Wikisumber
jvwikisource
https://jv.wikisource.org/wiki/Wikisumber:Pendhapa
MediaWiki 1.47.0-wmf.2
first-letter
Médhia
Mirunggan
Parembugan
Naraguna
Parembugan Naraguna
Wikisumber
Parembugan Wikisumber
Barkas
Parembugan Barkas
MédhiaWiki
Parembugan MédhiaWiki
Cithakan
Parembugan Cithakan
Pitulung
Parembugan Pitulung
Kategori
Parembugan Kategori
Panganggit
Parembugan Panganggit
Kaca
Parembugan Kaca
Indhèks
Parembugan Indhèks
TimedText
TimedText talk
Modhul
Parembugan Modhul
Acara
Pembicaraan Acara
Kaca:Babad Prayud I.pdf/13
250
20024
78735
67608
2026-05-19T09:53:53Z
Ris00l may00
1455
/* Durung katitiwaca: dibalikkan karena halaman masih berantakan dan penulisan nomor halaman belum sesuai */
78735
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ris00l may00" /></noinclude>tidak berani berperang. Pangeran Wiratmeja dikejar bagaikan
binatang buruan, tak ada tempat'yang terlewatkan, pencariannya
dilakukan ke segala arah.
Pemerintahan Kumpeni pada saat itu mengadakan pergantian, peler Nikolas Arting diganti oleh Mayor Ubrus, Tuan Nikolasi ditugaskan di Batavia. Segera para raja Surakarta dan Yogyakarta, mengirimikan wakilnya ke Semarang untuk menghgrmat
kepergian Tukn Nikolas, dan perkenalan dengan Tuan Mayor
Ubrus. Pada kesempatan lain Mayor Ubrus melawat ke Surakarta, lalu diteruskan ke Yogyakarta untuk mengadakan perkenalan dengan kedua Raja Jawa tersebut.
Pada waktu itu pula Ratu Bendara diantara oleh Adipati Puspakusuma dan Pangeran Mangkuningrat berangkat ke Yogyakarta
untuk menjenguk keselamatan Sultan.
Pada hari ke-18 setelah Ratu Bendara di Yogya, kedua pengantarnya dipersilakan menghadap Kangjeng Sultan, mereka diberi
perintah agar pulang lebih dahulu ke Surakarta. Tetapi kedua
pengatar tersebut menolak, keduanya tak akan kembali kalau
tidak bersama-sama Ratu Bendara, karena ini merupakan pesan
khusus dari Raja Surakarta. Kedua pangeran itu lalu mengirim
surat ke Raja Surakarta. Sunan dan Pangeran Mangkunagara
berunding, kemudian memanggil Tumenggung Arungbinang
dan Pangeran Puspanagara untuk dimintai pertimbangan. Tumenggung Arungbinang memberikan saran sebaiknya menggunakan siasat untuk mengacaukan keadaan dalam pasar saja. Tetapi
jangan sampai membunuh dan melukai orang, boleh merampas
barang, kecuali mas dan keling jangan dijamah. Untuk ini pasti
tidak akan terjadi persoalan yang berlarut-larut. Raja setuju dan
segera memerintahkan Puspanegara untuk membalas surat pada
pangeran yang berada di Yogyakarta, tentang maksud yang akan
dilakukannya. Cara ini benar-benar dapat berhasil.
Pada suatu hari pasar menjadi geger, yang disebabkan oleh
ulah orang-orang Surakarta. Hai ini segera dilaporkan kepada
Patih Danurja dan diteruskan kepada Raja. Raja maklum akan
maksud tersebut, kemudian memerintahkan Puspakusuma masuk
istana pada malam itu juga. Dia diberi perintah bahwa besok
11
PNRI<noinclude></noinclude>
etgi8x3ci8x2pnumcrvr3uqmxaa0hk9
78736
78735
2026-05-19T09:55:37Z
Menyusurisudutnegeri
1514
78736
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ris00l may00" /></noinclude>tidak berani berperang. Pangeran Wiratmeja dikejar bagaikan binatang buruan, tak ada tempat'yang terlewatkan, pencariannya
dilakukan ke segala arah.
Pemerintahan Kumpeni pada saat itu mengadakan pergantian, peler Nikolas Arting diganti oleh Mayor Ubrus, Tuan Nikolasi ditugaskan di Batavia. Segera para raja Surakarta dan Yogyakarta, mengirimikan wakilnya ke Semarang untuk menghgrmat
kepergian Tukn Nikolas, dan perkenalan dengan Tuan Mayor
Ubrus. Pada kesempatan lain Mayor Ubrus melawat ke Surakarta, lalu diteruskan ke Yogyakarta untuk mengadakan perkenalan dengan kedua Raja Jawa tersebut.
Pada waktu itu pula Ratu Bendara diantara oleh Adipati Puspakusuma dan Pangeran Mangkuningrat berangkat ke Yogyakarta
untuk menjenguk keselamatan Sultan.
Pada hari ke-18 setelah Ratu Bendara di Yogya, kedua pengantarnya dipersilakan menghadap Kangjeng Sultan, mereka diberi
perintah agar pulang lebih dahulu ke Surakarta. Tetapi kedua
pengatar tersebut menolak, keduanya tak akan kembali kalau
tidak bersama-sama Ratu Bendara, karena ini merupakan pesan
khusus dari Raja Surakarta. Kedua pangeran itu lalu mengirim
surat ke Raja Surakarta. Sunan dan Pangeran Mangkunagara
berunding, kemudian memanggil Tumenggung Arungbinang
dan Pangeran Puspanagara untuk dimintai pertimbangan. Tumenggung Arungbinang memberikan saran sebaiknya menggunakan siasat untuk mengacaukan keadaan dalam pasar saja. Tetapi
jangan sampai membunuh dan melukai orang, boleh merampas
barang, kecuali mas dan keling jangan dijamah. Untuk ini pasti
tidak akan terjadi persoalan yang berlarut-larut. Raja setuju dan
segera memerintahkan Puspanegara untuk membalas surat pada
pangeran yang berada di Yogyakarta, tentang maksud yang akan
dilakukannya. Cara ini benar-benar dapat berhasil.
Pada suatu hari pasar menjadi geger, yang disebabkan oleh
ulah orang-orang Surakarta. Hai ini segera dilaporkan kepada
Patih Danurja dan diteruskan kepada Raja. Raja maklum akan
maksud tersebut, kemudian memerintahkan Puspakusuma masuk
istana pada malam itu juga. Dia diberi perintah bahwa besok
11
PNRI<noinclude></noinclude>
rn6gif7msajq7omi1hs0xm4j3zjawd0
78739
78736
2026-05-19T09:57:38Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78739
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>tidak berani berperang. Pangeran Wiratmeja dikejar bagaikan binatang buruan, tak ada tempat'yang terlewatkan, pencariannya dilakukan ke segala arah.
Pemerintahan Kumpeni pada saat itu mengadakan pergantian, peler Nikolas Arting diganti oleh Mayor Ubrus, Tuan Nikolasi ditugaskan di Batavia. Segera para raja Surakarta dan Yogyakarta, mengirimikan wakilnya ke Semarang untuk menghgrmat kepergian Tukn Nikolas, dan perkenalan dengan Tuan Mayor Ubrus. Pada kesempatan lain Mayor Ubrus melawat ke Surakarta, lalu diteruskan ke Yogyakarta untuk mengadakan perkenalan dengan kedua Raja Jawa tersebut.
Pada waktu itu pula Ratu Bendara diantara oleh Adipati Puspakusuma dan Pangeran Mangkuningrat berangkat ke Yogyakarta untuk menjenguk keselamatan Sultan.
Pada hari ke-18 setelah Ratu Bendara di Yogya, kedua pengantarnya dipersilakan menghadap Kangjeng Sultan, mereka diberi perintah agar pulang lebih dahulu ke Surakarta. Tetapi kedua pengatar tersebut menolak, keduanya tak akan kembali kalau tidak bersama-sama Ratu Bendara, karena ini merupakan pesan khusus dari Raja Surakarta. Kedua pangeran itu lalu mengirim surat ke Raja Surakarta. Sunan dan Pangeran Mangkunagara berunding, kemudian memanggil Tumenggung Arungbinang dan Pangeran Puspanagara untuk dimintai pertimbangan. Tumenggung Arungbinang memberikan saran sebaiknya menggunakan siasat untuk mengacaukan keadaan dalam pasar saja. Tetapi jangan sampai membunuh dan melukai orang, boleh merampas barang, kecuali mas dan keling jangan dijamah. Untuk ini pasti tidak akan terjadi persoalan yang berlarut-larut. Raja setuju dan segera memerintahkan Puspanegara untuk membalas surat pada pangeran yang berada di Yogyakarta, tentang maksud yang akan dilakukannya. Cara ini benar-benar dapat berhasil.
Pada suatu hari pasar menjadi geger, yang disebabkan oleh ulah orang-orang Surakarta. Hai ini segera dilaporkan kepada Patih Danurja dan diteruskan kepada Raja. Raja maklum akan maksud tersebut, kemudian memerintahkan Puspakusuma masuk istana pada malam itu juga. Dia diberi perintah bahwa besok<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude>
tkjju4hq627kl3undwjkfwv9n73i9y1
Kaca:Babad Prayud I.pdf/14
250
20025
78738
78192
2026-05-19T09:57:01Z
Ris00l may00
1455
/* Durung katitiwaca: dibalikkan karena halaman masih berantakan, pemenggalan paragraf belum sesuai */
78738
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ris00l may00" /></noinclude>paginya diperbolehkan pulang ke Surakarta, dengan mengiringi
Ratu Bendara. Tidak lupa pesan-pesàn dan salam taklim bagi
para keluarga di Surakarta.
Tersebutlah Raja Surakarta, setelah putranya, Raden Mas
Suleman mangkat dalam usía 7 bulan, dan setelah 3 tahun kemudian Ratu Kencana tidak lagi berputra, hal ini sangat menggelisahkan beliau. Ternyata kesusahan hati itu menimbulkan
kebiasaan yang tidak baik, berjudi bersuka ria, dan hubungannya dengan Ratu Kencana semakin jauh. Hal ini berlarut-larut,
hingga menyebabkan perpecahan dalam istana. Sang Raja dikelilingi orang yang suka mengambil hati, dan berbuat yang tidak
selaras dengan kewajibannya. Demikian pula Ratu Kencana
bertindak keras dan sangat mencurigai gerak-gerik Sri Sunan.
Maka Sunan memerintahkan Adipati Mangkunagara untuk membawa keluar Ratu Kencana dari keraton. Dalam hai ini Adipati
Mangkunagara tidak bersedia. Dia memtyerikan pendapat, sebaiknya meminta bantuan pada Deler Ubrusi Semarang untuk mengatasi masalah tersebut. Sri Baginda setúju lalu mengutus Mantri
Pasliyun ke Semarang. Ternyata Deler bersedia dan memberikan
perintah pada Uprup Beiman supaya menghadap raja. Oleh raja
dijelaskan persoalannya, dan Uprup bersedia menjalankan perintah itu. Mendengar kesediaan tersebut raja sangat gembira.
Pada suatu hari tibalah saatnya memperoleh jalan untuk
dapat melaksanakan maksud tersebut. Seorang punggawa Suryanegara pada hari itu tidak mengikuti watangan, hai ini diketahui
oleh Ratu Kencana dari Sitinggil dan menimbulkan kemarahan
pada Sri Ratu. Beliau segera pulang lalu mengenakan pakaian
keprajuritan serta membawa senjata andalan dari Madura. Ratu
bermaksud minta pada baginda supaya Suryanagara dibunuh
pada malam hari itu juga. Jika tidak dipenuhi, maka Sri Ratu
lebih baik dikeluarkan dari istana saja. Permintaan tersebut oleh
Sri Baginda disanggupinya. Baginda segera meninggalkan istana
dan memberitahukan beberapa. pungggawa untuk segera menjalankan perintahnya, termasuk juga perintah yang diberikan
kepada Uprup Beiman.
Kemudian segera baginda beristirahat
di Loji. Demikian pula Ratu Maduretna telah diberitahu oleh<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
7v5svvpjj323rt5vg5feebx8t8m0rr6
Kaca:Babad Prayud I.pdf/15
250
20026
78740
78193
2026-05-19T09:57:45Z
Ris00l may00
1455
/* Durung katitiwaca: dibalikkan karena halaman masih berantakan, pemenggalan paragraf belum sesuai */
78740
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ris00l may00" /></noinclude>baginda bahwa putrinya (Ratu Kencana) menentang kumpeni.
Uprup Beiman masuk ke istana disertai beberapa prajurit dan
ajudannya. Para adipati menunggu di Srimanganti. Ratu Kencana siap di dalam menanti dengan tegang, selanjutnya setelah
berhadapan terjadilah dialog yang cukup sru, dan dengan tipuan
halus Ratu Kencana dapat dibawa ke luar istana, dan ditempatkan di tempat kediaman Pangeran Endranata. Keberhasilan upaya
ini sangat menggembirakan Sri Baginda, dan segera beliau bersiap
masuk kembali ke istana. Pada malam itu juga, beliau diantar
oleh para punggawa dan Uprup Beiman.
Pagi hari berikutnya Adipati Mangkunagara siap menghadap
Raja. Beliau bertitah bahwa akan mengutus Ki Patih dan Kyai
Pengulu, untuk menyampaikan talak pada Ratu Kencana. Hal
ini sudah menjadi keputusan yang tidak dapat dirobah lagi. Ratu
Kencana sangat sedih mendengar keputusan Raja, bahkan mengakibatkan kematian Ratu Maduretna karena malu dan sedih
memikirkan nasib putrinya.
Beberapa waktu kemudian, Deler Ubrus mengirimkan surat
pemberitahuan bahwa Wiratmeja memulai lagi gerakannya di
daerah Demak bagian timur. Segera Sri Baginda mengirim pasukan
untuk memerangi Wiratmeja, bersama-sama dengan pasukan dari
Yogyakarta. Pasukan Yogya bergerak dari arah timur dipimpin
oleh Rangga Prawiradirja, dan pasukan dari Surakarta dari arah
selatan. Setelah Wiratmeja mengetahui hai tersebut, ia segera
melarikan diri ke arah timur laut menuju Garobogan. Tumenggung
Sasranagara menyelinap dan menghadap dari depan, dan terjadilah peperangan serta banyak korban dari kedua belah pihak.
Wiratmeja menyelinap lagi melarikan diri, diburu Sasranagara,
dan selanjutnya diusahakan pencariannya oleh kedua pasukan,
dengan jalan apa pun asalkan tertangkap.
Raden Wiratmeja dalam pelariannya hanya diikuti oleh istri
dan delapan pengikutnya, bersembunyi di hutan, terlunta-lunta
kekurangan makan. Tumenggung Mangkuyuda dapat membujuk
bekas pengikut Raden Wiratmeja sebanyak tiga orang, mereka
bersedia untuk menangkap dan membunuhnya (dengan imbalan).
Penangkapan tersebut diatur dengan tipuan, yaitu surat perintah<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude>
7lpheer33fh85dnampuk4wckqh5q8i4
Kaca:Babad Prayud I.pdf/16
250
20027
78741
78195
2026-05-19T09:58:25Z
Ris00l may00
1455
/* Durung katitiwaca: dibalikkan karena halaman masih berantakan, pemenggalan paragraf belum sesuai */
78741
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ris00l may00" /></noinclude>dari Mangkunagara pada (putranya) Wiratmeja yang menyarankan
mengikuti ajakan pembawa surat ini, untuk dicarikan tempat
persembunyian yang lebih baik. Selanjutnya mereka ini ditempatkan di Carewek padukuhan Kuwu. Suryamenggala kembali melaporkan kepada Mangkuyuda dan Jayanagara serta mohon petunjuk selanjutnya. Penangkapan akan dilaksanakan pada malam
hari, lalu Suryamenggala kembali memerintahkan untuk memasak bagi rombongan Pangeran Wiratmeja. Masakan yang menjadi kegeramarannya, yang enak-enak. Namun ternyata bahwa
seluruh masakan tersebut diurap dengan (tepung) kecubung.
Pada sore hari masakan yang sudah siap itu diantarkan ke Carewek. Pangeran Wiratmeja dengan istrinya senang sekali, dan
makan sepuas-puasnya.
Demikian pula halnya para pengikutnya yang sudah beberapa hari
tidak pernah makan nasi, (hanya makan jagung muda), maka
mereka merasa púas dan nikmat sekali akan makanan tersebut.
Pada petang harinya, kantuk tak tertahankan lagi tetapi hal ini
pun belum disadarinya. Mereka mempunyai anggapan bahwa
karena telah lama kurang makan, maka rasa kekenyangan ini
menimbulkan rasa kantuk yang tak dapat dicegah. Semua tertidur dengan pulas.
Maka pada malam hari itu Tumenggung Mangkuyuda dan
Jayanagara diantar oleh dua mantrinya, datang untuk menyergap/menangkap Wiratmeja. Wiratmeja yang sedang tidur pulas
di samping istrinya itu berhasil dibunuhnya. Kematian Wiratmeja menimbulkan suara yang gaduh sehingga para istri dan
pengikutnya terbangun. Di sini terjadilah keributan dan perkelahian, yang menyebabkan korban bagi para pengikut Wiratmeja. Semua pengikutnya tertangkap, hanya satu yang dapat
meloloskan din. Segera mereka dibawa
oleh Tumenggung Mangkuj
yuda menghadap Raja di Surakarta dan jenazah Wiratmeja dibawa serta. Tertangkapnya/terbunuhnya Wiratmeja sangat menggembirakan Raja dan kumpeni.
Syahdan tersebutlah di daerah pegunungan selatan (gunungkidul), seakan-akan penyakit yang dialaminya kambuh lagi.
Seluruh rakyat sepanjang pegunungan Selatan, bersatu {{hws|meng|menghormat}}<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
tw3w8atm7k89i2si3etc23x8wbn7wgh
Kaca:Babad Prayud I.pdf/17
250
20028
78742
78196
2026-05-19T09:59:04Z
Ris00l may00
1455
/* Durung katitiwaca: dibalikkan karena halaman masih berantakan, pemenggalan paragraf belum sesuai */
78742
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ris00l may00" /></noinclude>{{hwe|hormat|menghormat}} sebuah gandhik (yang baunya harum semerbak). Mereka
percaya akan ramalan dari seorang tua yang mengatakan adanya
suatu perubahán yang akan segera teijadi. Rakyat di situ segera
menyiapkan pertahanan di daerah mereka.
Hal tersebut terdengar oleh Sultan Yogyakarta, dan segera meminta bantuan Sunan Surakarta, untuk turut menumpas pasukan
Gunungkidul itu. Sunan mengirim Pangeran Mangkuningrat dan
Tumenggung Suryakusuma beserta semua masukannya. Sedang
dari Yogyakarta menugaskan Pangeran Jayakusuma, dengan
barisannya berada di daerah Paliyan dan Pangeran Timur di
Gunung Sepikul. Pasukan dari Gunungkidul
telah mendengar
bahwa mereka akan digempur oleh pasukan dari Yogyakarta
dan Surakarta. Barisannya telah disiapkan. Pasukan berkuda
maupun pasukan darat dari Gunungkidul telah memenuhi sepanjang pegunungan untuk mempertahankan daerahnya. Adapun
Sunan Gandhik yang dipujanya tersebut dipikul, ditempatkan
dalam bakul diberi alas cindhe (sutera), dan dinaungi oleh payung
kuning yang sudah usang. Ternyata payung tadi bekas. milik
Pangeran Mangkunagara yang ditinggalkan di makam.
Pasukan dari Yogya dan Surakarta telah bersepakat menentukan waktu untuk menggempur pasukan Gunungkidul.
Dalam pertempuran yang kemudian terjadi ternyata pasukan
pemberontak tidak dapat berbuat apa-apa menghadapi pasukan
gabungan Yogya-Surakarta. Gandik yang mereka puja-puja
ternyata hanya gandik bekas milik Sultan Dandun Martengsari
dari Kartasura.
Dalam pada itu Sunan telah berkirim surat kepada Deler
Semarang, mengabarkan akan dikembalikannya Ratu Ernas ke
Madura. Deler Iah yang ditugasi membawanya ke Madura. Sesudah tugasnya selesai, Deler pegi ke Surakarta, dan kemudian
diadakan pesta. Beberapa wakái kemudian Sunan mengirim
utusan ke Jakarta untuk memberi penghormatan atas pengangkatan Petrus Albertus menjadi Gubernur Jenderal. Di Surakarta
maupun Yogyakarta teijadi pengangkatan beberapa orang bupati
baru untuk daerah Mancanagara. Hubungan antara Kasunanan
dan Mangkunagaran terbina semakin baik dengan berbesanan.<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
ps5zkr0brzc6s0a6nm0k1gkaetj7zba
Kaca:Awaking Manoengsa.pdf/17
250
23163
78728
73177
2026-05-19T09:37:35Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78728
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||17}}</noinclude>{{Ordered list
|tjangkem
|klandjer-klandjer idoe-tjangkem.
|eled-eled.
|wadoek.
|ati lan remperoe.
|pancreas.
|oesoes-nom.
|oesoes-boentoe lan appendix.
|oesoes-toewa.
|oesoes-poengkasan.
}}
{{gambar hilang}}
Gambar 11.<br>
Dalan pangedjoeran pangan.
{{gambar hilang}}
''Bam''<br>
''Bam''<br>
''sijoeng''<br>
''sijoeng''<br>
''Oentoe-ngarep''<br>
Gambar 12. Oentoe lan Bam.
{{gambar hilang}}
''baloenging oentoe''<br>
''lapisan atos gilap''<br>
''growongan panggonan otot getih lan tali rasa''<br>
''lapisan atos kaja nemel''<br>
Gambar No. 11a. Bam.
{{gambar hilang}}
''oentoe growong''
{{gambar hilang}}
''a'' ''a'' ''a''<br>
''b''<br>
I ''b'' II ''b'' III<br>
Gambar 13. Oentoe.
''a = makoeta.''
''b = ojod.''
''I = oentoe-ngarep.''
''II = sijoeng.''
''III = bam pating pentingil.''<noinclude></noinclude>
6y18kk7izaamkge6c2zg2yr94jh3vaw
Kaca:Awaking Manoengsa.pdf/8
250
24130
78729
75345
2026-05-19T09:44:39Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78729
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||8}}</noinclude>{{c|'''III. GEMBOENG.'''}}
{{Ordered list
|'''Pamérangé.'''<br>
Baloeng-baloeng kang moedjoedaké gemboeng kapérang dadi : baloeng oela-oela, baloeng iga lan baloeng daḍa.
|'''Oela-oela.'''
Oela-oela ana baloengé 33 tengkel, diarani gegelan, kang 7 doemoenoeng ing goeloe, 12 ing geger, 5 ing bangkékan. Sing 5 gegelan sangisoring bangkékan paḍa ganḍèng kraket, prasasat moeng woedjoed baloeng sidji, ndjebèbèh, djenengé baloeng werit. Gegelan 4 kang poengkasan ija prasasat dadi sidji, kaaranan baloeng boentoet.<br>
Gambar No. 3 ikoe énța-énṭaning gegelan geger, dineleng saka ing ḍoewoer. Ing tengah bolong. Sarèhning gegelan-gegelan oela-oela ikoe kabèh mawa bolongan, mangka trapé soengsoen, dadi bandjoer ana broemboengan ing sadjroné oela-oela, diarani broemboengan-oela-oela, isi soengsoem-oela-oela. Broemboengan maoe ana bandjoerané menjang djegoḍahan tjoemploeng.<br>
Sing akèh gegelan oela-oela ikoe mawa pérangan pating tjrongat; kang njongat dawa ana 3, sidji doemoenoeng ing boeri, loro ing ngiringan. Tjongatan-boeri kena ginrajang ing pok giṭok.
|'''Iga.'''<br>
Tjatjahé 12 pasang, sing 7 pasang ḍoewoer ganḍèngé karo oela-oela lan baloeng ḍaḍa sampoerna, kang 3 pasang koerang sampoerna, marga ingarep ganḍèngé karo baloeng ḍaḍa moeng noenoet iga kang kaping 7, déné sing 2 pasang ngisor déwé ingarep ora ganḍèng babar pisan karo baloeng ḍaḍa, dadi moeng njongat baé. Iga 12 pasang maoe moedjoedaké djegoḍahan ḍaḍa, isi piranti aloes-aloes (djantoeng, keboek). Dadi goenané iga ikoe ngreksa piranti kang aloes. Oega geḍé pigoenané toemraping ambekan.
|'''Baloeng ḍaḍa.'''<br>
Woedjoedé kaja tjoendrik, sadjatiné ana 7 tengkel. Ing panggonan ganḍèngé tengkelan sidji karo sidjiné ana lekikané panggonan toemantjebing iga.
{{rule|width=8em|align=center}}
Mlakoe djedjeg, loenggoeh djedjeg, ginawéa adjeg.
{{rule|width=8em|align=center}}
}}<noinclude></noinclude>
08oiasdv95jtnh38qxd3gyp870h9e7y
Kaca:Awaking Manoengsa.pdf/18
250
24132
78725
75354
2026-05-19T09:14:02Z
Menyusurisudutnegeri
1514
78725
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Iripseudocorus" /></noinclude>18
VIII. AMBEKAN.
1. Pakartining ambekan.
Pakartiné ambekan ikoe saèmper pangedjoeré pangan.
Pangedjoeran-pangan ndadèkaké lemboeting pangan kongsi
kena kaideraké getih menjang sarandoening awak. Ambekan
,,ndjoepoek" gas
i djenengé: zuurstof = djasad
takake dening getih menjang
pangobong.
sarandoening awak. Panasing awaké manoengsa manawa dioe-
koer doewoeré koerang loewih 37°C. Anané panas marga saka
barang kobong. Pawon
marga ing
sarana pitoeloenganga ing kono dibongi kajoe
manoengsa dadi panas,
ana kajoe (sarining pangan) kobong déning
cam Bongan ing pawon nganakaké awoe lan oewab-
banjoe, déné bong-bongan ing awaking manoengsa nganakaké
koolzuur lan oewab-banjoe. Panas kang metoe saka bong-bongan
maoe malih dadi kekoewatan (Endas-endasan sepoer koewat
nggèrèd grebongan poeloehan, manoengsa migoenakaké ke-
koewatané kanggo njamboet gawé).
2. Keboek.
Manoengsa ambekan sarana keboek. Keboek doemoenoeng
ing djegodahan dada. Leboené hawa liwat iroeng lan goeroeng
teroes tekan keboek. Poetjoeking goeroeng doemoenoeng ing
gorokan. Poengkasané goeroeng ngepang ngiwa lan nengen,
andjog ing keboek. Pang loro maoe ngepang-ngepang manèh
nganti dadi tjilik-tjilik, woedjoedé kaja torong, lemboet banget.
Torong sing lemboet-lemboet iki kebak otot-getih loewih déning
lemboet pating kranteng. Iia ing kono
lita-liroe-
ning gas loro abes wat pager-
ing otot-get andjeg ing getil; koolzuur frembes pagering otot-
getih, metoe andjog ing torong teroes katoet wetoening napas.
napas
3. Ngoendjal ambekan lan ngetokaké na kool-
Ambekan ikoe tegesé: nglebokaké
zuur (lan oewab-banjoe). Hawa bisa mlebбe saka melaré djego-
dahan dada, hawa bisa metoe marga mingkoesé djegodahan dada.
Melaré djegodahan dada djalaran saka trèpèsing kendangan-
tengah lan oenggah apa déné adjoening iga. Déné mingkoesé,
marga kenḍangan-tengah koewoeng manèh, igané moedoen lan
moendoer. Melar-mingkoesing djegodahan-dada ndjalari melar-
mingkoesing keboek. Manawa djegodahan-dada melar, hawa
ing djeroné dadi loewih ngrokos, panetelé koerang tinimbang
hawa ing djaba, moelané hawa-djaba bandjoer mleboe (njerot).
Kosok baliné: manawa djegoḍahan-daḍa mingkoes: hawa ing
djero dadi loewih padet, panetelé loewih gedé tinimbang hawa
ing djaba, moelané hawa-djero bandjoer metoe (ngempos).
Ambekan metoe ing iroeng, Arep watoek dadi woeroeng.<noinclude></noinclude>
3y0pxti6b5q43auf8ox5cxw71sq679q
78727
78725
2026-05-19T09:28:36Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78727
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||18}}</noinclude>{{c|{{Ordered list|type=I|start=8|'''AMBEKAN.'''}}}}
{{Ordered list
|'''Pakartining ambekan.'''<br>
Pakartiné ambekan ikoe saèmper pangedjoeré pangan. Pangedjoeran-pangan ndadèkaké lemboeting pangan kongsi kena kaideraké getih menjang sarandoening awak. Ambekan „ndjoepoek” gas saka hawa. Gas iki djenengé: zuurstof {{=}} djasad pangobong. {{illegible}} déning getih menjang sarandoening awak. Panasing awaké manoengsa manawa dioekoer ḍoewoeré koerang loewih 37°C. Anané panas marga saka barang kobong. Pawon dadi panas marga ing kono dibongi kajoe sarana pitoeloengané {{illegible}} manoengsa dadi panas, marga ing kono ija ana kajoe (sarining pangan) kobong déning {{illegible}} bongan ing pawon nganakaké awoe lan oewab-banjoe, déné bong-bongan ing awaking manoengsa nganakaké koolzuur lan oewab-banjoe. Panas kang metoe saka bong-bongan maoe malih dadi kekoewatan (Enḍas-enḍasan sepoer koewat nggèrèd grebongan poeloehan, manoengsa migoenakaké kekoewatané kanggo njamboet gawé).
|'''Keboek.'''
Manoengsa ambekan sarana keboek. Keboek doemoenoeng ing djegodahan ḍaḍa. Leboené hawa liwat iroeng lan goeroeng teroes tekan keboek. Poetjoeking goeroeng doemoenoeng ing gorokan. Poengkasané goeroeng ngepang ngiwa lan nengen, andjog ing keboek. Pang loro maoe ngepang-ngepang manèh nganti dadi tjilik-tjilik, woedjoedé kaja torong, lemboet banget. Torong sing lemboet-lemboet iki kebak otot-getih loewih déning lemboet pating kranteng. Ija ing kono ikoe panggonané lira-liroening gas loro {{illegible}} pagering otot-get andjeg ing getih; koolzuur frembes pagering otot-getih, metoe andjog ing torong teroes katoet wetoening napas.
|'''Ngoendjal ambekan lan ngetokaké napas (njerot-ngempos)'''<br>
Ambekan ikoe tegesé: nglebokaké {{illegible}} koolzuur (lan oewab-banjoe). Hawa bisa mlebбe saka melaré djegoḍahan ḍaḍa, hawa bisa metoe marga mingkoesé djegoḍahan ḍaḍa. Melaré djegoḍahan ḍaḍa djalaran saka trèpèsing kenḍangantengah lan oenggah apa déné adjoening iga. Déné mingkoesé, marga kenḍangan-tengah koewoeng manèh, igané moeḍoen lan moendoer. Melar-mingkoesing djegoḍahan-ḍaḍa ndjalari melar-mingkoesing keboek. Manawa djegoḍahan-ḍaḍa melar, hawa ing djeroné dadi loewih ngrokos, panetelé koerang tinimbang hawa ing djaba, moelané hawa-djaba bandjoer mleboe (njerot). Kosok baliné: manawa djegoḍahan-ḍaḍa mingkoes: hawa ing djero dadi loewih paḍet, panetelé loewih geḍé tinimbang hawa ing djaba, moelané hawa-djero bandjoer metoe (ngempos).<br>
{{rule|width=8em|align=center}}
Ambekan metoe ing iroeng, Arep watoek dadi woeroeng.
{{rule|width=8em|align=center}}
}}<noinclude></noinclude>
7ujsxv00fbtsm25h0ydei6o6rviziw6
Kaca:Babad Kemalon (Pakunagara) I.pdf/192
250
24133
78699
75366
2026-05-18T18:08:17Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
78699
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" /></noinclude>::wah, pasukan Pasarenan jangan sampai tertinggal, harap <br>memberikan perahu.
{{Ordered list|start=38
|Kanjeng Pangeran Adiapti, istirahat ditengah hutan yang <br>tua, dan berada di situ, hanya 12 hari <br>pagi hari ada perintah, bertepatan tanggal 2 <br>bulan Jumadiawal.
|Pangeran Adipati berjalan, istirahat di tepi bengawan, di <br>desa Kujang, pasukan memperbaiki perahu, pada saat itu <br>bengawan (kali) sangatlah besar airnya, para rendahan prajurit <br>menyeberang bersama-sama, banyak diantaranya yang <br>mati tenggelam.
|Seorang Tionghwa mati tenggelam, banyak kapal yang mati, <br>Pangeran Adipati menyeberangnya, nyeberang di sebelah <br>utara bengawan dengan balatentaranya <br>istirahat selama dua hari.
|Waktu itu sedang musim menunai padi (padi, kemudian <br>ada utusan tiba, membawa surat dari Sekeber, Belanda dari <br>Prambanan yang memberikan surat, segera surat disampaikan, <br>Kanjeng Pangeran Adipati.
|Memberi kabar, bahwasannya pasukan Kumpeni yang <br>memberikan bantuan akan tiba, lengkap dengan pasukan <br>Bali serta Bugis, Belanda berjumlah 40 orang, nama kapten <br>Songrat, 200 orang Bugis, dua orang kapten lagi nama kapten <br>Islam.
|Kapten Traki, bersiap di Marbung, orang Jawa turut serta, <br>segera Pangeran Adipati, menjawab <br>(196) surat, ditujukan kepada Sekeber, dan berangkatlah utusan.
|Yang ditugaskan di bagian belakang, mantri di Sumareja, <br>nama Jayawikrama, serta ki Tirtayuda yang bertugas menunggu <br>di Sumareja, dan yang siap sedia di Marebung, nama <br>Sendhangsiring.
}}<noinclude>{{rh|190|}}</noinclude>
bufy4u7mm3y2wj2rvx6as3ly6dyci6z
78700
78699
2026-05-18T18:13:11Z
Khusna Safira
1759
78700
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" /></noinclude>::wah, pasukan Pasarenan jangan sampai tertinggal, harap <br>memberikan perahu.
{{Ordered list|start=38
|Kanjeng Pangeran Adiapti, istirahat ditengah hutan yang <br>tua, dan berada di situ, hanya 12 hari <br>pagi hari ada perintah, bertepatan tanggal 2 <br>bulan Jumadiawal.
|Pangeran Adipati berjalan, istirahat di tepi bengawan, di desa Kujang, pasukan memperbaiki perahu, pada saat itu bengawan (kali) sangatlah besar airnya, para rendahan prajurit menyeberang bersama-sama, banyak diantaranya yang mati tenggelam.
|Seorang Tionghwa mati tenggelam, banyak kapal yang mati, Pangeran Adipati menyeberangnya, nyeberang di sebelah utara bengawan dengan balatentaranya <br>istirahat selama dua hari.
|Waktu itu sedang musim menunai padi (padi, kemudian ada utusan tiba, membawa surat dari Sekeber, Belanda dari Prambanan yang memberikan surat, segera surat disampaikan, Kanjeng Pangeran Adipati.
|Memberi kabar, bahwasannya pasukan Kumpeni yang memberikan bantuan akan tiba, lengkap dengan pasukan Bali serta Bugis, Belanda berjumlah 40 orang, nama kapten Songrat, 200 orang Bugis, dua orang kapten lagi nama kapten Islam.
|Kapten Traki, bersiap di Marbung, orang Jawa turut serta, segera Pangeran Adipati, menjawab <br>(196) surat, ditujukan kepada Sekeber, dan berangkatlah utusan.
|Yang ditugaskan di bagian belakang, mantri di Sumareja, nama Jayawikrama, serta ki Tirtayuda yang bertugas menunggu di Sumareja, dan yang siap sedia di Marebung, nama Sendhangsiring.
