Wikisumber
idwikisource
https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.24
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikisumber
Pembicaraan Wikisumber
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
Pengarang
Pembicaraan Pengarang
Indeks
Pembicaraan Indeks
Halaman
Pembicaraan Halaman
Portal
Pembicaraan Portal
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Indeks:Warisan Seorang Pangeran 02.pdf
102
51326
321527
301970
2026-10-15T10:10:34Z
OwlyKnight
24017
321527
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q123286642
|Title=[[Warisan_Seorang_Pangeran/Djilid_2|Warisan Seorang Pangeran 02]]
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=Oey Kim Tiang
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=Saka Widya Jakarta
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=L
|Pages=<pagelist
1="Cover"
2="Adv"
3="Title"
4=63
66to67="Adv"
/>
|Volumes={{Warisan Seorang Pangeran}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:Buku]]
[[Kategori:Indeks]]
[[Kategori:Indeks - Buku]]
[[Kategori:Buku dengan butir Wikidata]]
8ye1tmquvbj0bvk3pvzi1f7xg85xv0r
Indeks:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf
102
51388
321528
301976
2026-10-15T10:11:24Z
OwlyKnight
24017
321528
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=Q123300537
|Title=[[Warisan Seorang Pangeran/Djilid 4|Warisang Seorang Pangeran, Djilid 4]]
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=Oey Kim Tiang
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=
|Key=
|ISBN=
|Source=PDF
|Image=1
|Progress=OCR
|Pages=<pagelist />
|Volumes={{Warisan Seorang Pangeran}}
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
[[Kategori:Buku]]
[[Kategori:Buku dengan butir Wikidata]]
[[Kategori:Indeks]]
[[Kategori:Indeks - Buku]]
6vehd0uaaf72rwe1ccv5swzexfcj7ck
Halaman:Boekoe Tjerita Graaf de Monte Christo - 23.pdf/38
104
66218
321523
190871
2026-10-15T07:25:54Z
Sikurakurasi
27138
/* Tervalidasi */
321523
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" />{{rh||— 1348 —|}}</noinclude>{{hii|2|-2}}„O, Caderousse kaoe semangkin lama semangkin soesah di senangken hatimoe, liwat doewa boelan kemarinnja kaoe setengah mati kelaparan.“
„Itoe dia sembari makan orang djadi lapar,“ berkata Caderousse sembari mendjengit seperti monjet ijang mengoendjoek giginja atawa seperti matjan ijang menggeroeng. „Oleh kerna itoe poen,“ berkata ija poela seperti matjan ijang maoe menerkam „akoe ada soewatoe niat.“
Niatnja Caderousse membikin Andrea djadi terlebi takoet.
„Katakenlah, Caderousse apa niatmoe; tentoe bagoes.“
„Kenapa tida bagoes? Niatkoe doeloean aken pegi dari roemah makannja, toewan siapa doeloe? Siapa namanja itoe toewan, dari mana datengnja, tjobalah kaoe bilang, akoe rasa akoe ijang lebi doeloe dapet itoe niat, abis apa djahat itoe niat, sampe kita orang bisa dateng di sini.“
„O, akoe tida bilang ijang niatmoe djahat,“ berkata Andrea, „kadang-kadang ada djoega niatmoe ijang baek; soedalah, ajo kataken apa niatmoe ini.“
„Baiklah, berkata Caderousse, „apa kaoe sanggoep kasi akoe lima belas riboe frank dengen tida oesah kaoe sendiri kaloewarin barang satoe cent? ..... boekan lima belas riboe frank, itoe tida sampe; akoe tida bisa djadi orang baik ijang bertoeloes hati, kaloe akoe tida ada poenja tiga poeloe riboe frank.“
„Tida,“ berkata Andrea seperti orang jang kesel, „tida, akoe tida sanggoep.“
„Roepanja kaoe tida mengarti katakoe,“ djawablah Caderousse, seperti orang ijang mendongkol, „akoe bilang tadi dengen tida oesah kaoe sendiri kaloewarin barang satoe cent.“
„Apa barangkali kaoe maoe akoe mentjoeri, aken {{hws|meroe|meroesakin}}
{{div end}}<noinclude></noinclude>
h8nfwu10hdmfdz73kx10sv1i7qkpniq
Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/28
104
108696
321520
304218
2026-10-15T07:12:31Z
Sikurakurasi
27138
/* Tervalidasi */
321520
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" /></noinclude>Selama Tek tay houw mengadili menteri Durna itu baginda tak berani turut campur, raja Tay song tiauw itu hanya berdiri dengan membisu dan menundukkan kepalanya.
Sedangkan selir Bang kui hui dengan wajah kecut menyaksikan nasib malang yang menimpa sang bapak.
Wah koojooorr – – kojoorr – ping pitu likur.
{{gap}}— Kau ingin bukti-bukti perbuatan jahatmu hah ?
{{gap}}― Nio nio mana saya berani ? Masih juga menteri Durna itu mau manyangkal.
{{gap}}― Dengarlah ! Semenjak Yo goanswe gugur dalam medan peperangan. Hongtee mengangkat Tek ceng untuk menjaga kota Sam koan.
Mestinya sudah tak ada sengketa apa apa dan negeri dalam keadaan aman tenteram dan damai Akan tetapi dengan jiwamu yang busuk kau sengaja menghasut baginda. Mengusulkan supaya Tek ceng dengan kesatuan Ngo houw ciangnya memukul negeri See liauw.
Semua menteri² yang berpikiran terang dengan jelas dapat menangkap apa maksudmu. Semua tay ciang yang memukul ke See hauw pastilah tak akan dapat kembali lagi. sebab negeri itu biarpun negeri kecil akan tetapi panglima-panglima perangnya kosen kosen dan maha sakti
Dibalik itu engkau ingin menggunakan taktik MEMINJAM GOLOK UNTUK MEMBUNUH {{hws|O|ORANG}}<noinclude>{{r|28||}}</noinclude>
dqybbwuywdvqrn527oossdrawrsyncy
321521
321520
2026-10-15T07:13:02Z
Sikurakurasi
27138
321521
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Sikurakurasi" /></noinclude>Selama Tek tay houw mengadili menteri Durna itu baginda tak berani turut campur, raja Tay song tiauw itu hanya berdiri dengan membisu dan menundukkan kepalanya.
Sedangkan selir Bang kui hui dengan wajah kecut menyaksikan nasib malang yang menimpa sang bapak.
Wah koojooorr – – kojoorr – ping pitu likur.
{{gap}}— Kau ingin bukti-bukti perbuatan jahatmu hah ?
{{gap}}― Nio nio mana saya berani ? Masih juga menteri Durna itu mau manyangkal.
{{gap}}― Dengarlah ! Semenjak Yo goanswe gugur dalam medan peperangan. Hongtee mengangkat Tek ceng untuk menjaga kota Sam koan.
Mestinya sudah tak ada sengketa apa apa dan negeri dalam keadaan aman tenteram dan damai Akan tetapi dengan jiwamu yang busuk kau sengaja menghasut baginda. Mengusulkan supaya Tek ceng dengan kesatuan Ngo houw ciangnya memukul negeri See liauw.
Semua menteri² yang berpikiran terang dengan jelas dapat menangkap apa maksudmu. Semua tay ciang yang memukul ke See hauw pastilah tak akan dapat kembali lagi. sebab negeri itu biarpun negeri kecil akan tetapi panglima-panglima perangnya kosen kosen dan maha sakti
Dibalik itu engkau ingin menggunakan taktik MEMINJAM GOLOK UNTUK MEMBUNUH {{hws|O|ORANG}}<noinclude>{{rh|28||}}</noinclude>
5wltn4q8vu7m9mqsc1x7yfcc5pcqsc6
Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/29
104
108721
321522
304418
2026-10-15T07:18:18Z
Sikurakurasi
27138
/* Telah diuji baca */
321522
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>{{hwe|RANG LAIN !|ORANG LAIN !}}
Kau bermaksud menjerumuskan Tek ceng dan saudara-saudara Kíat gie hengteenya semuanya mati dinegeri See liauw, sehingga yang pulang tinggal namanya saja. Betul tidak ?
― Nio nio, ma - - mana - - berani - - mana saya berani berbuat demikian? Dengan sesungguhnya saya hendak membela negeri dengan sepenuh hati.
{{gap}}― Tuhan Maha Adil dan Maha Tahu hei kok tiang I Maksud kejimu itu menemui kegagalan total. Tek ceng dengan saudara² Kiat gie hengteenya tidak mati, bahkan dapat membunuh banyak panglima negeri See liauw.
la pulang dengan membawa kemenangan yang gemilang sehingga baginda mengangkatnya sebagai Thian hee tee it tay ciang (panglima perang nomor satu) dan menganugerahi gelar Raja muda Peng see ong.
Namun mengapa kau masih juga jelus dan iri ? Sengaja kau menyembunyikan HUI LIONG KIONG CU. Hayo masih juga kau mau menyangkal? Menteri menteri yang hadir disini semuanya mengetahui Mereka adalah saksi-saksi yang masih hidup, terutama Pauw bun c n
Kau susupkan H i Hong kiongcu kedalam gedungnya Yoto. Bersengkongkol dengan Yoto untuk diaku sebagai putrinya sendiri dan mengusulkan kepala baginda untuk dinikahkan dengan Tek ceng.<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
bydu8dajecfre26txo1b4v8rgqhhs9k
Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/38
104
111262
321458
309704
2026-10-14T12:11:07Z
Alfiyah Rizzy Afdiquni
20781
/* Tervalidasi */
321458
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>Bërulang kali ia selalu mencari gara-gara dan ingin membunuhmu.
<br>Dahulu ibu sudah ingin pulang kedusun dan menganjurkan supaya kau juga meletakkan jabatan dan hidup sebagai rakyat biasa. Akan tetapi kau berat dengan kewajibanmu, kini apa yg kau dapat ?
Tek ceng dengan tenang mencoba memberikan penghiburan kepada ibunya.
— Hukuman buang ini hanya selama tiga tahun dan jaraknya juga tidak terlalu jauh, harap ibu tidak terlalu bersusah hati.
<br>Sebentar lagi Pat po kiongcu dan anak anaknya akan datang, dapatlah ibu mengalami penghidupan yang gembira dan menyenangkan.
Tek lo thay thay mengusap air matanya dan menanya kepada Tek ceng.
— Dari manakah tempat pembuanganmu anakku ?
— YU LION YA ibu, jaraknya kurang lebih hanya 100 pal dari kota raja sehingga saudara saudaraku atau ibu dapat menjenguk disetiap waktu
Lo thay thay sangat geram dan muak {{hws|terha|terhadap}}<noinclude>{{rh|38}}</noinclude>
m4tsvhiptwlr49bjt3hibic1bar2n8o
Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/37
104
111263
321457
309707
2026-10-14T12:09:47Z
Alfiyah Rizzy Afdiquni
20781
/* Tervalidasi */
321457
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>'''Bab XXVI.'''
<big>{{c|'''BANG HONG HENDAK'''
<br>'''MERACUNI TEK CENG.'''}}
</big>
{{rule}}
{{dropinitial|D}}ENGAN jenderal Ciauw teng kwie, Tek Ceng kembali kegedung Peng see ong.
Setibanya digedung Teng ceng langsung menemui ibunya menceritakan apa yg telah terjadi.
Tiada terkatakan betapa sedih hati orang tua itu. Dengan mengucurkan air mata Tek lo thay thay (ibu Tek ceng) mengutuk dan menyumpah nyumpahi Bang hong bapak dan anak.
― Sungguh terkutuk perbuatan anjing tua Bang hong bapak dan anak, kelak Tuhan akan menghukum mereka.
<br>Oh anakku Tek ceng, nyaris kau menjadi setan tanpa kepala, hmm - - sungguh kejam anjing tua itu - - -<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude>
40bqzh7i5e4e12dd5wjaa81dqomhck4
Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/36
104
111264
321456
309709
2026-10-14T12:08:13Z
Alfiyah Rizzy Afdiquni
20781
/* Tervalidasi */
321456
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>dan para menteri yg menghantarnya, kemudian masuk kedalam tandu.
<br>Pemikul2. tandu itu sesudahnya menjalankan penghormatan kepada baginda dan para menteri segera mengangkat pikulan tandu itu dan kembali ke Lam ceng Kiong.
Sepeninggal Tek tay houw baginda lalu duduk di singgasana dan menyelesaikan surat2 keputusannya.
<br>Surat penjatuhan hukuman buang selama tiga tahun atas diri Tek ceng diserahkan kepada menteri kehakiman Pauw bun cin.
― Harap Pauw sianseng mengatur siapa2 yg ditugaskan untuk mengawal Tek goanswe ketempat pembuangannya.
<br>Aturlah perkara ini, mandat penuh tim berikan kepada sianseng !
Pauw kong menyambuti surat2 itu dengan berlutut. Dan Tek cengpun maju bersembah untuk mengucapkan terima kasih karena dibebaskan dari hukuman mati.
Kemudian pertemuan itu lalu ditutup.
{{c|★★★}}<noinclude>{{rh|36}}</noinclude>
mc9yr2h1kueztwu4kwed7bt5thysn3c
Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/35
104
111266
321455
309711
2026-10-14T12:07:10Z
Alfiyah Rizzy Afdiquni
20781
/* Tervalidasi */
321455
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>HUKUMAN BUANG SELAMA TIGA TAHUN.
Tek ceng sendiri menerima vonis itu dengan hati lapang dan dadâ terbuka. Sama sekali tidak protes atuapun menunjukkan air muka yang tak senang.. Bersikap adem ayem dan tenang-tenang saja.
<br>Tek tay hauw masih bertanya.
— Tempat manakah yang sesuai untuk daerah pembuangan cucuku Pauw siansing ?
Pauw kong mengasah otaknya, akhirnya ia menemukan sebuah tempat yang jaraknya hanya kurang lebih 100 pal.
<br>Apabila Tek ceng dibuang di daerah itu, saudara-saudara atau ibunya akan mudah menjenguk.
<br>Begitulah setelah tetap pikirannya Pauw kong segèra menjawab.
— Daerah pembuangan untuk Tek ongcin yaitu YU LIONG YA.
<br>Dari kota raja jaraknya hanya kurang lebih 100 pal sehingga mudah bagi sanak famili yang hendak menjenguk atau mengirimkan barang barang makanan.
— Bagus, keputusan ini cukup adil ! Tek tay houw lalu memanggutkan kepalanya kepada baginda<noinclude></noinclude>
bzo3amdy4q0ict5fjhuoxxq0c0bd2dd
Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/34
104
111268
321454
309713
2026-10-14T12:05:55Z
Alfiyah Rizzy Afdiquni
20781
/* Tervalidasi */
321454
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>Tek tay houw lalu berpaling kepada menteri kehakiman Pauw kong, katanya.
— Pauw sianseng, cucuku telah berlaku kurang sopan dihadapan bansweya, hukuman apakah yang pantas untuknya ?
Pauw kong yang cerdik segera dapat mengerti apa maksud kata² dari Tek tay houw yakni ingin memberi muka kepada baginda, ia lalu menjawab.
— Seorang menteri yg berlaku kurang sopan wajib menjalani hukuman buang.
— Berapa lamakah hukuman buang itu ?
— Menurut wet adalah tiga tahun.
— Bagus, sebagai menteri kehakiman kau cukup adil dan bijaksana. Jatuhkan vonis itu kepada keponakanku yg telah berbuat kesalahan.
Pauw kong lalu maju bersembahb dan memohon kepada baginda untuk mengeluarkan surat keputusan.
Baginda sadar juga akan maksud ibu angkatnya, segera mengeluarkan keputusan: Tek ceng DIJATUHI<noinclude>{{rh|34}}</noinclude>
f45o5hvgg2tuibmwrrt43m4p0n8e2w6
Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/33
104
111270
321453
309715
2026-10-14T12:05:03Z
Alfiyah Rizzy Afdiquni
20781
/* Tervalidasi */
321453
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>— Hmm . . ingat, apabila kau tetap tak dapat merubah perbuatanmu yang busuk, kelak malapetaka itu atau hukum Tuhan bakal menimpa seluruh keluargamu.
<br>Setelah berkata demikian Tek tay houw lalu mengucapkan terima kasih kepada anak angkatnya (yaitu baginda Song jin cong ).
— Atas pencabutan hukuman mati itu aku mengucapkan terima kasih, nah anakku aku akan pulang!
Baginda membalas penghormatan ibu angkatnya, ia bergegas bangkit dari kursi emasnya dan mengiringkan Tek tay houw sampai dipelataran istana. Dan sebelum Tek tay houw menaiki tandunya sempat ia berpaling kepada baginda dan berkata lagi.
— Anakku, ada suatu hal yang kulupakan.
— Soal apakah itu ibu ? Katakanlah !
— Tek ceng telah berani mengeluarkan kata² kasar dan tak sopan, ia wajib menerima hukuman. Memang sangat bijaksanalah Lam ceng kiong Tek tay houw ini. Ia tidak semata mata membela keponakannya akan tetapi memberi muka pula kepada sang baginda.<noinclude>{{rh|||33}}</noinclude>
f7z3lbx1jsxujf3yrf8ujyykkn0h0b5
Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/32
104
111272
321452
309719
2026-10-14T12:02:46Z
Alfiyah Rizzy Afdiquni
20781
/* Tervalidasi */
321452
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>{{hwe|cana|bencana}} segera datang menimpa.
Cepat² menteri Durna itu menyanggah.
— Ban . . ban . . bansweya, sin mana mengetahui tentang benda pusaka . , , ? Harap jangan mengutus sin kenegeri See liauw.
Selir Bang kui hui sendiri menjadi kaget dan tratapan setengah mati. Negeri See liauw jaraknya sangat jauh, perjalanannya sukar dan banyak aral rintangan, sekali bapaknya diberangkatkan niscaya akan mati ditengah jalan sebab usianya sudah sangat tua.
Baginda hanya berdiam diri saja dan se ölah olah tidak mendengar kata² ibu angkatnya.
Tek tay houw berpaling pula kepada Bang hong.
— Hei kok tiang, usiamu sudah sangat tua, kalau tidak sejak saat ini merubah kesesatuanmu akan menunggu kapan lagi ?
Dihadapanku ceritakanlah secara terus terang. Ada permusuhan apakah engkau dengan Tek ceng ?
— Ti . ti tidak . tidak . ada permusuhan apa² nio nio. tidak ada !<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
dvgdnj44qifduu1zy64o8lf06k6aljs
Halaman:Lima Jagoan vol.24.pdf/31
104
111274
321451
309721
2026-10-14T12:01:18Z
Alfiyah Rizzy Afdiquni
20781
/* Tervalidasi */
321451
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Alfiyah Rizzy Afdiquni" /></noinclude>— Semula pada waktu Tek ceng membawa Cincu kie itu keistana ini, baginda dan segenap menteri turut melihat dan meneliti. Tak seorangpun pada saat itu yg mengatakan bahwa Cincu kie itu palsu.
Darimanakah kok tiang mengetahui kalau Cincu kie ini palsu, Bukankah dahulu kok tiang juga turut melihat, kenapa baru sekarang mengatakan bahwa Cincu kie ini bukan yg tulen ? Katakan yg tulen seperti apakah ?
Semakin ciut nyali si mentéri Durna itu, ia mengkeret dan tidak berani udis² mirip Kepompong yg mendengar suara angin ribut.
Tek tay houw lalu berpaling kepada baginda, katanyá.
— Kalau kok tiang ahli melihat benda pusaka kirimkanlah ia kenegeri See liauw untuk meminta Cincu kie yg tulen !
Wah kojor . . . kojor . . ping pitu likur. Bukan main terkejutnya durna Bang hong mendengar usul Tek tay bouw.
Ia mempunyai kepandain apakah sehingga akan dikirimkan kenegeri Se liauw? Apabila baginda mengiakan mampuslah ia ! Eiith, sungguh benar kata² istri, putra dan putriku.
Begitu perkara Cincu kie itu diungkapkan {{hws|ben|bencana}}<noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
23dhojy0u0jrhz7tt8258y4lp33f3f7
Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/41
104
116720
321459
2026-10-14T16:39:52Z
Therefa22
27445
/* Telah diuji baca */
321459
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Therefa22" /></noinclude>untuk berlompat kedarat, tiba² orang itu perdengarkan pula kata-katanja : „Pek Ma Sie-seng jang baik, kau benar liehay ! Kau njata telah dapat mendahului aku ! Tapi djanganlah kau kegirangan dahulu ! Kali ini kita dapat bertemu, inilah jang dibilang musuh² bersomplokan ditempat sempit ! Hingga masing² tidak berniat saling
melepaskan pergi ! Djusteru kita masing² seorang diri, sama² tidak ada pembantunja, djikalau kau benar berani, mari naik kedarat, supaja kita bisa main² ! Djanganlah kita berpisah sebelum terlihat siapa roboh siapa bangun! Umpamakata kau tidak tjelah perahu terlalu sempit, aku pun bersedia turun keperahumu itu !“
Habis berkata, orang itu membawa kedua tangannja kepelana, maka sebentar kemudian ia telah menjekal sepasang sendjatanja ialah tameng Kian-koen Koen-goan-pay.
