Wikisumber
jvwikisource
https://jv.wikisource.org/wiki/Wikisumber:Pendhapa
MediaWiki 1.47.0-wmf.3
first-letter
Médhia
Mirunggan
Parembugan
Naraguna
Parembugan Naraguna
Wikisumber
Parembugan Wikisumber
Barkas
Parembugan Barkas
MédhiaWiki
Parembugan MédhiaWiki
Cithakan
Parembugan Cithakan
Pitulung
Parembugan Pitulung
Kategori
Parembugan Kategori
Panganggit
Parembugan Panganggit
Kaca
Parembugan Kaca
Indhèks
Parembugan Indhèks
TimedText
TimedText talk
Modhul
Parembugan Modhul
Acara
Pembicaraan Acara
Kaca:Babad Prayud I.pdf/13
250
20024
78977
78739
2026-05-20T04:29:28Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
78977
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>tidak berani berperang. Pangeran Wiratmeja dikejar bagaikan binatang buruan, tak ada tempat'yang terlewatkan, pencariannya dilakukan ke segala arah.
Pemerintahan Kumpeni pada saat itu mengadakan pergantian, peler Nikolas Arting diganti oleh Mayor Ubrus, Tuan Nikolasi ditugaskan di Batavia. Segera para raja Surakarta dan Yogyakarta, mengirimikan wakilnya ke Semarang untuk menghgrmat kepergian Tukn Nikolas, dan perkenalan dengan Tuan Mayor Ubrus. Pada kesempatan lain Mayor Ubrus melawat ke Surakarta, lalu diteruskan ke Yogyakarta untuk mengadakan perkenalan dengan kedua Raja Jawa tersebut.<br>Pada waktu itu pula Ratu Bendara diantara oleh Adipati Puspakusuma dan Pangeran Mangkuningrat berangkat ke Yogyakarta untuk menjenguk keselamatan Sultan.<br>Pada hari ke-18 setelah Ratu Bendara di Yogya, kedua pengantarnya dipersilakan menghadap Kangjeng Sultan, mereka diberi perintah agar pulang lebih dahulu ke Surakarta. Tetapi kedua pengatar tersebut menolak, keduanya tak akan kembali kalau tidak bersama-sama Ratu Bendara, karena ini merupakan pesan khusus dari Raja Surakarta. Kedua pangeran itu lalu mengirim surat ke Raja Surakarta. Sunan dan Pangeran Mangkunagara berunding, kemudian memanggil Tumenggung Arungbinang dan Pangeran Puspanagara untuk dimintai pertimbangan. Tumenggung Arungbinang memberikan saran sebaiknya menggunakan siasat untuk mengacaukan keadaan dalam pasar saja. Tetapi jangan sampai membunuh dan melukai orang, boleh merampas barang, kecuali mas dan keling jangan dijamah. Untuk ini pasti tidak akan terjadi persoalan yang berlarut-larut. Raja setuju dan segera memerintahkan Puspanegara untuk membalas surat pada pangeran yang berada di Yogyakarta, tentang maksud yang akan dilakukannya. Cara ini benar-benar dapat berhasil.
Pada suatu hari pasar menjadi geger, yang disebabkan oleh ulah orang-orang Surakarta. Hai ini segera dilaporkan kepada Patih Danurja dan diteruskan kepada Raja. Raja maklum akan maksud tersebut, kemudian memerintahkan Puspakusuma masuk istana pada malam itu juga. Dia diberi perintah bahwa besok<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude>
46leafb10isy2idf2yx6wacot733go7
Kaca:Babad Prayud I.pdf/14
250
20025
78805
78738
2026-05-19T13:38:37Z
Devi 4340
509
/* Titiwaca */
78805
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Devi 4340" /></noinclude>paginya diperbolehkan pulang ke Surakarta, dengan mengiringi Ratu Bendara. Tidak lupa pesan-pesàn dan salam taklim bagi para keluarga di Surakarta.
Tersebutlah Raja Surakarta, setelah putranya, Raden Mas Suleman mangkat dalam usía 7 bulan, dan setelah 3 tahun kemudian Ratu Kencana tidak lagi berputra, hal ini sangat menggelisahkan beliau. Ternyata kesusahan hati itu menimbulkan kebiasaan yang tidak baik, berjudi bersuka ria, dan hubungannya dengan Ratu Kencana semakin jauh. Hal ini berlarut-larut, hingga menyebabkan perpecahan dalam istana. Sang Raja dikelilingi orang yang suka mengambil hati, dan berbuat yang tidak selaras dengan kewajibannya. Demikian pula Ratu Kencana bertindak keras dan sangat mencurigai gerak-gerik Sri Sunan. Maka Sunan memerintahkan Adipati Mangkunagara untuk membawa keluar Ratu Kencana dari keraton. Dalam {{sic|hai|hal}} ini Adipati Mangkunagara tidak bersedia. Dia {{sic|memtyerikan|memberikan}} pendapat, sebaiknya meminta bantuan pada Deler Ubrusi Semarang untuk mengatasi masalah tersebut. Sri Baginda setúju lalu mengutus Mantri Pasliyun ke Semarang. Ternyata Deler bersedia dan memberikan perintah pada Uprup Beiman supaya menghadap raja. Oleh raja dijelaskan persoalannya, dan Uprup bersedia menjalankan perintah itu. Mendengar kesediaan tersebut raja sangat gembira.
Pada suatu hari tibalah saatnya memperoleh jalan untuk dapat melaksanakan maksud tersebut. Seorang punggawa Suryanegara pada hari itu tidak mengikuti watangan, hai ini diketahui oleh Ratu Kencana dari Sitinggil dan menimbulkan kemarahan pada Sri Ratu. Beliau segera pulang lalu mengenakan pakaian keprajuritan serta membawa senjata andalan dari Madura. Ratu bermaksud minta pada baginda supaya Suryanagara dibunuh pada malam hari itu juga. Jika tidak dipenuhi, maka Sri Ratu lebih baik dikeluarkan dari istana saja. Permintaan tersebut oleh Sri Baginda disanggupinya. Baginda segera meninggalkan istana dan memberitahukan beberapa. pungggawa untuk segera menjalankan perintahnya, termasuk juga perintah yang diberikan kepada Uprup Beiman. Kemudian segera baginda beristirahat di Loji. Demikian pula Ratu Maduretna telah diberitahu oleh<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
ijoxp1uhh2hpjml4790e8sk5yw3920u
78979
78805
2026-05-20T04:31:14Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
78979
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>paginya diperbolehkan pulang ke Surakarta, dengan mengiringi Ratu Bendara. Tidak lupa pesan-pesàn dan salam taklim bagi para keluarga di Surakarta.
Tersebutlah Raja Surakarta, setelah putranya, Raden Mas Suleman mangkat dalam usía 7 bulan, dan setelah 3 tahun kemudian Ratu Kencana tidak lagi berputra, hal ini sangat menggelisahkan beliau. Ternyata kesusahan hati itu menimbulkan kebiasaan yang tidak baik, berjudi bersuka ria, dan hubungannya dengan Ratu Kencana semakin jauh. Hal ini berlarut-larut, hingga menyebabkan perpecahan dalam istana. Sang Raja dikelilingi orang yang suka mengambil hati, dan berbuat yang tidak selaras dengan kewajibannya. Demikian pula Ratu Kencana bertindak keras dan sangat mencurigai gerak-gerik Sri Sunan. Maka Sunan memerintahkan Adipati Mangkunagara untuk membawa keluar Ratu Kencana dari keraton. Dalam {{sic|hai|hal}} ini Adipati Mangkunagara tidak bersedia. Dia {{sic|memtyerikan|memberikan}} pendapat, sebaiknya meminta bantuan pada Deler Ubrusi Semarang untuk mengatasi masalah tersebut. Sri Baginda setúju lalu mengutus Mantri Pasliyun ke Semarang. Ternyata Deler bersedia dan memberikan perintah pada Uprup Beiman supaya menghadap raja. Oleh raja dijelaskan persoalannya, dan Uprup bersedia menjalankan perintah itu. Mendengar kesediaan tersebut raja sangat gembira.
Pada suatu hari tibalah saatnya memperoleh jalan untuk dapat melaksanakan maksud tersebut. Seorang punggawa Suryanegara pada hari itu tidak mengikuti watangan, hai ini diketahui oleh Ratu Kencana dari Sitinggil dan menimbulkan kemarahan pada Sri Ratu. Beliau segera pulang lalu mengenakan pakaian keprajuritan serta membawa senjata andalan dari Madura. Ratu bermaksud minta pada baginda supaya Suryanagara dibunuh pada malam hari itu juga. Jika tidak dipenuhi, maka Sri Ratu lebih baik dikeluarkan dari istana saja. Permintaan tersebut oleh Sri Baginda disanggupinya. Baginda segera meninggalkan istana dan memberitahukan beberapa. pungggawa untuk segera menjalankan perintahnya, termasuk juga perintah yang diberikan kepada Uprup Beiman. Kemudian segera baginda beristirahat di Loji. Demikian pula Ratu Maduretna telah diberitahu oleh<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
2e7qpcaoyfhxggy3gvqk69ecxexy3r7
Kaca:Babad Prayud I.pdf/15
250
20026
78982
78740
2026-05-20T04:33:57Z
Thersetya2021
125
/* Titiwaca */
78982
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" /></noinclude>baginda bahwa putrinya (Ratu Kencana) menentang kumpeni. Uprup Beiman masuk ke istana disertai beberapa prajurit dan ajudannya. Para adipati menunggu di Srimanganti. Ratu Kencana siap di dalam menanti dengan tegang, selanjutnya setelah berhadapan terjadilah dialog yang cukup sru, dan dengan tipuan halus Ratu Kencana dapat dibawa ke luar istana, dan ditempatkan di tempat kediaman Pangeran Endranata. Keberhasilan upaya ini sangat menggembirakan Sri Baginda, dan segera beliau bersiap masuk kembali ke istana. Pada malam itu juga, beliau diantar oleh para punggawa dan Uprup Beiman.
Pagi hari berikutnya Adipati Mangkunagara siap menghadap Raja. Beliau bertitah bahwa akan mengutus Ki Patih dan Kyai Pengulu, untuk menyampaikan talak pada Ratu Kencana. Hal ini sudah menjadi keputusan yang tidak dapat dirobah lagi. Ratu Kencana sangat sedih mendengar keputusan Raja, bahkan mengakibatkan kematian Ratu Maduretna karena malu dan sedih
memikirkan nasib putrinya.
Beberapa waktu kemudian, Deler Ubrus mengirimkan surat pemberitahuan bahwa Wiratmeja memulai lagi gerakannya di daerah Demak bagian timur. Segera Sri Baginda mengirim pasukan
untuk memerangi Wiratmeja, bersama-sama dengan pasukan dari Yogyakarta. Pasukan Yogya bergerak dari arah timur dipimpin oleh Rangga Prawiradirja, dan pasukan dari Surakarta dari arah selatan. Setelah Wiratmeja mengetahui hai tersebut, ia segera melarikan diri ke arah timur laut menuju Garobogan. Tumenggung Sasranagara menyelinap dan menghadap dari depan, dan terjadilah peperangan serta banyak korban dari kedua belah pihak. Wiratmeja menyelinap lagi melarikan diri, diburu Sasranagara, dan selanjutnya diusahakan pencariannya oleh kedua pasukan, dengan jalan apa pun asalkan tertangkap.
Raden Wiratmeja dalam pelariannya hanya diikuti oleh istri dan delapan pengikutnya, bersembunyi di hutan, terlunta-lunta kekurangan makan. Tumenggung Mangkuyuda dapat membujuk bekas pengikut Raden Wiratmeja sebanyak tiga orang, mereka bersedia untuk menangkap dan membunuhnya (dengan imbalan). Penangkapan tersebut diatur dengan tipuan, yaitu surat perintah<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude>
4hh67kh1u1g4hnzdqs8vua2fz1y5oxi
79126
78982
2026-05-20T08:52:15Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Absah */
79126
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>baginda bahwa putrinya (Ratu Kencana) menentang kumpeni. Uprup Beiman masuk ke istana disertai beberapa prajurit dan ajudannya. Para adipati menunggu di Srimanganti. Ratu Kencana siap di dalam menanti dengan tegang, selanjutnya setelah berhadapan terjadilah dialog yang cukup sru, dan dengan tipuan halus Ratu Kencana dapat dibawa ke luar istana, dan ditempatkan di tempat kediaman Pangeran Endranata. Keberhasilan upaya ini sangat menggembirakan Sri Baginda, dan segera beliau bersiap masuk kembali ke istana. Pada malam itu juga, beliau diantar oleh para punggawa dan Uprup Beiman.
Pagi hari berikutnya Adipati Mangkunagara siap menghadap Raja. Beliau bertitah bahwa akan mengutus Ki Patih dan Kyai Pengulu, untuk menyampaikan talak pada Ratu Kencana. Hal ini sudah menjadi keputusan yang tidak dapat dirobah lagi. Ratu Kencana sangat sedih mendengar keputusan Raja, bahkan mengakibatkan kematian Ratu Maduretna karena malu dan sedih
memikirkan nasib putrinya.
Beberapa waktu kemudian, Deler Ubrus mengirimkan surat pemberitahuan bahwa Wiratmeja memulai lagi gerakannya di daerah Demak bagian timur. Segera Sri Baginda mengirim pasukan untuk memerangi Wiratmeja, bersama-sama dengan pasukan dari Yogyakarta. Pasukan Yogya bergerak dari arah timur dipimpin oleh Rangga Prawiradirja, dan pasukan dari Surakarta dari arah selatan. Setelah Wiratmeja mengetahui hai tersebut, ia segera melarikan diri ke arah timur laut menuju Garobogan. Tumenggung Sasranagara menyelinap dan menghadap dari depan, dan terjadilah peperangan serta banyak korban dari kedua belah pihak. Wiratmeja menyelinap lagi melarikan diri, diburu Sasranagara, dan selanjutnya diusahakan pencariannya oleh kedua pasukan, dengan jalan apa pun asalkan tertangkap.
Raden Wiratmeja dalam pelariannya hanya diikuti oleh istri dan delapan pengikutnya, bersembunyi di hutan, terlunta-lunta kekurangan makan. Tumenggung Mangkuyuda dapat membujuk bekas pengikut Raden Wiratmeja sebanyak tiga orang, mereka bersedia untuk menangkap dan membunuhnya (dengan imbalan). Penangkapan tersebut diatur dengan tipuan, yaitu surat perintah<noinclude>{{rh|||13}}</noinclude>
dy5nt1egn80oboenz7y6fypsh54n1yg
Kaca:Babad Prayud I.pdf/16
250
20027
78796
78741
2026-05-19T13:22:24Z
Devi 4340
509
sedang dikerjakan.
78796
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ris00l may00" /></noinclude>dari Mangkunagara pada (putranya) Wiratmeja yang menyarankan mengikuti ajakan pembawa surat ini, untuk dicarikan tempat persembunyian yang lebih baik. Selanjutnya mereka ini ditempatkan di Carewek padukuhan Kuwu. Suryamenggala kembali melaporkan kepada Mangkuyuda dan Jayanagara serta mohon petunjuk selanjutnya. Penangkapan akan dilaksanakan pada malam hari, lalu Suryamenggala kembali memerintahkan untuk memasak bagi rombongan Pangeran Wiratmeja. Masakan yang menjadi kegeramarannya, yang enak-enak. Namun ternyata bahwa seluruh masakan tersebut diurap dengan (tepung) kecubung. Pada sore hari masakan yang sudah siap itu diantarkan ke Carewek. Pangeran Wiratmeja dengan istrinya senang sekali, dan makan sepuas-puasnya.<br>
Demikian pula halnya para pengikutnya yang sudah beberapa hari
tidak pernah makan nasi, (hanya makan jagung muda), maka
mereka merasa púas dan nikmat sekali akan makanan tersebut.
Pada petang harinya, kantuk tak tertahankan lagi tetapi hal ini
pun belum disadarinya. Mereka mempunyai anggapan bahwa
karena telah lama kurang makan, maka rasa kekenyangan ini
menimbulkan rasa kantuk yang tak dapat dicegah. Semua tertidur dengan pulas.
Maka pada malam hari itu Tumenggung Mangkuyuda dan
Jayanagara diantar oleh dua mantrinya, datang untuk menyergap/menangkap Wiratmeja. Wiratmeja yang sedang tidur pulas
di samping istrinya itu berhasil dibunuhnya. Kematian Wiratmeja menimbulkan suara yang gaduh sehingga para istri dan
pengikutnya terbangun. Di sini terjadilah keributan dan perkelahian, yang menyebabkan korban bagi para pengikut Wiratmeja. Semua pengikutnya tertangkap, hanya satu yang dapat
meloloskan din. Segera mereka dibawa
oleh Tumenggung Mangkuj
yuda menghadap Raja di Surakarta dan jenazah Wiratmeja dibawa serta. Tertangkapnya/terbunuhnya Wiratmeja sangat menggembirakan Raja dan kumpeni.
Syahdan tersebutlah di daerah pegunungan selatan (gunungkidul), seakan-akan penyakit yang dialaminya kambuh lagi. Seluruh rakyat sepanjang pegunungan Selatan, bersatu {{hws|meng|menghormat}}<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
gn0m0f3ahsssdbjftj9tp498n1o4tk5
78799
78796
2026-05-19T13:27:38Z
Devi 4340
509
/* Titiwaca */
78799
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Devi 4340" /></noinclude>dari Mangkunagara pada (putranya) Wiratmeja yang menyarankan mengikuti ajakan pembawa surat ini, untuk dicarikan tempat persembunyian yang lebih baik. Selanjutnya mereka ini ditempatkan di Carewek padukuhan Kuwu. Suryamenggala kembali melaporkan kepada Mangkuyuda dan Jayanagara serta mohon petunjuk selanjutnya. Penangkapan akan dilaksanakan pada malam hari, lalu Suryamenggala kembali memerintahkan untuk memasak bagi rombongan Pangeran Wiratmeja. Masakan yang menjadi {{sic|kegeramarannya|kegemarannya}}, yang enak-enak. Namun ternyata bahwa seluruh masakan tersebut diurap dengan (tepung) kecubung. Pada sore hari masakan yang sudah siap itu diantarkan ke Carewek. Pangeran Wiratmeja dengan istrinya senang sekali, dan makan sepuas-puasnya.<br> Demikian pula halnya para pengikutnya yang sudah beberapa hari tidak pernah makan nasi, (hanya makan jagung muda), maka mereka merasa púas dan nikmat sekali akan makanan tersebut. Pada petang harinya, kantuk tak tertahankan lagi tetapi hal ini pun belum disadarinya. Mereka mempunyai anggapan bahwa karena telah lama kurang makan, maka rasa kekenyangan ini menimbulkan rasa kantuk yang tak dapat dicegah. Semua tertidur dengan pulas.
Maka pada malam hari itu Tumenggung Mangkuyuda dan Jayanagara diantar oleh dua mantrinya, datang untuk menyergap/menangkap Wiratmeja. Wiratmeja yang sedang tidur pulas di samping istrinya itu berhasil dibunuhnya. Kematian Wiratmeja menimbulkan suara yang gaduh sehingga para istri dan pengikutnya terbangun. Di sini terjadilah keributan dan perkelahian, yang menyebabkan korban bagi para pengikut Wiratmeja. Semua pengikutnya tertangkap, hanya satu yang dapat meloloskan {{sic|din|diri}}. Segera mereka dibawa oleh Tumenggung Mangkuyuda menghadap Raja di Surakarta dan jenazah Wiratmeja dibawa serta. Tertangkapnya/terbunuhnya Wiratmeja sangat menggembirakan Raja dan kumpeni.
Syahdan tersebutlah di daerah pegunungan selatan (gunungkidul), seakan-akan penyakit yang dialaminya kambuh lagi. Seluruh rakyat sepanjang pegunungan Selatan, bersatu {{hws|meng|menghormat}}<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
rb6sdigtoq6255ulhtgn4p3lxkd9uve
78984
78799
2026-05-20T04:34:41Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
78984
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>dari Mangkunagara pada (putranya) Wiratmeja yang menyarankan mengikuti ajakan pembawa surat ini, untuk dicarikan tempat persembunyian yang lebih baik. Selanjutnya mereka ini ditempatkan di Carewek padukuhan Kuwu. Suryamenggala kembali melaporkan kepada Mangkuyuda dan Jayanagara serta mohon petunjuk selanjutnya. Penangkapan akan dilaksanakan pada malam hari, lalu Suryamenggala kembali memerintahkan untuk memasak bagi rombongan Pangeran Wiratmeja. Masakan yang menjadi {{sic|kegeramarannya|kegemarannya}}, yang enak-enak. Namun ternyata bahwa seluruh masakan tersebut diurap dengan (tepung) kecubung. Pada sore hari masakan yang sudah siap itu diantarkan ke Carewek. Pangeran Wiratmeja dengan istrinya senang sekali, dan makan sepuas-puasnya.<br> Demikian pula halnya para pengikutnya yang sudah beberapa hari tidak pernah makan nasi, (hanya makan jagung muda), maka mereka merasa púas dan nikmat sekali akan makanan tersebut. Pada petang harinya, kantuk tak tertahankan lagi tetapi hal ini pun belum disadarinya. Mereka mempunyai anggapan bahwa karena telah lama kurang makan, maka rasa kekenyangan ini menimbulkan rasa kantuk yang tak dapat dicegah. Semua tertidur dengan pulas.
Maka pada malam hari itu Tumenggung Mangkuyuda dan Jayanagara diantar oleh dua mantrinya, datang untuk menyergap/menangkap Wiratmeja. Wiratmeja yang sedang tidur pulas di samping istrinya itu berhasil dibunuhnya. Kematian Wiratmeja menimbulkan suara yang gaduh sehingga para istri dan pengikutnya terbangun. Di sini terjadilah keributan dan perkelahian, yang menyebabkan korban bagi para pengikut Wiratmeja. Semua pengikutnya tertangkap, hanya satu yang dapat meloloskan {{sic|din|diri}}. Segera mereka dibawa oleh Tumenggung Mangkuyuda menghadap Raja di Surakarta dan jenazah Wiratmeja dibawa serta. Tertangkapnya/terbunuhnya Wiratmeja sangat menggembirakan Raja dan kumpeni.
Syahdan tersebutlah di daerah pegunungan selatan (gunungkidul), seakan-akan penyakit yang dialaminya kambuh lagi. Seluruh rakyat sepanjang pegunungan Selatan, bersatu {{hws|meng|menghormat}}<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
fnetnq3zwntusszdyv3c0n85izfrotw
Kaca:Babad Prayud I.pdf/17
250
20028
78793
78742
2026-05-19T13:17:13Z
Devi 4340
509
/* Titiwaca */
78793
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Devi 4340" /></noinclude>{{hwe|hormat|menghormat}} sebuah gandhik (yang baunya harum semerbak). Mereka percaya akan ramalan dari seorang tua yang mengatakan adanya suatu perubahán yang akan segera {{sic|teijadi|terjadi}}. Rakyat di situ segera menyiapkan pertahanan di daerah mereka.
Hal tersebut terdengar oleh Sultan Yogyakarta, dan segera meminta bantuan Sunan Surakarta, untuk turut menumpas pasukan Gunungkidul itu. Sunan mengirim Pangeran Mangkuningrat dan Tumenggung Suryakusuma beserta semua {{sic|masukannya|pasukannya}}. Sedang dari Yogyakarta menugaskan Pangeran Jayakusuma, dengan barisannya berada di daerah Paliyan dan Pangeran Timur di Gunung Sepikul. Pasukan dari Gunungkidul telah mendengar bahwa mereka akan digempur oleh pasukan dari Yogyakarta dan Surakarta. Barisannya telah disiapkan. Pasukan berkuda maupun pasukan darat dari Gunungkidul telah memenuhi sepanjang pegunungan untuk mempertahankan daerahnya. Adapun Sunan Gandhik yang dipujanya tersebut dipikul, ditempatkan dalam bakul diberi alas cindhe (sutera), dan dinaungi oleh payung kuning yang sudah usang. Ternyata payung tadi bekas. milik Pangeran Mangkunagara yang ditinggalkan di makam.
Pasukan dari Yogya dan Surakarta telah bersepakat menentukan waktu untuk menggempur pasukan Gunungkidul. Dalam pertempuran yang kemudian terjadi ternyata pasukan pemberontak tidak dapat berbuat apa-apa menghadapi pasukan gabungan Yogya-Surakarta. Gandik yang mereka puja-puja ternyata hanya gandik bekas milik Sultan Dandun Martengsari dari Kartasura.
Dalam pada itu Sunan telah berkirim surat kepada Deler Semarang, mengabarkan akan dikembalikannya Ratu Ernas ke Madura. Deler Iah yang ditugasi membawanya ke Madura. Sesudah tugasnya selesai, Deler pegi ke Surakarta, dan kemudian diadakan pesta. Beberapa wakái kemudian Sunan mengirim utusan ke Jakarta untuk memberi penghormatan atas pengangkatan Petrus Albertus menjadi Gubernur Jenderal. Di Surakarta maupun Yogyakarta {{sic|teijadi|terjadi}} pengangkatan beberapa orang bupati baru untuk daerah Mancanagara. Hubungan antara Kasunanan dan Mangkunagaran terbina semakin baik dengan berbesanan.<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
pve6qck42vu38t7pnq107q4hu0yjsqb
78795
78793
2026-05-19T13:18:04Z
Devi 4340
509
78795
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Devi 4340" /></noinclude>{{hwe|hormat|menghormat}} sebuah gandhik (yang baunya harum semerbak). Mereka percaya akan ramalan dari seorang tua yang mengatakan adanya suatu perubahán yang akan segera {{sic|teijadi|terjadi}}. Rakyat di situ segera menyiapkan pertahanan di daerah mereka.<br>
Hal tersebut terdengar oleh Sultan Yogyakarta, dan segera meminta bantuan Sunan Surakarta, untuk turut menumpas pasukan Gunungkidul itu. Sunan mengirim Pangeran Mangkuningrat dan Tumenggung Suryakusuma beserta semua {{sic|masukannya|pasukannya}}. Sedang dari Yogyakarta menugaskan Pangeran Jayakusuma, dengan barisannya berada di daerah Paliyan dan Pangeran Timur di Gunung Sepikul. Pasukan dari Gunungkidul telah mendengar bahwa mereka akan digempur oleh pasukan dari Yogyakarta dan Surakarta. Barisannya telah disiapkan. Pasukan berkuda maupun pasukan darat dari Gunungkidul telah memenuhi sepanjang pegunungan untuk mempertahankan daerahnya. Adapun Sunan Gandhik yang dipujanya tersebut dipikul, ditempatkan dalam bakul diberi alas cindhe (sutera), dan dinaungi oleh payung kuning yang sudah usang. Ternyata payung tadi bekas. milik Pangeran Mangkunagara yang ditinggalkan di makam.
Pasukan dari Yogya dan Surakarta telah bersepakat menentukan waktu untuk menggempur pasukan Gunungkidul. Dalam pertempuran yang kemudian terjadi ternyata pasukan pemberontak tidak dapat berbuat apa-apa menghadapi pasukan gabungan Yogya-Surakarta. Gandik yang mereka puja-puja ternyata hanya gandik bekas milik Sultan Dandun Martengsari dari Kartasura.
Dalam pada itu Sunan telah berkirim surat kepada Deler Semarang, mengabarkan akan dikembalikannya Ratu Ernas ke Madura. Deler Iah yang ditugasi membawanya ke Madura. Sesudah tugasnya selesai, Deler pegi ke Surakarta, dan kemudian diadakan pesta. Beberapa wakái kemudian Sunan mengirim utusan ke Jakarta untuk memberi penghormatan atas pengangkatan Petrus Albertus menjadi Gubernur Jenderal. Di Surakarta maupun Yogyakarta {{sic|teijadi|terjadi}} pengangkatan beberapa orang bupati baru untuk daerah Mancanagara. Hubungan antara Kasunanan dan Mangkunagaran terbina semakin baik dengan berbesanan.<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
455rkvo32zgnp05adfol5pz88c7r820
78800
78795
2026-05-19T13:28:25Z
Devi 4340
509
78800
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Devi 4340" /></noinclude>{{hwe|hormat|menghormat}} sebuah gandhik (yang baunya harum semerbak). Mereka percaya akan ramalan dari seorang tua yang mengatakan adanya suatu perubahán yang akan segera {{sic|teijadi|terjadi}}. Rakyat di situ segera menyiapkan pertahanan di daerah mereka.<br>Hal tersebut terdengar oleh Sultan Yogyakarta, dan segera meminta bantuan Sunan Surakarta, untuk turut menumpas pasukan Gunungkidul itu. Sunan mengirim Pangeran Mangkuningrat dan Tumenggung Suryakusuma beserta semua {{sic|masukannya|pasukannya}}. Sedang dari Yogyakarta menugaskan Pangeran Jayakusuma, dengan barisannya berada di daerah Paliyan dan Pangeran Timur di Gunung Sepikul. Pasukan dari Gunungkidul telah mendengar bahwa mereka akan digempur oleh pasukan dari Yogyakarta dan Surakarta. Barisannya telah disiapkan. Pasukan berkuda maupun pasukan darat dari Gunungkidul telah memenuhi sepanjang pegunungan untuk mempertahankan daerahnya. Adapun Sunan Gandhik yang dipujanya tersebut dipikul, ditempatkan dalam bakul diberi alas cindhe (sutera), dan dinaungi oleh payung kuning yang sudah usang. Ternyata payung tadi bekas. milik Pangeran Mangkunagara yang ditinggalkan di makam.
Pasukan dari Yogya dan Surakarta telah bersepakat menentukan waktu untuk menggempur pasukan Gunungkidul. Dalam pertempuran yang kemudian terjadi ternyata pasukan pemberontak tidak dapat berbuat apa-apa menghadapi pasukan gabungan Yogya-Surakarta. Gandik yang mereka puja-puja ternyata hanya gandik bekas milik Sultan Dandun Martengsari dari Kartasura.
Dalam pada itu Sunan telah berkirim surat kepada Deler Semarang, mengabarkan akan dikembalikannya Ratu Ernas ke Madura. Deler Iah yang ditugasi membawanya ke Madura. Sesudah tugasnya selesai, Deler pegi ke Surakarta, dan kemudian diadakan pesta. Beberapa wakái kemudian Sunan mengirim utusan ke Jakarta untuk memberi penghormatan atas pengangkatan Petrus Albertus menjadi Gubernur Jenderal. Di Surakarta maupun Yogyakarta {{sic|teijadi|terjadi}} pengangkatan beberapa orang bupati baru untuk daerah Mancanagara. Hubungan antara Kasunanan dan Mangkunagaran terbina semakin baik dengan berbesanan.<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
0ep3d2e2mzg09g6rd2vwj7flimzk5oo
78988
78800
2026-05-20T04:36:40Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
78988
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{hwe|hormat|menghormat}} sebuah gandhik (yang baunya harum semerbak). Mereka percaya akan ramalan dari seorang tua yang mengatakan adanya suatu perubahán yang akan segera {{sic|teijadi|terjadi}}. Rakyat di situ segera menyiapkan pertahanan di daerah mereka.<br>Hal tersebut terdengar oleh Sultan Yogyakarta, dan segera meminta bantuan Sunan Surakarta, untuk turut menumpas pasukan Gunungkidul itu. Sunan mengirim Pangeran Mangkuningrat dan Tumenggung Suryakusuma beserta semua {{sic|masukannya|pasukannya}}. Sedang dari Yogyakarta menugaskan Pangeran Jayakusuma, dengan barisannya berada di daerah Paliyan dan Pangeran Timur di Gunung Sepikul. Pasukan dari Gunungkidul telah mendengar bahwa mereka akan digempur oleh pasukan dari Yogyakarta dan Surakarta. Barisannya telah disiapkan. Pasukan berkuda maupun pasukan darat dari Gunungkidul telah memenuhi sepanjang pegunungan untuk mempertahankan daerahnya. Adapun Sunan Gandhik yang dipujanya tersebut dipikul, ditempatkan dalam bakul diberi alas cindhe (sutera), dan dinaungi oleh payung kuning yang sudah usang. Ternyata payung tadi bekas. milik Pangeran Mangkunagara yang ditinggalkan di makam.
Pasukan dari Yogya dan Surakarta telah bersepakat menentukan waktu untuk menggempur pasukan Gunungkidul. Dalam pertempuran yang kemudian terjadi ternyata pasukan pemberontak tidak dapat berbuat apa-apa menghadapi pasukan gabungan Yogya-Surakarta. Gandik yang mereka puja-puja ternyata hanya gandik bekas milik Sultan Dandun Martengsari dari Kartasura.
Dalam pada itu Sunan telah berkirim surat kepada Deler Semarang, mengabarkan akan dikembalikannya Ratu Ernas ke Madura. Deler Iah yang ditugasi membawanya ke Madura. Sesudah tugasnya selesai, Deler pegi ke Surakarta, dan kemudian diadakan pesta. Beberapa wakái kemudian Sunan mengirim utusan ke Jakarta untuk memberi penghormatan atas pengangkatan Petrus Albertus menjadi Gubernur Jenderal. Di Surakarta maupun Yogyakarta {{sic|teijadi|terjadi}} pengangkatan beberapa orang bupati baru untuk daerah Mancanagara. Hubungan antara Kasunanan dan Mangkunagaran terbina semakin baik dengan berbesanan.<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
b5sfrlnkc22gndgchyezn5b4kq4g5u2
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/36
250
22714
79144
72172
2026-05-20T11:27:53Z
Ars-arsa
1809
79144
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" />{{c|- 34 -}}</noinclude>::ing Surakarta risak
::apan dadya wana tuwin dados <u>d</u>usun
::santun pradja ing Ketangga
::Nata kalih wlas man<u>d</u>iri
<ol start=26>
<li><poem>Pulih gemah sarta hardja,
tata tentrem suka manah(ể) tyang alit
sirna kang samja laku dur
murah san<u>d</u>ang lan pangan
wit wong agung asih mring kawulanipun
gung paring dana tan ken<u>d</u>at
murah padjegirèng siti</poem></li>
<li><poem>Sadjung padjegé satengah
tanpa uba-rampé lan biwit-biwit (?)
sirna ingkang radja-pun<u>d</u>ut
tuwin pra luhur Djawa
pisah nggoné saudara lan guprenur
kabèh ingkang bangsa sabrang
samja mulih sirna gusis</poem></li>
</ol>
<u>T j é n t a n g a n</u> <br>
Serat "Kala-ti<u>d</u>a Piningit" punika anggèn-kula manggih wonten ing latjinipun Redaksi ari-warti "Sedya Tama" Ngajogja, kala taun 1930, awor naskah warni2 ingkang dipunpekir.Wudjudipun inggih tjekak namung 11 pada sekar Sinom punika.
Déné serat "Wé<u>d</u>a-tama Piningit" punika anggèn-kula nurun Kagunganipun R. Dibjahardjija ing Ngajogja, kala taun 1951, seratan Latin tik-tikan. Pandjenenganipun nurun saking pundi, kula boten njuwun katrangan, ananging kula saged nginten-inten: asal-usulipun saking "We<u>d</u>a-tama Piningit" aksara Djawi tjap-tjapan. Amargi kala taun ± 1940 kula sampun naté sumerep serat wau ingkang tjap-tjapan kadasaraken wonten sangadjenging Hotel Pasar Pon Surakarta, ananging kula boten nj_titèkaken sinten Penerbitipun,<noinclude></noinclude>
8u8v0f2mgszqzabn8ekmk3ctxotbhxi
79145
79144
2026-05-20T11:28:34Z
Ars-arsa
1809
79145
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Ars-arsa" />{{c|- 34 -}}</noinclude>::ing Surakarta risak
::apan dadya wana tuwin dados <u>d</u>usun
::santun pradja ing Ketangga
::Nata kalih wlas man<u>d</u>iri
<ol start=26>
<li><poem>Pulih gemah sarta hardja,
tata tentrem suka manah(ể) tyang alit
sirna kang samja laku dur
murah san<u>d</u>ang lan pangan
wit wong agung asih mring kawulanipun
gung paring dana tan ken<u>d</u>at
murah padjegirèng siti</poem></li>
<li><poem>Sadjung padjegé satengah
tanpa uba-rampé lan biwit-biwit (?)
sirna ingkang radja-pun<u>d</u>ut
tuwin pra luhur Djawa
pisah nggoné saudara lan guprenur
kabèh ingkang bangsa sabrang
samja mulih sirna gusis</poem></li>
</ol>
<u>T j é n t a n g a n</u> <br>
Serat "Kala-ti<u>d</u>a Piningit" punika anggèn-kula manggih wonten ing latjinipun Redaksi ari-warti "Sedya Tama" Ngajogja, kala taun 1930, awor naskah warni2 ingkang dipunpekir.Wudjudipun inggih tjekak namung 11 pada sekar Sinom punika.
Déné serat "Wé<u>d</u>a-tama Piningit" punika anggèn-kula nurun Kagunganipun R. Dibjahardjija ing Ngajogja, kala taun 1951, seratan Latin tik-tikan. Pandjenenganipun nurun saking pundi, kula boten njuwun katrangan, ananging kula saged nginten-inten: asal-usulipun saking "We<u>d</u>a-tama Piningit" aksara Djawi tjap-tjapan. Amargi kala taun ± 1940 kula sampun naté sumerep serat wau ingkang tjap-tjapan kadasaraken wonten sangadjenging Hotel Pasar Pon Surakarta, ananging kula boten nj_titèkaken sinten Penerbitipun ,<noinclude></noinclude>
6aoy3910440j2fywfz3btj99fcmooha
79150
79145
2026-05-20T11:51:39Z
WanaraLima
746
/* Tervalidasi */
79150
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="WanaraLima" />{{c|- 34 -}}</noinclude>::ing Surakarta risak
::apan dadya wana tuwin dados <u>d</u>usun
::santun pradja ing Ketangga
::Nata kalih wlas man<u>d</u>iri
<ol start=26>
<li><poem>Pulih gemah sarta hardja,
tata tentrem suka manah(ể) tyang alit
sirna kang samja laku dur
murah san<u>d</u>ang lan pangan
wit wong agung asih mring kawulanipun
gung paring dana tan ken<u>d</u>at
murah padjegirèng siti</poem></li>
<li><poem>Sadjung padjegé satengah
tanpa uba-rampé lan biwit-biwit (?)
sirna ingkang radja-pun<u>d</u>ut
tuwin pra luhur Djawa
pisah nggoné saudara lan guprenur
kabèh ingkang bangsa sabrang
samja mulih sirna gusis</poem></li>
</ol>
<u>T j é n t a n g a n</u> <br>
Serat "Kala-ti<u>d</u>a Piningit" punika anggèn-kula manggih wonten ing latjinipun Redaksi ari-warti "Sedya Tama" Ngajogja, kala taun 1930, awor naskah warni2 ingkang dipunpekir.Wudjudipun inggih tjekak namung 11 pada sekar Sinom punika.
Déné serat "Wé<u>d</u>a-tama Piningit" punika anggèn-kula nurun Kagunganipun R. Dibjahardjija ing Ngajogja, kala taun 1951, seratan Latin tik-tikan. Pandjenenganipun nurun saking pundi, kula boten njuwun katrangan, ananging kula saged nginten-inten: asal-usulipun saking "We<u>d</u>a-tama Piningit" aksara Djawi tjap-tjapan. Amargi kala taun ± 1940 kula sampun naté sumerep serat wau ingkang tjap-tjapan kadasaraken wonten sangadjenging Hotel Pasar Pon Surakarta, ananging kula boten nj_titèkaken sinten Penerbitipun ,<noinclude></noinclude>
lb02n6ihlxscxswhjgdrkawuuehwj8y
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/8
250
23038
79149
72963
2026-05-20T11:51:31Z
Devi 4340
509
79149
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Kriita" />{{rh||— 4 —}}</noinclude>{{jawa|꧋ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦶꦠꦮꦼꦢꦭ꧀ꦭꦏꦼꦤ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏ꧈ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦠꦟ꧀ꦝꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦕꦥ꧀꧇ꦦꦼꦂꦱꦠꦸꦮꦤ꧀ꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢꦶꦪꦃꦦꦸꦂꦧꦭꦶꦁꦒ꧈ꦏꦲꦸꦤꦶꦔꦤ꧀ꦤ꧉}}
{{block right|offset=3em|{{c|{{jawa|'''''ꦮꦱ꧀ꦱꦭꦩ꧀꧈'''''<br>ꦥꦼꦂꦱꦠꦸꦮꦤ꧀ꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢꦶꦪꦃ<br>ꦦꦸꦂꦧꦭꦶꦁꦒ꧉}}}}}}
{{rule|5em}}
{{nop}}<noinclude></noinclude>
sn344ivqiteak5f3gejokev49ihsgwh
Kaca:ꦕꦫꦶꦠꦤꦺꦱꦶꦪꦸꦟꦸꦱ꧀.pdf/57
250
23044
78874
76605
2026-05-19T22:24:32Z
Kriita
885
/* Validated */
78874
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Kriita" />{{rh||55}}</noinclude>{{jawa|ꦗꦤ꧈ꦧꦚ꧀ꦗꦸꦂꦒꦿꦺꦒꦃꦠꦔꦶꦏꦫꦺꦴꦠꦸꦭꦸꦁꦠꦸꦭꦸꦁ꧇ꦲꦤꦩꦭꦶꦁ꧈ꦲꦤꦩꦭꦶꦁ꧉ꦲꦁꦒꦺꦴꦤ꧀ꦤꦺꦠꦸꦭꦸꦁꦠꦸꦭꦸꦁꦩ}}
{{missing image}}
{{c|{{s|{{jawa|''꧋ꦯꦮꦃꦭꦸꦤ꧀ꦠ꧈ꦥꦥꦤ꧀ꦥꦩ꧀ꦧꦮꦁꦔꦤ꧀ꦤꦺꦱꦶꦪꦸꦒꦸꦥ꧀꧈''}}}}}}
{{jawa|ꦲꦸꦏꦫꦺꦴꦠꦸꦩꦤ꧀ꦢꦁꦲꦉꦥ꧀ꦚꦼꦏꦼꦭ꧀ꦩꦭꦶꦁꦔꦺ꧈ꦤꦔꦶꦁꦪꦸꦯꦸꦥ꧀ꦮꦶꦱ꧀ꦥꦿꦪꦶꦠ꧀ꦤ꧈ꦱꦶꦁꦲꦉꦥ꧀ꦚꦼꦏꦼꦭ꧀ꦢꦶꦧꦼꦤ꧀ꦝꦺꦴꦏꦼꦤꦱꦶ}}<noinclude></noinclude>
ksg9dt8aq5g5fza1x6tjniflmzx4arf
Kaca:Awaking Manoengsa.pdf/17
250
23163
78951
78728
2026-05-20T03:31:51Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
78951
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||17}}</noinclude>{{multicol}}
{{c|[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop).jpg|150px|Awaking Manoengsa (page 17 crop)]]}}<br><center>Gambar 11.<br>Dalan pangedjoeran pangan.</center>
{{multicol-break}}
{{Ordered list
|tjangkem
|klandjer-klandjer idoe-tjangkem.
|eled-eled.
|wadoek.
|ati lan remperoe.
|pancreas.
|oesoes-nom.
|oesoes-boentoe lan appendix.
|oesoes-toewa.
|oesoes-poengkasan.
}}<br>
''baloenging oentoe''{{gap}}[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop) bam.jpg|100px|Awaking Manoengsa (page 17 crop) bam]]{{gap}}''lapisan atos gilap''{{gap}}''growongan panggonan otot getih lan tali rasa''{{gap}}''lapisan atos kaja nemel''<br><center>Gambar No. 11a. Bam.</center><br>
[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop) growong.jpg|100px|Awaking Manoengsa (page 17 crop) growong]]<br>''oentoe growong''
{{multicol-end}}
{{multicol}}
{{c|[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop) ontoe lan bam.jpg|150px|Awaking Manoengsa (page 17 crop) ontoe lan bam]]}}<br><center>Gambar 12. Oentoe lan Bam.</center>
{{multicol-break}}
{{c|[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop) oentoe.jpg|150px|Awaking Manoengsa (page 17 crop) oentoe]]}}<br><center>Gambar 13. Oentoe.</center><br>
:::::::::''a = makoeta.''<br>''b = ojod.''<br>''I = oentoe-ngarep.''<br>''II = sijoeng.''<br>''III = bam pating pentingil.''
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
ks0kczzncm3idv6f7v9fnm8x3ru2kvo
78952
78951
2026-05-20T03:32:38Z
Thersetya2021
125
78952
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||17}}</noinclude>{{multicol}}
{{c|[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop).jpg|150px|Awaking Manoengsa (page 17 crop)]]}}<br><center>Gambar 11.<br>Dalan pangedjoeran pangan.</center>
{{multicol-break}}
{{Ordered list
|tjangkem
|klandjer-klandjer idoe-tjangkem.
|eled-eled.
|wadoek.
|ati lan remperoe.
|pancreas.
|oesoes-nom.
|oesoes-boentoe lan appendix.
|oesoes-toewa.
|oesoes-poengkasan.
}}<br>
''baloenging oentoe''{{gap}}[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop) bam.jpg|100px|Awaking Manoengsa (page 17 crop) bam]]{{gap}}''lapisan atos gilap''{{gap}}''growongan panggonan otot getih lan tali rasa''{{gap}}''lapisan atos kaja nemel''<br><center>Gambar No. 11a. Bam.</center><br>
[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop) growong.jpg|100px|Awaking Manoengsa (page 17 crop) growong]]<br>''oentoe growong''
{{multicol-end}}
{{multicol}}
{{c|[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop) ontoe lan bam.jpg|150px|Awaking Manoengsa (page 17 crop) ontoe lan bam]]}}<br><center>Gambar 12. Oentoe lan Bam.</center>
{{multicol-break}}
{{c|[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop) oentoe.jpg|150px|Awaking Manoengsa (page 17 crop) oentoe]]}}<br><center>Gambar 13. Oentoe.</center><br>
:::::::''a = makoeta.''<br>''b = ojod.''<br>''I = oentoe-ngarep.''<br>''II = sijoeng.''<br>''III = bam pating pentingil.''
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
iim54776auk00q9e0kqch5sgzx5vap4
78953
78952
2026-05-20T03:32:58Z
Thersetya2021
125
78953
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||17}}</noinclude>{{multicol}}
{{c|[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop).jpg|150px|Awaking Manoengsa (page 17 crop)]]}}<br><center>Gambar 11.<br>Dalan pangedjoeran pangan.</center>
{{multicol-break}}
{{Ordered list
|tjangkem
|klandjer-klandjer idoe-tjangkem.
|eled-eled.
|wadoek.
|ati lan remperoe.
|pancreas.
|oesoes-nom.
|oesoes-boentoe lan appendix.
|oesoes-toewa.
|oesoes-poengkasan.
}}<br>
''baloenging oentoe''{{gap}}[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop) bam.jpg|100px|Awaking Manoengsa (page 17 crop) bam]]{{gap}}''lapisan atos gilap''{{gap}}''growongan panggonan otot getih lan tali rasa''{{gap}}''lapisan atos kaja nemel''<br><center>Gambar No. 11a. Bam.</center><br>
[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop) growong.jpg|100px|Awaking Manoengsa (page 17 crop) growong]]<br>''oentoe growong''
{{multicol-end}}
{{multicol}}
{{c|[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop) ontoe lan bam.jpg|150px|Awaking Manoengsa (page 17 crop) ontoe lan bam]]}}<br><center>Gambar 12. Oentoe lan Bam.</center>
{{multicol-break}}
{{c|[[File:Awaking Manoengsa (page 17 crop) oentoe.jpg|150px|Awaking Manoengsa (page 17 crop) oentoe]]}}<br><center>Gambar 13. Oentoe.</center><br>
::::''a = makoeta.''<br>''b = ojod.''<br>''I = oentoe-ngarep.''<br>''II = sijoeng.''<br>''III = bam pating pentingil.''
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
dlpq48wa1wrizk1sqqx5ovjk4ncsjjr
Kaca:ꦕꦫꦶꦠꦤꦺꦱꦶꦪꦸꦟꦸꦱ꧀.pdf/30
250
23223
78873
73306
2026-05-19T22:20:33Z
Kriita
885
/* Proofread */
78873
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||28}}</noinclude>{{jawa|꧋ꦲꦼꦁꦒꦶꦃ꧈ ꦲꦼꦁꦒꦶꦃ꧈ ꦩꦱ꧀ ꦤꦶꦏꦸꦥꦚ꧀ꦕꦺꦤ꧀ꦭꦼꦉꦱ꧀꧈}}
{{jawa|꧋ꦏꦸꦭꦶꦏꦸꦭꦶꦢꦶꦥꦶꦠꦸꦠꦸꦂꦫꦶꦩꦁꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦩꦲꦸꦥꦣꦩꦉꦩ꧀ ꦱꦂꦠꦒꦼꦊꦩ꧀ꦲꦔꦺꦱ꧀ꦠꦺꦴꦏ꧀ꦲꦏꦺꦥꦶꦠꦸꦠꦸꦂꦫꦺ꧈ꦲꦺꦴꦫꦲꦤꦱꦶꦁꦮꦤꦶꦲꦔ꧀ꦭꦶꦂꦮꦏ꧀ꦲꦏꦺꦥꦒꦮꦺꦪꦤ꧀ꦤꦺ꧉ ꦗꦭꦂꦫꦤ꧀ꦱꦏꦲꦶꦏꦸ꧈ ꦪꦸꦟꦸꦱ꧀ꦲꦁꦒꦺꦴꦤ꧀ꦤꦺꦢꦢꦶꦩꦤ꧀ꦝꦺꦴꦂꦭꦒꦶꦲꦺꦴꦭꦺꦃꦱꦼꦱꦱꦶꦧꦲꦺ꧈ ꦮꦶꦱ꧀ꦏꦠꦺꦴꦤ꧀ꦏꦥꦿꦶꦒꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦤꦺꦭꦤ꧀ꦏꦥꦶꦤ꧀ꦠꦼꦂꦫꦤ꧀ꦤꦺꦲꦁꦒꦺꦴꦤ꧀ꦤꦺꦔ꧀ꦭꦏꦺꦴꦤ꧀ꦤꦶꦥꦒꦮꦺꦪꦤ꧀ꦤꦺ꧈ ꦲꦥꦱꦶꦁꦢꦢꦶꦠꦁꦒꦸꦁꦔꦤ꧀ꦤꦺꦲꦺꦴꦫꦲꦤꦱꦶꦁꦔꦸꦕꦶꦮꦤ꧀ꦤꦶ꧈ ꦩꦸꦭꦤꦺꦠꦸꦮꦤ꧀ꦠꦸꦮꦤ꧀ꦥꦝꦔꦊꦩ꧀ꦩꦫꦁꦪꦸꦟꦸꦱ꧀꧈}}
<center>'''{{l|V.''' {{Jawa|'''''꧋ꦪꦸꦟꦸꦱ꧀ꦩꦼꦉꦱ꧀ꦧꦸꦁꦱꦤꦺꦣꦺꦮꦺ꧉'''''}}}}</center>
{{jawa|꧋ꦏꦲꦤꦤ꧀ꦲꦶꦁꦢꦺꦴꦚꦲꦶꦏꦸꦲꦺꦴꦫꦲꦤꦱꦶꦁꦭꦁꦒꦼꦁ꧈ ꦧꦼꦒ꧀ꦗꦕꦶꦭꦏ꧈ ꦲꦭꦧꦼꦕꦶꦏ꧀ꦠꦤ꧀ꦱꦃꦒꦶꦭꦶꦂꦒꦸꦩꦤ꧀ꦠꦶ꧈ ꦲꦺꦴꦫꦲꦤꦱꦶꦁꦠꦼꦠꦼꦥ꧀꧈ ꦱꦏꦮꦶꦠ꧀ꦭꦸꦟꦸꦱ꧀ꦧꦼꦕꦶꦏ꧀ꦧꦼꦔꦸ}}<noinclude></noinclude>
t9wjipxhrc3pjgu7wpyl7o243of5mfm
79082
78873
2026-05-20T07:26:52Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79082
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||28}}</noinclude>{{jawa|꧋ꦲꦼꦁꦒꦶꦃ꧈ ꦲꦼꦁꦒꦶꦃ꧈ ꦩꦱ꧀ ꦤꦶꦏꦸꦥꦚ꧀ꦕꦺꦤ꧀ꦭꦼꦉꦱ꧀꧈}}
{{jawa|꧋ꦏꦸꦭꦶꦏꦸꦭꦶꦢꦶꦥꦶꦠꦸꦠꦸꦂꦫꦶꦩꦁꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦩꦲꦸꦥꦣꦩꦉꦩ꧀ ꦱꦂꦠꦒꦼꦊꦩ꧀ꦲꦔꦺꦱ꧀ꦠꦺꦴꦏ꧀ꦲꦏꦺꦥꦶꦠꦸꦠꦸꦂꦫꦺ꧈ꦲꦺꦴꦫꦲꦤꦱꦶꦁꦮꦤꦶꦲꦔ꧀ꦭꦶꦂꦮꦏ꧀ꦲꦏꦺꦥꦒꦮꦺꦪꦤ꧀ꦤꦺ꧉ ꦗꦭꦂꦫꦤ꧀ꦱꦏꦲꦶꦏꦸ꧈ ꦪꦸꦟꦸꦱ꧀ꦲꦁꦒꦺꦴꦤ꧀ꦤꦺꦢꦢꦶꦩꦤ꧀ꦝꦺꦴꦂꦭꦒꦶꦲꦺꦴꦭꦺꦃꦱꦼꦱꦱꦶꦧꦲꦺ꧈ ꦮꦶꦱ꧀ꦏꦠꦺꦴꦤ꧀ꦏꦥꦿꦶꦒꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦤꦺꦭꦤ꧀ꦏꦥꦶꦤ꧀ꦠꦼꦂꦫꦤ꧀ꦤꦺꦲꦁꦒꦺꦴꦤ꧀ꦤꦺꦔ꧀ꦭꦏꦺꦴꦤ꧀ꦤꦶꦥꦒꦮꦺꦪꦤ꧀ꦤꦺ꧈ ꦲꦥꦱꦶꦁꦢꦢꦶꦠꦁꦒꦸꦁꦔꦤ꧀ꦤꦺꦲꦺꦴꦫꦲꦤꦱꦶꦁꦔꦸꦕꦶꦮꦤ꧀ꦤꦶ꧈ ꦩꦸꦭꦤꦺꦠꦸꦮꦤ꧀ꦠꦸꦮꦤ꧀ꦥꦣꦔꦊꦩ꧀ꦩꦫꦁꦪꦸꦟꦸꦱ꧀꧈}}
<center>'''{{l|V.''' {{Jawa|'''''꧋ꦪꦸꦟꦸꦱ꧀ꦩꦼꦉꦱ꧀ꦧꦸꦁꦱꦤꦺꦣꦺꦮꦺ꧉'''''}}}}</center>
{{jawa|꧋ꦏꦲꦤꦤ꧀ꦲꦶꦁꦢꦺꦴꦚꦲꦶꦏꦸꦲꦺꦴꦫꦲꦤꦱꦶꦁꦭꦁꦒꦼꦁ꧈ ꦧꦼꦒ꧀ꦗꦕꦶꦭꦏ꧈ ꦲꦭꦧꦼꦕꦶꦏ꧀ꦠꦤ꧀ꦱꦃꦒꦶꦭꦶꦂꦒꦸꦩꦤ꧀ꦠꦶ꧈ ꦲꦺꦴꦫꦲꦤꦱꦶꦁꦠꦼꦠꦼꦥ꧀꧈ ꦱꦏꦮꦶꦠ꧀ꦪꦸꦟꦸꦱ꧀ꦧꦼꦕꦶꦏ꧀ꦧꦼꦧꦸ}}<noinclude></noinclude>
cjr10lkfx87byej2bbaf6vztf76cf81
Kaca:Awaking Manoengsa.pdf/8
250
24130
78925
78729
2026-05-20T02:56:18Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
78925
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||8}}</noinclude>{{c|'''III. GEMBOENG.'''}}
{{Ordered list
|'''Pamérangé.'''<br>
Baloeng-baloeng kang moedjoedaké gemboeng kapérang dadi : baloeng oela-oela, baloeng iga lan baloeng ḍaḍa.
|'''Oela-oela.'''<br>
Oela-oela ana baloengé 33 tengkel, diarani gegelan, kang 7 doemoenoeng ing goeloe, 12 ing geger, 5 ing bangkékan. Sing 5 gegelan sangisoring bangkékan paḍa ganḍèng kraket, prasasat moeng woedjoed baloeng sidji, ndjebèbèh, djenengé baloeng werit. Gegelan 4 kang poengkasan ija prasasat dadi sidji, kaaranan baloeng boentoet.<br>
Gambar No. 3 ikoe énța-énṭaning gegelan geger, dineleng saka ing ḍoewoer. Ing tengah bolong. Sarèhning gegelan-gegelan oela-oela ikoe kabèh mawa bolongan, mangka trapé soengsoen, dadi bandjoer ana broemboengan ing sadjroné oela-oela, diarani broemboengan-oela-oela, isi soengsoem-oela-oela. Broemboengan maoe ana bandjoerané menjang djegoḍahan tjoemploeng.<br>
Sing akèh gegelan oela-oela ikoe mawa pérangan pating tjrongat; kang njongat dawa ana 3, sidji doemoenoeng ing boeri, loro ing ngiringan. Tjongatan-boeri kena ginrajang ing pok giṭok.
|'''Iga.'''<br>
Tjatjahé 12 pasang, sing 7 pasang ḍoewoer ganḍèngé karo oela-oela lan baloeng ḍaḍa sampoerna, kang 3 pasang koerang sampoerna, marga ingarep ganḍèngé karo baloeng ḍaḍa moeng noenoet iga kang kaping 7, déné sing 2 pasang ngisor déwé ingarep ora ganḍèng babar pisan karo baloeng ḍaḍa, dadi moeng njongat baé. Iga 12 pasang maoe moedjoedaké djegoḍahan ḍaḍa, isi piranti aloes-aloes (djantoeng, keboek). Dadi goenané iga ikoe ngreksa piranti kang aloes. Oega geḍé pigoenané toemraping ambekan.
|'''Baloeng ḍaḍa.'''<br>
Woedjoedé kaja tjoendrik, sadjatiné ana 7 tengkel. Ing panggonan ganḍèngé tengkelan sidji karo sidjiné ana lekikané panggonan toemantjebing iga.
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Mlakoe djedjeg, {{gap}}loenggoeh djedjeg, {{gap}}ginawéa adjeg.}}
{{rule|width=8em|align=center}}
}}<noinclude></noinclude>
4p8il76q2tclw76jwcqqo6e6htv5du2
Kaca:Awaking Manoengsa.pdf/18
250
24132
78958
78727
2026-05-20T03:46:58Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
78958
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||18}}</noinclude>{{c|'''VIII. AMBEKAN.'''}}
{{Ordered list
|'''Pakartining ambekan.'''<br>
Pakartiné ambekan ikoe saèmper pangedjoeré pangan. Pangedjoeran-pangan ndadèkaké lemboeting pangan kongsi kena kaideraké getih menjang sarandoening awak. Ambekan „ndjoepoek” gas saka hawa. Gas iki djenengé: zuurstof {{=}} djasad pangobong. Zuurstof oega diwratakaké déning getih menjang sarandoening awak. Panasing awaké manoengsa manawa dioekoer ḍoewoeré koerang loewih 37°C. Anané panas marga saka barang kobong. Pawon dadi panas marga ing kono dibongi kajoe sarana pitoeloengané zuurstof. Awaking manoengsa dadi panas, marga ing kono ija ana kajoe (sarining pangan) kobong déning zuurstof. Bong-bongan ing pawon nganakaké awoe lan oewab-banjoe, déné bong-bongan ing awaking manoengsa nganakaké koolzuur lan oewab-banjoe. Panas kang metoe saka bong-bongan maoe malih dadi kekoewatan (Enḍas-enḍasan sepoer koewat nggèrèd grebongan poeloehan, manoengsa migoenakaké kekoewatané kanggo njamboet gawé).
|'''Keboek.'''<br>
Manoengsa ambekan sarana keboek. Keboek doemoenoeng ing djegodahan ḍaḍa. Leboené hawa liwat iroeng lan goeroeng teroes tekan keboek. Poetjoeking goeroeng doemoenoeng ing gorokan. Poengkasané goeroeng ngepang ngiwa lan nengen, andjog ing keboek. Pang loro maoe ngepang-ngepang manèh nganti dadi tjilik-tjilik, woedjoedé kaja torong, lemboet banget. Torong sing lemboet-lemboet iki kebak otot-getih loewih déning lemboet pating kranteng. Ija ing kono ikoe panggonané lira-liroening gas loro: zuurstof lan koolzuur. Zuurstof mrembes liwat pagering otot-getih andjog ing getih; koolzuur mrembes pagering otot-getih, metoe andjog ing torong teroes katoet wetoening napas.
|'''Ngoendjal ambekan lan ngetokaké napas (njerot-ngempos)'''<br>
Ambekan ikoe tegesé: nglebokaké zuurstof lan ngetokaké koolzuur (lan oewab-banjoe). Hawa bisa mlebбe saka melaré djegoḍahan ḍaḍa, hawa bisa metoe marga mingkoesé djegoḍahan ḍaḍa. Melaré djegoḍahan ḍaḍa djalaran saka trèpèsing kenḍangantengah lan oenggah apa déné adjoening iga. Déné mingkoesé, marga kenḍangan-tengah koewoeng manèh, igané moeḍoen lan moendoer. Melar-mingkoesing djegoḍahan-ḍaḍa ndjalari melar-mingkoesing keboek. Manawa djegoḍahan-ḍaḍa melar, hawa ing djeroné dadi loewih ngrokos, panetelé koerang tinimbang hawa ing djaba, moelané hawa-djaba bandjoer mleboe (njerot). Kosok baliné: manawa djegoḍahan-ḍaḍa mingkoes: hawa ing djero dadi loewih paḍet, panetelé loewih geḍé tinimbang hawa ing djaba, moelané hawa-djero bandjoer metoe (ngempos).<br>
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Ambekan metoe ing iroeng, {{gap}}Arep watoek dadi woeroeng.}}
{{rule|width=8em|align=center}}
}}<noinclude></noinclude>
l67wv8195jpo2u6sce6io1myr41zof1
78960
78958
2026-05-20T03:51:33Z
Thersetya2021
125
78960
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||18}}</noinclude>{{c|'''VIII. AMBEKAN.'''}}
'''1. Pakartining ambekan.'''<br>
Pakartiné ambekan ikoe saèmper pangedjoeré pangan. Pangedjoeran-pangan ndadèkaké lemboeting pangan kongsi kena kaideraké getih menjang sarandoening awak. Ambekan „ndjoepoek” gas saka hawa. Gas iki djenengé: zuurstof {{=}} djasad pangobong. Zuurstof oega diwratakaké déning getih menjang sarandoening awak. Panasing awaké manoengsa manawa dioekoer ḍoewoeré koerang loewih 37°C. Anané panas marga saka barang kobong. Pawon dadi panas marga ing kono dibongi kajoe sarana pitoeloengané zuurstof. Awaking manoengsa dadi panas, marga ing kono ija ana kajoe (sarining pangan) kobong déning zuurstof. Bong-bongan ing pawon nganakaké awoe lan oewab-banjoe, déné bong-bongan ing awaking manoengsa nganakaké koolzuur lan oewab-banjoe. Panas kang metoe saka bong-bongan maoe malih dadi kekoewatan (Enḍas-enḍasan sepoer koewat nggèrèd grebongan poeloehan, manoengsa migoenakaké kekoewatané kanggo njamboet gawé).<br>
'''2. Keboek.'''<br>
Manoengsa ambekan sarana keboek. Keboek doemoenoeng ing djegodahan ḍaḍa. Leboené hawa liwat iroeng lan goeroeng teroes tekan keboek. Poetjoeking goeroeng doemoenoeng ing gorokan. Poengkasané goeroeng ngepang ngiwa lan nengen, andjog ing keboek. Pang loro maoe ngepang-ngepang manèh nganti dadi tjilik-tjilik, woedjoedé kaja torong, lemboet banget. Torong sing lemboet-lemboet iki kebak otot-getih loewih déning lemboet pating kranteng. Ija ing kono ikoe panggonané lira-liroening gas loro: zuurstof lan koolzuur. Zuurstof mrembes liwat pagering otot-getih andjog ing getih; koolzuur mrembes pagering otot-getih, metoe andjog ing torong teroes katoet wetoening napas.<br>
'''3. Ngoendjal ambekan lan ngetokaké napas (njerot-ngempos)'''<br>
Ambekan ikoe tegesé: nglebokaké zuurstof lan ngetokaké koolzuur (lan oewab-banjoe). Hawa bisa mlebбe saka melaré djegoḍahan ḍaḍa, hawa bisa metoe marga mingkoesé djegoḍahan ḍaḍa. Melaré djegoḍahan ḍaḍa djalaran saka trèpèsing kenḍangantengah lan oenggah apa déné adjoening iga. Déné mingkoesé, marga kenḍangan-tengah koewoeng manèh, igané moeḍoen lan moendoer. Melar-mingkoesing djegoḍahan-ḍaḍa ndjalari melar-mingkoesing keboek. Manawa djegoḍahan-ḍaḍa melar, hawa ing djeroné dadi loewih ngrokos, panetelé koerang tinimbang hawa ing djaba, moelané hawa-djaba bandjoer mleboe (njerot). Kosok baliné: manawa djegoḍahan-ḍaḍa mingkoes: hawa ing djero dadi loewih paḍet, panetelé loewih geḍé tinimbang hawa ing djaba, moelané hawa-djero bandjoer metoe (ngempos).<br>
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Ambekan metoe ing iroeng, {{gap}}Arep watoek dadi woeroeng.}}
{{rule|width=8em|align=center}}<noinclude></noinclude>
to5qgiytqlzfwjeimgabd4f95seqdu6
Kaca:Awaking Manoengsa.pdf/30
250
24208
78967
78496
2026-05-20T04:05:03Z
Ris00l may00
1455
/* Durung katitiwaca: dibalikkan karena halaman belum sesuai, masih terdapat kesalahan penulisan diakritik d dan t */
78967
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ris00l may00" />{{rh||30}}</noinclude>ikoe kanggo nekak-nekoek lakoening sorot soepaja bisa nganakaké gambaring barang kang dineleng, toemiba ing klasoetandjala. Sorot lan roepané barang maoe bandjoer toemama ing poetjoeking tali-rasa mripat, teroes ditoendakaké nganti tekan telenging sarap : wong weroeh. Soerjakanta bisané loewih mblendoek lan bisa loewih trépés, manoet doh-tjedaké barang kang dideleng. Wong kang tjatjad soerjakantané marga kemblendoeken oetawa ketrépésen sok bandjoer koedoe nanggo katja mripat (dipriksakaké marang dokter disik).
{{rule|5em}}
{{C|Nganggo tesmak idjo, biroe, mantjawarna,<br>kang preloené moeng gawé oendaking roepa,<br>mesti digegoejoe toer roesak kang nétra.}}
'''5. Pangroengoe (koeping).'''
''a.'' Godoh lan broemboengan-koeping. Koeping ikoe praboté djaba woedjoed godoh lan broemboengan. Godoh ikoe lemes, sebab baloengé prasasat baloeng-nom kabéh. Broemboengan-koeping kalapis ing koelit oemés, katoekoelan ing woeloe. Godoh lan broemboengan-koeping kanggo nadahi swara. Broemboengan koeping lan djegodahan-koeping ing djero kaelet-eletan ing kendangan-koeping, woedjoed klasoetan tipis, lemes, tansah teles dilengani nganggo djasad kang diwetokaké koelit oemes kang nglapis broemboengan-koeping.
''b.'' Djegodahan-koeping (djegodahan-tengah).
Djegodahan-tengah ana gandéngané karo gorokan sarana broemboengan. Kang mangkono ikoe ndjalari timbanging panetelé hawa ing kendangan-koeping sisih djaba lan djero. Kedering hawa kang marga saka kedering barang, ditadahi godoh, dilebokaké oeroet broemboengan-koeping, toemama ing kendangan-koeping, toemoenda ing baloeng-koeping teteloe kang tinemoe ing djegodahan-koeping. Baloeng teteloe maoe wangoené ana sing mémper paloe, ana kang kaja paron, lan sing boeri déwé mémper sanggawedi. Garaning baloeng-paloe némplék ing kendangan-koeping,
déné pantjadaning baloeng-sangga-wedi gandéng karo pérangan ing djero, wangoené londjong (lawangan-londjong). Kedering hawa kang toemandoek ing lawangan-londjong bandjoer ditoendakaké tekan ing banjoe-pangroengoe.<noinclude></noinclude>
011rw8igptbivnhwcgdtp9o3nvhooxl
78971
78967
2026-05-20T04:16:37Z
Thersetya2021
125
/* Titiwaca */
78971
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{rh||30}}</noinclude>ikoe kanggo nekak-nekoek lakoening sorot soepaja bisa nganakaké gambaring barang kang dineleng, toemiba ing klasoetandjala. Sorot lan roepané barang maoe bandjoer toemama ing poetjoeking tali-rasa mripat, teroes ditoenḍakaké nganti tekan telenging sarap : wong weroeh. Soerjakanta bisané loewih mblenḍoek lan bisa loewih trépés, manoet doh-tjeḍaké barang kang dideleng. Wong kang tjatjad soerjakanṭané marga kemblenḍoeken oetawa ketrépésen sok bandjoer koedoe nanggo katja mripat (dipriksakaké marang ḍokter ḍisik).
{{rule|5em}}
{{C|Nganggo tesmak idjo, biroe, mantjawarna,<br>kang preloené moeng gawé oendaking roepa,<br>mesṭi digegoejoe toer roesak kang nétra.}}
'''5. Pangroengoe (koeping).'''<br>
''a.'' Goḍoh lan broemboengan-koeping. Koeping ikoe praboté djaba woedjoed goḍoh lan broemboengan. Goḍoh ikoe lemes, sebab baloengé prasasat baloeng-nom kabéh. Broemboengan-koeping kalapis ing koelit oemés, kaṭoekoelan ing woeloe. Goḍoh lan broemboengan-koeping kanggo nadahi swara. Broemboengan koeping lan djegoḍahan-koeping ing djero kaelet-eletan ing kenḍangan-koeping, woedjoed klasoetan tipis, lemes, tansah teles dilengani nganggo djasad kang diwetokaké koelit oemes kang nglapis broemboengan-koeping.<br>
''b.'' Djegoḍahan-koeping (djegodahan-tengah). Djegoḍahan-tengah ana ganḍéngané karo gorokan sarana broemboengan. Kang mangkono ikoe ndjalari timbanging panetelé hawa ing kenḍangan-koeping sisih djaba lan djero. Keḍering hawa kang marga saka keḍering barang, ditaḍahi goḍoh, dilebokaké oeroet broemboengan-koeping, toemama ing kenḍangan-koeping, toemoenḍa ing baloeng-koeping teteloe kang tinemoe ing djegoḍahan-koeping. Baloeng teteloe maoe wangoené ana sing mémper paloe, ana kang kaja paron, lan sing boeri ḍéwé mémper sanggaweḍi. Garaning baloeng-paloe némplék ing kenḍangan-koeping, déné pantjadaning baloeng-sangga-weḍi ganḍéng karo pérangan ing djero, wangoené londjong (lawangan-londjong). Keḍering hawa kang toemandoek ing lawangan-londjong bandjoer ditoenḍakaké tekan ing banjoe-pangroengoe.<noinclude></noinclude>
s1ne8nl3zbnccifh5zqxri43eml3dez
79138
78971
2026-05-20T11:00:17Z
Ars-arsa
1809
/* Absah */
79138
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||30}}</noinclude>ikoe kanggo nekak-nekoek lakoening sorot soepaja bisa nganakaké gambaring barang kang dineleng, toemiba ing klasoetandjala. Sorot lan roepané barang maoe bandjoer toemama ing poetjoeking tali-rasa mripat, teroes ditoenḍakaké nganti tekan telenging sarap : wong weroeh. Soerjakanta bisané loewih mblenḍoek lan bisa loewih trépés, manoet doh-tjeḍaké barang kang dideleng. Wong kang tjatjad soerjakanṭané marga kemblenḍoeken oetawa ketrépésen sok bandjoer koedoe nanggo katja mripat (dipriksakaké marang ḍokter ḍisik).
{{rule|5em}}
{{C|Nganggo tesmak idjo, biroe, mantjawarna,<br>kang preloené moeng gawé oendaking roepa,<br>mesṭi digegoejoe toer roesak kang nétra.}}
'''5. Pangroengoe (koeping).'''<br>
''a.'' Goḍoh lan broemboengan-koeping. Koeping ikoe praboté djaba woedjoed goḍoh lan broemboengan. Goḍoh ikoe lemes, sebab baloengé prasasat baloeng-nom kabéh. Broemboengan-koeping kalapis ing koelit oemés, kaṭoekoelan ing woeloe. Goḍoh lan broemboengan-koeping kanggo nadahi swara. Broemboengan koeping lan djegoḍahan-koeping ing djero kaelet-eletan ing kenḍangan-koeping, woedjoed klasoetan tipis, lemes, tansah teles dilengani nganggo djasad kang diwetokaké koelit oemes kang nglapis broemboengan-koeping.<br>
''b.'' Djegoḍahan-koeping (djegodahan-tengah). Djegoḍahan-tengah ana ganḍéngané karo gorokan sarana broemboengan. Kang mangkono ikoe ndjalari timbanging panetelé hawa ing kenḍangan-koeping sisih djaba lan djero. Keḍering hawa kang marga saka keḍering barang, ditaḍahi goḍoh, dilebokaké oeroet broemboengan-koeping, toemama ing kenḍangan-koeping, toemoenḍa ing baloeng-koeping teteloe kang tinemoe ing djegoḍahan-koeping. Baloeng teteloe maoe wangoené ana sing mémper paloe, ana kang kaja paron, lan sing boeri ḍéwé mémper sanggaweḍi. Garaning baloeng-paloe némplék ing kenḍangan-koeping, déné pantjadaning baloeng-sangga-weḍi ganḍéng karo pérangan ing djero, wangoené londjong (lawangan-londjong). Keḍering hawa kang toemandoek ing lawangan-londjong bandjoer ditoenḍakaké tekan ing banjoe-pangroengoe.<noinclude></noinclude>
cdbegce5cgjzkd3ajdpyit8j6hupn4t
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/10
250
24225
79085
76627
2026-05-20T07:39:07Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79085
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|— 6 —}}
{{jawa|tag=div|1=ꦤ꦳꧀ꦏꦫꦶꦱꦃ꧈ꦥꦸꦠꦿꦮꦪꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦃꦭꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦱꦨꦥꦸꦤꦶꦏꦠꦤ꧀ꦱꦃꦲꦤꦸꦤꦸꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦥꦫꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦄꦫꦧ꧀ꦲꦶꦁꦩꦼꦏꦲꦱꦂꦠꦤꦤ꧀ꦏꦺꦫꦶꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀ꦱꦩꦶꦪꦩꦸꦱꦿꦶꦏ꧀ꦱꦲꦩꦸꦁꦏꦸꦂꦝꦠꦼꦁꦲꦒꦩꦤꦶꦥꦸꦤ꧀꧈ꦱꦫꦤꦫꦺꦏꦢꦪꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦮꦲꦸꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦧꦤꦶꦏ꦳ꦸꦗꦔꦃꦭꦗꦼꦁꦲꦟ꧀ꦝꦠꦼꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦥꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦥꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦧꦼꦂꦲꦭꦤ꧀ꦉꦕꦉꦕꦱꦏꦶꦁꦠꦤꦃꦯꦩ꧀ ꦲꦏꦶꦂꦫꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦶꦪꦁꦄꦫꦧ꧀ꦱꦪꦠꦩ꧀ꦧꦃꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦸꦱꦿꦶꦏ꧀ꦭꦤ꧀ꦩꦁꦏꦶꦂ꧈ꦭꦤ꧀ꦱꦪꦢꦔꦸꦱꦪꦱꦸꦩꦼꦧꦂꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦩꦸꦱꦿꦶꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦭꦤ꧀ꦏꦩꦸꦁꦏꦶꦂꦫꦤ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦠꦤꦃꦩꦼꦏꦃꦭꦤ꧀ꦏꦶꦮꦠꦼꦔꦼꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀꧈
'''''{{c|2 ꧊꧊<big></big>ꦠꦺꦴꦟ꧀ꦝꦲꦸꦠꦮꦶꦔꦭꦩꦠ꧀ꦧꦝꦺꦏꦫꦮꦸꦃꦲꦤ꧀ ꦟꦧꦶ꧉'''''</big>}}
꧊꧊ꦲꦶꦁꦮꦼꦏ꧀ꦢꦭ꧀ꦱꦩꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦏꦠꦶꦔꦭ꧀ꦠꦟ꧀ꦝꦠꦟ꧀ꦝꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦪꦺꦤ꧀ꦧꦝꦺꦏꦫꦮꦸꦃꦲꦤ꧀ꦤꦨꦶ꧈ꦲꦮꦶꦠ꧀ꦱꦧꦒꦶꦪꦤ꧀ꦱꦏꦶꦁꦥꦫꦥꦔꦒꦼꦁꦭꦤ꧀ꦥꦫꦲꦶꦁꦏꦁꦮꦶꦕꦏ꧀ꦱꦤꦲꦶꦁꦔꦿꦶꦏꦸ꧈ꦱꦩꦶꦱꦸꦁꦏꦤ꧀ꦔꦶꦧꦢꦃꦚꦼꦩ꧀ꦧꦃꦝꦠꦼꦁꦧꦼꦂꦲꦭ<sup>2</sup>꧈ꦭꦤ꧀ꦱꦩꦶꦤꦕꦢ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦶꦪꦁꦗꦲꦶꦭꦶꦪꦃ꧈ꦏꦢꦺꦴꦱ꧀ꦢꦺꦂꦂ}}<noinclude></noinclude>
1714k0416zu8h1ivqru4lyxkq9x77v2
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/12
250
24226
79087
76672
2026-05-20T07:45:36Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79087
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|— 8 —}}
{{jawa|꧊꧊ꦤꦔꦶꦁ꧇ꦮꦫꦏꦺꦴꦠꦸꦧ꧀ꦤꦸꦤꦎꦦ꦳ꦤ꧀ ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦩ
ꦏꦠꦼꦤ꧀ ꦲꦮꦶꦠ꧀ꦥꦶꦪꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ꦭꦗꦼꦁꦲꦟ꧀ꦝꦺꦫꦺꦏ꧀ꦝꦠꦼꦁ
ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦧꦶ꧈ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦤ
ꦩ꧀ꦥꦶꦮꦃꦪꦸꦲꦶꦁꦏꦁꦮꦶꦮꦶꦠ꧀ꦠꦤ꧀꧈ꦥꦶꦪꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦭꦃꦲꦩ꧀ꦧꦶꦧꦶ
ꦔꦃꦝꦠꦼꦼꦁꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦏꦠꦼꦤ꧀꧇ꦏꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦤꦶꦁꦮꦃꦪꦸ
ꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦚ꧀ꦗꦼꦤꦼꦁꦔꦤ꧀ꦠꦩ꧀ꦥꦶꦥꦸꦤꦶꦏꦱꦩꦶꦏꦶꦩꦮꦺꦴꦤ꧀ꦏꦭꦶꦪ
ꦤ꧀ꦮꦃꦪꦸꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦠꦩ꧀ꦥꦶꦢꦺꦤꦶꦁꦥꦫꦟꦨꦶꦗꦩꦤ꧀ꦏꦶꦤ꧈ꦲꦮꦶ
ꦠ꧀ꦱꦏꦶꦁꦥꦸꦤꦶꦏꦮꦃꦪꦸꦥꦸꦤꦶꦏꦩꦼꦂꦠꦟ꧀ꦝꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦧꦶꦭꦶꦃꦥ
ꦚ꧀ꦗꦼꦤꦼꦁꦔꦤ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦟꦨꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦱꦲꦺꦱ꧀ꦠꦸ꧉ꦮꦫ
ꦏꦺꦴꦠꦸꦧ꧀ꦤꦸꦤꦎꦦ꦳ꦤ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦥꦼꦗꦃꦲꦶꦁꦱꦊꦧꦼꦠ꧀ꦠꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦺꦴꦁ
ꦱꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦤꦩ꧀ꦥꦶꦮꦃꦪꦸꦱꦏꦶꦁꦓꦸꦱ꧀ꦡꦶꦄꦭ꧀ꦭꦃ꧉
꧊꧊ꦏꦗꦮꦶꦱꦏꦶꦁꦥꦸꦤꦶꦏꦏꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦩꦭꦶꦃꦠꦶꦪꦁꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦒꦩꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦆꦱ꧈ꦤꦩꦧꦸꦏ꦳ꦆꦫꦠꦸꦂꦲꦶꦧ꧀ ꦩꦁꦒꦶꦃꦲꦶꦝꦠꦼꦁꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦤꦭꦶꦏꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦢꦒꦁꦏꦭꦶꦪꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦩꦤ꧀ ꦤꦩꦄꦧꦶꦠꦭꦶꦧ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦤꦃꦯꦩ꧀꧈}}<noinclude></noinclude>
req20p5d5w0buv1mcm0eze1dtbtglm6
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/20
250
24239
79091
78422
2026-05-20T07:51:23Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79091
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" />{{rh||— 16 —}}</noinclude>{{jawa|tag=div|1=ꦪꦁꦏꦸꦫꦺꦱ꧀ꦱꦩꦶꦉꦧꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦧꦝꦺ
ꦲꦤ꧀ꦢꦺꦏꦺꦏ꧀ꦏ꦳ꦗꦂꦄꦱ꧀ꦮꦢ꧀꧌ꦱꦺꦭꦕꦼꦩꦼꦁ꧌ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏ
ꦏ꧀ꦧꦃ꧈ꦱꦩꦶꦢꦶꦪꦢꦶꦤꦶꦲꦉꦧꦠ꧀ꦩꦼꦤꦁ꧈ꦲꦮꦶꦠ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦠꦸ
ꦒꦶꦭ꧀ꦠꦶꦁꦠꦶꦪꦁꦱꦩꦶꦫꦸꦩꦲꦺꦴꦱ꧀ꦲꦁꦒꦝꦃꦲꦶꦏ꦳ꦏ꧀ꦲꦤ꧀ꦢꦺꦏꦺꦏ꧀ꦏ꦳ꦗꦂꦄꦱ꧀ꦮꦢ꧀ ꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦮꦶꦕꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀꧇ꦲꦏꦸꦱꦶꦁꦢꦸꦮꦺꦏ꦳ꦏ꧀ꦏꦸꦢꦸꦲꦤ꧀ꦢꦺꦏꦺꦏ꧀ꦏ꦳ꦗꦂꦄꦱ꧀ꦮꦢ꧀ꦲꦶꦏꦶ꧈ꦗꦭꦂꦫꦤ꧀ꦲꦏꦸꦠꦼꦝꦏ꧀ꦏꦁꦭꦸꦲꦸꦂ꧈ꦮꦸꦱꦤꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦭꦗꦼꦁꦗꦸꦩꦼꦤꦼꦁꦏ꦳ꦏꦶꦩ꧀ ꦩꦸꦠꦸꦱ꧀ꦱꦂꦠꦲꦔꦿꦸꦏꦸꦤ꧀ꦤꦏꦼꦤ꧀ꦥꦱꦸꦭꦪꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦥꦫꦠꦶꦪꦁꦏꦸꦫꦺꦱ꧀ꦮꦲꦸ꧈ꦭꦤ꧀ꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦮꦲꦸꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦱꦩꦶꦤꦩ꧀ꦥꦶꦏꦟ꧀ꦝꦶꦧꦶꦔꦃꦱꦂꦠꦩꦉꦩ꧀ꦩꦤꦃꦲꦶꦥꦹꦤ꧀꧈}}
{{jawa|tag=div|1=꧊꧊ꦱꦉꦁꦏꦁꦏꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦢꦸꦩꦸꦒꦶꦪꦸꦱ꧀ꦮ40ꦠꦲꦸꦤ꧀ ꦓꦸꦱ꧀ꦡꦶꦄꦭ꧀ꦭꦃꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦲꦩꦶꦫꦃꦠꦸꦂꦮꦼꦭꦱ꧀ꦲꦱꦶꦃꦲꦤꦼꦠꦼꦥ꧀ꦥꦏꦼꦤ꧀ꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦲꦸꦠꦸꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀ꦩꦸꦩꦸꦭꦁꦝꦠꦼꦁꦱꦢꦪꦩꦤꦸꦁꦱ꧈ꦱꦒꦼꦢ꧀ꦢꦱꦩꦶꦥꦶꦟ꧀ꦝꦃꦔꦏꦶꦁꦗꦩꦤ꧀ꦥꦼꦥꦼꦠꦼꦁꦝꦠꦼꦁꦗꦩꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦝꦁ꧈ꦠꦼꦫꦁꦭꦤ꧀ꦕꦼꦛ꧉ꦩꦸꦫꦶꦃꦱꦒꦼꦢ꧀ꦢꦲꦶꦕꦭ꧀ꦏꦤꦶꦱ꧀ꦛꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦏꦉꦟ꧀ꦝꦃꦲꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦏꦧꦺꦴꦝꦺꦴꦃꦲꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦭꦗꦼꦁꦩꦁꦒꦶꦃꦢꦿ}}<noinclude></noinclude>
qccrog5d0txmbrhgqfm54o774cyqcef
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/23
250
24240
78969
76687
2026-05-20T04:07:39Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78969
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Nadia Sashi Kirana" />{{c|— 19 —}}</noinclude>proses titiwaca<noinclude></noinclude>
5obnuzk5mkgs3yp254mwi33p7ve8b1r
78991
78969
2026-05-20T04:40:43Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78991
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 19 —}}</noinclude>{{Jawa|꧋ ꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦂꦰꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀꧇ꦱꦏꦲꦤ꧀ꦠꦫꦤꦺꦱꦢꦸꦭꦸꦂꦫꦺ꧇ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦱꦏꦶꦁꦠꦸꦫꦸꦤꦆꦱ꧀ꦫꦆꦭ꧀ꦭꦃꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦠꦼꦣꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ꦤꦨꦶꦆꦱ꧀ꦩꦆꦭ꧀ꦥꦸꦠꦿꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦤꦨꦶꦆꦧꦿꦲꦶꦩ꧀꧈}}
{{Jawa|꧋ ꦲꦶꦁꦲꦪꦠ꧀ <sup>18: 18</sup> ꦮꦲꦸꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧇ꦲꦶꦁꦭꦺꦱꦤ꧀ꦤꦺꦧꦏꦭ꧀ꦱꦸꦤ꧀ꦲꦶꦱꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦤ꧀ꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀꧇ꦥꦸꦤꦶꦏꦕꦺꦴꦕꦺꦴꦒ꧀ꦏꦭꦶꦪꦤ꧀ꦱꦶꦥꦠ꧀ꦠꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ ꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦄꦭ꧀ꦏꦸꦂꦄꦤ꧀ꦱꦸꦫꦠ꧀ꦤꦗꦩ꧀ꦲꦪꦠ꧀ <sup> 2. 3.</sup>}}
{{Jawa|<small><small>꧋ꦥꦔꦸꦕꦥ꧀ꦥꦺꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦲꦶꦏꦸꦲꦺꦴꦫꦱꦏꦲꦮꦥ꧀ꦱꦸꦣꦺꦮꦺ꧈ꦤꦔꦶꦁꦱꦏꦮꦃꦪꦸꦏꦁꦢꦶꦮꦲꦃꦪꦺꦴꦏ꧀ꦲꦏꦺ꧉|</small></small>}}
{{Jawa|ꦕꦺꦴꦕꦺꦴꦒ꧀ꦩꦭꦶꦃꦏꦭꦶꦪꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦱꦼꦧꦸꦠ꧀ꦲꦶꦁꦪꦸꦏ꦳ꦤꦤ꧀ <sup>16: 12. 13.</sup>}}
{{Jawa|<small><small>꧋ꦲꦶꦱꦶꦃꦏꦺꦫꦶꦲꦏꦺꦃꦥꦿꦏꦫꦏꦁꦥꦼꦂꦭꦸꦢꦏ꧀ꦮꦫꦃꦲꦏꦺꦲꦶꦁꦏꦺꦴꦮꦺꦩꦺꦴꦁꦏꦱꦲꦶꦏꦶꦏꦺꦴꦮꦺꦥꦣꦢꦸꦫꦸꦁꦁꦁꦒꦢꦸꦒ꧀ꦤꦩ꧀ꦥꦤ꧀ꦤꦶ꧇ꦤꦔꦶꦁꦱꦫꦮꦸꦃꦲꦺꦏꦁꦏꦱꦼꦧꦸꦠ꧀ꦩꦲꦸ꧈ꦲꦶꦪꦲꦶꦏꦸꦫꦺꦴꦃꦏꦶꦁꦪꦼꦏ꧀ꦠꦤ꧀ ꦲꦶꦏꦸꦧꦤꦭ꧀ꦢꦢꦶꦥꦤꦸꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦩꦸꦩꦫꦁꦱꦗꦿꦺꦴꦤꦺꦏꦱꦩ꧀ꦥꦸꦂꦤꦤ꧀ꦤꦺꦲꦪꦼꦏ꧀ꦠꦺꦤ꧀ꦢꦺꦤꦺꦩꦸꦁꦒꦸꦃꦥꦩꦁꦱꦶꦠ꧀ꦠꦺꦲꦶꦏꦸꦧꦏꦭ꧀ꦲꦺꦴꦫꦲꦤꦏꦁꦱꦏꦏꦂꦰꦤꦺꦥꦶꦪꦩ꧀ꦧꦏ꧀ ꦩꦸꦁꦲꦥꦩꦶꦲꦂꦰꦤꦺꦲꦶꦏꦸꦏꦁꦧꦏꦭ꧀ꦢꦶꦮꦁꦱꦶꦠ꧀ꦠꦏꦺꦱꦂꦠꦏꦺꦴꦮꦺꦢꦶꦥꦫꦶꦁꦔꦶꦱꦸꦩꦸꦫꦸꦥꦱ꧀ꦏꦲꦤꦤ꧀ꦲꦶꦁꦧꦺꦱꦸꦏ꧀ꦏꦺ꧉</small></small>}}
::{{Jawa|꧋ ꦲꦶꦁꦱꦼꦫꦠ꧀ꦮꦃꦪꦸ꧇ <sup>19: 11. 14.</sup>}}<noinclude></noinclude>
m2rmsst4m13ad7utv6jm6zxqwd1lf11
Kaca:Babad Prayud I.pdf/1
250
24309
78974
78734
2026-05-20T04:23:41Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
78974
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{block right|{{border|position=left|compact=true|max-width=12em|{{font-size|50%|{{block right|{{c|<small><small>'''TIDAK DIPERJUAL BELIKAN'''<br>Proyek Bahan Pustaka Lokal Konten Berbasis Etnis Nusantara<br>Perpustakaan Nasional 2011</small></small>}}}}}}}}}}
{{xx-larger|'''Babad Prayud<br>I}}'''
{{gap}}
{{gap}}
{{block center|Ny. Juemiri Siti Rumidjah, B.A.<br>R.A. Maharkesti, B.A.}}<noinclude></noinclude>
6ysgjhjfeuql1dbyqseg5hq90f735o4
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/17
250
24743
79009
77558
2026-05-20T04:55:17Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79009
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||― 18 ―}}</noinclude>{{c|[[Barkas:Bauwarna Wajang (page 17 crop).jpg|600px|nirbing|pus]]<br> Panataning tangan.}}<noinclude></noinclude>
cn7f4vks011lw16k7ebx5zvt4fyiayo
79010
79009
2026-05-20T04:55:36Z
Thersetya2021
125
79010
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||― 18 ―}}</noinclude>{{c|[[Barkas:Bauwarna Wajang (page 17 crop).jpg|600px|nirbing|pus]]}}<noinclude></noinclude>
5msrp8rihi5lp2yayrzxe08j4n53s2l
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/10
250
24754
79006
77573
2026-05-20T04:53:10Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79006
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||― 11 ―}}</noinclude><ol>sakngandapipun Prabu Tuhuwasesa ringgit sumpingan ingkang ageng pijambak bagean tengen.</ol>
{{ordered list|list_style_type=lower-alpha|start=2
|'''Tjaranipun ngedalaken Ringgit sangking:<br>Sumpingan Sisih Kiwa.'''<br>
La samangke ladjeng njandak sumpingan bagean kiwa, inggih punika wiwit saking danawa Raton (Kumbakarna) utawi prabu Niwatakawatja. Ladjeng radja danawa nemneman Buta Ngore (gendong) prabu Rahwana (Dasaka) sakpiturutipun dumugi Pinten Tansen utawi Nangkula lan Sadewa. Punika sumpingan kiwa sampun telas dene panatanipun sami kados sumpingan tengen ingkang sampun dipun isis punika wau. Dene eblek kaklempakna dados satunggal rumijin.
|'''Ngedalaken Ringgit Dudahan.'''<br>
Sak mangke ladjeng njandak ringgit dudahan. Pramila nami ringgit dudahan, tegesipun ringgit ingkang boten nate dipun sumping, namung wonten ing nglebet kotak utawi wonten sak nginggiling tutup kotak. Dene manawi ringgit padalangan ingkang tamtu wonten ing nginggil sak ngandaping ringgit sumpingan adatipun ingkang tamtu ringgit ritjikan, inggih punika kadosta dedameling ajang, prampogan, kreta kentjana, djaran, gadjah, ladjeng para tapa tuwin dagelan, sakwatawis sok ladjeng dipun tjampuri bangsaning bebudjengan. Dene ringgit ingkang anggadahi tangan gesang, pangisisipun kasampirna kados ringgit sumpingan nginggil punika wau.
| '''Ngedalaken Ringgit Dugangan.'''<br>
Sakmangke ladjeng njandak ringgit dugangan, inggih punika para Kurawa, para putran Ngalengkan, para Punggawa tuwin patih. Punika sadaja panataning ngisis dados satunggal ugi kagantung kados kala wau.<br>
Ladjeng para danawa, tumunten para djawata, ladjeng para wanara tjara pangisisipun ugi sami. Tumunten bangsaning ringgit bebudjengan ingkang awis-awis kanggenipun, kadosta Tjeleng, Sima, Banteng, Kebodanu, Kidang, Mendjangan, Garuda, Nagaradja, Taksaka, Peksi, Brajut djaler lan estri, tuwin Badjubarat (setanan) punika wajang panatanipun namung kangge dasar. Dene angisisipun namung tjekap wonten ing eblek utawi wonten kadjeng tantjeban punika wau. Dene wajang ingkang tanganipun pedjah kadosta Batara Guru, Kajon gunungan, setanan, brajut, pangisisipun tjekap katantjepaken wonten ing papan tantjeban kadjeng punika wau. Sak mangke ringgit sampun telas medal sadaja.}}<noinclude></noinclude>
8smi957gwjymultg6jw17d35knbmjhk
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/21
250
24772
79011
78473
2026-05-20T04:56:20Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79011
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh|| - 22 - }}</noinclude>gapuran, tuwin dedamel, amargi punika ringgit ingkang tamtu adakan kanggenipun ing dalem saben lampahan. Dene ringgit Dagelan punika ingkang adakan kangge, inggih punika Semar, Gareng, Petruk, Bagong, Togog, Belung, Tjantrik, Tjangik, Limbuk, Parekan, Emban, Inja. Dene para tapa ingkang adakan kangge kadosta, Pandita Srambahan, Resi Abyasa, Pandita Sepuh. Manawi sampun rampung, patrap panatanipun ugi sami kados ingkang kula aturaken kalawau punika, ingkang wonten nginggil pijambak prampogan ngiras kangge tutup. Manawi ringgit ingkang gapit prempak, sae kalolosa saking ringgit kemawon supados sampun ngantos anggandjel, mindak murugaken mandukul boten saged wradin. Manawi sampun rampung ladjeng katutupa ing eblek malih, eblek No. 5. Punika wau sadaja dipun wastani ringgit dudahan, tegesipun wajang ingkang boten kasumping utawi kapanggung.
'''e. Nglebetaken: Ringgit Panggungan utawi Simpingan.'''
Lah samangke ladjeng wiwit njandak ringgit panggungan utawi sumpingan. Ingkang katata rumijin bagean sumpingan ingkang sisih kiwa. Panatanipun dipun wiwiti saking wajang ingkang alit pijambak rumijin, inggih punika Pinten Tansen, Tjaranggana, Wisanggeni terus sak ladjengipun. Punika bagean ringgit alit saged katata malang sadaja, kaurutna miturut uruting sumpinganipun, manawi sampung dumugi wajang raden Setyaki, kendel rumijin katutupana ing eblek rumijin dipun let-leti Eblek No. 6. Manawi dipun terusaken kirang prajogi mindak mundjung-mundjung adakanipun sok anggampilaken dateng tugeling gapit. Pramila ringgit sumpingan punika ing dalem sasisihipun ingkang sae panatanipun kabage kalih, dateng wajang saged radin boten pating bangkeluk, ladjeng katutupan ing eblek. Ing samangke wiwit wajang raden Setyaki minggah katataa mudjur sap kalih, saking nginggil rumijin sakawan idji katata aben adjeng, ladjeng ing ngandapipun katumpangana malih inggih sakawan idji sami
panatanipun ugi aben rai. Ing samangke ringgit saja mindak ageng, panatanipun dipun suda kantun niga-niga. Manawi sampun dumugi prabu Dasamuka panatanipun ladjeng wiwit ngalih-ngalih, djalaran manawi niga sampun boten tjekap papanipun. Makaten ngantos dumugi ringgit Danawa Raton (Kumbakarna) katumpangaken nginggil pijambak. Punika namung tjekap ngalih aben adjeng kalijan danawa Raton neneman ngore rambut gembal (gendong). Manawi sampun wradin panatanipun ladjeng katutupa ing eblek. Telas sumpingan sisih kiwa.<noinclude></noinclude>
981m9nxuprgfqnslpdtxa0awdwm3tup
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/1
250
24889
79118
78355
2026-05-20T08:44:55Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79118
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|{{x-larger|'''DJANGKA'''}}<br>{{xxx-larger|'''RANGGAWARSITAN'''}}}}
{{c|[[File:Djangka Ranggawarsitan (page 1 crop).jpg|200px|Djangka Ranggawarsitan (page 1 crop)]]}}
{{c|'''I. DJAKA LODANG, II. KALA-TIDA, III. SABDA TAMA,<br>IV. SABDA DJATI, V. KALA - TIDA PININGIT,<br>VI. WEDA TAMA PININGIT'''}}
{{tab}}
{{tab}}
{{c|'''"KULAWARGA BRATAKESAWA" JOGJAKARTA'''}}<noinclude></noinclude>
sccrhrhjzzlz11y8at0vpr8fksv8oz5
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/3
250
24890
79119
78358
2026-05-20T08:46:03Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79119
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />A. HARTONO KARTODIRDJA</noinclude>{{c|DJANGKA<br>{{xx-larger|RANGGAWARSITAN}}}}<br>
{{c|I. DJAKA LODANG, II. KALA-TIDA, III. SABDA TAMA,<br>IV. SABDA DJATI, V. KALA - TIDA PININGIT,<br>VI. WEDA TAMA PININGIT'''}}
{{c|-----}}
{{c|Ingkang ngimpun lan njukani<br>tjéntangan<br>B.K.}}
{{c|-------------<br>Tjap2-an III - 1959<br>--------------}}
{{c|Penerbit<br>KULAWARGA BRATAKÉSAWA<br>Jogjakarta}}
{{c|_____}}<noinclude></noinclude>
ccpxyivedc4ucrp8490i8lhz3c60ecc
79120
79119
2026-05-20T08:46:23Z
Thersetya2021
125
79120
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh|||A. HARTONO KARTODIRDJA}}</noinclude>{{c|DJANGKA<br>{{xx-larger|RANGGAWARSITAN}}}}<br>
{{c|I. DJAKA LODANG, II. KALA-TIDA, III. SABDA TAMA,<br>IV. SABDA DJATI, V. KALA - TIDA PININGIT,<br>VI. WEDA TAMA PININGIT'''}}
{{c|-----}}
{{c|Ingkang ngimpun lan njukani<br>tjéntangan<br>B.K.}}
{{c|-------------<br>Tjap2-an III - 1959<br>--------------}}
{{c|Penerbit<br>KULAWARGA BRATAKÉSAWA<br>Jogjakarta}}
{{c|_____}}<noinclude></noinclude>
8kc47p3wst886mfrbmj88a5thx4sy7g
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/4
250
24891
79121
78359
2026-05-20T08:47:32Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79121
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{c|Supaja paḏa émut<br>amawasa mbéndjang djroning taun<br>windu kuning kono ana wéwé putih<br>gagamané tebu wulung<br>arsa angrabasèng weḏon<br>("Sabda-Tama" pada 15)}}
{{r|Tjap2-an<br>I Djuli 1957<br>{{gap}}"{{gap}}II Pebr. 1958<br>{{gap}}"{{gap}}III Maret 1959}}<noinclude></noinclude>
79vj8rdn7crrds8kfvg4c3gr4cfoeh2
79122
79121
2026-05-20T08:48:31Z
Thersetya2021
125
79122
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{tab}}
{{tab}}
{{tab}}
{{c|Supaja paḏa émut<br>amawasa mbéndjang djroning taun<br>windu kuning kono ana wéwé putih<br>gagamané tebu wulung<br>arsa angrabasèng weḏon<br>("Sabda-Tama" pada 15)}}
{{block right|Tjap2-an I Djuli 1957<br>{{gap}}"{{gap}}II Pebr. 1958<br>{{gap}}"{{gap}}III Maret 1959}}<noinclude></noinclude>
fiu53x4xxoz3mmxela2w1t993mkvyr4
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/8
250
24894
79047
78562
2026-05-20T05:58:45Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79047
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{ordered list|list_style_type=decimal|start=6
|Djamus tegesé jaiku: ireng meles utawa ireng mulus. |Kalima-Usada tegesé jaiku: srana utawa ija usada (lelima) kang amrih mulyaning kauripanè manungsa limang prakara kang kadrija (karasakaké ing djroning kalbu), jaiku kauripaning pantjadrijané.
|Dadi mungguh arané usada utawa srananing urip limang prakara mau, jaiku musthika utawa ija pustaka kang ireng mulus, werdiné ateges peteng ananging katon padhang nerawang ing paningaling prana pranawa, jaiku werdiné anané kahanan ing kawruh kang samar utawa gaib. Lah, ijaiku gaibing Kedjaten, utawa ijaiku kahanan sedjati djating gelar. Dadi tjethané bab kasebut iku, dudu ireng utawa peteng kang tumrap sabarang wudjud kang katon gelar kang njata, ananging jaiku wudjuding kahanan kang amung bisa tinonton déning paningaling kawruh-kawruh lelungit baé.
|Lah jaiku werdiné kang diarani kawruh-kawruhing urip sedjati, dumununging Sastra Dharja, Dharja tegesé Budhi, karepé jaiku wudjuding tulis kang tanpa papan, ananging anané amung kinantjing ing sadjroning budhi premati.
|Sabandjuré mungguh babaré lan tumangkaré anané kawruh-kawruh Kedjatèn kang bakal kawedhar iki maturut-turut, ambabaraké wewarah-wewarahing kawruh Kedjatening Sa-Dat Tunggal kasebut mau kang mangka dadija rèh ing kukuming urip bèrbudhi, mangka ijaiku sedjatinė Kalima Usada kang mengku dadi usadaning pantjadrija ija pantjadrijaning uripé manungsa iki kang sedjatiné. Mula ija mungguh anané kawruh-kawruh ing Kedjatèning Sa-Dat Tunggal kang mengku ing rèh kukuming urip bèrbudhi mau, werdiné jaiku anané kukum lakuning urip kang anetepi ing saha-Daté, utawa ija laku esthining urip ing pangèsthi Tunggal, anunggal Dating Pangéran Kang Maha Suktji.
|Anuli mungguh wewedharaning wewarah mangko, kasurasa katjundhukaké klawan surasa-surasaning Pustaka Dharja, surasa-surasaning Djita-Absara (Djitabsara), ing Sastra Hardjèndra lan sapepadhané. Kasebut ing dalem Sastra Hardjèndra ija anané kawruh-kawruh Kedjatèn mau manawa wus kinawruhan ing Kedjatèné, sajekti hajuningrat, tegesé rahaju djagade. Unggahe diarani Sastra Tjetha, tegesé kalepasane kawaskithan, satuhune hamardikengrat, jaiku mardika dumunung ing pepidjèning djagad, awit wus ora kasamaran marang sangkan-paraning dumadi.}}<noinclude>{{rh|6}}</noinclude>
fmbwywpfag8nh67y05kqy5bhgj08ne5
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/31
250
24898
79127
78418
2026-05-20T08:53:12Z
Menyusurisudutnegeri
1514
79127
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" />{{rh||— 29 —}}</noinclude>
3Sekg segkr ar uma
smedarken ede-tama kang trg꧉
m rb jangkanog ra djanur
daaas jea
k mbeodjeog kaog dyumeneog madeg
mks uta ptg sadase
dogkaog agreoggao arada d
꧒ ogkaog uutga baw
s 2dedat karsaae kang au
berrg Sao dSeman Gauru
keb dyera oangaog ased
KtK Rnarng ds
3geog boge mwab sandog
꧅ug
ke kang aangaog kaswae
Se te nte re Aaod
2r sakng arada Setrrk
epen ke kadanpuo
maotong nrng taoah Zaa
seraptare MIunreme sang ra6u
sede mtoggak mrtog dak
uekng wkkrR꧉
4ee emrksar kawa
du꧇ Senpun trang aoggerhe a
args sowaa mrog sang Sabu
eAu etr tunga
꧒rdg teoa jawe mbend eng reak
d42R sekng daka
K Merep kangmeH.
5. —pt ngkang ga ar
epen dad ka angguog ranék
ndog sanddgkangklu<noinclude></noinclude>
m696n9l3q7s5tc96i6pa5colvik9omi
79128
79127
2026-05-20T08:59:02Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
79128
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 29 —}}</noinclude><u>{{c|{{sp|VI. WEDA—TAMA PININGIT}}}}</u>
<u>{{sp|Pangkur}}</u>
<ol>
<li><poem>
Sekar Pangkur pari purna
ame<u>d</u>arken We<u>d</u>a-tama (kang) piningit
mirib djangkaning pra djamhur
djamane Djaja-baja
iku mbendjang kang djumeneng madeg
maksih putra ping sadasa ratu
ingkang ngrenggani pradja di</poem></li>
<li><poem>
Ingkang nutugna wibawa
wus ndilallah karsané Kang Linuwih
bareng lan djaman dahuru
kèh djanma nan<u>d</u>ang susah
wit kawrattan pranatanirèng pradja
larang boga miwah san<u>d</u>ang gung
ka<u>t</u>ah kang nan<u>d</u>ang kaswasih</poem></li>
<li><poem>
Ja ta wonten resi Landa
aşalira saking pradja Ustenrik
Wenen ki<u>t</u>a kradjanipun
mlantjong mring tanah Djawa
sapraptanja njuwun, premisi Sang Prabu
sedya minggah mring aldaka
putjaking wukir Merapi</poem></li>
<li><poem>
Arsa amriksani kawah
dupi sampun trang anggènnja ningali
wangsul sowan mring Sang Prabu
prelu atur uninga
pradja tanah Djawa mbéndjang risak-ipun
djalaran saking aldaka
wukir Merapi kang mes<u>t</u>i</poem></li>
<li><poem>
Dupi ingkang arga sigar
apan dadi kali Tanggung ranèki
ndjog samodra ingkang kidul
</poem></li></ol><noinclude></noinclude>
kkg6am497maznkoqd8gan78gqnnijes
79136
79128
2026-05-20T10:08:23Z
WanaraLima
746
/* Tervalidasi */
79136
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="WanaraLima" />{{rh||— 29 —}}</noinclude><u>{{c|{{sp|VI. WEDA—TAMA PININGIT}}}}</u>
<u>{{sp|Pangkur}}</u>
<ol>
<li><poem>
Sekar Pangkur pari purna
ame<u>d</u>arken We<u>d</u>a-tama (kang) piningit
mirib djangkaning pra djamhur
djamane Djaja-baja
iku mbendjang kang djumeneng madeg
maksih putra ping sadasa ratu
ingkang ngrenggani pradja di</poem></li>
<li><poem>
Ingkang nutugna wibawa
wus ndilallah karsané Kang Linuwih
bareng lan djaman dahuru
kèh djanma nan<u>d</u>ang susah
wit kawrattan pranatanirèng pradja
larang boga miwah san<u>d</u>ang gung
ka<u>t</u>ah kang nan<u>d</u>ang kaswasih</poem></li>
<li><poem>
Ja ta wonten resi Landa
aşalira saking pradja Ustenrik
Wenen ki<u>t</u>a kradjanipun
mlantjong mring tanah Djawa
sapraptanja njuwun, premisi Sang Prabu
sedya minggah mring aldaka
putjaking wukir Merapi</poem></li>
<li><poem>
Arsa amriksani kawah
dupi sampun trang anggènnja ningali
wangsul sowan mring Sang Prabu
prelu atur uninga
pradja tanah Djawa mbéndjang risak-ipun
djalaran saking aldaka
wukir Merapi kang mes<u>t</u>i</poem></li>
<li><poem>
Dupi ingkang arga sigar
apan dadi kali Tanggung ranèki
ndjog samodra ingkang kidul
</poem></li></ol><noinclude></noinclude>
p4fuwq61omz2702f2m26dcrcecrkabf
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/50
250
24899
78995
78424
2026-05-20T04:45:01Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
78995
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" />{{rh|| - 51 - }}</noinclude>Upami prabotipun ingkang dipun santuni panganggen tjara tijang sapunika, upami Gatutkatja dipun praboti ngangge kupluk utawi topipet, ngangge tjlana (pantalon) njangkelit keris, mangke manawi sampun dados, kawudjudanipun rak dados katingal lutju. Kadjawi namung bangsaning Dagelan ingkang saged luwes dipun ingarngeraken, dene manawi sanesipun sadaja sami katingal kaku boten saged.
Upami kawudjudanipun ingkang dipun santuni, Hardjuna dipun santuni paraupanipun mawi rai topeng miring, dados irungipun katingal tjelak kados tijang, nanging gulu lan pundak tanganipun taksih katingal pandjang, mangke rak inggih saja lutju malih, manawi tangan lan pundak wingking boten kadamel sarwa pandjang boten saketja kangge sabetan, manawi kadamel sarwa tjelak tjara gambaripun manungsa miring, katingal humpeg-humpeg, boten kenging dipun angge sabetan, katingal ka-u boten saged prigel.
Dados terang sampun tjeta barang ingkang sampun nami sampurna pandamelipun punika manawi dipun ewah-ewah malah dados bibrah, inggih sampun kados makaten punika tjakrik kawudjudanipun wewangunaning wajang purwa ngantos dumugi run-maturun anak putu kita sadaja dumugi akir djaman bendjing.
Dene para saderek manawi kapingin bade ijasa damel wajang ingkang sanes wewangunanipun sampun sok ngewahi kawudjudanipun wajang purwa ingkang sampun sae lan sampun sampurna pandamelipun punika wau, mindak dipun gegudjeng ing tijang katah, ing batos dipun wastani tijang rojal umpak-umpakan, nuruti karep kang ngambra-amba.
Sadaja wajang karangan anjar punika sagedipun katingal ing umum inggih namung sak gebjaran, bibar inggih ladjeng boten saged kotjap malih, lo samanten bedanipun kalijan damelanipun para linangkung ing djaman kuna.
Manawi para saderek bade ijasa damel wajang prajogi kalarasa kalijan kawontenaning djaman kemawon, miturut swasana ombyaking ngakatah. Prajogi damel tjakrik wewangunan pijambak, sampun ngowahi barang kuna ingkang sampun dados. Malah sae kawudjudaken gambaran manungsa walaka, kagambar sami miring sadaja, dados kados wudjud tijang samangke punika. Dateng sesawangan tjeta melok, boten kisruh anggenipun mastani, sami kadamel awudjud gambar tijang miring, prabotipun tjara sapunika badan lan tanganipun sami dipun sukani garan, ladjeng kangge wajangan tjarijos lelampahan ing djaman sakmangke. Dados saged nami turut boten ngewah-ewah barang ingkang sampun dados sae, ingkang dipun wastani sampurna punika wau. Manawi makaten ladjeng kenging dipun wastani wonten<noinclude></noinclude>
dpgqkmiiz8canhq59zhhxuatkmqenqw
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/84
250
24903
79002
78552
2026-05-20T04:49:52Z
Khusna Safira
1759
79002
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="WanaraLima" />{{rh|| - 85 -}}</noinclude>lim karangkep tiga, ingkang sae pados dlantjang ingkang wulet, pandamelipun inggih dipun tatah, nanging tjara panatahipun dipun rangkep, manawi dlantjangipun tipis sok ngantos rangkep 10 lembar, dados satengah kodi. Sabab panjadenipun koden tjara sindjang, ugi sami dipun pulasi, ingkang kasaran namung katjorekan mawi wenter utawi teres, adatipun namung warni sakawan, inggih punika abang, ireng, kuning, idjo, sami katingal pating djlareh. Pamulasipun wonten ingkang namung sasisih, wonten ingkang wolak-walik, (kiwa tengen), saweneh wonten ingkang tanganipun taksih irasan, ugi sampun wonten ingkang kasopak, dene ingkang tanganipun taksih irasan wajangipun sami malang kerik utawi malangkadak, dene ingkang tanganipun kasopak sami kadjarum ing benang agal, dados saged gesang ebah. Ingkang bagean alusan sami dipun pulas mawi tjet puder, pangedjuring tjet mawi antjur lin (utawi antjur lim kaju) wonten ingkang dipun brom, sami dipun gapiti wilah tjara sunduk sate, garanipun wilah dipun sigar terus dipun angge anggapit dipun tangsuli ing benang, terus dipun lantjipi katantjebaken ing gadebog, lurusan boten dipun luk.
Menggah tumrap panjadenipun ingkang kalimrah sami dateng pasar manawi pinudju pasaran, utawi wonten ing. Pasarmalem, saha ing Sekatenan, makaten sakpiturutipun. Ingkang kalimrah sami remen anumbasi lare ing padusunan, kadjawi reginipun mirah inggih sampun katingal ngremenaken. Ingkang sae pijambak ngantos dumugi regi Rp. 2,50 (saringgit) punika regi ing djaman samangke, ugi kenging dipun wastani wajang pasaran tegesipun panjadenipun namung wonten ing pasar. Ingkang katah tamtu wonten ing pasar padusunan, sabab ingkang sami remen dolanan wajang makaten punika wau ingkang katah namung lare ing padusunan kemawon.
{{C|3. WAJANGE BOTJAH ANGON.}}
Wajangipun lare angen punika ingkang dipun damel saking rumput, inggih punika gagangipun rumput dondoman ingkang wulet. Punika sami dipun anami kadamel tjara wajang, sami kareka kadapur tjara wajang warni², sami dipun klempakaken. Katahipun namung 10 idji, langkungipun saking 10 tamtu sampun bosen. Sami kangge dolanan minangka samben slamuran anggenipun sami angen radjakajanipun kebo sapi wonten ing ara-ara, sami kasengsem seneng aring manahipun, saweneh wonten ingkang saweg nganam sinambi.tjarita, ingkang sampun dados dipun lampahaken kados satjaraning dalang manawi pinudju saweg majang, dipun gameli idjoan tjangkem.kemawon, gupyuk rame sak kantjanipun katon sami seneng gujeng.<noinclude></noinclude>
67qsiw7xbz98hwfqtf4mhe1gplenian
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/23
250
24907
79014
78444
2026-05-20T05:01:05Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79014
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh|| - 24 - }}</noinclude>'''f. Sumpingan Sisih Tengen—Nglebetaken Ringgit Panggungan.'''
Sapunika ladjeng gentos njandak ringgit panggungan ingkang sisih tengen, utawi wajang sumpingan sisih tengen. Kawiwitan saking wajang putran bajen utawi lare alit ingkang wonten wingking pijambak, ladjeng dewa Rutji utawi Bodanpaksadanu. Ladjeng ringgit putren; tegesipun wajang wadon para putri, para widadari, para prameswari garwaning ratu. Sarpakanakan ladjeng dumugi batari Durga telas para wajang putren. Ladjeng njandak para putran, raden Nangkula lan Sadewa, Kuntadewa, Surjaputra, Pamadi, minggah dumugi prabu Kresna, Ramawidjaja, Sanghijang Guru, ladjeng kalet-letana ing eblek rumijin. Punika wau sadaja panatanipun malang, dene ingkang radi djudjul dipun dojongaken sakedik, kadamela ingkang wradin. Ladjeng wiwit njandak wajang raden Hanoman, panatanipun mudjur saking nginggil djedjer sakawan utawi tiga anut papan ageng aliting kotak. Panatanipun sadaja sami aben adjeng, ladjeng ngandapipun katumpangana malih ugi aben adjeng ngantos sakpiturutipun. Gentosan ngandap nginggil ngantos dumugi prabu Tuhuwasesa, harja Sena dados ratu, ladjeng gunungan (kajon) wonten nginggil pijambak.
Punika sampun telas panataning wajang, sadaja wajang lumebet ing kotak. Keliring wajang ingkang sampun kalempit miturut amba tjijuting eblek, ladjeng katutupna, kaangkaha sagedipun rata sampun ngantos mendak mendukul, ngiras kangge tutup supados empuk, ladjeng saweg katutup ing eblek ingkang bagean nginggil pijambak. Ing dalem sap-sapaning eblek kaparingana kapur barus, perlu kangge nulak bangsaning renget utawi gegremetan. Manawi sampun kotak saweg katutup rapet dipun kuntji malih, ladjeng kalurupana kain perlak kados nalika dipun simpen wau. Dene pirantos tantjeban kalijan kenur (tali) ingkang mentas kangge wau kasimpen ingkang sae malih, perlunipun sak wantji-wantji bade kangge ngisis wajang malih, kenging dipun ginakaken malih.
Wajang sak kotak punika manawi djangkep, eblekipun wonten 11 idji, botenipun dipun sedijani 9 idji kemawon inggih sampun tjekap. Ngrimat wajang punika manawi kirang eblek ngrisakaken wajang. Adatipun ladjeng katah wajang ingkang sami makungkung, boten saged wradin, ugi sering ngrisakaken gapit.
Lah samangke kotak ladjeng kausunga dateng papan panggenan panjimpenan kalawau, katumpangaken ing dingklik bantjiking kotak malih. Punika nami sampun rampung, kotak sampun wangsul dateng papanipun panjimpen malih.<noinclude></noinclude>
kcbvs8n1vs5ajl5ci6vlkx1x2z76i98
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/66
250
24910
79021
78455
2026-05-20T05:22:22Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79021
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{C| - 67 - }}</noinclude>#<li value="3">Wajang Buta Rambutgeni nama kala Dahana punika ijasanipun Sinuhun Sultan Agung Hanjakrakusuma ing Mantaram. Sareng anggenipun amangun wajang purwa sampun ambabar ladjeng dipun sukani sengkalan, Urubing wajang gumuling tunggal, punika ngutjapaken tjandrasangkala tahun 1563— dados sapriki sampun wonten 1888 — 1563 = 325 tahun.
#Wajang Batara Guru nitih sapi, dododan mawi tjelana tanpa slendang, ngasta tjis, punika ijasanipun Kangdjeng Susuhunan Mangkurat ingkang sumare ing Tegalarum. Hestining pandita marganing dewa. Sareng sampun ambabar anggenipun amangun wajang purwa, punika ngutjapaken tahun 1578, dados sapriki sampun wonten 1888 — 1578 = 310 tahun.
#Wajang Buta Endog, buta Prepatan, punika ijasanipun kangdjeng Susuhunan Mangkurat ing Kartasura. Sareng sampun ambabar anggenipun amangun wajang purwa, dipun sukani tjandrasangkala, Buta sirna wajanging djanma, angutjapaken tahun djawi 1605, dados sapriki sampun wonten 1888 — 1605 = 283 tahun.
#Wajang Batari Durga mripatipun satunggal sarta njepeng bandera kumlebet, punika ingkang ijasa Kangdjeng Susuhunan Mangkurat sapisan ing Kartasura. Sareng sampun rampung anggenipun ijasa amangun wajang purwa ladjeng dipun paringi Sengkalan Warna ngasta banderaning dewa, punika ngutjapaken tjandrasangkala tahun 1621— dados sapriki sampun wonten 1888 — 1621 wonten 267 tahun.
#Wajang danawa estri Kenjawandu, punika ingkang ijasa Kangdjeng pangeran Hadipati Puger ing Kartasura. Sareng sampun ambabar anggenipun ijasa mangun wajang purwa ladjeng dipun sukani titimangsa, Buta nembah rarasing nata. Ngutjapaken tjandrasangkala tahun 1625- dados sapriki sampun wonten 1888 — 1625 wonten 263 tahun.
#Wajang danawa Tjongklok, dipun wastani buta Terong, punika ijasanipun Kangdjeng Susuhunan P.B. kaping II, ing Kartasura. Sareng sampun ambabar anggenipun amangun wajang purwa, ladjeng dipun paringi titimangsa tjandrasangkala, Buta lima mangsa djalma, punika ngutjapaken tjandrasangkala tahun 1655— dados sapriki sampun wonten 1888 — 1655 sampun wonten 233 tahun.
</li><noinclude></noinclude>
c7x6tkusa8uxlk472m8yr4vq6zockyc
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/68
250
24911
79023
78457
2026-05-20T05:25:48Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79023
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh|| - 69 - }}</noinclude>Wonten malih tjandrasangkala Buta Rambut Geni dipun namakaken Djalu buta tinata ing ratu, tahun 1553— sabab buta Rambut Geni punika tangan lan sukunipun sami mawi djalu.
Wonten malih tjandrasangkala Buta Alasan njepeng badama namung tjawetan kemawon, (tegesipun tanpa prabot) ngutjapaken tjandrasangkala Wajang buta ing wana tunggal, punika tahun 1556.
Wonten malih tjandrasangkala Batari Durga klamben sepaton njangkelit keris rinambatan lung-lungan ing wana, ugi tjandrasangkala Wajang misik rasaning widadari, punika tahun 1656 ingkang ijasa, P.B. kaping II.
Wonten malih saderek R.M. Sajid, kula pijambak ugi damel tjandrasangkala memet awudjud gegambaraning paraupanipun wajang sekotak dipun ujeg dados satunggal, ngantos awarni wudjud gambar satunggal, punika sanes tjandrasangkala, ananging surjasangkala tegesipun tahun masehi, kula namekaken OBAHING TATANAN GAMBAR KANG URIP, punika ngutjapaken tahun surjasangkala 1956—inggih punika tahun masehi.
'''Punika anggambaraken warni-warnining kebangsaan sami manunggal karep, kados wonten ingkang aken, ngempal dados satunggal. Ajo pada sajuk rukun ing donja supaja tentrem rahardja. (Persatuan bangsa dapat mentjapai perdamaian dunia). Punika pikadjenging gambar paraupaning wajang purwa sapeti ingkang kula wudjudaken kanti gegambaran punika wau.'''
'''GOLONG-GOLONGANING WEWANGUNANIPUN WAJANG.'''
'''Wajang Bokongan.'''
Ingkang dipun wastani wajang bokongan punika, wajang ingkang wewangunaning dodot kadamel bunder utawi londjong, kadosta utawi londjong, upaminipun Hardjuna, Kresna, bokongipun sami bunder, manawi Judistira, Drupada, bokongipun sami londjong.
'''Wajang Djangkahan.'''
Wajang djangkahan punika wonten warni kalih, inggih punika djangkah wijar lan djangkah tjijut, kadosta djangkah wijar Gatutkatja, Baladewa, manawi Ongkawidjaja lan Bambangan dangkah tjijut.
'''Wajang Dugangan lan Bapangan.'''
Wajang dugangan lan bapangan punika pasemonipun ingkang katah getjul sarta gusen, kadosta Pragota, Dursasana, patih Djuwalgita, Durmagati, sapiturutipun bangsaning wajang getjul.<noinclude></noinclude>
ompv83k7jbvt9mvc9nnbl7c661gk7tc
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/72
250
24912
79036
78461
2026-05-20T05:39:55Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79036
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh|| - 73 - }}</noinclude>#<Li value="2">Mripat kadelen, kadosta, Baladewa, Setyaki, patih Hudawa, wanguning mripat kados kadele.
#Mripat kadondongan, kadosta, Kartawarma, Sangkuni, emban Kenjawandu, wanguning mripatan kados kadondong.
#Mripat pananggalan, kadosta, buta Tjakil, Batara Narada, Pandita Durna, wanguning mripatan kados rembulan tanggal sapisan.
#Mripat kelipan, kadosta, buta Alasan, Semar, Buta Galijuk, katingalipun mripatan namung bunder sapalih.
#Mripat telengan, kadosta, Gatutkatja, Gandamana, Werkudara, Durjudana, wanguning mripat bunder boten katingal tlapukanipun.