}}<noinclude>{{rh|190|}}</noinclude>
evbl4vaabel9a6zlsdiljp2n6b8s1p8
Kaca:Babad Kemalon (Pakunagara) I.pdf/195
250
24136
78712
75370
2026-05-19T01:29:44Z
Kriita
885
/* Validated */
78712
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Kriita" /></noinclude><ol><poem>bermalam di tengah lapangan, desa Lencong
semalam, keesokan hari berangkatlah
pasukan.</poem></ol>
{{Ordered list|start=61
|<poem>Bermalam di Ngarum selama dua malam
kemudian dengan pasukan berangkatlah, barat daya arahnya,
bermalam di Celep, semalam dan keesokan hari bertolaklah,
tiba di desa
(199) Pacangakan, bermalam di Padangan.</poem>
|<poem>Setelah tiga malam bermalam, kemudian datanglah seorang
duta, dari Ideller Semarang, dan menyampaikan
sepucuk surat, disampaikan Kanjeng Pangeran Adipati, isi
surat dimasukan dalam hati sanubari, kemudian dijawablah
surat tersebut.</poem>
|<poem>Setelah duta bertolah, Ideller di Semarang
di sepanjang jalan tidak terdengar berita
kemudian Pangeran Adipati, melangsungkan upacara
tingkeban untuk isterinya, yang bernama Retnawati, yang
berada di Padangan.</poem>
|<poem>Salvo dibunyikan, diiringi bunyi senapan
terdengarlah bunyi gamelan, upacara berlangsung hari
Jum'at, hari pasaran Legi, tanggal 10, bulan Rabiulakhir.</poem>
|<poem>Bersamaan tahunnya ialah tahun Dal, setelah upacara,
main kartu menali tayub, bersama segenap punggawa dan
pembesar, dan bersama para prajurit, makan besar dan mi-
num minuman
semalam suntuk sampai pagi harinya.</poem>
|<poem>Malam berikutnya, kemudian Pangeran Adipati
berangkat ke Padangan, ke selatan bersama pasukan, Pangeran
Adipati, bermalam Padangan semalam, keesokan
hari aba-aba berangkat.</poem>
|<poem>Bermalam di Larangan semalam, Ranadipura hadir, menyampaikan
perjalanan, yang dahulu ditinggalkan, di {{hws|So|Sokawati}}</poem>
}}<noinclude>{{rh|||193}}</noinclude>
5p4o0h3sn06v4yxfike247z7lhqjpsu
Kaca:Babad Prayud I.pdf/1
250
24309
78733
78190
2026-05-19T09:52:06Z
Ris00l may00
1455
/* Durung katitiwaca: dibalikkan karena kapitalisasi belum sesuai */
78733
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ris00l may00" /></noinclude>{{r|<small>'''TIDAK DIPERJUAL BELIKAN<BR>Proyek Bahan Pustaka Lokal Konten Berbasis Etnis Nusantara<br>Perpustakaan Nasional 2011</small>}}
{{xx-larger|'''BABAD PRAYUD<br>I}}'''
{{gap}}
{{gap}}
{{C|NY. JUMEIRI SITI RUMIDJAH, B.A.}}
{{C|R.A. MAHARKESTI, B.A.}}<noinclude></noinclude>
7ejotbs0nukn0vith2mc3d6wbx0zfhi
78734
78733
2026-05-19T09:53:42Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78734
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{block right|{{c|<small>'''TIDAK DIPERJUAL BELIKAN'''<BR>Proyek Bahan Pustaka Lokal Konten Berbasis Etnis Nusantara<br>Perpustakaan Nasional 2011</small>}}}}
{{xx-larger|'''Babad Prayud<br>I}}'''
{{gap}}
{{gap}}
{{Block center|Ny. Juemiri Siti Rumidjah, B.A.<br>
R.A. Maharkesti, B.A.}}<noinclude></noinclude>
hlggt1lfcwt48lgxonluppmho2e9ed7
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/47
250
24908
78694
78519
2026-05-18T17:58:29Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
78694
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" />{{rh|| - 48 - }}</noinclude>Pradjurit Dewa nami wadya Durandara.
Kajanganipun Prabu Kiriti ing Tindjomaja.
Patamananing para ratu ingkang boten wonten namanipun tjekap dipun sebat ing Tamansari (patamanan ingkang asri).
{{C|'''BAB MUDJUDAKEN RAOS GEGAMBARANING'''}}
{{C|'''WAJANG PURWA.'''}}
Ringgit watjutjal purwa punika mudjudaken gegambaran wewatekan djiwaning manungsa. Saking sagedipun para linangkung ing djaman kina, anggenipun angotak-atik, mudjudaken wewangunan ngantos nglangkungi pikiran. Dene ladjeng sami dipun adjengi ngantos kraos sengsem lebet sanget.
Tjobi manawi bade ambuktekaken, kula aturi mirsani salah
satunggaling wajang purwa, upaminipun Djanaka utawi Gatutkatja, rak boten memper kalijan kawudjudaning tjorak wewangunaning manungsa. Wiwit sirah dumugi suku, rak sarwa pandjang, irung lan gulu, pundak dumugi tanganipun rak sarwa pandjang sadaja. Punapa malih panganggenipun dodot sembulijan sami pating klawer, saweneh wonten ingkang bokongipun bunder utawi londjong. Manawi dipun
pulas, rai paraupaning wajang wonten ingkang tjemeng, abang djambon, putih, biru endog bebek, kuning brom utawi prada. Manawi dipun laras karaosaken harak kados sami mangangge topeng, (kedok). Dene badan lan paraupanipun ingkang sami kalijan ingkang geseh rakmeh palihan. Ananging kok katingal mungguh sanget, dene saged katingal gesang ngantos anggadahi jatmaka, lire tumaneming raos
ngantos dumugi sanubari babasan nganti ambulang sungsum.
Namung ingkang kula gumuni punika, anggenipun damel tjakriking wewudjudan lan pada wadananing wajang, anggenipun ladjeng sami gampil dipun mangretosi ing saben tijang, ngantos sami kraos sengsem.
Tjobi para saderek manawi sami pirsa wajang Kresna, Djanaka, Gatutkatja, Werkudara, dalah dagelanipun Semar Gareng Petruk, manawi wajang punika nudju sami medal wonten lampahan punapa kemawon, manawi sami saweg nudju manggih reribet, (sami saweg nandang susah), para pamirsa arak inggih katut sami tumut kraos sedih susah, dene manawi saweg sami manggih kamulyan utawi angsal kanugrahan, para pamirsa rak inggih sami tumut bingah, ing raos para pamirsa sami kados katarik manggih kamulyan utawi kabegdjan. Lo samanten anggenipun klebet raos kadjiwaning wajang dateng sanubarining manungsa.<noinclude></noinclude>
m2s51grkq7s7f7hqxpic2qwpizn9ml7
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/49
250
24909
78695
78453
2026-05-18T17:59:11Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
78695
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" />{{rh|| - 50 - }}</noinclude>Dados tetela sampun tjeta manawi wajang punika boten ang-
gambaraken kawudjudan walaka, ing ngriku namung mudjudaken wewatekan asor luhuring bebuden, ingkang kasar saha ingkang alus.
{{C|'''Mulabukanipun Ringgit Watjutjal saged dados Sampurna Edi Peni'''}}
{{C|'''Kawudjudanipun ngantos dumugi sakpunika.'''}}
Mulabukanipun ringgit watjutjal saged dados wewangunan ingkang edi peni punika, nalikanipun djamaning para Wali ing Demak, ing sarehning nalika djaman samanten saweg kentjeng-kentjenging agami Islam, ing mangka sadaja tijang ingkang sampun sami angrasuk agami Islam punika, manawi ningali gegambaran awudjud tijang punapa malih masang kangge pepasren utawi njimpen, punika tumrap-
ipun tijang agami boten kenging, punika dipun karamaken.
Ing mangka tetingalan wajang punika tumrapipun bangsa kita djawi sampun tumanem sanget ngantos ambalung sungsum, lan malih punika tetingalan kenging kangge pirantos pendidikan utawi penerangan (propaganda) dateng para rakjat sami sageda kalebetan pitutur lan piwulang ingkang sae, miturut punapa ingkang dipun betahaken.
Ing sakrehning sangking sagedipun para Wali lan para Linangkung ing djaman kina, ing saben tahunipun dipun gantos-gantos wewangunanipun ngantos saengga saged sampurna kawudjudanipun tjakriking wajang purwa punika, saha wangun lan kawudjudanipun ngantos saged itjal sipat wewanguning manungsa, dados saged wudjud wajang purwa kados ingkang sami dipun pepetri bangsa kita djawi dumugi samangke punika.
Mangka ing sakawit wajang purwa punika nalika djaman Madjapait, kawudjudanipun kados dene wajang kulit ing Bali, miturut tjakrik wewangunanipun mendet piridan gambar wewangunanipun relijef ing tjandi Panataran, manggen wonten ing bawah Blitar (Kediri).
Wajang Purwa punika ing samangke sampun nami sampurna
pangarang saha pandamelipun, sampun boten kenging dipun ewahi wewangunanipun malih, djalaran sampun nami sampurna, tegesipun sampun pantog pangarangipun.
Manawi para saderek kirang pitados, kenging dipun njatakaken, kula aturi sami njobi pijambak ngiras kangge ambuktekaken pijambak ingkang dipun santuni kawudjudanipun punapa prabotipun, punapa kalih-kalihipun pisan, saged milih saksenengipun, pundi ingkang dipun
senengi.<noinclude></noinclude>
qijgfzdzcctonrpwmsoqt47g8dj8nyb
78696
78695
2026-05-18T17:59:46Z
Khusna Safira
1759
78696
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" />{{rh|| - 50 - }}</noinclude>Dados tetela sampun tjeta manawi wajang punika boten ang-
gambaraken kawudjudan walaka, ing ngriku namung mudjudaken wewatekan asor luhuring bebuden, ingkang kasar saha ingkang alus.
{{C|'''Mulabukanipun Ringgit Watjutjal saged dados Sampurna Edi Peni Kawudjudanipun ngantos dumugi sakpunika.'''}}
Mulabukanipun ringgit watjutjal saged dados wewangunan ingkang edi peni punika, nalikanipun djamaning para Wali ing Demak, ing sarehning nalika djaman samanten saweg kentjeng-kentjenging agami Islam, ing mangka sadaja tijang ingkang sampun sami angrasuk agami Islam punika, manawi ningali gegambaran awudjud tijang punapa malih masang kangge pepasren utawi njimpen, punika tumrap-
ipun tijang agami boten kenging, punika dipun karamaken.
Ing mangka tetingalan wajang punika tumrapipun bangsa kita djawi sampun tumanem sanget ngantos ambalung sungsum, lan malih punika tetingalan kenging kangge pirantos pendidikan utawi penerangan (propaganda) dateng para rakjat sami sageda kalebetan pitutur lan piwulang ingkang sae, miturut punapa ingkang dipun betahaken.
Ing sakrehning sangking sagedipun para Wali lan para Linangkung ing djaman kina, ing saben tahunipun dipun gantos-gantos wewangunanipun ngantos saengga saged sampurna kawudjudanipun tjakriking wajang purwa punika, saha wangun lan kawudjudanipun ngantos saged itjal sipat wewanguning manungsa, dados saged wudjud wajang purwa kados ingkang sami dipun pepetri bangsa kita djawi dumugi samangke punika.
Mangka ing sakawit wajang purwa punika nalika djaman Madjapait, kawudjudanipun kados dene wajang kulit ing Bali, miturut tjakrik wewangunanipun mendet piridan gambar wewangunanipun relijef ing tjandi Panataran, manggen wonten ing bawah Blitar (Kediri).
Wajang Purwa punika ing samangke sampun nami sampurna
pangarang saha pandamelipun, sampun boten kenging dipun ewahi wewangunanipun malih, djalaran sampun nami sampurna, tegesipun sampun pantog pangarangipun.
Manawi para saderek kirang pitados, kenging dipun njatakaken, kula aturi sami njobi pijambak ngiras kangge ambuktekaken pijambak ingkang dipun santuni kawudjudanipun punapa prabotipun, punapa kalih-kalihipun pisan, saged milih saksenengipun, pundi ingkang dipun
senengi.<noinclude></noinclude>
pe9gk9a7z1djtg91zg0k9lev9tmqopg
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/91
250
24917
78704
78599
2026-05-19T00:17:32Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
78704
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||- 92 -}}</noinclude>:No.
{{ordered list|type=decimal|start=7
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Gandamana.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Hanantaredja.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Gatutkatja (kuning).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Gatutkatja (tjemeng).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Hanantasena.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Hanoman.</poem>
|<poem>Batara Guru.</poem>
|<poem>Prabu Rama (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kresna (kuning).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kresna (tjemeng).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Judistira. Ngamarta.</poem>
|<poem>Raden Sakutrem (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Hardjuna.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Hardjuna.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Hardjuna.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Surjaputra.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kuntadewa Ngamarta.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Premadi.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Premadi.</poem>
|<poem>Kumadjaja (Premadi slendangan srambahan).</poem>
|<poem>Raden Nangkula.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Sahadewa.</poem>
|<poem>Batari Durga.</poem>
|<poem>Dewi Sarpakanaka (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Banowati.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Djembawati (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kunti.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Dropadi.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Sembadra.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Srikandi.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Setyawati (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Ratih (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Setyaboma (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Pregiwa (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Pregiwati (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Lesmanawati (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Andjani.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Rara Ireng — Bratadjaja.</poem>
|<poem>Bondanpaksadanu (Dewa Rutji).</poem>
|<poem>Putran (Bajen).</poem>
}}<noinclude></noinclude>
hm6q1sassmzam8c659nm1rkl12ccw0w
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/15
250
24936
78718
78590
2026-05-19T04:02:45Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
78718
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::kang anuli bandjur dèn arani tembung SAHADAT. Tegesé sa- {{sp|DAT}}, karepé {{sp|anunggal DAT}}, ija {{sp|anunggal DAT}}- ing {{sp|KAWULA-GUSTI}} (GUSTI-KAWULA), utawa ija pamoring kawula Gusti (Gusti-Kawula), anetepi sangkan-parané, mulih ing mulanira dumadi saka ing nguni.
{{ordered list|type=decimal|start=9
|<poem>Anadenè mungguh kang kamaksudaké anané tumindaké kahananing SAHADAT mau, suprihe supaja ngauripé manungsa ing donja iki dèn padha ameruhana klawan mangertènana marang asal kamulaning dumadi mau, anggoné tu mitah, kang asal sangkaning DAT-ing Pangéran Kang Maha Suktji. Apadéné ing kono, anggoné dumadi mau, dumunu gana panggonan ing tanah wutah-getihé jaiku ing nagara ing kahananing bangsa kang mandhiri anèng pepidjèning djagad iki, ijaiku (ing kéne iki) ''kang mangka purbaning ''DAT''-ing Pangeran kang mahanani.''</poem>
|<poem>Lah ijaiku sedjatiné kang bandjur mahanani marang gumelaring kahanan kang ana ing uriping manungsa ing bangsa-bangsa ing djagad iki purwané padha andarbèni adat-adat kang dhéwé-dhewé.</poem>
|<poem>Déné dadiné kahananing adat kang dhéwe-dhewé mau, ijaiku kang bandjur amudjudake ing kahananing {{sp|TATA - TJARA.}}</poem>
|<poem>Dadi TATA-TJARA mau werdine {{sp|PADATAN}} utawa {{sp|NGADAT}} utawa ija {{sp|ADAT}} kasebut mau, gumelar dadi {{sp|TATANAN}} utawa {{sp|PRANATANING NGAURIP}}, kang ijaiku bandjur mahanani marang kahananing{{sp|urip kang tata}}, utawa ija {{sp|urip kang tjara}}, utawa ijaiku kahanané uriping manungsa kang susila ; tegese ijaiku kahananing urip kang bener-bener lan betjik-betjik dadi supaja uripe manungsa iku, kahanané dimène padha ngaweruhana marang URIPE kang TATA lan TJARA kang BENER-BENER lan BETJIK-BETJIK, kinarja tumindake lakuning ngaurip ing donja kang ana djagad bebrajan iki. Djer ija klawan lakuning ngaurip ing tata-tjara utawa ija tata-susilaning ngaurip kang bener-bener lan betjik-betjik mau, ijaiku mangka pratandhaning kahanan kang tuwuh saka ing BUDHI BUDHAJA miwah KABUDHAJANE pribadi, kang gumelar saking kahananing DAT-ing Pangeran kang Amaha Luhur. kinarja dadi pratandhane kaluhuraning budhi budhaja lan kabudhajane pribadi iki. awit kodrating Dat-ing Pangeran kang mahanani.</poem>}}<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude>
j884jdzekblcvax9iimath4kvthag9c
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/92
250
24937
78705
78598
2026-05-19T00:20:05Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
78705
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||- 93 -}}</noinclude>::'''Sumpingan kiwa'''
:No.
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Buta Raton makutan (Kumbakarna) srambahan.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}pogogan (Niwatakawatja) srambahan.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}nonoman ngore (srambahan).</poem>
|<poem>Prabu Dasamuka.</poem>
|<poem>Harja Kangsa (srambahan).</poem>
|<poem>Prabu Bomanarakasura (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Baladewa.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Baladewa.</poem>
|<poem>Ratu Sewu Nagara (srambahan).</poem>
|<poem>Boma nom pogogan (srambahan).</poem>
|<poem>Prabu Drujudanan.</poem>
|<poem>Raden Kurupati.</poem>
|<poem>Harja Kentjaka.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Rupakentja.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kakrasana.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Seta.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Utara.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Wratsangka (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Setyaki.</poem>
|<poem>Prabu Basudewa ing Mandura.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kuntibodja (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Matswapati ing Wirata.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Drupada ing Pantjalaredja (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Salya ing Mandraka.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Bismaka ing Kumbina.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Setyadjit ing Nglesapura (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Karna ing Ngawangga.</poem>
|<poem>Ratu Sabrang wok rapekan (srambahan).</poem>
|<poem>Prabu Palgunadi (srambahan).</poem>
|<poem>Dewa Srani (sabrang bagus srambahan).</poem>
|<poem>Raden Harjaprabu Rukma (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Najarana.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Drestadjumna (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Samba.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Rukmarata.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Lesmana Mandrakumara.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Pantjawala (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Widjanarka (srambahan) Bambangan.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Irawan.</poem>
}}<noinclude></noinclude>
b6hraubbram6rdzvoph7s8rw9n0xevu
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/93
250
24938
78706
78594
2026-05-19T00:22:05Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
78706
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||- 94 -}}</noinclude>No.
{{ordered list|type=decimal|start=41
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Ongkawidjaja.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Ongkawidjaja.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Setyaka.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Pinten.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tansen.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Wisanggeni.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tjaranggana (srambahan).</poem>
}}
{{C|BAGEJAN WAJANG DUDAHAN}}
::'''Para kurawa'''
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Pandita Durna.</poem>
|<poem>Patih Harja Sangkuni.</poem>
|<poem>Raden Dursasana.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Durmagati.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Djajadreta.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tjitraksa.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tjitraksi.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kartawarma.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Burisrawa.</poem>
|<poem>Wasi Haswatama.</poem>
}}
::'''Para djawat lan para tapa'''
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Batara Narada.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Brama.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Hendra.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Jamadipati.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Patuk.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tamboro.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Surja (srambahan).</poem>
|<poem>Pandita bagus (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}tuwa (srambahan).</poem>
|<poem>Resi Bisma (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Abyasa.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Djembawan.</poem>
}}
::'''Putran patih lan punggawa'''
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Raden Hindradjit.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Trisirah (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Radjamala boten rapekan (srambahan).</poem>
}}<noinclude></noinclude>
q3m8dt9pnyn31ybhxckl0ppgn37mhek
78707
78706
2026-05-19T00:22:34Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
78707
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||- 94 -}}</noinclude>No.
{{ordered list|type=decimal|start=40
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Ongkawidjaja.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Ongkawidjaja.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Setyaka.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Pinten.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tansen.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Wisanggeni.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tjaranggana (srambahan).</poem>
}}
{{C|BAGEJAN WAJANG DUDAHAN}}
::'''Para kurawa'''
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Pandita Durna.</poem>
|<poem>Patih Harja Sangkuni.</poem>
|<poem>Raden Dursasana.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Durmagati.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Djajadreta.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tjitraksa.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tjitraksi.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kartawarma.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Burisrawa.</poem>
|<poem>Wasi Haswatama.</poem>
}}
::'''Para djawat lan para tapa'''
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Batara Narada.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Brama.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Hendra.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Jamadipati.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Patuk.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tamboro.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Surja (srambahan).</poem>
|<poem>Pandita bagus (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}tuwa (srambahan).</poem>
|<poem>Resi Bisma (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Abyasa.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Djembawan.</poem>
}}
::'''Putran patih lan punggawa'''
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Raden Hindradjit.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Trisirah (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Radjamala boten rapekan (srambahan).</poem>
}}<noinclude></noinclude>
pn17w31q1c9o6q76jn2oyfnqz6w51bu
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/94
250
24939
78709
78597
2026-05-19T00:24:13Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
78709
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||- 95 -}}</noinclude>:No.
{{ordered list|type=decimal|start=4
|<poem>Patih Hudawa.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tuhajata (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tambakganggeng (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Pragota rapekan (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Prabawa rapekan (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Sabrangan tanpa rasukan (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Sabrangan mawi rasukan (srambahan).</poem>
|<poem>Punggawa Tatagan mawi rasukan (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Getjulan Suramedem.</poem>
}}
::'''Para danawa'''
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Danawa Pragalba.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tjakil.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tjakil mripat kadondongan, ngore.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Terong (Tjongklok).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Galijuk (Gombak).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Rambutgeni.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Mondol buta kuna (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kenjawandu, emban.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Wanan Djaler.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Wanan Estri.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Wahmuka (srambahan).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Harimuka (srambahan).</poem>
}}
::'''Para wanara'''
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Narpati Subali.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Sugriwa.</poem>
|<poem>Raden Djaja Hanggada.</poem>
|<poem>Kapi Djembawan.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Hanila.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Hanala.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Susena.</poem>
}}
::'''Bangsaning dagelan'''
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Semar.</poem>
|<poem>Gareng.</poem>
|<poem>Petruk.</poem>
|<poem>Bagong.</poem>
|<poem>Togog.</poem>
|<poem>Belung.</poem>
}}<noinclude></noinclude>
8843y83c9uldnls2npm0cgeqnweqfeo
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/31
250
24942
78710
78606
2026-05-19T00:33:55Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
78710
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>Namaning para Tapa lan Pandita.
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Resi Abyasa.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Santanu.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kanwa.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Bisma.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Bagaspati.</poem>
|<poem>Resi Wisrawa.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Ramabargawa.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Manumajasa.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Sakutrem.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Palasara.</poem>
}}
::(8. 9. 10.) punika wajangipun tjekap mawi wajang srambahan Hardjuna slendangan.
{{ordered list|type=decimal|start=11
|<poem>Resi Djebawan.</poem>
|<poem>Tjekel Hendralaja.</poem>
|<poem>Tjiptaning (Mintaraga).</poem>
|<poem>Putut Djajesemedi.</poem>
|<poem>Pandita Sepuh. (putut).</poem>
|<poem>Demang Ontogopo.</poem>
|<poem>Djagalwakas.</poem>
}}
::'''Namaning para Danawa.'''
No.
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Buta Panjareng. (Tjakil) wondo. kikik. (tlakup).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}( ,, ){{gap}},,{{gap}} batang.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}( ,, ){{gap}},,{{gap}}naga.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}( ,, ) udalan mripat kadondongan.</poem>
|<poem>{{gap}} ,,{{gap}}Pragalba rambut djebolan tiga.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}udalan mawi gruda.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}mondolan danawa kina.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Galijuk (kobis). Sadaja punika danawa srambahan kangge sadijan perang kembang miturut lampahanipun.</poem>
|<poem>Danawa Terong (tjongklok).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Endog.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Rambutgeni.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kenjawandu.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Punuk gundul, Dadungawuk.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}endas Tjeleng, Mamangmurka.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Alasan Djaler. (Raseksa).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Estri. (Raseksi).</poem>
}}<noinclude></noinclude>
4j1ikweublja5d3akzx07wpl4jyznbg
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/33
250
24943
78711
78609
2026-05-19T00:37:03Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
78711
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||- 34 -}}</noinclude>::'''Para Djawata.'''
:No.
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Batari Durga. wondo Gidrah. (mripat sidji kadondongan).</poem>
|<poem>Batari Durga. wondo Gedrug. (mripat loro bunder).</poem>
|<poem>Batara Narada.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Brahma.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Hendra.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Sambu.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Baju.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Surja.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Jamadipati.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Patuk.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tamboro.</poem>
|<poem>Batara Kamadjaja.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Panjarikan.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Hanantaboga.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Basuki.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Baruna.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Gana.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Singadjalma.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tjingkarabala.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Balaupata.</poem>
}}
:Para djawata kados sampun tjekap dipun wonteni samanten kemawon.
::'''Para Wanara.'''
:No.
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Prabu Subali.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Sugriwa.</poem>
|<poem>Raden Djajahanggada.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Djembawan.</poem>
|<poem>Kapi Hanila.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Hanala.</poem>
|<poem>Kapi Hendradjanu.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Wreksaba.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Saraba.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Satabali.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Gawaksa.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Darimuka.</poem>
}}<noinclude></noinclude>
mkrdzfbnannm8hu17y3yrnp8tcdtshd
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/46
250
24946
78692
78612
2026-05-18T17:56:56Z
Khusna Safira
1759
78692
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Khusna Safira" />{{rh||- 47 -}}</noinclude><poem>{{gap}},,{{gap}}Hanoman ing pratapan Kendalisada.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Djembawan ing pratapan Gandamadana.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Tjiptaning ing pratapan Indrakila.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Sidikwatjana ing pratapan Tjandipura.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Santanu ing pratapan Talkanda.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Bisma ing pratapan Talkanda.</poem>
<poem>Wasi Djaladara ing pratapan Hargasonja.</poem>
<poem>Resi Subali ing pratapan Sonjapringga.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Maruta ing pratapan Duksina.</poem>
<poem>Dene kekiranganipun saged pados pijambak.</poem>
{{C|'''KAJANGANING PARA DJAWATA.'''}}
<poem>Sanghijang Guru ing Djonggringsalaka.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Brahma ing Hargadahana.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Hendra ing Kahendran.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Jamadipati ing Hargadumilah.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Kumadjaja ing Tjakrakembang.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Wisnu ing Nguntarasagara.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Hanantaboga ing Saptapratala.</poem>
<poem>Batara Kala ing Nusakambangan.</poem>
<poem>Batari Durga ing Setragandamajit.</poem>
<poem>Batara Narada ing Sudukmangudal-udal.</poem>
<poem>Batari Wilutama ing Bulatan.</poem>
{{C|'''NAMANING PETAMANAN INGKANG WONTEN NAMINIPUN.}}
<poem>Taman Sriwedari kagunganipun Prabu Hardjunasasra.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Hargasoka kagunganipun Prabu Dasamuka.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Maduganda kagunganipun Raden Hardjuna.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Kadilengeng kagunganipun Prabu Drujudana.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Maerakatja kagunganipun Dewi Srikandi.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Hargasonja kagunganipun Raden Kakrasana.</poem>
<poem>Ing Randugumbala pasanggrahanipun Prabu Baladewa.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Glagahtinunu kasatrijanipun raden Bradjadenta.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Klampisireng Padukuhanipun Kyai Semar.</poem>
<poem>{{gap}}Petruk ing Petjukpatjukilan.</poem>
<poem>Manawi buta Bregeduwak ing Karang Kabutan.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}para Widadari ing Karang Kawidadaren.</poem>
<poem>Pasewakanipun Batara Guru ing Balemartjukunda.</poem>
<poem>Pasowananipun para Dewa ing Balemarakata.</poem>
<poem>Alun-alunipun nama Repatkapanasan.</poem><noinclude></noinclude>
s6nrijr0yrho6ind9co2jb495xka0sk
78693
78692
2026-05-18T17:57:51Z
Khusna Safira
1759
78693
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Khusna Safira" />{{rh||- 47 -}}</noinclude><poem>{{gap}},,{{gap}}Hanoman ing pratapan Kendalisada.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Djembawan ing pratapan Gandamadana.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Tjiptaning ing pratapan Indrakila.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Sidikwatjana ing pratapan Tjandipura.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Santanu ing pratapan Talkanda.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Bisma ing pratapan Talkanda.</poem>
<poem>Wasi Djaladara ing pratapan Hargasonja.</poem>
<poem>Resi Subali ing pratapan Sonjapringga.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Maruta ing pratapan Duksina.</poem>
<poem>Dene kekiranganipun saged pados pijambak.</poem>
{{C|'''KAJANGANING PARA DJAWATA.'''}}
<poem>Sanghijang Guru ing Djonggringsalaka.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Brahma ing Hargadahana.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Hendra ing Kahendran.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Jamadipati ing Hargadumilah.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Kumadjaja ing Tjakrakembang.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Wisnu ing Nguntarasagara.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Hanantaboga ing Saptapratala.</poem>
<poem>Batara Kala ing Nusakambangan.</poem>
<poem>Batari Durga ing Setragandamajit.</poem>
<poem>Batara Narada ing Sudukmangudal-udal.</poem>
<poem>Batari Wilutama ing Bulatan.</poem>
{{C|'''NAMANING PETAMANAN INGKANG WONTEN NAMINIPUN.}}
<poem>Taman Sriwedari kagunganipun Prabu Hardjunasasra.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Hargasoka kagunganipun Prabu Dasamuka.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Maduganda kagunganipun Raden Hardjuna.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Kadilengeng kagunganipun Prabu Drujudana.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Maerakatja kagunganipun Dewi Srikandi.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Hargasonja kagunganipun Raden Kakrasana.</poem>
<poem>Ing Randugumbala pasanggrahanipun Prabu Baladewa.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Glagahtinunu kasatrijanipun raden Bradjadenta.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Klampisireng Padukuhanipun Kyai Semar.</poem>
<poem>{{gap}} {{gap}}Petruk ing Petjukpatjukilan.</poem>
<poem>Manawi buta Bregeduwak ing Karang Kabutan.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}para Widadari ing Karang Kawidadaren.</poem>
<poem>Pasewakanipun Batara Guru ing Balemartjukunda.</poem>
<poem>Pasowananipun para Dewa ing Balemarakata.</poem>
<poem>Alun-alunipun nama Repatkapanasan.</poem><noinclude></noinclude>
fd622hxfko4kgtdt9y5bff2ezr4xxtg
78703
78693
2026-05-19T00:12:33Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
78703
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||- 47 -}}</noinclude><poem>{{gap}},,{{gap}}Hanoman ing pratapan Kendalisada.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Djembawan ing pratapan Gandamadana.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Tjiptaning ing pratapan Indrakila.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Sidikwatjana ing pratapan Tjandipura.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Santanu ing pratapan Talkanda.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Bisma ing pratapan Talkanda.</poem>
<poem>Wasi Djaladara ing pratapan Hargasonja.</poem>
<poem>Resi Subali ing pratapan Sonjapringga.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Maruta ing pratapan Duksina.</poem>
<poem>Dene kekiranganipun saged pados pijambak.</poem>
{{C|'''KAJANGANING PARA DJAWATA.'''}}
<poem>Sanghijang Guru ing Djonggringsalaka.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Brahma ing Hargadahana.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Hendra ing Kahendran.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Jamadipati ing Hargadumilah.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Kumadjaja ing Tjakrakembang.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Wisnu ing Nguntarasagara.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Hanantaboga ing Saptapratala.</poem>
<poem>Batara Kala ing Nusakambangan.</poem>
<poem>Batari Durga ing Setragandamajit.</poem>
<poem>Batara Narada ing Sudukmangudal-udal.</poem>
<poem>Batari Wilutama ing Bulatan.</poem>
{{C|'''NAMANING PETAMANAN INGKANG WONTEN NAMINIPUN.}}
<poem>Taman Sriwedari kagunganipun Prabu Hardjunasasra.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Hargasoka kagunganipun Prabu Dasamuka.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Maduganda kagunganipun Raden Hardjuna.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Kadilengeng kagunganipun Prabu Drujudana.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Maerakatja kagunganipun Dewi Srikandi.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Hargasonja kagunganipun Raden Kakrasana.</poem>
<poem>Ing Randugumbala pasanggrahanipun Prabu Baladewa.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Glagahtinunu kasatrijanipun raden Bradjadenta.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}Klampisireng Padukuhanipun Kyai Semar.</poem>
<poem>{{gap}} {{gap}}Petruk ing Petjukpatjukilan.</poem>
<poem>Manawi buta Bregeduwak ing Karang Kabutan.</poem>
<poem>{{gap}},,{{gap}}para Widadari ing Karang Kawidadaren.</poem>
<poem>Pasewakanipun Batara Guru ing Balemartjukunda.</poem>
<poem>Pasowananipun para Dewa ing Balemarakata.</poem>
<poem>Alun-alunipun nama Repatkapanasan.</poem><noinclude></noinclude>
rl1ct2ytfdg03dnu3dz56lo9b3diseo
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/28
250
24964
78674
78645
2026-05-18T12:54:40Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78674
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 24 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦏꦶꦁꦲꦒꦼꦁꦔꦶꦁꦥꦿꦧꦮꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦏꦶꦪꦠ꧀ꦭꦤ꧀ꦱꦲꦤꦏꦫꦸꦏꦸꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦶꦪꦁꦠꦶꦪꦁꦏꦥꦶꦭꦤ꧀ꦩꦸꦱꦿꦶꦏ꧀ꦱꦊꦧꦼꦠ꧀ꦠꦶꦥꦸꦤ꧀ <sup>13</sup> ꦠꦲꦸꦤ꧀ꦲꦶꦁꦤꦒꦫꦶꦥꦩꦼꦏꦃꦥꦫꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦭꦸꦩꦼꦧꦼꦠ꧀ꦲꦸꦠꦮꦶꦔꦿꦱꦸꦏ꧀ꦲꦒꦩꦶꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀ꦲꦟ꧀ꦝꦺꦫꦺꦏ꧀ꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦶꦥꦹꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦤꦼꦩ꧀ꦧꦺꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ <sup>70</sup>ꦲꦶꦏꦶ꧉ꦲꦮꦶꦠ꧀ꦱꦏꦶꦁꦥꦸꦤꦶꦏꦮꦼꦏ꧀ꦢꦭ꧀ꦱꦩꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦦꦔꦺꦫꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦲꦥꦶꦏꦤ꧀ꦠꦸꦮꦶꦤ꧀ꦩꦲꦶꦲꦱꦶꦃꦩꦫꦶꦁꦔꦶꦮꦃꦪꦸꦣꦠꦼꦁꦏꦏꦱꦶꦃꦲꦶꦥꦸꦥ꧀[ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀]ꦏꦣꦮꦸꦃꦲꦤ꧀ꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀ꦥꦶꦟ꧀ꦝꦃꦱꦏꦶꦁꦤꦒꦫꦁꦩꦼꦏꦃꦣꦠꦼꦁꦩꦢꦶꦟꦃ꧈ꦭꦤ꧀ꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀ꦔꦗꦏ꧀ꦲꦗꦏ꧀ꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦩꦼꦁꦏꦃꦲꦤꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦲꦒꦩꦶꦶꦶꦆꦱꦩ꧀꧈}}
{{Jawa|꧋ꦏꦥꦶꦤꦸꦗꦺꦴꦤ꧀ꦏꦭꦶꦪꦤ꧀ꦥꦶꦠꦸꦭꦸꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦲꦏꦸꦮꦲꦺꦴꦱ꧀ꦲꦶꦁꦤꦒꦫꦶꦩꦢꦶꦤꦃꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦒꦿꦺꦴꦩ꧀ꦧꦺꦴꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦶꦪꦁꦄꦫꦧ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦲꦔꦿꦱꦸꦏ꧀ꦲꦒꦩꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀ꦕꦕꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ <sup>80</sup>꧈ꦔꦿꦱꦸꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦒꦩꦶꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦤꦭꦶꦏꦥꦶꦪꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦩꦶꦗꦶꦪꦫꦃꦣꦠꦼꦁꦩꦼꦏꦃ]꧈ꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦗꦼꦁꦏꦂꦫꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁ}}<noinclude></noinclude>
577n11pdmrw6eqisjhd91jbbcdzmg82
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/22
250
24967
78719
78652
2026-05-19T04:21:18Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
78719
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>:::{{sp|Wisikané Sang Hyang Hendra marang Empu Sangkala.}}
{{ordered list|type=decimal|start=10
|<poem>Anuli kang kaping pitu wisikané Sang Hyang Hendra ing Ganyalaja, jaiku ing Suralaja, marang Empu Sangkala, ing babing kawruh Kedjatèn mau mangkenė:</poem>}}
:::HYANG HYANG DJATINING SUKSMA KAWEKAS,
:::SATUHUNE DUK MAKSIH SONJA RURI,
:::DURUNG ANA DUMADI SAWIDJI-WIDJI,
:::KANG ANA DHINGIN IKU HINGSUN,
:::RIMBAGANING TJIPTA KLAWAN KAWASANINGSUN ING SALAWASE.