Hong Hoa memasang telinganja, ia mendengar njata suara
orang, akan tetapi tetap ia tidak dapat mengenali siapa orang itu, hanja setelah melihat sepasang tameng, lantas ia ingat keterangan Yan Tjoe Hoel, jang menemukan perlawanan dari seorang jang menggunakan sendjata sematjam itu di Hay-an. Sekarang ini tanpa ajal lagi, ia berlompat mentjelat dari perahunja naik kedarat, maka pada lain saat ia sudah berdiri didepan kudanja orang jang temberang itu.
Orang itu pun sangat gesit, Segera ia berlompat turun dari kudanja, binatang mana ia tarik mundur beberapa kaki, hingga dihadapan mereka mendjadi terluang satu tempat lebar untuk bertanding.
Sekarang, sesudah berada berhadapan, Hong Hoa bisa melihat tegas sinar mata jang tadjam sekali dari orang itu, jang mukanja dialingi topeng hidjau. Orang itu sangat memperhatikan sendjatanja, ialah tjambuk kuda ditangannja. Ia pun balas mengawasi sepasang tameng orang itu.
„Sahabat“, kata Hong Hoa kemudian sambil tertawa „sendjatamu ini sungguh bukan sendjata jang umum, maka itu kenapa dalam seluruh hari kau tutupi sadja mukamu dengan tjita hidjau ? Mungkinkah kau tak dapat melihat orang ?“
Orang itu mengedjek dengan suara dihidungnja. Ia tidak merasa terhina, sebaliknja ia berlaku djumawa sekali.
„Apakah kau belum pernah dengar peribahasa jang mengatakan bahwa seorang laki² tak memperlihatkan mukanja ?“ katanja di-<noinclude>{{rh|286||}}</noinclude>
i1yyibhevkbtmdg8wjvgixx303ls8o2
Indeks:168 Maba.djvu
102
116721
321460
2026-10-15T02:14:57Z
Thersetya2021
15831
←Membuat halaman berisi ''
321460
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=
|Title=168 Maba
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=Karel Frederik Holle
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=Stokhof, W. A. L.
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=1980
|Key=
|ISBN=
|Source=djvu
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
pmmaobh3bcjj7q4a7mx70ygebm0uhx2
Indeks:169a Pagu.djvu
102
116722
321461
2026-10-15T02:15:36Z
Thersetya2021
15831
←Membuat halaman berisi ''
321461
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=
|Title=169a Pagu
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=Karel Frederik Holle
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=Stokhof, W. A. L.
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=1980
|Key=
|ISBN=
|Source=djvu
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
3bulh5bpq3al5dzdf6um3u3n70ndaco
Indeks:169b Madole.djvu
102
116723
321462
2026-10-15T02:16:11Z
Thersetya2021
15831
←Membuat halaman berisi ''
321462
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Type=book
|wikidata_item=
|Title=169b Madole
|Subtitle=
|Language=id
|Volume=
|Edition=
|Author=Karel Frederik Holle
|Co-author1=
|Co-author2=
|Co-author3=
|Translator=
|Co-translator1=
|Co-translator2=
|Editor=Stokhof, W. A. L.
|Co-editor1=
|Co-editor2=
|Illustrator=
|Publisher=
|Address=
|Printer=
|Year=1980
|Key=
|ISBN=
|Source=djvu
|Image=1
|Progress=X
|Pages=<pagelist />
|Volumes=
|Remarks=
|Notes=
|Header=
|Footer=
}}
9n0ipepralefqr361r3pl4bxzxjytpq
Halaman:168 Maba.djvu/16
104
116724
321463
2026-10-15T02:17:09Z
Thersetya2021
15831
/* Tanpa teks */
321463
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude>
30jx1lygruprj5alacv96idkwiji99b
Halaman:168 Maba.djvu/2
104
116725
321464
2026-10-15T02:22:10Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321464
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. MABA LIST'''
{{multicol}}
1. lapo, badan<br>
2. boko<br>
3. oesnoe<br>
4. lewo<br>
5. boko ni giono<br>
6. oeto<br>
8. bokore giono<br>
9. tango<br>
11. mto<br>
15. liflifeng<br>
17. mto gejo'o<br>
18. goeo<br>
20. fegi<br>
21. fofo<br>
22. ngolo<br>
25. ngolo bobo<br>
27. goempalele<br>
28. sagooe<br>
29. ningailo<br>
30. sagooe<br>
31. pleo<br>
32. koko ni langi²<br>
33. ngango<br>
34. ete kikito<br>
35. bing binglo<br>
37. koko<br>
38. wo'o<br>
41/<br>
42. soes<br>
45. soes imto<br>
46. soes gejo<br>
48. soes, tjoes<br>
50. iso<br>
52. momoi<br>
53. sjoi pakol<br>
54. sjao<br>
56. Jatoi<br>
57. fisel<br>
61. dong<br>
62. dodomi <1>
{{multicol-break}}
63. to'o<br>
66. longo ni ipi<br>
69. soi<br>
72. bottji<br>
73. tjof<br>
75. ntji<br>
76. poene <poe ne?><br>
82. emi<br>
83. mimi<br>
84. fitjoe<br>
86. fitjoe <2><br>
88. fitjori pioe<br>
90. fio<br>
91. biolo<br>
93. titelo<br>
94. leles<br>
95. komo<br>
97. komo<br>
99. gigloe<br>
100. toentoempo<br>
102. komo filfolno<br>
105. lobo<br>
107. golotjifi<br>
108. lobor pakal<br>
109. lobor sahadat<br>
110. lobor kolano<br>
111. lobor istiadja<br>
112. lobor miaki<br>
115. long<br>
116. lo<br>
117. wongol<br>
118. leles<br>
121. kinin<br>
122. ploe<br>
123. ploe<br>
124. bjekit<br>
125. peo, litif <3><br>
126. kak<br>
127. fibisoi<br>
128. imnom
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
25o2b8f0zcjg7rjl7kggfn2ytwnml5y
321465
321464
2026-10-15T02:22:55Z
Thersetya2021
15831
321465
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. MABA LIST'''
{{multicol}}
1. lapo, badan<br>
2. boko<br>
3. oesnoe<br>
4. lewo<br>
5. boko ni giono<br>
6. oeto<br>
8. bokore giono<br>
9. tango<br>
11. mto<br>
15. liflifeng<br>
17. mto gejo'o<br>
18. goeo<br>
20. fegi<br>
21. fofo<br>
22. ngolo<br>
25. ngolo bobo<br>
27. goempalele<br>
28. sagooe<br>
29. ningailo<br>
30. sagooe<br>
31. pleo<br>
32. koko ni langi²<br>
33. ngango<br>
34. ete kikito<br>
35. bing binglo<br>
37. koko<br>
38. wo'o<br>
41/<br>
42. soes<br>
45. soes imto<br>
46. soes gejo<br>
48. soes, tjoes<br>
50. iso<br>
52. momoi<br>
53. sjoi pakol<br>
54. sjao<br>
56. jatoi<br>
57. fisel<br>
61. dong<br>
62. dodomi <1>
{{multicol-break}}
63. to'o<br>
66. longo ni ipi<br>
69. soi<br>
72. bottji<br>
73. tjof<br>
75. ntji<br>
76. poene <poe ne?><br>
82. emi<br>
83. mimi<br>
84. fitjoe<br>
86. fitjoe <2><br>
88. fitjori pioe<br>
90. fio<br>
91. biolo<br>
93. titelo<br>
94. leles<br>
95. komo<br>
97. komo<br>
99. gigloe<br>
100. toentoempo<br>
102. komo filfolno<br>
105. lobo<br>
107. golotjifi<br>
108. lobor pakal<br>
109. lobor sahadat<br>
110. lobor kolano<br>
111. lobor istiadja<br>
112. lobor miaki<br>
115. long<br>
116. lo<br>
117. wongol<br>
118. leles<br>
121. kinin<br>
122. ploe<br>
123. ploe<br>
124. bjekit<br>
125. peo, litif <3><br>
126. kak<br>
127. fibisoi<br>
128. imnom
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
aww1aqvqzf6iirv46k2lqfg9srybsm3
Halaman:168 Maba.djvu/3
104
116726
321466
2026-10-15T02:25:40Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321466
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
129. boetol<br>
130. dem<br>
131. mon<br>
132. glio mang<br>
133. mjesi<br>
134. misi<br>
137. tigli<br>
138. imtili<br>
139/<br>
199. pisi<br>
140. mafngil<br>
144. isil<br>
145. fan<br>
146. aklen<br>
147. pak pak<br>
148. biboi<br>
149. tolong<br>
150. taratib<br>
151. fagoflo<br>
152. tolongoik<br>
153. Jos<br>
154. sep<br>
156. pleor nafit<br>
157. pleor nampol<br>
158. lio<br>
159. glio nmof<br>
160. pei liaoe<br>
161. emlif<br>
163. tangis<br>
165. pitjemlif<br>
166. sib-oelo<br>
167. itif<br>
169. isweli<br>
170. pipip<br>
172. namsioe sewil<br>
173. tigili<br>
174. moe'ol<br>
176. mimaip<br>
177. boho tamiawang<br>
182. toeb<br>
183. mol<br>
184. mol
{{multicol-break}}
188. smat nmot, mait<br>
191. linging<br>
192. poen<br>
193. warits<br>
194. poesaka<br>
196. jobol<br>
197. fos<br>
198. pil pili<br>
200. pisi<br>
202. pisi pa<br>
203. fos<br>
205. jil<br>
207. sjao tenpisi<br>
209. pekoit<br>
210. loeti<br>
211. tjatjakiri<br>
214. moto, kanoe<br>
219. boko pisi<br>
220. donga pisi<br>
222. mimos<br>
223. bitbatim<br>
224. egel<br>
225. balang<br>
227. mimeoe<br>
228. mi mengel<br>
229. biaf<br>
231. klis, mto klis<br>
232. mofi to<br>
234. lolooe<br>
235. filolooe<br>
236. smat<br>
237. smat<br>
238. smat<br>
239. ngasmoe<br>
241. mon<br>
242. mpin<br>
243/<br>
244. mon<br>
245/<br>
246. mpin
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
m1aa7d3x7zguu175acwlynahajk68i3
Halaman:168 Maba.djvu/4
104
116727
321467
2026-10-15T02:29:10Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321467
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
248/<br>
249. joi mpin, misles<br>
250. joi mon<br>
252. joi mpin<br>
255. mama<br>
256. sja<br>
257/<br>
258. <4><br>
261. ntoe mon<br>
262. ntoe mpin<br>
263. moemoe tamoni<br>
264. moemoe tampini<br>
266. galawi<br>
267. wis<br>
268. rimori tamoni<br>
269. rimori mpinte<br>
270/<br>
271. tenoe, remo<br>
274. boe, abig mon iso <5><br>
275/<br>
276. toea, woto tamoni<br>
281-<br>
286. fofoi, woto tampini<br>
287-<br>
290. fonoe tamoni<br>
291-<br>
294. fonoe mpin<br>
295. fonoe tamoni<br>
296. fonoe mpin<br>
297/<br>
298. moemoe, akmig <6><br>
302/<br>
303. wjoi njinjeo<br>
304. kmo njinjeo<br>
305. wjoi njinjeo<br>
306-<br>
309. tamoi, ritngo<br>
310/<br>
314. tamai<br>
315. hali bangsa<br>
316. hali bangsa pa<br>
317. ilol<br>
318. mpin<br>
320. del, bati
{{multicol-break}}
324. smat daga <dagan?><br>
326. botong<br>
327. pnoe pakal<br>
329. pnoe miaki<br>
330. bangsa<br>
331. filolooe<br>
332. fati<br>
333. adjimat<br>
335. boek adjimat<br>
337. tofol, soewang <soewong?><br>
338. fafialo<br>
339. setan, goeroemin<br>
340. djin<br>
341. <7><br>
342. gwo<br>
343/<br>
344. njawa<br>
345. Djooe ala tala<br>
347. sabea<br>
351. lefo<br>
352. oeroef<br>
353. koitas <kartas?><br>
354. soerat<br>
355. boek<br>
356. kajat<br>
358. sibe, deng²<br>
359. lole<br>
362. soroga<br>
364. doenia<br>
365. smat, pnoe wongto<br>
366. smengit <8><br>
367. fi<br>
368. ne<br>
369. haram<br>
370. mono<br>
371. <9><br>
374. sigi, fola djawa<br>
377. jebei pos<br>
378. kolano, soeltan<br>
379. sangadji<br>
380. djoeroetoelis
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
6djh7kf3rckfi6ut14rs803gzwff4oc
Halaman:168 Maba.djvu/5
104
116728
321468
2026-10-15T02:33:08Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321468
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
381. kapten laoet<br>
382. nima<br>
386. oelon<br>
388. dano<br>
389. simo-simo<br>
390. soldadoe<br>
391. oentoeng<br>
392. bodito, bolito<br>
393. mardika<br>
394. koro<br>
396. adat, galep<br>
397. smat tentjol<br>
399. oekoem<br>
400. denda<br>
401. saksi<br>
402. hakim<br>
403. ni tjooe lingin<br>
404. djawada<br>
407/<br>
408. fakawin, fisaoe <fokawin?><br>
410. fatalak<br>
411. kai moelo <moeli?><br>
412. fadjadji, faoeo fisooe<br>
413. fantoen<br>
414. filolooe<br>
415. fitana<br>
416. paralete<br>
417. smat manari<br>
418. tjoka eba<br>
419. arababoe<br>
420. bangseli<br>
421. ating<br>
422. arabana<br>
424. tasa<br>
426. raramean<br>
428. manari<br>
430. tjagoeloe<br>
432. sibe<br>
433. gosman <gasman?><br>
437. jibei<br>
438. jibei miaki
{{multicol-break}}
440. poengong<br>
441. jotof<br>
446. os<br>
449. ngora<br>
451. djalena<br>
452. soen<br>
453. lon<br>
454. lon<br>
457. oso fofon<br>
456/<br>
457. oso<br>
458/<br>
459. tjitjel fofon<br>
461. li<br>
462. balk impino, balk imono<br>
464. goeba<br>
465. sosaro<br>
468. moesala<br>
469. popodje<br>
470. bale<br>
471. gileboe<br>
472. solor<br>
473. lolong<br>
474. japemdi<br>
475. jap<br>
476. litim<br>
477. pie jap, fabtabo<br>
478. poenjap<br>
482. mias<br>
483. moeg-moeg<br>
484. ai mongo<br>
485. titing lampoer<br>
486. poen lampoer<br>
487. jebei popo<br>
488. goeba<br>
489. bangko<br>
493. oelan besi<br>
494. oelan bitbet<br>
496. oelon bitbet<br>
495/<br>
496. oelon<br>
497. gooe <gaoe?>
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
ivchb7c4nupi5p80fwm2rde50d1h721
Halaman:168 Maba.djvu/6
104
116729
321469
2026-10-15T02:35:54Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321469
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
498. kopis<br>
499. gion<br>
501. gisi<br>
502. piring<br>
503. talang<br>
505. jete<br>
506. jete pakal<br>
507. kris<br>
509. batjoe<br>
510. tjibobo<br>
511. tjik tjek<br>
513. takwajo<br>
514. <10><br>
515. lampoer<br>
516. soeboe<br>
517. logo<br>
519. kibija<br>
520. peti, tieller<br>
524. loebe<br>
525-<br>
527. ndok<br>
528. sinanga<br>
529. tjongora<br>
530. pipi<br>
534. mnom<br>
535. elen<br>
537. ailoe<br>
540. wongot tamang<br>
539/<br>
540. wongot<br>
541. in<br>
544. pinje wongto<br>
545. pinje mosoto<br>
543-<br>
545. pinje<br>
546. pinje<br>
547. pinje baio<br>
548. djoke<br>
550. lising<br>
551. ngul<br>
553. logoi<br>
554. wofo
{{multicol-break}}
555. gilinga<br>
561. soei<br>
562. ditja<br>
563. gasi<br>
565. olot<br>
567. tjalana<br>
569/<br>
570. kabaja<br>
571/<br>
572. toeala<br>
573. sei<br>
576. joli joli<br>
577/<br>
578. sintoe<br>
579. bili, salaka<br>
580. kaëli<br>
582. taoege<br>
583. nganti²<br>
586. nganti²<br>
588. pelpelet, gala²<br>
589. gines<br>
590. soetere<br>
593. tino<br>
594-<br>
597. tino monara<br>
600. jonom<br>
601. kaiwoi, afoelo<br>
602. wolo<br>
603. lawe<br>
604. <11><br>
605/<br>
606. nokon <nokan?><br>
608. samarang<br>
609. sarang<br>
611. toeba, tibtob <12><br>
612. oepa<br>
614. pisi no wolo<br>
615. saloi<br>
616. saloi gaoeo<br>
613-<br>
616. pisi<br>
617. salawakoe<br>
619. lela
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
je3e3tkdmty0j315p2nw75xrgbaygik
Halaman:168 Maba.djvu/7
104
116730
321470
2026-10-15T02:41:43Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321470
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
620. snaphan<br>
621. oeba<br>
622. pangeloe<br>
623. meta<br>
626. fanpan<br>
627. djem<br>
628. mariang<br>
629. tjol bok<br>
630. faftoema<br>
631. kota<br>
634. soeba to<br>
635. soeba to<br>
636. masel<br>
637. disi<br>
639. tjooe<br>
640. bos<br>
645. soeon<br>
648. koela<br>
649. jete<br>
651. jete miaki<br>
652. sangkol<br>
653. bet<br>
654/<br>
655. bet pinje<br>
659. ijo<br>
660. fitonom<br>
662/<br>
663. sake<br>
664. ger<br>
665. tonom<br>
668. moro<br>
669. mgoelo<br>
670. tingit pinje, aloi kastela<br>
672. tjoelok<br>
674. kastela<br>
677. solo<br>
679. tinim<br>
681. tabako<br>
682. teb<br>
683. siben tjina<br>
684. bawa
{{multicol-break}}
685. boi<br>
686. oebi<br>
688. kastela bet bet, asbi<br>
690. ditja<br>
691. niwi smato<br>
692. niwi fiono<br>
695. naoe<br>
697/<br>
698. wo<br>
700. goela teb<br>
701. goela teb<br>
702. bebe<br>
703. pipi smato<br>
704. pipi <13><br>
705. kapa<br>
706. kailoepa<br>
707. nanasi<br>
708. pip<br>
709. naka<br>
711. doerian<br>
712. gag<br>
713. loekom<br>
716. tela<br>
717. gono tela<br>
720. fo sangkari<br>
721. fo pakal<br>
722. fo<br>
723. kofi<br>
726. gambir<br>
727. bongoel <bangoel?><br>
728. geë<br>
731. wolo<br>
732. <14><br>
733. isoe wo<br>
734. ai<br>
737. so<br>
739/<br>
740. sangsang<br>
741. ailoeso<br>
742-<br>
744. kawaoeso <kawaoesa?><br>
746. ai loe
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
ozbwcy8l9obdyoozt9oybjepdibs5s3
Halaman:168 Maba.djvu/8
104
116731
321471
2026-10-15T02:43:40Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321471
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
748. ai kimino<br>
750. ai geo<br>
752. mila<br>
753. gis<br>
754. bitbito<br>
755. salo<br>
757. tipi, ai mitipi<br>
758. boenga<br>
759. piono<br>
761. kinino<br>
763. kowo<br>
764. wongto<br>
765. weoe<br>
766. jeget<br>
770. solongi<br>
771. mom<br>
772. li<br>
774. aiwon<br>
775. aiwon ntoe <15><br>
778. koenoen<br>
779. pitjo<br>
780. golotjifi <golatjifi?><br>
781. golotjifi <golatjifi?><br>
786. bangbanglo<br>
787. mani ploe<br>
789. foeol<br>
790. toloe<br>
794. booe<br>
797. gimimi<br>
799. kabil<br>
800-<br>
802. kobo<br>
803. sapi mpin<br>
804. sapi mon<br>
803/<br>
804. sapi<br>
805. kabil tanaro<br>
806. sapi lio<br>
807. djara<br>
808. djara lio<br>
809. madjangan
{{multicol-break}}
811. foen<br>
812. foen tanlaoe<br>
813. boki<br>
814. boki tannjaoe<br>
815. matjang<br>
823. kasuaris<br>
824. boeto <16><br>
825. go<br>
826. kakile<br>
827. kakile wioio<br>
828. kakile mpin<br>
830. kakile mon<br>
831. kakile ntoe<br>
834. kastoeri<br>
836. moni loton<br>
840. moni seoe<br>
843. wis<br>
844. mani<br>
845. giagap<br>
846. bis bis<br>
847. fni<br>
851. loef<br>
852. loef<br>
854. nok, mia<br>
861. <17><br>
864. fa<br>
865. bli<br>
866. it<br>
869. lowos<br>
870. foene ni it<br>
871. tapilaoe<br>
872. long<br>
877. nini<br>
878. tablolang<br>
879. ai ni gob<br>
