Wikiwisata
idwikivoyage
https://id.wikivoyage.org/wiki/Halaman_Utama
MediaWiki 1.47.0-wmf.12
first-letter
Media
Istimewa
Pembicaraan
Pengguna
Pembicaraan Pengguna
Wikiwisata
Pembicaraan Wikiwisata
Berkas
Pembicaraan Berkas
MediaWiki
Pembicaraan MediaWiki
Templat
Pembicaraan Templat
Bantuan
Pembicaraan Bantuan
Kategori
Pembicaraan Kategori
TimedText
TimedText talk
Modul
Pembicaraan Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Gunung Rinjani
0
1431
34159
32033
2026-07-24T08:15:54Z
Sep bledo
1449
Rinjani
34159
wikitext
text/x-wiki
{{pagebanner|Gunung Rinjani banner.jpg|otbp=yes}}
[[Berkas:Gunung Rinjani from Gili Air 1.jpg|right|thumb|350px|Gunung Rinjani terlihat besar di seluruh Lombok]]
{{Cautionbox|Pendakian ke gunung Rinjani sudah di buka|lastedit=2025-07-18}}
'''[http://rinjaninationalpark.id Gunung Rinjani]''' adalah sebuah gunung berapi aktif di [[Lombok]], [[Indonesia]]. Lokasinya berada di lombok, [[Nusa Tenggara|Nusa Tenggara Barat]]. Pendakian ke puncak Gunung Rinjani dapat dimulai dari berbagai titik salah satunya di bagian Desa [[Senaru]], [[Lombok Utara]]. Transportasi yang dapat digunakan menuju tempat pendakian Gunung Rinjani berupa travel, sepeda motor, dan mobil. Pada setiap tahun para pengunjung banyak melakukan pendakian terlebih pada bulan Juni-Agustus.
==Pahami==
Gunung ini terletak pada 3.726 meter diatas permukaan laut. penerus daru Gunung Semalas yang pernah meletus pada tahun 1257 yang mengakibatkan penurunan suhu global, gagal panen dan hancurnya pematan di pulau Lombok.
==Lihat==
{{mapframe}}
* {{see
| name=Danau Segara Anak | alt= | url= | email=
| address= | lat=-8.398106 | long=116.407033 | directions=
| phone= | tollfree=
| hours= | price=
| wikidata=Q2173175
| lastedit=2025-12-23
| content=Tempat yang sering dikunjungi di Gunung Rinjani.
}}
{{Stub}}
{{Geo|-8.4167|116.4667}}
{{IsPartOf|Lombok Utara}}
6bmbbcocz00mmlmk7yd02yvf1bg6xu7
34160
34159
2026-07-24T08:19:06Z
Sep bledo
1449
34160
wikitext
text/x-wiki
{{pagebanner|Gunung Rinjani banner.jpg|otbp=yes}}
[[Berkas:Gunung Rinjani from Gili Air 1.jpg|right|thumb|350px|Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat]]
{{Cautionbox|Pendakian ke gunung Rinjani sudah di buka|lastedit=2025-07-18}}
'''[http://rinjaninationalpark.id Gunung Rinjani]''' adalah sebuah gunung berapi aktif di [[Lombok]], [[Indonesia]]. Lokasinya berada di lombok, [[Nusa Tenggara|Nusa Tenggara Barat]]. Pendakian ke puncak Gunung Rinjani dapat dimulai dari berbagai titik salah satunya di bagian Desa [[Senaru]], [[Lombok Utara]]. Transportasi yang dapat digunakan menuju tempat pendakian Gunung Rinjani berupa travel, sepeda motor, dan mobil. Pada setiap tahun para pengunjung banyak melakukan pendakian terlebih pada bulan Juni-Agustus.
==Pahami==
Gunung ini terletak pada 3.726 meter diatas permukaan laut. penerus daru Gunung Semalas yang pernah meletus pada tahun 1257 yang mengakibatkan penurunan suhu global, gagal panen dan hancurnya pematan di pulau Lombok.
==Lihat==
{{mapframe}}
* {{see
| name=Danau Segara Anak | alt= | url= | email=
| address= | lat=-8.398106 | long=116.407033 | directions=
| phone= | tollfree=
| hours= | price=
| wikidata=Q2173175
| lastedit=2025-12-23
| content=Tempat yang sering dikunjungi di Gunung Rinjani.
}}
{{Stub}}
{{Geo|-8.4167|116.4667}}
{{IsPartOf|Lombok Utara}}
mpiivqnloyjxj3rh6yam6q7qi8yshc8
Jambi (provinsi)
0
1542
34145
34136
2026-07-24T04:15:11Z
Muhamad Izzul Fiqih
1105
/* Kabupaten */
34145
wikitext
text/x-wiki
'''Jambi''' adalah salah satu provinsi yang ada di [[Sumatera|Pulau Sumatera]].
==Kota==
{{Mapframe|-1.66|102.69|zoom=7}}
* {{Marker|type=city|name=[[Jambi]]|wikidata=Q7578}} — ibukota provinsi.
* {{Marker|type=city|name=[[Kota Sungai Penuh]]|wikidata=Q7592}} — kota terbesar kedua dan pintu gerbang ke Kabupaten Kerinci.
== Kabupaten ==
* {{Marker|type=city|name=[[Muara Bulian]]|wikidata=Q6930777}} — Ibukota kabupaten Batang Hari.
* {{Marker|type=city|name=[[Muara Bungo]]|wikidata=}} — Ibukota kabupaten.
==Berkeliling==
==Lihat==
==Lakukan==
==Makan==
==Minum==
==Tetap aman==
==Tujuan berikutnya==
{{Geo|-1.6|103|zoom=9}}
{{IsPartOf|Sumatera}}
{{Stub}}
l9ntkem789ccol44up5b5tnj4l4xc8q
34146
34145
2026-07-24T04:16:24Z
Muhamad Izzul Fiqih
1105
/* Kabupaten */
34146
wikitext
text/x-wiki
'''Jambi''' adalah salah satu provinsi yang ada di [[Sumatera|Pulau Sumatera]].
==Kota==
{{Mapframe|-1.66|102.69|zoom=7}}
* {{Marker|type=city|name=[[Jambi]]|wikidata=Q7578}} — ibukota provinsi.
* {{Marker|type=city|name=[[Kota Sungai Penuh]]|wikidata=Q7592}} — kota terbesar kedua dan pintu gerbang ke Kabupaten Kerinci.
== Kabupaten ==
* {{Marker|type=city|name=[[Muara Bulian]]|wikidata=Q6930777}} — Ibukota kabupaten Batang Hari.
* {{Marker|type=city|name=[[Muara Bungo]]|wikidata=Q26756291}} — Ibukota kabupaten.
==Berkeliling==
==Lihat==
==Lakukan==
==Makan==
==Minum==
==Tetap aman==
==Tujuan berikutnya==
{{Geo|-1.6|103|zoom=9}}
{{IsPartOf|Sumatera}}
{{Stub}}
6bl9zttbjz6mnywhjodqf3guvajjabi
Desa terindah di Dunia
0
3662
34148
29469
2026-07-24T06:28:00Z
Mimimamiukalcer
1429
/* */
34148
wikitext
text/x-wiki
{{Pagebanner|Montsoreau plus beaux villages du monde unesco val de loire2.png}}
'''[https://lpbvt.org/ Desa-Desa Terindah di Dunia]''' (bahasa Perancis: ''Les plus beaux village de la Terre'') adalah sebuah federasi yang dibentuk pada tahun 2003 oleh asosiasi-asosiasi dari Perancis, Italia, dan Belanda untuk mempromosikan pariwisata di desa-desa mereka, yang kaya akan warisan budaya yang berkualitas. Sejak tahun 2012 lalu, beragam asosiasi juga telah ikut bergabung seperti dari Quebec dan Jepang.
==Anggota tetap==
===Asia===
* [[Desa terindah di Jepang]] (日本で最も美しい村連合)
===Eropa===
* [[Desa terindah di Spanyol]] (Los Pueblos Más Bonitos de España)
* [[Desa terindah di Perancis]] (Les plus beaux villages de France)
* [[Desa terindah di Italia]] (I borghi più belli d'Italia)
* [[Desa terindah di Belanda]] (De mooiste dorpen van Wallonië)
* [[Desa terindah di Swiss]] (Die schönsten Schweizer Dörfer)
==Anggota asosiasi==
===Asia===
* [[Desa terindah di Libanon]] (اجمل قرى لبنان)
* [[Desa terindah di Tiongkok]] (中国旅游协会最美小镇分会)
===Eropa===
* [[Desa terindah di Bosnia dan Herzegovina]] (Најлепша села у Босни и Херцеговини)
* [[Desa terindah di Rusia]] (Самые красивые деревни России)
* [[Desa terindah di Saxon]] ([[Jerman]]) (Sachsens Schönste Dörfer)
==Anggota terpisah==
===Asia===
* [[Desa terindah di Korea Selatan]] (한국의 가장 아름다운 마을)
===Amerika===
* [[Desa terindah di Quebec]] ([[Kanada]]) (The Most Beautiful Villages of Quebec)
===Eropa===
* [[Desa terindah di Rumania]] (Cele mai frumoase Sate din România)
{{outlinetopic}}
{{PartOfTopic|Atraksi budaya}}
s29hw7fsk4tlyuto4fqgdcfgz4dt229
Pembicaraan:Muara Bulian
1
3973
34144
32023
2026-07-24T04:09:01Z
IHLubis
17
/* Penyesuaian */ bagian baru
34144
wikitext
text/x-wiki
{{Artikel dibuat dalam acara
| artikel = {{{pagenameoverridetestonly|<!--o-->{{PAGENAME}}<!--o-->}}}
| kampanye = [[meta:WikiMaknyus|WikiMaknyus]]
| rangkaian1 =
| rangkaian2 =
| kategori1 = WikiMaknyus Jambi
| kategori2 = WikiMaknyus
| lanjut =
}}
== Penyesuaian ==
Halo mas @[[Pengguna:Muhamad Izzul Fiqih|<bdi>Muhamad Izzul Fiqih</bdi>]] mohon ikuti sistematika penulisan terima kasih [[Pengguna:IHLubis|IHLubis]] ([[Pembicaraan Pengguna:IHLubis|bicara]]) 24 Juli 2026 11.09 (WIB)
h7kekc6cl4lja67r7hi49w9jcpeey09
Ngawonggo
0
4179
34138
34127
2026-07-24T03:21:30Z
Hngdery
1409
/* */
34138
wikitext
text/x-wiki
Ngawonggo, merupakan sebuah desa yang berada di [[kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.]] Berada di antara desa Pandanmulyo dan desa Gunung Ronggo, desa Ngawonggo dikenal dengan situs petirtaan yang merupakan peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang menjadi daya tarik dari desa ini.
