Wikisumber idwikisource https://id.wikisource.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.24 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikisumber Pembicaraan Wikisumber Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori Pengarang Pembicaraan Pengarang Indeks Pembicaraan Indeks Halaman Pembicaraan Halaman Portal Pembicaraan Portal TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Wikisumber:Warung kopi 4 49 321533 319592 2026-10-15T14:54:40Z Rachmat04 3937 Mengarsipkan 1 utas tidak aktif. 321533 wikitext text/x-wiki {{process header |title=Warung kopi |previous=[[Wikisource:Indeks/Komunitas|Halaman komunitas]] |next=[[Wikisource:Warung kopi/Arsip|Arsip]]/[[Wikisource:Warung kopi/Pesan global|Pesan global]] }} {{introkopi}} == Pengubahan istilah == Pada templat {{tl|indeks utama}}, istilah yang tertera saat ini adalah "Jurnal". Di Wikisource Inggris, istilah "Terbitan berkala" digunakan dan rasanya tepat penggunaannya di sini juga. Alasannya adalah isinya tidak hanya jurnal, tetapi juga majalah; kecuali memang memisahnya dari indeks atau kategorisasi itu sendiri. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 17 Juli 2026 02.30 (UTC) :Halo @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]], menarik juga pranalanya di-''render'' dengan tulisan "Jurnal", sementara kategorinya sendiri adalah "Terbitan berkala". Saya setuju untuk mengubah istilah tersebut. Saya juga lihat ada pembicaraan ini pada [[Pembicaraan_Templat:Indeks_utama|halaman pembicaraan templat]] tersebut. Mari lanjutkan diskusi di sini saja. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 23 September 2026 09.49 (UTC) ::Karena bung @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] sudah [[Pembicaraan_Templat:Indeks_utama#c-Mnam23-20260125032200-Usul_perubahan|mengusulkan sejak Januari]] atau sejak Juli kalau dari Warung kopi ini; dan belum ada penolakan dari pengguna lain; ''dan'' perubahannya tidak akan banyak mempengaruhi pengguna lain selain tampilan minor, maka saya sudah [[Special:Diff/318970|mengubah]] istilahnya. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 23 September 2026 09.55 (UTC) == Kami mengundang Anda untuk memberikan masukan terkait Daftar Harapan Komunitas 2027 == Halo, perkenalkan nama saya [[m:User:SPerry-WMF|Sonja]] dan saya memimpin beberapa [[mw:Contributors|tim]] di Wikimedia Foundation yang akan mengambil alih proses kerja dari Daftar Harapan Komunitas. Seperti yang mungkin Anda ketahui, [[m:Community_Wishlist|Daftar Harapan Komunitas]] (''Community Wishlist'') bermula sebagai proses tahunan yakni kontributor Wikimedia mengirimkan dan menentukan ide untuk memperbarui pengalaman dalam berkontribusi di situs web Proyek Wikimedia. Setelah melalui proses pemilihan, maka tim dari Wikimedia Foundation akan berusaha untuk mengerjakan dan mengimplementasikan ide (yang telah dipilih) tersebut. Beberapa tahun terakhir, proses di balik alur kerja daftar harapan telah diubah, serta kami mendengar dari Anda bahwa hal tersebut tidak memenuhi kebutuhan komunitas. Maka dari itu, Wikimedia Foundation bersama dengan kontributor Wikimedia sedang merancang alur kerja daftar harapan yang baru agar lebih transparan. Saya mengusulkan kepada komunitas terkait tiga tahapan berikut: * [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_pertama:_pengelompokan|'''Tahap pengelompokan''']]: yakni bagaimana permohonan dikelompokkan dan disaring sebelum masuk ke tahap pemungutan suara. ** Kami merekomendasikan untuk membentuk kelompok kerja yang beranggotakan anggota komunitas dari berbagai proyek wiki dan staf Wikimedia Foundation. * [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_kedua:_pemungutan_suara|'''Tahap pemungutan suara''']]: termasuk siapa saja yang berhak ikut pemungutan suara, serta menyusun bagaimana prosesnya berlangsung. * [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Tahap_ketiga:_pasca_pemungutan_suara|'''Tahap pasca pemungutan suara''']]: termasuk mengutamakan prinsip keadilan terkait proyek yang diprioritaskan. ** Salah satu hal yang akan kami lakukan untuk mengurutkan permohonan adalah dengan membaginya jadi 3 kategori: Wikipedia dan wiki skala besar, Wikipedia skala kecil dan menengah, dan situs web kerabat. Pengumuman ini adalah ringkasan dari proposal yang sudah kami terbitkan [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id|'''di Meta-wiki''']]. Kami mengharapkan masukan Anda perihal apakah ini akan berhasil atau ada cara lain yang lebih sesuai. Sesi diskusi akan dibuka selama dua minggu, serta Anda dapat menyampaikannya di Meta atau balas pengumuman ini. Untuk siklus tahun ini, [[m:Community_Wishlist/Community_Wishlist_2027/id#Rencana_linimasa|kami berencana]] untuk mengumumkan masa pengiriman permohonan pada akhir Oktober atau awal November, serta proses pengelompokan akan selesai pada akhir November. Agar tidak mengganggu masa liburan akhir tahun, sesi pemungutan suara akan berlangsung selama awal hingga pertengahan Januari. Pada tahap ini dimaksudkan untuk langkah awal dalam mencoba proses yang baru, serta akan lebih banyak masukan selama ini berlangsung. Semoga kita sama-sama bisa menentukan dan menemukan proses yang sesuai untuk diterapkan pada tahun mendatang (dan seterusnya). Salam, [[meta:User:SPerry-WMF|SPerry-WMF]], 27 Agustus 2026 16.28 (UTC) (<small>''via'' [[Pengguna:BAPerdana-WMF|BAPerdana-WMF]] ([[Pembicaraan Pengguna:BAPerdana-WMF|bicara]]) 27 Agustus 2026 16.28 (UTC)</small>) == Wiki Anda akan segera menjadi mode hanya baca == <section begin="server-switch"/><div class="plainlinks"> [[:m:Special:MyLanguage/Tech/Server switch|Baca pesan ini dalam bahasa lain]] • [https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Special:Translate&group=page-Tech%2FServer+switch&language=&action=page&filter= {{int:please-translate}}] [[foundation:|Wikimedia Foundation]] akan menguji coba mengalihkan pusat data utama dan sekundernya. Hal ini akan memastikan bahwa Wikipedia dan wiki Wikimedia lainnya dapat tetap beroperasi bahkan selepas bencana. Semua lalu lintas akan beralih pada '''{{#time:j xg|2026-09-23|id}}'''. Uji coba akan dimulai pukul '''[https://zonestamp.toolforge.org/{{#time:U|2026-09-23T14:00|en}} {{#time:H:i e|2026-09-23T14:00}}]'''. Akan tetapi, karena adanya keterbatasan dalam perangkat lunak [[mw:Special:MyLanguage/Manual:What is MediaWiki?|MediaWiki]], semua aktivitas penyuntingan harus berhenti sementara ketika proses pengalihan ini kami lakukan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan kami akan berupaya untuk meminimalkan hal serupa pada waktu yang akan datang. Sebuah papan pengumuman akan ditampilkan di semua wiki 30 menit sebelum pelaksanaan operasi ini. Papan pengumuman tersebut akan selalu terlihat hingga akhir pengerjaan. <span lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr">You can contribute to the [https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Special%3ATranslate&group=Centralnotice-tgroup-read_only_banner&task=view&language=&filter=&action=translate translation or proofreading] of this banner text.</span> '''Anda masih bisa membaca, tetapi tidak bisa menyunting, seluruh wiki dalam waktu terbatas.''' * Anda tidak dapat menyunting hingga satu jam pada hari {{#time:l j xg Y|2026-09-23|id}}. * Jika Anda mencoba menyunting atau menyimpan suntingan Anda pada waktu tersebut, akan muncul pesan galat. Kami berharap tidak ada suntingan yang hilang pada waktu-waktu tersebut, tetapi kami tidak dapat menjamin hal ini. Jika Anda mendapat pesan galat, mohon menunggu hingga semuanya kembali normal. Ketika uji coba telah selesai, Anda dapat menyimpan suntingan Anda. Namun, kami sangat menyarankan untuk membuat salinan suntingan Anda terlebih dahulu untuk berjaga-jaga. ''Pengaruh lainnya'': * Pekerjaan latar belakang akan menjadi lebih lambat dan beberapa pekerjaan mungkin akan diberhentikan. Pranala merah mungkin tidak dapat diperbarui secepat biasanya. Jika Anda membuat artikel yang telah terhubung dengan halaman lainnya, pranalanya akan tetap merah lebih lama daripada biasanya. Beberapa skrip yang berjalan lama terpaksa dihentikan. * Kami berharap penerapan kode akan terjadi seperti minggu-minggu lainnya. Namun, beberapa kasus pembekuan kode dapat terjadi secara cepat jika proses operasi membutuhkannya setelah itu. * [[mw:Special:MyLanguage/GitLab|GitLab]] akan tidak tersedia selama 90 menit. Proyek ini mungkin ditunda jika diperlukan. Anda dapat [[wikitech:Switch_Datacenter|membaca jadwalnya di wikitech.wikimedia.org]] Semua perubahan akan diumumkan dalam jadwal tersebut. '''Mohon sebarkan informasi ini kepada komunitas Anda.'''</div><section end="server-switch"/> [[m:user:Trizek (WMF)|Trizek (WMF)]] 15 September 2026 12.58 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Trizek (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Non-Technical_Village_Pumps_distribution_list&oldid=30513874 --> == Your feedback wanted: Remove ''(Language link added:) and similar'' edits from Special:RecentChanges == ''(Apologies for posting in English. You can help by translating it)'' Hello, I’m Danny from [[:en:w:Wikimedia_Deutschland|Wikimedia Deutschland’s]] [[m:Wikidata_For_Wikimedia_Projects|Wikidata For Wikimedia Projects]] team.<br/> We have been investigating and examining how Wikidata’s use in the [[Special:RecentChanges]] and [[Special:Watchlist]] pages can be made to be more useful, or less ‘noisy’ (fewer edits that have little value to the reader). We are currently exploring to make a change in the volume and the type of Wikidata edits that appear in these pages, and '''we need your feedback''' to help us ensure this is a positive change for the Wikis and won’t disrupt your workflows.<br/> Language links are also known as sitelinks or interlanguage links and describe when a Wikidata item is connected to a Wiki, adding it to the language dropdown tool for other connected Wikis. [[File:Types of Lang Link changes.png|x350px|frame|A variety of "Language Link" edits as seen in the Recent Changes feed]] The request for feedback is whether you support the removal of these language link edits from the Recent Changes and Watchlist feed, or would you oppose such a change and if so, why? Please share you thoughts on the dedicated '''[[m:Talk:Wikidata_For_Wikimedia_Projects/Clearer_Wikidata_Edit_Summaries/Hide_Language_Link_edits|metawiki Talk page]]'''. Further information about this change: [[m:Wikidata_For_Wikimedia_Projects/Clearer_Wikidata_Edit_Summaries/Hide_Language_Link_edits|m:Wikidata_For_Wikimedia_Projects/Hide_Language_Link_edits]] Thank you for any participation or feedback you give, -- [[m:User:Danny_Benjafield_(WMDE)|User:Danny Benjafield (WMDE)]] 25 September 2026 12.18 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Danny Benjafield (WMDE)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Danny_Benjafield_(WMDE)/MassMessage_test_list&oldid=31080967 --> == Wikidata Sitelink changes in Recent Changes and Watchlist == ''(Apologies for cross-posting in English, translating it will help spread the message)'' Editors on group 1 wikis, including Wikiquote, Wikibooks, Wikiversity, Wikivoyage, and Wikisource, will no longer see notifications on [[Special:RecentChanges|Recent Changes]] and [[Special:Watchlist|Watchlist]] when a link to ''another'' language version of a page is added, removed, or changed in its Wikidata item. This change will begin on '''October 5 at 07:00 UTC''' as a two-week trial to reduce high-volume, low-value notifications and make higher-value changes easier to identify. Editors who rely on these notifications should be aware of the change and can share feedback or concerns on the [[m:Wikidata For Wikimedia Projects/Clearer Wikidata Edit Summaries/Hide Language Link edits|project]] or [[m:Talk:Wikidata_For_Wikimedia_Projects/Clearer_Wikidata_Edit_Summaries/Hide_Language_Link_edits|talk page]].<br/>Please reach out if you have any questions, thank you! -- [[User:Danny_Benjafield_(WMDE)|Danny Benjafield (WMDE)]] ([[User_talk:Danny_Benjafield_(WMDE)|talk]]) sent via [[Pengguna:MediaWiki message delivery|MediaWiki message delivery]] ([[Pembicaraan Pengguna:MediaWiki message delivery|bicara]]) 1 Oktober 2026 12.42 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Danny Benjafield (WMDE)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Danny_Benjafield_(WMDE)/MassMessage_test_list&oldid=31106967 --> p4ht6p5u41msulwi1jzkbe9iuu0oy90 Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/7 104 70246 321747 312049 2026-10-16T10:04:26Z Riatunsk 26460 /* Tervalidasi */ 321747 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Riatunsk" /></noinclude><center>'''<big><big>PEMBANGUNAN TIDAK MENGHENDAKI PUNAHNYA ADAT DAN BUDAYA SUATU DAERAH</big></big>'''</center> {{dropinitial|D}}i dalam Garis-garis Besar Haluan Negara dengan jelas dikatakan bahwa pembangunan Nasional bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila di dalam wadah negara Kesatuan Republik Indonesia, yang merdeka, berdaulat, dan bersatu, dalam suasana kehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib dan dinamis. Sedang mengenai hakekat pembangunan nasional dikatakan merupakan Pembangunan Manusia Indonesia seutuhnya. Ditegaskan pula oleh Garis-garis besar Haluan Negara bahwa salah satu asas pembangunan nasional adalah asas usaha bersama dan kekeluargaan dengan pengertian bahwa pembangunan merupakan hasil usaha bersama dari bangsa dan seluruh rakyat yang dilakukan secara gotong royong dan dijiwai oleh semangat kekeluargaan. Memperhatikan pokok pikiran itu, maka suatu musyawarah di mana pemuka-pemuka masyarakat secara bersama dan secara sadar berusaha menemukan dan merumuskan pemikiran serta langkah-langkah guna meningkatkan peranannya dalam program pembangunan, tidak disangsikan lagi merupakan suatu peristiwa penting. Secara jujur dapat dikatakan bahwa Musyawarah Besar Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau ini akan mampu menentukan jalannya pembangunan di Daerah ini. Di samping itu bukanlah hasil-hasil pembangunan itu sendiri sekarang dan kelak adalah untuk anak kemenakan dan cucu-cucu kita sendiri? Jadi bukan untuk orang lain. Karena itulah kami yang saat ini dipercayai untuk pembinaan gerak pembangunan daerah ini, sangatlah menaruh perhatian bagi suksesnya Musyawarah ini. Sukses atau gagalnya Musyawarah diukur dari efeknya terhadap pembangunan. Sejarah telah mencatat, LKAAM ikut serta nyata menumpas ORLA dan dalam waktu sekarang LKAAM dapat mampu berperan sebagai alat pengisi kemerdekaan melalui pembangunan. Telah menjadi pengetahuan kita bersama bahwa Sumatera Barat sebagai satu propinsi dalam wilayah negara Republik Indonesia, dalam pengertian kebudayaan disebut sebagai Minangkabau dengan masyarakatnya mempunyai ciri dan karakteristik sendiri, yang terjamin hidupnya dalam ke-bhinekaan bangsa Indonesia. Dalam Garis-garis Besar Haluan Negara sekali lagi dikatakan bahwa pembinaan dan pemeliharaan Kebudayaan Nasional merupakan salah satu pembangunan. Terlingkup di dalamnya menggali dan memupuk Kebudayaan Daerah sebagai unsur-unsur penting yang memperkaya dan memberi corak kepada kebudayaan Nasional. Hal ini akan lebih jelas lagi kalau proyek Indonesia Indah di Jakarta sudah selesai.<noinclude><small>*) Saripati kata sambutan Drs. Harun Zain, Gubernur KDH Sumatera Barat, pada upacara pembukaan Musyawarah Besar LKAAM ke III di Payakumbuh bulan Nopember 1974.</small> {{rh|||3}}</noinclude> qgdrjwd9sr2y6n8l3zwg5x86zxeqxu4 Halaman:000 Malay dialect.djvu/2 104 87353 321611 307554 2026-10-16T07:35:47Z Bennylin 334 321611 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ammachemist" />{{rh|322||UNIDENTIFIED|||}}</noinclude>'''2. UNIDENTIFIED LIST''' {{multicol}} 1. badan, awak <br> 2. kapala <br> 3. moeha, moeka <br> 4. dahie<br> 5. boem-boenan <br> 6. ramboet <br> 8. poesaran <br> 9. koeping, talinga <br> 11. mata <br> 15. kaning <br> 17. banjoe-mata <br> 18. hidoeng <br> 21. pipie <br> 22. moentoeng, moeloet <br> 25. bibir <br> 27. sa-sengot <br> 28. djanggoet-bibier <br> 29. dagoe <br> 30. <1> <br> 31. lidah, ilat <br> 32. lalangitan <br> 34. bahaman (gigi) <br> 35. goesi <br> 37. rakoengan<br> 38. goeloe, leher <br> 41/ <br> 42. soesoe <br> 45. oedjoeng soesoe <br> 46. banjoe-soesoe <br> 47. banjoe-soesoe <br> 48. isap <br> 50. tangkar <br> 52. djantoeng <br> 53. oeloe-atie <br> 54. paroet, proet <br> 56. atie <br> 61. poesat <br> 62. tangke i-poesat<br> 63. blakang <br> 66. balikat <br> 68. pipi-boerit {{multicol-break}} 69. boerit <br> 70. oedjoeng soelbi <br> 72. bahèra <br> 73. tahie <br> 75. bakantoet<br> 77. boeoeli<br> 78. poeki <br> 82. bakamih <br> 83. kamih<br> 84. batis <br> 86. batis <br> 88. boekoe lalie <br> 90. poenggoeng <br> 91. 'lantoehoet <br> 93. telor batis <br> 94. landauw <br> 95. tangan <br> 97. tangan <br> 99. katiäk <br> 100. sikoe <br> 102. talapak tangan <br> 105. djeridjie <br> 107. koekoe <br> 108. iboe-gangan <br> 109. toendjoek <br> 110. toendjoek hantoe <br> 111. djariemanis<br> 112. kalingking <br> 115. toelang <br> 116. darah <br> 117. daging <br> 118. djanggoet kambing <br> 121. koelit <br> 122/ <br> 123. boeloe awak, boeloe <br> 124. paloeh <br> 125. loedah <br> 127. bahinak <br> 128. makan<br> 129. kalaparan <br> 130. manginoem {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> nrtcyg6towj09sqj3vy6nkmsvj386a8 Halaman:000 Malay dialect.djvu/8 104 87354 321616 307567 2026-10-16T07:53:50Z Bennylin 334 321616 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ammachemist" />{{rh|328||UNIDENTIFIED|||}}</noinclude>{{multicol}} 758. kembang<br> 759. boeah<br> 761. koelit boeah<br> 763. bigie<br> 764. isinja boeäh<br> 765. tandan<br> 766. minjak<br> 770. roempoet<br> 771. <12><br> 772. alang2<br> 774. satoea, binatang<br> 775. anak satoea/binatang <13><br> 776. boenjie satoea<br> 778. boentoet<br> 779. batis<br> 780. koekoe<br> 781. koekoe<br> {{sic|786|876}}. alar<br> 787. boeloe<br> 789. sarang<br> 790. intaloe<br> 794. babi<br> 797. goesar, bagoesar<br> 798. kambing<br> 800-<br> 802. hadangan<br> 803/<br> 804. sapi<br> 806. boenji sapi<br> 807. koeda, adjaran<br> 808. boenji koeda<br> 809. mindjangan<br> 811. hidoepan<br> 812. manjalak<br> 813. koetjing<br> 814. boenji koetjing<br> 815. matjan<br> 816. manggarong<br> 817. baroeang<br> 818. landak<br> 822. tanggiling<br> 823. boeroeng basar/casuari {{multicol-break}} 824. boeroeng dara<br> 825. gagak<br> 826. ajam<br> 827. anak piak<br> 828. ajam binie/parindoean<br> 830. djagaw<br> 831. ajam saoengan<br> 834. noeri<br> 835. boeroeng<br> 836. boeroeng karialang, boeroeng kalaijangan<br> 840. boeroeng dandang<br> 843. alang, tamboenauw<br> 844. boeroeng<br> 845. toepei<br> 846. kalalawar<br> 847. kaloeang, bang-amat<br> 849. kidjang<br> 850. plandoek<br> 851. tikoes<br> 852. tikoes<br> 853. tikoes mari-angin<br> 854. warik<br> 861. loenta, rengge<br> 865. tèlan<br> 866. koetoe<br> 869. antaloe koetoe<br> 870. koetoe<br> 871. oenting2<br> 877. njamoek<br> 878. koepoe2<br> 879. oelat<br> 881. blalang<br> 884. samoet<br> 886. oelar<br> 891. oelat<br> 892. oendang<br> 893. radjoengan<br> 894. sipoet<br> 896. kodok<br> 898. tjatjak {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> pl8au8mtr1xp0ajtt9z0sf2jfczcsav Halaman:000 Malay dialect.djvu/3 104 87355 321610 307556 2026-10-16T07:35:12Z Bennylin 334 321610 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ammachemist" />{{rh|||UNIDENTIFIED|323}}</noinclude>{{multicol}} 132. haoes<br> 133. kanjang<br> 137. tagoek<br> 138. goering<br> 139/<br> 140. mimpi, bamimpi<br> 144. badiri<br> 145. badjalan<br> 146. batalantang<br> 147. batiharap<br> 148. barabah<br> 149. badoedoek<br> 150. basila<br> 151. batalimpoeh<br> 152. badoengkoeng<br> 153. bakoenjoeng<br> 154. mandie<br> 156. aga<br> 157. pelor<br> 158. soewara<br> 160. bakariak<br> 161. katawa<br> 163. manangis<br> 165. karihing<br> 166. mahingal<br> 167. baloedah<br> 169. wahien<br> 170. batoek<br> 176. mangoeap<br> 177. baoenggoet<br> 182. hidoep<br> 183. matie<br> 184. matie<br> 185. matie<br> 188. bangkei<br> 191. koeboer<br> 192. mamboenoeh<br> 193. mawaris<br> 194. warisan<br> 196. loeka<br> 197. malatoep<br> 198. tanda {{multicol-break}} 199. sakiet, garing<br> 200. garing<br> 201. sakiet<br> 202. baik, sêhat<br> 203. bisoel<br> 205. dêmam<br /> 207. sakit paroet<br> 209. sakit paroet<br> 210. katjatjar<br> 211. keroemoet<br> 214. koreng<br> 219. ngaloe kepala<br> 220. sakiet toelang<br> 222. salisma<br> 223. kasa-samoetan<br> 224. ma-igoet2<br> 225. kipa<br> 227. bisoe<br> 228. toelie<br> 229. toeta<br> 231. djoeling<br> 232. soedah sehat/soedah baik<br> 233. tetamba<br> 234. tetamba panoedjoeman<br> 235. tabib<br> 237. manoesia banjak matie<br> 238. <2><br> 239. ngaran<br> 240. gelar/gelaran<br> 241. lakie2<br> 242. binie2<br> 243/<br> 244. laki2<br> 245/<br> 246. bini2<br> 248/<br> 249. boedjang<br> 250. anak laki2<br> 252. anak bini2<br> 255. bapa<br> 256. oema<br> 257. anak pandjoelak<br> 258. anak boengsoe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 7y1gwd35e5q1hvxsarxaaouk8ro77cn Halaman:000 Malay dialect.djvu/5 104 87357 321614 307558 2026-10-16T07:46:47Z Bennylin 334 321614 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ammachemist" />{{rh|||UNIDENTIFIED|325}}</noinclude>{{multicol}} 382. <8><br> 386. kapala kampong/pembakal<br> 388. tatoeroenan radja2<br> 389. tatoeha<br> 390. orang paprangan<br> 391. oentoeng<br> 392. tjilaka<br> 393. orang preman<br> 394. habdi-hambah<br> 396. hadat<br> 397. <9><br> 398. boeangan<br> 399. di hoekoem, di toetoep<br> 400. denda<br> 401. saksi<br> 402. kapala mamoetoes perkara<br> 403. habdi-hambah<br> 404. mananam/mangoeboer orang mati<br> 407/<br> 408. di kawinkan<br> 410. sarak<br> 411. djoedjoeran<br> 412. talek/perdjandjian<br> 413. baranak<br> 414. bidan<br> 415. bamain<br> 416. roemah djahat/roemah pandjang<br> 417. gandot<br> 418. topeng<br> 419. biola<br> 420. soeling<br> 422. terbang<br> 423. gambang<br> 424. agoeng, tawak2<br> 427. tandak<br> 428. ba-egal<br> 437. roemah<br> 438. pondok<br> 439. atap<br> 441/<br> 442. atap {{multicol-break}} 443/<br> 444. atap sirap, atap koelit kajoe<br> 449. lawang<br> 451. lalongkang, djendela<br> 453. tangga<br> 454. tangga<br> 456/<br> 457. lantai<br> 458/<br> 459. tawing<br> 461. tihang<br> 462. gelagar loteng<br> 463. (klamboe)-pagoeringan<br> 464. tabir<br> 465. wadah pagoeringan<br> 467. gagoeling<br> 468. tikar<br> 469. bantal<br> 470. katil<br> 471. pamedangan<br> 472. loteng<br> 473. slaijan<br> 474. padapoeran<br> 475. apie<br> 476. kagoesangan<br> 477. tioep api<br> 478. mamadjah api<br> 483. haboe<br> 484. kajoe api<br> 485. tjoetjoel palita<br> 486. padjah palita<br> 487. bawah baroemahan<br> 488. tabir<br> 489. bangkoe doedoek<br> 493. kentjeng, kwantan<br> 494. kwantan tanah<br> 495. dandangan<br> 496. kwantan tanah<br> 495/<br> 496. kentjeng<br> 497. piring<br> 498. tjatjirie<br> 499. tjatjirie {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> p9431u39qeayk5b1d0snfk7563f2aow Halaman:000 Malay dialect.djvu/11 104 87365 321670 307561 2026-10-16T08:32:56Z Bennylin 334 321670 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Ammachemist" />{{rh|||UNIDENTIFIED|331}}</noinclude>{{multicol}} 1146/<br> 1147. marikiet<br> 1148/<br> 1149. lapas<br> 1150. toe ha<br> 1152. anoemr<br> 1153. hanjar<br> 1154. miskien<br> 1155. baik<br> 1159. boengoel<br> 1160. pintar<br> 1161. manis<br> 1162. masam<br> 1163. pahit<br> 1166. masin/oegah<br> 1167. poetih<br> 1168. hirang<br> 1169. habang<br> 1170. habanghirang<br> 1171. koening<br> 1172. biroe<br> 1173. hidjauw<br> 1174. mentjarie<br> 1175. mendapat<br> 1176. membarie<br> 1179. mabil/maämbil<br> 1180. ambil/maämbil<br> 1193. tahoe<br> 1194. bapikir<br> 1195. tahoe<br> 1196. ka-ingatan<br> 1197. kaloepanan<br> 1198. kahada mangakoe<br> 1199. mangakoe<br> 1200. badiam<br> 1201. mangorek<br> 1202. bapander<br> 1203. banjanjie<br> 1206. baki-au<br> 1208. bisa<br> 1210. bagawie<br> 1211. pikoel<br> 1212. djoendjoeng<br> {{multicol-break}} 1213. angkat<br> 1214. gendong<br> 1220. hambien<br> 1221. andoeng<br> 1211-<br> 1214/<br> 1220/<br> 1221. angkat<br> 1223. kahada goering<br> 1224. mendjaga<br> 1222-<br> 1224. djaga<br> 1225. mahintip<br> 1238. kasih<br> 1239. bantjie<br> 1240. panimboeroean<br> 1243. handak<br> 1244. dikahandaki<br> 1242-<br> 1244. niat<br> 1245. memboeka<br> 1246. manoedoeng<br> 1251. kena<br> 1253-<br> 1255. mamatah<br> 1260/<br> 1261. manamoelaie<br> 1262/<br> 1263. bamandak<br> 1264. ma-ikat<br> 1265. manjamboenjikan<br> 1266. basamboenji<br> 1265/<br> 1266. samboenji<br> 1267. katakoen<br> 1268. manjahoet<br> 1269. katakoen<br>1270. manampik<br> 1271. mendjoesta-ie<br /> 1276. kasaloekoetan<br> 1277. manjaloekoet<br> 1276/<br> 1277. saloekoet<br> 1278. manaboek<br> 1284. datang {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 5mx4o8wqvauza8e91tbwchf8ytj8dzh Halaman:005a Batak, Mandailing.djvu/2 104 87527 321716 309791 2026-10-16T09:14:59Z Bennylin 334 321716 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Aldiperkasa" /></noinclude>'''2. BATAK, MANDAILING LIST''' {{multicol}} 1. Pamatàng<br> 2. Oeloe<br> 3. Tompa<br> 4. Boī<br> 5. Ḇorkoe borkoe<br> 6. Oboek <1><br> 8. Àmboeboe<br> 9. Soepīng<br> 11. Mata<br> 15. Salībon<br> 17. Īloe<br> 18. Īgoeng<br> 21. Oeroem<br> 22. Baba (papangàn)<br> 25. Bībīr<br> 27. Sīsoengoet<br> 28. Djànggoet<br> 29. Īsàng<br> 30. Goerambe<br> 31. Dīla (pàrnanàm)<br> 32. Ola ola<br> 34. Ngadol<br> 33/<br> 35. Panjolkōtī<br> 37. Aroeng aroeng<br> 38. Tōlōnàn<br> 41. Indōra<br> 42. Soesoe<br> 45. Oeloe nī soesoe<br> 46. aèk nī soesoe<br> 47. aèk nī soesoe<br> 48. Manjoesoe<br> 50. Roesoek<br> 52. Atē ate<br> 53. Bītoewa gōdàng<br> 54. Boltok<br> 56. Limpa<br> 61. Poèsot<br /> 62. Ījot nī poesot<br> 63. Goeroeng goeroeng<br> 66. Alīpkip {{multicol-break}} 68. Poenggoeng<br> 69. poetīng balijoeng<br> 70. Pàngkàl ijoer<br> 72. Mītīng<br> 73. Te<br> 75. Moentoet<br> 77. Pīlàt<br> 78. Oempīt<br> 82. Mōjō<br> 83. Ōjō<br> 84. Olī olī<br> 86. Pat<br> 88. Mata nī arī nī pàt<br> 90. Aroempang<br> 91. Tot<br> 93. Pīra nī bītīs<br> 94. Bītīs<br> 95. Pàrgōlangàn<br> 97. Tangan<br> 99. Kīhik<br> 100. Soewi soewi<br> 102. Tompap<br> 105. Djarī djarī<br> 107. Sīsīlon<br> 108. Īndoek tangàn<br> 109. Sītoemoedoe<br> 110. Sītoewalàng<br> 111. Djarī manīs<br> 112. Indīkīl<br> 115. Olī olī<br> 116. Daro<br> 117. Djoehoet<br> 118. Oerador<br> 121. Olīngkoelīng<br> 122. Abong<br> 123. Abong<br> 124. Ōdok<br> 125. Īdjoer<br> 127. Oemōsa<br> 128. Mangan<br> 129. Male {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> dsy6pvvtbresw4os0sak5g5ilesngjn Halaman:005a Batak, Mandailing.djvu/7 104 87545 321717 252446 2026-10-16T09:16:06Z Bennylin 334 321717 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 596. Màrbaoer soerto<br> 597. Màrmakō<br> 600. Màmbajoe<br> 601. Màrpoejoe<br> 602. Talī<br> 603. Bõnàng<br> 604. Màngkōtoek<br> 605. Àmpīl<br> 606. Bàlbaoel talī<br> 605/<br> 606. Àmpīl<br> 608. Pōdang<br> 611. Tombàk<br> 612. Oeltop<br> 613. Panàh<br> 614. Talī nī panàh<br> 615. Nàngkàt<br> 616. Solpa<br> 617. Parīntje<br> 618. Màndera<br> 619. Lelo<br> 620. Bōdīl<br /> 621. Masīoe<br> 622. Piroeroe<br> 623. Mamōdīl<br> 624. Oembàn<br> 625. Màrpōràng<br> 626. Pōràng<br> 627. Moesoe<br> 628. Marījàm<br> 629. Manàmpàng tōlōnàn<br> 630. Màrdame<br> 631. Partaon nī hoeta<br> 634. Pamōnàngkon<br> 635. Amonangàn<br> 636. Tabanàn<br> 637. Soeroewàn<br> 639. Parsombahàn; sora<br> 640. Bejō<br> 642. Badjàk<br> 643. Bōsi badjàk<br> 644. Soerī<br> {{multicol-break}} 645. Ordàng, īnsoewàn<br> 648. Tadjàk<br> 649. Sasabī<br> 650. Sasabī<br> 651. Ōtōm<br> 652. Pàngkoer<br> 653. Porlàk<br> 654. Saba<br> 655. Aoema<br> 654/<br> 655. Ladàng<br> 656. Gadoe batangī<br> 657. Bondàr<br> 659. Àndàng<br> 660. Soewàn soewanàn<br> 662/<br> 663. Manjaboer<br> 664. Tàmpàng<br> 665. Manjoewàn<br> 668. Masàk, malamoen<br> 669. Na mata<br> 671. Soewa<br> 672. Bangkītan<br> 674. Djaoeng<br> 677. Katjang<br> 678. Katjang<br> 679. Antjīmoen<br> 681. Timbakō<br> 682. Tōboe<br> 683. Katjàng tano<br> 685. Laboe<br> 686. Gadoeng<br> 688. Soewàt<br> 689. Soewàt<br> 690. Lasījak koetoe<br> 691. Batàng nī aràmbīr<br> 692. Danon nī aràmbīr<br> 691-<br> 693. Aràmbir<br> 695. Bàrgot<br> 696. Batàng nī lontàr<br> 697. Njīrō<br> 698. Soekō {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> hv7ae1w1u9yq6lr7kzgkzp6wac4n0jx Halaman:005a Batak, Mandailing.djvu/9 104 87549 321719 252450 2026-10-16T09:16:49Z Bennylin 334 321719 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 823. Pīdong kasoewarī<br> 824. <26><br> 825. Kahàk<br> 826. Manoek<br> 827. Anàk ni manoek<br> 828. Manoek bōroe bōroe<br> 820. Saboengàn<br> 834. Keke<br> 835. Balom<br> 836. Lajàng-lajàng<br> 840. Bangō<br> 843. Alīhī<br> 844. Oenggàs<br> 845. Kotok pītoedar<br> 846. Lompong<br> 847. Aloewàng<br> 849. Īdjang<br /> 850. Làndoek<br> 851. MontjĬ<br> 852. MontjĬ boeloe<br> 853. Montji na baoe<br> 854. Bodàt <27><br> 861. Djala, ràmbàng<br> 865. Ījan pandjàng<br> 866. Toema<br> 869. Līsa<br> 870. Oetoe<br> 871. Rambàng rambang<br> 877. Rongīt<br> 878. Rama rama, saba saba<br> 879. <28><br> 881. Sījapor <29><br> 884. Ane ane <30><br> 886. Oelok <31><br> 891. Goja<br> 892. Sīgedoek<br> 893. Gajō<br> 894. Lōkàn<br> 896. Tōoek<br> 898. Sōsak<br> 899. Bījaok, bànggīk<br> 900. Boewaja<br> {{multicol-break}} 901/<br> 902. Oera oera, banīng<br> 903. Asījangàn<br> 904. Pàrkoesoràn nī bīntàng bīntàng<br> 905. Langīt<br> 906. Mata nī arī<br> 907. Gàrgana mata nī arī<br> 908. Boelàn<br> 910. Boelàn <32><br> 911. Gàrgana boelàn<br> 912. Bīntàng <33><br> 917. Portībī raja<br> 919. Oedàn<br> 921. Omboen<br> 923. Alīboetongàn<br> 924. Ronggoer<br> 925. Īpon nī porkàs<br> 927. Lalō<br> 928. angīn<br> 929. Abahaba<br> 930. Aèk<br> 931. Laoet<br> 932. Soeroet<br> 934. Momboer, aèk magōdàng<br> 935. Ombàk<br> 936. Napàl<br> 937. Sōlok<br> 938. Tōpī laoet<br> 939. Gontīng laoet<br> 940. Karàng<br> 941. Karàng<br> 942. Daràt<br> 943. Loewàt, loembàn<br> 944. Poelo<br> 945. Gontīng tanō<br> 946. Oedjoeng nī tanō<br> 947. Dōlok<br> 948. Tor<br> 951. Napa<br> 952. Roera<br> 955. Arangàn<br> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 91w96asac2be4omgfaeej39pluilaqq Halaman:005a Batak, Mandailing.djvu/8 104 87550 321718 252451 2026-10-16T09:16:35Z Bennylin 334 321718 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 697/<br> 698. Njīrō<br> 699. Toewàk<br> 700. Aer manīs<br> 701. Goelō<br> 702. Poesoek<br> 703. Batàng nī sagoe<br> 704. Sagoe<br> 705. Apàs<br> 706. Apondjī<br> 707. Pandàn<br> 708. Màngga<br> 709. Sībōdàk<br> 710. Djaīlàn<br> 712. Djàmboe<br> 716. Pīsàng<br> 717. Oentjīm<br> 720. Oente manīs<br> 721. Oente gōdàng<br> 722. Oente<br> 787. Abong<br> 723. Kōpī<br> 724/<br> 725. Taroem<br> 726. Sontàng<br> 727. Pamaraī<br> 728. Sōda <23><br> 729. Oenīk<br> 731. Otàng<br> 732. Boeloe<br> 734. Batàng kajoe<br> 739/<br> 740. Dàngka<br> 742. Oeràt panoempol<br> 743. oeràt oeràt<br> 744. oeràt ràmboe<br> 746. Boeloeng<br> 748. Làklàk, làmpàk<br> 750. Aèk<br> 751. Gōta<br> 752. Pīnīng<br> 753. Boerangīr<br> 754. Damàr<br> 755. Damàr {{multicol-break}} 757. Toenàs<br> 758. Boenga<br> 759. Batoe nī ajoe<br> 761. Oelit<br> 763. Batoe nī ajoe<br> 764. Loemok<br> 765. Majangàn<br> 766. Mījàk<br> 770. Doehoet<br> 771. Doehoet doehoet<br> 772. Rī<br> 773. Galōga<br> 774. Bīnatàng<br> 775. Anàk nī binatàng <24><br> 778. Ījoer<br> 779. Pàt nī bīnatàng<br> 780. Tambīrīk<br> 781. Sīsīlon<br> 786. Kapak<br> 787. Abong<br> 789. Asàr<br> 790. Pira <Bia?><br> 794. <25><br> 797. Dōhoek dōhoek<br> 798. Biri bīrī<br> 800-<br> 802. Orbō<br> 803. Lomboe bàntīng<br> 804. Morgoe<br> 806. Marmōwah<br> 807. Adjaràn, koedō<br> 808. Marīhō īhō<br> 809. Oersa<br> 811. Andjīng<br> 812. Màrtoenggoe, màkòngkong<br /> 813. Oetīng<br /> 814. Màrngeong<br /> 815. Babīját<br /> 816. Màrngaoem<br /> 817. Gompoel<br /> 818. Goendjō<br /> 822. Tànggīlīng<br /> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> pqzbostv0yxtaldnmmwbq9dnnx2kko4 Halaman:005a Batak, Mandailing.djvu/14 104 87599 321702 252543 2026-10-16T08:55:04Z Thersetya2021 15831 321702 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1466. Taoekèn<br> 1467. Àmpot<br> 1469. Dohot<br> 1470. Dōhot<br> 1471. Ngada, īnda<br> 1472. Ōlō<br> 1473-<br> 1475. Inda {{multicol-break}} 1476. Pade 1477. Hoem<br> 1478. Gījot<br> 1479. Taī<br> 1481. Taī<br> 1482. Laīng, moese<br> 1486. Ngada adong {{multicol-end}} '''3. NOTES''' # pubic hair: raboet<br> # Djoegoek dī karosī (on a chair)<br>Djoegoek di bangkoe<br> # Bīrīng, poeroe, poergatal<br> # Amàng toewa, amàng oeda, amàng boroe, toelang<br> # mother's brother's wife = Īnàng toelàng<br> # Anàk nī àngka, anàk ni ànggī, babere<br> # Bōroe nī àngka, bōroe nī anggī, babere<br> # Sīmasàk, toewor nī sere (wife)<br> # Poestaha, pagàr, bīntora<br> # Adong sada Dībata na mànggorga langīt dōhot tano, īma na màrgōgàr Dībata Toenggàl. Padoewana Dībata manganahon<br> # Rarangàn, sītongka, pàntangàn<br> # Sībasō īna sada bajō na nīpasoesoer begoena; moeda madoeng soesoer begoena i, pàrsapahàn ni alàk, bō na djàt bō na dènggàn<br> # Moesōgīt, màndera (Muslim)<br>Partangījangàn (Pagan)<br> # Head of a koerija: Radja panoesoenàn<br>Head of a ripe: Natoràs<br> # Tilakō, nasò maoelī, naso madjop<br> # Djoegoek djòegoewàn lao goeloeng goeloengàn<br> # Mōsok, gar, moentoeng<br> # [gambar]<br> # [gambar]<br><noinclude></noinclude> kk1s89de204z5txsqdn4lyqwkb1dkqx 321720 321702 2026-10-16T09:17:02Z Bennylin 334 321720 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1466. Taoekèn<br> 1467. Àmpot<br> 1469. Dohot<br> 1470. Dōhot<br> 1471. Ngada, īnda<br> 1472. Ōlō<br> 1473-<br> 1475. Inda {{multicol-break}} 1476. Pade<br /> 1477. Hoem<br> 1478. Gījot<br> 1479. Taī<br> 1481. Taī<br> 1482. Laīng, moese<br> 1486. Ngada adong {{multicol-end}} '''3. NOTES''' # pubic hair: raboet<br> # Djoegoek dī karosī (on a chair)<br>Djoegoek di bangkoe<br> # Bīrīng, poeroe, poergatal<br> # Amàng toewa, amàng oeda, amàng boroe, toelang<br> # mother's brother's wife = Īnàng toelàng<br> # Anàk nī àngka, anàk ni ànggī, babere<br> # Bōroe nī àngka, bōroe nī anggī, babere<br> # Sīmasàk, toewor nī sere (wife)<br> # Poestaha, pagàr, bīntora<br> # Adong sada Dībata na mànggorga langīt dōhot tano, īma na màrgōgàr Dībata Toenggàl. Padoewana Dībata manganahon<br> # Rarangàn, sītongka, pàntangàn<br> # Sībasō īna sada bajō na nīpasoesoer begoena; moeda madoeng soesoer begoena i, pàrsapahàn ni alàk, bō na djàt bō na dènggàn<br> # Moesōgīt, màndera (Muslim)<br>Partangījangàn (Pagan)<br> # Head of a koerija: Radja panoesoenàn<br>Head of a ripe: Natoràs<br> # Tilakō, nasò maoelī, naso madjop<br> # Djoegoek djòegoewàn lao goeloeng goeloengàn<br> # Mōsok, gar, moentoeng<br> # [gambar]<br> # [gambar]<br><noinclude></noinclude> 1fqt0f96j74aua4n977v72uvurtaped Wikisumber:Warung kopi/Arsip 2026 4 104659 321532 319086 2026-10-15T14:54:39Z Rachmat04 3937 Menambahkan 1 utas dari [[Wikisumber:Warung kopi]] 321532 wikitext text/x-wiki {{Arsip|Wikisumber:Warung kopi}} __ARCHIVEDTALK__ __NOINDEX__ == Apa konten seperti ini layak di Wikisource? == * [[Manifesto Partai Gerakan Perubahan]] * [[Manuskrip Partai Gerakan Perubahan]] * [[11 Pilar Demokrasi - Partai Gerakan Perubahan]] * [[14 Prinsip Demokrasi - Partai Gerakan Perubahan]] * [[Manifesto Perjuangan Partai Gerakan Indonesia Raya]] Mohon untuk memberikan komentar. --[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Januari 2026 16.38 (UTC) :Menimbang [[Wikisumber:Kebijakan hak cipta|kebijakan hak cipta]] dan [[Wikisumber:Kebijakan inklusi]] yang masih belum lengkap, saya izin berpendapat menggunakan versi Inggris baik untuk [[:en:Wikisource:Copyright policy|kebijakan hak cipta]] maupun [[:en:Wikisource:What Wikisource includes|kebijakan inklusi]] tersebut. :'''Sudut pandang kebijakan hak cipta''' :Secara garis besar, Wikisource bahkan tidak menerima penggunaan wajar (fair use). Wikisource menghendaki bebas hak cipta, entah itu dilepas dengan lisensi CC BY-SA maupun sudah berada dalam domain publik. Wikisource sendiri peladennya berada di Amerika Serikat yang mematuhi perundang-undangan di sana, tetapi karena menggunakan bahasa Indonesia, saya merasa undang-undang Indonesia juga berlaku. :Di Indonesia, undang-undang tentang hak cipta adalah [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014]]. Berikut pandangan saya: Pasal 43 "Perbuatan yang tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta meliputi:" huruf d "pembuatan dan penyebarluasan konten Hak Cipta melalui media teknologi informasi dan komunikasi yang bersifat tidak komersial dan/atau menguntungkan Pencipta atau pihak terkait, atau Pencipta tersebut menyatakan tidak keberatan atas pembuatan dan penyebarluasan tersebut." :Melalui ini, harus ada pernyataan tertulis dari pihak terkait atas tidak keberatan akan penyebarluasan tersebut. Bagaimana caranya? Untuk ini, saya belum memikirkan. :'''Sudut pandang kebijakan inklusi''' :Konten bebas dinyatakan memerlukan "atribusi" dan "memperbolehkan karya turunan". Kalau diterjemahkan ke lisensi Creative Commons, maka akan menjadi CC BY, CC BY-SA, dan CC0. :Meski secara otomatis segala konten di dalam Wikisource dilepas dalam lisensi CC BY-SA, lagi-lagi, alangkah baiknya ada pernyataan tertulis dari pihak terkait bahwa mereka berkenan atas hal itu. :Situs web resmi dari pihak terkait <u>tidak menyatakan teks mereka dilepas dalam lisensi tersebut</u>, sehingga alih-alih masuk Pasal 43 huruf d UU 28/2014, saya rasa rawan masuk Pasal 40 Ayat (1) huruf a yang dilindungi Pasal 58 Ayat (1) dan pidananya sudah ditentukan Pasal 113. :Demikian pendapat saya. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 5 Januari 2026 10.39 (UTC) ::berarti dapat disimpulkan bahwa konten tersebut menyalahi aturan hak cipta kan mas? di sisi lain pembuat juga tidak menyebutkan pencipta dan sumbernya. ::terimakasih atas komentarnya. @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 13 Januari 2026 16.17 (UTC) :Saya setuju dengan [[Wikisumber:Warung_kopi#c-Mnam23-20260105103900-Empat_Tilda-20260104163800|komentar]] bung @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]]. Sejujurnya, saya belum melihat pernyataan bahwa naskah-naskah di atas adalah naskah yang memiliki lisensi yang sesuai dengan Wikisumber. Kontributornya pun hanya akun sementara. Artinya, sepertinya naskah tidak (atau setidaknya belum) layak masuk Wikisumber. Terima kasih —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 06.36 (UTC) == Terjemahan Al-Qur'an == Berkaca dari [[:en:Qur'an]] dan contoh [[:en:The Holy Qur'an (Maulana Muhammad Ali)/1. The Opening]], saya merasa naskah [[Al-Qur'an]] di Wikisumber perlu penyesuaian. Terjemahan yang sudah ada menurut saya bersumber dari edisi 1971 dan sudah saya unggah indeksnya di Wikisumber. Terjemahan terkini dari edisi 2019 juga saya unggah. Saya pun menyiapkan {{tl|Parallel}} untuk memudahkan nantinya. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 5 Januari 2026 12.58 (UTC) :Terima kasih bung @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]]. Saya rasa apa yang bung lakukan sangat baik. Untuk judul di Wikisumber, apakah menurut bung lebih baik judul pada halaman transklusi ditambahkan tahun untuk memastikan pembaca tahu perbedaan tahun terbit naskah? Misalnya, [[Al Qur'an dan Terjemahnya|Al Qur'an dan Terjemahnya (edisi 1971)]] dan [[Al-Qur'an dan Terjemahannya|Al Qur'an dan Terjemahannya (edisi 2019)]]. Terima kasih sebelumnya —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 06.29 (UTC) ::Waduh. Kasus pertama beda judul beda edisi nih. Setuju, tapi tanpa kata "edisi". Penamaannya samakan seperti [[Sengsara Membawa Nikmat]] saja. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 14 Januari 2026 06.51 (UTC) :::Baik, setuju. Untuk yg pertama, apakah ada kemungkinan salah ketik pada naskah? Atau kita biarkan saja judulnya seperti sekarang (tanpa -an pada "terjemahnya" dan tidak tanbahkan tahun)? —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 06.59 (UTC) ::::Nah itu sih, jadi alasan saya. Kenapa tidak dikasih tahun? Ya, karena judulnya sendiri beda. Untuk yang pertama memang dari sumbernya pakai "Terjemahnya". [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 14 Januari 2026 08.24 (UTC) :::::Baik, paham. Untuk selanjutnya, kalau judulnya sama baru kita tambahkan tahun, ya? —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 14 Januari 2026 08.30 (UTC) ::::::Betul. [[Bantuan:Disambiguasi]] sebenarnya bisa diberi contoh kasus, tapi di Wikisumber Indonesia masih terbatas. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 14 Januari 2026 13.06 (UTC) == [[KUHP]] dan [[KUHAP]] versi baru == To-do list: https://nasional.kompas.com/read/2026/01/02/06344221/kuhap-dan-kuhp-versi-terbaru-berlaku-perdana-hari-ini * KUHP: [[Indeks:UU 1 2023.pdf]] * KUHAP: https://jdih.setneg.go.id/downloadFile/Salinan%20UU%20Nomor%2020%20Tahun%202025.pdf (belum diunggah ke Commons) <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 10 Januari 2026 21.08 (UTC) :Juga UU 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana, yang bisa dimasukkan di Konsolidasi UU 1/2023. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 11 Januari 2026 00.05 (UTC) ::Sudah saya unggah. [[Indeks:UU 20 2025.pdf]] & [[Indeks:UU 1 2026.pdf]]. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 11 Januari 2026 00.22 (UTC) == Thank You for Last Year – Join Wiki Loves Ramadan 2026 == Dear Wikimedia communities, We hope you are doing well, and we wish you a happy New Year. ''Last year, we captured light. This year, we’ll capture legacy.'' In 2025, communities around the world shared the glow of Ramadan nights and the warmth of collective iftars. In 2026, ''Wiki Loves Ramadan'' is expanding, bringing more stories, more cultures, and deeper global connections across Wikimedia projects. We invite you to explore the ''Wiki Loves Ramadan 2026'' [[m:Special:MyLanguage/Wiki Loves Ramadan 2026|Meta page]] to learn how you can participate and [[m:Special:MyLanguage/Wiki Loves Ramadan 2026/Participating communities|sign up]] your community. 📷 ''Photo campaign on '' [[c:Special:MyLanguage/Commons:Wiki Loves Ramadan 2026|Wikimedia Commons]] If you have questions about the project, please refer to the FAQs: * [[m:Special:MyLanguage/Wiki Loves Ramadan/FAQ/|Meta-Wiki]] * [[c:Special:MyLanguage/Commons:Wiki Loves Ramadan/FAQ|Wikimedia Commons]] ''Early registration for updates is now open via the '''[[m:Special:RegisterForEvent/2710|Event page]]''''' ''Stay connected and receive updates:'' * [https://t.me/WikiLovesRamadan Telegram channel] * [https://lists.wikimedia.org/postorius/lists/wikilovesramadan.lists.wikimedia.org/ Mailing list] We look forward to collaborating with you and your community. '''The Wiki Loves Ramadan 2026 Organizing Team''' 16 Januari 2026 19.45 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:ZI Jony@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Non-Technical_Village_Pumps_distribution_list&oldid=29879549 --> == Pengalihan == Jujur, saya senang dengan kontribusi terkini dari OrophinBot. Akan tetapi, andai bisa juga membantu dalam beberapa hal. Seperti memudahkan suntingan-suntingan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Wikisumber:Kompetisi_Wikisource_2025/Daftar_buku&oldid=259741 259741], [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Indeks:Menggunakan_Wikipedia_dalam_Pembelajaran-Modul_1.pdf&oldid=257452 257452], [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Indeks:Menggunakan_Wikipedia_dalam_Pembelajaran-Modul_2.pdf&oldid=257455 257455], dan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Indeks:Menggunakan_Wikipedia_dalam_Pembelajaran-Modul_3.pdf&oldid=257458 257458] yang mengalih indeks tetapi tidak beserta halamannya padahal ada yang sudah diuji-baca. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 17 Januari 2026 11.39 (UTC) :Mungkin bisa dicoba untuk menghubungi pemilik bot tersebut. Barangkali dia bisa membantu. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 19 Januari 2026 07.07 (UTC) == Tinjauan tahunan untuk Kode Etik Universal dan Panduan Penegakan == <section begin="announcement-content" /> Saya ingin menyampaikan bahwa periode peninjauan tahunan Kode Etik Universal dan Pedoman Penegakannya saat ini telah dibuka. Usulan perubahan dapat diajukan hingga 9 Februari 2026. Tahap ini merupakan langkah awal dari rangkaian proses peninjauan tahunan yang akan dilakukan.[[m:Special:MyLanguage/Universal Code of Conduct/Annual review/2026|Informasi lengkap dan ruang diskusi tersedia di halaman UCoC di Meta]]. [[m:Special:MyLanguage/Universal Code of Conduct/Coordinating Committee|Komite Pengarah Kode Etik Universal]] (U4C) adalah grup global yang didedikasikan untuk memberikan implementasi yang adil dan konsisten dari UCoC. Tinjauan tahunan ini telah direncanakan dan diimplementasikan oleh U4C. Untuk informasi dan tanggung jawab U4C lebih lanjut, [[m:Special:MyLanguage/Universal Code of Conduct/Coordinating Committee/Charter|Anda dapat meninjaunya pada piagam U4C]]. Mohon bagikan informasi ini pada anggota lain di komunitas Anda di mana pun yang mungkin sesuai. -- Bekerja sama dengan U4C, [[m:User:Keegan (WMF)|Keegan (WMF)]] ([[m:User talk:Keegan (WMF)|bicara]])<section end="announcement-content" /> 19 Januari 2026 21.02 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Keegan (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=29905753 --> == Manifesto Mippedia == Saya menemukan dua halaman berikut: [[Manifesto Rumi Haitami mengenai Mippedia]] dan [[Manifesto Proyek Mippedia dan Komunitas Mippedia]] yang saya rasa tidak begitu berhubungan dengan visi Wikisumber bahasa Indonesia. Bagaimana menurut teman-teman? —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 11 Maret 2026 04.25 (UTC) :{{vote|delete}} Lebih ke arah promosi, mirip dengan konten [[Wikisumber:Warung kopi#Apa konten seperti ini layak di Wikisource?|di sini]]. Dan sepertinya kita sepakat untuk menghapus koten sejenis. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 14 Maret 2026 16.38 (UTC) ::Baik, terima kasih banyak untuk komentarnya. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 15 Maret 2026 00.47 (UTC) == Permohonan hak akses == Halo, Saya Riiiv. Saya ingin membuat halaman pendaftaran acara di Wikisumber bahasa Indonesia. Mohon bantuannya kepada pengurus ([[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]]) untuk memberikan akses. Terima kasih. [[Pengguna:Riiiv|Riiiv]] ([[Pembicaraan Pengguna:Riiiv|bicara]]) 11 Maret 2026 11.56 (UTC) :{{done}}. Selamat berkegiatan! Hak akses diberikan karena @[[Pengguna:Riiiv|Riiiv]] merupakan Panitia Kompetisi Wikisource Bahasa Indonesia tahun 2026. Akses diberikan selama 3 bulan dan akan dievaluasi secara berkala. Silakan kabari kembali jika ada hal lain yang dapat dibantu. [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 11 Maret 2026 12.09 (UTC) == Permohonan Hak Akses == Halo, Saya Happywu, ingin membuat halaman pendaftaran acara di Wikisumber bahasa Indonesia. Mohon bantuannya kepada pengurus ([[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]]) untuk memberikan akses. Terima kasih. [[Pengguna:Happywu|Happywu]] ([[Pembicaraan Pengguna:Happywu|bicara]]) 13 Maret 2026 23.29 (UTC) :{{done}}. Selamat berkegiatan! Hak akses diberikan karena @[[Pengguna:Happywu|Happywu]] merupakan Panitia Kompetisi Wikisource Bahasa Indonesia tahun 2026. Akses diberikan selama 3 bulan dan akan dievaluasi secara berkala. Silakan kabari kembali jika ada hal lain yang dapat dibantu. [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Maret 2026 06.46 (UTC) == Ide Menambahkan Audio di Laman Wikisumber == Halo, Saya mempunyai ide untuk membuat versi lisan suatu halaman yang sudah ditransklusi di Wikisumber, terutama untuk novel agar bisa jadi semacam audiobook. Contohnya mungkin bisa seperti [https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:WikiGalir WikiGalir] Apakah ada Wikisource edisi bahasa lain yang sudah melakukan hal semacam itu? Saya juga ingin meminta pendapat dari teman-teman mengenai ide ini - [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Februari 2026 13.50 (UTC) :Saya ingin mencari templat yang sesuai untuk ide ini. Sejauh ini baru menemukan templat audio di [https://id.wikipedia.org/wiki/Templat:Wikipedia_Lisan Wikipedia] dan [https://id.wiktionary.org/wiki/Templat:suara Wiktionary]] [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Februari 2026 13.53 (UTC) ::Saya membuat [[Templat:Dengar]] sebagai terjemahkan dari [https://en.wikisource.org/wiki/Template:Listen Template:Listen] dari en.wikisource.org sebagai awalan untuk ide ini [[Pengguna:Mrifqis713|Mrifqis713]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mrifqis713|bicara]]) 19 Februari 2026 23.58 (UTC) :Ini proyek menarik, kalo mau dijadikan proyek rapid/dana wiki bisa sepertinya wehehehe [[Pengguna:Radramboo|Radramboo]] ([[Pembicaraan Pengguna:Radramboo|bicara]]) 19 Februari 2026 14.01 (UTC) :ini [https://id.wikibooks.org/wiki/Gajah_Kecil_Mengunjungi_Peternakan contoh karya terjemahan yang dilengkapi audiobooks (di proyek Wikibuku bahasa Indonesia).] :Kurang tahu kalau di wikisource bahasa daerah di Indonesia, tapi ini contoh di [https://bn.wikisource.org/wiki/%E0%A6%97%E0%A6%B2%E0%A7%8D%E0%A6%AA%E0%A6%97%E0%A7%81%E0%A6%9A%E0%A7%8D%E0%A6%9B_(%E0%A6%AA%E0%A7%8D%E0%A6%B0%E0%A6%A5%E0%A6%AE_%E0%A6%96%E0%A6%A3%E0%A7%8D%E0%A6%A1)/%E0%A6%8F%E0%A6%95%E0%A6%B0%E0%A6%BE%E0%A6%A4%E0%A7%8D%E0%A6%B0%E0%A6%BF bangla wikisource] dan [https://en.wikisource.org/wiki/Winnie-the-Pooh_(1961)/Chapter_3 English wikisource.] :[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 19 Februari 2026 14.08 (UTC) :Sangat menarik sebenarnya. Bisa jadi awal ''audiobook'' di Wikisumber dan meningkatkan inklusifitas. Menarik menjadi proyek selanjutnya setelah Transklusi Film. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 19 Februari 2026 16.25 (UTC) :menarik mas, kalau jenisnya buku cerita bisa dipakai buat dongengin anakku sebelum tidur. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 6 Maret 2026 17.17 (UTC) == Konsensus untuk pemasangan spanduk == Apakah komunitas Wikisumber bahasa Indonesia memutuskan ingin memasang spanduk terkait pembatasan akses wiki di Indonesia? (Untuk pembahasan isu ini selengkapnya dapat disimak/berpartisipasi secara anonim di https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Permohonan_pendapat/Pembatasan_akses_wiki_di_Indonesia_(Februari_2026)#Konsensus_untuk_isi_spanduk Apabila mencapai konsensus, kita akan membawa hasil ini ke Meta untuk meminta supaya spanduk dipasang di situs-situs wiki bahasa-bahasa di Indonesia, untuk pembaca dari Indonesia, tanggal (tentatif) 23 Maret 2026, selama 31 hari (durasi paling lama), hingga 24 April 2026. Setelah itu, bisa diperpanjang melalui konsensus yang baru. # <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 2 Maret 2026 19.48 (UTC) sebagai inisiator. # {{setuju}} [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 3 Maret 2026 12.26 (UTC) # {{setuju}} [[Pengguna:Alfiyah Rizzy Afdiquni|Alfiyah Rizzy Afdiquni]] ([[Pembicaraan Pengguna:Alfiyah Rizzy Afdiquni|bicara]]) 4 Maret 2026 01.34 (UTC) # {{setuju}} karena pemblokiran auth.wikimedia.org itu tidak hanya berpengaruh pada situs Wikipedia (alasan yang sama yang saya gunakan di Wikikamus). —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 4 Maret 2026 07.29 (UTC) # {{setuju}} Turut mengajak seluruh pengguna aktif di berbagai proyek wiki untuk mengusulkan hal yang sama -- [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 6 Maret 2026 17.03 (UTC) # {{setuju}} jangan membatasi publik untuk berbagi pengetahuan menggunakan akun pribadi dan jangan mengusik data privasi kontributor wiki — [[Pengguna:Thersetya2021|Thersetya2021]] ([[Pembicaraan Pengguna:Thersetya2021|bicara]]) 9 Maret 2026 13.03 (UTC) == Request for comment (global AI policy) == <bdi lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> Apologies for writing in English. {{int:Please-translate}} A [[:m:Requests for comment/Artificial intelligence policy|request for comment]] is currently being held to decide on a global AI policy. {{int:Feedback-thanks-title}} [[Pengguna:MediaWiki message delivery|MediaWiki message delivery]] ([[Pembicaraan Pengguna:MediaWiki message delivery|bicara]]) 26 April 2026 00.58 (UTC) </bdi> <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Codename Noreste@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30424282 --> == Permohonan hak akses [[pengguna:Quraeni]]== Halo, Saya Qure. Saya ingin membuat halaman pendaftaran acara di Wikisumber bahasa Indonesia untuk keperluan WikiLatih Mahir Wikisumber (10 Mei 2026) dan Kompetisi [https://meta.wikimedia.org/wiki/Event:WikiPandu WikiPandu] (Agustus 2026). Mohon bantuannya kepada pengurus. Terima kasih. [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 2 Mei 2026 10.20 (UTC) :Mohon informasinya, apakah permintaan yang dimaksud adalah permintaan hak akses "event-organizer"? '''&middot;&middot;&middot;''' <span title="Bunga sakura">🌸</span> [[User:Rachmat04|'''Rachmat04''']] '''&middot;''' [[User talk:Rachmat04|<span title="Ayo diskusi!">☕️</span>]] 2 Mei 2026 11.11 (UTC) ::iya Mas @[[Pengguna:Rachmat04|Rachmat04]], maksudnya hak akses "event-organizer" 🙏🏼😁 [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 2 Mei 2026 11.58 (UTC) :::{{done}}. Terima kasih untuk penjelasannya. Hak akses sudah diberikan. Semoga sukses! '''&middot;&middot;&middot;''' <span title="Bunga sakura">🌸</span> [[User:Rachmat04|'''Rachmat04''']] '''&middot;''' [[User talk:Rachmat04|<span title="Ayo diskusi!">☕️</span>]] 2 Mei 2026 12.04 (UTC) ::::Siap, terima kasih banyak! [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 5 Mei 2026 11.49 (UTC) == Penafsiran Pasal 58 [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014]] == [[Sengsara Membawa Nikmat]] menjadi contoh. Ada dua cetakan. Berdasarkan ayat 1, karya itu sendiri sudah berada dalam domain publik karena penulisnya meninggal lebih dari 70 tahun yang lalu. Namun, berdasarkan ayat 3, "Pelindungan Hak Cipta atas Ciptaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) yang dimiliki atau dipegang oleh badan hukum berlaku selama 50 (lima puluh) tahun sejak pertama kali dilakukan Pengumuman." Apakah dihitung dari tahun cetakan pertama, atau dihitung dari cetakan terkini? Jika dihitung dari cetakan terkini, jelas [[Sengsara Membawa Nikmat (2010)]] tidak lolos hak cipta. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 25 Januari 2026 03.01 (UTC) :Sejujurnya saya tidak pernah setuju terkait karya tersebut. Saya menyarankan untuk dihapus. Tapi mungkin ada yang berpendapat lain @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]] [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 1 Februari 2026 09.40 (UTC) ::Saya berpendapat dari ayat 1 sih. Toh kan, sudah domain publik. Cetakan versi apapun sepertinya aman-aman saja. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 8 Mei 2026 21.45 (UTC) :Apabila kita punya yang ori, yang baru dihapus tidak apa-apa menurut saya. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 2 Februari 2026 08.35 (UTC) ::Karena sudah ada yang versi 1972. Sepertinya boleh kita hapus. [[Pengguna:Agus Damanik|Agus Damanik]] ([[Pembicaraan Pengguna:Agus Damanik|bicara]]) 7 Februari 2026 03.21 (UTC) == Puisi-puisi Chairil Anwar == Terdapat beberapa buku yang memuat puisi Chairil Anwar, seperti [[Kerikil_Tadjam_dan_Jang_Terampas_dan_Jang_Putus/Kerikil_Tadjam|Kerikil Tadjam]] dan [[Aku Ini Binatang Jalang]]. Sayangnya, terdapat beberapa puisi yang sama yang dimuat di dua buku tersebut, misalnya [[Nisan]]. Apakah lebih baik untuk membuat halaman untuk masing-masing buku, misalnya [[Kerikil Tajam/Nisan]] dan [[Aku Ini Binatang Jalang/Nisan]] atau dibuat menjadi satu halaman utama, seperti yang ada sekarang? Namun, jika dibuat menjadi satu halaman utama seperti sekarang, agaknya sedikit sulit untuk memastikan sumber atau kualitas uji baca karena halaman tersebut tidak merujuk pada halaman uji bacanya (misalnya menggunakan <code><nowiki><pages /></nowiki></code>). —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 31 Maret 2026 09.54 (UTC) :Saya senang dengan pilihan membuat halaman untuk masing-masing buku, misalnya [[Kerikil Tajam/Nisan]] dan [[Aku Ini Binatang Jalang/Nisan]]. Nanti "[[Nisan]]" dijadikan halaman disambiguasi (yang ketentuannya bisa dicek di [[WS:STYLE]]). [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 2 April 2026 10.58 (UTC) ::Benar juga, saya baru terpikir tentang halaman disambiguasi itu. Terima kasih banyak, bung, idenya!—[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 2 April 2026 11.55 (UTC) :{{setuju}} [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 2 April 2026 15.22 (UTC) == Action Required: Update templates/modules for electoral maps (Migrating from P1846 to P14226) == Hello everyone, This is a notice regarding an ongoing data migration on Wikidata that may affect your election-related templates and Lua modules (such as <code>Module:Itemgroup/list</code>). '''The Change:'''<br /> Currently, many templates pull electoral maps from Wikidata using the property [[:d:Property:P1846|P1846]], combined with the qualifier [[:d:Property:P180|P180]]: [[:d:Q19571328|Q19571328]]. We are migrating this data (across roughly 4,000 items) to a newly created, dedicated property: '''[[:d:Property:P14226|P14226]]'''. '''What You Need To Do:'''<br /> To ensure your templates and infoboxes do not break or lose their maps, please update your local code to fetch data from [[:d:Property:P14226|P14226]] instead of the old [[:d:Property:P1846|P1846]] + [[:d:Property:P180|P180]] structure. A [[m:Wikidata/Property Migration: P1846 to P14226/List|list of pages]] was generated using Wikimedia Global Search. '''Deadline:'''<br /> We are temporarily retaining the old data on [[:d:Property:P1846|P1846]] to allow for a smooth transition. However, to complete the data cleanup on Wikidata, the old [[:d:Property:P1846|P1846]] statements will be removed after '''May 1, 2026'''. Please update your modules and templates before this date to prevent any disruption to your wiki's election articles. Let us know if you have any questions or need assistance with the query logic. Thank you for your help! [[User:ZI Jony|ZI Jony]] using [[Pengguna:MediaWiki message delivery|MediaWiki message delivery]] ([[Pembicaraan Pengguna:MediaWiki message delivery|bicara]]) 3 April 2026 17.11 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:ZI Jony@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Non-Technical_Village_Pumps_distribution_list&oldid=29941252 --> == Templat baru == [[Templat:Rak buku]] untuk halaman pengguna Anda (menampilkan buku-buku favorit Anda di Wikisumber, atau buku-buku yang Anda kerjakan/uji-baca). Silakan dicek. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 18 April 2026 14.28 (UTC) :Menarik, mas @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]], terima kasih [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 8 Mei 2026 11.36 (UTC) == Templat pemformatan undang-undang == Singkatnya, ada [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011]] yang menjadi ketentuan teknis penyusunan perundang-undangan. Lampiran II menjelaskan secara detail. Sebagaimana pada [[Halaman:UU-12 TAHUN 2011.pdf/114]], penulisan judul pasal tidak ditebalkan, begitu pula penulisan bab sebagaimana di [[Halaman:UU-12 TAHUN 2011.pdf/116]]. Saya menduga kemungkinan penebalan tersebut berpatokan pada ketentuan teknis penyusunan perundang-undangan yang lama, dan memang bisa dilihat pada undang-undang terdahulu. Saya sebenarnya ingin mengusul agar tampilan bawaan (''default'') dari bab dan pasal itu tidaklah tebal. Mungkin ada parameter khusus untuk mengaktifkan mode tebal. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 8 Mei 2026 10.28 (UTC) :Saya lihat ada perubahan UU, tetapi tidak begitu berbeda untuk bagian tata letaknya. Saya setuju untuk membuat tampilan bawaan menjadi tidak tebal. Untuk tebal, mungkin bisa ditambahkan parameter <code>|tebal=ya</code> atau <code>|ket=lama</code> (seperti {{tl|Perpres/Head}}) atau semacamnya. Saya juga lihat bung @[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] membuat templat {{tl|PUU-ayat/kepala}}, {{tl|PUU-ayat/badan}}, {{tl|PUU-ayat/kaki}} dan juga untuk Pasal, yang saya rasa dapat digunakan untuk beberapa kasus ayat atau pasal yang terputus. Saya akan coba cek kembali templat-templat tersebut. Terima kasih banyak, bung! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Mei 2026 08.15 (UTC) ::Terima kasih pendapatnya. Bab dan Pasal ini sekadar contoh saja. Mungkin bisa diterapkan pada seluruh tempat pemformatan undang-undang termasuk {{tl|Perpres/Head}}. ::Adapun untuk {{tl|PUU-pasal}}, saya juga ingin mencoba versi terpisah juga, mengingat {{tl|PUU-ayat}} dan {{tl|PUU-nomor}} sendiri harus masuk ke templat {{tl|PUU-pasal}} terlebih dahulu. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 10 Mei 2026 12.07 (UTC) == Pemungutan suara dalam pemilihan U4C 2026 kini telah dibuka == <section begin="announcement-content" /> Para pemilih yang memenuhi syarat diundang untuk berpartisipasi dalam pemilihan [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee|Komite Koordinasi Kode Etik Universal]] (U4C) tahun 2026. Informasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan kelayakan pemilih, tata cara pemungutan suara, informasi kandidat, dan pranala menuju halaman pemungutan suara, tersedia di Meta pada [[m:Special:MyLanguage/Universal_Code_of_Conduct/Coordinating_Committee/Election/2026|halaman informasi Pemilihan 2026]]. Pemungutan suara akan ditutup pada 2 Juni 2026 [https://zonestamp.toolforge.org/1780358400 pukul 00.00 UTC]. Silakan memberikan suara apabila akun Anda memenuhi syarat. Hasil pemilihan akan diumumkan paling lambat pada 14 Juni 2026. — Bekerja sama dengan U4C,<section end="announcement-content" /> [[m:User:Keegan (WMF)|Keegan (WMF)]] ([[m:User talk:Keegan (WMF)|talk]]) 27 Mei 2026 17.15 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Keegan (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 --> == Milestone == Pencapaian terbaru: * 10.000 halaman konten * 100.000 jumlah halaman (akan) * 300.000 total suntingan (1 Juli) <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 5 Juni 2026 18.02 (UTC) :Wow! :Cara tahunya bagaimana, Mas? Apakah hanya pengurus yang bisa mengecek itu? @[[Pengguna:Bennylin|Bennylin]] :[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 22 Juni 2026 07.23 (UTC) ::[[Istimewa:Statistik]] <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 22 Juni 2026 17.56 (UTC) == RFC about AI-generated content in Wikimedia Commons == <bdi lang="en" dir="ltr">Apologies for writing in English, please help translate this message to your language. You are invited to participate in a [[c:Commons:Requests for comment/Policy update for AI content|request for comment on Wikimedia Commons about a policy update for AI content]]. This may affect files that are uploaded to Wikimedia Commons for use on this project. Thank you. [[m:User:Codename Noreste|Codename Noreste]] ([[m:User talk:Codename Noreste|bicara]])</bdi> 23 Juni 2026 17.12 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Codename Noreste@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 --> == Penerapan halaman kontak Legal dan Keamanan di bagian bawah wiki Anda == <section begin="Message"/> '''Kontak Legal dan Keamanan''' Halo, rekan-rekan kontributor! Wikimedia Foundation telah menyediakan [[wmf:Special:MyLanguage/Legal:Wikimedia Foundation Legal and Safety Contact Information|halaman kontak legal dan keamanan]] yang akan ditambahkan di bagian bawah wiki. Halaman tersebut sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, dan sebagainya. Untuk bahasa lainnya akan segera tersedia. Silakan kunjungi [[m:Special:MyLanguage/Wikimedia_Foundation_Legal_and_Safety_Contacts_FAQ|halaman proyek]] untuk informasi selengkapnya, serta kami harapkan kesediaannya untuk meninggalkan komentar di bawah ini atau di [[m:Special:MyLanguage/Talk:Wikimedia Foundation Legal and Safety Contacts FAQ|halaman pembicaraan]]. <section end="Message"/> -- [[User:Sannita (WMF)|User:Sannita (WMF)]] ([[User talk:Sannita (WMF)|talk]]) 25 Juni 2026 13.31 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:Sannita (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=User:Sannita_(WMF)/Mass_sending_test&oldid=30731267 --> == Undang-Undang Tanpa Sumber == 3 naskah terbaru adalah Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang tidak memiliki sumber. Apakah ini bisa dipertahankan atau harus memasukkan naskah sumbernya? * [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0206/O/1980]] * [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0507/O/1989]] * [[Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 030/U/1979]] [[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 21 Juni 2026 01.42 (UTC) :* 0507/O/1989: https://file.data.kemendikdasmen.go.id/sk/935183-579298-515214-113612456-1067390692.pdf :[[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 21 Juni 2026 08.57 (UTC) :menurut saya, sebaiknya disediakan sumbernya juga. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 22 Juni 2026 04.42 (UTC) :Sumber dari ketiga surat keputusan (SK) tersebut sudah saya cantumkan di bagian paling bawah halaman tersebut di dalam kode berupa <code><nowiki><!-- Sumber: ... --></nowiki></code> jika dibuka dalam mode penyuntingan (bagian "Lihat pula" atau dengan mengetuk "sunting halaman penuh"). Sebagian besar isi dari sumber tersebut menampilkan batang tubuhnya secara utuh, sedangkan untuk lampirannya masih ada yang halamannya hilang, terpotong, ataupun tidak utuh sehingga perlu dicari lagi dari sumber yang lain. [[Pengguna:Rafka Aditia|Rafka Aditia]] ([[Pembicaraan Pengguna:Rafka Aditia|bicara]]) 23 Juni 2026 04.40 (UTC) ::Terima kasih. Saya rasa perlu diberikan sumber dan coba diujibaca ulang (atau disalin tempel ke ruang nama Halaman:). Untuk bagian lampiran, bisa menggunakan sumber lain jika sudah ditemukan halaman yang utuh. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.34 (UTC) == Perlukah menyimpan RUU jika UU-nya sudah jadi? == Contoh: [[Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008]] (masih teks mentah) * [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Anti Pornografi (2003)]] * [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Anti Pornografi dan Pornoaksi (2006)]] * [[Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pornografi (2008)]] dan [https://id.wikisource.org/w/index.php?title=Istimewa:Pencarian&search=rancangan+undang-undang&go=Lanjut&ns0=1&ns100=1&ns102=1&ns104=1 rancangan-rancangan] yang lain. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 25 Maret 2026 09.47 (UTC) :Saya berpendapat untuk tetap mempertahankannya. Tambahan koleksi naskah juga di Wikisumber. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 26 Maret 2026 09.17 (UTC) :Simpan saja. Boleh jadi perbandingan mana yang diubah andai ada. [[Pengguna:Hadithfajri|Hadithfajri]] ([[Pembicaraan Pengguna:Hadithfajri|bicara]]) 26 Maret 2026 10.48 (UTC) :Saya rasa bisa disimpan, seperti yang disebutkan di atas. —[[Pengguna:NikolasKHF|NikolasKHF]] ([[Pembicaraan Pengguna:NikolasKHF|🗪]]) 31 Maret 2026 09.55 (UTC) :Saya berberbeda pendapat dengan teman-teman sebelumnya, saya menilai RUU adalah sebuah naskah yang tidak/belum sah. Ibarat buku, RUU ini masih naskah buku yang tidak diterbitkan dan tidak ada penerbitnya. Sehingga lebih baik dihapus saja. :Kecuali jika kita mengijinkan naskah buku juga disimpan di WSID. Dan menurut saya ini juga salah, karena naskah buku yang belum terbit sebaiknya disiman di Wikibuku. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 2 April 2026 15.18 (UTC) ::Sependapat dengan Anda. <small><br />[[Pembicaraan Pengguna:Bennylin|&#x2712;]] [[Pengguna:Bennylin|Bennylin]]</small> 18 April 2026 14.28 (UTC) :Melanjutkan diskusi ini. Setelah melihat beberapa pendapat, bagaimana jika halamannya dibiarkan, tetapi berisi semacam pengalihan menuju UU yang sudah jadi? Jika UU nya belum ada, maka RUU nya tetap dapat dimasukkan ke Wikisumber sebagai sejarah atau sebagai referensi. Tetapi jika dirasa terlalu banyak pekerjaan yang perlu dibuat (mengingat penyunting di WSID juga tidak sebanyak itu), maka kita bisa membuat konsensus untuk tidak menerima RUU sama sekali dan menunggu UU-nya selesai dan disahkan. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 10 Mei 2026 08.21 (UTC) ::Saya setuju untuk membuat konsensus. [[Pengguna:Cgjkldn|Cgjkldn]] ([[Pembicaraan Pengguna:Cgjkldn|bicara]]) 21 Juni 2026 07.30 (UTC) ::sepertinya memang perlu diadakan konsensus untuk hal ini. [[Pengguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Pembicaraan Pengguna:Devi 4340|bicara]]) 22 Juni 2026 05.13 (UTC) ::{{Vote}} sebaiknya dibuatkan konsensus [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Juli 2026 15.51 (UTC) == Usulan penghapusan == Saya melihat [[:Kategori:Usulan penghapusan]] baru ditambah hari ini oleh @[[Pengguna:Ulumarifah|Ulumarifah]] untuk beberapa indeks berikut: * [[Indeks:Peraturan Menteri keuangan No. 82.pdf]] * [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 tahun 2026.pdf]] * [[Indeks:PMK 83.pdf]] * [[Indeks:PMK 84.pdf]] * [[Indeks:PMK 85.pdf]] * [[Indeks:PMK 86.pdf]] * [[Indeks:PMK 87.pdf]] * [[Indeks:PMK 88.pdf]] * [[Indeks:PMK 89 2025.pdf]] Melihat dari salah satu [[Pembicaraan Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 tahun 2026.pdf|halaman pembicaraan]], alasan usulan tersebut adalah "''doubel indeks''". Saya ingin mengonfirmasi sebelum menghapus indeks-indeks tersebut. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.42 (UTC) :Saya rasa kita perlu alur usulan penghapusan yang lebih baik. Mungkin menggunakan sistem seperti di idwiki, tetapi perlu ada beberapa penyesuaian, khususnya di halaman indeks dan sebagainya. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.43 (UTC) ::Sebenarnya sudah dicanangkan di [[Wikisumber:Kebijakan penghapusan]], tinggal konsensus untuk pelaksanaan saja. [[Pengguna:Mnam23|Mnam23]] ([[Pembicaraan Pengguna:Mnam23|bicara]]) 17 Juli 2026 02.28 (UTC) :Halaman indeks tersebut dibuat oleh pengguna baru yang masih belajar. Sebelumnya terdapat kesalahan dalam penamaan indeks, alih-alih memilih untuk dialihkan, pengguna tersebut memilih membuat indeks baru, sehingga terdapat duplikasi indeks untuk file yang sama. Mohon bantuannya untuk penghapusan. Terima kasih. [[Pengguna:Ulumarifah|Ulumarifah]] ([[Pembicaraan Pengguna:Ulumarifah|bicara]]) 1 Juli 2026 10.48 (UTC) ::Baik, terima kasih banyak konfirmasinya! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 1 Juli 2026 10.54 (UTC) :Halo Bang Admin @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] mau ikut usul penghapusan halaman indeks berkas [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf|ini]] karena duplikat dengan [[Indeks:Lima Poeloe Toedjoe Dongeng dari Binatang.pdf|berkas ini, yang lebih dulu terunggah dan sudah dilengkapi dengan butir wikidata.]] terima kasih. [[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 2 Juli 2026 06.22 (UTC) ::Halo, kak @[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]], saya lihat, justru [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf]] yang memiliki butir Wikidata, dan bukan [[Indeks:Lima Poeloe Toedjoe Dongeng dari Binatang.pdf]]. Mungkin boleh dipindah terlebih dahulu butir Wikidata-nya ke indeks yang lebih lama. Selain itu, saya rasa di Commons juga ada duplikat, ya? Mungkin bisa mengusulkan penghapusan juga di sana kalau dokumennya sama persis dan bedanya hanya judul berkas. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 2 Juli 2026 06.27 (UTC) :::@[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] saya sudah ubah di wikidata [[d:Q140305748|Q140305748]] saya gunakan halaman Indeksnya yang [[Indeks:Lima_Poeloe_Toedjoe_Dongeng_dari_Binatang.pdf]] untuk memudahkan saya gunakan pula, sementara saya gunakan tautan WSID di wikidata dengan halaman indeks. :::Di halaman [[Indeks:Lima poeloe toedjoe dongeng dari binatang.pdf]] butir wikidatanya juga sudah saya pindahkan dan saya tambahkan kategori usulan penghapusan. :::Salam. [[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ([[Pembicaraan Pengguna:Empat Tilda|bicara]]) 4 Juli 2026 15.48 (UTC) ::::Terima kasih banyak, bung @[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]]! Indeks yang diusulkan sudah saya hapus. Terima kasih! [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 4 Juli 2026 16.02 (UTC) :::::Halo, Bang @[[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] mau [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2026|usul penghapusan lagi, berkas yang ini]], karena [[Indeks:Peraturan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2026.pdf|duplikat dengan halaman indeks yang ini]]. terima kasih. :::::[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 10 Juli 2026 16.30 (UTC) ::::::Selesai, kak! Maaf atas keterlambatan saya menanggapi. [[Pengguna:OwlyKnight|OwlyKnight]] ([[Pembicaraan Pengguna:OwlyKnight|bicara]]) 12 Juli 2026 15.07 (UTC) ::::Terima kasih banyak sudah dibantu! @[[Pengguna:Empat Tilda|Empat Tilda]] ::::[[Pengguna:Quraeni|mojumoya]] ([[Pembicaraan Pengguna:Quraeni|bicara]]) 10 Juli 2026 16.28 (UTC) == Request for comment (the future of Abstract Wikipedia) == <bdi lang="en" dir="ltr" class="mw-content-ltr"> Apologies if this has not yet been translated into your wiki's language. {{int:Please-translate}} You are invited to voice your opinions in a [[:m:Requests for comment/The future of Abstract Wikipedia|request for comment about the future of Abstract Wikipedia]]. {{Int:Feedback-thanks-title}} [[:m:User:Kowal2701|Kowal2701]] ([[:m:User talk:Kowal2701|talk]]) 24 Juli 2026 12.25 (UTC) </bdi> <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:DreamRimmer@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery&oldid=30513860 --> == <span lang="en" dir="ltr">Migration to Parsoid</span> == <div lang="en" dir="ltr"> <section begin="announcement-content" /> <em>[[m:Special:MyLanguage/Wikimedia Foundation/Product and Technology/Parsoid Read Views/Read View Announcement|Read this in another language]]</em> Hello everyone! I am glad to inform you that as the next step in the [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification|Parser Unification]] project, Parsoid will soon be turned on as the default article renderer on your wiki. We are gradually increasing the number of wikis using Parsoid, with the intention of making it the default wikitext parser for MediaWiki's next long-term support release. This will make our wikis more reliable and consistent for editors, readers, and tools to use, as well as making the development of future wikitext features easier. If this disrupts your workflow, don’t worry! You can still opt out through a user preference or turn Parsoid off on the current page using the Tools submenu, as described in the [[mw:Special:MyLanguage/Help:Extension:ParserMigration|Extension:ParserMigration]] documentation. There is [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification/Confidence Framework|more information about our roll-out strategy]] available, including the testing done before we turn on Parsoid for a new wiki. To report bugs and issues, please look at our [[mw:Special:MyLanguage/Parsoid/Parser Unification/Known Issues|known issues]] documentation and if you found a new bug please create a phab ticket and tag the [[phab:project/view/5846|Content Transform Team in Phabricator]]. <section end="announcement-content" /> </div> [[mw:User:MSantos (WMF)|Content Transform Team]] 3 Agustus 2026 16.31 (UTC) <!-- Pesan dikirim oleh Pengguna:MSantos (WMF)@metawiki dengan menggunakan daftar di https://meta.wikimedia.org/w/index.php?title=Distribution_list/Global_message_delivery/Wikisource&oldid=28221043 --> rsx0huvz6630mp4fwh1r9amgcynv79g Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/1 104 105488 321641 297695 2026-10-16T08:09:14Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321641 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{xx-larger|'''WARISAN'''}}<br> {{larger|'''Seorang'''}}<br> {{xx-larger|'''PANGERAN'''}} {{right|DJILID 4}} {{c|'''P.T. SAKAWIDYA'''}}<noinclude></noinclude> 8u0rdusz4yhbdktvgqds5gb503pozzd Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/2 104 105489 321642 297696 2026-10-16T08:09:26Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321642 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>TJERITA SILAT BARU: {{c| {{x-larger|'''WARISAN SEORANG PANGERAN'''}}<br> '''(djilid 1)'''<br> '''dituturkan oleh O.K.T.'''}} Tjerita silat bersambung jang terdjadi pada zaman Thay Peng Thian Kok (peperangan Thay Ping 1851-1861). Barang angkutan (pauwhok) jang terdiri atas 5 ribu lempengan emas (warisan seorang pangeran) hendak dipersembahkan kepada pemerintah Boan (Mantju). Karena litjiknja seorang pembesar jang minta bantuan seorang piauwsioe (Tjian Tjeng Loen) untuk mengirim warisan itu dan karena itu bertanggung djawab atas emas tersebut, jang di-intjar² oleh kaum Rimba Hidjau jang hendak menghalangi supaja emas itu djangan djatuh pada tangan pemerintah Boan, terdjadilah saat jang tegang dikalangan kang-ouw, karena sering mereka ber-adu dengan kaumnja sendiri. {{c|'''Penerbit SAKAWIDYA — DJAKARTA.'''}}<noinclude></noinclude> gb8uxxdya55o80ir5ua3c588q973jdd Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/3 104 105490 321643 297697 2026-10-16T08:09:40Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321643 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{c| {{xx-larger|'''WARISAN SEORANG PANGERAN'''}} dituturkan oleh O. K. T. djilid IV {{larger|'''Penerbit SAKA WIDYA Djakarta'''}}}}<noinclude></noinclude> b41aper8z4a8os7p1ihtp7bogo1ma3a Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/4 104 105491 321644 308519 2026-10-16T08:09:53Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321644 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>„Biarlah aku jang melajani kau untuk menerima peladjaran beberapa djurus !” katanja seraja menuding. <section begin="babx" />{{c|'''X'''<br> '''SI MAHASISWA BERKUDA PUTIH'''}} Say Hiang Hoei tahu dengan baik, bahwa ia telah kena terkurung, akan tetapi ia tidak mendjadi berketjil hati. Begitu ia lirik Houyan Pa, ia geraki kaki kirinja untuk memernahkan diri, menjusul mana pedangnja dikerdjakan untuk menikam tangan kanan djago dari Tjietjie itu. „Bagus!” berseru Houyan Pa. Ia turunkan tangannja, untuk berkelit, berbareng ia kerahkan tenaganja ditelapakan tangannja, untuk membuat pedangnja menjontek naik guna segera membalas menjerang. Goat Hoa menolong dirinja dengan menarik pulang tangannja, tetapi ia disusul. Houyan Pa merangsak diberikuti tusukannja kearah dada, si nona. Itulah djurus „Si ular putih memuntahkan bisa”. Goat Hoa menggeser kaki kanannja kesamping, untuk mengegos. Ia tidak lantas diam sadja, ia hanja membalas pula, membabat batang leher lawannja itu, pedangnja menjambar tjepat luar biasa. Houyan Pa berkelit sambil mendak dengan kakinja digeser kebelakang. Ketika ia sudah berdiri pula dengan tegak, pedangnja dari depan dadanja dipakai menangkis pedang lawannja itu. Kedua sendjata benterok dengan menerbitkan suara njaring. Berbareng dengan itu Houyan Pa terkedjut. Pedangnja tersampok miring sedikit, udjungnja masih memperdengarkan suara pelahan. Ia terperandjat karena ia tidak menjangka sama sekali seorang wanita mempunjai tenaga demikian besar. Selagi lawannja tertjengang, Goat Hoa menjerang pula, madjukan kaki kanannja sedikit kesamping, menjusul itu kaki kirinja melajang kearah pinggang lawan. Ia telah menjusuli dengan tendangan. Berbareng dengan itu, terdengarlah mengaungnja tali busur, lantas beberapa batang panah pendek datang menjambar. <section end="babx" /><noinclude>{{rh|||187}}</noinclude> 37b0e7ckk04bo8q6p7q1vy82h101v5x Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/5 104 105492 321646 308520 2026-10-16T08:10:04Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321646 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude><section begin="babx" />Goat Hoa menduga kepada bahaja, Ia mendjedjak dengan kaki kanannja, untuk berlompat sekira dua tombak djauhnja, Itulah lompatan „Si ular hidjau keluar dari guhanja”. Hebat serangan parah-pendek itu, jang mengenai batu didekat tempat si nona berdiri, hingga batunja gempur dan petjahannja muntjrat, sedang panah jang lainnja mengenai sasaran kosong, lewat dan nantjap ditanah. Goat Hoa sudah lantas berpaling kearah dari mana serangan datang. Diatas tandjakan pasir ia melihat satu nona umur kira² duapuluh tahun, ditangannja tertjekal sebatang busur ketjil, jang buatannja mestinja istimewa. Tapi ia tidak sempat mengawasi lama-lama nona itu, karena ia dapat kenjataan, musuhanja mulai merangsak mendekati. Ia masih tetap terkurung mereka itu, jang agaknja berkuatir ia nanti dapat meloloskan diri. Dalam saat jang berbahaja itu, Goat Hoa tahu la mesti lekas² menundukkan Houyan Pa, djikalau tidak, ia tidak bakal sanggup menaklukkan jang lain০nja. Maka itu dengan lantas ia lompat kepada orang she Houyan itu untuk terus menikam iganja. Houyan Pa dapat melihat serangan berbahaja. Ia tidak menangkis, hanja berkelit dengan lompat minggir, dari sini, disamping musuh, ia membalas menjerang. Ia menikam kebelakang kepala si nona. Goat Hoa keburu menaruh kakinja ditanah. Sambil membalik tubuh, ia menjerang. Ia babat lengan kanan lawannja itu selagi pedangnja melajang lewat. Houyan Pa gesit sekali, Ia sempat menurunkan tangannja, untuk mengasi lewat bahaja. Oleh karena ia berada dekat dengan si nona, dengan kaki kirinja ia membarengi menendang. Goat Hoa berkelit dengan lompat mentjelat, Disaat tubuhnja turun, ia menikam kearah pelipis lawannja. Untuk melindungi diri, Houyan Pa berkelit dengan kepalanja mendak, berbareng dengan mana ia geraki kakinja setengah tindak. Dengan begitu ia bebas dari antjaman bahaja maut. Nona Sim telah menaruh kakinja. Mendapatkan musuh terlolos, ia hendak menjusuli dengan serangannja terlebih djauh, tetapi djusteru itu, kembali panah pendek menjambar kearahnja, kemukanja sekali. Ia lantas sadja berkelit. Adalah tengah ia menolong diri, maka Houyan Pioe, jang bersendjatakan sepasang tombak tjagak, <section end="babx" /><noinclude>{{rh|188}}</noinclude> brff3clbmf4jaeb8k2m1xrf9yrzp8xl Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/6 104 105493 321647 308521 2026-10-16T08:12:36Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321647 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude><section begin="babx" />sudah merangsak kepadanja dan ia diserang langsung. Terpaksa ia meninggalkan Houyan Pa karena ia mesti lajani musuh belakangan ini. Mulanja ia mengegos tubuhnja kesamping, dari situ ia hendak menjerang, atau dengan mendadak Houyan Pioe telah tarik tubuhnja mundur ketempat dimana tadi ia berdiri tegak. Agaknja ia tidak sudi bertempur {{...|8}} „Lihat pedang, demikian Houyan Pa, jang sudah mengambil ketikanja untuk mendahului menjerang pula. Dia berlompat madju. Serangan itu mesti ditangkis, maka itu, Goat Hoa sudah lantas bergerak, Berbareng dengan itu, Houyan Pioe pun bergerak pula, mengantjam untuk menjerang lagi. Mau atau tidak, Goat Hoa menunda gerakannja. Ia mundur sedikit, pedangnja, pedang Pek.hong-kiam, disiapkan. Ia memasang mata tadjam kepada musuhanja itu. Gerakan pedangnja itu adalah djurus „Kera malas pulang kesarangnja”. Houyan Pa tidak berhenti sampai disitu, kembali ia berlompat, untuk menjerang. Ia arah tenggorokan si nona. Goat Hoa lantas mundur dengan kaki kirinja, dilain pihak, pedangnja menjambar kekepala musuh . Ia lawan dengan tjepat. Sebab setelah mundur dan pedang lawan lewat, ia madju pula dengan babatannja. Selagi Houyan Pa menangkis, selagi si nona pun menghindarkan tangannja jang mentjekal pedang, Houyan Pioe madju pula. Tong San Siang Koay jang muda ini berlaku litjik untuk membantui kakaknja. Ia madju apabila perlu, tapi kali ini ia menjerang benar², maka dua batang tombak tjagaknja lantas ditangkis Goat Hoa, jang tidak hendak membiarkan.iganja ditikam. Sedang tombak adiknja mental, Houyan Pa madju pula. Ia bertindak dengan kaki kanan, pedangnja mendjurus kedada si nona. Goat Hoa tidak berkelit atau lompat mundur, dengan tubuh berdiri tegak, ia menangkis. Disaat kedua pedang benterok, ia madju setindak, pedangnja diteruskan dipakai menikam. Inilah tikaman membarengi jang dinamakan „Mengikuti aliran air menolak perahu”. Houyan Pa itu banjak pengalamannja, ia bisa menduga akan gerakan si nona, maka djuga begitu kedua pedang benterok, ia berlaku sebat berlompat mundur. Dengan begitu, berdua mereka bergerak hampir berbareng. <section end="babx" /><noinclude>{{rh|||189}}</noinclude> h5qlv3t4wk3oih10txa9ufkv1zt546e Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/7 104 105494 321648 308522 2026-10-16T08:12:50Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321648 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude><section begin="babx" />Nona Sim tidak mau mengerti, ia berlompat lagi, menjusul bagaikan bajangan orang. Kali ini kembali ia menampak halangan. Ia lantas dapat dengar suara anak panah mengaung. Sebab Tjio Soen Eng, salah satu dari Tjiatjioe Soe Kiat, lagi2 menjerang dengan anakpanah. Mau atau tidak, Goat Hoa mendjadi mendongkol, Saban² nona muda itu mengganggu padanja, merintangi usahanja, Maka ia berniat berlompat naik ketandjakan untuk menghampiri nona itu, guna menjerang. Niat ini ia hendak wudjudkan tetapi ia tak berhasil, sebab saat itu djuga dari belakangnja ia dengar suara panah, Segera ternjata, serangan datang dari arah barat dimana ada sebuah pohon besar. Dimana ada musuh jang menjembunjikan diri — musuh jang menggunakan sematjam panah. Itu artinja ia seperti digentjet dari depan dan belakang. Tapi ia tabah dan gesit, ia lantas berkelit. Penjerang jang belakangan ini adalah Tjio Hoa, adik Soen Eng. Dalam keadaan murka, Goat Hoa mentjelat kearah Houyan Pioe. Orang she Houyan ini tidak hendak melajani, ia lompat menjingkir. Dilain pihak, ia digantikan Ma Tjoen, jang sedjak tadi berdiam sadja dan mendjadi gatal tangan. Setelah madju, orang she Ma ini segera menjerang dengan sendjatanja sematjam tombak mirip gigi kuda. Melihat sendjata lawan berat, Goat Hoa tidak mau bikin sendjata mereka beradu. Ia lantas sadja berkelahi dengan selalu berkelit, mengegos tubuh atau berlompat. Baru sesudah serangan jang ketiga kali, ia ajun tangan kirinja, menimpuk dengan teratai besi kemata kanan lawannja jang garang itu. Ma Tjoen pun seorang berpengalaman dan ia pernah dengar Nona Sim pandai menggunakan sendjata rahasia thie-lian_tjie, teratai besi itu. Walaupun ia mendesak, ia berlaku waspada, maka itu begitu melihat tangan si nona terajun, ia lantas mendak sedang sendjatanja diletakkan didepan mukanja. Maka tepatlah teratai besi lewat diatas kepalanja disamping sendjatanja itu. Adalah niat Ma Tjoen, sehabis penjerangan lawan itu, ia hendak membalas menjerang, apamau ia telah didului si nona. Menjusul serangannja dengan sendjata rahasia jang gagal itu, Goat Hoa lompat mendesak, guna menjerang dengan pedangnja, Ma Tjoen hendak <section end="babx" /><noinclude>{{rh|190}}</noinclude> a67mzwgy46nh6nr5h6sbrovkeufm8vv Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/8 104 105503 321649 308523 2026-10-16T08:13:05Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321649 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude><section begin="babx" />menangkis serangan itu, untuk itu ia sempat mengangkat sendjatanja, tapi djusteru ia hendak bergerak, ia dengar djeritan hebat disebelah belakangnja, hingga ia mendjadi terkedjut. Njata ada salah satu orangnja, jang mendjadi sasaran kebetulan dari bidji teratai besi si nona, hingga dia bermandikan darah pada mukanja. Dalam kagetnja itu, masih sempat Ma Tjoen berlompat mundur. Ia batal menjerang. Goat Hoa berlaku gesit sekali, dia menjusul, pedangnja membabat. Sjukur untuk orang she Ma itu, pedang lewat sedikit diatas kepalanja, Tapi ini sudah tjukup untuk membuat ia mandi peluh dan hatinja tjlut. Goat Hoa segera menggunakan ketikanja itu. Ia merogo kedalam sakunja, untuk terus menimpuk keempat pendjuru, terhadap semua musuh atau orang2nja mereka itu. Serangan ini membuat musuh kelabakan, malah pundak Houyan Pioe mesti merasakan kena sendjata jang mampir. „Bagus betul !” berseru Houyan Pa, jang mendjadi gusar sekali. Ia putar pedangnja, pedang Tjeng-kong-kiam, untuk menerdjang nona itu, guna mentjegah si nona main gila dengan teratai besinja itu, Berbareng itu Soen Eng dari atas tandjakan, sudah menjerang pula dengan panahnja, dengan maksud mentjegah Nona Sim mengundurkan diri. Disaat itu, Houyan Pa telah tiba dengan serangannja, udjung pedangnja mengantjam iga si nona. Goat Hoa menangkis lalu selagi pedang lawan terpental, ia merangsak, untuk terus menjabet batang leher lawannja itu, Dengan menarik mundur kaki kanannja, Houyan Pa menjingkir dari bahaja. Goat Hoa liehay, ia pun sengit. Tengah orang mundur, ia merangsak terus, malah terus-menerus ia menjerang hingga tiga kali, sedang lawannja main mundur. Houyan Pa mendjadi kewalahan. Achirmja baharu ia bisa meloloskan diri sesudah ia berlenggak dengan tipunja Djembatan Berpapan-besi, Hebat sikap Goat Hoa, Ia tidak sudi memberi ketika, Lagi ia mendesak, Kali ini udjung pedangnja mentjari pinggang belakang sebagai sasaran. Houyan Pa terkedjut. Mengerti kepada antjaman bahaja, dia menjampok, lalu dia mentjelat kesamping kiri dimana ada gombolan lebat. Walaupun demikian, ia tidak bebas anteronja, Udjung <section end="babx" /><noinclude>{{rh|||191}}</noinclude> 43lr3yyo990hjmd81tqkiamjkn0k6kx Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/9 104 105504 321650 308524 2026-10-16T08:13:18Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321650 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude><section begin="babx" />pedang si nona dapat menjontek tjelananja hingga tjelananja itu petjah. Beruntung ia tidak terkena kulitnja ! Untuk mentjegah orang mengedjar, Tjic Hoa menghudjani dengan anakpanahnja. Sebagai ganti kakaknja, Houyan Pioe madju pula dengan sepasang tombak pendeknja. Hebat serangannja ini. Goat Hoa tidak hendak mengadu sendjata, Ia berkelit kesamping, setelah mana, dengan pedangnja ia membalas membatjok, jang mendjadi sasarannja adalah lengan kanan penjerangnja itu, Houyan Pioe memiringkan tubuhnja, sembari tangan kirinja menusuk pundak kanan si nona. Ia bergerak dengan tjepat luar biasa. Goat Hoa menolong diri sambil mengkeratkan tubuhnja. Houyan Pioe pun tidak mau lantas berhenti, Setelah gagal tombak kirinja, ia gantikan itu dengan tombak kanan, serangannja adalah „Naga naik kelangit”. Dari bawah, tombaknja itu menjontek keatas. Kembali Sim Goat Hoa perlihatkan kegesitannja. Ia menangkis dengan hampir berbareng sebelah kakinja merabu sepasang kaki lawannja. Houyan Pioe mendjadi terkedjut berbareng penasaran. Ia memperdengarkan seruan njaring, terus ia menjerang. Sekarang ia bersilat dengan ilmusilat kesajangannja, jaitu Siang Liong Kek-hoat atau ilmu tombak Sepasang Naga, jang semua terdiri dari tudjuh puluh-dua djurus. Ia putar sepasang tombaknja hingga nampaknja sebagai sepasang ular besar jang melilit si nona. Mendapat tahu dua saudara itu liehay dan mereka sekarang berkelahi bergantian, Sim Goat Hoa insaf bahwa ia bisa terantjam bahaja. Memang walaupun ia dikepung berdua, belum tentu mereka itu berhasil, tetapi lama², ia bisa lelah sendiri. Disana pun diantaranja masih ada Ma Tjoen, terutama Pok In Hoei, jang masih belum turun tangan. Bukankah masih ada dua orang musuh lagi, jang saban mengganggunja dengan anakpanah? Maka ia memikir untuk lekas merobohkan satu diantara mereka, untuk membikin hati mereka gontjang. Begitu memikir, Goat Hoa lantas berkelahi dengan Pek Wan Kiam-hoat atau ilmu pedang Kera Putih, dan segera membalas {{hws|me|menjerang}} <section end="babx" /><noinclude>{{rh|192}}</noinclude> qq98o1ept9pf17oa638jit787thaaub Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/64 104 105650 321638 297984 2026-10-16T08:08:35Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321638 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Soen Eng mengawasi dua kawannja, ia lihat Tjio Hoa lebih perlu dibantu, maka ia lari keadiknja. Sambil membentak, ia serang musuh jang bertangan kosong. Dia melihat serangan, lantas lompat berkelit. Maka Soen Eng terus menjerang musuh jang lainnja. Tjio Hoa mengambil kesempatan lompat mendekati kakaknja, karena Soen Eng bisa serahkan toja kepadanja, ,,Hadjar, entjie!" Tjio Hoa berteriak.,,Tidak salah lagi, mereka ini bangsa paha andjing !" Sembari berteriak, ia menjerang. Habis itu Soen Eng lompat mundur. ,,Rapat!" dia berseru.,,Sambut sendjata ! Djangan biarkan ada jang lolos! Merekalah kuku garuda!" Yan Tjoe Hoei lantas berpikir. Ia tahu, pertempuran ini membuat mereka tidak akan dapat berdiam lebih lama lagi dikota Hay-an ini. Terang sudah, mereka telah dikuntit mata pembesar negeri. Maka ia berpikir pula:,,Baiklah mereka ini dirobohkan supaja mereka tidak dapat kesempatan memberi kabar pada kawan2nja". Tuan rumah sementara itu takut bukan main, ,,Pergi pada kepala kampung !" ia suruh satu djongosnja. Belum lagi djongos itu berlalu, atau pintu pekarangan sudah dikuntji oleh tauwbak pengikut Yan Tjoe Hoel, Dia ini tjerdik dan tahu bagaimana harus bertindak. Dia insaf, jang perkara telah men-djadi hebat. Dia pun merintangi djongos itu. Pertempuran tidak berdjalan lama. Tjio Hoa telah lantas dapat merobohkan satu lawannja, jang bermata tikus, jang terhadjar pahanja, Disebelah dia, satu kontjonja telah dibikin mental oleh Yan Tjoe Hoei. Mereka itu saling, memberi tanda, lantas mereka lari kepintu, tetapi mereka dapatkan pintu terkuntji, terpaksa mereka lompat naik keatas tembok. Tjio Hoa hendak mengedjar, ia dilarang Yan Tjoe Hoei. ,,Sahabat baik, djangan kamu kegirangan tidak keruan!" berseru seorang dari atas tembok.,,Apa kamu sangka kita kalah benar-benar? Hm! Kita sedang menunaikan tugas, maka kita tjuma bisa memperlihatkan kepandaian kita sampai disini! Sampai bertemu pula!" Paha andjing !" membentak Tjio Hoa.,,Apakah kamu kira kami takut ?" Ia lantas menggerakkan tubuhnja, untuk lompat menjusul, akan tetapi Soen Eng tahan dia,<noinclude>{{rh|||247}}</noinclude> aqg795hfipfossqhlcf41jh6re51inq Indeks:Demokrasi Terpimpin.pdf 102 105883 321584 311766 2026-10-16T04:21:21Z Sygrayem 13230 321584 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=Demokrasi Terpimpin |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=J. K. Tumakaka |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Kementerian Penerangan R. I |Address= |Printer= |Year=1959 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=6 |Progress=V |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:Indeks]] [[Kategori:Indeks - Buku]] [[Kategori:WikiPandu]] jn30ys6ref3pz23p7aigijludrgd5tl Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/49 104 105898 321625 298355 2026-10-16T08:05:52Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321625 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>mentjelat, ia telah tiba. Ia berlompat tanpa membuat sedikit suarapun. Segera setelah berada didepan djendela kanan itu, Yan Tjoe Hoei melihat segala sesuatu dengan djelas sekali. Hanja apa jang dilihatnja, membuatnja hampir berseru, bahkan heran. Yan Tjoe Hoei masih muda, akan tetapi sudah banjak pengalamannja, sampai mengenai hal jang aneh², sedang pada waktu bertempur, tak djeri ia melihat darah atau membunuh orang. Tapi apa jang dihadapinja sekarang, adalah terlalu hebat dan menjeramkan. Di-tengah² rumah itu ada sebuah medja terbuat dari papan kaju putih, diatasnja terdapat tempat tantjap lilin dan tempat memasang hio, ialah tjiaktay dan hiolouw. Pada tjiaktay itu ditantjapkan masing² sebatang lilin putih jang besar sekali, tetap jang dinjalakan tjuma sebatang, sumbunja jang hangus-hitam tjukup pandjang. Medja itu dipasangi toh.wie putih. Kira² dua kaki terpisah dari medja, ada sebuah perapian jang penuh dengan abu kertas berikut sisa uang-uangan kertas kuning dan putih jang belum terbakar habis. Jang aneh dan menjeramkan ialah diatas medja itu, sebagai djuga sadji sembahjang, diletakkan sebuah kepala manusia, jang darahnja sudah habis, hingga muka majat itu putih-putjat seperti kepala kambing. Tjuma rambutnja jang hitam, kusut riap-riapan. Inilah jang membikin orang segan melihatnja {{...|6}} Didepan kepala orang itu, djuga dikiri dan kanannja masing² ada sebuah tjangkir serta sepasang sumpit. Di-tengah²nja ada sebuah mangkok hidjau berkembang jang besar, jang berisikan seekor ajam matang, jang sudah tidak utuh lagi; ajam itu meninggalkan bekas dibeset dan dimakan orang, sebagaimana terlihat djuga di kedua sisinja dengan sisa² tulang-tulangnja. Yan Tjoe Hoei berlaku tenang. Ia memandang ke-belakang medja. Disitu ada sebuah dipan lebar, diatasnja rebah sepasang majat, kepalanja didalam, kakinja disebelah luar, tubuhnja ditutupi kain, hingga mukanja sadja jang tampak ketutupan rambut awut-awutan; wadjahnja tak dapat terlihat. Seluruh ruang itu kosong karena tidak ada perabotan² lainnja. Ditembok pun tak ada tergantung pigura. Disebelah kiri ada sebuah pintu untuk masuk kesebelah dalam, tetapi soroknja ada disebelah kanan.<noinclude>{{rh|232}}</noinclude> 8pd6ummh42hszl0fnyahp3qc7w90zp2 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/67 104 105907 321640 298369 2026-10-16T08:08:59Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321640 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{c|'''TIGA TJERITA PILIHAN ELLERY QUEEN'''}} Ellery Queen termasuk pengarang jang sangat teliti dan membawa sdr. kesituasi² jang tegang. Karya Ellery Queen termasuk dalam djenis buku jang laku seperti kue. Dalam buku ini kami persilahkan sdr. membatja: <ul> <li>'''RAHASIA NAGA BERLUBANG'''</li> <li>'''RAHASIA PERIHAL MEMBURU HARTA KARUN'''</li> <li>'''KEGANDJILAN MENGENAI WANITA BERDJENGGOT'''</li> </ul> Dapat beli pada: '''PENERBITAN KINTA Pintu Besar Sel. 80. Djakarta.'''<noinclude>{{rh||Kinta 1537-65——6000}}</noinclude> 1jle3tocfdi9opn0zuip4ndr6im7xsh Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/65 104 105908 321639 298371 2026-10-16T08:08:48Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321639 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Yan Tjoe Hoei telah dapat memikirkan sesuatu. Ia melirik pada Soen Eng, mengedipi mata, terus ia kata pada Tjio Hoa: „Adik, pergilah kau bersama Loo Lauw mengedjar mereka! Awas, djangan sampai kena didjebak ! Bersama adik Soen Eng, aku akan menjusul! Kita nanti bertemu ditepi sungai diluar pintu kota utara !” Kata² jang terachir itu diutjapkan pelahan sekali. Tjio Hoa rupanja mengarti, ia lantas sadja lari keluar. Sembari lari, ia panggil tauwbaknja, seorang she Lauw, maka dia dipanggil Loo Lauw, Lauw si tua. Ia membuka pintu dan kabur terus, Kellhatannja ia masih gusar sekali. Yan Tjoe Hoei dan Tjio Soen Eng lari masuk kekamar mereka, untuk membereskan buntalan dan mengambil sendjata, lalu mereka lari keluar. Sepotong perak seharga dua tail dilemparkan kemedja, dan mereka lari terus. Yan Tjoe Hoei telah menduga dan dugaannja itu tepat. Baru melewati dua gang, mereka telah melihat datangnja dua rombongan orang polisi dan serdadu. Sedikit sadja mereka terlambat, mungkin mereka bakal djadi repot sekali. Meski begitu, mereka djadi sukar berdiam pula di Hay.an itu, hingga mereka mesti mengandel pada Pheng Koen dan Touw Kong sadja. Djit Yoe Sin dan Ya Yoe Sin benar tjerdik. Yan Tjoe Hoei bertiga telah menjingkir tetapi lohor itu djam empat, mereka berhasil menemuinja. Mereka pun telah dapat mentjari dua saudara Houyan. Maka itu, beramai mereka berkumpul untuk berunding. {{right|'''(Bersambung)'''}}<noinclude>{{rh|346}}</noinclude> cnlxk4xbszuhqcq0f1e82f5qu3k4shj Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/63 104 105909 321637 298416 2026-10-16T08:08:22Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321637 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|depan|kedepan}} orang jang bersendjatakan pisau belati itu, serangan siapa ia tangkis, pisaunja hendak ia rampas. Soen Eng pun berlompat madju, tetapi mendadak sadja ia tahan tubuhnja terus la mentjelat mundur, maka dilain saat, ia sudah lompat masuk kedalam kamarnja, untuk mengambil pedang mereka bertiga, sesudah mana ia keluar pula. „Djangan berkelahi ! Djangan berkelahi, tuan-tuan !” pengurus hotel berteriak.teriak, begitupun beberapa pelajannja. Mereka itu lari menghampiri. „Tolong tuan-tuan melihat mukaku{{...|7}}” „Lekas panggil polisi! Lekas !” berseru pemilik hotel, jang romannja seperti setan berpenjakitan. Dia baru sadja muntjul dari ruang dalam. Pertjuma mereka itu berteriak-teriak. Mereka tidak diladeni oleh tiga orang jang menerbitkan gara-gara itu. Diantara mereka rupanja skorang bermata seperti tikus jang mendjadi kepala, Dia tidak membuka suara, hanja tangannja dipakai memberi pelbagai isjarat kepada dua kontjonja. Diantara mereka ini, lagi seorang menghunus pisau belati. Dengan muka berlepotan darah, jang mengotori djuga tangan badjunja, Tjlo Hoa melajani orang jang memegang pisau belati itu. Ia sengit sekali, rupanja hatinja masih panas. Yan Tjoe Hoei bertempur dengan musuh jang tubuhnja katedempak, dan memegang pisau belati; serangan orang ini luar biasa; ia selalu mengarah kebawah. Maka ia mendjadi mendongkol sekali dan menjerang hebat. Ia tidak bisa lantas merampas sendjata orang itu, akan tetapi beberapa kali tendangannja membikin lawannja terpelanting atau roboh. Musuh itu djadi djeri, tetapi dia malu untuk lari{{...|10}} Soen Eng baru lari sampai diambang pintu ketika ia rubah pikirannja dengan mendadak. Ia letakkan pula tiga batang pedangnja, untuk tukar itu dengan sebatang toja, baru ia lari kegelanggang pertempuran. Waktu itu Tjio Hoa dikepung dua musuh, Salah satu ialah jang hertangan kosong. Ia tidak takut, ia lajani terus mereka berdua itu. Tidak lama kemudian, musuh Tjio Hoa jang bersendjatakan pisau itu, berteriak kearah kamar No, 13 sampai beberapa kali, Lantas seorang menongolkan kepala dan ngelepot lagi; ketika dia muntjul pula, tangannja mentjekal sebatang golok, Dia lari menjerang Yan Tjoe Hoei, hingga sinona pun kena dikepung.<noinclude>{{rh|246}}</noinclude> 3l2r0mmjwm3d15hc6l0ynzr4q3ma46o Indeks:Hikajat Pergiwo Pergiwati.pdf 102 105934 321585 302234 2026-10-16T04:28:20Z Sygrayem 13230 321585 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=Programma dari pada Wajang Orang di dalam Kadaton Jogjakarta |Subtitle=Hikajat Pergiwo Pergiwati jang Sahari |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher=Firma H. Buning |Address=Jogjakarta |Printer= |Year=1899 |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=5 |Progress=OCR |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:Indeks]] [[Kategori:Indeks - Buku]] [[Kategori:WikiPandu]] hmido3r48amsv7lo3ig48jkhq3ms9my Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/62 104 105938 321636 298417 2026-10-16T08:08:10Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321636 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Kedjadian itu menambah keributan dan berisik oleh suara orang jang berkelahi dan djuru pemisah itu, jang mendjadi-gusar. „Botjah ini dari mana, dia berani menjerang orang jang dengan baik hati memisahkannja ?” demikian berkata djuru pemisah jang tidak djatuh, jang terus madju, untuk menjerang. Beberapa orang lain disitu pun memperlihatkan sikap mengantjam. Djuru pemisah jang dirobohkan sudah lompat bangun dan mendahului menubruk. Tjio Hoa berkelit, tapi djusteru itu, djuru pemisah jang kedua, jang madju dari arah kiri, menjambar lengannja, untuk ditelikung, sedang tangan kanannja melajang kearah muka. „Kurang adjar !” bentak Tjio Hoa. „Sebenarnja kamu berkawan berapa orang ?” Ia tarik lengan kanannja sambil diputar, untuk membebaskan tangan itu, sedangkan tangan kirinja menangkis serangan. Berbareng dengan itu, ia menendang, dua kali salingsusul, maka dua crang itu terhujung sambil berteriak kesakitan. Adalah waktu itu, orang jang berkelahi, jang memulai gara², madju menjerang Tjio Hoa. Ia dapat bergerak dengan merdeka karena ia ada dibelakang botjah she Tjio itu. Tjio Hoa tahu adanja serangan. Ia lantas mendak sambil memutar tubuhnja. Dengan begitu, setelah berkelit, ia dapat menghadapi orang itu. Pula, setelah memutar tubuh, sebelah kakinja terajun. „Blak!” demikian pembokong itu kena dirabu kakinja dan roboh, hidungnja bengoh, bibirnja petjah mengeluarkan darah. Inilah sambutan, jang ia tidak sangka. Maka ia mendjadi gusar sekali. Dengan lantas ia menghunus sebilah pisau belati. Melihat itu, banjak orang lantas berteriak-teriak: „Orang berkelahi! Menggunakan sendjata tadjam! Tuan hotel, lekas keluar! Bakal ada perkara djiwa!” Waktu itu Yan Tjoe Hoei dan Tjio Soen Eng muntjul, Mereka pun bermata tadjam, mereka lantas menjangka djelek pada beberapa orang itu. Keduanja lantas lompat madju. „Kawanan kaki andjing, kamu berani main gila ?” Yan Tjoe Hoei mendamprat. „Adik Tjio, hunus sendjatamu! Hadjar binatang ini!” Nona ini mengandjurkan kawannja, tetapi ia sendiri lompat {{hws|ke|kedepan}}<noinclude>{{rh|||245}}</noinclude> ivbm2xwt5u2rqacj3610afzh023dboz Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/44 104 105941 321620 298420 2026-10-16T08:04:33Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321620 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>omong lagi, ia turut siorang she Ma. Mereka berangkat dengan menunggang kuda. Ma Tjoen meninggalkan tugas kepada seorang pembantunja. Setiba mereka di Yam-shia, di Tin Wan Piauw Kiok, kebetulan Kok Ban Tjiong, Lioe Hong Hoa dan Tjian Tjeng Loen tidak ada dikantor. Mereka tengah ditemani Siang Tjeng, adik Siang Beng, pergi pesiar. Orang she Siang ini pandai sekali melajani tetamu. Tiap<small><sup>2</sup></small> kali mereka pergi pesiar, djuga malam itu. Tjong Hong dan Ma Tjoen tidak dapat menanti, maka dengan minta bantuan seorang penundjuk djalann, mereka menjusul kegedung komidi dimana kawan<small><sup>2</sup></small>nja itu sedang menonton pertundjukan sandiwara. Mereka tidak lantas memasuki gedung, hanja si penundjuk djalan diminta masuk seorang diri untuk memanggil Hong Hoa keluar. Hong Hoa kaget mendengar warta perihal tertawannja Ouw Tjeng Lip itu. Ia lantas berunding dengan Ma Tjoen dan Tjong Hong, lalu mereka bertindak. Tentang urusan penjerahan piauwnja Tjeng Loen, rentjana akan tetap didjalankan, hanja disebelah itu, tenaga dipetjah, jaitu sebagian turut Ma Tjoen dan Tjong Hong untuk segera berangkat ke Kanglam, guna menolong Tjeng Lip. Waktu Kok Ban Tjiong semua sepulangnja nonton mendengar kabar itu, Ban Tjiong bersama Tie Tiauw Lan, Ang Soe Sioe dan Djie Ie segera menjatakan bersedia pergi ke Kanglam untuk memberikan bantuan mereka. Ketika ini hendak digunakan Ban Tjiong untuk sekalian pulang ke Mauw San, karena ia tetap memikirkan Hay Djiak, tentang siapa belum ada kabartjeritanja. Tiauw Lan dan Djie Ie suka pergi karena mereka ingat perkenalan mereka dengan Tjeng Lip. Tjuma Ang Soe Sioe jang mengikuti kakak-tuanja sadja. Tjeng Loen terkedjut mendengar Ban Tjiong semua hendak pergi bersama. Itu berarti bahwa untuk urusan di Kangpak ini mereka akan kekurangan tenaga. Hal ini pun diinsafi Hong Hoa. Tjong Hong tidak sabar; ia kata segala urusan lainnja boleh ditunda dulu, paling utama Tjeng Lip mesti ditolong. Bahkan ia ingin mampir sekalian di Hay-an, untuk mentjari Kak Beng Hweeshio, untuk diadjak bersama. Hong Hoa mesti berpikir keras untuk mengambil keputusan. „Begini sadja”, katanja. Ia lantas menulis seputjuk surat, jang ia terus serahkan pada Ma Tjoen. „Kau bawa ini ke Tay Tjiong Ouw.<noinclude>{{rh|||227}}</noinclude> 5i23pj2a9hgo7f0ugsp518qst20a8sd Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/45 104 105942 321621 298421 2026-10-16T08:04:48Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321621 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Disana, didekat See-kauw, kau temukan Yan Tjoe Hoei serta dua saudara Tjio, kemudian kau bekerdja menurut bunji suratku ini”. Kemudian Hong Hoa hiburi Tjeng Loen, dengan berkata bahwa urusannja tidak akan gagal. „Kau pun kemudian boleh pulang terus ke Kanglam”, ia menambahkan. Tjeng Loen dapat diberi mengerti. Ia suka menurut, iapun dapat menduga emas lima-ribu tail itu pasti akan terampas kembali, djadi ia perlu lekas membereskan tugasnja, untuk lolos dari segala tanggungdjawab. Hong Hoa bersama Tjong Hong dan empat saudara dari Mauw San sudah lantas berangkat menudju ke Siangtjioe, dan Ma Tjoen sendiri menudju ke Tay Tjiong Ouw dimana ia tiba dalam tempo setengah hari. Ia singgah untuk dahar sekalian beristirahat sebentar ditempat kediamannja itu, lalu dengan membekal rangsum kering, ia kabur ke See-kauw. Dugaan Heng Hoa tidak salah. Hanja tunggu kira<small><sup>2</sup></small> satu djam, Ma Tjoen lantas dapat menemukan Yan Tjoe Hoei serta dua saudara Tjio, jang tengah mengiring angkutan dua koper kulit besar jang ditjat merah. Mereka itu mengambil djalan besar. Yan Tjoe Hoei heran mendapatkan ia dinantikan Ma Tjoen. Sesudah ia batja suratnja Hong Hoa, ia menunduk untuk berpikir. Iapun merasa sulit, sehingga ia ragu<small><sup>2</sup></small> untuk segera mengambil tindakan. Menurut surat Hong Hoa itu, Yan Tjoe Hoei diandjurkan memonon bantuan Wa-Po-eng Oey Goan Hoa dibukti Eng Yoe San, jang tempat kedudukannja paling dekat. Hong Hoa pertjaja betul, bahwa perampasan piauw jang ke-dua kali ini, membutuhi pekerdjaan djauh lebih sulit dan berbahaja. Bukan sadja pembesar negeri tentu telah berdjaga-djaga, dimana letak tempat turuntangan mereka djuga belum dapat dipastikan. Djadi untuk bekerdja, mereka memerlukan bantuan orang jang gagah berbareng pintar. Selagi timbul kesulitan Tjeng Lip ini, usaha mereka djuga tidak dapat ditunda. „Maka itu bantuan Oey Goan Hoa penting sekali”, Hong Hoa tandaskan dalam suratnja itu. Oey Goan Hoa adalah murid kepala Pek Tim Loodjin, maka ia adalah soeheng atau kakak seperguruan Hong Hoa sendiri. Dia {{hws|be|beroman}}<noinclude></noinclude> jask59lwzb1460nvto5fihrzo441vuk Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/46 104 105950 321622 298431 2026-10-16T08:05:10Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321622 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|roman|beroman}} djelek dan tabiatnja aneh. Seumurnja, ia paling bentji kedjahatan. Siapa bersalah terhadapnja, djangan harap akan dikasi lolos. Karena ini, dia djadi mempunjai banjak musuh, sehingga dia suka mendatangkan kesulitan untuk Sian-Thian Tjian Hong Pay, partainja itu. Pek Tim pun menjesalkan tabiat keras dan aneh dari murid ini. Achirnja dia mengharuskan murid ini melatih diri dengan hidup menjendiri dibukit Eng Yoe San diluar pelabuhan Lian-in-kong. Dalam tempo lima tahun, dia dilarang keluar atau pergi ke-mana<small><sup>2</sup></small>. Tapi dengan tabiatnja jang keras, Oey Goan Hoa tidak dapat dikekang, maka dia djuga masih sering mentjuri pergi dengan diam<small><sup>2</sup></small> untuk mendjalankan tugasnja sebagai pelindung orang lemah, sebagai musuh orang djahat {{...|7}} Sebagai saudara seperguruan, sebagai kawan, Hong Hoa tjotjok sekali dengan soeheng itu, jang sebaliknja pun suka bergaul dengannja, maka itu Hong Hoa berani mengandjurkan Yan Tjoe Hoei minta bantuan sang soeheng itu. Yan Tjoe Hoei sendiri kenal Oey Goan Hoa, dengan siapa ia pernah bertemu beberapa kali, bahkan ia ketahui tabiatnja, maka berbareng dengan menjetudjui tabiat itu, ia berbareng „djeri” djuga. Goan Hoa itu gembira dan murka tak tentu parannja. Tapi keadaan memaksa, maka ia tidak bisa berbuat lain. Iapun menginsafi pentingnja Tjeng Lip mesti segera ditolong. Ia pertjaja, Kak Beng Hweeshio tentu akan meninggalkan ia bila paderi itu menerima kabar dari Tjong Hong bahwa Tjeng Lip tengah terantjam bahaja. Di-dekat<small><sup>2</sup></small> situ ada beberapa orang Kang_ouw, jang bantuannja bisa diharapkan, hanja disajangkan si Walet Terbang, bahwa diantaranja tidak ada jang tjukup liehay untuk membantu padanja. Untuk mohon bantuan dari lima propinsi Utara, temponja sudah tidak ada lagi. „Baiklah”, ia segera mengambil keputusan. Ia berkata kepada Ma Tjoen kepada siapa ia serahkan piauw jang berharga besar itu, pada Ma Tjoen jang mengiringnja bersama ke Yam-shia, untuk lebih dulu bertemu dengan Tjian Tjeng Loen, „Kamu tunggu di Tin Wan Piauw Kiok selama tiga hari. Kamu nantikan kabar dari kami bertiga. Berhasil atau tidak aku mengundang Oey Goan Hoa, pada tanggal satu jang akan datang, pasti kami akan kembali, sebab urusan penjerahan piauw ini tidak dapat dibikin gagal”.<noinclude>{{rh|||229}}</noinclude> 2d24ha1mhlqumqo5fa2knffx2mpc2y0 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/47 104 105951 321623 298433 2026-10-16T08:05:24Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321623 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Ma Tjoen menerima baik tugas jang baru ini. Ia lantas sadja berangkat mengiringi emas jang berdjumlah besar itu. Yan Tjoe Hoei bersama Tjio Soen Eng dan Tjio Hoa mengawasi keberangkatan Ma Tjoen itu, lalu mereka putar kuda mereka untuk kabur ke arah timur_laut. Waktu jang sangat mendesak membikin mereka ingin segera tiba di Eng Yoe San. Sore hari itu mereka tidak mentjari rumah penginapan. Baru setelah tengah malam, mereka menghentikan kuda mereka. Djalanan sangat gelap dan pula asing untuk mereka, Mereka lantas memasuki sebuah tempat jang penuh dengan pohon tjemara, Disitu mereka turun dari kuda mereka, untuk duduk mendeprok ditanah atau rebah, guna beristirahat. Dua saudara Tjio masih muda sekali, mereka letih, maka tidak lama, mereka sudah tidur pulas. Tinggal Yan Tjoe Hoei seorang diri dengan pikirannja masih kerdja terus, Sesudah beristirahat sebentar, ia djalan mundar-mandir dengan tangan dipunggungnja. Lama<small><sup>2</sup></small> ia lelah djuga, maka ia ingin duduk menjenderkan tubuh disebuah pohon besar. Belum lagi ia meramkan mata atau ia dapat melihat sinar terang didepannja, diarah timur, djaraknja kira<small><sup>2</sup></small> setengah lie. Itulah bukan sinar bintang. Pun kadang<small><sup>2</sup></small> sinar itu lenjap lalu muntjul lagi. Si Walet Terbang tahu dengan baik tempat ini adalah daerah pesisir dan djuga sangat sepi, hampir tidak ada rumah penduduknja. Maka ia heran, api apa itu. Ia lantas sadja ingin mentjari tahu. Ia melirik pada dua saudara Tjio. Mereka sedang tidur njenjak. Ia berpaling kepada tiga ekor kuda mereka, semua binatang itu pun tengah makan rumput. Menduga disitu tidak akan ada bahaja apa<small><sup>2</sup></small>, ia lantas berbangkit. Sambil merabah gagang pedangnja, ia bertindak kearah sinar api itu. Kelihatannja api berada ditempat setengah lie, tidak tahunja, setelah dihampiri, perdjalanan djauh dan djuga berliku-liku, banjak batunja dan tidak rata. Tikungan kadang<small><sup>2</sup></small> membuat sinar itu lenjap dari pandangan mata. Untuk melihatnja lagi, si nona mesti mandjat ketempat jang tinggi. Sesudah melalui dua lie lebih, barulah Yan Tjoe Hoei dapat mendekati tempat api itu, ialah sebuah puntjak bukit jang beroman singa. Djalanan disitu seperti mesti memasuki mulut singa itu {{...|6}} Puntjak itu terdiri atas dataran dimana tampak berdiri sebuah rumah dan sinar api muntjul dari rumah itu, Sekarang pun dapat<noinclude>{{rh|230}}</noinclude> q0koneg9vg27eh40dssja59ktukltx6 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/48 104 105952 321624 298434 2026-10-16T08:05:39Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321624 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>diketahui sebabnja api sering<small><sup>2</sup></small> padam, didepan situ ada pepohonan dengan tjabang<small><sup>2</sup></small>nja jang berdaun lebat, Setiap tjabang itu ditiup angin dan bergerak, api mendjadi teraling karenanja. „Ada rumah, ada api, tentu rumah ini mempunjai penghuninja”, pikir Yan Tjoe Hoei. „Kebetulan aku berdahaga, baiklah aku mampir untuk minta air, sekalian mentjari tahu rumah ini rumah apa ...” Tidak djal lagi, si nona menudju kerumah itu. Puntjak itu banjak batunja, djalanannja hampir tak ada pasir_nja. Pula puntjak itu tidak tinggi, kira<small><sup>2</sup></small> hanja lima-enam tombak, maka tidak sukar untuk nona itu mendakinja. Njata rumah itu bukan rumah rakjat biasa. Rumah itu menjender kepada lereng puntjak, terbuat dari batu jang disusun bertingkat, wuwungannja menempel pada udjung puntjak. Sekarang, setelah datang dekat sekali, Yan Tjoe Hoei mendapatkan rumah itu mirip sematjam kuil malaikat bumi. Maka rumah itu mestinja adalah sebuah rumah tua atau peninggalan kuno. Dari depan rumah sinar api itu tak tampak lagi. Heran, ditempat demikian ada rumah sematjam ini. Tidak sembarang orang jang berani datang kepuntjak itu. Tidak demikian dengan sinona. Ia lantas bertindak ketangga batu untuk mendaki. Tangga itu terapit lereng gunung di.kedua sisinja. Tepat waktu si nona tiba didepan rumah dimana ada lantai rata, tiba<small><sup>2</sup></small> matanja seperti terkesiap, bagaikan ada angin menjambar lewat diatas kepalanja, Ia hendak lantas mendak, untuk berkelit, waktu ia mendengar suara pedang dipunggung memperdengarkan suara, sebab pedang itu tertjabut beberapa dim dari sarungnja. Dalam kagetnja, ia hunus sendjatanja itu, tubuhnja terus mentjelat kesamping kiri. Dengan berdiri sambil melintangkan pedang didepan dada, ia memandang tadjam, untuk melihat kalau<small><sup>2</sup></small> ada orang disitu. Tapi ia tidak melihat apa djuga ketjuali rumah itu, jang kedua djendelanja tidak berdaun, dan terbuka kosong melompong. Hanja djendela jang kiri gelap-petang, dan dari jang kanan bersorot sedikit sinar terangnja, mungkin sinar lilin. Itulah rupanja tjahaja api jang tampak dari djauh tadi. Ingin sangat Yan Tjoe Hoei melihat kedalam rumah itu. Untuk itu, ia perlu pergi kedjendela sebelah kanan itu. Djarak diantaranja dan djendela itu kira<small><sup>2</sup></small> tudjuh atau delapan kaki, maka untuk sampai kesitu, taklah sukar baginja. Hanja dengan sekali lompat<noinclude>{{rh|||231}}</noinclude> a7imlzxeqr7eu8g3yrj2w3y549bqeo5 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/50 104 105953 321626 298435 2026-10-16T08:06:11Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321626 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Si nona heran dan berpikir keras. Majat ada dua, tetapi kepala-nja kenapa tiga ? Kenapa ada orang<small><sup>2</sup></small> mati disitu, tetapi tidak ada orang jang hidup ? Kenapa pintu dikuntji dari sebelah luar ? Siapa-kah jang menjalakan lilin itu ? Siapakah jang membakar kertas ? Siapakah jang masak matang ajam itu ? Dan, siapakah jang ma-kan ajam itu ? Kenapa tjuma dimakan separuhnja sadja ? Oleh karena ia tidak peroleh djawaban atas semua pertanjaan-nja itu, sinona mendjadi ingat hal jang tidak<small><sup>2</sup></small>. Ia ingat hal masa kanak<small><sup>2</sup></small>nja pada waktu ia suka dengar orang bertjerita bahwa di-dalam gunung atau didalam kuil tua mesti ada siluman, memedi atau majat hidup. Sekarang puntjak ini sepi dan kuilnja kosong, maka ada siapakah jang njalinja demikian besar berani mendjadi teman kepala manusia serta dua majat itu ? Maka, bukankah ru-mah ini rumah memedi ? Iapun djadi ingat tadi sedang mendaki tangga, ia disambar angin, hingga pedangnja mau terbetot keluar dari sarungnja. Suasana ini tepat dengan apa jang dikatakan orang : kalau diwaktu malam pedang berbunji dan keluar dari sarungnja, itulah alamat djelek {{...|6}} Walaupun ia telah memikir sedjauh itu, si Walet Terbang tidak mendjadi tjiut njalinja. Dengan tangan tetap menjekal pedangnja, ia memandang lagi kedua majat bergantian dengan kepala manusia diatas medja sembahjang itu. Ia ingin menjaksikan apa jang majat<small><sup>2</sup></small> dan kepala itu akan lakukan. Kalau benar mereka majat<small><sup>2</sup></small> hidup, ia akan lompat keluar djendela, untuk melajani mereka ditempat jang lebar, untuk mentjingtjang tubuh mereka itu {{...|6}} Nona ini tengah berpikir demikian, ketika telinganja mendengar dari luar rumah suara njaring dipohon ginheng. Ia terkedjut, lantas ia lompat kedjendela untuk lekas melongok keluar, kearah pohon itu. Ia merasa aneh, Ia tidak lihat apapun djuga. Pohon hanja bergo-jang-gojang tjabangnja tertiup angin. Tjuma djauh dirimba dibawah puntjak, burung<small><sup>2</sup></small> malam tengah memperdengarkan suaranja jang seram. Nona ini memandang kesekitarnja, Segalanja sunji-senjap se-perti tadi, Ia djadi pertjaja, bahwa suara itu disebabkan karena tjabang pohon tersampok angin. Tapi ia lompat keluar djendela, dan dari situ baharulah ia memandang lagi kedalam. Sekaranglah simemedi main gila {{...|6}} Tjuma sedetik itu, majat jang satu sudah hilang tanpa-sebab, tinggal jang satu lagi sadja !<noinclude>{{rh|||233}} {{rh|Warisan Seorang Pangeran djilid IV — 4}}</noinclude> d2sxpnmh5qyovwvjd6jwejkgqocx7lk Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/51 104 105954 321627 298440 2026-10-16T08:06:33Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321627 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Toh disitu tidak ada orang lainnja ! Kemana perginja majat itu ? Menjusul itu datang lain keanehan. Kepala manusia diatas medja itu sekarang terlihat bergerak-gerak tak hentinja, kekiri dan kekanan {{...|6}} Yan Tjoe Hoei tidak mengawasi lama atau segera ia menuding dengan pedangnja. „Siluman dari mana berani main gila dihadapanku ?” ia berseru dengan tegurannja. „Djikalau kau tidak mau diam, awas, aku akan tidak berlaku sungkan lagi !” Hebat akibat teguran itu. Kepala orang itu bukannja berhenti bergerak, tetapi memperdengarkan suaranja ! Dia menangis sesegukan ! Kemudian dia mengeluh : „Telah begini sengsara aku terbinasa, hingga aku mempunjai tinggal batok kepalaku ini, sekarang ada orang begini tidak tahu aturan; dia sudah datang kemari menghina aku ! Orang sudah mampus, apa jang dibuat takut ? Nah, ingin aku lihat, kau punja kepandaian apa ? Kau bisa bikin apa padaku ?” Suara itu dalam, tetapi toh masih dapat terdengar dengan njata. Mau tidak mau, bulu_roma si nona bangun berdiri. Kepala orang tanpa tubuh bisa bitjara ! Orang pun menantang padanja, satu manusia hidup ! Apakah ia mesti mundur karenanja ? Tengah sinona terbenam dalam kesangsian, mendadak ia dengar suara tertawa dibelakangnja, tertawa tjekikikan. Ia kaget bukan main. Tidak perduli njalinja besar, ia toh lompat berdjingkrak. „Entjie, kau telah terpedaja orang !” segera menjusul suara tertawa itu. Yan Tjoe Hoei lompat kesamping untuk segera menoleh, maka legalah hatinja. Entah kapan datangnja, Soen Eng telah berada diluar rumah itu, sedang tadi sinona ditinggalkan sedang dia tidur njenjak. „Eh, kenapa kau datang menjusul ?” tanjanja heran. Soen Eng tertawa. „Aku memang telah tidur kepulasan,” ia menjahut. „Adalah adikku, jang berpura_pura pulas. Ia lihat entjie berlalu, ia lantas membangunkan aku, maka aku lantas diam² menguntit”. Yan Tjoe Hoei kaget sekali, kaget untuk keteledorannja. „Kenapa aku begini sembrono ?” ia sesalkan dirinja. „Aku ketarik oleh tjahaja api itu, lantas aku pergi untuk melihatnja, {{hws|sam|sampai}}<noinclude>{{rh|234}}</noinclude> 2a9pfp48jpw5gjhqfdhoyud1exu5gys Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/52 104 105955 321628 298441 2026-10-16T08:06:45Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321628 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|pai|sampai}} aku tidak ketahui dua saudara Tjio ini mengintil dibelakang. Sjukur mereka orang sendiri. Djika mereka orang lain, apa aku tidak bakal tjelaka karenanja ?” Inilah suatu peladjaran untuk nona gagah itu. Baru Yan Tjoe Hoei berpikir sampai disitu, atau kembali ia dibikin kaget lagi. Api lilin didalam kamar padam setjara mendadak ! Dan hampir tepat waktu itu, dari atas genteng terdengar suara tertawa lebar jang disusul dengan teguran : „Sahabat<small><sup>2</sup></small> jang sedang main sulap, djanganlah kamu bersandiwara terlebih djauh ! Silahkan kamu keluar untuk kita mengikat tali persahabatan !” Suara itu disusul orangnja, jang berlompat turun dari atas genteng. Dialah Tjio Hoa. Suara pemuda she Tjio itu telah mendapat sambutan tjepat. Pintu didalam rumah itu sudah lantas terbuka. Diantara sinar terang api, terlihat muntjulnja seorang jang dengan sebelah tangannja menjekal tjiaktay jang ada lilinnja, sedang tangan jang lainnja menggapai berulang-ulang. Dia pun sudah lantas memperdengarkan suara jang njaring jang berlagu lidah Shoatang : „Karena kamu orang dari satu golongan, baiklah, kita tidak usah main sulap lebih lama lagi ! Silahkan kamu masuk untuk kita memasang omong !” Yan Tjoe Hoei heran sekali, hingga ia merasa kepalanja pusing. „Baiklah !” Soen Eng mendjawab undangan orang itu. „Kami telah datang kemari, mungkin kami bakal mengganggu kepada kamu, tuan-tuan !” Sambil mendjahut, Soen Eng lantas bertindak masuk kedalam rumah itu. Si Walet Terbang mendjadi bertambah heran. Soen Eng, jang usianja terlebih muda daripadanja, sekarang dapat berlaku lebih tjerdik dan lagaknja pun toapan sekali, hatinja njata sangat besar. Karena ini, bersama_sama Tjio Hoa, ia turut bertindak kedalam, masuk keruang dalam kemana si orang Shoatang memimpin mereka. Ruang itu, jang bagaikan pendopo kelenteng, djuga kosong-melompong; jang ada melainkan sebuah hoedkam tua dan rusak, entah patung siapa jang dipudja disitu. Orang jang menjambut itu, jang membawa lilin, memimpin kepintu ketjil disamping kanan, lalu memasuki pintu itu. Itulah kamar jang tadi Yan Tjoe Hoei lihat dari luar djendela. Segala sesuatu disitu tidak berubah. Si tengkorak masih ada diatas medja. Jang<noinclude></noinclude> a1uzc5lph3ogntzwos13ytl4l73xfr2 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/53 104 105960 321629 298453 2026-10-16T08:06:56Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321629 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>lenjap ialah kedua buah majat, tinggal selimutnja, jang bertumpuk diatas papan. Selekas Yan Tjoe Hoei bertiga masuk, mereka segera disambut oleh seorang usia pertengahan, jang menjambut sambil mengangkat rapat kedua tangan, dan wadjahnja tersungging senjuman. Orang jang mengantar masuk sudah lantas njalakan dua potong lilin jang berada diatas medja, sehingga kamar itu mendjadi djauh lebih terang. Yan Tjoe Hoei dan dua saudara Tjio segera memperhatikan kedua tuan rumahnja itu. Mereka mirip dengan hantu. Jang satu rambutnja riap-riapan hingga kepundaknja, mukanja merah dan kasar, badjunja gerombongan berwarna kuning tanah berkembang, pinggangnja dilibat sabuk berkembang djuga, didalamnja diselipkan sebuah golok. Jang satu lagi beralis bengkok dan hidung sebagai gaetan, matanja gede, mulutnja lebar, tubuhnja kurus sekali hingga seperti terlihat tulang-tulangnja, hingga dia mirip tengkorak, sedang badjunja adalah badju peranti keluar malam jang sepan. Dipinggangnja tergantung kantung pek-po-long, dan dibetis kakinja diselipkan golok jang tadjam dua-dua mukanja. Mereka beroman djelek tetapi wadjahnja menundjukkan kedjudjuran, perlakuannja djuga hormat. „Ketika tadi nona datang, kami menjangka nona adalah orang pembesar negeri”, mereka itu memberi keterangan. „Kami mengira kami sedang diintai, maka itu sengadja kami mengatur akal guna membikin pikiran mereka katjau. Kemudian setelah datang lagi dua orang dan mendengar pembitjaraan kamu, baru kami ketahui bahwa kita adalah orang dari satu golongan. Maaf untuk perbuatan kami tadi”. Yan Tjoe Hoei mengerti, akan tetapi ia kurang djelas. „Tengkorak ini bisa bergerak kekiri dan kanan, bisa menangis dan bitjara, adakah itu pun palsu ?” dia tanja. Dua orang itu tertawa. Mereka hendak memberi keterangan ketika mereka didului Tjio Hoa, jang telah menundjuk kesatu podjok rumah dimana ada sebuah liang jang memberikan sinar terang. „Ketika tadi tjongtotjoe hendak mendekati kesana, bersama entjie aku telah mendahului”, katanja. „Kita sembunji dipohon jang paling besar. Ketika tjongtotjoe tiba, disebelah kanan berkelebat satu bajangan orang. Bajangan itu mentjoba menjambar pedang {{hws|di|dipunggung}}<noinclude>{{rh|236}}</noinclude> ch6i2cxasfz7q979gu7dfda85m1icgp Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/54 104 105962 321630 298456 2026-10-16T08:07:09Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321630 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|punggung|dipunggung}} tjongtotjoe tetapi dia gagal karena tjongtotjoe waspada. Lantas bajangan itu njeplos masuk kedjendela kiri. Aku menduga kepada orang Kang-ouw, maka dari pohon aku lompat keatas genteng. Entjie sudah lantas melihat sinar terang dari lilin disebelah kanan, Tanpa sungkan lagi, kita merajap digenteng, untuk membongkar membuat sebuah lowongan. Kebetulan aku lihat seseorang sembunji dikolong medja. Dia berbitjara dengan menekap hidungnja. Selagi bitjara, dengan sebelah tangannja dia pegang rambutnja tengkorak jang pandjang dan turun kebawah, untuk ditarik-tarik kekiri dan kekanan. Aku tahu dia hendak bergurau dengan tjongtotjoe. Bukan tjuma kita berdua, jang hampir tak tahan untuk tertawa, djuga tuan itu jang rebah bagaikan majat, menekap mulutnja. Benar dia berhasil tidak mendengarkan suara, tetapi tubuhnja bergerak-gerak sedikit. Sajang tjongtotjoe terlalu memperhatikan tengkorak itu, djadi rahasia mereka tidak segera dapat diketahui”. Soen Eng pun tertawa. „Memang dari luar sukar orang melihatnja”, ia turut bitjara. Mendengar keterangan itu, Yan Tjoe Hoei tertawa. Sekarang iapun mengarti djelas, Memang tadi ia telah terlalu memusatkan perhatiannja kepada tengkorak itu. „Maaf, maaf”, berkata dua orang itu. „Kalau begitu”, kata Yan Tjoe Hoei sambil tertawa kepada Soen Eng, „tadi kamulah jang menerbitkan suara pelahan dipohon sebelah kiri ketika kamu dari atas pohon berlompat kegenteng. Tanpa suara kamu itu, tidak nanti aku berpaling, dan djusteru karena aku berpaling, sampai dua tuan ini djadi lebih leluasa main sulapnja {{...|6}}” Mereka semua tertawa hingga ruang itu berganti suasana, dari seram mendjadi ruang. „Aku masih belum ketahui nama saudara”, kemudian Yan Tjoe Hoei tanja dua orang itu seraja ia mendjura. „Kenapa saudara<small><sup>2</sup></small> menempatkan diri dirumah tunggal dibukit sunji ini ? Dan tengkorak itu, bagaimanakah asal-usulnja ? Aku lantjang menandja, apakah saudara<small><sup>2</sup></small> sudi mendjelaskan ?” Kedua orang itu mengawasi dengan mata tadjam. Dengan sendirinja mereka menaruh hormat kepada nona ini, jang tjantik dan suaranja tedas dan romannja gagah, sedang dua sahabatnja {{hws|me|memanggil}}<noinclude>{{rh|||237}}</noinclude> p8auneelvpmphqbk8s6vv4414h1hw59 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/56 104 105964 321631 298459 2026-10-16T08:07:21Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321631 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hws|orang|seorang}} sahabat jang bekerdja dikantor pembesar negeri. Katanja Liang Kang Tjongtok Touw Liong Tay, jang berkedudukan dikota Lamkhia, telah mendengar laporan rahasia tentang niat „pihak pendjahat” untuk merampas piauw Tjeng Loen itu setelah piauw diserahkan Tjeng Loen kepada pihak jang sah di Hay-an. Karena itu, tjongtok sudah bertindak. Disatu pihak dia kirim wakil jang pandai untuk pergi ke Hay-an, guna menerima piauw, dilain pihak dia mengatur djaring guna membekuk semua „pendjahat”. Dengan „pendjahat” itu dimaksudkan Yan Tjoe Hoei beramai. Katanja djaring itu dipasang menurut petundjuk seorang liehay. Orang itu belum lama berselang masih bekerdja sama dipihak Yan Tjoe Hoei. Mereka hanja tidak tahu, kenapa dia dapat dibeli pembesar negeri. Karena bekas orang dalam, maka tidak heran kalau dia ketahui segala sesuatu dan dapat mengatur djebakannja itu. Hanja Goan Hoa heran, Yan Tjoe Hoei tidak ketahui pengchianatan bekas kawan itu. {{c|'''XIII'''<br>{{sp|'''LOLOS'''}}}} Sampai waktu Pheng Koen telah selesai memberikan keterangannja, Yan Tjoe Hoei tetap tidak dapat menduga siapa sipengchianat itu. Kedua saudara Tjio djuga saling mengawasi, bergantian mereka memandang tjongtotjoe mereka. Sebenarnja tidaklah heran Yan Tjoe Hoei tidak dapat menerka siapa pengchianat itu. Dia bukannja orang Rimba Hidjau dari Kangpak, dia djuga memakai nama palsu. Malah dia djuga tidak mau muntjul setjara berterang. Dengan berani dia mengaku mendjadi sam-tjeetjoe, ialah pemimpin jang ke-tiga, dari Sia Yang Ouw. Sebenarnja dialah Mauw San Tjit Yoe jang nomor dua, jang tjerdik tetapi pandangannja tjupat, jang sudah sudi membiarkan dirinja dipengaruhi sentimen. Dialah Hay Djiak Toodjin, jang setjara diam<small><sup>2</sup></small> menghilang dari antara saudara<small><sup>2</sup></small>nja, lalu mengatjau dibelakang lajar. Hay Djiak mendjiarkan berita palsu tentang kematian Sim Teng Yang, untuk mengganggu Say Hiang Hoei. Dia sebenarnja tidak berlalu dari Kang-pak. Dia menjesal tipudajanja gagal sehingga Sim Goat Hoa tidak benterok mati<small><sup>2</sup></small>an dengan Tong San Siang-Koay<noinclude>{{rh|||239}}</noinclude> 84mhsqvpe5hsxggf94lzgjm6p3hmv15 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/57 104 105966 321632 298464 2026-10-16T08:07:33Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321632 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>dan Tjietjioe Soe Kiat. Dilain pihak, dia malu bertemu dengan Lioe Hong Hoa dan Yan Tjoe Hoei semua. Oleh karena ini, menuruti suara hatinja jang sesat, dia berkeputusan untuk berkelahi terus memusuhi Yan Tjoe Hoei, supaja kaum Rimba Hidjau di Kangpak runtuh habis {{...