881. sabi aoe<br>
884. <18><br>
886. goe<br>
888. lifin<br>
891. gob<br>
892. sono
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
5z44mk861977mtt88voayxiiga8kg2r
Halaman:168 Maba.djvu/9
104
116732
321472
2026-10-15T02:47:13Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321472
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
893. dei<br>
894. doemot momo<br>
896. poeroeparak<br>
898. sadikolo<br>
899. soeo<br>
900. piai <pioi?><br>
901. fen bembeng<br>
902. fen<br>
903. alam<br>
905. langit<br>
906. wol<br>
907. wol nmot<br>
908. ngo<br>
910. ngo <19><br>
911. ngo naga tanon<br>
912. gab<br>
917. boemi<br>
919. loton<br>
920. memi<br>
921. miët<br>
968. ipis<br>
923. roi, roitoeb<br>
924. roeb<br>
925. roeb ngango<br>
927. soei<br>
928. loton, moro<br>
929. moro mdele<br>
930. wojo<br>
931. wolot<br>
932. mos<br>
934. mioe<br>
935. bib<br>
936. napo <nopo?><br>
937. loli<br>
938. wolot tobo<br>
939. sil siling<br>
940. wob<br>
941. sa<br>
942. bitbet<br>
943. boton<br>
944. wefli
{{multicol-break}}
945. tepil<br>
946. toeli<br>
947. lolos<br>
948. kolos miaki<br>
950. tjeli<br>
951. mtolong <mtolang?><br>
952. lolos gil gelto <20><br>
955. botong, allo<br>
957. giëmen<br>
958. lolos jap, doeko<br>
959. efen<br>
960. rakrakan<br>
961. efen<br>
962. fabati<br>
963. wojo<br>
964. dooe²<br>
965. solot<br>
966. jeli<br>
967. wojo oeloeo<br>
969. kipat<br>
970. bitbet<br>
971. njen<br>
973. besi<br>
974. tambaga, omos <21><br>
975. fergol<br>
976. salaka<br>
977. goeratji<br>
978. titmoe mfoes<br>
979. titmoe<br>
980. walira<br>
981. kipoe<br>
982. roea²<br>
984. nongoe<br>
895. marteli<br>
896. marteli mdi<br>
897. jatif<br>
898. siolo <sislo?><br>
890. jai<br>
991. oge
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
fd9h8dkahbgceb02houtklynb6ve44k
Halaman:168 Maba.djvu/10
104
116733
321473
2026-10-15T02:51:27Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321473
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
992. fakat<br>
993. faftoemo<br>
994. fadjadji<br>
995. dagan, dagan miaki<br>
996. mapei bet<br>
999. del<br>
1000. bantoeng<br>
1001. tenda, toko<br>
1002. boetoe<br>
1003. dagan<br>
1004. barang<br>
1005. platei<br>
1007. moelo<br>
1008. oentoeng<br>
1009. roegi<br>
1010. toekol<br>
1011. mahal, moelo pakal<br>
1012. moelo miaki<br>
1013. lingin<br>
1014. oetno lingin<br>
1015. polos<br>
1016. wage<br>
1017/<br>
1018. bawi<br>
1019. fawioene<br>
1020. fisoi moelo<br>
1021. fadodano<br>
1022. tolaboetoe<br>
1025. katti<br>
1026-<br>
1028. katti ni kipat<br>
1029/<br>
1030. kapal<br>
1031. kapal jap<br>
1032. skotji<br>
1033. <22><br>
1035. filan<br>
1037. lojo<br>
1038. fimili<br>
1040. daoe<br>
1041/<br>
1042. ipi, tap
{{multicol-break}}
1043. daoe<br>
1049. tapoe<br>
1050. et<br>
1051. sooelo<br>
1052. matjawa<br>
1053. fabilis<br>
1058. dai smat<br>
1060. apas<br>
1061. pakal<br>
1062. miake<br>
1063. mlongo<br>
1064. nonoe, mloe<br>
1065. pitjoetji<br>
1066. mloe pa<br>
1067. lapo pakal.<br>
1068. pakal, lol toe<br>
1067/<br>
1068. <23><br>
1070. mlifis<br>
1071. naloes<br>
1072-<br>
1074. kakal<br>
1075. naloes<br>
1076. wol pop<br>
1079. mamoef<br>
1081/<br>
1081. mabiobo<br>
1082. moi<br>
1083/<br>
1084. mloman<br>
1085/<br>
1086. mosoi to, mloman pa<br>
1087. mlango<br>
1088. pitppeti<br>
1089. molong<br>
1090. <24><br>
1096. minjana<br>
1097. mali<br>
1098. mdalim<br>
1101. njere<br>
1102. kalim<br>
1104/<br>
1105. mfonos
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
l5mg1eyxfub162gyyw9be9y0r4x162b
Halaman:168 Maba.djvu/11
104
116734
321474
2026-10-15T02:54:57Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321474
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1106/<br>
1107. bobol<br>
1109/<br>
1110. fofoloeloe<br>
1112. pasagi pifot<br>
1113. msoi<br>
1115. ngete<br>
1116. magaloea; loeas<br>
1117. koeat<br>
1118. koeat pa<br>
1119. smat temnon; makis<br>
1121. mboesoe; smat tenboesoe<br>
1125. niang<br>
1127. bilam<br>
1130. mfii<br>
1132-<br>
1135. nfi<br>
1136-<br>
1139. ne<br>
1142. moemoewong<br>
1143. bakbak<br>
1146/<br>
1147. mtoe<br>
1148/<br>
1149. mtoe-pa<br>
1150. leo<br>
1152. moegoelo; miake<br>
1153. peo<br>
1154. miskin<br>
1155. kajang<br>
1156. emgoi<br>
1159. agaga%; bodo<br>
1160. pande<br>
1161. mno<br>
1162. mlil<br>
1163. kibat<br>
1164. kiblit<br>
1166. mjasin%;B mtoe<br>
1167. mfoes<br>
1168. ko<br>
1169. sislo<br>
1170. ko re sialo gilgelto<br>
1171. bibongoel>
{{multicol-break}}
1172. biroe<br>
1173. idjo<br>
1174. taiowo; aiowo<br>
1175. doek<br>
1176. piongwe <piangwe?><br>
1179. ioal<br>
1180. iaul <iaal?><br>
1193. fafialo<br>
1194. fikir<br>
1195. tjo<br>
1196. faoelaneto<br>
1197. loepa<br>
1198. tjopa <25><br>
1199. fatoeo<br>
1200. famengili<br>
1201. goroeboe<br>
1202. tiftoem<br>
1203. joei sibe<br>
1206. kakim<br>
1208. mdel; afena<br>
1210. kerdjan<br>
1211. sibik<br>
1212. atereng<br>
1213. fasaoelet<br>
1214. sagigle<br>
1215. sagigle<br>
1216. makioete<br>
1220. sibet<br>
1221. lawit<br>
1223. biblanga<br>
1224. madjadjai <madjagai?><br>
1225. tintoni<br>
1227. longo<br>
1228. em<br>
1229. foton-fotno<br>
1233. sorof<br>
1234. fegit<br>
1236/<br>
1237. foton<br>
1238. dodara; gogoroe<br>
1239. nikle
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
puokpaysedljhmritbbp6iwr5zykjj1
321475
321474
2026-10-15T02:55:51Z
Thersetya2021
15831
321475
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1106/<br>
1107. bobol<br>
1109/<br>
1110. fofoloeloe<br>
1112. pasagi pifot<br>
1113. msoi<br>
1115. ngete<br>
1116. magaloea; loeas<br>
1117. koeat<br>
1118. koeat pa<br>
1119. smat temnon; makis<br>
1121. mboesoe; smat tenboesoe<br>
1125. niang<br>
1127. bilam<br>
1130. mfii<br>
1132-<br>
1135. nfi<br>
1136-<br>
1139. ne<br>
1142. moemoewong<br>
1143. bakbak<br>
1146/<br>
1147. mtoe<br>
1148/<br>
1149. mtoe-pa<br>
1150. leo<br>
1152. moegoelo; miake<br>
1153. peo<br>
1154. miskin<br>
1155. kajang<br>
1156. emgoi<br>
1159. agaga; bodo<br>
1160. pande<br>
1161. mno<br>
1162. mlil<br>
1163. kibat<br>
1164. kiblit<br>
1166. mjasin; mtoe<br>
1167. mfoes<br>
1168. ko<br>
1169. sislo<br>
1170. ko re sialo gilgelto<br>
1171. bibongoel>
{{multicol-break}}
1172. biroe<br>
1173. idjo<br>
1174. taiowo; aiowo<br>
1175. doek<br>
1176. piongwe <piangwe?><br>
1179. ioal<br>
1180. iaul <iaal?><br>
1193. fafialo<br>
1194. fikir<br>
1195. tjo<br>
1196. faoelaneto<br>
1197. loepa<br>
1198. tjopa <25><br>
1199. fatoeo<br>
1200. famengili<br>
1201. goroeboe<br>
1202. tiftoem<br>
1203. joei sibe<br>
1206. kakim<br>
1208. mdel; afena<br>
1210. kerdjan<br>
1211. sibik<br>
1212. atereng<br>
1213. fasaoelet<br>
1214. sagigle<br>
1215. sagigle<br>
1216. makioete<br>
1220. sibet<br>
1221. lawit<br>
1223. biblanga<br>
1224. madjadjai <madjagai?><br>
1225. tintoni<br>
1227. longo<br>
1228. em<br>
1229. foton-fotno<br>
1233. sorof<br>
1234. fegit<br>
1236/<br>
1237. foton<br>
1238. dodara; gogoroe<br>
1239. nikle
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
acbg1jlyr5l2180l8y8yei8lyzayz9i
Halaman:168 Maba.djvu/12
104
116735
321476
2026-10-15T03:01:49Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321476
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1240. fadel<br>
1242-<br>
1244. oelo<br>
1245. apeweng<br>
1246. mkoetji; mtjafi beni<br>
1251. ete<br>
1253-<br>
1255. pekit; dipet<br>
1259. fo<br>
1260/<br>
1261. bot pei doewe; moelain<br>
1262/<br>
1263. tebne foe<br>
1254. pitin<br>
1265. tapine<br>
1266. apine<br>
1267. oetno<br>
1268. sangal<br>
1269. oetno; dior<br>
1270. oelo pa<br>
1271. nalol<br>
1272. nalol<br>
1276. mletin<br>
1277. tapin<br>
1278. toloi<br>
1284. solot; lofo<br>
1286. fan<br>
1291. <26><br>
1292. balas<br>
1293. <27><br>
1294. <28><br>
1295. <29><br>
1296. fot <30><br>
1297. lim <31><br>
1298. wonom <32><br>
1299. fit <33><br>
1300. <34><br>
1301. siwe<br>
1302. jofoso<br>
1303. jofoso re piso<br>
1304. jofoso re piloe<br>
1305. jofoso re pitel<br>
1310. jofoso re piwal
{{multicol-break}}
1311. jofoso re siwe<br>
1312. jofoloe<br>
1313. jofoloe re piso<br>
1315. jofoso re pilim<br>
1316. jofotel<br>
1317. jofofol<br>
1318. jofolim<br>
1319. jofowonom<br>
1323. sibiso<br>
1324. tjalant jo<br>
1325. tjalan jofoso<br>
1326. palo<br>
1327. kwart piso<br>
1328. firimi<br>
1330/<br>
1331. tentoebo<br>
1336/<br>
1337. misimil<br>
1338. pifis<br>
1339. lol<br>
1340. koeksole<br>
1341. poja-po<br>
1347/<br>
1348. foloi<br>
1349. koeksole; koerang<br>
1350. firimi; dimi<br>
1356. smal sifis<br>
1357. ja-k<br>
1358. jak tjingle<br>
1359. aoe-am-m<br>
1362. meoe-f<br>
1363. i<br>
1365. ite<br>
1366. amek<br>
1364/<br>
1367/<br>
1368. si-sid-d<br>
1369. <35><br>
1370. <36><br>
1373. <37><br>
1374. <38><br>
1375/<br>
1376. <39>
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
plvk69nrpb7eqhntsvy0j5qe7347z2v
Halaman:168 Maba.djvu/13
104
116736
321477
2026-10-15T03:08:08Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321477
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1378. <40><br>
1379. tai<br>
1380. soi<br>
1382. soi<br>
1383. taini; tata<br>
1385/<br>
1386. tja; tje<br>
1388. ta<br>
1389. tjetje<br>
1394. wol <41><br>
1398. mowo<br>
1402. dorem <42><br>
1406. taoen<br>
1407. moesoem<br>
1408. otata<br>
1409. aksafoe<br>
1411. tantoebo<br>
1412. naafoenag<br>
1413. tantoebo<br>
1416. gatje<br>
1418. sengeli<br>
1419. ploe oli<br>
1420. gatje ta<br>
1422. domole<br>
1423. iploe<br>
1426. nonsiping <nansiping?>;<br>{{gap}}{{gap}}nontjiping <nantjiping?><br>
1427. faitoea; efio <efis?><br>
1428. to; oro to<br>
1429. infile<br>
1431. morngopo<br>
1432. simi<br>
1433. modlu<br>
1434. pol<br>
1435. balit
{{multicol-break}}
1436. petoe<br>
1437. poja<br>
1439. poja jama<br>
1440. papo<br>
1441. papo pinja<br>
1442/<br>
1443. na-lofo na<br>
1445. popop<br>
1446. na<br>
1447. lofo<br>
1448. na<br>
1449. na<br>
1450. lo<br>
1451. sopan <sopon?><br>
1452. nalas<br>
1453. lao <las?><br>
1454. naiel<br>
1460. poea<br>
1461. faitoea<br>
1462. faita<br>
1465. pei so<br>
1466. fatoes<br>
1467. <43><br>
1469. re<br>
1470. re<br>
1471. tisna; pa<br>
1472. djoe io<br>
1474. pa<br>
1475. matin-na<br>
1476. to<br>
1477. fait jele<br>
1478. las<br>
1479. mai<br>
1482. itje<br>
1486. pa
{{multicol-end}}
'''3. NOTES'''<br>
# dodomi = placenta<br>
# sole of foot = fitjo filfolno<br>
# peo = in the mouth<br>litif = on the ground<noinclude></noinclude>
d0gqe6b0av4fvvlrf5367q1e9bfif2t
Halaman:168 Maba.djvu/14
104
116737
321478
2026-10-15T03:11:19Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321478
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="4">ntoe, joi, joioboni<br>the oldest son = joioboni<br>the second son = joi folipoeno<br>the youngest son = joi sislimoe<br>
# abig mon iso = I have a grandchild<br>
# akmig = my parents-in-law<br>
# gwo, poetiana, setan, meki, iblis, tjitjewil<br>
# smengit = the dead<br>
# kali, imam, loe <lol?>, soewang<br>
# karadja, iri, belei<br>
# toelo, tobil, fabtable<br>
# tibtob = made of bamboo<br>
# cake of sago = ete<br>
# fnoi, siop, sianam, oeleng<br>
# calf = sapi ntoe<br>foal = djara ntoe<br>chicken = kakile ntoe<br>
# boeto bet = blue pigeon<br>boeto mfoes = white pigeon<br>
# djala<br>lobong (rain)<br>bengen<br>wikwogif<br>
# po; gif gofo (termite)<br>kakitjoli<br>
# ngo (Mal. : Moh.) <?><br>
# (gorge)<br>
# omos (yellow copper)<br>
# jel kaloeloe<br>jel loeoe<br>jel felei<br>
# bof bof<br>lapo nafii<br>lapo pakal<noinclude></noinclude>
2q0eoddrsya44wpai93cozx9yxaoffh
Halaman:168 Maba.djvu/15
104
116738
321479
2026-10-15T03:15:20Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321479
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="24"> kapileloe<br>molong pa<br>nabeli<br>
# not knowing<br>
# poen; sewa; miobiki<br>
# so - iso- piso - aiso<br>
# loe - siloe - piloe - ailoe<br>
# tel - sitel - pitel - aitjel<br>
# etc.<br>
# etc.<br>
# etc.<br>
# etc.<br>
# wal, siwal, piwal - aiwal<br>
# anik; anak; a - ge<br>
# iterir; iterar; ite - r<br>animam; anamam; a - mam<br>
# anim; anam; a - m<br>
# meoe ni meoe; meoe - meoe<br>
# siriri; sirari; si - ri<br>
# ini; ino; i -<br>
# tomam domo = 5.30 a.m.<br>wol nalao toebo = 9 a.m.<br>wol na li poean = noon<br>wol tamakilet to = 3 p.m.<br>jaoen = 5 p.m.<br>doremto = 6-6.30 p.m.<br>
# dorem faploean = 6.30 p.m.<br>polaoe mowoto = 4.30-5 p.m.<br>
# to b.v. soi te = what perhaps?<br>akso; fario<noinclude></noinclude>
fsoqj2fgmr665vr59v02png8gdkt72x
Halaman:169a Pagu.djvu/14
104
116739
321480
2026-10-15T03:17:17Z
Thersetya2021
15831
/* Tanpa teks */
321480
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude>
30jx1lygruprj5alacv96idkwiji99b
Halaman:169a Pagu.djvu/13
104
116740
321481
2026-10-15T03:24:13Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321481
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="23"> ongolan wa walik : door open<br>
# with the hand : pookol<br>with something else: gòsa<br>
# morning = odewèlano<br>afternoon = o wange i korona<br>
# kàāno wo sapo : a moment ago he came<br>
# to the south or the north<br>
# suffix<noinclude></noinclude>
9fbvg6397nwa0h439msbog0mdlgds9q
Halaman:169a Pagu.djvu/12
104
116741
321482
2026-10-15T03:26:57Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321482
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''3. NOTES'''
# also: to have a fever<br>
# diòton (father)<br>aila (mother)<br>
# tjakelele (men)<br>salai (women)<br>
# bilatoe, ja dingi<br>o katoe, ja topok<br>
# Tob = toea<br>
# Tob = gogoli<br>
# sabeba : made of bark<br>o gajok<br>dòdòe = the pounder, beater ma jajaoe = the board on which the bark is beaten<br>
# gojou (old garden) geremi<br>
# olouk <olorik?>, tonga, kekali, todoku<br>
# roots above the ground ma lalus<br>
# a blue one = goemoeroek<br>
# kakatoea = a green one<br>oebor = a red one<br>
# gotolak (white)<br>
# kojobak, kawihi, kawis<br>
# djala, djaring, doduo<br>
# Tob = golok<br>
# Tob = goehoeroe<br>
# Tob = loeloele<br>
# cloudy sky = liwanga<br>
# morning star = kàluk <kòluk?><br>evening star = baladogok<br>
# menuk bereki, barang magilang<br>
# olabil <lobil?> wo djaga : nightwatch<noinclude></noinclude>
db58i7rt4hthgwz3daafdmv6o784hli
Halaman:169a Pagu.djvu/11
104
116742
321483
2026-10-15T03:36:19Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321483
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1350. ma moi moi<br>
1356. ja moi moi<br>
1357. to ngoi<br>
1358. ngoi to ma tetengoka<br>
1359. ngona no<br>
1362. ngini<br>
1363. oena wo<br>
1365. ngomi mi<br>
1366. ngone wo<br>
1364/<br>
1367/<br>
1368. ōna jo<br>
1369. to ngoi af<br>
1370. tongomi mia<br>
1373/<br>
1374. to ngona ani wola<br>
1375/<br>
1376. to ona manga<br>
1378. to oena awi<br>
1379. nagaona<br>
1380. okia<br>
1382. okia<br>
1383. nena<br>
1385/<br>
1386. dòkaja<br>
1388. naneoka<br>
1389. dināja<br>
1394. kinital <25><br>
1398. kinital<br>
1402. o labili<br>
1406. tahoen<br>
1407. moeson<br>
1408. nena<br>
1409. ma ilika<br>
1411. ma sèla<br>
1412/<br>
1413. biono<br>
1416. kàāno wo sapo <26><br>
1418. kaoegono<br>
1419. o lobi modidio<br>
1420. o wange nena<br>
1422. kailōa
{{multicol-break}}
1423. modidiko<br>
1425. o lobi ma lòa<br>
1427. moeloko<br>
1428. i boto<br>
1429. i boto oeasi<br>
1431. koremie<br>
1432. koresara<br>
1433. o wange ma biono<br>
1434. o wange i tumunu<br>
1435. goebadi<br>
1436. goelinak<br>
1437. daku<br>
1439. daku uku<br>
1440. dau<br>
1441. dau ije<br>
1445. sebang<br>
1446. <27><br>
1447. siadonokau<br>
1449. ka <28><br>
1450. ma deaka<br>
1451. supu<br>
1452. sebang<br>
1453. ma goeloetika<br>
1454. i pakit<br>
1460. kiaka<br>
1461. tjarakia<br>
1465. mengali okia<br>
1466. i gooung<br>
1467. barangkali<br>
1469. de<br>
1470. de<br>
1471. kooea<br>
1472. ika<br>
1474. boekan<br>
1475. kooewa<br>
1477. ka gena<br>
1478. i sebangokaoe<br>
1479. ma<br>
1486. koiwa
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
44kwy60zfkzue3ma7le4b6b77zgde41
Halaman:169a Pagu.djvu/10
104
116743
321484
2026-10-15T03:38:59Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321484
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1212. telewe naga<br>
1213. saikoka<br>
1214. gagaono<br>
1220. totil<br>
1221. tai<br>
1222-<br>
1224. djaga <22><br>
1225. dadamoe<br>
1227. sigisene<br>