== Pahami ==
'''<big>Sejarah</big>'''
Desa Ngawonggo memiliki sejarah yang panjang. Nama Ngawonggo menurut beberapa ahli berasal dari kata Awang-awang yang dalam bahasa Jawa merujuk pada sebuah tempat yang berada di antara awan. Lokasi desa Ngawonggo yang berada di dataran tinggi dan disekitar area lereng gunung menyebabkan pemandangan yang hadir adalah gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ngawonggo hadir karena peninggalan situs petirtaan atau kolam pemandian suci yang termasuk dalam sistem pengairan milik Kahyangan Kaswangga. Kahyangan Kaswangga sendiri merupakan komunitas keagamaan yang cukup besar pada zamannya dan nama Kaswangga lah yang menjadi asal usul nama Ngawonggo yang sudah dikenal sekarang. Dan yang terakhir, menurut bukti yang ada di desa yakni sebuah makam atau Punden yang dipercayai sebagai pendiri dari desa Ngawonggo yang terletak di Barat Daya desa. Makam ini milik Mbah Suroyudo atau Mbah Jalaluddin yang dikenal dengan sebutan Warok Ponorogo karena asalnya dari daerah Ponorogo. Mbah Suroyudo mendapatkan perintah dari gurunya yakni Sunan Mbayat untuk menyebarkan agama islam. Ditemani oleh seekor anak Harimau dengan petunjuk dari bintang jatuh, pada tahun 1480 M pria tersebut menemukan desa Ngawonggo yang dulunya merupakan hutan belantara yang kemudian diubah menjadi sebuah pemukiman. Setelah tiada, perjuangan Beliau dilanjutkan oleh muridnya yakni mbah Irodipo, mbah Gambreng, dan mbah Maruk pada tahun 1550.
'''<big>Geografis</big>'''
Desa Ngawonggo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 375,628 hektare (Ha) dengan ketinggian rata-rata 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan letak administratif, Desa Ngawonggo berada di ujung selatan Kecamatan Tajinan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wajak.
Secara geografis, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, di sebelah utara. Di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. Adapun di sebelah barat, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan.
== Menuju Kesini ==
==== Dengan Kendaraan Bermotor ====
Desa Ngawonggo terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan dapat diakses dengan kendaraan bermotor melalui berbagai jalur. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat ditempuh melalui rute Kota Malang – Gadang – Tajinan – Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari Surabaya, perjalanan dapat dilakukan melalui Tol Surabaya–Gempol, kemudian keluar menuju Lawang, dilanjutkan ke Kota Malang – Tajinan – Desa Ngawonggo, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam.
==== Dengan Pesawat ====
Akses udara menuju Desa Ngawonggo dapat dilakukan melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang berada di Kabupaten Malang, sekitar 20–25 km dari Desa Ngawonggo. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring menuju Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit. Alternatif lainnya adalah melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Ngawonggo.
==== Dengan Kereta Api ====
Bagi pengguna kereta api, stasiun tujuan terdekat adalah Stasiun Malang Kota Lama yang melayani perjalanan dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari stasiun, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 35–45 menit.
==== Dengan Bus ====
Desa Ngawonggo juga dapat diakses melalui layanan bus antarkota. Penumpang dapat turun di Terminal Arjosari atau Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Tajinan menggunakan angkutan umum, transportasi daring, atau kendaraan sewaan hingga tiba di Desa Ngawonggo. Waktu tempuh dari terminal menuju desa berkisar 40–60 menit.
== Tempat Wisata ==
# '''Situs Petirtaan Ngawonggo''', merupakan kolam pemandian peninggalan kuno era Hindu-Buddha yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun, yang terletak di Dusun Nanasan. Sebagian sumber terjalin situs ini dengan Kerajaan Medang, Sementara sumber lain yang menghubungkannya dengan Kerajaan Singasari. Kolamnya tersusun dari batu andesit dengan sumber air yang masih aktif dan masih seringnya dipakai oleh warga sekitar hingga saat ini. Di sekitar situs juga ditemukannya batu berukir dan struktur khas Hindu-Buddha yang memperkuat fungsi situs sebagai tempat penyucian diri. Fasilitas di area ini masih sederhana, namun justru bisa menghadirkan suasana yang tidak ramai dan lebih alami.
# '''Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo,''' merupakan tempat wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo. Gazebo peristirahatan ini dibangun secara gotong royong oleh warga pada tahun 2010, khusus untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Situs Petirtaan Ngawonggo. Penamaan Tomboan sendiri terinspirasi dari sajian wedang (minuman) berbahan tanaman obat, karena dalam Bahasa jawa, ''tombo'' yang artinya obat. Di wisata ini seluruh perlengkapan makanan dan minumannya sengaja menghindari plastik contohnya piring dan gelas memakai bahan stainless, sementara wadah lainnya berupa anyaman bambu. Minuman khasnya yaitu racikan jeruk, jahe, sereh, bunga rosela, daun kelor, dan wedang uwuh yang semuanya diolah secara manual. Untuk makanannya tersedia jajanan tradisional seperti emblem, tiwul, horog-horog, getuk, ongol-ongol, getuk, dan lemet yang dibungkus daun pisang. Pengelolaan tempat ini dipegang oleh warga setempat yang disebut ''rancang'' dengan tetap menjunjung prinsip wisata wisata ramah lingkungan. Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pembuatan jajanan dan makanan, di mana proses memasaknya dilakukan di rumah masing-masing sebelum sebelum selanjutnya disajikan di Wisata Tomboan Ngawonggo. '' ''
# '''Wisata Religi Makam Mbah Suroyudo''', terletak di Dusun Mertoyoso, yang merupakan destinasi wisata religi sekaligus tempat edukasi sejarah. Mbah Suroyudo yang diyakini sebagai ulama penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan sekaligus tokoh yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo. Lokasi Makam ini sekitar 5 menit dari kantor Balai Desa Ngawonggo.
== Makan ==
# '''Terang Bulan Eco''', Jl. Raya Ngawonggo, Mertoyoso. Terletak di dekat Gapura "Selamat Datang" Desa Ngawonggo. Warung ini menyajikan terang bulan dengan berbagai pilihan rasa. Harga mulai sekitar Rp13.000 per porsi.
# '''Warung Biru,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung makan yang dikenal dengan menu nasi rawon dan krengsengan ati. Selain itu tersedia pula menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, dan aneka masakan rumahan.
# '''Warung Lestari''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung lalapan yang menyajikan berbagai pilihan lauk, seperti bebek goreng, ayam goreng, ayam krispi, ayam kampung, lele, mujair, dan hidangan lainnya. Buka pada sore hingga malam hari.
# '''Warung Nasi Bu Kus,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyediakan menu nasi pecel, nasi campur, nasi empok, dan aneka masakan rumahan lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–21.00, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk sarapan maupun makan siang dan malam.
# '''Bakso Mie Ayam 77''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan bakso dan mi ayam. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo di tepi Jalan Raya Ngawonggo sehingga mudah ditemukan.
# '''Warung Putra Sakera 86 (Sate Madura)''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyajikan sate Madura. Buka mulai pukul 18.00. Harga satu porsi sate sekitar Rp14.000, sedangkan nasi dijual terpisah sekitar Rp5.000. Berlokasi di sebelah Kantor Balai Desa Ngawonggo.
# '''Nasi Bebek Goreng dan Ayam Goreng Cabang Purnama''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan nasi bebek goreng dan ayam goreng. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo, menghadap Jalan Raya Ngawonggo, dan beroperasi pada malam hari.
== Minum ==
# '''''Golgota''''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai pilihan minuman, seperti minuman bersoda yang dipadukan dengan sirup serta aneka minuman sachet. Dengan kisaran harga Rp5.000–Rp10.000, Golgota menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar dengan harga yang terjangkau.
# '''Es Teh Pesona''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai varian es teh dengan aneka pilihan rasa serta menu milk series yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan kisaran harga Rp7.000–Rp12.000, Es Teh Pesona menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar saat berkunjung ke Desa Ngawonggo.
2e4m63y4wkjgsd6js209oumr6gf6wu4
34139
34138
2026-07-24T03:22:24Z
Hngdery
1409
/* Pahami */
34139
wikitext
text/x-wiki
Ngawonggo, merupakan sebuah desa yang berada di [[kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.]] Berada di antara desa Pandanmulyo dan desa Gunung Ronggo, desa Ngawonggo dikenal dengan situs petirtaan yang merupakan peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang menjadi daya tarik dari desa ini.
== Pahami ==
'''<big>Sejarah</big>'''
Desa Ngawonggo memiliki sejarah yang panjang. Nama Ngawonggo menurut beberapa ahli berasal dari kata Awang-awang yang dalam bahasa Jawa merujuk pada sebuah tempat yang berada di antara awan. Lokasi desa Ngawonggo yang berada di dataran tinggi dan disekitar area lereng gunung menyebabkan pemandangan yang hadir adalah gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ngawonggo hadir karena peninggalan situs petirtaan atau kolam pemandian suci yang termasuk dalam sistem pengairan milik Kahyangan Kaswangga. Kahyangan Kaswangga sendiri merupakan komunitas keagamaan yang cukup besar pada zamannya dan nama Kaswangga lah yang menjadi asal usul nama Ngawonggo yang sudah dikenal sekarang. Dan yang terakhir, menurut bukti yang ada di desa yakni sebuah makam atau Punden yang dipercayai sebagai pendiri dari desa Ngawonggo yang terletak di Barat Daya desa. Makam ini milik Mbah Suroyudo atau Mbah Jalaluddin yang dikenal dengan sebutan Warok Ponorogo karena asalnya dari daerah [[Ponorogo]]. Mbah Suroyudo mendapatkan perintah dari gurunya yakni Sunan Mbayat untuk menyebarkan agama islam. Ditemani oleh seekor anak Harimau dengan petunjuk dari bintang jatuh, pada tahun 1480 M pria tersebut menemukan desa Ngawonggo yang dulunya merupakan hutan belantara yang kemudian diubah menjadi sebuah pemukiman. Setelah tiada, perjuangan Beliau dilanjutkan oleh muridnya yakni mbah Irodipo, mbah Gambreng, dan mbah Maruk pada tahun 1550.