:::...............................................................
{{ordered list|type=decimal|start=11
|<poem>Mangkono wasita-wasitaning para Déwata marang Empu Sangkala ing bab Kedjatèning Pangéran kang Maha Suktji; Pitu wolung prakara surasa-surasaning wasita mau, jaiku wosé kawruh Kedjatèning DAT, ija kawruh Kapangeranan, kang wos-wosé surasa kabèb, uga ora béda klawan sawidji ing wewarahing sabda wasitaning Pangéran Kang Maha Suktji, nunggal surasa, kang ora béda maksud-maksudé. Anuli sabandjuré ing sawusé paripurna saka ing saben-saben wisikan kasebut, ing nalika iku Empu Sangkala winarah ing pratingkah-pratingkahing lakune sawidji-widji, kang amrih ing rehing kasampurnaning ngaurip, panggajuhing pangesthi sedjati, ananging ing kené bab wewarahing laku-lakuné ora kapratélakaké.</poem>
|<poem>Ing mangko wus tetéla sakèhing widjang-widjanging wewarah mau, nalika duk maksihe ing alam sonja-ruri, sadurunge kahanan ing djagad iki kabèh gumelar, sajekti amung ananing SEDJATINE GUSTI KANG AMAHA SUKTJI kang asipat ESA kang dhingin dhewé, kawasa sa gun ging BUDHI PREMATI. ijaiku sedjatine kang dumunung ing dalem urip kita pribadi, kang sedjatiné.</poem>
|<poem>Anadéne babare sabda wasitane Kang Maha Suktji, utawa ija lwiring wisikané para Déwa kabèh mau, mungguh tjethané ing babaring KEDJATEN klawan KAHANAN, widjang-widjangé kawedhar sawidji-widji ing bab-babing surasa iki maturut-turut.</poem>}}
{{C|'''____________}}'''<noinclude>{{rh|20}}</noinclude>
pb94h4kfxgu58g8q0q1zs66r01a0zdh
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/11
250
24969
78676
78657
2026-05-18T13:21:20Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78676
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 7 — }}</noinclude>{{Jawa|ꦤꦺꦠꦶꦁꦏꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀꧈ꦏꦸꦱꦸꦧ꧀ꦤꦸꦱꦔꦶꦢ꧀ꦢꦲꦭ꧀ꦲꦪꦢ꧀ꦢꦶ꧈ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦠꦶꦪꦁꦔꦶꦁꦏꦁꦮꦶꦕꦏ꧀ꦱꦶꦤꦠꦸꦂꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦥꦤꦸꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦶꦪꦁꦄꦫꦧ꧀ꦥꦶꦪꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦸꦏꦁꦲꦩ꧀ꦧꦼꦚ꧀ꦕꦶꦭꦤ꧀ꦲꦤꦕꦢ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦥꦼꦗꦃꦱꦢꦺꦫꦺꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦧꦔꦱ꧀[ꦱꦢꦺꦫꦺꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦸꦠꦸ
ꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦫꦸꦮꦸꦃ]꧈ꦏꦗꦮꦶꦥꦸꦤꦶꦏ꧇ꦗꦌꦢꦸꦧ꧀ꦤꦸꦄꦩꦿꦶꦤ꧀ ꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦩꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦔꦸꦩꦂꦧꦶꦤ꧀ꦏ꦳ꦠꦧ꧀ꦒꦼꦱꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦢꦸꦩꦸꦒꦶꦣꦠꦼꦁꦗꦩꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦑꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦥꦼꦗꦃꦥꦸꦤ꧀ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦠꦤꦃꦯꦩ꧀ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦭꦸꦩꦼꦧꦼꦠ꧀ꦲꦒꦩꦶꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀꧈}}
{{Jawa|꧋ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦩꦭꦶꦃ꧇ꦔ꧀ꦢꦩꦪꦃꦆꦧ꧀ꦤꦸꦄꦧꦶꦱꦺꦴꦭ꧀ꦠꦶꦄꦱ꧀ꦱꦏꦺꦴꦦ꧈ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦭꦶꦩ꧀ꦱꦶꦔꦶꦂ[ꦠꦼꦩ꧀ꦩꦁ]ꦒꦼꦱꦢꦸꦩꦸꦒꦶꦗꦩꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦤꦔꦶꦁꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦩꦊꦧꦼꦠ꧀ꦲꦒꦩꦶꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀ꦗꦭꦂꦫꦤ꧀ꦥꦶꦪꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦁꦒꦣꦃꦲꦶꦥꦔꦗꦼꦁꦲꦗꦼꦁꦧꦶꦭꦶꦃꦢꦿꦗꦠ꧀ꦠꦟꦨꦶꦪꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦸꦁꦏꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦣꦸꦩꦮꦃꦣꦠꦼꦁꦱ꧀ꦭꦶꦫꦤꦶꦥꦸꦤ꧀}}<noinclude></noinclude>
ac3dfy926wciclxpu6aejtz4hlo26i0
78683
78676
2026-05-18T14:43:05Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78683
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 7 — }}</noinclude>{{Jawa|ꦤꦺꦠꦶꦁꦏꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀꧈ꦏꦸꦱꦸꦧ꧀ꦤꦸꦱꦔꦶꦢ꧀ꦢꦲꦭ꧀ꦲꦪꦢ꧀ꦢꦶ꧈ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦠꦶꦪꦁꦔꦶꦁꦏꦁꦮꦶꦕꦏ꧀ꦱꦶꦤꦠꦸꦂꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦥꦤꦸꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦶꦪꦁꦄꦫꦧ꧀ꦥꦶꦪꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦸꦏꦁꦲꦩ꧀ꦧꦼꦚ꧀ꦕꦶꦭꦤ꧀ꦲꦤꦕꦢ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦥꦼꦗꦃꦱꦢꦺꦫꦺꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦧꦔꦱ꧀[ꦱꦢꦺꦫꦺꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦸꦠꦸ
ꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦫꦸꦮꦸꦃ]꧈ꦏꦗꦮꦶꦥꦸꦤꦶꦏ꧇ꦗꦌꦢꦸꦧ꧀ꦤꦸꦄꦩꦿꦶꦤ꧀ ꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦩꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦔꦸꦩꦂꦧꦶꦤ꧀ꦏ꦳ꦠꦧ꧀ꦒꦼꦱꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦢꦸꦩꦸꦒꦶꦣꦠꦼꦁꦗꦩꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦑꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦥꦼꦗꦃꦥꦸꦤ꧀ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦠꦤꦃꦯꦩ꧀ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦭꦸꦩꦼꦧꦼꦠ꧀ꦲꦒꦩꦶꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀꧈}}
{{Jawa|꧋ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦩꦭꦶꦃ꧇ꦔ꧀ꦢꦩꦪꦃꦆꦧ꧀ꦤꦸꦄꦧꦶꦱꦺꦴꦭ꧀ꦠꦶꦄꦱ꧀ꦱꦏꦺꦴꦦ꦳ꦶ꧈ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦭꦶꦩ꧀ꦱꦶꦔꦶꦂ[ꦠꦼꦩ꧀ꦩꦁ]ꦒꦼꦱꦢꦸꦩꦸꦒꦶꦗꦩꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦤꦔꦶꦁꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦩꦊꦧꦼꦠ꧀ꦲꦒꦩꦶꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀ꦗꦭꦂꦫꦤ꧀ꦥꦶꦪꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦁꦒꦣꦃꦲꦶꦥꦔꦗꦼꦁꦲꦗꦼꦁꦧꦶꦭꦶꦃꦢꦿꦗꦠ꧀ꦠꦟꦨꦶꦪꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦸꦁꦏꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦣꦸꦩꦮꦃꦣꦠꦼꦁꦱ꧀ꦭꦶꦫꦤꦶꦥꦸꦤ꧀}}<noinclude></noinclude>
ji6zcm0xtq0z2q8hxjvq6sw74h6d19v
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ ꦧꦸꦧꦸꦏꦲꦒꦩꦶꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀꧈ ꦗꦶꦭꦶꦢ꧀ I.pdf/38
250
24971
78669
78668
2026-05-18T12:01:59Z
Devi 4340
509
78669
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Devi 4340" />{{rh||- 38 -}}</noinclude>{{jawa|ꦱꦸꦧ꧀ꦏ꦳ {{--}} ꦤꦏꦭ꧀ꦭ {{--}} ꦲꦸꦩ꧀ꦩ꧈ ꦫꦺꦴꦧ꧀ꦧꦤ {{--}} ꦮꦧꦶꦏ꦳ꦩ꧀ꦢꦶꦏꦄꦭ꧀ꦭ {{--}} ꦲꦸꦩꦒ꦳ꦥ꧀ꦥꦶꦂꦭꦶ {{--}}꧉}}
{{jawa|꧋ꦠꦼꦒꦼꦱ꧀ꦱꦺ꧇ꦣꦸꦃꦓꦸꦱ꧀ꦡꦶꦄꦭ꧀ꦭꦃꦦꦔꦺꦫꦤ꧀ꦏꦸꦭꦱꦢꦪ꧈ꦏꦸꦭꦩꦲꦤꦸꦕꦺꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦥꦢꦹꦏꦭꦤ꧀ꦩꦔꦊꦩ꧀ꦧꦤꦣꦠꦼꦁꦥꦢꦹꦏ꧈ꦣꦸꦃꦓꦸꦱ꧀ꦡꦶꦄꦭ꧀ꦭꦃꦩꦸꦒꦶꦔꦥꦸꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦏꦸꦭ꧉<br>
꧋ꦤꦸꦭꦶꦔꦁꦏꦠ꧀ꦠꦱꦶꦫꦃꦩꦸꦥꦼꦂꦭꦸꦆꦏ꧀ꦠꦶꦢꦭ꧀꧌ꦔꦢꦼꦒ꧀ꦗꦼꦗꦼꦒ꧀꧍ꦏꦫꦺꦴꦔꦁꦏꦠ꧀ꦠꦔꦤ꧀ꦭꦺꦴꦫꦺꦴꦏꦪꦤꦭꦶꦏꦠꦏ꧀ꦧꦶꦂꦫꦠꦸꦭ꧀ꦆꦃꦫꦩ꧀ꦏꦤ꧀ꦛꦶꦔꦸꦕꦥ꧀꧈}}
{{jawa|ꦱꦩꦶꦔꦭ꧀ꦭ {{--}} ꦭꦶꦩꦤ꧀ꦏ꦳ꦩꦶꦢꦃ꧈ꦫꦺꦴꦧ꧀ꦧꦤ {{--}} ꦮꦭꦏꦭ꧀ꦏ꦳ꦩ꧀ꦢꦸ꧉}}
{{jawa|꧋ꦧꦚ꧀ꦗꦸꦂꦱꦸꦗꦸꦢ꧀ꦏꦫꦺꦴꦩꦕꦠꦏ꧀ꦧꦶꦂ꧉ꦭꦸꦮꦶꦃꦣꦶꦱꦶꦏ꧀ꦝꦼꦁꦏꦸꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦥꦸꦕꦸꦏ꧀ꦏꦺꦢꦿꦶꦗꦶꦱꦶꦏꦶꦭ꧀ꦠꦼꦠꦼꦥ꧀ꦤꦲꦶꦁꦊꦩꦃꦱꦶꦗꦶꦱꦶꦗꦶꦤꦺꦢꦿꦶꦗꦶꦥꦼꦤꦼꦂꦤꦲꦶꦁꦏꦶꦧ꧀ꦭꦠ꧀ꦧꦚ꧀ꦗꦸꦂꦠꦔꦤ꧀ꦧꦛꦸꦏ꧀ꦭꦤ꧀ꦲꦶꦫꦸꦁꦥꦣꦠꦺꦩ꧀ꦥꦺꦭ꧀ꦤꦲꦶꦁꦥꦥꦤ꧀ꦤꦺꦱꦸꦗꦸꦢ꧀ꦪꦺꦤ꧀ꦮꦶꦱ꧀ꦩꦁꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦏꦺꦴꦮꦺꦔꦸꦕꦥ꧀ꦥ꧀꧇}}<noinclude></noinclude>
jksfr5u9jkhhqhgtyoucrlmfeqak35l
78670
78669
2026-05-18T12:03:27Z
Devi 4340
509
78670
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Devi 4340" />{{rh||- 38 -}}</noinclude>{{jawa|ꦱꦸꦧ꧀ꦏ꦳ {{--}} ꦤꦏꦭ꧀ꦭ {{--}} ꦲꦸꦩ꧀ꦩ꧈ ꦫꦺꦴꦧ꧀ꦧꦤ {{--}} ꦮꦧꦶꦏ꦳ꦩ꧀ꦢꦶꦏꦄꦭ꧀ꦭ {{--}} ꦲꦸꦩꦒ꦳ꦥ꧀ꦥꦶꦂꦭꦶ {{--}}꧉}}
{{jawa|tag=div|꧋ꦠꦼꦒꦼꦱ꧀ꦱꦺ꧇ꦣꦸꦃꦓꦸꦱ꧀ꦡꦶꦄꦭ꧀ꦭꦃꦦꦔꦺꦫꦤ꧀ꦏꦸꦭꦱꦢꦪ꧈ꦏꦸꦭꦩꦲꦤꦸꦕꦺꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦥꦢꦹꦏꦭꦤ꧀ꦩꦔꦊꦩ꧀ꦧꦤꦣꦠꦼꦁꦥꦢꦹꦏ꧈ꦣꦸꦃꦓꦸꦱ꧀ꦡꦶꦄꦭ꧀ꦭꦃꦩꦸꦒꦶꦔꦥꦸꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦏꦸꦭ꧉<br>
꧋ꦤꦸꦭꦶꦔꦁꦏꦠ꧀ꦠꦱꦶꦫꦃꦩꦸꦥꦼꦂꦭꦸꦆꦏ꧀ꦠꦶꦢꦭ꧀꧌ꦔꦢꦼꦒ꧀ꦗꦼꦗꦼꦒ꧀꧍ꦏꦫꦺꦴꦔꦁꦏꦠ꧀ꦠꦔꦤ꧀ꦭꦺꦴꦫꦺꦴꦏꦪꦤꦭꦶꦏꦠꦏ꧀ꦧꦶꦂꦫꦠꦸꦭ꧀ꦆꦃꦫꦩ꧀ꦏꦤ꧀ꦛꦶꦔꦸꦕꦥ꧀꧈}}
{{jawa|ꦱꦩꦶꦔꦭ꧀ꦭ {{--}} ꦭꦶꦩꦤ꧀ꦏ꦳ꦩꦶꦢꦃ꧈ꦫꦺꦴꦧ꧀ꦧꦤ {{--}} ꦮꦭꦏꦭ꧀ꦏ꦳ꦩ꧀ꦢꦸ꧉}}
{{jawa|tag=div|꧋ꦧꦚ꧀ꦗꦸꦂꦱꦸꦗꦸꦢ꧀ꦏꦫꦺꦴꦩꦕꦠꦏ꧀ꦧꦶꦂ꧉ꦭꦸꦮꦶꦃꦣꦶꦱꦶꦏ꧀ꦝꦼꦁꦏꦸꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦥꦸꦕꦸꦏ꧀ꦏꦺꦢꦿꦶꦗꦶꦱꦶꦏꦶꦭ꧀ꦠꦼꦠꦼꦥ꧀ꦤꦲꦶꦁꦊꦩꦃꦱꦶꦗꦶꦱꦶꦗꦶꦤꦺꦢꦿꦶꦗꦶꦥꦼꦤꦼꦂꦤꦲꦶꦁꦏꦶꦧ꧀ꦭꦠ꧀ꦧꦚ꧀ꦗꦸꦂꦠꦔꦤ꧀ꦧꦛꦸꦏ꧀ꦭꦤ꧀ꦲꦶꦫꦸꦁꦥꦣꦠꦺꦩ꧀ꦥꦺꦭ꧀ꦤꦲꦶꦁꦥꦥꦤ꧀ꦤꦺꦱꦸꦗꦸꦢ꧀ꦪꦺꦤ꧀ꦮꦶꦱ꧀ꦩꦁꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦏꦺꦴꦮꦺꦔꦸꦕꦥ꧀ꦥ꧀꧇}}<noinclude></noinclude>
1mhspng8hu79ko6balcykwbgl6ckicw
78671
78670
2026-05-18T12:05:24Z
Devi 4340
509
78671
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Devi 4340" />{{rh||- 38 -}}</noinclude>::{{jawa|ꦱꦸꦧ꧀ꦏ꦳ {{--}} ꦤꦏꦭ꧀ꦭ {{--}} ꦲꦸꦩ꧀ꦩ꧈ ꦫꦺꦴꦧ꧀ꦧꦤ {{--}} ꦮꦧꦶꦏ꦳ꦩ꧀ꦢꦶꦏꦄꦭ꧀ꦭ {{--}} ꦲꦸꦩꦒ꦳ꦥ꧀ꦥꦶꦂꦭꦶ {{--}}꧉}}
{{jawa|tag=div|꧋ꦠꦼꦒꦼꦱ꧀ꦱꦺ꧇ꦣꦸꦃꦓꦸꦱ꧀ꦡꦶꦄꦭ꧀ꦭꦃꦦꦔꦺꦫꦤ꧀ꦏꦸꦭꦱꦢꦪ꧈ꦏꦸꦭꦩꦲꦤꦸꦕꦺꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦥꦢꦹꦏꦭꦤ꧀ꦩꦔꦊꦩ꧀ꦧꦤꦣꦠꦼꦁꦥꦢꦹꦏ꧈ꦣꦸꦃꦓꦸꦱ꧀ꦡꦶꦄꦭ꧀ꦭꦃꦩꦸꦒꦶꦔꦥꦸꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦏꦸꦭ꧉<br>
꧋ꦤꦸꦭꦶꦔꦁꦏꦠ꧀ꦠꦱꦶꦫꦃꦩꦸꦥꦼꦂꦭꦸꦆꦏ꧀ꦠꦶꦢꦭ꧀꧌ꦔꦢꦼꦒ꧀ꦗꦼꦗꦼꦒ꧀꧍ꦏꦫꦺꦴꦔꦁꦏꦠ꧀ꦠꦔꦤ꧀ꦭꦺꦴꦫꦺꦴꦏꦪꦤꦭꦶꦏꦠꦏ꧀ꦧꦶꦂꦫꦠꦸꦭ꧀ꦆꦃꦫꦩ꧀ꦏꦤ꧀ꦛꦶꦔꦸꦕꦥ꧀꧈}}
::{{jawa|ꦱꦩꦶꦔꦭ꧀ꦭ {{--}} ꦭꦶꦩꦤ꧀ꦏ꦳ꦩꦶꦢꦃ꧈ꦫꦺꦴꦧ꧀ꦧꦤ {{--}} ꦮꦭꦏꦭ꧀ꦏ꦳ꦩ꧀ꦢꦸ꧉}}
{{jawa|tag=div|꧋ꦧꦚ꧀ꦗꦸꦂꦱꦸꦗꦸꦢ꧀ꦏꦫꦺꦴꦩꦕꦠꦏ꧀ꦧꦶꦂ꧉ꦭꦸꦮꦶꦃꦣꦶꦱꦶꦏ꧀ꦝꦼꦁꦏꦸꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦥꦸꦕꦸꦏ꧀ꦏꦺꦢꦿꦶꦗꦶꦱꦶꦏꦶꦭ꧀ꦠꦼꦠꦼꦥ꧀ꦤꦲꦶꦁꦊꦩꦃꦱꦶꦗꦶꦱꦶꦗꦶꦤꦺꦢꦿꦶꦗꦶꦥꦼꦤꦼꦂꦤꦲꦶꦁꦏꦶꦧ꧀ꦭꦠ꧀ꦧꦚ꧀ꦗꦸꦂꦠꦔꦤ꧀ꦧꦛꦸꦏ꧀ꦭꦤ꧀ꦲꦶꦫꦸꦁꦥꦣꦠꦺꦩ꧀ꦥꦺꦭ꧀ꦤꦲꦶꦁꦥꦥꦤ꧀ꦤꦺꦱꦸꦗꦸꦢ꧀ꦪꦺꦤ꧀ꦮꦶꦱ꧀ꦩꦁꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦏꦺꦴꦮꦺꦔꦸꦕꦥ꧀ꦥ꧀꧇}}<noinclude></noinclude>
r0l4fbkpyiwv4ozu3rsbvsl6pn6sj6l
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/9
250
24972
78672
2026-05-18T12:14:54Z
Devi 4340
509
sedang dikerjakan.
78672
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Devi 4340" /></noinclude>1 ꧋ꦲꦒꦩꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦧꦺꦴꦁꦱꦄꦫꦧ꧀ꦱꦢꦺꦫꦺꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀꧈
꧋ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦲꦤ꧀ꦠꦮꦶꦱ꧀ꦢꦔꦸꦠꦤꦃꦄꦫꦧ꧀ꦮꦲꦸꦏꦣꦠꦼꦁꦔꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦭ꧀ꦭꦶꦁꦠꦶꦒꦁꦠꦼꦣꦏ꧀ꦧꦤꦶꦏ꦳ꦸꦗꦔꦃꦲꦶꦁꦏꦔ꧀ꦭꦗꦼꦁꦮꦲꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦠꦤꦃꦄꦫꦧ꧀ꦭꦤ꧀ꦱꦏꦸꦧꦼꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀[ꦏꦶꦮꦠꦼꦔꦼꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀]꧉
꧋ꦱꦭꦃꦱꦠꦸꦁꦒꦭ꧀ꦱꦏꦶꦁꦒꦺꦴꦭꦺꦴꦁꦔꦤ꧀ꦧꦤꦶꦏ꦳ꦸꦗꦔꦃꦮꦲꦸꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦲꦶꦁꦏꦁꦮꦱ꧀ꦠꦄꦩ꧀ꦫꦸꦆꦧ꧀ꦤꦸꦭꦏ꦳ꦶꦤ꧀ꦧꦶ<noinclude></noinclude>
ddbaipy2s585ecuybrgc8wu0lp65vrs
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/14
250
24973
78673
2026-05-18T12:27:40Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78673
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/26
250
24974
78675
2026-05-18T12:56:47Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78675
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/40
250
24975
78677
2026-05-18T13:24:12Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78677
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78678
78677
2026-05-18T13:46:27Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78678
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 36 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦱꦏ꦳ꦧꦠ꧀ꦱꦩꦶꦱꦺꦴꦭꦠ꧀ꦗꦶꦤꦗꦃ꧉}}
{{Jawa|꧋ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦁꦫꦩ꧀ꦥꦸꦁ꧈ꦗꦶꦤꦗꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦮꦲꦸꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦥꦼꦠꦏ꧀ꦲꦶꦁꦒꦿꦶꦪꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦶꦠꦶꦔꦆꦱꦃꦏꦊꦉꦱ꧀ꦲꦶꦁꦩꦊꦩ꧀ꦉꦧꦺꦴ꧉}}
'''<center>{{Jawa|<sup>11</sup> ꧋ꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦏꦂꦮꦶꦮꦶꦠ꧀ꦔ}}</center>'''
'''<center>{{Jawa|ꦠꦸꦂꦥꦢꦩꦼꦭ꧀ꦭꦤ꧀꧈}}</center>'''
{{Jawa|꧋ꦱꦉꦁꦥꦢꦩꦼꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦲꦔꦿꦶꦩꦠ꧀ꦗꦶꦤꦗꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦂꦒ꧈ꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦏꦂꦮꦶꦮꦶꦠ꧀ꦲꦔꦽꦩ꧀ꦧꦒ꧀ ꦈꦱꦩ꧀ꦩꦃꦧꦶꦤ꧀ꦗꦌꦢ꧀ ꦏꦣꦮꦸꦃꦲꦤ꧀ꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀ꦧꦸꦣꦭ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦤꦃꦩꦸꦏꦃ꧈ꦥꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦶꦪꦁꦱꦼꦥꦸꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦗꦌꦢ꧀ꦲꦤꦔꦶꦁꦱꦺꦢꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦥꦥꦿꦁꦔꦤ꧀꧈}}
{{Jawa|꧋ꦏꦭꦱꦸꦒꦼꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦱꦩ꧀ꦥꦸ
ꦤ꧀ꦤꦠꦺꦔꦶꦫꦶꦢ꧀ꦢꦏꦼꦤ꧀ꦮꦢꦾꦧꦭꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦿꦶꦏꦸ꧈ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦥꦔꦒꦼꦁꦔꦶꦢꦺꦤꦶꦁꦈꦱꦩ꧀ꦩꦃ꧈ꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀ꦩꦊꦱ꧀ꦝꦠꦼꦁꦥꦼꦗꦃꦲꦶꦁꦠꦶꦪꦁꦱꦼꦥꦹꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀꧈}}
{{Jawa|꧋ꦤꦭꦶꦏꦈꦱꦩ꧀ꦩꦃꦥꦁꦏꦠ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦤꦃꦩꦸꦏ꧀ꦠꦃꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦠꦼꦂꦫꦏꦼꦤ꧀ꦢꦺꦤꦶꦁꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦏꦂꦢꦸꦩꦸꦒꦶꦱꦗꦮꦶꦤꦶꦁ}}<noinclude></noinclude>
su5w8p1yh1hsx1w46yy5qa78ch4pgnp
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/41
250
24976
78679
2026-05-18T13:47:06Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78679
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78680
78679
2026-05-18T14:09:42Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78680
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 37 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦏꦶꦛꦩꦢꦶꦤꦃꦱꦂꦠꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦮꦼꦭꦶꦁꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀꧇ꦈꦱꦩ꧀ꦩꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦲꦤꦼꦫꦏ꧀ꦥꦿꦏꦮꦶꦱ꧀ꦱꦢꦁꦱꦮꦂꦟꦶ꧇ꦏꦢꦺꦴꦱ꧀ꦠ꧇ <sup>(1)</sup> ꦲꦗꦒꦺꦴꦫꦺꦴꦃ<sup>(2)</sup>ꦲꦗꦏꦼꦧꦔꦼꦠ꧀ꦠꦼꦤ꧀
<sup>(3)</sup>ꦲꦗꦔ꧀ꦭꦶꦮꦠ꧀ꦠꦶꦮꦠꦼꦱ꧀ <sup>(4)</sup>ꦲꦗꦚ꧀ꦭꦩꦸꦂ <sup>(5)</sup>ꦲꦗꦩꦠꦺꦤ꧀ꦤꦶꦧꦺꦴꦕꦃꦧꦺꦴꦕꦃ <sup>(6)</sup>ꦲꦗꦩꦠꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦺꦴꦁꦠꦸꦮꦶꦭꦤ꧀ꦮꦺꦴꦁꦮꦢꦺꦴꦤ꧀<sup>(7)</sup>ꦲꦗꦔꦺꦴꦧꦺꦴꦁꦮꦶꦠ꧀ꦏꦸꦂꦩ꧈ <sup>(8)</sup>ꦲꦗꦔꦿꦩ꧀ꦥꦱ꧀ꦠꦠꦤ꧀ꦢꦸꦂꦫꦤ꧀<sup>(9)</sup>ꦲꦗꦚꦼꦩ꧀ꦧꦼꦭꦺꦃꦮꦼꦣꦸꦱ꧀ꦱꦥꦶꦎꦤ꧀ꦠꦢꦸꦮꦺꦏ꧀ꦏꦺꦩꦸꦁꦱꦸꦃ꧈ꦏꦗꦧꦪꦺꦤ꧀ꦥꦼꦂꦭꦸꦧꦔꦼꦠ꧀ꦲꦉꦥ꧀ꦏꦺꦴꦏ꧀ꦥꦔꦤ꧀ <sup>(10)</sup>ꦪꦺꦤ꧀ꦱꦶꦫꦏꦧꦼꦤꦼꦂꦭꦶꦮꦠ꧀ꦲꦶꦁꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦲꦤꦮꦺꦴꦁꦏꦁꦭꦒꦶꦱꦸꦗꦸꦢ꧀ꦲꦤꦲꦶꦁꦔꦉꦥ꧀ꦥꦺꦒꦿꦺꦗꦤꦺ꧈ꦲꦗꦏꦺꦴꦏ꧀ꦒꦁꦒꦸ꧈ꦭꦤ꧀ꦪꦺꦤ꧀ꦱꦶꦂꦫꦢꦶꦱꦸꦒꦸꦃꦩꦔꦤ꧀ꦩꦕꦲꦧꦶꦱ꧀ꦩꦶꦭ꧀ꦭꦃꦣꦶꦱꦶꦏ꧀ꦤꦸꦭꦶꦩꦔꦤ꧀ꦤ꧉ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦫꦶꦁꦔꦶꦮꦼꦭꦶꦁꦔꦤ꧀ꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦭꦗꦼꦁꦏꦺꦴꦤ꧀ꦢꦸꦂ꧈ꦈꦱꦩ꧀ꦩꦃꦲꦺꦁꦒꦭ꧀ꦥꦁꦏꦠ꧀ꦲꦤꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦝꦮꦸꦃꦥꦸꦤꦶꦏ꧉}}
'''<center>{{Jawa|<sup>12</sup> ꧋ꦥꦼꦫꦶꦁꦏꦭꦶꦪꦤ꧀ꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦩꦸꦂꦠꦢ꧀꧈}}</center>'''
{{Jawa|꧋ꦲꦶꦁꦱꦱꦺꦢꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ ꦭꦗꦼꦁꦏꦛꦃ}}<noinclude></noinclude>
8sl8u855htdyu95n4oqw5ycwq3kwoex
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/43
250
24977
78681
2026-05-18T14:11:35Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78681
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78682
78681
2026-05-18T14:38:02Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78682
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 39 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦔꦶꦁꦲꦏꦶꦂꦫꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦶꦪꦁꦮꦲꦸꦭꦗꦼꦁꦔꦿꦱꦸꦏ꧀ꦲꦒꦥꦩꦆꦥ꧀ꦭꦩ꧀ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦥꦼꦏ꧀ꦠꦸꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦈꦩꦂꦗꦸꦩꦼꦤꦼꦁꦏ꦳ꦭꦶꦦ꦳ꦃ꧉ꦥꦫꦱꦏꦁꦧꦠ꧀ꦠꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦶꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦺꦢꦮꦺꦴꦤ꧀ꦭꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦥꦥꦿꦁꦔꦤ꧀ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ <sup>700</sup>꧈ ꦢꦺꦤꦺꦠꦶꦪꦁꦧꦤꦶꦏ꦳ꦤꦶꦦ꦳ꦃꦥꦼꦗꦃ <sup>700 000</sup>ꦭꦤ꧀ꦏꦛꦃꦱꦔꦼꦠ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦲꦤ꧀꧈
{{Jawa|꧋ꦲꦶꦁꦥꦼꦏ꧀ꦢꦭ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦭꦶꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦥꦫꦶꦁꦔꦶꦮꦤꦸꦢꦾꦠꦼꦭꦸꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦢꦺꦤꦶꦁꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦏꦂ꧈ꦮꦸꦱꦤꦭꦗꦼꦁꦥꦸꦥꦸꦠꦿꦱꦠꦸꦁꦒꦭ꧀ꦏꦤꦩꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦏꦤꦦ꦳ꦶꦪꦃ꧉}}
{{Jawa|꧋ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦫꦩ꧀ꦥꦸꦁꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦼꦫꦁꦔꦶꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦩꦸꦂꦠꦢ꧀ꦲꦶꦁꦔꦿꦶꦏꦸꦤꦼꦩ꧀ꦧꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦶꦏꦂꦲꦔꦽꦩ꧀ꦧꦒ꧀ꦧꦣꦺꦲꦔ꧀ꦭꦼꦩ꧀ꦥꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦏꦸꦂꦄꦤ꧀ꦲꦮꦶꦠ꧀ꦲꦶꦁꦮꦼꦏꦭ꧀ꦱꦩꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦑꦸꦂꦄꦤ꧀ꦮꦲꦸꦢꦺꦫꦺꦁꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦊꦩ꧀ꦥꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦤꦔꦶꦁꦠꦏ꧀ꦱꦶꦃꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦥꦫꦱꦏ꦳ꦧꦠ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦩꦶꦥꦭ꧀꧈}}
{{Jawa|꧊ ꦲꦶꦁꦱꦊꦧꦼꦠ꧀ꦠꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦲꦸꦤ꧀ <sup>12</sup> ꦲꦶꦗꦿꦃ꧈ꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦼꦫꦁꦔꦶꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦩꦸꦱꦿꦶꦏ꧀ꦭꦤ꧀ꦩꦸꦂꦠꦢ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦂꦟ꧉}}<noinclude></noinclude>
ekrzdsw4u1cs3tv4im3xaqx3ckadv4l
78684
78682
2026-05-18T14:45:17Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78684