1228. ngolik <ngalik?><br>
1229. ame<br>
1233. soeroedak<br>
1234. wo ma silangoet<br>
1236/<br>
1237. ame<br>
1238. sininga<br>
1239. dolat<br>
1240. wi siómoe<br>
1242-<br>
1244. sininga<br>
1245. walik <23><br>
1246. beno<br>
1251. amoenoe<br>
1253-<br>
1255. tobik<br>
1259. wa teol<br>
1260/<br>
1261. moelai<br>
1262/<br>
1263. togoemoe<br>
1264. pilikoe<br>
1265. gogono<br>
1266. toma gogono<br>
1267. sano<br>
1268. waloes<br>
1269. golok<br>
1270. òloekoe<br>
1271. wona dakal<br>
1272. sasalimoi<br>
1276/<br>
1277. i tòbok<br>
1278. pait<br>
1284. wo sapongkau
{{multicol-break}}
1286. wo tagi<br>
1291. gosa <24><br>
1292. balas awi tingkai<br>
1293. moedoe moi<br>
1294. modidi<br>
1295. moange<br>
1296. lōat<br>
1297. motoa<br>
1298. boetanga<br>
1299. toemoeding<br>
1300. toeange<br>
1301. siwo<br>
1302. mogiok<br>
1303. mogiok de moi<br>
1304. mogiok de modidi<br>
1305. mogiok de maange<br>
1310. mogiok de toange<br>
1311. mogiok de siwo<br>
1312. monalok<br>
1313. monalok de moi<br>
1316. moeloeangil<br>
1317. moloeat<br>
1318. molitoa<br>
1319. moliboelanga<br>
1323. latoes moi<br>
1324. sariboes moi<br>
1326. ma dobik<br>
1328. ka ma moi<br>
1329. modidi<br>
1330/<br>
1331. i disilaka<br>
1332/<br>
1333. modidi<br>
1336/<br>
1337. ma basala<br>
1338. moelaka<br>
1339. i lepe<br>
1340. i lepewa<br>
1341. ma jikoeka<br>
1347/<br>
1348. i paili<br>
1349. i koerang
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
n3mwt8nzti8xmbo275jfeu4nyv9a861
Halaman:169a Pagu.djvu/9
104
116744
321485
2026-10-15T03:42:48Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321485
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1072-<br>
1074. koetoeoel<br>
1079. tangara<br>
1080/<br>
1081. tiolak<br>
1082. samaik<br>
1083/<br>
1084. loekoe<br>
1085/<br>
1086. loekoe wa<br>
1087. goeloetie<br>
1088. tipoko<br>
1089. i bolōt<br>
1090. tikò<br>
1096. toboesowa<br>
1097. lenge<br>
1098. mangon<br>
1101. togomini<br>
1102. meneos<br>
1104/<br>
1105. sasauk<br>
1106/<br>
1107. mamalat<br>
1109/<br>
1110. polulu<br>
1112. pesegi loat<br>
1113. ngòat<br>
1115. pilatoe<br>
1116. lamok<br>
1117. koeat<br>
1118. brani uwa<br>
1119. brani<br>
1121. boesenge<br>
1125. doedoeng<br>
1127. pesak<br>
1130. loa<br>
1132-<br>
1135. i rasai<br>
1136–<br>
1139. i rasaiwa<br>
1142. ma dea koiwaka<br>
1143. de ma deaka<br>
1146/<br>
1147. ma pilikoe i sosonengoka
{{multicol-break}}
1148/<br>
1149. ma pilikoe i wola<br>
1150. <21><br>
1152. ma gō<br>
1153. ma sungi<br>
1154. miskin<br>
1155. kaja-dagàkunu<br>
1156. kangela<br>
1159. bodok<br>
1160. padai<br>
1161. i moetit<br>
1162. i kiòpik<br>
1163. mamali<br>
1166. mamali<br>
1167. i boeboelan<br>
1168. i tatalom<br>
1169. i koeloen <hoeloen?><br>
1170. i koeloen <hoeloen?><br>
1171. goelati<br>
1172. tatalom <tatolom?><br>
1173. i bis<br>
1174. salik<br>
1175. ngôli<br>
1176. koela<br>
1179. àje<br>
1180. àje<br>
1193. nako<br>
1194. fikir<br>
1195. nako<br>
1196. nako<br>
1197. mongol<br>
1198. mengakoea<br>
1199. mangakoe<br>
1200. temowa<br>
1201. soedoe-soedoe<br>
1202. njemo<br>
1203. njanji<br>
1206. alok<br>
1208. àkoen<br>
1210. manaran<br>
1211. moku
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
it91f8xyn5exdzthy1qwqxgrkd2lqdt
Halaman:169a Pagu.djvu/8
104
116745
321486
2026-10-15T03:49:06Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321486
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
938. dowongi<br>
939. doro<br>
940. o belooel<br>
941. pasil<br>
942/<br>
943. tonak<br>
944. nuus<br>
947. jekoe<br>
948. jeku<br>
950. oeti<br>
951. o tanaka i tiai<br>
952. o gàal<br>
955. bangan<br>
957. bangan ma gilan<br>
958. dukuum<br>
959. tapak<br>
960. pepeke<br>
961. atem <atun?><br>
962. bating<br>
963. o akil ma làes<br>
964. dodoku<br>
965. o bòus<br>
966. o bous ma motek<br>
967. akil ma lako<br>
968. woeiis<br>
969. mamalin<br>
970. tonak<br>
971. dowongi<br>
973. besi<br>
974. tambaka, koeningan<br>
976. salaka<br>
977. goeratji<br>
978. sari<br>
981. kipoe<br>
984. koekoeloe<br>
985. marteloe<br>
986. ma babangin<br>
987. kakatam<br>
988. ma ngabos<br>
989. djomak<br>
991. kakoela
{{multicol-break}}
995. o dagang ma njawa<br>
999. momotek<br>
1000. manaki<br>
1001. tako<br>
1002. pasar<br>
1003. tibo, gako <goko?><br>
1005. papoelaki<br>
1007. baloes<br>
1008. oentoeng<br>
1009. ilang<br>
1010. tibo, goko<br>
1011. hali<br>
1012. moerah<br>
1013. nagiem<br>
1014. galok<br>
1015. fangoe<br>
1016. oekoen<br>
1017/<br>
1018. bau<br>
1019. alit<br>
1020. tawar<br>
1029/<br>
1030. kapal<br>
1033. oti<br>
1035. ngasoek<br>
1037. wo sidet<br>
1038. lilim<br>
1043. sioloe<br>
1049. tapoe<br>
1050. goesewat<br>
1051. sosan<br>
1052. i telfi<br>
1053. jo ola-ola<br>
1061. lamok<br>
1062. iti<br>
1063. i goeloet<br>
1064. ma gilang<br>
1065/<br>
1066. tipoko<br>
1070. aloes<br>
1071. pelelak
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
of4eawgbdika9vo1imiwrk0c0y9cqml
Halaman:169a Pagu.djvu/7
104
116746
321487
2026-10-15T03:53:34Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321487
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
771. roroeboet<br>
772. koesoem<br>
774. o aiwani<br>
778. pòte<br>
779. jau<br>
780. gitiwili<br>
781. gitiwili<br>
786. galatou<br>
787. gago<br>
789. igoet<br>
790. gòsi<br>
794. o ode<br>
797. ma ngomaha i temo<br>
799. kabil<br>
803/<br>
804. sapi<br>
805. mèhè<br>
809. moidjanga<br>
811. o kaso<br>
812. i bou<br>
813. boki<br>
814. i njauok<br>
824. namo dara <11><br>
825. o gogon<br>
834. kakatoea, oebor <12><br>
835. gotolak <13><br>
836. o gagal ma goegoele<br>
840. o toemor <toemar?><br>
843. <14><br>
844. namo<br>
847. manok<br>
851. kalawe<br>
852. porogi<br>
854. mia<br>
861. <15><br>
864. ndala<br>
865. kosidi <16><br>
866. gani<br>
871. alala<br>
872. o goeoel <17><br>
877. gomoma
{{multicol-break}}
878. pole² <18><br>
879. pipit<br>
881. sàba sàba<br>
884. nago<br>
886. o ngia<br>
888. o aili<br>
891. kakaini<br>
892. dòde<br>
893. o kokaila<br>
894. o bianga<br>
896. o padek<br>
898. o sisipokoem<br>
899. o kariang<br>
900. o gosomang<br>
901/<br>
902. o fèèn<br>
903. alam<br>
905. sorga <19><br>
906. wange<br>
907. o naga ja asil<br>
908. naede <noede?><br>
910. mede<br>
911. o noede ja asil <naede?><br>
912. ngangama <20><br>
917. doenia<br>
919. o besak<br>
920. o gagil<br>
921. kamkamero lobi<br>
923. ngawatol<br>
924. boetòka<br>
925. o boetòka ma ingil<br>
927. osu<br>
928. gogal<br>
929. rafo<br>
930. o akel<br>
931. gosi<br>
932. goas<br>
934. o ail<br>
935. moku²<br>
936. moku²<br>
937. djiko
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
d31ve9lukpm40hbba475pi69hltun69
Halaman:169a Pagu.djvu/6
104
116747
321488
2026-10-15T03:57:54Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321488
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
623. toeoek<br>
624. paka<br>
626. kudoli<br>
627. ongimi<br>
628. soepera<br>
630. lolòas<br>
635. oentoeng<br>
637. oetoesan<br>
640. bòas<br>
645. diki²<br>
648. koeda²<br>
649. bèbèoto<br>
652. patjoel<br>
653. gojou geremi <8><br>
659. isa<br>
660. djoro<br>
662/<br>
663. sibalis<br>
664. moi<br>
665. datomo<br>
668. i òmuk<br>
669. i omukuasi<br>
671. utuk<br>
672. dòla<br>
674. kahitela<br>
677. katjan<br>
679. komo komo<br>
681. tabako<br>
682. ugak<br>
683. ùok<br>
684. bawang<br>
686. oebi<br>
688. tasbi<br>
691-<br>
693. o igon<br>
695. o daluk ma ldes<br>
697/<br>
698. ma gimoel<br>
700. gula<br>
701. gula pasir<br>
702. gulubeng<br>
703. o etok ma lòes, o peda ma<br>{{gap}}{{gap}}lòes
{{multicol-break}}
704. etok, peda<br>
705. kapa<br>
706. kailoepa<br>
708. goewawe<br>
709. toeada<br>
711. Doerian<br>
712. gogòla<br>
713. lasa<br>
716. bole<br>
717. kawasi<br>
720. bitiè<br>
721. sangkari<br>
722. limotjina<br>
723. kofu<br>
726. tagabir<br>
728. dofoi<br>
729. o gaelati<br>
731. iwi<br>
732. <9><br>
733. ma diboel<br>
734. gota<br>
737. sola<br>
739/<br>
740. djaga<br>
741. o gota ma ngomas<br>
742-<br>
744. ma ngutuk <10><br>
746. sòka<br>
748. kai<br>
750. ma tiono<br>
752. mokul<br>
753. bido<br>
754. ma titigan<br>
755. silo<br>
758. boenga<br>
759. ma sòuok<br>
761. kai<br>
763. mui<br>
764. lakim<br>
765. sasaku<br>
766. golol<br>
770. djela², takioe
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
76zs2un9i0t08yvbpkalg33nexqp5dw
Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/17
104
116748
321489
2026-10-15T04:17:34Z
Khofifah Ansyaria 1B
27746
/* Telah diuji baca */
321489
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Khofifah Ansyaria 1B" /></noinclude>MOEANG THAI
Bangsa Thai pada oemoemnja beragama Boeddha. Di seloeroeh negeri ke pendapatan koeil-koeil tempat beribadat. Disebelah ini nampak tempat jang demikian. Disebelah kiri kelihatan Wat Bentjanadan di sebelah kanan Wat Aroena,kedoea doenja di Bangkok
War Praha Keo. Diatas ini ialah salah satoe tjandi jang terindah dj Moeang kopeanjaan Seri Baginda Radja sendiri. Letaknya di dalam taman jang berlantaikan batoe poealam<noinclude></noinclude>
cjj40g7h9gadzc7c6kyi09z7e9elm7l
Halaman:169a Pagu.djvu/5
104
116749
321490
2026-10-15T04:22:44Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321490
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
485. toeoek o silo<br>
486. soneng o silo<br>
488. kalamboe<br>
489. bankoe<br>
493. bosok<br>
494. o bosok o tonak<br>
495/<br>
496. bokor<br>
497. piring<br>
498. sanok<br>
501/<br>
502. soede, soede blik<br>
505. o dia ma iti<br>
506. dia<br>
507. dopo²<br>
509. damakon<br>
510. soesoengit<br>
511. o iroes<br>
513. le o akere<br>
514. peloedi kiarong<br>
515. lampoe<br>
516. o u no soemboe<br>
517. o silo<br>
519. kabilan<br>
520. o boroea<br>
522. o bosok o tonak<br>
524. momolò<br>
525-<br>
527. sakai<br>
528. sinanga<br>
529. komoewoe<br>
534. o inom<br>
535. bilanan<br>
536. siode<br>
537. o oege<br>
539/<br>
540. o lakim<br>
541. o nauko<br>
543-<br>
545. o bila<br>
546. bila<br>
547. o bila ma lòes
{{multicol-break}}
548. sasàku<br>
550/<br>
551. o loesing o doedoeboek<br>
553. o tatapa<br>
554. ma kokonam<br>
561. boeboer<br>
562. ritja djawa<br>
563. o gasi<br>
565. o balon<br>
567. o tjalana<br>
569/<br>
570. o baadjoe<br>
571/<br>
572. o toeala <5><br>
573. o oesi<br>
576. o ali ali<br>
579/<br>
580. o bobili <6><br>
582. tange<br>
586. balon<br>
588. sabèba<br>
589. sabèba<br>
590. soetara<br>
593. tino<br>
594-<br>
597. <7><br>
600. gùmo<br>
601. wako, fòriki<br>
602. gumin<br>
603. lawe<br>
604. diai<br>
605/<br>
606. kadoe<br>
608. oworo<br>
609. ma sarong<br>
611. koebak²<br>
612. o oepa-oepas<br>
613-<br>
616. o toimi<br>
617. salawakoe<br>
620. snaphaan<br>
621. obat<br>
622. palingoe
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
myjm859bzy2486f052ep1ht7tmmqzgp
Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/29
104
116750
321491
2026-10-15T04:27:46Z
Khofifah Ansyaria 1B
27746
/* Telah diuji baca */
321491
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Khofifah Ansyaria 1B" /></noinclude>„Pedoman Kita" Menempoeh Djalan Baroel
ІВОЕКОЕ .
Iboekoe, tjahaja mata ananda,
Obat djerih pelipoer hati,
Setawar sedingin tampal dikepala.
Loeboek 'akal tapian boedi.
Tanggal 21 April 1942, hari lahir
Radén Adjeng Kartini. Didapoer
seboeah roemah perkoempoelan
Pedoman Kita" di Kramat 187,
30 orang gadis bangsa kita sedang
asjik bekerdja menanak nasi, mem-
boeat sajoer, menggoréng rendang,
menggiling sambal, memboeat kolak
oebi dan beberapa makanan jang
lain. Ketiga poeloeh gadis itoe
melakoekan kewadjibannja masing-
masing dengan sescenggoeh-soeng-
goehnja. Djari jang ramping jang
biasanja berkilat-kilat karena Cutex,
pada waktoe itoe kotor karena me-
megang arang, mengoepas oebi
dan mentjoetji daging. Keringat
mengalir membasahi moeka jang
dahoeloe senantiasa disapoe de-
ngan bedak Virgine dan lippenstift
serta rouge à la Paris. Tapi walau-
poen pekerdjaan jang soesah dan
berat itoe, semangat gadis-gadis
itoe tidak koerang hébatnja. Soeara
gemoeroeh, témpoh-témpoh terde-
ngar meréka itoe tertawa gelak
gelak, djika seorang diantara me-
réka itoe ada jang melawak.
Zus, pas op het vuur, anders
brandt de rijst!" kata seorang ga-
dis kepada kawannja jang sedang
doedoek menghadapi dandang.
..Dik Tati, boemboe sajoer bagai-
mana sadja si, loepa saja," tanja
seorang lagi...Wah Koes, moeka-
moe tjémang-tjémong kena arang
seperti nini Towong," seroe seorang
gadis lain.
Sebagai saudara seiboe-sebapak
ketiga poeloeh gadis itoe menje- .
lenggarakan nasi, sajoer dan ma-
kanan oentoek merajakan hari Kar-
tini itoe. Meréka itoe semoeanja
dari kalangan jang boleh dikatakan
tinggi, ada jang anak Boepati, ada
anak referendaris, anggota Déwan
Rajat, dokter, hakim, kepala kantor,
secretaris dan golongan tiabang atas
lain-lain. Soedah beberapa pekan
lamanja gadis-gadis itoe tergaboeng
mendjadi satoe dalam perkoempoel-
an Pedoman Kita", dibawah pim-
pinan dan pengawasan toean So e-
(Alim).
tan Maharadja Besar
Alim, bekas Inspektoer Sekolah
Partikelir pada Departemen Onder-
wijs.
Hari itoe, pagi-pagi benar toean
Alim dengan gadis-gadis itoe telah
pergi kepasar, boekan naik mobil
seperti biasa, boekan poela naik
delman, bétja atau sepéda, melain-
kan berdjalan kaki. Anak-anak itoe
haroes memilih, mentjari dan mem-
beli sendiri segala keperloeannja
oentoek masak-masak dan mem-
boeat koewé-koewé. Disitoelah pe-
ladjaran jang pertama-tama tentang
'ilmoe barang-barang bahan dalam
praktéknja. Tawar-menawar dan be-
li-membeli barang-barang itoe roe-
panja agak soekar, karena oemoem-
nja gadis-gadis itoe tidak biasa.
Tapi lambat-laoen beroebahlah ke-
adaan itoe. Setelah tjoekoep se-
moeanja, barang-barang itoe diba-
wanja keroemah perkoempoelan sen-
diri. Dahoeloe meréka itoe tentoe
akan merasa maloe, tapi pada wak-
toe itoe meréka bangga membawa
barang-barang jang dibelinja, jang
dipilihnja sendiri dengan soesah-
pajah itoe.
Sebagai ahli pendidik jang telah
banjak pengalamannja, toean Alim
senantiasa bersedia akan memban-
toe anak-anaknja" itoe dengan
kata-kata lemah-lemboet oentoek
membesarkan hati dan semangat
gadis-gadis itoe. Dalam pada itoe
toean Alim sedang mentjoba tjara
baroe. Pendidikan anak hingga pa-
da déwasa ini, menoeroet pendapat
toean terseboet tidak sesoeai de-
ngan kepentingan kita oemoemnja.
Kebanjakan orang maboek ba-
rang Barat, loepa akan bahasa dan
bangsanja sendiri. Perhoeboengan
antara orang toea dan anak djaoeh
dari pada memoeaskan, hingga ti-
dak djarang terdapat orang toea
jang tidak dapat mengoeasaï anak-
nja. Berdjam-djam lamanja anak-
anak ada diloear roemah, lepas dari
pengawasan orang toea. Dibangkoe
sekolah moerid-moerid djarang me-
nerima pendidikan seperti jang di-
maksoed oléh pendidikan jang sebe-
narnja. Jang diterima meréka itoe
hanja ilmoe-'ilmoe jang telah ter-
seboet dalam atoeran sekolah sadja.
Perangai, adat-istiadat, tingkah-
lakoe dan sebagainja tidak dipen-
tingkan. Asal anak-anak tahoe benar
2 x 2 = 4 atau dimana letaknja
kota Den Haag, tjoekoeplah. Inilah
jang menjebabkan toean Alim me-
rasa tidak poeas dengan tjara pen-
didikan jang sekarang ini. Kita se-
moea haroes meninggalkan keba-
ratan kita dan kembali menggoena-
kan tjara kita sendiri. Jang baik
dan sesoeai dengan keboedajaan
kita, boléh kita pakai teroes, tapi
jang bertentangan dan meroesakkan
perasaan kita, baiklah dilempar
djaoeh, digantoeng tinggi.
Tjara menghormati orang toea:
.,Hallo Mami, hallo Papi" dengan
melambai-lambaikan tangan seperti
memberi salam kepada sobat"
baik, tidak selaras dengan perasaan
Ketimoeran. Kalau mendapat perin-
tah dari orang toea dan mendja-
wab O.K." atau Och, ik heb
geen tijd!" dan sebagainja, itoelah
tidak tjotjok dengan pendidikan Ti-
moer jang sedjati. Hal-hal itoelah
menoeroet pertimbangan toean Alim
haroes dikoeboer sedalam-dalamnja.
Toean Alim akan menempoeh
djalan baroe dalam kalangan pen-
didikan. Inilah telah terboekti de-
ngan njata dalam merajakan hari
Kartini itoe. Dahoeloe dalam pera-
jaan jang demikian itoe, komité se-
nantiasa menerima soembangan ma-
kanan jang lazat-lazat dari beberapa
orang besar-besar. Disana-sini di-
adakan pésta, pelbagai pidato jang
berkobar-kobar dicetjapkan. Orang
bersoeka-ria, bersenang-senang. Tapi
dikalangan Pedoman Kita" hari
itoe dirajakan dengan memeras te-
naga, berlelah-lelah, berpedih hati.