|6}} Tentu sekali Hay Djiak dapat bertindak dengan merdeka, karena ia bekerdja ditempat gelap dan lain orang ditempat terang. Sembarang waktu dia dapat melemparkan surat kaleng kepada pembesar negeri, guna membuka rahasia. Demikian sudah terdjadi di Hay-an. Baru pada hari ketiga tibanja Kak Beng Hweeshio serta dua saudara Houyan, Pa dan Pioe, lantas orang polisi setempat mentjari mereka ditempat penginapan mereka, menjelidiki ini dan itu, dan orang<small><sup>2</sup></small> polisi itu tidak gampang<small><sup>2</sup></small> mau mengangkat kaki. Hingga karenanja, Kak Beng bertiga djadi mendongkol dan serba-salah, marah tidak dapat, dan mau bekerdja terhalang. Tidak lama kemudian, untuk urusan Ouw Tjeng Lip, rombongan Lioe Hong Hoa telah tiba di Hay-an. Mereka ini tjuma mampir. Tapi Kak Beng bertiga sedang djengkel. Ketiganja menjatakan suka ikut Hong Hoa. Tjong Hong lalu membudjuk Hong Hoa agar suka mengadjak mereka itu. Maka achirnja mereka pergi bersama. Akan tetapi, baru terpisah tigapuluh lie lebih dari kota Hay-an, Hong Hoa sudah menjuruh dua saudara Houyan memisahkan diri, supaja dengan ambil djalan memutar, mereka kembali ke Hay-an dimana mereka mesti sembunji ditempat jang sepi, untuk dan menunggu sampai lain bulan tanggal tiga. Waktu itu Tjian Tjeng Loen akan tiba untuk mengurus penjerahan piauw. Waktu itu barulah mereka akan bertemu lagi, untuk bekerdja sama. Houyan Pa berdua kembali dengan diam<small><sup>2</sup></small> ke kota Hay-an. Disana lebih dulu mereka mondok dikebun seorang penduduk diluar kota selatan. Pada malam kedua barulah mereka masuk kedalam kota, untuk meneliti tempat sekitar gedung tiehoe dan sioepie. Lantas mereka bertemu tiga orang tukang keluar malam, dua diantara siapa mirip orangnja tiehoe atau sioepie. Kepandaian mereka ini tidak berarti. Melajani pedang Houyan Pa seorang, mereka sudah kewalahan. Adalah orang jang ketiga, jang kosen dan litjin. Dia pun memakai topeng sutera hidjau, tjuma sepasang matanja jang {{hws|keli|kelihatan}}<noinclude>{{rh|240}}</noinclude> d7w8a1aak6vwpqqnlz4yz1ph0x73i09 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/58 104 105967 321633 298467 2026-10-16T08:07:44Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321633 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|hatan|kelihatan}} tadjam, hingga tidak dapat diketahui dia tua atau muda. Sendjatanja djuga sepasang tameng Kian-koen Houwtauw-pay. Houyan Pioe dengan sepasang tombak tjagaknja melajani orang bertopeng ini. Ia baru sadja menghalang atau ia sudah dihadjar tameng kiri lawan itu, jang berlompat pesat sekali. „Bagus !” ia berseru seraja berkelit kekiri, hingga serangan lawan djatuh ditempat kosong, setelah mana, sepasang tombaknja dikerdjakan, menjerang pundak kanan serta leher penjerang itu. Sambil perdengarkan tertawa mengedjek, siorang bertopeng mengkeratkan batang lehernja, sambil terus bangun berdiri untuk dari atas membalas menjerang dengan tamengnja itu, dalam gerakan „Dari samping menggempur gunung Hoa San”. Houyan Pioe menangkis hingga kedua sendjata benterok keras. Melajani musuh tangguh ini, Houyan Pioe menggunakan ilmusilat tombaknja jang dinamakan „Hoei Hong Kek” atau „Burung Hong Terbang”, jang terdiri dari tudjuhpuluh-dua djurus. Karenanja, lawan tidak berani menggunakan tamengnja untuk terus melawan keras dengan keras. Lawan ini sebaliknja bersilat dengan ilmutamengnja „Koen Goan Pay”, jang djurusnja enampuluh-empat. Maka itu, madju dan mundur, mereka sama hebatnja. Pertempuran ini terdjadi diatas genteng gedung sioepie, kapten kelas dua untuk kota Hay-an. Sesudah tigapuluh djurus tanpa ada hasilnja, Houyan Pioe memikir untuk meloloskan diri, supaja ia tidak usah „menggeprak rumput hingga ular djadi kaget”. Memikir ini, ia mendjadi kurang tenang. Musuh dapat melihat gerak-gerik orang, dia lantas mendesak, tetapi selagi mendesak, dia sengadja memantjing dengan kedua tamengnja dipentang sedikit kekiri dan kanan, sehingga dadanja mendjadi terbuka. Houyan Pioe dapat lihat itu, ia menduga lawan membuat kekeliruan. Ia rangkap kedua tombaknja dan menjerang, menotok djalandarah hoa-kay. Si orang bertopeng memang sedang menantikan serangan. Dia lantas melenggak kebelakang, berbareng dengan itu, kaki kanannja diangkat, dipakai mendjedjak dengan keras. Kalau djedjakan ini mengenai sasarannja, tjelakalah si orang she Houyan itu pasti akan terguling djatuh dari atas genteng dan terbanting mati ditanah. Houyan Pa tidak menjangka bakal menghadapi musuh liehay. Ia bersikap anteng melajani lawannja sendiri. Ia pertjaja betul,<noinclude>{{rh|||241}}</noinclude> ktwy109380eckt2rq0ya6zf694ei530 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 04.pdf/59 104 105968 321634 298468 2026-10-16T08:07:57Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321634 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>adiknja akan dapat kemenangan seperti ia sendiri. Hanja setelah berselang sekian lama, ketika ia menoleh, ia mendjadi terperandjat. Telinganja pun mendengar suara genting. Baru sekarang ia melihat saudaranja terantjam bahaja, tetapi sudah kasip. Ia hanja bisa melihat saudara itu terpelanting djatuh. Dalam kagetnja, kakak ini mengeluarkan keringat dingin. Ia berseru sambil meninggalkan lawannja. Ia berlompat kearah simuka bertopeng, pedangnja pun dipakai menjerang. Orang bertopeng itu benar<small><sup>2</sup></small> litjin. Ketika dia lihat ada musuh berlompat kepadanja, bukan dia memapak, untuk melajani lagi, dia djusteru berlompat ketempat jang gelap dimana ia menghilang ! Oleh karena ingin melihat adiknja, Houyan Pa tidak menjusul musuh itu. Dengan lantas ia berlompat turun. Ketika ia tiba ditanah, ia mendapatkan Houyan Pioe lagi bangun berdiri dengan menundjang tubuhnja dengan tombaknja. Sementara itu ramai sudah suara tentera digedung sioepie itu, obor pun mendjala terang sekali. Suara pertempuran membikin mereka itu memburu. Tidak berani Houyan Pa berdjal pula. Dengan membantu adiknja, ia mengangkat kaki bersama. Sjukur mereka dapat lolos. Karena ini, mereka djadi mendapat tahu bahwa dipihak pembesar negeri ada orang jang gagah, jang tidak dapat dipandang enteng. Houyan Pa mendjadi bersangsi, pikirannja kusut. Menurut ia, ia ingin kembali ke Yamshia, guna memberi kabar pada kawannja bahwa kota Hay-an terdjaga kuat. Tetapi niat ini tidak dapat diwudjudkan. Pertama waktunja sudah sangat mendesak Kedua ia tidak bisa tinggalkan Houyan Pioe, adiknja itu. Adik ini tidak terluka parah karena dia masih sempat berkelit, hanja dia belum dapat berlari keras dan berlompat tinggi, maka itu berbahaja untuk meninggalkan sang adik sendirian. Achirnja, sesudah berpikir, dua saudara ini mengambil putusan untuk menunggu sadja. Begitulah, dengan bergantian, mereka pergi kepintu kota utara, untuk menanti. Supaja orang tidak tjuriga, mereka mengganti pakaian, berdandan sebagai pengemis. Untuk itu, terpaksa mereka bikin muka mereka mendjadi dekil. Dengan lewatnja sang waktu, tibalah tanggal dua. Hari itu tengah-hari, terlihatlah tibanja Yan Tjoe Hoei serta dua saudara Tjio, jang pun menjamar. Mereka ini datang bersama dengan satu {{hws|tauw|tauwbak}}<noinclude></noinclude> lyy4s7v8lupivlcomdzdpflklnobm56 Indeks:Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan.pdf 102 106851 321583 299760 2026-10-16T04:20:45Z Sygrayem 13230 321583 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item=Q140357927 |Title=Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author= |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor= |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year= |Key= |ISBN= |Source=PDF |Image=1 |Progress=V |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} [[Kategori:WikiPandu]] 0qha12h9gte14gwx2gmf46lk57lwq5k Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/4 104 112654 321744 312042 2026-10-16T10:00:22Z Riatunsk 26460 /* Tervalidasi */ 321744 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Riatunsk" /></noinclude>'''MAJALAH TRI-WULAN KEBUDAYAAN MINANGKABAU''' '''MOTTO:''' Memupuk kebudayaan daerah untuk mengembangkan Kebudayaan Nasional. ''Diterbitkan oleh:'' Yayasan Kebudayaan Minangkabau di Jakarta. ''Pelindung:'' Dr. Mohammad Hatta. ''Ketua Kehormatan:'' Gubernur Kepala Daerah Sumatra Barat (SUMBAR). ''Pemimpin Umum:'' Prof. Dr. Bahder Djohan. ''Pem Red/Pen. Jawab:'' Drs. H. Amura. ''Sekretaris Redaksi:'' Imran Alwi, B.A. ''Pembantu Umum:'' H. Oemar Bakry Dt. Tan Besar, Drs. Mohammat Kamal. ''Dewan Redaksi:'' Drs. H. Amura, Drs. M. Kamal, Drs. Mardanas Safwan, Drs. Amrin Imran, dan Drs. Zuber Usman SPP. ''Pembantu-pembantu Ahli:'' Prof. Dr. HAMKA, Dr. Taufik Abdullah, Ir. M.O. Parlindungan dan Dr. Alfian. ''Pembantu-pembantu Luar Negeri:'' Drs. M.D. Mansoer (Malaysia), Drs. Sidi Gazalba (Malaysia) dan Mochtar Naim, M.A. (Singapore). '''ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA:''' Jalan Salemba Tengah 38 Telepon: 82441 Jakarta. ''Surat Izin Terbit:'' No. 1165/K/Dit.PP/II/la/79 Deppen R.I. ''Surat Izin Cetak:'' No. No. B-192/PK/12/1973 Laksus Pangkopkamtibda Jaya. '''HARGA ECERAN.''' Rp.200,- per exemplar untuk seluruh Indonesia di luar ongkos kirim, dan untuk daerah luar Jawa tambahan ongkos kirim minimal sebesar Rp.100,-.<noinclude></noinclude> pzjc6vq1b3130luqgu5nqckmymfp10x Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/5 104 112655 321745 312045 2026-10-16T10:01:28Z Riatunsk 26460 /* Tervalidasi */ 321745 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Riatunsk" /></noinclude><center>'''PENGANTAR REDAKSI'''</center> ''Menjelang akhir tahun 1974 yang lalu telah siap bahan-bahan untuk nomor 3 Majalah kita ini. Meskipun kami ingin mengejar supaya dalam tahun yang lalu itu dapat diterbitkan empat nomor, namun ternyata untuk tiga nomor saja tidak terpenuhi. Berbagai kesulitan tehnis telah menghalangi kami untuk memenuhi rencana tersebut. Rencana di tangan kita, keputusan di tangan Allah. Demikian salah satu ucapan yang dapat kami gunakan untuk mengatasi kekecewaan yang mungkin dirasakan oleh kami dan pembaca yang budiman.'' ''Mengingat bahan-bahan yang kami kumpulkan sudah bertumpuk dan untuk mengejar kekurangan jumlah penerbitan tahun yang lalu, maka terbitan sekarang ini kami ganda nomor 3 dan nomor 4 dengan isi yang memenuhi kedua nomor itu. Dengan demikian kami harap pembaca yang budiman tidak merasa dirugikan.'' ''Sebagaimana yang telah kami singgung dalam Majalah kita nomor 2, bahwa kami akan menyajikan buah tangan Dr. Taufik Abdullah yang berjudul "Some Notes on the Kaba Tjindua Mato, An Example of Minangkabau Traditional Literature", maka pada nomor ini karangan tersebut kami muat seluruhnya. Kami berterima kasih bukan saja kepada Dr. Taufik Abdullah yang telah berkenan mengizinkan karyanya yang sangat berharga itu untuk disiarkan, tetapi juga kami sampaikan terima kasih yang tidak berhingga kepada Sdr. Mien Joebhaar yang telah berjerih payah menterjemahkan karangan itu dari bahasa Inggeris, sehingga berjudul "Beberapa Catatan Mengenai Kaba Cindua Mato, Sebuah Contoh dari Sastra Tradisionil Minangkabau".'' ''Meskipun karya Dr. Taufik Abdullah itu merupakan karangan induk dalam Majalah kita ini, namun untuk menambah padat nomor ganda ini kami tampilkan pula karya Drs. Edwar Djamaris yang berjudul "Iskandar Zulkarnain Sebagai Asal Keturunan Raja Minangkabau dalam Tambo Minangkabau", karya Drs. Zuber Usman yang berjudul "Adityawarman, Tokoh Nasional Terbesar sepanjang Zaman", karya Drs. M.D. Mansoer yang berjudul "Minangkabau dan Negeri Sembilan, Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya", dan beberapa karangan lain lagi yang menaburi Majalah kita ini.''<noinclude></noinclude> glmt8c4v55d9rklrok9c784lpt2vi56 Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/6 104 112656 321746 312046 2026-10-16T10:02:53Z Riatunsk 26460 /* Tervalidasi */ 321746 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Riatunsk" /></noinclude>''Sementara itu kami tidak lupa mengucapkan terima kasih atas perhatian dan tanggapan yang telah diberikan oleh para pembaca Majalah kita ini, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Kami sangat menghargakan segala pendapat itu yang kami jadikan pupuk untuk memelihara keterusan hidup Majalah kita ini. Semoga dengan segala saran yang telah kami terima itu, akan tercapailah motto Majalah kita ini: '''Memupuk kebudayaan daerah untuk mengembangkan Kebudayaan Nasional.''''' ''Akhirnya kepada pembaca yang budiman kami persilakan mengikuti segala isi Majalah kita ini.'' {{Right|Terima kasih.}}<noinclude></noinclude> 5tt8bqw6cbhd314kunlw6xn0v3ofg5r Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/8 104 112657 321749 312050 2026-10-16T10:05:27Z Riatunsk 26460 /* Tervalidasi */ 321749 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Riatunsk" /></noinclude>Karena itulah kita tidak menyangsikan sedikitpun juga, bahwa usaha-usaha yang diarahkan untuk menggali dan memupuk Kebudayaan Daerah seperti yang kita maksudkan dengan musyawarah ini, pastilah tidak akan menggoyahkan sendi kesatuan dan persatuan bangsa. Bahkan sebaliknya, dapat lebih memperkokoh persatuan bangsa, karena setiap warga negara makin mengenal ke-bhineka tunggal ika-an bangsa Indonesia. Telah dikatakan di atas bahwa pembangunan dalam arti luas adalah usaha bersama atas dasar kekeluargaan, maka jelas pula bahwa pembangunan merupakan tugas dan tanggung jawab bersama. Berhasil atau gagalnya pembangunan merupakan hasil dan tanggung jawab kita bersama. Baik dia Pemerintah, swasta, petani, alim ulama, sipil atau militer. Karena musyawarah ini adalah musyawarah dari pemuka Adat Alam Minangkabau atau Ninik Mamak, maka secara khusus kami ulangi bahwa pembangunan adalah pula tanggung jawab Ninik Mamak secara pribadi maupun secara bersama. Dari itulah, pembangunan sekarang ini mengharap banyak terhadap berhasilnya Musyawarah ini. Menyadari bahwa pembangunan merupakan usaha bersama, mengharuskan kita untuk melihat dan menundukkan peranan masing-masing kita secara tepat atau paling kurang masing-masing kita mengetahui tugas masing-masing. Sebelumnya adalah perlu untuk mengetahui siapa kita sesungguhnya. Izinkanlah kami melihat Ninik Mamak beserta peranannya secara lebih dekat. Ninik Mamak adalah pemimpin. Pemimpin di tengah kaum dan sukunya. Kedudukan yang demikian mengharuskannya mengenal secara baik anggota kaum dan sukunya, beserta segala permasalahan dan cara pemecahan permasalahan sesuai dengan pedoman yang digariskan oleh Adat di dalam batas perundangan dan peraturan negara yang berlaku. Adat yang bersendikan Syarak dan Syarak yang bersendikan Kitabullah. Ninik Mamak sebagai pemimpin adalah diakui dan diterima oleh anggota kaum dan sukunya untuk hal-hal sepanjang adat. Tentang Adat Minangkabau kita mengenal sebuah ungkapan "indak lakang di paneh, indak lapuak di ujan". Tetapi ungkapan ini kadangkala meragukan kita, apalagi bila diingat adanya ungkapan lain yang berbunyi: "sakali aie gadang, sakali tapian baralieh". Walau demikian, keraguan kita segera hilang setelah menyadari adanya "adat nan sabana adat, adat nan teradatkan, adat nan diadatkan dan adat istiadat", yang keseluruhannya disebut sebagai adat. Maka dengan ungkapan "indak lakang di paneh, indak lapuak di ujan", bukanlah berarti adat itu sesuatu yang kaku yang tak mengenal perubahan dan penyempurnaan. Yang tak berubah adalah adat nan sabana adat, misalnya "adat ayam bakotek, adat kambieng mambebek. Adat bakato bapieki, adat berunding baiyo". Di sinilah letaknya seni orang Minang, dia mengenal perubahan, tetapi dia menghormati hukum alam yang tak bisa diubah dan berubah.<noinclude>{{rh|4||}}</noinclude> fupxs71wgpjx7h4xzo07pzrh2aupot3 Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/9 104 112658 321750 312051 2026-10-16T10:06:03Z Riatunsk 26460 /* Tervalidasi */ 321750 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Riatunsk" /></noinclude>Hal ini perlu sekali dikemukakan di sini, mengingat bahwa hakekat pembangunan yang sedang kita lakukan sekarang ini pada dasarnya adalah pembaharuan dari hal ihwal yang telah usang dan lapuak, jadi suatu proses pembaharuan. Mengingat bahwa masyarakat hidup manusia di seluruh penjuru dunia sekarang ini bersifat makin terbuka terhadap pengaruh dari luar. Pengaruh luar dapat bersifat baik dan sebaliknya dapat pula bersifat buruk, karena unsur kebudayaan yang datang itu tidak seluruhnya buruk dan tak pula seluruhnya baik. Yang paling jelas adalah posisi dan tanggung jawab kita untuk menyaring, memilih "mano nan atah, mano nan bareh". Memilih ini bukanlah mudah, karena harus didasari oleh bukan hanya pola lama yang tradisionil, tetapi lebih lagi di mana pemilihan itu haruslah didasari oleh kemampuan untuk melihat lebih dalam dan jauh ke depan, memikir bukan hanya untuk kepentingan kita saat ini, tetapi juga untuk anak cucu di masa datang. Menghadapi pengaruh luar, dengan kata lain, harus dengan kesiapan diri dan pengenalan diri secara lebih baik dan menyeluruh. Dan mengenai Minangkabau, secara jujur kita harus mengakui, ada sesuatu yang tengah berlangsung, yaitu pembaharuan. Pembaharuan sebagaimana dituju oleh pembangunan dalam meningkatkan taraf kesejahteraan, tidak berarti harus mengorbankan indentitas atau tanda pengenal Minang. Untuk indentitas inilah kita antara lain akan membangun kembali Istana Pagaruyung dan lain-lain di kemudian hari. <big>PEMBANGUNAN TIDAK MENGHENDAKI PUNAHNYA ADAT DAN BUDAYA SUATU DAERAH,</big> bahkan sebaliknya pembangunan berusaha memperkokohnya. Dengan pembaharuan yang tengah berlangsung itu dimaksudkan kita berusaha mencari pola dan tata cara hidup yang paling sesuai dengan tuntutan zaman dan lingkungan masa kini, cukup dengan fasilitas pelengkap tingkat hidup yang lebih baik. Di sinilah peranan Ninik Mamak bisa amat besar. Sebagai seorang pimpinan maka Ninik Mamak berada lebih di depan dalam melihat, menilai dan bersikap. Dalam kedudukan yang demikian sebenarnya dia dapat mempengaruhi suku atau kaumnya. Untuk itu Ninik Mamak harus tidak ketinggalan dari yang dipimpinnya. Tentang pembangunan kembali Istana Pagaruyung, kami sangatlah mengharapkan perhatian dan soleongan dari Ninik Mamak. Pembangunan kembali ini bukanlah dimaksudkan untuk menghidupkan kembali kerajaan Pagaruyung, bukan demikian maksudnya. Bila kita datang ke Jawa Tengah; kita akan menjumpai betapa megahnya Borobudur, Prambanan dan sebagainya. Di Jawa Timur akan ditemui peninggalan kerajaan Daha, Singosari dan banyak lagi yang lain. Begitu hampir setiap daerah di bumi tanah air kita menemui peninggalan sejarah. Sumatera Barat juga harus mempunyai sesuatu yang mendekatkannya pada masa lalu, pada sejarah, karena sejarah masa lalu dapat berarti besar bagi masa sekarang bila kita mampu memanfaatkannya. Karena itulah kita merencanakan pembangunan kembali Istana Pagaruyung<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude> d5en22gcs0j2k82ptatq5b9b77bdqsj Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/10 104 112659 321751 312052 2026-10-16T10:06:40Z Riatunsk 26460 /* Tervalidasi */ 321751 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Riatunsk" /></noinclude>ruyung, yang sekaligus merupakan tonggak pengenal bagi kebudayaan Minangkabau untuk diwariskan sebagai kebanggaan bagi generasi mendatang.<noinclude>{{rh|6||}}</noinclude> 8h1qguclvck6ni7jyz8jxxauftbo4q7 Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/11 104 112660 321752 312058 2026-10-16T10:07:51Z Riatunsk 26460 /* Tervalidasi */ 321752 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Riatunsk" /></noinclude>{{center|'''<big>BEBERAPA CATATAN MENGENAI KABA CINDUA MATO</big>'''}} {{dropinitial|P}}ada tahun 1932, waktu sekolah Pendidikan Guru di Bukittinggi, Sumatera Barat, yaitu Sekolah Raja yang terkenal itu, merayakan ulang tahunnya yang ke 50, puncak acara adalah pementasan dari Kaba TJINDUA MATO. Panitia yang terdiri dari orang-orang terkemuka setempat maupun pejabat-pejabat tinggi Belanda mengharapkan akan dapat membuktikan bahwa Sekolah Raja menduduki tempat yang penting di Minangkabau.<sup>1</sup>) Syair kepahlawanan atau epos ini juga sering dikutip oleh kaum perantau intelektual Minangkabau di pulau Jawa pada kampanye mereka yang diadakan tahun 1942, demi penciptaan suatu Dewan Minangkabau (Minangkabauraad) yang kuat. Abdul Muis, seorang pemimpin gerakan tersebut serta menyusun drama (sandiwara) tersebut di atas, dalam kata pengantarnya menyatakan bahwa dari syair kepahlawanan ini "jelas kelihatan bahwa di Minangkabau hal demokrasi sudah dikenal sejak dahulu kala". Ini baru dua buah contoh betapa populernya ''Kaba Tjindua Mato'' di Minangkabau. Satu-satunya kaba lain yang dapat bersaingan dengannya adalah ''Kaba Sabai Nan Aluih'', kisah seorang wanita muda berhati berani.<sup>2</sup>) Kedua syair kepahlawanan ini mencerminkan peranan penting kaum wanita di dalam masyarakat Minangkabau, akan tetapi dalam ''Kaba Tjindua Mato'', wanitanya merupakan sumber kebijaksanaan, sedangkan dalam kaba yang satu lagi ia lebih merupakan tokoh yang cakap bertindak daripada seorang pemikir. Sebuah kaba terkenal lainnya yang juga mengambil seorang wanita bijaksana sebagai tokoh utama adalah ''Kabah Rantjak Dilabuah''. Kabah ini telah diterjemahkan secara indah sekali ke dalam Bahasa Inggris oleh Professor Johns.<sup>3</sup>) Bahwa ''Kaba Tjindua Mato'' di Minangkabau tetap disukai terbukti bukan hanya karena ia menjadi puncak acara pada perayaan tersebut di atas, melainkan juga karena ia berulangkali mengalami cetak ulang. Edisi tertua yang berhasil saya peroleh adalah tulisan Van der Toorn, "Tjindur Mato, Minangkabausch – Maleische Legende", dalam ''Verhandelingen van het Bataviaasche Genootschap van Kunsten in Wetenschappen'', XLV (1891). Dalam edisi ini hanya dimuat sepertiga bagian dari seluruh karya tersebut. Van der Toorn juga telah menterjemahkan bagian ini ke dalam Bahasa Belanda dan dalam kata pengantarnya mengatakan bahwa ia hanya mengambil 150 halaman dari naskah aslinya yang sebenarnya meliputi 500 halaman itu. Ia juga telah membandingkannya dengan<noinclude><br><br> *) Diterjemahkan dari : "Some Notes On The ''Kaba Tjindua Mato''; an example of Minangkabau Traditional Literature" INDONESIA, 9 (1970), 1 - 23. {{rh|||7}}</noinclude> eextl81q8meoj8xr2imhd81ff3h5wib Zengguang Xianwen 0 115459 321703 319044 2026-10-16T08:56:14Z Bennylin 334 321703 wikitext text/x-wiki {{header | title = 增廣昔時賢文 - Koleksi Tulisan-Tulisan Bijak Masa Lalu | author = | translator = | section = | previous = | next = | year = | notes = http://www.cnd.org/Classics/Others/Primers/Zeng_Guang.hz8.html }} {| |- | ~{古训《增广贤文》~} || Nasihat Kuno dari *Zeng Guang Xian Wen* |- | ~{昔时贤文,诲汝谆谆,集韵增文,多见多闻。~} || Pepatah bijak kuno ini, yang dengan sungguh-sungguh memberi petunjuk kepada Anda, dikumpulkan dan diperluas, memperluas pengetahuan dan pemahaman Anda. |- | |- | ~{观今宜鉴古,无古不成今。~} || Untuk memahami masa kini, kita harus belajar dari masa lalu; tanpa masa lalu, tidak ada masa kini. |- | ~{知己知彼,将心比心。~} || Kenali diri Anda dan kenali musuh Anda; tempatkan diri Anda di posisi mereka. |- | ~{酒逢知己饮,诗向会人吟。~} || Minumlah anggur dengan sahabat karib; bacakan puisi kepada jiwa yang sejiwa. |- | ~{相识满天下,知心能几人。~} || Kenalan ada di mana-mana, tetapi teman sejati sedikit. |- | ~{相逢好似初相识,到老终无怨恨心。~} || Pertemuan seperti pertemuan pertama; di usia tua, tidak akan ada rasa dendam. |- | ~{近水知鱼性,近山识鸟音。~} || Di dekat air, orang mengetahui sifat ikan; di dekat gunung, orang mengetahui suara burung. |- | ~{易涨易退山溪水,易反易覆小人心。~} || Aliran sungai pegunungan naik dan turun dengan mudah; hati orang-orang picik mudah berubah dan berganti-ganti. |- | ~{运去金成铁,时来铁似金,读书须用意,一字值千金。~} || Ketika keberuntungan berbalik, emas menjadi besi; Ketika keberuntungan datang, besi menjadi emas. Belajarlah dengan tekun; satu kata bernilai seribu keping emas. |- | ~{逢人且说三分话,未可全抛一片心。~} || Berbicaralah hanya tiga persepuluh dari apa yang Anda ketahui kepada orang lain; jangan pernah mengungkapkan seluruh isi hati Anda. |- | ~{有意栽花花不发,无心插柳柳成阴。~} || Menanam bunga dengan sengaja mungkin tidak menghasilkan bunga; menanam pohon willow tanpa sengaja mungkin menghasilkan naungan yang rimbun. |- | ~{画虎画皮难画骨,知人知面不知心。~} || Mudah untuk menggambar kulit harimau, tetapi sulit untuk menggambar tulangnya; seseorang dapat mengenal wajah seseorang, tetapi tidak hatinya. |- | ~{钱财如粪土,仁义值千金。~} || Uang itu seperti tanah, tetapi kebenaran bernilai seribu keping emas. |- | ~{流水下滩非有意,白云出岫本无心。~} || Air yang mengalir menuruni jeram tanpa disengaja, dan awan putih muncul dari gunung tanpa tujuan. |- | ~{当时若不登高望,谁信东流海洋深。~} || Jika kita tidak mendaki tinggi untuk melihat, siapa yang akan percaya kedalaman lautan? |- | ~{路遥知马力,事久见人心。~} || Jalan yang panjang menguji kekuatan kuda, dan waktu mengungkapkan karakter sejati seseorang. |- | ~{两人一般心,无钱堪买金,一人一般心,有钱难买针。~} || Dua orang dengan hati yang sama dapat membeli emas bahkan tanpa uang; satu orang dengan hati yang berbeda bahkan tidak dapat membeli jarum dengan uang. |- | ~{相见易得好,久住难为人。~} || Mudah untuk berteman saat bertemu, tetapi sulit untuk mempertahankan hubungan baik seiring waktu. |- | ~{马行无力皆因瘦,人不风流只为贫。~} || Seekor kuda lemah karena kurus, dan seseorang tidak menawan karena miskin. |- | ~{饶人不是痴汉,痴汉不会饶人。~} || Orang yang pemaaf bukanlah orang bodoh, tetapi orang bodoh tidak akan memaafkan. |- | ~{是亲不是亲,非亲却是亲。~} || Mereka yang berkerabat belum tentu berkerabat, dan mereka yang tidak berkerabat sebenarnya berkerabat. |- | ~{美不美,乡中水,亲不亲,故乡人。~} || Seindah apa pun, itu adalah air kampung halaman saya; sedekat apa pun, itu adalah orang-orang kampung halaman saya. |- | ~{莺花犹怕春光老,岂可教人枉度春。~} || Bahkan burung oriole dan bunga-bunga takut akan berlalunya musim semi; bagaimana kita bisa membiarkan orang-orang menyia-nyiakan musim semi? |- | ~{相逢不饮空归去,洞口桃花也笑人。~} || Kita bertemu tetapi tidak minum, dan kemudian kita kembali dengan tangan kosong; bahkan bunga persik di pintu masuk gua menertawakan kita. |- | ~{红粉佳人休使老,风流浪子莫教贫。~} || Seorang wanita cantik seharusnya tidak menjadi tua, begitu pula seorang pemuda tampan seharusnya tidak dibiarkan menjadi miskin. |- | ~{在家不会迎宾客,出外方知少主人。~} || Jika Anda tidak tahu cara menyambut tamu di rumah, Anda akan mendapati diri Anda kekurangan tuan rumah saat Anda pergi keluar. |- | ~{黄金无假,阿魏无真。~} || Emas itu asli, tetapi asafoetida tidak asli. |- | ~{客来主不顾,应恐是痴人。~} || Jika tuan rumah tidak memperhatikan tamu, kemungkinan besar dia bodoh. |- | ~{贫居闹市无人问,富在深山有远亲。~} || Ketika miskin, tidak ada yang peduli bahkan di kota yang ramai; ketika kaya, kerabat jauh datang bahkan di pegunungan yang terpencil. |- | ~{谁人背后无人说,哪个人前不说人。~} || Siapa yang tidak dibicarakan di belakang mereka? Siapa yang tidak membicarakan orang lain di depan mereka? |- | ~{有钱道真语,无钱语不真。~} || Dengan uang, seseorang mengatakan yang sebenarnya; tanpa uang, kata-kata seseorang tidak benar. |- | ~{不信但看筵中酒,杯杯先劝有钱人。~} || Jika Anda tidak percaya, lihat saja anggur di sebuah jamuan; setiap cangkir pertama kali ditawarkan kepada orang kaya. |- | ~{闹里有钱,静处安身。~} || Dengan uang di kota yang ramai, seseorang dapat menemukan kedamaian dalam ketenangan. |- | ~{来如风雨,去似微尘。~} || Datang seperti angin dan hujan, pergi seperti debu. |- | ~{长江后浪推前浪,世上新人赶旧人。~} || Gelombang belakang Sungai Yangtze mendorong gelombang depan; orang-orang baru menggantikan orang-orang lama di dunia. |- | ~{近水楼台先得月,向阳花木早逢春。~} || Mereka yang dekat dengan air mendapatkan cahaya bulan lebih dulu; mereka yang menghadap matahari mekar lebih awal di musim semi. |- | ~{莫道君行早,更有早行人。~} || Jangan katakan kau lebih awal; selalu ada orang yang lebih awal. |- | ~{莫信直中直,须防仁不仁。~} || Jangan percaya buta pada orang yang jujur; waspadai orang yang tampaknya baik hati tetapi sebenarnya tidak baik. |- | ~{山中有直树,世上无直人。~} || Ada pohon-pohon yang tegak di pegunungan, tetapi tidak ada orang jujur ​​di dunia. |- | ~{自恨枝无叶,莫怨太阳偏。~} || Kau mungkin membenci kenyataan bahwa rantingmu tidak berdaun, tetapi jangan salahkan matahari karena menyinarimu. |- | ~{大家都是命,半点不由人。~} || Nasib setiap orang telah ditentukan; tidak ada yang bergantung pada kita. |- | ~{一年之计在于春,一日之计在于寅,一家之计在于和,一生之计在于勤。~} || Rencana untuk tahun ini terletak di musim semi, rencana untuk hari ini terletak di pagi hari, rencana untuk keluarga terletak pada keharmonisan, dan rencana untuk seumur hidup terletak pada ketekunan. |- | ~{责人之心责己,恕己之心恕人。~} || Hakimi orang lain seperti kau menghakimi dirimu sendiri, maafkan orang lain seperti kau memaafkan dirimu sendiri. |- | ~{守口如瓶,防意如城。~} || Jaga kata-katamu seperti botol, jaga pikiranmu seperti benteng. |- | ~{宁可人负我,切莫我负人。~} || Aku lebih suka dirugikan daripada merugikan orang lain. |- | ~{再三须慎意,第一莫欺心。~} || Berhati-hatilah dalam niatmu, dan yang terpenting, jangan pernah menipu hatimu sendiri. |- | ~{虎生犹可近,人熟不堪亲。~} || Bahkan seekor harimau muda pun bisa didekati, tetapi orang yang dikenal tidak selalu dapat dipercaya. |- | ~{来说是非者,便是是非人。~} || Mereka yang menyebarkan gosip adalah tukang gosip itu sendiri. |- | ~{远水难救近火,远亲不如近邻。~} || Air yang jauh tidak dapat memadamkan api yang dekat; kerabat yang jauh tidak sebaik tetangga yang dekat. |- | ~{有茶有酒多兄弟,急难何曾见一人。~} || Dengan teh dan anggur, kamu memiliki banyak saudara; di saat kesulitan, kamu tidak akan menemukan satu pun. |- | ~{人情似纸张张薄,世事如棋局局新。~} || Hubungan antar manusia setipis kertas, dan urusan duniawi selalu berubah seperti permainan catur. |- | ~{山中也有千年树,世上难逢百岁人。~} || Bahkan di pegunungan, ada pohon-pohon berusia ribuan tahun, tetapi jarang ditemukan orang yang hidup sampai seratus tahun. |- | ~{力微休负重,言轻莫劝人。~} || Jika kamu lemah, jangan memikul beban berat; jika kata-katamu tidak berpengaruh, jangan menasihati orang lain. |- | ~{无钱休入众,遭难莫寻亲。~} || Jika kamu tidak punya uang, jangan bergabung dengan kerumunan; jika kamu menghadapi masalah, jangan mencari kerabat. |- | ~{平生莫作皱眉事,世上应无切齿人。~} || Jangan pernah melakukan sesuatu yang membuatmu cemberut, dan tidak akan ada seorang pun di dunia ini yang membencimu. |- | ~{士者国之宝,儒为席上珍。~} || Para cendekiawan adalah harta karun bangsa, dan para cendekiawan Konfusianisme adalah permata dalam jamuan makan. |- | ~{若要断酒法,醒眼看醉人。~} || Jika kamu ingin menjauhi alkohol, amatilah para pemabuk dengan mata yang jernih. |- | ~{求人须求大丈夫,济人须济急时无。~} || Saat mencari pertolongan, carilah seorang pria sejati; saat membantu orang lain, bantulah mereka yang sangat membutuhkan. |- | ~{渴时一滴如甘露,醉后添杯不如无。~} || Setetes air seperti embun manis saat kamu haus, tetapi menambahkan secangkir setelah kamu mabuk lebih buruk daripada tidak sama sekali. |- | ~{久住令人贱,频来亲也疏。~} || Tinggal lama membuat seseorang tampak rendah diri, dan kunjungan yang sering membuat bahkan kerabat pun menjadi jauh. |- | ~{酒中不语真君子,财上分明大丈夫。~} || Seorang pria sejati tidak berbicara saat minum, dan seorang pria sejati jujur ​​tentang uang. |- | ~{出家如初,成佛有余。~} || Jika kamu tetap teguh pada sumpahmu setelah meninggalkan rumah, kamu akan memiliki lebih dari cukup untuk menjadi seorang Buddha. |- | ~{积金千两,不如明解经书。~} || Mengumpulkan seribu tael emas tidak sebaik memahami kitab suci. |- | ~{养子不教如养驴,养女不教如养猪。~} || Membesarkan seorang putra tanpa mengajarinya seperti membesarkan seekor keledai; Membesarkan seorang anak perempuan tanpa mendidiknya sama seperti memelihara babi. |- | ~{有田不耕仓廪虚,有书不读子孙愚。~} || Memiliki ladang tetapi tidak mengolahnya akan menghasilkan lumbung yang kosong; memiliki buku tetapi tidak membacanya akan menghasilkan keturunan yang bodoh. |- | ~{仓廪虚兮岁月乏,子孙愚兮礼义疏。~} || Lumbung yang kosong berarti kehidupan yang penuh kesulitan; keturunan yang bodoh berarti kurangnya sopan santun dan kebenaran. |- | ~{同君一席话,胜读十年书。~} || Satu percakapan dengan orang bijak lebih berharga daripada sepuluh tahun belajar. |- | ~{人不通今古,马牛如襟裾。~} || Seseorang yang tidak memahami masa lalu dan masa kini seperti kuda atau lembu, lelah dan lesu. |- | ~{茫茫四海人无数,哪个男儿是丈夫。~} || Di dunia yang luas ini, ada banyak sekali orang, tetapi manusia mana yang benar-benar manusia? |- | ~{白酒酿成缘好客,黄金散尽为收书。~} || Anggur putih diseduh untuk menyambut tamu; emas dihabiskan untuk mengumpulkan buku. |- | ~{救人一命,胜造七级浮屠。~} || Menyelamatkan nyawa lebih buruk daripada membangun pagoda tujuh lantai. |- | ~{城门失火,殃及池鱼。~} || Ketika gerbang kota terbakar, ikan di parit menderita. |- | ~{庭前生瑞草,好事不如无。~} || Rumput keberuntungan yang tumbuh di halaman adalah pertanda buruk. |- | ~{欲求生富贵,须下死工夫。~} || Untuk mencari kekayaan dan kehormatan, seseorang harus bekerja tanpa lelah. |- | ~{百年成之不足,一旦败之有余。~} || Seratus tahun pencapaian tidak cukup, tetapi satu hari kehancuran sudah lebih dari cukup. |- | ~{人心似铁,官法如炉。~} || Hati manusia bagaikan besi, dan hukum resmi bagaikan tungku. |- | ~{善化不足,恶化有余。~} || Kebaikan tidak cukup, tetapi kejahatan berlimpah. |- | ~{水太清则无鱼,人至察则无徒。~} || Air yang terlalu jernih tidak ada ikannya; orang yang terlalu teliti tidak ada pengikutnya. |- | ~{知者减半,省者全无。~} || Orang yang berpengetahuan akan berkurang setengahnya; orang yang hemat akan sepenuhnya absen. |- | ~{在家由父,出家从夫。~} || Di rumah, orang menaati ayah; di luar rumah, orang menaati suami. |- | ~{痴人畏妇,贤女敬夫。~} || Orang bodoh takut pada istrinya; wanita yang berbudi luhur menghormati suaminya. |- | ~{是非终日有,不听自然无。~} || Gosip selalu ada; jika Anda tidak mendengarkan, gosip itu akan hilang dengan sendirinya. |- | ~{宁可正而不足,不可邪而有余。~} || Lebih baik jujur ​​dan kekurangan daripada jahat dan berlimpah. |- | ~{宁可信其有,不可信其无。~} || Lebih baik percaya bahwa itu ada daripada percaya bahwa itu tidak ada. |- | ~{竹篱茅舍风光好,道院僧堂终不如。~} || Pemandangan pagar bambu dan pondok beratap jerami itu indah, tetapi kuil Taois dan aula biksu pada akhirnya lebih rendah. |- | ~{命里有时终须有,命里无时莫强求。~} || Apa yang ditakdirkan menjadi milikmu akan menjadi milikmu; apa yang tidak ditakdirkan menjadi milikmu, tidak dapat kamu paksakan. |- | ~{道院迎仙客,书堂隐相儒。~} || Kuil Taois menyambut tamu abadi; ruang belajar menyembunyikan para sarjana terpelajar. |- | ~{庭栽栖凤竹,池养化龙鱼。~} || Bambu yang bertengger seperti burung phoenix ditanam di halaman; ikan yang berubah menjadi naga dipelihara di kolam. |- | ~{结交须胜己,似我不如无。~} || Saat berteman, pilihlah mereka yang lebih buruk dari dirimu; mereka yang sepertiku lebih baik tidak terlihat. |- | ~{但看三五日,相见不如初。~} || Setelah tiga atau lima hari, pertemuan tidak sebaik pertemuan pertama. |- | ~{人情似水分高下,世事如云任卷舒。~} || Perasaan manusia seperti air, kadang tinggi, kadang rendah; urusan duniawi seperti awan, melayang dan bergulir. |- | ~{会说说都是,不会说无礼。~} || Orang yang pandai berbicara selalu benar, orang yang buruk bicara itu kasar. |- | ~{磨刀恨不利,刀利伤人指。~} || Pisau tajam dibenci karena tidak cukup tajam, tetapi pisau tajam dapat melukai jarimu. |- | ~{求财恨不得,财多害自己。~} || Menginginkan kekayaan selalu diinginkan, tetapi terlalu banyak kekayaan dapat membahayakanmu. |- | ~{知足常足,终身不辱。~} || Kepuasan membawa kebahagiaan abadi, dan Anda tidak akan pernah dipermalukan. |- | ~{知止常止,终身不耻。~} || Mengetahui kapan harus berhenti membawa rasa malu yang abadi. |- | ~{有福伤财,无福伤己。~} || Keberuntungan dapat merusak kekayaan Anda, tetapi nasib buruk dapat merusak diri Anda sendiri. |- | ~{差之毫厘,失之千里。~} || Perbedaan kecil dapat menyebabkan kerugian besar. |- | ~{若登高必自卑,若涉远必自迩。~} || Untuk mendaki tinggi, Anda harus mulai dari rendah; untuk bepergian jauh, Anda harus mulai dari dekat. |- | ~{三思而行,再思可矣。~} || Pikirkan tiga kali sebelum bertindak, dan dua kali sudah cukup. |- | ~{使口不如自走,求人不如求己。~} || Lebih baik bertindak daripada berbicara, dan lebih baik mengandalkan diri sendiri daripada mengandalkan orang lain. |- | ~{小时是兄弟,长大各乡里。~} || Saudara di masa kanak-kanak, tetapi orang asing di masa dewasa. |- | ~{妒财莫妒食,怨生莫怨死。~} || Jangan iri pada kekayaan, jangan iri pada makanan; jangan membenci hidup, jangan membenci kematian. |- | ~{人见白头嗔,我见白头喜。~} || Orang-orang marah melihat rambut beruban, tetapi saya senang melihat rambut beruban. |- | ~{多少少年亡,不到白头死。~} || Banyak anak muda meninggal sebelum mencapai usia tua. |- | ~{墙有逢,壁有耳。~} || Dinding memiliki retakan, dan dinding memiliki telinga. |- | ~{好事不出门,恶事传千里。~} || Kabar baik tidak menyebar jauh, tetapi kabar buruk menyebar cepat. |- | ~{贼是小人,知过君子。~} || Pencuri adalah orang yang picik, seorang pria sejati mengakui kesalahannya. |- | ~{君子固穷,小人穷斯滥也。~} || Seorang pria sejati bertahan dalam kemiskinan, orang picik menjadi sembrono ketika miskin. |- | ~{贫穷自在,富贵多忧。~} || Kemiskinan membawa kebebasan, kekayaan membawa kekhawatiran. |- | ~{不以我为德,反以我为仇。~} || Mereka tidak menganggapku sebagai orang yang berbudi luhur, tetapi sebagai musuh. |- | ~{宁向直中取,不可曲中求。~} || Lebih baik memperoleh sesuatu dengan jujur ​​daripada melalui cara yang curang. |- | ~{人无远虑,必有近忧。~} || Orang yang tidak memiliki pandangan ke depan pasti akan segera khawatir. |- | ~{知我者为我心忧,不知我者谓我何求。~} || Mereka yang mengerti aku mengkhawatirkan aku, mereka yang tidak mengerti aku bertanya apa yang aku cari. |- | ~{晴天不肯去,只待雨淋头。~} || Orang yang menolak pergi pada hari yang cerah menunggu hujan turun menimpanya. |- | ~{成事莫说,覆水难收。~} || Jangan membicarakan apa yang telah dicapai, karena air yang tumpah tidak dapat dikumpulkan kembali. |- | ~{是非只为多开口,烦恼皆因强出头。~} || Masalah muncul dari terlalu banyak bicara, dan kekhawatiran datang dari terlalu tegas. |- | ~{忍得一时之气,免得百日之忧。~} || Tahan amarah sesaat untuk menghindari seratus hari kekhawatiran. |- | ~{近来学得乌龟法,得缩头时且缩头。~} || Akhir-akhir ini aku belajar cara kura-kura, tahu kapan harus mundur. |- | ~{惧法朝朝乐,欺公日日忧。~} || Takut pada hukum membawa sukacita setiap hari, menipu publik membawa kekhawatiran setiap hari. |- | ~{人生一世,草生一春。~} || Hidup hanyalah sesaat, seperti rumput yang tumbuh di musim semi. |- | ~{黑发不知勤学早,看看又是白头翁。~} || Rambut hitam tidak tahu pentingnya belajar sejak dini, lihat, ia sudah menjadi orang tua berambut putih. |- | ~{月到十五光明少,人到中年万事休。~} || Cahaya bulan berkurang pada tanggal lima belas, hidup seseorang berakhir di usia paruh baya. |- | ~{儿孙自有儿孙福,莫为儿孙作马牛。~} || Anak-anak dan cucu-cucu memiliki berkah mereka sendiri, jangan menjadi beban bagi mereka. |- | ~{人生不满百,常怀千岁忧。~} || Hidup kurang dari seratus tahun, namun kita sering mengkhawatirkan seribu tahun. |- | ~{今朝有酒今朝醉,明日愁来明日忧。~} || Minumlah hari ini, karena besok kita mungkin mati. |- | ~{路逢险处难回避,事到头来不自由。~} || Bahaya sulit dihindari di jalan, dan pada akhirnya, seseorang tidak bebas. |- | ~{药能医假病,酒不解真愁。~} || Obat dapat menyembuhkan penyakit palsu, tetapi anggur tidak dapat menghilangkan kesedihan sejati. |- | ~{人贫不语,水平不流。~} || Kemiskinan membuat seseorang diam, air yang tenang tidak mengalir. |- | ~{一家有女百家求,一马不行百马忧。~} || Keluarga dengan seorang anak perempuan dicari oleh seratus keluarga, seekor kuda yang tidak bergerak menyebabkan seratus kuda khawatir. |- | ~{有花方酌酒,无月不登楼。~} || Minumlah anggur hanya ketika ada bunga, jangan mendaki menara tanpa bulan. |- | ~{三杯通大道,一醉解千愁。~} || Tiga cangkir mengarah ke jalan yang agung, satu mabuk menghilangkan seribu kesedihan. |- | ~{深山毕竟藏猛虎,大海终须纳细流。~} || Gunung-gunung yang dalam masih menyimpan harimau ganas, samudra yang luas pada akhirnya harus menerima aliran-aliran kecil. |- | ~{惜花须检点,爱月不梳头。~} || Hargai bunga dengan penuh perhatian, cintai bulan tanpa menyisir rambutmu. |- | ~{大抵选他肌骨好,不擦红粉也风流。~} || Secara umum, pilihlah seseorang dengan fisik yang bagus; bahkan tanpa riasan, mereka tetap tampan. |- | ~{受恩深处宜先退,得意浓时便可休。~} || Ketika terlilit hutang, mundurlah terlebih dahulu; ketika kemenangan mencapai puncaknya, beristirahatlah. |- | ~{莫待是非来入耳,从前恩爱反为仇。~} || Jangan menunggu sampai gosip sampai ke telingamu, karena kasih sayang yang dulu mungkin berubah menjadi permusuhan. |- | ~{留得五湖明月在,不愁无处下金钩。~} || Selama bulan purnama bersinar terang di atas Lima Danau, tidak perlu khawatir di mana harus melemparkan kail emasmu. |- | ~{休别有鱼处,莫恋浅滩头。~} || Jangan mencari ikan di tempat lain; jangan berlama-lama di pantai dangkal. |- | ~{去时终须去,再三留不住。~} || Ketika saatnya untuk pergi, ia harus pergi; kau tidak bisa menahannya tidak peduli berapa kali kau mencoba. |- | ~{忍一句,息一怒,饶一着,退一步。~} || Tahanlah sebuah kata, redamlah amarah, maafkan kesalahan, mundurlah selangkah. |- | ~{三十不豪,四十不富,五十将来寻死路。~} || Jika kau tidak berani di usia tiga puluh, tidak kaya di usia empat puluh, kau akan mencari kematianmu sendiri di usia lima puluh. |- | ~{生不论魂,死不认尸。~} || Orang yang hidup tidak peduli dengan jiwa, orang mati tidak mengenali mayat. |- | ~{父母恩深终有别,夫妻义重也分离。~} || Bahkan kebaikan terdalam dari orang tua pada akhirnya akan berakhir; bahkan ikatan terkuat antara suami dan istri akan berpisah. |- | ~{人生似鸟同林宿,大限来时各自飞。~} || Hidup itu seperti burung yang bertengger di hutan yang sama; ketika kematian datang, masing-masing terbang pergi. |- | ~{人善被人欺,马善被人骑。~} || Orang yang baik sering ditindas, kuda yang baik sering ditunggangi. |- | ~{人无横财不富,马无野草不肥。~} || Seseorang tidak bisa menjadi kaya tanpa kekayaan yang tak terduga, kuda tidak bisa menjadi gemuk tanpa rumput liar. |- | ~{人恶人怕天不怕,人善人欺天不欺。~} || Orang jahat ditakuti oleh manusia tetapi tidak oleh Surga; orang baik ditindas oleh manusia tetapi tidak oleh Surga. |- | ~{善恶到头终有报,只争来早与来迟。~} || Kebaikan dan kejahatan pada akhirnya akan diberi balasan; itu hanya masalah cepat atau lambat. |- | ~{黄河尚有澄清日,岂可人无得运时。~} || Bahkan Sungai Kuning memiliki hari-hari yang jernih; bagaimana mungkin seseorang tidak pernah memiliki masa keberuntungannya? |- | ~{得宠思辱,安居虑危。~} || Mereka yang diistimewakan hendaknya memikirkan aib; mereka yang hidup dalam damai hendaknya waspada terhadap bahaya. |- | ~{念念有如临敌日,心心常似过桥时。~} || Selalu bersikaplah seolah-olah menghadapi musuh; selalu bersikaplah seolah-olah menyeberangi jembatan. |- | ~{英雄行险道,富贵似花枝。~} || Para pahlawan menempuh jalan yang berbahaya; kekayaan dan kehormatan bagaikan ranting yang berbunga. |- | ~{人情莫道春光好,只怕秋来有冷时。~} || Jangan katakan bahwa musim semi adalah waktu terbaik; takutlah hanya pada dinginnya musim gugur. |- | ~{送君千里,终须一别。~} || Setelah berpamitan sejauh seribu mil, kita akhirnya harus berpisah. |- | ~{但将冷眼看螃蟹,看你横行到几时。~} || Perhatikan kepiting dengan mata dingin; lihat berapa lama ia bisa berjalan dengan angkuh. |- | ~{见事莫说,问事不知。~} || Jangan bicarakan apa yang kau lihat; jangan tahu apa yang tidak kau ketahui ketika ditanya. |- | ~{闲事休管,无事早归。~} || Urus urusanmu sendiri; pulanglah lebih awal jika kau tidak ada pekerjaan. |- | ~{假缎染就真红色,也被旁人说是非。~} || Meskipun satin palsu diwarnai merah asli, orang lain tetap akan membicarakannya. |- | ~{善事可作,恶事莫为。~} || Lakukan perbuatan baik, tetapi jangan lakukan perbuatan jahat. |- | ~{许人一物,千金不移。~} || Janji yang dibuat kepada seseorang bernilai seribu keping emas. |- | ~{龙生龙子,虎生豹儿。~} || Yang serupa akan menghasilkan yang serupa. |- | ~{龙游浅水遭虾戏,虎落平阳被犬欺。~} || Seekor naga di perairan dangkal diejek oleh udang, seekor harimau yang jatuh ke dataran diintimidasi oleh anjing. |- | ~{一举首登龙虎榜,十年身到风凰池。~} || Satu lompatan ke puncak Daftar Naga dan Harimau, sepuluh tahun untuk mencapai Kolam Phoenix. |- | ~{十年窗下无人问,一举成名天下知。~} || Sepuluh tahun belajar dalam ketidakjelasan, satu keberhasilan membawa ketenaran di seluruh negeri. |- | ~{酒债寻常行处有,人生七十古来稀。~} || Utang anggur adalah hal biasa di mana pun Anda pergi, tujuh puluh tahun adalah usia yang langka. |- | ~{养儿待老,积谷防饥。~} || Besarkan anak-anak untuk masa tua, simpan biji-bijian untuk kelaparan. |- | ~{鸡豚狗彘之畜,无失其时。~} || Beternak ayam, babi, anjing, dan babi hutan pada waktu yang tepat. |- | ~{数家之口,可以无饥矣。~} || Beberapa keluarga dapat diberi makan tanpa kelaparan. |- | ~{常将有日思无日,莫把无时当有时。~} || Selalu ingat hari-hari tanpa apa pun ketika Anda memilikinya, jangan pernah menganggap remeh waktu tanpa apa pun. |- | ~{时来风送腾王阁,运去雷轰荐福碑。~} || Ketika keberuntungan datang, angin membawa Anda ke Paviliun Pangeran Teng; ketika keberuntungan pergi, guntur menyambar Prasasti Jianfu. |- | ~{入门休问荣枯事,观看容颜便得知。~} || Jangan bertanya tentang kemakmuran atau kemunduran saat memasuki rumah; cukup lihat wajah mereka untuk mengetahuinya. |- | ~{官清书吏瘦,神灵庙祝肥。~} || Pejabat yang jujur ​​bertubuh kurus, pendeta kuil bertubuh gemuk. |- | ~{息却雷霆之怒,罢却虎狼之威。~} || Tenangkan amarah guntur, singkirkan keganasan harimau dan serigala. |- | ~{饶人算人之本,输人算人之机。~} || Pengampunan adalah esensi manusia, kekalahan adalah kesempatan untuk bermanuver. |- | ~{好言难得,恶语易施。~} || Kata-kata baik sulit didapatkan, kata-kata buruk mudah diucapkan. |- | ~{一言既出,驷马难追。~} || Kata yang terucap seperti kuda yang dilepaskan, tidak dapat ditarik kembali. |- | ~{道吾好者是吾贼,道吾恶者是吾师。~} || Mereka yang memuji saya adalah musuh saya, mereka yang mengkritik saya adalah guru saya. |- | ~{路逢侠客须呈剑,不是才人莫献诗。~} || Ketika Anda bertemu seorang ksatria gagah berani di jalan, persembahkan pedang Anda; jika Anda bukan orang yang berbakat, jangan tawarkan puisi Anda. |- | ~{三人同行,必有我师,择其善者而从之,其不善者而改之。~} || Ketika tiga orang berjalan bersama, pasti ada satu yang dapat mengajari saya. Saya akan memilih poin-poin baik mereka dan mengikutinya, dan memperbaiki poin-poin buruk mereka. |- | ~{少壮不努力,老大徒悲伤。~} || Jika kamu tidak bekerja keras saat muda, kamu hanya akan menyesal saat tua nanti. |- | ~{人有善愿,天必佑之。~} || Jika seseorang memiliki niat baik, Surga pasti akan memberkatinya. |- | ~{莫饮卯时酒,昏昏醉到酉。~} || Jangan minum anggur saat fajar, atau kamu akan mabuk sampai senja. |- | ~{莫骂酉时妻,一夜受孤凄。~} || Jangan memarahi istrimu saat senja, atau kamu akan menderita kesepian di malam hari. |- | ~{种麻得麻,种豆得豆。~} || Kamu menuai apa yang kamu tabur. |- | ~{天眼恢恢,疏而不漏。~} || Mata Surga sangat luas, tetapi tidak ada yang luput darinya. |- | ~{见官莫向前,做客莫在后。~} || Saat bertemu pejabat, jangan melangkah maju; saat berkunjung, jangan berlama-lama di belakang. |- | ~{宁添一斗,莫添一口。~} || Lebih baik memberi sedikit daripada banyak. |- | ~{螳螂捕蝉,岂知黄雀在后。~} || Belalang sembah mengintai jangkrik, tanpa menyadari burung oriole di belakangnya. |- | ~{不求金玉重重贵,但愿儿孙个个贤。~} || Aku tidak mencari emas dan giok yang berlimpah, tetapi hanya agar anak-anak dan cucu-cucuku menjadi orang yang berbudi luhur. |- | ~{一日夫妻,百世姻缘。~} || Sehari sebagai suami istri, seratus kehidupan pernikahan. |- | ~{百世修来同船渡,千世修来共枕眠。~} || Seratus kehidupan kultivasi untuk berbagi perjalanan perahu, seribu kehidupan kultivasi untuk berbagi bantal. |- | ~{杀人一万,自损三千。~} || Membunuh sepuluh ribu, Anda kehilangan tiga ribu sendiri. |- | ~{伤人一语,利如刀割。~} || Kata-kata yang menyakitkan setajam pisau. |- | ~{枯木逢春犹再发,人无两度再少年。~} || Bahkan pohon yang layu dapat bertunas kembali di musim semi, tetapi seseorang tidak dapat muda dua kali. |- | ~{未晚先投宿,鸡鸣早看天。~} || Carilah penginapan sebelum malam tiba, dan pandanglah langit saat ayam berkokok. |- | ~{将相胸前堪走马,公候肚里好撑船。~} || Dada seorang jenderal dapat menampung seekor kuda, perut seorang adipati dapat menampung sebuah perahu. |- | ~{富人思来年,穷人思眼前。~} || Orang kaya memikirkan tahun depan, orang miskin memikirkan masa kini. |- | ~{世上若要人情好,赊去物件莫取钱。~} || Jika Anda menginginkan hubungan baik di dunia ini, belilah barang secara kredit dan jangan meminta uang kembali. |- | ~{死生有命,富贵在天。~} || Hidup dan mati telah ditakdirkan, kekayaan dan kehormatan ditentukan oleh takdir. |- | ~{击石原有火,不击乃无烟。~} || Memukul batu menghasilkan api, tetapi tanpa memukulnya, tidak ada asap. |- | ~{为学始知道,不学亦徒然。~} || Belajar adalah awal dari pengetahuan; tanpa belajar, semuanya sia-sia. |- | ~{莫笑他人老,终须还到老。~} || Jangan menertawakan orang lain karena menjadi tua, karena setiap orang pada akhirnya akan menjadi tua. |- | ~{但能依本分,终须无烦恼。~} || Jika Anda menjalankan kewajiban Anda, pada akhirnya Anda tidak akan memiliki kekhawatiran. |- | ~{君子爱财,取之有道。~} || Seorang pria sejati mencintai kekayaan, tetapi memperolehnya dengan cara yang benar. |- | ~{贞妇爱色,纳之以礼。~} || Seorang wanita yang berbudi luhur mencintai kecantikan, tetapi menerimanya dengan sopan santun. |- | ~{善有善报,恶有恶报。~} || Perbuatan baik akan diberi pahala, dan perbuatan jahat akan dihukum. |- | ~{不是不报,日子不到。~} || Bukan berarti pembalasan tidak akan datang, hanya saja waktunya belum tiba. |- | ~{人而无信,不知其可也。~} || Seseorang tanpa integritas tidak berharga. |- | ~{一人道好,千人传实。~} || Jika satu orang mengatakan sesuatu itu baik, seribu orang akan menyebarkan kabar tersebut. |- | ~{凡事要好,须问三老。~} || Untuk melakukan sesuatu dengan baik, konsultasikan dengan para tetua. |- | ~{若争小可,便失大道。~} || Jika Anda berdebat tentang hal-hal sepele, Anda akan kehilangan jalan yang agung. |- | ~{年年防饥,夜夜防盗。~} || Bersiaplah menghadapi kelaparan setiap tahun, dan waspadalah terhadap pencurian setiap malam. |- | ~{学者如禾如稻,不学者如蒿如草。~} || Para cendekiawan bagaikan butir beras dan gandum; mereka yang tidak belajar bagaikan gulma dan apsintus. |- | ~{遇饮酒时须饮酒,得高歌处且高歌。~} || Jika ada waktu untuk minum, minumlah; jika ada waktu untuk bernyanyi, bernyanyilah. |- | ~{因风吹火,用力不多。~} || Meniup api dengan angin tidak membutuhkan banyak usaha. |- | ~{不因渔父引,怎得见波涛。~} || Tanpa bimbingan nelayan, bagaimana seseorang dapat melihat ombak? |- | ~{无求到处人情好,不饮从他酒价高。~} || Tanpa mencari, seseorang menemukan kebaikan di mana-mana; tanpa minum, seseorang tidak peduli apakah anggur itu mahal. |- | ~{知事少时烦恼少,识人多处是非多。~} || Mengetahui sedikit membawa sedikit masalah; mengenal banyak orang membawa banyak masalah. |- | ~{入山不怕伤人虎,只怕人情两面刀。~} || Memasuki pegunungan, seseorang tidak takut pada harimau pemakan manusia, tetapi pada pisau bermata dua dari hubungan antar manusia. |- | ~{强中更有强中手,恶人须用恶人磨。~} || Selalu ada seseorang yang lebih kuat; orang jahat harus ditempa oleh orang jahat lainnya. |- | ~{会使不在家豪富,风流不用着衣多。~} || Kekayaan tidak datang dari rumah; keanggunan tidak membutuhkan banyak pakaian. |- | ~{光阴似箭,日月如梭。~} || Waktu terbang seperti anak panah, hari dan bulan berlalu seperti pesawat ulang-alik. |- | ~{天时不如地利,地利不如人和。~} || Waktu surgawi tidak sepenting keuntungan geografis, dan keuntungan geografis tidak sepenting harmoni manusia. |- | ~{黄金未为贵,安乐值钱多。~} || Emas bukanlah yang paling berharga; kedamaian dan kebahagiaan jauh lebih berharga. |- | ~{世上万般皆下品,思量唯有读书高。~} || Dari semua hal di dunia, hanya belajar yang mulia. |- | ~{世间好语书说尽,天下名山僧占多。~} || Kata-kata terbaik di dunia semuanya ada di dalam buku; sebagian besar gunung terkenal ditempati oleh para biarawan. |- | ~{为善最乐,为恶难逃。~} || Berbuat baik adalah kegembiraan terbesar; berbuat jahat tidak dapat dihindari. |- | ~{羊有跪乳之恩,鸦有反哺之义。~} || Anak domba berlutut untuk menyusu, gagak memberi makan induknya. |- | ~{你急他未急,人闲心不闲。~} || Kau cemas, tetapi dia tidak; meskipun orang-orang merasa tenang, pikiran mereka tidak. |- | ~{隐恶扬善,执其两端。~} || Sembunyikan kejahatan dan promosikan kebaikan, raih kedua ujungnya. |- | ~{妻贤夫祸少,子孝父心宽。~} || Istri yang berbudi luhur membawa lebih sedikit masalah bagi suaminya; anak yang berbakti membawa kedamaian bagi hati ayahnya. |- | ~{既坠釜甑,反顾无益。~} || Setelah panci terbalik, menoleh ke belakang tidak ada gunanya. |- | ~{翻覆之水,收之实难。~} || Air yang tumpah sulit untuk dipulihkan. |- | ~{人生知足何时足,人老偷闲且是闲。~} || Kapan hidup akan benar-benar puas? Di usia tua, mencuri waktu luang tetaplah waktu luang. |- | ~{但有绿杨堪系马,处处有路透长安。~} || Selama masih ada pohon willow hijau untuk menambatkan kuda, ada jalan menuju Chang'an di mana-mana. |- | ~{见者易,学者难。~} || Melihat itu mudah, belajar itu sulit. |- | ~{莫将容易得,便作等闲看。~} || Jangan menganggap remeh apa yang mudah Anda peroleh. |- | ~{用心计较般般错,退步思量事事难。~} || Perhitungan yang cermat menyebabkan kesalahan; mundur selangkah dan merenung membuat segalanya menjadi sulit. |- | ~{道路各别,养家一般。~} || Jalan yang berbeda mengarah ke keluarga yang berbeda, tetapi cara untuk menghidupi mereka tetap sama. |- | ~{从俭入奢易,从奢入俭难。~} || Mudah untuk beralih dari hemat ke boros, tetapi sulit untuk beralih dari boros ke hemat. |- | ~{知音说与知音听,不是知音莫与弹。~} || Bicaralah kepada mereka yang mengerti, jangan bermain-main dengan mereka yang tidak mengerti. |- | ~{点石化为金,人心犹未足。~} || Mengubah batu menjadi emas, hati manusia tetap tidak puas. |- | ~{信了肚,卖了屋。~} || Percaya pada perutmu, menjual rumahmu. |- | ~{他人观花,不涉你目。~} || Orang lain mengagumi bunga, tetapi itu tidak menyangkutmu. |- | ~{他人碌碌,不涉你足。~} || Orang lain sibuk, tetapi itu tidak menyangkutmu. |- | ~{谁人不爱子孙贤,谁人不爱千钟粟。~} || Siapa yang tidak mencintai anak dan cucu yang berbudi luhur? Siapa yang tidak mencintai hasil panen yang melimpah? |- | ~{莫把真心空计较,五行不是这题目。~} || Jangan sia-siakan ketulusanmu pada perhitungan kosong; Lima Elemen tidak relevan dengan topik ini. |- | ~{与人不和,劝人养鹅。~} || Jika kamu berselisih dengan seseorang, sarankan mereka untuk memelihara angsa. |- | ~{与人不睦,劝人架屋。~} || Jika kamu berselisih dengan seseorang, sarankan mereka untuk membangun rumah. |- | ~{但行好事,莫问前程。~} || Lakukan saja perbuatan baik, jangan khawatirkan masa depan. |- | ~{河狭水急,人急计生。~} || Ketika sungai sempit dan airnya deras, orang-orang yang putus asa akan mencari solusi. |- | ~{明知山有虎,莫向虎山行。~} || Mengetahui ada harimau di pegunungan, jangan masuk ke sarang harimau. |- | ~{路不行不到,事不为不成。~} || Jika kamu tidak menempuh jalan, kamu tidak akan sampai; jika kamu tidak melakukan sesuatu, kamu tidak akan berhasil. |- | ~{人不劝不善,钟不打不呜。~} || Jika kamu tidak menasihati orang, mereka tidak akan baik; jika kamu tidak membunyikan lonceng, lonceng itu tidak akan berbunyi. |- | ~{无钱方断酒,临老始看经。~} || Hanya ketika kamu tidak punya uang barulah kamu bisa berhenti minum; hanya ketika kamu tua barulah kamu mulai membaca kitab suci. |- | ~{点塔七层,不如暗处一灯。~} || Pagoda tujuh lantai tidak sebaik lampu tunggal di kegelapan. |- | ~{万事劝人休瞒昧,举头三尺有神明。~} || Dalam segala hal, nasihatilah orang agar tidak menipu; ada dewa tiga kaki di atas kepalamu. |- | ~{但存方寸土,留与子孙耕。~} || Tinggalkan sebidang kecil tanah untuk keturunanmu untuk diolah. |- | ~{灭却心头火,剔起佛前灯。~} || Padamkan api di hatimu, dan nyalakan lampu di hadapan Buddha. |- | ~{惺惺常不足,懵懵作公卿。~} || Orang bijak seringkali tidak cukup, orang bodoh menjadi pejabat tinggi. |- | ~{众星朗朗,不如孤月独明。~} || Banyak bintang terang tidak sebaik bulan yang bersinar sendirian. |- | ~{兄弟相害,不如自生。~} || Lebih baik saudara hidup sendiri daripada saling menyakiti. |- | ~{合理可作,小利莫争。~} || Lakukan apa yang wajar, jangan berjuang untuk keuntungan kecil. |- | ~{牡丹花好空入目,枣花虽小结实成。~} || Bunga peony indah tetapi hanya untuk mata, bunga jujube, meskipun kecil, berbuah. |- | ~{欺老莫欺小,欺人心不明。~} || Jangan menindas orang tua, jangan menindas orang muda, karena mereka tidak memahami hati manusia. |- | ~{随分耕锄收地利,他时饱满谢苍天。~} || Berkebun dan mencangkul sesuai dengan bagianmu, dan ketika kamu kenyang, bersyukurlah kepada Surga. |- | ~{得忍且忍,得耐且耐。~} || Bertahanlah atas apa yang harus kamu tanggung, bersabarlah atas apa yang harus kamu sabari. |- | ~{不忍不耐,小事成大。~} || Tanpa ketekunan dan kesabaran, hal-hal kecil menjadi besar. |- | ~{相论逞英雄,家计渐渐退。~} || Membicarakan pahlawan, kekayaan keluarga perlahan-lahan menurun. |- | ~{贤妇令夫贵,恶妇令夫败。~} || Istri yang berbudi luhur membawa kehormatan bagi suaminya, istri yang jahat membawa kehancuran baginya. |- | ~{一人有庆,兆民咸赖。~} || Ketika satu orang diberkati, semua orang mendapat manfaat. |- | ~{人老心未老,人穷志莫穷。~} || Tua dalam umur, tetapi tidak dalam semangat; miskin dalam keadaan, tetapi tidak dalam ambisi. |- | ~{人无千日好,花无百日红。~} || Tidak ada yang beruntung selamanya, tidak ada bunga yang mekar selamanya. |- | ~{杀人可恕,情理难容。~} || Pembunuhan mungkin dimaafkan, tetapi akal sehat dan moralitas tidak dapat ditoleransi. |- | ~{乍富不知新受用,乍贫难改旧家风。~} || Orang kaya baru tidak tahu kegembiraan hidup baru, orang miskin baru sulit mengubah kebiasaan lama mereka. |- | ~{座上客常满,樽中酒不空。~} || Aula perjamuan selalu penuh dengan tamu, dan gelas anggur tidak pernah kosong. |- | ~{屋漏更遭连年雨,行船又遇打头风。~} || Tamu selalu memenuhi tempat duduk, dan gelas anggur tidak pernah kosong. |- | ~{笋因落箨方成竹,鱼为奔波始化龙。~} || Atap yang bocor diterjang hujan terus-menerus, dan perahu diterjang angin kencang. |- | ~{记得少年骑竹马,看看又是白头翁。~} || Rebung hanya menjadi bambu setelah melepaskan selubungnya, dan ikan hanya berubah menjadi naga setelah berjuang. |- | ~{礼义生于富足,盗贼出于贫穷。~} || Aku ingat menunggang kuda bambu saat kecil, dan sekarang aku seorang lelaki tua berambut putih. |- | ~{天上众星皆拱北,世间无水不朝东。~} || Kesopanan dan kebenaran muncul dari kelimpahan, sementara pencuri muncul dari kemiskinan. |- | ~{君子安平,达人知命。~} || Semua bintang di langit berputar mengelilingi Bintang Utara, dan semua air di dunia mengalir ke timur. |- | ~{忠言逆耳利于行,良药苦口利于病。~} || Orang yang berbudi luhur menemukan kedamaian, dan orang bijak memahami takdir mereka. |- | ~{顺天者存,逆天者亡。~} || Nasihat yang jujur, meskipun tidak menyenangkan di telinga, bermanfaat; obat yang baik, meskipun pahit, baik untuk penyakit. |- | ~{人为财死,鸟为食亡。~} || Mereka yang mengikuti Surga hidup, dan mereka yang menentang Surga binasa. |- | ~{夫妻相合好,琴瑟与笙簧。~} || Manusia mati karena kekayaan, dan burung mati karena makanan. |- | ~{有儿贫不久,无子富不长。~} || Suami dan istri hidup harmonis, seperti suara kecapi dan sheng yang harmonis. |- | ~{善必寿老,恶必早亡。~} || Kemiskinan dengan anak tidak bertahan lama, dan kekayaan tanpa anak pun tidak bertahan lama. |- | ~{爽口食多偏作药,快心事过恐生殃。~} || Orang baik hidup panjang umur, dan orang jahat mati muda. |- | ~{富贵定要安本分,贫穷不必枉思量。~} || Makanan lezat seringkali berubah menjadi obat; kesenangan yang berlebihan dapat membawa bencana. |- | ~{画水无风空作浪,绣花虽好不闻香。~} || Ketika kaya dan mulia, puaslah dengan nasibmu; ketika miskin, jangan buang waktumu untuk berpikir. |- | ~{贪他一斗米,失却半年粮。~} || Menggambar ombak di air yang tenang tidak ada gunanya; sulaman yang indah tidak memiliki aroma. |- | ~{争他一脚豚,反失一肘羊。~} || Ketamakan akan sekantong beras dapat menyebabkan kehilangan makanan setengah tahun. |- | ~{龙归晚洞云犹湿,麝过春山草木香。~} || Berebut kaki babi dapat mengakibatkan kehilangan siku domba. |- | ~{平生只会量人短,何不回头把自量。~} || Naga kembali ke guanya larut malam, awan masih lembap; rusa kesturi melewati pegunungan musim semi, rumput dan pepohonan harum. |- | ~{见善如不及,见恶如探汤。~} || Sepanjang hidupmu, kau hanya mengukur kekurangan orang lain; Mengapa tidak berbalik dan mengukur dirimu sendiri? |- | ~{人贫志短,马瘦毛长。~} || Lihatlah kebaikan seolah-olah kau tak dapat meraihnya, lihatlah kejahatan seolah-olah kau menyentuh air mendidih. |- | ~{自家心里急,他人未知忙。~} || Kemiskinan membuat seseorang rabun; kuda kurus memiliki bulu panjang. |- | ~{贫无达士将金赠,病有高人说药方。~} || Kau cemas di dalam, tetapi orang lain tidak tahu betapa sibuknya dirimu. |- | ~{触来莫与说,事过心清凉。~} || Orang miskin tidak memiliki orang bijak untuk memberi mereka emas; orang sakit memiliki seorang ahli untuk meresepkan obat. |- | ~{秋至满山多秀色,春来无处不花香。~} || Jangan membicarakan apa yang telah menyentuhmu; biarkan masalah itu berlalu dan hatimu tenang. |- | ~{凡人不可貌相,海水不可斗量。~} || Musim gugur membawa warna-warna indah ke pegunungan; musim semi membawa keharuman ke setiap tempat. = |- | ~{清清之水,为土所防。~} || Penampilan bisa menipu, dan laut tidak bisa diukur dengan satu gantang. |- | ~{济济之士,为酒所伤。~} || Air jernih terhalang oleh tanah. |- | ~{蒿草之下,或有兰香。~} || Banyak orang berbakat dirugikan oleh anggur. |- | ~{茅茨之屋,或有侯王。~} || Di bawah rerumputan, mungkin ada aroma anggrek. |- | ~{无限朱门生饿殍,几多白屋出卿。~} || Di gubuk beratap jerami, mungkin ada raja dan bangsawan. |- | ~{醉后乾坤大,壶中日月长。~} || Banyak keluarga kaya menghasilkan mayat kelaparan, sementara banyak rakyat jelata naik ke posisi tinggi. |- | ~{万事皆已定,浮生空白茫。~} || Saat mabuk, dunia tampak luas, dan hari serta bulan terasa panjang dalam sebuah kendi anggur. |- | ~{千里送毫毛,礼轻仁义重。~} || Segala sesuatu telah ditetapkan, dan hidup hanyalah kekosongan yang hampa dan tanpa makna. |- | ~{一人传虚,百人传实。~} || Hadiah sehelai rambut yang dikirim dari jarak seribu mil adalah hadiah kecil tetapi memiliki makna yang besar. |- | ~{世事明如镜,前程暗似漆。~} || Satu orang menyebarkan desas-desus, dan seratus orang menyebarkan kebenaran. |- | ~{光阴黄金难买,一世如驹过隙。~} || Urusan duniawi sejelas cermin, tetapi masa depan segelap pernis. |- | ~{良田万倾,日食一升。~} || Waktu tidak berharga dibeli dengan emas, dan hidup secepat kuda yang berlari kencang melewati celah di dinding. |- | ~{大厦千间,夜眠八尺。~} || Sepuluh ribu hektar tanah subur, namun seseorang hanya makan satu pint beras sehari. |- | ~{千经万典,孝义为先。~} || Seribu rumah besar, namun seseorang hanya tidur delapan kaki di malam hari. |- | ~{一字入公门,九牛拖不出。~} || Dari semua kitab suci dan klasik, bakti kepada orang tua dan kebenaran adalah yang utama. Sekali sebuah kata masuk ke gerbang umum, sembilan lembu tidak dapat menariknya keluar. |- | ~{衙门八字开,有理无钱莫进来。~} || Gerbang yamen terbuka lebar, tetapi mereka yang berakal tetapi tidak punya uang tidak boleh masuk. |- | ~{富从升合起,贫因不算来。~} || Kekayaan berasal dari akumulasi, kemiskinan dari keraguan. |- | ~{家中无才子,官从何处来。~} || Tanpa putra-putra berbakat dalam keluarga, dari mana para pejabat akan datang? |- | ~{万事不由人计较,一生都是命安排。~} || Tidak ada yang dapat dihitung manusia; hidup diatur oleh takdir. |- | ~{急行慢行,前程只有多少路。~} || Terburu-buru atau lambat, jalan di depan hanya ada beberapa. |- | ~{人间私语,天闻若雷。~} || Bisikan di antara manusia didengar oleh Surga seperti guntur. |- | ~{暗室亏心,神目如电。~} || Hati nurani yang bersalah di ruangan gelap dilihat oleh para dewa seperti kilat. |- | ~{一毫之恶,劝人莫作。~} || Bahkan kejahatan terkecil pun harus dihindari. |- | ~{一毫之善,与人方便。~} || Bahkan kebaikan terkecil pun membawa kemudahan bagi orang lain. |- | ~{欺人是祸,饶人是福。~} || Menipu orang lain membawa kemalangan, memaafkan orang lain membawa keberuntungan. |- | ~{天眼恢恢,报应甚速。~} || Mata surga sangat luas, pembalasan datang dengan cepat. |- | ~{圣贤言语,神钦鬼伏。~} || Kata-kata orang bijak dihormati oleh para dewa dan arwah. |- | ~{人各有心,心各有见。~} || Setiap orang memiliki hati dan perspektifnya sendiri. |- | ~{口说不如身逢,耳闻不如目见。~} || Kata-kata tidak sebaik pengalaman, dan pendengaran tidak sebaik penglihatan. |- | ~{养军千日,用在一朝。~} || Membangun pasukan selama seribu hari, menggunakannya dalam satu pagi. |- | ~{国清才子贵,家富小儿骄。~} || Ketika negara damai, orang-orang berbakat dihargai; ketika keluarga kaya, anak-anak menjadi sombong. |- | ~{利刀割体痕易合,恶语伤人恨不消。~} || Pisau tajam mengiris tubuh, lukanya mudah sembuh; kata-kata kasar melukai hati, kebencian tetap ada. |- | ~{公道世间唯白发,贵人头上不曾饶。~} || Keadilan di dunia hanya ditemukan pada rambut putih; keadilan tidak pernah mengampuni kepala orang-orang mulia. |- | ~{有钱堪出众,无衣懒出门。~} || Dengan uang, seseorang dapat menonjol; tanpa pakaian, seseorang terlalu malas untuk keluar. |- | ~{为官须作相,及第必争先。~} || Untuk menjadi pejabat, seseorang harus menjadi perdana menteri; untuk lulus ujian kekaisaran, seseorang harus berusaha menjadi yang pertama. |- | ~{苗从地发,树向枝分。~} || Bibit tumbuh dari tanah; pohon bercabang. |- | ~{父子和而家不退,兄弟和而家不分。~} || Ketika ayah dan anak harmonis, keluarga tidak akan merosot; ketika saudara harmonis, keluarga tidak akan terpecah. |- | ~{官有正条,民有和约。~} || Pejabat memiliki hukum; rakyat memiliki kesepakatan. |- | ~{闲时不烧香,急时抱佛脚。~} || Di masa luang, seseorang tidak membakar dupa; di masa krisis, seseorang berpegang teguh pada kaki Buddha. |- | ~{幸生太平无事日,恐逢年老不多时。~} || Beruntung dilahirkan di masa damai, seseorang takut bahwa usia tua tidak akan berlangsung lama. |- | ~{国乱思良将,家贫思贤妻。~} || Ketika negara dalam kekacauan, seseorang memikirkan jenderal yang baik; ketika keluarga miskin, seseorang memikirkan istri yang berbudi luhur. |- | ~{池塘积水须防旱,田地勤耕足养家。~} || Ketika kolam penuh air, seseorang harus waspada terhadap kekeringan; ketika ladang diolah dengan tekun, seseorang dapat menghidupi keluarga. |- | ~{根深不怕风摇动,树正无愁月影斜。~} || Akar yang dalam tidak takut angin, pohon yang tegak tidak takut cahaya bulan yang miring. |- | ~{奉劝君子,各宜守己。~} || Saya menasihati para pria, masing-masing harus menjaga jalannya sendiri. |- | ~{只此程式,万无一失。~} || Dengan rumus ini, tidak ada kemungkinan kegagalan. |} a9x2rezw6w0h93a8xbcx3ruyoinssi2 Halaman:Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 VOC.pdf/52 104 116323 321534 320447 2026-10-15T15:05:07Z ~2026-54476-42 27835 321534 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="1" user="~2026-54476-42" /></noinclude>me segi- delapan dan di- dalamnja terbatja dalam huruf Arab dari ates kebawah: Allah Tamdjid Sultan.) Gurnadur Djenderal Gustap Wilem Baron pan Imbof dan segala Rad pan India telah memandang dan melihat serta membatja waad perdjandjian perniagaan sahabat bersahabat jang-kerib daripada kedua pihak jaitu Sultan Tamdjidullah dan Pangeran Ratu Anom bersama? dengan orang besar? dinegeri Bandjarmasin maka jaiti Kompeni éelah ‘menjuruh membaharui pula seperti mana operkupttan Stepan Markus pan der Hiden serta dua kupman jaitu Djan pan Suchtelgn dan Danil pan der Boruh ialah jang telah disuruh membawa titah perintah pada waad perdjandjian jg mutlak damai maka adalah kami dengan surat ini akan mengkabulkan dan mengastadjabatkan bunji surat waad per- djandjian itu pada hal berkekalan dengan tiada berkeputusan daripada pihak Kompeni mengikut dan memeliharaken tambahen pula barang -siapa?nja jeng ada tinge! dibawah chadamat Kompeni ftupun mengikut dan menurut serta mengusahakan dan memeliharakan perihal ichwal jang demikion itu maka,petdjandjian itu akan sekarang ini adalah se- sungguhnja kami mentakadkan dan meneguhkan serta meredakan akan perihal ichwal itu sebab itulah maka kami sekalian masing-masing me- narub tanda tapak tangan dalam warkah ini serta dimeteraikan dengan ‘jap Kompeni atasnja jaite tanda berteguh?an djua adanja Terbuat dan tersurat dalam bilik musawarah kami dalam kota intan Batawiah pada anambelas hari bulan Djuni tahun seribu tudjuh ratus empat puluh tudjuh. Tiap lak Kompeni (tak terbatja) Ter ordonnantie van haac Ed’ den Gouverneur Generaal en de 3<noinclude></noinclude> 28ehtt4lluv5gs8dsbtp5fjc720mhnu Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/25 104 116547 321651 320975 2026-10-16T08:14:52Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321651 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>gelap-petang lantaran tidak dipesang api. Tanpa mengasi bangun pada Yan Tjoe Hoel, ia turun dari pembaringannja. Ia berindap-indap ke depan djendela. Malam itu malaman tanggal muda dalam bulan kedelapan, Pee-gwee, Soen Eng dapat mengintai keluar. Ia sendiri teraling gorden, Sunji-senjap diluar kamar, Tjuma bintang² jang bertjahaja lemah, Ia mendjadi heran, hingga la menduga mungkin telinganja salah dengar, Tengah ia ragu² itu, mendadak ia mendengar sambaran angin disebelah belakangnja, Lantas sadja ia berpaling, hingga ia tampak Yan Tjoe Hoel berlompat kearahnja. Ketika ia hendale membuka mulutnja, nona itu menggojangi tangan, melarang ia bitjara. Djusteru itu, diluar djendela terdengar satu suara pelahan. Teranglah ada orang jang telah tiba disitu. Tidak ajal lagi, Soen Eng menjiapkan panah rahasianja jang ia genggam didalam kepalannja. Tapi ia ditolak pelahan² oleh Kawannjo, jang melarang ja berlaku sembrono. Kembali terdengar suara, sekarang pada djendelanja. itulah rupanja, suara orang jang mentjoba membongkcar daun djendela itu. Dua² nona itu sudah mundur dari depan djendela, Soen Eng hendak madju pula, guna memapaki menjerang. Sekali lagi ia ditjegah Yan Tjoe Hoel, jang dengan sikutnja jang Kiri membentur iga kanannja. Terpaksa ia merahan sabar, ia tjuma memandang tajam Kearah djendela. Hampir sama pada waktu itu danri belakang hotel terdengar suara kuda berlari, Soen Eng terkedjut, hendak ia membuka mulutnja, Ia menduga bahwa kudanja dilarikan orang. Tapi Yan Tjoe Hoel mendahului padanja. Si Walet Terbang berlompat madju kedepan djendela, tangannja, menjambar gorden, jang ia tarik hingga robek dan putus, hingga sinar rembulan lantas menembus masuk kedalam kemar, Habis itu dengan lompat mentjelat, ia keluar dari djendela itu. Menjusul lompatannja terdengar suara njaring mengenai tihang djendela, itulah sendjata rahasia jang dilepaskan orang diluar kamar tadi, jang menjerang membarengi keluarnja sinona tetapi bokongan itu gagal mengenai sasarannja, 270<noinclude></noinclude> b3pn8yt5prvs4fzz4fdi433dbxj0umr Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/26 104 116548 321652 320982 2026-10-16T08:15:11Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321652 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Dari dalam kamar, jang gelap, dengan tegas Soen Eng bisa memandang keluar. Ia dapatkan Yan Tjoe Hoei, setelah kakinja mengindjak tanah, sudah terus menjatuhkan diri, berguling di tanah hingga empat atau lima kali, untuk mendjauhkan dirinja, sesudah mana dia berlompat bangun seperti ikan gabus meletik, akan terus menjelat tinggi dengan gerakannya. „Burung hoo menjerbu langit”. Maka teranglah, dia telah terus berlompat naik ke atas genting Segera Soen Eng memikir untuk turut lompat keluar. Baharu ia mau mendjedjak lantai untuk mentjelat, atau ia ingat suatu apa, maka tangannya terus menjambar kepembaringannja di mana ia menarik pedangnya. Ia baharu saja menghunus pedang atau „Ser!” sebatang kongpiauw menjambar ke arahnya. Ia lantas mendak, mengasi lewat sendjata rahasia itu diatas kepalanya. Menjusul itu, ia taruh pedangnya didepan lehernya, untuk membela diri, sedang matanya dipasang tjeli. ,,Hai, dua makhluk wanita juga galak sekali!” begitu ia dengar suara mengedjek dari luar kamar. „Dapatkah kamu mengedjar dan merusak usaha tuan besar kamu? Hm! Kamu masih terlalu hidjau! Djikalau kamu tidak kapok, baiklah disebelah depan nanti kita berdjumpa pula!”