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 39 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦔꦶꦁꦲꦏꦶꦂꦫꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦶꦪꦁꦮꦲꦸꦭꦗꦼꦁꦔꦿꦱꦸꦏ꧀ꦲꦒꦥꦩꦆꦥ꧀ꦭꦩ꧀ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦥꦼꦏ꧀ꦠꦸꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦈꦩꦂꦗꦸꦩꦼꦤꦼꦁꦏ꦳ꦭꦶꦦ꦳ꦃ꧉ꦥꦫꦱꦏꦁꦧꦠ꧀ꦠꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦶꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦺꦢꦮꦺꦴꦤ꧀ꦭꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦥꦥꦿꦁꦔꦤ꧀ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ <sup>700</sup>꧈ ꦢꦺꦤꦺꦠꦶꦪꦁꦧꦤꦶꦏ꦳ꦤꦶꦦ꦳ꦃꦥꦼꦗꦃ <sup>700 000</sup>ꦭꦤ꧀ꦏꦛꦃꦱꦔꦼꦠ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦲꦤ꧀꧈}}
{{Jawa|꧋ꦲꦶꦁꦥꦼꦏ꧀ꦢꦭ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦭꦶꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦥꦫꦶꦁꦔꦶꦮꦤꦸꦢꦾꦠꦼꦭꦸꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦢꦺꦤꦶꦁꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦏꦂ꧈ꦮꦸꦱꦤꦭꦗꦼꦁꦥꦸꦥꦸꦠꦿꦱꦠꦸꦁꦒꦭ꧀ꦏꦤꦩꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦏꦤꦦ꦳ꦶꦪꦃ꧉}}
{{Jawa|꧋ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦫꦩ꧀ꦥꦸꦁꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦼꦫꦁꦔꦶꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦩꦸꦂꦠꦢ꧀ꦲꦶꦁꦔꦿꦶꦏꦸꦤꦼꦩ꧀ꦧꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦶꦏꦂꦲꦔꦽꦩ꧀ꦧꦒ꧀ꦧꦣꦺꦲꦔ꧀ꦭꦼꦩ꧀ꦥꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦏꦸꦂꦄꦤ꧀ꦲꦮꦶꦠ꧀ꦲꦶꦁꦮꦼꦏꦭ꧀ꦱꦩꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦑꦸꦂꦄꦤ꧀ꦮꦲꦸꦢꦺꦫꦺꦁꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦊꦩ꧀ꦥꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦤꦔꦶꦁꦠꦏ꧀ꦱꦶꦃꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦥꦫꦱꦏ꦳ꦧꦠ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦩꦶꦥꦭ꧀꧈}}
{{Jawa|꧊ ꦲꦶꦁꦱꦊꦧꦼꦠ꧀ꦠꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦲꦸꦤ꧀ <sup>12</sup> ꦲꦶꦗꦿꦃ꧈ꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦼꦫꦁꦔꦶꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦩꦸꦱꦿꦶꦏ꧀ꦭꦤ꧀ꦩꦸꦂꦠꦢ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦂꦟ꧉}}<noinclude></noinclude>
r6in72pvs3cua5gsnxdcca16lkkfr9r
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/44
250
24978
78685
2026-05-18T14:45:59Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78685
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78686
78685
2026-05-18T15:11:52Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78686
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 40 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦭꦗꦼꦁꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦶꦏꦂꦲꦔꦸꦠꦸꦱ꧀ꦏ꦳ꦭꦶꦢ꧀ꦧꦶꦤꦄꦭꦸꦭꦶꦢ꧀ ꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀ꦤꦼꦭꦸꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦤꦒꦫꦶꦆꦫꦏ꧀ꦱꦶꦱꦶꦃꦏꦶꦢꦸꦭ꧀ ꦭꦤ꧀ꦲꦔꦸꦠꦸꦱꦆꦪꦢ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦏ꦳ꦤꦤ꧀ꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀ꦤꦼꦭꦸꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦤꦒꦫꦶꦆꦩꦫꦏ꧀ꦱꦶꦱꦶꦃꦭꦺꦂ꧈ꦱꦂꦠꦱꦩꦶꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦗꦚ꧀ꦗꦶ꧇ꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀ꦏꦏꦭꦶꦃꦲꦸꦠꦸꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦱꦩ꧀ꦥꦸꦂꦤ꧀ꦢꦩꦼꦭ꧀ꦱꦁꦱꦫꦭꦤ꧀ꦉꦏꦲꦺꦴꦱ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦤꦼꦒꦫꦶꦲꦸꦠꦮꦶꦣꦸꦱꦸꦤ꧀ꦔꦿꦶꦏꦸ꧉ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦸꦠꦸꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦏꦏꦭꦶꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦤꦩ꧀ꦥꦶꦥꦼꦂꦗꦁꦗꦶꦪꦤ꧀ꦭꦗꦼꦁꦱꦩꦶꦥꦁꦏꦠ꧀ꦲꦤꦸꦗꦸꦣꦠꦼꦁꦥꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦏꦠꦩ꧀ꦠꦺꦴꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀꧈ꦏ꦳ꦭꦶꦢ꧀ꦧꦤꦄꦭ꧀ꦮꦭꦶꦢ꧀ꦩꦼꦫꦁꦔꦶꦏ꦳ꦸꦦ꦳ꦆꦂ꧈ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦥꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦱꦕꦼꦭꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ꦨꦱꦿ [ꦲꦶꦁꦧꦸꦏꦸꦧꦸꦏꦸꦧꦧꦢ꧀ꦤꦩꦶꦮꦲꦸ꧇ꦮꦏꦶꦔꦠꦸꦭ꦳꧀ꦏꦸꦦ꦳ꦆ]ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦔꦿꦶꦏꦸꦥꦼꦫꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏ꦳ꦭꦶꦢ꧀ꦩꦼꦤꦁ꧈ꦱꦒꦼꦢ꧀ꦩꦼꦗꦃꦲꦶꦫꦗꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦤꦒꦫꦶꦔꦿꦶꦏꦸꦲꦶꦁꦏꦁꦤꦩꦏ꦳ꦸꦩꦸꦗ꧀꧈ꦱꦏꦶꦁꦔꦿꦶꦏꦸꦭꦗꦼꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦝꦠꦼꦁꦏ꦳ꦶꦪꦫꦃ꧈ꦤꦔꦶꦁꦱꦫꦺꦃꦤꦶꦁꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦔꦿꦶꦏꦸꦱꦢꦺꦫꦺꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦥꦼꦫꦁꦔꦶꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦥꦱꦿꦃꦗꦶꦮꦫꦏꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦭꦤ꧀ꦱꦒꦃꦲꦩ꧀ꦧꦪꦂꦧꦸꦭꦸꦧꦼꦏ꧀ꦠꦶ꧈ꦱꦧꦼꦤ꧀ꦠꦲꦸꦤ꧀}}<noinclude></noinclude>
nk48dynlvfhg4jq4o5qv52gvy982fk2
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/38
250
24979
78687
2026-05-18T15:14:21Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78687
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78688
78687
2026-05-18T15:41:06Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78688
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 34 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦏꦂꦥꦹꦤꦶꦏꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦱꦏ꦳ꦧꦠ꧀ꦏꦫꦶꦧ꧀ꦧꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶ꧈ꦲꦸꦠꦮꦶꦥꦚ꧀ꦕꦺꦤ꧀ꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦶꦏꦂꦥꦸꦤꦶꦏꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦠꦶꦪꦁꦗꦊꦂꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦔꦿꦱꦸꦏ꧀ꦲꦒꦩꦶꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀ꦫꦸꦩꦶꦪꦶꦤ꧀ꦥꦶꦪꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦏꦭꦱꦩꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦪꦸꦱ꧀ꦮꦤꦶꦥꦸꦤꦄꦧꦸꦧꦏꦂ <sup>37</sup>
ꦠꦲꦸꦤ꧀ꦱꦺꦢꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦪꦸꦱ꧀ꦮ <sup>63</sup> ꦠꦸꦲꦸꦤ꧀ ꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦲꦶꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦹꦤ꧀ꦲꦔ꧀ꦭꦧꦸꦃꦲꦶꦲꦒꦩꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀ <sup>26</sup> ꦠꦲꦸꦤ꧀꧈}}
{{Jawa|꧋ꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦏꦂꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦢꦶꦥꦹꦤ꧀ꦲꦁꦏꦠ꧀ꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦏ꦳ꦭꦶꦦ꦳ꦠ꧀ꦠꦸꦂꦫꦸꦱꦸꦭ꧀ꦤꦭꦶꦏꦢꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦺꦢꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ <sup>s.a.w.</sup>ꦲꦶꦁꦠꦲꦸꦤ꧀ <sup>11</sup> ꦲꦶꦗꦿꦃ꧈ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦢꦊꦩ꧀ꦩꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦤꦶꦯꦆꦢꦃ꧈ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦁꦏꦠ꧀ꦭꦗꦼꦁꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦝꦠꦼꦁꦩꦯ꧀ꦗꦶꦢ꧀ꦩꦢꦶꦤꦃ꧈ꦲꦶꦁꦔꦿꦶꦏꦸꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦼꦠꦼꦥ꧀ꦥꦏꦼꦤ꧀ꦩꦭꦶꦃꦢꦺꦤꦶꦁꦥꦫꦩꦸꦱ꧀ꦭꦶꦩꦶꦤ꧀ꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦲꦸꦒꦶꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦱ꧀ꦭꦤ꧀ꦱꦏ꦳ꦧꦠ꧀ꦱꦤꦺꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦱꦩꦶꦒꦼꦤ꧀ꦠꦺꦴꦱ꧀ꦒꦼꦤ꧀ꦠꦺꦴꦱ꧀ꦲꦤꦼꦠꦼꦥ꧀ꦥꦏꦼꦤ꧀ꦏꦊꦁꦒꦃꦲꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏ꦳ꦭꦶꦔ꦳ꦃꦄꦧꦸꦧꦶꦏꦂꦮꦲꦸ꧉}}
{{Jawa|꧋ꦤꦭꦶꦏꦠꦏ꧀ꦱꦶꦃꦱꦸꦒꦼꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶ꧈ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦤꦠꦺꦩꦶꦗꦶꦲꦸꦠꦮꦶꦤꦼꦢꦃꦲꦏꦼꦤ꧀ꦱꦭꦃꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦱꦏ꦳}}<noinclude></noinclude>
8sougtulkywr77m2brg9k0jeip625oy
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/35
250
24980
78689
2026-05-18T15:42:10Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78689
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78690
78689
2026-05-18T16:20:45Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78690
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 31 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦤ꧀ꦮꦶꦱ꧀ꦚꦸꦏꦸꦥ꧀ꦥꦶꦲꦶꦁꦔꦠꦱ꧀ꦱꦺꦱꦶꦫꦏꦧꦺꦃꦥꦿꦏꦫꦏꦤꦶꦏ꧀ꦩꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦭꦤ꧀ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦮꦶꦱ꧀ꦩꦶꦭꦶꦃꦲꦏꦺꦠꦸꦩꦿꦥ꧀ꦱꦶꦫꦏꦧꦺꦃꦪꦲꦶꦏꦸꦲꦒꦩꦶꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧈}}
'''<center>{{Jawa|<sup>9</sup> ꧋ꦱꦺꦢꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀<sup>s.a.w.</sup>}}</center>'''
{{Jawa|꧋ꦏꦕꦫꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ <sup>s.a.w.</sup> ꦩꦸꦭꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦱꦲꦲꦤꦼꦫꦁꦤꦼꦫꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦭꦤ꧀ꦲꦤꦸꦭꦣꦤ꧀ꦤꦶ [ꦚꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤ꧀ꦤꦶ] ꦏꦟ꧀ꦛꦶꦱꦩ꧀ꦥꦸꦂꦟ꧈ꦣꦠꦼꦁꦧꦧꦒ꧀ꦒꦤ꧀ꦲꦒꦩꦶꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀ [ꦤꦶꦤꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦏꦫꦸꦱꦸꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦭꦗꦼꦁꦒꦼꦫꦃꦧꦼꦤ꧀ꦠꦺꦂꦭꦩꦶꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ <sup>14</sup>ꦢꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦉꦁꦏꦊꦉꦱ꧀ꦢꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦼꦤꦺꦤ꧀ꦲꦺꦚ꧀ꦗꦁꦠꦁꦒꦭ꧀ <sup>12</sup> ꦫꦧꦶꦔꦸꦭꦮꦭ꧀ꦠꦲꦸꦤ꧀ <sup>11.(Juni 632)</sup> ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ <sup>s.a.w.</sup>ꦱꦺꦢ꧈ꦏꦸꦤ꧀ꦢꦸꦂꦣꦠꦼꦁꦫꦺꦃꦩꦠ꧀ꦠꦸꦭ꧀ꦭꦃ꧉ꦆꦤ꧀ꦤꦭꦶꦭ꧀ꦭꦲꦶꦮꦆꦤ꧀ꦤꦆꦭꦆꦲꦶꦫꦗꦶꦔꦸꦤ꧀꧈}}
{{Jawa|꧋ꦩꦶꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦏꦠꦿꦁꦔꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦥꦫꦔꦸꦭꦩꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦸꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦿꦏꦮꦶꦱ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦪꦸꦱ꧀ꦮꦢꦊꦩ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏ <sup>63</sup> ꦠꦲꦸꦤ꧀ <sup>3</sup>ꦢꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ [ꦩꦶꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦥꦺꦠꦁꦔꦤ꧀ꦏꦩꦫꦶꦪꦃꦂꦂ] ꦢꦺꦤꦺꦪꦺꦤ꧀ꦩꦶꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦥꦺꦠꦁꦔꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦱꦶꦪꦃ}}<noinclude></noinclude>
to8u9wr37f6v5q5485a3t2owujrblfw
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/37
250
24981
78691
2026-05-18T16:21:48Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78691
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78701
78691
2026-05-18T21:32:18Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78701
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 33 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦏꦠꦏ꧀ꦱꦶꦃꦏꦊꦧꦼꦠ꧀ꦱꦼꦤ꧀ꦠꦤꦢꦊꦩ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ <sup>s.a.w.</sup>ꦲꦩꦂꦒꦶꦤꦱꦧ꧀ꦧꦶꦥꦸꦤ꧀ꦒꦛꦸꦏ꧀ꦢꦸꦩꦸꦒꦶꦩꦸꦂꦫꦃꦧꦶꦤ꧀ꦏꦄꦧ꧀꧈ꦩꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦏꦶꦁꦒꦸꦮꦒꦂꦧꦤꦶꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦶꦧꦸꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦶꦒꦁꦧꦲꦸꦤ꧀ꦱꦏꦶꦁꦠꦲꦸꦤ꧀ꦦ꦳ꦶꦭ꧀ ꦥꦚ꧀ꦗꦼꦤꦼꦁꦔꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦔꦱ꧀ꦠꦥꦔꦿꦺꦃ[ꦥꦔꦒꦼꦁ]ꦱꦏꦶꦁꦱꦢꦪꦥꦔꦒꦼꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦈꦩ꧀ꦏꦸꦫꦺꦱ꧀ꦱꦔꦼꦠ꧀ꦲꦶꦁꦮꦶꦕꦏ꧀ꦱꦤꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦭꦤ꧀ꦱꦔꦼꦠ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦸꦪꦸꦢ꧀ꦢꦶꦢꦺꦤꦶꦁꦧꦁꦱꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦧꦼꦠꦃꦩꦼꦂꦠꦥ꧈ꦗꦠ꧀ꦩꦶꦏ꧈ꦲꦭꦸꦱ꧀ꦥꦤ꧀ꦢꦶꦏꦤꦶꦥꦹꦤ꧀ꦏꦼꦤ꧀ꦢꦼꦭ꧀ꦱꦂꦠꦱꦧꦂ꧈ꦲꦭꦸꦱ꧀ꦧꦸꦧꦸꦢꦺꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦉꦩꦼꦤ꧀ꦠꦸꦠꦸꦭꦸꦁꦲꦶꦁꦱꦱꦩꦶ꧈ꦥꦸꦤꦥꦢꦺꦤꦺꦠꦽꦱ꧀ꦤꦣꦠꦼꦁꦧꦁꦱꦤꦶꦥꦸꦤ꧀꧈}}
{{Jawa|꧋ꦢꦺꦤꦺꦱꦱꦶꦥꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦶꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦥꦶꦠꦼꦢꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦸꦠꦿꦢꦺꦮꦶꦔꦆꦱꦃ꧈ꦩꦏꦠꦼꦤ꧀꧇ꦏꦸꦭꦶ
ꦠ꧀ꦠꦶꦥꦸꦤ꧀ꦥꦼꦛꦏ꧀ꦱ꧀ꦭꦶꦫꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦼꦫ꧈ꦫꦺꦩꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦫꦁ꧈
ꦧꦢꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦊꦁꦏꦸꦁ꧈ꦥꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶꦥꦸꦤ꧀ꦭꦼꦧꦼꦠ꧀ꦢꦿꦶꦗꦶꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦭꦠ꧀꧈}}
{{Jawa|꧋ꦮꦶꦮꦶꦠ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦲꦁꦒꦼꦭꦂꦫꦏꦼꦤ꧀ꦲꦒꦩꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀ꦝꦠꦼꦁꦱꦢꦪꦠꦶꦪꦁꦄꦫꦧ꧀ꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧ꧗}}<noinclude></noinclude>
3saf5hlz2s9cy94b20a3fynq1gp7ixl
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/34
250
24982
78697
2026-05-18T18:04:32Z
Khusna Safira
1759
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa " <li><poem>daup putri Ngajogja pan punika timbul ladjering karatun ing tanah Djawa wus sirna sure sunaring pradja di</poem></li> <ol start=16> 16. Sengkalanira ingétang nétra nenem narendra nitih èsti nDjeng Gusti ngandika arum lah kang Ranggawarsita pajo pada pinèngetan djroning kalbu wisiking propesor Landa kalawan wisiking Djawi</poem></li> 17. Apa tjotjog apa ora nanging ingsun lan sira pasti tan marma kawrat ing sastra ju dimèné putra wajah wrin...
78697
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Khusna Safira" />{{rh|| - 32 -}}</noinclude>
<li><poem>daup putri Ngajogja
pan punika timbul ladjering karatun
ing tanah Djawa wus sirna
sure sunaring pradja di</poem></li>
<ol start=16>
16. Sengkalanira ingétang
nétra nenem narendra nitih èsti
nDjeng Gusti ngandika arum
lah kang Ranggawarsita
pajo pada pinèngetan djroning kalbu
wisiking propesor Landa
kalawan wisiking Djawi</poem></li>
17. Apa tjotjog apa ora
nanging ingsun lan sira pasti tan
marma kawrat ing sastra ju
dimèné putra wajah
wrin
ingkang mesti bisa menangi sastra
djaman ingkang wus kawe dar wruh
supaja dadi pépéling
18. Ilang kuwunging nagara
ingkang manzku pradja-ing wuri mbén-
ugi anandang wulangun
ananging datan lama
ajing
antuk supangatira saking Hjang Agung
risakipun baber pisan
ing Surakarta pradja di
19. nDjeng Gusti malih dawuhnja
marang Ranggawarsita Dyan Ngabèhi
lah tu tugna wirajatnu
kang kawetja ing djangka
Radèn Renggavarsita alon turipun
jèn ing prad ja tanah Djawa
muljane kalamun mbéndjing
20. Djumenengipun Narendra
kaping kalih welas ingkang mandiri
bilih Nata ping sapuluhrr<noinclude></noinclude>
gdaasd0jw2kz6c7f7itytvkyff467ho
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/35
250
24983
78698
2026-05-18T18:04:45Z
Khusna Safira
1759
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "-332 ngalamat pradja rengka wit tjandrené narendra si Kala-mre tju patihé Kala-wasesa Kala-tida djamanèhi 21. Wong agung remen mbebahak marang radja-brananira wong tjilik ilang labe ting budyaju kisruh adiling Nata pra kawula katah kang nandang mar- kawrattan kang sapu-denda kénging padjeg rupi kalih 22. Katah gelaring kawula gijuh kumpul-kumpul ting g(a) lubrag ting pan wis ilang kemilipun wit kapidih pranatan katjemil ingkang ngasta pangadilan kwasa...
78698
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Khusna Safira" /></noinclude>-332
ngalamat pradja rengka
wit tjandrené narendra si Kala-mre tju
patihé Kala-wasesa
Kala-tida djamanèhi
21. Wong agung remen mbebahak
marang radja-brananira wong tjilik
ilang labe ting budyaju
kisruh adiling Nata
pra kawula katah kang nandang mar-
kawrattan kang sapu-denda
kénging padjeg rupi kalih
22. Katah gelaring kawula
gijuh
kumpul-kumpul ting g(a) lubrag ting
pan wis ilang kemilipun
wit kapidih pranatan
katjemil
ingkang ngasta pangadilan kwasa ngukum
wis pasrah mring sédjé bangsa
pan wis makaten kang djangd ji
1.
23. Ing tanah Djawa ke taman
ingkang ngasta njakra (mang) gilingan
rikala djaman rumuhun
(ra) něki
Swarga jang paduka
tabe-tabe nDjeng Sinuwun Sultan Agung
ke taman pranatanira
Djuru taman kang sajekti
24. Puniku pinanggihira
ngantos mbendjing dumugi Nata kaping
sawelas Kangd jeng Sinuwun
punika sadaja wrat
pra kawula katah susah manahipun
ananging punika djaman
mung sakedap mèh ngengkoki
..
25. Wangsulé wahju Nurbuwah
mulih mulja pradja ing tanah Djawi
namung wus pindah kadatun
-<noinclude></noinclude>
5gsemjzhai0dh2aa3p6f0u50cs9f83s
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/90
250
24984
78702
2026-05-18T23:22:40Z
Kriita
885
/* Proofread */
78702
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||88|}}</noinclude>{{jawa|ꦱꦩꦶꦥꦼꦒꦠ꧀ꦔꦼꦩꦱ꧀ꦱꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ꦮꦺꦴꦁꦥꦥꦮꦸꦭꦔꦸꦤ꧀ ꦩꦤꦶꦫꦠꦤ꧀ꦥꦱꦼꦢ꧀꧈ ꦲꦤꦸꦠ꧀ꦱꦥꦫꦤ꧀ꦤꦶꦁꦔꦠꦶ꧈ ꦲꦫꦤ꧀ꦤꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ꦏꦶꦪꦲꦶꦕꦶꦡꦿꦭꦔꦼꦤ꧀ꦤꦤ꧀꧈ ꧃ ꦏꦶꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦩꦼꦁꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦱꦶꦫꦤꦶꦤꦶ꧈ ꦱꦹꦤ꧀ꦲꦠꦸꦂꦏꦼꦤ꧀ꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦤꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦮꦂꦤꦤꦶꦫꦲꦪꦸꦭꦸꦮꦶꦃ꧈ ꦥꦱ꧀ꦛꦶꦏꦒꦼꦩ꧀ꦱꦲꦗꦶ꧈ ꦏꦁꦩꦏꦸꦮꦺꦴꦤ꧀ꦏꦭꦶꦣꦣꦸꦁ꧈ ꦲꦶꦁꦠꦶꦏꦃꦥꦺꦴꦭꦃꦲꦶꦫ꧈ ꦱꦸꦤ꧀ꦢꦸꦭꦸꦲꦚ꧀ꦗꦠ꧀ꦩꦶꦏꦤ꧀ꦤꦶ꧈ ꦩꦸꦁꦕꦶꦫꦶꦤꦺꦢꦺꦮꦗꦭ꧀ꦥꦺꦴꦭꦃꦲꦶꦫ꧉ ꧃ ꦩꦺꦴꦗꦂꦤꦶꦕꦶꦡꦿꦭꦔꦼꦤ꧀ꦤꦤ꧀ ꦮꦺꦴꦁꦥꦸꦤꦥꦲꦮꦏ꧀ꦩꦩꦶ꧈ ꦭꦃꦥꦩꦤ꧀ꦱꦏꦂꦱꦤꦶꦫ꧈ ꦏꦶꦠꦸꦩꦒꦹꦁꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦶꦱ꧀ ꦩꦿꦶꦁꦏꦁꦥꦸꦁꦏꦮꦩꦤ꧀ꦠꦿꦶ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦏꦶꦤꦺꦤ꧀ꦏꦂꦪꦠꦤ꧀ꦝꦸ꧈ ꦮꦤ꧀ꦠꦸꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦏꦛꦃ꧈ ꦱꦏꦼꦣꦥ꧀ꦲꦥꦤ꧀ꦮꦸꦱ꧀ꦢꦢꦶ꧈ ꦏꦮꦂꦤꦲꦏꦸꦱꦹꦩꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦏꦧꦼꦏ꧀ꦠ꧉ ꧃ ꦏꦶꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁꦏꦸꦩ꧀ꦧꦁꦒꦶꦠ꧈ ꦩꦤꦃꦲꦶꦫꦕꦶꦭꦶꦏ꧀ꦮꦸꦏꦶꦂ꧈ ꦮꦉꦒ꧀ꦒꦺꦢꦠꦤ꧀ꦥꦩꦔꦤ꧀ ꦫꦸꦩꦺꦴꦁꦱꦪꦺꦤ꧀ꦲꦁꦱꦭ꧀ꦠꦂꦢꦶ꧈ ꦱꦶꦫꦏꦁꦩꦶꦤ꧀ꦝꦫꦡꦶꦃ꧈ ꦲꦩꦶꦕꦫꦗꦿꦺꦴꦤꦶꦁꦏꦭ꧀ꦧꦸ꧈ ꦥꦿꦶꦪꦲꦶꦤꦺꦗꦼꦁꦓꦭ꧈ ꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦠꦏꦺꦴꦤ꧀ꦤꦮꦂꦠꦶ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦕꦺꦛꦶꦤꦺꦒꦶꦤꦮꦮꦺꦴꦁꦠꦤꦃꦱꦧꦿꦁ꧉ ꧅ ꦤꦼꦁꦤꦮꦲꦹꦏꦁꦧꦶꦤꦼꦏ꧀ꦠ꧈ ꦏꦺꦴꦕꦥ꧀ꦥꦱꦿꦶꦤꦫꦥꦠꦶ꧈ ꦱꦁꦔꦥꦿꦧꦸꦲꦶꦁꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ ꦲꦺꦚ꧀ꦗꦶꦁꦲꦩꦶꦠꦺꦴꦱ꧀ꦠꦶꦤꦁꦏꦶꦭ꧀ ꦥꦼꦥꦏ꧀ꦥꦫꦧꦸꦥꦠꦶ꧈ ꦱꦤ꧀ꦠꦤꦥꦫꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁ꧈ ꦔꦧꦺꦲꦶꦱꦶꦤꦁꦲꦂꦪ꧈ ꦲꦤ꧀ꦝꦺꦂꦔꦂꦱꦤꦺꦱꦁꦲꦗꦶ꧈ ꦲꦤꦺꦁꦔꦂꦱꦏꦾꦤ꧀ꦲꦥꦠꦶꦃꦗꦪꦯꦶꦔ꧉ ꧄ ꦤꦔꦶꦁꦱꦁꦥꦿꦧꦸꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ ꦥꦤ꧀ꦭꦒꦾꦏꦺꦩꦼꦁꦔꦤ꧀ꦏꦭꦶꦃ꧈ ꦲꦣꦲꦂꦢꦠꦤ꧀ꦱꦏꦺꦕ꧈ ꦥꦸꦠꦿꦠꦤ꧀ꦏꦼꦤꦠꦶꦤꦫꦶ꧈ ꦥꦶꦭꦭꦃꦲꦔꦼꦩꦱ꧀ꦱꦶ꧈ ꦱꦁꦢꦾꦃꦊꦁꦒꦤꦏꦭꦁꦏꦸꦁ꧈ ꦏꦿꦩꦤꦂꦥꦠꦶꦱꦧꦿꦁ꧈ ꦩꦶꦭꦏꦺꦩꦼꦁꦔꦤ꧀ꦱꦲꦗꦶ꧈ ꦥꦸꦠꦿꦶꦲꦢꦶꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦲꦂꦱꦏꦿꦩ꧉ ꧃ ꦲꦂꦱꦥꦶꦤꦒꦸ}}<noinclude></noinclude>