Tjara merajakan hari agoeng sede-
mikian itoe tidak boléh tidak akan
lebih meresap, lebih mendalam dari
pada tjara berméwah-méwah, be-
ramai-ramai.
Kami berbesar hati, melihat ga-
dis-gadis jang biasanja dilajani oléh
djongos dan baboe, pada hari itoe
tidak segan mentjoetji piring, me-
megang terasi, memain-mainkan so-
dét sendiri. Pada wadjah mereka
itce tampaklah dengan njata ke-<noinclude></noinclude>
6f2qjvs6jt6vvlaiv2nk0qdx5qo0dd3
Halaman:169a Pagu.djvu/4
104
116751
321492
2026-10-15T04:28:05Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321492
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
302/<br>
303. bobau<br>
304. bobau<br>
305. ngoak ma dotouono<br>
306-<br>
309. geri<br>
315. ria dodot<br>
320. ma naki<br>
327. soana<br>
331. gomatil<br>
333. Ja oenak<br>
335. boekoe<br>
339. meki<br>
340. gomang<br>
341. tokat, iblis<br>
343/<br>
344. njawa<br>
345. Djou ma dutu<br>
347. ma niat<br>
353. karatasi<br>
354. soerat<br>
356. tjarita<br>
359. ma ngale<br>
365. ma njawa<br>
366. sorga<br>
367. ma loa<br>
368. dosa boradosa<br>
369. boson<br>
374. o sigi<br>
377. saboea, sasaloe<br>
378. kolano<br>
382. tokata ma ngi<br>
391. oentoeng<br>
392. tjilaka, bodito<br>
400. deda<br>
401. saksi<br>
402. hakim<br>
404. o sonong ma ojon<br>
407/<br>
408. ijak<br>
410. kiòloek<br>
411. ma dòdana
{{multicol-break}}
413. boesóesoe<br>
415. soendal<br>
419. rebaboe<br>
420. bangseli<br>
421. o damoen<br>
424. salagi<br>
428. tjakalele, salai <3><br>
430. tjoemoe-tjoemoe<br>
432. ule<br>
437. o wola<br>
438. o wola<br>
440. ponat<br>
441/<br>
442. <4><br>
446. o litòlak<br>
449. ngolan<br>
451. djangela<br>
452. ma liboekoe<br>
453. ngoete<br>
454. o kekali<br>
456/<br>
457. dangil<br>
458/<br>
459. bebeno<br>
461. ngasoe<br>
462. doemoen<br>
464. o goeba<br>
465. o ngi<br>
468. tikar<br>
469. o nora<br>
470. dangeri<br>
471. gandaria<br>
472/<br>
473. lonteng<br>
474. sasakai<br>
475. uku<br>
476. i igu<br>
475/<br>
477/<br>
478. uku<br>
482. ma jowo<br>
483. kakauo<br>
484. o gota
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
27y81gg18ts31oc8w3z3eozhzrdmkk5
Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/18
104
116752
321493
2026-10-15T04:30:00Z
Khofifah Ansyaria 1B
27746
/* Telah diuji baca */
321493
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Khofifah Ansyaria 1B" /></noinclude>PERAJAAN MAULOED
Sajid Ali Alhabsji sedang berpidato didepan orang banjak. Gambar boelat
disebelah kiri Hadji Moehammad Abdoelmuniam Inada didepan
mimbar, mengoeraikan tjita-tjita Pemerintah Nippon jang bertali dengan agama Islam.
Pada hari Kamis soré pekan jang
laloe di Mesdjid Djamé di Kwitang
(Djakarta) dirajakan Mauloed Nabi
Moehammad s.a.w. dengan dihadiri
oléh lebih dari 7.500 orang banjak-
nja, diantara lain-lain oléh wakil-
wakil dari Balatentera Dai Nippon
bagian Keagamaan, jaltoe toean-
toean A. Minami, Y. Minami,
Noer Moehammad Tohih
dan Hirojoeki Sasaki. Dari
pihak pembesar bangsa Indonésia
tampak K. Boepati, Burgemees
ter H. Dachlan Abdullah
dan lain-lainnja.
Oleh Sajid Ali Alhabsji
jang memegang pimpinan perajaan
Mauloed itoe dioeraikan dengan
pandjang lébar tentang asas-asas
dan dasar-dasar agama Islam serta
diambilnja tjontoh-tjontah dari pe-
kerdjaan Nabi Moehammad s.a.w.
soepaja didjalankan oleh oemmat
Islam dalam hidoepnja sehari-hari.
la berseroe, soepaja kaoem Moes-
limin bekerdja bersama-sama dan
merapatkan persaudaraannja.
88
Pidato itoe kemoedian disamboeng
oléh Sajid Salim Djendan
tentang riwajat Nabi Moehammad
s.a.w. sebagai pendekar Islam.
Kemoedian dari pada itoe naik
keatas mimbar toean H. Moe-
hammad
Abdoelmuniam
Inada dari Balatentera Nippon,
menerangkan berbagai-bagai ke-
sengsaraan oemmat Islam jang ada
dibawah pemerintahan Inggeris. Se-
landjoetnja diterangkannja, bahwa
Pemerintah Nippon bermaksoed
membentoek Asia - Raja dengan
memberikan kepada 'oemoem hak-
hak berpikir dengan merdeka. Bang-
sa-bangsa dan golongan-golongan
diseloeroeh Asia akan mendapat
perlindoengan dari Pemerintah
Nippon.
Oetjapan toean H. Inada itoe
disalin kedalam bahasa kita oléh
seorang djoeroebahasa bangsa Nip-
pon djoega. Pembitjaraan itoe di-
teroeskan oléh toean Moe ham-
mad Sajido Wasbas K.
Foejii, jang mentjeritereken ten-1
tang sépek-terdjang Belatentera Dai
Nippon dan djasa-djasanja hingga
mendapat kemenangan ditempat-
tempat jang ditardjangnja.
Achirnja, perajaan Mauloed itoe
ditoetoep dengan batjean Alfatihah.
Beriboe-riboe orang oemmat Islam berdesak-desakan bereboet tempat akan me-
nangkap nasihat dan keterangan jang dioetjapkan oleh pengandjoer2 Islam itoe.<noinclude></noinclude>
bxuiz6lh4lpbvogdd8mf7fz9ra5u8jy
Halaman:169a Pagu.djvu/3
104
116753
321494
2026-10-15T04:33:22Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321494
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
144. ma tèkos<br>
145. tagi<br>
147. ma pogal<br>
148. idu<br>
149. gogel<br>
150. gogel<br>
151. gogel<br>
152. gogel<br>
153. tobongo<br>
154. olik<br>
156. njemo i tiaiwa<br>
158. lingi<br>
160. poak<br>
161. iet<br>
163. ali<br>
165. iet<br>
166. womas<br>
167. obil<br>
169. solen<br>
170. tikil<br>
172. tògò<br>
174. wo is tògò<br>
176. giwang<br>
177. kadoenoe<br>
182. wango<br>
183. soneng<br>
184. soneng<br>
188. bankai<br>
191. djere<br>
192. toma<br>
193. ho make o poesaka<br>
194. poesaka<br>
196. o nabo<br>
197. bobolos<br>
198. o nabo ma balanga<br>
199. jo fòro <1><br>
200. i sisili<br>
202. fòrooea<br>
203. bobolos<br>
205. fàro<br>
207. o pokol i sisili
{{multicol-break}}
209. ma sauk <oquk?><br>
210. luti<br>
211. sarampa<br>
214. gerèsi<br>
219. o soike i sisili<br>
220. sisili<br>
222. tikit<br>
224. soesoemoe<br>
225. o jouw i sonenge<br>
227. mou<br>
228. pongo<br>
229. pilok<br>
231. o lako i toekoel<br>
232. i aikoka<br>
234. o soul<br>
236. o njawa<br>
239. lomanga<br>
241. o naulu<br>
242. ngeweka<br>
248/<br>
249. mosòles<br>
250. o ngoak o naulu<br>
252. o ngoak ngeweka<br>
255. aja<br>
256. aila<br>
257/<br>
258. o ngoak ma riak (dodot)<br>
263. ete<br>
266. beje<br>
268. ilanga<br>
269. bilanga<br>
274. tjoetjoe o dano<br>
275/<br>
276. o pepa<br>
281/<br>
282. oa<br>
287-<br>
290/<br>
295. o ngoak ma riak (dodot) ?<br>
297/<br>
298. diòton, aila <2><br>
299. toròa<br>
300. moioka doenoeng
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
0njqggofr9rt1i1523jma08nzdj0k43
Halaman:169a Pagu.djvu/2
104
116754
321495
2026-10-15T04:36:43Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321495
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. PAGU LIST'''
{{multicol}}
1. badan/lòes<br>
2. o saik<br>
3. bion<br>
4. peal<br>
6. bèlèti<br>
8. pea<br>
9. ngauk-ngaukoe<br>
11. lako<br>
15. goloutoe<br>
17. kongol<br>
18. oenoeng<br>
20. ngomas<br>
21. gotòak<br>
22. ulu<br>
25. ulu ma kai<br>
27. gumu<br>
29. oko<br>
30. gumu<br>
31. akil<br>
32. gakòk<br>
33. ingil<br>
34. ingil<br>
37. tòmal<br>
41/<br>
42. soesoe<br>
46. soesoe ma teong<br>
48. wiwis<br>
50. goemoeloe<br>
53. aowang<br>
54. pòkol<br>
61. potiti<br>
63. poret<br>
66. sasalim<br>
69. gului<br>
72. auko<br>
73. ijok<br>
75. wo sèkē<br>
76. mela<br>
77. akòs<br>
78. telem
{{multicol-break}}
82. osis<br>
83. wo ma osis<br>
84. jōu<br>
86. jōu<br>
88. poepoeng<br>
90. gaum<br>
91. boeboekoe<br>
93. laio<br>
94. unis<br>
95. giam<br>
97. giama<br>
99. goegoet<br>
100. papanga<br>
102. giama ma soat<br>
105. raragar<br>
107. gitiwil<br>
108. raragar ma èla<br>
109. raragar ma dudumut<br>
111. raragar ma iti<br>
115. kobong<br>
116. aunum <?><br>
117. lakim<br>
118. ngoelòt<br>
121. kai<br>
122/<br>
123. gogo<br>
124. goloingot<br>
125. obil<br>
126. moeloekakal<br>
127. wòmas<br>
128. òjom<br>
129. sawin<br>
130. okel<br>
131. wi ètol<br>
132. ai ngomas i doedoeng<br>
133. poenoes<br>
134. poenoes<br>
137. asil<br>
138. nisoe<br>
139/<br>
140. bulusan
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
m4ar6lv8n9qx0qw90vgshppqvch1zz2
Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/19
104
116755
321496
2026-10-15T04:37:43Z
Khofifah Ansyaria 1B
27746
/* Telah diuji baca */
321496
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Khofifah Ansyaria 1B" /></noinclude>BEBERAPA DJAM DENGAN ORANG TERNAMA
Madjid Oesman Soeami isteri
Hanja sekedjap kami berdjoempa.
Dia akan ke Soekaboemi, dari sana
akan ke Bandoeng lagi oentoek
menjelesaikan beberapa oeroesan.
Lama kami menoenggoe diroemah
dia menoempang, berbitjara-bitjara
dengan njonja dan toean roemah.
Meskipoen telah kami dengar dari
njonja roemah, bahwa toean Oesman
soeami isteri barangkali lama lagi
baroe poelang dan setengah doea
mesti poela berangkat ke Soeka-
boemi, kami toenggoe djoega me-
réka itoe.
Djam soedah menoendjoekkan
djam 12 12.15 12.30.
Seboeah delman berhenti dimoe-
ka roemah, foeroen dari dalamnja
beberapa orang. Seorang njonja
Nippon berdjalan dahoeloe, naik
kercemah langsoeng keserambi
moeka njonja Oesman, Siti Ami-
nah Oesman, kelahiran Tsoejoeki
Osada.
Ditangga tegak terdiri toean
Oesman. Tegap, koeat dan kokoh.
Ramboetnja lebat. Gelap kelihatan
sebab berdiri membelakangi tjahaja
loear.
Sekedjap matanja jang tadjam
melajang sekeliling. terpakce pede
kami berdoea. Toean roemah mem-
perkenalkan kami: Orang-orang
dari Pandji Poestaka". Dan toean
Oesman menganggoek kepada kami
mendapatkan kami sambil mengoe-
loerkan tangannja akan berdjabatan
tangan.
Soenggoeh lain perasaan berte-
moe dengan dia. Kita segera tahoe,
jang berdiri dimoeka kita itoe boe-
kanlah orang kampoeng, melainkan
orang doenia. Kita berhadapan de-
ngan orang jang berani, karena ada
berkemaoean jang pasti.
Setelah doedoek, kami terangkan
kepada toean Oesman maksoed ka-
Beberapa djam bertjakap-tjakap dengan orang
ternama, jang diakoei orang sebagai pemimpin
dalam soeatoe lapangan masjarakat, lebih banjak
memberi pemandangan dari kehidoepan sendiri
beberapa tahoen lamanja.
mi datang itoe, ja'ni hendak berta-
njakan peri hal pengalaman beliau
selama di-internir, oentoek ditjerita-
kan poela kepada para pembatja
Pandji Poestaka.
Hari soedah lima menit léwat
setengah satoe, delman masih me-
noenggoe dimoeka roemah
Tetapi hal itoe boekan mendjadi
alasan bagi toean Oesman oentoek
mengoesir kami poelang. Barangkali
sebab diapoen orang soerat kabar
djoega, sehingga tahoe dia akan
keperloean dan kepentingan soerat
kabar. Soerat kabar harian,,Radio"
jang terbit di Padang ialah kepoe-
njaan beliau sendiri. Demikianlah
dengan setjare kilat sadja beliau
meloekiskan pengalamannja sedjak
beliau ditangkap di Padang, sehing-
ga ia dilepaskan oléh Balatentera
Nippon di Garoet.
Tanggal 8 December 1941 dila-
koekan penangkapan diseloeroeh
Indonésia
atas
orang-orang Nip-
pon dan orang-
orang jang di-
tjoerigaï ada ber-
hoeboengan de-
ngan Nippon. Se-
bagai orang jang
telah pernah pergi
kenegeri Nippon,
sebagai orang
pergerakan dan
orang soerat ka-
bar jang giat,
dan sebagai poe-
la orang jang ber-
isterikan seorang
poeteri dari Ma-
tahari Terbit, tia-
dalah menghéran-
kan toean Oesman
poen toeroet poe-
la ditangkap.
Beliau, isterinja,
doea orang anaknja jang beroemoer
doea dan empat tahoen, semoea
mereka sekeloearga itoe dirampas
kemerdekaannja, pada sa'at ber-
boenji meriam dilacet Pasifik jang
akan meroentoehkan bénténg-bén-
téng kekoeasaan Barat atas Timoer.
Delapan belas hari lamanja me-
réka di-internir di Batoe Sangkar,
bersama-sama dengan 800 orang
Nippon interniran dari lain-lain ba-
gian Poelau Pertja. Perlakoean di-
dalam tahanan soenggoeh kedjam.
Orang-orang interniran dipaksa be-
kerdja seberat-beratnja dan sebagai
oepah, meréka itoe diberi tjoetji
maki jang kedji-kedji.
Tanggal 27 December, 21 boeah
mobil gerobak mengangkoet meréka
itoe ke Teloekbajoer, tidak poela
menoeroet djalan jang biasa, me-
lainkan dibawa melaloei djalan me-
moesing. Roepanja orang Belanda
takoet orang-orang tangkapan itoe
akan dapat melepaskan diri dan
bisa mentjari djalan poelang kem-
bali. Selama dalam perdjalanan
meréka itoe mesti loeroes meman-
Berdiri didepan nomor 2 dan 3 dari kiri: Toean Oesman
dan isteri.<noinclude></noinclude>
g3m3q73po0q00n5nm5lkqujoox20z0w
Halaman:169b Madole.djvu/12
104
116756
321497
2026-10-15T04:41:07Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321497
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="5"> bilanga (sister?)<br>
# (father)<br>
# o taata, o deliena, o gomanga ma dorau o hetang, o ibilihi<br>
# for rice : tila²<br>
# basket carried on the back by men o oedi or lilipa. The same for women : dadai<br>
# made of silver : o halaà<br>made of copper : o hiara; o doedoete<br>
# o tiba, o a'ale, o tonga, o todooe<br>
# ngooe = white pigeon<br>ò òhe = blue pigeon<br>
# o namo, o nauloe<br>
# o djala, o hama, o afoe <ofoe?><br>
# o iloeloe = black ant<br>
# o ngia: large snakes are : ongohana o ngahu <ngohu?> moeoe, small ones are : o paàà o dodibao, o ngohabelo, o ngohobo, o tataroena<br>
# tree climbing frog = goeroewoe<br>
# i per ei, i taoe taoe<noinclude></noinclude>
3dy3f0v5uyziap49y8yrq7rk7crdgr5
Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/20
104
116757
321498
2026-10-15T04:41:23Z
Khofifah Ansyaria 1B
27746
/* Telah diuji baca */
321498
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Khofifah Ansyaria 1B" /></noinclude>PENDAFTARAN BANGSA ASING.
Sedjak tanggal 20 sampai tanggal 30 April di-
kantor Gemeente Betawi di Koningsplein Zuid
diadakan kesempatan bagi orang asing akan
mendaftarkan namanja, jaïtoe oentoek memenoehi
oendang-oendang Pemerintah Balatentera Dai
Nippon No. 7. Diatas ini kami tera beberapa.
boeah gambar tentang pendaftaran itoe. Disitoe
bersedia poela toekang potrét bangsa Nippon (lihat soedoet) akan memboeat gambar jang hendak mendaftarkan namanja.
dang kemoeka, melihat teman ke-
belakang sadjapoen diantjam oléh
serdadoe djaga. Di Teloekbajcer
meréka dinaikkan kekapal, kemana
akan dibawa moela-moela meréka
tidak tahoe. Kemoedian sekali baroe
ternjata bahwa meréka dibawa ke
Garoet. Tetapi djalan jang dilaloei
memoetar pantai Djawa Sela-
tan, Tjilatjap, Banjoewangi, dan toe-
roen di Soerabaja
Perlakoean dikapal lebih-lebih la-
gi dari didarat. Keséhatan sama se-
kali tidak diperhatikan. Delapan ra-
toes orang disesakkan sadja kedalam
palka jang loeasnja hanja 10 x 10
meter. Soenggoeh menghérankan,
tjoema satoe orang sadja jang
mati!
Dan maki-makian?! Honden!
varkens! landverraders! setiap ha-
ri. Pendjagaan, walaupoen soedah
ditengah lacet, diperseratoos gan-
da! Anak-anak oemoer empat ta-
hoen jang pergi kedjamban, didjaga
oléh serdadoe jang lengkap bersen-
djata senapang dan keléwang!
Achirnja tanggal 2 Januari tiba
di Soerabaja. Disitoe berdjoempa
dengan 1500 orang interniran
jang lain orang Nippon dan Indo-
nésia dari Poelau Kalimantan dan
Timoer Besar.
Dari Soerabaja mereka diangkoet
ke Ngawi, disitoe disamboet oléh
orang N.S.B. dengan gembira. Di-
negeri itoe orang-orang interniran
dibagi-bagi orang Indonésia diki-
rim teroes ke Garoet, orang Tiong-
hoa ke Soekaboemi dan orang Nip-
pon boeat sementara mesti tinggal
di Ngawi. Isteri toean Oesman
serta kedoea anaknja boléh toeroet
dengan beliau ke Garoet. Meréka
itoe tiba disana tanggal 6 Januari
1942.
Ringkas dan singkat sadja tjerita
toean Oesman. Diambilnja kedja-
dian-kedjadian jang soenggoeh pen-
ting-penting sadja. Tapi isinja kami
tjoekoep mengerti. Tangisan anak-
anak, rintihan orang sakit, jang
menghilang dalam gelombang dan
oedara Samoedera Hindia, kami
toeroet mendengarkan. Penderitaan
dan kesengsaraan didalam toetoep-
an dan didalam pagar kawat ber-
doeri, kami toeroet melihat dan
merasakan. Sekaliannja itoe terba-
jang pada air moeka toean Oesman,
terlihat dalam sinaran matanja dan
terdengar didalam tekanan soeara-
nja.
Masih sempat kita bertanjakan
serba sedikit tentang penghidoepan
toean Oesman dinegeri Nippon da-
hoeloe. Beliau berdiam disana ta-
hoen 1931 hingga 1936, mendjadi
peladjar pada Meiji University. Do
lam tahoen 1935 doea kali ia me-
wakili Indonésia dalam pertemoean
pergerakan Asia boeat Asia, ja'ni
sekali di Tokio dan sekali lagi di
Dairen
Waktoe berdjalan djoea dengan
'tjepatnja. Sepoeloeh menit soedah
kita toeroet berlajar dengan orang-
orang interniran dari Pertja Barat
ke Tanah Parahiangan dengan me-
laloei Tjilatjap, Banjoewangi, Soera-
baja, Djokja dan Bandoeng
Dalam bahasa Nippon njonja Oes-
man memperingati soeaminja, bah-
wa hari soedah tinggi
Dan
kita sebagai djoernalis Asia jang
tahoe akan kewadjiban, tetapi ta-
hoe poela menghormati kepentingan
orang lain, segera meminta diri.