#Mripat plelengan, kadosta, Buta Raton, bangsaning Buta ingkang katingal bunder mripatipun, Burisrawa, Hindradjit, wanguning mripat bunder katingal tlapukanipun.Menawi mripatipun Togog, Bagong, punika namanipun plolon, (ateges mlolo) sami katingal bunder ageng.
</li>
BEDAHANING MRIPAT PUNIKA WONTEN WARNI TIGA.
<ol type="I">
'''<li>Djaitan.</li>'''
'''<li>Blarak Ngirit.</li>'''
'''<li>Brebes.</li>'''
</ol>
{{C|'''WEWANGUNANING MRIPATAN.'''}}
'''Wewangunaning mripatan punika kenging kangge njektosi dateng wewatekaning satunggal satunggaling wajang.'''
#Kadosta wajang ingkang mripatipun gabahan luruh, Djanaka, Bambangan sasaminipun, tandangipun alus, tadjem, tanggon, lebda ulahing prang, tan kena pinarwasa, jen marwasa pratitis.
#Ingkang lanjapan mripat gabahan, kadosta Narajana, Narasoma, Hadipati Karna sasaminipun tandangipun tatag, trangginas, lebda ulahing prang, boten kenging pinarwasa.
#Ingkang mripat kadelen, kadosta, Baladewa, Setyaki, Seta, sasaminipun tandangipun tatag, trangginas, tadah pinarwasa.
#Ingkang mripat kadondongan, kadosta Tjitraksa, Tjitraksi, Kartawarma, sasaminipun tandangipun, ringasing solah prigel amrih silip, ingkang tamtu ulah tjidra.
#Ingkang mripat telengan, kadosta Harja Sena, Hanantaredja, Gatutkatja, Gandamana sasaminipun tandangipun tatag, tangguh ajem semu tanggon, lumuh ngedani, jen marwasa ambebajani.<noinclude></noinclude>
29arna0159qivb9nvdwhwf4wn74qdk1
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/74
250
24913
79038
78464
2026-05-20T05:42:34Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79038
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh|| - 75 -}}</noinclude>#<li value="6">Dene wajang bapangan dugangan, anggadahi watak pijambak, kadosta, Dursasana, Pragota, Burisrawa, Durmagati, sasaminipun tandangipun kasaring solah, amung paksa mrakosa sarwa banda kaduga, kasenenganipun gegetjulan kaduk sembrana.
#Dene wajang bangsaning buta, watakipun anggegiro, kados solah wataking matjan, anggora goda, nubruk-nubruk, kaduk wani kurang duduga.</li>
'''Wajang Budren.'''
Wajang budren punika wajang ingkang paraupanipun dipun ukir mawi tatah kasusuk rineka tjorak modangan, punika mudjudaken tjorak gambar wuluning sarira utawi brengos, sageda katingalan djenggureng djengker bagus. Wajang budren punika paraupanipun tamtu tjemeng, irungipun bentulan, kadosta: Gatutkatja, Bima enem lan sepuh, Drujudana, Djajadrata, Gandamana, Hanantasena, Hanantaredja sapiturutipun bangsanipun wajang punika.
Wajang budren ingkang wonten namung wajang Surakarta, manawi sanesipun wajang Surakarta namung tjekap sami dipun brengosi mawi pulas abrit kemawon.
'''Wajang Rapekan.'''
Wajang rapekan punika ingkang katah bangsaning patih lan punggawa, kadosta Patih Hudawa, patih Sangkuni, buta Tjakil, buta Pragalba, saweneh wonten malih para ratu sabrangan ingkang mawi rapekan. Manawi wajangipun djangkep dipun wonteni malih para Pandawa sami rapekan. Punika sadijan kangge lampahan Tjakra-nagara.
{{C|'''BAB WANGUNING WAJANG.'''}}
'''Wajang Badjudjag.'''
Wajang badjudjag punika wajang ingkang boten saged turut ageng alitipun. Pandamelipun boten mawi babon, ingkang katah anggenipun kaklempak saking satunggal kalih, nitjil saking sakedik waton wudjud wajang, dados wajang tjampuran. Katingalipun sami pating tjaloneh, namung pados sak katjepengipun asal saged tumunten djangkep, utawi pandamelipun namung amburu tjepet enggal tumunten djangkep. Dados manawi katata utawi kasumping, katingal mendak mandukul, boten saged turut sipating pundak wiwit saking sumpingan ngadjeng dumugi wingking, utawi sipating palemahan ugi boten turut.<noinclude></noinclude>
4xpw1k6kz1fcn767j5bmdkugpm667hp
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/39
250
24916
79066
78493
2026-05-20T06:30:55Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79066
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>::HYANG KANG AMAHA BIDJAKSANA, ja
::HYANG KANG MURBENG DJAGAD, ija
::HYANG KANG AMURBENG RAT, ija
::HYANG KANG MURBENG TITAH, ija
::HYANG KANG MURBENG TUWUH, ija
::HYANG KANG MURBENG DUMADI, ija
::HYANG KANG MURBENG KAHANAN, ija
::HYANG SUKSMA KAWEKAS.
<ol type=I start=4>
<li>BABARE SEDJATINE ANANE WAHANANE lan KAHANANE KANG AMAHA SUKTJI, KANG AMAHA MULYA ija KANG AMAHA WISESA.</li>
{{ordered list|type=decimal|start=23
|<poem>SEDJATINE DATING PANGERAN KANG AMAHA GESANG iku ANANE WAHANANE lan KAHANANE kang SUKTJI MULYA lawan WISESA mau jaiku TUNGGAL Kedadéjané mahanani ing kahanan kang WIDHI, SIDHI, utawa SIDHEM. Kanjatahané {{sp|GHOIB}}. Babaré ing kahanan werdiné sandining gesang kang kanja tahan ananing BUDHI.</poem>
|<poem>Sabandjuré anuli awit saka ing SEDJATINING Dat-ing Pangéran Kang Maha Tunggal mau, mula asmané ija bandjur kasebut saka ing Kedjatèné sedjati, jaiku:</poem>}}
::HYANG KANG AMAHA SIDHI, ija
::HYANG KANG AMAHA WIDHI. ija
::HYANG KANG AMAHA SIDHEM (SIDHAM), ija
::HYANG KANG AMAHA TUNGGAL, ija
::HYANG KANG AMAHA ESA, ija
::HYANG KANG ASIPAT ESA, ija
::HYANG ESA, ija
::HYANG KANG AMAHA GAIB, ija
::HYANG KANG AMAHA SAMAR.
::V. DUMUNUNGE ANANE WAHANANE KAHANANE
::lan SEDJATINE KANG AMAHA SUKTJI, KANG AMAHA MULYA lan AMAHA WISESA.
{{ordered list|type=decimal|start=25
|<poem>Dumunungé Da- ting Pangéran Kang Maha Gesang iku, ANANE WAHANANE lan KAHANANE lan SEDJATINE, jaiku dumunung ing dalem urip kita pribadi iki, kang sedjatiné SUKTJI MULYA WISESA, jaiku wisésa djatining LUHUR. Babaré ing kahanan werdiné jaiku ana ing LAKU, ija lakuning gesang kang mangku DRADJAD-ing urip lan kauripan</poem>}}<noinclude>{{rh|||37}}</noinclude>
4k0cy5qoagthjaumq5m3mdd2s7yz68g
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/76
250
24919
79041
78506
2026-05-20T05:45:03Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79041
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh|| - 77 - }}</noinclude>'''Irung Pelokan.'''
{{ordered list|list_style_type=decimal|start=4
|Irung pelokan, wanguning irung-irungan kados dene pelok isining pelem, upaminipun Buta Raton, Pragalba ingkang tamtu bangsaning buta.}}
'''Irung Bruton.'''
{{ordered list|list_style_type=decimal|start=5
|Irung bruton, wanguning irung-irungan kados brutu, upaminipun, Bagong, Tumenggung Djolowok, Batara Patuk.}}
'''Irung Sumpel.'''
{{ordered list|list_style_type=decimal|start=6
|Irung Sumpel, wanguning irung-irungan sami katingal semumpel, upaminipun Semar, Limbuk}}
'''Irung Terong Glatik.'''
{{ordered list|list_style_type=decimal|start=7
|Irung terong glatik, wanguning irung-irungan kados terong glatik bunder, upaminipun Gareng.}}
'''Irung Tjempaluk.'''
{{ordered list|list_style_type=decimal|start=8
|Irung tjempaluk, wanguning irung-irungan kados wohing asem ingkang taksih enem tjaluk, upaminipun Petruk.}}
'''Irung Terong Kopek.'''
{{ordered list|list_style_type=decimal|start=9
|Irung terong kopek, wanguning irung-irungan kados dene wohing terong, upaminipun Buta Tjongklok ngantos karan Buta Terongkabekta wudjuding irungipun kados dene wohing terong kopek.}}
'''Irung Pisekan.'''
{{ordered list|list_style_type=decimal|start=10
|Irung pisekan, wanguning irung sami katingal pisek, upaminipun, Togog, Belung, tuwin bangsaning Ketek.}}
{{C|'''BAB PERANGANING WAJANG.'''}}
{{C|WAJANG PANGGUNGAN.}}
Ingkang dipun wastani wajang panggungan punika, wajang ingkang tinata katantjebaken wonten ing gadebog saurutipun kiwa lan tengenipun papan palenggahanipun dalang manawi pinudju majang, utawi ingkang sisih tengen limrahipun katantjebaken ing gadebog ingkang wonten sanginggilipun tutup kotak, katata awudjud larikan wiwit wajang ingkang ageng dumugi wajang ingkang alit. Makaten malih inkang sisih kiwa ugi sami katantjebaken wonten ing gadebog ingkang wonten sanginggilipun lambe tutup kotak wajang, ugi sami katata awudjud larikan wiwit ageng dumugi alit, minangka tetimbangan ingkang sisih tengen. Dene lowahan ingkang tengah<noinclude></noinclude>
7igs3cr2jj33s1xd25t3ida9sjsor7f
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/75
250
24920
79039
78504
2026-05-20T05:44:20Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79039
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh|| - 76 -}}</noinclude>'''Wajang Ribig'''
Dene wajang ribig kosok wangsulipun wajang badjudjag. Wajang ribig punika wajang ingkang sae turut runtut, manawi kasumping boten katingal mendak mandukul, saged radjin uruting pundak lan palemahanipun.
'''Wajang Murgan.'''
Wonten malih wajang murgan, ateges mendet saking tembung mirunggan, dados ateges wajang tambahan, sanes wajang ingkang baku, utawi wajang susulan prelu kangge sambutan, dipun wastani wonten ing padalangan wajang srambahan.
Upamanipun Djanaka sampir (slendangan) punika kangge Palasara, Sakutrem, Bambang Partadewa lan sanes-sanesipun miturut lampahan. Upaminipun malih Premadi sampir, dipun angge Kumadjaja, Sumantri, Lesmanawidagda sakpiturutipun.
Wosipun sadaja wajang ingkang ewah saking baku, sami dipun tambahi prabotipun utawi dipun kirangi punika wonten ing padalangan dipun wastani wajang murgan.
'''Wajang Kanteb.'''
Wajang kanteb, sadaja sarupaning wajang ingkang kasutangen tegesipun kadawan suku kirang timbang kalijan badanipun.
'''Wajang Djudjudan.'''
Wajang djudjudan, sarupaning wajang ingkang dipun indaki dedeg lan pengadegipun, dados mindak saking babonipun.
{{C|'''BAB WANGUN IRUNG-IRUNGANIPUN WAJANG.'''}}
'''Irung Wali Miring.'''
{{ordered list|list_style_type=decimal|start=1
|Irung wangun wali miring, wangunipun irung-irungan kados dene pangot alit pirantos kangge ngukir damel warangka keris, upaminipun wajang Bambangan Djanaka, Kresna, Samba, lan sanesipun.}}
'''Irung Bentulan.'''
{{ordered list|list_style_type=decimal|start=2
|Irung wangun bentulan, wanguning irung-irungan kados dene pangot alit, upaminipun, Gatutkatja, Gandamana, Werkudara, sasaminipun.}}
'''Irung Pangotan.'''
{{ordered list|list_style_type=decimal|start=3
|Irung pangotan, wanguning upaminipun, Boma, Kangsa, sasaminipun,irung-irungan kados dene pangot, Hindradjit sadaja ingkang gusen sasaminipun.}}<noinclude></noinclude>
gg85jj64vjmzk0ke0roy6qaqct01o3f
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/61
250
24921
79013
78508
2026-05-20T05:00:04Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79013
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh|| - 62 -}}</noinclude>dipun kekreki ing bagean djawi kemawon, tanganing wajang taksih sami irasan, (manawi sapunika dipun wastani kapangan). Manawi sampun ladjeng dipun pulas, dipun dasari kalijan gerusan balung katjampur kalijan antjur ladjeng dados katingal petak, sarta ladjeng dipun ulat ulati kalijan pulas tjemeng. Ingkang dipun angge langesing lampu, dados saweg awudjud petak katjoretan tjemeng, ladjeng sami dipun garani, minangka kangge nantjebaken ing gadebog utawi ing kaju ingkang dipun sukani bolongan.
Dene gegambaraning wajang sami kadamel gambar miring, mendet kawudjudan raosing bajanganing manungsa. Sareng sampun sami awudjud dados, dapuring wajang sami katingal sarwa pandjang, ananging turut, ngantos saged katingal itjal warni sipating manungsa. Inggih ngriku punika manawi bade njumurupi kadibyan kasagedanipun para Wali lan para linangkung ing djaman kina, ngantos saged nglangkungi pikiran kasagedanipun.
'''Wiwitipun Wajang Purwa katatah.'''
Wiwitipun wajang purwa katatah paraupanipun, inggih punika kabedah sarana katatah, mripat, kuping, tjangkemipun punika nalika djumenengipun Radeng Trenggana, adjedjuluk Djeng Sultan Sah Ngalam Akbar ingkang kaping III ing Demak. Punika ingkang ijasa wajang kadawuhan natah paraupanipun, nalika tahun djawi 1477.
Ingkang mewahi prabot panganggening wajang kadosta kelat bau, gelang, karontjong, anting-anting, badong, djamang, gelung utawi ngore, mawi praba, tuwin praboting wajang mawi kaprada emas, sarta anganggit pakem lampahaning wajang tuwin sulukanipun. Punika wau ingkang anambahi Hingkang Sinuwun Ratu Tunggul ing Giri nalika makili wonten ing karaton Demak, nalika taun djawi 1478.
Wiwitipun wajang purwa utawi ringgit watjutjal purwa, sami katatah gajaman, nalikanipun Raden Djakatingkir djumeneng Sultan ing Padjang, adjedjuluk Sultan Hadiwidjaja, ijasa wajang sampun kaprabotan djangkep, mawi katatah gajaman, nanging tanganipun taksih irasan, punika nalika taun djawi 1505.
Ingkang mewahi pirantosing ringgit watjutjal mawi kelir, gadebog, tuwin balentjong punika Kandjeng Sunan Kalidjaga.
Ingkang mewahi wajang ketek (wanara) punika Sunan ing Giri.
Ingkang mewahi wajang ritjikan, Gadjah, Djaran, saha pradjurit prampogan punika Sunan Benang.
Kandjeng Sultan ing Demak, (raden Patah) wajang kajon (Gunungan) katantjebaken ing tengah tengahing kelir, sarta kangge piran-<noinclude></noinclude>
cf3ofd9ypqwe79zk1vg9quzk57duide
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/59
250
24922
79004
78510
2026-05-20T04:51:55Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
79004
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" />{{rh|| - 60 - }}</noinclude>dipun sawang kemawon kanti tjarita, makaten punika isi tjaraning wajang beber nalika djaman samanten.
Sareng sampun dumugi ing djaman Demak djaman keislaman wanguning wajang dipun gantos tjorak miring sarwa pandjang, ngantos saged itjal bentuk kawudjudanipun manungsa, kantun awudjud gambar raos kawudjudaning kadjiwan dipun bajangaken ngantos karaos kados awudjud manungsa saestu. Punika ingkang manggih anggit sapisan wawangunan makaten punika Djeng Sunan ing Giri. Mila ladjeng karan ringgit, anggadahi teges Sunan Giri ingkang nganggit, dalah panatanipun pisan ugi Sunan Giri ingkang ngatur. Mila ladjeng ingkang dados tutungguling wajang inggih punika Batara Guru dipun sukani sebatan Girinata, anggadahi pikadjeng Sunan Giri ingkang nata. Makaten katah katahing tijang sami gadah pamanggih angotak atik dateng seserepan bab wajang punika wau. Pramila wajang punika ladjeng saged dados kagunan ingkang hawig remit ngantos dados barang ingkang edi peni,sae lan prajogi sanget kangge pasegahan wonten ing pasamuan minangka kangge pameran. Sabab isi kagunan ingkang edi peni lan piwulang ingkang miraos, saja malih manawi dalangipun lebda kawruh, para pamirsa ladjeng sami kasupen dateng kabetahanipun, ing raos prasasat ngambah ing djaman anjar, kabekta saking sengeming manah, ladjeng ngawontenaken kasupen.
{{C|'''BAB WAJANG.'''}}
Miturut serat asaling ringgit saking katranganipun tuan Dr. G.A.J. Hazeu, ingkang kagubah ing tembung djawi dening R. M. Mangkudimedja.
'''Ringgit Watjutjal ing Djaman ka-Islaman.'''
Wiwitipun wajang ingkang kadamel saking watjutjal maesa punika nalika djumenengipun Raden Patah. Djumeneng Sultan ing Demak nalika taun djawi 1437 - ing sakawit kawudjudaning wajang purwa punika inggih kados dene gegambaraning manungsa, ingkang katurun kangge tjonto kados dene gambar tjawen relijef tjandi Panataran.
Ing sak rehning magepokan kalijan agami Islam dados tjegahing sarak (karam), ing mangka sang nata punika remen sanget dateng wajang, pramila para Wali ladjeng sami ambijantu mangun kawudjudaning ringgit watjutjal purwa punika wau. Nalika samanten ringgit watjutjal dereng sami katatah ing bagean lebetipun, namung<noinclude></noinclude>
jsh51r0varkqikxdm7qtz83dvekzs78
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/57
250
24923
79019
78512
2026-05-20T05:20:55Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79019
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh|| - 58 - }}</noinclude><ol>dongeng Isin ngaku Bapa sakpiturutipun. Sareng tahun 1945 ladjeng kula gantos nami wajang Perdjuangan perlu kangge mengeti djamanipun mangsa perdjuangan, djaman Proklamasi kemerdekaanipun nagari kita ing Indonesia. Ladjeng kenging kangge tjarijos babad Indonesia wiwit djaman kadjadjah Walonda 350 tahun, djaman Djepang 3½ tahun, dumugi sapriki punika.<br>
Saweneh wonten ingkang mastani punika wajang Suluh sabab kawudjudanipun meh sami, pantjen prasasat inggih sami, namung wajang Suluh punika ingkang nindakaken namung para pegawai djawatan penerangan kemawon, sabab punika ngemu raos namung dipun tudjokaken kangge alat suka sesuluh penerangan dateng para rakjat, sami ngretosa dateng obah ingering katentremaning nagari.<br>
Wajang Kantjil lan wajang Perdjuangan ladjeng kula dadosaken satunggal kotak. Ladjeng dados prigel, ingkang wudjud tijang ladjeng kenging kangge sumpingan kiwa tengen, tjatjahipun sadaja wonten 200 idji.</ol>
#<li value="11">Wajang Purwa punika nalika taksih djamanipun Prabu Djajabaja ing Kediri, wewangunaning wajang mendet babon gambaran relijef tjandi ing Panataran tjelak Blitar. Kagambar wangun miring wonten ing godong tal, ingkang kangge njorek kalam sada aren dipun lintjipi, manawi godong punika sampun garing tjoretanipun ladjeng katingal tjeta, makaten ngantos dumugi ing Madjapait.<br>
Sareng wonten ing Madjapait ladjeng kabangun malih wonten ing dlantjang kalambaran ing kain, dipun gambar ing dalem sak adegan sak adegan, miturut lampahanipun, ing dalem sak lampahan dipun gulung, mawi dipun pulas. Djuru sunggingipun ingkang putra pijambak nama raden Sungging Prabangkara. Ladjeng dipun namakaken wajang beber. Manawi ngangge, pamajangipun dipun gelar katantjebaken gadebog utawi deling ingkang dipun sukani bolongan. Gambar ingkang dipun gulung punika kiwa tengen dipun sukani kadjeng kangge uwat-uwat mentang, pandjangipun antawis sadepa, manawi sampun dipun gelar katantjebaken. Kyai dalang ladjeng tjarita miturut isining gambar punika, upami isi gambar djedjeran utawi perangan inggih punika ingkang dipun tjarijosaken kyai dalang miturut isining lampahan gambar punika. Nanging punika wajangipun boten kenging katjepeng, sabab anemplek dados satunggal awudjud gambar, namung<noinclude></noinclude>
oan975q9q4epbvgllscutg3dyiyfbqo
79020
79019
2026-05-20T05:21:47Z
Thersetya2021
125
79020
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh|| - 58 - }}</noinclude><ol>dongeng Isin ngaku Bapa sakpiturutipun. Sareng tahun 1945 ladjeng kula gantos nami wajang Perdjuangan perlu kangge mengeti djamanipun mangsa perdjuangan, djaman Proklamasi kemerdekaanipun nagari kita ing Indonesia. Ladjeng kenging kangge tjarijos babad Indonesia wiwit djaman kadjadjah Walonda 350 tahun, djaman Djepang 3½ tahun, dumugi sapriki punika.<br>Saweneh wonten ingkang mastani punika wajang Suluh sabab kawudjudanipun meh sami, pantjen prasasat inggih sami, namung wajang Suluh punika ingkang nindakaken namung para pegawai djawatan penerangan kemawon, sabab punika ngemu raos namung dipun tudjokaken kangge alat suka sesuluh penerangan dateng para rakjat, sami ngretosa dateng obah ingering katentremaning nagari.<br>Wajang Kantjil lan wajang Perdjuangan ladjeng kula dadosaken satunggal kotak. Ladjeng dados prigel, ingkang wudjud tijang ladjeng kenging kangge sumpingan kiwa tengen, tjatjahipun sadaja wonten 200 idji.</ol>
#<li value="11">Wajang Purwa punika nalika taksih djamanipun Prabu Djajabaja ing Kediri, wewangunaning wajang mendet babon gambaran relijef tjandi ing Panataran tjelak Blitar. Kagambar wangun miring wonten ing godong tal, ingkang kangge njorek kalam sada aren dipun lintjipi, manawi godong punika sampun garing tjoretanipun ladjeng katingal tjeta, makaten ngantos dumugi ing Madjapait.<br>Sareng wonten ing Madjapait ladjeng kabangun malih wonten ing dlantjang kalambaran ing kain, dipun gambar ing dalem sak adegan sak adegan, miturut lampahanipun, ing dalem sak lampahan dipun gulung, mawi dipun pulas. Djuru sunggingipun ingkang putra pijambak nama raden Sungging Prabangkara. Ladjeng dipun namakaken wajang beber. Manawi ngangge, pamajangipun dipun gelar katantjebaken gadebog utawi deling ingkang dipun sukani bolongan. Gambar ingkang dipun gulung punika kiwa tengen dipun sukani kadjeng kangge uwat-uwat mentang, pandjangipun antawis sadepa, manawi sampun dipun gelar katantjebaken. Kyai dalang ladjeng tjarita miturut isining gambar punika, upami isi gambar djedjeran utawi perangan inggih punika ingkang dipun tjarijosaken kyai dalang miturut isining lampahan gambar punika. Nanging punika wajangipun boten kenging katjepeng, sabab anemplek dados satunggal awudjud gambar, namung<noinclude></noinclude>
ky1zyh2m2t0kcd0h9jje2do14ssr6pm
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/55
250
24924
79000
78514
2026-05-20T04:48:24Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
79000
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" />{{rh|| - 56 - }}</noinclude><ol>man purwa. Dagelanipun Petruk dipun gantos namanipun Tjepot. Ingkang katah wonten ing tanah bawah Prijangan Bandung.</ol>
{{ordered list|list_style_type=decimal|start=6
|Wajang Dupara ingkang ijasa Danuatmadjan ugi prijantun ing Solo. Sakpunika wajang kapundut ing Musium Radyapustaka ugi ing Solo.}}
<ol>Punika wajang kangge tjarijos djamanipun para ratu ing Demak dumugi ing Mantaram telas.</ol>
{{ordered list|list_style_type=decimal|start=7
|Wajang Djawa ingkang ijasa Dutadipradjan ugi prijantun ing Solo. Punika wajang ugi kangge tjarijos babad Demak dumugi Mantaram telas, nanging ugi kenging kangge tjarijos lampahan Menak babad ing nagari Arab.
|Wajang Menak ingkang ijasa Bapak Trunadipa kyai dukun ing kampung Baturana ugi ing Solo. Punika wajang namung mligi kangge tjarijos wiwit Menak lare dumugi lakat telas. Wajangipun wonten 350 idji.
|Wajang Kantjil sakawit ingkang ijasa saderek Tionghwa nama Bah Bo Liem. Kala tahun 1925. Dene kula ingkang damel serat punika ugi ijasa wajang Kantjil, kala tahun 1943. Sak derengipun kula gadah wajang punika saben nglampahaken tjarijos Kantjil temtu njambut dateng bah Bo Liem punika wau.}}
<ol>Wajang Kantjil punika kanggen njariosaken lelampahanipun dongeng satokewan. Punika sae tumrapipun dateng para anakanak, kenging kangge suka pendidikan sarana tjarijos dongeng satokewan. Manawi kangge dateng para sepuh dongenganipun ngangge tjarijos Kantjil Krida-Martana, isi seserepan kawruh kawruhing ngagesang. Wajang kantjil punika sae saged salaras tumrap dateng lare-lare, pantjen inggih nengsemaken katah lutjonipun. Punika manawi dalangipun saged anglampahaken, manawi dalangipun dereng saged, tegesipun dereng nate sumerep lan njinau tjara-tjaranipun ladjeng dipun prusa kemawon nindakaken damel tjara pijambak, adatipun ladjeng katingal semplah. Sabab wajangipun tanpa tangan, manawi dereng saged ladjeng katingal katjel, boten umuk lan ngalem badan kula pijambak, ing Solo saweg kula pijambak ingkang saged, anggen kula njinau kala tahun 1927. Dumugi samangke ngantos karan dalang wajang kantjil.</ol>
{{ordered list|list_style_type=decimal|start=10
|Wajang perdjuangan, punika ingkang ijasa kula R.M. Sajid, punika anggen kula damel kala tahun 1944. Kula namakaken wajang Sandiwara, kangge tjarijos dedongengan ingkang ngemu raospiwulang kangge tetuladan ingkang sae. Upaminipun tjarijos}}<noinclude></noinclude>
79bjr5gydt7pi6xug9h8vhquuxqt10e
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/52
250
24925
78997
78517
2026-05-20T04:46:25Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
78997
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" />{{rh|| - 53 - }}</noinclude>kamadjenganipun. Punika wajang ladjeng kenging dipun namekaken wajang perdjuangan, kangge tjarijos babad perdjuangan, utawi wajang Suluh kangge sesuluh penerangan, ingkang punika kula namung sumangga dateng para nupiksa.
{{C|'''WARNI-WARNINING WAJANG ING SURAKARTA.'''}}
Warni-warnining wajang ing Surakarta ingkang sampun kula
sumerepi, kados ingkang kula aturaken ing ngandap punika.
No.
#Wajang Purwa miturut tjarijosing serat, ingkang ijasa sakawit Prabu Djajabaja narendra ing Kediri. Taksih awudjud ron tal.(godong tal), ingkang dipun damel, dipun tjoret kalijan kalam,.dipun wadahi ing kandaga, (bokor ageng). Saben dinten wijosanipun sang prabu kangge tjarijos andongengaken lelampahanipun para leluhuripun ing djaman tjarijosipun perang Bratajuda, para darah Pandawa mengsah lawan Kurawa, perang sami kadang.
#Wajang Gedog, mendet tembung saking kedok (topeng), dipun angge nama wajang, ingkang ijasa kandjeng Sunan ing Giri. Punika kangge njarijosaken para ratu ing Djenggala dumugi ing nagari Pedjadjaran telas.
#Wajang Madija ingkang ijasa pandjenenganipun Kandjeng Gusti Mangkunagara ingkang kaping IV ing Surakarta, kangge njarijosaken lelampahanipun para ratu sak bibaripun perang Bratajuda. Inggih punika djamanipun Prabu Gendrajana dumugi ing nagari Djenggala telas.
#Wajang Klitik, utawi wajang krutjil, klitik tegesipun kalotakan. Ingkang dipun damel saking kaju krutjil anggadahi teges tjilik pating patisi) kawudjudanipun wajang Ingkang ijasa Kandjeng Sunan ing Kudus, tjatjahipun wajang namung 70 idji, kangge tjarijos lampahan babad Padjadjaran dumugi ing Madjapait pungkasan telas.
#Sunan Kudus ugi ijasa wajang Golek, kadamel saking kaju dipun sukani prabot tjara manungsa, tjatjahipun ugi namung 70 idji. Ingkang katah lampah wonten ing bawah Tjepu lan Bodjonagoro. Sami ngangge tjarijos lampahan menak, babadipun ing tanah Arab, upaminipun Wong Agung Menak lan Marmaja sakpiturutipun.
<ol>Ing Djawi kilen ugi katah wajang golek, nanging dipun dandosi tjara wajang wong (ringgit tijang), kangge tjarijos lampahan dja-</ol><noinclude></noinclude>
6oq9d86b16bxrl6opjqrcti0ojr3q66
Kaca:Awaking Manoengsa.pdf/20
250
24930
78964
78566
2026-05-20T03:58:36Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
78964
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||20}}</noinclude>{{c|'''IX. LAKOENING GETIH.'''}}
'''1. Djantoeng.'''<br>
Djantoeng ikoe sawidjining daging kang koewat banget, minangka motor oetawa pompaning getih. Ing salawasé manoengsa oerip, djantoeng tansah makarti, wis ora ana lèrèné. Doenoengé ing djegodahan-dada ing saantarané keboek kiwa-tengen tembing kiwa, gedéné watara sakepel. Djantoeng ikoe kapérang dadi 2 pérangan, pérangan kiwa lan tengen. Sasisih-sisihé pinérang manéh dadi 2: èmpèr lan sentong, siningget ing lawangan bisa menga lan mineb. Kamaran 4 maoe pada-pada sing santosa déwé, sing pageré kandel ḍéwé, jaikoe sentong kiwa.<br>
'''2. Otot-getih.'''<br>
Otot-getih ikoe woedjoed broemboengan kang woeled lan mendat, kapérang dadi 3 golongan otot-getih-metoe, otot-getih-mleboe lan otot-getih-lemboet. Otot-getih-metoe ikoe kanggo dalan getih kang saka djantoeng menjang awak lan keboek. Otot-getih-mleboe kanggo dalan getih saka awak lan keboek menjang djantoeng. Déné otot-getih-lemboet jaikoe pang-pangé otot-getih warna loro maoe, pada moedjoedaké trantjangan lemboet banget. Ija ing trantjangan kono ikoe gatoeké panging otot-getih-metoe karo pangé otot-getih-mleboe (élinga lira-liroening gas ing keboek).<br>
'''3. Getih.'''<br>
Getih ikoe sapérangan gedé woedjoed banjoe (± 80%). Pérangan lijané (± 20%) woedjoed djasad warna-warna: pringkilan-abang, pringkilan-poetih, oejah warna-warna, gadjih, goela l.l.l. Kadjaba djasad sing woedjoed pringkilan lan diasad sing adjèr ikoe, banjoe-getih isih amot gas zuurstof lan koolzuur). Zuurstof kamot ing pringkilan abang, koolzuur kamot ing bangsa oejah.<br>Pringkilan-getih warna loro maoe ora noenggal asal. Pringkilan-abang asalé saka soengsoem-baloeng (baloeng-sirah, poetjoeking baloeng sing dawa, oepama baloeng poepoe, baloeng lengen), déné pringkilan poetih pabriké woedjoed klandjer (klandjer-gondok, limpa). Pagawéané pringkilan-abang : mratakake zuurstof pringkilan-poetih : nanggoelang lan njirnakaké moengsoeh (bakterie) apa déné kanggo tambal-soelam péranganing awak kang roesak.<br>Getih ikoe bisané mili, marga disentor déning djantoeng. (Getihé manoengsa ±5 liter, soemrambah ing awak sakodjoer). Getih diperes ing djantoeng, metoe liwat otot-getih-metoe, soemrambah ing awak, mratakaké zuurstof lan sarining pangan. Saka awak bali menjang djantoeng manèh metoe otot-getih-mleboe. Saka djantoeng „getih-reged” iki diperes metoe liwat otot-getih-metoe, andjog ing keboek kiwa-tengen. Saka keboek, sawisé „diresiki”, getih bali menjang djantoeng liwat otot-getih-mleboe. Ing mengko „getih-resik” iki</u> disentor metoe manèh.
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Loemajoe toemoedjoe, {{gap}}njirnakaké ngeloe.}}
{{rule|width=8em|align=center}}<noinclude></noinclude>
b1bytvq5ro7u0fe8rrwzw1iu4lck81d
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/26
250
24940
79024
78601
2026-05-20T05:27:10Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79024
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||- 27 -}}</noinclude>:'''Sumpingan sisih kiwa'''
:No.
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Buta raton. makutan ................ barong.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}harja Kumbakarna .......... matijan.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}neneman. pogogan .......... mendung.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}ngore (gendong) .......... kopek.</poem>
|<poem>Prabu Dasamuka ................ bugis.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Rahwana ................ belis.</poem>
|<poem>Harja Kongso.</poem>
|<poem>Prabu Bomantara.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Bomonaraksura.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Baladewa ................ geger.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}................ sembada.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}................ kaget.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}................ paripeksa.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Drujudana ................ djangkung.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}................ djaka.</poem>
|<poem>Raden Kurupati.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kakrasana ................ kilat.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}................ sembada.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kentjaka.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Rupakentja.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Seta.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Utara.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Wratsangka.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Hugrasena.</poem>
|<poem>Prabu Kuntibodjo.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Basudewa (ing Mandura) ..........</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Matswapati. (ing Wirata).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Drestarastra. (ing Ngastina).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Drupada. (ing Pantjalaredja).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Setyadjit. (ing Ngalesanpura).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Salya. (ing Mandraka).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Bismaka. (ing Kumbina).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Radeja. (ing Petapralaja).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Karna. (ing Ngawonggo) .......... lontang.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Karna. (ing Ngawonggo) .......... bedru.</poem>
|<poem>Raden Setyaki ................ minimis.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}................ akik.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}},,{{gap}}................ wisuna.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Lesmana Mandrakumara ..........</poem>
}}<noinclude></noinclude>
5vfj609fwv9e6xkda62h0mgtasf8ifz
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/28
250
24941
79027
78603
2026-05-20T05:29:41Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79027
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||- 29 -}}</noinclude>{{ordered list|type=decimal|start=40
|<poem>Raden Jamawidura.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Narajana ...................... geblag.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}{{gap}}...................... sembada.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Narasoma.</poem>
|<poem>Ratu Sabrang Wok.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Bagus.</poem>
|<poem>Patih Suwondo.</poem>
|<poem>Harja Wibisana.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Praburukma.</poem>
|<poem>Raden Rukmarata.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Rukmara.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Drestadjumna.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Sombo ...................... bandjet.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}{{gap}}...................... sebada.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}{{gap}}...................... buntit.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Warsakusuma.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Partadyumna.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Pantjawala.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Ongkowidjaja ...................... rangkung.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}{{gap}}...................... buntit.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Sumitra.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Irawan.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Widjanarka (bambangan srambahan) miling.</poem>
|<poem>Bambangan .................. ,, pengasih.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}sampir slendangan. srambahan.</poem>
|<poem>Raden Setyaka.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Nangkula.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Sahadewa.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Wisanggeni.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Pinten.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tansen.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tjaranggana.</poem>
}}
'''Wajang Dudahan.'''
Samangke sampun telas wajang sumpingan kiwa tuwin tengen. Samangke njandak bagean wajang dudahan, ingkang namung wonten nglebet kotak.
::'''Namaning wajang Putran.'''
No.
{{multicol}}
#Raden Trisirah.<br>
#{{gap}},,{{gap}}Trikaja.
{{multicol-break}}
# <li value="7">Raden Wisata.<br>
#{{gap}},,{{gap}}Radjamala.
{{multicol-end}}<noinclude></noinclude>
oufv9eo3haxqrqjq0rf71csr53j8w1t
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/43
250
24944
79042
78610
2026-05-20T05:45:17Z
Ris00l may00
1455
/* Durung katitiwaca: dibalikkan karena penggunaan template tidak tepat */
79042
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ris00l may00" />{{rh||- 44 -}}</noinclude>{{ordered list|type=decimal|start=7
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tjitradarma {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Manggada.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Banaputra {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Ngajodyapala.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Dasarata {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Barata {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Ramawidjaja {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Djanaka {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Mantilidiredja.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Maesasura {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Kiskenda.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Subali {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Sugriwa {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Basumurti {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Wirata.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Basukiswara {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Matswapati {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Partawidjaja {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Tabelasuket.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Palasara {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Ngastina.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kresnadipajana {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Pandudewanata {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Drestarastra {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Drujudana {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Judistira {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Parikesit {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Basukesti {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Mandura.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kuntibodja {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Basudewa {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Baladewa {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Bismaka {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Kumbina.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Setyadjit {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Ngalesanpura.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Kresna {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Dwarawati.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Mandratpati {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Madraka.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Salya {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Gandabaju {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Pantjalaredja.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Drupada {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Karna {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Ngawangga.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Judistira {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Ngamarta.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Bomnarakasura {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Tradjurasina.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Arimbamuka {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Pringgadani.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Gatutkatja {{gap}},,{{gap}},,{{gap}},,</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Tuhuwasesa {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Gilingwesi.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Niwatakawatja {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Nginayimantaka.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Biswarna {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Singgela.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Radeja {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Petapralaja.</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Dewasrani {{gap}},,{{gap}},,{{gap}}Tunggulmalaja.</poem>
}}<noinclude></noinclude>
3up89yjmm2qf1e569alk9tsn4vhjnb1
79055
79042
2026-05-20T06:10:23Z
Thersetya2021
125
/* Titiwaca */
79055
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{rh||- 44 -}}</noinclude>#{{gap}},,{{gap}}Tjitradarma{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Manggada.
#{{gap}},,{{gap}}Banaputra{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Ngajodyapala.
#{{gap}},,{{gap}}Dasarata{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Barata{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Ramawidjaja{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Djanaka{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Mantilidiredja.
#{{gap}},,{{gap}}Maesasura{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Kiskenda.
#{{gap}},,{{gap}}Subali{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Sugriwa{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Basumurti{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Wirata.
#{{gap}},,{{gap}}Basukiswara{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Matswapati{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Partawidjaja{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Tabelasuket.
#{{gap}},,{{gap}}Palasara{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Ngastina.
#{{gap}},,{{gap}}Kresnadipajana{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Pandudewanata{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Drestarastra{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Drujudana{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Judistira{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#Parikesit{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Basukesti{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Mandura.
#{{gap}},,{{gap}}Kuntibodja{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Basudewa{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Baladewa{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Bismaka{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Kumbina.
#{{gap}},,{{gap}}Setyadjit{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Ngalesanpura.
#{{gap}},,{{gap}}Kresna{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Dwarawati.
#{{gap}},,{{gap}}Mandratpati{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Madraka.
#{{gap}},,{{gap}}Salya{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Gandabaju{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Pantjalaredja.
#{{gap}},,{{gap}}Drupada{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Karna{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Ngawangga.
#{{gap}},,{{gap}}Judistira{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Ngamarta.
#{{gap}},,{{gap}}Bomanarakasura{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Tradjutrisna.
#{{gap}},,{{gap}}Arimbamuka{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Pringgadani.
#{{gap}},,{{gap}}Gatutkatja{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Tuhuwasesa{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Gilingwesi.
#{{gap}},,{{gap}}Niwatakawatja{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Ngimaimantaka.
#{{gap}},,{{gap}}Biswarna{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Singgela.
#{{gap}},,{{gap}}Radeja{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Petaprelaja.
#{{gap}},,{{gap}}Dewasrani{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Tunggulmalaja.<noinclude></noinclude>
ibiro73xdv7icwhhhn39ddqbrdn1bmj
79056
79055
2026-05-20T06:11:17Z
Thersetya2021
125
79056
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{rh||- 44 -}}</noinclude>#{{gap}},,{{gap}}Tjitradarma{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Manggada.
#{{gap}},,{{gap}}Banaputra{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Ngajodyapala.
#{{gap}},,{{gap}}Dasarata{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Barata{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Ramawidjaja{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Djanaka{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Mantilidiredja.
#{{gap}},,{{gap}}Maesasura{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Kiskenda.
#{{gap}},,{{gap}}Subali{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Sugriwa{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Basumurti{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Wirata.
#{{gap}},,{{gap}}Basukiswara{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Matswapati{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Partawidjaja{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Tabelasuket.
#{{gap}},,{{gap}}Palasara{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Ngastina.
#{{gap}},,{{gap}}Kresnadipajana{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Pandudewanata{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Drestarastra{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Drujudana{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Judistira{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Parikesit{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Basukesti{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Mandura.
#{{gap}},,{{gap}}Kuntibodja{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Basudewa{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Baladewa{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Bismaka{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Kumbina.
#{{gap}},,{{gap}}Setyadjit{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Ngalesanpura.
#{{gap}},,{{gap}}Kresna{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Dwarawati.
#{{gap}},,{{gap}}Mandratpati{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Madraka.
#{{gap}},,{{gap}}Salya{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Gandabaju{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Pantjalaredja.
#{{gap}},,{{gap}}Drupada{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Karna{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Ngawangga.
#{{gap}},,{{gap}}Judistira{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Ngamarta.
#{{gap}},,{{gap}}Bomanarakasura{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Tradjutrisna.
#{{gap}},,{{gap}}Arimbamuka{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Pringgadani.
#{{gap}},,{{gap}}Gatutkatja{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}
#{{gap}},,{{gap}}Tuhuwasesa{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Gilingwesi.
#{{gap}},,{{gap}}Niwatakawatja{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Ngimaimantaka.
#{{gap}},,{{gap}}Biswarna{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Singgela.
#{{gap}},,{{gap}}Radeja{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Petaprelaja.
#{{gap}},,{{gap}}Dewasrani{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Tunggulmalaja.<noinclude></noinclude>
ahu65a5bioo8t62yw15hjf6d0up8h56
79071
79056
2026-05-20T06:42:32Z
Thersetya2021
125
79071
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{rh||- 44 -}}</noinclude>{|
|7. {{gap}},,{{gap}}Tjitradarma||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Manggada.
|-
|8. {{gap}},,{{gap}}Banaputra||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Ngajodyapala.
|-
|9.{{gap}},,{{gap}}Dasarata||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|10.{{gap}},,{{gap}}Barata||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|11.{{gap}},,{{gap}}Ramawidjaja||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|12.{{gap}},,{{gap}}Djanaka||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Mantilidiredja.
|-
|13.{{gap}},,{{gap}}Maesasura||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Kiskenda.
|-
|14.{{gap}},,{{gap}}Subali||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|15.{{gap}},,{{gap}}Sugriwa||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|16.{{gap}},,{{gap}}Basumurti||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Wirata.
|-
|17.{{gap}},,{{gap}}Basukiswara||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|18.{{gap}},,{{gap}}Matswapati||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|19.{{gap}},,{{gap}}Partawidjaja||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Tabelasuket.
|-
|20.{{gap}},,{{gap}}Palasara||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Ngastina.
|-
|21.{{gap}},,{{gap}}Kresnadipajana||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|22.{{gap}},,{{gap}}Pandudewanata||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|23.{{gap}},,{{gap}}Drestarastra||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|24.{{gap}},,{{gap}}Drujudana||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|25.{{gap}},,{{gap}}Judistira||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|26.{{gap}},,{{gap}}Parikesit||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|27.{{gap}},,{{gap}}Basukesti||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Mandura.
|-
|28.{{gap}},,{{gap}}Kuntibodja||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|29.{{gap}},,{{gap}}Basudewa||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|30.{{gap}},,{{gap}}Baladewa||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|31.{{gap}},,{{gap}}Bismaka||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Kumbina.
|-
|32.{{gap}},,{{gap}}Setyadjit||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Ngalesanpura.
|-
|33.{{gap}},,{{gap}}Kresna||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Dwarawati.
|-
|34.{{gap}},,{{gap}}Mandratpati||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Madraka.
|-
|35.{{gap}},,{{gap}}Salya||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|36.{{gap}},,{{gap}}Gandabaju||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Pantjalaredja.
|-
|37.{{gap}},,{{gap}}Drupada||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|38.{{gap}},,{{gap}}Karna||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Ngawangga.
|-
|39.{{gap}},,{{gap}}Judistira||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Ngamarta.
|-
|40.{{gap}},,{{gap}}Bomanarakasura||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Tradjutrisna.
|-
|41.{{gap}},,{{gap}}Arimbamuka||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Pringgadani.
|-
|42.{{gap}},,{{gap}}Gatutkatja||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}
|-
|43.{{gap}},,{{gap}}Tuhuwasesa||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Gilingwesi.
|-
|45.{{gap}},,{{gap}}Niwatakawatja||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Ngimaimantaka.
|-
|46.{{gap}},,{{gap}}Biswarna||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Singgela.
|-
|47.{{gap}},,{{gap}}Radeja||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Petaprelaja.
|-
|48.{{gap}},,{{gap}}Dewasrani||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Tunggulmalaja.
|}<noinclude></noinclude>
h4hjjcuymyux1ihgdpv3xl25fs7bvdf
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/32
250
24961
79137
78646
2026-05-20T10:21:09Z
WanaraLima
746
/* Tervalidasi */
79137
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="WanaraLima" />{{rh|| - 50 - }}</noinclude>
::Sang Nata dupi wus trang
::sasmitaning dwidja Landa gja dadawuh
::dumateng Ranggawarsita
::Ian.Gusti Mangkunagari
<ol start=6>
<li><poem> Lah ta wa Ranggawarsita.
apa njata tuturé dwidja Landi
Ranggawarsita amesu ngeningken pantja-drija
anunuwun marang Ingkang Maha Luhur
katrima antuk wewengan
wus luwar saking semadi </poem></li>
<li><poem> Glis mundjuk mring Sri Pamasa
nggih leres aturipun resi Landi
mbendjing badé petjahipun
sadèrèng(é) ārga sigar
mawi gara-gara kalangkung gengipun
lindu sadinten ping tiga
kapāreng dados miwiti </poem></li>
<li><poem> Duk samana sami terang
resi Landa gja pamit mring Sang Adji
amundur pan nedya wangsul
mring Wenen kita radja
nanging mampir redi Tlatjap tjiptanipun
kapriksa sawisé terang bareng bres lan gunungipun rapi. </poem></li>
<li><poem> Duk samana sinengkalan
esṯi tjatur sabdanirèng narpati
déṉé mbéndjang petjahipun
Merapi ponang arga
wulan Sura taun Bé sengkalanipun
èsṯi tjatur asṯa nata
Sang Nata ngandika aris </poem>
</li> <li><poem> Pajo paḏa tinitènan
mbok-manāwa anak putu menangi
Nata ping sanga ngaḏatun </poem></li> </ol><noinclude></noinclude>
tuv76vtpgzev6nlnxrsohhxzkrefsir
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/9
250
24972
79148
78672
2026-05-20T11:44:45Z
Devi 4340
509
/* Titiwaca */
79148
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Devi 4340" /></noinclude>{{c|{{jawa|1 ꧋ꦲꦒꦩꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦧꦺꦴꦁꦱꦄꦫꦧ꧀ꦱ<br>ꦢꦺꦫꦺꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀꧈}}}}
{{jawa|꧋ꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦄꦫꦧ꧀ꦲꦶꦁꦗꦩꦤ꧀ꦏꦶꦤꦱꦢꦺꦫꦺꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦩꦶꦔꦿꦱꦸꦏ꧀ꦲꦒꦩꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦱꦢꦪꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦱꦩꦶꦲꦤꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦲꦒꦩꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦤꦨꦶꦆꦱ꧀ꦩꦔꦶꦭ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦆꦧꦿꦲꦶꦩ꧀ꦢꦺꦤꦺꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦩꦶꦔꦶꦧꦢꦃꦣꦠꦼꦁꦓꦹꦱ꧀ꦡꦶꦄꦭ꧀ꦭꦃ꧈ꦏꦢꦺꦴꦱ꧀ꦠ꧇ꦔꦶꦧꦢꦃꦏ꦳ꦗꦶ꧈ꦲꦩ꧀ꦧꦺꦢꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦧꦫꦁꦏ꦳ꦭꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦏ꦳ꦫꦩ꧀ꦩꦸꦭꦾꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦮꦸꦭꦤ꧀ꦩꦸꦏ꦳ꦫꦩ꧀ꦲꦢꦸꦱ꧀ꦗꦸꦤꦸꦧ꧀ꦠꦼꦠꦏ꧀ꦱꦼꦱꦸꦕꦶꦭꦤ꧀ꦱꦥꦤꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀꧈<br>
꧋ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦲꦤ꧀ꦠꦮꦶꦱ꧀ꦢꦔꦸꦠꦤꦃꦄꦫꦧ꧀ꦮꦲꦸꦏꦣꦠꦼꦁꦔꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦭ꧀ꦭꦶꦁꦠꦶꦒꦁꦠꦼꦣꦏ꧀ꦧꦤꦶꦏ꦳ꦸꦗꦔꦃ (Bani Hoedja’ah) ꦲꦶꦁꦏꦁꦭꦗꦼꦁꦮꦲꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦠꦤꦃꦄꦫꦧ꧀ꦭꦤ꧀ꦱꦏꦸꦧꦼꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀[ꦏꦶꦮꦠꦼꦔꦼꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀]꧉<br>
꧋ꦱꦭꦃꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦱꦏꦶꦁꦒꦺꦴꦭꦺꦴꦁꦔꦤ꧀ꦧꦤꦶꦏ꦳ꦸꦗꦔꦃꦮꦲꦸꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦲꦶꦁꦏꦁꦮꦱ꧀ꦠꦄꦩ꧀ꦫꦸꦆꦧ꧀ꦤꦸꦭꦏ꦳ꦶꦤ꧀ꦧꦶ}}<noinclude></noinclude>
mx7087n73o260sq6h63995dkj45emcx
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/14
250
24973
78786
78673
2026-05-19T12:59:40Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78786
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" />{{rh||— 10 —}}</noinclude><noinclude></noinclude>
kg6akgpeuefejulvfcsneqmww6yrdko
78792
78786
2026-05-19T13:17:05Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78792
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 10 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦩ꧀ꦧꦃꦧꦼꦂꦲꦭꦭꦱ꧀ꦉꦱ꧈ꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦲꦸꦒꦶꦱꦢꦪꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦭꦭ꧀ꦭꦏꦼꦤ꧀ꦧꦫꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦏ꦳ꦫꦩ꧀ꦭꦤ꧀ꦔꦫꦩ꧀ꦩꦏꦼꦤ꧀ꦧꦫꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦏ꦳ꦭꦭ꧀꧈ꦥꦺꦫꦁꦔꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦥꦶꦁꦠꦶꦒ꧇ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦠꦶꦪꦁꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦩꦸꦱꦿꦶꦏ꧀ꦭꦤ꧀ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦤꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦥꦿꦺꦤ꧀ꦠꦃꦲꦶꦁꦲꦒꦩ꧈ꦭꦤ꧀ꦩꦭꦶꦃꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦲꦚꦼꦥꦼꦁꦔꦶꦝꦠꦼꦁꦱꦫꦺꦔꦠ꧀ꦠꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦭꦃꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦥꦫꦟꦨꦶ꧉ꦠꦶꦪꦁꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦮꦲꦸ꧈ꦥꦸꦤꦶꦏꦥꦫꦔꦸꦭꦩꦱꦩꦶꦧꦺꦢꦧꦺꦢꦥꦩꦁꦒꦶꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦧꦣꦺꦔꦸꦏꦸꦩ꧀ꦩꦶ꧈ꦥꦸꦤꦥꦭꦸꦩꦼꦧꦼꦠ꧀ꦝꦠꦼꦁꦒꦺꦴꦭꦺꦴꦁꦔꦤ꧀ꦮꦶꦭꦸꦗꦼꦁ꧈ꦥꦸꦤꦥꦏꦊꦧꦼꦠ꧀ꦒꦺꦴꦭꦺꦴꦁꦔꦤ꧀ꦕꦶꦭꦏ꧉ꦥꦩꦁꦒꦶꦃꦲꦶꦁꦏꦁꦭꦁꦏꦸꦁꦏꦛꦃꦩꦶꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦲꦒꦩꦶꦄꦭ꧀ꦩꦠꦸꦫꦶꦢꦶ꧈ꦥꦺꦫꦁꦔꦤ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦏꦊꦧꦼꦠ꧀ꦝꦠꦼꦁꦒꦺꦴꦭꦺꦴꦁꦔꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦭꦼꦥꦠ꧀[ꦩꦼꦱ꧀ꦛꦶ]ꦱꦏꦶꦁꦱꦶꦏ꧀ꦱꦤꦶꦁꦦꦔꦺꦫꦤ꧀ꦲꦮꦶꦠ꧀ꦠꦶꦪꦁꦠꦶꦪꦁꦥꦸꦤꦶꦏꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦩꦸꦏꦭ꧀ꦭꦥ꦳꧀ ꦱꦧꦧ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦏꦥꦫꦶꦁꦔꦤ꧀ꦔꦏꦭ꧀꧈}}
{{Jawa|꧋ꦲꦤꦔꦶꦁꦩꦶꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦥꦩꦁꦒꦶꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦥꦫꦔꦸꦭꦩꦲꦶꦁꦏꦁ}}<noinclude></noinclude>
1q8xm3zac5vem1ch8l6ik87ophqct1j
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/26
250
24974
78782
78675
2026-05-19T12:33:53Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78782
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" />{{rh||— 22 —}}</noinclude><noinclude></noinclude>
8ggtrep907d9t1c38b1b3regqojmzjf
78783
78782
2026-05-19T12:54:26Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78783
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 22 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦮꦺꦴꦁꦏꦁꦥꦣꦩꦸꦱꦿꦶꦏ꧀꧇ꦱꦤꦗꦤ꧀ꦝꦮꦸꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦪꦺꦤ꧀ꦏꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦮꦺꦭꦮꦺꦭꦠꦼꦩ꧀ꦠꦸꦧꦣꦺꦩꦁꦒꦶꦃꦧꦧꦪꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦒꦼꦁꦭꦤ꧀ꦥꦶꦠꦼꦤꦃꦱꦏꦶꦁꦥꦫꦩꦸꦱꦿꦶꦏ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦏ꧀ꦭꦁꦏꦸꦁꦲꦁꦒꦼꦒꦶꦥꦶꦱ꧀ꦱꦶ꧈ꦲꦺꦮꦢꦺꦤꦺꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦁꦤꦩ꧀ꦥꦶꦮꦃꦪꦸꦥꦸꦤꦶꦏ꧈ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦮꦶꦒꦃꦮꦶꦒꦶꦃꦩ
ꦭꦶꦃꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦲꦤꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦝꦮꦸꦃꦥꦸꦤꦶꦏ꧈ꦠꦸꦂꦏꦟ꧀ꦝꦶꦩ
ꦤꦃꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦼꦤꦼꦁ꧈ꦒꦸꦩ꧀ꦧꦶꦫ꧈ꦠꦼꦠꦼꦥ꧀ꦱꦲꦩꦤ꧀ꦠꦼꦥ꧀ꦠꦤ꧀ꦥ
ꦲꦁꦒꦣꦃꦲꦶꦮꦱ꧀ꦮꦱ꧀ꦱꦏꦼꦝꦶꦏ꧀ꦏꦺꦩꦮꦺꦴꦤ꧀꧈}}
{{Jawa|꧋ꦮꦶꦥꦶꦠ꧀ꦏꦭꦱꦩꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀꧈ꦥꦫꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦏꦥꦶꦂꦭꦤ꧀ꦩꦸꦱꦿꦶꦏ꧀ꦥꦸꦤꦥꦢꦺꦤꦺꦄꦧꦸꦭꦲꦧ꧀ [ꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦩꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦤꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶ]꧈ꦱꦁꦱꦪꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦥꦶꦠꦢꦺꦴꦱ꧀ ꦩꦭꦃꦱꦁꦱꦪꦲꦤꦤꦕꦢ꧀ꦔꦸꦫꦶꦁꦲꦸꦫꦶꦁ꧈ꦭꦤ꧀ꦲꦔꦸꦔꦼꦭ꧀ꦲꦸꦔꦼꦭ꧀ꦭꦏꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦥꦠꦸꦠ꧀ꦝꦠꦼꦁꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶ꧉ꦱꦥꦺꦫꦁꦔꦤ꧀ꦩꦭꦶꦃꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦁꦒꦸꦒꦸꦗꦼꦁ꧈ꦭꦤ꧀ꦔꦶꦤꦲꦶꦤ꧈ꦭꦤ꧀ꦱꦥꦤꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀꧈ꦱꦲꦺꦁꦯꦏꦶꦫꦁꦠꦼꦠꦼꦩ꧀ꦧꦸꦁꦔꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦮꦺꦴꦤ꧀ꦏꦁꦒꦺꦔꦮꦺꦴꦤ꧀ꦲꦮꦺꦴꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦮꦲꦸ꧉ꦕꦼꦏꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ꦗꦒꦠ꧀ꦠꦶꦁꦥꦫꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦏꦥꦶꦂ}}<noinclude></noinclude>
owaxo8436hxnm3m281efsb7uxzt0ua9
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/34
250
24982
79129
78697
2026-05-20T09:02:06Z
Menyusurisudutnegeri
1514
79129
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Khusna Safira" />{{rh||— 32 —}}</noinclude><li><poem>daup putri Ngajogja
pan punika timbul ladjering karatun
ing tanah Djawa wus sirna
sure sunaring pradja di</poem></li>
<ol start=16>
16. Sengkalanira ingétang
nétra nenem narendra nitih èsti
nDjeng Gusti ngandika arum
lah kang Ranggawarsita
pajo pada pinèngetan djroning kalbu
wisiking propesor Landa
kalawan wisiking Djawi</poem></li>
17. Apa tjotjog apa ora
nanging ingsun lan sira pasti tan
marma kawrat ing sastra ju
dimèné putra wajah
wrin
ingkang mesti bisa menangi sastra
djaman ingkang wus kawe dar wruh
supaja dadi pépéling
18. Ilang kuwunging nagara
ingkang manzku pradja-ing wuri mbén-
ugi anandang wulangun
ananging datan lama
ajing
antuk supangatira saking Hjang Agung
risakipun baber pisan
ing Surakarta pradja di
19. nDjeng Gusti malih dawuhnja
marang Ranggawarsita Dyan Ngabèhi
lah tu tugna wirajatnu
kang kawetja ing djangka
Radèn Renggavarsita alon turipun
jèn ing prad ja tanah Djawa
muljane kalamun mbéndjing
20. Djumenengipun Narendra
kaping kalih welas ingkang mandiri
bilih Nata ping sapuluhrr<noinclude></noinclude>
4c64h35a9e6sz0k9ndz45o2l54t2aw1
79130
79129
2026-05-20T09:03:43Z
Menyusurisudutnegeri
1514
79130
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Khusna Safira" />{{rh||— 32 —}}</noinclude><ol start=16>
<poem>
<u>d</u>aup putri Ngajogja
pan punika timbul ladjering karatun
ing tanah Djawa wus sirna
sure sunaring pradja di</poem>
<li><poem>
Sengkalanira ingétang
nétra nenem narendra nitih èsti
nDjeng Gusti ngandika arum
lah kang Ranggawarsita
pajo pada pinèngetan djroning kalbu
wisiking propesor Landa
kalawan wisiking Djawi
17. Apa tjotjog apa ora
nanging ingsun lan sira pasti tan
marma kawrat ing sastra ju
dimèné putra wajah
wrin
ingkang mesti bisa menangi sastra
djaman ingkang wus kawe dar wruh
supaja dadi pépéling
18. Ilang kuwunging nagara
ingkang manzku pradja-ing wuri mbén-
ugi anandang wulangun
ananging datan lama
ajing
antuk supangatira saking Hjang Agung
risakipun baber pisan
ing Surakarta pradja di
19. nDjeng Gusti malih dawuhnja
marang Ranggawarsita Dyan Ngabèhi
lah tu tugna wirajatnu
kang kawetja ing djangka
Radèn Renggavarsita alon turipun
jèn ing prad ja tanah Djawa
muljane kalamun mbéndjing
20. Djumenengipun Narendra
kaping kalih welas ingkang mandiri
bilih Nata ping sapuluh<noinclude></noinclude>
bo0quvvxw1oj1qfd2i2desqp9bcud82
79131
79130
2026-05-20T09:20:07Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
79131
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 32 —}}</noinclude><ol start=16>
<poem>
<u>d</u>aup putri Ngajogja
pan punika timbul ladjering karatun
ing tanah Djawa wus sirna
sure sunaring pradja di</poem>
<li><poem>
Sengkalanira ingétang
nétra nenem narendra nitih ès<u>t</u>i
nDjeng Gusti ngandika arum
lah kang Ranggawarsita
pajo pa<u>d</u>a pinèngetan djroning kalbu
wisiking propésor Landa
kalawan wisiking Djawi</poem></li>
<li><poem>
Apa tjotjog apa ora
nanging ingsun lan sira pas<u>t</u>i tan
marma kawrat ing sastra ju wrin
dimèné putra wajah
ingkang mes<u>t</u>i bisa menangi sastra
djaman ingkang wus kawe<u>d</u>ar wruh
supaja dadi pépéling</poem></li>
<li><poem>
Ilang kuwunging nagara
ingkang manzku pradja-ing <u>wuri</u> mbéndjing
ugi anan<u>d</u>ang wulangun
ananging datan lama
antuk supangatira saking Hjang Agung
risakipun baber pisan
ing Surakarta pradja di</poem></li>
<li><poem>
nDjeng Gusti malih <u>d</u>awuhnja
marang Ranggawarsita Dyan Ngabèhi
lah tutugna wirajatnu
kang kawetja ing djangka
Radèn Renggawarsita alon turipun
jèn ing pradja tanah Djawa
muljane kalamun mbéndjing</poem></li>
<li><poem>
Djumenengipun Naréndra
kaping kalih welas ingkang man<u>d</u>iri
bilih Nata ping sapuluh
</poem></li></ol><noinclude></noinclude>
igz750hd1tiv9bwzmcfhefpe4enj75a
79139
79131
2026-05-20T11:02:19Z
Ars-arsa
1809
/* Absah */
79139
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 32 —}}</noinclude><ol start=16>
<poem>
<u>d</u>aup putri Ngajogja
pan punika timbul ladjering karatun
ing tanah Djawa wus sirna
sure sunaring pradja di</poem>
<li><poem>
Sengkalanira ingétang
nétra nenem narendra nitih ès<u>t</u>i
nDjeng Gusti ngandika arum
lah kang Ranggawarsita
pajo pa<u>d</u>a pinèngetan djroning kalbu
wisiking propésor Landa
kalawan wisiking Djawi</poem></li>
<li><poem>
Apa tjotjog apa ora
nanging ingsun lan sira pas<u>t</u>i tan
marma kawrat ing sastra ju wrin
dimèné putra wajah
ingkang mes<u>t</u>i bisa menangi sastra
djaman ingkang wus kawe<u>d</u>ar wruh
supaja dadi pépéling</poem></li>
<li><poem>
Ilang kuwunging nagara
ingkang manzku pradja-ing <u>wuri</u> mbéndjing
ugi anan<u>d</u>ang wulangun
ananging datan lama
antuk supangatira saking Hjang Agung
risakipun baber pisan
ing Surakarta pradja di</poem></li>
<li><poem>
nDjeng Gusti malih <u>d</u>awuhnja
marang Ranggawarsita Dyan Ngabèhi
lah tutugna wirajatnu
kang kawetja ing djangka
Radèn Renggawarsita alon turipun
jèn ing pradja tanah Djawa
muljane kalamun mbéndjing</poem></li>
<li><poem>
Djumenengipun Naréndra
kaping kalih welas ingkang man<u>d</u>iri
bilih Nata ping sapuluh
</poem></li></ol><noinclude></noinclude>
23cjiutkboucoa4hnk29css9jv6pech
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/35
250
24983
79132
78698
2026-05-20T09:25:15Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
79132
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 33 —}}</noinclude><ol start=21>
<poem>
ngalamat pradja rengka
wit tjandrené naréndra si Kala-mre tju
patihé Kala-wasesa
Kala-ti<u>d</u>a djamanèhi</poem>
<li><poem>
Wong agung remen mbebahak
marang radja-brananira wong tjilik
ilang labe ting budyaju
kisruh adiling Nata
pra kawula ka<u>t</u>ah kang nandang margijuh
kawrattan kang sapu-<u>d</u>enda
kénging padjeg rupi kalih</poem></li>
<li><poem>
Ka<u>t</u>ah gelaring kawula
kumpul-kumpul ting g(a) lubrag ting
pan wis ilang kemilipun katjemil
wit kapidih pranatan
ingkang ngasta pangadilan kwasa ngukum
wis pasrah mring sédjé bangsa
pan wis makaten kang djangdji</poem></li>
<li><poem>
Ing tanah Djawa ketaman
ingkang ngasta njakra (mang) gilingan
rikala djaman rumuhun (ra) něki
Swarga jang paduka
tabe-tabe nDjeng Sinuwun Sultan Agung
ke taman pranatanira
Djuru taman kang sajekti</poem></li>
<li><poem>
Puniku pinanggihira
ngantos mbendjing dumugi Nata kaping
sawelas Kangd jeng Sinuwun
punika sadaja wrat
pra kawula katah susah manahipun
ananging punika djaman
mung sake<u>d</u>ap mèh ngengkoki</poem></li>
<li><poem>
Wangsulé wahju Nurbuwah
mulih mulja pradja ing tanah Djawi
namung wus pin<u>d</u>ah ka<u>d</u>atun</poem></li></ol><noinclude></noinclude>
i46iafpekhit2v8eql10h86i55j5lxw
79140
79132
2026-05-20T11:03:03Z
Ars-arsa
1809
/* Absah */
79140
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 33 —}}</noinclude><ol start=21>
<poem>
ngalamat pradja rengka
wit tjandrené naréndra si Kala-mre tju
patihé Kala-wasesa
Kala-ti<u>d</u>a djamanèhi</poem>
<li><poem>
Wong agung remen mbebahak
marang radja-brananira wong tjilik
ilang labe ting budyaju
kisruh adiling Nata
pra kawula ka<u>t</u>ah kang nandang margijuh
kawrattan kang sapu-<u>d</u>enda
kénging padjeg rupi kalih</poem></li>
<li><poem>
Ka<u>t</u>ah gelaring kawula
kumpul-kumpul ting g(a) lubrag ting
pan wis ilang kemilipun katjemil
wit kapidih pranatan
ingkang ngasta pangadilan kwasa ngukum
wis pasrah mring sédjé bangsa
pan wis makaten kang djangdji</poem></li>
<li><poem>
Ing tanah Djawa ketaman
ingkang ngasta njakra (mang) gilingan
rikala djaman rumuhun (ra) něki
Swarga jang paduka
tabe-tabe nDjeng Sinuwun Sultan Agung
ke taman pranatanira
Djuru taman kang sajekti</poem></li>
<li><poem>
Puniku pinanggihira
ngantos mbendjing dumugi Nata kaping
sawelas Kangd jeng Sinuwun
punika sadaja wrat
pra kawula katah susah manahipun
ananging punika djaman
mung sake<u>d</u>ap mèh ngengkoki</poem></li>
<li><poem>
Wangsulé wahju Nurbuwah
mulih mulja pradja ing tanah Djawi
namung wus pin<u>d</u>ah ka<u>d</u>atun</poem></li></ol><noinclude></noinclude>
6pi4kvjcdor75uaysbizzcviel2y2ci
Kaca:Awaking Manoengsa.pdf/34
250
24992
78968
78724
2026-05-20T04:06:12Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
78968
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||34}}</noinclude>'''V. {{gap}}Daging.'''<br>
1. Daging lan baloeng paḍa déné piranti kanggo ngobahaké. Apa bédané? 2. Bisa nganakaké obah ikoe saka apa? 3. Apa tegesé daging pasangan, apa tegesé daging lamban? 4. Tjritakna, kaprijé: makartiné daging pasangan? (nganggo toelaḍa). 5. Ngaranana toelaḍané daging warna loro ikoe! 6. Daging oega kena kapérang manèh dadi rong golongan. Kaprije terangé? Ngaranana toelaḍané! 7. Apa karepé olah-raga? 8. Anggoné ngolah sarana apa? 9. Pangolahé koedoe laras. Apa tegesé ikoe?
'''VI.{{gap}} Piranti-piranti ing djero.'''<br>
1. Ing gemboeng ana djegoḍahan loro. Aranana! 2. Apa sing minangka let-leté? 3. Kaprijé wangoené let-let ikoe? Lan satemené bangsa apa? Dadi bisa apa? 4. Apa kang tinemoe ing djegoḍahan-ḍaḍa? 5. Apa sing tinemoe ing djegoḍahan weteng ? 6. Piranti-piranti ing djero ikoe endi sing kena ko-toedingi ing awakmoe, toedingana prenahé!
'''VII.{{gap}} Pangedjoeré pangan.'''<br>
1. Kadjaba banjoe, pangan ikoe kang preloe ana teloe. Aranana !2. Ngaranana pangan kang akèh pérangané djasad teloe ikoe! 3. Vitamine ikoe apa ? 4. Sing akèh-akèh pangan ikoe kari sațițik vitamine-né. Apa sababé? 5. Pangan sing endi kang isih akèh vitamine-né? 6. Apa kang mratakaké sarining pangan? 7. Pangan ikoe bisané dadi sari koedoe dikapakaké? 8. Sarana pitoeloengané apa? 8. Apa goenané oentoe? 9. Oentoe-nom ikoe apa? 10. Lah oentoe-tetep? 11. Apa bédané? 12. Apa pérangané oentoe? 13. Lapisané ana warna pira? 14. Ing djero oentoe ikoe bolong. Bolongan iki panggonan apa? 15. Kaprijé anggoné mérang-mérang oentoe lan bam? 16. Klandjer ngetokaké apa? Kanggo apa? 17. Aranana klandjer-klandjer kang wis kosinaoe, iloené ngloeloehaké pangan sing endi! 18. Ing ngendi panggonané klandjer-klandjer maoe? 19. Tjritakna tjekak-aos: pangan wiwit diemplok nganti poengkasan (ngélingana iloe-iloe kang ngloeloehaké pangan, ing ngendi loeloehé l.s.p.).
'''VII. {{gap}}Ambekan.'''<br>
1. Apa tegesé: ambekan? 2. Zuurstof ikoe kanggo apa? 3. Apa kang mratakaké zuurstof ? 4. Zuurstof ing hawa ana pirang %? 5. Panasing awaké wong sing koewarasan) ana pirang graad? 6. Kaprijé teka awak ndoewèni panas? 7. Apa „awoening” bong-bongan ing awak? 8. „Awoe” maoe ilangé katoet apa? 9. Ngetokaké napas (ngempos) katoetan banjoe. Apa kowé bisa njatakaké? 10. Panasing awak ana sing malih dadi apa?<noinclude></noinclude>
ot5h0wfygkc9ceo4dia8gu3xc0b6q1m
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/41
250
24993
79026
78732
2026-05-20T05:29:17Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79026
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{ordered list|start=4
| Anuli kahanané gelaré kang sarwa dumadi mau, jaiku anané kahanan kabéh, sarta anuli kahaning KEDJATEN kang sedjatiné kang dumunung ana kahanan iki, jaiku kang bandjur kasinungan ing djedjering kedjatén telung prakara saka ANANE WAHANANE lan KAHANANE kang SUKTJI MULYA lan WISESA mau, jaiku dumunung anéng (ing dalem) uripé kita kita pribadi, ija uripé manungsa djati.
|Dadi ijaiku mulané anané DAT ija purbaning Dat-ing Kedjatén mau aniputi telung prakara, mula bandjur kasebut HYANG KANG AMAHA MURBA, ija HYANG KANG AMAHA MURBA WASESA, ija HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA.
|Dadi telung prakara iku tjethané: PURBANE kang aniputi. Terangé liré ing ngisor iki. <br> PURBA iku kedjaténing SUKTJI MULYA lawan WISESA. Ijaiku PURBANE ANANE HINGSUN; dadiné mahanani ing KAHANAN SEDJATI, dumunung ing URIP KITA PRIBADI, ija Ingsun sedjati, djatininh Tunggal awit déné wisésaning sagung BUDHI {{sp|premati}}}}
{{rule|6em}}
{{border|position=center|maxwidth=60%|align=center|Turutan wewarah kaping 11}}
{{c|BABARE PANGANDIKANE SANG HYANG NARADHA <br>WIDJANG-WIDJANGE PAMORING <br>KAWULA GUSTI.}}
# Wewidjaning surasa kang wus kasebut ing ngarep mau, wosé wewedharaning bab Kedjatén klawan kahanan, ing kadadéné uripé manungsa sedjati mau awit saka ANANE WAHANANE lan KAHANANE KEDJATEN, ijaiku djatining TRIMURTI kang SUKTJI MULYA WISESA mau kang mangka djedjeré nuli mahanani ing KADADEJANE, ija ANANE WAHANANE lan KAHANANE sedjati, kang dumunung ing dalem uripé kita pribadi iki (kang sedjati).
# Lah ijaiku werdiné ananing KAHANAN TUNGGAL, dadi djumbuhing arané Kawula GUSTI = GUSTI kawula ; amarga déné sedjatiné djedjering Kedjatén kang tetunggal klawan kahanan, mudjuadké djedjering HINGSUN, kang tetunggal klawan ingsun sedjati.<noinclude>{{rh|||39}}</noinclude>
qvnhhjoylcrtn6e51mc6crx3r2wb64l
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/38
250
24994
79141
78744
2026-05-20T11:03:46Z
Ars-arsa
1809
/* Absah */
79141
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 36 —}}</noinclude>(e) Panginten-kula <u>Kt. Pin.</u> punika wedalipun ngrumijini, ladjeng dipun-montjèraken déning pangarangipun <u>Wt. Pin.</u> mawi kaéwahan lan kawewahan miturut sakadjengipun pijambak, kados ta :
(1) <u>Kt.Pin.</u> "kali agung" (pada 8) = lèpèn ageng, ing <u>Wt. Pin.</u> ewah dados "kali Tanggung ranirèki" (pada 5) = lèpèn anama Tanggung.
(2) <u>Kt. Pin.</u> "nétra nem ngèsti radja" (pada 11) = taun Djawi 1862, ing <u>Wt. Pin.</u> éwah dados "nétra nenem naréndra nitih ès<u>t</u>i" (pada 16). = taun {{...|7}}(?).
(3) <u>Kt. Pin.</u> njarijosaken datengipun sardjana Ustenrik punika kala djamanipun P.B.IX. & M.N.IV. & Ranggawarsitan, kala taun Djawi "bendiing gusti ngès<u>t</u>i nata" (pada 3) = taun {{...|7}}(?); sardjana wau ametja pandjeblugipun redi Mrapi ing taun Djawi "slira tjatur ngès<u>t</u>i ratu" (pada 3) = taun 1846; ananging manawi miturut wirajat Djawi pandjeblugipun ing taun Djawi "nétra nem nges<u>t</u>i radja" (pada 3) = taun 1862, pinudju krama-dalem P.B.X <u>d</u>aup putri Ngajogja. Déné ing <u>Wit.Pin.</u> katjarijosaken bilih datengipun sardjana Ustenrik punika ing taun Djawi "ès<u>t</u>i tjatur sabdanirèng narpati" (pada 9) = taun 1748, pandjeblugipun redi Mrapi ing taun Djawi "ès<u>t</u>i tjatur asta nata" (pada 9) = taun 1848, manawi miturut Wirajat Djawi ing taun Djawi "netra nenem réndra nitih ès<u>t</u>i" (pada 16) = taun {{...|7}}(?), ugi wekdal krama-dalem P.B.X. daup putri Ngajogja. {{sp|Tjéntangan:}} Kala taun Djawi 1748 punika dèrèng djaman P.B. IX & M.N.IV & Ranggawarsitan, inggih punika djaman P.B. V & M.N. II & Jasadipuran I-II.
(4) Taun Ebé (Bé) ingkang kasebut ing <u>Kt. Pin.</u> pada 11 punika sampun terang lepat panurunipun, le resipun Edjé (Djé). Déné tembung "kilèn pradja" (<u>Kt.Pin</u> pada 8, <u>Wt. Pin</u> pada 13) punika bokmanawi rumijin mungel "kilen Praga".
Wusana njumanggakaken.<noinclude></noinclude>
qn91fv7xf7zee86ezsb27gxkslu7pu0
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/43
250
24995
78946
78743
2026-05-20T03:24:22Z
Srijembarrahayu
882
78946
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>{{ordered list|start=12
| Sabandjuré KANTHA iku tegesé SAMAR. SAMAR tegesé GAIB DADI reanging surasa, ''dumununging swara utawa bawa mau ana ing'' GAIB. Lah ijaiku mau swaraning gaib utawa ija swaraning asepi, kang amung bisa kapyarsa (keprungu) klawan tinanggapan ing pamyarsaning rahswa sedjati.
|Swaraning asepi kang kapyarsa ing dalem rahswa mau, jaiku mangka dadi kanjatahaning BAWANE, ija djatining swaraning gaib utawa kantha kang samar, kang anéng dedunungané kang anglimputi. Ing mangka ''gaibing Pangéran mau wau asasana ing KADADEJAN.'' Bab iki ora béda liré surasa: ''Kedjatosan punika wonten ing kahanan'' kasebut mau.
|Sabandjuré anuli ija bab iku kang bandjur kabasakaké: ''ora warna ora rupa'' (tan warna rupa), nanging gaib kasebut angébeki marang sesipataning rerupan, jaiku sabarang kang wudjud kang kasat ing nétra lan kang ora kasat nétra, kabéh mau sajekti kalimpudan ananing gaib.
|Mula ija gaibing Pangéran mau uga kabasakaké manéh : ''ora arah ora enggon'' (tan arah enggon) ananging anglimputi ing sakéhing kahanan kabéh.
|Tjethané ija kahanan kita kabéh iki, utawa ija salwiring kahanan ing djagad tetelu iku, sajekti anané kalimpudan dening gaibing Dat Kedjatén mau.
|Mangkono babaré pangandikané Sang Hyang Naradha ; mangka kanjatahan anané gaib utawa samar lan elok mau sabandjuré nuli kabasakaké ing wewantahan :<noinclude></noinclude>
8w8f1aochpltt428hnk49cloi44lmnp
78950
78946
2026-05-20T03:31:10Z
Srijembarrahayu
882
/* Titiwaca */
78950
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>{{ordered list|start=12
| Sabandjuré KANTHA iku tegesé SAMAR. SAMAR tegesé GAIB DADI reanging surasa, ''dumununging swara utawa bawa mau ana ing'' GAIB. Lah ijaiku mau swaraning gaib utawa ija swaraning asepi, kang amung bisa kapyarsa (keprungu) klawan tinanggapan ing pamyarsaning rahswa sedjati.
|Swaraning asepi kang kapyarsa ing dalem rahswa mau, jaiku mangka dadi kanjatahaning BAWANE, ija djatining swaraning gaib utawa kantha kang samar, kang anéng dedunungané kang anglimputi. Ing mangka ''gaibing Pangéran mau wau asasana ing KADADEJAN.'' Bab iki ora béda liré surasa: ''Kedjatosan punika wonten ing kahanan'' kasebut mau.
|Sabandjuré anuli ija bab iku kang bandjur kabasakaké: ''ora warna ora rupa'' (tan warna rupa), nanging gaib kasebut angébeki marang sesipataning rerupan, jaiku sabarang kang wudjud kang kasat ing nétra lan kang ora kasat nétra, kabéh mau sajekti kalimpudan ananing gaib.
|Mula ija gaibing Pangéran mau uga kabasakaké manéh : ''ora arah ora enggon'' (tan arah enggon) ananging anglimputi ing sakéhing kahanan kabéh.
|Tjethané ija kahanan kita kabéh iki, utawa ija salwiring kahanan ing djagad tetelu iku, sajekti anané kalimpudan dening gaibing Dat Kedjatén mau.
|Mangkono babaré pangandikané Sang Hyang Naradha ; mangka kanjatahan anané gaib utawa samar lan elok mau sabandjuré nuli kabasakaké ing wewantahan :
# ANGANDIKA tanpa WARTJANA (latthi), muhung BAWA, jaiku dadiné ing lésan.
# ANGGANDA tanpa GRANA, muhung WASKITHA, jaiku dadiné ing mripat.
# AMIRSA tanpa NETRA, muhung PURBA, jaiku dadiné ing irung.
# MIJARSA tanpa KARNA, muhung WISESA, jaiku dadiné ing kuping.
# ANGRASA tanpa RASA, muhung PANGRASA, jaiku dadiné ing rahsaning badan sakodjur, mangka kahananing pangrasa kabéh.
}}
{{ordered list|start=18
|Mangka limang prakara mau jaiku paseksén gaibing DAT anggoné sasana ana ing KADADEJENANE, ija kang dumunung ana ing kahanané uripé kita MANUNGSA sedjati mau, saéngga pamoring kawula GUSTI, GUSTI kawula.}}<noinclude>{{Rh|||41}}</noinclude>
8sgq8vn89f4ul3767g868lsih2q7ko9
79067
78950
2026-05-20T06:31:42Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79067
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{ordered list|start=12
| Sabandjuré KANTHA iku tegesé SAMAR. SAMAR tegesé GAIB DADI reanging surasa, ''dumununging swara utawa bawa mau ana ing'' GAIB. Lah ijaiku mau swaraning gaib utawa ija swaraning asepi, kang amung bisa kapyarsa (keprungu) klawan tinanggapan ing pamyarsaning rahswa sedjati.
|Swaraning asepi kang kapyarsa ing dalem rahswa mau, jaiku mangka dadi kanjatahaning BAWANE, ija djatining swaraning gaib utawa kantha kang samar, kang anéng dedunungané kang anglimputi. Ing mangka ''gaibing Pangéran mau wau asasana ing KADADEJAN.'' Bab iki ora béda liré surasa: ''Kedjatosan punika wonten ing kahanan'' kasebut mau.
|Sabandjuré anuli ija bab iku kang bandjur kabasakaké: ''ora warna ora rupa'' (tan warna rupa), nanging gaib kasebut angébeki marang sesipataning rerupan, jaiku sabarang kang wudjud kang kasat ing nétra lan kang ora kasat nétra, kabéh mau sajekti kalimpudan ananing gaib.
|Mula ija gaibing Pangéran mau uga kabasakaké manéh : ''ora arah ora enggon'' (tan arah enggon) ananging anglimputi ing sakéhing kahanan kabéh.
|Tjethané ija kahanan kita kabéh iki, utawa ija salwiring kahanan ing djagad tetelu iku, sajekti anané kalimpudan dening gaibing Dat Kedjatén mau.
|Mangkono babaré pangandikané Sang Hyang Naradha ; mangka kanjatahan anané gaib utawa samar lan elok mau sabandjuré nuli kabasakaké ing wewantahan :
# ANGANDIKA tanpa WARTJANA (latthi), muhung BAWA, jaiku dadiné ing lésan.
# ANGGANDA tanpa GRANA, muhung WASKITHA, jaiku dadiné ing mripat.
# AMIRSA tanpa NETRA, muhung PURBA, jaiku dadiné ing irung.
# MIJARSA tanpa KARNA, muhung WISESA, jaiku dadiné ing kuping.
# ANGRASA tanpa RASA, muhung PANGRASA, jaiku dadiné ing rahsaning badan sakodjur, mangka kahananing pangrasa kabéh.
}}
{{ordered list|start=18
|Mangka limang prakara mau jaiku paseksén gaibing DAT anggoné sasana ana ing KADADEJENANE, ija kang dumunung ana ing kahanané uripé kita MANUNGSA sedjati mau, saéngga pamoring kawula GUSTI, GUSTI kawula.}}<noinclude>{{Rh|||41}}</noinclude>
lkib2pmrisua7ooe7edr6jt9cgwkmcf
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/37
250
24996
79142
78746
2026-05-20T11:09:16Z
Ars-arsa
1809
/* Absah */
79142
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Ars-arsa" />{{rh||— 35 —}}</noinclude>kaetjap ing pundi, taun pinten ngetjapipun.
Serat warni kalih punika wau kula-katutaken wonten ing serat "Djangka Ranggawarsitan" amargi wonten ing serat2 ngriku ugi kasebutaken makaten. Ananging sinten kemawon saged mastani bilih serat2 wau sanès jasanipun swargi Ranggawarsitan. Kirang langkungipun witjalan wanda sekar, ingkang kula-sukani tan<u>d</u>a <u> </u>tuwin ( ), saged dipun-awadaken bokmanawi saking lepatipun ingkang nurun, ananging miturut pangenjam-kula wonten titikanipun makaten:
(a) Pangarangipun dèrèng kulina ngarang , katjihna wadag wa<u>d</u>èhing damelanipun.
(b). Pangarangipun boten katah kawruhipun , katjihna anggenipun mastani tijang Ustenrik : "Lendi", tuwin ga<u>d</u>ah panginten bilih ing Tjlatjap utawi Tlatjap (<u>Kt.Pin.</u> pada 9, <u>Wt.Pin.</u> pada 8) wonten redinipun latu. Bokmanawi ingkang dipun-kadjengaken punika redi Krakatau.
(c) Pun pangarang kirang mangretos kraton Sala, katjihna anggènipun njebut lan ngrumpaka imbal-sabdanipun S.D.I.S. Kangdjeng Susuhunan, K.G.P.G. A. Mangkunagara, tuwin R.Ng. Ranggawarsita: boten kantenan.
(d) Pun pangarang gesang salebe tipun abad 20 Masèhi, katjihna ing <u>Kt.Pin.</u> wonten tembungipun: premisi, mo<u>d</u>èl, gupremèn (pada 2-6-10) ; ing <u>wt.Pin</u>. wonten tembungipun: premisi, penjakit, propesor, guprenur (pada 3-14-16-27).
Miturut kaèngetan-kula, sumijaripun "djangka" punika wau anjarengi sumijaripun pawartos bilih S.D.I.S. Kangdjeng Susuhunan P.B.X. ba<u>d</u>é <u>d</u>aup akalijan putri-dalem S.D.I.S. Kangdjeng Sultan H.B.VII. Pun pangarang ngen<u>t</u>a-en<u>t</u>a sinten ingkang badé djumeneng P.B.XI béndjing, tuwin ngen<u>t</u>a-en<u>t</u>a lalampahan manawi pikraman wau saèstu kalampahan, ingkang sadjakipun pun pangarang boten njuwawèni. Déne <u>d</u>aup-dalem P.B.X. akalijan putri-dalem H.B. VII. ingkang ladjeng kadjumenengaken G.K.R. Emas punika saestu kalaksanan nalika 17 Besar Djimawal 1845 (29-10-'15)<noinclude></noinclude>
qulumhy5mf5zi2ql67v1els7t6wq3bg
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/33
250
24997
79143
78748
2026-05-20T11:15:42Z
WanaraLima
746
/* Tervalidasi */
79143
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="WanaraLima" />{{rh||— 31 —}}</noinclude><poem>
kondur (nDjeng) Mangkunagara
Radèn Ranggawarsita ndèrèk tut pungkur
mring dalem Mangkunagaran
andjudjug ing udjung puri
</poem>
{{Ordered list|start=11
|<poem>Nutugna wirajatira
lawan Ranggawarsita Dyan Ngabèhi
prije dadiné ing mbe suk
matur Ranggawarsita
apan sampun pinasti karsèng Hjang Agung
risakipun Surakarta
karaton mbendjing angalih</poem>
|<poem>Katjrita wétan bangawan
pan ing wana Ketangga dunung-nèki
mangsuli wirajat wau
ba<u>d</u>e petjah kang arga
apan tirta amili tjampur lan en<u>d</u>ut
Jogja karatone ilang
tuwin Ke<u>d</u>u risak sami</poem>
|<poem>Rawa Pening ing mBahrawa
mubal geni ka<u>t</u>ah djalma ngemasi
kilèn pradja ugi katut
ka<u>t</u>ah djalma pralaja
nanging djaman punika mbendjing panudju
Sri Narendra ping sadasa
ingkang ngrenggani pradja di</poem>
|<poem>Jèn wirajat saking Djawa
dupi wonten penjakit (nga)nèh-anèhi
lamine tri wulan iku
wrata satanah Djawa
pra kawula ka<u>t</u>ah susah manahipun
kataman duhki taning tyas
bareng lan mangsa patjeklik.</poem>
|<poem>Tuwin pandjenengan Nata
ping sadasa krama putri linuwih
ngupaja ladjering wahju</poem>
}}<noinclude></noinclude>
0s0v9k2u7ix8m3hza348jaojtz58f8r
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/12
250
24998
78954
78752
2026-05-20T03:34:03Z
Srijembarrahayu
882
/* Absah */
78954
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Srijembarrahayu" />{{rh||— 10 —}}</noinclude>{{hwe|nika|punika}} wau sairib kalijan lampahing tjarijos tontonan kala djaman alitan-kula, ingkang nama tontonan Ke<u>t</u>èk Oglèng. Bédanipun: Ing tontonan Ke<u>t</u>èk Oglèng, ingkang dipun-kintun punika Radèn Putra, ingkang ngintun En<u>d</u>ang Lara Tompé. Wonten ing wargi pun En<u>d</u>ang dipun-bégal déning Ke<u>t</u>èk Oglèng, saladjengipun pun ke<u>t</u>èk kapradjaja déning Radèn Putra.
Wasana njumanggakaken.
{{c|-------}}<noinclude></noinclude>
8uat6t9styl8a6yfbu58zxtgk71omf9
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/11
250
24999
78955
78754
2026-05-20T03:34:55Z
Srijembarrahayu
882
/* Absah */
78955
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Srijembarrahayu" />{{rh||— 9 —}}</noinclude>ngriku. ledjang ketungka Radèn Futra (Pandji Ino Kartapati) kan<u>t</u>i punakawanipun, Ki Djo<u>d</u>ehsanta, rawuh ing ngriku, nitih kuda. Kèn Limaran katantun ba<u>d</u>e kapundut gerwa: purun. Wusana Djaka Lodeng djleg <u>d</u>ateng.
Radèn Putra trangginas ba<u>d</u>e ngajati djemparing, Djaka Lo<u>d</u>ang ladjeng prasadja, jèn pijambakipun punika dutaning Déwa,kinèn manggihaken Kèn Limaran kalijan Radèn Putra. Sampun pinas<u>t</u>i djodo, bendjing saged nurunaken ratu salebe tipun pitung djaman. Djaka Lo<u>d</u>ang ladjeng me<u>d</u>aralen "djangka" salebetipun pitung djaman punika.
Pungkasanipun serat punika wau (sekar Pu<u>t</u>u tgelut) ungelipun makaten :
<poem>
Praptèng kono djangkané wus titi
pama gantjaring wajang
tjarangane kang <u>d</u>inapur
nèng djroning rat Djawa
tekèng djaman wekasan
trahira tumaruntun
</poem>
Punika ngewrat sandi-asmaning pangriptanipun, manggèn wonten ing pungkasaning gris, mungel: "Tijang Purwasantun" (= Purwasari, Surakarta); inggih punika <u>K.R.T. Tandanagara</u> Bupati Najaka, pangiketipun nalika taksih asma <u>R.I.Suradipura</u> Bupati Anom.
Pandjenenganipun punika rumijin asmanipun <u>M.Ng. Reksadipradja</u> inggih <u>Ki Djagawigata.</u>
Serat wau nalika kaetjap lan kawedalaken déning pange tjapan Mardi Mulja ing Ngajogjakarta (± taun 1922) kanamakaken, serat "Djaka Lo<u>d</u>ang". Sareng kawedalaken déning Toko Buku "Sadu Budi" sarta kaetjap ing pange tjapan "Marsch" Surakarta, (taun 1940) kanamakaken serat "Djangka Ke<u>t</u>èk Oglèng".
Pantjèn lampahing tjarijos ing serat {{hws|pu|punika}}<noinclude></noinclude>
bm25ibf7m1moakzfmlb9wa4h7xujwgd
78956
78955
2026-05-20T03:43:06Z
Srijembarrahayu
882
78956
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Srijembarrahayu" />{{rh||— 9 —}}</noinclude>ngriku. ledjang ketungka Radèn Futra (Pandji Ino Kartapati) kanṯi punakawanipun, Ki Djoḏèhsanta, rawuh ing ngriku, nitih kuda. Kèn Limaran katantun baḏe kapunḏut gerwa: purun. Wusana Djaka Loḏang djleg ḏateng.
Radèn Putra trangginas baḏe ngajati djemparing, Djaka Loḏang ladjeng prasadja, jèn pijambakipun punika dutaning Déwa, kinèn manggihaken Kèn Limaran kalijan Radèn Putra. Sampun pinasṯi djodo, bendjing saged nurunaken ratu salebe tipun pitung djaman. Djaka Loḏang ladjeng meḏaralen "djangka" salebetipun pitung djaman punika.
Pungkasanipun serat punika wau (sekar Puṯutgelut) ungelipun makaten :
<poem>
:Praptèng kono djangkané wus titi
:pama gantjaring wajang
:tjarangane kang ḏinapur
:nèng djroning rat Djawa
:tekèng djaman wekasan
:trahira tumaruntun
</poem>
Punika ngewrat sandi-asmaning pangriptanipun, manggèn wonten ing pungkasaning gris, mungel: "Tijang Purwasantun" (= Purwasari, Surakarta); inggih punika <u>K.R.T. Tandanagara</u> Bupati Najaka, pangiketipun nalika taksih asma <u>R.I.Suradipura</u> Bupati Anom.
Pandjenenganipun punika rumijin asmanipun <u>M.Ng. Reksadipradja</u> inggih <u>Ki Djagawigata.</u>
Serat wau nalika kaetjap lan kawedalaken déning pangetjapan Mardi Mulja ing Ngajogjakarta (± taun 1922) kanamakaken, serat "Djaka Loḏang". Sareng kawedalaken déning Toko Buku "Sadu Budi" sarta kaetjap ing pangetjapan "Marsch" Surakarta, (taun 1940) kanamakaken serat "Djangka Keṯèk Oglèng".
Pantjèn lampahing tjarijos ing serat {{hws|pu|punika}}<noinclude></noinclude>
nh47zrlujhmwr2nm33uha4jwde5lqny
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/10
250
25000
78957
78755
2026-05-20T03:46:36Z
Srijembarrahayu
882
/* Absah */
78957
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Srijembarrahayu" />{{rh||— 6 —}}</noinclude>{{Block center|jogja dèn-sabar darana<br>
ajwa kasesa-sesa<br>
grusa-grusu narung binuh<br>
ngrusakke tantjeping tékad
}}
{{sp|<u>Wewahan</u>}}
Wonten serat "Djaka Loḏang" ingkang sanès hijasanipun Ki Pudjangga R.Ng. Ranggawarsita, isi sekar (1) Ḏanḏanggula, (2) Pangkur, (3) Maskumambang, (4) Kinanṯi, (5) Blabak, (6) Putjung, (7) Midjil, (8) Durma, (9) Asmaradana, (10) Gambuh, (11) Sinom, (12) Megatruh, (13) Puṯutgelut, sami nigang pada, gunggung 39 pada.
Ing wiwitanipun pupuh Gambuh inggih mungel "Djaka Lo<u>d</u>ang gumandul, praptaning pangngeṯengkrang sru muwus" Sami kados "Djaka Loḏang" hijasan Ranggawarsitan. Nanging inggih namung 2 pada lingsa ing sekar Gambuh punika kemawon ingkang sami kalijan "Djaka Loḏang Ranggawarsitan. Sanès-sanèsipun boten wonten ingkang sami.
Déné isinipun serat wau ringkesipun kados ing nganḏap punika :
Kèn Limaran ing ḏekah Ḏaḏapan njapu,nanging tansah pulih malih larahanipun.Ladjeng ngutjapaken pasang-giri: sinten ingkang saged nulungi damel resik, jèn prija dado sa djatu-krama, jèn wanita dadosa saḏèrèk sinarawèdi.
Djleg, wonten wanara nama Djaka Loḏang: ḏateng tanpa sangkan, saged ngleks anani pasang-giri wau. Kèn Limaran lad jeng dados simahipun Djaka Loḏang. Ign wantji dalu, Djaka Loḏang meling dateng simahipun, supados endjingipun ngintun ḏateng sabin, pijambakipun baḏe anggaru.
End jingipun, Kèn Limaran ngintun sajektos, ananging Djaka Loḏang boten wonten ing<noinclude></noinclude>
j4pm0dz6pxpjniuca6zpjnj0emy2wif
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/6
250
25001
79124
78760
2026-05-20T08:50:24Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79124
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||— 4 —}}</noinclude>{{hwe|han|papanggihan}}: ngalembana kawitjaksananipun Ki Pudjangga Ranggawarsita, awit wontenipun ungel-ungelan "beda2 ardané <u>wong sanagara</u>" (<u>Kala-tida 2</u>) tuwin ungel-ungelan "tyas riwut rawat dahuru, <u>korup si</u>nerung ing goroh" (<u>Sabda Tama 4</u>), punika dipun-tegesi gendranipun P. I. R. (<u>Wangsanegara</u> lan Hazairin) kala samanten, punapa-déné ngrebdanipun tindak <u>korupsi</u> pumika. Apa tumon? Kula trimah djembit, djer sanès bangsaning sardjana sudjana.\
Titi-mangsa ingkang kasebut ing "djangka" punika nuwun inggih boten sadaja gampil dipun-tegesi. Kados ta tumrap ungel-ungelan ing <u>Djaka Lodang</u>: "sirna tata èstining wong" (1850), "nir sad ès<u>t</u>ining urip" (1860), "wiku sapta ngès<u>t</u>i ratu" (1877) tuwin ungel-ungelan ing <u>Sabda Djati</u>: "wiku mumudji ngès<u>t</u>i sawidji" (1877), "nembah mukswa pudjangga dji" (1802) punika sadaja gampil dipuntegesi, awit punika {{sp|sangkalan limrah.}} Ananging ungel-ungelan ing <u>Sabda Tama</u>: "taun windu kuning" punika tegesipun ingkang boten gagap2 : kados pundi ?
Tumrap serat "djangka" ingkang nama <u>Kala-tida Piningit</u> tuwin <u>Weda-tama Piningit</u>, atur-kula <u>d</u>ateng para maos perlu kula-ambali malih: {{sp|sampun ngantos anggega lan kuwatos,}} amargi :
{{Ordered list|type=a
|Djangka wau sampun kliwat, tétela boten wonten punapa2.
| Sanadjan radi Merapi kala2 badé kurda, nanging Pamaréntah tansah andjagi landamel ririgen saperlunipun.
|Mirsanana tjéntangan-kula tumrap "djangka" wau ing katja 34-35-36.
}}
{{Right|<u>Ingkang ngimpun.</u>}}
Karangbolotan, akir Djuni 1957.<noinclude></noinclude>
k9ljmsy4dosyuup7huw098cfe32ow8h
79125
79124
2026-05-20T08:52:11Z
Thersetya2021
125
79125
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||— 4 —}}</noinclude>{{hwe|papanggihan|han}}: ngalembana kawitjaksananipun Ki Pudjangga Ranggawarsita, awit wontenipun ungel-ungelan "beda2 ardané <u>wong sanagara</u>" (<u>Kala-tida 2</u>) tuwin ungel-ungelan "tyas riwut rawat dahuru, <u>korup si</u>nerung ing goroh" (<u>Sabda Tama 4</u>), punika dipun-tegesi gendranipun P. I. R. (<u>Wangsanegara</u> lan Hazairin) kala samanten, punapa-déné ngrebdanipun tindak <u>korupsi</u> pumika. Apa tumon? Kula trimah djembit, djer sanès bangsaning sardjana sudjana.
Titi-mangsa ingkang kasebut ing "djangka" punika nuwun inggih boten sadaja gampil dipun-tegesi. Kados ta tumrap ungel-ungelan ing <u>Djaka Lodang</u>: "sirna tata èstining wong" (1850), "nir sad ès<u>t</u>ining urip" (1860), "wiku sapta ngès<u>t</u>i ratu" (1877) tuwin ungel-ungelan ing <u>Sabda Djati</u>: "wiku mumudji ngès<u>t</u>i sawidji" (1877), "nembah mukswa pudjangga dji" (1802) punika sadaja gampil dipuntegesi, awit punika {{sp|sangkalan limrah.}} Ananging ungel-ungelan ing <u>Sabda Tama</u>: "taun windu kuning" punika tegesipun ingkang boten gagap2 : kados pundi ?
Tumrap serat "djangka" ingkang nama <u>Kala-tida Piningit</u> tuwin <u>Weda-tama Piningit</u>, atur-kula <u>d</u>ateng para maos perlu kula-ambali malih: {{sp|sampun ngantos anggega lan kuwatos,}} amargi :
{{Ordered list|type=a
|Djangka wau sampun kliwat, tétela boten wonten punapa2.
| Sanadjan radi Merapi kala2 badé kurda, nanging Pamaréntah tansah andjagi landamel ririgen saperlunipun.
|Mirsanana tjéntangan-kula tumrap "djangka" wau ing katja 34-35-36.
}}
{{Right|<u>Ingkang ngimpun.</u>}}
Karangbolotan, akir Djuni 1957.<noinclude></noinclude>
3m9gmd3luzz7l5v69onnce3u6s7mlks
Kaca:Djangka Ranggawarsitan.pdf/5
250
25002
79123
78759
2026-05-20T08:49:48Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79123
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||— 3 —}}</noinclude>{{c|{{sp|PRASABEN}}}}
ANGGEN-KULA ngimpun lan ngedalaken serat "djangka punika, boten djalaran kula rumaos mangertos dateng suraosipun, utawi boten sumedya adjak2 dateng para maos súpados anggilut, langkung2 adjak2 gegan-geganen tanpa panimbang lan panglimbang, punika babar pisan boten. Tantjebing sedya-kula namung ngréntjangi memetri ingkang nama kasusastran Djawi.
Kawuningana, para linangkung ingkang jasa djangka sakawit punika saged ugi asalipun. saking tampi "ilham" ingkang dipun-alami sale betipun {{...|4}} sagebjaring kilat. Amila tangèh lamun sageda ḍjelas djlèntrèh, destun titi - mangsanipun kemawon terkadang mlèsèd.
Ingkang anggegelani manah punika, déné katah kemawon "djangka" susulan, ingkang asalipun namung saking pango<u>t</u>ak-a<u>t</u>ik utawi pangadjeng-adjenging manahipun, terka<u>d</u>ang angewahi utawi mewahi djangka ingkang sampun wonten , dipun-akeni damelanipun pijambak utawi dipun-awadaken damelanipun tijang sanès.
Bab njuraos ungeling "djangka" punika pantjèn angèl. Para sardjana sudjana anggènipun njuraos djangka punika asring kapirid saking pipindaning kawontenan, tuwin kapirid saking tetembunganipun ingkang sinandi.
Ingkang kapirid saking pipindaning kawontenan, kados ta ungel-ungelan "begdjane ula<u>d</u>ahulu, tjangkem silite anjaplok" (<u>Sabda Tama 12</u>) punika gampil pambatangipun, inggih punika: tijang ingkang mangro- tingal. Sareng ungel-ungelan "ana wewe putih, gagamané tebu wulung, area angrabasèng wedon" (<u>Sabda Tama 15</u>), punika punapa, kula trimah djémbit.
Ingkang kapirid saking tetembunganipun ingkang sinandi, kados ta: kala 10-1-1955 wonten satunggaling prijagung atitel Mr.nglahiraken pamanggih wonten ing madyaning {{hws|papanggi|papanggihan}}<noinclude></noinclude>
64ewxzehchvecy5c1y69qo1j0dlr3w2
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/58
250
25003
79043
78762
2026-05-20T05:49:15Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79043
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol>djalaran njimpang saka dedalané kang samesthiné, mangka jèn kliru surup, amasthi tudjuwaning lakunė mau ija bakal tinemu sasar arahé saka papan panggonané tudjuan mau.</ol>
{{Ordered list|start=68
|Kang mangkono mau ora béda liré tudjuaning ngaurip ing pangèsthi sedjati mau; manawa wus terang lan. gamblang ing kawruh-kawruhé kang kanjatahan, sajekti kudu ora bakal gampang jèn winimbuhan, djalaran ing ngatasing kawruh kang anudju ing kabeneran iku, sajekti amung klajan ananing pangertèn kang kanjatahan. Liré upaméné kawruh klahiran, upamané kawruh étungan, manawa telu ping telu iku wus sabeneré jèn dadi sanga, nanging balik jèn kongsija kawimbuhan sawidji baé, amasthi ija bakal dadi sapupuluh, ing temahan salah kadaden.
|Mangkono tjethané kang dèn karepaké pangandikané Sang Hyang Naradha, kabèh mau sakèhing aturé marang Sang Hyang guru wus tjukup tumrap dununging kawruh pangėsthi sedjati. Dadi ringkesé sakèhing kawruh wewarah-wewarahing para Déwa kabèh mau wus tjundhuk lan keplok kanjatahané ing bab anané Kedjatèn lan kahanané kang tunggal, tetunggal kahanan, pamoring Kawula Gusti. Gusti Kawula.<br>
Poma dèn awas adja kongsi uwas, dèn éling adja kongsi sumelang.
|Saméné wedharan wewarah-wewarahing kawruh pangèsthi sedjati, ing babaré lan tumangkaring kawruh Kedjaten ing kahananing ngaurip iki Mangka sawusé trewatja kagulung dadi gegalenganing tjipta pranawa, poma ngaurip, dèn mituhu klawan laku kang temen-temen, mamrih wimbuhing kasuktjèn kamulyan lan kaluhuran, angarah amrih widadaning kasidan, mangka pratandhaning kanugrahan, ing teteping mahardikengrat.
}}
Hong mangartjana maswaha,
Sang Hyang Haju, Haju, Haju. Haju, su- Rahaju.
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|— {{sp|TITI.}} —}}
{{rule|width=8em|align=center}}<noinclude>{{rh|56}}</noinclude>
t4ssgg2z9w49nnwgcxtwn8nxiamc6yz
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/57
250
25004
79103
78764
2026-05-20T08:15:23Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79103
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>
IV. SUMULAP, jaiku LEMERET, karepé ANGULABI, <br>
::::jaiku AMBELERENGI, déné wus NETYA BATHARA, kaprabawan saka ing {{sp|PRAMANA}} (WISESA).<br>
V. MAMARAB, iku KALEMAHAB, karepé MALADI, <br>
::::jaiku ANGURUBI, déné wus SADJIWATA BATHARA, kaprabawan saka sarwa {{sp|WIBAWA}}.<br>Kumpulé prabawa lima LUNGIT, SINGIT, WINGIT, NGULABI, MALADI.<br>
Genahe ALUS, MEDENI, ANJENENI, AMBALERENGI, ANGALADI (angurubi).</ol>
#<li value="65">Saméné pangandikané Sang Hyang Guru ing babing kawruh-kawruh mau, kasebut ing dalem Sastra Hardjendra (Djitabsara), wosé kabèh mau, jaiku kang mangka kahananing Kedjatèn kang tri prakara kasebut, dadiné KASUKTJEN KAMULYAN lan KALUHURAN ing KAHANAN ing ngauripé manungsa djati, jaiku ing ngauripe manungsa kang sedjatiné.
#Dadi wosé ing kawruh KEDJATEN, kang dadi warananing pangèsthi mau, poma kita kudu bisa ngawruhi ing dedalane, amarga jèn ora mangkono, pangandikane Sang Hyang Naradha: „''sadaja wau sampun ngantos korup, malah angurupana..''”. Tegesé adja korup, adja linjok lan adja balilu lan sasar, awit kèlu déning pituduh - pituduh kang dudu-dudu, sahingga ngaurip tan mangertèni ing pribadiné, tuna pangaweruhe ing ala betjik lan bener luput, temahan uripé mau anemaha ing laku kang nora betjik lan ora bener, marang marganing kanisthan lan kadursilan. Dadi karepé ing pangandikane Sang Hyang Naradha mau, supaja ngaurip iki dimèn ngaweruhi ing dedalaning laku kang utama, kudu angurupana utawa ameruhake marang sapaa kang durung weruh wineruhake.
#Anuli sabandjuré pangandikané Sang Hyang Naradha: sampun kawimbuhan malah amimbuhana {{...|3}} Karepé, dadi bab kawruh-kawruhing pangèsthi sedjati mau adja nganti winimbahan, amarga déné wus putus sampurna kanjatahane. Mangkono liré, karepé ing bab kasebut. Kajata upamané wong lumaku kang nudju marang papan panggonan kang wus tinamtu; ing mangka wus terang lan gamblang ing dedalané kang kapénak dhéwé jèn linakonan, kang iku mula ija ora perlu murang marga lumaku ing dalan lija kang ora genah, djalaran jèn kongsija mangkono, ora wurung sisip tembiré lakuné mau ija bakal gampang korup,<noinclude></noinclude>
ggq2i7u6zdj5e1awi85vk3attg0dc64
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/56
250
25005
79101
78768
2026-05-20T08:06:14Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79101
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol type=I start=2>
<li>LEPASING PANAH (panglu): iku RUMANTAS,<br> ::::karepe TATAS, jaiku TEDHAS, anetepi sangkan parané, pratandhané {{sp|sunja-ruri}}, tegesé sepi ora padhang ora peteng, njatané ing {{sp|PAMYARSA}}.</li>
<li>TUMAMANING MIMIS: iku TUMELENG, karepé TITIS, <br>
::::jaiku ANGENT JOKI, anetepi dedunungané, pratandhané TUMANEM, njatané ing {{sp|LESAN}}.</li>
<li>LARAPING PEDHANG: iku RAMABAS, karepé <br>
::::PUTUS, jaiku PEGAT, anetepi babar pisan, pratandhané {{sp|sampurna}}, njatané ing {{sp|PANGGANDA}}.</li>
<li>REMBESING BANJU: iku TUMUHAS, karepé TUMUS,<br>
::::ijaiku TERUS, pratandhané {{sp|lingga Bathara}}, njatané ing {{sp|PANINGAL}}.</li></ol>
Kumpulé kadadéjan lima : TETES, TATAS, TITIS, PUTUS, TERUS.
Genahé : TETELA, TEDHAS, NGENTJOKI, PEGAT, TERUS.
Kanjatahane : KAWAHANA, SUNJA RURI, TUMANEM, SAMPURNA, LINGGA BATHARA.
Njatane : ing PANGRASA, ing KARNA, ing LESAN, ing GRANA, ing PANINGAL.
<ol>II. ''Pantja prabawa.''<br>
''Prabawaué lan katarimané pantjadumadya.''</ol>
#<li value="64">Sabandjure manèh pangandikané Sang Hyang Guru mangkéne :<br>
„Déne prabawané limang prakara mau kaja ing ngisor iki:
<ol type=I>
<li>LANDHEP, iku LENGIN, karepe LUNGIT, jaíku ALUS, dené wus SARIRA BATHARA, kaprabawan saka ing {{sp|WASKITHA}}.</li>
<li>ANGKER, iku LENGIT, jäiku MEDENI, déne wus SAWUDJUD BATHARA, kaprabawan saking ing {{sp|PANGRASA}}.</li>
<li>SUMUNU, jaiku LANDHEP, karepe WINGIT, jaiku ANTENG ANJENENI, dené wus NUGRAHA BATHARA, kaprabawan saka sarwa {{sp|DYATMIKA}}.</li>
</ol><noinclude>{{rh|54}}</noinclude>
hkf9q5flppa7sz1l4gfsrj3w7q85mmi
79102
79101
2026-05-20T08:10:11Z
Thersetya2021
125
79102
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol><ol type=I start=2>
<li>LEPASING PANAH (panglu): iku RUMANTAS,<br>
::::karepe TATAS, jaiku TEDHAS, anetepi sangkan parané, pratandhané {{sp|sunja-ruri}}, tegesé sepi ora padhang ora peteng, njatané ing {{sp|PAMYARSA}}.</li>
<li>TUMAMANING MIMIS: iku TUMELENG, karepé TITIS, <br>
::::jaiku ANGENT JOKI, anetepi dedunungané, pratandhané TUMANEM, njatané ing {{sp|LESAN}}.</li>
<li>LARAPING PEDHANG: iku RAMABAS, karepé <br>
::::PUTUS, jaiku PEGAT, anetepi babar pisan, pratandhané {{sp|sampurna}}, njatané ing {{sp|PANGGANDA}}.</li>
<li>REMBESING BANJU: iku TUMUHAS, karepé TUMUS,<br>
::::ijaiku TERUS, pratandhané {{sp|lingga Bathara}}, njatané ing {{sp|PANINGAL}}.</li></ol>
Kumpulé kadadéjan lima : TETES, TATAS, TITIS, PUTUS, TERUS.
Genahé : TETELA, TEDHAS, NGENTJOKI, PEGAT, TERUS.<br>
Kanjatahane : KAWAHANA, SUNJA RURI, TUMANEM, SAMPURNA, LINGGA BATHARA.<br>
Njatane : ing PANGRASA, ing KARNA, ing LESAN, ing GRANA, ing PANINGAL.<br>
II. ''Pantja prabawa.''<br>
''Prabawaué lan katarimané pantjadumadya.''</ol></ol>
#<li value="64">Sabandjure manèh pangandikané Sang Hyang Guru mangkéne :<br>„Déne prabawané limang prakara mau kaja ing ngisor iki:
<ol><ol type=I>
<li>LANDHEP, iku LENGIN, karepe LUNGIT, <br>
::::jaíku ALUS, dené wus SARIRA BATHARA, kaprabawan saka ing {{sp|WASKITHA}}.</li>
<li>ANGKER, iku LENGIT, jäiku MEDENI, déne wus<br>
:::: SAWUDJUD BATHARA, kaprabawan saking ing {{sp|PANGRASA}}.</li>
<li>SUMUNU, jaiku LANDHEP, karepe WINGIT, jaiku<br>
:::: ANTENG ANJENENI, dené wus NUGRAHA BATHARA, kaprabawan saka sarwa {{sp|DYATMIKA}}.</li>
</ol></ol><noinclude>{{rh|54}}</noinclude>
s0zgj5an0goah2z1lfomeh56p8vxlyg
79104
79102
2026-05-20T08:18:16Z
Thersetya2021
125
79104
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>
II. LEPASING PANAH (panglu): iku RUMANTAS,<br>
::::karepe TATAS, jaiku TEDHAS, anetepi sangkan parané, pratandhané {{sp|sunja-ruri}}, tegesé sepi ora padhang ora peteng, njatané ing {{sp|PAMYARSA}}.
III. TUMAMANING MIMIS: iku TUMELENG, karepé TITIS, <br>
::::jaiku ANGENT JOKI, anetepi dedunungané, pratandhané TUMANEM, njatané ing {{sp|LESAN}}.
IV. LARAPING PEDHANG: iku RAMABAS, karepé <br>
::::PUTUS, jaiku PEGAT, anetepi babar pisan, pratandhané {{sp|sampurna}}, njatané ing {{sp|PANGGANDA}}.
V. REMBESING BANJU: iku TUMUHAS, karepé TUMUS,<br>
::::ijaiku TERUS, pratandhané {{sp|lingga Bathara}}, njatané ing {{sp|PANINGAL}}.<br>
Kumpulé kadadéjan lima : TETES, TATAS, TITIS, PUTUS, TERUS.<br>
Genahé : TETELA, TEDHAS, NGENTJOKI, PEGAT, TERUS.<br>
Kanjatahane : KAWAHANA, SUNJA RURI, TUMANEM, SAMPURNA, LINGGA BATHARA.<br>
Njatane : ing PANGRASA, ing KARNA, ing LESAN, ing GRANA, ing PANINGAL.<br>
II. ''Pantja prabawa.''<br>
''Prabawaué lan katarimané pantjadumadya.''</ol>
#<li value="64">Sabandjure manèh pangandikané Sang Hyang Guru mangkéne :<br>„Déne prabawané limang prakara mau kaja ing ngisor iki:
<ol>
I. LANDHEP, iku LENGIN, karepe LUNGIT, <br>
::::jaíku ALUS, dené wus SARIRA BATHARA, kaprabawan saka ing {{sp|WASKITHA}}.
II. ANGKER, iku LENGIT, jäiku MEDENI, déne wus<br>
:::: SAWUDJUD BATHARA, kaprabawan saking ing {{sp|PANGRASA}}.
III. SUMUNU, jaiku LANDHEP, karepe WINGIT, jaiku<br>
:::: ANTENG ANJENENI, dené wus NUGRAHA BATHARA, kaprabawan saka sarwa {{sp|DYATMIKA}}.</li>
</ol></ol><noinclude>{{rh|54}}</noinclude>
39d4468ydsxjp8i64aqfouybsfg1v8q
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/55
250
25006
79099
78769
2026-05-20T08:01:48Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79099
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol start=61>
<li>Pangandikané Sang Hyang Guru: „Hé kadang Dewa lan putra Bathara, marmané sira awja kuminter, mundhak kablinger, awit bebasané:<br>
<poem>
„Wong pinter kaser déning wong sugih pratikel,
wong sugih pratikel kasor déning wong sugih enggel,
ijaiku wong {{sp|wisésa}},
amarga ingsun kang kagadhuhan wisesa, dadi luwih kawasa”.</poem>
</li>
<li>Sumurupa dumunungé ing ngisor iki:
<ol type=I>
<li>HAMBEKING SURJA, ingsun tembungaké HAMONGAT, djarwané HAMONG, awit kahananing srengengé tansah angon angulataken ing dumadi, tumrap marang pambekan ELING, dumunungé ing PRAMANA, dadi ora kasamaran.</li>
<li>HAMBEKING BUMI, ingsun tembungaké HAMRAT, karepé HAMOT, dené kahanané bumi tansah angembat ambobot ing dumadi, tumrapé marang pambekan MANTEP, dumunungé DJATMIKANING SARIRA, dadi nora kabarabejan.</li>
<li>HAMBEKING ANGIN, ingsun tembungaké KAMRAT, karepé KAMOT: déne kahananing angin tansah kawadhan ing dumadi, tumrap marang pambekan TEMEN. dumunungé HARINGING NAPAS, dadi nora dalėja.</li>
<li>HAMBEKING SAGARA, ingsun tembungaké MAMRAT, karepé MOMOT; déne kahanané sagara tansah tumadhah, tumandho sasarahing dumadi, tumrapé marang pambekan SABAR, dumunungé anèng REREMING RAHSA, dadi nora paradulan.</li>
<li>HAMBEKING HAKASA, ingsun tembungaké MAKWAT, karepé PAMENGKU; dené kahanané langit tansah ngaubi ing dumadi, tumrapé marang pambekan SANTOSA, dumununge anèng SAREHING KARSA, dadi nora gimiran.<br>
{{Ordered list|type=I|start=2|''Dadiné pantja dumadya.''}}
</li></ol>
<li>Sabandjuré pangandikané Sang Hyang Guru mangkené:<br>
„Déne dadiné limang ukara ing ngisor iki:<br>
<ol type=I>
<li>BABARING HANTIGA: iku TALIKA, karepé TETES<br>
:::: ijaiku TETELA, anetepi dadining urip, pratandhané {{sp|kawahana}}, pjatané ing {{sp|PANGRASA}}.
</li></ol><noinclude>{{rh|||53}}</noinclude>
2jdgcjhbdn1kwqeyg3mf5rfhh5rmc01
79100
79099
2026-05-20T08:02:31Z
Thersetya2021
125
79100
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol start=61>
<li>Pangandikané Sang Hyang Guru: „Hé kadang Dewa lan putra Bathara, marmané sira awja kuminter, mundhak kablinger, awit bebasané:<br>
<poem>
„Wong pinter kaser déning wong sugih pratikel,
wong sugih pratikel kasor déning wong sugih enggel,
ijaiku wong {{sp|wisésa}},
amarga ingsun kang kagadhuhan wisesa, dadi luwih kawasa”.</poem>
</li>
<li>Sumurupa dumunungé ing ngisor iki:
<ol type=I>
<li>HAMBEKING SURJA, ingsun tembungaké HAMONGAT, djarwané HAMONG, awit kahananing srengengé tansah angon angulataken ing dumadi, tumrap marang pambekan ELING, dumunungé ing PRAMANA, dadi ora kasamaran.</li>
<li>HAMBEKING BUMI, ingsun tembungaké HAMRAT, karepé HAMOT, dené kahanané bumi tansah angembat ambobot ing dumadi, tumrapé marang pambekan MANTEP, dumunungé DJATMIKANING SARIRA, dadi nora kabarabejan.</li>
<li>HAMBEKING ANGIN, ingsun tembungaké KAMRAT, karepé KAMOT: déne kahananing angin tansah kawadhan ing dumadi, tumrap marang pambekan TEMEN. dumunungé HARINGING NAPAS, dadi nora dalėja.</li>
<li>HAMBEKING SAGARA, ingsun tembungaké MAMRAT, karepé MOMOT; déne kahanané sagara tansah tumadhah, tumandho sasarahing dumadi, tumrapé marang pambekan SABAR, dumunungé anèng REREMING RAHSA, dadi nora paradulan.</li>
<li>HAMBEKING HAKASA, ingsun tembungaké MAKWAT, karepé PAMENGKU; dené kahanané langit tansah ngaubi ing dumadi, tumrapé marang pambekan SANTOSA, dumununge anèng SAREHING KARSA, dadi nora gimiran.<br>
{{Ordered list|type=I|start=2|''Dadiné pantja dumadya.''}}
</li></ol>
<li>Sabandjuré pangandikané Sang Hyang Guru mangkené:<br>
„Déne dadiné limang ukara ing ngisor iki:<br>
I. BABARING HANTIGA: iku TALIKA, karepé TETES<br>
:::: ijaiku TETELA, anetepi dadining urip, pratandhané {{sp|kawahana}}, pjatané ing {{sp|PANGRASA}}.
</li></ol><noinclude>{{rh|||53}}</noinclude>
10foovyijkilk8a7onbf301nuil36sg
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/54
250
25007
79034
78773
2026-05-20T05:38:20Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79034
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=60>
„Hé kadang Déwa lan putra Bathara, sawusé kumpul kawruhé kabèh, ingsun dadèkaké sawidji, minangka wewatoning kawruh kadéwatan, dadija gegebenganing putraningsun si Hendra <ref name=re1>Anane Sastra Hardjendra iku bandjur kasrahake Sang Hyang Hendra. ija iku kang bandjur dumadine pepakeming kukume rehning mengku nagara. utawa ija diarani kukum karaton. mula anane pararatoning djaman kuna nganti saprene delah wewangunan wewangunaning karaton lan kadhatone ja bandjur nelat ing anane pepakem karaton mau. jaiku dinapuk tjara kahendran</ref>). Ananging ingsun keker ingsun waranani, adja kongsi kadjambar singa manungsa, supaja adja madéhaké kahananing Djiwata, marmané ingsun karja pralambang, jèn kagajuh ija dadi panrimané, sarta bandjur dadi {{sp|sastra tjetha}} dhéwé. Sadurungé dadi SASTRA TJETHA, ingsun arani {{sp|SASTRA HARDJENDRA, ING LAHIRE DADIJA PAMBEKAN UTAMA, ING BATINE DADIJA PEPANT JADAN SANGKAN PARANING DUMADI, ANUNGGAL KAWULA GUSTI, amratandhanana ing nugrahané}}.<br>
Kang dhingin limang prakara. Iku dadi ambekira, diarani PANTJA PURWANDA kaja ing ngisor iki:
<ol>
<li>HAMBEKING SURJA,</li>
<li>HAMBEKING BUMI,</li>
<li>HAMBEKING ANGIN,</li>
<li>HAMBEKING SAGARA,</li>
<li>HAMBEKING AKASA.</li>
</ol>
Sapangkat manéh diarani PANTJA PRABAWA, iku dadi pratandhamira {{sp|katarim}}, uga tumangkar limang prakara, kaja ing ngisor iki:
<ol>
<li>{{sp|LANDEP}}</li>
<li>{{sp|ANGKER,}}</li>
<li>{{sp|SUMUNU}},</li>
<li>{{sp|SUMULAP}},</li>
<li>{{sp|MAMARAB}}.</li>
</ol>
Pangandikané Sang Hyang Guru Mara para kadang Déwa lan putra Bathara, padha surasanen, kaprijć karepé lan kadadéjané”.
<li>Para kadang Déwa ija bisa ambabaraké, ananging ora bisa anangkaraké, sarta para putrané (Sang Hyang Guru) bisa ametjah, ananging ora bisa maradhah, dadi matur anjumanggakake.