lon5b72kte88quurap2ydg08arp8wru
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/91
250
24985
78708
2026-05-19T00:23:31Z
Kriita
885
/* Proofread */
78708
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||89|}}</noinclude>{{jawa|ꦠ꧀ꦲꦶꦁꦪꦸꦢ꧈ ꦲꦔꦿꦲꦺꦴꦱ꧀ꦢꦠꦤ꧀ꦏꦸꦮꦮꦶ꧈ ꦩꦿꦶꦁꦏꦭꦤꦯꦺꦮꦤ꧀ꦢꦤ꧈ ꦲꦱꦹꦒꦶꦃꦧꦭꦥꦿꦗꦸꦫꦶꦠ꧀ ꦏꦫꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦿꦶꦧꦸꦥꦠꦶ꧈ ꦭꦁꦏꦸꦁꦲꦺꦩꦼꦁꦩꦤꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦠꦤ꧀ꦱꦃꦱꦶꦤꦺꦴꦁꦒꦏꦿꦩ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦭꦩꦶꦒꦺꦤ꧀ꦚꦔꦺꦕꦤ꧀ꦤꦶ꧈ ꦱꦿꦶꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿꦏꦂꦱꦤꦺꦲꦩꦶꦤ꧀ꦠꦱꦿꦪ꧉ ꧃ ꦲꦥꦠꦶꦃꦱꦶꦫꦔꦺꦴꦁꦢꦸꦠ꧈ ꦱꦶꦫꦏꦁꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦥꦿꦪꦺꦴꦒꦶ꧈ ꦲꦔꦸꦥꦪꦩꦶꦤ꧀ꦠꦱꦿꦪ꧈ ꦏꦁꦥꦤ꧀ꦠꦼꦱ꧀ꦩꦼꦁꦠꦸꦤꦒꦫꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦸꦮꦮꦶ꧈ ꦲꦩꦒꦸꦠ꧀ꦤꦠꦺꦁꦩꦼꦭꦪꦸ꧈ ꦏꦾꦤ꧀ꦲꦥꦠꦶꦃꦮꦺꦴꦠ꧀ꦱꦼꦏꦂ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦱꦤ꧀ꦢꦶꦏꦢꦺꦮꦗꦶ꧈ ꦭꦶꦁꦔꦺꦤꦠꦱꦢꦶꦤꦩꦼꦁꦏꦺꦴꦩꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱ꧉ ꧄ ꦏꦏꦶꦲꦂꦪꦯꦶꦚ꧀ꦗꦁꦭꦒ꧈ ꦥꦿꦪꦺꦴꦒꦱꦶꦫꦔꦺꦴꦁꦠꦸꦢꦶꦁ꧈ ꦱꦶꦫꦲꦁꦒꦮꦲꦱꦸꦫꦠ꧀ ꦏꦶꦤꦂꦪꦲꦸꦥꦪꦱꦤ꧀ꦢꦶ꧈ ꦱꦶꦫꦲꦠꦸꦂꦤꦲꦸꦒꦶ꧈ ꦏꦁꦩꦏꦸꦮꦺꦴꦤ꧀ꦑꦭꦶꦣꦣꦸꦁ꧈ ꦩꦺꦴꦁꦱꦧꦺꦴꦣꦺꦴꦮꦱꦶꦫ꧈ ꦲꦩꦿꦶꦃꦮꦸꦠꦸꦃꦏꦁꦤꦒꦫꦶ꧈ ꦲꦠꦸꦂꦉꦤ꧀ꦤꦭꦪꦁꦔꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦶꦁꦱꦁꦤꦠ꧉ ꧄ ꦏꦺꦴꦕꦥ꧀ꦥꦢꦶꦥꦠꦶꦱꦧꦿꦁ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦶꦤꦶꦮꦏꦺꦁꦩꦤ꧀ꦠꦿꦶ꧈ ꦧꦭꦒꦸꦁꦏꦢꦶꦲꦺꦂꦤꦮ꧈ ꦲꦤ꧀ꦝꦺꦂꦏꦁꦥꦫꦢꦶꦥꦠꦶ꧈ ꦥꦿꦗꦸꦫꦶꦠ꧀ꦠꦺꦴꦤ꧀ꦝꦩꦤ꧀ꦠꦿꦶ꧈ ꦠꦤꦥꦶꦥꦫꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁ꧈ ꦲꦤ꧀ꦝꦺꦂꦩꦸꦁꦒꦺꦁꦔꦗꦼꦁꦔꦤ꧀ ꦲꦶꦁꦏꦁꦠꦤ꧀ꦱꦃꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦫꦶ꧈ ꦩꦤ꧀ꦠꦿꦶꦠꦸꦮꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁꦲꦸꦗꦸꦁꦏꦼꦧꦠ꧉ ꧃ ꦏꦭꦁꦔꦤ꧀ꦢꦺꦤ꧀ꦚꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧈ ꦏꦱꦫꦸꦮꦲꦸꦏꦁꦥꦿꦥ꧀ꦠꦶ꧈ ꦏꦶꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦯꦸꦩ꧀ꦧꦁꦒꦶꦠ꧈ ꦥꦿꦱ꧀ꦠꦔꦂꦱꦤꦺꦤꦂꦥꦠꦶ꧈ ꦩꦠꦸꦂꦱꦂꦮꦶꦮꦺꦴꦠ꧀ꦱꦫꦶ꧈ ꦤꦸꦮꦸꦤ꧀ꦢꦸꦏꦱꦁꦔꦥꦿꦧꦸ꧈ ꦥꦸꦤ꧀ꦧꦥꦠꦸꦂꦥꦣꦼꦏ꧀ꦏꦤ꧀ ꦮꦤꦺꦴꦢꦾꦲꦪꦸꦭꦶꦤꦸꦮꦶꦃ꧈ ꦩꦂꦒꦶꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦥꦶꦤꦁꦒꦶꦃꦠꦼꦔꦃꦲꦶꦁꦮꦤ꧉ ꧄ ꦱꦿꦶꦧꦸꦥꦠꦶꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧈ ꦧꦥꦱꦸꦤ꧀ꦠꦫꦶꦩꦏꦱꦶꦃ꧈ ꦱꦸꦤ꧀ꦏꦂꦪꦤꦺꦗꦗꦩꦭꦤ꧀ ꦪꦺꦤ꧀ꦱꦶꦮꦂꦤꦤꦺꦲꦧꦼꦕꦶꦏ꧀ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦂꦱꦲꦸꦢꦤꦶ꧈ ꦲꦠꦸꦂꦤꦲꦶꦁꦔꦂꦱꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ ꦮꦸꦱ꧀ꦏ
}}<noinclude></noinclude>
91dvl6pwjbcdwkp4wv65uc2cyr2vydy
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/15
250
24986
78713
2026-05-19T02:51:18Z
Abdansykr26
860
/* Titiwaca */
78713
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||13}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦱꦶꦫꦩꦭꦶꦃꦩꦭꦶꦃ꧈ ꦱꦶꦫꦩꦸꦗꦱꦼꦩꦢꦶ꧈ ꦲꦏꦺꦃꦢꦺꦮꦥꦣꦲꦩ꧀ꦧꦿꦹꦏ꧀ ꦪꦺꦤ꧀ꦲꦺꦤꦏ꧀ꦩꦤꦃꦲꦶꦫ꧈ ꦢꦺꦮꦏꦧꦺꦃꦥꦣꦩꦸꦗꦶ꧈ ꦏꦏꦶꦥꦸꦠꦿꦏꦤ꧀ꦠꦏꦱꦥꦸꦁꦏꦸꦂꦫꦶꦫ꧉ ꧃ ꦥꦁꦏꦸꦂ ꧃ ꦩꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦏꦤꦶꦤꦶꦏꦸꦱꦸꦩ꧈ ꦪꦪꦃꦫꦺꦤꦱꦢꦪꦤ꧀ꦚꦥꦿꦶꦃꦲꦠꦶꦤ꧀ ꦏꦶꦥꦸꦠꦿꦲꦶꦁꦩꦫꦨꦔꦸꦤ꧀ ꦱꦶꦪꦁꦢꦭꦸꦏꦤ꧀ꦠꦏ꧈ ꦏꦪꦲꦺꦢꦤ꧀ꦏꦶꦲꦸꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦮꦶꦫꦺꦁꦭꦸꦲꦸꦁ꧈ ꦠꦤ꧀ꦲꦤꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦕꦶꦥ꧀ꦠ꧈ ꦲꦩꦸꦁꦱꦶꦫꦱꦶꦪꦁꦫꦠꦿꦶ꧉ ꧄ ꦏꦒꦾꦠ꧀ꦏꦸꦱꦸꦩꦲꦶꦁꦢꦲ꧈ ꦲꦩꦶꦲꦂꦱꦱ꧀ꦮꦫꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦸꦩꦼꦭꦶꦁ꧈ ꦱꦶꦣꦏꦼꦥ꧀ꦮꦶꦤꦸꦣꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ ꦩꦼꦤ꧀ꦝꦼꦏ꧀ꦱꦁꦭꦶꦂꦏꦸꦱꦸꦩ꧈ ꦱꦶꦒꦿꦩꦠꦸꦂꦏꦸꦱꦸꦩꦮꦕꦤꦲꦫꦸꦩ꧀ ꦱꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦱꦸꦁꦱ꧀ꦮꦫ꧈ ꦗꦮꦠꦤꦺꦴꦫꦏꦲꦺꦏ꧀ꦱꦶ꧉ ꧄ ꦣꦸꦃꦏꦮꦸꦭꦏꦏꦶꦢꦺꦮ꧈ ꦲꦂꦱꦮꦶꦏꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦥꦢꦸꦏꦏꦏꦶ꧈ ꦊꦲꦼꦁꦔꦠꦶꦔꦭ꧀ꦭꦲꦸꦭꦸꦤ꧀ ꦏꦮꦸꦭꦏꦂꦱꦮꦶꦏꦤ꧀ ꦮꦲꦸꦉꦱꦶꦟꦫꦢꦩꦤꦧ꧀ꦢꦲꦫꦸꦩ꧀ ꦲꦶꦪꦤꦶꦤꦶꦠꦶꦔꦭ꧀ꦭꦤ꧈ ꦲꦶꦁꦔꦺꦴꦁꦲꦺꦪꦁꦔꦩꦸꦤꦶꦤꦶ꧉ ꧄ ꦲꦶꦪꦤꦶꦤꦶꦠꦶꦔꦭ꧀ꦭꦤ꧈ ꦲꦭꦶꦁꦒꦶꦃꦲꦤꦶꦤꦶꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦧꦼꦕꦶꦏ꧀ ꦥꦸꦤ꧀ꦏꦏꦶꦩꦁꦏꦾꦥꦶꦠꦸꦠꦸꦂ꧈ ꦥꦺꦴꦭꦃꦲꦺꦭꦏꦶꦤꦶꦫ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦲꦤꦲꦔꦏꦸꦲꦫꦤ꧀ꦱꦶꦫꦺꦏꦸ꧈ ꦏꦂꦱꦤꦺꦥꦿꦧꦸꦗꦼꦁꦓꦭ꧈ ꦲꦂꦱꦥꦶꦤꦁꦒꦶꦃꦏꦼꦤ꧀ꦩꦭꦶꦃ꧉ ꧄ ꦩꦠꦸꦂꦱꦁꦏꦸꦱꦸꦩꦫꦫ꧈ ꦱꦥꦱꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦔꦏꦸꦥꦸꦠꦿꦶꦑꦼꦣꦶꦫꦶ꧈ ꦩꦺꦴꦗꦂꦱꦁꦧꦛꦫꦭꦸꦲꦹꦁ꧈ ꦤꦶꦤꦶꦮꦺꦴꦁꦦꦼꦗꦒꦭ꧀ꦭꦤ꧀ ꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦏꦸꦮꦂꦤꦤꦶꦫꦫꦢꦺꦤ꧀ꦓꦭꦸꦃ꧈ ꦱꦏꦺꦃꦲꦺꦮꦺꦴꦁꦲꦶꦁꦗꦿꦺꦴꦥꦸꦫ꧈ ꦥꦣꦏꦱꦩꦂꦫꦤ꧀ꦤꦶꦤꦶ꧉ ꧄ ꦏꦒꦾꦠ꧀ꦏꦸꦱꦸꦩꦲꦶꦁꦢꦲ꧈ ꦲꦩꦶꦲꦂꦱꦮꦂꦠꦧꦛꦠꦭꦸꦮꦶꦃ꧈ ꦲꦩꦶꦕꦫꦗꦿꦺꦴꦤꦶꦁꦏꦭ꧀ꦧꦸ꧈ ꦮꦺꦴꦁꦲꦒꦸꦁꦏꦱꦠꦿꦶꦪꦤ꧀ ꦱꦩꦂꦠꦼꦩꦼꦤ꧀ꦏꦶꦥꦸꦠꦿꦲꦶꦁꦩꦫꦨꦔꦸꦤ꧀ ꦲꦶꦏꦸꦧꦪꦥꦤ꧀ꦏꦶꦤꦂꦪ꧈ ꦭꦭꦏꦺꦴꦤ꧀ꦤꦺꦲꦮꦏ꧀ꦩꦩꦶ꧉ ꧄ ꦪꦺꦤ꧀ꦩꦏꦠꦼ
}}<noinclude></noinclude>
2tibcuj24tpcjy50bo4bxxudtnc6e3d
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/92
250
24987
78714
2026-05-19T03:07:41Z
Kriita
885
/* Proofread */
78714
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||90|}}</noinclude>{{jawa|ꦠꦸꦂꦲꦶꦁꦱꦁꦤꦠ꧈ ꦏꦸꦱꦸꦩꦏꦁꦩꦶꦤ꧀ꦝꦫꦡꦶꦃ꧈ ꦱꦩꦾꦂꦊꦁꦊꦁꦱꦏꦛꦃꦲꦺꦏꦁꦱꦺꦮꦏ꧉ ꧃ ꦏꦶꦑꦭꦤꦱꦺꦮꦤ꧀ꦢꦤ꧈ ꦮꦸꦮꦸꦱ꧀ꦱꦺꦲꦫꦸꦩ꧀ꦲꦩꦤꦶꦱ꧀ ꦧꦧꦺꦴꦱꦥꦲꦫꦤ꧀ꦤꦶꦫ꧈ ꦏꦁꦠꦶꦤꦤ꧀ꦚꦩꦠꦸꦂꦲꦫꦶꦱ꧀ ꦏꦮꦸꦭꦱꦿꦶꦧꦸꦥꦠꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦮꦺꦴꦁꦥꦥꦮꦸꦭꦔꦸꦤ꧀ ꦏꦮꦸꦭꦒꦶꦃꦱꦁꦤꦠ꧈ ꦧꦢꦤ꧀ꦏꦮꦸꦭꦥꦸꦤꦶꦏꦶ꧈ ꦮꦱ꧀ꦠꦏꦸꦭꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦥꦸꦤ꧀ꦕꦶꦡꦿꦭꦔꦼꦤ꧀ꦤꦤ꧀꧈ ꧄ ꦤꦼꦁꦤꦏꦸꦱꦸꦩꦲꦶꦁꦢꦲ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦧꦶꦤꦼꦏ꧀ꦠꦮꦺꦴꦁꦑꦼꦭꦶꦁ꧈ ꦏꦱꦫꦸꦮꦺꦲꦸꦏꦁꦥꦿꦥ꧀ꦠ꧈ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦲꦂꦪꦨꦠ꧀ꦠꦸꦭꦶꦱ꧀ ꦲꦶꦔꦸꦠꦸꦱ꧀ꦱꦿꦶꦧꦸꦥꦠꦶ꧈ ꦲꦩ꧀ꦧꦼꦏ꧀ꦠꦤꦸꦮꦭꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦥꦩꦺꦴꦤ꧀ꦝꦺꦴꦏ꧀ꦏꦤ꧀ ꦕꦶꦔꦏ꧀ꦱꦒꦸꦮꦢꦾꦑꦼꦭꦶꦁ꧈ ꦲꦶꦁꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ꦲꦸꦠꦸꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦔꦸꦠꦸꦂꦫꦶꦱꦼꦫꦠ꧀꧈ ꧄ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦲꦂꦪꦦꦧꦁꦏꦿꦶꦁꦔꦤ꧀ ꦥꦤ꧀ꦱꦂꦮꦶꦲꦩꦸꦤ꧀ꦝꦶꦠꦸꦭꦶꦱ꧀ ꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁꦲꦹꦗꦸꦁꦯꦧꦠ꧈ ꦲꦸꦩꦠꦸꦂꦣꦠꦼꦁꦱꦁꦲꦗꦶ꧈ ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦢꦸꦠꦤꦂꦥꦠꦶ꧈ ꦲꦹꦠꦸꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦤꦶꦫꦱꦁꦥꦿꦧꦸ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦫꦢꦶꦥꦤꦸꦏ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦶꦔꦸꦠꦸꦱ꧀ꦩꦫꦶꦏꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦮꦱ꧀ꦠꦫꦢꦺꦤ꧀ꦲꦂꦪꦦꦧꦁꦏꦿꦶꦁꦔꦤ꧀꧈ ꧄ ꦏꦶꦑꦭꦤꦱꦺꦮꦤ꧀ꦢꦤ꧈ ꦢꦺꦤ꧀ꦚꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦲꦫꦶꦱ꧀ ꦲꦶꦪꦱꦶꦫꦠꦶꦩ꧀ꦧꦭ꧀ꦭꦤ꧈ ꦪꦪꦶꦩꦱ꧀ꦲꦶꦁꦨꦚꦏ꧀ꦠꦸꦭꦶꦱ꧀ ꦏꦁꦏꦶꦤꦺꦴꦤ꧀ꦲꦠꦸꦂꦧꦼꦏ꧀ꦠꦶ꧈ ꦫꦶꦱꦏ꧀ꦱꦤꦠꦤ꧀ꦲꦢꦔꦸ꧈ ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦏꦁꦲꦶꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦤ꧀ ꦲꦶꦔꦔꦺꦢꦺꦤꦶꦁꦱꦁꦲꦗꦶ꧈ ꦭꦃꦲꦶꦁꦏꦺꦤꦺꦪꦪꦶꦩꦱ꧀ꦱꦶꦫꦭꦶꦁꦒꦶꦃꦲ꧉ ꧄ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦁꦠꦠꦭꦶꦁꦒꦶꦃꦚ꧈ ꦩꦠꦸꦂꦫꦢꦺꦤ꧀ꦨꦚꦏ꧀ꦠꦸꦭꦶꦱ꧀ ꦏꦮꦸꦭꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦢꦶꦤꦸꦠ꧈ ꦢꦺꦤꦶꦁꦫꦩꦥꦢꦸꦏꦗꦶ꧈ ꦏꦶꦤꦺꦤ꧀ꦔꦠꦸꦂꦫꦶꦠꦹꦭꦶꦱ꧀ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦣꦠꦼꦁꦱꦁꦔꦥꦿꦧꦸ꧈ ꦲꦤꦸꦭꦶꦠꦶꦤꦩ꧀ꦥꦤ꧀ꦤꦤ꧀ ꦢꦺꦤꦶꦁꦱꦁꦤꦠꦲꦶꦁꦑꦼꦭꦶꦁ꧈ ꦢꦾꦤ꧀ꦧꦶꦤꦧꦂꦏꦁꦱꦼꦫꦠ꧀ꦤꦸꦭꦶꦮꦶꦤꦕ꧉ ꧃ ꦥꦺꦔꦼꦠ꧀ꦧꦸꦧꦸꦏꦤꦶꦁꦱꦼꦫꦠ꧀}}<noinclude></noinclude>
3wrdyghbkrdlfchz3gynpez6iktqx4e
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/16
250
24988
78715
2026-05-19T03:09:43Z
Abdansykr26
860
/* Titiwaca */
78715
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||14}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦤ꧀ꦏꦏꦶꦢꦺꦮ꧈ ꦥꦤ꧀ꦏꦮꦸꦭꦏꦏꦶꦠꦤ꧀ꦲꦂꦱꦩꦸꦭꦶꦃ꧈ ꦲꦮꦶꦫꦁꦩꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦥꦸꦏꦸꦭꦸꦤ꧀ ꦏꦮꦸꦭꦏꦏꦶꦢꦺꦮ꧈ ꦭꦸꦮꦸꦁꦭꦩꦸꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦔꦥꦼꦗꦃꦥꦸꦏꦸꦭꦸꦤ꧀ ꦩꦺꦤ꧀ꦢꦃꦲꦹꦕꦥ꧀ꦥꦶꦁꦗꦁꦓꦭ꧈ ꦏꦱꦸꦱꦿꦠꦤ꧀ꦲꦣꦼꦥ꧀ꦲꦶꦱꦶꦤ꧀꧈ ꧄ ꦲꦔꦸꦂꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦁꦒꦼꦭ꧀ꦭ꧈ ꦢꦼꦭꦥ꧀ꦲꦸꦫꦶꦥ꧀ꦱꦶꦫꦧꦺꦴꦏ꧀ꦯꦼꦏꦂꦠꦗꦶ꧈ ꦠꦤ꧀ꦢꦽꦩꦤ꧀ꦤꦶꦫꦏꦭꦁꦏꦸꦁ꧈ ꦮꦶꦫꦁꦲꦶꦁꦲꦶꦧꦸꦫꦩ꧈ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦠꦏ꧀ꦢꦶꦂꦲꦥꦤ꧀ꦤꦸꦠꦸꦃꦱ꧀ꦭꦶꦫꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ ꦱꦪꦲꦔ꧀ꦭꦼꦱ꧀ꦩꦤꦃꦲꦶꦫ꧈ ꦲꦾꦁꦟꦫꦢꦮꦸꦱ꧀ꦲꦸꦢꦤꦶ꧉ ꧃ ꦱꦸꦫꦱꦤꦺꦩꦤꦃꦲꦶꦫ꧈ ꦤꦸꦭꦾꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁꦣꦸꦃꦪꦺꦴꦒꦤꦶꦁꦱꦶꦤ꧀ꦤꦶꦤꦶ꧈ ꦲꦗꦱꦶꦫꦊꦁꦊꦁꦩꦔꦸ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦫꦺꦤ꧀ꦠꦃꦗꦮꦠ꧈ ꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦤꦭꦃꦤꦶꦤꦶꦪꦺꦴꦒꦤꦶꦁꦲꦹꦭꦹꦤ꧀ ꦥꦕꦸꦮꦤ꧀ꦏꦶꦫꦁꦥꦿꦕꦪ꧈ ꦥꦤ꧀ꦱꦶꦫꦲꦶꦁꦔꦺꦴꦁꦏꦱꦶꦃꦲꦶ꧉ ꧃ ꦩꦼꦱꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦭꦏꦶꦤꦶꦫ꧈ ꦤꦢꦾꦤ꧀ꦏꦿꦩꦥꦤ꧀ꦢꦸꦫꦸꦁꦗꦠꦸꦏꦿꦩꦶ꧈ ꦭꦃꦩꦸꦭꦶꦃꦲꦤꦶꦤꦶꦓꦭꦸꦃ꧈ ꦥꦸꦤ꧀ꦏꦏꦶꦉꦤꦱꦸꦏ꧈ ꦤꦸꦭꦾꦤꦼꦩ꧀ꦧꦃꦉꦠ꧀ꦤꦑꦶꦫꦤꦲꦸꦩꦠꦸꦂ꧈ ꦏꦮꦸꦭꦠꦸꦂꦥꦼꦗꦃꦒꦼꦱꦁ꧈ ꦭꦁꦏꦸꦁꦊꦁꦒꦤꦲꦾꦁꦏꦏꦶ꧉ ꧃ ꦏꦁꦭꦶꦪꦱꦏꦶꦁꦥꦸꦤꦶꦏ꧈ ꦱꦥꦫꦺꦤ꧀ꦠꦃꦏꦮꦸꦭꦲꦔ꧀ꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦶ꧈ ꦢꦢꦾꦤ꧀ꦠꦸꦩꦼꦏꦲꦶꦁꦭꦩ꧀ꦥꦸꦱ꧀ ꦩꦺꦴꦗꦂꦱꦁꦲꦾꦁꦟꦫꦢ꧈ ꦭꦃꦲꦶꦣꦼꦥ꧀ꦥꦼꦤ꧀ꦲꦸꦗꦂꦫꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦤꦶꦤꦶꦓꦭꦸꦃ꧈ ꦢꦠꦤ꧀ꦏꦼꦤꦔꦺꦴꦮꦃꦲꦤ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦱ꧀ꦛꦶꦤꦺꦱꦶꦫꦤꦶꦤꦶ꧉ ꧃ ꦱꦁꦢꦾꦃꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁꦗꦿꦺꦴꦤꦶꦁꦤꦭ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦶꦤꦱ꧀ꦛꦶꦪꦧꦪꦲꦮꦏ꧀ꦩꦩꦶ꧈ ꦏꦮꦿꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦧꦶꦱꦩꦸꦮꦸꦱ꧀ ꦲꦥꦼꦒꦼꦭ꧀ꦲꦠꦶꦤꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦤꦺꦴꦫꦊꦁꦒꦤꦲꦶꦁꦱꦁꦔꦲꦸꦭꦸꦤ꧀ ꦏꦪꦔꦥꦥꦺꦴꦭꦃꦲꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦏꦥꦲꦶꦢꦺꦴꦧꦺꦚ꧀ꦗꦶꦁ꧉ ꧃ ꦮꦸꦮꦸꦃꦮꦶꦫꦁꦔꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦢꦲꦠ꧀ ꦢꦺꦤꦺꦲꦹꦮꦶꦱ꧀ꦲꦤꦲꦔꦏꦸꦩꦩꦶ꧈ ꦭꦸꦮꦸꦁꦧꦪꦲꦮꦏ꧀ꦏꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ ꦏꦥꦶꦲꦤ꧀ꦢꦼꦭ꧀ꦭꦲꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦩꦺꦱꦼꦩ꧀ꦉꦱꦶꦟꦫꦢꦭꦺꦴꦤ꧀ꦩꦸꦮꦸꦱ꧀ ꦲꦗꦩꦫꦱ꧀ꦲꦠꦶꦤꦶ
}}<noinclude></noinclude>
dwcqt384n2f6hqnebd0a1r498wd5qmr
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/17
250
24989
78716
2026-05-19T03:28:15Z
Abdansykr26
860
/* Titiwaca */
78716
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||15}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦫ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦏꦁꦲꦩꦺꦴꦩꦺꦴꦁꦤꦶꦤꦶ꧉ ꧄ ꦢꦺꦤꦺꦏꦸꦫꦁꦏꦁꦥꦿꦕꦪ꧈ ꦲꦶꦁꦗꦮꦠꦩꦁꦏꦺꦤꦺꦏꦂꦱꦩꦩꦶ꧈ ꦱꦶꦫꦔꦺꦴꦁꦢꦢꦺꦏ꧀ꦏꦼꦤ꧀ꦏꦏꦸꦁ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦱꦭꦶꦤ꧀ꦤꦶꦫꦸꦥ꧈ ꦩꦊꦧꦸꦮꦔꦮꦸꦭꦲꦏꦂꦱꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ ꦩꦫꦶꦁꦏꦶꦥꦸꦠꦿꦗꦼꦁꦓꦭ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦒꦺꦴꦤ꧀ꦩꦸꦥꦥꦁꦒꦶꦃ꧉ ꧄ ꦩꦠꦸꦂꦏꦸꦱꦸꦩꦲꦶꦁꦢꦲ꧈ ꦧꦺꦚ꧀ꦗꦶꦁꦭꦩꦸꦤ꧀ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦲꦶꦁꦤꦒꦫꦶ꧈ ꦏꦮꦸꦭꦤꦼꦣꦥꦸꦏꦸꦭꦸꦤ꧀ ꦥꦁꦒꦶꦃꦲꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦲꦤꦲꦹꦂꦫꦶꦯꦁꦟꦫꦢꦩꦤꦶꦱ꧀ꦲꦫꦸꦩ꧀ ꦭꦃꦤꦶꦤꦶꦏꦸꦫꦁꦥꦿꦕꦪ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦩꦶꦗꦶꦭ꧀ꦭꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦒ꧀ꦭꦶꦱ꧀꧈ ꧃ ꦩꦶꦗꦶꦭ꧀ ꧃ ꦪꦺꦤ꧀ꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦏꦂꦱꦤꦺꦲꦾꦁꦏꦏꦶ꧈ ꦠꦤ꧀ꦭꦼꦁꦒꦤꦲꦶꦁꦔꦺꦴꦁ꧈ ꦲꦾꦁꦟꦫꦢꦲꦫꦶꦱ꧀ꦲꦶꦁꦢꦼꦭꦶꦁꦔꦺ꧈ ꦲꦶꦪꦲꦶꦏꦸꦤꦶꦤꦶꦏꦉꦥ꧀ꦩꦩꦶ꧈ ꦩꦺꦴꦁꦱꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦤꦶꦤꦶ꧈ ꦲꦩꦿꦶꦃꦲꦲꦶꦁꦢꦸꦢꦸ꧉ ꧄ ꦮꦂꦤꦤꦶꦫꦲꦂꦱꦱꦸꦤ꧀ꦱꦭꦶꦤ꧀ꦤꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦪꦸꦏꦲꦺꦴꦠ꧀ ꦲꦮꦂꦤꦲꦏꦏꦸꦁꦏꦁꦲꦩ꧀ꦧꦚ꧀ꦕꦂ꧈ ꦭꦮꦤ꧀ꦏꦂꦱꦤꦺꦢꦺꦮꦏꦁꦭꦸꦮꦶꦃ꧈ ꦲꦺꦱ꧀ꦠꦺꦴꦏ꧀ꦲꦼꦤ꧀ꦤꦤꦶꦤꦶ꧈ ꦲꦶꦪꦥꦸꦠꦸꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀꧈ ꧄ ꦠꦤ꧀ꦲꦤ꧀ꦠꦫꦱꦶꦂꦤꦮꦂꦤꦲꦺꦱ꧀ꦠꦿꦶ꧈ ꦢꦢꦶꦏꦏꦸꦁꦏꦲꦺꦴꦠ꧀ ꦲꦔꦶꦁꦫꦢꦭꦁꦒꦸꦏ꧀ꦥꦱꦼꦩꦺꦴꦤ꧀ꦤꦺ꧈ ꦔꦸꦭꦂꦫꦤꦱꦗꦒꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦲꦺꦴꦭꦶꦃ꧈ ꦒꦼꦠꦼꦂꦲꦤꦲꦹꦂꦫꦶ꧈ ꦚꦮꦶꦪꦠ꧀ꦒꦸꦩꦸꦫꦸꦃ꧉ ꧃ ꦉꦱꦶꦟꦫꦢꦒꦸꦩꦸꦪꦸꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁ꧈ ꦲꦣꦸꦃꦥꦸꦠꦸꦤꦶꦁꦔꦺꦴꦁ꧈ ꦢꦢꦶꦏꦏꦸꦁꦲꦧꦒꦸꦱ꧀ꦮꦂꦤꦤꦺ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦏꦪꦑꦩꦗꦪꦔꦭꦶꦃ꧈ ꦔꦸꦭꦠ꧀ꦠꦤꦲꦹꦒꦶ꧈ ꦱꦗꦒꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦤꦼꦩꦸ꧉ ꧄ ꦲꦭꦺꦴꦤ꧀ꦩꦠꦸꦂꦏꦁꦲꦩꦭꦶꦃꦮꦂꦤꦶ꧈ ꦩꦾꦁꦏꦏꦶꦠꦸꦂꦫꦶꦁꦔꦺꦴꦁ꧈ ꦱ꧀ꦮꦫꦲꦸꦭꦸꦤ꧀ꦩꦱꦶꦃꦮꦤ꧀ꦠꦃꦧꦲꦺ꧈ ꦢꦺꦫꦺꦁꦱꦭꦶꦤ꧀ꦩꦱꦶꦃꦢꦸꦏ꧀ꦲꦶꦁꦲꦺꦱ꧀ꦠꦿꦶ꧈ ꦏꦸꦕꦶꦮꦱꦪꦼꦏ꧀ꦠꦶ꧈ ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦢꦠꦤ꧀ꦥꦠꦸꦠ꧀꧈ ꧄ ꦉꦱꦶꦟꦫꦢꦒꦸꦩꦸꦪꦸꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁ꧈ ꦲꦶꦪꦥꦸꦠꦸꦤꦶꦁꦔꦺꦴꦁ꧈ ꦱꦶꦤꦭꦶꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦱ꧀ꦮꦫ
}}<noinclude></noinclude>
6y01ijx58uxxd7ctl2mh091xfmdlmer
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/18
250
24990
78717
2026-05-19T03:53:53Z
Abdansykr26
860
/* Titiwaca */
78717
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||16}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦤꦶꦫꦫꦢꦺꦤ꧀ ꦠꦤ꧀ꦲꦤ꧀ꦠꦫꦱ꧀ꦮꦫꦤꦺꦮꦸꦱ꧀ꦢꦢꦶ꧈ ꦲꦉꦚꦃꦠꦸꦂꦩꦤꦶꦱ꧀ ꦫꦢꦒꦿꦛꦸꦭ꧀ꦒꦿꦛꦸꦭ꧀꧈ ꧄ ꦉꦱꦶꦟꦫꦢꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦲꦫꦶꦱ꧀ ꦭꦃꦠꦥꦸꦠꦸꦤꦶꦁꦔꦺꦴꦁ꧈ ꦢꦠꦤ꧀ꦲꦤꦏꦁꦮꦶꦤꦲꦺꦴꦤ꧀ꦩꦤꦺꦃ꧈ ꦱ꧀ꦮꦫꦤꦶꦫꦲꦥꦤ꧀ꦲꦸꦮꦶꦱ꧀ꦱꦭꦶꦤ꧀ ꦢꦢꦶꦱꦶꦫꦏꦏꦶ꧈ ꦮꦺꦴꦁꦧꦒꦸꦱ꧀ꦲꦤꦸꦭꦸꦱ꧀꧈ ꧅ ꦲꦥꦤ꧀ꦱꦶꦫꦲꦥꦲꦺꦱ꧀ꦱꦏꦏꦶ꧈ ꦢꦶꦩꦺꦤ꧀ꦱꦪꦏꦲꦺꦴꦠ꧀ ꦱꦸꦤ꧀ꦥꦤ꧀ꦠꦼꦱ꧀ꦱꦺꦭꦮꦤ꧀ꦧꦸꦱꦤꦤꦺ꧈ ꦲꦾꦁꦟꦫꦢꦚꦶꦥ꧀ꦠꦧꦸꦱꦤꦒ꧀ꦭꦶꦱ꧀ ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦺꦁꦔꦂꦱꦤꦸꦭꦶ꧈ ꦏꦁꦮꦱ꧀ꦠꦿꦱꦶꦤꦩ꧀ꦧꦸꦠ꧀꧈ ꧄ ꦲꦂꦗꦏꦏꦩ꧀ꦥꦸꦃꦗꦶꦁꦒꦭꦶꦤꦸꦢ꧀ꦲꦶꦁ꧈ ꦥꦫꦢꦧꦁꦲꦧꦾꦺꦴꦂ꧈ ꦥꦤ꧀ꦱꦶꦤꦸꦗꦶꦲꦶꦁꦱꦱ꧀ꦠꦿꦠꦶꦫꦃꦲꦺ꧈ ꦔꦒꦼꦩ꧀ꦥꦤꦶꦁꦱꦼꦠ꧀ꦩꦤ꧀ꦝꦭꦒꦶꦫꦶ꧈ ꦱꦶꦤꦮꦁꦔꦿꦶꦩꦁꦔꦶ꧈ ꦧꦧꦣꦺꦴꦁꦏꦏꦭꦸꦁ꧉ ꧄ ꦭꦶꦤꦚ꧀ꦕꦶꦁꦔꦤ꧀ꦕꦶꦤ꧀ꦝꦺꦏꦫꦲꦧꦿꦶꦠ꧀ ꦭꦶꦤꦸꦢ꧀ꦲꦶꦁꦥꦼꦫꦲꦺꦴꦱ꧀ ꦣꦸꦮꦸꦁꦠꦶꦤꦠꦸꦫꦺꦴꦁꦒꦥꦼꦤ꧀ꦝꦺꦴꦏ꧀ꦏꦺ꧈ꦲꦥ꧀ꦭꦧꦸꦮꦤ꧀ꦲꦸꦏꦶꦂꦫꦤ꧀ꦱꦶꦤꦼꦩꦶ꧈ ꦲꦮꦼꦮꦼꦂꦩꦱ꧀ꦲꦧꦿꦶꦠ꧀ ꦣꦸꦮꦸꦁꦥꦫꦸꦁꦱꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀꧈ ꧄ ꦲꦗꦩꦁꦩꦱ꧀ꦲꦱꦸꦩ꧀ꦥꦶꦁꦩꦤ꧀ꦠꦼꦱ꧀ꦱꦶ꧈ ꦥꦶꦤꦠꦶꦏ꧀ꦉꦠ꧀ꦤꦧꦾꦺꦴꦂ꧈ ꦱꦸꦩ꧀ꦥꦶꦁꦕꦥꦏꦏ꧀ꦭꦮꦤ꧀ꦫꦺꦴꦤ꧀ꦝꦺꦴꦤ꧀ꦤꦺ꧈ ꦒꦶꦤꦸꦧꦃꦱꦶꦤꦸꦏ꧀ꦩꦒꦸꦤꦔꦿꦮꦶꦠ꧀ ꦏꦁꦲꦩꦭꦶꦃꦮꦂꦤꦶ꧈ ꦠꦸꦲꦸꦪꦺꦤ꧀ꦧꦶꦤꦒꦸꦱ꧀꧈ ꧄ ꦭꦶꦂꦲꦾꦁꦲꦱ꧀ꦩꦫꦲꦔꦼꦩꦸꦧꦿꦁꦠꦶ꧈ ꦧꦒꦸꦱ꧀ꦱꦺꦏꦠꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤ꧀ ꦱꦁꦲꦾꦁꦟꦫꦢꦊꦁꦊꦁꦢꦿꦶꦪꦤꦺ꧈ ꦲꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶꦏꦁꦲꦩꦭꦶꦃꦮꦂꦤꦶ꧈ ꦲꦚ꧀ꦗꦺꦴꦠꦺꦴꦠꦤ꧀ꦥꦔ꧀ꦭꦶꦁ꧈ ꦥꦤ꧀ꦲꦂꦱꦫꦶꦤꦁꦏꦸꦭ꧀꧈ ꧄ ꦥꦸꦠꦸꦤꦶꦁꦔꦺꦴꦁꦮꦺꦴꦁꦧꦒꦸꦱ꧀ꦉꦱꦥꦠꦶ꧈ ꦠꦤ꧀ꦲꦤꦮꦶꦤꦲꦺꦴꦤ꧀ ꦮꦸꦱ꧀ꦲꦥꦠꦸꦠ꧀ꦭꦮꦤ꧀ꦧꦸꦱꦤꦤꦺ꧈ ꦭꦃꦠꦱꦶꦫꦱꦸꦤ꧀ꦮꦺꦃꦲꦶꦏꦏꦱꦶꦃ꧈ ꦏꦁꦱꦩ꧀ꦧꦢꦏꦏꦶ꧈ ꦭꦤ꧀ꦱꦮꦂꦤꦤꦶꦥꦸꦤ꧀꧈ ꧄ ꦲꦶꦪꦱꦶꦫꦲꦤꦩꦩꦱ꧀ꦏꦏꦶ꧈ ꦭꦤ꧀ꦥꦿꦪꦺꦴꦒꦤꦶꦁ
}}<noinclude></noinclude>
0nmau92f158eu6g0bo0ui6tbovx1zd7
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/93
250
24991
78720
2026-05-19T08:08:53Z
Kriita
885
/* Proofread */
78720
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||93|}}</noinclude>{{jawa|ꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ꦱꦿꦶꦤꦫꦥꦠꦶ꧈ ꦣꦸꦩꦠꦼꦁꦔꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦹꦠꦿ꧈ ꦱꦿꦶꦤꦫꦥꦠꦶꦲꦶꦁꦏꦼꦭꦶꦁ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦶꦒ꧀ꦢꦪꦩꦸꦏ꧀ꦠꦶ꧈ ꦲꦩꦫꦺꦤ꧀ꦠꦃꦥꦫꦫꦠꦸ꧈ ꦮꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦥꦹꦤ꧀ꦏꦁꦱꦼꦫꦠ꧀ ꦢꦺꦤꦺꦠꦱꦿꦶꦤꦫꦥꦠꦶ꧈ ꦲꦔꦂꦱꦏ꧀ꦏꦼꦤ꧀ꦫꦪꦶꦤ꧀ꦠꦱꦁꦭꦶꦂꦫꦶꦁꦉꦠ꧀ꦤ꧉ ꧄ ꦩꦤꦶꦫꦣꦠꦼꦁꦱꦹꦩꦺꦴꦁꦒ꧈ ꦱꦹꦏꦹꦂꦧꦒꦺꦲꦱ꧀ꦠꦏꦭꦶꦃ꧈ ꦩꦸꦒꦱꦶꦭꦶꦃꦠꦶꦤꦸꦭꦹꦱ꧀ꦤ꧈ ꦲꦏꦫꦺꦴꦤ꧀ꦱꦶꦃꦭꦤ꧀ꦏꦁꦫꦪꦶ꧈ ꦤꦔꦶꦁꦥꦤꦼꦣꦩꦩꦶ꧈ ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦱꦧꦂꦏꦫꦹꦲꦹꦤ꧀ ꦧꦺꦚ꧀ꦗꦁꦩꦺꦴꦁꦱꦮꦤ꧀ꦢꦺꦪ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ꦫꦶꦃꦫꦶꦃꦲꦺꦏꦫꦶꦪꦶꦤ꧀ ꦲꦶꦁꦏꦁꦫꦪꦶꦣꦱꦂꦫꦺꦫꦫꦺꦲꦸꦒꦹꦁꦔꦤ꧀꧈ ꧃ ꦢꦺꦤꦺꦠꦲꦠꦸꦂꦏꦮꦹꦭ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦲꦱꦭ꧀ꦥꦂꦠꦫꦺꦤ꧀ꦧꦚ꧀ꦗꦶꦁ꧈ ꦲꦺꦁꦒꦭ꧀ꦏꦮꦹꦭꦲꦹꦠꦸꦱ꧀ꦱꦤ꧀ ꦣꦸꦩꦠꦼꦁꦱꦿꦶꦤꦫꦥꦠꦶ꧈ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦺꦩꦲꦺꦴꦱ꧀ꦠꦸꦭꦶꦱ꧀ ꦱꦁꦤꦠꦱꦹꦏꦏꦭꦁꦏꦹꦁ꧈ ꦪꦪꦶꦱꦶꦫꦩꦠꦸꦂꦫ꧈ ꦲꦶꦁꦫꦩꦱꦿꦶꦤꦫꦥꦠꦶ꧈ꦲꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ꦒꦪꦶꦲꦗꦱꦶꦭꦶꦃꦥꦶꦤ꧀ꦝꦺꦴꦏꦂꦪ꧉ ꧄ ꦱꦁꦤꦠꦩꦸꦤ꧀ꦝꦸꦠ꧀ꦧꦸꦱꦤ꧈ ꦏꦁꦫꦪꦶꦮꦹꦱ꧀ꦥꦶꦤꦶꦱꦭꦶꦤ꧀ ꦧꦸꦱꦤꦏꦁꦲꦧꦿꦩꦸꦚ꧀ꦕꦂ꧈ ꦱꦿꦶꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦶꦱ꧀ ꦩꦤꦶꦫꦲꦸꦒꦶꦪꦪꦶ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦧꦭꦧꦏꦭꦁꦏꦹꦁ꧈ ꦭꦮꦤ꧀ꦲꦶꦏꦸꦒꦺꦴꦠꦺꦴꦁꦔꦤ꧀ ꦏꦁꦲꦶꦱꦶꦧꦸꦱꦤꦲꦢꦶ꧈ ꦒꦸꦫꦸꦧꦏꦭ꧀ꦒꦸꦫꦸꦢꦢꦶꦲꦥꦤ꧀ꦲꦤ꧉ ꧄ ꦲꦭꦃꦲꦶꦏꦸꦲꦠꦸꦂꦉꦤ꧀ꦤ꧈ꦩꦫꦁꦫꦩꦱꦿꦶꦧꦸꦥꦠꦶ꧈ ꦫꦗꦥꦸꦠꦿꦲꦠꦸꦂꦱꦼꦩ꧀ꦧꦃ꧈ ꦥꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦲꦤꦸꦮꦸꦤ꧀ꦥꦩꦶꦠ꧀ ꦭꦸꦩꦺꦁꦱꦺꦂꦱꦶꦁꦔꦂꦱꦗꦶ꧈ ꦲꦶꦔꦶꦫꦶꦁꦲꦶꦁꦮꦢꦾꦲꦒꦸꦁ꧈ ꦑꦭꦤꦱꦺꦮꦤ꧀ꦢꦤ꧈ ꦭꦁꦏꦸꦁꦧꦸꦔꦃꦠꦤ꧀ꦱꦶꦤꦶꦥꦶ꧈ ꦔꦼꦩ꧀ꦧꦠ꧀ꦥꦸꦥꦸꦥꦤ꧀ꦱꦂꦮꦶꦲꦭꦶꦠꦃꦭꦶꦠꦃ꧉ }}<noinclude></noinclude>
cnganj5rna0ecuhr166efrg9bcufnp2
78721
78720
2026-05-19T08:09:19Z
Kriita
885
78721
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||91|}}</noinclude>{{jawa|ꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ꦱꦿꦶꦤꦫꦥꦠꦶ꧈ ꦣꦸꦩꦠꦼꦁꦔꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦹꦠꦿ꧈ ꦱꦿꦶꦤꦫꦥꦠꦶꦲꦶꦁꦏꦼꦭꦶꦁ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦶꦒ꧀ꦢꦪꦩꦸꦏ꧀ꦠꦶ꧈ ꦲꦩꦫꦺꦤ꧀ꦠꦃꦥꦫꦫꦠꦸ꧈ ꦮꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦥꦹꦤ꧀ꦏꦁꦱꦼꦫꦠ꧀ ꦢꦺꦤꦺꦠꦱꦿꦶꦤꦫꦥꦠꦶ꧈ ꦲꦔꦂꦱꦏ꧀ꦏꦼꦤ꧀ꦫꦪꦶꦤ꧀ꦠꦱꦁꦭꦶꦂꦫꦶꦁꦉꦠ꧀ꦤ꧉ ꧄ ꦩꦤꦶꦫꦣꦠꦼꦁꦱꦹꦩꦺꦴꦁꦒ꧈ ꦱꦹꦏꦹꦂꦧꦒꦺꦲꦱ꧀ꦠꦏꦭꦶꦃ꧈ ꦩꦸꦒꦱꦶꦭꦶꦃꦠꦶꦤꦸꦭꦹꦱ꧀ꦤ꧈ ꦲꦏꦫꦺꦴꦤ꧀ꦱꦶꦃꦭꦤ꧀ꦏꦁꦫꦪꦶ꧈ ꦤꦔꦶꦁꦥꦤꦼꦣꦩꦩꦶ꧈ ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦱꦧꦂꦏꦫꦹꦲꦹꦤ꧀ ꦧꦺꦚ꧀ꦗꦁꦩꦺꦴꦁꦱꦮꦤ꧀ꦢꦺꦪ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ꦫꦶꦃꦫꦶꦃꦲꦺꦏꦫꦶꦪꦶꦤ꧀ ꦲꦶꦁꦏꦁꦫꦪꦶꦣꦱꦂꦫꦺꦫꦫꦺꦲꦸꦒꦹꦁꦔꦤ꧀꧈ ꧃ ꦢꦺꦤꦺꦠꦲꦠꦸꦂꦏꦮꦹꦭ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦲꦱꦭ꧀ꦥꦂꦠꦫꦺꦤ꧀ꦧꦚ꧀ꦗꦶꦁ꧈ ꦲꦺꦁꦒꦭ꧀ꦏꦮꦹꦭꦲꦹꦠꦸꦱ꧀ꦱꦤ꧀ ꦣꦸꦩꦠꦼꦁꦱꦿꦶꦤꦫꦥꦠꦶ꧈ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦺꦩꦲꦺꦴꦱ꧀ꦠꦸꦭꦶꦱ꧀ ꦱꦁꦤꦠꦱꦹꦏꦏꦭꦁꦏꦹꦁ꧈ ꦪꦪꦶꦱꦶꦫꦩꦠꦸꦂꦫ꧈ ꦲꦶꦁꦫꦩꦱꦿꦶꦤꦫꦥꦠꦶ꧈ꦲꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ꦒꦪꦶꦲꦗꦱꦶꦭꦶꦃꦥꦶꦤ꧀ꦝꦺꦴꦏꦂꦪ꧉ ꧄ ꦱꦁꦤꦠꦩꦸꦤ꧀ꦝꦸꦠ꧀ꦧꦸꦱꦤ꧈ ꦏꦁꦫꦪꦶꦮꦹꦱ꧀ꦥꦶꦤꦶꦱꦭꦶꦤ꧀ ꦧꦸꦱꦤꦏꦁꦲꦧꦿꦩꦸꦚ꧀ꦕꦂ꧈ ꦱꦿꦶꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦶꦱ꧀ ꦩꦤꦶꦫꦲꦸꦒꦶꦪꦪꦶ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦧꦭꦧꦏꦭꦁꦏꦹꦁ꧈ ꦭꦮꦤ꧀ꦲꦶꦏꦸꦒꦺꦴꦠꦺꦴꦁꦔꦤ꧀ ꦏꦁꦲꦶꦱꦶꦧꦸꦱꦤꦲꦢꦶ꧈ ꦒꦸꦫꦸꦧꦏꦭ꧀ꦒꦸꦫꦸꦢꦢꦶꦲꦥꦤ꧀ꦲꦤ꧉ ꧄ ꦲꦭꦃꦲꦶꦏꦸꦲꦠꦸꦂꦉꦤ꧀ꦤ꧈ꦩꦫꦁꦫꦩꦱꦿꦶꦧꦸꦥꦠꦶ꧈ ꦫꦗꦥꦸꦠꦿꦲꦠꦸꦂꦱꦼꦩ꧀ꦧꦃ꧈ ꦥꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦲꦤꦸꦮꦸꦤ꧀ꦥꦩꦶꦠ꧀ ꦭꦸꦩꦺꦁꦱꦺꦂꦱꦶꦁꦔꦂꦱꦗꦶ꧈ ꦲꦶꦔꦶꦫꦶꦁꦲꦶꦁꦮꦢꦾꦲꦒꦸꦁ꧈ ꦑꦭꦤꦱꦺꦮꦤ꧀ꦢꦤ꧈ ꦭꦁꦏꦸꦁꦧꦸꦔꦃꦠꦤ꧀ꦱꦶꦤꦶꦥꦶ꧈ ꦔꦼꦩ꧀ꦧꦠ꧀ꦥꦸꦥꦸꦥꦤ꧀ꦱꦂꦮꦶꦲꦭꦶꦠꦃꦭꦶꦠꦃ꧉ }}<noinclude></noinclude>
i5w7910gcn34qeyuwa1ifqz03zs5p48
Kaca:Awaking Manoengsa.pdf/34
250
24992
78722
2026-05-19T09:04:31Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "34 V. Daging. 1. Daging lan baloeng pada déné piranti kanggo ngobahaké. Apa bédané? 2. Bisa nganakaké obah ikoe saka apa? 3. Apa tegesé daging pasangan, apa tegesé daging lamban? 4. Tjritak- na, kaprijé: makartiné daging pasangan? (nganggo toelaḍa). 5. Ngaranana toelaḍané daging warna loro ikoe! 6. Daging oega kena kapérang manèh dadi rong golongan. Kaprije terangé? Ngaranana toelaḍané! 7. Apa karepé olah-raga? 8. Anggoné ngolah sarana apa? 9. Pang..."