Interpioe kilat ini diachiri oléh
toekang gambar kita dengan tang-
kapan kilat diatas katja pilem poela.
H. B. J.<noinclude></noinclude>
4vcz0fapc1py2nr8c1zsbeun3prtl5c
Halaman:169b Madole.djvu/11
104
116758
321499
2026-10-15T04:48:46Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321499
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1411. ma hila<br>
1412/<br>
1413. ma emoga, ma taiti<br>
1416. ‘aâno<br>
1418. o augonia<br>
1419. madidio‘a<br>
1420. nena<br>
1422. o dewela<br>
1423. wange modidiohi<br>
1426. ma moi ma moi <mai?><br>
1427. o waoeloe ijaa<br>
1428. i doeanga biangide<br>
1429. i doeangaoeahi<br>
1431. dauide<br>
1432. dauide<br>
1433. dooijo<br>
1434. diwaiha<br>
1435. o goebadi<br>
1436. o aoea, goidaa<br>
1437. daoe<br>
1439. daoe oe‘oe<br>
1440. dau<br>
1441. dauije<br>
1442/ mi ma hiadomo o pu,<br>
1443. pupi de o
{{multicol-break}}
1445. de<br>
1446. de<br>
1447. hiadono<br>
1449. ijo‘a<br>
1450. ma gorone‘a<br>
1451. hoepoe<br>
1452. i hori hori<br>
1453. i aoeloe<br>
1454. i paiti<br>
1460. i àà<br>
1461. oijau dodoa<br>
1462. Kogēna<br>
1465. hehaloe ijau<br>
1466. i goongoe <goougoe?<br>>
1467. pèèloea<br>
1469. de<br>
1470. de<br>
1471. ooea<br>
1472. ijo<br>
1473-<br>
1475. boe‘an oe‘a<br>
1478. ma oēbe<br>
1479. ma<br>
1486. moiiwa
{{multicol-end}}
'''No. 169'''
# <li value="1522"> o waoetoe oija geena ni ja toedoeoe<br>
# Aha ni ja toedoeoe geene o bira<br>
# to eloeoe to fango hoena wa lamao <lomao?><br>
# to fango <fanyo?> o taba‘o<br>
# no na moeoenoe o gina geena<br>
# ja go‘o o gina i roepa roepa<br>
# to 1546. ---
'''3. NOTES'''
1. (chicken-pox)<br>
2. 'one-eye'<br>
3. lawara (leaves)<br>
4. ilanga (brother?)<noinclude></noinclude>
4quexqy1udhbcpl023km57fr81n3950
Halaman:169b Madole.djvu/10
104
116759
321500
2026-10-15T04:56:38Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321500
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1253-<br>
1255. i tabii<br>
1259. jo i tiwīli, jo ipiti<br>
1260/<br>
1261. po moelaing<br>
1262/<br>
1263. po togoemoe<br>
1264. pa poehoeoe <poehoe oe?><br>
1265/<br>
1266. po batai, ta ioenoe<br>
1267. sano<br>
1268. haloehoe <holoehoe?><br>
1269. po goàhóò <goà hóò?><br>
1270. po oloe‘oe<br>
1271. jo i boedi<br>
1272. po eloe‘oe<br>
1276/<br>
1277. i oe‘oe<br>
1278. jo Libaiti<br>
1284. po hiadono aoe<br>
1286. po tagi<br>
1291. pa poha<br>
1292. po balaha<br>
1293. moi<br>
1294. moedidi<br>
1295. hange<br>
1296. hoata<br>
1297. motoa<br>
1298. boelanga<br>
1299. toemoeding<br>
1300. toewangele<br>
1301. siwo<br>
1302. mogio‘o<br>
1303. mogio‘o de moi<br>
1312. momau‘o <moman‘o?><br>
1316. moeroeange<br>
1317. moeroeala<br>
1318. maritoa<br>
1323. ratoehoe mooi<br>
1324. sariboes moi<br>
1326. ma lawangah<br>
1327. o dabiki i hòala<br>
1328. moi
{{multicol-break}}
1329. ma modidi<br>
1330/<br>
1331. hila<br>
1336/<br>
1337. ma doendoenda<br>
1338. moloeà <moloèo?><br>
1339. i lepe<br>
1340. i lepewa<br>
1347/<br>
1348. ahi<br>
1349. i oeranga<br>
1350. moi moi<br>
1356. ma moi ma moi<br>
1357. ngoi<br>
1358. ngoi ma hirete<br>
1359. ngona<br>
1362. ngini<br>
1363. oena<br>
1365. ngone, ngomi<br>
1364/<br>
1367/<br>
1368. ona<br>
1369/<br>
1370. ai<br>
1373/<br>
1374. aaii <ani?>, ma<br>
1375/<br>
1376. manga<br>
1378. awi<br>
1379. nagodna<br>
1380. o‘ijo<br>
1382. o‘ijo<br>
1383. nena<br>
1385/<br>
1386. gena<br>
1388. nena<br>
1389. gena<br>
1394. o wange<br>
1398. ini taaw<br>
1402. o woetoe<br>
1406. pariama<br>
1407. o waoeloe<br>
1408. nèna<br>
1409. ma oebè
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
exr8g3wb6hwsi7n2z6e35r0av7pjqmz
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/52
104
116760
321501
2026-10-15T05:20:53Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
321501
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>
'''MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN'''
'''Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya'''
O l e h
'''DRS. MOHD. DAHLAN MANSOER'''
'''UNIVERSITI MALAYA.'''
</center>
''Pendahuluan :''
{{drop-letter|P}}ada tahun 1970 YB Datuk Abdul Samad Idris telah menerbitkan sebuah buku kecil bertajuk "Hubungan Minangkabau Dengan Negeri Sembilan Dari Segi Sejarah Dan Kebudayaan", dikeluarkan oleh Pustaka Asas Negeri, Seremban. Pada masa menulis risalah singkat itu YB Datuk Abdul Samad Idris masih menjabat Menteri Muda Pembangunan Negara dan Luar bandar. Risalah yang tersebut dimaksudkan untuk dibaca dimuka Seminar Adat Minangkabau, yang dilangsungkan di Batu Sangkar, Sumatera Barat, antara 1hb. hingga 8hb. Ogos, 1970 Pada muka 11 - 12, beliau menuliskan sebagai berikut :
::Negeri Sembilan mempunyai seorang raja, yang disebutkan secara lengkap Duli Yang Maha Mulia yang dipertuan Besar Negeri Sembilan..... dan empat orang Datuk-datuk Undang serta Tunku Besar Tampin...... Sejak dahulu dan sampai sekarang, Negeri Sembilan mempunyai satu badan yang disebut Dewan Keadilan dan Undang, yang anggotanya terdiri dari Duli Yang Maha Mulia Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, empat orang Datuk Undang sebagai anggota, Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong, Tunku Besar Sri Menanti dan beberapa orang anggota yang tidak resmi ditunjuk dan diangkat oleh raja dalam badan ini. Adapun tugas dari pada Dewan Keadilan undang ini khusus untuk membincangkan Adat dan soal-soal yang bersangkutan dengan Agama Islam sahaja.
Diantara perkara yang sangat menarik hati dari pada tulisan YB Datuk Abdul Samad Idris yang dikutip di atas ialah :
# Raja Negeri Sembilan disebut dengan nama "Duli Yang Maha Mulia Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan" dan "Duli Yang Maha Mulia Raja Negeri Sembilan". Digunakan dua istilah disini, yaitu "Yang Dipertuan Besar" dan "Raja" buat di DYMM Raja Negeri Sembilan.
# Empat orang Datuk-Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin dan empat datuk Undang (yaitu) Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong, Tunku Besar Sri Menanti..........
:Yang amat menjadi pertanyaan buat kami ialah :
# Apakah gelaran yang sebenarnya kepada DYMM Raja Negeri Sembilan : Yang Dipertuan Besar kah atau Raja ?
# Bermula dituliskan bahwa ada empat orang Datuk-Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin sebagai ahli pada Dewan Keadilan dan Undang. Hal ini bermakna bahwa Dewan Keadilan mempunyai lima orang ahli. Kemudian dijelaskan bahwa Dewan<noinclude>{{rh|46||}}</noinclude>
81o8y359vgwym9h9tan2ony94wvzfx0
321502
321501
2026-10-15T05:21:11Z
Link PB
26772
321502
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center>
'''MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN'''
'''Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya'''
O l e h
'''DRS. MOHD. DAHLAN MANSOER'''
'''UNIVERSITI MALAYA.'''
</center>
''Pendahuluan :''
{{dropinitial|P}}ada tahun 1970 YB Datuk Abdul Samad Idris telah menerbitkan sebuah buku kecil bertajuk "Hubungan Minangkabau Dengan Negeri Sembilan Dari Segi Sejarah Dan Kebudayaan", dikeluarkan oleh Pustaka Asas Negeri, Seremban. Pada masa menulis risalah singkat itu YB Datuk Abdul Samad Idris masih menjabat Menteri Muda Pembangunan Negara dan Luar bandar. Risalah yang tersebut dimaksudkan untuk dibaca dimuka Seminar Adat Minangkabau, yang dilangsungkan di Batu Sangkar, Sumatera Barat, antara 1hb. hingga 8hb. Ogos, 1970 Pada muka 11 - 12, beliau menuliskan sebagai berikut :
::Negeri Sembilan mempunyai seorang raja, yang disebutkan secara lengkap Duli Yang Maha Mulia yang dipertuan Besar Negeri Sembilan..... dan empat orang Datuk-datuk Undang serta Tunku Besar Tampin...... Sejak dahulu dan sampai sekarang, Negeri Sembilan mempunyai satu badan yang disebut Dewan Keadilan dan Undang, yang anggotanya terdiri dari Duli Yang Maha Mulia Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, empat orang Datuk Undang sebagai anggota, Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong, Tunku Besar Sri Menanti dan beberapa orang anggota yang tidak resmi ditunjuk dan diangkat oleh raja dalam badan ini. Adapun tugas dari pada Dewan Keadilan undang ini khusus untuk membincangkan Adat dan soal-soal yang bersangkutan dengan Agama Islam sahaja.
Diantara perkara yang sangat menarik hati dari pada tulisan YB Datuk Abdul Samad Idris yang dikutip di atas ialah :
# Raja Negeri Sembilan disebut dengan nama "Duli Yang Maha Mulia Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan" dan "Duli Yang Maha Mulia Raja Negeri Sembilan". Digunakan dua istilah disini, yaitu "Yang Dipertuan Besar" dan "Raja" buat di DYMM Raja Negeri Sembilan.
# Empat orang Datuk-Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin dan empat datuk Undang (yaitu) Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong, Tunku Besar Sri Menanti..........
:Yang amat menjadi pertanyaan buat kami ialah :
# Apakah gelaran yang sebenarnya kepada DYMM Raja Negeri Sembilan : Yang Dipertuan Besar kah atau Raja ?
# Bermula dituliskan bahwa ada empat orang Datuk-Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin sebagai ahli pada Dewan Keadilan dan Undang. Hal ini bermakna bahwa Dewan Keadilan mempunyai lima orang ahli. Kemudian dijelaskan bahwa Dewan<noinclude>{{rh|46||}}</noinclude>
hj2tcupd18zn8fuy93p5yw30rhxfs5r
Halaman:169b Madole.djvu/2
104
116761
321503
2026-10-15T05:22:49Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321503
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. MADOLE LIST'''
{{multicol-end}}
1. o roèkè<br>
2. o hai è<br>
3. biuna<br>
6. utu<br>
8. menga me kahawi<br>
9. nau a <nau a?><br>
11. la’o<br>
15. gròwutu<br>
17. ‘ongo<br>
18. ngamwinga <ngamninga?><br>
20. hilangit<br>
21. gotòa<br>
25. ulu maai<br>
27. gumi<br>
28. gumi<br>
29. o’o’o<br>
30. gumi<br>
31. ahiahili <ahia hili?><br>
32. ga a<br>
34. ilingi<br>
33/<br>
35. ilingi<br>
37. ngòmaha<br>
38. tomo<br>
41. gogono<br>
42. soesoe<br>
46. o soesoe<br>
48. i soesoe<br>
52. gatē<br>
53. ohu<br>
54. pò ò<br>
56. pùo<br>
57. miringi<br>
63. dudungu<br>
66. laliwi<br>
69. goāgono<br>
72. ma lò d<br>
76. mela<br>
77. dili i<br>
78. tela
{{multicol-break}}
82. lahihi <lohihi?><br>
84. dōu<br>
86. dōu ma hoata<br>
88. popoeng<br>
90. ugulu<br>
91. bubu‘u<br>
93. namo ma gahi<br>
94. unihi<br>
95. giama<br>
97. giama<br>
99. gugutu<br>
100. poganga<br>
102. in ma honta<br>
105. hogarara<br>
107. gitiwili <giti wili?><br>
108. giama ma ehe<br>
109. ma dudumutu<br>
110. tonaweoe <tonauloe?><br>
115. òbongo<br>
116. aunu ?<br>
117. aěmi<br>
121. ai<br>
124. gahānu<br>
125. ibiti<br>
127. pomaha<br>
128. odomo<br>
129. i hawini<br>
130. òè'lé<br>
131. po ietō<br>
132. ma ngomaha i doedoengoe<br>
133. i poenoehoe<br>
134. punuhu<br>
137. ahili<br>
138. nihuù<br>
139/<br>
140. nanile<br>
144. ma à 'ó<br>
146. po ma lēotiē<br>
147. po ma panganu<br>
149. gōgele, tame
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
kfbbbt0kwlzb5mdv6e7896b2ndabqes
321505
321503
2026-10-15T05:23:19Z
Thersetya2021
15831
321505
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. MADOLE LIST'''
{{multicol}}
1. o roèkè<br>
2. o hai è<br>
3. biuna<br>
6. utu<br>
8. menga me kahawi<br>
9. nau a <nau a?><br>
11. la’o<br>
15. gròwutu<br>
17. ‘ongo<br>
18. ngamwinga <ngamninga?><br>
20. hilangit<br>
21. gotòa<br>
25. ulu maai<br>
27. gumi<br>
28. gumi<br>
29. o’o’o<br>
30. gumi<br>
31. ahiahili <ahia hili?><br>
32. ga a<br>
34. ilingi<br>
33/<br>
35. ilingi<br>
37. ngòmaha<br>
38. tomo<br>
41. gogono<br>
42. soesoe<br>
46. o soesoe<br>
48. i soesoe<br>
52. gatē<br>
53. ohu<br>
54. pò ò<br>
56. pùo<br>
57. miringi<br>
63. dudungu<br>
66. laliwi<br>
69. goāgono<br>
72. ma lò d<br>
76. mela<br>
77. dili i<br>
78. tela
{{multicol-break}}
82. lahihi <lohihi?><br>
84. dōu<br>
86. dōu ma hoata<br>
88. popoeng<br>
90. ugulu<br>
91. bubu‘u<br>
93. namo ma gahi<br>
94. unihi<br>
95. giama<br>
97. giama<br>
99. gugutu<br>
100. poganga<br>
102. in ma honta<br>
105. hogarara<br>
107. gitiwili <giti wili?><br>
108. giama ma ehe<br>
109. ma dudumutu<br>
110. tonaweoe <tonauloe?><br>
115. òbongo<br>
116. aunu ?<br>
117. aěmi<br>
121. ai<br>
124. gahānu<br>
125. ibiti<br>
127. pomaha<br>
128. odomo<br>
129. i hawini<br>
130. òè'lé<br>
131. po ietō<br>
132. ma ngomaha i doedoengoe<br>
133. i poenoehoe<br>
134. punuhu<br>
137. ahili<br>
138. nihuù<br>
139/<br>
140. nanile<br>
144. ma à 'ó<br>
146. po ma lēotiē<br>
147. po ma panganu<br>
149. gōgele, tame
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
b9x5w8u1785jpzljmee9rssb23gcrgk
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/53
104
116762
321504
2026-10-15T05:23:15Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
321504
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Keadilan dan Undang Negeri Sembilan itu anggotanya terdiri dari DYMM Raja Negeri Sembilan sendiri sebagai Ketua dan empat orang Datuk-Datuk Undang sebagai anggota. Yang beliau sebut hanya tiga orang Datuk Undang saja, yaitu Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong dan Tunku Besar Sri Menanti. Jadinya :
i) Apakah Dewan Keadilan dan Undang ini terdiri atas: DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai anggota dan Ketua dengan empat orang Datuk Undang sebagai anggota, dan oleh karena itu punya lima orang ahli, termasuk DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, ataukah
ii) Beranggotakan enam orang, dengan DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, empat orang Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin (dengan tidak mengikut sertakan beberapa orang anggota yang tidak resmi yang ditunjuk dan diangkat oleh DYMM Raja Negeri Sembilan)?
3)— Perkara terakhir yang sangat menarik hati kami ialah tugas dari pada Dewan Keadilan dan Undang, yang terhadap kepada "khusus membincangkan adat istiadat dan soal-soal yang bersangkutan dengan Agama Islam sahaja".
''{{sp|GelaranRaja :}}''
Adapun ada kaitan kekeluargaan antara keluarga diraja Negeri Sembilan masa kini dengan keluarga diraja Minangkabau di Pagaruyung dijelaskan di dalam risalah yang tersebut di dalam bab "Asal Usul Dan Kedatangan Raja-Raja Negeri Sembilan" (muka 22--30). Perkara ini cukup diketahui di Negeri Sembilan dan tidak payahkan kami membentangkannya semula di sini.
YB Datuk Abdul Samad Idris telah menuliskan bahwa "Raja Pagarruyung telah berkenan mengirimkan seorang putranya ke Negeri Sembilan bernama Raja Mahmud, yang kemudian dipanggilkan dengan Raja Melewar, Raja Melewar ditabalkan atau dinobatkan menjadi Raja yang pertama (di Negeri Sembilan) dalam tahun 1773 dan 23 tahun kemudian yakni pada tahun 1795 Raja Melewar mangkat."
Mengikut hemat kami, ada sesuatu kekeliruan dalam ayat tersebut di atas. Yang disebut raja Pagarruyung sejak akhir abad ke 17 tidak mempunyai kuasa politik apa-apa di Minangkabau. Raja Pagarruyung bukanlah tokoh politik sebagaimana halnya dengan raja-raja di Eropah ataupun raja-raja di Jawa umpamanya dalam kurun yang sama. Raja Minangkabau sejak akhir kurun ke 17 atau awal kurun ke 18 hanya merupakan lambang sahaja dan tidak memainkan peranan politik apapun lagi. Jawatan raja dipecah tiga, yaitu:
:''Raja Alam di Pagaruyung''
:''Raja Adat di Buo, dan''
:''Raja Ibadat di Kumanih.''
Inilah yang dinamai "Raja Nan Tigo Selo". Pembagi jawatan diraja atas tiga orang itu adalah sebagai akibat dari perang Saudara yang rupanya telah melanda Minangkabau pada akhir kurun ke 17.<noinclude>{{rh|||46}}</noinclude>
powjkobufebkpg5uy58ton50a0kcf7x
321506
321504
2026-10-15T05:23:28Z
Link PB
26772
321506
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Keadilan dan Undang Negeri Sembilan itu anggotanya terdiri dari DYMM Raja Negeri Sembilan sendiri sebagai Ketua dan empat orang Datuk-Datuk Undang sebagai anggota. Yang beliau sebut hanya tiga orang Datuk Undang saja, yaitu Tunku Besar Tampin, Datuk Shahbandar Sungai Ujong dan Tunku Besar Sri Menanti. Jadinya :
i) Apakah Dewan Keadilan dan Undang ini terdiri atas: DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai anggota dan Ketua dengan empat orang Datuk Undang sebagai anggota, dan oleh karena itu punya lima orang ahli, termasuk DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, ataukah
ii) Beranggotakan enam orang, dengan DYMM Raja Negeri Sembilan sebagai Ketua, empat orang Datuk Undang serta Tunku Besar Tampin (dengan tidak mengikut sertakan beberapa orang anggota yang tidak resmi yang ditunjuk dan diangkat oleh DYMM Raja Negeri Sembilan)?
3)— Perkara terakhir yang sangat menarik hati kami ialah tugas dari pada Dewan Keadilan dan Undang, yang terhadap kepada "khusus membincangkan adat istiadat dan soal-soal yang bersangkutan dengan Agama Islam sahaja".
''{{sp|GelaranRaja :}}''
Adapun ada kaitan kekeluargaan antara keluarga diraja Negeri Sembilan masa kini dengan keluarga diraja Minangkabau di Pagaruyung dijelaskan di dalam risalah yang tersebut di dalam bab "Asal Usul Dan Kedatangan Raja-Raja Negeri Sembilan" (muka 22--30). Perkara ini cukup diketahui di Negeri Sembilan dan tidak payahkan kami membentangkannya semula di sini.
YB Datuk Abdul Samad Idris telah menuliskan bahwa "Raja Pagarruyung telah berkenan mengirimkan seorang putranya ke Negeri Sembilan bernama Raja Mahmud, yang kemudian dipanggilkan dengan Raja Melewar, Raja Melewar ditabalkan atau dinobatkan menjadi Raja yang pertama (di Negeri Sembilan) dalam tahun 1773 dan 23 tahun kemudian yakni pada tahun 1795 Raja Melewar mangkat."