'''<big>Geografis</big>'''
Desa Ngawonggo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 375,628 hektare (Ha) dengan ketinggian rata-rata 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan letak administratif, Desa Ngawonggo berada di ujung selatan Kecamatan Tajinan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wajak.
Secara geografis, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, di sebelah utara. Di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. Adapun di sebelah barat, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan.
== Menuju Kesini ==
==== Dengan Kendaraan Bermotor ====
Desa Ngawonggo terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan dapat diakses dengan kendaraan bermotor melalui berbagai jalur. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat ditempuh melalui rute Kota Malang – Gadang – Tajinan – Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari Surabaya, perjalanan dapat dilakukan melalui Tol Surabaya–Gempol, kemudian keluar menuju Lawang, dilanjutkan ke Kota Malang – Tajinan – Desa Ngawonggo, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam.
==== Dengan Pesawat ====
Akses udara menuju Desa Ngawonggo dapat dilakukan melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang berada di Kabupaten Malang, sekitar 20–25 km dari Desa Ngawonggo. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring menuju Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit. Alternatif lainnya adalah melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Ngawonggo.
==== Dengan Kereta Api ====
Bagi pengguna kereta api, stasiun tujuan terdekat adalah Stasiun Malang Kota Lama yang melayani perjalanan dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari stasiun, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 35–45 menit.
==== Dengan Bus ====
Desa Ngawonggo juga dapat diakses melalui layanan bus antarkota. Penumpang dapat turun di Terminal Arjosari atau Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Tajinan menggunakan angkutan umum, transportasi daring, atau kendaraan sewaan hingga tiba di Desa Ngawonggo. Waktu tempuh dari terminal menuju desa berkisar 40–60 menit.
== Tempat Wisata ==
# '''Situs Petirtaan Ngawonggo''', merupakan kolam pemandian peninggalan kuno era Hindu-Buddha yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun, yang terletak di Dusun Nanasan. Sebagian sumber terjalin situs ini dengan Kerajaan Medang, Sementara sumber lain yang menghubungkannya dengan Kerajaan Singasari. Kolamnya tersusun dari batu andesit dengan sumber air yang masih aktif dan masih seringnya dipakai oleh warga sekitar hingga saat ini. Di sekitar situs juga ditemukannya batu berukir dan struktur khas Hindu-Buddha yang memperkuat fungsi situs sebagai tempat penyucian diri. Fasilitas di area ini masih sederhana, namun justru bisa menghadirkan suasana yang tidak ramai dan lebih alami.
# '''Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo,''' merupakan tempat wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo. Gazebo peristirahatan ini dibangun secara gotong royong oleh warga pada tahun 2010, khusus untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Situs Petirtaan Ngawonggo. Penamaan Tomboan sendiri terinspirasi dari sajian wedang (minuman) berbahan tanaman obat, karena dalam Bahasa jawa, ''tombo'' yang artinya obat. Di wisata ini seluruh perlengkapan makanan dan minumannya sengaja menghindari plastik contohnya piring dan gelas memakai bahan stainless, sementara wadah lainnya berupa anyaman bambu. Minuman khasnya yaitu racikan jeruk, jahe, sereh, bunga rosela, daun kelor, dan wedang uwuh yang semuanya diolah secara manual. Untuk makanannya tersedia jajanan tradisional seperti emblem, tiwul, horog-horog, getuk, ongol-ongol, getuk, dan lemet yang dibungkus daun pisang. Pengelolaan tempat ini dipegang oleh warga setempat yang disebut ''rancang'' dengan tetap menjunjung prinsip wisata wisata ramah lingkungan. Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pembuatan jajanan dan makanan, di mana proses memasaknya dilakukan di rumah masing-masing sebelum sebelum selanjutnya disajikan di Wisata Tomboan Ngawonggo. '' ''
# '''Wisata Religi Makam Mbah Suroyudo''', terletak di Dusun Mertoyoso, yang merupakan destinasi wisata religi sekaligus tempat edukasi sejarah. Mbah Suroyudo yang diyakini sebagai ulama penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan sekaligus tokoh yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo. Lokasi Makam ini sekitar 5 menit dari kantor Balai Desa Ngawonggo.
== Makan ==
# '''Terang Bulan Eco''', Jl. Raya Ngawonggo, Mertoyoso. Terletak di dekat Gapura "Selamat Datang" Desa Ngawonggo. Warung ini menyajikan terang bulan dengan berbagai pilihan rasa. Harga mulai sekitar Rp13.000 per porsi.
# '''Warung Biru,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung makan yang dikenal dengan menu nasi rawon dan krengsengan ati. Selain itu tersedia pula menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, dan aneka masakan rumahan.
# '''Warung Lestari''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung lalapan yang menyajikan berbagai pilihan lauk, seperti bebek goreng, ayam goreng, ayam krispi, ayam kampung, lele, mujair, dan hidangan lainnya. Buka pada sore hingga malam hari.
# '''Warung Nasi Bu Kus,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyediakan menu nasi pecel, nasi campur, nasi empok, dan aneka masakan rumahan lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–21.00, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk sarapan maupun makan siang dan malam.
# '''Bakso Mie Ayam 77''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan bakso dan mi ayam. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo di tepi Jalan Raya Ngawonggo sehingga mudah ditemukan.
# '''Warung Putra Sakera 86 (Sate Madura)''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyajikan sate Madura. Buka mulai pukul 18.00. Harga satu porsi sate sekitar Rp14.000, sedangkan nasi dijual terpisah sekitar Rp5.000. Berlokasi di sebelah Kantor Balai Desa Ngawonggo.
# '''Nasi Bebek Goreng dan Ayam Goreng Cabang Purnama''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan nasi bebek goreng dan ayam goreng. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo, menghadap Jalan Raya Ngawonggo, dan beroperasi pada malam hari.
== Minum ==
# '''''Golgota''''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai pilihan minuman, seperti minuman bersoda yang dipadukan dengan sirup serta aneka minuman sachet. Dengan kisaran harga Rp5.000–Rp10.000, Golgota menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar dengan harga yang terjangkau.
# '''Es Teh Pesona''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai varian es teh dengan aneka pilihan rasa serta menu milk series yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan kisaran harga Rp7.000–Rp12.000, Es Teh Pesona menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar saat berkunjung ke Desa Ngawonggo.
2g4vpz95suippxnnc6zm9ila66f0py2
34140
34139
2026-07-24T03:35:57Z
~2026-41412-85
1447
34140
wikitext
text/x-wiki
Ngawonggo, merupakan sebuah desa yang berada di [[kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.]] Berada di antara desa Pandanmulyo dan desa Gunung Ronggo, desa Ngawonggo dikenal dengan situs petirtaan yang merupakan peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang menjadi daya tarik dari desa ini.
== Pahami ==
'''<big>Sejarah</big>'''
Desa Ngawonggo memiliki sejarah yang panjang. Nama Ngawonggo menurut beberapa ahli berasal dari kata Awang-awang yang dalam bahasa Jawa merujuk pada sebuah tempat yang berada di antara awan. Lokasi desa Ngawonggo yang berada di dataran tinggi dan disekitar area lereng gunung menyebabkan pemandangan yang hadir adalah gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ngawonggo hadir karena peninggalan situs petirtaan atau kolam pemandian suci yang termasuk dalam sistem pengairan milik Kahyangan Kaswangga. Kahyangan Kaswangga sendiri merupakan komunitas keagamaan yang cukup besar pada zamannya dan nama Kaswangga lah yang menjadi asal usul nama Ngawonggo yang sudah dikenal sekarang. Dan yang terakhir, menurut bukti yang ada di desa yakni sebuah makam atau Punden yang dipercayai sebagai pendiri dari desa Ngawonggo yang terletak di Barat Daya desa. Makam ini milik Mbah Suroyudo atau Mbah Jalaluddin yang dikenal dengan sebutan Warok Ponorogo karena asalnya dari daerah [[Ponorogo]]. Mbah Suroyudo mendapatkan perintah dari gurunya yakni Sunan Mbayat untuk menyebarkan agama islam. Ditemani oleh seekor anak Harimau dengan petunjuk dari bintang jatuh, pada tahun 1480 M pria tersebut menemukan desa Ngawonggo yang dulunya merupakan hutan belantara yang kemudian diubah menjadi sebuah pemukiman. Setelah tiada, perjuangan Beliau dilanjutkan oleh muridnya yakni mbah Irodipo, mbah Gambreng, dan mbah Maruk pada tahun 1550.
'''<big>Geografis</big>'''
Desa Ngawonggo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 375,628 hektare (Ha) dengan ketinggian rata-rata 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan letak administratif, Desa Ngawonggo berada di ujung selatan Kecamatan Tajinan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wajak.
Secara geografis, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, di sebelah utara. Di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. Adapun di sebelah barat, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan.
== Menuju Kesini ==
==== Dengan Kendaraan Bermotor ====
Desa Ngawonggo terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan dapat diakses dengan kendaraan bermotor melalui berbagai jalur. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat ditempuh melalui rute Kota Malang – Gadang – Tajinan – Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari Surabaya, perjalanan dapat dilakukan melalui Tol Surabaya–Gempol, kemudian keluar menuju Lawang, dilanjutkan ke Kota Malang – Tajinan – Desa Ngawonggo, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam.
==== Dengan Pesawat ====
Akses udara menuju Desa Ngawonggo dapat dilakukan melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang berada di Kabupaten Malang, sekitar 20–25 km dari Desa Ngawonggo. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring menuju Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit. Alternatif lainnya adalah melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Ngawonggo.
==== Dengan Kereta Api ====
Bagi pengguna kereta api, stasiun tujuan terdekat adalah Stasiun Malang Kota Lama yang melayani perjalanan dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari stasiun, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 35–45 menit.