. Nona Tjio gusar sekali yang orang telah menantang padanya. Ia lantas lompat ke djendela, akan menaruh kaki dipinggirannya, setelah mana dengan kaki kanannya, ia mendupak daun djendela hingga terpentang, lalu terus ia lompat keluar. Setelah menaruh kaki di tanah, untuk membela dirinja, ia tidak bergulingan seperti Yan Tjoe Hoei tadi, ia hanja memutar diri gesit sekali dengan pedang ditaruh di depannja. Dengan begitu, sembari membela diri dan memutar diri dan mutar, ia pun bisa melihat kesekitarnja. Tidak ada serangan pula untuknja, sebaliknja ia tampak sebuah tubuh manusia bagaikan bajangan lenjap di tempat gelap. Ia tidak mengejar, hanja ia berlompat naik ke atas genting; dari tempat tinggi, ia dapat memandang ke semua penjuru. Tidak ada orang di atas genting, tidak juga di bawah disekitar situ. Hanya dari arah djauh ia dengar bentakan Yan Tjoe Hoei, tetapi tjuma sekedjab sadja, lantas suara itu lenyap Hanja sebentar sadja Soen Eng berdiri di atas genting, lantas ia lari ke belakang, untuk turun diistal untuk memeriksa kudanja. {{rh|||271}}<noinclude></noinclude> tpei925hwxus3d6meu4ecghavqtgelj Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/27 104 116549 321653 320985 2026-10-16T08:15:24Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321653 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Tadi ia dengar suara kuda berlari. Untuk lega hatinja, ia dapatkan kedua kudanja ada dikandangnja. Maka itu, ia hendak berlalu dari situ. Mendadak ia melihat satu bajangan berkelebat kearahnja. Segera ia mundur, pedangnja disiapkan. Bajangan itu tidak menjerang hanja bertepuk tangan. Maka tahulah Nona Tjio, itulah Yan Tjoe Hoei, jang telah kembali. ,,Bagaimana, entjie ?” ia tanja. ,,Sjukur kuda kita selamat !” Yan Tjoe Hoei mengangguk, lantas ia masuk keistal, untuk mengusap-usap kedua kuda, setelah itu bersama kawannja, ia kem- bali ke kamarnja. ,,Bagaimana hasilnja entjie mengedjar pendjahat ?” Soen Eng tanja. ,,Segala manusia hina-dina !” mendjawab si Walet Terbang dengan mendongkol. ,,Tentu mereka melihat kita datang terlalu tjepat, mereka djadi berkuatir, lantas mereka menjateroni kita untuk menghalang-halangi. Mungkin sekali mereka berniat mentjuri kuda kita, tetapi kita kaburu bertindak, terpaksa mereka mengangkat kaki sadja. Orang jang kau kedjar itu, ilmunja ringan tubuh tidak dapat ditjela, sampai empat-lima lie aku susul dia, tidak dapat aku menjandak. Sjukur kuda kita tidak kena tertjuri, maka besok barangkali kita dapat menjusul perahu mereka itu. Sekarang sudah tidaksiang lagi, mari kita tidur pula !” Besok paginja, Soen Eng mendusin dan lantas dandan. Ia mem- buka pintu akan pergi keluar, akan melihat djendelanja. Disana ia dapatkan tiga bidji piauw nantjap dibalok djendela. Piauw itu pandjang tiga kaki, nantjapnja dua kaki, dari situ bisa diketahui liehaynja sipenjerang gelap itu. Kebetulan itu waktu belum ada orang lainnja, ia lantas tjabut ketiga batang piauw untuk dibawa masuk dan diperlihatkan kepada kawannja. Yan Tjoe Hoei tengah mentjutji muka, ia lihat piauw sebentar dan dengan membilang apa², ia lantas mengembalikan pada ka- wannja. Untuk dapat berangkat pagi² seperti kemarin malam telah di- tentukan, kedua nona ini segera membajar uang hotel, mereka lantas pergi kekuda mereka. Pada waktu begitu, kabut masih tebal, pada djarak lima-enam tombak, orang tidak bisa melihat satu pada jang lain. Dalam keadaan seperti itu, keduanja menuntun kuda mereka, sampai didjalan besar baru mereka menaikinja, untuk dilari- 272<noinclude></noinclude> 68ege72pvc375a9fply93wgg3iugvgg Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/28 104 116550 321654 320992 2026-10-16T08:15:48Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321654 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>kan. Baharu lari empat tombak, mendadak kudanja si Walet Tertekuk kaki depannja, hingga sinona sendiri terkusruk kedepan. Baiknja ia liehay, keburu ia melepaskan kakinja dari sanggurdi, terus lompat, untuk berdiri diatas tanah. Untuk berlompat, ia sekalian menekan kepala kudanja. Waktu ia menoleh, ia lihat kudanja tetap berlutut sambil meringkik dan hidungnja menghembus-hembuskan napasnja. Kelihatan binatang itu mentjoba untuk bangun berdiri, tetapi selalu gagal. Nona ini heran bukan main. Ia tahu kudanja itu kuat. Djusteru itu Soen Eng tiba, dia memanggil : ,,Entjie !” Dia rupanja mau menanja entjie itu terluka atau tidak, atau mendadak kudanja sendiri djuga menekuk kedua kaki depannja, hingg tubuhnja terlempar. Sjukur untuknja, Yan Tjoe Hoei keburu lompat menanggapinja, maka hanja pedangnja sadja jang lompat keluar dari sarungnja. Yan Tjoe Hoei menghampirkan kudanja dan kuda Soen Eng. Ia periksa kedua binatang itu. Ia sudah lantas bertjuriga. Untuk keheranannja, ia tidak melihat luka apa² pada badan binatang itu. Soen Eng pegang les kudanja, ia menarik, maksudnja akan membangunkan kuda itu, akan tetapi kuda itu baharu mengangkat kaki depannja, atau ia kembali ngusruk, kaki depannja tertekuk pula. Yan Tjoe Hoei terus mengawasi kuda itu, ketjurigaannja sama besarnja dengan keheranannja. Soen Eng sendiri pun memeriksa ku danja itu. ,,Entjie !” serunja, ,,disini lukanja !” Dia pun menundjuk. Yan Tjoe Hoei lantas mendekati, ia membungkuk. Sasaran jang ditundjuk Soen Eng adalah sebuah tapak kaki kuda, pada bagian belakang tapak itu ada tanda merah dari darah. Ia lantas periksa kaki kuda itu, begitupun kaki kudanja sendiri, semuanja kaki depannja. Keempat kaki itu mendapat luka tusukan barang tadjam. Hanja tertjengang sebentar, lantas Yan Tjoe Hoei membanting kaki. ,,Adik Soen, tidak usah disangsi lagi, kita telah diketahui mu suh !” katanja sengit. ,,Kita tengah dikuntit ! Tadi malam kita kenaterpantjing tipu mereka jang membikin harimau meninggalkan gunungnja, dengan begitu kawan mereka djadi dapat kesempatan untuk melukai kuda kita ini, supaja perdjalanan kita terhambat se- {{rh|||273}}<noinclude></noinclude> safyjscockks7u3pehz6kc0s9f141ji Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/29 104 116553 321655 320994 2026-10-16T08:16:00Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321655 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>hingga tidak dapat kita menjusul mereka itu ? Dimana disini kita bisa mentjari kuda penggantinja kedua kuda kita ini ?” Soen Eng pun bingung. Terpaksa ia menuntun kedua kuda pelahan-pelahan kembali kehotel, untuk dititipkan pada pengurus hotel. Ia meninggalkan satu tail uang perak untuk ongkosnja binatang itu. Ia berdjandji lain hari akan datang mengambilnja. Peristiwa ini menguatkan sangkaan kedua nona bahwa perahunja In Soeya benar berada disebelah depan mereka, maka mereka djadi ingin lekas² menjusul. Tapi bagaimana ? Mereka tidak punja kuda! Pada waktu siang seperti itu, tidak dapat mereka berlari-lari tjepat, apapula mereka adalah nona². Oleh karena tidak ada lain djalan, mereka djalan sadja tjepat², dan ditempat dimana tidak adaorang baharulah mereka lari. Kapan sang sore tiba, baharu merekalari keras sekali, menudju ke Yang-hoo-tin. Kira djam tiga, selagi Yan Tjoe Hoei dan Tjio Soen Eng berlari-lari, mereka lihat disebelah depan mereka ada satu orang lari mendatangi, melihat tjara larinja itu, dia mesti orang Rimba Persilatan jang liehay. ,,Mari kita menjingkir”, mengadjak Yan Tjoe Hoei. ,,Djangan takut, entjie”, Soen Eng bilang. ,,Biarlah kita djalan masing2. Mustahil dia nanti menghalangi kita ?” Baharu sadja sinona menutup mulutnja, atau orang didepan itu sudah datang dekat benar mukanja terlihat njata tetapi potongan tubuhnja sudah berpeta tegas. Dia bertubuh tinggi dan besar, dan kedua pundaknja menggendol dua potong barang mengkilap seperti tombak. ,,Djieko ! Djieko !” Nona Tjio lantas berseru memanggil-manggil orang itu. ,,Kenapa kau ada disini ? Mana Toako ? Mana adik Hoa ? Apakah kamu telah bentrok ? Apakah perahu itu telah dapat ditahan ? Bagaimana dengan uang emas itu ?” Njerotjos pertanjaannja nona ini, sehingga ia tidak lantas memperoleh djawaban. Yan Tjoe Hoei pun sudah lantas mengenali orang itu, jalah Houyan Pioe, orang kedua dari Tong San Siang-Koay. Djuga Houyan Pioe sudah lantas ketahui jang dia berhadapan dengan siapa, maka ia menghentikan larinja dan berdiam ditepi djalan untuk memasang omong. 274<noinclude></noinclude> qttmm9jlfmqxzdrf6v98gadsx6l4wa9 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/30 104 116555 321656 320997 2026-10-16T08:16:13Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321656 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Menurut Houyan Pioe, memang ia serta tiga kawannja sudah bentrok dengan pengiring2 perahu harta besar itu. Bentrokan terdjadi tadi lohor ditepi kali Oen Hoo kira2 duapuluh lie diutara Yang hoo-tin, pada saat mereka berempat membuat penjelidikan. Pihak lawan berdjumlah kira2 tigapuluh orang, jang memegat dan menjerang tanpa banjak omong lagi. Tjio Hoa, demikian penuturan lebih djauh dari Houyan Pioe, diserang oleh seorang wanita tua umur enampuluh lebih, rambutnja sudah putih semua. Njonja itu bersendjatakan sepotong tongkat Lie kong-koay dan agaknja dialah jang terpandai. Dalam beberapa djurus sadja, njonja itu sudah berhasil menjampok terlepas pedangnja Tjio Hoa, akan kemudian orangnja sendiri dibekuk dengan tali bandringan. Pheng Koen bertempur dengan seorang lain, satu kali ia dapat robohkan lawannja, tetapi lawan itu bangun pula, untuk membikin perlawanan lebih djauh. Dia ternjata adalah Seng Tiat Hoet siorang polisi kenamaan. Selandjutnja sulit untuk Pheng Koen merobohkan pula lawan itu jang tjerdik. Houyan Pa menghadapi seorang pemuda, jang kelihatannja tidak berarti, tetapi segera dia itu dibantu dua orang lain; karena itu ia djadi kena dikepung bertiga. Sinjonja tua tidak membantu kawan²nja, ia mengangkat kaki dengan memondong Tjio Hoa. Melihat itu, Houyan Pa mendjadi gusar, maka ia tusuk roboh musuhnja jang satu dengan pedangnja, untuk kemudian mengamuk dengan tjetjer-terbangnja, karena ketika ia hendak mengedjar njonja itu, ia dirintangi oleh beberapa orang lain. Lima dari mereka itu telah dibikin roboh. Sinjonja, waktu melihat seorang kosen, telah lemparkan Tjio Hoa ketanah; ia madju memegat Houyan Pa. Lima kali djago Tong San ini menggunakan tjetjernja, lima-lima kalinja sinjonja dapat menangkis. Houyan Pa tjemas kalau ia melihat tjetjernja tinggal hanja dua sadja, terpaksa ia menjerang pula, kali ini dengan tipu-timpukannja jang istimewa, jang ia belum pernah pakai terhadap lain musuh. Itu jang dinamakan timpukan „Matahari dan rembulan bersaling mementjarkan tjahajanja”. Bagaikan kilat jang berkelebatan sisa kedua tjetjer itu menjambar keatas dan kebawah kepada sinjonja tua. {{rh|||275}}<noinclude></noinclude> 072q68gljjs9zt0wdxrwe85pzllolz2 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/31 104 116556 321657 320999 2026-10-16T08:16:26Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321657 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Biar bagaimanapun keliehayannja, njonja itu toh kalah hati. Inilah disebabkan karena dua djari tangannja terbabat kutung tjetjernja Houyan Pa. Ia berkaok-kaok, lantas ia mengadjak kawan kawannja pergi lari. Meski begitu, ia berhasil membawa Tjio Hoa pergi bersama. Houyan Pa mengedjar musuh²nja sampai Pheng Koen menasihatinja untuk bersabar , karena pertjuma sadja orang dikedjar. Mereka itu sudah lari djauh dan mungkin ada lagi kawan-kawannja. Pheng Koen menjarankan untuk lekas mengirim kabar ke Sia Yang Ouw. Houyan Pioe memungut semua tjetjer kakaknja, lalu tanpa berajal lagi ia berangkat keselatan. Disebuah dusun ia singgah untuk bersantap. Tengah berdahar, ia dihampiri beberapa orang oppas desa jang datang bersama sedjumlah anggauta badan keamanan desa, jang memeriksanja; karena ia membawa sendjata, ia disangka adalah seorang pendjahat; ia lantas digiring kebalai desa. Itu waktu masih siang, Houyan Pioe tidak mau bersikap keras. Karena itu, mereka mendjadi mengadu mulut sadja. Seorang jang mendjadi kepalanja kelihatannja tidak dapat mengambil keputusan; meskipun mendengar suara mereka, rupanja dia mendapat perintah langsung dari pemerintahnja. Karena itu terpak sa Houyan Pioe terus ditahan dibalai desa itu. Ia bersabar sampai malam, ia berontak merusak borgolan, terus lari melompat tembok. Saking kesusunja ia sampai ketinggalan duabelas buah tjetjer kakaknja, ia hanja ingat menjembat tombaknja sendiri, sepasang tombak pendek. Adalah tengah ia berlari demikian, waktu ia bertemu Yan Tjoe Hoei dan Soen Eng. Soen Eng kaget dan bergelisah mengetahui adiknja djatuh di. tangan musuh hingga ia ingin segera pergi ke Soe-yang-koan, tempat terdekat dengan Yang-hoo-tin, untuk membikin penjelidikan, guna menolong adiknja itu. Dilain pihak iapun bersangsi, sehingga ia memikir untuk pulang dulu ke Tjietjioe guna memberi kabar kepada ajahnja, supaja ia dapat bantuan saudara²nja seperguruan, untuk membongkar pendjara apabila perlu. ,,Kau sabar”, Yan Tjoe Hoei membudjuk. Kemudian ia utarakan pikirannja, jang dapat disetudjui Nona Tjio. Sesudah itu mereka lantas bertindak. 276<noinclude></noinclude> 5jmybbn3s4oqh1pyi08wlucog3vuoxa Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/32 104 116557 321658 321002 2026-10-16T08:16:43Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321658 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Houyan Pioe berangkat ketepi utara telaga Ang Tek Ouw; disana dia mesti minta bantuan sahabat² dari beberapa rombongan ditelaga itu, guna mentjari tahu disekitar Yang-hoo-tin Tjio Hoa itu dibawa kemana dan disembunjikan dimana agar dapat menolong dia. Yan Tjoe Hoei sendiri bersama Soen Eng madju terus disepandjang Oen Hoo untuk menguntit, sekalian membuat penjelidikan. Yan Tjoe Hoei pertjaja orang tidak terpisah djauh dari mereka. Mungkin, karena telah berhasil menawan Tjio Hoa, pihak sana djadi alpa dan kurang keras pendjagaannja, sehingga mereka dapat turun tangan dengan terlebih gampang. Untuk tugasnja ini, Yan Tjoe Hoei berdua Soen Eng mesti melakukan perdjalanan tjepat. Tetap mereka berdjalan kaki, tetapi pada waktu malam mereka bisa berlari-lari keras. Maka belum lagi terang tanah mereka sudah tiba disebuah dusun ketjil disebelah barat kali di Yang-hoo-tin. Supaja tidak terlihat atau ditjurigai musuh, mereka tidak pergi mentjari pondokan hanja memernahkan diri ditempat jang sunji. Disini mereka dahar rangsum kering, sambil berdamai mengenai tindakan mereka lebih djauh. Soen Eng lebih suka mengambil djalan air. Ia pertjaja, In Soeya berada didepan, paling djauh ialah satu-dua rintasan lagi. Kalauambil djalan darat, katanja, kemungkinan mereka nanti kena melewati musuh. Yan Tjoe Hoei setudju pikiran ini. Ditempat sekitar situ ia akan dapat mohon bantuan mereka itu. Ia anggap tidak sulit akan mengenali perahunja In Soeya. Perahu itu tidak besar, muatannja berat, pinggiran perahu mesti kelam dalam dari permukaan air. Habis bersantap, kedua nona ini lantas bekerdja. Mereka pergi kepelabuhan. Mereka memakai alasan hendak menjewa perahu. Di pelabuhan jang pertama, jang ketjil sekali, mereka tidak peroleh endusan. Disitupun tidak ada orang jang dikenal. Mereka pergi kepelabuhan jang kedua. Inilah pelabuhan dari Sioe-tjian. Disini terdapat tidak sedikit kendaraan air, keadaan pun ramai. Lebih dulu mereka menjelidiki dikedua tepi timur dan barat; disitu mereka tidak lihat perahu jang mentjurigai. Mereka lalu menudju langsung kepelabuhan utama. Disini kadang² mereka menggunakan bahasa rahasia kaum Kang-ouw pada waktu berbitjara dengan tukang² perahu. Kembali mereka gagal. Sampai datang sang sore, terpaksa mereka madju didjalan besar ditepi kali itu. {{rh|||277}}<noinclude></noinclude> hnm8f968p7ush96600huzqxj6ly7x46 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/33 104 116558 321659 321004 2026-10-16T08:17:03Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321659 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Berdjalan kira2 setengah djam, sedang mendekati tempat jang ramai, Yan Tjoe Hoei dapat dengar derap kuda berlari kearahnja. Ia segera berpaling. Ia melihat seorang penunggang kuda. Ia awasi orang itu, jang setelah datang dekat, dan sesudahnja lantas lompat turun dari kudanja seraja memanggil pelahan : ,,Tjongtotjoe......” Dia berdiri dengan sikap menghormat. Yan Tjoe Hoei lantas mengenali penunggang kuda itu sebagai salah satu tauwbaknja, jang pernah turut dalam penjerahan piauwnja Tjeng Loen di Hay-an pada bulan jang baru lalu. Ia djadi girang sekali, apapula waktu setelah menanja sitauwbak, ia diberikan keterangan bahwa kemarin, sedang masih di Sioe-tjian, tauwbak itu melihat sebuah perahu besar jang dia anggap mentjurigai; sesudahnja dia djuga telah melihat In Soeya jang dia kenali. Karena dia bersendirian sadja, dia tidak berani bertindak sembarangan. Katanja tadi lohor ditengah djalan disebelah timur sungai, dia telah bertemu dengan Lioe Hong Hoa, maka kepada Hong Hoa dia telah menuturkan tentang perahu jang mentjurigai itu. Atas pemberitahuan itu, Hong Hoa sudah lantas bekerdja; ia melarikan kudanja kearah utara sedangkan dia sendiri dipesan menanti disini, menantikan Tjong Hong dan Tjouw Po, jang katanja bakal datang belakangan, supaja dua orang itu, jang djalan darat, mengambil djalan air, guna menjusul dengan perahu. Setjara begitu, perahu itu djadi dikedjar dari darat dan air. Kalau disusul dari darat sadja, dikuatirkan pihak sana mengubah haluan. Pada achirnja tauwbak itu memberitahukan bahwa tadi pagi dia telah bertemu dengan seorang mata-matanja Kim-gan-tiauw Lie Peng si Radjawali Bermata Emas dari telaga Lok Ma Ouw, maka kedatangannja Tjong Hong dan Tjouw Po, mereka dapat sama-sama menumpang perahunja mata-mata itu. ,,Kalau begitu, mari kau adjak kami keperahu itu !” kata Soen Eng. ,,Sekarang ini kita mesti bertindak tjepat, lebih tjepat, lebih baik ! Perlu apa kita mesti menunggu Siauw-song-boen jang menjebalkan ?” Yan Tjoe Hoei anggap pikirannja Nona Tjio benar, maka iapun minta tauwbak itu mengantar mereka keperahu jang disebutkan itu, kedalam perahu mana mereka terus naik. Tauwbak ini ditinggal, disuruh tetap menantikan Tjong Hong dan Tjouw Po; dia tjuma dipesan untuk nanti mengambil djalan dibarat kali. 278<noinclude></noinclude> aqp3vy4gkra4hcesuq19u46uurywvky Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/34 104 116572 321705 321039 2026-10-16T09:01:39Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321705 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Ketua dari rombongan di Lok Ma Ouw, Kim-gan-tiauw Lie Peng, mendjadi seorang kosen bahagian air, dan semua orangnja pandai berenang dan mengemudikan perahu. Demikian tukang perahu ini, dia dapat membuat perahunja ladju pesat. Memang perahunja sendiri ketjil dan enteng. Dalam satu djam dia dapat melalui beberapa lie. Setelah lewat satu malam maka pada hari esoknja pagi², Yan Tjoe Hoei telah tiba ditelaga Hong Toen Ouw jang lebar dan luas, tetapi disana tjuma tertampak perahu² majang atau beberapa jang muat barang, perahu besar dari In Soeya tidak terlihat. Mereka mendjadi heran, hingga mereka menduga mungkin tadi malam mereka berdjalan terlalu tjepat hingga perahu emas kena dilewati. Ketika dugaan ini diutarakan kepada situkang perahu, dia mendjawab tidak mungkin; katanja, dia bisa melihat setiap perahu apapula perahu jang besar itu. Kedua nona pertjaja keterangan itu; hati mereka mendjadi lega pula. Perahu digajuh terus, hingga lewat lagi empat atau lima lie Sedang perahu berdjalan dengan tenang, tiba² dari samping muntjul tiga buah perahu enteng, jang ladjunja sangat pesat, jang agaknja hendak memotong atau menabrak. ,,Tjelaka !” berseru situkang perahu, jang segera menggunakan kata² rahasia untuk memberi peringatan kepada kedua nona penumpangnja. Yan Tjoe Hoei mengawasi tiga buah perahu itu; perahu² itu tjepat, milik markas pentjegah penjelundup. Ia memberi isjarat kepada Soen Eng, lantas keduanja siap-sedia, masing² menempati kepala dan buntut perahu. Dari tiga buah perahu itu, jang satu sudah lantas datang dekat. Didalam perahu ada seorang jang tubuhnja besar, jang tangannja menjekal kauwliam-tjhio, jaitu tumbak jang udjungnja bengkok merupakan gaetan. ,,Perahu didepan itu perahu apa ?” orang itu menegur sambil menuding. ,,Kenapa kau masih tidak mau berhenti ? Lekas, tuan besar kamu hendak memeriksa !” Yan Tjoe Hoei mengangkat tinggi pedangnja. ,,Seorang terang tidak mau melakukan perbuatan gelap !” ia menjahut dengan lebih dahulu tertawa dingin, ,,Akulah Yan Tjoe {{rh|||279}} Warisan Seorang Pengeran — 3.<noinclude></noinclude> ab7ct4s7tigaguqza95syzxz297mijk Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/35 104 116573 321706 321043 2026-10-16T09:02:00Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321706 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Hoei dari Sia Yang Ouw ! Kau heran, sahabat ! Melihat sikapmu, kau seperti orang dari satu kalangan, tetapi kau menaiki perahu pembesar negeri ! Maka baiklah kau turut nasihatku, jaitu djangan kau mentjampuri urusan ini !” Mendengar itu, orang itu melenggak, lalu tertawa ber-gelak². ,,Enak sekali kau bitjara !” katanja. ,,Apakah kau hendak mengandalkan dua-tiga patah kata²mu untuk menolak mundur pada tuan besarmu ? Tidak, tidak demikian gampang ! Sudahlah ! Namamu kesohor, aku djusteru ingin beladjar kenal denganmu ! Nah, kau sambut tombakku !” Itu waktu dua perahu jang lainnja sudah sampai dan keduanja lantas mengambil tempatnja masing². Orang jang sikapnja galak itu sudah mewudjudkan tantangan- nja, ia lantas menikam. Yan Tjoe Hoei mengetahui bahwa orang tjuma menggertak padanja, dengan sebat ia menggeser kekiri, berbareng dengan mana, pedangnja, pedang Geng-pek-kiam, dari tangan kiri dipindahkan ke. tangan kanan, untuk segera dipakai membabat tombak itu. Ia telah menduga tepat, lawannja itu sudah lantas menarik pulang tombaknja, atas mana ia membarengi membabat balik, terus membatjok keiga kanan. Orang itu tidak menjangka sinona demikian tangkas, sedang maksudnja menggertak adalah untuk membarengi menjerang dengan sungguh². Sekarang ia djadi kena didahulukan, ia mendjadi kaget sekali. Ketika ia menangkis, ia menangkis setjara sangat kesusu. Dua sendjata itu sudah beradu dengan kesudahannja sipemegang tombak mendjadi sangat kaget. Kembali diluar dugaannja, udjung tombaknja jang bergaetan itu kena ditabas putus pedang tadjam sinona, hingga dia mendjadi kelabakan. ,,Awas ! Lihat golok !” berseru kawannja sipemegang tombak itu, apabila dia saksikan sang kawan tidak berdaja, sehingga dia kuatir sinona menjusul dengan batjokan lain. Diapun berlompat, untuk menolong. Yan Tjoe Hoei telah melihat kesempatan jang baik itu, ia tidak sudi memberi kesempatan lewat dengan begitu sadja. Ia tundjukkan kesebatan jang luar biasa. Belum sempat kawan orang itu datang, 280<noinclude></noinclude> rd0wlhtlr3kx66unmdv1ti9ymv59k8m Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/36 104 116574 321707 321046 2026-10-16T09:02:28Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321707 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>belum lagi musuhnja sempat perbaiki diri, pedangnja sudah menjambar pula. Kali ini ia kena membabat robek badju orang itu. Sidjumawa itu berkelit se-bisa²nja, dia bermandikan keringat saking kaget dan takutnja. Tapi dia penasaran, dengan gagang tombak buntung, dia menimpuk selaku pembalasan. Yan Tjoe Hoei menangkis. Ia bukan menangkis sadja, sambil menangkis, tangan kirinja bekerdja, melajangkan sebuah kim-tjhie-piauw, jang tepat mengenai djalan darah hoantiauw dari musuh, maka musuh itu tidak ampun lagi mendjerit kesakitan dan tubuhnja ketjemplung kesungai ! Kawan jang menggunakan golok itu mendjadi sangat gusar, dengan sengit ia menjerang Yan Tjoe Hoei. Ia bersilat dengan ilmu golok Ngo-Houw Toan-boen-too. Agaknja kalau boleh ingin dia menelan sinona ...... Yan Tjoe Hoei melihat musuh berdjumlah besar, ia lantas merubah siasat. Ia tidak mau keras lawan keras. Dengan menangkis serangan, ia membela diri dengan sabar dan tenang sekali. Soen Eng beda dari kawannja itu, ia tidak tjukup sabar; ia gemas akan kegalakan musuh, ia tidak menanti sampai mereka itu datang dekat, ia menjambut mereka dengan panah-tangannja. Dengan lantas ia dapat merobohkan tiga musuh. Seorang musuh, jang mengenakan pakaian renang dari kulit, jang tangannja mentjekal tempuling, gusar menampak lawan menggunakan panah. Ia berani sekali, dengan membawa tempulingnja itu, ia lompat madju untuk mendekati nona Tjio, untuk menjerang dengan hebat. Karena ia merangsak, tidak dapat Soen Eng menggunakan panahnja lagi, terpaksa ia menjambut dengan pedangnja. Yan Tjoe Hoei sementara itu telah dikepung dua orang musuh. Mereka itu litjik, tidak mau mereka membuat sendjata mereka beradu. Mereka tahu pedang sinona tadjam luar biasa, maka mereka mengepung sadja. Si Walet Terbang memikir untuk menggunakan kim-tjhie-piauw, untuk melukai musuh²nja, tetapi belum sampai ia mewudjudkan itu, musuh jang litjik itu sudah menggunakan siasat mereka seperti pada waktu mereka mengepung Touw Kong. Mereka sudah menitahkan orang²nja, ialah tukang² renang jang disebut ,,siluman air”, selulup didalam air, menghampirkan perahu sinona, untuk membikin botjor dasar perahu. Ketika tukang perahu dari Lok Ma Ouw {{rh|||281}}<noinclude></noinclude> j7h3qzf3wpkwe8p4olofz626869pg5o Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/37 104 116575 321708 321049 2026-10-16T09:03:25Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321708 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>ketahui itu, perahunja sudah botjor dan air telah mulai masuk, hingga pada lain saat, perahu itu mulai kelam. Sebenarnja tidak terlalu merdeka Yan Tjoe Hoei berkelahi diatas perahu, ia tidak dapat lompat sana dan lompat sini, karenanja, ia tidak dapat mendesak musuh. Kelemahan ini membuat musuh dapat kesempatan mempergunakan siluman² airnja. Hebat adalah Tjio Soen Eng, jang tidak bisa berenang. Ia mendjadi bingung, sehingga hampir sadja ia kena ditempuling musuh. Karena ia berkelit, tubuhnja kehilangan keseimbangannja; setelah miring, ia tertjebur keair. ,,Kawan Tio, lekas !” Yan Tjoe Hoei teriaki tukang perahunja. Ia kaget melihat Soen Eng ketjemplung, ia tidak sempat menolongnja. ,,Lekas tolong dulu saudaraku itu !” Kali ini si Walet Terbang tidak bersangsi sesaat djuga. Mulanja ia menangkis serangan, lalu membarengi itu, ia berlompat keperahu musuh. Tidak dapat ia berdiam terus diperahunja, jang tinggal tenggelam sadja. Sambil berlompat, ia merabah dengan beberapa bidji kim-tjhie-piauw. Serangan ini ialah jang dinamakan ,,Hudjan bunga diselebar langit”. Musuh semua terkedjut, mereka berkelit mundur, dengan begitu, Yan Tjoe Hoei dapat menaruh kaki. Iapun tidak sudi berdiam disebuah perahu sadja. Ia berkelahi dengan setiap waktu berlompatan dari satu perahu kelain perahu diantara tiga buah perahu musuh, jang dirapatkan satu dengan lain. Dengan ini tjara mengatjau musuh agar tidak ada jang sempat menjerang kemuka air dengan panah mereka. Disana situkang perahu she Tio telah membawa Soen Eng berenang, untuk menjingkirkan diri. Melihat Yan Tjoe Hoei demikian garang, seorang muda jang bergegaman Djit-Goat Siang-loen, sepasang roda ,,Matahari dan Rembulan”, mendjadi panas hatinja. Ia lompat menghampirkan sinona, terus ia menjerang. Yan Tjoe Hoei menangkis. Ia tidak dapat membabat roda musuh, maka tahulah ia bahwa musuhnja itu mesti liehay. Hal ini membuat ia berketetapan untuk djangan berkelahi lama melajani mereka itu. Ia menginsafi jang kedudukannja berbahaja. Begitulah, satu kali ia merabuh pula dengan sendjata rahasianja ,,uang emas” — kimtjie-piauw, dan pada saat orang pada berkelit, ia membuang 282<noinclude></noinclude> n41yij3dqgtfie7yipb9zg9vltqr27i Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/38 104 116576 321709 321060 2026-10-16T09:04:10Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321709 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>dirinja keair, untuk terus selulup. Ia mengambil tudjuan kearah Soen Eng, guna menjusul kawan itu. Sjukur buat nona ini, tidak ada musuh jang mengubar. Mungkin mereka dapat perintah untuk merintangi sadja, atau boleh djadi mereka tidak ungkulan. Mereka itu lantas berlalu bersama perahu mereka. Yan Tjoe Hoei membantu si Tio menjeret Soen Eng sampai ditepi. Nona itu telah pingsan, karena menenggak air; ia lantas ditolong, ditengkurapkan dan diurut-urut, untuk membikin air dalam perutnja mengalir keluar. Setelah perutnja kempes, baharu ia didajakan sadar kembali. Tempat mereka mendarat terpisah kira² empat lie dari tempat pertempuran. Dengan begitu mereka djadi berada ditempat jang aman. Lantas mereka memandang kesekitar mereka. Tidak lama mereka memandang, lantas mereka mengeluh ! Tempat itu terlalu aman untuk mereka — aman dari antjaman pihak musuh sebaliknja, mereka terantjam bahaja djuga. Mereka mengenali itu adalah sebuah daratan jang berpasir, disitu tidak ada lain orang siapa djuga. Itulah pulau kosong dimana pun tidak ada djalanan manusia. ,,Ah ! ...” demikian keluhnja Yan Tjoe Hoei. ,,Kita kena ditipu oleh itu soeya andjing ! Rupanja mereka sengadja membikin kita terdampar disini, hingga mereka djadi mempunjai tempo untuk kabur !” Mereka pun tidak dapat melihat perahu mereka jang karam ... <center> '''XV''' '''ACHIR-ACHIRNJA''' </center> Rentjananja kedua pembesar dari Souwtjioe dan Hay-an, jang bekerdja sama dengan tjongtok dari Liang Kang di Lamkhia, sempurna sekali. Mereka menginsafi pentingnja itu uang lima-ribu tail.Hebat akibatnja kalau sampai harta itu djatuh ketangannja kaum pergerakan penjinta negara. Maka sebisa-bisa mereka mesti dapatkan harta itu untuk kemudian dilindunginja, supaja dengan selamat dapat dihaturkan kepada pemerintah agung — ialah pemerintah Boan Tjeng. Kalau tadinja mereka sibuk berdaja merampas pulang piauw dari tangan perampas²nja, sekarang mereka memutar otak {{rh|||283}}<noinclude></noinclude> ml9brqfgb22tfbw3oy03pfhq1gytbi3 Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/39 104 116577 321710 321056 2026-10-16T09:04:40Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321710 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>dan repot melindungi pengangkutannja, karena mereka tahu benar musuh akan mentjoba untuk merampas pulang. Karena itulah, telah dipakai orang² kosen mendjadi pengantar atau pelindung ditengah djalan. Mereka itu dipetjah dalam beberapa rombongan serta disepandjang djalan pula diatur tenaga² bersembunji dengan tugasnja melindungi dan merintangi. Memang benar laporan tentang akalmuslihat In Soeya jang meloloskan emas dari rumah penduduk dan kuil dengan memakai perahu pengangkut tanah dan batu bata. Karena mereka pun mempekerdjakan orang² kosen dan tjerdik, maka mereka ketahui baik sepak-terdjang musuh, dari itu, mereka mengatur persiapan perlawanan. Begitulah dimana² telah terdjadi pertempuran untuk merintangi. Lioe Hong Hoa djuga mempergunakan pelbagai siasat, untuk membebaskan diri dari rintangan musuh. Satu kali ia ber-pura² terluka, ia mampir di hotel dimana ia suruh djongos membeli obat.Sengadja ia menjiarkan tjeritera bahwa ia terluka parah. Ini dipakai supaja perhatian orang² pemerintah mendjadi kurang dan pendjagaannja mendjadi kendor. Sementara itu, dengan diam², dengan menunggang kuda putihnja jang djempol, ia kabur menjusul In Soeya, untuk memegat perahu emas. Dalam tempo setengah hari ia dapat melewati Sioe-tjian, terus ke Tjiauw-toen, sampai ditepi sungai jang djauhnja duapuluh lie lebih dari Lan-leng. Disinilah perahu bermuatan emas itu kena ditjandak. Didalam perahu pendjagaan terdiri dari tidak sedikit orang polisi; mereka adalah rombongan Seng Tiat Hoet dan Siauw Loo-djie, jang tidak berada disitu. Mereka ini masih ada disebelah belakang, belum sempat mereka menjusul perahu jang djalan dimuka itu. Semua orang tidak menjangka Lioe Hong Hoa dapat menjusul demikian tjepat, seperti dia terdjatuh dari langit ...... Tjepat dan hebat Hong Hoa turun tangan diatas perahu. Ia robohkan setiap penghalang, ia totok setiap orang jang mengarti silat dan lalu meringkusnja, semua ia masukkan didalam perahu. Ia tahu, bahwa kalau ia kembali, ia akan bersomplokan dengan pihak pengantar, maka itu dibawah antjaman pisau belati, ia paksa tukang² perahu melandjutkan perdjalanan keutara. Ia sudah pikir, setelah berdjalan belasan lie, ia akan memutar kemudi ketimur selatan, untuk dari sungai Kie Hoo menudju ke Lok Ma Ouw. Ia berniat menitipkan emas dirumah Kim-gan-tiauw Lie Peng, begitu- 284<noinclude></noinclude> 1g8m7321w8guyeeri3cuunbw24hch7h Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/40 104 116578 321711 321059 2026-10-16T09:05:00Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321711 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>pun belasan orang tawanannja, diantara siapa In Soeya jang litjin itu, jang sekarang teringkus mati kutunja. Hong Hoa sangat teliti. Ia tahu bahwa ia bersendirian sadja, maka itu semua sendjata jang berada didalam perahu, ia lemparkan kedasar sungai. Enam tukang perahu jang dipaksa itu, dengan segala kesabaran, dengan djelas sekali, diberikan keterangan perihal emas lima-ribu tail itu. Dengan begitu Hong Hoa menundjukkan, bahwa ia bukan sembarang orang. Karenanja, harta itu tidak dapat sampai terdjatuh dalam tangan pemerintah. Tukang² perahu itu dapat diberi mengarti. Memangnja, sedjak di Hay-an, mereka sudah dibikin mendongkol oleh sepakterdjangnja In Soeya serta kawan²nja, jang mempunjai banjak lagu dan galak. Mereka tidak diperlakukan baik. Sekarang mereka lihat Hong Hoa, walaupun dia gagah, dia manis-budi. Merekapun kagum akan kegagahan orang, jang dapat gampang merobohkan belasan musuh. Maka itu, pada achirnja, mereka suka bekerdja dengan baik, suka mereka mengantar emas itu ketempat jang disebutkan Hong Hoa. Sampai disitu, Hong Hoa masih tetap waspada. Berdiam dikepala perahu, ia selalu menjekal tjambuknja dan matanja senantiasa memain kesegala pendjuru. Tidak lama, kemudian perahu baharu djalan kira² tudjuh lie, sedang mendekati mulut sungai Kie Hoo, mendadak Hong Hoa mendengar suara peluit didarat, disusul dengan derapnja seekor kuda bulu dawuk dengan penunggangnja seorang djangkungkurus. Dalam tjuatja remang² itu dia berseru kearah perahu : ,,Hai, tuan² diatas perahu, berhati-hatilah kamu ! Ada seorang pendjahat lagi menguntit kamu, mungkin ......” Suara itu dikenal oleh Hong Hoa, tetapi ia tidak segera dapat mengingatnja. Muka orang itu ditutup dengan topeng hidjau. Sebaliknja orang itu mengenal baik sikuda putih mulus. Itulah menjebabkan suaranja tertahan sendirinja. Hong Hoa mengawasinja, ia mendapatkan orang agaknja bersangsi : turun keperahu atau melandjutkan terus menunggang kuda ? Ketika ia melirik kearah djalan besar dari mana penunggang kuda itu datang, disana ia tidak tampak seorang lain djuga. Djadi orang itu bersendirian sadja. Segera ia ambil keputusan untuk merintanginja. Pada saat ia hendak memesan kepada tukang perahu {{rh|||285}}<noinclude></noinclude> 48snr6fpyefpgsexhxsi6oyanvqly6l Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/27 104 116644 321529 321306 2026-10-15T13:53:51Z Aditya antariksawan 27743 /* Telah diuji baca */ 321529 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aditya antariksawan" /></noinclude>TAMAN ISTERI wanita nippon selama ini kita mengenal kaoem iboe nippon dari djaoeh sadja,jaitoe sebagai orang jang mengoroes keoeangan ditoko-toko doe-doek dibelakang kassa pekerdjaan ini kita pandang sebagai biasa sadja tetapi sekarang setelah kita mengtahoei poetera-poetera nippon sebagai serdadoe jang tahanja gagah berani tegap-tangkas dan radjin akan tetapi hormat dan sopan inginlah poela kita mengenal lebih djaoeh tentang si pendidik mereka jaitoe teroetama iboe mereka kaoem wanita nippon oentok mengenal iboe nippon tiada tjoekoep hanja dimoelai sedjak ia mendjadi iboe roemah tangga sadja, tetapi penghidoepannja ketika ia masih kanak-kanakpoen patoet kita ketahoei dengan seksama Oendang-oendang haroes bersekolah tidak mengetjoealikan anak-anak perempoean. bila anak-anak perempoaen telah beroemoer 6 tatahoen merekapoen pergi kesekolah rendah (Sho-Gakko) bersama-sama dengan saudara-saudaranja jang laki-laki Disekolah rendah jang sifatnja masih bertjampoeraan ini,lain dari ketjerdasan otak,mereka dapat joega didikan budie pekerti sedjak dari roemah oleh iboe kanak-kanak itoe telah ditanamkan dalam djiwa mereka boedi pekerti jang haloes. Hormat dan sajang kepada orang toea radjin serta tjekatan,itoelah sifat-sifat jang dibawa poetera Nippon daru roemahnja disekolah tentang boedi pekerti,goeroehanja memoepoek bibit jang telah toemboeh ini, agar lebih soeboer .Soeboer selama-lamanja. disamping pendidikan boedi pekrti dan pendidikan rochani,djas-manipoen ta'diloepakan pergerakan badan dipentingkan djoega demikian djoega. peladjaran pekerdjaan tangan ta'diabaikan disinilah terpisahnja pengadjaran anak-anak perempoean dan laki-laki mengingat kepada kehendak alam terhadap wanita, anak-anak sedjak disekolah rendah ini telah diadjarkan mendjahit,merenda dsb. sekolah menengah kebanjakan masih tjampoeran djoega sifatnja disini disamping peladjaran-peladjaran jang bersamaan dengan anak laki-laki,hal pekerdjaan perempoean dilandjoetkan dan ditambah Setelah tamat sekolah menengah merèka kebanyakan telah beroemoer 17 tahoen. Zaman kanak-kanak beroebah dengan zaman poeteri re-madja, jang berboedi haloes dan berpengetahoean tjoekoep, tetapi merèka itoe tidak tinggal poeas dengan pengetahoean jang telah diketjap selama ini, tidak. Malah mereka menoentoet peladjaran jang lebih landjoet disekolah tinggi atau Dai Gakko. Tetapι kebanyakan dari mereka itoe, karena hal jang bersangkoet-paoet dengan hal perkawinan, laloe mereka itoe melandjoetkan peladjaran jang choesoes berhoeboengan dengan kewanitaan. Oentoek keperluan ini adalah sematjam sekolah vak. Disinilah mereka sebagai poeteri Nippon memperdalam 'adat-isti'adat Nippon dalam choesoesnja dan sebagai poeteri Timoer dalam 'oemoemnja. 'Adat-isti'adat didjoendjoeng tinggi. Dengan memperdalam pengetahoean jang mereka dapat dari barat, tidaklah mereka loepa bahwa asalnja mereka ialah timoer<noinclude></noinclude> muz5q1nqvfvww497wsfxa3kif6ubffc 321530 321529 2026-10-15T14:14:23Z Aditya antariksawan 27743 /* Telah diuji baca */ 321530 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aditya antariksawan" /></noinclude>TAMAN ISTERI wanita nippon selama ini kita mengenal kaoem iboe nippon dari djaoeh sadja,jaitoe sebagai orang jang mengoroes keoeangan ditoko-toko doe-doek dibelakang kassa pekerdjaan ini kita pandang sebagai biasa sadja tetapi sekarang setelah kita mengtahoei poetera-poetera nippon sebagai serdadoe jang tahanja gagah berani tegap-tangkas dan radjin akan tetapi hormat dan sopan inginlah poela kita mengenal lebih djaoeh tentang si pendidik mereka jaitoe teroetama iboe mereka kaoem wanita nippon oentok mengenal iboe nippon tiada tjoekoep hanja dimoelai sedjak ia mendjadi iboe roemah tangga sadja, tetapi penghidoepannja ketika ia masih kanak-kanakpoen patoet kita ketahoei dengan seksama Oendang-oendang haroes bersekolah tidak mengetjoealikan anak-anak perempoean. bila anak-anak perempoaen telah beroemoer 6 tatahoen merekapoen pergi kesekolah rendah (Sho-Gakko) bersama-sama dengan saudara-saudaranja jang laki-laki Disekolah rendah jang sifatnja masih bertjampoeraan ini,lain dari ketjerdasan otak,mereka dapat joega didikan budie pekerti sedjak dari roemah oleh iboe kanak-kanak itoe telah ditanamkan dalam djiwa mereka boedi pekerti jang haloes. Hormat dan sajang kepada orang toea radjin serta tjekatan,itoelah sifat-sifat jang dibawa poetera Nippon daru roemahnja disekolah tentang boedi pekerti,goeroehanja memoepoek bibit jang telah toemboeh ini, agar lebih soeboer .Soeboer selama-lamanja. disamping pendidikan boedi pekrti dan pendidikan rochani,djas-manipoen ta'diloepakan pergerakan badan dipentingkan djoega demikian djoega. peladjaran pekerdjaan tangan ta'diabaikan disinilah terpisahnja pengadjaran anak-anak perempoean dan laki-laki mengingat kepada kehendak alam terhadap wanita, anak-anak sedjak disekolah rendah ini telah diadjarkan mendjahit,merenda dsb. sekolah menengah kebanjakan masih tjampoeran djoega sifatnja disini disamping peladjaran-peladjaran jang bersamaan dengan anak laki-laki,hal pekerdjaan perempoean dilandjoetkan dan ditambah Setelah tamat sekolah menengah merèka kebanyakan telah beroemoer 17 tahoen. Zaman kanak-kanak beroebah dengan zaman poeteri re-madja, jang berboedi haloes dan berpengetahoean tjoekoep, tetapi merèka itoe tidak tinggal poeas dengan pengetahoean jang telah diketjap selama ini, tidak. Malah mereka menoentoet peladjaran jang lebih landjoet disekolah tinggi atau Dai Gakko. Tetapι kebanyakan dari mereka itoe, karena hal jang bersangkoet-paoet dengan hal perkawinan, laloe mereka itoe melandjoetkan peladjaran jang choesoes berhoeboengan dengan kewanitaan. Oentoek keperluan ini adalah sematjam sekolah vak. Disinilah mereka sebagai poeteri Nippon memperdalam 'adat-isti'adat Nippon dalam choesoesnja dan sebagai poeteri Timoer dalam 'oemoemnja. 'Adat-isti'adat didjoendjoeng tinggi. Dengan memperdalam pengetahoean jang mereka dapat dari barat, tidaklah mereka loepa bahwa asalnja mereka ialah timoer Tentang boekti ini telah tampak pada kita. Pada sekolah vak itoe poeteri Nippon selain diadjar tentang mengoeroes hal-ihwal roemah tangga, mendjaga serta memelihara anak, djoega tentang pergaelan. Tiap-tiap poeteri Nippon itoe insaf, bahwa ia kelak sebagai pengemoedi roemah tangga haroes pandai bergael. Ramah-tamah dalam pergaoelan seisi roemah, dan terhadap tamoe. Sebagai iboe roemah tangga haroes pandai ia menggembirakan seisi roemah, agar dapat keloearganja bersemarak bagi tanah airnja. Itoelah sebabnja dalam 'oemoemnja poeteri Nippon pandai memainkan samisen (sebangsa guitar bertali tiga). Selain dari pada itoe ada lagi kepandaian mereka jang sangat menarik perhatian, ialah hal mengoebah boenga. Ini adalah kepandaian bangsa Nippon, jang beloem ada jang memadainja. Jang sebagai peladjaran itoe ialah hal oepatjara menjediakan air téh. Kepandaian ini ta' boléh diabaikan, dan haroes menoeroet peratoeran jang tentoe dan loehoer. Dan tiap-tiap poeri Nippon jang berpengetahoean, haroes poela faham hal itoe dan dapat mengerdjakannja. Péndék kata poeteri Nippon insaf benar-benar, bahwa ia sebagai anggota masjarakat kelak haroes pandai mengemoedikan roemah tangga, dan memoepoeknja agar soeboer toemboehnja goena Noesa dan Bangsa. Mémang tiada salah djika dikatakan, bahwa sendi negara Nippon ialah keloearga jang koeat dan bersemarak. Selesai peladjaran jang terseboet diatas, bergelarlah poeteri Nippon itoe O Djo San, jang artinja : peti tempat permata. Ta' salah mereka digelari demikian, karena memang mereka itoe laksana permata jang ta' ternilai harganja; pengetahuan jang disimpan dalam peti, dalam djiwa sanoebari mereka. Kini ta' soesahlah djalan jang akan mereka tempoeh selandjoetnja, agar dapat 97<noinclude></noinclude> n2v45bz4om21rbaglnwb0rkwp4yqxtq Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/41 104 116720 321712 321459 2026-10-16T09:05:20Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321712 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>untuk berlompat kedarat, tiba² orang itu perdengarkan pula kata-katanja : „Pek Ma Sie-seng jang baik, kau benar liehay ! Kau njata telah dapat mendahului aku ! Tapi djanganlah kau kegirangan dahulu ! Kali ini kita dapat bertemu, inilah jang dibilang musuh² bersomplokan ditempat sempit ! Hingga masing² tidak berniat saling melepaskan pergi ! Djusteru kita masing² seorang diri, sama² tidak ada pembantunja, djikalau kau benar berani, mari naik kedarat, supaja kita bisa main² ! Djanganlah kita berpisah sebelum terlihat siapa roboh siapa bangun! Umpamakata kau tidak tjelah perahu terlalu sempit, aku pun bersedia turun keperahumu itu !“ Habis berkata, orang itu membawa kedua tangannja kepelana, maka sebentar kemudian ia telah menjekal sepasang sendjatanja ialah tameng Kian-koen Koen-goan-pay. Hong Hoa memasang telinganja, ia mendengar njata suara orang, akan tetapi tetap ia tidak dapat mengenali siapa orang itu, hanja setelah melihat sepasang tameng, lantas ia ingat keterangan Yan Tjoe Hoel, jang menemukan perlawanan dari seorang jang menggunakan sendjata sematjam itu di Hay-an. Sekarang ini tanpa ajal lagi, ia berlompat mentjelat dari perahunja naik kedarat, maka pada lain saat ia sudah berdiri didepan kudanja orang jang temberang itu. Orang itu pun sangat gesit, Segera ia berlompat turun dari kudanja, binatang mana ia tarik mundur beberapa kaki, hingga dihadapan mereka mendjadi terluang satu tempat lebar untuk bertanding. Sekarang, sesudah berada berhadapan, Hong Hoa bisa melihat tegas sinar mata jang tadjam sekali dari orang itu, jang mukanja dialingi topeng hidjau. Orang itu sangat memperhatikan sendjatanja, ialah tjambuk kuda ditangannja. Ia pun balas mengawasi sepasang tameng orang itu. „Sahabat“, kata Hong Hoa kemudian sambil tertawa „sendjatamu ini sungguh bukan sendjata jang umum, maka itu kenapa dalam seluruh hari kau tutupi sadja mukamu dengan tjita hidjau ? Mungkinkah kau tak dapat melihat orang ?“ Orang itu mengedjek dengan suara dihidungnja. Ia tidak merasa terhina, sebaliknja ia berlaku djumawa sekali. „Apakah kau belum pernah dengar peribahasa jang mengatakan bahwa seorang laki² tak memperlihatkan mukanja ?“ katanja di-<noinclude>{{rh|286||}}</noinclude> cfa1vd6dvm4dc5uq3p2v0wenq9u3bif Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/42 104 116774 321714 321526 2026-10-16T09:09:41Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321714 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>{{hwe|ngin|dingin}}. „Lioe Hong Hoa, sudah lama aku mendengar kaulah ahliwaris dari Sian-Thian Tjian Hong Pay, lmu silatmu tinggi, njalimu besar, sekarang terbukti benar, walaupun kau tengah menggendol beberapa perkara djiwa, kau masih berani memperlihatkan dirimu dimuka umum, malah sekarang ini kau sudah memegat dan membegal barang-barang pemerintah ! Dengan begitu, apakah dimatamu masih ada orang lain ? Aku Lauw ... aku tidak pertjaja kau benar mempunjai kepandaian menembuskan langit ! Baiklah ! Tjambukmu katanja mirip berbau kehantuan, maka kau madjulah !“ Hong Hoa menggeleng kepala, ia bersenjum. „Hari ini kau jang mentjari aku, bukannja aku jang mentjari kau“, ia menjahut. „Baik kau djangan sungkan², kau turunilah tanganmu !“ Benar² siorang bertopeng itu tidak berlaku sungkan lagi, ia lantas madju dengan tamengnja. MUlanja ia menolah kedepan, lalu tangan kirinja menggertak, tangan kanannja menjerang dari atas kebawah. Itulah serangan „Menggempur gunung Hoa San“. Hong Hoa berlaku tenang. Ia tunggu sampai tameng sudah sampai baharu ia kelit mukanja, dilain pihak dengan tjambuknja, ia menjabet djalandarah in-tay. „Bagus !“ berseru orang itu, jang terus menurunkan tamengnja untuk menangkis. Tapi begitu lekas kedua sendjata beradu satu denagn lain, ia mendjadi terkedjut. Ia mendapat kenjataan tenaga lawan besar sekali. Sekaranglah ia mengarti, pantas orang belum lama muntjul didunia kang-ouw, tetapi namanja sudah lantas mumbul naik. Memang djarang orang bisa menotok dengan tjambuk jang lemas. Karena ini ia djadi berlaku hati². Segera setelah menangkis, ia menjerang pula menjambar kedua kaki orang. Hong Hoa mengarti, serangan itu berbahaja sekali. Ia menolong diri dengan berlompat berdjingkrak kekanan, menjusul mana, tjambuknja diajun, untuk menjerang djalandarah dipundak kiri lawannja itu. Orang bertopeng ini gesit sekali. Begitu lekas sambarannja gagal, begitu lekas djuga ia mendak seraja kedua tamengnja dibawa naik, untuk dipakai menangkis. Tapi ia bukan tjuma mengelakkan diri. Ia menangkis sambil mendak, tangkisannja dilakukan dengan tameng kiri, tameng kanannja dipakai membarengi menjerang lengan orang. {{nop}}<noinclude>{{rh|||287}}</noinclude> 4iutah4i7sh6krg5zz0sq97sqsm1u3h Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/28 104 116775 321531 2026-10-15T14:35:19Z Aditya antariksawan 27743 /* Telah diuji baca */ 321531 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Aditya antariksawan" /></noinclude>mereka bergelar „Iboe Nippon“. Edgar Lajthar dalam boekenja „Japan Gisteren-Heden-en-Morgen“ berpendapat, bahwa poeteri Nippon itoe adalah isteri jang setia pada soeaminja, dan hamba negara jang pertama. Melihat kesetiaannja, maka sege-ra akan timboel pendapatan, bahwa poeteri Nippon itoe hanja dapat berkata ja sadja, ta' berkemaoean atau bersemangat. Pendapatan ini adalah salah belaka. Boekti bahwa poeteri Nippon itoe ta' alah dengan kaoem perempoean barat dalam se-gala lapang dimasjarakat akan ter-boekti dengan keterangan-keterang-an dibawah ini. Bagi poeteri Nippon jang karena keadaannja ta' dapat kesekolah Tinggi, atau kesekolah jang choesoes oentoek beladjar mendjadi iboe roemah tangga, maka banjaklah, boleh dikatakan beratoes-ratoes sekolah jang dapat membimbing mereka, misalnya sekolah pedagang-an, techniek dan sekolah goeroe. Djoemlah procentnja bertambah-tambah dalam doenia pergoeroean. Banjak djoega jang memasoeki sekolah dokter gigi dan obat-obat. Dengan djalan sekolah ini, maka dapatlah djoega poeteri Nippon mendoedoeki tempat dimasjarakat, jang tjoekoep oentoek kehidoepannja. Diperboeroehan lainpoen banjak bekerdja poeteri Nippon. 60% djoemlah mereka, sedang dari kaoem laki-laki hanja 40%. Walaupoen mendjadi kaoem boeroeh, nasib mereka sangat diperhatikan oléh madjikannja, jang bersikap sebagai bapa terhadap anak-anaknja. Tentang hal djasmani, sangat diperhatikan kesehatan mereka, sedangkan oentoek toemboeh dan kemadjoean rochaninjapoen tjoekoep disediakan bahan-bahannja. selain dari pada mendjadi kaoem boeroeh dikantor ataupoen disesoeatoe peroesahaan banjak djoega jang terdjoen kedalam doenia film Gadis-gadis „Pedoman Kita“ dengan „Bapaknja“ (kanan sekali) digambar didepan gedoengnja pertemoeannja di Kramat. Dalam doenia kesoesasteraan poeteri Nipponpoen mempoenjai bagiannja. Pada masa sekarang disana ada perkoempoelan poedjanggapoedjangga poeteri. Dari dahoeloe hal ini sangat mendjadi sesoeatoe jang penting bagi kaoem poeteri Nippon. Boektinja pada tahoen 708–715 seorang Tenno Poeteri telah menitahkan menjoesoen boekkoe, jang mengandoeng peratoeran-peratoeran agama. Boekoe ini ialah Kodjiki, yang sampai sekarang sangat termasjhoer dan dianggap sebagai boekoe soetji dari seloeroeh bangsa Nippon. Tenno Poeteri jang moelia itu ialah Jang Moelia Gemnijo. Lebih koerang tahoen 1000 seorang dajang-dajang bernama Moerasahi Sjikiboe menoelis boekkoe bernama Gendji Monogatari (boekoe tjeritera) jang sangat indah dan mengandoeng rasa haloes. Pada tahoen itoe djoega selesai poela boekoe jang sangat besar harganja bagi bangsa, karangan seorang poeteri bangsawan, Sei Sjonagon, jaitoe boekoe Makoero no Sjosi. Dalam doenia politikpoen jang moelia Tenno Poeteri itoe banjak berjasa. Didoenia ekonomi kaoem poeteri Nippon ada djoega bagian-nja. Mitsoe-concern adalah boeah fikiran dan oesaha kaoem poeteri djoega. Dengan boekti-boekti diatas itoe, teranglah bahwa dalam masjarakat, poeteri Nippon banjak djasanja terhadap Noesa dan Bangsanja. Apalagi sebagai pengemoedi roemah tangga, ia dalah seorang-orang jang ta' hanja setia, tetapi pandai serta radjin dan mendjendi pendidik pertama Péndék kata baik sebagai pengemoedi roemah tangga, ataupoen sebagai orang seorang dimasjarakat, ta' alah meréka itoe oléh kaoemnja dibarat yang modern dan madjoe itoe. Hanja perbedaannja ialah, bahwa poeteri Nippon, meskipun meréka telah tjoekoep pengetahoeannya, dan hidoep bébas, tetap tegoeh djoega memegang 'adat-isti'adat ketimoeran. Inilah jang meroepakan keselamatan dan kesentaoasaan baginja, jang berarti djoega oentoek negara dan bang-sanja Moedah-moedahan dengan ini kita akan lebih mengenal wanita atau Iboe Nippon. Moedah-moedahan kita dapat mengambil jang beloem ada pada kita, bangsa Indonésia. Noersinah—Soepardo.<noinclude></noinclude> kavh2gnal21l7frwj2fq3vwy4433u48 Halaman:Pandji Poestaka 10-10-1942.pdf/36 104 116776 321535 2026-10-15T15:15:39Z Marcell Nichol 27867 /* Telah diuji baca */ 321535 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Marcell Nichol" /></noinclude>==} SIKAP M.1.A.I. |___TERHADAP PEROEBAHAN DJAMAN BAROE Olsh: WONDOAMISENO Bismillahir-Rachmanir-Rahiem. Sebeloem kami moelai toelisan ini, lebih doeloe perloe kami tegaskan, bahwa isi karangan ini se- mata-mata adalah mendjadi tanggoengan kami sendiri, tidak mendjadi tanggoengan M.I.A. 1 Apabila terdapat kesalahan atau kekeliroean dalam soesoenan kalimat dan sebagainja. maka lebih da- hoeloe kami meminta ma‘af. Riwajat pendirian M.LAI. Oentoek pedoman melangkahkan kaki kita ke- depan, perloe kiranja lebih dahoeloe kita memeriksa dan perhatikan keadaan-keadaan dan kedjadian- kedjadian jang telah lampau, sedjak M.I.A.1. moe- lai berdiri hingga kini. MIAI adalah satoe-satoenja Madjelis Islam jang Tertinggi di Indonésia, jang didirikan pada ta- hoen 2598 (1937); hingga sekarang, 2602 (1942) djadi soedah beroesia 6 tahoen. Pendirian itoe telah diakoei oléh segenap lapisan oemmat Islam dise- loeroeh Indonésia, bahwa MIAI adalah meroepakan soeatoe gaboengan dari Perhimpoenan? Islam jang besar-besar di Indonésia, jang mempoenjai pengi- koet berpoeloch djoeta, berdiri tegak dibelakang- nja. Maka terboektilah bahwa pada tiap-tiap lang- kah dan oesahanja MIAI, baik jang telah dipoe- toeskan didalam rapat MIAI genap-lengkap. maoepoen kepoetoesan? Kongres Al-Islam jang diadakan oléh MIAI, semoeanja sama-sama di- amalkan oléh ra‘jat Indonésia pada oemoemnja seolah-olah kepoetoesan MIAI itoe adalah men- djadi hoekoem jang haroes ditoeroet dan diamal- kan bersama. Oesaha MIAI memoelangkan 2500 djiwa Moe- kimin jang sengsara dari Mekkah ke Indonésia adalah mendjadi soeatoe riwajat jang ta’ patoet diloepakan selama-lamanja, sehingga dengan oesa- hanja jang gilang-gemilang itoe menambah ha- toemnja MIAJ. Dengan sendirinja pengaroch MIAI tambah meresap dan melipoeti masjarakat Indonésia. Ketjoeali dari pada itoe, beberapa so‘al jang penting-penting telah dapat dipetjahkan oléh MIAI, dengan dapat samboetan jang sangat hébat dan gembira dari ra‘jat Indonésia, teroetama jang beragama Islam. Antaranja pada waktoe MIAI menentoekan beberapa sikapnja berhadapan de- ngan Pemerintah Belanda jang telah lenjap itoe. seperti: so'al Parlement jang berdasar Islam, so‘al milisi, soal bloedtransfusie, soal perkawinan. soal warisan, soal pergoendikan dan lain-lain. Perhimpoenan? Islam jang telah masoek men- djadi anggota MIAI. ialah P.S.LI. ANG Moehammadijah. Nahdlatoel-Oelama (N.O.) Persatoean Islam (Persis). Al-Ittihadijatoel-Islamijah_(A.1.1.) Al-Islam. NOUBON— 8. Perserikatan Oclama Indonésia (P.O.1.). 9. Jong Islamieten Bond (J.1.B.) 10. Al-Irsjad. 11. Partai Arab Indonésia (P.A.1.). 12. Moesjawaratoet-Thalibin di Borneo. 13. Persatoean Oelama Seloeroeh Atjéh (POE- SA) di Sigli, Atjeh. 14, Persatoean Islam Bima di Bima 15. Noeroel-Islam di Tandjoengpandan, Beli- toeng. 16. Perkoempoelan Penghoeloe Dan Pegawainja (P.P.D.P.). 17. Arrabitatoel-Alawijah 18. Al-Katirijah. 19. Persatoean India Poetra Indonésia (Persipi) 20. Persatoean Poetra Soerabaja (Poesoera) 21. Persatoean Poetra Borneo (P.P.B.). dan lain-lain poela perkoempoelan? Islam diberba- gai-bagai tempat. Menilik djoemlah perhimpoenan? Islam jang besar-besar dan ketjil-ketjil telah mempersatoekan dirinja didalam ikatan MIAI, maka dapatlah di- kira-kirakan bahwa djoemlah keloearga MIAI. apabila dihitoeng dari pada djoemlah anggota Perhimpoenan? terseboet diatas, kami jakin akan meroepakan soeatoe barisan Oemmat Islam jang sesedikit-dikitnja terdiri dari 5 djoeta djiwa. Se- moeanja insjaf dan sadar akan kewadjibannja sebagai soeatoe oemmat jang hidoep roch dan djiwanja, koeat poela iman dan tauchidnja, jang pada sesoeatoe waktoe soedah siap oentoek mela- koekan perintah? Agama Allah (Islam), karena Allah, lillahi ta‘ala. Begitoelah dengan berkat oesahanja MIAI da lam 6 tahoen, alhamdoelillah telah dapat terikat berpoeloch Perhimpoenan mendjadi satoe, sehing- ga mengoedjoedkan soeatoe Front Islam jang kokoh dan sentausa. Selama enam tahoen itoe MIAI telah - dapat mengadakan Kongres Al-Islam Indonésia 3 kali, dan tiap-tiap Kongres itoe mendapat samboetan Kandangan, 973<noinclude></noinclude> 1bob5rqbbib98o3kajhumebnx928wgt Halaman:Pandji Poestaka 10-10-1942.pdf/37 104 116777 321536 2026-10-15T15:32:39Z Marcell Nichol 27867 /* Telah diuji baca */ 321536 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Marcell Nichol" /></noinclude>Pintoe gerbang mesdjid Mangkoenagaran. ra'jat Indonésia, teristiméwa ra‘jat pendoedoek poelau Djawa dan Madoera jang berdjoemlah 50 djoeta, antaranja k.1. 48 djoeta beragama Islam. Tentang sikap MIAI terhadap pada Pemerintah Belanda doeloe telah njata dan tegas, sebagaimana telah terkenal pada waktoe wakil Pemerintah Belanda mengadjak Madjlis Ra‘jat Indonésia mengadakan konperensi di Mataram pada boelan Januari 2602 (1942), jang meminta soepaja MIAI djoega hadlir, tetapi ta’ ada seorang djoega ang- gota MIAI, teroetama anggota Déwan MIAI, jang datang. Bahkan oeang jang dikirimkan kepada MIAI oentoek biaja dikembalikan kepada pengi- rimnja. Disini dapatlah dibangoenkan bahwa para pe- moeka Islam telah bersatoe hati dan satoe toe- djoean, mengarti akan kewadjiban masing-masing bahwa kepentingan oemmat dan agama adalah le- bih didjoendjoeng tinggi dari pada kepentingan diri sendiri. Itoelah soeatoe kemenangan jang tjemerlang telah dialami oléh Pemoeka-pemoeka Islam, teroe- tama jang diserahi oentoek memegang pimpinan Déwan MIAI, dalam oedjian jang mahaberat. Apakah sebabnja, maka MIAI mempoenjai sikap jang demikian itoe ? Djawabnja tiada lain 974 karena kedjadian-kedjadian terseboet sesoeng- goehnja~adalah boeah politiknja Pemerintah Be- landa“sendiri, ialah politik bohong dan kosong. Kaoem pergerakan Indonésia telah kenjang mera- sakan tipoe moeslihatnja Pemerintah Belanda jang sangat litjin dan pandai berdjoesta, lagi poela ke- djam dan ganas. Disini sebenarnja boekanlah tempatnja_ kami melahirkan oempatan dan tjatjian terhadap Peme- rintah Belanda jang soedah moesna itoe. Sebab itoe tjoekoeplah kiranja apa jang telah digambar- kan diatas itoe. Sikap MIAI terhadap Pemerintah Bala-Tentera Dai Nippon. Sedjak petjah peperangan antara Belanda de- ngan tentera Nippon, maka beroelang-oelang Déwan MIAI menjiarkan ma‘loematnja kepada segenap Oemmat Islam diseloeroch Indonésia. Maksoednja tiada lain ialah soepaja ra‘jat bangsa kita teroetama oemmat Islam, sama-sama ber- fikiran jang tenang, membantoe keamanan dan ketentraman negeri ditempat masing-masing, mendjaga keselamatan diri sendiri dan alli ke- ioearga djangan sampai kekoerangan sesoeatoe apapoen djoea. Tentang maksoed Pemerintah Belanda menga- dakan milisi bagi ra‘jat Indonésia, MIAI telah menolaknja dengan sekeras-kerasnja, bersandar- kan kepoetoesan Kongrés Moeslimin Indonésia ke III di Solo tahoen 1941. Demikian djoega sikap MIAI terhadap Bloedtransfussie (pemindahan darah) jang diandjoerkan oléh Pemerintah Belan- da doeloe itoe Dengan penolakan MIAI terhadap doea soa terseboet diatas itoe sadja, dapatlah orang meng- goenakan fikirannja, betapa hakékatnja isi dada para Pemoeka-pemoeka pergerakan Islam di In- donésia terhadap pada Pemerintah Belanda. Dan itoelah soeatoe sokongan moreel dari pada oemmat Islam terhadap pada pihak jang men- djadi moesoehnja Pemerintah Belanda, ialah Pe- merintah Bala-tentera Dai Nippon, sekalipoen semoeanja itoe tidak dengan tegas-tegas dilahir- kan. Sjoekoer alhamdoelillah, peperangan dipoelau Djawa dan Madoera hanja berdjalan dalam & hari sadja, dengan kekalahan tentara Belanda dar. kemenangan tentara Dai Nippon jang gilang-ge- milang. Pada tanggal 5 Mei 2602 MIAI mengirimkan oetoesan jang terdiri dari pada t.t. Kiai H. M. Mansjoer, W. Wondoamiseno dan Fahroedin Al- Kahiri, semoeanja anggota Déwan MIAI, oentoek mentjahari perhoeboengan, menghadap Kolonel Hori sebagai Kepala Kantor Oeroesan Agama. Maksoednja tidak sadja oentoek memperkenal- kan diri tetapi djoega oentoek menjatakan terima kasih dan kesanggoepan bekerdja bersama-sama dalam segala hal-ichwal jang bersangkoetan de- ngan Agama Islam. Dan moelai hari itoe hingga kini perhoeboengan MIAL dengan Pembesar Oeroesan Agama terseboet adalah baik sekali hormat-menghormati dan bantoe-membantoe da- lam beberapa oeroesan keagamaan<noinclude></noinclude> d0bo8vhns9x2ds3xpod0d5thwnfn7pd Halaman:Pandji Poestaka 10-10-1942.pdf/38 104 116778 321537 2026-10-15T15:34:04Z Marcell Nichol 27867 /* Telah diuji baca */ 321537 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Marcell Nichol" /></noinclude>Keeratan_perhoeboengan MIAL dengan para Pembesar Oeroesan Agama itoe boléh diboekti- kan dengan beberapa kedjadian rapat terboeka dari oemmat Islam dibeberapa tempat, ialah di Mataram, Solo, Soerabaja dan Madoera, jang kemoedian disoesoel poela oléh rapat-rapat di- daérah Priangan. Lain dari itoe telah diadakan poela beberapa kali konperénsi antara Pembesar Oeroesan Agama itoe dengan para pemoeka dan ‘alim-oelama Islam, sehingga dapatlah dilakoekan toekar-menoekar fikiran jang amat bergoena bagi kedoea belah pihak, ja'ni pihak pemerintahan dan pihak ra’jat. Pada waktoe Persiapan Persatoean Oemmat Islam (bahagian dari pada Pergerakan Tiga-A) mengadakan konperénsi dengan para pemoeka- pemoeka Islam dan ‘alim-oelama di Djakarta pada tanggal 4 — 6 September 2602, baik dida- lam resépsinja maoepoen dalam rapat terboekanja, nampaklah para Pembesar Oeroesan Agamia Kolonel Hori dan Hadji Moh. Abdulmuniam Ina- da sama-sama berpidato, jang maksoed dan isinja tiada lain ialah menjatakan betapa sikap Pemerin- tah Bala-Tentara Dai Nippon terhadap Agama Islam, salah satoe Agama jang dipeloek oléh se- bagian besar ra'jat poelau Djawa dan Madoera jang berpendoedoek I.k. 48 djoeta djiwa. Penghar gaan dan penghormatan itoe ditambah poela de- ngan pidato-pidato jang dilahirkan oléh toean H. Shimizu jang senantiasa mengandjoerkan per- satoean dalam kalangan ra'jat Indonésia, teroeta- ma persatoean oemmat Islam, sebab beliau me- ngetahoei benar bahwa pendoedoek Indonésia oemoemnja, poelau Djawa dan Madoera pada choesoesnja, adalah sebahagian jang terbesar terdiri dari pada kaoem Moeslimin. Pada perdjamoean di Hotel Des-Indes jang diadakan oléh Kolonel Hori, poen Kolonel Matji- da, Kepala Departement Propaganda, telah ber- pidato jang sangat berharga ditoedjoekan kepada para ‘alim-oelama dan pemoeka-pemoeka Islam. soepaja bekerdja bersama-sama dengan Bala- Tentera Dai Nippon oentoek mentjiptakan kema‘- moeran bersama diseloeroeh Asia Raya. Demikian poela pada perdjamoean di Gedong Keboedajaan Islam jang diadakan oléh Koloncl Mori, Kepala Departemen Pengadjaran, telah di- lakoekan pertoekaran-fikiran jang baik sekali. Pembesar jang baik boedi itoe sangat mengharap- kan akan bantoean para ‘alim-oelama dan pemoe- ka-pemoeka Islam oentoek membantoe kemadjoe an keboedajaan Islam jang sedang moelai di- oesahakan itoe. Beberapa oesoel-oesoel dikemoe- kakan oléh para hadlirin, jang bertalian dengan soal pengadjaran Islam. Hasil pertemoean itoe memoeaskan adanja. Pada tanggal 9 September 2602, dengan per- antaraan Kolonel Matjida dan toean H. Shimizu, kami sebagai Ketoea Déwan MIAI, telah diterima masoek ke Istana menghadap J.M. Luit. Generaal Imamura, bersama-sama dengan saudara Ir. Soe- karno. Didalam pertemoean itoe, kami berboeat atas nama oemmat Islam Indonésia, menjatakan terima kasih atas pertolongan Bala-Tentara Dai Nippon jang telah dapat melepaskan ikatan ra'jat Indo- nésia dari pada djadjahan Belanda, dan djoega mengatoerkan selamat bahwa atas pimpinan Jang Moelia itoe hingga pada hari terseboet soe- dah 6 boelan lamanja Bala Tentera Dai Nippon mendoedoeki Djawa dan Madoera dengan aman dan tenteram. Jang moelia itoe menjamboet kami dengan manis dan dalam djawabnja jang terachir beliau minta kepada kami soepaja disampaikan kepada oemmat Islam, bahwa apabila ada terdjadi kesa- lahan-kesalahan dari pada Tentera Dai Nippon, teroetama jang bersangkoetan dengan Islam, be- liau minta soepaja dima‘afkan. Sekianlah penerimaan dan penghargaan para Pembesar Bala-Tentara Dai Nippon terhadap MIAI, ialah setelah para Pembesar itoe mengeta- hoei dengan njata tentang sikap pendirian MIA terhadap Bala-Tentera Dai Nippon, sikap jang telah kami lahirkan didepan rapat ‘oemoem di Kebon Binatang Djakarta pada tanggal 6 Sep- tember, dan dirapat ‘oemoem di Soekaboemi tg. 1019-02, dan di Soebang tg. 269-02, jang ring- kasnja adalah seperti berikoet: ,bahwa kedoe- doekan Pemerintah Bala-Tentera Dai Nippon di- Indonésia sebagai pemimpin dan pelindoeng ra'jat dan noesa Indonésia haroes dikoeatkan. Mak- soednja lebih tegas ialah soepaja ra‘jat Indonésia tidak lagi mengoelangi riwajatnja mendjadi dja- djahan pihak sekoetoe teroetama Belanda. Dan barang siapa diantara bangsa kita masih meng- harapkan kedatangan (pembangkitan) Pemerintah Belanda di Indonésia, maka njatalah bahwa me- réka itoe orang jang berchianat pada noesa dan bangsanja, seolah-olah meréka mengharapkan datangnja hantoe jang pekerdjaannja tiada lain ialah mentjekik léhér kita, memeras keringat kita dan mengisap darah kita.” Sikap MIAI terhadap peroebahan djaman baharoe. Sekarang sampailah keterangan kami kepada masalah jang hendak ditempoeh oléh MIAI. Kita oemmat Islam Indonésia pada waktoe sekarang menghadapi doenia baharoe. Pemerintah Belanda moesna, datanglah Pemerintah Bala-Tentera Dai Nippon, dengan mengandjoerkan ra'jat_ bangsa kita soepaja bersiap bekerdja bersama-sama oen- toek mentjiptakan kema‘moeran bersama di Asia Timoer Raya. Sebagian dari padanja adalah Indonésia Raya. Seroean terseboet telah disamboet dengan gem- bira oléh ra‘jat Indonésia dari lapisan jang mana- poen djoega. Semoea pergerakan, teroetama pergerakan po- Jitik, sama diboebarkan. Tapi dioesahakan soepaja mendjadi satoe persatoean jang kokoh sentosa. Sikap Pemerintah Bala-Tentera Dai Nippon jang seperti kilat itoe, moela-moela sangat menge- djoetkan hati para pemoeka pergerakan jang soedah biasa dengan didikan Pemerintah Belanda doeloe, berlomba-lomba mendirikan perhimpoenan masing-masing, mengikoeti fjita-tjitanja sendiri, jang dalam pandangan Dai Nippon adalah me- roepakan perpetjahan semata-mata. 975<noinclude></noinclude> g0oqvet49s7y4985q7o6xon7tlz2w6s Halaman:Pandji Poestaka 10-10-1942.pdf/39 104 116779 321538 2026-10-15T15:35:24Z Marcell Nichol 27867 /* Telah diuji baca */ 321538 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Marcell Nichol" /></noinclude>Mesdjid Raja di Koetaradja, Atjeh, Diboeat_menoeroet tokoh. bangoenan India. Didirikan pada tahoen 1298 H. Batoe jang pertama dipasang oléh Teukoe Kali Malikoe-'l“Adil, Para pemoeka-pemoeka Islam dan alim-oelama- nja dipanggil ke Djakarta oentoek bermoesjawa- rat, soepaja didirikan satoe badan sadja jang mendjadi poesat pimpinan persatoean oemmat Islam seloeroch Indonésia atau Djawa dan Ma- doera. Kemoedian didalam permoesjawaratan itoe da- patlah dipoetoeskan seperti berikoet : »Rapat dari pada pemoeka-pemoeka Islam jang diadakan oleh Persiapan Persatoean Oemmat Islam di Djakarta tanggal 5 September 2602 ber- samaan dengan tg. 23 Sja‘ban 1361, telah me- moetoeskan : »Mengakoei bahwa M.LA.J. adalah Poesat Pemimpin Persatoean Oemmat Islam Indonésia dan menjerahkan segala hal jang berkenaan de- ngan Islam dan ke-Islaman kepadanja, maka atasnja dipikoelkan kewadjiban : 1. Mendapatkan tempat bagi alam Islam didalam masjarakat Indonésia, selaras dengan arti dan kedoedoekannja. 