Mengikut hemat kami, ada sesuatu kekeliruan dalam ayat tersebut di atas. Yang disebut raja Pagarruyung sejak akhir abad ke 17 tidak mempunyai kuasa politik apa-apa di Minangkabau. Raja Pagarruyung bukanlah tokoh politik sebagaimana halnya dengan raja-raja di Eropah ataupun raja-raja di Jawa umpamanya dalam kurun yang sama. Raja Minangkabau sejak akhir kurun ke 17 atau awal kurun ke 18 hanya merupakan lambang sahaja dan tidak memainkan peranan politik apapun lagi. Jawatan raja dipecah tiga, yaitu:
:''Raja Alam di Pagaruyung''
:''Raja Adat di Buo, dan''
:''Raja Ibadat di Kumanih.''
Inilah yang dinamai "Raja Nan Tigo Selo". Pembagi jawatan diraja atas tiga orang itu adalah sebagai akibat dari perang Saudara yang rupanya telah melanda Minangkabau pada akhir kurun ke 17.<noinclude>{{rh|||47}}</noinclude>
iag2hglbh36c59ioljputyudjzoc2g7
Halaman:169b Madole.djvu/3
104
116763
321507
2026-10-15T05:28:14Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321507
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
150. gōgele<br>
152. gōgele<br>
153. ma hō<br>
154. osi i<br>
157. i taa taa <i toa toa?>,<br>{{gap}}{{gap}} ai dewa i toega toegama<br>
158. wilingi<br>
159. ma ilingi i pooewa<br>
160. orehe<br>
161. èètè<br>
163. ali ali<br>
165. imono<br>
167. ibiti<br>
169. holene<br>
170. tüti <tiiti?><br>
173. i na taämi <toämi?><br>
174. i ma giwanga<br>
177. adoenoe<br>
182. wango, nganga<br>
183. hongene, haili<br>
188. honuenge <honnenge?><br>
191. lungunu para para bahu<br>
192. toma<br>
193. nahe poesǎà<br>
194. poesaà<br>
196. dabo<br>
197. kokoroho<br>
198. o dabo ma banga<br>
199. po penjoe<br>
200. wo penjakit<br>
205. wo fāro<br>
209. o pòòe farata i sau’u<br>
210. luti<br>
211. harapa, tjatjairi<br>
214. gerehi <l><br>
219. lai è i parata i hau’u<br>
222. ti‘iti<br>
224. i aili<br>
225. i tafangi<br>
227. mari<br>
228. pongo<br>
229. rafi, pilo'o <2><br>
{{multicol-break}}<br>
231. tawi tawi<br>
232. i aio au<br>
234. houroe, lawara <3><br>
235. gomatelè<br>
236. o njawa<br>
239. rongo<br>
241. naulu<br>
242. ngowea<br>
243/<br>
244. ro‘ata<br>
248/<br>
249. moholehe<br>
250. ngoa naulu<br>
252. ngoa ngowea ?<br>
255. ngoa ngowea<br>
256. jai eha<br>
263. èdete<br>
264. àpu èdete<br>
266. dotuwu<br>
267. guluwewe<br>
270/<br>
271. lina-dòdòtó<br>
274. danango<br>
275/<br>
276. èmama<br>
281-<br>
286. òa<br>
287-<br>
290/<br>
295. ilanga <4><br>
291-<br>
294/<br>
296. bilanga <5><br>
297. diòtono <6><br>
299. diotono<br>
304. doegoengoe<br>
305. dōwo<br>
306-<br>
309. èri<br>
310/<br>
314. dauloe<br>
315. duhi<br>
316. o njawa ma hōmòa<br>
318. weaa
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
6ar61zb4wihc4r1bx2y4y4lfj0qs3gc
321508
321507
2026-10-15T05:30:01Z
Thersetya2021
15831
321508
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
150. gōgele<br>
152. gōgele<br>
153. ma hō<br>
154. osi i<br>
157. i taa taa (i toa toa?),<br>{{gap}}{{gap}} ai dewa i toega toegama<br>
158. wilingi<br>
159. ma ilingi i pooewa<br>
160. orehe<br>
161. èètè<br>
163. ali ali<br>
165. imono<br>
167. ibiti<br>
169. holene<br>
170. tüti <tiiti?><br>
173. i na taämi <toämi?><br>
174. i ma giwanga<br>
177. adoenoe<br>
182. wango, nganga<br>
183. hongene, haili<br>
188. honuenge <honnenge?><br>
191. lungunu para para bahu<br>
192. toma<br>
193. nahe poesǎà<br>
194. poesaà<br>
196. dabo<br>
197. kokoroho<br>
198. o dabo ma banga<br>
199. po penjoe<br>
200. wo penjakit<br>
205. wo fāro<br>
209. o pòòe farata i sau’u<br>
210. luti<br>
211. harapa, tjatjairi<br>
214. gerehi <l><br>
219. lai è i parata i hau’u<br>
222. ti‘iti<br>
224. i aili<br>
225. i tafangi<br>
227. mari<br>
228. pongo<br>
229. rafi, pilo'o <2><br>
{{multicol-break}}<br>
231. tawi tawi<br>
232. i aio au<br>
234. houroe, lawara <3><br>
235. gomatelè<br>
236. o njawa<br>
239. rongo<br>
241. naulu<br>
242. ngowea<br>
243/<br>
244. ro‘ata<br>
248/<br>
249. moholehe<br>
250. ngoa naulu<br>
252. ngoa ngowea ?<br>
255. ngoa ngowea<br>
256. jai eha<br>
263. èdete<br>
264. àpu èdete<br>
266. dotuwu<br>
267. guluwewe<br>
270/<br>
271. lina-dòdòtó<br>
274. danango<br>
275/<br>
276. èmama<br>
281-<br>
286. òa<br>
287-<br>
290/<br>
295. ilanga <4><br>
291-<br>
294/<br>
296. bilanga <5><br>
297. diòtono <6><br>
299. diotono<br>
304. doegoengoe<br>
305. dōwo<br>
306-<br>
309. èri<br>
310/<br>
314. dauloe<br>
315. duhi<br>
316. o njawa ma hōmòa<br>
318. weaa
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
lqzrvbru5kkzxwte7ivdoumy3v9tti3
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/54
104
116764
321509
2026-10-15T05:32:12Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
321509
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Bahwasanya ada perang saudara itu boleh kita baca dalam "Daghregister" tahun 1680. Daghregister adalah merupakan buku catatan harian VOC di Batavia yang menceriterakan segala kejadian yang dihantar oleh wakil-wakil Lembaga Perniagaan Belanda itu dari daerah-daerah Indonesia, Malaysia, Siam, Jepun, Cina dan lain-lain lagi. Demikian pula, biarpun adanya kenyataan yang tidak sangat jelas dapat kita baca dalam tambo-tambo Minangkabau mengenai adanya perang saudara yang mengakibatkan terbagi tiga jawatan raja Minangkabau itu.
Dalam buku "Mustiko Adat Alam Minangkabau" yang disusun oleh Dt. Sangguno Dirajo (Perpustakaan Perguruan Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan, Jakarta 1955), muka 77 dituliskan (dengan terjemahan secara bebas dalam bahasa Malaysia) sebagai berikut :
Lamalah pula antaranya, bermufakat isi laras nan dua, yaitu Laras Koto--Piliang dan Laras Bodi Caniago, mengadap ke bunga setangkai, memohon kepada raja disitu supaya mau beliau berpindah, yaitu ke Bukit Batu Patah, sebab karena raja itu sangat keras perintahnya, dalam sungai Tarab. Sebab permintaan orang banyak, jadilah pindah raja itu dari negeri sungai Tarab yang bernama Bunga Setangkai beralih tempat ke Bukit Batu Patah . . . . . . . . . Tidak berapa lamanya hamillah tuan puteri Jamilan, isteri raja tadi, sampai pula lahir anaknya; maka berpesan raja itu ke dalam negeri Sungai Tarab meminta ruyung anak dan isteri baginda sebab pada ketika itu banyak buaya dihulu sungai itu, lalu dipagar hulu sungai itu, jadi bernama ia raja yang berpagar ruyung.
Demikianlah keterangan asal mula nama Pagar ruyung. Pada masa kini pekan Pagarruyung dekat bandar Batusangkar lagi ada di bawah bukit Batu Patah, dan dinamai Gudam Tiga Balai. Letak pekan itu sangat terpencil. Sungai yang mengalir dekat pekan itu dangkal airnya dan tidaklah mungkin kiranya ada buaya disana. Apabila kutipan di atas kita bandingkan dengan berita Belanda di dalam Daghregister 1880, yang lebih kurang berbunyi :
Berita-berita yang diterima dari mereka yang datang dari pada daerah pegunungan membenarkan bahwa disekitar istana Minangkabau sedang berlangsung perlawanan dan perang di bawah pimpinan Tuan Regen Sungai Tarab dan Butipuh, karena mereka tidak hendak' mengakui dan menerima raja baharu itu sebagai Dipertuan mereka.
Akan jelaslah bahwa perpindahan raja yang sangat keras perintahnya itu dari Sungai Tarab ke Pagarruyung, bukanlah atas permintaan orang ramai dan dengan sukarela tetapi oleh karena dipaksa. Golongan adat di bawah pimpinan Regen Sungai Tarab, Penghulu Adat Perpatih nan Sebatang dan Regen Butipuh - Tanah Datar, Penghulu Adat Datuk Ketemenggungan memaksa raja berpindah ke Pagarruyung Gudam Tigo Balai masa kini.
Lalu terjadilah satu sistem politik "balance of power" yang sangat unik dalam sejarah Minangkabau. Untuk menghindarkan rajaraja Minangkabau pada masa yang datang "sangat keras perintahnya",<noinclude>{{rh|48||}}</noinclude>
hh2szf2mf7z6osee1tnt8frvx89x63d
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/55
104
116765
321510
2026-10-15T05:34:11Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
321510
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>jawatan raja dipecah tiga, dinamai "Rajo nan Tigo Selo". Mereka masing-masing tidak mempunyai kuasa politik apa-apa hanya merupakan lambang sahaja.
Disamping raja nan tigo selo itu dibentuk pula semacam Dewan Keadilan dan Undang, pemegang kuasa politik yang sebenar. Ahli-ahlinya terdiri dari Titah Sungai Tarab, Tuan Kadi di Padang Ganting, Indomo di Suroaso, Makhudum di Sumanik dan Tuan Gadang di Batipuh.
Dewan ini dinamai "Basa nan Ampek Balai". Tuan Gadang di Batipuh menjawat semacam turus angkatan perang tetapi tidak punya tentara. Politik "Balance of power" ini berlaku pula di dalam Dewan nan Ampek Balai sendiri. Kepada raja-raja Minangkabau diberikan gelaran yang dipertuan disingkatkan kepada Yamtuan. Dalam bahasa Minangkabau perkataan "tuan" bermakna "abang". Kepada raja Minangkabau yang bertiga itu diberi gelar dapat penghormatan sebagai abang, lain tidak. Dalam istilah asingnya, "primusinterpares" yang bermakna "yang pertama di antara yang sama". Artinya orang yang didahulukan selangkah dan didudukkan setingkat lebih tinggi.
Kepada Dewan Basa nan Ampek Balai itulah utusan dari sembilan puak orang asa! dari Minangkabau pada awal abad ke 10 datang mengadap meminta diberi seorang penghulu, yang akan bertindak sebagai pemimpin mereka ditanah Melayu ini. Kepada putra raja Alam di Pagarruyung yang ditunjuk oleh Dewan Basa nan Ampek Balai dan kemudian dikenal sebagai raja Melewar pada tahun 1773 diletakkan gelar yamtuan pula, bukan raja. Beliau bertindak dan dianggap sebagai abang oleh penghulu yang sembilan di Tanah Melayu. Gelaran Yamtuan itulah yang turun temurun hingga kepada masa kini. Kami yakin gelaran DYMM Raja Negeri Sembilan bukanlah Raja, tetapi Yang Dipertuan.
Dewan Keadilan dan Undang :
Penghulu-penghulu penduduk tanah Melayu asal Minangkabau di negeri Sembilan kemudian disusun jumlah ahlinya serupa dengan yang di Minangkabau, yaitu terdiri atas empat orang serta dengan Tunku Besar Tampin. Beliau memainkan peranan yang kira-kira sebanding dengan peranan Tuan Gadang Batipuh di Minangkabau. Serupa pula keadaannya dengan Dewan Basa nan Ampek Balai di Minangkabau. Di Negeri Sembilan Dewan Keadilan dan Undanglah yang memainkan peranan politik pada mulanya.
Akibat perang Padri di Minangkabau (lebih kurang 1822 - 37) keluarga diraja dan Basa nan Ampek Balai mati terbunuh semuanya, tertinggal yang dinegeri Sembilan masa kini saja lagi. Penghulu terakhir dari keluarga diraja Minangkabau yang tiba dinegeri Sembilan pada awal abad ke 19 dengan gelaran Yamtuan terputus hubungannya dengan Pagarruyung. Jawatan beliau jadi turun temurun, tetapi dengan pengertian bahwa apabila beliau mangkat, Dewan Keadilan dan Undanglah yang berwenang untuk menunjuk dan mengangkat siapa diantara kerabat baginda yang boleh menggantikan sebagai Yamtuan.<noinclude>{{rh|||49}}</noinclude>
rwany4nhmal92ttmkt38gmhmgbw073f
Halaman:169b Madole.djvu/4
104
116766
321511
2026-10-15T05:36:22Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321511
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
320. ma manai<br>
327. o hoanu <hoana?> i ama o<br>
329. o hoana<br>
330. ma doetoe<br>
333. o tawara<br>
338. o nanào ma daron <doron?><br>
339. me‘i<br>
340. o gomanga<br>
341. <7><br>
342. ma aua <ana?><br>
343/<br>
344. njowa<br>
345. Djou ma dutu, Gi‘i mōi<br>
347. máta, bebeto<br>
353. o arotahi<br>
354. hoerata<br>
356. totoade, wowadene<br>
367. ja aua <ana?><br>
368. baradoha<br>
369. bohono<br>
374. sigi<br>
375. djere kohono wangi<br>
378. o' o‘ano<br>
386. o hoana ma hai‘e<br>
389. dimano<br>
390. o hoelaedadae <hoeloedadoe?><br>
391. rahmat, o etoengoe<br>
392. tjela‘a<br>
396. o adata<br>
397. o howono ma njawa<br>
399. i wi hoeoem<br>
400. o bohango<br>
401. o haihi<br>
402. o hoeoem<br>
404. ma honenge njōduwu<br>
407/<br>
408. modoà<br>
410. jo ma atinga<br>
411. dodanga<br>
413. wo ngóaa, ami roeke i<br>{{gap}}{{gap}}peléngara <peléngua?><br>
419. arababoe
{{multicol-break}}
420. bangheli<br>
421. damoenoe<br>
424. liwanga<br>
430. tjoemoe tjoemoe<br>
432. gogule<br>
437. wa‘a<br>
438. doeano o <8><br>
440. ponata<br>
441/<br>
442. atoe<br>
449. o ngoana<br>
451. djelena<br>
452. liboedoe<br>
453. ngoete<br>
454. o‘aàle<br>
456/<br>
457. o dalingi<br>
458/<br>
459. bebeno<br>
461. tadi<br>
462. dumunu<br>
464. goeba<br>
465. dalingi<br>
468. tiara<br>
469. o babangini<br>
470. dalingi<br>
471. ganderija<br>
472/<br>
473. hilima<br>
474. hoà‘ai<br>
476. i u‘u<br>
475/<br>
477/<br>
478. u‘u<br>
482. ma dowo<br>
483. o aawo<br>
484. o goto<br>
485. tu‘u‘u<br>
486. pa lenenge<br>
489. ba‘o<br>
493. o boho behi<br>
497. o hoede<br>
498. o àpi
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
iyp9zc4gsqbi5td8lwygkcj9mxdqc5r
Halaman:169b Madole.djvu/5
104
116767
321512
2026-10-15T05:40:07Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321512
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
501-<br>
503. o piring<br>
505. bebeoto<br>
506. o dia<br>
507. o bebeoto<br>
509. o patoe <potoe?><br>
510. o hoehoega<br>
513. o diele po èhè<br>
514. <9><br>
515. o lampoeroe<br>
516. ma hoeboe <hoebu?><br>
517. o hilo<br>
519. na ngi<br>
520. o boroea<br>
522. boho‘o<br>
524. rube<br>
525-<br>
527. pa ha ai<br>
528. po hinanga<br>
529. po han u<br>
534. o inomo<br>
535. o bilauno<br>
536. o hiode <luode?><br>
537. o oege<br>
539/<br>
540. naa aèmi odendenge<br>
541. o nauo<br>
543-<br>
545. o bira<br>
546. o bira<br>
547. ma wèhè<br>
548. ma howo‘o<br>
550. o toeloedoe oe<br>
551. o tiba<br>
554. o lado<br>
561. o papeda<br>
563. o gahi<br>
565. o mōha<br>
567. o haana<br>
569/<br>
570. o baadjoe<br>
571/<br>
572. o toeala
{{multicol-break}}
573. o moehi<br>
576. o ali²<br>
577/<br>
578. o boetoe<br>
579/<br>
580. <10><br>
582. o nanòwa pàéo<br>
583. o nan oo<br>
586. ma hahabebe<br>
588. o habeba<br>
600. po torii<br>
601. po lelo<br>
602. o goeoemi<br>
603. o laibolo, o didini<br>
604. jo dingi<br>
605/<br>
606. o àdoe<br>
608. o oworo<br>
609. wa haromo<br>
611. o oeama<br>
615. ma Ngoà<br>
613-<br>
616. o toimi<br>
617. o hawaoenoe<br>
619. o hoepera<br>
620. o hinapana<br>
621. o oba<br>
622. o palingoe<br>
623. po toeoe oe<br>
626. o paranga<br>
627. o engeni<br>
628. o hohoepera<br>
630. loloaha<br>
631. o òla<br>
637. o otoeganga<br>
639. parahengi<br>
640. o belaliiting<br>
645. o di'i²<br>
648. o dia<br>
649. o bebeoto<br>
653. o baili<br>
654/<br>
655. o baili
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
kiuixwf590aczuy5wi1rmp3nhu5560g
Halaman:169b Madole.djvu/6
104
116768
321513
2026-10-15T05:45:36Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321513
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
659. o bèbèno <bèkèno?><br>
660. o talanamana<br>
662/<br>
663. po hibarihi<br>
664. o moei<br>
665. po toedoeoe<br>
668. i omoeoe<br>
669. o oemoeoe ahi<br>
671/<br>
672. po oetoe oe<br>
674. o tela<br>
677. o batji<br>
681. taba‘o<br>
682. o oega‘a<br>
684. bawanga<br>
686. o oebi<br>
688. o tela<br>
691-<br>
693. o igono<br>
695. o daloeoe<br>
700. o goela<br>
701. o goela pahire<br>
703. o pedu ma roëhe<br>
705. o ‘apa<br>
706. o ailoepa<br>
708. o geowawe<br>
709. o womoi<br>
711. o doerian<br>
713. o loe‘ama<br>
716. o bale<br>
717. o òhoeroe <òkoeroe?><br>
720. o lemo<br>
721. lemo gaapò <goapò?><br>
722. o lemo tjoei<br>
723. o ‘opi<br>
728. o gau<br>
731. o iwi<br>
732. <11><br>
733. ma hoehoe<br>
734. o gòta<br>
737. pa hàwoe
{{multicol-break}}
739/<br>
740. o gota ma djoga<br>
741. ma dowora<br>
742-<br>
744. ma ngoetoèoe<br>
746. o hoă<br>
748. maˇai titigono<br>
750. ma<br>
752. o ena a<br>
753. o bidoho<br>
754. o hilo<br>
755. o hilo<br>
757. ma hoehoe<br>
758. o pàé<br>
759. ma hòwoo<br>
761. ma maai <ma ai?><br>
763. ma men <mau?><br>
764. ma a'emi<br>
765. o hahaoe moi<br>
766. ma goha‘a<br>
770. djela²2<br>
771. o oeboetoe<br>
772. o ngoehoemoe<br>
774. o aiwani<br>
775. ma ngòa<br>
778. ma būmi<br>
779. ma dōoe<br>
780. ma lataboele<br>
781. ma gitiwili<br>
786. o gaatoeoe <gaatoe oe?><br>
787. o gogo<br>
789. o igoetoe<br>
790. o gohi<br>
794. o hiode<br>
797. ma ilingi<br>
799. o ambingi<br>
803/<br>
804. o hapi ma ilingi<br>
805. ma ilingi<br>
807. o djara<br>
809. o tatadoeoe
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
s8d7ot0i54g0lvq4o3qknyv68q4xdd9
Halaman:169b Madole.djvu/7
104
116769
321514
2026-10-15T06:19:06Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321514
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
811. o aho<br>
812. i odaa<br>
813. o bol<br>
814. ma ilingi<br>
824. ngooe,ò òhe <12><br>
825. i ò‘ò‘ò <br>
828. o bedea<br>
826-<br>
831. <13><br>