==== Dengan Bus ====
Desa Ngawonggo juga dapat diakses melalui layanan bus antarkota. Penumpang dapat turun di Terminal Arjosari atau Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Tajinan menggunakan angkutan umum, transportasi daring, atau kendaraan sewaan hingga tiba di Desa Ngawonggo. Waktu tempuh dari terminal menuju desa berkisar 40–60 menit.
== Tempat Wisata ==
# '''Situs Petirtaan Ngawonggo''', merupakan kolam pemandian peninggalan kuno era Hindu-Buddha yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun, yang terletak di Dusun Nanasan. Sebagian sumber terjalin situs ini dengan Kerajaan Medang, Sementara sumber lain yang menghubungkannya dengan Kerajaan Singasari. Kolamnya tersusun dari batu andesit dengan sumber air yang masih aktif dan masih seringnya dipakai oleh warga sekitar hingga saat ini. Di sekitar situs juga ditemukannya batu berukir dan struktur khas Hindu-Buddha yang memperkuat fungsi situs sebagai tempat penyucian diri. Fasilitas di area ini masih sederhana, namun justru bisa menghadirkan suasana yang tidak ramai dan lebih alami.
# '''Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo,''' merupakan tempat wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo. Gazebo peristirahatan ini dibangun secara gotong royong oleh warga pada tahun 2010, khusus untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Situs Petirtaan Ngawonggo. Penamaan Tomboan sendiri terinspirasi dari sajian wedang (minuman) berbahan tanaman obat, karena dalam Bahasa jawa, ''tombo'' yang artinya obat. Di wisata ini seluruh perlengkapan makanan dan minumannya sengaja menghindari plastik contohnya piring dan gelas memakai bahan stainless, sementara wadah lainnya berupa anyaman bambu. Minuman khasnya yaitu racikan jeruk, jahe, sereh, bunga rosela, daun kelor, dan wedang uwuh yang semuanya diolah secara manual. Untuk makanannya tersedia jajanan tradisional seperti emblem, tiwul, horog-horog, getuk, ongol-ongol, getuk, dan lemet yang dibungkus daun pisang. Pengelolaan tempat ini dipegang oleh warga setempat yang disebut ''rancang'' dengan tetap menjunjung prinsip wisata wisata ramah lingkungan. Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pembuatan jajanan dan makanan, di mana proses memasaknya dilakukan di rumah masing-masing sebelum sebelum selanjutnya disajikan di Wisata Tomboan Ngawonggo. '' ''
# '''Wisata Religi Makam Mbah Suroyudo''', terletak di Dusun Mertoyoso, yang merupakan destinasi wisata religi sekaligus tempat edukasi sejarah. Mbah Suroyudo yang diyakini sebagai ulama penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan sekaligus tokoh yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo. Lokasi Makam ini sekitar 5 menit dari kantor Balai Desa Ngawonggo.
== Makan ==
# '''Terang Bulan Eco''', Jl. Raya Ngawonggo, Mertoyoso. Terletak di dekat Gapura "Selamat Datang" Desa Ngawonggo. Warung ini menyajikan terang bulan dengan berbagai pilihan rasa. Harga mulai sekitar Rp13.000 per porsi.
# '''Warung Biru,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung makan yang dikenal dengan menu nasi rawon dan krengsengan ati. Selain itu tersedia pula menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, dan aneka masakan rumahan.
# '''Warung Lestari''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung lalapan yang menyajikan berbagai pilihan lauk, seperti bebek goreng, ayam goreng, ayam krispi, ayam kampung, lele, mujair, dan hidangan lainnya. Buka pada sore hingga malam hari.
# '''Warung Nasi Bu Kus,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyediakan menu nasi pecel, nasi campur, nasi empok, dan aneka masakan rumahan lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–21.00, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk sarapan maupun makan siang dan malam.
# '''Bakso Mie Ayam 77''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan bakso dan mi ayam. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo di tepi Jalan Raya Ngawonggo sehingga mudah ditemukan.
# '''Warung Putra Sakera 86 (Sate Madura)''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyajikan sate Madura. Buka mulai pukul 18.00. Harga satu porsi sate sekitar Rp14.000, sedangkan nasi dijual terpisah sekitar Rp5.000. Berlokasi di sebelah Kantor Balai Desa Ngawonggo.
# '''Nasi Bebek Goreng dan Ayam Goreng Cabang Purnama''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan nasi bebek goreng dan ayam goreng. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo, menghadap Jalan Raya Ngawonggo, dan beroperasi pada malam hari.
== Minum ==
# '''''Golgota''''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai pilihan minuman, seperti minuman bersoda yang dipadukan dengan sirup serta aneka minuman sachet. Dengan kisaran harga Rp5.000–Rp10.000, Golgota menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar dengan harga yang terjangkau.
# '''Es Teh Pesona''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai varian es teh dengan aneka pilihan rasa serta menu milk series yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan kisaran harga Rp7.000–Rp12.000, Es Teh Pesona menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar saat berkunjung ke Desa Ngawonggo.
[[Kategori:Desa]]
[[Kategori:Malang]]
tfhisctjkn6brltq924vttmyil4cts7
34141
34140
2026-07-24T03:47:46Z
~2026-41412-85
1447
34141
wikitext
text/x-wiki
Ngawonggo, merupakan sebuah desa yang berada di [[kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.]] Berada di antara desa Pandanmulyo dan desa [[Gunung Ronggo]], desa Ngawonggo dikenal dengan situs petirtaan yang merupakan peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang menjadi daya tarik dari desa ini.
== Pahami ==
'''<big>Sejarah</big>'''
Desa Ngawonggo memiliki sejarah yang panjang. Nama Ngawonggo menurut beberapa ahli berasal dari kata Awang-awang yang dalam bahasa Jawa merujuk pada sebuah tempat yang berada di antara awan. Lokasi desa Ngawonggo yang berada di dataran tinggi dan disekitar area lereng gunung menyebabkan pemandangan yang hadir adalah gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ngawonggo hadir karena peninggalan situs petirtaan atau kolam pemandian suci yang termasuk dalam sistem pengairan milik Kahyangan Kaswangga. Kahyangan Kaswangga sendiri merupakan komunitas keagamaan yang cukup besar pada zamannya dan nama Kaswangga lah yang menjadi asal usul nama Ngawonggo yang sudah dikenal sekarang. Dan yang terakhir, menurut bukti yang ada di desa yakni sebuah makam atau Punden yang dipercayai sebagai pendiri dari desa Ngawonggo yang terletak di Barat Daya desa. Makam ini milik Mbah Suroyudo atau Mbah Jalaluddin yang dikenal dengan sebutan Warok Ponorogo karena asalnya dari daerah [[Ponorogo]]. Mbah Suroyudo mendapatkan perintah dari gurunya yakni Sunan Mbayat untuk menyebarkan agama islam. Ditemani oleh seekor anak Harimau dengan petunjuk dari bintang jatuh, pada tahun 1480 M pria tersebut menemukan desa Ngawonggo yang dulunya merupakan hutan belantara yang kemudian diubah menjadi sebuah pemukiman. Setelah tiada, perjuangan Beliau dilanjutkan oleh muridnya yakni mbah Irodipo, mbah Gambreng, dan mbah Maruk pada tahun 1550.
'''<big>Geografis</big>'''
Desa Ngawonggo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 375,628 hektare (Ha) dengan ketinggian rata-rata 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan letak administratif, Desa Ngawonggo berada di ujung selatan Kecamatan Tajinan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wajak.
Secara geografis, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, di sebelah utara. Di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. Adapun di sebelah barat, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan.
== Menuju Kesini ==
==== Dengan Kendaraan Bermotor ====
Desa Ngawonggo terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan dapat diakses dengan kendaraan bermotor melalui berbagai jalur. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat ditempuh melalui rute Kota Malang – Gadang – Tajinan – Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari Surabaya, perjalanan dapat dilakukan melalui Tol Surabaya–Gempol, kemudian keluar menuju Lawang, dilanjutkan ke Kota Malang – Tajinan – Desa Ngawonggo, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam.
==== Dengan Pesawat ====
Akses udara menuju Desa Ngawonggo dapat dilakukan melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang berada di Kabupaten Malang, sekitar 20–25 km dari Desa Ngawonggo. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring menuju Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit. Alternatif lainnya adalah melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Ngawonggo.
==== Dengan Kereta Api ====
Bagi pengguna kereta api, stasiun tujuan terdekat adalah Stasiun Malang Kota Lama yang melayani perjalanan dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari stasiun, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 35–45 menit.
==== Dengan Bus ====
Desa Ngawonggo juga dapat diakses melalui layanan bus antarkota. Penumpang dapat turun di Terminal Arjosari atau Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Tajinan menggunakan angkutan umum, transportasi daring, atau kendaraan sewaan hingga tiba di Desa Ngawonggo. Waktu tempuh dari terminal menuju desa berkisar 40–60 menit.
== Tempat Wisata ==
# '''Situs Petirtaan Ngawonggo''', merupakan kolam pemandian peninggalan kuno era Hindu-Buddha yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun, yang terletak di Dusun Nanasan. Sebagian sumber terjalin situs ini dengan Kerajaan Medang, Sementara sumber lain yang menghubungkannya dengan Kerajaan Singasari. Kolamnya tersusun dari batu andesit dengan sumber air yang masih aktif dan masih seringnya dipakai oleh warga sekitar hingga saat ini. Di sekitar situs juga ditemukannya batu berukir dan struktur khas Hindu-Buddha yang memperkuat fungsi situs sebagai tempat penyucian diri. Fasilitas di area ini masih sederhana, namun justru bisa menghadirkan suasana yang tidak ramai dan lebih alami.
