Wikibasurek
minwikisource
https://min.wikisource.org/wiki/Palanta
MediaWiki 1.47.0-wmf.14
first-letter
Media
Istimewa
Rundiang
Pangguno
Rundiang Pangguno
Wikibasurek
Rundiang Wikibasurek
Berkas
Rundiang Berkas
MediaWiki
Rundiang MediaWiki
Templat
Rundiang Templat
Bantuan
Rundiang Bantuan
Kategori
Rundiang Kategori
Portal
Rundiang Portal
Halaman
Rundiang Halaman
Buku
Rundiang Buku
TimedText
TimedText talk
Modul
Rundiang Modul
Acara
Pembicaraan Acara
Buku:Sutan Lanjungan.pdf
252
9124
30789
30437
2026-08-10T01:22:17Z
Zhilal Darma
23
30789
proofread-index
text/x-wiki
{{:MediaWiki:Proofreadpage_index_template
|Title=Sutan Lanjungan
|Language=min
|Author=Bahar Datuk Nagari Basa
|Translator=
|Editor=
|Year=1982
|Publisher=
|Address=
|Key=
|Source=pdf
|Image=1
|Progress=C
|Volumes=
|Pages=<pagelist />
|Remarks=
|Width=
|Css=
}}
ki48qsdhmx1pud8fha8umr260sgvhbl
Halaman:Sutan Lanjungan.pdf/10
250
9208
30785
30735
2026-08-10T01:20:26Z
Zhilal Darma
23
/* Divalidasi */
30785
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" /></noinclude>jungan dengan Cayoiman.
Lanjungan berjalan menuju pasar Balai Tangah. Setelah sampai
di pasar itu, dengan sopan santun ia bertanya kepada seorang
laki-laki tua yang berada di situ, letak rumah Datuk Timbangan.
Laki-laki itu bertanya apa maksud Lanjungan mencari Datuk
Timbangan. Diutarakanlah oleh Lanjungan bahwa ia membawa
surat dari ayahnya, Biopari.
Orang tempat Lanjungan bertanya itu tidak lain adalah
ayah Cayoiman Sutan Kabanaran. Sutan Kabanaran tidak ragu
lagi, anak muda yang bertanya ini adalah Sutan Lanjungan. Di-
panggilnya Cayoiman untuk mengantarkan Sutan Lanjungan ke
rumah Datuk Timbangan, karena ia sendiri ada janji dengan
orang.
Di tengah jalan Sutan Lanjungan dan Cayoiman dicegat
oleh beberapa pemuda kampung karena berani berjalan berdua-
dua, sedangkan mereka bukan suami isteri. Pemuda-pemuda itu
menuduh keduanya telah berbuat serong. Hampir terjadi per-
kelahian, kalau tidak datang Sutan Kabanaran.
Diterangkannyalah bahwa ia yang menyuruh Cayoiman meng-
antarkan Sutan Lanjungan karena ia ada janji dengan orang.
Salah seorang yang mencegat Cayoiman itu adalah Lelomajo,
kemenakan Sutan Kabanaran. Bersama-sama mereka menuju
rumah Cayoiman. Tidak lama sesudah itu datang Datuak Tim-
bangan dipanggil Cayoiman.
Heran ia melihat ada beberapa tamu di rumahnya.
Lelomanjo mengadu kepada Datuk Timbangan bahwa ia
telah mencegat Cayoiman dan Sutan Lanjungan di jalan, karena
mereka jalan beriringan. Dijawab oleh Sutan Kabanaran memang
ia yang menyuruh Cayoiman mengantarkan karena Sutan Lan-
jungan adalah kemenakan Datuk Andiko, anak Tuanku Biopari
dan ingin menyampaikan surat dari ayahnya kepada Datuk Tim-
bangan.
Sesudah itu disampaikanlah surat itu oleh Sutan Lanjungan
kepada Datuk Timbangan. Diperkenalkannyalah dirinya dan
menyebutkan namanya.