78722
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||34}}</noinclude>34
V.
Daging.
1. Daging lan baloeng pada déné piranti kanggo ngobahaké.
Apa bédané? 2. Bisa nganakaké obah ikoe saka apa? 3. Apa
tegesé daging pasangan, apa tegesé daging lamban? 4. Tjritak-
na, kaprijé: makartiné daging pasangan? (nganggo toelaḍa).
5. Ngaranana toelaḍané daging warna loro ikoe! 6. Daging oega
kena kapérang manèh dadi rong golongan. Kaprije terangé?
Ngaranana toelaḍané! 7. Apa karepé olah-raga? 8. Anggoné
ngolah sarana apa? 9. Pangolahé koedoe laras. Apa tegesé ikoe?
VI. Piranti-piranti ing djero.
1. Ing gemboeng ana djegodahan loro. Aranana! 2. Apa
sing minangka let-leté? 3. Kaprijé wangoené let-let ikoe? Lan
satemené bangsa apa? Dadi bisa apa? 4. Apa kang tinemoe ing
djegodahan-dada? 5. Apa sing tinemoe ing djegoḍahan weteng ?
6. Piranti-piranti ing djero ikoe endi sing kena ko-toedingi ing
awakmoe, toedingana prenahé!
VII. Pangedjoeré pangan.
1. Kadjaba banjoe, pangan ikoe kang preloe ana teloe. Arana-
na !2. Ngaranana pangan kang akèh pérangané djasad teloe ikoe!
3. tamine ikoe apa ? 4. Sing akèh-akèh pangan ikoe kari sațițik
Pitamine-né. Apa sababé? 5. Pangan sing endi kang isih akèh
Pitamine-né? 6. Apa kang mratakaké sarining pangan? 7. Pangan
ikoe bisané dadi sari koedoe dikapakaké? 8. Sarana pitoeloeng-
ané apa? 8. Apa goenané oentoe? 9. Oentoe-nom ikoe apa? 10.
Lah oentoe-tetep? 11. Apa bédané? 12. Apa pérangané oentoe?
13. Lapisané ana warna pira? 14. Ing djero oentoe ikoe bolong.
Bolongan iki panggonan apa? 15. Kaprijé anggoné mérang-
mérang oentoe lan bam? 16. Klandjer ngetokaké apa? Kanggo
apa? 17. Aranana klandjer-klandjer kang wis kosinaoe, iloené
ngloeloehaké pangan sing endi! 18. Ing ngendi panggonané
klandjer-klandjer maoe? 19. Tjritakna tjekak-aos: pangan
wiwit diemplok nganti poengkasan (ngélingana iloe-iloe kang
ngloeloehaké pangan, ing ngendi loeloehé l.s.p.).
VIII. Ambekan.
Gattangobong
1. Apa tegesé bekan? 2. koe kanggo apa? 3.
Apa kang mratakaké zuurstowana pirang
%? 5. Panasing awaké wong sing koewarasan) ana pirang
graad? 6. Kaprijé teka awak ndoewèni panas? 7. Apa,,awoe-
ning" bong-bongan ing awak? 8.,,Awoe" maoe ilangé katoet
apa? 9. Ngetokaké napas (ngempos) katoetan banjoe. Apa kowé
bisa njatakaké? 10. Panasing awak ana sing malih dadi apa?<noinclude></noinclude>
34sgynucguwmfyypm1ftv1dugf78pdn
78723
78722
2026-05-19T09:12:30Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78723
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||34}}</noinclude>{{Ordered list|type=I|start=5
|'''Daging.'''<br>
1. Daging lan baloeng paḍa déné piranti kanggo ngobahaké. Apa bédané? 2. Bisa nganakaké obah ikoe saka apa? 3. Apa tegesé daging pasangan, apa tegesé daging lamban? 4. Tjritakna, kaprijé: makartiné daging pasangan? (nganggo toelaḍa). 5. Ngaranana toelaḍané daging warna loro ikoe! 6. Daging oega kena kapérang manèh dadi rong golongan. Kaprije terangé? Ngaranana toelaḍané! 7. Apa karepé olah-raga? 8. Anggoné ngolah sarana apa? 9. Pangolahé koedoe laras. Apa tegesé ikoe?
|'''Piranti-piranti ing djero.'''<br>
1. Ing gemboeng ana djegoḍahan loro. Aranana! 2. Apa sing minangka let-leté? 3. Kaprijé wangoené let-let ikoe? Lan satemené bangsa apa? Dadi bisa apa? 4. Apa kang tinemoe ing djegoḍahan-ḍaḍa? 5. Apa sing tinemoe ing djegoḍahan weteng ? 6. Piranti-piranti ing djero ikoe endi sing kena ko-toedingi ing awakmoe, toedingana prenahé!
|'''Pangedjoeré pangan.'''<br>
1. Kadjaba banjoe, pangan ikoe kang preloe ana teloe. Aranana !2. Ngaranana pangan kang akèh pérangané djasad teloe ikoe! 3. Pitamine ikoe apa ? 4. Sing akèh-akèh pangan ikoe kari sațițik Pitamine-né. Apa sababé? 5. Pangan sing endi kang isih akèh Pitamine-né? 6. Apa kang mratakaké sarining pangan? 7. Pangan ikoe bisané dadi sari koedoe dikapakaké? 8. Sarana pitoeloengané apa? 8. Apa goenané oentoe? 9. Oentoe-nom ikoe apa? 10. Lah oentoe-tetep? 11. Apa bédané? 12. Apa pérangané oentoe? 13. Lapisané ana warna pira? 14. Ing djero oentoe ikoe bolong. Bolongan iki panggonan apa? 15. Kaprijé anggoné mérang-mérang oentoe lan bam? 16. Klandjer ngetokaké apa? Kanggo apa? 17. Aranana klandjer-klandjer kang wis kosinaoe, iloené ngloeloehaké pangan sing endi! 18. Ing ngendi panggonané klandjer-klandjer maoe? 19. Tjritakna tjekak-aos: pangan wiwit diemplok nganti poengkasan (ngélingana iloe-iloe kang ngloeloehaké pangan, ing ngendi loeloehé l.s.p.).
|'''Ambekan.'''<br>
1. Apa tegesé bekan? 2. {{ilegible}} koe kanggo apa? 3. Apa kang mratakaké {{ilegible}} pirang %? 5. Panasing awaké wong sing koewarasan) ana pirang graad? 6. Kaprijé teka awak ndoewèni panas? 7. Apa „awoening” bong-bongan ing awak? 8. „Awoe” maoe ilangé katoet apa? 9. Ngetokaké napas (ngempos) katoetan banjoe. Apa kowé bisa njatakaké? 10. Panasing awak ana sing malih dadi apa?
}}<noinclude></noinclude>
0370wct1f0yogrrw3rkc9vsgzrhrvlc
78724
78723
2026-05-19T09:13:38Z
Menyusurisudutnegeri
1514
78724
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||34}}</noinclude>{{Ordered list|type=I|start=5
|'''Daging.'''<br>
1. Daging lan baloeng paḍa déné piranti kanggo ngobahaké. Apa bédané? 2. Bisa nganakaké obah ikoe saka apa? 3. Apa tegesé daging pasangan, apa tegesé daging lamban? 4. Tjritakna, kaprijé: makartiné daging pasangan? (nganggo toelaḍa). 5. Ngaranana toelaḍané daging warna loro ikoe! 6. Daging oega kena kapérang manèh dadi rong golongan. Kaprije terangé? Ngaranana toelaḍané! 7. Apa karepé olah-raga? 8. Anggoné ngolah sarana apa? 9. Pangolahé koedoe laras. Apa tegesé ikoe?
|'''Piranti-piranti ing djero.'''<br>
1. Ing gemboeng ana djegoḍahan loro. Aranana! 2. Apa sing minangka let-leté? 3. Kaprijé wangoené let-let ikoe? Lan satemené bangsa apa? Dadi bisa apa? 4. Apa kang tinemoe ing djegoḍahan-ḍaḍa? 5. Apa sing tinemoe ing djegoḍahan weteng ? 6. Piranti-piranti ing djero ikoe endi sing kena ko-toedingi ing awakmoe, toedingana prenahé!
|'''Pangedjoeré pangan.'''<br>
1. Kadjaba banjoe, pangan ikoe kang preloe ana teloe. Aranana !2. Ngaranana pangan kang akèh pérangané djasad teloe ikoe! 3. Pitamine ikoe apa ? 4. Sing akèh-akèh pangan ikoe kari sațițik Pitamine-né. Apa sababé? 5. Pangan sing endi kang isih akèh Pitamine-né? 6. Apa kang mratakaké sarining pangan? 7. Pangan ikoe bisané dadi sari koedoe dikapakaké? 8. Sarana pitoeloengané apa? 8. Apa goenané oentoe? 9. Oentoe-nom ikoe apa? 10. Lah oentoe-tetep? 11. Apa bédané? 12. Apa pérangané oentoe? 13. Lapisané ana warna pira? 14. Ing djero oentoe ikoe bolong. Bolongan iki panggonan apa? 15. Kaprijé anggoné mérang-mérang oentoe lan bam? 16. Klandjer ngetokaké apa? Kanggo apa? 17. Aranana klandjer-klandjer kang wis kosinaoe, iloené ngloeloehaké pangan sing endi! 18. Ing ngendi panggonané klandjer-klandjer maoe? 19. Tjritakna tjekak-aos: pangan wiwit diemplok nganti poengkasan (ngélingana iloe-iloe kang ngloeloehaké pangan, ing ngendi loeloehé l.s.p.).
|'''Ambekan.'''<br>
1. Apa tegesé bekan? 2. {{illegible}} koe kanggo apa? 3. Apa kang mratakaké {{illegible}} pirang %? 5. Panasing awaké wong sing koewarasan) ana pirang graad? 6. Kaprijé teka awak ndoewèni panas? 7. Apa „awoening” bong-bongan ing awak? 8. „Awoe” maoe ilangé katoet apa? 9. Ngetokaké napas (ngempos) katoetan banjoe. Apa kowé bisa njatakaké? 10. Panasing awak ana sing malih dadi apa?
}}<noinclude></noinclude>
92mxyw43pjq4m4kulta7h59jeticxkw
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/41
250
24993
78726
2026-05-19T09:22:45Z
Srijembarrahayu
882
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "dnuh kahanaoe gelar kang sara domadi rao taiko ana꧉ né kahanan knbeh sarta anoii kahananing Keo A7e k kang sedjatiné kang dumunung ana kabanan Nk jaiko kang bandyur kasinongan ing dyedjerng Kedjteu telung prakara saka ANahe Nalkaae lan KAHAwne kang sosTr)) MGRRA lan Ni5=ss mao taikn domunong aneng ing dalem urpe kica kita pribad. Ija unré manoogsa dya. Gadt Ijaiko molané anané okT Na purbaning Gacing 5e— dyaten mao anpoti telung prakara mula bandjor k...
78726
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>dnuh kahanaoe gelar kang sara domadi rao taiko ana꧉
né kahanan knbeh sarta anoii kahananing Keo A7e k kang
sedjatiné kang dumunung ana kabanan Nk jaiko kang
bandyur kasinongan ing dyedjerng Kedjteu telung prakara
saka ANahe Nalkaae lan KAHAwne kang sosTr))
MGRRA lan Ni5=ss mao taikn domunong aneng ing
dalem urpe kica kita pribad. Ija unré manoogsa dya.
Gadt Ijaiko molané anané okT Na purbaning Gacing 5e—
dyaten mao anpoti telung prakara mula bandjor kassbur
PRANG KaG MMaea Morea Na PrANG KaNG
24꧖a Morꦨea Waseea. Na SraN KaNG AMa6꧉
MoReA wssa.
Gadt celung prakara iko tjetbané SoReaNe kang aot.
pot. Terange iré ing ngsor 1k..
PURea k kedjatening sokTT. MGTA lawan Wisesa.
(jaiko PorGAke awaNé HIwGsow. dadiné mahanan.
ing KAGaNah KeoaTr. domonong
ig GRU K7a
PKTPAOK Na ingsun sedjat dyjatining
unggal awt déné
wsesanig sagong SGoI prsmat.
ꦲꦺꦧ Kh K9
Suaaddhahaddagaa sre
SAease PaNGANorka saG PvaNG NasaoH꧉
TNANGwONMGe PaoRIG
KA꧑GUꦨ꧉
N=wiGyanganng srasa kang ws kasebot ig ogarep mao.
wsé ewedharaning tab Kedjatén karan kahanan. Nng
kadadené oripé manungsa sedjat mau amt saka h5
AGAAe kan KAHaaNe KEONarN Naik 3a-
tining rRlaorr kang sosrT Morra Wrs=sa mao
kaog maogka djeoyere nui mabanani ing kaTaoga5
1a ANANe NaekAne lan KGAMaN sedjat kang
dumonong ing dalem arpé kita prbadh iki kang ssdjaz).
Lab Naiko wsrdiné soaning sAakk TUGM dad
dyjambuhing arane kawa Gosr = GosTr. kama
amarga déné sedjatiné djsdjerng kedyjatéo kang tetungga|
Klawan kabanan modjodaké djsdjering KIwGsGW kang
retonggal klaran ingsun sedjat.
13<noinclude></noinclude>
lg38apajcsommger22qg7pvaseoutd9
78730
78726
2026-05-19T09:49:21Z
Srijembarrahayu
882
/* Titiwaca */
78730
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>{{ordered list|start=4
| Anuli kahanané gelaré kang sarwa dumadi mau, jaiku anané kahanan kabéh, sarta anuli kahaning KEDJATEN kang sedjatiné kang dumunung ana kahanan iki, jaiku kang bandjur kasinungan ing djedjering kedjatén telung prakara saka ANANE WAHANANE lan KAHANANE kang SUKTJI MULYA lan WISESA mau, jaiku dumunung anéng (ing dalem) uripé kita kita pribadi, ija uripé manungsa djati.
|DAdi ijaiku mulané anané DAT ija purbaning Dat-ing Kedjatén mau aniputi telung prakara, mula bandjur kasebut HYANG KANG AMAHA MURBA, ija HYANG KANG AMAHA MURBA WASESA, ija HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA.
|Dadi telung prakara iku tjethané: PURBANE kang aniputi. Terangé liré ing ngisor iki. <br> PURBA iku kedjaténing SUKTJI MULYA lawan WISESA. Ijaiku PURBANE ANANE HINGSUN; dadiné mahanani ing KAHANAN SEDJATI, dumunung ing URIP KITA PRIBADI, ija Ingsun sedjati, djatininh Tunggal awit déné wisésaning sagung BUDHI {{sp|premati}}}}
{{rule|6em}}
{{border|position=center|maxwidth=30%|align=center|Turutan wewarah kaping 11}}
{{c|BABARE PANGANDIKANE SANG HYANG NARADHA <br>WIDJANG-WIDJANGE PAMORING <br>KAWULA GUSTI.}}
# Wewidjaning surasa kang wus kasebut ing ngarep mau, wosé wewedharaning bab Kedjatén klawan kahanan, ing kadadéné uripé manungsa sedjati mau awit saka ANANE WAHANANE lan KAHANANE KEDJATEN, ijaiku djatining TRIMURTI kang SUKTJI MULYA WISESA mau kang mangka djedjeré nuli mahanani ing KADADEJANE, ija ANANE WAHANANE lan KAHANANE sedjati, kang dumunung ing dalem uripé kita pribadi iki (kang sedjati).
# Lah ijaiku werdiné ananing KAHANAN TUNGGAL, dadi djumbuhing arané Kawula GUSTI = GUSTI kawula ; amarga déné sedjatiné djedjering Kedjatén kang tetunggal klawan kahanan, mudjuadké djedjering HINGSUN, kang tetunggal klawan ingsun sedjati.<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude>
eypuh71yy8ogeikf04w0d7s25uzvp0t
78732
78730
2026-05-19T09:49:59Z
Srijembarrahayu
882
78732
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>{{ordered list|start=4
| Anuli kahanané gelaré kang sarwa dumadi mau, jaiku anané kahanan kabéh, sarta anuli kahaning KEDJATEN kang sedjatiné kang dumunung ana kahanan iki, jaiku kang bandjur kasinungan ing djedjering kedjatén telung prakara saka ANANE WAHANANE lan KAHANANE kang SUKTJI MULYA lan WISESA mau, jaiku dumunung anéng (ing dalem) uripé kita kita pribadi, ija uripé manungsa djati.
|DAdi ijaiku mulané anané DAT ija purbaning Dat-ing Kedjatén mau aniputi telung prakara, mula bandjur kasebut HYANG KANG AMAHA MURBA, ija HYANG KANG AMAHA MURBA WASESA, ija HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA.
|Dadi telung prakara iku tjethané: PURBANE kang aniputi. Terangé liré ing ngisor iki. <br> PURBA iku kedjaténing SUKTJI MULYA lawan WISESA. Ijaiku PURBANE ANANE HINGSUN; dadiné mahanani ing KAHANAN SEDJATI, dumunung ing URIP KITA PRIBADI, ija Ingsun sedjati, djatininh Tunggal awit déné wisésaning sagung BUDHI {{sp|premati}}}}
{{rule|6em}}
{{border|position=center|maxwidth=60%|align=center|Turutan wewarah kaping 11}}
{{c|BABARE PANGANDIKANE SANG HYANG NARADHA <br>WIDJANG-WIDJANGE PAMORING <br>KAWULA GUSTI.}}
# Wewidjaning surasa kang wus kasebut ing ngarep mau, wosé wewedharaning bab Kedjatén klawan kahanan, ing kadadéné uripé manungsa sedjati mau awit saka ANANE WAHANANE lan KAHANANE KEDJATEN, ijaiku djatining TRIMURTI kang SUKTJI MULYA WISESA mau kang mangka djedjeré nuli mahanani ing KADADEJANE, ija ANANE WAHANANE lan KAHANANE sedjati, kang dumunung ing dalem uripé kita pribadi iki (kang sedjati).
# Lah ijaiku werdiné ananing KAHANAN TUNGGAL, dadi djumbuhing arané Kawula GUSTI = GUSTI kawula ; amarga déné sedjatiné djedjering Kedjatén kang tetunggal klawan kahanan, mudjuadké djedjering HINGSUN, kang tetunggal klawan ingsun sedjati.<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude>
5io6z2gnk806cl2up2zoxzuxwgjghca
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/38
250
24994
78731
2026-05-19T09:49:34Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "The 35 (e) Panginten-kula Kt. Pin. punika wedal- ipun ngrumijini, ladjeng dipun-montjèraken dé ning pangarangipun Wt. Pin. mawi kaéwahan lan kawewahan miturut sakad jengipun pijambak, ka- dos ta : = = (1) Kt.Fin. "kali agung" (pada 8) lè pèn ageng, ing Wt. Pin. ewah dados "kali Tanggung ranirèki" pada 5) lè pèn anama Tanggung. (2) Kt. Pin. "nétra nem ngèsti radja" (pa- da 11) taun Djawi 1862, ing Wt.Pin. éwah dados "nétra nenem naréndra nitih èsti" (p...
78731
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>The
35
(e) Panginten-kula Kt. Pin. punika wedal-
ipun ngrumijini, ladjeng dipun-montjèraken dé
ning pangarangipun Wt. Pin. mawi kaéwahan lan
kawewahan miturut sakad jengipun pijambak, ka-
dos ta :
=
=
(1) Kt.Fin. "kali agung" (pada 8) lè pèn
ageng, ing Wt. Pin. ewah dados "kali Tanggung
ranirèki" pada 5) lè pèn anama Tanggung.
(2) Kt. Pin. "nétra nem ngèsti radja" (pa-
da 11) taun Djawi 1862, ing Wt.Pin. éwah
dados "nétra nenem naréndra nitih èsti" (pa-
da 16).
=
taun.......(?).
sar-
(3) Kt. Pin. njarijosaken datengipun
djana Ustenrik punika kala djamanipun P.B.IX.
& M.N.IV. & Ranggawarsitan, kala taun Djawi
"bendiing gusti ngèsti nata" (pada 3) = taun
(?); sardjana wau ametja pandje blugi pun
re di Mrapi ing taun Djawi "slira tjatur ngès-
ti ratu" (pada 3) = taun 1846; ananging mana-
wi miturut wirajat Djawi pandje blugipun
ing
taun Djawi "nétra nem ngesti radja" (pada 3)
= taun 1862, pinud ju krama-dalem P.3.X daup
putri Nga jogja. Déné ing it.Pin. katjari jo sa-
ken bilih datengipun sardjana Ustenrik punika
ing taun Djawi "èsti tjatur sabdanirèng nar-
pati" (pada 9) = taun 1748, pandje blugipun re-
di Mrapi ing taun Djawi "èsti tjatur asta na-
ta" (pada 9) = taun 1848, manawi miturut Wi-
rajat Djawi ing taun Djawi "netra nenem
réndra ni tih èsti" (pada 16) = taun.......(?),
ugi wekdal krama-dalem P.B.. daup putri Nga-
jogja. Tjén tangan; Kala taun Djawi
1748 punika dèrèng djaman P.B. IX & M.N.IV &
Ranggawarsitan, inggih punika djaman P.B. V &
M.N. II & Jasadipuran I-II.
na-
(4) Taun Ebé (Bé) ingkang kasebut ing Kt.
Pin. pada 11 punika sampun terang lepat panu-
runipun, le resipun Edjé (Djé). Déné tembung
"kilèn pradja" (Kt.Pin pada 8, Wt. Pin pada 13)
punika bokmanawi rumijin mungel "kilen Praga".
Wsana njumanggakaken.<noinclude></noinclude>
sqi855hikwhcdm2r8ko375p7dmotdiq
78737
78731
2026-05-19T09:55:44Z
Menyusurisudutnegeri
1514
78737
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 36 —}}</noinclude>(e) Panginten-kula <u>Kt. Pin.</u> punika wedalipun ngrumijini, ladjeng dipun-montjèraken déning pangarangipun <u>Wt. Pin.</u> mawi kaéwahan lan kawewahan miturut sakadjengipun pijambak, kados ta :
(1) <u>Kt.Pin.</u> "kali agung" (pada 8) = lèpèn ageng, ing <u>Wt. Pin.</u> ewah dados "kali Tanggung ranirèki" (pada 5) = lèpèn anama Tanggung.
(2) <u>Kt. Pin.</u> "nétra nem ngèsti radja" (pa-
da 11) taun Djawi 1862, ing <u>Wt. Pin.</u> éwah
dados "nétra nenem naréndra nitih èsti" (pa-
da 16).
=
taun.......(?).
sar-
(3) Kt. Pin. njarijosaken datengipun
djana Ustenrik punika kala djamanipun P.B.IX.
& M.N.IV. & Ranggawarsitan, kala taun Djawi
"bendiing gusti ngèsti nata" (pada 3) = taun
(?); sardjana wau ametja pandje blugi pun
re di Mrapi ing taun Djawi "slira tjatur ngès-
ti ratu" (pada 3) = taun 1846; ananging mana-
wi miturut wirajat Djawi pandje blugipun
ing
taun Djawi "nétra nem ngesti radja" (pada 3)
= taun 1862, pinud ju krama-dalem P.3.X daup
putri Nga jogja. Déné ing it.Pin. katjari jo sa-
ken bilih datengipun sardjana Ustenrik punika
ing taun Djawi "èsti tjatur sabdanirèng nar-
pati" (pada 9) = taun 1748, pandje blugipun re-
di Mrapi ing taun Djawi "èsti tjatur asta na-
ta" (pada 9) = taun 1848, manawi miturut Wi-
rajat Djawi ing taun Djawi "netra nenem
réndra ni tih èsti" (pada 16) = taun.......(?),
ugi wekdal krama-dalem P.B.. daup putri Nga-
jogja. Tjén tangan; Kala taun Djawi
1748 punika dèrèng djaman P.B. IX & M.N.IV &
Ranggawarsitan, inggih punika djaman P.B. V &
M.N. II & Jasadipuran I-II.
na-
(4) Taun Ebé (Bé) ingkang kasebut ing Kt.
Pin. pada 11 punika sampun terang lepat panu-
runipun, le resipun Edjé (Djé). Déné tembung
"kilèn pradja" (Kt.Pin pada 8, Wt. Pin pada 13)
punika bokmanawi rumijin mungel "kilen Praga".
Wsana njumanggakaken.<noinclude></noinclude>
fc5r81qmmqfxpvmnhh7o62c30pbzpeo
78744
78737
2026-05-19T10:06:06Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78744
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 36 —}}</noinclude>(e) Panginten-kula <u>Kt. Pin.</u> punika wedalipun ngrumijini, ladjeng dipun-montjèraken déning pangarangipun <u>Wt. Pin.</u> mawi kaéwahan lan kawewahan miturut sakadjengipun pijambak, kados ta :
(1) <u>Kt.Pin.</u> "kali agung" (pada 8) = lèpèn ageng, ing <u>Wt. Pin.</u> ewah dados "kali Tanggung ranirèki" (pada 5) = lèpèn anama Tanggung.
(2) <u>Kt. Pin.</u> "nétra nem ngèsti radja" (pada 11) = taun Djawi 1862, ing <u>Wt. Pin.</u> éwah dados "nétra nenem naréndra nitih ès<u>t</u>i" (pada 16). = taun {{...|7}}(?).
(3) <u>Kt. Pin.</u> njarijosaken datengipun sardjana Ustenrik punika kala djamanipun P.B.IX. & M.N.IV. & Ranggawarsitan, kala taun Djawi "bendiing gusti ngès<u>t</u>i nata" (pada 3) = taun {{...|7}}(?); sardjana wau ametja pandjeblugipun redi Mrapi ing taun Djawi "slira tjatur ngès<u>t</u>i ratu" (pada 3) = taun 1846; ananging manawi miturut wirajat Djawi pandjeblugipun ing taun Djawi "nétra nem nges<u>t</u>i radja" (pada 3) = taun 1862, pinudju krama-dalem P.B.X <u>d</u>aup putri Ngajogja. Déné ing <u>Wit.Pin.</u> katjarijosaken bilih datengipun sardjana Ustenrik punika ing taun Djawi "ès<u>t</u>i tjatur sabdanirèng narpati" (pada 9) = taun 1748, pandjeblugipun redi Mrapi ing taun Djawi "ès<u>t</u>i tjatur asta nata" (pada 9) = taun 1848, manawi miturut Wirajat Djawi ing taun Djawi "netra nenem réndra nitih ès<u>t</u>i" (pada 16) = taun {{...|7}}(?), ugi wekdal krama-dalem P.B.X. daup putri Ngajogja. {{sp|Tjéntangan:}} Kala taun Djawi 1748 punika dèrèng djaman P.B. IX & M.N.IV & Ranggawarsitan, inggih punika djaman P.B. V & M.N. II & Jasadipuran I-II.
(4) Taun Ebé (Bé) ingkang kasebut ing <u>Kt. Pin.</u> pada 11 punika sampun terang lepat panurunipun, le resipun Edjé (Djé). Déné tembung "kilèn pradja" (<u>Kt.Pin</u> pada 8, <u>Wt. Pin</u> pada 13) punika bokmanawi rumijin mungel "kilen Praga".
Wusana njumanggakaken.<noinclude></noinclude>
snlbrx842stsyaak5pu4s14zpfe8tj8
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/43
250
24995
78743
2026-05-19T10:02:34Z
Srijembarrahayu
882
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "{{ordered list|start=12 | Sabandjuré KANTHA iku tegesé"
78743
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>{{ordered list|start=12
| Sabandjuré KANTHA iku tegesé<noinclude></noinclude>
9wbajyd0dlxwzzhxlafqyo7mb4ol41d
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/37
250
24996
78745
2026-05-19T10:06:22Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "35- kaetjap ing pundi, taun pinten ngetjapipun. Serat wari kalih punika wau kula-ka- tu taken wonten ing serat "Djangka Ranggawar- sitan" amargi wonten ing serat2 ngriku ugi ka- sebu taken makaten. Ananging sinten kemawon sa- ged mastani bilih serat2 wau sanès jasanipun swargi Ranggawarsitan. Kirang langkungipun wi- tjalan wanda sekar, ingkang kula-sukani tanda tuwin ( ), saged dipun-awadaken bokmanawi saking lepatipun ingkang nurun, ananging mitu- ru...
78745
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>35-
kaetjap ing pundi, taun pinten ngetjapipun.
Serat wari kalih punika wau kula-ka-
tu taken wonten ing serat "Djangka Ranggawar-
sitan" amargi wonten ing serat2 ngriku ugi ka-
sebu taken makaten. Ananging sinten kemawon sa-
ged mastani bilih serat2 wau sanès jasanipun
swargi Ranggawarsitan. Kirang langkungipun wi-
tjalan wanda sekar, ingkang kula-sukani tanda
tuwin ( ), saged dipun-awadaken bokmanawi
saking lepatipun ingkang nurun, ananging mitu-
rut pangen jam-kula wonten titikanipun makaten:
(a) Pangarangipun dèrèng kulina ngarang
katjihna wadag wadèhing damelanipun.
"
"
(b). Pangarangipun boten katah kawruhipun
katjihna anggenipun mastani tijang Ustenrik :
"Landi", tuwin gadah panginten bilih ing Tjla-
tjap utawi Tlatjap (Kt.Fin. pada 9, Wt.Pin. pa-
da 8) wonten redinipun latu. Bokmanawi
kang dipun-kad jengaken punika redi Krakatau.
ing-
(c) Pun pangarang kirang mangre tos kraton
Sala, katjihna anggenipun nje but lan ngrumpaka
imbal-sabdanipun S.D.I.S. Kangd jeng Susuhunan,
K.G.P. A. Mangkunagara, tuwin R.Ng. Rangga-
warsita: boten kan tenan.
(d) Pun pangarang gesang salebe tipun abad
20 Masèhi, katjihna ing Kt.Pin. wonten tembung-
ipun: premisi, modèl, gupremèn (pada 2-6-10) ;
ing wt.Pin. wonten tembungipun: premisi, penja-
kit, propesor, guprenur (pada 3-14-16-27).
Miturut kaènge tan-kula, sumi jaripun "djang-
ka" punika wau anjarengi sumi jaripun pawartos
bilih S.D.I.S. Kangd jeng Susuhunan P.B.X. bade
daup akalijan putri-dalem S.D.I.S. Kangd jeng
Sultan H.B.VII. Pun pangarang ngenta-enta sin-
ten ingkang badé djumeneng P.B.XI béndjing, tu-
win ngenta-enta lalampahan manawi pikraman wau
saèstu kalampahan, ingkang sadjakipun pun pa-
ngarang boten njuwawèni. Déne daup-dalem P.B.X.
akalijan putri-dalem H.B. VII. ingkang lad jeng
kad jumenengaken G.K.R. Emas punika saestu kalak
sanan nalika 17 Besar Djimawal 1845 (29-10-115)<noinclude></noinclude>
k2pvlqz16jhei7i918oumh2qa9t0hz1
78746
78745
2026-05-19T10:14:37Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78746
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 35 —}}</noinclude>kaetjap ing pundi, taun pinten ngetjapipun.