# '''Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo,''' merupakan tempat wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo. Gazebo peristirahatan ini dibangun secara gotong royong oleh warga pada tahun 2010, khusus untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Situs Petirtaan Ngawonggo. Penamaan Tomboan sendiri terinspirasi dari sajian wedang (minuman) berbahan tanaman obat, karena dalam Bahasa jawa, ''tombo'' yang artinya obat. Di wisata ini seluruh perlengkapan makanan dan minumannya sengaja menghindari plastik contohnya piring dan gelas memakai bahan stainless, sementara wadah lainnya berupa anyaman bambu. Minuman khasnya yaitu racikan jeruk, jahe, sereh, bunga rosela, daun kelor, dan wedang uwuh yang semuanya diolah secara manual. Untuk makanannya tersedia jajanan tradisional seperti emblem, tiwul, horog-horog, getuk, ongol-ongol, getuk, dan lemet yang dibungkus daun pisang. Pengelolaan tempat ini dipegang oleh warga setempat yang disebut ''rancang'' dengan tetap menjunjung prinsip wisata wisata ramah lingkungan. Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pembuatan jajanan dan makanan, di mana proses memasaknya dilakukan di rumah masing-masing sebelum sebelum selanjutnya disajikan di Wisata Tomboan Ngawonggo. '' ''
# '''Wisata Religi Makam Mbah Suroyudo''', terletak di Dusun Mertoyoso, yang merupakan destinasi wisata religi sekaligus tempat edukasi sejarah. Mbah Suroyudo yang diyakini sebagai ulama penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan sekaligus tokoh yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo. Lokasi Makam ini sekitar 5 menit dari kantor Balai Desa Ngawonggo.
== Makan ==
# '''Terang Bulan Eco''', Jl. Raya Ngawonggo, Mertoyoso. Terletak di dekat Gapura "Selamat Datang" Desa Ngawonggo. Warung ini menyajikan terang bulan dengan berbagai pilihan rasa. Harga mulai sekitar Rp13.000 per porsi.
# '''Warung Biru,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung makan yang dikenal dengan menu nasi rawon dan krengsengan ati. Selain itu tersedia pula menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, dan aneka masakan rumahan.
# '''Warung Lestari''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung lalapan yang menyajikan berbagai pilihan lauk, seperti bebek goreng, ayam goreng, ayam krispi, ayam kampung, lele, mujair, dan hidangan lainnya. Buka pada sore hingga malam hari.
# '''Warung Nasi Bu Kus,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyediakan menu nasi pecel, nasi campur, nasi empok, dan aneka masakan rumahan lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–21.00, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk sarapan maupun makan siang dan malam.
# '''Bakso Mie Ayam 77''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan bakso dan mi ayam. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo di tepi Jalan Raya Ngawonggo sehingga mudah ditemukan.
# '''Warung Putra Sakera 86 (Sate Madura)''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyajikan sate Madura. Buka mulai pukul 18.00. Harga satu porsi sate sekitar Rp14.000, sedangkan nasi dijual terpisah sekitar Rp5.000. Berlokasi di sebelah Kantor Balai Desa Ngawonggo.
# '''Nasi Bebek Goreng dan Ayam Goreng Cabang Purnama''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan nasi bebek goreng dan ayam goreng. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo, menghadap Jalan Raya Ngawonggo, dan beroperasi pada malam hari.
== Minum ==
# '''''Golgota''''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai pilihan minuman, seperti minuman bersoda yang dipadukan dengan sirup serta aneka minuman sachet. Dengan kisaran harga Rp5.000–Rp10.000, Golgota menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar dengan harga yang terjangkau.
# '''Es Teh Pesona''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai varian es teh dengan aneka pilihan rasa serta menu milk series yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan kisaran harga Rp7.000–Rp12.000, Es Teh Pesona menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar saat berkunjung ke Desa Ngawonggo.
[[Kategori:Desa]]
[[Kategori:Malang]]
k9ep2ni7hiwzyt3a76vd9bb7kvy2wea
34142
34141
2026-07-24T03:49:33Z
~2026-41412-85
1447
34142
wikitext
text/x-wiki
Ngawonggo, merupakan sebuah desa yang berada di [[kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.]] Berada di antara desa Pandanmulyo dan desa [[Gunung Ronggo]], desa Ngawonggo dikenal dengan situs petirtaan yang merupakan peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang menjadi daya tarik dari desa ini.
== Pahami ==
'''<big>Sejarah</big>'''
Desa Ngawonggo memiliki sejarah yang panjang. Nama Ngawonggo menurut beberapa ahli berasal dari kata Awang-awang yang dalam bahasa Jawa merujuk pada sebuah tempat yang berada di antara awan. Lokasi desa Ngawonggo yang berada di dataran tinggi dan disekitar area lereng gunung menyebabkan pemandangan yang hadir adalah gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ngawonggo hadir karena peninggalan situs petirtaan atau kolam pemandian suci yang termasuk dalam sistem pengairan milik Kahyangan Kaswangga. Kahyangan Kaswangga sendiri merupakan komunitas keagamaan yang cukup besar pada zamannya dan nama Kaswangga lah yang menjadi asal usul nama Ngawonggo yang sudah dikenal sekarang. Dan yang terakhir, menurut bukti yang ada di desa yakni sebuah makam atau Punden yang dipercayai sebagai pendiri dari desa Ngawonggo yang terletak di Barat Daya desa. Makam ini milik Mbah Suroyudo atau Mbah Jalaluddin yang dikenal dengan sebutan Warok Ponorogo karena asalnya dari daerah [[Ponorogo]]. Mbah Suroyudo mendapatkan perintah dari gurunya yakni Sunan Mbayat untuk menyebarkan agama islam. Ditemani oleh seekor anak Harimau dengan petunjuk dari bintang jatuh, pada tahun 1480 M pria tersebut menemukan desa Ngawonggo yang dulunya merupakan hutan belantara yang kemudian diubah menjadi sebuah pemukiman. Setelah tiada, perjuangan Beliau dilanjutkan oleh muridnya yakni mbah Irodipo, mbah Gambreng, dan mbah Maruk pada tahun 1550.
'''<big>Geografis</big>'''
Desa Ngawonggo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 375,628 hektare (Ha) dengan ketinggian rata-rata 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan letak administratif, Desa Ngawonggo berada di ujung selatan Kecamatan Tajinan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wajak.
Secara geografis, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, di sebelah utara. Di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. Adapun di sebelah barat, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan.
== Menuju Kesini ==
==== Dengan Kendaraan Bermotor ====
Desa Ngawonggo terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan dapat diakses dengan kendaraan bermotor melalui berbagai jalur. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat ditempuh melalui rute Kota Malang – Gadang – Tajinan – Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari Surabaya, perjalanan dapat dilakukan melalui Tol Surabaya–Gempol, kemudian keluar menuju Lawang, dilanjutkan ke Kota Malang – Tajinan – Desa Ngawonggo, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam.
==== Dengan Pesawat ====
Akses udara menuju Desa Ngawonggo dapat dilakukan melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang berada di Kabupaten Malang, sekitar 20–25 km dari Desa Ngawonggo. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring menuju Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit. Alternatif lainnya adalah melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Ngawonggo.
==== Dengan Kereta Api ====
Bagi pengguna kereta api, stasiun tujuan terdekat adalah Stasiun Malang Kota Lama yang melayani perjalanan dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari stasiun, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 35–45 menit.
==== Dengan Bus ====
Desa Ngawonggo juga dapat diakses melalui layanan bus antarkota. Penumpang dapat turun di Terminal Arjosari atau Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Tajinan menggunakan angkutan umum, transportasi daring, atau kendaraan sewaan hingga tiba di Desa Ngawonggo. Waktu tempuh dari terminal menuju desa berkisar 40–60 menit.
== Tempat Wisata ==
# '''Situs Petirtaan Ngawonggo''', merupakan kolam pemandian peninggalan kuno era Hindu-Buddha yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun, yang terletak di Dusun Nanasan. Sebagian sumber terjalin situs ini dengan Kerajaan Medang, Sementara sumber lain yang menghubungkannya dengan Kerajaan Singasari. Kolamnya tersusun dari batu andesit dengan sumber air yang masih aktif dan masih seringnya dipakai oleh warga sekitar hingga saat ini. Di sekitar situs juga ditemukannya batu berukir dan struktur khas Hindu-Buddha yang memperkuat fungsi situs sebagai tempat penyucian diri. Fasilitas di area ini masih sederhana, namun justru bisa menghadirkan suasana yang tidak ramai dan lebih alami.
# '''Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo,''' merupakan tempat wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo. Gazebo peristirahatan ini dibangun secara gotong royong oleh warga pada tahun 2010, khusus untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Situs Petirtaan Ngawonggo. Penamaan Tomboan sendiri terinspirasi dari sajian wedang (minuman) berbahan tanaman obat, karena dalam Bahasa jawa, ''tombo'' yang artinya obat. Di wisata ini seluruh perlengkapan makanan dan minumannya sengaja menghindari plastik contohnya piring dan gelas memakai bahan stainless, sementara wadah lainnya berupa anyaman bambu. Minuman khasnya yaitu racikan jeruk, jahe, sereh, bunga rosela, daun kelor, dan wedang uwuh yang semuanya diolah secara manual. Untuk makanannya tersedia jajanan tradisional seperti emblem, tiwul, horog-horog, getuk, ongol-ongol, getuk, dan lemet yang dibungkus daun pisang. Pengelolaan tempat ini dipegang oleh warga setempat yang disebut ''rancang'' dengan tetap menjunjung prinsip wisata wisata ramah lingkungan. Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pembuatan jajanan dan makanan, di mana proses memasaknya dilakukan di rumah masing-masing sebelum sebelum selanjutnya disajikan di Wisata Tomboan Ngawonggo. '' ''
# '''Wisata Religi Makam Mbah Suroyudo''', terletak di Dusun Mertoyoso, yang merupakan destinasi wisata religi sekaligus tempat edukasi sejarah. Mbah Suroyudo yang diyakini sebagai ulama penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan sekaligus tokoh yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo. Lokasi Makam ini sekitar 5 menit dari kantor Balai Desa Ngawonggo.
== Makan ==
# '''Terang Bulan Eco''', Jl. Raya Ngawonggo, Mertoyoso. Terletak di dekat Gapura "Selamat Datang" Desa Ngawonggo. Warung ini menyajikan terang bulan dengan berbagai pilihan rasa. Harga mulai sekitar Rp13.000 per porsi.
# '''Warung Biru,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung makan yang dikenal dengan menu nasi rawon dan krengsengan ati. Selain itu tersedia pula menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, dan aneka masakan rumahan.
# '''Warung Lestari''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung lalapan yang menyajikan berbagai pilihan lauk, seperti bebek goreng, ayam goreng, ayam krispi, ayam kampung, lele, mujair, dan hidangan lainnya. Buka pada sore hingga malam hari.
# '''Warung Nasi Bu Kus,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyediakan menu nasi pecel, nasi campur, nasi empok, dan aneka masakan rumahan lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–21.00, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk sarapan maupun makan siang dan malam.