</li></ol>
<references/><noinclude>{{rh|52}}</noinclude>
1k4cl25qc22c0zmmec3vp2c0k7dtcny
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/53
250
25008
79098
78772
2026-05-20T08:00:37Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79098
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol start=58>
<ol>
<li>ANANE, jaiku ANANING PRANA, dadiné ing TJIPTA, mahanani babaring kahanan kita kang SUKTJI, RESIK, BAGYA, NUGRAHA, RAHARDJA lan sapepadhané.</li>
<li>WAHANANE, ijaiku ANANING BUDHI, dadiné ing DRADJAD, mahanani babaré kahanan kita kang MULYA, RAHAYU, BASUKI, WIBAWA lan sapepadhané.</li>
<li>KAHANANE, ijaiku ananing PRANAWA, dadiné ing PAKERTI (pangerti), mahanani ing babaré kahanan kita kang WISESA, KAWASA, ADIL, LUHUR, lan sapepedhané.</li>
<li>SEDJATINE, ijaiku sedjatiné wungkuling kahanan triprakara, mahanani dadiné kahanan kita kang WEDI <ref name=re1>Wedi marang sakching laku kang ora betik lan ora bener.</ref>) lan MADEP, MANTEP, DYATMIKA SUSILA lan sapepadhané.</li>
<li>DUMUNUNGE, ijaiku dadiné mahanani ing babaré kahanan kita kang TENTREM (eneng), DJENDJEM (ening), MAREM (tunggal), AJEM (senen), TEMEN, BENER lan sapepadhané.</li>
</ol>
<li>Mangkono tjethané, iku kabèh limang prakara dadi kahananing pantjadrija kang pranawa ing prana, mangka kahananing BUDHI PREMATI.
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Turutan wewarah kaping 12}}
{{c|GEMBLENGING KAWRUH SASTRA HARDJENDRA, KUMPULING KAWRUH KADEWATAN ING BAB-BABING KAWRUH KEDJATEN.}}
''Pantja purwanda lan Pantja pranawa.''</li>
<li>Sabandjuré, supaja luwih tjetha ing kahananing pantjadumadya lan pantjadrija kasebut mau, ing mangko kawidjangaké dhingin kadadéjan kahananing pantja purwanda, ijaiku kang diarani mangka kedjatèning pantja dumadya mau. Miturut wewarahé {{sp|Hyang Siwahbudja}} ija Hyang Guru <ref name=re2>Hyang Siwahbudja tja Hyang Guru, iku lumrame bandjur kasebut Hyang Sitwa Budha.</ref>), nalikane anetepaké wewatone kawruh kadéwatan klawan sakèhing para Déwa miwah putra Bathara, dhawuhé mangkéné:
</li>
</ol>
<references/><noinclude>{{rh|||51}}</noinclude>
gu5ub4jf9tn47mdnpdylhktvv6gfx0x
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/52
250
25009
78776
78774
2026-05-19T12:01:42Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78776
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=55>
<ol>
ija muhung rinasa (riñaos) sangkaning tjipta pranawa kang suktji resik, jaiku katandha saka anané {{sp|rahswanin}}g HYANG KANG AMAHA MURBAWISESA saka déné prananing prana pranawa kang wupramana, waspada maring djatining TUNGGAL.
</ol>
''Kahanan panduking pantjadrija.''
<li>Limang prakara kahanané pantjadumadya kang dadi panduking pantjadrija ing kahananing ngaurip kita manungsa iki, jaiku werdiné wahanané kahananing urip kang wudjud iki, kang mahanani ing kahanané, dadiné diarani laku, utawa ijaiku diarani kelakuan, kang bandjur amudjudaké ing pratingkah, sarta kang anuli dadiné ingaranan pratingkah kang anudju ing kabetjikan lan pratingkah kang ora betjik. Kadadéjané pratingkah kang betjik-betjik mau, jaiku kang bandjur dadi kahanané lakning budhi, utawa ijaiku pratingkah (laku) sedjati, kang mangka dadi dedunungé KEDJATEN mau. Déné pratingkah kang ora betjik, mangka araning pratingkah sarik, dudu pratingkah ing sedjatining KEDJATEN mau, ijaiku pratingkah kang karana lakuning hawa, tegesé kekarepaning {{sp|KAHANAN}} kang dudu ing KEDJATEN KASEBUT mau. Bak iki bakal kapratélakaké ana ing buri.</li>
<li>Sabandjuré ija BUDHI iku werdiné dadi wahanané kahananing badan wadhag kita iki kang kawahana dèning WAHANANE ANANE, utawa ijaiku terangé saka ing ANANE kang AMENGKU, dadi ijaiku muhung djatining tunggal, diarani tunggal {{sp|kahanan}} ijaiku SUKTJI MULYA lan LUHUR mau, dumunung HINGSUN ija dumunung ingsun, mula ijaiku kang anuli bandjur kabasakaké aran anunggal misah Misah saka déné anané wudjud kahanan klawan KEDJATEN, nunggal saka dené araning kahanan sawidji mau; ing mangka KAHANANE iku ija saka ing WAHANAN klawan ANANE. Djer araning KASUKTJEN KAMULYAN lan KALUHURAN iku, KEDJATENE ija tan prabéda klawan kahananing kahanan kang SUKTJI MULYA lan LUHUR uga.</li>
<li>Liré ANANE WAHANANE lan KAHANANE kedjatèn, kang babaré maring kahananing uripé manungsa iki, jaiku ANANE WAHANANE lan KAHANANE, dadiné SEDJATINE lan DUMUNUNGE, iku KAHANANE KEDJATEN, mahanani ing kedadèjaning kahanan, kaja ing ngisor iki :</li></ol><noinclude>{{rh|50}}</noinclude>
p3m7i87ld13jrvz7abwydo474wpgpyk
79033
78776
2026-05-20T05:37:00Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79033
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=55>
<ol>
ija muhung rinasa (riñaos) sangkaning tjipta pranawa kang suktji resik, jaiku katandha saka anané {{sp|rahswanin}}g HYANG KANG AMAHA MURBAWISESA saka déné prananing prana pranawa kang wupramana, waspada maring djatining TUNGGAL.
</ol>
''Kahanan panduking pantjadrija.''
<li>Limang prakara kahanané pantjadumadya kang dadi panduking pantjadrija ing kahananing ngaurip kita manungsa iki, jaiku werdiné wahanané kahananing urip kang wudjud iki, kang mahanani ing kahanané, dadiné diarani laku, utawa ijaiku diarani kelakuan, kang bandjur amudjudaké ing pratingkah, sarta kang anuli dadiné ingaranan pratingkah kang anudju ing kabetjikan lan pratingkah kang ora betjik. Kadadéjané pratingkah kang betjik-betjik mau, jaiku kang bandjur dadi kahanané lakning budhi, utawa ijaiku pratingkah (laku) sedjati, kang mangka dadi dedunungé KEDJATEN mau. Déné pratingkah kang ora betjik, mangka araning pratingkah sarik, dudu pratingkah ing sedjatining KEDJATEN mau, ijaiku pratingkah kang karana lakuning hawa, tegesé kekarepaning {{sp|KAHANAN}} kang dudu ing KEDJATEN KASEBUT mau. Bak iki bakal kapratélakaké ana ing buri.</li>
<li>Sabandjuré ija BUDHI iku werdiné dadi wahanané kahananing badan wadhag kita iki kang kawahana dèning WAHANANE ANANE, utawa ijaiku terangé saka ing ANANE kang AMENGKU, dadi ijaiku muhung djatining tunggal, diarani tunggal {{sp|kahanan}} ijaiku SUKTJI MULYA lan LUHUR mau, dumunung HINGSUN ija dumunung ingsun, mula ijaiku kang anuli bandjur kabasakaké aran anunggal misah Misah saka déné anané wudjud kahanan klawan KEDJATEN, nunggal saka dené araning kahanan sawidji mau; ing mangka KAHANANE iku ija saka ing WAHANAN klawan ANANE. Djer araning KASUKTJEN KAMULYAN lan KALUHURAN iku, KEDJATENE ija tan prabéda klawan kahananing kahanan kang SUKTJI MULYA lan LUHUR uga.</li>
<li>Liré ANANE WAHANANE lan KAHANANE kedjatèn, kang babaré maring kahananing uripé manungsa iki, jaiku ANANE WAHANANE lan KAHANANE, dadiné SEDJATINE lan DUMUNUNGE, iku KAHANANE KEDJATEN, mahanani ing kedadèjaning kahanan, kaja ing ngisor iki :</li></ol><noinclude>{{rh|50}}</noinclude>
pp77ta2rvs8j75l8z201bn8gc4e8agv
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/51
250
25010
78778
78775
2026-05-19T12:02:34Z
Menyusurisudutnegeri
1514
78778
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>mungkul marang BUDHINE iku betjik, dadiné suktji,
ijaiku dadi pratandhaning sangkan paran, tegesé ija
sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN. ijaiku
SUKTJINING DAT, ija SUKTJINING HINGSUN SE-
DJATI, ija SEDJATÍNING PANGERAN KANG A-
MAHA SUKTJI. Mula tumraping pangèsthi sedjati,
sakèhing pangawruh utawa kawruh kang tinalititi. ija
muhung winawas kang klajan kawaskithané, sangka-
ning tjipta pranawa kang suktji resik, jaiku katandha
saka ananing waskithaning HYANG KANG
AMAHA MURBA WISESA; saka déné prananing pra-
na pranawa kang wus pramana, waspada maring dja-
tining TUNGGAL.
53. IV. AMIJARSA TANPA KARNA (kuping), muhung WI-
SESA.
Wisésaning DAT kang ana ing manungsa iku TANG-
GAP, tegesé mengku utawa ija misésa (wisésa), sang-
kaning pangrungu, sarta ija WISESA iku dadi pratan-
dha pramananing BUDHI maring arahé, djalaran awit
enering pramana kang mungkul marang BUDHINE
iku betjik, dadiné suktji, sarta dadi pratandhaning
sangkan paran, tegesé sangkaning SUKTJI maring
KASUKTJEN, jaiku KASUKTJENING DAT ija
HINGSUN SEDJATI, ija SEDJATINING PANGERAN
KANG AMAHA SUKTJI. Dadi ing ngatasing pangès-
thi mau, sakèhing swara kang tinanggapan ija mu-
hung winengku lan winisésa saking tjipta pranawa kang
suktji resik. jaiku katandha saka wisésaning
HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA; saka
déné prananing prana pranawa kang wus pramana,
waspada maring djatining TUNGGAL.
54. V. ANGRAOS TANPA RAOS, muhung PANRAOS.
Pangraosing DAT kang ana ing manungsa iku MIRA-
OS (mirasa), sangkaning rahsa miwah rahsaning angga
(badan) sakodjur kang kakenan lan sesenggolan, sarta
ija pangraos lan miraos iku dadi pratandha rahsaning
BUDHI maring kalepasané, djalaran awit rahsaning
pangrasa kang mungkul marang BUDHINE
iku betjik, dadiné Suktji, sarta dadi pratandhaning
sangkan paran, tegesé sangkaning SUKTJI maring
KASUKTJEN, jaiku KASUKTJENING DAT ija
HINGSUN SEDJATI. ija SED JATINING PANGERAN
KANG AMAHA SUKTJI. Mula ing atasing pangèsthi
sedjati, sakèhing rasa pangrasa, lawan kang karasa,
49<noinclude>{{rh|49}}</noinclude>
lryw2k7kxr74fdqf9g3ec70ahxo3tri
78779
78778
2026-05-19T12:08:09Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78779
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=53>
<ol>
mungkul marang BUDHINE iku betjik, dadiné suktji, ijaiku dadi pratandhaning sangkan paran, tegesé ija sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN. ijaiku SUKTJINING DAT, ija SUKTJINING HINGSUN SEDJATI, ija SEDJATÍNING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI. Mula tumraping pangèsthi sedjati, sakèhing pangawruh utawa kawruh kang tinalititi. ija muhung winawas kang klajan kawaskithané, sangkaning tjipta pranawa kang suktji resik, jaiku katandha saka ananing {{sp|waskithaning}} HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA; saka déné prananing prana pranawa kang wus pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.</ol>
<li>
<ol type=I start=4>
<li>AMIJARSA TANPA KARNA (kuping), muhung WISESA.<br>
Wisésaning DAT kang ana ing manungsa iku TANGGAP, tegesé mengku utawa ija misésa (wisésa), sangkaning pangrungu, sarta ija WISESA iku dadi pratandha pramananing BUDHI maring arahé, djalaran awit enering pramana kang mungkul marang BUDHINE iku betjik, dadiné suktji, sarta dadi pratandhaning sangkan paran, tegesé sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN, jaiku KASUKTJENING DAT ija HINGSUN SEDJATI, ija SEDJATINING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI. Dadi ing ngatasing pangèsthi mau, sakèhing swara kang tinanggapan ija muhung winengku lan winisésa saking tjipta pranawa kang suktji resik. jaiku katandha saka {{sp|wisésaning}} HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA; saka déné prananing prana pranawa kang wus pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.</li></ol></li>
<li>
<ol type=I start=5>
<li>ANGRAOS TANPA RAOS, muhung PANRAOS.<br>
Pangraosing DAT kang ana ing manungsa iku MIRAOS (mirasa), sangkaning rahsa miwah rahsaning angga (badan) sakodjur kang kakenan lan sesenggolan, sarta ija pangraos lan miraos iku dadi pratandha rahsaning BUDHI maring kalepasané, djalaran awit rahsaning pangrasa kang {{sp|mungkul}} marang {{sp|BUDHINE}} iku betjik, dadiné Suktji, sarta dadi pratandhaning sangkan paran, tegesé sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN, jaiku KASUKTJENING DAT ija HINGSUN SEDJATI. ija SED JATINING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI. Mula ing atasing pangèsthi sedjati, sakèhing rasa pangrasa, lawan kang karasa,</li></ol></li></ol><noinclude>{{rh|49}}</noinclude>
4a0dwg5gr544mhbp5o67rfzijr1oti2
78780
78779
2026-05-19T12:08:20Z
Menyusurisudutnegeri
1514
78780
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=53>
<ol>
mungkul marang BUDHINE iku betjik, dadiné suktji, ijaiku dadi pratandhaning sangkan paran, tegesé ija sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN. ijaiku SUKTJINING DAT, ija SUKTJINING HINGSUN SEDJATI, ija SEDJATÍNING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI. Mula tumraping pangèsthi sedjati, sakèhing pangawruh utawa kawruh kang tinalititi. ija muhung winawas kang klajan kawaskithané, sangkaning tjipta pranawa kang suktji resik, jaiku katandha saka ananing {{sp|waskithaning}} HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA; saka déné prananing prana pranawa kang wus pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.</ol>
<li>
<ol type=I start=4>
<li>AMIJARSA TANPA KARNA (kuping), muhung WISESA.<br>
Wisésaning DAT kang ana ing manungsa iku TANGGAP, tegesé mengku utawa ija misésa (wisésa), sangkaning pangrungu, sarta ija WISESA iku dadi pratandha pramananing BUDHI maring arahé, djalaran awit enering pramana kang mungkul marang BUDHINE iku betjik, dadiné suktji, sarta dadi pratandhaning sangkan paran, tegesé sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN, jaiku KASUKTJENING DAT ija HINGSUN SEDJATI, ija SEDJATINING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI. Dadi ing ngatasing pangèsthi mau, sakèhing swara kang tinanggapan ija muhung winengku lan winisésa saking tjipta pranawa kang suktji resik. jaiku katandha saka {{sp|wisésaning}} HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA; saka déné prananing prana pranawa kang wus pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.</li></ol></li>
<li>
<ol type=I start=5>
<li>ANGRAOS TANPA RAOS, muhung PANRAOS.<br>
Pangraosing DAT kang ana ing manungsa iku MIRAOS (mirasa), sangkaning rahsa miwah rahsaning angga (badan) sakodjur kang kakenan lan sesenggolan, sarta ija pangraos lan miraos iku dadi pratandha rahsaning BUDHI maring kalepasané, djalaran awit rahsaning pangrasa kang {{sp|mungkul}} marang {{sp|BUDHINE}} iku betjik, dadiné Suktji, sarta dadi pratandhaning sangkan paran, tegesé sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN, jaiku KASUKTJENING DAT ija HINGSUN SEDJATI. ija SED JATINING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI. Mula ing atasing pangèsthi sedjati, sakèhing rasa pangrasa, lawan kang karasa,</li></ol></li></ol><noinclude>{{rh|||49}}</noinclude>
d1fup0glqgtubazfqf39cerj7cpw9nw
79032
78780
2026-05-20T05:36:03Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79032
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=53>
<ol>
mungkul marang BUDHINE iku betjik, dadiné suktji, ijaiku dadi pratandhaning sangkan paran, tegesé ija sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN. ijaiku SUKTJINING DAT, ija SUKTJINING HINGSUN SEDJATI, ija SEDJATÍNING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI. Mula tumraping pangèsthi sedjati, sakèhing pangawruh utawa kawruh kang tinalititi. ija muhung winawas kang klajan kawaskithané, sangkaning tjipta pranawa kang suktji resik, jaiku katandha saka ananing {{sp|waskithaning}} HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA; saka déné prananing prana pranawa kang wus pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.</ol>
<li>
<ol type=I start=4>
<li>AMIJARSA TANPA KARNA (kuping), muhung WISESA.<br>
Wisésaning DAT kang ana ing manungsa iku TANGGAP, tegesé mengku utawa ija misésa (wisésa), sangkaning pangrungu, sarta ija WISESA iku dadi pratandha pramananing BUDHI maring arahé, djalaran awit enering pramana kang mungkul marang BUDHINE iku betjik, dadiné suktji, sarta dadi pratandhaning sangkan paran, tegesé sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN, jaiku KASUKTJENING DAT ija HINGSUN SEDJATI, ija SEDJATINING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI. Dadi ing ngatasing pangèsthi mau, sakèhing swara kang tinanggapan ija muhung winengku lan winisésa saking tjipta pranawa kang suktji resik. jaiku katandha saka {{sp|wisésaning}} HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA; saka déné prananing prana pranawa kang wus pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.</li></ol></li>
<li>
<ol type=I start=5>
<li>ANGRAOS TANPA RAOS, muhung PANRAOS.<br>
Pangraosing DAT kang ana ing manungsa iku MIRAOS (mirasa), sangkaning rahsa miwah rahsaning angga (badan) sakodjur kang kakenan lan sesenggolan, sarta ija pangraos lan miraos iku dadi pratandha rahsaning BUDHI maring kalepasané, djalaran awit rahsaning pangrasa kang {{sp|mungkul}} marang {{sp|BUDHINE}} iku betjik, dadiné Suktji, sarta dadi pratandhaning sangkan paran, tegesé sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN, jaiku KASUKTJENING DAT ija HINGSUN SEDJATI. ija SED JATINING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI. Mula ing atasing pangèsthi sedjati, sakèhing rasa pangrasa, lawan kang karasa,</li></ol></li></ol><noinclude>{{rh|||49}}</noinclude>
icamy3qsy81b48u2us3ur5fzd0qkyoq
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/50
250
25011
78777
2026-05-19T12:02:17Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "Lah ijaiku witė; mangka anané kanjatahaning pantjadrija sedjati, liré: 50. I. ANGANDIKA TANPA WATJANA (lathi), muhung BA- WA. Bawaning DAT kang ana ing manungsa iku SWARA, utawa ija ingaranan BAWA, iku sangkaning WATJA- NA, dadi pratandhaning kawibawaning BUDHI maring BAWANE, djalaran awit wetuning swara kang mung- kul marang BUDHINE iku betjik, dadinė suktji, jaiku dadi pratandhaning sangkan-paran, tegesé sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN, ijaiku KA...
78777
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Lah ijaiku witė; mangka anané kanjatahaning pantjadrija
sedjati, liré:
50. I.
ANGANDIKA TANPA WATJANA (lathi), muhung BA-
WA.
Bawaning DAT kang ana ing manungsa iku SWARA,
utawa ija ingaranan BAWA, iku sangkaning WATJA-
NA, dadi pratandhaning kawibawaning BUDHI maring
BAWANE, djalaran awit wetuning swara kang mung-
kul marang BUDHINE iku betjik, dadinė suktji, jaiku
dadi pratandhaning sangkan-paran, tegesé sangkaning
SUKTJI maring KASUKTJEN, ijaiku KASUKTJEN-
ING DAT utawa HINGSUN SEDJATI, ija SEDJATI-
NING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI. Mula
wetuning SWARA utawa BAWA mau, ing ngatasing pa-
ngèsthi, ija muhung binawa tjinakrabawa saka ing tjip-
ta pranawa kang suktjl resik, jaiku katandha saka ana-
ning bawané HYANG KANG AMAHA MURBA-
WISESA, saka déné prananing prana pranawa kang
wus pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.
51. II. ANGGANDA TANPA GRANA (irung), muhung PUR-
BA.
Purbaning DAT kang ana ing manungsa iku ELING,
sangkané déning sarèhing napas (ambekan), ija kaè-
lingan iku dadi pratandhané dyatmikaning BUDHI
marang PURBANE. djalaran awit sarèh (sabar) kang
mengku ing kaèlinganing BUDHINE iku betjik, dadiné
suktji, jaiku dadi pratandhaning sangkan paran, tegesé
sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN, ijaiku
SUKTJINING DAŤ utawa HINGSUN SEDJATI, ija
SEDJATINING PANGERAN KANG AMAHA SUK-
TJI Mula ing atasing pangèsthi mau, sakèhing karep
kang binudi, ija muhung pinurba saking tjipta prana-
wa kang suktji resik, ijaiku katandha saka ananing
purbané HYANG KANG AMAHA MURBAWISE-
SA, saka déné prananing prana pranawa kang wus
pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.
52. III. AMIRSA TANPA NETRA (mripat), muhung WAS-
48
KITHA.
WASKITHANING DAT kang ana ing manungsa iku
WASPADA, utawa ija ingaranan waskitha, sangkaning
pandulu utawa paningal, sarta ija waskitha
iku dadi pratandha prana waning BUDHI
maring tingalé, djalaran awit enering pangawruh kang<noinclude>{{rh|48}}</noinclude>
aqo5sy6udcrwrabnhqleiqgsqzvsqug
78787
78777
2026-05-19T13:07:40Z
Menyusurisudutnegeri
1514
78787
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=50>
Lah ijaiku witė; mangka anané kanjatahaning pantjadrija sedjati, liré:
<li>
<ol type=I>
<li>ANGANDIKA TANPA WATJANA (lathi), muhung BAWA.<br>
Bawaning DAT kang ana ing manungsa iku SWARA, utawa ija ingaranan BAWA, iku sangkaning WATJANA, dadi pratandhaning kawibawaning BUDHI maring BAWANE, djalaran awit wetuning swara kang mungkul marang BUDHINE iku betjik, dadinė suktji, jaiku dadi pratandhaning sangkan-paran, tegesé sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN, ijaiku KASUKTJENING DAT utawa HINGSUN SEDJATI, ija SEDJATINING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI. Mula wetuning SWARA utawa BAWA mau, ing ngatasing pangèsthi, ija muhung binawa tjinakrabawa saka ing tjipta pranawa kang suktjl resik, jaiku katandha saka ananing {{sp|bawané}} HYANG KANG AMAHA MURBAWISESA, saka déné prananing prana pranawa kang wus pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.</li></ol></li>
<li>
<ol type=I start=2>
<li>ANGGANDA TANPA GRANA (irung), muhung PURBA.<br>
Purbaning DAT kang ana ing manungsa iku ELING, sangkané déning sarèhing napas (ambekan), ija kaèlingan iku dadi pratandhané dyatmikaning BUDHI marang PURBANE. djalaran awit sarèh (sabar) kang mengku ing kaèlinganing BUDHINE iku betjik, dadiné suktji, jaiku dadi pratandhaning sangkan paran, tegesé sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN, ijaiku SUKTJINING DAŤ utawa HINGSUN SEDJATI, ija SEDJATINING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI Mula ing atasing pangèsthi mau, sakèhing karep kang binudi, ija muhung pinurba saking tjipta pranawa kang suktji resik, ijaiku katandha saka {{sp|ananing purbané}} HYANG KANG AMAHA MURBAWISESA, saka déné prananing prana pranawa kang wus pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.</li></ol></li>
<li>
<ol type=I start=3>
<li>AMIRSA TANPA NETRA (mripat), muhung WASKITHA.<br>
WASKITHANING DAT kang ana ing manungsa iku WASPADA, utawa ija ingaranan waskitha, sangkaning {{sp|pandulu}} utawa {{sp|paningal}}, sarta ija waskitha iku dadi pratandha {{sp|prana waning BUDHI}} maring tingalé, djalaran awit enering pangawruh kang</li></ol></li></ol><noinclude>{{rh|48}}</noinclude>
98rro56tiry1b57s1mbpqi6fylqzry4
78788
78787
2026-05-19T13:07:51Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78788
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=50>
Lah ijaiku witė; mangka anané kanjatahaning pantjadrija sedjati, liré:
<li>
<ol type=I>
<li>ANGANDIKA TANPA WATJANA (lathi), muhung BAWA.<br>
Bawaning DAT kang ana ing manungsa iku SWARA, utawa ija ingaranan BAWA, iku sangkaning WATJANA, dadi pratandhaning kawibawaning BUDHI maring BAWANE, djalaran awit wetuning swara kang mungkul marang BUDHINE iku betjik, dadinė suktji, jaiku dadi pratandhaning sangkan-paran, tegesé sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN, ijaiku KASUKTJENING DAT utawa HINGSUN SEDJATI, ija SEDJATINING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI. Mula wetuning SWARA utawa BAWA mau, ing ngatasing pangèsthi, ija muhung binawa tjinakrabawa saka ing tjipta pranawa kang suktjl resik, jaiku katandha saka ananing {{sp|bawané}} HYANG KANG AMAHA MURBAWISESA, saka déné prananing prana pranawa kang wus pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.</li></ol></li>
<li>
<ol type=I start=2>
<li>ANGGANDA TANPA GRANA (irung), muhung PURBA.<br>
Purbaning DAT kang ana ing manungsa iku ELING, sangkané déning sarèhing napas (ambekan), ija kaèlingan iku dadi pratandhané dyatmikaning BUDHI marang PURBANE. djalaran awit sarèh (sabar) kang mengku ing kaèlinganing BUDHINE iku betjik, dadiné suktji, jaiku dadi pratandhaning sangkan paran, tegesé sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN, ijaiku SUKTJINING DAŤ utawa HINGSUN SEDJATI, ija SEDJATINING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI Mula ing atasing pangèsthi mau, sakèhing karep kang binudi, ija muhung pinurba saking tjipta pranawa kang suktji resik, ijaiku katandha saka {{sp|ananing purbané}} HYANG KANG AMAHA MURBAWISESA, saka déné prananing prana pranawa kang wus pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.</li></ol></li>
<li>
<ol type=I start=3>
<li>AMIRSA TANPA NETRA (mripat), muhung WASKITHA.<br>
WASKITHANING DAT kang ana ing manungsa iku WASPADA, utawa ija ingaranan waskitha, sangkaning {{sp|pandulu}} utawa {{sp|paningal}}, sarta ija waskitha iku dadi pratandha {{sp|prana waning BUDHI}} maring tingalé, djalaran awit enering pangawruh kang</li></ol></li></ol><noinclude>{{rh|48}}</noinclude>
a0xg4ag20e29uy6gxq6kq6o6dqwawa8
79070
78788
2026-05-20T06:35:16Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79070
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=50>
Lah ijaiku witė; mangka anané kanjatahaning pantjadrija sedjati, liré:
<li>
<ol type=I>
<li>ANGANDIKA TANPA WATJANA (lathi), muhung BAWA.<br>
Bawaning DAT kang ana ing manungsa iku SWARA, utawa ija ingaranan BAWA, iku sangkaning WATJANA, dadi pratandhaning kawibawaning BUDHI maring BAWANE, djalaran awit wetuning swara kang mungkul marang BUDHINE iku betjik, dadinė suktji, jaiku dadi pratandhaning sangkanparan, tegesé sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN, ijaiku KASUKTJENING DAT utawa HINGSUN SEDJATI, ija SEDJATINING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI. Mula wetuning SWARA utawa BAWA mau, ing ngatasing pangèsthi, ija muhung binawa tjinakrabawa saka ing tjipta pranawa kang suktjl resik, jaiku katandha saka ananing {{sp|bawané}} HYANG KANG AMAHA MURBAWISESA, saka déné prananing prana pranawa kang wus pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.</li></ol></li>
<li>
<ol type=I start=2>
<li>ANGGANDA TANPA GRANA (irung), muhung PURBA.<br>
Purbaning DAT kang ana ing manungsa iku ELING, sangkané déning sarèhing napas (ambekan), ija kaèlingan iku dadi pratandhané dyatmikaning BUDHI marang PURBANE. djalaran awit sarèh (sabar) kang mengku ing kaèlinganing BUDHINE iku betjik, dadiné suktji, jaiku dadi pratandhaning sangkan paran, tegesé sangkaning SUKTJI maring KASUKTJEN, ijaiku SUKTJINING DAŤ utawa HINGSUN SEDJATI, ija SEDJATINING PANGERAN KANG AMAHA SUKTJI Mula ing atasing pangèsthi mau, sakèhing karep kang binudi, ija muhung pinurba saking tjipta pranawa kang suktji resik, ijaiku katandha saka {{sp|ananing purbané}} HYANG KANG AMAHA MURBAWISESA, saka déné prananing prana pranawa kang wus pramana, waspada maring djatining TUNGGAL.</li></ol></li>
<li>
<ol type=I start=3>
<li>AMIRSA TANPA NETRA (mripat), muhung WASKITHA.<br>
WASKITHANING DAT kang ana ing manungsa iku WASPADA, utawa ija ingaranan waskitha, sangkaning {{sp|pandulu}} utawa {{sp|paningal}}, sarta ija waskitha iku dadi pratandha {{sp|prana waning BUDHI}} maring tingalé, djalaran awit enering pangawruh kang</li></ol></li></ol><noinclude>{{rh|48}}</noinclude>
h5sbs0crn514qb9mnijgzgmozkl7s62
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/49
250
25012
78781
2026-05-19T12:08:35Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "sajekti asalé kahanan ing pantjadrija sedjati kasebut mau, asalé saka ing ENENG. 45. Déné araning SONJA, jaiku awit déné kahananing urip kang muhung limang prakara mau, anané saka datan gu- melar sawidji-widji kang kasat ing nétra iki, kadjaba amung muhung ing kahanaué marang kang mahana ing kahananing uriping wudjud, utawa ijaiku sedjatining kedjatèn kang gaib, kang mahanani maring sagunging kahanan kabèh ing salwiring alam mangka sasananing DAT KANG...
78781
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>sajekti asalé kahanan ing pantjadrija sedjati kasebut mau,
asalé saka ing ENENG.
45. Déné araning SONJA, jaiku awit déné kahananing urip
kang muhung limang prakara mau, anané saka datan gu-
melar sawidji-widji kang kasat ing nétra iki, kadjaba amung
muhung ing kahanaué marang kang mahana ing kahananing
uriping wudjud, utawa ijaiku sedjatining kedjatèn kang gaib,
kang mahanani maring sagunging kahanan kabèh ing salwiring
alam mangka sasananing DAT KANG AMAHA GAIB.
46. Anuli sabandjuré pangandikané Sang Hyang Naradha mau:
,,ananging sampun kagalih, manawi tawang-towang tanpa sa-
sana, bebasan mangéran kumandhang. ". Dadi terangé
surasa iki, wosé kawruh kita kang maring pangėsthi mau
adja kongsi kliru surup utawa kliru panemu, manawa ta-
wang-towang iku datanpa dunung, djer tawang-towang uga
araning kahanan, kang dumadi saking kediatèn. Mula ing
ngatasé bab kapitajan iki, manawa ora ngaweruhi bener-
bener maring dedalaning pangèsthi mau, sajekti sisip tem-
biré ngaurip tan wandéja bakal amangéran kumandhang.
Awit tanpa pangerti ing pangawruh sedjati, dadiné ora
dumunung, djalaran kita sengguh manawa tawang-towang
ing langit biru tanpa sasana utawa tanpa dedunung; ing
mangka wité ananing kahanan iku, sajekti saka anané
kang nganakaké.
47. Mula pangandikané Sang Hyang Naradha, aturé marang
Sang Hyang Guru, sabandjuré: wosipun sarik manawi
nampik amiliha, jèn miliha, punapa ingkang ginelar boten
badhé ginulung malih, jen anampika, punapa boten sumerep
manawi sagunging kawontenan saking gaib
48. Tjethané anané Pangeran Kang Amaha Suktji iku, manawa
kita sengguh-sengguh sarana wawasan lahir, utawa manawa
kita ngiraa marang sakèhing kahanan kang gumelar kabèh,
apadéné manawa kita anampika lamun anané kahanan iku
dudu saking awit Kedjatèn gaibing DAT, utawa manawa
kita nampika klawan darbé pamilih marang salijané na-
nging ija marang kahanan, iku kabèh ingaranan sarik, te-
gesé sakutu. Karana pangèsthiné bandjur aran balilu utawa
sasar, korup kapitajané lan njebal saking dedalaning pa-
ngèsthi sedjati kang tumudju ing sangkan parané mau, we-
kasan anemaha lakuné ngaurip amisah kawula kelawan
GUSTI.
49. Mula kaja ing mau wus kawedhar, manawa anané KEDJA-
TEN iku jektiné tunggal, tegesé sedjatiné tunggal-
anunggal dunung, dumunung ing dalem urip kita pribadi.
47<noinclude></noinclude>
lda5qdaecf58fq5sww1iu3v7295etda
78789
78781
2026-05-19T13:15:12Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78789
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=45>
sajekti asalé kahanan ing pantjadrija sedjati kasebut mau, asalé saka ing ENENG.
<li>Déné araning SONJA, jaiku awit déné kahananing urip kang muhung limang prakara mau, anané saka datan gumelar sawidji-widji kang kasat ing nétra iki, kadjaba amung muhung ing kahanaué marang kang mahana ing kahananing uriping wudjud, utawa ijaiku sedjatining kedjatèn kang gaib, kang mahanani maring sagunging kahanan kabèh ing salwiring alam mangka sasananing DAT KANG AMAHA GAIB.</li>
<li>Anuli sabandjuré pangandikané Sang Hyang Naradha mau: „''ananging sampun kagalih, manawi tawang-towang tanpa sasana, bebasan mangéran kumandhang. . .''”. Dadi terangé surasa iki, wosé kawruh kita kang maring pangėsthi mau adja kongsi kliru surup utawa kliru panemu, manawa tawang-towang iku datanpa dunung, djer tawang-towang uga araning kahanan, kang dumadi saking kediatèn. Mula ing ngatasé bab kapitajan iki, manawa ora ngaweruhi bener-bener maring dedalaning pangèsthi mau, sajekti sisip tembiré ngaurip tan wandéja bakal amangéran kumandhang. Awit tanpa pangerti ing pangawruh sedjati, dadiné ora dumunung, djalaran kita sengguh manawa tawang-towang ing langit biru tanpa sasana utawa tanpa dedunung; ing mangka wité ananing kahanan iku, sajekti saka anané kang nganakaké.</li>
<li>Mula pangandikané Sang Hyang Naradha, aturé marang Sang Hyang Guru, sabandjuré: „''wosipun sarik manawi nampik amiliha, jèn miliha, punapa ingkang ginelar boten badhé ginulung malih, jen anampika, punapa boten sumerep manawi sagunging kawontenan saking gaib . . .''”.</li>
<li>Tjethané anané Pangeran Kang Amaha Suktji iku, manawa kita sengguh-sengguh sarana wawasan lahir, utawa manawa kita ngiraa marang sakèhing kahanan kang gumelar kabèh, apadéné manawa kita anampika lamun anané kahanan iku dudu saking awit Kedjatèn gaibing DAT, utawa manawa kita nampika klawan darbé pamilih marang salijané nanging ija marang kahanan, iku kabèh ingaranan sarik, tegesé sakutu. Karana pangèsthiné bandjur aran balilu utawa sasar, korup kapitajané lan njebal saking dedalaning pangèsthi sedjati kang tumudju ing sangkan parané mau, wekasan anemaha lakuné ngaurip amisah kawula kelawan {{sp|GUSTI}}.</li>
<li>Mula kaja ing mau wus kawedhar, manawa anané KEDJATEN iku jektiné {{sp|tunggal}}, tegesé sedjatiné tunggal-anunggal dunung, dumunung ing dalem urip kita pribadi.</li></ol><noinclude>{{rh|||47}}</noinclude>
iuowgdheayz8uuj1erafsehpmmydfbc
79030
78789
2026-05-20T05:34:32Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79030
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=45>
sajekti asalé kahanan ing pantjadrija sedjati kasebut mau, asalé saka ing ENENG.
<li>Déné araning SONJA, jaiku awit déné kahananing urip kang muhung limang prakara mau, anané saka datan gumelar sawidji-widji kang kasat ing nétra iki, kadjaba amung muhung ing kahanaué marang kang mahana ing kahananing uriping wudjud, utawa ijaiku sedjatining kedjatèn kang gaib, kang mahanani maring sagunging kahanan kabèh ing salwiring alam mangka sasananing DAT KANG AMAHA GAIB.</li>
<li>Anuli sabandjuré pangandikané Sang Hyang Naradha mau: „''ananging sampun kagalih, manawi tawang-towang tanpa sasana, bebasan mangéran kumandhang. . .''”. Dadi terangé surasa iki, wosé kawruh kita kang maring pangėsthi mau adja kongsi kliru surup utawa kliru panemu, manawa tawang-towang iku datanpa dunung, djer tawang-towang uga araning kahanan, kang dumadi saking kediatèn. Mula ing ngatasé bab kapitajan iki, manawa ora ngaweruhi bener-bener maring dedalaning pangèsthi mau, sajekti sisip tembiré ngaurip tan wandéja bakal amangéran kumandhang. Awit tanpa pangerti ing pangawruh sedjati, dadiné ora dumunung, djalaran kita sengguh manawa tawang-towang ing langit biru tanpa sasana utawa tanpa dedunung; ing mangka wité ananing kahanan iku, sajekti saka anané kang nganakaké.</li>
<li>Mula pangandikané Sang Hyang Naradha, aturé marang Sang Hyang Guru, sabandjuré: „''wosipun sarik manawi nampik amiliha, jèn miliha, punapa ingkang ginelar boten badhé ginulung malih, jen anampika, punapa boten sumerep manawi sagunging kawontenan saking gaib . . .''”.</li>
<li>Tjethané anané Pangeran Kang Amaha Suktji iku, manawa kita sengguh-sengguh sarana wawasan lahir, utawa manawa kita ngiraa marang sakèhing kahanan kang gumelar kabèh, apadéné manawa kita anampika lamun anané kahanan iku dudu saking awit Kedjatèn gaibing DAT, utawa manawa kita nampika klawan darbé pamilih marang salijané nanging ija marang kahanan, iku kabèh ingaranan sarik, tegesé sakutu. Karana pangèsthiné bandjur aran balilu utawa sasar, korup kapitajané lan njebal saking dedalaning pangèsthi sedjati kang tumudju ing sangkan parané mau, wekasan anemaha lakuné ngaurip amisah kawula kelawan {{sp|GUSTI}}.</li>
<li>Mula kaja ing mau wus kawedhar, manawa anané KEDJATEN iku jektiné {{sp|tunggal}}, tegesé sedjatiné tunggal-anunggal dunung, dumunung ing dalem urip kita pribadi.</li></ol><noinclude>{{rh|||47}}</noinclude>
d43kadb90bkr82ib00f0wssfk7bgapw
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/39
250
25013
78784
2026-05-19T12:55:15Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78784
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78816
78784
2026-05-19T14:42:31Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78816
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 35 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦧꦠ꧀ꦠꦶꦥꦤ꧀ꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀ꦲꦔ꧀ꦭꦗꦼꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦕꦼꦕꦼꦥꦼꦁꦔꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦥꦤꦸꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦤꦔꦶꦁꦤꦩꦸꦁꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦩꦏꦠꦼꦤ꧇ꦱꦶꦫꦏꦧꦺꦃꦥꦺꦴꦁꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀ꦱꦥꦸꦁꦏꦸꦂꦏꦸꦥꦣꦩꦶꦤꦸꦠ꧀ꦠꦭꦤ꧀ꦩꦶꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦠꦲꦶꦁꦮꦺꦴꦁꦱꦮꦶꦱ꧀ꦏꦸ꧈ꦪꦲꦶꦏꦸꦄꦧꦸꦧꦏꦂꦭꦤ꧀ꦔꦸꦩꦂ꧉}}
{{Jawa|꧋ꦱꦫꦺꦃꦤꦶꦁꦗꦸꦩꦼꦤꦼꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦶꦏꦂꦥꦸꦤꦶꦏꦏꦊꦉꦱ꧀ꦲꦶꦁꦢꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦺꦢꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶ꧈ꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦏꦊꦁꦒꦃꦲꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦮꦲꦸꦤꦩꦸꦁꦏꦠꦩ꧀ꦥꦶꦧꦭꦏ꧈ꦢꦺꦫꦺꦁꦩꦼꦁꦒꦭꦶꦃꦥꦸꦤꦥꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦏꦸꦮꦗꦶꦧ꧀ꦧꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦗꦭꦂꦫꦤ꧀ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦹꦤ꧀ꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦏꦂꦤꦩ꧀ꦥꦶꦏꦠꦼꦠꦼꦥ꧀ꦥꦤ꧀ꦭꦗꦼꦁꦲꦔꦿꦶꦩꦠ꧀ꦗꦶꦤꦗꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶ꧈ꦱꦉꦁꦱꦉꦁꦏꦭꦶꦪꦤ꧀ꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦱ꧀ꦄꦭꦶ꧈ꦦ꦳ꦢ꧀ꦭꦭ꧀ ꦏꦸꦠ꧀ꦱꦩ꧀ꦄꦧꦸꦱꦸꦥ꦳ꦾꦤ꧀ꦧꦶꦤ꧀ꦏ꦳ꦫꦶꦱ꧀ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦥꦩꦤ꧀ꦱꦲꦶꦥꦸꦠꦿꦥꦸꦠꦿꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶ꧈ꦏꦮꦸꦭꦩꦼꦂꦢꦶꦏꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶ꧇ꦈꦱꦩ꧀ꦩꦃꦧꦶꦤ꧀ꦗꦌꦢ꧀ ꦭꦤ꧀ꦱꦏꦿꦺꦴꦤ꧀ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦱꦩꦶꦲꦟ꧀ꦝꦺꦫꦺꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ ꦱꦢꦪꦮꦲꦸꦱꦉꦁꦱꦉꦁꦱꦩꦶꦚꦸꦕꦺꦤ꧀ꦤꦶꦭꦤ꧀ꦔꦒꦼꦩ꧀ꦲꦒꦼꦩ꧀ꦩꦶꦩꦸꦤ꧀ꦏꦼꦤꦥ꦳ꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦗꦶꦤꦗꦃꦮꦲꦸ꧈ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦭꦗꦼꦁꦥꦫ}}<noinclude></noinclude>
n9wwr16q9sc033xnflsmgg9o1xs29hl
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/42
250
25014
78785
2026-05-19T12:58:03Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78785
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78803
78785
2026-05-19T13:35:58Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78803
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 38 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦥꦫꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦩꦸꦤꦥ꦳ꦺꦏ꧀ꦭꦤ꧀ꦩꦸꦱꦿꦶꦏ꧀ꦩꦶꦭꦃꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦣꦸꦱꦸꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦩꦶꦲꦩ꧀ꦧꦭꦶꦏ꧀ [ꦩꦸꦂꦠꦤ꧀] ꦭꦤ꧀ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦥꦶꦱ꧀ꦱꦶꦚꦸꦏꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦗ꦳ꦏꦠ꧀꧈ꦗꦭꦂꦫꦤ꧀ꦱꦏꦶꦁꦏꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏ꧈ꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦶꦏꦂꦧꦺꦴꦠꦼ
ꦤ꧀ꦮꦺꦪ꧈ꦲꦮꦶꦠ꧀ꦥꦿꦏꦮꦶꦱ꧀ꦗ꦳ꦏꦠ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦥꦿꦏꦮꦶꦱ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦭꦼꦁ꧈ꦩꦶꦭꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦶꦏꦂꦲꦺꦁꦒꦭ꧀ꦩꦿꦤꦠꦣꦠꦼꦁꦮꦢꦾꦧꦭꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀ꦩꦼꦫꦁꦔꦶꦝꦠꦼꦁꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦸꦂꦠꦢ꧀ꦭꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦮꦶꦱ꧀ꦱꦶꦗ꦳ꦏꦠ꧀ꦮꦲꦸ꧉ꦮꦢꦾꦧꦭꦮꦲꦸꦏꦥꦺꦫꦁꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦱꦥꦮꦶꦭꦱ꧀ꦒꦼꦤ꧀ꦢꦺꦫ꧈ꦭꦗꦼꦁꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦠꦼꦂꦫꦏꦼꦤ꧀ꦢꦸꦩꦸꦒꦶꦱꦗꦥꦶꦤꦶꦁꦏꦶꦛ꧉}}
{{Jawa|ꦮꦢꦾꦧꦭꦮꦲꦸꦤꦸꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦩꦶꦥꦁꦏꦠ꧀ꦩꦼꦫꦁꦔꦶꦝꦠꦼꦁꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦩꦶꦏꦊꦥꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦮꦱꦤꦭꦗꦼꦁꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦤꦩꦶꦩꦸꦆꦭꦶꦩꦠꦸꦭ꧀ꦏꦢ꦳ꦧ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦤꦗꦨꦶ꧈ꦥꦼꦗꦃ꧉ꦭꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦩꦭꦶꦃꦠꦶꦪꦁꦤꦩꦶꦠꦸꦭꦆꦏ꦳ꦃꦧꦶꦤ꧀ꦏ꦳ꦸꦮꦆꦲꦶꦤ꧀ꦭꦸꦩꦗꦼꦁꦝꦏꦼꦁꦠꦤꦃꦯꦩ꧀ꦠꦶꦪꦁꦥꦸꦤꦶꦏꦲꦸꦒꦶꦔꦏꦼꦤ꧀ꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦤꦗꦶ꧈ꦤ}}<noinclude></noinclude>
ryqam54pazsg795tp7iflhrp56dzur1
78818
78803
2026-05-19T15:08:18Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78818
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 38 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦥꦫꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦩꦸꦤꦥ꦳ꦺꦏ꧀ꦭꦤ꧀ꦩꦸꦱꦿꦶꦏ꧀ꦩꦶꦭꦃꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦣꦸꦱꦸꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦩꦶꦲꦩ꧀ꦧꦭꦶꦏ꧀ [ꦩꦸꦂꦠꦤ꧀] ꦭꦤ꧀ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦥꦶꦱ꧀ꦱꦶꦚꦸꦏꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦗ꦳ꦏꦠ꧀꧈ꦗꦭꦂꦫꦤ꧀ꦱꦏꦶꦁꦏꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏ꧈ꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦶꦏꦂꦧꦺꦴꦠꦼ
ꦤ꧀ꦮꦺꦪ꧈ꦲꦮꦶꦠ꧀ꦥꦿꦏꦮꦶꦱ꧀ꦗ꦳ꦏꦠ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦥꦿꦏꦮꦶꦱ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦭꦼꦁ꧈ꦩꦶꦭꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦶꦏꦂꦲꦺꦁꦒꦭ꧀ꦩꦿꦤꦠꦣꦠꦼꦁꦮꦢꦾꦧꦭꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀ꦩꦼꦫꦁꦔꦶꦝꦠꦼꦁꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦸꦂꦠꦢ꧀ꦭꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦮꦶꦱ꧀ꦱꦶꦗ꦳ꦏꦠ꧀ꦮꦲꦸ꧉ꦮꦢꦾꦧꦭꦮꦲꦸꦏꦥꦺꦫꦁꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦱꦥꦮꦶꦭꦱ꧀ꦒꦼꦤ꧀ꦢꦺꦫ꧈ꦭꦗꦼꦁꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦠꦼꦂꦫꦏꦼꦤ꧀ꦢꦸꦩꦸꦒꦶꦱꦗꦥꦶꦤꦶꦁꦏꦶꦛ꧉}}
{{Jawa|ꦮꦢꦾꦧꦭꦮꦲꦸꦤꦸꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦩꦶꦥꦁꦏꦠ꧀ꦩꦼꦫꦁꦔꦶꦝꦠꦼꦁꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦩꦶꦏꦊꦥꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦮꦱꦤꦭꦗꦼꦁꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦤꦩꦶꦩꦸꦆꦭꦶꦩꦠꦸꦭ꧀ꦏꦢ꦳ꦧ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦤꦗꦨꦶ꧈ꦥꦼꦗꦃ꧉ꦭꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦩꦭꦶꦃꦠꦶꦪꦁꦤꦩꦶꦠꦸꦭꦆꦏ꦳ꦃꦧꦶꦤ꧀ꦏ꦳ꦸꦮꦆꦲꦶꦤ꧀ꦭꦸꦩꦗꦼꦁꦝꦏꦼꦁꦠꦤꦃꦯꦩ꧀ꦠꦶꦪꦁꦥꦸꦤꦶꦏꦲꦸꦒꦶꦔꦏꦼꦤ꧀ꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦤꦨꦶ꧈ꦤ }}<noinclude></noinclude>
jxxnxjner338dlc9zb0c3sha8474ca8
78819
78818
2026-05-19T15:11:51Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78819
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 38 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦥꦫꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦩꦸꦤꦥ꦳ꦺꦏ꧀ꦭꦤ꧀ꦩꦸꦱꦿꦶꦏ꧀ꦩꦶꦭꦃꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦣꦸꦱꦸꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦩꦶꦲꦩ꧀ꦧꦭꦶꦏ꧀ [ꦩꦸꦂꦠꦤ꧀] ꦭꦤ꧀ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦥꦶꦱ꧀ꦱꦶꦚꦸꦏꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦗ꦳ꦏꦠ꧀꧈ꦗꦭꦂꦫꦤ꧀ꦱꦏꦶꦁꦏꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏ꧈ꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦶꦏꦂꦧꦺꦴꦠꦼ
ꦤ꧀ꦮꦺꦪ꧈ꦲꦮꦶꦠ꧀ꦥꦿꦏꦮꦶꦱ꧀ꦗ꦳ꦏꦠ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦥꦿꦏꦮꦶꦱ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦭꦼꦁ꧈ꦩꦶꦭꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦶꦏꦂꦲꦺꦁꦒꦭ꧀ꦩꦿꦤꦠꦣꦠꦼꦁꦮꦢꦾꦧꦭꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀ꦩꦼꦫꦁꦔꦶꦝꦠꦼꦁꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦸꦂꦠꦢ꧀ꦭꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦮꦶꦱ꧀ꦱꦶꦗ꦳ꦏꦠ꧀ꦮꦲꦸ꧉ꦮꦢꦾꦧꦭꦮꦲꦸꦏꦥꦺꦫꦁꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦱꦥꦮꦶꦭꦱ꧀ꦒꦼꦤ꧀ꦢꦺꦫ꧈ꦭꦗꦼꦁꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦠꦼꦂꦫꦏꦼꦤ꧀ꦢꦸꦩꦸꦒꦶꦱꦗꦥꦶꦤꦶꦁꦏꦶꦛ꧉}}
{{Jawa|ꦮꦢꦾꦧꦭꦮꦲꦸꦤꦸꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦩꦶꦥꦁꦏꦠ꧀ꦩꦼꦫꦁꦔꦶꦝꦠꦼꦁꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦩꦶꦏꦊꦥꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦮꦱꦤꦭꦗꦼꦁꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦤꦩꦶꦩꦸꦆꦭꦶꦩꦠꦸꦭ꧀ꦏꦢ꦳ꦧ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦤꦗꦨꦶ꧈ꦥꦼꦗꦃ꧉ꦭꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦩꦭꦶꦃꦠꦶꦪꦁꦤꦩꦶꦠꦸꦭꦆꦏ꦳ꦃꦧꦶꦤ꧀ꦏ꦳ꦸꦮꦆꦲꦶꦤ꧀ꦭꦸꦩꦗꦼꦁꦝꦏꦼꦁꦠꦤꦃꦯꦩ꧀ꦠꦶꦪꦁꦥꦸꦤꦶꦏꦲꦸꦒꦶꦔꦏꦼꦤ꧀ꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦤꦨꦶ꧈ꦤ}}<noinclude></noinclude>
7671sut5wmzgzt9yt1ntyvcvd0khbp4
78820
78819
2026-05-19T15:14:14Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78820
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 38 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦥꦫꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦩꦸꦤꦥ꦳ꦺꦏ꧀ꦭꦤ꧀ꦩꦸꦱꦿꦶꦏ꧀ꦩꦶꦭꦃꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦣꦸꦱꦸꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦩꦶꦲꦩ꧀ꦧꦭꦶꦏ꧀ [ꦩꦸꦂꦠꦤ꧀] ꦭꦤ꧀ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦥꦶꦱ꧀ꦱꦶꦚꦸꦏꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦗ꦳ꦏꦠ꧀꧈ꦗꦭꦂꦫꦤ꧀ꦱꦏꦶꦁꦏꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏ꧈ꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦶꦏꦂꦧꦺꦴꦠꦼ
ꦤ꧀ꦮꦺꦪ꧈ꦲꦮꦶꦠ꧀ꦥꦿꦏꦮꦶꦱ꧀ꦗ꦳ꦏꦠ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦥꦿꦏꦮꦶꦱ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦭꦼꦁ꧈ꦩꦶꦭꦱꦪꦶꦢꦶꦤꦄꦧꦸꦧꦶꦏꦂꦲꦺꦁꦒꦭ꧀ꦩꦿꦤꦠꦣꦠꦼꦁꦮꦢꦾꦧꦭꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦸꦥꦢꦺꦴꦱ꧀ꦩꦼꦫꦁꦔꦶꦝꦠꦼꦁꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦸꦂꦠꦢ꧀ꦭꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦮꦶꦱ꧀ꦱꦶꦗ꦳ꦏꦠ꧀ꦮꦲꦸ꧉ꦮꦢꦾꦧꦭꦮꦲꦸꦏꦥꦺꦫꦁꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦱꦥꦮꦶꦭꦱ꧀ꦒꦼꦤ꧀ꦢꦺꦫ꧈ꦭꦗꦼꦁꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦠꦼꦂꦫꦏꦼꦤ꧀ꦢꦸꦩꦸꦒꦶꦱꦗꦥꦶꦤꦶꦁꦏꦶꦛ꧉}}
{{Jawa| ꧋ ꦮꦢꦾꦧꦭꦮꦲꦸꦤꦸꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦩꦶꦥꦁꦏꦠ꧀ꦩꦼꦫꦁꦔꦶꦝꦠꦼꦁꦠꦶꦪꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦩꦶꦏꦊꦥꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦮꦱꦤꦭꦗꦼꦁꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦭꦶꦁꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦤꦩꦶꦩꦸꦆꦭꦶꦩꦠꦸꦭ꧀ꦏꦢ꦳ꦧ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦤꦗꦨꦶ꧈ꦥꦼꦗꦃ꧉ꦭꦤ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦩꦭꦶꦃꦠꦶꦪꦁꦤꦩꦶꦠꦸꦭꦆꦏ꦳ꦃꦧꦶꦤ꧀ꦏ꦳ꦸꦮꦆꦲꦶꦤ꧀ꦭꦸꦩꦗꦼꦁꦝꦏꦼꦁꦠꦤꦃꦯꦩ꧀ꦠꦶꦪꦁꦥꦸꦤꦶꦏꦲꦸꦒꦶꦔꦏꦼꦤ꧀ꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦤꦨꦶ꧈ꦤ}}<noinclude></noinclude>
7f8t8vd199fc3bjsioexsbg35sddruf
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/48
250
25015
78790
2026-05-19T13:15:46Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "39. Dadi ijaku wosé padha lan KAWONTENAN punika ngèsthi KEDJATEN, utawa KEDJATEN iku ana ing KA HANAN. Tegesé, LAHIR iku KAHANANE BATIN. BA. TIN iku gelare ana ing KALAHIRAN, mula anané LAHIR iku ija angèsthi ing KABATINANE. 39. Mangkono tjethané bab lahir batin, kang kadadéjan sang- kaning pantjadumadya djatining pantjadrija kasebut, kang marang ing lakune pangèsthi, mula kahanané ing bab pa- ngawruh iki, dèn wedharaké ing sadjroning sastra Har. djèn...
78790
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>39. Dadi ijaku wosé padha lan KAWONTENAN punika
ngèsthi KEDJATEN, utawa KEDJATEN iku ana ing KA
HANAN. Tegesé, LAHIR iku KAHANANE BATIN. BA.
TIN iku gelare ana ing KALAHIRAN, mula anané LAHIR
iku ija angèsthi ing KABATINANE.
39. Mangkono tjethané bab lahir batin, kang kadadéjan sang-
kaning pantjadumadya djatining pantjadrija kasebut, kang
marang ing lakune pangèsthi, mula kahanané ing bab pa-
ngawruh iki, dèn wedharaké ing sadjroning sastra Har.
djèndra, kawedhar pangandikane Sang Hyang Guru,
ing babaré kawruh pangèsthi sedjati mau kawidjangaké ing la-
hiré dadija pambekan utama, ing batiné dadija pepantjadan
sangkan paraning dumadi, anunggal kawula Gusti, amratan-
dhanana ing kanugrahané.
40. Anadené mungguh terangé bab lahir batin, liré kaja ing
ngisar iki.
41. Anané uriping manusa kang wudjud djenggereng iki, jaiku
ananing wadhag, dadiné kahanan ananing lahir. Déné kang
ingaranan batin, jaiku sedjatiné anané uripé kang amengku
marang wudjuding wadhag ing kalahiran iki, mangka kaha-
nané dadining laku, jaiku sedjatining urip kang langgeng,
kawahana déning KEDJATENING KANG MAHA GAIB.
42. Supaja luwih tjethané manèh, ija BATIN iku KEDJATEN-
ING LAHIR, utawa ija kahananing kauripan. Ing
mangka kahananing kauripan sedjati mau, ija werdiné URIP.
ING MANUSA DJATI. Dadi asalé KEDJATENING BA-
TIN iku, muhung awit saka djedjeré KEDJATENING DAT
KANG MAHA TUNGGAL Lah ijaiku araning KALAHIR-
AN lan KEBATINAN, kang mangka dadi kajektèn maring
panggajuhing KAHANAN kang angèsthi maring KEDJA-
TEN mau, minangka arah ing dedalané amurih ora bidru
lakuné, amangro tingal, amarga déné kliru surup ing ka-
wruhé.
43. Sabandjuré pangandikané Sanghyang Naradha: Witing RA-
ME saking ENENG, witing GUMELAR saking SONJA.
44 Werdiné ijaiku anané kahananing pantjadrija kang saking
djedjering KEDJATEN kang muhung ing BAWA, muhung
PURBA, muhung WASKITHA, muhung WISESA, lan mu-
hung PANGRASA mau, ijaiku anané ENEN G. Saban-
djuré, ija awit saka ing ENENG mau, kang nuli bandjur
mahana, dadi gemelaring kahanan, anané sawara, gan-
da, paningal, pamyarsa lan rasa-pangrasa kang kapanduk
saka ing pantjadrija, jaiku dumadining gumelaré kahanan kita.
46<noinclude>{{rh|46}}</noinclude>
s9v46s3zyckqqw9jwbfos9udabhx2ev
78797
78790
2026-05-19T13:24:20Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78797
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=38>
<li>Dadi ijaku wosé padha lan KAWONTENAN punika ngèsthi KEDJATEN, utawa KEDJATEN iku ana ing KAHANAN. Tegesé, LAHIR iku KAHANANE BATIN. BATIN iku gelare ana ing KALAHIRAN, mula anané LAHIR iku ija angèsthi ing KABATINANE.</li>
<li>Mangkono tjethané bab lahir batin, kang kadadéjan sangkaning pantjadumadya djatining pantjadrija kasebut, kang marang ing lakune pangèsthi, mula kahanané ing bab pangawruh iki, dèn wedharaké ing sadjroning sastra {{sp|Hardjèndra}}, kawedhar pangandikane Sang Hyang Guru, ing babaré kawruh pangèsthi sedjati mau kawidjangaké ''ing lahiré dadija pambekan utama, ing batiné dadija pepantjadan sangkan paraning dumadi, anunggal kawula Gusti, amratan-dhanana ing kanugrahané''.</li>
<li>Anadené mungguh terangé bab lahir batin, liré kaja ing ngisar iki.</li>
<li>Anané uriping manusa kang wudjud djenggereng iki, jaiku ananing wadhag, dadiné kahanan ananing lahir. Déné kang ingaranan batin, jaiku sedjatiné anané uripé kang amengku marang wudjuding wadhag ing kalahiran iki, mangka kahanané dadining laku, jaiku sedjatining urip kang langgeng, kawahana déning KEDJATENING KANG MAHA GAIB.</li>
<li>Supaja luwih tjethané manèh, ija BATIN iku KEDJATENING LAHIR, utawa ija kahananing kauripan. Ing mangka kahananing kauripan sedjati mau, ija werdiné URIP ING MANUSA DJATI. Dadi asalé KEDJATENING BATIN iku, muhung awit saka djedjeré KEDJATENING DAT KANG MAHA TUNGGAL Lah ijaiku araning KALAHIRAN lan KEBATINAN, kang mangka dadi kajektèn maring panggajuhing KAHANAN kang angèsthi maring KEDJATEN mau, minangka arah ing dedalané amurih ora bidru lakuné, amangro tingal, amarga déné kliru surup ing kawruhé.</li>
<li>Sabandjuré pangandikané Sanghyang Naradha: Witing RAME saking ENENG, witing GUMELAR saking SONJA.</li>
<li>Werdiné ijaiku anané kahananing pantjadrija kang saking djedjering KEDJATEN kang muhung ing BAWA, muhung PURBA, muhung WASKITHA, muhung WISESA, lan muhung PANGRASA mau, ijaiku anané {{sp|ENENG}}. Sabandjuré, ija awit saka ing ENENG mau, kang nuli bandjur {{sp|mahana}}, dadi gemelaring kahanan, anané sawara, ganda, paningal, pamyarsa lan rasa-pangrasa kang kapanduk saka ing pantjadrija, jaiku dumadining gumelaré kahanan kita.</li></ol><noinclude>{{rh|46}}</noinclude>
mlgzpma3e0x1eluzp50yx2ujzymzs5z
79029
78797
2026-05-20T05:33:16Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79029
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=38>
<li>Dadi ijaku wosé padha lan KAWONTENAN punika ngèsthi KEDJATEN, utawa KEDJATEN iku ana ing KAHANAN. Tegesé, LAHIR iku KAHANANE BATIN. BATIN iku gelare ana ing KALAHIRAN, mula anané LAHIR iku ija angèsthi ing KABATINANE.</li>
<li>Mangkono tjethané bab lahir batin, kang kadadéjan sangkaning pantjadumadya djatining pantjadrija kasebut, kang marang ing lakune pangèsthi, mula kahanané ing bab pangawruh iki, dèn wedharaké ing sadjroning sastra {{sp|Hardjèndra}}, kawedhar pangandikane Sang Hyang Guru, ing babaré kawruh pangèsthi sedjati mau kawidjangaké ''ing lahiré dadija pambekan utama, ing batiné dadija pepantjadan sangkan paraning dumadi, anunggal kawula Gusti, amratan-dhanana ing kanugrahané''.</li>
<li>Anadené mungguh terangé bab lahir batin, liré kaja ing ngisar iki.</li>
<li>Anané uriping manusa kang wudjud djenggereng iki, jaiku ananing wadhag, dadiné kahanan ananing lahir. Déné kang ingaranan batin, jaiku sedjatiné anané uripé kang amengku marang wudjuding wadhag ing kalahiran iki, mangka kahanané dadining laku, jaiku sedjatining urip kang langgeng, kawahana déning KEDJATENING KANG MAHA GAIB.</li>
<li>Supaja luwih tjethané manèh, ija BATIN iku KEDJATENING LAHIR, utawa ija kahananing kauripan. Ing mangka kahananing kauripan sedjati mau, ija werdiné URIP ING MANUSA DJATI. Dadi asalé KEDJATENING BATIN iku, muhung awit saka djedjeré KEDJATENING DAT KANG MAHA TUNGGAL Lah ijaiku araning KALAHIRAN lan KEBATINAN, kang mangka dadi kajektèn maring panggajuhing KAHANAN kang angèsthi maring KEDJATEN mau, minangka arah ing dedalané amurih ora bidru lakuné, amangro tingal, amarga déné kliru surup ing kawruhé.</li>
<li>Sabandjuré pangandikané Sanghyang Naradha: Witing RAME saking ENENG, witing GUMELAR saking SONJA.</li>
<li>Werdiné ijaiku anané kahananing pantjadrija kang saking djedjering KEDJATEN kang muhung ing BAWA, muhung PURBA, muhung WASKITHA, muhung WISESA, lan muhung PANGRASA mau, ijaiku anané {{sp|ENENG}}. Sabandjuré, ija awit saka ing ENENG mau, kang nuli bandjur {{sp|mahana}}, dadi gemelaring kahanan, anané sawara, ganda, paningal, pamyarsa lan rasa-pangrasa kang kapanduk saka ing pantjadrija, jaiku dumadining gumelaré kahanan kita.</li></ol><noinclude>{{rh|46}}</noinclude>
jr3evzznjg6vql8ime1i105dg4fgrbe
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/47
250
25016
78791
2026-05-19T13:16:03Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "MAJA, sarta ijaiku werdiné, mangka kahanan kang ane- lahi lan mahanani ing wahju djati, kang adedunung anèng karatoning wahja maja (*), sarta ija wah- ju djati iku aran wahju nugrahaning kauripan kang sam- purna djati wisésa ing sangkan-paran, ing kamulyaning du- madi anunggal kawula GUSTI. 33. Mangkono anané kahananing pantjadrija sedjati kang ka- wahanan déning pantja pranawa kang dèn arani dadi pepa- dhanging kaèlingan (pepadhanging éling), sarta i...
78791
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>MAJA, sarta ijaiku werdiné, mangka kahanan kang ane-
lahi lan mahanani ing wahju djati, kang adedunung
anèng karatoning wahja maja (*), sarta ija wah-
ju djati iku aran wahju nugrahaning kauripan kang sam-
purna djati wisésa ing sangkan-paran, ing kamulyaning du-
madi anunggal kawula GUSTI.
33. Mangkono anané kahananing pantjadrija sedjati kang ka-
wahanan déning pantja pranawa kang dèn arani dadi pepa-
dhanging kaèlingan (pepadhanging éling), sarta ija pra-
nawa iku kang mangka DJATINING PRAMANA, utawa ija
KAURIPANING SUKSMANA, awit saking djedjeré WAH-
ANANE DAT kang AMAHA ESA.
34. Sabandjuré kanjatahan kahananing pantjadrija kang apra-
nawa mau, jaiku wahanan kauripaning pramana, dadi ana-
né kauripaning SUKSMA utawa kauripané URIP kang
LANGGENG. Déne padunungan lan arah anggoné kauripan
kang langgeng uriping SUKSMA PRAMANA kang pranawa
kasebut, manawa pisah aninggalaké badan gumelar, utawa
ija manawa kauripaning kalahiran iku sirna, mangka anané
SUKSMA PRAMANA kang apranawa tan kasat ing nétra,
ananging ija bisa kinawruhan klajan tingaling kawruh kang
saka pangawruhing pantjapranawa, mangkono iku manawa
wus waspada tingaling pranawa mau kang animpuni.
35. Anadéné wewengané pangawruh limang prakara mau, iku
kanja tahané anuli kaja liré pangandikané Sang Hyang Na-
radha, amedharaké: KOSOK BALINE, PURAWANING
ANA SAKA ORA, kang dèn tegesi: Witting LAHIR sang-
kaning BATIN.
36. Tjethané witing LAHIR sangkaning BATIN iku, tan pra-
béda klawan lire KAHANAN kang angèsthi KEDJATEN
mau. Dadi tjethané ing kahananing urip pribadi kang tu-
mrap ing kalahiran iki, sajekti angèsthi ing KEBATINANE.
Ija BATIN iku KEDJATENING URIPING KAHANAN,
kang angesthi maring KEDJATENING KEDJATEN, ija
KEDJATENING DAT KANG AMAHA TUNGGAL.
37. Tjethané LAHIR iku KAHANAN, jaiku KAWONTENAN
saka ing SEDJATINE.
BATIN iku KEDJATEN, jaiku KEDJATOSAN
ing WAHANANE, jaiku SEDJATINE.
1)
Wahjamaja
wahju pepadhang, dumunung ing utek.
45<noinclude></noinclude>
iaxf3ly3dozm5b1098ppbeeirp86wjm
78798
78791
2026-05-19T13:25:16Z
Menyusurisudutnegeri
1514
78798
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>MAJA, sarta ijaiku werdiné, mangka kahanan kang ane-
lahi lan mahanani ing wahju djati, kang adedunung
anèng karatoning wahja maja (*), sarta ija wah-
ju djati iku aran wahju nugrahaning kauripan kang sam-
purna djati wisésa ing sangkan-paran, ing kamulyaning du-
madi anunggal kawula GUSTI.
33. Mangkono anané kahananing pantjadrija sedjati kang ka-
wahanan déning pantja pranawa kang dèn arani dadi pepa-
dhanging kaèlingan (pepadhanging éling), sarta ija pra-
nawa iku kang mangka DJATINING PRAMANA, utawa ija
KAURIPANING SUKSMANA, awit saking djedjeré WAH-
ANANE DAT kang AMAHA ESA.
34. Sabandjuré kanjatahan kahananing pantjadrija kang apra-
nawa mau, jaiku wahanan kauripaning pramana, dadi ana-
né kauripaning SUKSMA utawa kauripané URIP kang
LANGGENG. Déne padunungan lan arah anggoné kauripan
kang langgeng uriping SUKSMA PRAMANA kang pranawa
kasebut, manawa pisah aninggalaké badan gumelar, utawa
ija manawa kauripaning kalahiran iku sirna, mangka anané
SUKSMA PRAMANA kang apranawa tan kasat ing nétra,
ananging ija bisa kinawruhan klajan tingaling kawruh kang
saka pangawruhing pantjapranawa, mangkono iku manawa
wus waspada tingaling pranawa mau kang animpuni.
35. Anadéné wewengané pangawruh limang prakara mau, iku
kanja tahané anuli kaja liré pangandikané Sang Hyang Na-
radha, amedharaké: KOSOK BALINE, PURAWANING
ANA SAKA ORA, kang dèn tegesi: Witting LAHIR sang-
kaning BATIN.
36. Tjethané witing LAHIR sangkaning BATIN iku, tan pra-
béda klawan lire KAHANAN kang angèsthi KEDJATEN
mau. Dadi tjethané ing kahananing urip pribadi kang tu-
mrap ing kalahiran iki, sajekti angèsthi ing KEBATINANE.
Ija BATIN iku KEDJATENING URIPING KAHANAN,
kang angesthi maring KEDJATENING KEDJATEN, ija
KEDJATENING DAT KANG AMAHA TUNGGAL.
37. Tjethané LAHIR iku KAHANAN, jaiku KAWONTENAN
saka ing SEDJATINE.
BATIN iku KEDJATEN, jaiku KEDJATOSAN
ing WAHANANE, jaiku SEDJATINE.
1)
Wahjamaja
wahju pepadhang, dumunung ing utek.
45<noinclude>{{rh|||45}}</noinclude>
41l619lt8i39bvpaiz035muh82k8zop
78801
78798
2026-05-19T13:31:31Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78801
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=33>
{{sp|MAJA}}, sarta ijaiku werdiné, mangka kahanan kang anelahi lan mahanani ing {{sp|wahju djati}}, kang adedunung anèng {{sp|karatoning wahja maja}} <ref name=cad1>Wahjamaja = wahju pepadhang, dumunung ing utek.</ref>, sarta ija wahju djati iku aran wahju nugrahaning kauripan kang sampurna djati wisésa ing sangkan-paran, ing kamulyaning dumadi anunggal kawula GUSTI.
<li>Mangkono anané kahananing pantjadrija sedjati kang kawahanan déning pantja pranawa kang dèn arani dadi pepadhanging kaèlingan (pepadhanging éling), sarta ija pranawa iku kang mangka DJATINING PRAMANA, utawa ija KAURIPANING SUKSMANA, awit saking djedjeré WAHANANE DAT kang AMAHA ESA.</li>
<li>Sabandjuré kanjatahan kahananing pantjadrija kang apranawa mau, jaiku wahanan kauripaning pramana, dadi anané kauripaning SUKSMA utawa kauripané URIP kang LANGGENG. Déne padunungan lan arah anggoné kauripan kang langgeng uriping SUKSMA PRAMANA kang pranawa kasebut, manawa pisah aninggalaké badan gumelar, utawa ija manawa kauripaning kalahiran iku sirna, mangka anané SUKSMA PRAMANA kang apranawa tan kasat ing nétra, ananging ija bisa kinawruhan klajan tingaling kawruh kang saka pangawruhing pantjapranawa, mangkono iku manawa wus waspada tingaling pranawa mau kang animpuni.</li>
<li>Anadéné wewengané pangawruh limang prakara mau, iku kanja tahané anuli kaja liré pangandikané Sang Hyang Naradha, amedharaké: ''KOSOK BALINE, PURAWANING ANA SAKA ORA'', kang dèn tegesi: Witting LAHIR sangkaning BATIN.</li>
<li>Tjethané witing LAHIR sangkaning BATIN iku, tan prabéda klawan lire KAHANAN kang angèsthi KEDJATEN mau. Dadi tjethané ing kahananing urip pribadi kang tumrap ing kalahiran iki, sajekti angèsthi ing KEBATINANE Ija BATIN iku KEDJATENING URIPING KAHANAN, kang angesthi maring KEDJATENING KEDJATEN, ija KEDJATENING DAT KANG AMAHA TUNGGAL.</li>
<li>Tjethané LAHIR iku KAHANAN, jaiku KAWONTENAN saka ing SEDJATINE BATIN iku KEDJATEN, jaiku KEDJATOSAN ing WAHANANE, jaiku SEDJATINE.</li></ol>
<references/><noinclude>{{rh|||45}}</noinclude>
43mxp0y972bqfghqcsoqcsnue5xowxf
79069
78801
2026-05-20T06:33:53Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79069
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=33>
{{sp|MAJA}}, sarta ijaiku werdiné, mangka kahanan kang anelahi lan mahanani ing {{sp|wahju djati}}, kang adedunung anèng {{sp|karatoning wahja maja}} <ref name=cad1>Wahjamaja = wahju pepadhang, dumunung ing utek.</ref>, sarta ija wahju djati iku aran wahju nugrahaning kauripan kang sampurna djati wisésa ing sangkan-paran, ing kamulyaning dumadi anunggal kawula GUSTI.
<li>Mangkono anané kahananing pantjadrija sedjati kang kawahanan déning pantja pranawa kang dèn arani dadi pepadhanging kaèlingan (pepadhanging éling), sarta ija pranawa iku kang mangka DJATINING PRAMANA, utawa ija KAURIPANING SUKSMANA, awit saking djedjeré WAHANANE DAT kang AMAHA ESA.</li>
<li>Sabandjuré kanjatahan kahananing pantjadrija kang apranawa mau, jaiku wahanan kauripaning pramana, dadi anané kauripaning SUKSMA utawa kauripané URIP kang LANGGENG. Déne padunungan lan arah anggoné kauripan kang langgeng uriping SUKSMA PRAMANA kang pranawa kasebut, manawa pisah aninggalaké badan gumelar, utawa ija manawa kauripaning kalahiran iku sirna, mangka anané SUKSMA PRAMANA kang apranawa tan kasat ing nétra, ananging ija bisa kinawruhan klajan tingaling kawruh kang saka pangawruhing pantjapranawa, mangkono iku manawa wus waspada tingaling pranawa mau kang animpuni.</li>
<li>Anadéné wewengané pangawruh limang prakara mau, iku kanja tahané anuli kaja liré pangandikané Sang Hyang Naradha, amedharaké: ''KOSOK BALINE, PURAWANING ANA SAKA ORA'', kang dèn tegesi: Witting LAHIR sangkaning BATIN.</li>
<li>Tjethané witing LAHIR sangkaning BATIN iku, tan prabéda klawan lire KAHANAN kang angèsthi KEDJATEN mau. Dadi tjethané ing kahananing urip pribadi kang tumrap ing kalahiran iki, sajekti angèsthi ing KEBATINANE Ija BATIN iku KEDJATENING URIPING KAHANAN, kang angesthi maring KEDJATENING KEDJATEN, ija KEDJATENING DAT KANG AMAHA TUNGGAL.</li>
<li>Tjethané LAHIR iku KAHANAN, jaiku KAWONTENAN saka ing SEDJATINE BATIN iku KEDJATEN, jaiku KEDJATOSAN ing WAHANANE, jaiku SEDJATINE.</li></ol>
<references/><noinclude>{{rh|||45}}</noinclude>
9i1gt89kb3c0sexyldhh8dltoyql7zj
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/34
250
25017
78794
2026-05-19T13:17:58Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78794
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78817
78794
2026-05-19T15:03:26Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78817
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 30 —}}</noinclude>'''<center>{{Jawa|<sup>8</sup>꧋ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦝꦠꦼꦁꦩꦼꦁꦏꦃꦥꦼꦂꦭꦸ}}</center>'''
'''<center>{{Jawa|ꦔꦶꦧꦢꦃꦏ꦳ꦗꦶ꧉}}</center>'''
{{Jawa|꧋ꦤꦭꦶꦏꦠꦲꦸꦤ꧀ꦲꦶꦗꦿꦃꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦥꦶꦁꦱꦢꦱ꧈ꦓꦸꦱ꧀ꦡꦶꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦝꦠꦼꦁꦩꦼꦏꦃꦥꦼꦂꦭꦸꦔꦶꦧꦢꦃꦏ꦳ꦗꦶ꧈ꦏꦣꦺꦫꦺꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦢꦺꦤꦶꦁꦥꦫꦱꦏ꦳ꦧꦠ꧀ꦠꦸꦮꦶꦤ꧀ꦥꦫꦩꦸꦱ꧀ꦭꦶꦩꦶꦤ꧀ꦕꦕꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦧꦺꦴꦠꦼꦱ꧀ꦏꦶꦫꦁꦱꦏꦶꦁ <sup>90.000</sup>꧉ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦉꦢꦶꦄꦫꦦ꦳ꦃꦥꦚ꧀ꦗꦼꦤꦼꦁꦔꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꦳꧀ꦏꦸ ꦠ꧀ꦧꦃꦲꦤꦼꦫꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦥꦿꦏꦮꦶꦱ꧀ꦥꦿꦏꦮꦶꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦒꦩꦆꦱꦩ꧀ꦱꦲꦥꦿꦤꦠꦤ꧀ꦥꦿꦤꦠꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦟ꧀ꦛꦶꦱꦕꦼꦛꦱꦼꦛꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀꧈ꦲꦶꦁꦮꦼꦏ꧀ꦢꦭ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦲꦸꦒꦶꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ <sup>s.a.w.</sup>ꦤꦩ꧀ꦥꦶꦮꦃꦪꦸꦱꦏꦶꦁꦓꦸꦱ꧀ꦡꦶꦄꦭ꧀ꦭꦃ꧈ꦮꦃꦪꦸꦮꦲꦸꦩꦶꦤꦺꦴꦁꦏꦥꦤꦸꦠꦸꦥ꧀ꦥꦶꦁꦲꦪꦠ꧀ꦲꦪꦠ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦩ꧀ꦥꦤ꧀ꦏꦮꦃꦪꦺꦴꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦄꦪꦠ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦱꦼꦧꦸꦠ꧀ꦲꦶꦁꦱꦸꦫꦠ꧀ꦩꦆꦢꦃꦤꦺꦴꦩꦼꦂ<sup>5.</sup>꧈ꦢꦺꦤꦺꦱꦸꦫꦲꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦏꦠꦼꦤ꧀꧇ꦲꦶꦁꦢꦶꦤꦲꦶꦏꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ [ꦓꦸꦱ꧀ꦡꦶꦄꦭ꧀ꦭꦃ]ꦮꦸꦱ꧀ꦲꦚꦩ꧀ꦥꦸꦂꦤꦏ꧀ꦲꦏꦺꦠꦸꦩꦿꦥ꧀ꦏꦺꦴꦮꦺꦏꦧꦺꦃꦥꦿꦏꦫꦤꦺꦲꦒꦩꦩꦸ ꧌ꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀꧌ꦭꦤ꧀ꦲꦶꦁꦱꦸ}}<noinclude></noinclude>
k7b7y2gfpm6lktuh7bnm46exc3ghi0f
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/46
250
25018
78802
2026-05-19T13:32:26Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "Kang mungkul ing WISESA. Tegesé jaiku panduking PA- MYARSA kang kawldjil saka ing WISESANING URIP SEDJATI kang mungkul ing KEDJATENE. Kang mungkul ing PANGRASA. Tegesé jaiku panduking PA- NGRASA utawa ija panduking prana 31. Terangé: kang kawidjil saka ing PANGRASA- NING URIP SEDJATI kang mung- kul ing KEDJATENE. I. SWARA. Swara kang kawidjil saka ing LESAN iku asal saka ing muhung BAWA, tegesé awit saking BA- WANING KEDJATEN, tandhané tata titis, kar...
78802
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Kang mungkul ing WISESA. Tegesé jaiku panduking PA-
MYARSA kang kawldjil saka ing
WISESANING URIP SEDJATI kang
mungkul ing KEDJATENE.
Kang mungkul ing PANGRASA. Tegesé jaiku panduking PA-
NGRASA utawa ija panduking prana
31. Terangé:
kang kawidjil saka ing PANGRASA-
NING URIP SEDJATI kang mung-
kul ing KEDJATENE.
I. SWARA. Swara kang kawidjil saka ing LESAN iku
asal saka ing muhung BAWA, tegesé awit saking BA-
WANING KEDJATEN, tandhané tata titis, karana mu-
hung binawa tjinakrabawa saking tjiptané kang apra-
nawa.
II. PANGGANDA. Pangganda kang saking lakuning napas
ing GRANA iku asal saka ing muhung PURBA, tegesé
awit saking PURBANING KEDJATEN, tandhané
éling, sarèh utawa putus, karana muhung pinurba sa-
king tjiptané kang apranawa.
III. PAMIRSA. Pamirsa utawa paningal kang saking pani-
ngaling NETRA iku asal saka ing muhung WASKITHA,
tegesé ija awit saking TINGALING KEDJATEN mau,
tandhané pramana, awas waspada, weruh lan ngawe-
ruhi karana muhung winawas saking tjiptané kang
apranawa
IV. PAMYARSA. Pamyarsa kang saka ing KARNA (ku-
ping) iku WISESA, tegesé ija awit saking WISESANING
KEDJATEN mau, tandhané pranawa, tanggap, misesa
utawa mengku, karana muhung rinasa saking tjiptané
kang apranawa.
V. PANGRASA. Angrasa kang saka ing kahanané angga
(badan) sakodjur iku PANGRASA, tegese ija awit
saking RAHSWANING KEDJATEN mau, tandhane
ening (eneng), karana muhung rinasa saking tjiptane
kang apranawa.
32. Sabandjuré, PRANAWA kang ateges pepadhang utawa pa-
dhang kasebut mau, jaiku mangka tingaiing pantjadrija ing
pangèdhepé kang mungkul marang budhiné sarta ijaiku
kang ingaranan TJIPTA PRANAWA, utawa ija ingaranan
TJIPTA KANG PADHANG. Sabandjuré ija kang ingara-
nan TJIPTA PRANAWA iku uga ingaranan TJIPTA
44<noinclude>{{rh|44}}</noinclude>
19854iehayqyryx4gk4eu0lqqf6pt5u
78806
78802
2026-05-19T13:43:50Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78806
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=31>
Kang mungkul ing WISESA. Tegesé jaiku panduking PAMYARSA kang kawldjil saka ing WISESANING URIP SEDJATI kang mungkul ing KEDJATENE.
Kang mungkul ing PANGRASA. Tegesé jaiku panduking PANGRASA utawa ija panduking prana kang kawidjil saka ing PANGRASANING URIP SEDJATI kang mungkul ing KEDJATENE.
<li>Terangé:<br>
<ol type=I>
<li>SWARA. Swara kang kawidjil saka ing LESAN iku asal saka ing muhung BAWA, tegesé awit saking BAWANING KEDJATEN, tandhané tata titis, karana muhung binawa tjinakrabawa saking tjiptané kang apranawa.</li>
<li>PANGGANDA. Pangganda kang saking lakuning napas ing GRANA iku asal saka ing muhung PURBA, tegesé awit saking PURBANING KEDJATEN, tandhané éling, sarèh utawa putus, karana muhung pinurba saking tjiptané kang apranawa.</li>
<li>PAMIRSA. Pamirsa utawa paningal kang saking paningaling NETRA iku asal saka ing muhung WASKITHA, tegesé ija awit saking TINGALING KEDJATEN mau, tandhané pramana, awas waspada, weruh lan ngaweruhi karana muhung winawas saking tjiptané kang apranawa</li>
<li>PAMYARSA. Pamyarsa kang saka ing KARNA (kuping) iku WISESA, tegesé ija awit saking WISESANING KEDJATEN mau, tandhané pranawa, tanggap, misesa utawa mengku, karana muhung rinasa saking tjiptané kang apranawa.</li>
<li>PANGRASA. Angrasa kang saka ing kahanané angga (badan) sakodjur iku PANGRASA, tegese ija awit saking RAHSWANING KEDJATEN mau, tandhane ening (eneng), karana muhung rinasa saking tjiptane kang apranawa.</li></ol></li>
<li>Sabandjuré, PRANAWA kang ateges pepadhang utawa padhang kasebut mau, jaiku mangka tingaiing pantjadrija ing pangèdhepé kang mungkul marang {{sp|budhiné}} sarta ijaiku kang ingaranan TJIPTA PRANAWA, utawa ija ingaranan TJIPTA KANG PADHANG. Sabandjuré ija kang ingaranan TJIPTA PRANAWA iku uga ingaranan {{sp|TJIPTA}}</li></ol><noinclude>{{rh|44}}</noinclude>
3uo91pve6ztptzln3rskvmtwxa4x1i8
79096
78806
2026-05-20T07:59:26Z
Thersetya2021
125
79096
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=31>
Kang mungkul ing WISESA. Tegesé jaiku panduking <br>
::::PAMYARSA kang kawldjil saka ing WISESANING URIP SEDJATI kang mungkul ing KEDJATENE.
Kang mungkul ing PANGRASA. Tegesé jaiku panduking <br>
::::PANGRASA utawa ija panduking prana kang kawidjil saka ing PANGRASANING URIP SEDJATI kang mungkul ing KEDJATENE.
<li>Terangé:<br>
<ol type=I>
<li>SWARA. Swara kang kawidjil saka ing LESAN iku asal saka ing muhung BAWA, tegesé awit saking BAWANING KEDJATEN, tandhané tata titis, karana muhung binawa tjinakrabawa saking tjiptané kang apranawa.</li>
<li>PANGGANDA. Pangganda kang saking lakuning napas ing GRANA iku asal saka ing muhung PURBA, tegesé awit saking PURBANING KEDJATEN, tandhané éling, sarèh utawa putus, karana muhung pinurba saking tjiptané kang apranawa.</li>
<li>PAMIRSA. Pamirsa utawa paningal kang saking paningaling NETRA iku asal saka ing muhung WASKITHA, tegesé ija awit saking TINGALING KEDJATEN mau, tandhané pramana, awas waspada, weruh lan ngaweruhi karana muhung winawas saking tjiptané kang apranawa</li>
<li>PAMYARSA. Pamyarsa kang saka ing KARNA (kuping) iku WISESA, tegesé ija awit saking WISESANING KEDJATEN mau, tandhané pranawa, tanggap, misesa utawa mengku, karana muhung rinasa saking tjiptané kang apranawa.</li>
<li>PANGRASA. Angrasa kang saka ing kahanané angga (badan) sakodjur iku PANGRASA, tegese ija awit saking RAHSWANING KEDJATEN mau, tandhane ening (eneng), karana muhung rinasa saking tjiptane kang apranawa.</li></ol></li>
<li>Sabandjuré, PRANAWA kang ateges pepadhang utawa padhang kasebut mau, jaiku mangka tingaiing pantjadrija ing pangèdhepé kang mungkul marang {{sp|budhiné}} sarta ijaiku kang ingaranan TJIPTA PRANAWA, utawa ija ingaranan TJIPTA KANG PADHANG. Sabandjuré ija kang ingaranan TJIPTA PRANAWA iku uga ingaranan {{sp|TJIPTA}}</li></ol><noinclude>{{rh|44}}</noinclude>
ino73i1glc6t3dkix2vfrm0ad3b5kr2
79097
79096
2026-05-20T07:59:42Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79097
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol start=31>
Kang mungkul ing WISESA. Tegesé jaiku panduking <br>
::::PAMYARSA kang kawldjil saka ing WISESANING URIP SEDJATI kang mungkul ing KEDJATENE.
Kang mungkul ing PANGRASA. Tegesé jaiku panduking <br>
::::PANGRASA utawa ija panduking prana kang kawidjil saka ing PANGRASANING URIP SEDJATI kang mungkul ing KEDJATENE.
<li>Terangé:<br>
<ol type=I>
<li>SWARA. Swara kang kawidjil saka ing LESAN iku asal saka ing muhung BAWA, tegesé awit saking BAWANING KEDJATEN, tandhané tata titis, karana muhung binawa tjinakrabawa saking tjiptané kang apranawa.</li>
<li>PANGGANDA. Pangganda kang saking lakuning napas ing GRANA iku asal saka ing muhung PURBA, tegesé awit saking PURBANING KEDJATEN, tandhané éling, sarèh utawa putus, karana muhung pinurba saking tjiptané kang apranawa.</li>
<li>PAMIRSA. Pamirsa utawa paningal kang saking paningaling NETRA iku asal saka ing muhung WASKITHA, tegesé ija awit saking TINGALING KEDJATEN mau, tandhané pramana, awas waspada, weruh lan ngaweruhi karana muhung winawas saking tjiptané kang apranawa</li>
<li>PAMYARSA. Pamyarsa kang saka ing KARNA (kuping) iku WISESA, tegesé ija awit saking WISESANING KEDJATEN mau, tandhané pranawa, tanggap, misesa utawa mengku, karana muhung rinasa saking tjiptané kang apranawa.</li>
<li>PANGRASA. Angrasa kang saka ing kahanané angga (badan) sakodjur iku PANGRASA, tegese ija awit saking RAHSWANING KEDJATEN mau, tandhane ening (eneng), karana muhung rinasa saking tjiptane kang apranawa.</li></ol></li>
<li>Sabandjuré, PRANAWA kang ateges pepadhang utawa padhang kasebut mau, jaiku mangka tingaiing pantjadrija ing pangèdhepé kang mungkul marang {{sp|budhiné}} sarta ijaiku kang ingaranan TJIPTA PRANAWA, utawa ija ingaranan TJIPTA KANG PADHANG. Sabandjuré ija kang ingaranan TJIPTA PRANAWA iku uga ingaranan {{sp|TJIPTA}}</li></ol><noinclude>{{rh|44}}</noinclude>
e4sgxurjrmcqirhxqy0u7e8rditvk7e
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/33
250
25019
78804
2026-05-19T13:38:22Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78804
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78813
78804
2026-05-19T14:00:05Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78813
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 29 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦥꦫꦩꦸꦱ꧀ꦭꦶꦩꦶꦤ꧀ꦭꦤ꧀ꦭꦤ꧀ꦱꦃꦚꦸꦚꦸꦮꦸꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦓꦸꦱ꧀ꦡꦶꦄꦭ꧀ꦭꦃ꧈ꦲꦶꦁꦥꦶꦠꦸꦭꦸꦁꦔꦤ꧀ꦱꦲꦏꦩꦶꦫꦃꦲꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦸꦮꦶꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦏꦺꦤ꧀ꦢꦼꦭ꧀ꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦔꦿꦺꦏꦢꦪꦩꦸꦫꦶꦃꦫꦶꦏꦠ꧀ꦱꦸꦩꦼꦧꦂꦫꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦒꦩꦶꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀ꦲꦶꦁꦱꦲꦶꦤ꧀ꦢꦼꦁꦔꦶꦁꦧꦸꦮꦤ꧉ꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦲꦒꦶꦥꦫꦩꦸꦱ꧀ꦭꦶꦩꦶꦤ꧀ꦱꦩꦶꦠꦼꦠꦼꦥ꧀ꦭꦤ꧀ꦩꦤ꧀ꦠꦼꦥ꧀ꦱꦂꦠꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦮꦱ꧀ꦱꦸꦩꦼꦭꦁꦩꦭꦶꦃ꧈ꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦲꦤꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦝꦮꦸꦃꦣꦮꦸꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦓꦸꦱꦶꦄꦭ꧀ꦭꦃꦩꦶꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦥꦶꦮꦸꦭꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦫꦯꦸꦭ꧀ꦭꦭ꧀ꦭꦃ꧈ꦏꦟ꧀ꦛꦶꦠꦸꦩꦼꦩꦼꦤ꧀꧈ꦥꦫꦩꦸꦱ꧀ꦭꦶꦩꦶꦤ꧀ꦱꦩꦶꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦲꦗꦿꦶꦃꦩ꧀ꦭꦫꦠ꧀ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦲꦗꦿꦶꦃꦥꦼꦗꦃ꧈ꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦩ꧀ꦧꦺꦭꦤ꧀ꦤꦶꦭꦤ꧀ꦲꦔ꧀ꦭꦸꦲꦸꦂꦫꦏꦼꦤ꧀ꦲꦒꦩꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦓꦸꦱ꧀ꦡꦶꦄꦭ꧀ꦭꦃ꧉}}
{{Jawa|꧋ꦮꦱꦤꦏꦟ꧀ꦛꦶꦥꦶꦠꦸꦭꦸꦁꦔꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦲꦩꦶꦫꦃ꧈ꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦭꦗꦼꦁꦱꦩꦶꦉꦧꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦩꦶꦭꦸꦩꦼꦧꦼꦠ꧀ꦲꦒꦩꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀ ꦲꦮꦶꦠ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦚꦠꦭꦤ꧀ꦕꦼꦛꦮꦺꦭꦮꦺꦭꦧꦶꦭꦶꦃꦲꦒꦩꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀ꦥꦹꦤꦶꦏꦥꦺꦴꦏꦺꦴꦏ꧀ꦏꦶꦁꦔꦒꦼꦱꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦒꦼꦢ꧀ꦩꦶꦭꦸꦗꦼꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦢꦸꦚꦢꦸꦩꦸꦒꦶꦲꦶꦁꦄꦏ꦳ꦺꦫꦠ꧀꧈}}<noinclude></noinclude>
fcrghhn8b2nrio903xu07d0nnn9fnl4
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/45
250
25020
78807
2026-05-19T13:46:02Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "25. Sabandjuré, mangka ija pantjadrija kasebut mau, kang dadi minangka warananing panggajuh mau, kang nudju ing ka- sampurnan Ananging kalakoné, jaiku amung klajan kaha- nané pantjadrija sedjati tegesé ija pantjadrija kang prana- pranawa ing kahanané, ing tetepé araning pantjadumadya kang saka lan dadi warananing Kedjatèn mau. 26 Anuli, mangka bisané pantjadrija mau pranawa, muhung amung manawa kahanané mengku usada, jaiku srana utawa ija usada kang a...
78807
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>25. Sabandjuré, mangka ija pantjadrija kasebut mau, kang dadi
minangka warananing panggajuh mau, kang nudju ing ka-
sampurnan Ananging kalakoné, jaiku amung klajan kaha-
nané pantjadrija sedjati tegesé ija pantjadrija kang prana-
pranawa ing kahanané, ing tetepé araning pantjadumadya
kang saka lan dadi warananing Kedjatèn mau.
26 Anuli, mangka bisané pantjadrija mau pranawa, muhung
amung manawa kahanané mengku usada, jaiku srana utawa
ija usada kang awudjud pangerti, ija pangertening kahanan
kang marang pangerti sedjati mau, kang jaiku diarani Sa-
Dat Tunggal Kilima Usada kasebut mau.
27. Lah ija klawan Kalima Usada mau kang tumanduk ing
pantjadrijaning ngaurip iki, kang anudju sawidji Da- ting
Pangeran Kang Maha Suktji Mulya Wisesa.
28. Déné lakuné ing teteping Sadat Tunggal Kalima Usada iku,
makerti lan makarti marang rehing kadyatmikan lan kawi-
tjaksanan, ijaiku tingaling pramana djati:
kang muhung klawan BAWANE,
kang muhung klawan PURBANE,
kang muhung klawan KAWASKITHANE,
kang muhung klawan KAWISESANE, lan
kang muhung klawan PANGRASANE.
29. Ija limang prakara iku, awit déné saka waranané TRI-
MURTI wisésaning KEDJATEN mau, kadadejane ambabar
gumelaring KASUKTJEN KAMULYAN lan KALUHURA-
NING ngaurip iki.
30. Anadené panduking pantjadrija sedjati limang prakara mau.
tjethané sawidji-widji lirė jaiku:
Kang mungkul ing BAWA Tegesé jaiku panduking WA
TJANA kang kawidjil saka ing BA-
WANE URIP SEDJATI kang mung
kul marang ing KEDJATENE.
Kang mungkul ing PURBA. Tegesé jaiku panduking KA-
ELINGAN kang kawidjil saka ing
PURBANING URIP SEDJATI kang
mungkul ing KEDJATENE.
Kang mungkul ing WASKITHA, Tegesé jaiku panduking
PAMIRSA (PANINGAL) kang kawi-
djil saka ing WASKITHANE URIP
SEDJATI kang mungkul ing KEDJA-
TENE.
43<noinclude></noinclude>
rmwi02w0ntnvchq7rslrfb80k524vd7
78808
78807
2026-05-19T13:49:57Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78808
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=25>
<li>Sabandjuré, mangka ija pantjadrija kasebut mau, kang dadi minangka warananing panggajuh mau, kang nudju ing kasampurnan Ananging kalakoné, jaiku amung klajan kahanané pantjadrija sedjati tegesé ija pantjadrija kang prana-pranawa ing kahanané, ing tetepé araning pantjadumadya kang saka lan dadi warananing Kedjatèn mau.</li>
<li>Anuli, mangka bisané pantjadrija mau pranawa, muhung amung manawa kahanané mengku usada, jaiku srana utawa ija usada kang awudjud pangerti, ija pangertening kahanan kang marang pangerti sedjati mau, kang jaiku diarani SaDat Tunggal Kilima Usada kasebut mau.</li>
<li>Lah ija klawan Kalima Usada mau kang tumanduk ing pantjadrijaning ngaurip iki, kang anudju sawidji Da- ting Pangeran Kang Maha Suktji Mulya Wisesa.</li>
<li>Déné lakuné ing teteping Sadat Tunggal Kalima Usada iku, makerti lan makarti marang rehing kadyatmikan lan kawitjaksanan, ijaiku tingaling pramana djati:<br>
<poem>
kang muhung klawan BAWANE,
kang muhung klawan PURBANE,
kang muhung klawan KAWASKITHANE,
kang muhung klawan KAWISESANE, lan
kang muhung klawan PANGRASANE.</poem></li>
<li>Ija limang prakara iku, awit déné saka waranané TRIMURTI wisésaning KEDJATEN mau, kadadejane ambabar gumelaring KASUKTJEN KAMULYAN lan KALUHURANING ngaurip iki.</li>
<li>Anadené panduking pantjadrija sedjati limang prakara mau tjethané sawidji-widji lirė jaiku:<br>
Kang mungkul ing BAWA Tegesé jaiku panduking WATJANA kang kawidjil saka ing BAWANE URIP SEDJATI kang mungkul marang ing KEDJATENE.<br>
Kang mungkul ing PURBA. Tegesé jaiku panduking KAELINGAN kang kawidjil saka ing PURBANING URIP SEDJATI kang mungkul ing KEDJATENE.<br>
Kang mungkul ing WASKITHA, Tegesé jaiku panduking PAMIRSA (PANINGAL) kang kawidjil saka ing WASKITHANE URIP SEDJATI kang mungkul ing KEDJATENE.</li></ol><noinclude></noinclude>
jc3xn0de4l2ft7kvo90ok88e8q9qsmu
79028
78808
2026-05-20T05:31:50Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79028
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=25>
<li>Sabandjuré, mangka ija pantjadrija kasebut mau, kang dadi minangka warananing panggajuh mau, kang nudju ing kasampurnan Ananging kalakoné, jaiku amung klajan kahanané pantjadrija sedjati tegesé ija pantjadrija kang prana-pranawa ing kahanané, ing tetepé araning pantjadumadya kang saka lan dadi warananing Kedjatèn mau.</li>
<li>Anuli, mangka bisané pantjadrija mau pranawa, muhung amung manawa kahanané mengku usada, jaiku srana utawa ija usada kang awudjud pangerti, ija pangertening kahanan kang marang pangerti sedjati mau, kang jaiku diarani SaDat Tunggal Kilima Usada kasebut mau.</li>
<li>Lah ija klawan Kalima Usada mau kang tumanduk ing pantjadrijaning ngaurip iki, kang anudju sawidji Da- ting Pangeran Kang Maha Suktji Mulya Wisesa.</li>
<li>Déné lakuné ing teteping Sadat Tunggal Kalima Usada iku, makerti lan makarti marang rehing kadyatmikan lan kawitjaksanan, ijaiku tingaling pramana djati:<br>
<poem>
kang muhung klawan BAWANE,
kang muhung klawan PURBANE,
kang muhung klawan KAWASKITHANE,
kang muhung klawan KAWISESANE, lan
kang muhung klawan PANGRASANE.</poem></li>
<li>Ija limang prakara iku, awit déné saka waranané TRIMURTI wisésaning KEDJATEN mau, kadadejane ambabar gumelaring KASUKTJEN KAMULYAN lan KALUHURANING ngaurip iki.</li>
<li>Anadené panduking pantjadrija sedjati limang prakara mau tjethané sawidji-widji lirė jaiku:<br>
Kang mungkul ing BAWA Tegesé jaiku panduking WATJANA kang kawidjil saka ing BAWANE URIP SEDJATI kang mungkul marang ing KEDJATENE.<br>
Kang mungkul ing PURBA. Tegesé jaiku panduking KAELINGAN kang kawidjil saka ing PURBANING URIP SEDJATI kang mungkul ing KEDJATENE.<br>
Kang mungkul ing WASKITHA, Tegesé jaiku panduking PAMIRSA (PANINGAL) kang kawidjil saka ing WASKITHANE URIP SEDJATI kang mungkul ing KEDJATENE.</li></ol><noinclude></noinclude>
qc7dgfe5w0il8y98kudi4sfzghbq1fl
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/44
250
25021
78809
2026-05-19T13:50:21Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "19. Kaja ing mau wus kawedharaké, manawa kahananing pan- tjadrija sedjati iku, ja kang mangka dadi kahanané ANANE, djalaran ija awit saka sedjatinė pantjadumadya baé kang kawasa muhung maring ANANE WAHANANE lan KA- HANANE kang sedjati, djer ijaiku awit saking purbané Kedjajèning PANTJAMAJA ija majaning DAT sedjati kang Maha Suktji Mulya Wisesa. 20. Liré anané LESAN (tjangkem), mahanani SWARA, djati- ning BAWA. 21. anané GRANA (irung), mahanani PANGGAN...
78809
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>19. Kaja ing mau wus kawedharaké, manawa kahananing pan-
tjadrija sedjati iku, ja kang mangka dadi kahanané ANANE,
djalaran ija awit saka sedjatinė pantjadumadya baé kang
kawasa muhung maring ANANE WAHANANE lan KA-
HANANE kang sedjati, djer ijaiku awit saking purbané
Kedjajèning PANTJAMAJA ija majaning DAT sedjati kang
Maha Suktji Mulya Wisesa.
20. Liré anané LESAN (tjangkem), mahanani SWARA, djati-
ning BAWA.
21.
anané GRANA (irung), mahanani PANGGANDA, dja-
tining PURBA,
anané NETRA (mripat), mahanani PAMIRSA, djati-
ning WASKITHA.
anané KARNA (kuping), mahanani PAMYARSA (pa-
ngrungu), djatining WISESA.
anané RAHSA (RASA), mahanani KARASA, djatining
PANGRASA.
Lah ijaiku tjethané kang dèn arani kahanané PANTJA-
DUMADYA ija sedjatiné PANTJADRIJA SEDJATI, mang-
ka kahanané uripé manungsa sedjati kang PRANA PRA-
NAWA, sarta ijaiku kang minangka dadi kahananing PRA-
MANA, werdiné pramana jaiku kang minangka djedjering
Kedjatèn kang gaib kang ana ing kahanan kang aniputi.
22. Dadi wus tetéla, manawa kang dèn arani gelaring urip kang
sedjatiné kasebut mau, jaiku kahananing urip ing panduk-
ing pantjadrija djatining pantjadumadya, kang makarti
angèsthi marang Kedjatèn baé. Lah ijaiku manawa wus
sampurna djati wisésa ing pangèsthiné, tegesé jèn wus ki-
nawruhan ing Kedjatèné kang klawan sampurna, sajekti
ora kasamaran marang sangkan paraning dumadi, djalaran
wus pramana lan waskitha djatining Tunggal.
23. Mangkono werdiné gaibing DAT kang bandjur dumadi ing
kanjatahan. Njatané teka kawasa ambabar wisésa kang
awudjud gumelar ananing kasuktjèn kamulyan lan kaluhu-
ran. Ijaiku wudjuding manungsa djati sampurna, saéngga
abadan budhi, asarira Bathara, sawarna rupa, djalaran dé-
né kanjatahan sinung djedjering Dat kang Suktji Mulya
Wisésa mau.
24. Dadi ijaiku tjethané, anané HINGSUN KEDJATEN, kang
dumunung ana ing kahananing INGSUN sanjata sedjati,
utawa ijaiku liré, babaré WISESANING HINGSUN KE-
DJATEN, kang bandjur gumelar dadi wisésaning ingsun
sanjata (sedjati).
42<noinclude></noinclude>
ib8yld167khm4o85tpl58x93niocugn
78810
78809
2026-05-19T13:55:36Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78810
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=19>
<li>Kaja ing mau wus kawedharaké, manawa kahananing pantjadrija sedjati iku, ja kang mangka dadi kahanané ANANE, djalaran ija awit saka sedjatinė pantjadumadya baé kang kawasa muhung maring ANANE WAHANANE lan KAHANANE kang sedjati, djer ijaiku awit saking purbané Kedjajèning PANTJAMAJA ija majaning DAT sedjati kang Maha Suktji Mulya Wisesa.</li>
<li>Liré anané LESAN (tjangkem), mahanani SWARA, djatining BAWA.<br>
anané GRANA (irung), mahanani PANGGANDA, djatining PURBA,<br>
anané NETRA (mripat), mahanani PAMIRSA, djatining WASKITHA.<br>
anané KARNA (kuping), mahanani PAMYARSA (pangrungu), djatining WISESA.<br>
anané RAHSA (RASA), mahanani KARASA, djatining PANGRASA.</li>
<li>Lah ijaiku tjethané kang dèn arani kahanané PANTJADUMADYA ija sedjatiné PANTJADRIJA SEDJATI, mangka kahanané uripé manungsa sedjati kang PRANA PRANAWA, sarta ijaiku kang minangka dadi kahananing PRAMANA, werdiné pramana jaiku kang minangka djedjering Kedjatèn kang gaib kang ana ing kahanan kang aniputi.</li>
<li>Dadi wus tetéla, manawa kang dèn arani gelaring urip kang sedjatiné kasebut mau, jaiku kahananing urip ing panduking pantjadrija djatining pantjadumadya, kang makarti angèsthi marang Kedjatèn baé. Lah ijaiku manawa wus sampurna djati wisésa ing pangèsthiné, tegesé jèn wus kinawruhan ing Kedjatèné kang klawan sampurna, sajekti ora kasamaran marang sangkan paraning dumadi, djalaran wus pramana lan waskitha djatining Tunggal.</li>
<li>Mangkono werdiné gaibing DAT kang bandjur dumadi ing kanjatahan. Njatané teka kawasa ambabar wisésa kang awudjud gumelar ananing kasuktjèn kamulyan lan kaluhuran. Ijaiku wudjuding manungsa djati sampurna, saéngga abadan budhi, asarira Bathara, sawarna rupa, djalaran déné kanjatahan sinung djedjering Dat kang Suktji Mulya Wisésa mau.</li>
<li>Dadi ijaiku tjethané, anané HINGSUN KEDJATEN, kang dumunung ana ing kahananing INGSUN sanjata sedjati, utawa ijaiku liré, babaré WISESANING HINGSUN KEDJATEN, kang bandjur gumelar dadi wisésaning ingsun sanjata (sedjati).</li></ol><noinclude>{{rh|42}}</noinclude>
oguorys588z5rpdi0ogvmdqo5a8tu7o
79068
78810
2026-05-20T06:33:08Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79068
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=19>
<li>Kaja ing mau wus kawedharaké, manawa kahananing pantjadrija sedjati iku, ja kang mangka dadi kahanané ANANE, djalaran ija awit saka sedjatinė pantjadumadya baé kang kawasa muhung maring ANANE WAHANANE lan KAHANANE kang sedjati, djer ijaiku awit saking purbané Kedjajèning PANTJAMAJA ija majaning DAT sedjati kang Maha Suktji Mulya Wisesa.</li>
<li>Liré anané LESAN (tjangkem), mahanani SWARA, djatining BAWA.<br>
anané GRANA (irung), mahanani PANGGANDA, djatining PURBA,<br>
anané NETRA (mripat), mahanani PAMIRSA, djatining WASKITHA.<br>
anané KARNA (kuping), mahanani PAMYARSA (pangrungu), djatining WISESA.<br>
anané RAHSA (RASA), mahanani KARASA, djatining PANGRASA.</li>
<li>Lah ijaiku tjethané kang dèn arani kahanané PANTJADUMADYA ija sedjatiné PANTJADRIJA SEDJATI, mangka kahanané uripé manungsa sedjati kang PRANA PRANAWA, sarta ijaiku kang minangka dadi kahananing PRAMANA, werdiné pramana jaiku kang minangka djedjering Kedjatèn kang gaib kang ana ing kahanan kang aniputi.</li>
<li>Dadi wus tetéla, manawa kang dèn arani gelaring urip kang sedjatiné kasebut mau, jaiku kahananing urip ing panduking pantjadrija djatining pantjadumadya, kang makarti angèsthi marang Kedjatèn baé. Lah ijaiku manawa wus sampurna djati wisésa ing pangèsthiné, tegesé jèn wus kinawruhan ing Kedjatèné kang klawan sampurna, sajekti ora kasamaran marang sangkan paraning dumadi, djalaran wus pramana lan waskitha djatining Tunggal.</li>
<li>Mangkono werdiné gaibing DAT kang bandjur dumadi ing kanjatahan. Njatané teka kawasa ambabar wisésa kang awudjud gumelar ananing kasuktjèn kamulyan lan kaluhuran. Ijaiku wudjuding manungsa djati sampurna, saéngga abadan budhi, asarira Bathara, sawarna rupa, djalaran déné kanjatahan sinung djedjering Dat kang Suktji Mulya Wisésa mau.</li>
<li>Dadi ijaiku tjethané, anané HINGSUN KEDJATEN, kang dumunung ana ing kahananing INGSUN sanjata sedjati, utawa ijaiku liré, babaré WISESANING HINGSUN KEDJATEN, kang bandjur gumelar dadi wisésaning ingsun sanjata (sedjati).</li></ol><noinclude>{{rh|42}}</noinclude>
akgz51ndf9yz5ri061bnl5sunnsf9p3
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/42
250
25022
78811
2026-05-19T13:55:57Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "3. Déné tjethané: KEDJATEN iku anané GUSTI, jaiku HINGSUN. KAHANAN iku anané KAWULA, jaik INGSUN sedjati. 4. Lah mangkono sedjatiné kawruh kapanunggalan. Ijaiku anané pangèsthi lan kang kaèsthi. Kang pangèsthi jaiku kang lumaku anunggal DAT, waranané klawan de- dalaning kahanan kang anetepi ing Saha-Daté marang tu djuan kang kèsthi mau, jaiku Kedjaten. 5. Ija mangkono mau maksudé kaja kang kinarepaké dening pangandikané Sang Hyang Naradha, kang kabasa...
78811
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>3. Déné tjethané: KEDJATEN iku anané GUSTI, jaiku
HINGSUN.
KAHANAN iku anané KAWULA, jaik
INGSUN sedjati.
4. Lah mangkono sedjatiné kawruh kapanunggalan. Ijaiku
anané pangèsthi lan kang kaèsthi. Kang pangèsthi jaiku
kang lumaku anunggal DAT, waranané klawan de-
dalaning kahanan kang anetepi ing Saha-Daté marang tu
djuan kang kèsthi mau, jaiku Kedjaten.
5. Ija mangkono mau maksudé kaja kang kinarepaké dening
pangandikané Sang Hyang Naradha, kang kabasakaké: sa-
gunging KAHANAN punika angèsthi KEDJATOS.
AN. KEDJATOSAN punika wonten ing KAHANAN. Sek-
sinipun wonten manungsa.
6. Dadi ija liré surasa mau, mangka manungsa iki kang mi-
nangka kanjatahan pratandhaning paseksèn saka anané Ke-
djatèn mau, djalaran anané manungsa sedjati mau kang
minangka dumununging Kedjatèn kang ana ing kahanané
utawa kadadéjané.
7. Terangé manèh bab mau: kang dhingin iku ANANE,
kang kapindho WAHANANE,
kaping telu KAHANANE.
8.
Tjethané sangkan parané: jaiku ANANE mau, mahanani
iDg KAHANANE. Lah ijaiku kajektèné, mula sedjatiné dje-
djering Kedjatèn iku dumunung ing dalem uripé kita pri-
badi.
9. Sabandjuré pangandikané Sang Hyang Naradha amidjang-
aké: manawa diagading manungsa iku tan prabéda lan
djagading donja. Mula kabasakaké sadurungé ana TJAHJA
wus ana SWARA PINDHA GENTHA KEKELENG.
10. Lah ijaiku mangka kanjatahané ANANE mau kang luwih
dhingin sadurungé ana tjahja, tegesé sadurungé ana reru-
paning kahanan kang gelar iki, ing kono wus ana swara
kang luwih dhisik, kang kabasakaké pindha gentha keke-
leng.
11. Ing mangka SWARA iku djatining BAWA. Déné PINDHA
tegesé kaja, GENTHA KEKELENG jaiku dedununganing
KANTHA. Dadi tjethané SWARA utawa BAWA mau, jaiku
swaraning kantha ija bawaning kantha ing dedunungané.
40<noinclude></noinclude>
gdpptigb35qc6gvlk27hy5f2yqvjxge
78821
78811
2026-05-19T15:27:25Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78821
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=3>
<li>
{|
|-
|| Déné tjethané: || KEDJATEN iku anané GUSTI, jaiku HINGSUN.<br>
KAHANAN iku anané KAWULA, jaiku INGSUN sedjati.
|}</li>
<li>Lah mangkono sedjatiné kawruh kapanunggalan. Ijaiku anané pangèsthi lan kang kaèsthi. Kang pangèsthi jaiku kang lumaku {{sp|anunggal}} DAT, waranané klawan dedalaning kahanan kang anetepi ing Saha-Daté marang tudjuan kang kèsthi mau, jaiku Kedjaten.</li>
<li>Ija mangkono mau maksudé kaja kang kinarepaké dening pangandikané Sang Hyang Naradha, kang kabasakaké: {{sp|sagunging KAHANAN}} punika angèsthi KEDJATOSAN. KEDJATOSAN punika wonten ing KAHANAN. Seksinipun wonten {{sp|manungsa}}.</li>
<li>Dadi ija liré surasa mau, mangka manungsa iki kang minangka kanjatahan pratandhaning paseksèn saka anané Kedjatèn mau, djalaran anané manungsa sedjati mau kang minangka dumununging Kedjatèn kang ana ing kahanané utawa kadadéjané.</li>
<li>
{|
|-
|| Terangé manèh bab mau: || kang dhingin iku ANANE,<br>kang kapindho WAHANANE,<br>kaping telu KAHANANE.
|}</li>
<li>Tjethané sangkan parané: jaiku ANANE mau, mahanani ing KAHANANE. Lah ijaiku kajektèné, mula sedjatiné djedjering Kedjatèn iku dumunung ing dalem uripé kita pribadi.</li>
<li>Sabandjuré pangandikané Sang Hyang Naradha amidjangaké: manawa ''djagading manungsa iku tan prabéda lan djagading donja. Mula kabasakaké sadurungé ana TJAHJA wus ana SWARA PINDHA GENTHA KEKELENG.''</li>
<li>Lah ijaiku mangka kanjatahané ANANE mau kang luwih dhingin sadurungé ana tjahja, tegesé sadurungé ana rerupaning kahanan kang gelar iki, ing kono wus ana swara kang luwih dhisik, kang kabasakaké pindha gentha kekeleng.</li>
<li>Ing mangka SWARA iku djatining BAWA. Déné PINDHA tegesé ''kaja'', GENTHA KEKELENG jaiku dedununganing KANTHA. Dadi tjethané SWARA utawa BAWA mau, jaiku ''swaraning kantha ija bawaning kantha ing dedunungané''.</li></ol><noinclude>{{rh|40}}</noinclude>
trc475wrjku8wngdfeppz2uux70s4c6
79107
78821
2026-05-20T08:25:07Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79107
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>{|
|3. Déné tjethané: KEDJATEN iku anané GUSTI, jaiku HINGSUN.<br>
::::KAHANAN iku anané KAWULA, jaiku INGSUN sedjati.
|-
|4. Lah mangkono sedjatiné kawruh kapanunggalan. Ijaiku anané pangèsthi lan kang kaèsthi. Kang pangèsthi jaiku kang lumaku {{sp|anunggal}} DAT, waranané klawan dedalaning kahanan kang anetepi ing Saha-Daté marang tudjuan kang kèsthi mau, jaiku Kedjaten.
|-
|5. Ija mangkono mau maksudé kaja kang kinarepaké dening pangandikané Sang Hyang Naradha, kang kabasakaké: {{sp|sagunging KAHANAN}} punika angèsthi KEDJATOSAN. KEDJATOSAN punika wonten ing KAHANAN. Seksinipun wonten {{sp|manungsa}}.
|-
|6. Dadi ija liré surasa mau, mangka manungsa iki kang minangka kanjatahan pratandhaning paseksèn saka anané Kedjatèn mau, djalaran anané manungsa sedjati mau kang minangka dumununging Kedjatèn kang ana ing kahanané utawa kadadéjané.
|-
|7. Terangé manèh bab mau: kang dhingin iku ANANE,<br>
::::kang kapindho WAHANANE,<br>
::::kaping telu KAHANANE.
|-
|8. Tjethané sangkan parané: jaiku ANANE mau, mahanani ing KAHANANE. Lah ijaiku kajektèné, mula sedjatiné djedjering Kedjatèn iku dumunung ing dalem uripé kita pribadi.|-
|9. Sabandjuré pangandikané Sang Hyang Naradha amidjangaké: manawa ''djagading manungsa iku tan prabéda lan djagading donja. Mula kabasakaké sadurungé ana TJAHJA wus ana SWARA PINDHA GENTHA KEKELENG.''
|-
|9. Lah ijaiku mangka kanjatahané ANANE mau kang luwih dhingin sadurungé ana tjahja, tegesé sadurungé ana rerupaning kahanan kang gelar iki, ing kono wus ana swara kang luwih dhisik, kang kabasakaké pindha gentha kekeleng.
|-
|10. Ing mangka SWARA iku djatining BAWA. Déné PINDHA tegesé ''kaja'', GENTHA KEKELENG jaiku dedununganing KANTHA. Dadi tjethané SWARA utawa BAWA mau, jaiku ''swaraning kantha ija bawaning kantha ing dedunungané''.
|}<noinclude>{{rh|40}}</noinclude>
rng0a7fvammq46sokt1q6v4izjsvrxw
79108
79107
2026-05-20T08:28:17Z
Thersetya2021
125
79108
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>{|
|3. Déné tjethané: KEDJATEN iku anané GUSTI, <br>
:::::jaiku HINGSUN.<br>
:::::KAHANAN iku anané KAWULA, jaiku <br>
:::::INGSUN sedjati.
|-
|4. Lah mangkono sedjatiné kawruh kapanunggalan. Ijaiku anané pangèsthi lan kang kaèsthi. Kang pangèsthi jaiku kang lumaku {{sp|anunggal}} DAT, waranané klawan dedalaning kahanan kang anetepi ing Saha-Daté marang tudjuan kang kèsthi mau, jaiku Kedjaten.
|-
|5. Ija mangkono mau maksudé kaja kang kinarepaké dening pangandikané Sang Hyang Naradha, kang kabasakaké: {{sp|sagunging KAHANAN}} punika angèsthi KEDJATOSAN. KEDJATOSAN punika wonten ing KAHANAN. Seksinipun wonten {{sp|manungsa}}.
|-
|6. Dadi ija liré surasa mau, mangka manungsa iki kang minangka kanjatahan pratandhaning paseksèn saka anané Kedjatèn mau, djalaran anané manungsa sedjati mau kang minangka dumununging Kedjatèn kang ana ing kahanané utawa kadadéjané.
|-
|7. Terangé manèh bab mau: kang dhingin iku ANANE,<br>
::::::::kang kapindho WAHANANE,<br>
::::::::kaping telu KAHANANE.
|-
|8. Tjethané sangkan parané: jaiku ANANE mau, mahanani ing KAHANANE. Lah ijaiku kajektèné, mula sedjatiné djedjering Kedjatèn iku dumunung ing dalem uripé kita pribadi.
|-
|9. Sabandjuré pangandikané Sang Hyang Naradha amidjangaké: manawa ''djagading manungsa iku tan prabéda lan djagading donja. Mula kabasakaké sadurungé ana TJAHJA wus ana SWARA PINDHA GENTHA KEKELENG.''
|-
|10. Lah ijaiku mangka kanjatahané ANANE mau kang luwih dhingin sadurungé ana tjahja, tegesé sadurungé ana rerupaning kahanan kang gelar iki, ing kono wus ana swara kang luwih dhisik, kang kabasakaké pindha gentha kekeleng.
|-
|11. Ing mangka SWARA iku djatining BAWA. Déné PINDHA tegesé ''kaja'', GENTHA KEKELENG jaiku dedununganing KANTHA. Dadi tjethané SWARA utawa BAWA mau, jaiku ''swaraning kantha ija bawaning kantha ing dedunungané''.
|}<noinclude>{{rh|40}}</noinclude>
nv0k61bzgdg9xw0mde2eyoroiq11k55
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/40
250
25023
78812
2026-05-19T13:56:11Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "VI. Poma dèn awas adja kongsi uwas, dèn éling adja kongsi sumelang. 26 Mangkono liré widjang-widjanging surasa kang mangka ba. baré Kedjatèné ANANE WAHANANE lan KAHANANE, sarta SEDJATINE kang mahanani ing kadadéjaning asma. asmané. mangka ijaiku werdiné anané PURBANING KE- DJATEN mau kang kanjatahan ing kadadéjané bandjur dumunung ing dalem urip kita bribadi iki. Kang mang- kono mau mungguh tjethane, liré mungguh sakèhing ma- kluk ing djagad iki, mang...
78812
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>VI. Poma dèn awas adja kongsi uwas, dèn éling adja
kongsi sumelang.
26 Mangkono liré widjang-widjanging surasa kang mangka ba.
baré Kedjatèné ANANE WAHANANE lan KAHANANE,
sarta SEDJATINE kang mahanani ing kadadéjaning asma.
asmané. mangka ijaiku werdiné anané PURBANING KE-
DJATEN mau kang kanjatahan ing kadadéjané bandjur
dumunung ing dalem urip kita bribadi iki. Kang mang-
kono mau mungguh tjethane, liré mungguh sakèhing ma-
kluk ing djagad iki, mangka kang kawasa kadunungan pa-
ngerti, sinung sesipataning kasuk tjèn kamuljan lan kalu-
huran sapepadhané kabéh mau. ora ana lija - lija kadjaba
amung tumrap uripé manungsa baé, jaiku kang bandjur
mahanani ing asma dradjading urip kang luhur lan mulya
(minulya) bagya rahardja lan sapepadhané.
OUHOFFGGGGGGGGGGGO
Turutan wewarah kaping 10
ร
HYGGHHHOOOHHHOECO
BABARE KEDJATEN TELUNG PRAKARA
LAN KAHANANE SEDJATI.
1. Ing ngarep wus dèn widjangaké, kang diarani A NA
(ANANE) mau jaiku KEDJATEN, werdiné PURBANING
DAT, jaiku kanjatahan ananing GAIB ija gaibing tjahja
kasebut. Utawa jaiku PURBANING KEDJATEN, aniputi
ing ANANE WAHANANE lan KAHANANE sedjati.
2.