2. Dan menentoekan keadaan dan kedoedoekan dirinja selaras dengan keadaan dan peroe- bahan zaman.” Sjahdan, oentoek memenoehi kewadjiban me- lakoekan kepoetoesan_terseboet, maka Poesat Pimpinan MIAI jang bernama DEWAN MIAI ditempatkan kedoedoekannja dikota Djakarta. agar soepaja Dewan MIAI berhoeboengan lang- soeng dengan para Pembesar Bala-Tentera Dai Nippon goena kemaslahatan oemmat dan agama Islam: Disini tentoe timboel pertanjaan; Apakah jang mendjadi keinginan oemmat Islam itoe ? Pertanjaan itoe dapat kami djawab, bahwa ke- inginan oemmat Islam Indonésia itoe boekanlah barang baharoe, dalam Kongres Islam tahoen 1926 dan seteroesnja sampai pada Kongres Moeslimin Indonésia _tahoen 2601. telah tegas dan djelas, soepaja oemmat Islam dapat keleloeasaan oentoek 976 mengoeroes dan mengatoer sendiri hal-hal jang berkenaan dengan : oeroesan perkawinan, oeroesan warisan. oeroesan mesdjid, oeroesan waqaf. oeroesan zakat, 6. oeroesan pengadjaran dan penjiaran agama Islam, 7. oeroesan Hadji, 8, dan lain-lain jang choesoesnja berkenaan de- ngan oercesan Islam dan ke-Islaman semata- mata. Pendjelasan dari 7 pasal terseboet diatas kiranja terlaloe pandjang dioeraikan satoe-satoe disini. Tetapi, satoe perkara jang haroes diperhatikan, ialah bahwa dalam MIAI beroesaha oentoek men- dapatkan kedoedoekan jang baik bagi alam Islam didalam masjarakat Indonésia itoe, sama sekali tidak ada kenang-kenangan akan meroegikan salah satoe pihak, bahkan toedjoean MIAI ialah kema’ moeran, keselamatan dan kesedjahteraan bersama Sekian tjoekoeplah kiranja toelisan kami ini, jang tentoe masih menghadjatkan keterangan dan pen- djelasan jang lebih tegas bagi tiap-tiap sesoeatoe jang mendjadi_ tjita (toentoetan) oemmat Islam Indonésia adanj. Moedah-moedahanlah segala oesaha MIAI jang soetji itoe dapat rachmat dari pada Ilahi dengan pertoendjoeknja jang loeroes pada tiap-tiap lang- kah dan oesahanja. Amien Ja Robbal ‘Alamien! Boeat penoetoep toelisan ini, kami harapkan diperbanjak ma‘af pada sekalian para pembatja jang boediman terhadap diri kami jang dho'if ini, dengan pengharapan moedah-moedahan dalam hari Raja Aidilfitri ini kita sama-sama marasakan keni'matan jang lebih dari pada jang soedah- soedah adanja. ven Ey Allahoe'akbar, Allahoe'akbar, Allahoe' akbar |<noinclude></noinclude> ho49qd7lh9dhcc1t142ac7943dukooy Halaman:Pandji Poestaka 10-10-1942.pdf/40 104 116780 321539 2026-10-15T15:38:19Z Marcell Nichol 27867 /* Telah diuji baca */ 321539 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Marcell Nichol" /></noinclude>Diasa Parsia techadan Islam NDAL-KATA itoe ada dibintang soerajja, nistiaja di- fiapai oléh orang-orang Parsia (Law kaanal ‘ilmoe fis soerajja, la naala- hoe ridjaloen min faris). Demikian pembangoen doenia Al-Akbar Moe- hammad s.a.w. pernah bersabda ! Sesoenggoehnia, kalau orang men- djeladjah Islam agek dalam, mere- nang dan menjelami laostan keboe- dajaannjadjaceh - djacch sampai kedasar - dasarnja, serta _membatio boekoe-boekoe jang memoeat sega. la sesoeatoe tentang Islam dan ke- islaman, nistiaja akan insaf, sampai ilmoe kemana benarnja_pemjataan Nabi saw. diatas tadi. Ja, akan insaflah orang betape tingginja angkasa pengetahoean jang telah diterbangi Oemmat Parsia (Iran), serta sampai dimana poele dalamnja segara ‘ilmoe jang telah diselami oléh poetera-poetera nege- ri Sjah itoe, dan bagaimane besar dan hébatnja djasa-djasa Par- sia tethadap ‘alam-pengetahoean, istiméwa sekali terhadap Agama Islam disegenap lapangannia Oléh karena itoe tidaklah kita akan mendjoempai sesoeatoe sodl keislaman dalam membalik-balik lem- baran boekoe-boekoe Islam, dalam segi dan lapangannja jang mana- poen djoega, djika tidak tertjantoem dalamnja nama pengarang poetera Islam Parsia aseli, toeroenan atau jang mempoenjai darah Parsia. Baik dalam ‘ilmoe figih, ‘ilmoe tafsiroel Qoerén, ‘ilmoe hadist_macepoen dalam ‘ilmoe-ilmoe oeshoel dan kalm (logica), paramasastera, ‘il. moe-‘ilmoe boemi, tarich, seni ba- basa, dan ja, sempaipoen kepada lapangan ‘ilmoe kethabiban, filsafat, soefi_ dan lain-lain lagi, nampaklah poetera Pa dan spesialisnja, dan sekali lagi Islam mendjadi hii Oléh: ASA BAFAGIH. poetere Parsia atau amin soelalah jah", dari Parsia, Kilau-kemilau namanja dilangit ‘ilmoe keislaman dalam berbagai_matiam bagian dan tjabangnia. poetera Islam Parsia, se soenggoehnia didalam _beberapa hal, soedah sanggoep dan depot mengelahkan bangsa ‘Arab-nja sen- dir, walaupoen Al-Qoerén Karim jang mendjadi soember Islam dan foeroenan Para keislaman, jang mendjadi soember keboedajaan Islam dan mendjadi poela pedoman Islam itoe, ditoe- roenkan dengan bahasa meréka itoe sendiri, bahasa “Arab. Ini sebenarnja tidak mengheran kan, oléh karena memang pera poe tera Islam Parsia, sangat giat dan radjin, sehingga menjebabkan me- réka_amat berhasil mentjapai_,re- cord” loear biasa dalam menjelami dan memperboeahkan ‘ilmoe Agama Islam itoe. Dan, ,ajadi baidha‘" meréka ini, djasa-djasameréka tentang Islam dan. keislaman ini soenggoeh mengagoemkan, soeng- goeh menta'djoebkan, dan diakoei poela oléh segenap barisan Islam dari doeloe, sampai sekarang dan sempai achimnja doenia ini terkem- bang. Ini djelas dapat kita batja dari berbagai karangan dan kete- rangan jang ditoelis atau dilahirkan oléh pembangoen-pembangoen Islam jang terkenal atau para poedjangga- nja jang kenamaan, sebagai Ibn Chaldoen, Diamaloeddin Al-Afghani, Moehammad Abdoeh, Farid Wadje- di, Thanthawi Djawhari, Amir Sjakib Arselan dan lain-lain lagi. Sebenarnja kesempatan mengabdi tethadap ‘ilmoe, terhadap_ Islam, tadinja selagi Chilafah Islam masih ada dalam genggaman Banoe Oc- majjah, tidaklah terboeka benar bagi para poetera tanah Sjah itoe, Sebab Banoe Oemajjah, sangat fa- natik terhadap bangsa ‘Arab dan bahasa ‘Arab, schingge segala se- soeatoenja dalam pemerintahan me. réka itoe berbaoe dan bertjap ke “Araban, kendatipoen pada masa itoe bandjir Islam soedah moelai menggelombang keloear daérah Ara- bia, kendatipoen Islam kala itoe soedah moelai mengembangkan se. japnja djaceh-djaceh keloear dari padang-padang pasir Sahara Akan tetapi, setelah koeasa Islam beralih tangan dari Banoe Oemajjah kepada Banoe Abbas (Chilafah Ab. basijah), maka terboekalah kesem patan bagi para seloeas-loeasnia dan selébar-lébamnja oentoek mempeladiari ‘ilmoe penge tahoean Islam. Dan sedjarah mem- boektikan, sedjarah _mendjadi saksi jang maha dipertiaja, bahwa tegak berdirinja pemerintahan Abbasijah itoe, kembang-meloeasnja kemoedian gemilang sinarnja, adalah sebagian poetera Parsia besar karena djasa-djasa para poete- ra Parsia. Semendjak itoelah, semen- djak istana-pemerintahan Abbasijah dibangoenkan orang, pertjampoeran antara_bangsa ‘Arab den. lain-lain bangsa lebih merdéka, lebih men- dalam dan lebih pengaroch-mem pengaroehi, Dan semendjak terboe- kanja kesempatan itoelah, para poe- tera Islam Parsia jang haoes ‘ilmoe, dahaga pengetahoean itoe, tinggi- tinggi menerbangi angkasa_ Islam, dalam-dalam menjelami looetannja. 977<noinclude></noinclude> lc64sosxwu3d5yp50mwkhx58388vtbr Indeks:172 Gane, Giman.djvu 102 116781 321540 2026-10-16T02:08:04Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 321540 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=172 Gane, Giman |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1980 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} p9g05nis19r1q3yfq7ech4389v0j8in Indeks:174 Toba, Batak.djvu 102 116782 321541 2026-10-16T02:09:46Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 321541 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=174 Toba, Batak |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1985 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} ih2my993x82dfzjqxe9l9k3w2fhgjha Indeks:175 Silindung, Toba Batak.djvu 102 116783 321542 2026-10-16T02:10:28Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 321542 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=175 Silindung, Toba Batak |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1985 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} 9hue51pimnrvvd97m599jdbmlfd8qpw Indeks:176 Samosir, Toba Batak.djvu 102 116784 321543 2026-10-16T02:11:12Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 321543 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=176 Samosir, Toba Batak |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1985 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} h41kwzjemky6cipcox4knfirrhtica2 Indeks:178 Fordata.djvu 102 116785 321544 2026-10-16T02:11:53Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 321544 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=178 Fordata |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1981 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} mvjmvupkur6aco7kc019x2qjnn2wg4c Indeks:179 Jamdena.djvu 102 116786 321545 2026-10-16T02:12:32Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 321545 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=179 Jamdena |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1981 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} tqb6iokdp7ca8hwcjoyxn5l9d3i18r1 Indeks:180 Sasak Sakra.djvu 102 116787 321546 2026-10-16T02:13:06Z Thersetya2021 15831 ←Membuat halaman berisi '' 321546 proofread-index text/x-wiki {{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template |Type=book |wikidata_item= |Title=180 Sasak Sakra |Subtitle= |Language=id |Volume= |Edition= |Author=Karel Frederik Holle |Co-author1= |Co-author2= |Co-author3= |Translator= |Co-translator1= |Co-translator2= |Editor=Stokhof, W. A. L. |Co-editor1= |Co-editor2= |Illustrator= |Publisher= |Address= |Printer= |Year=1983 |Key= |ISBN= |Source=djvu |Image=1 |Progress=X |Pages=<pagelist /> |Volumes= |Remarks= |Notes= |Header= |Footer= }} hdloylo5o4iz27fqnvwjfjhsfbhvvc5 Halaman:172 Gane, Giman.djvu/13 104 116788 321547 2026-10-16T02:19:09Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321547 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="12">older sister-in-law = nomaboengoe<br>younger sister-in-law = nomajaoe<br> # = man<br> # djala = djala<br> # toem = clothes lice<br>labela = bed bug<br> # iskoem = bifi poetih<br>di atas pohon = baboeal<br>bifi api besar dan bisa = iskoemki koeda<br>bifi merah = iskoemmalaka<br>bifi goela = oefoe goela<br>bifi di daoen = (goenange) = sali<br> # oelar patola - booe patola<br>oelar mataboeta - booe kaboeta<br>oelar hitam - booe kikoeda<br>oelar bisa - booe bisa<br> # Januari - January<br>Februari - February<br>Ramala - Ramala<br>Sawal - Sawal<br>Doelkaidat - Doelkaidat, etc.<br> # wholesale dealer = dagang loal<br>retail dealer = dagang wajoe<br> # large shop warong loal<br>small shop = warong wajoe<br> # pagi hari = saoe loal<br>hampir malam = mailing<br>soeboer soeboer<br>dlohor = lohor<br>asar = asar<br>magrib = magrib<br>esa = esa<br> # tengah malam = op halaim<noinclude></noinclude> 815oalpzcci48wz2qiiu3zi6w0qmg98 Halaman:172 Gane, Giman.djvu/12 104 116789 321548 2026-10-16T02:24:04Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321548 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="1532"> Dodokoe moalpehakpoei de jak pasal goroea tadjene <tadjeni?><br> # Hawe-hawe badajoa boea² domli<br> # Badajoa bibisa faik djaran nafon<br> # Hawe hafis oelan tes?<br> # Hatoe atawa teseri bitjara amlia<br> # Lolan bahasomak halo%3B Pailo kit maoe toemoi<br> # Mei so tranik in pola piti tadjini<br> # Han jol waja totaf pakean<br> # Koetan i berangkali deni manik<br> # Mei so tjoba toem jak tesin%3B mabol tanili <mbol?><br> # Jak koik nion siloe tanili<br> # Oesa foel hatoeb mot, perang tanili<br> # Mei jang noentoeng perang?<br> # Sebab poei manoesia ni mfonas?<br> # Hanik manoesia noedam aoe '''3. NOTES''' # = to breathe in<br> # <BoS or ByS?><br> # <ZoS or ZyS?><br> # <BoD or ByD?><br> # <ZoD or ZyD?><br> # nibapamnjanitoe maon = son of an uncle<br>mamnjanitoe maon = son of an aunt<br> # bapajannitoemapin = daughter of an uncle<br>mamnjanitoemapin = daughter of an aunt<br> # akmomaon = father-in-law<br>akmomapin = mother-in-law (both wife's parents and husband's parents)<br> # bapawolam = stepfather<br>mamoewolam = stepmother<br> # ipar laki² = ifoemon<br>nomaboengoe = ipar perempuan (toea)<br>nomaisoe nomaiaoe? = ipar perempuan (adik)<br> # olde<br>r brother-in-law = ifoebangoengoe<br>younger brother-in-law = ifoemajaoe<noinclude></noinclude> 0j45dzhuls61ctfmbgel76vkhd3kl5v Halaman:172 Gane, Giman.djvu/11 104 116790 321549 2026-10-16T02:29:26Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321549 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1394. hawé <21><br> 1398. balantoe<br> 1402. bakomoe <22><br> 1406. taoen<br> 1407. moesoem<br> 1408. iniodoe<br> 1409. motoe-motoe<br> 1412/<br> 1413. goenaga, boleodoé<br> 1416. alongoe<br> 1418. opa<br> 1419. hawiaso<br> 1420. hawealongoe<br> 1422. ongasaoe<br> 1423. tapais<br> 1426. talia-talia<br> 1427. hafisak<br> 1428. odoe<br> 1429. tesinfoe<br> 1431. sopan<br> 1432. hawiasosopoe<br> 1433. timor<br> 1434. poat<br> 1435. abalik<br> 1436. awojan<br> 1437. pajaoe<br> 1439. taja pajaoe {{multicol-break}} 1440. tapo<br> 1441. tapoli<br> 1442/<br> 1443. alongoe-toetik<br> 1445. sebak<br> 1446. alongoe<br> 1447. toetik<br> 1148. tano<br> 1411. bo<br> 1449. tia<br> 1450. 1116<br> 1451. liklik<br> 1452. seba<br> 1453. looe<br> 1454. i vial<br> 1460. paló<br> 1461. papoei<br> 1462. talia<br> 1465. pei poei<br> 1466. tentoe<br> 1467. berangkali<br> 1471. tes<br> 1472. fia, ole<br> 1473-<br> 1475. tesin<br> 1476. hatoé<br> 1478. motoelei<br> 1479. talia<br> 1486. tesin {{multicol-end}} '''No. 172''' # <li value="1522"> Hafisak lai hatonam?<br> # Mooe tonam hamasik doba?<br> # Miflooe talia jak polas tesin<br> # jak polas de tabako<br> # Wakoe jak barang² taia<br> # Si toea am li <amli?> barang² roepa²<br> # Ha toebmei ngotal oetoesan?<br> # Mifloe kameoe hatoeb perenta meoe<br> # Goroea tedjene poas han tes<br> # Mingantjoe hapoei poas walat lawe?<noinclude></noinclude> tu55rik4hxwzja5zfwnikjur9bxz80u Halaman:172 Gane, Giman.djvu/10 104 116791 321550 2026-10-16T02:33:04Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321550 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1262/<br> 1263. doem ik<br> 1264. soat<br> 1265. apoenik<br> 1266. jak bakapok<br> 1267. koetan<br> 1268. toam<br> 1269. koetan<br> 1270. nikni<br> 1271. tipoe<br> 1272. poetan bale<br> 1276. segala floe bakosa<br> 1277. pei bakosa<br> 1276/<br> 1277. bakosa<br> 1278. olai<br> 1286. poas<br> 1291. bolam<br> 1293. pso<br> 1294. ploe<br> 1295. ptol<br> 1296. pfot<br> 1297. plim<br> 1298. wonam<br> 1299. pfit<br> 1300. poal<br> 1301. psioe<br> 1302. jagimpso<br> 1303. jagimpso de pso<br> 1304. japimpso de ploe<br> 1305. jagimpso de ptol<br> 1310. jagimpso de poeal<br> 1311. jagimpso de psioe<br> 1312. jovaloe<br> 1313. jovaloe de pso<br> 1315. jovaloe de plim<br> 1316. jova tol<br> 1317. jovafot<br> 1318. jovalim<br> 1319. jovawonam<br> 1323. oetintjo {{multicol-break}} 1324. tjalantjo<br> 1325. tjala njagimpso<br> 1326. paloe<br> 1327. kwar pso<br> 1328. hasó<br> 1329. haloé<br> 1330/<br> 1331. hasiwonak<br> 1332/<br> 1333. haloé<br> 1336/<br> 1337. niogoe<br> 1338. flo hapoei<br> 1339. flo<br> 1340. motoe<br> 1341. papaoe<br> 1347/<br> 1348. foloi<br> 1349. koerang<br> 1350. tradoemik<br> 1357. jak<br> 1358. jak hakoemal<br> 1359. aoe<br> 1362. meoe<br> 1363. i<br> 1365. am<br> 1364/<br> 1367/<br> 1368. si<br> 1369/<br> 1370. akanik<br> 1373/<br> 1374. akanam<br> 1375/<br> 1376. sĭkadadi<br> 1378. ikanie<br> 1379. mei<br> 1380. poei<br> 1382. pehapoei<br> 1383. tadjini<br> 1385/<br> 1386. tadjia<br> 1388. taini<br> 1389. tano {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ckovq5jx9v3suljq2evmtjkpwc0qbia Halaman:172 Gane, Giman.djvu/9 104 116792 321551 2026-10-16T02:38:06Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321551 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1106/<br> 1107. makoefin<br> 1109/<br> 1110. kapaloel<br> 1112. psagi fot<br> 1113. 'mnopa<br> 1115. sanoat<br> 1116. woro<br> 1117. koeat<br> 1118. lamahan<br> 1119. barani<br> 1121. boesenge<br> 1125. gamos<br> 1127. baloam<br> 1130. fia<br> 1132-<br> 1135. soedoefia<br> 1136-<br> 1139. soedoelekat<br> 1142. moal<br> 1143. 'm fon<br> 1146/<br> 1167. bolatojan<br> 1148/<br> 1149. tifioloe<br> 1150. lagai<br> 1152. galol<br> 1153. pooe<br> 1154. soesa-miskin<br> 1156. kimgé<br> 1159. bodok<br> 1160. pande<br> 1161. gamis<br> 1162. manil<br> 1163. 'm fait<br> 1166. njasing<br> 1167. boelan<br> 1168. kikoeda<br> 1169. malaka<br> 1170. tapi-tapin<br> 1171. madimal<br> 1172. balaoe {{multicol-break}} 1173. biroe<br> 1174. badajoa<br> 1175. ata<br> 1176. jata<br> 1179. jol<br> 1180. hanjol<br> 1194. tanoan<br> 1195. jakoenak<br> 1196. tanonakjak<br> 1197. loepa<br> 1202. bitjara<br> 1203. bisa<br> 1206. hawol<br> 1210. pei<br> 1211. pola poposoed<br> 1212. topal<br> 1213. saha<br> 1214. toplakfatoe<br> 1215. sagigil<br> 1216. gotalkomoe<br> 1220. batbawajoeli<br> 1221. bat ikatnoeli<br> 1211-<br> 1216/<br> 1220/<br> 1221. pola<br> 1225. tonton<br> 1227. longa<br> 1228. am<br> 1229. tjapoja<br> 1234. afingi<br> 1238. sajang<br> 1240. lobitan<br> 1242-<br> 1244. harap<br> 1245. joloe<br> 1246. hamoel<br> 1251. 'm gon<br> 1253-<br> 1255. afoegal<br> 1259. omas, akiboet<br> 1260/<br> 1261. lai pé {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> qc66xqwhp72tcwu90w74l5hv3q54m88 Halaman:172 Gane, Giman.djvu/8 104 116793 321552 2026-10-16T02:43:10Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321552 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 955. dong<br> 958. doekon<br> 959. lalan<br> 960. sawakat<br> 961. boekoe (wegigooe)<br> 962. bati<br> 963. wali<br> 964. dodokoe<br> 969. laẽ <loẽ?><br> 970. gigiat <gigiab?><br> 971. minjana<br> 973. besi<br> 974. tainbaga<br> 976. salaka<br> 977. omas<br> 978. balai<br> 981. toekang besi<br> 985. tamoan<br> 987. kakatoea<br> 991. sedekah<br> 995. dagang <19><br> 996. toekang daba<br> 1001. warong <20><br> 1002. boetoe<br> 1005. lanir<br> 1007. tatoe<br> 1008. oentoeng<br> 1009. roegi<br> 1010. toea<br> 1011. mahal<br> 1012. moerah<br> 1013. sol<br> 1015. palas<br> 1016. wagi<br> 1017/<br> 1018. wolam<br> 1019. toekal<br> 1021. hohangi<br> 1022. talaboetōe<br> 1032. skoetji<br> 1033. wog {{multicol-break}} 1035. fidjoan<br> 1037. sobal<br> 1038. karias<br> 1040. dajoengsela<br> 1043. dajoeng<br> 1049. tapoe<br> 1061. loal<br> 1062. wajoe<br> 1063. mlonga<br> 1064. mlonga knog foe<br> 1063/<br> 1064. mlonga<br> 1065. katoba<br> 1066. kinodoe<br> 1065/<br> 1066. katoba<br> 1067. gadji<br> 1067-<br> 1069. gadji<br> 1070. manifis<br> 1071. garete<br> 1072-<br> 1074. badanloal<br> 1075. badanwajoe<br> 1079. dana<br> 1080. jibjoba<br> 1081. boeroebanga<br> 1082. moi<br> 1083/<br> 1084. 'n loman<br> 1085/<br> 1086. gamas<br> 1087. 'm longa<br> 1088. katobat<br> 1089. batawil<br> 1090. taboelei<br> 1096. majan<br> 1097. talikis<br> 1098. magamin<br> 1101. maseti<br> 1102. mikloet<br> 1104/<br> 1105. psan {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> kr508zwpk5qrz2zefb18vin6wzf2vfl Halaman:172 Gane, Giman.djvu/7 104 116794 321553 2026-10-16T02:46:46Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321553 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 758. sajoe<br> 759. boboe<br> 761. kakoetoe<br> 763. nikooe<br> 764. niwontoe<br> 766. niwimosoe<br> 770. gamoena<br> 772. koesoem<br> 774. binatang, haiwan<br> 778. niwaoe<br> 779. binatang ni we<br> 781. koejoe<br> 786. fakoe<br> 787. longkoe<br> 789. nigoet<br> 790. toli <tobi?><br> 794. booe<br> 799. kabi<br> 800-<br> 802. sapi<br> 807. djara<br> 808. djara i higaoe<br> 809. mandjangan<br> 811. jo<br> 812. jontjog<br> 813. toesa<br> 814. loesa i pigaoe<br> 834. kakatoea<br> 835. balatjefa<br> 844. manik<br> 846. fniek<br> 851. loef<br> 852. loef paloeloe<br> 854. nok<br> 861. lobang, djala <14><br> 865. bloek<br> 866. toem, labela <15><br> 871. tapilooe<br> 872. boebal<br> 877. ninik<br> 879. dimdam {{multicol-break}} 884. <16><br> 886. booe <17><br> 888. lifan<br> 891. galet<br> 892. koma<br> 893. gafan<br> 894. kopa<br> 896. pikpak<br> 898. sedekala<br> 900. sisewa<br> 901. bin-bin<br> 902. fin<br> 903. doenia<br> 905. langit<br> 906. hawe<br> 907. nagamtolamhawe<br> 908. pait<br> 910. pait <18><br> 911. nagamtolampait<br> 912. batol <botol?><br> 917. gigiat<br> 919. oelan<br> 920. nomi<br> 921. kamo²<br> 923. madai<br> 924. dimdini<br> 927. soel<br> 928. moda<br> 929. rato<br> 930. waja<br> 931. takis<br> 932. loelamai<br> 934. ngata<br> 935. liloa<br> 937. loleo<br> 938. bobane<br> 939. tjitjilnoe<br> 944. waf<br> 947. oeat<br> 948. oeatwajoe<br> 951. binjoe<br> 952. kaloeang {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> huxmx1a8nzc62xxv0i8dgyfdga12iva Halaman:172 Gane, Giman.djvu/6 104 116795 321554 2026-10-16T02:50:11Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321554 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 525-<br> 527. peifon<br> 528. sekil <sekit?><br> 541. ian<br> 546. amasik<br> 561. goele-goele<br> 562. ritjampoea<br> 565. matjo<br> 567. tjalana<br> 569/<br> 570. badjoe<br> 571/<br> 572. toeala<br> 573. sei<br> 576. ali-ali<br> 579. bila<br> 580. ban<br> 582. nganti-nganti<br> 583. karaboe<br> 586. salendang<br> 590. soetera<br> 600. hata tlak<br> 601. haboelei kapiloan<br>{{gap}}{{gap}}<haboeleikapiloan?><br> 602. kapiloan<br> 603. lawe<br> 608. samarang<br> 609. golop<br> 611. sagoe-sagoe<br> 613-<br> 616. djoebi-djoebi<br> 617. salawako<br> 620. sinapang<br> 621. oebat<br> 622. pangiloe<br> 623. tabal<br> 626. perang hatatal<br> 627. moesoem hatatal<br> 628. lela<br> 630. hafilfioe<br> 640. bos<br> 642. sinapang {{multicol-break}} 653. daba<br> 665. tonam<br> 668. moda<br> 669. galol<br> 674. kadoema<br> 677. bontjis<br> 681. tabakoe<br> 682. tob<br> 686. oebi<br> 700. strop<br> 701. goela<br> 703. bakoedajoe<br> 704. bakoe<br> 705. popas<br> 706. kailoepa<br> 708. wei<br> 709. nangka<br> 710. ramboetan<br> 711. doerian<br> 712. Jadim<br> 713. lansa<br> 716-<br> 718. loka<br> 721. tjangkar<br> 723. koffie<br> 726. gamber<br> 728. jafi<br> 729. dimal<br> 731. weli<br> 732. iba<br> 733. joboeng<br> 734. gagi<br> 737. sapakoeat<br> 739/<br> 740. kakoloe<br> 742-<br> 744. woloe<br> 746. longkoe<br> 748. kakoetoe<br> 752. tangas<br> 753. gias<br> 755. tatoeba {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> k9np0y126mrdt3mn2iej9wzyj7x5dfv Halaman:172 Gane, Giman.djvu/5 104 116796 321555 2026-10-16T02:53:10Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321555 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 386. pipalaimaló<br> 388. berbangsa<br> 389. timno <tinno?><br> 391. oentoeng<br> 392. tjilaka<br> 400. denda<br> 401. saksi<br> 407/<br> 408. kawin<br> 410. talak<br> 411. kaintatoe<br> 412. djadjikai<br> 413. fidtoen<br> 414. dodoekoen<br> 419. rababoe<br> 420. bangoesel<br> 421. tamboer<br> 424. dong<br> 427. toeroempet<br> 428. dansa<br> 430. tjoem-tjoem<br> 432. bisa<br> 433. bolo-bolo<br> 437. oem<br> 438. djodjaga<br> 440. poenganbajoe<br> 441. jotaf<br> 442. baloel<br> 449. ngara<br> 451. djangela<br> 452. sasoe<br> 453. kawolat<br> 454. kawolat<br> 456. lante iba<br> 457. lante gagi<br> 456/<br> 457. lante<br> 458. binbanat iba<br> 459. binbanat gagi<br> 458/<br> 459. binbanat<br> 461. tib-tib {{multicol-break}} 462. balak<br> 464. klamboer<br> 465. toeligooe<br> 469. kapi-kapi<br> 470. mamililisgigooe<br> 472. lonter<br> 473. daf<br> 474. peifongigooe<br> 475. loetan<br> 476. bakosai<br> 477. pei loetan<br> 478. hamot loetan<br> 482. tanjasoe<br> 483. tapin<br> 484. gagi<br> 485. hajoegoe balantoe.<br> 486. hamot balantoe<br> 487. oempopoe<br> 488. klamboer kantili<br> 489. bangkoe<br> 493. koelanpan, koelanwadja<br>{{gap}}{{gap}}(kawali)<br> 494. koelandigiad<br> 497. pigan<br> 498. kopi<br> 501. sempe<br> 502. sempe wajoe<br> 501/<br> 502. tasiboera<br> 503. sempe tambaga<br> 505. kobit<br> 506. kobit palaloeloe<br> 507. kris<br> 508. badi-badi<br> 509. tamoan<br> 510. leper<br> 513. pataboeaja<br> 515. lampoe<br> 516. semperong<br> 519. dos<br> 520. todai<br> 524. roebe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> gxeicbnvar12ud2tep2yqzbp69q6048 Halaman:172 Gane, Giman.djvu/4 104 116797 321556 2026-10-16T02:58:03Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321556 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 261. njamaon<br> 262. njamapin<br> 263. nenigai<br> 264. nenewan<br> 266. wes<br> 267. galawewe<br> 268. timnog<br> 269. dimomaboengoe<br> 270/<br> 271. maboengoe<br> 272/<br> 273. majao<br> 274. tiboena<br> 275. nitano<br> 276. dimó<br> 275/<br> 276. bapatoea<br> 277/<br> 279. timno<br> 278/<br> 280. nitano<br> 277-<br> 280. bapatoea<br> 281. dimo<br> 282. ntano majaoe<br> 281/<br> 282. mamoennja<br> 283/<br> 285. timno<br> 284/<br> 286. nidi momajaoe<br> 281-<br> 286. mamoennja<br> 287. nitimno nitoe maon <2><br> 288. <2><br> 289. nikfonoe <3><br> 290. <3><br> 291. timnognitoemapin <4><br> 292. <4><br> 294. <5><br> 291/<br> 293. timnognitoemapin<br> 292/<br> 294. dimonitoemapin {{multicol-break}} 295. nibapamnjanitoe maon<br>{{gap}}{{gap}}mamnjanitoe maon <6><br> 296. bapajannitoemapin<br>{{gap}}{{gap}}mamnjanitoemapin <7><br> 297/<br> 298. akmomaon, akmomapin <8><br> 299. niktoenilagai<br> 300. niktoenikawan<br> 302. toenawolammaon<br>{{gap}}{{gap}}<toenawolammaoen?><br> 303. toenawolammapin<br> 304. bapawolam, mamoewolam <9><br> 305. toena piara<br> 306-<br> 309. ifoe/ela <10><br> 310. ifoemon <11><br> 311-<br> 314. nomaboengoe, nomajaoe <12><br> 315. 'm toenadefona<br> 316. 'm toenadefona tes<br> 317. niglagai <13><br> 318. nigkawan<br> 320. lalomoe, sobat<br> 324. finatih <hinatik?> doroe<br> 343/<br> 344. njawa<br> 351. koras<br> 352. halefo<br> 353. kartas<br> 354. soerat<br> 355. boek<br> 356. tjerita (bafiftial)<br> 362. doenialilo<br> 364. doeniapajaoe<br> 365. hatoebnikawasa<br> 368. dosa<br> 369. larang<br> 370. fofosan<br> 293. dimonitoemapin <5><br> 377. ngaraloal<br> 378. hatoeb<br> 379. patih<br> 380. manteri<br> 381. hoeloebalang {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 9g1hryee57p3ocbw1t1iqu8vwx72lgp Halaman:172 Gane, Giman.djvu/3 104 116798 321557 2026-10-16T03:01:26Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321557 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 124. majekit<br> 125. ipoed<br> 127. sodfak <1><br> 128. fon<br> 129. folan<br> 130. imin<br> 131. misé<br> 132. malooe<br> 133. mosi<br> 134. moesi<br> 137. tonlak<br> 138. 'm toeli<br> 139/<br> 140. biboef<br> 144. wosal<br> 145. han<br> 146. mamililismatalan<br> 147. mamililishasapop<br> 148. mamililis<br> 149. bol (bolkoersili-bolbangkoli)<br> 150. bolhatoplakwe<br> 151. boltabalon<br> 153. koai<br> 154. asop<br> 156. bitjara gagoe-gagoe<br> 158. gimoed<br> 160. pigaoe<br> 161. imlief<br> 163. tangis<br> 165. talifak<br> 166. sagmanooe<br> 167. badidief<br> 169. afingi bangoeis<br> 170. mapoep<br> 176. maip<br> 177. habibeptik<br> 182. fia<br> 183. mot<br> 188. majet<br> 191. koeboer<br> 192. pihamot {{multicol-break}} 196. jobat<br> 199. fonas<br> 200. 'nfonas<br> 202. badan hafiat<br> 205. malosam<br> 207. toetoebitan<br> 209. loeti<br> 219. poibitan<br> 220. weibitan<br> 222. bangoeis<br> 227. mooe<br> 228. baloei<br> 229. kaboeta<br> 231. djiloeng<br> 232. haoedam<br> 235. tataoedam<br> 236. giman<br> 237. Manoesia flo, poen doemik<br>{{gap}}{{gap}}odoe<br> 238. Manoesia oeat<br> 239. sona<br> 240. toekalsona<br> 241. maon<br> 242. mapin<br> 243. maon<br> 244. haiwanmaon<br> 243/<br> 244. maonhasoleij<br> 245. mapin<br> 246. haiwanmapin<br> 245/<br> 246. mapinhasoleij<br> 248/<br> 249. perawan<br> 250. mondolan<br> 252. dawatoe<br> 255. bapa<br> 256. mamoe<br> 257. toenamaboengoe<br> 258. toenamajaoe<br> 257/<br> 258. toena {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ohhaxqhl9jx1o4w3ojn8ugol4yyjiub Halaman:172 Gane, Giman.djvu/2 104 116799 321558 2026-10-16T03:04:18Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321558 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. <GANE (GIMÁN)>''' {{multicol-break}} 2. pojoe<br> 3. goenaga<br> 4. didiloed<br> 5. poikakoetoe<br> 6. kikle<br> 8. tibang<br> 9. tingé<br> 11. m'to<br> 15. bibnai<br> 17. ojang<br> 18. oesnoe<br> 20. bangoeis<br> 21. fofoed<br> 22. soemoet<br> 25. soemoetpleloe<br> 27. koemoe-koemoe<br> 28. koemoe-koemoe<br> 29. ngoloe<br> 30. karabes<br> 31. mimooed<br> 32. langit<br> 33. afo<br> 34. ngadjoe<br> 35. ngisi<br> 37. holokoem<br> 38. kokoed<br> 41/<br> 42. pipidoed<br> 45. soesoeniwoi<br> 46. soesoenigaoe<br> 48. pisoesoe<br> 50. saroe-saroe<br> 52. jotjoe<br> 53. gale-gale<br> 54. toetoed<br> 56. koesi-koesi<br> 57. miri<br> 61. fitjoed<br> 62. dodoming {{multicol-break}} 63. bawajoe<br> 66. paposoe<br> 68. sagetoe<br> 69. tadoekoe<br> 70. soeloembi<br> 72. si<br> 73. tai<br> 75. sit<br> 76. sapojo<br> 77. pei <psi?><br> 78. pitoe<br> 82. ami<br> 83. wajamimi<br> 84. wed<br> 86. wefodjoe<br> 88. boekanani<br> 90. fatoe<br> 91. boekoe-boekoe<br> 93. maniktoloe<br> 94. isboeboe<br> 95. komoe<br> 97. komoeniragoeragoe<br> 99. kili-kili<br> 100. sakoejoe<br> 102. komoefoloe<br> 105. ragoe-ragoe<br> 107. koejoed<br> 108. komoenimamoe<br> 109. sahadad<br> 110. kolano<br> 111. stindja<br> 112. gigilitoe<br> 115. momoe<br> 116. git<br> 117. wooentoed<br> 118. wilwolan<br> 121. kakoeloe<br> 122. longkoe-longkoe<br> 123. jo {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> njfiiq44hik45o270dwwkns78dsm9x8 321559 321558 2026-10-16T03:04:33Z Thersetya2021 15831 321559 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. <GANE (GIMÁN)>''' {{multicol}} 2. pojoe<br> 3. goenaga<br> 4. didiloed<br> 5. poikakoetoe<br> 6. kikle<br> 8. tibang<br> 9. tingé<br> 11. m'to<br> 15. bibnai<br> 17. ojang<br> 18. oesnoe<br> 20. bangoeis<br> 21. fofoed<br> 22. soemoet<br> 25. soemoetpleloe<br> 27. koemoe-koemoe<br> 28. koemoe-koemoe<br> 29. ngoloe<br> 30. karabes<br> 31. mimooed<br> 32. langit<br> 33. afo<br> 34. ngadjoe<br> 35. ngisi<br> 37. holokoem<br> 38. kokoed<br> 41/<br> 42. pipidoed<br> 45. soesoeniwoi<br> 46. soesoenigaoe<br> 48. pisoesoe<br> 50. saroe-saroe<br> 52. jotjoe<br> 53. gale-gale<br> 54. toetoed<br> 56. koesi-koesi<br> 57. miri<br> 61. fitjoed<br> 62. dodoming {{multicol-break}} 63. bawajoe<br> 66. paposoe<br> 68. sagetoe<br> 69. tadoekoe<br> 70. soeloembi<br> 72. si<br> 73. tai<br> 75. sit<br> 76. sapojo<br> 77. pei <psi?><br> 78. pitoe<br> 82. ami<br> 83. wajamimi<br> 84. wed<br> 86. wefodjoe<br> 88. boekanani<br> 90. fatoe<br> 91. boekoe-boekoe<br> 93. maniktoloe<br> 94. isboeboe<br> 95. komoe<br> 97. komoeniragoeragoe<br> 99. kili-kili<br> 100. sakoejoe<br> 102. komoefoloe<br> 105. ragoe-ragoe<br> 107. koejoed<br> 108. komoenimamoe<br> 109. sahadad<br> 110. kolano<br> 111. stindja<br> 112. gigilitoe<br> 115. momoe<br> 116. git<br> 117. wooentoed<br> 118. wilwolan<br> 121. kakoeloe<br> 122. longkoe-longkoe<br> 123. jo {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> eaf7wjte92lpdcp0xia2ajdym870xpv Halaman:174 Toba, Batak.djvu/18 104 116800 321560 2026-10-16T03:05:10Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321560 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude> 7wa62a3b4f4mn1li85pwnrovaa485ll 321561 321560 2026-10-16T03:05:25Z Thersetya2021 15831 /* Tanpa teks */ 321561 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude> 30jx1lygruprj5alacv96idkwiji99b Halaman:174 Toba, Batak.djvu/2 104 116801 321562 2026-10-16T03:09:11Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321562 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. TOBA, BATAK LIST''' {{multicol}} 1. Pamatangi<br> 2. Oeloe<br> 3. Bahi<br> 4. Pardompahan<br> 5. Bangkoerak<br> 6. Oboek<br> 7. Salaksahon<br> 8. Poesaran<br> 9. Pinggol<br> 10. Té ni pinggol<br> 11. Mata<br> 12. Langkop ni mata<br> 13. Imboeloe ni mata<br> 14. Salibon<br> 16. Iloe<br> 18. Igoeng<br> 19. roeang ni igoeng<br> 20. mommon<br> 21. hoeroem<br> 23. baba, pamangan <1><br> 24. baba, pamangan <l><br> 26. bibir<br> 27. bibir<br> 29. osang-osang<br> 30. djanggoet<br> 31. dila<br> 32. langit-langit ni dila<br> 33. ipon, ngingi<br> 34. ngadol<br> 35. soeratan<br> 36. oetohoetok<br> 37. aroe-aroe<br> 38. roengkoeng<br> 40. tangkoehoek<br> 43. andora<br> 44. soesoe<br> 45. oeloe ni soesoe<br> 46. soesoe, aek soesoe<br> 48. manoesoe<br> 49. pasoesoehon<br> 50. roesoek {{multicol-break}} 51. rak<br> 52. poesoe-poesoe<br> 54. boetoeha<br> 55. boetoeha gandjang<br> 56. ate-ate<br> 57. pogoe<br> 58. limpa<br> 59. boras ni gonting<br> 60. lamboeng<br> 61. poesok<br> 62. andor ni poesok<br> 63. tanggoeroeng<br> 64. haoe tanggoeroeng<br> 65. abara<br> 67. omba-omba, hoendoelan <2><br> 70. toelon tomboek<br> 71. roeang ni tè<br> 72. miting, marnarotak <3><br> 73. tè, narotak<br> 74. oentoet<br> 75. moentoet<br> 76. baoe<br> 77. baltoeng-baltoeng<br> 78. boedjang<br> 79. pira-pira<br> 80. marollok<br> 81. marollok<br> 82. meseng, tis<br> 83. eseng, tis<br> 85. pat, tot<br> 87. ni pat, palampak<br> 88. mata ni ari ni pat<br> 89. tambihoel<br> 90. haè-haè<br> 91. doegoel ni pat<br>{{gap}}doegoel ni tot<br> 92. lompit-lompit ni doegoel<br>{{gap}}ni pat<br> 93. bitis<br> 94. holi-holi ni bitis<br> 96. tangan {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> tqhtl8inscu19vkx13c8jmsmuzl7bc9 Halaman:174 Toba, Batak.djvu/3 104 116802 321563 2026-10-16T03:11:03Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321563 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 98. botohon<br> 99. gèdèk-gèdèk<br> 100. singkoe<br> 101. ring-ring<br> 102. palak ni tangan<br> 103. soerat ni tangan<br> 104. djari-djari ni tangan<br> 106. djari-djari ni pat<br> 107. sisi lon<br> 108. ina ni tangan<br> 109. sitoemoedoe<br> 110. sitoealang<br> 111. sidjagoa<br> 112. anak ni tangan<br> 113. ina ni djari ni pat<br> 114. anak ni djari ni pat<br> 115. holi-holi<br> 116. moedar<br> 117. siboek-siboek<br> 120. oerat-oerat<br> 121. hoeling-hoeling<br> 122. imboeloe<br> 124. hodok<br> 125. tidjoer<br> 126. tak-tak<br> 127. Morkasa<br> 128. mangan<br> 129. male, lapar<br> 130. minoem<br> 131. maboek<br> 132. maoeas<br> 133. boetong<br> 135. mangkarat<br> 136. mamondoet<br> 138. modom<br> 139. marnipi<br> 140. nipi<br> 141. mondohondok<br> 142. ngot, doengo<br> 143. hehe<br> 144. djong-djong, tindjang<br> 145. mardalan {{multicol-break}} 146. singgalak<br> 147. toengkap<br> 148. peak<br> 149. hoendoel di karosi<br> 150. mangoenselleng <4><br> 151. mangoenselleng <5><br> 152. marsinggang<br> 153. marlange<br> 154. maridi<br> 155. mandidi<br> 156. haloat<br> 158. soara<br> 159. marpora<br> 161. mengkel<br> 162. mamarengkeli<br> 163. tangis<br> 164. mangandoenga<br> 165. martala soeping<br> 166. marhoi<br> 167. marsitidjoer<br> 168. moetaoeta<br> 169. barsi<br> 170. batoehon<br> 171. ansosohoton<br> 173. amporotan<br> 176. heheamon<br> 178. gabe-gabean<br> 179. toeboe, sorang<br> 180. pinompar<br> 181. silindoeati<br> 182. mang oloe<br> 183/<br> 185. mate, hoemolip<br> 186. na mate<br> 187. dane<br> 189. batang ni na mate<br> 190. mananom, mangkoeboerkan<br> 191. tanoman, koeboeran<br> 192. mamoenoe, pamatehon<br> 196. boegang<br> 198. ipos-ipos<br> 199. marsahit {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> hvigv3nlee042eyhcuxarvyncduf65s Halaman:174 Toba, Batak.djvu/4 104 116803 321564 2026-10-16T03:16:51Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321564 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 201. mangae na hansit<br> 202. hipas<br> 203. baro<br> 204. maroen<br> 206. marsahit boetoeha<br> 208. panihatnihaton<br> 210. ngenge<br> 212. magoerbak<br> 213. boeriran<br> 215. sisihon<br> 216. poeroe<br> 217. rasa<br> 218. hoeliton<br> 220. ngeloet, sahit ring ring,<br>{{gap}}sarion<br> 221. ngalian<br> 223. mate holi-holi<br> 225. loempoe<br> 226. mengkatengkat<br> 227. ngoengoe<br> 228. nengel<br> 229. mapitoeng<br> 230. mamimpit mata<br> 231. mata-daoon<br> 232. maloem<br> 233/<br> 234. oebat, daon<br> 236-<br> 238. djolma, manoesia<br> 239. goar<br> 241. baoa<br> 242. boroe-boroe<br> 243. lahi-lahi<br> 244. djantan<br> 245. boroe-boroe<br> 246. boroe-boroe<br> 247. doli-doli<br> 251. namarbadjoe<br> 253. baoa na matoea<br> 254. boroe-boroe na matoea<br> 255. ama<br> 256. ina<br> 257. sihahaan {{multicol-break}} 258. siampoedan<br> 257/<br> 258. anak, dak danak<br> 259. pahompoe baoa<br> 260. pahompoe boroe-boroe<br> 263. ompoe doli<br> 264. ompoe boroe<br> 270. haha<br> 271. iboto<br> 272. anggi<br> 273. iboto<br> 274. pahompoe<br> 275. amang toea, amang oeda<br> 276. toelang<br> 281. namboroe<br> 282. inang<br> 287-<br> 290. bere<br> 287-<br> 294. bere<br> 295. bere<br> 296. bere<br> 297. simatoea<br> 298. hoela-hoela<br> 301. hela<br> 306/<br> 307. toenggane<br> 308/<br> 309. pariban<br> 311-<br> 314. pariban<br> 315. sisolhot, tondong<br> 317. <6><br> 318. <7><br> 319. <8><br> 321. dongan<br> 322. <8><br> 323. tamoeë<br> 325. hoeta<br> 329. sosor<br> 330. bangso<br> 342. pardjoedjoengan,<br>{{gap}}hasandaran<br> 343. tondi {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 6hrmebq95y339ht1rypn96fpnfaen9j Halaman:174 Toba, Batak.djvu/5 104 116804 321565 2026-10-16T03:19:11Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321565 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 344. soemangot<br> 348. panoempak ni tondi,<br>{{gap}}sakala ni tondi<br> 349. Debata<br> 350. gana-ganaän<br> 356. toeri-toerian<br> 362. baoea toroe<br> 368. dosa<br> 370. mangarai<br> 371/<br> 372. parbaringin<br> 373. dotoe<br> 374. djoro<br> 383. djaboe-hoeta<br> 384. sopo parpoengoeon ni baoa<br> 386. radja hoeta<br> 387. radja-hoeta paradongan<br> 388. asal<br> 389. na toemoenggane<br> 394. hatoban<br> 395. adat<br> 397. pardjahat<br> 399. mangoehoem<br> 400. mandangdang<br> 403. dangdang<br> 404. <9><br> 405. manoenat<br> 406. mangalontik ipou<br> 407. mangoli<br> 408. langkoe, moeli<br> 409. pangolihon<br> 410. manirang<br> 411. boli<br> 413. maranak<br> 415. marbati-djalang<br> 418. simoetoe<br> 420. soeling<br> 421. tambor<br> 426. saroene<br> 428. manontor<br> 429. ende<br> 430. hoeling-hoelingan<br> {{multicol-break}} 431. marhoeling-hoelingan 432. marmeam<br> 433. tol<br> 434. martol<br> 435. marsitengka<br> 436. manoelloek<br> 437. djaboe<br> 438. sopo-sopo<br> 440. boengkoelan<br> 441/<br> 445. taroep<br> 446. oeroer<br> 447. emper djolo<br> 448. pintoe<br> 450. pandaloan, djandela<br> 452. soehi-soehi<br> 453. balatoek<br> 453/<br> 454. balatoek<br> 455. masoek toe djaboe<br> 456/<br> 457. pantar<br> 458/<br> 459. dingding<br> 460. djagar-djagar<br> 461. tiang ni djatoe<br> 462. goelang-goelang<br> 466. biloet<br> 468. lage-lage<br> 469. halang-oeloe<br> 470. lopo, andang-andangan<br> 472. langit-langit<br> 473. salean<br> 474. tataring<br> 475. api<br> 477. mangopan api<br> 479. mangintopi api<br> 480. patoebohon api<br> 481. mintop<br> 482. timoes<br> 483. siraboen<br> 484. soban<br> 487. bara, taoeni-bara {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 4tutv5gdt77jib2k2mndhmas6efusw2 Halaman:174 Toba, Batak.djvu/6 104 116805 321566 2026-10-16T03:22:33Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321566 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 490. paoeli-djaboe, mangoemban-<br>{{gap}}djaboe<br> 491. manastas<br> 492. dasar<br> 497. pinggan<br> 499. tatahoe<br> 501/<br> 502. papene<br> 505. raoeti<br> 506. goloek<br> 509. tangke<br> 511. sondoek<br> 512. poting<br> 513. toe-aek<br> 514. hirang-ampang<br> 515. palito<br> 517. soeloe-soeloe<br> 518. poti<br> 521. hoedon<br> 523. manopa hoedon<br> 525-<br> 527. mangalompa<br> 529. manoetoeng<br> 530. mamanggang<br> 531. manggoreng<br> 532. masak<br> 533. tata<br> 534. sipanganon<br> 535. balandjo<br> 537. ingkaoe-rata<br> 538. djagal, djoehoet<br> 540. dengdeng<br> 541. dengke<br> 542. eme<br> 543. eme<br> 544. dahan on<br> 545. indahan<br> 547. botang ni eme<br> 548. bioer ni eme<br> 549. sopo<br> 550. losoeng<br> 551. andoloe {{multicol-break}} 552. mandoeda<br> 553. andoeri<br> 554. soboeon<br> 556. hare-onan<br> 557. itak-sago<br> 558. boeboer-sago<br> 563. sira<br> 564. sopa-sopa<br> 565. mandar<br> 566. abit<br> 567. saraoal<br> 510. sendok-sendok<br> 569. badjoe<br> 570. badjoe<br> 571. toedjoeng-toedjoeng<br> 572. toli-toli<br> 573. soeri<br> 574. soeri-hoetoe<br> 575. tintin<br> 579. golang tangan<br> 580. golang pat<br> 581. golang botohon<br> 582/<br> 583. sibong<br> 584. horoeng-horoeng<br> 585. simata<br> 587. parompa<br> 589. abit<br> 593. martonoen<br> 594-<br> 597. bonang<br> 600. mambooe, mandandan<br> 601. mamioe tali<br> 602. tali<br> 604. manirat<br> 605/<br> 606. <10><br> 607. podang<br> 609. saroeng ni podang<br> 610. manallikkon<br> 611. hoedjoer<br> 612. oeltop<br> 617. moendi-moendi<br> 620. <11> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 65verhm6qz1os0moclk7hx8vu3ltam8 Halaman:174 Toba, Batak.djvu/7 104 116806 321567 2026-10-16T03:26:50Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321567 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 621. raboek<br> 622. anak bodil<br> 623. mamodil, manembak<br> 624. ambalang<br> 625. marmoesoe<br> 626. parang<br> 627. moesoe<br> 629. manggotap oeloe<br> 631. parkalan<br> 632. taloe<br> 633. monang<br> 636. tabanan<br> 637. oeloebalang<br> 638. <12><br> 641. mangoela tano<br> 645. ordang<br> 646. mangordang<br> 647. goeris<br> 649. sasabi<br> 651. sasabi<br> 652. panggoe<br> 654. haoema saba<br> 655. haoema toer<br> 656. gadoe-gadoe<br> 657/<br> 658. aek-halian<br> 659. handang<br> 726. gambir<br> 661. soean-soeanan<br> 662. manoean<br> 663. manaboer<br> 665. <13><br> 666. marde ge<br> 667. boni<br> 668. masak, malamoen <14><br> 669. bibi<br> 670. manggotil<br> 673. mamoetikkon<br> 674. djagoeng<br> 676. <15><br> 679. ansimoen<br> 681. timbaho<br> 682. toboe<br> 684. baoang {{multicol-break}} 686. gadong, kantang<br> 688. gadong-haoe<br> 689. soehat<br> 690. lasiak sibargak,<br>{{gap}}lasiak siramboe<br> 691. haoe harambir<br> 692. harambir<br> 694. haoe soekkoen<br> 695. bagoti<br> 697. toeak na tonggi<br> 698. toeak na pang, toeak na<br>{{gap}}niraroe<br> 706. hapas, pondji<br> 707. pandan<br> 708. mangga<br> 709. pinasa<br> 710. ramboetan<br> 711. taroetoeng<br> 712. djamboe<br> 713. lansat<br> 714/<br> 715. balimbing<br> 716. oensim<br> 717. gaol<br> 718. gaol<br> 719. oente <16><br> 728. hapoer<br> 729. hoenik<br> 730. pege<br> 731. hotang<br> 732. boeloe<br> 733. toebis<br> 734. haoe<br> 735. haoe<br> 736. mandjangkit<br> 738. manaba haoe<br> 739/<br> 740. dangka<br> 741. oenok ni haoe<br> 742-<br> 744. oerat<br> 745. andor {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ea1b8s9yg1dk4g662biccssdfxk67j2 Halaman:174 Toba, Batak.djvu/8 104 116807 321568 2026-10-16T03:30:56Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321568 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 746. boeloeng-boeloeng<br> 747. maroeroes<br> 748. sisik ni haoe<br> 749. soega, doeri<br> 752. pining<br> 753. napoeran<br> 755. damar<br> 756. haoe damar<br> 758. boenga-boenga<br> 759. parboeĕ<br> 760. marparboeĕ<br> 761. langkat ni haoe<br> 762. mangalangkati<br> 763. batoena<br> 765. <17><br> 766. miak<br> 767. limoet<br> 768. dan<br> 769. pahoe-pahoe<br> 770/<br> 771. roempoet, ramba-ramba<br> 772. ri<br> 773. aroeng<br> 774. binatang<br> 775. <18><br> 778. ihoer<br> 779. pat ni binatang<br> 780. tambirik<br> 781. sisilon<br> 782. boendala<br> 783. moensoeng <19><br> 784. moensoeng<br> 785. toek-toek, pakkoet<br> 786. habong<br> 787. imboeloe<br> 788. habang<br> 789. asar<br> 790. <20><br> 791. <21><br> 792. mamorpori<br> 794. babi<br> 795. loboe ni babi<br> 796. aili {{multicol-break}} 797. marloengaer<br> 799. hambing<br> 800. lomboe toenggal<br> 801. lomboe boroe-boroe<br> 803/<br> 804. lomboe<br> 806. maroee<br> 807. hoda<br> 809. oersa<br> 810. tandoek<br> 811. biang<br> 812. maraoeang, mangorong<br> 813. hoeting<br> 814. marngeong<br> 817. biroeang<br> 818. andoerian <22><br> 820. hoedi<br> 822. tanggiling<br> 824. <23><br> 825. pidong sigak<br> 826. manoek<br> 828. manoek boroe-boroe<br> 829. manoek boroe-boroe inaina<br> 830. manoek djambe<br> 832. masitoerbingan<br> 833. bibi<br> 834. hiong<br> 837. amporik<br> 838. onggang<br> 839. lote<br> 841. lali<br> 842. sipaoek<br> 844. pidong<br> 845. padidit<br> 846. arip-arip<br> 848. haloeang<br> 849. hidje<br> 850. linggaroeng<br> 851. bagoedoeng<br> 853. mousi, satoea<br> 854. bodat, herek <24><br> 855. marboeroe<br> 857. <25> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> e8jhlk9loxjvh4o5pf5sozaij0lgdw9 Halaman:174 Toba, Batak.djvu/9 104 116808 321569 2026-10-16T03:33:19Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321569 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 858. goeringan<br> 859. <26><br> 860. boeboe<br> 861. djala<br> 862. monsam ni dengke<br> 863. ioe<br> 864. pari<br> 865. boloek<br> 866. hoetoe<br> 867. masihoetoe<br> 868. toema<br> 869. lisa<br> 870. hoetoe ni biang<br> 871. babi-babi<br> 872. lanok<br> 873. lanak bornga<br> 874. oentoeng-oentoeng<br> 875. loba<br> 876. sitoeak ni loba<br> 877. rongit<br> 878. lampoe-lampoe<br> 879. goelok-goelok,<br>{{gap}}gilok-gilok<br> 880. salimpoppot<br> 881. sihapor<br> 882. heat<br> 883. ipos<br> 884. porngis<br> 885. tande-tande<br> 886. oelok<br> 887. oeos-oeos<br> 888. lipan<br> 889. linta<br> 890. langkitang<br> 891. gea<br> 892. oedang<br> 893. goerampang<br> 894. langkitang<br> 895. lolok<br> 896. badjak<br> 897. sibagoer<br> 898. ilik {{multicol-break}} 900. boeea<br> 901. labi<br> 902. ponoe<br> 905. langit<br> 906. mata ni ari<br> 907. pangkolom ni mata ni ari<br> 908. boelan<br> 909. saboelan<br> 911. pangkolom ni boelan<br> 912. bintang, bintang si<br>{{gap}}dongdong<br> 913/<br> 914. binsar<br> 915/<br> 916. mate<br> 917. tano on<br> 918. aoang-aoang<br> 919. oedon<br> 920. namboer<br> 921. omboen<br> 922. samon<br> 923. haliboetoengan<br> 924. ronggoer<br> 926. porhas<br> 927. lalo, soehoel<br> 928. alogo<br> 929. haba-haba<br> 930. aek<br> 931. laoet<br> 933. tao<br> 935. galoembang<br> 937. solok<br> 938. topi<br> 940. topi-pasir<br> 941. karang<br> 942. darat<br> 944. poelo<br> 946. tandjoeng<br> 947. dolok<br> 948. tor<br> 949. manganoeki dolok,<br>{{gap}}manganangkohi dolok<br> 950. toeroen, toeat {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 1yt5qr1aryquztyoki09ovlxa0gpvh6 Halaman:174 Toba, Batak.djvu/10 104 116809 321570 2026-10-16T03:35:42Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321570 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 951. nahornop<br> 952. roera<br> 953. djompalan<br> 954. rawang<br> 955. tombak<br> 956. tombak longolongo<br> 957. gos-gos<br> 961. bogos ni pot, bogos ni tot<br> 962. parbalohan<br> 963. batang aek, binanga<br> 964. hite, djambatan <27><br> 965. manoeha<br> 966. toe toroeon<br> 967. moeali<br> 968. dek na soemar,<br>{{gap}}mapoelha gadoe<br> 969. batoe<br> 970. tano<br> 971. rihit<br> 972. botoe rese<br> 973. bosi<br> 974. tombaga<br> 976. perak<br> 977. mas<br> 980. barerang<br> 981. toekang bosi<br> 982. partoekangan bosi<br> 983. manopa<br> 984. agong<br> 985. tongkok<br> 986. landasan<br> 987. gansip<br> 988. gara<br> 989. manadjomi<br> 990. garoet<br> 995. saoedagar, partigatiga<br> 1001. lapo<br> 1002. onan<br> 1003. martigatiga, marboniaga<br> 1004. tiga-tiga, boniaga<br> 1005. djaroem, panoepoek {{multicol-break}} 1006. mandjaroem, manoepoek<br> 1007. arga<br> 1008. laba<br> 1009. roegi<br> 1010. manoehor<br> 1011. arga<br> 1012. moera<br> 1013. oetang<br> 1014. manoenggoe<br> 1015. manggarar<br> 1016. manggadis<br> 1017. mangindjam, marsali<br> 1018. paindjamhon, pasalihon<br> 1019. martoengkar, marganti<br> 1022. manaoar<br> 1033. parau<br> 1034. solo-solo bolon<br> 1035. tiang ni parau<br> 1036. lajar<br> 1037. marlajar<br> 1038. amoedi<br> 1039. mangamoedi<br> 1040. loega<br> 1043. mangaloegai<br> 1045. goli-goli<br> 1046. <28><br> 1047. pangamoedian<br> 1048. marmoeat<br> 1050. rapan<br> 1054. laboean<br> 1055. toe darat<br> 1056. marloega<br> 1057. toenggaling<br> 1061. balga<br> 1062. metmet<br> 1063. gandjang<br> 1064. leleng<br> 1065/<br> 1066. djempek, pendek<br> 1069. hapal {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 4aj0808ls6cdq3gebe29r5wd9t8eoet Halaman:174 Toba, Batak.djvu/11 104 116810 321571 2026-10-16T03:38:18Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321571 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1067/ 1068. mokmok 1070. nipis 1071. marniang 1072. mokmok 1073. tabo-tabo 1075. lihi 1077. marmiang 1078. toeboe, balga 1079. djinak 1080/ 1081. riar 1082. maila 1083. bagas 1084. bagas 1085. tandal 1086. tedek 1087. timbo 1088. pendek 1089. tigor 1090. bengkoek 1091. marbengkoek 1092. lamak 1093. dosdos 1094. landit 1095. dokdok 1096. neang 1097. seder 1098. tadjom 1099. medjoel 1100. pinsoer 1101. pir 1103. gamoek 1104. mohop 1105. mohop 1106. ngali 1107. ngali 1108. angka hitir, <br>{{gap}}angka dot dot 1109. tingko 1110. tingko 1111. tingko 1112. maropat soehi {{multicol-break}} 1113. bidang 1114. sompit 1115. sompit 1116. bidang 1117. gogo 1118. gale 1119. barani 1120. mabiar 1121. malas, losok 1122. ringgos 1123. holit 1124. boeas 1125. mahiang 1126. mandjomoer 1127. tonoe, malitap 1128. <29> 1129. boesoek 1130. denggan 1131. djahat 1132- 1134. oeli 1135. denggan 1136- 1138. roa 1139. roa 1140. sala 1141. <30> 1142. roemar 1143. gok 1144. moeroek 1145. lalaen 1146. tartambat 1147. gomos 1148. maloea 1149. ganggang 1151. boeroek 1152. poso 1153. imbaroe 1154. pogos 1155. maradong 1156. lodja 1157. hatop 1158. lambat {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> qir8sqww0lz49aab79ssacsy1w5cqrw 321572 321571 2026-10-16T03:39:20Z Thersetya2021 15831 321572 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1067/<br> 1068. mokmok<br> 1070. nipis<br> 1071. marniang<br> 1072. mokmok<br> 1073. tabo-tabo<br> 1075. lihi<br> 1077. marmiang<br> 1078. toeboe, balga<br> 1079. djinak<br> 1080/<br> 1081. riar<br> 1082. maila<br> 1083. bagas<br> 1084. bagas<br> 1085. tandal<br> 1086. tedek<br> 1087. timbo<br> 1088. pendek<br> 1089. tigor<br> 1090. bengkoek<br> 1091. marbengkoek<br> 1092. lamak<br> 1093. dosdos<br> 1094. landit<br> 1095. dokdok<br> 1096. neang<br> 1097. seder<br> 1098. tadjom<br> 1099. medjoel<br> 1100. pinsoer<br> 1101. pir<br> 1103. gamoek<br> 1104. mohop<br> 1105. mohop<br> 1106. ngali<br> 1107. ngali<br> 1108. angka hitir, <br>{{gap}}angka dot dot<br> 1109. tingko<br> 1110. tingko<br> 1111. tingko<br> 1112. maropat soehi {{multicol-break}} 1113. bidang<br> 1114. sompit<br> 1115. sompit<br> 1116. bidang<br> 1117. gogo<br> 1118. gale<br> 1119. barani<br> 1120. mabiar<br> 1121. malas, losok<br> 1122. ringgos<br> 1123. holit<br> 1124. boeas<br> 1125. mahiang<br> 1126. mandjomoer<br> 1127. tonoe, malitap<br> 1128. <29><br> 1129. boesoek<br> 1130. denggan<br> 1131. djahat<br> 1132-<br> 1134. oeli<br> 1135. denggan<br> 1136-<br> 1138. roa<br> 1139. roa<br> 1140. sala<br> 1141. <30><br> 1142. roemar<br> 1143. gok<br> 1144. moeroek<br> 1145. lalaen<br> 1146. tartambat<br> 1147. gomos<br> 1148. maloea<br> 1149. ganggang<br> 1151. boeroek<br> 1152. poso<br> 1153. imbaroe<br> 1154. pogos<br> 1155. maradong<br> 1156. lodja<br> 1157. hatop<br> 1158. lambat {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> n5yds31u4sp41bw6jz7wiv22xx93jcf Halaman:174 Toba, Batak.djvu/12 104 116811 321573 2026-10-16T03:41:09Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321573 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1159. bodok<br> 1160. pistar<br> 1161. tonggi<br> 1162. asom<br> 1163. paet<br> 1165. siak<br> 1166. ansim<br> 1167. bontar<br> 1168. birong<br> 1169. rara<br> 1170. na bara<br> 1171. hoenik<br> 1172. na balaoe<br> 1173. rata-rata<br> 1174. mangaloeloei, mandiori<br> 1175. djoempangan, dapotan<br> 1176. mangalehon<br> 1177. manoerdoengkon<br> 1178. mandjalo<br> 1179. mamboeat<br> 1180. mangalap<br> 1181. mamboeat<br> 1182. mamboan<br> 1183. mamboan, manaroehon<br> 1184. manaroehon<br> 1185. maniop<br> 1186. manogoe<br> 1187. mambahen<br> 1188. paoelihon<br> 1189. manoengsi<br> 1190. manantap<br> 1191. marsoeap<br> 1192. marpangir<br> 1193. mananda<br> 1194. marpingkir<br> 1195. oembolosa<br> 1196. marningot<br> 1197. loepa<br> 1198. mamorso<br> 1199. marhatoetoehon<br> 1200. sip {{multicol-break}} 1202. mangkatai<br> 1203. marende<br> 1204. marhoesip<br> 1205. mandok<br> 1206. mandjooe<br> 1208. boi<br> 1209. djadi<br> 1210. mangoela<br> 1211. manoehoek<br> 1212. mangkoent<br> 1213. maniop<br> 1215. mangkapithon<br> 1216. maniop<br> 1217. mangompa<br> 1218. mangompa<br> 1219. mangalandja<br> 1222. doengo<br> 1224. mandoengo i<br> 1226. paimahon<br> 1227. mambege<br> 1228. mamereng<br> 1229. manganggo<br> 1230. mangkilala<br> 1231. mandadap<br> 1232. mandai<br> 1233. manoboen<br> 1235. mangonsop<br> 1236. mangoemma<br> 1238. mangkaholongi<br> 1241. lomo raho<br> 1243. olor<br> 1245. mamboengka<br> 1246. mangkoensi, manardak<br> 1247. mamotong<br> 1248. manambai<br> 1249. manimboeng<br> 1250. manimboeng tae toroe<br> 1251. mangkonai<br> 1252. hona<br> 1253. mamonggolhon,<br>{{gap}}manoeangkon<br> 1254. manggotap {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> hdxas5dsqpyi760aryxyhslp80r068v Halaman:174 Toba, Batak.djvu/13 104 116812 321574 2026-10-16T03:45:00Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321574 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1255. manaparhon<br> 1256. ponggol<br> 1257. gotap<br> 1258. topar<br> 1259. manggotil<br> 1260/<br> 1261. moelai<br> 1262/<br> 1263. maradian<br> 1264. <31><br> 1265. manaboenihon<br> 1266. martaboeni<br> 1267. manaengkoen<br> 1307. sampoeloe lima<br> 1268. mangaloesi<br> 1269. mangido<br> 1270. mandjoea<br> 1271. manggaboesi, <br>{{gap}}paotootokon<br> 1272. margaboes<br> 1273. manangko<br> 1274. mambolongkon<br> 1275. mandanggoerhon<br> 1276. manoerboe<br> 1277. galak<br> 1278. mangkoear<br> 1279. laho<br> 1280. laho toesan.<br> 1281. manoeroe<br> 1282. manongos<br> 1283. ro<br> 1284. sahat<br> 1285. Sahat toeson<br> 1286. borhat<br> 1287. padjoempang<br> 1288. padjoempang<br> 1289. papoengoehon<br> 1290. marpoengoe<br> 1291. <32><br> 1292. mamaloshon<br> 1293. sada<br> 1294. doea<br> 1295. toloe {{multicol-break}} 1296. opat<br> 1297. lima<br> 1298. onom<br> 1299. pitoe<br> 1300. oealoe<br> 1301. sia<br> 1302. sampoeloe<br> 1303. sampoeloe sada<br> 1304. sampoeloe doea<br> 1305. sampoeloe toloe<br> 1306. sampoeloe opat<br> 1308. sampoeloe onom<br> 1309. sampoeloe pitoe<br> 1310. sampoeloe oealoe<br> 1311. sampoeloe sia<br> 1312. doeapoeloe<br> 1314. <33><br> 1316. toloe poeloe<br> 1317. opat poeloe<br> 1318. lima poeloe<br>{{gap}}mangareongkon<br> 1319. onom poeloe<br> 1320. pitoe poeloe<br> 1321. oealoe poeloe<br> 1322. sia poeloe<br> 1323. saratoes <34><br> 1324. sariboe<br> 1325. sampoeloe riboe<br> 1326. satonga<br> 1327. saparopat<br> 1328. sahali<br> 1329. doea hali<br> 1330. pardjalo<br> 1331. patoedjolo<br> 1332. padoeahon<br> 1333. padoea halihon.<br> 1334. patoloehon<br> 1335. patoloehalihon<br> 1336/<br> 1337. parpodi<br> 1338. sadia<br> 1339. godang<br> 1340. saotik {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> fz25rwqf4vjlgfvynatiju2gv5vsjnp Halaman:Warisan Seorang Pangeran 05.pdf/43 104 116813 321575 2026-10-16T03:53:02Z Therefa22 27445 /* Telah diuji baca */ 321575 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Therefa22" /></noinclude>Hong Hoa mengarti orang liehay, ia berlaku waspada. Maka ia lantas menarik pulang lengannja itu. Baharu beberapa gebrak sadja, kedua pihak sudah bertempur setjara mati-matian. Mulai menjerang pula, Hong Hoa menjerang keatas. Ia mentjari tenggorokan lawan. Dibawah itu ada djalandarah soan-kie. Siorang bertopeng menjelamatkan dirinja dengan menarik tubuhnja mundur, tetapi begitu mundur, ia madju pula, kedua tamengnja menjambar kekedua iga musuh, jang ia hendak gentjet. Itulah serangan sangat hebat. Hong Hoa melihat bahaja mengantjam, ia berlompat mundur dengan membalik tubuhnja, jaitu begitu kakinja mengindjak tanah, begitu ia memutar tubuh kekiri, maka sekedjab sadja ia sudah berada dibelakang musuh. Dengan sama tjepatnja, tjambuknja menjambar kepunggung dimana ada djalan darah leng-tay. Musuh itu mengarti serangannja gagal, bahwa bahaja lagi mengantjam padanja. Ia lantas miringkan tubuhnja kekanan, sambil berputar, tangan kirinja menangkis. Habis memutar tubuhnja, ia terus menjerang dengan tameng kanan seraja kaki kanannja turut dimadjukan. Hong Hoa berlompat kekiri. Diam-diam ia pudji lawan ini. Siorang bertopeng gesit dan telengas. Dia seperti tidak hendak memberi kesempatan pada lawannja. Begitu orang berkelit, begitu dia merangsak pula. Kembali tamengnja jang kanan jang dipakai bekerdja. Hong Hoa terkedjut. Serangan ini berbahaja sekali. Sjukur ia waspada, maka dapat ia berlompat kekiri. Ia merasakan panas pada kulit mukanja jang diakibatkan oleh sambaran angin tameng. Ia mendjadi panas hatinja. Tidak ajal lagi, ia menjerang sambil berseru „Kena !“ Ia memilih djalan darah siang-kiok disamping pusar. Siorang bertopeng sudah lantas menangkis dengan tameng kirinja. Ia bermata tjeli dan sebat sekali gerakannja. Tapi Hong Hoa tjuma menggertak. Mendadak sadja ia mengubah sasarannja kali ini kedjalan darah beng-boen. Masih siorang bertopeng dapat menolong dirinja dengan mengegos tubuhnja. Sesudah bertempur sekian lama itu, Lioe Hong Hoa lantas merasa pasti bahwa lawannja ini adalah seorang kenalannja, hanja<noinclude>{{rh|288||}}</noinclude> cwzgyof4ma8j824frioay90zcado6ju 321715 321575 2026-10-16T09:09:55Z Sandi rambe 25813 /* Tervalidasi */ 321715 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sandi rambe" /></noinclude>Hong Hoa mengarti orang liehay, ia berlaku waspada. Maka ia lantas menarik pulang lengannja itu. Baharu beberapa gebrak sadja, kedua pihak sudah bertempur setjara mati-matian. Mulai menjerang pula, Hong Hoa menjerang keatas. Ia mentjari tenggorokan lawan. Dibawah itu ada djalandarah soan-kie. Siorang bertopeng menjelamatkan dirinja dengan menarik tubuhnja mundur, tetapi begitu mundur, ia madju pula, kedua tamengnja menjambar kekedua iga musuh, jang ia hendak gentjet. Itulah serangan sangat hebat. Hong Hoa melihat bahaja mengantjam, ia berlompat mundur dengan membalik tubuhnja, jaitu begitu kakinja mengindjak tanah, begitu ia memutar tubuh kekiri, maka sekedjab sadja ia sudah berada dibelakang musuh. Dengan sama tjepatnja, tjambuknja menjambar kepunggung dimana ada djalan darah leng-tay. Musuh itu mengarti serangannja gagal, bahwa bahaja lagi mengantjam padanja. Ia lantas miringkan tubuhnja kekanan, sambil berputar, tangan kirinja menangkis. Habis memutar tubuhnja, ia terus menjerang dengan tameng kanan seraja kaki kanannja turut dimadjukan. Hong Hoa berlompat kekiri. Diam-diam ia pudji lawan ini. Siorang bertopeng gesit dan telengas. Dia seperti tidak hendak memberi kesempatan pada lawannja. Begitu orang berkelit, begitu dia merangsak pula. Kembali tamengnja jang kanan jang dipakai bekerdja. Hong Hoa terkedjut. Serangan ini berbahaja sekali. Sjukur ia waspada, maka dapat ia berlompat kekiri. Ia merasakan panas pada kulit mukanja jang diakibatkan oleh sambaran angin tameng. Ia mendjadi panas hatinja. Tidak ajal lagi, ia menjerang sambil berseru „Kena !“ Ia memilih djalan darah siang-kiok disamping pusar. Siorang bertopeng sudah lantas menangkis dengan tameng kirinja. Ia bermata tjeli dan sebat sekali gerakannja. Tapi Hong Hoa tjuma menggertak. Mendadak sadja ia mengubah sasarannja kali ini kedjalan darah beng-boen. Masih siorang bertopeng dapat menolong dirinja dengan mengegos tubuhnja. Sesudah bertempur sekian lama itu, Lioe Hong Hoa lantas merasa pasti bahwa lawannja ini adalah seorang kenalannja, hanja<noinclude>{{rh|288||}}</noinclude> bvo0xdqc0wrigls1aka3c00gdmne8xu Halaman:174 Toba, Batak.djvu/14 104 116814 321576 2026-10-16T04:00:02Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321576 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1341. soeda<br> 1342. adong<br> 1343. ndang adong<br> 1344. adong manang aho<br> 1345. ndang adong,<br>{{gap}}manang aho<br> 1346. ndang adong be<br> 1347. lobi<br> 1349. hoerang, moroe<br> 1350. sasoede, soede<br> 1351. saloehoetud<br> 1352. poengoe, rap<br> 1353. soeman<br> 1354. sae<br> 1355. manang sadia,<br>{{gap}}manang piga<br> 1357. ahoe<br> 1358. ahoe sandiri, holan akoe<br> 1359. ho<br> 1363. ibana<br> 1364. ibana<br> 1365. hita<br> 1366. hami<br> 1367/<br> 1368. nasida<br> 1369. ahangkoe <35><br> 1371. ahanta <36><br> 1372. ahanami <37><br> 1373/<br> 1374. ahana<br> 1375/<br> 1376. ahanasida <38><br> 1377/<br> 1378. ahana <39><br> 1379. ise<br> 1380. aha<br> 1381. djaboe dia<br> 1383. on<br> 1384. udi<br> 1387. adoei<br> 1388. dison<br> 1389. ndian<br> 1390. disan {{multicol-break}} 1391. na<br> 1394. ari<br> 1397. arian<br> 1398. tioer<br> 1401. borngin<br> 1403. holom, golap<br> 1404. arilogo<br> 1405. ari-oedan<br> 1406. taon<br> 1408. saonnari<br> 1409. annon<br> 1411. nabaroeou, nadjolo<br> 1415. moese<br> 1416. nangkin, nangkiningan<br> 1417. satongkin<br> 1418. nantoari<br> 1419. nantoari sada<br> 1420. sadari on<br> 1421. nosogol, nosogotan<br> 1422. marsogotu<br> 1423. hadoean<br> 1424. manogat<br> 1425. botari<br> 1426. sipata-sipata<br> 1427. nandigan<br> 1428. noenga<br> 1429. udong dope<br> 1430. udang be<br> 1431. oetara<br> 1432. dangsina<br> 1433. poerba<br> 1434. postima<br> 1435. hambirang<br> 1436. siamoen<br> 1437. digindjang<br> 1438. di dalan<br> 1439. sian gindjang<br> 1440. ditoroe<br> 1441. sian toroe<br> 1442. sian-sahat<br> 1443. sian-sahat rodi<br> 1450. di {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 25t06hqo1cs06ikp8zg6b1sg3vh0cak Halaman:174 Toba, Batak.djvu/15 104 116815 321577 2026-10-16T04:08:17Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321577 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1452. djonok<br> 1453. dao<br> 1454. hoemaliang<br> 1455. ditoroe<br> 1456. toe toroe, haroear <40><br> 1457. dibagosan<br> 1458. mosoek<br> 1460. didio<br> 1461. beha, songon dia<br> 1463. songon on<br> 1464. songon an<br> 1465. boasa<br> 1467. ra<br> 1468. mansai {{multicol-break}} 1469. doeng i<br> 1470. dohot<br> 1471. ndang<br> 1472. olo<br> 1473. ndang<br> 1474. ndang<br> 1475. ndang<br> 1477. holan<br> 1478. saotik nan<br> 1480. alai<br> 1483. molo<br> 1484. atik pe<br> 1485. ala {{multicol-end}} '''No. 174''' # <li value="1487">ro toeson, hatop!<br> # ndang olo ahoe<br> # ndang olo ibano<br> # olo do ahoe<br> # olo do ho, manang udang<br> # hoendoel ho!<br> # boasa tangis ho?<br> # ndang koeboto i<br> # ndang hoeboto dope!<br> # noenga hoeboto<br> # Peangkon mo i!<br> # laho toedia ho?<br> # ro sian dia ho?<br> # painte djolo!,<br>{{gap}}paimo djolo!<br> # Ndang mangoloi ahoe disi<br> # Noenga mate ibana<br> # ndang mate dope ibana<br> # Ampehon toe gindjang ni api i<br> # noenga goergoer<br> # noenga masak<br> # noenga rade sepanganon<br> # djolo maridi dope ahoe<br> # noenga maridi no?<br> # aha disoengkoen ho?<br> # aha pangidoanmoe?<br> # beta ma hita borhat!<noinclude></noinclude> k6uluog6kw1zojthgipku9fv2pj412z 321578 321577 2026-10-16T04:08:40Z Thersetya2021 15831 321578 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1452. djonok<br> 1453. dao<br> 1454. hoemaliang<br> 1455. ditoroe<br> 1456. toe toroe, haroear <40><br> 1457. dibagosan<br> 1458. mosoek<br> 1460. didio<br> 1461. beha, songon dia<br> 1463. songon on<br> 1464. songon an<br> 1465. boasa<br> 1467. ra<br> 1468. mansai {{multicol-break}} 1469. doeng i<br> 1470. dohot<br> 1471. ndang<br> 1472. olo<br> 1473. ndang<br> 1474. ndang<br> 1475. ndang<br> 1477. holan<br> 1478. saotik nan<br> 1480. alai<br> 1483. molo<br> 1484. atik pe<br> 1485. ala {{multicol-end}} '''No. 174''' # <li value="1487">ro toeson, hatop!<br> # ndang olo ahoe<br> # ndang olo ibano<br> # olo do ahoe<br> # olo do ho, manang udang<br> # hoendoel ho!<br> # boasa tangis ho?<br> # ndang koeboto i<br> # ndang hoeboto dope!<br> # noenga hoeboto<br> # Peangkon mo i!<br> # laho toedia ho?<br> # ro sian dia ho?<br> # painte djolo!,<br>paimo djolo!<br> # Ndang mangoloi ahoe disi<br> # Noenga mate ibana<br> # ndang mate dope ibana<br> # Ampehon toe gindjang ni api i<br> # noenga goergoer<br> # noenga masak<br> # noenga rade sepanganon<br> # djolo maridi dope ahoe<br> # noenga maridi no?<br> # aha disoengkoen ho?<br> # aha pangidoanmoe?<br> # beta ma hita borhat!