# '''Bakso Mie Ayam 77''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan bakso dan mi ayam. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo di tepi Jalan Raya Ngawonggo sehingga mudah ditemukan.
# '''Warung Putra Sakera 86 (Sate Madura)''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyajikan sate Madura. Buka mulai pukul 18.00. Harga satu porsi sate sekitar Rp14.000, sedangkan nasi dijual terpisah sekitar Rp5.000. Berlokasi di sebelah Kantor Balai Desa Ngawonggo.
# '''Nasi Bebek Goreng dan Ayam Goreng Cabang Purnama''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan nasi bebek goreng dan ayam goreng. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo, menghadap Jalan Raya Ngawonggo, dan beroperasi pada malam hari.
== Minum ==
# '''''Golgota''''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai pilihan minuman, seperti minuman bersoda yang dipadukan dengan sirup serta aneka minuman sachet. Dengan kisaran harga Rp5.000–Rp10.000, Golgota menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar dengan harga yang terjangkau.
# '''Es Teh Pesona''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai varian es teh dengan aneka pilihan rasa serta menu milk series yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan kisaran harga Rp7.000–Rp12.000, Es Teh Pesona menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar saat berkunjung ke Desa Ngawonggo.
[[Kategori:Desa]]
[[Kategori:Malang]]
[[Kategori:Situs Petirtaan]]
dbxncbu5wgulz2t26zheltrc4k91er0
34143
34142
2026-07-24T03:53:53Z
IHLubis
17
34143
wikitext
text/x-wiki
{{Delete}}
Ngawonggo, merupakan sebuah desa yang berada di [[kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.]] Berada di antara desa Pandanmulyo dan desa [[Gunung Ronggo]], desa Ngawonggo dikenal dengan situs petirtaan yang merupakan peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang menjadi daya tarik dari desa ini.
== Pahami ==
'''<big>Sejarah</big>'''
Desa Ngawonggo memiliki sejarah yang panjang. Nama Ngawonggo menurut beberapa ahli berasal dari kata Awang-awang yang dalam bahasa Jawa merujuk pada sebuah tempat yang berada di antara awan. Lokasi desa Ngawonggo yang berada di dataran tinggi dan disekitar area lereng gunung menyebabkan pemandangan yang hadir adalah gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ngawonggo hadir karena peninggalan situs petirtaan atau kolam pemandian suci yang termasuk dalam sistem pengairan milik Kahyangan Kaswangga. Kahyangan Kaswangga sendiri merupakan komunitas keagamaan yang cukup besar pada zamannya dan nama Kaswangga lah yang menjadi asal usul nama Ngawonggo yang sudah dikenal sekarang. Dan yang terakhir, menurut bukti yang ada di desa yakni sebuah makam atau Punden yang dipercayai sebagai pendiri dari desa Ngawonggo yang terletak di Barat Daya desa. Makam ini milik Mbah Suroyudo atau Mbah Jalaluddin yang dikenal dengan sebutan Warok Ponorogo karena asalnya dari daerah [[Ponorogo]]. Mbah Suroyudo mendapatkan perintah dari gurunya yakni Sunan Mbayat untuk menyebarkan agama islam. Ditemani oleh seekor anak Harimau dengan petunjuk dari bintang jatuh, pada tahun 1480 M pria tersebut menemukan desa Ngawonggo yang dulunya merupakan hutan belantara yang kemudian diubah menjadi sebuah pemukiman. Setelah tiada, perjuangan Beliau dilanjutkan oleh muridnya yakni mbah Irodipo, mbah Gambreng, dan mbah Maruk pada tahun 1550.
'''<big>Geografis</big>'''
Desa Ngawonggo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 375,628 hektare (Ha) dengan ketinggian rata-rata 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan letak administratif, Desa Ngawonggo berada di ujung selatan Kecamatan Tajinan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wajak.
Secara geografis, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, di sebelah utara. Di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. Adapun di sebelah barat, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan.
== Menuju Kesini ==
==== Dengan Kendaraan Bermotor ====
Desa Ngawonggo terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan dapat diakses dengan kendaraan bermotor melalui berbagai jalur. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat ditempuh melalui rute Kota Malang – Gadang – Tajinan – Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari Surabaya, perjalanan dapat dilakukan melalui Tol Surabaya–Gempol, kemudian keluar menuju Lawang, dilanjutkan ke Kota Malang – Tajinan – Desa Ngawonggo, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam.
==== Dengan Pesawat ====
Akses udara menuju Desa Ngawonggo dapat dilakukan melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang berada di Kabupaten Malang, sekitar 20–25 km dari Desa Ngawonggo. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring menuju Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit. Alternatif lainnya adalah melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Ngawonggo.
==== Dengan Kereta Api ====
Bagi pengguna kereta api, stasiun tujuan terdekat adalah Stasiun Malang Kota Lama yang melayani perjalanan dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari stasiun, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 35–45 menit.
==== Dengan Bus ====
Desa Ngawonggo juga dapat diakses melalui layanan bus antarkota. Penumpang dapat turun di Terminal Arjosari atau Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Tajinan menggunakan angkutan umum, transportasi daring, atau kendaraan sewaan hingga tiba di Desa Ngawonggo. Waktu tempuh dari terminal menuju desa berkisar 40–60 menit.
== Tempat Wisata ==
# '''Situs Petirtaan Ngawonggo''', merupakan kolam pemandian peninggalan kuno era Hindu-Buddha yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun, yang terletak di Dusun Nanasan. Sebagian sumber terjalin situs ini dengan Kerajaan Medang, Sementara sumber lain yang menghubungkannya dengan Kerajaan Singasari. Kolamnya tersusun dari batu andesit dengan sumber air yang masih aktif dan masih seringnya dipakai oleh warga sekitar hingga saat ini. Di sekitar situs juga ditemukannya batu berukir dan struktur khas Hindu-Buddha yang memperkuat fungsi situs sebagai tempat penyucian diri. Fasilitas di area ini masih sederhana, namun justru bisa menghadirkan suasana yang tidak ramai dan lebih alami.
# '''Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo,''' merupakan tempat wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo. Gazebo peristirahatan ini dibangun secara gotong royong oleh warga pada tahun 2010, khusus untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Situs Petirtaan Ngawonggo. Penamaan Tomboan sendiri terinspirasi dari sajian wedang (minuman) berbahan tanaman obat, karena dalam Bahasa jawa, ''tombo'' yang artinya obat. Di wisata ini seluruh perlengkapan makanan dan minumannya sengaja menghindari plastik contohnya piring dan gelas memakai bahan stainless, sementara wadah lainnya berupa anyaman bambu. Minuman khasnya yaitu racikan jeruk, jahe, sereh, bunga rosela, daun kelor, dan wedang uwuh yang semuanya diolah secara manual. Untuk makanannya tersedia jajanan tradisional seperti emblem, tiwul, horog-horog, getuk, ongol-ongol, getuk, dan lemet yang dibungkus daun pisang. Pengelolaan tempat ini dipegang oleh warga setempat yang disebut ''rancang'' dengan tetap menjunjung prinsip wisata wisata ramah lingkungan. Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pembuatan jajanan dan makanan, di mana proses memasaknya dilakukan di rumah masing-masing sebelum sebelum selanjutnya disajikan di Wisata Tomboan Ngawonggo. '' ''
# '''Wisata Religi Makam Mbah Suroyudo''', terletak di Dusun Mertoyoso, yang merupakan destinasi wisata religi sekaligus tempat edukasi sejarah. Mbah Suroyudo yang diyakini sebagai ulama penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan sekaligus tokoh yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo. Lokasi Makam ini sekitar 5 menit dari kantor Balai Desa Ngawonggo.
== Makan ==
# '''Terang Bulan Eco''', Jl. Raya Ngawonggo, Mertoyoso. Terletak di dekat Gapura "Selamat Datang" Desa Ngawonggo. Warung ini menyajikan terang bulan dengan berbagai pilihan rasa. Harga mulai sekitar Rp13.000 per porsi.
# '''Warung Biru,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung makan yang dikenal dengan menu nasi rawon dan krengsengan ati. Selain itu tersedia pula menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, dan aneka masakan rumahan.
# '''Warung Lestari''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung lalapan yang menyajikan berbagai pilihan lauk, seperti bebek goreng, ayam goreng, ayam krispi, ayam kampung, lele, mujair, dan hidangan lainnya. Buka pada sore hingga malam hari.
# '''Warung Nasi Bu Kus,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyediakan menu nasi pecel, nasi campur, nasi empok, dan aneka masakan rumahan lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–21.00, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk sarapan maupun makan siang dan malam.
# '''Bakso Mie Ayam 77''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan bakso dan mi ayam. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo di tepi Jalan Raya Ngawonggo sehingga mudah ditemukan.
# '''Warung Putra Sakera 86 (Sate Madura)''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyajikan sate Madura. Buka mulai pukul 18.00. Harga satu porsi sate sekitar Rp14.000, sedangkan nasi dijual terpisah sekitar Rp5.000. Berlokasi di sebelah Kantor Balai Desa Ngawonggo.
# '''Nasi Bebek Goreng dan Ayam Goreng Cabang Purnama''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan nasi bebek goreng dan ayam goreng. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo, menghadap Jalan Raya Ngawonggo, dan beroperasi pada malam hari.
== Minum ==
# '''''Golgota''''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai pilihan minuman, seperti minuman bersoda yang dipadukan dengan sirup serta aneka minuman sachet. Dengan kisaran harga Rp5.000–Rp10.000, Golgota menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar dengan harga yang terjangkau.
# '''Es Teh Pesona''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai varian es teh dengan aneka pilihan rasa serta menu milk series yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan kisaran harga Rp7.000–Rp12.000, Es Teh Pesona menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar saat berkunjung ke Desa Ngawonggo.
[[Kategori:Desa]]
[[Kategori:Malang]]
[[Kategori:Situs Petirtaan]]
qv6uzhj24lenfu1md6645gh62qjfr4g
34147
34143
2026-07-24T05:09:20Z
Rachmat04
9
Membatalkan suntingan ~2026-41412-85 ke suntingan sebelumnya oleh Hngdery · [[w:id:Pengguna:Rachmat04/Tengu.js|⛩️]]
34147
wikitext
text/x-wiki
{{Delete}}
Ngawonggo, merupakan sebuah desa yang berada di [[kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.]] Berada di antara desa Pandanmulyo dan desa Gunung Ronggo, desa Ngawonggo dikenal dengan situs petirtaan yang merupakan peninggalan kuno Kerajaan Mataram yang menjadi daya tarik dari desa ini.