Anuli kang dèn arani WAHANAN (WAHANANE), jaiku
PURBANING KEDJATEN mau kang bandjur mahana,
tegesé ma ha nani, jaiku hamurba kang awit saka
purbané telung prakara kang mangka WEWENANGING
PURBANE, utawa ija prabawané Hyang PURBA DJATI.
dadinė kahanan jaiku SWASANA, mangka kanjatahané kang
gumelar ing djagad iki.
3. Anuli kang dèn arani KAHANANING KEDJATEN mau,
jaiku kanjatahané WISESANE lan KAWASANE, jaiku
gelaring Kedjatèn kang wus awudjud lan kawa hana,
iku tegesé dadiné kahanan kang awit saka prabawa wus
njata gumelar wudjud ana ing dedunungané, jaiku kaha-
naning alam bumi lan sagunging dumadi kabèh.
38<noinclude></noinclude>
sit8ic7mi08hh91l5nlcnvtu69lnw67
78822
78812
2026-05-19T15:33:00Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78822
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=26>
<ol type=I start=6>
<li>Poma dèn awas adja kongsi uwas, dèn éling adja kongsi sumelang.</li></ol>
<li>Mangkono liré widjang-widjanging surasa kang mangka babaré Kedjatèné ANANE WAHANANE lan KAHANANE, sarta SEDJATINE kang mahanani ing kadadéjaning asma-asmané. mangka ijaiku werdiné anané PURBANING KEDJATEN mau kang kanjatahan ing kadadéjané bandjur dumunung ing dalem urip kita bribadi iki. Kang mangkono mau mungguh tjethane, liré mungguh sakèhing makluk ing djagad iki, mangka kang kawasa kadunungan pangerti, sinung sesipataning kasuk tjèn kamuljan lan kaluhuran sapepadhané kabéh mau. ora ana lija - lija kadjaba amung tumrap uripé manungsa baé, jaiku kang bandjur mahanani ing asma dradjading urip kang luhur lan mulya (minulya) bagya rahardja lan sapepadhané.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Turutan wewarah kaping 10}}
{{c|BABARE KEDJATEN TELUNG PRAKARA LAN KAHANANE SEDJATI.}}
<ol>
<li>Ing ngarep wus dèn widjangaké, kang diarani {{sp|ANA}} (ANANE) mau jaiku KEDJATEN, werdiné PURBANING DAT, jaiku kanjatahan ananing GAIB ija gaibing tjahja kasebut. Utawa jaiku PURBANING KEDJATEN, aniputi ing ANANE WAHANANE lan KAHANANE sedjati.</li>
<li>Anuli kang dèn arani WAHANAN (WAHANANE), jaiku PURBANING KEDJATEN mau kang bandjur {{sp|mahana}}, tegesé {{sp|maha nani}}, jaiku {{sp|hamurba}} kang awit saka purbané telung prakara kang mangka WEWENANGING PURBANE, utawa ija prabawané Hyang PURBA DJATI. dadinė kahanan jaiku SWASANA, mangka kanjatahané kang gumelar ing djagad iki.</li>
<li>Anuli kang dèn arani KAHANANING KEDJATEN mau, jaiku kanjatahané WISESANE lan KAWASANE, jaiku gelaring Kedjatèn kang wus awudjud lan {{sp|kawahana}}, iku tegesé dadiné kahanan kang awit saka prabawa wus njata gumelar wudjud ana ing dedunungané, jaiku kahananing alam bumi lan sagunging dumadi kabèh.
</li></ol><noinclude></noinclude>
ra2xo56dd11onz9mjq4e259xhm8bdl1
78824
78822
2026-05-19T15:33:53Z
Menyusurisudutnegeri
1514
78824
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=26>
<ol type=I start=6>
<li>Poma dèn awas adja kongsi uwas, dèn éling adja kongsi sumelang.</li></ol>
<li>Mangkono liré widjang-widjanging surasa kang mangka babaré Kedjatèné ANANE WAHANANE lan KAHANANE, sarta SEDJATINE kang mahanani ing kadadéjaning asma-asmané. mangka ijaiku werdiné anané PURBANING KEDJATEN mau kang kanjatahan ing kadadéjané bandjur dumunung ing dalem urip kita bribadi iki. Kang mangkono mau mungguh tjethane, liré mungguh sakèhing makluk ing djagad iki, mangka kang kawasa kadunungan pangerti, sinung sesipataning kasuk tjèn kamuljan lan kaluhuran sapepadhané kabéh mau. ora ana lija - lija kadjaba amung tumrap uripé manungsa baé, jaiku kang bandjur mahanani ing asma dradjading urip kang luhur lan mulya (minulya) bagya rahardja lan sapepadhané.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Turutan wewarah kaping 10}}
{{c|BABARE KEDJATEN TELUNG PRAKARA LAN KAHANANE SEDJATI.}}
<ol>
<li>Ing ngarep wus dèn widjangaké, kang diarani {{sp|ANA}} (ANANE) mau jaiku KEDJATEN, werdiné PURBANING DAT, jaiku kanjatahan ananing GAIB ija gaibing tjahja kasebut. Utawa jaiku PURBANING KEDJATEN, aniputi ing ANANE WAHANANE lan KAHANANE sedjati.</li>
<li>Anuli kang dèn arani WAHANAN (WAHANANE), jaiku PURBANING KEDJATEN mau kang bandjur {{sp|mahana}}, tegesé {{sp|maha nani}}, jaiku {{sp|hamurba}} kang awit saka purbané telung prakara kang mangka WEWENANGING PURBANE, utawa ija prabawané Hyang PURBA DJATI. dadinė kahanan jaiku SWASANA, mangka kanjatahané kang gumelar ing djagad iki.</li>
<li>Anuli kang dèn arani KAHANANING KEDJATEN mau, jaiku kanjatahané WISESANE lan KAWASANE, jaiku gelaring Kedjatèn kang wus awudjud lan {{sp|kawahana}}, iku tegesé dadiné kahanan kang awit saka prabawa wus njata gumelar wudjud ana ing dedunungané, jaiku kahananing alam bumi lan sagunging dumadi kabèh.
</li></ol><noinclude>{{rh|38}}</noinclude>
2b9qvx89hhcwa79s3kenrpjlt9gfz10
79025
78824
2026-05-20T05:27:26Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79025
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=26>
<ol type=I start=6>
<li>Poma dèn awas adja kongsi uwas, dèn éling adja kongsi sumelang.</li></ol>
<li>Mangkono liré widjang-widjanging surasa kang mangka babaré Kedjatèné ANANE WAHANANE lan KAHANANE, sarta SEDJATINE kang mahanani ing kadadéjaning asma-asmané. mangka ijaiku werdiné anané PURBANING KEDJATEN mau kang kanjatahan ing kadadéjané bandjur dumunung ing dalem urip kita bribadi iki. Kang mangkono mau mungguh tjethane, liré mungguh sakèhing makluk ing djagad iki, mangka kang kawasa kadunungan pangerti, sinung sesipataning kasuk tjèn kamuljan lan kaluhuran sapepadhané kabéh mau. ora ana lija - lija kadjaba amung tumrap uripé manungsa baé, jaiku kang bandjur mahanani ing asma dradjading urip kang luhur lan mulya (minulya) bagya rahardja lan sapepadhané.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Turutan wewarah kaping 10}}
{{c|BABARE KEDJATEN TELUNG PRAKARA<br>LAN KAHANANE SEDJATI.}}
<ol>
<li>Ing ngarep wus dèn widjangaké, kang diarani {{sp|ANA}} (ANANE) mau jaiku KEDJATEN, werdiné PURBANING DAT, jaiku kanjatahan ananing GAIB ija gaibing tjahja kasebut. Utawa jaiku PURBANING KEDJATEN, aniputi ing ANANE WAHANANE lan KAHANANE sedjati.</li>
<li>Anuli kang dèn arani WAHANAN (WAHANANE), jaiku PURBANING KEDJATEN mau kang bandjur {{sp|mahana}}, tegesé {{sp|maha nani}}, jaiku {{sp|hamurba}} kang awit saka purbané telung prakara kang mangka WEWENANGING PURBANE, utawa ija prabawané Hyang PURBA DJATI. dadinė kahanan jaiku SWASANA, mangka kanjatahané kang gumelar ing djagad iki.</li>
<li>Anuli kang dèn arani KAHANANING KEDJATEN mau, jaiku kanjatahané WISESANE lan KAWASANE, jaiku gelaring Kedjatèn kang wus awudjud lan {{sp|kawahana}}, iku tegesé dadiné kahanan kang awit saka prabawa wus njata gumelar wudjud ana ing dedunungané, jaiku kahananing alam bumi lan sagunging dumadi kabèh.
</li></ol><noinclude>{{rh|38}}</noinclude>
doel8eatcjlvbsvkucumlvld9ppd9cx
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/24
250
25024
78814
2026-05-19T14:02:06Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78814
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" />{{rh|| - 20 - }}</noinclude><noinclude></noinclude>
ecqwbxaoskn2c1dqugg4gl3cet0rdac
78827
78814
2026-05-19T15:39:38Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78827
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" />{{rh||— 20 —}}</noinclude><small>{{Jawa|<sup>11.</sup>ꦧꦚ꧀ꦧꦸꦂꦲꦤꦸꦲ
ꦤ꧀ꦢꦼꦊꦁꦲꦶꦁꦱ꧀ꦩꦂꦒꦩꦼꦔ꧈ꦭꦃ꧈ꦲꦤꦗꦫꦤ꧀ꦥꦸꦏꦶꦃꦏꦁꦲꦤꦶꦏꦶꦃꦲꦶꦲꦗꦸꦗꦸꦭꦸꦏ꧀ꦠꦸꦲꦸꦯꦼꦠꦾ꧈ꦲꦤꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦁꦏꦺꦥꦔꦢꦶꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦠꦸꦮꦶꦤ꧀ꦥꦼꦫꦁꦏꦭꦮꦤ꧀ꦥꦠꦶꦠꦶꦱ꧀꧈}}</small>
<small>{{Jawa|<sup>14.</sup>ꦱꦏꦺꦃꦲꦺꦧꦭꦲꦶꦁꦱꦸꦮꦂꦒꦥꦣꦲꦤ꧀ꦝꦺꦫꦺꦏ꧀ꦏꦏꦺꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏ꧈ꦥꦣꦤꦸꦁꦒꦁꦗꦫꦤ꧀ꦥꦹꦏꦶꦃ꧈ꦲꦩꦔꦁꦒꦺꦴꦩꦺꦴꦫꦶꦲꦭꦸꦱ꧀ꦥꦹꦠꦶꦃꦉꦱꦶꦏ꧀꧈}}</small>
{{Jawa|꧋ ꦡꦸꦲꦸꦯꦼꦠꦾ꧇ꦲꦶꦁꦲꦶꦚ꧀ꦗꦶꦭ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦥꦼꦂꦠꦭ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦼꦩ꧀ꦧꦸꦁꦮꦭꦤ꧀ꦢꦶꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦠ꧀ <sup>Getrouw</sup>꧉ꦲꦶꦁꦲꦶꦚ꧀ꦗꦶꦭ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦥꦼꦂꦠꦭ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦼꦩ꧀ꦧꦸꦁꦄꦫꦧ꧀ <sup>al-Amin.</sup> ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦮꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦤꦨꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦗꦸꦗꦸꦭꦸꦏ꧀ <sup>al-Amin.</sup> ꦏꦗꦮꦶꦤꦩꦸꦁꦤꦗꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦮꦶꦮꦶꦠ꧀ꦲꦭꦶꦠ꧀ꦩꦶꦭꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦤ꧀ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦤꦠꦺꦢꦺꦴꦫ꧈ꦱꦁꦲꦺꦁꦒꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦏꦸꦫꦺꦱ꧀ꦱꦩꦶꦩꦫꦧ꧀ꦧꦶꦩꦫꦧ꧀ꦧꦶ <sup>Amin.</sup>꧉}}
'''<center>{{Jawa|<sup>6</sup> ꧋ꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦢꦊꦩ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦲꦁ}}</center>'''
'''<center>{{Jawa|ꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦚꦼꦧꦂꦲꦒꦩꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀꧈}}</center>'''
{{Jawa|꧋ ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦤꦩ꧀ꦥꦶꦮꦃꦪꦸꦭꦗꦼꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦮꦸꦭꦁꦮꦸꦭꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦔꦏꦛꦃ꧈ꦩꦿꦶꦏꦩꦿꦶꦏꦶꦏꦟ꧀ꦝꦶꦱꦲꦺꦭꦤ꧀ꦠꦼꦭꦠꦺꦴꦱ꧀ꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀꧈ꦢꦺꦤꦺꦲꦶꦁꦮꦶꦮꦶꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦮꦸꦭꦁꦥ}}<noinclude></noinclude>
lw6tguuzvbqbifbokt10lc408hucw07
78836
78827
2026-05-19T15:58:07Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78836
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 20 —}}</noinclude>{{Jawa|<sup>11.</sup><small><small>ꦧꦚ꧀ꦧꦸꦂꦲꦤꦸꦲꦤ꧀ꦢꦼꦊꦁꦲꦶꦁꦱ꧀ꦩꦂꦒꦩꦼꦔ꧈ꦭꦃ꧈ꦲꦤꦗꦫꦤ꧀ꦥꦸꦏꦶꦃꦏꦁꦲꦤꦶꦏꦶꦃꦲꦶꦲꦗꦸꦗꦸꦭꦸꦏ꧀ꦠꦸꦲꦸꦯꦼꦠꦾ꧈ꦲꦤꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦁꦏꦺꦥꦔꦢꦶꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦠꦸꦮꦶꦤ꧀ꦥꦼꦫꦁꦏꦭꦮꦤ꧀ꦥꦠꦶꦠꦶꦱ꧀꧈</small></small>}}
{{Jawa|<sup>14.</sup><small><small>ꦱꦏꦺꦃꦲꦺꦧꦭꦲꦶꦁꦱꦸꦮꦂꦒꦥꦣꦲꦤ꧀ꦝꦺꦫꦺꦏ꧀ꦏꦏꦺꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏ꧈ꦥꦣꦤꦸꦁꦒꦁꦗꦫꦤ꧀ꦥꦹꦏꦶꦃ꧈ꦲꦩꦔꦁꦒꦺꦴꦩꦺꦴꦫꦶꦲꦭꦸꦱ꧀ꦥꦹꦠꦶꦃꦉꦱꦶꦏ꧀꧈</small></small>}}
{{Jawa|꧋ ꦡꦸꦲꦸꦯꦼꦠꦾ꧇ꦲꦶꦁꦲꦶꦚ꧀ꦗꦶꦭ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦥꦼꦂꦠꦭ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦼꦩ꧀ꦧꦸꦁꦮꦭꦤ꧀ꦢꦶꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦠ꧀ <sup>Getrouw</sup>꧉ꦲꦶꦁꦲꦶꦚ꧀ꦗꦶꦭ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦥꦼꦂꦠꦭ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦼꦩ꧀ꦧꦸꦁꦄꦫꦧ꧀ <sup>al-Amin.</sup> ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦮꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦤꦨꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦗꦸꦗꦸꦭꦸꦏ꧀ <sup>al-Amin.</sup> ꦏꦗꦮꦶꦤꦩꦸꦁꦤꦗꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦮꦶꦮꦶꦠ꧀ꦲꦭꦶꦠ꧀ꦩꦶꦭꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦤ꧀ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦤꦠꦺꦢꦺꦴꦫ꧈ꦱꦁꦲꦺꦁꦒꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦏꦸꦫꦺꦱ꧀ꦱꦩꦶꦩꦫꦧ꧀ꦧꦶꦩꦫꦧ꧀ꦧꦶ <sup>Amin.</sup>꧉}}
'''<center>{{Jawa|<sup>6</sup> ꧋ꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦢꦊꦩ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦲꦁ}}</center>'''
'''<center>{{Jawa|ꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦚꦼꦧꦂꦲꦒꦩꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀꧈}}</center>'''
{{Jawa|꧋ ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦤꦩ꧀ꦥꦶꦮꦃꦪꦸꦭꦗꦼꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦮꦸꦭꦁꦮꦸꦭꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦔꦏꦛꦃ꧈ꦩꦿꦶꦏꦩꦿꦶꦏꦶꦏꦟ꧀ꦝꦶꦱꦲꦺꦭꦤ꧀ꦠꦼꦭꦠꦺꦴꦱ꧀ꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀꧈ꦢꦺꦤꦺꦲꦶꦁꦮꦶꦮꦶꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦮꦸꦭꦁꦥ}}<noinclude></noinclude>
em313rrwp31d823d1hi450v7gsgugw8
78837
78836
2026-05-19T15:59:48Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78837
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 20 —}}</noinclude>{{Jawa|<sup>11.</sup><small><small>ꦧꦚ꧀ꦗꦸꦂꦲꦤꦸꦲꦤ꧀ꦢꦼꦊꦁꦲꦶꦁꦱ꧀ꦩꦂꦒꦩꦼꦔ꧈ꦭꦃ꧈ꦲꦤꦗꦫꦤ꧀ꦥꦸꦏꦶꦃꦏꦁꦲꦤꦶꦏꦶꦃꦲꦶꦲꦗꦸꦗꦸꦭꦸꦏ꧀ꦠꦸꦲꦸꦯꦼꦠꦾ꧈ꦲꦤꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦁꦏꦺꦥꦔꦢꦶꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦠꦸꦮꦶꦤ꧀ꦥꦼꦫꦁꦏꦭꦮꦤ꧀ꦥꦠꦶꦠꦶꦱ꧀꧈</small></small>}}
{{Jawa|<sup>14.</sup><small><small>ꦱꦏꦺꦃꦲꦺꦧꦭꦲꦶꦁꦱꦸꦮꦂꦒꦥꦣꦲꦤ꧀ꦝꦺꦫꦺꦏ꧀ꦏꦏꦺꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏ꧈ꦥꦣꦤꦸꦁꦒꦁꦗꦫꦤ꧀ꦥꦹꦏꦶꦃ꧈ꦲꦩꦔꦁꦒꦺꦴꦩꦺꦴꦫꦶꦲꦭꦸꦱ꧀ꦥꦹꦠꦶꦃꦉꦱꦶꦏ꧀꧈</small></small>}}
{{Jawa|꧋ ꦡꦸꦲꦸꦯꦼꦠꦾ꧇ꦲꦶꦁꦲꦶꦚ꧀ꦗꦶꦭ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦥꦼꦂꦠꦭ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦼꦩ꧀ꦧꦸꦁꦮꦭꦤ꧀ꦢꦶꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦠ꧀ <sup>Getrouw</sup>꧉ꦲꦶꦁꦲꦶꦚ꧀ꦗꦶꦭ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦥꦼꦂꦠꦭ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦼꦩ꧀ꦧꦸꦁꦄꦫꦧ꧀ <sup>al-Amin.</sup> ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦮꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦤꦨꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦗꦸꦗꦸꦭꦸꦏ꧀ <sup>al-Amin.</sup> ꦏꦗꦮꦶꦤꦩꦸꦁꦤꦗꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦮꦶꦮꦶꦠ꧀ꦲꦭꦶꦠ꧀ꦩꦶꦭꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦤ꧀ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦤꦠꦺꦢꦺꦴꦫ꧈ꦱꦁꦲꦺꦁꦒꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦏꦸꦫꦺꦱ꧀ꦱꦩꦶꦩꦫꦧ꧀ꦧꦶꦩꦫꦧ꧀ꦧꦶ <sup>Amin.</sup>꧉}}
'''<center>{{Jawa|<sup>6</sup> ꧋ꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦢꦊꦩ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦲꦁ}}</center>'''
'''<center>{{Jawa|ꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦚꦼꦧꦂꦲꦒꦩꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀꧈}}</center>'''
{{Jawa|꧋ ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦤꦩ꧀ꦥꦶꦮꦃꦪꦸꦭꦗꦼꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦮꦸꦭꦁꦮꦸꦭꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦔꦏꦛꦃ꧈ꦩꦿꦶꦏꦩꦿꦶꦏꦶꦏꦟ꧀ꦝꦶꦱꦲꦺꦭꦤ꧀ꦠꦼꦭꦠꦺꦴꦱ꧀ꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀꧈ꦢꦺꦤꦺꦲꦶꦁꦮꦶꦮꦶꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦮꦸꦭꦁꦥ}}<noinclude></noinclude>
3jkp6trjwz0g94z84exog934uh8r0dn
78838
78837
2026-05-19T16:01:36Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78838
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 20 —}}</noinclude>{{Jawa|<sup>11.</sup><small><small>ꦧꦚ꧀ꦗꦸꦂꦲꦏꦸꦲꦤ꧀ꦢꦼꦊꦁꦲꦶꦁꦱ꧀ꦩꦂꦒꦩꦼꦔ꧈ꦭꦃ꧈ꦲꦤꦗꦫꦤ꧀ꦥꦸꦏꦶꦃꦏꦁꦲꦤꦶꦏꦶꦃꦲꦶꦲꦗꦸꦗꦸꦭꦸꦏ꧀ꦠꦸꦲꦸꦯꦼꦠꦾ꧈ꦲꦤꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦁꦏꦺꦥꦔꦢꦶꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦠꦸꦮꦶꦤ꧀ꦥꦼꦫꦁꦏꦭꦮꦤ꧀ꦥꦠꦶꦠꦶꦱ꧀꧈</small></small>}}
{{Jawa|<sup>14.</sup><small><small>ꦱꦏꦺꦃꦲꦺꦧꦭꦲꦶꦁꦱꦸꦮꦂꦒꦥꦣꦲꦤ꧀ꦝꦺꦫꦺꦏ꧀ꦏꦏꦺꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏ꧈ꦥꦣꦤꦸꦁꦒꦁꦗꦫꦤ꧀ꦥꦹꦏꦶꦃ꧈ꦲꦩꦔꦁꦒꦺꦴꦩꦺꦴꦫꦶꦲꦭꦸꦱ꧀ꦥꦹꦠꦶꦃꦉꦱꦶꦏ꧀꧈</small></small>}}
{{Jawa|꧋ ꦡꦸꦲꦸꦯꦼꦠꦾ꧇ꦲꦶꦁꦲꦶꦚ꧀ꦗꦶꦭ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦥꦼꦂꦠꦭ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦼꦩ꧀ꦧꦸꦁꦮꦭꦤ꧀ꦢꦶꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦼꦧꦸꦠ꧀ <sup>Getrouw</sup>꧉ꦲꦶꦁꦲꦶꦚ꧀ꦗꦶꦭ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦥꦼꦂꦠꦭ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦼꦩ꧀ꦧꦸꦁꦄꦫꦧ꧀ <sup>al-Amin.</sup> ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦮꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦤꦨꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦗꦸꦗꦸꦭꦸꦏ꧀ <sup>al-Amin.</sup> ꦏꦗꦮꦶꦤꦩꦸꦁꦤꦗꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦮꦶꦮꦶꦠ꧀ꦲꦭꦶꦠ꧀ꦩꦶꦭꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦤ꧀ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦤꦠꦺꦢꦺꦴꦫ꧈ꦱꦁꦲꦺꦁꦒꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦏꦸꦫꦺꦱ꧀ꦱꦩꦶꦩꦫꦧ꧀ꦧꦶꦩꦫꦧ꧀ꦧꦶ <sup>Amin.</sup>꧉}}
'''<center>{{Jawa|<sup>6</sup> ꧋ꦠꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦢꦊꦩ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦲꦁ}}</center>'''
'''<center>{{Jawa|ꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦚꦼꦧꦂꦲꦒꦩꦆꦱ꧀ꦭꦩ꧀꧈}}</center>'''
{{Jawa|꧋ ꦱꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦏ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀ꦤꦩ꧀ꦥꦶꦮꦃꦪꦸꦭꦗꦼꦁꦠꦼꦫꦸꦱ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦮꦸꦭꦁꦮꦸꦭꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦔꦏꦛꦃ꧈ꦩꦿꦶꦏꦩꦿꦶꦏꦶꦏꦟ꧀ꦝꦶꦱꦲꦺꦭꦤ꧀ꦠꦼꦭꦠꦺꦴꦱ꧀ꦲꦁꦒꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦤ꧀ꦢꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀꧈ꦢꦺꦤꦺꦲꦶꦁꦮꦶꦮꦶꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦮꦸꦭꦁꦥ}}<noinclude></noinclude>
pqilul8ns14snywtuaqlbjj18qewijk
Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/22
250
25025
78815
2026-05-19T14:18:55Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78815
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78843
78815
2026-05-19T16:33:04Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78843
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||— 18 —}}</noinclude>{{Jawa|ꦩꦤꦱꦫ]꧈ꦥꦔꦟ꧀ꦝꦂꦫꦶꦁꦠꦺꦴꦫꦠ꧀ <sup>18: 18 -19</sup> ꦩꦏꦠꦼꦤ꧀꧇}}
{{Jawa|<small><small>꧋ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦩꦼꦰ꧀ꦛꦧꦏꦭ꧀ꦲ
ꦚ꧀ꦗꦩꦼꦤꦼꦁꦔꦏꦺꦟꦨꦶꦤꦺꦱꦶꦗꦶ꧈ꦱꦸꦤ꧀ꦥꦸꦟ꧀ꦝꦸꦠ꧀ꦱꦏꦲꦶꦁꦲꦤ꧀ꦠꦫꦤꦺꦥꦫꦱꦢꦸꦭꦸꦂꦫꦺ꧈ꦲꦶꦪꦏꦪꦱꦶꦫꦩꦼꦁꦏꦺꦴꦤꦺꦴ꧈ꦲꦶꦁꦭꦺꦱꦤ꧀ꦤꦺꦧꦏꦭ꧀ꦱꦸꦤ꧀ꦲꦶꦱꦺꦤ꧀ꦤꦶꦥꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦤ꧀ꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦱꦂꦠꦲꦥꦏꦁꦱꦸꦤ꧀ꦥꦿꦺꦤ꧀ꦠꦃꦲꦏꦺꦧꦏꦭ꧀ꦢꦶꦭꦲꦶꦂꦫꦏꦺꦩꦫꦁꦧꦺꦴꦁꦱꦲꦶꦏꦶ꧈꧇ꦲꦤꦢꦺꦤꦺꦱꦶꦁꦱꦥꦲꦺꦴꦫꦩꦶꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦩꦫꦁꦝꦮꦸꦃꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦏꦁꦢꦶꦭꦲꦶꦂꦫꦏꦺꦏꦼꦫꦁꦱꦏꦄꦱ꧀ꦩꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦶꦏꦸꦩꦼꦠ꧀ꦛꦶꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦱꦶꦏ꧀ꦱ꧉</small></small>}}
{{Jawa|꧋ ꦥꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦥꦸꦤꦶꦏꦠꦸꦩꦸꦗꦸꦣꦠꦼꦁꦏꦈꦩꦆ ꦱ꧀ꦫꦆꦭ꧀꧈ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦢꦺꦤꦺꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦏꦂꦰꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦧꦣꦺꦏꦗꦸꦩꦼꦤꦼꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦠꦼꦩ꧀ꦠꦸꦱꦤꦺꦱ꧀ꦠꦸꦫꦸꦤꦆꦱ꧀ꦫꦆꦭ꧀ꦲꦮꦶꦠ꧀ꦱꦲꦸꦥꦩꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦧꦣꦺꦏꦗꦸꦩꦼꦤꦼꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦤꦨꦶꦥꦸꦤꦶꦏꦠꦸꦫꦸꦤꦐꦱ꧀ꦫꦆꦭ꧀ꦲꦪꦠ꧀ꦲꦶꦁꦔꦶꦁꦒꦶꦭ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧇ ꦱꦏꦲꦶꦁꦲꦤ꧀ꦠꦫꦤꦺꦥꦫꦱꦢꦸꦭꦸꦂꦫꦺ꧉ꦤꦔꦶꦁꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧇ ꦱꦏꦲꦶꦁꦲꦤ꧀ꦠꦫꦤꦺ꧉ꦭꦤ꧀ꦩꦭꦶꦃꦱꦲꦸꦥꦩꦶꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦤ꧈ꦲꦪꦠ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦠꦼꦩ꧀ꦠꦸꦭꦗꦼꦁꦱꦸꦭꦪꦏꦭꦶꦪꦤ꧀ꦲꦪꦠ꧀ <sup>34: 10.</sup> ꦲꦸꦒꦶꦱꦏꦶꦁꦥꦔꦟ꧀ꦝꦂꦫꦶꦁꦠꦺꦴꦫꦠ꧀꧇}}
{{Jawa|<small><small>꧋ꦩꦺꦴꦁꦏꦲꦺꦴꦫꦲꦤꦤꦨꦶꦩꦤꦺꦃꦗꦸꦩꦼꦤꦼꦁꦲꦶꦁꦲꦤ꧀ꦠꦫꦤꦺꦆꦱ꧀ꦫꦸꦆꦭ꧀ ꦏꦁꦩꦣꦤꦶꦩꦸꦯ꧉</small></small>}}<noinclude></noinclude>
4pwoncewjsiy2fij3ye2mj4nndvgebz
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/38
250
25026
78823
2026-05-19T15:33:33Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "IV, SEDJATINE ija ANANE WAHANANE lan KAHA NANE (karsa kang ngadil lan wisésa kawasa) iku mau jaiku sedjatiné TUNGGAL. V. DUMUNUNGE jaiku dumunung ing dalem URIPING KARSA SEDJATI, utawa jaiku ing kahananing PAN. TJADUMADYA. VI. Dadiné jaiku kanja tahaning KAREP, mangka dadi ka- hananing PANTJÁDRIJA ning urip sedjati. VII. Dadiné kabanan ana ing LAKU (kelakuan), utawa ja diarani laku barata, jaiku laku kang sedjati, dumu- nung ing dalem urip kita pribad...
78823
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>IV, SEDJATINE ija ANANE WAHANANE lan KAHA
NANE (karsa kang ngadil lan wisésa kawasa) iku mau
jaiku sedjatiné TUNGGAL.
V. DUMUNUNGE jaiku dumunung ing dalem URIPING
KARSA SEDJATI, utawa jaiku ing kahananing PAN.
TJADUMADYA.
VI. Dadiné jaiku kanja tahaning KAREP, mangka dadi ka-
hananing PANTJÁDRIJA ning urip sedjati.
VII. Dadiné kabanan ana ing LAKU (kelakuan), utawa ja
diarani laku barata, jaiku laku kang sedjati, dumu-
nung ing dalem urip kita pribadi.
20. Munggah ANANE KARSANING SUKSMA SUKSMANA
kang LUHUR lan WISESA iku, dadi kanjatahan awit de-
ning SEDJATINING KEDJATEN. Tegesé jaiku SEDJA-
TINING DATING PANGERAN ija SEDJATINING HYANG
KANG AMAHA NGADIL ija HYANG AMAHA BENER,
ija HYANG KANG AMAHA WISESA ija HYANG KANG
AMAHA KAWASA. Tegesé jaiku DATING PANGERAN
KANG AMAHA GESANG, kang dadi HYANG-HYANG ing
KAHANAN utawa ija HYANG-HYANG ing GÉSANG,
kang kahanané jaiku DAT kang AMAHA WISESA.
21. Anuli ija awit KAHANANE DAT KANG AMAHA GE-
SANG iku, mangka etuking WISESA ija etuking KA-
WASA kang BENER lan NGADIL utawa LUHUR, tegesé
jaiku KEDJATENING NGADIL BENER WISESA KA-
WASA LUHUR lsp. kasebut, mahanani ing kadadéjaning
kahanan kang ADIL, BENER, WISESA, KAWASA lan
LUHUR mau. Jekti durung ing dalem urip kita pribadi.
22. Sabandjuré, anuli ija awit saka KAHANANE DATING
PANGERAN kang AMAHA WISESA iku mula asmané
ija bandjur kasebutaké saka ing KEDJATENING KAHA-
NANE, kaja arané sawidji-widji ing ngisor iki:
HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA, ija
HYANG KANG AMAHA WISESA, ija
HYANG KANG AMAHA KAWASA, ija
HYANG KANG AMAHA ADIL, ija
HYANG KANG AMAHA NGADIL, ija
HYANG KANG AMAHA BENER, ija
HYANG KANG AMAHA LUHUR. ija
HYANG KANG AMAHA TINGGI, ija
HYANG KANG AMAHA WIKAN (WITJAKSANA), ija
HYANG MANON, ija
36<noinclude>{{rh|36}}</noinclude>
g0kz95j011gwrxnl0g0dcy5ossnm2bs
78825
78823
2026-05-19T15:37:20Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78825
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=20>
<ol type=I start=4>
<li>SEDJATINE ija ANANE WAHANANE lan KAHANANE (karsa kang ngadil lan wisésa kawasa) iku mau jaiku sedjatiné TUNGGAL.</li>
<li>DUMUNUNGE jaiku dumunung ing dalem URIPING KARSA SEDJATI, utawa jaiku ing kahananing PANTJADUMADYA.</li>
<li>Dadiné jaiku kanja tahaning KAREP, mangka dadi kahananing PANTJÁDRIJA ning urip sedjati.</li>
<li>Dadiné kabanan ana ing LAKU (kelakuan), utawa ja diarani laku barata, jaiku laku kang sedjati, dumunung ing dalem urip kita pribadi.</li></ol>
<li>Munggah ANANE KARSANING SUKSMA SUKSMANA kang LUHUR lan WISESA iku, dadi kanjatahan awit dening SEDJATINING KEDJATEN. Tegesé jaiku SEDJATINING DATING PANGERAN ija SEDJATINING HYANG KANG AMAHA NGADIL ija HYANG AMAHA BENER, ija HYANG KANG AMAHA WISESA ija HYANG KANG AMAHA KAWASA. Tegesé jaiku DATING PANGERAN KANG AMAHA GESANG, kang dadi HYANG-HYANG ing KAHANAN utawa ija HYANG-HYANG ing GÉSANG, kang kahanané jaiku DAT kang AMAHA WISESA.</li>
<li>Anuli ija awit KAHANANE DAT KANG AMAHA GESANG iku, mangka etuking WISESA ija etuking KAWASA kang BENER lan NGADIL utawa LUHUR, tegesé jaiku KEDJATENING NGADIL BENER WISESA KAWASA LUHUR lsp. kasebut, mahanani ing kadadéjaning kahanan kang ADIL, BENER, WISESA, KAWASA lan LUHUR mau. Jekti durung ing dalem urip kita pribadi.</li>
<li>Sabandjuré, anuli ija awit saka KAHANANE DATING PANGERAN kang AMAHA WISESA iku mula asmané ija bandjur kasebutaké saka ing KEDJATENING KAHANANE, kaja arané sawidji-widji ing ngisor iki:<br>
<poem>
HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA, ija
HYANG KANG AMAHA WISESA, ija
HYANG KANG AMAHA KAWASA, ija
HYANG KANG AMAHA ADIL, ija
HYANG KANG AMAHA NGADIL, ija
HYANG KANG AMAHA BENER, ija
HYANG KANG AMAHA LUHUR. ija
HYANG KANG AMAHA TINGGI, ija
HYANG KANG AMAHA WIKAN (WITJAKSANA), ija
HYANG MANON, ija</poem>
</li></ol><noinclude>{{rh|36}}</noinclude>
8rtuz8qy52271jrb4n8xl0jx039s5he
79065
78825
2026-05-20T06:28:55Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79065
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=20>
<ol type=I start=4>
<li>SEDJATINE ija ANANE WAHANANE lan KAHANANE (karsa kang ngadil lan wisésa kawasa) iku mau jaiku sedjatiné TUNGGAL.</li>
<li>DUMUNUNGE jaiku dumunung ing dalem URIPING KARSA SEDJATI, utawa jaiku ing kahananing PANTJADUMADYA.</li>
<li>Dadiné jaiku kanja tahaning KAREP, mangka dadi kahananing PANTJÁDRIJA ning urip sedjati.</li>
<li>Dadiné kabanan ana ing LAKU (kelakuan), utawa ja diarani laku barata, jaiku laku kang sedjati, dumunung ing dalem urip kita pribadi.</li></ol>
<li>Munggah ANANE KARSANING SUKSMA SUKSMANA kang LUHUR lan WISESA iku, dadi kanjatahan awit dening SEDJATINING KEDJATEN. Tegesé jaiku SEDJATINING DATING PANGERAN ija SEDJATINING HYANG KANG AMAHA NGADIL ija HYANG AMAHA BENER, ija HYANG KANG AMAHA WISESA ija HYANG KANG AMAHA KAWASA. Tegesé jaiku DATING PANGERAN KANG AMAHA GESANG, kang dadi HYANG-HYANG ing KAHANAN utawa ija HYANG-HYANG ing GÉSANG, kang kahanané jaiku DAT kang AMAHA WISESA.</li>
<li>Anuli ija awit KAHANANE DAT KANG AMAHA GESANG iku, mangka etuking WISESA ija etuking KAWASA kang BENER lan NGADIL utawa LUHUR, tegesé jaiku KEDJATENING NGADIL BENER WISESA KAWASA LUHUR lsp. kasebut, mahanani ing kadadéjaning kahanan kang ADIL, BENER, WISESA, KAWASA lan LUHUR mau. Jekti durung ing dalem urip kita pribadi.</li>
<li>Sabandjuré, anuli ija awit saka KAHANANE DATING PANGERAN kang AMAHA WISESA iku mula asmané ija bandjur kasebutaké saka ing KEDJATENING KAHANANE, kaja arané sawidji-widji ing ngisor iki:<br>
<poem>
HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA, ija
HYANG KANG AMAHA WISESA, ija
HYANG KANG AMAHA KAWASA, ija
HYANG KANG AMAHA ADIL, ija
HYANG KANG AMAHA NGADIL, ija
HYANG KANG AMAHA BENER, ija
HYANG KANG AMAHA LUHUR. ija
HYANG KANG AMAHA TINGGI, ija
HYANG KANG AMAHA WIKAN (WITJAKSANA), ija
HYANG MANON, ija</poem>
</li></ol><noinclude>{{rh|36}}</noinclude>
kpjy6cm7fwcudz0m466tlfpz5vuy4ra
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/37
250
25027
78826
2026-05-19T15:37:42Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "17. Nuli mula ija awit saka WAHANANE Dating Pangeran Kang Maha Gesang iki, asmané ija bandjur kasebutaké kang aniputi saka ing KEDJATENING WAHANANE uga, pepidjène kaja ing ngisor iki, jaiku: HYANG KANG AMAHA GESANG, ija HYANG KANG AMAHA HIDUP, ija HYANG KANG AMAHA WENANG, ija HYANG KANG AMAHA MULYA, ija HYANG KANG AMAHA AGUNG, ija HYANG KANG AMAHA LUWIH, ija HYANG KANG AMAHA LUHUNG, ija HYANG KANG AMAHA MURBA WASESA, ija HYANG KANG AMAHA WASESA, ija H...
78826
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>17. Nuli mula ija awit saka WAHANANE Dating Pangeran
Kang Maha Gesang iki, asmané ija bandjur kasebutaké
kang aniputi saka ing KEDJATENING WAHANANE uga,
pepidjène kaja ing ngisor iki, jaiku:
HYANG KANG AMAHA GESANG, ija
HYANG KANG AMAHA HIDUP, ija
HYANG KANG AMAHA WENANG, ija
HYANG KANG AMAHA MULYA, ija
HYANG KANG AMAHA AGUNG, ija
HYANG KANG AMAHA LUWIH, ija
HYANG KANG AMAHA LUHUNG, ija
HYANG KANG AMAHA MURBA WASESA, ija
HYANG KANG AMAHA WASESA, ija
HYANG KANG AMAHA TAKDIR, ija
HYANG KANG AMAHA PASTI, ija
HYANG KANG AMAHA GAIB, ija
HYANG KANG MURBENG WAHANAN, ija
HYANG WAHANAN TUNGGAL.
III. BABARE ANANE WAHANANE lan KAHANANE
KANG AMAHA WISESA.
18. WISESA iku KAHANANE GESANG ing KAHANANE Tje-
thané ija KAHANAN KAHANANING URIPING SUKSMA
SUKSMANA kang WISESA, diarani SUKSMANASA. te-
gesé SUKSMA LINANGKUNG. jaiku SUKSMA LUHUR.
Iku gesanging KARSA SEDJATI Dadi KAHANANE KANG
AMAHA SUKTJI mau, jaiku ing KALUHURAN, werdiné
jaiku WISESA utawa ija KAWASA, ija KAWASANING
KARSANE DATING PANGERAN KANG AMAHA MUR-
BA WISESA. Babaré ing kahanan werdiné sandining ge-
sang kang kanjatahan ananing PRAMANA.
19. Dadi KARSA- ning SUKSMA (NA) iku kenjatahan ANANE.
LUHUR (bener, betjik, ngadil) ing SUKSMANA iku
kanjatahan WAHANANE.
WISESA- ning SUKSMANA iku kanjatahan KAHA-
NANE.
Dadiné:
I. ANANE jaiku KARSA.
II. WAHANANE jaiku NGADIL, BENER, BETJIK.
III. KAHANANE jaiku WISESA, KAWASA dadiné LU-
HUR.
35<noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
llo2qmgpuiz33o0lxb196sb3hd06vii
78828
78826
2026-05-19T15:43:17Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78828
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=17>
<li>Nuli mula ija awit saka WAHANANE Dating Pangéran Kang Maha Gesang iki, asmané ija bandjur kasebutaké kang aniputi saka ing KEDJATENING WAHANANE uga, pepidjène kaja ing ngisor iki, jaiku:<br>
<poem>
HYANG KANG AMAHA GESANG, ija
HYANG KANG AMAHA HIDUP, ija
HYANG KANG AMAHA WENANG, ija
HYANG KANG AMAHA MULYA, ija
HYANG KANG AMAHA AGUNG, ija
HYANG KANG AMAHA LUWIH, ija
HYANG KANG AMAHA LUHUNG, ija
HYANG KANG AMAHA MURBA WASESA, ija
HYANG KANG AMAHA WASESA, ija
HYANG KANG AMAHA TAKDIR, ija
HYANG KANG AMAHA PASTI, ija
HYANG KANG AMAHA GAIB, ija
HYANG KANG MURBENG WAHANAN, ija
HYANG WAHANAN TUNGGAL.</poem></li></ol>
{{c|{{Ordered list|type=I|start=3|BABARE ANANE WAHANANE lan KAHANANE KANG AMAHA WISESA.}}}}
<ol start=18>
<li>WISESA iku KAHANANE GESANG ing KAHANANE Tjethané ija KAHANAN KAHANANING URIPING SUKSMA SUKSMANA kang WISESA, diarani SUKSMANASA. tegesé SUKSMA LINANGKUNG. jaiku SUKSMA LUHUR. Iku gesanging KARSA SEDJATI Dadi KAHANANE KANG AMAHA SUKTJI mau, jaiku ing KALUHURAN, werdiné jaiku WISESA utawa ija KAWASA, ija KAWASANING KARSANE DATING PANGERAN KANG AMAHA MURBA WISESA. Babaré ing kahanan werdiné sandining gesang kang kanjatahan ananing PRAMANA.</li>
<li>Dadi KARSA- ning SUKSMA (NA) iku kenjatahan ANANE LUHUR (bener, betjik, ngadil) ing SUKSMANA iku kanjatahan WAHANANE.<br>
WISESA- ning SUKSMANA iku kanjatahan KAHANANE.<br>
{{sp|Dadiné:}}<br>
<ol type=I>
<li>ANANE jaiku KARSA.</li>
<li>WAHANANE jaiku NGADIL, BENER, BETJIK.</li>
<li>KAHANANE jaiku WISESA, KAWASA dadiné LUHUR</li></ol></li></ol><noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
nbsa4w6we4p8vhwcfa286wlxqrsd9kb
79111
78828
2026-05-20T08:36:57Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79111
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol start=17>
<li>Nuli mula ija awit saka WAHANANE Dating Pangéran Kang Maha Gesang iki, asmané ija bandjur kasebutaké kang aniputi saka ing KEDJATENING WAHANANE uga, pepidjène kaja ing ngisor iki, jaiku:<br>
<poem>
HYANG KANG AMAHA GESANG, ija
HYANG KANG AMAHA HIDUP, ija
HYANG KANG AMAHA WENANG, ija
HYANG KANG AMAHA MULYA, ija
HYANG KANG AMAHA AGUNG, ija
HYANG KANG AMAHA LUWIH, ija
HYANG KANG AMAHA LUHUNG, ija
HYANG KANG AMAHA MURBA WASESA, ija
HYANG KANG AMAHA WASESA, ija
HYANG KANG AMAHA TAKDIR, ija
HYANG KANG AMAHA PASTI, ija
HYANG KANG AMAHA GAIB, ija
HYANG KANG MURBENG WAHANAN, ija
HYANG WAHANAN TUNGGAL.</poem></li></ol>
{{c|{{Ordered list|type=I|start=3|BABARE ANANE WAHANANE lan KAHANANE KANG AMAHA WISESA.}}}}
<ol start=18>
<li>WISESA iku KAHANANE GESANG ing KAHANANE Tjethané ija KAHANAN KAHANANING URIPING SUKSMA SUKSMANA kang WISESA, diarani SUKSMANASA. tegesé SUKSMA LINANGKUNG. jaiku SUKSMA LUHUR. Iku gesanging KARSA SEDJATI Dadi KAHANANE KANG AMAHA SUKTJI mau, jaiku ing KALUHURAN, werdiné jaiku WISESA utawa ija KAWASA, ija KAWASANING KARSANE DATING PANGERAN KANG AMAHA MURBA WISESA. Babaré ing kahanan werdiné sandining gesang kang kanjatahan ananing PRAMANA.</li>
<li>Dadi KARSA-ning SUKSMA (NA) iku kenjatahan ANANE <br>
::::LUHUR (bener, betjik, ngadil) ing SUKSMANA iku <br>
::::kanjatahan WAHANANE.<br>
WISESA-ning SUKSMANA iku kanjatahan KAHANANE.<br>
{{sp|Dadiné:}}<br>
<ol type=I>
<li>ANANE jaiku KARSA.</li>
<li>WAHANANE jaiku NGADIL, BENER, BETJIK.</li>
<li>KAHANANE jaiku WISESA, KAWASA dadiné LUHUR</li></ol></li></ol><noinclude>{{rh|||35}}</noinclude>
qnuj1a3k9gcn6rfcaok5kjeginykntx
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/36
250
25028
78829
2026-05-19T15:44:04Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "Dadiné; I. ANANE jaiku RAHSWA, II. WAHANANE jaiku WENANG. (liré pangrasa, obah lan osik). III. KAHANANE jaiku MULYA. IV. SEDJATINE ija ANANE WAHANANE lan KAHA- NANE (Rahswa kang Wenang lan Mulya mau, jaiku sedjatiné TUNGGAL, tegesé jaiku PURBANING SUKSMANA ing wahanané DAT KANG AMAHA MURBA WA- SESA. V. DUMUNUNGE, jaiku dumunung ing dalem uriping RAHSWA SEDJATI. VI. Dadiné jaiku kenjatahaning BUDHI. utawa ija uriping urip sedjati. VII. Dadiné kahanan a...
78829
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Dadiné;
I. ANANE jaiku RAHSWA,
II. WAHANANE jaiku WENANG. (liré pangrasa, obah
lan osik).
III. KAHANANE jaiku MULYA.
IV. SEDJATINE ija ANANE WAHANANE lan KAHA-
NANE (Rahswa kang Wenang lan Mulya mau, jaiku
sedjatiné TUNGGAL, tegesé jaiku PURBANING
SUKSMANA ing wahanané DAT
KANG AMAHA MURBA WA-
SESA.
V. DUMUNUNGE, jaiku dumunung ing dalem uriping
RAHSWA SEDJATI.
VI. Dadiné jaiku kenjatahaning BUDHI. utawa ija uriping
urip sedjati.
VII. Dadiné kahanan ana ing DRADJAD sedjati, jaiku du-
munung ing dalem urip kita pribadi.
14. Mungguh anané KAWENANGANING SUKSMA (SUKS-
MANA) kang GESANG lan MULJA iku, dadi kanjatahan
awit saking SEDJATINING KEĎ JATEN, tegesé ija KE-
DJATENING DATING PANGERAN, ija KEDJATENING
HYANG KANG AMAHA WENANG, ija HYANG KANG
AMAHA MULYA, wahanané DATING PANGERAN kang
AMAHA GESANG, kang dadi HYANG-HYANG- ing WA-
HANAN utawa ija HYANG-HYANG- ing GESANG, kang
kahanané jaiku DAT kang AMAHA MULYA.
15. Nuli ija awit WAHANANE DAT KANG AMAHA GE-
SANG iku, mangka etuking WENANG ija etuking ka-
wenangan ija etuking KAMULYAN kabèh, tegesé jaiku
KEDJATENING GESANG lan KEDJATENING WEWE-
NANG, utawa ija KEDJATENING KANG AMAHA MUL-
YA, kang mahanani dadiné GESANG miwah dadining WE-
WENANG saha KAMULYAN kabèh kang ana ing KA-
HANANE kang aniputi, Jaiku jekti dhingin dadi urip kita
pribadi.
16. Bah iki ija uga liré kang kabasakaké KEDJATOSAN pu-
nika wonten ing KAHANAN, seksinipun wonten MANUNG
34
SA.<noinclude>{{rh|34}}</noinclude>
qppn1sd27ghoh2savnp1sazowq12juz
78830
78829
2026-05-19T15:47:52Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78830
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=14>
Dadiné;
<ol type=I>
<li>ANANE jaiku RAHSWA,</li>
<li>WAHANANE jaiku WENANG. (liré pangrasa, obah lan osik).</li>
<li>KAHANANE jaiku MULYA.</li>
<li>SEDJATINE ija ANANE WAHANANE lan KAHANANE (Rahswa kang Wenang lan Mulya mau, jaiku {{sp|sedjatiné}} TUNGGAL, tegesé jaiku PURBANING SUKSMANA ing wahanané DAT KANG AMAHA MURBA WASESA.</li>
<li>DUMUNUNGE, jaiku dumunung ing dalem uriping RAHSWA SEDJATI.</li>
<li>Dadiné jaiku kenjatahaning BUDHI. utawa ija uriping urip sedjati.</li>
<li>Dadiné kahanan ana ing DRADJAD sedjati, jaiku dumunung ing dalem urip kita pribadi.</li></ol>
<li>Mungguh anané KAWENANGANING SUKSMA (SUKSMANA) kang GESANG lan MULJA iku, dadi kanjatahan awit saking SEDJATINING KEĎ JATEN, tegesé ija KEDJATENING DATING PANGERAN, ija KEDJATENING HYANG KANG AMAHA WENANG, ija HYANG KANG AMAHA MULYA, wahanané DATING PANGERAN kang AMAHA GESANG, kang dadi HYANG-HYANG- ing WAHANAN utawa ija HYANG-HYANG- ing GESANG, kang kahanané jaiku DAT kang AMAHA MULYA.</li>
<li>Nuli ija awit WAHANANE DAT KANG AMAHA GESANG iku, mangka {{sp|etuking}} WENANG ija etuking kawenangan ija {{sp|etuking}} KAMULYAN kabèh, tegesé jaiku KEDJATENING GESANG lan KEDJATENING WEWENANG, utawa ija KEDJATENING KANG AMAHA MULYA, kang mahanani dadiné GESANG miwah dadining WEWENANG saha KAMULYAN kabèh kang ana ing KAHANANE kang aniputi, Jaiku jekti dhingin dadi urip kita pribadi.</li>
<li>Bah iki ija uga liré kang kabasakaké KEDJATOSAN punika wonten ing KAHANAN, seksinipun wonten MANUNGSA.</li></ol><noinclude>{{rh|34}}</noinclude>
b0w86ltk5ni5czsljoiuoqcytnjqyzs
79110
78830
2026-05-20T08:35:36Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79110
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol start=14>
Dadiné;
<ol type=I>
<li>ANANE jaiku RAHSWA,</li>
<li>WAHANANE jaiku WENANG. (liré pangrasa, obah lan osik).</li>
<li>KAHANANE jaiku MULYA.</li>
<li>SEDJATINE ija ANANE WAHANANE lan KAHANANE (Rahswa kang Wenang lan Mulya mau, jaiku {{sp|sedjatiné}} TUNGGAL, tegesé jaiku PURBANING <br>
::::SUKSMANA ing wahanané DAT <br>
::::KANG AMAHA MURBA WASESA.</li>
<li>DUMUNUNGE, jaiku dumunung ing dalem uriping RAHSWA SEDJATI.</li>
<li>Dadiné jaiku kenjatahaning BUDHI. utawa ija uriping urip sedjati.</li>
<li>Dadiné kahanan ana ing DRADJAD sedjati, jaiku dumunung ing dalem urip kita pribadi.</li></ol>
<li>Mungguh anané KAWENANGANING SUKSMA (SUKSMANA) kang GESANG lan MULJA iku, dadi kanjatahan awit saking SEDJATINING KEĎ JATEN, tegesé ija KEDJATENING DATING PANGERAN, ija KEDJATENING HYANG KANG AMAHA WENANG, ija HYANG KANG AMAHA MULYA, wahanané DATING PANGERAN kang AMAHA GESANG, kang dadi HYANG-HYANG- ing WAHANAN utawa ija HYANG-HYANG- ing GESANG, kang kahanané jaiku DAT kang AMAHA MULYA.</li>
<li>Nuli ija awit WAHANANE DAT KANG AMAHA GESANG iku, mangka {{sp|etuking}} WENANG ija etuking kawenangan ija {{sp|etuking}} KAMULYAN kabèh, tegesé jaiku KEDJATENING GESANG lan KEDJATENING WEWENANG, utawa ija KEDJATENING KANG AMAHA MULYA, kang mahanani dadiné GESANG miwah dadining WEWENANG saha KAMULYAN kabèh kang ana ing KAHANANE kang aniputi, Jaiku jekti dhingin dadi urip kita pribadi.</li>
<li>Bah iki ija uga liré kang kabasakaké KEDJATOSAN punika wonten ing KAHANAN, seksinipun wonten MANUNGSA.</li></ol><noinclude>{{rh|34}}</noinclude>
slcsc8ga6gkxb5637nr8lg72p6ar6jq
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/35
250
25029
78831
2026-05-19T15:48:13Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "HYANG KANG AMAHA MURBA, ija HYANG KANG AMAHA MURBA WASESA. ija HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA, ija HYANG KANG MURBENG GESANG, ija HYANG KANG MURBENG HIDHUP, ija HYANG KANG MURBENG GAIB, ija HYANG KANG MURBENG PASTI, ija HYANG KANG MURBENG TAKDIR, ija HYANG KANG MURBENG ALAM, ija HYANG KANG AMAHA SUKTJI, ija HYANG PURBA SEDJATI, ija HYANG HAMURBA DJATI, ija HYANG SUKSMA, ija HYANG SUKSMAJA, ija HYANG SUKMANA, ija HYANG SUKSMANASA, ija HYANG HATMA (ATMA)...
78831
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>HYANG KANG AMAHA MURBA, ija
HYANG KANG AMAHA MURBA WASESA. ija
HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA, ija
HYANG KANG MURBENG GESANG, ija
HYANG KANG MURBENG HIDHUP, ija
HYANG KANG MURBENG GAIB, ija
HYANG KANG MURBENG PASTI, ija
HYANG KANG MURBENG TAKDIR, ija
HYANG KANG MURBENG ALAM, ija
HYANG KANG AMAHA SUKTJI, ija
HYANG PURBA SEDJATI, ija
HYANG HAMURBA DJATI, ija
HYANG SUKSMA, ija
HYANG SUKSMAJA, ija
HYANG SUKMANA, ija
HYANG SUKSMANASA, ija
HYANG HATMA (ATMA), ija
HYANG HATMAKA.
II. BABARE ANANE WAHANANE lan KAHANANE
KANG AMAHA MULYA.
12. MULYA iku WAHANANE URIP ing KAHANANE, tje-
thané ija KAHANAN WAHANANE GESANGING SUKS-
MA, diarani SUKSMANA, werdiné SUKSMA WENANG.
Jaiku GESANGING GEASNG kang MULYA ing kahanané,
dadiné WENANG SEDJATI. Dadi ANANE Kang Maha
Mulya mau, jaiku mulyaning Hyang Suksma Djati, ija
KAMULYANING RAHSWANE DAT- ING PANGERAN
KANG AMAHA MURBA WASESA. Sabandjuré, ananing
WENANG iku sangkaning RAHSWA, jaiku GESANGING
KANG SEDJATI. ija RAHSWANING DAT KANG AMAHA
MURBA WASESA. Babaré ing kahanan werdiné sandining
gesang kang kanjatahan ing PANGRASA.
13. Dadi RAHSWA-ning SUKSMA iku kanja tahan ANANE.
WENANG-ing SUKSMA iku kanjatahan WAHA-
NANE.
(ka) MULYA-ning SUKSMA iku kanjatahan KAHA-
NANE.
33<noinclude>{{rh|||33}}</noinclude>
o9xevj7pj3lxt998715mngnn9nwd2lo
78833
78831
2026-05-19T15:51:31Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78833
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=12>
<poem>
HYANG KANG AMAHA MURBA, ija
HYANG KANG AMAHA MURBA WASESA. ija
HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA, ija
HYANG KANG MURBENG GESANG, ija
HYANG KANG MURBENG HIDHUP, ija
HYANG KANG MURBENG GAIB, ija
HYANG KANG MURBENG PASTI, ija
HYANG KANG MURBENG TAKDIR, ija
HYANG KANG MURBENG ALAM, ija
HYANG KANG AMAHA SUKTJI, ija
HYANG PURBA SEDJATI, ija
HYANG HAMURBA DJATI, ija
HYANG SUKSMA, ija
HYANG SUKSMAJA, ija
HYANG SUKMANA, ija
HYANG SUKSMANASA, ija
HYANG HATMA (ATMA), ija
HYANG HATMAKA.</poem><br>
<ol type=I start=2><li>BABARE ANANE WAHANANE lan KAHANANE KANG AMAHA MULYA.</li></ol>
<li>MULYA iku WAHANANE URIP ing KAHANANE, tjethané ija KAHANAN WAHANANE GESANGING SUKSMA, diarani SUKSMANA, werdiné SUKSMA WENANG. Jaiku GESANGING GEASNG kang MULYA ing kahanané, dadiné WENANG SEDJATI. Dadi ANANE Kang Maha Mulya mau, jaiku mulyaning Hyang Suksma Djati, ija KAMULYANING RAHSWANE DAT-ING PANGERAN KANG AMAHA MURBA WASESA. Sabandjuré, ananing WENANG iku sangkaning RAHSWA, jaiku GESANGING KANG SEDJATI. ija RAHSWANING DAT KANG AMAHA MURBA WASESA. Babaré ing kahanan werdiné sandining gesang kang kanjatahan ing PANGRASA.</li>
<li>Dadi RAHSWA-ning SUKSMA iku kanja tahan ANANE.<br> WENANG-ing SUKSMA iku kanjatahan WAHANANE.<br>
(ka) MULYA-ning SUKSMA iku kanjatahan KAHANANE.</li></ol><noinclude>{{rh|||33}}</noinclude>
r3xoey4azuvr04w8uqfhyoopdbwcxqf
79064
78833
2026-05-20T06:27:59Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79064
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=12>
<poem>
HYANG KANG AMAHA MURBA, ija
HYANG KANG AMAHA MURBA WASESA. ija
HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA, ija
HYANG KANG MURBENG GESANG, ija
HYANG KANG MURBENG HIDHUP, ija
HYANG KANG MURBENG GAIB, ija
HYANG KANG MURBENG PASTI, ija
HYANG KANG MURBENG TAKDIR, ija
HYANG KANG MURBENG ALAM, ija
HYANG KANG AMAHA SUKTJI, ija
HYANG PURBA SEDJATI, ija
HYANG HAMURBA DJATI, ija
HYANG SUKSMA, ija
HYANG SUKSMAJA, ija
HYANG SUKMANA, ija
HYANG SUKSMANASA, ija
HYANG HATMA (ATMA), ija
HYANG HATMAKA.</poem><br>
<ol type=I start=2><li>BABARE ANANE WAHANANE lan KAHANANE KANG AMAHA MULYA.</li></ol>
<li>MULYA iku WAHANANE URIP ing KAHANANE, tjethané ija KAHANAN WAHANANE GESANGING SUKSMA, diarani SUKSMANA, werdiné SUKSMA WENANG. Jaiku GESANGING GEASNG kang MULYA ing kahanané, dadiné WENANG SEDJATI. Dadi ANANE Kang Maha Mulya mau, jaiku mulyaning Hyang Suksma Djati, ija KAMULYANING RAHSWANE DAT-ING PANGERAN KANG AMAHA MURBA WASESA. Sabandjuré, ananing WENANG iku sangkaning RAHSWA, jaiku GESANGING KANG SEDJATI. ija RAHSWANING DAT KANG AMAHA MURBA WASESA. Babaré ing kahanan werdiné sandining gesang kang kanjatahan ing PANGRASA.</li>
<li>Dadi RAHSWA-ning SUKSMA iku kanja tahan ANANE.<br> WENANG-ing SUKSMA iku kanjatahan WAHANANE.<br>
(ka) MULYA-ning SUKSMA iku kanjatahan KAHANANE.</li></ol><noinclude>{{rh|||33}}</noinclude>
iq8xmc76urt6o37u7xqt6zokkpoqkvo
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/34
250
25030
78832
2026-05-19T15:48:37Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "8. 9. IV) SEDJATINE ija ANANE WAHANANE lan KAHA NANE (Suksma. Suksmaja kang gesang suktji) iku ija SEDJATINE TUNGGAL. Tegesé ija telung praka- ra iku Sang Purba djati, ija Kang Amaha Murba kang anglimputi ing Wasesané lan Wisésané, kasebut HYANG AMAHA MURBA (PURBA). V) DUMUNUNGE (ing kahanan), jaiku dumunung ing dalem URIPING SUKSMA SEDJATI, jaiku sedjati- ning HATMAKA, werdiné HATMA SEDJATI, SEDJA- TINING NJAWA. VI) Dadine jaiku kenjatahan ANANE URIP...
78832
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>8.
9.
IV) SEDJATINE ija ANANE WAHANANE lan KAHA
NANE (Suksma. Suksmaja kang gesang suktji) iku ija
SEDJATINE TUNGGAL. Tegesé ija telung praka-
ra iku Sang Purba djati, ija Kang Amaha Murba kang
anglimputi ing Wasesané lan Wisésané, kasebut HYANG
AMAHA MURBA (PURBA).
V) DUMUNUNGE (ing kahanan), jaiku dumunung ing
dalem URIPING SUKSMA SEDJATI, jaiku sedjati-
ning HATMAKA, werdiné HATMA SEDJATI, SEDJA-
TINING NJAWA.
VI) Dadine jaiku kenjatahan ANANE URIPING WADAG
VII) Dadine kahanan ana ing RUPA, werdine tjahjaning
tjahja ing kahanané sedjati, dumunung ing dalem uripé
kita pribadi kang sedjatine.
ANANE SUKSMAJA kang GESANG lan SUKTJI iku,
dadi kanjatahan sedjatining Kedjatèn, ija Kedjatèning Dat-
ing Pangéran ija Hyang SUKSMA, ija Hyang SUKSMAJA.
utawa ija KEDJATENING HYANG KANG AMAHA ĠE-
SANG, utawa ija KEDJATENE HYANG KANG AMAHA
SUKTJI. Tegesé jaiku ANANE DAT- ING PANGERAN
kang AMAHA GESANG lan SUKTJI, kang dadi HYANG-
HYANGING SUKSMA SUKSMANA utawa HATMA lsp.
ija HYANG-HYANGING GFSANG, kang kahanané jaiku
DAT kang AMAHA SUKTJI.
Ija DAT iku mangka etuking GESANG lan etuking
SUKSMA SUKSMANA kabèh mau. sarta ijaiku etuking
KASUKTJEN, tegesé ijaiku KEDJATENING GESANG lan
KEDJATENING SUKSMA (NA-SA) sarta KEDJATENING
KASUKTJEN kang mahanani dadining GESANG miwah
dadining SUKSMANA sarta KASUKTJEN kabèh kang ana
ing KAHANANE kang aniputi. Ija iku kabèh, jekti du-
munung ing dalem urip kita pribadi kang sedjatinė, ija
uripé manungsa djati.
MA-
10. Mula sabandjuré bab mau, nuli kabasakaké KEDJATOSAN
punika wonten ing KAHANAN, seksinipun wonten
NUNGSA, kaja kang bakal kapratélaké ing mangko.
11. Nuli mula ija awit saka ANANE Dat- ing Pangeran Kang
Amaha Gesang iku, asmané ija bandjur kasebutaké kang
aniputi saka ing KEDJATENING ANANE uga, pepidjèné
kaja ing ngisor iki, jaiku:
32
32<noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
deniw4mo0emqudvc8879f6hq2stm8g5
78834
78832
2026-05-19T15:57:17Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78834
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=8>
<ol type=I start=4>
<li>SEDJATINE ija ANANE WAHANANE lan KAHANANE (Suksma, Suksmaja kang gesang suktji) iku ija SEDJATINE {{sp|TUNGGAL}}. Tegesé ija telung prakara iku Sang Purba djati, ija Kang Amaha Murba kang anglimputi ing Wasesané lan Wisésané, kasebut HYANG AMAHA MURBA (PURBA).</li>
<li>DUMUNUNGE (ing kahanan), jaiku dumunung ing dalem URIPING SUKSMA SEDJATI, jaiku sedjatining HATMAKA, werdiné HATMA SEDJATI, SEDJATINING NJAWA.</li>
<li>Dadine jaiku kenjatahan ANANE URIPING WADAG</li>
<li>Dadine kahanan ana ing RUPA, werdine tjahjaning tjahja ing kahanané sedjati, dumunung ing dalem uripé kita pribadi kang sedjatine.</li></ol>
<li>ANANE SUKSMAJA kang GESANG lan SUKTJI iku, dadi kanjatahan sedjatining Kedjatèn, ija Kedjatèning Dat-ing Pangéran ija Hyang SUKSMA, ija Hyang SUKSMAJA. utawa ija KEDJATENING HYANG KANG AMAHA ĠESANG, utawa ija KEDJATENE HYANG KANG AMAHA SUKTJI. Tegesé jaiku ANANE DAT- ING PANGERAN kang AMAHA GESANG lan SUKTJI, kang dadi HYANG-HYANGING SUKSMA SUKSMANA utawa HATMA lsp. ija HYANG-HYANGING GESANG, kang kahanané jaiku DAT kang AMAHA SUKTJI.</li>
<li>Ija DAT iku mangka {{sp|etuking}} GESANG lan {{sp|etuking}} SUKSMA SUKSMANA kabèh mau. sarta ijaiku {{sp|etuking}} KASUKTJEN, tegesé ijaiku KEDJATENING GESANG lan KEDJATENING SUKSMA (NA-SA) sarta KEDJATENING KASUKTJEN kang mahanani dadining GESANG miwah dadining SUKSMANA sarta KASUKTJEN kabèh kang ana ing KAHANANE kang aniputi. Ija iku kabèh, jekti dumunung ing dalem urip kita pribadi kang sedjatinė, ija uripé manungsa djati.</li>
<li>Mula sabandjuré bab mau, nuli kabasakaké KEDJATOSAN punika wonten ing KAHANAN, seksinipun wonten MANUNGSA, kaja kang bakal kapratélaké ing mangko.</li>
<li>Nuli mula ija awit saka ANANE Dat- ing Pangeran Kang Amaha Gesang iku, asmané ija bandjur kasebutaké kang aniputi saka ing KEDJATENING ANANE uga, pepidjèné kaja ing ngisor iki, jaiku:</li></ol><noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
0jnbcjyzkgjohqgg32ry3xxpm4aln6h
79063
78834
2026-05-20T06:27:27Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79063
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=8>
<ol type=I start=4>
<li>SEDJATINE ija ANANE WAHANANE lan KAHANANE (Suksma, Suksmaja kang gesang suktji) iku ija SEDJATINE {{sp|TUNGGAL}}. Tegesé ija telung prakara iku Sang Purba djati, ija Kang Amaha Murba kang anglimputi ing Wasesané lan Wisésané, kasebut HYANG AMAHA MURBA (PURBA).</li>
<li>DUMUNUNGE (ing kahanan), jaiku dumunung ing dalem URIPING SUKSMA SEDJATI, jaiku sedjatining HATMAKA, werdiné HATMA SEDJATI, SEDJATINING NJAWA.</li>
<li>Dadine jaiku kenjatahan ANANE URIPING WADAG</li>
<li>Dadine kahanan ana ing RUPA, werdine tjahjaning tjahja ing kahanané sedjati, dumunung ing dalem uripé kita pribadi kang sedjatine.</li></ol>
<li>ANANE SUKSMAJA kang GESANG lan SUKTJI iku, dadi kanjatahan sedjatining Kedjatèn, ija Kedjatèning Dat-ing Pangéran ija Hyang SUKSMA, ija Hyang SUKSMAJA. utawa ija KEDJATENING HYANG KANG AMAHA ĠESANG, utawa ija KEDJATENE HYANG KANG AMAHA SUKTJI. Tegesé jaiku ANANE DAT- ING PANGERAN kang AMAHA GESANG lan SUKTJI, kang dadi HYANG-HYANGING SUKSMA SUKSMANA utawa HATMA lsp. ija HYANG-HYANGING GESANG, kang kahanané jaiku DAT kang AMAHA SUKTJI.</li>
<li>Ija DAT iku mangka {{sp|etuking}} GESANG lan {{sp|etuking}} SUKSMA SUKSMANA kabèh mau. sarta ijaiku {{sp|etuking}} KASUKTJEN, tegesé ijaiku KEDJATENING GESANG lan KEDJATENING SUKSMA (NA-SA) sarta KEDJATENING KASUKTJEN kang mahanani dadining GESANG miwah dadining SUKSMANA sarta KASUKTJEN kabèh kang ana ing KAHANANE kang aniputi. Ija iku kabèh, jekti dumunung ing dalem urip kita pribadi kang sedjatinė, ija uripé manungsa djati.</li>
<li>Mula sabandjuré bab mau, nuli kabasakaké KEDJATOSAN punika wonten ing KAHANAN, seksinipun wonten MANUNGSA, kaja kang bakal kapratélaké ing mangko.</li>
<li>Nuli mula ija awit saka ANANE Dat- ing Pangeran Kang Amaha Gesang iku, asmané ija bandjur kasebutaké kang aniputi saka ing KEDJATENING ANANE uga, pepidjèné kaja ing ngisor iki, jaiku:</li></ol><noinclude>{{rh|32}}</noinclude>
tp5tqk134691gkjxn0vsdjvw45u1c91
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/33
250
25031
78835
2026-05-19T15:57:29Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "4 5. Mangkono liré, pangandikané Sang Hyang Guru, kang ka- basakaké anané kang sepuh dhéwé, jaiku anané PA- NGERAN (SANG) HYANG WISESA kang dhingin iku, muhung anané DAT KANG MAHA GESANG, kang anggesangi niputi ing rat tri-lokaja. Déné babaré pangan- dikané Sang Hyang Naradha kang angendhih ing pangan- dikané Sang Hyang Guru mau, ing mangko bakal kawi- djangaké kang ndhéwé. Wondéné mungguh anané DATING PANGERAN mau, iku aran GESANGing kang AMAHA GESAN...
78835
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>4
5.
Mangkono liré, pangandikané Sang Hyang Guru, kang ka-
basakaké anané kang sepuh dhéwé, jaiku anané PA-
NGERAN (SANG) HYANG WISESA kang dhingin
iku, muhung anané DAT KANG MAHA GESANG, kang
anggesangi niputi ing rat tri-lokaja. Déné babaré pangan-
dikané Sang Hyang Naradha kang angendhih ing pangan-
dikané Sang Hyang Guru mau, ing mangko bakal kawi-
djangaké kang ndhéwé.
Wondéné mungguh anané DATING PANGERAN mau,
iku aran GESANGing kang AMAHA GESANG, werdiné jaiku
arané HYANG SUKSMAJA, ija HYANG SUKSMANASA,
kang mangka PURBANE mau, sarta ijaiku kang minang-
ka etuking SUKSMA SUKSMANA, utawa ija etuk-
ing HATMA HATMAN A, awit purbaning ANANE
WAHANANE lan WISESANE.
6. Sabandjuré, anuli ija awit saka purbaning DAT kang ani-
puti ing salwiring kahanan iku, dadiné bandjur mahanani
ing as ma-as mané sawidji - widji, babaré kaja ing
ngisor iki.
7.
I.
BABARE ANANE WAHANANE lan KAHANANE
KANG AMAHA SUKTJI.
SUKTJI iku terangé KAHANANE ANANE URIP. jaiku
ANANE URIP ing KAHANANE. Tjethané ija kahanané
GESANGING SUKSMA, kang SUKTJI, iku diarani SUK-
SMAJA, werdiné GESANGING SUKSMA SEDJATI. Dadi
ANANE Kang Amaha Suktji mau. jaiku suktjining Hyang
Suksma Djati, ija SUKTJINING DATING PANGERAN
KANG AMAHA MURBA. Babaré ing kahanan werdiné
sandining gesang kang kanjatahan ananing TJIPTA.
Dadi SUKSMA iku kanjatahané ANANE,
GESANG (urip) iku kanjatahané WAHANANE.
SUKTJI iku kanjatahané KAHANANE.
Dadiné:
I)
ANANE jaiku SUKSMAJA,
II) WAHANANE jaiku GESANG,
III) KAHANANE jaiku SUKTJI.
31<noinclude></noinclude>
j8rai88d8y21aicwxg1yeh0qu207jn3
78839
78835
2026-05-19T16:27:52Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78839
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=4>
<li>Mangkono liré, pangandikané Sang Hyang Guru, kang kabasakaké anané kang sepuh dhéwé, jaiku {{sp|anané PANGERAN (SANG) HYANG WISESA}} kang dhingin iku, muhung anané DAT KANG MAHA GESANG, kang anggesangi niputi ing rat tri-lokaja. Déné babaré pangandikané Sang Hyang Naradha kang angendhih ing pangandikané Sang Hyang Guru mau, ing mangko bakal kawidjangaké kang ndhéwé.</li>
<li>Wondéné mungguh anané DATING PANGERAN mau, iku aran GESANGing kang AMAHA GESANG, werdiné jaiku arané HYANG SUKSMAJA, ija HYANG SUKSMANASA, kang mangka PURBANE mau, sarta ijaiku kang minangka {{sp|etuking}} SUKSMA SUKSMANA, utawa ija {{sp|etuking HATMA HATMANA}}, awit purbaning ANANE WAHANANE lan WISESANE.</li>
<li>Sabandjuré, anuli ija awit saka purbaning DAT kang aniputi ing salwiring kahanan iku, dadiné bandjur mahanani ing {{sp|asma-asmané}} sawidji - widji, babaré kaja ing ngisor iki.<br>
<ol type=I>
<li>BABARE ANANE WAHANANE lan KAHANANE KANG AMAHA SUKTJI.</li></ol></li>
<li>SUKTJI iku terangé KAHANANE ANANE URIP. jaiku ANANE URIP ing KAHANANE. Tjethané ija kahanané GESANGING SUKSMA, kang SUKTJI, iku diarani SUKSMAJA, werdiné GESANGING SUKSMA SEDJATI. Dadi ANANE Kang Amaha Suktji mau. jaiku suktjining Hyang Suksma Djati, ija SUKTJINING DATING PANGERAN KANG AMAHA MURBA. Babaré ing kahanan werdiné sandining gesang kang kanjatahan ananing TJIPTA.<br>
Dadi SUKSMA iku kanjatahané ANANE,<br>
GESANG (urip) iku kanjatahané WAHANANE.<br>
SUKTJI iku kanjatahané KAHANANE.
Dadiné:
<ol type=I>
<li>ANANE jaiku SUKSMAJA,</li>
<li>WAHANANE jaiku GESANG,</li>
<li>KAHANANE jaiku SUKTJI.</li></ol></li></ol><noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
pzk5f904a5edie22xjsna53zu88f6v1
78965
78839
2026-05-20T04:02:33Z
Srijembarrahayu
882
/* Absah */
78965
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Srijembarrahayu" /></noinclude><ol start=4>
<li>Mangkono liré, pangandikané Sang Hyang Guru, kang kabasakaké anané kang sepuh dhéwé, jaiku {{sp|anané PANGERAN (SANG) HYANG WISESA}} kang dhingin iku, muhung anané DAT KANG MAHA GESANG, kang anggesangi niputi ing rat tri-lokaja. Déné babaré pangandikané Sang Hyang Naradha kang angendhih ing pangandikané Sang Hyang Guru mau, ing mangko bakal kawidjangaké kang ndhéwé.</li>
<li>Wondéné mungguh anané DATING PANGERAN mau, iku aran GESANGing kang AMAHA GESANG, werdiné jaiku arané HYANG SUKSMAJA, ija HYANG SUKSMANASA, kang mangka PURBANE mau, sarta ijaiku kang minangka {{sp|etuking}} SUKSMA SUKSMANA, utawa ija {{sp|etuking HATMA HATMANA}}, awit purbaning ANANE WAHANANE lan WISESANE.</li>
<li>Sabandjuré, anuli ija awit saka purbaning DAT kang aniputi ing salwiring kahanan iku, dadiné bandjur mahanani ing {{sp|asma-asmané}} sawidji - widji, babaré kaja ing ngisor iki.<br>
<ol type=I>
<li>BABARE ANANE WAHANANE lan KAHANANE KANG AMAHA SUKTJI.</li></ol></li>
<li>SUKTJI iku terangé KAHANANE ANANE URIP, jaiku ANANE URIP ing KAHANANE. Tjethané ija kahanané GESANGING SUKSMA, kang SUKTJI, iku diarani SUKSMAJA, werdiné GESANGING SUKSMA SEDJATI. Dadi ANANE Kang Amaha Suktji mau, jaiku suktjining Hyang Suksma Djati, ija SUKTJINING DATING PANGERAN KANG AMAHA MURBA. Babaré ing kahanan werdiné sandining gesang kang kanjatahan ananing TJIPTA.<br>
Dadi SUKSMA iku kanjatahané ANANE,<br>
:GESANG (urip) iku kanjatahané WAHANANE.<br>
:SUKTJI iku kanjatahané KAHANANE.
Dadiné:
<ol type=I>
<li>ANANE jaiku SUKSMAJA,</li>
<li>WAHANANE jaiku GESANG,</li>
<li>KAHANANE jaiku SUKTJI.</li></ol></li></ol><noinclude>{{rh|||31}}</noinclude>
q6kmbb9x3eurw3hbiu5tyryaobs6l48
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/32
250
25032
78840
2026-05-19T16:28:09Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "QUOGGGGHHHHHHHHGS Turutan wewarah kaping 9 OOOHHHHHHHHHHHHGO BABARE KEDJATENING DAT KANG AMAHA SUKTJI MAHANANI ING PURBANE, DADINE SAWIDJI WIDJI. 1. Ananè HYANG WISESA ija kahanané Kedjatèn kang sepuh dhéwé, utawa kang dhingin dhéwé kasebut ing pangandi kane Sang Hyang Guru mau, tjumundhuké klawan surasa ing sabda wasitané Kang Maha Suktji, jaiku tjethané ana ing KAHANANE; lire: 2. 3. 30 50 ANANE Kang Maha SUKTJI, WAHANANE Kang Maha MULYA, KAHANANE Ka...
78840
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>QUOGGGGHHHHHHHHGS
Turutan wewarah kaping 9
OOOHHHHHHHHHHHHGO
BABARE KEDJATENING DAT KANG AMAHA SUKTJI
MAHANANI ING PURBANE, DADINE
SAWIDJI WIDJI.
1. Ananè HYANG WISESA ija kahanané Kedjatèn kang sepuh
dhéwé, utawa kang dhingin dhéwé kasebut ing pangandi
kane Sang Hyang Guru mau, tjumundhuké klawan surasa
ing sabda wasitané Kang Maha Suktji, jaiku tjethané ana
ing KAHANANE; lire:
2.
3.
30
50
ANANE Kang Maha SUKTJI,
WAHANANE Kang Maha MULYA,
KAHANANE Kang Maha WISESA.
Ija telung prakara sedjatiné Kedjatèn iku sawidji
TUNGGAL, ija sedjatiné GUSTI KANG AMAHA SUK-
TJI ASIPAT ESA.
Dadi ija anané KANG AMAHA WISESA, utawa ja
HYANG WISESA iku. uga tan prabéda klawan asmané
KANG AMAHA MULYA, utawa ija KANG AMAHA SUK.
TJI, utawa ija KANG AMAHA TUNGGAL, djer ija te-
lung prakara iku wosing Kedjatèn, saka ANANE WAHA-
NANE lan KAHANANE, jaiku mangka PURBANING DAT
KANG AMAHA MURBA. Mula ijaiku wité kang bandjur
dadi asmaning DAT, kasebut HYANG KANG AMAHA
MURBA, utawa ija HYANG KANG AMAHA MURBA-
WASESA. ija HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA,
maksudé ijaiku KEDJATEN kang mangka dadi purbaning
kahanan kabèh, sarta ija kahanan sedjati, kang djedjer sa-
ka anané wahanané lan kahanané, ing babaré maring ana-
né wahané lan kahanané gesang kang sarwa dumadi, ing
sadjroning djagad tetelu, sumrambah ing uriping kahana-
ning kahanan, asal saka ing Kedjatèning DAT KANG
AMAHA WISESA sarta ija KAHANAN SEDJATI, kang
djedjer saka ANANE WAHANANE lan KAHANANE kang
SUKTJI MULYA lawan WISESA, jaiku dumunung ing da
lem urip kita pribadi.<noinclude></noinclude>
5nwjy5fky30wcir5djs590uqtnno834
78841
78840
2026-05-19T16:31:46Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78841
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|Turutan wewarah kaping 9}}
{{c|BABARE KEDJATENING DAT KANG AMAHA SUKTJI MAHANANI ING PURBANE, DADINE SAWIDJI WIDJI.}}
<ol>
<li>Ananè HYANG WISESA ija kahanané Kedjatèn kang sepuh dhéwé, utawa kang dhingin dhéwé kasebut ing pangandikane Sang Hyang Guru mau, tjumundhuké klawan surasa ing sabda wasitané Kang Maha Suktji, jaiku tjethané ana ing KAHANANE; lire:<br>
<poem>
ANANE Kang Maha SUKTJI,
WAHANANE Kang Maha MULYA,
KAHANANE Kang Maha WISESA.
</poem></li>
<li>Ija telung prakara sedjatiné Kedjatèn iku {{sp|sawidji TUNGGAL}}, ija sedjatiné GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT ESA.</li>
<li>Dadi ija anané KANG AMAHA WISESA, utawa ija HYANG WISESA iku. uga tan prabéda klawan asmané KANG AMAHA MULYA, utawa ija KANG AMAHA SUKTJI, utawa ija KANG AMAHA TUNGGAL, djer ija telung prakara iku wosing Kedjatèn, saka ANANE WAHANANE lan KAHANANE, jaiku mangka PURBANING DAT KANG AMAHA MURBA. Mula ijaiku wité kang bandjur dadi asmaning DAT, kasebut HYANG KANG AMAHA MURBA, utawa ija HYANG KANG AMAHA MURBA-WASESA. ija HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA, maksudé ijaiku KEDJATEN kang mangka dadi purbaning kahanan kabèh, sarta ija kahanan sedjati, kang djedjer saka anané wahanané lan kahanané, ing babaré maring anané wahané lan kahanané gesang kang sarwa dumadi, ing sadjroning djagad tetelu, sumrambah ing uriping kahananing kahanan, asal saka ing Kedjatèning DAT KANG AMAHA WISESA sarta ija KAHANAN SEDJATI, kang djedjer saka ANANE WAHANANE lan KAHANANE kang SUKTJI MULYA lawan WISESA, jaiku dumunung ing dalem urip kita pribadi.</li></ol><noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
4txmjkxn1hg2wvycct9rvrhzc0gbvs8
78962
78841
2026-05-20T03:57:58Z
Srijembarrahayu
882
/* Absah */
78962
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>{{border|maxwidth=30%|{{c|Turutan wewarah kaping 9}}}}
{{c|BABARE KEDJATENING DAT KANG AMAHA SUKTJI <br>MAHANANI ING PURBANE DADINE <br> SAWIDJI WIDJI.}}
<ol>
<li>Ananè HYANG WISESA ija kahanané Kedjatèn kang sepuh dhéwé, utawa kang dhingin dhéwé kasebut ing pangandikane Sang Hyang Guru mau, tjumundhuké klawan surasa ing sabda wasitané Kang Maha Suktji, jaiku tjethané ana ing KAHANANE; lire:<br>
<poem>
ANANE Kang Maha SUKTJI,
WAHANANE Kang Maha MULYA,
KAHANANE Kang Maha WISESA.
</poem></li>
<li>Ija telung prakara sedjatiné Kedjatèn iku {{sp|sawidji TUNGGAL}}, ija sedjatiné GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT ESA.</li>
<li>Dadi ija anané KANG AMAHA WISESA, utawa ija HYANG WISESA iku, uga tan prabéda klawan asmané KANG AMAHA MULYA, utawa ija KANG AMAHA SUKTJI, utawa ija KANG AMAHA TUNGGAL, djer ija telung prakara iku wosing Kedjatèn, saka ANANE WAHANANE lan KAHANANE, jaiku mangka PURBANING DAT KANG AMAHA MURBA. Mula ijaiku wité kang bandjur dadi asmaning DAT, kasebut HYANG KANG AMAHA MURBA, utawa ija HYANG KANG AMAHA MURBA-WASESA. ija HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA, maksudé ijaiku KEDJATEN kang mangka dadi purbaning kahanan kabèh, sarta ija kahanan sedjati, kang djedjer saka anané wahanané lan kahanané, ing babaré maring anané wahané lan kahanané gesang kang sarwa dumadi, ing sadjroning djagad tetelu, sumrambah ing uriping kahananing kahanan, asal saka ing Kedjatèning DAT KANG AMAHA WISESA sarta ija KAHANAN SEDJATI, kang djedjer saka ANANE WAHANANE lan KAHANANE kang SUKTJI MULYA lawan WISESA, jaiku dumunung ing dalem urip kita pribadi.</li></ol><noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
osvfs1chms9wjj7tyunold8i80sypaq
78963
78962
2026-05-20T03:58:16Z
Srijembarrahayu
882
78963
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Srijembarrahayu" /></noinclude>{{border|maxwidth=40%|{{c|Turutan wewarah kaping 9}}}}
{{c|BABARE KEDJATENING DAT KANG AMAHA SUKTJI <br>MAHANANI ING PURBANE DADINE <br> SAWIDJI WIDJI.}}
<ol>
<li>Ananè HYANG WISESA ija kahanané Kedjatèn kang sepuh dhéwé, utawa kang dhingin dhéwé kasebut ing pangandikane Sang Hyang Guru mau, tjumundhuké klawan surasa ing sabda wasitané Kang Maha Suktji, jaiku tjethané ana ing KAHANANE; lire:<br>
<poem>
ANANE Kang Maha SUKTJI,
WAHANANE Kang Maha MULYA,
KAHANANE Kang Maha WISESA.
</poem></li>
<li>Ija telung prakara sedjatiné Kedjatèn iku {{sp|sawidji TUNGGAL}}, ija sedjatiné GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT ESA.</li>
<li>Dadi ija anané KANG AMAHA WISESA, utawa ija HYANG WISESA iku, uga tan prabéda klawan asmané KANG AMAHA MULYA, utawa ija KANG AMAHA SUKTJI, utawa ija KANG AMAHA TUNGGAL, djer ija telung prakara iku wosing Kedjatèn, saka ANANE WAHANANE lan KAHANANE, jaiku mangka PURBANING DAT KANG AMAHA MURBA. Mula ijaiku wité kang bandjur dadi asmaning DAT, kasebut HYANG KANG AMAHA MURBA, utawa ija HYANG KANG AMAHA MURBA-WASESA. ija HYANG KANG AMAHA MURBA WISESA, maksudé ijaiku KEDJATEN kang mangka dadi purbaning kahanan kabèh, sarta ija kahanan sedjati, kang djedjer saka anané wahanané lan kahanané, ing babaré maring anané wahané lan kahanané gesang kang sarwa dumadi, ing sadjroning djagad tetelu, sumrambah ing uriping kahananing kahanan, asal saka ing Kedjatèning DAT KANG AMAHA WISESA sarta ija KAHANAN SEDJATI, kang djedjer saka ANANE WAHANANE lan KAHANANE kang SUKTJI MULYA lawan WISESA, jaiku dumunung ing dalem urip kita pribadi.</li></ol><noinclude>{{rh|30}}</noinclude>
lkgks5gbk0kvn5ubxg64jarzyqgld5w
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/31
250
25033
78842
2026-05-19T16:32:11Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "8. Kaping telu LANGIT, jaiku WAHANANE, dadiné RAH- SWA kang gelar jaiku gemelaring SWASANA kang wudjud katon jaiku KAHANANE. 9. Kaping pat BUMI, jaiku KAHANANE kang gumelar wudjud. 10. Pangandikané Sang Hyang Guru iki kabèh, babará bakal kawidjangaké ing buri. 11. Ing kéne luwih dhingin nerusaké ing kawruh babaré Ke- djatèning Hyang Maha Wisésa mau. Widjang-widjangé pa- ngandikané Sang Hyang Guru, kawedhar ANANE kang se- puh dhéwé HYANG WISESA. Dadi i...
78842
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>8. Kaping telu LANGIT, jaiku WAHANANE, dadiné RAH-
SWA kang gelar jaiku gemelaring SWASANA kang wudjud
katon jaiku KAHANANE.
9. Kaping pat BUMI, jaiku KAHANANE kang gumelar
wudjud.
10. Pangandikané Sang Hyang Guru iki kabèh, babará bakal
kawidjangaké ing buri.
11. Ing kéne luwih dhingin nerusaké ing kawruh babaré Ke-
djatèning Hyang Maha Wisésa mau. Widjang-widjangé pa-
ngandikané Sang Hyang Guru, kawedhar ANANE kang se-
puh dhéwé HYANG WISESA. Dadi ijaiku kasedjatening
Kedjaten, tegesé ija SEDJATINE KAHANANE KANG
AMAHA SUKTJI, kang djumeneng kang dhingin dhéwé,
sadurungé awang uwung bumi langit gumelar. Lah ijaiku
tjumundhuké klawan bab widjang - widjanging sabda wa-
sita ing SEDJATINE. IJA SEDJATINE ORA ANA APA-
APA, DUK AWANG UWUNG MAKSIH DU-
RUNG DUMADI SAWIDJI-WIDJI. KANG DJUMENENG
DHINGIN DHEWE IKU MUHUNG HINGSUN, ORA ANA
PANGERAN ANGING HINGSUN SEDJATINING GUSTI
KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT ESA.
12. Sabandjuré, ananing pangandikané Sang Hyng Guru mau
kaendhih dening bantahé Sang Hyang Naradha, déné ANA-
NE HYANG WISESA teka kaanggep sepuh dhéwé. Mang-
ka nalika ANANE HYANG WISESA, wus mijarsa swara
pindha gentha kekelèng, marmané sinung pangrungu.
Iki mangka tandha jèn wus ana kang amengku. Balik
kang amengku iku sapa (?), lan manèh nalikané awang
uwung bumi langit durung ana, apa kang ana dhingin, lan
sapa kang nganakaké. Mangkono ing sabandjuré sahingga
kababar ing lwiring surasa kabèh. Wondéné tjethané ba-
baran wedharan-wedharan kabeh saka sawidji - widji, ko-
ploké klawan sabda wasitané Kang Amaha Suktji lan wi-
sik-wisikané para Déwa, bakal kapratélakaké ing buri.
29<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
3b967q9yg9vwd910ruop6vkd37ltdy5
78844
78842
2026-05-19T16:35:26Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78844
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=8>
<li>Kaping telu LANGIT, jaiku WAHANANE, dadiné RAHSWA kang gelar jaiku gemelaring SWASANA kang wudjud katon jaiku KAHANANE.</li>
<li>Kaping pat {{sp|BUMI}}, jaiku KAHANANE kang gumelar wudjud.</li>
<li>Pangandikané Sang Hyang Guru iki kabèh, babará bakal kawidjangaké ing buri.</li>
<li>Ing kéne luwih dhingin nerusaké ing kawruh babaré Kedjatèning Hyang Maha Wisésa mau. Widjang-widjangé pangandikané Sang Hyang Guru, kawedhar ANANE kang sepuh dhéwé HYANG WISESA. Dadi ijaiku kasedjatening Kedjaten, tegesé ija SEDJATINE KAHANANE KANG AMAHA SUKTJI, kang djumeneng kang dhingin dhéwé, sadurungé awang uwung bumi langit gumelar. Lah ijaiku tjumundhuké klawan bab widjang - widjanging sabda wasita ing SEDJATINE. IJA SEDJATINE ORA ANA APA-APA, DUK {{sp|AWANG UWUNG MAKSIH}} DURUNG DUMADI SAWIDJI-WIDJI. KANG DJUMENENG DHINGIN DHEWE IKU MUHUNG HINGSUN, ORA ANA PANGERAN ANGING HINGSUN SEDJATINING GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT ESA.</li>
<li>Sabandjuré, ananing pangandikané Sang Hyng Guru mau kaendhih dening bantahé Sang Hyang Naradha, déné ANANE HYANG WISESA teka kaanggep sepuh dhéwé. Mangka nalika ANANE HYANG WISESA, wus mijarsa swara pindha gentha kekelèng, marmané sinung {{sp|pangrungu}}. Iki mangka tandha jèn wus ana kang amengku. Balik kang amengku iku sapa (?), lan manèh nalikané awang uwung bumi langit durung ana, apa kang ana dhingin, lan sapa kang nganakaké. Mangkono ing sabandjuré sahingga kababar ing lwiring surasa kabèh. Wondéné tjethané babaran wedharan-wedharan kabeh saka sawidji - widji, koploké klawan sabda wasitané Kang Amaha Suktji lan wisik-wisikané para Déwa, bakal kapratélakaké ing buri.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=center}}<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
re586hjf66fxzqb86ge9pyw84w98ekn
78959
78844
2026-05-20T03:51:25Z
Srijembarrahayu
882
/* Absah */
78959
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Srijembarrahayu" /></noinclude><ol start=8>
<li>Kaping telu LANGIT, jaiku WAHANANE, dadiné RAHSWA kang gelar jaiku gemelaring SWASANA kang wudjud katon jaiku KAHANANE.</li>
<li>Kaping pat {{sp|BUMI}}, jaiku KAHANANE kang gumelar wudjud.</li>
<li>Pangandikané Sang Hyang Guru iki kabèh, babarè bakal kawidjangaké ing buri.</li>
<li>Ing kéne luwih dhingin nerusaké ing kawruh babaré Kedjatèning Hyang Maha Wisésa mau. Widjang-widjangé pangandikané Sang Hyang Guru, kawedhar ANANE kang sepuh dhéwé HYANG WISESA. Dadi ijaiku kasedjatening Kedjaten, tegesé ija SEDJATINE KAHANANE KANG AMAHA SUKTJI, kang djumeneng kang dhingin dhéwé, sadurungé awang uwung bumi langit gumelar. Lah ijaiku tjumundhuké klawan bab widjang-widjanging sabda wasita ing SEDJATINE. IJA SEDJATINE ORA ANA APA-APA, DUK {{sp|AWANG UWUNG MAKSIH}} DURUNG DUMADI SAWIDJI-WIDJI. KANG DJUMENENG DHINGIN DHEWE IKU MUHUNG HINGSUN, ORA ANA PANGERAN ANGING HINGSUN SEDJATINING GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT ESA.</li>
<li>Sabandjuré, ananing pangandikané Sang Hyng Guru mau kaendhih dening bantahé Sang Hyang Naradha, déné ANANE HYANG WISESA teka kaanggep sepuh dhéwé. Mangka nalika ANANE HYANG WISESA, wus mijarsa swara pindha gentha kekelèng, marmané sinung {{sp|pangrungu}}. Iki mangka tandha jèn wus ana kang amengku. Balik kang amengku iku sapa (?), lan manèh nalikané awang uwung bumi langit durung ana, apa kang ana dhingin, lan sapa kang nganakaké. Mangkono ing sabandjuré sahingga kababar ing lwiring surasa kabèh. Wondéné tjethané babaran wedharan-wedharan kabeh saka sawidji-widji, koploké klawan sabda wasitané Kang Amaha Suktji lan wisik-wisikané para Déwa, bakal kapratélakaké ing buri.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=center}}<noinclude>{{rh|||29}}</noinclude>
cz4r8r8zkoy6veik2fou1f5yvqktuah
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/30
250
25034
78845
2026-05-19T16:35:50Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "SUKTJI. Telung prakara SUKTJI, MULJA WISESA (KA WASA) iku TUNGGAL, dadi anané KEDJATEN, ija kang diarani TRI TUNGGAL ija Kedjatèné Hyang Kang Maha Tunggal. 3. Tjethané bab iki: ANANE KANG AMAHA SUKTJI, KA- HANANE KANG AMAHA MULYA, sarta KAHANANE KANG AMAHA WISESA, telung prakara iku PURBANE. Teteluné ora béda maksuding tunggal, djer ija iku teteluné a-tunggal, ija KEDJATENING PURBANE kang mangka dadi mahanani ing PURBANING kahanan kabèh kang sarwa gum...
78845
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>SUKTJI. Telung prakara SUKTJI, MULJA WISESA (KA
WASA) iku TUNGGAL, dadi anané KEDJATEN,
ija kang diarani TRI TUNGGAL ija Kedjatèné Hyang Kang
Maha Tunggal.
3. Tjethané bab iki: ANANE KANG AMAHA SUKTJI, KA-
HANANE KANG AMAHA MULYA, sarta KAHANANE
KANG AMAHA WISESA, telung prakara iku PURBANE.
Teteluné ora béda maksuding tunggal, djer ija iku teteluné
a-tunggal, ija KEDJATENING PURBANE kang mangka
dadi mahanani ing PURBANING kahanan kabèh kang
sarwa gumelar ing djagad tetelu.
4.
5
Dadi mungguh terangé kahanan ing KEDJATENING PA
NGERAN ija PURBANING KEDJATEN mau, kang tu-
mangkar ing kahananing kahanan iki, jaiku saka ing pur-
baning Kedjatèn mau, utawa ijaiku KAHANANE PURBA-
NING DAT. Terangé ing ngisor iki.
ANANE WAHANANE lan KAHANANE mau jaiku TJAH-
JA KANG ANGLIMPUTI, ijaiku wité ananing TJAHJA.
ija TJAHJA mau kang bandjur mahana, jaiku werdiné WA-
HANANE dadiné maring WAHANANING KAHANAN.
Sarta ija WAHANANING DATING PANGERAN iku, wer-
diné RA HSW A, utawa ija DAJA PRABAWANE, ge-
sanging Dat sedjatining Pangéran. Lah ijaiku kang tumrap
marang kahanan gelar, dèn sebutaké LANGIT, werdiné
WSASANA, dadi kadadéjaning HAWA. Anuli WA-
HANANING SWASANA iku, kang dadiné bandjur AMA-
HANANI, dadinè LANGIT, ananing sawuseé anané bumi
iki wus wudjud katon gumelar. Kabèh mau dadi kahana-
ning DAT-ing Pangéran kang wudjud, ja iku PURBANING
HYANG WISESA ija PURBANING DAT kang anglim-
puti gumelaring djagad iki.
6. Anadéné tjethané surasa mau, kang dhingin HYANG WI-
SESA, ija HYANG AMAHA WISESA, kahanané ANANE
KEDJATEN, kang mangka PURBANING DAT kang am-
babar lan mahanani kahanan kabèh.
7. Kang kapindho TJAHJA, maksudé jaiku ANANE RUPA,
dadiné TJAHJA KANG ANGLIMPUTI, jaiku TJAHJA-
NING GAIB kang bandjur mahanani ing kanjatahané TJAH-
JA kang GELAR wudjud lan katon.
28<noinclude>{{rh|28}}</noinclude>
479sub6ras9knppxcqoigi4rl1hzb8u
78848
78845
2026-05-19T16:40:35Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78848
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=3>
SUKTJI. Telung prakara SUKTJI, MULJA WISESA (KAWASA) iku TUNGGAL, dadi {{sp|anané KEDJATEN}}, ija kang diarani TRI TUNGGAL ija Kedjatèné Hyang Kang Maha Tunggal.
<li>Tjethané bab iki: ANANE KANG AMAHA SUKTJI, KAHANANE KANG AMAHA MULYA, sarta KAHANANE KANG AMAHA WISESA, telung prakara iku PURBANE. Teteluné ora béda maksuding tunggal, djer ija iku teteluné a-tunggal, ija KEDJATENING PURBANE kang mangka dadi mahanani ing PURBANING {{sp|kahanan}} kabèh kang sarwa gumelar ing djagad tetelu.</li>
<li>Dadi mungguh terangé kahanan ing KEDJATENING PANGERAN ija PURBANING KEDJATEN mau, kang tumangkar ing kahananing kahanan iki, jaiku saka ing purbaning Kedjatèn mau, utawa ijaiku KAHANANE PURBANING DAT. Terangé ing ngisor iki.</li>
<li>ANANE WAHANANE lan KAHANANE mau jaiku TJAHJA KANG ANGLIMPUTI, ijaiku wité ananing TJAHJA. ija TJAHJA mau kang bandjur mahana, jaiku werdiné WAHANANE dadiné maring WAHANANING KAHANAN. Sarta ija WAHANANING DATING PANGERAN iku, werdiné {{sp|RAHSWA}}, utawa ija DAJA PRABAWANE, gesanging Dat sedjatining Pangéran. Lah ijaiku kang tumrap marang kahanan gelar, dèn sebutaké {{sp|LANGIT}}, werdiné WSASANA, dadi kadadéjaning {{sp|HAWA}}. Anuli WAHANANING SWASANA iku, kang dadiné bandjur AMAHANANI, dadinè LANGIT, ananing sawuseé anané bumi iki wus wudjud katon gumelar. Kabèh mau dadi kahana- ning DAT-ing Pangéran kang wudjud, ja iku PURBANING HYANG WISESA ija PURBANING DAT kang anglimputi gumelaring djagad iki.</li>
<li>Anadéné tjethané surasa mau, kang dhingin HYANG WISESA, ija HYANG AMAHA WISESA, kahanané ANANE KEDJATEN, kang mangka PURBANING DAT kang ambabar lan mahanani kahanan kabèh.</li>
<li>Kang kapindho TJAHJA, maksudé jaiku ANANE RUPA, dadiné TJAHJA KANG ANGLIMPUTI, jaiku TJAHJANING GAIB kang bandjur mahanani ing kanjatahané TJAHJA kang GELAR wudjud lan katon.</li></ol><noinclude>{{rh|28}}</noinclude>
se4etzad4klhlpqwkyp5conl6c69l0q
79062
78848
2026-05-20T06:26:08Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79062
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=3>
SUKTJI. Telung prakara SUKTJI, MULJA WISESA (KAWASA) iku TUNGGAL, dadi {{sp|anané KEDJATEN}}, ija kang diarani TRI TUNGGAL ija Kedjatèné Hyang Kang Maha Tunggal.
<li>Tjethané bab iki: ANANE KANG AMAHA SUKTJI, KAHANANE KANG AMAHA MULYA, sarta KAHANANE KANG AMAHA WISESA, telung prakara iku PURBANE. Teteluné ora béda maksuding tunggal, djer ija iku teteluné a-tunggal, ija KEDJATENING PURBANE kang mangka dadi mahanani ing PURBANING {{sp|kahanan}} kabèh kang sarwa gumelar ing djagad tetelu.</li>
<li>Dadi mungguh terangé kahanan ing KEDJATENING PANGERAN ija PURBANING KEDJATEN mau, kang tumangkar ing kahananing kahanan iki, jaiku saka ing purbaning Kedjatèn mau, utawa ijaiku KAHANANE PURBANING DAT. Terangé ing ngisor iki.</li>
<li>ANANE WAHANANE lan KAHANANE mau jaiku TJAHJA KANG ANGLIMPUTI, ijaiku wité ananing TJAHJA. ija TJAHJA mau kang bandjur mahana, jaiku werdiné WAHANANE dadiné maring WAHANANING KAHANAN. Sarta ija WAHANANING DATING PANGERAN iku, werdiné {{sp|RAHSWA}}, utawa ija DAJA PRABAWANE, gesanging Dat sedjatining Pangéran. Lah ijaiku kang tumrap marang kahanan gelar, dèn sebutaké {{sp|LANGIT}}, werdiné WSASANA, dadi kadadéjaning {{sp|HAWA}}. Anuli WAHANANING SWASANA iku, kang dadiné bandjur AMAHANANI, dadinè LANGIT, ananing sawuseé anané bumi iki wus wudjud katon gumelar. Kabèh mau dadi kahana- ning DAT-ing Pangéran kang wudjud, ja iku PURBANING HYANG WISESA ija PURBANING DAT kang anglimputi gumelaring djagad iki.</li>
<li>Anadéné tjethané surasa mau, kang dhingin HYANG WISESA, ija HYANG AMAHA WISESA, kahanané ANANE KEDJATEN, kang mangka PURBANING DAT kang ambabar lan mahanani kahanan kabèh.</li>
<li>Kang kapindho TJAHJA, maksudé jaiku ANANE RUPA, dadiné TJAHJA KANG ANGLIMPUTI, jaiku TJAHJANING GAIB kang bandjur mahanani ing kanjatahané TJAHJA kang GELAR wudjud lan katon.</li></ol><noinclude>{{rh|28}}</noinclude>
ll59nyod0k25aajtcrvk3ga2cyab78b
Kaca:ꦕꦫꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦯꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁ.pdf/15
250
25035
78846
2026-05-19T16:38:56Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78846
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78856
78846
2026-05-19T17:18:19Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78856
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{Jawa|ꦩꦮꦢꦢꦩꦼꦭ꧀ꦭꦶꦁꦗꦸꦫꦶꦠ꧀ ꦠꦸꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦥꦼꦤ꧀ꦝꦸꦁꦕꦸꦫꦶꦒꦭꦶꦤꦶꦲꦱꦩꦾ꧈}}
{{Jawa|꧄ꦠꦤ꧀ꦱꦶꦮꦃꦭꦸꦩꦸꦫꦸꦒ꧀ꦲꦶꦁꦥꦿꦁ꧈ꦗꦸꦩ꧀ꦧ꧀ꦭꦼꦁꦮꦸꦱ꧀ꦏꦶꦤꦼꦥꦸꦁꦥꦶꦥꦶꦠ꧀ ꦫꦩꦺꦱ꧀ꦮꦫꦤꦶꦫꦺꦗꦤ꧀ꦩ꧈ꦱꦩꦾꦱꦸꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦂꦱꦶꦁꦗꦮꦶ꧈ꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦢꦸꦏ꧀ꦩꦶꦪꦂꦱꦶ꧈ꦒ꧀꧈ꦩꦶꦗꦶꦭ꧀ꦲꦁꦒꦒꦭꦸꦥꦿꦸꦠ꧀꧈ꦠꦤ꧀ꦏꦠꦺꦴꦤ꧀ꦮꦂꦤꦤꦶꦫ꧈ꦱꦶꦫꦃꦏꦺꦴꦁꦱꦶꦥꦿꦥ꧀ꦠꦺꦁꦱꦶꦏꦶꦭ꧀꧈ꦮꦂꦤꦶꦠꦶꦚ꧀ꦗꦱꦶꦁꦒꦠ꧀ꦠꦺꦒꦺꦴꦒꦿꦺꦴꦒ꧀ꦱꦢꦪ꧈ ꧄ ꦏꦁꦔꦼꦥꦸꦁꦱꦿꦸꦏꦩꦶꦒꦶꦭꦤ꧀꧈ꦠꦤ꧀ꦲꦤꦠꦲꦤ꧀ꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ꦧꦸꦧꦂꦥꦼꦣꦺꦴꦠ꧀ꦥꦔꦼꦥꦸꦁꦚ꧈ꦒꦶꦫꦧ꧀ꦒꦶꦫꦧ꧀ꦏꦁꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ꦩꦸꦠꦃꦩꦸꦠꦃꦩꦕꦶꦕꦶꦭ꧀꧈ꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦤꦸꦭꦾꦭꦸꦩꦪꦸ꧈ꦩꦔꦸꦭꦺꦴꦤ꧀ꦏꦩ꧀ꦥꦃꦲꦶꦫ꧈ꦤꦫꦗꦁꦥꦱꦂꦲꦁꦒꦼꦤ꧀ꦢꦿꦶ꧈ꦏꦂꦪꦒꦺꦒꦺꦂꦮꦺꦴꦁꦱꦥꦱꦂꦏꦶꦠꦿꦏꦶꦠꦿ꧈꧄ꦱꦶꦔꦮꦲꦸꦏꦁꦏꦥꦥꦒ꧀ ꦥ꧀ꦭꦪꦸꦤꦺꦮꦺꦴꦁꦒꦸꦧꦿꦱ꧀ꦠꦲꦶ꧈ꦧꦸꦧꦂꦧꦸꦪꦂꦮꦺꦴꦁꦱꦥꦱꦂ꧈ꦲꦠꦶꦁꦒꦭ꧀ꦱꦢꦺꦪꦤ꧀ꦱꦩꦶ꧈ꦧꦧꦼꦏ꧀ꦠꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦠꦶꦤꦺꦴꦭꦶꦃ꧈ꦏꦥ꧀ꦭꦪꦸꦲꦤꦸꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦠꦸꦱ꧀ ꦱꦶꦁꦒꦠ꧀ꦱꦒꦒꦁꦒꦒꦁ꧈ꦩꦮꦸꦠ꧀ꦩꦮꦸꦠ꧀ꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦩꦂꦒꦶ꧈ꦏꦩꦶꦒꦶꦭꦤ꧀ꦏꦁꦩꦶꦪꦠ꧀ꦤꦶꦧꦒꦸꦭꦸꦁꦔꦤ꧀ ꧄ ꦲꦶꦁꦏꦁꦠꦤ꧀ꦠꦲꦤ꧀ꦠꦸꦩꦶꦔꦭ꧀ꦱꦩꦾꦧꦸꦔꦃꦧꦸꦔꦃꦱꦏꦶꦁ꧈ꦲꦼꦤꦼꦏ꧀ꦠꦸꦩꦶꦔꦭ꧀ꦮꦂꦤꦚ꧈ꦩꦫꦁꦮꦺꦴꦁꦒꦭꦸꦥꦿꦸꦠ꧀ꦠꦲꦶ꧈ꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦢꦺꦤ꧀ꦠꦸꦠꦸꦠ꧀ꦠꦶ꧈ꦥꦫꦱꦤ꧀ꦠꦤꦲꦶꦏꦸꦢꦸꦱ꧀꧈ꦥꦫꦱꦤ꧀ꦠꦿꦶꦱꦢꦪ꧈ꦩꦮꦢꦢꦩꦼꦭ꧀ꦭꦶꦁꦗꦸꦫꦶꦠ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦺꦁꦝꦸꦏꦸꦃꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦣꦼꦭꦶꦏ꧀ꦤꦺꦁꦮꦔꦤ꧀ ꧄ꦠꦤ꧀ꦲꦤꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦸꦤꦶꦔ꧈ꦢꦺꦤ꧀ꦤꦶꦫꦚꦭꦶꦩ꧀ꦥꦼꦠ꧀ꦮꦼꦫꦶꦠ꧀꧈ꦱꦩꦤꦏꦁꦧꦸꦫꦸꦱꦩꦾ꧈ꦥ꧀ꦭꦶꦔꦏ꧀ꦥ꧀ꦭꦶꦔꦸꦏ꧀ꦲꦔꦸꦭꦠ꧀ꦠꦶ꧈ꦏ꧀ꦭꦶꦛꦶꦃꦲꦤ꧀ꦲꦔꦸꦭꦂꦫꦶ꧈ꦏꦠꦼꦭꦃꦲꦶꦁꦮꦱ꧀ꦠꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦝꦹꦱꦸꦤ꧀ ꦏ꧀ꦭꦶꦛꦺꦃꦲꦶꦁꦩꦁꦏꦾ꧈ꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦥꦸꦂꦮꦤꦶꦁꦔꦸꦤꦶ꧈ꦒꦾꦔꦠꦶꦔꦭ꧀ꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦏꦼꦧꦠ꧀ꦥ꧀ꦭꦪꦸꦚ꧈꧄ꦧꦶꦤꦸꦗꦼꦁꦲꦂꦱꦧꦶꦤꦺꦴꦤ꧀ꦢ꧈ꦠꦶꦪꦁꦱ}}<noinclude></noinclude>
8v55qylmrq30pchvdjb148wueay6d0y
78857
78856
2026-05-19T17:19:45Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78857
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{Jawa|ꦩꦮꦢꦢꦩꦼꦭ꧀ꦭꦶꦁꦗꦸꦫꦶꦠ꧀ ꦠꦸꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦥꦼꦤ꧀ꦝꦸꦁꦕꦸꦫꦶꦒꦭꦶꦤꦶꦲꦱꦩꦾ꧈ ꧄ꦠꦤ꧀ꦱꦶꦮꦃꦭꦸꦩꦸꦫꦸꦒ꧀ꦲꦶꦁꦥꦿꦁ꧈ꦗꦸꦩ꧀ꦧ꧀ꦭꦼꦁꦮꦸꦱ꧀ꦏꦶꦤꦼꦥꦸꦁꦥꦶꦥꦶꦠ꧀ ꦫꦩꦺꦱ꧀ꦮꦫꦤꦶꦫꦺꦗꦤ꧀ꦩ꧈ꦱꦩꦾꦱꦸꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦂꦱꦶꦁꦗꦮꦶ꧈ꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦢꦸꦏ꧀ꦩꦶꦪꦂꦱꦶ꧈ꦒ꧀꧈ꦩꦶꦗꦶꦭ꧀ꦲꦁꦒꦒꦭꦸꦥꦿꦸꦠ꧀꧈ꦠꦤ꧀ꦏꦠꦺꦴꦤ꧀ꦮꦂꦤꦤꦶꦫ꧈ꦱꦶꦫꦃꦏꦺꦴꦁꦱꦶꦥꦿꦥ꧀ꦠꦺꦁꦱꦶꦏꦶꦭ꧀꧈ꦮꦂꦤꦶꦠꦶꦚ꧀ꦗꦱꦶꦁꦒꦠ꧀ꦠꦺꦒꦺꦴꦒꦿꦺꦴꦒ꧀ꦱꦢꦪ꧈ ꧄ ꦏꦁꦔꦼꦥꦸꦁꦱꦿꦸꦏꦩꦶꦒꦶꦭꦤ꧀꧈ꦠꦤ꧀ꦲꦤꦠꦲꦤ꧀ꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ꦧꦸꦧꦂꦥꦼꦣꦺꦴꦠ꧀ꦥꦔꦼꦥꦸꦁꦚ꧈ꦒꦶꦫꦧ꧀ꦒꦶꦫꦧ꧀ꦏꦁꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ꦩꦸꦠꦃꦩꦸꦠꦃꦩꦕꦶꦕꦶꦭ꧀꧈ꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦤꦸꦭꦾꦭꦸꦩꦪꦸ꧈ꦩꦔꦸꦭꦺꦴꦤ꧀ꦏꦩ꧀ꦥꦃꦲꦶꦫ꧈ꦤꦫꦗꦁꦥꦱꦂꦲꦁꦒꦼꦤ꧀ꦢꦿꦶ꧈ꦏꦂꦪꦒꦺꦒꦺꦂꦮꦺꦴꦁꦱꦥꦱꦂꦏꦶꦠꦿꦏꦶꦠꦿ꧈꧄ꦱꦶꦔꦮꦲꦸꦏꦁꦏꦥꦥꦒ꧀ ꦥ꧀ꦭꦪꦸꦤꦺꦮꦺꦴꦁꦒꦸꦧꦿꦱ꧀ꦠꦲꦶ꧈ꦧꦸꦧꦂꦧꦸꦪꦂꦮꦺꦴꦁꦱꦥꦱꦂ꧈ꦲꦠꦶꦁꦒꦭ꧀ꦱꦢꦺꦪꦤ꧀ꦱꦩꦶ꧈ꦧꦧꦼꦏ꧀ꦠꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦠꦶꦤꦺꦴꦭꦶꦃ꧈ꦏꦥ꧀ꦭꦪꦸꦲꦤꦸꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦠꦸꦱ꧀ ꦱꦶꦁꦒꦠ꧀ꦱꦒꦒꦁꦒꦒꦁ꧈ꦩꦮꦸꦠ꧀ꦩꦮꦸꦠ꧀ꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦩꦂꦒꦶ꧈ꦏꦩꦶꦒꦶꦭꦤ꧀ꦏꦁꦩꦶꦪꦠ꧀ꦤꦶꦧꦒꦸꦭꦸꦁꦔꦤ꧀ ꧄ ꦲꦶꦁꦏꦁꦠꦤ꧀ꦠꦲꦤ꧀ꦠꦸꦩꦶꦔꦭ꧀ꦱꦩꦾꦧꦸꦔꦃꦧꦸꦔꦃꦱꦏꦶꦁ꧈ꦲꦼꦤꦼꦏ꧀ꦠꦸꦩꦶꦔꦭ꧀ꦮꦂꦤꦚ꧈ꦩꦫꦁꦮꦺꦴꦁꦒꦭꦸꦥꦿꦸꦠ꧀ꦠꦲꦶ꧈ꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦢꦺꦤ꧀ꦠꦸꦠꦸꦠ꧀ꦠꦶ꧈ꦥꦫꦱꦤ꧀ꦠꦤꦲꦶꦏꦸꦢꦸꦱ꧀꧈ꦥꦫꦱꦤ꧀ꦠꦿꦶꦱꦢꦪ꧈ꦩꦮꦢꦢꦩꦼꦭ꧀ꦭꦶꦁꦗꦸꦫꦶꦠ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦺꦁꦝꦸꦏꦸꦃꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦣꦼꦭꦶꦏ꧀ꦤꦺꦁꦮꦔꦤ꧀ ꧄ꦠꦤ꧀ꦲꦤꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦸꦤꦶꦔ꧈ꦢꦺꦤ꧀ꦤꦶꦫꦚꦭꦶꦩ꧀ꦥꦼꦠ꧀ꦮꦼꦫꦶꦠ꧀꧈ꦱꦩꦤꦏꦁꦧꦸꦫꦸꦱꦩꦾ꧈ꦥ꧀ꦭꦶꦔꦏ꧀ꦥ꧀ꦭꦶꦔꦸꦏ꧀ꦲꦔꦸꦭꦠ꧀ꦠꦶ꧈ꦏ꧀ꦭꦶꦛꦶꦃꦲꦤ꧀ꦲꦔꦸꦭꦂꦫꦶ꧈ꦏꦠꦼꦭꦃꦲꦶꦁꦮꦱ꧀ꦠꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦝꦹꦱꦸꦤ꧀ ꦏ꧀ꦭꦶꦛꦺꦃꦲꦶꦁꦩꦁꦏꦾ꧈ꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦥꦸꦂꦮꦤꦶꦁꦔꦸꦤꦶ꧈ꦒꦾꦔꦠꦶꦔꦭ꧀ꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦏꦼꦧꦠ꧀ꦥ꧀ꦭꦪꦸꦚ꧈꧄ꦧꦶꦤꦸꦗꦼꦁꦲꦂꦱꦧꦶꦤꦺꦴꦤ꧀ꦢ꧈ꦠꦶꦪꦁꦱ}}<noinclude></noinclude>
7nitde1va875my3x53p38rvud8v294w
78909
78857
2026-05-20T02:18:04Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78909
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" /></noinclude>{{Jawa|ꦩꦮꦢꦢꦩꦼꦭ꧀ꦭꦶꦁꦗꦸꦫꦶꦠ꧀ ꦠꦸꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦥꦼꦤ꧀ꦝꦸꦁꦕꦸꦫꦶꦒꦭꦶꦤꦶꦲꦱꦩꦾ꧈ ꧄ꦠꦤ꧀ꦱꦶꦮꦃꦭꦸꦩꦸꦫꦸꦒ꧀ꦲꦶꦁꦥꦿꦁ꧈ꦗꦸꦩ꧀ꦧ꧀ꦭꦼꦁꦮꦸꦱ꧀ꦏꦶꦤꦼꦥꦸꦁꦥꦶꦥꦶꦠ꧀ ꦫꦩꦺꦱ꧀ꦮꦫꦤꦶꦫꦺꦗꦤ꧀ꦩ꧈ꦱꦩꦾꦱꦸꦱꦸꦩ꧀ꦧꦸꦂꦱꦶꦁꦗꦮꦶ꧈ꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦢꦸꦏ꧀ꦩꦶꦪꦂꦱꦶ꧈ꦒ꧀꧈ꦩꦶꦗꦶꦭ꧀ꦲꦁꦒꦒꦭꦸꦥꦿꦸꦠ꧀꧈ꦠꦤ꧀ꦏꦠꦺꦴꦤ꧀ꦮꦂꦤꦤꦶꦫ꧈ꦱꦶꦫꦃꦏꦺꦴꦁꦱꦶꦥꦿꦥ꧀ꦠꦺꦁꦱꦶꦏꦶꦭ꧀꧈ꦮꦂꦤꦶꦠꦶꦚ꧀ꦗꦱꦶꦁꦒꦠ꧀ꦠꦺꦒꦺꦴꦒꦿꦺꦴꦒ꧀ꦱꦢꦪ꧈ ꧄ ꦏꦁꦔꦼꦥꦸꦁꦱꦿꦸꦏꦩꦶꦒꦶꦭꦤ꧀꧈ꦠꦤ꧀ꦲꦤꦠꦲꦤ꧀ꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ꦧꦸꦧꦂꦥꦼꦣꦺꦴꦠ꧀ꦥꦔꦼꦥꦸꦁꦚ꧈ꦒꦶꦫꦧ꧀ꦒꦶꦫꦧ꧀ꦏꦁꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ꦩꦸꦠꦃꦩꦸꦠꦃꦩꦕꦶꦕꦶꦭ꧀꧈ꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦤꦸꦭꦾꦭꦸꦩꦪꦸ꧈ꦩꦔꦸꦭꦺꦴꦤ꧀ꦏꦩ꧀ꦥꦃꦲꦶꦫ꧈ꦤꦫꦗꦁꦥꦱꦂꦲꦁꦒꦼꦤ꧀ꦢꦿꦶ꧈ꦏꦂꦪꦒꦺꦒꦺꦂꦮꦺꦴꦁꦱꦥꦱꦂꦏꦶꦠꦿꦏꦶꦠꦿ꧈꧄ꦱꦶꦔꦮꦲꦸꦏꦁꦏꦥꦥꦒ꧀ ꦥ꧀ꦭꦪꦸꦤꦺꦮꦺꦴꦁꦒꦸꦧꦿꦱ꧀ꦠꦲꦶ꧈ꦧꦸꦧꦂꦧꦸꦪꦂꦮꦺꦴꦁꦱꦥꦱꦂ꧈ꦲꦠꦶꦁꦒꦭ꧀ꦱꦢꦺꦪꦤ꧀ꦱꦩꦶ꧈ꦧꦧꦼꦏ꧀ꦠꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦠꦶꦤꦺꦴꦭꦶꦃ꧈ꦏꦥ꧀ꦭꦪꦸꦲꦤꦸꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦠꦸꦱ꧀ ꦱꦶꦁꦒꦠ꧀ꦱꦒꦒꦁꦒꦒꦁ꧈ꦩꦮꦸꦠ꧀ꦩꦮꦸꦠ꧀ꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦩꦂꦒꦶ꧈ꦏꦩꦶꦒꦶꦭꦤ꧀ꦏꦁꦩꦶꦪꦠ꧀ꦤꦶꦧꦒꦸꦭꦸꦁꦔꦤ꧀ ꧃ ꦲꦶꦁꦏꦁꦠꦤ꧀ꦠꦲꦤ꧀ꦠꦸꦩꦶꦔꦭ꧀ꦱꦩꦾꦧꦸꦔꦃꦧꦸꦔꦃꦱꦏꦶꦁ꧈ꦲꦼꦤꦼꦏ꧀ꦠꦸꦩꦶꦔꦭ꧀ꦮꦂꦤꦚ꧈ꦩꦫꦁꦮꦺꦴꦁꦒꦭꦸꦥꦿꦸꦠ꧀ꦠꦲꦶ꧈ꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦢꦺꦤ꧀ꦠꦸꦠꦸꦠ꧀ꦠꦶ꧈ꦥꦫꦱꦤ꧀ꦠꦤꦲꦶꦏꦸꦢꦸꦱ꧀꧈ꦥꦫꦱꦤ꧀ꦠꦿꦶꦱꦢꦪ꧈ꦩꦮꦢꦢꦩꦼꦭ꧀ꦭꦶꦁꦗꦸꦫꦶꦠ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦺꦁꦝꦸꦏꦸꦃꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦣꦼꦭꦶꦏ꧀ꦤꦺꦁꦮꦔꦤ꧀ ꧃ ꦠꦤ꧀ꦲꦤꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦸꦤꦶꦔ꧈ꦢꦺꦤ꧀ꦤꦶꦫꦚꦭꦶꦩ꧀ꦥꦼꦠ꧀ꦮꦼꦫꦶꦠ꧀꧈ꦱꦩꦤꦏꦁꦧꦸꦫꦸꦱꦩꦾ꧈ꦥ꧀ꦭꦶꦔꦏ꧀ꦥ꧀ꦭꦶꦔꦸꦏ꧀ꦲꦔꦸꦭꦠ꧀ꦠꦶ꧈ꦏ꧀ꦭꦶꦛꦶꦃꦲꦤ꧀ꦲꦔꦸꦭꦂꦫꦶ꧈ꦏꦠꦼꦭꦃꦲꦶꦁꦮꦱ꧀ꦠꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦝꦹꦱꦸꦤ꧀ ꦏ꧀ꦭꦶꦛꦺꦃꦲꦶꦁꦩꦁꦏꦾ꧈ꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦥꦸꦂꦮꦤꦶꦁꦔꦸꦤꦶ꧈ꦒꦾꦔꦠꦶꦔꦭ꧀ꦱꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁꦏꦼꦧꦠ꧀ꦥ꧀ꦭꦪꦸꦚ꧈꧄ꦧꦶꦤꦸꦗꦼꦁꦲꦂꦱꦧꦶꦤꦺꦴꦤ꧀ꦢ꧈ꦠꦶꦪꦁꦱ}}<noinclude></noinclude>
fv6ylgexlg5ybxuu9cmnz6mh165seh5
Kaca:ꦕꦫꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦯꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁ.pdf/10
250
25036
78847
2026-05-19T16:40:34Z
Nadia Sashi Kirana
895
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "{{c|8}} ꦏꦸꦭ꧀ꦭꦲꦶ꧈ꦲꦪ꧀ꦮꦩꦁꦒꦶꦃꦧꦧꦪ꧈꧄ꦢꦺꦤ꧀ꦱꦶꦃꦲꦤꦱꦥꦝꦔꦶꦁꦗꦤ꧀ꦩꦶ꧈"
78847
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Nadia Sashi Kirana" /></noinclude>{{c|8}}
ꦏꦸꦭ꧀ꦭꦲꦶ꧈ꦲꦪ꧀ꦮꦩꦁꦒꦶꦃꦧꦧꦪ꧈꧄ꦢꦺꦤ꧀ꦱꦶꦃꦲꦤꦱꦥꦝꦔꦶꦁꦗꦤ꧀ꦩꦶ꧈<noinclude></noinclude>
sfz1cwc3ad401ajcduj1sj4sech5bi5
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/29
250
25037
78849
2026-05-19T16:41:41Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "8. Jèn miliha, punapa kang ginelar boten badhé ginulung malih. Jèn nampika, punapa boten sumerep manawi sa- gunging kawontenan saking gaib. (IX) Sadaja wau sampun ngantos korup, malah angurupana. Sampun kawimbuhau, malah amimbuhana. Punika kémawon tjekap dhateng dununging PA- NGESTHI SEDJATI. Saméné wedharan-wedharan ing bab surasané Kawruh Ke- djatèn kang perlu-perlu. Sabda pangandikané Sang Hyang Naradha iku, keplok kedjatèné tan prabéda klawan wewa...