Serat wari kalih punika wau kula-katutaken wonten ing serat "Djangka Ranggawarsitan" amargi wonten ing serat2 ngriku ugi kasebu taken makaten. Ananging sinten kemawon saged mastani bilih serat2 wau sanès jasanipun swargi Ranggawarsitan. Kirang langkungipun witjalan wanda sekar, ingkang kula-sukani tan<u>d</u>a <u> </u>tuwin ( ), saged dipun-wadaken bokmanawi saking lepatipun ingkang nurun, ananging miturut pangenjam-kula wonten titikanipun makaten:
(a) Pangarangipun dèrèng kulina ngarang , katjihna wadag wa<u>d</u>èhing damelanipun.
(b). Pangarangipun boten katah kawruhipun , katjihna anggenipun mastani tijang Ustenrik : "Lendi", tuwin ga<u>d</u>ah panginten bilih ing Tjlatjap utawi Tlatjap (<u>Kt.Pin.</u> pada 9, <u>Wt.Pin.</u> pada 8) wonten redinipun latu. Bokmanawi ingkang dipun-kadjengaken punika redi Krakatau.
(c) Pun pangarang kirang mangretos kraton Sala, katjihna anggènipun njebut lan ngrumpaka imbal-sabdanipun S.D.I.S. Kangd jeng Susuhunan, K.G.P.G. A. Mangkunagara, tuwin R.Ng. Ranggawarsita: boten kantenan.
(d) Pun pangarang gesang salebe tipun abad 20 Masèhi, katjihna ing <u>Kt.Pin.</u> wonten tembungipun: premisi, mo<u>d</u>èl, gupremèn (pada 2-6-10) ; ing <u>wt.Pin</u>. wonten tembungipun: premisi, penjakit, propesor, guprenur (pada 3-14-16-27).
Miturut kaèngetan-kula, sumijaripun "djangka" punika wau anjarengi sumijaripun pawartos bilih S.D.I.S. Kangd jeng Susuhunan P.B.X. ba<u>d</u>é <u>d</u>aup akalijan putri-dalem S.D.I.S. Kangdjeng Sultan H.B.VII. Pun pangarang ngen<u>t</u>a-en<u>t</u>a sinten ingkang badé djumeneng P.B.XI béndjing, tuwin ngen<u>t</u>a-en<u>t</u>a lalampahan manawi pikraman wau saèstu kalampahan, ingkang sadjakipun pun pangarang boten njuwawèni. Déne <u>d</u>aup-dalem P.B.X. akalijan putri-dalem H.B. VII. ingkang ladjeng kadjumenengaken G.K.R. Emas punika saestu kalaksanan nalika 17 Besar Djimawal 1845 (29-10-'15)<noinclude></noinclude>
mt0otjv4nzr8cc30tbgl3mp73ouppqi
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/33
250
24997
78747
2026-05-19T10:15:20Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "31- - kondur (nDjeng) Mangkunagara Radèn Ranggawarsita ndèrèk tut pung- mring dalem Mangkunagaran and judjug ing udjung puri 11. Nutugna wirajatira lawan Ranggawarsita Dyan Ngabèhi prije dadiné ing mbe suk matur Ranggawarsita apan sampun pinasti karsèng Hjang risakipun Surakarta karaton mbendjing angalih 12. Katjrita wétan bangawan kur Agung pan ing wana Ketangga dunung-nèki mangsuli wirajat wau bade petjah kang arga apan tirta amili tjampur lan endut...
78747
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>31-
-
kondur (nDjeng) Mangkunagara
Radèn Ranggawarsita ndèrèk tut pung-
mring dalem Mangkunagaran
and judjug ing udjung puri
11. Nutugna wirajatira
lawan Ranggawarsita Dyan Ngabèhi
prije dadiné ing mbe suk
matur Ranggawarsita
apan sampun pinasti karsèng Hjang
risakipun Surakarta
karaton mbendjing angalih
12. Katjrita wétan bangawan
kur
Agung
pan ing wana Ketangga dunung-nèki
mangsuli wirajat wau
bade petjah kang arga
apan tirta amili tjampur lan endut
Jogja karatone ilang
tuwin Kedu risak sami
13. Rawa Pening ing mBahrawa
mubal geni katah djalma ngemasi
kilèn pradja ugi katut
katah djalma pralaja
nanging djaman punika mbendjing pa-
Sri Narendra ping sadasa
ingkang ngrenggani pradja di
14. Jèn wirajat saking Djawa
nud ju
dupi wonten penjakit (nga) nèh-anèhi
lamine tri wulan iku
wrata satanah Djawa
pra kawula katah susah manahipun
kataman duhki taning tyas
bareng lan mangsa patjeklik.
0
15. Tuwin pandjenengan Nata
ping sadasa krama putri linuwih
ngupaja ladjering wahju<noinclude></noinclude>
6r6e4rnmc91kfzdvvyhj0dwppj58gid
78748
78747
2026-05-19T10:26:11Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78748
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 31 —}}</noinclude><poem>
kondur (nDjeng) Mangkunagara
Radèn Ranggawarsita ndèrèk tut pungkur
mring dalem Mangkunagaran
andjudjug ing udjung puri
</poem>
{{Ordered list|start=11
|<poem>Nutugna wirajatira
lawan Ranggawarsita Dyan Ngabèhi
prije dadiné ing mbe suk
matur Ranggawarsita
apan sampun pinasti karsèng Hjang Agung
risakipun Surakarta
karaton mbendjing angalih</poem>
|<poem>Katjrita wétan bangawan
pan ing wana Ketangga dunung-nèki
mangsuli wirajat wau
ba<u>d</u>e petjah kang arga
apan tirta amili tjampur lan en<u>d</u>ut
Jogja karatone ilang
tuwin Ke<u>d</u>u risak sami</poem>
|<poem>Rawa Pening ing mBahrawa
mubal geni ka<u>t</u>ah djalma ngemasi
kilèn pradja ugi katut
ka<u>t</u>ah djalma pralaja
nanging djaman punika mbendjing panudju
Sri Narendra ping sadasa
ingkang ngrenggani pradja di</poem>
|<poem>Jèn wirajat saking Djawa
dupi wonten penjakit (nga)nèh-anèhi
lamine tri wulan iku
wrata satanah Djawa
pra kawula ka<u>t</u>ah susah manahipun
kataman duhki taning tyas
bareng lan mangsa patjeklik.</poem>
|<poem>Tuwin pandjenengan Nata
ping sadasa krama putri linuwih
ngupaja ladjering wahju</poem>
}}<noinclude></noinclude>
e283m2l50mq4mhm16yqyleo7y112k7g
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/12
250
24998
78749
2026-05-19T10:26:39Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca barès
78749
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><noinclude></noinclude>
i2trfsrykxod5puu4367ujs2t4be8v0
78750
78749
2026-05-19T10:26:52Z
Menyusurisudutnegeri
1514
78750
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>10
nika wau sairib kalijan lampahing tjarijos
tontonan kala djaman alitan-kula, ingkang
nama tontonan Ketèk Oglèng. Bédanipun: Ing
tontonan Ke tèk Oglèng, ingkang dipun-kintun
punika Radèn Putra, ingkang ngintun
Endang Lara Tompé. Wonten ing wargi pun En-
dang dipun-bégal déning Ketèk Oglèng, sala-
ajengipun pun ketèk kapradjaja déning Radèn
Putra.
Wasana njumanggakaken.
anama<noinclude></noinclude>
5iczkxg8mabmn7ls4qr7nznq5a1xm3p
78752
78750
2026-05-19T10:29:08Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78752
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 10 —}}</noinclude>nika wau sairib kalijan lampahing tjarijos tontonan kala djaman alitan-kula, ingkang nama tontonan Ke<u>t</u>èk Oglèng. Bédanipun: Ing tontonan Ke<u>t</u>èk Oglèng, ingkang dipun-kintun punika Radèn Putra, ingkang ngintun En<u>d</u>ang Lara Tompé. Wonten ing wargi pun En<u>d</u>ang dipun-bégal déning Ke<u>t</u>èk Oglèng, saladjengipun pun ke<u>t</u>èk kapradjaja déning Radèn Putra.
Wasana njumanggakaken.
{{c|-------}}<noinclude></noinclude>
9r0ogvl424nwgoluquovgsl2nbgexjt
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/11
250
24999
78751
2026-05-19T10:27:05Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "9 ngriky. Le djang ketungle Radèn Futra (Pandji Ino Kartapati) kanti punakawanipun, Ki Djo- dehsanta, rawuh ing ngriku, nitih kuda. Kèn Limaran katantun bade kapundut gerwa: purun. Wusana Djaka Lodeng djleg dateng. Radèn Putra trangginas bade ngajati djem paring, Djaka Iodang ladjeng prasadja, jèn pijambakipun punika dutaning Déwa,kinèn mang gihaken Kèn Limaran kalijan Radèn Putra. Sam- pun pinasti djodo, bendjing saged nurunaken ratu salebe tipun pit...
78751
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>9
ngriky. Le djang ketungle Radèn Futra (Pandji
Ino Kartapati) kanti punakawanipun, Ki Djo-
dehsanta, rawuh ing ngriku, nitih kuda. Kèn
Limaran katantun bade kapundut gerwa: purun.
Wusana Djaka Lodeng djleg dateng.
Radèn Putra trangginas bade ngajati djem
paring, Djaka Iodang ladjeng prasadja, jèn
pijambakipun punika dutaning Déwa,kinèn mang
gihaken Kèn Limaran kalijan Radèn Putra. Sam-
pun pinasti djodo, bendjing saged nurunaken
ratu salebe tipun pitung djaman. Djaka Lodang
ladjeng medaralen "djangka" salebetipun
pitung djaman punika.
Pungkasanipun serat punika wau
Fu tu tgelut) ungelipun makaten :
Praptèng kono djangkané wus titi
pama gantjaring vajang
tjar angane kang dinapur
nèng djroning rat Djawa
tekèng djaman wekasan
trahira tumaruntun
(sekar
Punika ngevrat sandi-asmaning pangrip-
tanipun, manggèn wonten ing pungkasaning ga
ris, mungel: "Tijang Purwasan tun" (= Purwa-
sari, Surakarta); inggih punika K.R.T. Tan-
danagara Bupati Najaka, pangiketipun nalika
taksih asma R.I.Suradipura Bupati Anom.
Pandjenenganipun punika rumijin asma-
nipun M.Ng. Reksadipradja inggih Ki Djagawi-
gats.
Serat wau nalika kaetjap lan kawedala-
ken déning pange tjapan Mardi Mulja ing Nga-
jogjakarta (+ taun 1922) kanamakaken, serat
"Djaka Lodang". Sareng kawedalaken déning
Toko Buku "Sadu Budi" sarta kaetjap ing pa-
nge tjapan "Marsch" Surakarta, (taun 1940)
kanamakaken serat "Djangka Ketek Oglèng"
Pantjèn lampahing tjarijos ing serat pu-<noinclude></noinclude>
ibnost4yg2bu9gojduveprp101ilyid
78754
78751
2026-05-19T10:37:11Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78754
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 9 —}}</noinclude>ngriku. ledjang ketungka Radèn Futra (Pandji Ino Kartapati) kan<u>t</u>i punakawanipun, Ki Djo<u>d</u>ehsanta, rawuh ing ngriku, nitih kuda. Kèn Limaran katantun ba<u>d</u>e kapundut gerwa: purun. Wusana Djaka Lodeng djleg <u>d</u>ateng.
Radèn Putra trangginas ba<u>d</u>e ngajati djemparing, Djaka Lo<u>d</u>ang ladjeng prasadja, jèn pijambakipun punika dutaning Déwa,kinèn manggihaken Kèn Limaran kalijan Radèn Putra. Sampun pinas<u>t</u>i djodo, bendjing saged nurunaken ratu salebe tipun pitung djaman. Djaka Lo<u>d</u>ang ladjeng me<u>d</u>aralen "djangka" salebetipun pitung djaman punika.
Pungkasanipun serat punika wau (sekar Pu<u>t</u>u tgelut) ungelipun makaten :
<poem>
Praptèng kono djangkané wus titi
pama gantjaring wajang
tjarangane kang <u>d</u>inapur
nèng djroning rat Djawa
tekèng djaman wekasan
trahira tumaruntun
</poem>
Punika ngewrat sandi-asmaning pangriptanipun, manggèn wonten ing pungkasaning gris, mungel: "Tijang Purwasantun" (= Purwasari, Surakarta); inggih punika <u>K.R.T. Tandanagara</u> Bupati Najaka, pangiketipun nalika taksih asma <u>R.I.Suradipura</u> Bupati Anom.
Pandjenenganipun punika rumijin asmanipun <u>M.Ng. Reksadipradja</u> inggih <u>Ki Djagawigata.</u>
Serat wau nalika kaetjap lan kawedalaken déning pange tjapan Mardi Mulja ing Ngajogjakarta (± taun 1922) kanamakaken, serat "Djaka Lo<u>d</u>ang". Sareng kawedalaken déning Toko Buku "Sadu Budi" sarta kaetjap ing pange tjapan "Marsch" Surakarta, (taun 1940) kanamakaken serat "Djangka Ke<u>t</u>èk Oglèng".
Pantjèn lampahing tjarijos ing serat {{hws|pu|punika}}<noinclude></noinclude>
0ojhqkudbypm1i5eu46englfvwnrtnz
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/10
250
25000
78753
2026-05-19T10:29:22Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "- 6 jogja dèn-sabar darana ajwa kase sa-se sa grusa-grusu narung binuh ngrusakke tantjeping tekad Wewahan Wonten serat "Djaka Lodang" ingkang sa- nès hijasanipun Ki Pudjangga R.Ng. Rangga- warsita, isi sekar (1) Dandanggula, (2) Pangkur, (3) Maskumambang, (4) Kinanti, (5) Blabak, (6) Putjung, (7) Midjil, (8) Durma, (9) Asmaradana, (10) Gambuh, (11) Sinom, (12) Megatruh, (13) Pututgelut, sami nigang pada, gunggung 39 pada. Ing wiwitanipun pupuh Gambuh...
78753
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>- 6
jogja dèn-sabar darana
ajwa kase sa-se sa
grusa-grusu narung binuh
ngrusakke tantjeping tekad
Wewahan
Wonten serat "Djaka Lodang" ingkang sa-
nès hijasanipun Ki Pudjangga R.Ng. Rangga-
warsita, isi sekar (1) Dandanggula, (2)
Pangkur, (3) Maskumambang, (4) Kinanti, (5)
Blabak, (6) Putjung, (7) Midjil, (8) Durma,
(9) Asmaradana, (10) Gambuh, (11) Sinom, (12)
Megatruh, (13) Pututgelut, sami nigang pada,
gunggung 39 pada.
Ing wiwitanipun pupuh Gambuh inggih mu-
ngel "Djaka Lodang gumandul, praptaning pang
nge tengkrang sru muwus" Sami kados "Djaka
Lodang" hijasan Ranggawarsitan. Nanging ing-
gih namung 2 pada lingsa ing sekar Gambuh
punika kemawon ingkang sami kalijan "Djaka
Lodang Ranggawar sitan. Sanè s-sanè si pun bo-
ten wonten ingkang sami.
Déné isinipun serat wau ringkesipun ka-
dos ing ngandap punika :
Kèn Limaran ing dekah Dadapan njapu,na-
nging tansah pulih malih larahanipun.Ladjeng
ngutjapaken pasang-giri: sinten ingkang sa-
ged nulungi damel resik, jèn prija dado sa
dja tu-krama, jèn wanita dadosa sadèrèk si-
narawè di.
Djleg, wonten wanara nama Djaka Lodang:
dateng tanpa sangkan, saged ngleks anani pa-
sang-giri wau. Kèn Limaran lad jeng dados si-
mahipun Djaka Lodang. In wantji dalu, Djaka
Lodang meling dateng simahipun, supados en-
djingipun ngintun dateng sabin, pijambakipun
bale anggaru.
End jingipun, Kèn Limaran ngintun sajek-
tos, ananging Djaka Lodang boten wonten ing<noinclude></noinclude>
b6ooofd62v7dc3hpa83njujfeu7tc1i
78755
78753
2026-05-19T10:43:28Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78755
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 6 —}}</noinclude>{{Block center|jogja dèn-sabar darana<br>
ajwa kasesa-sesa<br>
grusa-grusu narung binuh<br>
ngrusakke tantjeping tekad
}}
{{sp|<u>Wewahan</u>}}
Wonten serat "Djaka Lo<u>d</u>ang" ingkang sanès hijasanipun Ki Pudjangga R.Ng. Ranggawarsita, isi sekar (1) <u>D</u>an<u>d</u>anggula, (2) Pangkur, (3) Maskumambang, (4) Kinan<u>t</u>i, (5) Blabak, (6) Putjung, (7) Midjil, (8) Durma, (9) Asmaradana, (10) Gambuh, (11) Sinom, (12) Megatruh, (13) Pu<u>t</u>utgelut, sami nigang pada, gunggung 39 pada.
Ing wiwitanipun pupuh Gambuh inggih mungel "Djaka Lo<u>d</u>ang gumandul, praptaning pangnge<u>t</u>engkrang sru muwus" Sami kados "Djaka Lo<u>d</u>ang" hijasan Ranggawarsitan. Nanging inggih namung 2 pada lingsa ing sekar Gambuh punika kemawon ingkang sami kalijan "Djaka Lo<u>d</u>ang Ranggawarsitan. Sanès-sanèsipun boten wonten ingkang sami.
Déné isinipun serat wau ringkesipun kados ing ngan<u>d</u>ap punika :
Kèn Limaran ing <u>d</u>ekah <u>D</u>a<u>d</u>apan njapu,nanging tansah pulih malih larahanipun.Ladjeng ngutjapaken pasang-giri: sinten ingkang saged nulungi damel resik, jèn prija dado sa djatu-krama, jèn wanita dadosa sa<u>d</u>èrèk sinarawèdi.
Djleg, wonten wanara nama Djaka Lo<u>d</u>ang: <u>d</u>ateng tanpa sangkan, saged ngleks anani pasang-giri wau. Kèn Limaran lad jeng dados simahipun Djaka Lo<u>d</u>ang. Ign wantji dalu, Djaka Lo<u>d</u>ang meling dateng simahipun, supados endjingipun ngintun <u>d</u>ateng sabin, pijambakipun ba<u>d</u>e anggaru.
End jingipun, Kèn Limaran ngintun sajektos, ananging Djaka Lo<u>d</u>ang boten wonten ing<noinclude></noinclude>
mshg439gx950dktwwcwsajb98b066x2
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/6
250
25001
78756
2026-05-19T10:43:43Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "f han: ngalembana kawitjaksananipun Ki Pudjang- ga Ranggawarsita, awit wontenipun ungel-unge- lan "beda2 ardané wong sanagara" (Kala-tida 2) tuwin ungel-ungelan "tyes riwut rawat da- huru, korup sinerung ing goroh" (Sabda Tama 4), punika dipun-tegesi gendranipun P. I. R. (Wangsanegara lan Hazairin) kala samanten, punapa-déné ngrebdanipun tindak korupsi pu- mika. Apa tumon? Kula trimah djembit, djer sanès bangsaning sardjana sudjana. di- Titi-mangsa in...
78756
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>f
han: ngalembana kawitjaksananipun Ki Pudjang-
ga Ranggawarsita, awit wontenipun ungel-unge-
lan "beda2 ardané wong sanagara" (Kala-tida
2) tuwin ungel-ungelan "tyes riwut rawat da-
huru, korup sinerung ing goroh" (Sabda Tama
4), punika dipun-tegesi gendranipun P. I. R.
(Wangsanegara lan Hazairin) kala samanten,
punapa-déné ngrebdanipun tindak korupsi pu-
mika. Apa tumon? Kula trimah djembit, djer
sanès bangsaning sardjana sudjana.
di-
Titi-mangsa ingkang kasebut ing "djangka"
punika nuwun inggih boten sadaja gampil
pun-tegesi. Kados ta tumrap ungel-ungelan
ing Djaka Lodang: "sirna tata èstining wong"
(1850), "nir sad èstining urip" (1860), "wi-
ku sapta ngèsti ratu" (1877) tuwin ungel-u-
ngelan ing Sabda Djati: "wiku mumudji ngès-
ti sawidji" (1877), "nembah mukswa pudjang-
ga dji" (1802) punika sadaja gampil dipunte-
gesi, awit punika sang ka lan
mrah Ananging ungel-ungelan ing Sabda
Tama: "taun windu kuning" punika tegesipun
ingkang boten gagap2 : kados pundi ?
li-
Ka-
Tumrap serat "djangka" ingkang nama
la-tida Piningit tuwin Weda-tama Piningit
atur-kula dateng para maos perlu kula-ambali
malih: sampun ngantos ang-
gega lan kuwatos
amargi :
2. Djangka wau sampun kliwat, té tela bo-
ten wonten punapa2.
kur-
b. Sanadjan radi Merapi kala2 badé
da, nanging Pamaréntah tansah andjagi landa-
mel ririgen saperlunipun.
c. Mirsanana tjéntangan-kula tumrap
"djangka" wau ing katja 34-35-36.
Ingkang ngimpun.
Karangbolo tan, akir Djuni 1957.<noinclude></noinclude>
b9w2w0n9y0ehp6i4lupsqw1yvmb6imu
78760
78756
2026-05-19T10:58:09Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78760
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 4 —}}</noinclude>{{hwe|han|papanggihan}}: ngalembana kawitjaksananipun Ki Pudjangga Ranggawarsita, awit wontenipun ungel-ungelan "beda2 ardané <u>wong sanagara</u>" (<u>Kala-tida 2</u>) tuwin ungel-ungelan "tyas riwut rawat dahuru, <u>korup si</u>nerung ing goroh" (<u>Sabda Tama 4</u>), punika dipun-tegesi gendranipun P. I. R. (<u>Wangsanegara</u> lan Hazairin) kala samanten, punapa-déné ngrebdanipun tindak <u>korupsi</u> pumika. Apa tumon? Kula trimah djembit, djer sanès bangsaning sardjana sudjana.\
Titi-mangsa ingkang kasebut ing "djangka" punika nuwun inggih boten sadaja gampil dipun-tegesi. Kados ta tumrap ungel-ungelan ing <u>Djaka Lodang</u>: "sirna tata èstining wong" (1850), "nir sad ès<u>t</u>ining urip" (1860), "wiku sapta ngès<u>t</u>i ratu" (1877) tuwin ungel-ungelan ing <u>Sabda Djati</u>: "wiku mumudji ngès<u>t</u>i sawidji" (1877), "nembah mukswa pudjangga dji" (1802) punika sadaja gampil dipuntegesi, awit punika {{sp|sangkalan limrah.}} Ananging ungel-ungelan ing <u>Sabda Tama</u>: "taun windu kuning" punika tegesipun ingkang boten gagap2 : kados pundi ?
Tumrap serat "djangka" ingkang nama <u>Kala-tida Piningit</u> tuwin <u>Weda-tama Piningit</u>, atur-kula <u>d</u>ateng para maos perlu kula-ambali malih: {{sp|sampun ngantos anggega lan kuwatos,}} amargi :
{{Ordered list|type=a
|Djangka wau sampun kliwat, tétela boten wonten punapa2.
| Sanadjan radi Merapi kala2 badé kurda, nanging Pamaréntah tansah andjagi landamel ririgen saperlunipun.
|Mirsanana tjéntangan-kula tumrap "djangka" wau ing katja 34-35-36.
}}
{{Right|<u>Ingkang ngimpun.</u>}}
Karangbolo tan, akir Djuni 1957.<noinclude></noinclude>
fucm6yjmjejl3r6jor0mkie6s7cp7lg
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/5
250
25002
78757
2026-05-19T10:43:52Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "-3- * PRAS. A BEN ANGGEN-KULA ngimpun lan ngedalaken serat "djangka punika, boten djalaran kula rumaos mangertos dateng suraosipun, utawi bo ten su- medya adjak dateng para mao's súpados anggi- lut, langkung2 adjak2 gegan-geganen tanpa pa- nimbang lan panglimbang, punika babar pisan boten. Tantjebing sedya-kula namung ngréntja ngi meme tri ingkang nama kasusastran Djawi. Kawuningana, para linangkung ingkang jasa djangka sakawit punika saged ugi asalip...
78757
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>-3-
*
PRAS. A BEN
ANGGEN-KULA ngimpun lan ngedalaken serat
"djangka punika, boten djalaran kula rumaos
mangertos dateng suraosipun, utawi bo ten su-
medya adjak dateng para mao's súpados anggi-
lut, langkung2 adjak2 gegan-geganen tanpa pa-
nimbang lan panglimbang, punika babar pisan
boten. Tantjebing sedya-kula namung ngréntja
ngi meme tri ingkang nama kasusastran Djawi.
Kawuningana, para linangkung ingkang jasa
djangka sakawit punika saged ugi asalipun. sa-
king tampi "ilham" ingkang dipun-alami sale -
betipun
sagebjaring kilat. Amila tangèh
lamun sageda djelas djlèntrèh, destun ti ti -
mangsanipun kemawon terkadang mlèsèd.
24
Ingkang angge gelani manah punika, déné ka-
tah kemawon "djangka" susulan, ingkang asal-
Ipun namung saking pangotak-atik utawi panga-
djeng-adjenging manahipun, terkadang angewahi
utawi mewahi djangka ingkang sampun wonten
dipun-akeni damelanipun pijambak utawi dipun-
awadaken damelanipun tijang sanès.
Bab njuraos ungeling "djangka" punika
pantjèn angèl. Para sardjana sudjana anggèn-
ipun njuraos djangka punika asring kapirid s9-
king pipindaning kawontenan, tuwin kapirid sa
king te tembunganipun ingkang sinandi.
Ingkang kapirid saking pipindaning kawon-
tenan, kados ta ungel-ungelan "begdjane ula
dahulu, tjangkem silite anjaplok" (Sabda Ta-
ma 12) punika gampil pambatangipun, inggih pu-
nika: tijang ingkang mangro- tingal. Sareng
ungel-ungelan "ana wewe putih, gagamané tebu
wulung, arsa angrab asèng wedon" (Sabda Tama 15),
punika punapa, kula trimah djémbit.
Ingkang kapirid saking te tembunganipun
ingkang sinandi, kados ta: kala 10-1-1955 won-
ten satunggaling prijagung atitel Mr.nglahir-
aken pamanggih wonten ing madyaning papanggi-<noinclude></noinclude>
pxmshtzeirxticqwlocgtk1a4ktnx6a
78758
78757
2026-05-19T10:50:07Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78758
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 3 —}}</noinclude>{{c|{{sp|PRASABEN}}}}
ANGGEN-KULA ngimpun lan ngedalaken serat "djangka punika, boten djalaran kula rumaos mangertos dateng suraosipun, utawi boten sumedya adjak2 dateng para maos súpados anggilut, langkung2 adjak2 gegan-geganen tanpa panimbang lan panglimbang, punika babar pisan boten. Tantjebing sedya-kula namung ngréntjangi memetri ingkang nama kasusastran Djawi.
Kawuningana, para linangkung ingkang jasa djangka sakawit punika saged ugi asalipun. saking tampi "ilham" ingkang dipun-alami sale betipun {{...|4}} sagebjaring kilat. Amila tangèh lamun sageda ḍjelas djlèntrèh, destun titi - mangsanipun kemawon terkadang mlèsèd.
Ingkang anggegelani manah punika, déné katah kemawon "djangka" susulan, ingkang asalipun namung saking pango<u>t</u>ak-a<u>t</u>ik utawi pangadjeng-adjenging manahipun, terka<u>d</u>ang angewahi utawi mewahi djangka ingkang sampun wonten , dipun-akeni damelanipun pijambak utawi dipun-awadaken damelanipun tijang sanès.
Bab njuraos ungeling "djangka" punika pantjèn angèl. Para sardjana sudjana anggènipun njuraos djangka punika asring kapirid saking pipindaning kawontenan, tuwin kapirid saking tetembunganipun ingkang sinandi.
Ingkang kapirid saking pipindaning kawontenan, kados ta ungel-ungelan "begdjane ula<u>d</u>ahulu, tjangkem silite anjaplok" (<u>Sabda Tama 12</u>) punika gampil pambatangipun, inggih punika: tijang ingkang mangro- tingal. Sareng ungel-ungelan "ana wewe putih, gagamané tebu wulung, area angrabasèng wedon" (<u>Sabda Tama 15</u>), punika punapa, kula trimah djémbit.
Ingkang kapirid saking tetembunganipun ingkang sinandi, kados ta: kala 10-1-1955 wonten satunggaling prijagung atitel Mr.nglahiraken pamanggih wonten ing madyaning {{hws|papanggi|papanggi}}<noinclude></noinclude>
chog7bm0sxoocqn964j7gvbfb1xwn1s
78759
78758
2026-05-19T10:50:18Z
Menyusurisudutnegeri
1514
78759
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 3 —}}</noinclude>{{c|{{sp|PRASABEN}}}}
ANGGEN-KULA ngimpun lan ngedalaken serat "djangka punika, boten djalaran kula rumaos mangertos dateng suraosipun, utawi boten sumedya adjak2 dateng para maos súpados anggilut, langkung2 adjak2 gegan-geganen tanpa panimbang lan panglimbang, punika babar pisan boten. Tantjebing sedya-kula namung ngréntjangi memetri ingkang nama kasusastran Djawi.
Kawuningana, para linangkung ingkang jasa djangka sakawit punika saged ugi asalipun. saking tampi "ilham" ingkang dipun-alami sale betipun {{...|4}} sagebjaring kilat. Amila tangèh lamun sageda ḍjelas djlèntrèh, destun titi - mangsanipun kemawon terkadang mlèsèd.
Ingkang anggegelani manah punika, déné katah kemawon "djangka" susulan, ingkang asalipun namung saking pango<u>t</u>ak-a<u>t</u>ik utawi pangadjeng-adjenging manahipun, terka<u>d</u>ang angewahi utawi mewahi djangka ingkang sampun wonten , dipun-akeni damelanipun pijambak utawi dipun-awadaken damelanipun tijang sanès.
Bab njuraos ungeling "djangka" punika pantjèn angèl. Para sardjana sudjana anggènipun njuraos djangka punika asring kapirid saking pipindaning kawontenan, tuwin kapirid saking tetembunganipun ingkang sinandi.
Ingkang kapirid saking pipindaning kawontenan, kados ta ungel-ungelan "begdjane ula<u>d</u>ahulu, tjangkem silite anjaplok" (<u>Sabda Tama 12</u>) punika gampil pambatangipun, inggih punika: tijang ingkang mangro- tingal. Sareng ungel-ungelan "ana wewe putih, gagamané tebu wulung, area angrabasèng wedon" (<u>Sabda Tama 15</u>), punika punapa, kula trimah djémbit.
Ingkang kapirid saking tetembunganipun ingkang sinandi, kados ta: kala 10-1-1955 wonten satunggaling prijagung atitel Mr.nglahiraken pamanggih wonten ing madyaning {{hws|papanggi|papanggihan}}<noinclude></noinclude>
gsq2l8om30ayvnj3g0v6e27i38vu9sf
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/58
250
25003
78761
2026-05-19T10:59:07Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "djalaran njimpang saka dedalané kang samesthiné, mangka jèn kliru surup, amasthi tudjuwaning lakunė mau ija bakal tinemu sasar arahé saka papan panggonané tudjuan mau. 68. Kang mangkono mau ora béda liré tudjuaning ngaurip ing pangèsthi sedjati mau; manawa wus terang lan. gamblang ing kawruh-kawruhé kang kanjatahan, sajekti kudu ora ba- kal gampang jèn winimbuhan, djalaran ing ngatasing ka- wruh kang anudju ing kabeneran iku, sajekti amung klajan anan...
78761
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>djalaran njimpang saka dedalané kang samesthiné, mangka
jèn kliru surup, amasthi tudjuwaning lakunė mau ija bakal
tinemu sasar arahé saka papan panggonané tudjuan mau.
68. Kang mangkono mau ora béda liré tudjuaning ngaurip ing
pangèsthi sedjati mau; manawa wus terang lan. gamblang
ing kawruh-kawruhé kang kanjatahan, sajekti kudu ora ba-
kal gampang jèn winimbuhan, djalaran ing ngatasing ka-
wruh kang anudju ing kabeneran iku, sajekti amung klajan
ananing pangertèn kang kanjatahan. Liré upaméné kawruh
klahiran, upamané kawruh étungan, manawa telu ping telu
iku wus sabeneré jèn dadi sanga, nanging balik jèn kong-
sija kawimbuhan sawidji baé, amasthi ija bakal dadi sapu-
puluh, ing temahan salah kadaden.
69. Mangkono tjethané kang dèn karepaké pangandikané Sang
Hyang Naradha, kabèh mau sakèhing aturé marang Sang
Hyang guru wus tjukup tumrap dununging kawruh pangės-
thi sedjati. Dadi ringkesé sakèhing kawruh wewarah-wewa-
rahing para Déwa kabèh mau wus tjundhuk lan keplok
kanjatahané ing bab anané Kedjatèn lan kahanané kang
tunggal, tetunggal kahanan, pamoring Kawula Gusti. Gusti
Kawula.
Poma dèn awas adja kongsi uwas, dèn éling adja kongsi
sumelang.
70. Saméné wedharan wewarah - wewarahing kawruh pangèsthi
sedjati, ing babaré lan tumangkaring kawruh Kedjaten ing
kahananing ngaurip iki Mangka sawusé trewatja kagulung
dadi gegalenganing tjipta pranawa, poma ngaurip, dèn mi-
tuhu klawan laku kang temen-temen, mamrih wimbuhing
kasuktjèn kamulyan lan kaluhuran, angarah amrih widada-
ning kasidan, mangka pratandhaning kanugrahan, ing te-
teping mahardikengrat.
Hong mangartjana maswaha,
Sang Hyang Haju, Haju, Haju. Haju, su- Rahaju.
TITI.
56
NIVERSITAS SANATA DHARMA
UPT PERPUSTAKAAN
DAN-TERGY POSTER (0274/63015952-923
YOGYAKARTA 55002
LV : 1341 (PSD2IV 196
NGGAL: 29-5196<noinclude></noinclude>
hvym1si8059egnx9cv66m2059as0ou5
78762
78761
2026-05-19T11:02:15Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78762
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>djalaran njimpang saka dedalané kang samesthiné, mangka jèn kliru surup, amasthi tudjuwaning lakunė mau ija bakal tinemu sasar arahé saka papan panggonané tudjuan mau.
{{Ordered list|start=68
|Kang mangkono mau ora béda liré tudjuaning ngaurip ing pangèsthi sedjati mau; manawa wus terang lan. gamblang ing kawruh-kawruhé kang kanjatahan, sajekti kudu ora bakal gampang jèn winimbuhan, djalaran ing ngatasing kawruh kang anudju ing kabeneran iku, sajekti amung klajan ananing pangertèn kang kanjatahan. Liré upaméné kawruh klahiran, upamané kawruh étungan, manawa telu ping telu iku wus sabeneré jèn dadi sanga, nanging balik jèn kongsija kawimbuhan sawidji baé, amasthi ija bakal dadi sapupuluh, ing temahan salah kadaden.
|Mangkono tjethané kang dèn karepaké pangandikané Sang Hyang Naradha, kabèh mau sakèhing aturé marang Sang Hyang guru wus tjukup tumrap dununging kawruh pangėsthi sedjati. Dadi ringkesé sakèhing kawruh wewarah-wewarahing para Déwa kabèh mau wus tjundhuk lan keplok kanjatahané ing bab anané Kedjatèn lan kahanané kang tunggal, tetunggal kahanan, pamoring Kawula Gusti. Gusti Kawula.<br>
Poma dèn awas adja kongsi uwas, dèn éling adja kongsi sumelang.
|Saméné wedharan wewarah - wewarahing kawruh pangèsthi sedjati, ing babaré lan tumangkaring kawruh Kedjaten ing kahananing ngaurip iki Mangka sawusé trewatja kagulung dadi gegalenganing tjipta pranawa, poma ngaurip, dèn mituhu klawan laku kang temen-temen, mamrih wimbuhing kasuktjèn kamulyan lan kaluhuran, angarah amrih widadaning kasidan, mangka pratandhaning kanugrahan, ing teteping mahardikengrat.