== Pahami ==
'''<big>Sejarah</big>'''
Desa Ngawonggo memiliki sejarah yang panjang. Nama Ngawonggo menurut beberapa ahli berasal dari kata Awang-awang yang dalam bahasa Jawa merujuk pada sebuah tempat yang berada di antara awan. Lokasi desa Ngawonggo yang berada di dataran tinggi dan disekitar area lereng gunung menyebabkan pemandangan yang hadir adalah gumpalan-gumpalan awan yang terletak lebih rendah seperti negeri di atas awan. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa nama Ngawonggo hadir karena peninggalan situs petirtaan atau kolam pemandian suci yang termasuk dalam sistem pengairan milik Kahyangan Kaswangga. Kahyangan Kaswangga sendiri merupakan komunitas keagamaan yang cukup besar pada zamannya dan nama Kaswangga lah yang menjadi asal usul nama Ngawonggo yang sudah dikenal sekarang. Dan yang terakhir, menurut bukti yang ada di desa yakni sebuah makam atau Punden yang dipercayai sebagai pendiri dari desa Ngawonggo yang terletak di Barat Daya desa. Makam ini milik Mbah Suroyudo atau Mbah Jalaluddin yang dikenal dengan sebutan Warok Ponorogo karena asalnya dari daerah [[Ponorogo]]. Mbah Suroyudo mendapatkan perintah dari gurunya yakni Sunan Mbayat untuk menyebarkan agama islam. Ditemani oleh seekor anak Harimau dengan petunjuk dari bintang jatuh, pada tahun 1480 M pria tersebut menemukan desa Ngawonggo yang dulunya merupakan hutan belantara yang kemudian diubah menjadi sebuah pemukiman. Setelah tiada, perjuangan Beliau dilanjutkan oleh muridnya yakni mbah Irodipo, mbah Gambreng, dan mbah Maruk pada tahun 1550.
'''<big>Geografis</big>'''
Desa Ngawonggo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Desa ini memiliki luas wilayah sebesar 375,628 hektare (Ha) dengan ketinggian rata-rata 700–800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berdasarkan letak administratif, Desa Ngawonggo berada di ujung selatan Kecamatan Tajinan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Wajak.
Secara geografis, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, di sebelah utara. Di sebelah timur, desa ini berbatasan dengan Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak. Adapun di sebelah barat, Desa Ngawonggo berbatasan dengan Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan.
== Menuju Kesini ==
==== Dengan Kendaraan Bermotor ====
Desa Ngawonggo terletak di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, dan dapat diakses dengan kendaraan bermotor melalui berbagai jalur. Dari pusat Kota Malang, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat ditempuh melalui rute Kota Malang – Gadang – Tajinan – Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari Surabaya, perjalanan dapat dilakukan melalui Tol Surabaya–Gempol, kemudian keluar menuju Lawang, dilanjutkan ke Kota Malang – Tajinan – Desa Ngawonggo, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam.
==== Dengan Pesawat ====
Akses udara menuju Desa Ngawonggo dapat dilakukan melalui Bandar Udara Abdul Rachman Saleh yang berada di Kabupaten Malang, sekitar 20–25 km dari Desa Ngawonggo. Dari bandara, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring menuju Desa Ngawonggo dengan waktu tempuh sekitar 40–50 menit. Alternatif lainnya adalah melalui Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Ngawonggo.
==== Dengan Kereta Api ====
Bagi pengguna kereta api, stasiun tujuan terdekat adalah Stasiun Malang Kota Lama yang melayani perjalanan dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Banyuwangi. Dari stasiun, perjalanan menuju Desa Ngawonggo dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 35–45 menit.
==== Dengan Bus ====
Desa Ngawonggo juga dapat diakses melalui layanan bus antarkota. Penumpang dapat turun di Terminal Arjosari atau Terminal Hamid Rusdi di Kota Malang, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Tajinan menggunakan angkutan umum, transportasi daring, atau kendaraan sewaan hingga tiba di Desa Ngawonggo. Waktu tempuh dari terminal menuju desa berkisar 40–60 menit.
== Tempat Wisata ==
# '''Situs Petirtaan Ngawonggo''', merupakan kolam pemandian peninggalan kuno era Hindu-Buddha yang diperkirakan berusia lebih dari seribu tahun, yang terletak di Dusun Nanasan. Sebagian sumber terjalin situs ini dengan Kerajaan Medang, Sementara sumber lain yang menghubungkannya dengan Kerajaan Singasari. Kolamnya tersusun dari batu andesit dengan sumber air yang masih aktif dan masih seringnya dipakai oleh warga sekitar hingga saat ini. Di sekitar situs juga ditemukannya batu berukir dan struktur khas Hindu-Buddha yang memperkuat fungsi situs sebagai tempat penyucian diri. Fasilitas di area ini masih sederhana, namun justru bisa menghadirkan suasana yang tidak ramai dan lebih alami.
# '''Wisata Ramah Lingkungan Tomboan Ngawonggo,''' merupakan tempat wisata yang menghadirkan suasana pedesaan yang asri di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo. Gazebo peristirahatan ini dibangun secara gotong royong oleh warga pada tahun 2010, khusus untuk menyambut tamu yang berkunjung ke Situs Petirtaan Ngawonggo. Penamaan Tomboan sendiri terinspirasi dari sajian wedang (minuman) berbahan tanaman obat, karena dalam Bahasa jawa, ''tombo'' yang artinya obat. Di wisata ini seluruh perlengkapan makanan dan minumannya sengaja menghindari plastik contohnya piring dan gelas memakai bahan stainless, sementara wadah lainnya berupa anyaman bambu. Minuman khasnya yaitu racikan jeruk, jahe, sereh, bunga rosela, daun kelor, dan wedang uwuh yang semuanya diolah secara manual. Untuk makanannya tersedia jajanan tradisional seperti emblem, tiwul, horog-horog, getuk, ongol-ongol, getuk, dan lemet yang dibungkus daun pisang. Pengelolaan tempat ini dipegang oleh warga setempat yang disebut ''rancang'' dengan tetap menjunjung prinsip wisata wisata ramah lingkungan. Warga sekitar dilibatkan langsung dalam pembuatan jajanan dan makanan, di mana proses memasaknya dilakukan di rumah masing-masing sebelum sebelum selanjutnya disajikan di Wisata Tomboan Ngawonggo. '' ''
# '''Wisata Religi Makam Mbah Suroyudo''', terletak di Dusun Mertoyoso, yang merupakan destinasi wisata religi sekaligus tempat edukasi sejarah. Mbah Suroyudo yang diyakini sebagai ulama penyebar syiar Islam di wilayah Tajinan sekaligus tokoh yang mengawali berdirinya Desa Ngawonggo. Lokasi Makam ini sekitar 5 menit dari kantor Balai Desa Ngawonggo.
== Makan ==
# '''Terang Bulan Eco''', Jl. Raya Ngawonggo, Mertoyoso. Terletak di dekat Gapura "Selamat Datang" Desa Ngawonggo. Warung ini menyajikan terang bulan dengan berbagai pilihan rasa. Harga mulai sekitar Rp13.000 per porsi.
# '''Warung Biru,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung makan yang dikenal dengan menu nasi rawon dan krengsengan ati. Selain itu tersedia pula menu lain seperti nasi pecel, nasi campur, dan aneka masakan rumahan.
# '''Warung Lestari''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Warung lalapan yang menyajikan berbagai pilihan lauk, seperti bebek goreng, ayam goreng, ayam krispi, ayam kampung, lele, mujair, dan hidangan lainnya. Buka pada sore hingga malam hari.
# '''Warung Nasi Bu Kus,''' Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyediakan menu nasi pecel, nasi campur, nasi empok, dan aneka masakan rumahan lainnya. Buka setiap hari pukul 07.00–21.00, sehingga menjadi salah satu pilihan untuk sarapan maupun makan siang dan malam.
# '''Bakso Mie Ayam 77''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan bakso dan mi ayam. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo di tepi Jalan Raya Ngawonggo sehingga mudah ditemukan.
# '''Warung Putra Sakera 86 (Sate Madura)''', Jl. Suroyudo, Mertoyoso. Menyajikan sate Madura. Buka mulai pukul 18.00. Harga satu porsi sate sekitar Rp14.000, sedangkan nasi dijual terpisah sekitar Rp5.000. Berlokasi di sebelah Kantor Balai Desa Ngawonggo.
# '''Nasi Bebek Goreng dan Ayam Goreng Cabang Purnama''', Pasar Ngawonggo. Menyajikan nasi bebek goreng dan ayam goreng. Berlokasi di kawasan Pasar Ngawonggo, menghadap Jalan Raya Ngawonggo, dan beroperasi pada malam hari.
== Minum ==
# '''''Golgota''''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai pilihan minuman, seperti minuman bersoda yang dipadukan dengan sirup serta aneka minuman sachet. Dengan kisaran harga Rp5.000–Rp10.000, Golgota menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar dengan harga yang terjangkau.
# '''Es Teh Pesona''' merupakan kedai minuman yang berlokasi di Jalan Suroyudo, Dusun Mertoyoso, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Kedai ini menawarkan berbagai varian es teh dengan aneka pilihan rasa serta menu milk series yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Dengan kisaran harga Rp7.000–Rp12.000, Es Teh Pesona menjadi salah satu pilihan tempat untuk menikmati minuman segar saat berkunjung ke Desa Ngawonggo.