78849
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>8.
Jèn miliha, punapa kang ginelar boten
badhé ginulung malih.
Jèn nampika, punapa boten sumerep manawi sa-
gunging kawontenan saking gaib.
(IX) Sadaja wau sampun ngantos korup, malah angurupana.
Sampun kawimbuhau, malah amimbuhana.
Punika kémawon tjekap dhateng dununging PA-
NGESTHI SEDJATI.
Saméné wedharan-wedharan ing bab surasané Kawruh Ke-
djatèn kang perlu-perlu. Sabda pangandikané Sang Hyang
Naradha iku, keplok kedjatèné tan prabéda klawan wewa-
rah ing sabda wasita kang kapyarsa ing dalem rahsa, aran
wus tunggal sawidji, déné wus anunggal gathuk tinemuné
ing sangkan paran. Babing surasa iki kabèh babaré bakal
kawedharaké uga ing mangko.
Turutan wewarah kaping 8
OHHHHHHHHHHHHHHOTO
Wedharing wewarah Kedjaten.
Tjundhuké pangandikanè Sang Hyang Guru
Lan Sang Hyang Naradha.
1. Ing mangko medharaké babaré pratelan widjang-widjangé
bab kawruh Kedjatèn, tjethané sawidji-widji tjumundhuké
wewarahé Sang Hyang Guru lan Sang Hyang Naradha
kang wus kasebut.
2.
AN
Kang dhingin pangandikané Sang Hyang Guru, kang tuwa
iku BUMI, LANGIT lan TJAHJA kang anglimputi, déné
kang tuwa dhéwé ANANE, jaiku HYANG WISE-
SA.
Pangadikané Sang Hyang Guru mau, jaiku SEDJATINE
KAHANANE KEDJATEN. Ija Hyang WISESA iku kang
sepuh dhéwé, djer ija Hyang Wisesa iku werdiné ija HYANG
KANG AMAHA WISESA, mangka KAHANANING KEDJA-
TEN. Dadi ija Hyang Amaha Wisésa mau jaiku KAHA-
NANE WAHANANE KANG AMAHA WISESA, utawa ija
HYANG AMAHA MULYA, utawa ija HYANG AMAHA
$27<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
11smsnhds4xq4y0jbf5u6z37gxivz00
78850
78849
2026-05-19T16:46:46Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78850
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=8>
<ol type=I start=9>
Jèn miliha, {{sp|punapa kang ginelar boten badhé ginulung malih}}.<br>
Jèn nampika, punapa boten sumerep manawi {{sp|sagunging kawontenan saking gaib}}.
<li>Sadaja wau sampun ngantos korup, malah angurupana. Sampun kawimbuhau, malah amimbuhana.<br>
Punika kémawon tjekap dhateng dununging PANGESTHI SEDJATI.</li></ol>
<li>Saméné wedharan-wedharan ing bab surasané Kawruh Kedjatèn kang perlu-perlu. Sabda pangandikané Sang Hyang Naradha iku, keplok kedjatèné tan prabéda klawan wewarah ing sabda wasita kang kapyarsa ing dalem rahsa, aran wus tunggal sawidji, déné wus anunggal gathuk tinemuné ing sangkan paran. Babing surasa iki kabèh babaré bakal kawedharaké uga ing mangko.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Turutan wewarah kaping 8}}
<poem>
''Wedharing wewarah Kedjaten.
Tjundhuké pangandikanè Sang Hyang Guru
Lan Sang Hyang Naradha.''
</poem>
<ol>
<li>Ing mangko medharaké babaré pratelan widjang-widjangé bab kawruh Kedjatèn, tjethané sawidji-widji tjumundhuké wewarahé Sang Hyang Guru lan Sang Hyang Naradha kang wus kasebut.<br>
Kang dhingin pangandikané Sang Hyang Guru, kang tuwa iku BUMI, LANGIT lan TJAHJA kang anglimputi, déné kang tuwa dhéwé {{sp|ANANE}}, jaiku {{sp|HYANG WISESA}}.</li>
<li>Pangadikané Sang Hyang Guru mau, jaiku SEDJATINE KAHANANE KEDJATEN. Ija Hyang WISESA iku kang sepuh dhéwé, djer ija Hyang Wisesa iku werdiné ija HYANG KANG AMAHA WISESA, mangka KAHANANING KEDJATEN. Dadi ija Hyang Amaha Wisésa mau jaiku KAHANANE WAHANANE KANG AMAHA WISESA, utawa ija HYANG AMAHA MULYA, utawa ija HYANG AMAHA</li></ol><noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
ncwapxgg0bbwhez8l2rbkhtvk148y5i
79105
78850
2026-05-20T08:19:50Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79105
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol start=8>
<ol type=I start=9>
Jèn miliha, {{sp|punapa kang ginelar boten badhé ginulung malih}}.<br>
Jèn nampika, punapa boten sumerep manawi {{sp|sagunging kawontenan saking gaib}}.
<li>Sadaja wau sampun ngantos korup, malah angurupana. Sampun kawimbuhau, malah amimbuhana.<br>
Punika kémawon tjekap dhateng dununging PANGESTHI SEDJATI.</li></ol>
<li>Saméné wedharan-wedharan ing bab surasané Kawruh Kedjatèn kang perlu-perlu. Sabda pangandikané Sang Hyang Naradha iku, keplok kedjatèné tan prabéda klawan wewarah ing sabda wasita kang kapyarsa ing dalem rahsa, aran wus tunggal sawidji, déné wus anunggal gathuk tinemuné ing sangkan paran. Babing surasa iki kabèh babaré bakal kawedharaké uga ing mangko.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Turutan wewarah kaping 8}}
<ol>
::''Wedharing wewarah Kedjaten.
::Tjundhuké pangandikanè Sang Hyang Guru
::Lan Sang Hyang Naradha.''
</ol>
#Ing mangko medharaké babaré pratelan widjang-widjangé bab kawruh Kedjatèn, tjethané sawidji-widji tjumundhuké wewarahé Sang Hyang Guru lan Sang Hyang Naradha kang wus kasebut.<br>
Kang dhingin pangandikané Sang Hyang Guru, kang tuwa iku BUMI, LANGIT lan TJAHJA kang anglimputi, déné kang tuwa dhéwé {{sp|ANANE}}, jaiku {{sp|HYANG WISESA}}.
#Pangadikané Sang Hyang Guru mau, jaiku SEDJATINE KAHANANE KEDJATEN. Ija Hyang WISESA iku kang sepuh dhéwé, djer ija Hyang Wisesa iku werdiné ija HYANG KANG AMAHA WISESA, mangka KAHANANING KEDJATEN. Dadi ija Hyang Amaha Wisésa mau jaiku KAHANANE WAHANANE KANG AMAHA WISESA, utawa ija HYANG AMAHA MULYA, utawa ija HYANG AMAHA<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
kql45myznd1dcbf772xni1n2npgyp0a
79106
79105
2026-05-20T08:20:42Z
Thersetya2021
125
79106
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol start=8>
<ol type=I start=9>
Jèn miliha, {{sp|punapa kang ginelar boten badhé ginulung malih}}.<br>
Jèn nampika, punapa boten sumerep manawi {{sp|sagunging kawontenan saking gaib}}.
<li>Sadaja wau sampun ngantos korup, malah angurupana. Sampun kawimbuhau, malah amimbuhana.<br>
Punika kémawon tjekap dhateng dununging PANGESTHI SEDJATI.</li></ol>
<li>Saméné wedharan-wedharan ing bab surasané Kawruh Kedjatèn kang perlu-perlu. Sabda pangandikané Sang Hyang Naradha iku, keplok kedjatèné tan prabéda klawan wewarah ing sabda wasita kang kapyarsa ing dalem rahsa, aran wus tunggal sawidji, déné wus anunggal gathuk tinemuné ing sangkan paran. Babing surasa iki kabèh babaré bakal kawedharaké uga ing mangko.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Turutan wewarah kaping 8}}
<ol>
::''Wedharing wewarah Kedjaten.
::Tjundhuké pangandikanè Sang Hyang Guru
::Lan Sang Hyang Naradha.''
</ol>
#Ing mangko medharaké babaré pratelan widjang-widjangé bab kawruh Kedjatèn, tjethané sawidji-widji tjumundhuké wewarahé Sang Hyang Guru lan Sang Hyang Naradha kang wus kasebut.<br>Kang dhingin pangandikané Sang Hyang Guru, kang tuwa iku BUMI, LANGIT lan TJAHJA kang anglimputi, déné kang tuwa dhéwé {{sp|ANANE}}, jaiku {{sp|HYANG WISESA}}.<br>
#Pangadikané Sang Hyang Guru mau, jaiku SEDJATINE KAHANANE KEDJATEN. Ija Hyang WISESA iku kang sepuh dhéwé, djer ija Hyang Wisesa iku werdiné ija HYANG KANG AMAHA WISESA, mangka KAHANANING KEDJATEN. Dadi ija Hyang Amaha Wisésa mau jaiku KAHANANE WAHANANE KANG AMAHA WISESA, utawa ija HYANG AMAHA MULYA, utawa ija HYANG AMAHA<noinclude>{{rh|||27}}</noinclude>
hl0hpzem10zeh3bqj04r7133fz9zb5q
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/28
250
25038
78851
2026-05-19T16:47:20Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "ing kawruh Kedjatèn mau, anuli aturé Sang Hyang Nara- dha manèh marang Sang Hyang Guru, ing babaré pangan- dikané Sang Hyang Naradha kasebut mau, mangkéné: ,,Hong Hyang Hyanging Hulun, (I) menggah SAGUNGING KAWONTENAN punika ang- esthi KEDJATOSAN, (II) KEDJATOSAN punika wonten ing KAHANAN, (III) seksinipun wonten manungsa, (IV) Djagading manungsa punika boten praben- ten lan dja gading donja. (V) Mila kabasakaken SADURUNGE ANA TJAHJA. WUS ANA SWARA PI...
78851
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>ing kawruh Kedjatèn mau, anuli aturé Sang Hyang Nara-
dha manèh marang Sang Hyang Guru, ing babaré pangan-
dikané Sang Hyang Naradha kasebut mau, mangkéné:
,,Hong Hyang Hyanging Hulun,
(I) menggah SAGUNGING KAWONTENAN punika ang-
esthi KEDJATOSAN,
(II) KEDJATOSAN punika wonten ing KAHANAN,
(III) seksinipun wonten manungsa,
(IV) Djagading manungsa punika boten praben-
ten lan dja gading donja.
(V) Mila kabasakaken SADURUNGE ANA TJAHJA.
WUS ANA SWARA PINDHA GENTHA KEKE-
LENG.
Punika makaten
SWARA punika djatining BAWA,
GENTHA punika djatining KANTHA,
KEKELENG punika DEDUNUNGAN.
Dados dununging BAWA wonten ing KANTHA.
KANTHA punika SAMAR,
SAMAR punika ELOK,
ELOK punika GAIB.
(VI) Déné GAIBING PANGERAN mawi asasana ing KE-
DADOSAN. Kabasakaken:
TAN WARNA RUPA, nanging mimbuhi sipating we-
wernèn.
TAN ARAH ENGGEN, nanging nglimputi sagunging
kawontenan.
NGANDIKA tanpa LESAN (watjana), muhung BA-
WA.
ANGGANDA tanpa GRANA, muhung PURBA.
AMIRSA tanpa NETRA, muhung WASKITHA.
AMIJARSA tanpa KARNA, muhung WISESA,
ANGRAOS tanpa RAOS, muhung PANGRAOS.
Kosokwangsulipun :
(VII) Purwaning ANA saka ORA, tegesipun:
witing LAHIR saking BATOS.
witing RAME saking ENENG.
witing GUMELAR saking SONJA.
(VIII) Nanging sampun kagalih, manawi TAWANG-TO-
WANG TANPA SASANA. Bebasan mangeran ku-
mandhang, wosipun:
sirik manawi nampik a miliha.<noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
8c9rwt29kbeb2s1fs3wev1dnniqzgvc
78852
78851
2026-05-19T16:52:29Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78852
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>ing kawruh Kedjatèn mau, anuli aturé Sang Hyang Naradha manèh marang Sang Hyang Guru, ing babaré pangandikané Sang Hyang Naradha kasebut mau, mangkéné:
<ol type=I>
„Hong Hyang Hyanging Hulun,
<li>menggah SAGUNGING KAWONTENAN punika angesthi KEDJATOSAN,</li>
<li>KEDJATOSAN punika wonten ing KAHANAN,</li>
<li>seksinipun wonten {{sp|manungsa}},</li>
<li>{{sp|Djagading manungsa}} punika boten prabenten lan {{sp|djagading donja}}.</li>
<li>Mila kabasakaken SADURUNGE ANA TJAHJA. WUS ANA SWARA PINDHA GENTHA KEKELENG.<br>
Punika makaten<br>
SWARA punika djatining BAWA,<br>
GENTHA punika djatining KANTHA,<br>
KEKELENG punika DEDUNUNGAN.<br>
Dados dununging BAWA wonten ing KANTHA.<br>
KANTHA punika SAMAR,<br>
SAMAR punika ELOK,<br>
ELOK punika GAIB.</li>
<li>Déné GAIBING PANGERAN mawi asasana ing KEDADOSAN. Kabasakaken:<br>
TAN WARNA RUPA, nanging mimbuhi sipating wewernèn.<br>
TAN ARAH ENGGEN, nanging nglimputi sagunging kawontenan.<br>
NGANDIKA tanpa LESAN (watjana), muhung BAWA.<br>
ANGGANDA tanpa GRANA, muhung PURBA.<br>
AMIRSA tanpa NETRA, muhung WASKITHA.<br>
AMIJARSA tanpa KARNA, muhung WISESA,<br>
ANGRAOS tanpa RAOS, muhung PANGRAOS.<br>
Kosokwangsulipun :</li>
<li>Purwaning ANA saka ORA, tegesipun:<br>
witing LAHIR saking BATOS.<br>
witing RAME saking ENENG.<br>
witing GUMELAR saking SONJA.<br></li>
<li>Nanging sampun kagalih, manawi TAWANG-TOWANG TANPA SASANA. Bebasan mangeran kumandhang, wosipun:<br>
{{sp|sirik}} manawi {{sp|nampika miliha}}.</li></ol><noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
60506qasdwi0ynj6v4uh2k9kex7es65
79061
78852
2026-05-20T06:25:17Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79061
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>ing kawruh Kedjatèn mau, anuli aturé Sang Hyang Naradha manèh marang Sang Hyang Guru, ing babaré pangandikané Sang Hyang Naradha kasebut mau, mangkéné:
<ol type=I>
„Hong Hyang Hyanging Hulun,
<li>menggah SAGUNGING KAWONTENAN punika angesthi KEDJATOSAN,</li>
<li>KEDJATOSAN punika wonten ing KAHANAN,</li>
<li>seksinipun wonten {{sp|manungsa}},</li>
<li>{{sp|Djagading manungsa}} punika boten prabenten lan {{sp|djagading donja}}.</li>
<li>Mila kabasakaken SADURUNGE ANA TJAHJA. WUS ANA SWARA PINDHA GENTHA KEKELENG.<br>
Punika makaten<br>
SWARA punika djatining BAWA,<br>
GENTHA punika djatining KANTHA,<br>
KEKELENG punika DEDUNUNGAN.<br>
Dados dununging BAWA wonten ing KANTHA.<br>
KANTHA punika SAMAR,<br>
SAMAR punika ELOK,<br>
ELOK punika GAIB.</li>
<li>Déné GAIBING PANGERAN mawi asasana ing KEDADOSAN. Kabasakaken:<br>
TAN WARNA RUPA, nanging mimbuhi sipating wewernèn.<br>
TAN ARAH ENGGEN, nanging nglimputi sagunging kawontenan.<br>
NGANDIKA tanpa LESAN (watjana), muhung BAWA.<br>
ANGGANDA tanpa GRANA, muhung PURBA.<br>
AMIRSA tanpa NETRA, muhung WASKITHA.<br>
AMIJARSA tanpa KARNA, muhung WISESA,<br>
ANGRAOS tanpa RAOS, muhung PANGRAOS.<br>
Kosokwangsulipun :</li>
<li>Purwaning ANA saka ORA, tegesipun:<br>
witing LAHIR saking BATOS.<br>
witing RAME saking ENENG.<br>
witing GUMELAR saking SONJA.<br></li>
<li>Nanging sampun kagalih, manawi TAWANG-TOWANG TANPA SASANA. Bebasan mangeran kumandhang, wosipun:<br>
{{sp|sirik}} manawi {{sp|nampika miliha}}.</li></ol><noinclude>{{rh|26}}</noinclude>
a29rbdup211usp2wdqw991j4e6o5uth
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/27
250
25039
78853
2026-05-19T16:53:03Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "5. 6. ,,Hèh Maharsi tapa, apata kang sira sedya déné ka- pati brata; jèn sira amrih mumpuni guna kasekten lan bidjaksana. wus amundjuli para Dewa kabéh". Sang Hyang Kanekaputra (Naradha) ora kéguh anggoné pitekur, Sang Hyang Djagadnata ngandika manèh: ,,Hèh Maharsi tapa, sanadyan sira ora wetja, rèhné ingsun iki wus binathara ing djagad, uga wus sumu- rup sedyanira kang durung kalahir. Sira iku kumlung- kung darbé tjipta pinangéran ing djagad kaja pan...
78853
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>5.
6.
,,Hèh Maharsi tapa, apata kang sira sedya déné ka-
pati brata; jèn sira amrih mumpuni guna kasekten
lan bidjaksana. wus amundjuli para Dewa kabéh".
Sang Hyang Kanekaputra (Naradha) ora kéguh anggoné
pitekur, Sang Hyang Djagadnata ngandika manèh:
,,Hèh Maharsi tapa, sanadyan sira ora wetja, rèhné
ingsun iki wus binathara ing djagad, uga wus sumu-
rup sedyanira kang durung kalahir. Sira iku kumlung-
kung darbé tjipta pinangéran ing djagad kaja pan-
djenenganingsun; nanging tangèh jèn mangkonoa;
sanadyan tapa sèwu tahun, ingsun ora nganggo tapa
sadina, ija ora bisa padha awit ingsun kang pinas-
thi ambawani bawana. djer sira kalah tuwa lan ing-
sun Ana manèh kang tuwa iku bumi langit
lan tja hja kang anglimputi déné kang tuwa dhé-
wé anané HYANG WISESA".
Sang Hyang Naradha dupi midhanget pangandikané Sang
Hyang Djagadnata kang mangkono mau, bandjur mangsuli
pangandika sarwa gumudjeng latah :
,,Lah ingsun Kanékaputra, sadurungé sira apepadjar,
ingsun ija wus sumurup, jèn sira iku Sang Hyang
Djagadnata kang ambawani bawana, pinangéran ing
djagad, ratuné para Djawata kabèh. Ananging jèn ta
kawruhira amung samono baé, durung kena ingaranan
etuking kawruh bab kasampurnaning urip, lan du-
rung waspada djatining tunggal; déné anané Hyang
Wisésa teka kaanggep sepuh dhéwé, mangka nalikané
anané Hyang Wisésa, wus mijarsa swara pindha gen-
tha kekelèng, marmané sinung pangruugu. Iki minang-
ka tandha jèn wus ana kang amengku. Balik kang
amengku iku sapa, lan manèh nalikané awang-uwung
bumi langit durung ana, apa kang ana dhingin, sapa
kang anganakaké Jèn sira durung sumurup babaring
pangandikaningsun iki, durung kena ingaranan
putus ing budhi".
7. Kapogag saméné wosing kawruh Kedjaten mau kang perlu
baé, anuli wewantahing kawruh mau. pratélané kawedhar,
kasebut ing dalem sastra, ing Djitabsara, sadjroning kawruh
Sastra Hardjendra, nalika Sang Hyang Guru angempalaken
ing para Déwa, para putra Bathara kinarja angrembag
25<noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
soydeag161lw6mp32e219slic1s8rug
78854
78853
2026-05-19T17:04:12Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78854
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=5>
„Hèh Maharsi tapa, apata kang sira sedya déné kapati brata; jèn sira amrih mumpuni guna kasekten lan bidjaksana. wus amundjuli para Dewa kabéh”.
<li>Sang Hyang Kanekaputra (Naradha) ora kéguh anggoné pitekur, Sang Hyang Djagadnata ngandika manèh:<br>
„Hèh Maharsi tapa, sanadyan sira ora wetja, rèhné ingsun iki wus binathara ing djagad, uga wus sumurup sedyanira kang durung kalahir. Sira iku kumlungkung darbé tjipta pinangéran ing djagad kaja pandjenenganingsun; nanging tangèh jèn mangkonoa; sanadyan tapa sèwu tahun, ingsun ora nganggo tapa sadina, ija ora bisa padha awit ingsun kang pinasthi ambawani bawana. djer sira kalah tuwa lan ingsun Ana manèh kang tuwa iku {{sp|bumi langit}} lan {{sp|tjahja}} kang anglimputi déné kang tuwa dhéwé anané {{sp|HYANG WISESA}}”.</li>
<li>Sang Hyang Naradha dupi midhanget pangandikané Sang Hyang Djagadnata kang mangkono mau, bandjur mangsuli pangandika sarwa gumudjeng latah :<br>
„Lah ingsun Kanékaputra, sadurungé sira apepadjar, ingsun ija wus sumurup, jèn sira iku Sang Hyang Djagadnata kang ambawani bawana, pinangéran ing djagad, ratuné para Djawata kabèh. Ananging jèn ta kawruhira amung samono baé, durung kena ingaranan etuking kawruh bab kasampurnaning urip, lan durung waspada djatining tunggal; déné anané Hyang Wisésa teka kaanggep sepuh dhéwé, mangka nalikané anané Hyang Wisésa, wus mijarsa swara pindha gentha kekelèng, marmané sinung pangruugu. Iki minangka tandha jèn wus ana kang amengku. Balik kang amengku iku sapa, lan manèh nalikané awang-uwung bumi langit durung ana, apa kang ana dhingin, sapa kang anganakaké Jèn sira durung sumurup babaring pangandikaningsun iki, durung kena ingaranan putus ing budhi”.</li>
<li>Kapogag saméné wosing kawruh Kedjaten mau kang perlu baé, anuli wewantahing kawruh mau. pratélané kawedhar, kasebut ing dalem sastra, ing Djitabsara, sadjroning kawruh Sastra Hardjendra, nalika Sang Hyang Guru angempalaken ing para Déwa, para putra Bathara kinarja angrembag</li></ol><noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
h9nbpgfijmfw66v33j00owit3y4bpob
79060
78854
2026-05-20T06:24:46Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79060
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=5>
::„Hèh Maharsi tapa, apata kang sira sedya déné kapati brata; jèn sira amrih mumpuni guna kasekten lan bidjaksana. wus amundjuli para Dewa kabéh”.
<li>Sang Hyang Kanekaputra (Naradha) ora kéguh anggoné pitekur, Sang Hyang Djagadnata ngandika manèh:<br>
::„Hèh Maharsi tapa, sanadyan sira ora wetja, rèhné ingsun iki wus binathara ing djagad, uga wus sumurup sedyanira kang durung kalahir. Sira iku kumlungkung darbé tjipta pinangéran ing djagad kaja pandjenenganingsun; nanging tangèh jèn mangkonoa; sanadyan tapa sèwu tahun, ingsun ora nganggo tapa sadina, ija ora bisa padha awit ingsun kang pinasthi ambawani bawana. djer sira kalah tuwa lan ingsun Ana manèh kang tuwa iku {{sp|bumi langit}} lan {{sp|tjahja}} kang anglimputi déné kang tuwa dhéwé anané {{sp|HYANG WISESA}}”.</li>
<li>Sang Hyang Naradha dupi midhanget pangandikané Sang Hyang Djagadnata kang mangkono mau, bandjur mangsuli pangandika sarwa gumudjeng latah :<br>
::„Lah ingsun Kanékaputra, sadurungé sira apepadjar, ingsun ija wus sumurup, jèn sira iku Sang Hyang Djagadnata kang ambawani bawana, pinangéran ing djagad, ratuné para Djawata kabèh. Ananging jèn ta kawruhira amung samono baé, durung kena ingaranan etuking kawruh bab kasampurnaning urip, lan durung waspada djatining tunggal; déné anané Hyang Wisésa teka kaanggep sepuh dhéwé, mangka nalikané anané Hyang Wisésa, wus mijarsa swara pindha gentha kekelèng, marmané sinung pangruugu. Iki minangka tandha jèn wus ana kang amengku. Balik kang amengku iku sapa, lan manèh nalikané awang-uwung bumi langit durung ana, apa kang ana dhingin, sapa kang anganakaké Jèn sira durung sumurup babaring pangandikaningsun iki, durung kena ingaranan putus ing budhi”.</li>
<li>Kapogag saméné wosing kawruh Kedjaten mau kang perlu baé, anuli wewantahing kawruh mau. pratélané kawedhar, kasebut ing dalem sastra, ing Djitabsara, sadjroning kawruh Sastra Hardjendra, nalika Sang Hyang Guru angempalaken ing para Déwa, para putra Bathara kinarja angrembag</li></ol><noinclude>{{rh|||25}}</noinclude>
2lbs6yqohivh0gnema80d8py7k4e7co
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/26
250
25040
78855
2026-05-19T17:17:02Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "Anane HINGSUN Kang Amaha Suktji mau, jaiku ANAN KEDJATEN, tegesé kasedjatening Dat Kang Amaha Murba. Jaiku HINGSUN, jekti dadi ing ANANIRA ja ANANE KITA utawa INGSUN kang SEDJA TINE. Lab ijaika kang diarani tetunggal pamoring kawab Gusti (Gusti-kawula) limput-anglimputi ing Kedjaten la kahanané. 2. Tegesé ANANE mau jaiku UDJUDE, BLEGERE la DJENGGERENGE mau, ijaku anané HINSUN, te gesé ija ANANE DATING PANGERAN kang kanjataha wudjudé Ananging kaprijé w...
78855
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Anane HINGSUN Kang Amaha Suktji mau, jaiku ANAN
KEDJATEN, tegesé kasedjatening Dat Kang
Amaha Murba. Jaiku HINGSUN, jekti dadi ing
ANANIRA ja ANANE KITA utawa INGSUN kang SEDJA
TINE. Lab ijaika kang diarani tetunggal pamoring kawab
Gusti (Gusti-kawula) limput-anglimputi ing Kedjaten la
kahanané.
2. Tegesé ANANE mau jaiku UDJUDE, BLEGERE la
DJENGGERENGE mau, ijaku anané HINSUN, te
gesé ija ANANE DATING PANGERAN kang kanjataha
wudjudé Ananging kaprijé wudjuding HINGSUN DAT
ING PANGERAN mau, ing rèhné anané bab kawruh ik
ora bisa dinulu kelawan tingaling nétra kang kalahir bae
amarga rehning dudu kahanan katon, utawa ija réhné du
du uriping wudjud kang katon dumadi sawidji-widji; mula
bab kawruh KEDJATEN iki, ja ora amung bisa tinonton lan
kinawruhan kang amung sarana tingaling nétra kang kalahir
baé, kadjaba klajan pangertening pantja pranawa, ijaiku
tingaling pantjadrija sedjati kang klajan pranawa, kaja
kang wus kasebut mau.
3.
4
Ing ngarep uga wus kawidjangaké, manawa anané DATING
PANGERAN mau aniputi ing kahananing djagad
tetelu, sumrambah ing kahananing alam sakalir, apadéné
mg sakèhing sabda wasita mau kabèh, ing bab sedjatinė
anané, mangka dumunug lan awarana, sarta dadi ngauripė
kita kang sedjatimé, tegesé sedjatining URIP BERBUDHI.
Mula kawasita ing wisikané Sang Hyang Bathara Ramadi,
KANG ANA KANG DHINGIN DHEWE mau HINGSUN.
ANGLIMPUTI SAPRAMUDITA, ANETEPI SADJAGAD
RAYA, AMRABAWANI WAHJANING WAHJUNINGSUN
SEDJATI KANG AMAWA TJAHJA GUMILANG TANPA
WEWAJANGAN, ING SABUWANA MUNG HINGSUN
DHEWE, KAWASA SAGUNGING BUDHI
PREMATI, MUNG ENAK KAPENAK.
Anuli kaprijé werdiné surasa ing kawruh iku, ing bab KE-
DJATENE ANANE PANGERAN, mangka DJEDJERE
ANANE PANGERAN iku. ing widjang-widjangé babaré sa-
widji-widji, liré kasebut ing dalem sastra (*), mangka dèn
wedharaké pangandikané Sang Hyang Naradha, aturé ma-
rang Sang Hyang Guru, nalika Dewa kekalih padha abe-
bantahan; ngandikane Sang Hyang Djagadnata mangkene:
(*) kasebut ing Djita Absara utawa uga ing Paramajoga.
24<noinclude>{{rh|24}}</noinclude>
20sbypla7kik5vcbmpcahyn1kfeet3m
78858
78855
2026-05-19T17:24:08Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78858
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=2>
Anane HINGSUN Kang Amaha Suktji mau, jaiku ANANE KEDJATEN, tegesé {{sp|kasedjatening}} Dat Kang Amaha Murba. Jaiku HINGSUN, jekti dadi ing ANANIRA ija ANANE KITA utawa INGSUN kang SEDJATINE. Lah ijaiku kang diarani tetunggal pamoring kawula Gusti (Gusti-kawula) limput-anglimputi ing Kedjaten lan kahanané.
<li>Tegesé ANANE mau jaiku UDJUDE, BLEGERE lan DJENGGERENGE mau, ijaku anané HINSUN, tegesé ija ANANE DATING PANGERAN kang kanjatahan wudjudé Ananging kaprijé wudjuding HINGSUN DAT ING PANGERAN mau, ing rèhné anané bab kawruh iku ora bisa dinulu kelawan tingaling nétra kang kalahir baẻ amarga réhning dudu kahanan katon, utawa ija réhné dudu uriping wudjud kang katon dumadi sawidji-widji; mula bab kawruh KEDJATEN iki, ja ora amung bisa tinonton lan kinawruhan kang amung sarana tingaling nétra kang kalahir baé, kadjaba klajan pangertening pantja pranawa, ijaiku tingaling pantjadrija sedjati kang klajan pranawa, kaja kang wus kasebut mau.</li>
<li>Ing ngarep uga wus kawidjangaké, manawa anané DATING {{sp|PANGERAN}} mau aniputi ing kahananing djagad tetelu, sumrambah ing kahananing alam sakalir, apadéné ingg sakèhing sabda wasita mau kabèh, ing bab sedjatinė anané, mangka dumunug lan awarana, sarta dadi ngauripė kita kang sedjatimé, tegesé sedjatining URIP BERBUDHI. Mula kawasita ing wisikané Sang Hyang Bathara Ramadi, KANG ANA KANG DHINGIN DHEWE mau HINGSUN. ANGLIMPUTI SAPRAMUDITA, ANETEPI SADJAGAD RAYA, AMRABAWANI WAHJANING WAHJUNINGSUN SEDJATI KANG AMAWA TJAHJA GUMILANG TANPA WEWAJANGAN, ING SABUWANA MUNG HINGSUN DHEWE, {{sp|KAWASA SAGUNGING BUDHI PREMATI}}, MUNG ENAK KAPENAK.</li>
<li>Anuli kaprijé werdiné surasa ing kawruh iku, ing bab KEDJATENE ANANE PANGERAN, mangka DJEDJERE ANANE PANGERAN iku. ing widjang-widjangé babaré sawidji-widji, liré kasebut ing dalem sastra <ref name=dok1>kasebut ing Djita Absara utawa uga ing Paramajoga.</ref>, mangka dèn wedharaké pangandikané Sang Hyang Naradha, aturé marang Sang Hyang Guru, nalika Dewa kekalih padha abebantahan; ngandikane Sang Hyang Djagadnata mangkene:</li></ol>
{{rule|width=8em|align=left}}
<references/><noinclude>{{rh|24}}</noinclude>
mhhlfiegdak7sp4ae3bofz392y109zi
79059
78858
2026-05-20T06:22:45Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79059
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=2>
Anane HINGSUN Kang Amaha Suktji mau, jaiku ANANE KEDJATEN, tegesé {{sp|kasedjatening}} Dat Kang Amaha Murba. Jaiku HINGSUN, jekti dadi ing ANANIRA ija ANANE KITA utawa INGSUN kang SEDJATINE. Lah ijaiku kang diarani tetunggal pamoring kawula Gusti (Gusti-kawula) limput-anglimputi ing Kedjaten lan kahanané.
<li>Tegesé ANANE mau jaiku UDJUDE, BLEGERE lan DJENGGERENGE mau, ijaku anané HINSUN, tegesé ija ANANE DATING PANGERAN kang kanjatahan wudjudé Ananging kaprijé wudjuding HINGSUN DAT ING PANGERAN mau, ing rèhné anané bab kawruh iku ora bisa dinulu kelawan tingaling nétra kang kalahir baẻ amarga réhning dudu kahanan katon, utawa ija réhné dudu uriping wudjud kang katon dumadi sawidji-widji; mula bab kawruh KEDJATEN iki, ja ora amung bisa tinonton lan kinawruhan kang amung sarana tingaling nétra kang kalahir baé, kadjaba klajan pangertening pantja pranawa, ijaiku tingaling pantjadrija sedjati kang klajan pranawa, kaja kang wus kasebut mau.</li>
<li>Ing ngarep uga wus kawidjangaké, manawa anané DATING {{sp|PANGERAN}} mau aniputi ing kahananing djagad tetelu, sumrambah ing kahananing alam sakalir, apadéné ingg sakèhing sabda wasita mau kabèh, ing bab sedjatinė anané, mangka dumunug lan awarana, sarta dadi ngauripė kita kang sedjatimé, tegesé sedjatining URIP BERBUDHI. Mula kawasita ing wisikané Sang Hyang Bathara Ramadi, KANG ANA KANG DHINGIN DHEWE mau HINGSUN. ANGLIMPUTI SAPRAMUDITA, ANETEPI SADJAGAD RAYA, AMRABAWANI WAHJANING WAHJUNINGSUN SEDJATI KANG AMAWA TJAHJA GUMILANG TANPA WEWAJANGAN, ING SABUWANA MUNG HINGSUN DHEWE, {{sp|KAWASA SAGUNGING BUDHI PREMATI}}, MUNG ENAK KAPENAK.</li>
<li>Anuli kaprijé werdiné surasa ing kawruh iku, ing bab KEDJATENE ANANE PANGERAN, mangka DJEDJERE ANANE PANGERAN iku. ing widjang-widjangé babaré sawidji-widji, liré kasebut ing dalem sastra <ref name=dok1>kasebut ing Djita Absara utawa uga ing Paramajoga.</ref>, mangka dèn wedharaké pangandikané Sang Hyang Naradha, aturé marang Sang Hyang Guru, nalika Dewa kekalih padha abebantahan; ngandikane Sang Hyang Djagadnata mangkene:</li></ol>
{{rule|width=8em|align=left}}
<references/><noinclude>{{rh|24}}</noinclude>
217jjwalhst2d5y9wyon32tryb6wk7f
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/25
250
25041
78859
2026-05-19T17:24:47Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "5. (IV) Kang diarani SEDJATINE, jaiku SEDJATINE kang telung prakara, kang saka ANANE WA- HANANE KAHANANE mau, jaiku sawidji, diarani se djatin é; ija sedjatiné anané wa- hanané, teteluné tunggal, jaiku TRI-MUR- TI, utawa TRI TUNGGAL, mula kasebut KANG MAHA TUNGGAL. (V) Kang diarani DUMUNUNGE, jaiku DUMU- NUNGE sedjatiné kang telung prakara mau; déné tegesé DUMUNUNG, jaiku DEDU- NUNG, MANGGON, SASANA, KEKELENG lsp. Tjethané jaiku: Kang dhingin iku ANAN...
78859
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>5.
(IV) Kang diarani SEDJATINE, jaiku SEDJATINE
kang telung prakara, kang saka ANANE WA-
HANANE KAHANANE mau, jaiku sawidji,
diarani se djatin é; ija sedjatiné anané wa-
hanané, teteluné tunggal, jaiku TRI-MUR-
TI, utawa TRI TUNGGAL, mula kasebut
KANG MAHA TUNGGAL.
(V) Kang diarani DUMUNUNGE, jaiku DUMU-
NUNGE sedjatiné kang telung prakara
mau; déné tegesé DUMUNUNG, jaiku DEDU-
NUNG, MANGGON, SASANA, KEKELENG
lsp.
Tjethané jaiku:
Kang dhingin iku ANANE,
Kapindho WAHANANE,
Kaping telu KAHANANE,
Kaping pat SEDJATINE,
Kaping lima DUMUNUNGE.
(II)
ANANE jaiku AMAHA SUKTJI,
WAHANANE jaiku AMAHA MULYA,
(III) KAHANANE jaiku AMAHA WISESA,
(IV) SEDJATINE ija ANANE KANG AMAHA SUKTJI,
WAHANANE KANG AMAHA MULYA, КАНА-
NANE KANG AMAHA WISESA, jaiku SEDJA-
TINE DAT ija PANGERAN (GUSTI) KANG AMA-
HA SUKTJI ASIPAT ESA.
(V) DUMUNUNGE ija Sedjatiné DAT Pangéran Kang
Amaha Suk tji Asipat Esa mau, jaiku DUMUNUNG
ing DALEM URIP KITA PRIBADI, ija uriping ki-
ta manungsa kang sedjatiné SUKTJI MULYA la-
wan WISESA.
1.
Turutan wewarah kaping 7
●HHHHHHHHHHHHHHHH
BABARE HINGSUN LAN INGSUN.
PAMORING KAWULA GUSTI.
Bantahé Sang Hyang Guru lan Sang Hyang Naradha.
Sadurungé ana tjahja wus ana swara pindha gentha kekeléng.
Ing mangko kang dhingin amedharaké ANANE KANG AMA-
HA SUKTJI.
23<noinclude>{{rh|||23}}</noinclude>
2ya9mcoinldne6ofuao1clarikppibp
78860
78859
2026-05-19T17:30:30Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78860
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=5>
<ol type=I start=4>
<li>Kang diarani SEDJATINE, jaiku SEDJATINE kang telung prakara, kang saka ANANE WAHANANE KAHANANE mau, jaiku {{sp|sawidji}}, diarani {{sp|sedjatiné}}; ija sedjatiné anané wahanané, teteluné tunggal, jaiku TRI-MURTI, utawa TRI TUNGGAL, mula kasebut KANG MAHA TUNGGAL.</li>
<li>Kang diarani DUMUNUNGE, jaiku DUMUNUNGE {{sp|sedjatiné}} kang telung prakara mau; déné tegesé DUMUNUNG, jaiku DEDUNUNG, MANGGON, SASANA, KEKELENG lsp.</li></ol>
<li>Tjethané jaiku:<br>
<poem>
Kang dhingin iku ANANE,
Kapindho WAHANANE,
Kaping telu KAHANANE,
Kaping pat SEDJATINE,
Kaping lima DUMUNUNGE.
</poem>
<ol type=I>
<li>ANANE jaiku AMAHA SUKTJI,</li>
<li>WAHANANE jaiku AMAHA MULYA,</li>
<li>KAHANANE jaiku AMAHA WISESA,</li>
<li>SEDJATINE ija ANANE KANG AMAHA SUKTJI, WAHANANE KANG AMAHA MULYA, КАНАNANE KANG AMAHA WISESA, jaiku SEDJATINE DAT ija PANGERAN (GUSTI) KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT ESA.</li>
<li>DUMUNUNGE ija Sedjatiné DAT Pangéran Kang Amaha Suk tji Asipat Esa mau, jaiku DUMUNUNG ing DALEM URIP KITA PRIBADI, ija uriping kita manungsa kang sedjatiné SUKTJI MULYA lawan WISESA.
</li></ol></li></ol>
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Turutan wewarah kaping 7}}
{{c|BABARE HINGSUN LAN INGSUN. <br>PAMORING KAWULA GUSTI.}}
''Bantahé Sang Hyang Guru lan Sang Hyang Naradha.''
''Sadurungé ana tjahja wus ana swara pindha gentha kekeléng.''
<ol>
<li>Ing mangko kang dhingin amedharaké ANANE KANG AMAHA SUKTJI.</li></ol><noinclude>{{rh|||23}}</noinclude>
lj4m28aseuq125y8jk3moltwpja8h8l
79115
78860
2026-05-20T08:41:00Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79115
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol start=5>
<ol type=I start=4>
<li>Kang diarani SEDJATINE, jaiku SEDJATINE kang telung prakara, kang saka ANANE WAHANANE KAHANANE mau, jaiku {{sp|sawidji}}, diarani {{sp|sedjatiné}}; ija sedjatiné anané wahanané, teteluné tunggal, jaiku TRI-MURTI, utawa TRI TUNGGAL, mula kasebut KANG MAHA TUNGGAL.</li>
<li>Kang diarani DUMUNUNGE, jaiku DUMUNUNGE {{sp|sedjatiné}} kang telung prakara mau; déné tegesé DUMUNUNG, jaiku DEDUNUNG, MANGGON, SASANA, KEKELENG lsp.</li></ol>
<li>Tjethané jaiku:<br>
<poem>
Kang dhingin iku ANANE,
Kapindho WAHANANE,
Kaping telu KAHANANE,
Kaping pat SEDJATINE,
Kaping lima DUMUNUNGE.
</poem>
<ol type=I>
<li>ANANE jaiku AMAHA SUKTJI,</li>
<li>WAHANANE jaiku AMAHA MULYA,</li>
<li>KAHANANE jaiku AMAHA WISESA,</li>
<li>SEDJATINE ija ANANE KANG AMAHA SUKTJI, WAHANANE KANG AMAHA MULYA, КАНАNANE KANG AMAHA WISESA, jaiku SEDJATINE DAT ija PANGERAN (GUSTI) KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT ESA.</li>
<li>DUMUNUNGE ija Sedjatiné DAT Pangéran Kang Amaha Suk tji Asipat Esa mau, jaiku DUMUNUNG ing DALEM URIP KITA PRIBADI, ija uriping kita manungsa kang sedjatiné SUKTJI MULYA lawan WISESA.
</li></ol></li></ol>
{{rule|width=8em|align=center}}
<ol>{{c|Turutan wewarah kaping 7}}</ol>
<ol>{{c|BABARE HINGSUN LAN INGSUN. <br>PAMORING KAWULA GUSTI.}}</ol>
<ol>''Bantahé Sang Hyang Guru lan Sang Hyang Naradha.<br>Sadurungé ana tjahja wus ana swara pindha gentha kekeléng.''</ol>
#Ing mangko kang dhingin amedharaké ANANE KANG AMAHA SUKTJI.<noinclude>{{rh|||23}}</noinclude>
bkemsc9jg8nnbzckungmw9h8pawlolc
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/24
250
25042
78861
2026-05-19T17:31:01Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "3. 4 (V) IJA IKU DUMUNUNG ING DALEM URIP KITA PRIBADI. (jaiku kahanan). POMA DEN AWAS ADJA KONGSI UWAS, DEN ELING ADJA KONGSI SUMELANG. (ja.) iku kahanan). Limang prakara iku, dadi kekering kawruh kang wos, jaiku wosing kawruh KEDJATEN klawan KAHANAN, werdiné jaiku kawruh KAPANGERAN kelawan kang AMANGERAN Maksudé ija KEDJATENING PANGERAN klawan sedja. tiné kang mangéran. Utawa KEDJATENING GUSTI klawan KAHANANING kawula. Diarani GUSTI ka- wula, kawula...
78861
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>3.
4
(V) IJA IKU DUMUNUNG ING DALEM URIP
KITA PRIBADI. (jaiku kahanan).
POMA DEN AWAS ADJA KONGSI UWAS,
DEN ELING ADJA KONGSI SUMELANG. (ja.)
iku kahanan).
Limang prakara iku, dadi kekering kawruh kang wos, jaiku
wosing kawruh KEDJATEN klawan KAHANAN, werdiné
jaiku kawruh KAPANGERAN kelawan kang AMANGERAN
Maksudé ija KEDJATENING PANGERAN klawan sedja.
tiné kang mangéran. Utawa KEDJATENING GUSTI
klawan KAHANANING kawula. Diarani GUSTI ka-
wula, kawula GUSTI. Dadi GUSTI iku ija GUSTI
ning manungsa, utawa ija manungsa iki dadi
kawulané GUSTI Kang Maha, kang Pinangéran ing
djagad kabèh. Lah ijaiku werdiné a na né DAT lan
kahanané Manungsa kang nga-DAT ka-
sebut mau, klawan warana ing dedalané, diarani kawruh
Pangèsthi Sedjati.
Anané tjethané widjang-widjangé limang prakara mau mang-
kéné:
(1) Kang diarani ANANE mau, jaiku udjudé, ble-
geré, djenggerengé, jaiku ANANING PURBA,
GESANGE, dadiné RUPA, utawa ija kena di-
arani TJAHJA, ananging jaiku TJAHJANING
TJAHJA, iku dadiné SUKTJI, mula kasebut
KANG MAHA SUKTJI.
(II) Kang diarani WAHANANE, jaiku PURBA
WASESA, (WENANG) (WENANGE WU-
DJUD), URIPE WUDJUD. ija WASESANE
WUDJUD, RAHSWA (RAHSA) NING WU-
DJUD OBAH OSIKING WUDJUD, utawa ija
BUDHINING WUDJUD kang bleger djengge
reng wasésa, utawa ija rupaning tjahjaning
tjahja, iku dadiné MULYA, mula kasebut
KANG MAHA MULYA.
(III) Kang diarani KAHANANE mau, jaiku KA-
WASANING WUDJUD, URIPING - URIP
(uriping wudjud), jaiku KARSANE, (karepé)
wudjud, LAKUNE wudjud, WERUHING wu-
djud, mobah mosiking wudjud, wisésaning wu
djud, gelaring wudjud, jaiku WISESA. mu-
la kasebut KANG MAHA WISES A.
22
22<noinclude>{{rh|22}}</noinclude>
ab4nuafoy5qkjd5y73ck6ig51nbvk5y
78862
78861
2026-05-19T17:38:38Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78862
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=3>
<ol type=I start=5><li>IJA IKU DUMUNUNG ING DALEM URIP KITA PRIBADI. (jaiku kahanan).<br>
POMA DEN AWAS ADJA KONGSI UWAS,<br>
DEN ELING ADJA KONGSI SUMELANG. (jaiku kahanan).</li></ol>
<li>Limang prakara iku, dadi kekering kawruh kang wos, jaiku wosing kawruh KEDJATEN klawan KAHANAN, werdiné jaiku kawruh KAPANGERAN kelawan kang AMANGERAN Maksudé ija KEDJATENING PANGERAN klawan sedja. tiné kang {{sp|mangéran}}. Utawa KEDJATENING GUSTI klawan KAHANANING {{sp|kawula}}. Diarani GUSTI {{sp|kawula, kawula}} GUSTI. Dadi GUSTI iku ija GUSTI ning {{sp|manungsa}}, utawa ija {{sp|manungsa}} iki dadi kawulané {{sp|GUSTI}} Kang Maha, kang Pinangéran ing djagad kabèh. Lah ijaiku werdiné {{sp|anané DAT}} lan {{sp|kahanané Manungsa kang nga-DAT}} kasebut mau, klawan warana ing dedalané, diarani kawruh {{sp|Pangèsthi Sedjati}}.</li>
<li>Anané tjethané widjang-widjangé limang prakara mau mangkéné:<br>
<ol type=I>
<li>Kang diarani ANANE mau, jaiku udjudé, blegeré, djenggerengé, jaiku ANANING PURBA GESANGE, dadiné RUPA, utawa ija kena diarani TJAHJA, ananging jaiku TJAHJANING TJAHJA, iku dadiné SUKTJI, mula kasebut {{sp|KANG MAHA SUKTJI}}.</li>
<li>Kang diarani WAHANANE, jaiku PURBA WASESA, (WENANG) (WENANGE WUDJUD), URIPE WUDJUD. ija WASESANE WUDJUD, RAHSWA (RAHSA) NING WUDJUD OBAH OSIKING WUDJUD, utawa ija BUDHINING WUDJUD kang bleger djenggereng wasésa, utawa ija rupaning tjahjaning tjahja, iku dadiné {{sp|MULYA}}, mula kasebut {{sp|KANG MAHA MULYA}}.</li>
<li>Kang diarani KAHANANE mau, jaiku KAWASANING WUDJUD, URIPING - URIP (uriping wudjud), jaiku KARSANE, (karepé) wudjud, LAKUNE wudjud, WERUHING wudjud, mobah mosiking wudjud, wisésaning wudjud, gelaring wudjud, jaiku {{sp|WISESA}}. mula kasebut {{sp|KANG MAHA WISESA}}.</li></ol></li></ol><noinclude>{{rh|22}}</noinclude>
l9qc0y9enyd3r397rhu1obxqu2n1ooz
79114
78862
2026-05-20T08:39:33Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79114
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol start=3>
<ol type=I start=5><li>IJA IKU DUMUNUNG ING DALEM URIP KITA PRIBADI. (jaiku kahanan).<br>
POMA DEN AWAS ADJA KONGSI UWAS,<br>
DEN ELING ADJA KONGSI SUMELANG. (jaiku kahanan).</li></ol>
<li>Limang prakara iku, dadi kekering kawruh kang wos, jaiku wosing kawruh KEDJATEN klawan KAHANAN, werdiné jaiku kawruh KAPANGERAN kelawan kang AMANGERAN Maksudé ija KEDJATENING PANGERAN klawan sedja. tiné kang {{sp|mangéran}}. Utawa KEDJATENING GUSTI klawan KAHANANING {{sp|kawula}}. Diarani GUSTI {{sp|kawula, kawula}} GUSTI. Dadi GUSTI iku ija GUSTI ning {{sp|manungsa}}, utawa ija {{sp|manungsa}} iki dadi kawulané {{sp|GUSTI}} Kang Maha, kang Pinangéran ing djagad kabèh. Lah ijaiku werdiné {{sp|anané DAT}} lan {{sp|kahanané Manungsa kang nga-DAT}} kasebut mau, klawan warana ing dedalané, diarani kawruh {{sp|Pangèsthi Sedjati}}.</li>
<li>Anané tjethané widjang-widjangé limang prakara mau mangkéné:<br>
<ol type=I>
<li>Kang diarani ANANE mau, jaiku udjudé, blegeré, djenggerengé, jaiku ANANING PURBA GESANGE, dadiné RUPA, utawa ija kena diarani TJAHJA, ananging jaiku TJAHJANING TJAHJA, iku dadiné SUKTJI, mula kasebut {{sp|KANG MAHA SUKTJI}}.</li>
<li>Kang diarani WAHANANE, jaiku PURBA WASESA, (WENANG) (WENANGE WUDJUD), URIPE WUDJUD. ija WASESANE WUDJUD, RAHSWA (RAHSA) NING WUDJUD OBAH OSIKING WUDJUD, utawa ija BUDHINING WUDJUD kang bleger djenggereng wasésa, utawa ija rupaning tjahjaning tjahja, iku dadiné {{sp|MULYA}}, mula kasebut {{sp|KANG MAHA MULYA}}.</li>
<li>Kang diarani KAHANANE mau, jaiku KAWASANING WUDJUD, URIPING - URIP (uriping wudjud), jaiku KARSANE, (karepé) wudjud, LAKUNE wudjud, WERUHING wudjud, mobah mosiking wudjud, wisésaning wudjud, gelaring wudjud, jaiku {{sp|WISESA}}. mula kasebut {{sp|KANG MAHA WISESA}}.</li></ol></li></ol><noinclude>{{rh|22}}</noinclude>
fliudtvz6qc2ch3n8j6ftn9hwud34o7
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/23
250
25043
78863
2026-05-19T17:39:03Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "GGGGGGGGGGGGG Turutan wewarah kaping 6 HHHHHHHHGGGGGHOG I. 2. PURBANING KEDJATEN. BABARE ING KAHANAN SEDJATI. Anané, Wahanané, Kahanané, Sedjatiné, lan Dumunungé Kedjatening Dat ing kahanané sedjati. Kanjatahan ANANE GUSTI KANG MAHA SUKTJI ASI- PAT ESA mau, liré witing wasita kang kapyarsa ing da- lem ra hswa, ijaiku mangka tandha kanjatahané anané swara iku kang dhingin dhéwé, dadi ijaiku liré swara kang muhung ba wanané DAT KANG MAHA PUR- BA WISESA....
78863
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>GGGGGGGGGGGGG
Turutan wewarah kaping 6
HHHHHHHHGGGGGHOG
I.
2.
PURBANING KEDJATEN.
BABARE ING KAHANAN SEDJATI.
Anané, Wahanané, Kahanané, Sedjatiné, lan Dumunungé
Kedjatening Dat ing kahanané sedjati.
Kanjatahan ANANE GUSTI KANG MAHA SUKTJI ASI-
PAT ESA mau, liré witing wasita kang kapyarsa ing da-
lem ra hswa, ijaiku mangka tandha kanjatahané anané
swara iku kang dhingin dhéwé, dadi ijaiku liré swara kang
muhung ba wanané DAT KANG MAHA PUR-
BA WISESA.
Ing mangko luwih dhisik kawiwitan wedharan saking wi-
djang-widjanging sabda wasitane Pangéran Kang Maha Suk-
tji, ijaiku wosé kahanané DAT TUNGGAL kang mangka
dadi babaré kahanan lakuning urip ing pangèsthi sedjati,
jaiku anané SADAT TUNGGAL KALIMA-USADA. Tjetha-
né kaja ing ngisor iki:
(I) IKI ANANINGSUN KANG AMAHA SUKTJI,
(jaiku Kedjatèn).
JEKTI DUMUNUNG DADI ANANIRA KANG
SEDJATI, (jaiku kahanan).
(II) IJA ING KENE IKI WAHANANINGSUN
KANG AMAHA MULYA, (jaiku Kedjatèn).
JEKTI DUMUNUNG DADI WAHANANIRA
KANG SEDJATI. (jaiku kahanan).
(III) ING KENE IKI KAHANANINGSUN KANG
AMAHA WISESA, (jaiku Kedjatèn).
JEKTI DUMUNUNG DADI KAHANANIRA
KANG SEDJATI. (jaiku kahanan).
(IV) IJA SEDJATINE ORA ANA APA-APA.
DUK MAKSIH AWANG-UWUNG DURUNG
DUMADI SAWIDJI-WIDJI,
KANG DJUMENENG DHINGIN DHEWE
IKU MUHUNG HINGSUN,
ORA ANA PANGERAN ANGING HINGSUN
SEDJATINING GUSTI KANG AMAHA
SUKTJI ASIPAT ESA (jaiku Kedjatèn).
21<noinclude>{{rh|||21}}</noinclude>
0c7129qqqyyygy29ggpqgwy9bqkcedw
78865
78863
2026-05-19T17:43:54Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78865
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|Turutan wewarah kaping 6}}
{{c|{{sp|PURBANING KEDJATEN.}}<br>
BABARE ING KAHANAN SEDJATI.}}
''Anané, Wahanané, Kahanané, Sedjatiné, lan Dumunungé Kedjatening Dat ing kahanané sedjati.''
<ol>
<li>Kanjatahan ANANE GUSTI KANG MAHA SUKTJI ASIPAT ESA mau, liré witing wasita kang kapyarsa ing dalem {{sp|rahswa}}, ijaiku mangka tandha kanjatahané anané swara iku kang dhingin dhéwé, dadi ijaiku liré swara kang muhung {{sp|bawanané DAT KANG MAHA PURBA WISESA}}.</li>
<li>Ing mangko luwih dhisik kawiwitan wedharan saking widjang-widjanging sabda wasitane Pangéran Kang Maha Suktji, ijaiku wosé kahanané DAT TUNGGAL kang mangka dadi babaré kahanan lakuning urip ing pangèsthi sedjati, jaiku anané SADAT TUNGGAL KALIMA-USADA. Tjethané kaja ing ngisor iki:
<ol type=I>
<li>IKI ANANINGSUN KANG AMAHA SUKTJI, (jaiku Kedjatèn).<br>
JEKTI DUMUNUNG DADI ANANIRA KANG SEDJATI, (jaiku kahanan).</li>
<li>IJA ING KENE IKI WAHANANINGSUN KANG AMAHA MULYA, (jaiku Kedjatèn).<br>
JEKTI DUMUNUNG DADI WAHANANIRA KANG SEDJATI. (jaiku kahanan).</li>
<li>ING KENE IKI KAHANANINGSUN KANG AMAHA WISESA, (jaiku Kedjatèn).<br>
JEKTI DUMUNUNG DADI KAHANANIRA KANG SEDJATI. (jaiku kahanan).</li>
<li>IJA SEDJATINE ORA ANA APA-APA.<br>
DUK MAKSIH AWANG-UWUNG DURUNG DUMADI SAWIDJI-WIDJI,<br>
KANG DJUMENENG DHINGIN DHEWE IKU MUHUNG HINGSUN,<br>
ORA ANA PANGERAN ANGING HINGSUN SEDJATINING GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT ESA (jaiku Kedjatèn).</li></ol></li></ol><noinclude>{{rh|||21}}</noinclude>
9x901m3ta1zp2aitbnrifrg6y9luuz5
79112
78865
2026-05-20T08:38:30Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79112
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>{{c|Turutan wewarah kaping 6}}</ol>
<ol>{{c|{{sp|PURBANING KEDJATEN.}}<br>
BABARE ING KAHANAN SEDJATI.}}</ol>
<ol>''Anané, Wahanané, Kahanané, Sedjatiné, lan Dumunungé Kedjatening Dat ing kahanané sedjati.''</ol>
#Kanjatahan ANANE GUSTI KANG MAHA SUKTJI ASIPAT ESA mau, liré witing wasita kang kapyarsa ing dalem {{sp|rahswa}}, ijaiku mangka tandha kanjatahané anané swara iku kang dhingin dhéwé, dadi ijaiku liré swara kang muhung {{sp|bawanané DAT KANG MAHA PURBA WISESA}}.<br>
#Ing mangko luwih dhisik kawiwitan wedharan saking widjang-widjanging sabda wasitane Pangéran Kang Maha Suktji, ijaiku wosé kahanané DAT TUNGGAL kang mangka dadi babaré kahanan lakuning urip ing pangèsthi sedjati, jaiku anané SADAT TUNGGAL KALIMA-USADA. Tjethané kaja ing ngisor iki:
<ol type=I>
<li>IKI ANANINGSUN KANG AMAHA SUKTJI, (jaiku Kedjatèn).<br>
JEKTI DUMUNUNG DADI ANANIRA KANG SEDJATI, (jaiku kahanan).</li>
<li>IJA ING KENE IKI WAHANANINGSUN KANG AMAHA MULYA, (jaiku Kedjatèn).<br>
JEKTI DUMUNUNG DADI WAHANANIRA KANG SEDJATI. (jaiku kahanan).</li>
<li>ING KENE IKI KAHANANINGSUN KANG AMAHA WISESA, (jaiku Kedjatèn).<br>
JEKTI DUMUNUNG DADI KAHANANIRA KANG SEDJATI. (jaiku kahanan).</li>
<li>IJA SEDJATINE ORA ANA APA-APA.<br>
DUK MAKSIH AWANG-UWUNG DURUNG DUMADI SAWIDJI-WIDJI,<br>
KANG DJUMENENG DHINGIN DHEWE IKU MUHUNG HINGSUN,<br>
ORA ANA PANGERAN ANGING HINGSUN SEDJATINING GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT ESA (jaiku Kedjatèn).</li></ol><noinclude>{{rh|||21}}</noinclude>
n77ory7ti3edqahe2x3bus5ob191diy
79113
79112
2026-05-20T08:39:18Z
Thersetya2021
125
79113
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol>{{c|Turutan wewarah kaping 6}}</ol>
<ol>{{c|{{sp|PURBANING KEDJATEN.}}<br>
BABARE ING KAHANAN SEDJATI.}}</ol>
<ol>''Anané, Wahanané, Kahanané, Sedjatiné, lan Dumunungé Kedjatening Dat ing kahanané sedjati.''</ol>
#Kanjatahan ANANE GUSTI KANG MAHA SUKTJI ASIPAT ESA mau, liré witing wasita kang kapyarsa ing dalem {{sp|rahswa}}, ijaiku mangka tandha kanjatahané anané swara iku kang dhingin dhéwé, dadi ijaiku liré swara kang muhung {{sp|bawanané DAT KANG MAHA PURBA WISESA}}.<br>
#Ing mangko luwih dhisik kawiwitan wedharan saking widjang-widjanging sabda wasitane Pangéran Kang Maha Suktji, ijaiku wosé kahanané DAT TUNGGAL kang mangka dadi babaré kahanan lakuning urip ing pangèsthi sedjati, jaiku anané SADAT TUNGGAL KALIMA-USADA. Tjethané kaja ing ngisor iki:
<ol><ol type=I>
<li>IKI ANANINGSUN KANG AMAHA SUKTJI, (jaiku Kedjatèn).<br>
JEKTI DUMUNUNG DADI ANANIRA KANG SEDJATI, (jaiku kahanan).</li>
<li>IJA ING KENE IKI WAHANANINGSUN KANG AMAHA MULYA, (jaiku Kedjatèn).<br>
JEKTI DUMUNUNG DADI WAHANANIRA KANG SEDJATI. (jaiku kahanan).</li>
<li>ING KENE IKI KAHANANINGSUN KANG AMAHA WISESA, (jaiku Kedjatèn).<br>
JEKTI DUMUNUNG DADI KAHANANIRA KANG SEDJATI. (jaiku kahanan).</li>
<li>IJA SEDJATINE ORA ANA APA-APA.<br>
DUK MAKSIH AWANG-UWUNG DURUNG DUMADI SAWIDJI-WIDJI,<br>
KANG DJUMENENG DHINGIN DHEWE IKU MUHUNG HINGSUN,<br>
ORA ANA PANGERAN ANGING HINGSUN SEDJATINING GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT ESA (jaiku Kedjatèn).</li></ol></ol><noinclude>{{rh|||21}}</noinclude>
jr5mcb2u41pbsaaf9gg1w6xlp7lt1dj
Kaca:ꦕꦫꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦯꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁ.pdf/130
250
25044
78864
2026-05-19T17:39:32Z
Suga Widi
1719
Proses titiwaca
78864
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78908
78864
2026-05-20T02:14:06Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78908
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||128}}</noinclude>{{Jawa|ꦤ꧀ꦠꦺꦤ꧀ꦏꦫꦺ꧈꧃ꦥꦿꦱ꧀ꦠꦲꦶꦁꦢꦼꦩꦏ꧀ꦮꦁꦱꦸꦭ꧀ ꦲꦠꦸꦠ꧀ꦫꦸꦏꦸꦤ꧀ꦱꦏꦭꦶꦪꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦺꦴꦁꦠꦲꦶꦔꦼꦩꦺꦴꦁꦏꦂꦪꦱꦸꦏꦏꦁꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ꦗꦼꦁꦢꦶꦥꦠꦶꦱꦿꦸꦱꦶꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦣꦁꦠꦼꦁꦏꦁꦩꦤ꧀ꦠꦸꦏꦶꦤꦲꦺꦴꦠ꧀ ꧃ ꦱꦶꦒꦼꦒ꧀ꦕꦫꦶꦠꦤꦶꦥꦸꦤ꧀꧈ꦥꦤ꧀ꦮꦸꦱ꧀ꦠꦩꦠ꧀ꦠꦼꦠꦼꦝꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦤꦺꦴꦫꦧꦶꦱꦲꦤꦩ꧀ꦧꦸꦁꦏꦂꦪꦥꦔꦁꦒꦶꦠ꧀꧈ꦩꦤꦮꦕꦿꦶꦠꦲꦔꦮꦸꦂ꧈ꦠꦼꦩꦃꦢꦺꦴꦱꦲꦚꦊꦩꦺꦴꦁ꧈ ꧃ ꦥꦸꦮꦫꦲꦤꦸꦤꦸꦮꦸꦤ꧀꧈ꦏꦁꦩꦔꦶꦏꦼꦠ꧀ꦏꦏꦮꦶꦠ꧀ꦩꦿꦶꦁꦱꦒꦸꦁ꧈ꦲꦤꦸꦥꦶꦏ꧀ꦱꦱꦫꦱꦤꦶꦫꦺꦁꦏꦶꦤ꧀ꦠꦺꦏꦶ꧈ꦩꦤꦮꦤꦒꦭꦱ꧀ꦒꦁꦱꦸꦭ꧀꧈ꦏꦸꦕꦶꦮꦤꦶꦁꦏꦁꦱꦫꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ ꧃ ꦤꦸꦮꦸꦤ꧀ꦲꦏ꧀ꦱꦩꦤꦶꦥꦸꦤ꧀꧈ꦏꦁꦩꦗꦸꦫꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦤꦶꦢꦒ꧀ꦢꦺꦁꦠꦼꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧈ꦧꦱꦱꦱ꧀ꦠꦿꦠꦤꦥꦶꦏꦁꦩꦮꦏꦮꦶ꧈ꦱꦱꦗꦲꦔꦏꦼꦤ꧀ꦕꦸꦧ꧀ꦭꦸꦏ꧀ ꦱꦏꦶꦁꦏꦸꦩꦼꦢꦃꦕꦫꦶꦪꦺꦴꦔ꧀ ꧃ ꦩꦸꦁꦩꦺꦴꦁꦏꦥꦺꦔꦼꦠ꧀ꦭꦺꦴꦮꦸꦁ꧈ꦩꦫꦁꦱꦒꦸꦁꦏꦁꦩꦂꦱꦸ꧉ꦢꦶꦏꦮꦿꦸꦃ꧈ꦠꦼꦩ꧀ꦧꦺꦮꦸꦫꦶꦩꦤꦮꦲꦤꦏꦁꦱꦸꦢꦶ꧈ꦮꦱꦶꦱ꧀ꦲꦏꦂꦪꦥꦤꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧈ꦗꦼꦁꦒꦶꦃꦮꦲꦸꦏꦁꦕꦫꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ ꧄ ꦠꦶꦠꦶꦠꦠꦤꦶꦁꦠꦼꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧈ ꦠꦩꦠ꧀ꦠꦸꦩꦺꦴꦤ꧀ꦠꦸꦩꦤꦼꦩ꧀ꦲꦶꦁꦗꦤ꧀ꦠꦸꦁ꧈ꦠꦶꦠꦠꦠꦱ꧀ꦠꦼꦩꦼꦤ꧀ꦲꦩꦸꦁꦲꦩꦺꦔꦼꦠ꧀ꦠꦶ꧈ꦩꦸꦁꦧꦺꦫꦺꦴꦁꦩꦫꦁꦏꦁꦏꦱ꧀ꦢꦸ꧈ꦠꦸꦩꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤ꧀ꦠꦸꦭꦢ꧀ꦢꦤ꧀ꦏꦲꦺꦴꦠ꧀}}<noinclude></noinclude>
0jq2qazpbe6kewvgs96mdylb8oav9bs
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/21
250
25045
78866
2026-05-19T22:01:50Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "8 Wisikané Bathara Ramadi (Rama- jadi) marang Empu Sangkala. Anuli kang kaping lima wisikané Bathara Ramadi. Jaiku ramané Bathara Anggadjali, Bathara Anggadjali iku rama- né Empu Sangkala. Dadi Bathara Ramadi mau éjangé Em- pu Sangkala pribadi. Ing wektu iku katjarita Empu Sang- kala anggoné ambabad wukir wus ngalih ana ing wukir Kombang. Mangkéné wisikaning wasita kang marang Empu Sangkala mau ! SEDJATINE ORA ANA APA-APA, DUK MAKSIH SONJA RURI DURUNG...
78866
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>8
Wisikané Bathara Ramadi (Rama-
jadi) marang Empu Sangkala.
Anuli kang kaping lima wisikané Bathara Ramadi. Jaiku
ramané Bathara Anggadjali, Bathara Anggadjali iku rama-
né Empu Sangkala. Dadi Bathara Ramadi mau éjangé Em-
pu Sangkala pribadi. Ing wektu iku katjarita Empu Sang-
kala anggoné ambabad wukir wus ngalih ana ing wukir
Kombang. Mangkéné wisikaning wasita kang marang Empu
Sangkala mau !
SEDJATINE ORA ANA APA-APA,
DUK MAKSIH SONJA RURI DURUNG DUMADI
SAWIDJI-WIDJI.
KANG ANA DHINGIN DHEWE IKU HINGSUN.
ANGLIMPUTI SAPRAMUDITA. ANETEPI SADJA-
GAD RAYA,
AMRABAWANI WAHJANING WAHJUNINGSUN
SEDJATI,
KANG AMAWA TJAHJA GUMILANG TANPA WE-
WAJANGAN,
ING SABUWANA MUNG HINGSUN DHEWE,
KAWASA SAGUNG BUDHI PREMATI,
MUNG ENAK-KAPENAK.
Wisikané Déwa wolu marang Empu
Sangkala.
9. Anuli kang kaping nemé wisikané Déwa wolu. Katjarita
Sang Adjisaka dahat mudyasamadi, ngeningaken pantja-
drija, lawasé ing sadjroning telung dina telung bengi. Pa-
nekunge Empu Sangkala katarima, bandjur katekanan tjah-
ja amrabawani sapratapan ing wukir Kombang. Anuli ora
antara suwe Sang Hyang Guru tumedhak, kairing Dewa we-
wolu. Ing kono bandjur paring wasita djati ing Kedjatèn-
ning Pangéran mau mangkéné:
HYANG HYANGING DJATINING TUNGGAL,
KANG SATUHU AMURBA AMISESANI,
SAISINING BAWANA ANGLIMPUTI
DUMADI,
SAGUNG
DADI SAKING KAWASANINGSUN, KELAWAN
WALUJA DJATI NIRMALA.
LANGGENG ING KAHANANINGSUN SALAWASE.
19<noinclude>{{rh|||19}}</noinclude>
67c51jsi824c16ipzv7wadlmtq87uk1
78867
78866
2026-05-19T22:07:42Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78867
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=8>
{{sp|Wisikané Bathara Ramadi (Ramajadi) marang Empu Sangkala}}.
<li>Anuli kang kaping lima wisikané Bathara Ramadi. Jaiku ramané Bathara Anggadjali, Bathara Anggadjali iku ramané Empu Sangkala. Dadi Bathara Ramadi mau éjangé Empu Sangkala pribadi. Ing wektu iku katjarita Empu Sangkala anggoné ambabad wukir wus ngalih ana ing wukir Kombang. Mangkéné wisikaning wasita kang marang Empu Sangkala mau !<br>
<poem>
SEDJATINE ORA ANA APA-APA,
DUK MAKSIH SONJA RURI DURUNG DUMADI SAWIDJI-WIDJI.
KANG ANA DHINGIN DHEWE IKU HINGSUN.
ANGLIMPUTI SAPRAMUDITA. ANETEPI SADJAGAD RAYA,
AMRABAWANI WAHJANING WAHJUNINGSUN SEDJATI,
KANG AMAWA TJAHJA GUMILANG TANPA WEWAJANGAN,
ING SABUWANA MUNG HINGSUN DHEWE,
KAWASA SAGUNG BUDHI PREMATI,
MUNG ENAK-KAPENAK.
...................................................
</poem><br>
{{sp|Wisikané Déwa wolu marang Empu Sangkala}}.</li>
<li>Anuli kang kaping nemé wisikané Déwa wolu. Katjarita Sang Adjisaka dahat mudyasamadi, ngeningaken pantja-drija, lawasé ing sadjroning telung dina telung bengi. Panekunge Empu Sangkala katarima, bandjur katekanan tjahja amrabawani sapratapan ing wukir Kombang. Anuli ora antara suwe Sang Hyang Guru tumedhak, kairing Dewa wewolu. Ing kono bandjur paring wasita djati ing Kedjatènning Pangéran mau mangkéné:<br>
<poem>
HYANG HYANGING DJATINING TUNGGAL,
KANG SATUHU AMURBA AMISESANI,
SAISINING BAWANA ANGLIMPUTI SAGUNG DUMADI,
DADI SAKING KAWASANINGSUN, KELAWAN WALUJA DJATI NIRMALA.
LANGGENG ING KAHANANINGSUN SALAWASE.
...................................................
</poem></li></ol><noinclude>{{rh|||19}}</noinclude>
hy0y71s5ajktl734iyppcn73fysl930
79058
78867
2026-05-20T06:20:34Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79058
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=8>
{{sp|Wisikané Bathara Ramadi (Ramajadi) marang Empu Sangkala}}.
<li>Anuli kang kaping lima wisikané Bathara Ramadi. Jaiku ramané Bathara Anggadjali, Bathara Anggadjali iku ramané Empu Sangkala. Dadi Bathara Ramadi mau éjangé Empu Sangkala pribadi. Ing wektu iku katjarita Empu Sangkala anggoné ambabad wukir wus ngalih ana ing wukir Kombang. Mangkéné wisikaning wasita kang marang Empu Sangkala mau !<br>
<poem>
SEDJATINE ORA ANA APA-APA,
DUK MAKSIH SONJA RURI DURUNG DUMADI
SAWIDJI-WIDJI.
KANG ANA DHINGIN DHEWE IKU HINGSUN.
ANGLIMPUTI SAPRAMUDITA. ANETEPI SADJAGAD
RAYA,
AMRABAWANI WAHJANING WAHJUNINGSUN SEDJATI,
KANG AMAWA TJAHJA GUMILANG TANPA
WEWAJANGAN,
ING SABUWANA MUNG HINGSUN DHEWE,
KAWASA SAGUNG BUDHI PREMATI,
MUNG ENAK-KAPENAK.
...................................................
</poem><br>
{{sp|Wisikané Déwa wolu marang Empu Sangkala}}.</li>
<li>Anuli kang kaping nemé wisikané Déwa wolu. Katjarita Sang Adjisaka dahat mudyasamadi, ngeningaken pantja-drija, lawasé ing sadjroning telung dina telung bengi. Panekunge Empu Sangkala katarima, bandjur katekanan tjahja amrabawani sapratapan ing wukir Kombang. Anuli ora antara suwe Sang Hyang Guru tumedhak, kairing Dewa wewolu. Ing kono bandjur paring wasita djati ing Kedjatènning Pangéran mau mangkéné:<br>
<poem>
HYANG HYANGING DJATINING TUNGGAL,
KANG SATUHU AMURBA AMISESANI,
SAISINING BAWANA ANGLIMPUTI SAGUNG
DUMADI,
DADI SAKING KAWASANINGSUN, KELAWAN
WALUJA DJATI NIRMALA.
LANGGENG ING KAHANANINGSUN SALAWASE.
...................................................
</poem></li></ol><noinclude>{{rh|||19}}</noinclude>
n7uktl77sv73i62nll79nuq5ydajf7k
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/20
250
25046
78868
2026-05-19T22:08:20Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "DURUNG ANA DUMADI SAWIDJI-WIDJI, KANG DJUMENENG DHINGIN IKU HINGSUN, KELAJAN WALUJA DJATI, TEGESE ORA ANA LARA, LAN ORA ANA PATI, TEKA URIP ING SALA- WASE. 6 Wisikané Sang Hyang Tunggal ma- rang Empu Sangkala. Kang kaping telu wisikané Sang Hyang Tunggal marang Empu Sangkala, karaos ing dalem rahsa mangkéné: KAWRUHANA! HINGSUN SATUHUNE HYANG MAHA KAWASA IKU, WARANA SIPATING MANUSA, TRI BAWANA KANG DEN ENGGONI. TEGESE PURWA MADYA WASANA. ING KONO ORA A...
78868
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>DURUNG ANA DUMADI SAWIDJI-WIDJI,
KANG DJUMENENG DHINGIN IKU HINGSUN,
KELAJAN WALUJA DJATI, TEGESE ORA ANA
LARA,
LAN ORA ANA PATI, TEKA URIP ING SALA-
WASE.
6
Wisikané Sang Hyang Tunggal ma-
rang Empu Sangkala.
Kang kaping telu wisikané Sang Hyang Tunggal marang
Empu Sangkala, karaos ing dalem rahsa mangkéné:
KAWRUHANA! HINGSUN SATUHUNE HYANG
MAHA KAWASA IKU,
WARANA SIPATING MANUSA, TRI
BAWANA KANG DEN ENGGONI.
TEGESE PURWA MADYA WASANA.
ING KONO ORA ANA APA-APA,
MUNG ENAK LAN KAPENAK.
7.
Wisikané Sang Hyang Siwah (Siwah
Budja marang Empu Sangkala.
Anuli kang kaping paté wisikané Sang Hyang Siwah marang
Empu Sangkala, uga pituduh marang bab kawruh ing Ke-
djatèn mau, kapyarsa ing dalem rahsa mangkéné:
SEDJATINE ORA ANA APA-APA,
DUK MAKSIH SONJA RURI DURUNG ANA DU-
MADI SAWIDJI-WIDJI,
KANG MIDJENI DHINGIN DHEWE IKU INGSUN,
SARANA BADANE MANUSA,
TA
did
GYANINGSUN DUMUNUNG KLAWAN ENAK LAN
ΚΑΡΕΝΑΚ,
ORA ANA LARA ORA ANA PATI,
MUNG WALUJA URIP ING SALAWASE KLA-
WAN KAWASANINGSUN.
18<noinclude>{{rh|18}}</noinclude>
eqw1hq3cd89biw4muyw80ttairlj9j5
78869
78868
2026-05-19T22:12:33Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78869
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=6>
<poem>
DURUNG ANA DUMADI SAWIDJI-WIDJI,
KANG DJUMENENG DHINGIN IKU HINGSUN,
KELAJAN WALUJA DJATI, TEGESE ORA ANA LARA,
LAN ORA ANA PATI, TEKA URIP ING SALAWASE.
..................................................
</poem><br>
{{sp|Wisikané Sang Hyang Tunggal marang Empu Sangkala}}.
<li>Kang kaping telu wisikané Sang Hyang Tunggal marang Empu Sangkala, karaos ing dalem rahsa mangkéné:<br>
<poem>
KAWRUHANA! HINGSUN SATUHUNE HYANG MAHA KAWASA IKU,
{{sp|WARANA SIPATING MANUSA}}, TRI BAWANA KANG DEN ENGGONI.
TEGESE PURWA MADYA WASANA.
ING KONO ORA ANA APA-APA,
MUNG ENAK LAN KAPENAK.
...................................................
</poem><br>
{{sp|Wisikané Sang Hyang Siwah (Siwah Budja marang Empu Sangkala}}.</li>
<li>Anuli kang kaping paté wisikané Sang Hyang Siwah marang Empu Sangkala, uga pituduh marang bab kawruh ing Kedjatèn mau, kapyarsa ing dalem rahsa mangkéné:<br>
<poem>
SEDJATINE ORA ANA APA-APA,
DUK MAKSIH SONJA RURI DURUNG ANA DUMADI SAWIDJI-WIDJI,
KANG MIDJENI DHINGIN DHEWE IKU INGSUN, SARANA BADANE MANUSA,
GYANINGSUN DUMUNUNG KLAWAN ENAK LAN ΚΑΡΕΝΑΚ,
ORA ANA LARA ORA ANA PATI,
MUNG WALUJA URIP ING SALAWASE KLAWAN KAWASANINGSUN.
....................................................
</poem></li></ol><noinclude>{{rh|18}}</noinclude>
2eaefsduwvkxp5f619j9b4j2rn0htpu
79057
78869
2026-05-20T06:17:22Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79057
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=6>
<poem>
:::DURUNG ANA DUMADI SAWIDJI-WIDJI,
:::KANG DJUMENENG DHINGIN IKU HINGSUN,
:::KELAJAN WALUJA DJATI, TEGESE ORA ANA LARA,
:::LAN ORA ANA PATI, TEKA URIP ING SALAWASE.
:::..................................................
</poem><br>
::{{sp|Wisikané Sang Hyang Tunggal
:: marang Empu Sangkala}}.
<li>Kang kaping telu wisikané Sang Hyang Tunggal marang Empu Sangkala, karaos ing dalem rahsa mangkéné:<br>
<poem>
:::KAWRUHANA! HINGSUN SATUHUNE HYANG
:::MAHA KAWASA IKU,
:::{{sp|WARANA SIPATING MANUSA}}, TRI
:::BAWANA KANG DEN ENGGONI.
:::TEGESE PURWA MADYA WASANA.
:::ING KONO ORA ANA APA-APA,
:::MUNG ENAK LAN KAPENAK.
:::...................................................
</poem><br>
::{{sp|Wisikané Sang Hyang Siwah (Siwah
:: Budja marang Empu Sangkala}}.</li>
<li>Anuli kang kaping paté wisikané Sang Hyang Siwah marang Empu Sangkala, uga pituduh marang bab kawruh ing Kedjatèn mau, kapyarsa ing dalem rahsa mangkéné:<br>
<poem>
:::SEDJATINE ORA ANA APA-APA,
:::DUK MAKSIH SONJA RURI DURUNG ANA DUMADI SAWIDJI-WIDJI,
:::KANG MIDJENI DHINGIN DHEWE IKU INGSUN, SARANA BADANE MANUSA,
:::GYANINGSUN DUMUNUNG KLAWAN ENAK LAN ΚΑΡΕΝΑΚ,
:::ORA ANA LARA ORA ANA PATI,
:::MUNG WALUJA URIP ING SALAWASE KLAWAN KAWASANINGSUN.
:::....................................................
</poem></li></ol><noinclude>{{rh|18}}</noinclude>
kptfm8ca5q1jbt34umf1qpv05swdrz6
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/19
250
25047
78870
2026-05-19T22:13:29Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "1. 2. 3. 4. 5. Ing mangko wewidjangané sawidji - widji ing bab kawruh- kawruhing Kedjatèn kang wus ginelar wiwit duk ing djamané Kadéwatan kasebut mau, supaja luwih tjetha ing kanjatahané, ing kené kapratélakaké saka wewarah - wewarahing para Dewa marang Empu Sangkala, jaiku Sang Adji Saka. Wedjangané wewarah-wewarahé para Djawata mau, amim- buhi wenganing kapitajan tumraping kawruh Kedjatèn mau saja trewatja Dadi klajan mangkono ing atasing panggajuh...
78870
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>1.
2.
3.
4.
5.
Ing mangko wewidjangané sawidji - widji ing bab kawruh-
kawruhing Kedjatèn kang wus ginelar wiwit duk ing djamané
Kadéwatan kasebut mau, supaja luwih tjetha ing kanjatahané,
ing kené kapratélakaké saka wewarah - wewarahing para
Dewa marang Empu Sangkala, jaiku Sang Adji Saka.
Wedjangané wewarah-wewarahé para Djawata mau, amim-
buhi wenganing kapitajan tumraping kawruh Kedjatèn mau
saja trewatja Dadi klajan mangkono ing atasing panggajuh
kang marang tudjuwaning pangèsthi sedjati mau, wus
mara was sumelang manèh ing kanjatahane lan kajektène
kang premati ing ngatasing pangertèn mau.
ora
Kasebut ing dalem sastra. ing Serat Sangkalabumi, wewa-
rah-wewarahing surasa teturutane kaja widjang - widjangé
ing ngisor iki.
Katjarita ing nalika iku Empu Sangkala babad wukir Ha-
lahulu. Ing wektu iku anèng angkaning tahun 48 Surja-
sangkala, tinengeran; sarira - suktji. Ija wiwit nalika iku
Empu Sengkala antuk wewenganing Pangeran, rinilan amur-
wani sakèhing kawignjan saking wisikan-wisikaning_ngèlmi
kadéwatan (*). Kang dhingin wisikane Sanghyang Wenang
ing kawruh kedjatening Pangéran mau, kapyarsa ing dalem
rahsa, kaja mangkéné:
SEDJATINE ORA ANA APA-APA,
DUK MAKSIH AWANG UWUNG DURUNG ANA
SAWIDJI-WIDJI,
KANG ANA DHINGIN IKU HINGSUN,
WALUJA DJATI NIRMALA,
TEGESE ORA ANA LARA, ORA ANA PATI,
MUNG WALUJA URIP SALAWASE,
LANGGENG SAKA KAWASANINGSUN DHEWE.
Wisikané Sang Hyang Hening marang
Empu Sangkala.
Anuli kang kaping pindho wisikané Sang Hyang Hening ing
bab kedjatèning Pangéran iku, marang Empu Sangkala,
Auga karaos ing dalem rahsa mangkéné:
AM
(")
SEDJATINE ORA ANA APA-APA,
DUK MAKSIH SONJA RURI,
Ngelmi kadewatan jaiku ngelmu kawruhing para Dewa ing bab Kedjaten
mau.
17<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
4zqslk3hg64myirl7jkpe2r7iu9h130
78871
78870
2026-05-19T22:18:58Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78871
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol>
<li>Ing mangko wewidjangané sawidji - widji ing bab kawruh-kawruhing Kedjatèn kang wus ginelar wiwit duk ing djamané Kadéwatan kasebut mau, supaja luwih tjetha ing kanjatahané, ing kené kapratélakaké saka wewarah - wewarahing para Dewa marang Empu Sangkala, jaiku Sang Adji Saka.</li>
<li>Wedjangané wewarah-wewarahé para Djawata mau, amimbuhi wenganing kapitajan tumraping kawruh Kedjatèn mau saja trewatja Dadi klajan mangkono ing atasing panggajuh kang marang tudjuwaning pangèsthi sedjati mau, wus ora mara was sumelang manèh ing kanjatahane lan kajektène kang premati ing ngatasing pangertèn mau.</li>
<li>Kasebut ing dalem sastra. ing Serat Sangkalabumi, wewarah-wewarahing surasa teturutane kaja widjang - widjangé ing ngisor iki.</li>
<li>Katjarita ing nalika iku Empu Sangkala babad wukir Halahulu. Ing wektu iku anèng angkaning tahun 48 Surja-sangkala, tinengeran; sarira - suktji. Ija wiwit nalika iku Empu Sengkala antuk wewenganing Pangeran, rinilan amurwani sakèhing kawignjan saking wisikan-wisikaning ngèlmi kadéwatan <ref name=uhu1>Ngelmi kadewatan jaiku ngelmu kawruhing para Dewa ing bab Kedjaten mau.</ref>. Kang dhingin wisikane Sanghyang Wenang ing kawruh kedjatening Pangéran mau, kapyarsa ing dalem rahsa, kaja mangkéné:<br>
<poem>
SEDJATINE ORA ANA APA-APA,
DUK MAKSIH AWANG UWUNG DURUNG ANA SAWIDJI-WIDJI,
KANG ANA DHINGIN IKU HINGSUN,
WALUJA DJATI NIRMALA,
TEGESE ORA ANA LARA, ORA ANA PATI,
MUNG WALUJA URIP SALAWASE,
LANGGENG SAKA KAWASANINGSUN DHEWE.
.................................................</poem>
{{sp|Wisikané Sang Hyang Hening marang Empu Sangkala}}.</li>
<li>Anuli kang kaping pindho wisikané Sang Hyang Hening ing bab kedjatèning Pangéran iku, marang Empu Sangkala, uga karaos ing dalem rahsa mangkéné:<br>
<poem>
SEDJATINE ORA ANA APA-APA,
DUK MAKSIH SONJA RURI,</poem></li></ol>
{{rule|width=8em|align=left}}
<references/><noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
katknal2mlt6t6pyptezjz5lxunuhf8
79054
78871
2026-05-20T06:10:16Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79054
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol>
<li>Ing mangko wewidjangané sawidji-widji ing bab kawruh-kawruhing Kedjatèn kang wus ginelar wiwit duk ing djamané Kadéwatan kasebut mau, supaja luwih tjetha ing kanjatahané, ing kené kapratélakaké saka wewarah-wewarahing para Dewa marang Empu Sangkala, jaiku Sang Adji Saka.</li>
<li>Wedjangané wewarah-wewarahé para Djawata mau, amimbuhi wenganing kapitajan tumraping kawruh Kedjatèn mau saja trewatja Dadi klajan mangkono ing atasing panggajuh kang marang tudjuwaning pangèsthi sedjati mau, wus ora mara was sumelang manèh ing kanjatahane lan kajektène kang premati ing ngatasing pangertèn mau.</li>
<li>Kasebut ing dalem sastra. ing Serat Sangkalabumi, wewarah-wewarahing surasa teturutane kaja widjang-widjangé ing ngisor iki.</li>
<li>Katjarita ing nalika iku Empu Sangkala babad wukir Halahulu. Ing wektu iku anèng angkaning tahun 48 Surja-sangkala, tinengeran; sarira - suktji. Ija wiwit nalika iku Empu Sengkala antuk wewenganing Pangeran, rinilan amurwani sakèhing kawignjan saking wisikan-wisikaning ngèlmi kadéwatan <ref name=uhu1>Ngelmi kadewatan jaiku ngelmu kawruhing para Dewa ing bab Kedjaten mau.</ref>. Kang dhingin wisikane Sanghyang Wenang ing kawruh kedjatening Pangéran mau, kapyarsa ing dalem rahsa, kaja mangkéné:<br>
<poem>
SEDJATINE ORA ANA APA-APA,
DUK MAKSIH AWANG UWUNG DURUNG ANA SAWIDJI-WIDJI,
KANG ANA DHINGIN IKU HINGSUN,
WALUJA DJATI NIRMALA,
TEGESE ORA ANA LARA, ORA ANA PATI,
MUNG WALUJA URIP SALAWASE,
LANGGENG SAKA KAWASANINGSUN DHEWE.
.................................................</poem>
{{sp|Wisikané Sang Hyang Hening marang Empu Sangkala}}.</li>
<li>Anuli kang kaping pindho wisikané Sang Hyang Hening ing bab kedjatèning Pangéran iku, marang Empu Sangkala, uga karaos ing dalem rahsa mangkéné:<br>
<poem>
SEDJATINE ORA ANA APA-APA,
DUK MAKSIH SONJA RURI,</poem></li></ol>
{{rule|width=8em|align=left}}
<references/><noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
qskfmqryxjotk5vzp4ms8wz1t7s5wfm
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/18
250
25048
78872
2026-05-19T22:19:26Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "18. Dadi ija duk ing djaman kuna-makuna, utawa ija duk ing djaman Kadéwatan kasebut mau, ija ing nalika iku gume laré kawruh-kawruh Kedjatèn kang luwih banget premati mula sakéhing para Déwa lan para Bathara, para Widadara lan para Hapsara ing djaman mau, sahinggané ing wuri wuriné, sakèhing para Maharsi para Pandhita, miwah para Wiku lan para Brahmana, para Nata lan para Jogi, sarta para Pudjangga para Sardjana para Sudjana miwah sakė. ing para hinan...
78872
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>18. Dadi ija duk ing djaman kuna-makuna, utawa ija duk ing
djaman Kadéwatan kasebut mau, ija ing nalika iku gume
laré kawruh-kawruh Kedjatèn kang luwih banget premati
mula sakéhing para Déwa lan para Bathara, para Widadara
lan para Hapsara ing djaman mau, sahinggané ing wuri
wuriné, sakèhing para Maharsi para Pandhita, miwah para
Wiku lan para Brahmana, para Nata lan para Jogi, sarta
para Pudjangga para Sardjana para Sudjana miwah sakė.
ing para hinangkung utawa ija para kita kang padha kal
berbudhi ing wektu iku, kabèh-kabèh padha mangerti la:
ngakoni sumungku ing kapitajanė kang wungkul lan mung
kul ing pangèsthiné marang ing bab Kedjatèning Kai
Amaha Wisésa.
19. Kanjatahan-kanjatahané babaring kawruh-kawruh Kedjate
mau, liré sakėhing Wédha - Wédha lan sakèhing Pustaka
Pustaka kang padha amudharaké ing kawruh mau, jail
kang minangka dadi paseksèn premati, sarta ijaiku
keni kinarja wewenganing pepadhang ing ngatasing kapit
janing kita ing mangko kang padha mestu ing budhi pr
mati (budhi sedjati) amengku rěhing budhaja kang mem
tri lan ugluhuraké ing kabudhajané pribadi iki. Udjer ij.
kajektèning kahanan ing kuna-makuna mau, ing tjihnar:
katandha awit saking wahananing budhi-budhaja, kang ma-
hanani gumelaring kahanan wudjuding kabudhajan kit
pribadi kang asli murni, nelahi tjahjané kasub ing kalu-
hurané aniputi ing rat tri lokaja.
குருதாகதைகறதத்தறைத்த
E Turutan wewarah kaping 5
G
B
9
090500GGHHHOUGHTO
PEPUNDJERING KAPITAJAN
WEDHARING WASITA ING KAWRUH-KAWRUH
KAPANGERANAN.
Wasitaning para Déwa marang Empu Sangkala (Adji Saka)
keploké lan anané sabdawasitaning Pangéran Kang Maha
Suktji.
Wisikané Sang Hyang Wenang
Empu Sangkala.
marang
16<noinclude>{{rh|16}}</noinclude>
hymut8zn15ig10343sfvms1tqu9pcun
78875
78872
2026-05-19T22:27:07Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78875
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=18>
<li>Dadi ija duk ing djaman kuna-makuna, utawa ija duk ing djaman Kadéwatan kasebut mau, ija ing nalika iku gumelaré kawruh-kawruh Kedjatèn kang luwih banget premati mula sakéhing para Déwa lan para Bathara, para Widadara lan para Hapsara ing djaman mau, sahinggané ing wuri-wuriné, sakèhing para Maharsi para Pandhita, miwah para Wiku lan para Brahmana, para Nata lan para Jogi, sarta para Pudjangga para Sardjana para Sudjana miwah sakėhing para hinangkung utawa ija para kita kang padha kah berbudhi ing wektu iku, kabèh-kabèh padha mangerti lan ngakoni sumungku ing kapitajanė kang wungkul lan mungkul ing pangèsthiné marang ing bab Kedjatèning Kang Amaha Wisésa.</li>
<li>Kanjatahan-kanjatahané babaring kawruh-kawruh Kedjaten mau, liré sakėhing Wédha - Wédha lan sakèhing Pustaka-Pustaka kang padha amudharaké ing kawruh mau, jaiku kang minangka dadi paseksèn premati, sarta ijaiku keni kinarja wewenganing pepadhang ing ngatasing kapit{{illegible}} janing kita ing mangko kang padha mestu ing budhi pr{{illegible}} mati (budhi sedjati) amengku rěhing budhaja kang mem{{illegible}} tri lan ngluhuraké ing kabudhajané pribadi iki. Udjer ij{{illegible}} kajektèning kahanan ing kuna-makuna mau, ing tjihnar{{illegible}} katandha awit saking wahananing budhi-budhaja, kang ma{{illegible}} hanani gumelaring kahanan wudjuding kabudhajan kita pribadi kang asli murni, nelahi tjahjané kasub ing kaluhurané aniputi ing rat tri lokaja.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Turutan wewarah kaping 5}}
{{c|PEPUNDJERING KAPITAJAN<br>
WEDHARING WASITA ING KAWRUH-KAWRUH<br>
KAPANGERANAN.}}
''Wasitaning para Déwa marang Empu Sangkala (Adji Saka) keploké lan anané sabdawasitaning Pangéran Kang Maha Suktji.''
{{sp|Wisikané Sang Hyang Wenang marang Empu Sangkala}}.<noinclude>{{rh|16}}</noinclude>
4lwkdmeol7nybzqiju9flmvfm5fp9pq
79109
78875
2026-05-20T08:34:19Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79109
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol start=18>
<li>Dadi ija duk ing djaman kuna-makuna, utawa ija duk ing djaman Kadéwatan kasebut mau, ija ing nalika iku gumelaré kawruh-kawruh Kedjatèn kang luwih banget premati mula sakéhing para Déwa lan para Bathara, para Widadara lan para Hapsara ing djaman mau, sahinggané ing wuri-wuriné, sakèhing para Maharsi para Pandhita, miwah para Wiku lan para Brahmana, para Nata lan para Jogi, sarta para Pudjangga para Sardjana para Sudjana miwah sakėhing para hinangkung utawa ija para kita kang padha kah berbudhi ing wektu iku, kabèh-kabèh padha mangerti lan ngakoni sumungku ing kapitajanė kang wungkul lan mungkul ing pangèsthiné marang ing bab Kedjatèning Kang Amaha Wisésa.</li>
<li>Kanjatahan-kanjatahané babaring kawruh-kawruh Kedjaten mau, liré sakėhing Wédha - Wédha lan sakèhing Pustaka-Pustaka kang padha amudharaké ing kawruh mau, jaiku kang minangka dadi paseksèn premati, sarta ijaiku keni kinarja wewenganing pepadhang ing ngatasing kapitajaning kita ing mangko kang padha mestu ing budhi premati (budhi sedjati) amengku rěhing budhaja kang memetri lan ngluhuraké ing kabudhajané pribadi iki. Udjer ija kajektèning kahanan ing kuna-makuna mau, ing tjihnaning katandha awit saking wahananing budhi-budhaja, kang mahanani gumelaring kahanan wudjuding kabudhajan kita pribadi kang asli murni, nelahi tjahjané kasub ing kaluhurané aniputi ing rat tri lokaja.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=center}}
<ol>{{c|Turutan wewarah kaping 5}}</ol>
<ol>{{c|PEPUNDJERING KAPITAJAN<br>
WEDHARING WASITA ING KAWRUH-KAWRUH<br>
KAPANGERANAN.}}</ol>
<ol>''Wasitaning para Déwa marang Empu Sangkala (Adji Saka) keploké lan anané sabdawasitaning Pangéran Kang Maha Suktji.''</ol>
<ol>{{sp|Wisikané Sang Hyang Wenang marang Empu Sangkala}}.</ol><noinclude>{{rh|16}}</noinclude>
2x5efhuqhkpvarvcpnte144i3rw3dlr
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/17
250
25049
78876
2026-05-19T22:27:42Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "tèning kamanungsané kaja uripé manusa djati, dadi ijaiku aran anuhoni marang Kedjatening Dat sangkaning urip du- madi ing kamulané. 15. Dadi wos-wosé karepé basa SAHADAT mau, jaiku pangès- thining KAHANAN kang marang ing KEDJATENE. Mula ija babing kawruh Kedjatèn iku, kudu ginajuh klawan pangèsthi, binudi kang nganti bisa mangerti. Ananging ing rèhné kawruh iku ora bisa dèn weruhi kang klajan nétra, utawa amung klajan panduking ngelmu kang tuwuh ing a...
78876
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>tèning kamanungsané kaja uripé manusa djati, dadi ijaiku
aran anuhoni marang Kedjatening Dat sangkaning urip du-
madi ing kamulané.
15. Dadi wos-wosé karepé basa SAHADAT mau, jaiku pangès-
thining KAHANAN kang marang ing KEDJATENE. Mula
ija babing kawruh Kedjatèn iku, kudu ginajuh klawan
pangèsthi, binudi kang nganti bisa mangerti. Ananging ing
rèhné kawruh iku ora bisa dèn weruhi kang klajan nétra,
utawa amung klajan panduking ngelmu kang tuwuh ing
akal baé. mula panggajuh ing pangèsthi mau ija ora bisa
jèn amung lelandhesan kang sarana ing kawruh-kawruh ing
kalahiran bae, kadjaba bab mau, amung bakal bisa gina-
juh klawan warananing kawaskithan jaiku kawruh panger-
tèning pantja-pranawa kang prana - pranawa ija tingaling
pantjadrija sedjati djer ija iku baé kang bakal bisa ka-
wasa narbuka angawruhi marang kekeraning lelungit kang
kiparja warana njumurupi ing sandining kamanungsané
kang sedjati, ijaiku kahananing gesang sedjati kang mang-
ka kanjatahan awit saka djedjeré Kedjatèning Dat Kang
Maha Suktji Asipat Esa.
16. Lah mangkono werdiné weweraning kawruh kang kawedhar
ing dalem sastra Pustaka Djamus Kalima Usada iki, sarta
ijaiku kang dèn maksudaké bisa weruh marang pepeteng
katon padhang nerawang, wité saking tingaling pantjadrija
sedjati kang dadi usadaning uripé hawaning urip limang
prakara, madhep marang kéblating urip ing kasampurnan,
ijaiku pangèsthining panggajuh ing kamulaning sangkan-
paraning dumadi anunggal Kawula GUSTI.
17. Nerusaké mungguh widjang - widjangé wedharing sabda wa-
sitane Pangéran Kang Maha Suktji mau, anjurupaké
etuking kawruh-kawruh kang wos, wosé jaiku DJEDJERE
KEDJATENING DAT KANG AMAHA SUKTJI, kang
ANANE WAHANANE lan KAHANANE, jaiku SEDJA-
TINE kang DUMUNUNG ing dalem NGAURIPE KITA
pribadi iki.
Déné widjang-widjangé bab kawruh iki, jaiku djatining ka-
wruh ing SANGKAN PARANING URIP lan PATI, rung-
sit unggyaning kahanané jèn kinawruhana, ora gampang
ginajuh kang amung sarana lelamban ing karsa lan leléméran.
Ananing sajektining bab kawruh mau, kaja ing ngarep wus
kaandharaké, satemene wus awudjud ginelar, binuka lan
winedharake wewarah-wewarahé wiwit duk ing djamané kuna-
makuna nalikane ing djamane Kadéwatan mau, mula ijaiku
wité ing mangko bisa kinawruhan lan kawedharaké babaré
manèh.
15<noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
9q1sf29qoma3jaqmttxvtujoky5bhq7
78877
78876
2026-05-19T22:32:07Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78877
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=15>
tèning kamanungsané kaja uripé manusa djati, dadi ijaiku aran anuhoni marang Kedjatening Dat sangkaning urip dumadi ing kamulané.
<li>Dadi wos-wosé karepé basa SAHADAT mau, jaiku pangèsthining KAHANAN kang marang ing KEDJATENE. Mula ija babing kawruh Kedjatèn iku, kudu ginajuh klawan pangèsthi, binudi kang nganti bisa mangerti. Ananging ing rèhné kawruh iku ora bisa dèn weruhi kang klajan nétra, utawa amung klajan panduking ngelmu kang tuwuh ing akal baé. mula panggajuh ing pangèsthi mau ija ora bisa jèn amung lelandhesan kang sarana ing kawruh-kawruh ing kalahiran bae, kadjaba bab mau, amung bakal bisa ginajuh klawan warananing kawaskithan jaiku kawruh pangertèning pantja-pranawa kang prana - pranawa ija tingaling pantjadrija sedjati djer ija iku baé kang bakal bisa kawasa narbuka angawruhi marang kekeraning lelungit kang kinarja warana njumurupi ing sandining kamanungsané kang sedjati, ijaiku kahananing gesang sedjati kang mangka kanjatahan awit saka djedjeré Kedjatèning Dat Kang Maha Suktji Asipat Esa.</li>
<li>Lah mangkono werdiné weweraning kawruh kang kawedhar ing dalem sastra Pustaka Djamus Kalima Usada iki, sarta ijaiku kang dèn maksudaké bisa weruh marang pepeteng katon padhang nerawang, wité saking tingaling pantjadrija sedjati kang dadi usadaning uripé hawaning urip limang prakara, madhep marang kéblating urip ing kasampurnan, ijaiku pangèsthining panggajuh ing kamulaning sangkan-paraning dumadi anunggal Kawula GUSTI.</li>
<li>Nerusaké mungguh widjang - widjangé wedharing sabda wasitane Pangéran Kang Maha Suktji mau, anjurupaké etuking kawruh-kawruh kang wos, wosé jaiku DJEDJERE KEDJATENING DAT KANG AMAHA SUKTJI, kang ANANE WAHANANE lan KAHANANE, jaiku SEDJATINE kang DUMUNUNG ing dalem NGAURIPE KITA pribadi iki.<br>
Déné widjang-widjangé bab kawruh iki, jaiku djatining kawruh ing SANGKAN PARANING URIP lan PATI, rungsit unggyaning kahanané jèn kinawruhana, ora gampang ginajuh kang amung sarana lelamban ing karsa lan leléméran. Ananing sajektining bab kawruh mau, kaja ing ngarep wus kaandharaké, satemene wus awudjud ginelar, binuka lan winedharake wewarah-wewarahé wiwit duk ing djamané kuna-makuna nalikane ing djamane Kadéwatan mau, mula ijaiku wité ing mangko bisa kinawruhan lan kawedharaké babaré manèh.</li></ol><noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
8m2qgbede94plabif8ahkao9g4jq0i0
78880
78877
2026-05-19T22:40:10Z
Menyusurisudutnegeri
1514
78880
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=15>
{{hwe|tèning|kasedjatèning}} kamanungsané kaja uripé manusa djati, dadi ijaiku aran anuhoni marang Kedjatening Dat sangkaning urip dumadi ing kamulané.
<li>Dadi wos-wosé karepé basa SAHADAT mau, jaiku pangèsthining KAHANAN kang marang ing KEDJATENE. Mula ija babing kawruh Kedjatèn iku, kudu ginajuh klawan pangèsthi, binudi kang nganti bisa mangerti. Ananging ing rèhné kawruh iku ora bisa dèn weruhi kang klajan nétra, utawa amung klajan panduking ngelmu kang tuwuh ing akal baé. mula panggajuh ing pangèsthi mau ija ora bisa jèn amung lelandhesan kang sarana ing kawruh-kawruh ing kalahiran bae, kadjaba bab mau, amung bakal bisa ginajuh klawan warananing kawaskithan jaiku kawruh pangertèning pantja-pranawa kang prana - pranawa ija tingaling pantjadrija sedjati djer ija iku baé kang bakal bisa kawasa narbuka angawruhi marang kekeraning lelungit kang kinarja warana njumurupi ing sandining kamanungsané kang sedjati, ijaiku kahananing gesang sedjati kang mangka kanjatahan awit saka djedjeré Kedjatèning Dat Kang Maha Suktji Asipat Esa.</li>
<li>Lah mangkono werdiné weweraning kawruh kang kawedhar ing dalem sastra Pustaka Djamus Kalima Usada iki, sarta ijaiku kang dèn maksudaké bisa weruh marang pepeteng katon padhang nerawang, wité saking tingaling pantjadrija sedjati kang dadi usadaning uripé hawaning urip limang prakara, madhep marang kéblating urip ing kasampurnan, ijaiku pangèsthining panggajuh ing kamulaning sangkan-paraning dumadi anunggal Kawula GUSTI.</li>
<li>Nerusaké mungguh widjang - widjangé wedharing sabda wasitane Pangéran Kang Maha Suktji mau, anjurupaké etuking kawruh-kawruh kang wos, wosé jaiku DJEDJERE KEDJATENING DAT KANG AMAHA SUKTJI, kang ANANE WAHANANE lan KAHANANE, jaiku SEDJATINE kang DUMUNUNG ing dalem NGAURIPE KITA pribadi iki.<br>
Déné widjang-widjangé bab kawruh iki, jaiku djatining kawruh ing SANGKAN PARANING URIP lan PATI, rungsit unggyaning kahanané jèn kinawruhana, ora gampang ginajuh kang amung sarana lelamban ing karsa lan leléméran. Ananing sajektining bab kawruh mau, kaja ing ngarep wus kaandharaké, satemene wus awudjud ginelar, binuka lan winedharake wewarah-wewarahé wiwit duk ing djamané kuna-makuna nalikane ing djamane Kadéwatan mau, mula ijaiku wité ing mangko bisa kinawruhan lan kawedharaké babaré manèh.</li></ol><noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
m6ql64b24lyi6m3zron88iuptythm8y
79053
78880
2026-05-20T06:08:33Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79053
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=15>
{{hwe|tèning|kasedjatèning}} kamanungsané kaja uripé manusa djati, dadi ijaiku aran anuhoni marang Kedjatening Dat sangkaning urip dumadi ing kamulané.
<li>Dadi wos-wosé karepé basa SAHADAT mau, jaiku pangèsthining KAHANAN kang marang ing KEDJATENE. Mula ija babing kawruh Kedjatèn iku, kudu ginajuh klawan pangèsthi, binudi kang nganti bisa mangerti. Ananging ing rèhné kawruh iku ora bisa dèn weruhi kang klajan nétra, utawa amung klajan panduking ngelmu kang tuwuh ing akal baé. mula panggajuh ing pangèsthi mau ija ora bisa jèn amung lelandhesan kang sarana ing kawruh-kawruh ing kalahiran bae, kadjaba bab mau, amung bakal bisa ginajuh klawan warananing kawaskithan jaiku kawruh pangertèning pantja-pranawa kang prana-pranawa ija tingaling pantjadrija sedjati djer ija iku baé kang bakal bisa kawasa narbuka angawruhi marang kekeraning lelungit kang kinarja warana njumurupi ing sandining kamanungsané kang sedjati, ijaiku kahananing gesang sedjati kang mangka kanjatahan awit saka djedjeré Kedjatèning Dat Kang Maha Suktji Asipat Esa.</li>
<li>Lah mangkono werdiné weweraning kawruh kang kawedhar ing dalem sastra Pustaka Djamus Kalima Usada iki, sarta ijaiku kang dèn maksudaké bisa weruh marang pepeteng katon padhang nerawang, wité saking tingaling pantjadrija sedjati kang dadi usadaning uripé hawaning urip limang prakara, madhep marang kéblating urip ing kasampurnan, ijaiku pangèsthining panggajuh ing kamulaning sangkan-paraning dumadi anunggal Kawula GUSTI.</li>
<li>Nerusaké mungguh widjang - widjangé wedharing sabda wasitane Pangéran Kang Maha Suktji mau, anjurupaké etuking kawruh-kawruh kang wos, wosé jaiku DJEDJERE KEDJATENING DAT KANG AMAHA SUKTJI, kang ANANE WAHANANE lan KAHANANE, jaiku SEDJATINE kang DUMUNUNG ing dalem NGAURIPE KITA pribadi iki.<br>
Déné widjang-widjangé bab kawruh iki, jaiku djatining kawruh ing SANGKAN PARANING URIP lan PATI, rungsit unggyaning kahanané jèn kinawruhana, ora gampang ginajuh kang amung sarana lelamban ing karsa lan leléméran. Ananing sajektining bab kawruh mau, kaja ing ngarep wus kaandharaké, satemene wus awudjud ginelar, binuka lan winedharake wewarah-wewarahé wiwit duk ing djamané kuna-makuna nalikane ing djamane Kadéwatan mau, mula ijaiku wité ing mangko bisa kinawruhan lan kawedharaké babaré manèh.</li></ol><noinclude>{{rh|||15}}</noinclude>
j0015p3owa0bkzdhyzcogph6cz93kir
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/16
250
25050
78878
2026-05-19T22:32:32Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "13. Apadéné ija laku kang betjik-betjik lan bener-bener utawa ija laku kang susila kasebut, lah ijaiku kang minangka dedalané lakuning uripé pribadi iki, kang anudju marang kautaman lan kaluhuran miwah kamulyan lan kasuktjèning uripe uga. Dadi ija klawan mangkono iku sedjatiné lak kang anetepi maring tudjuwaning SAHADAT kang te- men-temen, sarta ijaiku, dadiné lakuné: mituhu angluhur- aké marang A DATE klawan kabudhajané pribadi Lah ija mangkono iku w...
78878
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>13. Apadéné ija laku kang betjik-betjik lan bener-bener utawa
ija laku kang susila kasebut, lah ijaiku kang minangka
dedalané lakuning uripé pribadi iki, kang anudju marang
kautaman lan kaluhuran miwah kamulyan lan kasuktjèning
uripe uga. Dadi ija klawan mangkono iku sedjatiné lak
kang anetepi maring tudjuwaning SAHADAT kang te-
men-temen, sarta ijaiku, dadiné lakuné: mituhu angluhur-
aké marang A DATE klawan kabudhajané pribadi
Lah ija mangkono iku werdiné kang minangka dadi sedja-
tining tudjuwan lakuning SA HA DAT kang anudju ma-
rang sawidji panggajuh ing kamulyaning sangkan paraning
dumadi, anunggal KAWULA-GUSTI, ija anunggal DAT-
ing Pangéran Kang Amaha Suktji, Amaha Mulya, Amaha
Wisesa.
14. Dadi wose, basa kang dèn maksudaké ing tembung SAHA-
DAT mau, ijaiku gumelaring kahanan PRANATANING
urip kang angarah supaja uripé manungsa iki padha ane-
tepana lan anglungguhana marang djedjeré uripé mau kaja
dené wong kang sumurup marang ing tata lan tjara, ija-
iku TATA-TJARANE kang dadi ADATE DHEWE,
sarta ijaiku TATA-TJARA kang asli kang tuwuh saka purba-
ning DAT kang mandhiri ing pepidjèning
djagad ing kené iki kang ana ing iklim
kodrating Dat kang mahanani ing kaha-
né uripé pribadi mau; tjethane ijaiku anggoné
dumadi ana ing kahananing nagara lan bangsa ing tanah
wutah-getihé pribadi kasebut kang padha kasinungan ing
budhi budhaja lan kabudhajan pribadi kinarja anggajuh
marang kasedja tèné uripé, ijaiku uri ping
bangsa sedjati kang kalimputan ing kukum-kukum-
ing kodrat kang saka purbaning DAT Kang Maha Luhur.
Djer ija ing kono mau, sangkan-paraning uripé ing kaha-
nané, dadi wigatiné: supaja uripé manungsa mau dèn padha
pengkuha ing piandelé anudjokake lan ngarahaké adheping
urip marang sangkan-parané kang saka ing DAT kang nga-
nakaké lan mahanani kang anèng padunungané kahanané
pribadi iki.
14
Mula ija sawadjibė manawa ngaurip iku kudu anetepi ma-
rang sangkan paraning pribadi mau, kang supaja araning
ngaurip mau ora bakal anemaha ing kapitunan. Djalaran
angèling, manawa asalé dumadi kang sangkaning DAT
lan kang ana ing dedunungané kasebut mau, dadi sames-
thiné parané ija kudu bali marang ing sangkan utawa pa-
rané kang saka asale sakawit uga, perluné supaja tumitahe
uripé manungsa iki den padha anetepana marang kasedja-<noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
2mjid61vx9gzo4v457xa8iibotkn157
78879
78878
2026-05-19T22:39:41Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78879
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=13>
<li>Apadéné ija laku kang betjik-betjik lan bener-bener utawa ija laku kang susila kasebut, lah ijaiku kang minangka dedalané lakuning uripé pribadi iki, kang anudju marang kautaman lan kaluhuran miwah kamulyan lan kasuktjèning uripe uga. Dadi ija klawan mangkono iku sedjatiné laku kang anetepi maring tudjuwaning {{sp|SAHADAT}} kang temen-temen, sarta ijaiku, dadiné lakuné: mituhu angluhuraké marang {{sp|ADATE}} klawan {{sp|kabudhajané}} pribadi Lah ija mangkono iku werdiné kang minangka dadi sedjatining tudjuwan lakuning {{sp|SAHADAT}} kang anudju marang sawidji panggajuh ing kamulyaning sangkan paraning dumadi, anunggal KAWULA—GUSTI, ija anunggal DAT-ing Pangéran Kang Amaha Suktji, Amaha Mulya, Amaha Wisesa.</li>
<li>Dadi wose, basa kang dèn maksudaké ing tembung SAHADAT mau, ijaiku gumelaring kahanan {{sp|PRANATANING}} urip kang angarah supaja uripé manungsa iki padha anetepana lan anglungguhana marang djedjeré uripé mau kaja dené wong kang sumurup marang ing tata lan tjara, ijaiku {{sp|TATA-TJARANE}} kang dadi {{sp|ADATE DHEWE}}, sarta ijaiku TATA-TJARA kang asli kang tuwuh saka purbaning {{sp|DAT kang mandhiri ing pepidjèning djagad ing kené iki kang ana ing iklim kodrating Dat kang mahanani ing kahané uripé pribadi mau}}; tjethane ijaiku anggoné dumadi ana ing kahananing nagara lan bangsa ing tanah wutah-getihé pribadi kasebut kang padha kasinungan ing budhi budhaja lan kabudhajan pribadi kinarja anggajuh marang {{sp|kasedjatèné uripé, ijaiku uriping bangsa sedjati}} kang kalimputan ing kukum-kukuming kodrat kang saka purbaning DAT Kang Maha Luhur. Djer ija ing kono mau, sangkan-paraning uripé ing kahanané, dadi wigatiné: supaja uripé manungsa mau dèn padha pengkuha ing piandelé anudjokake lan ngarahaké adheping urip marang sangkan-parané kang saka ing DAT kang nganakaké lan mahanani kang anèng padunungané kahanané pribadi iki.<br>
Mula ija sawadjibė manawa ngaurip iku kudu anetepi marang sangkan paraning pribadi mau, kang supaja araning ngaurip mau ora bakal anemaha ing kapitunan. Djalaran angèling, manawa asalé dumadi kang sangkaning DAT lan kang ana ing dedunungané kasebut mau, dadi samesthiné parané ija kudu bali marang ing sangkan utawa parané kang saka asale sakawit uga, perluné supaja tumitah uripé manungsa iki den padha anetepana marang {{hws|kasedja|kasedjathen}}</li></ol><noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
g2c5b81s97sd038hpd1qmfmrhwy1ghi
78881
78879
2026-05-19T22:40:33Z
Menyusurisudutnegeri
1514
78881
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=13>
<li>Apadéné ija laku kang betjik-betjik lan bener-bener utawa ija laku kang susila kasebut, lah ijaiku kang minangka dedalané lakuning uripé pribadi iki, kang anudju marang kautaman lan kaluhuran miwah kamulyan lan kasuktjèning uripe uga. Dadi ija klawan mangkono iku sedjatiné laku kang anetepi maring tudjuwaning {{sp|SAHADAT}} kang temen-temen, sarta ijaiku, dadiné lakuné: mituhu angluhuraké marang {{sp|ADATE}} klawan {{sp|kabudhajané}} pribadi Lah ija mangkono iku werdiné kang minangka dadi sedjatining tudjuwan lakuning {{sp|SAHADAT}} kang anudju marang sawidji panggajuh ing kamulyaning sangkan paraning dumadi, anunggal KAWULA—GUSTI, ija anunggal DAT-ing Pangéran Kang Amaha Suktji, Amaha Mulya, Amaha Wisesa.</li>
<li>Dadi wose, basa kang dèn maksudaké ing tembung SAHADAT mau, ijaiku gumelaring kahanan {{sp|PRANATANING}} urip kang angarah supaja uripé manungsa iki padha anetepana lan anglungguhana marang djedjeré uripé mau kaja dené wong kang sumurup marang ing tata lan tjara, ijaiku {{sp|TATA-TJARANE}} kang dadi {{sp|ADATE DHEWE}}, sarta ijaiku TATA-TJARA kang asli kang tuwuh saka purbaning {{sp|DAT kang mandhiri ing pepidjèning djagad ing kené iki kang ana ing iklim kodrating Dat kang mahanani ing kahané uripé pribadi mau}}; tjethane ijaiku anggoné dumadi ana ing kahananing nagara lan bangsa ing tanah wutah-getihé pribadi kasebut kang padha kasinungan ing budhi budhaja lan kabudhajan pribadi kinarja anggajuh marang {{sp|kasedjatèné uripé, ijaiku uriping bangsa sedjati}} kang kalimputan ing kukum-kukuming kodrat kang saka purbaning DAT Kang Maha Luhur. Djer ija ing kono mau, sangkan-paraning uripé ing kahanané, dadi wigatiné: supaja uripé manungsa mau dèn padha pengkuha ing piandelé anudjokake lan ngarahaké adheping urip marang sangkan-parané kang saka ing DAT kang nganakaké lan mahanani kang anèng padunungané kahanané pribadi iki.<br>
Mula ija sawadjibė manawa ngaurip iku kudu anetepi marang sangkan paraning pribadi mau, kang supaja araning ngaurip mau ora bakal anemaha ing kapitunan. Djalaran angèling, manawa asalé dumadi kang sangkaning DAT lan kang ana ing dedunungané kasebut mau, dadi samesthiné parané ija kudu bali marang ing sangkan utawa parané kang saka asale sakawit uga, perluné supaja tumitah uripé manungsa iki den padha anetepana marang {{hws|kasedja|kasedjatèning}}</li></ol><noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
qf8n1us1f0cw7jopfh0179agsq7rybl
79052
78881
2026-05-20T06:07:07Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79052
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=13>
<li>Apadéné ija laku kang betjik-betjik lan bener-bener utawa ija laku kang susila kasebut, lah ijaiku kang minangka dedalané lakuning uripé pribadi iki, kang anudju marang kautaman lan kaluhuran miwah kamulyan lan kasuktjèning uripe uga. Dadi ija klawan mangkono iku sedjatiné laku kang anetepi maring tudjuwaning {{sp|SAHADAT}} kang temen-temen, sarta ijaiku, dadiné lakuné: mituhu angluhuraké marang {{sp|ADATE}} klawan {{sp|kabudhajané}} pribadi Lah ija mangkono iku werdiné kang minangka dadi sedjatining tudjuwan lakuning {{sp|SAHADAT}} kang anudju marang sawidji panggajuh ing kamulyaning sangkan paraning dumadi, anunggal KAWULA—GUSTI, ija anunggal DAT-ing Pangéran Kang Amaha Suktji, Amaha Mulya, Amaha Wisesa.</li>
<li>Dadi wose, basa kang dèn maksudaké ing tembung SAHADAT mau, ijaiku gumelaring kahanan {{sp|PRANATANING}} urip kang angarah supaja uripé manungsa iki padha anetepana lan anglungguhana marang djedjeré uripé mau kaja dené wong kang sumurup marang ing tata lan tjara, ijaiku {{sp|TATA-TJARANE}} kang dadi {{sp|ADATE DHEWE}}, sarta ijaiku TATA-TJARA kang asli kang tuwuh saka purbaning {{sp|DAT kang mandhiri ing pepidjèning djagad ing kené iki kang ana ing iklim kodrating Dat kang mahanani ing kahané uripé pribadi mau}}; tjethane ijaiku anggoné dumadi ana ing kahananing nagara lan bangsa ing tanah wutah-getihé pribadi kasebut kang padha kasinungan ing budhi budhaja lan kabudhajan pribadi kinarja anggajuh marang {{sp|kasedjatèné uripé, ijaiku uriping bangsa sedjati}} kang kalimputan ing kukum-kukuming kodrat kang saka purbaning DAT Kang Maha Luhur. Djer ija ing kono mau, sangkan-paraning uripé ing kahanané, dadi wigatiné: supaja uripé manungsa mau dèn padha pengkuha ing piandelé anudjokake lan ngarahaké adheping urip marang sangkan-parané kang saka ing DAT kang nganakaké lan mahanani kang anèng padunungané kahanané pribadi iki.<br>
Mula ija sawadjibė manawa ngaurip iku kudu anetepi marang sangkan paraning pribadi mau, kang supaja araning ngaurip mau ora bakal anemaha ing kapitunan. Djalaran angèling, manawa asalé dumadi kang sangkaning DAT lan kang ana ing dedunungané kasebut mau, dadi samesthiné parané ija kudu bali marang ing sangkan utawa parané kang saka asale sakawit uga, perluné supaja tumitah uripé manungsa iki den padha anetepana marang {{hws|kasedja|kasedjatèning}}</li></ol><noinclude>{{rh|14}}</noinclude>
tmugzotex0n4kzis7p7bpnisivraq2j
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/5
250
25051
78882
2026-05-19T22:41:34Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "BEBUKA. Wijosé anané Pustaka iki marsıtakaké anané kawruh Kedjaten, ija Kedjatèning Dating Pangéran Kang Maha Suktji, kaprijé mungguh tjethané anané kawruh-kawruh Kedjatèn mau kang mangka dadi èsthining panembah ing kéblating ngaurip sagung dumadi ing djagad iki. Lah ija anané kawruh-kawruh Kedjatèn mau, ing mangko wus bisa tinemu klajan pambudi, dalah wus bisa ginajuh ing pa- ngertèné sawidji-sawidji ing babaré lan tumangkaré kang ang- limputi ing ka...