<noinclude></noinclude> s4bl72h1d9g9b779eew5cta6dr8ma5a 321580 321578 2026-10-16T04:11:46Z Thersetya2021 15831 321580 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1452. djonok<br> 1453. dao<br> 1454. hoemaliang<br> 1455. ditoroe<br> 1456. toe toroe, haroear <40><br> 1457. dibagosan<br> 1458. mosoek<br> 1460. didio<br> 1461. beha, songon dia<br> 1463. songon on<br> 1464. songon an<br> 1465. boasa<br> 1467. ra<br> 1468. mansai {{multicol-break}} 1469. doeng i<br> 1470. dohot<br> 1471. ndang<br> 1472. olo<br> 1473. ndang<br> 1474. ndang<br> 1475. ndang<br> 1477. holan<br> 1478. saotik nan<br> 1480. alai<br> 1483. molo<br> 1484. atik pe<br> 1485. ala {{multicol-end}} '''No. 174''' # <li value="1487">ro toeson, hatop!<br> # ndang olo ahoe<br> # ndang olo ibano<br> # olo do ahoe<br> # olo do ho, manang udang<br> # hoendoel ho!<br> # boasa tangis ho?<br> # ndang koeboto i<br> # ndang hoeboto dope!<br> # noenga hoeboto<br> # Peangkon mo i!<br> # laho toedia ho?<br> # ro sian dia ho?<br> # painte djolo!,<br>paimo djolo!<br> # Ndang mangoloi ahoe disi<br> # Noenga mate ibana<br> # ndang mate dope ibana<br> # Ampehon toe gindjang ni api i<br> # noenga goergoer<br> # noenga masak<br> # noenga rade sepanganon<br> # djolo maridi dope ahoe<br> # noenga maridi no?<br> # aha disoengkoen ho?<br> # aha pangidoanmoe?<br> # <li value="1513"> beta ma hita borhat!<noinclude></noinclude> ftjc57mm2ye6zmmji2hv2ghu6ek5rr5 Halaman:174 Toba, Batak.djvu/16 104 116816 321579 2026-10-16T04:11:20Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321579 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><li value="1514"> doea halak baoa borhat marsogot<br> # pangan ma indahan on!<br> # pangan kamoe ma indahan on!<br> # ahoe noeng manoekar sada manoek<br> # babi na hoeboenoe i<br> # simata dia do di ahoe?<br> # sampoeloe ari nari oso borhat hami<br> # Ninna ibana si Anoe noenga borhat. '''3. NOTES''' # baba (impolite, rude)<br>pamangan (polite)<br> # omba-omba (rude)<br>hoendoelan (polite)<br> # miting (rude)<br>marnarotak (polite)<br> # only the men sit like this<br> # only the women sit like this<br> # 1. amang-amang (rude)<br>2. sisondoek<br>3. dongan saripe<br> # 1. nioli<br>2. tinoehor<br>3. anang-anang (rude)<br> # 1. ale-ale<br>2. kedan<br>3. poeang<br> # Funeral ceremonies are only held when an old person has died. This is called: "Boan ni na mate".<br> # hadjoet, hadang-hadangan, poero, poero, baloeang<br> # bodil, sinapang, sisada pinggol<br> # sohè, toboes taban, dang-dang<br> # manoean, marsoean, mangalatahon<br> # masak (of rice)<br>malamoen (of fruit)<br> # dali, boentjis, dali-toerak, halio, lape<br> # oente sampoeraga, oente manis, oente alboeng, oente soesoe, oente roedang<br> # sameang, sangkambioer, saraoengan<br> # anak ni lomboe<br>anak ni manoek<br>anak ni hoda<br> # moensoeng (rude)<noinclude></noinclude> rb936093v0g44jkksunux52m2ou9dg1 321581 321579 2026-10-16T04:12:08Z Thersetya2021 15831 321581 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>#<li value="1514"> doea halak baoa borhat marsogot<br> # pangan ma indahan on!<br> # pangan kamoe ma indahan on!<br> # ahoe noeng manoekar sada manoek<br> # babi na hoeboenoe i<br> # simata dia do di ahoe?<br> # sampoeloe ari nari oso borhat hami<br> # Ninna ibana si Anoe noenga borhat. '''3. NOTES''' # baba (impolite, rude)<br>pamangan (polite)<br> # omba-omba (rude)<br>hoendoelan (polite)<br> # miting (rude)<br>marnarotak (polite)<br> # only the men sit like this<br> # only the women sit like this<br> # 1. amang-amang (rude)<br>2. sisondoek<br>3. dongan saripe<br> # 1. nioli<br>2. tinoehor<br>3. anang-anang (rude)<br> # 1. ale-ale<br>2. kedan<br>3. poeang<br> # Funeral ceremonies are only held when an old person has died. This is called: "Boan ni na mate".<br> # hadjoet, hadang-hadangan, poero, poero, baloeang<br> # bodil, sinapang, sisada pinggol<br> # sohè, toboes taban, dang-dang<br> # manoean, marsoean, mangalatahon<br> # masak (of rice)<br>malamoen (of fruit)<br> # dali, boentjis, dali-toerak, halio, lape<br> # oente sampoeraga, oente manis, oente alboeng, oente soesoe, oente roedang<br> # sameang, sangkambioer, saraoengan<br> # anak ni lomboe<br>anak ni manoek<br>anak ni hoda<br> # moensoeng (rude)<noinclude></noinclude> p8mkytabn7e9q0zgjkafpgww20tevq6 Halaman:174 Toba, Batak.djvu/17 104 116817 321582 2026-10-16T04:17:00Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321582 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>#<li value="20"> pira, renteng, tinaroe<br> # marpira, marrenteng, martinaroe<br> # andoerian (the thorns are called "loendoe")<br> # andoehoer, darapati, poene<br> # bodat, herek (with a long tail)<br> # taotaonan, tirangkap, pios, loboe-loboe<br> # mardengke, mangkail, mandoeroeng, mandjala, mamoloek, manimba, manoebaa<br> # hite: small bridge<br> # a. oeloeon ni parore<br>b. pepean<br>c. abang-abang<br> # tonoe, maraek, bornok<br> # toetoe, toho, sintong<br> # manali, mangarahoeti, mamborothon<br> # mangalinsing, mamastap, mangalomboet, mangalotak<br> # doea poeloe sada, doea poeloe doea, doea poeloe toloe, doea poeloe opat, doea poeloe lima, doea poeloe onom, doea poeloe pitoe, doea poeloe oealoe, doea poeloe sia<br> # doea ratoes, toloe ratoes, lima ratoes, onom ratoes, pitoe ratoes, oealoe ratoes, sia ratoes<br> # my horse: hodangkoe<br>my cow: lomboengkoe<br> # our horse: hodanta<br> # our horse: hodanami<br> # their horse: hodanasida<br> # his horse: hodana<br>her horse: hodana<br> # out of the house: toe toroe<br>out of a box: haroear '''5. QUESTIONS FROM THE 1931 EDITION''' 5.2.1. The Batak Language<br> 5.2.2. Toba-Batak<br> 5.3.{{gap}} Malay<br> 5.4.{{gap}} Malay<br> 5.6.{{gap}} In former times the teeth of men and women used to be shortened by chiselling. Women, and rich men, formerly wore earrings; nowadays only the women wear them.<noinclude></noinclude> pzp7x8sx7m9kgnathd2rm8daotc339c Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/2 104 116818 321586 2026-10-16T04:34:40Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321586 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. SILINDUNG, TOBA BATAK LIST''' {{multicol}} 1. badan pamatang daging<br> 2. oeloe<br> 3. bohi<br> 4. pardompohan<br> 5. tangkoerak<br> 6. oboek<br> 7. salaksak<br> 8. poesoran<br> 9. pinggol sipareon<br> 10. temi pinggol<br> 11. <1><br> 12. lakkop ni mata<br> 13. imboeloe ni mata<br> 14. salibon<br> 16. iloe<br> 18. igoeng<br> 19. roeang ni igoeng <2><br> 20. monmon<br> 21. hoeroem<br> 23. <3><br> 24. dibagasan baba<br> 26. bibir<br> 27. mise<br> 29. osang-osang<br> 30. djanggoet<br> 31. dila<br> 32. langit-langit ni dila<br> 33. ngingi, ipon<br> 34. ngadol <4><br> 35. soeratan<br> 36. oetok-oetok<br> 37. aroe-aroe <5><br> 38. roengkoeng<br> 39. gala-gala<br> 40. tangkoehoet<br> 43. andora<br> 44. soesoe, bagot<br> 45. oeloe ni soesoe<br> 46. aek ni soesoe (bagot)<br> 48. manoesoe {{multicol-break}} 49. pasoesoehon pabagothon;<br>{{gap}}patagoekhon <6><br> 50. roesoek<br> 51. rak<br> 52. poesoe-poesoe<br> 54. boetoeha<br> 55. tali boetoeha, haboet<br> 56. atě atě<br> 57. pogoe<br> 58. limpa<br> 59. pia<br> 60. gotting<br> 61. poesok<br> 62. tali ni poesok<br> 63. tanggoeroeng<br> 64. haoe tanggoeroeng <7><br> 65. abara<br> 66. sasap<br> 67. omba-omba, tambon<br> 70. toektoek<br> 71. lapang ni tě <8><br> 72. miting<br> 73. tě<br> 74. oōntoet<br> 75. moentoet<br> 76. baoe<br> 77. pilat<br> 78. boedjang<br> 79. pirapira<br> 80. marollok, marsoesoet<br> 81. mardaloe, marbaringin <9><br> 82. tis, měsĕng<br> 83. tis, ěsĕng<br> 85. pat, simandjodjak<br> 87. palak ni pat<br> 88. mata ni ari ni pat<br> 89. tambihoel<br> 90. hae-hae<br> 91. doegoel ni pat<br> 92. lompit-lompit ni pat,<br>{{gap}}gětěk ni pat {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ie3x0evspao0pw4x3k4dk7hgnk0ie2e Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/3 104 116819 321587 2026-10-16T04:36:12Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321587 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 93. bitis 94. roeas 96. tangan, simanare 98. botohon 99. gěděk-gěděk 100. soehi-soehi ni tangan,<br>{{gap}}tombis 101. pargolangan 102. palak ni tangan 103. soerat ni tangan 104. djaridjari ni tangan 106. djaridjari ni pat 107. sisilon 108. ina ni tangan 109. sitoemoedoe 110. sitoealang 111. sidjagoa 112. anak ni tangan 113. ina ni pat 114. anak ni pat 115. holi-holi <10> 116. moedar, bontar <11> 117. siboek 120. doldol 121. hoeling-koeling 122. imboeloe 124. hodok 125. tidjoer 126. hohak 127. marhosa 128. mangan 129. mālě 130. minoem 131. maboeki 132. maoeas 133. basoer, boetong 135. mangkarat 136. mamondoet 138. modom 139. marnipi 140. nipi 141. mondohondok {{multicol-break}} 142. doengo 143. hěhě 144. djong-djong 145. mardalan 146. maninggalak 147. manoengkap 148. peak, gadapgadap 149. hoendoel, djoegoek 150. marhombang sila 151. mangoenselleng 152. mandjoergang 153. marlange 154. maridi 155. mandidi 156. haloat 158. soeara 159. marporo 161. martata, mengkel 162. mamarengkeli 163. tangis 164. mangoendoeng 165. martata soeping 166. marhosa godang 167. marsitidjoer 168. moetaoeta 169. barsibarsion 170. batoekbatoehon,<br>{{gap}}mongkolongkol 171. ansosohoton 173. amporotan 174. targeak 175. geahan 176. hehēamon 178. marsandang toemagam<br>{{gap}}haroan 179. <12> 180. anggi ni posoposo 181. lindoeat 182. mangoloe 183. mate 183/ 185. mate {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> nc3zl6cxpc7a4v1iysxfd2wz9gw1gae 321588 321587 2026-10-16T04:39:41Z Thersetya2021 15831 321588 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 93. bitis<br> 94. roeas<br> 96. tangan, simanare<br> 98. botohon<br> 99. gěděk-gěděk<br> 100. soehi-soehi ni tangan,<br>{{gap}}tombis<br> 101. pargolangan<br> 102. palak ni tangan<br> 103. soerat ni tangan<br> 104. djaridjari ni tangan<br> 106. djaridjari ni pat<br> 107. sisilon<br> 108. ina ni tangan<br> 109. sitoemoedoe<br> 110. sitoealang<br> 111. sidjagoa<br> 112. anak ni tangan<br> 113. ina ni pat<br> 114. anak ni pat<br> 115. holi-holi <10><br> 116. moedar, bontar <11><br> 117. siboek<br> 120. doldol<br> 121. hoeling-koeling<br> 122. imboeloe<br> 124. hodok<br> 125. tidjoer<br> 126. hohak<br> 127. marhosa<br> 128. mangan<br> 129. mālě<br> 130. minoem<br> 131. maboeki<br> 132. maoeas<br> 133. basoer, boetong<br> 135. mangkarat<br> 136. mamondoet<br> 138. modom<br> 139. marnipi<br> 140. nipi<br> 141. mondohondok {{multicol-break}} 142. doengo<br> 143. hěhě<br> 144. djong-djong<br> 145. mardalan<br> 146. maninggalak<br> 147. manoengkap<br> 148. peak, gadapgadap<br> 149. hoendoel, djoegoek<br> 150. marhombang sila<br> 151. mangoenselleng<br> 152. mandjoergang<br> 153. marlange<br> 154. maridi<br> 155. mandidi<br> 156. haloat<br> 158. soeara<br> 159. marporo<br> 161. martata, mengkel<br> 162. mamarengkeli<br> 163. tangis<br> 164. mangoendoeng<br> 165. martata soeping<br> 166. marhosa godang<br> 167. marsitidjoer<br> 168. moetaoeta<br> 169. barsibarsion<br> 170. batoekbatoehon,<br>{{gap}}mongkolongkol<br> 171. ansosohoton<br> 173. amporotan<br> 174. targeak<br> 175. geahan<br> 176. hehēamon<br> 178. marsandang toemagam<br>{{gap}}haroan<br> 179. <12><br> 180. anggi ni posoposo<br> 181. lindoeat<br> 182. mangoloe<br> 183. mate<br> 183/<br> 185. mate {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 9digjrvn1hpa80eezzk8eu5nuwgvtf7 Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/4 104 116820 321589 2026-10-16T04:47:45Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321589 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 186. na mate<br> 187. dāně<br> 189. batang, na hinoembar<br> 190. mananom<br> 191. <13><br> 192. pamatĕhon<br> 195. mamoegangi<br> 196. boegang<br> 198. iposipos<br> 199. marsahit<br> 201. hansit<br> 202. hipas<br> 203. bārǒ<br> 204. <14><br> 206. marsahit boetoeha<br> 208. rodjanon, baraboenion<br> 210. ngĕngĕ godang <15><br> 211. ngĕnge tahoetahoe<br> 212. magoerbak<br> 213. baroet<br> 215. riapon<br> 216. poeroe<br> 217. rasa<br> 218. hoelit<br> 220. sahit ringring<br> 221. batoehon<br> 223. răng<br> 225. loempoe<br> 226. mengkatengkat<br> 227. mangoengoe<br> 228. nengel<br> 229. mapitoeng, rondaron<br> 230. pitpit<br> 231. serbeng<br> 232. maloem, hipai<br> 233/<br> 234. daon<br> 236-<br> 238. djolma<br> 239. goar<br> 241. baoa, lahilahi<br> 242. boroeboroe<br> 243. baoa, lahilahi {{multicol-break}} 244. toenggal, djantan<br> 245/<br> 246. boroeboroe<br> 247. dolidoli<br> 251. anak boroe, na marbadjoe<br> 253. baoa na matoea<br> 254. boroeboroe na matoea<br> 255. āmǎ<br> 256. ina<br> 257. <16><br> 258. siampoedan, sianggian<br> 259. sioensok<br> 260. sitatap<br> 263. ompoeng doli<br> 264. ompoeng boroe<br> 270. haha<br> 271. iboto ni oembolga<br> 272. anggi<br> 273. iboto na oemmetmet<br> 274. pahompoe<br> 275. amang toea, amang oeda<br> 276. toelang<br> 281. namboroe<br> 282. nantoelang<br> 287-<br> 290. lae, bĕběre<br> 291-<br> 294. pariban, ēda<br> 295/<br> 296. hāhǎ, anggi, ibŏtŏ<br> 297. simātoea<br> 298. laĕ, bao<br> 301. hěla<br> 306/<br> 307. toenggane<br> 308/<br> 309. lāĕ<br> 311-<br> 314. <17><br> 315. tondong, sisolhot<br> 317. <18><br> 318. <19><br> 319. ālĕālě, kēdǎn<br> 321. dongan {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 70962d9ewtvwezypiqojbdulzq36krv Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/5 104 116821 321590 2026-10-16T04:52:02Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321590 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 322. ālĕālě, kēdǎn<br> 323. tamoeë<br> 325. <20><br> 327. hoeta saboengan <21><br> 329. anak ni hoeta, sosor<br> 330. bangso <22><br> 342. bēgoe ladang<br> 343/<br> 344. <23><br> 348. soemangat<br> 349. Debata<br> 350. ganaganaan ni ompoe<br> 356. barita, toeritoerian<br> 362. banoeatoroe<br> 368. dosa<br> 370. oraora, sitongka<br> 371/<br> 372. <24><br> 373. datoe<br> 374. djoro<br> 383. djaboe<br> 384. tarisopo<br> 385. bagas partandangon<br> 386. radjahoeta<br> 387. <25><br> 388. halak na asal<br> 389. natoeatoea<br> 394. <26><br> 395. <27><br> 397. halak pardjahat<br> 399. mangoehoem<br> 400. dando, dangdang<br> 403. djolma na tardingding<br> 404. mangan boan, mangan ola<br> 405. soenat <28><br> 406. marhihir<br> 407. marbagas, mangoli<br> 408. moeli, mardongan saripe<br> 409. pasampoerhon pabagashon<br> 410. sirang<br> 411. paoeseang<br> 413. hoedoeapi, nai tataring {{multicol-break}} 415. marbabi djalang,<br>{{gap}}mangalangkoep<br> 418. topeng<br> 420. <29><br> 421. <30><br> 425. saroene<br> 426. djoadjoa<br> 428. manontor<br> 429. ende, sidedeng<br> 430. hoelinghoelingan,<br>{{gap}}torkantorkanan<br> 431. marhoelinghoelingan<br> 432. marmeam, margaitgait <31><br> 433. ginsar<br> 434. marginsar<br> 435. marsitekka<br> 436. martāda<br> 437. <32><br> 438. <33><br> 440. boengkoelan<br> 441. taroep idjoek<br> 445. taroep doerame<br> 446. laislais<br> 447. ěmpěr djolo<br> 448. pintoe<br> 450. djandela, pandoeloan<br> 452. soehisoehi<br> 453/<br> 454. tangga, balatoek <34><br> 455. nakhok toe djaboe,<br>{{gap}}masoek toe djaboe<br> 456/<br> 457. pantar, papan<br> 458/<br> 459. dorpi<br> 460. gabagaba<br> 461. tiang ni djaboe<br> 462. goelang ni langit<br> 466. biloet<br> 468. <35><br> 469. bantal, halang oeloe<br> 470. djoergang<br>{{gap}}hoendoelhoendoelan {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 0phbk94zp1nl81fn53opitnpetfkwm9 Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/6 104 116822 321591 2026-10-16T04:56:16Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321591 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 472. langitlangit<br> 473. salean<br> 474. dapoer<br> 475. api<br> 477. pasoeba api, manggalahi api<br> 479. mangintopi api<br> 480. mangomboes api<br> 481. mintop, dom<br> 482. timoes<br> 483. siraboen, tambarak<br> 484. saban<br> 487. tombara<br> 490. palolo djaboe<br> 491. mangaloha djaboe<br> 492. dasar<br> 497. pinggan, sapa <36><br> 499. tahoetahoe<br> 501/<br> 502. baloeboe<br> 504. talam, baki <37><br> 505. raoet<br> 506. rabi, goloek<br> 509. tangke, kapak<br> 510. sioeksioek<br> 511. sondoek<br> 512. poting<br> 513. mamboeat aek<br> 514. <38><br> 515. palito, lampoe<br> 517. soeloesoeloe<br> 518. pati<br> 521. hoedon<br> 523. manopa hoedon<br> 524. hoedon<br> 525-<br> 527. mangalompa<br> 529. mangaloming<br> 530. mamanggang,<br>{{gap}}manoetoengnoetoeng<br> 531. goreng<br> 532. masak<br> 533. tata {{multicol-break}} 534. angka sipanganon<br> 535. bohal<br> 537. simarata, sajoer<br> 538. djagal, djoehoet<br> 540. dengdeng<br> 541. dengke<br> 542. eme di balian<br> 543. eme naeng sinabi,<br>{{gap}}eme naoeng tinibalhon<br> 544. dahanon<br> 545. indahan<br> 547. gola ni eme<br> 548. bioer ni eme<br> 549. sopo<br> 550. losoeng<br> 551. andaloe<br> 552. mandoeda<br> 553. raga, ajat<br> 554. soboehon<br> 555. giling<br> 556. boeboer indahan<br> 557. pati ni sagoe<br> 558. boeboer ni sagoe<br> 559. sago na tinoetoeng<br> 563. sira<br> 564. sopasopa<br> 565. mandar<br> 566. abit<br> 567. saraoal<br> 569/<br> 570. badjoe<br> 571. toedjoeng-toedjoeng,<br>{{gap}}tandoek boang<br> 572. talitali, detar<br> 573. soeri<br> 574. soeri siboeat hoetoe<br> 575. tintin<br> 579. roetas<br> 580. golang ni pat<br> 581. golang<br> 582/<br> 583. antinganting, koeraboe<br> 584. horoenghoroeng {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> m5ai3qkr7toz451dkbd70urnfpzkxbf Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/11 104 116823 321592 2026-10-16T05:17:36Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321592 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1011. argā<br> 1012. moerā<br> 1013. oetang<br> 1014. martoenggoe<br> 1015. manggarar<br> 1016. manggadis<br> 1018. pasalihon, pasalihonsa<br> 1019. singkat, toembang<br> 1021. <mahindorhon?><br> 1022. mangarga<br> 1023. mangisi<br> 1033. paraoe<br> 1034. soloe<br> 1035. tiang lajar<br> 1036. lajar<br> 1037. marlajar, marloega<br> 1038. amoedi<br> 1039. mangamoedi<br> 1040. hole<br> 1043. marloega<br> 1045. goligoli<br> 1046. paněpě<br> 1047. paněpě<br> 1048. mangisi<br> 1050. batarbatar<br> 1054. laboean<br> 1055. mandarat<br> 1056. borhat marloega<br> 1057. tarbalik<br> 1061. balga, balon<br> 1062. metmet, eteng<br> 1063. gandjang<br> 1064. 1ēlēng, lalap<br> 1069. kapal<br> 1067/<br> 1068. mokmok <64><br> 1070. nipis<br> 1071. marniang<br> 1072. mokmok<br> 1073. bolon, hapal<br> 1075. lihī {{multicol-break}} 1077. marniang, meroes<br> 1078. toeboe<br> 1079. djinak<br> 1080/<br> 1081. riar<br> 1082. maila<br> 1017. marsali<br> 1083. bagas<br> 1084. haboek<br> 1087. timbo<br> 1088. toroek<br> 1089. tigor<br> 1090. bengkoek<br> 1091. marbengkoekbengkoek,<br>{{gap}}marbegot begot<br> 1092. dosdós, pallat<br> 1093. hornop<br> 1094. landit<br> 1095. dokdok<br> 1096. neang<br> 1097. seder<br> 1098. tadjom, tansir<br> 1099. <65><br> 1100. pinsoer<br> 1101. djogal, pir<br> 1103. daoekdaoek, gamboes<br> 1104. mohop<br> 1105. las<br> 1106. ngali, manoroes<br> 1107. <66><br> 1108. angkadotdot, angkahitir<br> 1109. hiboel<br> 1110. tingko<br> 1111. heneng<br> 1112. maropatsoehi<br> 1113. bidang<br> 1114. gogot<br> 1115. sompit<br> 1116. lambas<br> 1117. gogo<br> 1118. galě<br> 1119. barani, geteng<br> 1120. parbiar {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> l9a9ysgm6az2lrilxcgrl64ekwlw19w Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/7 104 116824 321593 2026-10-16T05:20:29Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321593 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 585. simata<br> 587. oelos parompa<br> 588. saboek<br> 589. tonoenan<br> 593. martonoen<br> 594-<br> 597. oelaoela tonoen<br> 598. takki<br> 599. mangantoehi laklak ni haoe<br> 600. mambaoe<br> 601. manioe<br> 602. tali<br> 604. mamoedoen<br> 605/<br> 606. hadjoet, hadangan<br> 607. podang<br> 609. saroeng ni podang<br> 610. tadjap<br> 611. hoedjoer<br> 612. oeltop<br> 613. soembia<br> 615. anak soembia<br> 616. hampil<br> 617. lomboelomboe<br> 620. bodil<br> 621. raboek, masioe<br> 622. anak bodil<br> 623. tembak<br> 624. ambalang<br> 625. marporang, marmoesoe<br> 626. porang<br> 627. moesoe<br> 629. manggotap oeloe, sinako<br> 631. besteng, hoeboe<br> 632. taloe<br> 633. monang<br> 636. taban<br> 637. pangoeloe<br> 638. monghirahira<br> 641. parladangon<br> 645. ordang<br> 646. mangordang<br> 647. tadjak {{multicol-break}} 649. sasabi<br> 651. hoehoe<br> 652. hoedali, panggoe<br> 654. saba, haoema<br> 655. ladang (haoematoer)<br> 656. bondar<br> 657/<br> 658. ponot<br> 659. handang<br> 661. soeansoeanan<br> 663. manaboer<br> 665. manarak, manoean<br> 666. mardege<br> 667. boni<br> 668. masak, matoras<br> 669. tata, bibi<br> 670. manabi, manggotil<br> 673. mamoetik<br> 674. djagoeng<br> 675. simaremeeme<br> 676. dalidali<br> 679. ansimoen<br> 680. goendoer<br> 681. timbaho<br> 682. toboe<br> 684. baoang<br> 685. laboemanis, taboetaboe<br> 686. gadong<br> 687. gadong siporapora<br> 688. gadonghaoe <gadong haoe?><br> 689. soehat<br> 690. lasiak<br> 691. batang ni harambir<br> 692. harambir<br> 693. dasar <39><br> 695. bagot<br> 697/<br> 698. mior, toeak<br> 702. poesoek<br> 703. roembia, bagot<br> 706. hapas, pondji<br> 707. pandan<br> 708. mangga {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ennmq9rhzs6t9qma6tutjf5loi1kpq4 Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/8 104 116825 321594 2026-10-16T05:26:01Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321594 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 709. pinasa<br> 710. ramboetan<br> 711. taroetoeng<br> 712. djamboe<br> 713. lansat<br> 714/<br> 715. balingbing<br> 716. bona ni pisang, gaol <40><br> 717. oensim<br> 719. oente<br> 726. gambir<br> 728. hapoer<br> 729. hoenik<br> 730. hadio<br> 731. hotang<br> 732. boeloe<br> 733. toebis, lamoektoea<br> 734. bona-haoe<br> 735. haoe<br> 736. mandjangkit<br> 738. tābǎ<br> 739. dangka<br> 740. ranting<br> 741. oenok<br> 742-<br> 744. oerat<br> 745. andor<br> 746. boeloeng<br> 747. boeloeng na maroeroes<br> 748. langkat ni haoe<br> 749. soega<br> 750/<br> 751. gota<br> 752. pining<br> 753. napoeran<br> 755. damar<br> 756. haoe na mordamar<br> 758. boenga<br> 759. parboeĕ<br> 760. morparboeě<br> 761. langkat ni parboeĕ<br> 762. mangalangkati<br> 763. batoena {{multicol-break}} 764. lambiakna, oenakna<br> 765. sameang, saraoengan <41><br> 766. miak<br> 767. limoet<br> 768. tandahan<br> 769. pahoe<br> 770/<br> 771. roempoet, doehoetdoehoet<br> 772. ri<br> 773. tolong<br> 774. <42><br> 775. <43><br> 777. marpinahan<br> 778. ihoer<br> 779. pat<br> 780. tambirik<br> 781. sisilon<br> 782. soesoe ni lomboe<br> 783. baba ni pinahan<br> 784. igoeng ni pinahan<br> 785. moensoeng, toektoek<br> 786. habong<br> 787. imboeloe, impoet<br> 788. habang<br> 789. asar<br> 790. pira<br> 791. marpira<br> 792. mamodomhon<br> 793. mamorpori<br> 794. babi<br> 795. laboe ni babi<br> 796. aili<br> 797. marngoengoes<br> 798. biroebiroe<br> 799. hambing<br> 800. lomboe<br> 801. lomboe djonggi<br> 802. anak lomboe<br> 800-<br> 802. <44><br> 803/<br> 804. lomboe<br> 806. maroembē {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> ih1il4neyt59ju8s6qurlonpgw92cei Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/9 104 116826 321595 2026-10-16T05:28:51Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321595 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 807. hoda<br> 808. marihĕīhe<br> 809. oersa<br> 810. tandoek<br> 811. biang, asoe<br> 812. maraoeang<br> 813. hoeting<br> 814. marngeong<br> 817. gompoel<br> 818. landak<br> 819. bodat na marhadjoet <45><br> 820. misang<br> 821. hoehang<br> 822. tanggiling<br> 824. darapati, poene<br> 825. pidong sigak<br> 828. manoek boroeboroe<br> 829. ina ni manoek<br> 830. djambe<br> 826-<br> 831. manoek<br> 832. martoebi<br> 833. bibi<br> 837. <46><br> 838. onggang<br> 840. sibaroeng, sitanda oelok<br> 839. lŏtě<br> 841. lali<br> 842. sipaoek<br> 844. pidong<br> 845. padidit<br> 846. ariparip, lompong<br> 847. haloeang<br> 848. haloeang<br> 849. hidje<br> 850. landoek<br> 851. bagoedoeng<br> 853. ampodi<br> 854. <47><br> 855. marboeroe<br> 857. <48><br> 858. basir<br> 859. <49> {{multicol-break}} 860. boeboe<br> 861. <50><br> 862. ragamragam <51><br> 863. ioe<br> 864. pari<br> 865. boloek<br> 866. hoetoe<br> 867. masihoetoean<br> 868. toesa<br> 869. lisa<br> 870. hoetoe ni biang<br> 871. sidjombing<br> 872. lanok<br> 873. lanok na balga<br> 874. taboean<br> 875. <52><br> 876. sitoeak ni loba<br> 877. rongit<br> 878. rabaraba<br> 879. antatadoe<br> 880. salimpotpot<br> 881. sihapor<br> 882. heat<br> 883. ipos<br> 884. porngis<br> 885. porngis na bontar<br> 886. oelok<br> 888. lipan<br> 889. linta<br> 890. langkitang<br> 891. gea<br> 892. oedang<br> 893. goerampang, goerea<br> 894. asar ni langkitang <53><br> 895. langkitang<br> 896. bodjak<br> 897. sibagoer<br> 898. boraspati <54><br> 899. labi<br> 900. boeēa<br> 901. ponoe darat<br> 902. ponoe laoet {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 28ug8x5lhres885w48k0i4er7fklt7m Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/10 104 116827 321596 2026-10-16T05:31:35Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321596 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 905. langit<br> 906. mata ni ari<br> 907. <55><br> 908. boelan<br> 909. saboelan <56><br> 911. angkalaoet, malala<br>{{gap}}boelan <57><br> 912. bintang <58><br> 913/<br> 914. binsar mata ni ari, <br>{{gap}}poltak boelan<br> 915. soendoet mata ni ari<br> 916. soendoet boelan<br> 917. tano on<br> 918. <59><br> 919. oedan<br> 920. namboer<br> 921. omboen<br> 922. saman<br> 923. haliboetongan<br> 924. ronggoer<br> 926. hilap<br> 927. lalo, soehoel<br> 928. alogo, angin<br> 929. habahaba<br> 930. āěk<br> 931. laoet<br> 933. tao<br> 935. oembak<br> 937. solok<br> 938. topi pasir<br> 942. darat<br> 944. poelo<br> 946. tandjoeng<br> 947. dolok<br> 948. tor<br> 949. nangkok<br> 950. toeat<br> 951. na hornop<br> 952. roera, lombang<br> 953. padang<br> 954. rodang<br> 955. tombak, harangan {{multicol-break}} 956. tombak longolongo<br> 957. roehap<br> 961. bogas ni pat<br> 962. parbalohan<br> 963. binanga bondar,<br>{{gap}}batang āěk<br> 964. djambatan<br> 965. <60><br> 966. <61><br> 967. mata moeal<br> 968. aěk magodang<br> 969. batoe<br> 970. tano<br> 971. rihit<br> 972. batoe rěsě <62><br> 973. bosi<br> 974. tombaga<br> 976. perak<br> 977. mas <63><br> 980. barerang<br> 981. pandebosi, toekang bosi<br> 982. panopǎān<br> 983. manopa<br> 984. agong<br> 985. tokkok, nanggar<br> 986. tahanan<br> 987. gansip<br> 988. gara<br> 989. manggaroet, mamoengga<br> 990. garoet, poengga<br> 993. mardame<br> 995. partigatiga, saoedagar<br> 1001. lapo<br> 1002. onan<br> 1003. martigatiga<br> 1004. tigatiga, boniaga<br> 1005. djaroem<br> 1006. mandjait<br> 1007. arga<br> 1008. oentoeng, laba<br> 1009. roegi, mangoeroeri<br> 1010. toehor {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 8dudmvcsz56gd0uvcpfo32en3hnegcm Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/22 104 116828 321597 2026-10-16T05:32:02Z Thersetya2021 15831 /* Tanpa teks */ 321597 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude> 30jx1lygruprj5alacv96idkwiji99b Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/12 104 116829 321598 2026-10-16T05:39:12Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321598 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1121. malas<br> 1122. ringgas<br> 1123. holīt<br> 1124. boeas<br> 1125. mahiang<br> 1126. mandjomoer<br> 1127. tonoe<br> 1128. bornok<br> 1129. boesoek<br> 1130. denggan<br> 1131. roa, djahat<br> 1132-<br> 1134. oeli<br> 1135. denggan, djengkar<br> 1136-<br> 1138. roa<br> 1139. roa<br> 1140. sala<br> 1141. toho<br> 1142. kosong, loeangan<br> 1143. gok<br> 1144. moeroek<br> 1145. rintik, laloen<br> 1146. momos<br> 1147. togoe<br> 1148. maloea<br> 1149. <67><br> 1150. matoea<br> 1151. boeroek<br> 1152. poso<br> 1153. imbaroe<br> 1154. pogos<br> 1155. mora<br> 1156. lodja<br> 1157. hatop<br> 1158. lambat<br> 1159. bodo<br> 1160. <68><br> 1161. tonggi<br> 1162. asom, ngiloe<br> 1163. paet<br> 1165. siak<br> 1166. ansim {{multicol-break}} 1167. bontar<br> 1168. birong<br> 1169. rara<br> 1170. gorsing<br> 1171. hoénīk<br> 1172. marsalaon<br> 1173. ratarata<br> 1174. mangaloeloei, mandiori<br> 1175. djoempang, dapot<br> 1176. mangalean<br> 1177. manoerdoekon<br> 1178. mandjalo<br> 1179. mamboeat<br> 1180. mangalap<br> 1181. mamboeat<br> 1182. mamboan, mangoesoeng<br> 1183. mamboan, parohon<br> 1184. pataroehon<br> 1185. maniop<br> 1186. manogoe<br> 1187. mambahen<br> 1188. padengganhon<br> 1189. mamoeri<br> 1190. <69><br> 1192. marpangir<br> 1193. mananda<br> 1194. marpingkir<br> 1195. oembotosa<br> 1196. marningot<br> 1197. loepa, lolas<br> 1198. mamorso<br> 1199. marhatoetoehonsa<br> 1200. hohom, sip<br> 1202. mangkatai<br> 1203. marende<br> 1204. marhoesip<br> 1205. mandok<br> 1206. mandjooe<br> 1207. mamoerai<br> 1208. tarbahen<br> 1209. boi<br> 1210. moelaoelaon {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> of8lr116sl5oh5efrphdtsanbc65r4t Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/13 104 116830 321599 2026-10-16T05:49:29Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321599 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1211. manoehoek<br> 1212. manghoenti<br> 1213. manghadang<br> 1214. mangabingabing<br> 1215. mangkapithon<br> 1216. maniop<br> 1217. mangompa<br> 1218. manghohophon<br> 1222. marsaro<br> 1224. mandjaga<br> 1226. paimahon<br> 1227. mambege, manangihon<br> 1228. marnida<br> 1229. manganggo<br> 1230. manghilala<br> 1231. mandjama<br> 1232. mandai<br> 1233. maniroep<br> 1235. mangonsop<br> 1236. mangoemma<br> 1238. manghaholongi<br> 1241. marlomo-roha<br> 1243. mangoloi<br> 1245. mamboeka, mangoengkap<br> 1246. manghoensi<br> 1247. mamonggol, manghorat<br> 1248. manambai<br> 1249. mangangkat<br> 1250. manimboeng<br> 1251. manghonahon<br> 1252. hona<br> 1253. mamonggolhon<br> 1254. manostos<br> 1255. manggotapi<br> 1256. soeak<br> 1257. ponggol<br> 1258. bola<br> 1259. manggotil<br> 1260/<br> 1261. mamoengka<br> 1262. pasidoenghon<br> 1263. maradian {{multicol-break}} 1264. mangarahoeti, mangihoti<br> 1265. manaboenihon<br> 1266. martaboeni<br> 1267. manoengkoen, manise<br> 1268. mangaloesi<br> 1269. mangido<br> 1270. mandjoea<br> 1271. paotŏŏtohon<br> 1272. margaboes<br> 1273. manangko<br> 1274. mangambolongkon<br> 1275. mandanggoer<br> 1276. mamosokkon<br> 1277. matoetoeng<br> 1278. manghoear<br> 1279. laho<br> 1280. laho toesan<br> 1281. manoeroe<br> 1282. manongos<br> 1283. ro<br> 1284. sahat<br> 1285. ro toeson<br> 1286. borhat<br> 1287. padjoempang<br> 1288. padjoempang nasida<br> 1289. papoengoehon<br>{{gap}}paloehoethan<br> 1290. marpoengoe, marloehoet<br> 1291. <70><br> 1292. mamalos, mangaloeloeho<br>n 1293. sada<br> 1294. doea <doèa?><br> 1295. toloe<br> 1296. opat<br> 1297. lima<br> 1298. onom<br> 1299. pitoe<br> 1300. oealoe<br> 1301. sia<br> 1302. sampoeloe<br> 1303. sampoeloesada<br> 1304. sampoeloedoea {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> m6bkn6a9mcuggny692y05tmv01ldtnm Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/14 104 116831 321600 2026-10-16T05:53:06Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321600 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1305/<br> 1306. sampoeloetoloe,<br>{{gap}}sampoeloe opat <71><br> 1311. sampoeloesia<br> 1312. doeapoeloe<br> 1314. doepoeloesada,<br>{{gap}}doeapoeloe doea<br> 1316. toloepoeloe<br> 1317. opat poeloe<br> 1318. limapoeloe<br> 1319. onompoeloe<br> 1320. pitoepoeloe<br> 1321. oealoepoeloe<br> 1322. siapoeloe<br> 1323. saratoes, doearatoes<br> 1324. sariboe<br> 1325. sampoeloeriboe<br> 1326. satonga, sambola<br> 1327. saparopat<br> 1328. sahali<br> 1329. doeahali<br> 1330. pardjolo<br> 1331. patoedjolo<br> 1332. padoeahon<br> 1333. padoeahalihon<br> 1334. paitoloe<br> 1335. patoloehalihon<br> 1336/<br> 1337. parpoedi, parpoedisahali<br> 1338. sadia, piga<br> 1339. godang, torop<br> 1340. otik, oting<br> 1341. soeda<br> 1342. adong<br> 1343. ndang adong<br> 1344. adong<br> 1345. ndang adong manang aha<br> 1346. ndang adong be manang<br>{{gap}}aha<br> 1347. lobi<br> 1349. hoerang, moroe<br> 1350. soede, saloehoet {{multicol-break}} 1351. sasoede<br> 1352. rap, oendoer<br> 1353. dos, songon<br> 1354. saë<br> 1355. manang piga, manang<br>{{gap}}sadia<br> 1357. ahoe, aoe<br> 1358. sasadangkoe<br> 1359. hamoe, ho <72><br> 1362. hamoe<br> 1363. ibang<br> 1364. nasida<br> 1365. hita, hita soede<br> 1366. hami, hami soede<br> 1367/<br> 1368. nasida<br> 1369. aoe (ahoe) nampoenasa<br> 1371/<br> 1372. hita<br> 1373/<br> 1374. hamoe<br> 1375/<br> 1376. parnampoenaonnasida<br> 1377/<br> 1378. parnampoenaonna<br> 1379. ise<br> 1380. aha<br> 1381. bagas dia<br> 1383. on, ndion<br> 1384. i, nian<br> 1385. djonok<br> 1387. na disan<br> 1388. dison<br> 1389. disi <73><br> 1390. disan<br> 1394. ari<br> 1397. arian<br> 1398. torāng, tioer<br> 1401. borngin<br> 1403. hōlōm<br> 1404. logo no ari, ari logo<br> 1405. tingki paroedan, ari<br>{{gap}}rondo<br> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> be3d5zmthfwoo3vdt2ghl8kqf8nhc5t Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/15 104 116832 321601 2026-10-16T06:11:33Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321601 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 1406. taon<br> 1408. saonari<br> 1409. aniron, satongkinnai<br> 1411. <74><br> 1415. <75><br> 1416. tongkin an, apola ipe<br> 1417. satongkin<br> 1418. nantoari<br> 1419. nantoarisada<br> 1420. sadari on<br> 1421. nasogotan<br> 1422. marsogot<br> 1423. hadoean<br> 1424. manogot<br> 1425. botari<br> 1426. sipata<br> 1427. andigan, sadihari<br> 1428. noenga<br> 1429. ndang dope<br> 1430. ndang<br> 1431. oetara<br> 1432. dangsina<br> 1433. habinsaran<br> 1434. hasoendoetan<br> 1435. hambirang<br> 1436. siamoen<br> 1437. digindjang<br> 1438. di dalan,<br>{{gap}}di tongandalan<br> 1439. sian gindjang<br> 1440. ditoroe {{multicol-break}} 1441. sian toroe<br> 1442/<br> 1443. <76><br> 1445. di<br> 1450. di<br> 1452. <77><br> 1453. dao<br> 1454. hoemaliang, liat<br> 1455. dibalian, didoeroe<br> 1456. toe balian, toe doeroe<br> 1457. di bagasan<br> 1458. <78><br> 1460. didia<br> 1461. beha<br> 1463. songon on<br> 1464. songon an<br> 1465. <79><br> 1467. ra<br> 1468. mansai, malobihoe<br> 1469. djala, doengi<br> 1470. dohot, raphon<br> 1471. ndang<br> 1472. olo<br> 1473. ndang<br> 1473-<br> 1475. ndang<br> 1477. holan<br> 1478. soro<br> 1480. alai<br> 1483. molo<br> 1484. nang pe, atik pe<br> 1485. dibahen i, ala ni i {{multicol-end}} '''No. 175''' # <li value="1487"> ro toeson, hatop%3B hatop ro toeson<br> # ndang olo ahoe<br> # ndang olo ibana<br> # olo do ahoe<br> # olo do ho manang ndang<br> # hoendoel ma<br> # boasa tangis ho<br> # ndang boi ahoe<br> # ndang dope hoeboto<noinclude></noinclude> hepxu7lz47ty6i55u5e3c3ysri99crf Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/16 104 116833 321602 2026-10-16T06:17:16Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321602 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="1496"> noenga be hoeboto<br> # peakhon ma<br> # laho toedia ho<br> # sian dia ho<br> # paima djolo<br> # ndang hoeloas i<br> # noenga mate ibana<br> # ndang dope ibana<br> # ndang dope mate ibana<br> # bahen toe api i<br> # noenga goergoer<br> # noenga masak<br> # noenga rade sipanganon<br> # laho ahoe djolo maridi<br> # noenga maridi ho<br> # ahoe soengkoenonmoe<br> # aha dipangido ho<br> # horas be ma<br> # beta ma hita<br> # doea halak baoa borhat marsogot<br> # pangan ma indahon on<br> # pangan hamoe indahan on<br> # naeng toehoronkoe sada manoek<br> # babi naoeng hoeboenoe<br> # simata dia do diahoe<br> # sampoeloe ari nari asa borhat hami<br> # didok ibana noenga borhat si Anoe, Adoei '''3. NOTES''' # mata, simalolong, panonggor<br>eye disease: halimata<br> # roeang: hole<br>ni: of<br> # baba, simangkoedap, pamangan<br> # toothache: toengkolon<br> # larynx: hailhail<br> # <u>th</u> is pronounced as <u>tt</u> e.g. pabago<u>th</u>on = pabago<u>tt</u>on<br> # haoe: tree<br>tanggoeroeng: back (of body)<br> # lapang: place; tě = faeces<br> # daloe: male pig<br> # collarbone: haliadong<br> # moedar (of people)<noinclude></noinclude> 80c36l83dcio5317ak9ucb0hxyr0jjz Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/17 104 116834 321603 2026-10-16T06:20:47Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321603 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>bontar (of animals)</ol> # <li value="12"> toeboetoeboean, toendoen api, di tataring<br> # oedean, tanoman, parbandaan<br> # aroenon ngalian, panepaneon, mahop<br> # pockmarked: toerik; a rash: sidada<br> # sihahāǎn, boehabadjoe, panggoaran<br> # anggi, haha, pariban<br> # amangamang, toenggane doli, sinondoek mangan, dongan saripe<br> # djolma, inanginang, saripada, toeanboroe<br> # sosor, hoeta, loeat<br> # = principal town<br> # fellow villager: dongan sahoeta; genealogy: tarombo<br> # tondi, ngoloe, begoe ni na mate<br> # malim, pardebata, pardjoedjoengan<br> # radja, indoek panoengganei, pangitoeai<br> # hatoban, hatoban masak, hoeting djolma<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}(cat) (person)<br> # adat, hasomalan, pangalaho<br> # borrowed from Malay<br> # soelim, taratoeit, salahat, saroene boeloe, toelila, sordam<br> # tataganing, gordang, odap<br> # to play hide-and-seek, play tick-at-tag: marsampele<br> # djaboe, bagas, roema<br> # djaboe na metmet, soposopo, sibaba ni amporik<br> # tangga (fixed);B balatoek (moveable)<br> # lāgě, rěrě, amak<br> # sapa (of wood)<br> # baki (loanword)<br> # karandjang, hirang, harang, soenoet<br> # dasar (coconut shell)<br> # bona: stem<br> # sameang (pisang); saraoengan (lansat)<br> # binatang, pahampahanan, pinahan<br> # anak ni lomboe, anak ni hoda, anak ni manoek<br> # buffalo: horbo; male buffalo: horbo toenggal<br> # hadjoet: bag, pouch<br>na marhadjoet: with a pouch<br> # amporik, silopak, sidjirit<br> # bodat, hěrěk, saroedoeng<br> # poting, tirangkap, taontaonan<br> # mandjala, marsoelangat, marboeboe, mangkail<br> # djala, doton, poekat<noinclude></noinclude> h00nnbru0ko0q8kajl7gzn0ovvqyl7x Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/18 104 116835 321604 2026-10-16T06:52:30Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321604 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="51"> such as: ni dengke, sibahoet, pŏrăpŏră, haroeting, ihan mas, insor, ihan boerinsak<br> # harinoean, daldal, loba, borongborong<br> # (asar = nest)<br> # = a corruption of Brhaspati, the god of wisdom<br> # angkalaoet, mangkolom mata ni ari, malala mata ni ari<br> # sa, is the shortened form of sada = one<br> # malala (to melt)<br> # sidjomboet, bintang sidangdong, bintang hola, bintang marihoer (comet)<br> # hosa, awangawang, hadjanghadjang<br> # nangkok, soeha, djoeloe<br> # toroean, pahoe, djae<br> # pumice: batoe ranggisgis<br> # Dutch gold: soeasa; gilt, gilding: sopoe<br> # (with the stress on the last mok)<br> # malmol, tampak, marbedjoel<br> # ngali, manoroes, borgoborgo<br> # harhar, loembong, ganggang<br> # bistok, malo, pande<br> # manaptap, manoeksi, manaboen (derived from saboen soap)<br> # mamastap, mangalomboet, mangalinsing<br>to hit with the fist: martindjoe<br> # (d.l.a: dohot lon na asing)<br> # hamoe (polite form), ho (intimate)<br> # there (very far away): ndia'doei<br>at an infinite distance: lipoet<br> # namboera on, na oedjoe i, na djolo<br> # disalpoe ni i, doengi moese, di poedian ni ari<br> # sian-toe, sian-sohot toe, sian-ro di<br> # djonok, solhot, raphon<br> # bongot, mamongoti, masoek, mamasoekkon<br> # boasa, ala ni aha, beha hoeraha 4. ADDITIONAL DATA # plant which folds its leaves when touched: sihirpoet<br> # tiger: babiat<br> # elephant: gadja<br> # donkey: halode<br> # goose: hangso<br> # plane (tool): otom<br> # a nail: labang<br> # lead: simbora<noinclude></noinclude> k3843fftko6wn1b5pipo8zvzpf7nehu 321605 321604 2026-10-16T06:52:52Z Thersetya2021 15831 321605 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="51"> such as: ni dengke, sibahoet, pŏrăpŏră, haroeting, ihan mas, insor, ihan boerinsak<br> # harinoean, daldal, loba, borongborong<br> # (asar = nest)<br> # = a corruption of Brhaspati, the god of wisdom<br> # angkalaoet, mangkolom mata ni ari, malala mata ni ari<br> # sa, is the shortened form of sada = one<br> # malala (to melt)<br> # sidjomboet, bintang sidangdong, bintang hola, bintang marihoer (comet)<br> # hosa, awangawang, hadjanghadjang<br> # nangkok, soeha, djoeloe<br> # toroean, pahoe, djae<br> # pumice: batoe ranggisgis<br> # Dutch gold: soeasa; gilt, gilding: sopoe<br> # (with the stress on the last mok)<br> # malmol, tampak, marbedjoel<br> # ngali, manoroes, borgoborgo<br> # harhar, loembong, ganggang<br> # bistok, malo, pande<br> # manaptap, manoeksi, manaboen (derived from saboen soap)<br> # mamastap, mangalomboet, mangalinsing<br>to hit with the fist: martindjoe<br> # (d.l.a: dohot lon na asing)<br> # hamoe (polite form), ho (intimate)<br> # there (very far away): ndia'doei<br>at an infinite distance: lipoet<br> # namboera on, na oedjoe i, na djolo<br> # disalpoe ni i, doengi moese, di poedian ni ari<br> # sian-toe, sian-sohot toe, sian-ro di<br> # djonok, solhot, raphon<br> # bongot, mamongoti, masoek, mamasoekkon<br> # boasa, ala ni aha, beha hoeraha '''4. ADDITIONAL DATA''' # plant which folds its leaves when touched: sihirpoet<br> # tiger: babiat<br> # elephant: gadja<br> # donkey: halode<br> # goose: hangso<br> # plane (tool): otom<br> # a nail: labang<br> # lead: simbora<noinclude></noinclude> n4a3h0fha5wf2gtfm8k3kv4psy0paul Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/19 104 116836 321606 2026-10-16T06:57:54Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321606 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="10"> cash: tertěr<br> # credit: marbon<br> # to become shipwrecked: harom<br> # mangoriari: to sail along the coast<br> # to be glad: las roha<br> # clear: riongriong<br> # shiny hillong<br> # dotted: toerihon<br> # murky: litok<br> # to wrestle: marsiranggoet<br> # to wail: mangandoeng<br> # knuckles: boehoeboehoe<br> # to stretch s.t.: mangarekrek<br> # to shiver: raion<br> # to get a fright: tarsonggot<br> # engaged (to a girl, man): maroroan<br> # to look for a girl: martandang<br> # to abduct: mangaloea<br> # trench: djaga loempat<br> # wooden feeding trough for pigs: palangka<br> # comb <of cock>: baringbing<br> # spur <of cock>: tadji<br> # crop: boereran<br> # crest: djoengdjoeng bahata<br>Di nasahali laho ma hami toe Medan: Once we went to Medan<br>Aha do oelaning ringkot ni on: what's the use of this?<br>Beta hita manneam: let's play<br>Ndang lomo rohangkoe: I don't want to<br>Ahoe oelaonmoe disi?: What are you doing?<br>Na paintehon (paimahon) dongaakoe do ahoe: I'm waiting for my friends<br>Hehe ma ho noenga gindjang ari: you better get up, it's already late<br>Lodja dope ahoe: I'm still tired<br>Molo songon i hoetadinghon ma ho: If that is so I'll leave you behind<br>Denggan Alright.<br>Pasahat tabengkoe toe inanta: Give my regards to mother<br>Botima: That's it.<br> '''5. QUESTIONS FROM THE 1931 EDITION''' 5.1. {{gap}}See the map<br> 5.2. {{gap}}Hata Batak Toba<br> 5.4. {{gap}}Malay<br> 5.5.1. No.<noinclude></noinclude> fppmjd6g6xy86wfsyxcfbyulmamyusa 321607 321606 2026-10-16T06:58:43Z Thersetya2021 15831 321607 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="10"> cash: tertěr<br> # credit: marbon<br> # to become shipwrecked: harom<br> # mangoriari: to sail along the coast<br> # to be glad: las roha<br> # clear: riongriong<br> # shiny hillong<br> # dotted: toerihon<br> # murky: litok<br> # to wrestle: marsiranggoet<br> # to wail: mangandoeng<br> # knuckles: boehoeboehoe<br> # to stretch s.t.: mangarekrek<br> # to shiver: raion<br> # to get a fright: tarsonggot<br> ## <li value="26"> engaged (to a girl, man): maroroan<br> # to look for a girl: martandang<br> # to abduct: mangaloea<br> # trench: djaga loempat<br> # wooden feeding trough for pigs: palangka<br> # comb <of cock>: baringbing<br> # spur <of cock>: tadji<br> # crop: boereran<br> # crest: djoengdjoeng bahata<br>Di nasahali laho ma hami toe Medan: Once we went to Medan<br>Aha do oelaning ringkot ni on: what's the use of this?<br>Beta hita manneam: let's play<br>Ndang lomo rohangkoe: I don't want to<br>Ahoe oelaonmoe disi?: What are you doing?<br>Na paintehon (paimahon) dongaakoe do ahoe: I'm waiting for my friends<br>Hehe ma ho noenga gindjang ari: you better get up, it's already late<br>Lodja dope ahoe: I'm still tired<br>Molo songon i hoetadinghon ma ho: If that is so I'll leave you behind<br>Denggan Alright.<br>Pasahat tabengkoe toe inanta: Give my regards to mother<br>Botima: That's it.<br> '''5. QUESTIONS FROM THE 1931 EDITION''' 5.1. {{gap}}See the map<br> 5.2. {{gap}}Hata Batak Toba<br> 5.4. {{gap}}Malay<br> 5.5.1. No.<noinclude></noinclude> av1kwdva7pdywou4vjw39fb4874xtlp 321608 321607 2026-10-16T06:59:16Z Thersetya2021 15831 321608 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude># <li value="10"> cash: tertěr<br> # credit: marbon<br> # to become shipwrecked: harom<br> # mangoriari: to sail along the coast<br> # to be glad: las roha<br> # clear: riongriong<br> # shiny hillong<br> # dotted: toerihon<br> # murky: litok<br> # to wrestle: marsiranggoet<br> # to wail: mangandoeng<br> # knuckles: boehoeboehoe<br> # to stretch s.t.: mangarekrek<br> # to shiver: raion<br> # to get a fright: tarsonggot<br> # <li value="26"> engaged (to a girl, man): maroroan<br> # to look for a girl: martandang<br> # to abduct: mangaloea<br> # trench: djaga loempat<br> # wooden feeding trough for pigs: palangka<br> # comb <of cock>: baringbing<br> # spur <of cock>: tadji<br> # crop: boereran<br> # crest: djoengdjoeng bahata<br>Di nasahali laho ma hami toe Medan: Once we went to Medan<br>Aha do oelaning ringkot ni on: what's the use of this?<br>Beta hita manneam: let's play<br>Ndang lomo rohangkoe: I don't want to<br>Ahoe oelaonmoe disi?: What are you doing?<br>Na paintehon (paimahon) dongaakoe do ahoe: I'm waiting for my friends<br>Hehe ma ho noenga gindjang ari: you better get up, it's already late<br>Lodja dope ahoe: I'm still tired<br>Molo songon i hoetadinghon ma ho: If that is so I'll leave you behind<br>Denggan Alright.<br>Pasahat tabengkoe toe inanta: Give my regards to mother<br>Botima: That's it.<br> '''5. QUESTIONS FROM THE 1931 EDITION''' 5.1. {{gap}}See the map<br> 5.2. {{gap}}Hata Batak Toba<br> 5.4. {{gap}}Malay<br> 5.5.1. No.<noinclude></noinclude> 5af8fmftsic9sg2x03285hr03kms40q Halaman:175 Silindung, Toba Batak.djvu/20 104 116837 321609 2026-10-16T07:04:30Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321609 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>5.5.2.No<br> 5.5.3.No<br> 5.6. 25 years ago it was still customary to file the teeth. Nowadays it is not done anymore.<br> 5.8. <u>th</u> is pronounced as <u>tt</u> e.g. pabogothon = pabogotton (nr 49)<br> 5.10. yes, e.g. nr 1011 argā<br>{{gap}}{{gap}}{{gap}}nr 1012 moerā<br> 5.11. Short e as ě<br>{{gap}}Long e as ē<br> 5.12. Short o as<br>{{gap}}Long o as ō<br> 5.13. ě<br> 5.15. Is pronounced as oe <?><br> 5.16. There is no fixed rule. Sometimes the first syllable is stressed (bóeat, "to take"), sometimes the penultimate syllable, e.g. nr 436 martáda "kick against the calf of the leg". In bisyllabic words however the stress mostly is on the last syllable.<br><noinclude></noinclude> ma702nll1u87rvveaqws5o0hfslc6si Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/2 104 116838 321612 2026-10-16T07:43:07Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321612 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>'''2. SAMOSIR, TOBA BATAK LIST''' {{multicol}} 1. badan, daging<br> 2. oeloe<br> 3. bohi, roepa<br> 4. pardompahan<br> 5. tangkoerak<br> 6. djamboelan<br> 7. limoeng-limoeng<br> 8. parsamboeboean<br> 9. pinggol<br> 10. te ni pinggol <1><br> 11. mata, simalolong<br> 12. simangkidop<br> 13. imboeloe ni mata<br> 14. salibon<br> 16. iloe<br> 18. igoeng<br> 19. roeang ni igoeng <2><br> 20. monmon<br> 21. hoeroem, pipi<br> 23. baba, simangkoedab<br> 24. hola-hola<br> 26. bibir<br> 27. mise<br> 29. osang-osang<br> 30. djanggoet, mise<br> 32. langit-langit ni dila <3><br> 31. dila<br> 33. ngingis ipon.<br> 34. ngadol, goegoet.<br> 35. soeratan<br> 36. oetok-oetok<br> 37. aroe-aroe<br> 38. roengkoeng<br> 39. gala-gala<br> 40. tongkoehoek<br> 43. andora<br> 44. bagot, soesoe<br> 45. moensoeng ni bagot <4><br> 46. soesoe<br> 48. manoesoe, mamagot<br> 49. pasoesoehon, pabagothon {{multicol-break}} 50. roesoek<br> 51. rak<br> 52. poesoe-poesoe<br> 54. boetoeha<br> 55. tali boetoeha<br> 56. atē-atē<br> 57. pogoe<br> 58. limpa<br> 59. pia<br> 60. lamboeng<br> 61. poesok<br> 62. tali poesok<br> 63. tanggoeroeng<br> 64. haoe tanggoeroeng<br> 65. abara<br> 67. omba2, tambon<br> 70. poensoe ni haoe<br>{{gap}}tanggoeroeng <5><br> 71. loebang ni tē <6><br> 72. <7><br> 73. tē<br> 74. oentoet<br> 75. moentoet<br> 76. moeap baoe<br> 77. pilat<br> 78. boedjang<br> 79. pira-pira<br> 80. marsoesoet<br> 81. marbaringin<br> 82. meseng<br> 83. eseng<br> 85. pat<br> 87. tapak ni pat <8><br> 88. mata ni ari ni pat<br> 89. tambihoel ni pat<br> 90. hae-haē<br> 91. oeloe tot, doegoel ni pat<br>{{gap}}<9><br> 92. lompit-lompit ni pat<br> 93. bitis, dila ni pat<br> 94. raoe2 {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 8icsb5wf7c0uop9rmv4mn5in3490spv Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/3 104 116839 321613 2026-10-16T07:45:37Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321613 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 96. tangan<br> 98. botohon<br> 99. gēdēk-gēdēk<br> 100. soehi-soehi<br> 101. pargolangon<br> 102. palak ni tangan <10><br> 103. soerat ni tangan<br> 104. djari-djari ni tangan<br> 106. djari-djari ni pat<br> 107. sisilon<br> 108. ina ni tangan<br> 109. sitoemoedoe<br> 110. sitoealang<br> 111. djari-djari<br> 112. anak ni tangan<br> 113. ina ni pat<br> 114. anak ni pat<br> 115. holi-holi<br> 116. moedar<br> 117. daging<br> 120. oerat tonggong<br> 121. hoelong-hoeling<br> 122. imboeloe ni badan <ll><br> 124. hodok<br> 125. tidjoer<br> 126. hohak<br> 127. marhosa<br> 128. mangan<br> 129. malē<br> 130. minoem<br> 131. <12><br> 132. maoeas<br> 133. boetong, bosoer<br> 135. mangkarat<br> 136. mamondoet<br> 138. modom<br> 139. marmipi<br> 140. nipi<br> 141. mondok-ondok<br> 142. doengo<br> 143. hehe<br> 144. djongdjong<br> 145. mardalan {{multicol-break}} 146. maninggalak<br> 147. manoengkap<br> 148. peak<br> 149. hoendoel, djoegoek<br> 150. marhombang sila<br> 152. mangoempinggoeng<br> 153. marlange<br> 154. maridi<br> 155. mandidihon<br> 158. soeara<br> 159. marporo<br> 161. mēngkēl<br> 162. marēngkēli<br> 163. tangis<br> 164. manangisi, mangandoengi<br> 165. martatasoeping<br> 166. marisoeang<br> 167. marsitidjoer<br> 168. moeta-oeta<br> 169. barsi-barsian<br> 170. batoek-batoek<br> 171. anso-sohoton<br> 173. amporotan<br> 174. tērgēan<br> 175. tērgēan<br> 176. hēhēamon<br> 178. marsandang, mantakbana<br> 179. toeboe, sorang topak<br> 180. anggi-anggina<br> 181. lindoeat<br> 182. mangoloe<br> 183/<br> 185. matē<br> 186. namatē<br> 187. danē<br> 189. batang ni na mate <13><br> 190. mananom<br> 191. tanoman<br> 192. mamatēhon<br> 195. mamoegangi<br> 196. boegang<br> 198. ipos-ipos<br> 199. <14> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> hhx5vvrwjtn1dzyfe9kz43pml9msar5 Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/4 104 116840 321615 2026-10-16T07:51:14Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321615 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 201. mangaē, nahansit<br> 202. <15><br> 203. baro<br> 204. mohop, milas<br> 206. marsahit boetoeha<br> 208. siritan<br> 210. ngēngē, tahoe-tahoe<br> 212. <16><br> 213. baroet<br> 215. sirik bolgong<br> 216. poeroe<br> 217. rasa<br> 218. <17><br> 220. sahit ringring<br> 221. batoehon<br> 223. sahit rēngē, halimpodomon<br> 225. loempoe<br> 226. mēngkat-ēngkat<br> 227. ngoengoe<br> 228. nengel, pidjom<br> 229. mapitoeng, rondar<br> 230. papinpit mata<br> 231. pēdē<br> 232. <18><br> 233/<br> 234. <19><br> 236-<br> 238. manisia, djolma<br> 239. goar<br> 241. baoa, lahi-lahi<br> 242. boroe-boroe, parompoean<br> 243. bangso lahi-lahi<br> 244. djantan, toenggal<br> 245. boroe-boroe<br> 246. boroe-boroe<br> 247. doli-doli, anak ladjang<br> 251. anak boroe, namarbadjoe<br> 253. baoa namatoea<br> 254. boroe-boroe namatoea<br> 255. amang, ama<br> 256. inang, ina<br> 257. <20><br> 258. sianggian, siampoedan {{multicol-break}} 257/<br> 258. anak, gēllēng<br> 259/<br> 260. anak namētmēt<br> 263. ompoe baoa<br> 264. ompoe boroe<br> 270/<br> 271. <21><br> 272/<br> 273. anggi, iboto naoemmmētmēt<br> 274. pahompa<br> 275. amangoeda<br> 276. amangboroe<br> 281. namboroe<br> 282. inang oeda, inang badjoe<br> 287-<br> 290. bēbērē, bēbērē<br> 287-<br> 294. bēbērē<br> 295/<br> 296. <22><br> 297. simatoea<br> 298. laē, bao<br> 301. hēla<br> 306/<br> 307. toengganē<br> 308/<br> 309. laē<br> 311-<br> 314. pariban<br> 315. martondong, marsisolhot<br> 317. <23><br> 318. nanioli, nioli<br> 319. alē-alē, siaroedan ni<br>{{gap}}roha<br> 321. dongan, alē-alē<br> 322. alē-alē<br> 323. tamoeë<br> 325. hoeta, loemban<br> 329. sosor<br> 330. bangso<br> 342. bēgoe<br> 343/<br> 344. <24><br> 348. tondi<br> 349. Debata {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> tnklyczan6vygrb8lhl0g67a680xqky Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/5 104 116841 321617 2026-10-16T07:55:39Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321617 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 350. gana-ganaän ni ompoe <25><br> 356. toeri-toerian<br> 362. banoea toroe<br> 368. dosa<br> 370. diorai<br> 371/<br> 372. goeroe oegama<br> 373. datoe<br> 374. roema parsaktian<br> 383. <26><br> 384. sopo<br> 385. roema<br> 386. kapala kampoeng,<br>{{gap}}toenggane ni hoeta<br> 387. <27><br> 388. bangso radja<br> 389. halak natoea-toea<br> 394. hatoban boedak<br> 395. hasomalan<br> 397. halak pardjahat<br> 399. mangoehoem<br> 400. dando<br> 403. paroetang<br> 404. mangondasi<br> 406. marhihir<br> 407. mangoli, marbagas<br> 408. moeli, marbagas<br> 409. pabagashon<br> 410. sirang<br> 411. paoesēang<br> 413. maranak, mardak-danak<br> 415. marpadan-padan<br> 418. topēng<br> 420. <28><br> 421. tambor, odap<br> 425. saroenē<br> 428. manortor<br> 429. ēndē-ēndē<br> 430. hoeling-hoelingan<br> 431. marhoeling-hoelingan<br> 432. marmēam,<br>{{gap}}margondjak-gondjak {{multicol-break}} 433. irdong-irdong<br> 434. marirdong-irdong<br> 435. marsitēngka<br> 436. martada, marsipak<br> 437. roema, djaboe<br> 438. sopo-sopo, sopo-sopo<br>{{gap}}balian<br> 440. boengkoelan<br> 441/<br> 445. <29><br> 446. oeroer<br> 447. ēmpēr djolo<br> 448. pintoe<br> 450. djandēla, pandoeloan<br> 452. soehi-soehi ni djaboe<br> 453/<br> 454. tangga, balatoek <30><br> 455. manaēk toe djaboe,<br>{{gap}}bongot toe djaboe<br> 456/<br> 457. papan<br> 458/<br> 459. dorpi<br> 460. gaba-gaba<br> 461. tiang ni djaboe<br> 462. soemban<br> 466. biloet<br> 468. lage, amak<br> 469. halang oeloe<br> 470. roea-roea<br> 472. langit-langit<br> 473. salēan<br> 474. tataring<br> 475. api<br> 477. <31><br> 479. mangintop api<br> 480. mangomboes api<br> 481. mintop<br> 482. timoes<br> 483. siraboen<br> 484. soban<br> 487. tombara<br> 490. padjongdjong djaboe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> cmbl9xysm2jn447j3i7de1tw7m9ndz6 Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/6 104 116842 321618 2026-10-16T07:58:35Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321618 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 491. mangaloha djaboe<br> 492. dasar<br> 497. pinggan<br> 499. tahoe-tahoe<br> 501/<br> 502. <32><br> 504. sapa golang-golang<br> 505. piso, raoet<br> 506. goloek, rabi<br> 509. tangkē<br> 510. sondoek-sondoek<br> 511. sondoek<br> 512. poting<br> 513. mangalap aēk <33><br> 514. <34><br> 515. palito<br> 517. soeloe<br> 518. poti<br> 521. balanga talam <35><br> 523. manopa hoedon<br> 524. hadjo<br> 525-<br> 527. mangalompa<br> 529. manoboehon<br> 530. mamanggang, mamadar<br> 531. manaok<br> 532. masak<br> 533. tata<br> 534. sipanganon, siallangon<br> 535. <36><br> 537. sajoer <37><br> 538. djoehoet<br> 540. dēngkē naniporiata <38><br> 541. dēngkē<br> 542. ēmē<br> 543. eme sipoepoeon <39><br> 544. <40><br> 545. indahan<br> 547. haoe ni ēmē <41><br> 548. bioer ni ēmē <42><br> 549. sopo (ēmē)<br> 550. losoeng<br> 551. andaloe {{multicol-break}} 552. mandoeda ēmē<br> 553. mamiari<br> 554. dodak, oet<br> 555. manggiling, manoetoe<br> 556. harē<br> 557. itak sagoe <43><br> 558. harē sagoe <44><br> 559. sagoe na ni lompa <45><br> 563. <46><br> 566. abit<br> 567. <47><br> 569. badjoe boroe-boroe<br> 570. badjoe lahi-lahi<br> 571. toedjoeng-toedjoeng <48><br> 572. tali-tali, boelang-boelang<br> 573. soeri<br> 574. sioek<br> 575. tintin<br> 579. golang<br> 579-<br> 581. golang-golang<br> 582/<br> 583. sibong <49><br> 584. haroeng-haroeng<br> 585. horoeng-horoeng simata<br>{{gap}}landoes<br> 587. mandar<br> 588. saboek<br> 589. tonoenan Batak,<br>{{gap}}tonoenan Bolanda<br> 593. martonoen<br> 594-<br> 597. oela-oela tinonoen<br> 598. langlak<br> 599. mambalbal<br> 600. mandjalin, mambaoe<br> 601. mamioe tali<br> 602. tali<br> 604. <50><br> 605/<br> 606. randjoet<br> 607. podang<br> 609. saroeng ni podang,<br>{{gap}}somboeng ni podang<br> {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> 60acguwtpzj67y364354vad2cwrlqk9 Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/7 104 116843 321619 2026-10-16T08:03:18Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321619 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 610. manggētgēt, mandjaldjal<br> 611. <51><br> 612. oeltop <52><br> 617. lomboe-lomboe, onding-onding<br> 620. bodil<br> 621. raboek, saboeng<br> 622. anak bodil <53><br> 623. <54><br> 624. ambalang<br> 625. marporang, marmoesoe<br> 627. moesoe<br> 629. mandjangak, marsaloeng-saloeng<br> 631. panggagadoean, pantil<br> 632. taloe<br> 633. monang<br> 636. taban<br> 637. pangoeloe<br> 638. <55><br> 641. maroema, marpadot<br> 645. ordang<br> 646. pangordangan<br> 647. gisgis, goeris<br> 649. sasabi<br> 651. otam, gansip-gansip<br> 652. panggoe, hoedali<br> 654. saba, toer<br> 655. ladang<br> 656. gadoe, batangi godang<br> 657/658. bondar, hoemali<br> 659. handang<br> 661. samē<br> 662/663. manaboer<br> 665. manoean, manoellok <56><br> 666. mardēgē<br> 667. boni<br> 668. matoras, masak<br> 669. bibi<br> 670. <57><br> 673. mamoetik<br> 674. djagoeng, pahēla {{multicol-break}} 675. sapodang<br> 676. dali<br> 679. antjimōen<br> 680. goendoer<br> 681. timbaho, isap<br> 682. toboe<br> 684. bawang, haronda<br> 685. haramodja<br> 686. mansam-mansam godang<br> 688. gadong haoe, antirha<br> 689. soehat<br> 690. lasiak<br> 691. haoe ni harambir<br> 692. harambir<br> 693. bagian-bagian ni haoe ni<br>{{gap}}harambir<br> 695. bagot<br> 697. bagot tonggi-tonggi,<br>{{gap}}toeak tonggi-tonggi<br> 698. bagot naniraroean,<br>{{gap}}toeak naniraroean<br> 702. poesoek<br> 703. riman, sagoe<br> 706. hapas<br> 707. pandan<br> 708. mangga<br> 709. nangka, pinasa<br> 711. doerian, baroetoeng<br> 712. antadjaae<br> 713. lansat<br> 714. balimbing djorbing<br> 715. balimbing bosi<br> 716. gaol<br> 717. insoem-insoem<br> 719. mansam-mansam asom<br> 726. gambir<br> 728. hapoer<br> 729. hoenik<br> 730. pēgē<br> 731. hotang<br> 732. <58><br> 733. toebis {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> t41r2l7ocutazs2ab9z9nv64h3l6yzo Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/8 104 116844 321635 2026-10-16T08:08:07Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321635 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{multicol}} 734. bona ni haoe,<br> 735. haoe<br> 736. mandjangkit haoe<br> 738. manaba<br> 739/<br> 740. dangka na balga,<br>{{gap}}dangka namētmēt<br> 742-<br> 744. oerat ni haoe<br> 745. sam-sam ni haoe<br> 746. boeloeng, boeloeng<br>{{gap}}ni haoe<br> 747. boeloeng-boeloeng<br>{{gap}}namaroeroes<br> 748. laklak ni haoe<br> 749. doeri, soega<br> 750/<br> 751. gota ni haoe<br> 752. pining<br> 753. napoeran, dambari<br> 755. damar<br> 756. bona ni damar<br> 758. boenga<br> 759. boras ni haoe<br> 760. marbogas<br> 761. langkat ni boras ni haoe<br> 762. mangalangkati, manisiki<br> 763. batoe ni <59><br> 764. lambiak ni <60><br> 765. bioer <61><br> 766. minak<br> 767. limoet<br> 768. dan<br> 769. pahoe<br> 770/<br> 771. doehoet-doehoet<br> 772. ri<br> 773. hodong<br> 774. pinahan<br> 775. anak ni pinahan<br> 777. marmahan, pinahan<br> 778. ihoer ni <62><br> 779. pat, tot {{multicol-break}} 780. tambirik ni pinahan<br> 781. sisilon<br> 782. bagot ni lomboe<br> 783. baba ni pinahan<br> 784. moensoeng ni pinahan<br> 785. toektoek<br> 786. habong<br> 787. imboeleoe<br> 788. habang<br> 789. asar<br> 790. rēntēng<br> 791. marrēntēng<br> 792. mamodomhon<br> 793. mamorpori<br> 794. babi<br> 795. loboe ni babi <63><br> 796. aili<br> 797. marngoengoes<br> 799. hambing<br> 800. lomboe, horbo<br> 801. djonggi, horbo toenggal<br> 802. lomboe na gēllēng, horbo<br>{{gap}}na gēllēng<br> 803/804. lomboe<br> 806. maroeë<br> 807. hoda <64><br> 808. marihē-ihē<br> 809. oersa<br> 810. tandoek<br> 811. <65><br> 812. mangorong, maraoeang<br> 813. hoeting<br> 814. marngeong<br> 817. gompoel<br> 818. landak<br> 822. tanggiling, irngis<br> 824. <66><br> 825. sigak<br> 828. manoek boroe-boroe,<br>{{gap}}mã ni manoek<br> 830. manoek djambē, djambē<br>{{gap}}saboe {{multicol-end}}<noinclude></noinclude> pscroxpsrezez587ax5ifq1yfnytcej Halaman:Pandji Poestaka 22-8-1942.pdf/16 104 116845 321645 2026-10-16T08:09:55Z Tegar Adi Pranata 27732 /* Telah diuji baca */ 321645 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Tegar Adi Pranata" /></noinclude>Ppopooom<noinclude></noinclude> jyt83odhq37fxmp81ex3t0fu3q0x4ed Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/9 104 116846 321660 2026-10-16T08:17:39Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321660 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>832. martoerbing 833. bibi 834. bēo 837. silopak, amporik 838. onggang 839. lotē 840. sitindo oelok 841. lali, lali pioean 842. sipahoet 844. pidong, manoek-manoek 845. padidit 846. lompong, ringkabor, arip-arip 848. haloeang 849. hidje 850. landoek 851. bagoe doeng, monsi 853. bagoedoeng balian <67> 854. bodat, hērēk <68> 855. marboeroe 857. pirangkap, gansip 858. randjo 859. martoba, mandaram 861. djala 862. dengkē <69> 866. hoetoe 867. manigat hoetoe 868. toesa 869. lisa 870. hoetoe ni asoe 871. djombing 872. lanok 873. lanok ni tē ni horbo 874. altong 875. ranggiting 876. sitoeak ni loba 877. rongit 878. lampoe-lampoe,<br>{{gap}}ampoel-ampoel 879. siro-sirō, lalimokmok 880. salimpotpot 881. sihapor 882. agat-agat 883. ipos 884. porngis, porhis 885. sari 886. oelok 887. oelok sa 888. lipan 889. linta 890. langkitang 891. gea 892. oedang 893. goerampang 896. tohoek, bodjak 897. sibagoer 898. boraspati 899. banggik 900. boeëa <70> 901. labi 902. ponoe <37> 905. langit 906. mata ni ari 907. malala mata ni ari <71> 908. boelan 909. saboelan 911. angkalaoe 912. bintang 913/ 914. binsar 915/ 916. mata ni ari mate 917. tano 918. awang-awang, hadjang-hadjang 919. oedan 920. namboer 921. omboen 922. samon 923. haliboetongan 924. ronggoer 926. hilap 927. lalo 928. angin, alogo 929. pilaos<noinclude></noinclude> nmewhynzzvj8zsqplxtwtuybyyosbq0 321661 321660 2026-10-16T08:18:25Z Thersetya2021 15831 321661 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>832. martoerbing<br> 833. bibi<br> 834. bēo<br> 837. silopak, amporik<br> 838. onggang<br> 839. lotē<br> 840. sitindo oelok<br> 841. lali, lali pioean<br> 842. sipahoet<br> 844. pidong, manoek-manoek<br> 845. padidit<br> 846. lompong, ringkabor, arip-arip<br> 848. haloeang<br> 849. hidje<br> 850. landoek<br> 851. bagoe doeng, monsi<br> 853. bagoedoeng balian <67><br> 854. bodat, hērēk <68><br> 855. marboeroe<br> 857. pirangkap, gansip<br> 858. randjo<br> 859. martoba, mandaram<br> 861. djala<br> 862. dengkē <69><br> 866. hoetoe<br> 867. manigat hoetoe<br> 868. toesa<br> 869. lisa<br> 870. hoetoe ni asoe<br> 871. djombing<br> 872. lanok<br> 873. lanok ni tē ni horbo<br> 874. altong<br> 875. ranggiting<br> 876. sitoeak ni loba<br> 877. rongit<br> 878. lampoe-lampoe,<br>{{gap}}ampoel-ampoel<br> 879. siro-sirō, lalimokmok<br> 880. salimpotpot<br> 881. sihapor<br> 882. agat-agat<br> 883. ipos<br> 884. porngis, porhis<br> 885. sari<br> 886. oelok<br> 887. oelok sa<br> 888. lipan<br> 889. linta<br> 890. langkitang<br> 891. gea<br> 892. oedang<br> 893. goerampang<br> 896. tohoek, bodjak<br> 897. sibagoer<br> 898. boraspati<br> 899. banggik<br> 900. boeëa <70><br> 901. labi<br> 902. ponoe <37><br> 905. langit<br> 906. mata ni ari<br> 907. malala mata ni ari <71><br> 908. boelan<br> 909. saboelan<br> 911. angkalaoe<br> 912. bintang<br> 913/<br> 914. binsar<br> 915/<br> 916. mata ni ari mate<br> 917. tano<br> 918. awang-awang, hadjang-hadjang<br> 919. oedan<br> 920. namboer<br> 921. omboen<br> 922. samon<br> 923. haliboetongan<br> 924. ronggoer<br> 926. hilap<br> 927. lalo<br> 928. angin, alogo<br> 929. pilaos<noinclude></noinclude> qpuhythzhs0l16djyi3kos761yz5syq 321680 321661 2026-10-16T08:42:14Z Bennylin 334 321680 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>832. martoerbing<br> 833. bibi<br> 834. bēo<br> 837. silopak, amporik<br> 838. onggang<br> 839. lotē<br> 840. sitindo oelok<br> 841. lali, lali pioean<br> 842. sipahoet<br> 844. pidong, manoek-manoek<br> 845. padidit<br> 846. lompong, ringkabor, arip-arip<br> 848. haloeang<br> 849. hidje<br> 850. landoek<br> 851. bagoe doeng, monsi<br> 853. bagoedoeng balian <67><br> 854. bodat, hērēk <68><br> 855. marboeroe<br> 857. pirangkap, gansip<br> 858. randjo<br> 859. martoba, mandaram<br> 861. djala<br> 862. dengkē <69><br> 866. hoetoe<br> 867. manigat hoetoe<br> 868. toesa<br> 869. lisa<br> 870. hoetoe ni asoe<br> 871. djombing<br> 872. lanok<br> 873. lanok ni tē ni horbo<br> 874. altong<br> 875. ranggiting<br> 876. sitoeak ni loba<br> 877. rongit<br> 878. lampoe-lampoe, ampoel-ampoel<br> 879. siro-sirō, lalimokmok<br> 880. salimpotpot<br> 881. sihapor<br> 882. agat-agat<br> 883. ipos<br> 884. porngis, porhis<br> 885. sari<br> 886. oelok<br> 887. oelok sa<br> 888. lipan<br> 889. linta<br> 890. langkitang<br> 891. gea<br> 892. oedang<br> 893. goerampang<br> 896. tohoek, bodjak<br> 897. sibagoer<br> 898. boraspati<br> 899. banggik<br> 900. boeëa <70><br> 901. labi<br> 902. ponoe <37><br> 905. langit<br> 906. mata ni ari<br> 907. malala mata ni ari <71><br> 908. boelan<br> 909. saboelan<br> 911. angkalaoe<br> 912. bintang<br> 913/<br> 914. binsar<br> 915/<br> 916. mata ni ari mate<br> 917. tano<br> 918. awang-awang, hadjang-hadjang<br> 919. oedan<br> 920. namboer<br> 921. omboen<br> 922. samon<br> 923. haliboetongan<br> 924. ronggoer<br> 926. hilap<br> 927. lalo<br> 928. angin, alogo<br> 929. pilaos<noinclude></noinclude> hdu32x0toik9vcm5dd2uh2e7x8hv0s1 321682 321680 2026-10-16T08:42:46Z Bennylin 334 