03ul3s3gjdh22ud13e9ogszdwpl8u97
Masjid Kuno Bayan Beleq
0
4180
34149
2026-07-24T06:35:03Z
Mimimamiukalcer
1429
Membuat paragraf awal
34149
wikitext
text/x-wiki
Masjid Kuno Bayan Beleq merupakan salah satu masjid tertua di Pulau Lombok yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-16.
jm7iblfhaup2x1zvaswvdvslmjnbofi
34153
34149
2026-07-24T08:06:35Z
Sep bledo
1449
Sejarah
34153
wikitext
text/x-wiki
Masjid Kuno Bayan Beleq merupakan salah satu masjid tertua di Pulau Lombok yang
diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-16. Masjid ini menjadi simbol awal penyebaran
Islam di wilayah Bayan sekaligus pusat pelaksanaan berbagai tradisi adat masyarakat Sasak
Bayan yang masih lestari hingga kini. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan
masjid juga menjadi lokasi penyelenggaraan upacara adat, ziarah makam, serta berbagai
ritual keagamaan yang berkaitan dengan siklus kehidupan masyarakat.
dhk931n9cyghdgu7h8ii1rvy6e1cie7
34154
34153
2026-07-24T08:07:50Z
Sep bledo
1449
/* */
34154
wikitext
text/x-wiki
Masjid Kuno Bayan Beleq merupakan salah satu masjid tertua di Pulau Lombok yang
diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-16. Masjid ini menjadi simbol awal penyebaran
Islam di wilayah Bayan sekaligus pusat pelaksanaan berbagai tradisi adat masyarakat Sasak
Bayan yang masih lestari hingga kini. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan
masjid juga menjadi lokasi penyelenggaraan upacara adat, ziarah makam, serta berbagai
ritual keagamaan yang berkaitan dengan siklus kehidupan masyarakat.
by bledo
ft95ha4nht81lfls66wqbr167io6au1
34156
34154
2026-07-24T08:09:09Z
Sep bledo
1449
Masjid Kuno Bayan
34156
wikitext
text/x-wiki
1. Penjelasan singkat
Masjid Kuno Bayan Beleq merupakan salah satu masjid tertua di Pulau Lombok yang
diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-16. Masjid ini menjadi simbol awal penyebaran
Islam di wilayah Bayan sekaligus pusat pelaksanaan berbagai tradisi adat masyarakat Sasak
Bayan yang masih lestari hingga kini. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan
masjid juga menjadi lokasi penyelenggaraan upacara adat, ziarah makam, serta berbagai
ritual keagamaan yang berkaitan dengan siklus kehidupan masyarakat.
2. Wilayah/Letak geografis
Masjid Kuno Bayan Beleq berada di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok
Utara, Nusa Tenggara Barat. Bangunan masjid terletak di tengah kompleks adat dan
dikelilingi oleh area pemakaman yang masih terawat sehingga suasananya terasa tenang dan
asri. Di sekitar kawasan telah tersedia area parkir, toilet, papan penunjuk arah, serta tempat
sampah sehingga cukup nyaman bagi wisatawan. Tepat di seberang pintu masuk terdapat
beberapa artshop dan toko kecil yang menjual kain tenun, suvenir, oleh-oleh, makanan
ringan, serta menyediakan jasa penyewaan kain.
3. Menuju ke sini
Dengan pesawat
Bandara terdekat adalah Bandara Internasional Lombok (LOP). Dari bandara, perjalanan
menuju Desa Bayan memerlukan waktu sekitar 2,5–3 jam menggunakan kendaraan darat.
Dengan mobil
Masjid dapat dicapai menggunakan mobil melalui jalan utama menuju Kecamatan Bayan.
Kondisi jalan menuju lokasi sudah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda empat.
Dengan bus
Wisatawan dapat menggunakan bus menuju wilayah Tanjung atau Lombok Utara, kemudian
melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan sewaan atau ojek menuju Desa Bayan.
Dengan taksi
Taksi maupun transportasi daring dapat digunakan dari Bandara Lombok menuju kawasan
Bayan, meskipun ketersediaannya semakin terbatas ketika memasuki wilayah pedesaan.
4. Berkeliling
Dengan mobil
Mobil dapat diparkir di area parkir sekitar kompleks masjid sebelum melanjutkan kunjungan
dengan berjalan kaki.
Dengan motor
Sepeda motor merupakan pilihan yang praktis karena akses menuju lokasi cukup baik.
Dengan jalan kaki
Berjalan kaki menjadi cara terbaik untuk menikmati suasana kompleks Masjid Kuno Bayan
Beleq, area makam, rumah adat di sekitarnya, serta berbagai bangunan bersejarah yang masih
terjaga.
ew4odek2ykf3ar4mbtk4ogh3ip0qdwa
34157
34156
2026-07-24T08:10:40Z
Sep bledo
1449
Masjid Kuno Bayan
34157
wikitext
text/x-wiki
1. Penjelasan singkat
Masjid Kuno Bayan Beleq merupakan salah satu masjid tertua di Pulau Lombok yang
diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-16. Masjid ini menjadi simbol awal penyebaran
Islam di wilayah Bayan sekaligus pusat pelaksanaan berbagai tradisi adat masyarakat Sasak
Bayan yang masih lestari hingga kini. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan
masjid juga menjadi lokasi penyelenggaraan upacara adat, ziarah makam, serta berbagai
ritual keagamaan yang berkaitan dengan siklus kehidupan masyarakat.
2. Wilayah/Letak geografis
Masjid Kuno Bayan Beleq berada di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok
Utara, Nusa Tenggara Barat. Bangunan masjid terletak di tengah kompleks adat dan
dikelilingi oleh area pemakaman yang masih terawat sehingga suasananya terasa tenang dan
asri. Di sekitar kawasan telah tersedia area parkir, toilet, papan penunjuk arah, serta tempat
sampah sehingga cukup nyaman bagi wisatawan. Tepat di seberang pintu masuk terdapat
beberapa artshop dan toko kecil yang menjual kain tenun, suvenir, oleh-oleh, makanan
ringan, serta menyediakan jasa penyewaan kain.
3. Menuju ke sini
Dengan pesawat
Bandara terdekat adalah Bandara Internasional Lombok (LOP). Dari bandara, perjalanan
menuju Desa Bayan memerlukan waktu sekitar 2,5–3 jam menggunakan kendaraan darat.
Dengan mobil
Masjid dapat dicapai menggunakan mobil melalui jalan utama menuju Kecamatan Bayan.
Kondisi jalan menuju lokasi sudah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda empat.
Dengan bus
Wisatawan dapat menggunakan bus menuju wilayah Tanjung atau Lombok Utara, kemudian
melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan sewaan atau ojek menuju Desa Bayan.
Dengan taksi
Taksi maupun transportasi daring dapat digunakan dari Bandara Lombok menuju kawasan
Bayan, meskipun ketersediaannya semakin terbatas ketika memasuki wilayah pedesaan.
4. Berkeliling
Dengan mobil
Mobil dapat diparkir di area parkir sekitar kompleks masjid sebelum melanjutkan kunjungan
dengan berjalan kaki.
Dengan motor
Sepeda motor merupakan pilihan yang praktis karena akses menuju lokasi cukup baik.
Dengan jalan kaki
Berjalan kaki menjadi cara terbaik untuk menikmati suasana kompleks Masjid Kuno Bayan
Beleq, area makam, rumah adat di sekitarnya, serta berbagai bangunan bersejarah yang masih
terjaga.
5. Lakukan
Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan wisatawan antara lain:
● Mengunjungi dan mengamati arsitektur Masjid Kuno Bayan Beleq.
● Berziarah ke kompleks makam yang berada di sekitar masjid.
● Mengikuti atau menyaksikan prosesi adat apabila berkunjung pada waktu yang tepat,
seperti Lebaran Adat atau Maulid Adat.
● Berjalan-jalan di kawasan kampung adat sambil mempelajari sejarah dan budaya
masyarakat Bayan.
● Berbelanja kain tenun atau cendera mata di artshop sekitar pintu masuk.
6. Tujuan berikutnya
● Rumah Adat Bayan Timur
● Rumah Adat Karang Bajo
● Hutan Adat Mandala
● Wisata Tenun Bayan
● Pemandian Mandala
ftf4sw1nhva04282rb4htujjqs6zfr3
Rumah Adat Bayan Karang Bajo
0
4181
34150
2026-07-24T06:36:04Z
Mimimamiukalcer
1429
←Membuat halaman berisi 'Rumah Adat Karang Bajo merupakan salah satu rumah adat yang ada di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.'
34150
wikitext
text/x-wiki
Rumah Adat Karang Bajo merupakan salah satu rumah adat yang ada di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
6j1isvypodcrnzpf1ka6nzgxyhdqz16
Tenun Jajaq Bayan
0
4182
34151
2026-07-24T06:37:02Z
Mimimamiukalcer
1429
←Membuat halaman berisi 'Rumah Adat Karang Bajo merupakan salah satu rumah adat yang ada di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.'
34151
wikitext
text/x-wiki
Jajaq Bayan merupakan pusat pelestarian tenun tradisional Sasak Bayan yang berlokasi di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.
1otfmieu0iam8q7y0ze5k00vh3twpk8
Lokok Nina
0
4183
34152
2026-07-24T06:46:30Z
Mimimamiukalcer
1429
←Membuat halaman berisi 'Rumah Adat Karang Bajo merupakan salah satu rumah adat yang ada di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.'
34152
wikitext
text/x-wiki
Lokok Nina merupakan aliran sungai alami yang berada di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.
meqa8lyg31t94the8r0qmbcm4ghlsew
34155
34152
2026-07-24T08:09:08Z
Jexk sukma
1453
/* */ menambah kalimat
34155
wikitext
text/x-wiki
Lokok Nina merupakan aliran sungai alami yang berada di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, kawasan ini telah di mampaatkan sejak zaman nenek moyang.
iqtd6alglgpixyfolfdguurvss0xa9p
34158
34155
2026-07-24T08:14:09Z
Gumibayan
1448
34158
wikitext
text/x-wiki
== Penjelasan singkat nama daerah ==
Lokok Nina merupakan hidden gem wisata alam berupa aliran sungai alami langsung dari mata air Hutan Adat Bangket Bayan. Lokok Nina berada di Desa Bayan Barat, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Dahulu, Lokok Nina digunakan sebagai tempat pemandian bagi perempuan masyarakat sekitar karena lokasinya lebih tertutup oleh pepohonan. Nama Lokok Nina berasal dari bahasa Sasak. Lokok artinya sungai atau kali, sedangkan Nina adalah perempuan. Oleh karena itu, area tersebut dinamai berdasarkan dengan kegunaan aktivitas warga sekitar. Hingga saat ini, Lokok Nina tetap menjadi sumber mata air sekaligus ruang berkumpul masyarakat yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata.
n8jcm7ayr4trr6rx56btqwrxv15lafl