78882
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>BEBUKA.
Wijosé anané Pustaka iki marsıtakaké anané kawruh Kedjaten,
ija Kedjatèning Dating Pangéran Kang Maha Suktji, kaprijé
mungguh tjethané anané kawruh-kawruh Kedjatèn mau kang
mangka dadi èsthining panembah ing kéblating ngaurip sagung
dumadi ing djagad iki.
Lah ija anané kawruh-kawruh Kedjatèn mau, ing mangko wus
bisa tinemu klajan pambudi, dalah wus bisa ginajuh ing pa-
ngertèné sawidji-sawidji ing babaré lan tumangkaré kang ang-
limputi ing kahananing sagung dumadi ing djagad tetelu.
Mungguh kang minangka pepundjering anané kawruh Kedjatèn
iki, kapirit saking sabda wasitaning Pangéran Kang Maha Suk-
tji miwah wasitaning para Déwa kang wus kasebut ing dalem
sastra ing serat-serat Wédha Kedjawèn asli. Mangka ija anané
wasita-wasita kasebut mau, terangé ija iku anané tumuruning
wahju djati (wahju sedjati) kang dadi kanugrahaning ngaurip
kang wus bisa ginajuh déning para leluhur-leluhur kita ing ngu-
ni-uni kang mangka dadi wewenganing pangèsthi ija pangèsthi-
ning ngaurip marang Kedjatèn, anggajuh kasampurnaning sang-
kan paraning dumadi anunggal Kawula Gusti
Ing mangko mungguh anané kawruh-kawruh ksb perlu kaba-
bar klawan kawedhar kawruh-kawruhé ing babaré lan tumang-
karé, apadéné widjang-widjangé kawruh kasebut kinarja wewe-
nganing laku-lakuning ngaurip ing pangèsthining panggajuh sa-
widji anunggal Dating Pangéran Kang Maha Suktji.
Mangka ing sawusé kumpul anané kawruh-kawruh Kedjaten lan
pangertèn-pangertèning pangèsthining panggajuhing ngaurip mau,
ing mangko perlu kababar, sarta babaré pustaka iki kadhapuk
wudjud wewarah-wewarahing pangèsthi sedjati mau klajan prema-
ti, kajadéné èsthining panggajuh kang nungsung tumibané wah-
janing wahju nugraha djati, jaiku wahju kang angarah ing ka-
mulyaning ngauriping sagung dumadi ing bebrajan iki, amurih
antuka sih parimarmaning Pangéran manggiha bagya tata ra-
hardja.
Ija awit saka iku, mulané buku iki bandjur sun arani wahja-
ning wahju nugraha djati,,PUSTAKA DJAMUS KALIMA
USADA", maksudé mula aran wahjaning wahju nugraha djati
mau, déné anané wewarah-wewarah Kedjatèn mau ing mangko
was bisa binudi ginajuh manèh, dadi ijaiku liré saéngga pa-
renging wahjaning wahju djati kang mengku ing kanugrahaning
ngauriping wektu-wektu kang bakal tumiba.
Anadéné mungguh maksudé anané Pustaka Djamus Kalima Usa-
da, jaiku awit déné pepundjering kawruh-kawruh Kedjatèn mau
kahanané katon padhang nerawang wina was saking tingaling<noinclude></noinclude>
sh5xtk2xeyj4lmp1g8k3ngciwd0wv0a
78884
78882
2026-05-19T22:44:51Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78884
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|{{sp|BEBUKA}}.}}
Wijosé anané Pustaka iki marsıtakaké anané kawruh Kedjaten, ija Kedjatèning Dating Pangéran Kang Maha Suktji, kaprijé mungguh tjethané anané kawruh-kawruh Kedjatèn mau kang mangka dadi èsthining panembah ing kéblating ngaurip sagung dumadi ing djagad iki.
Lah ija anané kawruh-kawruh Kedjatèn mau, ing mangko wus bisa tinemu klajan pambudi, dalah wus bisa ginajuh ing pangertèné sawidji-sawidji ing babaré lan tumangkaré kang anglimputi ing kahananing sagung dumadi ing djagad tetelu.
Mungguh kang minangka pepundjering anané kawruh Kedjatèn iki, kapirit saking sabda wasitaning Pangéran Kang Maha Suktji miwah wasitaning para Déwa kang wus kasebut ing dalem sastra ing serat-serat Wédha Kedjawèn asli. Mangka ija anané wasita-wasita kasebut mau, terangé ija iku anané tumuruning wahju djati (wahju sedjati) kang dadi kanugrahaning ngaurip kang wus bisa ginajuh déning para leluhur-leluhur kita ing nguni-uni kang mangka dadi wewenganing pangèsthi ija pangèsthining ngaurip marang Kedjatèn, anggajuh kasampurnaning sangkan paraning dumadi anunggal Kawula Gusti
Ing mangko mungguh anané kawruh-kawruh ksb perlu kababar klawan kawedhar kawruh-kawruhé ing babaré lan tumangkaré, apadéné widjang-widjangé kawruh kasebut kinarja wewenganing laku-lakuning ngaurip ing pangèsthining panggajuh sawidji anunggal Dating Pangéran Kang Maha Suktji.
Mangka ing sawusé kumpul anané kawruh-kawruh Kedjaten lan pangertèn-pangertèning pangèsthining panggajuhing ngaurip mau, ing mangko perlu kababar, sarta babaré pustaka iki kadhapuk wudjud wewarah-wewarahing pangèsthi sedjati mau klajan premati, kajadéné èsthining panggajuh kang nungsung tumibané wahjaning wahju nugraha djati, jaiku wahju kang angarah ing kamulyaning ngauriping sagung dumadi ing bebrajan iki, amurih antuka sih parimarmaning Pangéran manggiha bagya tata rahardja.
Ija awit saka iku, mulané buku iki bandjur sun arani wahjaning wahju nugraha djati „PUSTAKA DJAMUS KALIMA USADA”, maksudé mula aran wahjaning wahju nugraha djati mau, déné anané wewarah-wewarah Kedjatèn mau ing mangko was bisa binudi ginajuh manèh, dadi ijaiku liré saéngga parenging wahjaning wahju djati kang mengku ing kanugrahaning ngauriping wektu-wektu kang bakal tumiba.
Anadéné mungguh maksudé anané Pustaka Djamus Kalima Usada, jaiku awit déné pepundjering kawruh-kawruh Kedjatèn mau kahanané katon padhang nerawang wina was saking tingaling<noinclude></noinclude>
5gp8p8b2rdqwjtoi5sbcm0abyizoa6r
79044
78884
2026-05-20T05:56:29Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79044
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|{{sp|BEBUKA}}.}}
Wijosé anané Pustaka iki marsıtakaké anané kawruh Kedjaten, ija Kedjatèning Dating Pangéran Kang Maha Suktji, kaprijé mungguh tjethané anané kawruh-kawruh Kedjatèn mau kang mangka dadi èsthining panembah ing kéblating ngaurip sagung dumadi ing djagad iki.
Lah ija anané kawruh-kawruh Kedjatèn mau, ing mangko wus bisa tinemu klajan pambudi, dalah wus bisa ginajuh ing pangertèné sawidji-sawidji ing babaré lan tumangkaré kang anglimputi ing kahananing sagung dumadi ing djagad tetelu.
Mungguh kang minangka pepundjering anané kawruh Kedjatèn iki, kapirit saking sabda wasitaning Pangéran Kang Maha Suktji miwah wasitaning para Déwa kang wus kasebut ing dalem sastra ing serat-serat Wédha Kedjawèn asli. Mangka ija anané wasita-wasita kasebut mau, terangé ija iku anané tumuruning wahju djati (wahju sedjati) kang dadi kanugrahaning ngaurip kang wus bisa ginajuh déning para leluhur-leluhur kita ing nguni-uni kang mangka dadi wewenganing pangèsthi ija pangèsthining ngaurip marang Kedjatèn, anggajuh kasampurnaning sangkan paraning dumadi anunggal Kawula Gusti
Ing mangko mungguh anané kawruh-kawruh ksb perlu kababar klawan kawedhar kawruh-kawruhé ing babaré lan tumangkaré, apadéné widjang-widjangé kawruh kasebut kinarja wewenganing laku-lakuning ngaurip ing pangèsthining panggajuh sawidji anunggal Dating Pangéran Kang Maha Suktji.
Mangka ing sawusé kumpul anané kawruh-kawruh Kedjaten lan pangertèn-pangertèning pangèsthining panggajuhing ngaurip mau, ing mangko perlu kababar, sarta babaré pustaka iki kadhapuk wudjud wewarah-wewarahing pangèsthi sedjati mau klajan premati, kajadéné èsthining panggajuh kang nungsung tumibané wahjaning wahju nugraha djati, jaiku wahju kang angarah ing kamulyaning ngauriping sagung dumadi ing bebrajan iki, amurih antuka sih parimarmaning Pangéran manggiha bagya tata rahardja.
Ija awit saka iku, mulané buku iki bandjur sun arani wahjaning wahju nugraha djati „PUSTAKA DJAMUS KALIMA USADA”, maksudé mula aran wahjaning wahju nugraha djati mau, déné anané wewarah-wewarah Kedjatèn mau ing mangko was bisa binudi ginajuh manèh, dadi ijaiku liré saéngga parenging wahjaning wahju djati kang mengku ing kanugrahaning ngauriping wektu-wektu kang bakal tumiba.
Anadéné mungguh maksudé anané Pustaka Djamus Kalima Usada, jaiku awit déné pepundjering kawruh-kawruh Kedjatèn mau kahanané katon padhang nerawang wina was saking tingaling<noinclude></noinclude>
hzfiy3ocpdrgh4ihinlhv12hbyja8bj
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/7
250
25052
78883
2026-05-19T22:41:51Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "Turutan wewarah kaping 1 HOOFBOHU666666HK. PURWAKANING WEWARAH ANANÉ PUSTAKA DJAMUS KALIMA-USADA. Minangka wewarah ing rèh kukuming Agama Budha, ija wewarah ing rèh kukuming urip bèr budhi. HONG ILAHENG HONG HYANG MAHA JANGKA AWIGNA MASTUNA MASIDHI. Mahaju rahajuning budhi miwah bawana. 1. Dyan iki rékè bebukanè wedharing kawruh Kedjaten, ing anané Pustaka Djamus Kalima - Usada, marsitakaké babaré lan tumangkaré kawruh Kedjatèn, jaiku sedjatining kawr...
78883
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Turutan wewarah kaping 1
HOOFBOHU666666HK.
PURWAKANING WEWARAH
ANANÉ PUSTAKA DJAMUS KALIMA-USADA.
Minangka wewarah ing rèh kukuming Agama Budha, ija
wewarah ing rèh kukuming urip bèr budhi.
HONG ILAHENG HONG HYANG MAHA JANGKA
AWIGNA MASTUNA MASIDHI.
Mahaju rahajuning budhi miwah bawana.
1. Dyan iki rékè bebukanè wedharing kawruh Kedjaten, ing
anané Pustaka Djamus Kalima - Usada, marsitakaké babaré
lan tumangkaré kawruh Kedjatèn, jaiku sedjatining kawruh
kang minangka pependjer, kaèsthi déning para titah ing
madyapada kang klajan sarana laku-lakuning kukum Aga-
ma Budha, kang minangka dhedhasar, sarta jaiku kang
bandjur dadi sesanggemaning ngaurip iki ing kapitajane
sumedya anggajuh marang Kedjatèn.
2.
Dèné anane kapitajan mau jaiku kang bandjur mengku
anané prasetyan-prasetyan utawa pradjangdji-pradjangdji-
ning ngaurip iki anggone sumedya anunggal marang Dat-
ing Kedjatèn mau, sarta jaiku kang bandjur mudjudakè
dadi pranataning ngaurip kang ana ing bebrajan kabèh kang
kawengku déning kukum-kukuming Agama mau.
3. Mungguh anané pranatan kang kawengku ing rèh kukum-
kukuming Agama kasebut mau, jaiku kang nuli bandjur
mudjudaké pranatan anané basa SAHADAT utawa SA-DAT,
tegesé jaiku laku èsthing urip kang anunggal DAT, utawa
ija anunggal DAT SEDJATI, utawa ija anunggal DAT
KANG TUNGGAL, ija Dat Kedjatèning Pangeran Kang
Maha Suktji, Kang Maha Mulya, Kang Maha Wisésa ija
Dating Pangèran Kang Maha Tunggal.
4.
5.
Anadéné mungguh terangé widjang-widjangé anané Pustaka
Djamus Kalima-Usada mau, ijaiku kang uga diarani Pus-
taka Kalima-Usada, utawa ija Djamus Kalima-Usada, ija
Kalima-Usada, utawa ija Musthika Djamus, ija Musthika
Djamus Kalima-Usada, werdinè kaja ing ngisor iki:
Pustaka maksudé jaiku: tulis (serat), batuwah, wédha, bu-
ku leluri utawa buku/kitab wasijat.
5<noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
m3uhxccmd4hyp7tykjjedx4e2ouwnj4
78885
78883
2026-05-19T22:49:30Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78885
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|Turutan wewarah kaping 1}}
{{c|PURWAKANING WEWARAH<br>
ANANÉ PUSTAKA DJAMUS KALIMA-USADA.<br>
''Minangka wewarah ing rèh kukuming Agama Budha, ija wewarah ing rèh kukuming urip bèr budhi.''<br>
HONG ILAHENG HONG HYANG MAHA JANGKA<br>
AWIGNA MASTUNA MASIDHI.<br>
''Mahaju rahajuning budhi miwah bawana.''}}
<ol>
<li>Dyan iki rékè bebukanè wedharing kawruh Kedjaten, ing anané Pustaka Djamus Kalima - Usada, marsitakaké babaré lan tumangkaré kawruh Kedjatèn, jaiku sedjatining kawruh kang minangka pependjer, kaèsthi déning para titah ing madyapada kang klajan sarana laku-lakuning kukum Agama Budha, kang minangka dhedhasar, sarta jaiku kang bandjur dadi sesanggemaning ngaurip iki ing kapitajane sumedya anggajuh marang Kedjatèn.</li>
<li>Dèné anane kapitajan mau jaiku kang bandjur mengku anané prasetyan-prasetyan utawa pradjangdji-pradjangdjining ngaurip iki anggoné sumedya anunggal marang Dating Kedjatèn mau, sarta jaiku kang bandjur mudjudakè dadi pranataning ngaurip kang ana ing bebrajan kabèh kang kawengku déning kukum-kukuming Agama mau.</li>
<li>Mungguh anané pranatan kang kawengku ing rèh kukum-kukuming Agama kasebut mau, jaiku kang nuli bandjur mudjudaké pranatan anané basa SAHADAT utawa SA-DAT, tegesé jaiku laku èsthing urip kang anunggal DAT, utawa ija anunggal DAT SEDJATI, utawa ija anunggal DAT KANG TUNGGAL, ija Dat Kedjatèning Pangeran Kang Maha Suktji, Kang Maha Mulya, Kang Maha Wisésa ija Dating Pangèran Kang Maha Tunggal.</li>
<li>Anadéné mungguh terangé widjang-widjangé anané Pustaka Djamus Kalima-Usada mau, ijaiku kang uga diarani Pustaka Kalima-Usada, utawa ija Djamus Kalima-Usada, ija Kalima-Usada, utawa ija Musthika Djamus, ija Musthika Djamus Kalima-Usada, werdinè kaja ing ngisor iki:</li>
<li>Pustaka maksudé jaiku: tulis (serat), batuwah, wédha, buku leluri utawa buku/kitab wasijat.</li></ol><noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
5ojsuuu8iu1qdfc0q1ru8xfcwhfb5o8
79045
78885
2026-05-20T05:57:11Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79045
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|Turutan wewarah kaping 1}}
{{c|PURWAKANING WEWARAH<br>
ANANÉ PUSTAKA DJAMUS KALIMA-USADA.<br>
''Minangka wewarah ing rèh kukuming Agama Budha, ija wewarah ing rèh kukuming urip bèr budhi.''<br>
HONG ILAHENG HONG HYANG MAHA JANGKA<br>
AWIGNA MASTUNA MASIDHI.<br>
''Mahaju rahajuning budhi miwah bawana.''}}
<ol>
<li>Dyan iki rékè bebukanè wedharing kawruh Kedjaten, ing anané Pustaka Djamus Kalima - Usada, marsitakaké babaré lan tumangkaré kawruh Kedjatèn, jaiku sedjatining kawruh kang minangka pependjer, kaèsthi déning para titah ing madyapada kang klajan sarana laku-lakuning kukum Agama Budha, kang minangka dhedhasar, sarta jaiku kang bandjur dadi sesanggemaning ngaurip iki ing kapitajane sumedya anggajuh marang Kedjatèn.</li>
<li>Dèné anane kapitajan mau jaiku kang bandjur mengku anané prasetyan-prasetyan utawa pradjangdji-pradjangdjining ngaurip iki anggoné sumedya anunggal marang Dating Kedjatèn mau, sarta jaiku kang bandjur mudjudakè dadi pranataning ngaurip kang ana ing bebrajan kabèh kang kawengku déning kukum-kukuming Agama mau.</li>
<li>Mungguh anané pranatan kang kawengku ing rèh kukum-kukuming Agama kasebut mau, jaiku kang nuli bandjur mudjudaké pranatan anané basa SAHADAT utawa SA-DAT, tegesé jaiku laku èsthing urip kang anunggal DAT, utawa ija anunggal DAT SEDJATI, utawa ija anunggal DAT KANG TUNGGAL, ija Dat Kedjatèning Pangeran Kang Maha Suktji, Kang Maha Mulya, Kang Maha Wisésa ija Dating Pangèran Kang Maha Tunggal.</li>
<li>Anadéné mungguh terangé widjang-widjangé anané Pustaka Djamus Kalima-Usada mau, ijaiku kang uga diarani Pustaka Kalima-Usada, utawa ija Djamus Kalima-Usada, ija Kalima-Usada, utawa ija Musthika Djamus, ija Musthika Djamus Kalima-Usada, werdinè kaja ing ngisor iki:</li>
<li>Pustaka maksudé jaiku: tulis (serat), batuwah, wédha, buku leluri utawa buku/kitab wasijat.</li></ol><noinclude>{{rh|||5}}</noinclude>
lutv0mluv8zzuei73960oylo2u8dgjv
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/3
250
25053
78886
2026-05-19T22:58:41Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "16:77294 6:129300 WAHJANING WAHJU NUGRAHA DJATI 2092 V 2 ,,Pustaka Djamus Kalima-Usada" KA WEDHA R. Javanese Philosophy * 1095982 MAR Wedharing kawruh pangèsthi Tunggal, anunggal Dat Sedjati, sadat sedjati ija sadat tunggal anunggal Dating Pangeran. Pamoring kawula Gusti. Wewarah babaring kawruh Kedjatèn. sumrambah ing kawruh2: 1) Kapangéranan (Kedjatèn) 2) Kamanungsan 3) Kabudhèn 4) Kebatinan sedjati 5) Kelahiran sedjati (Kabudhan) I déning kang anid...
78886
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>16:77294
6:129300
WAHJANING WAHJU NUGRAHA DJATI
2092
V
2
,,Pustaka Djamus Kalima-Usada"
KA WEDHA R.
Javanese Philosophy
*
1095982
MAR
Wedharing kawruh pangèsthi Tunggal, anunggal Dat Sedjati,
sadat sedjati ija sadat tunggal anunggal Dating Pangeran.
Pamoring kawula Gusti.
Wewarah babaring kawruh Kedjatèn.
sumrambah ing kawruh2:
1) Kapangéranan (Kedjatèn)
2) Kamanungsan
3) Kabudhèn
4) Kebatinan sedjati
5) Kelahiran sedjati (Kabudhan)
I
déning kang anidhikara ing pudya samadi
KI MARDI BUDHI
ing
MADIUN.
I
Tinengeran
3
0
ISSI
ads
stud
3.
Tjandrasangkala: Sirna terus bebajaning - djagad (1890).
Surjasangkala Wisikan kawruh anggusthi - pranatan - luhur (1835).
Sesanti: Éling-éling kang lali muga (padha) élinga.
04
OGYA
Kawedalaken lan kasadé déning
PUSTAKA DJAWI,,GURU-BUDHI"
Djalan Kalimantan 42
-
Madiun.<noinclude></noinclude>
1ragmigu48zh74lqgd5pg9mrblqhcwn
78887
78886
2026-05-19T23:06:57Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78887
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|
WAHJANING WAHJU NUGRAHA DJATI
{{x-larger|'''„Pustaka Djamus Kalima-Usada”'''}}
{{sp|KAWEDHAR}}.
{{*}}
{{Smaller|Wedharing kawruh pangèsthi Tunggal, anunggal Dat Sedjati, sadat sedjati ija sadat tunggal anunggal Dating Pangeran.
Pamoring kawula Gusti.
Wewarah babaring kawruh Kedjatèn.
sumrambah ing kawruh2:}}}}
{{Block center|
<ol>
<li>Kapangéranan (Kedjatèn)</li>
<li>Kamanungsan</li>
<li>Kabudhèn</li>
<li>Kebatinan sedjati</li>
<li>Kelahiran sedjati (Kabudhan)</li>
</ol>
}}
{{c|
ǀ
{{smaller|déning kang anidhikara ing pudya samadi :}}
{{sp|KI MARDI BUDHI}}
{{smaller|ing}}
{{sp|MADIUN}}.
ǀ
{{smaller|
{{sp|Tinengeran}}
Tjandrasangkala : Sirna - terus - bebajaning - djagad (1890).
Surjasangkala : Wisikan - kawruh - anggusthi - pranatan - luhur (1835).
{{sp|Sesanti}} : Éling-éling kang lali muga (padha) élinga.
}}
{{gambar hilang}}
{{Rule}}{{Rule}}
Kawedalaken lan kasadé déning
PUSTAKA DJAWI „GURU-BUDHI”
Djalan Kalimantan 42 — {{sp|Madiun}}.
}}<noinclude></noinclude>
4se6l5g59uelz6inw4vofyif699htii
79088
78887
2026-05-20T07:47:34Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79088
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|
WAHJANING WAHJU NUGRAHA DJATI
{{x-larger|'''„Pustaka Djamus Kalima-Usada”'''}}
{{sp|KAWEDHAR}}.
{{*}}
{{Smaller|Wedharing kawruh pangèsthi Tunggal, anunggal Dat Sedjati, sadat sedjati ija sadat tunggal anunggal Dating Pangeran.<br>Pamoring kawula Gusti.<br>Wewarah babaring kawruh Kedjatèn.<br>sumrambah ing kawruh2:}}}}
{{Block center|
<ol>
<li>Kapangéranan (Kedjatèn)</li>
<li>Kamanungsan</li>
<li>Kabudhèn</li>
<li>Kebatinan sedjati</li>
<li>Kelahiran sedjati (Kabudhan)</li>
</ol>
}}
{{c|
ǀ
{{smaller|déning kang anidhikara ing pudya samadi :}}
{{sp|KI MARDI BUDHI}}
{{smaller|ing}}
{{sp|MADIUN}}.
ǀ
{{smaller|
{{sp|Tinengeran}}<br>Tjandrasangkala : Sirna - terus - bebajaning - djagad (1890).<br>Surjasangkala : Wisikan - kawruh - anggusthi - pranatan - luhur (1835).
{{sp|Sesanti}} : Éling-éling kang lali muga (padha) élinga.}}
{{gambar hilang}}
{{Rule}}{{Rule}}
Kawedalaken lan kasadé déning<br>PUSTAKA DJAWI „GURU-BUDHI”<br>Djalan Kalimantan 42 — {{sp|Madiun}}.
}}<noinclude></noinclude>
b6n70hihlz0t4yko7im2se30i9hp51a
79090
79088
2026-05-20T07:50:30Z
Thersetya2021
125
79090
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|
WAHJANING WAHJU NUGRAHA DJATI
{{x-larger|'''„Pustaka Djamus Kalima-Usada”'''}}
{{sp|KAWEDHAR}}.
{{*}}
{{Smaller|Wedharing kawruh pangèsthi Tunggal, anunggal Dat Sedjati, sadat sedjati ija sadat tunggal anunggal Dating Pangeran.<br>Pamoring kawula Gusti.<br>Wewarah babaring kawruh Kedjatèn.<br>sumrambah ing kawruh2:}}}}
{{Block center|
<ol>
<li>Kapangéranan (Kedjatèn)</li>
<li>Kamanungsan</li>
<li>Kabudhèn</li>
<li>Kebatinan sedjati</li>
<li>Kelahiran sedjati (Kabudhan)</li>
</ol>
}}
{{c|
ǀ
{{smaller|déning kang anidhikara ing pudya samadi :}}
{{sp|KI MARDI BUDHI}}
{{smaller|ing}}
{{sp|MADIUN}}.
ǀ
{{smaller|
{{sp|Tinengeran}}<br>Tjandrasangkala : Sirna - terus - bebajaning - djagad (1890).<br>Surjasangkala : Wisikan - kawruh - anggusthi - pranatan - luhur (1835).
{{sp|Sesanti}} : Éling-éling kang lali muga (padha) élinga.}}
[[File:Djamus Kalima Usada (page 3 crop).jpg|90px|Djamus Kalima Usada (page 3 crop)]]
{{Rule}}{{Rule}}
Kawedalaken lan kasadé déning<br>PUSTAKA DJAWI „GURU-BUDHI”<br>Djalan Kalimantan 42 — {{sp|Madiun}}.
}}<noinclude></noinclude>
8fmf7vndvbedq6z80k1sqvc4thvl4y4
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/14
250
25054
78888
2026-05-19T23:07:23Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "3 Sakèhing para Djawata duk ing djamaning Kadéwatan mau tumekané ing wuri wuri para leluhur-leluhur, para linang. kung ing djaman kuna-makuna ing djamané kabudhan mau, iku padha putus-putus pangawikané, sarta padha waskitha djatining Tunggal; tegesé wus luwih waspada lan luwih ngawruhi marang kasedjatèning Dat Kang Maha Tunggal dadi ija wus ora kasamaran ing pangèsthining sangkan. parané. 4 Mungguh anané bab wewarah-wewarah ing Kedjatèn mau, kawedhar...
78888
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>3 Sakèhing para Djawata duk ing djamaning Kadéwatan mau
tumekané ing wuri wuri para leluhur-leluhur, para linang.
kung ing djaman kuna-makuna ing djamané kabudhan mau,
iku padha putus-putus pangawikané, sarta padha waskitha
djatining Tunggal; tegesé wus luwih waspada lan luwih
ngawruhi marang kasedjatèning Dat Kang Maha Tunggal
dadi ija wus ora kasamaran ing pangèsthining sangkan.
parané.
4 Mungguh anané bab wewarah-wewarah ing Kedjatèn mau,
kawedhar ing pangawikan dèn warsitakaken ing kedjatèn-
ing Pangéran Kang Maha Suktji, saka: ANANE WAHA-
NANE lan KAHANANE, sarta SEDJATINE lan DUMU-
NUNGE. Duk nalikané isih ana ing alaming sunja-ruri, kang
djumeneng kang dhingin (dhihin) dhéwé iku sapa (?), ija
ing kono ANANE Pangéran Kang Maha Suktji Asipat Esa
kang djumeneng kang dhingin dhéwé.
5
6.
Sabandjuré, anuli ija awit ANANE, WAHANANE, KA-
HANANE, SEDJATINE lan DUMUNUNGE kasebut mau
ijaku werdiné kang mengku ing kanjatahan dadi djedjering
PANTJA SILA SEDJATI, sarta ijaiku kang ka-
èsthi déning para titahing Djiwata mau kang bandjur amu-
djudaké marang babaring pangawikan limang prakara, jaiku:
KAPANGERANAN KANG ASIPAT ESA (1), KAMA-
NUNGSAN SEDJATI (2). KABUDHEN (3), KABATINAN
SEDJATI (4), lan KALAHIRAN SEDJATI utawa KABU-
DHAN (5); terangé Budha anané ing kalahiran winengku
kukum-kukuming Agama Budha, jaiku sawidji - widjining
kukum kang gumelar ija wudjuding KABUDHAJAN kang
tuwuh saking BUDHAJA (batin sedjati) sangkaning BUDHI
kang adhedhasar KAMANUNGSAN SEDJATI ing pangès-
thiné marang PANGERAN KANG MAHA SUKTJI ASI-
PAT ESA.
Anadéné karepé anané kapitajan kasebut mau, iku werdiné
kinarja ambudi ing ngauripé manusa (manuswa/manungsa)
iki. supaja padha mangertènana marang adhep lan kéblating
uripé kang klawan tuhu sarta supaja pengkuh ing piandelé
marang Kedjatèné Dat-ing Pangeran Kang Maha Suktji.
7. Anuli awit saka anané kapitajan kang marang Dat-ing Pa-
ngéran mau, ijaiku dadiné kang bandjur mahanani anané
a- DA T.
8. Sabandjuré awit saka anané tembung a-DAT kasebut mau.
mangka ijaiku kang bandjur dadi gumelaré tumindaking
kahanan, sarta ija gumelaré tumindaking kahanan mau,
12<noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
42se7h6vitybn7ya96h2l9x9j6t8rer
78889
78888
2026-05-19T23:11:42Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78889
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=3>
<li>Sakèhing para Djawata duk ing djamaning Kadéwatan mau tumekané ing wuri wuri para leluhur-leluhur, para linangkung ing djaman kuna-makuna ing djamané kabudhan mau, iku padha putus-putus pangawikané, sarta padha waskitha djatining Tunggal; tegesé wus luwih waspada lan luwih ngawruhi marang kasedjatèning Dat Kang Maha Tunggal dadi ija wus ora kasamaran ing pangèsthining sangkan-parané.</li>
<li>Mungguh anané bab wewarah-wewarah ing Kedjatèn mau, kawedhar ing pangawikan dèn warsitakaken ing kedjatèning Pangéran Kang Maha Suktji, saka: ANANE WAHANANE lan KAHANANE, sarta SEDJATINE lan DUMUNUNGE. Duk nalikané isih ana ing alaming sunja-ruri, kang djumeneng kang dhingin (dhihin) dhéwé iku sapa (?), ija ing kono ANANE Pangéran Kang Maha Suktji Asipat Esa kang djumeneng kang dhingin dhéwé.</li>
<li>Sabandjuré, anuli ija awit ANANE, WAHANANE, KAHANANE, SEDJATINE lan DUMUNUNGE kasebut mau ijaku werdiné kang mengku ing kanjatahan dadi djedjering {{sp|PANTJA SILA SEDJATI}}, sarta ijaiku kang kaèsthi déning para titahing Djiwata mau kang bandjur amudjudaké marang babaring pangawikan limang prakara, jaiku: KAPANGERANAN KANG ASIPAT ESA (1), KAMANUNGSAN SEDJATI (2). KABUDHEN (3), KABATINAN SEDJATI (4), lan KALAHIRAN SEDJATI utawa KABUDHAN (5); terangé Budha anané ing kalahiran winengku kukum-kukuming Agama Budha, jaiku sawidji - widjining kukum kang gumelar ija wudjuding KABUDHAJAN kang tuwuh saking BUDHAJA (batin sedjati) sangkaning BUDHI kang adhedhasar KAMANUNGSAN SEDJATI ing pangèsthiné marang PANGERAN KANG MAHA SUKTJI ASIPAT ESA.</li>
<li>Anadéné karepé anané kapitajan kasebut mau, iku werdiné kinarja ambudi ing ngauripé manusa (manuswa/manungsa) iki. supaja padha mangertènana marang adhep lan kéblating uripé kang klawan tuhu sarta supaja pengkuh ing piandelé marang Kedjatèné Dat-ing Pangeran Kang Maha Suktji.</li>
<li>Anuli awit saka anané kapitajan kang marang Dat-ing Pangéran mau, ijaiku dadiné kang bandjur mahanani anané a- {{sp|DAT}}.</li>
<li>Sabandjuré awit saka anané tembung a-DAT kasebut mau mangka ijaiku kang bandjur dadi gumelaré tumindaking kahanan, sarta ija gumelaré tumindaking kahanan mau,</li></ol><noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
0sk6c2vwx1nnfna3ysxll2x0q8vs1bc
79051
78889
2026-05-20T06:05:56Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79051
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol start=3>
<li>Sakèhing para Djawata duk ing djamaning Kadéwatan mau tumekané ing wuri wuri para leluhur-leluhur, para linangkung ing djaman kuna-makuna ing djamané kabudhan mau, iku padha putus-putus pangawikané, sarta padha waskitha djatining Tunggal; tegesé wus luwih waspada lan luwih ngawruhi marang kasedjatèning Dat Kang Maha Tunggal dadi ija wus ora kasamaran ing pangèsthining sangkan-parané.</li>
<li>Mungguh anané bab wewarah-wewarah ing Kedjatèn mau, kawedhar ing pangawikan dèn warsitakaken ing kedjatèning Pangéran Kang Maha Suktji, saka: ANANE WAHANANE lan KAHANANE, sarta SEDJATINE lan DUMUNUNGE. Duk nalikané isih ana ing alaming sunja-ruri, kang djumeneng kang dhingin (dhihin) dhéwé iku sapa (?), ija ing kono ANANE Pangéran Kang Maha Suktji Asipat Esa kang djumeneng kang dhingin dhéwé.</li>
<li>Sabandjuré, anuli ija awit ANANE, WAHANANE, KAHANANE, SEDJATINE lan DUMUNUNGE kasebut mau ijaku werdiné kang mengku ing kanjatahan dadi djedjering {{sp|PANTJA SILA SEDJATI}}, sarta ijaiku kang kaèsthi déning para titahing Djiwata mau kang bandjur amudjudaké marang babaring pangawikan limang prakara, jaiku: KAPANGERANAN KANG ASIPAT ESA (1), KAMANUNGSAN SEDJATI (2). KABUDHEN (3), KABATINAN SEDJATI (4), lan KALAHIRAN SEDJATI utawa KABUDHAN (5); terangé Budha anané ing kalahiran winengku kukum-kukuming Agama Budha, jaiku sawidji - widjining kukum kang gumelar ija wudjuding KABUDHAJAN kang tuwuh saking BUDHAJA (batin sedjati) sangkaning BUDHI kang adhedhasar KAMANUNGSAN SEDJATI ing pangèsthiné marang PANGERAN KANG MAHA SUKTJI ASIPAT ESA.</li>
<li>Anadéné karepé anané kapitajan kasebut mau, iku werdiné kinarja ambudi ing ngauripé manusa (manuswa/manungsa) iki. supaja padha mangertènana marang adhep lan kéblating uripé kang klawan tuhu sarta supaja pengkuh ing piandelé marang Kedjatèné Dat-ing Pangeran Kang Maha Suktji.</li>
<li>Anuli awit saka anané kapitajan kang marang Dat-ing Pangéran mau, ijaiku dadiné kang bandjur mahanani anané a- {{sp|DAT}}.</li>
<li>Sabandjuré awit saka anané tembung a-DAT kasebut mau mangka ijaiku kang bandjur dadi gumelaré tumindaking kahanan, sarta ija gumelaré tumindaking kahanan mau,</li></ol><noinclude>{{rh|12}}</noinclude>
dwgrp00xc5tdvs9hf1xlx3ac3qz022a
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/13
250
25055
78890
2026-05-19T23:12:14Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "QUBCKN66666666EEDS Turutan wewarah kaping 4 KEDJATEN WITING KAPITAJAN SA-DAT SEDJATI. WEDHARING SA-DAT (SAHADAT) ANUNGGAL DAT- ING PANGÉRAN KANG MAHA SUKTJI, MAHANANI DADI KALUMRAHANING SAHADAT (SA-DAT) ING KA- 1. LUMRAHANING TATA-TJARA. HONG MANGARTJANA MAJA. Dhuh sembah kawula ing pada Bathara. Wijosé anané wewarah iki ambuka babaring wewarah ing dalem kawruh kedjatèn ija kedjatèning Pangéran Kang Ma- ha Suktji, ijaiku sedjatiné kawruh pangèsthi tun...
78890
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>QUBCKN66666666EEDS
Turutan wewarah kaping 4
KEDJATEN WITING KAPITAJAN SA-DAT SEDJATI.
WEDHARING SA-DAT (SAHADAT) ANUNGGAL DAT-
ING PANGÉRAN KANG MAHA SUKTJI, MAHANANI
DADI KALUMRAHANING SAHADAT (SA-DAT) ING KA-
1.
LUMRAHANING TATA-TJARA.
HONG MANGARTJANA MAJA.
Dhuh sembah kawula ing pada Bathara.
Wijosé anané wewarah iki ambuka babaring wewarah ing
dalem kawruh kedjatèn ija kedjatèning Pangéran Kang Ma-
ha Suktji, ijaiku sedjatiné kawruh pangèsthi tunggal, utawa
ija kawruh pangèsthi sedjati, kang mangka dadi pepundjer-
ing kawruh kang amengku ing kapitajan dadi sahadaté
wong-wong bèrbudhi kang mungkul ing Agamané ija Aga-
ma Budha/Sjiwa Budha (*) ing Hindinuswa (Indonesia) duk
ing djamané kuna-makuna nalikané djaman kabudhan.
2. Kawruh ing kedjatèning Pangéran mau ijaiku wosé kawruh
kapitajan marang anané DAT Kang Maha Suktji, sar-
ta ija kawruh kasebut mau kang mangka sawadjibé kaès-
thi déning para titahing Djiwata, djer duk nalika ing kuna
makunané ing djamané kabudhan mau, anané kawruh - ka-
wruh kedjate kasebut wus dèn esthi lan wus kawedhar dé-
ning para Djawata Luwih Dadi mungguh anané tuking ka-
wruh pangèsthi sedjati mau, wiwit gumelaré wus binuka
nalikané ing purwa kala, duk maksih anèng djamaning
Kadéwatan.
(") Mulu katjethakake Agama Budha/Sjiwa Budha. dialoran para kita ing djaman
kabudhan pada manembah ing Sang Hyang Guru ija Sang Hyang Sjiwah
Budia (Sjiwa Budha) amarga ija pandjenengane mau kang mangka dadi karja-
tahan dumununge Pangeran Kang Maha Suktji Asipat Esa. Terange mangkene:
1). Mangka kanjatahan ANANE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang Manutaja
ija Hyang Nurtjabja
2). Mangka kanjatahan WAHANANE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang
Manurahswa ija Hyang Nurasa.
3). Mangka kanjatahan KAHANANE Pangeran Kang Maha Sukiji iku Hyeng Pra-
manawisesa ija Hyang Wenang
4) Mangka kaniatahan SEDJATINE Pangeran Kang Maha Sukji iku Hyang
Tungguldjati ija Hyang Tunggal.
5. Mangka kanistahan DUMUNUNGE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang
Sjiwah Budja je Hyang Hutipati/Hyang Girinata.<noinclude>{{rh|||11}}</noinclude>
572mmalq5kzh45n8h2fdm856p40c1ee
78891
78890
2026-05-19T23:18:39Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78891
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|
Turutan wewarah kaping 4
KEDJATEN WITING KAPITAJAN SA-DAT SEDJATI.
WEDHARING SA-DAT (SAHADAT) ANUNGGAL DAT-ING PANGÉRAN KANG MAHA SUKTJI, MAHANANI DADI KALUMRAHANING SAHADAT (SA-DAT) ING KALUMRAHANING TATA-TJARA.
}}
{{Block center|
HONG MANGARTJANA MAJA.
''Dhuh sembah kawula ing pada Bathara.''
}}
<ol>
<li>Wijosé anané wewarah iki ambuka babaring wewarah ing dalem kawruh kedjatèn ija kedjatèning Pangéran Kang Maha Suktji, ijaiku sedjatiné kawruh pangèsthi tunggal, utawa ija kawruh pangèsthi sedjati, kang mangka dadi pepundjering kawruh kang amengku ing kapitajan dadi sahadaté wong-wong bèrbudhi kang mungkul ing Agamané ija Agama Budha/Sjiwa Budha <ref name=buda1>Mulu katjethakake Agama Budha/Sjiwa Budha. djalaran para kita ing djaman kabudhan pada manembah ing Sang Hyang Guru ija Sang Hyang Sjiwah Budia (Sjiwa Budha) amarga ija pandjenengane mau kang mangka dadi karja-tahan dumununge Pangeran Kang Maha Suktji Asipat Esa. Terange mangkene:
<ol>
<li>Mangka kanjatahan ANANE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang Manutaja ija Hyang Nurtjahja</li>
<li>Mangka kanjatahan WAHANANE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang Manurahswa ija Hyang Nurasa.</li>
<li>Mangka kanjatahan KAHANANE Pangeran Kang Maha Sukiji iku Hyeng Pramanawisesa ija Hyang Wenang</li>
<li>Mangka kaniatahan SEDJATINE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang Tungguldjati ija Hyang Tunggal.</li>
<li>Mangka kanistahan DUMUNUNGE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang Sjiwah Budja je Hyang Hutipati/Hyang Girinata.</li></ol></ref> ing Hindinuswa (Indonesia) duk ing djamané kuna-makuna nalikané djaman kabudhan.</li>
<li>Kawruh ing kedjatèning Pangéran mau ijaiku wosé kawruh kapitajan marang anané DAT Kang Maha Suktji, sarta ija kawruh kasebut mau kang mangka sawadjibé kaèsthi déning para titahing Djiwata, djer duk nalika ing kuna makunané ing djamané kabudhan mau, anané kawruh - kawruh kedjate kasebut wus dèn esthi lan wus kawedhar déning para Djawata Luwih Dadi mungguh anané tuking kawruh pangèsthi sedjati mau, wiwit gumelaré wus binuka nalikané ing purwa kala, duk maksih anèng djamaning Kadéwatan.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=left}}
<references/><noinclude>{{rh|||11}}</noinclude>
jv73anusvrhu8f30qy50hg56p63sjgy
79049
78891
2026-05-20T06:04:38Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79049
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|
Turutan wewarah kaping 4
{{center|KEDJATEN WITING KAPITAJAN SA-DAT SEDJATI. WEDHARING SA-DAT (SAHADAT) ANUNGGAL DAT ING PANGÉRAN KANG MAHA SUKTJI, MAHANANI DADI KALUMRAHANING SAHADAT (SA-DAT) ING KALUMRAHANING TATA-TJARA.}}
{{Block center|
HONG MANGARTJANA MAJA.
''Dhuh sembah kawula ing pada Bathara.''
}}
<ol>
<li>Wijosé anané wewarah iki ambuka babaring wewarah ing dalem kawruh kedjatèn ija kedjatèning Pangéran Kang Maha Suktji, ijaiku sedjatiné kawruh pangèsthi tunggal, utawa ija kawruh pangèsthi sedjati, kang mangka dadi pepundjering kawruh kang amengku ing kapitajan dadi sahadaté wong-wong bèrbudhi kang mungkul ing Agamané ija Agama Budha/Sjiwa Budha <ref name=buda1>Mulu katjethakake Agama Budha/Sjiwa Budha. djalaran para kita ing djaman kabudhan pada manembah ing Sang Hyang Guru ija Sang Hyang Sjiwah Budia (Sjiwa Budha) amarga ija pandjenengane mau kang mangka dadi karja-tahan dumununge Pangeran Kang Maha Suktji Asipat Esa. Terange mangkene:
<ol>
<li>Mangka kanjatahan ANANE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang Manutaja ija Hyang Nurtjahja</li>
<li>Mangka kanjatahan WAHANANE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang Manurahswa ija Hyang Nurasa.</li>
<li>Mangka kanjatahan KAHANANE Pangeran Kang Maha Sukiji iku Hyeng Pramanawisesa ija Hyang Wenang</li>
<li>Mangka kaniatahan SEDJATINE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang Tungguldjati ija Hyang Tunggal.</li>
<li>Mangka kanistahan DUMUNUNGE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang Sjiwah Budja je Hyang Hutipati/Hyang Girinata.</li></ol></ref> ing Hindinuswa (Indonesia) duk ing djamané kuna-makuna nalikané djaman kabudhan.</li>
<li>Kawruh ing kedjatèning Pangéran mau ijaiku wosé kawruh kapitajan marang anané DAT Kang Maha Suktji, sarta ija kawruh kasebut mau kang mangka sawadjibé kaèsthi déning para titahing Djiwata, djer duk nalika ing kuna makunané ing djamané kabudhan mau, anané kawruh - kawruh kedjate kasebut wus dèn esthi lan wus kawedhar déning para Djawata Luwih Dadi mungguh anané tuking kawruh pangèsthi sedjati mau, wiwit gumelaré wus binuka nalikané ing purwa kala, duk maksih anèng djamaning Kadéwatan.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=left}}
<references/><noinclude>{{rh|||11}}</noinclude>
hq0725nlgz2czfbyw433tshm694dpj6
79050
79049
2026-05-20T06:05:09Z
Suga Widi
1719
79050
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude>{{c|Turutan wewarah kaping 4}}
{{center|KEDJATEN WITING KAPITAJAN SA-DAT SEDJATI. WEDHARING SA-DAT (SAHADAT) ANUNGGAL DAT ING PANGÉRAN KANG MAHA SUKTJI, MAHANANI DADI KALUMRAHANING SAHADAT (SA-DAT) ING KALUMRAHANING TATA-TJARA.}}
{{Block center|
HONG MANGARTJANA MAJA.
''Dhuh sembah kawula ing pada Bathara.''
}}
<ol>
<li>Wijosé anané wewarah iki ambuka babaring wewarah ing dalem kawruh kedjatèn ija kedjatèning Pangéran Kang Maha Suktji, ijaiku sedjatiné kawruh pangèsthi tunggal, utawa ija kawruh pangèsthi sedjati, kang mangka dadi pepundjering kawruh kang amengku ing kapitajan dadi sahadaté wong-wong bèrbudhi kang mungkul ing Agamané ija Agama Budha/Sjiwa Budha <ref name=buda1>Mulu katjethakake Agama Budha/Sjiwa Budha. djalaran para kita ing djaman kabudhan pada manembah ing Sang Hyang Guru ija Sang Hyang Sjiwah Budia (Sjiwa Budha) amarga ija pandjenengane mau kang mangka dadi karja-tahan dumununge Pangeran Kang Maha Suktji Asipat Esa. Terange mangkene:
<ol>
<li>Mangka kanjatahan ANANE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang Manutaja ija Hyang Nurtjahja</li>
<li>Mangka kanjatahan WAHANANE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang Manurahswa ija Hyang Nurasa.</li>
<li>Mangka kanjatahan KAHANANE Pangeran Kang Maha Sukiji iku Hyeng Pramanawisesa ija Hyang Wenang</li>
<li>Mangka kaniatahan SEDJATINE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang Tungguldjati ija Hyang Tunggal.</li>
<li>Mangka kanistahan DUMUNUNGE Pangeran Kang Maha Suktji iku Hyang Sjiwah Budja je Hyang Hutipati/Hyang Girinata.</li></ol></ref> ing Hindinuswa (Indonesia) duk ing djamané kuna-makuna nalikané djaman kabudhan.</li>
<li>Kawruh ing kedjatèning Pangéran mau ijaiku wosé kawruh kapitajan marang anané DAT Kang Maha Suktji, sarta ija kawruh kasebut mau kang mangka sawadjibé kaèsthi déning para titahing Djiwata, djer duk nalika ing kuna makunané ing djamané kabudhan mau, anané kawruh - kawruh kedjate kasebut wus dèn esthi lan wus kawedhar déning para Djawata Luwih Dadi mungguh anané tuking kawruh pangèsthi sedjati mau, wiwit gumelaré wus binuka nalikané ing purwa kala, duk maksih anèng djamaning Kadéwatan.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=left}}
<references/><noinclude>{{rh|||11}}</noinclude>
m26bouzyw9802twxgn98fwwu5voefyy
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/12
250
25056
78892
2026-05-19T23:19:40Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "srana lan sarananing panggajuhing pangêsthi mau bakal ka- lakon kasembadané. Mula ija Sa-Dat Sedjati iku kang ban djur diarani uga Sa-Dat Tunggal Kalima Usada, ing tegesé dadi usadaning pantjadrija kang kinarja anunggal (nudju) marang Dat-ing Pangéran kang Maha Tunggal. 3. Lah ija anané Sadat iku kang minangka dadi prasetyan utawa pradjangdji kang tumraping para Budhi (Budya/Bu- dha) kang mungkul marang Kedjatèné utawa ija para kita kang padha angangk...
78892
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>srana lan sarananing panggajuhing pangêsthi mau bakal ka-
lakon kasembadané. Mula ija Sa-Dat Sedjati iku kang ban
djur diarani uga Sa-Dat Tunggal Kalima Usada, ing tegesé
dadi usadaning pantjadrija kang kinarja anunggal (nudju)
marang Dat-ing Pangéran kang Maha Tunggal.
3. Lah ija anané Sadat iku kang minangka dadi prasetyan
utawa pradjangdji kang tumraping para Budhi (Budya/Bu-
dha) kang mungkul marang Kedjatèné utawa ija para kita
kang padha angangkat sumpahing Agama Budha, sawusé
mangertèni ing Kedjatèning Sa-dat Tunggal kasebut mau.
Déné ananing nijat èsthining panggajuh anunggal Dat Se-
djati ija kang diarani Sa-Dat Sedjati mau, èsthining tjipta
kaja kang kalahir ing ngisor iki.
4.
Ingsun wus mangertèni ing adheping urip ingsun sedjati,
wadjib angèsthi ing Kedjatèning Pangéran Kang Maha
Suktji.
* Ora ana Pangéran anging HINGSUN,
*
sedjatining GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASI
PAT ESA,
ijaiku dumunung ing dalem urip kita pribadi.
Ingsun wus pratjaja, tan was sumelang.
PASEKSENING PRADJANGDJI.
Paseksèn lan pudyastuti mantrastuti rahaju, tumraping
para saksi kang wus aneksèni ing prasetyan kang wus
winetja klawan pradjangdji.
5. Anuli sabandjuré mungguh lakuné prasetyan utawa pra-
djangdji iku kalakoné kudu sarana pasaksen-pasaksèn kang
minangka pikuwat lan amurih kasembadané pradjangdji
mau. Mula amurih kaleksananing panggajuh mau, prajoga
anané kang para seksi jogya mangaju ing pudyastuti lan
mantrastuti mangkéné:
*Hong Hyang Djagad-paramisésa,
* Swasana, Surja, Tjandra, Kartika,
Geni, Angin, Banju, Bumi, wus aneksèni ing prasetya-
ning ngaurip sawidji-widji.
Samuga tulusa rahaju budhi, bagya rahardja djaja-djaja.
Hong mangartjana maswaha,
Hong Sang Hyang Haju, Haju, Haju, Haju, su-Rahaju.
10<noinclude>{{rh|10}}</noinclude>
ak3ff7z5timlz2nacmbxbo06kqzlsub
78898
78892
2026-05-20T01:23:56Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78898
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol start=3>
srana lan sarananing panggajuhing pangêsthi mau bakal kalakon kasembadané. Mula ija Sa-Dat Sedjati iku kang bandjur diarani uga Sa-Dat Tunggal Kalima Usada, ing tegesé dadi usadaning pantjadrija kang kinarja anunggal (nudju) marang Dat-ing Pangéran kang Maha Tunggal.
<li>Lah ija anané Sadat iku kang minangka dadi prasetyan utawa pradjangdji kang tumraping para Budhi (Budya/Budha) kang mungkul marang Kedjatèné utawa ija para kita kang padha angangkat sumpahing Agama Budha, sawusé mangertèni ing Kedjatèning Sa-dat Tunggal kasebut mau.</li>
<li>Déné ananing nijat èsthining panggajuh anunggal Dat Sedjati ija kang diarani Sa-Dat Sedjati mau, èsthining tjipta kaja kang kalahir ing ngisor iki.<br>
{{*}} Ingsun wus mangertèni ing adheping urip ingsun sedjati, wadjib angèsthi ing Kedjatèning Pangéran Kang Maha Suktji.<br>
{{*}} Ora ana Pangéran anging {{sp|HINGSUN}},<br>
sedjatining GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT ESA,<br>
ijaiku dumunung ing dalem urip kita pribadi.<br>
{{*}} Ingsun wus pratjaja, tan was sumelang.
<br>
PASEKSENING PRADJANGDJI.<br>
''Paseksèn lan pudyastuti mantrastuti rahaju, tumraping para saksi kang wus aneksèni ing prasetyan kang wus winetja klawan pradjangdji.''</li>
<li>Anuli sabandjuré mungguh lakuné prasetyan utawa pradjangdji iku kalakoné kudu sarana pasaksen-pasaksèn kang minangka pikuwat lan amurih kasembadané pradjangdji mau. Mula amurih kaleksananing panggajuh mau, prajoga anané kang para seksi jogya mangaju ing pudyastuti lan mantrastuti mangkéné:<br>
{{*}} Hong Hyang Djagad-paramisésa,<br>
{{*}} Swasana, Surja, Tjandra, Kartika,<br>
Geni, Angin, Banju, Bumi, wus aneksèni ing prasetyaning ngaurip sawidji-widji.<br>
{{*}} Samuga tulusa rahaju budhi, bagya rahardja djaja-djaja.<br>
Hong mangartjana maswaha,<br>
Hong Sang Hyang Haju, Haju, Haju, Haju, su-Rahaju.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=center}}<noinclude>{{rh|10}}</noinclude>
8ovg1dmgg0qjlrb1dddh8ebdl69418y
79094
78898
2026-05-20T07:56:36Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79094
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude><ol start=3>
srana lan sarananing panggajuhing pangêsthi mau bakal kalakon kasembadané. Mula ija Sa-Dat Sedjati iku kang bandjur diarani uga Sa-Dat Tunggal Kalima Usada, ing tegesé dadi usadaning pantjadrija kang kinarja anunggal (nudju) marang Dat-ing Pangéran kang Maha Tunggal.
<li>Lah ija anané Sadat iku kang minangka dadi prasetyan utawa pradjangdji kang tumraping para Budhi (Budya/Budha) kang mungkul marang Kedjatèné utawa ija para kita kang padha angangkat sumpahing Agama Budha, sawusé mangertèni ing Kedjatèning Sa-dat Tunggal kasebut mau.</li>
<li>Déné ananing nijat èsthining panggajuh anunggal Dat Sedjati ija kang diarani Sa-Dat Sedjati mau, èsthining tjipta kaja kang kalahir ing ngisor iki.<br>
{{*}} Ingsun wus mangertèni ing adheping urip ingsun sedjati, wadjib angèsthi ing Kedjatèning Pangéran Kang Maha Suktji.<br>
{{*}} Ora ana Pangéran anging {{sp|HINGSUN}},<br>
sedjatining GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT ESA,<br>ijaiku dumunung ing dalem urip kita pribadi.<br>
{{*}} Ingsun wus pratjaja, tan was sumelang.
<br>
PASEKSENING PRADJANGDJI.<br>
''Paseksèn lan pudyastuti mantrastuti rahaju, tumraping para saksi kang wus aneksèni ing prasetyan kang wus winetja klawan pradjangdji.''</li>
<li>Anuli sabandjuré mungguh lakuné prasetyan utawa pradjangdji iku kalakoné kudu sarana pasaksen-pasaksèn kang minangka pikuwat lan amurih kasembadané pradjangdji mau. Mula amurih kaleksananing panggajuh mau, prajoga anané kang para seksi jogya mangaju ing pudyastuti lan mantrastuti mangkéné:<br>
{{*}} Hong Hyang Djagad-paramisésa,<br>
{{*}} Swasana, Surja, Tjandra, Kartika,<br>
Geni, Angin, Banju, Bumi, wus aneksèni ing prasetyaning ngaurip sawidji-widji.<br>
{{*}} Samuga tulusa rahaju budhi, bagya rahardja djaja-djaja.<br>
Hong mangartjana maswaha,<br>
Hong Sang Hyang Haju, Haju, Haju, Haju, su-Rahaju.</li></ol>
{{rule|width=8em|align=center}}<noinclude>{{rh|10}}</noinclude>
tbeu83k5lhmzedf4ye11hzxypa6ox6z
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/11
250
25057
78893
2026-05-19T23:20:06Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "* ORA ANA PANGERAN ANGING HINGSUN SEDJA- TINING GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT E5A, IJAIKU DUMUNUNG ING DALEM URIP KITA PRI- BADI. * POMA DEN AWAS ADJA KONGSI UWAS, DEN ELING ADJA KONGSI SUMELANG. Mangkono anané wewarah sabda wasita Kedjatèning Pa- ngéran Kang Maha Suktji Asipat Esa. Bab iki babaré bakal kawedhar ing teturutaning wewarah-wewarah iki. 0666666HHH¶HÖGGGG Turutan wewarah kaping 3 Wewarah PANGÈSTHI SEDJATI, aija SA-DAT SEDJATI. sedjatining...
78893
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>* ORA ANA PANGERAN ANGING HINGSUN SEDJA-
TINING GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT E5A,
IJAIKU DUMUNUNG ING DALEM URIP KITA PRI-
BADI.
* POMA DEN AWAS ADJA KONGSI UWAS,
DEN ELING ADJA KONGSI SUMELANG.
Mangkono anané wewarah sabda wasita Kedjatèning Pa-
ngéran Kang Maha Suktji Asipat Esa. Bab iki babaré bakal
kawedhar ing teturutaning wewarah-wewarah iki.
0666666HHH¶HÖGGGG
Turutan wewarah kaping 3
Wewarah
PANGÈSTHI SEDJATI,
aija
SA-DAT SEDJATI.
sedjatining Sa-Dat Tunggal Kalima-Usada.
Panggajuhing wahju nugraha djati, ing sabda
wasitaning Pangéran Kang Maha Suktji.
1.
Sawusé kita wus padha mangertènizing sabda wasitaning
Kedjatèn mau, anuli tumrap kita jekti wus sawadjibé angès-
thi ing Kedjatèné sarana kanjatahaning pangutjap, ikang
minangka sedyaning pangèsthi anetepi marang ananè sabda
wasitaning Kedjatèn mau, ing teteping kahanan, ija kaha-
naning Dat Kang Maha Suktji Mulya Wisésa, kang dumu-
nung ing dalem urip kita pribadi, Mangka ijaiku dadiné.ing
kaluhuran lan kamulyan miwah kasuktjèning ngaurip iki
mangka teteping sangkan paraning dumadi, saugkaning Dat
Sedjati kang Suktji Mulya Wisésa, djatining Luhur.
2. Mangka ija araning pangèsthi mau werdiné jaiku anané Sa-
Dat, tegesé anunggal Da-ting Pangéran sedjati. Mula ijaiku
werdiné bandjur diarani anané Sa-Dat Sedjati. Mangka ija
Sa-Dat Sedjati iku kang amengku dadi usadaning pantja-
drija lelima, sarta ija klajan usada iku baé kang minangka<noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
5jk94jlrznbduj9d4037nq1kcsj8jw2
78899
78893
2026-05-20T01:30:21Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78899
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude><ol>
{{*}} ORA ANA PANGERAN ANGING HINGSUN SEDJATINING GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT E5A, IJAIKU DUMUNUNG ING DALEM URIP KITA PRIBADI.<br>
{{*}} POMA DEN AWAS ADJA KONGSI UWAS, DEN ELING ADJA KONGSI SUMELANG.
</ol>
Mangkono anané wewarah sabda wasita Kedjatèning Pangéran Kang Maha Suktji Asipat Esa. Bab iki babaré bakal kawedhar ing teturutaning wewarah-wewarah iki.
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Turutan wewarah kaping 3}}
{{c|
{{sp|Wewarah}}
PANGÈSTHI SEDJATI,
aija
SA-DAT SEDJATI.
{{sp|sedjatining Sa-Dat Tunggal Kalima-Usada.}}}}
{{Block center|''Panggajuhing wahju nugraha djati, ing sabda wasitaning Pangéran Kang Maha Suktji.''}}
<ol>
<li>Sawusé kita wus padha mangertènizing sabda wasitaning Kedjatèn mau, anuli tumrap kita jekti wus sawadjibé angèsthi ing Kedjatèné sarana kanjatahaning pangutjap, kang minangka sedyaning pangèsthi anetepi marang ananè sabda wasitaning Kedjatèn mau, ing teteping kahanan, ija kahananing Dat Kang Maha Suktji Mulya Wisésa, kang dumunung ing dalem urip kita pribadi, Mangka ijaiku dadiné ing kaluhuran lan kamulyan miwah kasuktjèning ngaurip iki mangka teteping sangkan paraning dumadi, saugkaning Dat Sedjati kang Suktji Mulya Wisésa, djatining Luhur.</li>
<li>Mangka ija araning pangèsthi mau werdiné jaiku anané Sa-Dat, tegesé anunggal Da-ting Pangéran sedjati. Mula ijaiku werdiné bandjur diarani anané Sa-Dat Sedjati. Mangka ija Sa-Dat Sedjati iku kang amengku dadi usadaning pantjadrija lelima, sarta ija klajan usada iku baé kang minangka</li></ol><noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
dq4mc4j4y69fw20415yba011h34brnv
79048
78899
2026-05-20T06:00:51Z
Suga Widi
1719
/* Absah */
79048
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Suga Widi" /></noinclude><ol>
{{*}} ORA ANA PANGERAN ANGING HINGSUN SEDJATINING GUSTI KANG AMAHA SUKTJI ASIPAT E5A, IJAIKU DUMUNUNG ING DALEM URIP KITA PRIBADI.<br>
{{*}} POMA DEN AWAS ADJA KONGSI UWAS, DEN ELING ADJA KONGSI SUMELANG.
</ol>
Mangkono anané wewarah sabda wasita Kedjatèning Pangéran Kang Maha Suktji Asipat Esa. Bab iki babaré bakal kawedhar ing teturutaning wewarah-wewarah iki.
{{rule|width=8em|align=center}}
{{c|Turutan wewarah kaping 3}}
{{c|
{{sp|Wewarah}}
PANGÈSTHI SEDJATI,
aija
SA-DAT SEDJATI.
{{sp|sedjatining Sa-Dat Tunggal Kalima-Usada.}}}}
{{center|''Panggajuhing wahju nugraha djati, ing sabda<br>wasitaning Pangéran Kang Maha Suktji.''}}
<ol>
<li>Sawusé kita wus padha mangertènizing sabda wasitaning Kedjatèn mau, anuli tumrap kita jekti wus sawadjibé angèsthi ing Kedjatèné sarana kanjatahaning pangutjap, kang minangka sedyaning pangèsthi anetepi marang ananè sabda wasitaning Kedjatèn mau, ing teteping kahanan, ija kahananing Dat Kang Maha Suktji Mulya Wisésa, kang dumunung ing dalem urip kita pribadi, Mangka ijaiku dadiné ing kaluhuran lan kamulyan miwah kasuktjèning ngaurip iki mangka teteping sangkan paraning dumadi, saugkaning Dat Sedjati kang Suktji Mulya Wisésa, djatining Luhur.</li>
<li>Mangka ija araning pangèsthi mau werdiné jaiku anané Sa-Dat, tegesé anunggal Da-ting Pangéran sedjati. Mula ijaiku werdiné bandjur diarani anané Sa-Dat Sedjati. Mangka ija Sa-Dat Sedjati iku kang amengku dadi usadaning pantjadrija lelima, sarta ija klajan usada iku baé kang minangka</li></ol><noinclude>{{rh|||9}}</noinclude>
bzyqd0sjwjbjtqoqd5m2j8im39g7qd3
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/10
250
25058
78894
2026-05-19T23:25:10Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78894
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|
Turutan wewarah kaping 2
ANANÉ PUSTAKA DJAMUS KALIMA-USADA.
Wewarah
{{sp|KEDJATÈN}}
ija
SEDJATINING PANGERAN KANG MAHA SUKTJI
''Wahjaning Wahju Nugraha Djati''
''sabda wasitaning Pangeran Kang Maha Suktji.''
''(Pepundjering kawruh pangèsthi Tunggal).''
}}
HONG ILAHENG HONG HYANG MAHA JANGKWA AWIGNA MASTUNA MASIDHI.
<ol>
<li>Wijosé wedharing Wahjaning Wahju Nugraha Djati Pustaka Djamus Kalima-Usada iki, amidjangaké ananing kawruh Kedjaten, ija Sedjatining Da-ting Pangeran Kang Maha Suktji kang Asipat Esa, saka djedjeré Anané Wahanané lan Kahanané, sarta Sedjatiné lan Dumunungé.</li>
<li>Déné anané wewarah-wewarah iki kawedhar saking sabda wasitaning Pangéran Kang Maha Wisésa, kapyarsa ing dalem rahswa, déning Sang Resi Byasa ija Maha Prabu Kresna-dwipajana ing Ngastina VI, utawa ija sabda wasitané Sang Déwa Rutji, ija sedjatining Pangéran Kang Maha Kawasa, marang Sang Harja Séna, kasebut ing dalem sastra mangkéné:<br>
{|
|-
||{{*}} ||IKI ANANINGSUN KANG AMAHA SUKTJI,<br>
JEKTI DUMUNUNG DADI ANANIRA KANG SEDJATI.
|-
||{{*}} ||IJAIKI WAHANANINGSUN KANG AMAHA MULYA,<br>
JEKTI DUMUNUNG DADI WAHANANIRA KANG SEDJATI.
|-
||{{*}} ||ING KENE IKI KAHANANINGSUN KANG AMAHA WISESA,<br>
JEKTI DUMUNUNG DADI KAHANANIRA KANG SEDJATI.
|-
||{{*}} ||IJA SEDJATINE ORA ANA APA-APA,<br>
DUK MAKSIH AWANG-UWUNG DURUNG DUMADI SAWIDJI-WIDJI,<br>
KANG DJUMENENG DINGIN DHEWE IKU MUHUNG HINGSUN.
|}</li></ol><noinclude>{{rh|8}}</noinclude>
9sk1d2zh9kb9wcenn6moyfyrqm37cyf
79092
78894
2026-05-20T07:54:31Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79092
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|Turutan wewarah kaping 2
ANANÉ PUSTAKA DJAMUS KALIMA-USADA.<br>
Wewarah<br>
{{sp|KEDJATÈN}}<br>
ija<br>
SEDJATINING PANGERAN KANG MAHA SUKTJI<br>
''Wahjaning Wahju Nugraha Djati<br>sabda wasitaning Pangeran Kang Maha Suktji.<br>(Pepundjering kawruh pangèsthi Tunggal).''}}
<ol>HONG ILAHENG HONG HYANG MAHA JANGKWA AWIGNA MASTUNA MASIDHI.</ol>
#Wijosé wedharing Wahjaning Wahju Nugraha Djati Pustaka Djamus Kalima-Usada iki, amidjangaké ananing kawruh Kedjaten, ija Sedjatining Da-ting Pangeran Kang Maha Suktji kang Asipat Esa, saka djedjeré Anané Wahanané lan Kahanané, sarta Sedjatiné lan Dumunungé.<br>
#Déné anané wewarah-wewarah iki kawedhar saking sabda wasitaning Pangéran Kang Maha Wisésa, kapyarsa ing dalem rahswa, déning Sang Resi Byasa ija Maha Prabu Kresna-dwipajana ing Ngastina VI, utawa ija sabda wasitané Sang Déwa Rutji, ija sedjatining Pangéran Kang Maha Kawasa, marang Sang Harja Séna, kasebut ing dalem sastra mangkéné:<br>
*IKI ANANINGSUN KANG AMAHA SUKTJI, JEKTI DUMUNUNG DADI ANANIRA KANG SEDJATI.
*IJAIKI WAHANANINGSUN KANG AMAHA MULYA, JEKTI DUMUNUNG DADI WAHANANIRA KANG SEDJATI.
*ING KENE IKI KAHANANINGSUN KANG AMAHA WISESA, JEKTI DUMUNUNG DADI KAHANANIRA KANG SEDJATI.
*IJA SEDJATINE ORA ANA APA-APA, DUK MAKSIH AWANG-UWUNG DURUNG DUMADI SAWIDJI-WIDJI, KANG DJUMENENG DINGIN DHEWE IKU MUHUNG HINGSUN.<noinclude>{{rh|8}}</noinclude>
46y0mcnqn63mg59r6fj2zmb3rc7sqbq
79093
79092
2026-05-20T07:55:54Z
Thersetya2021
125
79093
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|Turutan wewarah kaping 2
ANANÉ PUSTAKA DJAMUS KALIMA-USADA.<br>
Wewarah<br>
{{sp|KEDJATÈN}}<br>
ija<br>
SEDJATINING PANGERAN KANG MAHA SUKTJI<br>
''Wahjaning Wahju Nugraha Djati<br>sabda wasitaning Pangeran Kang Maha Suktji.<br>(Pepundjering kawruh pangèsthi Tunggal).''}}
<ol>HONG ILAHENG HONG HYANG MAHA JANGKWA AWIGNA MASTUNA MASIDHI.</ol>
#Wijosé wedharing Wahjaning Wahju Nugraha Djati Pustaka Djamus Kalima-Usada iki, amidjangaké ananing kawruh Kedjaten, ija Sedjatining Da-ting Pangeran Kang Maha Suktji kang Asipat Esa, saka djedjeré Anané Wahanané lan Kahanané, sarta Sedjatiné lan Dumunungé.<br>
#Déné anané wewarah-wewarah iki kawedhar saking sabda wasitaning Pangéran Kang Maha Wisésa, kapyarsa ing dalem rahswa, déning Sang Resi Byasa ija Maha Prabu Kresna-dwipajana ing Ngastina VI, utawa ija sabda wasitané Sang Déwa Rutji, ija sedjatining Pangéran Kang Maha Kawasa, marang Sang Harja Séna, kasebut ing dalem sastra mangkéné:<br>
<ol>*IKI ANANINGSUN KANG AMAHA SUKTJI, JEKTI DUMUNUNG DADI ANANIRA KANG SEDJATI.</ol>
<ol>*IJAIKI WAHANANINGSUN KANG AMAHA MULYA, JEKTI DUMUNUNG DADI WAHANANIRA KANG SEDJATI.</ol>
<ol>*ING KENE IKI KAHANANINGSUN KANG AMAHA WISESA, JEKTI DUMUNUNG DADI KAHANANIRA KANG SEDJATI.</ol>
<ol>*IJA SEDJATINE ORA ANA APA-APA, DUK MAKSIH AWANG-UWUNG DURUNG DUMADI SAWIDJI-WIDJI, KANG DJUMENENG DINGIN DHEWE IKU MUHUNG HINGSUN.</ol><noinclude>{{rh|8}}</noinclude>
n6b98iazmzuoruwx7iwrm6m67qy2977
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/94
250
25059
78895
2026-05-20T00:09:09Z
Kriita
885
/* Proofread */
78895
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||92|}}</noinclude>{{c|{{jawa|{{L|''꧑꧑꧇ ꧋ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦏꦱꦫꦪꦱꦁꦥꦿꦧꦸ''<br>''ꦲꦶꦁꦔꦸꦫꦮꦤ꧀꧈''}}}}}}
{{jawa|꧄ ꦤꦼꦁꦤꦮꦲꦸꦱꦿꦶꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿ꧈ ꦏꦺꦴꦕꦥ꧀ꦥꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ꦥꦠꦶꦃ꧈ ꦲꦶꦔꦸꦠꦸꦱ꧀ꦔꦸꦭꦠ꧀ꦠꦶꦱꦿꦪ꧈ ꦣꦸꦩꦠꦼꦁꦱꦿꦶꦤꦫꦥꦠꦶ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦲꦶꦁꦮꦤꦢꦿꦶ꧈ ꦏꦶꦥꦠꦶꦃꦲꦶꦁꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦏꦺꦱꦃꦢꦠꦤ꧀ꦥꦫꦺꦴꦮꦁ꧈ ꦲꦤꦺꦁꦠꦼꦔꦃꦲꦶꦁꦮꦤꦢꦿꦶ꧈ ꦥꦶꦠꦸꦁꦢꦶꦤꦱꦥ꧀ꦠꦢꦭꦸꦲꦤꦺꦮꦤ꧉ ꧄ ꦱꦶꦒꦼꦒ꧀ꦒꦼꦤ꧀ꦫꦏꦾꦤ꧀ꦲꦥꦠꦾ꧈ ꦏꦺꦴꦕꦥ꧀ꦥꦲꦶꦁꦏꦁꦭꦹꦩꦫꦶꦱ꧀ ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦂꦱꦩꦿꦶꦁꦤꦒꦫ꧈ ꦢꦺꦤ꧀ꦲꦶꦫꦶꦏꦢꦺꦪꦤ꧀ꦮꦺꦏꦶ꧈ ꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦺꦤꦸꦫꦸꦠ꧀ꦩꦂꦒꦶ꧈ ꦮꦶꦫꦤ꧀ꦝꦸꦁꦔꦤ꧀ꦫꦢꦾꦤ꧀ꦧꦒꦸꦱ꧀ ꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦶꦤꦼꦢꦾꦺꦴꦁꦤꦭ꧈ ꦤꦒꦫꦶꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ꦱꦶꦁꦒꦶꦃ꧈ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦺꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦲꦭꦩ꧉ ꧄ ꦩꦁꦏꦤꦫꦏꦾꦤ꧀ꦲꦥꦠꦾ꧈ ꦠꦸꦩꦶꦔꦭ꧀ꦱꦠꦿꦶꦪꦑꦼꦭꦶꦁ꧈ ꦢꦺꦤ꧀ꦲꦶꦫꦶꦁꦥꦫꦏꦠꦺꦪꦤ꧀ ꦒꦂꦗꦶꦠꦠꦾꦱ꧀ꦱꦶꦫꦥꦠꦶꦃ꧈ ꦲꦶꦏꦶꦱꦠꦿꦶꦪꦔꦼꦤ꧀ꦢꦶ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦧꦒꦸꦱ꧀ꦮꦂꦤꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦏꦤꦼꦩ꧀ꦭꦔꦤ꧀ꦮꦤꦺꦴꦢꦾ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦁꦒꦶꦃꦫꦏꦾꦤ꧀ꦲꦥꦠꦶꦃ꧈ ꦭꦮꦤ꧀ꦱꦶꦫꦏꦶꦲꦸꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦩꦢꦸꦉꦠ꧀ꦤ꧉ ꧄ ꦮꦸꦱ꧀ꦱꦩꦶꦠꦠꦲꦊꦁꦒꦃ꧈ ꦱꦶꦫꦱꦠꦿꦶꦪꦲꦶꦁꦑꦼꦭꦶꦁ꧈ ꦭꦮꦤ꧀ꦥꦠꦶꦃꦗꦢꦯꦶꦔ꧈ ꦲꦸꦩꦠꦸꦂꦫꦏꦾꦤ꧀ꦲꦥꦠꦶꦃ꧈ ꦫꦢꦾꦤ꧀ꦱꦠꦿꦶꦪꦥꦹꦤ꧀ꦢꦶ꧈ ꦭꦮꦤ꧀ꦱꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦤꦩꦤꦶꦥꦹꦤ꧀ ꦥꦹꦤ꧀ꦢꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦶꦤꦼꦢꦾ꧈ ꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦱꦠꦿꦪꦑꦼꦭꦶꦁ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦏꦸꦭꦱꦶꦤꦠꦿꦶꦪꦲꦶꦁꦲꦭ꧀ꦢꦏ꧉ ꧄ ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦥꦸꦤ꧀ꦥꦩꦤ꧀ꦠꦶꦠꦶꦪꦁꦥꦸꦤ꧀ꦢꦶ꧈ ꦏꦮꦸꦭꦠꦶꦪꦁꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ ꦔꦸꦭꦠ꧀ꦠꦶꦲꦶꦁꦱꦿꦲꦱꦤ꧀ꦢꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ꦤꦂꦥꦠꦶ꧈ ꦏꦠꦩꦸꦮꦤ꧀ꦩꦸꦁꦱꦸꦃꦲꦁꦒꦸꦁ꧈ ꦤꦂꦥꦠꦶ}}<noinclude></noinclude>
8chxhjxmqrawm6kyidv2dglo26vw2a2
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/95
250
25060
78896
2026-05-20T00:24:40Z
Kriita
885
/* Proofread */
78896
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||93|}}</noinclude>{{jawa|ꦠꦤꦃꦱꦧꦿꦁ꧈ ꦥꦸꦤꦶꦏꦲꦶꦁꦏꦁꦣꦠꦼꦁꦔꦶ꧈ ꦲꦏꦏꦱꦶꦃꦏꦶꦏꦭꦤꦱꦺꦮꦤ꧀ꦢꦤ꧈ ꧄ ꦥꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦤ꧀ꦤꦺꦱꦁꦤꦠ꧈ ꦣꦸꦩꦠꦼꦁꦏꦮꦸꦭꦒꦹꦱ꧀ꦠꦶ꧈ ꦱꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦸꦤ꧀ꦢꦸꦂꦉꦤ꧀ꦤ꧈ ꦣꦸꦩꦠꦼꦁꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿꦑꦼꦭꦶꦁ꧈ ꦲꦒꦼꦁꦒꦚ꧀ꦗꦂꦫꦤ꧀ꦤꦺꦏꦶ꧈ ꦫꦧꦶꦥꦸꦠꦿꦶꦩꦼꦁꦏꦸꦏꦿꦠꦸꦤ꧀ ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦩꦱ꧀ꦠꦤ꧀ꦤꦶꦠꦶꦪꦁ꧈ ꦱꦤꦢꦾꦤ꧀ꦠꦠꦶꦪꦁꦲꦭꦶꦠ꧀ ꦥꦶꦤꦫꦶꦁꦏꦼꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿꦶꦲꦢꦶꦲꦶꦁꦔꦸꦫꦮꦤ꧀꧈ ꧅ ꦭꦤ꧀ꦗꦼꦤꦼꦤꦼꦁꦏꦼꦤ꧀ꦢꦶꦥꦠꦾ꧈ ꦥꦸꦤꦶꦏꦒꦚ꧀ꦗꦂꦫꦤ꧀ꦤꦺꦏꦶ꧈ ꦲꦸꦩꦠꦸꦂꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦥꦩꦤ꧀ꦥꦠꦶꦃ꧈ ꦏꦮꦸꦭꦲꦔ꧀ꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦶ꧈ ꦱꦤꦢꦾꦤ꧀ꦠꦸꦩꦼꦏꦺꦭꦩ꧀ꦥꦸꦱ꧀ ꦊꦧꦸꦂꦫꦏꦢꦶꦏꦶꦱ꧀ꦩ꧈ꦔ꧀ꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦶꦏꦂꦱꦤꦂꦥꦠꦶ꧈ ꦩꦸꦁꦥꦸꦤꦶꦏꦲꦠꦸꦂꦏꦮꦸꦭꦥꦿꦱꦼꦠꦾ꧉ ꧃ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿꦮꦸꦱ꧀ꦲꦸꦩꦁꦏꦠ꧀ ꦢꦺꦤ꧀ꦲꦶꦫꦶꦁꦏꦢꦺꦪꦤ꧀ꦤꦺꦏꦶ꧈ ꦏꦶꦥꦠꦶꦃꦏꦁꦩꦸꦁꦒꦺꦁꦔꦂꦱ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦲꦶꦁꦠꦼꦥꦶꦱ꧀ꦮꦶꦫꦶꦁ꧈ ꦥꦢꦺꦢꦺꦱꦤ꧀ꦥꦩꦶꦁꦒꦶꦂ꧈ ꦏꦛꦃꦮꦺꦴꦁꦢꦺꦱꦲꦤ꧀ꦢꦸꦭꦸ꧈ ꦤꦼꦁꦤꦮꦲꦸꦏꦁꦩ꧀ꦭꦩ꧀ꦥꦃ꧈ ꦏꦺꦴꦕꦥ꧀ꦥꦱꦿꦶꦤꦫꦥꦠꦶ꧈ ꦲꦺꦚ꧀ꦗꦶꦁꦩꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦥꦼꦥꦏ꧀ꦱꦒꦸꦁꦥꦿꦢꦶꦥꦠꦾ꧉ ꧄ ꦲꦺꦕꦲꦶꦩ꧀ꦧꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦮꦕꦤ꧈ ꦏꦱꦫꦸꦱꦺꦴꦮꦤ꧀ꦤꦶꦁꦥꦠꦶꦃ꧈ ꦱꦿꦶꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿꦲꦁꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧈ ꦏꦪꦥꦫꦤ꧀ꦱꦶꦫꦥꦠꦶꦃ꧈ ꦲꦶꦁꦔꦺꦴꦁꦲꦸꦠꦸꦱ꧀ꦔꦸꦭꦠ꧀ꦠꦶ꧈ ꦱꦤ꧀ꦢꦶꦱꦿꦪꦲꦤꦺꦁꦒꦸꦤꦸꦁ꧈ ꦩꦠꦸꦂꦱꦂꦪꦮꦺꦴꦠ꧀ꦱꦼꦏꦂ꧈ ꦭꦃꦥꦸꦤꦶꦏꦱꦢꦺꦮꦗꦶ꧈ ꦱꦉꦁꦩꦸꦭꦠ꧀ꦱꦁꦤꦠꦢꦠꦤ꧀ꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧉ ꧄ ꦱꦁꦲꦥꦿꦧꦸꦲꦶꦁꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ ꦮꦸꦮꦸꦱ꧀ꦱꦺꦲꦫꦸꦩ꧀ꦲꦩꦤꦶꦱ꧀ ꦧꦧꦺꦴꦲꦼꦤ꧀ꦢꦶꦮꦶꦱ꧀ꦩꦤꦶꦫ꧈ ꦭꦤ꧀ꦱꦥꦱꦶꦤꦩ꧀ꦧꦠ꧀ꦲꦶꦁꦱꦶꦃ꧈ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦩꦠꦸꦂꦔꦧꦼꦏ꧀ꦠꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦏꦮꦸꦭꦲꦶꦁꦒꦸꦤꦸꦁ꧈ ꦮꦱ꧀ꦠꦲꦂꦢꦶꦦꦚ꧀ꦕꦸꦂꦫꦤ꧀ ꦢꦺꦫꦺꦁꦥꦶꦂꦱꦲꦶꦁꦤꦒꦫꦶ꧈ ꦲꦗꦸꦗꦸꦭꦏ꧀ꦏꦶꦲꦸꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦩꦢꦸꦉꦠ꧀ꦤ꧉ ꧄ ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦱꦿꦶꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿ꧈ ꦧꦧꦺꦴꦱꦶꦫꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦠꦫꦶ꧈ ꦲꦥꦱꦶꦫꦱꦸꦩꦁꦒꦸꦥ꧀ꦥ꧈}}<noinclude></noinclude>
r0i8d4fjlsrp975k4txipu2oyku7jt2
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/96
250
25061
78897
2026-05-20T01:05:59Z
Kriita
885
/* Proofread */
78897
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||94|}}</noinclude>{{jawa|ꦔꦸꦤ꧀ꦢꦸꦂꦏꦼꦤ꧀ꦱꦠꦿꦶꦪꦑꦼꦭꦶꦁ꧈ ꦩꦠꦸꦂꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦏꦮꦸꦭꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦱꦸꦩꦁꦒꦸꦥ꧀ ꦤꦔꦶꦁꦥꦔꦿꦲꦺꦴꦱ꧀ꦩꦤꦃ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦠꦂꦱꦏꦂꦥꦠꦶ꧈ ꦥꦼꦗꦃꦒꦼꦱꦱꦸꦩꦺꦴꦁꦒꦏꦂꦱꦱꦁꦤꦠ꧈ ꧃ ꦏꦶꦲꦸꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦩꦢꦸꦉꦠ꧀ꦤ꧈ ꦲꦠꦸꦂꦫꦺꦭꦶꦂꦩꦢꦸꦒꦼꦤ꧀ꦝꦶꦱ꧀ ꦣꦸꦩꦠꦼꦁꦱꦿꦶꦤꦫꦤꦠ꧈ ꦥꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦧꦁꦒꦶꦠꦶꦪꦁꦮꦸꦏꦶꦂ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦠꦮꦒꦼꦢ꧀ꦢꦒꦹꦱ꧀ꦠꦶ꧈ ꦔꦸꦤ꧀ꦢꦸꦂꦫꦏꦼꦤ꧀ꦩꦸꦁꦱꦸꦃꦲꦒꦸꦁ꧈ ꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦱꦿꦶꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦩꦁꦏꦺꦴꦤꦺꦴꦱꦶꦫꦏꦏꦶ꧈ ꦩꦢꦸꦉꦠ꧀ꦤꦏꦪꦠꦿꦃꦲꦺꦒꦸꦭꦢꦿꦮ꧈ ꧃ ꦣꦤ꧀ꦝꦁꦒꦸꦭ ꧃ ꦩꦤꦮꦱꦶꦫꦲꦶꦁꦏꦁꦤꦁꦒꦸꦥ꧀ꦥꦶ꧈ ꦔꦸꦤ꧀ꦢꦸꦂꦤꦩꦿꦶꦁꦥꦫꦁꦩꦸꦏꦱꦧꦿꦁ꧈ ꦪꦩꦁꦏꦺꦴꦱꦶꦫꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦥꦫꦶꦁꦗꦸꦗꦸꦭꦸꦏ꧀ ꦏꦶꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁꦕꦑꦿꦤꦒꦫꦶ꧈ ꦢꦊꦩ꧀ꦩꦺꦭꦺꦴꦫꦺꦥꦱꦂ꧈ ꦭꦶꦁꦒꦶꦃꦲꦮꦺꦴꦁꦱꦺꦮꦸ꧈ ꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦤꦸꦮꦸꦤ꧀ꦲꦠꦸꦂꦚ꧈ ꦒꦶꦃꦱꦤ꧀ꦢꦶꦏꦥꦸꦤꦥꦏꦂꦱꦤꦂꦥꦠꦶ꧈ ꦱꦏꦶꦁꦱꦶꦃꦲꦶꦁꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿ꧈ ꧄ ꦲꦭꦸꦮꦂꦫꦤ꧀ꦱꦁꦤꦠꦠꦶꦤꦏꦶꦭ꧀ ꦩꦶꦮꦃꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁꦕꦑꦿꦤꦒꦫ꧈ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦩꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦲꦶꦁꦢꦊꦩ꧀ꦩꦺ꧈ ꦏꦶꦥꦠꦶꦃꦲꦠꦸꦠ꧀ꦥꦸꦏꦸꦂ꧈ ꦢꦊꦩ꧀ꦩꦶꦫꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦩꦶꦫꦤ꧀ꦠꦶ꧈ ꦏꦥꦽꦤꦃꦭꦺꦴꦂꦫꦶꦁꦥꦱꦂ꧈ ꦥꦿꦧꦪꦏ꧀ꦱꦏꦶꦢꦸꦭ꧀ ꦥꦠꦼꦣꦤ꧀ꦤꦶꦫꦱꦁꦤꦠ꧈ ꦱꦏꦶꦁꦥꦸꦫꦲꦔ꧀ꦭꦶꦂꦥꦺꦤ꧀ꦢꦃꦧꦚꦸꦩꦶꦭꦶ꧈ ꦧꦸꦱꦤꦲꦢꦶꦩꦸꦭꦾ꧉ ꧃ ꦲꦼꦤꦼꦁꦔꦼꦁꦤ꧀ꦤꦮꦲꦸꦠꦏꦮꦂꦤꦶ꧈ ꦲꦂꦪꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁꦱꦑꦿꦤꦒꦫ꧈ ꦕꦶꦤꦼꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦏꦁꦕꦫꦶꦠꦤꦺ꧈ ꦏꦮꦂꦤꦲꦱꦁꦥꦿꦧꦸ꧈ ꦲꦶꦁꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ꦩꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦠꦶꦤꦁꦏꦶꦭ꧀ ꦥꦼꦥꦏ꧀ꦥꦫꦤꦶꦥꦠꦾ꧈ ꦥꦸꦁꦒꦮꦱꦹꦥꦼꦤꦸꦃ꧈ ꦱꦩꦾꦱꦣꦶꦪꦲꦶꦁꦪꦸꦢ꧈ ꦱꦿꦶꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿꦲꦶꦁꦏꦂꦱꦩꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦗꦸꦫꦶꦠ꧀ ꦱꦤ꧀ꦩꦶꦁꦱꦃꦠꦤꦃꦱꦧꦿ꧉ ꧃ ꦱꦿꦶꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦲꦫꦶꦱ꧀ ꦱꦏꦛꦃꦲꦺꦏꦁꦥꦫꦏꦢꦺꦪꦤ꧀ ꦠꦺꦴꦤ꧀ꦝꦩꦤ꧀ꦠꦿꦶꦱꦏꦚ꧀ꦕꦤꦺ꧈ ꦏꦁꦱꦸꦩꦼꦢꦾꦲꦶꦁꦏꦺꦮꦸꦃ꧈ ꦥꦾꦂꦱꦏ꧀ꦲꦼꦤ꧀ꦤꦠꦶꦩ꧀ꦧꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦩ}}<noinclude></noinclude>
qdqfz9b0slx7acl9flrz0ysxhhub0a3
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/1
250
25062
78900
2026-05-20T01:38:03Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78900
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{c|
WAHJANING WAHJU NUGRAHA DJATI
'''PUSTAKA'''
{{xxx-larger|'''DJAMUS KALIMA USADA'''}}
{{sp|'''KAWEDHAR'''}}
WEDHARAN KAWRUH KEDJATENING SA-DAT SEDJATI IJA SA-DAT TUNGGAL KALIMA USADA.
Jaiku Wedharan Wewerah Ing Reh Kukuming Agama Budha
Bagejan SABDADJATI.
WEDHARING KAWRUH SANGKAN PARAN,
{{gambar hilang}}
KANG ANIDHIKARA ING PUDYA SAMADI:
KI MARDIBUDHI.
Kawedalaken lan kasede dening:
TOKO BUKU PUSTAKA DJAWI GURU-BUDHI Dil. Kalimantan 42 - Madiun.}}<noinclude></noinclude>
jsrlcuw8h0mik65h5np06f7ughn0lyf
79117
78900
2026-05-20T08:44:01Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79117
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{c|
WAHJANING WAHJU NUGRAHA DJATI
'''PUSTAKA'''
{{xxx-larger|'''DJAMUS KALIMA USADA'''}}
{{sp|'''KAWEDHAR'''}}
WEDHARAN KAWRUH KEDJATENING SA-DAT SEDJATI IJA SA-DAT TUNGGAL KALIMA USADA.
Jaiku Wedharan Wewerah Ing Reh Kukuming Agama Budha
Bagejan SABDADJATI.
WEDHARING KAWRUH SANGKAN PARAN,
[[File:Djamus Kalima Usada (page 1 crop).jpg|150px|Djamus Kalima Usada (page 1 crop)]]
KANG ANIDHIKARA ING PUDYA SAMADI:
KI MARDIBUDHI.
Kawedalaken lan kasede dening:
TOKO BUKU PUSTAKA DJAWI GURU-BUDHI — Djl. Kalimantan 42 — Madiun.}}<noinclude></noinclude>
pr6r4xwih963dnj8u8ff2run6877au9
Kaca:Djamus Kalima Usada.pdf/2
250
25063
78901
2026-05-20T01:44:03Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "{{Rule}} {{c|m{{sp|BENER AKE KALUPUTAN}}.}} {{Rule}} {| class="wikitable" |- || Katja || Larikan || Saka || KANG LUPUT || BENERE |- || 3 || || 4 || || 5 || || 7 || || 15 || || 28 || || 29 || || 33 || || 34 || || 34 || ngisor ngauriping Masra ngaurip ing masa esthing ndhuwur pependjer mengaku ngisor Ananing ananing sawuseć koploke esthtning pepundjen mengka ananging ananging sawuse keploke geasng 3. bab dhingin gesang bab dumunung || 36 ||...
78901
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Rule}}
{{c|m{{sp|BENER AKE KALUPUTAN}}.}}
{{Rule}}
{| class="wikitable"
|-
|| Katja || Larikan || Saka || KANG LUPUT || BENERE
|-
|| 3 ||
|| 4 ||
|| 5 ||
|| 7 ||
|| 15 ||
|| 28 ||
|| 29 ||
|| 33 ||
|| 34 ||
|| 34 ||
ngisor
ngauriping
Masra
ngaurip ing
masa
esthing
ndhuwur pependjer
mengaku
ngisor Ananing
ananing sawuseć
koploke
esthtning
pepundjen
mengka
ananging
ananging sawuse
keploke
geasng
3.
bab
dhingin
gesang
bab
dumunung
|| 36 ||
|| 37 ||
durung
mangku
|| 39 ||
7
|| 42 ||
|| 44 ||
|| 48 ||
ndhuwur saktl
|| 52 ||
ngisor rehning
|| 53 ||
kawadhan
|| 54
14
Prabawase
dumunung
mengku
ndhuwur kita kita
Kedjajen'ng
ngisor tingaling
kita
Kedjatening
tingaling
suktjt
reh- ing
kawadhaban
Prabawane.
Typ. Pertjetakan SRIWIDJAJA" Madiun 1950,<noinclude></noinclude>
m2evc8ygeksqbbn99c2q3klbmlu3vau
78904
78901
2026-05-20T01:58:15Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78904
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>{{Rule}}
{{c|m{{sp|BENER AKE KALUPUTAN}}.}}
{{Rule}}
{| class="wikitable"
|-
|| Katja || Larikan || Saka || KANG LUPUT || BENERE
|-
|| 3 || 4 || ngisor || ngauriping || ngaurip ing
|-
|| 4 || 2 || {{c|"}} || Masra || masa
|-
|| 5 || 12 || {{c|"}} || esthing || ẻsthtning
|-
|| 5 || 12 || ndhuwur || pependjer || pepundjer
|-
|| 7 || 6 || {{c|"}} || mengaku || mengku
|-
|| 15 || 6 || ngisor || Ananing || ananging
|-
|| 28 || 13 || {{c|"}} || ananing sawuseć || ananging sawuse
|-
|| 29 || 2/3 || {{c|"}} || koploke || keploke
|-
|| 33 || 14 || {{c|"}} || geasng || gesang
|-
|| 34 || 3 || {{c|"}} || bah || bab
|-
|| 34 || 5 || {{c|"}} || dhingin || dumunung
|-
|| 36 || 15 || {{c|"}} || durung || dumunung
|-
|| 37 || 2 || {{c|"}} || mangku || mengku
|-
|| 39 || 7 || ndhuwur || kita kita || kita
|-
|| 42 || 6 || {{c|"}} || Kedjajen'ng || Kedjatening
|-
|| 44 || 5 || ngisor || t'ngaling || tingaling
|-
|| 48 || 16 || ndhuwur || suktjl ||suktji
|-
|| 52 || 5 || ngisor || rehning || reh- ing
|-
|| 53 || 21 || {{c|"}} || kawadhan || kawadhaban
|-
|| 54 || 14 || {{c|"}} || Prabawase || Prabawane.
|}
{{Rule}}
{{c|Typ. Pertjetakan „SRIWIDJAJA” Madiun 1950,}}<noinclude></noinclude>
b98mzo51irtjf6k6gukm626e8691lly
79086
78904
2026-05-20T07:44:55Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79086
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>{{Rule}}
{{c|m{{sp|BENER AKE KALUPUTAN}}.}}
{{Rule}}
{| class="wikitable"
|-
|| Katja || Larikan || Saka || KANG LUPUT || BENERE
|-
|| 3 || 4 || ngisor || ngauriping || ngaurip ing
|-
|| 4 || 2 || {{c|"}} || Masra || masa
|-
|| 5 || 12 || {{c|"}} || esthing || èsthining
|-
|| 5 || 12 || ndhuwur || pependjer || pepundjer
|-
|| 7 || 6 || {{c|"}} || mengaku || mengku
|-
|| 15 || 6 || ngisor || Ananing || ananging
|-
|| 28 || 13 || {{c|"}} || ananing sawuseé || ananging sawuse
|-
|| 29 || 2/3 || {{c|"}} || koploke || keploke
|-
|| 33 || 14 || {{c|"}} || geasng || gesang
|-
|| 34 || 3 || {{c|"}} || bah || bab
|-
|| 34 || 5 || {{c|"}} || dhingin || dumunung
|-
|| 36 || 15 || {{c|"}} || durung || dumunung
|-
|| 37 || 2 || {{c|"}} || mangku || mengku
|-
|| 39 || 7 || ndhuwur || kita kita || kita
|-
|| 42 || 6 || {{c|"}} || Kedjajen'ng || Kedjatening
|-
|| 44 || 5 || ngisor || t'ngaling || tingaling
|-
|| 48 || 16 || ndhuwur || suktjl ||suktji
|-
|| 52 || 5 || ngisor || rehning || reh- ing
|-
|| 53 || 21 || {{c|"}} || kawadhan || kawadhaban
|-
|| 54 || 14 || {{c|"}} || Prabawase || Prabawane.
|}
{{Rule}}
{{c|Typ. Pertjetakan „SRIWIDJAJA” Madiun 1950,}}<noinclude></noinclude>
ejq9t5ygwmyjl84dnpyjau4o9s0bkfz
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/19
250
25064
78902
2026-05-20T01:57:07Z
Abdansykr26
860
/* Titiwaca */
78902
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||17}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦮꦺꦴꦁ꧈ ꦏꦶꦲꦸꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦯꦫꦢꦺꦤ꧀ ꦥꦥꦫꦧ꧀ꦧꦮꦱꦶꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦲꦔꦏꦸꦮꦧꦺꦚ꧀ꦗꦶꦁ꧈ ꦫꦫꦺꦠꦼꦏꦒꦸꦤꦸꦁ꧉ ꧄ ꦮꦶꦱ꧀ꦩꦸꦭꦶꦃꦲꦩꦿꦶꦁꦗꦁꦓꦭꦲꦔꦶꦁ꧈ ꦏꦏꦶꦮꦼꦏꦱ꧀ꦱꦶꦁꦔꦺꦴꦁ꧈ ꦲꦗꦭꦶꦪꦤ꧀ꦱꦶꦫꦗꦸꦗꦸꦒ꧀ꦫꦢꦺꦤ꧀ ꦔꦮꦸꦭꦲꦩꦫꦶꦁꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦠꦶꦤꦏꦺꦴꦤ꧀ꦤꦶꦤꦶ꧈ ꦠꦠꦤꦼꦤ꧀ꦪꦺꦤ꧀ꦩꦠꦸꦂ꧉ ꧅ ꦤꦺꦴꦤꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤ꧀ꦤꦮꦺꦴꦁꦧꦶꦤꦪꦁꦏꦫꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦧꦺꦱꦸꦏ꧀ꦧꦹꦢꦥꦺꦴꦤ꧀ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦏꦱꦠꦿꦶꦪꦤ꧀ꦥꦔꦫꦏ꧀ꦏꦺ꧈ ꦥꦶꦤꦁꦒꦶꦃꦏꦼꦤ꧀ꦭꦤ꧀ꦤꦶꦯꦼꦏꦂꦠꦗꦶ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦏꦫꦶꦪꦏꦏꦶ꧈ ꦩꦤꦶꦫꦩꦶꦠ꧀ꦩꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀꧈ ꧃ ꦏꦁꦩꦭꦶꦃꦮꦂꦤꦔꦠꦸꦂꦫꦶꦧꦼꦏ꧀ꦠꦶ꧈ ꦱꦸꦩꦸꦁꦏꦼꦩ꧀ꦲꦶꦁꦥꦁꦏꦺꦴꦤ꧀ ꦲꦾꦁꦟꦫꦢꦩꦸꦩ꧀ꦧꦸꦭ꧀ꦏꦪꦔꦤ꧀ꦤꦺ꧈ ꦏꦁꦫꦶꦲꦁꦒꦤꦏꦁꦩꦭꦶꦃꦮꦂꦤꦶ꧈ ꦮꦱꦶꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦠꦼꦣꦏ꧀ꦱꦏꦶꦁꦒꦹꦤꦸꦁ꧉ ꧅ ꦏꦁꦱꦶꦤꦼꦢꦾꦲꦶꦁꦗꦁꦓꦭꦩꦤꦶꦏ꧀ ꦏꦂꦱꦤꦺꦤꦺꦴꦤꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤ꧀ ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿꦲꦶꦁꦩꦁꦱꦤꦺ꧈ ꦧꦸꦢꦕꦼꦩꦼꦁꦔꦤ꧀ꦧꦶꦤꦪꦁꦏꦫꦶ꧈ ꦮꦱꦶꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦺꦊꦱ꧀ꦠꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀꧈ ꧅ ꦮꦺꦴꦁꦗꦁꦓꦭꦭꦤꦁꦮꦢꦺꦴꦤ꧀ꦏꦼꦫꦶꦒ꧀ ꦥꦣꦲꦤꦺꦴꦤꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤ꧀ ꦥꦢꦺꦢꦺꦱꦤ꧀ꦏꦫꦁꦣꦸꦏꦸꦃꦥꦺꦫꦺꦁ꧈ ꦭꦸꦁꦱꦶꦤꦶꦫꦱꦩꦶꦤꦶꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦢꦺꦤ꧀ꦚꦔꦫꦏ꧀ꦧꦺꦚ꧀ꦗꦶꦁ꧈ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦩꦫꦨꦔꦸꦤ꧀꧈ ꧅ ꦏꦮꦂꦤꦲꦮꦱꦶꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦏꦁꦲꦧꦒꦸꦱ꧀ꦲꦤꦺꦴꦩ꧀ ꦏꦁꦏꦥꦥꦒ꧀ꦩꦶꦫꦸꦠ꧀ꦧꦭꦶꦩꦤꦺꦃ꧈ ꦱꦩꦶꦒꦮꦺꦴꦏ꧀ꦢꦺꦤ꧀ꦤꦶꦫꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦥꦣꦔꦶꦫꦶꦁꦲꦶꦫꦶꦁ꧈ ꦩꦫꦶꦁꦫꦢꦺꦤ꧀ꦒꦸꦤꦸꦁ꧉ ꧅ ꦥꦤ꧀ꦲꦠꦺꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦤꦶꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦲꦤꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁꦏꦁꦮꦺꦴꦁ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦏꦭꦶꦮꦠ꧀ꦭꦶꦮꦠ꧀ꦧꦒꦸꦱ꧀ꦱꦺ꧈ ꦭꦶꦂꦲꦾꦁꦲꦱ꧀ꦩꦫꦱꦼꦣꦼꦁꦥꦿꦶꦃꦲꦠꦶꦤ꧀ ꦥꦢ꧀ꦠꦼꦱ꧀ꦱꦺꦏꦶꦮꦱꦶ꧈ ꦱꦿꦶꦤꦠꦏꦫꦸꦮꦸꦤ꧀꧈ ꧃ ꦱꦶꦶꦤꦺꦴꦩ꧀ ꧃ ꦥꦤ꧀ꦱꦩꦶꦊꦁꦊꦁꦏꦱ꧀ꦩꦫꦤ꧀ ꦱꦒꦹꦁꦔꦺꦥꦫꦥꦮꦺꦱ꧀ꦠꦿꦶ꧈ ꦏꦠꦼꦩ꧀ꦧꦺꦤ꧀ꦢꦺꦫꦠꦸꦩꦶꦔꦭ꧀ ꦩꦫꦶꦁꦮꦺꦴꦁꦧꦒꦹꦱ꧀ꦭꦶ
}}<noinclude>{{rf|Pandji Narawangsa||2}}</noinclude>
4evimsyzob5m6yuh220pjg8vb2oirsg
78903
78902
2026-05-20T01:57:56Z
Abdansykr26
860
78903
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||17}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦮꦺꦴꦁ꧈ ꦏꦶꦲꦸꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦯꦫꦢꦺꦤ꧀ ꦥꦥꦫꦧ꧀ꦧꦮꦱꦶꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦲꦔꦏꦸꦮꦧꦺꦚ꧀ꦗꦶꦁ꧈ ꦫꦫꦺꦠꦼꦏꦒꦸꦤꦸꦁ꧉ ꧄ ꦮꦶꦱ꧀ꦩꦸꦭꦶꦃꦲꦩꦿꦶꦁꦗꦁꦓꦭꦲꦔꦶꦁ꧈ ꦏꦏꦶꦮꦼꦏꦱ꧀ꦱꦶꦁꦔꦺꦴꦁ꧈ ꦲꦗꦭꦶꦪꦤ꧀ꦱꦶꦫꦗꦸꦗꦸꦒ꧀ꦫꦢꦺꦤ꧀ ꦔꦮꦸꦭꦲꦩꦫꦶꦁꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦠꦶꦤꦏꦺꦴꦤ꧀ꦤꦶꦤꦶ꧈ ꦠꦠꦤꦼꦤ꧀ꦪꦺꦤ꧀ꦩꦠꦸꦂ꧉ ꧅ ꦤꦺꦴꦤꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤ꧀ꦤꦮꦺꦴꦁꦧꦶꦤꦪꦁꦏꦫꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦧꦺꦱꦸꦏ꧀ꦧꦹꦢꦥꦺꦴꦤ꧀ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦏꦱꦠꦿꦶꦪꦤ꧀ꦥꦔꦫꦏ꧀ꦏꦺ꧈ ꦥꦶꦤꦁꦒꦶꦃꦏꦼꦤ꧀ꦭꦤ꧀ꦤꦶꦯꦼꦏꦂꦠꦗꦶ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦏꦫꦶꦪꦏꦏꦶ꧈ ꦩꦤꦶꦫꦩꦶꦠ꧀ꦩꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀꧈ ꧃ ꦏꦁꦩꦭꦶꦃꦮꦂꦤꦔꦠꦸꦂꦫꦶꦧꦼꦏ꧀ꦠꦶ꧈ ꦱꦸꦩꦸꦁꦏꦼꦩ꧀ꦲꦶꦁꦥꦁꦏꦺꦴꦤ꧀ ꦲꦾꦁꦟꦫꦢꦩꦸꦩ꧀ꦧꦸꦭ꧀ꦏꦪꦔꦤ꧀ꦤꦺ꧈ ꦏꦁꦫꦶꦲꦁꦒꦤꦏꦁꦩꦭꦶꦃꦮꦂꦤꦶ꧈ ꦮꦱꦶꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦠꦼꦣꦏ꧀ꦱꦏꦶꦁꦒꦹꦤꦸꦁ꧉ ꧅ ꦏꦁꦱꦶꦤꦼꦢꦾꦲꦶꦁꦗꦁꦓꦭꦩꦤꦶꦏ꧀ ꦏꦂꦱꦤꦺꦤꦺꦴꦤꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤ꧀ ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿꦲꦶꦁꦩꦁꦱꦤꦺ꧈ ꦧꦸꦢꦕꦼꦩꦼꦁꦔꦤ꧀ꦧꦶꦤꦪꦁꦏꦫꦶ꧈ ꦮꦱꦶꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦺꦊꦱ꧀ꦠꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀꧈ ꧅ ꦮꦺꦴꦁꦗꦁꦓꦭꦭꦤꦁꦮꦢꦺꦴꦤ꧀ꦏꦼꦫꦶꦒ꧀ ꦥꦣꦲꦤꦺꦴꦤꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤ꧀ ꦥꦢꦺꦢꦺꦱꦤ꧀ꦏꦫꦁꦣꦸꦏꦸꦃꦥꦺꦫꦺꦁ꧈ ꦭꦸꦁꦱꦶꦤꦶꦫꦱꦩꦶꦤꦶꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦢꦺꦤ꧀ꦚꦔꦫꦏ꧀ꦧꦺꦚ꧀ꦗꦶꦁ꧈ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦩꦫꦨꦔꦸꦤ꧀꧈ ꧅ ꦏꦮꦂꦤꦲꦮꦱꦶꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦏꦁꦲꦧꦒꦸꦱ꧀ꦲꦤꦺꦴꦩ꧀ ꦏꦁꦏꦥꦥꦒ꧀ꦩꦶꦫꦸꦠ꧀ꦧꦭꦶꦩꦤꦺꦃ꧈ ꦱꦩꦶꦒꦮꦺꦴꦏ꧀ꦢꦺꦤ꧀ꦤꦶꦫꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦥꦣꦔꦶꦫꦶꦁꦲꦶꦫꦶꦁ꧈ ꦩꦫꦶꦁꦫꦢꦺꦤ꧀ꦒꦸꦤꦸꦁ꧉ ꧅ ꦥꦤ꧀ꦲꦠꦺꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦤꦶꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦲꦤꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁꦏꦁꦮꦺꦴꦁ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦏꦭꦶꦮꦠ꧀ꦭꦶꦮꦠ꧀ꦧꦒꦸꦱ꧀ꦱꦺ꧈ ꦭꦶꦂꦲꦾꦁꦲꦱ꧀ꦩꦫꦱꦼꦣꦼꦁꦥꦿꦶꦃꦲꦠꦶꦤ꧀ ꦥꦢ꧀ꦠꦼꦱ꧀ꦱꦺꦏꦶꦮꦱꦶ꧈ ꦱꦿꦶꦤꦠꦏꦫꦸꦮꦸꦤ꧀꧈ ꧃ ꦱꦶꦤꦺꦴꦩ꧀ ꧃ ꦥꦤ꧀ꦱꦩꦶꦊꦁꦊꦁꦏꦱ꧀ꦩꦫꦤ꧀ ꦱꦒꦹꦁꦔꦺꦥꦫꦥꦮꦺꦱ꧀ꦠꦿꦶ꧈ ꦏꦠꦼꦩ꧀ꦧꦺꦤ꧀ꦢꦺꦫꦠꦸꦩꦶꦔꦭ꧀ ꦩꦫꦶꦁꦮꦺꦴꦁꦧꦒꦹꦱ꧀ꦭꦶ
}}<noinclude>{{rf|Pandji Narawangsa||2}}</noinclude>
dyzsc7fbxq34n2sryis7127muz3o4fd
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/97
250
25065
78905
2026-05-20T02:08:29Z
Kriita
885
/* Proofread */
78905
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||95|}}</noinclude>{{jawa|ꦩꦶ꧈ ꦏꦧꦺꦃꦥꦣꦔꦶꦣꦼꦥ꧀ꦥ꧈ ꦱꦥꦫꦺꦤ꧀ꦠꦃꦲꦶꦥꦹꦤ꧀ ꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁꦕꦑꦿꦤꦏꦫ꧈ ꦲꦤꦏ꧀ꦏꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦏꦁꦱꦹꦤ꧀ꦏꦮꦺꦱꦺꦤꦥꦠꦶ꧈ ꦤꦶꦪꦏꦤꦶꦁꦔꦪꦸꦢ꧉ ꧃ ꦧꦼꦤ꧀ꦝꦺꦤꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ꦱꦶꦥꦼꦤꦤ꧀ꦠꦁꦗꦸꦫꦶꦠ꧀ ꦥꦠꦶꦃꦒꦮꦏ꧀ꦤꦲꦶꦁꦥꦸꦠꦿꦤꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦭꦤ꧀ꦠꦸꦁꦒꦸꦭ꧀ꦱꦶꦫꦫꦔꦮꦺ꧈ ꦏꦾꦥꦠꦶꦃꦤꦼꦩ꧀ꦧꦃꦩꦠꦸꦂ꧈ ꦲꦶꦔꦸꦤ꧀ꦝꦁꦔꦤ꧀ꦱꦣꦶꦪꦱꦩꦶ꧈ ꦠꦤ꧀ꦲꦤ꧀ꦠꦫꦮꦸꦱ꧀ꦧꦸꦣꦭ꧀ ꦏꦁꦧꦫꦶꦱ꧀ꦥꦔꦶꦪꦸꦤ꧀ ꦒꦹꦩꦸꦫꦸꦃꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦶꦁꦧꦭ꧈ ꦱꦩꦾꦲꦺꦁꦒꦂꦮꦢꦾꦏꦁꦥꦿꦱꦩꦶꦗꦸꦫꦶꦠ꧀ ꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦢꦾꦏꦱ꧀ꦩꦫꦤ꧀꧈ ꧃ ꦲꦱ꧀ꦩꦫꦩꦱ ꧃ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦲꦔꦠꦸꦂꦫꦶꦥꦩꦶꦠ꧀ ꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁꦕꦑꦿꦤꦒꦫ꧈ ꦲꦤꦼꦁꦏꦸꦭ꧀ꦥꦢꦱꦁꦏꦠꦺꦴꦁ꧈ ꦲꦶꦔꦶꦢꦺꦤ꧀ꦤꦸꦭꦾꦲꦸꦩꦁꦏꦠ꧀ ꦲꦶꦁꦔꦶꦫꦶꦁꦢꦺꦤꦶꦁꦮꦢꦾ꧈ ꦩꦼꦁꦢꦭ꧀ꦱꦏꦶꦁꦔꦭꦸꦤ꧀ꦲꦭꦹꦤ꧀ ꦒꦸꦩꦸꦫꦸꦱ꧀ꦮꦫꦤꦶꦁꦧꦭ꧉ ꧅ ꦢꦠꦤ꧀ꦏꦮꦂꦤꦲꦶꦁꦩꦂꦒꦶ꧈ ꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦺꦥꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠ꧈ ꦭꦗꦼꦁꦕꦩ꧀ꦥꦸꦃꦥꦔꦗꦼꦁꦔꦺ꧈ ꦭꦮꦤ꧀ꦮꦢꦾꦏꦱꦧꦿꦁꦔꦤ꧀ ꦫꦩꦺꦭꦁꦒꦂꦭꦶꦤꦁꦒꦂ꧈ ꦮꦺꦴꦁꦗꦮꦏꦭꦁꦏꦸꦁꦥꦸꦫꦸꦤ꧀ ꦮꦺꦴꦁꦱꦧꦿꦢꦠꦤ꧀ꦏꦸꦕꦶꦮ꧉ ꧃ ꦠꦤ꧀ꦲꦤꦲꦔꦸꦕꦥ꧀ꦲꦗꦿꦶꦃ꧈ ꦮꦺꦴꦁꦗꦮꦭꦤ꧀ꦠꦤꦃꦱꦧꦿꦁ꧈ ꦒꦚ꧀ꦗꦸꦂꦒꦶꦤꦚ꧀ꦗꦸꦂꦲꦫꦩꦺ꧈ ꦲꦒꦼꦤ꧀ꦠꦶꦱꦹꦫꦏ꧀ꦱꦶꦤꦸꦫꦏ꧀ ꦏꦺꦃꦩꦠꦶꦭꦺꦴꦁꦭꦶꦤꦺꦴꦁꦔꦤ꧀ ꦮꦺꦴꦁꦱꦧꦿꦁꦱꦩꦶꦧꦶꦤꦸꦫꦸ꧈ ꦲꦶꦔꦩꦸꦏ꧀ꦮꦢꦾꦔꦸꦫꦮꦤ꧀꧈ ꧃ ꦭꦸꦩꦪꦸꦲꦔꦸꦹꦁꦱꦶꦧꦶꦠꦶꦁ꧈ ꦏꦤ꧀ꦝꦼꦒ꧀ꦝꦢꦾꦲꦶꦁꦔꦹꦫꦮꦤ꧀ ꦏꦶꦤꦫꦸꦠꦸꦒ꧀ꦧꦼꦣꦶꦭ꧀ꦲꦏꦺꦃ꧈ ꦩꦶꦩꦶꦱ꧀ꦠꦶꦧꦏꦢꦶꦲꦸꦢꦤ꧀ ꦮꦺꦴꦁꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ꦏꦺꦴꦥꦼꦗꦃ꧈ ꦩꦸꦤ꧀ꦢꦸꦂꦏꦁꦲꦸꦫꦶꦥ꧀ꦱꦶꦤꦸꦫꦸꦁ꧈ ꦢꦺꦤꦶꦁꦮꦢꦾꦏꦱꦧꦿꦁꦔꦤ꧀ ꧄ ꦱꦂꦠꦏꦶꦤꦫꦸꦠꦸꦒ꧀ꦧꦶꦣꦶꦭ꧀ ꦩꦮꦸꦂꦮꦢꦾꦲꦶꦁꦔꦹꦫꦮꦤ꧀ ꦏꦁꦠꦠꦸꦥꦠꦶꦁꦣꦉꦁꦏ꧀ꦭꦺꦃ꧈ ꦤꦸꦭꦾꦮꦢꦾꦥꦶꦥꦶꦭꦶꦃꦲꦤ꧀ ꦲꦔ꧀ꦭꦩ꧀ꦧꦸꦁꦱꦏꦶꦁꦏꦤꦤ꧀ ꦏꦏꦥꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦏꦭꦶꦃꦲꦠꦸꦱ꧀ ꦱꦉꦁꦲꦚꦼꦩꦼꦛꦶꦏꦸꦢ꧉}}<noinclude></noinclude>
634vm1jfqo7uocybinv1kga3i13hwhu
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/20
250
25066
78906
2026-05-20T02:12:50Z
Abdansykr26
860
/* Titiwaca */
78906
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||18}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦤꦸꦮꦶꦃ꧈ ꦮꦼꦤꦺꦃꦧꦼꦕꦸꦠꦤ꧀ꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁ꧈ ꦱꦮꦼꦤꦺꦃꦤꦺꦴꦫꦲꦩꦸꦮꦸꦱ꧀ ꦔꦼꦤ꧀ꦢꦶꦮꦶꦱ꧀ꦩꦤꦺꦧꦪ꧈ ꦏꦶꦮꦱꦶꦏꦁꦭꦒꦶꦥꦿꦥ꧀ꦠꦶ꧈ ꦧꦒꦹꦱ꧀ꦠꦼꦩꦼꦤ꧀ꦏꦪꦢꦺꦮꦏꦩꦤꦸꦁꦱꦤ꧀꧈ ꧃ ꦱꦏꦺꦃꦲꦺꦫꦺꦫꦺꦚ꧀ꦕꦺꦏ꧀ꦢꦺꦱ꧈ ꦱꦩꦾꦠꦤ꧀ꦚꦩꦼꦭꦱ꧀ꦲꦱꦶꦃ꧈ ꦥꦸꦤ꧀ꦢꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦮꦶꦁꦏꦶꦁꦔꦤ꧀ ꦩꦶꦮꦃꦏꦁꦏꦱꦼꦢꦾꦺꦁꦒꦭꦶꦃ꧈ ꦒꦸꦩꦸꦗꦼꦁꦱꦂꦮꦶꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁ꧈ ꦏꦸꦢꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱꦠꦺꦁꦱꦸꦤ꧀ ꦏꦠꦠꦏꦺꦴꦤ꧀ꦤꦲꦥ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦠꦼꦏꦚꦭꦮꦢꦶ꧈ ꦲꦠꦠꦏꦺꦴꦤ꧀ꦫꦒꦤꦺꦥꦥꦛꦏ꧀ꦢꦺꦱ꧉ ꧃ ꦲꦤꦢꦺꦤꦺꦮꦶꦱ꧀ꦩꦤꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦲꦭ꧀ꦢꦏꦲꦶꦁꦔꦤ꧀ꦢꦺꦴꦁꦮꦶꦭꦶꦱ꧀ ꦏꦭꦺꦴꦏꦲꦶꦁꦥꦿꦩꦸꦢꦶꦠ꧈ ꦏꦶꦮꦱꦶꦲꦚ꧀ꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦢꦢꦶꦏꦺꦴꦤ꧀ꦝꦁꦥꦮꦺꦱ꧀ꦠꦿꦶ꧈ ꦭꦭꦚ꧀ꦗꦂꦭꦮꦤ꧀ꦧꦧꦏꦸꦭ꧀ ꦭꦤ꧀ꦲꦏꦸꦥꦿꦱꦹꦢꦸꦏ꧀ꦏꦤ꧀ ꦢꦢꦶꦭꦭꦚ꧀ꦕꦸꦂꦫꦶꦁꦮꦸꦏꦶꦂ꧈ ꦲꦏꦸꦲꦸꦒꦧꦺꦴꦕꦃꦭꦢꦏ꧀ꦏꦸꦮꦫꦶꦱ꧀ꦱꦤ꧀꧈ ꧅ ꦢꦢꦶꦧꦧꦤ꧀ꦛꦺꦁꦔꦶꦁꦲꦂꦒ꧈ ꦲꦤꦢꦺꦤꦺꦏꦉꦥ꧀ꦩꦩꦶ꧈ ꦱꦸꦩꦼꦢꦾꦩꦫꦁꦗꦼꦁꦓꦭ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ꦲꦂꦱꦤꦶꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦥꦔꦫꦏ꧀ꦏꦺꦲꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦲꦶꦪꦭꦮꦤ꧀ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦓꦭꦸꦃ꧈ ꦲꦥꦮꦂꦤꦤꦺꦧꦪ꧈ ꦱꦸꦗꦭ꧀ꦩꦏꦁꦲꦫꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦥꦔꦫꦏ꧀ꦏꦺꦥꦤ꧀ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦂꦱꦮꦹꦤꦶꦔ꧉ ꧅ ꦏꦛꦃꦱꦺꦴꦭꦃꦲꦶꦁꦮꦤꦺꦴꦢꦾ꧈ ꦱꦩꦾꦏꦱ꧀ꦩꦫꦤ꧀ꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦩꦿꦶꦁꦲꦸꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦯ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦱ꧀ꦮꦫꦤꦺꦲꦩꦤꦶꦱ꧀ ꦥꦶꦤꦾꦂꦱꦢꦲꦸꦠ꧀ꦲꦠꦶ꧈ ꦱꦼꦩ꧀ꦧꦢꦭꦤ꧀ꦏꦁꦲꦤꦼꦩ꧀ꦧꦸꦁ꧈ ꦮꦲꦸꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦺꦴꦕꦥ꧀ꦥ꧈ ꦮꦸꦭꦸꦕꦸꦩ꧀ꦧꦸꦏꦁꦠꦶꦤꦸꦢꦶꦁ꧈ ꦯꦢꦸꦭꦸꦩꦸꦂꦏꦭꦮꦤ꧀ꦩꦺꦤꦏ꧀ꦦꦿꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠ꧉ ꧃ ꦮꦺꦴꦁꦭꦺꦴꦫꦺꦴꦭꦒꦾꦫꦫꦪ꧀ꦮꦤ꧀ ꦏꦶꦯꦢꦸꦭꦸꦩꦸꦂꦔꦕꦸꦮꦶꦱ꧀ ꦲꦔꦺꦴꦩꦾꦁꦱꦢꦭꦤ꧀ꦢꦭꦤ꧀ ꦗꦸꦮꦺꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦔ꧀ꦭꦶꦮꦠ꧀ꦠꦶ꧈ ꦢꦔꦸꦢꦔꦸꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦲꦤꦮꦺꦴꦁꦫꦸꦧꦸꦁꦫꦸꦧꦸꦁ꧈ ꦯꦢꦸꦭꦸꦩꦸꦂꦲꦔꦸꦕꦥ꧀ ꦣꦺꦴꦪꦺꦴꦏ꧀ꦲꦥꦱꦸꦤ꧀ꦠꦶꦔ
}}<noinclude></noinclude>
77mbiiwg510gr0jyvqwtmermqrljn4n
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/70
250
25067
78907
2026-05-20T02:13:59Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "Kidalang. Sajid Ringgit Sampir 康 - - 71 - Ringgit Gedong"
78907
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Kidalang. Sajid
Ringgit Sampir
康
-
- 71 -
Ringgit Gedong<noinclude></noinclude>
t9dfvgkj12uyl4da33kxe009o1u4o1k
78910
78907
2026-05-20T02:19:02Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78910
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 71 —}}</noinclude>[[Barkas:Bauwarna Wajang (page 70 crop) 1.jpg|nirbing|pus]]
Kidalang Sajid<br>
Ringgit Sampir {{gap}} Ringgit Gedong<noinclude></noinclude>
jp76nr9nsh671xlaqv6js4wp0a1f92m
79031
78910
2026-05-20T05:35:13Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79031
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||— 71 —}}</noinclude><center>[[Barkas:Bauwarna Wajang (page 70 crop) 1.jpg|nirbing|pus]]<br>
{|
|Kidalang Sajid
|-
|Ringgit Sampir {{gap}} {{gap}}{{gap}}Ringgit Gedong
|}</center><noinclude></noinclude>
eeeypv0qj2re61bi3ws8hl0tl41n68c
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/71
250
25068
78911
2026-05-20T02:19:33Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "- 72 - Ringgit Oji Estren LEROEH Sajid- Ringgit Endel Estren LANJAPAN."