Datuk Timbangan mengusulkan agar Lelomanjo dengan
13<noinclude></noinclude>
7ajdrrle7ci6hyopewaygd3ebj7z5n7
Halaman:Sutan Lanjungan.pdf/8
250
9213
30783
30743
2026-08-10T01:20:18Z
Zhilal Darma
23
/* Divalidasi */
30783
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" /></noinclude><poem><center>'''Ringkasan Cerita'''
'''Sutan Lanjungan'''</center></poem>
Di dusun Bulakan Pikia, di Sungai Talaga Paham diam seorang
anak muda bernama Sutan Lanjungan. lbunya bernama Puti
Saridunia dan ayahnya bernama Tuanku Biopari, mamaknya
bernama Datuak Andiko. Sutan Lanjungan diasuh dan diajari
dengan baik oleh ayahnya.
Sungguhpun dia berbudi baik akan tetapi tidak berharta sehingga
sering ia duduk termenung mernikirkan nasibnya.
Pada suatu hari sepekan sesudah lebaran Sutan Lanjungan
duduk termenung seorang diri mengenang nasibnya yang tidak
punya itu. Diutarakannya maksudnya kepada mamaknya untuk
pergi merantau. Disesalinya mamaknya yang menghambur-hamburkan kekayaan sewaktu muda. Mamaknya tersinggung mendengar sesalan kemenakannya itu. Mamaknya menjelaskan bahwa
semasa menikahkan ibu Sutan Lanjungan itu dulu banyak harta
yang habis karena menuruti adat zaman itu. Begitu juga sewaktu
mamaknya Datuak Andiko diangkat jadi penghulu. Sutan Lanjungan mengatakan kepada Datuak Andiko, mamaknya, bahwa menurut adat seorang penghulu itu hendaklah menambah harta
keluarga dan mendidik kemenakannya menjadi orang baik.
Datuak Andiko mengatakan agar Sutan Lanjungan bersabar
dulu sementara ia akan memikirkan maksud kemenakannya itu.
Sepeninggal Sutan Lanjungan Datuk Andiko pergi ke tempat
Tuanku Biopari, ayah Lanjungan untuk membicarakan maksud
Sutan Lanjungan hendak pergi merantau itu.
Sesudah Tuanku Biopari mendengar dari iparnya, Datuk Andiko,
maksud Sutan Lanjungan hendak merantau itu, disuruhnya
muridnya menjemput anaknya itu.
Sesudah anaknya datang menghadap, maka ditanyakannya
apakah benar anaknya itu hendak pergi merantau.
Sesudah putranya mengutarakan maksudnya, Tuanku Biopari
mencegahnya dengan alasan dirinya dan ibunya sudah tua, kalau
{{right|11}}<noinclude></noinclude>
74xyxrkf0yz9fn7hjoqmsas7ycodgmd
Halaman:Sutan Lanjungan.pdf/12
250
9220
30786
30759
2026-08-10T01:21:01Z
Zhilal Darma
23
30786
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="3" user="Thoriqhkm" /></noinclude>{{C|SUTAN LANJUNGAN}}<noinclude></noinclude>
m5cv86tuvoqhehlaryy2c9nxdnsssku
30787
30786
2026-08-10T01:21:08Z
Zhilal Darma
23
/* Divalidasi */
30787
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" /></noinclude>{{C|SUTAN LANJUNGAN}}<noinclude></noinclude>
gxbt3zdhcxb40dwmliddv4dd6zq3xhi
Halaman:Sutan Lanjungan.pdf/13
250
9223
30788
30767
2026-08-10T01:21:46Z
Zhilal Darma
23
/* Divalidasi */
30788
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" /></noinclude>{{C|SOPAN SANTUN HUBUNGAN BAIAK}}
Bagai awa pamulaiyan kato
Sipatan rundiang pandahuluan
Salam taunjuak ka pambaco
Kaganti bajawek tangan.
Pihak di diri badan hambo, kampuang asa Taratak Tian,
pindah ka dusun Alam Leba, dibimbiang. Ibu jo bapak, marantau ka dunia hajat. Umua cukuik balig lah sampai, lah patuik
canggang jo bapak, carai jo mandeh lah walaknyo, dicubo balayia sorang, ka pulau putaran maso , ka koto edaran zaman.