834. o āna'á<br>
844. o namo<br>
851. o parògi<br>
852. o parogi i amoo<br>
854. o mia<br>
861. <14><br>
865. gòòdo/tangani <tongoni?><br>
866. o gaane<br>
871. o ara ara<br>
877. o gomama<br>
879. o pipité<br>
881. o ladidi<br>
884. o iloeloe, telerei boo <15><br>
886. <16><br>
891. o pipiti<br>
892. o dode<br>
894. o bianga ma ai<br>
896. o poodak <17><br>
898. o hageele<br>
899. o arianga<br>
900. o gohamanga<br>
901. o airaha<br>
902. o fene<br>
903. o alama<br>
905. o diwanga<br>
906. o wange<br>
908. o wede<br>
910. o mede<br>
912. o mamanga<br>
917. o tona‘a<br>
919. o beha<br>
920. o doemoelia
{{multicol-break}}
921. o hamoe<br>
923. o wàngale<br>
924. i oroehoe<br>
927. o ōhoe<br>
928. o itàdoò<br>
929. o rato<br>
930. o aele<br>
931. o gahi<br>
932. o gōaha<br>
934. o aiele<br>
935. o mò‘oe²<br>
936. o oemata<br>
937. o djihoe<br>
938. o dowangi<br>
939. o doro<br>
940. o bele oeloe<br>
941. o ahàrde<br>
942/<br>
943. dina<br>
944. o noehoe<br>
946. ma dohe<br>
947. o de‘oe<br>
948. o deoe<br>
950. po oeti<br>
951. o doda<br>
952. ma baha<br>
955. o bongana<br>
958. o doeono<br>
959. o tàpa‘a<br>
960. o pèpèe<br>
961. o rio<br>
962. ma baha<br>
963. o aide <aiele?><br>
964. o totoae <totooe?><br>
965. o baoehoe ma himanga<br>
966. o baoehoe pa mateë <moteë?><br>
967. o djobubu<br>
968. i òloe<br>
969. o héléo<br>
970. o tona'a<br>
971. o dowongi
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
4jmyoj0patlwobj4sz76lystqi0mnu2
Halaman:169b Madole.djvu/8
104
116770
321515
2026-10-15T06:23:43Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321515
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
973. o behi<br>
974. o tambaga<br>
976. o hola‘a<br>
977. o goeratji<br>
978. o hori<br>
981. o toeanga behu<br>
984. o nongae<br>
985. o waniterae<br>
986. o behi<br>
987. o ààtàwà<br>
988. ma ngaboho<br>
989. po ihoo<br>
991. o para hengi<br>
993. ima teke loloaha<br>
994. poma rimoi<br>
995. o daganga ma njawa<br>
999. o manai<br>
1000. ma manai<br>
1001. o to‘o<br>
1002. o ahara<br>
1003. po go‘o<br>
1004. o baranga<br>
1005. o hoehoemoe<br>
1007. ma edja<br>
1008. o oeloemoe<br>
1009. po roegi<br>
1010. po go‘o<br>
1011. i hali<br>
1012. i moerah<br>
1013. o nagimi<br>
1014. po ga òò<br>
1015. po fango<br>
1016. pa hoeoenoe <koeoenoe?><br>
1017/<br>
1018. pa kan <bau?><br>
1019. pa aliti<br>
1020. pa goʻo<br>
1025. doelama<br>
1029/<br>
1030. o apa<br>
1031. o apa oe‘oe
{{multicol-break}}
1032. o oetji<br>
1033. o ngotiri<br>
1035. ma liaro<br>
1037. ma hidele<br>
1038. ma lililimi<br>
1040. o halini<br>
1041/<br>
1042. o higiti<br>
1043. po oroe <aroe?><br>
1049. o tapoe<br>
1050. o dama<br>
1051. o leleoto<br>
1052. i terii<br>
1053. jo ora ma njawa<br>
1061. i amo o<br>
1062. i ete e<br>
1063/<br>
1064. i àoeloe, i tareoe<br>
1065/<br>
1066. i tipoˇo, i taoeahi<br>
1067/<br>
1068. i otowoeloe, i awoo<br>
1070. i nemo<br>
1071. i palela‘a<br>
1072-<br>
1074. i otoewoeloe<br>
1076. jo etete<br>
1079. i tangaro<br>
1080/<br>
1081. i pèlèha<br>
1082. po maè <maè è?><br>
1083/<br>
1084. i loeˇoe<br>
1085/<br>
1086. i goog Ŏaha <goag?><br>
1087. i aoelie<br>
1088. i aoelie wa<br>
1089. i tiai<br>
1090. i tiai wa<br>
1096. i toboehoewa<br>
1097. i kepi<br>
1098. idolo <i dolo?><br>
1101. i opini
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
420kn3lgai1rhn8hv450is2c6g1lf92
Halaman:169b Madole.djvu/9
104
116771
321516
2026-10-15T06:27:17Z
Thersetya2021
15831
/* Telah diuji baca */
321516
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1102. i opinoewa<br>
1104/<br>
1105. i saoe‘oe<br>
1106/<br>
1107. i mata<br>
1109/<br>
1110. i pòloeloe<br>
1112. i babaiana<br>
1113. i ngoota<br>
1117. 1 oeata<br>
1118. i ma ai<br>
1119. i brani<br>
1121. i toedoeoe <i toedoe oe?><br>
1125. ma doedoengoe<br>
1127. i pehua <pehna?><br>
1130. ma aoea<br>
1132-<br>
1135. i tero<br>
1136-<br>
1139. i tīha<br>
1142. ma dōdooewa<br>
1143. i omonga<br>
1146/<br>
1147. i ganaiti, bitumu<br>
1148/<br>
1149. i hòhe<br>
1150. <18><br>
1152. ma giaoe<br>
1153. ma hoengi<br>
1155. jo ājā<br>
1156. pa paoe aoe<br>
1159. po bodo<br>
1160. po pade<br>
1161. i hemo<br>
1162. i tjoea<br>
1163. i mali<br>
1166. i mali<br>
1167. i arearete <are arete?><br>
1168. i bibihi<br>
1169. i teterebeo<br>
1170. 1 oeoerati<br>
1171. 1 oeoerati<br>
1172. idjo idjo
{{multicol-break}}
1173. idjo<br>
1174. po halii<br>
1175. po maeoe<br>
1176. po ‘oela<br>
1179. po ehe<br>
1180. po ehe<br>
1193. po nao<br>
1194. furi tibong<br>
1195. não<br>
1196. húnga<br>
1197. mongo, mongoro<br>
1198. baboili, ganamoto<br>
1199. menga‘oe<br>
1200. ma lilili<br>
1201. hoedoe<br>
1202. temo, bitjara<br>
1203. ule sabiti<br>
1206. aho‘o<br>
1208. po aoenoe<br>
1210. manama<br>
1211. mon<br>
1212. nanga wè<br>
1213. po lameide<br>
1214. pa aha<br>
1220. pa aōno<br>
1221. toi<br>
1222-<br>
1224. djaga<br>
1225. po gagonoete<br>
1227. po ihene<br>
1228. pa mae, po toetoemoe<br>
1229. i ame<br>
1234. po hangeroe<br>
1236/<br>
1237. pa ame<br>
1238. himinga<br>
1239. tohata<br>
1242-<br>
1244. po maoe<br>
1245. i pelenga<br>
1246. pa beno<br>
1251. pa daine
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
skl7x9t1s3ay1xrkhjj413fqfdj7cvt
321517
321516
2026-10-15T06:28:27Z
Thersetya2021
15831
321517
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}}
1102. i opinoewa<br>
1104/<br>
1105. i saoe‘oe<br>
1106/<br>
1107. i mata<br>
1109/<br>
1110. i pòloeloe<br>
1112. i babaiana<br>
1113. i ngoota<br>
1117. i oeata<br>
1118. i ma ai<br>
1119. i brani<br>
1121. i toedoeoe < i toedoe oe? ><br>
1125. ma doedoengoe<br>
1127. i pehua < pehna? ><br>
1130. ma aoea<br>
1132-<br>
1135. i tero<br>
1136-<br>
1139. i tīha<br>
1142. ma dōdooewa<br>
1143. i omonga<br>
1146/<br>
1147. i ganaiti, bitumu<br>
1148/<br>
1149. i hòhe<br>
1150. <18><br>
1152. ma giaoe<br>
1153. ma hoengi<br>
1155. jo ājā<br>
1156. pa paoe aoe<br>
1159. po bodo<br>
1160. po pade<br>
1161. i hemo<br>
1162. i tjoea<br>
1163. i mali<br>
1166. i mali<br>
1167. i arearete <are arete?><br>
1168. i bibihi<br>
1169. i teterebeo<br>
1170. i oeoerati<br>
1171. i oeoerati<br>
1172. idjo idjo
{{multicol-break}}
1173. idjo<br>
1174. po halii<br>
1175. po maeoe<br>
1176. po ‘oela<br>
1179. po ehe<br>
1180. po ehe<br>
1193. po nao<br>
1194. furi tibong<br>
1195. não<br>
1196. húnga<br>
1197. mongo, mongoro<br>
1198. baboili, ganamoto<br>
1199. menga‘oe<br>
1200. ma lilili<br>
1201. hoedoe<br>
1202. temo, bitjara<br>
1203. ule sabiti<br>
1206. aho‘o<br>
1208. po aoenoe<br>
1210. manama<br>
1211. mon<br>
1212. nanga wè<br>
1213. po lameide<br>
1214. pa aha<br>
1220. pa aōno<br>
1221. toi<br>
1222-<br>
1224. djaga<br>
1225. po gagonoete<br>
1227. po ihene<br>
1228. pa mae, po toetoemoe<br>
1229. i ame<br>
1234. po hangeroe<br>
1236/<br>
1237. pa ame<br>
1238. himinga<br>
1239. tohata<br>
1242-<br>
1244. po maoe<br>
1245. i pelenga<br>
1246. pa beno<br>
1251. pa daine
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
3isx2i8813wfjuo8eqrfg5b6292y5td
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/56
104
116772
321518
2026-10-15T06:38:31Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
321518
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Negeri Sembilan. Tradisi dan kebiasaan ini dipegang teguh di Negeri Sembilan hingga sekarang.
Perkembangan sejarah ditanah Melayu sejak menjelang akhir abad ke 19 merubah kedudukan dan membatasi kuasa Dewan Keadilan dan Undang. Dewan ini hanya khusus untuk membincangkan adat istiadat dan soal-soal yang bersangkutan dengan agama Islam sahaja. Kuasa politik yang dipunyai oleh Dewan Keadilan itu sejak awal berpindah kepada Lembaga Negara yang lain.
Yang Dipertuan Agung :
Institusi Raja didampingi oleh Dewan Keadilan dan Undang dinegeri Sembilan selepas tanah Melayu bebas dari kuasa Inggeris diambil alih oleh Kerajaan Federal. Majelis Raja-raja Melayu dibentuk yang berperan sedikit sebanyak sebagai Dewan Keadilan dan Undang yang berperanan sedikit sebanyak sebagai Dewan Keadilan dan Undang dinegeri Sembilan. Salah seorang dari pada raja-raja menganggotai Majelis raja-raja dipilih sebagai ketua negara untuk masa yang terhad. Kepada baginda diberi gelar Yang Dipertuan Agung, maknanya baginda yang dijadikan raja tertua diantara raja-raja. Kedudukan Yang Dipertuan Agung tidaklah turun temurun dari ayah ke anak. Apabila dinegeri Sembilan Dewan Keadilan dan Undanglah dengan jalan mufakat menentukan siapa diantara putra-putra dan kerabat Yang Dipertuan Agung akan ditunjuk sebagai Yamtuan Negeri Sembilan. Majelis Raja-raja Melayu dengan jalan menyurat pula memilih dan menentukan bersama siapa diantara Raja-raja Melayu yang akan dipilih dan ditunjuk sebagai Yang Dipertuan Agung. Selepas masa perkhidmatan Yang Dipertuan Agung yang terdahulu selesai sama baginda wafat atau tamat tempohnya.
Samalah keadaannya dengan Dewan Keadilan dan Undang Negeri Sembilan yang diketuai oleh DYMM Yang Dipertuan Besar dan kuasanya terhad kepada membincangkan hal-hal berkenaan dengan soal-soal adat dan agama Islam sahaja. Majelis Raja-raja pula yang diketuai oleh DYMM Yang Dipertuan Agung tugasnya terhad kepada soal-soal adat dan agama Islam sahaja.
Apabila di Minangkabau institusi Raja nan Tigo Selo dan Dewannan Basa Ampek Balai dihapuskan oleh perang Padri di Malaysia masa kini institusi yang berasal dari Minangkabau itu dihidupkan terus. Dinegeri Sembilan dalam bentuk Dewan Keadilan beranggotakan empat orang datuk Undang serta Tunku Besar Tampin yang diketuai oleh DYMM Yang Dipertuan Besar, dalam Kerajaan Federal di Malaysia institusi itu dilanjutkan dalam bentuk Majelis Raja-raja, diketuai oleh DYMM Yang Dipertuan Agung.
{{sp|Kesimpulan :}}
Hubungan sejarah yang menurut Datuk Abdul Samad Idris sudah ada antara Minangkabau dengan Negeri Sembilan sejak abad ke 15 lagi diikuti oleh hubungan kebudayaan dan pertalian darah telah mengakibatkan terjalin erat hubungan jiwa dan hubungan perasaan.<noinclude>{{rh|50||}}</noinclude>
mwkyjr9jkyi8t57gghfzc4r8h6t12zc
Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/57
104
116773
321519
2026-10-15T06:39:28Z
Link PB
26772
/* Telah diuji baca */
321519
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>antara penduduk Melayu asal Minangkabau di negeri Sembilan dengan penduduk di Minangkabau.
Hubung-hubungan di atas dipererat dengan adanya kaitan kekeluargaan antara keluarga diraja Negeri Sembilan dengan Pagarruyung sejak bahagian kedua kurun ke 18. Gelaran Yang Dipertuan Agung buat raja dinegeri Sembilan berasal dari gelaran Raja di Minangkabau di Pagarruyung, Buo, dan Kumanih, yang dihapuskan di Minangkabau akibat perang Padri. Institusi Dewan Keadilan dan Undang dinegeri Sembilan pada dasarnya serupa dengan institusi Dewan Basa nan Ampek Balai di Minangkabau sebelum ianya dihapuskan. Institusi itu pada peringkat kerajaan Federal dinamai Majelis Raja-raja yang diketua oleh DYMM Yang Dipertuan Agung. Jawatan DYMM Yang Dipertuan Agung pada dasarnya serupa dengan jawatan DYMM Yang Dipertuan Besar negeri Sembilan.
Yang tersebut di atas inilah satu diantara warisan kebudayaan Minangkabau dinegeri Sembilan dan di Malaysia amnya yang lagi hidup hingga kepada masa kini.
Diucapkan di Majelis Makan Malam anjuran Persatuan Sejarah Malaysia Cawangan Negeri Sembilan (Bahagian Kuala Pilah), di Dewan Bendahara Kuala Pilah pada 10hb. November, 1973.-
{{center|*******}}<noinclude>{{rh|||51}}</noinclude>
9jbzidsl1pupl6tanca5jyweqshs67g
Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/42
104
116774
321524
2026-10-15T09:45:59Z
OwlyKnight
24017
/* Belum diuji baca */ Membuat halaman kosong
321524
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="OwlyKnight" /></noinclude><noinclude></noinclude>
d10tw39q1c0dww77zty56wcqhyimtdp
321525
321524
2026-10-15T10:08:57Z
OwlyKnight
24017
/* Telah diuji baca */
321525
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{hwe|ngin|dingin}}. „Lioe Hong Hoa, sudah lama aku mendengar kaulah ahliwaris dari Sian-Thian Tjian Hong Pay, lmu silatmu tinggi, njalimu besar, sekarang terbukti benar, walaupun kau tengah menggendol beberapa perkara djiwa, kau masih berani memperlihatkan dirimu dimuka umum, malah sekarang ini kau sudah memegat dan membegal barang-barang pemerintah ! Dengan begitu, apakah dimatamu masih ada orang lain ? Alu Lauw ... aku tidak pertjaja kau benar mempunjai kepandaian menembuskan langit ! Baiklah ! Tjambukmu katanja mirip berbau kehantuan, maka kau madjulah !“
Hong Hoa menggeleng kepala, ia bersenjum.
„Hari ini kau jang mentjari aku, bukannja aku jang mentjari kau“, ia menjahut. „Baik kau djangan sungkan², kau turunilah tanganmu !“
Benar² siorang bertopeng itu tidak berlaku sungkan lagi, ia lantas madju dengan tamengnja. MUlanja ia menolah kedepan, lalu tangan kirinja menggertak, tangan kanannja menjerang dari atas kebawah. Itulah serangan „Menggempur gunung Hoa San“.
Hong Hoa berlaku tenang. Ia tunggu sampai tameng sudah sampai baharu ia kelit mukanja, dilain pihak dengan tjambuknja, ia menjabet djalandarah in-tay.
„Bagus !“ berseru orang itu, jang terus menurunkan tamengnja untuk menangkis. Tapi begitu lekas kedua sendjata beradu satu denagn lain, ia mendjadi terkedjut. Ia mendapat kenjataan tenaga lawan besar sekali. Sekaranglah ia mengarti, pantas orang belum lama muntjul didunia kang-ouw, tetapi namanja sudah lantas mumbul naik. Memang djarang orang bisa menotok dengan tjambuk jang lemas. Karena ini ia djadi berlaku hati². Segera setelah menangkis, ia menjerang pula menjambar kedua kaki orang.
Hong Hoa mengarti, serangan itu berbahaja sekali. Ia menolong diri dengan berlompat berdjingkrak kekanan, menjusul mana, tjambuknja diajun, untuk menjerang djalandarah dipundak kiri lawannja itu.
Orang bertopeng ini gesit sekali. Begitu lekas sambarannja gagal, begitu lekas djuga ia mendak seraja kedua tamengnja dibawa naik, untuk dipakai menangkis. Tapi ia bukan tjuma mengelakkan diri. Ia menangkis sambil mendak, tangkisannja dilakukan dengan tameng kiri, tameng kanannja dipakai membarengi menjerang lengan orang.
{{nop}}<noinclude>{{rh|||287}}</noinclude>
m1g74k3mk7rljq8m5zgwn054x4tolhy
321526
321525
2026-10-15T10:09:18Z
OwlyKnight
24017
321526
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="OwlyKnight" /></noinclude>{{hwe|ngin|dingin}}. „Lioe Hong Hoa, sudah lama aku mendengar kaulah ahliwaris dari Sian-Thian Tjian Hong Pay, lmu silatmu tinggi, njalimu besar, sekarang terbukti benar, walaupun kau tengah menggendol beberapa perkara djiwa, kau masih berani memperlihatkan dirimu dimuka umum, malah sekarang ini kau sudah memegat dan membegal barang-barang pemerintah ! Dengan begitu, apakah dimatamu masih ada orang lain ? Aku Lauw ... aku tidak pertjaja kau benar mempunjai kepandaian menembuskan langit ! Baiklah ! Tjambukmu katanja mirip berbau kehantuan, maka kau madjulah !“
Hong Hoa menggeleng kepala, ia bersenjum.
„Hari ini kau jang mentjari aku, bukannja aku jang mentjari kau“, ia menjahut. „Baik kau djangan sungkan², kau turunilah tanganmu !“
Benar² siorang bertopeng itu tidak berlaku sungkan lagi, ia lantas madju dengan tamengnja. MUlanja ia menolah kedepan, lalu tangan kirinja menggertak, tangan kanannja menjerang dari atas kebawah. Itulah serangan „Menggempur gunung Hoa San“.
Hong Hoa berlaku tenang. Ia tunggu sampai tameng sudah sampai baharu ia kelit mukanja, dilain pihak dengan tjambuknja, ia menjabet djalandarah in-tay.
„Bagus !“ berseru orang itu, jang terus menurunkan tamengnja untuk menangkis. Tapi begitu lekas kedua sendjata beradu satu denagn lain, ia mendjadi terkedjut. Ia mendapat kenjataan tenaga lawan besar sekali. Sekaranglah ia mengarti, pantas orang belum lama muntjul didunia kang-ouw, tetapi namanja sudah lantas mumbul naik. Memang djarang orang bisa menotok dengan tjambuk jang lemas. Karena ini ia djadi berlaku hati². Segera setelah menangkis, ia menjerang pula menjambar kedua kaki orang.
Hong Hoa mengarti, serangan itu berbahaja sekali. Ia menolong diri dengan berlompat berdjingkrak kekanan, menjusul mana, tjambuknja diajun, untuk menjerang djalandarah dipundak kiri lawannja itu.
Orang bertopeng ini gesit sekali. Begitu lekas sambarannja gagal, begitu lekas djuga ia mendak seraja kedua tamengnja dibawa naik, untuk dipakai menangkis. Tapi ia bukan tjuma mengelakkan diri. Ia menangkis sambil mendak, tangkisannja dilakukan dengan tameng kiri, tameng kanannja dipakai membarengi menjerang lengan orang.
{{nop}}<noinclude>{{rh|||287}}</noinclude>
9i42luzglwmmgukfzlqaae3ljajpeiz