, maknanya baginda yang dijadikan raja tertua diantara raja-raja. Kedudukan Yang Dipertuan Agung tidaklah turun temurun dari ayah ke anak. Apabila dinegeri Sembilan Dewan Keadilan dan Undanglah dengan jalan mufakat menentukan siapa diantara putra-putra dan kerabat Yang Dipertuan Agung akan ditunjuk sebagai Yamtuan Negeri Sembilan. Majelis Raja-raja Melayu dengan jalan menyurat pula memilih dan menentukan bersama siapa diantara Raja-raja Melayu yang akan dipilih dan ditunjuk sebagai Yang Dipertuan Agung. Selepas masa perkhidmatan Yang Dipertuan Agung yang terdahulu selesai sama baginda wafat atau tamat tempohnya. Samalah keadaannya dengan Dewan Keadilan dan Undang Negeri Sembilan yang diketuai oleh DYMM Yang Dipertuan Besar dan kuasanya terhad kepada membincangkan hal-hal berkenaan dengan soal-soal adat dan agama Islam sahaja. Majelis Raja-raja pula yang diketuai oleh DYMM Yang Dipertuan Agung tugasnya terhad kepada soal-soal adat dan agama Islam sahaja. Apabila di Minangkabau institusi Raja nan Tigo Selo dan Dewannan Basa Ampek Balai dihapuskan oleh perang Padri di Malaysia masa kini institusi yang berasal dari Minangkabau itu dihidupkan terus. Dinegeri Sembilan dalam bentuk Dewan Keadilan beranggotakan empat orang datuk Undang serta Tunku Besar Tampin yang diketuai oleh DYMM Yang Dipertuan Besar, dalam Kerajaan Federal di Malaysia institusi itu dilanjutkan dalam bentuk Majelis Raja-raja, diketuai oleh DYMM Yang Dipertuan Agung. {{sp|Kesimpulan :}} Hubungan sejarah yang menurut Datuk Abdul Samad Idris sudah ada antara Minangkabau dengan Negeri Sembilan sejak abad ke 15 lagi diikuti oleh hubungan kebudayaan dan pertalian darah telah mengakibatkan terjalin erat hubungan jiwa dan hubungan perasaan.<noinclude>{{rh|50||}}</noinclude> mwkyjr9jkyi8t57gghfzc4r8h6t12zc Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/57 104 116773 321519 2026-10-15T06:39:28Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321519 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>antara penduduk Melayu asal Minangkabau di negeri Sembilan dengan penduduk di Minangkabau. Hubung-hubungan di atas dipererat dengan adanya kaitan kekeluargaan antara keluarga diraja Negeri Sembilan dengan Pagarruyung sejak bahagian kedua kurun ke 18. Gelaran Yang Dipertuan Agung buat raja dinegeri Sembilan berasal dari gelaran Raja di Minangkabau di Pagarruyung, Buo, dan Kumanih, yang dihapuskan di Minangkabau akibat perang Padri. Institusi Dewan Keadilan dan Undang dinegeri Sembilan pada dasarnya serupa dengan institusi Dewan Basa nan Ampek Balai di Minangkabau sebelum ianya dihapuskan. Institusi itu pada peringkat kerajaan Federal dinamai Majelis Raja-raja yang diketua oleh DYMM Yang Dipertuan Agung. Jawatan DYMM Yang Dipertuan Agung pada dasarnya serupa dengan jawatan DYMM Yang Dipertuan Besar negeri Sembilan. Yang tersebut di atas inilah satu diantara warisan kebudayaan Minangkabau dinegeri Sembilan dan di Malaysia amnya yang lagi hidup hingga kepada masa kini. Diucapkan di Majelis Makan Malam anjuran Persatuan Sejarah Malaysia Cawangan Negeri Sembilan (Bahagian Kuala Pilah), di Dewan Bendahara Kuala Pilah pada 10hb. November, 1973.- {{center|*******}}<noinclude>{{rh|||51}}</noinclude> 9jbzidsl1pupl6tanca5jyweqshs67g Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/42 104 116774 321524 2026-10-15T09:45:59Z OwlyKnight 24017 /* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong 321524 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="OwlyKnight" /></noinclude><noinclude></noinclude> d10tw39q1c0dww77zty56wcqhyimtdp 321525 321524 2026-10-15T10:08:57Z OwlyKnight 24017 /* Telah diuji baca */ 321525 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{hwe|ngin|dingin}}. „Lioe Hong Hoa, sudah lama aku mendengar kaulah ahliwaris dari Sian-Thian Tjian Hong Pay, lmu silatmu tinggi, njalimu besar, sekarang terbukti benar, walaupun kau tengah menggendol beberapa perkara djiwa, kau masih berani memperlihatkan dirimu dimuka umum, malah sekarang ini kau sudah memegat dan membegal barang-barang pemerintah ! Dengan begitu, apakah dimatamu masih ada orang lain ? Alu Lauw ... aku tidak pertjaja kau benar mempunjai kepandaian menembuskan langit ! Baiklah ! Tjambukmu katanja mirip berbau kehantuan, maka kau madjulah !