78911
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>- 72 -
Ringgit Oji
Estren LEROEH
Sajid-
Ringgit Endel
Estren LANJAPAN.<noinclude></noinclude>
lcr393ihatj6tx8nl6rocm5jxf8has2
78913
78911
2026-05-20T02:22:33Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78913
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 72 —}}</noinclude>[[Barkas:Bauwarna Wajang (page 71 crop) 1.jpg|nirbing|pus]]
{{Multicol}}
Ringgit Oji<br>
''Estren'' LEROEH
{{Multicol-break}}
Ringgit Endel<br>
''Estren'' LANJAPAN.
{{Multicol-end}}<noinclude></noinclude>
7z5formhjgrwylz7falr7wud4tui5ga
79035
78913
2026-05-20T05:39:20Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79035
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||— 72 —}}</noinclude><center>[[Barkas:Bauwarna Wajang (page 71 crop) 1.jpg|nirbing|pus]]<br>
{|
|'''Ringgit Oji'''{{gap}}{{gap}}{{gap}}{{gap}}'''Ringgit Endel'''
|-
|''Estren LEROEH''{{gap}}{{gap}}{{gap}}''Estren LANJAPAN.''
|}
</center><noinclude></noinclude>
6p7x1yt0vc5dept1a1sy8fgr32qgf4s
Kaca:ꦕꦫꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦯꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁ.pdf/112
250
25069
78912
2026-05-20T02:20:58Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78912
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78948
78912
2026-05-20T03:28:40Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78948
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||110}}</noinclude>{{Jawa|ꦏꦶꦫꦶꦩ꧀ꦩꦤ꧀ꦤꦶꦁꦮꦁ꧈ꦒꦚ꧀ꦗꦂꦫꦤ꧀ꦫꦺꦴꦁꦔꦢꦼꦒ꧀ꦲꦶꦏꦶ꧈ꦥꦔꦒꦼꦩ꧀ꦩꦶꦮꦁ꧈ꦥꦫꦶꦁꦤꦱꦥꦸꦠꦿꦩꦩꦶ꧈ ꧅ ꦮꦶꦱ꧀ꦧꦸꦣꦭ꧀ꦭꦱꦲꦶꦏꦶꦧꦼꦕꦶꦏ꧀ꦏꦶꦤꦂꦪ꧈ꦭꦸꦩꦏꦸꦲꦤꦺꦁꦩꦂꦒꦶ꧈ꦮꦸꦱ꧀ꦩꦸꦤ꧀ꦢꦸꦂꦱꦏ꧀ꦱꦤ꧈ꦒꦤ꧀ꦝꦺꦏ꧀ꦩꦸꦤ꧀ꦝꦶꦤꦸꦮꦭ꧈ꦩꦶꦮꦃꦧꦧꦼꦏꦤ꧀ꦤꦸꦭꦾꦭ꧀ꦭꦶꦱ꧀ ꦩꦤ꧀ꦠꦿꦶꦱꦏꦮꦤ꧀ ꦥꦿꦱꦩꦾꦤꦶꦠꦶꦃꦮꦗꦶꦏ꧀ ꧃ ꦏꦭꦶꦃꦢꦱꦫꦺꦚ꧀ꦕꦶꦔꦶꦫꦲꦶꦁꦏꦁꦣꦫꦠ꧀꧈ꦒꦒꦚ꧀ꦕꦁꦔꦤ꧀ꦭꦸꦩꦫꦶꦱ꧀꧈ꦏꦮꦤ꧀ꦢꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠ꧈ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦭꦤ꧀ꦝꦺꦴꦃꦏꦁꦢꦺꦱ꧈ꦗꦶꦁꦥꦔꦿꦤ꧀ꦏꦒꦾꦠ꧀ꦲꦶꦁꦒꦭꦶꦃ꧈ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦕꦫꦏ꧈ꦱꦏꦶꦁꦩꦤ꧀ꦠꦫꦩ꧀ꦤꦒꦿꦶ꧈ ꧄ ꦮꦸꦱ꧀ꦔꦕꦫꦤ꧀ꦕꦫꦏꦊꦁꦒꦃꦱꦠꦠ꧈ꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦠꦼꦔꦃꦲꦒ꧀ꦭꦶꦱ꧀꧈ꦩꦉꦏ꧀ꦏꦶꦏꦁꦊꦁꦒꦃ꧈ꦕꦏꦼꦠ꧀ꦒꦤ꧀ꦝꦺꦏ꧀ꦏꦁꦢꦸꦠ꧈ꦔꦥꦸꦫꦚ꧀ꦕꦁꦲꦤꦩ꧀ꦥꦺꦤ꧀ꦤꦶ꧈ꦲꦶꦁꦏꦁꦤꦮꦭ꧈ ꦯꦿꦶꦟꦡꦲꦶꦁꦩꦤ꧀ꦠꦮꦶꦱ꧀ ꧅ ꦱꦶꦤꦺꦴꦩ꧀ ꧃ ꦥꦶꦤꦶꦗꦼꦠ꧀ꦤꦸꦭꦾꦧꦶꦤꦸꦏ꧈ꦱꦶꦤꦸꦏ꧀ꦩꦫꦗꦿꦺꦴꦤꦶꦁꦒꦭꦶꦃ꧈ꦩꦁꦏꦤꦮꦼꦣꦂꦫꦶꦁꦏꦠ꧈ꦲꦶꦏꦶꦠꦤꦮꦭꦩꦩꦶ꧈ꦱꦶꦁꦫꦩꦤ꧀ꦠꦯꦁꦲꦗꦶ꧈ꦲꦶꦁꦩꦤ꧀ꦠꦫꦩ꧀ꦱꦸꦭ꧀ꦡꦤ꧀ꦲꦒꦸꦁ꧈ꦏꦮꦱꦔꦧ꧀ꦢꦸꦂꦫꦃꦩꦤ꧀ ꦥꦤꦠꦒꦩꦱꦪꦶꦢ꧀ꦢꦶꦤ꧀ꦏꦭꦺꦴꦏꦺꦁꦫꦠ꧀ꦩꦼꦁꦏꦺꦴꦤ꧀ꦤꦶꦠꦭꦠꦃꦗꦮ꧈ ꧃ ꦭꦾꦤ꧀ꦥꦸꦗꦶꦥꦤ꧀ꦢꦺꦴꦔꦤꦶꦁꦮꦁ꧈ꦮꦶꦫꦸꦃꦲꦲꦶꦁꦥꦸꦠꦿꦩꦩꦶ꧈ꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦠꦶꦂꦠꦏꦸꦱꦸꦩ꧈ꦱꦠꦿꦶꦪꦲꦤꦺꦴꦩ꧀ꦲꦥꦼꦏꦶꦏ꧀ ꦲꦶꦁꦏꦁꦱꦼꦤꦼꦁꦲꦩꦸꦁꦏꦶꦩ꧀ ꦲꦶꦁꦢꦺꦱꦭꦤ꧀ꦝꦺꦴꦃꦥꦶꦤꦸꦧ꧀ꦗꦸꦭ꧀ ꦠꦺꦠꦺꦭꦩ꧀ꦧꦼꦒ꧀ꦱꦸꦢꦶꦧꦾ꧈ꦠꦶꦠꦶꦲꦶꦁꦥꦁꦒꦮꦺꦱꦸꦏ꧀ꦕꦶ꧈ꦤꦫꦩ꧀ꦧꦃꦲꦶꦱꦏꦢꦁꦏꦮꦸꦭꦮꦂꦒ꧈ ꧅ ꦱꦮꦸꦱ꧀ꦱꦺꦥꦤ꧀ꦢꦺꦴꦔꦤꦶꦁꦮꦁ꧈ꦮꦼꦫꦸꦃꦲꦲꦶꦁꦥꦸꦠꦿꦩꦩꦶ꧈ꦤꦭꦶꦏꦠꦁꦒꦭ꧀ꦭꦶꦩꦭꦱ꧀ꦱꦗꦿꦺꦴꦤꦶꦁꦥꦱꦏꦁꦱꦱꦶ꧈ꦱꦶꦫꦏꦠꦼꦏꦤ꧀ꦪꦼꦏ꧀ꦠꦶ꧈ꦮꦺꦴꦁꦲꦶꦁꦮꦺꦴꦁꦒꦢꦒꦁꦊꦩ꧀ꦧꦸ꧈ꦏꦁꦲꦫꦤ꧀ꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦮꦶꦒ꧀ꦚ꧈ꦩꦶꦤ꧀ꦠꦮꦭꦸꦭꦁꦱꦢꦼꦩꦶ꧈ꦩꦸꦁꦱꦠꦼꦧꦃꦏꦮꦤ꧀ꦏꦏꦶꦥꦚ꧀ꦗꦁꦔꦶꦫ꧈꧃ꦩꦤꦮꦊꦒꦠꦾꦱ꧀ꦱꦶꦫ꧈ꦭꦸꦭꦁꦠꦸꦫꦃꦲ}}<noinclude></noinclude>
80lbfyoy6ew76nrsif5ovhy20xdvyod
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/73
250
25070
78914
2026-05-20T02:23:12Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "gabahan. djaitan. kadelen, brebes. kadondongan. pananggalan. blarak ngirit. kelipan. [kolikan]. пи telengan. goesèn tanggoeng. plèlèngan. goesèn wijar. Kidalang. Sajid."
78914
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>gabahan.
djaitan.
kadelen,
brebes.
kadondongan.
pananggalan.
blarak ngirit.
kelipan.
[kolikan].
пи
telengan.
goesèn tanggoeng.
plèlèngan.
goesèn wijar.
Kidalang. Sajid.<noinclude></noinclude>
ftec0vf5vl0k2hfty0ybb8ypgw95rbr
78920
78914
2026-05-20T02:37:08Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78920
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Barkas:Gabahan.jpg|bingkai|''gabahan.'']][[Barkas:Djaitan.jpg|bingkai|''djaitan.'']]
[[Barkas:Kadelen.jpg|bingkai|''kadelen,'']]
[[Barkas:Brebes mata.jpg|bingkai|''brebes.'']]
[[Barkas:Kadondongan.jpg|bingkai|''kadondongan.'']]
[[Barkas:Pananggalan.jpg|bingkai|''pananggalan.'']]
[[Barkas:Blarak ngirit.jpg|bingkai|''blarak ngirit.'']]
[[Barkas:Kelipan.jpg|bingkai|''kelipan. [kolikan].'']]
[[Barkas:Telengan.jpg|bingkai|''telengan.'']]
[[Barkas:Goesèn tanggoeng.jpg|bingkai|''goesèn tanggoeng.'']]
[[Barkas:Plèlèngan.jpg|bingkai|''plèlèngan.'']]
[[Barkas:Goesèn wijar.jpg|bingkai|''goesèn wijar.'']]
Kidalang. Sajid.<noinclude></noinclude>
rax3d3rtmiezs5wyu5cv4b53n6wa1cr
79037
78920
2026-05-20T05:41:35Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79037
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>[[Barkas:Gabahan.jpg|bingkai|''gabahan.'']][[Barkas:Djaitan.jpg|bingkai|''djaitan.'']]
[[Barkas:Kadelen.jpg|bingkai|''kadelen,'']]
[[Barkas:Brebes mata.jpg|bingkai|''brebes.'']]
[[Barkas:Kadondongan.jpg|bingkai|''kadondongan.'']]
[[Barkas:Pananggalan.jpg|bingkai|''pananggalan.'']]
[[Barkas:Blarak ngirit.jpg|bingkai|''blarak ngirit.'']]
[[Barkas:Kelipan.jpg|bingkai|''kelipan. [kolikan].'']]
[[Barkas:Telengan.jpg|bingkai|''telengan.'']]
[[Barkas:Goesèn tanggoeng.jpg|bingkai|''goesèn tanggoeng.'']]
[[Barkas:Plèlèngan.jpg|bingkai|''plèlèngan.'']]
[[Barkas:Goesèn wijar.jpg|bingkai|Kidalang. Sajid.|''goesèn wijar.'']]<noinclude></noinclude>
reyf4imsvzrvlmmumd5tl30g4c6m2q6
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/98
250
25071
78915
2026-05-20T02:25:41Z
Kriita
885
/* Proofread */
78915
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||96|}}</noinclude>{{jawa|꧄ ꦮꦺꦴꦁꦱꦧꦿꦠꦶꦤꦸꦚ꧀ꦗꦁꦮꦤꦶ꧈ ꦩꦮꦸꦂꦧꦭꦶꦥꦩ꧀ꦧꦶꦠꦶꦁꦔꦤ꧀ ꦠꦶꦤꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦥꦠꦶꦁꦧꦭꦺꦴꦚ꧀ꦕꦺꦴꦂ꧈ ꦏꦁꦲꦸꦫꦶꦥ꧀ꦱꦩꦶꦭꦸꦩꦗꦂ꧈ ꦲꦔꦸꦁꦱꦶꦥꦩ꧀ꦧꦶꦠꦶꦁꦔꦤ꧀ ꦭꦶꦤꦸꦠ꧀ꦲꦶꦔꦺꦴꦪꦺꦴꦏ꧀ꦲꦶꦔꦩꦸꦏ꧀ ꦢꦺꦤꦶꦁꦮꦢꦾꦲꦶꦁꦔꦸꦫꦮꦤ꧀꧈ ꧃ ꦏꦁꦲꦤꦱꦗꦿꦺꦴꦤꦶꦁꦧꦶꦠꦶꦁ꧈ ꦮꦺꦴꦁꦱꦧꦿꦱꦩꦶꦥꦿꦪꦶꦠ꧀ꦤ꧈ ꦱꦉꦁꦱꦤꦸꦊꦢ꧀ꦧꦼꦣꦶꦭ꧀ꦭꦺ꧈ ꦩꦫꦶꦪꦼꦩ꧀ꦭꦤ꧀ꦏꦭꦤ꧀ꦠꦏ꧈ ꦱ꧀ꦮꦫꦭꦶꦂꦒꦸꦤꦸꦁꦉꦧꦃ꧈ ꦮꦢꦾꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ꦩꦊꦢꦸꦒ꧀ ꦭꦸꦩꦪꦸꦲꦱꦭꦁꦠꦸꦚ꧀ꦗꦁ꧉ ꧃ ꦪꦠꦏꦱꦶꦥꦸꦠ꧀ꦲꦶꦁꦮꦼꦔꦶ꧈ ꦱꦩꦾꦏꦺꦴꦤ꧀ꦢꦹꦂꦩꦱꦁꦒꦿꦲꦤ꧀ ꦲꦩꦏꦸꦮꦺꦴꦤ꧀ꦝꦺꦮꦺꦣꦺꦮꦺ꧈ ꦮꦢꦾꦧꦭꦏꦱꦧꦿꦁꦔꦤ꧀ ꦠꦸꦮꦶꦤ꧀ꦤꦢꦾꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ ꦲꦩꦱꦁꦒꦿꦲꦤ꧀ꦱꦢꦫꦸꦩ꧀ ꦠꦶꦤꦺꦴꦤ꧀ꦧꦫꦶꦱ꧀ꦱꦺꦧꦭꦧꦂ꧉ ꧃ ꦲꦩꦺꦴꦤ꧀ꦝꦺꦴꦏ꧀ꦠꦤ꧀ꦩꦸꦮꦶꦧꦶꦠꦶꦁ꧈ ꦮꦤꦾꦧꦭꦲꦶꦁꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ ꦥꦣꦠꦩꦺꦁꦔꦣꦧꦲꦺ꧈ ꦲꦠꦒꦼꦤ꧀ꦠꦶꦏꦮꦂꦤꦲ꧈ ꦧꦭꦲꦶꦁꦏꦱꦧꦿꦔꦤ꧀ ꦥꦿꦱꦩꦶꦥꦿꦪꦶꦠ꧀ꦤꦺꦁꦏꦺꦥꦸꦃ꧈ ꦱꦢꦭꦸꦠꦤ꧀ꦲꦤꦤꦺꦤ꧀ꦢꦿ꧉ ꧃ ꦭꦠꦏꦮꦶꦤꦸꦮꦸꦱ꧀ꦩꦭꦶꦃ꧈ ꦏꦶꦑꦭꦤꦱꦺꦮꦤ꧀ꦢꦤ꧈ ꦢꦸꦏ꧀ꦱꦶꦤꦺꦧꦱꦁꦲꦏꦠꦺꦴꦁ꧈ ꦏꦶꦥꦠꦶꦃꦏꦁꦩꦸꦁꦒꦺꦔꦂꦱ꧈ ꦩꦶꦮꦥꦫꦥꦸꦁꦒꦮ꧈ ꦲꦹꦗꦸꦁꦯꦼꦧꦠꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁ꧈ ꦭꦤ꧀ꦫꦺꦴꦁꦒꦭꦗꦃꦥꦼꦂꦩꦢ꧈ ꧃ ꦭꦤ꧀ꦢꦼꦩꦁꦔꦤꦤ꧀ꦠꦁꦗꦸꦫꦶꦠ꧀ ꦏꦶꦔꦧꦺꦲꦶꦩꦕꦤ꧀ꦓꦭꦏ꧀ ꦭꦤ꧀ꦲꦂꦲꦗꦼꦁꦭꦱꦠꦿꦸꦤꦺ꧈ ꦲꦭꦺꦴꦤ꧀ꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦤꦁꦤꦠ꧈ꦥꦿꦶꦪꦺꦮꦂꦠꦤꦺꦗꦧ꧈ ꦏꦾꦲꦶꦥꦠꦶꦃꦤꦼꦩ꧀ꦧꦃꦩꦠꦸꦂ꧈ ꦏꦮꦸꦭꦲꦠꦸꦂꦮꦸꦤꦶꦔ꧉ ꧅ ꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦗꦼꦁꦱꦿꦶꦤꦫꦥꦠꦶ꧈ꦃꦱꦿꦶꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿꦲꦶꦁꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦢꦺꦤ꧀ꦥꦕꦏ꧀ꦧꦫꦶꦱ꧀ꦱꦺ꧈ ꦮꦠꦮꦶꦱ꧀ꦮꦺꦴꦁꦠꦶꦒꦁꦤꦩ꧀ꦧꦁ꧈ ꦏꦭꦮꦲꦸꦢꦸꦏ꧀ꦱꦶꦪꦁ꧈ ꦣꦠꦼꦁꦔꦺꦥꦿꦗꦸꦫꦶꦠ꧀ꦠꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦱꦩꦶꦏꦺꦤ꧀ꦢꦼꦭ꧀ꦩꦱꦁꦒꦿꦲꦤ꧀꧈꧃ ꦥꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦪꦺꦴꦤ꧀ꦤꦶ꧈ ꦲꦧ꧀ꦢꦶꦢꦊꦩ꧀ꦏꦁ}}<noinclude></noinclude>
a3ehygrxylmxzpujhlsnadkxjbiuwwg
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/99
250
25072
78916
2026-05-20T02:30:53Z
Kriita
885
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "{{jawa| }}"
78916
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Kriita" />{{rh||97|}}</noinclude>{{jawa|
}}<noinclude>{{rh|{{s|Pandji Narawangsa ||7}}</noinclude>
9kdevs0o3yos2xnmbv15rjfds7bbv7d
78917
78916
2026-05-20T02:31:10Z
Kriita
885
78917
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Kriita" />{{rh||97|}}</noinclude>{{jawa|
}}<noinclude>{{rh|{{s|Pandji Narawangsa ||7}}}}</noinclude>
303vxssd0fr852irfotopne698oesfv
78918
78917
2026-05-20T02:32:03Z
Kriita
885
78918
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Kriita" />{{rh||97|}}</noinclude>{{jawa|
}}<noinclude>{{rh|{{s|Pandji Narawangsa}} ||7}}</noinclude>
g1xsswo13452g2wtolfzzvx6f5kywz9
78919
78918
2026-05-20T02:32:34Z
Kriita
885
78919
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Kriita" />{{rh||97|}}</noinclude>{{jawa|
}}<noinclude>{{rh|{{s|Pandji Narawangsa}} ||{{S|7}}}}</noinclude>
h753if4o7tqqe1yvfuybrthk7cnyh65
78922
78919
2026-05-20T02:48:38Z
Kriita
885
/* Proofread */
78922
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||97|}}</noinclude>{{jawa|ꦥꦼꦕꦭꦁ꧈ ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦠꦸꦚ꧀ꦗꦁꦥꦔꦗꦼꦁꦔꦺ꧈ ꦮꦠꦮꦶꦱ꧀ꦮꦺꦴꦁꦥꦶꦠꦸꦁꦢꦱ꧈ ꦏꦁꦱꦩꦶꦏꦼꦏꦼꦩ꧀ꦥꦼꦭ꧀ꦭꦤ꧀ ꦲꦫꦩꦺꦒꦚ꧀ꦗꦸꦂꦒꦶꦤꦚ꧀ꦗꦸꦂ꧈ ꦒꦼꦤ꧀ꦠꦶꦲꦱꦺꦴꦂꦭꦺꦴꦁꦭꦶꦤꦺꦴꦁꦔꦤ꧀꧈ ꧅ ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦱꦿꦶꦧꦸꦥꦠꦶ꧈ ꦫꦩꦥꦿꦧꦸꦲꦶꦁꦔꦸꦫꦔꦤ꧀ ꦲꦔꦪꦺꦴꦤ꧀ꦤꦶꦩꦫꦶꦁꦲꦶꦁꦔꦺꦴꦁ꧈ ꦱꦥꦏꦁꦢꦺꦤ꧀ꦲꦤ꧀ꦢꦼꦭ꧀ꦭꦼꦤ꧀ꦤ꧈ ꦩꦠꦸꦂꦫꦏꦾꦤ꧀ꦲꦥꦠꦾ꧈ ꦫꦩꦠꦸꦮꦤ꧀ꦱꦁꦲꦥꦿꦧꦸ꧈ ꦏꦣꦸꦭꦩꦶꦣꦔꦼꦠ꧀ꦮꦂꦠ꧉ ꧃ ꦏꦁꦏꦶꦤꦂꦪꦱꦺꦤꦥꦠꦶ꧈ ꦲꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦶꦤ꧀ꦠꦱꦿꦪ꧈ ꦫꦗꦱꦶꦤꦠꦿꦶꦪꦏꦲꦺꦴꦠ꧀ ꦏꦭꦁꦏꦸꦁꦥꦶꦤꦸꦠꦿꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦠꦶꦲꦁꦱꦏꦶꦁꦲꦭ꧀ꦢꦏ꧈ ꦱꦶꦤꦼꦁꦏꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦭꦸꦲꦸꦂ꧈ ꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁꦕꦑꦿꦤꦤꦫ꧈ꦔ꧉ ꧃ ꦲꦶꦏꦸꦏꦉꦥ꧀ꦥꦺꦱꦁꦲꦗꦶ꧈ ꦏꦁꦲꦫꦤ꧀ꦕꦕꦑꦿꦤꦒꦫ꧈ ꦧꦥꦲꦺꦤ꧀ꦲꦢꦸꦭꦤ꧀ꦲꦶꦁꦔꦺꦴꦁ꧈ ꦏꦶꦤꦼꦩ꧀ꦧꦸꦂꦲꦶꦁꦔꦢꦶꦭꦒ꧈ ꦣꦧꦺꦱꦸꦏ꧀ꦲꦮꦱ꧀ꦱꦼꦤ꧀ꦤ꧈ ꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦱꦫꦶꦩ꧀ꦥꦸꦁ꧈ ꦠꦥꦱꦸꦤ꧀ꦒꦮꦺꦠꦺꦴꦁꦠꦺꦴꦤ꧀ꦤꦤ꧀꧈ ꧃ ꦩꦸꦂꦢꦲꦔꦺꦤꦏ꧀ꦏꦶꦲꦠꦶ꧈ ꦒꦼꦭꦂꦫꦺꦫꦠꦸꦔꦸꦫꦮꦤ꧀ ꦏꦪꦢꦸꦢꦸꦫꦠꦸꦏꦲꦺꦴꦠ꧀ ꦲꦮꦺꦃꦲꦸꦗꦂꦏꦩꦤ꧀ꦢꦏ꧈ ꦒꦮꦺꦢꦺꦴꦫꦱꦼꦩ꧀ꦧꦃꦢ꧈ ꦢꦸꦤꦸꦥꦿꦠꦶꦁꦏꦃꦲꦶꦫꦠꦸ꧈ ꦲꦭꦃꦲꦶꦪꦱꦸꦩ꧀ꦧꦭꦶꦁꦔ꧉ ꧃ ꦲꦺꦃꦥꦠꦶꦃꦥꦫꦺꦤ꧀ꦠꦃꦩꦩꦶ꧈ꦱꦏꦺꦃꦲꦺꦥꦸꦁꦒꦮꦤꦶꦁꦮꦁ꧈ꦥꦣꦱꦸꦤ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦝꦸꦠ꧀ꦒꦼꦁꦠꦶꦃꦲꦺ꧈ ꦲꦗꦤꦮꦺꦴꦁꦩꦸꦭꦶꦃꦮꦫꦱ꧀ ꦲꦠꦏꦼꦂꦫꦭꦸꦢꦶꦫ꧈ ꦱꦸꦤ꧀ꦲꦗꦏ꧀ꦧꦉꦁꦔꦔꦩꦸꦏ꧀ ꦧꦺꦴꦕꦃꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦏꦱꦶꦤꦺꦴꦩ꧀ꦧꦤ꧀꧈ }}
{{C|{{Jawa|{{L|''꧑꧒꧇ ꧋ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦏꦥꦁꦒꦶꦃꦏꦭꦶꦪꦤ꧀ꦢꦺꦮꦶꦕꦺꦴꦤ꧀ꦢꦿ''<br>''ꦏꦶꦫꦟꦭꦗꦼꦁꦏꦧꦺꦴꦪꦺꦴꦁ꧉''}}}}}}
{{jawa|꧃ ꦱꦶꦤꦺꦴꦩ꧀ ꧃ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦢꦺꦤ꧀ꦤꦶꦫꦩꦩꦠꦃ꧈ ꦱꦁꦤꦠꦏꦺꦴꦤ꧀ꦢꦸꦂꦠꦸꦩꦸꦭꦶ꧈ ꦩꦊꦧꦼꦠ꧀ꦲꦶꦁꦥꦱꦁꦒꦿꦲꦤ꧀ ꦱꦁꦥꦠꦶꦃꦏꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦤꦺꦁꦗꦮꦶ꧈
}}<noinclude>{{rh|{{s|Pandji Narawangsa}} ||{{S|7}}}}</noinclude>
ftbhj3ayqqkyhy5qowaou3wlobxn1fw
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/32
250
25073
78921
2026-05-20T02:39:00Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "No. Danawa Setragandamaju. - 33 — 1. Danawa Djarameja.quicibi 2. 3. 4. „Go Djurumaja. (Punika pulasing awak awakan sami Rendumaja. lorek kados sima). Palasija. دو دو 5. Dadungawuk, ugi buta Setragandamaju. No. Danawa Kiskenda. 1. Prabu Maesasura. Danawa raton sirah kebo. 2. Patih Lembusura. Danawa sirah Sapi. 3. Djatasura. Badan kebo sirah Danawa. No. Mawi punggawa tiga saged njambut Danawa Srambahan punika wau. Danawa Pringgadani. 1. Raden Prabakesa....
78921
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>No.
Danawa Setragandamaju.
- 33 —
1. Danawa Djarameja.quicibi
2.
3.
4.
„Go Djurumaja. (Punika pulasing awak awakan sami
Rendumaja. lorek kados sima).
Palasija.
دو
دو
5. Dadungawuk, ugi buta Setragandamaju.
No.
Danawa Kiskenda.
1. Prabu Maesasura. Danawa raton sirah kebo.
2. Patih Lembusura. Danawa sirah Sapi.
3. Djatasura. Badan kebo sirah Danawa.
No.
Mawi punggawa tiga saged njambut Danawa Srambahan punika
wau.
Danawa Pringgadani.
1. Raden Prabakesa.
2.
"
Bradjadenta.
3.
"
Bradjamusti.
4.
5.
دو
دو
Bradjamingkalpa.
Bradjalamadan. (kados tjakil mripat kadondongan
inotnow magio udalan rambutipun).
6. Kalabendana. (Kados danawa endog gundul klamben).
No.
Namanipun Danawa Ngalengka.
1. Patih Prahasta.
2. Raden Aswanikumba.
3.
دو
Kumba kumba.
4. Wirupaksa.
5. Djambumangli.
6. Wilkampana.
7. Maritja.
8. Mintragna.
9. Sukasrana.
10. Wikataksini.
11. Tatakakija.
12. Karadusana.
13. Wilohitaksa.
14. Wiroda.<noinclude></noinclude>
6nsfykqc9u57r964jgu7dg0pve729f7
78923
78921
2026-05-20T02:52:15Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78923
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 33 —}}</noinclude>'''Danawa Setragandamaju.'''
No.
{|
|-
|| 1. || Danawa || Djarameja ||
|-
|| 2. || " || Djurumaja. || (Punika pulasing awak awakan sami lorek kados sima).
|-
|| 3. || " || Rendumaja. ||
|-
|| 4. || " || Palasija. ||
|-
|| 5. || Dadungawuk, ugi buta Setragandamaju. || ||
|}
'''Danawa Kiskenda.'''
No.
<ol>
<li>Prabu Maesasura. Danawa raton sirah kebo.</li>
<li>Patih Lembusura. Danawa sirah Sapi.</li>
<li>Djatasura. Badan kebo sirah Danawa.<br>Mawi punggawa tiga saged njambut Danawa Srambahan punika wau.</li>
</ol>
'''Danawa Pringgadani.'''
No.
{|
|-
|| 1. || Raden || Prabakesa.||
|-
|| 2.|| " || Bradjadenta.||
|-
|| 3.|| " || Bradjamusti.||
|-
|| 4.|| " || Bradjamingkalpa. ||
|-
|| 5.|| " || Bradjalamadan. || (kados tjakil mripat kadondongan udalan rambutipun).
|-
|| 6. || Kalabendana. (Kados danawa endog gundul klamben).|| ||
|}
'''Namanipun Danawa Ngalengka.'''
No.
<ol>
<li>Patih Prahasta.</li>
<li>Raden Aswanikumba.</li>
<li>{{gap}}"{{Gap}} Kumba kumba.</li>
<li>Wirupaksa.</li>
<li>Djambumangli.</li>
<li>Wilkampana.</li>
<li>Maritja.</li>
<li>Mintragna.</li>
<li>Sukasrana.</li>
<li>Wikataksini.</li>
<li>Tatakakija.</li>
<li>Karadusana.</li>
<li>Wilohitaksa.</li>
<li>Wiroda.</li>
</ol><noinclude></noinclude>
gdvdxgnr3r67ktkx7bvjj62kdd0o8nf
79040
78923
2026-05-20T05:44:28Z
Ris00l may00
1455
/* Durung katitiwaca: dibalikkan karena penggunaan template tidak tepat */
79040
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Ris00l may00" />{{rh||— 33 —}}</noinclude>'''Danawa Setragandamaju.'''
No.
{|
|-
|| 1. || Danawa || Djarameja ||
|-
|| 2. || " || Djurumaja. || (Punika pulasing awak awakan sami lorek kados sima).
|-
|| 3. || " || Rendumaja. ||
|-
|| 4. || " || Palasija. ||
|-
|| 5. || Dadungawuk, ugi buta Setragandamaju. || ||
|}
'''Danawa Kiskenda.'''
No.
<ol>
<li>Prabu Maesasura. Danawa raton sirah kebo.</li>
<li>Patih Lembusura. Danawa sirah Sapi.</li>
<li>Djatasura. Badan kebo sirah Danawa.<br>Mawi punggawa tiga saged njambut Danawa Srambahan punika wau.</li>
</ol>
'''Danawa Pringgadani.'''
No.
{|
|-
|| 1. || Raden || Prabakesa.||
|-
|| 2.|| " || Bradjadenta.||
|-
|| 3.|| " || Bradjamusti.||
|-
|| 4.|| " || Bradjamingkalpa. ||
|-
|| 5.|| " || Bradjalamadan. || (kados tjakil mripat kadondongan udalan rambutipun).
|-
|| 6. || Kalabendana. (Kados danawa endog gundul klamben).|| ||
|}
'''Namanipun Danawa Ngalengka.'''
No.
<ol>
<li>Patih Prahasta.</li>
<li>Raden Aswanikumba.</li>
<li>{{gap}}"{{Gap}} Kumba kumba.</li>
<li>Wirupaksa.</li>
<li>Djambumangli.</li>
<li>Wilkampana.</li>
<li>Maritja.</li>
<li>Mintragna.</li>
<li>Sukasrana.</li>
<li>Wikataksini.</li>
<li>Tatakakija.</li>
<li>Karadusana.</li>
<li>Wilohitaksa.</li>
<li>Wiroda.</li>
</ol><noinclude></noinclude>
cxg4dip83n40ffndpls9h49jkvzap2m
79046
79040
2026-05-20T05:57:30Z
Thersetya2021
125
/* Titiwaca */
79046
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{rh||— 33 —}}</noinclude>::'''Danawa Setragandamaju.'''
No.
#Danawa Djarameja.
#{{gap}},,{{gap}} Djurumaja.(Punika pulasing awak awakan sami
#{{gap}},,{{gap}} Rendumaja. lorek kados sima)
#{{gap}},,{{gap}} Palasija.
#Dadungawuk, ugi buta Setragandamaju.<br>
::'''Danawa Kiskenda.'''
No.
#Prabu Maesasura. Danawa raton sirah kebo.
#Patih Lembusura. Danawa sirah Sapi.
#Djatasura. Badan kebo sirah Danama.<br>Mawi punggawa tiga saged njambut Danawa Srambahan punika wau.<br>
::'''Danawa Pringgadani.'''
No.
#Raden Prabakesa.
#{{gap}},,{{gap}} Bradjadenta.
#{{gap}},,{{gap}} Bradjamusti.
#{{gap}},,{{gap}} Bradjamingkalpa.
#{{gap}},,{{gap}} Bradjalamadan. (kados tjakil mripat kadondongan udalan rambutipun.)
#Kalabendana (kados danawa endog gundul klamben).<br>
::'''Namanipun Danawa Ngalengka.'''
No.
#Patih Prahasta.
#Raden Aswanikumba.
#{{gap}},,{{gap}}Kumba kumba.
#Wirupaksa.
#Djambumangli.
#Wilkampana.
#Maritja.
#Mintragna.
#Sukasrana.
#Wikataksini.
#Tatakakija.
#Karadusana.
#Wilohitaksa.
#Wiroda.<noinclude></noinclude>
t4sf2blmmlb8roabduuhiv4z2fzgrwo
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/51
250
25074
78924
2026-05-20T02:52:54Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "-52- Wajang Purwa Raden HARDJOENA wanda KINANTI Sajid Wajang Gedog Raden GOENOENGSARI"
78924
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>-52-
Wajang Purwa
Raden HARDJOENA wanda KINANTI
Sajid
Wajang Gedog
Raden GOENOENGSARI<noinclude></noinclude>
b06930nr67h6yx0d1radduwxg3wl3uu
78926
78924
2026-05-20T02:57:14Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78926
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 52 —}}</noinclude>
[[Barkas:Raden HARDJOENA wanda KINANTI.jpg|bingkai|kiri|'''Wajang Purwa'''<br> Raden HARDJOENA wanda KINANTI]]
[[Barkas:Raden GOENOENGSARI.jpg|bingkai|ka|'''Wajang Gedog'''<br>Raden GOENOENGSARI]]<noinclude></noinclude>
eh5mpqbi823dpr15uuycwy470saxx9x
78996
78926
2026-05-20T04:45:34Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
78996
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" />{{rh||— 52 —}}</noinclude>
[[Barkas:Raden HARDJOENA wanda KINANTI.jpg|bingkai|kiri|'''Wajang Purwa'''<br> Raden HARDJOENA wanda KINANTI]]
[[Barkas:Raden GOENOENGSARI.jpg|bingkai|ka|'''Wajang Gedog'''<br>Raden GOENOENGSARI]]<noinclude></noinclude>
60bwro4ypn6x461rg83jbrc7pmco3hv
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/53
250
25075
78927
2026-05-20T02:57:44Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "Maslang Sej Kitzlang. Sajiel. Wajang Madija Prabu DJAJABAJA Wajang Klitik Raden SIOENGWANARA."
78927
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Maslang Sej
Kitzlang. Sajiel.
Wajang Madija
Prabu DJAJABAJA
Wajang Klitik
Raden SIOENGWANARA.<noinclude></noinclude>
c1twvklip21ccysuaomerpc4y43kp50
78928
78927
2026-05-20T03:00:24Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78928
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Barkas:Prabu DJAJABAJA.jpg|bingkai|kiri|'''Wajang Madija'''<br> Prabu DJAJABAJA]]
[[Barkas:Raden SIOENGWANARA.jpg|bingkai|ka|'''Wajang Klitik'''<br> Raden SIOENGWANARA.]]<noinclude></noinclude>
2g7pzyjgm0aty7f8kv7h0prdrjifwy3
78998
78928
2026-05-20T04:46:49Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
78998
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" /></noinclude>[[Barkas:Prabu DJAJABAJA.jpg|bingkai|kiri|'''Wajang Madija'''<br> Prabu DJAJABAJA]]
[[Barkas:Raden SIOENGWANARA.jpg|bingkai|ka|'''Wajang Klitik'''<br> Raden SIOENGWANARA.]]<noinclude></noinclude>
68dchqu8ie6vfe1903e0up4swwdt6wt
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/21
250
25076
78929
2026-05-20T03:00:56Z
Abdansykr26
860
/* Titiwaca */
78929
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||19}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦫꦸꦧꦸꦁꦫꦸꦧꦸꦁꦲꦥꦠꦮꦺꦴꦁꦲꦢꦸꦲꦪꦩ꧀ ꧅ ꦥꦪꦺꦴꦣꦺꦴꦪꦺꦴꦏ꧀ꦥꦶꦤꦫꦤ꧀ꦤꦤ꧀ ꦩꦺꦤꦏ꧀ꦦꦿꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦤꦲꦸꦂꦫꦶ꧈ ꦏꦶꦫꦏꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦥꦸꦤꦥ꧈ ꦮꦲꦸꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦺꦤ꧀ꦠꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦥꦪꦺꦴꦏꦶꦫꦏꦲꦒ꧀ꦭꦶꦱ꧀ ꦱꦏ꧀ꦱꦤꦥꦣꦭꦸꦩꦏꦸ꧈ ꦯꦢꦸꦭꦸꦩꦸꦂꦦꦿꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠ꧈ ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦔꦂꦱꦤꦺꦏꦶꦮꦱꦶ꧈ ꦥꦤ꧀ꦩꦭꦺꦴꦩ꧀ꦥꦺꦴꦁꦏꦱ꧀ꦩꦫꦤ꧀ꦢꦺꦤ꧀ꦚꦠꦸꦩꦶꦔꦭ꧀꧈ ꧅ ꦲꦱ꧀ꦩꦫꦢꦤ ꧅ ꦲꦔꦊꦩ꧀ꦱꦗꦿꦺꦴꦤꦺꦴꦁꦲꦠꦶ꧈ ꦲꦶꦏꦶꦮꦺꦴꦁꦧꦒꦸꦱ꧀ꦲꦸꦠꦩ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦠꦤ꧀ꦲꦤꦮꦶꦤꦲꦺꦴꦤ꧀ ꦏꦶꦮꦱꦶꦏꦁꦭꦒꦶꦥꦿꦥ꧀ꦠ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦠꦏꦪꦏꦼꦩ꧀ꦧꦂ꧈ ꦲꦶꦪꦭꦮꦤ꧀ꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦤꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿꦏꦱꦠꦿꦶꦪꦤ꧀꧈ ꧃ ꦏꦶꦩꦺꦤꦏ꧀ꦦꦿꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁ꧈ ꦱꦏꦶꦁꦲꦶꦁꦠꦩ꧀ꦧꦼꦠꦏꦮꦹꦭ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦣꦠꦼꦁꦤꦏ꧀ꦏꦶꦁꦲꦁꦒꦺꦂ꧈ ꦠꦺꦗꦠꦺꦗꦱꦸꦊꦏ꧀ꦱꦤ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦲꦚꦂꦏꦠꦶꦔꦭ꧀ ꦊꦏ꧀ꦱꦤꦤꦺꦮꦺꦴꦁꦲꦧꦒꦸꦱ꧀ ꦲꦶꦁꦮꦶꦁꦏꦶꦁꦥꦸꦤ꧀ꦢꦶꦥꦶꦤꦺꦴꦁꦏ꧉ ꧄ ꦏꦥꦶꦁꦏꦭꦶꦃꦲꦺꦮꦺꦴꦁꦧꦼꦤ꧀ꦛꦶꦁ꧈ ꦲꦶꦁꦔꦗꦼꦁꦥꦸꦤ꧀ꦢꦶꦱꦶꦤꦼꦢꦾ꧈ ꦠꦶꦒꦱ꧀ꦏꦮꦸꦂꦪꦤ꧀ꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ ꦱꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦶꦤꦩ꧀ꦧꦠ꧀ꦠꦶꦁꦤꦩ꧈ ꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁꦏꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ꧈ ꦱꦶꦫꦲꦠꦏꦺꦴꦤ꧀ꦩꦫꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ ꦩꦤ꧀ꦭꦼꦩꦸꦥꦶꦤꦁꦏꦤꦶꦁꦮꦁ꧉ ꧄ ꦲꦶꦁꦮꦸꦏꦶꦂꦕꦼꦩꦫꦮꦶꦭꦶꦱ꧀ ꦩꦤ꧀ꦭꦼꦩꦸꦮꦶꦱ꧀ꦩꦩꦤꦶꦫ꧈ ꦲꦤꦢꦺꦤꦺꦏꦱꦶꦃꦲꦶꦁꦔꦺꦴꦁ꧈ ꦏꦶꦲꦸꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦱ꧈ ꦲꦶꦪꦗꦸꦗꦸꦭꦸꦏ꧀ꦏꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦏꦮꦱꦶꦲꦚ꧀ꦗꦪꦺꦁꦱꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ ꦧꦺꦴꦕꦃꦭꦢꦏ꧀ꦏꦢꦸꦭꦸꦂꦫꦤ꧀꧈ ꧄ ꦩꦶꦭꦠꦼꦣꦏ꧀ꦱꦏꦶꦁꦮꦸꦏꦶꦂ꧈ ꦲꦂꦱꦩꦊꦧꦸꦔꦮꦸꦭ꧈ ꦩꦿꦶꦁꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦢꦶꦥꦔꦤ꧀ꦠꦺꦤ꧀ ꦩꦺꦴꦏꦭ꧀ꦪꦺꦤ꧀ꦤꦺꦴꦫꦲꦂꦱꦲ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦕꦶꦤꦕꦢ꧀ꦲꦥ꧈ ꦮꦂꦤꦏꦸꦲꦤꦺꦴꦩ꧀ꦲꦧꦒꦸꦱ꧀ ꦲꦩꦸꦥꦸꦒ꧀ꦒꦶꦲꦶꦁꦲꦒꦸꦤ꧉ ꧄ ꦩꦺꦤꦏ꧀ꦦꦿꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦤꦲꦸꦂꦫꦶ꧈ ꦲꦺꦱ꧀ꦠꦸꦪꦺꦤ꧀ꦫꦲ
}}<noinclude></noinclude>
ian2yqgjywplvdx39b30gseqeoizhr7
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/54
250
25077
78930
2026-05-20T03:00:56Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "Kidalang Sajul. Wajang Doepara Harija DJIPANG Wajang Golek Dewi KOERAISIN Plochie Sand."
78930
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Kidalang Sajul.
Wajang Doepara
Harija DJIPANG
Wajang Golek
Dewi KOERAISIN
Plochie
Sand.<noinclude></noinclude>
jar5pjxdolor9te9ajgrrmtbt40t7qr
78931
78930
2026-05-20T03:03:27Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78931
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>
[[Barkas:Harija DJIPANG.jpg|bingkai|kiri|'''Wajang Doepara'''<br>Harija DJIPANG]]
[[Barkas:Wajang Golek Dewi KOERAISIN.jpg|bingkai|ka|'''Wajang Golek'''<br>Dewi KOERAISIN]]<noinclude></noinclude>
3fwefmrav3s2c9mm6e3tm3xt4dx4zw9
78999
78931
2026-05-20T04:47:01Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
78999
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" /></noinclude>
[[Barkas:Harija DJIPANG.jpg|bingkai|kiri|'''Wajang Doepara'''<br>Harija DJIPANG]]
[[Barkas:Wajang Golek Dewi KOERAISIN.jpg|bingkai|ka|'''Wajang Golek'''<br>Dewi KOERAISIN]]<noinclude></noinclude>
bzcxnx0uxbuqday047taazjeoz103ou
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/56
250
25078
78932
2026-05-20T03:04:28Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "a Blockis. Sajid. Wajang Menak Prabu NOESIRWAN Sajid- Wajang Djawa Raden DJOKOTINGKIR"
78932
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>a
Blockis. Sajid.
Wajang Menak
Prabu NOESIRWAN
Sajid-
Wajang Djawa
Raden DJOKOTINGKIR<noinclude></noinclude>
cwdramlk309e86pyhv9mkmtvnnq59ox
78933
78932
2026-05-20T03:07:04Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78933
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Barkas:Wajang Menak Prabu NOESIRWAN.jpg|bingkai|kiri|'''Wajang Menak'''<br> Prabu NOESIRWAN]]
[[Barkas:Wajang Djawa Raden DJOKOTINGKIR.jpg|bingkai|ka|'''Wajang Djawa'''<br> Raden DJOKOTINGKIR]]<noinclude></noinclude>
19htcq8z71a9mdljj0pgy8rxs7ig6sf
79001
78933
2026-05-20T04:48:46Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
79001
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" /></noinclude>[[Barkas:Wajang Menak Prabu NOESIRWAN.jpg|bingkai|kiri|'''Wajang Menak'''<br> Prabu NOESIRWAN]]
[[Barkas:Wajang Djawa Raden DJOKOTINGKIR.jpg|bingkai|ka|'''Wajang Djawa'''<br> Raden DJOKOTINGKIR]]<noinclude></noinclude>
l1cmbgsm4foj2290423uxqewz0p75i6
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/58
250
25079
78934
2026-05-20T03:07:36Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "Wajang Kantjil Kantjil nengga djenang Dodol. in die Tletong kangge ngapusi Sima Gembong. Wajang Perdjoangan Lampahan Babad Dipanegaran katindakaken dening Sdr. Sajid."
78934
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>Wajang Kantjil
Kantjil nengga djenang Dodol.
in die Tletong kangge ngapusi Sima Gembong.
Wajang Perdjoangan
Lampahan Babad Dipanegaran katindakaken dening Sdr. Sajid.<noinclude></noinclude>
f0asloj3zuofqafgp9mzdfpmp4sp59o
78935
78934
2026-05-20T03:10:54Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78935
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Barkas:Wajang Kantjil.jpg|bingkai|pus|{{c|'''Wajang Kantjil'''<br>''Kantjil nengga djenang Dodol.''<br>''Tletong kangge ngapusi Sima Gembong.''}}]]
[[Barkas:Wajang Perdjoangan.jpg|bingkai|pus|{{c|'''Wajang Perdjoangan'''<br>''Lampahan Babad Dipanegaran katindakaken dening Sdr. Sajid.''}}]]<noinclude></noinclude>
drlifqk2oq6if3tunlcxa8fjwehm9t7
79003
78935
2026-05-20T04:51:09Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
79003
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" /></noinclude>[[Barkas:Wajang Kantjil.jpg|bingkai|pus|{{c|'''Wajang Kantjil'''<br>''Kantjil nengga djenang Dodol.''<br>''Tletong kangge ngapusi Sima Gembong.''}}]]
[[Barkas:Wajang Perdjoangan.jpg|bingkai|pus|{{c|'''Wajang Perdjoangan'''<br>''Lampahan Babad Dipanegaran katindakaken dening Sdr. Sajid.''}}]]<noinclude></noinclude>
6livdsncn4szmaal4puz1egbau3jx4y
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/60
250
25080
78936
2026-05-20T03:11:26Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "- - 61 - Sajid. Wanda KARNA. Dewa dadi ngetjis bumi th. 1541. этори"
78936
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>-
- 61 -
Sajid.
Wanda KARNA.
Dewa dadi ngetjis bumi th. 1541.
этори<noinclude></noinclude>
0d0owgsw1deqgbrqzh0z4fejuq0w0fp
78937
78936
2026-05-20T03:13:39Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78937
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 61 —}}</noinclude>[[Barkas:Wanda KARNA.jpg|bingkai|pus|{{c|''Wanda KARNA.''<br>'''Dewa dadi ngetjis bumi th. 1541.'''}}]]<noinclude></noinclude>
7z352r8mk27v77u5whqlftag3jy3flg
79005
78937
2026-05-20T04:52:34Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
79005
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" />{{rh||— 61 —}}</noinclude>[[Barkas:Wanda KARNA.jpg|bingkai|pus|{{c|''Wanda KARNA.''<br>'''Dewa dadi ngetjis bumi th. 1541.'''}}]]<noinclude></noinclude>
d5um1v5zw7mkherh3se04deqc3o03tf
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/62
250
25081
78938
2026-05-20T03:14:06Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "餐餐 健康 त Kidelong Sojil. Kidolang Sajid Danawa PANJARENG Tangan Jaksa Satataning Djanma. Danawa RAMBOET GENI Urubing wajang gumuling tunggal th, 1563."
78938
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>餐餐
健康
त
Kidelong
Sojil.
Kidolang Sajid
Danawa PANJARENG
Tangan Jaksa Satataning Djanma.
Danawa RAMBOET GENI
Urubing wajang gumuling tunggal th, 1563.<noinclude></noinclude>
0eoq1qlkudgf1p8f3234sks664byhzb
78939
78938
2026-05-20T03:17:37Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78939
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Barkas:Danawa PANJARENG.jpg|bingkai|kiri|{{c|''Danawa PANJARENG''<br>'''Tangan Jaksa Satataning Djanma.'''}}]]
[[Barkas:Danawa RAMBOET GENI.jpg|bingkai|ka|{{c|''Danawa RAMBOET GENI''<br>'''Urubing wajang gumuling tunggal th, 1563.'''}}]]<noinclude></noinclude>
0ms343rg5r52pmvntmyrwwntkpe5e9z
79007
78939
2026-05-20T04:54:07Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
79007
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" /></noinclude>[[Barkas:Danawa PANJARENG.jpg|bingkai|kiri|{{c|''Danawa PANJARENG''<br>'''Tangan Jaksa Satataning Djanma.'''}}]]
[[Barkas:Danawa RAMBOET GENI.jpg|bingkai|ka|{{c|''Danawa RAMBOET GENI''<br>'''Urubing wajang gumuling tunggal th, 1563.'''}}]]<noinclude></noinclude>
s8a6zjmj1a7wwphay1dv4428kuzie8o
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/63
250
25082
78940
2026-05-20T03:17:51Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "- 64- Sajid. Wanda ARTJA Hestining Pandita marganing Dewa th. 1578."
78940
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>-
64-
Sajid.
Wanda ARTJA
Hestining Pandita marganing Dewa th. 1578.<noinclude></noinclude>
34dpjqxyl9jclp9sfkrs3cahfzyvcml
78942
78940
2026-05-20T03:19:19Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78942
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 64 —}}</noinclude>[[Barkas:Wanda ARTJA.jpg|bingkai|pus|{{c|''Wanda ARTJA''<br>'''Hestining Pandita marganing Dewa th. 1578.'''}}]]<noinclude></noinclude>
k4cyu6el98j72e0uew5kjc86kwc9i4r
79008
78942
2026-05-20T04:54:20Z
Khusna Safira
1759
/* Absah */
79008
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Khusna Safira" />{{rh||— 64 —}}</noinclude>[[Barkas:Wanda ARTJA.jpg|bingkai|pus|{{c|''Wanda ARTJA''<br>'''Hestining Pandita marganing Dewa th. 1578.'''}}]]<noinclude></noinclude>
bqa1y2qrsdl8so6mmpic2uotq1t2otg
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/22
250
25083
78941
2026-05-20T03:18:10Z
Abdansykr26
860
/* Titiwaca */
78941
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||20}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦥꦤ꧀ꦲꦂꦱꦧꦶꦤꦪꦁꦏꦫꦺ꧈ ꦭꦤ꧀ꦢꦺꦮꦶꦕꦺꦴꦤ꧀ꦢꦿꦑꦶꦫꦤ꧈ ꦧꦺꦚ꧀ꦗꦁꦧꦸꦢꦕꦼꦩꦼꦁꦔꦤ꧀ ꦲꦤꦼꦁꦒꦶꦃꦥꦔꦫꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦒꦶꦃꦢꦮꦼꦒꦏꦥꦱꦁꦪꦺꦴꦒ꧉ ꧄ ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦱꦶꦁꦒꦶꦃꦱꦁꦲꦥꦼꦏꦶꦏ꧀ ꦲꦂꦱꦩꦊꦧꦸꦔꦮꦸꦭ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦣꦠꦼꦁꦫꦢꦺꦤ꧀ꦱꦶꦤꦺꦴꦩ꧀ ꦏꦮꦸꦭꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦱꦩꦂꦒ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦔ꧀ꦭꦫꦥ꧀ꦥꦼꦤ꧀ꦤ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦣꦠꦼꦁꦱꦁꦲꦧꦒꦸꦱ꧀ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦢꦶꦏꦮꦭꦁꦢꦿꦶꦪ꧉ ꧄ ꦏꦥꦶꦁꦏꦭꦶꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦩꦭꦶꦃ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦏꦮꦸꦭꦥꦸꦤꦶꦏ꧈ ꦣꦥꦸꦂꦫꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦮꦺꦴꦤ꧀ꦲꦮꦺꦴꦤ꧀ ꦏꦁꦮꦸꦭꦸꦕꦸꦩ꧀ꦧꦸꦫꦲꦢꦾꦤ꧀ ꦥꦸꦠꦿꦲꦶꦁꦣꦮꦸꦃꦩꦂꦩ꧈ ꦭꦩ꧀ꦥꦃꦏꦮꦸꦭꦲꦶꦔꦸꦠꦸꦱ꧀ ꦔꦸꦭꦠ꧀ꦠꦶꦧꦣꦺꦥꦥꦠꦃ꧉ ꧄ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦏꦁꦥꦿꦪꦺꦴꦒꦲꦺꦚ꧀ꦗꦶꦁ꧈ ꦏꦁꦲꦁꦒꦮꦏꦼꦩ꧀ꦧꦂꦩꦪꦁ꧈ ꦩꦺꦤ꧀ꦢꦃꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦱꦸꦏꦤꦺ꧈ ꦑꦸꦢꦗꦪꦺꦁꦱꦼꦏꦂꦫꦶꦪꦏ꧀ ꦲꦶꦏꦸꦢꦸꦢꦸꦫꦫꦱꦤ꧀ ꦥꦤ꧀ꦲꦏꦸꦢꦸꦢꦸꦮꦺꦴꦁꦥꦸꦤꦸꦏ꧀ ꦢꦠꦤ꧀ꦒꦼꦊꦩ꧀ꦔꦼꦩ꧀ꦧꦂꦩꦪꦁ꧉ ꧄ ꦥꦤ꧀ꦠꦼꦱ꧀ꦱꦺꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦩꦤ꧀ꦛꦸꦏ꧀ꦩꦤ꧀ꦛꦸꦏ꧀ꦤꦸꦁꦒꦁꦗꦫꦤ꧀ ꦲꦏꦸꦲꦔꦥꦶꦠ꧀ꦔꦶꦱꦺꦴꦂꦫꦺ꧈ ꦲꦶꦪꦗꦗꦭꦸꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦤꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁꦩꦺꦤꦏ꧀ꦦꦿꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠ꧈ ꦒꦶꦃꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦱꦁꦔꦲꦧꦒꦸꦱ꧀ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦢꦶꦏꦮꦭꦁꦢꦿꦶꦪ꧉ ꧄ ꦏꦮꦸꦭꦏꦁꦲꦂꦒꦹꦃꦲꦶ꧈ ꦱꦏꦶꦁꦥꦩꦸꦤ꧀ꦝꦸꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦤꦶꦫ꧈ ꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦲꦂꦪꦮꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱꦺ꧈ ꦭꦁꦏꦸꦁꦲꦩ꧀ꦧꦼꦏ꧀ꦥꦭꦩꦂꦠ꧈ ꦲꦫꦶꦱ꧀ꦏꦁꦥꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧈ ꦲꦩꦸꦫꦸꦏ꧀ꦏꦶꦏꦁꦧꦭꦶꦭꦹ꧈ ꦲꦔꦥꦸꦫꦲꦶꦁꦏꦁꦢꦺꦴꦱ꧉ ꧄ ꦱꦩꦤꦥꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦏꦺꦫꦶꦁ꧈ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦏꦸꦢꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦯ꧈ ꦩꦫꦁꦥꦤꦏꦮꦤ꧀ꦏꦫꦺꦴ꧈ ꦏꦭꦁꦏꦸꦁꦱꦸꦏꦏꦁꦩꦤꦃ꧈ ꦱꦶꦫꦩꦺꦤꦏ꧀ꦦꦿꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠ꧈ ꦥꦶꦠꦸꦮꦶꦤ꧀ꦏꦶꦯꦢꦸꦭꦸꦩꦸꦂ꧈ ꦲꦔꦿꦱꦪꦺꦤ꧀ꦲꦁꦱꦭ꧀ꦏꦂꦪ꧉ ꧃ ꦏꦁꦏꦫꦶꦱꦩꦾꦒꦼꦁꦧꦿꦁꦠꦶ꧈ ꦱꦏꦺꦃꦲꦶꦁꦥꦫꦮꦤꦺꦴꦢꦾ꧈ ꦢꦢꦾꦲꦩꦶꦫꦔꦸꦏꦧꦺꦃ꧈ ꦭꦭꦶꦥ
}}<noinclude></noinclude>
0cso28olm4nm44kkdqc8589hno86ox0
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/65
250
25084
78943
2026-05-20T03:19:53Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "- 66 - gais ginagoignage sizce sojai ginagogia : argilede de A balenit ningnum tolism alinu int mini wal diraus a imaca iwej den oclcb WALIAN MUDAD JACTULTAW TIODIN TUMAM ALAND AREALT ing linu' Danawa KENJAWANDOE Buta nembah rarasing Nata. Wanda GEDROEG"
78943
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>- 66 -
gais ginagoignage sizce sojai ginagogia :
argilede de
A
balenit
ningnum
tolism alinu
int mini wal diraus a
imaca iwej den
oclcb
WALIAN MUDAD JACTULTAW TIODIN
TUMAM ALAND
AREALT
ing linu'
Danawa KENJAWANDOE
Buta nembah rarasing Nata.
Wanda GEDROEG<noinclude></noinclude>
tarq1wm1jp1xp127k8z9x70bdr9pqte
78944
78943
2026-05-20T03:23:18Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78944
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" />{{rh||— 66 —}}</noinclude>[[Barkas:Danawa KENJAWANDOE.jpg|bingkai|kiri|{{c|''Danawa KENJAWANDOE''<br>Buta nembah rarasing Nata.}}]]
[[Barkas:Wanda GEDROEG.jpg|bingkai|ka|{{c|''Wanda GEDROEG''}}]]<noinclude></noinclude>
psppwa0o5shw06fbgfz6jdx4ccgf0xy
79012
78944
2026-05-20T04:59:19Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79012
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||— 66 —}}</noinclude>[[Barkas:Danawa KENJAWANDOE.jpg|bingkai|kiri|{{c|''Danawa KENJAWANDOE''<br>Buta nembah rarasing Nata.}}]]{{gap}}[[Barkas:Wanda GEDROEG.jpg|bingkai|ka|{{c|''Wanda GEDROEG''}}]]<noinclude></noinclude>
iwbyu0re1yae4j956dbzl7gpcgszlxe
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/67
250
25085
78945
2026-05-20T03:24:03Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "na Elfique d ACUL SO Sajid Danawa ENDOG Buta Sirna wajanging Djanma. .200 醬 888 12 (ugavi 12 Buta Lima Mangsa Djanma th. 1655."
78945
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>na Elfique d
ACUL SO
Sajid
Danawa ENDOG
Buta Sirna wajanging Djanma.
.200
醬
888
12
(ugavi
12
Buta Lima Mangsa Djanma th. 1655.<noinclude></noinclude>
lv32okylszldjxl88kjburpcriattpk
78947
78945
2026-05-20T03:26:48Z
Menyusurisudutnegeri
1514
/* Titiwaca */
78947
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Menyusurisudutnegeri" /></noinclude>[[Barkas:Danawa ENDOG.jpg|bingkai|kiri|{{c|''Danawa ENDOG''<br>Buta Sirna wajanging Djanma.}}]]
[[Barkas:Buta Lima Mangsa.jpg|bingkai|ka|{{c|Buta Lima Mangsa Djanma th. 1655.}}]]<noinclude></noinclude>
08y50t1w7vo7pw0ctdu1yjxr8702cig
79022
78947
2026-05-20T05:23:23Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79022
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" /></noinclude>[[Barkas:Danawa ENDOG.jpg|bingkai|kiri|{{c|''Danawa ENDOG''<br>'''Buta Sirna wajanging Djanma.'''}}]]
[[Barkas:Buta Lima Mangsa.jpg|bingkai|ka|{{c|'''Buta Lima Mangsa Djanma th. 1655.'''}}]]<noinclude></noinclude>
7vzlgn3tuzrnjsodhydfjl8shgh2otv
Kaca:ꦕꦫꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦯꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁ.pdf/111
250
25086
78949
2026-05-20T03:30:02Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
78949
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
78966
78949
2026-05-20T04:02:42Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
78966
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||109}}</noinclude>{{Jawa|ꦧꦶꦤꦺꦤ꧀ꦢꦿꦺꦴꦁꦲꦶꦁꦧꦼꦣꦶꦭ꧀ ꦤꦺꦴꦫꦠꦸꦩꦩ꧈
ꦏꦺꦴꦁꦱꦶꦤꦼꦭꦱ꧀ꦤꦩꦶꦩꦶꦱ꧀ ꧄ ꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦮꦶꦒ꧀ꦚꦮꦲꦸꦲꦭꦺꦴꦤ꧀ꦲꦠꦸꦂꦫꦶꦫ꧈ꦏꦮꦸꦭꦏꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶ꧈ꦕꦸꦕꦸꦭ꧀ꦲꦩ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦤꦶꦫ꧈ꦏꦢꦺꦴꦱ꧀ꦱꦒꦼꦢ꧀ꦢꦶꦒ꧀ꦢꦪ꧈ꦒꦺꦤ꧀ꦏꦸꦭꦤꦸꦮꦹꦤ꧀ꦫꦸꦩꦶꦪꦶꦤ꧀꧈ꦣꦠꦼꦁꦗꦼꦁꦥꦔꦿꦤ꧀ ꦠꦼꦔꦃꦲꦶꦁꦭꦤ꧀ꦝꦺꦴꦃꦔꦸꦤꦶ꧈ ꧄
ꦗꦼꦁꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦤꦸꦭꦾꦣꦮꦸꦃꦩꦼꦤ꧀ꦝꦼꦠ꧀ꦏꦸꦢ꧈ꦤꦸꦭꦾꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦭꦹꦁꦔꦶ꧈ꦕꦸꦱꦭ꧀ꦲꦩ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦲꦶꦏ꧈ꦤꦸꦭꦾꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦚ꧀ꦗꦠ꧈ꦏꦥꦶꦁꦒꦁꦱꦭ꧀ꦢꦠꦤ꧀ꦧꦸꦕꦶꦏ꧀ꦏꦶꦤꦺꦤ꧀ꦲꦤꦸꦩ꧀ꦧꦏ꧀ ꦠꦶꦤꦶꦠꦶꦂꦠꦤ꧀ꦤꦼꦣꦱ꧀ꦱꦶ꧈꧄ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦥꦶꦤ꧀ꦝꦃꦏꦶꦤꦭꦸꦁꦔꦏꦼꦤ꧀ꦩꦲꦺꦱ꧈ꦧꦶꦤꦺꦤ꧀ꦢꦿꦺꦴꦁꦢꦺꦤ꧀ꦧꦼꦣꦶꦭ꧀ꦭꦶ꧈ꦥꦤ꧀ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦠꦤ꧀ꦥꦱꦃ꧈ꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦝꦮꦸꦃꦕꦶꦒꦿ꧈ꦕꦸꦕꦭ꧀ꦭꦗꦼꦁꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦧꦒꦶ꧈ꦱꦩꦼꦫꦁꦩꦼꦫꦁ꧈ꦤꦼꦁꦒꦶꦃꦲꦒꦼꦁꦚꦱꦩꦶ꧈ ꧅ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦫꦢꦶꦤ꧀ꦢꦶꦤꦸꦩ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦶꦪꦁꦮꦺꦴꦁꦒ꧈ꦏꦶꦤꦂꦪꦗꦶꦩꦠ꧀ꦱꦩꦶ꧈ꦏꦧꦸꦤ꧀ꦠꦼꦭ꧀ꦲꦶꦁꦱꦶꦚ꧀ꦗꦁ꧈ꦏꦁꦒꦺꦱꦸꦥꦺꦱꦢꦪ꧈ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦏꦏꦶꦤꦂꦪꦲꦁꦏꦶꦤ꧀ ꦲꦸꦊꦱ꧀ꦚꦥꦼꦛꦏ꧀ ꦱꦩꦾꦥꦶꦤꦸꦤ꧀ꦝꦶꦥꦸꦤ꧀ꦝꦶ꧈ ꧄ꦲꦤ꧀ꦠꦫꦤꦺꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦱꦠꦼꦔꦃꦮꦸꦭꦤ꧀ ꦏꦠꦸꦂꦯꦸꦭ꧀ꦡꦤ꧀ꦩꦤ꧀ꦠꦮꦶꦱ꧀ ꦥꦉꦁꦚꦗꦼꦁꦯꦸꦭ꧀ꦡꦤ꧀ ꦱꦏꦶꦁꦲꦠꦸꦂꦫꦶꦁꦥꦢꦾ꧈ꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦮꦺꦴꦁꦒꦠꦹꦂꦲꦹꦤꦶꦁ꧈ꦩꦿꦶꦁꦏꦁꦗꦼꦁꦯꦸꦭ꧀ꦡꦤ꧀ ꦲꦒꦸꦁꦤꦒꦿꦶꦩꦤ꧀ꦠꦮꦶꦱ꧀ ꧃ ꦲꦠꦸꦂꦫꦶꦫꦮꦶꦮꦶꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦠꦼꦏꦺꦁꦮꦼꦏꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦯꦸꦭ꧀ꦡꦤ꧀ꦲꦒꦸꦁꦒꦾꦤꦸꦢꦶꦁ꧈ꦒꦤ꧀ꦝꦺꦏ꧀ꦥꦩꦗꦼꦒ꧀ꦒꦤ꧀ ꦱꦏꦮꦤ꧀ꦏꦛꦃꦲꦶꦫ꧈ꦲꦶꦔꦸꦠꦸꦱ꧀ꦩꦿꦶꦁꦭꦤ꧀ꦝꦺꦴꦃꦩꦸꦤ꧀ꦝꦶ꧈ꦤꦮꦭꦤꦶꦫ꧈ꦯꦁꦟꦡꦲꦶꦁꦩꦤ꧀ꦠꦮꦱ꧀ ꧃ ꦯꦸꦭ꧀ꦡꦤ꧀ꦲꦒꦸꦁꦲꦭꦺꦴꦤ꧀ꦲꦶꦁꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦤꦶꦫ꧈ꦩꦤ꧀ꦠꦿꦶꦱꦶꦫꦱꦸꦤ꧀ꦠꦸꦢꦶꦁ꧈ꦩꦫꦁꦭꦤ꧀ꦝꦺꦴꦃꦢꦺꦱ꧈ꦥꦫꦶꦁꦤꦏꦁꦤꦮꦭ꧈ꦠꦶꦂꦠꦏꦸꦱꦸꦩꦥꦸꦤꦶꦏꦶ꧈ ꦗꦧꦤꦶꦁꦭꦪꦁ꧈ꦠꦸꦠꦸꦂꦤꦲꦤꦏ꧀ꦩꦩꦶ꧈꧄ꦭꦸꦭꦁꦔꦶꦫꦏꦼꦧꦺꦴꦣꦸꦁꦏꦸꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦱꦸꦔꦸꦚ꧈ꦱꦸꦤ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦝꦸꦠ꧀ꦩꦿꦶꦁꦩꦤ꧀ꦠꦮꦶꦱ꧀ ꦱꦶꦫꦒꦮꦥꦶꦱꦤ꧀ ꦱꦂꦠ}}<noinclude></noinclude>
hacrtom8v6778ju3jev3e0akfsef9o7
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/23
250
25087
78961
2026-05-20T03:57:02Z
Abdansykr26
860
/* Titiwaca */
78961
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||21}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦒꦮꦺꦪꦤ꧀ꦤꦶꦫ꧈ ꦢꦢꦶꦏꦼꦩ꧀ꦧꦁꦮꦕꦤ꧈ ꦱꦤ꧀ꦝꦸꦁꦗꦼꦏ꧀ꦭꦸꦏ꧀ꦠꦶꦧꦒꦧꦿꦸꦒ꧀ ꦱꦩ꧀ꦧꦠ꧀ꦑꦸꦢꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦱ꧉ ꧃ ꦤꦼꦁꦤꦮꦲꦸꦏꦁꦭꦸꦩꦫꦶꦱ꧀ ꦮꦂꦤꦤꦼꦤ꧀ꦤꦒꦿꦶꦗꦁꦓꦭ꧈ ꦢꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦕꦸꦩꦲꦺꦴꦱ꧀ ꦥꦫꦧꦺꦴꦠ꧀ꦠꦺꦮꦺꦴꦁꦲꦔꦫꦏ꧀ ꦭꦤ꧀ꦏꦁꦢꦢꦾꦠꦺꦴꦤ꧀ꦠꦺꦴꦤ꧀ꦤꦤ꧀ ꦥꦤ꧀ꦢꦺꦴꦚꦤꦶꦫꦠꦶꦤꦮꦸ꧈ ꦱꦿꦶꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿꦲꦶꦁꦗꦁꦓꦭ꧉ ꧄ ꦢꦠꦤ꧀ꦥꦼꦒꦠ꧀ꦱꦶꦪꦁꦭꦠꦿꦶ꧈ ꦏꦱꦸꦏꦤ꧀ꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦭꦤ꧀ꦏꦁꦥꦿꦏꦢꦺꦪꦤ꧀ꦏꦧꦺꦃ꧈ ꦩꦶꦮꦃꦥꦸꦠꦿꦲꦶꦁꦩꦩꦼꦟꦁ꧈ ꦣꦠꦼꦁꦤꦒꦿꦶꦲꦶꦁꦗꦁꦓꦭ꧉ ꧃ ꦮꦂꦤꦤꦼꦤ꧀ꦢꦾꦤ꧀ꦯꦼꦏꦂꦠꦗꦶ꧈ ꦥꦶꦤꦫꦏ꧀ꦲꦤꦺꦁꦮꦶꦠꦤ꧈ ꦲꦶꦔꦪꦥ꧀ꦲꦶꦁꦥꦮꦺꦴꦁꦔꦤ꧀ꦤꦺ꧈ ꦱꦶꦪꦁꦢꦭꦸꦲꦮꦶꦫꦒ꧈ ꦤꦺꦴꦫꦱꦪꦲꦪꦸꦮ꧈ ꦮꦸꦮꦸꦃꦱꦪꦲꦁꦒꦉꦧꦾꦸꦃ꧈ ꦱꦫꦶꦫꦮꦶꦤꦶꦢꦗꦼꦤꦂ꧉ ꧃ ꦱꦶꦫꦫꦢꦺꦤ꧀ꦮꦸꦑꦶꦂꦱꦫꦶ꧈ ꦩꦸꦁꦒꦺꦁꦔꦂꦱꦤꦺꦏꦁꦫꦏ꧈ ꦲꦩꦫꦶꦏꦼꦭꦸꦭꦸꦁꦒꦸꦃꦲꦺ꧈ ꦮꦱ꧀ꦥꦩꦶꦗꦶꦭ꧀ꦲꦶꦔꦸꦱꦥ꧀ꦥꦤ꧀ ꦲꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶꦏꦁꦫꦏ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦱꦭꦶꦤ꧀ꦮꦂꦤꦤꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦱꦣꦠꦼꦁꦔꦺꦥꦔꦸꦩ꧀ꦧꦫꦤ꧀꧈ ꧃ ꦭꦁꦏꦸꦁꦧꦺꦢꦭꦤ꧀ꦏꦫꦶꦪꦶꦤ꧀ ꦢꦾꦤ꧀ꦢꦺꦮꦶꦕꦺꦴꦤ꧀ꦢꦿꦑꦶꦫꦤ꧈ ꦱꦫꦶꦫꦭꦶꦂꦠꦩ꧀ꦧꦸꦂꦲꦩꦺꦴꦃ꧈ ꦱꦩ꧀ꦧꦢꦭꦤ꧀ꦢꦼꦢꦼꦒ꧀ꦒꦶꦫ꧈ ꦏꦢꦶꦧꦛꦫꦺꦴꦢꦸꦂꦓ꧈ ꦏꦁꦲꦶꦔꦩꦺꦱꦶꦪꦁꦢꦭꦸ꧈ ꦥꦤ꧀ꦲꦩꦸꦁꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿ꧉ ꧃ ꦏꦪꦲꦒꦺꦪꦏꦥꦁꦒꦶꦃ꧈ ꦱꦶꦪꦁꦢꦭꦸꦭꦶꦂꦒꦼꦫꦤ꧀ꦠꦁ꧈ ꦤꦸꦭꦶꦏꦶꦤꦺꦤ꧀ꦩꦁꦒꦶꦃꦲꦏꦺ꧈ ꦲꦶꦪꦭꦮꦤ꧀ꦫꦗꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦢꦺꦮꦶꦕꦺꦴꦤ꧀ꦢꦿꦑꦶꦫꦤ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦱꦃꦒꦼꦢꦿꦒ꧀ꦒꦼꦢꦿꦸꦒ꧀ ꦲꦼꦩ꧀ꦧꦤ꧀ꦲꦶꦚꦱꦩꦾꦭꦠꦃ꧉ ꧃ ꦪꦠꦫꦢꦺꦤ꧀ꦮꦸꦑꦶꦂꦱꦫꦶ꧈ ꦠꦸꦩꦸꦁꦏꦸꦭ꧀ꦲꦔꦼꦩꦸꦮꦱ꧀ꦥ꧈ ꦩꦶꦲꦂꦱꦥꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦤꦺ꧈ ꦢꦾꦤ꧀ꦢꦺꦮꦶꦕꦺꦴꦤ꧀ꦢꦿꦑꦶꦫꦤ꧈ ꦤꦺꦴꦫꦩꦩ꧀ꦧꦸꦮꦤꦺꦴꦢꦾ꧈ ꦱꦺꦴꦭꦃꦲꦺꦭꦶꦂꦥꦺꦤ꧀ꦢꦃꦏꦏꦸꦁ꧈ ꦧꦪꦮꦸꦱ꧀ꦏꦂ
}}<noinclude></noinclude>
5o6use0zjkasn0jcfeuuqwqx0461khz
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/97
250
25088
78970
2026-05-20T04:09:21Z
Srijembarrahayu
882
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "{{rh|Bab:||halaman.}} {{Titik-titik daftar isi|1|'''BAB PANGRUMATING KOTAK WAJANG'''|7}} NSINNNG sRRAR PUKa. 626꧇ halema. JPA6 PANGRmATING KorAsTAANG . ꧉ 2. 64a TaRANG Nsns RIGGT TaTUNa PA6 TaRANG ANGGRNTpUN NGRRsK RIUNG. G꧑ ꧑ATNOTNAN IGKANG KRNGNNG ONAMoR. 844PANATANG NAAN IGKANG 8APR KTRaRTAKsN IG KorAK. PUKAPATaTAIGNAMASRAaA. NUNG NAANG RURTA. IG SURAKRKN. ꧑AN SUNGAN TNGRN TNUNRNKN SAPrrRUTRUN PUGr IGKANG sAM NON. RN PGsAGRaRTNNG sors SA0AA. . N...
78970
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Srijembarrahayu" />{{rh|| - 98 - }}</noinclude>{{rh|Bab:||halaman.}}
{{Titik-titik daftar isi|1|'''BAB PANGRUMATING KOTAK WAJANG'''|7}}
NSINNNG sRRAR PUKa.
626꧇
halema.
JPA6 PANGRmATING KorAsTAANG
. ꧉
2. 64a TaRANG Nsns RIGGT TaTUNa
PA6 TaRANG ANGGRNTpUN NGRRsK RIUNG.
G꧑ ꧑ATNOTNAN IGKANG KRNGNNG ONAMoR.
844PANATANG NAAN IGKANG
8APR KTRaRTAKsN IG KorAK.
PUKAPATaTAIGNAMASRAaA.
NUNG NAANG RURTA. IG SURAKRKN.
꧑AN SUNGAN TNGRN TNUNRNKN
SAPrrRUTRUN PUGr IGKANG sAM NON.
RN PGsAGRaRTNNG sors SA0AA. .
NAMANGPAOAMRRAGRMRUN PAKAGNANG.
KG꧑G ..
PUKA NAMA NaMANG PAR WaRRwR
ANNAGAKTTRNN IGKANG KUOT)A ONrRN
GENAAPANNG KINGGNr PURw.
꧑AKANNG NAGA SaaRANG IGKANG KU꧉
aRR Tasuos KINGGrR PURw.
NAMA RmASRMANBUN PAKAKoRw
10
NAA PIAORNANRUN RARA. SaA
11
NAMA PRAARANING PARA PAMRA
NANKANGAMG PKAINaa
.
13NAMANNG PAPAMANAN IGKANG WONrRNNa꧉
* .
PUrA P TTmassN KAos GRGAMa꧉
14꧇
꧑꧑G ꧑ANG PUꦨ꧑. . . . . . . ..
AKNTARNNNG TAAN I SUaKR
642 aANG MrU saKG KaTANGANN.
ꦔU꧑ꦮRꦮꦱꦱPAR6
KINGG. TATTa, GAwRNGBUN KGAN
TAKRAsANGKAA MBwr PAoos TTIANG.
SAPRwGRrAN ArN PNAm NrrRU ANG.
GRNRUAANGUN NAANG RURw.. ..
GOKONG ꧉GORONGANNG RRANGUTNANRUN
18
꧉
꧑N
843NRATANG T4ANG .. .
꧑CUNANNG NRRAAN PUA KRNGNG
20
KANGGR NRos oATRNG WRNaTRKANG
SATGGAGsATNGGAGG N4ANG<noinclude></noinclude>
p8x1tguozr1clvrzagy40cnigrceqs3
78975
78970
2026-05-20T04:26:29Z
Srijembarrahayu
882
/* Titiwaca */
78975
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" />{{rh|| - 98 - }}</noinclude>{{rh|Bab:||halaman.}}
{{Titik-titik daftar isi|1|'''BAB PANGRUMATING KOTAK WAJANG'''|7}}
{{Titik-titik daftar isi|2|'''BAB TJARANING NGISIS RINGGIT WATJUTJAL'''|7}}
{{Titik-titik daftar isi|3|'''BAB TJARANING ANGGENIPUN NGRESIKI RINGGIT WATJUTJAL INGKANG KENGING DJAMUR'''|13}}
{{Titik-titik daftar isi|4|'''BAB TJARA PANATANING WAJANG INGKANG BADE KALEBETAKEN ING KOTAK'''|17}}
{{Titik-titik daftar isi|5|'''PUNIKA BAB TJARANING NAMA SAHA WANDANING WAJANG PURWA ING SURAKARTA, KAWITAN SUMPINGAN TENGEN TUMUNTEN KIWA SAPITURUTIPUN DUMUGI INGKANG SAMI WONTEN ING SALEBETING KOTAK SADAJA'''|25}}
{{Titik-titik daftar isi|6|'''NAMANING DADAMEL AGEMIPUN PARA LINANGKUNG'''|43}}
{{Titik-titik daftar isi|7|'''PUNIKA, NAMA NAMANING PARA NARENDRA LAN NAGARINIPUN INGKANG KOTJAP WONTEN LELAMPAHANING RINGGIT PURWA'''|43}}
{{Titik-titik daftar isi|8|'''NAMANING NAGARI SABRANG INGKANG KALEBET TJARIJOS RINGGIT PURWA'''|45}}
{{Titik-titik daftar isi|9|'''NAMA PIDALEMANIPUN PARA KURAWA'''|46}}
{{Titik-titik daftar isi|10|'''NAMA PIDALEMANIPUN PARA SATRIJA'''|46}}
{{Titik-titik daftar isi|11|'''NAMA PRATAPANING PARA PANDITA'''|46}}
{{Titik-titik daftar isi|12|'''NAMA KAJANGANING PARA DJAWATA'''|47}}
{{Titik-titik daftar isi|13|'''NAMANING PATAMANAN INGKANG WONTEN NAMANIPUN'''|47}}
{{Titik-titik daftar isi|14|'''PUNIKA BAB MUDJUDAJEN RAOS GEGAMBARANING WAJANG PURWA'''|48}}
{{Titik-titik daftar isi|15|'''WARNI-WARNINING WAJANG ING SURAKARTA'''|}}
{{Titik-titik daftar isi|16|'''BAB WAJANG MITURUT SAKING KATRANGANIPUN TUWAN DR. G.A.J. HAZEU'''|60}}
{{Titik-titik daftar isi|17|'''RINGGIT WATJUTJAL GANDENGIPUN KALIJAN TJANDRASANGKALA MEMET DADOS TITIMANGSA PENGETAN TAHUN DJAWI MITURUT ANGGENIPUN AMANGUN WAJANG PURWA'''|65}}
{{Titik-titik daftar isi|18|'''GOLONG-GOLONGANING WEWANGUNANIPUN WAJANG'''|69}}
{{Titik-titik daftar isi|19|'''BAB MRIPATANING WAJANG'''|70}}
{{Titik-titik daftar isi|20|'''WAWANGUNANING MRIPATAN PUNIKA KENGING KANGGE NJEKTOSI DATENG WEWATEKANING SATUNGGAL-TUNGGALING WAJANG'''|73}}<noinclude></noinclude>
994b6arbb2kchmicxnnmedpur6xbrl9
78992
78975
2026-05-20T04:40:56Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
78992
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh|| - 98 - }}</noinclude>{{rh|Bab:||halaman.}}
{{Titik-titik daftar isi|1|'''BAB PANGRUMATING KOTAK WAJANG'''|7}}
{{Titik-titik daftar isi|2|'''BAB TJARANING NGISIS RINGGIT WATJUTJAL'''|7}}
{{Titik-titik daftar isi|3|'''BAB TJARANING ANGGENIPUN NGRESIKI RINGGIT<br> WATJUTJAL INGKANG KENGING DJAMUR'''|13}}
{{Titik-titik daftar isi|4|'''BAB TJARA PANATANING WAJANG INGKANG<br> BADE KALEBETAKEN ING KOTAK'''|17}}
{{Titik-titik daftar isi|5|'''PUNIKA BAB TJARANING NAMA SAHA WANDANING<br> WAJANG PURWA ING SURAKARTA, KAWITAN <br>SUMPINGAN TENGEN TUMUNTEN KIWA SAPITURUTIPUN DUMUGI INGKANG SAMI<br> WONTEN ING SALEBETING KOTAK SADAJA'''|25}}
{{Titik-titik daftar isi|6|'''NAMANING DADAMEL AGEMIPUN PARA LINANGKUNG'''|43}}
{{Titik-titik daftar isi|7|'''PUNIKA, NAMA NAMANING PARA NARENDRA LAN NAGARINIPUN INGKANG KOTJAP WONTEN LELAMPAHANING RINGGIT PURWA'''|43}}
{{Titik-titik daftar isi|8|'''NAMANING NAGARI SABRANG INGKANG KALEBET TJARIJOS RINGGIT PURWA'''|45}}
{{Titik-titik daftar isi|9|'''NAMA PIDALEMANIPUN PARA KURAWA'''|46}}
{{Titik-titik daftar isi|10|'''NAMA PIDALEMANIPUN PARA SATRIJA'''|46}}
{{Titik-titik daftar isi|11|'''NAMA PRATAPANING PARA PANDITA'''|46}}
{{Titik-titik daftar isi|12|'''NAMA KAJANGANING PARA DJAWATA'''|47}}
{{Titik-titik daftar isi|13|'''NAMANING PATAMANAN INGKANG WONTEN NAMANIPUN'''|47}}
{{Titik-titik daftar isi|14|'''PUNIKA BAB MUDJUDAJEN RAOS GEGAMBARANING WAJANG PURWA'''|48}}
{{Titik-titik daftar isi|15|'''WARNI-WARNINING WAJANG ING SURAKARTA'''|}}
{{Titik-titik daftar isi|16|'''BAB WAJANG MITURUT SAKING KATRANGANIPUN TUWAN DR. G.A.J. HAZEU'''|60}}
{{Titik-titik daftar isi|17|'''RINGGIT WATJUTJAL GANDENGIPUN KALIJAN TJANDRASANGKALA MEMET DADOS TITIMANGSA PENGETAN TAHUN DJAWI MITURUT ANGGENIPUN AMANGUN WAJANG PURWA'''|65}}
{{Titik-titik daftar isi|18|'''GOLONG-GOLONGANING WEWANGUNANIPUN WAJANG'''|69}}
{{Titik-titik daftar isi|19|'''BAB MRIPATANING WAJANG'''|70}}
{{Titik-titik daftar isi|20|'''WAWANGUNANING MRIPATAN PUNIKA KENGING KANGGE NJEKTOSI DATENG WEWATEKANING SATUNGGAL-TUNGGALING WAJANG'''|73}}<noinclude></noinclude>
tsq97h11w35qdtpqikync00r40c7n0l
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/24
250
25089
78972
2026-05-20T04:17:43Z
Abdansykr26
860
/* Titiwaca */
78972
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||22}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦱꦤꦶꦁꦢꦺꦮ꧉ ꧃ ꦮꦂꦤꦤꦼꦤ꧀ꦮꦲꦸꦏꦶꦮꦱꦶ꧈ ꦲꦶꦔꦶꦫꦶꦁꦩꦿꦶꦁꦥꦤꦏꦮꦤ꧀ ꦯꦢꦸꦭꦸꦩꦸꦂꦦꦿꦱꦤ꧀ꦠꦤꦺ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦲꦶꦁꦏꦱꦠꦿꦶꦪꦤ꧀ ꦲꦧ꧀ꦢꦶꦏꦫꦺꦴꦠꦸꦂꦩꦼꦤ꧀ꦝꦏ꧀ ꦥꦢꦸꦏꦏꦂꦱꦲꦏꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ ꦏꦮꦹꦭꦂꦱꦠꦸꦂꦲꦸꦤꦶꦔ꧉ ꧅ ꦣꦠꦼꦁꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁꦑꦸꦢꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦱ꧈ ꦲꦶꦪꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦏꦫꦶꦏꦺꦤꦺ꧈ ꦩꦤ꧀ꦭꦼꦩꦸꦭꦃꦩꦊꦧꦸꦮ꧈ ꦩꦠꦸꦂꦫꦫꦗꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦏꦫꦺꦴꦤꦺꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦩꦊꦧꦸ꧈ ꦩꦉꦏ꧀ꦲꦶꦁꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿ꧉ ꧄ ꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦏꦪꦥꦫꦤ꧀ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦢꦸꦠ꧈ ꦲꦥꦱꦶꦫꦲꦺꦴꦭꦺꦃꦒꦮꦺ꧈ ꦲꦸꦩꦠꦸꦂꦩꦺꦤꦏ꧀ꦦꦿꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦥꦤ꧀ꦲꦁꦱꦭ꧀ ꦏꦛꦃꦲꦺꦠꦶꦪꦁꦱꦥꦸꦭꦸꦃ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦧꦣꦺꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦥꦠꦃ꧉ ꧃ ꦲꦁꦱꦭ꧀ꦲꦸꦭꦸꦤ꧀ꦠꦥꦿꦪꦺꦴꦒꦶ꧈ ꦏꦶꦤꦺꦤ꧀ꦧꦼꦏ꧀ꦠꦏꦼꦩ꧀ꦧꦂꦩꦪꦁ꧈ ꦧꦒꦸꦱ꧀ꦩꦏ꧀ꦱꦶꦃꦲꦤꦺꦩ꧀ꦲꦤꦺꦩ꧀ ꦭꦤ꧀ꦩꦭꦶꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦮꦸꦭ꧈ ꦲꦁꦱꦭ꧀ꦮꦱꦶꦱꦠꦸꦁꦒꦭ꧀ ꦭꦒꦾꦠꦼꦣꦏ꧀ꦱꦏꦶꦁꦒꦸꦤꦸꦁ꧈ ꦮꦱ꧀ꦠꦏꦸꦢꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ꧉ ꧄ ꦧꦒꦹꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁꦏꦸꦁꦔꦶ꧈ ꦱꦗꦒꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦩꦺꦩ꧀ꦧ꧈ ꦢꦠꦤ꧀ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦏꦁꦮꦶꦤꦲꦺꦴꦤ꧀ ꦏꦢꦾꦏꦼꦩ꧀ꦧꦂꦭꦤ꧀ꦥꦢꦸꦏ꧈ ꦤꦔꦶꦁꦠꦏꦲꦺꦴꦠ꧀ꦠꦶꦫ꧈ ꦱꦏꦶꦁꦠꦮꦠꦮꦶꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦱꦶꦔꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦱꦼꦥꦸꦃꦲ꧉ ꧃ ꦤꦺꦁꦩꦂꦒꦶꦏꦮꦸꦭꦠꦫꦶ꧈ ꦥꦤ꧀ꦥꦸꦫꦸꦤ꧀ꦏꦮꦸꦭꦧꦼꦏ꧀ꦠ꧈ ꦤꦔꦶꦁꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦕꦕꦢ꧀ꦢꦺ꧈ ꦏꦶꦲꦸꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦯ꧈ ꦢꦠꦤ꧀ꦮꦒꦼꦢ꧀ꦲꦧꦱ꧈ ꦥꦔꦸꦕꦥ꧀ꦥꦺꦫꦢꦭꦁꦒꦸꦏ꧀ ꦭꦁꦒꦸꦏ꧀ꦏꦺꦥꦤ꧀ꦲꦩꦺꦴꦂꦏꦂꦂꦱ꧀ ꧄ ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦏꦏꦁꦱꦶꦫꦠꦶꦩ꧀ꦧꦭ꧀ꦭꦤ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦂꦱꦮꦿꦸꦃꦫꦸꦥꦤꦺ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦫꦤ꧀ꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦯ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦧꦒꦹꦱ꧀ꦲꦸꦠꦩ꧈ ꦦꦿꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦤꦼꦩ꧀ꦧꦃꦠꦸꦩꦸꦫꦸꦤ꧀ ꦥꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦲꦶꦁꦭꦮꦁ꧉ ꧅ ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦁ
}}<noinclude></noinclude>
0bkgngwlgxd2pdav3dcsxu0jtudoqlg
78973
78972
2026-05-20T04:19:46Z
Abdansykr26
860
78973
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||22}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦱꦤꦶꦁꦢꦺꦮ꧉ ꧃ ꦮꦂꦤꦤꦼꦤ꧀ꦮꦲꦸꦏꦶꦮꦱꦶ꧈ ꦲꦶꦔꦶꦫꦶꦁꦩꦿꦶꦁꦥꦤꦏꦮꦤ꧀ ꦯꦢꦸꦭꦸꦩꦸꦂꦦꦿꦱꦤ꧀ꦠꦤꦺ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦲꦶꦁꦏꦱꦠꦿꦶꦪꦤ꧀ ꦲꦧ꧀ꦢꦶꦏꦫꦺꦴꦠꦸꦂꦩꦼꦤ꧀ꦝꦏ꧀ ꦥꦢꦸꦏꦏꦂꦱꦲꦏꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ ꦏꦮꦹꦭꦂꦱꦠꦸꦂꦲꦸꦤꦶꦔ꧉ ꧅ ꦣꦠꦼꦁꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁꦑꦸꦢꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦱ꧈ ꦲꦶꦪꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦏꦫꦶꦏꦺꦤꦺ꧈ ꦩꦤ꧀ꦭꦼꦩꦸꦭꦃꦩꦊꦧꦸꦮ꧈ ꦩꦠꦸꦂꦫꦫꦗꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦏꦫꦺꦴꦤꦺꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦩꦊꦧꦸ꧈ ꦩꦉꦏ꧀ꦲꦶꦁꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿ꧉ ꧄ ꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦏꦪꦥꦫꦤ꧀ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦢꦸꦠ꧈ ꦲꦥꦱꦶꦫꦲꦺꦴꦭꦺꦃꦒꦮꦺ꧈ ꦲꦸꦩꦠꦸꦂꦩꦺꦤꦏ꧀ꦦꦿꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦥꦤ꧀ꦲꦁꦱꦭ꧀ ꦏꦛꦃꦲꦺꦠꦶꦪꦁꦱꦥꦸꦭꦸꦃ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦧꦣꦺꦢꦢꦺꦴꦱ꧀ꦥꦠꦃ꧉ ꧃ ꦲꦁꦱꦭ꧀ꦲꦸꦭꦸꦤ꧀ꦠꦥꦿꦪꦺꦴꦒꦶ꧈ ꦏꦶꦤꦺꦤ꧀ꦧꦼꦏ꧀ꦠꦏꦼꦩ꧀ꦧꦂꦩꦪꦁ꧈ ꦧꦒꦸꦱ꧀ꦩꦏ꧀ꦱꦶꦃꦲꦤꦺꦩ꧀ꦲꦤꦺꦩ꧀ ꦭꦤ꧀ꦩꦭꦶꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦮꦸꦭ꧈ ꦲꦁꦱꦭ꧀ꦮꦱꦶꦱꦠꦸꦁꦒꦭ꧀ ꦭꦒꦾꦠꦼꦣꦏ꧀ꦱꦏꦶꦁꦒꦸꦤꦸꦁ꧈ ꦮꦱ꧀ꦠꦏꦸꦢꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ꧉ ꧄ ꦧꦒꦹꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁꦏꦸꦁꦔꦶ꧈ ꦱꦗꦒꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦩꦺꦩ꧀ꦧ꧈ ꦢꦠꦤ꧀ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦏꦁꦮꦶꦤꦲꦺꦴꦤ꧀ ꦏꦢꦾꦏꦼꦩ꧀ꦧꦂꦭꦤ꧀ꦥꦢꦸꦏ꧈ ꦤꦔꦶꦁꦠꦏꦲꦺꦴꦠ꧀ꦠꦶꦫ꧈ ꦱꦏꦶꦁꦠꦮꦠꦮꦶꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦱꦶꦔꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦱꦼꦥꦸꦃꦲ꧉ ꧃ ꦤꦺꦁꦩꦂꦒꦶꦏꦮꦸꦭꦠꦫꦶ꧈ ꦥꦤ꧀ꦥꦸꦫꦸꦤ꧀ꦏꦮꦸꦭꦧꦼꦏ꧀ꦠ꧈ ꦤꦔꦶꦁꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦕꦕꦢ꧀ꦢꦺ꧈ ꦏꦶꦲꦸꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦯ꧈ ꦢꦠꦤ꧀ꦮꦒꦼꦢ꧀ꦲꦧꦱ꧈ ꦥꦔꦸꦕꦥ꧀ꦥꦺꦫꦢꦭꦁꦒꦸꦏ꧀ ꦭꦁꦒꦸꦏ꧀ꦏꦺꦥꦤ꧀ꦲꦩꦺꦴꦂꦏꦂꦱ꧀ ꧄ ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦏꦏꦁꦱꦶꦫꦠꦶꦩ꧀ꦧꦭ꧀ꦭꦤ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦂꦱꦮꦿꦸꦃꦫꦸꦥꦤꦺ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦫꦤ꧀ꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦯ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦧꦒꦹꦱ꧀ꦲꦸꦠꦩ꧈ ꦦꦿꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦤꦼꦩ꧀ꦧꦃꦠꦸꦩꦸꦫꦸꦤ꧀ ꦥꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦲꦶꦁꦭꦮꦁ꧉ ꧅ ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦁ
}}<noinclude></noinclude>
97rx4y3sexnb7y1orss8m73csn4p152
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/88
250
25090
78976
2026-05-20T04:28:15Z
Khusna Safira
1759
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa " wonten ing pasamuan umum. Dados nami sampun pedjah, boten wonten, lan malih boten saben prijantun ingkang sami kagungan wajang Beber punika wau. Ingkang katah namung simpen wajang kulit kemawon ngantos kalih utawi tigang kotak, dados terang wajang Beber sampun pedjah itjal boten kalampah. {{C|PETIKAN SERAT DASANAMADJARWA.}} {{ordered list|type=decimal|start=1 |<poem>'''TEGESIPUN NAMANING BUTA.'''</poem> ::Buta tegesipun ageng, utawi mamak, saha kabe...
78976
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Khusna Safira" />{{rh||- 89 -}}</noinclude>
wonten ing pasamuan umum. Dados nami sampun pedjah, boten wonten, lan malih boten saben prijantun ingkang sami kagungan wajang Beber punika wau. Ingkang katah namung simpen wajang kulit kemawon ngantos kalih utawi tigang kotak, dados terang wajang Beber sampun pedjah itjal boten kalampah.
{{C|PETIKAN SERAT DASANAMADJARWA.}}
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>'''TEGESIPUN NAMANING BUTA.'''</poem>
::Buta tegesipun ageng, utawi mamak, saha kabekta asring angrubut lan angrebut.
::Danawa: tegesipun tjepak napsu, tedaking Batara Danu.
::Ditya: tegesipun linuwih, dene sarwa sembada saged mandjing adjur adjer.
::Raksasa: tegesipun bangsaning bregasakan.
::Raseksa: tegesipun Buta lanang.
::Raseksi: tegesipun Buta wadon utawi Diju.
::Wil: tegesipun angarad utawi angeret.
|<poem>TEGESIPUN NAMANING KETEK.</poem>
::Ketek: tegesipun ............ sugih swara.
::WRE:
دو
Kapi
:
دو
Wanara
:
وو
Palwaga:
Palgasa :
Plawaga:
Rewanda:
Kutila :
Kenjung:
دو
"
"
sugih swara.
saged andjelih.
dene sugih wulu.
kewan warna manungsa.
dene sarwa trampil.
sarwa mangreti.
dene sarwa tjikat.
pangawak swara.
awon batukipun.
ketek wadon.
NAMA SESEBUTANING PANDITA SAKREREHANIPUN.
Pandita tegesipun pupunden, dene pinundi-pundi sakarerehan
wewengkonipun.
Dwidja tegesipun angesti terus lair batos.
Dwidjawara
tegesipun muruk sedja kalih prakawis, sapisan
angastuti dewa, kaping kalih amrih karahajon.
Resi; tegesipun sutji, dene anetepi panggalih sutji.<noinclude></noinclude>
dpgu3uhgc44xqvb975pshjhv1nwbsuz
78980
78976
2026-05-20T04:32:43Z
Khusna Safira
1759
78980
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Khusna Safira" />{{rh||- 89 -}}</noinclude>
wonten ing pasamuan umum. Dados nami sampun pedjah, boten wonten, lan malih boten saben prijantun ingkang sami kagungan wajang Beber punika wau. Ingkang katah namung simpen wajang kulit kemawon ngantos kalih utawi tigang kotak, dados terang wajang Beber sampun pedjah itjal boten kalampah.
{{C|PETIKAN SERAT DASANAMADJARWA.}}
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>'''TEGESIPUN NAMANING BUTA.'''</poem>}}
::Buta tegesipun ageng, utawi mamak, saha kabekta asring angrubut lan angrebut.
::Danawa: tegesipun tjepak napsu, tedaking Batara Danu.
::Ditya: tegesipun linuwih, dene sarwa sembada saged mandjing adjur adjer.
::Raksasa: tegesipun bangsaning bregasakan.
::Raseksa: tegesipun Buta lanang.
::Raseksi: tegesipun Buta wadon utawi Diju.
::Wil: tegesipun angarad utawi angeret.
{{ordered list|type=decimal|start=2
|<poem>TEGESIPUN NAMANING KETEK.</poem>}}
::Ketek : tegesipun ............ sugih swara.
::WRE : {{gap}},,{{gap}} ............ saged andjelih.
::Kapi :{{gap}},,{{gap}} ............dene sugih wulu.
::Wanara :{{gap}},,{{gap}} ............kewan warna manungsa.
::Palwaga :{{gap}},,{{gap}} ............dene sarwa trampil.
::Palgasa :{{gap}},,{{gap}} ............sarwa mangreti.
::Plawaga :{{gap}},,{{gap}} ............dene sarwa tjikat.
::Rewanda :{{gap}},,{{gap}} ............pangawak swara.
::Kutila :{{gap}},,{{gap}} ............awon batukipun.
::Kenjung :{{gap}},,{{gap}} ............ketek wadon.
'''NAMA SESEBUTANING PANDITA SAKREREHANIPUN.'''
::Pandita: tegesipun pupunden, dene pinundi-pundi sakarerehan wewengkonipun.
::Dwidja: tegesipun angesti terus lair batos.
::Dwidjawara: tegesipun muruk sedja kalih prakawis, sapisan angastuti dewa, kaping kalih amrih karahajon.
::Resi: tegesipun sutji, dene anetepi panggalih sutji.<noinclude></noinclude>
knfwnzfwiipwpklbl7odmlabyhicp16
78981
78980
2026-05-20T04:33:39Z
Khusna Safira
1759
/* Titiwaca */
78981
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Khusna Safira" />{{rh||- 89 -}}</noinclude>
wonten ing pasamuan umum. Dados nami sampun pedjah, boten wonten, lan malih boten saben prijantun ingkang sami kagungan wajang Beber punika wau. Ingkang katah namung simpen wajang kulit kemawon ngantos kalih utawi tigang kotak, dados terang wajang Beber sampun pedjah itjal boten kalampah.
{{C|PETIKAN SERAT DASANAMADJARWA.}}
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>'''TEGESIPUN NAMANING BUTA.'''</poem>}}
::Buta tegesipun ageng, utawi mamak, saha kabekta asring angrubut lan angrebut.
::Danawa: tegesipun tjepak napsu, tedaking Batara Danu.
::Ditya: tegesipun linuwih, dene sarwa sembada saged mandjing adjur adjer.
::Raksasa: tegesipun bangsaning bregasakan.
::Raseksa: tegesipun Buta lanang.
::Raseksi: tegesipun Buta wadon utawi Diju.
::Wil: tegesipun angarad utawi angeret.
{{ordered list|type=decimal|start=2
|<poem>'''TEGESIPUN NAMANING KETEK.'''</poem>}}
::Ketek : tegesipun ............ sugih swara.
::WRE : {{gap}},,{{gap}} ............ saged andjelih.
::Kapi :{{gap}},,{{gap}} ............dene sugih wulu.
::Wanara :{{gap}},,{{gap}} ............kewan warna manungsa.
::Palwaga :{{gap}},,{{gap}} ............dene sarwa trampil.
::Palgasa :{{gap}},,{{gap}} ............sarwa mangreti.
::Plawaga :{{gap}},,{{gap}} ............dene sarwa tjikat.
::Rewanda :{{gap}},,{{gap}} ............pangawak swara.
::Kutila :{{gap}},,{{gap}} ............awon batukipun.
::Kenjung :{{gap}},,{{gap}} ............ketek wadon.
'''NAMA SESEBUTANING PANDITA SAKREREHANIPUN.'''
::Pandita: tegesipun pupunden, dene pinundi-pundi sakarerehan wewengkonipun.
::Dwidja: tegesipun angesti terus lair batos.
::Dwidjawara: tegesipun muruk sedja kalih prakawis, sapisan angastuti dewa, kaping kalih amrih karahajon.
::Resi: tegesipun sutji, dene anetepi panggalih sutji.<noinclude></noinclude>
5gycopk5pfqeklm6jwdtmhtzwxbg4in
78983
78981
2026-05-20T04:34:08Z
Khusna Safira
1759
78983
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Khusna Safira" />{{rh||- 89 -}}</noinclude>
wonten ing pasamuan umum. Dados nami sampun pedjah, boten wonten, lan malih boten saben prijantun ingkang sami kagungan wajang Beber punika wau. Ingkang katah namung simpen wajang kulit kemawon ngantos kalih utawi tigang kotak, dados terang wajang Beber sampun pedjah itjal boten kalampah.
{{C|PETIKAN SERAT DASANAMADJARWA.}}
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>'''TEGESIPUN NAMANING BUTA.'''</poem>}}
::Buta tegesipun ageng, utawi mamak, saha kabekta asring angrubut lan angrebut.
::Danawa: tegesipun tjepak napsu, tedaking Batara Danu.
::Ditya: tegesipun linuwih, dene sarwa sembada saged mandjing adjur adjer.
::Raksasa: tegesipun bangsaning bregasakan.
::Raseksa: tegesipun Buta lanang.
::Raseksi: tegesipun Buta wadon utawi Diju.
::Wil: tegesipun angarad utawi angeret.
{{ordered list|type=decimal|start=2
|<poem>'''TEGESIPUN NAMANING KETEK.'''</poem>}}
::Ketek : tegesipun ............ sugih swara.
::WRE : {{gap}},,{{gap}} ............ saged andjelih.
::Kapi :{{gap}},,{{gap}} ............dene sugih wulu.
::Wanara :{{gap}},,{{gap}} ............kewan warna manungsa.
::Palwaga :{{gap}},,{{gap}} ............dene sarwa trampil.
::Palgasa :{{gap}},,{{gap}} ............sarwa mangreti.
::Plawaga :{{gap}},,{{gap}} ............dene sarwa tjikat.
::Rewanda :{{gap}},,{{gap}} ............pangawak swara.
::Kutila :{{gap}},,{{gap}} ............awon batukipun.
::Kenjung :{{gap}},,{{gap}} ............ketek wadon.
'''NAMA SESEBUTANING PANDITA SAKREREHANIPUN.'''
::Pandita : tegesipun pupunden, dene pinundi-pundi sakarerehan wewengkonipun.
::Dwidja : tegesipun angesti terus lair batos.
::Dwidjawara : tegesipun muruk sedja kalih prakawis, sapisan angastuti dewa, kaping kalih amrih karahajon.
::Resi : tegesipun sutji, dene anetepi panggalih sutji.<noinclude></noinclude>
dd9jts28tadwztuk2e6o3n2vhc9nna9
78985
78983
2026-05-20T04:34:54Z
Khusna Safira
1759
78985
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Khusna Safira" />{{rh||- 89 -}}</noinclude>
wonten ing pasamuan umum. Dados nami sampun pedjah, boten wonten, lan malih boten saben prijantun ingkang sami kagungan wajang Beber punika wau. Ingkang katah namung simpen wajang kulit kemawon ngantos kalih utawi tigang kotak, dados terang wajang Beber sampun pedjah itjal boten kalampah.
{{C|PETIKAN SERAT DASANAMADJARWA.}}
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>'''TEGESIPUN NAMANING BUTA.'''</poem>}}
::Buta tegesipun ageng, utawi mamak, saha kabekta asring angrubut lan angrebut.
::Danawa: tegesipun tjepak napsu, tedaking Batara Danu.
::Ditya: tegesipun linuwih, dene sarwa sembada saged mandjing adjur adjer.
::Raksasa: tegesipun bangsaning bregasakan.
::Raseksa: tegesipun Buta lanang.
::Raseksi: tegesipun Buta wadon utawi Diju.
::Wil: tegesipun angarad utawi angeret.
{{ordered list|type=decimal|start=2
|<poem>'''TEGESIPUN NAMANING KETEK.'''</poem>}}
::Ketek : tegesipun ............ sugih swara.
::WRE : {{gap}},,{{gap}} ............ saged andjelih.
::Kapi :{{gap}},,{{gap}} ............ dene sugih wulu.
::Wanara :{{gap}},,{{gap}} ............ kewan warna manungsa.
::Palwaga :{{gap}},,{{gap}} ............ dene sarwa trampil.
::Palgasa :{{gap}},,{{gap}} ............ sarwa mangreti.
::Plawaga :{{gap}},,{{gap}} ............ dene sarwa tjikat.
::Rewanda :{{gap}},,{{gap}} ............ pangawak swara.
::Kutila :{{gap}},,{{gap}} ............ awon batukipun.
::Kenjung :{{gap}},,{{gap}} ............ ketek wadon.
'''NAMA SESEBUTANING PANDITA SAKREREHANIPUN.'''
::Pandita : tegesipun pupunden, dene pinundi-pundi sakarerehan wewengkonipun.
::Dwidja : tegesipun angesti terus lair batos.
::Dwidjawara : tegesipun muruk sedja kalih prakawis, sapisan angastuti dewa, kaping kalih amrih karahajon.
::Resi : tegesipun sutji, dene anetepi panggalih sutji.<noinclude></noinclude>
fknsu0cbubm9mvs62s9x5x7wv3cmnwl
78986
78985
2026-05-20T04:35:34Z
Khusna Safira
1759
78986
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Khusna Safira" />{{rh||- 89 -}}</noinclude>
wonten ing pasamuan umum. Dados nami sampun pedjah, boten wonten, lan malih boten saben prijantun ingkang sami kagungan wajang Beber punika wau. Ingkang katah namung simpen wajang kulit kemawon ngantos kalih utawi tigang kotak, dados terang wajang Beber sampun pedjah itjal boten kalampah.
{{C|PETIKAN SERAT DASANAMADJARWA.}}
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>'''TEGESIPUN NAMANING BUTA.'''</poem>}}
::Buta tegesipun ageng, utawi mamak, saha kabekta asring angrubut lan angrebut.
::Danawa: tegesipun tjepak napsu, tedaking Batara Danu.
::Ditya: tegesipun linuwih, dene sarwa sembada saged mandjing adjur adjer.
::Raksasa: tegesipun bangsaning bregasakan.
::Raseksa: tegesipun Buta lanang.
::Raseksi: tegesipun Buta wadon utawi Diju.
::Wil: tegesipun angarad utawi angeret.
{{ordered list|type=decimal|start=2
|<poem>'''TEGESIPUN NAMANING KETEK.'''</poem>}}
::Ketek : tegesipun ............ sugih swara.
::WRE : {{gap}},,{{gap}} ............ saged andjelih.
::Kapi :{{gap}},,{{gap}} ............ dene sugih wulu.
::Wanara :{{gap}},,{{gap}} ............ kewan warna manungsa.
::Palwaga :{{gap}},,{{gap}} ............ dene sarwa trampil.
::Palgasa :{{gap}},,{{gap}} ............ sarwa mangreti.
::Plawaga :{{gap}},,{{gap}} ............ dene sarwa tjikat.
::Rewanda :{{gap}},,{{gap}} ............ pangawak swara.
::Kutila :{{gap}},,{{gap}} ............ awon batukipun.
::Kenjung :{{gap}},,{{gap}} ............ ketek wadon.
'''NAMA SESEBUTANING PANDITA SAKREREHANIPUN.'''
::Pandita : tegesipun pupunden, dene pinundi-pundi sakarerehan wewengkonipun.
::Dwidja : tegesipun angesti terus lair batos.
::Dwidjawara : tegesipun muruk sedja kalih prakawis, sapisan angastuti dewa, kaping kalih amrih karahajon.
::Resi : tegesipun sutji, dene anetepi panggalih sutji.<noinclude></noinclude>
oj8jw5y8k8aappc68merj2ddiq3a00m
79016
78986
2026-05-20T05:07:32Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79016
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||- 89 -}}</noinclude>
wonten ing pasamuan umum. Dados nami sampun pedjah, boten wonten, lan malih boten saben prijantun ingkang sami kagungan wajang Beber punika wau. Ingkang katah namung simpen wajang kulit kemawon ngantos kalih utawi tigang kotak, dados terang wajang Beber sampun pedjah itjal boten kalampah.
{{C|PETIKAN SERAT DASANAMADJARWA.}}
#''TEGESIPUN NAMANING BUTA.'''<br>
<ol>Buta tegesipun ageng, utawi mamak, saha kabekta asring angrubut lan angrebut.<br>Danawa: tegesipun tjepak napsu, tedaking Batara Danu.<br>Ditya: tegesipun linuwih, dene sarwa sembada saged mandjing adjur adjer.<br>Raksasa: tegesipun bangsaning bregasakan.<br>Raseksa: tegesipun Buta lanang.<br>Raseksi: tegesipun Buta wadon utawi Diju.<br>Wil: tegesipun angarad utawi angeret.</ol>
#'''TEGESIPUN NAMANING KETEK.'''<br>
<ol>
{|
|Ketek ||:|| tegesipun {{...|9}} sugih swara.
|-
|WRE ||:|| {{gap}},,{{gap}} {{...|9}} saged andjelih.
|-
|Kapi ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|9}} dene sugih wulu.
|-
|Wanara ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|9}} kewan warna manungsa.
|-
|Palwaga ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|9}} dene sarwa trampil.
|-
|Palgasa ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|9}} sarwa mangreti.
|-
|Plawaga ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|9}} dene sarwa tjikat.
|-
|Rewanda ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|9}} pangawak swara.
|-
|Kutila ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|9}} awon batukipun.
|-
|Kenjung ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|9}} ketek wadon.
|}
'''NAMA SESEBUTANING PANDITA SAKREREHANIPUN.'''
<ol>Pandita : tegesipun pupunden, dene pinundi-pundi sakarerehan wewengkonipun.<br>Dwidja : tegesipun angesti terus lair batos.<br>Dwidjawara : tegesipun muruk sedja kalih prakawis, sapisan angastuti dewa, kaping kalih amrih karahajon.<br>Resi : tegesipun sutji, dene anetepi panggalih sutji.</ol><noinclude></noinclude>
msmb76z0t52riv0n6ccym6it5el16mx
79017
79016
2026-05-20T05:13:04Z
Thersetya2021
125
79017
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||- 89 -}}</noinclude>
wonten ing pasamuan umum. Dados nami sampun pedjah, boten wonten, lan malih boten saben prijantun ingkang sami kagungan wajang Beber punika wau. Ingkang katah namung simpen wajang kulit kemawon ngantos kalih utawi tigang kotak, dados terang wajang Beber sampun pedjah itjal boten kalampah.
{{C|PETIKAN SERAT DASANAMADJARWA.}}
#'''TEGESIPUN NAMANING BUTA.'''<br>
<ol>Buta : tegesipun ageng, utawi mamak, saha kabekta asring angrubut lan angrebut.<br>Danawa : tegesipun tjepak napsu, tedaking Batara Danu.<br>Ditya : tegesipun linuwih, dene sarwa sembada saged mandjing adjur adjer.<br>Raksasa : tegesipun bangsaning bregasakan.<br>Raseksa : tegesipun Buta lanang.<br>Raseksi : tegesipun Buta wadon utawi Diju.<br>Wil : tegesipun angarad utawi angeret.</ol><br>
#<li value="2">'''TEGESIPUN NAMANING KETEK.'''<br>
<ol>
{|
|Ketek ||:|| tegesipun {{...|12}} sugih swara.
|-
|WRE ||:|| {{gap}},,{{gap}} {{...|12}} saged andjelih.
|-
|Kapi ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|12}} dene sugih wulu.
|-
|Wanara ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|12}} kewan warna manungsa.
|-
|Palwaga ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|12}} dene sarwa trampil.
|-
|Palgasa ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|12}} sarwa mangreti.
|-
|Plawaga ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|12}} dene sarwa tjikat.
|-
|Rewanda ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|12}} pangawak swara.
|-
|Kutila ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|12}} awon batukipun.
|-
|Kenjung ||:||{{gap}},,{{gap}} {{...|12}} ketek wadon.
|}
</ol>
'''NAMA SESEBUTANING PANDITA SAKREREHANIPUN.'''
::Pandita : tegesipun pupunden, dene pinundi-pundi sakarerehan wewengkonipun.
::Dwidja : tegesipun angesti terus lair batos.
::Dwidjawara : tegesipun muruk sedja kalih prakawis, sapisan angastuti dewa, kaping kalih amrih karahajon.
::Resi : tegesipun sutji, dene anetepi panggalih sutji.<noinclude></noinclude>
4vzzcxm8pu5k2nvd1xxmg6wpiug7jxp
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/89
250
25091
78978
2026-05-20T04:30:49Z
Srijembarrahayu
882
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa "<poem> :Wasista : tegesipun langkung awas, kadosta sumerep saderengipun winarah :Sajuti : tegesipun amesu tjipta. "Pendita : tegesipun guru ageng ingkang sarwa putuh, wadjib sinebut panembahan. </poem> {{c|'''REREHANING PANDITA.'''}} # Adjar: tegesipun wadjib mumulang, djuru mumulang."
78978
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Srijembarrahayu" />{{rh|| - 90 - }}</noinclude><poem>
:Wasista : tegesipun langkung awas, kadosta sumerep saderengipun winarah
:Sajuti : tegesipun amesu tjipta.
"Pendita : tegesipun guru ageng ingkang sarwa putuh, wadjib sinebut panembahan.
</poem>
{{c|'''REREHANING PANDITA.'''}}
# Adjar: tegesipun wadjib mumulang, djuru mumulang.<noinclude></noinclude>
fps73saajblyv9snfzt4fbenvgxghho
78990
78978
2026-05-20T04:40:25Z
Srijembarrahayu
882
/* Titiwaca */
78990
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" />{{rh|| - 90 - }}</noinclude><poem>
:Wasista : tegesipun langkung awas, kadosta sumerep saderengipun winarah
:Sajuti : tegesipun amesu tjipta.
:Pendita : tegesipun guru ageng ingkang sarwa putuh, wadjib sinebut panembahan.
</poem>
{{c|'''REREHANING PANDITA.'''}}
# Adjar: tegesipun wadjib mumulang, djuru mumulang.
# Wasi: tegesipun ingkang dados djuru pangadilan, angrampungi prakawis.
# Djanggan: tegesipun ingkang dados djuru serat, utawi anganggit anggit.
# Manguju: tegesipun ingkang kabebahan anabuh genta kekeleng salebeting pamudjan.
# Putut: tegesipun tukang ingkang rumeksa sanggar palanggatan utawi kabebahan masang pirantosing sesadji pamudjan.
# Tjekel: tegesipun tukang djuru taneman, utawi djagi rumeksa pategilan, awon sae wonten tetanggelanipun tjekel.
# Tjantrik: tegesipun ingkang kabebahan ngladosi samukawis, utawi djagi kengkenan.
# Uluguntung: tegesipun lurah kampung, ingkang kabebahan mranata sadaja padamelan.
# Geluntung: tegesipun tijang sampun gegrija njagak sakawan, damelipun angrerembat, usung-usung, mendet kadjeng utawi toja.
# Indung-indung: tegesipun tijang karerehan ingkang saweg mondok, damelipun babad-babad wana saubengipun ing redi.
{{c|'''REREHANING PANDITA ESTRI.'''}}
# Dungik: tegesipun tijang pipingitan bade dados garwanipun kyai Adjar, padamelanipun tjarijos lalampahan djaman kina, ingkang dados tepa palupinipun para pawestri, kalanturipun dipun wastani kanda dongeng.
# Mentrik: tegesipun pinitados djuru rarawat samukawis bangsane busana, punapa dene dadaharan sasaminipun.<noinclude></noinclude>
dj5libimb4t7v3ozt47fa7n6a8vyb32
78993
78990
2026-05-20T04:41:17Z
Srijembarrahayu
882
78993
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Srijembarrahayu" />{{rh|| - 90 - }}</noinclude><poem>
:::Wasista : tegesipun langkung awas, kadosta sumerep saderengipun winarah
:::Sajuti : tegesipun amesu tjipta.
:::Pendita : tegesipun guru ageng ingkang sarwa putuh, wadjib sinebut panembahan.
</poem>
{{c|'''REREHANING PANDITA.'''}}
# Adjar: tegesipun wadjib mumulang, djuru mumulang.
# Wasi: tegesipun ingkang dados djuru pangadilan, angrampungi prakawis.
# Djanggan: tegesipun ingkang dados djuru serat, utawi anganggit anggit.
# Manguju: tegesipun ingkang kabebahan anabuh genta kekeleng salebeting pamudjan.
# Putut: tegesipun tukang ingkang rumeksa sanggar palanggatan utawi kabebahan masang pirantosing sesadji pamudjan.
# Tjekel: tegesipun tukang djuru taneman, utawi djagi rumeksa pategilan, awon sae wonten tetanggelanipun tjekel.
# Tjantrik: tegesipun ingkang kabebahan ngladosi samukawis, utawi djagi kengkenan.
# Uluguntung: tegesipun lurah kampung, ingkang kabebahan mranata sadaja padamelan.
# Geluntung: tegesipun tijang sampun gegrija njagak sakawan, damelipun angrerembat, usung-usung, mendet kadjeng utawi toja.
# Indung-indung: tegesipun tijang karerehan ingkang saweg mondok, damelipun babad-babad wana saubengipun ing redi.
{{c|'''REREHANING PANDITA ESTRI.'''}}
# Dungik: tegesipun tijang pipingitan bade dados garwanipun kyai Adjar, padamelanipun tjarijos lalampahan djaman kina, ingkang dados tepa palupinipun para pawestri, kalanturipun dipun wastani kanda dongeng.
# Mentrik: tegesipun pinitados djuru rarawat samukawis bangsane busana, punapa dene dadaharan sasaminipun.<noinclude></noinclude>
8tn803nntolu35i9ba2nuyih59s6b2h
79015
78993
2026-05-20T05:02:36Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79015
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh|| - 90 - }}</noinclude><ol>Wasista : tegesipun langkung awas, kadosta sumerep saderengipun winarah.<br>
Sajuti : tegesipun amesu tjipta.<br>
Pendita : tegesipun guru ageng ingkang sarwa putuh, wadjib sinebut panembahan.</ol>
{{c|'''REREHANING PANDITA.'''}}
# Adjar: tegesipun wadjib mumulang, djuru mumulang.
# Wasi: tegesipun ingkang dados djuru pangadilan, angrampungi prakawis.
# Djanggan: tegesipun ingkang dados djuru serat, utawi anganggit anggit.
# Manguju: tegesipun ingkang kabebahan anabuh genta kekeleng salebeting pamudjan.
# Putut: tegesipun tukang ingkang rumeksa sanggar palanggatan utawi kabebahan masang pirantosing sesadji pamudjan.
# Tjekel: tegesipun tukang djuru taneman, utawi djagi rumeksa pategilan, awon sae wonten tetanggelanipun tjekel.
# Tjantrik: tegesipun ingkang kabebahan ngladosi samukawis, utawi djagi kengkenan.
# Uluguntung: tegesipun lurah kampung, ingkang kabebahan mranata sadaja padamelan.
# Geluntung: tegesipun tijang sampun gegrija njagak sakawan, damelipun angrerembat, usung-usung, mendet kadjeng utawi toja.
# Indung-indung: tegesipun tijang karerehan ingkang saweg mondok, damelipun babad-babad wana saubengipun ing redi.
{{c|'''REREHANING PANDITA ESTRI.'''}}
# Dungik: tegesipun tijang pipingitan bade dados garwanipun kyai Adjar, padamelanipun tjarijos lalampahan djaman kina, ingkang dados tepa palupinipun para pawestri, kalanturipun dipun wastani kanda dongeng.
# Mentrik: tegesipun pinitados djuru rarawat samukawis bangsane busana, punapa dene dadaharan sasaminipun.<noinclude></noinclude>
ni3yw17fvjp0utnw4kzxexvdpso2e1i
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/90
250
25092
78987
2026-05-20T04:36:02Z
Khusna Safira
1759
/* Durung katitiwaca */ Nggawé kaca mawa ".91. 3. Sontrang: tegesipun dados dukun, amulasara suker sakit, utawi anggulawentah hanggadarena putra wajahipun ki Adjar. 4. Dajang tegesipun djagi tetebah, utawi anjebari sekar ing sang- gar palanggatan. 5. Bidang: tegesipun djagi dados inja anesepi putra wajahipun ki Adjar. 6. Endang tegesipun djagi kengkenan utawi ngladosi. 7. Kaka-kaka: tegesipun tijang estri djagi olah-olah. (koki). 8. Abon-abon: tegesipun djagi panjapu utawi mamasuh, susutji sa...
78987
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Khusna Safira" /></noinclude>.91.
3. Sontrang: tegesipun dados dukun, amulasara suker sakit, utawi
anggulawentah hanggadarena putra wajahipun ki
Adjar.
4. Dajang tegesipun djagi tetebah, utawi anjebari sekar ing sang-
gar palanggatan.
5. Bidang: tegesipun djagi dados inja anesepi putra wajahipun
ki Adjar.
6. Endang tegesipun djagi kengkenan utawi ngladosi.
7. Kaka-kaka: tegesipun tijang estri djagi olah-olah. (koki).
8. Abon-abon: tegesipun djagi panjapu utawi mamasuh, susutji
sapanunggilanipun.