}}
Hong mangartjana maswaha,
Sang Hyang Haju, Haju, Haju. Haju, su- Rahaju.
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|— {{sp|TITI.}} —}}
{{rule|width=8em|align=center}}<noinclude>{{rh|56}}</noinclude>
jpzergc2t4tpk6tmo90qlg0gwz8s4tt
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/57
250
25004
78763
2026-05-19T11:02:31Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "IV. SUMULAP, jaiku LEMERET, karepé ANGULABI, jaiku AMBELERENGI, déné wus NETYA BA- THARA, kaprabawan saka ing PRAMANA (WISESA). V. MAMARAB, iku KALEMAHAB, karepé MALADI, ja- iku ANGURUBI, déné wus SADJIWATA BA- THARA, kaprabawan saka sarwa WIBAWA. Kumpulé prabawa lima LUNGIT, SINGIT, WINGIT, NGU- LABI, MALADI. Genahe ALUS, MEDENI, ANJENENI, AMBALERENGI, ANGALADI (angurubi). 65. Saméné pangandikané Sang Hyang Guru ing babing ka- wruh-kawruh mau, kasebu...
78763
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>IV. SUMULAP, jaiku LEMERET, karepé ANGULABI,
jaiku AMBELERENGI, déné wus NETYA BA-
THARA, kaprabawan saka ing PRAMANA
(WISESA).
V. MAMARAB, iku KALEMAHAB, karepé MALADI, ja-
iku ANGURUBI, déné wus SADJIWATA BA-
THARA, kaprabawan saka sarwa WIBAWA.
Kumpulé prabawa lima LUNGIT, SINGIT, WINGIT, NGU-
LABI, MALADI.
Genahe ALUS, MEDENI, ANJENENI, AMBALERENGI,
ANGALADI (angurubi).
65. Saméné pangandikané Sang Hyang Guru ing babing ka-
wruh-kawruh mau, kasebut ing dalem Sastra Hardjendra
(Djitabsara), wosé kabèh mau, jaiku kang mangka kaha-
naning Kedjatèn kang tri prakara kasebut, dadiné KASUK-
TJEN KAMULYAN lan KALUHURAN ing KAHANAN-
ing ngauripé manungsa djati, jaiku ing ngauripe manungsa
kang sedjatiné.
66. Dadi wosé ing kawruh KEDJATEN, kang dadi warana-
ning pangèsthi mau, poma kita kudu bisa ngawruhi ing de-
dalane, amarga jèn ora mangkono, pangandikane Sang
Hyang Naradha:,,sadaja wau sampun ngantos korup, ma-
lah angurupana.. ". Tegesé adja korup, adja linjok lan
adja balilu lan sasar, awit kèlu déning pituduh - pituduh
kang dudu-dudu, sahingga ngaurip tan mangertèni ing pri-
badiné, tuna pangaweruhe ing ala betjik lan bener luput,
temahan uripé mau anemaha ing laku kang nora betjik lan
ora bener, marang marganing kanisthan lan kadursilan. Da-
di karepé ing pangandikane Sang Hyang Naradha mau, su-
paja ngaurip iki dimèn ngaweruhi ing dedalaning laku kang
utama, kudu angurupana utawa ameruhake marang sapaa
kang durung weruh wineruhake.
67. Anuli sabandjuré pangandikané Sang Hyang Naradha: sam-
pun kawimbuhan malah amimbuhana Karepé, dadi
bab kawruh-kawruhing pangèsthi sedjati mau adja nganti
winimbahan, amarga déné wus putus sampurna kanjatah-
ane. Mangkono liré, karepé ing bab kasebut. Kajata upa-
mané wong lumaku kang nudju marang papan panggonan
kang wus tinamtu; ing mangka wus terang lan gamblang
ing dedalané kang kapénak dhéwé jèn linakonan, kang iku
mula ija ora perlu murang marga lumaku ing dalan lija
kang ora genah, djalaran jèn kongsija mangkono, ora wu-
rung sisip tembiré lakuné mau ija bakal gampang korup,
***
55<noinclude></noinclude>
p70vupo6d8gmkbwcfc3xukodrsu96ec
78764
78763
2026-05-19T11:07:44Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78764
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=65>
{{Ordered list|type=I|start=4
|SUMULAP, jaiku LEMERET, karepé ANGULABI, jaiku AMBELERENGI, déné wus NETYA BATHARA, kaprabawan saka ing {{sp|PRAMANA}} (WISESA).
|MAMARAB, iku KALEMAHAB, karepé MALADI, jaiku ANGURUBI, déné wus SADJIWATA BATHARA, kaprabawan saka sarwa {{sp|WIBAWA}}.
}}
Kumpulé prabawa lima LUNGIT, SINGIT, WINGIT, NGULABI, MALADI.
Genahe ALUS, MEDENI, ANJENENI, AMBALERENGI, ANGALADI (angurubi).
<li>Saméné pangandikané Sang Hyang Guru ing babing kawruh-kawruh mau, kasebut ing dalem Sastra Hardjendra (Djitabsara), wosé kabèh mau, jaiku kang mangka kahananing Kedjatèn kang tri prakara kasebut, dadiné KASUKTJEN KAMULYAN lan KALUHURAN ing KAHANAN ing ngauripé manungsa djati, jaiku ing ngauripe manungsa kang sedjatiné.</li>
<li>Dadi wosé ing kawruh KEDJATEN, kang dadi warananing pangèsthi mau, poma kita kudu bisa ngawruhi ing dedalane, amarga jèn ora mangkono, pangandikane Sang Hyang Naradha: „''sadaja wau sampun ngantos korup, malah angurupana..''”. Tegesé adja korup, adja linjok lan adja balilu lan sasar, awit kèlu déning pituduh - pituduh kang dudu-dudu, sahingga ngaurip tan mangertèni ing pribadiné, tuna pangaweruhe ing ala betjik lan bener luput, temahan uripé mau anemaha ing laku kang nora betjik lan ora bener, marang marganing kanisthan lan kadursilan. Dadi karepé ing pangandikane Sang Hyang Naradha mau, supaja ngaurip iki dimèn ngaweruhi ing dedalaning laku kang utama, kudu angurupana utawa ameruhake marang sapaa kang durung weruh wineruhake.</li>
<li>Anuli sabandjuré pangandikané Sang Hyang Naradha: sampun kawimbuhan malah amimbuhana {{...|3}} Karepé, dadi bab kawruh-kawruhing pangèsthi sedjati mau adja nganti winimbahan, amarga déné wus putus sampurna kanjatahane. Mangkono liré, karepé ing bab kasebut. Kajata upamané wong lumaku kang nudju marang papan panggonan kang wus tinamtu; ing mangka wus terang lan gamblang ing dedalané kang kapénak dhéwé jèn linakonan, kang iku mula ija ora perlu murang marga lumaku ing dalan lija kang ora genah, djalaran jèn kongsija mangkono, ora wurung sisip tembiré lakuné mau ija bakal gampang korup,
</li></ol><noinclude></noinclude>
nqdjhib2wwdat7e5txmcv543kvurir9
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/56
250
25005
78765
2026-05-19T11:07:55Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa ".II. LEPASING PANAH (panglu): iku RUMANTAS, ka- repe TATAS, jaiku TEDHAS, anetepi sangkan parané, pratandhané sunja-ruri, tegesé sepi ora padhang ora peteng, njatané ing PAMYARSA. III. TUMAMANING MIMIS: iku TUMELENG, karepé TI- TIS, jaiku ANGENT JOKI, anetepi dedunungané, pratandhané TUMANEM, njatané ing LESAN. IV. LARAPING PEDHANG: iku RAMABAS, karepé PU- TUS, jaiku PEGAT, anetepi babar pisan, pra- tandhané sampurna, njatané ing PANG- GANDA. V. REMBE...
78765
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>.II. LEPASING PANAH (panglu): iku RUMANTAS, ka-
repe TATAS, jaiku TEDHAS, anetepi sangkan
parané, pratandhané sunja-ruri, tegesé
sepi ora padhang ora peteng, njatané ing
PAMYARSA.
III. TUMAMANING MIMIS: iku TUMELENG, karepé TI-
TIS, jaiku ANGENT JOKI, anetepi dedunungané,
pratandhané TUMANEM, njatané ing LESAN.
IV. LARAPING PEDHANG: iku RAMABAS, karepé PU-
TUS, jaiku PEGAT, anetepi babar pisan, pra-
tandhané sampurna, njatané ing PANG-
GANDA.
V. REMBESING BANJU: iku TUMUHAS, karepé TU-
MUS, ijaiku TERUS, pratandhané lingga
Bathara, njatané ing PANINGAL.
Kumpulé kadadéjan lima: TETES, TATAS, TITIS, PU-
TUS, TERUS.
Genahé TETELA, TEDHAS, NGENTJOKI, PEGAT, TE-
RUS.
Kanjatahane KAWAHANA, SUNJA RURI, TUMANEM,
SAMPURNA, LINGGA BATHARA.
Njatane ing PANGRASA, ing KARNA, ing LESAN, ing
GRANA, ing PANINGAL.
II. Pantja prabawa.
Prabawaué lan katarimané pantjadumadya.
64. Sabandjure manèh pangandikané Sang Hyang Guru mang-
kéne :
54
,,Déne prabawané limang prakara mau kaja ing ngisor iki:
I. LANDHEP, iku LENGIN, karepe LUNGIT, jaíku
ALUS, dené wus SARIRA BATHARA, kapra-
bawan saka ing WASKITHA.
II. ANGKER, iku LENGIT, jäiku MEDENI, déne wus
SAWUDJUD BATHARA, kaprabawan saking
ing PANGRASA.
III. SUMUNU, jaiku LANDHEP, karepe WINGIT, jaiku
ANTENG ANJENENI, dené wus NUGRAHA
BATHARA, kaprabawan saka sarwa DYAT-
MIKA.<noinclude></noinclude>
oyn46kkoosi7moxbe86zx3v9bg79qt5
78767
78765
2026-05-19T11:23:08Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78767
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=64>
<ol type=I start=2>
<li>LEPASING PANAH (panglu): iku RUMANTAS, karepe TATAS, jaiku TEDHAS, anetepi sangkan parané, pratandhané {{sp|sunja-ruri}}, tegesé sepi ora padhang ora peteng, njatané ing {{sp|PAMYARSA}}.</li>
<li>TUMAMANING MIMIS: iku TUMELENG, karepé TITIS, jaiku ANGENT JOKI, anetepi dedunungané, pratandhané TUMANEM, njatané ing {{sp|LESAN}}.</li>
<li>LARAPING PEDHANG: iku RAMABAS, karepé PUTUS, jaiku PEGAT, anetepi babar pisan, pratandhané {{sp|sampurna}}, njatané ing {{sp|PANGGANDA}}.</li>
<li>REMBESING BANJU: iku TUMUHAS, karepé TUMUS, ijaiku TERUS, pratandhané {{sp|lingga Bathara}}, njatané ing {{sp|PANINGAL}}.</li></ol>
Kumpulé kadadéjan lima: TETES, TATAS, TITIS, PUTUS, TERUS.
Genahé TETELA, TEDHAS, NGENTJOKI, PEGAT, TERUS.
Kanjatahane KAWAHANA, SUNJA RURI, TUMANEM, SAMPURNA, LINGGA BATHARA.
Njatane ing PANGRASA, ing KARNA, ing LESAN, ing GRANA, ing PANINGAL.
<ol type=I start=2>
<li>''Pantja prabawa.''<br>
''Prabawaué lan katarimané pantjadumadya.''</li></ol>
<li>Sabandjure manèh pangandikané Sang Hyang Guru mangkéne :<br>
„Déne prabawané limang prakara mau kaja ing ngisor iki:
<ol type=I>
<li>LANDHEP, iku LENGIN, karepe LUNGIT, jaíku ALUS, dené wus SARIRA BATHARA, kaprabawan saka ing {{sp|WASKITHA}}.</li>
<li>ANGKER, iku LENGIT, jäiku MEDENI, déne wus SAWUDJUD BATHARA, kaprabawan saking ing {{sp|PANGRASA}}.</li>
<li>SUMUNU, jaiku LANDHEP, karepe WINGIT, jaiku ANTENG ANJENENI, dené wus NUGRAHA BATHARA, kaprabawan saka sarwa {{sp|DYATMIKA}}.</li>
</ol></li></ol><noinclude></noinclude>
o0ftj1sk4pt3hzmqadpikyg5cql89m9
78768
78767
2026-05-19T11:23:42Z
Menyusurisudutnegeri
1514
78768
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=64>
<ol type=I start=2>
<li>LEPASING PANAH (panglu): iku RUMANTAS, karepe TATAS, jaiku TEDHAS, anetepi sangkan parané, pratandhané {{sp|sunja-ruri}}, tegesé sepi ora padhang ora peteng, njatané ing {{sp|PAMYARSA}}.</li>
<li>TUMAMANING MIMIS: iku TUMELENG, karepé TITIS, jaiku ANGENT JOKI, anetepi dedunungané, pratandhané TUMANEM, njatané ing {{sp|LESAN}}.</li>
<li>LARAPING PEDHANG: iku RAMABAS, karepé PUTUS, jaiku PEGAT, anetepi babar pisan, pratandhané {{sp|sampurna}}, njatané ing {{sp|PANGGANDA}}.</li>
<li>REMBESING BANJU: iku TUMUHAS, karepé TUMUS, ijaiku TERUS, pratandhané {{sp|lingga Bathara}}, njatané ing {{sp|PANINGAL}}.</li></ol>
Kumpulé kadadéjan lima: TETES, TATAS, TITIS, PUTUS, TERUS.
Genahé TETELA, TEDHAS, NGENTJOKI, PEGAT, TERUS.
Kanjatahane KAWAHANA, SUNJA RURI, TUMANEM, SAMPURNA, LINGGA BATHARA.
Njatane ing PANGRASA, ing KARNA, ing LESAN, ing GRANA, ing PANINGAL.
<ol type=I start=2>
<li>''Pantja prabawa.''<br>
''Prabawaué lan katarimané pantjadumadya.''</li></ol>
<li>Sabandjure manèh pangandikané Sang Hyang Guru mangkéne :<br>
„Déne prabawané limang prakara mau kaja ing ngisor iki:
<ol type=I>
<li>LANDHEP, iku LENGIN, karepe LUNGIT, jaíku ALUS, dené wus SARIRA BATHARA, kaprabawan saka ing {{sp|WASKITHA}}.</li>
<li>ANGKER, iku LENGIT, jäiku MEDENI, déne wus SAWUDJUD BATHARA, kaprabawan saking ing {{sp|PANGRASA}}.</li>
<li>SUMUNU, jaiku LANDHEP, karepe WINGIT, jaiku ANTENG ANJENENI, dené wus NUGRAHA BATHARA, kaprabawan saka sarwa {{sp|DYATMIKA}}.</li>
</ol></li></ol><noinclude>{{rh|54}}</noinclude>
83yrdr9xw0gbn2a90dp7ctzpzofpeub
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/55
250
25006
78766
2026-05-19T11:08:10Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "61. Pangandikané Sang Hyang Guru: „Hé kadang Dewa lan putra Bathara, marmané sira awja kuminter, mundhak ka- blinger, awit bebasané: ,,Wong pinter kaser déning wong sugih pratikel, wong sugih pratikel kasor déning wong sugih enggel, ijaiku wong wisésa, amarga ingsun kang kagadhuhan wisesa, dadi luwih ka- wasa". 62. Sumurupa dumunungé ing ngisor iki: I. HAMBEKING SURJA, ingsun tembungaké HAMO- NGAT, djarwané HAMONG, awit kahananing srengengé tansah ang...
78766
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>61. Pangandikané Sang Hyang Guru: „Hé kadang Dewa lan
putra Bathara, marmané sira awja kuminter, mundhak ka-
blinger, awit bebasané:
,,Wong pinter kaser déning wong sugih pratikel,
wong sugih pratikel kasor déning wong sugih enggel,
ijaiku wong wisésa,
amarga ingsun kang kagadhuhan wisesa, dadi luwih ka-
wasa".
62. Sumurupa dumunungé ing ngisor iki:
I.
HAMBEKING SURJA, ingsun tembungaké HAMO-
NGAT, djarwané HAMONG, awit kahananing
srengengé tansah angon angulataken ing duma-
di, tumrap marang pambekan ELING, dumu-
nungé ing PRAMANA, dadi ora kasamaran.
II. HAMBEKING BUMI, ingsun tembungaké HAMRAT,
karepé HAMOT, dené kahanané bumi tansah
angembat ambobot ing dumadi, tumrapé ma-
rang pambekan MANTEP, dumunungé DJAT-
MIKANING SARIRA, dadi nora kabarabejan.
III. HAMBEKING ANGIN, ingsun tembungaké KAMRAT,
karepé KAMOT: déne kahananing angin tansah
kawadhan ing dumadi, tumrap marang pambe-
kan TEMEN. dumunungé HARINGING NA-
PAS, dadi nora dalėja.
IV. HAMBEKING SAGARA, ingsun tembungaké MA-
MRAT, karepé MOMOT; déne kahanané sagara
tansah tumadhah, tumandho sasarahing dumadi,
tumrapé marang pambekan SABAR, dumunungé
anèng REREMING RAHSA, dadi nora para-
dulan.
V. HAMBEKING HAKASA, ingsun tembungaké MAK-
WAT, karepé PAMENGKU; dené kahanané
langit tansah ngaubi ing dumadi, tumrapé ma-
rang pambekan SANTOSA, dumununge anèng
SAREHING KARSA, dadi nora gimiran.
II. Dadiné pantja dumadya.
63. Sabandjuré pangandikané Sang Hyang Guru mangkené:
,,Déne dadiné limang ukara ing ngisor iki:
I.
BABARING HANTIGA: iku TALIKA, karepé TETES.
ijaiku TETELA, anetepi dadining urip, pratan-
dhané kawa hana, pjatané ing PANGRA-
SA.
53<noinclude></noinclude>
c8c3i1zm7rju35734u4rn4e01ot1l12
78769
78766
2026-05-19T11:31:03Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78769
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=61>
<li>Pangandikané Sang Hyang Guru: „Hé kadang Dewa lan putra Bathara, marmané sira awja kuminter, mundhak kablinger, awit bebasané:<br>
<poem>
„Wong pinter kaser déning wong sugih pratikel,
wong sugih pratikel kasor déning wong sugih enggel,
ijaiku wong {{sp|wisésa}},
amarga ingsun kang kagadhuhan wisesa, dadi luwih kawasa”.</poem>
</li>
<li>Sumurupa dumunungé ing ngisor iki:
<ol type=I>
<li>HAMBEKING SURJA, ingsun tembungaké HAMONGAT, djarwané HAMONG, awit kahananing srengengé tansah angon angulataken ing dumadi, tumrap marang pambekan ELING, dumunungé ing PRAMANA, dadi ora kasamaran.</li>
<li>HAMBEKING BUMI, ingsun tembungaké HAMRAT, karepé HAMOT, dené kahanané bumi tansah angembat ambobot ing dumadi, tumrapé marang pambekan MANTEP, dumunungé DJATMIKANING SARIRA, dadi nora kabarabejan.</li>
<li>HAMBEKING ANGIN, ingsun tembungaké KAMRAT, karepé KAMOT: déne kahananing angin tansah kawadhan ing dumadi, tumrap marang pambekan TEMEN. dumunungé HARINGING NAPAS, dadi nora dalėja.</li>
<li>HAMBEKING SAGARA, ingsun tembungaké MAMRAT, karepé MOMOT; déne kahanané sagara tansah tumadhah, tumandho sasarahing dumadi, tumrapé marang pambekan SABAR, dumunungé anèng REREMING RAHSA, dadi nora paradulan.</li>
<li>HAMBEKING HAKASA, ingsun tembungaké MAKWAT, karepé PAMENGKU; dené kahanané langit tansah ngaubi ing dumadi, tumrapé marang pambekan SANTOSA, dumununge anèng SAREHING KARSA, dadi nora gimiran.<br>
{{Ordered list|type=I|start=2|''Dadiné pantja dumadya.''}}
</li></ol>
<li>Sabandjuré pangandikané Sang Hyang Guru mangkené:
„Déne dadiné limang ukara ing ngisor iki:<br>
<ol type=I>
<li>BABARING HANTIGA: iku TALIKA, karepé TETES ijaiku TETELA, anetepi dadining urip, pratandhané {{sp|kawahana}}, pjatané ing {{sp|PANGRASA}}.
</li></ol><noinclude>{{rh|||53}}</noinclude>
r4ozihzx0ltvki9atd8q0s9d0nv36pn
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/54
250
25007
78770
2026-05-19T11:33:12Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "..Hé kadang Déwa lan putra Bathara, sawusé kumpul kawruhé kabèh, ingsun dadèkaké sawidji, minangka we- watoning kawruh kadéwatan, dadija gegebenganing pu- traningsun si Hendra *). Ananging ingsun keker ingsun waranani, adja kongsi kadjambar singa manungsa, su- paja adja madéhaké kahananing Djiwata, marmané ingsun karja pralambang, jèn kagajuh ija dadi panri- mané, sarta bandjur dadi sastra tjetha dhéwé. Sadurungé dadi SASTRA TJETHA, ingsun arani SA S-...
78770
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>..Hé kadang Déwa lan putra Bathara, sawusé kumpul
kawruhé kabèh, ingsun dadèkaké sawidji, minangka we-
watoning kawruh kadéwatan, dadija gegebenganing pu-
traningsun si Hendra *). Ananging ingsun keker ingsun
waranani, adja kongsi kadjambar singa manungsa, su-
paja adja madéhaké kahananing Djiwata, marmané
ingsun karja pralambang, jèn kagajuh ija dadi panri-
mané, sarta bandjur dadi sastra tjetha dhéwé.
Sadurungé dadi SASTRA TJETHA, ingsun arani SA S-
TRA HARD JENDRA, ING LAHIRE
DADIJA PAMBEKAN UTAMA, ING
BATINE DADIJA PEPANT JADAN
SANGKAN PARANING DUMADI, A-
NUNGGAL KAWULA GUSTI, amra-
tandhanana ing nugrahané.
Kang dhingin limang prakara. Iku dadi ambekira, di-
arani PANTJA PURWANDA kaja ing ngisor iki:
1.
HAMBEKING SURJA,
2 HAMBEKING BUMI,
3. HAMBEKING ANGIN,
4. HAMBEKING SAGARA,
5.
HAMBEKING AKASA.
Sapangkat manéh diarani PANTJA PRABAWA, iku
dadi pratandhamira katarima, uga tumangkar li-
mang prakara, kaja ing ngisor iki:
1. LANDE P,
2.
ANGKER,
3.
SUMUNU,
4.
SUMULAP,
5. MAMARA B.
Pangandikané Sang Hyang Guru Mara para kadang
Déwa lan putra Bathara, padha surasanen, kaprijć ka-
repé lan kadadéjané".
60. Para kadang Déwa ija bisa ambabaraké, ananging ora bisa
anangkaraké, sarta para putrané (Sang Hyang Guru) bisa
ametjah, ananging ora bisa maradhah, dadi matur anju-
manggakake.
"
52
52
Anane Sastra Hardjendra iku bandjur kasrahake Sang Hyang Hendra. ija
iku kang bandjur dumadine pepakeming kukume rehning mengku nagara.
utawa ija diarani kukum karaton. mula anane pararatoning djaman kuna
nganti saprene delah wewangunan wewangunaning karaton lan kadhatone
ja bandjur nelat ing anane pepakem karaton mau. jaiku dinapuk tjara ka-
hendran<noinclude></noinclude>
5ygl6ghm783p67xpla5ul50gt6zhwef
78773
78770
2026-05-19T11:55:40Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78773
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=60>
„Hé kadang Déwa lan putra Bathara, sawusé kumpul kawruhé kabèh, ingsun dadèkaké sawidji, minangka wewatoning kawruh kadéwatan, dadija gegebenganing putraningsun si Hendra <ref name=re1>Anane Sastra Hardjendra iku bandjur kasrahake Sang Hyang Hendra. ija iku kang bandjur dumadine pepakeming kukume rehning mengku nagara. utawa ija diarani kukum karaton. mula anane pararatoning djaman kuna nganti saprene delah wewangunan wewangunaning karaton lan kadhatone ja bandjur nelat ing anane pepakem karaton mau. jaiku dinapuk tjara kahendran</ref>). Ananging ingsun keker ingsun waranani, adja kongsi kadjambar singa manungsa, supaja adja madéhaké kahananing Djiwata, marmané ingsun karja pralambang, jèn kagajuh ija dadi panrimané, sarta bandjur dadi {{sp|sastra tjetha}} dhéwé. Sadurungé dadi SASTRA TJETHA, ingsun arani {{sp|SASTRA HARDJENDRA, ING LAHIRE DADIJA PAMBEKAN UTAMA, ING BATINE DADIJA PEPANT JADAN SANGKAN PARANING DUMADI, ANUNGGAL KAWULA GUSTI, amratandhanana ing nugrahané}}.<br>
Kang dhingin limang prakara. Iku dadi ambekira, diarani PANTJA PURWANDA kaja ing ngisor iki:
<ol>
<li>HAMBEKING SURJA,</li>
<li>HAMBEKING BUMI,</li>
<li>HAMBEKING ANGIN,</li>
<li>HAMBEKING SAGARA,</li>
<li>HAMBEKING AKASA.</li>
</ol>
Sapangkat manéh diarani PANTJA PRABAWA, iku dadi pratandhamira {{sp|katarim}}, uga tumangkar limang prakara, kaja ing ngisor iki:
<ol>
<li>{{sp|LANDEP}}</li>
<li>{{sp|ANGKER,}}</li>
<li>{{sp|SUMUNU}},</li>
<li>{{sp|SUMULAP}},</li>
<li>{{sp|MAMARAB}}.</li>
</ol>
Pangandikané Sang Hyang Guru Mara para kadang Déwa lan putra Bathara, padha surasanen, kaprijć karepé lan kadadéjané”.
<li>Para kadang Déwa ija bisa ambabaraké, ananging ora bisa anangkaraké, sarta para putrané (Sang Hyang Guru) bisa ametjah, ananging ora bisa maradhah, dadi matur anjumanggakake.
</li></ol>
<references/><noinclude>{{rh|52}}</noinclude>
d1ritnhflr46sgcltvp97mjafao2i8q
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/53
250
25008
78771
2026-05-19T11:33:23Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "(1) ANANE, jaiku ANANING PRANA, dadiné ing TJIP- TA, mahanani babaring kahanan kita kang SUKTJI, RESIK, BAGYA, NUGRAHA, RAHARDJA lan sape- padhané. (2) WAHANANE, ijaiku ANANING BUDHI, dadiné ing DRADJAD, mahanani babaré kahanan kita kang MUL- YA, RAHAYU, BASUKI, WIBAWA lan sapepadhané. (3) KAHANANE, ijaiku ananing PRANAWA, dadiné ing PAKERTI (pangerti), mahanani ing babaré kahanan kita kang WISESA, KAWASA, ADIL, LUHUR, lan sapepedhané. (4) SEDJATINE,...
78771
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>(1) ANANE, jaiku ANANING PRANA, dadiné ing TJIP-
TA, mahanani babaring kahanan kita kang SUKTJI,
RESIK, BAGYA, NUGRAHA, RAHARDJA lan sape-
padhané.
(2) WAHANANE, ijaiku ANANING BUDHI, dadiné ing
DRADJAD, mahanani babaré kahanan kita kang MUL-
YA, RAHAYU, BASUKI, WIBAWA lan sapepadhané.
(3) KAHANANE, ijaiku ananing PRANAWA, dadiné ing
PAKERTI (pangerti), mahanani ing babaré kahanan
kita kang WISESA, KAWASA, ADIL, LUHUR, lan
sapepedhané.
(4) SEDJATINE, ijaiku sedjatiné wungkuling kahanan
triprakara, mahanani dadiné kahanan kita kang WE-
DI *) lan MADEP, MANTEP, DYATMIKA SUSILA
lan sapepadhané.
(5) DUMUNUNGE, ijaiku dadiné mahanani ing babaré ka-
hanan kita kang TENTREM (eneng), DJENDJEM
(ening), MAREM (tunggal), AJEM (senen), TEMEN,
BENER lan sapepadhané.
58. Mangkono tjethané, iku kabèh limang prakara dadi kaha-
naning pantjadrija kang pranawa ing prana, mangka ka-
hananing BUDHI PREMATI.
GGHHHHHHHHHHHHHHO
Turutan wewarah kaping 12
HHHHHHHHHHHHHHHHO
GEMBLENGING KAWRUH SASTRA HARDJENDRA,
KUMPULING KAWRUH KADEWATAN ING
BAB-BABING KAWRUH KEDJATEN.
Pantja purwanda lan Pantja pranawa.
59. Sabandjuré, supaja luwih tjetha ing kahananing pantjadu-
madya lan pantjadrija kasebut mau, ing mangko kawi-
djangaké dhingin kadadéjan kahananing pantja purwanda,
ijaiku kang diarani mangka kedjatèning pantja dumadya
mau. Miturut wewarahé Hyang Siwahbudja ija
Hyang Guru **), nalikane anetepaké wewatone kawruh ka-
déwatan klawan sakèhing para Déwa miwah putra Bathara,
dhawuhé mangkéné:
*
**)
Wedi marang sakching laku kang ora betik lan ora bener.
Hyang Siwahbudja tja Hyang Guru, iku lumrame bandjur kasebut Hyang
Sitwa Budha.
5.1<noinclude></noinclude>
pc6kvaum2tl4cvgzasbel2dy6e4xqwu
78772
78771
2026-05-19T11:49:28Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78772
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=58>
<ol>
<li>ANANE, jaiku ANANING PRANA, dadiné ing TJIPTA, mahanani babaring kahanan kita kang SUKTJI, RESIK, BAGYA, NUGRAHA, RAHARDJA lan sapepadhané.</li>
<li>WAHANANE, ijaiku ANANING BUDHI, dadiné ing DRADJAD, mahanani babaré kahanan kita kang MULYA, RAHAYU, BASUKI, WIBAWA lan sapepadhané.</li>
<li>KAHANANE, ijaiku ananing PRANAWA, dadiné ing PAKERTI (pangerti), mahanani ing babaré kahanan kita kang WISESA, KAWASA, ADIL, LUHUR, lan sapepedhané.</li>
<li>SEDJATINE, ijaiku sedjatiné wungkuling kahanan triprakara, mahanani dadiné kahanan kita kang WEDI <ref name=re1>Wedi marang sakching laku kang ora betik lan ora bener.</ref>) lan MADEP, MANTEP, DYATMIKA SUSILA lan sapepadhané.</li>
<li>DUMUNUNGE, ijaiku dadiné mahanani ing babaré kahanan kita kang TENTREM (eneng), DJENDJEM (ening), MAREM (tunggal), AJEM (senen), TEMEN, BENER lan sapepadhané.</li>
</ol>
<li>Mangkono tjethané, iku kabèh limang prakara dadi kahananing pantjadrija kang pranawa ing prana, mangka kahananing BUDHI PREMATI.
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Turutan wewarah kaping 12}}
{{c|GEMBLENGING KAWRUH SASTRA HARDJENDRA, KUMPULING KAWRUH KADEWATAN ING BAB-BABING KAWRUH KEDJATEN.}}
''Pantja purwanda lan Pantja pranawa.''</li>
<li>Sabandjuré, supaja luwih tjetha ing kahananing pantjadumadya lan pantjadrija kasebut mau, ing mangko kawidjangaké dhingin kadadéjan kahananing pantja purwanda, ijaiku kang diarani mangka kedjatèning pantja dumadya mau. Miturut wewarahé {{sp|Hyang Siwahbudja}} ija Hyang Guru <ref name=re2>Hyang Siwahbudja tja Hyang Guru, iku lumrame bandjur kasebut Hyang Sitwa Budha.</ref>), nalikane anetepaké wewatone kawruh kadéwatan klawan sakèhing para Déwa miwah putra Bathara, dhawuhé mangkéné:
</li>
</ol>
<references/><noinclude>{{rh|||51}}</noinclude>
sqsuazjlbthbrxf6iy70u4cag33mrq1
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/52
250
25009
78774
2026-05-19T11:55:54Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "ija muhung rinasa (riñaos) sangkaning tjipta pranawa kang suktji resik, jaiku katandha saka anané rah- swaning HYANG KANG AMAHA MURBAWISE- SA saka déné prananing prana pranawa kang wus pramana, waspada maring djatining TUNGGAL. Kahanan panduking pantjadrija. 55. Limang prakara kahanané pantjadumadya kang dadi pan- duking pantjadrija ing kahananing ngaurip kita manungsa iki, jaiku werdiné wahanané kahananing urip kang wudjud iki, kang mahanani ing kaha...
78774
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>ija muhung rinasa (riñaos) sangkaning tjipta pranawa
kang suktji resik, jaiku katandha saka anané rah-
swaning HYANG KANG AMAHA MURBAWISE-
SA saka déné prananing prana pranawa kang wus
pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.
Kahanan panduking pantjadrija.
55. Limang prakara kahanané pantjadumadya kang dadi pan-
duking pantjadrija ing kahananing ngaurip kita manungsa
iki, jaiku werdiné wahanané kahananing urip kang wudjud
iki, kang mahanani ing kahanané, dadiné diarani laku, uta-
wa ijaiku diarani kelakuan, kang bandjur amudjudaké ing
pratingkah, sarta kang anuli dadiné ingaranan pratingkah
kang anudju ing kabetjikan lan pratingkah kang ora betjik.
Kadadéjané pratingkah kang betjik-betjik mau, jaiku kang
bandjur dadi kahanané lakning budhi, utawa ijaiku pra-
tingkah (laku) sedjati, kang mangka dadi dedunungé KE-
DJATEN mau. Déné pratingkah kang ora betjik, mangka
araning pratingkah sarik, dudu pratingkah ing sedjatining
KEDJATEN mau, ijaiku pratingkah kang karana lakuning
hawa, tegesé kekarepaning KA HANAN kang dudu ing
KEDJATEN KASEBUT mau. Bak iki bakal kapratélakaké
ana ing buri.
56 Sabandjuré ija BUDHI iku werdiné dadi wahanané kaha-
naning badan wadhag kita iki kang kawahana dèning
WAHANANE ANANE, utawa ijaiku terangé saka ing ANA-
NE kang AMENGKU, dadi ijaiku muhung djatining tung-
gal, diarani tunggal kahanan ijaiku SUKTJI MULYA
lan LUHUR mau, dumunung HINGSUN ija dumunung
ingsun, mula ijaiku kang anuli bandjur kabasakaké aran
anunggal misah Misah saka déné anané wudjud kahanan
klawan KEDJATEN, nunggal saka dené araning kahanan
sawidji mau; ing mangka KAHANANE iku ija saka ing
WAHANAN klawan ANANE. Djer araning KASUKTJEN
KAMULYAN lan KALUHURAN iku, KEDJATENE ija
tan prabéda klawan kahananing kahanan kang SUKTJI
MULYA lan LUHUR uga.
57. Liré ANANE WAHANANE lan KAHANANE kedjatèn,
kang babaré maring kahananing uripé manungsa iki, jaiku
ANANE WAHANANE lan KAHANANE, dadiné SEDJA-
TINE lan DUMUNUNGE, iku KAHANANE KEDJATEN,
mahanani ing kedadèjaning kahanan, kaja ing ngisor iki :
50<noinclude></noinclude>
ny3qy615piyb5xm5jt6b4tp2nuwb8bi
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/51
250
25010
78775
2026-05-19T11:56:03Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca barès
78775
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><noinclude></noinclude>
i2trfsrykxod5puu4367ujs2t4be8v0