Sajak ketek mudo matah, manampuah galombang hiduik,
pasai dek riak pasakitan, dipapah alun suko duko, lameh dek
ombak ragam dunia, manjadi buah pangalaman.
lyo bana kato rang tuo
Lamo hiduik banyak dirasai
Jauah bajalan banyak diliek
Salamo marantau ka dunia hayatko
Puncak tujuan balun tacapai
Kabaka pulang balun lai dapek.
Salamo manampuah putaran maso, malalui edaran zaman,
maso dek ketek balun gadang, di situ hati nan lai sanang, sanan
pikiran nan lai suni. Kandak bapantang tak kabuliah, nan pintak tatap balaku
Kok elok utang mamakai
Kok lamak utang mamakan
Malah dek ranyuak jo parangai
Babari juo nan di angan.
Talampau ketek balun gadang, talansuang maso kanakkanak, lai baasuah jo didikaP . caro di maso nan · ditampuah,
taoi tak sam'pai kawalaknyo, patah di angah nan mambedo.<noinclude>{{rh|||17}}</noinclude>
luaer4e3czjpp7ox3nctjc3jp3efohi
Halaman:Sutan Lanjungan.pdf/9
250
9225
30784
30770
2026-08-10T01:20:22Z
Zhilal Darma
23
/* Divalidasi */
30784
proofread-page
text/x-wiki
<noinclude><pagequality level="4" user="Zhilal Darma" /></noinclude>sakit siapa yang akan merawatnya. Sutan Lanjungan terharu mendengar kata-kata ayahnya itu, tetapi karena tekadnya sudah bulat maka dia minta kepada ayahnya agar diizinkan pergi mencari pengalaman. Tuanku Biopari menyuruh Sutan Lanjungan sembahyang, sementara dia melanjutkan rundingan dengan Datuk Andiko. Kedua orang itu sepakat agar Sutan Lanjungan· dikawinkan dulu sebelum berangkat. Dicarilah calon istri untuk Sutan Lanjungan. Datuk Andiko menawarkan beberapa orang calon, akan t etapi ditolak secara halus oleh Tuanku Biopari, kareria calon-calon
yang diajukan itu mempunyai cacat seperti tidak tahu berhemat, pemboros, kurang menjaga sopan santun dalam berpakaian.
Kemudian Tuanku Biopari mengusulkan agar Lanjungan
dipertunangkan dengan Cayoiman kemenakan Datuk Timbangan, anak Sutan Kabanaran. Sutan Lanjungan sesudah sembahyang menghadap lagi kepada ayah dan mamaknya. Sesudah dijelaskan, bahwa dia diizinkan
pergi, tetapi haru.s kawin lebih dulu dia menolak, karena belum mempunyai apa-apa untuk membentuk rumah tangga. Dia tidak dapat mengelak lagi setelah didesak akan dipertunangkan dengan Cayoiman .Sabariah, anak Sutan Kabanaran. Sudah disepakati bersarna Sutan Lanjungan akan disuruh berdagang ke Balai Tangah
tempat marnak Cayoiman Sabariah tinggal. Sebagai modal berdagang Sutan Lanjungan dibekali ayahnya uang Rp 1000,- dan dari mamaknya dia juga menerima Rp 1000,- Uang Rp 1000 masa itu sudah besar jumlahnya. Sebenarnya Sutan Lanjungan tidak mengharapkan akan memperoleh uang sebanyak itu, yang diharapkan hanya sekedar uang belanja saja. Dengan menerima modal sebesar itu besarlah hatinya.
Dengan berurai air mata ibunya melepasnya pergi merantau dengan bekal bermacam-macam nasihat. Ayahnya mendoakannya agar selamat sampai yang di tuju dan berhasil dalam berdagang sehingga dapat menebus kembali pusaka yang tergadai, pembangkit batang yang terendam.
Sebelurn Sutan Lanjungan berangkat Biopari ayahnya telah berkirim surat kepada Sutan Kabanaran, ayah Cayoiman dengan mengirirnkan keris sebilah tanda ikatan pertunangan Sutan Lan-<noinclude>{{left|12}}
[[Kategori:Kopdar Wikibasurek Agustus 2026]]</noinclude>
2x0xjug8o3nq7t3zktlwwmdj8t2b7vy