9. Abet tabet: tegesipun djagi mangangsu utawi ramban.
10. Obatan
tegesipun tijang estri bregadjagan, djagi sasadjen
utawi tutumbas dateng peken.
11. Wiku tegesipun pitedah kawruh.
BAB TJATJAH DAPUKAN WAJANG PEDALANGAN.
Tjatjahing wajang purwa dapukan pedalangan ingkang umum
kangge wonten ing Surakarta.
Wajang purwa dapukan pedalangan punika ingkang perlu kedah
milihi wajang ingkang luwes kenging kangge srambahan. Tegesipun
saged sumrambah, makaten punika pilihanipun wajang pedalangan,
wajang srambahan saged anggadahi nami tiga utawi sakawan. Upami-
nipun wajang Hardjuna slendangan, saged dados nami Sakutrem, ugi
saged nami Kumadjaja, ugi saged dados nami Rama Regawa, saged
dados Palasara. Makaten pikadjengipun dalang anggenipun andamel
wajang srambahan, ngantos warni-warni, pinten-pinten wajang, saged
kangge njuda katahing wajang, sakedik sampun luwes saged njekapi,
makaten pikadjengipun para dalang.
Menggah tjatjah pamilihing wajang tumrap dalang kados ing
ngandap punika :
No.
Sumpingan tengen.
1. Kajon (Gunungan).
2. Prabu Tuhuwasesa.
3. Raden Werkudara (kuning).
Werkudara (tjemeng).
4.
"
5.
Bratasena (kuning).
دو
6.
Bratasena (tjemeng).
دو<noinclude></noinclude>
1kcxdhdnimi5v5rxqi8tg7y417fj2dr
78994
78987
2026-05-20T04:43:53Z
Khusna Safira
1759
/* Titiwaca */
78994
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Khusna Safira" />{{rh||- 91 -}}</noinclude>{{ordered list|type=decimal|start=3
|<poem>Sontrang : tegesipun dados dukun, amulasara suker sakit, utawi anggulawentah hanggadarena putra wajahipun ki Adjar.</poem>
|<poem>Dajang : tegesipun djagi tetebah, utawi anjebari sekar ing sanggar palanggatan.</poem>
|<poem>Bidang : tegesipun djagi dados inja anesepi putra wajahipun ki Adjar.</poem>
|<poem>Endang tegesipun djagi kengkenan utawi ngladosi.</poem>
|<poem>Kaka-kaka : tegesipun tijang estri djagi olah-olah. (koki).</poem>
|<poem>Abon-abon : tegesipun djagi panjapu utawi mamasuh, susutji sapanunggilanipun.</poem>
|<poem>Abet tabet : tegesipun djagi mangangsu utawi ramban.</poem>
|<poem>Obatan : tegesipun tijang estri bregadjagan, djagi sasadjen utawi tutumbas dateng peken.</poem>
|<poem>Wiku : tegesipun pitedah kawruh.</poem>}}
{{C|'''BAB TJATJAH DAPUKAN WAJANG PEDALANGAN.'''}}
Tjatjahing wajang purwa dapukan pedalangan ingkang umum kangge wonten ing Surakarta.
Wajang purwa dapukan pedalangan punika ingkang perlu kedah milihi wajang ingkang luwes kenging kangge srambahan. Tegesipun saged sumrambah, makaten punika pilihanipun wajang pedalangan, wajang srambahan saged anggadahi nami tiga utawi sakawan. Upaminipun wajang Hardjuna slendangan, saged dados nami Sakutrem, ugi saged nami Kumadjaja, ugi saged dados nami Rama Regawa, saged dados Palasara. Makaten pikadjengipun dalang anggenipun andamel wajang srambahan, ngantos warni-warni, pinten-pinten wajang, saged kangge njuda katahing wajang, sakedik sampun luwes saged njekapi, makaten pikadjengipun para dalang.
Menggah tjatjah pamilihing wajang tumrap dalang kados ing ngandap punika :
:::'''Sumpingan tengen.'''
No.
{{ordered list|type=decimal|start=1
|<poem>Kajon (Gunungan).</poem>
|<poem>Prabu Tuhuwasesa.</poem>
|<poem>Raden Werkudara (kuning).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Werkudara (tjemeng).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Bratasena (kuning).</poem>
|<poem>{{gap}},,{{gap}}Bratasena (tjemeng).</poem>}}<noinclude></noinclude>
9lk1s4hoq90pynsiczxp1mowsj6kcju
79018
78994
2026-05-20T05:16:21Z
Thersetya2021
125
/* Absah */
79018
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Thersetya2021" />{{rh||- 91 -}}</noinclude>{{ordered list|type=decimal|start=3
|Sontrang : tegesipun dados dukun, amulasara suker sakit, utawi anggulawentah hanggadarena putra wajahipun ki Adjar.
|Dajang : tegesipun djagi tetebah, utawi anjebari sekar ing sanggar palanggatan.
|Bidang : tegesipun djagi dados inja anesepi putra wajahipun ki Adjar.
|Endang tegesipun djagi kengkenan utawi ngladosi.
|Kaka-kaka : tegesipun tijang estri djagi olah-olah. (koki).
|Abon-abon : tegesipun djagi panjapu utawi mamasuh, susutji sapanunggilanipun.
|Abet tabet : tegesipun djagi mangangsu utawi ramban.
|Obatan : tegesipun tijang estri bregadjagan, djagi sasadjen utawi tutumbas dateng peken.
|Wiku : tegesipun pitedah kawruh.}}
{{C|'''BAB TJATJAH DAPUKAN WAJANG PEDALANGAN.'''}}
Tjatjahing wajang purwa dapukan pedalangan ingkang umum kangge wonten ing Surakarta.<br>
Wajang purwa dapukan pedalangan punika ingkang perlu kedah milihi wajang ingkang luwes kenging kangge srambahan. Tegesipun saged sumrambah, makaten punika pilihanipun wajang pedalangan, wajang srambahan saged anggadahi nami tiga utawi sakawan. Upaminipun wajang Hardjuna slendangan, saged dados nami Sakutrem, ugi saged nami Kumadjaja, ugi saged dados nami Rama Regawa, saged dados Palasara. Makaten pikadjengipun dalang anggenipun andamel wajang srambahan, ngantos warni-warni, pinten-pinten wajang, saged kangge njuda katahing wajang, sakedik sampun luwes saged njekapi, makaten pikadjengipun para dalang.<br>
Menggah tjatjah pamilihing wajang tumrap dalang kados ing ngandap punika :
:::'''Sumpingan tengen.'''
No.
{{ordered list|type=decimal|start=1
|Kajon (Gunungan).
|Prabu Tuhuwasesa.
|Raden Werkudara (kuning).
|{{gap}},,{{gap}}Werkudara (tjemeng).
|{{gap}},,{{gap}}Bratasena (kuning).
|{{gap}},,{{gap}}Bratasena (tjemeng).}}<noinclude></noinclude>
91dsc2jfdtc30dzhg10770b9i9bbx2z
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/25
250
25093
78989
2026-05-20T04:37:44Z
Abdansykr26
860
/* Titiwaca */
78989
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||23}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦒꦶꦃꦭꦮꦤ꧀ꦏꦶꦮꦱꦶ꧈ ꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁꦏꦶꦩꦺꦤꦏ꧀ꦦꦿꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠ꧈ ꦭꦃꦢꦮꦼꦒ꧀ꦱꦁꦥꦿꦮꦶꦫꦤꦺꦴꦩ꧀ ꦗꦼꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦲꦶꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦤ꧀ ꦣꦠꦼꦁꦏꦁꦗꦼꦁꦧꦼꦤ꧀ꦢꦫ꧈ ꦏꦸꦢꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱꦩꦤ꧀ꦛꦸꦏ꧀ ꦲꦥꦤ꧀ꦱꦂꦮꦶꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧉ ꧄ ꦩꦤ꧀ꦭꦼꦩꦸꦱꦸꦤ꧀ꦗꦚ꧀ꦗꦶꦣꦶꦔꦶꦤ꧀ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦤꦺꦴꦫꦧꦶꦱꦧꦱ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦏꦁꦒꦺꦴꦩꦁꦏꦺꦤꦺꦧꦲꦺ꧈ ꦱꦤꦢꦾꦤ꧀ꦠꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦤꦶꦫ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦏꦸꦫꦁꦥꦭꦩꦂꦠ꧈ ꦥꦱ꧀ꦛꦶꦲꦏꦸꦲꦩꦶꦠ꧀ꦩꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ ꦠꦤ꧀ꦲꦗꦿꦶꦃꦥꦸꦠꦿꦱꦿꦶꦤꦠ꧉
<center>''꧓꧇ ꧋ꦏꦸꦢꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱꦏꦥꦁꦒꦶꦃꦏꦭꦶꦪꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦠꦸꦮꦶꦤ꧀ꦥꦫꦏꦢꦺꦪꦤ꧀꧈''</center>
꧃ ꦱꦶꦤꦺꦴꦩ꧀ ꧅ ꦩꦺꦴꦗꦂꦏꦶꦩꦺꦤꦏ꧀ꦦꦿꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠ꧈ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦮꦭꦁꦢꦿꦶꦪꦩꦭꦶꦃ꧈ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿꦲꦶꦁꦗꦼꦁꦓꦭ꧈ ꦧꦭꦧꦲꦭꦸꦱ꧀ꦲꦶꦁꦧꦸꦢꦶ꧈ ꦔꦥꦸꦫꦮꦺꦴꦁꦏꦁꦱꦶꦱꦶꦥ꧀ ꦲꦤꦸꦢꦸꦃꦲꦼꦤ꧀ꦤꦏꦁꦭꦸꦥꦸꦠ꧀ ꦔꦥꦸꦫꦏꦁꦲꦢꦺꦴꦱ꧈ ꦱꦩꦤꦥꦤ꧀ꦱꦩꦥꦸꦤ꧀ꦏꦺꦫꦶꦁ꧈ ꦱꦶꦫꦮꦲꦸꦏꦶꦲꦸꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦯ꧉ ꧅ ꦤꦸꦭꦶꦩꦊꦧꦼꦠ꧀ꦒꦥꦸꦫ꧈ ꦭꦭꦏꦺꦴꦤ꧀ꦩꦕꦤ꧀ꦲꦔꦼꦭꦶꦃ꧈ ꦭꦺꦩ꧀ꦧꦺꦃꦲꦤ꧀ꦏꦺꦴꦫꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦏꦺꦴꦤ꧀ꦠꦭ꧀ ꦣꦸꦮꦸꦁꦔꦺꦱꦺꦴꦒ꧀ꦭꦺꦁꦉꦱ꧀ꦥꦠꦶ꧈ ꦭꦺꦮꦤꦺꦗꦸꦁꦏꦂꦲꦔꦶꦤ꧀ ꦱꦂꦮꦶꦏꦩ꧀ꦥꦸꦃꦲꦺꦱꦶꦤꦤ꧀ꦝꦸꦁ꧈ ꦫꦶꦪꦏ꧀ꦒꦗꦃꦲꦩꦼꦠ꧈ ꦩꦤ꧀ꦝꦼꦒ꧀ꦭꦪꦁꦔꦤ꧀ꦠꦶꦤꦺꦴꦭꦶꦃ꧈ ꦱꦉꦁꦩꦸꦭꦠ꧀ꦏꦶꦮꦱꦶꦭꦤ꧀ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿ꧉ ꧃ ꦢꦸꦥꦶꦠꦼꦩ꧀ꦥꦸꦃꦲꦶꦁꦥꦤꦶꦔꦭ꧀ ꦭꦶꦂꦏꦶꦭꦠ꧀ꦧꦫꦸꦁꦭꦤ꧀ꦛꦛꦶꦠ꧀ ꦭꦶꦂꦱꦶꦤꦼꦤ꧀ꦝꦭ꧀ꦏꦁꦮꦂꦢꦪ꧈ ꦫꦗꦥꦸꦠꦿꦲꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦏꦶꦮꦱꦶꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦩꦤꦃꦲꦺꦠꦼꦏꦏꦸꦩꦼꦚꦸꦠ꧀ ꦭꦶꦂꦥꦺꦤ꧀ꦢꦃꦥꦚ꧀ꦗꦁꦥꦹꦠꦿ꧈ ꦠꦶꦧꦲꦶꦁꦱꦺꦭꦧꦶꦤꦤ꧀ꦠꦶꦁ꧈ ꦥꦾꦸꦂꦫꦶꦁꦠꦶꦔꦭ꧀ꦢꦺꦤꦺꦢꦠꦤ꧀ꦥꦗꦩꦸꦒ꧉
}}<noinclude></noinclude>
a91mh99z6mz8a4tf08jk1cy55sbwrva
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/26
250
25094
79072
2026-05-20T06:49:15Z
Abdansykr26
860
/* Titiwaca */
79072
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||24}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
꧃ ꦏꦪꦲꦩꦺꦴꦂꦲꦶꦁꦥꦤꦶꦔꦭ꧀ ꦭꦤ꧀ꦏꦶꦮꦱꦶꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦗꦥꦹꦠꦿ꧈ ꦥꦤꦧ꧀ꦢꦤꦺꦩꦩ꧀ꦧꦹꦲꦠꦶ꧈ ꦭꦃꦏꦠꦸꦂꦫꦤ꧀ꦩꦱ꧀ꦪꦪꦶ꧈ ꦏꦸꦱꦸꦩꦏꦁꦭꦒꦶꦫꦮꦹꦃ꧈ ꦏꦮꦸꦭꦠꦤ꧀ꦚꦤꦲ꧈ ꦠꦤ꧀ꦱꦸꦥꦼꦤꦗꦿꦺꦴꦤꦶꦁꦒꦹꦭꦶꦁ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦲꦤꦢꦶꦏꦠꦸꦩꦼꦣꦏ꧀ꦲꦶꦁꦏꦱꦠꦿꦶꦪꦤ꧀꧈ ꧃ ꦥꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦠꦠꦲꦊꦁꦒꦃ꧈ ꦏꦶꦮꦱꦶꦭꦤ꧀ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦗꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦭꦃꦠꦲꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ꦧꦱꦪꦪꦶ꧈ ꦱꦏꦶꦁꦉꦱꦼꦥ꧀ꦥꦶꦁꦲꦠꦶ꧈ ꦔꦏꦸꦱꦢꦸꦭꦸꦂꦮꦺꦴꦁꦧꦒꦹꦱ꧀ ꦢꦢꦾꦏꦢꦁꦠꦫꦸꦤ꧈ ꦏꦸꦢꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁ꧈ ꦱꦹꦤ꧀ꦠꦫꦶꦩꦱꦏꦶꦁꦲꦶꦁꦥꦔꦏꦸꦤꦶꦫ꧉ ꧃ ꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦱꦁꦤꦂꦥꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦏꦠꦩ꧀ꦧꦼꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦪꦪꦶ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦠꦺꦗꦱꦹꦭꦏ꧀ꦱꦤ꧈ ꦠꦺꦗꦤꦺꦲꦶꦁꦮꦺꦴꦁꦲꦧꦼꦕꦶꦏ꧀ ꦱꦹꦭꦏ꧀ꦱꦤꦤꦺꦪꦪꦶ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦠꦲꦚꦂꦏꦢꦸꦭꦸ꧈ ꦮꦶꦁꦏꦶꦁꦥꦸꦤ꧀ꦢꦶꦥꦶꦤꦺꦴꦁꦏ꧈ ꦩꦶꦮꦃꦏꦁꦏꦱꦼꦢꦾꦺꦁꦲꦠꦶ꧈ ꦱꦗꦠꦺꦴꦱ꧀ꦱꦺꦥꦸꦤ꧀ꦏꦏꦁꦠꦶꦒꦱ꧀ꦏꦮꦸꦂꦪꦤ꧀꧈ ꧃ ꦱꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦱꦶꦤꦩ꧀ꦧꦠ꧀ꦠꦶꦁꦱꦼꦏꦂ꧈ ꦱꦏꦶꦁꦠꦩ꧀ꦧꦼꦠ꧀ꦠꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ꦪꦪꦶ꧈ ꦩꦺꦱꦼꦩ꧀ꦑꦸꦢꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦱ꧈ ꦏꦁꦱꦧ꧀ꦢꦲꦥꦲꦶꦠ꧀ꦒꦼꦤ꧀ꦝꦶꦱ꧀ ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦠꦩ꧀ꦧꦼꦠ꧀ꦲꦶꦁꦩꦩꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ꦗꦭ꧀ꦩꦠꦼꦏꦒꦹꦤꦸꦁ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦥꦿꦠꦥꦤ꧀ꦤꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦲꦶꦁꦮꦹꦏꦶꦂꦕꦼꦩꦫꦮꦶꦭꦶꦱ꧀ ꦠꦸꦲꦸꦠꦠꦠꦲꦸꦗꦤꦱꦼꦱꦼꦭꦶꦂꦫꦤ꧀꧈ ꧃ ꦏꦶꦲꦸꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦯ꧈ ꦏꦱꦠꦿꦶꦪꦤ꧀ꦲꦫꦤ꧀ꦩꦩꦶ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦠꦗꦸꦗꦸꦭꦹꦏ꧀ꦏꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦏꦶꦮꦱꦶꦲꦚ꧀ꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦱꦩ꧀ꦧꦢꦗꦼꦤꦼꦁꦩꦩꦶ꧈ ꦥꦤ꧀ꦲꦏꦸꦲꦤꦺꦴꦩ꧀ꦲꦧꦒꦸꦱ꧀ ꦲꦩꦸꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦤꦶꦔꦒꦸꦤ꧈ ꦥꦤ꧀ꦲꦏꦸꦥꦿꦠꦩꦺꦁꦏꦮꦶ꧈ ꦲꦏꦸꦲꦹꦒꦮꦺꦴꦁꦧꦫꦚꦏ꧀ꦏꦢꦸꦭꦸꦂꦫꦤ꧀꧈ ꧃ ꦲꦮꦤ꧀ꦠꦼꦂꦲꦩꦫꦠꦔꦤ꧀ ꦥꦤꦲꦏꦹꦫꦢꦧꦩ꧀ꦧꦁꦥꦿꦶꦁ꧈ ꦢꦢꦾꦏꦺꦴꦤ꧀ꦝꦁꦔꦶꦁꦮꦤꦺꦴꦢꦾ꧈ ꦥꦤ꧀ꦢꦢꦶꦏꦶꦢꦸꦁꦏꦏꦮꦶꦤ꧀ ꦢꦺꦤꦺꦥꦫ
}}<noinclude></noinclude>
jyheleoqbxd65o3ggz91tc7zvsxrfvk
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/100
250
25095
79073
2026-05-20T06:50:17Z
Kriita
885
/* Proofread */
79073
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||98|}}</noinclude>{{jawa|ꦒꦼꦤ꧀ꦏꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦮꦶꦤꦂꦤꦶ꧈ ꦧꦫꦶꦱ꧀ꦱꦺꦫꦢꦺꦤ꧀ꦏꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁ꧈ ꦥꦤ꧀ꦭꦒꦾꦥꦒꦸꦤꦼꦩ꧀ꦩꦤ꧀ ꦲꦶꦁꦢꦭꦸꦭꦤ꧀ꦥꦫꦩꦤ꧀ꦠꦿꦶ꧈ ꦥꦿꦏꦠꦺꦪꦤ꧀ꦱꦢꦪꦲꦠꦥ꧀ꦲꦶꦁꦔꦂꦱ꧉ ꧃ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦉꦩ꧀ꦧꦒ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦂꦱ꧈ ꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦏꦺꦴꦤ꧀ꦢꦸꦂꦠꦸꦩꦸꦭꦶ꧈ ꦩꦊꦧꦼꦠ꧀ꦲꦶꦁꦥꦱꦁꦒꦿꦲꦤ꧀ ꦏꦁꦮꦸꦭꦸꦕꦩ꧀ꦧꦸꦠꦤꦫꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦠꦤ꧀ꦲꦠꦧꦶꦃ꧈ ꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦢꦺꦤ꧀ꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁ꧈ ꦏꦁꦔꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦢꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦤ꧈ ꦏꦫꦺꦴꦤꦺꦱꦸꦤ꧀ꦲꦗꦏ꧀ꦩꦠꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦂꦱꦲꦶꦁꦩꦁꦏꦺꦲꦭꦏꦸꦣꦸꦱ꧀ꦛ꧉ ꧃ ꦥꦱꦁꦒꦿꦲꦤ꧀ꦤꦶꦁꦑꦭꦤ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦂꦱꦲꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦥꦱꦁꦫꦏꦶꦠ꧀ꦠꦺꦏꦩꦼꦁꦱꦃ꧈ ꦏꦁꦮꦸꦭꦸꦕꦸꦩ꧀ꦧꦸꦠꦸꦂꦧꦼꦏ꧀ꦠꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦱꦸꦮꦮꦶ꧈ ꦲꦤꦼꦭꦶꦏ꧀ꦥꦿꦗꦤꦺꦩꦸꦁꦱꦸꦃ꧈ ꦤꦸꦭꦾꦫꦲꦢꦾꦤ꧀ ꦩ꧀ꦭꦩ꧀ꦥꦃ꧈ ꦭꦮꦤ꧀ꦥꦤꦏꦮꦤ꧀ꦏꦭꦶꦃ꧈ ꦠꦤ꧀ꦏꦮꦂꦤꦲꦶꦁꦩꦂꦒꦫꦢꦺꦤ꧀ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠ꧉ ꧃ ꦮꦺꦴꦁꦱꦧꦿꦠꦤ꧀ꦲꦤꦮꦶꦏꦤ꧀ ꦲꦒꦼꦤ꧀ꦠꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦶꦤꦂꦤꦶ꧈ ꦏꦸꦱꦸꦩꦕꦺꦴꦤ꧀ꦢꦿꦑꦶꦫꦤ꧈ ꦏꦁꦠꦤ꧀ꦱꦃꦤꦲꦼꦤ꧀ꦥꦿꦶꦃꦲꦠꦶꦤ꧀ ꦥꦶꦫꦭꦔꦱ꧀ꦱꦺꦩꦁꦏꦶꦤ꧀ ꦤꦺꦁꦥꦏꦸꦮꦺꦴꦤ꧀ꦏꦭꦶꦝꦣꦸꦁ꧈ ꦩꦺꦃꦲꦤ꧀ꦢꦸꦁꦏꦥ꧀ꦱꦮꦸꦭꦤ꧀ ꦤꦩꦸꦁꦏꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦶꦒꦁꦭꦠꦿꦶ꧈ ꦲꦸꦧꦁꦒꦶꦤꦺꦕꦶꦤꦁꦏꦿꦩꦤ꧀ꦲꦶꦁꦱꦁꦤꦠ꧉ ꧃ ꦱꦧꦼꦤ꧀ꦱꦧꦼꦤ꧀ꦱꦁꦏꦸꦱꦸꦩ꧈ꦪꦺꦤ꧀ꦲꦂꦱꦢꦺꦤ꧀ꦕꦭꦁꦏꦿꦩꦤ꧀ꦤꦶ꧈ ꦣꦸꦩꦠꦼꦁꦱꦿꦶꦤꦫꦤꦠ꧈ ꦏꦛꦃꦲꦸꦧꦁꦒꦶꦤꦶꦫꦺꦏꦶ꧈ ꦥꦶꦤꦂꦤꦃꦏꦼꦤ꧀ꦱꦢꦺꦮꦶ꧈ ꦲꦤꦺꦁꦧꦁꦱꦭ꧀ꦥꦸꦂꦮꦭꦸꦭꦸꦠ꧀ ꦲꦤꦺꦁꦱꦁꦒꦂꦥꦤ꧀ꦭꦁꦔꦤ꧀ ꦏꦁꦏꦺꦴꦫꦶꦠꦤ꧀ꦱꦃꦏꦶꦤꦚ꧀ꦕꦁ꧈ ꦱꦶꦪꦢꦭꦸꦱꦢꦾꦃꦲꦚꦶꦱ꧀ꦠꦥꦿꦭꦪ꧉ ꧃ ꦏꦭꦩꦸꦤ꧀ꦫꦶꦤꦸꦢꦥꦏ꧀ꦱ꧈ ꦲꦔ꧀ꦭꦒꦤ꧀ꦤꦶꦱꦿꦶꦧꦸꦥꦠꦶ꧈ ꦲꦏꦂꦱꦲꦠꦸꦮꦼꦏ꧀ꦫꦒ꧈ ꦊꦲꦶꦁꦠꦸꦩꦼꦏꦲꦥꦠꦶ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦢꦭꦸꦠꦤ꧀ꦥꦒꦸꦭꦶꦁ꧈ ꦏꦁꦠꦤ꧀ꦱꦃꦏꦕꦶꦥ꧀ꦠꦺꦁꦏꦭ꧀ꦧꦸ꧈ ꦏꦶꦥꦸꦠꦿꦲꦶꦁꦗꦼꦁꦭꦭ꧈ ꦧꦪꦢꦶꦏꦤꦺꦴꦫꦔꦶꦩ꧀ꦥꦶ꧈}}<noinclude></noinclude>
rsbkjq9tq30i8gi8ka7y21w7n0rud6x
79074
79073
2026-05-20T06:50:50Z
Kriita
885
79074
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||98|}}</noinclude>{{jawa|ꦒꦼꦤ꧀ꦠꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦮꦶꦤꦂꦤꦶ꧈ ꦧꦫꦶꦱ꧀ꦱꦺꦫꦢꦺꦤ꧀ꦏꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁ꧈ ꦥꦤ꧀ꦭꦒꦾꦥꦒꦸꦤꦼꦩ꧀ꦩꦤ꧀ ꦲꦶꦁꦢꦭꦸꦭꦤ꧀ꦥꦫꦩꦤ꧀ꦠꦿꦶ꧈ ꦥꦿꦏꦠꦺꦪꦤ꧀ꦱꦢꦪꦲꦠꦥ꧀ꦲꦶꦁꦔꦂꦱ꧉ ꧃ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦉꦩ꧀ꦧꦒ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦂꦱ꧈ ꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦏꦺꦴꦤ꧀ꦢꦸꦂꦠꦸꦩꦸꦭꦶ꧈ ꦩꦊꦧꦼꦠ꧀ꦲꦶꦁꦥꦱꦁꦒꦿꦲꦤ꧀ ꦏꦁꦮꦸꦭꦸꦕꦩ꧀ꦧꦸꦠꦤꦫꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦠꦤ꧀ꦲꦠꦧꦶꦃ꧈ ꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦢꦺꦤ꧀ꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁ꧈ ꦏꦁꦔꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦢꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦤ꧈ ꦏꦫꦺꦴꦤꦺꦱꦸꦤ꧀ꦲꦗꦏ꧀ꦩꦠꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦂꦱꦲꦶꦁꦩꦁꦏꦺꦲꦭꦏꦸꦣꦸꦱ꧀ꦛ꧉ ꧃ ꦥꦱꦁꦒꦿꦲꦤ꧀ꦤꦶꦁꦑꦭꦤ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦂꦱꦲꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦥꦱꦁꦫꦏꦶꦠ꧀ꦠꦺꦏꦩꦼꦁꦱꦃ꧈ ꦏꦁꦮꦸꦭꦸꦕꦸꦩ꧀ꦧꦸꦠꦸꦂꦧꦼꦏ꧀ꦠꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦱꦸꦮꦮꦶ꧈ ꦲꦤꦼꦭꦶꦏ꧀ꦥꦿꦗꦤꦺꦩꦸꦁꦱꦸꦃ꧈ ꦤꦸꦭꦾꦫꦲꦢꦾꦤ꧀ ꦩ꧀ꦭꦩ꧀ꦥꦃ꧈ ꦭꦮꦤ꧀ꦥꦤꦏꦮꦤ꧀ꦏꦭꦶꦃ꧈ ꦠꦤ꧀ꦏꦮꦂꦤꦲꦶꦁꦩꦂꦒꦫꦢꦺꦤ꧀ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠ꧉ ꧃ ꦮꦺꦴꦁꦱꦧꦿꦠꦤ꧀ꦲꦤꦮꦶꦏꦤ꧀ ꦲꦒꦼꦤ꧀ꦠꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦶꦤꦂꦤꦶ꧈ ꦏꦸꦱꦸꦩꦕꦺꦴꦤ꧀ꦢꦿꦑꦶꦫꦤ꧈ ꦏꦁꦠꦤ꧀ꦱꦃꦤꦲꦼꦤ꧀ꦥꦿꦶꦃꦲꦠꦶꦤ꧀ ꦥꦶꦫꦭꦔꦱ꧀ꦱꦺꦩꦁꦏꦶꦤ꧀ ꦤꦺꦁꦥꦏꦸꦮꦺꦴꦤ꧀ꦏꦭꦶꦝꦣꦸꦁ꧈ ꦩꦺꦃꦲꦤ꧀ꦢꦸꦁꦏꦥ꧀ꦱꦮꦸꦭꦤ꧀ ꦤꦩꦸꦁꦏꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦶꦒꦁꦭꦠꦿꦶ꧈ ꦲꦸꦧꦁꦒꦶꦤꦺꦕꦶꦤꦁꦏꦿꦩꦤ꧀ꦲꦶꦁꦱꦁꦤꦠ꧉ ꧃ ꦱꦧꦼꦤ꧀ꦱꦧꦼꦤ꧀ꦱꦁꦏꦸꦱꦸꦩ꧈ꦪꦺꦤ꧀ꦲꦂꦱꦢꦺꦤ꧀ꦕꦭꦁꦏꦿꦩꦤ꧀ꦤꦶ꧈ ꦣꦸꦩꦠꦼꦁꦱꦿꦶꦤꦫꦤꦠ꧈ ꦏꦛꦃꦲꦸꦧꦁꦒꦶꦤꦶꦫꦺꦏꦶ꧈ ꦥꦶꦤꦂꦤꦃꦏꦼꦤ꧀ꦱꦢꦺꦮꦶ꧈ ꦲꦤꦺꦁꦧꦁꦱꦭ꧀ꦥꦸꦂꦮꦭꦸꦭꦸꦠ꧀ ꦲꦤꦺꦁꦱꦁꦒꦂꦥꦤ꧀ꦭꦁꦔꦤ꧀ ꦏꦁꦏꦺꦴꦫꦶꦠꦤ꧀ꦱꦃꦏꦶꦤꦚ꧀ꦕꦁ꧈ ꦱꦶꦪꦢꦭꦸꦱꦢꦾꦃꦲꦚꦶꦱ꧀ꦠꦥꦿꦭꦪ꧉ ꧃ ꦏꦭꦩꦸꦤ꧀ꦫꦶꦤꦸꦢꦥꦏ꧀ꦱ꧈ ꦲꦔ꧀ꦭꦒꦤ꧀ꦤꦶꦱꦿꦶꦧꦸꦥꦠꦶ꧈ ꦲꦏꦂꦱꦲꦠꦸꦮꦼꦏ꧀ꦫꦒ꧈ ꦊꦲꦶꦁꦠꦸꦩꦼꦏꦲꦥꦠꦶ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦢꦭꦸꦠꦤ꧀ꦥꦒꦸꦭꦶꦁ꧈ ꦏꦁꦠꦤ꧀ꦱꦃꦏꦕꦶꦥ꧀ꦠꦺꦁꦏꦭ꧀ꦧꦸ꧈ ꦏꦶꦥꦸꦠꦿꦲꦶꦁꦗꦼꦁꦭꦭ꧈ ꦧꦪꦢꦶꦏꦤꦺꦴꦫꦔꦶꦩ꧀ꦥꦶ꧈}}<noinclude></noinclude>
k5z4ndgu78pjk1i2wf0gwk8inbxrir2
79075
79074
2026-05-20T06:52:02Z
Kriita
885
79075
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||98|}}</noinclude>{{jawa|ꦒꦼꦤ꧀ꦠꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦮꦶꦤꦂꦤꦶ꧈ ꦧꦫꦶꦱ꧀ꦱꦺꦫꦢꦺꦤ꧀ꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁ꧈ ꦥꦤ꧀ꦭꦒꦾꦥꦒꦸꦤꦼꦩ꧀ꦩꦤ꧀ ꦲꦶꦁꦢꦭꦸꦭꦤ꧀ꦥꦫꦩꦤ꧀ꦠꦿꦶ꧈ ꦥꦿꦏꦠꦺꦪꦤ꧀ꦱꦢꦪꦲꦠꦥ꧀ꦲꦶꦁꦔꦂꦱ꧉ ꧃ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦉꦩ꧀ꦧꦒ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦏꦂꦱ꧈ ꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦏꦺꦴꦤ꧀ꦢꦸꦂꦠꦸꦩꦸꦭꦶ꧈ ꦩꦊꦧꦼꦠ꧀ꦲꦶꦁꦥꦱꦁꦒꦿꦲꦤ꧀ ꦏꦁꦮꦸꦭꦸꦕꦩ꧀ꦧꦸꦠꦤꦫꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦠꦤ꧀ꦲꦠꦧꦶꦃ꧈ ꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦢꦺꦤ꧀ꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁ꧈ ꦏꦁꦔꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦢꦤ꧀ꦢꦤ꧀ꦤ꧈ ꦏꦫꦺꦴꦤꦺꦱꦸꦤ꧀ꦲꦗꦏ꧀ꦩꦠꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦂꦱꦲꦶꦁꦩꦁꦏꦺꦲꦭꦏꦸꦣꦸꦱ꧀ꦛ꧉ ꧃ ꦥꦱꦁꦒꦿꦲꦤ꧀ꦤꦶꦁꦑꦭꦤ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦂꦱꦲꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦥꦱꦁꦫꦏꦶꦠ꧀ꦠꦺꦏꦩꦼꦁꦱꦃ꧈ ꦏꦁꦮꦸꦭꦸꦕꦸꦩ꧀ꦧꦸꦠꦸꦂꦧꦼꦏ꧀ꦠꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶꦱꦸꦮꦮꦶ꧈ ꦲꦤꦼꦭꦶꦏ꧀ꦥꦿꦗꦤꦺꦩꦸꦁꦱꦸꦃ꧈ ꦤꦸꦭꦾꦫꦲꦢꦾꦤ꧀ ꦩ꧀ꦭꦩ꧀ꦥꦃ꧈ ꦭꦮꦤ꧀ꦥꦤꦏꦮꦤ꧀ꦏꦭꦶꦃ꧈ ꦠꦤ꧀ꦏꦮꦂꦤꦲꦶꦁꦩꦂꦒꦫꦢꦺꦤ꧀ꦮꦸꦱ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠ꧉ ꧃ ꦮꦺꦴꦁꦱꦧꦿꦠꦤ꧀ꦲꦤꦮꦶꦏꦤ꧀ ꦲꦒꦼꦤ꧀ꦠꦶꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦶꦤꦂꦤꦶ꧈ ꦏꦸꦱꦸꦩꦕꦺꦴꦤ꧀ꦢꦿꦑꦶꦫꦤ꧈ ꦏꦁꦠꦤ꧀ꦱꦃꦤꦲꦼꦤ꧀ꦥꦿꦶꦃꦲꦠꦶꦤ꧀ ꦥꦶꦫꦭꦔꦱ꧀ꦱꦺꦩꦁꦏꦶꦤ꧀ ꦤꦺꦁꦥꦏꦸꦮꦺꦴꦤ꧀ꦏꦭꦶꦝꦣꦸꦁ꧈ ꦩꦺꦃꦲꦤ꧀ꦢꦸꦁꦏꦥ꧀ꦱꦮꦸꦭꦤ꧀ ꦤꦩꦸꦁꦏꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦠꦶꦒꦁꦭꦠꦿꦶ꧈ ꦲꦸꦧꦁꦒꦶꦤꦺꦕꦶꦤꦁꦏꦿꦩꦤ꧀ꦲꦶꦁꦱꦁꦤꦠ꧉ ꧃ ꦱꦧꦼꦤ꧀ꦱꦧꦼꦤ꧀ꦱꦁꦏꦸꦱꦸꦩ꧈ꦪꦺꦤ꧀ꦲꦂꦱꦢꦺꦤ꧀ꦕꦭꦁꦏꦿꦩꦤ꧀ꦤꦶ꧈ ꦣꦸꦩꦠꦼꦁꦱꦿꦶꦤꦫꦤꦠ꧈ ꦏꦛꦃꦲꦸꦧꦁꦒꦶꦤꦶꦫꦺꦏꦶ꧈ ꦥꦶꦤꦂꦤꦃꦏꦼꦤ꧀ꦱꦢꦺꦮꦶ꧈ ꦲꦤꦺꦁꦧꦁꦱꦭ꧀ꦥꦸꦂꦮꦭꦸꦭꦸꦠ꧀ ꦲꦤꦺꦁꦱꦁꦒꦂꦥꦤ꧀ꦭꦁꦔꦤ꧀ ꦏꦁꦏꦺꦴꦫꦶꦠꦤ꧀ꦱꦃꦏꦶꦤꦚ꧀ꦕꦁ꧈ ꦱꦶꦪꦢꦭꦸꦱꦢꦾꦃꦲꦚꦶꦱ꧀ꦠꦥꦿꦭꦪ꧉ ꧃ ꦏꦭꦩꦸꦤ꧀ꦫꦶꦤꦸꦢꦥꦏ꧀ꦱ꧈ ꦲꦔ꧀ꦭꦒꦤ꧀ꦤꦶꦱꦿꦶꦧꦸꦥꦠꦶ꧈ ꦲꦏꦂꦱꦲꦠꦸꦮꦼꦏ꧀ꦫꦒ꧈ ꦊꦲꦶꦁꦠꦸꦩꦼꦏꦲꦥꦠꦶ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦢꦭꦸꦠꦤ꧀ꦥꦒꦸꦭꦶꦁ꧈ ꦏꦁꦠꦤ꧀ꦱꦃꦏꦕꦶꦥ꧀ꦠꦺꦁꦏꦭ꧀ꦧꦸ꧈ ꦏꦶꦥꦸꦠꦿꦲꦶꦁꦗꦼꦁꦭꦭ꧈ ꦧꦪꦢꦶꦏꦤꦺꦴꦫꦔꦶꦩ꧀ꦥꦶ꧈}}<noinclude></noinclude>
msdoxk8h5qm49mo976abmuvzkyg6zph
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/37
250
25096
79076
2026-05-20T06:52:24Z
Thersetya2021
125
/* Titiwaca */
79076
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{rh||— 38 —}}</noinclude>{|
|7. {{gap}},,{{gap}}Kalinggapati.||13. {{gap}},,{{gap}}Kartadarma.
|-
|8. {{gap}},,{{gap}}Pratipa.||14.{{gap}},,{{gap}}Danapati.
|-
|9. {{gap}},,{{gap}}Tjitradarma.||15.{{gap}},,{{gap}}Surjaketu.
|-
|10. Prabu Dasarata.||16.{{gap}},,{{gap}}Tjandraketu.
|-
|11. {{gap}},,{{gap}}Barata.||17.{{gap}},,{{gap}}Banaputra.
|-
|12. {{gap}},,{{gap}}Djanaka.||
|}
Para ratu Sabrang tjekap dipun wonteni 10 idji kemawon.
'''
Para Ratu Sabrang punika saged dipun wudjudi wewajanganipun, upamanipun kados ing ngandap punika.'''
No.
# Kados Gatutkatja mawi makuta.
# {{gap}},,{{gap}} {{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}topong Karna.
#{{gap}},,{{gap}}Boma mawi makuta topong Karna.
#{{gap}},,{{gap}}Baladewa gusen mawi klambi.
#{{gap}},,{{gap}}Boma rapekan pogogan.
#{{gap}},,{{gap}}Hadipatikarna rapekan mripat kadelen.
#{{gap}},,{{gap}}Drujudana rapekan klamben.
#{{gap}},,{{gap}}Salja rapekan klamben.
#{{gap}},,{{gap}}Drupada rapekan.
#{{gap}},,{{gap}}Bismaka rapekan makutan.
'''Sadaja punika sampun saged luwes kangge srambahan. Bangsaning wajang Ritjikan.'''
No.
# Gunungan. (Kajon).
# Prampogan pradjurit djawa.
# Prampogan pradjurit buta.
# Djaran (titihan) — 3 idji.
# Kreta titihan, ratu.
# Gadjah (titihan).
# Gadjah alasan.
# Naga radja.
# Sawer tanpa djamang.
# Banteng.
# Maesa — kalih idji.
# Sima putih.
# Sima limrah kuning — gembong.
# Garuda, peksi djamangan.<noinclude></noinclude>
hpagbxz9g86dqe6ln9f58qv10slei1b
Kaca:Bauwarna Wajang.pdf/42
250
25097
79077
2026-05-20T07:02:38Z
Thersetya2021
125
/* Titiwaca */
79077
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{rh||— 43 —}}</noinclude>'''NAMANING DEDAMEL AGEMIPUN PARA LINANGKUNG.'''
No.
{|
|1. Pulanggeni, Keris agemipun raden Hardjuna.
|-
|2. Kalanadah, Keris agemipun raden Hardjuna.
|-
|3. Sarutama, ||djemparing ||agemipun ||raden Hardjuna.
|-
|4. Pasupati||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}.
|-
|5. Harjasangkali,||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}.
|-
|6. Hardadadali,||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}.
|-
|7. Tjundamani, djemparing latu. gadahanipun Danghiyang Druna kapangaringaken putra Haswatama, saladjengipun kang darbe raden Hardjuna, sampun bibar prang bratajuda.
|-
|8. Sandjata Tjakra agemipun Prabu Kresna.
|-
|9. Tjakrabaskara agemipun Patih Suwondo.
|-
|10. Sandjata Kunta agemipun Hadipati Karna.
|-
|11. Widjajadanu aġemipun Hadipati Karna. (Widjajatjapa).
|-
|12. Kyai Djalak sangupati keris agemipun Hadipati Karna.
|-
|13. Kuntabaskara djemparing agemipun Prabu Danapati.
|-
|14. Bargawastra djemparing agemipun Resi Parasu (Bargawa).
|-
|15. Bargawastra djemparing agemipun Harja Sena.
|-
|16. Gada Rudjakpolo agemipun Harja Sena.
|-
|17. Gada Lukitasari agemipun Harja Setyaki.
|-
|18. Nanggala agemipun Prabu Baladewa.
|-
|19. Alugara agemipun Prabu Baladewa.
|-
|20. Nagapasa djemparing agemipun Raden Hindradjit.
|-
|21. Sandjata Barla djemparing agemipun Raden Dursasana.
|-
|22. Guwawidjaja djemparing agemipun Prabu Ramawidjaja.
|-
|23. Hendrasara djemparing agemipun Raden Laksmana,
|-
|24. Surawidjaja djemparing agemipun Raden Laksmana.
|}
{{c|'''NAMA-NAMANING PARA NARENDRA LAN NAGARINIPUN INGKANG KOTJAP WONTEN LELAMPAHANING RINGGIT PURWA.'''||
No.
# Prabu Danaradja||nagarinipun ||ing ||Lokapala.
#{{gap}},,{{gap}}Wisrawa||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}.
#{{gap}},,{{gap}}Sumali||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Ngalengka.
#{{gap}},,{{gap}}Dasamuka||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}.
#{{gap}},,{{gap}}Kartawirja||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||Maespati.
#{{gap}},,{{gap}}Hardjunasasra||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}||{{gap}},,{{gap}}.
|}<noinclude></noinclude>
tmn5pt955apjq9bacnj3bu6ijon4m7h
79083
79077
2026-05-20T07:34:55Z
Thersetya2021
125
79083
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{rh||— 43 —}}</noinclude>'''NAMANING DEDAMEL AGEMIPUN PARA LINANGKUNG.'''
No.
{|
|1. Pulanggeni, Keris agemipun raden Hardjuna.
|-
|2. Kalanadah, Keris agemipun raden Hardjuna.
|-
|3. Sarutama, djemparing {{gap}}agemipun {{gap}}raden {{gap}}Hardjuna.
|-
|4. Pasupati{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}.
|-
|5. Harjasangkali,{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}.
|-
|6. Hardadadali,{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}.
|-
|7. Tjundamani, djemparing latu. gadahanipun Danghiyang Druna kapangaringaken putra Haswatama, saladjengipun kang darbe raden Hardjuna, sampun bibar prang bratajuda.
|-
|8. Sandjata Tjakra agemipun Prabu Kresna.
|-
|9. Tjakrabaskara agemipun Patih Suwondo.
|-
|10. Sandjata Kunta agemipun Hadipati Karna.
|-
|11. Widjajadanu aġemipun Hadipati Karna. (Widjajatjapa).
|-
|12. Kyai Djalak sangupati keris agemipun Hadipati Karna.
|-
|13. Kuntabaskara djemparing agemipun Prabu Danapati.
|-
|14. Bargawastra djemparing agemipun Resi Parasu (Bargawa).
|-
|15. Bargawastra djemparing agemipun Harja Sena.
|-
|16. Gada Rudjakpolo agemipun Harja Sena.
|-
|17. Gada Lukitasari agemipun Harja Setyaki.
|-
|18. Nanggala agemipun Prabu Baladewa.
|-
|19. Alugara agemipun Prabu Baladewa.
|-
|20. Nagapasa djemparing agemipun Raden Hindradjit.
|-
|21. Sandjata Barla djemparing agemipun Raden Dursasana.
|-
|22. Guwawidjaja djemparing agemipun Prabu Ramawidjaja.
|-
|23. Hendrasara djemparing agemipun Raden Laksmana,
|-
|24. Surawidjaja djemparing agemipun Raden Laksmana.
|}
{{c|'''NAMA-NAMANING PARA NARENDRA LAN NAGARINIPUN INGKANG KOTJAP WONTEN LELAMPAHANING RINGGIT PURWA.'''}}
No.
# Prabu Danaradja{{gap}}nagarinipun {{gap}}ing {{gap}}Lokapala.
#{{gap}},,{{gap}}Wisrawa{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}.
#{{gap}},,{{gap}}Sumali{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Ngalengka.
#{{gap}},,{{gap}}Dasamuka{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}.
#{{gap}},,{{gap}}Kartawirja{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Maespati.
#{{gap}},,{{gap}}Hardjunasasra{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}.
|}<noinclude></noinclude>
dwlh584sdnqe87zj2evcmfu8s066hk4
79084
79083
2026-05-20T07:35:19Z
Thersetya2021
125
79084
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thersetya2021" />{{rh||— 43 —}}</noinclude>'''NAMANING DEDAMEL AGEMIPUN PARA LINANGKUNG.'''
No.
{|
|1. Pulanggeni, Keris agemipun raden Hardjuna.
|-
|2. Kalanadah, Keris agemipun raden Hardjuna.
|-
|3. Sarutama, djemparing {{gap}}agemipun {{gap}}raden {{gap}}Hardjuna.
|-
|4. Pasupati{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}.
|-
|5. Harjasangkali,{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}.
|-
|6. Hardadadali,{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}.
|-
|7. Tjundamani, djemparing latu. gadahanipun Danghiyang Druna kapangaringaken putra Haswatama, saladjengipun kang darbe raden Hardjuna, sampun bibar prang bratajuda.
|-
|8. Sandjata Tjakra agemipun Prabu Kresna.
|-
|9. Tjakrabaskara agemipun Patih Suwondo.
|-
|10. Sandjata Kunta agemipun Hadipati Karna.
|-
|11. Widjajadanu aġemipun Hadipati Karna. (Widjajatjapa).
|-
|12. Kyai Djalak sangupati keris agemipun Hadipati Karna.
|-
|13. Kuntabaskara djemparing agemipun Prabu Danapati.
|-
|14. Bargawastra djemparing agemipun Resi Parasu (Bargawa).
|-
|15. Bargawastra djemparing agemipun Harja Sena.
|-
|16. Gada Rudjakpolo agemipun Harja Sena.
|-
|17. Gada Lukitasari agemipun Harja Setyaki.
|-
|18. Nanggala agemipun Prabu Baladewa.
|-
|19. Alugara agemipun Prabu Baladewa.
|-
|20. Nagapasa djemparing agemipun Raden Hindradjit.
|-
|21. Sandjata Barla djemparing agemipun Raden Dursasana.
|-
|22. Guwawidjaja djemparing agemipun Prabu Ramawidjaja.
|-
|23. Hendrasara djemparing agemipun Raden Laksmana,
|-
|24. Surawidjaja djemparing agemipun Raden Laksmana.
|}
{{c|'''NAMA-NAMANING PARA NARENDRA LAN NAGARINIPUN INGKANG KOTJAP WONTEN LELAMPAHANING RINGGIT PURWA.'''}}
No.
# Prabu Danaradja{{gap}}nagarinipun {{gap}}ing {{gap}}Lokapala.
#{{gap}},,{{gap}}Wisrawa{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}.
#{{gap}},,{{gap}}Sumali{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Ngalengka.
#{{gap}},,{{gap}}Dasamuka{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}.
#{{gap}},,{{gap}}Kartawirja{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}Maespati.
#{{gap}},,{{gap}}Hardjunasasra{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}{{gap}},,{{gap}}.<noinclude></noinclude>
5e5y2d0p54ygx3ym8flmpw513o2slf0
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/101
250
25098
79078
2026-05-20T07:08:18Z
Kriita
885
/* Proofread */
79078
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||99|}}</noinclude>{{jawa|ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦫꦶꦤ꧀ꦠꦏꦏꦁꦩꦱ꧀ꦲꦂꦱꦥꦭꦱ꧀ꦠꦿ꧈ ꧄ ꦱꦥꦧꦣꦏꦁꦮꦼꦭꦱ꧀ꦱ꧈ ꦲꦔꦽꦧꦸꦠ꧀ꦠꦲꦮꦏ꧀ꦩꦩꦶ꧈ ꦲꦠꦸꦭꦸꦁꦲꦶꦁꦏ꧀ꦭꦱ꧀ꦲꦂꦱ꧈ ꦲꦩꦸꦁꦢꦶꦏꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦥꦶꦫꦭꦮꦱ꧀ꦱꦺꦩꦁꦏꦶꦤ꧀ ꦪꦺꦤ꧀ꦏꦁꦩꦱ꧀ꦢꦠꦤ꧀ꦲꦤꦸꦱꦸꦭ꧀ ꦣꦠꦼꦁꦲꦮꦏ꧀ꦏꦮꦸꦭ꧈ ꦥꦱ꧀ꦛꦶꦪꦺꦤ꧀ꦏꦮꦸꦭꦩꦠꦶ꧈ ꦧꦱꦩꦶꦱꦶꦃꦊꦁꦊꦁꦔꦺꦱꦪꦲꦤ꧀ꦢꦢꦿ꧉ ꧄ ꦏꦭꦁꦏꦸꦁꦲꦶꦁꦲꦺꦩꦼꦁꦔꦶꦫ꧈ ꦲꦶꦁꦩꦤꦃꦥꦸꦠꦿꦶꦏꦼꦣꦶꦫꦶ꧈ ꦠꦩ꧀ꦧꦸꦃꦏꦁꦱꦶꦤꦩ꧀ꦧꦠ꧀ꦱꦩ꧀ꦧꦠ꧀ ꦠ꧀ꦭꦶꦂꦠꦠꦸꦱꦶꦤꦸꦢꦸꦏ꧀ꦒꦸꦤ꧀ꦠꦶꦁ꧈ ꦏꦢꦾꦱꦠꦩꦺꦩꦺꦠ꧀ꦠꦶ꧈ ꦱꦁꦉꦠ꧀ꦤꦩꦸꦁꦒꦃꦠꦸꦩꦸꦫꦸꦤ꧀ ꦲꦩꦶꦕꦫꦲꦶꦁꦤꦭ꧈ ꦏꦪꦥꦿꦶꦪꦺꦥꦺꦴꦭꦃꦩꦩꦶ꧈ ꦏꦏꦶꦢꦺꦮꦧꦚ꧀ꦗꦸꦠ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦗꦶꦮꦏꦮꦸꦭ꧉ ꧄ꦪꦺꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦠꦶꦤꦼꦏꦤ꧀ꦲꦶꦁꦢꦺꦮ꧈ ꦥꦤꦼꦣꦏꦮꦸꦭꦱꦶꦁꦒꦶꦃ꧈ ꦊꦲꦶꦁꦏꦮꦸꦭꦥꦼꦗꦃꦲ꧈ ꦲꦸꦫꦶꦱ꧀ꦠꦤ꧀ꦱꦩꦶꦤꦶꦁꦗꦤ꧀ꦩꦶ꧈ ꦏꦮꦂꦤꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦿꦥ꧀ꦠꦶ꧈ ꦱꦶꦫꦫꦲꦔꦺꦤ꧀ꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦩꦶꦤ꧀ꦝꦢꦺꦮ꧈ ꦩꦊꦧꦼꦠ꧀ꦥꦽꦤꦃꦱꦁꦥꦸꦠꦿꦶ꧈ ꦢꦸꦏ꧀ꦗꦸꦩꦼꦤꦼꦁꦫꦢꦺꦤ꧀ꦲꦶꦁꦮꦶꦁꦏꦶꦁꦱꦁꦉꦠ꧀ꦤ꧉ ꧄ ꦲꦢꦔꦸꦠꦤ꧀ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧈ ꦱꦁꦉꦠ꧀ꦤꦢꦺꦤ꧀ꦭꦶꦁꦲꦶꦭꦶꦁꦔꦶ꧈ ꦱꦶꦤꦮꦁꦱꦏꦶꦁꦲꦶꦁꦔꦂꦱ꧈ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦲꦩꦶꦕꦫꦺꦁꦲꦠꦶ꧈ ꦩꦸꦱ꧀ꦛꦶꦏꦤꦺꦱꦧꦸꦩꦶ꧈ ꦲꦶꦪꦲꦸꦒꦩꦶꦫꦃꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ ꦲꦤꦼꦤꦼꦣꦺꦁꦗꦮꦠ꧈ꦒꦺꦤꦺꦪꦱꦏꦶꦠ꧀ꦏꦁꦒꦭꦶꦃ꧈ ꦏꦁꦲꦩꦶꦤ꧀ꦝꦢꦺꦮꦲꦭꦺꦴꦤ꧀ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧉ ꧄ ꦥꦸꦏꦸꦭꦸꦤ꧀ꦥꦸꦠꦸꦩꦤꦶꦫ꧈ ꦏꦁꦭꦒꦾꦩꦸꦗꦱꦼꦁꦩꦺꦢꦶ꧈ ꦲꦥꦤꦶꦤꦶꦱꦶꦫꦠꦼꦣ꧈ ꦩꦫꦁꦧꦛꦫꦏꦁꦭꦸꦮꦶꦃ꧈ ꦮꦶꦱ꧀ꦭꦸꦮꦂꦫꦤꦤꦶꦤꦶ꧈ꦲꦶꦁꦔꦺꦴꦁꦗꦮꦠꦲꦤꦸꦫꦸꦤ꧀ ꦏꦒꦾꦠ꧀ꦢꦸꦏ꧀ꦏꦮꦶꦱ꧀ꦠꦫ꧈ ꦱꦁꦢꦾꦃꦮꦼꦣꦂꦲꦱ꧀ꦠꦏꦭꦶꦃ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦲꦊꦁꦒꦃꦏꦭꦁꦏꦸꦁꦔꦼꦤꦺꦴꦂꦤꦼꦤ꧀ꦫꦒ꧉ ꧄ ꦩꦠꦸꦂꦱꦁꦢꦾꦃꦲꦮꦺꦴꦠ꧀ꦱꦏꦂ꧈ ꦥꦸꦏꦸꦭꦸꦤ꧀ꦱꦶꦢ꧀ꦢꦧꦛꦫꦶ꧈ ꦱꦥꦕꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦏꦁꦠꦸꦩꦣꦏ꧀ ꦗꦮꦠꦏꦁꦲꦤꦸꦫꦸꦤ꧀ꦤꦶ꧈ ꦩꦿꦶꦁꦮꦺꦴꦁꦏꦮꦼꦭꦱ꧀ꦲꦱꦶꦃ꧈}}<noinclude></noinclude>
7rf8dwso146svx0svqo2aofkvt1wd0p
79079
79078
2026-05-20T07:08:43Z
Kriita
885
79079
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||99|}}</noinclude>{{jawa|ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦫꦶꦤ꧀ꦠꦏꦏꦁꦩꦱ꧀ꦲꦂꦱꦥꦭꦱ꧀ꦠꦿ꧉ ꧄ ꦱꦥꦧꦣꦏꦁꦮꦼꦭꦱ꧀ꦱ꧈ ꦲꦔꦽꦧꦸꦠ꧀ꦠꦲꦮꦏ꧀ꦩꦩꦶ꧈ ꦲꦠꦸꦭꦸꦁꦲꦶꦁꦏ꧀ꦭꦱ꧀ꦲꦂꦱ꧈ ꦲꦩꦸꦁꦢꦶꦏꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦥꦶꦫꦭꦮꦱ꧀ꦱꦺꦩꦁꦏꦶꦤ꧀ ꦪꦺꦤ꧀ꦏꦁꦩꦱ꧀ꦢꦠꦤ꧀ꦲꦤꦸꦱꦸꦭ꧀ ꦣꦠꦼꦁꦲꦮꦏ꧀ꦏꦮꦸꦭ꧈ ꦥꦱ꧀ꦛꦶꦪꦺꦤ꧀ꦏꦮꦸꦭꦩꦠꦶ꧈ ꦧꦱꦩꦶꦱꦶꦃꦊꦁꦊꦁꦔꦺꦱꦪꦲꦤ꧀ꦢꦢꦿ꧉ ꧄ ꦏꦭꦁꦏꦸꦁꦲꦶꦁꦲꦺꦩꦼꦁꦔꦶꦫ꧈ ꦲꦶꦁꦩꦤꦃꦥꦸꦠꦿꦶꦏꦼꦣꦶꦫꦶ꧈ ꦠꦩ꧀ꦧꦸꦃꦏꦁꦱꦶꦤꦩ꧀ꦧꦠ꧀ꦱꦩ꧀ꦧꦠ꧀ ꦠ꧀ꦭꦶꦂꦠꦠꦸꦱꦶꦤꦸꦢꦸꦏ꧀ꦒꦸꦤ꧀ꦠꦶꦁ꧈ ꦏꦢꦾꦱꦠꦩꦺꦩꦺꦠ꧀ꦠꦶ꧈ ꦱꦁꦉꦠ꧀ꦤꦩꦸꦁꦒꦃꦠꦸꦩꦸꦫꦸꦤ꧀ ꦲꦩꦶꦕꦫꦲꦶꦁꦤꦭ꧈ ꦏꦪꦥꦿꦶꦪꦺꦥꦺꦴꦭꦃꦩꦩꦶ꧈ ꦏꦏꦶꦢꦺꦮꦧꦚ꧀ꦗꦸꦠ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦗꦶꦮꦏꦮꦸꦭ꧉ ꧄ꦪꦺꦤ꧀ꦠꦤ꧀ꦠꦶꦤꦼꦏꦤ꧀ꦲꦶꦁꦢꦺꦮ꧈ ꦥꦤꦼꦣꦏꦮꦸꦭꦱꦶꦁꦒꦶꦃ꧈ ꦊꦲꦶꦁꦏꦮꦸꦭꦥꦼꦗꦃꦲ꧈ ꦲꦸꦫꦶꦱ꧀ꦠꦤ꧀ꦱꦩꦶꦤꦶꦁꦗꦤ꧀ꦩꦶ꧈ ꦏꦮꦂꦤꦲꦶꦁꦏꦁꦥꦿꦥ꧀ꦠꦶ꧈ ꦱꦶꦫꦫꦲꦔꦺꦤ꧀ꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦲꦩꦶꦤ꧀ꦝꦢꦺꦮ꧈ ꦩꦊꦧꦼꦠ꧀ꦥꦽꦤꦃꦱꦁꦥꦸꦠꦿꦶ꧈ ꦢꦸꦏ꧀ꦗꦸꦩꦼꦤꦼꦁꦫꦢꦺꦤ꧀ꦲꦶꦁꦮꦶꦁꦏꦶꦁꦱꦁꦉꦠ꧀ꦤ꧉ ꧄ ꦲꦢꦔꦸꦠꦤ꧀ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧈ ꦱꦁꦉꦠ꧀ꦤꦢꦺꦤ꧀ꦭꦶꦁꦲꦶꦭꦶꦁꦔꦶ꧈ ꦱꦶꦤꦮꦁꦱꦏꦶꦁꦲꦶꦁꦔꦂꦱ꧈ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦲꦩꦶꦕꦫꦺꦁꦲꦠꦶ꧈ ꦩꦸꦱ꧀ꦛꦶꦏꦤꦺꦱꦧꦸꦩꦶ꧈ ꦲꦶꦪꦲꦸꦒꦩꦶꦫꦃꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ ꦲꦤꦼꦤꦼꦣꦺꦁꦗꦮꦠ꧈ꦒꦺꦤꦺꦪꦱꦏꦶꦠ꧀ꦏꦁꦒꦭꦶꦃ꧈ ꦏꦁꦲꦩꦶꦤ꧀ꦝꦢꦺꦮꦲꦭꦺꦴꦤ꧀ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧉ ꧄ ꦥꦸꦏꦸꦭꦸꦤ꧀ꦥꦸꦠꦸꦩꦤꦶꦫ꧈ ꦏꦁꦭꦒꦾꦩꦸꦗꦱꦼꦁꦩꦺꦢꦶ꧈ ꦲꦥꦤꦶꦤꦶꦱꦶꦫꦠꦼꦣ꧈ ꦩꦫꦁꦧꦛꦫꦏꦁꦭꦸꦮꦶꦃ꧈ ꦮꦶꦱ꧀ꦭꦸꦮꦂꦫꦤꦤꦶꦤꦶ꧈ꦲꦶꦁꦔꦺꦴꦁꦗꦮꦠꦲꦤꦸꦫꦸꦤ꧀ ꦏꦒꦾꦠ꧀ꦢꦸꦏ꧀ꦏꦮꦶꦱ꧀ꦠꦫ꧈ ꦱꦁꦢꦾꦃꦮꦼꦣꦂꦲꦱ꧀ꦠꦏꦭꦶꦃ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦲꦊꦁꦒꦃꦏꦭꦁꦏꦸꦁꦔꦼꦤꦺꦴꦂꦤꦼꦤ꧀ꦫꦒ꧉ ꧄ ꦩꦠꦸꦂꦱꦁꦢꦾꦃꦲꦮꦺꦴꦠ꧀ꦱꦏꦂ꧈ ꦥꦸꦏꦸꦭꦸꦤ꧀ꦱꦶꦢ꧀ꦢꦧꦛꦫꦶ꧈ ꦱꦥꦕꦶꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦏꦁꦠꦸꦩꦣꦏ꧀ ꦗꦮꦠꦏꦁꦲꦤꦸꦫꦸꦤ꧀ꦤꦶ꧈ ꦩꦿꦶꦁꦮꦺꦴꦁꦏꦮꦼꦭꦱ꧀ꦲꦱꦶꦃ꧈}}<noinclude></noinclude>
pdgmhvaoukpbqqg1ps5p0gldtfostx6
Kaca:ꦕꦫꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦯꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁ.pdf/110
250
25099
79080
2026-05-20T07:17:06Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
79080
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||108}}</noinclude>{{Jawa|ꦭꦶꦃ꧈ꦠꦤ꧀ꦏꦮꦂꦤꦢꦭꦸꦤꦶꦫ꧈ ꧃ ꦱꦉꦁꦲꦺꦚ꧀ꦗꦁꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦮꦶꦏꦾꦩꦠꦸꦂꦩꦫꦶꦁ꧈ꦲꦶꦁꦧꦼꦤ꧀ꦢꦫꦤꦶꦫ꧈ꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦮꦺꦴꦁꦒꦮꦶꦤꦂꦤꦶ꧈ꦢꦸꦏ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦠꦲꦤꦺꦁꦲꦶꦁꦔꦂꦱ꧈ ꧃ꦒꦾꦲꦸꦩꦠꦸꦂꦥꦸꦂꦮꦩꦢꦾꦮꦤꦱꦤꦶꦁ꧈ꦢꦸꦤ꧀ꦤꦸꦮꦸꦱ꧀ꦮꦕꦸꦕꦭ꧀ ꦲꦤꦺꦁꦭꦤ꧀ꦝꦺꦴꦃꦏꦺꦴꦁꦱꦶꦥꦿꦥ꧀ꦠꦶ꧈ꦗꦼꦁꦥꦔꦿꦤ꧀ꦔꦸꦔꦸꦤ꧀ꦔꦸꦤ꧀ꦒꦾꦣꦮꦃ꧈꧃ ꦣꦠꦼꦁꦢꦼꦩꦁꦫꦺꦴꦁꦒꦧꦼꦏꦼꦭ꧀ꦭꦤ꧀ꦔꦧꦺꦲꦶ꧈ꦏꦶꦤꦺꦤ꧀ꦔꦸꦥꦪꦲ꧈ꦏꦁꦔ꧀ꦤꦩ꧀ꦧꦩꦭ꧀ꦧꦺꦁꦮꦤꦢꦿꦶ꧈ꦱꦩꦤꦱꦶꦒꦿꦧꦸꦣꦭ꧀ꦭꦤ꧀ ꧅ ꦱꦩꦾꦧꦼꦏ꧀ꦠꦱꦚ꧀ꦗꦠꦠꦸꦩ꧀ꦧꦏ꧀ꦭꦤ꧀ꦏꦼꦫꦶꦱ꧀꧈ꦏꦢꦾꦔ꧀ꦭꦸꦫꦸꦒ꧀ꦥꦼꦫꦁ꧈ꦮꦤꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦥꦸꦁꦤꦸꦭꦶ꧈ꦠꦶꦪꦁꦏꦛꦃꦱꦩꦾꦱꦸꦫꦏ꧀ ꧄ ꦊꦩ꧀ꦧꦏꦒꦾꦠ꧀ꦗꦁꦒꦶꦫꦠ꧀ꦲꦏꦶꦫꦶꦒ꧀ꦏꦶꦫꦶꦒ꧀ꦩꦕꦶꦕꦶꦭ꧀ꦤꦺꦠꦿꦚ꧈ꦭꦗꦼꦁꦤꦼꦩ꧀ꦥꦸꦃꦲꦩ꧀ꦧꦸꦫꦺꦴꦤ꧀ꦤꦶ꧈ꦧꦶꦤꦺꦤ꧀ꦢꦿꦺꦴꦮꦲꦺꦴꦱ꧀ꦱꦚ꧀ꦗꦠ꧈꧄ꦥꦔꦩꦸꦏ꧀ꦏꦺꦏꦊꦩ꧀ꦧꦸꦱꦪꦩꦮꦽꦢꦶ꧈ꦱꦫꦺꦴꦱꦲꦒꦭꦏ꧀ ꦏꦛꦃꦲꦶꦁꦏꦁꦤꦤ꧀ꦝꦁꦏꦤꦶꦤ꧀ ꦢꦢꦾꦩꦸꦤ꧀ꦢꦸꦂꦧꦫꦶꦱ꧀ꦱꦶꦫ꧈ ꧃ ꦤꦸꦂꦩ ꧃ ꦏꦺꦃꦲꦶꦗꦤ꧀ꦩꦒꦶꦫꦶꦱ꧀ꦲꦗꦿꦶꦃꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦱꦸꦤ꧀ꦝꦁ꧈ꦏꦁꦱꦩꦾꦤꦤ꧀ꦝꦁꦏꦤꦶꦤ꧀ꦱꦩꦶꦒꦶꦤꦺꦴꦠꦺꦴꦁꦔꦤ꧀꧈ꦏꦫꦶꦤꦶꦫꦠꦤ꧀ꦲꦂꦱ꧈ꦩꦥꦒ꧀ꦤꦠꦼꦩ꧀ꦥꦸꦃꦲꦶꦁꦱꦥꦶ꧈ꦧꦫꦶꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦤꦶꦫ꧈ꦱꦩꦾ ꦥꦿꦪꦶꦠ꧀ꦤꦺꦁꦮꦺꦱ꧀ꦝꦺꦶ꧈ ꧅ ꦮꦪꦃꦲꦱꦂꦏꦁꦊꦩ꧀ꦧꦸꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦲꦱꦪꦃ꧈ꦏꦺꦔꦶꦁꦚꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦗꦫꦶꦁ꧈ꦏꦧꦼꦏ꧀ꦠꦩꦿꦶꦁꦮꦶꦱ꧀ꦩ꧈ꦏꦠꦸꦂꦣꦠꦼꦁꦗꦼꦁꦥꦔꦿꦤ꧀ ꦕꦼꦏꦛꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦏ꧀ꦱꦶꦃꦏꦤ꧀ꦝꦶꦭ꧀ ꦥꦔꦿꦤ꧀ꦝꦮꦸꦃꦚ꧈ꦥꦤ꧀ꦏꦶꦤꦺꦤ꧀ꦧꦸꦏꦏ꧀ꦲꦒ꧀ꦭꦶꦱ꧀꧈ ꧄ ꦒꦾꦧꦶꦤꦸꦏꦏ꧀ꦕꦼꦼꦛꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦤꦶꦫꦤꦸꦭꦾ꧈ ꦱꦔꦺꦤ꧀ꦝꦮꦸꦃꦤꦸꦭꦶ꧈ ꦣꦠꦼꦁꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦮꦶꦒ꧀ꦚ꧈ꦲꦺꦴꦩꦫꦱꦚ꧀ꦗꦠꦲ꧈ꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦮꦶꦒ꧀ꦚꦧꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦲꦒ꧀ꦭꦶꦱ꧀ꦱꦼꦚ꧀ꦗꦠꦤꦶꦫ꧈ꦊꦩ꧀ꦧꦸꦏꦺꦔꦶꦁꦔꦼꦩꦱ꧀ꦱꦶ꧈ ꧃ ꦗꦼꦁꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦮꦺꦴꦁꦒꦲꦭꦺꦴꦤ꧀ꦲꦤ꧀ꦢꦶꦏꦚ꧈ꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦮꦶꦒ꧀ꦚꦥꦸꦤꦶꦏꦶ꧈ꦲꦥꦏꦿꦤꦤꦶꦫ꧈ꦥꦱꦃꦱꦶꦫꦱꦚ꧀ꦗꦠ꧈ꦩꦲꦸ}}<noinclude></noinclude>
lh10k6z7cfh0f37y0hd33cxqognem2z
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/102
250
25100
79081
2026-05-20T07:25:17Z
Kriita
885
/* Proofread */
79081
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||100|}}</noinclude>{{jawa|ꦏꦁꦩꦺꦤ꧀ꦝꦢꦺꦮꦱꦸꦩꦲꦸꦂ꧈ ꦏꦭꦩꦸꦤ꧀ꦱꦶꦫꦠꦤ꧀ꦚ꧈ ꦲꦶꦪꦩꦫꦶꦁꦗꦼꦤꦼꦁꦩꦩꦶ꧈ ꦏꦁꦲꦤꦩꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦧꦛꦫꦩꦮꦡ꧈ ꧄ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦠꦤ꧀ꦚꦲꦶꦁꦱꦶꦫ꧈ ꦲꦥꦱꦼꦢꦾꦤꦶꦫꦤꦶꦤꦶ꧈ ꦲꦤꦼꦤꦼꦣꦲꦶꦁꦗꦮꦠ꧈ ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦗꦭꦸꦏ꧀ꦮꦂꦤꦲꦢꦶ꧈ ꦱꦶꦫꦲꦪꦸꦭꦶꦤꦸꦮꦶꦃ꧈ ꦱꦥꦁꦏꦁꦏꦪꦱꦶꦫꦺꦏꦸ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦗꦭꦸꦏ꧀ꦏꦩꦱ꧀ꦉꦠ꧀ꦤ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦱꦶꦫꦮꦸꦱ꧀ꦲꦱꦸꦒꦶꦃ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦱꦶꦫꦢꦢꦶꦒꦂꦮꦤꦺꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿ꧉ ꧄ ꦠꦸꦂꦱꦶꦫꦥꦸꦠꦿꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿ꧈ꦪꦺꦤ꧀ꦗꦭꦸꦏ꧀ꦏꦗꦼꦠꦸꦏꦿꦩꦶ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦱꦶꦫꦮꦸꦱ꧀ꦲꦏꦿꦩ꧈ ꦥꦤ꧀ꦲꦺꦴꦭꦺꦃꦫꦠꦸꦱꦶꦤꦼꦏ꧀ꦠꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦧꦿꦁꦤꦫꦥꦠꦶ꧈ ꦥꦤ꧀ꦲꦔꦿꦺꦃꦱꦩꦶꦤꦶꦁꦫꦠꦸ꧈ ꦩꦠꦸꦂꦏꦸꦱꦸꦩꦢꦲ꧈ ꦥꦸꦏꦸꦭꦸꦤ꧀ꦱꦁꦢꦺꦮꦭꦸꦮꦶꦃ꧈ ꦭꦸꦲꦸꦁꦥꦼꦗꦃꦠꦤ꧀ꦲꦂꦱꦏꦿꦩꦮꦺꦴꦁꦱꦧꦿꦁ꧉ ꧅ ꦥꦸꦏꦸꦭꦸꦤ꧀ꦢꦺꦮꦧꦛꦫ꧈ꦏꦮꦸꦭꦠꦏꦺꦤ꧀ꦪꦁꦏꦏꦶ꧈ ꦭꦏꦶꦏꦮꦸꦭꦢꦾꦤ꧀ꦥꦸꦏꦿ꧈ ꦱꦸꦤꦥꦩꦏ꧀ꦱꦶꦃꦲꦲꦱꦶꦃ꧈ ꦣꦠꦼꦁꦏꦣꦸꦭꦪꦼꦏ꧀ꦠꦶ꧈ ꦏꦭꦶꦃꦢꦺꦤꦺꦩꦭꦶꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦥꦸꦤꦥꦲꦤꦸꦱꦸꦭ꧀ꦭ꧈ ꦣꦠꦼꦁꦏꦮꦸꦭꦪꦁꦏꦏꦶ꧈ ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦥꦸꦤ꧀ꦢꦶꦒꦺꦤ꧀ꦏꦮꦸꦭꦥꦁꦒꦾ꧉ ꧃ ꦏꦁꦩꦶꦤ꧀ꦝꦢꦺꦮꦲꦔꦸꦕꦥ꧀ ꦭꦥꦱꦶꦫꦩꦱꦶꦃꦲꦱꦶꦃ꧈ ꦩꦫꦶꦁꦫꦢꦺꦤ꧀ꦏꦱꦠꦿꦶꦪꦤ꧀ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦲꦶꦟꦸꦏꦂꦠꦥꦠꦶ꧈ ꦩꦠꦸꦂꦏꦸꦱꦸꦩꦢꦺꦮꦶ꧈ ꦭꦁꦏꦸꦁꦲꦱꦶꦃꦲꦮꦏ꧀ꦏꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦧꦺꦴꦠꦼꦤ꧀ꦥꦁꦒꦶꦃꦲ꧈ ꦥꦱ꧀ꦛꦶꦏꦮꦸꦭꦔꦼꦩꦱ꧀ꦱꦶ꧈ ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦱꦶꦫꦏꦲꦩꦶꦤ꧀ꦝꦢꦺꦮ꧉ ꧄ ꦩꦼꦁꦏꦺꦴꦱꦶꦫꦲꦥꦁꦒꦶꦃꦲ꧈ ꦏꦭꦮꦤ꧀ꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦭꦃꦤꦶꦤꦶꦒꦸꦩꦠꦺꦤ꧀ꦤꦤ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦩꦼꦁꦏꦺꦴꦱꦶꦫꦏꦥꦁꦒꦶꦃ꧈ ꦪ꧀ꦮꦠꦲꦠꦲꦤꦶꦤꦶ꧈ ꦥꦱ꧀ꦛꦶꦏꦭꦩꦸꦤ꧀ꦏꦠꦼꦩꦸ꧈ ꦭꦃꦪꦥꦸꦤꦒꦺꦤ꧀ꦤꦤ꧈ ꦏꦢꦁꦔꦶꦫꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦒꦶꦃꦱꦤ꧀ꦢꦶꦏꦥꦸꦤꦥꦏꦂꦱꦥꦢꦸꦏ꧉ ꧃ ꦏꦭꦩꦸꦤ꧀ꦢꦠꦤ꧀ꦥꦁꦒꦶꦃꦲ꧈}}<noinclude></noinclude>
gn65cntitfjvwf1jspegmnqeot3jpvi
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/103
250
25101
79089
2026-05-20T07:50:28Z
Kriita
885
/* Proofread */
79089
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||101|}}</noinclude>{{jawa|ꦏꦸꦭꦠꦼꦩ꧀ꦥꦃꦏꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦏꦶ꧈ ꦭꦮꦤ꧀ꦏꦏꦁꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦊꦲꦼꦁꦣꦸꦩꦠꦼꦁꦔꦥꦠꦶ꧈ ꦏꦁꦩꦶꦤ꧀ꦝꦢꦺꦮꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁ꧈ ꦲꦶꦪꦥꦸꦠꦸꦥꦸꦠꦸꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ ꦱꦶꦫꦒꦸꦩꦠꦺꦤ꧀ꦤꦤ꧈ ꦩꦼꦁꦏꦺꦴꦤꦶꦤꦶꦱꦸꦤ꧀ꦠꦸꦠꦸꦂꦫꦶ꧈ ꦱꦗꦠꦶꦤꦺꦱꦸꦱꦸꦥꦺꦱꦱꦿꦭꦸꦢꦶꦫ꧉ ꧃ ꦱꦁꦢꦾꦃꦩꦶꦕꦫꦲꦶꦁꦤꦭ꧈ ꦏꦏꦶꦢꦺꦮꦱꦸꦤ꧀ꦮꦠꦮꦶꦱ꧀ ꦧꦪꦭꦒꦶꦏꦼꦩ꧀ꦭꦫꦠ꧀ꦠꦤ꧀ ꦠꦼꦏꦩꦸꦤ꧀ꦝꦸꦠ꧀ꦲꦭꦶꦲꦭꦶ꧈ ꦲꦤꦸꦭꦾꦱꦁꦱꦸꦥꦸꦠꦿꦶ꧈ ꦏꦭ꧀ꦥꦶꦏꦥꦶꦤꦼꦕꦠ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ ꦣꦥꦸꦂꦱꦱꦿꦭꦸꦢꦶꦫ꧈ ꦲꦶꦔꦠꦸꦂꦫꦏꦼꦤ꧀ꦠꦸꦩꦸꦭꦶ꧈ ꦠꦶꦤꦩ꧀ꦥꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦏꦭ꧀ꦥꦶꦏꦱꦱꦿꦭꦸꦢꦶꦫ꧉ ꧃ ꦱꦁꦉꦠ꧀ꦤꦩꦶꦕꦫꦺꦁꦤꦭ꧈ ꦢꦸꦏ꧀ꦤꦩ꧀ꦥꦏ꧀ꦤꦲꦭꦶꦲꦭꦶ꧈ ꦏꦏꦶꦢꦺꦮꦁꦲꦱꦼꦩ꧀ꦧꦿꦤ꧈ ꦠꦼꦏꦲꦩꦶꦗꦼꦠ꧀ꦢꦫꦶꦗꦶ꧈ꦱꦁꦢꦾꦃꦲꦺꦮꦏꦁꦲꦠꦶ꧈ ꦏꦁꦩꦶꦤ꧀ꦝꦢꦺꦮꦲꦩꦸꦮꦸꦱ꧀ ꦲꦺꦃꦧꦧꦺꦴꦱꦿꦸꦃꦲꦤ꧀ꦤꦶꦫ꧈ ꦥꦸꦠꦸꦥꦸꦠꦸꦤꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦤꦶꦤꦶ꧈ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿꦢꦸꦏ꧀ꦭꦒꦶꦱꦥꦸꦁꦏꦸꦂꦫꦶꦫ꧉ ꧃ ꦏꦭꦁꦏꦸꦁꦧꦿꦺꦴꦁꦠꦲꦔꦫꦁ꧈ ꦠꦤ꧀ꦏꦼꦤꦣꦲꦂꦭꦤ꧀ꦒꦸꦭꦶꦁ꧈ ꦩꦸꦁꦱꦶꦫꦤꦶꦤꦶꦏꦲꦺꦠꦁ꧈ ꦏꦁꦢꦢꦶꦥꦫꦤ꧀ꦤꦶꦁꦧꦿꦠꦶ꧈ ꦲꦶꦪꦥꦺꦠꦁꦔꦤ꧀ꦩꦩꦶ꧈ ꦧꦺꦱꦸꦏ꧀ꦱꦶꦫꦲꦠꦼꦠꦼꦩꦸ꧈ ꦏꦭꦮꦤ꧀ꦭꦏꦶꦤꦶꦫ꧈ ꦥꦺꦴꦩꦮꦼꦏꦱ꧀ꦱꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦤꦶꦤꦶ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦏꦠꦼꦩꦸꦲꦤꦸꦭꦶꦒꦸꦩꦠꦺꦤ꧀ꦤꦤ꧉ ꧃ ꦱꦏꦂꦱꦤꦺꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦠꦤ꧈ ꦲꦗꦔꦁꦒꦺꦴꦲꦶꦱꦶꦤ꧀ꦲꦶꦱꦶꦤ꧀ ꦏꦸꦱꦩꦩꦠꦸꦂꦲꦤꦼꦩ꧀ꦧꦃ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦲꦺꦪꦁꦏꦏꦶ꧈ ꦏꦭꦩꦸꦤ꧀ꦩꦱꦃꦱꦸꦢꦶ꧈ ꦲꦔꦧ꧀ꦢꦺꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦩꦫꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ ꦩꦠꦸꦂꦏꦸꦱꦸꦩꦢꦲ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦩꦏꦠꦼꦤ꧀ꦲꦺꦪꦁꦏꦏꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦸꦒꦶꦪꦁꦏꦏꦶꦲꦔꦠꦶꦔꦭ꧀ꦭ꧉ ꧃ ꦱꦁꦥꦸꦠꦿꦶꦲꦮꦱ꧀ꦠꦸꦩꦶꦔꦭ꧀ ꦣꦸꦩꦠꦼꦔ꧀ꦮꦲꦸꦢꦾꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦚꦶꦠꦥꦸꦠꦿꦲꦶꦁꦗꦼꦁꦭꦭ꧈ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦲꦶꦟꦸꦏꦂꦥꦠꦶ꧈ ꦠꦤ꧀ꦱꦩꦂꦠꦶꦔꦭ꧀ꦤꦺꦏꦶ꧈ ꦱꦁꦥꦸꦠꦿꦶꦲꦮꦱ꧀ꦲꦤ꧀ꦢꦸꦭꦸ꧈ ꦠꦺꦴꦃꦱꦼꦥꦃꦩꦸꦁꦒꦺꦁꦭꦛꦾ}}<noinclude></noinclude>
acd839mxl2hy2qzkh1uro44x0ntcq1g
Kaca:ꦕꦫꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦯꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁ.pdf/109
250
25102
79095
2026-05-20T07:57:50Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
79095
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
79133
79095
2026-05-20T09:26:13Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
79133
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||107}}</noinclude>{{Jawa|ꦭꦺꦴꦁꦔꦺꦴꦩ꧀ꦧꦺꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦭꦼꦩ꧀ꦧꦸꦒꦩ꧀ꦥꦶꦭ꧀ꦩꦶꦮꦃꦪꦺꦤ꧀ꦲꦁꦒꦸꦪꦁ꧈ꦩꦶꦭꦱꦧꦼꦤ꧀ꦲꦤꦺꦁꦔꦿꦶꦏꦶ꧈ꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦤꦸꦭꦾꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧈ ꧃ ꦣꦠꦼꦁꦱꦧꦠ꧀ꦲꦿꦪꦲꦧ꧀ꦢꦶꦏꦁꦤꦺꦁꦔꦂꦱꦶ꧈ꦭꦃꦱꦶꦫꦗꦸꦏꦸꦏ꧀ꦤ꧈ꦥꦿꦪꦮꦭꦸꦭꦁꦱꦛꦶꦛꦶꦏ꧀ꦲꦤꦲꦠꦼꦏꦱꦠꦼꦧꦃ꧈꧅ꦲꦧ꧀ꦢꦶꦥꦿꦪꦲꦸꦩꦺꦤ꧀ꦠꦂꦤꦸꦭꦾꦲꦔꦶꦫꦶꦱ꧀ ꦥꦤꦸꦗꦸꦕꦸꦕꦭ꧀ꦚ꧈ꦩꦲꦺꦱꦣꦸꦁꦏꦹꦭ꧀ꦢꦤ꧀ꦲꦶꦫꦶꦱ꧀ ꦥꦤ꧀ꦭꦗꦼꦁꦢꦺꦤ꧀ꦥꦫꦶꦔꦼꦤ꧀ꦤ꧈ ꧃ ꦣꦠꦼꦁꦠꦶꦪꦁꦮꦺꦴꦁꦒꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦢꦺꦤ꧀ꦠꦩ꧀ꦥꦤ꧀ꦤꦶ꧈ꦲꦤꦹꦭꦾꦥꦩꦶꦠ꧀ꦠꦤ꧀ ꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦔ꧀ꦭꦶꦭꦤ꧀ꦤꦶ꧈ꦮꦸꦱ꧀ꦚꦩꦸꦤ꧀ꦢꦸꦂꦱꦏꦶꦁꦔꦂꦱ꧈ ꧅ ꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦮꦶꦏ꧀ꦚꦸꦱꦮꦹꦱ꧀ꦥꦁꦒꦶꦃꦏꦺꦴꦚ꧀ꦕꦏꦁꦒꦿꦩꦶ꧈ꦲꦤꦺꦁꦲꦫꦲꦫ꧈ꦊꦩ꧀ꦧꦸꦭꦗꦼꦁꦢꦺꦤ꧀ꦩꦺꦴꦩꦺꦴꦠ꧀ꦠꦶ꧈ꦕꦸꦕꦭ꧀ꦝꦸꦁꦏꦹꦭ꧀ꦲꦩ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦤꦶꦫ꧈ ꧅ ꦤꦸꦭꦾꦧꦶꦣꦭ꧀ꦱꦢꦪꦊꦩ꧀ꦧꦸꦤꦺꦁꦔꦂꦱꦶ꧈ꦊꦩ꧀ꦧꦸꦠꦶꦒꦁꦢꦱ꧈ꦱꦢꦪꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦒꦼꦤ꧀ꦝꦤ꧀ꦤꦶ꧈ꦲꦫꦩꦺꦱꦸꦮꦫꦤꦶꦫ꧈ ꧃ ꦠꦶꦁꦏꦊꦤꦺꦁꦒꦼꦤ꧀ꦝꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦒꦼꦁꦲꦭꦶꦠ꧀ ꦱꦼꦭꦸꦂꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦶꦫ꧈ꦭꦫꦺꦲꦔꦺꦤ꧀ꦏꦺꦃꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ꦲꦫꦤ꧀ꦠꦥ꧀ꦱꦩꦂꦒꦩꦂ꧑꧃ ꦢꦠꦤ꧀ꦏꦺꦴꦕꦱ꧀ꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦶꦫꦲꦤꦺꦁꦩꦂꦒꦶ꧈ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦏꦺꦁꦮꦶꦱ꧀ꦩ꧈ꦲꦶꦁꦮꦺꦴꦁꦒꦱꦢꦱꦩꦶ꧈ꦏꦺꦴꦕꦥ꧀ꦥꦊꦩ꧀ꦧꦸꦱꦠꦸꦁꦒꦭ꧀ ꧃ ꦤꦸꦭꦾꦔꦩꦸꦏ꧀ꦩꦺꦴꦩꦺꦴꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦤꦺꦏꦺꦴꦕꦂꦏꦕꦶꦂ꧈ꦏꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ꦕꦼꦏꦛꦏ꧀ꦏꦤ꧀ ꦠꦏ꧀ꦱꦶꦃꦏꦤ꧀ꦝꦶꦭ꧀ꦲꦤꦺꦁꦒꦶꦒꦶꦂ꧈ꦊꦩ꧀ꦧꦸꦏꦢꦾꦏꦠꦺꦩ꧀ꦥꦺꦭ꧀ꦭꦤ꧀ ꧃ ꦩ꧀ꦭꦗꦼꦁꦔꦭꦺꦂꦔꦶꦭꦺꦤ꧀ꦔꦶꦢꦸꦭ꧀ꦔꦺꦠꦤ꧀ꦤꦼꦁꦒꦶꦃ꧈ꦧꦶꦤꦺꦤ꧀ꦢꦿꦺꦴꦁꦲꦶꦁꦏꦛꦃ꧈ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦲꦶꦁꦏꦁꦚꦚ꧀ꦗꦠꦤ꧀ꦤꦶ꧈ꦢꦠꦤ꧀ꦧꦸꦱꦶꦏ꧀ꦮꦸꦭꦸꦤꦶꦫ꧈ ꧅ ꦥꦔꦩꦸꦏ꧀ꦏꦺꦊꦩ꧀ꦧꦸꦱꦪꦲꦤꦼꦩꦼꦤ꧀ꦤꦶ꧈ꦤꦹꦚ꧀ꦗꦁꦩꦶꦮꦃꦚꦸꦤ꧀ꦝꦁ꧈ꦲꦏꦛꦃꦠꦶꦪꦁꦏꦁꦏꦤꦶꦤ꧀ꦊꦩ꧀ꦧꦸꦭꦸꦩꦗꦼꦁꦩꦿꦶꦁꦮꦤ꧈꧃ꦠꦶꦤꦹꦠꦸꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦱꦢꦪꦢꦠꦤ꧀ꦔꦸꦤ꧀ꦠꦥ꧀ꦥꦶ꧈ꦱꦼꦫꦥ꧀ꦮꦪꦃꦲꦶꦫ꧈ꦠꦶꦪꦁꦱꦩꦶꦮꦁꦱꦸꦭ꧀ꦩꦸ}}<noinclude></noinclude>
ae0b2oj2i9x6alnfhukhmbcxjh4alzw
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/104
250
25103
79116
2026-05-20T08:41:10Z
Kriita
885
/* Proofread */
79116
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Kriita" />{{rh||102|}}</noinclude>{{jawa|ꦥꦶꦭꦶꦃꦲꦶꦁꦏꦁꦔꦸꦢꦤꦺꦤ꧀ꦤꦶ꧈ ꦭꦩꦸꦤ꧀ꦤꦺꦴꦫꦥꦸꦏꦿꦶꦲꦢꦶꦲꦶꦁꦩꦩꦼꦟꦁ꧉ ꧃ ꦱꦉꦁꦕꦩ꧀ꦥꦸꦃꦲꦶꦁꦥꦤꦶꦔꦭ꧀ ꦭꦶꦂꦧꦫꦸꦁꦏꦶꦭꦠ꧀ꦭꦤ꧀ꦛꦛꦶꦠ꧀ ꦱꦾꦸꦃꦉꦩ꧀ꦥꦸꦠꦶꦔꦭ꧀ꦏꦭꦶꦃꦚ꧈ ꦫꦲꦢꦺꦤ꧀ꦲꦩꦸꦮꦸꦱ꧀ꦲꦫꦶꦱ꧀ ꦏꦂꦱꦤꦶꦁꦧꦛꦫꦟꦶꦁ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦱꦶꦫꦥꦁꦒꦶꦃꦭꦤ꧀ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ ꦣꦸꦃꦪꦲꦶꦗꦶꦮꦤꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦏꦁꦢꦢꦶꦠꦼꦊꦁꦔꦶꦁꦲꦠꦶ꧈ ꦲꦩꦸꦁꦱꦶꦫꦩꦸꦱ꧀ꦛꦶꦏꦤꦶꦁꦥꦿꦩꦸꦢꦶꦠ꧉ ꧃ꦥꦶꦤꦺꦴꦤ꧀ꦝꦺꦴꦁꦏꦸꦱꦸꦩꦢꦲ꧈ ꦮꦲꦸꦣꦠꦼꦁꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦠꦼꦁꦤꦶꦢꦸꦁꦔꦤ꧀ꦥꦢꦸꦒꦺꦴꦱ꧈ ꦥꦭꦸꦒꦺꦴꦤ꧀ꦏꦩꦶꦤꦶꦩꦶꦫꦶꦁ꧈ ꦲꦺꦢꦢꦺꦤ꧀ꦤꦶꦫꦒꦸꦭꦶꦁ꧈ ꦮꦲꦸꦱꦶꦫꦫꦢꦺꦤ꧀ꦓꦭꦸꦃ꧈ ꦩꦺꦃꦏꦺꦴꦁꦱꦶꦏꦫꦲꦶꦤꦤ꧀ ꦲꦤꦺꦁꦗꦿꦺꦴꦤꦶꦁꦠꦶꦭꦩ꧀ꦱꦫꦶ꧈ ꦥꦸꦏꦸꦭ꧀ꦠꦶꦏꦮꦪꦃꦲꦶꦫꦢꦸꦏ꧀ꦱꦺꦩꦤ꧉ ꧃ ꦲꦢꦺꦤ꧀ꦲꦭꦺꦴꦤ꧀ꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧈ ꦮꦲꦸꦣꦠꦼꦁꦤꦶꦁꦏꦁꦫꦪꦶ꧈ ꦭꦃꦪꦪꦶꦱꦶꦫꦏꦫꦶꦪ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦥꦤ꧀ꦲꦂꦱꦲꦩꦶꦗꦶꦭ꧀ ꦩꦠꦸꦂꦏꦸꦱꦸꦩꦢꦺꦮꦶ꧈ ꦏꦮꦸꦭꦠꦤ꧀ꦥꦸꦫꦸꦤ꧀ꦏꦤ꧀ꦠꦸꦤ꧀ ꦤꦤꦾꦤ꧀ꦠꦸꦩꦼꦏꦺꦁꦥꦼꦗꦃ꧈ ꦏꦮꦸꦭꦣꦠꦼꦁꦔ꧀ꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦶ꧈ ꦥꦤ꧀ꦏꦮꦸꦭꦲꦤ꧀ꦝꦺꦫꦺꦤꦏ꧀ꦏꦏꦼꦤ꧀ꦥꦢꦸꦏ꧉ ꧃ ꦠꦸꦩꦼꦁꦒꦸꦁꦕꦑꦿꦤꦲꦫ꧈ ꦮꦸꦱ꧀ꦩꦶꦗꦶꦭ꧀ꦱꦏꦶꦁꦗꦿꦺꦴꦥꦸꦫꦶ꧈ ꦮꦺꦴꦁꦢꦊꦱ꧀ꦠꦤ꧀ꦲꦤꦮꦶꦏꦤ꧀ ꦱꦢꦪꦲꦺꦕꦲꦒꦸꦭꦶꦁ꧈ ꦩꦶꦮꦃꦮꦢꦾꦭꦶꦠ꧀ꦱꦩꦶ꧈ ꦏꦁꦱꦩꦶꦗꦒꦥꦏꦺꦮꦸꦃ꧈ ꦠꦤ꧀ꦲꦤꦲꦶꦁꦏꦁꦮꦶꦏꦤ꧀ ꦱꦏꦺꦱꦃꦲꦺꦏꦸꦱꦸꦩꦢꦶ꧈ ꦱꦿꦶꦧꦸꦥꦠꦶꦲꦺꦕꦢꦺꦤ꧀ꦤꦶꦫꦲꦤꦺꦤ꧀ꦢꦿ꧉ ꧃ ꦱꦏꦛꦃꦲꦺꦮꦢꦾꦱꦧꦿꦁ꧈ ꦱꦢꦪꦢꦶꦥꦸꦤꦫ꧀ꦮꦸꦏꦸꦂꦫꦶ꧈ ꦩꦫꦶꦁꦏꦶꦩꦺꦤꦏ꧀ꦦꦿꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠ꧈ ꦩꦶꦮꦃꦧꦽꦔꦺꦴꦱ꧀ꦱꦺꦏꦁꦱꦶꦱꦶꦃ꧈ ꦭꦮꦤ꧀ꦒꦺꦴꦣꦺꦒ꧀ꦒꦺꦱꦩꦶ꧈ ꦢꦺꦤ꧀ꦕꦸꦏꦸꦂꦠꦸꦤ꧀ꦝꦠꦼꦁꦠꦼꦭꦸ꧈ ꦱꦢꦪꦕꦶꦤꦺꦴꦫꦺꦁꦔꦤ꧀ ꦏꦸꦱꦶꦂꦲꦥꦸꦲꦉꦁꦗꦠꦶ꧈ ꦕꦶꦤꦺꦴꦫꦺꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦥꦶꦤꦶꦤ꧀ꦝꦲꦱꦸꦏꦼꦫꦃꦲꦤ꧀꧈ ꧃ ꦏꦶꦥꦠꦶꦃꦲꦸꦗꦸꦁꦯꦼꦧꦠ꧈ ꦢꦺꦤ꧀ꦕꦸꦏꦸꦂ}}<noinclude></noinclude>
gofewjfxku3apr28fcsfzsrfxvb8t61
Kaca:ꦕꦫꦶꦪꦺꦴꦱ꧀ꦱꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦯꦺꦃꦗꦁꦏꦸꦁ.pdf/108
250
25104
79134
2026-05-20T09:27:18Z
Suga Widi
1719
proses titiwaca
79134
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="1" user="Suga Widi" /></noinclude><noinclude></noinclude>
4t18g9g3s191cjwewiiwv6k2wwoe5t6
79135
79134
2026-05-20T09:54:49Z
Suga Widi
1719
/* Titiwaca */
79135
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Suga Widi" />{{rh||106}}</noinclude>{{Jawa|ꦕꦥ꧀ꦥ꧈ꦮꦺꦴꦤ꧀ꦠꦼꦤ꧀ꦠꦶꦪꦁꦢꦒꦁꦒꦿꦩꦶ꧈ꦏꦁꦮꦶꦱ꧀ꦩꦤꦒꦫꦶꦮꦺꦴꦁꦒ꧈ ꧄ ꦭꦺꦫꦺꦃꦩꦺꦴꦤ꧀ꦝꦺꦴꦏ꧀ꦠꦺꦂꦫꦶꦁꦣꦸꦱꦸꦤ꧀ꦭꦤ꧀ꦝꦺꦴꦃꦤꦼꦁꦒꦶꦃ꧈ꦲꦤꦺꦁꦔꦫꦲꦫ꧈ꦠꦶꦪꦁꦮꦺꦴꦁꦒꦱꦺꦴꦏꦮꦠꦶ꧈ꦲꦶꦁꦔꦿꦶꦏꦸꦭꦺꦫꦺꦃꦲꦤ꧀ꦤꦶꦫ꧈꧅ ꦱꦏꦶꦁꦏꦶꦢꦸꦭ꧀ꦧꦼꦏ꧀ꦠꦧꦮꦁꦤꦶꦭꦮꦽꦢꦶ꧈ꦮꦶꦤꦤꦺꦗꦸꦮꦤ꧈ ꦩꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦏꦶꦥꦸꦤ꧀ꦧꦼꦏ꧀ꦠꦠꦿꦱꦶ꧈ꦮꦶꦤꦢꦺꦣꦠꦼꦁꦩꦠꦫꦩ꧀ ꧄ ꦠꦶꦪꦁꦮꦺꦴꦁꦒꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦩꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦱꦶꦁꦗꦸꦮꦤꦶ꧈ꦊꦩ꧀ꦧꦸꦠꦶꦒꦁꦢꦱ꧈ꦭꦫꦺꦃꦔꦫꦲꦫꦔꦸꦤꦶ꧈ꦱꦉꦁꦢꦭꦸꦠꦤ꧀ꦮꦸꦤꦶꦔ꧈ ꧄ ꦲꦩ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦕꦸꦕꦭ꧀ꦕꦶꦤꦺꦴꦭꦺꦴꦁꦒꦶꦤꦶꦒꦶꦠ꧀ꦲꦚ꧀ꦗꦶꦁ꧈ꦲꦺꦚ꧀ꦗꦁꦲꦂꦱꦧꦶꦣꦭ꧀ ꦲꦩ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦤꦺꦲꦶꦕꦭ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦶꦭ꧀ꦢꦢꦾꦏꦤ꧀ꦝꦼꦒ꧀ꦭꦩ꧀ꦥꦃꦲꦶꦫ꧈꧄ꦏꦼꦥꦭꦚꦲꦶꦁꦏꦁꦩꦶꦤꦺꦴꦁꦏꦔ꧀ꦭꦸꦫꦃꦲꦶ꧈ꦤꦩꦶꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦮꦶꦒ꧀ꦚ꧈ꦩꦊꦧꦼꦠ꧀ꦲꦶꦁꦭꦤ꧀ꦝꦺꦴꦃꦤꦼꦁꦒꦶꦃ꧈ꦩꦉꦏ꧀ꦗꦼꦁꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦠꦼꦔꦃ꧈ ꧄ ꦱꦩ꧀ꦥꦸꦤ꧀ꦥꦿꦥ꧀ꦏꦲꦤꦺꦁꦔꦂꦱꦂꦲꦠꦸꦂꦧꦼꦏ꧀ꦠꦶ꧈ꦩꦠꦸꦂꦩꦼꦭꦱ꧀ꦱꦂꦱ꧈ꦩꦤꦮꦶꦲꦶꦁꦒꦶꦃꦩꦉꦁꦔꦶ꧈ꦥꦤ꧀ꦱꦏꦶꦁꦏꦂꦱꦥꦢꦸꦏ꧈ ꧄ ꦲꦩ꧀ꦧꦸꦤꦸꦮꦸꦤ꧀ꦮꦕꦸꦕꦭ꧀ꦩꦺꦱꦱꦏꦼꦣꦶꦏ꧀ ꦱꦠꦼꦧꦃꦏꦺꦮꦭ꧈ꦥꦚ꧀ꦗꦁꦔꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦮꦤ꧀ꦏꦏꦶ꧈ꦏꦶꦤꦂꦪꦲꦩ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦩꦺꦴꦩꦺꦴꦠ꧀ꦠꦤ꧀ ꧃ꦮꦲꦸꦢꦭꦸꦲꦩ꧀ꦧꦼꦤ꧀ꦧꦶꦤꦏ꧀ꦠꦲꦶꦁꦲꦚ꧀ꦗꦶꦁ꧈ꦩꦸꦁꦲꦶꦕꦭ꧀ꦱꦠꦸꦁꦒꦭ꧀ ꦏꦂꦪꦕꦺꦴꦛꦺꦴꦤꦶꦁꦲꦒꦿꦩꦶ꧈ꦲꦱꦔꦼꦠ꧀ꦥꦤꦸꦮꦸꦤ꧀ꦲꦩ꧀ꦧꦸ꧈ ꧃ ꦥꦔꦿꦤ꧀ꦠꦼꦔꦃꦥꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦤꦶꦫꦲꦫꦶꦱ꧀꧈ꦥꦸꦤ꧀ꦢꦶꦮꦶꦱ꧀ꦩꦤ꧀ꦢꦶꦏ꧈ꦲꦶꦁꦣꦸꦱꦸꦤ꧀ꦤꦥꦤꦒꦫꦶ꧈ꦱꦺꦴꦤ꧀ꦠꦮꦶꦒ꧀ꦚꦲꦠꦽꦤꦠ꧈ ꧄ ꦣꦸꦃꦥꦔꦺꦫꦤ꧀ꦮꦶꦱ꧀ꦩꦲꦩ꧀ꦧꦲꦶꦁꦤꦒꦫꦶ꧈ꦲꦶꦁꦮꦺꦴꦁꦒꦥꦿꦢꦶꦏꦤ꧀ ꦲꦩ꧀ꦧꦢꦒꦁꦧꦿꦩ꧀ꦧꦸꦁꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶ꧈ꦲꦩ꧀ꦧꦱꦢꦺꦩꦿꦶꦁꦗꦸꦮꦤ꧈ ꧃ ꦮꦁꦱꦸꦭ꧀ꦲꦩ꧀ꦧꦲꦏꦶꦭꦏ꧀ꦒꦼꦫꦺꦃꦩꦾꦁꦠꦿꦱꦶ꧈ꦪꦺꦤ꧀ꦚꦶꦥꦼꦁꦏꦮꦸꦭ꧈ꦱꦭꦺꦂꦫꦶꦁꦣꦸꦱꦸꦤ꧀ꦥꦸꦤꦶꦏꦶ꧈ꦲꦫꦲꦫꦤꦺꦏꦁꦮꦶꦪꦂ꧈ ꧃ ꦕꦏꦼꦠ꧀ꦧ}}<noinclude></noinclude>
jdbd27ef1uo5bkwankbhwwmzizbaqqk
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/27
250
25105
79146
2026-05-20T11:40:01Z
Abdansykr26
860
/* Titiwaca */
79146
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||25}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦥꦮꦺꦱ꧀ꦠꦿꦶ꧈ ꦲꦏꦸꦲꦸꦒꦭꦫꦺꦗꦼꦤ꧀ꦝꦸꦭ꧀ ꦱꦶꦫꦠꦸꦏꦸꦮꦮꦂꦠ꧈ ꦲꦶꦁꦮꦸꦏꦶꦂꦕꦼꦩꦫꦮꦶꦭꦶꦱ꧀ ꦩꦶꦭꦏꦫꦤ꧀ꦮꦱꦶꦑꦸꦢꦗꦪꦺꦁꦱꦼꦏꦂ꧉ ꧃ ꦲꦤꦢꦺꦤꦺꦏꦂꦪꦤꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦩꦶꦭꦠꦼꦣꦏ꧀ꦱꦏꦶꦁꦮꦹꦏꦶꦂ꧈ ꦮꦂꦠꦤꦺꦤꦒꦿꦶꦗꦼꦁꦓꦭ꧈ ꦲꦤꦮꦺꦴꦁꦧꦶꦤꦪꦁꦏꦫꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ꦲꦂꦱꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦥꦤ꧀ꦠꦼꦩ꧀ꦧꦺꦢꦲꦠ꧀ꦪꦸꦤ꧀ꦮꦼꦫꦸꦃ꧈ ꦥꦤ꧀ꦲꦏꦸꦢꦸꦫꦸꦁꦮꦶꦏꦤ꧀ ꦲꦏꦸꦏꦠꦼꦩꦸꦲꦶꦁꦩꦂꦒꦶ꧈ ꦭꦤ꧀ꦩꦤ꧀ꦭꦼꦩꦸꦥꦤ꧀ꦲꦏꦸꦧꦚ꧀ꦗꦸꦂꦢꦶꦲꦗꦏ꧀꧈ ꧃ ꦫꦒꦤꦺꦠꦧꦪꦱꦶꦫ꧈ ꦏꦁꦲꦂꦱꦧꦶꦤꦪꦁꦏꦫꦶ꧈ ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦗꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦲꦶꦪꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦪꦪꦶ꧈ ꦲꦂꦱꦧꦶꦤꦪꦁꦏꦫꦶ꧈ ꦲꦶꦪꦭꦮꦤ꧀ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦓꦭꦸꦃ꧈ ꦩꦺꦱꦼꦩ꧀ꦗꦿꦺꦴꦤꦶꦁꦮꦂꦢꦪ꧈ ꦑꦸꦢꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦱꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁ꧈ ꦏꦱꦠꦿꦶꦪꦤ꧀ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦩꦶꦣꦔꦼꦠ꧀ꦮꦂꦠ꧉ ꧅ ꦏꦁꦲꦫꦤ꧀ꦕꦺꦴꦤ꧀ꦢꦿꦑꦶꦫꦤ꧈ ꦏꦱꦸꦱꦿꦪꦺꦤ꧀ꦲꦪꦸꦭꦸꦮꦶꦃ꧈ ꦱꦗꦒꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦱꦱꦩ꧈ ꦥꦸꦠꦿꦶꦲꦢꦶꦲꦶꦁꦑꦼꦣꦶꦫꦶ꧈ ꦱꦁꦫꦗꦥꦸꦠꦿꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁ꧈ ꦲꦶꦪꦏꦭꦢꦸꦏ꧀ꦫꦸꦩꦸꦲꦸꦤ꧀ ꦏꦭꦤꦺꦢꦸꦫꦸꦁꦲꦶꦭꦁ꧈ ꦔꦠꦪꦺꦤ꧀ꦲꦪꦸꦭꦶꦤꦸꦮꦶꦃ꧈ ꦤꦔꦶꦁꦩꦼꦁꦏꦺꦴꦱꦠꦼꦏꦤꦺꦥꦔꦸꦩ꧀ꦧꦫꦤ꧀꧈ ꧄ ꦯꦼꦏꦂꦠꦗꦶꦩꦭꦶꦃꦮꦂꦤ꧈ ꦲꦭꦤꦺꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁꦭꦶꦮꦠ꧀ꦠꦶ꧈ ꦱꦭꦶꦫꦤꦺꦏꦪꦒꦗꦃ꧈ ꦩꦶꦭꦭꦁꦏꦸꦁꦮꦼꦭꦱ꧀ꦩꦩꦶ꧈ ꦩꦫꦁꦢꦾꦤ꧀ꦯꦼꦏꦂꦠꦗꦶ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦠꦤ꧀ꦢꦼꦂꦩꦤ꧀ꦏꦭꦁꦏꦸꦁ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦤꦺꦴꦫꦏꦪꦲ꧈ ꦏꦁꦲꦠꦶꦏꦪꦗꦶꦤꦲꦶꦠ꧀ ꦲꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶꦩꦿꦶꦁꦁꦫꦼꦠ꧀ꦤꦕꦺꦴꦤ꧀ꦢꦿꦑꦶꦫꦤ꧉ ꧅ ꦩꦶꦮꦃꦫꦩꦱꦿꦶꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿ꧈ ꦏꦭꦁꦏꦸꦁꦮꦼꦭꦱ꧀ꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦩꦂꦩꦤꦺꦪꦪꦶꦩꦤꦶꦫ꧈ ꦥꦤ꧀ꦲꦂꦱꦧꦶꦤꦪꦁꦏꦫꦶ꧈ ꦏꦶꦮꦱꦶꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦱꦸꦏꦒꦸꦩꦸꦪꦸꦱꦁꦧꦒꦸꦱ꧀ ꦩꦺꦴꦗꦂꦱꦂꦮꦶꦲꦫꦶꦪꦏ꧀ ꦭꦺꦴꦫꦺꦴꦲꦫꦤ꧀ꦤꦺꦒꦫꦶꦁꦱꦶꦁ꧈ ꦢꦺꦤ꧀ꦥꦿꦪꦶꦠ꧀ꦤꦱꦶꦫꦲꦸꦒꦏꦱꦠꦿꦶꦪꦤ꧀꧈ ꧅ ꦥꦤ꧀ꦲꦏꦺꦃꦮꦺꦴꦁꦩꦺꦤ꧀ꦝ
}}<noinclude></noinclude>
ji2as1j4zz04dc1fxcg9h3cwazs61ks
79147
79146
2026-05-20T11:40:42Z
Abdansykr26
860
79147
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||25}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦥꦮꦺꦱ꧀ꦠꦿꦶ꧈ ꦲꦏꦸꦲꦸꦒꦭꦫꦺꦗꦼꦤ꧀ꦝꦸꦭ꧀ ꦱꦶꦫꦠꦸꦏꦸꦮꦮꦂꦠ꧈ ꦲꦶꦁꦮꦸꦏꦶꦂꦕꦼꦩꦫꦮꦶꦭꦶꦱ꧀ ꦩꦶꦭꦏꦫꦤ꧀ꦮꦱꦶꦑꦸꦢꦗꦪꦺꦁꦱꦼꦏꦂ꧉ ꧃ ꦲꦤꦢꦺꦤꦺꦏꦂꦪꦤꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦩꦶꦭꦠꦼꦣꦏ꧀ꦱꦏꦶꦁꦮꦹꦏꦶꦂ꧈ ꦮꦂꦠꦤꦺꦤꦒꦿꦶꦗꦼꦁꦓꦭ꧈ ꦲꦤꦮꦺꦴꦁꦧꦶꦤꦪꦁꦏꦫꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ꦲꦂꦱꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦥꦤ꧀ꦠꦼꦩ꧀ꦧꦺꦢꦲꦠ꧀ꦪꦸꦤ꧀ꦮꦼꦫꦸꦃ꧈ ꦥꦤ꧀ꦲꦏꦸꦢꦸꦫꦸꦁꦮꦶꦏꦤ꧀ ꦲꦏꦸꦏꦠꦼꦩꦸꦲꦶꦁꦩꦂꦒꦶ꧈ ꦭꦤ꧀ꦩꦤ꧀ꦭꦼꦩꦸꦥꦤ꧀ꦲꦏꦸꦧꦚ꧀ꦗꦸꦂꦢꦶꦲꦗꦏ꧀꧈ ꧃ ꦫꦒꦤꦺꦠꦧꦪꦱꦶꦫ꧈ ꦏꦁꦲꦂꦱꦧꦶꦤꦪꦁꦏꦫꦶ꧈ ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦗꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦲꦶꦪꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦪꦪꦶ꧈ ꦲꦂꦱꦧꦶꦤꦪꦁꦏꦫꦶ꧈ ꦲꦶꦪꦭꦮꦤ꧀ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦓꦭꦸꦃ꧈ ꦩꦺꦱꦼꦩ꧀ꦗꦿꦺꦴꦤꦶꦁꦮꦂꦢꦪ꧈ ꦑꦸꦢꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦱꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁ꧈ ꦏꦱꦠꦿꦶꦪꦤ꧀ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦩꦶꦣꦔꦼꦠ꧀ꦮꦂꦠ꧉ ꧅ ꦏꦁꦲꦫꦤ꧀ꦕꦺꦴꦤ꧀ꦢꦿꦑꦶꦫꦤ꧈ ꦏꦱꦸꦱꦿꦪꦺꦤ꧀ꦲꦪꦸꦭꦸꦮꦶꦃ꧈ ꦱꦗꦒꦠ꧀ꦠꦤ꧀ꦥꦱꦱꦩ꧈ ꦥꦸꦠꦿꦶꦲꦢꦶꦲꦶꦁꦑꦼꦣꦶꦫꦶ꧈ ꦱꦁꦫꦗꦥꦸꦠꦿꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁ꧈ ꦲꦶꦪꦏꦭꦢꦸꦏ꧀ꦫꦸꦩꦸꦲꦸꦤ꧀ ꦏꦭꦤꦺꦢꦸꦫꦸꦁꦲꦶꦭꦁ꧈ ꦔꦠꦪꦺꦤ꧀ꦲꦪꦸꦭꦶꦤꦸꦮꦶꦃ꧈ ꦤꦔꦶꦁꦩꦼꦁꦏꦺꦴꦱꦠꦼꦏꦤꦺꦥꦔꦸꦩ꧀ꦧꦫꦤ꧀꧈ ꧄ ꦯꦼꦏꦂꦠꦗꦶꦩꦭꦶꦃꦮꦂꦤ꧈ ꦲꦭꦤꦺꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁꦭꦶꦮꦠ꧀ꦠꦶ꧈ ꦱꦭꦶꦫꦤꦺꦏꦪꦒꦗꦃ꧈ ꦩꦶꦭꦭꦁꦏꦸꦁꦮꦼꦭꦱ꧀ꦩꦩꦶ꧈ ꦩꦫꦁꦢꦾꦤ꧀ꦯꦼꦏꦂꦠꦗꦶ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦠꦤ꧀ꦢꦼꦂꦩꦤ꧀ꦏꦭꦁꦏꦸꦁ꧈ ꦢꦺꦤꦺꦤꦺꦴꦫꦏꦪꦲ꧈ ꦏꦁꦲꦠꦶꦏꦪꦗꦶꦤꦲꦶꦠ꧀ ꦲꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶꦩꦿꦶꦁꦫꦼꦠ꧀ꦤꦕꦺꦴꦤ꧀ꦢꦿꦑꦶꦫꦤ꧉ ꧅ ꦩꦶꦮꦃꦫꦩꦱꦿꦶꦤꦫꦺꦤ꧀ꦢꦿ꧈ ꦏꦭꦁꦏꦸꦁꦮꦼꦭꦱ꧀ꦤꦶꦔꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦩꦂꦩꦤꦺꦪꦪꦶꦩꦤꦶꦫ꧈ ꦥꦤ꧀ꦲꦂꦱꦧꦶꦤꦪꦁꦏꦫꦶ꧈ ꦏꦶꦮꦱꦶꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦱꦸꦏꦒꦸꦩꦸꦪꦸꦱꦁꦧꦒꦸꦱ꧀ ꦩꦺꦴꦗꦂꦱꦂꦮꦶꦲꦫꦶꦪꦏ꧀ ꦭꦺꦴꦫꦺꦴꦲꦫꦤ꧀ꦤꦺꦒꦫꦶꦁꦱꦶꦁ꧈ ꦢꦺꦤ꧀ꦥꦿꦪꦶꦠ꧀ꦤꦱꦶꦫꦲꦸꦒꦏꦱꦠꦿꦶꦪꦤ꧀꧈ ꧅ ꦥꦤ꧀ꦲꦏꦺꦃꦮꦺꦴꦁꦩꦺꦤ꧀ꦝ
}}<noinclude></noinclude>
bfz786sor65212hsiysvm06rwqxfqt0
Kaca:ꦥꦚ꧀ꦗꦶꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ.pdf/28
250
25106
79151
2026-05-20T11:57:10Z
Abdansykr26
860
/* Titiwaca */
79151
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Abdansykr26" />{{rh||26}}</noinclude>{{Jawa|tag=div|1=
ꦩꦺꦤ꧀ꦝ꧈ ꦏꦮꦿꦸꦃꦲꦤꦗꦩꦤ꧀ꦩꦁꦏꦶꦤ꧀ ꦥꦲꦶꦭꦤ꧀ꦭꦤ꧀ꦭꦫꦁꦥꦔꦤ꧀ ꦥꦥꦠꦶꦲꦔꦽꦉꦧꦸꦠ꧀ꦠꦶ꧈ ꦠꦤ꧀ꦮꦿꦸꦃꦔ꧀ꦭꦶꦩꦁꦱꦸꦏꦺꦴꦤ꧀ꦤꦶ꧈ ꦏꦱꦸꦱꦸꦲꦶꦁꦧꦸꦠꦸꦃꦲꦶꦥꦸꦤ꧀ ꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦸꦠꦿꦗꦼꦁꦓꦭ꧈ ꦲꦶꦁꦒꦭꦶꦃꦢꦠꦤ꧀ꦏꦢꦸꦒꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦮꦸꦮꦸꦱ꧀ꦱꦺꦏꦶꦲꦸꦤ꧀ꦝꦏ꧀ꦏꦤ꧀ꦤꦫꦮꦺꦴꦁꦯ꧉ ꧃ ꦲꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦫꦗꦥꦸꦠꦿ꧈ ꦪꦪꦶꦮꦱꦶꦗꦪꦺꦁꦉꦱ꧀ꦩꦶ꧈ ꦱꦶꦫꦔꦮꦸꦭꦲꦩꦿꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦲꦪ꧀ꦮꦱꦶꦫꦩꦸꦭꦶꦃꦩꦸꦭꦶꦃ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦠꦱꦶꦫꦪꦪꦶ꧈ ꦩꦤꦶꦫꦲꦏꦸꦱꦢꦸꦭꦸꦂ꧈ ꦱꦶꦫꦪꦪꦶꦩꦚ꧀ꦗꦶꦁꦔ꧈ ꦏꦢꦁꦱꦸꦤ꧀ꦱꦸꦢꦫꦮꦺꦢꦶ꧈ ꦲꦶꦁꦱꦹꦤ꧀ꦤꦺꦴꦫꦢꦸꦮꦺꦏꦢꦁꦲꦩꦸꦁꦱꦶꦫ꧉ ꧃ ꦲꦔ꧀ꦭꦶꦁꦏꦸꦢꦟꦫꦮꦺꦴꦁꦱ꧈ ꦲꦭꦃꦲꦶꦪꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦠꦮꦸꦱ꧀ꦏꦠꦫꦶꦩ꧈ ꦥꦱꦶꦃꦲꦤ꧀ꦤꦶꦫꦲꦶꦁꦩꦩꦶ꧈ ꦠꦤ꧀ꦧꦶꦱꦲꦩꦁꦱꦸꦭ꧀ꦭꦶ꧈ ꦫꦺꦃꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦶꦏꦶꦮꦺꦴꦁꦧꦒꦸꦱ꧀ ꦤꦺꦴꦫꦧꦶꦱꦲꦏꦿꦩ꧈ ꦭꦤ꧀ꦩꦤꦶꦁꦔꦺꦫꦢꦺꦤ꧀ꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦲꦏꦸꦲꦸꦒꦮꦺꦴꦁꦧꦒꦸꦱ꧀ꦮꦶꦢꦶꦒ꧀ꦢꦺꦁꦱꦱ꧀ꦠꦿ꧉ ꧅ ꦩꦤꦮꦠꦏꦸꦫꦁꦱꦧꦂ꧈ ꦩꦤꦃꦲꦶꦫꦩꦫꦶꦁꦩꦩꦶ꧈ ꦔꦮꦸꦭꦏ꧀ꦲꦏꦼꦤ꧀ꦩꦫꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦏꦮꦿꦸꦃꦲꦤꦩꦺꦢꦩꦩꦶ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦠꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦲꦸꦒꦶ꧈ ꦠꦤ꧀ꦏꦼꦤꦏꦥꦼꦚ꧀ꦕꦺꦁꦔꦪꦸꦤ꧀ ꦲꦥꦤ꧀ꦫꦢꦕꦸꦒꦼꦠ꧀ꦠꦤ꧀ ꦥꦤꦱ꧀ꦧꦫꦤ꧀ꦥꦸꦠꦸꦁꦲꦠꦶ꧈ ꦧꦺꦴꦏ꧀ꦩꦤꦮꦱꦶꦫꦥꦚ꧀ꦗꦶꦠꦤ꧀ꦢꦼꦫꦤ꧉ ꧅ ꦭꦤ꧀ꦩꦭꦶꦃꦲꦺꦩꦺꦢꦤꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦱꦤꦢꦾꦤ꧀ꦠꦱꦶꦫꦥꦚ꧀ꦗꦶ꧈ ꦲꦮꦺꦃꦥꦿꦺꦤ꧀ꦠꦃꦩꦫꦁꦲꦶꦁꦮꦁ꧈ ꦪꦺꦤ꧀ꦤꦺꦴꦫꦥꦠꦸꦠ꧀ꦲꦶꦁꦠꦸꦭꦶꦱ꧀ ꦲꦶꦏꦸꦲꦏꦸꦠꦤ꧀ꦏꦼꦤꦶ꧈ ꦱꦪꦼꦏ꧀ꦠꦶꦱꦶꦫꦱꦸꦤ꧀ꦱꦸꦢꦸꦏ꧀ ꦮꦸꦠꦃꦗꦫꦶꦁꦔꦤ꧀ꦤꦶꦫ꧈ ꦲꦏꦸꦲꦸꦒꦮꦺꦴꦁꦧꦩ꧀ꦧꦁꦥꦿꦶꦁ꧈ ꦥꦤꦱ꧀ꦧꦫꦤ꧀ꦲꦮꦤ꧀ꦠꦼꦂꦲꦩꦫꦠꦔꦤ꧀꧈ ꧄ ꦪꦠꦩꦺꦱꦼꦩ꧀ꦫꦗꦥꦹꦠꦿ꧈ ꦥꦔꦤ꧀ꦢꦶꦏꦤꦶꦫꦲꦫꦶꦱ꧀ ꦲꦶꦁꦱꦸꦤ꧀ꦱꦸꦩꦺꦴꦁꦒꦲꦶꦁꦏꦂꦱ꧈ ꦲꦥꦤ꧀ꦲꦶꦪꦱꦹꦤ꧀ꦠꦸꦫꦸꦠ꧀ꦠꦶ꧈ ꦤꦔꦶꦁꦠꦲꦼꦩꦱ꧀ꦪꦪꦶ꧈ ꦲꦗꦱꦶꦫꦩꦤ꧀ꦠꦸꦏ꧀ꦒꦸꦤꦸꦁ꧈ ꦮꦼꦭꦱ꧀ꦱꦩꦿꦶꦁꦥꦹꦤ꧀ꦏꦏꦁ꧈ ꦲꦶꦣꦼꦥ꧀ꦲꦶꦣꦼꦥ꧀ꦱꦶ
}}<noinclude></noinclude>
sp0ui070yif3zz419kkwour7bookvta
Parembugan Kaca:ꦏꦶꦠꦧ꧀ꦫꦶꦁꦏꦼꦱ꧀ꦱꦤ꧀ꦧꦧꦢ꧀ꦢꦶꦥꦸꦤ꧀ꦏꦁꦗꦼꦁꦟꦨꦶꦩꦸꦑ꦳ꦩ꧀ꦩꦢ꧀.pdf/8
251
25107
79152
2026-05-20T11:57:31Z
Devi 4340
509
/* validasi */ pérangan anyar
79152
wikitext
text/x-wiki
== validasi ==
Halo, @[[Naraguna:Kriita|Kriita]], hasil validasi kamu masih ada 3 typo yang belum diperbaiki. Mohon lebih teliti ke depannya saat memvalidasi. Lambatkan kecepatan saat validasi agar typo lebih mudah terlihat. Semangat menyunting! [[Naraguna:Devi 4340|Devi 4340]] ([[Parembugan Naraguna:Devi 4340|rembugan]]) 20 Mèi 2026 11.57 (UTC)
rsokbmnt9vyomo8sk7bok8bcapzyy2v