Wikiwisata idwikivoyage https://id.wikivoyage.org/wiki/Halaman_Utama MediaWiki 1.47.0-wmf.12 first-letter Media Istimewa Pembicaraan Pengguna Pembicaraan Pengguna Wikiwisata Pembicaraan Wikiwisata Berkas Pembicaraan Berkas MediaWiki Pembicaraan MediaWiki Templat Pembicaraan Templat Bantuan Pembicaraan Bantuan Kategori Pembicaraan Kategori TimedText TimedText talk Modul Pembicaraan Modul Acara Pembicaraan Acara Gunung Rinjani 0 1431 34159 32033 2026-07-24T08:15:54Z Sep bledo 1449 Rinjani 34159 wikitext text/x-wiki {{pagebanner|Gunung Rinjani banner.jpg|otbp=yes}} [[Berkas:Gunung Rinjani from Gili Air 1.jpg|right|thumb|350px|Gunung Rinjani terlihat besar di seluruh Lombok]] {{Cautionbox|Pendakian ke gunung Rinjani sudah di buka|lastedit=2025-07-18}} '''[http://rinjaninationalpark.id Gunung Rinjani]''' adalah sebuah gunung berapi aktif di [[Lombok]], [[Indonesia]]. Lokasinya berada di lombok, [[Nusa Tenggara|Nusa Tenggara Barat]]. Pendakian ke puncak Gunung Rinjani dapat dimulai dari berbagai titik salah satunya di bagian Desa [[Senaru]], [[Lombok Utara]]. Transportasi yang dapat digunakan menuju tempat pendakian Gunung Rinjani berupa travel, sepeda motor, dan mobil. Pada setiap tahun para pengunjung banyak melakukan pendakian terlebih pada bulan Juni-Agustus. ==Pahami== Gunung ini terletak pada 3.726 meter diatas permukaan laut. penerus daru Gunung Semalas yang pernah meletus pada tahun 1257 yang mengakibatkan penurunan suhu global, gagal panen dan hancurnya pematan di pulau Lombok. ==Lihat== {{mapframe}} * {{see | name=Danau Segara Anak | alt= | url= | email= | address= | lat=-8.398106 | long=116.407033 | directions= | phone= | tollfree= | hours= | price= | wikidata=Q2173175 | lastedit=2025-12-23 | content=Tempat yang sering dikunjungi di Gunung Rinjani. }} {{Stub}} {{Geo|-8.4167|116.4667}} {{IsPartOf|Lombok Utara}} 6bmbbcocz00mmlmk7yd02yvf1bg6xu7 34160 34159 2026-07-24T08:19:06Z Sep bledo 1449 34160 wikitext text/x-wiki {{pagebanner|Gunung Rinjani banner.jpg|otbp=yes}} [[Berkas:Gunung Rinjani from Gili Air 1.jpg|right|thumb|350px|Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat]] {{Cautionbox|Pendakian ke gunung Rinjani sudah di buka|lastedit=2025-07-18}} '''[http://rinjaninationalpark.id Gunung Rinjani]''' adalah sebuah gunung berapi aktif di [[Lombok]], [[Indonesia]]. Lokasinya berada di lombok, [[Nusa Tenggara|Nusa Tenggara Barat]]. Pendakian ke puncak Gunung Rinjani dapat dimulai dari berbagai titik salah satunya di bagian Desa [[Senaru]], [[Lombok Utara]]. Transportasi yang dapat digunakan menuju tempat pendakian Gunung Rinjani berupa travel, sepeda motor, dan mobil. Pada setiap tahun para pengunjung banyak melakukan pendakian terlebih pada bulan Juni-Agustus. ==Pahami== Gunung ini terletak pada 3.726 meter diatas permukaan laut. penerus daru Gunung Semalas yang pernah meletus pada tahun 1257 yang mengakibatkan penurunan suhu global, gagal panen dan hancurnya pematan di pulau Lombok. ==Lihat== {{mapframe}} * {{see | name=Danau Segara Anak | alt= | url= | email= | address= | lat=-8.398106 | long=116.407033 | directions= | phone= | tollfree= | hours= | price= | wikidata=Q2173175 | lastedit=2025-12-23 | content=Tempat yang sering dikunjungi di Gunung Rinjani. }} {{Stub}} {{Geo|-8.4167|116.4667}} {{IsPartOf|Lombok Utara}} mpiivqnloyjxj3rh6yam6q7qi8yshc8 Jambi (provinsi) 0 1542 34145 34136 2026-07-24T04:15:11Z Muhamad Izzul Fiqih 1105 /* Kabupaten */ 34145 wikitext text/x-wiki '''Jambi''' adalah salah satu provinsi yang ada di [[Sumatera|Pulau Sumatera]]. ==Kota== {{Mapframe|-1.66|102.69|zoom=7}} * {{Marker|type=city|name=[[Jambi]]|wikidata=Q7578}} — ibukota provinsi. * {{Marker|type=city|name=[[Kota Sungai Penuh]]|wikidata=Q7592}} — kota terbesar kedua dan pintu gerbang ke Kabupaten Kerinci. == Kabupaten == * {{Marker|type=city|name=[[Muara Bulian]]|wikidata=Q6930777}} — Ibukota kabupaten Batang Hari. * {{Marker|type=city|name=[[Muara Bungo]]|wikidata=}} — Ibukota kabupaten. ==Berkeliling== ==Lihat== ==Lakukan== ==Makan== ==Minum== ==Tetap aman== ==Tujuan berikutnya== {{Geo|-1.6|103|zoom=9}} {{IsPartOf|Sumatera}} {{Stub}} l9ntkem789ccol44up5b5tnj4l4xc8q 34146 34145 2026-07-24T04:16:24Z Muhamad Izzul Fiqih 1105 /* Kabupaten */ 34146 wikitext text/x-wiki '''Jambi''' adalah salah satu provinsi yang ada di [[Sumatera|Pulau Sumatera]]. ==Kota== {{Mapframe|-1.66|102.69|zoom=7}} * {{Marker|type=city|name=[[Jambi]]|wikidata=Q7578}} — ibukota provinsi. * {{Marker|type=city|name=[[Kota Sungai Penuh]]|wikidata=Q7592}} — kota terbesar kedua dan pintu gerbang ke Kabupaten Kerinci. == Kabupaten == * {{Marker|type=city|name=[[Muara Bulian]]|wikidata=Q6930777}} — Ibukota kabupaten Batang Hari. * {{Marker|type=city|name=[[Muara Bungo]]|wikidata=Q26756291}} — Ibukota kabupaten. ==Berkeliling== ==Lihat== ==Lakukan== ==Makan== ==Minum== ==Tetap aman== ==Tujuan berikutnya== {{Geo|-1.6|103|zoom=9}} {{IsPartOf|Sumatera}} {{Stub}} 6bl9zttbjz6mnywhjodqf3guvajjabi Desa terindah di Dunia 0 3662 34148 29469 2026-07-24T06:28:00Z Mimimamiukalcer 1429 /* */ 34148 wikitext text/x-wiki {{Pagebanner|Montsoreau plus beaux villages du monde unesco val de loire2.png}} '''[https://lpbvt.org/ Desa-Desa Terindah di Dunia]''' (bahasa Perancis: ''Les plus beaux village de la Terre'') adalah sebuah federasi yang dibentuk pada tahun 2003 oleh asosiasi-asosiasi dari Perancis, Italia, dan Belanda untuk mempromosikan pariwisata di desa-desa mereka, yang kaya akan warisan budaya yang berkualitas. Sejak tahun 2012 lalu, beragam asosiasi juga telah ikut bergabung seperti dari Quebec dan Jepang. ==Anggota tetap== ===Asia=== * [[Desa terindah di Jepang]] (日本で最も美しい村連合) ===Eropa=== * [[Desa terindah di Spanyol]] (Los Pueblos Más Bonitos de España) * [[Desa terindah di Perancis]] (Les plus beaux villages de France) * [[Desa terindah di Italia]] (I borghi più belli d'Italia) * [[Desa terindah di Belanda]] (De mooiste dorpen van Wallonië) * [[Desa terindah di Swiss]] (Die schönsten Schweizer Dörfer) ==Anggota asosiasi== ===Asia=== * [[Desa terindah di Libanon]] (اجمل قرى لبنان) * [[Desa terindah di Tiongkok]] (中国旅游协会最美小镇分会) ===Eropa=== * [[Desa terindah di Bosnia dan Herzegovina]] (Најлепша села у Босни и Херцеговини) * [[Desa terindah di Rusia]] (Самые красивые деревни России) * [[Desa terindah di Saxon]] ([[Jerman]]) (Sachsens Schönste Dörfer) ==Anggota terpisah== ===Asia=== * [[Desa terindah di Korea Selatan]] (한국의 가장 아름다운 마을) ===Amerika=== * [[Desa terindah di Quebec]] ([[Kanada]]) (The Most Beautiful Villages of Quebec) ===Eropa=== * [[Desa terindah di Rumania]] (Cele mai frumoase Sate din România) {{outlinetopic}} {{PartOfTopic|Atraksi budaya‎}} s29hw7fsk4tlyuto4fqgdcfgz4dt229 Pembicaraan:Muara Bulian 1 3973 34144 32023 2026-07-24T04:09:01Z IHLubis 17 /* Penyesuaian */ bagian baru 34144 wikitext text/x-wiki {{Artikel dibuat dalam acara | artikel = {{{pagenameoverridetestonly|<!--o-->{{PAGENAME}}<!--o-->}}} | kampanye = [[meta:WikiMaknyus|WikiMaknyus]] | rangkaian1 = | rangkaian2 = | kategori1 = WikiMaknyus Jambi | kategori2 = WikiMaknyus | lanjut = }} == Penyesuaian == Halo mas @[[Pengguna:Muhamad Izzul Fiqih|<bdi>Muhamad Izzul Fiqih</bdi>]] mohon ikuti sistematika penulisan terima kasih [[Pengguna:IHLubis|IHLubis]] ([[Pembicaraan Pengguna:IHLubis|bicara]]) 24 Juli 2026 11.09 (WIB) h7kekc6cl4lja67r7hi49w9jcpeey09 Ngawonggo 0 4179 34138 34127 2026-07-24T03:21:30Z Hngdery 1409 /* */ 34138 wikitext text/x-wiki Ngawonggo, merupakan sebuah desa yang berada di [[kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.]] Berada di antara desa Pandanmulyo dan desa Gunung Ronggo, desa Ngawonggo dikenal dengan situs petirtaan yang merupakan peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang menjadi daya tarik dari desa ini. == Pahami == '''<big>Sejarah</big>''' Desa Ngawonggo memiliki sejarah yang panjang. Nama Ngawonggo menurut beberapa ahli berasal dari kata Awang-awang yang dalam bahasa Jawa merujuk pada sebuah tempat yang berada di antara awan. Lokasi desa Ngawonggo yang berada di dataran tinggi dan disekitar area lereng gunung menyebabkan pemandangan yang hadir adalah gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ngawonggo hadir karena peninggalan situs petirtaan atau kolam pemandian suci yang termasuk dalam sistem pengairan milik Kahyangan Kaswangga. Kahyangan Kaswangga sendiri merupakan komunitas keagamaan yang cukup besar pada zamannya dan nama Kaswangga lah yang menjadi asal usul nama Ngawonggo yang sudah dikenal sekarang. Dan yang terakhir, menurut bukti yang ada di desa yakni sebuah makam atau Punden yang dipercayai sebagai pendiri dari desa Ngawonggo yang terletak di Barat Daya desa. Makam ini milik Mbah Suroyudo atau Mbah Jalaluddin yang dikenal dengan sebutan Warok Ponorogo karena asalnya dari daerah Ponorogo. Mbah Suroyudo mendapatkan perintah dari gurunya yakni Sunan Mbayat untuk menyebarkan agama islam. Ditemani oleh seekor anak Harimau dengan petunjuk dari bintang jatuh, pada tahun 1480 M pria tersebut menemukan desa Ngawonggo yang dulunya merupakan hutan belantara yang kemudian diubah menjadi sebuah pemukiman. Setelah tiada, perjuangan Beliau dilanjutkan oleh muridnya yakni mbah Irodipo, mbah Gambreng, dan mbah Maruk pada tahun 1550. '''<big>Geografis</big>''' Desa Ngawonggo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 375,628 hektare (Ha) dengan ketinggian rata-rata 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan letak administratif, Desa Ngawonggo berada di ujung selatan Kecamatan Tajinan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wajak. Secara geografis, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, di sebelah utara. Di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. Adapun di sebelah barat, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan. == Menuju Kesini == ==== Dengan Kendaraan Bermotor ==== Desa Ngawonggo terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan dapat diakses dengan kendaraan bermotor melalui berbagai jalur. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat ditempuh melalui rute Kota Malang – Gadang – Tajinan – Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari Surabaya, perjalanan dapat dilakukan melalui Tol Surabaya–Gempol, kemudian keluar menuju Lawang, dilanjutkan ke Kota Malang – Tajinan – Desa Ngawonggo, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam. ==== Dengan Pesawat ==== Akses udara menuju Desa Ngawonggo dapat dilakukan melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang berada di Kabupaten Malang, sekitar 20–25 km dari Desa Ngawonggo. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring menuju Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit. Alternatif lainnya adalah melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Ngawonggo. ==== Dengan Kereta Api ==== Bagi pengguna kereta api, stasiun tujuan terdekat adalah Stasiun Malang Kota Lama yang melayani perjalanan dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari stasiun, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 35–45 menit. ==== Dengan Bus ==== Desa Ngawonggo juga dapat diakses melalui layanan bus antarkota. Penumpang dapat turun di Terminal Arjosari atau Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Tajinan menggunakan angkutan umum, transportasi daring, atau kendaraan sewaan hingga tiba di Desa Ngawonggo. Waktu tempuh dari terminal menuju desa berkisar 40–60 menit. == Tempat Wisata == # '''Situs Petirtaan Ngawonggo''', merupakan kolam pemandian peninggalan kuno era Hindu-Buddha yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun, yang terletak di Dusun Nanasan. Sebagian sumber terjalin situs ini dengan Kerajaan Medang, Sementara sumber lain yang menghubungkannya dengan Kerajaan Singasari. Kolamnya tersusun dari batu andesit dengan sumber air yang masih aktif dan masih seringnya dipakai oleh warga sekitar hingga saat ini. Di sekitar situs juga ditemukannya batu berukir dan struktur khas Hindu-Buddha yang memperkuat fungsi situs sebagai tempat penyucian diri. Fasilitas di area ini masih sederhana, namun justru bisa menghadirkan suasana yang tidak ramai dan lebih alami. # '''Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo,''' merupakan tempat wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo. Gazebo peristirahatan ini dibangun secara gotong royong oleh warga pada tahun 2010, khusus untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Situs Petirtaan Ngawonggo. Penamaan Tomboan sendiri terinspirasi dari sajian wedang (minuman) berbahan tanaman obat, karena dalam Bahasa jawa, ''tombo'' yang artinya obat. Di wisata ini seluruh perlengkapan makanan dan minumannya sengaja menghindari plastik contohnya piring dan gelas memakai bahan stainless, sementara wadah lainnya berupa anyaman bambu. Minuman khasnya yaitu racikan jeruk, jahe, sereh, bunga rosela, daun kelor, dan wedang uwuh yang semuanya diolah secara manual. Untuk makanannya tersedia jajanan tradisional seperti emblem, tiwul, horog-horog, getuk, ongol-ongol, getuk, dan lemet yang dibungkus daun pisang. Pengelolaan tempat ini dipegang oleh warga setempat yang disebut ''rancang'' dengan tetap menjunjung prinsip wisata wisata ramah lingkungan. Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pembuatan jajanan dan makanan, di mana proses memasaknya dilakukan di rumah masing-masing sebelum sebelum selanjutnya disajikan di Wisata Tomboan Ngawonggo. '' '' # '''Wisata Religi Makam Mbah Suroyudo''', terletak di Dusun Mertoyoso, yang merupakan destinasi wisata religi sekaligus tempat edukasi sejarah. Mbah Suroyudo yang diyakini sebagai ulama penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan sekaligus tokoh yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo. Lokasi Makam ini sekitar 5 menit dari kantor Balai Desa Ngawonggo. == Makan == # '''Terang Bulan Eco''', Jl. Raya Ngawonggo, Mertoyoso. Terletak di dekat Gapura "Selamat Datang" Desa Ngawonggo. Warung ini menyajikan terang bulan dengan berbagai pilihan rasa. Harga mulai sekitar Rp13.000 per porsi. # '''Warung Biru,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung makan yang dikenal dengan menu nasi rawon dan krengsengan ati. Selain itu tersedia pula menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, dan aneka masakan rumahan. # '''Warung Lestari''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung lalapan yang menyajikan berbagai pilihan lauk, seperti bebek goreng, ayam goreng, ayam krispi, ayam kampung, lele, mujair, dan hidangan lainnya. Buka pada sore hingga malam hari. # '''Warung Nasi Bu Kus,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyediakan menu nasi pecel, nasi campur, nasi empok, dan aneka masakan rumahan lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–21.00, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk sarapan maupun makan siang dan malam. # '''Bakso Mie Ayam 77''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan bakso dan mi ayam. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo di tepi Jalan Raya Ngawonggo sehingga mudah ditemukan. # '''Warung Putra Sakera 86 (Sate Madura)''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyajikan sate Madura. Buka mulai pukul 18.00. Harga satu porsi sate sekitar Rp14.000, sedangkan nasi dijual terpisah sekitar Rp5.000. Berlokasi di sebelah Kantor Balai Desa Ngawonggo. # '''Nasi Bebek Goreng dan Ayam Goreng Cabang Purnama''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan nasi bebek goreng dan ayam goreng. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo, menghadap Jalan Raya Ngawonggo, dan beroperasi pada malam hari. == Minum == # '''''Golgota''''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai pilihan minuman, seperti minuman bersoda yang dipadukan dengan sirup serta aneka minuman sachet. Dengan kisaran harga Rp5.000–Rp10.000, Golgota menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar dengan harga yang terjangkau. # '''Es Teh Pesona''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai varian es teh dengan aneka pilihan rasa serta menu milk series yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan kisaran harga Rp7.000–Rp12.000, Es Teh Pesona menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar saat berkunjung ke Desa Ngawonggo. 2e4m63y4wkjgsd6js209oumr6gf6wu4 34139 34138 2026-07-24T03:22:24Z Hngdery 1409 /* Pahami */ 34139 wikitext text/x-wiki Ngawonggo, merupakan sebuah desa yang berada di [[kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.]] Berada di antara desa Pandanmulyo dan desa Gunung Ronggo, desa Ngawonggo dikenal dengan situs petirtaan yang merupakan peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang menjadi daya tarik dari desa ini. == Pahami == '''<big>Sejarah</big>''' Desa Ngawonggo memiliki sejarah yang panjang. Nama Ngawonggo menurut beberapa ahli berasal dari kata Awang-awang yang dalam bahasa Jawa merujuk pada sebuah tempat yang berada di antara awan. Lokasi desa Ngawonggo yang berada di dataran tinggi dan disekitar area lereng gunung menyebabkan pemandangan yang hadir adalah gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ngawonggo hadir karena peninggalan situs petirtaan atau kolam pemandian suci yang termasuk dalam sistem pengairan milik Kahyangan Kaswangga. Kahyangan Kaswangga sendiri merupakan komunitas keagamaan yang cukup besar pada zamannya dan nama Kaswangga lah yang menjadi asal usul nama Ngawonggo yang sudah dikenal sekarang. Dan yang terakhir, menurut bukti yang ada di desa yakni sebuah makam atau Punden yang dipercayai sebagai pendiri dari desa Ngawonggo yang terletak di Barat Daya desa. Makam ini milik Mbah Suroyudo atau Mbah Jalaluddin yang dikenal dengan sebutan Warok Ponorogo karena asalnya dari daerah [[Ponorogo]]. Mbah Suroyudo mendapatkan perintah dari gurunya yakni Sunan Mbayat untuk menyebarkan agama islam. Ditemani oleh seekor anak Harimau dengan petunjuk dari bintang jatuh, pada tahun 1480 M pria tersebut menemukan desa Ngawonggo yang dulunya merupakan hutan belantara yang kemudian diubah menjadi sebuah pemukiman. Setelah tiada, perjuangan Beliau dilanjutkan oleh muridnya yakni mbah Irodipo, mbah Gambreng, dan mbah Maruk pada tahun 1550. '''<big>Geografis</big>''' Desa Ngawonggo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 375,628 hektare (Ha) dengan ketinggian rata-rata 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan letak administratif, Desa Ngawonggo berada di ujung selatan Kecamatan Tajinan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wajak. Secara geografis, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, di sebelah utara. Di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. Adapun di sebelah barat, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan. == Menuju Kesini == ==== Dengan Kendaraan Bermotor ==== Desa Ngawonggo terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan dapat diakses dengan kendaraan bermotor melalui berbagai jalur. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat ditempuh melalui rute Kota Malang – Gadang – Tajinan – Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari Surabaya, perjalanan dapat dilakukan melalui Tol Surabaya–Gempol, kemudian keluar menuju Lawang, dilanjutkan ke Kota Malang – Tajinan – Desa Ngawonggo, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam. ==== Dengan Pesawat ==== Akses udara menuju Desa Ngawonggo dapat dilakukan melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang berada di Kabupaten Malang, sekitar 20–25 km dari Desa Ngawonggo. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring menuju Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit. Alternatif lainnya adalah melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Ngawonggo. ==== Dengan Kereta Api ==== Bagi pengguna kereta api, stasiun tujuan terdekat adalah Stasiun Malang Kota Lama yang melayani perjalanan dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari stasiun, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 35–45 menit. ==== Dengan Bus ==== Desa Ngawonggo juga dapat diakses melalui layanan bus antarkota. Penumpang dapat turun di Terminal Arjosari atau Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Tajinan menggunakan angkutan umum, transportasi daring, atau kendaraan sewaan hingga tiba di Desa Ngawonggo. Waktu tempuh dari terminal menuju desa berkisar 40–60 menit. == Tempat Wisata == # '''Situs Petirtaan Ngawonggo''', merupakan kolam pemandian peninggalan kuno era Hindu-Buddha yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun, yang terletak di Dusun Nanasan. Sebagian sumber terjalin situs ini dengan Kerajaan Medang, Sementara sumber lain yang menghubungkannya dengan Kerajaan Singasari. Kolamnya tersusun dari batu andesit dengan sumber air yang masih aktif dan masih seringnya dipakai oleh warga sekitar hingga saat ini. Di sekitar situs juga ditemukannya batu berukir dan struktur khas Hindu-Buddha yang memperkuat fungsi situs sebagai tempat penyucian diri. Fasilitas di area ini masih sederhana, namun justru bisa menghadirkan suasana yang tidak ramai dan lebih alami. # '''Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo,''' merupakan tempat wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo. Gazebo peristirahatan ini dibangun secara gotong royong oleh warga pada tahun 2010, khusus untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Situs Petirtaan Ngawonggo. Penamaan Tomboan sendiri terinspirasi dari sajian wedang (minuman) berbahan tanaman obat, karena dalam Bahasa jawa, ''tombo'' yang artinya obat. Di wisata ini seluruh perlengkapan makanan dan minumannya sengaja menghindari plastik contohnya piring dan gelas memakai bahan stainless, sementara wadah lainnya berupa anyaman bambu. Minuman khasnya yaitu racikan jeruk, jahe, sereh, bunga rosela, daun kelor, dan wedang uwuh yang semuanya diolah secara manual. Untuk makanannya tersedia jajanan tradisional seperti emblem, tiwul, horog-horog, getuk, ongol-ongol, getuk, dan lemet yang dibungkus daun pisang. Pengelolaan tempat ini dipegang oleh warga setempat yang disebut ''rancang'' dengan tetap menjunjung prinsip wisata wisata ramah lingkungan. Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pembuatan jajanan dan makanan, di mana proses memasaknya dilakukan di rumah masing-masing sebelum sebelum selanjutnya disajikan di Wisata Tomboan Ngawonggo. '' '' # '''Wisata Religi Makam Mbah Suroyudo''', terletak di Dusun Mertoyoso, yang merupakan destinasi wisata religi sekaligus tempat edukasi sejarah. Mbah Suroyudo yang diyakini sebagai ulama penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan sekaligus tokoh yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo. Lokasi Makam ini sekitar 5 menit dari kantor Balai Desa Ngawonggo. == Makan == # '''Terang Bulan Eco''', Jl. Raya Ngawonggo, Mertoyoso. Terletak di dekat Gapura "Selamat Datang" Desa Ngawonggo. Warung ini menyajikan terang bulan dengan berbagai pilihan rasa. Harga mulai sekitar Rp13.000 per porsi. # '''Warung Biru,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung makan yang dikenal dengan menu nasi rawon dan krengsengan ati. Selain itu tersedia pula menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, dan aneka masakan rumahan. # '''Warung Lestari''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung lalapan yang menyajikan berbagai pilihan lauk, seperti bebek goreng, ayam goreng, ayam krispi, ayam kampung, lele, mujair, dan hidangan lainnya. Buka pada sore hingga malam hari. # '''Warung Nasi Bu Kus,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyediakan menu nasi pecel, nasi campur, nasi empok, dan aneka masakan rumahan lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–21.00, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk sarapan maupun makan siang dan malam. # '''Bakso Mie Ayam 77''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan bakso dan mi ayam. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo di tepi Jalan Raya Ngawonggo sehingga mudah ditemukan. # '''Warung Putra Sakera 86 (Sate Madura)''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyajikan sate Madura. Buka mulai pukul 18.00. Harga satu porsi sate sekitar Rp14.000, sedangkan nasi dijual terpisah sekitar Rp5.000. Berlokasi di sebelah Kantor Balai Desa Ngawonggo. # '''Nasi Bebek Goreng dan Ayam Goreng Cabang Purnama''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan nasi bebek goreng dan ayam goreng. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo, menghadap Jalan Raya Ngawonggo, dan beroperasi pada malam hari. == Minum == # '''''Golgota''''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai pilihan minuman, seperti minuman bersoda yang dipadukan dengan sirup serta aneka minuman sachet. Dengan kisaran harga Rp5.000–Rp10.000, Golgota menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar dengan harga yang terjangkau. # '''Es Teh Pesona''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai varian es teh dengan aneka pilihan rasa serta menu milk series yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan kisaran harga Rp7.000–Rp12.000, Es Teh Pesona menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar saat berkunjung ke Desa Ngawonggo. 2g4vpz95suippxnnc6zm9ila66f0py2 34140 34139 2026-07-24T03:35:57Z ~2026-41412-85 1447 34140 wikitext text/x-wiki Ngawonggo, merupakan sebuah desa yang berada di [[kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.]] Berada di antara desa Pandanmulyo dan desa Gunung Ronggo, desa Ngawonggo dikenal dengan situs petirtaan yang merupakan peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang menjadi daya tarik dari desa ini. == Pahami == '''<big>Sejarah</big>''' Desa Ngawonggo memiliki sejarah yang panjang. Nama Ngawonggo menurut beberapa ahli berasal dari kata Awang-awang yang dalam bahasa Jawa merujuk pada sebuah tempat yang berada di antara awan. Lokasi desa Ngawonggo yang berada di dataran tinggi dan disekitar area lereng gunung menyebabkan pemandangan yang hadir adalah gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ngawonggo hadir karena peninggalan situs petirtaan atau kolam pemandian suci yang termasuk dalam sistem pengairan milik Kahyangan Kaswangga. Kahyangan Kaswangga sendiri merupakan komunitas keagamaan yang cukup besar pada zamannya dan nama Kaswangga lah yang menjadi asal usul nama Ngawonggo yang sudah dikenal sekarang. Dan yang terakhir, menurut bukti yang ada di desa yakni sebuah makam atau Punden yang dipercayai sebagai pendiri dari desa Ngawonggo yang terletak di Barat Daya desa. Makam ini milik Mbah Suroyudo atau Mbah Jalaluddin yang dikenal dengan sebutan Warok Ponorogo karena asalnya dari daerah [[Ponorogo]]. Mbah Suroyudo mendapatkan perintah dari gurunya yakni Sunan Mbayat untuk menyebarkan agama islam. Ditemani oleh seekor anak Harimau dengan petunjuk dari bintang jatuh, pada tahun 1480 M pria tersebut menemukan desa Ngawonggo yang dulunya merupakan hutan belantara yang kemudian diubah menjadi sebuah pemukiman. Setelah tiada, perjuangan Beliau dilanjutkan oleh muridnya yakni mbah Irodipo, mbah Gambreng, dan mbah Maruk pada tahun 1550. '''<big>Geografis</big>''' Desa Ngawonggo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 375,628 hektare (Ha) dengan ketinggian rata-rata 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan letak administratif, Desa Ngawonggo berada di ujung selatan Kecamatan Tajinan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wajak. Secara geografis, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, di sebelah utara. Di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. Adapun di sebelah barat, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan. == Menuju Kesini == ==== Dengan Kendaraan Bermotor ==== Desa Ngawonggo terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan dapat diakses dengan kendaraan bermotor melalui berbagai jalur. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat ditempuh melalui rute Kota Malang – Gadang – Tajinan – Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari Surabaya, perjalanan dapat dilakukan melalui Tol Surabaya–Gempol, kemudian keluar menuju Lawang, dilanjutkan ke Kota Malang – Tajinan – Desa Ngawonggo, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam. ==== Dengan Pesawat ==== Akses udara menuju Desa Ngawonggo dapat dilakukan melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang berada di Kabupaten Malang, sekitar 20–25 km dari Desa Ngawonggo. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring menuju Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit. Alternatif lainnya adalah melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Ngawonggo. ==== Dengan Kereta Api ==== Bagi pengguna kereta api, stasiun tujuan terdekat adalah Stasiun Malang Kota Lama yang melayani perjalanan dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari stasiun, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 35–45 menit. ==== Dengan Bus ==== Desa Ngawonggo juga dapat diakses melalui layanan bus antarkota. Penumpang dapat turun di Terminal Arjosari atau Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Tajinan menggunakan angkutan umum, transportasi daring, atau kendaraan sewaan hingga tiba di Desa Ngawonggo. Waktu tempuh dari terminal menuju desa berkisar 40–60 menit. == Tempat Wisata == # '''Situs Petirtaan Ngawonggo''', merupakan kolam pemandian peninggalan kuno era Hindu-Buddha yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun, yang terletak di Dusun Nanasan. Sebagian sumber terjalin situs ini dengan Kerajaan Medang, Sementara sumber lain yang menghubungkannya dengan Kerajaan Singasari. Kolamnya tersusun dari batu andesit dengan sumber air yang masih aktif dan masih seringnya dipakai oleh warga sekitar hingga saat ini. Di sekitar situs juga ditemukannya batu berukir dan struktur khas Hindu-Buddha yang memperkuat fungsi situs sebagai tempat penyucian diri. Fasilitas di area ini masih sederhana, namun justru bisa menghadirkan suasana yang tidak ramai dan lebih alami. # '''Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo,''' merupakan tempat wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo. Gazebo peristirahatan ini dibangun secara gotong royong oleh warga pada tahun 2010, khusus untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Situs Petirtaan Ngawonggo. Penamaan Tomboan sendiri terinspirasi dari sajian wedang (minuman) berbahan tanaman obat, karena dalam Bahasa jawa, ''tombo'' yang artinya obat. Di wisata ini seluruh perlengkapan makanan dan minumannya sengaja menghindari plastik contohnya piring dan gelas memakai bahan stainless, sementara wadah lainnya berupa anyaman bambu. Minuman khasnya yaitu racikan jeruk, jahe, sereh, bunga rosela, daun kelor, dan wedang uwuh yang semuanya diolah secara manual. Untuk makanannya tersedia jajanan tradisional seperti emblem, tiwul, horog-horog, getuk, ongol-ongol, getuk, dan lemet yang dibungkus daun pisang. Pengelolaan tempat ini dipegang oleh warga setempat yang disebut ''rancang'' dengan tetap menjunjung prinsip wisata wisata ramah lingkungan. Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pembuatan jajanan dan makanan, di mana proses memasaknya dilakukan di rumah masing-masing sebelum sebelum selanjutnya disajikan di Wisata Tomboan Ngawonggo. '' '' # '''Wisata Religi Makam Mbah Suroyudo''', terletak di Dusun Mertoyoso, yang merupakan destinasi wisata religi sekaligus tempat edukasi sejarah. Mbah Suroyudo yang diyakini sebagai ulama penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan sekaligus tokoh yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo. Lokasi Makam ini sekitar 5 menit dari kantor Balai Desa Ngawonggo. == Makan == # '''Terang Bulan Eco''', Jl. Raya Ngawonggo, Mertoyoso. Terletak di dekat Gapura "Selamat Datang" Desa Ngawonggo. Warung ini menyajikan terang bulan dengan berbagai pilihan rasa. Harga mulai sekitar Rp13.000 per porsi. # '''Warung Biru,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung makan yang dikenal dengan menu nasi rawon dan krengsengan ati. Selain itu tersedia pula menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, dan aneka masakan rumahan. # '''Warung Lestari''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung lalapan yang menyajikan berbagai pilihan lauk, seperti bebek goreng, ayam goreng, ayam krispi, ayam kampung, lele, mujair, dan hidangan lainnya. Buka pada sore hingga malam hari. # '''Warung Nasi Bu Kus,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyediakan menu nasi pecel, nasi campur, nasi empok, dan aneka masakan rumahan lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–21.00, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk sarapan maupun makan siang dan malam. # '''Bakso Mie Ayam 77''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan bakso dan mi ayam. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo di tepi Jalan Raya Ngawonggo sehingga mudah ditemukan. # '''Warung Putra Sakera 86 (Sate Madura)''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyajikan sate Madura. Buka mulai pukul 18.00. Harga satu porsi sate sekitar Rp14.000, sedangkan nasi dijual terpisah sekitar Rp5.000. Berlokasi di sebelah Kantor Balai Desa Ngawonggo. # '''Nasi Bebek Goreng dan Ayam Goreng Cabang Purnama''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan nasi bebek goreng dan ayam goreng. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo, menghadap Jalan Raya Ngawonggo, dan beroperasi pada malam hari. == Minum == # '''''Golgota''''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai pilihan minuman, seperti minuman bersoda yang dipadukan dengan sirup serta aneka minuman sachet. Dengan kisaran harga Rp5.000–Rp10.000, Golgota menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar dengan harga yang terjangkau. # '''Es Teh Pesona''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai varian es teh dengan aneka pilihan rasa serta menu milk series yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan kisaran harga Rp7.000–Rp12.000, Es Teh Pesona menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar saat berkunjung ke Desa Ngawonggo. [[Kategori:Desa]] [[Kategori:Malang]] tfhisctjkn6brltq924vttmyil4cts7 34141 34140 2026-07-24T03:47:46Z ~2026-41412-85 1447 34141 wikitext text/x-wiki Ngawonggo, merupakan sebuah desa yang berada di [[kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.]] Berada di antara desa Pandanmulyo dan desa [[Gunung Ronggo]], desa Ngawonggo dikenal dengan situs petirtaan yang merupakan peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang menjadi daya tarik dari desa ini. == Pahami == '''<big>Sejarah</big>''' Desa Ngawonggo memiliki sejarah yang panjang. Nama Ngawonggo menurut beberapa ahli berasal dari kata Awang-awang yang dalam bahasa Jawa merujuk pada sebuah tempat yang berada di antara awan. Lokasi desa Ngawonggo yang berada di dataran tinggi dan disekitar area lereng gunung menyebabkan pemandangan yang hadir adalah gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ngawonggo hadir karena peninggalan situs petirtaan atau kolam pemandian suci yang termasuk dalam sistem pengairan milik Kahyangan Kaswangga. Kahyangan Kaswangga sendiri merupakan komunitas keagamaan yang cukup besar pada zamannya dan nama Kaswangga lah yang menjadi asal usul nama Ngawonggo yang sudah dikenal sekarang. Dan yang terakhir, menurut bukti yang ada di desa yakni sebuah makam atau Punden yang dipercayai sebagai pendiri dari desa Ngawonggo yang terletak di Barat Daya desa. Makam ini milik Mbah Suroyudo atau Mbah Jalaluddin yang dikenal dengan sebutan Warok Ponorogo karena asalnya dari daerah [[Ponorogo]]. Mbah Suroyudo mendapatkan perintah dari gurunya yakni Sunan Mbayat untuk menyebarkan agama islam. Ditemani oleh seekor anak Harimau dengan petunjuk dari bintang jatuh, pada tahun 1480 M pria tersebut menemukan desa Ngawonggo yang dulunya merupakan hutan belantara yang kemudian diubah menjadi sebuah pemukiman. Setelah tiada, perjuangan Beliau dilanjutkan oleh muridnya yakni mbah Irodipo, mbah Gambreng, dan mbah Maruk pada tahun 1550. '''<big>Geografis</big>''' Desa Ngawonggo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 375,628 hektare (Ha) dengan ketinggian rata-rata 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan letak administratif, Desa Ngawonggo berada di ujung selatan Kecamatan Tajinan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wajak. Secara geografis, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, di sebelah utara. Di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. Adapun di sebelah barat, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan. == Menuju Kesini == ==== Dengan Kendaraan Bermotor ==== Desa Ngawonggo terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan dapat diakses dengan kendaraan bermotor melalui berbagai jalur. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat ditempuh melalui rute Kota Malang – Gadang – Tajinan – Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari Surabaya, perjalanan dapat dilakukan melalui Tol Surabaya–Gempol, kemudian keluar menuju Lawang, dilanjutkan ke Kota Malang – Tajinan – Desa Ngawonggo, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam. ==== Dengan Pesawat ==== Akses udara menuju Desa Ngawonggo dapat dilakukan melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang berada di Kabupaten Malang, sekitar 20–25 km dari Desa Ngawonggo. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring menuju Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit. Alternatif lainnya adalah melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Ngawonggo. ==== Dengan Kereta Api ==== Bagi pengguna kereta api, stasiun tujuan terdekat adalah Stasiun Malang Kota Lama yang melayani perjalanan dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari stasiun, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 35–45 menit. ==== Dengan Bus ==== Desa Ngawonggo juga dapat diakses melalui layanan bus antarkota. Penumpang dapat turun di Terminal Arjosari atau Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Tajinan menggunakan angkutan umum, transportasi daring, atau kendaraan sewaan hingga tiba di Desa Ngawonggo. Waktu tempuh dari terminal menuju desa berkisar 40–60 menit. == Tempat Wisata == # '''Situs Petirtaan Ngawonggo''', merupakan kolam pemandian peninggalan kuno era Hindu-Buddha yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun, yang terletak di Dusun Nanasan. Sebagian sumber terjalin situs ini dengan Kerajaan Medang, Sementara sumber lain yang menghubungkannya dengan Kerajaan Singasari. Kolamnya tersusun dari batu andesit dengan sumber air yang masih aktif dan masih seringnya dipakai oleh warga sekitar hingga saat ini. Di sekitar situs juga ditemukannya batu berukir dan struktur khas Hindu-Buddha yang memperkuat fungsi situs sebagai tempat penyucian diri. Fasilitas di area ini masih sederhana, namun justru bisa menghadirkan suasana yang tidak ramai dan lebih alami. # '''Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo,''' merupakan tempat wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo. Gazebo peristirahatan ini dibangun secara gotong royong oleh warga pada tahun 2010, khusus untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Situs Petirtaan Ngawonggo. Penamaan Tomboan sendiri terinspirasi dari sajian wedang (minuman) berbahan tanaman obat, karena dalam Bahasa jawa, ''tombo'' yang artinya obat. Di wisata ini seluruh perlengkapan makanan dan minumannya sengaja menghindari plastik contohnya piring dan gelas memakai bahan stainless, sementara wadah lainnya berupa anyaman bambu. Minuman khasnya yaitu racikan jeruk, jahe, sereh, bunga rosela, daun kelor, dan wedang uwuh yang semuanya diolah secara manual. Untuk makanannya tersedia jajanan tradisional seperti emblem, tiwul, horog-horog, getuk, ongol-ongol, getuk, dan lemet yang dibungkus daun pisang. Pengelolaan tempat ini dipegang oleh warga setempat yang disebut ''rancang'' dengan tetap menjunjung prinsip wisata wisata ramah lingkungan. Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pembuatan jajanan dan makanan, di mana proses memasaknya dilakukan di rumah masing-masing sebelum sebelum selanjutnya disajikan di Wisata Tomboan Ngawonggo. '' '' # '''Wisata Religi Makam Mbah Suroyudo''', terletak di Dusun Mertoyoso, yang merupakan destinasi wisata religi sekaligus tempat edukasi sejarah. Mbah Suroyudo yang diyakini sebagai ulama penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan sekaligus tokoh yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo. Lokasi Makam ini sekitar 5 menit dari kantor Balai Desa Ngawonggo. == Makan == # '''Terang Bulan Eco''', Jl. Raya Ngawonggo, Mertoyoso. Terletak di dekat Gapura "Selamat Datang" Desa Ngawonggo. Warung ini menyajikan terang bulan dengan berbagai pilihan rasa. Harga mulai sekitar Rp13.000 per porsi. # '''Warung Biru,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung makan yang dikenal dengan menu nasi rawon dan krengsengan ati. Selain itu tersedia pula menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, dan aneka masakan rumahan. # '''Warung Lestari''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung lalapan yang menyajikan berbagai pilihan lauk, seperti bebek goreng, ayam goreng, ayam krispi, ayam kampung, lele, mujair, dan hidangan lainnya. Buka pada sore hingga malam hari. # '''Warung Nasi Bu Kus,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyediakan menu nasi pecel, nasi campur, nasi empok, dan aneka masakan rumahan lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–21.00, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk sarapan maupun makan siang dan malam. # '''Bakso Mie Ayam 77''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan bakso dan mi ayam. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo di tepi Jalan Raya Ngawonggo sehingga mudah ditemukan. # '''Warung Putra Sakera 86 (Sate Madura)''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyajikan sate Madura. Buka mulai pukul 18.00. Harga satu porsi sate sekitar Rp14.000, sedangkan nasi dijual terpisah sekitar Rp5.000. Berlokasi di sebelah Kantor Balai Desa Ngawonggo. # '''Nasi Bebek Goreng dan Ayam Goreng Cabang Purnama''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan nasi bebek goreng dan ayam goreng. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo, menghadap Jalan Raya Ngawonggo, dan beroperasi pada malam hari. == Minum == # '''''Golgota''''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai pilihan minuman, seperti minuman bersoda yang dipadukan dengan sirup serta aneka minuman sachet. Dengan kisaran harga Rp5.000–Rp10.000, Golgota menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar dengan harga yang terjangkau. # '''Es Teh Pesona''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai varian es teh dengan aneka pilihan rasa serta menu milk series yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan kisaran harga Rp7.000–Rp12.000, Es Teh Pesona menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar saat berkunjung ke Desa Ngawonggo. [[Kategori:Desa]] [[Kategori:Malang]] k9ep2ni7hiwzyt3a76vd9bb7kvy2wea 34142 34141 2026-07-24T03:49:33Z ~2026-41412-85 1447 34142 wikitext text/x-wiki Ngawonggo, merupakan sebuah desa yang berada di [[kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.]] Berada di antara desa Pandanmulyo dan desa [[Gunung Ronggo]], desa Ngawonggo dikenal dengan situs petirtaan yang merupakan peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang menjadi daya tarik dari desa ini. == Pahami == '''<big>Sejarah</big>''' Desa Ngawonggo memiliki sejarah yang panjang. Nama Ngawonggo menurut beberapa ahli berasal dari kata Awang-awang yang dalam bahasa Jawa merujuk pada sebuah tempat yang berada di antara awan. Lokasi desa Ngawonggo yang berada di dataran tinggi dan disekitar area lereng gunung menyebabkan pemandangan yang hadir adalah gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ngawonggo hadir karena peninggalan situs petirtaan atau kolam pemandian suci yang termasuk dalam sistem pengairan milik Kahyangan Kaswangga. Kahyangan Kaswangga sendiri merupakan komunitas keagamaan yang cukup besar pada zamannya dan nama Kaswangga lah yang menjadi asal usul nama Ngawonggo yang sudah dikenal sekarang. Dan yang terakhir, menurut bukti yang ada di desa yakni sebuah makam atau Punden yang dipercayai sebagai pendiri dari desa Ngawonggo yang terletak di Barat Daya desa. Makam ini milik Mbah Suroyudo atau Mbah Jalaluddin yang dikenal dengan sebutan Warok Ponorogo karena asalnya dari daerah [[Ponorogo]]. Mbah Suroyudo mendapatkan perintah dari gurunya yakni Sunan Mbayat untuk menyebarkan agama islam. Ditemani oleh seekor anak Harimau dengan petunjuk dari bintang jatuh, pada tahun 1480 M pria tersebut menemukan desa Ngawonggo yang dulunya merupakan hutan belantara yang kemudian diubah menjadi sebuah pemukiman. Setelah tiada, perjuangan Beliau dilanjutkan oleh muridnya yakni mbah Irodipo, mbah Gambreng, dan mbah Maruk pada tahun 1550. '''<big>Geografis</big>''' Desa Ngawonggo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 375,628 hektare (Ha) dengan ketinggian rata-rata 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan letak administratif, Desa Ngawonggo berada di ujung selatan Kecamatan Tajinan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wajak. Secara geografis, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, di sebelah utara. Di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. Adapun di sebelah barat, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan. == Menuju Kesini == ==== Dengan Kendaraan Bermotor ==== Desa Ngawonggo terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan dapat diakses dengan kendaraan bermotor melalui berbagai jalur. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat ditempuh melalui rute Kota Malang – Gadang – Tajinan – Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari Surabaya, perjalanan dapat dilakukan melalui Tol Surabaya–Gempol, kemudian keluar menuju Lawang, dilanjutkan ke Kota Malang – Tajinan – Desa Ngawonggo, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam. ==== Dengan Pesawat ==== Akses udara menuju Desa Ngawonggo dapat dilakukan melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang berada di Kabupaten Malang, sekitar 20–25 km dari Desa Ngawonggo. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring menuju Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit. Alternatif lainnya adalah melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Ngawonggo. ==== Dengan Kereta Api ==== Bagi pengguna kereta api, stasiun tujuan terdekat adalah Stasiun Malang Kota Lama yang melayani perjalanan dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari stasiun, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 35–45 menit. ==== Dengan Bus ==== Desa Ngawonggo juga dapat diakses melalui layanan bus antarkota. Penumpang dapat turun di Terminal Arjosari atau Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Tajinan menggunakan angkutan umum, transportasi daring, atau kendaraan sewaan hingga tiba di Desa Ngawonggo. Waktu tempuh dari terminal menuju desa berkisar 40–60 menit. == Tempat Wisata == # '''Situs Petirtaan Ngawonggo''', merupakan kolam pemandian peninggalan kuno era Hindu-Buddha yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun, yang terletak di Dusun Nanasan. Sebagian sumber terjalin situs ini dengan Kerajaan Medang, Sementara sumber lain yang menghubungkannya dengan Kerajaan Singasari. Kolamnya tersusun dari batu andesit dengan sumber air yang masih aktif dan masih seringnya dipakai oleh warga sekitar hingga saat ini. Di sekitar situs juga ditemukannya batu berukir dan struktur khas Hindu-Buddha yang memperkuat fungsi situs sebagai tempat penyucian diri. Fasilitas di area ini masih sederhana, namun justru bisa menghadirkan suasana yang tidak ramai dan lebih alami. # '''Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo,''' merupakan tempat wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo. Gazebo peristirahatan ini dibangun secara gotong royong oleh warga pada tahun 2010, khusus untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Situs Petirtaan Ngawonggo. Penamaan Tomboan sendiri terinspirasi dari sajian wedang (minuman) berbahan tanaman obat, karena dalam Bahasa jawa, ''tombo'' yang artinya obat. Di wisata ini seluruh perlengkapan makanan dan minumannya sengaja menghindari plastik contohnya piring dan gelas memakai bahan stainless, sementara wadah lainnya berupa anyaman bambu. Minuman khasnya yaitu racikan jeruk, jahe, sereh, bunga rosela, daun kelor, dan wedang uwuh yang semuanya diolah secara manual. Untuk makanannya tersedia jajanan tradisional seperti emblem, tiwul, horog-horog, getuk, ongol-ongol, getuk, dan lemet yang dibungkus daun pisang. Pengelolaan tempat ini dipegang oleh warga setempat yang disebut ''rancang'' dengan tetap menjunjung prinsip wisata wisata ramah lingkungan. Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pembuatan jajanan dan makanan, di mana proses memasaknya dilakukan di rumah masing-masing sebelum sebelum selanjutnya disajikan di Wisata Tomboan Ngawonggo. '' '' # '''Wisata Religi Makam Mbah Suroyudo''', terletak di Dusun Mertoyoso, yang merupakan destinasi wisata religi sekaligus tempat edukasi sejarah. Mbah Suroyudo yang diyakini sebagai ulama penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan sekaligus tokoh yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo. Lokasi Makam ini sekitar 5 menit dari kantor Balai Desa Ngawonggo. == Makan == # '''Terang Bulan Eco''', Jl. Raya Ngawonggo, Mertoyoso. Terletak di dekat Gapura "Selamat Datang" Desa Ngawonggo. Warung ini menyajikan terang bulan dengan berbagai pilihan rasa. Harga mulai sekitar Rp13.000 per porsi. # '''Warung Biru,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung makan yang dikenal dengan menu nasi rawon dan krengsengan ati. Selain itu tersedia pula menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, dan aneka masakan rumahan. # '''Warung Lestari''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung lalapan yang menyajikan berbagai pilihan lauk, seperti bebek goreng, ayam goreng, ayam krispi, ayam kampung, lele, mujair, dan hidangan lainnya. Buka pada sore hingga malam hari. # '''Warung Nasi Bu Kus,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyediakan menu nasi pecel, nasi campur, nasi empok, dan aneka masakan rumahan lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–21.00, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk sarapan maupun makan siang dan malam. # '''Bakso Mie Ayam 77''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan bakso dan mi ayam. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo di tepi Jalan Raya Ngawonggo sehingga mudah ditemukan. # '''Warung Putra Sakera 86 (Sate Madura)''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyajikan sate Madura. Buka mulai pukul 18.00. Harga satu porsi sate sekitar Rp14.000, sedangkan nasi dijual terpisah sekitar Rp5.000. Berlokasi di sebelah Kantor Balai Desa Ngawonggo. # '''Nasi Bebek Goreng dan Ayam Goreng Cabang Purnama''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan nasi bebek goreng dan ayam goreng. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo, menghadap Jalan Raya Ngawonggo, dan beroperasi pada malam hari. == Minum == # '''''Golgota''''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai pilihan minuman, seperti minuman bersoda yang dipadukan dengan sirup serta aneka minuman sachet. Dengan kisaran harga Rp5.000–Rp10.000, Golgota menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar dengan harga yang terjangkau. # '''Es Teh Pesona''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai varian es teh dengan aneka pilihan rasa serta menu milk series yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan kisaran harga Rp7.000–Rp12.000, Es Teh Pesona menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar saat berkunjung ke Desa Ngawonggo. [[Kategori:Desa]] [[Kategori:Malang]] [[Kategori:Situs Petirtaan]] dbxncbu5wgulz2t26zheltrc4k91er0 34143 34142 2026-07-24T03:53:53Z IHLubis 17 34143 wikitext text/x-wiki {{Delete}} Ngawonggo, merupakan sebuah desa yang berada di [[kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.]] Berada di antara desa Pandanmulyo dan desa [[Gunung Ronggo]], desa Ngawonggo dikenal dengan situs petirtaan yang merupakan peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang menjadi daya tarik dari desa ini. == Pahami == '''<big>Sejarah</big>''' Desa Ngawonggo memiliki sejarah yang panjang. Nama Ngawonggo menurut beberapa ahli berasal dari kata Awang-awang yang dalam bahasa Jawa merujuk pada sebuah tempat yang berada di antara awan. Lokasi desa Ngawonggo yang berada di dataran tinggi dan disekitar area lereng gunung menyebabkan pemandangan yang hadir adalah gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ngawonggo hadir karena peninggalan situs petirtaan atau kolam pemandian suci yang termasuk dalam sistem pengairan milik Kahyangan Kaswangga. Kahyangan Kaswangga sendiri merupakan komunitas keagamaan yang cukup besar pada zamannya dan nama Kaswangga lah yang menjadi asal usul nama Ngawonggo yang sudah dikenal sekarang. Dan yang terakhir, menurut bukti yang ada di desa yakni sebuah makam atau Punden yang dipercayai sebagai pendiri dari desa Ngawonggo yang terletak di Barat Daya desa. Makam ini milik Mbah Suroyudo atau Mbah Jalaluddin yang dikenal dengan sebutan Warok Ponorogo karena asalnya dari daerah [[Ponorogo]]. Mbah Suroyudo mendapatkan perintah dari gurunya yakni Sunan Mbayat untuk menyebarkan agama islam. Ditemani oleh seekor anak Harimau dengan petunjuk dari bintang jatuh, pada tahun 1480 M pria tersebut menemukan desa Ngawonggo yang dulunya merupakan hutan belantara yang kemudian diubah menjadi sebuah pemukiman. Setelah tiada, perjuangan Beliau dilanjutkan oleh muridnya yakni mbah Irodipo, mbah Gambreng, dan mbah Maruk pada tahun 1550. '''<big>Geografis</big>''' Desa Ngawonggo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 375,628 hektare (Ha) dengan ketinggian rata-rata 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan letak administratif, Desa Ngawonggo berada di ujung selatan Kecamatan Tajinan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wajak. Secara geografis, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, di sebelah utara. Di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. Adapun di sebelah barat, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan. == Menuju Kesini == ==== Dengan Kendaraan Bermotor ==== Desa Ngawonggo terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan dapat diakses dengan kendaraan bermotor melalui berbagai jalur. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat ditempuh melalui rute Kota Malang – Gadang – Tajinan – Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari Surabaya, perjalanan dapat dilakukan melalui Tol Surabaya–Gempol, kemudian keluar menuju Lawang, dilanjutkan ke Kota Malang – Tajinan – Desa Ngawonggo, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam. ==== Dengan Pesawat ==== Akses udara menuju Desa Ngawonggo dapat dilakukan melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang berada di Kabupaten Malang, sekitar 20–25 km dari Desa Ngawonggo. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring menuju Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit. Alternatif lainnya adalah melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Ngawonggo. ==== Dengan Kereta Api ==== Bagi pengguna kereta api, stasiun tujuan terdekat adalah Stasiun Malang Kota Lama yang melayani perjalanan dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari stasiun, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 35–45 menit. ==== Dengan Bus ==== Desa Ngawonggo juga dapat diakses melalui layanan bus antarkota. Penumpang dapat turun di Terminal Arjosari atau Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Tajinan menggunakan angkutan umum, transportasi daring, atau kendaraan sewaan hingga tiba di Desa Ngawonggo. Waktu tempuh dari terminal menuju desa berkisar 40–60 menit. == Tempat Wisata == # '''Situs Petirtaan Ngawonggo''', merupakan kolam pemandian peninggalan kuno era Hindu-Buddha yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun, yang terletak di Dusun Nanasan. Sebagian sumber terjalin situs ini dengan Kerajaan Medang, Sementara sumber lain yang menghubungkannya dengan Kerajaan Singasari. Kolamnya tersusun dari batu andesit dengan sumber air yang masih aktif dan masih seringnya dipakai oleh warga sekitar hingga saat ini. Di sekitar situs juga ditemukannya batu berukir dan struktur khas Hindu-Buddha yang memperkuat fungsi situs sebagai tempat penyucian diri. Fasilitas di area ini masih sederhana, namun justru bisa menghadirkan suasana yang tidak ramai dan lebih alami. # '''Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo,''' merupakan tempat wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo. Gazebo peristirahatan ini dibangun secara gotong royong oleh warga pada tahun 2010, khusus untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Situs Petirtaan Ngawonggo. Penamaan Tomboan sendiri terinspirasi dari sajian wedang (minuman) berbahan tanaman obat, karena dalam Bahasa jawa, ''tombo'' yang artinya obat. Di wisata ini seluruh perlengkapan makanan dan minumannya sengaja menghindari plastik contohnya piring dan gelas memakai bahan stainless, sementara wadah lainnya berupa anyaman bambu. Minuman khasnya yaitu racikan jeruk, jahe, sereh, bunga rosela, daun kelor, dan wedang uwuh yang semuanya diolah secara manual. Untuk makanannya tersedia jajanan tradisional seperti emblem, tiwul, horog-horog, getuk, ongol-ongol, getuk, dan lemet yang dibungkus daun pisang. Pengelolaan tempat ini dipegang oleh warga setempat yang disebut ''rancang'' dengan tetap menjunjung prinsip wisata wisata ramah lingkungan. Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pembuatan jajanan dan makanan, di mana proses memasaknya dilakukan di rumah masing-masing sebelum sebelum selanjutnya disajikan di Wisata Tomboan Ngawonggo. '' '' # '''Wisata Religi Makam Mbah Suroyudo''', terletak di Dusun Mertoyoso, yang merupakan destinasi wisata religi sekaligus tempat edukasi sejarah. Mbah Suroyudo yang diyakini sebagai ulama penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan sekaligus tokoh yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo. Lokasi Makam ini sekitar 5 menit dari kantor Balai Desa Ngawonggo. == Makan == # '''Terang Bulan Eco''', Jl. Raya Ngawonggo, Mertoyoso. Terletak di dekat Gapura "Selamat Datang" Desa Ngawonggo. Warung ini menyajikan terang bulan dengan berbagai pilihan rasa. Harga mulai sekitar Rp13.000 per porsi. # '''Warung Biru,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung makan yang dikenal dengan menu nasi rawon dan krengsengan ati. Selain itu tersedia pula menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, dan aneka masakan rumahan. # '''Warung Lestari''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung lalapan yang menyajikan berbagai pilihan lauk, seperti bebek goreng, ayam goreng, ayam krispi, ayam kampung, lele, mujair, dan hidangan lainnya. Buka pada sore hingga malam hari. # '''Warung Nasi Bu Kus,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyediakan menu nasi pecel, nasi campur, nasi empok, dan aneka masakan rumahan lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–21.00, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk sarapan maupun makan siang dan malam. # '''Bakso Mie Ayam 77''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan bakso dan mi ayam. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo di tepi Jalan Raya Ngawonggo sehingga mudah ditemukan. # '''Warung Putra Sakera 86 (Sate Madura)''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyajikan sate Madura. Buka mulai pukul 18.00. Harga satu porsi sate sekitar Rp14.000, sedangkan nasi dijual terpisah sekitar Rp5.000. Berlokasi di sebelah Kantor Balai Desa Ngawonggo. # '''Nasi Bebek Goreng dan Ayam Goreng Cabang Purnama''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan nasi bebek goreng dan ayam goreng. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo, menghadap Jalan Raya Ngawonggo, dan beroperasi pada malam hari. == Minum == # '''''Golgota''''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai pilihan minuman, seperti minuman bersoda yang dipadukan dengan sirup serta aneka minuman sachet. Dengan kisaran harga Rp5.000–Rp10.000, Golgota menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar dengan harga yang terjangkau. # '''Es Teh Pesona''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai varian es teh dengan aneka pilihan rasa serta menu milk series yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan kisaran harga Rp7.000–Rp12.000, Es Teh Pesona menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar saat berkunjung ke Desa Ngawonggo. [[Kategori:Desa]] [[Kategori:Malang]] [[Kategori:Situs Petirtaan]] qv6uzhj24lenfu1md6645gh62qjfr4g 34147 34143 2026-07-24T05:09:20Z Rachmat04 9 Membatalkan suntingan ~2026-41412-85 ke suntingan sebelumnya oleh Hngdery · [[w:id:Pengguna:Rachmat04/Tengu.js|⛩️]] 34147 wikitext text/x-wiki {{Delete}} Ngawonggo, merupakan sebuah desa yang berada di [[kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.]] Berada di antara desa Pandanmulyo dan desa Gunung Ronggo, desa Ngawonggo dikenal dengan situs petirtaan yang merupakan peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang menjadi daya tarik dari desa ini. == Pahami == '''<big>Sejarah</big>''' Desa Ngawonggo memiliki sejarah yang panjang. Nama Ngawonggo menurut beberapa ahli berasal dari kata Awang-awang yang dalam bahasa Jawa merujuk pada sebuah tempat yang berada di antara awan. Lokasi desa Ngawonggo yang berada di dataran tinggi dan disekitar area lereng gunung menyebabkan pemandangan yang hadir adalah gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ngawonggo hadir karena peninggalan situs petirtaan atau kolam pemandian suci yang termasuk dalam sistem pengairan milik Kahyangan Kaswangga. Kahyangan Kaswangga sendiri merupakan komunitas keagamaan yang cukup besar pada zamannya dan nama Kaswangga lah yang menjadi asal usul nama Ngawonggo yang sudah dikenal sekarang. Dan yang terakhir, menurut bukti yang ada di desa yakni sebuah makam atau Punden yang dipercayai sebagai pendiri dari desa Ngawonggo yang terletak di Barat Daya desa. Makam ini milik Mbah Suroyudo atau Mbah Jalaluddin yang dikenal dengan sebutan Warok Ponorogo karena asalnya dari daerah [[Ponorogo]]. Mbah Suroyudo mendapatkan perintah dari gurunya yakni Sunan Mbayat untuk menyebarkan agama islam. Ditemani oleh seekor anak Harimau dengan petunjuk dari bintang jatuh, pada tahun 1480 M pria tersebut menemukan desa Ngawonggo yang dulunya merupakan hutan belantara yang kemudian diubah menjadi sebuah pemukiman. Setelah tiada, perjuangan Beliau dilanjutkan oleh muridnya yakni mbah Irodipo, mbah Gambreng, dan mbah Maruk pada tahun 1550. '''<big>Geografis</big>''' Desa Ngawonggo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 375,628 hektare (Ha) dengan ketinggian rata-rata 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan letak administratif, Desa Ngawonggo berada di ujung selatan Kecamatan Tajinan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wajak. Secara geografis, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, di sebelah utara. Di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. Adapun di sebelah barat, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan. == Menuju Kesini == ==== Dengan Kendaraan Bermotor ==== Desa Ngawonggo terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan dapat diakses dengan kendaraan bermotor melalui berbagai jalur. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat ditempuh melalui rute Kota Malang – Gadang – Tajinan – Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari Surabaya, perjalanan dapat dilakukan melalui Tol Surabaya–Gempol, kemudian keluar menuju Lawang, dilanjutkan ke Kota Malang – Tajinan – Desa Ngawonggo, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam. ==== Dengan Pesawat ==== Akses udara menuju Desa Ngawonggo dapat dilakukan melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang berada di Kabupaten Malang, sekitar 20–25 km dari Desa Ngawonggo. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring menuju Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit. Alternatif lainnya adalah melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Ngawonggo. ==== Dengan Kereta Api ==== Bagi pengguna kereta api, stasiun tujuan terdekat adalah Stasiun Malang Kota Lama yang melayani perjalanan dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari stasiun, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 35–45 menit. ==== Dengan Bus ==== Desa Ngawonggo juga dapat diakses melalui layanan bus antarkota. Penumpang dapat turun di Terminal Arjosari atau Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Tajinan menggunakan angkutan umum, transportasi daring, atau kendaraan sewaan hingga tiba di Desa Ngawonggo. Waktu tempuh dari terminal menuju desa berkisar 40–60 menit. == Tempat Wisata == # '''Situs Petirtaan Ngawonggo''', merupakan kolam pemandian peninggalan kuno era Hindu-Buddha yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun, yang terletak di Dusun Nanasan. Sebagian sumber terjalin situs ini dengan Kerajaan Medang, Sementara sumber lain yang menghubungkannya dengan Kerajaan Singasari. Kolamnya tersusun dari batu andesit dengan sumber air yang masih aktif dan masih seringnya dipakai oleh warga sekitar hingga saat ini. Di sekitar situs juga ditemukannya batu berukir dan struktur khas Hindu-Buddha yang memperkuat fungsi situs sebagai tempat penyucian diri. Fasilitas di area ini masih sederhana, namun justru bisa menghadirkan suasana yang tidak ramai dan lebih alami. # '''Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo,''' merupakan tempat wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo. Gazebo peristirahatan ini dibangun secara gotong royong oleh warga pada tahun 2010, khusus untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Situs Petirtaan Ngawonggo. Penamaan Tomboan sendiri terinspirasi dari sajian wedang (minuman) berbahan tanaman obat, karena dalam Bahasa jawa, ''tombo'' yang artinya obat. Di wisata ini seluruh perlengkapan makanan dan minumannya sengaja menghindari plastik contohnya piring dan gelas memakai bahan stainless, sementara wadah lainnya berupa anyaman bambu. Minuman khasnya yaitu racikan jeruk, jahe, sereh, bunga rosela, daun kelor, dan wedang uwuh yang semuanya diolah secara manual. Untuk makanannya tersedia jajanan tradisional seperti emblem, tiwul, horog-horog, getuk, ongol-ongol, getuk, dan lemet yang dibungkus daun pisang. Pengelolaan tempat ini dipegang oleh warga setempat yang disebut ''rancang'' dengan tetap menjunjung prinsip wisata wisata ramah lingkungan. Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pembuatan jajanan dan makanan, di mana proses memasaknya dilakukan di rumah masing-masing sebelum sebelum selanjutnya disajikan di Wisata Tomboan Ngawonggo. '' '' # '''Wisata Religi Makam Mbah Suroyudo''', terletak di Dusun Mertoyoso, yang merupakan destinasi wisata religi sekaligus tempat edukasi sejarah. Mbah Suroyudo yang diyakini sebagai ulama penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan sekaligus tokoh yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo. Lokasi Makam ini sekitar 5 menit dari kantor Balai Desa Ngawonggo. == Makan == # '''Terang Bulan Eco''', Jl. Raya Ngawonggo, Mertoyoso. Terletak di dekat Gapura "Selamat Datang" Desa Ngawonggo. Warung ini menyajikan terang bulan dengan berbagai pilihan rasa. Harga mulai sekitar Rp13.000 per porsi. # '''Warung Biru,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung makan yang dikenal dengan menu nasi rawon dan krengsengan ati. Selain itu tersedia pula menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, dan aneka masakan rumahan. # '''Warung Lestari''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung lalapan yang menyajikan berbagai pilihan lauk, seperti bebek goreng, ayam goreng, ayam krispi, ayam kampung, lele, mujair, dan hidangan lainnya. Buka pada sore hingga malam hari. # '''Warung Nasi Bu Kus,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyediakan menu nasi pecel, nasi campur, nasi empok, dan aneka masakan rumahan lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–21.00, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk sarapan maupun makan siang dan malam. # '''Bakso Mie Ayam 77''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan bakso dan mi ayam. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo di tepi Jalan Raya Ngawonggo sehingga mudah ditemukan. # '''Warung Putra Sakera 86 (Sate Madura)''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyajikan sate Madura. Buka mulai pukul 18.00. Harga satu porsi sate sekitar Rp14.000, sedangkan nasi dijual terpisah sekitar Rp5.000. Berlokasi di sebelah Kantor Balai Desa Ngawonggo. # '''Nasi Bebek Goreng dan Ayam Goreng Cabang Purnama''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan nasi bebek goreng dan ayam goreng. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo, menghadap Jalan Raya Ngawonggo, dan beroperasi pada malam hari. == Minum == # '''''Golgota''''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai pilihan minuman, seperti minuman bersoda yang dipadukan dengan sirup serta aneka minuman sachet. Dengan kisaran harga Rp5.000–Rp10.000, Golgota menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar dengan harga yang terjangkau. # '''Es Teh Pesona''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai varian es teh dengan aneka pilihan rasa serta menu milk series yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan kisaran harga Rp7.000–Rp12.000, Es Teh Pesona menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar saat berkunjung ke Desa Ngawonggo. 03ul3s3gjdh22ud13e9ogszdwpl8u97 Masjid Kuno Bayan Beleq 0 4180 34149 2026-07-24T06:35:03Z Mimimamiukalcer 1429 Membuat paragraf awal 34149 wikitext text/x-wiki Masjid Kuno Bayan Beleq merupakan salah satu masjid tertua di Pulau Lombok yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-16. jm7iblfhaup2x1zvaswvdvslmjnbofi 34153 34149 2026-07-24T08:06:35Z Sep bledo 1449 Sejarah 34153 wikitext text/x-wiki Masjid Kuno Bayan Beleq merupakan salah satu masjid tertua di Pulau Lombok yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-16. Masjid ini menjadi simbol awal penyebaran Islam di wilayah Bayan sekaligus pusat pelaksanaan berbagai tradisi adat masyarakat Sasak Bayan yang masih lestari hingga kini. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan masjid juga menjadi lokasi penyelenggaraan upacara adat, ziarah makam, serta berbagai ritual keagamaan yang berkaitan dengan siklus kehidupan masyarakat. dhk931n9cyghdgu7h8ii1rvy6e1cie7 34154 34153 2026-07-24T08:07:50Z Sep bledo 1449 /* */ 34154 wikitext text/x-wiki Masjid Kuno Bayan Beleq merupakan salah satu masjid tertua di Pulau Lombok yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-16. Masjid ini menjadi simbol awal penyebaran Islam di wilayah Bayan sekaligus pusat pelaksanaan berbagai tradisi adat masyarakat Sasak Bayan yang masih lestari hingga kini. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan masjid juga menjadi lokasi penyelenggaraan upacara adat, ziarah makam, serta berbagai ritual keagamaan yang berkaitan dengan siklus kehidupan masyarakat. by bledo ft95ha4nht81lfls66wqbr167io6au1 34156 34154 2026-07-24T08:09:09Z Sep bledo 1449 Masjid Kuno Bayan 34156 wikitext text/x-wiki 1. Penjelasan singkat Masjid Kuno Bayan Beleq merupakan salah satu masjid tertua di Pulau Lombok yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-16. Masjid ini menjadi simbol awal penyebaran Islam di wilayah Bayan sekaligus pusat pelaksanaan berbagai tradisi adat masyarakat Sasak Bayan yang masih lestari hingga kini. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan masjid juga menjadi lokasi penyelenggaraan upacara adat, ziarah makam, serta berbagai ritual keagamaan yang berkaitan dengan siklus kehidupan masyarakat. 2. Wilayah/Letak geografis Masjid Kuno Bayan Beleq berada di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Bangunan masjid terletak di tengah kompleks adat dan dikelilingi oleh area pemakaman yang masih terawat sehingga suasananya terasa tenang dan asri. Di sekitar kawasan telah tersedia area parkir, toilet, papan penunjuk arah, serta tempat sampah sehingga cukup nyaman bagi wisatawan. Tepat di seberang pintu masuk terdapat beberapa artshop dan toko kecil yang menjual kain tenun, suvenir, oleh-oleh, makanan ringan, serta menyediakan jasa penyewaan kain. 3. Menuju ke sini Dengan pesawat Bandara terdekat adalah Bandara Internasional Lombok (LOP). Dari bandara, perjalanan menuju Desa Bayan memerlukan waktu sekitar 2,5–3 jam menggunakan kendaraan darat. Dengan mobil Masjid dapat dicapai menggunakan mobil melalui jalan utama menuju Kecamatan Bayan. Kondisi jalan menuju lokasi sudah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda empat. Dengan bus Wisatawan dapat menggunakan bus menuju wilayah Tanjung atau Lombok Utara, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan sewaan atau ojek menuju Desa Bayan. Dengan taksi Taksi maupun transportasi daring dapat digunakan dari Bandara Lombok menuju kawasan Bayan, meskipun ketersediaannya semakin terbatas ketika memasuki wilayah pedesaan. 4. Berkeliling Dengan mobil Mobil dapat diparkir di area parkir sekitar kompleks masjid sebelum melanjutkan kunjungan dengan berjalan kaki. Dengan motor Sepeda motor merupakan pilihan yang praktis karena akses menuju lokasi cukup baik. Dengan jalan kaki Berjalan kaki menjadi cara terbaik untuk menikmati suasana kompleks Masjid Kuno Bayan Beleq, area makam, rumah adat di sekitarnya, serta berbagai bangunan bersejarah yang masih terjaga. ew4odek2ykf3ar4mbtk4ogh3ip0qdwa 34157 34156 2026-07-24T08:10:40Z Sep bledo 1449 Masjid Kuno Bayan 34157 wikitext text/x-wiki 1. Penjelasan singkat Masjid Kuno Bayan Beleq merupakan salah satu masjid tertua di Pulau Lombok yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-16. Masjid ini menjadi simbol awal penyebaran Islam di wilayah Bayan sekaligus pusat pelaksanaan berbagai tradisi adat masyarakat Sasak Bayan yang masih lestari hingga kini. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan masjid juga menjadi lokasi penyelenggaraan upacara adat, ziarah makam, serta berbagai ritual keagamaan yang berkaitan dengan siklus kehidupan masyarakat. 2. Wilayah/Letak geografis Masjid Kuno Bayan Beleq berada di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Bangunan masjid terletak di tengah kompleks adat dan dikelilingi oleh area pemakaman yang masih terawat sehingga suasananya terasa tenang dan asri. Di sekitar kawasan telah tersedia area parkir, toilet, papan penunjuk arah, serta tempat sampah sehingga cukup nyaman bagi wisatawan. Tepat di seberang pintu masuk terdapat beberapa artshop dan toko kecil yang menjual kain tenun, suvenir, oleh-oleh, makanan ringan, serta menyediakan jasa penyewaan kain. 3. Menuju ke sini Dengan pesawat Bandara terdekat adalah Bandara Internasional Lombok (LOP). Dari bandara, perjalanan menuju Desa Bayan memerlukan waktu sekitar 2,5–3 jam menggunakan kendaraan darat. Dengan mobil Masjid dapat dicapai menggunakan mobil melalui jalan utama menuju Kecamatan Bayan. Kondisi jalan menuju lokasi sudah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda empat. Dengan bus Wisatawan dapat menggunakan bus menuju wilayah Tanjung atau Lombok Utara, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan sewaan atau ojek menuju Desa Bayan. Dengan taksi Taksi maupun transportasi daring dapat digunakan dari Bandara Lombok menuju kawasan Bayan, meskipun ketersediaannya semakin terbatas ketika memasuki wilayah pedesaan. 4. Berkeliling Dengan mobil Mobil dapat diparkir di area parkir sekitar kompleks masjid sebelum melanjutkan kunjungan dengan berjalan kaki. Dengan motor Sepeda motor merupakan pilihan yang praktis karena akses menuju lokasi cukup baik. Dengan jalan kaki Berjalan kaki menjadi cara terbaik untuk menikmati suasana kompleks Masjid Kuno Bayan Beleq, area makam, rumah adat di sekitarnya, serta berbagai bangunan bersejarah yang masih terjaga. 5. Lakukan Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan wisatawan antara lain: ● Mengunjungi dan mengamati arsitektur Masjid Kuno Bayan Beleq. ● Berziarah ke kompleks makam yang berada di sekitar masjid. ● Mengikuti atau menyaksikan prosesi adat apabila berkunjung pada waktu yang tepat, seperti Lebaran Adat atau Maulid Adat. ● Berjalan-jalan di kawasan kampung adat sambil mempelajari sejarah dan budaya masyarakat Bayan. ● Berbelanja kain tenun atau cendera mata di artshop sekitar pintu masuk. 6. Tujuan berikutnya ● Rumah Adat Bayan Timur ● Rumah Adat Karang Bajo ● Hutan Adat Mandala ● Wisata Tenun Bayan ● Pemandian Mandala ftf4sw1nhva04282rb4htujjqs6zfr3 Rumah Adat Bayan Karang Bajo 0 4181 34150 2026-07-24T06:36:04Z Mimimamiukalcer 1429 ←Membuat halaman berisi 'Rumah Adat Karang Bajo merupakan salah satu rumah adat yang ada di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.' 34150 wikitext text/x-wiki Rumah Adat Karang Bajo merupakan salah satu rumah adat yang ada di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. 6j1isvypodcrnzpf1ka6nzgxyhdqz16 Tenun Jajaq Bayan 0 4182 34151 2026-07-24T06:37:02Z Mimimamiukalcer 1429 ←Membuat halaman berisi 'Rumah Adat Karang Bajo merupakan salah satu rumah adat yang ada di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.' 34151 wikitext text/x-wiki Jajaq Bayan merupakan pusat pelestarian tenun tradisional Sasak Bayan yang berlokasi di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. 1otfmieu0iam8q7y0ze5k00vh3twpk8 Lokok Nina 0 4183 34152 2026-07-24T06:46:30Z Mimimamiukalcer 1429 ←Membuat halaman berisi 'Rumah Adat Karang Bajo merupakan salah satu rumah adat yang ada di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.' 34152 wikitext text/x-wiki Lokok Nina merupakan aliran sungai alami yang berada di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. meqa8lyg31t94the8r0qmbcm4ghlsew 34155 34152 2026-07-24T08:09:08Z Jexk sukma 1453 /* */ menambah kalimat 34155 wikitext text/x-wiki Lokok Nina merupakan aliran sungai alami yang berada di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, kawasan ini telah di mampaatkan sejak zaman nenek moyang. iqtd6alglgpixyfolfdguurvss0xa9p 34158 34155 2026-07-24T08:14:09Z Gumibayan 1448 34158 wikitext text/x-wiki == Penjelasan singkat nama daerah == Lokok Nina merupakan hidden gem wisata alam berupa aliran sungai alami langsung dari mata air Hutan Adat Bangket Bayan. Lokok Nina berada di Desa Bayan Barat, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Dahulu, Lokok Nina digunakan sebagai tempat pemandian bagi perempuan masyarakat sekitar karena lokasinya lebih tertutup oleh pepohonan. Nama Lokok Nina berasal dari bahasa Sasak. Lokok artinya sungai atau kali, sedangkan Nina adalah perempuan. Oleh karena itu, area tersebut dinamai berdasarkan dengan kegunaan aktivitas warga sekitar. Hingga saat ini, Lokok Nina tetap menjadi sumber mata air sekaligus ruang berkumpul masyarakat yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata. n8jcm7ayr4trr6rx56btqwrxv15lafl