321682 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>832. martoerbing<br> 833. bibi<br> 834. bēo<br> 837. silopak, amporik<br> 838. onggang<br> 839. lotē<br> 840. sitindo oelok<br> 841. lali, lali pioean<br> 842. sipahoet<br> 844. pidong, manoek-manoek<br> 845. padidit<br> 846. lompong, ringkabor, arip-arip<br> 848. haloeang<br> 849. hidje<br> 850. landoek<br> 851. bagoe doeng, monsi<br> 853. bagoedoeng balian <67><br> 854. bodat, hērēk <68><br> 855. marboeroe<br> 857. pirangkap, gansip<br> 858. randjo<br> 859. martoba, mandaram<br> 861. djala<br> 862. dengkē <69><br> 866. hoetoe<br> 867. manigat hoetoe<br> 868. toesa<br> 869. lisa<br> 870. hoetoe ni asoe<br> 871. djombing<br> 872. lanok<br> 873. lanok ni tē ni horbo<br> 874. altong<br> 875. ranggiting<br> 876. sitoeak ni loba<br> 877. rongit<br> 878. lampoe-lampoe, ampoel-ampoel<br> 879. siro-sirō, lalimokmok<br> 880. salimpotpot<br> 881. sihapor<br> 882. agat-agat<br> 883. ipos<br> 884. porngis, porhis<br> 885. sari<br> 886. oelok<br> 887. oelok sa<br> 888. lipan<br> 889. linta<br> 890. langkitang<br> 891. gea<br> 892. oedang<br> 893. goerampang<br> 896. tohoek, bodjak<br> 897. sibagoer<br> 898. boraspati<br> 899. banggik<br> 900. boeëa <70><br> 901. labi<br> 902. ponoe <37><br> 905. langit<br> 906. mata ni ari<br> 907. malala mata ni ari <71><br> 908. boelan<br> 909. saboelan<br> 911. angkalaoe<br> 912. bintang<br> 913/914. binsar<br> 915/916. mata ni ari mate<br> 917. tano<br> 918. awang-awang, hadjang-hadjang<br> 919. oedan<br> 920. namboer<br> 921. omboen<br> 922. samon<br> 923. haliboetongan<br> 924. ronggoer<br> 926. hilap<br> 927. lalo<br> 928. angin, alogo<br> 929. pilaos<noinclude></noinclude> p6fabxylzvlasazxmbd8njrotv2u0yr Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/10 104 116847 321662 2026-10-16T08:19:35Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321662 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>930. aēk<br> 931. laoet<br> 933. tao<br> 935. oembak, galoembak<br> 937. solok<br> 938. bibir pasir<br> 942. darat<br> 944. poelo<br> 946. tadjoer<br> 947. dolok<br> 948. dolok-dolok<br> 949. nangkok toe dolok <72><br> 950. toeat<br> 951. tano hornop<br> 952. roera<br> 953. rie na bolak<br> 954. rodang<br> 955. harangan, tombak<br> 956. harangan longo-longo <73><br> 957. ramba poso <74><br> 961. bogas ni pat <75><br> 962. parbalohan<br> 963. batang aēk, bondar <76><br> 964. djambatan, hitē-hitē<br> 965. marloega toe djoeloe<br> 966. marloega toe toroem<br> 967. mata ni moeal<br> 968. aek magodang, tangkoedjoe<br> 969. batoe<br> 970. tano<br> 971. rihit<br> 972. batoe rēsē<br> 973. bosi<br> 974. golang-golang<br> 976. pērak, ringgit<br> 977. mas, sērē<br> 978. tima<br> 980. barērang<br> 981. pandē bosi, toekang bosi<br> 982. partoekangan ni toekang bosi<br> 983. manopa<br> 984. arang<br> 985. manggar<br> 986. tahanan<br> 987. gansip<br> 988. gara ni api<br> 989. manggaroet, mamoengga<br> 990. garoet, poengga<br> 995. partiga-tiga<br> 1001. lapo<br> 1002. onan<br> 1003. martiga-tiga<br> 1004. tiga-tiga<br> 1005. djaroem<br> 1006. mandjaroem<br> 1007. arga<br> 1008. oentoeng, laba <77><br> 1009. roegi, oeri<br> 1010. manoehor, mamboli<br> 1011. arga, maol<br> 1012. moera, gaboer<br> 1013. oetang<br> 1014. martoenggoe<br> 1015. manggarar<br> 1016. manggadis, mardēa<br> 1017. mangindjam, marsale<br> 1018. paindjamhonsa, pasalihon<br> 1019. mangganti, maningkati<br> 1022. mangarga<br> 1023. mambaen toe<br> 1033. paraoe, soloe<br> 1034. <78><br> 1035. tiang lajar <37><br> 1036. lajar <37><br> 1037. marlajar<br> 1038. amoedi<br> 1039. mangamoedi<br> 1040. holē<br> 1043. marloega<br> 1045. goli-goli<br> 1046. oeloe ni soloe<br> 1047. poedian<br> 1048. mangisi<noinclude></noinclude> 9tv48z4r2vrfbr7p5wkuf9off63zo2z Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/11 104 116848 321663 2026-10-16T08:23:21Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321663 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1050. rakit 1054. hasahatan 1055. toe toer, toe darat 1056. borhat sian hasahatan <79> 1057. oenggil 1061. balga 1062. mētmēt, gēllēng 1063. gandjang 1064. lēlēng 1065/1066. djēmpēk, gēmpēk 1067- 1069. mokmok, golmok 1070. nipis 1071. marniang 1072. goerbak 1073. goerbas 1075. randjar 1077. marh-soet 1078. magodang 1079. djinak 1080/1081. riar 1082. maila 1083. bagas 1084. hoboek, holboeng 1085. ndang bagas 1086. lamak 1087. timbo 1088. djēmpēk, toroe 1089. tigor, pintor 1090. bēngkoek, gēdoek 1091. marbēngkoek 1092. lamak 1093. dosdos, hornop 1094. landit 1095. borat, dokdok 1096. nēang, hampoeng 1097. sēdēr 1098. tadjom, tantjir 1099. madjal, tamtam 1100. pintjoer 1101. djogal, pir 1103. daoek, galē 1104. mohop 1105. las 1106. ngali 1107. borgo 1108. hoemitir, moemotar 1109. hiboel 1110. tingko 1111. tingko 1112. maropat soehi 1113. <80> 1114. randjar 1115. hopit 1116. roeak, lambas 1117. gogo 1118. galē 1119. barani, bēgoe 1120. mabiar, biahaton 1121. losok 1122. ringgas 1123. holit 1124. boeas 1125. hiang 1126. mandjomoer 1127. tonoe, mataptap 1128. bornok, taptap badjoe 1129. boesoek 1130. dēnggan, oeli 1131. roa 1132- 1134. <81> 1135. <82> 1136- 1138. roa 1139. roa 1140. sala, hoerang 1141. <83> 1142. roemar 1143. gok 1144. moeroek 1145. rintik 1146. tartambat, tarihot 1147. togoe, tanggo<noinclude></noinclude> 7j6cuzl8na3yqr6xrukuavilb9zj7oj 321664 321663 2026-10-16T08:25:13Z Thersetya2021 15831 321664 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1050. rakit<br> 1054. hasahatan<br> 1055. toe toer, toe darat<br> 1056. borhat sian hasahatan <79><br> 1057. oenggil<br> 1061. balga<br> 1062. mētmēt, gēllēng<br> 1063. gandjang<br> 1064. lēlēng<br> 1065/1066. djēmpēk, gēmpēk<br> 1067-<br> 1069. mokmok, golmok<br> 1070. nipis<br> 1071. marniang<br> 1072. goerbak<br> 1073. goerbas<br> 1075. randjar<br> 1077. marh-soet<br> 1078. magodang<br> 1079. djinak<br> 1080/1081. riar<br> 1082. maila<br> 1083. bagas<br> 1084. hoboek, holboeng<br> 1085. ndang bagas<br> 1086. lamak<br> 1087. timbo<br> 1088. djēmpēk, toroe<br> 1089. tigor, pintor<br> 1090. bēngkoek, gēdoek<br> 1091. marbēngkoek<br> 1092. lamak<br> 1093. dosdos, hornop<br> 1094. landit<br> 1095. borat, dokdok<br> 1096. nēang, hampoeng<br> 1097. sēdēr<br> 1098. tadjom, tantjir<br> 1099. madjal, tamtam<br> 1100. pintjoer<br> 1101. djogal, pir<br> 1103. daoek, galē<br> 1104. mohop<br> 1105. las<br> 1106. ngali<br> 1107. borgo<br> 1108. hoemitir, moemotar<br> 1109. hiboel<br> 1110. tingko<br> 1111. tingko<br> 1112. maropat soehi<br> 1113. <80><br> 1114. randjar<br> 1115. hopit<br> 1116. roeak, lambas<br> 1117. gogo<br> 1118. galē<br> 1119. barani, bēgoe<br> 1120. mabiar, biahaton<br> 1121. losok<br> 1122. ringgas<br> 1123. holit<br> 1124. boeas<br> 1125. hiang<br> 1126. mandjomoer<br> 1127. tonoe, mataptap<br> 1128. bornok, taptap badjoe<br> 1129. boesoek<br> 1130. dēnggan, oeli<br> 1131. roa<br> 1132-<br> 1134. <81><br> 1135. <82><br> 1136-<br> 1138. roa<br> 1139. roa<br> 1140. sala, hoerang<br> 1141. <83><br> 1142. roemar<br> 1143. gok<br> 1144. moeroek<br> 1145. rintik<br> 1146. tartambat, tarihot<br> 1147. togoe, tanggo<noinclude></noinclude> sbvvzf6aaxsijk2qtvc1f0v4327nl98 Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/12 104 116849 321665 2026-10-16T08:26:43Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321665 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1148. maloea<br> 1149. roenggar<br> 1150. matoea<br> 1151. boeroek<br> 1152. poso<br> 1153. imbaroe<br> 1154. pogos<br> 1155. mora<br> 1156. lodja<br> 1157. hatop<br> 1158. lambat<br> 1159. bodo, oto<br> 1160. <84><br> 1161. tonggi<br> 1162. asom, bardjit<br> 1163. paēt<br> 1165. siak<br> 1166. ansim<br> 1167. bontar<br> 1168. birong, lomlom<br> 1169. rara<br> 1170. rara pangko<br> 1171. hoenik<br> 1172. balaoe<br> 1173. rata<br> 1174. <85><br> 1175. mandapat<br> 1176. mangalehon<br> 1177. mangalehon<br> 1178. mandjalo<br> 1179. mamboeat<br> 1180. mangalap<br> 1181. mamboeat, mangalap<br> 1182. mamboanhon<br> 1183. boanhon<br> 1184. mamboan, manaroehon<br> 1185. maniop<br> 1186. manogoe-nogoe<br> 1187. mambaēn<br> 1188. pasidoenghon<br> 1189. mamoeri, mamasoe<br> 1190. manaptap<br> 1191. marsoeap<br> 1192. maranggir<br> 1193. mananda<br> 1194. marpingkir, marhoesari<br> 1195. marbinoto<br> 1196. marningot<br> 1197. loepa<br> 1198. mandjoea<br> 1199. mangakoe, marhatoetoehon<br> 1200. sip<br> 1202. mangkatai<br> 1203. marēndē<br> 1204. marhoesip<br> 1205. mandok<br> 1206. <86><br> 1207. mamoeari<br> 1208. boi, tarbahen<br> 1209. boi<br> 1210. mangoela<br> 1211. manoehoek<br> 1212. manghoenti, mandjoedjoeng<br> 1213. mandjindjing<br> 1215. manghadang<br> 1216. manggolom<br> 1217. manghadang<br> 1218. manompi<br> 1219. manghadang<br> 1222. doengo<br> 1224. mangingani, mandoengoi<br> 1226. paimahon, paintehon<br> 1227. marbinege<br> 1228. marnida, manonggor<br> 1229. manganggo<br> 1230. mangilala<br> 1231. mandadap<br> 1232. mandai<br> 1233. maniroep<br> 1235. mangonsop<br> 1236. mangoemma<br> 1238. mangkaholongi, manghasiholi<noinclude></noinclude> baq6607kvy1qwil8d8eviof32y4y38q Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/13 104 116850 321666 2026-10-16T08:27:46Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321666 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1241. lomo<br> 1243. olo, ra<br> 1245. mangoengkap<br> 1246. manghoentji, mangalanghopi<br> 1247. mamonggol, manggotap<br> 1248. manamba<br> 1249. manimboeng, mangangkat<br> 1250. manimboeng toe toroe<br> 1251. mangonai<br> 1252. hona<br> 1253. <87><br> 1254. manggotaphon, panostos<br> 1255. mamolahon, manarpohon<br> 1256. <88><br> 1257. matos<br> 1258. <89><br> 1259. manggotil, manggalmit<br> 1262. pasidoengkon<br> 1263. maradian<br> 1264. <90><br> 1265. mamoenihon, manaboenihon<br> 1266. martaboeni<br> 1267. manoengkoen, marsapa<br> 1268. mangaloesi<br> 1269. mangido<br> 1270. mandjoea<br> 1271. mangoto-otoi<br> 1272. margaboes<br> 1273. manangko, manihoes<br> 1274. <91><br> 1275. <92><br> 1276. manoetoeng<br> 1277. <93><br> 1278. manghali, manghoear<br> 1279. lao, maroene<br> 1280. lao toesan<br> 1281. marsoeroe<br> 1282. manongos<br> 1283. ro<br> 1284. sahat<br> 1285. ro toeson<br> 1286. borhat<br> 1287. padjoempang, dohot<br> 1288. padjoempang, padjoempa<br> 1289. papoengoehon, pahimpoehon<br> 1290. papoengoehon, pahimpoehon<br> 1291. <94><br> 1292. mamalos, mamahoni<br> 1293. sada<br> 1294. doea<br> 1295. toloe<br> 1296. opat<br> 1297. lima<br> 1298. on<br> 1299. pitoe<br> 1300. oealoe<br> 1301. sia<br> 1302. sampoeloe<br> 1303. sampoeloe sada<br> 1304. sampoeloe doea<br> 1305. sampoeloe toloe<br> 1306. sampoeloe opat<br> 1311. sampoeloe sia<br> 1312. doea poeloe<br> 1314. doea poeloe sada, doea poeloe doea<br> 1316. toloe poeloe<br> 1317. opat poeloe<br> 1318. lima poeloe<br> 1319. onom poeloe<br> 1320. pitoe poeloe<br> 1321. oealoe poeloe<br> 1322. sia poeloe<br> 1323. saratoes <95><br> 1324. sariboe<br> 1325. sampoeloe riboe<br> 1326. satonga<br> 1327. sangkaē<br> 1328. sahali<br> 1329. doea hali<br> 1330. pardjolo<noinclude></noinclude> bilv1nyfcdxw5j7kja3f7d43ki8tfvc Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/14 104 116851 321667 2026-10-16T08:29:09Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321667 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1331. napardjolo sahali<br> 1332. paidoea<br> 1333. padoeahon<br> 1334. patoloehon<br> 1335. paitoloe<br> 1336/1337. parpoedi, parpoedi sahali<br> 1338. sadia<br> 1339. <96><br> 1340. saotik<br> 1341. soen, soeda<br> 1342. adong<br> 1343. ndang adong<br> 1344. adong<br> 1345. ndang adong manang aha<br> 1346. ndang adong manang aha be<br> 1347. lobi, ganda<br> 1349. hoerang<br> 1350. soeda, saloehoet<br> 1351. <97><br> 1352. rampak<br> 1353. dos-dos<br> 1354. toek, gonop<br> 1355. manang sadia<br> 1357. ahoe <98><br> 1358. ahoe sambing<br> 1359. ho<br> 1362. hamoe<br> 1363. ibana<br> 1364. ibana<br> 1365. hita<br> 1366. hami<br> 1367. nasida<br> 1368. nasida<br> 1369. ahoe nampoenasa oegasanhoe<br> 1371/1372. oegasanta<br> 1373. hamoe nampoenasa<br> 1374. hamoe nampoenasa<br> 1375/1376. halahi nampoenasa<br> 1377/1378. oegasanna<br> 1379. ise<br> 1380. aha, dia<br> 1381. djaboe dia, roema dia<br> 1383. on<br> 1384. ndi <ndis?> <99><br> 1387. disan, diadoei<br> 1388. dison<br> 1389. dison<br> 1390. dison, adoei<br> 1391. na<br> 1394. ari<br> 1397. arian<br> 1398. torang tioer<br> 1401. borngin<br> 1403. golap, holom<br> 1404. ari logo<br> 1405. ari rondo, ari oedan<br> 1406. taon<br> 1408. saonnari<br> 1409. annon<br> 1411. naboera on, nadjolo i <100><br> 1415. moese, moesengain<br> 1416. nangkin<br> 1417. satongkin<br> 1418. nantoari<br> 1419. nantoari sada<br> 1420. <101><br> 1421. manogot on, nasogot <102><br> 1422. marsogot<br> 1423. hadoean<br> 1424. manogot<br> 1425. bodari<br> 1426. sipata<br> 1427. andigan<br> 1428. noenga<br> 1429. ndang dope<noinclude></noinclude> pbzl1iodmj41fro2364eybr3rvmxbqi Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/15 104 116852 321668 2026-10-16T08:31:22Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321668 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1430. ndang dope<br> 1431. oetara<br> 1432. dangsina<br> 1433. habinsaran<br> 1434. hasoendoetan<br> 1435. hambirang<br> 1436. siamoen<br> 1437. digindjang<br> 1438. didalan, diatas dalan<br> 1439. sian gindjang<br>han gindjang<br> 1440. ditoroe<br> 1441. sian toroe<br> 1442/1443. sian-toe<br> 1445/1448- 1450. di<br> 1452. <103><br> 1453. dao<br> 1454. hoemaliang<br> 1455. <104><br> 1456. toe roear, toe balian 1457. dibagasan<br> 1458. bongot, bongkot<br> 1460. didia<br> 1461. bēa/songon dia?<br> 1463. songon on<br> 1464. songon i<br> 1465. bēasa, ala ni aha?<br> 1467. hoeroa, ra<br> 1468. mansai<br> 1469. dohot, djala<br> 1470. dohot<br> 1471. ndang<br> 1472. olo, ooeng<br> 1473. ndang<br> 1474. ndang<br> 1475. oenang<br> 1477. <105><br> 1478. djonok, dohor<br> 1480. alai<br> 1483. molo<br> 1484. atik pe<br> 1485. ala ni aha '''No. 176'''<br> 1487. ro toeson (hoeon), hatop!<br> 1488. ndang alo ahoe<br> 1489. ibana ndang olo<br> 1490. olo do ahoe<br> 1491. olo do ho monang ndang?<br> 1492. hoendoel ma<br> 1493. beasa tangis ho?<br> 1494. ndang olo tarbahen ahoei<br> 1495. ndang hoeboto dope i<br> 1496. noenga hoeboto i<br> 1497. pēakhon (tibalhon) i! <106><br> 1498. toedia ho?<br> 1499. sian dia ho?<br> 1500. pamite djolo<br> 1501. ndang hoeloas i <107><br> 1502. noenga mate ibana/noenga monding ibana<br> 1503. ndang dope mate ibana<br> 1504. palas ma i<br> 1505. noenga goergoer i<noinclude></noinclude> cvozspu83zaed06odu8o0beog5pi4cs 321669 321668 2026-10-16T08:32:15Z Thersetya2021 15831 321669 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1430. ndang dope<br> 1431. oetara<br> 1432. dangsina<br> 1433. habinsaran<br> 1434. hasoendoetan<br> 1435. hambirang<br> 1436. siamoen<br> 1437. digindjang<br> 1438. didalan, diatas dalan<br> 1439. sian gindjang, han gindjang<br> 1440. ditoroe<br> 1441. sian toroe<br> 1442/1443. sian-toe<br> 1445/1448- 1450. di<br> 1452. <103><br> 1453. dao<br> 1454. hoemaliang<br> 1455. <104><br> 1456. toe roear, toe balian<br> 1457. dibagasan<br> 1458. bongot, bongkot<br> 1460. didia<br> 1461. bēa/songon dia?<br> 1463. songon on<br> 1464. songon i<br> 1465. bēasa, ala ni aha?<br> 1467. hoeroa, ra<br> 1468. mansai<br> 1469. dohot, djala<br> 1470. dohot<br> 1471. ndang<br> 1472. olo, ooeng<br> 1473. ndang<br> 1474. ndang<br> 1475. oenang<br> 1477. <105><br> 1478. djonok, dohor<br> 1480. alai<br> 1483. molo<br> 1484. atik pe<br> 1485. ala ni aha '''No. 176'''<br> 1487. ro toeson (hoeon), hatop!<br> 1488. ndang alo ahoe<br> 1489. ibana ndang olo<br> 1490. olo do ahoe<br> 1491. olo do ho monang ndang?<br> 1492. hoendoel ma<br> 1493. beasa tangis ho?<br> 1494. ndang olo tarbahen ahoei<br> 1495. ndang hoeboto dope i<br> 1496. noenga hoeboto i<br> 1497. pēakhon (tibalhon) i! <106><br> 1498. toedia ho?<br> 1499. sian dia ho?<br> 1500. pamite djolo<br> 1501. ndang hoeloas i <107><br> 1502. noenga mate ibana/noenga monding ibana<br> 1503. ndang dope mate ibana<br> 1504. palas ma i<br> 1505. noenga goergoer i<noinclude></noinclude> 8996i1e4rwk5qpjytp5m1uzhnssjkne Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/16 104 116853 321671 2026-10-16T08:33:41Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321671 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1506. noenga masak i<br> 1507. noenga masak sipanganon<br> 1508. maridi djolo ahoe<br> 1509. noenga maridi ho?<br> 1510. aha disoengkoen ho?/aha nina ho?<br> 1511. aha dipangido ho?<br> 1512. horas be!<br> 1513. borhat ma hita saomari<br> 1514. marsogot borhat doea baoa<br> 1515. pangan indahan on<br> 1516. pangan indahan on<br> 1517. naeng manoehor manoek ahoe<br> 1518. babi nahoempamate (hoeboena) i<br> 1519. landoes dia do di ahoe?<br> 1520. sampoeloe ari nai ass borhat hami<br> 1521. nmna ibana si Anoe noenga borhat 3. NOTES<br> 1. te = excrement<br>{{gap}}pinggol = ear<br> 2. roeang: hole, cavity<br> 3. langit2 = palate<br>{{gap}}ni: of; dila: tongue<br> 4. moensong = front part<br>{{gap}}bagot = breast<br> 5. poensoe = extremity, end<br> 6. loebang: hole<br> 7. miting, ngoek, mamarotak<br> 8. tapak: sole of foot<br> 9. oeloe: head; tot = pat<br> 10. palak: palm of hand<br> 11. imboeloe = hair<br> 12. maboek, mirdong, lēlap<br> 13. batang = wooden coffin<br>{{gap}}na: of<br> 14. marsahit, maborit, boriton<br> 15. hipas, djongkas, torkis<br> 16. magoerbak, marbosar, margoembang<br> 17. hoelit, siroa-roa, goedam<br> 18. maloem, hipas, horas<br> 19. oebat, tambar, daon<br> 20. sihahaan, boeha badjoe, panggoaran<br> 21. haha, angkang, iboto naoembalga<br> 22. haha, anggi, iboto<noinclude></noinclude> k1yegmmedkdmhvhu3k8czctqyd3uxlx Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/17 104 116854 321672 2026-10-16T08:35:11Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321672 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>23. dongan saripe, sinondoek mangan, siadopan<br> 24. hosa, sahala, bēgoe, simangot<br> 25. gana-ganaän = sculpture ompoe: grandparents<br> 26. djaboe, roema, sopo<br> 27. Radja bona-bona, Djaihoetan, Radja Pandoea, Kapala kampoeng, Toenggane ni hoeta<br> 28. soeling, sordam, toelila, salohat to play the flute: marsaroene<br> 29. taroep idjoek, taroep basbason, taroep doeraneē<br> 30. tangga (attached to a house) balatoek (moveable)<br> 31. manoengka api, pagalak api, manganahiti api<br> 32. pēnē-pēnē (made of wood) hoembar-hoembar (made of wood) geene (earthenware)<br> 33. mangalap: to fetch<br> 34. ampang, hirang, harandjang, haroeng<br> 35. talam = earthenware, without handles<br> 36. balandjo ēnē, bohal, banta<br> 37. (borrowed term)<br> 38. nani poriata = dried<br> 39. ēmē = rice<br> 40. harboeē, dahanon, boras<br> 41. haoe = ēmē<br> 42. bioer = top<br> 43. itak = flour<br> 44. harē = porridge<br> 45. na ni lompa: baked<br> 46. sira, mamansim, garam (borrowed term)<br> 47. saroar, salaban, soelaban<br> 48. Was never used on Samosir island<br> 49. On Samosir we have only one kind of earring<br> 50. mamoedoen, mangarahoet, mangihot<br> 51. 1. hoedjoer mata<br>{{gap}}2. palait: its shape: —————><br>{{gap}}3. moendi-moendi: made of bamboo<br> 52. made of bamboo<br> 53. anak bodil<br>{{gap}}pinal: made of the wood of the stem of the sugar palm and used as a bullet<br> 54. manembak, martembak, mamodil<noinclude></noinclude> 6u0an9xw0zmhtifpoh0w50c3ptqwrvx Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/11 104 116855 321673 2026-10-16T08:35:33Z M.MUSHLIH AFIFUDDIN 27736 /* Telah diuji baca */ 321673 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="M.MUSHLIH AFIFUDDIN" /></noinclude> H A O E S S I G A R E T poelang ke Eropah mengangkoet sekalian kekajaan itoe. Djadi apa sebabnja konon hati rajat lekas benar melekat kepada bangsa Nippon? Dalam masa perang saja soe-dah pernah diberi nasihat oléh seorang-orang désa, toekang boeah-boeahan, jang mendagang kerandjang dari seboeah roemah keseboeah roemah dengan mandi keringat. Kalau ditilik romannja jang kotor, dan diperhatikan pakaian-nja jang tjompang-tjamping ba-gai dimamah sapi, ta moengkin terbit ingatan dalam hati kita akan menjangka, bahwa dibalik ..keda ifan dan kekoerangan" itoe ada tersimpan mestika jang tje-merlang. Kebetoelan saja ketika itoe sedang melihat koeli mem-boeat loebang perlindoengan di-sisi roemah saja. lapoen masoek kepekarangan saja, dengan ta minta permisi, dan teroes ketem-pat saja. Oh. toean menggali loebang djoega? katanja, sambil meletakkan pikoelannja dibela-kang saja. Apa gunanya loe-bang itoe, toean?" Tetapi tocan." sahoetnja de-ngan segera orang Djepang (ketika itoe Nippon beloem biasa diseboet orang) berperang boe-kan dengan kita, melainkan de ngan orang Belanda. Apa goena-nja toean bersoesah-soesah dan beroegi-roegi? Lebih baik oeang jang toean sediakan pemboeat loebang itoe itoe toean toean...... belikan belik sadja akan boeah-bocahan saja ini. Kita ta'kan kena apa-apa. takan kena bom dan ta'kan di témbak orang Djepang." Saja pandangi moeka orang itoe tenang-tenang. Hendak ma-rah ta dapat lagi, sebab kei-nginan hendak mengetahoei mak-soednja jang sebenarnja soedah timboel dalam hati saja. Dahoeloe saja berlangganan bocah-boeahan dengan orang Djepang." oedjarnja poela, sam bil mentjangkoeng dekat keran-djangnja. Dan sajapoen soedah pernah berbelandja ketoko Dje Sebagai pembatja ma'loem sen-diri, sigarét den rokok pada waktoe jang terachir ini soekar benar di dapat. Kacem perokok tidak segan akan mengeloearkan harga sepak sigarét hingga 5 à 6 kali lipat dari pada harga dahoeloe, asal sadja ada, tidak mengapa. Orang men tjari kemana-mana, tapi djarang bersoen. Tidak heran kita, ketika petjah pekabaran, bahwa seboeah toko di Noordwijk diboeka pintoenja bagi pembeli, toko itoe dibandjiri oleh beriboe-riboe orang, hingga ter paksa didjaga oléh polisi. Berdjam djam sebeloem toko itoe diboeka, orang soedah berdesal-desak me noenggoe didepannja. Lihatlah le does gambar kita diatas ini. pang. Saja lihat dan saja perha tikan tabiat mereka itoe lemah lemboet belaka. Baik dan manis boedi bahasanja. Roepanjapoen hampir seroepa dengan kita. Tjoema koelitnja lebih koening dari koelit saja ini." laporn me-noléh kekoelit lengannja jang hitam kesat ditimpa panas, sebab ta bertoetoep dengan badjoe. Barangkali orang Djepang se-asal setoeroenan dengan kita. Ja, orang Djepang zaman se karang banjak bertjampoer darah dengan orang Melajoe atau bang sa peranakan Polinesia. Itoe se babnja maka roepanja dan ben toek badannja sama dengan kita." oedjar saja dengan bertambah heran. Sebab orang jang disang-ka ta tahoe socator socator apa. apa, jang boeroek, bodoh, pandir dan doe-ngoe roepanja itoe tadjam djoca perasaannja dan tiliknja! Dari pertjakapan itoe soedah agak terang agaknja djalan jang akan dilaloei. Soedah bertambah dekat kita kepada masalah apa sebabnja pergaoelan jang baroc beberapa minggoe dengan balan lebih kerap dan mesra dari pada pergaoelan dengan orang Belan-da jang telah berabad-abad la-manja. Nippon seedah dianggap rajat saudara, dan Nippon sen-Nippon diripoen telah merasa dan meng-<noinclude></noinclude> 457yfvv8kahh7s5e85infoan3fa6oz8 Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/18 104 116856 321674 2026-10-16T08:36:16Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321674 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>55. oehoem, dando, aboel<br> 56. manoean, manoellok, only for padi<br> 57. manabi, mamboeat ēmē, mangotam<br> 58. boeloe doeri, boeloe godang, boeloe soeratan, boeloe toerak<br> 59. batoe ni e.g. mangga<br> 60. e.g. nangka<br> 61. e.g. gaol<br> 62. e.g. dog<br> 63. loboe = cage<br> 64. horse riding: marhoda<br> 65. biang, asoe, panangga<br> 66. darapati, andoehoer, antoealoe = poenai (Malay)<br> 67. a shrew: bagoedoeng balian<br> 68. herek = with a long tail<br> 69. goldfish: ikan mas<br> 70. boeëa: loanword; <this animal> is not found in Samosir<br> 71. malala: to melt<br> 72. nangkok: to rise, climb<br> 73. harangan: forest<br>{{gap}}longo-longo: lonely<br> 74. ramboe: grass<br>{{gap}}poso: young<br> 75. bogas: a sign<br>{{gap}}pat: foot<br> 76. bondar: smaller than batang aēk<br> 77. profitable: marlobo, maroentoeng<br> 78. soloe bolon, rantjaran, parsada-sadaän<br> 79. borhat: to depart<br>{{gap}}sian: from<br> 80. bidang, lambas, djagar<br> 81. oeli, djēngkar, djagar<br> 82. dēnggan, djēgēs, djēngkar, dajagar<br> 83. toetoe, sintong, tongon, toho<br> 84. pistar, pandē, bisoek<br> 85. mangaloeloei, mandjalahi, mandiori<br> 86. mandjooe, mamio, manggora<br> 87. mamonggolhon, manipoelhon, manoeakhon<br> 88. ponggol, soeak, magas<br> 89. bola, tapor, rosak<br> 90. manali, mangihoti, manapoe<br> 91. mandanggoerhon, mangambolonghon, mangarēonghon<br> 92. mandanggoer, manimpal, mangarēong<noinclude></noinclude> amxjehx8u0f068o9ja3cspcjvozor3n Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/19 104 116857 321675 2026-10-16T08:37:59Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321675 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>93. manoetoeng, mamoeroen, manongsohi<br> 94. mamastap, mangalotak, mangalomboet, mongantoek, mamasak, mangoemban, mangalinsing<br> 95. doearatoes<br> 96. godang, torop, boeë, goegoen<br> 97. soede, apala timpas, apala osē, apala loehoet<br> 98. pronounce: aoe<br> 99. pronounce: di<br> 100. naboera on: tempo ari; nadjolo i: tempo doeloe, dahoeloe kala<br> 101. saonnari, noeoeng<br>{{gap}}sadari on, ari on<br> 102. manogot on: pagi ini<br>{{gap}}nasogot: tadi pagi<br> 103. djonok, donok, dohor<br> 104. diloear, diroear, dibalian<br> 105. holan, pondil, mondil, pondal, mondal<br> 106. pēakhon: pronounce: pēakkon<br> 107. ndang: pronounce: indang '''4. ADDITIONAL DATA'''<br> 1. muscle: mil<br> 2. to fight: marbada<br> 3. to kick: manipak<br> 4. to hop, limp: marsitēngkat<br> 5. to gargle: marsiroehoe<br> 6. main town: hoeta saboengan<br> 7. an object of wood or stone on/in which chillies are ground or pounded<br> 8. to play at dice: mardjoedji<br> 9. storage place for kettles and similar objects: harpe, made of woven rattan<br> 10. to offer for sale: pagadishon<br> 11. pointed: pinsoer, pronounce: pitj-tjoer<br> 12. two men go fishing = doea halak laho mandaram [martoba, mardēngkē]<br> 13. I'm going to school = Ahoe laho toe sikola <br> 5. QUESTIONS FROM THE 1931 EDITION<br> 5.1. At Lake Toba; the language is spoken in the whole island <of Samosir>. There are no dialectal differences which are worth mentioning.<br> 5.2.1. Toba Samosir<br> 5.2.2. Toba Samosir<noinclude></noinclude> 0dl32rimx9bs8muqje98lylrmurzwbj Halaman:176 Samosir, Toba Batak.djvu/20 104 116858 321676 2026-10-16T08:38:59Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321676 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>5.4. Malay<br> 5.5.1. No<br> 5.5.2. No<br> 5.5.3. No<br> 5.6 Only the teeth are filed, but not so generally as among the Karo Batak.<br> 5.8. Word medial n and m, if directly followed by a consonant <in the Batak spelling?> assimilate to this consonant in the spoken language, thus an-sim (see nr 1166) is pronounced as-sim.<br> 5.10. Yes, as in Malay: nēnēk = long e<br> 5.11. short e<br> 5.12. short o<br> 5.13. e<br> 5.14. .. and k <VV><br> 5.15. oe<br> 5.16. In bisyllabic words the last syllable carries the stress; in words of three or more syllables the second syllable is stressed.<noinclude></noinclude> dd2azh9lggbup615m16d4puu2ee356l Halaman:178 Fordata.djvu/1 104 116859 321677 2026-10-16T08:40:19Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321677 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1. GENERAL INFORMATION 1.1. BASIC DATA Language/dialect : Fordata Number of the list : 178 Mentioned in : JB. 1933 Year of investigation : 1922-1927 Place of investigation: Larat and Fordata Does this place lie in the area where the language is spoken? : Yes Name of investigator : P. Drabbe M.s.c. Name of informant : The people <br><noinclude></noinclude> rd2m5z1nga08y15opm288c4gjhdohwj 321678 321677 2026-10-16T08:41:08Z Thersetya2021 15831 321678 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1. GENERAL INFORMATION 1.1. BASIC DATA Language/dialect : Fordata<br> Number of the list : 178<br> Mentioned in : JB. 1933<br> Year of investigation : 1922-1927<br> Place of investigation: Larat and Fordata<br> Does this place lie in<br> the area where the<br> language is spoken? : Yes<br> Name of investigator : P. Drabbe M.s.c.<br> Name of informant : The people<noinclude></noinclude> n0xzf6tnn7m1ygau44isf9x2qjhp5cg Halaman:178 Fordata.djvu/2 104 116860 321679 2026-10-16T08:41:35Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321679 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>2. FORDATA LIST <br> 1. ténà<br> 2. oeloe<br> 3. wàhà<br> 4. réa<br> 5. oeloe vátoel<br> 6. voe oet <voeoet ?><br> 7. vinà<br> 8. lèngàr<br> 9. ároe<br> 10. kàrwénàn<br> 11. mátà<br> 12. mátà tétàn<br> 13. mátà voeloen<br> 14. mátà tévin<br> 16. loeoe<br> 18. niroe<br> 19. niroe ngóràn<br> 20. lirà<br> 21. fàfàr<br> 23. soemàr<br> 24. vávà<br> 26. soemàr<br> 27. soemàr voeloen<br> 29. dém i<br> 30. dém i voeloen<br> 31. éar<br> 32. álà<br> 33. nifà<br> 34. nifà bákin<br> 35. inini<br> 36. kòtà<br> 37. dòngoer<br> 38. rélà<br> 39. rélà ni kamat<br> 40. vnoeà<br> 43. boeboer<br> 44. soesoe<br> 45. soesoe mátàn<br> 46. soesoe vàhàn<br> 48. soesoe <br> 49. soesoe<br> 50. roehoe<br> 51. koeoe<br> 52. voeà <voe à ?><br> 54. évoe<br> 55. tnéà<br> 56. játà<br> 57. féloer<br> 58. váà<br> 59. ngáloemà<br> 60. nélà<br> 61. foeàr<br> 62. foeàr<br> 63. tétà<br> 64. tétà loerin<br> 65. àvárà<br> 67. dii<br> 70. dii loerin<br> 71. dii mátàn<br> 72. fadwéàr<br> 73. téà<br> 74. fahi<br> 75. fahi<br> 76. bétan<br> 77. viki<br> 78. fàhà<br> 79. kámà vatoel<br> 80. <1><br> 81. <2><br> 82. kàm ià<br> 83. mia<br> 85. éà<br> 87. éà rálàn<br> 88. kàmoekoe<br> 89. kàtávoe<br> 90. sàhi<br> 91. kàtoerà<br> 92. lórà rálàn<br> 93. kévoe<br> 94. àöe néràn<noinclude></noinclude> h7vd2yk99gpk8g8tav8r4i5aeq6l1ru Halaman:178 Fordata.djvu/3 104 116861 321681 2026-10-16T08:42:34Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321681 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>96. limà<br> 98. vétit<br> 99. ilili<br> 100. iĭ<br> 101. oevoer<br> 102. limà rálàn<br> 103. oerat<br> 104. limà tánàn<br> 106. éà tanan<br> 107. limà oedèn<br> 108. limà kitain<br> 109. saosóvoe jáfoer<br> 110. limà tánàn froeàn<br> 111. limà tánàn tinoeroen<br> 112. limà kiwarin<br> 113. éà kitain<br> 114. éà tánàn kiwárin<br> 115. loeri<br> 116. lárà<br> 117. ihì<br> 120. oerat<br> 121. oeli<br> 122. voeloe<br> 124. ráti<br> 125. bérà<br> 126. álàr<br> 127. náàk<br> 128. àn<br> 129. lafar<br> 130. énoe<br> 131. návoet<br> 132. baróà<br> 133. evoennvédà <3><br> 135. káràs<br> 136. télàs<br> 138. toebà<br> 139. mifi<br> 140. mifi<br> 141. mátàn wàswósoe <3><br> 142. bátàr<br> 143. bátàr<br> 144. diri<br> 145. bánà<br> 146. nfàtvélàr ià <3><br> 147. nfàngófàk ià <3><br> 148. toebà<br> 149. dókoe<br> 150. nsitàĭ éàn <3><br> 152. sàngà iti<br> 153. nánoe<br> 154. nliroe ià <3><br> 155. liroe<br> 156. vain tàtáàng <3><br> 158. vai<br> 159. vain ntébàr <3><br> 161. málit<br> 162. málit<br> 163. vàkáàr<br> 164. vàkáàr<br> 165. málit màkmoekoen<br> 166. faroehoet<br> 167. fàniroe<br> 168. moetà<br> 169. màkàsi<br> 170. bàláàn<br> 171. màsékoer<br> 173. kàórit<br> 174. téràk<br> 175. téràk<br> 176. máwàt<br> 178. évoen <3><br> 179. <4><br> 180. béboe<br> 181. dékoet<br> 182. vaät<br> 183/185. màtà<br> 186. nitoe<br> 187. nitoe vàhàn<br> 189. boban <5><br> 190. oving<br> 192. fèdàn<br> 195. fàngálà<br> 196. mngálà<noinclude></noinclude> k67s18h8omg2x6cj3gwdxomi2gk2zxd Halaman:178 Fordata.djvu/4 104 116862 321683 2026-10-16T08:42:49Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321683 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>198. mngálà wáàn<br> 199. nároeroe ià <3><br> 201. wàöek<br> 202. ihin mnáfoen <3><br> 203. kènvisoe1<br> 204. nároeroe ià <3><br> 206. évoen nwàöek <3><br> 208. vàhàr<br> 210. sàsoeàt<br> 212. bàrbárà<br> 215. áàr<br> 216. wébà<br> 217. kàrkéri<br> 218. ngàbáà<br> 221. ni liràn <3><br> 223. màtà<br> 225. kàloekoet<br> 226. tákil<br> 227. mánoe<br> 228. kàtoeoen<br> 229. bólá<br> 230. koebàk màtà<br> 231. mat sérik<br> 232. lólìn<br> 233/234. áà róàn<br> 236-238. tomàtà<br> 239. nárà<br> 241. bránà<br> 242. vátà<br> 243/244. bránà<br> 245/246. vátà<br> 247. vàrvéroen<br> 251. mnělàt<br> 253. ltránà<br> 254. itvátà<br> 255. jámà<br> 256. rénà<br> 257. iáàn <iá àn ?><br> 258. iwárin<br> 257/258. jánà<br> 259/260. kòsiköbe kòkòöë<br> 263. oeboe<br> 264. oeboe<br> 270/271. áà<br> 272/273. wari<br> 274. oeboe<br> 275/276. <6><br> 281/282. <7><br> 287-294. <8><br> 295/296. <9><br> 297. ávà-mémi<br> 301. étàn, rànétàn <10><br> 306-309. <11><br> 311-314. <12><br> 315. tinimàn<br> 317. áwà<br> 318. áwà<br> 319. kidà<br> 321. kidà<br> 322. kidà vátà<br> 323. óli<br> 325. àhoe<br> 330. ároen / ràhàn rálàn<br> 342. iwàngi<br> 343/344. ngráà<br> 348. ngráà<br> 349. Oebilàà, Doediláà<br> 350. nitoe<br> 356. tómoe<br> 362. lét vává<br> 368. sálà<br> 370. màlmóli<br> 371/372. mélà-snóbà<noinclude></noinclude> qps2y8j9l96kfvrz3gcd17y44zbmees Halaman:178 Fordata.djvu/5 104 116863 321684 2026-10-16T08:43:22Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321684 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>373. mat1a1ahi 386 . ahoe doean <13> 373. màtlàlàhi<br> 386. àhoe doeàn <13><br> 388. mẻlà<br> 389. dawanr<br> 394. irià<br> 395. dảwàn vairirà <14><br> 397. tòmat sảlà<br> 400. toeàt <boeàt ?><br> 406. rsòkà nifån <15><br> 407/408. sipåå<br> 410. sitálik<br> 411. véli<br> 413. nloeoe i <3><br> 421. <16><br> 425. tvoeri<br> 428. <17><br> 429. ngórilain<br> 430. sàksikoe<br> 431. sikoe<br> 432. nåfingin ià <3><br> 433. kådit<br> 434. niI ni kådit <3><br> 437. ràhàn<br> 438. sári<br> 440. voenàn<br> 441/445. rảfàt<br> 446. àhà<br> 447. àbėloes<br> 448. fidoe<br> 450. inivoet<br> 452. soesoen<br> 453/454. fnita<br> 455. ràtà<br> 458/459. vàvėàn<br> 460. ngbåår<br> 461. liréna<br> 468. dảri<br> 469. kåràngoeloe <18><br> 470. tété <br> 473. fngėår<br> 474. kfoeàn<br> 475. jáfoe<br> 477. sidóvoek jáfoe<br> 479. fèdan jáfoe<br> 480. fàraik<br> 481. màtà<br> 482. jåf oemàn<br> 483. kfoeàn<br> 487. ràhàn vávàn<br> 490. fàdiri<br> 491. dảr<br> 492. tåå bẻboen<br> 497. binan<br> 499. tåoel<br> 501/502. binàn<br> 505. nàhin<br> 506. nàhin étàl<br> 509. såir<br> 510. oeroe<br> 511. sódàk<br> 512. lànglàngàr<br> 513. itoe wéar<br> 514. <19><br> 517. fádoek<br> 518. kèlar <20><br> 521. oeràn<br> 523. rfål oeràn <3><br> 524. ngoesi<br> 525-527. <21><br> 529. toenoe<br> 530. toenoe<br> 531. toenoe<br> 532. màtàhà<br> 533. màta<br> 534. fànåån<br> 535. kési<br> 541. ian<br> 542. wanat<br> 543. wanat<noinclude></noinclude> bnhw13963k78cfy8asfgqdmcq1t2ndl 321685 321684 2026-10-16T08:43:51Z Thersetya2021 15831 321685 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>373. màtlàlàhi<br> 386. àhoe doeàn <13><br> 388. mẻlà<br> 389. dawanr<br> 394. irià<br> 395. dảwàn vairirà <14><br> 397. tòmat sảlà<br> 400. toeàt <boeàt ?><br> 406. rsòkà nifån <15><br> 407/408. sipåå<br> 410. sitálik<br> 411. véli<br> 413. nloeoe i <3><br> 421. <16><br> 425. tvoeri<br> 428. <17><br> 429. ngórilain<br> 430. sàksikoe<br> 431. sikoe<br> 432. nåfingin ià <3><br> 433. kådit<br> 434. niI ni kådit <3><br> 437. ràhàn<br> 438. sári<br> 440. voenàn<br> 441/445. rảfàt<br> 446. àhà<br> 447. àbėloes<br> 448. fidoe<br> 450. inivoet<br> 452. soesoen<br> 453/454. fnita<br> 455. ràtà<br> 458/459. vàvėàn<br> 460. ngbåår<br> 461. liréna<br> 468. dảri<br> 469. kåràngoeloe <18><br> 470. tété <br> 473. fngėår<br> 474. kfoeàn<br> 475. jáfoe<br> 477. sidóvoek jáfoe<br> 479. fèdan jáfoe<br> 480. fàraik<br> 481. màtà<br> 482. jåf oemàn<br> 483. kfoeàn<br> 487. ràhàn vávàn<br> 490. fàdiri<br> 491. dảr<br> 492. tåå bẻboen<br> 497. binan<br> 499. tåoel<br> 501/502. binàn<br> 505. nàhin<br> 506. nàhin étàl<br> 509. såir<br> 510. oeroe<br> 511. sódàk<br> 512. lànglàngàr<br> 513. itoe wéar<br> 514. <19><br> 517. fádoek<br> 518. kèlar <20><br> 521. oeràn<br> 523. rfål oeràn <3><br> 524. ngoesi<br> 525-527. <21><br> 529. toenoe<br> 530. toenoe<br> 531. toenoe<br> 532. màtàhà<br> 533. màta<br> 534. fànåån<br> 535. kési<br> 541. ian<br> 542. wanat<br> 543. wanat<noinclude></noinclude> 7udngwk5c2160anwaj1v07r93ne00ld Halaman:178 Fordata.djvu/6 104 116864 321686 2026-10-16T08:44:09Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321686 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>544. wanat<br> 545. wanat<br> 547. kåån<br> 548. foenoe<br> 550. loehoen<br> 551. såå<br> 552. åå<br> 553. sårsoeroek<br> 554. koekà<br> 556. vàvàhàn<br> 557. màngàl<br> 559. sérà<br> 563. sira<br> 564. ngoevàl<br> 565. bákàn<br> 567. kåå<br> 569/570. rávit<br> 572. kakkoeboes<br> 573. sisir<br> 575. sitánà<br> 581. vétit<br> 579-581. <22><br> 582/583. lóràn<br> 584. màroemàt<br> 585. màroemàt våtoel<br> 588. éman<br> 589. màlóh <màlóli ?><br> 593. édoe<br> 594-597. jab våån<br> 598. datar<br> 599. vávàl<br> 600. ánàn<br> 601. vávàl tåli<br> 602. tåli<br> 604. kèàk<br> 605/606. loevoe<br> 607. soeroek<br> 609. tlånàn<br> 610. åfàt<br> 611. <23><br> 613. voehoer<br> 615. doebil<br> 617. ngéljåå<br> 620. minàk<br> 621. sàdåå<br> 622. minàk jánàn<br> 623. <24><br> 625. rót rihi<br> 626. rihi<br> 627. rihi válin<br> 629. rvàngàl oeloe <25><br> 637. bàn méla<br> 641. ót vaï<br> 645. tàtåå<br> 646. fàtåå<br> 655. wånàt wåån<br> 659. ngéàn<br> 661. fåoe-tnánan, tnánàn<br> 662. våå<br> 665. faoe<br> 666. tåå roffoek<br> 668. rafihi ròàk <25><br> 669. vivoel<br> 670. diar<br> 673. dikar<br> 674. slåroe<br> 675. bótàn<br> 676. <26><br> 679. itimoen<br> 680. tåvoel malaa<br> 681. tàbàkoe<br> 682. téfoe<br> 685. tåvoel, kàvoevoe<br> 686. éna<br> 687. toeàl màlåå<br> 688. toeàl åå<br> 689. rónàn<br> 690. màrèsàn<br> 691. noeoer<noinclude></noinclude> 7kbest631q5iezqk3ahx7qlga9pjjjt Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/23 104 116865 321687 2026-10-16T08:44:31Z M.MUSHLIH AFIFUDDIN 27736 /* Telah diuji baca */ 321687 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="M.MUSHLIH AFIFUDDIN" /></noinclude> OEPATJARA DI WIIEMSKERK. rang mafhoem, betapa soetji dan moelianja si A.A.A. tadi. Jang berperasaan seperti si Amat siapa tahoe masih ada djoega terdapat diantara djemaah Asia. Djika kiranja betoel-betoel ma-sih ada, wak Moe'allim sebenarnya ma'loem. Karat-karat provin-cialisme itoe tentoe masih ada bekas-bekasnja pada hati bebe-rapa djemaah, walaupoen tentoe sadja djoemlahnja tidak seberapa. Ratoesan tahoen pendoedoek In-donésia dididik dan dipoepoek. soepaja ......... perasaan provin-cialistisch itoe tertanam sampai-sampai ketoelang soemsoemnja. soepaja perasaan persaudaraan (persatoean) itoe terlémpar dja-oeh-djaoeh, agar djangan terde-kat-dekat keinsafan: Bersatoe kita Tegoeh". Djadi memang politik djadjahan jang soedah beroerat berakar dalam kalboe beberapa anak Indonésia itoe tidak gampang dikikis bersih bersih. Tjobalah kita ingatkan betapa soesah dan soekarnja perkoem-poelan-perkoempoelan nasional kita dahoeloe toemboeh dan hi doep. Parindra dan Gerindo dll., tidak sedikit mengalami antjaman dan rintangan, hingga semoeanja itoe lebih hébat dari segala an-tjaman dan rintangan jang haroes ditelan wak Moe'allim. djika hendak keloear pintoe Rin tangan dari pihak atas, tra oesah diseboet-seboet lagi. Tetapi jang sering bikin kepala wak Moe'al-lim poesing-poesing kepiting, ia-lah perboeatan beberapa djema ah, jang masih dojan hidoep ..terpisah-pisah", negerinja ter bagi-bagi ......... seperti jang diingini pihak jang Tinggi da hoeloe. Malahan sesoedah Pa rindra doeloe berdiri, masih ada dioesoelkan beberapa djemaah pada wak Moe'allim. soepaja diloear Tanah Djawa......... di Anoe diadakan departement...... di Sitoe diadakan departement Pemandangan dalam Willemskerk. Jang berdiri didepan memegang boekce, tosan Nomatii, dibelakangnja ialah djoerce-bahasa. Pada hari Senin soré di Willems-kerk di Pedjambon dilangsoengkan cepatjara agama loear biasa. Per hatian dari pihak oemoem amat besar, hingga gedoeng itoe penoeh sepenceh-penoehnja, bahkan banjak jang terpaksa berdiri diloear atau poelang keroemahnja karena tidak mendapat tempat. Oléh seorang ahli agama Kristen bangsa Nippon, toean Nomatji dibentangkan dengan pandjang lê bar sikap dan tjita-tjita Pemerintah Nippon terhadap kacem Kristen oemoemnja. Pidato itoe disalin oléh seorang djoeroebahasa bangsa Nippon djoega dan disamboet oléh hadirin semoeanja dengan poeas. poela dsb.. jang tentoe sadja maksoednja soepaja ditem-pat-tempat itoepoen ada kekoea-saan tersendiri, jang ta' oesah ta'loek pada pimpinan jang satoe. Péndéknja soepaja......... tanah dan anak Indonésia tetap terpi-sah-pisah, terbagi-bagi. Tetapi sjoekoerlah, walaupoen bagaimana djoega hébat-hébat nja segala pertjobaan itoe. se-moeanja dapat dilaloei. Perkoem poelan-perkoempoelan nasional, jang bertjita-tjita tinggi dan moe-lia, hidoep soeboer dan gagah, ta gontjang kena gelombang, hingga achirnja tibalah poela saudara toea kita (Nippon), jang membawa tjita-tjita, jang lebih besar dan moelia dari Indonésia Raja", seperti jang tersimpoel dalam si A.A.A., jaïtoe oentoek membangoenkan RAJA. ASIA Sebab itoe marilah kita anak Asia beramai-ramai toeroet da-lam oesaha saudara toea kita itoe oentoek mentjiptakan ASIA RA-JA. Kita anak Indonésia soedah mentjapai masa baroe, moelai meningkat tangga jang kedoea dari Indonésia Raja memboe-boeng ke ASIA RAJA. Bekerdja dan berdjoeang bersama-sama dengan seantéro anak benoea Asia, memoepoek dan mende-ngoeng-dengoengkan si A.A.A. alias Anak Asia Agoeng kese-loeroeh doenia, dari koetoeb ke-koetoeb dari masjrik sampai ke-magrib Toempas-loedaslah segala pe-rasaan jang terpisah-pisah (pro-vincialisme)! Hidoep A.A.A............ Hidoep ASIA RAJA Hidoep si Kagoem.<noinclude></noinclude> c1xdqk0o57o29167tymrp2sec3la6bh Halaman:178 Fordata.djvu/7 104 116866 321688 2026-10-16T08:44:56Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321688 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>692. noeoer<br> 694. oeloer<br> 695. toenaa<br> 696. ålóàn<br> 697/698. toeat<br> 702. dimóàr<br> 703. érà<br> 706. kåboes<br> 707. ngévoe<br> 708. fáà<br> 712. rivas<br> 716-718. moeoe<br> 719. moedà<br> 728. jafoer<br> 730. ilià<br> 731. oeà<br> 732. <27><br> 733. témàr mátàn<br> 734. áà<br> 735. áà<br> 736. ràtà<br> 738. étàn<br> 739/740. sánà<br> 741. minà<br> 742-744. wåår<br> 745. wáràt<br> 746. róà<br> 747. kårófoet<br> 748. oeli<br> 749. imàn<br> 750/751. vàhà<br> 752. isoeà<br> 753. ináån<br> 755. nátàl<br> 756. nátàl<br> 758. foeoen<br> 759. voeà<br> 760. voeàn <27> <br> 761. oeli<br> 762. kådar<br> 763. våtoel<br> 764. ihi<br> 765. <28><br> 766. ngoeoel<br> 767. ifàn<br> 768. ifàn<br> 769. ngèngà<br> 770/771. ngróvà<br> 772. rià<br> 774. àf wàtàn<br> 775. jånà<br> 777. fàwátàk<br> 778. kikoer<br> 779. éà<br> 780. éà oeoen<br> 781. éà oeoen<br> 782. soesoe<br> 783. vávà<br> 784. soemàr<br> 785. soemàr<br> 786. máni<br> 787. voeloe<br> 788. óroe<br> 789. rèngàn<br> 790. tèloer<br> 791. tároe<br> 792. taI<br> 793. <29><br> 794. váv àhoe<br> 795. raöet<br> 796. váv nângàn<br> 797. moekoer<br> 799. bibi<br> 800-802. kårbåå<br> 807. lèdjáràn<br> 809. roesa<br> 810. oengar<br> 811. jàhà<noinclude></noinclude> 2a62xv6yk7a1btc723jxwmoc8uw57yr Halaman:178 Fordata.djvu/8 104 116867 321689 2026-10-16T08:45:19Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321689 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>812. roeoet<br> 813. sità <tità ?><br> 814. kàwáoe <kànáoe ?><br> 819. médàr <médār ?><br> 824. <30><br> 825. ákà<br> 828. mánoet våtà<br> 829. mánoet itai<br> 830. mánoet laméra<br> 833. màntáàr<br> 834. <31><br> 840. soemà<br> 842. ràkroekà<br> 844. mánoet<br> 846. jábàr noeoer<br> 848. jábàr<br> 851. àf' óvàn<br> 855. sináàt<br> 857. voehoer<br> 858. oerà<br> 859. sináàt<br> 860. voevoe<br> 863. jai<br> 864. fari<br> 865. dàngwáloen<br> 866. kàtkoetoe<br> 867. rìàk oetoe<br> 869. lisan<br> 870. sàtsitil<br> 871. kàlkálà<br> 872. kàlboeoer<br> 873. kàlboeoer nitoe<br> 874. vóàn<br> 875. wňan doean <wěnān doeàn ?><br> 876. wénàn vàhàn<br> 877. kànáàt<br> 878. ngàlngólà<br> 879. oelàr<br> 880. kóbà<br> 881. kàbinà<br> 882. fràngàn<br> 883. doedoe<br> 884. <32><br> 885. ngáfàt<br> 886. nifà<br> 888. aīt<br> 890. koelwèngir<br> 891. bwáà<br> 892. sngoeràn<br> 893. séfàt<br> 894. wèngà<br> 895. àf'voenoen<br> 896. ngàrngárà<br> 898. <33><br> 900. bwéà<br> 902. fènoe, éràn<br> 905. lànit<br> 906. lérà<br> 907. lérà nmàtà <34><br> 908. voelàn<br> 909. voelàn isáà<br> 911. voelàn nmàtà <34><br> 912. nárà<br> 913/914. dàtà<br> 915/916. irit<br> 917. lánitivávàn<br> 919. dàöet<br> 920. móràr<br> 921. moetàn<br> 922. lovà-láàt<br> 923. làrmidàn<br> 924. dődoeng<br> 926. fitik<br> 927. roeroe<br> 928. nait<br> 929. nait dawan<br> 930. wéàr<br> 931. tàhàt<br> 933. táàr<br> 935. sàksàkàn<br> 937. lòkà<br> 938. ngoeoer<noinclude></noinclude> cvqqiv18midolanbxzzizqr8jcugby9 Halaman:178 Fordata.djvu/9 104 116868 321690 2026-10-16T08:45:49Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321690 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>940. toeboer<br> 941. métin<br> 942. ráà<br> 944. noehoe kóöe<br> 946. toetoel<br> 947. voeàr<br> 948. voeàr<br> 949. váàl<br> 950. doedoer<br> 951. mànèsan<br> 952. voeàr léàn<br> 954. làslàsàn<br> 955. jálàt<br> 956. jálàt<br> 957. áàn<br> 961. kàwáà<br> 962. élat<br> 963. óàr<br> 964. lélà<br> 965. ráà<br> 966. róàl<br> 967. óàr mátàn<br> 968. óàr nbánà<br> 969. vátoe<br> 970. lánoeoen<br> 971. ngoeoer<br> 972. vat kaï<br> 973. tmáån<br> 974. riti<br> 976. más ngàngiàr<br> 977. másà<br> 981. toekàn tmaän<br> 982. tefoeàn <kfoeàn ?><br> 983. fáloe tmáån<br> 984. kàdkoedà<br> 985. màlmáloe<br> 986. résàn<br> 987. kàtkàtàn<br> 988. váràn<br> 989. ràhà<br> 990. jaïr <br> 1003. véli<br> 1005. dirin<br> 1006. óàr<br> 1007. fjáwà<br> 1010. fàhà<br> 1011. fjáwàn dáwàn<br> 1012. fjáwàn kóöe<br> 1013. sálà<br> 1014. érà<br> 1015. bahir<br> 1016. fèdi<br> 1019. véli<br> 1023. fáàk<br> 1033. àbáoe<br> 1034. <35><br> 1035. kàrkóroe<br> 1036. láàr<br> 1037. fàláà<br> 1038. wilin<br> 1039. tàhà wilin<br> 1040. vàngáàn, vàhi<br> 1043. <36><br> 1044. várà<br> 1046. oeloe<br> 1047. moeri<br> 1048. mléwàn <nléwàn ?><br> 1050. láléwà<br> 1055. ráà<br> 1056. <37><br> 1057. tàvádil<br> 1061. dáwàn<br> 1062. kókőöe<br> 1063. bláwàt<br> 1064. mnánàt<br> 1065/1066. kàtkètà<br> 1069. àmáfàl<br> 1067/1068. dáwàn<br> 1070. màsnifit<br> 1071. skoeoen<br> 1072. ngbàbàl<noinclude></noinclude> ndi9j4z2e26cwt5bocp33wxtx92c5zy Halaman:178 Fordata.djvu/10 104 116869 321691 2026-10-16T08:46:12Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321691 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1073. minàt<br> 1075. làslòsin<br> 1077. màtólàr<br> 1078. mélà<br> 1079. màrmàroet<br> 1080/1081. lilin<br> 1082. maït<br> 1083/1084. blámàn<br> 1085/1086. kirétin<br> 1087. kàrátàt<br> 1088. kàbávà<br> 1089. màlólà<br> 1090. kàlkiloek<br> 1091. kàlkiloek<br> 1092. mànèsà<br> 1093. mànèsà<br> 1094. sàlsólàl<br> 1095. àlémàn<br> 1096. màráàn<br> 1097. tàbiil<br> 1098. mneràn<br> 1099. bàhoeng<br> 1100. mnéràn<br> 1101. ngrébàt<br> 1103. màfmáfoen<br> 1104/1105. ngnéà<br> 1106/1107. ridin<br> 1108. ràroeroe ia <3><br> 1109. màkmoekoer<br> 1110. màkmoekoer slávàr<br> 1111. màkmoekoer oeroen<br> 1113. nglávàr<br> 1114. làrlórit<br> 1115. kàtkótàt<br> 1116. ngloeàr<br> 1117. ngrébàt<br> 1118. màfmáfoen<br> 1119. bràhin <br> 1120. ni dii siàn <3><br> 1121. bósà<br> 1122. iwàöen<br> 1123. ngàtàn<br> 1124. rálàn lólìn <3><br> 1125. éàr<br> 1126. wárik<br> 1127. kibàhoe<br> 1128. fatómar<br> 1129. bàtbétan<br> 1130. lólìn<br> 1131. siàn<br> 1132-1135. fèlàn lolin <3><br> 1136-1139. fèlàn siàn <3><br> 1140. sálà<br> 1141. kénà<br> 1142. voeoe<br> 1143. ngàrngórà<br> 1144. ngróvà<br> 1145. fóàr<br> 1146. rkèàk ròàk <38><br> 1148. tálik<br> 1149. ngloeàr<br> 1150. itránà, itvátà<br> 1151. mná nàt<br> 1152. kàkóöe<br> 1153. ngòrváàn<br> 1154. kàsiàn<br> 1155. kàlólìn<br> 1156. náwàr ia <3><br> 1157. làvloevoer<br> 1159. bódà<br> 1160. fàkàà<br> 1161. mànminàk<br> 1162. kbià<br> 1163. kférà<br> 1165. ngnéà<br> 1166. tàltélàs<br> 1167. ngàngiàr<br> 1168. ngtóàn<noinclude></noinclude> 5vwivdfub4chxmyyui2fz7n79s85oc6 Halaman:178 Fordata.djvu/11 104 116870 321692 2026-10-16T08:46:35Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321692 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1169. vàlvoelin<br> 1171. flàlin<br> 1172. màlmólà<br> 1174. dávà<br> 1175. dávà<br> 1176. àlà<br> 1177. láoek<br> 1178. àlà<br> 1179. àlà<br> 1180. ti àlà<br> 1181. áling<br> 1182. tàhà ti<br> 1183. táhà máà<br> 1184. óvoen<br> 1185. tàhà<br> 1186. fàbánà<br> 1187. ótoe<br> 1188. soesàn<br> 1189. ráming<br> 1190. tófì<br> 1191. fàlároet<br> 1192. lófòe<br> 1193. kàầ<br> 1194. tékàn<br> 1195. kàầ<br> 1196. ngànánàng<br> 1197. bloefàng<br> 1198. álàk<br> 1199. tóroeng<br> 1200. wol vain <3><br> 1202. ngrihi<br> 1203. foroek, dédàng<br> 1204. kàmoekmoekoe<br> 1205. fàlàk<br> 1206. érà<br> 1207. iït<br> 1208. <39><br> 1211. várà<br> 1212. kàloeloe<br> 1213. vivit<br> 1214. ábà<br> 1215. sngátàn<br> 1216. tàhà<br> 1217. loenà<br> 1218. ábà<br> 1219. lébà<br> 1222. bátàr<br> 1224. bátàng<br> 1226. nábàn<br> 1227. rénàr<br> 1228. rèà<br> 1229. fàvóà<br> 1230. téman<br> 1231. téman<br> 1232. fàtémang<br> 1233. órāk<br> 1235. boeoek<br> 1236. vóàn<br> 1238. <40><br> 1241. <41><br> 1245. vádil<br> 1246. fólàt<br> 1247. étàl<br> 1248. tàfàl<br> 1249. watil<br> 1250. tóboer<br> 1251. kénà<br> 1252. kénà<br> 1253. étal<br> 1254. étal<br> 1255. fèfàr<br> 1256. étàl<br> 1257. étàl<br> 1258. fèfar<br> 1259. isi<br> 1260/1261. távoe<br> 1262. ót moenoek<br> 1263. tálik<br> 1264. <42><br> 1265. fónàk<br> 1266. nfónàk ia <3><br> 1267. órāt<br> 1268. váli<noinclude></noinclude> 8n4dsi0pl595oh2fayh6l86jzjqk8hl Halaman:178 Fordata.djvu/12 104 116871 321693 2026-10-16T08:46:55Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321693 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1269. érà<br> 1270. tàhàng<br> 1271. lábir<br> 1272. tévjai<br> 1273. bórì<br> 1274. vátoek<br> 1275. sbáà<br> 1276. snoeri<br> 1277. jáfoe náràng<br> 1278. kèàr<br> 1279. bánà<br> 1280. ti<br> 1281. sinir<br> 1282. náoe<br> 1283. máà<br> 1284. áràn<br> 1285. máà<br> 1286. bánà<br> 1287. toeàn<br> 1288. sitoeàn<br> 1289/1290. ràsdóvoe<br> 1291. <43><br> 1292. irit<br> 1293. isáà<br> 1294. iroeà<br> 1295. itéloe<br> 1296. ifáát<br> 1297. limà<br> 1298. inéàn<br> 1299. ifitoe<br> 1300. iwáloe<br> 1301. isii<br> 1302. voetoe<br> 1303. voetoe ràhin isáà<br> 1304. voetoe ràhin iroeà<br> 1305. voetoe ràhin itéloe<br> 1311. voetoe ràhin isii<br> 1312. voet roeà<br> 1314. voet roe ràhin isáà, voet roe ràhin iroeà<br> 1316. voet itéloe <br> 1317. voet fáát<br> 1318. voet limà<br> 1319. voet néàn<br> 1320. voet itoe<br> 1321. voet wáloe<br> 1322. voet sii<br> 1323. rátoet isáà <44><br> 1324. rivoen isaa<br> 1325. rásàn<br> 1326. lihir<br> 1328. fàsáà<br> 1329. fàroeà<br> 1338. ifirà<br> 1339. rivoen<br> 1340. wol rivoen<br> 1341. ròàk<br> 1344. àf isáà<br> 1345. wol àfà<br> 1346. wol àfà ròàk<br> 1347. nràhi<br> 1350. moenoek<br> 1351. moenoek<br> 1352. simésà<br> 1353. wéàn isáà<br> 1354. náràn<br> 1355. bókoe<br> 1357. jaä<br> 1358. àksà jaä<br> 1359. oà<br> 1362. mià<br> 1363/1364. ià<br> 1365. ità<br> 1366. ami<br> 1367/1368. irà<br> 1369. ningoe<br> 1371. didà<br> 1372. mámi<br> 1373. moe<br> 1374. bira<br> 1375/1376. rira<noinclude></noinclude> dpmy4qs5vc8ajxah69b67w6otpj15zd Halaman:178 Fordata.djvu/13 104 116872 321694 2026-10-16T08:47:17Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321694 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1377/1378. nia<br> 1379. ikii<br> 1380. àkáà<br> 1381. ràhàn báà<br> 1383. ini<br> 1384. injai<br> 1387. éri<br> 1388. ini<br> 1389. injai<br> 1390. nivéli <nioéli ?><br> 1391. ma<br> 1394. àmàr<br> 1397. àmàr<br> 1398. vánà<br> 1401. ovàn<br> 1403. ngàrméran<br> 1404. lérà<br> 1405. dàöet<br> 1406. náràt, váràt<br> 1408. fiàng ini<br> 1409. vèkà<br> 1411. nàöet injai <45><br> 1415. màrmoeri<br> 1416. inlàngin<br> 1417. wol mnat, bàkbókoen <băkbókoen ?><br> 1418. inrávin<br> 1419. ràvroeàn injai<br> 1420. àmàr ini<br> 1421. vàrvérak inlàngin <46><br> 1422. iljáần<br> 1423. ràvroea<br> 1424. vàrvéràk<br> 1425. lérà siàn<br> 1426. bókoe<br> 1427. nàöet báà<br> 1428. ròàk<br> 1429. wàhoel óbi<br> 1430. wàhoel ròàk<br> 1431. Màrmáår<br> 1432. Tránàn <br> 1433. Timoer<br> 1434. Váràt<br> 1435. bálit<br> 1436. mélà<br> 1437. ràtàn<br> 1438. nàà lingáần<br> 1439. ntàl ràtàn<br> 1440. vávàn<br> 1441. ntàl vávàn<br> 1442/1443. ntàl - ti téràn<br> 1448-1450. nàà<br> 1452. sàrséri<br> 1453. raróà<br> 1454. lilit<br> 1455. nàà moerin<br> 1456. dàtà<br> 1457. nàà rálàn<br> 1458. ti rálàn<br> 1460. nàà báà<br> 1461. wèn inbáà<br> 1463. wéàn ini<br> 1464. wèn injai<br> 1465. nàà àkáà<br> 1467. snain<br> 1468. dálàng<br> 1469. mà<br> 1470. ovoen<br> 1471. wàhoel<br> 1472. ööe<br> 1473. wàhoel<br> 1474. wàhoel<br> 1475. dèkà<br> 1477. wàtàn<br> 1478. kàtà<br> 1480. náằk mà<br> 1483. sádà né<br> 1484. vélik né<br> 1485. nàà<noinclude></noinclude> lh4zk8poy8jm1ws23szv5tr5fbr26mn Halaman:178 Fordata.djvu/14 104 116873 321695 2026-10-16T08:48:48Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321695 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>1487. mwáà làvloevoer!<br> 1488. oefènà<br> 1489. nàfènà<br> 1490. oetóroeng<br> 1491. Oa mtóroeng tà wàkoel?<br> 1492. Mdókoe<br> 1493. Oa bwàkáàr àkáà?<br> 1494. Wal ótoe nàlà <wol ?><br> 1495. Wol oekàầ óbi<br> 1496. Oekàầ ròàk<br> 1497. Fwàdókoe<br> 1498. Moeti báà<br> 1499. Mtal báà mwáà<br> 1500. Mnábàn èkà<br> 1501. Wòl oetóroeng<br> 1502. Nmàt ròàk<br> 1503. Wòl nmàt óbi<br> 1505. nàngálik ròàk<br> 1506. nàmtàhà ròàk<br> 1507. àfàmtàhàn ròàk ròàk <àf àmtàhàn ròàk ròàk ?><br> 1508. oeti oeliroe jàầ vèkà<br> 1509. mliroe ròàk óà<br> 1510. móràt àkáà<br> 1511. mérà àkáà<br> 1513. tbánà<br> 1514. Fomat iroeà vèk iljáàn rbánà<br> 1515. Moeàn wánàt ini<br> 1516. Mìàn wánàt ini<br> 1517. Mà né oefàhà mánoet isáà<br> 1518. Vávoe mà oefèdàn<br> 1519. Màroemàt vàtoel àbóvi vérin jàầ?<br> 1520. Àmàr voetoe bet i tbánà<br> 1521. I nfalàk né N.N. nbàn ròàk <br> 3. NOTES <br> 1. extra marital : fàlidàn marital : sifáà<br> 2. four-footed animals : áà birds : áầ<noinclude></noinclude> ra5i7g54vgeftq0hllgg6d31tq7wzt6 Halaman:178 Fordata.djvu/15 104 116874 321696 2026-10-16T08:49:22Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321696 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>3. 3rd person singular<br> 4. The response given is 'one gives birth to it': r l o e l o e i à<br> 5. Two halves of a hollowed-out tree trunk, one of which serving as the lid<br> 6. jámà, mémi see: P. Drabbe, 1932, Woordenboek der Fordaatsche taal. Verhandelingen Bataviaasch Genootschap 71/2.<br> 7. rénà, ávà see: P. Drabbe, 1932, Woordenboek der Fordaatsche taal.<br> 8. jánà, étàn, rànétàn see: P. Drabbe, 1932, Woordenboek der Fordaatsche taal.<br> 9. áà, wári, oerà, ifàr, daöek, faterimà <fatrimà ?> see: P. Drabbe, 1932, Woordenboek der Fordaatsche taal.<br> 10. see: P. Drabbe, 1932, Woordenboek der Fordaatsche taal.<br> 11. áà, wári, oerà, ifàr, daöek see: P. Drabbe, 1932, Woordenboek der Fo-daatsche taal.<br> 12. áà, wári, oerà, ifàr, daöek see: P. Drabbe, 1932, Woordenboek der Fordaatsche taal.<br> 13. If one can call him a 'village' head at all<br> 14. ádàt (Malay) : dáwàn vairirà<br> 15. He is filing her teeth (3rd person singular)<br> 16. large drum : bàbàl <bābāl ?> small drum : tival<br> 17. men's dances : tábàr women's dances : sábàng somàr<br> 18. neck-support = lànloeni<br> 19. àhir, àlélà, ngáléà, ároen, làöer<br> 20. with hinged lid : vàtvátàt<br> 21. váàk, kàlità, lónàt, voevoer, àöel, bátoen, toeïl, oemàk<br> 22. on the lower arm : oevoer women's armring made of brass : riti<br> 23. for hunting, warfare : voenoet fish spear : sàlsólà<br> 24. with a bow : fánà with a rifle : toenoe<noinclude></noinclude> k6wva5l3nvd3fm8nn8ef3gliox9l714 321698 321696 2026-10-16T08:53:47Z Thersetya2021 15831 321698 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>3. 3rd person singular<br> 4. The response given is 'one gives birth to it': r l o e l o e i à<br> 5. Two halves of a hollowed-out tree trunk, one of which serving as the lid<br> 6. jámà, mémi<br> see: P. Drabbe, 1932, Woordenboek der Fordaatsche taal.<br> Verhandelingen Bataviaasch Genootschap 71/2.<br> 7. rénà, ávà<br> see: P. Drabbe, 1932, Woordenboek der Fordaatsche taal.<br> 8. jánà, étàn, rànétàn<br> see: P. Drabbe, 1932, Woordenboek der Fordaatsche taal.<br> 9. áà, wári, oerà, ifàr, daöek, faterimà <fatrimà ?><br> see: P. Drabbe, 1932, Woordenboek der Fordaatsche taal.<br> 10. see: P. Drabbe, 1932, Woordenboek der Fordaatsche taal.<br> 11. áà, wári, oerà, ifàr, daöek<br> see: P. Drabbe, 1932, Woordenboek der Fo-daatsche taal.<br> 12. áà, wári, oerà, ifàr, daöek<br> see: P. Drabbe, 1932, Woordenboek der Fordaatsche taal.<br> 13. If one can call him a 'village' head at all<br> 14. ádàt (Malay) : dáwàn vairirà<br> 15. He is filing her teeth (3rd person singular)<br> 16. large drum : bàbàl <bābāl ?><br> small drum : tival<br> 17. men's dances : tábàr<br> women's dances : sábàng somàr<br> 18. neck-support = lànloeni<br> 19. àhir, àlélà, ngáléà, ároen, làöer<br> 20. with hinged lid : vàtvátàt<br> 21. váàk, kàlità, lónàt, voevoer, àöel, bátoen, toeïl, oemàk<br> 22. on the lower arm : oevoer<br> women's armring made of brass : riti<br> 23. for hunting, warfare : voenoet<br> fish spear : sàlsólà<br> 24. with a bow : fánà<br> with a rifle : toenoe<noinclude></noinclude> ixy6rxmqafoji5vf9jeipy03urktgyc Halaman:178 Fordata.djvu/16 104 116875 321697 2026-10-16T08:52:49Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321697 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>25. 3rd person plural<br> 26. beans : ngàfáoet<br> peas : tàngoen<br> 27. témar, kàvnáàn, ngónit, tbilàn<br> 28. i banana, coconut, pinang : fonoe<br> ii mango : fàfoenoe<br> iii other fruit : ràngràngàs<br> 29. mánoet nkiki téloer : the chicken pecks the egg<br> 30. troeoet, kàkàhoe, mànbibi, módàrlákà, vàtvótoe<br> 31. ànàr, làloeoer, màdáàr<br> 32. tantoenoe, ngartoefan, soelmaal<br> 33. lakboeka, laharvinnen, toka<br> 34. verb<br> 35. malolwaan, mobal, koemal, belan, raa<br> 36. paddle : vangaan to paddle : vahi<br> 37. punting : rlait<br> rowing : roàhi <rvahi ?> } 3rd person plural<br> sailing : ràfláà }<br> 38. = 'It has been tied'<br> 39. I can do it : ótoe nàlà<br> They can do it : rótoe nàlà<br> 40. I love : inàk<br> you love : inàm<br> they love : inàr, etc.<br> 41. see note 40<br> 42. kèàk, ráfoek, láår, ngésà, wikà, ténàk<br> 43. fári, vàvàl, tòfi, skévoe, dákoer, fáloe, àfàt, évàn<br> 44. 200 = rátoet iroeà<br> 45. long ago : nàõet làláàn<br> 46. this morning = vàrvéràk ini<noinclude></noinclude> 58k2mh02v2vyltzziu3pboio664cw97 Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/3 104 116876 321699 2026-10-16T08:54:05Z M.MUSHLIH AFIFUDDIN 27736 /* Telah diuji baca */ 321699 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="M.MUSHLIH AFIFUDDIN" /></noinclude>No. 3 Taborn XX 25 April 1942 PANDJI POESTAKA TERBIT TIAP-TIAP HARI SABTOE REDAKSI DAN ADMINISTRASI BALAI POESTAKA Djakarta Telef. Redaksi dan Adm. WI. 1744 Harga langganan: Di Indonesia tiga boelan f 2.-. Dibajar lebih dahoeloe. Berlangganan sekoerang-koerangnja 3 boelan. Harga senomor f 0.20. Dengan seizin Barisan Propaganda Nippon Tjatetan Empat hari lagi hari tahoen j.m.m. Tenno Heika akan tiba. Doea hari kemoedian baroe terbit lagi Pandji. Karena itoe soedah sepantasnja dalam nomor ini kita mengoe-tjapkan sepatah doea oentoek menjamboet hari lahir j.m.m. itoe. Maksoed kami moe-la-moelanja mengadakan nomor spesial. Tetapi oleh karena koerang waktoe per-sediaan, maka kami tetapkan memboeat Pandji berhias dengan koelit jang loear biasa dan memoeat beberapa gambar dan karangan tentang j.m.m. dan karangan hal bendera Matahari Terbit. Oentoek kita bangsa Indonésia, inilah pertama kalinja kita toeroet merajakan hari kelahiran itoe. Tiga hari lamanja, moelai tanggal 28 ini, pasti ditiap-tiap roemah Indonésia dan saudaranja orang Asia lain-nja, akan berkibar bendéra Matahari Terbit, tanda kita semoea mengoetjap sjoekoer. bahwa oesia j.m.m. itoe landjoet adanja. soepaja lama lagi dapat memegang pim-pinan Asia Raja, oentoek keselamatan kita. bersama. J.m.m. Tenno Heika diwaktoe sekarang ini boekan lagi mendjadi poesat perhatian kepoelauan Nippon sadja, melainkan soe- dah mendjadi djoendjoengan seloeroeh Asia Timoer. Segala rahmat diwaktoe bela-kangan ini datangnja dari j.m.m. itoe. Siapa jang memoetoeskan akan mengirim bala-tentera oentoek melepaskan kita dari ikatan bangsa asing dari Barat? lalah j.m.m. Tenno Heika. Pasti poela j.m.m. akan mengingat ra'jat di Indonésia ini djoega pada hari kelahiran j.m.m. itoe. Pasti j.m.m. itoe akan menga-dakan beberapa titah, jang akan menggem-birakan hati kita bangsa Indonésia dinegeri ini dan akan mengoetjapkan sjoekoer akan rahmat j.m.m. itoe. Tidak oesah dikatakan, bahwa j.m.m. itoe akan berpimpin kepada semangat Boesjido, mengingat jang lemah, mengingat jang berkekoerangan. Hari itoe nanti bagi kita ada sebagai soeatoe hoeroef besar, jang boléh ditoelis dengan emas, sebagai soeatoe permoelaan kalimat jang baroe dalam sedjarah bangsa kita jang menempoeh zaman baroe ini. De-mikianlah kita mengoetjapkan landjoetlah oesia j.m.m., soepaja lama lagi dapat mem-beri rahmat kepada ra'jat seloeroeh Asia Raja.<noinclude></noinclude> ss4ucmsu0h6cx98p413io7qli330ao9 Halaman:178 Fordata.djvu/17 104 116877 321700 2026-10-16T08:54:18Z Thersetya2021 15831 /* Telah diuji baca */ 321700 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>5. QUESTIONS FROM THE 1931 EDITION <br> 5.1. In all villages on Fordata, Larat, Moloe, Sera <see map p.68> <br> 5.2.1. Vai Tnébar <br> 5.2.2. On Jamdena : Forndat lirin <br> 5.4. Jamdeens <br> 5.5. No <br> 5.6. The teeth of the women are filed down to the gums <br> 5.8. See: P. Drabbe, 1926, Spraakkunst der Fordaatsche taal. Verhandelingen Bataviaasch Genootschap 67/1. In this list however I have used the accent symbols ' and ` instead of double consonants, as in the grammar. <br> 5.9. None <br> 5.14. By the diaeresis : ¨ <br> 5.16. See the grammar mentioned above<noinclude></noinclude> a6y7j0hrh9o0fsipkblxs8g7qi8n77r Halaman:178 Fordata.djvu/18 104 116878 321701 2026-10-16T08:54:27Z Thersetya2021 15831 /* Tanpa teks */ 321701 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Thersetya2021" /></noinclude><noinclude></noinclude> 30jx1lygruprj5alacv96idkwiji99b Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/8 104 116879 321704 2026-10-16T08:59:38Z M.MUSHLIH AFIFUDDIN 27736 /* Telah diuji baca */ 321704 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="M.MUSHLIH AFIFUDDIN" /></noinclude> PEMANDANGAN DALAM NEGERI Tanggal 23 April, pagi. Toeboeh dan semangat. Dalam nomor pertama soedah di-oeraikan pandjang lebar tentang semangat Ksjateria Nippon, dan semangat ksjateria bangsa kita di-masa dahoeloe. Diseloeroeh lapisan bangsa kita jang soeka berpikir, pasti orang jakin, bahwa bangsa kita perloe dihidoepkan semangat-nja mentjapai tjita-tjita jang moer-ni. Tetapi semangat itoe perloe di-bantoe oléh tenaga badan jang séhat dan koeat. Dari kalangan I.S.I. (Ikatan Sport Indonésia) hal itoe terasa betoel dan perasaan itoe boekan sadja tinggal perasaan, melainkan soedah moelaï disebar-sebarkan dan soedah dimoelai mengadakan rantjangan oentoek mewoedjoedkan perasaan itoe. Tindakan jang pertama jang lahir kedoenia loear, ialah perte-moean oemoem jang diadakan di-gedoeng Maxim dihari Minggoe. beberapa hari jang laloe dan jang ada djoega dimoeat gambar-gam-barnja dalam nomor ini. Dengan djelas ternjata dari pi-dato-pidato jang dioetjapkan, bah-wa pengandjoer-pengandjoer Ikatan itoe hendak mengoebah maksoed toedjoean sport. Kalau dahoeloe sport itoe tjoema oentoek menjé hatkan badan sadja, sekarang hen-dak diberikan isi", artinja, sport itoe akan dipakai sebagai soeatoe djalan oentoek mengoeatkan pera-saan batin, oentoek menebalkan semangat. Djadi kesoesilaan dan sport hendak dihoeboengkan rapat-rapat. Dalam kalangan perhimpoenan akan diadakan berbagai-bagai oe-djian jang berhoeboengan djoega dengan kebatinan. Lain dari itoe olah-raga itoe hendaklah diadjarkan disemoea sekolah, moelai dari jang paling rendah sampai kesekolah jang paling tinggi. Sampai didésa-désa, hendaklah diandjoer-andjoerkan olah raga itoe, dengan maksoed jang baroe itoe. Sebarang orang hen-daklah membantoe. Begitoelah de-ngan ringkas maksoed toedjoean I. S. I., sebagai djoega dikatakan serba sedikit dalam nomor ini di-tempat lain, centoek mendjelaskan gambar-gambar. Toedjoean I.S.I. jang baroe itoe, patoet disamboet dengan gembira. Tiap-tiap orang jang ingin, soepaja semangat ra'jat Indonésia beroebah kiranja, patoet berdiri disamping I.S.I., sekoerang-koerangnja mem-bantoe dengan bantoean moreel. Tangkas dan giat, hendaklah men-djadi sifat toeroenan jang akan datang. Tahan dioedji, tidak maoe patah, djikalau toedjoean beloem tertjapai. Roekoen Tani dan Roekoen Kampoeng. Sebetoelnja dalam segala lapang-an hendaklah masoek semangat ba-roe itoe, semangat hendak mengoe-bah semangat rajat. Hal itoe ter-njata djoega dalam gerakan kaoem tani dan kaoem dikampoeng. Di Bogor soedah diadakan pertemoean oléh Pengoeroes Roekoen Tani dan Roekoen Kampoeng Parindra Bogor. Roepanja pertemoean itoe menda-pat persetoedjoean betoel dari pi-hak Nippon, boektinja, ada diberi-kan tempat berapat dikantor Polisi Militér, dibekas gedoeng Algemee-ne Secretarie. Roekoen Tani dige-doeng Algemeene Secretarie, soeng-goeh mengherankan, kalau dilajang-kan pemandangan kezaman dahoe-loe, tiga empat boelan j.l. Dalam rapat itoe diperingatkan akan oetjapan mendiang dr. Soeto-mo tentang ichlas hati dan djoe-djoer dan sifat Boesjido. Mémang dengan djalan perkoempoelan se-perti Roekoen Tani dan Roekoen Kampoeng, semangat baroe akan moedah sekali meresap kedalam kalangan rajat. Dahoeloe perkoem-poelan jang begitoe dipandang sa-ngat berbahaja, sekarang dianggap sangat bergoena. Mémang pemerintah dahoeloe banjak salah raba. Jang baik mak-soednja teroes ditjap tidak djoe-djoer. Sekarang ternjata soenggoeh kebaikan perkoempoelan itoe. De-ngan perantaraan perkoempoelan itoe gerakan Tiga A. akan diper-loeas. Oendang-oendang baroe di-siarkan poela dengan perantaraan perkoempoelan, sehingga semoea pendoedoek kampoeng dan orang désa mengerti maksoednja. Dengan djalan begitoelah per-koempoelan itoe membantoe kea-manan dan ketenteraman. Orang kampoeng banjak sekali memboeat salah, boekanlah semata-mata kare-na djahat, melainkan karena tidak tahoe dimaksoed oendang-oendang. sangkanja tjoema oentoek meng-alang-alanginja sadja dan meroe-soehkan. Roepanja dengan djalan ékonomipoen perkoempoelan terse-boet hendak membantoe keamanan. Dalam rapat itoe dibitjarakan hal pengiriman beras oentoek pendoe-doek Bogor dan hal membeli peng-gilingan beras. Beras sangat pen-ting oentoek kita dan bagi kaoem tani perloe sekali mendjoeal beras-nja, soepaja mendapat oeang. Ke-amanan dapat terdjaga serba sedi-kit, kalau perédaran beras itoe ter-atoer. Dan itoelah barangkali salah satoe maksoed pertemoean itoe, membantoe Balatentera Nippon da-lam oeroesan perédaran beras. Bersatoe dalam perékonomian. Bersatoe kita tegoeh, bertjerai kita djatoeh. Sembojan jang moelai dioetjapkan kira-kira sepoeloeh ta-hoen j.l., sekarang djoega masih berlakoe. Dalam segala lapangan, kekoeatan hendaklah disatoekan, djangan hendaknja bertjerai-berai. sedang maksoed sebetoelnja sama belaka, tjoema orangnja jang ber-lainan. Sembojan itoe mendjadi pemim-pin bagi lima perkoempoelan per-ékonomian dikota Djakarta oentoek mengadakan gaboengan perkoem-poelan perékonomian bangsa Indo-nésia. Gaboengan itoe diberi nama ...Oesaha Bersama". Dengan djalan begitoe akan dapat beroesaha de-ngan loeas dan koeat. Ternjata dengan segera dengan langkah jang hendak dilangkahkan oleh ga-boengan itoe: akan bekerdja seba-gai Poesat mendjoeal dan membeli barang. Poesat jang begitoe, tentoe akan mengoentoengkan bagi kaoem wa-roeng kita, jang sangat pesat ma-djoenja. Meréka akan memperoléh soeatoe tempat membeli barang. sedang poesat itoe akan mendapat pasar jang baik. Kedoea belah pihak tolong-menolong, seperti jang diper-lihatkan oleh orang Tionghoa. Toko besar-besar orang Tionghoa tahoe kemana dapat didjoealkannja ba-rang-barangnja, karena itoe ia da-pat beroesaha karena itoe kepada waroeng-waroeng Tionghoa itoe di-berinja kelonggaran tentang pemba-jaran, soepaja waroeng itoe men-dapat kesempatan madjoe, soepaja toko-toko besar itoe sendiri bertam-bah besar poela.