“ Hong Hoa menggeleng kepala, ia bersenjum. „Hari ini kau jang mentjari aku, bukannja aku jang mentjari kau“, ia menjahut. „Baik kau djangan sungkan², kau turunilah tanganmu !“ Benar² siorang bertopeng itu tidak berlaku sungkan lagi, ia lantas madju dengan tamengnja. MUlanja ia menolah kedepan, lalu tangan kirinja menggertak, tangan kanannja menjerang dari atas kebawah. Itulah serangan „Menggempur gunung Hoa San“. Hong Hoa berlaku tenang. Ia tunggu sampai tameng sudah sampai baharu ia kelit mukanja, dilain pihak dengan tjambuknja, ia menjabet djalandarah in-tay. „Bagus !“ berseru orang itu, jang terus menurunkan tamengnja untuk menangkis. Tapi begitu lekas kedua sendjata beradu satu denagn lain, ia mendjadi terkedjut. Ia mendapat kenjataan tenaga lawan besar sekali. Sekaranglah ia mengarti, pantas orang belum lama muntjul didunia kang-ouw, tetapi namanja sudah lantas mumbul naik. Memang djarang orang bisa menotok dengan tjambuk jang lemas. Karena ini ia djadi berlaku hati². Segera setelah menangkis, ia menjerang pula menjambar kedua kaki orang. Hong Hoa mengarti, serangan itu berbahaja sekali. Ia menolong diri dengan berlompat berdjingkrak kekanan, menjusul mana, tjambuknja diajun, untuk menjerang djalandarah dipundak kiri lawannja itu. Orang bertopeng ini gesit sekali. Begitu lekas sambarannja gagal, begitu lekas djuga ia mendak seraja kedua tamengnja dibawa naik, untuk dipakai menangkis. Tapi ia bukan tjuma mengelakkan diri. Ia menangkis sambil mendak, tangkisannja dilakukan dengan tameng kiri, tameng kanannja dipakai membarengi menjerang lengan orang. {{nop}}<noinclude>{{rh|||287}}</noinclude> m1g74k3mk7rljq8m5zgwn054x4tolhy 321526 321525 2026-10-15T10:09:18Z OwlyKnight 24017 321526 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{hwe|ngin|dingin}}. „Lioe Hong Hoa, sudah lama aku mendengar kaulah ahliwaris dari Sian-Thian Tjian Hong Pay, lmu silatmu tinggi, njalimu besar, sekarang terbukti benar, walaupun kau tengah menggendol beberapa perkara djiwa, kau masih berani memperlihatkan dirimu dimuka umum, malah sekarang ini kau sudah memegat dan membegal barang-barang pemerintah ! Dengan begitu, apakah dimatamu masih ada orang lain ? Aku Lauw ... aku tidak pertjaja kau benar mempunjai kepandaian menembuskan langit ! Baiklah ! Tjambukmu katanja mirip berbau kehantuan, maka kau madjulah !“ Hong Hoa menggeleng kepala, ia bersenjum. „Hari ini kau jang mentjari aku, bukannja aku jang mentjari kau“, ia menjahut. „Baik kau djangan sungkan², kau turunilah tanganmu !“ Benar² siorang bertopeng itu tidak berlaku sungkan lagi, ia lantas madju dengan tamengnja. MUlanja ia menolah kedepan, lalu tangan kirinja menggertak, tangan kanannja menjerang dari atas kebawah. Itulah serangan „Menggempur gunung Hoa San“. Hong Hoa berlaku tenang. Ia tunggu sampai tameng sudah sampai baharu ia kelit mukanja, dilain pihak dengan tjambuknja, ia menjabet djalandarah in-tay. „Bagus !“ berseru orang itu, jang terus menurunkan tamengnja untuk menangkis. Tapi begitu lekas kedua sendjata beradu satu denagn lain, ia mendjadi terkedjut. Ia mendapat kenjataan tenaga lawan besar sekali. Sekaranglah ia mengarti, pantas orang belum lama muntjul didunia kang-ouw, tetapi namanja sudah lantas mumbul naik. Memang djarang orang bisa menotok dengan tjambuk jang lemas. Karena ini ia djadi berlaku hati². Segera setelah menangkis, ia menjerang pula menjambar kedua kaki orang. Hong Hoa mengarti, serangan itu berbahaja sekali. Ia menolong diri dengan berlompat berdjingkrak kekanan, menjusul mana, tjambuknja diajun, untuk menjerang djalandarah dipundak kiri lawannja itu. Orang bertopeng ini gesit sekali. Begitu lekas sambarannja gagal, begitu lekas djuga ia mendak seraja kedua tamengnja dibawa naik, untuk dipakai menangkis. Tapi ia bukan tjuma mengelakkan diri. Ia menangkis sambil mendak, tangkisannja dilakukan dengan tameng kiri, tameng kanannja dipakai membarengi menjerang lengan orang. {{nop}}<noinclude>{{rh|||287}}</noinclude> 9i42luzglwmmgukfzlqaae3ljajpeiz