<noinclude></noinclude> i5k7wpfo5awl84ho4pe6pa0ne2y0as5 Halaman:Pandji Poestaka 1942-1943.pdf/21 104 116880 321713 2026-10-16T09:07:32Z M.MUSHLIH AFIFUDDIN 27736 /* Telah diuji baca */ 321713 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="M.MUSHLIH AFIFUDDIN" /></noinclude> IKATAN SPORT INDONESIA Sepak-terdjang baroe,tjara baroe dan semangat baroe. Pada hari Minggee jang laloe oléh Pengoeroes Besar Ikatan Sport Indonésia" diadakan perte-moean besar, bertempat digedoeng Maxim di Djakarta dengan meng-oendang Pembesar-pembesar Nip-pon, wakil-wakil perkoempoelan sport dan Pers. Perkoendjoengan tjoekoep memoeaskan. Oléh toean M. Soetardjo, sebagai Pengoeroes Besar dan pe-mimpin pertemoean terseboet dan toean Sadarjoen dimadjoekan pelbagai keterangan tentang kea-daan sport dikalangan bangsa kita dalam masa jang telah lampau. Tjara mendjalankan sport haroes dioebah, semangat haroes dikobar-kobarkan dan minat serta panghar-gaan rajat terhadap sport haroes dihidoep-hidoepkan. Berbagai-bagai andjoeran dimadjoekan oleh kedoea pembitjara terseboet. Dibawah ini kami tera saringan dan kesimpoelan dari pidato-pidato itoe jang perloe-perioe diketahoei oléh 'oemoem: a. Ikatan Sport Indonésia" ber-maksoed akan memperloeas didikan dan pergerakan oelah-raga, baik didalam maoepoen diloear sekolah. b. I.S.I. bermaksoed akan mem-beri isi kepada sport bangsa Indo-nésia. Pengoeroes Besar akan me-rantjang soeatoe kesoesilaan oelah-raga Indonésia, maksoednja ialah scepaja oelah-raga dikalangan bang-sa kita tidak hanja ditoedjoekan akan menambah kekoeatan toeboeh sadja, tapi akan mempertinggi da-radjat kebatinan poela. Demikianlah dasar semangat I.S.I. jang baroe. Sekalian bangsa Indonésia jang masoek dalam barisan I.S.I. haroes mendjalankan didikan kebatinan me-noeroet dasar-dasar jang akan di-rantjang oléh I.S.I. dan ditetapkan dalam pertemoean besar. Pendidikan jang ditjita-tjitakan oléh I.S.I. itoe terbagi mendjadi 3 tingkatan. Berapa lamanja tiap-tiap tingkat itoe, akan ditetapkan pada kemoedian hari. Pada achir tiap-tiap tingkat diadakan oedjian: Jang pertama tentoe lebih moedah dari pada jang kedoea dan jang kedoea lebih moedah dari pada jang ketiga. Jang dioedji boekan sadja ketangkasan toeboeh, tapi oeroesan kebatinanpoen adalah mendjadi sjarat-sjarat jang amat penting djoega. Jang loeloes dalam oedjian-oe-djian itoe diberi gelar dan tanda, misalnja gelar oentoek tingkat jang pertama ialah: „Pandoe Indonésia", oentoek tingkat jang kedoea: „Pe-radjoerit Indonésia" dan oentoek jang ketiga: „Ksatria Indonésia". Oentoek mentjapai tjita-tjita ini oléh Pengoeroes Besar I.S.I. akan dibentoek soeatoe organisasi jang istiméwa dan diangkat komité, jang terdjadi dari orang-orang jang ahli dalam kalangan sport, oentoek mem-boeat atoeran-atoeran dan sjarat-sjarat oedjian pada achir ketiga tingkat itoe. Tentang memperloeas pendidikan lahir dan batin sebagai jang telah dirantjangkan diatas, I.S.I. berpen-dapat demikian : 1. Dalam tiap-tiap sekolah Indoné-sia, moelaï dari tingkat jang paling rendah, hingga pada tingkat jang tinggi sekali, tiap-tiap hari haroes diadakan peng-adjaran oelah-raga. 2. Akan menjempoernakan 'ilmoe oelah-raga haroes diadakan se-kolah jang istimewa oentoek itoe, jaïtoe: sekolah rendah, per-tengahan dan tinggi. 3. Perkoempoelan oelah-raga jang terdjadi dari moerid-moerid se-kolah pertengahan dan sekolah tinggi haroes masoek dalam ka-langan I.S.I. 4. Moerid-moerid sekolah perte-ngahan, sekolah tinggi, kaoem goeroe, pegawai polisi, roemah pegadaian, pegawai pemerin-tahan, singkatnja sekalian jang pernah mendapat didikan oelah-raga dalam waktoe liboer di-minta memboeat propaganda didésa-désa tentang oelah-raga. 5. Disebelah oelah-raga setjara ba-rat akan diadakan latihan oelah-raga setjara kita jang aseli se-banjak-banjaknja. Baris depan dari kanan kakiri, moelai dari nomor does: Toeas-toean Mr. Samseedin, Itjiki Tatsjoeo, M. Soetardjo, Sadarjoen den Abdoel Azis. Dipodjok atas: Toean Soetardjo sedang mengoetjapkan pidetonja. 91<noinclude></noinclude> 5mxfuma47iteptka0hl29hep8ijij0k Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/58 104 116881 321721 2026-10-16T09:33:01Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321721 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> MEMPERKENALKAN SATU ABSTRAK – SKRIPSI ALUMNI IKIP PADANG Oleh : – NUR ANAS ZAIDAN – </center> Judul : "Kecenderungan merantau suku Minangkabau, suatu pendekatan history – psychologis". Penulis : Syamsuir Tasman, NBP. 330 / S. Sponsor : 1. Drs. Amiruddin M.Ed. 2. Dra. Fatimah Enar. Tahun pembuatan : 1972. Jenis isi : Antropologi – Sosiologi. Masalah pokok yang dikemukakan dalam penulisan skripsi tersebut di atas adalah beberapa aspek kehidupan masyarakat suku Minangkabau antara lain tinjauan secara historis – psychologis dari sikap mentalnya dalam kecendrungan merantau sebagai reaksi terhadap alam sekitarnya. Di samping itu dikemukakan bahwa suku Minangkabau adalah salah satu suku bangsa Indonesia yang memiliki kebudayaan yang khas dalam suatu daerah di wilayah Negara Republik Indonesia. Kekhasan ini lebih menonjol dalam sistem kekeluargaan yang disebut "Matrilineal". Pengungkapan Masaalah tersebut di atas dipaparkan oleh penulisnya dalam susunan suatu out-line terdiri dari beberapa bab dengan beberapa fasal yang berturut-turut mencakup pokok-pokok sebagai berikut : <ol type="1" start="1"> <li>Beberapa batasan dan pengertian umum, pribadi, karakter dan kebudayaan. Kecendrungan merantau sebagai suatu aspek dari pribadi dan karakter Minang dan pendekatan historis-psychologis.</li> <li>Kecendrungan merantau itu dalam perkembangan kebudayaan Minangkabau dalam periode-periode sebelum Adityawarman, pengaruh Hindu, Islam, kebudayaan Barat dan masa sesudah tahun 1945 sampai dengan sekarang.</li> <li>Latar belakang kecendrungan merantau dan komplik kejiwaan yang tak dapat terselesaikan terutama di sebabkan faktor-faktor kekerabatan, ekonomi, agama dsb.nya.</li> </ol> Dalam pengungkapan masalah-masalah itu penulisnya telah mempergunakan beberapa methode-methode. Books survey dan 9 (sembilan) orang sebagai respondent. Beberapa data-data yang turut menunjang, sehubungan dengan masaalah-masaalah tersebut di atas, terdapat 8 buah tabel, 68 buah foot notes dari 56 buah buku bacaan (buku sumber) dan sebuah peta topografi alam Minangkabau.<noinclude>{{rh|52||}}</noinclude> q808kpd63ct813zeywayodqh8p4a0hs 321722 321721 2026-10-16T09:33:29Z Link PB 26772 321722 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> MEMPERKENALKAN SATU ABSTRAK – SKRIPSI<br> ALUMNI IKIP PADANG<br> Oleh :<br> – NUR ANAS ZAIDAN –<br> </center> Judul : "Kecenderungan merantau suku Minangkabau, suatu pendekatan history – psychologis".<br> Penulis : Syamsuir Tasman, NBP. 330 / S.<br> Sponsor : 1. Drs. Amiruddin M.Ed. 2. Dra. Fatimah Enar.<br> Tahun pembuatan : 1972.<br> Jenis isi : Antropologi – Sosiologi.<br> Masalah pokok yang dikemukakan dalam penulisan skripsi tersebut di atas adalah beberapa aspek kehidupan masyarakat suku Minangkabau antara lain tinjauan secara historis – psychologis dari sikap mentalnya dalam kecendrungan merantau sebagai reaksi terhadap alam sekitarnya. Di samping itu dikemukakan bahwa suku Minangkabau adalah salah satu suku bangsa Indonesia yang memiliki kebudayaan yang khas dalam suatu daerah di wilayah Negara Republik Indonesia. Kekhasan ini lebih menonjol dalam sistem kekeluargaan yang disebut "Matrilineal". Pengungkapan Masaalah tersebut di atas dipaparkan oleh penulisnya dalam susunan suatu out-line terdiri dari beberapa bab dengan beberapa fasal yang berturut-turut mencakup pokok-pokok sebagai berikut : <ol type="1" start="1"> <li>Beberapa batasan dan pengertian umum, pribadi, karakter dan kebudayaan. Kecendrungan merantau sebagai suatu aspek dari pribadi dan karakter Minang dan pendekatan historis-psychologis.</li> <li>Kecendrungan merantau itu dalam perkembangan kebudayaan Minangkabau dalam periode-periode sebelum Adityawarman, pengaruh Hindu, Islam, kebudayaan Barat dan masa sesudah tahun 1945 sampai dengan sekarang.</li> <li>Latar belakang kecendrungan merantau dan komplik kejiwaan yang tak dapat terselesaikan terutama di sebabkan faktor-faktor kekerabatan, ekonomi, agama dsb.nya.</li> </ol> Dalam pengungkapan masalah-masalah itu penulisnya telah mempergunakan beberapa methode-methode. Books survey dan 9 (sembilan) orang sebagai respondent. Beberapa data-data yang turut menunjang, sehubungan dengan masaalah-masaalah tersebut di atas, terdapat 8 buah tabel, 68 buah foot notes dari 56 buah buku bacaan (buku sumber) dan sebuah peta topografi alam Minangkabau.<noinclude>{{rh|52||}}</noinclude> 0b8hkqtejaq9teecxgkvttm0capvg6f 321723 321722 2026-10-16T09:34:20Z Link PB 26772 321723 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> MEMPERKENALKAN SATU ABSTRAK – SKRIPSI<br> ALUMNI IKIP PADANG<br> Oleh :<br> – NUR ANAS ZAIDAN –<br> </center> Judul {{gap}}{{gap}}: "Kecenderungan merantau suku Minangkabau, suatu pendekatan history – psychologis".<br> Penulis {{gap}}{{gap}}: Syamsuir Tasman, NBP. 330 / S.<br> Sponsor {{gap}}{{gap}}: 1. Drs. Amiruddin M.Ed. 2. Dra. Fatimah Enar.<br> Tahun pembuatan {{gap}}: 1972.<br> Jenis isi {{gap}}{{gap}}: Antropologi – Sosiologi.<br> Masalah pokok yang dikemukakan dalam penulisan skripsi tersebut di atas adalah beberapa aspek kehidupan masyarakat suku Minangkabau antara lain tinjauan secara historis – psychologis dari sikap mentalnya dalam kecendrungan merantau sebagai reaksi terhadap alam sekitarnya. Di samping itu dikemukakan bahwa suku Minangkabau adalah salah satu suku bangsa Indonesia yang memiliki kebudayaan yang khas dalam suatu daerah di wilayah Negara Republik Indonesia. Kekhasan ini lebih menonjol dalam sistem kekeluargaan yang disebut "Matrilineal". Pengungkapan Masaalah tersebut di atas dipaparkan oleh penulisnya dalam susunan suatu out-line terdiri dari beberapa bab dengan beberapa fasal yang berturut-turut mencakup pokok-pokok sebagai berikut : <ol type="1" start="1"> <li>Beberapa batasan dan pengertian umum, pribadi, karakter dan kebudayaan. Kecendrungan merantau sebagai suatu aspek dari pribadi dan karakter Minang dan pendekatan historis-psychologis.</li> <li>Kecendrungan merantau itu dalam perkembangan kebudayaan Minangkabau dalam periode-periode sebelum Adityawarman, pengaruh Hindu, Islam, kebudayaan Barat dan masa sesudah tahun 1945 sampai dengan sekarang.</li> <li>Latar belakang kecendrungan merantau dan komplik kejiwaan yang tak dapat terselesaikan terutama di sebabkan faktor-faktor kekerabatan, ekonomi, agama dsb.nya.</li> </ol> Dalam pengungkapan masalah-masalah itu penulisnya telah mempergunakan beberapa methode-methode. Books survey dan 9 (sembilan) orang sebagai respondent. Beberapa data-data yang turut menunjang, sehubungan dengan masaalah-masaalah tersebut di atas, terdapat 8 buah tabel, 68 buah foot notes dari 56 buah buku bacaan (buku sumber) dan sebuah peta topografi alam Minangkabau.<noinclude>{{rh|52||}}</noinclude> i2b9kfu60nq8azpg2rdy574u4fxy0uq 321724 321723 2026-10-16T09:34:48Z Link PB 26772 321724 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> MEMPERKENALKAN SATU ABSTRAK – SKRIPSI<br> ALUMNI IKIP PADANG<br> Oleh :<br> – NUR ANAS ZAIDAN –<br> </center> Judul {{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}: "Kecenderungan merantau suku Minangkabau, suatu pendekatan history – psychologis".<br> Penulis {{gap}}{{gap}}{{gap}}: Syamsuir Tasman, NBP. 330 / S.<br> Sponsor {{gap}}{{gap}}{{gap}}: 1. Drs. Amiruddin M.Ed. 2. Dra. Fatimah Enar.<br> Tahun pembuatan {{gap}}: 1972.<br> Jenis isi {{gap}}{{gap}}{{gap}}: Antropologi – Sosiologi.<br> Masalah pokok yang dikemukakan dalam penulisan skripsi tersebut di atas adalah beberapa aspek kehidupan masyarakat suku Minangkabau antara lain tinjauan secara historis – psychologis dari sikap mentalnya dalam kecendrungan merantau sebagai reaksi terhadap alam sekitarnya. Di samping itu dikemukakan bahwa suku Minangkabau adalah salah satu suku bangsa Indonesia yang memiliki kebudayaan yang khas dalam suatu daerah di wilayah Negara Republik Indonesia. Kekhasan ini lebih menonjol dalam sistem kekeluargaan yang disebut "Matrilineal". Pengungkapan Masaalah tersebut di atas dipaparkan oleh penulisnya dalam susunan suatu out-line terdiri dari beberapa bab dengan beberapa fasal yang berturut-turut mencakup pokok-pokok sebagai berikut : <ol type="1" start="1"> <li>Beberapa batasan dan pengertian umum, pribadi, karakter dan kebudayaan. Kecendrungan merantau sebagai suatu aspek dari pribadi dan karakter Minang dan pendekatan historis-psychologis.</li> <li>Kecendrungan merantau itu dalam perkembangan kebudayaan Minangkabau dalam periode-periode sebelum Adityawarman, pengaruh Hindu, Islam, kebudayaan Barat dan masa sesudah tahun 1945 sampai dengan sekarang.</li> <li>Latar belakang kecendrungan merantau dan komplik kejiwaan yang tak dapat terselesaikan terutama di sebabkan faktor-faktor kekerabatan, ekonomi, agama dsb.nya.</li> </ol> Dalam pengungkapan masalah-masalah itu penulisnya telah mempergunakan beberapa methode-methode. Books survey dan 9 (sembilan) orang sebagai respondent. Beberapa data-data yang turut menunjang, sehubungan dengan masaalah-masaalah tersebut di atas, terdapat 8 buah tabel, 68 buah foot notes dari 56 buah buku bacaan (buku sumber) dan sebuah peta topografi alam Minangkabau.<noinclude>{{rh|52||}}</noinclude> hho9z0i1f9o4s9jp5a72y34hpt6fq8c 321725 321724 2026-10-16T09:35:23Z Link PB 26772 321725 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> MEMPERKENALKAN SATU ABSTRAK – SKRIPSI<br> ALUMNI IKIP PADANG<br> Oleh :<br> – NUR ANAS ZAIDAN –<br> </center> Judul {{gap}}{{gap}}{{gap}}: "Kecenderungan merantau suku Minangkabau, suatu pendekatan history – psychologis".<br> Penulis {{gap}}{{gap}}: Syamsuir Tasman, NBP. 330 / S.<br> Sponsor {{gap}}{{gap}}: 1. Drs. Amiruddin M.Ed. 2. Dra. Fatimah Enar.<br> Tahun pembuatan : 1972.<br> Jenis isi {{gap}}{{gap}}: Antropologi – Sosiologi.<br> Masalah pokok yang dikemukakan dalam penulisan skripsi tersebut di atas adalah beberapa aspek kehidupan masyarakat suku Minangkabau antara lain tinjauan secara historis – psychologis dari sikap mentalnya dalam kecendrungan merantau sebagai reaksi terhadap alam sekitarnya. Di samping itu dikemukakan bahwa suku Minangkabau adalah salah satu suku bangsa Indonesia yang memiliki kebudayaan yang khas dalam suatu daerah di wilayah Negara Republik Indonesia. Kekhasan ini lebih menonjol dalam sistem kekeluargaan yang disebut "Matrilineal". Pengungkapan Masaalah tersebut di atas dipaparkan oleh penulisnya dalam susunan suatu out-line terdiri dari beberapa bab dengan beberapa fasal yang berturut-turut mencakup pokok-pokok sebagai berikut : <ol type="1" start="1"> <li>Beberapa batasan dan pengertian umum, pribadi, karakter dan kebudayaan. Kecendrungan merantau sebagai suatu aspek dari pribadi dan karakter Minang dan pendekatan historis-psychologis.</li> <li>Kecendrungan merantau itu dalam perkembangan kebudayaan Minangkabau dalam periode-periode sebelum Adityawarman, pengaruh Hindu, Islam, kebudayaan Barat dan masa sesudah tahun 1945 sampai dengan sekarang.</li> <li>Latar belakang kecendrungan merantau dan komplik kejiwaan yang tak dapat terselesaikan terutama di sebabkan faktor-faktor kekerabatan, ekonomi, agama dsb.nya.</li> </ol> Dalam pengungkapan masalah-masalah itu penulisnya telah mempergunakan beberapa methode-methode. Books survey dan 9 (sembilan) orang sebagai respondent. Beberapa data-data yang turut menunjang, sehubungan dengan masaalah-masaalah tersebut di atas, terdapat 8 buah tabel, 68 buah foot notes dari 56 buah buku bacaan (buku sumber) dan sebuah peta topografi alam Minangkabau.<noinclude>{{rh|52||}}</noinclude> q6fh19rr0labvenp4ynakh38iu3xcbv 321758 321725 2026-10-16T10:21:16Z Sabil Khoer Al Munawar 23983 /* Tervalidasi */ 321758 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="4" user="Sabil Khoer Al Munawar" /></noinclude><center> MEMPERKENALKAN SATU ABSTRAK – SKRIPSI<br> ALUMNI IKIP PADANG<br> Oleh :<br> – NUR ANAS ZAIDAN –<br> </center> Judul {{gap}}{{gap}}{{gap}}: "Kecenderungan merantau suku Minangkabau, suatu pendekatan history – psychologis".<br> Penulis {{gap}}{{gap}}: Syamsuir Tasman, NBP. 330 / S.<br> Sponsor {{gap}}{{gap}}: 1. Drs. Amiruddin M.Ed. 2. Dra. Fatimah Enar.<br> Tahun pembuatan : 1972.<br> Jenis isi {{gap}}{{gap}}: Antropologi – Sosiologi.<br> Masalah pokok yang dikemukakan dalam penulisan skripsi tersebut di atas adalah beberapa aspek kehidupan masyarakat suku Minangkabau antara lain tinjauan secara historis – psychologis dari sikap mentalnya dalam kecendrungan merantau sebagai reaksi terhadap alam sekitarnya. Di samping itu dikemukakan bahwa suku Minangkabau adalah salah satu suku bangsa Indonesia yang memiliki kebudayaan yang khas dalam suatu daerah di wilayah Negara Republik Indonesia. Kekhasan ini lebih menonjol dalam sistem kekeluargaan yang disebut "Matrilineal". Pengungkapan Masaalah tersebut di atas dipaparkan oleh penulisnya dalam susunan suatu out-line terdiri dari beberapa bab dengan beberapa fasal yang berturut-turut mencakup pokok-pokok sebagai berikut : <ol type="1" start="1"> <li>Beberapa batasan dan pengertian umum, pribadi, karakter dan kebudayaan. Kecendrungan merantau sebagai suatu aspek dari pribadi dan karakter Minang dan pendekatan historis-psychologis.</li> <li>Kecendrungan merantau itu dalam perkembangan kebudayaan Minangkabau dalam periode-periode sebelum Adityawarman, pengaruh Hindu, Islam, kebudayaan Barat dan masa sesudah tahun 1945 sampai dengan sekarang.</li> <li>Latar belakang kecendrungan merantau dan komplik kejiwaan yang tak dapat terselesaikan terutama di sebabkan faktor-faktor kekerabatan, ekonomi, agama dsb.nya.</li> </ol> Dalam pengungkapan masalah-masalah itu penulisnya telah mempergunakan beberapa methode-methode. Books survey dan 9 (sembilan) orang sebagai respondent. Beberapa data-data yang turut menunjang, sehubungan dengan masaalah-masaalah tersebut di atas, terdapat 8 buah tabel, 68 buah foot notes dari 56 buah buku bacaan (buku sumber) dan sebuah peta topografi alam Minangkabau.<noinclude>{{rh|52||}}</noinclude> hcgdi6yx17gszoco7hk4gvf0somtbt1 Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/59 104 116882 321726 2026-10-16T09:36:18Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321726 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Kemudian penulisnya sampai kepada beberapa kesimpulan yang antara lain menyatakan bahwa, kecendrungan merantau suku Minangkabau disebabkan antara lian satu aspek pribadi dan karakter yang merupakan sikap mental dalam reaksinya terhadap lingkungan alamnya. Komplek kejiwaan yang tak pernah terselesaikan merupakan dorongan kecendrungan merantau itu. Sedangkan kecendrungan merantau itu telah terlihat gejalanya sepanjang sejarah sejak periode sebelum Adityawarman, kedatangan Islam, pengaruh kebudayaan Barat sampai dengan sekarang. Sebagai akibat merantau itu beberapa aspek kehidupan orang Minangkabau baik yang tinggal di kampung maupun yang di rantau mengalami penyesuaian dan perubahan kebudayaan secara evolusi. Di bagian akhir, dalam rangka menghadapi problem merantau dewasa ini, penulisnya menyarankan suatu pola perencanaan, di mana lapangan kerja baru terutama bagi tenaga-tenaga muda yang sifatnya praktis, operasionil dan pragmatis dapat diciptakan. <center>******</center><noinclude>{{rh|||53}}</noinclude> b4bhfca97ppuzqq2o36xdeq2bhkhmdx Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/60 104 116883 321727 2026-10-16T09:38:25Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321727 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> '''PERANAN KEPEMIMPINAN INFORMIL DALAM PROSES PEMBANGUNAN REGIONAL.'''<br> Oleh : Rustian Kamaluddin<br> ''Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang''<br> ''Suatu Case Study Sumatera Barat. Dikutip dari Majalah Management dan usaha Indonesia. Edisi 8, November 1973.''<br> <center> ''P e n d a h u l u a n.'' ''Daerah Sumatera Barat merupakan salah satu dari dua puluh enam buah propinsi yang terdapat di Indonesia. Luas propinsi ini adalah kira-kira 46 ribu km² atau 3,26% dari luas Indonesia, yang terletak di pulau Sumatera yang membujur dari Utara ke Selatan.'' ''Propinsi ini terdiri dari 8 buah kabupaten dan 6 buah kotamadya yang kesemuanya meliputi 80 buah kecamatan dan kecamatan-kecamatan ini keseluruhannya terdiri dari 543 buah negari atau desa.'' ''Pendapatan regional dari propinsi ini pada tahun 1969 kira-kira Rp. 53.447 juta, yaitu kira-kira 2,5% dari jumlah pendapatan nasionalnya. Dan dalam pembentukan pendapatan ini sektor yang memegang peranan utama adalah sektor pertanian (47%), kemudian menyusul sektor perdagangan (26%), pemerintahan (7%), industri (6%) dan seterusnya. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa kehidupan ekonomi dan sosialnya terletak pada sektor pertanian, sedangkan sektor-sektor lainnya adalah berkaitan dan erat hubungannya dengan pertanian tersebut.'' ''Penduduk daerah ini berjumlah 2.793 ribu jiwa, kira-kira 2,34% dari jumlah penduduk Indonesia, dan hampir keseluruhan penduduknya terdiri dari orang-orang yang bersuku bangsa Minangkabau. Masyarakat Minangkabau ini hampir keseluruhannya (97%) beragama Islam, dan pada umumnya hidup dalam lingkungan adat Minangkabau yang berlaku matrineal dan communal yang memiliki jiwa gotong royong. Kehidupan Sosial Minangkabau inilah yang mendasari berkembangnya unsur-unsur kepemimpinan disini yang meliputi 3 unsur kepemimpinan yang utama, yaitu ninik mamak (adat), alim ulama (agama) dan cerdik pandai (Intelektuil).'' '''1. Peranan Leadership Diantara Faktor-Faktor Sosial Ekonomis Lainnya.''' Pada masa ini negara Indonesia, khususnya propinsi Sumatera Barat, sedang menjalankan proses pembangunan ekonomi dan sosial dalam rangka rencana pembangunan lima tahunnya yang bertahap-tahap. Dalam era pembangunan ini untuk merencanakan, menggerakkan dan mengatur pengarahan segala faktor-faktor sosial ekonomisnya adalah besar sekali peranannya faktor kepemimpinan. Pengalaman dinegara ini sebagaimana kebanyakan negara-negara lainnya menunjukan bahwa sungguhpun modal cukup tersedia betapa<noinclude>{{rh|54||}}</noinclude> apvnh0s7l3813wavvzwuhtzsjuagom5 321728 321727 2026-10-16T09:38:48Z Link PB 26772 321728 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> '''PERANAN KEPEMIMPINAN INFORMIL DALAM PROSES PEMBANGUNAN REGIONAL.'''<br> Oleh : Rustian Kamaluddin<br> ''Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang''<br> ''Suatu Case Study Sumatera Barat. Dikutip dari Majalah Management dan usaha Indonesia. Edisi 8, November 1973.''<br> </center> ''P e n d a h u l u a n.'' ''Daerah Sumatera Barat merupakan salah satu dari dua puluh enam buah propinsi yang terdapat di Indonesia. Luas propinsi ini adalah kira-kira 46 ribu km² atau 3,26% dari luas Indonesia, yang terletak di pulau Sumatera yang membujur dari Utara ke Selatan.'' ''Propinsi ini terdiri dari 8 buah kabupaten dan 6 buah kotamadya yang kesemuanya meliputi 80 buah kecamatan dan kecamatan-kecamatan ini keseluruhannya terdiri dari 543 buah negari atau desa.'' ''Pendapatan regional dari propinsi ini pada tahun 1969 kira-kira Rp. 53.447 juta, yaitu kira-kira 2,5% dari jumlah pendapatan nasionalnya. Dan dalam pembentukan pendapatan ini sektor yang memegang peranan utama adalah sektor pertanian (47%), kemudian menyusul sektor perdagangan (26%), pemerintahan (7%), industri (6%) dan seterusnya. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa kehidupan ekonomi dan sosialnya terletak pada sektor pertanian, sedangkan sektor-sektor lainnya adalah berkaitan dan erat hubungannya dengan pertanian tersebut.'' ''Penduduk daerah ini berjumlah 2.793 ribu jiwa, kira-kira 2,34% dari jumlah penduduk Indonesia, dan hampir keseluruhan penduduknya terdiri dari orang-orang yang bersuku bangsa Minangkabau. Masyarakat Minangkabau ini hampir keseluruhannya (97%) beragama Islam, dan pada umumnya hidup dalam lingkungan adat Minangkabau yang berlaku matrineal dan communal yang memiliki jiwa gotong royong. Kehidupan Sosial Minangkabau inilah yang mendasari berkembangnya unsur-unsur kepemimpinan disini yang meliputi 3 unsur kepemimpinan yang utama, yaitu ninik mamak (adat), alim ulama (agama) dan cerdik pandai (Intelektuil).'' '''1. Peranan Leadership Diantara Faktor-Faktor Sosial Ekonomis Lainnya.''' Pada masa ini negara Indonesia, khususnya propinsi Sumatera Barat, sedang menjalankan proses pembangunan ekonomi dan sosial dalam rangka rencana pembangunan lima tahunnya yang bertahap-tahap. Dalam era pembangunan ini untuk merencanakan, menggerakkan dan mengatur pengarahan segala faktor-faktor sosial ekonomisnya adalah besar sekali peranannya faktor kepemimpinan. Pengalaman dinegara ini sebagaimana kebanyakan negara-negara lainnya menunjukan bahwa sungguhpun modal cukup tersedia betapa<noinclude>{{rh|54||}}</noinclude> 7q9a4tzpgvwxbzmexekaielf2keffqq Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/61 104 116884 321729 2026-10-16T09:39:48Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321729 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>pun besarnya sumber-sumber kekayaan alam, betapapun banyaknya potensi tenaga kerja, dan sebagainya, kesemuanya ini tidak akan banyak artinya, apabila tak cukup tersedia tenaga kepemimpinannya. Yaitu kepemimpinan yang mempunyai keahlian, dedikasi dan "committed" terhadap pembangunan. Berpangkal tolak pada masyarakat, pendapat bahwa faktor manusia dengan segala tingkah lakunya, ketrampilan dan keahliannya, dan sebagainya adalah merupakan unsur yang menentukan berhasil tidaknya suatu negara atau daerah dalam melaksanakan pembangunan untuk mencapai tujuannya. Dalam hubungan ini dapat dikatakan bahwa kepemimpinan dari faktor manusia inilah yang sangat besar artinya dan peranannya dalam proses pembangunan. Dalam hubungan dengan apa yang dikemukakan diatas bagi daerah propinsi Sumatera Barat dapat dikemukakan suatu contoh yang dialami beberapa tahun terakhir ini. Dua buah kabupaten, yaitu Tanah Datar dan Agam, dapat dikatakan mempunyai potensi dan unsur-unsur ekonomis sosial yang kira-kira hampir sama. Tetapi perbedaannya ialah terletak pada unsur kepemimpinannya, khususnya pimpinan formilnya. Karena Bupati Tanah Datar dengan kepemimpinannya berjalan dengan baik dan efektif, sedangkan Bupati Agam dengan kepemimpinannya kurang menunjukan efektivitasnya. Maka dari itu perkembangan dan pembangunan Kabupaten Tanah Datar berjalan jauh lebih baik dan berhasil ibandingkan dengan Kabupaten Agam. Sehingga pada tahun 1973 Bupati Tanah Datar tersebut dipromosikan untuk menduduki jabatan Sekretaris Daerah sebagai orang kedua dibawah Gubernur, sedangkan Bupati Agam diberhentikan dari jabatannya untuk selanjutnya hanya bertugas sebagai staf pembantu pada kantor Gubernur. Dari contoh ini terlihat betapa besarnya peranan kepemimpinan daerah bagi berhasil tidaknya usaha-usaha yang dilakukan dalam pembangunan daerahnya. '''2. Kelompok Elite Yang Menjalankan Fungsi Leadership.''' Pada dasarnya kepemimpinan dianggap terletak pada golongan elite, yaitu orang-orang yang terpilih atau mereka yang berpengaruh dikalangan masyarakat. Jadi didalam setiap bidang dalam masyarakat, seperti bidang-bidang politik, ekonomi, sosial, agama, pemerintahan adat dan sebagainya terdapat sekelompok orang-orang yang dianggap "elite"nya. Diantara kelompok "elite" ini sebagian ada yang tidak mempunyai "impact" sosial untuk mencukupi sebagian besar anggota masyarakatnya. Akan tetapi ada pula sebagian kelompok "elite" tertentu yang dengan pendapat dan tindakan-tindakannya mempunyai akibat yang penting dan menentukan bagi kehidupan anggota masyarakat yang bersangkutan. Kelompok yang terakhir ini yang disebut sebagai strategic elites, yang kriteria strategisnya itu terletak pada bidangnya masing-masing dan juga pada jumlah besar anggota masyarakat yang dibawah pengaruhnya.<noinclude>{{rh|||55}}</noinclude> l2955xe3qz50bghady6g0q7i1h885t0 Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/62 104 116885 321730 2026-10-16T09:40:43Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321730 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Dengan demikian didalam suatu masyarakat dan negara atau daerah, terdapat golongan "elite" ini khususnya yang berupa "strategic elites" yang memegang peranan fungsi "leadership". Dan jika kita perhatikan dari segi legitimasinya, segi pengesahannya, kepemimpinan ini ada yang bersifat "formal leadership" dan ada pula yang "informal leadership". Dalam hal "formal leadership" pimpinan yang bersangkutan diangkat atau dikukuhkan dengan surat keputusan dari pemerintah, misalnya; kepala-kepala daerah, pimpinan pimpinan bank, kepala kepala dinas/jawatan, dan sebagainya. Sedangkan informal leadership adalah berupa kepemimpinan tidak resmi yang timbul atau tercipta dikalangan masyarakat sendiri. Mereka diakui kepemimpinannya karena kriteria-kriteria atau unsur-unsur tradisional, seperti; keturunan, senioritas, adat, agama, dan lain-lain. Dan juga ada diantaranya yang didasarkan atas kriteria obyektif, seperti; pendidikan, keahlian dan ketrampilan dalam bidang yang dipimpin mereka masing-masing. Di daerah Sumatera Barat yang memegang fungsi formal leadership dalam bidang pemerintahan ialah Gubernur dan staf, Bupati dan staf, Camat-camat dan Kepala-kepala Negari (Desa). Dan juga pimpinan dinas dan lembaga pemerintahan lainnya, seperti; Direktur-direktur Bank, Kepala-kepala Jawatan, dan sebagainya. Sedangkan yang memegang peranan informal leadership adalah pimpinan atau pemuka masyarakat yang terdapat dikalangan masyarakat adat (disebut ninik mamak), pada golongan agama (disebut alim ulama) dan dilingkungan kaum intelektuil (disebut cerdik pandai). Baik formal leaders maupun informal leaders yang terdapat didaerah ini dalam batas-batas wewenang dan pengaruhnya masing-masing sama-sama memegang peranan sebagai kepemimpinan masyarakat. '''3. Pengaruh Kelompok-kelompok Kepemimpinan Informil.''' Dalam melaksanakan fungsinya dibidang pemerintahan dan pembangunan daerah, terdapat keterbatasan-keterbatasan dari kepemimpinan formil dalam menjalankan tugasnya. Selain daripada wewenang mereka terbatas dalam bidang dan lingkungannya masing-masing, keterbatasan atau hambatan lainnya ialah dalam hal kepemimpinannya yang tidak efektif. Tidak efektifnya kepemimpinan mereka ini terutama antara lain karena respons dan partisipasi dari masyarakat didaerahnya. Dengan demikian dalam usaha-usaha mereka untuk melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan, mereka kurang mendapat dukungan dari masyarakat. Dan sering kali pula masyarakat kurang mengerti atau kurang dapat menerima kepemimpinannya, sehingga masyarakat dilingkungannya bersikap pasif dan apatis terhadap kebanyakan usaha-usahanya. Hal-hal yang dikemukakan diatas itu dasarnya terjadi karena adanya jurang pemisah atau gap antara masyarakat luas yang merupakan masanya. Untuk menghilangkan gap tersebut atau untuk mendekatkan para pemimpin formil dengan massanya, diperlukan "perantara", yang dalam hal ini adalah pemimpin-pemimpin masyarakat, yang merupakan kepemimpinan informil. Mereka ini diharapkan<noinclude>{{rh|56||}}</noinclude> m6ps0aibotjawlgqe37c3gch06jp4jj Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/63 104 116886 321731 2026-10-16T09:41:33Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321731 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>akan dapat menginterpretasikan segala rencana dan kebijaksanaan pemerintah dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh masyarakat. Pendekatan-pendekatan yang disebutkan diatas dapat dilakukan oleh pimpinan informil yang berupa pimpinan tingkat menengah dan tingkat bawah, yang lebih dekat dan langsung hidup ditengah-tengah masyarakat. Pendekatan-pendekatan yang disebutkan diatas dapat dilakukan oleh pimpinan informil yang berupa pimpinan tingkat menengah dan tingkat bawah, yang lebih dekat dan langsung hidup ditengah-tengah masyarakat. Karena pengaruh unsur-unsur tradisionil dan keagamaan yang telah berakar dikalangan masyarakat, maka umumnya mereka ini lebih didengar, dimengerti dan dipatuhi oleh masyarakat luas. Sehubungan dengan apa yang telah dikemukakan diatas, di Sumatera Barat golongan pemimpin informil ini adalah berupa; ninik mamak (adat), alim-ulama (agama) dan cerdik pandai (intelektuil). Akan tetapi karena bagian terbesar masyarakat disini masih hidup didaerah rural, pada umumnya kelompok ninik mamak dan alim ulama lebih berpengaruh dan memegang peranan besar dalam kehidupan masyarakat. Menyadari kenyataan demikian ini, maka pemerintah daerah propinsi Sumatera Barat sejak tahun 1966 yang lalu telah mendorong dan mensuport terciptanya wadah-wadah yang secara kelembagaan mengkoordinir golongan adat ini dengan LKAAM (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) dan kelompok agama dengan lembaga-lembaga Keagamaan seperti BKPUI (Badan Kontak Perjuangan Ummat Islam), YARSI — (Yayasan Rumah Sakit Islam), dan sebagainya. Dengan pembangunan wadah-wadah dan lembaga-lembaga ini telah cukup menampakkan hasilnya dalam pembangunan, terutama dibidang sosial, ekonomi dan agama. Sungguhpun telah ada usaha-usaha yang demikian itu masih terbatas pada pengumpulan dana dan daya untuk pembangunan bidang sosial, seperti rumah sakit, poliklinik dan balai adat serta pembangunan bidang keagamaan, seperti mesjid, surau, sekolah agama, dan sebagainya. Memang juga ada partisipasi dan kegotong-royongan masyarakat dengan melalui bantuan golongan ninik-mamak dan alim ulama dengan menggerakkan massanya dalam hal pembangunan bidang ekonomi, seperti; jalan, tali bandar untuk pengairan, dan sebagainya. Akan tetapi usaha-usaha ini relatif masih sedikit dan pada umumnya pembangunan bidang ekonomi dan sosial itu dilakukan pemerintah melalui koordinasi oleh pimpinan formil daerah. Bagi daerah-daerah dimana semakin besar partisipasi pimpinan masyarakat serta massanya, pembangunan yang dilakukan menjadi jauh lebih berhasil. Yang jadi masalah utama dalam menggerakkan kepemimpinan informil ini untuk keperluan pembangunan ialah bahwa mereka kebanyakan masih terbelakang dalam pendidikan dan pengetahuan umum. Pada umumnya mereka berpengetahuan cukup baik hanya<noinclude>{{rh|||57}}</noinclude> a91y7t88mv2tcodkulkigbt84pdgf4l Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/64 104 116887 321732 2026-10-16T09:42:27Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321732 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>terbatas pada pengetahuan sosial, seperti; hukum adat, tata tertib dan kehidupan sosial beragama, ajaran-ajaran agama tentang dunia akhirat, dan sebagainya. Untuk pembangunan perlu pengetahuan yang lebih dari pada ini, perlu pengetahuan dibidang ekonomi dan kemasyarakatan yang dapat menunjang pembangunan. '''4. Komunikasi Antar Pimpinan Dalam Menggerakan Partisipasi Massa.''' Sebagaimana yang telah diuraikan dimuka bahwa terdapat kesukaran pemerintah dalam menerangkan konsepsi dan kebijaksanaan pembangunan karena terdapatnya gap komunikasi antara pemimpin-pemimpin atasan dengan massa rakyat keseluruhannya. Dalam hubungan ini yang terjadi bukan hanya itu saja melainkan pula terdapat kesukaran atau kelemahan lain dalam hal kepemimpinan ini, yaitu kurangnya komunikasi dan koordinasi antara pemimpin-pemimpin, baik dari pimpinan tingkat menengah dan bawah maupun diantara pimpinan masyarakat dalam tingkat yang setaraf. Kurang adanya pengertian dan saling menunjang diantara para pemimpin tersebut, terutama karena sungguhpun ada komunikasi dan koordinasi hanyalah berlangsung secara formil saja tanpa adanya komunikasi dan dialog yang langsung, bebas dan terbuka diantara sesama mereka. Sehingga akibatnya banyak terjadi kesalahan pengertian serta hambatan-hambatan psikologis dalam melaksanakan usaha-usaha pembangunan. Pengalaman didaerah Sumatera Barat khususnya menunjukkan bahwa adanya komunikasi yang baik menyebabkan terdapatnya pula support dan partisipasi yang lebih baik dalam melaksanakan pembangunan yang datang dari pimpinan informil beserta segenap lapisan masyarakatnya. Sebagai contoh dapat dikemukakan pada dewasa ini tentang pembangunan yang sedang dilakukan di kotamadya Padang yang dipimpin oleh Walikotanya yang sekarang, karena adanya komunikasi yang lebih baik dengan pimpinan informil masyarakatnya, maka dapat dicapai hasil yang lebih baik dibandingkan dengan periode pimpinan Walikota yang lama dimana kerja sama dan komunikasi dengan para pimpinan lainnya tidak terjalin dengan baik. Demikian juga halnya dengan pembangunan yang terjadi di kabupaten Tanah Datar berhasil dengan relatif lebih baik dibandingkan dengan pada kebanyakan daerah-daerah tingkat II lainnya, antara lain adalah sebagai akibat adanya kepemimpinan serta komunikasi yang berjalan dengan baik. Sunggupun demikian indikasi yang ada menunjukan bahwa komunikasi antara pimpinan dari tingkat atas sampai tingkat bawah maupun antar para pemimpin yang setingkat dalam banyak hal kurang dapat berjalan dengan harmonis, terbuka dan terkoordinir. Hal inilah yang menjadi faktor penyebab utama kenapa kurang adanya respons, partisipasi dan dedikasi dari segenap lapisan masyarakat, sehingga banyak usaha-usaha pembangunan yang dilakukan tidak mencapai hasil sebagaimana yang diharapkan.<noinclude>{{rh|58||}}</noinclude> gx0106w2m2aahyuk9k8a0jlex2p6hgo Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/65 104 116888 321733 2026-10-16T09:43:37Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321733 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>'''5. Penilaian Umum dan Rekomendasi.''' Dalam masa pembangunan, disamping pemimpin-pemimpin formilnya, maka peranan pemimpin-pemimpin informil adalah cukup penting sebagai tenaga yang akan menggerakkan dan pendorong untuk berhasilnya pembangunan dan modernisasi. Di propinsi Sumatera Barat pemimpin informil pada tingkat menengah dan tingkat bawah terdiri dari ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai. Karena cukup besarnya pengaruh dan massa mereka dikalangan masyarakat, maka mereka dapat dijadikan "perantara" oleh pimpinan pemerintah daerah untuk menggerakkan partisipasi massa dalam proses pembangunan. Dalam hubungan ini mereka dapat berperan dalam berkomunikasi dengan massanya melalui lembaga dan kerapatan adat, melalui lingkungan kelompok adatnya dalam masyarakat, melalui mesjid, surau-surau dan madrasah-madrasah, melalui sekolah-sekolah serta lembaga-lembaga pendidikan dan lain-lainnya. Yang menjadi masalah dalam pemanfaatan pemimpin informil ini ialah dari segi pendidikan dan pengetahuan umum mereka yang masih serba kurang. Karena itu pengertian dan pengetahuan mereka dibidang adat dan keagamaan perlu dilengkapi dengan ilmu pengetahuan, ketrampilan dan pengertian yang diperlukan dan berorientasi pada pembangunan. Untuk pengembangan ini perlu dilakukan berbagai rupa kursus (upgrading) membagi kesempatan kepada para pemimpin tersebut untuk melakukan peninjauan ke daerah-daerah atau kota-kota lain yang kehidupan ekonomi sosialnya telah maju atau yang telah berhasil pembangunannya, dan sebagainya. Dengan demikian mereka yang berpandangan picik dan pengetahuan yang masih terbatas itu dengan upgrading dan peninjauan tersebut akan dapat terbuka matanya, pengertiannya, dan akan menjadi berpandangan luas. Dengan demikian potensi kepemimpinan informil itu betul-betul akan dapat dimanfaatkan sebagai tenaga pembaharu, sebagai agen dari modernisasi dan pembangunan bagi daerah serta lingkungan masyarakatnya masing-masing. Disamping hal-hal yang dikemukakan di atas, dari segi kepemimpinan ini terdapat pula hambatan atau kekurangan lainnya. Yaitu kekurangan komunikasi dan koordinasi antara sesama unsur-unsur kepemimpinan, formil dan informil, baik komunikasi dari tingkat atas ke tingkat bawah maupun komunikasi dari tingkat antar pemimpin yang setingkat. Kesemuanya perlu diatasi dan diperbaiki sedikit demi sedikit dengan mengadakan usaha-usaha komunikasi, konsultasi, dan koordinasi secara periodik dan teratur. Hal ini dapat dilakukan, baik secara formil melalui pendidikan, rapat dan konferensi kerja maupun pertemuan-pertemuan informil diantara pemimpin-pemimpin pada berbagai kesempatan dilingkungan masyarakat. Dalam hubungan ini kepala daerah masing-masing dapat memainkan peranan penting dengan memberikan sarana iklim dan dorongan serta anjuran kearah terciptanya komunikasi dan koordinasi yang baik diantara para pemimpin tersebut. Dengan demikian akan lebih banyak terjadi dialog, sikap terbuka dan ketidak kakuan diantara<noinclude>{{rh|||59}}</noinclude> 4mcjaqcfqg1lfhtz4lbq26mmrywlz2y Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/66 104 116889 321734 2026-10-16T09:47:07Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321734 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>mereka serta saling hormat menghormati dan saling pengertian akan dapat tercipta pula. Kesemuanya ini dapat menjadi landasan yang baik untuk terciptanya kondisi dan iklim yang menguntungkan bagi keperluan pembangunan. {{sp|Kepustakaan.}} <ol type="1" start="5"> <li>Moly G. Tan dan Koentjaraningrat,</li><br> :"Masalah Kepemimpinan Dalam Pembangunan Nasional", Perkembangan Sosial Budaya Dalam Pembangunan Nasional, Hasil Seminar LIPI, tanggal 20--24 Januari 1970 di Jakarta, 1970.<br> <li>Universitas Andalas Padang,</li><br> :Hasil-Hasil Perumusan Seminar Pembangunan Daerah Sumatera Bahagian Tengah, (Khusus tentang Agama dan Adat), yang diadakan di Padang, tanggal 12--18 Desember 1971.<br> <li>Rustian Kamaluddin,</li><br> :"Sikap Masyarakat dan Proses Modernisasi", Majalah EKONOMI, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, Jakarta, 1972.<br> <li>Suzanne Keller,</li><br> </ol> :Beyond the Ruling Class, Strategic Elites in Modern Society, New York, Ran House, 1964. {{center|************}}<noinclude>{{rh|60||}}</noinclude> 05ianh4d0cp6w95pe5a64tuwdy30bc7 321735 321734 2026-10-16T09:47:17Z Link PB 26772 321735 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>mereka serta saling hormat menghormati dan saling pengertian akan dapat tercipta pula. Kesemuanya ini dapat menjadi landasan yang baik untuk terciptanya kondisi dan iklim yang menguntungkan bagi keperluan pembangunan. {{sp|Kepustakaan.}} <ol type="1" start="1"> <li>Moly G. Tan dan Koentjaraningrat,</li><br> :"Masalah Kepemimpinan Dalam Pembangunan Nasional", Perkembangan Sosial Budaya Dalam Pembangunan Nasional, Hasil Seminar LIPI, tanggal 20--24 Januari 1970 di Jakarta, 1970.<br> <li>Universitas Andalas Padang,</li><br> :Hasil-Hasil Perumusan Seminar Pembangunan Daerah Sumatera Bahagian Tengah, (Khusus tentang Agama dan Adat), yang diadakan di Padang, tanggal 12--18 Desember 1971.<br> <li>Rustian Kamaluddin,</li><br> :"Sikap Masyarakat dan Proses Modernisasi", Majalah EKONOMI, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, Jakarta, 1972.<br> <li>Suzanne Keller,</li><br> </ol> :Beyond the Ruling Class, Strategic Elites in Modern Society, New York, Ran House, 1964. {{center|************}}<noinclude>{{rh|60||}}</noinclude> ksze768io9zccs7fmy6jbr78qu0u2jf 321736 321735 2026-10-16T09:47:35Z Link PB 26772 321736 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>mereka serta saling hormat menghormati dan saling pengertian akan dapat tercipta pula. Kesemuanya ini dapat menjadi landasan yang baik untuk terciptanya kondisi dan iklim yang menguntungkan bagi keperluan pembangunan. {{sp|Kepustakaan.}} <ol type="1" start="1"> <li>Moly G. Tan dan Koentjaraningrat,</li><br> :"Masalah Kepemimpinan Dalam Pembangunan Nasional", Perkembangan Sosial Budaya Dalam Pembangunan Nasional, Hasil Seminar LIPI, tanggal 20--24 Januari 1970 di Jakarta, 1970.<br> <li>Universitas Andalas Padang,</li><br> :Hasil-Hasil Perumusan Seminar Pembangunan Daerah Sumatera Bahagian Tengah, (Khusus tentang Agama dan Adat), yang diadakan di Padang, tanggal 12--18 Desember 1971.<br> <li>Rustian Kamaluddin,</li><br> :"Sikap Masyarakat dan Proses Modernisasi", Majalah EKONOMI, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia, Jakarta, 1972.<br> <li>Suzanne Keller,</li><br> :Beyond the Ruling Class, Strategic Elites in Modern Society, New York, Ran House, 1964. </ol> {{center|************}}<noinclude>{{rh|60||}}</noinclude> 3rjdsl59xoeekjksp1puajn45uocx5z Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/67 104 116890 321737 2026-10-16T09:48:41Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321737 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude><center> '''Pemindahan Makam''' '''SULTAN ALAM BAGAGAR SYAH''' </center> {{Dropcap|A}}rtikel yang ditulis oleh Drs. H. Amura berjudul "RAJA PAGARRUYUNG TERAKHIR" yang dimuat dalam Majalah Kebudayaan Minangkabau No. 1 (Januari 1974) telah mendapat sambutan dan tanggapan yang baik. Mula pertama Prof. Dr. Hamka telah berwawancara dengan wartawan harian "PELITA" yang dimuat dalam suratkabar itu pada tanggal 18 Juli 1974. Dalam wawancara itu Buya Hamka mengusulkan agar makam Sultan Alam Bagagarsyah dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata dari pekuburan Mangga Dua. Selanjutnya beliau mengusulkan agar kepada almarhum Sultan Alam Bagagarsyah diberikan gelar Pahlawan Nasional, karena sebelum meninggal beliau pernah berjuang melawan penjajahan Belanda dan kemudian dibuang ke Jakarta serta meninggal dalam pembuangan. Untuk melengkapi argumentasinya itu, Buya Hamka telah menulis secara berturut-turut dalam harian "PELITA" sebanyak enam kali terbit sejak tanggal 27 Juli 1974. Dalam tulisannya itu Buya Hamka menyingkapkan secara luas siapa Sultan Alam Bagagarsyah, anak cucunya yang berkembang biak dan masih hidup, serta perjuangannya bersama Tuanku Imam Bonjol dan Sentot Ali Basya. Dari tulisannya itu pula sekali gus Buya Hamka mengemukakan fakta-fakta bahwa pada saat-saat terakhir, kaum adat yang dalam hal ini diwakili oleh Sultan Alam Bagagarsyah dan kaum agama yang diwakili oleh Tuanku Imam Bonjol membentuk front bersama menantang penjajahan Belanda. Sebagai akibat dari penyingkapan fakta-fakta sejarah itu, maka pada bulan Agustus 1974 berkumpullah sejumlah anggota keluarga turunan Sultan Alam Bagagarsyah di Jakarta bersama dengan para ulama, cendekiawan dan sarjana sejarah untuk membicarakan persoalan makam Sultan Alam Bagagarsyah. Pertemuan itu menghasilkan terbentuknya sebuah panitia persiapan untuk menyelamatkan makam Sultan Alam Bagagarsyah di Mangga Dua yang akan digusur oleh Pemerintah D.K.I. Jaya. Panitia Sementara yang diketaui oleh Prof. Dr. Hamka itu mula pertama telah dapat menarik perhatian pers ibukota dan kemudian memperoleh kesempatan bertemu dengan Wakil Gubernur D.K.I. Jaya, Urip Widodo S.H. Pemerintah D.K.I. Jaya menyambut baik lahirnya Panitia itu dan bersedia membantu usaha-usahanya untuk memindahkan makam Sultan Alam Bagagarsyah itu ke Taman Makam Pahlawan Kalibata. Juga Wk. Gubernur D.K.I. Jaya menyarankan agar Panitia itu disempurnakan untuk dapat mengintensifkan usaha penelitiannya. Atas dorongan moril yang diperoleh dari Wk. Gubernur D.K.I. Jaya itu, Panitia Sementara telah menyempurnakan dirinya dan dijadikan Panitia Besar Penyelamat Makam SULTAN ALAM BAGAGAR SYAH yang masih diketuai oleh Prof. Dr. Hamka. Panitia Besar ini<noinclude>{{rh|||61}}</noinclude> j0y6v7dn3ryzwogbnyqyfsvpfbkffoi Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/68 104 116891 321738 2026-10-16T09:49:35Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321738 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>telah bekerja secara terus menerus menggali bahan-bahan yang bertalian dengan perjuangan Sultan Alam Bagagarsyah. Suatu Team telah berangkat ke Sumatera Barat melakukan penyelidikan dan menemui pejabat-pebarat tinggi di daerah itu. Sementara itu di Jakarta telah dilakukan pula penyelidikan di Arsip Nasional. Kemudian terkumpullah bahan-bahan yang cukup lengkap yang membuktikan bahwa Sultan Bagagarsyah Alam memang telah melakukan pemberontakan terhadap penjajah Belanda dan kemudian ditangkap serta dibuang ke Jakarta. Beliau telah hidup dalam pembuangan sejak tahun 1833 sampai tahun 1849 tanpa merubah pendirian dan sikap politiknya menantang penjajahan Belanda. Berdasarkan bukti-bukti yang nyata itulah Pimpinan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) dengan suratnya No. B.039/LKAAM SB/11-74 tanggal 20 Nopember 1974 kepada Gubernur KDH Prop. Sumatera Barat selaku Ketua Badan Pembina Pahlawan Daerah mengusulkan agar mengambil langkah-langkah yang perlu agar Sultan Alam Bagagarsyah mendapat tempat yang wajar ditengah para Pahlawan Nasional lainnya. Gubernur Sumatera Barat Drs. Harun Zain selaku Ketua Badan Pembina Pahlawan Daerah Propinsi Sumatera Barat menyambut baik saran itu yang bertitik tolak dari usaha-usaha yang dilakukan oleh Panitia Besar Penyelamat Makam Sultan Alam Bagagarsyah. Dengan suratnya No. Humas 24/16-74 tanggal 21 Nopember 1974, yang ditunjukkan kepada Menteri Sosial R.I. selaku Ketua Badan Pembina Pahlawan Pusat, Gubernur Sumatera Barat mengusulkan agar almarhum Sultan Alam Bagagarsyah diakui sebagai Pahlawan dan makam almarhum dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Proses usaha pemindahan makam almarhum Sultan Alam Bagagar-syah dan pemberian gelar Pahlawan kepada beliau berjalan cepat sekali. Pada tanggal 13 Desember 1974 dengan suratnya No. K. 324/BPPP/XII/74, Sekretaris Jenderal Departemen Sosial R.I. selaku Ketua Harian Badan Pembina Pahlawan Pusat, yang ditujukan kepada Presiden R.I. mengajukan permohonan izin pemindahan makam almarhum Sultan Alam Bagagarsyah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Dalam waktu yang relatif singkat, permohonan itu telah dijawab oleh Presiden R.I. dengan menyetujuinya. Semula Prof. Dr. Hamka mengemukakan hipotesa bahwa almarhum Sultan Alam Bagagarsyah wafat pada tgl. 21 Maret 1849. Tetapi setelah dilakukan penelitian dari dokumen-dokumen yang otentik pada Arsip Nasional, diketemukanlah bahwa hari meninggal beliau jatuh pada tanggal 12 Pebruari 1849. Dengan keterangan yang mempunyai bukti terkuat ini, maka rencana pemindahan makam beliau yang semula direncanakan pada tanggal 21 Maret 1975, dimajukan menjadi tanggal 12 Pebruari 1975. Oleh karena itu Panitia Besar Penyelamat Makam Sultan Alam Bagagarsyah segera membentuk Panitia Pelaksana Pemindahan Makam Sultan Alam Bagagarsyah yang khusus menghadapi persoalan pemindahan makam itu.<noinclude>{{rh|62||}}</noinclude> 8hp1goxxba2deobqs1txiag71ybeio9 Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/69 104 116892 321739 2026-10-16T09:50:20Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321739 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Sementara itu dari pihak Pemerintah D.K.I. Jaya dan Pemerintah R.I. telah pula berkenan membentuk Panitia Negara untuk tujuan penyelenggaraan pemindahan makam Sultan Alam Bagagarsyah dengan upacara kenegaraan. Atas kesepakatan bersama Panitia Pelaksana Pemindahan Makam S.A.B. itu menggabungkan diri dengan Panitia Negara untuk bersama-sama menyelenggarakan upacara pemindahan Makam S.A.B. secara adat Minangkabau dan menurut tatacara Kenegaraan R.I. pada tgl. 12 Pebruari 1975. (H.A.) <center>***********************</center><noinclude>{{rh|||63}}</noinclude> n5l9wfazt0hj9ck6ol8e9hr8ibomyj3 Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/70 104 116893 321740 2026-10-16T09:51:09Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321740 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>telah bekerja secara terus menerus menggali bahan-bahan yang bertalian dengan perjuangan Sultan Alam Bagagarsyah. Suatu Team telah berangkat ke Sumatera Barat melakukan penyelidikan dan menemui pejabat-pebarat tinggi di daerah itu. Sementara itu di Jakarta telah dilakukan pula penyelidikan di Arsip Nasional. Kemudian terkumpullah bahan-bahan yang cukup lengkap yang membuktikan bahwa Sultan Bagagarsyah Alam memang telah melakukan pemberontakan terhadap penjajah Belanda dan kemudian ditangkap serta dibuang ke Jakarta. Beliau telah hidup dalam pembuangan sejak tahun 1833 sampai tahun 1849 tanpa merubah pendirian dan sikap politiknya menantang penjajah Belanda. Berdasarkan bukti-bukti yang nyata itulah Pimpinan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) dengan suratnya No. B.039/LKAAM SB/11-74 tanggal 20 Nopember 1974 kepada Gubernur KHD Prop. Sumatera Barat selaku Ketua Badan Pembina Pahlawan Daerah mengusulkan agar mengambil langkah-langkah yang perlu agar Sultan Alam Bagagarsyah mendapat tempat yang wajar ditengah para Pahlawan Nasional lainnya. Gubernur Sumatera Barat Drs. Harun Zain selaku Ketua Badan Pembina Pahlawan Daerah Propinsi Sumatera Barat menyambut baik saran itu yang bertitik tolak dari usaha-usaha yang dilakukan oleh Panitia Besar Penyelamat Makam Sultan Alam Bagagarsyah. Dengan suratnya No. Humas 24/16-74 tanggal 21 Nopember 1974, yang ditujukan kepada Menteri Sosial R.I. selaku Ketua Badan Pembina Pahlawan Pusat, Gubernur Sumatera Barat mengusulkan agar almarhum Sultan Alam Bagagarsyah diakui sebagai Pahlawan dan makam almarhum dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Proses usaha pemindahan makam almarhum Sultan Alam Bagagar-syah dan pemberian gelar Pahlawan kepada beliau berjalan cepat sekali. Pada tanggal 13 Desember 1974 dengan suratnya No. K. 324/BPPP/XII/74, Sekretaris Jenderal Departemen Sosial R.I. selaku Ketua Harian Badan Pembina Pahlawan Pusat, yang ditujukan kepada Presiden R.I. mengajukan permohonan izin pemindahan makam almarhum Sultan Alam Bagagarsyah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Dalam waktu yang relatif singkat, permohonan itu telah dijawab oleh Presiden R.I. dengan menyetujuinya. Semula Prof. Dr. Hamka mengemukakan hipotesa bahwa almarhum Sultan Alam Bagagarsyah wafat pada tgl. 21 Maret 1849. Tetapi setelah dilakukan penelitian dari dokumen-dokumen yang otentik pada Arsip Nasional, diketemukanlah bahwa hari meninggal beliau jatuh pada tanggal 12 Pebruari 1849. Dengan keterangan yang mempunyai bukti terkuat ini, maka rencana pemindahan makam beliau yang semula direncanakan pada tanggal 21 Maret 1975, dimajukan menjadi tanggal 12 Pebruari 1975. Oleh karena itu Panitia Besar Penyelamat Makam Sultan Alam Bagagarsyah segera membentuk Panitia Pelaksana Pemindahan Makam Sultan Alam Bagagarsyah yang khusus menghadapi persoalan pemindahan makam itu.<noinclude>{{rh|62||}}</noinclude> 7ajiesotn7y6pf85s6ii5h45vs80por Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/71 104 116894 321741 2026-10-16T09:52:00Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321741 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>Sementara itu dari pihak Pemerintah D.K.I. Jaya dan Pemerintah R.I. telah pula berkenan membentuk Panitia Negara untuk tujuan penyelenggaraan pemindahan makam Sultan Alam Bagagarsyah dengan upacara kenegaraan. Atas kesepakatan bersama Panitia Pelaksana Pemindahan Makam S.A.B. itu menggabungkan diri dengan Panitia Negara untuk bersama-sama menyelenggarakan upacara pemindahan Makam S.A.B. secara adat Minangkabau dan menurut tatacara Kenegaraan R.I. pada tgl. 12 Pebruari 1975. (H.A.) <center>***********************</center><noinclude>{{rh|||63}}</noinclude> n5l9wfazt0hj9ck6ol8e9hr8ibomyj3 Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/72 104 116895 321742 2026-10-16T09:52:09Z Link PB 26772 /* Tanpa teks */ 321742 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="0" user="Link PB" /></noinclude><noinclude></noinclude> rdttl2wf0351a804ncacb3gq2845nf2 321743 321742 2026-10-16T09:52:35Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321743 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>{{Missing image}}<noinclude></noinclude> ct6j6ggxs0retq3o8dwnujyumoazrx8 Halaman:Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf/3 104 116896 321748 2026-10-16T10:05:02Z Link PB 26772 /* Telah diuji baca */ 321748 proofread-page text/x-wiki <noinclude><pagequality level="3" user="Link PB" /></noinclude>__NOTOC__ {{center|'''majalah kebudayaan'''}} {{center|size=200%|'''MINANGKABAU'''}} ---- {{col-begin}} {{col-2}} DAFTAR ISI {{col-2}} {{right|Hal. &nbsp; No. 3-4 &nbsp; – &nbsp; TH. I &nbsp; – &nbsp; 1974}} {{col-end}} {{{!}} width="100%" {{!}} PENGANTAR REDAKSI {{!!}} align="right" {{!}} {{!-}} {{!}} PEMBANGUNAN TIDAK MENGHENDAKI<br>PUNAHNYA ADAT DAN BUDAYA<br>SUATU DAERAH {{!!}} align="right" {{!}} ''Drs. Harun Zein.''<br>3 {{!-}} {{!}} BEBERAPA CATATAN MENGENAI<br>KABA CINDUA MATO {{!!}} align="right" {{!}} ''Dr. Taufik Abdullah''<br>7 {{!-}} {{!}} ISKANDAR ZULKARNAIN SEBAGAI<br>ASAL KETURUNAN RAJA<br>MINANGKABAU DALAM TAMBO<br>MINANGKABAU {{!!}} align="right" {{!}} ''Drs. Edwar Djamaris.''<br>29 {{!-}} {{!}} ADITYAWARMAN (TOKOH NASIONAL<br>TERBESAR SEPANJANG ZAMAN) {{!!}} align="right" {{!}} ''Drs. Zuber Usman.''<br>43 {{!-}} {{!}} MINANGKABAU DAN NEGERI SEM-<br>BILAN, PERTALIAN SEJARAH {{!!}} align="right" {{!}} ''Drs. M.D. Mansoer.''<br>46 {{!-}} {{!}} MEMPERKENALKAN SUATU ABSTRAK-<br>SI-SKRIPSI ALUMNI I.K.I.P. PADANG. {{!!}} align="right" {{!}} ''Drs. Nur Anas Zaidan.''<br>53 {{!-}} {{!}} KRONIK BERITA {{!!}} align="right" {{!}} 54 {{!}}} ---- Majalah ini menerima karangan-karangan yang mengandung unsur kebudayaan daerah Minangkabau atau kebudayaan daerah lain yang ada hubungannya dengan kebudayaan Minangkabau. Karangan yang dimuat akan diberi imbalan sekedarnya. Redaksi berhak mengadakan perubahan atas karangan yang masuk, sejauh tidak merubah isinya. Pemuatan sesuatu karangan tidak berarti Redaksi setuju akan isinya. Setiap karangan yang dimuat dalam majalah ini boleh dikutip setelah mendapat izin Penerbit. Karangan yang tidak dimuat akan dikembalikan kepada penulisnya, bila disertakan prangko secukupnya.<noinclude></noinclude> ker0lrzxgcbw9hpfarleqtfm45jahbi Majalah Kebudayaan Minangkabau 0 116897 321753 2026-10-16T10:09:40Z Link PB 26772 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = PENGANTAR REDAKSI | previous = | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/PEMBANGUNAN TIDAK MENGHENDAKI PUNAHNYA ADAT DAN BUDAYA SUATU DAERAH]] | notes = }} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" include=1/> {{pb|label=}} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" from=1 to=6/>' 321753 wikitext text/x-wiki {{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = PENGANTAR REDAKSI | previous = | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/PEMBANGUNAN TIDAK MENGHENDAKI PUNAHNYA ADAT DAN BUDAYA SUATU DAERAH]] | notes = }} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" include=1/> {{pb|label=}} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" from=1 to=6/> 6tiltz8elz7krpk0sk4x8cysfduall5 321755 321753 2026-10-16T10:12:39Z Link PB 26772 321755 wikitext text/x-wiki {{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/PENGANTAR REDAKSI]] | previous = | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/PEMBANGUNAN TIDAK MENGHENDAKI PUNAHNYA ADAT DAN BUDAYA SUATU DAERAH]] | notes = }} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" include=1/> {{pb|label=}} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" from=1 to=6/> kutx8oux6w0c930d9isywf7onqbyq2v Majalah Kebudayaan Minangkabau/PEMBANGUNAN TIDAK MENGHENDAKI PUNAHNYA ADAT DAN BUDAYA SUATU DAERAH 0 116898 321754 2026-10-16T10:11:28Z Link PB 26772 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = PEMBANGUNAN TIDAK MENGHENDAKI PUNAHNYA ADAT DAN BUDAYA SUATU DAERAH | previous = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/PENGANTAR REDAKSI]] | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/BEBERAPA CATATAN MENGENAI KABA CINDUA MATO]] | notes = }} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" from=7 to=10/>' 321754 wikitext text/x-wiki {{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = PEMBANGUNAN TIDAK MENGHENDAKI PUNAHNYA ADAT DAN BUDAYA SUATU DAERAH | previous = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/PENGANTAR REDAKSI]] | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/BEBERAPA CATATAN MENGENAI KABA CINDUA MATO]] | notes = }} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" from=7 to=10/> 9zgry6iz3kd6qu0c8kp6pthmkz20js5 321756 321754 2026-10-16T10:15:28Z Link PB 26772 321756 wikitext text/x-wiki {{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = PEMBANGUNAN TIDAK MENGHENDAKI PUNAHNYA ADAT DAN BUDAYA SUATU DAERAH | previous = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau]] | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/BEBERAPA CATATAN MENGENAI KABA CINDUA MATO]] | notes = }} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" from=7 to=10/> gpzwqe5qrgpu7zlwg3yyj9if8cae76z Majalah Kebudayaan Minangkabau/BEBERAPA CATATAN MENGENAI KABA CINDUA MATO 0 116899 321757 2026-10-16T10:19:30Z Link PB 26772 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = BEBERAPA CATATAN MENGENAI KABA CINDUA MATO | previous = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/PEMBANGUNAN TIDAK MENGHENDAKI PUNAHNYA ADAT DAN BUDAYA SUATU DAERAH]] | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/ISKANDAR ZULKARNAIN SEBAGAI ASAL KETURUNAN RAJA MINANGKABAU DALAM TAMBO MINANGKABAU]] | notes = }} <pages index=...' 321757 wikitext text/x-wiki {{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = BEBERAPA CATATAN MENGENAI KABA CINDUA MATO | previous = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/PEMBANGUNAN TIDAK MENGHENDAKI PUNAHNYA ADAT DAN BUDAYA SUATU DAERAH]] | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/ISKANDAR ZULKARNAIN SEBAGAI ASAL KETURUNAN RAJA MINANGKABAU DALAM TAMBO MINANGKABAU]] | notes = }} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" from=11 to=32/> htzci4k3u4eghk9efvk1bebsn4evr84 Majalah Kebudayaan Minangkabau/ISKANDAR ZULKARNAIN SEBAGAI ASAL KETURUNAN RAJA MINANGKABAU DALAM TAMBO MINANGKABAU 0 116900 321759 2026-10-16T10:22:23Z Link PB 26772 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = ISKANDAR ZULKARNAIN SEBAGAI ASAL KETURUNAN RAJA MINANGKABAU DALAM TAMBO MINANGKABAU | previous = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/BEBERAPA CATATAN MENGENAI KABA CINDUA MATO]] | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/ADITYAWARMAN]] | notes = }} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" from=33 to=46/>' 321759 wikitext text/x-wiki {{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = ISKANDAR ZULKARNAIN SEBAGAI ASAL KETURUNAN RAJA MINANGKABAU DALAM TAMBO MINANGKABAU | previous = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/BEBERAPA CATATAN MENGENAI KABA CINDUA MATO]] | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/ADITYAWARMAN]] | notes = }} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" from=33 to=46/> bol5fjzbp7mwnlfmh3q9517rdcnf3rw Majalah Kebudayaan Minangkabau/ADITYAWARMAN 0 116901 321760 2026-10-16T10:24:10Z Link PB 26772 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = ADITYAWARMAN | previous = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/ISKANDAR ZULKARNAIN SEBAGAI ASAL KETURUNAN RAJA MINANGKABAU DALAM TAMBO MINANGKABAU]] | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya]] | notes = }} <pages index="Majalah Kebudayaan Min...' 321760 wikitext text/x-wiki {{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = ADITYAWARMAN | previous = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/ISKANDAR ZULKARNAIN SEBAGAI ASAL KETURUNAN RAJA MINANGKABAU DALAM TAMBO MINANGKABAU]] | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya]] | notes = }} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" from=47 to=49/> kepmd5ngmfn9pvlndtzdh9b6r13ssrr Majalah Kebudayaan Minangkabau/MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya 0 116902 321761 2026-10-16T10:25:32Z Link PB 26772 ←Membuat halaman berisi '{{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya | previous = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/ADITYAWARMAN]] | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya]] | notes = }} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau....' 321761 wikitext text/x-wiki {{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya | previous = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/ADITYAWARMAN]] | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya]] | notes = }} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" from=50 to=51/> k5ax77s31v7bzvhwp4m8bdcnzp6mewx 321762 321761 2026-10-16T10:27:55Z Link PB 26772 321762 wikitext text/x-wiki {{header | title = Majalah Kebudayaan Minangkabau | author = Yayasan Kebudayaan Minangkabau | translator = | section = MINANGKABAU DAN NEGERI SEMBILAN Pertalian Sejarah dan Kaitan Kebudayaannya | previous = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/ADITYAWARMAN]] | next = [[Majalah Kebudayaan Minangkabau/MEMPERKENALKAN SATU ABSTRAK – SKRIPSI ALUMNI IKIP PADANG]] | notes = }} <pages index="Majalah Kebudayaan Minangkabau.pdf" from=50 to=57/> ansmraz0szcv5a7woqhtycy4h9v8zwk